P. 1
Data Gizi Buruk

Data Gizi Buruk

|Views: 610|Likes:
Dipublikasikan oleh Angelina Juwita

More info:

Published by: Angelina Juwita on Jul 19, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/16/2012

pdf

text

original

Gizi Buruk Masih Tinggi di Purbalingga 9 Maret 2011 | 04.

38 WIB PURBALINGGA, KOMPAS - Kasus gizi buruk terutama pada anak di bawah lima tahun masih tinggi di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Sepanjang 2010, ditemukan 287 kasus gizi buruk, yang terdiri atas 115 anak balita dan 172 siswa sekolah dasar/sederajat. Salah satu pemicunya yakni persoalan kemiskinan yang menyebabkan asupan gizi pada balita tidak seimbang. Kepala Bidang Gizi dan Kesehatan, Dinas Kesehatan Purbalingga, Sodikin, Selasa (8/3), mengatakan, jumlah kasus gizi buruk pada 2010 sebenarnya berkurang dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2009 terdapat 352 kasus gizi buruk, yang terdiri atas 133 anak balita dan 219 anak SD/MI. Dia tak menyanggah banyaknya kasus gizi buruk tersebut akibat dari kemiskinan yang masih membelenggu sebagian warga Purbalingga. "Kasus gizi buruk memang masih tergolong tinggi. Untuk itu, kami upayakan pembangunan rumah singgah khusus anak balita untuk menuntaskan kasus gizi buruk ini," ujarnya. Rumah singgah itu nantinya akan memberi pelayanan kesehatan terutama makananyang sehat, bergizi, dan seimbang pada balita. Untuk itu, rumah singgah akan dilengkapi tenaga medis dan ahli gizi. Sodikin menilai, pembangunan rumah singgah mendesak karena kasus gizi buruk sering terjadi pada anak balita akibat penyakit bawaan sejak lahir. "Awalnya, si anak balita dinyatakan sehat setelah mendapat perawatan di rumah sakit atau puskesmas, tetapi setelah kembali ke keluarga justru sakit lagi. Kondisi keluarga miskin menjadikan rumah penderita gizi buruk kumuh dan tidak memenuhi aspek-aspek kesehatan," katanya. Oleh karena itu, rumah singgah ini dikhususkan menangani anak balita pascaperawatan di rumah sakit atau puskesmas. Sodikin menuturkan, penanganan kasus gizi buruk tidak hanya sebatas sembuh dari penyakit bawaan dan pemberian makanan tambahan (PMT). Sebab, sering kali dijumpai kasus gizi buruk terulang kembali ketika anak balita sudah kembali ke keluarga. Anggaran minim Sodikin menyayangkan anggaran Pemkab Purbalingga dalam penanganan kasus gizi buruk yang terus menurun setiap tahun. Kabupaten Purbalingga pada 2009 mengalokasikan anggaran Rp 253.438.000 untuk penanganan gizi buruk. Sedangkan pada 2010 hanya Rp 68.971.000.Tahun ini, anggarannya turun separuhnya hingga tinggal Rp 39.754.000. Selain itu, penderita gizi buruk yang semula mendapatkan makanan tambahan selama 90 hari, sejak 2010 hanya bisa dilakukan beberapa minggu saja. "Akibatnya, tentu saja penanganan jadi kurang maksimal. Padahal target Purbalingga menurunkan angka gizi buruk menjadi gizi kurang, kemudian

41 persen dari 79.166 balita gizi buruk atau 0.95 persen dari 227.70 persen atau sebanyak 615 balita gizi buruk dari 36. Tahun ini Pemkab Purbalingga akan merenovasi 717 rumah warga yang tidak layak huni. persentase jumlah balita gizi buruk tertinggi justru terdapat di Kota Serang sebesar 1. baru-baru ini. Kota Tangerang sebesar 1. di Kabupaten Tangerang tercatat 2. persentase jumlah penderita gizi buruk ini mengalami peningkatan sebesar 0. Dia mengungkapkan sekitar 9.dari gizi kurang menjadi gizi baik. 20 April 2011 | 9:13 Balita gizi buruk [SERANG] Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Untirta Movement Community (UMC) menggelar aksi damai di depan Kampus Universitas Sultan Agung Tirtayasa (Untirta) Banten di Kota Serang sebagai salah satu bentuk keprihatinan atas meninggalnya balita penderita gizi buruk. Dikatakan. Kabupaten Lebak sebanyak 1.09 persen atau 9.02 persen dari 100. Disusul.593 balita terpantau.192 balita terpantau. Kasus gizi buruk ini merata di hampir diseluruh kabupaten/kota di Provinsi Banten.027 balita atau 1. pemerintah di Banten sangat lamban menuntaskan kasus gizi buruk sehingga menimbulkan korban jiwa.83 persen dari 28.254 balita terpantau. Kota Serang beberapa waktu lalu.378 Balita Gizi Buruk di Banten Tak Ditangani secara Baik Rabu. Menurutnya.883 balita terpantau. Para mahasiswa meminta seluruh pihak untuk serius menuntaskan kasus gizi buruk di Banten. Sedangkan.378 balita penderita gizi buruk di Banten butuh pertolongan dan perhatian serius dari pemerintah.343 balita terpantau.657 balita gizi buruk dari 115. Kota Cilegon 241 balita atau 0. Meninggalnya balita Evi Aprilia akibat gizi buruk merupakan hanya kasus yang nampak ke permukaan.857 balita terpantau.44 persen atau sebanyak 1. Ini harus menjadi perhatian serius semua pihak khususnya Pemprov Banten. Mereka menilai kasus gizi buruk di Banten seperti fenomena gunung es. Berdasarkan data terakhir dari Dinas Kesehatan Provinsi Banten. . ujar Presiden UMC Mahendra.342 balita terpantau. Evi Aprilia (4). Kabupaten Pandeglang sebanyak 1. warga Kecamatan Kasemen.(GRE) 9. padasaat membawa orasi. dan terakhir di Kota Tangerang Selatan sebanyak 323 balita gizi buruk atau 0." katanya.30 persen dari 107. Para mahasiswa menuntut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten dan Kota Serang dicopot karena dinilai lamban menuntaskan kasus gizi buruk di Banten.398 balita atau 1.955 balita terpantau.04 persen atau sekitar 8.737 balita gizi buruk dari 839. seperti kasus Evi Aprilia. padahal kenyataannya lebih banyak lagi kasus gizi buruk lainnya di wilayah Banten.378 balita pada tahun 2011 dibandingkan tahun 2010 sebesar 1.

Data Dinas Kesehatan Kota Bengkulu pada 2010 meningkat menjadi 35 penderita dibanding pada 2009 sebanyak 30 penderita. Madsubli mengaku pada tahun 2011 ini anggaran untuk Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah) mengalami peningkatan menjadi Rp 5 miliar atau naik 500 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya sebesar Rp 1 miliar.Sebelumnya. sehingga meninggal dunia. Minimnya sosialisasi kepada masyarakat tentang program kesehatan juga menjadi salah satu kendala tersendiri penanganan gizi buruk di Banten. menderita gizi buruk.com : Kasus penderita gizi buruk yang tersebar di delapan kecamatan Kota Bengkulu. Kasus gizi buruk yang melanda warga pada 2010 sebanyak 35 orang dan satu orang meninggal karena terlambat mendapatkan pertolongan dari puskesmas dan harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD M Yunus. Kepala Bidang Kesehatan Keluarga dan Informasi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Dessy Noermardhanningsih mengatakan jumlah penderita gizi buruk setiap tahunnya mengalami peningkatan karena anggaran untuk penanggulangannya masih minim. di antaranya faktor kemiskinan dan juga budaya setempat yang berimbas pada pola konsumsi dan asupan gizi masyarakat. Dua warga meninggal akibat gizi buruk. Kepala Bidang Bina Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Banten. mengatakan. pun kewalahan menanggulangi pasien gizi buruk. 09 Mei 2011 08:40 WIB BENGKULU .mediaindonesia.[149] Kasus Gizi di Bengkulu Meningkat Senin. Madsubli Kusmana. Jumlah penderita gizi buruk di Kota Bengkulu terus mengalami peningkatan. sebanyak dua orang warga Kota Bengkulu. Puskesmas Beringin Raya. Pada April 2011. . Provinsi Bengkulu. yakni Fauzan berusia satu tahun dan Putri berusia tujuh bulan. mengalami peningkatan pada 2010 hingga April 2011. Sementara pada 2011 ini terdapat dua penderita gizi buruk yang harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Daerah M Yunus Bengkulu. banyak faktor yang menyebabkan meningkatnya jumlah penderita gizi buruk di Provinsi Banten. di kecamatan Muara Bangkahulu.

dinas kesehatan setempat menganggarkan Rp175 juta per tahun yang bersumber dari APBD Kota Bengkulu untuk penanganan kasus gizi buruk dengan rincian untuk gizi buruk sebanyak 25 kasus dan gizi kurang sebanyak 49 kasus serta penderita kurang energi kronis (KEK) 12 kasus. Untuk mengatasi gizi buruk. Untuk tahun ini. "Tingginya angka penderita gizi buruk untuk kota Bengkulu ini disebabkan karen minimnya a kesadaran keluarga untuk membawa anaknya diimunisasi di Puskesmas atau ke Posyandu sehingga pihak Dinas Kesehatan tidak dapat memonitor serta menindaklanjutinya jika bayi mengalami gizi buruk.(MY/OL-11) http://www. anggaran dana yang diberikan untuk penanganan gizi buruk in berjumlah sebanyak i 25 kasus.Puskesmas yang ditunjuk Dinas kesehatan Kota Bengkulu adalah Pusat Penanggulangan Gizi (PPG) Beringin Raya yang secara khusus ditunjuk untuk merawat warga yang menderita gizi buruk sekaligus memberikan makanan tambahan selama dirawat maupun rawat jalan selama empat bulan.com/forum/world/malaysia/TCIK3R037M1E6FQEG/p11 .6 juta per pasien.topix." katanya. Penderita gizi buruk setelah mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas maupun rumah sakit diberikan makanan tambahan selama empat bulan dan ditanggulangi dokter spesialis. Besaran dana untuk satu kasus sekitar Rp3.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->