P. 1
Pidato pengukuhan

Pidato pengukuhan

|Views: 484|Likes:
Dipublikasikan oleh Yani Yosepha

More info:

Published by: Yani Yosepha on Jul 20, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/27/2013

pdf

text

original

PENANGGULANGAN HIV & AIDS DI INDONESIA BERBASIS BIOPSIKOSOSIO-SPIRITUAL EXCELLENCE

UNIVERSITAS AIRLANGGA BADAN HUKUM MILIK NEGARA

Pidato
Disampaikan pada Pengukuhan Jabatan Guru Besar dalam Bidang Ilmu Penyakit Dalam pada Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga di Surabaya pada Hari Sabtu, Tanggal 23 Oktober 2010

Oleh NASRONUDIN

Buku ini khusus dicetak dan diperbanyak untuk acara Pengukuhan Guru Besar di Universitas Airlangga Tanggal 23 Oktober 2010

Dicetak: Pusat Penerbitan dan Percetakan Unair (AUP) Isi di luar tanggung jawab Pencetak

Kupersembahkan untuk: Bangsa dan Negara, Almamater, Para guru, Ibu dan alm. Ayah, Bapak & Ibu mertua, seluruh keluarga, seluruh pasien, Istri dan putra-putri yang amat saya sayangi.

iii

Dan (ingatlah) tatkala Tuhanmu memberitahukan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkarinya (nikmat-Ku), sungguh azab-Ku sangat keras.” (QS. Ibrahim: 7)

.

Para Teman Sejawat dari IDI.  . Program Pascasarjana. PAPDI. Sekretaris. Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh. Kepala Dinas Kesehatan. Para Guru Besar Universitas Airlangga dan Para Guru Besar tamu. Pimpinan Universitas. atas limpahan Rahmat karunia-Nya serta karena Ridlo-Nya. Pertama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah swt. Fakultas. Rektor dan Para Wakil Rektor Universitas Airlangga. maka pada hari yang berbahagia ini kita dapat hadir pada Rapat Terbuka Senat Akademik Universitas Airlangga dalam acara pengukuhan saya sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Penyakit Dalam pada Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Ketua. Saya menyadari bahwa pengangkatan sebagai Guru Besar ini merupakan amanah dan tanggung jawab sebagai tenaga pengajar pada pendidikan tinggi. Yang terhormat. Direktur Direktorat. Kepala Daerah.Bismillaahirrahmaannirrahiim. Dosen dan Segenap Civitas Akademika Universitas Airlangga. dan Anggota Senat Akademik Universitas Airlangga. Sekretaris. Direktur dan Wakil Direktur Rumah Sakit. PETRI Serta Bapak dan Ibu para undangan serta hadirin yang saya muliakan. dan Anggota Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Airlangga. Ketua. Para Teman Sejawat. Lembaga dan Pusat di Lingkungan Universitas Airlangga.

karena hampir seluruh provinsi di  . dengan segenap kerendahan hati perkenankan saya menyampaikan pidato pengukuhan dengan judul: PENANGGULANGAN HIV & AIDS DI INDONESIA BERBASIS BIOPSIKOSOSIO-SPIRITUAL EXCELLENCE Hadirin yang saya muliakan. karena data yang didapat dari beberapa kegiatan Voluntary Conseling and Testing (VCT) (tahun 2002) menunjukkan lebih 50% pengguna narkoba intravena positif terinfeksi HIV. Pada tahun yang sama terdapat berita menyesakkan dada. tetapi angka kesakitan akibat HIV dan kematian akibat AIDS tetap tinggi. Infeksi HIV & AIDS hingga kini masih menjadi masalah kesehatan global. Masalah yang berkembang adalah kesakitan dan kematian masih tinggi. sahabat dan para pengikutnya. termasuk di Indonesia. serta laju transmisi terus meningkat. karena 7. beserta keluarga.000 jiwa terinfeksi baru setiap hari di berbagai belahan dunia. Transmisi HIV masih tetap saja berlangsung hingga kini. 58 juta jiwa penduduk dunia telah terinfeksi HIV. 22 juta jiwa di antaranya meninggal akibat AIDS. Menurut WHO (2000). Keadaan ini sungguh memprihatinkan. Kematian ini cukup dramatis.Shalawat dan salam kita sampaikan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad saw. Pada kesempatan yang baik ini.000 jiwa meninggal akibat AIDS setiap hari. serta telah dilakukan berbagai upaya penanggulangan oleh pemerintah bersama berbagai elemen masyarakat. bahkan cenderung meningkat. Meskipun telah dicapai berbagai kemajuan di bidang kedokteran dan farmasi. 16. Hadirin yang saya hormati.

Tanpa upaya sungguh-sungguh. Jumlah kasus mencapai delapan kali lipat.  . Beberapa di antaranya terjadi transaksi seksual. kita dikejutkan oleh berita menggelegar. Indonesia memiliki kondisi geografis sedemikian rupa. bayi dan anak. kasus pertama HIV & AIDS ditemukan di Bali (tahun 1987). Hadirin yang berbahagia. sulit untuk menekan laju transmisi HIV dan meredam kematian akibat AIDS di Indonesia. HIV telah berhasil menyusup ke ibu dan bayi yang tidak berdosa. dan 21. tetapi upaya tersebut belum sepenuhnya sesuai harapan.000 pulau. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI (2010). Bahkan dewasa ini di Indonesia terjadi percepatan penularan. membuat hancur luluh rasa jiwa dan raga. terjadi transaksi perdagangan narkoba. Pemerintah beserta masyarakat. HIV telah masuk ranah rumah tangga.Indonesia melaporkan adanya infeksi HIV. Hadirin yang saya hormati. yang menempatkan Indonesia pada posisi puncak dalam hal laju transmisi infeksi HIV di Asia.684 kasus AIDS (tahun 2004) menjadi 17.699 kasus (pertengahan 2009). sangat mencengangkan dan mengkhawatirkan adalah penularan (transmisi) HIV telah merambah ke ranah rumah tangga. terdiri dari 13. Fakta baru (tahun 2002).770 kasus (Juni 2010). sebaliknya orang Indonesia sebagian terpapar di luar negeri pulang ke Indonesia membawa HIV. yaitu 2. Sungguh tak percaya tapi nyata. menjarah ibu. kasus AIDS meningkat tajam dalam lima tahun terakhir. Sejak saat itu penyebaran di Indonesia cenderung terus meningkat. termasuk lembaga swadaya masyarakat (LSM) telah berupaya menahan laju transmisi HIV. Kondisi ini memungkinkan beribu-ribu pintu masuk orang asing ke negara kita. Di Indonesia. Akhir-akhir ini.

sehingga penanggulangan tetap harus mengedepankan pendekatan secara manusiawi dan aplikasi tata laksana dijiwai oleh pelayanan sepenuh hati. Harapannya setiap pintu masuk HIV ke negara Indonesia dapat terjaga. dukungan (support). Kita perlu senantiasa memohon bantuan Tuhan Yang Maha Esa. memerangi stigma dan diskriminasi. agar bangsa Indonesia dilindungi dari ancaman HIV. sinkronisasi. perlu menyadari bahwa pengidap HIV & AIDS adalah manusia. rehabilitasi (rehabilitation). dan sinergisasi antar kebijakan program dengan kegiatan dari berbagai komponen. sinergis dan sinkron dengan upaya spiritual. promosi (promotion). dan pengobatan (treatment). Setiap insan Indonesia. keterpaduan. Konsekuensi dari semakin banyak jumlah pasien HIV & AIDS. Hadirin yang saya muliakan. Untuk mencapai tujuan tersebut.Untuk itu diperlukan langkah strategis penanggulangan infeksi HIV dengan melibatkan semua komponen bangsa untuk melakukan upaya nyata. dan riset (research) (PDP-PPRR/CST-PPRR) di landasi ke unggulan spiritual dalam tatanan kehidupan masyarakat baik yang berstatus sehat. dapat mencegah dan menghindar dari kedekatan risiko terinfeksi HIV. Bagi pemegang kebijakan penanggulangan infeksi HIV & AIDS di Indonesia. pencegahan (prevention). mengoptimalkan koordinasi. Di samping  . kita tetap harus optimis untuk mampu mengatasi permasalahan HIV & AIDS di Indonesia. risiko tinggi maupun risiko rendah terinfeksi HIV. hendaknya menekankan upaya manusiawi. Ketangguhan iman dari setiap insan bangsa Indonesia. menimbulkan berbagai permasalahan pada hampir setiap lini sendi kehidupan. memberantas HIV di Indonesia perlu dilakukan lebih serius dengan memadukan kegiatan antar komponen dan antar program melalui perawatan (care). bangsa besar. Sebagai negara besar. rasional.

Tekanan psikososial. Landasan Biopsikososiospiritual ini penting. Penanggulangan HIV & AIDS di Indonesia perlu dilakukan melalui CST-PPRR berlandaskan Biopsikososio-spiritual excellence. serta diupayakan untuk melembagakan ibadah pada setiap lini kehidupan. dilandasi ke unggulan spiritual kesakitan akibat HIV dan kematian akibat AIDS di Indonesia dapat diredam. Apabila aplikasi penanggulangan HIV & AIDS dilakukan secara profesional. akan semakin memperberat beban penderita. serta merperkokoh ke unggulan spiritual bagi setiap komponen bangsa. dukungan luas bagi ODHA dan keluarga atau  . juga meningkatkan pemahaman terhadap infeksi HIV. Hadirin yang saya hormati. terintegrasi. ODHA juga diberi pengertian agar dapat menerima dan menjalani kehidupan kini dan ke depan secara ikhlas dalam konteks ibadah. Insya Allah HIV & AIDS dapat dieliminasi dari bumi Indonesia. terutama bila keluarga dan masyarakat memberlakukan stigma dan diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV & AIDS (ODHA). Perawatan komprehensif melibatkan suatu jejaring kerja di antara seluruh potensi sumber daya yang ada. dalam rangka memberikan pelayanan dan perawatan holistik. Kepada ODHA perlu didorong untuk kembali ke fitrahnya sebagai manusia yang di ciptakan Allah dengan berbagai kelebihan dari makhluk lain. berkesinambungan. tekanan semakin nyata ketika mengetahui bahwa dirinya terinfeksi HIV. kebanyakan di alami sejak saat masuk perangkap risiko terinfeksi HIV. mengingat penderita umumnya diterpa oleh himpitan tekanan biologis akibat intervensi HIV pada sel sasaran dan pada berbagai komponen tubuh.itu. PERAWATAN (CARE) Perawatan infeksi HIV & AIDS sebaiknya dilakukan secara komprehensif dan berkesinambungan. Tekanan psikologis.

Soetomo Surabaya. Perawatan komprehensif tersebut perlu mempertimbangkan sumber daya memadai termasuk sumber daya manusia. obat anti retrovirus (ARV) dan obat-obatan untuk mengatasi infeksi sekunder. Meskipun dapat dilakukan oleh berbagai pihak. Rumah singgah (shelter) juga merupakan bentuk pelayanan dukungan. Dukungan ini termasuk dukungan biologis. DUKUNGAN (SUPPORT) Layanan dukungan dapat dilakukan di rumah sakit seperti Unit Perawatan Intermediit Penyakit Infeksi (UPIPI) RSU Dr. dan perawatan paliatif. bahan dan alat. dan keluarga saat menjalani perawatan di rumah. terutama bagi pasien yang datang dari jauh. sementara belum ada indikasi masuk rumah sakit. pendidikan (bagi penderita. psikologis dan psikososial dari sahabat untuk mencurahkan permasalahan termasuk pemberdayaan ekonomi. Pelayanan dukungan ini dapat dilakukan oleh unsur pemerintah maupun kelompok masyarakat peduli AIDS. Di UPIPI RSU Dr. Perawatan ini meliputi tata laksana klinis. Perawatan komprehensif tersebut meliputi perawatan di rumah sakit dan perawatan di rumah atau home care. atau bahkan oleh ODHA dan OHIDHA yang telah memungkinkan. Pelayanan satu kawasan tersebut perlu memiliki fasilitas voluntary conseling and testing (VCT) memadai.Orang yang Hidup dengan HIV & AIDS (OHIDHA). Dukungan sosial termasuk membentuk kelompok dukungan masyarakat peduli AIDS. Soetomo para ODHA mengumpulkan sejumlah dana diperuntukkan bagi rekan yang memerlukan. baik dari pihak pemerintah maupun masyarakat serta jalinan kerja sama yang baik antara mereka. memiliki akses layanan diagnostik HIV secara cepat. namun titik tumpu perawatan tetap pada paramedis selama di rumah sakit. maupun di klinik yang kondusif dan dapat difungsikan one stop clinic bagi ODHA. konseling. Meskipun dapat dilakukan oleh berbagai pihak. tetapi titik tumpu  . perawatan langsung. keluarga).

tepat. (g) mengestimasi prognosis. diagnosis dan stadium penyakit serta tingkat kegawatan perlu segera ditetapkan sehingga dapat diambil tindakan pengobatan secara cepat. Tata laksana pengobatan hendaknya dilakukan secara profesional. PENGOBATAN (TREATMENT) Mengawali upaya pengobatan. Dokter tentu tidak menginginkan kliennya berakhir dengan kematian. maupun masyarakat peduli AIDS. sinkronisasi. (d) mencari ada tidaknya infeksi sekunder. Karakter infeksi HIV yang unik tersebut. Titik tumpu pelayanan pengobatan adalah tenaga medis. terintegrasi (antar pemerintah dan non pemerintah) dan berkesinambungan. (c) menentukan jumlah virus melalui pemeriksaan beban virus (viral load). Perlu koordinasi. (f) menggolongkan stadium penyakit. didampingi paramedis dan medis. Salah satu karakter penyakit ini adalah berlangsung kronis disertai potensi terjadi penurunan status ketahanan tubuh: membaiknya lambat tetapi memburuknya bisa berlangsung cepat. dilakukan dengan: (a) memastikan ada tidaknya HIV dalam tubuh individu yang dicurigai. ODHA. (e) menggali ada tidaknya manifestasi keganasan. tetapi juga harus mencakup aspek emosional dan spiritual. keterpaduan dan sinergisasi kebijakan program dengan kegiatan dari berbagai komponen yang terlibat. rasional dan manusiawi. (b) menetapkan status imun melalui pemeriksaan CD4.  .kegiatan ini adalah para keluarga atau OHIDHA. perlu dipahami dan dimengerti secara mendalam oleh semua pihak terkait dengan penaggulangan infeksi HIV & AIDS. Strategi pengobatan segera ditetapkan secara simultan dan paripurna. Dokter yang baik tidak cukup dari aspek akademik saja. Berdasarkan berbagai temuan tersebut dibuat kesimpulan dan ditetapkan penatalaksanaan secara holistik. Menegakkan diagnosis sedini mungkin.

meninggalkan perilaku lama yang mendorong jatuh dan terhimpit HIV. maka penatalaksanaan di fokuskan pada: (a) mengatasi kegawatan. termasuk memberikan dukungan nutrisi berbasis makronutrien dan mikronutrien. (h) memperkokoh dan melembagakan keunggulan spiritual pada setiap lini kehidupan. PROMOSI (PROMOTION) Meningkatnya arus globalisasi di berbagai bidang. imunologi.Untuk menghindari dampak fatal. konseling sehingga klien mengerti tentang penyakitnya. Orang berpenyakit HIV malah  . tetapi juga perbaikan psikologis. Hadirin yang berbahagia. Munculnya stigma dan diskriminasi yang berkembang di masyarakat sangat merugikan ODHA. (d) memulihkan status ketahanan tubuh. Hakikatnya akibat kurang paham tentang HIV dari mereka yang melakukan stigma dan diskriminasi terhadap ODHA tersebut. sebagian dari mereka tergiring masuk ke dalam ranah risiko terinfeksi HIV. telah banyak membawa perubahan perilaku dan gaya hidup bangsa Indonesia. Sikap dan perilaku tersebut sangat nista dan tidak bijaksana. (c) mengeliminasi infeksi primer melalui pemberian ARV pada saat yang tepat. (f) memberikan tata cara pelatihan fisik yang sesuai dengan derajat berat penyakit. Tanpa disadari. menetapkan arah langkah sehingga terbangun rasa percaya diri yang mantap. (b) memberantas infeksi sekunder yang mendorong ke arah kematian penderita. Makna pengobatan HIV & AIDS tidak saja bertumpu pada target perbaikan fisik. psikososial serta spiritual sehingga kualitas hidup ODHA meningkat. biologi. melalui pelayanan sepenuh hati. (g) membudayakan pola dan gaya hidup sehat. virologi. termasuk menjaga stabilitas hemodinamik. (e) mengatasi dampak psikologis dan psikososial. umur harapan hidup lebih panjang. dan transmisi. akhirnya benar-benar terperosok dan terbelenggu infeksi HIV.

mereka tetap manusia yang memerlukan dukungan. meski harus disadari bahwa di dalam dirinya tersimpan HIV. dan perawatan.didiskriminasi dan dieliminasi dari kehidupan keluarga dan masyarakat. tetapi penularan terjadi secara khusus. meskipun tetap harus mengikuti kaidah kewaspadaan universal (universal precaution) sesuai keperluan wajar. Untuk mengatasi ketimpangan dalam pemahaman penyakit ini perlu dilakukan upaya promosi kesehatan melalui sosialisasi efektif dan terus-menerus. melindungi janin dari ibu yang mengidap HIV. Kehidupan di rumah tidak perlu perlakuan khusus. Mereka tetap mempunyai hak untuk menjalani kehidupan layak. menghindari kontak antar darah) dengan memperhatikan azas kewaspadaan universal. biseksual).  . Apapun fakta yang ada. heteroseksual. dan melalui kontak seksual (homoseksual. PENCEGAHAN (PREVENTION) Terhadap infeksi HIV dapat dilakukan berbagai langkah pencegahan. Berbagai perbuatan dan tindakan yang berujung merugikan penderita harus di eliminasi dengan seksama. serta pengobatan. tidak serta merta. Keluarga dan masyarakat perlu memahami serta menjiwai bahwa tata cara penularan penyakit ini tidak sederhana. kecelakaan kerja yang sering dialami oleh paramedis. dari ibu ke janin/bayi (selama dalam kandungan atau proses persalinan). para dokter operator) melalui pemberian ARV secepat mungkin sampai terbukti tidak terpapar. PPDS. (b) sekunder: bagi yang terlanjur terpapar dengan virus HIV (kontak seksual kemudian diketahui bahwa pasangannya mengidap HIV. secara horizontal (kontak antar darah). yaitu: (a) primer: meliputi upaya pencegahan agar virus tidak menular ke orang lain (kontak seksual dengan pasangannya secara aman. mempunyai hak untuk memiliki keturunan (bila telah memungkinkan). bantuan. Berusaha meyakinkan ODHA untuk “berperilaku wajar”. dokter muda. Penularan berlangsung secara vertikal. mempunyai hak untuk melangsungkan perkawinan.

melakukan inovasi intervensi untuk meningkatkan status imun. kematian organ. Dampak psikososial tidak jarang ODHA mengalami begitu banyak kesulitan dalam penyelesaian terkait masalah dirinya. atau setelah pulang ke rumah melalui program home care. kematian jaringan. Diperlukan upaya perbaikan gizi secara cepat dan tepat. (c) tersier: dilakukan terhadap individu yang terpapar HIV dan virus telah masuk ke dalam sel target (setelah 1–2 minggu) dengan upaya mempertahankan status ketahanan tubuh agar tetap berada pada keadaan homeostasis. mengatasi infeksi sekunder dan keganasan. deteksi dini keganasan. selama berada di rumah singgah. Rehabilitasi fisik dan psikis dapat dilakukan selama perawatan di rumah sakit. psikologis dan psikososial ODHA. mencegah munculnya infeksi sekunder. termasuk perawatan lanjutan. (d) kuartener: upaya mencegah kematian sel. PENELITIAN (RESEARCH) Penelitian mempunyai makna penting dalam penanggulangan HIV. mengatasi infeksi primer melalui upaya peningkatan status imun dan eliminasi HIV dengan bantuan obat-obatan. Situasi ini menuntut kita melakukan pendekatan terapi secara holistik.sehingga virus tidak berkesempatan masuk ke dalam sel target. dalam hal ini diperlukan dukungan dan rehabilitasi dari tim manajer kasus. melakukan deteksi dini infeksi sekunder. sehingga sistem tubuh tetap dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Penanggulangan HIV & AIDS perlu mengedepankan inovasi pelayanan berbasis penelitian dan melakukan berbagai 0 . Dampak stigma dan diskriminasi dapat memberi efek negatif bagi biologis. REHABILITASI (REHABILITATION) Di samping terdapat potensi mengalami kelainan cacat fisik juga harus diperhatikan bahwa penderita juga mengalami trauma psikologis dan psikososial.

akumulasi virus. analisis kekerabatan HIV). Pengembangan terapi di sini bisa inovasi ke arah peningkatan status imun. Berbagai fasilitas tersebut dimanfaatkan ke arah pengembangan medical and health biotechnology menuju bioproduk. genetik. Penelitian dilakukan melalui pendekatan epidemi.penelitian berbasis pelayanan. sosial. penetapan status imun. Hasil penelitian dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. PERAN ITD DALAM MENDUKUNG PENANGGULANGAN HIV & AIDS Institute of Tropical Disease (ITD) atau Lembaga Penyakit Tropik (LPT) merupakan salah satu unggulan Universitas Airlangga di tingkat nasional dan internasional. pencegahan kematian sel. yaitu: di bidang pencegahan (vaksin). imunologi. upaya terapi (terapi kausal. inovatif). Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat membuahkan produk kebijakan penangg ulangan HIV secara benar. penelitian tersebut di arahkan menuju pengembangan medical and health epidemio-socio-biotechnology di bidang infeksi HIV. di bidang terapi (pengembangan terapi herbal Indonesia dan terapi inovatif berefek kausal). di bidang diagnosis (kit diagnosis untuk mendeteksi virus seawal mungkin. Hadirin yang berbahagia. Agar berhasil guna dan berdaya guna. Realisasi dari pengembangan tersebut di fokuskan pada upaya  . penelitian tentang sikap dan perilaku. eliminasi virus. molekuler. penelitian untuk upaya prevensi (vaksin). Hal ini dimungkinkan karena di ITD memiliki fasilitas laboratorium riset yang cukup lengkap dan mutakhir. Penelitian termasuk penelitian kedokteran dan kesehatan (genetika. deteksi infeksi sekunder. penelitian obat anti virus dan resistensi obat. deteksi keganasan). dan bioproduk. biologi molekuler. epidemiologi molekuler. proteomik dan stem cell guna memenuhi tuntutan global serta kebutuhan nasional. penelitian di bidang sosial dan budaya.

ITD juga bersumbangsih pada ODHA dan OHIDHA serta masyarakat di Jawa Timur. menetapkan jumlah virus di dalam tubuh. Hal ini dapat membuka peluang. ITD memiliki alat yang lebih teliti. mampu mendeteksi jumlah virus 15 kopi virus HIV per cc darah. Indonesia Timur. dan seluruh Indonesia. karena alat tersebut mampu memisahkan virus HIV dari sperma penderita. Hadirin yang saya muliakan. tidak mengharuskan penderita susah payah datang ke Surabaya. kondisi ini terdapat berbagai celah masuk HIV ke wilayah Indonesia. umumnya mampu mendeteksi jumlah virus HIV yang jumlahnya dalam tubuh telah mencapai 400 kopi virus atau lebih per cc darah. Di samping memiliki berbagai keunggulan. Peralatan yang beredar di Indonesia saat ini.menunjang tata laksana penyakit infeksi secara paripurna.000 pulau yang terbentang luas. Di samping kegiatan riset. Kalau yang masuk orang asing. dan pengembangan terapi termasuk herbal medicine dan terapi inovatif. Alat di ITD ini juga mempunyai berbagai keunggulan lain yaitu: bisa memeriksa sampel darah kering. kit diagnostik. PERAN SPIRITUA L EXCELLENCE PENANGGULANGAN HIV & AIDS PA D A Indonesia adalah negara besar. terdiri dari 13. maka celah masuk  . sehingga memungkinkan dilakukan pemeriksaan darah kering penderita yang tinggal jauh dari Surabaya. Peran ITD dalam penatalaksanaan penyakit infeksi tersebut termasuk dalam bidang pencegahan (pengembangan vaksin). sekaligus menghadirkan harapan baru penderita HIV untuk mempunyai keturunan. ITD menyediakan berbagai peralatan yang bermanfaat untuk masyarakat. Alat ini juga mampu memberi solusi bagi penderita HIV yang ingin punya anak secara ”aman”. sebagian di antaranya melakukan transaksi seks multi partner dan perdagangan narkoba. termasuk pendeteksi adanya virus HIV pada tubuh individu.

laksana labah-labah membuat rumah. memahami visi dan misi hidup untuk beribadah. Situasi ini merupakan salah satu faktor yang membawa Indonesia menduduki peringkat tercepat dalam hal ransmisi HIV di Asia. Kita harus sadar. maka perlu senantiasa memohon perlindungan pada Allah agar bangsa Indonesia terjaga dari ancaman HIV & AIDS. Demikian juga upaya manusia menjaga dan mencegah interventsi HIV. Sebenarnya pemerintah disertai berbagai elemen masyarakat. Untuk membentengi masing-masing anggota keluarga. Al’Ankabuut (41) terdapat perumpamaan: orang yang berlindung selain Allah. Pada QS. menyusun target terukur. Serapuh-rapuh rumah adalah rumah labah-labah. tantangan tetap berat dan sulit tanpa disertai landasan ke unggulan spiritual dalam tatanan hidup bangsa. melangkah dengan terencana. Empiris menunjukkan paparan HIV sering berasal dari keluarga yang kurang harmonis. bahwa manusia diberi kedudukan mulia oleh Allah. Individu tersebut kurang terlatih untuk mengenal diri sendiri. terjadi ketimpangan dalam konsolidasi dan pembinaan para anggota keluarga. analisis potensi yang dimiliki dan perencanaan masa depan yang cermat. termasuk LSM telah banyak berbuat untuk membendung laju transmisi HIV. kenapa ini semua terjadi? Mereka ini umumnya kurang menyadari dan mensyukuri akan dirinya. Keluarga sebagai unit terkecil  . Demikian juga orang Indonesia yang terpapar di luar negeri. sebagian pulang “berhasil” membawa HIV. potensi proteksinya diibaratkan seperti dampak protektor sarang labahlabah. Hadirin yang saya muliakan. Beberapa individu di Indonesia telah jatuh terjerembab dan masuk ke dalam cengkeraman HIV. berupa usaha untuk mencapai tujuan yang di inginkan. perlu diciptakan kondisi yang terbiasa untuk membuat perencanaan hidup.tersebut tidak mudah dicegah. memiliki teknologi tercanggih yang diciptakan Tuhan yang Maha Esa. bahwa manusia mempunyai titik lemah.

Akhirnya mereka masuk perangkap risiko terinfeksi HIV dan terinfeksi HIV. perlu melakukan proses recharge dua potensi utama manusia yaitu kekuatan berpikir dan perasaan (mind power dan heart power). yang mendorong ke sempurnaan manusia mengalami reduksi dan degradasi. dan luaran kedua potensi tersebut adalah fisik (body) dengan positive action. Untuk menghindari potensi anggota keluarga masuk ke dalam kelompok risiko terinfeksi HIV. pikiran (mind power-brain power) dengan positive thingking. harus memiliki bekal yang menjiwai dan mampu mengembalikan fitrah. mendorong manusia bertindak tidak semestinya. yaitu: jantunghati (heart) dengan positive feeling. agar manusia mampu meng optimalkan segala karunia itu untuk membangun kemaslahatan hidup. termasuk kurang bahagia. Tuhan juga memberikan semua fasilitas dunia untuk manusia. mampu mengarahkan kembali kepada fitrah kemuliaan dan  . sehingga mampu melahirkan individu yang berprestasi di bidangnya. Untuk mengembalikan fitrah manusia sebagai makhluk sempurna. Tuhan menciptakan manusia dengan berbagai kelebihan (ahsanutaqwim) dari makhluk lain.sering menjadi sasaran intaian HIV. Perasaan tersebut akhirnya memunculkan nafsu. Bagi para partisipan peduli HIV & AIDS. mencoba menggunakan narkoba kemudian mengalami ketagihan. kemudian berkembang menuju AIDS. Hadirin yang saya hormati. salah satu kelalaian manusia adalah sifat selalu merasa kurang. Namun terkadang manusia lalai. termasuk melakukan aktivitas seks berganti-ganti pasangan. tujuannya. maka perlu ditetapkan rencana dan tujuan masa depan yang disertai langkah sistematis untuk mencapai tujuan. semakin menjauh dari fitrahnya. setiap anggota keluarga perlu dibekali kemampuan mengolah dan mengoptimalkan dua kekuatan yang lahir dari dua potensi manusia.

Hadirin yang saya muliakan. Dalam dunia kedokteran. jumlah CD4 berangsur naik menuju normal. dan senantiasa melandasi kegiatannya dalam ibadah. Dalam tata kehidupan ke depan. Success. jumlah virus berangsur turun hingga kurang dari 5 kopi virus per cc darah. dipahamkan secara mendalam. mampu berkarya dan berprestasi luar biasa. menghadirkan manfaat bagi semua orang.kesempurnaan seperti telah disampaikan Tuhan. Diharapkan kualitas hidup ODHA menjadi unggul. bahkan sel imun mampu menjalankan fungsinya untuk mengeliminir HIV dalam tubuh. diketahui bahwa pribadi yang mantap dapat memengaruhi jaras hipotalamus-adrenal-limfosit menjadi homeostasis sehingga status ketahanan tubuh ODHA tetap tangguh. Nuansa hidupnya tidak terus-menerus larut dalam kesedihan berkepanjangan. Bagi ODHA. serta mampu menciptakan tiga keajaiban hidup (miracle of life) yaitu. ikhlas menerima kenyataan meskipun tetap disadari bahwa dalam tubuhnya bersarang HIV. OHIDHA dan bagi seluruh bangsa Indonesia hal itu dapat dicapai melalui dua upaya dalam mengakses ke ikhlasan. Para pengelola dan ODHA perlu mengisi sisa hidup ini melalui tugas dan kewajiban masing-masing. ODHA kembali dapat beraktivitas normal sebagaimana mestinya. terhindar dari paralisis sel dan paralisis sistem imun. yaitu dengan mind power yang menghasilkan positive thingking dan heart power yang menghasilkan positive feeling. dengan memusatkan pikiran agar setiap amal diterima oleh Allah. dan Greatness.  . para ODHA dan OHIDHA masih terbuka kesempatan untuk melakukan berbagai perbuatan yang mendatangkan amal saleh yang diridhoi Allah swt. umur harapan hidup lebih panjang. harus bangkit dan sadar. pada muaranya dapat meningkatkan produktivitas amal. OHIDHA untuk menuju pribadi yang mempesona. dimasukkan ke dalam hati sanubari para ODHA. Hal ini perlu disosialisasikan. Healing.

dalam tata kehidupan masyarakat. termarginalisasi.  . penduduk tersebar di segala penjuru tanah air. tetapi kalau terlanjur terpapar mampu menerima secara ikhlas dan terus bangkit berupaya mencari kesembuhan medis. Meskipun terdapat HIV. dengan terbukanya beribu pintu masuk bagi pengedar narkoba. Kekuatan ikhlas (energi spiritual) mampu mensinergikan kekuatan perasaan dan pikiran serta mampu menjaga sel dalam tubuh agar tetap terstruktur dan terorganisir dengan baik pada posisi homeostasis sebagai fondasi dalam setiap aktivitas kehidupan. meliputi keimanan. berkaitan dengan hati (al-Qalbu). dengan kondisi geografi dan demografi sedemikian rupa. niscaya sulit membendung laju transmisi HIV tanpa upaya nyata dan dukungan spiritual unggul dalam kancah kehidupan sehari-hari. tingkat pendidikan belum sesuai harapan. Indonesia. ODHA masih tetap dimungkinkan untuk meraih sukses yang hakiki dengan melakukan setiap aktivitas berlandaskan pada nilai-nilai spiritual atau iman yang mampu mentautkan hati dan otak guna menangkap sinyal spiritual. Semoga semua pihak yang terlibat dalam penanggulangan HIV & AIDS senantiasa mengedepankan kinerja dan melembagakan ibadah pada setiap lini aktivitasnya. Harapan saya semoga di antara kita semua menjadi terpilih sebagai manusia yang layak diberi anugerah keunggulan spiritual dapat membantu sesama melalui pendekatan berbasis sentuhan hati. berguna untuk meringankan penderitaan para ODHA dan OHIDHA sehingga mampu hidup layak tanpa harus terdiskriminasi. mencapai puncak kebahagiaan hakiki (dunia dan akhirat) tidak terkecuali para ODHA dan OHIDHA. tereliminasi. Setiap orang hampir pasti tak ingin dalam tubuhnya dihinggapi HIV.Hadirin yang saya muliakan. Penggulangan infeksi HIV perlu berbasis spiritual.

. MT. Dr. Apt. SH. taufik dan hidayah-Nya kepada saya sekeluarga.. SpMK. Sebagai tenaga pendidik saya sadar akan tugas mensukseskan pendidikan. Ir. MS. SE. Dr. Mantan Wakil Rektor Prof. Apt beserta seluruh anggota. Moh. H. Pengukuhan guru besar ini semakin memperkokoh komitmen dan tanggung jawab saya sebagai pendidik. dr. Dr. dr. Frans Limahelu. Kepada yang terhormat Rektor Universitas Airlangga. H. Dr. Sekretaris Senat Akademik Prof.. Sebelum sampai pada titik akhir pidato pengukuhan ini. Dr. sekali lagi saya mengucapkan syukur Alhamdulillah atas limpahan rahmat. kepada almamater. DEA. Sam Suharto. beserta para Wakil Rektor Prof. SE. dan Sekretaris Jenderal Pendidikan Tinggi Prof. Ak. H. Ph. H. yang terhormat Prof. Dr. Prof.Hadirin yang saya muliakan. Ak... Nasih.. Mohammad Nuh. LLM.. MSc. Dr.D. Saya menyadari posisi yang harus ikut mengambil bagian dalam mempercepat capaian Universitas Airlangga sebagai universitas berkelas dunia atau World Class University (WCU) dengan moto excellence with morality. Apt.. Dodi Nandika. Soetjipto. MS beserta jajarannya yang telah menyetujui pengangkatan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Penyakit Dalam. Prof. Mantan Sekretaris Senat Akademik Prof. Noor Cholies Zaini. Dr. Muslih Anshori.. MS .. Hadirin yang berbahagia. serta Bangsa dan Negara.. Kepada yang terhormat Ketua Senat Akademik Universitas Airlangga Prof. Apt. Fasich. Ir. penelitian dan pengabdian masyarakat.. Achmad Syahrani.. Ketua dan anggota Badan Pertimbangan  . Prof. Ungkapan rasa terima kasih serta penghargaan setinggi-tingginya saya sampaikan: Kepada Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Nasional. Mohamad Zainudin.

H. Sp. Dr. dr. Puruhito. H. Asmino. Sp. Sp.. dr. Dr. Sp. Ketua TDC. dr. Prof.. Muhammad Amin. dr. atas kesempatan yang diberikan untuk mengabdi pada Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Dr. Sumarto. beserta para Wakil Direktur dan para mantan Direktur Rumah Sakit Umum Dr. Prof. dr. Kepada yang terhormat Para mantan Rektor Prof. dr. Slamet Riyadi Yuwono.. Sp. Prof. H. Dr. Prof. dr. dr. Sp. Prof.R. Prof. Prof. Muh. IGN Gde Ranuh.Universitas. dr.. Prof.A(K).B (K) BD.PD.. H. dr.THT(K). H. dr. H. Dikman Angsar. Prof. DTM&H. K-EMD. DTM&H. R. R. H... Kepada yang terhormat Direktur Rumah Sakit Umum Dr.PD. Prof. Rahmat Santoso. M. H. Dr. K-GEH (alm).PD.. dr. dr. Kepada yang terhormat Para Dekan. Sp. Marsetio Donoseputro. Soetomo. dr.Dr. saya ucapkan terima kasih.PK(K). Sp. Kepada yang terhormat Ketua TDRC. Med. PhD.Rad. dr. IGN Gde Ranuh.OG(K) KFM.. K-EMD. Prof.A(K). saya mengucapkan terima kasih atas segala dukungannya.... Bambang Rahino. Sp.. Prof. Soetomo Surabaya. Dr.P(K) beserta para Wakil Dekan. MARS. HMS Wijadi.. Sp. Ketua dan Anggota Badan Pertimbangan Fakultas yang telah menyetujui dan mengusulkan saya untuk diangkat sebagai guru besar.Sc. H. FINASIM.. Prof.PA... Karyadi Wirjoatmodjo. para Wakil Dekan dan Ketua Lembaga di lingkungan Universitas Airlangga. H. Soetomo. H.. Soedarso Djojonegoro. Prof. Sp.. dr. Abdus Syukur.. Agung Pranoto. Yoes Priyatna Dahlan. Sp. Prof. dr. Dr. Kepada yang terhormat Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga...AnKIC atas kepercayaan untuk bekerja di lingkungan RSU Dr.B. Sp. BTKV. FINASIM dan mantan dekan Prof.. FICS. HMS Soeatmadji. Sp. Askandar Tjokroprawiro. atas kepercayaan yang diberikan untuk memangku jabatan Guru Besar. dr. Prof. Sudarto. dr. Prof. Para mantan Dekan. Sp. yang telah merintis dan menanamkan landasan  .

Sp. K-PTI. K-PTI. Eddy Soewandojo. Ilmu Penyakit Paru. dr.PD.. H. dr. Moh. Vitanata Arfijanto. serta seluruh Pimpinan dan staf di berbagai Departemen di Lingkungan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga-RSU Dr. dr. Sp.PD.PD. FINASIM. Kepada yang terhormat Ketua Divisi Penyakit Tropik Infeksi. Sp. K-PTI. K-AI. Askandar Tjokroprawiro. Prof. Soetomo. Sp... FINASIM. Erwin Astha Triyono. Sp. dr. Sp. Ilmu Penyakit Jantung. Dr. Usman Hadi. sehingga saya dapat lanjutkan kepemimpinan mereka di TDC yang kini disebut ITD. Purwati.  . Sp. Kepada mantan Ketua Departemen Ilmu Penyakit Dalam.PD.PD. Soetomo atas kerja samanya selama ini telah terbina dengan sangat baik.. Chairul Effendy. sekretaris dan seluruh anggota yang telah sekian lama bahu-membahu dalam penanggulangan infeksi HIV & AIDS. dr... FINASIM atas kepercayaan dan penerimaan sebagai Guru Besar di Bidang Ilmu Penyakit Dalam. K-PTI. Suharto. Kepada yang terhormat Para guru dan senior yang telah memberi dan menurunkan ilmu.PD yang telah mendukung dan mengusulkan pengangkatan saya sebagai Guru Besar. dr.. SpKK.. Prof. Kepada yang terhormat Para senior dan seluruh staf Ilmu Penyakit Dalam. saya ucapkan rasa hormat dan terima kasih atas kepercayaan dan dorongan Beliau. Bramantono. mendorong saya untuk mengikuti program doktor dan akhirnya mendukung pengangkatan sebagai Guru Besar. K-EMD. Kepada yang terhormat Ketua Tim Medik AIDS Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga-RSU Dr.kokoh. Yusuf Barakbah. dr. Soetomo Surabaya. Kepada yang terhormat Ketua Departemen/ SMF Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga-RSU Dr. dr. dr..PD. Dr. PhD. Prof. Sp. FINASIM beserta senior dan staf Prof. pada akhirnya menjadikan saya menjadi Ahli Penyakit Dalam.PD. Sp.PD. dr. sehingga saya dapat diusulkan sebagai Guru Besar.

Achmad Fuad Hafid. Prof. dr. Indropo Agusni.. drh. DTM&H.Kes.Kes..Si. M.. dr. Titik Wahyanti. dr. Anis Churillailil. dr. SH. I Ketut Sudiana. MM. ITD tak akan mencapai kinerja seperti sekarang ini.. Agung Sosiawan. dr.. Yayuk Susilowati. Med.. M.Kes. Prof. Kepada Drs. Ismulawati.KK(K). saya sampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas kerja sama dan bantuan dalam penyelenggaraan ITD. MS. MS. Dr.Kes. MS. para peneliti dalam dan luar negeri. SH. dr. Nidom.Para pimpinan dan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat Peduli AIDS. A. MS.MPd. FIAC. Tantular.Si. Dr... Pudjiono. Apt... Retno Pudji Rahayu. Prof. Prof. Sp.Si.. dr. drh. Sp. MS.Kes. kerja sama selama ini. Bimo Aksono.. Soegeng Soegiyanto.. Soekry Erfan Kusuma.. SPd..Kes. drh. Edy Bagus Wasito.. dr. Dr. Bariah Ideham.Md. Wartono. Puruhito. M.Kes. Chairul A... 0 . Prof. Prof. M. Dadik Rahardjo. Ph. drh. Tanpa dukungan dan kerja keras bersama.. dr.... Sp.D.D. Subagyo Yotopranoto. SpMK. DAP&E. Dr. MS. Rahayu Anggraini. Dr.. Yuliati Hood Alsegaff. SKM. Soetomo. E. Drs. Wiwin Retnowati..PA(K). Ak. masing-masing beserta anggota kelompok studi.. Dr.. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih. Dr. Indah S. Rantam. Dr. DFM.. Dr. Fedik A.Si. Prof. M.. Djoko Soehartono.. Dra.. dalam dan Luar negeri yang selama ini saling mendukung dalam penanggulangan HIV & AIDS melalui Tim AIDS dan UPIPI RSU Dr.. Dr. Sutjipto. Prof. Dr. Med.. MS.. Made Mertaniasih. dr. M.. drg.F. Sri Wahyuni. Moch. Prof.MK(K). M. Dr. Dr. Ph. M.. Dr. A....A(A). Dr.. S. SpParK. SE... Sp. M..Pd.. Sp. dan seluruh tenaga di bagian administrasi ITD. drg... Sp. drg. dr. Yani Rahmawati. para ketua bidang dan seluruh karyawan di Institute of Tropical Disease Universitas Airlangga atas segala dukungan. M.. S.B-TKV. Kepada semua Ketua kelompok studi dan staf di ITD: Prof. MS. SE. MM. Titi Savitri. Dr... M.

SH.D. MS. M. Retno Handayani. Takako Utsumi. Dr. Ph. Dr.. & Ir. serta (Alm) Ny. & Ir. Wardani Nugrohowati. beserta seluruh keluarga yang memberi kepercayaan untuk bergabung dalam lingkungan keluarga beliau. Ny. Ir. Dyah Ernawati. Atsushi Yamanaka.. Setiyantoro. Anik Winarni. M. Soepeni & almarhum Ayah Askandar Darmowinoto. tim peneliti dari Kobe University yang dengan tekun melakukan berbagai kegiatan kerja sama penelitian.. Mrs. MARS.. Kepada yang terhormat Bapak/Ibu mertua saya Waris Wirosoekarno & Ny. MD. & Ny. membesarkan dan mendidik dengan penuh rasa kasih sayang. (Alm) Drs. Inge Lucida..  . Handananik..Kes. & Noersemsi Praswetyastuti.. MPh. Dr. adik ipar: Ir. & Iwin Nurwiyati. Soekarno. Dr. Rika Ueda. dr. Nunung Malia serta seluruh keluarga yang telah mengasuh. MT. Eyang Prawiro Soedarmo (Alm).. dr.. Nawawi. Anjar Rochwiyati.. Hak Hotta. Drs. MM. Prihartini Widiyanti. Soedamar HW. & Nurul Hariyati. dr. Ir.MK dan Prof. Winarni Nugrohowati. Zain Syamsu & Ny.. Ny. Yodya Nugra Prasetyanto.. Kepada yang terhormat orang tua saya Ny. Yositake Hayashi. (Alm) Anhari.Psi.. BA. Kepada Prof. Sutresna Hermansyah & Dra. do’a yang tulus sehingga menjadi bekal saya dalam menjalani tata kehidupan penuh rahmat dan barokah ini. Sp. Ir. drg.. Aryono Santoso. saudara kandung: Drs. PhD. PhD. BE. Widi Lestari. SH. Zaenuri. khususnya Collaborative Risearch Center for Emerging and Reemerging Infectious Disease (CRC-ERID) dan mendukung berbagai program di ITD. Masaoki Yamaoka. Dr. Pratiwi.Kepada yang terhormat Prof... Paman dan Bibi Tatong Hariyanto. Dra. Ir. SPd. Prof. BA. beserta seluruh peneliti yang telah membantu memberikan masukan dan dukungan dalam menyelesaikan berbagai persoalan di ITD. Hartini Soetrisno. M. & Tri Retno Mahanani. MM. MD. Gelar Suprijadi. Choiri.

Bpk. sangat membanggakan orang tua.Kes. S. Bapak ucapkan terima kasih atas pengertian kalian. dr. dengan kesabaran dan ketekunan beliau dalam membekali tata cara belajar ilmu pengetahuan umum dan agama. saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. kesabaran. Sp. terutama saat mengasuh anak-anak pada waktu saya menjalani Wajib Kerja Sarjana pertama selama delapan tahun di Provinsi Riau.Ked. K-PTI. Bimo Dwi Lukito. Soebikoen.  . Amien. dan Deby Tri Siswita. dengan penuh rasa cinta. Kepada ketua panitia M. terkait tugas yang harus Bapak laksanakan. dr. Demikian pula kepada putra-putri tersayang: Brian Eka Rachman. dan dua tahun Wajib Kerja Sarjana ke dua di Provinsi Kalimantan Selatan. M. Jauhari. Semoga Tuhan Yang Maha Esa melimpahkan rakhmat dan hidayahNya kepada kita semua. telah sekian lama mendampingi saya dengan penuh pengertian. Kepada yang terhormat Bpk. menanamkan iman sehingga mewarnai dan melembaga dalam kehidupan saya.Dari lubuk hati paling dalam.PK. Kalian telah tumbuh menjadi anak yang sholeh/ sholihah. dr. Nuryadi guru SD dan Bpk. M.. Wabillahittaufiq wal hidayah Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh. saya sampaikan terima kasih kepada istri Wahyu Dwi Astuti... BA.. Sp. guru mengaji saya semasa kecil. beserta seluruh panitia pengukuhan guru besar ini dan Tim Paduan Suara Universitas Airlangga atas sumbangsihnya sehingga acara ini berlangsung lancar dan khidmat. Kepada seluruh hadirin yang telah sudi meluangkan waktu dan perhatiannya untuk menghadiri upacara pengukuhan ini.PD. Vitanata Arfijanto. serta ketabahan.

5. Volume I. Management of Patients in Special Clinical Settings. The 7 Awareness. Awareness of Surrender.  . Dukungan dan Pengobatan Bagi ODHA. pp. hlm. 7. Singapore. HIV/AIDS in the Critical Care Unit. Jameson JL. In: Infectious Disease in Critical Care Medicine. section 3. Human Immunodeficiency Virus Disease: AIDS and Related Disorders. Kasper DL. pp. Editor: Juyuf Barakbah. Al-Qur’anul Karim 2. HIV/AIDS in Asia. Angus BJ (2009). Second Edition. 559–595. Editors: Loeb M. Immunology and Animal Models of Infection. Transmisi Infeksi HIV. pp. 1–265. Jakarta. Depkes RI (2003). Levy JA (2007). Masur H. In: HIV and the Pathogenesis of AIDS. 10. Smaill F. 17th Edition. In: AIDS Therapy. Dolin R. Hoff H. In: Evidence – Based Infectious Diseases. Gramedia Pustaka Utama. Eddy Soewandojo. 177–199. US-Japan AIDS: Recent Progress in Virology. Smieja M. 15–17. 9. Jakarta. Nanang Qosim Yusuf (2009). Surabaya. Human Immunodeficiency Virus. 27-49. Pedoman Nasional Perawatan. Vaccine 28 (suppl 2). 8. Editors : Fauci AS. Nashir Fahmi (2009). Nasronudin (2007). 229–257. New York. Longo DL. 1137–1203. Lane HC. Wahyu Dwi Astuti. Fauci AS (2008). 417–428. Usman Hadi. Philadelphia. Loscalco J. hlm. pp. Third Edition. Saag M (2008). Hauser SL. pp. Saag M. Lutwick LI (2007). 7 Kesadaran tentang Keajaiban Hati dan Jiwa menuju Manusia di atas Ratarata. Braunwald E. 3. 6. 11. Klinis. Dalam: HIV & AIDS Pendekatan Biologi Molekuler. 4. Iwamoto A (2010).DAFTAR PUSTAKA 1. Gubta RK. dan Sosial. Second Edition. Features of HIV Transmission. PT. Suharto. New York. Spiritual Excellence Kekuatan Ikhlas Menciptakan Keajaiban Hidup. hlm. Editor: Cunha BA. Editors: Dolin R. Washington DC. Masur H.

Mensyukuri Nikmat. pp. hlm. Mengungkap Rahasia Ayat-ayat Kauniyah. dan Sosial. Surabaya. Syukur dalam Pandangan Al-Qur’an. Suharto. Perawatan. Wahyu Dwi Astuti. Eddy Soewandojo. Strauss EG (2008). 42–47. 14. In: Current Medical Diagnosis & Treatment. Dalam: HIV & AIDS Pendekatan Biologi Molekuler. Dalam: Cara Tepat Mendapat Pertolongan Allah. Jakarta. Suharto. Second Edition. 13. dan Sosial. Jakarta. Nasronudin (2007). Viruses Whose Life Cycle Uses Reverse Transcriptase. Supriyanto (2009). Penerbit Almahira. Strauss JH. Syafii Al-Bantanie (2009). Amsterdam. 9–14. Dalam: Ketika Allah Memperlihatkan Kuasa-Nya. 16. Usman Hadi. Dukungan dan Prinsip Pengobatan. hlm. New York. Surabaya. Jakarta. Klinis. Editor: Juyuf Barakbah. 259– 264. 15. hlm. Usman Hadi. In: Viruses and Human Disease. Dahsyatnya Beriman kepada Malaikat.  . Ppadakis MA. Infeksi HIV & AIDS di Indonesia Tahapan Infeksi. Strauss EG. Dalam: HIV & AIDS Pendekatan Biologi Molekuler. Dalam: Dahsyatnya Syukur. Forty-ninth Edition. Eddy Soewandojo. Editors: McPhee SJ. Editors: Strauss JH. HIV Infection & AIDS. Wahyu Dwi Astuti. hlm. Klinis. Pengaruh Dukungan. 234–244. Editor: Juyuf Barakbah.12. Nasronudin (2007). 265–270. pp. Taufiq ‘Ulwan (2009). 18. Perawatan dan Pengobatan terhadap Perubahan Parameter Biologis dan Klinis ODHA. Zolopo AR. 17. Katz MH (2010). 1205–1234.

FINASIM NIP : 19561103 198403 1 001 Tempat/Tanggal Lahir : Ponorogo. Dr.Kes Nama Anak : Brian Eka Rachman. Tlp. Klampis Harapan VI No. Sp. K-PTI.PD.PK. H. IV/c) Jabatan : Ketua Institute of Tropical Disease (ITD) Airlangga University Alamat Kantor : Institute of Tropical Disease (ITD) Airlangga University Kampus C.RIWAYAT HIDUP DATA PRIBADI Nama Lengkap : Prof.com RIWAYAT PENDIDIKAN Pendidikan Dasar dan Menengah 1964–1970 : SD Ponorogo 1970–1973 : SMPN I Ponorogo 1973–1976 : SMAN I Ponorogo  . 60115. 031-5992446 2446 Alamat Rumah : Jl. Nasronudin.. dr. dr. Ruang : Pembina Utama Muda (Gol. Bimo Dwi Lukito.. M. Sp. dr.. 1 Surabaya Alamat Email : nasronudindr@yahoo. Mulyorejo. 031-5992445-5992446 Fax. S. 3 November 1956 Agama : Islam StatusPerkawinan : Kawin Nama Istri : Wahyu Dwi Astuti.Ked Deby Tri Siswita Pekerjaan : Dosen Fakultas Kedokteran Pangkat/ Gol.

Surabaya. : Seminar Kajian Epidemiologi Zoonosis Penyakit Cacingan di Wilayah Jawa Timur. Thailand) 2000 2000 2000 2000 2000 2001 2001 2001  . : Workshop & Congress Perhimpunan Peneliti Penyakit Tropik Indonesia (PETRI) ke VI and ITHS. Chiang May Thailand : One Day Course of Travel Related Infections : Antimicrobial Resistance in Indonesia (Amrin Study) : International Course of HIV (Chiang May. : IDF Assessment Workshop : Workshop terapi Cairan Rasional pada Penyakit Infeksi. : Workshop Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (PKB) ke XV Ilmu Penyakit Dalam. : KOPAPDI XI. : The 2nd National Conference on HIV/AIDS Prevention and Care by Civil Society.Pendidikan Tinggi 1977–1983 : Pendidikan Dokter Umum FK UNIBRAW 1991–1996 : Pendidikan Dokter Spesialis Penyakit Dalam FK UNAIR 2002–2005 : Pendidikan S-3 Ilmu Kedokteran Program Doktor Pascasarjana UNAIR PENDIDIKAN Tambahan/Pelatihan/Lokakarya/Simposium 1999 1999 1999 1999 1999 2000 : Aplikasi Tehnology Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk Mendiagnosis Penyakit Infeksi. : Pelatihan Universal Precaution bagi Petugas Medis dan Paramedis : Seminar dan Lokakarya Hasil dan rencana Pemilihan Kelompok kerja Penelitian dan Kajian BAPPENAPZAKAR Propinsi Jawa Timur. : International Seminar and workshop on Dengue Fever/ Dengue Haemorrhagie Fever.

: Lilly Lecture Series. : The 9 th Congress of the Indonesia Hearth Association. 6th National Congress of Tropical and Infectious Diseases. West Nusat Tenggara Province”. : Terobosan Baru dalam Pengobatan Diare Akut. : The New Breakthrough for Infectious Diseases. Hobart Australia. : 4th Jakarta Antimicrobial Update. : Workshop Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (PKB) Ilmu Penyakit Dalam. : Sequential Therapy as a New Paradigma in Lower Respiratory Tract Infections Management. : Workshop Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (PKB) ke XX Ilmu Penyakit Dalam. : International Center for Medical Research and Japan Society for Promotion of Science “How to Control Malaria in Lombok and Sumbawa. Chiang May. Bangkok. : Pertemuan Berkala Trigonum I Ilmu Penyakit Dalam. Kyoto. Bali. Cardiology Update-XI & International Cardiology-V. Bangkok : Fifth International Conference on Home and Community Care for Persons Living with HIV/AIDS. Jakarta.2001 2001 2001 2001 2001 2001 2002 2002 2002 2002 2002 2002 2002 2002 2002 2003 2004 2005 2005 : Current Issues and Chalenges in the Management of Hospital Infections and Immunocompromised Patients. : 26th International Congress of Internal Medicine. : 3rd Jakarta Antimicrobial Update. : The 2nd Asia – Pacific Basic Course on Travel Medicine : Pre-Conference Basic Course on Travel Medicine : International Conggress and course of Internal Medicine Kyoto Jepang. Jepan. : 3rd Asia Pacific Conference on Travel Health.  . : 17th Annual Conference of the Australasian Society for HIV Medicine. Jakarta.

Hokkaido.  . Sydney. : Asia-Africa Research Forum on Emerging & Reemerging Infections.Japan. Thailand. : ASHM Training Program and The 4th International AIDS Society conference on HIV Pathogenesis. Diselenggarakan oleh International Center for Medical Research and Treatment (ICMRT) Kobe University and National Institute of Infectious Diseases. and Ujung Pandang). : Biosafety Level 3 Laboratory Guidance. Australian. Japan. : Workshop Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (PKB) ke XXII Ilmu Penyakit Dalam. Treatment and Prevention. : Nutritional Status of People with HIV/AIDS in Selected Area of Indonesia (Jakarta. Surabaya. Japan. Bangkok. 9th Bangkok Symposium and course on HIV Medicine (Bangkok). : International Joint Forum on Infectious Diseases 2009. Tuberculosis and Malaria (ICMCA ATM) and Workshop on Flowcytometry “Our Care for HIV. : Workshop Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (PKB) ke XXIII Ilmu Penyakit Dalam. Australia) : HIV-NAT (The Netherlands. : International Conference Molecular and Clinical Aspects of HIV-AIDS. : Workshop Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (PKB) ke XXI Ilmu Penyakit Dalam.2005 2006 2006 2006 2007 2007 2008 2008 2008 2009 2009 2009 : International Conggress and course of AIDS (Hobart. Hokkaido. Australia. Institute of Tropical Disease Airlangga University. Thailand Research Collaboration). Tuberculosis and Malaria Patients”. : Workshop Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan ke-24 (PKB-XXIV) Ilmu Penyakit Dalam. Sapporo Aspen Hotel.

: International Workshop on Transmission Electron Microscope: Life Science Application Practice. Surabaya. Departemen Ilmu Penyakit Dalam . RIWAYAT PEKERJAAN 1985–1985 1985–1986 1986–1988 : RSUP Pekan Baru Riau : RSU Tanjung Pinang Kepulauan Riau : Puskesmas Sedanau. Kepulauan Riau 1997–1999 : RSU Pambalah Batung Amuntai.Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga .2010 2010 2010 : Workshop Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (PKB) ke XXV Ilmu Penyakit Dalam PAPDI Cab. IV/c) Fakultas Kedokteran UNAIR KEANGGOTAAN PROFESI 1983–sekarang : Ikatan Dokter Indonesia 1996–sekarang : Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia 1999–sekarang : Perhimpunan Peneliti Penyakit Tropik dan Infeksi Indonesia  .RSU Dr. Soetomo Surabaya 2008–sekarang : Ketua Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga 2010 : Guru Besar (Gol. : Workshop on Stem Cell (Batch II) From Basic to Potential Clinical Application. Kepulauan Riau 1988–1991 : Puskesmas Dabo Singkep. 22nd – 23rd June 2010. Soetomo Surabaya 2004–2009 : Kepala Unit Perawatan Intermediet Penyakit Infeksi (UPIPI) Fakultas Kedokeran Universitas Airlangga . Kepulauan Natuna. Surabaya ITD Unair..RSU Dr. Kalimantan Selatan 1999–sekarang : Staf Sub Bagian Tropik Infeksi.

Nasronudin. 0 . Wira Santoso. Soehartono Taat Putra. 42: 147–152. 2004. 2. 3. Folia Medica Indonesiana. Correlation Between the Methods of Flowcytometry. 2006. Manual Light and Fluorescence Microscopes for CD4 Cell Count in Normal Adults. 2006. Changes in the Level of ACTH. The Role of Care. Folia Medica Indonesiana.2000–sekarang : Indonesian Travel Health Society 2002–sekarang : European Sociaty of Clinical Microbilogy and Infectious Diseases 2002–sekarang : Emerging and Reemerging Infectious Diseases 2004–sekarang : Perhimpunan Psikoneuroimunologi Indonesia PENGHARGAAN 1977 : Sebagai mahasiswa berprestasi terbaik pada tes masuk Fakultas Kedokteran UNIBRAW 1981 : Mahasiswa teladan Fakultas Kedokteran UNIBRAW 1983 : Wisudawan terbaik Fakultas Kedokteran UNIBRAW 1987 : Dokter Teladan Tingkat Nasional Provinsi Riau 1988 : Dokter Puskesmas terbaik Pembina Bhakti Husada Provinsi Riau 2002 : Pemenang Lomba Young Investigator Award pada 26th International Congress of Internal Medicine. 40: 76–85. Endang Retnowati. Folia Medica Indonesiana. Kyoto Jepang 2005 : Wisudawan Terbaik S-3 Program Doktor Pascasarjana UNAIR 2006 : Pemenang Lomba Penelitian pada Konas Nefrologi Indonesia PUBLIKASI KARYA ILMIAH MELALUI JURNAL 1. Support and Treatment to Biological Parameters and Clinical Changes of PLWHA in IDICU. 42: 147–217. Nasronudin. Cortisol and Lymphocyte T Count after Establishing Diagnosis of HIV and AIDS. Nasronudin.

Nasronudin. 2007. 5. Cryptosporidium dalam Facces Penderita HIV. 9. Majalah Media IDI. 32: 20–24. 2006. 2008. 19: 76–80. Nasronudin. Kusmartisnawati. The Alteration of P53. Agus Yudho Santosa. Nasronudin. The Prevalence of Hypoklaemia and Hyponatremia In Infectious Diseases Hospitalized Patients. 2007. Folia Medica Indonesiana. HSP70 and AntiHSP70 Levels in HIV Patients. Eddy Soewandojo. 19: 60–66. 2008. 43: 1–6. Indonesian Journal of Tropical Medicine. 11. Nasronudin. 6. Majalah Kedokteran Tropis Indonesia. Nasronudin. Secondary Prevention among intravenous drug users infected with HIV. 44: 86–92. Folia Medica Indonesiana. 17: 66–72. Change of CD4 Count. Nasronudin. Nasronudin. Ba mba ng Suba k ti Zulkarnain. Folia Medica Indonesiana. 44: 93–97. Indonesia. Majalah Kedokteran Tropis Indonesia. Atika. Indonesian Journal of Tropical Medicine. Indonesian Journal of Tropical Medicine. Folia Medica Indonesiana. Yayuk Susilawati. Nasronudin. 43: 189–194. 8. Majalah Kedokteran Tropis Indonesia. HIV/AIDS Prevalence in Surabaya. Study at Dr Soetomo Teaching Hospital Surabaya. Majalah Kedokteran Tropis Indonesia. 12.  . 17: 35–40. 2007. IL-1ra Levels and Lymphocytes Count in Sepsis Patients. Serum p53 Protein and Total Lymphocyte Profile in Sepsis Patients Treated with Ciprofloxacin and Cefotaxime. Indonesian Journal of Tropical Medicine. 7. Ju na id i K hotib. Nasronudin. 10. Drug Utilization Profile in HIV/AIDS Patients. 2008. Yu listia n i. 2008.4. The incidence of hypookalemia in Division of Tropical & Infectious Diseases Ward. Sukmawati Basuki. 2006.

19: 10–15. 2010. Ferry Efendi. A r yati. 2010. Nasronudin. Indonesian Journal of Tropical Medicine. Pengaruh Psikoterapi Transpersonal Terhadap Kualitas Hidup Pasien HIV dan AIDS. Puspa Wa rdha ni. Thomas Dicky Hastjarjo dan Nasronudin. Nasronudin. 16. 15. Lindawati. Takako Utsumi. 44: 132–137. Majalah Kedokteran Indonesia (The Journal of the Indonesian Medical Association). ANIMA Indonesian Psychological Journal. Retno Handajani. Analisis Molekuler Phylogenetic Human Immunodeficiency Virus (HIV) pada Pasien di Surabaya. Jawa Timur. 24: 1–16. 2008.13. The Role Hsp70 of T-CD4 Lymphocytes Apoptosis in HIV Infection. 2008. Nurlaila Effendy. Perhimpunan Kedokteran Wisata Indonesia (PKWI) XIII. Prawitasari. 14. 60: 172-177.  . Dengue Virus Serotype Circulating in Surabaya During 2009–2010 (National Congress Perhimpunan Peneliti Penyakit Tropik Indonesia (PETRI) XVI. 17. Soegeng Soegijanto. BALI. Hotel Discovery Kartika Plaza Kuta. Maria Inge Lusida. Majalah Kedokteran Tropis Indonesia. Effect of Hsp70 Expression on T-CD4+ Lymphocyte Apoptosis in HIV/AIDS Infection. 15–17 Juli 2010). Nasronudin. Johana E. 2008. Folia Medica Indonesiana. Nasronudin.

2006. 4. Kontributor dan Editor. Diterbitkan oleh: Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia Dep. 2007. 2007. Soetomo Surabaya. Kontributor. Soetomo Surabaya.PENULISAN BUKU 1. ISBN: ---. ISBN: --0-0-0. Biologi Molekuler Penyakit Infeksi. Editor. 9. 2002. ISBN: --0-. Kontributor. 7. Konseling. Dukungan. dan Pengobatan ODHA. 6. ISBN: ---. Airlangga University Press. 3. Penyakit Infeksi di Indonesia. Seri Penyakit Tropik Infeksi Perkembangan Terkini Dalam Pengelolaan Beberapa Penyakit Tropik Infeksi. Airlangga University Press. Klinis dan Sosial. Kontributor dan Editor. HIV & AIDS. Airlangga University Press. ISBN: ---. ISSN: -. Institute of Tropical Disease Airlangga University. 2008. Airlangga University Press. 2007. Pendekatan Biologi Molekuler. Travel Medicine dan Penyakit yang Sering Dijumpai pada Traveler agar tetap Sehat selama dalam Perjalanan. SMF Ilmu Penyakit Dalam FK Unair RSU Dr. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Perawatan. 2008. Solusi Kini & Mendatang. ISBN: -0--. 8. 2. 2007. 2002. Kontributor. Airlangga University Press. Airlangga University Press. ISBN: -0--. Airlangga University Press. Naskah Lengkap Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan XXV Ilmu Penyakit Dalam. Kontributor dan Editor. Kontributor dan Editor. 5. Nasronudin. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Rumah Sakit Pendidikan Dr.  . Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. ISBN: --0-0-.

Kontributor dan Editor. Naskah Lengkap Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan X XV Ilmu Penyakit Dalam. ISSN: -. Emerging and Re-Emerging Infectious Diseases Update II & Stem Cell. 13. Soetomo Surabaya. ISBN: 978-97917866-5-2. Kontributor dan Editor. PUBLIKASI ILMIAH MELALUI SEMINAR/SIMPOSIUM ( TAHUN TERAKHIR) 2005 : Perawatan Penderita Terinfeksi HIV/AIDS di UPIPI RSU Dr. 14.10.Unair-RSUD Dr. ISBN: 978-602-97113-0-1. ISSN: -. Educational Programme Emergency in Internal Medicine. Soetomo Surabaya. 11. Emerging and Re-Emerging Infectious Diseases Update III from Research to Clinical Practice with Stem Cell II Symposium. Soetomo. 00. Kontributor dan Editor. Rapat Koordinasi Evaluasi Komitmen Sentani dan Kinerja Badan Penanggulangan  . Ilmu Penyakit Dalam FK. –SMF Ilmu Penyakit Dalam FK Unair. 2009. Airlangga University Press. ISBN --0-. 12. Kontributor dan Editor. Pustaka Melati Press. ISBN -000-0-. 15.RSU Dr. Kontributor. 16. 00. Pustaka Melati Surabaya. Diterbitkan oleh: Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia Dep. Soetomo Surabaya. Airlangga University. Institute of Tropical Disease. 2010. –SMF Ilmu Penyakit Dalam FK Unair.RSU Dr. Naskah Lengkap Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan X XV Ilmu Penyakit Dalam. First Edition. Surabaya. Kontributor dan Editor. Emerging and Re-Emerging Infectious Diseases Update 1. Kontributor dan Editor. 2010. Stem Cell Exploration Methods of Isolation and Culture. 2009. Diterbitkan oleh: Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia Dep. ISBN: ----. 2008.

VII Kantor Gubernur. China. 3 by 5 Program and Integrated Management of HIV/ AIDS Infection Partnership with the Media. II. Surabaya 28 April 2005. Hotel Tanjung Plaza Prigen. Seminar Kenali Bahaya di Balik Perut Kembung dan Diare. Pentingnya Penatalaksanaan Penderita dalam Pengobatan HIV/AIDS.W. Pelatihan PPNI/ Pelatihan tata laksana Universal Precaution dan Konsep Klien HIV/AIDS RSU Dr. Sarahsehan Bersama Badan Penanggulangan NAPZA dan AIDS (BPNA Prop. R Rapat Graha Wicaksana Praya Lt.2 Februari 2005. Kantor Gubernur Baru Lt. 7 Oktober 2004. 22 Maret 2005.2005 : 2005 : 2005 : 2005 2005 : : 2005 : 2005 : 2005 : 2005 : NAPZA dan AIDS (BPNA) Prop. Universal Precaution in the Health Care Setting Special Consideration for Dentistry and Management of HIV/ AIDS Infection. 31 April 2005. Pelatihan Bagi Dokter dan Perawat FKG UNAIR. Jatim. Mengenal Bahaya Perut Kembung dan Diare. Badan Penaggulangan NAPZA dan AIDS BPNA Prop. RS  . 22 April 2005. Penatalaksanaan HIV/AIDS di Rumah Sakit. Seminar 3 by 5. Jatim. Beijing. 23 Maret 2005. Surabaya. 5 Maret 2005. Jatim. J. 28 Maret 2005. Penanganan Penderita TB dengan Dual Infeksi TB-HIV. Pasuruan. 26 Januari 2005. R Kadiri. Soetomo Graha Widya Loka. Pusdiklat DEPKES Jakarta. The Role of Immunostimulator in The Management of Infectious Diseases. Marriot. IBIS Hotel Surabaya. Pertemuan Penatalaksanaan TB pada Penderita HIVAIDS di 25 Rumah Sakit Rujukan ARV Jakarta. 31 Januari . Tindak lanjut Semiloka Tgl. Surabaya. Penatalaksanaan Infeksi HIV/AIDS Secara Holistik. The Effects of Ciprofloxacin on Plasma Endotoxin Activity in Gram-Negative Bacterial Infections.

Pelatihan Penanganan Ketergantungan NAPZA dengan HIV/ AIDS di RSJ Dr. Surakarta. RSJ Dr. Hotel Cendana Surabaya.2005 2005 : : 2005 2005 2005 : : : 2005 : 2005 : 2005 : 2005 : Budi Mulia. Psikoneuroimmune Interaction in Sepsis: The Role of L evof loxacin in Gra m-Negative Sepsis. Radjiman Wediodiningrat Lawang. 16 Agustus 2005. Peran Dukungan Psikososial dan Pengobatan Antiretroviral. Sheraton Hotel. Stress. Sheraton Hotel Surabaya. Advokasi dan Sosialisasi. PKB XX Penyakit Dalam. 23 Juli 2005. Respon Aksis Hypotaalamo-Pituitary-Adrenal Terhadap Infeksi HIV/AIDS. 30 Juli 2005. Ballroom Hotel Shangrila Surabaya. Fluid Theraphy of HES. 18 Juni 2005. Gedung TDC Unair Surabaya. Penatalaksanaan HIV/AIDS di Rumah Sakit. 31 Juli 2005. 31 Juli 2005. Surakarta. KONA S Psikoneuroimunnologi I.  . Khususnya VCT. Radjiman Wediodiningrat Lawang. 12 Juni 2005. Pathogenesis of Sepsis and The Role of Levofloxacin. 7 Agustus 2005. Siloam Gleneagleas Hospital. Pengg unan A ntiretroviral (A RT) di UPIPI RSU Dr. Sheraton Hotel Surabaya KONAS Psikoneuroimunnologi I. Current Therapy of Severe Infection. Immunity and Susceptibility to Thyphoid Fever Infection. HIV – TB Infection Integrated Management. 22 Juli 2005. Simposium TB. Rencana Kegiatan GF ATM Komponen AIDS. KONAS PETRI XI. KONAS PETRI XI. Sheraton Hotel Surabaya. Surabaya. Sheraton Hotel Surabaya. Soetomo Surabaya. Surabaya KONAS Psikoneuroimunnologi I. 14 Juli 2005.

: Pemberian ARV. Sidang I. RSU Dr. Jatim. Hotel Hyaat Surabaya 2 Oktober 2005. Bag SMF Ilmu Penyakit Dalam. : Avian Influenza dan Potensi Transmisi pada Manusia. Penjelasan Avian Influenza untuk Karyawan Hotel. Lokakarya Pemetaan Respon HIV/AIDS Prop. Raya Juanda Surabaya. Pertemuan Silaturahmi antara Dharma Wanita Persatuan Bulog Divre Jatim. Konas II Perhimpunan Patobiologi Indonesia (PPI). R. Pelatihan Lanjutan Perawatan. 16 November 2005. 6 September 2005. 3 Oktober 2005. : Efek Samping dan Toksisitas ARV. Mess Perwira Jl. Lokakarya Perawatan Komprehensif Berkesinambungan Bagi ODHA. Penjelasan Avian Influenza. Bagi  . : Virus Penyebab Penyakit yang Mematikan. Antioxidant Micronutrients And Contributing to This Progression to Sepsis In Human With HIV Infection. 06 Oktober 2005. Dukungan dan Pengobatan ODHA. DEPKES /DITJEN PPM & PL. 4 September 2005. Hotel Grand Cempaka Jakarta. Soetomo General Hospital. Gedung Serbaguna Perum Bulog Divre Jatim Surabaya 7 september 2005. Pelatihan Konselor VCT. : Pengalaman RSU Dr.2005 2005 2005 2005 2005 2005 2005 2005 2005 : Menjaga Kesehatan Fisik dan Mengurangi Stres Karena Terinfeksi HIV/AIDS. Hotel Tretes Raya PrigenPasuruan. Soetomo dalam Melibatkan Masyarakat pada Penerapan Perawatan Komprehensif Berkesinambungan. Pembinaan Mahasiswa Baru STIE Perbanas Surabaya. Kampus STIE Perbanas Surabaya. : Avian Influenza dan Potensi Transmisi pada Manusia. : Care Support and Treatment (CST) Management and ARV Referal System Infectious Diseases Intermediet Care Unit Dr. : Oxidative Stress. Soetomo-FK Unair Surabaya. 14 November. JW Marriot Surabaya.

Pelatihan Lanjutan Perawatan. Hotel IBIS Surabaya. Tata laksana Tersangka/kasus DD/DBD/DSS pada Dewasa. Pelatihan Lanjutan Perawatan. Soetomo. ARV untuk Hepatitis. Gedung Pertemuan III/B Satya Husada DINKES Prop. 13 Desember 2005. IKOMA Lt. Jatim. Dukungan dan Pengobatan ODHA.  . Perawat dan Manager Kasus pada 13 Rumah Sakit Rujukan ODHA di RSU Dr. 24 November 2005. IBIS Surabaya. Penatalaksanaan Demam pada Dewasa. 21 November 2005. Clinical Management of HIV/AIDS. Seminar Management Update of DHF and Clinical Use of Blood. Presentasi Ilmiah CMV Retinitis dan Hepatitis C Pada HIV/AIDS oleh Tim Barnes dari IHPCP. Soetomo Surabaya. Dukungan dan Pengobatan ODHA. Dukungan dan Pengobatan ODHA. Perawat dan Manager Kasus pada 13 Rumah Sakit Rujukan ODHA di RSU Dr. Soetomo. 21 November 2005. Soetomo. Pengembangan Jaringan Rujukan Pelayanan VCT dan ART. Hotel IBIS Surabaya. 24 November 2005. Interaksi Obat. Kelainan Saluran Cerna pada ODHA. Perawat dan Manager Kasus pada 13 Rumah Sakit Rujukan ODHA di RSU Dr. Gedung Balai Serba Guna Kab Jember. Memperingati Hari AIDS Sedunia. Pelatihan Lanjutan Perawatan. bagi Tenaga Dokter. 3 Januari 2006. Perawat dan Manager Kasus Pada 13 Rumah Sakit Rujukan ODHA di RSU Dr. 8 Desember 2005. Kombinasi ARV. 2 RSU Dr. Bagi Tenaga Dokter.2005 : 2005 : 2005 : 2005 : 2005 : 2005 : 2006 : Tenaga Dokter. Bagi Tenaga Dokter. Soetomo. 1 Desember 2005. Hotel IBIS Surabaya. Pertemuan Ceramah Klinik Tata laksana Kasus DD/DBD Regional Jawa dan Kalimantan. Hotel IBIS Surabaya.

Kajian Ilmiah untuk Publik “Gizi Buruk dan Dampak Formalin pada Kesehatan". Isyana Ballroom Hyatt Regency Surabaya. 21 Maret 2006. Jl. : Care. : Penatalaksanaan Kasus Demam Berdarah Dengue pada Dewasa. Jakarta. Isyana Ballroom Hyatt Regency Hotel. : Merubah Stigma & Diskriminasi pada Penderita HIV/AIDS (ODHA). HUT Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ke XXXII. Pendopo Kab Situbondo. : Penanggulangan Bahaya Narkoba dan HIV & AIDS. 1 April 2006. Simposium Akbar FK UHT. Ttransmission and General Manifestation. 12 Mei 2006. 24 Juni 2006. Alergi dan Imunologi Peralumni Cabang Surakarta. 26 April 2006.2006 2006 2006 2006 2006 2006 2006 2006 2006 2006 : Penyakit Infeksi dan Gangguan Gizo. Aula Fakultas Kedokteran Unair Surabaya. Support and Treatment. 03 Juni 2006. Seminar Peran Dokter dalam Penaggulangan HIV/AIDS. 6 Mei 2006. 9 April 2006. Kantor Gubernur Graha Bhinaloka Adikara. : Antibiotic – Associated Diarrhea. Marriott. : Management HIV/AIDS Coinfeksi Patients. Support and Treatment. : HIV/AIDS Infection in Indonesia Steps of Infection. 28 Februari 2006. Care. Embong Malang.  . Balai Prajurit. Pelatihan Penatalaksanaan Kasus Demam Berdarah Dengue. Simposium 7th Jakarta Antimicrobial Update 2006. : H I V/A I D S f r om M a ny A s p e c t s: Pat hog ene s i s . Ruang Pertemuan RS Gambiran Kediri. Hotel Quality Solo. Hotel JW. Dental Management for Patients with HIV/AIDS. HUT Persit Kartika Chandra Kirana 60. : Enhancing Immune in Severe Infection and Sepsis: Role of Nutrition. Sahid Jaya Hotel. Simposium Infeksi. 26 Januari 2006. Simposium Sehari Era Baru Penggunaan Probiotik.

: HIV/AIDS. 28–29 Juli 2006. 11 November 2006. apakah itu?. International Medan. 4 Mei 2006. : Avian Influenza dan Potensi Transmisi pada Manusia. : Penanganan NAPZA dan Dampak Terhadap HIV/AIDS. Hotel Danau Toba. : Diagnosis of Typhoid Fever. PKB Ilmu Penyakit Dalam ke XXI. Pelatihan terhadap Kader Pencegahan Penyalahgunaan 0 . Hotel Danau Toba. KONAS PETRI XII. KONAS PETRI XII. 27–28 Juni 2006. Support and Treatment. : Sepsis in Immunocompromised Patients of Prevention and Management. Pertemuan Fasilitasi UP bagi Petugas Laboratorium Yankesjuk dan UPT se Jatim th 2006. Hotel Utami. : Care. Ruang Pertemuan Lt 2 RSD Kab Madiun. PKWI IX. PERPARI VIII. Pelatihan Tenaga Keperawatan. Seminar Sehari Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia Kota Surabaya. 28 Januari 2006. Ruang Sidang FK Unair. Hotel Danau Toba. PERPARI VIII. 28–29 Juli 2006. Soetomo Surabaya. Juanda-Airport Sidoarjo. Support and Treatment (CST) in Infectious Disease Intermediate Care Unit Dr. : Perawatan. 28–29 Juli 2006. PKWI IX. PERPARI VIII. ShangriLa Hotel. Seminar Penatalaksanaan Penderita HIV/AIDS bagi Tenaga Medis dan Paramedis di RS dan Puskesmas Kabupaten Madiun. Soetomo Hospital. PKWI IX. Pengobatan dan Dukungan Penderita HIV/ AIDS di UPIPI RSU Dr. International Medan. SCORA CIMSA. : New in DHF Management. Jl. 16 September 2006.2006 2006 2006 2006 2006 2006 2006 2006 2006 2006 : Care. Hotel Satelit. Ruang Pertemuan lt III Graha Amerta. KONAS PETRI XII. R. International Medan. Why HES 200?. : Immunotherapy-New Concepts and Agent : The Role of Immunoglobulin in Severe Infection. 6 Agustus 2006.

Ruang Sidang A FK Unair. Persatuan FK Unair bekerja sama dengan IDI. Gedung Aula Diploma III Fakultas Ekonomi Unair. Pertemuan Ilmiah Berkala Trigonum Sudema – IV 2007. Pelatihan Nutrisi. Garuda Room. Ballroom B Hotel Shangri-La Surabaya. Simposium Nasional Sepsis dan Antimikrobial Terkini. Ceramah mengenai Flu Burung dengan Dharma Wanita. 3 Februari 2007. 28 Desember 2006. Pertemuan Nasional HIV & AIDS ke-3. Avian Influenza. dan Overdosis bagi Petugas Lapas/Rutan serta Petugas Kesehatan.2006 : 2007 : 2007 : 2007 2007 : : 2007 : 2007 : 2007 : 2007 : 2007 : NAPZA Berbasis Masyarakat. Gema Ikoma RSU Dr.  . Pelangi Room Hotel Shangri-La Surabaya. Nutrition and ART. Soetomo Surabaya. Hotel Sheraton Surabaya. The Role of Brain Amino Acid in Management HIV – TB Infection. 24 Maret 2007. 14 Maret 2007. Simposium Nasional TB Update – IV 2007. Simposium Nasional Sepsis dan Antimikrobial Terkini. 11–12 Agustus 2007. 3–4 Maret 2007. The Role of IVIG Management in Sepsis. Hotel Shangri-La. Hyatt Regency. Immunosuppression of AIDS: The Role IVIG. Raya Juanda Sidoarjo. Pertemuan Nasional HIV & AIDS ke 3. 7 Februari 2007. 21 Januari 2007. Hotel Utami Juanda. IMS. CST in Infectious Diseases Intermediate Care Unit Dr. Simposium Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan X XII. The Management of Fluid Replacement in DSS. 6 Februari 2007. Jl. Penanganan Penderita HIV/AIDS. 08 Desember 2006. 21 Januari 2007. Soetomo Hospital. Pelatihan Terpadu Pencegahan dan Perawatan HIV/AIDS. Efficacy of Levofloxacin in Typhoid Fever. Hotel Quality Solo. Hotel Quality Solo. Penatalaksanaan AIDS – Sepsis Penderita Dewasa.

Pelatihan HIV & AIDS bagi Dokter Puskesmas Surabaya. Science. 26 Juli 2007. : Perkembangan Terbaru Malaria di Indonesia: Basic. Hotel Country Surabaya.  . 53 Jakpus. Hotel Utami Surabaya. Hotel Borobudur Jakarta. PIN PPHI XIV dan KONAS PGI PEGI XIII dengan KONAS IX PPEGI 2007.2007 2007 2007 2007 2007 2007 2007 2007 2007 2007 : Upaya Pencegahan Penularan HIV. Epidemiology and Clinical Perspective. Hotel Clarion Makasar. 13 Juli 2007. Simposium 8th Jakarta Antimicrobial Update 2007. : Immunopathogenesismolekuler. Ruang Lotus lt 6 Gedung Jakarta Design Center (IDC) Jl. Shangri-La Hotel. Hotel Country Surabaya. : Aspek Tehnis dan Penatalaksanaan Kasus DBD. Simposium 8th Jakarta Antimicrobial Update 2007. Epidemiology and Clinical Perspective. Aula FK Unair. Aula FK UNALAM. Hotel Borobudur Jakarta. Seminar Nasional Malaria: Basic. 1–4 November 2007. Lokakarya tentang TBHIV bagi LSM. : Aspek Medik Pengobatan HIV-TB. BEM Mahasiswa Unair Kondom vs Freeseks. 28–29 April 2007. Pelatihan Tehnis Penanggulangan DBD bagi Petugas Puskesmas di Kota Surabaya. Gatot Subroto Kav. : Cefoperazone-Sulbactam for Treatment of Serious Intraabdominal Infections and Sepsis. : Efektivitas Kondom dalam Menanggulangi Pencegahan Penularan HIV & AIDS. 28–29 April 2007. 19 November 2007. 30 Oktober 2007. Kongres Nasional VI dan Pertemuan Ilmiah Tahunan PDS Patologi Klinik 2007. : Terapi ARV. Pelatihan HIV & AIDS bagi Dokter Puskesmas Surabaya. : Use of IVIG in Sepsis: Clinical Experience. : Patogenesis dan Perjalanan Penyakit HIV. 17 November 2007. 20 November 2007. 8 September 2007. Diagnosis and Current Management of Typhoid Fever.

Hotel JW Marriott Surabaya. Marriott Surabaya. Ballroom Hotel JW Marriott Surabaya. 22 Maret 2008. Pengawasan & Pengendalian  . Simposium Nasional Penyakit Tropik Infeksi dan HIV & AIDS. : Role Micronutrient in Dengue Haemorrhagic Fever. Ballroom Hotel JW Marriott Surabaya. : Perawatan. Pembinaan. HUT Kesad ke-62 Kesdam V/Brawijaya “Symposium Highlight of Important Medical Problems in Daily Practice II”. 22 Maret 2008. 9 April 2008. Balroom Hotel JW. Quality Hotel Solo. : Immunopathogenesis and Treatment of Sepsis: The Role of IVIG. Simposium Sehari Peranan Immunonutrisi dalam Peningkatan Status Imunitas. : Hospital Safety: Perawatan HIV & AIDS di rumah sakit. Ballroom Hotel JW. : Optional Treatment for Gram-Positive Severe Infection Role of Glicopeptide Antibiotics: Focus on Fancomycin. Pendampingan dan Pengobatan Pasien HIV & AIDS. Hotel Santika Malang. : Role of Monascus Purpureus on Thrombocytopenia DHF. : The Diagnosis Treatment and Management of Typhoid Fever. Simposium Nasional Penyakit Tropik Infeksi dan HIV & AIDS. 23 Maret 2008. 5 Januari 2008. Hotel Hyatt Regency Surabaya. 26 Januari 2008.2008 2008 2008 2008 2008 2008 2008 2008 2008 : Vitamin and Mineral in HIV Infection. Simposium Nasional Penyakit Tropik Infeksi dan HIV & AIDS. Marriott Surabaya. 8 Maret 2008. Simposium Nasional Penyakit Tropik Infeksi dan HIV & AIDS. 23 Maret 2008. PERSI Seminar dan Lokakarya Nasional. National Symposium: “The 2nd Indonesian Sepsis Forum and Antimicrobial Update” PETRI Cabang Surakarta di Solo. : An Educational Program on Recontitution Inflammatory Syndrome Management.

 . Hotel Banjarmasin Internasional Kalimantan Selatan. 8 Juni 2008. 25 Juni 2008. Hotel Elmi Surabaya. Ciputra Waterpark. Institute of Tropical Disease (ITD) Airlangga University Kampus C. PAPDI Kalsel Banjarmasin PKB VIII Ilmu Penyakit Dalam FKUnlam. Seminar Penanggulangan Penyebaran HIV & AIDS di Surabaya. 19 Juli 2008. Antibiotic Treatment for Catheter Related UTI. National Symposium: Emerging and Re-emerging Infectious Disease Update I. Pathogenesis and Management of DHF: The Role HES. Peran Levofloxacin dalam Penanganan Demam Tifoid. Hotel Shangri-La Jakarta. PKWI XI. Club & Hotel Surabaya. 22 Mei 2008. Immunopathogensis and Current Treatment of HIV & AIDS Infection. 23 April 2008. Simposium 9th Jakarta Antimicrobial Update 2008. Husada Utama Specialist Hospital. Perawatan. Seminar PERMI “Peran Biosains dalam Pengembangan Teknologi Industri Berbasis Mikrobiologi. 27 Mei 2008. Convention Hall 7th Floor. Peranan Kortikosteroid pada Penatalaksanaan DHF. Hotel Elmi Ruang MPH I Surabaya.2008 : 2008 : 2008 : 2008 : 2008 : 2008 : 2008 : 2008 : (Binwasdal) Dinkes. 18 Mei 2008. 11 Mei 2008. Pendampingan dan Pengobatan Penderita HIV & AIDS. Universal Precaution Penderita HIV & AIDS di Klinik Kecantikan. Immunonutrient Treatment in Chronic Infections. PERPARI X. Binwasdal Sarana Kesehatan Optik dan Klinik Kecantikan se-kota Surabaya. 31 Mei 2008. Mini Simposium Penatalaksanaan Terkini Demam Tifoid. Samarinda. Ruang Kahuripan Gedung Perpustakaan Unair Kampus C. Kongres Nasional PETRI XIV.

Rangka pembinaan. : New Treatment of Sepsis in Immunocompromised Patients. Husada Utama Specialist Hospital.  . Si mp osiu m “Pend id i k a n K e dok t era n Berkelanjutan (PKB) ke-XXIII Ilmu Penyakit Dalam”. Seminar Nasional Translational Riset: “What we have done to more directly connect the basic research to the patient care”. Convention Hall 7th Floor. 19 Juli 2008. National Symposium: Emerging and Re-emerging Infectious Disease Update I. Shangri-La Hotel Surabaya. Soetomo Surabaya. 14 Agustus 2008. Husada Utama Specialist Hospital. 8 Oktober 2008. 2 Agustus 2008. Husada Utama Specialist Hospital. : The Role of Endotoxin in Sepsis. 3 Agustus 2008 : Peran CST dan Pemberian ARV. Pelatihan Konselor HIV-VCT (Voluntary Counselling and Testing). Convention Hall 7th Floor. pengawasan dan pengendalian (Binwasdal) Sarana Kesehatan Rumah Sakit se Kota Surabaya. : Protein and Energy Requirement in Patients with Sepsis. 20 Juli 2008. 18 Oktober 2008. Ruang Widya Loka RSU Dr. Simposium “Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (PKB) ke XXIII Ilmu Penyakit Dalam”. : Care Support and Treatment Penderita HIV-AIDS di Rumah Sakit. Hotel Shangri-La Surabaya.2008 2008 2008 2008 2008 2008 2008 2008 : Optimal Treatment for Gram Negative and Pseudomonas Infection: Role of Aztreonam. : Apoptosis of T-CD4 Lymphocytes in HIV Infection: Biomolecular Research. : The Role Probiotics as Immunomodulator in Infectious D i se a se s. Dinas Kesehatan Kota Surabaya. National Symposium: Emerging and Re-emerging Infectious Disease Update I. Convention Hall 7th Floor. Shangri-La Hotel Surabaya. National Symposium: Emerging and Re-emerging Infectious Disease Update I. 19 Juli 2008. Fakultas Kedokteran Unair.

FK Unair Surabaya. International Conference on Molecular and Clinical Aspects of HI V-AIDS.2008 2008 2008 2008 2008 2009 2009 : The Challenge of Treating Gram-Negative Infections and Choosing the Appropriate Antibiotic. Graha Bik Iptekdok. Imunodiagnosis dan Penatalaksanaan Demam Tifoid Masa Kini. 16 November 2008. FK UNBRAW Malang. Graha Bik Iptekdok. : Care Support and Treatment Penderita HIV & AIDS di Rumah Sakit. National Symposium Tropical Diseases Update I & Workshop on Problematic Tuberculosis. Gedung SAC IAIN Surabaya. : Controversies in the Clinical Management of Severe Sepsis: Steroids. Pelatihan Care and Support ODHA para Perawat yang Bertugas di Rumah Sakit dan Puskesmas di Wilayah Kerja Propinsi Jawa Timur. Seminar Mengenai Demam Tifoid Secara Dini. 15 November 2008. Graha Bik Iptekdok. National Symposium Tropical Diseases Update I & Workshop on Problematic Tuberculosis. 15 November 2008. 26 November 2008. Graha Bik Iptekdok. National Symposium Tropical Diseases Update I & Workshop on Problematic Tuberculosis. 30 Maret 2009.  . : Imunopatogenesis. Tuberculosis and Malaria (ICMCA_ATM) and Workshop on Flowcytometry. FK Unair Surabaya. FK Unair Surabaya. : Choice of Type of Fluid for Infectious Disease Maintenance Therapy. : Molecular Mechanisms of HI V Pathogenesis and Principle Management of AIDS. FK Unair Surabaya. : Parenteral Nutrition Therapy in Immunocompromised Patients. 15 November 2008. Ruang Pelatihan Pendidikan dan Latihan Propinsi Jawa Timur Balongsari Surabaya. Yes or No? National Symposium Tropical Diseases Update I & Workshop on Problematic Tuberculosis. 16–18 Februari 2009.

Surabaya. : Fluid Therapy in Infectious Disease: Role of HES. 12–14 Juni 2009. Hotel Shangri-La Jakarta. : Infection in Patient on Steroid in the Critical Illness. : Antibiotic Issues in Immunocompromised in the Future. KONGRES NASIONAL PETRI – ITD – PKWI 2009. Simposium The 4th Malang Nutrition Update 2009. Simposium Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan ke-24 (PKB-XXIV) Ilmu  . Institute of Tropical Disease Airlangga University. JW Marriott Surabaya. : The Role of Voriconazole in Immunocompromised Patients. KONGRES NASIONAL PETRI – ITD – PKWI 2009. KONGRES NASIONAL PETRI – ITD – PKWI 2009. : Management of Fungal Infections in AIDS Patients. 12 Juni 2009. : Bleeding Disorders in Speticaemia. KONGRES NASIONAL PETRI – ITD – PKWI 2009. : Metabolism and Immune Changes in HIV Positive Patients. JW Marriott Surabaya.2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 : Diagnosis and Management of CMV infection. 25 April 2009. KONGRES NASIONAL PETRI – ITD – PKWI 2009-Workshop TB-HIV. 12–14 Juni 2009. Bumi Hotel Surabaya. JW Marriott Surabaya. Hotel Shangri-La Surabaya. : Study on the Role of Steroid for DHF in Surabaya. 12–14 Juni 2009. JW Marriott Surabaya. 11–12 Juli 2009. Simposium 10 t h Ja k a r ta Antimicrobial Update 2009. : IRIS in AIDS. : H I V Dia g nostic Test. 12–14 Juni 2009. Hotel Shangri-La Jakarta. KONGRES NASIONAL PETRI – ITD – PKWI 2009. Workshop dalam rangka Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan ke-24 (PKB-XXIV) Ilmu Penyakit Dalam. JW Marriott Surabaya. 31 Juli–2 Agustus 2009. Simposium 10th Jakarta Antimicrobial Update 2009. 25 April 2009. 12–14 Juni 2009.

High Frequency of HCV Coinfection among HIV Infected IVDU in Indonesia and Characterization of HCV Genotypes. and Hak Hotta. Yoes Prijatna Dahlan. M. Simposium Bersama Emerrging & Re-Emerging Infectious Diseases Update II dengan Stem Cell Institute of Tropical Disease (ITD). Takako Utsumi. 31 Oktober–1 November 2009. Soetjipto. PERALMUNI VIII. Vitanata. J.  . Fungal Infection Management In HIV & AIDS Patients. Ya si n. Graha BIK Iptekdok Fak. Surabaya. Kusmartisnawati. Haruki Uemura. Bangkok. S u k mawati Ba su k i. Marriott Hotel Surabaya. Soetomo Hospital. 23–24 October 2009. Retno Handajani. 2009. Juniastuti. Lindawati Alimsardjono.W. Her u P ra set yo. J. Role of Nutrition in Infectious Disease. Indonesia Prosthodontic Scientific Meeting (IPSM 2009). 17 September 2009. Hotel Shangri-La Surabaya.2009 : 2009 : 2009 : 2009 : 2009 : 2009 : Penyakit Dalam. Seminar PDS Parki. Yoshitake Hayashi. Thailand. Mochamad Amin. M. Management of Carrier Typhoid. Marriott Hotel Surabaya.W. 31 Juli–2 Agustus 2009. Myrna Adianti. Management and Safety Precaution of HIV Infection: Specia l Considerations for Dentistr y. Nested Polymerase Chain Reaction-Restriction Fragment Length Polymerase for Species Identification of Cryptosporidium from HIV/AIDS Patients in Dr. Simposium KONKER. Siam City Hotel. 24 Oktober 2009. Internasional Joint Forum on Infectious Disease. 14–16 Agustus 2009. Maria I Lusida. Kedokteran Unair Surabaya. Nasronudin. Nasronudin. Simposium Bersama Emerrging & Re-Emerging Infectious Diseases Update II dengan Stem Cell Institute of Tropical Disease (ITD). 2009. (PIN) XII PERALMUNI – PETRI.

KOPAPDI XIV-Kongres Nasional Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia ke-14. Simposium Bersama Emerrging & Re-Emerging Infectious Diseases Update II dengan Stem Cell Institute of Tropical Disease (ITD). Seminar Dokter-Ulang Tahun Siloam Hospital Surabaya. from Research to Clinical Practice”. Graha BIK Iptekdok Fak. 2009. Birmingham Room. The Role of IVIG Management for HIV/AIDS Patient with Sepsis. Fluid Replacement in Dengue Shock Syndrome. The Sunan Hotel Solo d/h Quality Hotel Solo. Surakarta. Management of Severe Malaria. Management of Problematic DHF and Co-Infection. Kedokteran Unair Surabaya. 6–8 November 2009. Bali  . National Symposium: The 3th Indonesian SEPSIS Forum. Jakarta 11–14 November 2009. HIV-Hepatitis B Coinfection. Empire Palace. Jakarta 11–14 November 2009. The Role of Corticosteroid for Management of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). Surakarta. 2009. 14–15 November 2009. 2009. Kedokteran Unair Surabaya. KOPAPDI XIV-Kongres Nasional Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia ke-14. Management and Patient Safety in HIV/AIDS. 6–8 November 2009. 31 Oktober–1 November 2009. The Sunan Hotel Solo d/h Quality Hotel Solo. Simposium Bersama Emerrging & Re-Emerging Infectious Diseases Update II dengan Stem Cell Institute of Tropical Disease (ITD). 31 Oktober–1 November 2009. National Symposium: The 3rd Indonesian SEPSIS Forum.2009 : 2009 : 2009 : 2009 : 2009 : 2009 : 2009 : 2009 : Graha BIK Iptekdok Fak. Bacterial Infections in Drug Users. PERDICI “ISICM end Year Symposium. 31 Oktober–1 November. Graha BIK Iptekdok Fak. Kedokteran Unair Surabaya.

Marriott Hotel. Simposium PKB THT VIII. 10 April 2010. RSJ Menur. J. 11 April 2010. Sheraton Surabaya. Surabaya. 3 Desember 2009. 27 Maret 2010. Dengue Hemorrhagic Fever: Recent Management. 03–06 Desember 2009. 18 Maret 2010. Bali B Room. Seminar Pelatihan Standart Precaution bagi Perawat. H. Surabaya. PERDICI “ISICM end Year Symposium. 2. JADE 2010 “11th Jakarta Antimicrobial Update 2010”. Dukungan Perawatan dan Pengobatan bagi Penderita HIV. Pengelolaan Pasien dengan HIV. Diklat Care. Jl. 24 Maret 2010. Universal Precaution (Penderita HIV & AIDS). 10 Februari 2010. Tata laksana HIV/AIDS di Rumah Sakit.W. SUTOS Gedung Bioskop lt. Patofisiologi dan Updates Tata laksana DHF. Management of Sepsis in Head and Neck Cancer. from Research to Clinical Practice”. Sympo Tainment “Peran Chlorella Growth Factor (CGF 40). from Research to Clinical Practice”. Balroom II. Hotel Shangri-La Jakarta. Pertemuan Eliminasi Stigma dan Diskriminasi ODHA dalam Rangka Percepatan Penanggulangan HIV/AIDS di Jawa Timur (PEMPROV JATIM). 3rd Floor J. PERDICI “ISICM End Year Symposium. Surabaya.W. Marriott Hotel. Hotel Utami Sidoarjo. Balongsari Tama Tandes. 03–06 Desember 2009. 03– 06 Desember 2009. Management of Dengue Shock Syndrome. Surabaya. 3rd Floor JW Marriott Hotel.2009 : 2009 : 2009 : 2010 : 2010 : 2010 : 2010 : 2010 : 2010 : B Room. Badan Diklat Prop Jatim. Sosialisasi Hukum Kesehatan di Kota Surabaya. RS Adi Husada Undaan. Patofisiologi Beberapa Penyakit Infeksi. Support and Treatment HIV/AIDS Angkatan II & III. 0 .

Hotel Lombok Raya Mataram. 28 April 2010. Hotel Lombok Raya Mataram. : Immunopathogenesis and Current Treatment of HIV & AIDS Infection. : Metabolic Depletion and Failure. Meningkatkan Pengetahuan Bidan di Bidang Hukum Kesehatan yang terkait dengan Perijinan & Pelaksanaan Praktik Kebidanan. Muscle Cachexia During Sepsis.2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 : What is The Newest Guideline Said for Enchinocondin? Simposium PETRI (SITOK INES III) & DUTCH FOUNDATION Auditorium FK Unair.  . : Universal Precaution. PKB. : Novel Therapeutic Strategies in Management of Sepsis. 19 Juni 2010. : Recent Advances in DHF Adult Patients. How to Prevent and Manage? Simposium Bersama: Emerging and Re-emerging Infectious Diseases Update III dengan Stem Cell 19-20 Juni 2010. Graha BIK IPTEK DOK – Fakultas Kedokteran Unair Surabaya. Simposium Bersama: Emerging and Re-emerging Infectious Diseases Update III dengan Stem Cell 19–20 Juni 2010. Hotel Sheraton Surabaya. Seminar PKB Infectious Diseases Update RSU Prov NTB. 19 Juni 2010. 11 April 2010. : Management of Sepsis in Head and Neck Cancer. Dinkes Kota Surabaya. 15 Mei 2010. 10 April 2010. Graha BIK IPTEK DOK – Fakultas Kedokteran Unair Surabaya. Kegiatan Sosialisasi Hukum Kesehatan di Kota Surabaya. RSI 2 Jemur Sari Surabaya. Seminar PKB Infectious Diseases Update RSU Prov NTB. 15 Mei 2010. Kegiatan Ilmiah Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan VIII Ilmu Kesehatan Telinga Hiding Tenggorok-Bedah Kepala dan Leher “Update in Management of Sinonasal & Laryngeal Cancer”.

Hotel Discovery Kartika Plaza Kuta. BALI. Simposium Bersama: Emerging and Re-emerging Infectious Diseases Update III dengan Stem Cell 19–20 Juni 2010. 19 Juni 2010. : Fluid Therapy in Dengue Haemorrhagic Fever. : Developing an Intervention to Reduce Antibiotic Overuse Based on Endotoxin Release. 15–17 Juli 2010.  . BALI. 24–25 Juli 2010. : Progress in Preventing and Treating of Sepsis and MODS. 15–17 Juli 2010. Simposium Bersama: Emerging and Re-emerging Infectious Diseases Update III dengan Stem Cell 19–20 Juni 2010. Hotel Shangri-La Surabaya. 24–25 Juli 2010. Hotel JW Marriott. Graha BIK IPTEK DOK – Fakultas Kedokteran Unair Surabaya.2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 : Management of Severe Gram Negative Infection. 19 Juni 2010. 26–27 Juni 2010. Simposium Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (PKB) ke XXV Ilmu Penyakit Dalam PAPDI Cabang Surabaya. Hotel Shangri-La Surabaya. : Infection in Patients with Autoimmune Disease. Kongres Nasional Perhimpunan Peneliti Penyakit Tropik Indonesia (PETRI) XVI Perhimpunan Kedokteran Wisata Indonesia (PKWI) XIII. : Immunologic and Hemodynamic Effect of Corticosteroid in Septic Shock. Kongres Nasional Perhimpunan Peneliti Penyakit Tropik Indonesia (PETRI) XVI Perhimpunan Kedokteran Wisata Indonesia (PKWI) XIII. Surabaya. : Management of Severe Sepsis. Graha BIK IPTEK DOK – Fakultas Kedokteran Unair Surabaya. The 5th Rheumatology & Paint Update 2010. Simposium Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (PKB) ke XXV Ilmu Penyakit Dalam PAPDI Cabang Surabaya. Hotel Discovery Kartika Plaza Kuta.

Perhimpunan Kedokteran Wisata Indonesia (PKWI) XIII. BALI. Hotel Discovery Kartika Plaza Kuta.2010 : Dengue Virus Serotype Circulating in Surabaya During 2009–2010. National Congress Perhimpunan Peneliti Penyakit Tropik Indonesia (PETRI) XVI.  . 15–17 Juli 2010.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->