P. 1
Potensi Sumber Daya Alam Kepulauan Riau

Potensi Sumber Daya Alam Kepulauan Riau

|Views: 2,711|Likes:
Dipublikasikan oleh Ratu Fajrina Hanifa

More info:

Published by: Ratu Fajrina Hanifa on Jul 19, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/04/2014

pdf

text

original

POTENSI SUMBER DAYA ALAM KEPULAUAN RIAU

TUGAS II SDAI

Disusun Oleh :

Ratu Fajrina Hanifa
07/250855/TK/32434

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS GADJAH MADA 2011

dan Kabupaten Lingga. 47 kecamatan serta 274 kelurahan/desa dengan jumlah 2. Provinsi Kepulauan Riau berusaha untuk tetap menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui penerapan good governance dan clean government dengan memberikan kemudahan berinvestasi sehingga dapat menarik lebih banyak investor baik domestik maupun asing untuk menanamkan modalnya. Bangka Belitung dan Jambi Barat : Singapura. dan kemasyarakatan. Provinsi Kepulauan Riau bertekad untuk membangun daerahnya menjadi salah satu pusat pertumbuhan perekonomian nasional dengan tetap mempertahankan nilai-nilai Budaya Melayu yang didukung oleh masyarakat yang sejahtera.PENDAHULUAN Kepulauan Riau adalah sebuah provinsi di Indonesia. .601 km². Adapun luas wilayahnya sebesar 252. pembangunan. Kabupaten Natuna. Kabupaten Bintan. sekitar 95% merupakan lautan dan hanya sekitar 5% daratan. Secara geografis Provinsi Kepulauan Riau berbatasan dengan negara tetangga yaitu Singapura. Dalam memberdayakan berbagai potensi yang ada.810. Provinsi ini terletak pada jalur lalu lintas transportasi laut dan udara yang strategis dan terpadat pada tingkat internasional. serta pada bibir pasar dunia yang memiliki peluang pasar. dan berakhlak mulia. Ibukota Provinsi Kepulauan Riau berkedudukan di Tanjung Pinang. Kota Batam. Malaysia dan Provinsi Riau Secara keseluruhan wilayah Kepulauan Riau terdiri dari 4 kabupaten dan 2 kota. Bersauh Marwah. Kabupaten Karimun. Malaysia. Provinsi Kepulauan Riau terbentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 25 tahun 2002 merupakan Provinsi ke-32 di Indonesia yang mencakup Kota Tanjungpinang. Batas-batas dari Provinsi Kepulauan Riau adalah sebagai berikut : Utara : Vietnam dan Kamboja Timur : Provinsi Kalimantan Barat dan Malaysia Selatan : Provinsi Kep. dan Vietnam yang memiliki luas wilayah 251. cerdas. Dengan Motto Berpancang Amanah.71 km dengan 96 persennya adalah perairan dengan 1350 pulau besar dan kecil telah menunjukkan kemajuan dalam penyelenggaraan kegiatan pemerintahan.408 pulau besar dan kecil yang 30% belum bernama dan berpenduduk. Provinsi Kepulauan Riau merupakan provinsi baru hasil pemekaran dari provinsi Riau.

6085 Km2 (2%) Luas Lautan : 417.209.Luas Wilayah Darat dan Laut Luas wilayah Provinsi Kepulauan Riau : Luas Keseluruhan : 425.6679 Km2 Luas Daratan : 8.214.058 Daftar beberapa pulau di Kepulauan Riau :                     Kepulauan Anambas Kepulauan Badas Kepulauan Karimun Kepulauan Lingga Kepulauan Natuna Kepulauan Natuna Besar Kepulauan Natuna Selatan Kepulauan Riau Kepulauan Tambelan Pulau Abang Pulau Abang Besar Pulau Bakong atau Pulau Bakung Pulau Batam Pulau Batang Pulau Batu Berhanti Pulau Belat Pulau Benuwa atau Pulau Benua Pulau Bintan Pulau Buaya Pulau Bugi            Pulau Bulan Pulau Bunguran Pulau Buru Pulau Damar Pulau Combol Pulau Dompak Pulau Galang Pulau Iyu Kecil Pulau Jemaja Pulau Karimun Pulau Karimun Kecil atau Pulau Anak Karimun Pulau Kelapa Jernih Pulau Kepala Pulau Kundur Pulau Lagong Pulau Lalang Pulau Laut Pulau Lingga Pulau Mangkai         .408 buah Pulau Berpenghuni : 385 Pulau Bernama dan tidak berpenghuni : 965 Pulau tidak bernama dan tidak berpenghuni : 1.005.0594 Km2 (98%) Total Pulau : 2.

                       Pulau Mapor Pulau Matak Pulau Mendarik Pulau Mesawak Pulau Midai Pulau Mubur Pulau Murih Pulau Pelampong Pulau Pengibu Pulau Penyengat Pulau Pinang Seribu Pulau Posik Pulau Raiba Pulau Rempang Pulau Sambu Pulau Sebangka Pulau Sebetul Pulau Sekatung Pulau Selayar Pulau Semiun Pulau Sentut Pulau Senua Pulau Serak                       Pulau Nanas Pulau Nipa atau Pulau Nipah Pulau Nongsa Pulau Panjang Pulau Papan Pulau Parit Pulau Pejantan Pulau Serasa Pulau Singkep Pulau Subi Pulau Subi Kecil Pulau Tambelan Besar Pulau Tarempa atau Pulau Tarempah Pulau Temiyang atau Pulau Temiang Pulau Timau Pulau Tokong Belayar Pulau Tokong Iyu Pulau Tokong Malang Biru Pulau Tokong Nanas Pulau Tokong Piramida Pulau Tokongboro Pulau Uwi .

Estuaria Estuaria adalah perairan semi tertutup yang berhubungan bebas dengan laut. yang berlawanan menyebabkan . Kabupaten Lingga. Berikut ini akan di sebutkan macam-macam sumber daya alam yang di dapat dari wilayah pesisir dan lautan Kepulauan Riau. Kondisi ini sangat mendukung bagi pengembangan usaha budidaya perikanan mulai usaha pembenihan sampai pemanfaatan teknologi budidaya maupun penangkapan. Kabupaten Bintan. sehingga air laut dengan salinitas tinggi dapat bercampur dengan air tawar.475.Sumber Daya Alam Laut Sebagai Provinsi Kepulauan.094. bahkan terdapat pusat pembenihan ikan kerapu yang mampu menghasilkan lebih dari 1 juta benih setahunnya. misalnya. Untuk sektor perikanan. Karimun. terutama perikanan tangkap dan pengembangan budidaya perikanan yang meliputi usaha pembenihan dan pemanfaatan teknologi budidaya sangat cocok dikembangkan di Provinsi KepRi. Estuaria merupakan tempat bertemunya arus air sungai dengan arus pasang-surut. kerambah jaring apung. Lingga dan Natuna juga memiliki potensi yang cukup besar dibidang perikanan.  SUMBER DAYA ALAM HAYATI 1. terdapat budidaya ikan yang bernilai ekonomis seperti ikan kerapu. juga dikembangkan budidaya perikanan air laut dan air tawar. Di Kabupaten Karimun terdapat budidaya Ikan kakap. total produksi perikanan tangkap mencapai 217. Kabupaten Karimun. Di Kabupaten Bintan. Selain perikanan tangkap di keempat Kabupaten tersebut. budidaya rumput laut.91 ton dan produksi ikan budidaya 3.70 ton. wilayah ini terdiri atas 98% lautan. Pada tahun 2007. dan Natuna. dan Kabupaten Natuna. Begitu pula potensi budidaya ikan air tawar dapat dikembangkan di Kabupaten Bintan. Di kota Batam tepatnya di Pulau Setoko. Kota Batam. dan kakap. napoleon.

pancang geladak. yang limbah buangannya masih mengandung bahan-bahan berbahaya dan beracun. arang dan alkohol. dan ini besar manfaatnya dalam menopang produktivitas ekosistem padang lamun. rekreasi. serta membawa pengaruh besar pada biotanya. Rempang. (7) chip wood yaitu serpihan buat bahan kertas (pulp). melindungi pantai dan tebing sungai dan mengolah limbah. (2) untuk konstruksi rumah. dan Natuna. 3. Pemanfaatan kayu mangrove di Provinsi Riau secara umum digunakan untuk: (1) kayu bakar. 2. hal ini memegang peranan penting dalam kesuburan komunitas lamun. tiang dan galah banguan. Penyebaran terumbu karang di Provinsi Riau tidak ditemui di perairan laut Riau daratan. (3) ekonomi meliputi tambak. Sedangkan di Riau daratan lainnya (sebagian Bengkalis. tetapi masih dapat dilihat di daerah Riau Kepulauan. habitat alami bagi banyak biota. tempat pembuatan garam. Dari hasil citra satelit terlihat bahwa penyebaran estuaria terdapat dalam areal yang luas di Kepulauan Riau. mempercepat perluasan lahan. (6) arang. tapi berada di . khususnya Pulau Bintan. dan Rokah Hilir) mangrove hanya terdapat sebagian kecil saja. Kepulauan Riau. Daerah pesisir biasanya merupakan daerah pemusatan industri. maka informasi mengenai ini sangat penting untuk pengelolaannya. konstruksi berat. (4) untuk pertanian dan pakan ternak. Galang). (3) alat untuk memancing. pelampung dan racun ikan.suatu pengaruh yang kuat pada sedimentasi. serpihan kayu. lainnya merupakan hutan pantai. pencampuran air. termasuk makrophyta dan phytoplankton. (2) biologis ekologis meliputi tempat benih ikan. material pembuatan kapal. 4. Padang lamun sangat sedikit berada di Provinsi Riau. sehingga komunitas padang lamun sangat produktif. Terumbu Karang (coral reefs ) Terumbu karang merupakan organisme yang hidip di dasar perairan dan berupa bentukan batuan kapur (CaCO3) yang cukup kuat menahan gaya gelombang laut. Pada dasarnya mangrove mempunyai tiga fungsi utama yaitu (1) fisik meliputi menjaga garis pantai agar tetap stabil. Mangrove Penyebaran mangrove di Provinsi Riau sebagian besar terdapat di Riau daratan. nursery ground. Karena tipe perakaran ini menyebabkan daun-daun tumbuhan lamun menjadi lebat. pagar dan lain-lain. dan ciri-ciri fisik lainnya. (5) peralatan rumah tangga dan mainan. Pelalawan. yakni di Kabupaten Indragiri Hilir. feeding ground dan selter area bagi biota perikanan. Banyaknya unsur hara di daerah estuaria mengakibatkan tumbuh suburnya tumbuhan. Padang Lamun (seagrass beds) Padang lamun merupakan salah satu ekosistem yang terletak di daerah pesisir atau perairan laut dangkal. khususnya di Barelang (Batam. tempat bersarangnya burungburung besar. Lamun yang hidup merupakan kelompok tumbuhan berbiji tunggal (monokotil) dari kelas angiospermae. Keunikan dari tumbuhan lamun dari tumbuhan laut lainnya adalah adanya perakaran yang ekstensif dan sistem rhizome. Disamping itu ada beberapa tumbuhan lamun yang melakukan fiksasi nitrogen ditandai dengan ditemukan mengandung epiphyte (blue-green algae). udang dan kerang dan lepas pantai. hasil-hasil kayu dan nonkayu.

Jenis ikan yang dominan di budidayakan pada keramba adalah kakap putih (Lates calcariver) di samping kerang darah (Anadara granosa) dan kepiting (Scylla serrata). tambak. dan Karimun.40 ton (92. suhu. Barelang. 2.80 ton. Gangguan dapat berupa faktor fisik-kimia dan biologis.348 ton. Dari total produksi sebesar 308. sedangkan di Laut Cina Selatan potensi tersedia sebesar 602.  SUMBER DAYA ALAM PERIKANAN 1. Kondisi ini pada hakekatnya tidak selalu tetap. dengan potensi lestari sebesar 84. keramba.546 ton. Karimun. Bengkalis. dengan potensi lestari 361. . Berdasarkan data dari Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi Riau (2002) menunjukkan bahwa di Selat Malaka diperkirakan potensi tersedia sebesar 141. dan sedimen. Kegagalan panen ini kemungkinan besar disebabkan oleh perairan lokasi keramba mengalami pencemaran limbah rumah tangga dan pabrik yang ada di sekitar aliran sungai.Riau kepulauan yakni sebagian besar di Natuna. Usaha penangkapan ikan di laut merupakan penyumbang terbesar dari produksi perikanan Riau. kolam. dan Indragiri Hilir.7%) berasal dari penangkapan ikan di laut. Sedangkan faktor biologis biasanya berupa predator atau pemangsanya. sebesar 286. Nilai produksi budidaya keramba di Riau mengalami penurunan sebesar dari tahun sebelumnya.430 ton. Daerah-daerah potensial penghasil ikan tangkap di Riau terdapat di Kabupaten Kepulauan Riau. Penurunan ini disebabkan oleh kurangnya benih ikan dan kegagalan panen. salinitas. Rokan Hilir.928 ton. Perikanan Budidaya Potensi perikanan tambak di Propinsi Riau hingga saat ini belum dikembangkan secara serius. antara lain adalah cahaya matahari.808. Perikanan Tangkap Potensi perikanan tangkap (laut) di Propinsi Riau sangat besar. Pertumbuhan karang dan penyebaran terumbu karang tergantung pada kondisi lingkungannya. Faktor-faktor fisik-kimia yang diketahui dapat mempengaruhi kehidupan dan/atau laju pertumbuhan karang. Natuna. Budidaya yang dikembangkan antara lain rumput laut. kemudian Kepulauan Riau.290. akan tetapi sering berubah karena adanya gangguan baik karena aktifitas alam maupun aktifitas manusia.

dan kewajiban penanaman modal di daerah (lihat www.728 hektar. Sedangkan selebihnya yang membentang ke utara sampai dengan daerah-daerah pantai. merupakan konstruksi dari formasi jenis tanah alluvium (endapan) yang berasal dari zaman Quarter sampai dengan zaman Recen. menjadi jelas bahwa Provinsi KepRi jauh lebih tua apabila dibandingkan dengan formasi tanah yang ada di Provinsi Riau. emas. dan lain-lain. dapat dikatakan tanah tua. Seiring diterapkannya otonomi daerah.kepriprov. Provinsi KepRi memiliki sumber daya alam yang melimpah. Peranan sektor pertanian merupakan sektor terkecil yakni hanya berkontribusi 5.32 persen terhadap PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) tahun 2007. Pada tahun 2007. Di samping itu. Luas lahan hortikultura mencapai 42. tanah merah di Kepulauan Riau pun hanya dapat ditanami jenis tanaman tertentu yang masih memerlukan penelitian dan pengembangan khusus untuk meningkatkan produksinya. baik kekayaan yang terkandung di perut bumi. maupun kekayaan pertanian dan perkebunannya. serta kekayaan sungai dan lautnya. sedangkan lahan bukan sawah yang terdiri dari lahan kering mencapai 694. yang memberi batasan dan aturan tegas mengenai pemanfaatan sumber daya alam daerah.go. Dari susunan jenis tanah tersebut.607 hektar.Sumber Daya Alam Darat Daerah daratan Provinsi KepRi yang hanya 5 persen dari keseluruhan wilayahnya. bagi hasil dengan Pemerintah Pusat. Hal ini mengacu pada aturan baru dari Pemerintah RI pascareformasi. menurut penelitian Zwieryeki pada tahun 1919 hingga 1929. Jenis tanah tersebut terutama terdapat di daerah-daerah pantai Provinsi KepRi sampai dengan pertengahan daratan yang berformasi sebagai daratan muda (yang kini merupakan wilayah Provinsi Riau). lahan sawah irigasi sederhana mencapai 104 . meski tidak secara keseluruhan. sektor pertanian padi di Provinsi KepRi memiliki lahan sawah seluas 1. Lahan sawah irigasi teknis mencapai 130 hektar.924 hektar dan lahan lainnya mencapai 74. berupa minyak dan gas bumi. hasil kekayaan alam Provinsi KepRi yang mulanya disalurkan ke Pemerintah Pusat (Jakarta) secara bertahap akan dinikmati langsung oleh daerah setempat. Hal ini dibuktikan dengan dikenalnya arus pasang naik dan pasang surut sepanjang tahun yang pengaruhnya dirasakan sampai jauh mencapai arah hulu sungai-sungai di daratan Provinsi Riau.792 hektar. Dengan keadaan topografi tersebut.id). Sektor tersebut belum berkembang maksimal karena luas lahan pertanian lebih kecil dibandingkan luas perairan.

292.766 253 14.426.465 Ayam Beras 904. cengkeh dengan luas lahan 14.508.910 7.390 219.5 3.021.877. Populasi unggas terdiri atas ayam buras sekitar 585. kelapa seluas 39. karet seluas 34.134.891 hektar.491 hektar. diikuti sapi sekitar 9.417 745.44 .379 6.655 ekor. sagu seluas 3.593 492.117 5.226 ekor. Pada sektor pertanian palawija.110 Ayam Petelur 258.351 3.308 7.6 1. dan gambir seluas 996 hektar.335 1.377.4 11. sementara lahan sawah dengan irigasi desa mencapai 309 hektar.553. ubi jalar dengan luas lahan panen 130 hektar berproduksi 1.510 ekor. dan babi sekitar 4. Sedangkan di sektor peternakan.426 435 73.397 94.275 120. bayam berproduksi 26.191 Ayam Pedaging 442.1 21.704 18 Kambing 351 7. ubi kayu dengan luas lahan panen 708 hektar berproduksi 4.270 ekor.38 14. ayam pedaging sekitar 452.8 454. Potensi Ternak di Provinsi Kepulauan Riau Jumlah Jenis Populasi Pemotongan (ekor) (Ekor) Sapi 9. dan kacang tanah dengan lahan panen 124 hektar berproduksi 179 ton.239 8.491.716 hektar.715 ton. 1 2 3 4 5 6 7 8 Daging (Kg) 10.949 hektar. Sementara.423 8. menurut data tahun 2007 menyebutkan tanaman jagung dengan luas lahan panen 585 hektar berproduksi 1.646 Babi 680.670 No. sayur-mayur berproduksi 723 ton.689 Kerbau 19. kambing merupakan populasi terbanyak mencapai sekitar 18.927 ton.361 500 13.132 Itik 70.636 1.267 ton.394 136. dan puyuh sekitar 26.4 805.380 201. komoditas yang berpotensi di Provinsi KepRi antara lain.800 ekor. kacang panjang berproduksi 1. ayam petelur sekitar 347. dan lahan sawah tadah hujan seluas 1.20 ton/hektar. Di sektor perkebunan.98 355.Pinang Lingga Total Luas Lahan menurut Jenis Lahan Tahun 2006 Komoditas (Ha) Potensi Lahan (Ha) Perkebunan Buah Sayuran 17.976 ekor.34 7.061.430.166 ekor.249 hektar.295 ton.04 6.637.386 8.382 363 6. lada seluas 449 hektar. dan kangkung berproduksi 842 ton.020 4.54 47. itik sekitar 21.906.634 ekor. Luas lahan panen padi seluruh kabupaten dan kota di Provinsi KepRi mencapai 94 hektar dan dapat memproduksi padi sebanyak 249 ton dengan rata-rata produksi 5.652 8.640 904.707 2.hektar.159 ton.652 Kab/Kota Bintan Karimun Natuna Batam Tg.

29 533 150.68 867 157 74 2. 04. 05. 03.39 14.098.228 Jeruk (Ton) 25 73 200 581 879 Prov Kep.520 159.15 101 240 74 1.053.539 Duku Lansium (Ton) 44 20 0 301 365 Mangga (Ton) 116 99 799 1.200 14 2.532 4.39 48 7 87 142 531 48 122 1.324 64 2.Produksi Tanaman Buah-Buahan Tahun 2004 Kabupaten /Kota 01.Pinang Lingga Rambutan (Ton) Pepaya (Ton) Nenas (Ton) Jambu(Ton) Lainnya (Ton) 559 420. 04. 06.513.429 393. 03.Riau .15 7. 06. Bintan Batam Karimun Natuna Tg.089 Prov Kep.Riau Kabupaten /Kota 01.330 31 13 22. Bintan Batam Karimun Natuna Tg Pinang Lingga Pisang (Ton) 1.29 103 402 29 1. 05. 02.920 Durian (Ton) 423 62 522 3. 02.

Pinang Lingga Natuna Lingga Natuna Karimun Bintan Natuna Lingga Karimun Lingga Bintan Karimun Bintan Karimun Natuna Lingga Natuna Natuna Lingga Natuna Karimun Natuna Lingga Lingga Lingga Natuna Natuna Jumlah Cadangan 298.3 TSCF 11.000 m3 terdapat di Pulau Karimun dan Pulau Bintan.013. Granit dengan total cadangan mencapai 858.800.288.360.164.500 m3 terdapat di Pulau Karimun. Timah dengan jumlah cadangan mencapai 11.500 m3 1.605 m3 16.81 Million Meter Barrel Oil (MMBO) dan cadangan gas alam mencapai 55.000.662. maupun bahan galian golongan C seperti granit. pasir dan kuarsa.400 ton terdapat di Pulau Karimun dan Pulau Bintan. bahan galian B (vital) seperti timah. Provinsi KepRi memiliki potensi hasil minyak.931 m3 43. No 1 2 3 4 Jenis Bahan Galian Minyak Bumi Gas Alam Timah Bauksit Kabupaten/Kota Natuna Natuna Karimun Lingga Bintan Karimun Lingga T.150.Sumber Daya Alam Mineral (Pertambangan) Sementara di sektor pertambangan.826.000.840 ton 19.921.81 MMBO 55.7.930. gas.000 m3 4. Sementara pasir darat dengan total cadangan mencapai 39.300.000 ton terdapat di Pulau Bintan dan Tanjungpinang.500 m3 3.832. pada tahun 2007.880.000 m3 78. Kepri memiliki potensi sumber daya alam mineral dan energi yang relatif cukup besar dan bervariasi baik berupa bahan galian A (strategis) seperti minyak bumi dan gas alam.348. timah.384. dan bauksit yang melimpah.267 ton 84.000 m3 882.000 m3 .000 m3 36.3 Triliun Square Cubic Feet (TSCF) yang terdapat di Kabupaten Natuna.360. Bauksit dengan total cadangan 15.240.955 m 5 6 7 8 Pasir Besi Zircon Antimon Granit 9 Pasir Darat 10 11 Pasir Laut Kuarsa 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Granulit Diorit Andesit Rijang Feldspar Kaolin Batu setengah permata Hornfels Batuan Ultrafamic .204.000 20. bauksit dan pasir besi. Cadangan minyak bumi mencapai 298.555.

000. Disamping itu. Nilai Ekspor melampaui nilai impor.910 milyar dan impor USD 4.POTENSI PERINDUSTRIAN Industri manufaktur yang berskala kecil sampai sedang dan industri besar. Perumahan NILAI INVESTASI (US$) 2.000 543.000. jacket lepas pantai dan alat berat terdapat di Bintan.000 2.000 500. nilai investasi asing yang telah ditanam mencapai US$ 543.000. dan Karimun. PT Cemara Intan Shipyard.175 milyar yang berasal dari kegiatan ekspor 95 perusahaan ke 60 negara. garmen.200. penguliran pipa. Industri ringan lainnya seperti industri barang-barang.000 20. mainan anak ± anak. peralatan audio dan video dan bagian otomotif.600. peralatan eksplorasi minyak.000. agroindustri dan perikanan. peralatan rumah tangga. pra-fabrikasi minyak. untuk menyongsong Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam.000 LOKASI Batam Batam Batam Batam Bintan Karimun Daeju Construction Engineering Co. PT Neptune Marine. Kepelabuhanan Galangan Kapal. Batam dan Karimun. terutama industri perkapalan.000.Ltd TOTAL .200. Daftar investor asing di Kawasan BBK Tahun 2006 NO 1 2 3 4 5 6 NAMA PERUSAHAAN Batam Fast Indonesia. kegiatan perdagangan di Kepulauan Riau difokuskan pada ekspor dan impor dengan total nilai ekspor di tahun 2004 mencapai USD 4.000 1. Selanjutnya.Ltd JLH NAKER 105 205 202 1500 1000 5000 8057 BIDANG USAHA Angkutan Penyebrangan Pembuatan Kapal Pembuatan Kapal Pengembangan Industri Shipping. Saat ini industri yang paling banyak di Kepulauan Riau adalah industri elektronik seperti PCB. PT Indo Multi Sarana Tiong Woon Co.000 15. Industri lainnya fabrikasi baja.000. Bintan. komponen komputer.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->