Identifikasi Ikan Karang Dan Invertebrata laut

Dilengkapi dengan Metode Monitoringnya

Panduan Lapangan

Oleh: Fakhrizal Setiawan

Panduan Lapangan Identifikasi Ikan Karang Dan Invertebrata Laut
Dilengkapi dengan Metode Monitoringnya

Oleh: Fakhrizal Setiawan

UCAPAN TERIMAKASIH
Ucapan terimakasih sebesar-besarnya kepada ALLAH SWT atas berkat dan izinNyalah buku Panduan Lapangan Identifikasi Ikan Karang Dan Invertebrata Laut dapat diselesaikan. Penulis juga berterimakasih terhadap Fisheries Diving Club (FDC-IPB) karena di FDC lah penulis mengenyam ilmu selam dan belajar identifikasi ikan karang untuk pertama kalinya serta Ilmu Dan Teknologi Kelautan –IPB dimana penulis menyelesaikan jenjang strata satu dan banyak memahami tentang dunia kelautan. Penulis juga sangat berterimakasih terhadap Wildlife Conservation Society (WCSIP) karena foto-foto yang diambil menggunakan kamera dari Marine Program. Buku ini masih sangat jauh dari kesempurnaan karena kualitas dan jumlah stok foto yang sangat minim dan keterbatasan lainnya. Penulis juga berterimakasih kepada Mas Rizya Legawa Ardiwijaya selaku program manager WCS-IP Marine Program yang mensuport serta contributor foto,begitu juga Bang Tasrif Kartawijaya, Rian Prasetia dan Bang Yudi Herdiana, Mba Shinta T. Pardede dan Efin Muttaqien. Ucapan terimakasih juga kepada Mba Shinta T. Pardede yang mau menjadi editor serta ………..yang bersedia menjadi sponsor untuk mencetak buku ini. Ucapan terimakasih juga kepada teman-teman di Lapangan baik di Pulau Weh (ODC, Rubiah tirta Divers,WCS sabang), Karimunjawa (staf TNKJ, MDC, WCS Karimunjawa), Labuan Bajo (Staf PNK dan kru Kapal) dan lainnya yang belum disebutkan untuk menemani hari-hari selama penyelaman. Penulis sengaja menggunakan bahasa Indonesia untuk mempermudah pembelajaran serta mengharapkan kedepannya banyak putra/putri Indonesia yang belajar dan meneliti sumberdaya hayati laut bumi pertiwi yang sangat kaya dan beranekaragam ini. Buku ini sengaja didesin sesederhana mungkin sehingga orang awam sekalipun dapat memahami isi dari buku ini. Keritik, saran dan koreksi sangat diharapkan untuk revisi dan kesempurnaan buku ini. Keritik, saran dan koreksi yang membangun dapat di alamatkan ke: setiawan.rizal@gmail.com atau ubun_ahead@yahoo.com.

Fakhrizal Setiawan Manado, Indonesia

Panduan Lapangan Identifikasi Ikan Karang Dan Invertebrata Laut
Dilengkapi dengan Metode Monitoringnya

TENTANG PENULIS
Penulis menamatkan jenjang S1 nya di Jurusan Ilmu dan Teknologi Kelautan IPB tahun 2006. Penulis memulai karirnya di bidang ikan karang sejak di bangku kuliah dan bergabung Fisheries Diving Club (FDC-IPB). Setelah lulus kuliah, penulis bergabung dengan WCS Marine program hingga sekarang. Selama di WCS lah penulis banyak belajar dunia bawah air khususnya ikan karang. Penulis sekarang berdomisili di Manado dan tetap bekerja di WCS Indonesia Marine program, site Sulawesi Utara.

Editor: Shinta Trilestari Pardede Ilustrator: Fakhrizal Setiawan Foto credit: Fakhrizal Setiawan Rizya L. Ardiwijaya Tasrif Kartawijaya Rian Prasetia Yudi Herdiana Efin Muttaqien Shinta Trilestari Pardede

DAFTAR ISI
Bagaimana menggunakan buku ini …………………………………….…………. Pendahuluan ….……………………………………………………………….…. Monitoring ikan karang ………………………………………………… …………..... Monitoring Invertebrata bentik non karang ……...……………………….…… Acanthuridae 40 Pomacentridae Apogonidae 46 Priacanthidae Aulostomidae 56 Pseudochromidae Balistidae 58 Scaridae Blenidae 62 Scorpaenidae Caesionidae 64 Serranidae Carangidae 68 Siganidae Carchanidae 71 Sphyraenidae Centriscidae 75 Syngnathidae Chaetodontidae 77 Synodonthidae Cirrhitidae 94 Tetraodonthidae Dasyatidae 97 Zanclidae Ephippidae 99 Diademidae Fistularidae 102 Bintang laut Gobidae 104 Teripang Haemulidae 107 Nudibranchia Holocentridae 111 Spons Kyphosidae 115 Clams/kerang Labridae 117 Gorgonian Lethrinidae 132 Crustacea Lutjanidae 136 Ascidian Monacanthidae 139 Anemone Moorynidae 143 Sephia/sotong Mullidae 147 Octopus/gurita Nemipteridae 152 Ostracidae 156 Pempheridae 158 Pinguipedidae 160 Plesiopidae 165 Plotosidae 167 Pomacanthidae 169 iii iv 11 266 176 212 214 218 224 229 243 249 251 254 257 264 277 284 290 294 296 301 305 308 309 311 313 314

BAGAIMANA MENGGUNAKAN BUKU INI
Sewaktu kecil kita sering didengungkan akan lokasi Indonesia yang sangat stratergis yaitu diapit oleh 2 samudra yaitu Hindia dan Pasifik. Hal ini sangatlah masuk akal dikarenakan di Indonesialah terdapat percampuran biota laut dari kedua samudra tersebut. Dalam buku ini anda dapat melihat ikan – ikan dari samudra Hindia dan Pasifik bertemu di Indonesia serta batas jenisnya yang tergantikan oleh saudaranya di Samudra lainnya. Buku ini merupakan panduan prkatis di lapangan bagi yang ingin belajar survey serta identifikasi ikan karang dan invertebrata bentik selain karang. Buku ini didesian sesederhana mungkin dan seinteraktif mungkin sehingga mengurangi kebosanan dalam mempelajarinya. Dibagian awalnya juga diterangkan mengenai metode-metode monitoring ikan karang dari seluruh dunia untuk memudahkan monitoring. Penggolongan ikan kedalam family di buku ini ditandai dengan warna sehingga memudahkan dalam pencariannya. Urutan family ikan juga berdasarkan alphabet meski kadang bentuk yang mirip namun nama familynya berbeda menyebabkan gambar menjadi sulit dibandingkan. Identifikasi dibuku ini menggunakan nama latin, nama inggris/ common name dan nama Indonesia. Selanjutanya ciri-ciri fisik, habitatnya, distribusinya dan terakhir makannnya. Salah satu kesulitannya yitu dalam pengumpulan materi adalah kurangnya informasi nama-nama lokal ikan di Indonesia dan perbedaan nama lokal untuk satu jenis ikan di beberapa lokasi namanya berbeda dan banyak. Umumnya nama lokal diberikan untuk level family dan bukan level species. Pewarnaan dalam tiap halaman yang berbeda untuk setiap family akan membantu menemukan species yang dicari dengan lebih mudah. Identifikasi ikan bersumber dari www.fishbase.org dan Allen, 2003. Identifikasi kelompok Buku ini terbagi kedalam dua kelompok yaitu Identifikasi ikan karang dang identifikasi invertebrata. Identifikasi ikan paling mudah dimulai dari bentuk tubuh dari sini dapat dikatehui identifikasi level Family. Penandaan Anatomi Identifikasi level ini sudah masuk kebagian species, namun sebelum masuk lebih jauh akan sedikit diulas bagaimana cara mengidentifikasi ikan karang secara lebih mudah. Kunci identifikasi ikan karang terdiri dari: Cara berenang Waktu aktifnya Bentuk sirip, baik sirip pectoral (dada), sirip anal(dekat dubur), dorsal (punggung) maupun ventral(Perut) Pola warna Ciri-ciri khusus lainnya, seperti organ tambahan, dll.

1

2

Anantomi ikan dan bagian-bagiannya. Panjang ikan berguna dalam mengkonversi dari panjang menjadi berat dimana nilai TL (total length), FL (fork length) dan SL (standar length) untuk nilai a dan b masing-masing berbeda. Rumus pengkonversi dari panjang menjadi berat adalah W= a x Lb Dimana: W = berat ikan dalam gram a dan b = konstanta laju pertumbuhan L (TL/SL/FL) = Panjang ikan

bentuk serta warna merupakan salah satu kunci identifikasi hingga tingkat species untuk ikan karang.3 Pola. Organ Tambahan pada ikan sebagai salah satu kunci identifikasi .

Meskipun sulit untuk memperoleh informasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara tepat dari kelimpahan dan struktur ukuran populasi ikan. Buku ini akan mengupas mengenai monitoring ikan karang dimana merupakan bidang keahlian khusus dikarenakan ikan umumnya bergerak cepat. Pengamat yang kurang berpengalaman sebaiknya menghitung target ikan lebih sedikit dari pengamat yang lebih berpengalaman. Monitoring juga dapat dilakukan dengan menggunakan snorkeling meski scuba memungkinkan survei dilakukan pada kisaran lebih dalam dan banyak dari spesies lebih berlimpah pada perairan yang lebih dalam.PENDAHULUAN Ikan karang dan biota pengisinya merupakan jantung dan hatinya terumbu karang. pola yang mirip dengan keragamannya yang melimpah. akan menumbuhkan kesadaran akan ekosistem terumbu karang di Indonesia yang belum tentu banyak orang mengetahuinya. daripada mencoba untuk meningkatkan ketepatan suatu jumlah yang besar (Bohnsack dan Bannerot 1986). Ikan karang merupakan salah satu komoditi unggulan perikanan serta akuarium laut maka dari itu pengawasan perlu dilakukan agar stok di alam masih dapat terjaga dengan lestari. Cara terbaik untuk mengurangi variasi di daerah yang kompleks adalah melakukan perhitungan lebih terperinci. Sehingga menjaga jantungnya terumbu karang sudah sewajarnya kita sebagai manusia untuk melakukannya. Berlatih dan terus berlatih menemukan ikan baru merupakan salah satu cara untuk terus mengingat dan belajar identifikasi ikan meski itu merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Diharapkan dengan membaca buku ini. 2004 tentang metode monitoring ekosistem terumbu kiarang. Dibagian kedua buku ini dibahas mengenai Invertebrata non karang dan dikupas sedikit mengenai metode dan identifikasinya meski bukan bidang yang dikuasaai oleh penulis. data kehadiran juga dapat bermanfaat untuk menentukan apakah ikan dapat bergerak jauh dari daerah asal ke tempat yang lebih baik. 4 . Semoga dengan buku ini memudahkan kita semua untuk belajar mengidentifikasi ikan karang dan biota invertebarta unik lainnya. misalnya banyak mengambil sampel yang sedikit. Hal yang paling bisa kita lakukan adalah melakukan monitoring ikan karang untuk melihat perubahannya tiap tahun. Penulis mengutip banyak dari Hill dan Wilkinson. Kehidupan di laut tidak akan berwarna-warni tanpa kehadiran biota-biota pengisinya yang beranekaragam serta umumnya memiliki warna-warna yang cerah.

2004) 5 . Jenis metode sensus ikan yang ada saat ini: 1. Namun baik tidaknya suatu metode monitoring secara visual tergantung kepada: Kemampuan penyelam dalam identifikasi ikan Kemampuan penglihatan penyelam ex. Survei keanekaragaman jenis juga dapat membantu memutuskan spesies apa yang dapat dimasukkan ke dalam program monitoring. atau ukuran area yang sedang dicatat dibandingkan dengan rentang pergerakan ikan Kisaran ecology species ikan yang berbeda yang sedang dicatat Ikan yang berenang cepat akan lebih mudah terlihat oleh seorang penyelam yang berenang perlahan Metode yang baik juga tergantung arah penelitian.Kelimpahan spesies target kunci apakah dari site tersebut? Monitoring keanekaragaman ikan karang membutuhkan tingkat keahlian teknis yang tinggi. Pertanyaannya yang sering timbul: . Jika Anda tidak memiliki keahlian teknis. Metode standar untuk keanekaragaman jenis telah dikembangkan dan digunakan oleh sejumlah organisasi non-pemerintah internasional (NGO) di dunia.(Hill dan Wilkinson. Sehingga metode yang paling tepat dapat di gunakan untuk mencapai tingkat efisiensi di air dan data yang memadai. Plotless methods (sensus visual cepat) dilakukan dengan cara penyelam berenang secara acak dan menghitung ikan untuk memberikan informasi yang lebih lengkap tentang total kekayaan spesies. Belt transek memberikan perkiraan keragaman dan mencakup wilayah besar per sensus (banyak digunakan untuk estimasi kelimpahan dan ukuran) 2. Stationery visual census terfokus pada kelimpahan relatif dan frekuensi kehadiran semua spesies di site (banyak digunakan pada terumbu karang yang mengelompok) 3. visibility air dan kondisi mata Skala spasial dari metode sampling terhadap tingkat gerakan ikan.Monitoring Ikan Karang Monitoring ikan karang di buku ini terfokus pada metode visual sensus dimana observer mencatat langsung ikan yang dia lihat. Kita mungkin menginginkan survei keanekaragaman jenis sebagai bagian dari studi baseline ketika memulai suatu program monitoring. Metode ini merupakan metode paling ramah lingkungan karena menimbulkan efek merusak paling kecil dibandingkan metode lain. mungkin perlu untuk mendatangkan seorang ahli.Spesies ikan apa saja yang terdapat di site tersebut? . sebagai contoh yaitu dibutuhkan seorang ahli setiap taksonomi. akan seperti apa dan apa yang ingin kita ketahui dari masalah yang sedang kita teliti.

Ikan dengan panjang total lebih dari 20 cm selama analisis video digital .GPS dalam perahu (misalnya Garmin 76). 6 . Setiap penyelam yang melakukan manuver terhubung ke perahu dengan tali dan ditarik dan dilengkapi dengan peralatan survei seperti digital kamera video.Ikan dengan panjang total lebih dari 50 cm selama in situ survey . .klasifikasi habitat Ikan (zona fisiografi. serta memperkirakan ukuran kelas dan kelimpahan.jam waterproof sebagai cadangan dan untuk memonitor waktu menyelam.g UWATEC). Dibandingkan dengan survei penyelaman umumnya. yang dapat berguna ketika bekerja di lokasi terpencil. . . Kami merekomendasikan bahwa tipe habitat juga dicatat selama survei visual dimana video tidak digunakan. -Perekam temperature dan kedalaman(SBE39 misalnya). tipe habitat dan sifat sugositasnya) . . survei manta-tow lebih efektif dalam memperkirakan kelimpahan dan kepadatan ikan besar yang mobile. Manta Tow Ikan Instansi yang menggunakan metode ini: NOAA Fisheries Pacific Islands Fisheries Science Center Coral Reef Ecosystem Division (CRED) Deskripsi Metode: Survei dimana penyelam ditarik melibatkan dua penyelam di belakang perahu pada kecepatan konstan (~ 1. Personel Lapangan: semakin baik jika ada dua tim sehingga tim permukaan dan tim menyelam dapat berganti personel pada akhir masingmasing survey. Personel di Kantor: Analis berpengalaman dalam identifikasi terumbu karang dan tingkat spesies ikan.Monitor resolusi tinggi.Magnetic switch telegraph system untuk komunikasi antara penyelam dan orang dikapal .10 mm tambang towing dengan panjang 60 m. yang telah membatasi cakupan luasan.Keanekaragaman ikan (untuk ikan lebih besar dan mobile saja peralatan lapangan: . Pengelolaan dan pemantauan ditingkat masyarakat dapat menggunakan bagian dari metode visual ini untuk rapid survei atau ikan besar.Towboard dengan dipasang alat untuk meletak kan kamera dan lembar data dan pensil -kamera video digital. Informasi yang diperoleh: . . Kami merekomendasikan bahwa komponen video dalam metode ini hanya akan digunakan untuk penelitian dengan dana cukup untuk membeli dan memelihara peralatan.ArcView GIS. .5 knot). Peralatan di kantor: .Depth gauge (e. .1. Survei manta tow ikan dapat digunakan untuk melakukan penilaian cepat dalam area terumbu karang yg luas dalam waktu singkat. .Video player dan kabel s-video.jam waterproof yang memiliki stopwatch.Echosounder di perahu untuk mempertahankan kedalaman towing konstan.

Pada akhir survey ini (50 menit. catat waktu di datasheet dan dihitung sejak survei berlangsung (jika kamera digunakan). m peralatan Field ini mahal dan membutuhkan pemeliharaan rutin. GPS langsung mencatat koordinat di permukaan. para penyelam diberi tanda dari tim di permukaan untuk naik dan memulai safety stop 7 Prosedur umum di kantor: 40% dari tape untuk ikan dengan panjang total 20-50 dan melihat 100% dari tape untuk ikan > 50 cm.Prosedur Umum di Lapangan: Saat penyelam turun. Tape dilihat di 10 x 5 menit segmen dan ikan dicatat dalam sabuk lebar 10 m. Setelah penyelam mencapai dasar. Mengurangi bias Taksonomi dengan menganalisis gambar dibandingkan metode survey ikan biasanyai. Klasifikasi Habitat dan rugosity (sifat berkerut)diklasifikasi dari setiap segmen 1 menit. semua ikan-ikan yang lebih besar dari 50 cm panjang totalnya dicatat dalam pengamatan 360 °. Selama towsurvey. yang ' 2km). Selama survei lingkaran. yang termasuk 1 menit lingkaran survey dan 4 menit transek. Penyelam dapat bermanuver di papan diatas 1 meter dari karang. arus dan kondisi laut mungkin memerlukan perubahan dalam kecepatan kapal.5 knot. penyelam melihat ikan di dalam sabuk 5 m dan 10 m di depan. Para pengemudi perahu mempertahankan kecepatan ~ 1. m . mereka mulai berkoordinasi satu sama lain untuk memulai survey menggunakan sinyal tangan dan dengan tim di kapal menggunakan telegraf. Saat mulai survey langsung mengaktifkan stopwatch dan kamera. Ikan diidentifikasi hingga tingkat spesies. Survei ini dibagi dalam 5 segmen menit. dan dicatat ukuran kategorinya. Keterbatasan: Memerlukan penyelam berpengalaman dan terlatih dalam bahaya yang spesifik dari manuver towboards. mahal dan memakan waktu untuk menganalisis citra. sehingga metode ini hanya cocok untuk penelitian proyek dengan anggaran besar. m Ikan yg samar / cryptic dapat dengan mudah diabaikan.

gov Referensi: www.Penyelam terlatih dalam menggunakan towboards .edu / eko / tow_board.gov.249 250 . Stephani. Edward. atau Brian Zgliczynski.html code 1 2 3 4 5 Panjang kelas (cm) 20 .74 75 . termasuk kemampuan untuk menghitung jumlah individu lebih baik dalam schooling besar selama survei insitu Survey manta tow cocok untuk lokasi terpencil yang jarang dikunjungi Penyelam towed bisa mensurvey area yang tidak cocok bagi penyelam karena arus kuat.gov. Joseph. misalnya karang patchy.299 > 300 8 . menghubungkan image di lokasi. daerah rubble dan transisi di antara mereka dapat diamati dalam satu tarikan. video digital .Software ArcView GIS Informasi lebih lanjuti: Ed Demartini.Keuntungan: Sebuah wilayah besar dicover dalam waktu singkat Ikan yg menempati habitat yang berbeda. Analisis video manta-tow menghasilkan penilaian yang lebih rinci dari ikan besar. tipe habitat dan sifat rugosity Sebuah penerima GPS pada kapal penarik memungkinkan geo-referensi track survey .crei.DeMartini @ noaa. survei mana-tow lebih efektif dalam memperkirakan kelimpahan dan kepadatan ikan besar yang mobile Ikan yang jarang atau tidak biasa dijumpai selama survei konvensional lebih cenderung ditemukan selama survei manta-tow karena wilayah yang lebih luas. Joseph Laughlin. yang telah membatasi cakupan spasial.Zgliczynski @ noaa. Dibandingkan dengan survei menyelam biasanya. Brian. Bidang pelatihan yang dibutuhkan: .49 50 .Ukuran estimasi ikan dan buku identifikai spesies ikan .Mengoperasikan kapal kecil.199 200 .gelombang.gov.99 100 .Holzwarth @ noaa.34 35 . atau kondisi yang buruk Penggunaan alternating permukaan dan tim menyelam meningkatkan survei per hari.hawaii. Stephani Holzwarth. Video ini juga berguna untuk menggambarkan karakteristik bentik yaitu zona fisiografi. m Sebuah rekaman visual dapat diarsipkan(di re-sampel atau di re-analisis).nmfs.149 code 6 7 8 9 Panjang kelas (cm) 150 . GPS.Laughlin @ noaa. pasir.

9 Prosedur Umum: Biasanya dilakukan antara jam 10. Fish Roving Diver Technique Instansi yang menggunakan metode ini: Reef Education and Environmental Foundation (REEF).00 . atau melimpah (> 100 ikan). Informasi yang diperoleh: Informasi tentang kelimpahan dari semua spesies ikan dan disajikan sebagai indeks kelimpahan log10 Jenis kehadiran / ketidakhadiran (presence/absence) dan frekuensi kejadian) Kelimpahan relatif per site dapat diperoleh dengan mengalikan nilai indeks berdasarkan frekuensi kelimpahan.14. Banyak (11-100). Pelatihan yang dibutuhkan: Berenang acak diperlukan untuk memastikan pengamat terbiasa dengan segala jenis ikan di daerah tersebut Pengamat yang menjadi bagian dari program REEF harus melakukan tes yang mengkategorikan mereka ke tingkat level keterampilan yang sesuai Pengamat harus memiliki pengetahuan yang terperinci dari kebiasaan dan habitat ikan yang berbeda. Setidaknya 1 penyelam harus mampu mengidentifikasi spesies semua ikan di daerah tersebut. Sedikit (2-10).2.00 Satu survei yang dilakukan per site Berenang di sekitar lokasi (kira-kira 200 m dari awal) selama 30 menit dan mencatat semua jenis ikan yang diamati Perkiraan kepadatan setiap spesies dengan menggunakan logarithmic kategori: Single (1 ikan). Caribbean Coastal Marine Productivity Program (CARICOMP). . Atlantic and Gulf Rapid Reef Assessment (AGRRA). Mesoamerican Barrier Reef System Synoptic Monitoring Program (MBRS SMP). Personil lapangan: 1 pengemudi perahu dan pengamat di permukaan Minimum 2 pengamat (penyelam).

Keuntungan: cepat Peralatan yang dibutuhkan sangat minim Memungkinkan cakupan spasial area yang luas Data frekuensi kumulatif secara statistik berguna Plotless metode yang baik untuk list spesies Terutama berguna untuk ikan besar yang waspada terhadap penyelam.jm / caricomp_main. Referensi: REEF: www.org.org. (1994). Oleh karena itu.gov/agra/ CARICOMP: www. Rogers et al.bz. meskipun tes penyelam oleh REEF dan mengkategorikan mereka kedalam level kemampuan sehingga data diurutkan berdasarkan tingkat keterampilan Estimasi Kelimpahan merupakan sebuah indeks yang membutuhkan sejumlah besar sampel untuk studi perbandingan dan tidak dapat dikonversi ke dalam perkiraan kelimpahan mutlak.coral. Kimmel (1985). cryptic species/samar dan ikan pelagis yang memerlukan pencarian yang intensif di terumbu karang Panjang estimasi dapat dibantu dengan menggunakan (two laser beams) dua sinar laser (bila ada dalam anggaran Anda). (2003).noaa. MBRS SMP: www.html Juga lihat Jones dan Thompson (1978). Keterbatasan: Dibatasi oleh usaha dan kemampuan identifikasi penyelam Menyelam disetiap titik sampling dan dapat mencakup berbagai kedalaman dan habitat tergantung pada topgrafi area. AGRRA: www. Almada-Villela et al. 2003). 4 laser pointer diposisikan 10 cm terpisah dan proyek titik keluar laser merah( Colin et al.org/. 10 . Relawan berkonsentrasi pada tempat menyelam populer dan tidak secara acak terdistribusi di antara habitat. tidak ada kontrol sebagai berikut: Meliputi wilayah Spasial per sampel (susah untuk membandingkan kelimpahan diantara survei) Jumlah mikro-habitat tertutup per sampel Site seleksi Waktu sampling Pelatihan dan keterampilan penyelam sangat bervariasi antara pemula dan ahli.mbrs.aoml.reef.ccdc.

. Ukuran estimasi dapat ditambahkan ke metode ini jika diinginkan. Pengamat harus berenang dengan kecepatan konstan dan berhati-hati untuk tidak menghitung ikan yang sama atau kelompok ikan dua kali karena mereka dapat pindah di sepanjang transek tersebut. Personil lapangan untuk semua survei sabuk/belt transect: . analisis.Roll meter ukurun (5 x 50 m) . sangat sulit untuk mendapatkan sebuah metode sampling yang seragam di sepanjang transek. English et al. interpretasi dan pelaporan. Kehati-hatian juga harus dilakukan untuk menghabiskan waktu yang sama setiap mengamati bagian dari transek tersebut.Visibility bawah air Peralatan yang diperlukan: . Reef Check program’s MAQTRAC method. 11 Contoh 1: AIMS LTMP metode (Monitoring penelitian) Deskripsi Metode: Tujuannya adalah untuk segera memperkirakan kelimpahan ikan di daerah tertentu (transek sabuk). Personel di kantor: entri data. . Fish Belt Transect Instansi yang menggunakan metode ini: Australian Institute of Marine Science Long-term Monitoring Program of the Great Barrier Reef. fish recruitment method. Saat ikan bergerak.1 timer / pengemudi perahu. Reef Check.3. English et al. Large fish belt transect method. Global Coral Reef Monitoring Network.Status lautnya . Informasi yang diperoleh: Kelimpahan populasi ikan target Parameter Fisik: .Tutupan awan diukur dengan menggunakan skala Beaufort .1 pengamat dan 1 pemasang roll meter.kekuatan angin . IUCN CCCR Resilience Fish Survey Method WCS Indonesian Marine Program Deskripsi Metode: Metode ini bertujuan untuk menghitung (mengukur) kelimpahan dan komposisi komunitas ikan di transek.

kelimpahan.. Pelatihan yang dibutuhkan: -Identifikasi ikan dan estimasi kelimpahan serta pengetahuan yang terperinci dari kebiasaan dan habitat ikan yang berbeda. karakteristik karang Karibia. Beberapa ikan tertarik terhadap penyelam. Transek tidak cocok untuk sampling kecil. terlebih dulu mencatat ikan yg lebih mobile.00 di musim panas Pertama awan. misalnya beberapa mikrohabitat karang dan kawasan yang rusak atau karang dengan tipe habitat yang berbeda dan heterogenitas habitat (patchiness). 12 . regulasi pemerintah atau campur tangan sengaja dari penyelam lainnya. diikuti oleh lebih kecil / spesies lebih cryptic /samar Hanya ikan dalam kelas umur + 1 tahun dihitung karena variabilitas temporal dalam kelas umur +0 m Keuntungan: Meletakkan roll meter ikan di belakang untuk mengurangi gangguan ikan. Ikan mobile harus dihitung terlebih dulu. Transek mustahil untuk digunakan pada beberapa terumbu karang karena bentuk dan kondisi habitat yang kompleks.30 di musim dingin dan antara 08.Meteran untuk mengkalibrasi perkiraan lebar sabuk. Berenang ditransek dua kali. Transek ini ditetapkan antara 6 dan 9 m di lereng terumbu Visibilitas horizontal air dicatat dalam data entry Pengamat berenang di atas roll meter dan menggunakan stakes permanen yang diposisikan setiap 10m untuk memandu arah mereka. Prosedur Umum: Survei ini dilakukan antara jam 09. pelatihan ukuran estimasi jika diperlukan. angin dan status laut dicatat (lihat informasi yang diperoleh di atas). Bohnsack dan Bohnsack (1986) merancang 'metode visual diam/Fish Stationery Plot Survey' untuk memecahkan masalah dalam metode transek sabuk. daerah terlarang. frekuensi kejadian dan biomassa pada saat yang sama. ikan yang lebih besar pada sabuk 5 m.00 dan 16. Hal ini dapat membiaskan hasil. Keterbatasan: Pengamat tidak dapat mengumpulkan data yang memadai pada komposisi jenis.30 dan 17. tim kembali berenang sepanjang transek menghitung ikan yg seddikit bergerak (misalnya famili Pomacentridae) dalam luasan sapuan sabuk 1 Pengamat harus melihat ke depan untuk stekes permanent berikutnya dan menghitung ikan dengan menghabiskan jumlah waktu yang sama pada setiap bagian transek untuk setiap kelompok ikan target. ada juga yang menolaknya. Survei dilakukan sepanjang 5 transek permanen x 50 m digunakan untuk LTMP AIMS.

sehingga meningkatkan kemampuan pengamat untuk mencatat ikan terus-menerus.1024 1025 . Meteran untuk mengkalibrasi perkiraan lebar sabuk.4096 4097 .256 257 .16384 Peralatan yang diperlukan: Roll meter ukuran (5 x 50 m). tetapi untuk pengamat yg kurang berpengalaman atau untuk kepastian jumlah ikan yang melimpah. method (Management and research monitoring) Deskripsi Metode: Tujuannya adalah mengestimasi kelimpahan dan ukuran ikan secara bersamaan di daerah tertentu. . List spesies yang dominan untuk disertai dalam pencatatan transek sabuk.Contoh 2: Global Coral Reef Monitoring Network. kategori kelimpahan harus digunakan. Sensus visual ikan pada transek sabuk menyediakan estimasi jumlah kelimpahan dan ukuran individu ikan untuk menentukan stok dan struktur ukuran populasi spesies spesifik. Kategori Kelimpahan yang digunakan untuk menghitung ikan. Pengamat berpengalaman dapat mengestimasi jumlah yang sebenarnya. Log 4 Kelimpahan Kategori Jumlah ikan 13 Log4 Kategori Kelimpahan 1 2 3 4 5 6 7 8 Jumlah Ikan 1 2-4 5 .64 65 . Ini memberikan data dasar untuk zonasi.16 17 . Ini mengurangi waktu yang diperlukan untuk menulis nama-nama spesies pada lembar data. Inggris et al. pengelolaan dan monitoring. Informasi yang diperoleh: Meyelam dengan hati-hati dilakukan untuk mendeteksi perbedaan kumpulan ikan karang di lokasi yang berbeda menggunakan kategori kelimpahan. Model Ikan untuk berlatih estimasi panjang ikan ( Inggris et al 1997). Prosedur Umum: Menyelam dengan hati-hati Dilakukan selama siang hari.

Scaridae. Labridae.Perkiraan kuantitatif kelimpahan ikan sepanjang garis 50 m yang sama diguna kan untuk intercept transek garis / LIT . Mullidae dan spesies lain yang 'visualnya jelas'. misalnya Pomacentridae. Haemulidae Balistidae . Kelompok dari spesies yang sesuai untuk penilaian terumbu karang harus digunakan untuk: . mobilitas kelompok ikan yang lebih besar dilakukan pada sapuan pertama dan ikan teritorial yang lebih kecil dilakukan pada sapuan kedua atau tugas tersebut dapat dibagi diantara penyelam. non-destruktif dan murah Minim personel dan peralatan khusus yang diperlukan Informasi yang diperoleh berguna bagi manajemen dan stok assessment 14 . Acanthuridae.berasosiasi dengan terumbu karang. dengan mengorbankan estimasi yang hilang dari kelimpahan ikan lainnya.Estimasi Semi-kuantitatif kelimpahan relatif dari spesies lain yang termasuk kategori mayor trofik (planktivores. mencatat ikan yang dijumpai dalam transek sabuk lebar 5 m dan 5 m di atas terowongan transek tersebut Hitung jumlah spesies target yang sebenarnya terlihat dalam transek dan estimasi ukuran (dalam cm) dari masing-masing ikan tersebut Jangan kompromi untuk mendapatkan gambaran yang baik dari masyarakat dengan berusaha menghitung semua individu dari taksa tertentu.Perkiraan kuantitatif struktur kelimpahan dan ukuran spesies yang menjadi 'target' nelayan.Nampak secara visual dan dominan. grazers ganggang. Caesionidae. Keuntungan: Visual sensus ikan adalah salah satu metode sampling yang paling umum digunakan kuantitatif dan kualitatif Cepat.Mudah diidentifikasi di bawah air.Spesies yang dimasukkan harus dipilih dengan menggunakan kriteria sebagai berikut: . . Siganidae. kami merekomendasikan tugas dipisahkan. Lethrinidae. . tanpa perilaku samar/cryptic. misalnya Chaetodontidae. Hal ini dapat dilakukan dalam 2 atau lebih sapuan. Satu penyelam melakukan sensus dalam area transek sedangkan penyelam satunya lagi menyelam di belakang pengamat dan membuat observasi umum lingkungan karang dan kumpulan ikan Di daerah dimana keanekaragaman dan kelimpahan ikan yang tinggi. dan feeders karang). Belt transek Dilakukan selama siang hari di sepanjang 3 transek sama dengan LIT tetapi transek sensus ikan harus 50 m panjangnya dan di 2 kedalaman (3-5 m dan 8-10 m) Tunggu selama 5 sampai 15 menit setelah meletakkan roll meter sebelum menghitung untuk memungkinkan ikan untuk melanjutkan perilaku normalnya Berenang perlahan-lahan di sepanjang transek. misalnya Serranidae. Lutjanidae. Acanthuridae. Siganidae.

english @ aims.gov. s. Pelatihan yang dibutuhkan: -Identifikasi ikan. Ini harus diulang setiap 6 bulan. Ada kekuatan statistik yang rendah untuk mendeteksi perubahan spesies langka. CP: Sue Inggris. (1997) 15 . Penggunaan kategori kelimpahan mengurangi kekuatan untuk mendeteksi perubahan kecil dari ukuran ikan. atau menjauh dari penyelam Kesalahan Observer dan bias terjadi dalam memperkirakan jumlah dan ukuran.Keterbatasan: Pengamat harus sangat terlatih Ada 2 kemungkinan ikan mungkin tertarik terhadap penyelam. (1997) untuk rincian tentang pelatihan untuk memperkirakan panjang ikan. Lihat Inggris et al. penghitungan dan estimasi panjang.au Referensi: Inggris et al.

Pelatihan dapat dilakukan dalam satu hari.Replikasi lebih banyak dan survei lebih sering diperlukan untuk memperoleh indikasi yang lebih baik terhadap kelimpahan local ikan serta perubahannya.reefcheck.Identifikasi spesies target (untuk tingkat family dan spesies bagi spesies yang paling umum). 2-6 m dan 612 m Tunggu selama 15 menit Transek panjang 20 m dengan lebar 5 m dan 5 m tinggi. CP: rcheck@ucla. Peningkatan replikasi menyebabkan kenaikan biaya. Pengamat berenang perlahan di sepanjang garis transek dan berhenti setiap 5 m untuk menghitung spesies target. Metode Reef Check (Community Monitoring) Deskripsi Metode: Metode ini dirancang untuk digunakan oleh penyelam relawan atau snorkellers.Pipa PVC untuk memperkirakan lebar sabuk (opsional). Pengamat kemudian menunggu selama 1-3 menit sebelum melanjutkan ke titik perhentian berikutnya. Pelatihan yang dibutuhkan: . Peralatan yang diperlukan: .org Reference: www.Satu survei penuh.org 16 . sehingga biaya lebih murah .dapat digunakan oleh pekerja non-profesional. Survei ditingkatkan dalam ruang dan waktu yang diperlukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih tepat tentang kelimpahan dan perubahan dari waktu ke waktu pada skala site. Satu transek lengkap terdiri dari 4 segmen replikasi 20 m untuk panjang total survei 80 m. cukup untuk mendapatkan gambaran tentang kelimpahan ikan target bila dibandingkan pada skala regional atau global. Data yang diperoleh: Kelimpahan ikan target utama. Prosedur Umum: Bentangkan rollmeter transek 100 m di masing-masing 2 kedalaman.Contoh 3. Proses ini diulang 3 kali sampai 20 meter transek telah selesai disurvei. Keuntungan: .Roll meter (100 m) . Keterbatasan: .

tetapi panjang transek diukur dengan waktu berenang bukan roll meter transek 17 . perkiraan kelimpahan harus dibuat dengan membuat kuadrat imajiner ke schooling dengan membagi sepertiga atau seperempat dari ukuran schooling dan memperkirakan kelimpahan ikan di dalam sepertiga atau seperempat bagian tersebut. Peralatan yang diperlukan: Roll meter (100 m).Contoh 4. jika individu-individu dari kelas ukuran dalam kelompok ikan antara 1-50 individu. Time Swim Time swim dapat dilakukan di luar transek 100m (yang juga digunakan untuk Reef Check PIT dan transek sabuk MAQTRAC invertebrata) daripada meletakkan roll meter ulang . hitung setiap ikan dalam ukuran kelas. Ketika ada schooling besar ikan. Program Reef Check metode MAQTRAC (Research Monitoring) Deskripsi Metode: Metode ini dirancang untuk menentukan dampak perdagangan akuarium terhadap populasi ikan. sangat penting untuk memperkirakan jarak dan mencatat waktu secara akurat. Hal ini biasanya berarti bahwa minimal 5 dan terbanyak 15 transek akan dibutuhkan untuk mencapai ukuran sampel yang cukup untuk sebagian besar spesies. Apabila time swim adalah satu-satunya cara mendapatkan data kelimpahan.Untuk mencatat kelimpahan. Survei ini sepanjang jalan 5 m sabuk yang sama. ukuran area sampling dan heterogenitas spasial area sampling. Kedalaman survey bervariasi tergantung di mana ikan target yang dicatat . -Lihat Reef Check metode transek sabuk di samping. Prosedur Umum: Jumlah transek yang diperlukan tergantung pada kepadatan ikan di daerah tersebut. Tujuannya adalah untuk mendapatkan ukuran sampel yang cukup spesies ikan indikator yang dapat dibandingkan secara statistik dan membedakan antara pengumpulan ikan dan site kontrol. Data yang diperoleh: Tingkat kelimpahan jenis dan ukuran informasi. Masukan perkiraan panjang kedalam selang kelas . Time swim harus dilakukan sebagai teknik survei utama ketika spesies ikan tidak cukup melimpah di survei transek sabuk atau di habitat yang tidak memungkinkan untuk transek sabuk.

18 . CP: rcheck@ucla. Ini merupakan langkah penting karena pengukuran densitas/kepadatan dapat diperoleh dari waktu sampel dan kecepatan berenang.reefcheck. Lihat Russ dan Choat (1988) untuk rincian tentang rancangan percobaan dan analisis data perikanan. Perhitungan semua individu dari spesies ikan target dan ukuran dengan cara yang sama seperti pada survei transek.org Referensi: www. waktu harus dihentikan dan kemudian dijalankan lagi ketika berenang dilanjutkan kembali. Oleh karena itu dapat digunakan untuk mendeteksi dampak perdagangan akuarium pada populasi ikan Metode ini dirancang sebagai versi yang lebih rinci dari reef chek monitoring dilakukan masyarakat. Pelatihan yang dibutuhkan: Penyelam yang sudah terlatih untuk tingkat identifikasi spesies dan estimasi ukuran ikan. Memakan banyak waktu dan mahal jika banyak ulangan diperlukan. namun banyak spesies sangat kecil dimana kebutuhan untuk menentukan metode ukuran sampel optimum. oleh karena itu data dapat dibandingkan dengan data masyarakat.org Metode ikan lainnya dengan mudah dapat diubah untuk ikan akuarium. Keuntungan: Metode yang secara statistik cukup kuat jika ada ulangan yang cukup. m Harus memiliki pengetahuan yang terperinci dari habitat ikan untuk melakukan pencarian tepat. Keterbatasan: Sulit untuk menentukan apakah dampak yang cukup signifikan secara statistik juga signifikan secara ekologis.Catatan awal dan waktu berhenti (ini sangat penting) Pertahankan kecepatan berenang secara konstan Ketika berhenti digunakan untuk menghitung sebuah schooling besar atau untuk melihat ke dalam celah-celah karang.

atau bersembunyi di gua-gua atau di bawah karang. misalnya ikan kerapu dan napoleon. dimensi transek yang tepat adalah 400 x 20 m. 19 Yang termasuk kedalam metode ini antara lain: Teknik Long-swim untuk ikan besar dan ikan karang yang mobile Berenang selama 20 menit dengan kecepatan standar pada kedalaman 5 m konstan di sepanjang terumbu karang (reef crest). Untuk ikan yang lebih kecil. Salah satu contoh Metode ini adalah: Long Swim Method (IUCN CCCR Resilience Fish Survey Method) Deskripsi Metode: Metode ini digunakan untuk ikan-ikan ukuran besar (> 35 cm TL) dimana untuk mengetahui functional grup ikan. Peralatan yang diperlukan: Tidak ada peralatan khusus. kecepatan berenang yang konsatan diperlukan untuk sensus visual. Informasi yang didapat: Kelimpahan ikan target ukuran besar Kelimpahan functional group ikan ukuran besar Peralatan yang dibutuhkan: alat Scuba . Kerapu cenderung memiliki perilaku cryptic/samar dan tinggal dekat dengan bagian dasar. lebar transek diperkecil menjadi 5 m di kedua sisii. Catat jumlah dan ukuran dari semua individu spesies target besar yang diamati dalam area 10 m di kedua sisi pengamat. Metode transek sabuk ikan besar Deskripsi Metode: Observer memperkirakan kelimpahan ikan besar sepanjang transek sabuk. Data yang diperoleh: Kelimpahan spesies target perkiraan. Prosedur Umum: Kedua survei ini termasuk time swim. Akan sangat membantu untuk memperkirakan jarak pengamat mengcover area pada saat survei sehingga perkiraan densitas dapat dihitung dan dibandingkan dari waktu ke waktu dan antara site. Untuk jenis ikan besar yang bergera. Untuk memastikan ini tidak terlewat.Contoh 5.

org CORDIO East Africa (Coastal Oceans Research and Development – Indian Ocean Web: www.Alat tulis bawah air Jam anti air Prosedur umum: Menyelam hingga kedalaman 10 m Berenang sejajar kedalaman selama 20 menit atau sekitar 400 m Catat ikan dengan lebar 20 m (10 meter tiap sisi dikiri dan kanan) Catat ikan ukuran besar (>35 cm) Jika menemukan ikan schooling kategorikan kedalam ukuran kelas Keuntungan: Cepat dan mudah karena list ikan sudah dibuat dari darat Keterbatasan: Jika arus kuat.org . marine@iucn. ggrimsditch@iucnus. . David Obura.org Gabriel Grimsditch. Web: www.iucn. sapuan berenang yang didapat menjadi pendek Dalam kondisi tertentu (Kontur karang) menyebabkan disorientasi arah Pelatihan yang dibutuhkan: Identifikasi ikan besar beserta estimasi panjangnya Referensi: IUCN – The International Union for the Conservation of Nature – Global Marine Program.org 20 Survey kerapu Berenang dengan kecepatan 6 meter per menit selama 30 menit. Keterbatasan: Pengamat dapat dilatih untuk berenang dengan kecepatan konstan tetapi sulit dalam keadaan berarus . hitung dan estimasi ukuran semua individu dalam sabuk 5 m. Cek substrat secara seksama. dobura@cordioea.cordioea. Seorang pengamat kedua harus mengikuti di belakang dan mencatat jumlah dan ukuran ikan kerapu yang lebih besar yang bergerak dalam jarak 10 m kedua sisi.org/marine.

Gangguan ikan oleh penyelam diminimalkan karena tidak ada rollmeter yang digunakan sebelum menghitung. Ini digunakan untuk memprediksi masa depan kelimpahan populasi ikan dewasa serta memberikan gambaran temporal perubahan dalam rekrutmen. kecepatan berenang yang lambat dengan intensitas pencarianyang meningkat dalam sabuk 5 m menghasilkan jumlah yang lebih tinggi daripada metode lain untuk ikan kerapu yang criptic/lebih samar. Ini memberikan informasi mengenai komposisi rekrut baru.au Referensi: Samoilys (1997).Keuntungan: Long-swim memungkinkan tutupan daerah yang lebih luas dalam waktu terbatas dibandingkan dengan transek kecil. Contoh 6. Rachael. howard.choat @ jcu. Teknik ini lebih cocok untuk ikan yang sensitif terhadap penyelam . Transek yang lebih lebar untuk spesies mencolok berguna untuk menghitung ikan yang lebih besar yang tidak memungkinkan didekati menggunakan rollmeter. . 21 CP: Rachael Pir. Hill and Wilkinson (2004).edu. Pelatihan yang dibutuhkan: Identifikasi ikan kerapu. Long-swim metode memerlukan peralatan yang sederhana dan menyediakan data yang berguna berguna di samping metode survei visual yang lebih baik. Personil Lapangan: 1 pengemudi perahu / pengamat permukaan. Peralatan yang diperlukan: 50 m panjang roll meter. Fish recruitment method (management and research monitoring) Deskripsi Metode: berenang sepanjang transek sabuk yang sempit dan menghitung rekrut ikan yang baru datang menetap. dan distribusi serta kelimpahan stok ikan karang (spesies dengan juvenile yang mencolok).edu. 1 meter ukuran untuk panjang referensi. Berenang dengan kecepatan konstan.au atau Howard Choat. (2003). Wilkinson et al.pears @ jcu.

gov. Personel di kantor: Entri data.au Referensi: Inggris et al. interpretasi dan pelaporan. Tunggu 5-15 menit sebelum memulai penghitungan untuk memungkinkan ikan untuk perilaku normal kembali Berenang perlahan-lahan di sepanjang transek dan catat ikan dengan lebar 1 m kedua sisi dari garis transek Menghitung rekrutmen dengan pencarian habitat yang seksama sepanjang transek tersebut. dianjurkan bahwa hal itu dilakukan sepanjang 50 m. Visual sensus rekrut ikan terbatas pada spesies juvenile yang menetap Tidak berguna untuk spesies pelagis.2 pengamat (penyelam). Keuntungan: Cepat dan non-destruktif Sederhana dan murah Minim jumlah personel dan peralatan. 22 . s. CP: Sue Inggris. m Setidaknya 1 dari penyelam harus mampu mengidentifikasi ikan di daerah rekrut dan terbiasa dengan batas ukuran yang membedakan rekrut ikan dari ukuran kelas lain. Letakkan transek dalam garis lurus Jika LIT digunakan di site-site rekrutmen. Catat schooling species ikan di depan penyelam Transek tidak harus dipecah menjadi unit yang lebih kecil karena banyak spesies langka yang jarang Pelatihan yang dibutuhkan: Pelatihan dan pengalaman yang terperinci Keterbatasan: Membutuhkan pengamat yang terlatih dan berpengalaman. analisis.english @ aims. (1997). namun transek ikan harus diselesaikan terlebih dahulu. Prosedur Umum: 3 x 50 m panjang transek harus diletakkan secara acak pada kedalaman antara 6-9 m di daerah lereng karang Transek tidak boleh tumpang tindih dan harus dipisahkan dengan jarak 10-20 m.

analisis. Florida Keys National Marine Sanctuary Coral Reef Monitoring Program (FKNMS CRMP). Fish Stationery Plot Survey / Survey Ikan secara Diam Instansi yang menggunakan metode ini: Atlantic and Gulf Reef Rapid Assessment (AGRRA). Informasi yang diperoleh: Keanekaragaman jenis dan ukuran struktur komunitas. yang lain adalah buddy 1 pengemudi perahu / pengamat permukaan. 23 Personil Lapangan: 2 pengamat (1 harus sudah terlatih dengan metode . Metode ini dirancang untuk memperkirakan struktur komunitas ikan dan digunakan untuk melakukan penilaian stok ikan di Amerika Serikat bersama dengan data perikanan tradisional. Personel di Kantor: entri data.4. Prosedur Umum: Satu pengamat menghitung jumlah ikan secara visual dalam sebuah tabung imajiner dengan radius/jari-jari 7. IUCN CCCR Resilience Fish Survey Method Deskripsi Metode: Ikan berada dalam sebuah tabung imajiner yang dihitung oleh penyelam yang mengamati dari luar daerah. interpretasi dan pelaporan.5 m selama 5 menit Estimasi dan catat panjang untuk setiap ikan yang dihitung Keuntungan: Kunci kelebihan dibandingkan dengan metode transek meliputi: Sangat mudah digunakan dan dapat mencatat ukuran sampel yang besar Minim peralatan yang dibutuhkan Minimum '' kesalahan’ atau eror Tidak ada waktu yang terbuang dalam memasang rollmeter Efesiensi waktu dibawah air (karena konsumsi udara minimum) Menyediakan penggabungan spasial jika terdapat beberapa tipe habitat yang di cover . Peralatan yang diperlukan: Tidak ada peralatan khusus.

24 . Namun. metode ini memberikan data yang konsisten dan dapat diandalkan dalam berbagai kondisi visibilitas yang biasanya ditemukan pada terumbu karang. Data-data ini pada semua komunitas parameter utama dapat dikumpulkan dengan praktis melalui metode ini.Masalah tingkah laku dan ketertarikan ikan terhadap penyelam dapat diminimalkan dibandingkan dengan dengan berenang karena cenderung untuk membiasakan penyelam diam dan bertindak lebih normal. kelimpahan. Jika kelimpahan mutlak diperlukan.5 m.presisi yang dicapai sangat tergantung pada keterampilan penyelam untuk memperkirakan jari-jari 7. frekuensi kejadian dan panjang individu untuk semua jenis ikan yang terdeteksi secara visual. namun ketepatan dari metode ini adalah kemampuan pengamat untuk memperkirakan diameter tabung. dan di bawah visibilitas rendah meskipun faktor-faktor koreksi dapat diterapkan untuk mengoreksi visibilitas rendah. Metode pengumpulan data ini telah diuji secara luas dan tidak berubah selama 25 tahun terakhir. Indeks kelimpahan (kerapatan per sampel) dapat diperoleh dari data dan cocok untuk perbandingan yang relatif. Teknik ini sangat berguna untuk terumbu karang yang patch/mengelompok dan terumbu buatan. ikan yang tersembunyi dan sangat rahasia ikan dan tidak efisien untuk studi tentang beberapa spesies atau genus Tidak bekerja dengan baik dalam kondisi gelombang tinggi. Bias melalui metode matrac dapat tereliminasi Ukuran data maksimum lebih sensitif untuk perikanan dan efek mortalitas ikan dewasa sedangkan ukuran minimum lebih sensitif terhadap efek rekrutmen Data dikumpulkan secara bersamaan dengan komposisi jenis. arus kuat. Keterbatasan: Metode ini tidak cocok untuk celah karang dimana ikan tinggal. secara empiris diperoleh faktor koreksi habitat khusus yang perlu ditentukan dan diterapkan. Ini bukan masalah bagi kebanyakan studi yang hanya perlu untuk menunjukkan perubahan relatifatau perbedaan.

Replikasi disediakan oleh buddy penyelam yang memiliki metode sampling yang sama. Keutamaan dari presisi perbaikan dicapai dengan tidak lebih dari sampling site individu tetapi upaya mendistribusikan sampel atas site lebih. Auto korelasi pasangan buddy (yang sering melihat ikan yang sama) bisa dikurangi dan perbedaan individu dapat dikurangi dengan mengkombinasikan data dari buddy selam.coral. Statistik perbaikan ini dijelaskan secara rinci di Ault et al.gov / articlesandpublications. Ault et al.gov/research_monitoring/ Publikasi dikutip di atas dapat dilihat dan download di: www. (2002). estimasi ukuran dan estimasi panjang tabung imajiner.noaa. Distribusi ukuran populasi dapat dihasilkan dengan menggunakan mean.noaa. (2001). Obura dan Grimsdtich (2008) dan Hill dan Wilkinson (2008) 25 Skema metode Fish Sationery Plot Survey .miami. agrra@rsmas. (1999).edu atau Phil Kramer.noaa. dan minimum ukuran seperti yang dijelaskan oleh Meester et al.sefsc. rginsburg@rsmas. Juga lihat Kimmel (1985).miami.nos. Pelatihan yang dibutuhkan: Identifikasi Ikan. penghitungan.aoml.gov/agra/ FKNMS CRMP: http://www. maksimum.fknms.jsp. Bohnsack dan Bannerot (1986). CP: Robert Ginsburg.edu Referensi: AGRRA www.Perbaikan metode sensus visual diam/Plot Statinery Perbaikan signifikan dalam perkiraan dari koefisien variasi (perkiraan presisi) telah dicapai dengan menggunakan dua tahap stratifikasi acak untuk memilih 200 x 200 m sampling site.

Fish Rapid Visual Census Digunakan untuk menentukan keragaman spesies. 10 menit interval pencarian memungkinkan penyelam untuk memperoleh perkiraan kelimpahan relatif dari masing-masing spesies selain ada atau tidak adanya data yang berasal dari daftar spesies. zona terumbu) untuk menentukan jenis kekayaan Spesies hanya dicatat satu kali ketika saat pertama terlihat pada Interval 10 menit waktu. spesies yang lebih umum kemungkinan dapat semakin cepat pengamat menghadapi itu. analisis. Prosedur Umum: Pengamat berenang di sekitar terumbu secara acak untuk menemukan dan mencatat sebanyak mungkin spesies ikan Penyelam harus terbatas pada habitat yang spesifik (kedalaman. Berguna untuk menentukan spesies yang akan disertakan dalam monitoring jangka panjang. Oleh karena itu. dan seterusnya sehingga interval kelima skor ikan 1. Bagaimana Anda menganalisis dan menginterpretasikan data? Nilai Spesies menunjukkan kelimpahan relatif dari spesies yang berbeda dari satu sama lain. List Spesies yang didapat memberikan estimasi keragaman spesies di suatu daerah. Personil Lapangan: 1 pengamat dan 1 buddy 1 pengemudi perahu / pengamat permukaan Personel di Kantor: Entri data. dengan total 10 menit interval 5 menit. Deskripsi Metode: Pengamat melakukan survei ini pada kecepatan konstan untuk waktu yang tetap. Metode ini berguna untuk memperkirakan kelimpahan relatif dan didasarkan pada asumsi bahwa kemungkinan menghadapi suatu spesies meningkat kelimpahannya. Skor Spesies yang dijumlahkan untuk menunjukkan frekuensi kejadian Ulangi jumlah tersebut 8 kali per site 26 . Informasi yang diperoleh: Keanekaragaman jenis dan kelimpahan relatif disajikan dalam frekuensi kejadian.dan bukan mengukur daerah dengan rollmeter transek.5. interpretasi dan pelaporan. pada interval kedua 4. Asumsinya adalah bahwa spesies terjadi dalam interval waktu awal yang paling melimpah di komunitas Ikan tyang ditemukan diinterval 10 menit pertama menerima nilai 5.

hal ini akan mempengaruhi kualitas data dari panjang transek yang dipilih dapat diimplementasikan pada daerah patch reef dimana interval waktu berhenti penyelam berenang di antara area terumbu karang. Pelatihan yang dibutuhkan: Identifikasi level Spesies dan pengetahuan yang terperinci dari kebiasaan dan habitat ikan yang berbeda. Seperti semua metode sensus ikan. keanekaragaman jenis yang diperkirakan sebagai spesies samar/cryptic mungkin banyak yang diabaikan. sementara banyak di daerah patchreef kita sudah underestimate /di bawah perkiraan tapi ikannya berlimpah. Keterbatasan: Data tidak dapat secara langsung dibandingkan dengan tutupan karang atau data makro-invertebrata sebagai daerah berbeda yang diteliti. 27 Metode yang ini menekankan pentingnya luas yang discover meskipun kadang sepeciesnya jarang (umumnya untuk ikan di terumbu karang). . Kimmel (1985). Referensi: Jones dan Thompson (1978).Keuntungan: Sederhana dengan peralatan yang minim Menghindari metode transek yang memakan waktu Berguna untuk survei awal keanekaragaman jenis. dan untuk memilih spesies yang akan diikutsertakan dalam monitoring jangka panjang sesuai dengan kelimpahan mereka.

Amati perilaku ikan selama 10 menit. Persentase tutupan komunitas bentik juga harus ditentukan. penyelam berenang sepanjang transek untuk mencatat sepasang ikan kupu-kupu. Perilaku berpindah (diharapkan meningkat karena makanan menjadi terbatas) Diimplementasikan setelah survei kelimpahan. Peralatan yang diperlukan: Rollmeter panjang 30 m Alat tulis bawah air dengan penggaris dengan panjang 20 cm. Prosedur Umum: Wajib dilaksanakan minimal pada 2 studi site di mana satu site adalah kontrol (tanpa gangguan antropogenik ) Level dasar estimasi kelimpahan ikan. level lanjutan untuk mengukur tingkah laku ikan dan ukuran area teritorialnya(tergantung sumber daya). Persentase tutupan komunitas bentik Kami merekomendasikan menggunakan metode transek titik (Point Intersept Transect) sebagai cara termudah ). Batas wilayah mereka ditandai (ujung terjauh di mana mereka bergerak). Butterfly Fish Method (Metode Survey Ikan Kepe-kepe) Instansi yang menggunakan metode ini: Metode ini digunakan oleh peneliti di Hawaii. Berenang perlahan dengan kecepatan 6 m per menit sepanjang transek dan targetnya kelimpahan ikan kepe-kepe sepanjang transek sabuk selebar 10 meter. Deskripsi Metode: Metode ini dilakukan dengan cara mengobservasi ikan kepe-kepe dan perilaku makannya untuk menentukan kelimpahan makanan dan habitat ikan butterfl y per pasangan.6. Estimasi Kelimpahan Tempatkan sampai 4 x 30 m transek pada wilayah tutupan karang yang tinggi (tidak sembarangan). Catat setiap kali mengejar sepasang ikan targetdi wilayah yang berdekatan. 28 . Survei ini dilakukan selama 5 x 10 menit periode observasi. Konsep ini didasarkan pada asumsi bahwa ikan kepe2 yang memakan karang akan bergerak jauh dari daerah terumbu karang ketika kesehatan/kondisi karang memburuk. Tidak ada instansi yang menggunakan metode sebagai metode utama. Ulangi untuk pasangan yang sama selama 50 menit dari pengamatan.

ukur panjangnya dengan penggaris. sehingga ukuran pengamatan wilayah territorial ikan kepe-kepe dapat menunjukkan penurunan kondisi karang secara bertahap namun yang mungkin tidak secara signifikan dibandingkan survey langsung tutupan karang modifikasi desain di mana informasi lebih lanjut dapat ditambahkan jika sumber daya dan kapasitas penyelam memungkinkan. 29 . eyespot (tanda) di belakang atau ekor di karang saat mereka makan. Personil Lapangan: 2 pengamat. Ukuran wilayah territorial dihitung dengan menjumlahkan semua nilai pada lembar data. Ukur panjang wilayah territorial di diameter terpanjangnya (cross section). Personel di Kantor: Kalkulasi perilaku makan dan pengukuran luas wilayah teritorialnya Analisis data. Satu penyelam memegang di ujung dari pita.Observasi ini tidak perlu diimplementasikan selama satu kali penyelaman. Catat jumlah gigitan pada spesies tertentu karang. interpretasi dan pelaporan. Perilaku makan (untuk menentukan Makanan yang disukai) Amati perilaku makan selama periode 3 x 10 menit. tetapi berturut-turut penyelaman yang terus dilaksanakan sebatas persyaratan keselamatan penyelaman yang memungkinkan. Perkiraan ukuran ikan yang menjadi target dengan mencatat posisi mulut mereka. Mengukur daerah territorial ikan kepe2 (diharapkan meningkat karena keterbatasan makanan) Tandai batas wilayah territorial (lingkaran atau oval) dengan penanda(bisa dengan patahan karang mati). 1 perahu orang / pengamat permukaan. ketika mereka pindah. Keuntungan: Sederhana dan murah Dapat dilaksanakan oleh pemula yang tidak mendapat pelatihan teknis sebelumnya Sangat peka untuk mengetahui perubahan kondisi terumbu karang secara perlahan -lahan. Hitung jumlah gigitan per 10 menit untuk setiap jenis karang. penyelam kedua mengukur jarak wilayah teritorialnya terus dilakukan berulang untuk daerah lainnya. ikan kepe2 pemakan polip karang akan memperbesar wilayah makannya jika kepadatan karang menurun untuk mencukupi kebutuhan makannya.

Referensi: Crosby dan Reese (1996). 30 . Pelatihan yang dibutuhkan: Tidak pelatihan ilmiah formal yang diperlukan tetapi 1 atau 2 ikan coralivores kunci harus diketahui per lokasi geografis.Keterbatasan: Lebih mudah untuk mengukur tutupan karang secara langsung yaitu dengan melakukan intercept transek titik(Point Intersept Transect/PIT).

Kehadiran folikel pasca-ovulasi pada ovarium dari sekumpulan betina. Untuk informasi pemijahan. Prosedur Umum: Ada kebutuhan untuk mendefinisikannya sebagai berikut: 1. 1 pengemudi perahu / pengamat permukaan . dan iii. Peralatan yang diperlukan: Meteran/penggaris untuk memperkirakan ukuran. Data Gonad somatik indeks (GSI). Perilaku atau perubahan pola warna yang diketahui hanya berhubungan dengan pemijahan. Data yang diperoleh: kepadatan pemijahan Size populasi pemijahan dan struktur komposisi jenis kelamin Pola Temporal saat aktivitas pemijahan dan daerahnya Jumlah ikan di lokasi pemijahan. termasuk: i. tanda-tanda tidak langsung mencakup: i. Personel di kantor: Entri data. musim pemijahan dan ukuran site pemijahan dan melakukan sensus visual bawah air untuk memperkirakan kelimpahan pemijahan ikan dewasa. Fish Spawning Aggregations Method (Metode Agregasi Pemijahan Ikan) Instansi yang menggunakan metode ini: Society for Conservation of Reef Fish Aggregations (SCRFA) Deskripsi Metode: Metode ini melibatkan penentuan lokasi. 31 Personil Lapangan: 2 pengamat (penyelam). Betina dengan telur terhidrasi. interpretasi dan pelaporan. ii. analisis. Di mana agregasi? Sebuah agregasi/berkumpul diakui jika meningkat 3 kali lipat dari kepadatan pemijahan ikan. tanda-tanda langsung 'pemijahan' juga harus diidentifikasi. perut bengkak dan lainnya yang terbukti ada in- . Perlu tidaknya pengamatan pemijahan.7. dan ii.

Parameter yang diukur: Jumlah ikan per satuan luas Ukura Sex rasio Tingkah Laku Lokasi di peta (pemetaan). Remoute surfeilance teqhnique/ teknik pengawasan jarak jauh. Dimana agregasi berada? Nautical chart. jumlah stasiun direkomendasikan. survei skala luas dengan snorkeling atau manta-tow juga dapat berguna. dan wawancara dengan nelayan sangat membantu. Mengukur daerah agregasi . dan dari histologi gonad. pengamatan ikan bunting/bengkak di pasar. citra satelit. foto udara dan pengintaian udara yang berguna untuk menilai site potensial agregasi dan diketahui dari profil batimetri dan oseanografi untuk spesies. Underwater Visual Sensus untuk agregasi pemijahan Survei visual dengan cara melintasi site agregasi banyak direkomendasikan. Time swim tidak dianjurkan karena mereka tidak menyediakan data kuantitatif. video jarak jauh juga berguna untuk ikan yang takut terhadap manusia. Apa yang dikatahui dari waktu atau musim agregasi itu? Informasi ini diperoleh dari nelayan. Untuk spesies yang sulit dijumpai/mudah kabur .Tandai daerah batasnya saat melakukan survei dan kembali ke pengukuran ini nanti. Tanda disini bisa berupa batu dicat atau pemasangan buoy (hati-hati hal ini bisa memancing nelayan untuk menangkap didaerah SPAGs) . Ada 3 metode monitoring yang dapat digunakan: Underwater Sensus Visual atau Stationery Plot Survey Kumpulan data-data perikanan. m (2002). video transek dapat digunakan untuk memperkirakan kelimpahan secara akurat. Jika memungkinkan. Kumpulan perahu nelayan lokal disinkronkan dengan fase bulan adalah indikasi yang bermanfaat untuk mengetahui agregasi pemijahan. 32 . (2003).2. 3. Kriteria berikut ini akan menentukan metode berlakut: kedalaman site Kepadatan ikan Arus (ketika arus kuat atau bila ikan waspada terhadap penyelam di dekatnya). Colin et al. Stationery plots mungkin lebih tepat di sini untuk menghemat energi). Domeier et al.

karena estimasi ukuran panjang minimum dan maksimum adalah relatif.org/ The Nature Conservancy juga mengembangkan metode inil untuk pemantauan agregasi pemijahan kerapu di Indo Pasifik (Lihat www. nelayan dan stakeholders lainnya harus terlibat dalam program pelatihan Spags ini.Keuntungan: Metode Non-destruktif. Umumnya agregasi terjadi didaerah yang tutupan karang nya signifikan. Data ukuran harus ditafsirkan secara hati-hati. begitu juga Wildlife Conservation Society (WCS) di Pulau Weh.nature. Bias dari Observer untuk itu perlu pelatihan estimasi panjang ikan. hubungi the Society for Conservation of Reef Fish Aggregations (SCRFA).scrfa. (2002). perencanaan hati-hati sangat penting. (2003) for fisheries dependent data and remoute surveillance techniques. www. Colin et al. 33 . identifikasi spesies dan tingkah laku pemijahan. Aceh. Referensi: Lihat Domeier et al. Karena variasi lokasi pemijahan dan waktunya yang musiman selama agregasi itu. Sangat sulit untuk mendapatkan data ikan akurat dan valid setiap sehingga setiap interpretasi harus dilakukan dengan hati-hati. ikan yang tersembunyi di celah-celah atau di bawah karang akan menyebabkan nilainya lebih kcil dari angka yang sebenarnya. tidak mungkin untuk mengunjungi site pemijahan hanya sekali dan mengharapkan data survei yang baik. Jika memungkinkan. tetapi tidak selalu cocok untuk semua jenis ikan. Pengulangan analisis video adalah salah satu pilihan. metode survei yang disarankan di sini harus diambil sebagai panduan. Karena setiap site pemijahan yang berbeda. Menentukan seks hanya mungkin untuk spesies yang memiliki ukuran jelas atau perbedaan warna. Pelatihan yang dibutuhkan: Training untuk pemantauan agregasi. Keterbatasan: Site Monitoring lebih dari satu merlukan beberapa tim pengamat kalau agregasi terjadi pada waktu yang sama.org). dimana pemihjahan sering berlangsung secara bersamaan. gangguan perilaku ikan oleh penyelam merupakan faktor yang perlu dipertimbangkan. seringkali dengan berlimpahnya tempat persembunyian.

34 .

Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan .ACANTHURIDAE Surgeon fish. leter six Ciri-ciri: Panjang max 31 cm (TL). Ikan butana Acanthurus leucosternon Powderblue surgeonfish Nama Umum: Ikan butana biru.Badan berwarna biru. Ciri-ciri: Panjang max 38 cm (TL). juv sering terlihat sembunyi di celah karang Pocillopora. dorsal kuning. Habitat: Daerah karang yang jernih dan berarus. ekor kuning dengan strip hitam. Jepang-GBR Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: Pulau Weh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Paracanthurus hepatus Palette surgeonfish Nama Umum: ikan dori. Distribusi: Indo-Pasifik:Afrika timur– Samoa. Warna biru cerah dengan pola hitem seperti angka enam. Soliter atau kelompok kecil. Benthopelagic. Distribusi: Perairan terumbu karang tersebar dari Afrika hingga Papua New Guinea Tipe pemakan: Pemakan Alga 35 Lokasi foto: Pulau Weh. Sirip dada biru dengan ujungnya hitam dilingkari kuning. sekitar muka berwarna hitam dan sangat mudah dibedakan dengan jenis Paracanthus hepatus Habitat: Perairan terumbu karang dari kedalaman 45 m hingga dangkal 2-3 m. kuli pasir (sulawesi).

Acanthurus lineatus Lined surgeonfish Nama Umum: Butana kasur Ciri-ciri: Panjang max 38 cm (TL). 1/4 badan bawahnya berwarna abu-abu.Tuamoto. Digantikan Acanthurus sohal di Laut merah. garis hitam dari atas sampai bawah katup insang. Jepang –GBR dan New Caledonia.40 m Distribusi: berada di seluruh perairan terumbu karang di Indonesia Tipe pemakan: Pemakan alga Lokasi foto: : Kep. sirip pectoral berwarna kuning diujungnya Habitat: Biasanya hidup soliter/ sendiri. 3/4 badan atas terdiri dari garis kuning dan garis biru strip hitam. hidup di area laguna hingga terumbu karang dari 2 . benthopelagic. Kill dipangkal ekor tajam. Juv soliter dan di habitat rubble. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika timur-Hawai. Karimunjawa. Marquesan dan Kep. Dewasa umumnya schooling di daerah dangkal. Tipe pemakan: Bentik alga/ herbivorus kadang krustacea Lokasi foto: Pulau Weh. Membentuk kelompok pemijahan. Sirip perut oranye Habitat: Pejantan mengontrol daerah teritorial makan dan haremnya. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 36 Acanthurus pyropherus Mimic surgeonfish Nama Umum: Ciri-ciri: Berwarna kecoklatan. kuat dan beracun.

benthopelagic. juv berada di daerah pasang surut.2 cm Habitat: Daerah laguna dan karang . Perubahan metamorphosis dari post larva–juv pada ukuran 3. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika timur Kep. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . fitoplankton Lokasi foto: Pulau Weh. badan kuning krem dengan 6 garis vertikal dibadan. dewasa terdapat lingkaran biru di mata. Habitat: Daerah karang dan rubble di laguna dan pantai habits coral and rubble areas of deep lagoon and seaward reefs. spot hitam di belakang sirip dorsal dan anal.Tuamoto.Acanthurus triostegus Convict surgeonfish Nama Umum: Butana lorek Ciri-ciri: Panjang max 27 cm (TL). Dorsal dan anal coklat gelap. Pasifik timur : Teluk California-Panama Tipe pemakan: Zoobenthos. kadang mencari makan di daerah masukan air tawar dimana banyak alga. sirip ekor coklat dewasa dan juv berwarna kuning. Jepang –NSW dan New Caledonia) Tipe pemakan: fitoplankton dan detritus (dinoflagelata / Gambierdiscus toxicus ) Lokasi foto: Pulau Weh. Distribusi: Indo-Pasifik:Arabian peninsula. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 37 Ctenochaetus binotatus Twospot surgeonfish Nama Umum: Ciri-ciri: Panjang max 22 cm (TL). bentik alga.

Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 38 Ctenochaetus cyanocheilus Bluelipped bristletooth Nama Umum: Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL) badan coklat kekunngan dengan garis kebiruan di badan. ditemukan soliter hingga schooling dengan species lain.spot oranye di kepala. Tipe pemakan: Bentik alga / herbivora Lokasi foto: Pulau Weh. Indonesia-GBR dan New Caledonia. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Fitoplankton (diatom) dan Bentik alga (lapisan luar blue green alga yang membuat species ini kunci rantai makanan ciguatera) Lokasi foto: Pulau Weh. Range kedalaman 2-30 m. Terdapat lingkaran kuning di mata dan bibir berwarna biru. badan berwarna coklat kehitaman . Pangkal ekor terdapat kill tajam. Ogaswara. Habitat: Dareah kaya karang mulai dari laguna hingga lereng karang. Samoa-Kep. Filipina. berbatu yang flat di laguna dan karang hingga kedalaman 30 m. Marshal. Biasa ditemukan di kedalaman 7-15 m. Sirip pectoral kekuningan. Habitat: Daerah karang . sirip ekor dan perut coklat. Distribusi: Pasifik barat: Kep. rubble.Ctenochaetus striatus Striated surgeonfish Nama Umum: Ciri-ciri: Panjang max 26 cm (TL).

Habitat: Umumnya dijumpai di kolom perairan atau di perairan agak dalam mulai dari 4-50 m dan biasanya ditemukan sendiri. badan berwarna biru kecoklatan.Naso lituratus Orangespine unicornfish Nama Umum: Naso Ciri-ciri: Panjang max 46 cm (TL). memiliki garis biru di dekat mata. rubble dan berbatu di laguna dan pantai . Habitat: Daerah karang. sirip ekor berbentuk sabit dengan batas hitam. Sirip perut oranye. dorsal oranye dengan batas garis biru. badan coklat keabuan. Distribusi: Samudra Pasifik untuk Samudra Hindia sekarang diketahui sebagai species yang terpisah dengan nama Naso elegans. kuning dan hitam dari mulut hingga kepala. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 39 Naso vlamingii Bignose unicornfish Nama Umum: Naso Ciri-ciri: Bagian muka berwaran kecoklatan. panjang max 50 cm. Dewasa dalam soliter/kelompok kecil. pangkal ekor oranye dengan strip putih. Juv di daerah berbatu dangkal. Range kedalaman 0-90 m. Tipe pemakan: Alga (Sargassum dan Dictyota) dan zooplankton Lokasi foto: Pulau Weh. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Distribusi: tersebar di perairan area terumbu karang di Indonesia Tipe pemakan: Omnivore Lokasi foto: : TN Komodo. serta bagian ekor yang menjuntai.

40 .

sewaktu juvenile memilki warna kuning didekat ekor dengan spot hitam ditengahnya. ditemukan di area karang mulai dari kedalaman 2-20 m. Ikan capungan Apogon compressus Split-banded cardinalfish Nama Umum: Ikan capungan Ciri-ciri: Berwarana putih atau pink dengan 6 garisdi sisinya. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . panjang max 12 cm.nigrescens Lokasi foto: : Kep. merupakan ikan nocturnal. Karimunjawa. Distribusi: Indo pasifik: GBR hingga jepang Tipe pemakan: carnivora Kesukaan habitat: karang bercabang seperti Porites cylindrical atau P.lingkar mata berwarna biru. 41 Habitat: Ditemukan berkelompok di dekat karang bercabang.APOGONIDAE Cardinal fish.

Habitat: Biasa dijumpai di perairan dangkal.Apogon aureus Ring-tailed cardinalfish Nama Umum: Beseng Ciri-ciri: Panjang max 14. Karimunjawa. Distribusi: Hampir ditemukan diseluruh perairan Indonesia Tipe pemakan: Carnivore Lokasi foto: : Kep. rang kedalaman 10-34 m. di bagian sirip perut terdapat warna biru. garis hitam melingkar dipangkal ekor. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 42 Apogon bandanensis Bigaye cardinalfish Nama Umum: Beseng Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL).40 m. Karimunjawa. dipangkal ekor terdapat bagian putih dengan lingkaran hitam. strip biru dimata.sinonim Nectamia bandanensis. merupakan ikan nocturnal. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . warna badan kecoklatan dengan strip halus vertical. warna coklat krem. Tipe pemakan: Carnivore Lokasi foto: : Kep.5 cm (TL). bersembunyi di celah atau dibawah karang dijumpai mulai dari kedalaman 1. Habitat: Biasanya ditemukan diperairan karang agak dalam.

dengan 3 garis coklat memanjang serta spot hitam kecil dekat pangkal ekor. Indonesia Tipe pemakan: Carnivora Lokasi foto: : TN Komodo. Distribusi: Tersebar di hamper seluruh perairan Indonesia Tipe pemakan: Carnivora Lokasi foto: : Kep. berwarna coklat krem.Apogon chrysopomus Spotted-gill cardinalfish Nama Umum: Serinding Ciri-ciri: Panjang max 10 cm(TL). Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . dewasa memiliki spot kuning dikatup insang.garis kuning/coklat dekat katup insang. Karimunjawa. Distribusi: Indo-pacifik. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 43 Apogon seleii Nama Umum: Serinding Ciri-ciri: Panjang max 10 cm(TL). Habitat: Biasa dijumpai berkelompok di atas karang branching. Habitat: Perairan karang dan berasosiasi dengan karang branching.corak serta warna mirip dengan Apogon chrysopomus. pola bdan .

Habitat: Umumnya berkelompok di gua-gua kecil disekitar laguna atau disela-sela karang branching. Distribusi: Lokasi foto: :Kep. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Pantai timur benua Afrika hingga Samoa. begariskuning dengan strip biru di dekat mata. baratdaya Jepang hingga New Caledonia 44 Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: :Kep.Apogon fucata Nerrowlined cardinalfish Nama Umum: Beseng Ciri-ciri: Panjang max 9 cm (TL). Range kedalamannya 2-60 m. memiliki spot hitam dipangkal ekor. Karimunjawa. Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .

Distribusi:Indo-West Pacific: India. tempatpavoritnya berada disekitar spong. Habitat: Berkelompok di sela-sela karang branching. sertadari utara Australia . NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Tipe pemakan: Zooplankton 45 Apogon hoevenii Frostfin cardinalfish Nama Umum: Serinding layar Ciri-ciri: Panjang max 6cm (TL). NTT Lokasi foto: TN Komodo. Range kedalaman 20-30 m. crinoids dan bulubabi. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . dengan range kedalaman 10-12 m.Apogon komodoensis Nama Umum: Serinding Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL). Indochina n Malay . Habitat: Biasanya dijumpai didaerah estuaria atau telukserta dihabitat yang dasarnya pasir/ pasir berlumpur.Japang Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: TN Komodo. terdapat garis warna coklat strip putih memanjang dari mulut hingga mata. dipangkal ekor berwarna hitam samar dan dipangkal berwarna putih.berwarna coklat kekuningan. Distribusi: Diketahui hanya di perairan TN Komodo. siripdorsal pertama berwanna coklat gelap dengan bagian berwarna putih yang lebar.

Habitat: Biasa hidup di perairan dangkal di area terumbu karang atau sekitar laguna / sela-sela karang dengan range kedalaman 2-15 m.Apogon fragilis Fragile cardinalfish Nama Umum: Beseng Ciri-ciri: Panjang max 5. Distribusi: Laut jawa dan Kalimantan di Indonesia Tipe pemakan: Zoobenthos Lokasi foto: :Kep. Range 1 -15 m. Timur Afrika—Samoa. Distribusi: Indo-pasifik. Karimunjawa. memiliki dua garis berwarna orange dekat katup insang. berkumpul dalam jumlah besar kadang-kadang dengan jenis yang lain. Karimunjawa. Habitat: Biasanya dijumpai di laguna dan teluk. diatsa karang branching. memiliki spot hitam dipangkal ekor dan cirri utamanya adalah spot hitam dikedua ujung cagak sirip ekornya. berwarna putih perak transparan. serta memiliki spot hitam kecil dipangkal ekor.5 cm (TL). dan di Great Barier Reef Australia Tipe pemakan: Belum diketahui 46 Lokasi foto: :Kep. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Apogon zosterophera Blackbelted cardinalfish Nama Umum: Beseng Ciri-ciri: Panjang max 8 cm (TL). memiliki garis hitam dibawah sirip dorsal kedua. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .

garis hitam disirip prtama dorsal. spot coklat yang banyak di badan belakang.7 cm (TL). bentuknya sangat mudah dikenali dengan mata merah besar. kadang juga berada diatas karang bercabang. Karimunjawa. selatan GBR Australia Tipe pemakan: Ikan kecil / Carnivora .5 cm (TL). Habitat: Biasanya bersembunyi di celah/goa kecil di karang. Tuamoto. laguna. Habitat: Berkumpul bisasanya diatas karang branching. lebih sering terlihat soliter Distribusi:Indo pasifik. saat juvenile memiliki spot hitam kecil yang dikelil- ingi warna kuning dipangkal ekornya. Distribusi: Laut jawa– Fiji Tipe pemakan: Zoobenthos Lokasi foto: : Kep. Memiliki 8 strip garis kecoklatan. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 47 Lokasi foto: : Kep. Jawa Tengah Cheilodipterus artus Foto by Fakhrizal Setiawan Wolf cardinalfish Nama Umum: Serinding Ciri-ciri: Panjang max 18. kepala yang berwarna kuning. Karimunjawa.Sphaeramia nematoptera Pajama cardinalfish Nama Umum: Capungan Ciri-ciri: Panjang max 8. menyebar di malam hari untuk mencari makan karena ikan nocturnal. Range 1– 14m. timur afrika-Kep.

qunquilineatus dimana perbedaanya hanya pada spot hitam dikelilingi warna kuning. Habitat: Lokasi foto: : Kep. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Karimunjawa. Range 4 . Karimunjawa. sangat mirip dengan C. qunquilineatus garis strip dibadan hingga mengenai spot hitam di pangkal ekor sedangkan C. Tipe pemakan: Ikan kecil / Carnivora Lokasi foto: : Kep. C. isostigmus tidak. 48 Distribusi: Perairan laut jawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Hidup didarah karang laguna. bisanya berkelompok dalam jumlah kecil dikarang bercabang.40 m.Cheilodipterus isostigmus Dog-toothed cardinalfish Nama Umum: Serinding Ciri-ciri: Panjang max 11 cm (TL). kalimantan di Indonesia.

Dewasa sangat mirip dengan C. suka bersembunya di gua-gua kecil / celah karang . timur Afrika. Juv lebih terlihat dalam kelompok kecil.artus hanya saja strip garis dibadan lebih tebal dan lebih gelap. Pulau Ryukyu. Karimunjawa.NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Jawa Tengah 49 Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Indo pasifik. Habitat: Umumnya ditemukan didaerah reef slope 4-30 m. Perairan karang di Indonesia Tipe pemakan: Ikan kecil / Carnivora Lokasi foto: : TN Komodo. Kadang juga ditemukan didaerah laguna dari kedalaman 0-40 m. laut merah. Lokasi foto: : Kep. saat juvenile mamiliki spot hitam yang berangsur-angsur hilang saat dewasa. lebih sering ditemukan soliter/sendiri atau berpasangan.Cheilodipterus macrodon Large toothed cardinalfish Nama Umum: Serinding besar Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL).

mudah dikenali dari warna yang mencolok dengan empat garis vertikal di badan. didasar pasir di padang lamun serta di selasela bulu babi sebagai tempat perlindungan. Indonesia namun setelah ditangkarkan banyak di daerah lain. Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya Habitat: Biasa dijumpai di daerah darmaga. Juvenil biasa tinggal di dekat anemone sebagai perlindungan. Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya . Banggai. Tipe pemakan: Bentik krustacea dan zooplankton Lokasi foto: : Lembeh.Pterapogon kauderni Banggai cardinal fish Nama Umum: Kardinal banggai Ciri-ciri: Panjang max 8 cm (TL). 50 Distribusi: Alami endemic di Kep. Sirip ekor cagak panjang dengan garis hitam dan spot putih disisinya. Lokasi foto: : Lembeh. Jantan mengerami telur. Pola garis hitam yang memanjang dari sirip pertama dorsal hingga sirip perut dan sirip kedua sampai sirip anal dengan spot putih. larva yang menetas tidak memiliki periode plankton.

51 .

sirip pertama dorsal tegak karena terdapat duri. Kebisaanya yang suka berkamuflase untuk menangkap mangsa dan bersembunyi di atas ikan yang lebih besar Distribusi: Hampir ditemukan di seluruh perairan karang di Indonesia Tipe pemakan: Lokasi foto: : Pulau Weh. bagian sirip ekor berwarna kuning dengan spot hitam diujung-ujungnya 52 Lokasi foto: : Pulau Weh. memiliki 2 warna dasar yaitu coklat ke hijauan serta kuning (Jenis variannya). Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Udang dan ikan kecil / Carnivora .AULOSTOMIDAE Aulostomus chinensis Chinese trumpetfish Nama Umum: lkan trompet Ciri-ciri: Panjang max 80 cm (TL). Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Habitat: Ditemukan soliter di perairan dangkal dan jernih. Dekat pangkal ekor warna hitam gelap. kadang diarea habitat berbatu . sirip dorsal kedua tipis sama seperti sirip analnya.

53 .

selatan New Caledonia Tipe pemakan: Bulubabi. Ikan Tato (Sulawesi utara). 54 Lokasi foto: TN Komodo. tunicate Lokasi foto: : Pulau Weh. Distribusi: Indo-pasifik. Merupakan target perdagangan ikan hias yang mahal. pangkal ekor putih dengan bintik hitam serta sirip ekor terdapat bagian putih lebar. Indonesa hingga Samoa. Balistoides conspicillum Clown triggerfish Nama Umum: Triger biji nangka Ciri-ciri: Panjang max 50 cm (TL). sebagian timur dan selkatan Afrika.BALISTIDAE Triger fish. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Habitat: Spesies soliter. saat juvenile hidup di gua-gua karang. hidup diperairan jernih didaerah reef slope dan drop-off. separuh badan bagian bawah spot putih besar dan separuh atasanya hitam dengan bercak kuning. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . krustasea. memiliki pola warna yang unik. mulut berwarna kuning. garis putih dimata.

Lokasi foto: : Pulau Weh. Kep. Tipe pemakan: Zoobenthos (Echinodermata. 55 Lokasi foto: : Pulau Weh. Jepang-GBR dan New Caledonia. sponge dan hydrozoa). Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Indo-Pasifik : Laut merah. tunikata. Sirip berwarna oranye. Marquesan dan Tuamoto. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Memiliki spot hitam dipangkal ekor. Habitat: Didaerah kaya karang di laguna dan terumbu karang. Range kedalaman 1-50 m. ikan kecil dan alga bentik. Jenis yang territorial. Line.Balistapus undulatus Orange-lined triggerfish Nama Umum: Triget ijo Ciri-ciri: Panjang max 30 cm (TL). moluska. Afrika Selatan. biasa meletakkan telur dalam lubang di daerah pasir atau rubble di daerah karang. badan hijau gelap ke coklatan dengan garis oranye diagonal di badan dan muka.

bentik krustacea. badan coklat gelap dibawahnya dengan sirip ekor dibatasi putih dan membentuk segitiga coklat ditengahnya. Tipe pemakan: Zoobenthos (sponge. Soliter dan territorial. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . JepangPulau Lord Howe. Batas luar sirip caudal berwarna putih.bentik invertebrate.tunikata. badan coklat kehitaman dengan strip putih di dasar sirip dorsal dan Anal. Habitat: Daerah pantai berkarang mulai dari laguna hingga lereng karang. ) dan bentik alga 56 Lokasi foto: : Pulau Weh. Habitat: Daerah kaya karang . Distribusi: Indo-Pasifik barat: Afrika timur. Laut Merah dan Timur Afrika– Thailand dan Sumatra di Indonesia. Afsel. biasa menggali lobang di dasar untuk tempat tinggal Distribusi: Samudra Hindia. ovipar dan monogami. Tipe pemakan: Zoobenthos dan zooplankton Lokasi foto: : Pulau Weh. Samoa. Soliter. Digantikan Sufflamen albicaudatus di Laut Merah.Melichthys indicus Indian triggerfish Nama Umum: Triger item Ciri-ciri: panjang max 25 cm (TL). Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Sufflamen chrysopterus Halfmoon triggerfish Nama Umum: Triger bulan Ciri-ciri: Panjang max 30 cm (TL).

57 .

terdapat sepasang mirip sungut di depan mata. soliter namun kadang dalam kelompok kecil. Nama Umum: Bleni Ciri-ciri: Panjang max 5. strip hijau dari mata hingga katup insang.BLEINIDAE Blennies fish. bias dijumpai berda di atas karang. Distribusi: Baru diketahui dari laut jawa Tipe pemakan: Belum diketahui Lokasi foto: TN Karimunjawa.5 cm (TL). 58 Habitat: Daerah kaya karang. bagian kepala kehijauan. Ikan Blenie Escenious sp. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . badan coklat dengan garis terang sepanjang dorsal.

59 .

serta strip hitam di kedua ujung cagak sirip ekornya. sering ditemukan schooling dalam jumlah besar bersama jenis caesionidae lainnya. Distribusi: Hampir seluruh perairan Indonesia Lokasi foto: : Kep. Ikan ekor kuning Caesio caerulaureus Blue and gold fusilier Nama Umum: Ekor kuning Ciri-ciri: Panjang max 35 cm (TL). warna kuning mulai dari ekor hingga ke badan atas dekat sirip dorsal. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Habitat: Di kolom perairan karang yang jernih kedalaman 5-50 m. Habitat: Area terumbu karang yang jernih. Distribusi: Hampir diseluruh perairan di Indonesia Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: : Kep. bermigrasi saat purnama mencari daerah di karang yang memiliki celah sempit serta arus yang kuat untuk menyebarkan telurnya. Karimunjawa.CAESIONIDAE Fusilier fish. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 60 Caesio teres Yellow and blueback fusilier Nama Umum: Ekor kuning Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). berwarna 2/3 biru keperakan. Range 5-50 m. Karimunjawa. memiliki garis kuning emas memanjang dari pangkal ekor hingga diatas mata.

Aceh 61 Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Timur Afrika hingga Indonesia (tidak di laut merah and Persia) Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: : Pulau Weh.Sirip ekor berwarna kuning. Aktif schooling dengan caesionid lain di kolom perairan karang. Habitat: Daerah karang namun umumnya berada di kolom perairan.Caesio xanthonota Yellowback fusilier Nama Umum: lkan ekor kuning Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). Range kedalaman 0-50 m. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . berwarna biru keperakan dengan warna kuning hampir 1/2 badan hingga bagian kepala. Lokasi foto: : Pulau Weh.

cirri khasnya adalah strip biru yang menyala terutama saat malam hari. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Habitat: Berkelompok di kolom perairan terumbu karang yang jernih atau slope karang bersama jenis caesionid lainnya. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . memiliki strip garis dari pangkal ekor hingga dekat mata. Jepang. beberapa literature menerangkan ikan ini memiliki kemampuan untuk mengganti warna yang biru menjadi kemerahan di bagian bawah untuk dibersihkan atau untuk tidur.60 m Distribusi: Indo-pasifik. Indonesia. berwarna biru keperakan (foto fase merahnya). dan kep.Pterocaesio tile Dark banded fusilier Nama Umum: lkan ekor kuning Ciri-ciri: Panjang max 30 cm (TL). Range kedalaman 0 . Di t imur PNG Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: : Pulau Weh. 62 Lokasi foto: : Pulau Weh.

63 .

biasanya soliter atau berpasangan. Ikan Kwe. Habitat: Kolom perairan yang agak dalam di area karang. kadang soliter. sirip berwarna biru. Tipe pemakan: Carnivora 64 Lokasi foto: TN Karimunjawa. badan agak kekuningan dengan banyak spot oranye tersebar di badan. Ardiwijaya . Sirip pectoral berbentuk sabit. Maluku Utara Foto by Rizya L. teluk Oman.Persia. Bobara (Sulut) Carangoides bajad Orangespotted trevally Nama Umum: Kwe macan Ciri-ciri: Panjang max 55 cm (TL). Range kedalamannya 2-50 m Distribusi: Laut merah.Thailand dan Indonesia serta Okinawa. Distribusi: Hampir di seluruh peraian karang di dunia Tipe pemakan: ikan kecil dan Lokasi foto: Kep. Habitat: Species perairan pelagis dan pantai serta di karang. (chiguatera)Dagingnya menjadi beracun jika sudah melebihi panjang (TL) 50 cm. badan berwaran perak biru kehijauan. Kayoa.CARANGIDAE Jacks fish. jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Caranx melampygus Bluefin trefally Nama Umum: Kwe biru / bobara Ciri-ciri: Panjang max 117 cm (TL). berpasangan atau schooling di spot site tertentu.

Distribusi: Perairan karang di dunia Tipe pemakan: krustacea dan ikan (malam) / carnivora . saat juvenile biasa ditemukan di estuaria dan dewasa umumnya soliter atau berpasangan. batu dan di terumbu karang. warna sirip biasanya abu-abu gelap. berwarna keperakan.65 Lokasi foto: TN Komodo. Ukuran dewasa biasanya ciguatoxic. bobara Ciri-ciri: Panjang max 170 cm (TL). memiliki 28-36 scutes keras. ukuran dewasa dari corak badannya dapat mudah dikenali. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Caranx ignobilis Giant trefally Nama Umum: Ikan kwe. Habitat: Jenis ikan pelagis biasa ditemukan di pasir.

66 .

karang dan digoa-goa beristirahat di siang hari. Habitat: Biasa dijumpai di la67 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jarang dilaporkan menyerang manusia.CARCHARHINIDAE Shark fish. tanda putih berada di sirip dorsal pertama dan ujung sirip ekor.3-3 km satu periodenya /tahun. Range kedalaman 1 . gurita.330 m. jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . lobster kecil dan kepiting / Carnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. Lebih aktif saat malam dan daerah pasut yang memiliki arus kuat. Ikan hiu Carcharhinus obsesus Whitetip reef shark lokal: ikan hiu sirip putih Ciri-ciri: Panjang max 213 cm (TL). Jarak ruaya 0. ramping dengan moncong pendek. Distribusi: Tersebar hampir di seluruh perairan karang di dunia Tipe pemakan: Memakan ikan kecil. mata oval. jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan guna.

Habitat: Perairan lepas pantai. dan ular laut / Carnivora . pasir. sirip ekor panjang dengan lekukan subterminal dalam dimana lobus hamper tidak ada. lubang hidung dekat dengan moncong. Warna kuning kecoklatan dengan bintik coklat gelap. utara Jepang– New South Wales. Distribusi: Indo-west pasifik barat (Laut merah dan sisi timur Afrika hingga New Caledonia. Aceh Foto by Rizya L. memiliki 5 celah insang dan 3 terahir dibelakang sisirp dada. Sirip dadabesar dan bult melebar. krustasea. Aktif dimalam hari (nocturnal). Ardiwijaya Stegostoma fasciatum (juv) Zebra shark Lokal: Ikan hiu totol Ciri-ciri: Panjang max 235 cm (TL). Australia) Tipe pemakan: moluska. ikan kecil. dan di dasar karang.68 Lokasi foto: Pulau Weh. patahan karang. siang hari beristirahat di celah-celah atau di bawah karang. Berenang lambat di celah-celah karang saat berburu makanan.

jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Rhinobatus typus Giant shovelnose ray Lokal: Ikan cucut Ciri-ciri: Panjang max 270 cm (TL). atol dan di mangrove) dan dewasa di lepas pantai. hidup soliter. Habitat: Saat juvenile hidup di perairan intertidal (pantai berpasir. ciri utamanya adalah warna gelap di ujung mon- congnya.PNG. pantai berlumpur/pasir.69 Lokasi foto: TN Karimunjawa. badan berwarna coklat dengan kepala yang triangular serta sirip dorsal yang pendek. Range kedalaman 0-100 m. ) Tipe pemakan: moluska / Zoobenthos . Distribusi: Indo-pasifik barat (Thailand .

70 .

Habitat: Biasanya berkelompok.CENTRISCIDAE Shrimp fishes. Ikan piso-piso 71 Lokasi foto: TN Karimunjawa (kiri) dan TN Komodo (kanan) Aeoliscus strigatus Common name:Razorfish. bentuk duri sirip dorsalnya yang memanjang ke ekor. mudah dikenali dari bentuk badan dan cara berenangnya. Australia Tipe pemakan: Zooplankton . Distribusi:Indo-west pasifik. dari selatan jepang hingga New south Wales. sembunyi di sela-sela duri bulubabi atau cabang karang. warna bervariasi tergantung daerahnya. nama lokal: Ikan piso-piso Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL). range kedalaman 1-20 m.

72 .

sirip ventral berwarna kuning Habitat: biasanya berpasangan dan ditemukan didaerah karang yang masih baik. juvenile sering terlihat berkelompok di karang Acropora bercabang. warna krem kekuningan dengan 7 strip vertikal Lokasi foto: TN Karimunjawa. Ikan kepe-kepe 73 Chaetodon octofasciatus Foto by Fakhrizal Setiawan Eightband butterfly fish Nama Umum: kepe-kepe strip 8 Ciri-ciri: Panjang max 12 cm (TL).CHAETODONTIDAE Buterfly fish. Jawa Tengah dikedua sisi badan. Distribusi: Hampir di seluruh perairan terumbu karang Tipe pemakan: Coralivore .

Distribusi: Laut Persia.Jepang. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan karang / Coralivore . Maldives . Habitat: Biasa ditemukan berpasangan atau berkelompok di daerah karang / bersembunyi di bawah karang yang lebar. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 74 Chaetodon collare Redtail butterfly fish Nama Umum: Kepe-kepe belanda Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). Indonesia dan Filipina Tipe pemakan: Pemakan polip Lokasi foto: Pulau Weh. dikenali dengan warna merah di sirip ekor dan garis putih vertikal belakang mata.Lokasi foto: Pulau Weh.

Juv soliter di dekat karang. Habitat: Daerah laguna dan karang semi terlindung. Posisinya digantikan C. Distribusi: Samudra Hindia: Afrika Timur-Teluk Bengal. Ini yang membedakan dengan C. Laut AndamanLaut Jawa. Habitat: Daerah kaya karang di laguna hingga lereng karang.Chaetodon triangulum Triangle butterflyfish lokal: Ikan kepe-kepe Ciri-ciri: Panjang max 16 cm (TL). soliter atau berpasangan(saat memijah) Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Timur Afrika-Hawai dan Kep. Tipe pemakan: Pemakan mucus dan polip karang / Coralivore Lokasi foto: Pulau Weh. Baronessa di timur Indonesia. Tipe pemakan: Pemakan polip karang / Coralivore 75 Lokasi foto: Pulau Weh. badan hamper triangular. sirip ekor hitam segitiga dengan garis luar kuning. berpasangan saat memijah. territorial dan berpasangan. Ovipar. abu-abu gelap dengan garis bersudut . badan memanjang putih dengan garis hitam bersudut. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Baronessa. Society. territorial. monogami. muka garis hitam memanjang. berasosiasi dengan acropora meja dan menjari. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Chaetodon trifascialis Chevron butterflyfish lokal: Ikan kepe-kepe Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). sirip dorsal dan anal oranye. ekor hitam dengan batas kuning.

Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Tergantikan oleh C.trifasciatus dimana perbedaannya terletak di pangkal ekor yang berwarna biru abuabu. Habitat: Daerah kaya karang di laguna dan karang semi terlindung.Chaetodon lunulatus Oval butterfly fish lokal: Ikan kepe-kepe Ciri-ciri: Panjang max 14 cm (TL). Territorial dan agresif terhadap chaetodon lain. sangat mirip dengan C. Range kedalaman 3-20m. lunulatus di Indonesia tengah-timur Tipe pemakan: Pemakan polip karang / Coralivore Lokasi foto: Pulau Weh. pangkal sirip ekor kuning serta sirip anal. Hawai . Juvenile bersembunyi di celah karang bercabang. Juv sembunyi di karang. Habitat: Selalu berpasangan di area terumbu karang. Distribusi: Samudra Hindia: Timur Afrika – Sumatra.Australia.. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Chaetodon trifasciatus Melon butterflyfish lokal: Ikan kepe roti Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL).trifasciatus di samudra hindia Tipe pemakan: Pemakan polip karang / Coralivore 76 Lokasi foto: TN Komodo. Tergantikan oleh C. Distribusi: Tersebar dari jepang. Badan atas kebiruan dan bawahnya kekuningan.

octocoralia dan scleratinia polip) dan cacing polychaeta Lokasi foto: Pulau Weh. Biasa soliter atau berpasangan Distribusi: Indo pasifik Tipe pemakan:Pemakan polip Lokasi foto: Pulau Weh. dengan 2 garis putih vertikal. laguna.Kep.Chaetodon kleinii Sunburst butterfly fish lokal: lkan kepe coklat Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL). alur dan area rumput laut/alga. Habitat: Area terumbu karang. garis hitam vertikal memanjang melewati mata. garis hitam memanjang melewati mata. Tuamoto . dan caudal memiliki strip hitam yang berubah sesuai usia. tubuh berwarna kuning. Ovipar dan berpasangan saat memijah Distribusi: Indo-Pasifik: Sri Lanka . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 77 karang / Coralivore Chaetodon rafflesi Latticed butterflyfish lokal: lkan kepe nanas Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). Palau-Micronesia Tipe pemakan: Pemakan polip karang / Coralivore (anemone. badan kuning dengan pola garis menyilang.pertama di pangkal ekor dan kedua di badan depan. sirip dorsal. JepangGBR. anal. rubble. karang berbatu di laguna hingga lereng. Habitat: Daerah kaya karang. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan .

Lord Howe. badan krem dengan spot hitam di badan. sirip ekor transparan dan kuning muda dibatasi hitam. Berpasangan saat memijah. lereng karang. Juv dalam kelompok kecil dan kadang bercampur dengan C. cacaing polychaeta. Habitat: Daerah laguna dan lereng karang . cacing polychaeta. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan .Chaetodon citrinellus Speckled butterflyfish lokal: lkan kepe pasangan / biasa Ciri-ciri: Panjang max 13 cm (TL). Jepang– Australia) dan P. dan alga bentik Lokasi foto: Pulau Weh. Tipe pemakan: Pemakan polip karang / Coralivore.kleinii. berpasangan atau kelompok kecil. Habitat: Didaerah reef flat yang dangkal. bentik invertebrate. Tipe pemakan: Pemakan polip karang / Coralivore. Marquesan dan Kep. garis memanjang melewati mata.Tuamoto. dan alga berfilamen 78 Lokasi foto: Pulau Weh. Krem kekuningan dengan spot hitam menyebar di badan. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Chaetodon guttatissimus Peppered butterflyfish lokal: lkan kepe-kepe Ciri-ciri: Panjang max 12 cm (TL). Strip hitam diujung sirip anal. kuning muda di ekor dan anal. garis hitam memanjang melewati mata. ujung sirip dorsal kuning dan bawahnya oranye. laguna. Christmas Island. Thaliand dan barat Indonesia. Distribusi: Samudra Hindia: laut merah. Durban. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika TimurHawai. Afsel.

muka hingga sirip. aggressive tritorial dengan Chaetodon lain. Berpasangan monogami. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur-Kep. Jepang-Australia. Habitat: Didaerah kaya karang di laguan yang jernih dan lereng karang. Badan krem kebiruuan garis hitam melengkung di badan. Strip hitam melewati mata.Kep. Distribusi: Indo-Pasifik: laut Merah dan Timur Afrika . dewasa berpasangan saat memijah. Tipe pemakan: Pemakan polip karang / Coralivore Lokasi foto: Pulau Weh. Galapagos. Tipe pemakan: Coralivore. Juv soliter di karang branching. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 79 Chaetodon vagabundus Vagabond butterflyfish lokal: lkan kepe tiker Ciri-ciri: Panjang max 23 cm (TL). GBR. bentik alga dan bentik invertebrata Lokasi foto: Pulau Weh.line. garis hitam memanjang dari belakang badan dari dorsal hingga anal.Chaetodon meyeri Scrawled butterflyfish lokal: lkan kepe mayeri Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL).decussatus Habitat: Didaerah reef flat. Kep.Ryukyu. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan .Line dan Tuamoto. Ini yang membedakan dengan C. badan putih krem dengan garis diagonal berlawanan diatas dan dibawah badan. Micronesia dan Kep. laguna dan lereng karang.

badan putih dengan garis hitam vertikal. ovipar. laguna dan lereng karang. Distribusi: Samudra Hindia: Timur Afrika . P.Indonesia. Range kedalaman 1-20 m. spot hitam kecil di pangkal ekor Habitat: Didaerah Terumbu karang dan lereng karang berarus. bagian atas kuning. dorsal belakang dan ekor oranye. Badan putih dengan banyak garis hitam diagonal. spot hitam di pangkal ekor dan sirip anal. Spot hitam besar 2 di punggung. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . gitam bagian punggung atas. Habitat: Didaerah kaya karang di reef flat. Jepang.warna berubah saat ketakutan dan pengamatan malam. Tipe pemakan: Bentik invertebrates/zoobenthos dan alga bentik 80 Lokasi foto: Pulau Weh.Chaetodon falcula Blackwedged butterflyfish lokal: lkan kepe biji 2 Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL).Lord Howe dan Micronesia. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Chaetodon melannotus Blackback butterflyfish lokal: lkan kepe-kepe Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). Tipe pemakan: Coralivore Lokasi foto: Pulau Weh. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Timur Afrika-Samoa. Berpasangan atau kelompok kecil. berpasangan (saat memijah) atau kelompok kecil.

dewasa berkelompok didaerah dasar belumpur yang agak dalam. jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 81 Parachaetodon ocellatus Foto by Fakhrizal Setiawan Sixspine butterfly fish Lokal: lkan kepe-kepe Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). Indonesia. Juv hidup diarea dangkal laguna Distribusi: Indo Pasifik:NTT.Range kedalaman 3-60m Distribusi: Indo fasifik Tipe pemakan: Sponge Lokasi foto: TN Karimunjawa.Coradion chrysozonus Goldengirdled coral fish Nama Umum: Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL). Australia. memiliki spot hitam di garis oranye ke 3 Habitat: Berpasangan di dasar dan di area karang yang keruh. NTT . Memiliki sirip dorsal dan anal yang halus yang memberikan tampilan lebar Habitat: Area terumbu drop-off dimana kaya akan invertebrate juga di area karang yang sedikit. Malaysia Tipe pemakan: Benthic algae / Zoobenthos Lokasi foto: TN Komodo. berwarna putih mutiara dengan garis oranye. Coradion dapat dibedakan dengan Chaetodon karena memiliki duri dorsal (8-10 vs 1116).

mudah dikenali dengan moncongnya serta garis Lokasi foto: TN Karimunjawa.82 Chelmon rostratus Foto by Fakhrizal Setiawan Copperband butterflyfish Nama Umum: Kepe monyong Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL).ditemukan di pantai bebatu. terumbu karang. jawa Tengah oranye dan spot hitam di dorsal belakang Habitat: Range kedlaman 1-25m. Termasuk ikan territorial dan monogami Distribusi: Pasifik barat (laut Andaman-Jepang).estuaria. Indonesia dan Australia Tipe pemakan: Bentik invertebrate/zoobenthos .

Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 83 Forcipiger longirostris Big longnose butterflyfish lokal: monyong asli Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL). Varian ada yang berwarna gelap Habitat: Berpasangan monogami. bagian bawah kepala perak dengan mulut panjang. warna kuning dengan hitam dibagian atas kepala. Range kedalaman 3-70m Distribusi: Indopasifik Tipe pemakan: memakan apa saja seperti krustacea kecil / Omnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. biasa berada di area karang dangkal hingga dalam. Spot hitam di sirip anal. jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .Lokasi foto: Pulau weh.

Selatan GBR-PNG) Tipe pemakan: Pemakan polip karang dan invertebrata Lokasi foto: TN Karimunjawa. soliter.alga bentik. berada diarea karang yang kaya hydroid dan anemone. Habitat: Didaerah Laguna dan lereng karang. Range kedalaman 3-30m Distribusi: Indopasifik(IndonesiaJepang. berpasangan (saat memijah) dan grup kecil. cacing polychaeta. Cocos-Keeling . Tipe pemakan: Pemakan polip karang dan invertebrate.Hawai. Marquesan and Tuamoto. Lokasi foto: Pulau Weh.Range kedalaman 1-30 m. Jepang-Australia. Distribusi: Indo-Pasifik: Sri Lanka dan Kep. spot hitam besar dengan batas putih di punggung belakang. bentik krustacea. yang jernih. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Oranye dari mulut-sirip perut. warna badan kuning terang deangan spot hitam besar di badan serta garis vertikal memanjang melalui mata Habitat: Soliter atau berpasangan (selama memijah).Chaetodon speculum Mirror butterflyfish Nama Umum: Kepe Bulan Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 84 Chaetodon ephippium Saddle butterflyfish Nama Umum: Kepe monalisa Ciri-ciri: Panjang max 30 cm (TL). kep. badan bbiru hijau keabuan.

dengan warna dasar badan kuning Habitat: Biasa schooling dalam jumlah besar di kolom perairan karang. ciri utamanya bentuk pyramid putih besar dibadan hingga ekor. ovipar. India. Distribusi: Samudra Hindia : Timur Afrika . kepala coklat. zooplankton dan bentik alga Lokasi foto: Pulau Weh. Schooling dalam jumlah besar . indosesia timur hingga pulau Christmas). zoster Tipe pemakan: Planktivora Lokasi foto: TN Bunaken. Range kedalaman 3-60 m Distribusi: Samudra pasifik (hawai. Berpasangan saat memijah. Mauritius hingga Sumatra (Indonesia) Tipe pemakan: Pemakan polip karang dan invertebrate.Guam. Badan tengah putih berbentuk piramid yang dibatasi coklat gelap di bagian depan dan belakang badan. samudra hindia diganti kan dengan H.Hemitaurichthys polylepis Pyramid butterflyfish Lokal: kepe-kepe piramid Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). Habitat: Didaerah batas terumbu karang. Sulawesi Utara Foto by Fakhrizal Setiawan 85 Hemitaurichthys zoster Brown-and-white butterflyfish Nama Umum: Piramid coklat Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Range kedalaman 1-40m.

diphreutes adalah moncong yang lebih panjang. Range kedalaman 15-210 m. badan putih dengan 2 garis hitam besar memanjang dari dorsal ke perut dan sirip anal. Distribusi: Indo-pasifik Tipe pemakan: Planktivora Lokasi foto: TN Komodo. Strip hitam dari kepala sampai mata. Habitat: Schooling dalam jumlah besar di daerah reef slope agak dalam. jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Tipe pemakan: Planktivore . NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 86 Heniochus acuminatus Pennant coralfish / Longfin banner fish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL). bentuk badan yang lebih bulat dan memanjang Habitat: Perairan karang yang agak dalam. yang membedakan dari H. laguna atau alur karang. soliter (juv) dan berpasangan (dewasa) Distribusi: Indopasifik (Afrika timur dan teluk Persia hingga Micronesia dan Jepang) Lokasi foto: TN Karimunjawa.Heniochus diphreutes False morish idol / Schooling bannerfish Nama Umum: Ciri-ciri: Panjang max 21 cm (TL). Sebagian sirip dorsal dan ekor kuning.

Range kedalaman 1-25 m. pleurotaenia Tipe pemakan: Polip karang dan invertebrata kecil 87 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . mirip tanduk di atas mata. soliter. Habitat: Daerah kaya karang di laguna dan lereng karang . 2 garis putih dibatasi garis coklat gelap gingga sirip perut dan anal. Habitat: Area terumbu karang yang baik dan laguna. berpasangan atau kelompok.varius adala garis putih ini. Samudra hindia digantikan dengan H. Tipe pemakan: Zoobenthos / bentik invertebrata Lokasi foto: Pulau Weh.Heniochus varius Horned bannerfish / Humphead bannerfish Lokal: Keling tanduk Ciri-ciri: Panjang max 19 cm(TL). Rang kedalaman 2-20 m Distribusi: Samudra pasifik (Indonesia-Micronesia dan jepang). berwarna coklat gelap dengan 2 garis putih di dekat kepala dan di dorsal memanjang hingga pangkal ekor. Sri Lanka—Indian Ocean: Maldives and Sri Lanka. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Heniochus pleurotaenia Phantom bannerfish lokal: Keling tanduk Ciri-ciri: Panjang max 17 cm (TL). Biasa juga diarea campuran laga dan karang. Distribusi: Samudra Hindia: Maldives. Laut Andaman Sumatra dan Jawa Barat. Yang membedakan dengan H.

Rang kedalaman 0-30m Distribusi: Indo-pasifik. berpasangan dan juga berkelompok di laguna dan perairan karang agak dalam. Atlantik tenggara Tipe pemakan: Bentik invertebrata . Sirip dorsal.Chaetodon adiergsatos Philipinne butterflyfish / panda butterflyfish Lokal: Kepe-kepe panda Ciri-ciri: Panjang max 20 cm(TL). anal dan dada berwaran kuning dan spot hitam besar di sekitar mata serta spt hitam di atas kepala. alga dan polip karang Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Rian Prasetia Taiwan . strip hitam besar diagonal. Habitat: Berpasangan atau kelompok di area terumbu karang yang sehat. Warna hitam juga dipangkal ekor Habitat: Soliter. berwarna putih dengan garis diagonal coklat. jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . strip hitam dimata dan strip putih disampingnya. Range kedalaman 3-25 m Distribusi: Pasifik barat (Jepang.Indonesia dan baratlaut Australia) Tipe pemakan: Zoobenthos 88 Chaetodon lunula Raccoon butterfly fish Nama Umum: Kepe gajah Ciri-ciri: Warna kuning-oranye dengan hitam abu-abu di badan. Lokasi foto: TN Karimunjawa.

89 .

Porites. Range kedalaman 1 . Habitat: Lokasi foto: TN Bunaken . Sulawesi Utara Foto by Fakhrizal Setiawan Soliter di daerah karang.CIRRHITIDAE Hawkfishes Paracirrhites arcatus Arc-eye hawkfish Nama Umum: Mata nyender Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL). Acropora. biasanya bervariasi warnanya. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan .Utara Jepang-Australia) Tipe pemakan: Ikan kecil dan krustacea kecil / Carnivora Lokasi foto: Pulau Weh. biasa ditemukan berada diatas karang bercabang seperti: Stylophora. tapi selalu memiliki cincing kuning dibelakang matanya. Pocillopora.91m Distribusi: 90 Indo-Pasifik (Afrika timur – Hawai.

Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 91 Di daerah dasar karang yang jernih serta laguna. Range kedalaman 1 . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan .Paracirhites forsteri Blackside hawkfish Nama Umum: Nyender asli Ciri-ciri: Panjang max 22 cm (TL). Jenis territorial. Badan kekuningan dengan muka abu-abu kehitaman dengan banyak titik hitam. Habitat: Lokasi foto: Pulau Weh. garis merah berlanjut hitam disisi badan. jepangAustralia) Tipe pemakan: Ikan kecil dan krustacea kecil / Carnivora Lokasi foto: Pulau Weh. Acropora. soliter dan berpasangan. Warna berubah seiring pertumbuhan. Suka berdiam iatas karang bercabangseperti Stylophora. Distribusi: Indo-Pasifik (Timur Afrika dan Laut merah-Hawai.35m.

92 .

garis biru di bagian ekor Habitat: Berada di area terumbu karang bersembunyi di bawah karang atau celah batu. Range kedalaman 0-20 m. Jarang ditemukan di pasir.DASYATIDAE Sting fish. badan berwarna kuning kecoklatan dengan spot biru yang mencolok. cacing. Migrasi berkelompok di area pasir dangkal selama air pasang untuk mencari makan.Solomon dan Australia) Tipe pemakan: Moluska. Aceh . Distribusi: Indo-west pasifik( Laut merah dan timur Afrika hingga Kep. Ikan pari 93 Taeniura lymma Foto by Fakhrizal Setiawan Ribbontail stingray Lokal: Pari totol biru Ciri-ciri: Diameter cakram max 90 cm. udang dan kepiting / Carnivora Lokasi foto: Pulau Weh.

94 .

Ikan platax 95 Platax pinnatus Foto by Fakhrizal Setiawan Dusky batfish / long-fined batfish Nama Umum: Platax asli Ciri-ciri: Panjang max 45 cm (TL). Distribusi: Pasifik barat( Jepang-Australia) Tipe pemakan: Alga. juvenil coklat gelap dengan batas oranye merah Lokasi foto: TN Karimunjawa dan TN Komodo terang dengan sisip dorsal dan anal panjang.EPHIPPIDAE Batfish. Dewasa sering terlihat schooling. ubur-ubur dan Zooplankton . dewasa berwarna perak dengan sirip pendek pipih dan bulat. Range kedalaman 15-30 m. 2 garis hitam memanjang dari kepal hingga bawah mata dan kedua badan hingga sirip perut. Memiliki mulut yang lebih moncong Habitat: Juv umumnya soliter sembunyi dibawah / goa karang dan di mangrove .

Distribusi: Indo-west pasifik (Laut merah dan timur Afrika .96 Platax teira Foto by Fakhrizal Setiawan Longfin batfish Nama Umum: Platax kertas Ciri-ciri: Panjang max 70 cm (TL). Jepang . Juvenile suka berada dilaguna.Australia) Tipe pemakan: Zoobenthos dan nekton (finfish) . Range kedalaman 0-20 m.PNG. karang dangkal. Jawa Tengah atas sirip perut. Memiliki 2 garis hitam satu melewati mata dan kedua melewati sisip dada yang semakin tua semakin pudar. sirip perut berwarna kuning dengan spot hitam di Lokasi foto: TN Karimunjawa . Habitat: Dewasa lebih suka berada perairan lepas pantai agak dalam berkelompok.

97 .

Range kedlaman 2 .FISTULARIDAE Cornetfishes / Ikan Fistularia commersonii Bluespotted cornetfish Nama Umum: Julung alus Ciri-ciri: Panjang max 160 cm (TL). 2 spot biru di punggung. 98 Lokasi foto: Pulau Weh. zooplankton. keperakan di perut. Tipe pemakan: Ikan kecil. Soliter atau dalam kelompok kecil. ekor meruncing panjang.130 m. JepangAustralia dan Selandia baru. Pasifik timur: Mexico.. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . bentik krustacea Lokasi foto: Pulau Weh. Sirip dorsal dan anal transparan. Panama. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Timur Afrika. warna hijau di dorsal . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Habitat: Didaerah terumbu karang dan dasra berpasir. bentuk runcing memanjang.

99 .

jantan dengan 3 spot dekat dasar dari sirip kedua Lokasi foto: TN Komodo.Gobidae Gobies fish. Afrika Timur. Durban. Betina dengan garis coklat dari atas mulut hingga atas operculum. cacing. NTT dorsal. monogami. Spot hitam di sirip ekor. biasanya berpasangan didasar substrat berpasir dan pasir berlumpur. Ikan gobi 100 Amblygobius albimaculatus Foto by Fakhrizal Setiawan Butterfly goby Nama Umum: lkan gobi Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). membuat lobang dengan memindahkan pasir menggunakan mulutnya. Indonesia. detritus dan bentik alga . Habitat: Didaerah muara dan laguna. Memiliki 4-5 garis vertikal coklat dibadan. Distribusi: Indo-Pasifik barat: Laut Merah. Australia Jepang dan Filipina Tipe pemakan: Zoobenthos/bentik invertebrate.

Kiribati dan Fiji. dihubungkan oleh satu baris.Ryukyu Tipe pemakan: Belum diketahui . Habitat: Didaerah berpasir yang jernih disela-sela terumbu karang dan rubble Distribusi: Pasifik barat: Filipina dan Indonesia . sirip perut dan dubur. Jantan kadang-kadang dengan 3-4 garis vertikal kehitaman pada perut. Duri keempat dari dorsal pertama terpanjang. Rowley Shoals di timur Samudra Hindia dan GBR serta Kep. Aceh Istigobius rigilius Foto by Fakhrizal Setiawan Rigilius goby Nama Umum: lkan gobi Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL). 2 baris coklat hampir vertikal di operkulum. 2 garis diagonal cokelat dari preoperculum di rahang atas.101 Lokasi foto: Pulau Weh. Tidak ada perbedaan yang jelas antara jenis kelamin dalam pigmentasi dan sudut sirip kediua dorsal.

102 .

HAEMULIDAE Sweetlips fish. Perubahan ciri dari juvenile ke dewasa saat panjang sekitar 15 cm. PNG dan New Caledonia. dan ikan kecil / Carnivora . dewasa putih dengan garis horizontal hitam. Tipe pemakan: Krustasea. sirip kuning dengan spot hitam. Habitat: Didaerah Terumbu karang dan pantai karang berbatu. Aceh Plectorhinchus vittatus Foto by Fakhrizal Setiawan Indian Ocean oriental sweetlips Nama Umum: lkan lilis Ciri-ciri: Panjang max 72 cm (TL). Juvenil soliter di daerah laguna dangkal yang terlindung. Ikan bibir tebal 103 Lokasi foto: Pulau Weh. Dewasa bias soliter atau berkelompok. moluska. Distribusi: Indo-Pasifik barat: Afrika Timur-samudra Hindia bagian barat.

Filipina-PNG dan barat laut Australia Tipe pemakan: Bentik invertebrata / Carnivore Lokasi foto: TN Komodo . Aktif malam hari mencari makan.Plectorhinchus polytaenia Ribboned sweetlips Nama Umum: lilis asli Ciri-ciri: Panjang max 50 cm (TL). NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . reef slope dengan banyak kelimpahan invertebrata. Lokasi foto: TN Komodo . Soliter atau dalam kelompok kecil sembunyi di karang saat siang hari. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 104 Distribusi: Indonesia.Terjadi perubahan warna dari juvenile hingga dewasa Habitat: Biasa ditemukan didaerah karang dalam. Dewasa dengan warna garis tebal kuning dan biru keputihan silih berganti dari depan hingga pangkal ekor.

Dewasa soliter sembunyi didasar karang dan aktif saat malam mencari makan. Distribusi: Samudra Hindia (Maldives -Kep. abubabu kekuningan dengan spot abu-abu teresbar di tubuh dimana semakin besar ukuran spotnya di sirip dorsal belakang dan ekor. dewasa warna dasarnya putih kekuningan atau kehijauan. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 105 Plectorhinchus chaetodontoides Harlequin sweetlips / Many-spotted sweetlips Nama Umum: onde / bronkeli Ciri-ciri: Panjang max 72 cm (TL). Sirip bagian bawah dari ekor. anal dan perut berwarna gelap. Indonesian sweetlips Nama Umum: Macanan Ciri-ciri: Panjang max 50 cm (TL). Habitat: Soliter kadang juga berkelompok di daerah berpasir. filipina Tipe pemakan: Bentik invertebrata Lokasi foto: TN Komodo . Juvenil berwarna coklat dengan banyak spot putih besar. Fiji -Sumatra) Tipe pemakan: Krustasea.Diagramma sp.cocos). pantai berkarang dan laguna. moluska. Indonesia. Samudra Pasifik (Kep. laguna. Distribusi: Malaysia.spot berubah dari putih menjadi hitam saat dewasa. Habitat: Daerah terumbu karang yang sehat. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . juvenile suka bersembunyi disela-sela karang. dan ikan kecil / Carnivora Lokasi foto: TN Komodo . Range kedalaman 1-30 m. Range kedalaman 3-40 m.

106 .

dorsal dan sirip anal Habitat: Soliter atau berkelompol bersembunyi dibawah karang didaerah tak berarus Distribusi: Indo-west pasifik Tipe pemakan: Bentik Invertebrata / Zoobenthos 107 Lokasi foto: Pulau Weh. Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Zoobenthos. Umumnya didaerah dangkal. Habitat: Didaerah lamun dan didasar karang bersembunyi. Sirip ujung kemerahan kecuali dada dan perut. Ikan mata belo Sargocentron rubrum Redcoat Squarelfish Nama Umum: Menyeng belo Ciri-ciri: Panjang max 32 cm (TL). Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Range 1-50 m. warna pink kekuninga dan keperakan. waran merah kecoklatan dengan garis putih. nokturnal.HOLOCENTRIDAE Squarel fish.Garis merah disirip dorsal. ikan dan zooplankton dan alga Lokasi foto: Pulau Weh. strip merah di cagak sirip ekornya. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Neoniphon sammara Sammara squirrelfish Nama Umum: menyeng Ciri-ciri: Panjang max 32 cm (TL).

tutup insang berwarna merah gelap. Range 4-25 m. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 108 Sargocentron caudimaculatum Silverspot squirrelfish Nama Umum: belo buntut putih Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL). Range kedalaman 240 m. laguna dan tebing karang. badan violet keperakan. Habitat: Biasanya di laguna. perairan karang semi tertutup.Myripristis violacea Lattice soldierfish / violet soldierfish Nama Umum: Mata belo Ciri-ciri: Panjang max 35 cm (TL). Habitat: Didaerah terumbu karang luar. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . kepala dan badan merah bagian belakang hingga pankal ekor dan sirip ekor putih keperakan. Soliter atau berkelompok. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Timur Afrika .Kep. Distribusi: Indo-pasifik Tipe pemakan: Zooplankton/ larva krustacea Lokasi foto: TN Karimunjawa. alur karang. Marshal dan French Polynesia Jepang dan Australia Tipe pemakan: Bentik krustacea dan ikan Lokasi foto: Pulau Weh. sirip berwarna oranye diujungnya.

anal dan ekor). Jepang-Australia) Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: TN Karimunjawa. sirup yang terbuka merupakan bagian sirip yg lembut (dorsal. tutup insang berwarna coklat Habitat: Soliter. hidup sembunyi di karang di siang hari. sembunyi dibawah / goa karang dan kadang bersama jenis lainnya juga ditemukan didaerah keruh. semua sirip merah. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 109 Myripristis hexagona Doubletooth souldierfish Nama Umum: Mata belo Ciri-ciri: Panjang max 30 cm (TL). Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . sirip merah. bdan berwarna merah terang ke kuningan. Habitat: Daerah pantai berkarang. warna badan merah keperakan. Ikan nocturnal Distribusi: Indo-pasifik Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: TN Karimunjawa.Myripristis murdjan Pinecone souldierfish / Blotcheye souldierfish Nama Umum: Mata belo Ciri-ciri: Panjang max 60 cm (TL). Dan aktif malam hari (nocturnal) mencari makan Distribusi: Indo-pasifik (Laut merah n Timur Afrika-Samoa.

110 .

Habitat: Didaerah terbuka di lereng karango dan kadang didaerah dangkal dan karang berbatu. Timur Afrika. Tipe pemakan: Bentik alga.KYPHOSIDAE Chubs fish 111 Lokasi foto: Pulau Weh.vaigiensis. Lord Howe dan Rapa dan Jepang. cacing . Kep. timur dan barat Australia. (Sargassum dan Turbinaria) bentik krustacea. Aceh Kyphosus bigibbus Foto by Fakhrizal Setiawan Brown chub Nama Umum: Tampalbor (sulut) Ciri-ciri: Panjang max 75 cm (TL). Range kedalaman 1-25 m. Garis yang terbentuk antara sirip ekor dan sirip anal lebih tegak dibandingkan K. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah. bdan abu-abu keperakan kadang ada juga yang kuning dan putih albino.

112 .

ikan.Range 1-100m Distribusi: Indo-pasifik Status: Masuk daftar merah IUCN dan terddaftar Appendix 2 CITES Tipe pemakan: Moluska. 113 Habitat: Hidup di area reef slope. Terdapat 2 garis hitam memanjang dibelakang mata. Soliter terkadang berpasangan. juvenile berwarna hijau pucat dengan spot hitam memanjang.LABRIDAE Wrasse fish. bulubabi. Dewasa biasa menjelajah dan istirahat di celah / gua karang malam harinya. laguna dan di alur karang. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Juvenile biasa ditemukan di area terumbu karang yang sehat. Ikan Cheilinus undulatus Humphead wrasse / Napoleon wrasse Lokal: lkan Napoleon Ciri-ciri: Panjang max 229 cm (TL). dewasa memiliki benjolan di depan kepala. krustacea / Carnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa.

garis diagonal di bawah insang ciri utamanya. Badan hijau dengan sedikit merah. Lokasi foto: TN Karimunjawa.Oxycheilinus digrammus Cheeklined wrasse Nama Umum: Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). sering terlihat sembunyi di karang lunak dan hydroid. Marshal dan Samoa) 114 Tipe pemakan: Moluska. Terdapat beberapa varian (merah. Habitat: Di area karang sehat. Interval kedalaman 3-50 m.Kep. Variannya berwarna merah. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Indo pasifik ILaut merah dan Timur Afrika . krustacea dan bulubabi / Zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .

bintang ular.Tuamoto digantikan oleh Gomphosus caeruleus di Samudra Hindia. Distribusi: Indo-Pasifik: CocosKeeling-Hawai.Cheilinus fasciatus Redbreasted wrasse Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). pasir dan rubble. krustaLokasi foto: TN Karimunjawa.Range kedalaman 1-30 m. Range kedalaman 4-40 m Distribusi: Indo-pasifik Tipe pemakan: Moluska. moluska) dan ikan kecil Lokasi foto: Pulau Weh.Marquesan dan Kep. Habitat: Didaerah karang yang sehat di laguna dan lereng karang. caeruleus ). Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 115 Gomphosus varius Bird wrasse Nama Umum: Pinguin ijo Ciri-ciri: Panjang max 30 cm (TL) dicirikan dengan mulut panjang. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . warna saat juv hingga dewasa serta sebaran distribusinya dengan kembarannya G. karang beralga dan diarea campuran antara karang. Tipe pemakan: Zoobenthos (krustacea. Bentuknya sangat mudah dikenali dengan warna merah terang mulai dr depan dorsal sampai sirip perut dan belakang mata serta garis vertikal dibadan belakangnya Habitat: Di area laguna.

Cheilinus chlorurus Floral wrasse Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 45 cm (TL). ikan kecil. hijau kemerahan tipis vertikal di badan. Tuamoto dan Australia.miripdengan C.Ryukyu dan New Caledonia. Umumnya soliter. hanya genus Cheilinus yang memiliki 10 duri dorsal. Range kedalaman 1-30m Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Moluska dan crustacea / Zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa. Kep. trilobatus namun badan berwarna coklat dan memiliki spot hitam di bagian sirip ekor. Tipe pemakan: Lokasi foto: Pulau Weh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Moluska. Distribusi: Indo-Pasifik: Timur Afrika-Kep. Habitat: Dewasa didaerah laguna dan lereng karang. Habitat: Laguna dan pantai berkarang yang bercampur pasir dan rubble. d2 garis putih di pangkal ekor.juv daerah karang beralga dan di hydrozoa. garis tidak beraturan di kepala dan dada. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 116 Cheilinus trilobatus Tripletail wrasse Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 45 cm (TL). Dewasa sirip ekor trilobe. bentik krustacea.echinodermata .

Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . umumnya soliter. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 117 Habitat: Daerah karang yang sehat. cirinya mulut dapat dipanjangkan dan berguna menangkap mangsa. Warna berubah sesuai dengan umur dan variasi ada yang coklat(betina) dan kuning. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Dewasa didaerah lereng karang atau karang terjal.Epibulus insidiator Sling-jaw wrasse Nama Umum: Kukuniran (sulut). kenari / trompet kuning (jawa) Ciri-ciri: Panjang max 54 cm(TL). Range kedalaman 1-42 m Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Krustacea kecil dan ikan kecil / karnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa.

Habitat: Area terumbu karang dari dangkal hingga dalam dan laguna.118 Lokasi foto: TN Karimunjawa. bagian muka dengan corak merah. Range kedalaman 1-30 m Distribusi: Indo-pasifik Tipe pemakan: Moluska. Jawa Tengah Halichoeres hotulanus Foto by Fakhrizal Setiawan Checkerboard wrasse Nama Umum: Keling perak Ciri-ciri: Panjang max 27 cm (TL). krustacea dan bulubabi / zoobenthos . badan biru kehi- jauan dan sirip ekor dan dorsal kuning. Juvenile bercorak hitam putih dan berubah saat dewasa.

Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Kepala coklat dengan garis biru. Range kedalaman 2-15m Distribusi: Pasifik barat( Indonesia. Palau) Tipe pemakan: Belum diketahui Lokasi foto: TN Karimunjawa.Halichoeres vroliki Indian ocean pinstriped wrasse Nama Umum: keling strip Ciri-ciri: Panjang max 13 cm (TL). Filipina . badan hijau terang dengan 3-4 garis vertikal di punggung serta garis pingk di kepala Habitat: Area terumbu karang dengan Range Kedlaman 2-20m Distribusi: Indo-west pasifik: (Maldives-maluku(Indonesia) dan Laut Andaman Tipe pemakan: Belum diketahui 119 Lokasi foto: TN Karimunjawa. dipangkal sirip pectoral terdapat spot merah. Ekor segitiga dengan garis biru serta dasarnya kuning (mirip H.richmondi) Habitat: Didaerah laguna dan karang yang sehat juga ditemukan dihabitat campuran karang beralga.PNG. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Halichoeres leucurus Greyhead wrasse Nama Umum: Keling tua Ciri-ciri: Panjang max 13 cm (TL).

Soliter dan memiliki daerah territorial. Jawa Tengah 120 Halichoeres melanochir Orangfin wrasse Nama Umum: keling biru Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). Sumatra. Habitat: Habitat di area karang laguna.Halichoeres chloropterus Foto by Fakhrizal Setiawan Pastel-green wrasse Nama Umum: Keling ijo Ciri-ciri: Panjang max 19 cm (TL). Distribusi: Pasifik barat (Filipina-Indonesia. Range kedalaman 0-10m. badan berwarna ungu. Distribusi: Filipina-GBR. pantai berbatu. pantai karang dengan pasir dan rubble substratnya. Jawa dan Malaysia Tipe pemakan: moluska. krustacea dan bulubabi / zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa. bagian kepala dan badan depan terdapat garis pink menyebar. Habitat: Biasa dijumpai soliter. TaiwanAustralia) Tipe pemakan: Zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa. pangkal sirip dada terdapat spot hitam. Hidup di daerah terumbu karang berpasir dan banyak rubble. berpasangan atau kelompok kecil. berwarna hijau cerah. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . ekor berwarna kuning.

melanurus dan H. Range kedalaman 0-12 m. Filipina. Habitat: Dari laguna hingga daerah karang yang sehat. palau ) Lokasi foto: TN Karimunjawa. daerah laguna dan karang yang sehat. Distribusi: Pasifik barat (jawaIndonesia timur.Halichoeres richmondi (Inisial Fase) Tailspot wrasse / Richmond’s wrasse Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 19 cm(TL). jepang. JepangAustralia) Tipe pemakan: Zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 121 Halichoeres marginatus Dusky wrasse Nama Umum: Keling coklat Ciri-ciri: Panjang max 18 cm(TL). Saat Inisial fase sangat mirip dengan H. Range kedalaman 0 30m Distribusi: Indo-pasifik (laut merah dan timur Afrika-Micronesia.leucurus yang dibedakan dari spot hitam dan warna ekor. Juv dan betina memiliki sirip ekor oranye atau kuning. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Muka lebih bersudut. ekor hijau dipangkalnya lalu biru dengangaris kuning diujungnya Habitat: Biasa soliter atau kelompok kecil. Badan hijau tua kecoklatan. jantan dikenali dari kepala coklatoranye dan garis biru berantai.

Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Stethojulis trilineata Three-lined rainbowfish Nama Umum: Es lilin Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL). Habitat: Didaerah dangkal yang jernih. Habitat: Soliter di habitat pasirdan rubble disekitar karang dan laguna Distribusi: Indo-pasifik (Afrika timur-Kep. putih kehijauan dengan bagian bawah sedikit pink. Australia) Tipe pemakan: Krustacea kecil dan moluska/ zoobenthos 122 Lokasi foto: TN Karimunjawa. JepangAustralia. Distribusi: Indo-{asifik barat: Laut merah. Jepang-GBR. Samua dan palau.Coris batuensis Batu coris Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 17 cm (TL). beberapa garis vertical dibadan dan spot hitam di tengah sirip dorsalnya. Maldives. Marshal. Tipe pemakan: Zoobnethos Lokasi foto: Pulau Weh. di reef crest dan lereng karang. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Range 0-8 m. badan kehijauan dengan dorsal merah. 4 garis biru horizontal dan daerah kuning sekitar sirip dada.

dewasa didaerah terbuka Distribusi: Indo-Pasifik: Timur Afrika –Line. Putih kekuningan di kepala dan kebiruan di belakangnya.Labroides bicolor Bicolor cleaner wrasse Nama Umum: Dokter asli Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL). berpasangan dan berkelompok didaerah karang. Tipe pemakan: Ectoparasit krustacea dan mucus ikan Lokasi foto: Pulau Weh. Society. Range kedalaman 1 . territorial karena memiliki stasiun pembersih. Garis hitam dari mulut dan melenar ke ekor. di goa-goa karang. Jepang dan P. Juv soliter . Tinggal di stasiun pembersihan dimana ikan dating untuk dibersihkan. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 123 Labroides dimidiatus Bluestreak cleaner wrasse Nama Umum: Dokter Ciri-ciri: Panjang max 14 cm (TL). Lord. Habitat: Soliter. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Habitat: Didaerah laguna dan lereng karang.40m Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Ectoparasit krustacea dan mucus ikan Lokasi foto: TN Karimunjawa.Marquesan dan Kep.

Range kedalaman 0-20m Distribusi: Indo-Pasifik (Afrika timur Samoa dan Micronesia) Tipe pemakan: Cnidaria / Zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa. Habitat: Daerah laguna dan lereng karang dengan tutupan karang yang bagus. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . saat juvenile terdapat 2 garis putih horizontal di badan.5 cm(TL). laguna dan kadang daerah karang berpasir. Range kedalaman 5 35m. Distribusi: Indonesia Tipe pemakan: Belum diketahui Lokasi foto: TN Komodo. Biasa ditemukan dekat karang bercabang. Mulut menyerupai tabung. badan bawah biru muda terang. Dewasa badan hitam keabuan dengan spot putih memanjang di belakang insang. Mata merah cerah Badan atas oranye.Labrichthys unilineatus Tubelip wrasse Nama Umum: Keling item Ciri-ciri: Panjang max 17. warna bervariasi dan dapat berubah warna saat proses perkawinan. Habitat: Didaerah rubble didasar disekitar karang. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 124 Cirrhilabrus solorensis (Inisial fase) Solor wrasse Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 11 cm (TL). kepala violet.

Juv dan betina dikenali dari badan hitam dengan spot putih. echinodermata). Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah . bentik krustacea. Tipe pemakan: Zoobenthos (cacing. Jepang .Hemigymnus fasciatus (juv) Barred thicklip Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 80 cm (TL). Habitat: Didaerah laguna dan terumbu karang yang jernih. zooplankton dan ikan kecil Lokasi foto: Pulau Weh. soliter atau kelompok kecil. Juv bersembunyi di karang pantai dangkal.Jepang-Austalia. Kepala hijau dengan bercak pink. Tipe pemakan: Zoobenthos Lokasi foto: Pulau Weh. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Timur Afrika— Micronesia. S. Bibir semakin tebal sesuai usia. Habitat: Didaerah terumbu karang dan reef flats. dewasa di karang yang terbuka. moluska. Jantan dewasa memiliki spot hitam di sirip dorsal dan anal. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan .French Polynesia. S. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 125 Bodianus axillaris (Juv) Axilspot hogfish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL). Juv soliter di celah karang dan membersihkan tubuh ikan lain. Badan gelap dengan 5 garis putih vertikal.Timur Afrika .Tenggara Australia.

Pseudocheilinus hexataenia Sixline wrasse Nama Umum: l Ciri-ciri:
Panjang max 10 cm (TL), Badan violet merah dengan 6 garis merah, spot hitam kecil di atas pangkal ekor. Pangkal ekor kehijauan.

Habitat:
Didaerah terumbu karang dan pantai, biasa bersembunyi di sela karang dalam kelompok kecil.

Distribusi:
Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan

Indo-Pasifik: Laut Merah, Afrika Timur - Kep. Tuamoto di French Polynesia, Jepang - Australia.

126

Tipe pemakan: Zooplankton

Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan

127

LETHRINIDAE
Emperor fish, Ikan lencam

Lethrinus erythropterus Longfin emperor Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 50 cm (TL),
Kepala dan tubuh atas berwarna merah kecoklatan, dekat pangkal ekor terdapat 2 garis putih vertical, sirip berwarna kemerahan. Habitat: Didaerah berkarang atau pasir berkarang. Range 2 - 25m. Distribusi: Indo-Pasifik barat (Tanzania n MozambikPNG,Palau) Tipe pemakan: Echinodermata, krustacea, moluska, ikan kecil / Carnivora

128

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan

Lethrinus harak Thumbprint Emperor Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 50 cm
(TL), punggung berwarna hijau muda, bercak hitam besar dibadan yang dikelilingi warna kuning, ada titik biru di depan mata, sirip berwarna merah muda. Habitat: Soliter atau kelompok kecil di perairan dangkal, mangrove, laguna, lamun dan karang. Range 0-20m Distribusi: Indo-west Pasifik Tipe pemakan: Ikan kecil, krustacea, moluska / Carnivora

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan

Gnathodentex aureolineatus Striped large-eye bream Nama Umum: l Ciri-ciri:
Panjang max 30 cm (TL), berwarna perak abu-abu, 4-5 garis coklat dibadan dengan spot kuning dibelakang sirip dorsal. Pangkal sirip dada kuning.

Habitat:
Terumbu karang yang dangkal dan laguna, sering terlihat schooling bergabung dengan ikan lain. Nokturnal, Range kedalaman 3-30m.
Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 129

Distribusi:
Indo-pasifik (Afrika Timur - Kep. Tuamoto di French Polynesia, Jepang-Australia)

Tipe pemakan:
Krustacea kecil, Gastropoda / Zoobenthos

Lokasi foto: Kep. Banyak, Aceh Foto by Tasrif kartawijaya

Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan

Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan

Monotaxis grandoculis Humpnose big-eye bream Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 60 cm
(TL), hitam keabu-abuan, garis vertical putih yang semakin dewasa pudar, daerah sekitar mata kekuningan, Habitat: Didaerah pasir dan rubble dekat karang, soliter atau berkelompok. Aktif malam hari, ukuran dewasa berpotensi ciguatera.Range kedalaman 1-100m Distribusi: Indo-Pasifik (Laut merah dan Timur Afrika-Hawai, Jepang-Australia) Tipe pemakan: Moluska, krustacea, Teripang, Tunikata, Polychaeta/ Zoobenthos

130

Lokasi foto: TN Komodo, NTT Foto by Fakhrizal Setiawan

131

LUTJANIDAE
Snapper fish, Ikan kakap

Lutjanus biguttatus Two-spoted banden snapper Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 25
cm (TL), garis coklat memanjang dari mulut hingga pangkal ekor diselingi garis putih, 2 spot putih dibawah sirip dorsalny, sirip kuning. Habitat: Area terumbu karang, biasanya schooling namun kadang ada juga soliter. Range 3-36m Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan:Carnivora

132

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan

Lutjanus decussatus Checkered snapper Nama Umum: Kakap bata Ciri-ciri: Panjang max 35
cm (TL), wrna dasar putih dengan badan atas tersusun kotak coklat dan bawahnya garis, dengan spot hitam dipangkal ekor. Habitat: Daerah dangakl dan lereng karang, soliter kadang kelompok,range kedalaman 2-30m Distribusi: Indo west Pasifik (selatan India-PNG) Tipe pemakan: Carnivora

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan

Lutjanus monostigma One-spot snapper Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 60 cm
(TL), badan perak kekuningan dengan sirip kuning. Kadang terdapat spot hitam di badan. Badan kadang ciguatoxic. Habitat: Di daerah terumbu karang berada di goa, sela-sela karang besar dan bangkai kapal. Soliter atau berkelompok. Range kedalaman 1-60m. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur - Marqueses dan Kep. Line, utara Kep. Ryukyu , selatan Australia. Tipe pemakan: Carnivora (Ikan dan bentik krustacea)

Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 133

Lutjanus kasmira
Common bluestrip snapper

Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 40 cm
(TL), berwarna kuning2/3 badan, bawah putih dengan 4 strip biru,ekor kuning. Habitat: Schooling di terumbu karang, laguna dangkal, dan lereng karangyang terlindung. Range 3-265m. Distribusi: Indo-Pasifik (Laut merah dan timur Afrika—Kep Marquises dan line, JepangAustralia) Tipe pemakan: Carnivora (ikan, krustacea, cephalopoda,stomatopoda)
Lokasi foto: TN Komodo, NTT Foto by Fakhrizal Setiawan

134

Lokasi foto: Lembeh, Sulut

Lutjanus sebae Foto by Tasrif Kartawijaya Emperor red snapper Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 116 cm (TL), bagian kepala agak melengkung kedalam. Saat
juvenile dan semidewasa warna dasar putih keperakan dengan garis merah dimuka, dorsal depan hingga sirip perut dan ujung sisip anal, di sirip halus dorsal hingga melengkung ke ujung bawah sirip ekor dan di ujung atas sirip ekor. Saat dewasa warna merah seluruhnya. Habitat: Biasa dijumpai didaerah terumbu karang dan berbatu. Juvenile di daerah pantai, air keruh, mangrove, kdang juga disela-sela bulu babi di pantai dangkal. Saat dewasa bergerak ke daerah lebih dalam, berkelompok dalam ukuran yang sama dan kadang juga soliter. Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Selatan Laut Merah dan Afrika Timur - New Caledonia, Jepang dan Australia. Tipe pemakan: Carnivora (ikan, bentik krustacea, cephalopoda,stomatopoda)

135

badan coklat dengan 12 garis gelap.Panjang max 20 cm (TL).MONACANTHIDAE Filefishes. Sirip ekor coklat gelap. Tuamoto dan Society di French Polynesia. Distribusi: Indo-Pacsifik: Laut merah. jantan memiliki duri panjang di dekat pangkal ekor. Mozambiqu– Kep. Tipe pemakan: Belum diketahui Lokasi foto: Pulau Weh. Ikan 136 Amanses scopas Foto by Fakhrizal Setiawan Broom filefish Nama Umum: Ciri-ciri: . Habitat: Didaerah pantai hingga lereng karang yang jernih. Range kedalaman 318m. Aceh . biasa didaerah kaya karang dan rubble. Jepang– GBR di Australia. bersembunyi di celah rubble saat didekati. jmulut coklat gelap.

Terdapat spot putih diatas pangkal ekor. Atlantik timur: Teluk guinea. coklat gelap. kadang di daerah keruh. soliter. Kep. Habitat: Didaerah Terumbu karang hingga lereng karang. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Afrika Timur. Jepang. atau abu-abu dengan bentuk poligonal yang berdekatan. memiliki tiga pola warna dasar: abu-abu belangbelang dan coklat. Hawai. Tipe pemakan: Zoobenthos (bentik invertebrata) . Aceh Cantherhines pardalis Foto by Fakhrizal Setiawan Honeycomb filefish Nama Umum: Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL).137 Lokasi foto: Pulau Weh. Digantikan Cantherhines sandwichiensis di Kep. Annobon. Tenggara Oceania.

mulut cekung.138 Lokasi foto: Pulau Weh.Atlantic Timur: St Paul's Rocks. remaja coklat kekuningan dengan bintik-bintik gelap. Kaledonia Baru dan Easter Island. Samudera Pasifik: selatan Jepang ke Great Barrier Reef selatan. Dewasa biasanya terlihat di sepanjang lereng pantai dalam atau luar terumbu karang drop-off pada sekitar 20 meter kedalaman. dari Teluk California ke Kolombia Tipe pemakan: Alga. hydrozoans. insang membuka miring dan kepala dengan bintik-bintik hitam kecil tersebar . Pulau São Tomé. Juvenile mengikuti dibawah objek mengapung di laut terbuka untuk waktu yang lama dan mencapai ukuran besar. Habitat: Hidup laguna dan terumbu ke arah laut. Memanjang. dewasa cokelat dengan garis-garis biru dan titik-titik. Rentang kedalaman 3-120 m. Di Pasifik timur. sangat pipih. Sesekali terlihat di bawah objek mengambang. rumput laut. dan tunicate. Aceh Foto by Efin Muttaqien Aluterus scriptus Scribbled leatherjacket filefish Nama Umum: Ikan Ayam-ayam Ciri-ciri: Panjang max 110 cm (TL). Afrika Selatan. gorgonian. Distribusi: Circumtropical. Bentopelagis. Atlantic Barat: Nova Scotia. Tanjung Verde dan Pulau Ascension. colonial anemones. sirip ekor bulat dan panjang. Kanada dan utara Teluk Meksiko ke Brazil. kecoklatan dan abu-abu. .

Aceh Oxymonacanthus longirostris Foto by Fakhrizal Setiawan Harlequin filefish Nama Umum: Ciri-ciri: Panjang max 12 cm (TL). New Caledonia dan Tonga. Habitat: Didaerah laguna dan terumbu karang yang jernih.Acropora valida. Jepang GBRAustralia. biasa soliter atau berpasangan. Range kedalaman 030 m.French Polynesia.Heliopora coerulea. . Spot hitam di sirip ekor dengan mulut yang panjang dan kecil.Acropora nasuta.139 Lokasi foto: Pulau Weh.Porites cylindrical. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur. badan hijau kebiruan dengan spot oranye tersebar. Bersarang di dasar karang yang mati kadang di alga. Tipe pemakan: Cnidarians (polyp karang) karang jenis:Acropora acuminate. Digantikan Oxymonacanthus halli di lLaut Merah. Mozambique .

140 .

Sangat sensitive terhadap ikan luka atau stress. Bukaan insang hitam . Range 0-50m. Juv coklat dengan banyak bintik hitam besar. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . 141 Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Carnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. dewasa coklat dengan bintik hitam mirip leopard dan area hitam disekitar insang Habitat: Daerah karang dan karang berbatu dengan banyak celah persembunyian. Range kedlamana 1-150m. mata kemerahan. Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Cephalopoda. ikan dan krustacea / Carnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. badan kekuningan dengan bintik hitam dan coklat tua padat. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Gymnothorax flavimarginatus Yellow-edged moray Nama Umum: Belut laut Ciri-ciri: Panjang max 240 cm (TL). Menyerang jika diganggu.MOORAYNIDAE Surgeon fish. Habitat: Dasar goa/celah batu dikarang. Ikan butana Gymnothorax javanicus Giant moray Lokal:Lindong laut/belut laut Ciri-ciri: Panjang max 300cm (TL).

Jepang. Habitat: Lokasi foto: TN Komodo. 142 Distribusi: Indo-Pasifik (Timur AfrikaKep. Tentakel tersebut berada dibawah rahang memanjang kedepan. Marianas dan Marshal) Tipe pemakan: Ikan kecil / Carnivora Lokasi foto: TN Komodo. Kep. memiliki 3 tentakel berdaging diujung moncong.Juvenil berwarna hitam dengan dorsal kuning. NTT (dewasa) Foto by Fakhrizal Setiawan Hidup dilaguna dan daerah karang berpasir. NTT (Juvenil) Foto by Fakhrizal Setiawan .Rhinomuraenia quaesita Ribbon eel Nama Umum: Belut pelangi Ciri-ciri: Panjang max 130 cm (TL). Badan biru cerah dengan dorsal kuning. Hanya moray yang mengalami perubahan warna dan kelamin mendadak (protandeus hermaprodit) dimana belut jantan berubah kelamin menjadi betina.selatan New Caledonia. bersembunyi di lubang dan hanya mengeluarkan kepalanya.French Polynesia.Tuamoto.

Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Indo west Pasifik (Mauritius dan Comoro . Warna dasar badan putih dengan bentuk tidak beraturanspot hitam besar dan kadang hempir melingkar.Pasifik barat) Tipe pemakan: Carnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. Rang kedalaman 3 30m.Gymnothorax isingteena Spotted moray Nama Umum: Belut sapi Ciri-ciri: Panjang max 180 cm (TL). Habitat: Daerah pantai dengan terumbu karang dan lereng karang. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . 143 Lokasi foto: TN Karimunjawa.

144 .

Strip hitam sepanjang sirip kedua dorsal. moluska. perut berwarna merah muda. spot hitam dekat pangkal ekor. Distribusi: Indo-west Pasifik Tipe pemakan: Zoobenthos / cacing plychaeta dan krustacea Lokasi foto: TN Karimunjawa. Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Zoobenthos (cacing. dengan garis hitam dari mata ke bagian ekor. dibagian atasnya berwarna kuning dengan spot hitam dipangkal ekor. warna dasar putih dengan garis hitam dari mulut hingga belakang dorsal. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Parupeneus macronemus Long-barbel goatfish Nama Umum: Ikan jenggot Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL).MULLIDAE Goat fish. Habitat: Daerah berpasir dan rubble dekat karang dan laguna. Tubuh merah abu-abu bagian punggung keabu-abuan. Range kedalaman 0-100 m.krustacea) 145 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Range kedalaman 3-25m. Habitat: Daerah berpasir dan rubble dekat karang. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Ikan jenggot Parupeneus barberinus Dash and dot goatfish Lokal: Ikan jenggot Ciri-ciri: Panjang max 60 cm (TL).

Distribusi: Indo-Pasifik (Indonesia. dewasa disekitar daerah berbatu atau karang. Filipina-Hawai.Parupeneus bifasciatus Doublebar goatfish Nama Umum: Jenggot totol 2 Ciri-ciri: Panjang max 35 cm (TL). Range 0-80 m. Putih krem dengan spot merah di perut bawah. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . JepangAustralia) Tipe pemakan: Zoobenthos Lokasi foto: TN Komodo. Habitat: Biasanya soliter atau berpasangan didaerah pantai. Distribusi: Laut Merah. Habitat: Didarah laguna dan terumbu karang: juv didaerah reef flats. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 146 Parupeneus trifasciatus Doublebar goatfish Nama Umum: Jenggot garis Ciri-ciri: Panjang max 35 cm (TL). Tipe pemakan: Zoobenthos (bentik krustacea dan cacing) dan ikan kecil Lokasi foto: Pulau Weh. badan putih kehijauan. bercak hitam di sekitar mata dan 2 spot hitam samar di badan. 2 garis di bawah dorsal dan garis pertama memanjang hingga sirip perut. French Plynesia. Laut Andaman– timur Indonesia. laguna dan terumbu karang.

Afsel. berbatu dan rubbleo di reef flat. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . garis memanjang kuning . Tipe pemakan: Ikan kecil dan bentik krustacea Lokasi foto: Pulau Weh.Mulloidichthys vanicolensis Yellowfin goatfish Nama Umum: Jenggot kuning Ciri-ciri: Panjang max 38 cm (TL). Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah.garis biru di sekitar mata Habitat: Didaerah Terumbu karang. Range 5-113 m. Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Zoobenthos/ cacing plychaeta dan krustacea Lokasi foto: Kep. Spot kuning di atas pangkal ekor dan dibawah dorsal. Maluku Utara Foto by Tasrif Kartawijaya 147 Parupeneus cyclostomus Gold-saddle goatfish Nama Umum: Jenggot totol kuning Ciri-ciri: Panjang max 50 cm (TL). Ryukyu. Juv umumnya schooling kecil dan dewasa soliter. Semua sirip kuning Habitat: Biasanya schooling didaerah karang dangkal. New Caledonia dan Rapa. Badan kombinasi abu keunguankehijauan dan kekuningan. Kayoa. laguna dan lereng karang.French Polynesia. Kep. schooling saat siang hari dan malam menyebar untuk mencari makan. Hawai . perut berwarna putih.

ujung dorsal berwarna gelap.50 m. Distribusi: Indo-west Pasifik (timur Afrika-New Caledonia.148 Lokasi foto: Pulau Weh dan TN Komodo Upeneus tragula Foto by Fakhrizal Setiawan Freckled goatfish Nama Umum: Jenggot samar Ciri-ciri: Panjang max 33 cm (TL). Habitat: Biasa di daerah rubble dan pasir di dekat karang. sirip ekor coklat bergaris-garis. garis coklat memanjang dari mulit hingga ekor. Range kedalaman 2 . sungut kuning. Jepang) Tipe pemakan: Zoobenthos . badan banyak spot dan bercak hitam. umumnya soliter damun kadang juga berkelompok.

149 .

Ikan butana Pentapodus aureofasciatus Yellowstripe threadfin bream Common name: Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL). Garis putih kekuningan memanjang menyempit dari badan ke ekor. putih keperakan di bawah. Habitat: Daerah karang yang jernih dan daerah dangkal banyak rubble. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Range 1-15 m. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Tipe pemakan: Pentapodus trivittatus Three-striped whiptail Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL).NEMIPTERIDAE Surgeon fish. biru keabu-abuan samar. Warna: badan atasabuabu gelap atau coklat zaitun. Range 5-20m Distribusi: Indonesia-Samoa dan Tonga 150 Lokasi foto: TN Karimunjawa. dua garis kuning satu memanjang dari mulut ke belakang dorsal dan dari belakang mata hingga dekat sirip ekor Habitat: Dikolom perairan daerah berpasir dekat terumbu karang. Distribusi: Western Pasifik Tipe pemakan: ikan kecil dan zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa.

Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Range 4-20 m. Distribusi: Indo-west Pasifik Tipe pemakan: Zoobenthos dan ikan kecil 151 Lokasi foto: TN Karimunjawa. laguna atau rubble. 2 garis melengkung dari dekat mata ke dorsal. Distribusi: Timur samudara Hindia dan Pasifik barat Tipe pemakan: Zoobenthos dan ikan kecil Lokasi foto: TN Karimunjawa. 3 garis-garis putih kekuningan dari kepala kebadan. Juv. Juv daerah dangkal.Scolopsis binileata Two-lined monocle bream Common name: Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 23 cm (TL). 3 garis diatas kepala. soliter atau berpasangan. Habitat: Daerah terumbu karang. ada 3 garis hitam pada badan atas dengan sela -sela kuning Habitat: Daerah berpasir karang. biasanya schooling. abu-abu gelap ke kuningan dibagian atas da putih dibawah badan. putih-keperakan di bawah ini. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Scolopsis lineata Striped monocle bream Nama Umum: l Ciri-ciri: badan atas coklat zaitun. Range 1-25 m. juv sendiri daerah perairan dangkal.

variasi warna antara populasi di Hindia dan Pasifik: juvenile kurang warna garis kuning di Samudra Hindia dan dewasa menunjukkan bagian belakang yang gelap dibandingkan dengan bentuk Pasifik. moluska. Juv garishitam sempit sepanjang punggung (hanya pada beberapa spesimen) dan hitam. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Distribusi: Pasifik barat:(Laut cina selatan-Vanuatu and timur laut Australia. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .Scolopsis margaritifera Pearly monocle bream Common name: Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 28 cm (TL). Beberapa dengan perut kekuningan.) Tipe pemakan: Krustacea kecil. Range kedalaman 1-20 m. abu-abu gelap dari kepala hingga bawah dorsal. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 152 Habitat: Daerah dasar berpasir di area terumbu karang. cacing polychaeta dan ikan kecil / Carnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa.

153 .

Species digantikan Ostracion cyanurus di Laut Merah dan Teluk Aden. Tipe pemakan: Zoobenthos.Ryukyu. Range kedlaman 1-35m. Juv kuning cerah dengan spot hitam. Habitat: Dihabitat laguna dan lereng karang yang jernih. Kedalaman 0-30m. ikan kecil dan alga bentik Lokasi foto: Pulau Weh. Juv biasa dijumpai dekat Acropora. Kep. Habitat: Didaerah laguna dan karang semi tertutup. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Afrika Timur. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 154 Ostracion meleagris Whitespotted boxfish Nama Umum: Buntel item Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL).OSTRACIIDAE Boxfishes. Spot berkurang dan warna menjadi kusam menjadi kebiruan seiring pertumbuhan. Distribusi: Indo-Pasifik dan Pasifik timur: Subspecies Ostracion meleagris camurum ditemukan di Hawai dan Ostracion meleagris clippertonense Di Pasifik Timur. Badan hitam kecoklatan dengan spot putih dipunggung dan kuning di sisi badan. Jepang– New Zealand. Ikan kotak Ostracion cubicus (Juv) Yellow boxfish Nama Umum: Buntel kuning Ciri-ciri: Panjang max 45 cm (TL). soliter. Tipe pemakan: Zoobenthos (sponge dan tunikata) dan bentik alga Lokasi foto: Pulau Weh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan .Tuamoto. Hawai dan Kep.

155 .

Ardiwijaya Vanikoro sweeper Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL). Malam mencari makan dan kembali kegua sebelum terbit fajar. bdan berwarna coklat. sirip anal terlihat jelas garis hitam di ujungnya. ujung sired dorsal berwarna hitam Habitat: Biasa ditemukan daerah pantai berbatu dan terumbu karang. Aceh .Samoa. Dewasa biasa schooling di goa-goa atau daerah terlinding di karang saing hari. Filipina. biasanya warna agak kehijaun terlihat dibagian tasa.PEMPHERIDAE 156 Pempheris vanicolensis Foto by Rizya L. dan laut mediterania) Tipe pemakan: Zoobenthos dan zooplankton Lokasi foto: Pulau Weh. Distribusi: Indo-west Pasifik (laut merah .

157 .

PINGUIPEDIDAE Sandperches fish. Ikan Cicak 158 Lokasi foto: Pulau Weh. Aceh Parapercis hexophtalma Foto by Fakhrizal Setiawan Speckled sandperch Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 29 cm (TL). Badan putih dengan keabuan di punggung dan bercak hitam kecoklatan merata di badan. dan Afrika Timur . spot hitam dengan ujung putih di ekor Habitat: Didaerah pasir dan rubble didasar area laguna dangkal dan lereng karang yang terlindung.Micronesia dan Samoa. Jepang .GBR Australia. Distribusi: Samudra Hindia: Laut Merah. Tipe pemakan: Zoobenthos .

bercak hitam di bawah mata serta garis hitam tak beraturan memanjang melewati katup insang. Tipe pemakan: Belum diketahui . Aceh Parapercis tetracantha Foto by Fakhrizal Setiawan Reticulated sandperch Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 26 cm (TL). Habitat: Didaerah berbatu dan karang mulai dari dangkal hingga dalam dengan dasar yang berpasir.159 Lokasi foto: Pulau Weh. Dorsal transparan dengan serentetan spot hitam diujung dan tengah. badan keputihan dengan 7-8 persegi coklat yang terhubung garis di sisi bawah badan. Distribusi: Indo-Pasifik barat : teluk Bengal .25m.Jepang dan Indonesia dan Papua New Guinea. Range kedalaman 6 .

Foto by Fakhrizal Setiawan Yellowtail sandperch Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 14 cm (TL). warna dasar putih. Range kedalaman 3-20 m Distribusi: Indonesia Tipe pemakan: Zoobenthos . tanda gelap yang tidak beraturan di punggung.160 Lokasi foto: TN Karimunjawa. 9 garis hitam di kedua sisi badan dengan spot hitam ditiap garisnya. Soliter atau kelompok kecil. Sirip ekor kuning Habitat: Daerah karang dan pantai yang dasarnya pasir atau rubble. Jawa Tengah Parapercis sp.

Range kedalaman 3-30 m. dua spot coklat tak beraturan di badan bagian atas dan bawah serta dihubungkan dengan spot kuning memanjang di sisi badan. pasir disela karang dan karang berbatu. Tipe pemakan: Zoobenthos . Ryukyu Jepang .161 Lokasi foto: Pulau Weh. rubble. Kep. Habitat: Didaerah terumbu karang mengelompok. Spt putih pada sirip ekor.French Polynesia. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Parapercis millipunctata Black dotted sand perch Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL).GBR Australia. Distribusi: Indo-Pasifik: Mauritius dan Maldives . Badan krem dengan pola coklat b di punggung.

162 .

Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 163 Habitat: Didaerah karang.PLESIOPIDAE Devilfishes. goa atau celah karang. Jepang-Australia) Tipe pemakan: Bentik crustacean dan ikan kecil / karnivora Lokasi foto: Pulau Weh. Apabila terancam dapat menirukan/ mimikri seperti mouray. Distribusi: Indo-pasifik (Laut merah dan Afrika timur-Pulau Line. Pangkal sirip dorsal terdapat spot hitam dilingkari putih dan spot kuning di bagian atas pangkal ekor. warna badan hitam kecoklatan dengan spot putih menyebar diseluruh badan dan sirip kecuali sirip dada. Ikan cupang laut Calloplesiops altivelis Comet Nama Umum: cupang laut Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL). Range kedalaman 3-50 m. Lokasi foto: Pulau Weh. Nocturnal.

164 .

Distribusi: Indo Pasifik Tipe pemakan: Krustacea. sebuah tulang bergigi tunggal sangat berbisa di awal punggung pertama dan setiap sirip dada. Dewasa dalam kelompok yang lebih kecil di area terumbu karang. Range kedalaman 1-60 m. Sulut Foto by Shinta T. moluska. 4 pasang sungut. 165 Habitat: Lokasi foto: TN Karimunjawa. Pardede . cacing dan ikan kecil Lokasi foto: Lembeh. Jawa Tengah Juvenil schooling dalam jumlah banyak.PLOTOSIDAE Plotosus lineatus Striped eel catfish Nama Umum: Lele laut Ciri-ciri: Panjang max 32 cm (TL). sirip dorsal dan anal bersambung dengan sirip caudal/ekor.

166 .

Jepang-GBR. New Caledonia) Tipe pemakan: Tunikata dan spong / zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Habitat: Biasa terdapat didaerah karang yang sehat di laguna atau lereng karang. 167 Lokasi foto: TN Karimunjawa. bagian mata gelap dengan garis kebiruan dekat mata. dari sirip punggung hitam kebiruan. Soliter . juvenil dengan bintik hitam besar pada bagian basal lunak sirip dorsal. Distribusi: Indo-Pasifik (Laut merah dan Timur Afrika– Kep. sirip ekor kuning. Badan kuning dengan garus lengkung putih dibatasi hitam dari dekat insang hingga pangkal ekor. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .Tuomoto.POMACANTHIDAE Angel fish. berpasangan atau berkelompok. Ikan enjel Pygoplites diacanthus Regal angelfish Nama Umum: Enjel doreng asli Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL). Bagian belakang sirip anal garis lengkung kuning dan biru berjalan sejajar dengan kontur tubuh.

Range kedalaman 1-30 m. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Dewasa di daerah karang yang sehat yang menyediakan banyak tempat bersembunyi. Soliter dan berpasangan. banyak bintik biru disisinya. Habitat: Juvenile menyukai perairan dangkal yang terlindung. perubahan warna dari jvenil ke dewasa dalam rentang ukuran 8-16 cm. 168 Distribusi: Indo-west Pasifik (laut merah dan timur Afrika-Samoa. Juvenil species ini berwarna biru kehitaman dengan garis setengah lingkaran. JepangAustralia) Tipe pemakan: Sponge.Pomacanthus semicirculatus Semicircle angelfish Nama Umum: Brustun roti Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). tinikata dan alga / Zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa. bagian tengah kekuningan. Dewasa bagian depan berwarna coklat kehijauan.

tunikata dan alga / zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa. Kepala kehitaman dengan garis vertikal putih. Range kedalaman 3-50 m. Badan banyak binti-bintik biru. dewasa menyukai daerah karang yang sehat. Juvenil berwarna kehitaman dengan 15 garis biru putih melengkung di sisi badan. Tipe pemakan: Sponge. selatan Australia. Solomon. sirip ekor. Dewasa coklat kekuningan dengan 6 garis hiteam vertikal.Pomacanthus sexfasciatus Sixbar angelfish Nama Umum: Kambingan biru Ciri-ciri: Panjang max 46 cm (TL). Soliter kadang berpasangan. anal memiliki bintik biru.Malaysia dan Indonesia . Mengeluarkan suara apabila diganggu. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Juvenil lebih suka didaerah karang yang dangkal. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Ryukyu .Kep. Habitat: 169 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Distribusi: Indo-Pasifik (Kep.

Maluku Utara Foto by Tasrif Kartawijaya . sekitar insang hingga bawah berwarna hitam dengan tepi biru. range 1-100 m. dewasa daerah goa/celah di daerah karang yang sehat. Perubahan warna terjadi dari ukuran 8-12 cm. Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Zoobenthos 170 Lokasi foto: Pulau Weh. juv hitam dengan garis biru muda melingkar. Habitat: Juv daerah dangkal. Juvenil berwrna hitam kebiruan dengan garis putih melingkar konsentris. mata tertupup garis hitam.Pomacanthus imperator Emperor angelfish Lokal: Enjel betmen Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). dan pada daerah yang tepat di belakang kepala. Habitat: Daerah karang sehat dari laguna hingga lereng karang. mulut putih. Range 3-40m. sirip dada dan perut biru tua dengan banyak bintik-bintik biru muda. Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Sponge dan tunikata / zoobenthos Lokasi foto: Kep. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Pomacanthus navarchus Bluegirdled angelfish Lokal: Bidadari bercadar Ciri-ciri: Panjang max 28 cm (TL). Dewasa kuning cerah badan dan ekor. Sirip biru muda. Garis biru muda sejajar di wajah dari bawah mata. dewasa garis kuning diagonal. Kayoa.

GBR Australia. Memiliki harem 3-7 betina. Samoa) Tipe pemakan: Sponge dan tunikata / zoobenthos Lokasi foto: Pulau Weh. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 171 Apolemichthys trimaculatus Threespot angelfish Nama Umum: Enjel kuning Ciri-ciri: Panjang max 26 cm (TL). garsi hitam disirip anal. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Distribusi: Indo-west Pasifik (Jepang-Australia. badan putih dengan 4 garis memanjang. buntut cagak memanjang. Habitat: Di daerah laguna dan karang dangkal. spot hitam di atas kepala dan belakang kepala. Komodo. Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: TN. Habitat: Biasa di daerah dangkal dan lereng karang. mulut biru. Range Kedalaman 3-40 m. Distribusi: Indo-West Pacific: Indo-Malayan region. Japan. dorsal atas hotam. Depan dorsal spot kuning. timur Afrika. tubuh pendek kuning. Range kedalaman 1035 m.Vanuatu. Betina dengan garis hitam yang luas pada punggung dan tepi bagian perut.Genicanthus Lamarck Blackstriped angelfish Nama Umum: Enjel putih Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL).

Garis hitam memanjang dari kepala hingga bawah. Range kedalaman 1-20m. Bentuk sangat mirip dengan juvenile Acanthurus tristis. Badan abu-abu gelap dengan garis coklat keemasan di sisi badan. Badan 2/3 hitam abu-abu dan sisnya putih. Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Sri Lanka . Lokasi foto: Pulau Weh. Distribusi: Indo-west pasifik (Indonesia-Jepang. Pangkal ekor.sebagian muka depan kuning dengan mulut biru.Chaetodontoplus mesoleucus Vermiculated angelfish Nama Umum: Kepe palsu Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). Tipe pemakan: Bentik alga dan cnidarians (hard coral). Membentuk harem 3-7 individu. SriLanka-timur PNG) Tipe pemakan: Sponge. tunikata dan alga berfilamen / zoobenthos 172 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Habitat: Daerah terumbu karang dan jarang di laut terbuka. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Ekor kuning. Habitat: Didaerah karang berbatu dan lereng karang yang sehat. belakang dorsal hinga sirip ekor hitam. Daerah sekitar sirip perut oranye. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Centropyge eibli Blacktail angelfish Nama Umum: Enjel abu doreng Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL). sekilas mirip Chaetodontidae namun dibedakan dari opercula tulang belakangnya yang kuat.Indo-Malay timur. Range kedalaman 0-30 m.

173

POMACENTRIDAE
Damsel fish, Ikan betok laut

174

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jawa Tengah

Amphiprion clarkii Foto by Fakhrizal Setiawan Yellowtail clownfish Nama Umum: Giru pasir Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL), Sangat bervariasi secara geografis dalam bentuk
dan warna. Dua garis putih, satu vertikal di belakang mata dan satunya memanjang dari dorsal hingga di adepan anal. Pangkal sirip ekor putih, dengan bagian berwarna kekuningan. Ovipar dan monogamy. Habitat: Daerah laguna karang dangkal dan lereng karang. Berasosiasi dengan anemon jenis: Cryptodendrum adhaesivum, Entacmaea quadricolor, Heteractis aurora, Heteractis crispa, Heteractis magnifica, Heteractis malu, Macrodactyla doreensis, Stichodactyla gigantea, Stichodactyla haddoni, Stichodactyla mertensii . Range 1- 60m. Distribusi: Indo-west Pasifik (Teluk Persia-barat Australia, Kep. Indo-Australia, Melanesia, Micronesia, Taiwan dan Jepang) Tipe pemakan: Omnivora

175

Amphiprion ocellaris Foto by Fakhrizal Setiawan Clown anemonefish Nama Umum: Ikan badut, nemo, kelonpis Ciri-ciri: Panjang max 11 cm (TL), warna badan oranye dengan tiga garis putih lebar,
bagian yang tengah berbentuk segitiga maju ke dekat sirip dada. Sirip ekor bulat. Habitat: Daerah karang yang dangkal dan tenang. Diurnal, protandrous hermaprodit. Berpasangan monogamy. Berasosiasi dengan anemone jenis: Heteractis magnifica, Stichodactyla gigantea, dan Stichodactyla mertensii . Range kedalaman 1-15 m. Distribusi: Indo-west Pasifik Tipe pemakan: Omnivora

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jawa Tengah

176

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jawa Tengah

Amphiprion perideraion Foto by Fakhrizal Setiawan Pink anemonefish Nama Umum: Pelet tambah Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL), Warna dasar oranye. Sirip transparan. Satu garisputih mengikuti kontur punggung dari atas mulut hingga batang ekor. Garis vertikal putih di antara kepala dan katup insang. Habitat: Daerah karang dangkal yang tenang, diurnal, monogami, protandrous hermaphrodit. Berasosiasi dengan anemone jenis: Heteractis magnifica (umumnya), Heteractis crispa, Macrodactyla doreensis, and Stichodactyla gigantea . Dibeberapa tempat malah berbagi tempat di anemone dengan A. akallopison. Range 1-38 m. Distribusi: Western Pasifik Tipe pemakan: Omnivora

Amphiprion sandaracinos Yellow clownfish Nama Umum: Pelet Ciri-ciri: Panjang max 14 cm
(TL), badan oranye dengan garis putih memanjang dari mulut hingga dekat ekor

Habitat: Biasa dijumpai didaerah
laguna dan lereng karang. Biasa berpasangan atau kelompok kecil. Monogami. Protandrous hermaprodit. Biasa berasosiasi dengan anemone jenis: Heteractis crispa dan Stichodactyla mertensii. Range 3-20 m.
177

Distribusi: Western pasifik
(Pulau cristmas, dan Australia barat-Kep. Ryukyu, Taiwan, Filipina, PNG, Kep. D’Entrecasteux, New Britain dan Kep. Solomon)

Tipe pemakan: Omnivora

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan

178 Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan

Amphiprion akallopisos Skunk clownfish Nama Umum: Pelet Ciri-ciri: Panjang max 11 cm (TL), Badan berwarna oranye dengan garis putih memanjang dari atas mulut hingga ekor. Inilah yang membedakan dengan A. sandaracinos. Habitat: Biasa ditemukan didaerah karang dangkal dekat pantai namun ada juga di
daerah lereng karang dengan arus cukup kuat. Protandeus hermaprodit. Berpasangan dan monogami. Setipa anemone dengan satu betina lebih besar dan pejantan fungsional yang lebih kecil. Jantan mengalami perubahan jenis kelamin juvenile berkembang menjadi jantan fungsional. Biasa berasosiasi dengan jenis anemone: Heteractis magnifica dan Stichodactyla mertensii. Range kedalaman 3-25 m. Distribusi: Indo-west pasifik (Afrika timur, Madagaskar, Kep.Comoro, Seychelles, Laut Andaman, Sumatra, Jawa) Tipe pemakan: Bentik alga dan zooplankton (omnivora)

Amphiprion ephippium Saddle anemonefish Nama Umum: Giro tompel (aceh), tompel Jakarta (Jakarta) Ciri-ciri:
Panjang max 14 cm (TL), badan oranye kemerahan dengan spot hitam besar di badan bagian belakang. Juvenil tidak memiliki spot hitam tapi memiliki garis putih memanjang hanya di belakang kepala.

Habitat:
179 Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan

Didaerah karang dangkal dengan perairan agak keruh dan teluk yang tertutup dimana kecerahan berkurang. Biasa ditemukan sepasang. Berasosiasi dengan anemon: Entacmaea quadricolor and Heteractis crispa .Range kedalaman 1-15 m.

Distribusi:
Samudra Hindia timur: Laut Andaman, Kep. Nicobar, Thailand, Malaysia, Sumatra dan Jawa di Indonesia.

Tipe pemakan:
Zooplankton dan bentik alga

Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan

Jawa Tengah kepala. Distribusi: Indo-west Pasifik (Asia tenggara.Vanwatu.180 Premnas biaculeatus Foto by Fakhrizal Setiawan Spinecheek anemonfish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 17 cm (TL). Jantan ukurannya lebih kecil dari betina Habitat: Daerah laguna dan karang yang terlindung. juvenile dan jantan merah cerah sedang betina merah hati. Australia) Tipe pemakan: Zooplankton dan alga bentik / Omnivora . memiliki tulang belakang yang menonjol di bagian Lokasi foto: TN Karimunjawa.Solomon. Kep. Berasosiasi dengan anemone Entacmaea quadricolor. Range kedalaman 1-16 m. Biasa ditemukan berpasangan .

Habitat: Hidup didaerah lereng karang.Amblyglyphidodon aureus Golden damselfish Nama Umum: Betok kuning Ciri-ciri: Panjang max 13 cm (TL). Biasa berada dekat dengan Gorgonian /kipas laut dimana mereka meletakan telurnya. Kep. Badan kuning oval. 181 Lokasi foto: TN Karimunjawa. laguna dan karang terjal berarus. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Pasifik barat(Laut Andaman dan Pulau Christmas . Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .Fiji. Range kedalaman 3 . New Caledonia) Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: TN Karimunjawa. Juvenile biasa ditemukan dalam kelompok kecil di dekat gorgonian atau karang hitam.45 m. Ryukyu. dewasa bagian kepala agak keunguan sedikit.

Habitat: Daerah laguna dan karang dangkal. Biasa berada dekat koloni karang besar.12 m. Distribusi: Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Range kedalaman 0 . Badan perak kehijauan. Biasa ditemukan soliter atau berpasangan di atas karang. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Indo-west Pasifik (Maldives dan Indonesia) 182 Tipe pemakan: Belum diketahui Lokasi foto: TN Karimunjawa.Amblyglyphidodon batunai Batuna damselfish Nama Umum: Betok perak Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL).

Habitat: Lokasi foto: TN Karimunjawa.Amblyglyphidodon leucogaster Yellowbelly damselfish Nama Umum: Betok perut kuning Ciri-ciri: Panjang max 13 cm (TL). Variasi warna tergantung geofrafis. duri dorsal (total): 13. sirip duri Anal: 2. larva Crustacea. telur ikan. Soliter atau dalam kelompok kecil. Range kedalaman 2-45 m. Distribusi: Indo-west Pasifik Tipe pemakan: Copepoda. Populasi di Indonesia umumnya dengan perut kuningoranye . Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . amphipods. dan sebagian kecil dari alga /Omnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. sirip lunak dorsal (total): 12-13. mysids. Sirip lunak anal: 12-14. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 183 Mendiami lagunakarang dan lereng karang.

Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Daerah laguna dan lereng karang bagian luar. Juvenil sering terlihat dekat karang lunak jenis Sarcophyton dan Sinularia.40 m. 184 Distribusi: Pasifik barat ( Rowley shoals. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Utara kep.Ryukyu .selatan GBR) Tipe pemakan: Zooplankton dan filamentous alga Lokasi foto: TN Karimunjawa. Range kedalaman 1 . memiliki beberpa variasi geografis. Malaysia . Makan sering berkelompok didaerah karang.Amblyglyphidodon curacao Staghorn damselfish Nama Umum: Betok strip ijo Ciri-ciri: Panjang max 13 cm (TL).Samoa dan Tonga. Populasi di Indonesia berwarna hijau dengan garis kehitaman saat dewasanya. Papua berwarna lebih keperakan dengan garis kehijaun dengan range dari jepangAustralia timur. Habitat: Lokasi foto: TN Karimunjawa.

oval dengan 6-7 garis hitam. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Pasifik barat (Timur Samudra Hindia-Jepang dan Australia) Tipe pemakan: Alga. gastropoda dan krustacea kecil / Omnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa.6 m. 185 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Sangat territorial. ciri khasnya bentuk ekor cagak yang membulat dan berwarna redup. Habitat: Biasa ditemukan sendiri atau kelompok kecil di daerah laguna dan karang dangkal. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Range kedalaman 1 . Badan putih keabu-abuan.Abudefduf bengalensis Bengal sergeant Nama Umum: Ciri-ciri: Panjang max 17 cm (TL).

Afrika selatan. sirip ekor berwarna kuning. New Britain.Abudefduf notatus Yellowtail sergeant Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 17 cm (TL). Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Indo-Pasifik barat: Afrika timur. Biasa ditemukan dalam schooling namun kadang soliter. 186 Tipe pemakan: Bentik alga dan zooplankton Lokasi foto: Pulau Weh. badan abu-abu dengan 5 garis putih vertikal. Lokasi foto: Pulau Weh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Range kedalaman 1-12 m. Habitat: Didaerah karang berbatu serta lereng curam dengan arus dan gelombang sedang. timur Papua New Guenia dan Jepang. Sumatra di Indonesia.

GBR Australia. Range kedalaman 0 . Jepang . dan zooplankton. badan putih krem dengan 6-7 garis abu gelap. Lokasi foto: Pulau Weh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 187 Distribusi: Indo-Pasifikc: Afrika timur . Tipe pemakan: Bentik alga. zoobnethos(bentik copepod).Kep. Habitat: Habitat didaerah laguna dan terumbu karang berbatu dangkal dengan gelombang sedang. Lokasi foto: Pulau Weh.3 m. Sangat territorial.Abudefduf septemfasciatus Banded sergeant Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 23 cm (TL). Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Line dan French Polynesia.

Rapa). Biasa berada di karang lunak dan koloni hydroid.Abudefduf sexfasciatus Scissortail sergeant Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 16 cm (TL). Lokasi foto: TN Karimunjawa. 188 Tipe pemakan: Zooplankton dan alga / omnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. Habitat: Daerah pantai. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Range kedalaman 1 . Badan putih dan agak kehijaun saat dewasa dengan 5 garis hitam. Jawa Tengah Distribusi: Indo-Pasifik (laut merah.20 m. Mozambique hingga Jepang. Lord Howe dan Kep. Tuomoto. Kep. ciri khasnya adalah memiliki garis hitam di bagian cagak ekornya. karang berbatu dan trumbu karang yang baik.

French Polynesia. Range kedalaman 0-3 m. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Abudefduf vaigiensis Indo-Pacific sergeant Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL). Jantan menjaga telurnya. terdapat spot hitam di pangkal ekor atas dan dibagian bawah sirip dorsal halus. zooplankton dan detritus 189 Lokasi foto: Pulau Weh. Berkelompok. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . rataan terumbu. Pitcairn. Jepang . badan abu-abu dengan 5-6 garis gelap. Juvenil biasa di daerah pasut. Habitat: Di daerah rataan trumbu hingga lereng karang serta daerah berbatu. alga bentik dan ikan kecil) Lokasi foto: Pulau Weh. sangat territorial. cacing). Kadangkadang schooling. Tipe pemakan: Zoobenthos (bentik krustacea. zooplankton. Abu-abu dengan 5 garis hitam atau biru tua vertikal. moluska. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah an Afrika Timur .Abudefduf sordidus Blackspot sergeant Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 23 cm (TL). Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah an Afrika Timur . Tipe pemakan: Omnivora (zoobenthos. hingga daerah pecah gelombang.Australia.Australia. Habitat: Didaerah laguna berbatu. Jepang .hawaidan Kep. daerah kuning di badan atas. memijah dalam jumlah besar.

Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Range kedalaman 1 . varian yang bagian dada agak kuning dari Papua .timur Australia dan Vanuatu) Tipe pemakan: Omnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa.Dischistodus prosopotaenia Honey-head damsel Nama Umum: Betok susu Ciri-ciri: Panjang max 17 cm (TL). Distribusi: Indo-west Pasifik (varian normal tersebar dari Singapura . Soliter dan teritorial.12 m. Range kedalaman 1 . bagian badan atas dari kepala hingga tengah dorsal hijau kehitaman dengan batas kuning dan sebagian perut bawah dekat anal.12 m. Habitat: Memilih di daerah pasir dan rubble di area laguna dan terumbu karang. Distribusi: Pasifik barat Tipe pemakan: Alga bentik Lokasi foto: TN Karimunjawa. Habitat: Mendiami daerah berpasir di laguna dan terumbu karang.Sulawesi. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 190 Dischistodus melanotus Black-vent damsel Nama Umum: Betok susu Ciri-ciri: Panjang max 16 cm (TL). badan hijau kecoklatan dengan garis putih besar. Badan putih dengan bercak pink disekitar insang.

range 1-16 m. Garis abu-abu samar dari atas mulut ke mata. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 191 Chrysiptera oxycephala Blue-spot demoiselle Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 9 cm (TL). Filipina. pasir di daerah karang.abu-abu kekuningan dengan banyak bintik biru di badan. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Distribusi: Indo-west Pasifik Tipe pemakan: Alga bentik dan detritus Lokasi foto: TN Karimunjawa. Bagian depan kepala kehijaun. laguna dangkal. Habitat: Biasa berkelompok dalam jumlah besar. Habitat: Daerah patch reef. dan padang lamun. Putih krem dengan 2-3 spot hitam agak memanjang.Dischistodus perspicillatus White damsel Nama Umum: Betok susu Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL).10 m. Juv biru cerah yang hilang saat dewasa. Palau) Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: TN Karimunjawa. Didaerah laguna dan karang dangkal. PNG. garis bpingk dengan batas biru di antara mata dan mulut. Range kedalaman 1 . Distribusi: Western central Pasifik (Indonesia.

Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Habitat: Di Daerah pantai karang beralga.Fiji.Fiji. range kedalaman 3-35 m. Soliter atau kelompok kecil. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 192 Chrysiptera talboti Talbot's demoiselle Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 6 cm (TL). Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Laut Merah dan Afrika Timur . Spot hitam d belakang sirip dorsal. Distribusi: Pasifik Barat: Laut Andaman . Tipe pemakan: Bentik Alga dan zooplankton Lokasi foto: Pulau Weh. badan abu gelap. Range kedalaman 0 . bagian kepala hingga tengah dorsal kuning sisa badan lainnya coklat keunguan. Soliter.Chrysiptera unimaculata Onespot demoiselle Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL).GBR Australia. Tonga dan GBR Australia.30 m. rubble atau daerah karang berbatu dangkal. sekitar sirip dada berwarna kuning dan spot hitam dikelilingi biru di bagian belakang sirip dorsal. Tipe pemakan: Bentik Alga Lokasi foto: Pulau Weh.. Jepang . Habitat: Didaerah kaya karang di laguna dalam dan lereng karang serta rubble. Palau.

coklat gelap 1/2 dari kepala hingga badan depan. 1/2 sirip dorsal dan sirik caudal. Afsel. Sumatra dan P. Habitat: karang dan batu berkarang di daerah dangkal hingga lereng karang. Distribusi: Samudra Hindia: Laut Merah. Distribusi: Samudra Hindia (diketahui hanya di Pulau Weh) Tipe pemakan: Alga 193 Lokasi foto: Pulau Weh. berkelompok di atas karang dan dilereng karang. Mauritius. Chagos. Habitat: Di daerah laguna dan terumbu karang . Tinggal dekat dengan substrat. Maldives. Kep. kepala kuning dan warnanya memanjang hingga sirip dorsal belakang. Range kedalaman 1-36 m. Tanzania. Kenya. Thailand. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Chromis dimidiata Chocolatedip chromis Nama Umum: Betok 1/2 Ciri-ciri: Panjang max 9 cm (TL). Tipe pemakan: Bentik alga dan zooplankton Lokasi foto: Pulau Weh. Sisanya berwarna putih mulai dari sirip anal. Christmas serta Guam. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Laut Andaman. bagian atas badan terdapat garis biru yang memangjang dari depan mata hingga pangkal sirip ekor. Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 7 cm (TL.Chrysiptera sp. badan kuning dengan bercak hitam dibagian pangkal belakang sirip dorsal. Reunion.

Tipe pemakan: Zooplankton. dan bentik alga. daerah laguna dan karang dangkal. New Caledonia. fitoplankton. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah . Distribusi: Indo Pasifik Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jantan yang bersarang berwarna kuning.French Polynesia. Habitat: Berkelompok di Acropora bercabang. ekor cagak dan sangat mirip dengan C. Range 0-12 m. laguna dan lereng karang. Biasa dijumpai kelompok besar di koloni karang bercabang. Habitat: Dearah karang dangkal. Jepang. Range kedalaman 1-29 m.Chromis atripectoralis Foto by Fakhrizal Setiawan Black-axil chromis Nama Umum: Betok ijo / jae-jae Ciri-ciri: Panjang max 12 cm (TL). viridis hanya dibedakan dengan spot hitam dipangkal sirip dadanya. warna Hijau pucat hingga biru terang. Badan hijau kebiruan. Jawa Tengah 194 Chromis viridis Blue green damselfish Nama Umum: Betok ijo / jae-jae Ciri-ciri: Panjang max 8 cm (TL). Lokasi foto: Pulau Weh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan .

Garis hitam di bagian cagak ekor merupakan ciri khasnya. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 195 Chromis ternatensis Ternate chromis Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL). Habitat: Daerah karang yang sehat dan lereng karang. Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: Pulau Weh. Range kedlaman 3 36 m.Ryukyu. Habitat: Schooling di atas karang bercabang di daerah laguna hingga lereng karang yang jernih. Range kedalaman 2-40 m. coklat cerah dengan ujung sirip dorsal. Distribusi: Pasifik barat Tipe pemakan: Zooplankton dan alga bentik Lokasi foto: TN Karimunjawa. New Caledonia. Distribusi: Indo-Pasifik: laut Merah dan Afrika timur . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . anal dan cagak caudal hitam. Kep.Chromis atripes Dark-fin chromis Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 9 cm (TL). coklat dengan warna pudar dibagian bawah perut.Samoa dan Tonga.

biasa berada dikoloni Acropora bercabang.Chrysiptera springeri Springer's demoiselle Nama Umum: Betok neon Ciri-ciri: Panjang max 6 cm (TL). Distribusi: Pasifik barat (Indonesia-Filipina) Tipe pemakan: Zooplankton dan alga bentik Lokasi foto: TN Karimunjawa. Range kedlaman 2-30 m. Biasa kelompok kecil didasar. sirip ekor dan anal. Habitat: Daerah karang. Range kedalaman 2-15 m.Indonesia. Kuning badan bawah. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Tipe pemakan: belum diketahui . dengan bercak hitam dibagian atas kepala. pasir dengan alga. kepala biru neon dan badan atas juga. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 196 Pomacentrus auriventris Goldbelly damsel Nama Umum: blu kuning Ciri-ciri: Panjang max 7 cm (TL). Distribusi: Western Central Pacific (Micronesia . mirip dengan C. Pulau Christmas) Lokasi foto: TN Karimunjawa.cymatilis. Habitat: Habitat karang yang sehat dan laguna.

Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .Range kedalaman 2-35 m.5 cm (TL). laguna. Habitat: Biasa ditemukan didaerah karang. warna bervariasi. Bagian atas badan krem kecoklatan. Juv pink cerah. Distribusi: Samudra Hinia timur dan Pasifik barat Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: TN Karimunjawa. karang dengan rubble. Habitat: karang dari dangkal hingga lereng karang. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 197 Chrysiptera rex King demoiselle Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 7 cm (TL). Range kedalaman 1-20 m. Badan bawah putih krem.Chrysiptera rolandi Rolland's demoiselle Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 7. kepala abu-abu. Distribusi: Indo-west Pasifik Tipe pemakan: Alga Lokasi foto: TN Karimunjawa. umumnya badan bagian kepala kebawah hingga belakang dorsal gelap dan bagian bawahnya putih krem.

Jepang-Australia) Tipe pemakan: Zooplankton. ekor transparan. carneus. Afrika timurline. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Dascyllus reticulatus Reticulate dascyllus Nama Umum: Dakocan putih Ciri-ciri: Panjang max 9 cm (TL). Berkeloompok di karang bercabang dan menjari. Bagian kepala coklat dengan garis hitam dibelakangnya. Habitat: Biasa didaerah laguna dan karang. Distribusi: Samudra Pasifik. garis hitam di belakang vertikal dari dorsal ke anal. Tipe pemakan: Zooplankton. territorial (terutama saat memijah). Tuamoto. berkelompok diatas karang bercabang. sisip perut hitam. Samudra Hindia diganti oleh D.marquesan dan Kep.Dascyllus aruanus Whitetail dascyllus Nama Umum: Dakocan belang Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL). Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . bagian atas dorsal hitam. badan krem kecoklatan. dasar putih denga 3 garis hitam. Range 0-20 m. depan mata putih. zoobenthos dan alga bentik Lokasi foto: TN Karimunjawa. bentik invertebrate dan alga 198 Lokasi foto: Pulau Weh. Habitat: Biasa dilaguna dangkal dan karang dangkal. Distribusi: Indo-west Pasifik (Laut merah. Range 1-50 m.

Lokasi foto: TN Karimunjawa. badan hitam. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 199 Dascyllus trimaculatus Threespot dascyllus Nama Umum: Dakocan item Ciri-ciri: Panjang max 14 cm (TL). sela-sela bulubabi dan karang bercabang. Australia.Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Not found in the Hawaiian and Marquesan islands. north to southern Japan. Distribusi: Indo-Pacific: Red Sea and East Africa to the Line and Pitcairn islands. sirip hitamkecuali transparan sirip dada dan belakang dorsal. juv ada spot putih dai kepala dan di badan atas. Range kedalaman 1-55 m. Habitat: Daerah karang dan karang berbatu. biasa juga di anemone. south to Sydney. Tipe pemakan: Zooplankton. dewasa spot dorsal putih samar dan yang di kepala hilang.

krustacea kecil.Neoglyphidodon nigroris Black-and-gold chromis Nama Umum: Manukan Ciri-ciri: Panjang max 13 cm (TL). Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Range 2-23 m. Soliter. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Ada 2 bentuk (yang hitam ekor cagak dari Laut Andaman-Bali – Jepang) dan (Pasifik barat). 200 Tipe pemakan: Alga. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Habitat: Daerah karang yang sehat di laguna dan lereng karang. tunikata pelagis / Omnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. Yuang keduanya bercampur di Bali. Dewasa warna kuning diganti hitam dengan 2 garis vertikal di katup insang. Juvenil berwarna kuning dengan 2 garis hitam memanjang.

Australia. Jepang . Habitat: Lokasi foto: Pulau Weh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 201 Mendiami daerah reef crest dan daerah karang dangkal. Dewasa cokalt gelap dengan garis putih lebar di tenagah badannya. Pitcairn. batu dan pasir. Juvenile memiliki spot hitam di dorsalnya dibelakang garis putih di tengah badan. Range kedalaman 0-6 m. Juvenile juga biasa ditemukan di teluk yang terlindung. Tipe pemakan: Alga bentik Lokasi foto: Pulau Weh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Afrika Temur .Marshall dan Kep. dewasa biasa di area agak dalam.Plectroglyphidodon leucozonus Singlebar devil Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 12 cm (TL). Juvenil suka berada di zona intertidal di reef crest.

Range kedalaman 1 . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . schooling dalam jumlah besar di ddekat koloni besar karang bercabang. Habitat: Daerah laguna. anal dan sirip ekor kuning. Distribusi: Western central Pasifik ( Filipina selatan-Indonesia. warna hijau metalik dengan spot biru kecil dekat katup insang atas. Dalam kelompok kecil di daerah sub-tidal. Australia. Kep. Habitat: Di daerah lereng karang dan alur karang yang lebih dalam. Range 2-15 m.abu-abu hijau kebiruan dengan sirip belakang dorsal.Kep. Spot hitam dipangkal sirip dada serta di operculum atas. Solomon-New Caledonia) Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: TN Karimunjawa. Taiwan.Neopomacentrus anabatoides Silver demoiselle Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 10. Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: Pulau Weh. Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Afrika Timur .12 m. karang dangkal.5 cm (TL). Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 202 Neopomacentrus azysron Yellowtail demoiselle Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 8 cm (TL). Garis hitam di cagak ekor. Solomon. PNG dan Kep. Indo-Malay dan Vanuatu.

bagian kepala coklat terang dengan gradasi coklat gelap di belakangnya. Indonesia. Laut Timor (Ashmore Reef). Range kedalaman 1-20 m. Solomon) Tipe pemakan: Alga Lokasi foto: TN Karimunjawa. New Britain dan Kep. Australia barat. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 203 Biasa dijumpai di daerah laguna yang terlindung. Badan coklat gelap. Philippines.Hemiglyphidodon plagiometopon Lagoon damselfish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). New Guinea. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Habitat: Lokasi foto: TN Karimunjawa. China. Great Barrier Reef. Juvenil berwarna kuning oranye di bagian perut dan coklat di punggungnya dengan banyak garis biru dan spot di muka dan bagian belakang. pantai berkarang di daerah banyak alga dengan substrat karang becabang. Distribusi: Pasifik barat( Thailand (Phuket).

Australia. Jepang . Lokasi foto: Pulau Weh. Range kedalaman 1-40 m.Marshal dan Kep. Society. Badan coklat dengan banyak bintik biru terang. Badan coklat dengan pangkal sirip ekor dan ekor putih yang dibatasi dengan garis hitam didepannya. Putih krem dari sirip ekor hingga pangkal ekor. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 204 Plectroglyphidodon lacrymatus Whitespotted devil Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL). alga bentik. Range kedalaman 115 m. Habitat: Didaerah laguna dan terumbu karang jernih. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan .Plectroglyphidodon dicki Blackbar devil Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 11 cm (TL). Umumnya berasosiasi dengan Acropora dan Pocillopora. Tipe pemakan: Bentik alga. dan lereng karang. serta daerah campuran dengan rubble dan karang mati. zoobenthos. Habitat: IDi daerah Karang yang sehat. jepang . fitoplankton dan bentik invertebrata. . Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Afrika Timur . Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur French Polynesia.Australia. di laguan jernih. ikan kecil Lokasi foto: Pulau Weh. Tipe pemakan: Detritus.

Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Solomon. Kep. Punggung berwarna kuning dari mulut hinnga dorsal belakang. Ryukyu. Distribusi: Pasifik barat (Pulau Christmas. Distribusi: Western Central Pacific (Filipina. Indonesia. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Pomacentrus chrysurus Whitetail damsel Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 9 cm (TL). Badan coklat abu-abu dengan sirip ekor putih. Range kedalaman 0-3 m. PNG. Habitat: Mendiami daerah berpasir di laguna dan pantai berkarang.Pomacentrus burroughi Burrough's damsel Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 8. Juvenile berwarna abu kebiruan dengan spot hitam di dorsal. dan Palau) Tipe pemakan: Alga bentik / herbivora 205 Lokasi foto: TN Karimunjawa.5 cm (TL).. selatan New Caledonia) Tipe pemakan: Alga/ herbivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. Spot berangsur menghilang saat dewasa.Kep.Solomon. Range kedalaman 1-16 m. badan berwarna coklat gelap dengan ciri khasnya spot kuning di bagian sirip lembut dorsal belakangnya. utara Kep. Habitat: Daerah laguna dan terumbu karang dengan banyak rubble.

Pomacentrus cuneatus Wedgespot damsel Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 9 cm (TL). Habitat: Daerah laguna. warna badan bervariasi. Distribusi: Pasifik barat( Indonesia-Vanuatu. Malaysia. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 206 Lokasi foto: TN Karimunjawa dan TN Komodo Pomacentrus amboinensis Foto by Fakhrizal Setiawan Ambon damsel Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL). Distribusi: Pasifik barat (Indonesia. Range 1-15 m. Habitat: Daerah terumbu karang dan biasa bersama jenis lain sehingga sulit teridentifikasi. Thailand) Lokasi foto: TN Karimunjawa. abu-abu kecoklatan dengan spot biru di katup insang atas. umumnya kuning cerah . New Caledonia. daerah pasir/batu di karang. Garis tipis dibagian dorsal atas. Range kedalam 2-40 m. Juv berwarna kuning dan biru diatasnya dengan spot hitam di belakang dorsal yang menghilang saat dewasa. Tonga) Tipe pemakan: Alga dan zooplankton . Juvenile bagian atas badan agak kebiruan dengan spot hitam di dorsal belakang. karang.

karang dangkal hingga dalam.Soluter/kelompok. Kep.Fiji. Tipe pemakan: Alga dan krustacea planktonic 207 Pomacentrus alexanderae Foto by Fakhrizal Setiawan Alexander's damsel Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 9 cm (TL).Tonga. telur ikan. Abu-abu merata dengan spot hitam dipangkal sirip Lokasi foto: TN Karimunjawa. Distribusi: Pasifik barat (Laut Andaman . Ryukyu). Range 1-60 m.Pomacentrus moluccensis Lemon damsel Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 9 cm (TL). Distribusi: Pasifik barat (Indonesia-Taiwan. terumbu karang dengan banyak karang bercabang. Tipe pemakan: Alga. badan kuning dengan batas sirip anal berwarna hitam. Range 1-14 m. Jawa Tengah dada/pectoral Habitat: Daerah laguna. Kep. gastropoda kecil / omnivora . copepoda. remis/bernacle.Lord Howe.Ryukyu. Habitat: Laguna. P.

utara Kep. Range 1-12 m. Habitat: Juv di karang bercabang. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Neoglyphidodon melas (Juvenil) Bowtie damselfish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). Soliter/berpasangan. Dewasa hitam kebiruan. New Caledonia.Rowley Shoals.badan biru ungu kehitaman dengan warna ekor. ujung dorsal dan anal kuning tua.range kedalaman 1-12 m. lereng karang. zoobenthos. Biasa sendiri/berkelompok kecil. Distribusi: Indo-West Pacific (Maldives . Ryukyu) Tipe pemakan: Bentik alga dan zooplankton 208 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Perubahan warna terjadi pada ukuran 5-6 cm.Pomacentrus philippinus Philippine damsel Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (FL). Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Habitat: Daerah laguna. zooplankton Lokasi foto: TN Karimunjawa. dewasa laguna– lereng karang.Fiji. Tonga. juvenil badan biru terang dengan garis kuning besar dari mulut hingggasirip dorsal serta sirip perut dan anal ujungnya biru kehitaman. Distribusi: Indo-west Pasifik Tipe pemakan: Bentik alga. karang drop-off. Spot hitam di pangkal sirip dada/ pectoral.

209 .

Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Australia) Tipe pemakan: Ikan dan zoobenthos / carnivora Lokasi foto: TN Pulau Weh. 210 Habitat: Lokasi foto: TN Pulau Weh. Jepang.PRIACANTHIDAE Priacanthus hamrur Moontail bullseye Nama Umum: lkan Mata belo Ciri-ciri: Panjang max 45 cm (TL).French Polynesia. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Jarang ditemukan didaerah dangakal di karang. Kadang ditemukan di lautan samudra. warna merah namun kadang ada juga yang perak kemerahan dengan 15 spot hitam sepanjang gurat sisi. Mata merah besar yang menjadi ciri khasnya serta ekor cagak yang membentuk seperti bulan sabit. Range kedalaman 5250 m. Namun di aceh ditemukan dikedalaman dangakal. Distribusi: Indo-Pasifik (Laut merah dan selatan Afrika .

211 .

Filipina dan PNG Tipe pemakan: Belum diketahui Lokasi foto: TN Komodo.PSEUDOCHROMIDAE Baracuda fish. Varian yang merah memiliki pola titik putih kuning memanjang mengikuti pola lengkungan garis hitam. Keduanya punya pola garis hitam yang melengkung dari mulut hingga punggung. terdapat 2 variasi satu coklat merah dan satunya putih. Range kedalaman 3 . hidup soliter. Distribusi: Indonesia. Ikan baracuda Pseudochromis perspicillatus Southeast Asian blackstripe dottyback Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang total 12 cm (TL).27 m. 212 Habitat: Biasa ditemukan berada dipasir atau rubble di daerah karang. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan .

Distribusi: Eastern Indo-West Pasifik (timur Indonesia) Tipe pemakan: Belum diketahui . terdapat garis hitam melewati mata. Mulut kuning muda.Kayoa. Ekor kuning. warna dasar badan abu-abu dengan spot kuning yang berantai membentuk strip dibadan. Suka dijumpai dekat dengan spong dan karang. Habitat: Umumnya soliter namun kadang berpasangan. Ujung sirip dorsal dan ventral biru terang. Ditemukan di daerah laguna dan karang yang mengarah ke laut dan daerah curam di terumbu karang. Maluku Utara Pseudochromis splendens Foto by Tasrif Kartawijaya Splendid dottyback Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 13 cm (TL).213 Lokasi foto: Kep. Range kedalaman 5-40 m.

anal dan caudal merah. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Indonesia. memiliki 3 varian warna. varian ini memiliki ciri badan hijau kekuningan dengan 10 garis hijau tipis.Labricanus cyclophthalmus Fire-tail devil Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 22 cm (TL). sirip dorsal. garis kuning vertikal .20m. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Habitat: Biasa terlihat berlindung dicelah batu/ karang. Soliter tau berpasangan. Sudah dapat ditangkarkan. Lokasi foto: TN Komodo. Range kedalaman 2 . Sabah dan Filipina 214 Tipe pemakan: Ikan kecil / Carnivora Lokasi foto: TN Komodo.

215 .

Maluku Utara Foto by Tasrif Katriwijaya . Yaeyama dan Wake. Ikan Kakatua Bolbometopon muricatum Green humphead parrotfish Nama Umum: Kakatua besar Ciri-ciri: Panjang max 130 cm (TL). Tidur di gua-gua dan sering ditemukan di bangkai kapal di malam hari Distribusi: Indo-Pasifik (Laut merah dan Afrika timur .Line. jenis terbesar dari varies kakaktua. memiliki profil kepala menonjol yang berubah hijau menjadi merah muda. Kep.Samoa dan kep. dan memiliki permukaan luar nodular untuk paruhnya yang besar . Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Habitat: Juvenil ditemukan di laguna. Fase utama adalah kusam abu-abu dengan bintik-bintik putih tersebar. 216 Lokasi foto: TN Karimunjawa. dewasa di luar laguna dan terumbu ke arah laut hingga kedalaman minimal 30 m. tidak seperti ikan kakatua umumnya. GBR dan New Caledonia) Tipe pemakan: Memakan alga bentik dan alga di karang dan juga kerang-kerangan Lokasi foto: Kep.SCARIDAE Parot fish. Biasanya dalam kelompok kecil.Kayoa. secara bertahap menjadi seragam hijau gelap saat dewasa.

P. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . juvenil sekitar 8 cm hitam putih dengan beberapa garis-garis horizontal. Jantan menonjol dibagian dahinya. coklat kehijauan. Lokasi foto: TN Karimunjawa. perlahanlahan menjadi biru sesuai usia. dewasa biasa berkelompok. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 217 Habitat: Biasa ditemukan didaerah laguna dan terumbu karang. Ryukyu. Lord howe dan P. Garis biru memanjang di belakang mulut jantan dewasa dibawahnya putih kebiruan. Filipina.Chlorurus microrhinos Steephead parrots Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 70 cm (TL). Rapa) Tipe pemakan: Herbivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. Ukuran lebih besar sampai sekitar 20 cm seragam gelap. Rottnest. Kep. Ekor berbentuk sabit. Distribusi: Samudra Pasifik (Indonesia. juvenile umumnya soliter.Kep. P. Line dan Pitcairn. Range kedalaman 1-35 m. Jenis yang jarang berwarnacokelat kekuningan seragam.

Habitat: Juvenil di daerah laguna. Territorial. dewasa membentuk harem. Kuning-kuning oranye dengan garis biru dibadan (4-5 garis). Habitat: Laguna dan karang. Distribusi: Indo-Pasifik (Laut merah-Tuamoto. laguna. Range kedalaman 3-36 m. Izu. Dewasa dasar kuning dengan bagian atasnya biru kehijauan dan sekitar mulutnya. mengalami perubahan warna selama pertumbuhannya. Dewasa. range 1-30 m. Dewasa bdan hikau dengan banyak spot pink di wajah. juv badan putih dengan bagian kepala antara mata dan insang merah juga di ujung ekor. cagak ekor dan disekitar wajah (IP). Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Alga di karang / herbivora 218 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Juv soliter. karang. GBR) Tipe pemakan: Alga bentik Lokasi foto: TN Komodo. P. dorsal terdapat spot hitam dikelilingi merah. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Cetoscarus bicolor (Juvenil fase) Bicolour parrotfish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 90 cm (TL). NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . atol dan daerah curam di lereng karang.Scarus ghoban (Inisial fase) Blue-barred parrotfish Common name: Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 90 cm (TL).

Habitat: Daerah kaya karang di laguna. Habitat: Daerah laguna.Pasifik lebih monokromatik. pantai dan lereng karang luar. juvenile dikenali dari binti-bintik hitam kembar pada ekornya. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . mengalami perubahan warna saat pertumbuhan. Umumnya soliter. Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Alga bentik Lokasi foto: TN Karimunjawa. ada perbedaan warna antara Pasifik dan Hindia. Dewasa ciri khasnya di pangkal ekor yang berwarna lebih terang. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 219 Scarus niger Dusky parrotfish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Alga bentik Lokasi foto: TN Karimunjawa.Chlorurus sordidus Daisy parrotfish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). Range kedalaman 0-15 m. Range kedalaman 050 m. Hindia cenderung fase kemerahan. rubble hinga karang yang sehat. juvenile berkelompok.

Habitat: Daerah kaya karang di pantai hingga lereng. utara Kep. badan berwarna pingk di bagian perut dan dibagian atas kehijauan. Palau di Micronesia) 220 Tipe pemakan: Alga bentik Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Range kedalaman 2-18 m. selatan New Caledonia. ciri utamanya adalah hijau stabilo pada bagian atas pangkal ekornya.Scarus quoyi Quoy's parrotfish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). Soliter atau berkelompok kecil. Distribusi: Indo-West Pasifik (IndiaVanuatu.Ryukyu.

221 .

Habitat: Daerah laguna dan terumbu karang. Range kedalaman 2-50 m. Sembunyi sepanjang siang dan aktif malam hari. 1/2 biting (perdagangan) Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL). scorpion fish / Ikan lepu 222 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Distribusi: Indo-Pasifik (Afrika timur-Kep Marquesan.SCORPAENIDAE Lion fish. badan kemerahan dengan garis lebih gelap. Sirip dada termodifikasi dengan tulang sirip memanjang seperti tali dengan spot biru di tiap ruasnya. Jepang-Australia. Jawa Tengah Pterois antennata Foto by Fakhrizal Setiawan Broadbarred firefish Nama Umum: Lepu ayam. Sepasang tentakel diatas mata memanjang. Queensland) Tipe pemakan: Krustacea / zoobenthos .

kadang hampir hitam di daerah estuaria. laut Andaman . bervariasi dalam warna umumnya disesuaikan dengan habitat. pantai keruh dan karang. Distribusi: Samudra Hindia ( Laut merah. cokelat kemerahan dengan banyak garis gelap tipis pada tubuh dan kepala.Sumatra) Tipe pemakan: Carnivora Lokasi foto: Pulau Weh. Dewasa memiliki sebuah duri kecil di sepanjang pipi dan bintik-bintik kecil di sirip median Habitat: Daerah laguna. Distribusi: Samudra Pasifik Tipe pemakan: Ikan kecil dan zoobenthos / carnivora Lokasi foto: Pulau Weh. pantai dan karang.Range kedalaman 2-55 m. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan .Pterois volitans Red lionfish Nama Umum: Lepu ayam politan Ciri-ciri: Panjang max 38 cm (TL). Range kedalaman 2-50 m. Umumnya ditemukan sembunyi dengan posisi menempel terbalik . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 223 Pterois muricata Indian lionfish Nama Umum: Lepu ayam Ciri-ciri: Panjang max 35 cm (TL). Species pantai umumnya lebih gelap. Duri dorsal sangat berbisa Habitat: Daerah laguna. Siang hari bersembunyi dari matahari dan aktif malam hari (nokturnal).

Bentuk serta warnanya sangat mendukung dalam penyamaran untuk menyergap mangsanya. Mulut yang agak panjang berwarna lebih cerah dari badannya.Scorpaenopsis oxycephala Tassled scorpionfish Nama Umum: Lepu Batu Ciri-ciri: Panjang max 36 cm (TL). Habitat: Habitat daerah karang yang jernih serta habitat campuran karang dan batu.Kep.Mariana. 224 Distribusi: Lokasi foto: Pulau Weh. Memiliki banyak variasi warna dan pola. Duri dorsal beracun. Terdapat kulit dibawah mulutnya seperti jenggot berwarna oranye kemerahan. utara Taiwan. Afrika selatan . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Indo-west Pasifik (laut merah. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Palau dan Guam (Micronesia)) Tipe pemakan: Ikan kecil dan invertebrate bentik / Carnivora Lokasi foto: Pulau Weh.

Biasanya mengubur diri dalam substrat pasir atau berkamuflase di rubble untuk menjebak mangsa. Lokasi foto: Pulau Weh. Duri dorsal dapat menyuntikkan bias/racun yang bersumber dari kelenjar di bawah duri dorsalnya. Range kedalaman 1-75 m. Indonesia.Tidak ada bercak hitam hampir sama besar dengan mata di permukaan bagian dalam sirip dada. selatan Rowley shoals. Tulang hidung tunggal.Scorpaenopsis macrochir Flasher scorpionfish Nama Umum: lepu tembaga Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL). garis lebih coklat di permukaan sirip dada bagian dalam. Filipina . 225 Habitat: Biasa dijumpai di daerah campuran pasir dan rubble di rataan terumbu dan laguna dangkal. Marquesan dan Society. moncong yang relatif pendek. Tongan dan Micronesia) Tipe pemakan: Carnivora Lokasi foto: Pulau Weh. Aceh Foto by Yudi Herdiana . Tanda segitiga hitam sempit di dalam mulut di depan rahang atas gigi belakang. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Samudra Pasifik (Australia. punuk di punggung kurang jelas terlihat.Kep. mata relatif besar.

226 .

Ikan kerapu 227 Lokasi foto: Pulau Weh dan Komodo Pseudanthias squamipinnis (Sub family Foto by Fakhrizal Setiawan Anthiniae) Scalefin Anthias Nama Umum: lkan Antias Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL). utara Jepang. Distribusi: Indo-West Pasifik ( Laut merah dan natal. betinaoranye dengan garis kuning dan ungu memanjang dari belakang mata hingga katup insang dekat sirip.Niue. Habitat: Biasa ditemukan diatas koloni karang di daerah laguna dan lereng karang. Selatan Australia) Tipe pemakan: Zooplankton . Range kedalaman 2-20 m. Grouper fish. Jantan merah kekuningan dan hijau dengan sirip merah dengan spot ungu. Afrika selatan . protogynous hermaprodit. Pejantan sangat territorial dan memiliki harem. Berkelompok dalam jumlah yang banyak.SERRANIDAE Anthias. terdapat beberapa variasi warna baik jantan maupun betina.

juvenile memiliki warna biru dengan garis oranye kemerahan dan 10-12 spot hitam di ekornya. Jawa Tengah Anyperodon leucogramicus Foto by Fakhrizal Setiawan Slender grouper Nama Umum: Kerapu sunu Ciri-ciri: Panjang max 65 cm (TL). selatan Australia. Kemungkinan pulau-pulau di Samudra Hindia) Tipe pemakan: Ikan dan krustacea / carnivora . Distribusi: Indo-Pasifik ( Laut merah-Mozambik. Sirip ekor dabelakang dorsal kuning.228 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Dewasa badan abu kehijaun denngan spot merah tersebar di badan. Range kedalaman 1-60 m. Utara Jepang. Phoenix. timur Kep. Habitat: Daerah kaya karang dan jernih di laguna dan terumbu karang.

Range kedalaman 1-40 m.Ogasawara. kepiting. Durban. . udang. cacing). Spot biru terang di seluruh badan. Juvenile lebih menyukai perairan dangkal dan terlindung dengan bersembunyi di karang. Habitat: Biasa dijumpai di berbagai variasi habitat terumbu karang. Australia dan P. badan coklat dengan 5-6 garis coklat redup. Aceh Cephalopholis argus Foto by Fakhrizal Setiawan Peacock hind Nama Umum: kerapu Ciri-ciri: Panjang max 60 cm (TL).Lord Howe. Tipe pemakan: Carnivore ( ikan.229 Lokasi foto: Pulau Weh. sirip ekor.Ryukyu dan Kep . Kep.Pitcairn. dada perut dan ujung anal dan dorsal biru gelap dengan spot biru terang. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah.French Polynesia dan Kep. Afsel .

Jawa Tengah Foto by Rian Prasetia . anal dan pojok caudal hitam dengan ujung kebiruan. Diandric protogenynous hermaphrodite. Tipe pemakan: Carnivora (ikan . Range kedalaman 1 . Sirip coklat dengan ujung di sirip dorsal. Comoro. Laut Andaman. dan bentik krustacea) Lokasi foto: TN Karimunjawa. Madagascar. Habitat: Umumnya di daerah pesisir. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 230 Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Kenya . Sering terlihat soliter dan berpasangan saat memijah. Lokasi foto: TN Karimunjawa. coklat kehijauan dengan 7-8 garis vertikal samar-samar di badan.Cephalopholis boenak Chocolate hind Nama Umum: Kerapu karet Ciri-ciri: Panjang max 30 cm (TL). Palau. Di habitat rubble. Indonesia. karang yang agak keruh.64 m.selatan Mozambique Aldabra.

padang lamun. Palau. Juvenil coklat gelap dengan sirip dorsal. Distribusi: Pasifik Barat: Filipina . dada dan ekor kuning terang. badan terdapat garis coklat samar 4-5 baris. anal. Habitat: daerah karang dangkal yang terlindung. Dewasa coklat kemerahan ditutupi spot biru. mulai muncul spot biru di badan dan kuning berkurang. New Britain dan Kep. Jawa Tengah . Ukuran 9 cm .231 Cephalopholis cyanostigma Foto by Fakhrizal Setiawan Bluespotted hind Nama Umum: l Ciri-ciri: panjang max 40 cm (TL).Australia. Tipe pemakan: Carnivora (bentik krustacea dan ikan) Lokasi foto: TN Karimunjawa. dan karah yang sehat. Solomon. Range kedalaman 1-50 m.

mudah dikenali dari bentuk kepala yang kecil mengkerucut. Lokasi foto: Lembeh. Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya 232 Distribusi: Pasifik Barat: Selatan Jepang Palau. Guam. New Caledonia dan selatan Queensland di Australia. Juga ditemukan di sekitar terumbu karang dan di kolam pasang surut. Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya .Cromileptes altivelis Humpback grouper Nama Umum: Kerapu bebek Ciri-ciri: Panjang max 70 cm (TL). Habitat: Umumnya mendiami laguna dan karangterumbu ke arah laut serta daerah keruh. Nicobar . Timur Samudra Hindia: Kep. Tipe pemakan: Ikan kecil (Carnivora) dan krustacea Lokasi foto: Lembeh.Broome di barat Australia. Pertumbuhan sangat lambat. badan putih krem kehijaun dengan spot hitam kecoklatan menyebar di seluruh badan hingga ke siripsiripnya.

Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . dan daerah jernih di karang. Habitat: Lokasi foto: Pulau Weh. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 233 Biasa di temukan di daerah karang pesisir. Membentuk harem dengan 2-12 betina.Durban dan Kep. badan oranye kemerahan . Juvenil kuning dengan spot biru samar. Saat remaja memiliki garis yang mirip dengan C. dinding karang yang banyak terdapat goa.150 m. Range kedalaman 6 . Line. termasuk pulau-pulau di Samudra Hindia dan barat-timur Pasifik Tipe pemakan: Carnivora (bentik krustacea dan ikan) Lokasi foto: Pulau Weh.Cephalopholis miniata Coral hind Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 45 cm (TL).merah gelap dengan bintik biru terang di badan serta sirip kecuali sisip dada. sexmaculata dan dibedakan dari spot dimulutnya yang beralur biru.

kadang terlihat banyak bercak kemerahan dibadan. 234 Distribusi: Indo-Pasifik: Pinda. badan oranye kemerahan. Kep. Kadang salah identifikasi dengan Cephalopholis aurantia. Komodo. Mozambique (15°S) . NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Habitat: Biasa dijumpai di perairan karang agak dalam.108 m.French Polynesia dan Kep. soliter. Ciri khasnya terdapat garis biru melingkar mengikuti kontur ekor diujung sirip ekor.Cephalopholis spiloparaea Strawberry hind Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 30 cm (TL). Pitcairn. Tipe pemakan: Carnivora Lokasi foto: TN. Range kedalaman 6 . (atau sebagai Cephalopholis analis. a junior synonym of Cephalopholis aurantia) Lokasi foto: Pulau Weh.Ryukyu GBR Australia.

Range kedalaman 2– 65 m. Badan coklat gelap dengan spot dan bercak putih yang banyak di badan.Fiji Tipe pemakan: Carnivora (ikan dan bentik krustacea) . Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur . Aceh Epinephelus coeruleopunctatus Foto by Fakhrizal Setiawan Whitespotted grouper Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 76 cm (TL). dan Epinephelus corallicola. Juvenil di daerah pasang surut.235 Lokasi foto: Pulau Weh. Epinephelus summana. Habitat: Habitat di daerah berbatu atau karang yang subur di laguna atau di lereng karang. Sirip ekor dipangkal berwarna putih dan bagian belakangnya hitam gelap.Timur London. Kadang sangat mirip dengan 3 spot putih lainnya: Epinephelus ongus. Biasa juga dijumpai di celah dan goa karang. Afrika Selatan .

Korea. Terdapat spot hitam di sirip dorsal. Jepang. umumnya memiliki 5-6 garis agak gelap vertikal di badan. Selatan Queensland (Australia) dan P. Warna lebih gelap di bagian kepala namun kadang bergaris-garis. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Epinephelus fasciatus Blacktip grouper Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). .Afrika Selatan hingga laut Arafura. warna bervariasi dali putih krem hingga kecoklatan.236 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Range kedalaman 4-160 m.Lord Howe. bentik krustacea) dan ikan. Tipe pemakan: Zoobenthos(moluska. Distribusi:Indo-Pasifik: Laut Merah . echinodermata. Habitat: Umumnya didaerah lereng karang dengan kedalaman lebih dari 15 m. juga didaerah teluk yang tertutup dan laguna yang dangkal.

mon in shallow lagoon and semi-protected seaward reefs. Jawa Tengah Epinephelus mera Foto by Fakhrizal Setiawan Honeycomb grouper Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 32 cm (TL) warna dasar kuning dengan spot polygonal warna coklat. Distribusi:Indo-Pasifik: Afrika Selatan . Habitat: Biasa ditemukan di daerah laguna dangkal dan karang yang semi tertutup.50 m. Juvenil umumnya terlihat di selasela acropora bercabang.French Polynesia Tipe pemakan: Carnivora (ikan dan bentik krustacea) . Bentuk kepala yang agak meruncing dengan spot lebih kecil di banding badan. Range kedlaman 1 .237 Lokasi foto: TN Karimunjawa.

Lokasi foto: TN Karimunjawa. Juvenil spot putih lebih besar mrip polkadot dengan badan lebih gelap.Kep. Tipe pemakan: Carnivora ( ikan. sirip dan badan. dan utara Australia.Epinephelus ongus White-streaked grouper Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). New Caledonia. Fiji. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 238 Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Afrika Timur . Marshal. Habitat: Di daerah pantai dan laguna juga lereng karang deimana banyak celah dan goa karang. Bercak putih besar muncul saat dewasa. dan bentik krustacea ) Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Kep.Ryukyu. badan coklat dengan banyak spot putih halus dikepala. Range kedlaman 5 25 m.

Epinephelus quoyanus Longfin grouper Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). mulai dari laguna hingga lereng karang. cacing dan bentik krustacea) Lokasi foto: TN Karimunjawa. Kadang salah identifikasi dengan Epinephelus macrospilos atau Epinephelus hexagonatus. Laut Andaman. badan putih dengan polygon coklat yang lebih rapat. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Range kedalaman 1– 50 m. Tipe pemakan: Carnivora (ikan . Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Pasifik Barat: Jepang . Habitat: Didaerah karang yang agak keruh.Australia. 239 Lokasi foto: TN Karimunjawa.

240 .

Laut China Selatan.SIGANIDAE Rabit fish. Jenis ini dilaporkan aktif di malam hari. Ikan beronang. Kepala dengan garis dan spot oranye. Indonesia. Berpasangan maupun dalam kelompok kecil. Ryukyus. lamun dan karang dangkal. badan abu-abu kusam dengan spot oranye keemasan menyebar di badan. Jawa Tengah Siganus guttatus Foto by Fakhrizal Setiawan Goldlined spinefoot Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 42 cm (TL). Habitat: Di habitat pantai yang agak keruh didekat mangrove. China. Tipe pemakan: Zooplankton dan bentik alga . Singapura. spot kuning besar di bawah pangkal sirip halus dorsal. semadar. Malaysia. Range kedalaman 1– 25 m. 241 Lokasi foto: TN Karimunjawa. duri dorsal beracun. Filipina dan Palau. Distribusi: Samudra Hindia Timur dan Pasifik Barat: Laut Andaman. Thailand. Taiwan.Viet Nam. Toleran terhadap salinitas rendah.

mulai dari daerah berpasir dengan spot-spot karang maupun yang tutupannya rapat.242 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Kep. Range kedalaman 1 . dan sisa lainnya keabuan. Indonesia dan daerah utara Australia. Thailand. Duri dorsal beracun. Singapore.12 m. Toleran terhadap kekeruhan. Filipina. Andaman. Badan atas dengan spot biru dan garis biru di bagian kepala atas. Habitat: Di daerah perairan dangkal. Taiwan. Sri Lanka. Bias dalam kelompok kecil. Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Selatan India. kuning di bagian tubuh atas hingga ekor. Pantai selatan dan timur China. Ryukyu. Tipe pemakan:Zooplankton dan alga bentik . dua garis coklat diagonal di bagian depan. Juvenil bisanya di daerah mangrove dan pindah ke daerah karang saat dewasa. Malaysia. Jawa Tengah Siganus virgatus Foto by Fakhrizal Setiawan Barhead spinefoot Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 30 cm (TL).

Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Kep. Terdapat alur garis keperakan di badan. Tipe pemakan: Juvenil (alga berfilamen) dan dewasa (alga.243 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Terdapat bagian kehitaman di katup insang. GBR Australia dan New Caledonia. badan kuning keoranyean dan sedikit keperakan di bagian perut. Utara Kep. Duri dorsal tajam dan beracun. karang dangkal hingga lereng karang. Duri dorsal tajam dan beracun. Terdapat garis kehitaman diagonal melewati mata. sirip berwarna kuning. Cocos-Keling dan Laut China Selatan hingga Kep.12 m. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Siganus puellus Masked spinefoot Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 38 cm (TL). Range kedalaman 3 . tunikata dan spong) . Ryukyu Jepang. Habitat: Didaerah kaya karang di laguna. Gilbert. Sering terlihat berpasangan dan schooling.

bagian bawah insang hingga perut depan terdapat tanda coklat gelap. Duri dorsal beracun. unimaculatus yang membedakannya spot hitam dibadannya. Juvenile dan semi dewasa biasa dijumpai dalam schooling di karang Acropora dimana memakan alga yang tumbuh didasar karang yang mati. duri dorsal beracun. Kepala putih dengan garis coklat gelap tebal dari mulut hingga ujung dorsal. Marshall dan Tonga. Distribusi: Pasifik Barat: Barat Filipina. Jawa Tengah Siganus vulpinus Foto by Fakhrizal Setiawan Foxface Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL). Habitat: Biasa ditemukan di daerah kaya karang di laguna dan lereng karang. sirip dorsal. Vanuatu.244 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Badan. New Caledonia. anal dan caudal kuning. Range kedalaman 0-30 m. Caroline. Kep. Tipe pemakan: Zooplankton dan alga bentik . Great Barrier Reef. Indonesia. Kep. Papua New Guinea. Soliter atau berpasangan. Mirip dengan S.

ujung sirip dorsal kemerahanHabitat: Didaerah terumbu karang. Banyak. Similian hingga Jawa di Indonesia. Kepala putih dengan garis hitam tebal dari mulut hingga ujung sirip dorsal.30 m. Sirip ekor. Distribusi: Timur Samudra Hindia: Thailand termasuk Kep. juvenile biasa bersembunyi di sela karang. Tipe pemakan:Zooplankton dan alga bentik . Aceh Siganus magnificus Foto by Tasrif Kartawijaya Magnificent rabbitfish Nama Umum: l Ciri-ciri: panjang max 24 cm (TL).245 Lokasi foto: Kep. Badan atas gelap dan tergradasi keabu-abuan dibagian bawahnya. Range kedalaman 3 . Dewasa bias ditemukan berpasangan. ujung anal dan pectoral kuning.

246 .

badan silinder panjang dengan mulut runcing.SPHYRAENIDAE Baracuda fish. kadang juga ditemukan di teluk dalam schooling . Habitat: Habita di daerah laguna dan lereng karang terbuka. GBR Australia. .25 m. Distribusi: Indo-Pasifik Barat: laut Merah . Ikan baracuda 247 Lokasi foto: TN Karimunjawa.Samoa. Sirip ekor kuning. Ryukyu. Jawa Tengah Sphyraena flavicauda Foto by Fakhrizal Setiawan Yellowtail barracuda Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 60 cm (TL). Kep. Range kedalaman 2 . Dua garis coklat atau coklat kekuningan memanjang. zoobenthos(bentik krustacea) dan ikan kecil. Tipe pemakan: Zooplankton.

248 .

biasanya dalam suatu campuran garis dan bintik-bintik. Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Laut Merah dan Timur Afrika . Bervariasi dalam warna dari hitam menjadi merah dan kuning. Sulut Solenostomus paradoxus Foto by Tasrif Kartawijaya Ornate Ghost Pipefish/Harlequin ghost pipefish Nama Umum: Tangkur kuda palsu Ciri-ciri: Panjang max 12 cm (TL). Habitat: Biasanya berada di sepanjang tepi terumbu karang. Post-pelagis hampir sepenuhnya transparan dan lebih langsing dibandingkan dengan mereka yang berada pada fase bentik. Tipe pemakan: Zoobenthos (bentik krustacea) . di antara cabang gorgonian atau crinoids.SOLENOSTOMIDAE Ghost pipe fish 249 Lokasi foto: Lembeh. Sirip ekor bulat atau berbentuk pisau bedah. Australia. Kadang ditemukan spesoliter atau berpasangan. Jepang.Fiji. New Caledonia dan Tonga. Betina membawa telur di sirip perut mereka yang dimodifikasi membentuk kantong.

250 .

dan lereng karang. NTT . Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Afrika Timur hingga Samoa. Jantan membawa telur dalam kantung di bawah ekornya. zoobenthos (bentik krustacea) Lokasi foto: TN Komodo. Ekor merah dengan batas luar putih serta spot putih ditengahnya. Tipe pemakan: Zooplankton (telur/larva).56 m. Badan putih belang-belang dengan coklat kemerahan hingga mulut.SYNGNATHIDAE Pipefishes. Habitat: Di daerah pasang surut. Biasa dijumpai di goa dan celah karang. laguna. Ikan Tangkur Kuda 251 Dunckerocampus dactyliophorus Foto by Fakhrizal Setiawan Ringed pipefish Nama Umum: Tangkur kuda buntut merah Ciri-ciri: Panjang max 19 cm (TL). Ovovivipar. jepang. Range kedalaman 5 . Australia.

8 cm (SL).252 Corythoichthys haematopterus Messmate pipefish Nama Umum: Tangkur kuda asli Ciri-ciri: Lokasi foto: Pulau Weh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Panjang max 19. ciri utamanya adalah sirip ekor umumnya berwarna pink kemerahan. pejantan membawa telur yang disimpan dalam kantung di dekat ekor. Habitat: Didaerah dangkal yang terlindung dengan substrat pasir dan rubble. Range kedalaman 0-21 cm. biasa juga di daerah agak keruh. badan putih krem dengan serentetan pola di badan.Vanuatu dan Jepang. Dewasa umumnya sendiri atau berpasangan. Tipe pemakan: Zoobenthos (bentik krustacea) dan zooplankton (larva dan telur ikan) . ovovipipar. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur .

253 .

Range kedalaman 3 . Ducie. Rapa serta New Zealand..Hawai. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Afrika Timur . Kadang di temukan di daerah brpasir. Tipe pemakan: Carnivora (ikan kecil). Kermadec dan P. Kep. dewasa bervariasi dari abu-abu hingga kecoklatan. .Ryukyu. biasa dijumpai bertengger diatas karang dan di atas pasir.121 cm. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Marquesan dan Kep. Ikan Tokek 254 Synodus variegatus Foto by Fakhrizal Setiawan Variegated lizardfish Nama Umum: lkan tokek Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). Habitat: Didaerah laguna dan lereng karang. Jawa Tengah pola dengan sekitar 6 spot kecoklatan di sisi badan. Soliter atau berpasangan. Line. Lord Howe.SYNODONTHIDAE Lizardfishes.

Tipe pemakan: Carnivora (ikan kecil). .Kep. New South Wales Australia. Sydney.6 m Distribusi: Indo-Pasifik: Mauritius . Ditemukan di perairan pantai seperti di mangrove. lamun an kadang di muara sungai. Society. Piscivorus. range kedalaman 0 . Hawai. batu dan habitat garden eel. Saurida berbeda dengan lizardfishes lainnya dari baris gigi yang keluar bibir. lumpur. Species ini dicirikan dari bercak hitam besar di bawah sirip punggung.5 cm (TL). Habitat: Mendiami dasar pasir.255 Lokasi foto: Pulau Weh. Aceh Saurida nebulosa Foto by Fakhrizal Setiawan Clouded lizardfish Nama Umum: lkan tokek Ciri-ciri: Panjang max 16.

256 .

Jepang . Habitat: Di daerah terumbu karang. Tipe pemakan: Zoobenthos (bentik krustacea.Australia. sponge. Dewasa sendiri atau berpasangan. Ikan buntal 257 Arothron nigropunctatus Blackspotted puffer Nama Umum: Buntal monyet Ciri-ciri: Panjang max 33 cm (TL). diadematus di Laut Merah. moluska. tunikata.TETRAODONTIDAE Puffers Fish.Micronesia dan Samoa. cnidarians/ karang keras) dan bentik alga Lokasi foto: TN Komodo dan TN Bunaken Foto by Fakhrizal Setiawan . Digantikan A. Kedalaman 3-25 m. warna bervariasi namun ciri utamanya mulut berwarna hitam. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur .

Afrika Selatan. .bentik invertebrata).30 m. Habitat: Biasa dijumpai di daerah laguna dan terumbu karang tepi hingga lereng karang. Range kedalaman 4 . saat blom sampai usia dewasa badan di penuhi dengan spot putih yang menyebar merata di badan dengan perut berwarna putih. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 258 Arothron mappa Map puffer Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 65 cm (TL). Dewasa bisanya di daerah drop off. Ryukyu dan Laut barat Jepang. selatan New Caledonia dan Queensland. Distribusi: Indo . Samoa. ciri khasnya adalah alur garis hitam radial melingkari mata. Kep. soliter. Saat dewasa spot itu memanjang membentuk alur tak beraturan dengan perut kekuningan.Lokasi foto: TN Komodo.tunikata. Tipe pemakan: Bentik alga dan zoobenthos (sponge.Pasifik: Afrika Timur . Australia.

Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 259 Didaerah laguna dan lereng karang yang jernih. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Afrika Timur . Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Tipe pemakan: Zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa. Tuamoto. Range kedalaman 3 58 m. Habitat: Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jepang. Juvenil memiliki garis-garis gelap di perut yang menjadi spot saat dewasa. selatan P.Kep. Lokasi foto: TN Karimunjawa.Arothron stellatus Stellate puffer Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 120 cm (TL). Lord Howe. Juvenile biasa di daerah pantai berpasir dan karang dangkal di daerah agak keruh dan estuaria.. Atlantik tenggara: pantai selatan Afrika Selatan. Kadang bersembunyi di goa-goa karang. badan abu-abu kusam dengan diselimuti spot hitam kecil merata di badan. Terdapat pola hitam di sekitar sirip pectoral. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .

260 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Atlantik tenggara: Pantai tenggara Afrika Selatan. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur . NSW Australia. Bersembunyi di bawah dan goa karang siang hari.Society Islands. Tipe pemakan: Zoobenthos (bentik invertebrata) . Jepang. punggung / badan dengan batas putih menjadi ciri khasnya D. badan coklat dengan duri siseluruh badan. liturosus dibedakan dari D. Habitat: Di daerah batas karang dan lereng karang. Range kedalaman 1 . Jawa Tengah Diodon liturosus Foto by Fakhrizal Setiawan Black-blotched porcupinefish Nama Umum: Buntal Durian Ciri-ciri: PAnjang max 65 cm (TL). pola coklat kehitaman di mata. Juvenile bias di daerah laguna dan estuaria.90 m. hystrix dari duri pendek dan warna.

Atlantik Barat: Bermuda. moluska) dan ikan. Galapagos. . Dewasa tinggal di dasar . Distribusi: Lautan tropis: Pasifik Timur: San Diego. soliter dan aktif di malam hari. Habitat: Di daerah laguna dan terumbu karang terbuka. spot hitam kecil menyebar di badan.Chili dan Kep.range kedalaman 1 . dan utara teluk Meksiko Brazil. Umumnya ditemukan di celah dan goa karang. Gigi menyatu di tiap rahang. kepala dan sirip. USA . Tipe pemakan: Zoobenthos (bentik krustacea.Madagaskar. bentik invertebrata. Reunion dan Mauritius. Jawa Tengah Diodon hystrix Foto by Fakhrizal Setiawan Spot-fin porcupinefish Nama Umum: Buntal Durian Ciri-ciri: Panjang max 91 cm (TL). badan kuning kecoklatan hingga coklat. Massachusetts (USA).50 m. Atlantik Timu: 30°N to 23°S . Juvenil hingga ukuran 20 cm pelagis. Samudra Hindia Barat: Laut Merah .261 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Badan ditutupi duri yang tersebar merata. California.

Tipe pemakan: Alga bentik dan zoo262 Lokasi foto: TN Karimunjawa.compressa) Habitat: Di daerah pantai . Kep.50 m Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Maldives-PNG.55 m. Habitat: Ditemukan di puncak karang dan batu di daerah laguna dan karang pantai. Distribusi: Indo-Pasifik: laut Merah Afrika Selatan.batas karang luar mulai yang keruh hingga jernih. Tipe pemakan: Belum diketahui Lokasi foto: TN Komodo. coklat kemerahan. Badan putih dengan spot abu-abu terang. Jantan territorial. GBR dan New Caledonia. spot menyebar dibadan dan spot hitam disirip dorsal. Dewasa biasa berpasangan di daerah lereng karang. memiliki harem. Jepang. Range kedalaman 1 . Jantan kawin dengan beberapa betina.Chantigaster valentini Valentin's sharpnose puffer Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 11 cm (TL). P. Terdapat 4 pola hitam di punggung hingga badan. Range kedalaman 1 .Lord Howe. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Canthigaster papua Papuan toby Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL). (ini yg membedakan dengan C. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Filipina-Palau. juvenile bioasa di daerah dangkal. 2 pola tersebut ditengah memanjang hingga perut bawah.Tuamoto. Mimic dengan filefish Paraluteres prionurus.

263 .

Moncong mulut terdapat segitiga kuning debngan batas hitam. Hawai. Sulawesi Utara Zanclus cornutus Foto by Fakhrizal Setiawan Moorish idol Nama Umum: lkan moris Ciri-ciri: Panjang max 23 cm (TL). metamorphosis dari post larva ke juvenil saat ukuran 7. . lereng karang.Ducie. Lord Howe. Kep. Range kedalaman 3 . Selatan P. Sirip dorsal memanjang seperti antenna. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur –Rapa dan Kep. 264 Lokasi foto: TN Bunaken. Jepang. reef flats.ZANCLIDAE Morish idol fish.5 cm. Pasifik Timur: selatan Teluk California – Peru. Dan bagian kuning lebar di diantara garis hitam tengah. Habitat: Di daerah keruh dekat laguna.182 m. badan pipih dengan 3 garis hitam di ekor. dorsal belakang hingga anal dan dorsal depan hingga sirip ventral. Bisanya dewasa berpasangan atau kelompok kecil. Tipe pemakan: Zoobenthos (sponge dan tunikata) dan bentik alga.

265 .

Invertebrata Bentik Non karang Selain ikan terdapat penghuni terumbu karang yang jumlahnya sangat melimpah meliputi 9 phylum. Penulis juga akan memasukkan metode monitoring khusus biota bentik namun hanya beberapa jenis invertebrata yang di survey karena apabila jumlahnya melimpah dapat mempengaruhi dan menimbulkan masalah keseimbangan ekologi di kawasan terumbu karang tempat biota tersebut tinggal. seperti kesehatan karang atau kerusakan fisik. 1. 266 . Reef Check MAQTRAC Program. Personel lapangan: 2 pengamat (penyelam scuba atau snorkel. Sebuah survei tunggal menyediakan informasi awal tentang status invertebrata makro dan dampak pada skala regional/ global. Various Pacific monitoring programs (Lincoln-Smith transect). 1 pengemudi perahu / pengamat permukaan. Dialah invertebrata yang memberikan sumbangsih secara ekologi serta ekonomi di terumbu karang. peneliti dapat membuat ulangan lebih banyak dan meningkatkan frekuensi monitoring (misalnya 4 x per tahun). Tali 5 m atau pipa PVC untuk membantu memperkirakan lebar sabuk lebar. Informasi yang diperoleh: Kelimpahan relatif makro-invertebrata serta ukuran kerusakan fisik dan kesehatan karang. Metode Belt Transect Instansi yang menggunakan metode ini: Reef Check. Untuk mencapai presisi yang lebih baik untuk mendeteksi perubahan lokal. Namun karena keterbatasan stok foto tidak semua jenis dapat dimasukkan kedalam buku ini. Peralatan yang diperlukan: Roll meter (100 m). Australian Institute of Marine Science Long-term Monitoring Program (AIMS LTMP). WCS Indonesian Marine program Deskripsi metode: Melibatkan 2 pengamat berenang di sepanjang sabuk transek dan menghitung target spesies invertebrate serta informasi khusus pada terumbu karang.

reefcheck. Pengulangan monitoring dapat dilakukan sebagai program monitoring oleh masyarakat.asp 267 . Keuntungan: Biaya lebih minim. Prosedur Umum: Bentangkan roll meter sejajar kontur karang/ garis pantai sepanjang 100 m Biasanya monitoring invertebrate berbarengan dengan monitoring karang Setelah selesai memasang rollmeter.edu Referensi: www.2.5 m untuk memperkirakan lebar sabuk. Hasil juga harus pengolahan diinterpretsikan dan dibuat laporannya. 2. langsung mencatat invertebrate kunci sepanjang 4 x 20 m transek dengan jeda 5 m tiap transek (Jumlah dan jenisnya) Informasi tambahan catat pula kesehatan karang dan adanya kerusakan karang akibat invertebrate sepanjang 5 m transek sabuk (2. Pelatihan identifikasi dan meningkatkan kesadaran terhadap terumbu karang pada saat yang sama. Berbaring trus ukur mulai dr ujung kepala hingga ujung fin sekitar 2 .org / metode / instructions.5 m lebar). Menyediakan informasi global secara cepat tentang kesehatan terumbu karang. CP: rcheck@ucla. Pelatihan yang dibutuhkan: Penyelam rekreasi bisa belajar metode ini dalam satu hari.Personel di kantor: Pengamat harus memasukkan data ke dalam spreadsheet Excel segera setelah menyelam . Pengamat membawa pipa panjang PVC 2. Keterbatasan: Survei idealnya melakukan pengulangan sampai 3 kali per site dan sampai 4 kali per tahun untuk data yang bkomprehensifuntuk melihat perbandingan lokal. 2 pilihan untuk ketepatan lebar sabuk : 1.5 m kiri dan kanan). Hal ini akan menambah biaya.5 m . Masingmasing pengamat survei setengah dari sabuk (2. terutama bila menggunakan penyelam volunteer.

Estimasi persentase tutupan karang yang mengalami bleaching/pemutihan pada transek tersebut. Informasi yang diperoleh: Informasi yangjumlah terbuat dari sebagai berikut: COT (bintang laut berduri) (jumlah total COT dalam 3 ukuran kelas ) dan luasan bekas makannya Drupella dan luasan bekas makannya Bekas luasan terkena White syndrome desease Bekas luasan terkena Black band desease Insiden bekas penyakit lain dan bekas luka/penyakit yang tidak diketahui. interpretasi dan pelaporan. Prosedur Umum: Transek tetap Survei ini mengikuti sensus ikan sepanjang transek 5 x 50 m (AIMS fish LTMP sensus visual). Peralatan: Rollmeter transek 50 m. Personel di kantor: Mengentri data. AIMS LTMP method Deskripsi metode: Ini adalah metode transek sabuk selebar 2 m dimana penyelam meneliti penyakit karang . 1 pengemudi perahu / pengamat menonton. predator dan pemutihan karang.2. analisis. COTs dan Drupella. kamera digital dalam air jika memungkinkan Personel lapangan: 1 Observer berpengalaman dengan metode ini ditambah seorang buddy (penyelam). 268 . penyakit. Foto-foto diambil untuk identifikasi penyakit lebih jelasnya. Sepasang pengamat video menyelam di transek dan berenang sepanjang transek masing-masing mengcover sebuah sabuk 2 m untuk mortalitas karang. bekas pemangsaan.

aims.au/pages/research/reef-monitoring/ltm/monsop1/mon-sop1-11.gov.html 269 .au Referensi: Bass dan Miller (1998). dan mortalitas karang karena akan terganggu dengan penyelam lain yang mengambil data lain secara besrsama-sama (AIMS LTMP video transek ).gov. Dapat dilakukan pada waktu yang sama dengan transek garis (LIT) sehingga buddy tidak banyak Keterbatasan: Pengamat harus mampu mencari dengan cepat penyakit. www. drupela. COTs.Keuntungan: Cepat dan mudah melakukan penilaian makro-invertebrata dan indikator kesehatan karang. h.sweatman @ aims. Pelatihan yang dibutuhkan: Identifi kation spesies target dan indikator kesehatan karang CP: Hugh Sweatman.

Merekam lebih baik sejajar arus sehingga survei lebih mudah untuk dilakukan.3. 1 pengemudi perahu / pengamat permukaan menonton. Trochus/kerang diukur di titik terlebar dari dasar kerang 5. teripang. Kima diukur panjang cangkangnya 4. 3. Personel di kantor: Entri data. analisis. yang diukur dengan menggunakan tali 2m. Kerang mutiara dari ujung hingga bagian engselnyal. Hitung dan estimasi panjang invertebrata sepanjang sabuk 2 m. Lincoln-Smith transect Deskripsi metode: Metode ini banyak digunakan di daerah pasifik untuk menentukan kelimpahan makroinvertebrata yang dipanen untuk makanan. Transek diletakkan di sepanjang hamparan karang. rubble dan area pasir. Ulangan ditempatkan terpisah 10-15 m Untuk habitat dalam 1. 6. Prosedur Umum: Bentangkantransek sepanjang 6 x 50 m di dua kedalaman. Teripang laut dan jenis kerang-kerangan dihitung dan diukur sepanjang 50 m dan lebar 5 m transek sabuk. 2. Untuk habitat dangkal 1. dangkal di area reef flat sekitar 0.5 m dan dalam di daerah reef slope sekitar 15-22 m. Informasi yang diperoleh: Estimasi Kelimpahan spesies invertebrata misalnya kima raksasa. 270 . 2. interpretasi dan pelaporan. kerang mutiara. Teripang laut diukur dari mulut ke anus. Peralatan yang diperlukan: Rollmeter 50 m Tali penanda lebar 2 m Personel di lapangan: 2 pengamat terlatih (1 untuk meletakkan transek dan 1 untuk menghitung).5—3. kerang-kerangan untuk memberikan perbandingan terhadap kelimpahan spesies yang dipanen.

gbrmpa. Kedalaman dan lebar transek memeperlihatkan kesukaan habitat dari invertebrate yang berbeda termasuk ukuran dan kelimpahannya.au/corp_site/info_services/publications/research_publications/ rp69/ 271 . (2001).Keuntungan: Mudah dilakukan.gov. Referensi: Lincoln-Smith et al. Pelatihan yang dibutuhkan: Identifikasi invertebrata target dan cara pengukurannya. Keterbatasan: Penyelam yang berpengalaman harus dilibatkan karena pemasangan transek dalam. www.

'3 'untuk kategori bekas scars/luka sebelumnya diketahui sebagai bekas luka yang hampir tertutup dan sulit untuk membedakan bekasnya dari sekitar. seorang pengamat dapat melakukan survei karang (Reef Check PIT). penggaris dan papan mika Personel di lapangan: 2 pengamat terlatih dalam metode ini. '1 'untuk kategori bekas scars/luka baru di karang tanpa ada tanda pertumbuhan baru. 1 pengemudi perahu / pengamat permukaan Personel di kantor: Mengentri data. Identifikasi dan ukur bekas luka diagonal panjang terpanjang dari karang tersebut.4. '2 'untuk kategori bekas scars/luka yang telah ditutupi oleh alga dan / atau invertebrata Sessile. ini mencakup pengukuran bagian panjang terpanjang. seperti kesehatan karang atau kerusakan fisik. analisis. interpretasi dan pelaporan. Informasi yang diperoleh: jumlah dan ukuran invertebrate target Peralatan yang diperlukan: Kertas bawah air. 3. Beri kategori bekas luka dikarang dengan kriteria sebagai berikut: 1. Prosedur Umum: Sebuah studi pendahuluan harus dilakukan untuk menentukan jumlah ulangan diperlukan untuk presisi/ketepatan yang mencukupi Survei yang dilakukan di sepanjang transek sabuk sama dengan transek MAQTRAC ikan (5 m lebar). sementara yang lainnya melakukan survei invertebrata. 272 . biota yang memiliki bentuk simetris radial diukur tegak lurus. 2. MAQTRAC method Program yang menggunakan metode ini: Reef Check’s MAQTRAC program Deskripsi metode: Metode ini melibatkan dua orang pengamat berenang sepanjang transek sabuk dan menghitung dan mengukur target spesies invertebrata serta mencatat dampaknya terhadap terumbu karang. Hitung semua spesies invertebrate target dan spesies karang. Catat estimasi secara kualitatif persentase koloni karang yang mati. Pengukuran tambahan harus dibuat untuk pengukuran koloni karang. Hitung estimasi panjang untuk semua jenis individu.

DIADEMA BELT TRANSECT/ Transek Sabuk untuk Bulu Babi 273 Instansi yang menggunakan metode ini: Atlantic and Gulf Rapid Reef Assessment (AGRRA).Keuntungan: Penilaian hasil yang didapat lebih detail dan terperinci untuk mengetahui dampak perdagangan ikan hias jika ulangan untuk monitoring cukup. Informasi yang diperoleh: Kelimpahan Bulu babi Kepadatan biota Struktur ukuran panjang Peralatan yang diperlukan: 1 m pipa PVC atau transek/rollmeter yang ditandai tiap 10 cm Personel di lapangan: 2 pengamat (penyelam) 1 pengemudi perahu / pengamat permukaan . Caribbean Coastal Marine Productivity Program (CARICOMP).dll). Disarankan untuk survei ini dilakukan di lokasi yang sama dengan survei komunitas bentik (karang. Keterbatasan: Banyak memakan waktu Mungkin membutuhkan banyak replikasi bagi spesies langka atau komunitas yang kompleks Membutuhkan tingkat keahlian identifikasi yang mencukupi Pelatihan yang dibutuhkan: Pelatihan identifikasi tingkat lanjut CP: rcheck@ucla.edu 5. Deskripsi metode: Metode ini melibatkan dipakai awalnya untuk menghitung kelimpahan dan mengukur panjang Diadema antillarum sepanjang transek sabuk namun metode ini dapat digunakan untuk biota lainnya.

basic CARICOMP method Prosedur Umum: Transek sabuk ini dilakukan bersama dengan metode CARICOMP coral community Tandai the rod transek sehingga Anda dapat mengukur 50 cm kedua sisi dari garis transek Berenang kembali di sepanjang transek dan mencatat jumlah bulu babi Diadema dan lainnya yang ditemui 274 Contoh 3. interpretasi dan pelaporan. dan jika ada back reef yang tumbuh berkembang dengan baik.Pilih 3 site Bagi terumbu karang kedalam kelompok reef front dan reef slope. Survey Scuba. Contoh 2. Beberapa metode yang termasuk jenis ini antara lain: Contoh 1. CARICOMP Diadema status method (lebih detail daripada basic CARICOMP method) Metode ini terdiri dari sebuah survei snorkeling diikuti dengan survei scuba.Personel di kantor: Entri data. berenang dengan sapuan 1 m disepanjang transek sabuk masing-masing 6 x 10 m . Metode snorkel Hitung jumlah bulu babi selama 2 x 15 menit survey snorkeling per luasan karang Pisahkan bulu babi ke dalam 2 kelas ukuran: diameter <5 cm diameter (juvenil) dan diameter > 5 cm (dewasa) Catat mengenai kondisi spasial keheterogenan yang didapat dari habitat yang diobservasi. analisis. 50-10 m dan> 10 m) .5 m di kedua sisi sapuan. AGRRA method Prosedur Umum: Transek sabuk ini dilakukan bersamaan dengan survey AGRRA karang. Catat bulu babi dalam 0. alga dan survei Diadema Gunakan alat pengukur 1 m untuk skala. a. b. bagi menjadi 3 interval kedalaman (05 m.

papan meja dan kertas anti air Tali / rollmeter yang dipakai hanya sepanjang 2-3 meter . COLLECTION OF DIADEMA Instansi yang menggunakan metode ini: Caribbean Coastal Marine Productivity Program (CARICOMP).usf.aoml. dmlinton@uwimona. tempatkan sedikitnya lima 10 x 2 m transek sabuk.jm / caricomp_main.gov/agra/ CARICOMP: www. Hubungi: AGRRA: Robert Ginsburg.html 275 6. Informasi yang diperoleh: Struktur ukuran populasi bulu babi yang berbeda Hubungan kompleksitas habitat dengan struktur ukuran populasi bulu babi Peralatan yang diperlukan: Keranjang plastik yang besar Penjepit dan garpu besar 2 kompas Penggaris atau meteran jahit.edu CARICOMP: Dulcie Linton.org.jm dan John Ogden.Pada setiap kedalaman. Gunakan tabel nomor acak untuk memilih penempatan transek yang tepat.miami.edu. Hitung jumlah bulu babi di setiap size kategori di sepanjang transek sabuk.coral.edu Referensi: AGRRA: http://www. jogden@marine. Deskripsi metode: Metode ini dilakukan setelah snorkeling Diadema dan Scuba belt transect / transek sabuk dimana melakukan pengumpulan dan pengukuran bulu babi di site yang sama di mana rantai intercept transek selesai dilakukan.ccdc.noaa. agrra@rsmas. Keuntungan: Mudah untuk melaksanakannya Keterbatasan: tabel nomor acak dapat menyulitkan untuk digunakan karena terumbu karang memiliki bentuk tidak teratur (pelajari metode sampling fix 'permanen versus metode sampel acak).

jm dan John C. tebalikkan bulu babi tersebut sehingga bagian mulutnya terlihat kemudian ukur diameternya menggunakan penggaris/ jangka sorong Keuntungan: Estimasi yang tepat untuk kelimpahan dan ukuran bulu babi (mengukur panjang bulubabi hasilnya lebih akurat dibandingakan dengan estimasi) Keterbatasan: Memakan waktu Dampak ekologis yang ditimbulkan dari mengumpulkan bulu babi Beberapa kerusakan karang terjadi tidak dapat terhindarkan apalagi di cabang karang.edu.ccdc. Dampak ekologis mengumpulkan bulu babi tidak dapat dihindari Pelatihan yang dibutuhkan: Rantai transek membutuhkan pelatihan khusus CP: Dulcie Linton.Personel di lapangan: 2 pengamat (penyelam) 1 pengemudi perahu / pengamat permukaan Personel di kantor: Mengentri data. Ogden. dmlinton@uwimona.edu Referensi: http://www. pilih individu bulu babi dari keranjang.usf.html 276 . analisis.org. jogden@marine. interpretasi dan pelaporan Prosedur Umum: Mengikuti survei belt transect CARICOMP bulu babi Kumpulkan minimum 200 bulu babi dari semua ukuran ditiap interval kedalaman Gunakan penjepit.jm/caricomp_main.

Jawa Tengah yang tersusun rata vertikal dan tentakel keluar dari sela-sela duri tersebut. Palau.ECHINOIDEA 277 Mespilia globules Foto by Fakhrizal Setiawan (Temnopleuridae) Globular sea urchin Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang badan max 5 cm. Indonesia.60 m. range kedalaman 0 . Habitat: Daerah fringing reef (terumbu karang tepi) dan padang lamun. the loyality islands dan Australia . badan biru dengan duri oranye merah belang putih Lokasi foto: TN Karimunjawa. Distribusi: Filipina. PNG.

278 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Pemakan: Alga bentik yang terdapat di karang mati dan rubble .Pulau-pulau di Pasifik Selatan dan Jepang. Habitat: Di daerah terdapat banyak karang mati dan rubble Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Laut Merah . Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Diadema setosum (Diadematidae) Long spined Urchin Nama Umum: Bulu babi Ciri-ciri: Badan hitam dengan duri panjang di bagian atas serta duri halus dan pendek di bagian bawah tubuh.

Tahiti. Dimana duri ada yang polos dan belang. Pemakan: Alga Bentik Lokasi foto: TN Karimunjawa. merupakan jenids yang memiliki rentang warna terbanyak dalam family Diadematidae. Jepang . Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Samudra Hindia. Habitat: Di dearah perairan karang dangkal dan Karang dengan banyak rubble.Pulau-pulau di Selatan Pasifik. Kebanyakan warna di IndoPasifik adalah putih(duri) dan coklat.Echinothrix calamaris (Diadematidae) Banded sea urchin Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 15 cm. range kedalaman 1– 40 m. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . 279 Lokasi foto: TN Karimunjawa.

Pemakan: Zoobenthos (bentik invertebrata) dan Alga bentik. memiliki duri dengan bagian menggelembung yang beracun dan sangat menyakitkan.45 m. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Lokasi foto: TN Komodo. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 280 Distribusi: Indo-Pasifik barat: Laut Merah . range kedalaman 0 .New Caledonia dan Jepang.Asthenosoma varium (Echinothuridae) Fire urchin Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 25 cm. Lokasi foto: TN Komodo. badan dapat fleksibel apabila melewati celah sempit. Periclimenes colemani and Leutzenia asthenosomae (commensal). Rumah bagi udang comensal Allopontonia iaini. Habitat: Di daerah berpasir dan rubble.

Ini benar-benar suka menutup diri dengan puing-puing dan detritus. duri pendek dan sangat mudah dikenali dari pedicel- laria yang berbentuk bunga yang menutupi badan dan berwarna krem-pink. sehingga kita sering bisa menyentuhnya tanpa takut tertusuk. Sengatan dari pedicellaria yang menyuntikkan racun sangat menyakitkan dan kadang-kadang juga mematikan bagi manusia. di dasar berpasir atau puingpuing. tidak selalu dapat menembus kulit keras di telapak tangan kita.duri penyengat sangat kecil. menghilang. Habitat: Di daerah karang berubble. . Jawa Tengah Foto by Rizya L Ardiwijaya Toxopneustes pileolus (Toxopneustidae) Flower urchin Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 15 cm. Mudah untuk mengidentifikasi oleh bunga seperti pedicellaria. Suka menutup duri dengan pecahan karang dan detritus. Distribusi: Atlantik Tenggara dan Indo .Lokal biasa. sengatan pada bagian tubuh lainnya bisa sangat berbahaya.Pasifik Barat. karang berbatu. padang lamun dan terumbu karang juga di teluk dan laguna. tinggal di teluk dan laguna.281 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Tapi bagaimanapun.

. Distribusi: Daerah tropis dan subtropis di Indo-Pasifik Barat. Habitat: Biasa ditemukan di sela daerah berbatu di area terumbu karang. Jawa Tengah Foto by Rizya L Ardiwijaya Echinometra mathaei (Echinometridae) Nama Umum: Bulu babi Ciri-ciri: Badan berwarna hitam dengan duri pendek di sekujur badan berwarna coklat dan kadang di ujungnya berwarna putih.282 Lokasi foto: TN Karimunjawa. membuat lobang dan tinggal disana.

283 Habitat: Lokasi foto: TN Komodo. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Biasa berada di daerah padang lamun dan daerah rumput laut. Range kdalaman 1 . Perubahan warna dasar antara krem dan oranye.30 m. biru. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Distribusi: Indo-Pasifik Barat: dari Seychelles . Kadang menjadi rumah gastropopda parasit Thyca astericola dan juga udang comensal Periclimenes soror. bintang laut besar. tinggi dan memiliki 5 lengan pendek. dengan tuberkulum/ tanduk menonjol besar. hitam atau berwarna gelap.Australia dan Jepang.ASTEROIDEA Bintang Laut Protoreaster nodosus (Oreasteridae) Horned sea star Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 30 cm. hijau. Tipe pemakan: Detritus Lokasi foto: TN Komodo.

284 Lokasi foto: TN Komodo. range kedalaman 0-44m. Andaman . Bintang laut kecil dengan 5 lengan. Tipe pemakan: Detritus. Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Kep. sponge dan invertebrata kecil. Habitat: Di daerah laguna dan karang dangkal hingga lereng karang. Daerah terumbu karang . Badan krem kekuningan dengan banyak pola di lengan dengan margin merah. cakram tengah oranye juga di ujung-ujung lengan. Tipe pemakan: Belum diketahui Lokasi foto: TN Komodo. Range kedalaman 1-51 m.Australia dan Jepang. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Fromia indica (Ophidiasteridae) Indian sea star Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang diameter max 8 cm dan tangan max 3 cm . Distribusi: Atlantik teenggara dan Indo-Pasifik Barat: Afrika selatan Australia dan Jepang. Habitat:. dengan pola garis hitam diantara spot-spotnya. Jenis Formia dibedakan dari bentuk spot di bagian atasnya. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . ditutupi warna merah.Fromia monilis (Ophidiasteridae) Peppermint sea star / Necklace sea star Nama Umum: l Ciri-ciri: Diameter max 10 cm.

Found in shallow reef. Distribusi: Indo-Pasifik Lokasi foto: TN Komodo. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 285 Nardoa pauciforis (Ophidiasteridae) Pauciform Seastar Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 28 cm. Range kedalaman 1-20m. Distribusi: Lokasi foto: TN Karimunjawa. species ini sangat mirip dengan the New Caledonian Seastar (Nardoa novaecaledonia) dan the Tuber Seastar (Nardoa tuberculata). rocky areas. Habitat: Daerah perairan hangat di daerah karang pasang surut dan laguna.Nardoa rosea (Ophidiasteridae ) Rose sea star Nama Umum: l Ciri-ciri: Large tubercles on nonmarginal parts of arms. Habitat: Di daerah perairan karang dangkal dan karang berbatu. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Tipe Pemakan: Alga bentik .

0 cm dengan 9-23 lengan. lipan laut (sulawesi tengah) Ciri-ciri: Max length : 80. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan .65 m Distribusi: Samudra Hindia umumnya berwarna keungaun hingga Sumatra dan Pasifik barat abu-abu merah oranye mulai dari indonesia tengah kearah timur. bulu seribu( jawa). 286 Habitat: Daerah terumbu karang. Tipe pemakan: Zoobenthos(cnidarians/polyp karang keras. 1 ekor COT dapat mematikan karang 1 meter persegi karang/hari. Predatornya: kerang triton (Charonia tritonis). Badan atas ditutupi duri tajam yang beracun. Warna bervariasi untuk Samudra hindia umumnya merah keunguan dan untuk Pasifik Barat abu-abu merah dan agak oranye. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan napoleon (Cheilinus undulatus). mulai dari laguna dangkal hingga lereng karang. Range kedalaman 0 . brittle star/ echinoderms) dan tanaman ( bentik alga dan fitoplankton (diatom dan dinoflagelata)). ikan Lokasi foto: TN Karimunjawa. Lokasi foto: Pulau Weh.Acanthaster planci (Acanthasteridae) Crown of Thorn Nama Umum: Bintang laut berduri. ikan trigger (Balistoides viridescens).

umumnya 5 lengan yang membulat. Dibedakan dari Linkia purpurea dan Linkia guildingi dari warna dan bentuk lebih pendek (lengan pendek dan ujung membulat tumpul) Habitat: Di daerah karang dangkal. Distribusi: Indo-West Pacific. berbatu. karang mati dan rubble. kuning. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 287 Linckia laevigata (Ophidiasteridae) Blue linckia / blue star Nama Umum: Ciri-ciri: Diameter 30 cm. Umumnya biru namun ada. Kadang berasosiasi dengan udang Periclimenes soror (simbion) dan Thyca crystallina (parasitic). Tipe Pemakan: Mikroinvertebrata dan material organik Lokasi foto: TN Komodo. umumnya 5 lengan.Echinaster luzonicus (Echinasteridae) Orange sea star Nama Umum: l Ciri-ciri:S Diameter max 15 cm. bentik invertebrata dan orgnaisme mati. mengkerucut dengan ujung tumpul. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan . Tipe pemakan: Detritus. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Warna bervariasi: merah muda-kuning.73 m. Habitat: Di daerah terumbu karang muali dari daerah intertidal hingga lereng karang. merah muda. merah dan coklat. oranye. Range kedalaman 0 . Range kedalaman 0 .60 m. Distribusi: Indo-Pacific.

Jepang dan New Caledonia. Tipe Pemakan: polyp karang.dan ikan dari genus Carapus dapat hidup dalam system pencernan dan dapat keluar masuk dari mulut. dengan 5 lenganpendek tebal mengerucut bulat.. dengan kelompok papilla ditengahnya. Habitat: Di daerah berpasir. Habitat: Di daerah terumbu karang dari dangkal hingga lereng.Range kedalaman 0 . daerah rubble. detritus invertebrata kecil dan bangkai. dan menyatu bersama-sama di ujung lengan untuk membuat sebuah garis. Dikenali dari tuberkulum Lokasi foto: Kep. rubble dan karang. Distribusi: Indo-Psifik Barat: Afrika Lokasi foto: TN Komodo. Berasosiasi dengan udang simbion Periclimenes soror . 288 Echinaster callosus (Echinasteridae) warty starfish Nama Umum: Bintang laut benjol Ciri-ciri: Diameter 25 cm.Choriaster granulates (Oreasteridae) Cushion star/granular sea star Nama Umum: Bintang laut bantal Ciri-ciri: Diameter 25 cm. Warna dasar pink. Maluku Utara Foto by Tasrif Kartawijaya besar dalam baris transversal. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Timur-Fiji. Warna dasar coklat denagn tuberkulum merah muda atau putih. Tipe Pemakan: Zoobenthos (bentik invertebrata) .30 m Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Afrika Timur . Kayoa. Range kedalaman 0-40 m. dengan 5 lengan ujung membulat.

Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 289 Culcita novaeguineae (Oreasteridae) Cushion star Nama Umum: Bintang laut bantal Ciri-ciri: Diameter max 40 cm. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan Lokasi foto: Pulau Weh. karang dangkal hingga lereng. . dengan piring dan tuberkulum kontras dibandingkan dasarnya. Tipe Pemakan: Zoobnethos (cnidarians / polyp karang dan Bentik invertebrata) Lokasi foto: Pulau Weh.Lokasi foto: TN Karimunjawa. Berasosiasi dengan udang komensal Periclimenes soror dan ikan komensal genus Carapus yang hidup di system pencernaan dan dapat keluar masuk melalui mulut Culcita. Range kedalaman 0-90 m. bentuk pentagonal dengan lengan pendek. hijau. Habitat: Didaerah laguna. kuning. Warna sangat variasi:cokelat. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . merah. Distribusi: Indo-Psifik Barat.

range kedalaman 0-30 m Distribusi: Indo-Pasifikc ex- Lokasi foto: TN Komodo. Badan silindris. berat 200-300 g.45 m. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Badan tegas.15 cm. Habitat: Daerah berpasir dan rubble di ekosistem terumbu karang. berduri bercabang. Spikula pada kulit berbentuk salib. Warna pink dan coklat kehitaman (atas) dan Pink (bawah). Habitat: Daerah bersubstrat pasir atau rubble di daerah terumbu karang. Range kedalaman 0 . berat 2.7 Kg. kaku.TERIPANG Sea cucumber/ Mentimun Laut Holothuria edulis (Holothuridae) Pinkfish Ciri-ciri: Panjang max 35 cm (TL). Kulit tebal 3mm. Distribusi: Indo-Pasifik kecuali Hawai. Kulit tebal 0. memanjang.5 . NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 290 Thelenota ananas (Stichopodidae) Prickly redfish Nama Umum: Teripang durian Ciri-ciri: Panjang max 80 cm (TL). bagian perut rata. dengan ujung membulat. Lokasi foto: TN Komodo.

saat di temukan pada kedalaman 5 m. badan coklat kekuningan. punggung melengkung dan perut rata.4 cm. Range kedalaman 0 . Habitat: Di daerah karang dan berbatu di daerah rataan terumbu dan daerah subtidal yang terkena gelombang.25 m Distribusi: Indo-Pasifik kecuali Teluk Persia dan Hawai. Badan krem coklat dan terdapat spot coklat gelap dan titik kecil hitam dibadan merata.berat 7001300g. Habitat: Daerah terumbu karang. Lokasi foto: TN Karimunjawa. (Holothuridae) Nama Umum: Teripang Ciri-ciri: Panjang sekitar 30 cm. Distribusi: Indo-Pasifik Lokasi foto: Pulau Weh. Dinding badan tebal 0. berbentuk agak bulat mengkotak. Tubuh silindris. spikul coklat gelap. berbatu.Bohadschia sp. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 291 Pearsonothuria graffei (Holothuridae) Blackspotted sea cucumber Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 45 cm (TL).

) . bobot hidup: 100-400 g. Tipe pemakan: Lokasi foto: Pulau Weh. Badan hitam silindris. Tipe pemakan: Umumnya tanaman dan detritus Lokasi foto: Pulau Weh. berat 200-1000g. Distribusi: Indo-Pasifik kecuali Teluk Persia dan Hawai. Habitat: Daerah dasar berpasir di padang lamun dan terumbu karang. memanjang dan kulit ditutupi pasir. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 292 Holothuria atra (Holothuridae) lollyfish Nama Umum: Teripang pasir Ciri-ciri: Panjang max 60 cm (TL).30 m Distribusi: Indo-Pasifik barat.4 cm. range 0 .15 m. Badan hitam kehijauan.2 cm. rata bagian perut (trivium). dinding tubuh mudah hancur air laut di luar. Dinding badan tebal 0. dinding badan 0. kaku dengan bagian persegi empat.Stichopus chloronotus (Stichopodidae) Greenfish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 35 cm (TL). Habitat: Daerah terumbu karang yang datar dengan substrat keras. Terdapat banyak kulit menonjol mirip duri namun lembut dengan ujung oranye. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Tanaman (fotoplankton dan Halimeda sp. Range kedalaman 0 .

Distribusi: Indonesia. Filipina. Habitat: Lokasi foto: TN Komodo. Warna bervariasi merah .Pseudocholchirus violaceus (Cucumaridae) Sea apple cucumber Nama Umum: Apel laut Ciri-ciri: Badan bersegi namunmembulat oval.dll Tipe pemakan: Filter feeder (fitoplankton) Lokasi foto: TN Komodo. Dapat mengeluarkan racun dalam keadaan stres dan mati. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 293 Daerah terumbu karang yang kaya plankton. kuning serta percampuran ketiganya. Mulut bertentakel yang berfungsi menangkap makanan. biru. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Australia.

Badan kuning dan kuning kecoklatan. berbentuk persegi dengan tentakel di mulutnya untuk menangkap makanan. Distribusi: Indo-pasifik Tipe pemakan: Filter feeder Lokasi foto: TN Komodo. Saat ditemukan kedlaman max 15 m. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Distribusi: Indo-Pasifik barat Tipe pemakan: Filter feeder Lokasi foto: TN Komodo. Badan pink kemerahan dengan mulut bertentakel panjang yang berfungsi menangkap makanan. Range kedalaman 1-15 m. Habitat: Daerah yang kaya plankton dan semi terlindung dari arus dan gelombang.Pentacta lutea (Cucumaridae) Nama Umum: Teripang kuning Ciri-ciri: Panjang max 12 cm. Habitat: Daerah karang berbatu agak keruh dan terlindung dari gelombang. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 294 Pentacta quadrangularis (Cucumaridae) Pink sea cucumber Nama Umum: Teripang merah Ciri-ciri: Panjang 17 cm.

Tipe pemakan: Plankton (filter feeder) Lokasi foto: TN Komodo. Distribusi: Indo-Pacific kecuali Hawai Tipe pemakan: Detritus /Grazes partikel organik Lokasi foto: TN Komodo. dinding badan tebal 0. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 295 Neothyonidium magnum (Phyllophoridae ) Large Burrowing Sea Cucumber Ciri-ciri: Tentakel panjang bercabang seperti ranting pohon yang berfungsi menangkap makanan. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . NTT) daerah lain belum ada informasi.Stichopus variegatus (Stichopodidae) Curryfish Nama Umum: Teripang gama Ciri-ciri: Panjang max 90 cm (TL). berat 1-2. Badan berwarna kuning kecoklatan dengan banyak lekuk tubuh.5 Kg.Terdapat bintik hitam terdapat simbion ikan yang hidup di dalam rongga pencernaan. Habitat: Di daerah berpasir dan rubble berpasir. Warna hitam teransparan dan badan sebagian terpendam di substrat. Range 0-25 m.8 cm. Habitat: Didaerah berpasir dan rubble Distribusi: Indonesia (Sulawesi.

NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Merupakan hewan yang menjadi favorit fotografer. Panjang 6 cm. Lokasi foto: TN Komodo. Lokasi foto: TN Komodo. quadricolor. Distribusi: Western Central Pacific. dengan garis hitam dan putih serta di kelilingi mantel oranye. Sangat miip dengan Chromodoris africana dan C. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 296 Habitat: Daerah terumbu karang hingga lereng karang. keduanya dari Samudra Hindia.NUDIBRANCHIA Kelinci laut Chromodoris magnifica (Chromodorididae) Nama Umum: Kelinci laut Ciri-ciri: Bentuk dan warna yang sangat cerah di daerah karang. insang oranye. Tipe Pemakan: Zoobenthos (spons).

mirip dengan C.magnifica hanya perbedaannya warna biru di punggung atasnya. dengan beberapa spesimen variasi di bantalan cincin merah-oranye tersebar di permukaannya. Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya Hypselodoris whitei (Chromodorididae ) Ciri-ciri: Panjang max 11 cm (TL). Habitat: Daerah terumbu karang di laguna hingga lereng karang. 297 Lokasi foto: Lembeh.30 m Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Malaysia Kep. Warna tubuh oranye sampai coklat.Chromodoris annae (Chromodorididae ) Nama Umum: Kelinci laut Ciri-ciri: Panjang max 2 cm (TL).Memiliki mantel berwarna yang memproduksi sekresi kelenjar berbisa menyengat digunakan dalam pertahanan melawan predator Habitat: Daerah terumbu karang berpasir Distribusi: Tropical Western Pacific : Laut Merah-Australia dan Indonesia Lokasi foto: Lembeh. Marshall. range kedalaman 15 . Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya . memiliki karakteristik garis ungu tipis sepanjang tepi.

Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya Tipe pemakan: Zoobenthos (Spons dan tunikata) . Distribusi: Indo-Pasifik: Timur Afrika. Indonesia . 298 Chromodoris lochi (Chromodorididae ) Loch's magnificent slug Ciri-ciri: Panjang max 3 cm (TL). Antena dan insang putih. dengan beberapa spesimen bervariasi bantalan cincin merah-oranye tersebar di permukaannya dengan garis batas ungu.Australia. Warna tubuh oranye sampai coklat.Fiji dan Tonga. Habitat: Habitat terumbu karang dan substrat pasir.Ceratosoma trilobatum (Chromodorididae ) Sea Slug Ciri-ciri: Panjang max 11 cm (TL). Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya Indo-Pasifik Barat: Laut Merah . Habitat: Daerah karang berpasir Distribusi: Lokasi foto: Lembeh. Badan keras hampir kaku dengan kaki panjang dan insang bercabang. warna dasar putih dengan garis biru tua di mantel dan di dasar badan. Lokasi foto: Lembeh.

Hypselodoris kanga (Chromodorididae ) Ciri-ciri:
Panjang max 4 cm (TL), warna kebiru-biruan, pendek garis biru gelap dengan spot kuning atau oranye. Salah satu karakter eksternal yang paling menonjol adalah insang segitiga, bermata biru dengan serangkaian titik kuning sampai wajah luar.

Habitat:
Daerah terumbu karang berpasir.

Distribusi:
Indo-Pasifik Barat: afrika Selatan –Oman, India-hongkong dan Indonesia.
Lokasi foto: Lembeh, Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya 299

Tipe pemakan:
Zoobenthos(spons dari genus

Tambja morosa (Polyceridae) Gloomy nudibranch Ciri-ciri:
Panjang max 7 cm (TL), warna hijau gelap dengan batas mantel biru. Ujung insang juga berwarna biru.

Habitat:
Subtidal, biasa di daerah dekat dasar di lereng karang. Range kedalaman 1-4 m.

Distribusi:
Indo-Pasifik: Timur Afrika, Indonesia, Filipina - Hawaii.

Lokasi foto: Lembeh, Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya

Phyllidia pustulosa (Phyllidiidae) Nama Umum: Kelinci laut Ciri-ciri:
Panjang max 9 cm, Badan hitam dengan pola menonjol berbentuk segitiga tak beraturan,

Habitat:
Daerah terumbu karang dangkal dan rubble. Range kedalaman 115m.

Distribusi:
Indo-Pasifik Barat

Tipe pemakan:
Zoobenthos (spons)

Lokasi foto: TN Komodo, NTT Foto by Fakhrizal Setiawan

300

Phyllidia varicosa (Phyllidiidae) Nama Umum: Kelinci laut Ciri-ciri:
Panjang max 7 cm (TL), warna dasar hitam, dengan pola kasar seperti bagian menonjol berwarna abuabu dengan ujung kuning membentuk pola alur.

Habitat:
Daerah terumbu karang dangkal. Pergerakan sangat lambat. Range kedalaman 10-20 m.

Distribusi:
Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan

Indo-Pasifik

Gymnodoris aurata (Gymnodorididae) Ciri-ciri:
Panjang max 10 cm (TL), badan merah oranye menyala dengan spot kuning di badan. Insang berwarna kuning namun ada juga yang merah.

Habitat:
Di daerah karang dangkal dan aktif dimalam hari.

Distribusi:
Indo-Pasifik Barat: Filipina, Indonesia dan Fiji

Tipe pemakan:
Lokasi foto: TN Komodo, NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 301

Predator nudibranchia lain (tritonid nudibranchia)

Pteraeolidia ianthina (Facelinidae ) Blue Dragon nudibranch Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL),
jenis ini telah mengembangkan simbion mutualistik zooxanthellae dalam badannya. Zooxanthellae berkembang terlindung dan ketika mereka mengkonversi energi matahari menjadi gula dapat digunakan oleh nudibranchia tersebut. Juvenile berwarna putih dan zooxanthellae blom dimanfaatkan sebagai penghasil energy sendiri. Habitat: Terumbu karang kaya hydroid. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika timur, Laut arab - Australia, Jepang, Hawaii, New South Wales dan Indonesia. Tipe pemakan: Zoobenthos (hydroid) dan gula dari Zooxanthellae.

Lokasi foto: TN Komodo, NTT Foto by Fakhrizal Setiawan

SPONS
Sponge/Porifera

Xestospongia testudinaria (Petrosiidae) Barrel sponge Nama Umum: Spons gentong Ciri-ciri: Sangat mirip dengan X. muta dari
Karibia baik morfologi, spikula, dll yang dibedakan dari zat kimia yang terkandung didalamnya. Habitat: Umumnya di daerah terumbu karang yang agak dalam. Distribusi: Indo-Pasifik Barat. Tipe pemakan: Filter feeder
Lokasi foto: TN Komodo, NTT Foto by Fakhrizal Setiawan

302

Aaptos sp. (Suberitidae) Nama Umum: Spons kunyit Ciri-ciri: Warna untuk di daerah terpapar
matahari coklat gelap sedangkan di daerah goa berwarna kuning cerah. Makanan penyu Eretmochelys imbricata. Habitat: Di daerah perairan karang dangkal dan laguna. Distribusi: Perairan trumbu karang Tipe pemakan: Filter feeder
Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan

Callyspongia sp. (Callyspongiidae) Nama Umum: Spons trompet Ciri-ciri:
Bentuk memanjang mirip trompet, berwarna abu-abu, spikul agak keras, permukaan kasar seperti berduri, koloni membentuk tabung memanjang berkelompok.

Habitat:
Perairan karang dan umumnya di jumpai di lereng karang yang tenang dan agak keruh.

Distribusi:
Western Central Pasifik: Perairan Indonesia Tipe pemakan: Filter feeder

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 303

Cribrochalina olemda (Niphatidae) Ciri-ciri:
Bentuk memanjang membentuk koloni, warna abu-abu, spikul tidak menonjol sehingga permukaan luar lebih halus.

Habitat:
Perairan karang dan biasanya dijumpai di lereng karang dan

Distribusi:
Western Central Pacific: Indonesia. Tipe pemakan: Filter feeder

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan

Iricinia sp. (Astrophorida, Coppatiidae) Ciri-ciri: Warna coklat kekuningan
dengan bentuk bulat dengan tengah berlubang sebagai tempat pengeluaran. Badan kasar dengan banyak benjolan. Habitat: Daerah terumbu karang Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Perairan Indonesia Tipe pemakan: Filter feeder
Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan

304

Cinachyra sp. (Spirophorida, Tetillidae) Nama Umum: Spons golf Ciri-ciri:

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan

Diameter max 12 cm. Bentuk seperti bola golf, berwarna kuning dan kuning kecoklatan dengan banyak lobang di sekitarnya dan di tengah atas lubang lebih besar, spikul tajam. Habitat: Daerah terumbu karang yang agak tenang dan terlindung. Distribusi: Indo-Pasifik barat Tipe pemakan: Filter feeder

Haliclona sp. (Haplosclerida, Chalinidae) Ciri-ciri:
Berkoloni dengan tiap individu bentuknya seperti kapsul dengan badan berpori halus dan lembut. Berwarna ungu.

Habitat:
Daerah terumbu karang

Distribusi:
Perairan Indonesia

Tipe pemakan:
Filter feeder
Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 305

Theonella sp. (Theonellidae) Ciri-ciri:
Badan membentuk kapsul, berwarna coklat kekuningan. Dilaporkan mengandung senyawa bioaktif.

Habitat:
Perairan trumbu karang dimana banyak partikel yang terbawa arus.

Distribusi:
Indo-Pasifik Barat

Tipe pemakan:
Filter feeder

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan

Tipe pemakan: Filter feeder Lokasi foto: TN Karimunjawa. Distribusi: Western Central Pacific: Indonesia. menempel di substrat keras. Distribusi: Indo-Pasifik Barat Tipe pemakan: Filter feeder Lokasi foto: TN Karimunjawa. Permukaan berpori mudah terlihat dan membentuk pola di permukaannya.mengkerak menempel pada substrat. Habitat: Perairan terumbu karang dengan kondisi yang jernih. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 306 Astroclera sp. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan .Plakortis lita (Plakinidae ) Nama Umum: Spons hati ayam Ciri-ciri: Warana coklat kemerahan dan sedikit keunguan. Habitat: Perairan terumbu karang. (Astroscleridae ) Ciri-ciri: Warna ungu kecoklatan. kadang di dalam goa-goa karang. pori-pori sedikit namun cukup besar.

Habitat: Daerah Terumbu karang yang jernih denagn banyak intensitas matahari. (Myxillidae) Ciri-ciri: Warna merah bata. dengan permukaan kasar banyak benjolan dengan poripori menyebar di permukaan. Distribusi: Perairan Komodo. menempel pada substrat keras. Distribusi: Perairan Indonesia Tipe pemakan: Filter feeder Lokasi foto: TN Karimunjawa. Habitat: Perairan terumbu karang. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Tipe pemakan: Filter feeder 307 Clathria sp. dengan pori-pori kecil diseluruh permukaan. Corong besar ditengahnya. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan . NTT Lokasi foto: TN Komodo. (Aplysinidae) Ciri-ciri: Warna krem kecoklatan.Aplysina sp.

Habitat: Perairan terumbu karang dangkal. Pori-pori tersebar di ujung permukaan. umumnya agak dalam. memanjang membentuk rangkaian tersambung. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Distribusi: Western Central Pacific: Indonesia. Tipe pemakan: Filter feeder Lokasi foto: Pulau Weh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 308 Dysidea granulose (Dysideidae ) Ciri-ciri: Warna keabu-abuan. Range kedalaman 8-60 m. Tipe pemakan: Filter feeder Lokasi foto: Pulau weh.Aplysinella sp. Habitat: Perairan terumbu karang. Distribusi: Western Central Pacific: Indonesia. bias berdekatan dengan karang jenis tabulate. (Aplysinellidae) Ciri-ciri: Warna krem dengan permukaan kasar menonjol karena spikulnya.

Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan . Distribusi: Indo-Pasifik. Distribusi: Indo-Pasifik. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 309 Tridacna maxima (Tridacnaeidae) Elongate giant clam Nama Umum: Kima Ciri-ciri: Panjang saat ditemukan 35 cm (diameter cangkang) Habitat: Menetap di substrat dasar dan biasa di temukan di daerah intertidal di area terumbu karang.0 cm (diameter cangkang). Lokasi foto: TN Karimunjawa.CLAMS/KERANG Tridacna squamosa (Tridacnaeidae) Fluted giant clam Nama Umum: Kima Ciri-ciri: Panjang max: 40. Habitat: Perairan terumbu karang. range kedalaman 3 –35 m. tinggal di dasar menetap. Range kedalaman 0-35 m.

pasir. dengan warna yang lebih gelap dan warna merah dan hijau di perbatasan. daerah garden eel dan tanaman laut.Hyotissa hyotis (Gryphaeidae ) Honeycomb oyster Ciri-ciri: Panjang max aperture 30 cm.Polynesia. Dalam wilayah nacreous keperakan. Jepang . aperture berbentik zigzag.Australia. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Habitat: Daerah terumbu karang dengan substrat keras untuk menempel. Luar permukaan katup terdapat duri-sisi sejajar dan diratakan dengan ujung runcing atau membulat. Habitat: Didaerah rubble. kisaran kedalaman 0-40 m Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Afrika Timur .50 m Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur . Tipe pemakan: Penyaring plankton Lokasi foto: TN Karimunjawa. duri relatif datar pada permukaan katup. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan .Polynesia. Warna: luar cangkang cokelat keabu -abuan atau hijau untuk hampir hitam.range kedalaman 0 . Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 310 Pinctada margaritifera Pacific pearl-oyster Nama Umum: Kerang mutiara Ciri-ciri: Cangkang agak tebal dan besar (mencapai 25 cm). Sessile.

bnayak terdapat spot hitam di cangkang dan sangat mudah dikenali dari ciri fisiknya.0 cm (diameter bukaan cangkang). range kedalaman 0 . Habitat: Berasosiasi di daerah terumbu karang. Lokasi foto: TN Karimunjawa. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 311 Cypraea tigris (Cypraeidae) Tiger cowrie Nama Umum: Kerang bintik Ciri-ciri: Panjang max : 16. lebih terlihat seperti nudibranchia dan memiliki cangkang internal. Habitat: Rubble di daerah terumbu karang. Lokasi foto: TN Komodo.Coriocella nigra (Lamellariidae) Ciri-ciri: Gastropoda yang tidak biasa.30 m. umumnya terlihat diperairan dangkal. Distribusi: Indo-PAsifik Barat: Indonesia. Distribusi: Indo-Pasifik. Mauritius dan Reunion. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan .

Distribusi: Indo-Pasifik: Barat Indonesia hingga baratPolynesia.Chicoreus microphyllus (Muricidae) Nama Umum: Keong Ciri-ciri: Badan banyak terdapat tonjolan dengan warna oranye. Range kedalaman 0 . utara-selatan Jepang. Habitat: Perairan terumbu karang dan di dasar karang. Ujung cangkang berduri tumpul dan panajng. biasa di temukan di bawah / disekitar karang mati dan di daerah subtidal. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Lokasi foto: Pulau Weh. Distribusi: Indo-Pasifik Barat. Habitat: Di daerah terumbu karang.utara Queensland dan New Caledonia. panjang sekitar 8-10 cm. selatan .5 m. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 312 Lambis scorpius (Strombidae) Scorpio spider conch Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL). Lokasi foto: TN Karimunjawa.

Lokasi foto: TN Karimunjawa. Habitat: Perairan terumbu karang dan biasanya berada di sela-sela karang mengebor. Habitat: Perairan terumbu karang dan di dasar karang. Jateng Foto by Tasrif kartawijaya 313 Pedum spondyloidum (Pectinidae) Coral clam Ciri-ciri: Badan mengkilat dengan pola warna yang indah hijau berulrir berselang coklat kemerahan. Operculum (tutup cangkang) tebal mirip dengan mata kucing. Distribusi: Indo-Pasifik Barat. . Distribusi: Lokasi foto: Lembeh.Turbo petholatus (Turbinidae) Nama Umum: Keong Ciri-ciri: Badan mengkilat dengan pola warna yang indah hijau berulrir berselang coklat kemerahan. Operculum (tutup cangkang) tebal mirip dengan mata kucing. Sulut Foto by Tasrif kartawijaya Indo-Pasifik Barat.

Tulang yang menyerupai daun tebal ditengahnya.8 m. Distribusi: Indo-Pasifik Barat Lokasi foto: TN Karimunjawa. range kedalaman 3 .GORGONIAN Kipas Laut / Sea fan Subergorgia mollis (Subergorgiidae) Gorgonian fan Nama Umum: Akar bahar Ciri-ciri: Warna umumnya krem dengan bentuk kipas lebar sekitar 250 cm. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 314 Astrogorgia sp. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan . (Plexauridae) Ciri-ciri: Warna umumnya merah dengan pola yang rapat namun tersusun rapi. Habitat: Berasosiasi diperairan terumbu karang agak dalam. Habitat: Perairan terumbu karang di daerah lereng karang yang agak dalam. Distribusi: Western Central Pacific Lokasi foto: TN Karimunjawa.

umumnya berwarna oranye kemerahan. Distribusi: Western Central Pacific.Muricella sp. Range kedalaman 3 . dangan bentuk yang lebih tak beraturan. Distribusi: Indo-Pasifik barat Lokasi foto: TN Komodo. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan . (Melithaeidae) Nama Umum: Kipas Laut Ciri-ciri: Bentuk seperti tulang daun. Kadang berada di daerah substrat berbatu. Biasa di daerah dorp off dengan substrat berbatu. Habitat: Berasosiasi dengan terumbu karang dalam. Memiliki bagian yang keras. (Acanthogorgiidae) Ciri-ciri: Warna umumnya krem kekuningan. Lokasi foto: TN Karimunjawa.8 m. Habitat: Di daerah turumbu karang di tubir dan lereng karang serta di karang terjal. Sering di jadikan souvenir dan cendramata serta perdagangan akuarium. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 315 Melithaea sp.

Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 316 Lokasi foto: TN Karimunjawa.Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan . Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan Lokasi foto: TN Karimunjawa.

Nocturnal. Tipe pemakan: Zoobenthos (bentik krustacea) Lokasi foto: TN Komodo. Distribusi: Indo-Pasifik Barat. Aktif siang. jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 317 Odontodactylus scyllarus Reef odontodactylid mantis shrimp Nama Umum: Udang pletek / udang mantis Ciri-ciri: Panjang max 17 cm (TL). Habitat: Di daerah sublitoral (karang.CRUSTACEA Panulirus versicolor (Palinuridae) Painted spiny lobster Nama Umum: Lobster mutiara Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). Lokasi foto: TN Karimunjawa. range kedalaman 1-15 m. Distribusi: Indo-Pasifik. daerah pecah gelombang) bersembunyi di celah dan goa karang dan batu. Habitat: Hidup di celah dan lubang di dekat terumbu karang dangkal dan rubble area. Kepala berduri hitam. range kedalaman 2-36 m. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . jenis stomatopoda yang paling cemerlang dengan uropods biru dan setae merah. pangkal antenna pink dengan bdan hijau gelap dengan strip putih.

badan dan ekor. Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya 318 Periclimenes imperator (Palaemonidae) Emperor shrimp Ciri-ciri: Panjang rata-rata 3 cm (TL). Habitat: Bersimbion dengan teripang. Distribusi: Indo-Pasifik Lokasi foto: Lembeh. badan merah dengan pola putih di kepala. Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya .Periclimenes holthuisi (Palaemonidae) Anemone shrimp Ciri-ciri: Badan transparan dengan spot biru putih di ujung capit. Habitat: Bersimbiosis dengan anemone dan tinggal di Anemone. Panjang rata-rata sekitar 3 cm (TL). Distribusi: Perairan Indonesia Lokasi foto: Lembeh. badan dan ekor.

319 Neopetrolisthes maculatus (Porcellanidae) Anemone crab Ciri-ciri: Lokasi foto: TN Karimunjawa. Habitat: Tinggal menetap di tentakel anemone. pangkal kaki dan capit serta ujung capit besarnya. Distribusi: Samudra Hindia dan Indo-Pasifik Barat. Jateng Foto by Tasrif Kartawijaya Badan putih dengan bintik hitam halus menyebar merata di punggung.. .

Lubang atas berwarna hijau. Mengeras apabila tersentuh. Distribusi: Indo-Pasifik Barat.ASCIDIAN Atriolum robustum (Didemnidae) Ascidians Ciri-ciri: Badan putih dengan bintik hitam halus menyebar merata di badan. Sulut Foto by Fakhrizal Setiawan . Lokasi foto: TN Bunaken. range kedalaman 3 .20 m. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Habitat: Tinggal menetap di substrat dasar. range kedalaman 7 . Distribusi: Indo-Pasifik Barat. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 320 Polycarpa aurata (Styelidae) Ciri-ciri: Warna dasar putih dengan perpaduan kuning dengan bercak ungu. Habitat: Tinggal menetap di substrat dasa.20 m.

30 m.Oxycorynia fascicularis (Polycitoridae) Ciri-ciri: Bentuk koloni seperti kantung bulat dengan warna hitam . Habitat: Tinggal menetap di substrat dasar. Distribusi: Indo-Pasifik Barat. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 321 Clavelina robusta (Clavelinidae) Ciri-ciri: Koloni tidak besar dengan warna dasar hitam transparan dengan ujung kuning. range kedalaman 3 .coklat kehijauan dengan ujung kuning. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Lokasi foto: TN Komodo. Lokasi foto: TN Komodo. Habitat: Tinggal menetap di substrat dasar.13 m. Distribusi: Indo-Pasifik. range kedalaman 7 .

322 Habitat: Lokasi foto: TN Komodo.Anemone dan Black Coral Cerianthus filiformis (Cerianthidae) Tube anemone Nama umum: Anemon tabung Ciri-ciri: Soliter. rubble dengan banyak sedimentasi. badan memiliki bentuk seperti tabung silinder yang terkubur dalam substrat. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Dearah berpasir. jenis ini berwarna oranye dan ada pula yang putih transparan. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Distribusi: Indo-West Pasifik Lokasi foto: TN Komodo.

Habitat: Perairan terumbu karang agak dalam. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 323 Cirrhipathes sp. (Antipathidae) Spiral coral Ciri-ciri: Perbedaan warna polyp merepresentasikan perbedaan species serta ukuran diameter. Distribusi: Western Central Pacific: Great Barrier Reef dan Indonesia Lokasi foto: TN Komodo. Distribusi: Indo-Pasifik. kedalaman saat di foto 8 m.Actinodendron plumosum (Actinodendriidae) Branching anemone Ciri-ciri: Warna dasar abu-abu denagn tentakel tebal yang berpola sehingga seperti bercabang. Lokasi foto: TN Komodo. Habitat: Tinggal menetap di substrat dasar berpasir atau rubble. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Umumnya didaerah drop off serta di lereng karang dalam.

Habitat: Indo-Pasifik Distribusi: Western Central Pacific: Australia dan Indonesia Lokasi foto: TN Karimunjawa.152°W . 31°E .Kep. Hawaii. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan .SEPHIA/SOTONG Sephia latimanus (Sepiidae) Broadclub cuttlefish Nama Umum: Sotong Gajah Ciri-ciri: Panjang max: 120 cm. Lokasi foto: TN Karimunjawa. dapat berubah wrna dalam keadaan terancam serta dapat mengeluarkan tinta. Distribusi: Tropical. 33°N 31°S. Habitat: Indo-Pasifik Barat: Afrika Timur . Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 324 Sephia apama (Sepiidae) Australian Giant cuttlefish Nama Umum: Sotong Ciri-ciri: Dapat melakukan perubahan warna seperti substrat dalam keadaan terancam serta dapat mengeluarkan tinta.

Hawaii.31°S. 31°E . Aceh . 33°N .OCTOPUS/GURITA 325 Octopus cyanea Foto by Fakhrizal Setiawan (Octopodidae) Nama Umum: Gurita Ciri-ciri: Panjang max: 120 cm. Habitat: Tropical.Kep. Memiliki paruh yang kuat untuk menghancurkan mangsa. dapat mimikri sesuai habitat dan substartnya. tentakel panjang.152°W Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Afrika timur . Tipe pemakan: Bentik krustacea (kepiting) Lokasi foto: Pulau Weh.

. Aceh. Indo-Pasifik. warna sangat bervariasi. Foto by Fakhrizal Setiawan Lokasi foto: TN Komodo. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Spirobranchus giganteus (Serpulidae) Nama Umum: Cacing tabung Ciri-ciri: Panjang max: 20. Distribusi: Atlantic. saat larva hidup sebagai plankton selama 9-12 hari. Mediterannean dan Karibia.POLYCHAETA Christmas worms 326 Lokasi foto: Pulau Weh. apabila tersentuh akan sangat responsive menutup diri.0 cm DL. Habitat: Biasanya tinggal mengebor di karang massive.

(Nephtheidae) Nama Umum: Karang Lunak Ciri-ciri: Polip dalam kelompokkelompok dari berbagai cabang distal koloni yang lebat. Distribusi: Indo-Pasifik barat. Habitat: 327 Lokasi foto: TN Karimunjawa. makanan berasal dari mikro-plankton dan bahan organic terlarut.KARANG LUNAK Soft corals Dendronephthya sp. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan Beberapa jenis tumbuh terekspos bebas dan banyak juga yang di dalam gua dan daerah terlindung. Polynesia. Tidak mengandung alga simbion zooxanthellae. Tipe pemakan: Tidak mengandung alga zooxanthellae simbiotik. Indonesia. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan . Filipina. Laut Merah. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Oleh karena itu. Afrika Timur-Jepang.

Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 328 Dendronephthya sp. TN Karimunjawa. TN Karimunjawa. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan Dendronephthya sp. TN Karimunjawa. TN Karimunjawa. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan .Dendronephthya sp. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan Dendronephthya sp.

batu atau gorgonian. Distribusi: Perairan Indonesia. Memiliki beberapa variasi warna. Sri Lanka. 329 Distribusi: Timur Samudra Hindia– Kep. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Marshall. Australia dan Filipina. Habitat: Biasa ditemukan di tubir karang baik disiang maupun malam hari. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Marshall. Menyukai daerah terumbu karang yang berarus. Habitat: Biasa bergantung pada karang. Lokasi foto: TN Komodo.Crinoidea Feather Star Oxycomanthus bennetti (Comasteridae) Nama Umum: Lily laut Ciri-ciri: Ini merupakan jenis crinoids yang paling umum. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan Himerometra robustipinna (Himerometridae) Nama Umum: Lily laut Ciri-ciri: Warna merah menyala dengan bagian lebih tengah lebih putih. Kep.

Distribusi: Indo-Pasifik Lokasi foto: TN Komodo. Mengandung sel penyengat. Habitat: Perairan terumbu karang yang tenang dan kadang tersembunyi di bawah karang. (Sertulariidae) Nama Umum: Jelatang Laut Ciri-ciri: Warna umumnya abu-abu dan putih. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Memiliki cabang yang lebih banyak. Habitat: Biasa ditemukan di aderah etrumbu karang yang jernih an terlindung. Distribusi: Indo-Pasifik 330 Lokasi foto: TN Komodo. Memiliki sel penyengat apabila tersentuh.Hydrozoa Jelatang Laut Plumularia sp. (Plumaridae) Nama Umum: Jelatang laut Ciri-ciri: Umumnya berwarna putih atau abu-abu namun ini oranye yang cerah. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Sertularia sp.

331 .

JA and SP Bannerot (1986).html. Society for the Conservation of Reef Fish Aggregations Special Publication No. 1999. Indo Pacific Coral Reef Field Guide. Steene. K Rodgers. Crown-of-Thorns Starfish and Coral Surveys Using the Manta Tow and Scuba SearchTechniques. A Stationary Visual Census Technique for Quantitatively Assessing Community Structure of Coral Reef Fishes. Evaluation of Benthic SamplingMethods Considered for the Coral Reef Assessment and Monitoring Program (CRAMP) in Hawai’i. P. Bohnsack. USA Colin. and R.wcc. Marine Biology 89: 221-234.edu/overview/3..0).A. A Critique of the Visual Census Method for Assessing Coral Reef Fish Populations. Tropical Reef Research. YJ Sadovy and ML Domeier (2003). 35-46.. C. Interactions Amongst Herbivorous Fishes on a Coral Reef: Influence of Spatial Variation. Carleton. . Long-term Monitoring of the Great Barrier Reef. JH and DR Bellwood (1985).aims. 1 (Version 1. E Cox.hawaii.au/pages/research/reefmonitoring/methods.gov. http://cramp. BN Tissot. VE (1954). JH and TJ Done (1995). Singapore. CoralnReefs 14. Brock. and C. Brock. PL.L. RE (1982). 1995.www. W Smith. Journal of Wildlife Management 18: 297-308. Coral Reef Press. Tropical Pacific Invertebrate. A Field Guide to Marine Invertebrates Occurring on Tropical Pacific Coral Reefs. Standard Operations Procedure Number 1. G. Bulletin of Marine Science 18: 297-276. Arneson. E. Brown. Colin. Bass.Daftar Pustaka Allen. A Preliminary Report on a Method of Estimating Reef Fish Populations. NOAA Technical Report NMFS 41: 1-15. Manual for the Study and Conservation of Reef Fish Spawning Aggregations._methods. Choat. P Jokiel and S Coles (2000).R. Quantitative Video Sampling of Coal Reef Benthos: Large Scale Application. Seagrass Beds and Mangroves. DK and IR Miller (1998). Beverly Hills.

A Manual for Monitoring Coral Reefs with Indicator Species: Butterflyfishes as Indicators of Change on Indo-Pacific Reefs.Crosby. Halford. 249.gov. 2002. D Neville and PJ Mous. 378 Green. AL (1996a). 63-94 Hodgson. PL Colin. The Nature Conservancy Southeast Asia Center for Marine Protected Areas. BM Yeeting and S Smith (2002). Australia. Townsville Australia: pp. Eastern Indonesia. Silver Spring. Townsville.pdf Hill and Wilkinson (2004).Bulletin of Marine Science 28: 159-172. Australian Institute of Marine Science. Survey Manual for Tropical Marine Resources. RS and MJ Thompson (1978).au/pages/research/reef-monitoring/ltm/mon-sop3/fishsop. Methods for Ecological Monitoring of Coral Reef. Long-term Monitoring of the Great Barrier Reef. Australian Institute of Marine Science. Visual Census Surveys of Reef Fish. ML. http:// www. English. Townsville Australia: pp 22. Transforming Coral Reef Conservation: Reef Fish Spawning AggregationsComponent. JS Pet.asp Jones. M Russell. Domeier. (2003). TJ Donaldson. www. 85. Townsville. JA and MR Anderson (1985). S. Donnelly. Bali Indonesia: pp. Papua. Report on a Rapid Ecological Assessment of the Raja Ampat Islands. MD. Australia. . held October 30 . WD Heyman. National Oceanic and Atmospheric Administration: pp. http:// www.November 22. Reef Check Foundation. Townsville. G (2003). Australian Institute of Marine Science. Standard Operational Procedure Number 3. Office of Ocean and Coastal ResourceManagement. Working Group Report: pp. Y Sadavoy.reefcheck. Temporal and Ontogenetic Patterns of Habitat Use by Coral Reef Fishes (Family Labridae). MA Samoilys.aims. AR and AA Thompson (1994). Comparison of Florida Reef Fish Assemblages Using a Rapid Visual Technique. Eds. Spatial.komodonationalpark. MP and ES Reese (1996). C Wilkinson and V Baker (1997). Reef Check Instruction Manual. 45. Canadian Journal of Fisheries and Aquatic Science 42: 1860-1869.org/infocenter/publications. R. A Smith. Marine Ecology Progress Series 133: 1-11.org Downing. Sanur. Townsville Australia: pp. Estimating the Standing Biomass of Aquatic Macrophytes.

Visual Censusing and the Extraction of Average Length as a Biological Indicator of Stock Health. Marine Reserves as Reef Fisheries Management Tools: Yet Another Review. Switzerland. Survey Manual for Tropical Marine Resources. Hawai’i. Marine Reserves: Rates and Patterns of Recover and Decline in Abundance of Large Predatory Fish. Coral Bleaching. Honolulu. 1196 Gland.)(205222). and Benthic Cover on Coral Reefs in St John. Environmental Biology of Fishes 12: pp. JS Ault and JA Bohnsack (1999). MP.pdf Meester. FIS/1994/117. IUCN CCCR Resilience Assessment Protocol. Rogers. 1609: pp. Russ. Bulletin of Marine Science 69: 459-470. Coral Reef Ecosystems of the Northwestern Hawaiian Islands: Interim ResultsEmphasizing the 2000 Surveys. 421-443. CS and J Miller (1999).hawaii. Sampling Design and Monitoring. ICLARMN Contribution No. Testing the Use of Marine Protected Areas to Restore and Manage Tropical Multispecies Invertebrate Fisheries at the Arnavon Islands.S. Solomon Islands: Termination Report.Townsville. Hurricane Damage. GR and AC Alcala (1996). pp. Central Philippines. Naturalista sicil XX111 (Suppl.Rue Mauverney 28. 72. 21-25 Oxley. ACIAR Project No. Maragos. U. In: English et al.S. Pp. IUCN – The International Union for the Conservation of Nature – Global Marine Program.Kimmel. Great Barrier Reef Marine Park Authority Research Publication No. Ressilience Assessment of Coral Reef. P Ramohia and KA Pitt (2001). Russ. 307-326. JJ (1985). Fish and Wildlife Service and the Hawai’i Department of Land andNatural Resources. WG (1997). A New Species-Time Method for Visual Assessment of Fishes and Its Comparison withEstablished Methods. Virgin Islands: A Comparison of Surveys with the Chain Transect Method and Videography. 69. Do Marine Reserves Export Adult Fish Biomass? Evidence from Apo Island. Australian Institute of Marine Science: pp.edu/ssri/hcri/files/nwhi_report_1of4. GA. GR (1996). AcademicPress. . San Diego. www. Lincoln-Smith. Monitoring and Restoration. J and D Gulko (2002). 23-32. J Bell.Marine Ecology Progress Series 132: 1-9. Obura and Grimsditch (2008). GR (2002). Ecological Applications 6: 947-961. U. Russ. Proceedingsof the International Conference on Scientific Aspects of Coral Reef Assessment.

Tomkins.Russ. FL.net . Australia. South PacificCommission/Inshore Fishery Research/WP. Department of Primary Industries. Vogt.org Www.10.org Www. Monitoring Coral Reef Marine Protected Areas. C. Aspects of coral reef assessment and monitoring. PF and BJ Sharp (1983). A Practical Guide on How Monitoring Can Support Effective Management of MPAs.sealifebase. A Green.Panama: 2. pp. ARF Montebon and MLR Alcala (1997). Reef Resources: Survey Techniques and Methods of Study. 1447-1452 Wilkinson. 1999. Australian Institute of Marine Science and the IUCN Marine Program: pp. GR and JH Choat (1988). Ft Lauderdale. April 14-16.fishbase. H. Samoilys. DA Ryan and H Sweatman (1999).Queensland. Correction for Bias in Visual Transect Censuses of Coral Reef Fishes. Video Identification of Benthic Organisms: How AccurateIs It? Proceedings of the International Conference on Science. Smithsonian Tropical Research Institute. Sale. Coral Reefs 2:37-42. Underwater Video Sampling: An Effective Method for Coral Reef Surveys? Proceedings. 68 Www. and rest. Manual for Assessing Fish Stocks on Pacific Coral Reefs. MA (1997).seadb. J Almany and S Dionne (2003).. 8th Inte4444ernational Coral Reef Symposium. DK Bass. Townsville. PA.

Bintang laut. gurita dan sotong Filum yang memiliki cirri sel penyengat Subkelas dari filum crustacean yang merupakan sumber protein karena umumnya plankton dan benthos Partikel organic yang tidak hidup berasal dari mahluk hidup yang terurai. kepiting Daerah agak dalam sebelum batas karang Filum untuk biota yang berbadan lunak biasanya dilindungi oleh cangkang keras Biota yang aktif di malam hari Sebutan untuk area terumbu karang yang mengelompok-mengelompok yang dipisahkan dengan dasar pasir atau batu Buddy Cephalophoda Cnidaria Copepoda Detritus Echinodermata Gastropoda Juvenil Krustacea Laguna Moluska Nokturnal Patch reef .DAFTAR ISTILAH Antopogenik Bentik invertebrata Dampak dari kegiatan manusia terhadap lingkungan Mahluk invrtebrata (tanpa tulang punggung) yang hidup di dasar perairan Teman/mitra selam Bangsa hewan yang memiliki kaki di kepala seperti: cumi-cumi. Filum yang termasuk teripang. dll Jenis moluska yang berjalan dengan kaki perut (Contohnya siput) Fase biota saat masih muda dan belom dewasa Filum untuk biota sebangsa udang.

Istilah untuk oragn tubunh yang menonjol dalam kasus ini adalah duri tumpul dari genus Protoreaster Area yang berada di lereng terumbu karang Patahan-patahan karang yang sudah mati Kumpulan ikan dalam jumlah besar Menyendiri (ada sebagian ikan yang lebih menyukai hidup sendiri dan hanya berpasangan saat mau memijah) Struktur rangka spons yang tersusun dari kalsium Hewan yang hidup di dasar perairan Hewan yang berukuran kecil yang hidupnya terbawa arus di kolom perairan Tuberkulum Reef slope Rubble Schooling Soliter Spikul Zoobenthos Zooplankton .Polychaeta adalah kelas cacing annelida yang umumnya hidup di air.

Index Nama Species Ikan karang Abudefduf sordidus Abudefduf vaigiensis Abudefduf bengalensis Abudefduf notatus Abudefduf septemfasciatus Abudefduf sexfasciatus Acanthurus leucosternon Acanthurus lineatus Acanthurus pyroferus Acanthurus triostegus Aeoliscus strigatus Aluterus scriptus Amanses scopas Amblyglyphidodon aureus Amblyglyphidodon batunai Amblyglyphidodon curacao Amblyglyphidodon leucogaster Amblygobius albimaculatus Amphiprion akallopisos Amphiprion clarkii Amphiprion ephippium Amphiprion ocellaris Amphiprion perideraion Amphiprion sandaracinos Anyperodon leucogramicus Apogon aureus Apogon bandanensis Apogon chrysopomus Apogon compressus Apogon fragilis Apogon fucata Apogon hoevenii Apogon komodoensis 189 189 185 186 187 188 35 36 36 37 71 138 136 181 182 184 183 100 178 174 179 175 176 177 228 42 42 43 41 46 44 45 45 Apogon seleii Apogon zosterophera Apolemichthys trimaculatus Arothron mappa Arothron nigropunctatus Arothron stellatus Aulostomus chinensis Balistapus undulatus Balistoides conspicillum Bodianus axillaris (Juv) Bolbometopon muricatum Caesio caerulaureus Caesio teres Caesio xanthonota Calloplesiops altivelis Cantherhines pardalis Canthigaster papua Carangoides bajad Caranx ignobilis Caranx melampygus Carcharhinus obsesus Centropyge eibli Cephalopholis argus Cephalopholis boenak Cephalopholis cyanostigma Cephalopholis miniata Cephalopholis spiloparaea Cetoscarus bicolor (Juvenil fase) Chaetodon adiergsatos Chaetodon citrinellus Chaetodon collare Chaetodon ephippium Chaetodon falcula 43 46 171 258 257 259 52 55 54 125 216 60 60 61 163 137 262 64 65 64 67 172 229 230 231 233 234 218 88 78 74 84 80 .

Chaetodon guttatissimus Chaetodon kleinii Chaetodon lunula Chaetodon lunulatus Chaetodon melannotus Chaetodon meyeri Chaetodon octofasciatus Chaetodon rafflesi Chaetodon speculum Chaetodon triangulum Chaetodon trifascialis Chaetodon trifasciatus Chaetodon vagabundus Chaetodontoplus mesoleucus Chantigaster valentini Cheilinus chlorurus Cheilinus fasciatus Cheilinus trilobatus Cheilinus undulatus Cheilodipterus artus Cheilodipterus isostigmus Cheilodipterus macrodon Chelmon rostratus Chlorurus microrhinos Chlorurus sordidus Chromis atripectoralis Chromis atripes Chromis dimidiata Chromis ternatensis Chromis viridis Chrysiptera oxycephala Chrysiptera rex Chrysiptera rolandi 78 77 88 76 80 79 73 77 84 75 75 76 79 172 262 116 115 116 113 47 48 49 82 217 219 194 195 193 195 194 191 197 197 Chrysiptera sp. Fistularia commersonii Forcipiger longirostris Genicanthus Lamarck Gnathodentex aureolineatus 193 196 192 192 124 81 122 252 232 37 38 38 198 198 199 105 261 260 190 191 190 251 117 235 236 237 238 239 58 98 83 171 129 . Diodon hystrix Diodon liturosus Dischistodus melanotus Dischistodus perspicillatus Dischistodus prosopotaenia Dunckerocampus dactyliophorus Epibulus insidiator Epinephelus coeruleopunctatus Epinephelus fasciatus Epinephelus mera Epinephelus ongus Epinephelus quoyanus Escenious sp. Chrysiptera springeri Chrysiptera talboti Chrysiptera unimaculata Cirrhilabrus solorensis (Inisial fase) Coradion chrysozonus Coris batuensis Corythoichthys haematopterus Cromileptes altivelis Ctenochaetus binotatus Ctenochaetus cyanocheilus Ctenochaetus striatus Dascyllus aruanus Dascyllus reticulatus Dascyllus trimaculatus Diagramma sp.

Parapercis tetracantha Parupeneus barberinus Parupeneus bifasciatus Parupeneus cyclostomus Parupeneus macronemus Parupeneus trifasciatus Pempheris vanicolensis Pentapodus aureofasciatus Pentapodus trivittatus Platax pinnatus 130 147 109 109 108 39 39 208 200 107 202 202 154 154 114 139 35 81 91 90 158 161 160 159 145 146 147 145 146 156 150 150 95 .Gomphosus varius Gymnothorax flavimarginatus Gymnothorax isingteena Gymnothorax javanicus Halichoeres chloropterus Halichoeres hotulanus Halichoeres leucurus Halichoeres marginatus Halichoeres melanochir Halichoeres richmondi (Inisial Fase) Halichoeres vroliki Hemiglyphidodon plagiometopon Hemigymnus fasciatus (juv) Hemitaurichthys polylepis Hemitaurichthys zoster Heniochus acuminatus Heniochus diphreutes Heniochus pleurotaenia Heniochus varius Istigobius rigilius Kyphosus bigibbus Labricanus cyclophthalmus Labrichthys unilineatus Labroides bicolor Labroides dimidiatus Lethrinus erythropterus Lethrinus harak Lutjanus biguttatus Lutjanus decussatus Lutjanus kasmira Lutjanus monostigma Lutjanus sebae Melichthys indicus 115 141 143 141 120 118 119 121 120 121 119 203 125 85 85 86 86 87 87 101 111 214 124 123 123 128 128 132 132 133 133 134 56 Monotaxis grandoculis Mulloidichthys vanicolensis Myripristis hexagona Myripristis murdjan Myripristis violacea Naso lituratus Naso vlamingii Neoglyphidodon melas (Juvenil) Neoglyphidodon nigroris Neoniphon sammara Neopomacentrus anabatoides Neopomacentrus azysron Ostracion cubicus (Juv) Ostracion meleagris Oxycheilinus digrammus Oxymonacanthus longirostris Paracanthurus hepatus Parachaetodon ocellatus Paracirhites forsteri Paracirrhites arcatus Parapercis hexophtalma Parapercis millipunctata Parapercis sp.

Platax teira Plectorhinchus chaetodontoides Plectorhinchus polytaenia Plectorhinchus vittatus Plectroglyphidodon dicki Plectroglyphidodon lacrymatus Plectroglyphidodon leucozonus Plotosus lineatus Pomacanthus imperator Pomacanthus navarchus Pomacanthus semicirculatus Pomacanthus sexfasciatus Pomacentrus alexanderae Pomacentrus amboinensis Pomacentrus auriventris Pomacentrus burroughi Pomacentrus chrysurus Pomacentrus cuneatus Pomacentrus moluccensis Pomacentrus philippinus Premnas biaculeatus Priacanthus hamrur Pseudanthias squamipinnis Pseudocheilinus hexataenia Pseudochromis perspicillatus Pseudochromis splendens Pterapogon kauderni Pterocaesio tile Pterois antennata Pterois muricata Pterois volitans Pygoplites diacanthus Rhinobatus typus 96 105 104 103 204 204 201 165 170 170 168 169 207 206 196 205 205 206 207 208 180 210 227 126 212 213 50 62 222 223 223 167 69 Rhinomuraenia quaesita Sargocentron caudimaculatum Sargocentron rubrum Saurida nebulosa Scarus ghoban (Inisial fase) Scarus niger Scarus quoyi Scolopsis binileata Scolopsis lineata Scolopsis margaritifera Scorpaenopsis macrochir Scorpaenopsis oxycephala Siganus guttatus Siganus magnificus Siganus puellus Siganus virgatus Siganus vulpinus Solenostomus paradoxus Sphaeramia nematoptera Sphyraena flavicauda Stegostoma fasciatum (juv) Stethojulis trilineata Sufflamen chrysopterus Synodus variegatus Taeniura lymma Upeneus tragula Zanclus cornutus 142 108 107 255 218 219 220 151 151 152 225 224 241 245 243 242 244 249 47 247 68 122 56 254 93 148 264 .

Astrogorgia sp. Astrogorgia sp. Atriolum robustum Bohadschia sp. Ceratosoma trilobatum Cerianthus filiformis Chicoreus microphyllus Choriaster granulates Chromodoris annae Chromodoris lochi Chromodoris magnifica Cinachyra sp. Clathria sp. Cirrhipathes sp. Acanthaster planci Actinodendron plumosum Aplysina sp. Asthenosoma varium Astroclera sp. Acanthaster planci Actinodendron plumosum Aplysina sp. Callyspongia sp. Clavelina robusta Coriocella nigra Cribrochalina olemda Culcita novaeguineae Cypraea tigris Dendronephthya sp. Callyspongia sp. Atriolum robustum Bohadschia sp. Ceratosoma trilobatum Cerianthus filiformis Chicoreus microphyllus Choriaster granulates Chromodoris annae Chromodoris lochi Chromodoris magnifica Cinachyra sp.Index Nama Species Invertebrata Laut Aaptos sp. Diadema setosum Dysidea granulose Echinaster callosus Echinaster luzonicus Echinometra mathaei Echinothrix calamaris 302 286 323 307 308 280 306 314 320 291 303 298 322 312 288 297 298 296 304 323 307 321 311 303 289 311 327 278 308 288 287 282 279 Aaptos sp. Clathria sp. Clavelina robusta Coriocella nigra Cribrochalina olemda Culcita novaeguineae Cypraea tigris Dendronephthya sp. Diadema setosum Dysidea granulose Echinaster callosus Echinaster luzonicus Echinometra mathaei Echinothrix calamaris 302 286 323 307 308 280 306 314 320 291 303 298 322 312 288 297 298 296 304 323 307 321 311 303 289 311 327 278 308 288 287 282 279 . Aplysinella sp. Asthenosoma varium Astroclera sp. Aplysinella sp. Cirrhipathes sp.

Polycarpa aurata Protoreaster nodosus Pseudocholchirus violaceus Pteraeolidia ianthina Sephia apama Sephia latimanus Sertularia sp. Toxopneustes pileolus Tridacna maxima Tridacna squamosa Turbo petholatus Xestospongia testudinaria 310 306 330 320 283 293 301 324 324 330 326 292 295 314 299 290 305 281 309 309 313 302 .Pinctada margaritifera Plakortis lita Plumularia sp. Spirobranchus giganteus Stichopus chloronotus Stichopus variegatus Subergorgia mollis Tambja morosa Thelenota ananas Theonella sp.

.

Foto-foto yang diambil semuanya di Indonesia mulai dari Pulau Weh dan Kep. Bunaken dan Selat lembeh di Sulawesi Utara dan Kep.Semoga dengan buku ini menambah kecintaan kita akan dunia kelautan khususnya ekosistem terumbu karang. Kayoa di Maluku Utara. Banyak di Provinsi Aceh. Komodo di NTT. TN. Karimunjawa di Jawa Tengah. TN. TN. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful