P. 1
Buku Identifikasi Fakhrizal.s

Buku Identifikasi Fakhrizal.s

|Views: 6,406|Likes:
Dipublikasikan oleh Muhamad Syafi'i

More info:

Published by: Muhamad Syafi'i on Jul 20, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/25/2013

pdf

text

original

Identifikasi Ikan Karang Dan Invertebrata laut

Dilengkapi dengan Metode Monitoringnya

Panduan Lapangan

Oleh: Fakhrizal Setiawan

Panduan Lapangan Identifikasi Ikan Karang Dan Invertebrata Laut
Dilengkapi dengan Metode Monitoringnya

Oleh: Fakhrizal Setiawan

UCAPAN TERIMAKASIH
Ucapan terimakasih sebesar-besarnya kepada ALLAH SWT atas berkat dan izinNyalah buku Panduan Lapangan Identifikasi Ikan Karang Dan Invertebrata Laut dapat diselesaikan. Penulis juga berterimakasih terhadap Fisheries Diving Club (FDC-IPB) karena di FDC lah penulis mengenyam ilmu selam dan belajar identifikasi ikan karang untuk pertama kalinya serta Ilmu Dan Teknologi Kelautan –IPB dimana penulis menyelesaikan jenjang strata satu dan banyak memahami tentang dunia kelautan. Penulis juga sangat berterimakasih terhadap Wildlife Conservation Society (WCSIP) karena foto-foto yang diambil menggunakan kamera dari Marine Program. Buku ini masih sangat jauh dari kesempurnaan karena kualitas dan jumlah stok foto yang sangat minim dan keterbatasan lainnya. Penulis juga berterimakasih kepada Mas Rizya Legawa Ardiwijaya selaku program manager WCS-IP Marine Program yang mensuport serta contributor foto,begitu juga Bang Tasrif Kartawijaya, Rian Prasetia dan Bang Yudi Herdiana, Mba Shinta T. Pardede dan Efin Muttaqien. Ucapan terimakasih juga kepada Mba Shinta T. Pardede yang mau menjadi editor serta ………..yang bersedia menjadi sponsor untuk mencetak buku ini. Ucapan terimakasih juga kepada teman-teman di Lapangan baik di Pulau Weh (ODC, Rubiah tirta Divers,WCS sabang), Karimunjawa (staf TNKJ, MDC, WCS Karimunjawa), Labuan Bajo (Staf PNK dan kru Kapal) dan lainnya yang belum disebutkan untuk menemani hari-hari selama penyelaman. Penulis sengaja menggunakan bahasa Indonesia untuk mempermudah pembelajaran serta mengharapkan kedepannya banyak putra/putri Indonesia yang belajar dan meneliti sumberdaya hayati laut bumi pertiwi yang sangat kaya dan beranekaragam ini. Buku ini sengaja didesin sesederhana mungkin sehingga orang awam sekalipun dapat memahami isi dari buku ini. Keritik, saran dan koreksi sangat diharapkan untuk revisi dan kesempurnaan buku ini. Keritik, saran dan koreksi yang membangun dapat di alamatkan ke: setiawan.rizal@gmail.com atau ubun_ahead@yahoo.com.

Fakhrizal Setiawan Manado, Indonesia

Panduan Lapangan Identifikasi Ikan Karang Dan Invertebrata Laut
Dilengkapi dengan Metode Monitoringnya

TENTANG PENULIS
Penulis menamatkan jenjang S1 nya di Jurusan Ilmu dan Teknologi Kelautan IPB tahun 2006. Penulis memulai karirnya di bidang ikan karang sejak di bangku kuliah dan bergabung Fisheries Diving Club (FDC-IPB). Setelah lulus kuliah, penulis bergabung dengan WCS Marine program hingga sekarang. Selama di WCS lah penulis banyak belajar dunia bawah air khususnya ikan karang. Penulis sekarang berdomisili di Manado dan tetap bekerja di WCS Indonesia Marine program, site Sulawesi Utara.

Editor: Shinta Trilestari Pardede Ilustrator: Fakhrizal Setiawan Foto credit: Fakhrizal Setiawan Rizya L. Ardiwijaya Tasrif Kartawijaya Rian Prasetia Yudi Herdiana Efin Muttaqien Shinta Trilestari Pardede

DAFTAR ISI
Bagaimana menggunakan buku ini …………………………………….…………. Pendahuluan ….……………………………………………………………….…. Monitoring ikan karang ………………………………………………… …………..... Monitoring Invertebrata bentik non karang ……...……………………….…… Acanthuridae 40 Pomacentridae Apogonidae 46 Priacanthidae Aulostomidae 56 Pseudochromidae Balistidae 58 Scaridae Blenidae 62 Scorpaenidae Caesionidae 64 Serranidae Carangidae 68 Siganidae Carchanidae 71 Sphyraenidae Centriscidae 75 Syngnathidae Chaetodontidae 77 Synodonthidae Cirrhitidae 94 Tetraodonthidae Dasyatidae 97 Zanclidae Ephippidae 99 Diademidae Fistularidae 102 Bintang laut Gobidae 104 Teripang Haemulidae 107 Nudibranchia Holocentridae 111 Spons Kyphosidae 115 Clams/kerang Labridae 117 Gorgonian Lethrinidae 132 Crustacea Lutjanidae 136 Ascidian Monacanthidae 139 Anemone Moorynidae 143 Sephia/sotong Mullidae 147 Octopus/gurita Nemipteridae 152 Ostracidae 156 Pempheridae 158 Pinguipedidae 160 Plesiopidae 165 Plotosidae 167 Pomacanthidae 169 iii iv 11 266 176 212 214 218 224 229 243 249 251 254 257 264 277 284 290 294 296 301 305 308 309 311 313 314

BAGAIMANA MENGGUNAKAN BUKU INI
Sewaktu kecil kita sering didengungkan akan lokasi Indonesia yang sangat stratergis yaitu diapit oleh 2 samudra yaitu Hindia dan Pasifik. Hal ini sangatlah masuk akal dikarenakan di Indonesialah terdapat percampuran biota laut dari kedua samudra tersebut. Dalam buku ini anda dapat melihat ikan – ikan dari samudra Hindia dan Pasifik bertemu di Indonesia serta batas jenisnya yang tergantikan oleh saudaranya di Samudra lainnya. Buku ini merupakan panduan prkatis di lapangan bagi yang ingin belajar survey serta identifikasi ikan karang dan invertebrata bentik selain karang. Buku ini didesian sesederhana mungkin dan seinteraktif mungkin sehingga mengurangi kebosanan dalam mempelajarinya. Dibagian awalnya juga diterangkan mengenai metode-metode monitoring ikan karang dari seluruh dunia untuk memudahkan monitoring. Penggolongan ikan kedalam family di buku ini ditandai dengan warna sehingga memudahkan dalam pencariannya. Urutan family ikan juga berdasarkan alphabet meski kadang bentuk yang mirip namun nama familynya berbeda menyebabkan gambar menjadi sulit dibandingkan. Identifikasi dibuku ini menggunakan nama latin, nama inggris/ common name dan nama Indonesia. Selanjutanya ciri-ciri fisik, habitatnya, distribusinya dan terakhir makannnya. Salah satu kesulitannya yitu dalam pengumpulan materi adalah kurangnya informasi nama-nama lokal ikan di Indonesia dan perbedaan nama lokal untuk satu jenis ikan di beberapa lokasi namanya berbeda dan banyak. Umumnya nama lokal diberikan untuk level family dan bukan level species. Pewarnaan dalam tiap halaman yang berbeda untuk setiap family akan membantu menemukan species yang dicari dengan lebih mudah. Identifikasi ikan bersumber dari www.fishbase.org dan Allen, 2003. Identifikasi kelompok Buku ini terbagi kedalam dua kelompok yaitu Identifikasi ikan karang dang identifikasi invertebrata. Identifikasi ikan paling mudah dimulai dari bentuk tubuh dari sini dapat dikatehui identifikasi level Family. Penandaan Anatomi Identifikasi level ini sudah masuk kebagian species, namun sebelum masuk lebih jauh akan sedikit diulas bagaimana cara mengidentifikasi ikan karang secara lebih mudah. Kunci identifikasi ikan karang terdiri dari: Cara berenang Waktu aktifnya Bentuk sirip, baik sirip pectoral (dada), sirip anal(dekat dubur), dorsal (punggung) maupun ventral(Perut) Pola warna Ciri-ciri khusus lainnya, seperti organ tambahan, dll.

1

2

Anantomi ikan dan bagian-bagiannya. Panjang ikan berguna dalam mengkonversi dari panjang menjadi berat dimana nilai TL (total length), FL (fork length) dan SL (standar length) untuk nilai a dan b masing-masing berbeda. Rumus pengkonversi dari panjang menjadi berat adalah W= a x Lb Dimana: W = berat ikan dalam gram a dan b = konstanta laju pertumbuhan L (TL/SL/FL) = Panjang ikan

Organ Tambahan pada ikan sebagai salah satu kunci identifikasi .3 Pola. bentuk serta warna merupakan salah satu kunci identifikasi hingga tingkat species untuk ikan karang.

PENDAHULUAN Ikan karang dan biota pengisinya merupakan jantung dan hatinya terumbu karang. Hal yang paling bisa kita lakukan adalah melakukan monitoring ikan karang untuk melihat perubahannya tiap tahun. Ikan karang merupakan salah satu komoditi unggulan perikanan serta akuarium laut maka dari itu pengawasan perlu dilakukan agar stok di alam masih dapat terjaga dengan lestari. Monitoring juga dapat dilakukan dengan menggunakan snorkeling meski scuba memungkinkan survei dilakukan pada kisaran lebih dalam dan banyak dari spesies lebih berlimpah pada perairan yang lebih dalam. Semoga dengan buku ini memudahkan kita semua untuk belajar mengidentifikasi ikan karang dan biota invertebarta unik lainnya. Sehingga menjaga jantungnya terumbu karang sudah sewajarnya kita sebagai manusia untuk melakukannya. Buku ini akan mengupas mengenai monitoring ikan karang dimana merupakan bidang keahlian khusus dikarenakan ikan umumnya bergerak cepat. Meskipun sulit untuk memperoleh informasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara tepat dari kelimpahan dan struktur ukuran populasi ikan. 2004 tentang metode monitoring ekosistem terumbu kiarang. misalnya banyak mengambil sampel yang sedikit. Penulis mengutip banyak dari Hill dan Wilkinson. daripada mencoba untuk meningkatkan ketepatan suatu jumlah yang besar (Bohnsack dan Bannerot 1986). Cara terbaik untuk mengurangi variasi di daerah yang kompleks adalah melakukan perhitungan lebih terperinci. Kehidupan di laut tidak akan berwarna-warni tanpa kehadiran biota-biota pengisinya yang beranekaragam serta umumnya memiliki warna-warna yang cerah. akan menumbuhkan kesadaran akan ekosistem terumbu karang di Indonesia yang belum tentu banyak orang mengetahuinya. pola yang mirip dengan keragamannya yang melimpah. Dibagian kedua buku ini dibahas mengenai Invertebrata non karang dan dikupas sedikit mengenai metode dan identifikasinya meski bukan bidang yang dikuasaai oleh penulis. Diharapkan dengan membaca buku ini. Berlatih dan terus berlatih menemukan ikan baru merupakan salah satu cara untuk terus mengingat dan belajar identifikasi ikan meski itu merupakan pekerjaan yang tidak mudah. 4 . data kehadiran juga dapat bermanfaat untuk menentukan apakah ikan dapat bergerak jauh dari daerah asal ke tempat yang lebih baik. Pengamat yang kurang berpengalaman sebaiknya menghitung target ikan lebih sedikit dari pengamat yang lebih berpengalaman.

Jenis metode sensus ikan yang ada saat ini: 1. Metode ini merupakan metode paling ramah lingkungan karena menimbulkan efek merusak paling kecil dibandingkan metode lain. Survei keanekaragaman jenis juga dapat membantu memutuskan spesies apa yang dapat dimasukkan ke dalam program monitoring. Metode standar untuk keanekaragaman jenis telah dikembangkan dan digunakan oleh sejumlah organisasi non-pemerintah internasional (NGO) di dunia. Kita mungkin menginginkan survei keanekaragaman jenis sebagai bagian dari studi baseline ketika memulai suatu program monitoring. Belt transek memberikan perkiraan keragaman dan mencakup wilayah besar per sensus (banyak digunakan untuk estimasi kelimpahan dan ukuran) 2. sebagai contoh yaitu dibutuhkan seorang ahli setiap taksonomi. Pertanyaannya yang sering timbul: . visibility air dan kondisi mata Skala spasial dari metode sampling terhadap tingkat gerakan ikan. mungkin perlu untuk mendatangkan seorang ahli. Plotless methods (sensus visual cepat) dilakukan dengan cara penyelam berenang secara acak dan menghitung ikan untuk memberikan informasi yang lebih lengkap tentang total kekayaan spesies. Stationery visual census terfokus pada kelimpahan relatif dan frekuensi kehadiran semua spesies di site (banyak digunakan pada terumbu karang yang mengelompok) 3. Jika Anda tidak memiliki keahlian teknis. atau ukuran area yang sedang dicatat dibandingkan dengan rentang pergerakan ikan Kisaran ecology species ikan yang berbeda yang sedang dicatat Ikan yang berenang cepat akan lebih mudah terlihat oleh seorang penyelam yang berenang perlahan Metode yang baik juga tergantung arah penelitian. akan seperti apa dan apa yang ingin kita ketahui dari masalah yang sedang kita teliti.Kelimpahan spesies target kunci apakah dari site tersebut? Monitoring keanekaragaman ikan karang membutuhkan tingkat keahlian teknis yang tinggi. Namun baik tidaknya suatu metode monitoring secara visual tergantung kepada: Kemampuan penyelam dalam identifikasi ikan Kemampuan penglihatan penyelam ex. 2004) 5 .Monitoring Ikan Karang Monitoring ikan karang di buku ini terfokus pada metode visual sensus dimana observer mencatat langsung ikan yang dia lihat.(Hill dan Wilkinson.Spesies ikan apa saja yang terdapat di site tersebut? . Sehingga metode yang paling tepat dapat di gunakan untuk mencapai tingkat efisiensi di air dan data yang memadai.

Personel di Kantor: Analis berpengalaman dalam identifikasi terumbu karang dan tingkat spesies ikan. . Kami merekomendasikan bahwa tipe habitat juga dicatat selama survei visual dimana video tidak digunakan. . tipe habitat dan sifat sugositasnya) .jam waterproof sebagai cadangan dan untuk memonitor waktu menyelam. . . .Ikan dengan panjang total lebih dari 50 cm selama in situ survey . Survei manta tow ikan dapat digunakan untuk melakukan penilaian cepat dalam area terumbu karang yg luas dalam waktu singkat.10 mm tambang towing dengan panjang 60 m. Kami merekomendasikan bahwa komponen video dalam metode ini hanya akan digunakan untuk penelitian dengan dana cukup untuk membeli dan memelihara peralatan. . Setiap penyelam yang melakukan manuver terhubung ke perahu dengan tali dan ditarik dan dilengkapi dengan peralatan survei seperti digital kamera video.g UWATEC). serta memperkirakan ukuran kelas dan kelimpahan.Monitor resolusi tinggi. Peralatan di kantor: . Informasi yang diperoleh: . 6 .Keanekaragaman ikan (untuk ikan lebih besar dan mobile saja peralatan lapangan: . . Manta Tow Ikan Instansi yang menggunakan metode ini: NOAA Fisheries Pacific Islands Fisheries Science Center Coral Reef Ecosystem Division (CRED) Deskripsi Metode: Survei dimana penyelam ditarik melibatkan dua penyelam di belakang perahu pada kecepatan konstan (~ 1.Magnetic switch telegraph system untuk komunikasi antara penyelam dan orang dikapal .1. yang telah membatasi cakupan luasan. -Perekam temperature dan kedalaman(SBE39 misalnya). Pengelolaan dan pemantauan ditingkat masyarakat dapat menggunakan bagian dari metode visual ini untuk rapid survei atau ikan besar. Personel Lapangan: semakin baik jika ada dua tim sehingga tim permukaan dan tim menyelam dapat berganti personel pada akhir masingmasing survey.jam waterproof yang memiliki stopwatch. .Towboard dengan dipasang alat untuk meletak kan kamera dan lembar data dan pensil -kamera video digital. Dibandingkan dengan survei penyelaman umumnya.Video player dan kabel s-video.Depth gauge (e.Echosounder di perahu untuk mempertahankan kedalaman towing konstan. survei manta-tow lebih efektif dalam memperkirakan kelimpahan dan kepadatan ikan besar yang mobile.klasifikasi habitat Ikan (zona fisiografi.Ikan dengan panjang total lebih dari 20 cm selama analisis video digital .GPS dalam perahu (misalnya Garmin 76).5 knot). yang dapat berguna ketika bekerja di lokasi terpencil.ArcView GIS.

Klasifikasi Habitat dan rugosity (sifat berkerut)diklasifikasi dari setiap segmen 1 menit. GPS langsung mencatat koordinat di permukaan. Keterbatasan: Memerlukan penyelam berpengalaman dan terlatih dalam bahaya yang spesifik dari manuver towboards. Pada akhir survey ini (50 menit. Ikan diidentifikasi hingga tingkat spesies. Setelah penyelam mencapai dasar.Prosedur Umum di Lapangan: Saat penyelam turun. sehingga metode ini hanya cocok untuk penelitian proyek dengan anggaran besar. para penyelam diberi tanda dari tim di permukaan untuk naik dan memulai safety stop 7 Prosedur umum di kantor: 40% dari tape untuk ikan dengan panjang total 20-50 dan melihat 100% dari tape untuk ikan > 50 cm.5 knot. yang termasuk 1 menit lingkaran survey dan 4 menit transek. penyelam melihat ikan di dalam sabuk 5 m dan 10 m di depan. m Ikan yg samar / cryptic dapat dengan mudah diabaikan. Tape dilihat di 10 x 5 menit segmen dan ikan dicatat dalam sabuk lebar 10 m. m peralatan Field ini mahal dan membutuhkan pemeliharaan rutin. mahal dan memakan waktu untuk menganalisis citra. dan dicatat ukuran kategorinya. Penyelam dapat bermanuver di papan diatas 1 meter dari karang. Selama towsurvey. arus dan kondisi laut mungkin memerlukan perubahan dalam kecepatan kapal. yang ' 2km). m . Survei ini dibagi dalam 5 segmen menit. catat waktu di datasheet dan dihitung sejak survei berlangsung (jika kamera digunakan). Para pengemudi perahu mempertahankan kecepatan ~ 1. Mengurangi bias Taksonomi dengan menganalisis gambar dibandingkan metode survey ikan biasanyai. Selama survei lingkaran. semua ikan-ikan yang lebih besar dari 50 cm panjang totalnya dicatat dalam pengamatan 360 °. mereka mulai berkoordinasi satu sama lain untuk memulai survey menggunakan sinyal tangan dan dengan tim di kapal menggunakan telegraf. Saat mulai survey langsung mengaktifkan stopwatch dan kamera.

Stephani.html code 1 2 3 4 5 Panjang kelas (cm) 20 . GPS. Brian.gov Referensi: www. misalnya karang patchy.49 50 . video digital . termasuk kemampuan untuk menghitung jumlah individu lebih baik dalam schooling besar selama survei insitu Survey manta tow cocok untuk lokasi terpencil yang jarang dikunjungi Penyelam towed bisa mensurvey area yang tidak cocok bagi penyelam karena arus kuat.Mengoperasikan kapal kecil. Bidang pelatihan yang dibutuhkan: . menghubungkan image di lokasi.149 code 6 7 8 9 Panjang kelas (cm) 150 .Software ArcView GIS Informasi lebih lanjuti: Ed Demartini.Penyelam terlatih dalam menggunakan towboards .Holzwarth @ noaa.99 100 . survei mana-tow lebih efektif dalam memperkirakan kelimpahan dan kepadatan ikan besar yang mobile Ikan yang jarang atau tidak biasa dijumpai selama survei konvensional lebih cenderung ditemukan selama survei manta-tow karena wilayah yang lebih luas.Ukuran estimasi ikan dan buku identifikai spesies ikan .Laughlin @ noaa.edu / eko / tow_board. Joseph Laughlin.gov. Dibandingkan dengan survei menyelam biasanya.hawaii.gov. Edward. Video ini juga berguna untuk menggambarkan karakteristik bentik yaitu zona fisiografi. tipe habitat dan sifat rugosity Sebuah penerima GPS pada kapal penarik memungkinkan geo-referensi track survey .nmfs. Analisis video manta-tow menghasilkan penilaian yang lebih rinci dari ikan besar.299 > 300 8 .199 200 .74 75 . daerah rubble dan transisi di antara mereka dapat diamati dalam satu tarikan. Joseph. atau Brian Zgliczynski.34 35 . m Sebuah rekaman visual dapat diarsipkan(di re-sampel atau di re-analisis).gelombang.crei. atau kondisi yang buruk Penggunaan alternating permukaan dan tim menyelam meningkatkan survei per hari. pasir. Stephani Holzwarth.Keuntungan: Sebuah wilayah besar dicover dalam waktu singkat Ikan yg menempati habitat yang berbeda. yang telah membatasi cakupan spasial.Zgliczynski @ noaa.249 250 .DeMartini @ noaa.gov.

14. . Pelatihan yang dibutuhkan: Berenang acak diperlukan untuk memastikan pengamat terbiasa dengan segala jenis ikan di daerah tersebut Pengamat yang menjadi bagian dari program REEF harus melakukan tes yang mengkategorikan mereka ke tingkat level keterampilan yang sesuai Pengamat harus memiliki pengetahuan yang terperinci dari kebiasaan dan habitat ikan yang berbeda. Personil lapangan: 1 pengemudi perahu dan pengamat di permukaan Minimum 2 pengamat (penyelam). Banyak (11-100).2. Sedikit (2-10). Setidaknya 1 penyelam harus mampu mengidentifikasi spesies semua ikan di daerah tersebut. Atlantic and Gulf Rapid Reef Assessment (AGRRA). 9 Prosedur Umum: Biasanya dilakukan antara jam 10.00 Satu survei yang dilakukan per site Berenang di sekitar lokasi (kira-kira 200 m dari awal) selama 30 menit dan mencatat semua jenis ikan yang diamati Perkiraan kepadatan setiap spesies dengan menggunakan logarithmic kategori: Single (1 ikan).00 . Informasi yang diperoleh: Informasi tentang kelimpahan dari semua spesies ikan dan disajikan sebagai indeks kelimpahan log10 Jenis kehadiran / ketidakhadiran (presence/absence) dan frekuensi kejadian) Kelimpahan relatif per site dapat diperoleh dengan mengalikan nilai indeks berdasarkan frekuensi kelimpahan. Mesoamerican Barrier Reef System Synoptic Monitoring Program (MBRS SMP). Caribbean Coastal Marine Productivity Program (CARICOMP). atau melimpah (> 100 ikan). Fish Roving Diver Technique Instansi yang menggunakan metode ini: Reef Education and Environmental Foundation (REEF).

10 .bz.aoml. Relawan berkonsentrasi pada tempat menyelam populer dan tidak secara acak terdistribusi di antara habitat.Keuntungan: cepat Peralatan yang dibutuhkan sangat minim Memungkinkan cakupan spasial area yang luas Data frekuensi kumulatif secara statistik berguna Plotless metode yang baik untuk list spesies Terutama berguna untuk ikan besar yang waspada terhadap penyelam. Rogers et al.noaa.ccdc. AGRRA: www. 2003).jm / caricomp_main. (1994). MBRS SMP: www. Kimmel (1985).coral. (2003). Almada-Villela et al.org/.org.reef.html Juga lihat Jones dan Thompson (1978).mbrs.gov/agra/ CARICOMP: www. Oleh karena itu. meskipun tes penyelam oleh REEF dan mengkategorikan mereka kedalam level kemampuan sehingga data diurutkan berdasarkan tingkat keterampilan Estimasi Kelimpahan merupakan sebuah indeks yang membutuhkan sejumlah besar sampel untuk studi perbandingan dan tidak dapat dikonversi ke dalam perkiraan kelimpahan mutlak.org. Referensi: REEF: www. Keterbatasan: Dibatasi oleh usaha dan kemampuan identifikasi penyelam Menyelam disetiap titik sampling dan dapat mencakup berbagai kedalaman dan habitat tergantung pada topgrafi area. cryptic species/samar dan ikan pelagis yang memerlukan pencarian yang intensif di terumbu karang Panjang estimasi dapat dibantu dengan menggunakan (two laser beams) dua sinar laser (bila ada dalam anggaran Anda). tidak ada kontrol sebagai berikut: Meliputi wilayah Spasial per sampel (susah untuk membandingkan kelimpahan diantara survei) Jumlah mikro-habitat tertutup per sampel Site seleksi Waktu sampling Pelatihan dan keterampilan penyelam sangat bervariasi antara pemula dan ahli. 4 laser pointer diposisikan 10 cm terpisah dan proyek titik keluar laser merah( Colin et al.

Fish Belt Transect Instansi yang menggunakan metode ini: Australian Institute of Marine Science Long-term Monitoring Program of the Great Barrier Reef.Visibility bawah air Peralatan yang diperlukan: . Personel di kantor: entri data.Status lautnya .. Reef Check.3.1 timer / pengemudi perahu.1 pengamat dan 1 pemasang roll meter. Ukuran estimasi dapat ditambahkan ke metode ini jika diinginkan. English et al. sangat sulit untuk mendapatkan sebuah metode sampling yang seragam di sepanjang transek.Roll meter ukurun (5 x 50 m) . Pengamat harus berenang dengan kecepatan konstan dan berhati-hati untuk tidak menghitung ikan yang sama atau kelompok ikan dua kali karena mereka dapat pindah di sepanjang transek tersebut. fish recruitment method. Global Coral Reef Monitoring Network. Reef Check program’s MAQTRAC method. Informasi yang diperoleh: Kelimpahan populasi ikan target Parameter Fisik: .Tutupan awan diukur dengan menggunakan skala Beaufort .kekuatan angin . IUCN CCCR Resilience Fish Survey Method WCS Indonesian Marine Program Deskripsi Metode: Metode ini bertujuan untuk menghitung (mengukur) kelimpahan dan komposisi komunitas ikan di transek. interpretasi dan pelaporan. Personil lapangan untuk semua survei sabuk/belt transect: . analisis. Saat ikan bergerak. 11 Contoh 1: AIMS LTMP metode (Monitoring penelitian) Deskripsi Metode: Tujuannya adalah untuk segera memperkirakan kelimpahan ikan di daerah tertentu (transek sabuk). Kehati-hatian juga harus dilakukan untuk menghabiskan waktu yang sama setiap mengamati bagian dari transek tersebut. . English et al. Large fish belt transect method.

Berenang ditransek dua kali. karakteristik karang Karibia.30 dan 17. misalnya beberapa mikrohabitat karang dan kawasan yang rusak atau karang dengan tipe habitat yang berbeda dan heterogenitas habitat (patchiness). diikuti oleh lebih kecil / spesies lebih cryptic /samar Hanya ikan dalam kelas umur + 1 tahun dihitung karena variabilitas temporal dalam kelas umur +0 m Keuntungan: Meletakkan roll meter ikan di belakang untuk mengurangi gangguan ikan.. daerah terlarang. kelimpahan. Transek ini ditetapkan antara 6 dan 9 m di lereng terumbu Visibilitas horizontal air dicatat dalam data entry Pengamat berenang di atas roll meter dan menggunakan stakes permanen yang diposisikan setiap 10m untuk memandu arah mereka. Beberapa ikan tertarik terhadap penyelam.00 dan 16. regulasi pemerintah atau campur tangan sengaja dari penyelam lainnya. Ikan mobile harus dihitung terlebih dulu. tim kembali berenang sepanjang transek menghitung ikan yg seddikit bergerak (misalnya famili Pomacentridae) dalam luasan sapuan sabuk 1 Pengamat harus melihat ke depan untuk stekes permanent berikutnya dan menghitung ikan dengan menghabiskan jumlah waktu yang sama pada setiap bagian transek untuk setiap kelompok ikan target. Survei dilakukan sepanjang 5 transek permanen x 50 m digunakan untuk LTMP AIMS. Keterbatasan: Pengamat tidak dapat mengumpulkan data yang memadai pada komposisi jenis. Pelatihan yang dibutuhkan: -Identifikasi ikan dan estimasi kelimpahan serta pengetahuan yang terperinci dari kebiasaan dan habitat ikan yang berbeda.00 di musim panas Pertama awan. terlebih dulu mencatat ikan yg lebih mobile.30 di musim dingin dan antara 08. Prosedur Umum: Survei ini dilakukan antara jam 09. ikan yang lebih besar pada sabuk 5 m. Transek mustahil untuk digunakan pada beberapa terumbu karang karena bentuk dan kondisi habitat yang kompleks. Transek tidak cocok untuk sampling kecil. 12 . frekuensi kejadian dan biomassa pada saat yang sama. ada juga yang menolaknya. Bohnsack dan Bohnsack (1986) merancang 'metode visual diam/Fish Stationery Plot Survey' untuk memecahkan masalah dalam metode transek sabuk. angin dan status laut dicatat (lihat informasi yang diperoleh di atas). pelatihan ukuran estimasi jika diperlukan.Meteran untuk mengkalibrasi perkiraan lebar sabuk. Hal ini dapat membiaskan hasil.

method (Management and research monitoring) Deskripsi Metode: Tujuannya adalah mengestimasi kelimpahan dan ukuran ikan secara bersamaan di daerah tertentu. Pengamat berpengalaman dapat mengestimasi jumlah yang sebenarnya.1024 1025 . Log 4 Kelimpahan Kategori Jumlah ikan 13 Log4 Kategori Kelimpahan 1 2 3 4 5 6 7 8 Jumlah Ikan 1 2-4 5 .Contoh 2: Global Coral Reef Monitoring Network. Sensus visual ikan pada transek sabuk menyediakan estimasi jumlah kelimpahan dan ukuran individu ikan untuk menentukan stok dan struktur ukuran populasi spesies spesifik. List spesies yang dominan untuk disertai dalam pencatatan transek sabuk. pengelolaan dan monitoring.16384 Peralatan yang diperlukan: Roll meter ukuran (5 x 50 m). Meteran untuk mengkalibrasi perkiraan lebar sabuk. . Ini memberikan data dasar untuk zonasi. Kategori Kelimpahan yang digunakan untuk menghitung ikan.256 257 .4096 4097 . Prosedur Umum: Menyelam dengan hati-hati Dilakukan selama siang hari. Model Ikan untuk berlatih estimasi panjang ikan ( Inggris et al 1997). kategori kelimpahan harus digunakan. Ini mengurangi waktu yang diperlukan untuk menulis nama-nama spesies pada lembar data. Inggris et al. tetapi untuk pengamat yg kurang berpengalaman atau untuk kepastian jumlah ikan yang melimpah.64 65 . sehingga meningkatkan kemampuan pengamat untuk mencatat ikan terus-menerus. Informasi yang diperoleh: Meyelam dengan hati-hati dilakukan untuk mendeteksi perbedaan kumpulan ikan karang di lokasi yang berbeda menggunakan kategori kelimpahan.16 17 .

Acanthuridae. . Acanthuridae. Keuntungan: Visual sensus ikan adalah salah satu metode sampling yang paling umum digunakan kuantitatif dan kualitatif Cepat. Labridae. Hal ini dapat dilakukan dalam 2 atau lebih sapuan. grazers ganggang. Scaridae. Caesionidae.berasosiasi dengan terumbu karang. dengan mengorbankan estimasi yang hilang dari kelimpahan ikan lainnya. Mullidae dan spesies lain yang 'visualnya jelas'. misalnya Serranidae.Nampak secara visual dan dominan. Siganidae. .Perkiraan kuantitatif kelimpahan ikan sepanjang garis 50 m yang sama diguna kan untuk intercept transek garis / LIT . kami merekomendasikan tugas dipisahkan. dan feeders karang). mencatat ikan yang dijumpai dalam transek sabuk lebar 5 m dan 5 m di atas terowongan transek tersebut Hitung jumlah spesies target yang sebenarnya terlihat dalam transek dan estimasi ukuran (dalam cm) dari masing-masing ikan tersebut Jangan kompromi untuk mendapatkan gambaran yang baik dari masyarakat dengan berusaha menghitung semua individu dari taksa tertentu. misalnya Pomacentridae. Siganidae. Kelompok dari spesies yang sesuai untuk penilaian terumbu karang harus digunakan untuk: . mobilitas kelompok ikan yang lebih besar dilakukan pada sapuan pertama dan ikan teritorial yang lebih kecil dilakukan pada sapuan kedua atau tugas tersebut dapat dibagi diantara penyelam. misalnya Chaetodontidae. Satu penyelam melakukan sensus dalam area transek sedangkan penyelam satunya lagi menyelam di belakang pengamat dan membuat observasi umum lingkungan karang dan kumpulan ikan Di daerah dimana keanekaragaman dan kelimpahan ikan yang tinggi. non-destruktif dan murah Minim personel dan peralatan khusus yang diperlukan Informasi yang diperoleh berguna bagi manajemen dan stok assessment 14 .Perkiraan kuantitatif struktur kelimpahan dan ukuran spesies yang menjadi 'target' nelayan. Haemulidae Balistidae . Lutjanidae.Estimasi Semi-kuantitatif kelimpahan relatif dari spesies lain yang termasuk kategori mayor trofik (planktivores.Mudah diidentifikasi di bawah air. tanpa perilaku samar/cryptic.Spesies yang dimasukkan harus dipilih dengan menggunakan kriteria sebagai berikut: . Belt transek Dilakukan selama siang hari di sepanjang 3 transek sama dengan LIT tetapi transek sensus ikan harus 50 m panjangnya dan di 2 kedalaman (3-5 m dan 8-10 m) Tunggu selama 5 sampai 15 menit setelah meletakkan roll meter sebelum menghitung untuk memungkinkan ikan untuk melanjutkan perilaku normalnya Berenang perlahan-lahan di sepanjang transek. Lethrinidae.

penghitungan dan estimasi panjang. Ini harus diulang setiap 6 bulan. CP: Sue Inggris. Penggunaan kategori kelimpahan mengurangi kekuatan untuk mendeteksi perubahan kecil dari ukuran ikan. Ada kekuatan statistik yang rendah untuk mendeteksi perubahan spesies langka. (1997) 15 .gov. Pelatihan yang dibutuhkan: -Identifikasi ikan.english @ aims.au Referensi: Inggris et al. (1997) untuk rincian tentang pelatihan untuk memperkirakan panjang ikan. atau menjauh dari penyelam Kesalahan Observer dan bias terjadi dalam memperkirakan jumlah dan ukuran. Lihat Inggris et al.Keterbatasan: Pengamat harus sangat terlatih Ada 2 kemungkinan ikan mungkin tertarik terhadap penyelam. s.

Pengamat kemudian menunggu selama 1-3 menit sebelum melanjutkan ke titik perhentian berikutnya. Pengamat berenang perlahan di sepanjang garis transek dan berhenti setiap 5 m untuk menghitung spesies target.Identifikasi spesies target (untuk tingkat family dan spesies bagi spesies yang paling umum).Satu survei penuh.Replikasi lebih banyak dan survei lebih sering diperlukan untuk memperoleh indikasi yang lebih baik terhadap kelimpahan local ikan serta perubahannya.dapat digunakan oleh pekerja non-profesional.reefcheck.Pipa PVC untuk memperkirakan lebar sabuk (opsional). Survei ditingkatkan dalam ruang dan waktu yang diperlukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih tepat tentang kelimpahan dan perubahan dari waktu ke waktu pada skala site.org Reference: www.Roll meter (100 m) .Contoh 3. Metode Reef Check (Community Monitoring) Deskripsi Metode: Metode ini dirancang untuk digunakan oleh penyelam relawan atau snorkellers. Peralatan yang diperlukan: .org 16 . cukup untuk mendapatkan gambaran tentang kelimpahan ikan target bila dibandingkan pada skala regional atau global. Data yang diperoleh: Kelimpahan ikan target utama. Keterbatasan: . Proses ini diulang 3 kali sampai 20 meter transek telah selesai disurvei. CP: rcheck@ucla. 2-6 m dan 612 m Tunggu selama 15 menit Transek panjang 20 m dengan lebar 5 m dan 5 m tinggi. Satu transek lengkap terdiri dari 4 segmen replikasi 20 m untuk panjang total survei 80 m. Prosedur Umum: Bentangkan rollmeter transek 100 m di masing-masing 2 kedalaman. Pelatihan yang dibutuhkan: . sehingga biaya lebih murah . Keuntungan: . Pelatihan dapat dilakukan dalam satu hari. Peningkatan replikasi menyebabkan kenaikan biaya.

Masukan perkiraan panjang kedalam selang kelas . tetapi panjang transek diukur dengan waktu berenang bukan roll meter transek 17 . Ketika ada schooling besar ikan. Time Swim Time swim dapat dilakukan di luar transek 100m (yang juga digunakan untuk Reef Check PIT dan transek sabuk MAQTRAC invertebrata) daripada meletakkan roll meter ulang . Tujuannya adalah untuk mendapatkan ukuran sampel yang cukup spesies ikan indikator yang dapat dibandingkan secara statistik dan membedakan antara pengumpulan ikan dan site kontrol. sangat penting untuk memperkirakan jarak dan mencatat waktu secara akurat. Time swim harus dilakukan sebagai teknik survei utama ketika spesies ikan tidak cukup melimpah di survei transek sabuk atau di habitat yang tidak memungkinkan untuk transek sabuk. jika individu-individu dari kelas ukuran dalam kelompok ikan antara 1-50 individu. Prosedur Umum: Jumlah transek yang diperlukan tergantung pada kepadatan ikan di daerah tersebut. Kedalaman survey bervariasi tergantung di mana ikan target yang dicatat . hitung setiap ikan dalam ukuran kelas. Survei ini sepanjang jalan 5 m sabuk yang sama. ukuran area sampling dan heterogenitas spasial area sampling. Hal ini biasanya berarti bahwa minimal 5 dan terbanyak 15 transek akan dibutuhkan untuk mencapai ukuran sampel yang cukup untuk sebagian besar spesies.Untuk mencatat kelimpahan. Peralatan yang diperlukan: Roll meter (100 m). Data yang diperoleh: Tingkat kelimpahan jenis dan ukuran informasi. Program Reef Check metode MAQTRAC (Research Monitoring) Deskripsi Metode: Metode ini dirancang untuk menentukan dampak perdagangan akuarium terhadap populasi ikan.Contoh 4. perkiraan kelimpahan harus dibuat dengan membuat kuadrat imajiner ke schooling dengan membagi sepertiga atau seperempat dari ukuran schooling dan memperkirakan kelimpahan ikan di dalam sepertiga atau seperempat bagian tersebut. -Lihat Reef Check metode transek sabuk di samping. Apabila time swim adalah satu-satunya cara mendapatkan data kelimpahan.

CP: rcheck@ucla. Pelatihan yang dibutuhkan: Penyelam yang sudah terlatih untuk tingkat identifikasi spesies dan estimasi ukuran ikan. Keuntungan: Metode yang secara statistik cukup kuat jika ada ulangan yang cukup. Oleh karena itu dapat digunakan untuk mendeteksi dampak perdagangan akuarium pada populasi ikan Metode ini dirancang sebagai versi yang lebih rinci dari reef chek monitoring dilakukan masyarakat. Ini merupakan langkah penting karena pengukuran densitas/kepadatan dapat diperoleh dari waktu sampel dan kecepatan berenang. oleh karena itu data dapat dibandingkan dengan data masyarakat. Keterbatasan: Sulit untuk menentukan apakah dampak yang cukup signifikan secara statistik juga signifikan secara ekologis.reefcheck. Perhitungan semua individu dari spesies ikan target dan ukuran dengan cara yang sama seperti pada survei transek.org Referensi: www.Catatan awal dan waktu berhenti (ini sangat penting) Pertahankan kecepatan berenang secara konstan Ketika berhenti digunakan untuk menghitung sebuah schooling besar atau untuk melihat ke dalam celah-celah karang. namun banyak spesies sangat kecil dimana kebutuhan untuk menentukan metode ukuran sampel optimum. waktu harus dihentikan dan kemudian dijalankan lagi ketika berenang dilanjutkan kembali. Memakan banyak waktu dan mahal jika banyak ulangan diperlukan. m Harus memiliki pengetahuan yang terperinci dari habitat ikan untuk melakukan pencarian tepat.org Metode ikan lainnya dengan mudah dapat diubah untuk ikan akuarium. Lihat Russ dan Choat (1988) untuk rincian tentang rancangan percobaan dan analisis data perikanan. 18 .

Catat jumlah dan ukuran dari semua individu spesies target besar yang diamati dalam area 10 m di kedua sisi pengamat. Kerapu cenderung memiliki perilaku cryptic/samar dan tinggal dekat dengan bagian dasar. Untuk jenis ikan besar yang bergera. Metode transek sabuk ikan besar Deskripsi Metode: Observer memperkirakan kelimpahan ikan besar sepanjang transek sabuk. atau bersembunyi di gua-gua atau di bawah karang. Untuk ikan yang lebih kecil.Contoh 5. Data yang diperoleh: Kelimpahan spesies target perkiraan. Informasi yang didapat: Kelimpahan ikan target ukuran besar Kelimpahan functional group ikan ukuran besar Peralatan yang dibutuhkan: alat Scuba . 19 Yang termasuk kedalam metode ini antara lain: Teknik Long-swim untuk ikan besar dan ikan karang yang mobile Berenang selama 20 menit dengan kecepatan standar pada kedalaman 5 m konstan di sepanjang terumbu karang (reef crest). lebar transek diperkecil menjadi 5 m di kedua sisii. Prosedur Umum: Kedua survei ini termasuk time swim. Untuk memastikan ini tidak terlewat. kecepatan berenang yang konsatan diperlukan untuk sensus visual. dimensi transek yang tepat adalah 400 x 20 m. Peralatan yang diperlukan: Tidak ada peralatan khusus. misalnya ikan kerapu dan napoleon. Salah satu contoh Metode ini adalah: Long Swim Method (IUCN CCCR Resilience Fish Survey Method) Deskripsi Metode: Metode ini digunakan untuk ikan-ikan ukuran besar (> 35 cm TL) dimana untuk mengetahui functional grup ikan. Akan sangat membantu untuk memperkirakan jarak pengamat mengcover area pada saat survei sehingga perkiraan densitas dapat dihitung dan dibandingkan dari waktu ke waktu dan antara site.

cordioea.org .org Gabriel Grimsditch. sapuan berenang yang didapat menjadi pendek Dalam kondisi tertentu (Kontur karang) menyebabkan disorientasi arah Pelatihan yang dibutuhkan: Identifikasi ikan besar beserta estimasi panjangnya Referensi: IUCN – The International Union for the Conservation of Nature – Global Marine Program. Cek substrat secara seksama. dobura@cordioea. hitung dan estimasi ukuran semua individu dalam sabuk 5 m. Keterbatasan: Pengamat dapat dilatih untuk berenang dengan kecepatan konstan tetapi sulit dalam keadaan berarus . . David Obura. Seorang pengamat kedua harus mengikuti di belakang dan mencatat jumlah dan ukuran ikan kerapu yang lebih besar yang bergerak dalam jarak 10 m kedua sisi.iucn. Web: www. marine@iucn.Alat tulis bawah air Jam anti air Prosedur umum: Menyelam hingga kedalaman 10 m Berenang sejajar kedalaman selama 20 menit atau sekitar 400 m Catat ikan dengan lebar 20 m (10 meter tiap sisi dikiri dan kanan) Catat ikan ukuran besar (>35 cm) Jika menemukan ikan schooling kategorikan kedalam ukuran kelas Keuntungan: Cepat dan mudah karena list ikan sudah dibuat dari darat Keterbatasan: Jika arus kuat.org 20 Survey kerapu Berenang dengan kecepatan 6 meter per menit selama 30 menit.org/marine.org CORDIO East Africa (Coastal Oceans Research and Development – Indian Ocean Web: www. ggrimsditch@iucnus.

kecepatan berenang yang lambat dengan intensitas pencarianyang meningkat dalam sabuk 5 m menghasilkan jumlah yang lebih tinggi daripada metode lain untuk ikan kerapu yang criptic/lebih samar. Wilkinson et al. Fish recruitment method (management and research monitoring) Deskripsi Metode: berenang sepanjang transek sabuk yang sempit dan menghitung rekrut ikan yang baru datang menetap.au Referensi: Samoilys (1997). Personil Lapangan: 1 pengemudi perahu / pengamat permukaan.au atau Howard Choat.Keuntungan: Long-swim memungkinkan tutupan daerah yang lebih luas dalam waktu terbatas dibandingkan dengan transek kecil. Teknik ini lebih cocok untuk ikan yang sensitif terhadap penyelam .edu. 21 CP: Rachael Pir. Gangguan ikan oleh penyelam diminimalkan karena tidak ada rollmeter yang digunakan sebelum menghitung.edu. Ini memberikan informasi mengenai komposisi rekrut baru.choat @ jcu. Transek yang lebih lebar untuk spesies mencolok berguna untuk menghitung ikan yang lebih besar yang tidak memungkinkan didekati menggunakan rollmeter. howard.pears @ jcu. Rachael. Contoh 6. (2003). Hill and Wilkinson (2004). dan distribusi serta kelimpahan stok ikan karang (spesies dengan juvenile yang mencolok). . Pelatihan yang dibutuhkan: Identifikasi ikan kerapu. Long-swim metode memerlukan peralatan yang sederhana dan menyediakan data yang berguna berguna di samping metode survei visual yang lebih baik. Ini digunakan untuk memprediksi masa depan kelimpahan populasi ikan dewasa serta memberikan gambaran temporal perubahan dalam rekrutmen. 1 meter ukuran untuk panjang referensi. Peralatan yang diperlukan: 50 m panjang roll meter. Berenang dengan kecepatan konstan.

interpretasi dan pelaporan. Keuntungan: Cepat dan non-destruktif Sederhana dan murah Minim jumlah personel dan peralatan. namun transek ikan harus diselesaikan terlebih dahulu. CP: Sue Inggris. Visual sensus rekrut ikan terbatas pada spesies juvenile yang menetap Tidak berguna untuk spesies pelagis.2 pengamat (penyelam).au Referensi: Inggris et al. analisis. Personel di kantor: Entri data. dianjurkan bahwa hal itu dilakukan sepanjang 50 m. m Setidaknya 1 dari penyelam harus mampu mengidentifikasi ikan di daerah rekrut dan terbiasa dengan batas ukuran yang membedakan rekrut ikan dari ukuran kelas lain. 22 . Prosedur Umum: 3 x 50 m panjang transek harus diletakkan secara acak pada kedalaman antara 6-9 m di daerah lereng karang Transek tidak boleh tumpang tindih dan harus dipisahkan dengan jarak 10-20 m. (1997). Tunggu 5-15 menit sebelum memulai penghitungan untuk memungkinkan ikan untuk perilaku normal kembali Berenang perlahan-lahan di sepanjang transek dan catat ikan dengan lebar 1 m kedua sisi dari garis transek Menghitung rekrutmen dengan pencarian habitat yang seksama sepanjang transek tersebut. Letakkan transek dalam garis lurus Jika LIT digunakan di site-site rekrutmen. s.gov.english @ aims. Catat schooling species ikan di depan penyelam Transek tidak harus dipecah menjadi unit yang lebih kecil karena banyak spesies langka yang jarang Pelatihan yang dibutuhkan: Pelatihan dan pengalaman yang terperinci Keterbatasan: Membutuhkan pengamat yang terlatih dan berpengalaman.

IUCN CCCR Resilience Fish Survey Method Deskripsi Metode: Ikan berada dalam sebuah tabung imajiner yang dihitung oleh penyelam yang mengamati dari luar daerah. interpretasi dan pelaporan. Fish Stationery Plot Survey / Survey Ikan secara Diam Instansi yang menggunakan metode ini: Atlantic and Gulf Reef Rapid Assessment (AGRRA). Informasi yang diperoleh: Keanekaragaman jenis dan ukuran struktur komunitas. Metode ini dirancang untuk memperkirakan struktur komunitas ikan dan digunakan untuk melakukan penilaian stok ikan di Amerika Serikat bersama dengan data perikanan tradisional. Peralatan yang diperlukan: Tidak ada peralatan khusus. Personel di Kantor: entri data. Florida Keys National Marine Sanctuary Coral Reef Monitoring Program (FKNMS CRMP). 23 Personil Lapangan: 2 pengamat (1 harus sudah terlatih dengan metode . analisis.4. Prosedur Umum: Satu pengamat menghitung jumlah ikan secara visual dalam sebuah tabung imajiner dengan radius/jari-jari 7.5 m selama 5 menit Estimasi dan catat panjang untuk setiap ikan yang dihitung Keuntungan: Kunci kelebihan dibandingkan dengan metode transek meliputi: Sangat mudah digunakan dan dapat mencatat ukuran sampel yang besar Minim peralatan yang dibutuhkan Minimum '' kesalahan’ atau eror Tidak ada waktu yang terbuang dalam memasang rollmeter Efesiensi waktu dibawah air (karena konsumsi udara minimum) Menyediakan penggabungan spasial jika terdapat beberapa tipe habitat yang di cover . yang lain adalah buddy 1 pengemudi perahu / pengamat permukaan.

frekuensi kejadian dan panjang individu untuk semua jenis ikan yang terdeteksi secara visual. Indeks kelimpahan (kerapatan per sampel) dapat diperoleh dari data dan cocok untuk perbandingan yang relatif. kelimpahan. arus kuat. Metode pengumpulan data ini telah diuji secara luas dan tidak berubah selama 25 tahun terakhir. Teknik ini sangat berguna untuk terumbu karang yang patch/mengelompok dan terumbu buatan.Masalah tingkah laku dan ketertarikan ikan terhadap penyelam dapat diminimalkan dibandingkan dengan dengan berenang karena cenderung untuk membiasakan penyelam diam dan bertindak lebih normal. Ini bukan masalah bagi kebanyakan studi yang hanya perlu untuk menunjukkan perubahan relatifatau perbedaan. Jika kelimpahan mutlak diperlukan. Data-data ini pada semua komunitas parameter utama dapat dikumpulkan dengan praktis melalui metode ini. dan di bawah visibilitas rendah meskipun faktor-faktor koreksi dapat diterapkan untuk mengoreksi visibilitas rendah. Keterbatasan: Metode ini tidak cocok untuk celah karang dimana ikan tinggal. secara empiris diperoleh faktor koreksi habitat khusus yang perlu ditentukan dan diterapkan.presisi yang dicapai sangat tergantung pada keterampilan penyelam untuk memperkirakan jari-jari 7. 24 . metode ini memberikan data yang konsisten dan dapat diandalkan dalam berbagai kondisi visibilitas yang biasanya ditemukan pada terumbu karang. namun ketepatan dari metode ini adalah kemampuan pengamat untuk memperkirakan diameter tabung. ikan yang tersembunyi dan sangat rahasia ikan dan tidak efisien untuk studi tentang beberapa spesies atau genus Tidak bekerja dengan baik dalam kondisi gelombang tinggi.5 m. Bias melalui metode matrac dapat tereliminasi Ukuran data maksimum lebih sensitif untuk perikanan dan efek mortalitas ikan dewasa sedangkan ukuran minimum lebih sensitif terhadap efek rekrutmen Data dikumpulkan secara bersamaan dengan komposisi jenis. Namun.

(1999). Pelatihan yang dibutuhkan: Identifikasi Ikan. (2002). Juga lihat Kimmel (1985).gov/agra/ FKNMS CRMP: http://www.edu atau Phil Kramer.noaa. Keutamaan dari presisi perbaikan dicapai dengan tidak lebih dari sampling site individu tetapi upaya mendistribusikan sampel atas site lebih.coral. penghitungan.noaa. rginsburg@rsmas.sefsc.miami. CP: Robert Ginsburg. agrra@rsmas.noaa. maksimum.aoml. Obura dan Grimsdtich (2008) dan Hill dan Wilkinson (2008) 25 Skema metode Fish Sationery Plot Survey .edu Referensi: AGRRA www.Perbaikan metode sensus visual diam/Plot Statinery Perbaikan signifikan dalam perkiraan dari koefisien variasi (perkiraan presisi) telah dicapai dengan menggunakan dua tahap stratifikasi acak untuk memilih 200 x 200 m sampling site.fknms. estimasi ukuran dan estimasi panjang tabung imajiner. Ault et al.nos.gov/research_monitoring/ Publikasi dikutip di atas dapat dilihat dan download di: www.gov / articlesandpublications.jsp. Replikasi disediakan oleh buddy penyelam yang memiliki metode sampling yang sama. Bohnsack dan Bannerot (1986). (2001).miami. Auto korelasi pasangan buddy (yang sering melihat ikan yang sama) bisa dikurangi dan perbedaan individu dapat dikurangi dengan mengkombinasikan data dari buddy selam. Distribusi ukuran populasi dapat dihasilkan dengan menggunakan mean. Statistik perbaikan ini dijelaskan secara rinci di Ault et al. dan minimum ukuran seperti yang dijelaskan oleh Meester et al.

Prosedur Umum: Pengamat berenang di sekitar terumbu secara acak untuk menemukan dan mencatat sebanyak mungkin spesies ikan Penyelam harus terbatas pada habitat yang spesifik (kedalaman. Asumsinya adalah bahwa spesies terjadi dalam interval waktu awal yang paling melimpah di komunitas Ikan tyang ditemukan diinterval 10 menit pertama menerima nilai 5.5. Skor Spesies yang dijumlahkan untuk menunjukkan frekuensi kejadian Ulangi jumlah tersebut 8 kali per site 26 . zona terumbu) untuk menentukan jenis kekayaan Spesies hanya dicatat satu kali ketika saat pertama terlihat pada Interval 10 menit waktu. dan seterusnya sehingga interval kelima skor ikan 1. List Spesies yang didapat memberikan estimasi keragaman spesies di suatu daerah. 10 menit interval pencarian memungkinkan penyelam untuk memperoleh perkiraan kelimpahan relatif dari masing-masing spesies selain ada atau tidak adanya data yang berasal dari daftar spesies. Personil Lapangan: 1 pengamat dan 1 buddy 1 pengemudi perahu / pengamat permukaan Personel di Kantor: Entri data. analisis. Metode ini berguna untuk memperkirakan kelimpahan relatif dan didasarkan pada asumsi bahwa kemungkinan menghadapi suatu spesies meningkat kelimpahannya. Bagaimana Anda menganalisis dan menginterpretasikan data? Nilai Spesies menunjukkan kelimpahan relatif dari spesies yang berbeda dari satu sama lain. Deskripsi Metode: Pengamat melakukan survei ini pada kecepatan konstan untuk waktu yang tetap. Fish Rapid Visual Census Digunakan untuk menentukan keragaman spesies. Oleh karena itu. spesies yang lebih umum kemungkinan dapat semakin cepat pengamat menghadapi itu. pada interval kedua 4.dan bukan mengukur daerah dengan rollmeter transek. dengan total 10 menit interval 5 menit. Informasi yang diperoleh: Keanekaragaman jenis dan kelimpahan relatif disajikan dalam frekuensi kejadian. Berguna untuk menentukan spesies yang akan disertakan dalam monitoring jangka panjang. interpretasi dan pelaporan.

Kimmel (1985). Seperti semua metode sensus ikan.Keuntungan: Sederhana dengan peralatan yang minim Menghindari metode transek yang memakan waktu Berguna untuk survei awal keanekaragaman jenis. . Referensi: Jones dan Thompson (1978). Pelatihan yang dibutuhkan: Identifikasi level Spesies dan pengetahuan yang terperinci dari kebiasaan dan habitat ikan yang berbeda. dan untuk memilih spesies yang akan diikutsertakan dalam monitoring jangka panjang sesuai dengan kelimpahan mereka. hal ini akan mempengaruhi kualitas data dari panjang transek yang dipilih dapat diimplementasikan pada daerah patch reef dimana interval waktu berhenti penyelam berenang di antara area terumbu karang. Keterbatasan: Data tidak dapat secara langsung dibandingkan dengan tutupan karang atau data makro-invertebrata sebagai daerah berbeda yang diteliti. sementara banyak di daerah patchreef kita sudah underestimate /di bawah perkiraan tapi ikannya berlimpah. 27 Metode yang ini menekankan pentingnya luas yang discover meskipun kadang sepeciesnya jarang (umumnya untuk ikan di terumbu karang). keanekaragaman jenis yang diperkirakan sebagai spesies samar/cryptic mungkin banyak yang diabaikan.

Prosedur Umum: Wajib dilaksanakan minimal pada 2 studi site di mana satu site adalah kontrol (tanpa gangguan antropogenik ) Level dasar estimasi kelimpahan ikan. Butterfly Fish Method (Metode Survey Ikan Kepe-kepe) Instansi yang menggunakan metode ini: Metode ini digunakan oleh peneliti di Hawaii. Deskripsi Metode: Metode ini dilakukan dengan cara mengobservasi ikan kepe-kepe dan perilaku makannya untuk menentukan kelimpahan makanan dan habitat ikan butterfl y per pasangan. 28 . penyelam berenang sepanjang transek untuk mencatat sepasang ikan kupu-kupu. Persentase tutupan komunitas bentik Kami merekomendasikan menggunakan metode transek titik (Point Intersept Transect) sebagai cara termudah ). Peralatan yang diperlukan: Rollmeter panjang 30 m Alat tulis bawah air dengan penggaris dengan panjang 20 cm. Survei ini dilakukan selama 5 x 10 menit periode observasi. Tidak ada instansi yang menggunakan metode sebagai metode utama. Berenang perlahan dengan kecepatan 6 m per menit sepanjang transek dan targetnya kelimpahan ikan kepe-kepe sepanjang transek sabuk selebar 10 meter. Estimasi Kelimpahan Tempatkan sampai 4 x 30 m transek pada wilayah tutupan karang yang tinggi (tidak sembarangan). Perilaku berpindah (diharapkan meningkat karena makanan menjadi terbatas) Diimplementasikan setelah survei kelimpahan. Batas wilayah mereka ditandai (ujung terjauh di mana mereka bergerak). Catat setiap kali mengejar sepasang ikan targetdi wilayah yang berdekatan. Amati perilaku ikan selama 10 menit. Ulangi untuk pasangan yang sama selama 50 menit dari pengamatan.6. level lanjutan untuk mengukur tingkah laku ikan dan ukuran area teritorialnya(tergantung sumber daya). Konsep ini didasarkan pada asumsi bahwa ikan kepe2 yang memakan karang akan bergerak jauh dari daerah terumbu karang ketika kesehatan/kondisi karang memburuk. Persentase tutupan komunitas bentik juga harus ditentukan.

Ukur panjang wilayah territorial di diameter terpanjangnya (cross section). Catat jumlah gigitan pada spesies tertentu karang. penyelam kedua mengukur jarak wilayah teritorialnya terus dilakukan berulang untuk daerah lainnya. Hitung jumlah gigitan per 10 menit untuk setiap jenis karang. Perilaku makan (untuk menentukan Makanan yang disukai) Amati perilaku makan selama periode 3 x 10 menit. Ukuran wilayah territorial dihitung dengan menjumlahkan semua nilai pada lembar data. tetapi berturut-turut penyelaman yang terus dilaksanakan sebatas persyaratan keselamatan penyelaman yang memungkinkan. Keuntungan: Sederhana dan murah Dapat dilaksanakan oleh pemula yang tidak mendapat pelatihan teknis sebelumnya Sangat peka untuk mengetahui perubahan kondisi terumbu karang secara perlahan -lahan. eyespot (tanda) di belakang atau ekor di karang saat mereka makan. ikan kepe2 pemakan polip karang akan memperbesar wilayah makannya jika kepadatan karang menurun untuk mencukupi kebutuhan makannya. 29 . Personel di Kantor: Kalkulasi perilaku makan dan pengukuran luas wilayah teritorialnya Analisis data. Mengukur daerah territorial ikan kepe2 (diharapkan meningkat karena keterbatasan makanan) Tandai batas wilayah territorial (lingkaran atau oval) dengan penanda(bisa dengan patahan karang mati).Observasi ini tidak perlu diimplementasikan selama satu kali penyelaman. 1 perahu orang / pengamat permukaan. Perkiraan ukuran ikan yang menjadi target dengan mencatat posisi mulut mereka. Personil Lapangan: 2 pengamat. Satu penyelam memegang di ujung dari pita. ketika mereka pindah. interpretasi dan pelaporan. ukur panjangnya dengan penggaris. sehingga ukuran pengamatan wilayah territorial ikan kepe-kepe dapat menunjukkan penurunan kondisi karang secara bertahap namun yang mungkin tidak secara signifikan dibandingkan survey langsung tutupan karang modifikasi desain di mana informasi lebih lanjut dapat ditambahkan jika sumber daya dan kapasitas penyelam memungkinkan.

Pelatihan yang dibutuhkan: Tidak pelatihan ilmiah formal yang diperlukan tetapi 1 atau 2 ikan coralivores kunci harus diketahui per lokasi geografis. 30 .Keterbatasan: Lebih mudah untuk mengukur tutupan karang secara langsung yaitu dengan melakukan intercept transek titik(Point Intersept Transect/PIT). Referensi: Crosby dan Reese (1996).

Kehadiran folikel pasca-ovulasi pada ovarium dari sekumpulan betina. Personel di kantor: Entri data. analisis. Prosedur Umum: Ada kebutuhan untuk mendefinisikannya sebagai berikut: 1. Betina dengan telur terhidrasi.7. termasuk: i. ii. Untuk informasi pemijahan. interpretasi dan pelaporan. tanda-tanda tidak langsung mencakup: i. Di mana agregasi? Sebuah agregasi/berkumpul diakui jika meningkat 3 kali lipat dari kepadatan pemijahan ikan. Perlu tidaknya pengamatan pemijahan. tanda-tanda langsung 'pemijahan' juga harus diidentifikasi. perut bengkak dan lainnya yang terbukti ada in- . Perilaku atau perubahan pola warna yang diketahui hanya berhubungan dengan pemijahan. 31 Personil Lapangan: 2 pengamat (penyelam). Peralatan yang diperlukan: Meteran/penggaris untuk memperkirakan ukuran. Data yang diperoleh: kepadatan pemijahan Size populasi pemijahan dan struktur komposisi jenis kelamin Pola Temporal saat aktivitas pemijahan dan daerahnya Jumlah ikan di lokasi pemijahan. musim pemijahan dan ukuran site pemijahan dan melakukan sensus visual bawah air untuk memperkirakan kelimpahan pemijahan ikan dewasa. Fish Spawning Aggregations Method (Metode Agregasi Pemijahan Ikan) Instansi yang menggunakan metode ini: Society for Conservation of Reef Fish Aggregations (SCRFA) Deskripsi Metode: Metode ini melibatkan penentuan lokasi. dan ii. 1 pengemudi perahu / pengamat permukaan . Data Gonad somatik indeks (GSI). dan iii.

3. Jika memungkinkan. video transek dapat digunakan untuk memperkirakan kelimpahan secara akurat. Colin et al. survei skala luas dengan snorkeling atau manta-tow juga dapat berguna. Kumpulan perahu nelayan lokal disinkronkan dengan fase bulan adalah indikasi yang bermanfaat untuk mengetahui agregasi pemijahan. Ada 3 metode monitoring yang dapat digunakan: Underwater Sensus Visual atau Stationery Plot Survey Kumpulan data-data perikanan. Apa yang dikatahui dari waktu atau musim agregasi itu? Informasi ini diperoleh dari nelayan. Time swim tidak dianjurkan karena mereka tidak menyediakan data kuantitatif. m (2002). pengamatan ikan bunting/bengkak di pasar.2. (2003). Untuk spesies yang sulit dijumpai/mudah kabur . Remoute surfeilance teqhnique/ teknik pengawasan jarak jauh. video jarak jauh juga berguna untuk ikan yang takut terhadap manusia. Underwater Visual Sensus untuk agregasi pemijahan Survei visual dengan cara melintasi site agregasi banyak direkomendasikan. foto udara dan pengintaian udara yang berguna untuk menilai site potensial agregasi dan diketahui dari profil batimetri dan oseanografi untuk spesies. Mengukur daerah agregasi . Tanda disini bisa berupa batu dicat atau pemasangan buoy (hati-hati hal ini bisa memancing nelayan untuk menangkap didaerah SPAGs) .Tandai daerah batasnya saat melakukan survei dan kembali ke pengukuran ini nanti. Dimana agregasi berada? Nautical chart. jumlah stasiun direkomendasikan. dan wawancara dengan nelayan sangat membantu. Domeier et al. 32 . Kriteria berikut ini akan menentukan metode berlakut: kedalaman site Kepadatan ikan Arus (ketika arus kuat atau bila ikan waspada terhadap penyelam di dekatnya). Parameter yang diukur: Jumlah ikan per satuan luas Ukura Sex rasio Tingkah Laku Lokasi di peta (pemetaan). dan dari histologi gonad. citra satelit. Stationery plots mungkin lebih tepat di sini untuk menghemat energi).

Sangat sulit untuk mendapatkan data ikan akurat dan valid setiap sehingga setiap interpretasi harus dilakukan dengan hati-hati. www. seringkali dengan berlimpahnya tempat persembunyian. Aceh. begitu juga Wildlife Conservation Society (WCS) di Pulau Weh. Karena variasi lokasi pemijahan dan waktunya yang musiman selama agregasi itu.org/ The Nature Conservancy juga mengembangkan metode inil untuk pemantauan agregasi pemijahan kerapu di Indo Pasifik (Lihat www. Karena setiap site pemijahan yang berbeda. Keterbatasan: Site Monitoring lebih dari satu merlukan beberapa tim pengamat kalau agregasi terjadi pada waktu yang sama. (2003) for fisheries dependent data and remoute surveillance techniques. Bias dari Observer untuk itu perlu pelatihan estimasi panjang ikan. nelayan dan stakeholders lainnya harus terlibat dalam program pelatihan Spags ini. metode survei yang disarankan di sini harus diambil sebagai panduan. Referensi: Lihat Domeier et al. identifikasi spesies dan tingkah laku pemijahan. Colin et al. Menentukan seks hanya mungkin untuk spesies yang memiliki ukuran jelas atau perbedaan warna. Jika memungkinkan.Keuntungan: Metode Non-destruktif.org). ikan yang tersembunyi di celah-celah atau di bawah karang akan menyebabkan nilainya lebih kcil dari angka yang sebenarnya. gangguan perilaku ikan oleh penyelam merupakan faktor yang perlu dipertimbangkan. Pengulangan analisis video adalah salah satu pilihan. perencanaan hati-hati sangat penting.scrfa. Data ukuran harus ditafsirkan secara hati-hati. hubungi the Society for Conservation of Reef Fish Aggregations (SCRFA). 33 . Umumnya agregasi terjadi didaerah yang tutupan karang nya signifikan. tetapi tidak selalu cocok untuk semua jenis ikan. dimana pemihjahan sering berlangsung secara bersamaan. tidak mungkin untuk mengunjungi site pemijahan hanya sekali dan mengharapkan data survei yang baik. karena estimasi ukuran panjang minimum dan maksimum adalah relatif. (2002).nature. Pelatihan yang dibutuhkan: Training untuk pemantauan agregasi.

34 .

Jepang-GBR Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: Pulau Weh. Warna biru cerah dengan pola hitem seperti angka enam. Distribusi: Perairan terumbu karang tersebar dari Afrika hingga Papua New Guinea Tipe pemakan: Pemakan Alga 35 Lokasi foto: Pulau Weh. ekor kuning dengan strip hitam. sekitar muka berwarna hitam dan sangat mudah dibedakan dengan jenis Paracanthus hepatus Habitat: Perairan terumbu karang dari kedalaman 45 m hingga dangkal 2-3 m. Soliter atau kelompok kecil. dorsal kuning.ACANTHURIDAE Surgeon fish. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Paracanthurus hepatus Palette surgeonfish Nama Umum: ikan dori. Benthopelagic. juv sering terlihat sembunyi di celah karang Pocillopora. leter six Ciri-ciri: Panjang max 31 cm (TL). Distribusi: Indo-Pasifik:Afrika timur– Samoa. Ciri-ciri: Panjang max 38 cm (TL).Badan berwarna biru. kuli pasir (sulawesi). Sirip dada biru dengan ujungnya hitam dilingkari kuning. Habitat: Daerah karang yang jernih dan berarus. Ikan butana Acanthurus leucosternon Powderblue surgeonfish Nama Umum: Ikan butana biru.

Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 36 Acanthurus pyropherus Mimic surgeonfish Nama Umum: Ciri-ciri: Berwarna kecoklatan. Membentuk kelompok pemijahan.Acanthurus lineatus Lined surgeonfish Nama Umum: Butana kasur Ciri-ciri: Panjang max 38 cm (TL). kuat dan beracun.Tuamoto. Jepang –GBR dan New Caledonia. 3/4 badan atas terdiri dari garis kuning dan garis biru strip hitam. Karimunjawa. hidup di area laguna hingga terumbu karang dari 2 . Sirip perut oranye Habitat: Pejantan mengontrol daerah teritorial makan dan haremnya. Kill dipangkal ekor tajam. 1/4 badan bawahnya berwarna abu-abu. Tipe pemakan: Bentik alga/ herbivorus kadang krustacea Lokasi foto: Pulau Weh.40 m Distribusi: berada di seluruh perairan terumbu karang di Indonesia Tipe pemakan: Pemakan alga Lokasi foto: : Kep. Dewasa umumnya schooling di daerah dangkal. sirip pectoral berwarna kuning diujungnya Habitat: Biasanya hidup soliter/ sendiri. Digantikan Acanthurus sohal di Laut merah. benthopelagic. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Marquesan dan Kep. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika timur-Hawai. Juv soliter dan di habitat rubble. garis hitam dari atas sampai bawah katup insang.

benthopelagic. Distribusi: Indo-Pasifik:Arabian peninsula. Habitat: Daerah karang dan rubble di laguna dan pantai habits coral and rubble areas of deep lagoon and seaward reefs.2 cm Habitat: Daerah laguna dan karang . fitoplankton Lokasi foto: Pulau Weh. Dorsal dan anal coklat gelap.Acanthurus triostegus Convict surgeonfish Nama Umum: Butana lorek Ciri-ciri: Panjang max 27 cm (TL). Jepang –NSW dan New Caledonia) Tipe pemakan: fitoplankton dan detritus (dinoflagelata / Gambierdiscus toxicus ) Lokasi foto: Pulau Weh. badan kuning krem dengan 6 garis vertikal dibadan. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika timur Kep. dewasa terdapat lingkaran biru di mata. sirip ekor coklat dewasa dan juv berwarna kuning. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan .Tuamoto. kadang mencari makan di daerah masukan air tawar dimana banyak alga. Perubahan metamorphosis dari post larva–juv pada ukuran 3. juv berada di daerah pasang surut. spot hitam di belakang sirip dorsal dan anal. Pasifik timur : Teluk California-Panama Tipe pemakan: Zoobenthos. bentik alga. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 37 Ctenochaetus binotatus Twospot surgeonfish Nama Umum: Ciri-ciri: Panjang max 22 cm (TL).

Range kedalaman 2-30 m.Ctenochaetus striatus Striated surgeonfish Nama Umum: Ciri-ciri: Panjang max 26 cm (TL).spot oranye di kepala. Samoa-Kep. rubble. Indonesia-GBR dan New Caledonia. badan berwarna coklat kehitaman . Ogaswara. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 38 Ctenochaetus cyanocheilus Bluelipped bristletooth Nama Umum: Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL) badan coklat kekunngan dengan garis kebiruan di badan. Sirip pectoral kekuningan. sirip ekor dan perut coklat. Marshal. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . ditemukan soliter hingga schooling dengan species lain. Pangkal ekor terdapat kill tajam. Distribusi: Pasifik barat: Kep. Biasa ditemukan di kedalaman 7-15 m. berbatu yang flat di laguna dan karang hingga kedalaman 30 m. Habitat: Dareah kaya karang mulai dari laguna hingga lereng karang. Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Fitoplankton (diatom) dan Bentik alga (lapisan luar blue green alga yang membuat species ini kunci rantai makanan ciguatera) Lokasi foto: Pulau Weh. Filipina. Habitat: Daerah karang . Tipe pemakan: Bentik alga / herbivora Lokasi foto: Pulau Weh. Terdapat lingkaran kuning di mata dan bibir berwarna biru.

Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 39 Naso vlamingii Bignose unicornfish Nama Umum: Naso Ciri-ciri: Bagian muka berwaran kecoklatan. Habitat: Umumnya dijumpai di kolom perairan atau di perairan agak dalam mulai dari 4-50 m dan biasanya ditemukan sendiri. badan berwarna biru kecoklatan. Distribusi: Samudra Pasifik untuk Samudra Hindia sekarang diketahui sebagai species yang terpisah dengan nama Naso elegans. Range kedalaman 0-90 m. badan coklat keabuan. memiliki garis biru di dekat mata. Sirip perut oranye. pangkal ekor oranye dengan strip putih. rubble dan berbatu di laguna dan pantai . Distribusi: tersebar di perairan area terumbu karang di Indonesia Tipe pemakan: Omnivore Lokasi foto: : TN Komodo. Tipe pemakan: Alga (Sargassum dan Dictyota) dan zooplankton Lokasi foto: Pulau Weh. sirip ekor berbentuk sabit dengan batas hitam. Habitat: Daerah karang. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . dorsal oranye dengan batas garis biru. panjang max 50 cm. Dewasa dalam soliter/kelompok kecil. kuning dan hitam dari mulut hingga kepala.Naso lituratus Orangespine unicornfish Nama Umum: Naso Ciri-ciri: Panjang max 46 cm (TL). Juv di daerah berbatu dangkal. serta bagian ekor yang menjuntai.

40 .

merupakan ikan nocturnal.APOGONIDAE Cardinal fish.lingkar mata berwarna biru. panjang max 12 cm. sewaktu juvenile memilki warna kuning didekat ekor dengan spot hitam ditengahnya. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Karimunjawa. Distribusi: Indo pasifik: GBR hingga jepang Tipe pemakan: carnivora Kesukaan habitat: karang bercabang seperti Porites cylindrical atau P. Ikan capungan Apogon compressus Split-banded cardinalfish Nama Umum: Ikan capungan Ciri-ciri: Berwarana putih atau pink dengan 6 garisdi sisinya. 41 Habitat: Ditemukan berkelompok di dekat karang bercabang. ditemukan di area karang mulai dari kedalaman 2-20 m.nigrescens Lokasi foto: : Kep.

strip biru dimata.Apogon aureus Ring-tailed cardinalfish Nama Umum: Beseng Ciri-ciri: Panjang max 14. garis hitam melingkar dipangkal ekor.sinonim Nectamia bandanensis. merupakan ikan nocturnal. Habitat: Biasanya ditemukan diperairan karang agak dalam. Karimunjawa.40 m. bersembunyi di celah atau dibawah karang dijumpai mulai dari kedalaman 1. rang kedalaman 10-34 m. Tipe pemakan: Carnivore Lokasi foto: : Kep. di bagian sirip perut terdapat warna biru.5 cm (TL). warna coklat krem. Distribusi: Hampir ditemukan diseluruh perairan Indonesia Tipe pemakan: Carnivore Lokasi foto: : Kep. Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Habitat: Biasa dijumpai di perairan dangkal. dipangkal ekor terdapat bagian putih dengan lingkaran hitam. warna badan kecoklatan dengan strip halus vertical. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 42 Apogon bandanensis Bigaye cardinalfish Nama Umum: Beseng Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL).

berwarna coklat krem. Distribusi: Tersebar di hamper seluruh perairan Indonesia Tipe pemakan: Carnivora Lokasi foto: : Kep.corak serta warna mirip dengan Apogon chrysopomus. pola bdan . Habitat: Biasa dijumpai berkelompok di atas karang branching. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 43 Apogon seleii Nama Umum: Serinding Ciri-ciri: Panjang max 10 cm(TL). Distribusi: Indo-pacifik. Indonesia Tipe pemakan: Carnivora Lokasi foto: : TN Komodo. Karimunjawa. dewasa memiliki spot kuning dikatup insang. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .garis kuning/coklat dekat katup insang. Habitat: Perairan karang dan berasosiasi dengan karang branching. dengan 3 garis coklat memanjang serta spot hitam kecil dekat pangkal ekor.Apogon chrysopomus Spotted-gill cardinalfish Nama Umum: Serinding Ciri-ciri: Panjang max 10 cm(TL).

Range kedalamannya 2-60 m. Karimunjawa.Apogon fucata Nerrowlined cardinalfish Nama Umum: Beseng Ciri-ciri: Panjang max 9 cm (TL). Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Pantai timur benua Afrika hingga Samoa. Distribusi: Lokasi foto: :Kep. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Karimunjawa. begariskuning dengan strip biru di dekat mata. baratdaya Jepang hingga New Caledonia 44 Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: :Kep. Habitat: Umumnya berkelompok di gua-gua kecil disekitar laguna atau disela-sela karang branching. memiliki spot hitam dipangkal ekor.

terdapat garis warna coklat strip putih memanjang dari mulut hingga mata. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan .berwarna coklat kekuningan.Apogon komodoensis Nama Umum: Serinding Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL). Distribusi: Diketahui hanya di perairan TN Komodo. Indochina n Malay . tempatpavoritnya berada disekitar spong. NTT Lokasi foto: TN Komodo. Habitat: Biasanya dijumpai didaerah estuaria atau telukserta dihabitat yang dasarnya pasir/ pasir berlumpur. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Tipe pemakan: Zooplankton 45 Apogon hoevenii Frostfin cardinalfish Nama Umum: Serinding layar Ciri-ciri: Panjang max 6cm (TL). crinoids dan bulubabi. dengan range kedalaman 10-12 m. siripdorsal pertama berwanna coklat gelap dengan bagian berwarna putih yang lebar. Distribusi:Indo-West Pacific: India. sertadari utara Australia . Habitat: Berkelompok di sela-sela karang branching. Range kedalaman 20-30 m. dipangkal ekor berwarna hitam samar dan dipangkal berwarna putih.Japang Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: TN Komodo.

Habitat: Biasa hidup di perairan dangkal di area terumbu karang atau sekitar laguna / sela-sela karang dengan range kedalaman 2-15 m.5 cm (TL). Timur Afrika—Samoa. Karimunjawa. berkumpul dalam jumlah besar kadang-kadang dengan jenis yang lain. Distribusi: Indo-pasifik. memiliki dua garis berwarna orange dekat katup insang. Habitat: Biasanya dijumpai di laguna dan teluk. Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Apogon zosterophera Blackbelted cardinalfish Nama Umum: Beseng Ciri-ciri: Panjang max 8 cm (TL). memiliki garis hitam dibawah sirip dorsal kedua.Apogon fragilis Fragile cardinalfish Nama Umum: Beseng Ciri-ciri: Panjang max 5. serta memiliki spot hitam kecil dipangkal ekor. dan di Great Barier Reef Australia Tipe pemakan: Belum diketahui 46 Lokasi foto: :Kep. memiliki spot hitam dipangkal ekor dan cirri utamanya adalah spot hitam dikedua ujung cagak sirip ekornya. diatsa karang branching. berwarna putih perak transparan. Range 1 -15 m. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Distribusi: Laut jawa dan Kalimantan di Indonesia Tipe pemakan: Zoobenthos Lokasi foto: :Kep.

selatan GBR Australia Tipe pemakan: Ikan kecil / Carnivora .garis hitam disirip prtama dorsal.7 cm (TL). bentuknya sangat mudah dikenali dengan mata merah besar. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 47 Lokasi foto: : Kep. kadang juga berada diatas karang bercabang.Sphaeramia nematoptera Pajama cardinalfish Nama Umum: Capungan Ciri-ciri: Panjang max 8. saat juvenile memiliki spot hitam kecil yang dikelil- ingi warna kuning dipangkal ekornya. Jawa Tengah Cheilodipterus artus Foto by Fakhrizal Setiawan Wolf cardinalfish Nama Umum: Serinding Ciri-ciri: Panjang max 18. Distribusi: Laut jawa– Fiji Tipe pemakan: Zoobenthos Lokasi foto: : Kep.5 cm (TL). menyebar di malam hari untuk mencari makan karena ikan nocturnal. Habitat: Biasanya bersembunyi di celah/goa kecil di karang. Tuamoto. timur afrika-Kep. Habitat: Berkumpul bisasanya diatas karang branching. Karimunjawa. Memiliki 8 strip garis kecoklatan. Karimunjawa. Range 1– 14m. laguna. spot coklat yang banyak di badan belakang. lebih sering terlihat soliter Distribusi:Indo pasifik. kepala yang berwarna kuning.

Range 4 . C. sangat mirip dengan C. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Hidup didarah karang laguna.qunquilineatus dimana perbedaanya hanya pada spot hitam dikelilingi warna kuning. Habitat: Lokasi foto: : Kep. Tipe pemakan: Ikan kecil / Carnivora Lokasi foto: : Kep.Cheilodipterus isostigmus Dog-toothed cardinalfish Nama Umum: Serinding Ciri-ciri: Panjang max 11 cm (TL). bisanya berkelompok dalam jumlah kecil dikarang bercabang. Karimunjawa. qunquilineatus garis strip dibadan hingga mengenai spot hitam di pangkal ekor sedangkan C. kalimantan di Indonesia. 48 Distribusi: Perairan laut jawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .40 m. Karimunjawa. isostigmus tidak.

Pulau Ryukyu. Jawa Tengah 49 Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Indo pasifik. Habitat: Umumnya ditemukan didaerah reef slope 4-30 m.artus hanya saja strip garis dibadan lebih tebal dan lebih gelap. suka bersembunya di gua-gua kecil / celah karang . Lokasi foto: : Kep. Dewasa sangat mirip dengan C. timur Afrika. lebih sering ditemukan soliter/sendiri atau berpasangan. saat juvenile mamiliki spot hitam yang berangsur-angsur hilang saat dewasa. Perairan karang di Indonesia Tipe pemakan: Ikan kecil / Carnivora Lokasi foto: : TN Komodo. Kadang juga ditemukan didaerah laguna dari kedalaman 0-40 m. Juv lebih terlihat dalam kelompok kecil. laut merah. Karimunjawa.Cheilodipterus macrodon Large toothed cardinalfish Nama Umum: Serinding besar Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL).NTT Foto by Fakhrizal Setiawan .

Pterapogon kauderni Banggai cardinal fish Nama Umum: Kardinal banggai Ciri-ciri: Panjang max 8 cm (TL). Pola garis hitam yang memanjang dari sirip pertama dorsal hingga sirip perut dan sirip kedua sampai sirip anal dengan spot putih. 50 Distribusi: Alami endemic di Kep. Lokasi foto: : Lembeh. Jantan mengerami telur. Juvenil biasa tinggal di dekat anemone sebagai perlindungan. Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya Habitat: Biasa dijumpai di daerah darmaga. Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya . larva yang menetas tidak memiliki periode plankton. Indonesia namun setelah ditangkarkan banyak di daerah lain. didasar pasir di padang lamun serta di selasela bulu babi sebagai tempat perlindungan. mudah dikenali dari warna yang mencolok dengan empat garis vertikal di badan. Sirip ekor cagak panjang dengan garis hitam dan spot putih disisinya. Tipe pemakan: Bentik krustacea dan zooplankton Lokasi foto: : Lembeh. Banggai.

51 .

Kebisaanya yang suka berkamuflase untuk menangkap mangsa dan bersembunyi di atas ikan yang lebih besar Distribusi: Hampir ditemukan di seluruh perairan karang di Indonesia Tipe pemakan: Lokasi foto: : Pulau Weh. kadang diarea habitat berbatu . bagian sirip ekor berwarna kuning dengan spot hitam diujung-ujungnya 52 Lokasi foto: : Pulau Weh. sirip pertama dorsal tegak karena terdapat duri. Dekat pangkal ekor warna hitam gelap.AULOSTOMIDAE Aulostomus chinensis Chinese trumpetfish Nama Umum: lkan trompet Ciri-ciri: Panjang max 80 cm (TL). sirip dorsal kedua tipis sama seperti sirip analnya. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Udang dan ikan kecil / Carnivora . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Habitat: Ditemukan soliter di perairan dangkal dan jernih. memiliki 2 warna dasar yaitu coklat ke hijauan serta kuning (Jenis variannya).

53 .

Ikan Tato (Sulawesi utara). tunicate Lokasi foto: : Pulau Weh. pangkal ekor putih dengan bintik hitam serta sirip ekor terdapat bagian putih lebar. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Merupakan target perdagangan ikan hias yang mahal. separuh badan bagian bawah spot putih besar dan separuh atasanya hitam dengan bercak kuning. krustasea. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Habitat: Spesies soliter. mulut berwarna kuning. sebagian timur dan selkatan Afrika. selatan New Caledonia Tipe pemakan: Bulubabi. Balistoides conspicillum Clown triggerfish Nama Umum: Triger biji nangka Ciri-ciri: Panjang max 50 cm (TL). Indonesa hingga Samoa. hidup diperairan jernih didaerah reef slope dan drop-off. garis putih dimata. Distribusi: Indo-pasifik. 54 Lokasi foto: TN Komodo. saat juvenile hidup di gua-gua karang. memiliki pola warna yang unik.BALISTIDAE Triger fish.

Jenis yang territorial. Marquesan dan Tuamoto. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Memiliki spot hitam dipangkal ekor. Sirip berwarna oranye. ikan kecil dan alga bentik. 55 Lokasi foto: : Pulau Weh. Line. Lokasi foto: : Pulau Weh. Kep. Tipe pemakan: Zoobenthos (Echinodermata. biasa meletakkan telur dalam lubang di daerah pasir atau rubble di daerah karang. Afrika Selatan. Range kedalaman 1-50 m. sponge dan hydrozoa). Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Indo-Pasifik : Laut merah. tunikata. moluska.Balistapus undulatus Orange-lined triggerfish Nama Umum: Triget ijo Ciri-ciri: Panjang max 30 cm (TL). badan hijau gelap ke coklatan dengan garis oranye diagonal di badan dan muka. Habitat: Didaerah kaya karang di laguna dan terumbu karang. Jepang-GBR dan New Caledonia.

Tipe pemakan: Zoobenthos dan zooplankton Lokasi foto: : Pulau Weh. Digantikan Sufflamen albicaudatus di Laut Merah. Distribusi: Indo-Pasifik barat: Afrika timur. Soliter. Samoa. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Habitat: Daerah kaya karang . ovipar dan monogami. Afsel.tunikata. badan coklat gelap dibawahnya dengan sirip ekor dibatasi putih dan membentuk segitiga coklat ditengahnya. bentik krustacea. JepangPulau Lord Howe.Melichthys indicus Indian triggerfish Nama Umum: Triger item Ciri-ciri: panjang max 25 cm (TL).bentik invertebrate. Laut Merah dan Timur Afrika– Thailand dan Sumatra di Indonesia. badan coklat kehitaman dengan strip putih di dasar sirip dorsal dan Anal. biasa menggali lobang di dasar untuk tempat tinggal Distribusi: Samudra Hindia. Habitat: Daerah pantai berkarang mulai dari laguna hingga lereng karang. ) dan bentik alga 56 Lokasi foto: : Pulau Weh. Batas luar sirip caudal berwarna putih. Tipe pemakan: Zoobenthos (sponge. Soliter dan territorial. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Sufflamen chrysopterus Halfmoon triggerfish Nama Umum: Triger bulan Ciri-ciri: Panjang max 30 cm (TL).

57 .

58 Habitat: Daerah kaya karang.terdapat sepasang mirip sungut di depan mata.BLEINIDAE Blennies fish. Nama Umum: Bleni Ciri-ciri: Panjang max 5. badan coklat dengan garis terang sepanjang dorsal. soliter namun kadang dalam kelompok kecil. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Distribusi: Baru diketahui dari laut jawa Tipe pemakan: Belum diketahui Lokasi foto: TN Karimunjawa. bias dijumpai berda di atas karang. Ikan Blenie Escenious sp. strip hijau dari mata hingga katup insang. bagian kepala kehijauan.5 cm (TL).

59 .

serta strip hitam di kedua ujung cagak sirip ekornya. warna kuning mulai dari ekor hingga ke badan atas dekat sirip dorsal. Range 5-50 m. sering ditemukan schooling dalam jumlah besar bersama jenis caesionidae lainnya. Distribusi: Hampir diseluruh perairan di Indonesia Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: : Kep. Karimunjawa.CAESIONIDAE Fusilier fish. memiliki garis kuning emas memanjang dari pangkal ekor hingga diatas mata. Distribusi: Hampir seluruh perairan Indonesia Lokasi foto: : Kep. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 60 Caesio teres Yellow and blueback fusilier Nama Umum: Ekor kuning Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). bermigrasi saat purnama mencari daerah di karang yang memiliki celah sempit serta arus yang kuat untuk menyebarkan telurnya. Habitat: Area terumbu karang yang jernih. berwarna 2/3 biru keperakan. Karimunjawa. Habitat: Di kolom perairan karang yang jernih kedalaman 5-50 m. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Ikan ekor kuning Caesio caerulaureus Blue and gold fusilier Nama Umum: Ekor kuning Ciri-ciri: Panjang max 35 cm (TL).

Range kedalaman 0-50 m. Habitat: Daerah karang namun umumnya berada di kolom perairan. berwarna biru keperakan dengan warna kuning hampir 1/2 badan hingga bagian kepala. Aceh 61 Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Timur Afrika hingga Indonesia (tidak di laut merah and Persia) Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: : Pulau Weh. Aktif schooling dengan caesionid lain di kolom perairan karang.Caesio xanthonota Yellowback fusilier Nama Umum: lkan ekor kuning Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Lokasi foto: : Pulau Weh.Sirip ekor berwarna kuning.

Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . dan kep. cirri khasnya adalah strip biru yang menyala terutama saat malam hari. 62 Lokasi foto: : Pulau Weh. Di t imur PNG Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: : Pulau Weh. Indonesia. Jepang.Pterocaesio tile Dark banded fusilier Nama Umum: lkan ekor kuning Ciri-ciri: Panjang max 30 cm (TL).60 m Distribusi: Indo-pasifik. beberapa literature menerangkan ikan ini memiliki kemampuan untuk mengganti warna yang biru menjadi kemerahan di bagian bawah untuk dibersihkan atau untuk tidur. berwarna biru keperakan (foto fase merahnya). Range kedalaman 0 . memiliki strip garis dari pangkal ekor hingga dekat mata. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Habitat: Berkelompok di kolom perairan terumbu karang yang jernih atau slope karang bersama jenis caesionid lainnya.

63 .

Tipe pemakan: Carnivora 64 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Maluku Utara Foto by Rizya L. kadang soliter. Ardiwijaya . teluk Oman. Kayoa. Habitat: Kolom perairan yang agak dalam di area karang. Range kedalamannya 2-50 m Distribusi: Laut merah. berpasangan atau schooling di spot site tertentu. badan agak kekuningan dengan banyak spot oranye tersebar di badan. jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Caranx melampygus Bluefin trefally Nama Umum: Kwe biru / bobara Ciri-ciri: Panjang max 117 cm (TL). Sirip pectoral berbentuk sabit. Distribusi: Hampir di seluruh peraian karang di dunia Tipe pemakan: ikan kecil dan Lokasi foto: Kep. Habitat: Species perairan pelagis dan pantai serta di karang.CARANGIDAE Jacks fish. Bobara (Sulut) Carangoides bajad Orangespotted trevally Nama Umum: Kwe macan Ciri-ciri: Panjang max 55 cm (TL). Ikan Kwe.Thailand dan Indonesia serta Okinawa. biasanya soliter atau berpasangan. sirip berwarna biru. (chiguatera)Dagingnya menjadi beracun jika sudah melebihi panjang (TL) 50 cm.Persia. badan berwaran perak biru kehijauan.

Distribusi: Perairan karang di dunia Tipe pemakan: krustacea dan ikan (malam) / carnivora . NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Caranx ignobilis Giant trefally Nama Umum: Ikan kwe. saat juvenile biasa ditemukan di estuaria dan dewasa umumnya soliter atau berpasangan. bobara Ciri-ciri: Panjang max 170 cm (TL). warna sirip biasanya abu-abu gelap. batu dan di terumbu karang.65 Lokasi foto: TN Komodo. memiliki 28-36 scutes keras. Habitat: Jenis ikan pelagis biasa ditemukan di pasir. Ukuran dewasa biasanya ciguatoxic. berwarna keperakan. ukuran dewasa dari corak badannya dapat mudah dikenali.

66 .

Distribusi: Tersebar hampir di seluruh perairan karang di dunia Tipe pemakan: Memakan ikan kecil. tanda putih berada di sirip dorsal pertama dan ujung sirip ekor. ramping dengan moncong pendek. Jarang dilaporkan menyerang manusia. Range kedalaman 1 . gurita.CARCHARHINIDAE Shark fish. karang dan digoa-goa beristirahat di siang hari.3-3 km satu periodenya /tahun. Lebih aktif saat malam dan daerah pasut yang memiliki arus kuat. jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan guna. lobster kecil dan kepiting / Carnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jarak ruaya 0. Ikan hiu Carcharhinus obsesus Whitetip reef shark lokal: ikan hiu sirip putih Ciri-ciri: Panjang max 213 cm (TL). Habitat: Biasa dijumpai di la67 Lokasi foto: TN Karimunjawa. mata oval.330 m.

dan ular laut / Carnivora . lubang hidung dekat dengan moncong. memiliki 5 celah insang dan 3 terahir dibelakang sisirp dada. sirip ekor panjang dengan lekukan subterminal dalam dimana lobus hamper tidak ada. Habitat: Perairan lepas pantai. patahan karang. Berenang lambat di celah-celah karang saat berburu makanan. siang hari beristirahat di celah-celah atau di bawah karang. dan di dasar karang. Australia) Tipe pemakan: moluska. Sirip dadabesar dan bult melebar. krustasea. ikan kecil. Warna kuning kecoklatan dengan bintik coklat gelap. Aceh Foto by Rizya L. utara Jepang– New South Wales.68 Lokasi foto: Pulau Weh. Aktif dimalam hari (nocturnal). pasir. Distribusi: Indo-west pasifik barat (Laut merah dan sisi timur Afrika hingga New Caledonia. Ardiwijaya Stegostoma fasciatum (juv) Zebra shark Lokal: Ikan hiu totol Ciri-ciri: Panjang max 235 cm (TL).

atol dan di mangrove) dan dewasa di lepas pantai. Habitat: Saat juvenile hidup di perairan intertidal (pantai berpasir. ) Tipe pemakan: moluska / Zoobenthos . jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Rhinobatus typus Giant shovelnose ray Lokal: Ikan cucut Ciri-ciri: Panjang max 270 cm (TL). hidup soliter. Range kedalaman 0-100 m. ciri utamanya adalah warna gelap di ujung mon- congnya.PNG. badan berwarna coklat dengan kepala yang triangular serta sirip dorsal yang pendek. pantai berlumpur/pasir. Distribusi: Indo-pasifik barat (Thailand .69 Lokasi foto: TN Karimunjawa.

70 .

range kedalaman 1-20 m. Habitat: Biasanya berkelompok.CENTRISCIDAE Shrimp fishes. sembunyi di sela-sela duri bulubabi atau cabang karang. bentuk duri sirip dorsalnya yang memanjang ke ekor. warna bervariasi tergantung daerahnya. Australia Tipe pemakan: Zooplankton . Distribusi:Indo-west pasifik. dari selatan jepang hingga New south Wales. Ikan piso-piso 71 Lokasi foto: TN Karimunjawa (kiri) dan TN Komodo (kanan) Aeoliscus strigatus Common name:Razorfish. nama lokal: Ikan piso-piso Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL). mudah dikenali dari bentuk badan dan cara berenangnya.

72 .

CHAETODONTIDAE Buterfly fish. Distribusi: Hampir di seluruh perairan terumbu karang Tipe pemakan: Coralivore . warna krem kekuningan dengan 7 strip vertikal Lokasi foto: TN Karimunjawa. Ikan kepe-kepe 73 Chaetodon octofasciatus Foto by Fakhrizal Setiawan Eightband butterfly fish Nama Umum: kepe-kepe strip 8 Ciri-ciri: Panjang max 12 cm (TL). Jawa Tengah dikedua sisi badan. juvenile sering terlihat berkelompok di karang Acropora bercabang. sirip ventral berwarna kuning Habitat: biasanya berpasangan dan ditemukan didaerah karang yang masih baik.

Habitat: Biasa ditemukan berpasangan atau berkelompok di daerah karang / bersembunyi di bawah karang yang lebar. Indonesia dan Filipina Tipe pemakan: Pemakan polip Lokasi foto: Pulau Weh. Distribusi: Laut Persia.Jepang. dikenali dengan warna merah di sirip ekor dan garis putih vertikal belakang mata. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 74 Chaetodon collare Redtail butterfly fish Nama Umum: Kepe-kepe belanda Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL).Lokasi foto: Pulau Weh. Maldives . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan karang / Coralivore .

berasosiasi dengan acropora meja dan menjari. Baronessa di timur Indonesia. abu-abu gelap dengan garis bersudut . Society. monogami. soliter atau berpasangan(saat memijah) Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Timur Afrika-Hawai dan Kep. Habitat: Daerah kaya karang di laguna hingga lereng karang. badan hamper triangular. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . territorial dan berpasangan. territorial. Distribusi: Samudra Hindia: Afrika Timur-Teluk Bengal. badan memanjang putih dengan garis hitam bersudut. Ovipar. berpasangan saat memijah. Laut AndamanLaut Jawa. Tipe pemakan: Pemakan polip karang / Coralivore 75 Lokasi foto: Pulau Weh. Tipe pemakan: Pemakan mucus dan polip karang / Coralivore Lokasi foto: Pulau Weh. Juv soliter di dekat karang. sirip ekor hitam segitiga dengan garis luar kuning. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Chaetodon trifascialis Chevron butterflyfish lokal: Ikan kepe-kepe Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). Ini yang membedakan dengan C. Baronessa. Posisinya digantikan C. ekor hitam dengan batas kuning. Habitat: Daerah laguna dan karang semi terlindung. muka garis hitam memanjang. sirip dorsal dan anal oranye.Chaetodon triangulum Triangle butterflyfish lokal: Ikan kepe-kepe Ciri-ciri: Panjang max 16 cm (TL).

Distribusi: Samudra Hindia: Timur Afrika – Sumatra. Tergantikan oleh C. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Chaetodon trifasciatus Melon butterflyfish lokal: Ikan kepe roti Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL). Range kedalaman 3-20m.Chaetodon lunulatus Oval butterfly fish lokal: Ikan kepe-kepe Ciri-ciri: Panjang max 14 cm (TL). Habitat: Selalu berpasangan di area terumbu karang. Territorial dan agresif terhadap chaetodon lain.trifasciatus dimana perbedaannya terletak di pangkal ekor yang berwarna biru abuabu. Badan atas kebiruan dan bawahnya kekuningan. pangkal sirip ekor kuning serta sirip anal.. Hawai . lunulatus di Indonesia tengah-timur Tipe pemakan: Pemakan polip karang / Coralivore Lokasi foto: Pulau Weh.Australia. Tergantikan oleh C. Juv sembunyi di karang. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Juvenile bersembunyi di celah karang bercabang. Distribusi: Tersebar dari jepang.trifasciatus di samudra hindia Tipe pemakan: Pemakan polip karang / Coralivore 76 Lokasi foto: TN Komodo. Habitat: Daerah kaya karang di laguna dan karang semi terlindung. sangat mirip dengan C.

Chaetodon kleinii Sunburst butterfly fish lokal: lkan kepe coklat Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL). Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 77 karang / Coralivore Chaetodon rafflesi Latticed butterflyfish lokal: lkan kepe nanas Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). anal. badan kuning dengan pola garis menyilang. Tuamoto . alur dan area rumput laut/alga. karang berbatu di laguna hingga lereng. rubble. dengan 2 garis putih vertikal.Kep. JepangGBR. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Habitat: Area terumbu karang. garis hitam vertikal memanjang melewati mata.pertama di pangkal ekor dan kedua di badan depan. laguna. garis hitam memanjang melewati mata. Biasa soliter atau berpasangan Distribusi: Indo pasifik Tipe pemakan:Pemakan polip Lokasi foto: Pulau Weh. sirip dorsal. tubuh berwarna kuning. Habitat: Daerah kaya karang. Ovipar dan berpasangan saat memijah Distribusi: Indo-Pasifik: Sri Lanka . dan caudal memiliki strip hitam yang berubah sesuai usia. octocoralia dan scleratinia polip) dan cacing polychaeta Lokasi foto: Pulau Weh. Palau-Micronesia Tipe pemakan: Pemakan polip karang / Coralivore (anemone.

badan krem dengan spot hitam di badan. Strip hitam diujung sirip anal. dan alga berfilamen 78 Lokasi foto: Pulau Weh. ujung sirip dorsal kuning dan bawahnya oranye. Tipe pemakan: Pemakan polip karang / Coralivore.Chaetodon citrinellus Speckled butterflyfish lokal: lkan kepe pasangan / biasa Ciri-ciri: Panjang max 13 cm (TL). Jepang– Australia) dan P. Krem kekuningan dengan spot hitam menyebar di badan. bentik invertebrate. Durban. Juv dalam kelompok kecil dan kadang bercampur dengan C. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . dan alga bentik Lokasi foto: Pulau Weh. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika TimurHawai. kuning muda di ekor dan anal. Tipe pemakan: Pemakan polip karang / Coralivore. Afsel. Thaliand dan barat Indonesia. cacing polychaeta. Habitat: Didaerah reef flat yang dangkal.kleinii. Distribusi: Samudra Hindia: laut merah. Lord Howe. lereng karang.Tuamoto. cacaing polychaeta. Christmas Island. Marquesan dan Kep. garis memanjang melewati mata. Habitat: Daerah laguna dan lereng karang . garis hitam memanjang melewati mata. berpasangan atau kelompok kecil. laguna. sirip ekor transparan dan kuning muda dibatasi hitam. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Chaetodon guttatissimus Peppered butterflyfish lokal: lkan kepe-kepe Ciri-ciri: Panjang max 12 cm (TL). Berpasangan saat memijah.

Badan krem kebiruuan garis hitam melengkung di badan. bentik alga dan bentik invertebrata Lokasi foto: Pulau Weh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . aggressive tritorial dengan Chaetodon lain. Galapagos.decussatus Habitat: Didaerah reef flat.Ryukyu. dewasa berpasangan saat memijah. Distribusi: Indo-Pasifik: laut Merah dan Timur Afrika . Berpasangan monogami. laguna dan lereng karang. muka hingga sirip. Tipe pemakan: Coralivore. Micronesia dan Kep. Kep. Ini yang membedakan dengan C. Tipe pemakan: Pemakan polip karang / Coralivore Lokasi foto: Pulau Weh. badan putih krem dengan garis diagonal berlawanan diatas dan dibawah badan. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur-Kep.Chaetodon meyeri Scrawled butterflyfish lokal: lkan kepe mayeri Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL).line. Strip hitam melewati mata. garis hitam memanjang dari belakang badan dari dorsal hingga anal.Kep. GBR.Line dan Tuamoto. Habitat: Didaerah kaya karang di laguan yang jernih dan lereng karang. Jepang-Australia. Juv soliter di karang branching. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 79 Chaetodon vagabundus Vagabond butterflyfish lokal: lkan kepe tiker Ciri-ciri: Panjang max 23 cm (TL).

spot hitam kecil di pangkal ekor Habitat: Didaerah Terumbu karang dan lereng karang berarus.Lord Howe dan Micronesia. Range kedalaman 1-20 m. Tipe pemakan: Coralivore Lokasi foto: Pulau Weh. badan putih dengan garis hitam vertikal. P. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Timur Afrika-Samoa. Jepang. laguna dan lereng karang. Spot hitam besar 2 di punggung. Badan putih dengan banyak garis hitam diagonal. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . gitam bagian punggung atas. Tipe pemakan: Bentik invertebrates/zoobenthos dan alga bentik 80 Lokasi foto: Pulau Weh. berpasangan (saat memijah) atau kelompok kecil. spot hitam di pangkal ekor dan sirip anal. ovipar. bagian atas kuning. dorsal belakang dan ekor oranye. Berpasangan atau kelompok kecil. Habitat: Didaerah kaya karang di reef flat. Distribusi: Samudra Hindia: Timur Afrika .warna berubah saat ketakutan dan pengamatan malam.Chaetodon falcula Blackwedged butterflyfish lokal: lkan kepe biji 2 Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL). Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Chaetodon melannotus Blackback butterflyfish lokal: lkan kepe-kepe Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL).Indonesia.

Memiliki sirip dorsal dan anal yang halus yang memberikan tampilan lebar Habitat: Area terumbu drop-off dimana kaya akan invertebrate juga di area karang yang sedikit. NTT . Malaysia Tipe pemakan: Benthic algae / Zoobenthos Lokasi foto: TN Komodo. berwarna putih mutiara dengan garis oranye.Range kedalaman 3-60m Distribusi: Indo fasifik Tipe pemakan: Sponge Lokasi foto: TN Karimunjawa.Coradion chrysozonus Goldengirdled coral fish Nama Umum: Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL). dewasa berkelompok didaerah dasar belumpur yang agak dalam. Juv hidup diarea dangkal laguna Distribusi: Indo Pasifik:NTT. jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 81 Parachaetodon ocellatus Foto by Fakhrizal Setiawan Sixspine butterfly fish Lokal: lkan kepe-kepe Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). Coradion dapat dibedakan dengan Chaetodon karena memiliki duri dorsal (8-10 vs 1116). memiliki spot hitam di garis oranye ke 3 Habitat: Berpasangan di dasar dan di area karang yang keruh. Australia. Indonesia.

jawa Tengah oranye dan spot hitam di dorsal belakang Habitat: Range kedlaman 1-25m.ditemukan di pantai bebatu. Indonesia dan Australia Tipe pemakan: Bentik invertebrate/zoobenthos . Termasuk ikan territorial dan monogami Distribusi: Pasifik barat (laut Andaman-Jepang). terumbu karang. mudah dikenali dengan moncongnya serta garis Lokasi foto: TN Karimunjawa.estuaria.82 Chelmon rostratus Foto by Fakhrizal Setiawan Copperband butterflyfish Nama Umum: Kepe monyong Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL).

warna kuning dengan hitam dibagian atas kepala. biasa berada di area karang dangkal hingga dalam. Varian ada yang berwarna gelap Habitat: Berpasangan monogami. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 83 Forcipiger longirostris Big longnose butterflyfish lokal: monyong asli Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL). Range kedalaman 3-70m Distribusi: Indopasifik Tipe pemakan: memakan apa saja seperti krustacea kecil / Omnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. bagian bawah kepala perak dengan mulut panjang. Spot hitam di sirip anal. jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .Lokasi foto: Pulau weh.

badan bbiru hijau keabuan. Selatan GBR-PNG) Tipe pemakan: Pemakan polip karang dan invertebrata Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jepang-Australia. soliter. Lokasi foto: Pulau Weh. berpasangan (saat memijah) dan grup kecil. yang jernih. Marquesan and Tuamoto. spot hitam besar dengan batas putih di punggung belakang.alga bentik.Hawai. Distribusi: Indo-Pasifik: Sri Lanka dan Kep. Tipe pemakan: Pemakan polip karang dan invertebrate. kep. Habitat: Didaerah Laguna dan lereng karang. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan .Chaetodon speculum Mirror butterflyfish Nama Umum: Kepe Bulan Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). Oranye dari mulut-sirip perut.Range kedalaman 1-30 m. jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 84 Chaetodon ephippium Saddle butterflyfish Nama Umum: Kepe monalisa Ciri-ciri: Panjang max 30 cm (TL). berada diarea karang yang kaya hydroid dan anemone. bentik krustacea. Cocos-Keeling . Range kedalaman 3-30m Distribusi: Indopasifik(IndonesiaJepang. warna badan kuning terang deangan spot hitam besar di badan serta garis vertikal memanjang melalui mata Habitat: Soliter atau berpasangan (selama memijah). cacing polychaeta.

Sulawesi Utara Foto by Fakhrizal Setiawan 85 Hemitaurichthys zoster Brown-and-white butterflyfish Nama Umum: Piramid coklat Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). zooplankton dan bentik alga Lokasi foto: Pulau Weh.Hemitaurichthys polylepis Pyramid butterflyfish Lokal: kepe-kepe piramid Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). Badan tengah putih berbentuk piramid yang dibatasi coklat gelap di bagian depan dan belakang badan. India. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . samudra hindia diganti kan dengan H. Berpasangan saat memijah.Guam. ovipar. Distribusi: Samudra Hindia : Timur Afrika . Schooling dalam jumlah besar . zoster Tipe pemakan: Planktivora Lokasi foto: TN Bunaken. Range kedalaman 3-60 m Distribusi: Samudra pasifik (hawai. dengan warna dasar badan kuning Habitat: Biasa schooling dalam jumlah besar di kolom perairan karang. Range kedalaman 1-40m. kepala coklat. ciri utamanya bentuk pyramid putih besar dibadan hingga ekor. indosesia timur hingga pulau Christmas). Mauritius hingga Sumatra (Indonesia) Tipe pemakan: Pemakan polip karang dan invertebrate. Habitat: Didaerah batas terumbu karang.

Sebagian sirip dorsal dan ekor kuning. Habitat: Schooling dalam jumlah besar di daerah reef slope agak dalam. yang membedakan dari H. soliter (juv) dan berpasangan (dewasa) Distribusi: Indopasifik (Afrika timur dan teluk Persia hingga Micronesia dan Jepang) Lokasi foto: TN Karimunjawa.Heniochus diphreutes False morish idol / Schooling bannerfish Nama Umum: Ciri-ciri: Panjang max 21 cm (TL). Strip hitam dari kepala sampai mata.diphreutes adalah moncong yang lebih panjang. Distribusi: Indo-pasifik Tipe pemakan: Planktivora Lokasi foto: TN Komodo. Range kedalaman 15-210 m. bentuk badan yang lebih bulat dan memanjang Habitat: Perairan karang yang agak dalam. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 86 Heniochus acuminatus Pennant coralfish / Longfin banner fish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL). laguna atau alur karang. jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Tipe pemakan: Planktivore . badan putih dengan 2 garis hitam besar memanjang dari dorsal ke perut dan sirip anal.

berwarna coklat gelap dengan 2 garis putih di dekat kepala dan di dorsal memanjang hingga pangkal ekor. Distribusi: Samudra Hindia: Maldives. Rang kedalaman 2-20 m Distribusi: Samudra pasifik (Indonesia-Micronesia dan jepang). Yang membedakan dengan H. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Heniochus pleurotaenia Phantom bannerfish lokal: Keling tanduk Ciri-ciri: Panjang max 17 cm (TL). Range kedalaman 1-25 m. mirip tanduk di atas mata. berpasangan atau kelompok. Tipe pemakan: Zoobenthos / bentik invertebrata Lokasi foto: Pulau Weh.varius adala garis putih ini. Habitat: Area terumbu karang yang baik dan laguna. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Sri Lanka—Indian Ocean: Maldives and Sri Lanka. pleurotaenia Tipe pemakan: Polip karang dan invertebrata kecil 87 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Habitat: Daerah kaya karang di laguna dan lereng karang . Biasa juga diarea campuran laga dan karang.Heniochus varius Horned bannerfish / Humphead bannerfish Lokal: Keling tanduk Ciri-ciri: Panjang max 19 cm(TL). Samudra hindia digantikan dengan H. 2 garis putih dibatasi garis coklat gelap gingga sirip perut dan anal. soliter. Laut Andaman Sumatra dan Jawa Barat.

anal dan dada berwaran kuning dan spot hitam besar di sekitar mata serta spt hitam di atas kepala. Atlantik tenggara Tipe pemakan: Bentik invertebrata . berwarna putih dengan garis diagonal coklat. Range kedalaman 3-25 m Distribusi: Pasifik barat (Jepang. Rang kedalaman 0-30m Distribusi: Indo-pasifik. Lokasi foto: TN Karimunjawa. strip hitam besar diagonal. jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Warna hitam juga dipangkal ekor Habitat: Soliter.Chaetodon adiergsatos Philipinne butterflyfish / panda butterflyfish Lokal: Kepe-kepe panda Ciri-ciri: Panjang max 20 cm(TL). berpasangan dan juga berkelompok di laguna dan perairan karang agak dalam. Sirip dorsal. Habitat: Berpasangan atau kelompok di area terumbu karang yang sehat. alga dan polip karang Lokasi foto: TN Karimunjawa.Indonesia dan baratlaut Australia) Tipe pemakan: Zoobenthos 88 Chaetodon lunula Raccoon butterfly fish Nama Umum: Kepe gajah Ciri-ciri: Warna kuning-oranye dengan hitam abu-abu di badan. Jawa Tengah Foto by Rian Prasetia Taiwan . strip hitam dimata dan strip putih disampingnya.

89 .

Pocillopora.Utara Jepang-Australia) Tipe pemakan: Ikan kecil dan krustacea kecil / Carnivora Lokasi foto: Pulau Weh. Range kedalaman 1 . Habitat: Lokasi foto: TN Bunaken . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . biasanya bervariasi warnanya. Acropora. Sulawesi Utara Foto by Fakhrizal Setiawan Soliter di daerah karang.91m Distribusi: 90 Indo-Pasifik (Afrika timur – Hawai. Porites. biasa ditemukan berada diatas karang bercabang seperti: Stylophora. tapi selalu memiliki cincing kuning dibelakang matanya.CIRRHITIDAE Hawkfishes Paracirrhites arcatus Arc-eye hawkfish Nama Umum: Mata nyender Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL).

Paracirhites forsteri Blackside hawkfish Nama Umum: Nyender asli Ciri-ciri: Panjang max 22 cm (TL). Jenis territorial. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Habitat: Lokasi foto: Pulau Weh.35m. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 91 Di daerah dasar karang yang jernih serta laguna. soliter dan berpasangan. Range kedalaman 1 . Acropora. jepangAustralia) Tipe pemakan: Ikan kecil dan krustacea kecil / Carnivora Lokasi foto: Pulau Weh. Distribusi: Indo-Pasifik (Timur Afrika dan Laut merah-Hawai. Warna berubah seiring pertumbuhan. garis merah berlanjut hitam disisi badan. Suka berdiam iatas karang bercabangseperti Stylophora. Badan kekuningan dengan muka abu-abu kehitaman dengan banyak titik hitam.

92 .

Aceh . Range kedalaman 0-20 m. udang dan kepiting / Carnivora Lokasi foto: Pulau Weh. Jarang ditemukan di pasir.DASYATIDAE Sting fish.Solomon dan Australia) Tipe pemakan: Moluska. Migrasi berkelompok di area pasir dangkal selama air pasang untuk mencari makan. Ikan pari 93 Taeniura lymma Foto by Fakhrizal Setiawan Ribbontail stingray Lokal: Pari totol biru Ciri-ciri: Diameter cakram max 90 cm. Distribusi: Indo-west pasifik( Laut merah dan timur Afrika hingga Kep. cacing. garis biru di bagian ekor Habitat: Berada di area terumbu karang bersembunyi di bawah karang atau celah batu. badan berwarna kuning kecoklatan dengan spot biru yang mencolok.

94 .

ubur-ubur dan Zooplankton . Distribusi: Pasifik barat( Jepang-Australia) Tipe pemakan: Alga. Ikan platax 95 Platax pinnatus Foto by Fakhrizal Setiawan Dusky batfish / long-fined batfish Nama Umum: Platax asli Ciri-ciri: Panjang max 45 cm (TL). Range kedalaman 15-30 m.EPHIPPIDAE Batfish. Dewasa sering terlihat schooling. Memiliki mulut yang lebih moncong Habitat: Juv umumnya soliter sembunyi dibawah / goa karang dan di mangrove . juvenil coklat gelap dengan batas oranye merah Lokasi foto: TN Karimunjawa dan TN Komodo terang dengan sisip dorsal dan anal panjang. 2 garis hitam memanjang dari kepal hingga bawah mata dan kedua badan hingga sirip perut. dewasa berwarna perak dengan sirip pendek pipih dan bulat.

Jawa Tengah atas sirip perut. Juvenile suka berada dilaguna. Memiliki 2 garis hitam satu melewati mata dan kedua melewati sisip dada yang semakin tua semakin pudar. karang dangkal. Habitat: Dewasa lebih suka berada perairan lepas pantai agak dalam berkelompok. Distribusi: Indo-west pasifik (Laut merah dan timur Afrika . Range kedalaman 0-20 m. sirip perut berwarna kuning dengan spot hitam di Lokasi foto: TN Karimunjawa .96 Platax teira Foto by Fakhrizal Setiawan Longfin batfish Nama Umum: Platax kertas Ciri-ciri: Panjang max 70 cm (TL).Australia) Tipe pemakan: Zoobenthos dan nekton (finfish) . Jepang .PNG.

97 .

zooplankton. Tipe pemakan: Ikan kecil. Panama. JepangAustralia dan Selandia baru. 98 Lokasi foto: Pulau Weh. Pasifik timur: Mexico. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Timur Afrika. keperakan di perut.. bentik krustacea Lokasi foto: Pulau Weh.130 m. bentuk runcing memanjang.FISTULARIDAE Cornetfishes / Ikan Fistularia commersonii Bluespotted cornetfish Nama Umum: Julung alus Ciri-ciri: Panjang max 160 cm (TL). Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Sirip dorsal dan anal transparan. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Habitat: Didaerah terumbu karang dan dasra berpasir. ekor meruncing panjang. Soliter atau dalam kelompok kecil. Range kedlaman 2 . warna hijau di dorsal . 2 spot biru di punggung.

99 .

NTT dorsal. Ikan gobi 100 Amblygobius albimaculatus Foto by Fakhrizal Setiawan Butterfly goby Nama Umum: lkan gobi Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). membuat lobang dengan memindahkan pasir menggunakan mulutnya. Indonesia. detritus dan bentik alga . Australia Jepang dan Filipina Tipe pemakan: Zoobenthos/bentik invertebrate.Gobidae Gobies fish. monogami. Spot hitam di sirip ekor. Habitat: Didaerah muara dan laguna. Distribusi: Indo-Pasifik barat: Laut Merah. cacing. jantan dengan 3 spot dekat dasar dari sirip kedua Lokasi foto: TN Komodo. Durban. Memiliki 4-5 garis vertikal coklat dibadan. biasanya berpasangan didasar substrat berpasir dan pasir berlumpur. Betina dengan garis coklat dari atas mulut hingga atas operculum. Afrika Timur.

Kiribati dan Fiji. 2 baris coklat hampir vertikal di operkulum. Tidak ada perbedaan yang jelas antara jenis kelamin dalam pigmentasi dan sudut sirip kediua dorsal. Rowley Shoals di timur Samudra Hindia dan GBR serta Kep. Duri keempat dari dorsal pertama terpanjang. Habitat: Didaerah berpasir yang jernih disela-sela terumbu karang dan rubble Distribusi: Pasifik barat: Filipina dan Indonesia .101 Lokasi foto: Pulau Weh. 2 garis diagonal cokelat dari preoperculum di rahang atas. dihubungkan oleh satu baris. Aceh Istigobius rigilius Foto by Fakhrizal Setiawan Rigilius goby Nama Umum: lkan gobi Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL). sirip perut dan dubur.Ryukyu Tipe pemakan: Belum diketahui . Jantan kadang-kadang dengan 3-4 garis vertikal kehitaman pada perut.

102 .

Juvenil soliter di daerah laguna dangkal yang terlindung. PNG dan New Caledonia. Aceh Plectorhinchus vittatus Foto by Fakhrizal Setiawan Indian Ocean oriental sweetlips Nama Umum: lkan lilis Ciri-ciri: Panjang max 72 cm (TL). dewasa putih dengan garis horizontal hitam. sirip kuning dengan spot hitam. Distribusi: Indo-Pasifik barat: Afrika Timur-samudra Hindia bagian barat. Tipe pemakan: Krustasea. moluska. Habitat: Didaerah Terumbu karang dan pantai karang berbatu.HAEMULIDAE Sweetlips fish. dan ikan kecil / Carnivora . Dewasa bias soliter atau berkelompok. Ikan bibir tebal 103 Lokasi foto: Pulau Weh. Perubahan ciri dari juvenile ke dewasa saat panjang sekitar 15 cm.

Aktif malam hari mencari makan. Lokasi foto: TN Komodo .Plectorhinchus polytaenia Ribboned sweetlips Nama Umum: lilis asli Ciri-ciri: Panjang max 50 cm (TL).Terjadi perubahan warna dari juvenile hingga dewasa Habitat: Biasa ditemukan didaerah karang dalam. Filipina-PNG dan barat laut Australia Tipe pemakan: Bentik invertebrata / Carnivore Lokasi foto: TN Komodo . reef slope dengan banyak kelimpahan invertebrata. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Dewasa dengan warna garis tebal kuning dan biru keputihan silih berganti dari depan hingga pangkal ekor. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 104 Distribusi: Indonesia. Soliter atau dalam kelompok kecil sembunyi di karang saat siang hari.

Habitat: Daerah terumbu karang yang sehat. Distribusi: Samudra Hindia (Maldives -Kep. Samudra Pasifik (Kep. filipina Tipe pemakan: Bentik invertebrata Lokasi foto: TN Komodo . Fiji -Sumatra) Tipe pemakan: Krustasea. pantai berkarang dan laguna. moluska. juvenile suka bersembunyi disela-sela karang. laguna. anal dan perut berwarna gelap. dan ikan kecil / Carnivora Lokasi foto: TN Komodo . Dewasa soliter sembunyi didasar karang dan aktif saat malam mencari makan. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . dewasa warna dasarnya putih kekuningan atau kehijauan. Range kedalaman 3-40 m. Habitat: Soliter kadang juga berkelompok di daerah berpasir.spot berubah dari putih menjadi hitam saat dewasa. Juvenil berwarna coklat dengan banyak spot putih besar. abubabu kekuningan dengan spot abu-abu teresbar di tubuh dimana semakin besar ukuran spotnya di sirip dorsal belakang dan ekor. Indonesian sweetlips Nama Umum: Macanan Ciri-ciri: Panjang max 50 cm (TL). Range kedalaman 1-30 m.cocos). Distribusi: Malaysia.Diagramma sp. Sirip bagian bawah dari ekor. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 105 Plectorhinchus chaetodontoides Harlequin sweetlips / Many-spotted sweetlips Nama Umum: onde / bronkeli Ciri-ciri: Panjang max 72 cm (TL). Indonesia.

106 .

dorsal dan sirip anal Habitat: Soliter atau berkelompol bersembunyi dibawah karang didaerah tak berarus Distribusi: Indo-west pasifik Tipe pemakan: Bentik Invertebrata / Zoobenthos 107 Lokasi foto: Pulau Weh. Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Zoobenthos. ikan dan zooplankton dan alga Lokasi foto: Pulau Weh. Habitat: Didaerah lamun dan didasar karang bersembunyi.HOLOCENTRIDAE Squarel fish. Range 1-50 m. Sirip ujung kemerahan kecuali dada dan perut. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Neoniphon sammara Sammara squirrelfish Nama Umum: menyeng Ciri-ciri: Panjang max 32 cm (TL).Garis merah disirip dorsal. Ikan mata belo Sargocentron rubrum Redcoat Squarelfish Nama Umum: Menyeng belo Ciri-ciri: Panjang max 32 cm (TL). nokturnal. warna pink kekuninga dan keperakan. Umumnya didaerah dangkal. waran merah kecoklatan dengan garis putih. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . strip merah di cagak sirip ekornya.

sirip berwarna oranye diujungnya. badan violet keperakan. Habitat: Biasanya di laguna. alur karang. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 108 Sargocentron caudimaculatum Silverspot squirrelfish Nama Umum: belo buntut putih Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL).Kep. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Timur Afrika . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Range kedalaman 240 m. laguna dan tebing karang. Distribusi: Indo-pasifik Tipe pemakan: Zooplankton/ larva krustacea Lokasi foto: TN Karimunjawa. perairan karang semi tertutup. Range 4-25 m.Myripristis violacea Lattice soldierfish / violet soldierfish Nama Umum: Mata belo Ciri-ciri: Panjang max 35 cm (TL). kepala dan badan merah bagian belakang hingga pankal ekor dan sirip ekor putih keperakan. Habitat: Didaerah terumbu karang luar. Marshal dan French Polynesia Jepang dan Australia Tipe pemakan: Bentik krustacea dan ikan Lokasi foto: Pulau Weh. Soliter atau berkelompok. tutup insang berwarna merah gelap.

Myripristis murdjan Pinecone souldierfish / Blotcheye souldierfish Nama Umum: Mata belo Ciri-ciri: Panjang max 60 cm (TL). Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 109 Myripristis hexagona Doubletooth souldierfish Nama Umum: Mata belo Ciri-ciri: Panjang max 30 cm (TL). warna badan merah keperakan. tutup insang berwarna coklat Habitat: Soliter. Ikan nocturnal Distribusi: Indo-pasifik Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . sirip merah. bdan berwarna merah terang ke kuningan. Dan aktif malam hari (nocturnal) mencari makan Distribusi: Indo-pasifik (Laut merah n Timur Afrika-Samoa. Habitat: Daerah pantai berkarang. sembunyi dibawah / goa karang dan kadang bersama jenis lainnya juga ditemukan didaerah keruh. anal dan ekor). sirup yang terbuka merupakan bagian sirip yg lembut (dorsal. hidup sembunyi di karang di siang hari. semua sirip merah. Jepang-Australia) Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: TN Karimunjawa.

110 .

Kep.KYPHOSIDAE Chubs fish 111 Lokasi foto: Pulau Weh. Timur Afrika. bdan abu-abu keperakan kadang ada juga yang kuning dan putih albino. Range kedalaman 1-25 m.vaigiensis. Tipe pemakan: Bentik alga. Garis yang terbentuk antara sirip ekor dan sirip anal lebih tegak dibandingkan K. timur dan barat Australia. cacing . Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah. Aceh Kyphosus bigibbus Foto by Fakhrizal Setiawan Brown chub Nama Umum: Tampalbor (sulut) Ciri-ciri: Panjang max 75 cm (TL). (Sargassum dan Turbinaria) bentik krustacea. Lord Howe dan Rapa dan Jepang. Habitat: Didaerah terbuka di lereng karango dan kadang didaerah dangkal dan karang berbatu.

112 .

113 Habitat: Hidup di area reef slope. juvenile berwarna hijau pucat dengan spot hitam memanjang. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Terdapat 2 garis hitam memanjang dibelakang mata. Dewasa biasa menjelajah dan istirahat di celah / gua karang malam harinya.LABRIDAE Wrasse fish. Soliter terkadang berpasangan. ikan.Range 1-100m Distribusi: Indo-pasifik Status: Masuk daftar merah IUCN dan terddaftar Appendix 2 CITES Tipe pemakan: Moluska. dewasa memiliki benjolan di depan kepala. bulubabi. Juvenile biasa ditemukan di area terumbu karang yang sehat. Ikan Cheilinus undulatus Humphead wrasse / Napoleon wrasse Lokal: lkan Napoleon Ciri-ciri: Panjang max 229 cm (TL). krustacea / Carnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. laguna dan di alur karang.

Terdapat beberapa varian (merah. Badan hijau dengan sedikit merah. Marshal dan Samoa) 114 Tipe pemakan: Moluska. Lokasi foto: TN Karimunjawa. krustacea dan bulubabi / Zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa. Variannya berwarna merah. Habitat: Di area karang sehat. Interval kedalaman 3-50 m. sering terlihat sembunyi di karang lunak dan hydroid. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Indo pasifik ILaut merah dan Timur Afrika .Oxycheilinus digrammus Cheeklined wrasse Nama Umum: Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). garis diagonal di bawah insang ciri utamanya.Kep. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .

Range kedalaman 4-40 m Distribusi: Indo-pasifik Tipe pemakan: Moluska.Tuamoto digantikan oleh Gomphosus caeruleus di Samudra Hindia.Marquesan dan Kep. bintang ular. Habitat: Didaerah karang yang sehat di laguna dan lereng karang.Range kedalaman 1-30 m. pasir dan rubble.Cheilinus fasciatus Redbreasted wrasse Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). moluska) dan ikan kecil Lokasi foto: Pulau Weh. karang beralga dan diarea campuran antara karang. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Tipe pemakan: Zoobenthos (krustacea. Bentuknya sangat mudah dikenali dengan warna merah terang mulai dr depan dorsal sampai sirip perut dan belakang mata serta garis vertikal dibadan belakangnya Habitat: Di area laguna. warna saat juv hingga dewasa serta sebaran distribusinya dengan kembarannya G. caeruleus ). Distribusi: Indo-Pasifik: CocosKeeling-Hawai. krustaLokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 115 Gomphosus varius Bird wrasse Nama Umum: Pinguin ijo Ciri-ciri: Panjang max 30 cm (TL) dicirikan dengan mulut panjang.

hijau kemerahan tipis vertikal di badan. Distribusi: Indo-Pasifik: Timur Afrika-Kep.Cheilinus chlorurus Floral wrasse Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 45 cm (TL). Umumnya soliter. Tipe pemakan: Lokasi foto: Pulau Weh. Kep. Dewasa sirip ekor trilobe.juv daerah karang beralga dan di hydrozoa.miripdengan C. bentik krustacea. d2 garis putih di pangkal ekor. garis tidak beraturan di kepala dan dada. trilobatus namun badan berwarna coklat dan memiliki spot hitam di bagian sirip ekor. Range kedalaman 1-30m Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Moluska dan crustacea / Zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa. Tuamoto dan Australia.echinodermata . Habitat: Laguna dan pantai berkarang yang bercampur pasir dan rubble. hanya genus Cheilinus yang memiliki 10 duri dorsal.Ryukyu dan New Caledonia. ikan kecil. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 116 Cheilinus trilobatus Tripletail wrasse Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 45 cm (TL). Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Moluska. Habitat: Dewasa didaerah laguna dan lereng karang.

umumnya soliter. kenari / trompet kuning (jawa) Ciri-ciri: Panjang max 54 cm(TL). cirinya mulut dapat dipanjangkan dan berguna menangkap mangsa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 117 Habitat: Daerah karang yang sehat. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Warna berubah sesuai dengan umur dan variasi ada yang coklat(betina) dan kuning. Dewasa didaerah lereng karang atau karang terjal.Epibulus insidiator Sling-jaw wrasse Nama Umum: Kukuniran (sulut). Lokasi foto: TN Karimunjawa. Range kedalaman 1-42 m Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Krustacea kecil dan ikan kecil / karnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa.

118 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Habitat: Area terumbu karang dari dangkal hingga dalam dan laguna. Jawa Tengah Halichoeres hotulanus Foto by Fakhrizal Setiawan Checkerboard wrasse Nama Umum: Keling perak Ciri-ciri: Panjang max 27 cm (TL). krustacea dan bulubabi / zoobenthos . bagian muka dengan corak merah. Juvenile bercorak hitam putih dan berubah saat dewasa. Range kedalaman 1-30 m Distribusi: Indo-pasifik Tipe pemakan: Moluska. badan biru kehi- jauan dan sirip ekor dan dorsal kuning.

Filipina .Halichoeres vroliki Indian ocean pinstriped wrasse Nama Umum: keling strip Ciri-ciri: Panjang max 13 cm (TL). badan hijau terang dengan 3-4 garis vertikal di punggung serta garis pingk di kepala Habitat: Area terumbu karang dengan Range Kedlaman 2-20m Distribusi: Indo-west pasifik: (Maldives-maluku(Indonesia) dan Laut Andaman Tipe pemakan: Belum diketahui 119 Lokasi foto: TN Karimunjawa.richmondi) Habitat: Didaerah laguna dan karang yang sehat juga ditemukan dihabitat campuran karang beralga. Palau) Tipe pemakan: Belum diketahui Lokasi foto: TN Karimunjawa. Range kedalaman 2-15m Distribusi: Pasifik barat( Indonesia. dipangkal sirip pectoral terdapat spot merah. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Halichoeres leucurus Greyhead wrasse Nama Umum: Keling tua Ciri-ciri: Panjang max 13 cm (TL).PNG. Ekor segitiga dengan garis biru serta dasarnya kuning (mirip H. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Kepala coklat dengan garis biru.

pantai berbatu. Habitat: Biasa dijumpai soliter. krustacea dan bulubabi / zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa. ekor berwarna kuning. berpasangan atau kelompok kecil. Distribusi: Filipina-GBR. TaiwanAustralia) Tipe pemakan: Zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa. Soliter dan memiliki daerah territorial. berwarna hijau cerah. badan berwarna ungu. Distribusi: Pasifik barat (Filipina-Indonesia. Jawa Tengah 120 Halichoeres melanochir Orangfin wrasse Nama Umum: keling biru Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). Jawa dan Malaysia Tipe pemakan: moluska. Range kedalaman 0-10m. Habitat: Habitat di area karang laguna. Hidup di daerah terumbu karang berpasir dan banyak rubble. Sumatra.Halichoeres chloropterus Foto by Fakhrizal Setiawan Pastel-green wrasse Nama Umum: Keling ijo Ciri-ciri: Panjang max 19 cm (TL). Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . pantai karang dengan pasir dan rubble substratnya. bagian kepala dan badan depan terdapat garis pink menyebar. pangkal sirip dada terdapat spot hitam.

Range kedalaman 0-12 m. Badan hijau tua kecoklatan. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 121 Halichoeres marginatus Dusky wrasse Nama Umum: Keling coklat Ciri-ciri: Panjang max 18 cm(TL). Range kedalaman 0 30m Distribusi: Indo-pasifik (laut merah dan timur Afrika-Micronesia. palau ) Lokasi foto: TN Karimunjawa. melanurus dan H. Juv dan betina memiliki sirip ekor oranye atau kuning. jantan dikenali dari kepala coklatoranye dan garis biru berantai. daerah laguna dan karang yang sehat. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . JepangAustralia) Tipe pemakan: Zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa. Muka lebih bersudut. Saat Inisial fase sangat mirip dengan H.Halichoeres richmondi (Inisial Fase) Tailspot wrasse / Richmond’s wrasse Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 19 cm(TL). Distribusi: Pasifik barat (jawaIndonesia timur. ekor hijau dipangkalnya lalu biru dengangaris kuning diujungnya Habitat: Biasa soliter atau kelompok kecil. Filipina. jepang.leucurus yang dibedakan dari spot hitam dan warna ekor. Habitat: Dari laguna hingga daerah karang yang sehat.

Habitat: Soliter di habitat pasirdan rubble disekitar karang dan laguna Distribusi: Indo-pasifik (Afrika timur-Kep. beberapa garis vertical dibadan dan spot hitam di tengah sirip dorsalnya. JepangAustralia. Range 0-8 m.Coris batuensis Batu coris Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 17 cm (TL). badan kehijauan dengan dorsal merah. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Stethojulis trilineata Three-lined rainbowfish Nama Umum: Es lilin Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL). di reef crest dan lereng karang. putih kehijauan dengan bagian bawah sedikit pink. Jepang-GBR. Distribusi: Indo-{asifik barat: Laut merah. Habitat: Didaerah dangkal yang jernih. Tipe pemakan: Zoobnethos Lokasi foto: Pulau Weh. 4 garis biru horizontal dan daerah kuning sekitar sirip dada. Australia) Tipe pemakan: Krustacea kecil dan moluska/ zoobenthos 122 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Samua dan palau. Marshal. Maldives. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan .

Society. dewasa didaerah terbuka Distribusi: Indo-Pasifik: Timur Afrika –Line. Tipe pemakan: Ectoparasit krustacea dan mucus ikan Lokasi foto: Pulau Weh. di goa-goa karang. Tinggal di stasiun pembersihan dimana ikan dating untuk dibersihkan. Jepang dan P.Marquesan dan Kep.Labroides bicolor Bicolor cleaner wrasse Nama Umum: Dokter asli Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL). berpasangan dan berkelompok didaerah karang. Habitat: Soliter. Putih kekuningan di kepala dan kebiruan di belakangnya. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 123 Labroides dimidiatus Bluestreak cleaner wrasse Nama Umum: Dokter Ciri-ciri: Panjang max 14 cm (TL). Juv soliter . Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . territorial karena memiliki stasiun pembersih. Range kedalaman 1 .40m Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Ectoparasit krustacea dan mucus ikan Lokasi foto: TN Karimunjawa. Habitat: Didaerah laguna dan lereng karang. Garis hitam dari mulut dan melenar ke ekor. Lord.

Habitat: Didaerah rubble didasar disekitar karang. kepala violet. Distribusi: Indonesia Tipe pemakan: Belum diketahui Lokasi foto: TN Komodo. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 124 Cirrhilabrus solorensis (Inisial fase) Solor wrasse Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 11 cm (TL). Habitat: Daerah laguna dan lereng karang dengan tutupan karang yang bagus. Mulut menyerupai tabung. warna bervariasi dan dapat berubah warna saat proses perkawinan. Dewasa badan hitam keabuan dengan spot putih memanjang di belakang insang.Labrichthys unilineatus Tubelip wrasse Nama Umum: Keling item Ciri-ciri: Panjang max 17. laguna dan kadang daerah karang berpasir. badan bawah biru muda terang. Mata merah cerah Badan atas oranye. Biasa ditemukan dekat karang bercabang. Range kedalaman 0-20m Distribusi: Indo-Pasifik (Afrika timur Samoa dan Micronesia) Tipe pemakan: Cnidaria / Zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa. Range kedalaman 5 35m. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . saat juvenile terdapat 2 garis putih horizontal di badan.5 cm(TL).

Tipe pemakan: Zoobenthos (cacing.Hemigymnus fasciatus (juv) Barred thicklip Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 80 cm (TL). zooplankton dan ikan kecil Lokasi foto: Pulau Weh. Juv soliter di celah karang dan membersihkan tubuh ikan lain. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 125 Bodianus axillaris (Juv) Axilspot hogfish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL). Badan gelap dengan 5 garis putih vertikal. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Timur Afrika— Micronesia. Jantan dewasa memiliki spot hitam di sirip dorsal dan anal. S. soliter atau kelompok kecil. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Juv bersembunyi di karang pantai dangkal. S. dewasa di karang yang terbuka. echinodermata).Timur Afrika . Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah . Jepang . Habitat: Didaerah laguna dan terumbu karang yang jernih. Juv dan betina dikenali dari badan hitam dengan spot putih. bentik krustacea. Tipe pemakan: Zoobenthos Lokasi foto: Pulau Weh. moluska. Bibir semakin tebal sesuai usia. Habitat: Didaerah terumbu karang dan reef flats. Kepala hijau dengan bercak pink.Tenggara Australia.French Polynesia.Jepang-Austalia.

Pseudocheilinus hexataenia Sixline wrasse Nama Umum: l Ciri-ciri:
Panjang max 10 cm (TL), Badan violet merah dengan 6 garis merah, spot hitam kecil di atas pangkal ekor. Pangkal ekor kehijauan.

Habitat:
Didaerah terumbu karang dan pantai, biasa bersembunyi di sela karang dalam kelompok kecil.

Distribusi:
Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan

Indo-Pasifik: Laut Merah, Afrika Timur - Kep. Tuamoto di French Polynesia, Jepang - Australia.

126

Tipe pemakan: Zooplankton

Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan

127

LETHRINIDAE
Emperor fish, Ikan lencam

Lethrinus erythropterus Longfin emperor Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 50 cm (TL),
Kepala dan tubuh atas berwarna merah kecoklatan, dekat pangkal ekor terdapat 2 garis putih vertical, sirip berwarna kemerahan. Habitat: Didaerah berkarang atau pasir berkarang. Range 2 - 25m. Distribusi: Indo-Pasifik barat (Tanzania n MozambikPNG,Palau) Tipe pemakan: Echinodermata, krustacea, moluska, ikan kecil / Carnivora

128

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan

Lethrinus harak Thumbprint Emperor Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 50 cm
(TL), punggung berwarna hijau muda, bercak hitam besar dibadan yang dikelilingi warna kuning, ada titik biru di depan mata, sirip berwarna merah muda. Habitat: Soliter atau kelompok kecil di perairan dangkal, mangrove, laguna, lamun dan karang. Range 0-20m Distribusi: Indo-west Pasifik Tipe pemakan: Ikan kecil, krustacea, moluska / Carnivora

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan

Gnathodentex aureolineatus Striped large-eye bream Nama Umum: l Ciri-ciri:
Panjang max 30 cm (TL), berwarna perak abu-abu, 4-5 garis coklat dibadan dengan spot kuning dibelakang sirip dorsal. Pangkal sirip dada kuning.

Habitat:
Terumbu karang yang dangkal dan laguna, sering terlihat schooling bergabung dengan ikan lain. Nokturnal, Range kedalaman 3-30m.
Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 129

Distribusi:
Indo-pasifik (Afrika Timur - Kep. Tuamoto di French Polynesia, Jepang-Australia)

Tipe pemakan:
Krustacea kecil, Gastropoda / Zoobenthos

Lokasi foto: Kep. Banyak, Aceh Foto by Tasrif kartawijaya

Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan

Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan

Monotaxis grandoculis Humpnose big-eye bream Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 60 cm
(TL), hitam keabu-abuan, garis vertical putih yang semakin dewasa pudar, daerah sekitar mata kekuningan, Habitat: Didaerah pasir dan rubble dekat karang, soliter atau berkelompok. Aktif malam hari, ukuran dewasa berpotensi ciguatera.Range kedalaman 1-100m Distribusi: Indo-Pasifik (Laut merah dan Timur Afrika-Hawai, Jepang-Australia) Tipe pemakan: Moluska, krustacea, Teripang, Tunikata, Polychaeta/ Zoobenthos

130

Lokasi foto: TN Komodo, NTT Foto by Fakhrizal Setiawan

131

LUTJANIDAE
Snapper fish, Ikan kakap

Lutjanus biguttatus Two-spoted banden snapper Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 25
cm (TL), garis coklat memanjang dari mulut hingga pangkal ekor diselingi garis putih, 2 spot putih dibawah sirip dorsalny, sirip kuning. Habitat: Area terumbu karang, biasanya schooling namun kadang ada juga soliter. Range 3-36m Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan:Carnivora

132

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan

Lutjanus decussatus Checkered snapper Nama Umum: Kakap bata Ciri-ciri: Panjang max 35
cm (TL), wrna dasar putih dengan badan atas tersusun kotak coklat dan bawahnya garis, dengan spot hitam dipangkal ekor. Habitat: Daerah dangakl dan lereng karang, soliter kadang kelompok,range kedalaman 2-30m Distribusi: Indo west Pasifik (selatan India-PNG) Tipe pemakan: Carnivora

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan

Lutjanus monostigma One-spot snapper Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 60 cm
(TL), badan perak kekuningan dengan sirip kuning. Kadang terdapat spot hitam di badan. Badan kadang ciguatoxic. Habitat: Di daerah terumbu karang berada di goa, sela-sela karang besar dan bangkai kapal. Soliter atau berkelompok. Range kedalaman 1-60m. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur - Marqueses dan Kep. Line, utara Kep. Ryukyu , selatan Australia. Tipe pemakan: Carnivora (Ikan dan bentik krustacea)

Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 133

Lutjanus kasmira
Common bluestrip snapper

Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 40 cm
(TL), berwarna kuning2/3 badan, bawah putih dengan 4 strip biru,ekor kuning. Habitat: Schooling di terumbu karang, laguna dangkal, dan lereng karangyang terlindung. Range 3-265m. Distribusi: Indo-Pasifik (Laut merah dan timur Afrika—Kep Marquises dan line, JepangAustralia) Tipe pemakan: Carnivora (ikan, krustacea, cephalopoda,stomatopoda)
Lokasi foto: TN Komodo, NTT Foto by Fakhrizal Setiawan

134

Lokasi foto: Lembeh, Sulut

Lutjanus sebae Foto by Tasrif Kartawijaya Emperor red snapper Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 116 cm (TL), bagian kepala agak melengkung kedalam. Saat
juvenile dan semidewasa warna dasar putih keperakan dengan garis merah dimuka, dorsal depan hingga sirip perut dan ujung sisip anal, di sirip halus dorsal hingga melengkung ke ujung bawah sirip ekor dan di ujung atas sirip ekor. Saat dewasa warna merah seluruhnya. Habitat: Biasa dijumpai didaerah terumbu karang dan berbatu. Juvenile di daerah pantai, air keruh, mangrove, kdang juga disela-sela bulu babi di pantai dangkal. Saat dewasa bergerak ke daerah lebih dalam, berkelompok dalam ukuran yang sama dan kadang juga soliter. Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Selatan Laut Merah dan Afrika Timur - New Caledonia, Jepang dan Australia. Tipe pemakan: Carnivora (ikan, bentik krustacea, cephalopoda,stomatopoda)

135

Sirip ekor coklat gelap. Ikan 136 Amanses scopas Foto by Fakhrizal Setiawan Broom filefish Nama Umum: Ciri-ciri: . Jepang– GBR di Australia. jantan memiliki duri panjang di dekat pangkal ekor. jmulut coklat gelap.Panjang max 20 cm (TL). biasa didaerah kaya karang dan rubble. Tipe pemakan: Belum diketahui Lokasi foto: Pulau Weh. Tuamoto dan Society di French Polynesia. bersembunyi di celah rubble saat didekati.MONACANTHIDAE Filefishes. Distribusi: Indo-Pacsifik: Laut merah. Aceh . badan coklat dengan 12 garis gelap. Habitat: Didaerah pantai hingga lereng karang yang jernih. Mozambiqu– Kep. Range kedalaman 318m.

Atlantik timur: Teluk guinea. coklat gelap. Terdapat spot putih diatas pangkal ekor. Aceh Cantherhines pardalis Foto by Fakhrizal Setiawan Honeycomb filefish Nama Umum: Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL). Tipe pemakan: Zoobenthos (bentik invertebrata) . Hawai. Tenggara Oceania. Habitat: Didaerah Terumbu karang hingga lereng karang. Kep. kadang di daerah keruh. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Afrika Timur. memiliki tiga pola warna dasar: abu-abu belangbelang dan coklat. Digantikan Cantherhines sandwichiensis di Kep. soliter. atau abu-abu dengan bentuk poligonal yang berdekatan. Jepang.137 Lokasi foto: Pulau Weh. Annobon.

sirip ekor bulat dan panjang. Juvenile mengikuti dibawah objek mengapung di laut terbuka untuk waktu yang lama dan mencapai ukuran besar. Pulau São Tomé. Sesekali terlihat di bawah objek mengambang.138 Lokasi foto: Pulau Weh. gorgonian. hydrozoans. Rentang kedalaman 3-120 m. Memanjang. dan tunicate. dewasa cokelat dengan garis-garis biru dan titik-titik. Di Pasifik timur. . sangat pipih. Samudera Pasifik: selatan Jepang ke Great Barrier Reef selatan. Dewasa biasanya terlihat di sepanjang lereng pantai dalam atau luar terumbu karang drop-off pada sekitar 20 meter kedalaman. Tanjung Verde dan Pulau Ascension. Atlantic Barat: Nova Scotia. Habitat: Hidup laguna dan terumbu ke arah laut. remaja coklat kekuningan dengan bintik-bintik gelap. kecoklatan dan abu-abu. Kanada dan utara Teluk Meksiko ke Brazil. insang membuka miring dan kepala dengan bintik-bintik hitam kecil tersebar . Bentopelagis. dari Teluk California ke Kolombia Tipe pemakan: Alga. rumput laut. Aceh Foto by Efin Muttaqien Aluterus scriptus Scribbled leatherjacket filefish Nama Umum: Ikan Ayam-ayam Ciri-ciri: Panjang max 110 cm (TL). colonial anemones.Atlantic Timur: St Paul's Rocks. Afrika Selatan. mulut cekung. Kaledonia Baru dan Easter Island. Distribusi: Circumtropical.

French Polynesia. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur. Aceh Oxymonacanthus longirostris Foto by Fakhrizal Setiawan Harlequin filefish Nama Umum: Ciri-ciri: Panjang max 12 cm (TL).Acropora valida.139 Lokasi foto: Pulau Weh. Range kedalaman 030 m.Porites cylindrical. New Caledonia dan Tonga. Spot hitam di sirip ekor dengan mulut yang panjang dan kecil. Bersarang di dasar karang yang mati kadang di alga. Digantikan Oxymonacanthus halli di lLaut Merah. biasa soliter atau berpasangan. Mozambique . Tipe pemakan: Cnidarians (polyp karang) karang jenis:Acropora acuminate. badan hijau kebiruan dengan spot oranye tersebar. Habitat: Didaerah laguna dan terumbu karang yang jernih.Heliopora coerulea.Acropora nasuta. Jepang GBRAustralia. .

140 .

Habitat: Dasar goa/celah batu dikarang. Ikan butana Gymnothorax javanicus Giant moray Lokal:Lindong laut/belut laut Ciri-ciri: Panjang max 300cm (TL). Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Cephalopoda. badan kekuningan dengan bintik hitam dan coklat tua padat. ikan dan krustacea / Carnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Gymnothorax flavimarginatus Yellow-edged moray Nama Umum: Belut laut Ciri-ciri: Panjang max 240 cm (TL).Sangat sensitive terhadap ikan luka atau stress. Juv coklat dengan banyak bintik hitam besar. dewasa coklat dengan bintik hitam mirip leopard dan area hitam disekitar insang Habitat: Daerah karang dan karang berbatu dengan banyak celah persembunyian. Bukaan insang hitam . 141 Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Carnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. Range 0-50m.MOORAYNIDAE Surgeon fish. Range kedlamana 1-150m. mata kemerahan. Menyerang jika diganggu.

French Polynesia. 142 Distribusi: Indo-Pasifik (Timur AfrikaKep. Badan biru cerah dengan dorsal kuning.Juvenil berwarna hitam dengan dorsal kuning. Marianas dan Marshal) Tipe pemakan: Ikan kecil / Carnivora Lokasi foto: TN Komodo.Rhinomuraenia quaesita Ribbon eel Nama Umum: Belut pelangi Ciri-ciri: Panjang max 130 cm (TL). bersembunyi di lubang dan hanya mengeluarkan kepalanya. Hanya moray yang mengalami perubahan warna dan kelamin mendadak (protandeus hermaprodit) dimana belut jantan berubah kelamin menjadi betina. NTT (Juvenil) Foto by Fakhrizal Setiawan .Tuamoto. Kep. memiliki 3 tentakel berdaging diujung moncong.selatan New Caledonia. NTT (dewasa) Foto by Fakhrizal Setiawan Hidup dilaguna dan daerah karang berpasir. Tentakel tersebut berada dibawah rahang memanjang kedepan. Jepang. Habitat: Lokasi foto: TN Komodo.

Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Indo west Pasifik (Mauritius dan Comoro . 143 Lokasi foto: TN Karimunjawa.Gymnothorax isingteena Spotted moray Nama Umum: Belut sapi Ciri-ciri: Panjang max 180 cm (TL). Rang kedalaman 3 30m.Pasifik barat) Tipe pemakan: Carnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. Habitat: Daerah pantai dengan terumbu karang dan lereng karang. Warna dasar badan putih dengan bentuk tidak beraturanspot hitam besar dan kadang hempir melingkar.

144 .

Habitat: Daerah berpasir dan rubble dekat karang dan laguna. Range kedalaman 0-100 m. Habitat: Daerah berpasir dan rubble dekat karang. spot hitam dekat pangkal ekor. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Parupeneus macronemus Long-barbel goatfish Nama Umum: Ikan jenggot Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). perut berwarna merah muda. Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Zoobenthos (cacing. Range kedalaman 3-25m. moluska. warna dasar putih dengan garis hitam dari mulut hingga belakang dorsal. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Strip hitam sepanjang sirip kedua dorsal. dengan garis hitam dari mata ke bagian ekor. Tubuh merah abu-abu bagian punggung keabu-abuan.MULLIDAE Goat fish. Distribusi: Indo-west Pasifik Tipe pemakan: Zoobenthos / cacing plychaeta dan krustacea Lokasi foto: TN Karimunjawa. Ikan jenggot Parupeneus barberinus Dash and dot goatfish Lokal: Ikan jenggot Ciri-ciri: Panjang max 60 cm (TL).krustacea) 145 Lokasi foto: TN Karimunjawa. dibagian atasnya berwarna kuning dengan spot hitam dipangkal ekor.

Distribusi: Laut Merah. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 146 Parupeneus trifasciatus Doublebar goatfish Nama Umum: Jenggot garis Ciri-ciri: Panjang max 35 cm (TL). laguna dan terumbu karang. badan putih kehijauan. Tipe pemakan: Zoobenthos (bentik krustacea dan cacing) dan ikan kecil Lokasi foto: Pulau Weh. 2 garis di bawah dorsal dan garis pertama memanjang hingga sirip perut. Range 0-80 m. Distribusi: Indo-Pasifik (Indonesia. French Plynesia. Putih krem dengan spot merah di perut bawah. dewasa disekitar daerah berbatu atau karang. JepangAustralia) Tipe pemakan: Zoobenthos Lokasi foto: TN Komodo. Filipina-Hawai. Habitat: Didarah laguna dan terumbu karang: juv didaerah reef flats. bercak hitam di sekitar mata dan 2 spot hitam samar di badan. Habitat: Biasanya soliter atau berpasangan didaerah pantai. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Laut Andaman– timur Indonesia.Parupeneus bifasciatus Doublebar goatfish Nama Umum: Jenggot totol 2 Ciri-ciri: Panjang max 35 cm (TL).

Range 5-113 m. berbatu dan rubbleo di reef flat. Semua sirip kuning Habitat: Biasanya schooling didaerah karang dangkal. Afsel. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah. Hawai . Badan kombinasi abu keunguankehijauan dan kekuningan.Mulloidichthys vanicolensis Yellowfin goatfish Nama Umum: Jenggot kuning Ciri-ciri: Panjang max 38 cm (TL). perut berwarna putih. Kep. Tipe pemakan: Ikan kecil dan bentik krustacea Lokasi foto: Pulau Weh. laguna dan lereng karang. New Caledonia dan Rapa.garis biru di sekitar mata Habitat: Didaerah Terumbu karang. garis memanjang kuning . Juv umumnya schooling kecil dan dewasa soliter. Spot kuning di atas pangkal ekor dan dibawah dorsal. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Maluku Utara Foto by Tasrif Kartawijaya 147 Parupeneus cyclostomus Gold-saddle goatfish Nama Umum: Jenggot totol kuning Ciri-ciri: Panjang max 50 cm (TL). Ryukyu. schooling saat siang hari dan malam menyebar untuk mencari makan. Kayoa. Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Zoobenthos/ cacing plychaeta dan krustacea Lokasi foto: Kep.French Polynesia.

148 Lokasi foto: Pulau Weh dan TN Komodo Upeneus tragula Foto by Fakhrizal Setiawan Freckled goatfish Nama Umum: Jenggot samar Ciri-ciri: Panjang max 33 cm (TL). sungut kuning.50 m. Jepang) Tipe pemakan: Zoobenthos . sirip ekor coklat bergaris-garis. badan banyak spot dan bercak hitam. ujung dorsal berwarna gelap. Habitat: Biasa di daerah rubble dan pasir di dekat karang. Range kedalaman 2 . garis coklat memanjang dari mulit hingga ekor. Distribusi: Indo-west Pasifik (timur Afrika-New Caledonia. umumnya soliter damun kadang juga berkelompok.

149 .

dua garis kuning satu memanjang dari mulut ke belakang dorsal dan dari belakang mata hingga dekat sirip ekor Habitat: Dikolom perairan daerah berpasir dekat terumbu karang. Range 5-20m Distribusi: Indonesia-Samoa dan Tonga 150 Lokasi foto: TN Karimunjawa.NEMIPTERIDAE Surgeon fish. Habitat: Daerah karang yang jernih dan daerah dangkal banyak rubble. Range 1-15 m. Garis putih kekuningan memanjang menyempit dari badan ke ekor. Warna: badan atasabuabu gelap atau coklat zaitun. Ikan butana Pentapodus aureofasciatus Yellowstripe threadfin bream Common name: Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL). biru keabu-abuan samar. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Tipe pemakan: Pentapodus trivittatus Three-striped whiptail Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL). Distribusi: Western Pasifik Tipe pemakan: ikan kecil dan zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa. putih keperakan di bawah.

Scolopsis binileata Two-lined monocle bream Common name: Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 23 cm (TL). abu-abu gelap ke kuningan dibagian atas da putih dibawah badan. juv sendiri daerah perairan dangkal. Range 4-20 m. 3 garis-garis putih kekuningan dari kepala kebadan. Distribusi: Indo-west Pasifik Tipe pemakan: Zoobenthos dan ikan kecil 151 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Distribusi: Timur samudara Hindia dan Pasifik barat Tipe pemakan: Zoobenthos dan ikan kecil Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . putih-keperakan di bawah ini. 3 garis diatas kepala. 2 garis melengkung dari dekat mata ke dorsal. laguna atau rubble. Juv daerah dangkal. Range 1-25 m. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Scolopsis lineata Striped monocle bream Nama Umum: l Ciri-ciri: badan atas coklat zaitun. Habitat: Daerah terumbu karang. biasanya schooling. Juv. soliter atau berpasangan. ada 3 garis hitam pada badan atas dengan sela -sela kuning Habitat: Daerah berpasir karang.

Distribusi: Pasifik barat:(Laut cina selatan-Vanuatu and timur laut Australia. Beberapa dengan perut kekuningan.Scolopsis margaritifera Pearly monocle bream Common name: Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 28 cm (TL).) Tipe pemakan: Krustacea kecil. cacing polychaeta dan ikan kecil / Carnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. abu-abu gelap dari kepala hingga bawah dorsal. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 152 Habitat: Daerah dasar berpasir di area terumbu karang. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Lokasi foto: TN Karimunjawa. variasi warna antara populasi di Hindia dan Pasifik: juvenile kurang warna garis kuning di Samudra Hindia dan dewasa menunjukkan bagian belakang yang gelap dibandingkan dengan bentuk Pasifik. Range kedalaman 1-20 m. moluska. Juv garishitam sempit sepanjang punggung (hanya pada beberapa spesimen) dan hitam.

153 .

Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Juv kuning cerah dengan spot hitam. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 154 Ostracion meleagris Whitespotted boxfish Nama Umum: Buntel item Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL). Species digantikan Ostracion cyanurus di Laut Merah dan Teluk Aden. Habitat: Didaerah laguna dan karang semi tertutup. Tipe pemakan: Zoobenthos (sponge dan tunikata) dan bentik alga Lokasi foto: Pulau Weh. Habitat: Dihabitat laguna dan lereng karang yang jernih. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Afrika Timur. Hawai dan Kep. Kep. Kedalaman 0-30m. Spot berkurang dan warna menjadi kusam menjadi kebiruan seiring pertumbuhan. Juv biasa dijumpai dekat Acropora.Ryukyu. ikan kecil dan alga bentik Lokasi foto: Pulau Weh. Ikan kotak Ostracion cubicus (Juv) Yellow boxfish Nama Umum: Buntel kuning Ciri-ciri: Panjang max 45 cm (TL). Jepang– New Zealand. Distribusi: Indo-Pasifik dan Pasifik timur: Subspecies Ostracion meleagris camurum ditemukan di Hawai dan Ostracion meleagris clippertonense Di Pasifik Timur.Tuamoto. Range kedlaman 1-35m. Tipe pemakan: Zoobenthos.OSTRACIIDAE Boxfishes. soliter. Badan hitam kecoklatan dengan spot putih dipunggung dan kuning di sisi badan.

155 .

Dewasa biasa schooling di goa-goa atau daerah terlinding di karang saing hari. bdan berwarna coklat. sirip anal terlihat jelas garis hitam di ujungnya.Samoa. Ardiwijaya Vanikoro sweeper Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL). Aceh . ujung sired dorsal berwarna hitam Habitat: Biasa ditemukan daerah pantai berbatu dan terumbu karang. dan laut mediterania) Tipe pemakan: Zoobenthos dan zooplankton Lokasi foto: Pulau Weh. Malam mencari makan dan kembali kegua sebelum terbit fajar. Distribusi: Indo-west Pasifik (laut merah . biasanya warna agak kehijaun terlihat dibagian tasa.PEMPHERIDAE 156 Pempheris vanicolensis Foto by Rizya L. Filipina.

157 .

PINGUIPEDIDAE Sandperches fish. Badan putih dengan keabuan di punggung dan bercak hitam kecoklatan merata di badan. dan Afrika Timur . spot hitam dengan ujung putih di ekor Habitat: Didaerah pasir dan rubble didasar area laguna dangkal dan lereng karang yang terlindung. Tipe pemakan: Zoobenthos . Aceh Parapercis hexophtalma Foto by Fakhrizal Setiawan Speckled sandperch Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 29 cm (TL).Micronesia dan Samoa.GBR Australia. Ikan Cicak 158 Lokasi foto: Pulau Weh. Jepang . Distribusi: Samudra Hindia: Laut Merah.

Aceh Parapercis tetracantha Foto by Fakhrizal Setiawan Reticulated sandperch Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 26 cm (TL).25m. Tipe pemakan: Belum diketahui . badan keputihan dengan 7-8 persegi coklat yang terhubung garis di sisi bawah badan.159 Lokasi foto: Pulau Weh. Habitat: Didaerah berbatu dan karang mulai dari dangkal hingga dalam dengan dasar yang berpasir.Jepang dan Indonesia dan Papua New Guinea. Range kedalaman 6 . Distribusi: Indo-Pasifik barat : teluk Bengal .bercak hitam di bawah mata serta garis hitam tak beraturan memanjang melewati katup insang. Dorsal transparan dengan serentetan spot hitam diujung dan tengah.

Sirip ekor kuning Habitat: Daerah karang dan pantai yang dasarnya pasir atau rubble. Foto by Fakhrizal Setiawan Yellowtail sandperch Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 14 cm (TL). tanda gelap yang tidak beraturan di punggung.160 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Soliter atau kelompok kecil. 9 garis hitam di kedua sisi badan dengan spot hitam ditiap garisnya. Range kedalaman 3-20 m Distribusi: Indonesia Tipe pemakan: Zoobenthos . Jawa Tengah Parapercis sp. warna dasar putih.

rubble. Badan krem dengan pola coklat b di punggung. Distribusi: Indo-Pasifik: Mauritius dan Maldives . Ryukyu Jepang . Habitat: Didaerah terumbu karang mengelompok. Spt putih pada sirip ekor.French Polynesia. Range kedalaman 3-30 m. dua spot coklat tak beraturan di badan bagian atas dan bawah serta dihubungkan dengan spot kuning memanjang di sisi badan. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Parapercis millipunctata Black dotted sand perch Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL).GBR Australia. Tipe pemakan: Zoobenthos . pasir disela karang dan karang berbatu. Kep.161 Lokasi foto: Pulau Weh.

162 .

Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 163 Habitat: Didaerah karang. Apabila terancam dapat menirukan/ mimikri seperti mouray. Ikan cupang laut Calloplesiops altivelis Comet Nama Umum: cupang laut Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL). warna badan hitam kecoklatan dengan spot putih menyebar diseluruh badan dan sirip kecuali sirip dada. goa atau celah karang. Pangkal sirip dorsal terdapat spot hitam dilingkari putih dan spot kuning di bagian atas pangkal ekor. Range kedalaman 3-50 m. Distribusi: Indo-pasifik (Laut merah dan Afrika timur-Pulau Line. Lokasi foto: Pulau Weh.PLESIOPIDAE Devilfishes. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Nocturnal. Jepang-Australia) Tipe pemakan: Bentik crustacean dan ikan kecil / karnivora Lokasi foto: Pulau Weh.

164 .

Jawa Tengah Juvenil schooling dalam jumlah banyak. sirip dorsal dan anal bersambung dengan sirip caudal/ekor. Pardede . sebuah tulang bergigi tunggal sangat berbisa di awal punggung pertama dan setiap sirip dada.PLOTOSIDAE Plotosus lineatus Striped eel catfish Nama Umum: Lele laut Ciri-ciri: Panjang max 32 cm (TL). Dewasa dalam kelompok yang lebih kecil di area terumbu karang. moluska. Range kedalaman 1-60 m. Sulut Foto by Shinta T. Distribusi: Indo Pasifik Tipe pemakan: Krustacea. 4 pasang sungut. cacing dan ikan kecil Lokasi foto: Lembeh. 165 Habitat: Lokasi foto: TN Karimunjawa.

166 .

bagian mata gelap dengan garis kebiruan dekat mata. dari sirip punggung hitam kebiruan. Bagian belakang sirip anal garis lengkung kuning dan biru berjalan sejajar dengan kontur tubuh. Distribusi: Indo-Pasifik (Laut merah dan Timur Afrika– Kep. New Caledonia) Tipe pemakan: Tunikata dan spong / zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jepang-GBR. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Habitat: Biasa terdapat didaerah karang yang sehat di laguna atau lereng karang.POMACANTHIDAE Angel fish. Soliter . juvenil dengan bintik hitam besar pada bagian basal lunak sirip dorsal. Badan kuning dengan garus lengkung putih dibatasi hitam dari dekat insang hingga pangkal ekor. sirip ekor kuning. berpasangan atau berkelompok.Tuomoto. Ikan enjel Pygoplites diacanthus Regal angelfish Nama Umum: Enjel doreng asli Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL). 167 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .

bagian tengah kekuningan. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Juvenil species ini berwarna biru kehitaman dengan garis setengah lingkaran. perubahan warna dari jvenil ke dewasa dalam rentang ukuran 8-16 cm. Soliter dan berpasangan. Dewasa di daerah karang yang sehat yang menyediakan banyak tempat bersembunyi. Habitat: Juvenile menyukai perairan dangkal yang terlindung. tinikata dan alga / Zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa. JepangAustralia) Tipe pemakan: Sponge. 168 Distribusi: Indo-west Pasifik (laut merah dan timur Afrika-Samoa. Range kedalaman 1-30 m. banyak bintik biru disisinya.Pomacanthus semicirculatus Semicircle angelfish Nama Umum: Brustun roti Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). Dewasa bagian depan berwarna coklat kehijauan.

Kep. Juvenil berwarna kehitaman dengan 15 garis biru putih melengkung di sisi badan. dewasa menyukai daerah karang yang sehat. sirip ekor. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Juvenil lebih suka didaerah karang yang dangkal. Tipe pemakan: Sponge. Range kedalaman 3-50 m.Malaysia dan Indonesia . Kepala kehitaman dengan garis vertikal putih. Mengeluarkan suara apabila diganggu. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . tunikata dan alga / zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa. anal memiliki bintik biru. Habitat: 169 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Soliter kadang berpasangan.Pomacanthus sexfasciatus Sixbar angelfish Nama Umum: Kambingan biru Ciri-ciri: Panjang max 46 cm (TL). Ryukyu . Solomon. selatan Australia. Badan banyak binti-bintik biru. Distribusi: Indo-Pasifik (Kep. Dewasa coklat kekuningan dengan 6 garis hiteam vertikal.

Kayoa. Maluku Utara Foto by Tasrif Kartawijaya . Dewasa kuning cerah badan dan ekor. Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Zoobenthos 170 Lokasi foto: Pulau Weh. sekitar insang hingga bawah berwarna hitam dengan tepi biru. Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Sponge dan tunikata / zoobenthos Lokasi foto: Kep. Sirip biru muda. dewasa garis kuning diagonal. sirip dada dan perut biru tua dengan banyak bintik-bintik biru muda. Juvenil berwrna hitam kebiruan dengan garis putih melingkar konsentris. mulut putih. Perubahan warna terjadi dari ukuran 8-12 cm.Pomacanthus imperator Emperor angelfish Lokal: Enjel betmen Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). dan pada daerah yang tepat di belakang kepala. Habitat: Daerah karang sehat dari laguna hingga lereng karang. range 1-100 m. juv hitam dengan garis biru muda melingkar. mata tertupup garis hitam. Garis biru muda sejajar di wajah dari bawah mata. Range 3-40m. Habitat: Juv daerah dangkal. dewasa daerah goa/celah di daerah karang yang sehat. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Pomacanthus navarchus Bluegirdled angelfish Lokal: Bidadari bercadar Ciri-ciri: Panjang max 28 cm (TL).

Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: TN. GBR Australia. Samoa) Tipe pemakan: Sponge dan tunikata / zoobenthos Lokasi foto: Pulau Weh.Genicanthus Lamarck Blackstriped angelfish Nama Umum: Enjel putih Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL). NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 171 Apolemichthys trimaculatus Threespot angelfish Nama Umum: Enjel kuning Ciri-ciri: Panjang max 26 cm (TL). Distribusi: Indo-West Pacific: Indo-Malayan region. Betina dengan garis hitam yang luas pada punggung dan tepi bagian perut. Habitat: Di daerah laguna dan karang dangkal. Range Kedalaman 3-40 m. mulut biru. garsi hitam disirip anal.Vanuatu. spot hitam di atas kepala dan belakang kepala. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Distribusi: Indo-west Pasifik (Jepang-Australia. Memiliki harem 3-7 betina. dorsal atas hotam. Range kedalaman 1035 m. Komodo. Depan dorsal spot kuning. timur Afrika. Habitat: Biasa di daerah dangkal dan lereng karang. Japan. tubuh pendek kuning. badan putih dengan 4 garis memanjang. buntut cagak memanjang.

Habitat: Didaerah karang berbatu dan lereng karang yang sehat. Garis hitam memanjang dari kepala hingga bawah. Bentuk sangat mirip dengan juvenile Acanthurus tristis. tunikata dan alga berfilamen / zoobenthos 172 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . belakang dorsal hinga sirip ekor hitam. Range kedalaman 0-30 m. Pangkal ekor. Tipe pemakan: Bentik alga dan cnidarians (hard coral).sebagian muka depan kuning dengan mulut biru. Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Sri Lanka .Indo-Malay timur. Ekor kuning. Badan 2/3 hitam abu-abu dan sisnya putih. Range kedalaman 1-20m. Distribusi: Indo-west pasifik (Indonesia-Jepang. sekilas mirip Chaetodontidae namun dibedakan dari opercula tulang belakangnya yang kuat. Lokasi foto: Pulau Weh.Chaetodontoplus mesoleucus Vermiculated angelfish Nama Umum: Kepe palsu Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). Membentuk harem 3-7 individu. SriLanka-timur PNG) Tipe pemakan: Sponge. Badan abu-abu gelap dengan garis coklat keemasan di sisi badan. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Centropyge eibli Blacktail angelfish Nama Umum: Enjel abu doreng Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL). Habitat: Daerah terumbu karang dan jarang di laut terbuka. Daerah sekitar sirip perut oranye.

173

POMACENTRIDAE
Damsel fish, Ikan betok laut

174

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jawa Tengah

Amphiprion clarkii Foto by Fakhrizal Setiawan Yellowtail clownfish Nama Umum: Giru pasir Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL), Sangat bervariasi secara geografis dalam bentuk
dan warna. Dua garis putih, satu vertikal di belakang mata dan satunya memanjang dari dorsal hingga di adepan anal. Pangkal sirip ekor putih, dengan bagian berwarna kekuningan. Ovipar dan monogamy. Habitat: Daerah laguna karang dangkal dan lereng karang. Berasosiasi dengan anemon jenis: Cryptodendrum adhaesivum, Entacmaea quadricolor, Heteractis aurora, Heteractis crispa, Heteractis magnifica, Heteractis malu, Macrodactyla doreensis, Stichodactyla gigantea, Stichodactyla haddoni, Stichodactyla mertensii . Range 1- 60m. Distribusi: Indo-west Pasifik (Teluk Persia-barat Australia, Kep. Indo-Australia, Melanesia, Micronesia, Taiwan dan Jepang) Tipe pemakan: Omnivora

175

Amphiprion ocellaris Foto by Fakhrizal Setiawan Clown anemonefish Nama Umum: Ikan badut, nemo, kelonpis Ciri-ciri: Panjang max 11 cm (TL), warna badan oranye dengan tiga garis putih lebar,
bagian yang tengah berbentuk segitiga maju ke dekat sirip dada. Sirip ekor bulat. Habitat: Daerah karang yang dangkal dan tenang. Diurnal, protandrous hermaprodit. Berpasangan monogamy. Berasosiasi dengan anemone jenis: Heteractis magnifica, Stichodactyla gigantea, dan Stichodactyla mertensii . Range kedalaman 1-15 m. Distribusi: Indo-west Pasifik Tipe pemakan: Omnivora

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jawa Tengah

176

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jawa Tengah

Amphiprion perideraion Foto by Fakhrizal Setiawan Pink anemonefish Nama Umum: Pelet tambah Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL), Warna dasar oranye. Sirip transparan. Satu garisputih mengikuti kontur punggung dari atas mulut hingga batang ekor. Garis vertikal putih di antara kepala dan katup insang. Habitat: Daerah karang dangkal yang tenang, diurnal, monogami, protandrous hermaphrodit. Berasosiasi dengan anemone jenis: Heteractis magnifica (umumnya), Heteractis crispa, Macrodactyla doreensis, and Stichodactyla gigantea . Dibeberapa tempat malah berbagi tempat di anemone dengan A. akallopison. Range 1-38 m. Distribusi: Western Pasifik Tipe pemakan: Omnivora

Amphiprion sandaracinos Yellow clownfish Nama Umum: Pelet Ciri-ciri: Panjang max 14 cm
(TL), badan oranye dengan garis putih memanjang dari mulut hingga dekat ekor

Habitat: Biasa dijumpai didaerah
laguna dan lereng karang. Biasa berpasangan atau kelompok kecil. Monogami. Protandrous hermaprodit. Biasa berasosiasi dengan anemone jenis: Heteractis crispa dan Stichodactyla mertensii. Range 3-20 m.
177

Distribusi: Western pasifik
(Pulau cristmas, dan Australia barat-Kep. Ryukyu, Taiwan, Filipina, PNG, Kep. D’Entrecasteux, New Britain dan Kep. Solomon)

Tipe pemakan: Omnivora

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan

178 Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan

Amphiprion akallopisos Skunk clownfish Nama Umum: Pelet Ciri-ciri: Panjang max 11 cm (TL), Badan berwarna oranye dengan garis putih memanjang dari atas mulut hingga ekor. Inilah yang membedakan dengan A. sandaracinos. Habitat: Biasa ditemukan didaerah karang dangkal dekat pantai namun ada juga di
daerah lereng karang dengan arus cukup kuat. Protandeus hermaprodit. Berpasangan dan monogami. Setipa anemone dengan satu betina lebih besar dan pejantan fungsional yang lebih kecil. Jantan mengalami perubahan jenis kelamin juvenile berkembang menjadi jantan fungsional. Biasa berasosiasi dengan jenis anemone: Heteractis magnifica dan Stichodactyla mertensii. Range kedalaman 3-25 m. Distribusi: Indo-west pasifik (Afrika timur, Madagaskar, Kep.Comoro, Seychelles, Laut Andaman, Sumatra, Jawa) Tipe pemakan: Bentik alga dan zooplankton (omnivora)

Amphiprion ephippium Saddle anemonefish Nama Umum: Giro tompel (aceh), tompel Jakarta (Jakarta) Ciri-ciri:
Panjang max 14 cm (TL), badan oranye kemerahan dengan spot hitam besar di badan bagian belakang. Juvenil tidak memiliki spot hitam tapi memiliki garis putih memanjang hanya di belakang kepala.

Habitat:
179 Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan

Didaerah karang dangkal dengan perairan agak keruh dan teluk yang tertutup dimana kecerahan berkurang. Biasa ditemukan sepasang. Berasosiasi dengan anemon: Entacmaea quadricolor and Heteractis crispa .Range kedalaman 1-15 m.

Distribusi:
Samudra Hindia timur: Laut Andaman, Kep. Nicobar, Thailand, Malaysia, Sumatra dan Jawa di Indonesia.

Tipe pemakan:
Zooplankton dan bentik alga

Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan

Jawa Tengah kepala. Distribusi: Indo-west Pasifik (Asia tenggara.180 Premnas biaculeatus Foto by Fakhrizal Setiawan Spinecheek anemonfish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 17 cm (TL).Solomon. Jantan ukurannya lebih kecil dari betina Habitat: Daerah laguna dan karang yang terlindung. Australia) Tipe pemakan: Zooplankton dan alga bentik / Omnivora . Range kedalaman 1-16 m. Kep. memiliki tulang belakang yang menonjol di bagian Lokasi foto: TN Karimunjawa. juvenile dan jantan merah cerah sedang betina merah hati. Berasosiasi dengan anemone Entacmaea quadricolor. Biasa ditemukan berpasangan .Vanwatu.

Range kedalaman 3 .45 m. Ryukyu. Kep. Juvenile biasa ditemukan dalam kelompok kecil di dekat gorgonian atau karang hitam. 181 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Badan kuning oval. laguna dan karang terjal berarus. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .Amblyglyphidodon aureus Golden damselfish Nama Umum: Betok kuning Ciri-ciri: Panjang max 13 cm (TL). Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Pasifik barat(Laut Andaman dan Pulau Christmas . dewasa bagian kepala agak keunguan sedikit. New Caledonia) Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: TN Karimunjawa. Habitat: Hidup didaerah lereng karang. Biasa berada dekat dengan Gorgonian /kipas laut dimana mereka meletakan telurnya.Fiji.

Distribusi: Lokasi foto: TN Karimunjawa. Biasa berada dekat koloni karang besar. Range kedalaman 0 .Amblyglyphidodon batunai Batuna damselfish Nama Umum: Betok perak Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL). Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Indo-west Pasifik (Maldives dan Indonesia) 182 Tipe pemakan: Belum diketahui Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .12 m. Badan perak kehijauan. Habitat: Daerah laguna dan karang dangkal. Biasa ditemukan soliter atau berpasangan di atas karang.

sirip duri Anal: 2. larva Crustacea. duri dorsal (total): 13. Distribusi: Indo-west Pasifik Tipe pemakan: Copepoda. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . mysids. Range kedalaman 2-45 m. sirip lunak dorsal (total): 12-13.Amblyglyphidodon leucogaster Yellowbelly damselfish Nama Umum: Betok perut kuning Ciri-ciri: Panjang max 13 cm (TL). Soliter atau dalam kelompok kecil. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 183 Mendiami lagunakarang dan lereng karang. Sirip lunak anal: 12-14. telur ikan. Variasi warna tergantung geofrafis. amphipods. Populasi di Indonesia umumnya dengan perut kuningoranye . dan sebagian kecil dari alga /Omnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. Habitat: Lokasi foto: TN Karimunjawa.

selatan GBR) Tipe pemakan: Zooplankton dan filamentous alga Lokasi foto: TN Karimunjawa. Malaysia . Utara kep.Ryukyu . memiliki beberpa variasi geografis.Samoa dan Tonga. Populasi di Indonesia berwarna hijau dengan garis kehitaman saat dewasanya. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Daerah laguna dan lereng karang bagian luar. Juvenil sering terlihat dekat karang lunak jenis Sarcophyton dan Sinularia. Makan sering berkelompok didaerah karang.Amblyglyphidodon curacao Staghorn damselfish Nama Umum: Betok strip ijo Ciri-ciri: Panjang max 13 cm (TL). Papua berwarna lebih keperakan dengan garis kehijaun dengan range dari jepangAustralia timur. 184 Distribusi: Pasifik barat ( Rowley shoals.40 m. Range kedalaman 1 . Habitat: Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .

Abudefduf bengalensis Bengal sergeant Nama Umum: Ciri-ciri: Panjang max 17 cm (TL). Sangat territorial. ciri khasnya bentuk ekor cagak yang membulat dan berwarna redup. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Badan putih keabu-abuan. 185 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Habitat: Biasa ditemukan sendiri atau kelompok kecil di daerah laguna dan karang dangkal. Range kedalaman 1 . gastropoda dan krustacea kecil / Omnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Pasifik barat (Timur Samudra Hindia-Jepang dan Australia) Tipe pemakan: Alga.6 m. oval dengan 6-7 garis hitam.

sirip ekor berwarna kuning. badan abu-abu dengan 5 garis putih vertikal. New Britain. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Indo-Pasifik barat: Afrika timur. 186 Tipe pemakan: Bentik alga dan zooplankton Lokasi foto: Pulau Weh. Sumatra di Indonesia. Habitat: Didaerah karang berbatu serta lereng curam dengan arus dan gelombang sedang. Range kedalaman 1-12 m.Abudefduf notatus Yellowtail sergeant Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 17 cm (TL). Lokasi foto: Pulau Weh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . timur Papua New Guenia dan Jepang. Afrika selatan. Biasa ditemukan dalam schooling namun kadang soliter.

GBR Australia.Kep. Tipe pemakan: Bentik alga. Line dan French Polynesia. zoobnethos(bentik copepod). Habitat: Habitat didaerah laguna dan terumbu karang berbatu dangkal dengan gelombang sedang. Jepang . Sangat territorial. badan putih krem dengan 6-7 garis abu gelap.3 m. Range kedalaman 0 . Lokasi foto: Pulau Weh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . dan zooplankton. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 187 Distribusi: Indo-Pasifikc: Afrika timur .Abudefduf septemfasciatus Banded sergeant Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 23 cm (TL). Lokasi foto: Pulau Weh.

Range kedalaman 1 . Rapa). Kep.Abudefduf sexfasciatus Scissortail sergeant Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 16 cm (TL). Badan putih dan agak kehijaun saat dewasa dengan 5 garis hitam. Lord Howe dan Kep. Jawa Tengah Distribusi: Indo-Pasifik (laut merah. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .20 m. 188 Tipe pemakan: Zooplankton dan alga / omnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. Tuomoto. Habitat: Daerah pantai. Lokasi foto: TN Karimunjawa. karang berbatu dan trumbu karang yang baik. ciri khasnya adalah memiliki garis hitam di bagian cagak ekornya. Biasa berada di karang lunak dan koloni hydroid. Mozambique hingga Jepang.

alga bentik dan ikan kecil) Lokasi foto: Pulau Weh. rataan terumbu. zooplankton. hingga daerah pecah gelombang. Juvenil biasa di daerah pasut. zooplankton dan detritus 189 Lokasi foto: Pulau Weh. Jepang . cacing). Berkelompok. Abu-abu dengan 5 garis hitam atau biru tua vertikal. memijah dalam jumlah besar. Kadangkadang schooling. Pitcairn. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Abudefduf vaigiensis Indo-Pacific sergeant Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL). Tipe pemakan: Omnivora (zoobenthos.hawaidan Kep.Australia. Jantan menjaga telurnya. Habitat: Di daerah rataan trumbu hingga lereng karang serta daerah berbatu. Jepang . badan abu-abu dengan 5-6 garis gelap. moluska. Range kedalaman 0-3 m. Habitat: Didaerah laguna berbatu. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah an Afrika Timur .Abudefduf sordidus Blackspot sergeant Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 23 cm (TL). terdapat spot hitam di pangkal ekor atas dan dibagian bawah sirip dorsal halus. Tipe pemakan: Zoobenthos (bentik krustacea.French Polynesia. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah an Afrika Timur . sangat territorial.Australia. daerah kuning di badan atas.

Distribusi: Indo-west Pasifik (varian normal tersebar dari Singapura . Soliter dan teritorial. bagian badan atas dari kepala hingga tengah dorsal hijau kehitaman dengan batas kuning dan sebagian perut bawah dekat anal.12 m. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 190 Dischistodus melanotus Black-vent damsel Nama Umum: Betok susu Ciri-ciri: Panjang max 16 cm (TL). varian yang bagian dada agak kuning dari Papua .Dischistodus prosopotaenia Honey-head damsel Nama Umum: Betok susu Ciri-ciri: Panjang max 17 cm (TL). Habitat: Mendiami daerah berpasir di laguna dan terumbu karang.Sulawesi. Range kedalaman 1 . Habitat: Memilih di daerah pasir dan rubble di area laguna dan terumbu karang. Badan putih dengan bercak pink disekitar insang.12 m.timur Australia dan Vanuatu) Tipe pemakan: Omnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . badan hijau kecoklatan dengan garis putih besar. Distribusi: Pasifik barat Tipe pemakan: Alga bentik Lokasi foto: TN Karimunjawa. Range kedalaman 1 .

Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 191 Chrysiptera oxycephala Blue-spot demoiselle Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 9 cm (TL).range 1-16 m. pasir di daerah karang. Putih krem dengan 2-3 spot hitam agak memanjang. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Palau) Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: TN Karimunjawa. garis bpingk dengan batas biru di antara mata dan mulut. Habitat: Daerah patch reef. Didaerah laguna dan karang dangkal. Bagian depan kepala kehijaun.Dischistodus perspicillatus White damsel Nama Umum: Betok susu Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). Juv biru cerah yang hilang saat dewasa. dan padang lamun. Habitat: Biasa berkelompok dalam jumlah besar. Range kedalaman 1 . PNG. Garis abu-abu samar dari atas mulut ke mata. Distribusi: Indo-west Pasifik Tipe pemakan: Alga bentik dan detritus Lokasi foto: TN Karimunjawa.abu-abu kekuningan dengan banyak bintik biru di badan.10 m. laguna dangkal. Filipina. Distribusi: Western central Pasifik (Indonesia.

Distribusi: Pasifik Barat: Laut Andaman . Palau. rubble atau daerah karang berbatu dangkal.30 m.Fiji.Fiji.GBR Australia. Habitat: Di Daerah pantai karang beralga. Soliter atau kelompok kecil. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 192 Chrysiptera talboti Talbot's demoiselle Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 6 cm (TL).. Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Laut Merah dan Afrika Timur . Habitat: Didaerah kaya karang di laguna dalam dan lereng karang serta rubble. Spot hitam d belakang sirip dorsal. Range kedalaman 0 . Soliter. bagian kepala hingga tengah dorsal kuning sisa badan lainnya coklat keunguan. Tipe pemakan: Bentik Alga Lokasi foto: Pulau Weh.Chrysiptera unimaculata Onespot demoiselle Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL). sekitar sirip dada berwarna kuning dan spot hitam dikelilingi biru di bagian belakang sirip dorsal. Tipe pemakan: Bentik Alga dan zooplankton Lokasi foto: Pulau Weh. Tonga dan GBR Australia. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . badan abu gelap. range kedalaman 3-35 m. Jepang .

Chagos. Kep. Distribusi: Samudra Hindia (diketahui hanya di Pulau Weh) Tipe pemakan: Alga 193 Lokasi foto: Pulau Weh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Chromis dimidiata Chocolatedip chromis Nama Umum: Betok 1/2 Ciri-ciri: Panjang max 9 cm (TL). Maldives. Sisanya berwarna putih mulai dari sirip anal. Christmas serta Guam. Mauritius. Kenya.Chrysiptera sp. Tipe pemakan: Bentik alga dan zooplankton Lokasi foto: Pulau Weh. berkelompok di atas karang dan dilereng karang. bagian atas badan terdapat garis biru yang memangjang dari depan mata hingga pangkal sirip ekor. Sumatra dan P. badan kuning dengan bercak hitam dibagian pangkal belakang sirip dorsal. 1/2 sirip dorsal dan sirik caudal. Range kedalaman 1-36 m. Distribusi: Samudra Hindia: Laut Merah. kepala kuning dan warnanya memanjang hingga sirip dorsal belakang. Thailand. coklat gelap 1/2 dari kepala hingga badan depan. Reunion. Tanzania. Tinggal dekat dengan substrat. Habitat: karang dan batu berkarang di daerah dangkal hingga lereng karang. Laut Andaman. Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 7 cm (TL. Habitat: Di daerah laguna dan terumbu karang . Afsel.

Badan hijau kebiruan. dan bentik alga. New Caledonia. Biasa dijumpai kelompok besar di koloni karang bercabang. fitoplankton. laguna dan lereng karang.Chromis atripectoralis Foto by Fakhrizal Setiawan Black-axil chromis Nama Umum: Betok ijo / jae-jae Ciri-ciri: Panjang max 12 cm (TL). Jepang. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Distribusi: Indo Pasifik Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: TN Karimunjawa. Habitat: Dearah karang dangkal. Habitat: Berkelompok di Acropora bercabang.French Polynesia. Lokasi foto: Pulau Weh. warna Hijau pucat hingga biru terang. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah . Tipe pemakan: Zooplankton. daerah laguna dan karang dangkal. Jawa Tengah 194 Chromis viridis Blue green damselfish Nama Umum: Betok ijo / jae-jae Ciri-ciri: Panjang max 8 cm (TL). ekor cagak dan sangat mirip dengan C. Range kedalaman 1-29 m. Range 0-12 m. Jantan yang bersarang berwarna kuning. viridis hanya dibedakan dengan spot hitam dipangkal sirip dadanya.

Distribusi: Indo-Pasifik: laut Merah dan Afrika timur . Kep. anal dan cagak caudal hitam. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Distribusi: Pasifik barat Tipe pemakan: Zooplankton dan alga bentik Lokasi foto: TN Karimunjawa. coklat dengan warna pudar dibagian bawah perut. Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: Pulau Weh. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 195 Chromis ternatensis Ternate chromis Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL).Samoa dan Tonga. Habitat: Schooling di atas karang bercabang di daerah laguna hingga lereng karang yang jernih. coklat cerah dengan ujung sirip dorsal.Ryukyu.Chromis atripes Dark-fin chromis Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 9 cm (TL). Range kedalaman 2-40 m. Habitat: Daerah karang yang sehat dan lereng karang. New Caledonia. Range kedlaman 3 36 m. Garis hitam di bagian cagak ekor merupakan ciri khasnya.

sirip ekor dan anal. Range kedlaman 2-30 m. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 196 Pomacentrus auriventris Goldbelly damsel Nama Umum: blu kuning Ciri-ciri: Panjang max 7 cm (TL).Chrysiptera springeri Springer's demoiselle Nama Umum: Betok neon Ciri-ciri: Panjang max 6 cm (TL).Indonesia.cymatilis. mirip dengan C. Pulau Christmas) Lokasi foto: TN Karimunjawa. kepala biru neon dan badan atas juga. Biasa kelompok kecil didasar. Habitat: Daerah karang. dengan bercak hitam dibagian atas kepala. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Tipe pemakan: belum diketahui . Distribusi: Western Central Pacific (Micronesia . Range kedalaman 2-15 m. pasir dengan alga. Habitat: Habitat karang yang sehat dan laguna. Distribusi: Pasifik barat (Indonesia-Filipina) Tipe pemakan: Zooplankton dan alga bentik Lokasi foto: TN Karimunjawa. Kuning badan bawah. biasa berada dikoloni Acropora bercabang.

Range kedalaman 2-35 m. Habitat: Biasa ditemukan didaerah karang. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Range kedalaman 1-20 m.Chrysiptera rolandi Rolland's demoiselle Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 7.5 cm (TL). Distribusi: Indo-west Pasifik Tipe pemakan: Alga Lokasi foto: TN Karimunjawa. Distribusi: Samudra Hinia timur dan Pasifik barat Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: TN Karimunjawa. Habitat: karang dari dangkal hingga lereng karang. laguna. kepala abu-abu. Juv pink cerah. Bagian atas badan krem kecoklatan. Badan bawah putih krem. umumnya badan bagian kepala kebawah hingga belakang dorsal gelap dan bagian bawahnya putih krem. warna bervariasi. karang dengan rubble. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 197 Chrysiptera rex King demoiselle Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 7 cm (TL).

Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Distribusi: Samudra Pasifik. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Dascyllus reticulatus Reticulate dascyllus Nama Umum: Dakocan putih Ciri-ciri: Panjang max 9 cm (TL). territorial (terutama saat memijah). depan mata putih. Jepang-Australia) Tipe pemakan: Zooplankton.marquesan dan Kep. Berkeloompok di karang bercabang dan menjari. Range 1-50 m. bagian atas dorsal hitam. berkelompok diatas karang bercabang. Bagian kepala coklat dengan garis hitam dibelakangnya. Habitat: Biasa dilaguna dangkal dan karang dangkal. dasar putih denga 3 garis hitam. ekor transparan. Range 0-20 m. sisip perut hitam. carneus. Distribusi: Indo-west Pasifik (Laut merah. Samudra Hindia diganti oleh D.Dascyllus aruanus Whitetail dascyllus Nama Umum: Dakocan belang Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL). zoobenthos dan alga bentik Lokasi foto: TN Karimunjawa. garis hitam di belakang vertikal dari dorsal ke anal. Tipe pemakan: Zooplankton. badan krem kecoklatan. Habitat: Biasa didaerah laguna dan karang. Afrika timurline. Tuamoto. bentik invertebrate dan alga 198 Lokasi foto: Pulau Weh.

Tipe pemakan: Zooplankton. north to southern Japan. dewasa spot dorsal putih samar dan yang di kepala hilang. badan hitam. Range kedalaman 1-55 m. Lokasi foto: TN Karimunjawa. juv ada spot putih dai kepala dan di badan atas. south to Sydney. Australia. Habitat: Daerah karang dan karang berbatu. biasa juga di anemone. sela-sela bulubabi dan karang bercabang. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 199 Dascyllus trimaculatus Threespot dascyllus Nama Umum: Dakocan item Ciri-ciri: Panjang max 14 cm (TL). Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . sirip hitamkecuali transparan sirip dada dan belakang dorsal. Distribusi: Indo-Pacific: Red Sea and East Africa to the Line and Pitcairn islands. Not found in the Hawaiian and Marquesan islands.Lokasi foto: TN Karimunjawa.

200 Tipe pemakan: Alga. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Ada 2 bentuk (yang hitam ekor cagak dari Laut Andaman-Bali – Jepang) dan (Pasifik barat). Juvenil berwarna kuning dengan 2 garis hitam memanjang. Habitat: Daerah karang yang sehat di laguna dan lereng karang. tunikata pelagis / Omnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. Soliter. Yuang keduanya bercampur di Bali.Neoglyphidodon nigroris Black-and-gold chromis Nama Umum: Manukan Ciri-ciri: Panjang max 13 cm (TL). Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . krustacea kecil. Range 2-23 m. Dewasa warna kuning diganti hitam dengan 2 garis vertikal di katup insang.

Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Juvenile memiliki spot hitam di dorsalnya dibelakang garis putih di tengah badan. Range kedalaman 0-6 m.Australia. batu dan pasir. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Afrika Temur . dewasa biasa di area agak dalam. Dewasa cokalt gelap dengan garis putih lebar di tenagah badannya. Jepang . Tipe pemakan: Alga bentik Lokasi foto: Pulau Weh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 201 Mendiami daerah reef crest dan daerah karang dangkal. Habitat: Lokasi foto: Pulau Weh.Plectroglyphidodon leucozonus Singlebar devil Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 12 cm (TL). Juvenile juga biasa ditemukan di teluk yang terlindung. Juvenil suka berada di zona intertidal di reef crest.Marshall dan Kep. Pitcairn.

Kep. Australia. Dalam kelompok kecil di daerah sub-tidal. Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: Pulau Weh. Distribusi: Western central Pasifik ( Filipina selatan-Indonesia. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 202 Neopomacentrus azysron Yellowtail demoiselle Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 8 cm (TL). Taiwan.Kep. karang dangkal. Range kedalaman 1 . anal dan sirip ekor kuning. Solomon-New Caledonia) Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: TN Karimunjawa.Neopomacentrus anabatoides Silver demoiselle Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 10. schooling dalam jumlah besar di ddekat koloni besar karang bercabang. Habitat: Daerah laguna. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan .abu-abu hijau kebiruan dengan sirip belakang dorsal. Garis hitam di cagak ekor. Range 2-15 m. Habitat: Di daerah lereng karang dan alur karang yang lebih dalam. PNG dan Kep. Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Afrika Timur . Spot hitam dipangkal sirip dada serta di operculum atas. warna hijau metalik dengan spot biru kecil dekat katup insang atas.5 cm (TL). Indo-Malay dan Vanuatu. Solomon.12 m.

New Britain dan Kep. Badan coklat gelap. Australia barat. pantai berkarang di daerah banyak alga dengan substrat karang becabang. Habitat: Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 203 Biasa dijumpai di daerah laguna yang terlindung. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . China. Juvenil berwarna kuning oranye di bagian perut dan coklat di punggungnya dengan banyak garis biru dan spot di muka dan bagian belakang. Range kedalaman 1-20 m. Philippines.Hemiglyphidodon plagiometopon Lagoon damselfish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). New Guinea. Laut Timor (Ashmore Reef). Solomon) Tipe pemakan: Alga Lokasi foto: TN Karimunjawa. Distribusi: Pasifik barat( Thailand (Phuket). bagian kepala coklat terang dengan gradasi coklat gelap di belakangnya. Great Barrier Reef. Indonesia.

Putih krem dari sirip ekor hingga pangkal ekor.Marshal dan Kep.Australia. Range kedalaman 1-40 m. jepang . serta daerah campuran dengan rubble dan karang mati.Australia. Society. zoobenthos. Badan coklat dengan pangkal sirip ekor dan ekor putih yang dibatasi dengan garis hitam didepannya. ikan kecil Lokasi foto: Pulau Weh. alga bentik. Umumnya berasosiasi dengan Acropora dan Pocillopora. Jepang . di laguan jernih. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Afrika Timur . Tipe pemakan: Bentik alga. fitoplankton dan bentik invertebrata.Plectroglyphidodon dicki Blackbar devil Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 11 cm (TL). dan lereng karang. Habitat: Didaerah laguna dan terumbu karang jernih. . Lokasi foto: Pulau Weh. Range kedalaman 115 m. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Habitat: IDi daerah Karang yang sehat. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 204 Plectroglyphidodon lacrymatus Whitespotted devil Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL). Badan coklat dengan banyak bintik biru terang. Tipe pemakan: Detritus. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur French Polynesia.

.Kep. Kep. Habitat: Daerah laguna dan terumbu karang dengan banyak rubble.5 cm (TL). Distribusi: Western Central Pacific (Filipina. Ryukyu. utara Kep. Habitat: Mendiami daerah berpasir di laguna dan pantai berkarang. Range kedalaman 1-16 m. badan berwarna coklat gelap dengan ciri khasnya spot kuning di bagian sirip lembut dorsal belakangnya.Pomacentrus burroughi Burrough's damsel Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 8. Indonesia. Spot berangsur menghilang saat dewasa. Punggung berwarna kuning dari mulut hinnga dorsal belakang. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .Solomon. Badan coklat abu-abu dengan sirip ekor putih. Juvenile berwarna abu kebiruan dengan spot hitam di dorsal. PNG. Range kedalaman 0-3 m. dan Palau) Tipe pemakan: Alga bentik / herbivora 205 Lokasi foto: TN Karimunjawa. selatan New Caledonia) Tipe pemakan: Alga/ herbivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. Distribusi: Pasifik barat (Pulau Christmas. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Pomacentrus chrysurus Whitetail damsel Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 9 cm (TL). Solomon.

Range kedalam 2-40 m. warna badan bervariasi. New Caledonia. Tonga) Tipe pemakan: Alga dan zooplankton . karang. daerah pasir/batu di karang. Juv berwarna kuning dan biru diatasnya dengan spot hitam di belakang dorsal yang menghilang saat dewasa. umumnya kuning cerah . Juvenile bagian atas badan agak kebiruan dengan spot hitam di dorsal belakang. Distribusi: Pasifik barat (Indonesia. Habitat: Daerah laguna. abu-abu kecoklatan dengan spot biru di katup insang atas.Pomacentrus cuneatus Wedgespot damsel Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 9 cm (TL). Garis tipis dibagian dorsal atas. Distribusi: Pasifik barat( Indonesia-Vanuatu. Thailand) Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 206 Lokasi foto: TN Karimunjawa dan TN Komodo Pomacentrus amboinensis Foto by Fakhrizal Setiawan Ambon damsel Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL). Habitat: Daerah terumbu karang dan biasa bersama jenis lain sehingga sulit teridentifikasi. Range 1-15 m. Malaysia.

telur ikan. Kep.Soluter/kelompok. Kep. Habitat: Laguna.Fiji. badan kuning dengan batas sirip anal berwarna hitam. Range 1-60 m. Abu-abu merata dengan spot hitam dipangkal sirip Lokasi foto: TN Karimunjawa. karang dangkal hingga dalam. copepoda. Range 1-14 m. Jawa Tengah dada/pectoral Habitat: Daerah laguna. gastropoda kecil / omnivora .Pomacentrus moluccensis Lemon damsel Lokasi foto: TN Karimunjawa. Ryukyu).Lord Howe.Tonga. Tipe pemakan: Alga. Distribusi: Pasifik barat (Laut Andaman . remis/bernacle. P. Distribusi: Pasifik barat (Indonesia-Taiwan.Ryukyu. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 9 cm (TL). Tipe pemakan: Alga dan krustacea planktonic 207 Pomacentrus alexanderae Foto by Fakhrizal Setiawan Alexander's damsel Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 9 cm (TL). terumbu karang dengan banyak karang bercabang.

Range 1-12 m. Distribusi: Indo-West Pacific (Maldives . Biasa sendiri/berkelompok kecil. Perubahan warna terjadi pada ukuran 5-6 cm. zoobenthos.Fiji. Tonga. Habitat: Daerah laguna. Spot hitam di pangkal sirip dada/ pectoral. zooplankton Lokasi foto: TN Karimunjawa. Soliter/berpasangan.range kedalaman 1-12 m. ujung dorsal dan anal kuning tua. karang drop-off.Pomacentrus philippinus Philippine damsel Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (FL). juvenil badan biru terang dengan garis kuning besar dari mulut hingggasirip dorsal serta sirip perut dan anal ujungnya biru kehitaman. Dewasa hitam kebiruan. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Neoglyphidodon melas (Juvenil) Bowtie damselfish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). New Caledonia.Rowley Shoals. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Habitat: Juv di karang bercabang. Distribusi: Indo-west Pasifik Tipe pemakan: Bentik alga.badan biru ungu kehitaman dengan warna ekor. Ryukyu) Tipe pemakan: Bentik alga dan zooplankton 208 Lokasi foto: TN Karimunjawa. dewasa laguna– lereng karang. utara Kep. lereng karang.

209 .

PRIACANTHIDAE Priacanthus hamrur Moontail bullseye Nama Umum: lkan Mata belo Ciri-ciri: Panjang max 45 cm (TL). Range kedalaman 5250 m. Distribusi: Indo-Pasifik (Laut merah dan selatan Afrika . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Namun di aceh ditemukan dikedalaman dangakal. Mata merah besar yang menjadi ciri khasnya serta ekor cagak yang membentuk seperti bulan sabit. warna merah namun kadang ada juga yang perak kemerahan dengan 15 spot hitam sepanjang gurat sisi. Jepang. Australia) Tipe pemakan: Ikan dan zoobenthos / carnivora Lokasi foto: TN Pulau Weh. Kadang ditemukan di lautan samudra. 210 Habitat: Lokasi foto: TN Pulau Weh.French Polynesia. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Jarang ditemukan didaerah dangakal di karang.

211 .

Distribusi: Indonesia. hidup soliter. 212 Habitat: Biasa ditemukan berada dipasir atau rubble di daerah karang. Filipina dan PNG Tipe pemakan: Belum diketahui Lokasi foto: TN Komodo. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Ikan baracuda Pseudochromis perspicillatus Southeast Asian blackstripe dottyback Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang total 12 cm (TL). Range kedalaman 3 . Keduanya punya pola garis hitam yang melengkung dari mulut hingga punggung.PSEUDOCHROMIDAE Baracuda fish. Varian yang merah memiliki pola titik putih kuning memanjang mengikuti pola lengkungan garis hitam. terdapat 2 variasi satu coklat merah dan satunya putih.27 m.

Distribusi: Eastern Indo-West Pasifik (timur Indonesia) Tipe pemakan: Belum diketahui . Ujung sirip dorsal dan ventral biru terang. Ditemukan di daerah laguna dan karang yang mengarah ke laut dan daerah curam di terumbu karang. Mulut kuning muda. warna dasar badan abu-abu dengan spot kuning yang berantai membentuk strip dibadan. terdapat garis hitam melewati mata. Maluku Utara Pseudochromis splendens Foto by Tasrif Kartawijaya Splendid dottyback Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 13 cm (TL).213 Lokasi foto: Kep. Ekor kuning. Suka dijumpai dekat dengan spong dan karang.Kayoa. Habitat: Umumnya soliter namun kadang berpasangan. Range kedalaman 5-40 m.

Range kedalaman 2 . varian ini memiliki ciri badan hijau kekuningan dengan 10 garis hijau tipis. sirip dorsal. Sabah dan Filipina 214 Tipe pemakan: Ikan kecil / Carnivora Lokasi foto: TN Komodo.Labricanus cyclophthalmus Fire-tail devil Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 22 cm (TL). NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . anal dan caudal merah. garis kuning vertikal . Habitat: Biasa terlihat berlindung dicelah batu/ karang. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Indonesia. memiliki 3 varian warna. Soliter tau berpasangan.20m. Lokasi foto: TN Komodo. Sudah dapat ditangkarkan.

215 .

secara bertahap menjadi seragam hijau gelap saat dewasa. Biasanya dalam kelompok kecil. GBR dan New Caledonia) Tipe pemakan: Memakan alga bentik dan alga di karang dan juga kerang-kerangan Lokasi foto: Kep. dewasa di luar laguna dan terumbu ke arah laut hingga kedalaman minimal 30 m. tidak seperti ikan kakatua umumnya. Ikan Kakatua Bolbometopon muricatum Green humphead parrotfish Nama Umum: Kakatua besar Ciri-ciri: Panjang max 130 cm (TL).Line. dan memiliki permukaan luar nodular untuk paruhnya yang besar . Fase utama adalah kusam abu-abu dengan bintik-bintik putih tersebar.SCARIDAE Parot fish. memiliki profil kepala menonjol yang berubah hijau menjadi merah muda.Kayoa. Tidur di gua-gua dan sering ditemukan di bangkai kapal di malam hari Distribusi: Indo-Pasifik (Laut merah dan Afrika timur . Kep. Yaeyama dan Wake. jenis terbesar dari varies kakaktua. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Habitat: Juvenil ditemukan di laguna.Samoa dan kep. 216 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Maluku Utara Foto by Tasrif Katriwijaya .

Ryukyu. Distribusi: Samudra Pasifik (Indonesia. Line dan Pitcairn. coklat kehijauan. Lord howe dan P. Rottnest.Chlorurus microrhinos Steephead parrots Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 70 cm (TL). Garis biru memanjang di belakang mulut jantan dewasa dibawahnya putih kebiruan. P.Kep. Range kedalaman 1-35 m. Jenis yang jarang berwarnacokelat kekuningan seragam. dewasa biasa berkelompok. juvenile umumnya soliter. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 217 Habitat: Biasa ditemukan didaerah laguna dan terumbu karang. Ekor berbentuk sabit. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Jantan menonjol dibagian dahinya. P. Filipina. Kep. Rapa) Tipe pemakan: Herbivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. perlahanlahan menjadi biru sesuai usia. juvenil sekitar 8 cm hitam putih dengan beberapa garis-garis horizontal. Ukuran lebih besar sampai sekitar 20 cm seragam gelap.

Scarus ghoban (Inisial fase) Blue-barred parrotfish Common name: Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 90 cm (TL). Dewasa bdan hikau dengan banyak spot pink di wajah. laguna. Dewasa dasar kuning dengan bagian atasnya biru kehijauan dan sekitar mulutnya. Izu. mengalami perubahan warna selama pertumbuhannya. dewasa membentuk harem. juv badan putih dengan bagian kepala antara mata dan insang merah juga di ujung ekor. Distribusi: Indo-Pasifik (Laut merah-Tuamoto. Range kedalaman 3-36 m. Kuning-kuning oranye dengan garis biru dibadan (4-5 garis). Dewasa. GBR) Tipe pemakan: Alga bentik Lokasi foto: TN Komodo. karang. P. Habitat: Laguna dan karang. dorsal terdapat spot hitam dikelilingi merah. atol dan daerah curam di lereng karang. cagak ekor dan disekitar wajah (IP). Territorial. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Cetoscarus bicolor (Juvenil fase) Bicolour parrotfish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 90 cm (TL). Habitat: Juvenil di daerah laguna. Juv soliter. range 1-30 m. Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Alga di karang / herbivora 218 Lokasi foto: TN Karimunjawa.

Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Habitat: Daerah kaya karang di laguna. Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Alga bentik Lokasi foto: TN Karimunjawa. Hindia cenderung fase kemerahan. ada perbedaan warna antara Pasifik dan Hindia. Range kedalaman 050 m. mengalami perubahan warna saat pertumbuhan.Chlorurus sordidus Daisy parrotfish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). juvenile dikenali dari binti-bintik hitam kembar pada ekornya. Habitat: Daerah laguna. rubble hinga karang yang sehat. Range kedalaman 0-15 m. Dewasa ciri khasnya di pangkal ekor yang berwarna lebih terang. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 219 Scarus niger Dusky parrotfish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Alga bentik Lokasi foto: TN Karimunjawa. pantai dan lereng karang luar.Pasifik lebih monokromatik. Umumnya soliter. juvenile berkelompok.

ciri utamanya adalah hijau stabilo pada bagian atas pangkal ekornya. Distribusi: Indo-West Pasifik (IndiaVanuatu.Ryukyu. Range kedalaman 2-18 m. utara Kep. badan berwarna pingk di bagian perut dan dibagian atas kehijauan. Habitat: Daerah kaya karang di pantai hingga lereng. Soliter atau berkelompok kecil. selatan New Caledonia. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .Scarus quoyi Quoy's parrotfish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). Palau di Micronesia) 220 Tipe pemakan: Alga bentik Lokasi foto: TN Karimunjawa.

221 .

Sembunyi sepanjang siang dan aktif malam hari. Habitat: Daerah laguna dan terumbu karang. Sepasang tentakel diatas mata memanjang. scorpion fish / Ikan lepu 222 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Range kedalaman 2-50 m. Queensland) Tipe pemakan: Krustacea / zoobenthos . 1/2 biting (perdagangan) Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL). badan kemerahan dengan garis lebih gelap. Jepang-Australia. Jawa Tengah Pterois antennata Foto by Fakhrizal Setiawan Broadbarred firefish Nama Umum: Lepu ayam.SCORPAENIDAE Lion fish. Distribusi: Indo-Pasifik (Afrika timur-Kep Marquesan. Sirip dada termodifikasi dengan tulang sirip memanjang seperti tali dengan spot biru di tiap ruasnya.

Duri dorsal sangat berbisa Habitat: Daerah laguna. pantai dan karang. kadang hampir hitam di daerah estuaria. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 223 Pterois muricata Indian lionfish Nama Umum: Lepu ayam Ciri-ciri: Panjang max 35 cm (TL). Siang hari bersembunyi dari matahari dan aktif malam hari (nokturnal). Range kedalaman 2-50 m. Species pantai umumnya lebih gelap. cokelat kemerahan dengan banyak garis gelap tipis pada tubuh dan kepala. laut Andaman . Distribusi: Samudra Pasifik Tipe pemakan: Ikan kecil dan zoobenthos / carnivora Lokasi foto: Pulau Weh.Sumatra) Tipe pemakan: Carnivora Lokasi foto: Pulau Weh. pantai keruh dan karang. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Dewasa memiliki sebuah duri kecil di sepanjang pipi dan bintik-bintik kecil di sirip median Habitat: Daerah laguna. bervariasi dalam warna umumnya disesuaikan dengan habitat.Range kedalaman 2-55 m. Distribusi: Samudra Hindia ( Laut merah. Umumnya ditemukan sembunyi dengan posisi menempel terbalik .Pterois volitans Red lionfish Nama Umum: Lepu ayam politan Ciri-ciri: Panjang max 38 cm (TL).

Mariana.Kep. Palau dan Guam (Micronesia)) Tipe pemakan: Ikan kecil dan invertebrate bentik / Carnivora Lokasi foto: Pulau Weh. Duri dorsal beracun.Scorpaenopsis oxycephala Tassled scorpionfish Nama Umum: Lepu Batu Ciri-ciri: Panjang max 36 cm (TL). Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Bentuk serta warnanya sangat mendukung dalam penyamaran untuk menyergap mangsanya. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Indo-west Pasifik (laut merah. Habitat: Habitat daerah karang yang jernih serta habitat campuran karang dan batu. 224 Distribusi: Lokasi foto: Pulau Weh. Afrika selatan . utara Taiwan. Mulut yang agak panjang berwarna lebih cerah dari badannya. Terdapat kulit dibawah mulutnya seperti jenggot berwarna oranye kemerahan. Memiliki banyak variasi warna dan pola.

Scorpaenopsis macrochir Flasher scorpionfish Nama Umum: lepu tembaga Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL). Lokasi foto: Pulau Weh.Tidak ada bercak hitam hampir sama besar dengan mata di permukaan bagian dalam sirip dada. moncong yang relatif pendek. Biasanya mengubur diri dalam substrat pasir atau berkamuflase di rubble untuk menjebak mangsa. punuk di punggung kurang jelas terlihat. Indonesia. Tulang hidung tunggal. Tanda segitiga hitam sempit di dalam mulut di depan rahang atas gigi belakang. Marquesan dan Society.Kep. selatan Rowley shoals. Filipina . Tongan dan Micronesia) Tipe pemakan: Carnivora Lokasi foto: Pulau Weh. mata relatif besar. Duri dorsal dapat menyuntikkan bias/racun yang bersumber dari kelenjar di bawah duri dorsalnya. Aceh Foto by Yudi Herdiana . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Samudra Pasifik (Australia. 225 Habitat: Biasa dijumpai di daerah campuran pasir dan rubble di rataan terumbu dan laguna dangkal. garis lebih coklat di permukaan sirip dada bagian dalam. Range kedalaman 1-75 m.

226 .

Selatan Australia) Tipe pemakan: Zooplankton . protogynous hermaprodit.SERRANIDAE Anthias. Ikan kerapu 227 Lokasi foto: Pulau Weh dan Komodo Pseudanthias squamipinnis (Sub family Foto by Fakhrizal Setiawan Anthiniae) Scalefin Anthias Nama Umum: lkan Antias Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL). Grouper fish. Distribusi: Indo-West Pasifik ( Laut merah dan natal. Pejantan sangat territorial dan memiliki harem. Afrika selatan . betinaoranye dengan garis kuning dan ungu memanjang dari belakang mata hingga katup insang dekat sirip. utara Jepang. Range kedalaman 2-20 m. terdapat beberapa variasi warna baik jantan maupun betina. Berkelompok dalam jumlah yang banyak. Jantan merah kekuningan dan hijau dengan sirip merah dengan spot ungu.Niue. Habitat: Biasa ditemukan diatas koloni karang di daerah laguna dan lereng karang.

Distribusi: Indo-Pasifik ( Laut merah-Mozambik. Phoenix. Kemungkinan pulau-pulau di Samudra Hindia) Tipe pemakan: Ikan dan krustacea / carnivora .228 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Anyperodon leucogramicus Foto by Fakhrizal Setiawan Slender grouper Nama Umum: Kerapu sunu Ciri-ciri: Panjang max 65 cm (TL). selatan Australia. juvenile memiliki warna biru dengan garis oranye kemerahan dan 10-12 spot hitam di ekornya. Utara Jepang. Dewasa badan abu kehijaun denngan spot merah tersebar di badan. timur Kep. Range kedalaman 1-60 m. Sirip ekor dabelakang dorsal kuning. Habitat: Daerah kaya karang dan jernih di laguna dan terumbu karang.

229 Lokasi foto: Pulau Weh. Aceh Cephalopholis argus Foto by Fakhrizal Setiawan Peacock hind Nama Umum: kerapu Ciri-ciri: Panjang max 60 cm (TL).French Polynesia dan Kep. Spot biru terang di seluruh badan. Durban.Lord Howe. Australia dan P. Afsel . cacing). udang. badan coklat dengan 5-6 garis coklat redup. Tipe pemakan: Carnivore ( ikan.Ogasawara. sirip ekor. Kep. dada perut dan ujung anal dan dorsal biru gelap dengan spot biru terang. kepiting. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah.Pitcairn. Range kedalaman 1-40 m. . Juvenile lebih menyukai perairan dangkal dan terlindung dengan bersembunyi di karang.Ryukyu dan Kep . Habitat: Biasa dijumpai di berbagai variasi habitat terumbu karang.

Di habitat rubble. Comoro. dan bentik krustacea) Lokasi foto: TN Karimunjawa. Lokasi foto: TN Karimunjawa.selatan Mozambique Aldabra.Cephalopholis boenak Chocolate hind Nama Umum: Kerapu karet Ciri-ciri: Panjang max 30 cm (TL). Jawa Tengah Foto by Rian Prasetia . Palau. Sering terlihat soliter dan berpasangan saat memijah. Laut Andaman.64 m. Diandric protogenynous hermaphrodite. Madagascar. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 230 Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Kenya . anal dan pojok caudal hitam dengan ujung kebiruan. coklat kehijauan dengan 7-8 garis vertikal samar-samar di badan. Range kedalaman 1 . Habitat: Umumnya di daerah pesisir. karang yang agak keruh. Sirip coklat dengan ujung di sirip dorsal. Tipe pemakan: Carnivora (ikan . Indonesia.

New Britain dan Kep.231 Cephalopholis cyanostigma Foto by Fakhrizal Setiawan Bluespotted hind Nama Umum: l Ciri-ciri: panjang max 40 cm (TL). dan karah yang sehat. Ukuran 9 cm . mulai muncul spot biru di badan dan kuning berkurang. dada dan ekor kuning terang. Solomon. Distribusi: Pasifik Barat: Filipina . padang lamun. Habitat: daerah karang dangkal yang terlindung. badan terdapat garis coklat samar 4-5 baris. Range kedalaman 1-50 m.Australia. Dewasa coklat kemerahan ditutupi spot biru. Juvenil coklat gelap dengan sirip dorsal. Tipe pemakan: Carnivora (bentik krustacea dan ikan) Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah . anal. Palau.

Lokasi foto: Lembeh. Timur Samudra Hindia: Kep. Tipe pemakan: Ikan kecil (Carnivora) dan krustacea Lokasi foto: Lembeh. Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya 232 Distribusi: Pasifik Barat: Selatan Jepang Palau.Broome di barat Australia.Cromileptes altivelis Humpback grouper Nama Umum: Kerapu bebek Ciri-ciri: Panjang max 70 cm (TL). Nicobar . Pertumbuhan sangat lambat. Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya . mudah dikenali dari bentuk kepala yang kecil mengkerucut. Guam. Juga ditemukan di sekitar terumbu karang dan di kolam pasang surut. Habitat: Umumnya mendiami laguna dan karangterumbu ke arah laut serta daerah keruh. badan putih krem kehijaun dengan spot hitam kecoklatan menyebar di seluruh badan hingga ke siripsiripnya. New Caledonia dan selatan Queensland di Australia.

Cephalopholis miniata Coral hind Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 45 cm (TL). Range kedalaman 6 . dinding karang yang banyak terdapat goa. Membentuk harem dengan 2-12 betina. dan daerah jernih di karang. Line. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah .150 m. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 233 Biasa di temukan di daerah karang pesisir.Durban dan Kep. Habitat: Lokasi foto: Pulau Weh. Juvenil kuning dengan spot biru samar. Saat remaja memiliki garis yang mirip dengan C. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan .merah gelap dengan bintik biru terang di badan serta sirip kecuali sisip dada. badan oranye kemerahan . termasuk pulau-pulau di Samudra Hindia dan barat-timur Pasifik Tipe pemakan: Carnivora (bentik krustacea dan ikan) Lokasi foto: Pulau Weh. sexmaculata dan dibedakan dari spot dimulutnya yang beralur biru.

badan oranye kemerahan. Kep. soliter.Cephalopholis spiloparaea Strawberry hind Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 30 cm (TL). Komodo.French Polynesia dan Kep. Pitcairn.Ryukyu GBR Australia. 234 Distribusi: Indo-Pasifik: Pinda. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Habitat: Biasa dijumpai di perairan karang agak dalam. (atau sebagai Cephalopholis analis.108 m. Range kedalaman 6 . NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Kadang salah identifikasi dengan Cephalopholis aurantia. Mozambique (15°S) . a junior synonym of Cephalopholis aurantia) Lokasi foto: Pulau Weh. kadang terlihat banyak bercak kemerahan dibadan. Tipe pemakan: Carnivora Lokasi foto: TN. Ciri khasnya terdapat garis biru melingkar mengikuti kontur ekor diujung sirip ekor.

Habitat: Habitat di daerah berbatu atau karang yang subur di laguna atau di lereng karang. Afrika Selatan . Juvenil di daerah pasang surut. Aceh Epinephelus coeruleopunctatus Foto by Fakhrizal Setiawan Whitespotted grouper Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 76 cm (TL). Epinephelus summana.Timur London. Badan coklat gelap dengan spot dan bercak putih yang banyak di badan. Kadang sangat mirip dengan 3 spot putih lainnya: Epinephelus ongus. Range kedalaman 2– 65 m. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur . Sirip ekor dipangkal berwarna putih dan bagian belakangnya hitam gelap.Fiji Tipe pemakan: Carnivora (ikan dan bentik krustacea) . Biasa juga dijumpai di celah dan goa karang.235 Lokasi foto: Pulau Weh. dan Epinephelus corallicola.

Tipe pemakan: Zoobenthos(moluska.Afrika Selatan hingga laut Arafura.236 Lokasi foto: TN Karimunjawa.Lord Howe. juga didaerah teluk yang tertutup dan laguna yang dangkal. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Epinephelus fasciatus Blacktip grouper Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). bentik krustacea) dan ikan. Distribusi:Indo-Pasifik: Laut Merah . Jepang. Korea. echinodermata. Selatan Queensland (Australia) dan P. Warna lebih gelap di bagian kepala namun kadang bergaris-garis. Habitat: Umumnya didaerah lereng karang dengan kedalaman lebih dari 15 m. warna bervariasi dali putih krem hingga kecoklatan. . Terdapat spot hitam di sirip dorsal. umumnya memiliki 5-6 garis agak gelap vertikal di badan. Range kedalaman 4-160 m.

Bentuk kepala yang agak meruncing dengan spot lebih kecil di banding badan.50 m. Juvenil umumnya terlihat di selasela acropora bercabang.237 Lokasi foto: TN Karimunjawa. mon in shallow lagoon and semi-protected seaward reefs. Range kedlaman 1 . Habitat: Biasa ditemukan di daerah laguna dangkal dan karang yang semi tertutup. Jawa Tengah Epinephelus mera Foto by Fakhrizal Setiawan Honeycomb grouper Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 32 cm (TL) warna dasar kuning dengan spot polygonal warna coklat.French Polynesia Tipe pemakan: Carnivora (ikan dan bentik krustacea) . Distribusi:Indo-Pasifik: Afrika Selatan .

Epinephelus ongus White-streaked grouper Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). New Caledonia. Tipe pemakan: Carnivora ( ikan. Marshal. badan coklat dengan banyak spot putih halus dikepala. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 238 Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Afrika Timur . dan utara Australia. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Bercak putih besar muncul saat dewasa.Kep. sirip dan badan. Habitat: Di daerah pantai dan laguna juga lereng karang deimana banyak celah dan goa karang. dan bentik krustacea ) Lokasi foto: TN Karimunjawa. Juvenil spot putih lebih besar mrip polkadot dengan badan lebih gelap. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Range kedlaman 5 25 m. Kep. Fiji.Ryukyu.

Range kedalaman 1– 50 m. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . cacing dan bentik krustacea) Lokasi foto: TN Karimunjawa.Australia. Laut Andaman. Tipe pemakan: Carnivora (ikan . Habitat: Didaerah karang yang agak keruh. Kadang salah identifikasi dengan Epinephelus macrospilos atau Epinephelus hexagonatus. badan putih dengan polygon coklat yang lebih rapat. mulai dari laguna hingga lereng karang. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Pasifik Barat: Jepang . 239 Lokasi foto: TN Karimunjawa.Epinephelus quoyanus Longfin grouper Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL).

240 .

SIGANIDAE Rabit fish. duri dorsal beracun.Viet Nam. Range kedalaman 1– 25 m. Tipe pemakan: Zooplankton dan bentik alga . Filipina dan Palau. Distribusi: Samudra Hindia Timur dan Pasifik Barat: Laut Andaman. Singapura. lamun dan karang dangkal. Habitat: Di habitat pantai yang agak keruh didekat mangrove. Jawa Tengah Siganus guttatus Foto by Fakhrizal Setiawan Goldlined spinefoot Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 42 cm (TL). 241 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Laut China Selatan. Malaysia. badan abu-abu kusam dengan spot oranye keemasan menyebar di badan. Taiwan. Jenis ini dilaporkan aktif di malam hari. Ikan beronang. Kepala dengan garis dan spot oranye. Berpasangan maupun dalam kelompok kecil. Toleran terhadap salinitas rendah. Thailand. China. spot kuning besar di bawah pangkal sirip halus dorsal. Indonesia. Ryukyus. semadar.

Andaman. Kep. Ryukyu. Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Selatan India. Duri dorsal beracun. Range kedalaman 1 . mulai dari daerah berpasir dengan spot-spot karang maupun yang tutupannya rapat. Badan atas dengan spot biru dan garis biru di bagian kepala atas. Malaysia. Toleran terhadap kekeruhan. Tipe pemakan:Zooplankton dan alga bentik . Bias dalam kelompok kecil. Singapore. Juvenil bisanya di daerah mangrove dan pindah ke daerah karang saat dewasa.12 m. Sri Lanka. Indonesia dan daerah utara Australia. Pantai selatan dan timur China. Jawa Tengah Siganus virgatus Foto by Fakhrizal Setiawan Barhead spinefoot Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 30 cm (TL). Thailand. dua garis coklat diagonal di bagian depan.242 Lokasi foto: TN Karimunjawa. kuning di bagian tubuh atas hingga ekor. Filipina. Habitat: Di daerah perairan dangkal. dan sisa lainnya keabuan. Taiwan.

Cocos-Keling dan Laut China Selatan hingga Kep. Habitat: Didaerah kaya karang di laguna. Terdapat alur garis keperakan di badan.12 m. Range kedalaman 3 . Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Siganus puellus Masked spinefoot Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 38 cm (TL). Utara Kep. sirip berwarna kuning. Terdapat garis kehitaman diagonal melewati mata. Tipe pemakan: Juvenil (alga berfilamen) dan dewasa (alga.243 Lokasi foto: TN Karimunjawa. karang dangkal hingga lereng karang. badan kuning keoranyean dan sedikit keperakan di bagian perut. Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Kep. Sering terlihat berpasangan dan schooling. Terdapat bagian kehitaman di katup insang. Gilbert. GBR Australia dan New Caledonia. Duri dorsal tajam dan beracun. tunikata dan spong) . Ryukyu Jepang. Duri dorsal tajam dan beracun.

Range kedalaman 0-30 m. Kep. Marshall dan Tonga. Kep. Indonesia. Papua New Guinea. bagian bawah insang hingga perut depan terdapat tanda coklat gelap. Kepala putih dengan garis coklat gelap tebal dari mulut hingga ujung dorsal. anal dan caudal kuning. Jawa Tengah Siganus vulpinus Foto by Fakhrizal Setiawan Foxface Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL). Distribusi: Pasifik Barat: Barat Filipina. Habitat: Biasa ditemukan di daerah kaya karang di laguna dan lereng karang. Tipe pemakan: Zooplankton dan alga bentik . Caroline. Mirip dengan S. Soliter atau berpasangan. Duri dorsal beracun. unimaculatus yang membedakannya spot hitam dibadannya. Badan. duri dorsal beracun.244 Lokasi foto: TN Karimunjawa. sirip dorsal. Vanuatu. Great Barrier Reef. New Caledonia. Juvenile dan semi dewasa biasa dijumpai dalam schooling di karang Acropora dimana memakan alga yang tumbuh didasar karang yang mati.

Tipe pemakan:Zooplankton dan alga bentik . Range kedalaman 3 .30 m. Sirip ekor. ujung sirip dorsal kemerahanHabitat: Didaerah terumbu karang. Banyak. Distribusi: Timur Samudra Hindia: Thailand termasuk Kep. Badan atas gelap dan tergradasi keabu-abuan dibagian bawahnya. Aceh Siganus magnificus Foto by Tasrif Kartawijaya Magnificent rabbitfish Nama Umum: l Ciri-ciri: panjang max 24 cm (TL).245 Lokasi foto: Kep. Dewasa bias ditemukan berpasangan. Kepala putih dengan garis hitam tebal dari mulut hingga ujung sirip dorsal. Similian hingga Jawa di Indonesia. juvenile biasa bersembunyi di sela karang. ujung anal dan pectoral kuning.

246 .

zoobenthos(bentik krustacea) dan ikan kecil. Tipe pemakan: Zooplankton. GBR Australia. Range kedalaman 2 . badan silinder panjang dengan mulut runcing. kadang juga ditemukan di teluk dalam schooling . Sirip ekor kuning. Kep. Distribusi: Indo-Pasifik Barat: laut Merah . Ryukyu. Ikan baracuda 247 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Sphyraena flavicauda Foto by Fakhrizal Setiawan Yellowtail barracuda Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 60 cm (TL).SPHYRAENIDAE Baracuda fish.Samoa.25 m. Habitat: Habita di daerah laguna dan lereng karang terbuka. Dua garis coklat atau coklat kekuningan memanjang. .

248 .

Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Laut Merah dan Timur Afrika .SOLENOSTOMIDAE Ghost pipe fish 249 Lokasi foto: Lembeh.Fiji. Post-pelagis hampir sepenuhnya transparan dan lebih langsing dibandingkan dengan mereka yang berada pada fase bentik. Tipe pemakan: Zoobenthos (bentik krustacea) . di antara cabang gorgonian atau crinoids. Kadang ditemukan spesoliter atau berpasangan. Sirip ekor bulat atau berbentuk pisau bedah. Sulut Solenostomus paradoxus Foto by Tasrif Kartawijaya Ornate Ghost Pipefish/Harlequin ghost pipefish Nama Umum: Tangkur kuda palsu Ciri-ciri: Panjang max 12 cm (TL). Bervariasi dalam warna dari hitam menjadi merah dan kuning. biasanya dalam suatu campuran garis dan bintik-bintik. Jepang. New Caledonia dan Tonga. Betina membawa telur di sirip perut mereka yang dimodifikasi membentuk kantong. Australia. Habitat: Biasanya berada di sepanjang tepi terumbu karang.

250 .

Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Afrika Timur hingga Samoa. Jantan membawa telur dalam kantung di bawah ekornya. Range kedalaman 5 . Ekor merah dengan batas luar putih serta spot putih ditengahnya.SYNGNATHIDAE Pipefishes. Habitat: Di daerah pasang surut. dan lereng karang. Ikan Tangkur Kuda 251 Dunckerocampus dactyliophorus Foto by Fakhrizal Setiawan Ringed pipefish Nama Umum: Tangkur kuda buntut merah Ciri-ciri: Panjang max 19 cm (TL). laguna. Australia. Ovovivipar. NTT . zoobenthos (bentik krustacea) Lokasi foto: TN Komodo. Biasa dijumpai di goa dan celah karang.56 m. Tipe pemakan: Zooplankton (telur/larva). Badan putih belang-belang dengan coklat kemerahan hingga mulut. jepang.

Range kedalaman 0-21 cm. badan putih krem dengan serentetan pola di badan. pejantan membawa telur yang disimpan dalam kantung di dekat ekor.8 cm (SL). Tipe pemakan: Zoobenthos (bentik krustacea) dan zooplankton (larva dan telur ikan) . Dewasa umumnya sendiri atau berpasangan. ovovipipar. ciri utamanya adalah sirip ekor umumnya berwarna pink kemerahan. biasa juga di daerah agak keruh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Panjang max 19. Habitat: Didaerah dangkal yang terlindung dengan substrat pasir dan rubble. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur .Vanuatu dan Jepang.252 Corythoichthys haematopterus Messmate pipefish Nama Umum: Tangkur kuda asli Ciri-ciri: Lokasi foto: Pulau Weh.

253 .

Line. Rapa serta New Zealand. Range kedalaman 3 . Kadang di temukan di daerah brpasir.. biasa dijumpai bertengger diatas karang dan di atas pasir. Jawa Tengah pola dengan sekitar 6 spot kecoklatan di sisi badan. Marquesan dan Kep. Soliter atau berpasangan.121 cm. Kep. dewasa bervariasi dari abu-abu hingga kecoklatan. Ducie.Ryukyu.Hawai. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Ikan Tokek 254 Synodus variegatus Foto by Fakhrizal Setiawan Variegated lizardfish Nama Umum: lkan tokek Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). Habitat: Didaerah laguna dan lereng karang. Lord Howe. Kermadec dan P.SYNODONTHIDAE Lizardfishes. . Tipe pemakan: Carnivora (ikan kecil). Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Afrika Timur .

Kep. Ditemukan di perairan pantai seperti di mangrove. Piscivorus. Saurida berbeda dengan lizardfishes lainnya dari baris gigi yang keluar bibir. Society. batu dan habitat garden eel. lumpur. Tipe pemakan: Carnivora (ikan kecil). Species ini dicirikan dari bercak hitam besar di bawah sirip punggung. New South Wales Australia. Hawai. Habitat: Mendiami dasar pasir.5 cm (TL). lamun an kadang di muara sungai. range kedalaman 0 . Aceh Saurida nebulosa Foto by Fakhrizal Setiawan Clouded lizardfish Nama Umum: lkan tokek Ciri-ciri: Panjang max 16.6 m Distribusi: Indo-Pasifik: Mauritius . Sydney. .255 Lokasi foto: Pulau Weh.

256 .

Kedalaman 3-25 m. Jepang . Habitat: Di daerah terumbu karang.Micronesia dan Samoa. Digantikan A. Ikan buntal 257 Arothron nigropunctatus Blackspotted puffer Nama Umum: Buntal monyet Ciri-ciri: Panjang max 33 cm (TL).Australia. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur . warna bervariasi namun ciri utamanya mulut berwarna hitam. tunikata. Tipe pemakan: Zoobenthos (bentik krustacea. cnidarians/ karang keras) dan bentik alga Lokasi foto: TN Komodo dan TN Bunaken Foto by Fakhrizal Setiawan .TETRAODONTIDAE Puffers Fish. Dewasa sendiri atau berpasangan. diadematus di Laut Merah. moluska. sponge.

30 m. selatan New Caledonia dan Queensland. soliter. Dewasa bisanya di daerah drop off. saat blom sampai usia dewasa badan di penuhi dengan spot putih yang menyebar merata di badan dengan perut berwarna putih. Saat dewasa spot itu memanjang membentuk alur tak beraturan dengan perut kekuningan. .Pasifik: Afrika Timur . Kep.tunikata. Australia. Habitat: Biasa dijumpai di daerah laguna dan terumbu karang tepi hingga lereng karang. Range kedalaman 4 . NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 258 Arothron mappa Map puffer Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 65 cm (TL).bentik invertebrata). ciri khasnya adalah alur garis hitam radial melingkari mata. Tipe pemakan: Bentik alga dan zoobenthos (sponge. Samoa.Lokasi foto: TN Komodo.Afrika Selatan. Distribusi: Indo . Ryukyu dan Laut barat Jepang.

Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Afrika Timur . Juvenile biasa di daerah pantai berpasir dan karang dangkal di daerah agak keruh dan estuaria. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Tipe pemakan: Zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . badan abu-abu kusam dengan diselimuti spot hitam kecil merata di badan. Range kedalaman 3 58 m.. Lord Howe. Juvenil memiliki garis-garis gelap di perut yang menjadi spot saat dewasa.Kep. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Atlantik tenggara: pantai selatan Afrika Selatan. Jepang. Terdapat pola hitam di sekitar sirip pectoral.Arothron stellatus Stellate puffer Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 120 cm (TL). Habitat: Lokasi foto: TN Karimunjawa. selatan P. Kadang bersembunyi di goa-goa karang. Tuamoto. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 259 Didaerah laguna dan lereng karang yang jernih.

badan coklat dengan duri siseluruh badan. Bersembunyi di bawah dan goa karang siang hari. Juvenile bias di daerah laguna dan estuaria. pola coklat kehitaman di mata. liturosus dibedakan dari D.Society Islands. Atlantik tenggara: Pantai tenggara Afrika Selatan. hystrix dari duri pendek dan warna. punggung / badan dengan batas putih menjadi ciri khasnya D. Habitat: Di daerah batas karang dan lereng karang. Jawa Tengah Diodon liturosus Foto by Fakhrizal Setiawan Black-blotched porcupinefish Nama Umum: Buntal Durian Ciri-ciri: PAnjang max 65 cm (TL). Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur .260 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Tipe pemakan: Zoobenthos (bentik invertebrata) . NSW Australia. Range kedalaman 1 . Jepang.90 m.

Dewasa tinggal di dasar . moluska) dan ikan. Juvenil hingga ukuran 20 cm pelagis. Habitat: Di daerah laguna dan terumbu karang terbuka. Umumnya ditemukan di celah dan goa karang. Galapagos. spot hitam kecil menyebar di badan. bentik invertebrata. Atlantik Barat: Bermuda.Madagaskar. Badan ditutupi duri yang tersebar merata. kepala dan sirip. Massachusetts (USA). California.261 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Distribusi: Lautan tropis: Pasifik Timur: San Diego.Chili dan Kep. Samudra Hindia Barat: Laut Merah . Reunion dan Mauritius. badan kuning kecoklatan hingga coklat. dan utara teluk Meksiko Brazil. Atlantik Timu: 30°N to 23°S . USA . Tipe pemakan: Zoobenthos (bentik krustacea. Gigi menyatu di tiap rahang. .50 m. Jawa Tengah Diodon hystrix Foto by Fakhrizal Setiawan Spot-fin porcupinefish Nama Umum: Buntal Durian Ciri-ciri: Panjang max 91 cm (TL).range kedalaman 1 . soliter dan aktif di malam hari.

Dewasa biasa berpasangan di daerah lereng karang. Habitat: Ditemukan di puncak karang dan batu di daerah laguna dan karang pantai. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Filipina-Palau. Distribusi: Indo-Pasifik: laut Merah Afrika Selatan. Jantan territorial. Mimic dengan filefish Paraluteres prionurus. (ini yg membedakan dengan C. Tipe pemakan: Alga bentik dan zoo262 Lokasi foto: TN Karimunjawa.Tuamoto. P. Kep. spot menyebar dibadan dan spot hitam disirip dorsal. Jantan kawin dengan beberapa betina. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Canthigaster papua Papuan toby Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL).Chantigaster valentini Valentin's sharpnose puffer Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 11 cm (TL). GBR dan New Caledonia. Tipe pemakan: Belum diketahui Lokasi foto: TN Komodo.batas karang luar mulai yang keruh hingga jernih. 2 pola tersebut ditengah memanjang hingga perut bawah. Jepang. Range kedalaman 1 . juvenile bioasa di daerah dangkal. Badan putih dengan spot abu-abu terang.Lord Howe. memiliki harem.55 m.50 m Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Maldives-PNG.compressa) Habitat: Di daerah pantai . Terdapat 4 pola hitam di punggung hingga badan. Range kedalaman 1 . coklat kemerahan.

263 .

reef flats. 264 Lokasi foto: TN Bunaken. metamorphosis dari post larva ke juvenil saat ukuran 7. Hawai. Tipe pemakan: Zoobenthos (sponge dan tunikata) dan bentik alga. Pasifik Timur: selatan Teluk California – Peru.Ducie.5 cm. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur –Rapa dan Kep. dorsal belakang hingga anal dan dorsal depan hingga sirip ventral.182 m. Sirip dorsal memanjang seperti antenna. Lord Howe. lereng karang. Range kedalaman 3 . badan pipih dengan 3 garis hitam di ekor. Selatan P. Dan bagian kuning lebar di diantara garis hitam tengah. . Jepang. Kep. Habitat: Di daerah keruh dekat laguna.ZANCLIDAE Morish idol fish. Moncong mulut terdapat segitiga kuning debngan batas hitam. Bisanya dewasa berpasangan atau kelompok kecil. Sulawesi Utara Zanclus cornutus Foto by Fakhrizal Setiawan Moorish idol Nama Umum: lkan moris Ciri-ciri: Panjang max 23 cm (TL).

265 .

Reef Check MAQTRAC Program. Personel lapangan: 2 pengamat (penyelam scuba atau snorkel. Namun karena keterbatasan stok foto tidak semua jenis dapat dimasukkan kedalam buku ini. Untuk mencapai presisi yang lebih baik untuk mendeteksi perubahan lokal. WCS Indonesian Marine program Deskripsi metode: Melibatkan 2 pengamat berenang di sepanjang sabuk transek dan menghitung target spesies invertebrate serta informasi khusus pada terumbu karang. peneliti dapat membuat ulangan lebih banyak dan meningkatkan frekuensi monitoring (misalnya 4 x per tahun). Informasi yang diperoleh: Kelimpahan relatif makro-invertebrata serta ukuran kerusakan fisik dan kesehatan karang.Invertebrata Bentik Non karang Selain ikan terdapat penghuni terumbu karang yang jumlahnya sangat melimpah meliputi 9 phylum. 266 . Tali 5 m atau pipa PVC untuk membantu memperkirakan lebar sabuk lebar. 1 pengemudi perahu / pengamat permukaan. Peralatan yang diperlukan: Roll meter (100 m). 1. Dialah invertebrata yang memberikan sumbangsih secara ekologi serta ekonomi di terumbu karang. Sebuah survei tunggal menyediakan informasi awal tentang status invertebrata makro dan dampak pada skala regional/ global. seperti kesehatan karang atau kerusakan fisik. Penulis juga akan memasukkan metode monitoring khusus biota bentik namun hanya beberapa jenis invertebrata yang di survey karena apabila jumlahnya melimpah dapat mempengaruhi dan menimbulkan masalah keseimbangan ekologi di kawasan terumbu karang tempat biota tersebut tinggal. Metode Belt Transect Instansi yang menggunakan metode ini: Reef Check. Australian Institute of Marine Science Long-term Monitoring Program (AIMS LTMP). Various Pacific monitoring programs (Lincoln-Smith transect).

Pengulangan monitoring dapat dilakukan sebagai program monitoring oleh masyarakat.2. Pelatihan yang dibutuhkan: Penyelam rekreasi bisa belajar metode ini dalam satu hari. Prosedur Umum: Bentangkan roll meter sejajar kontur karang/ garis pantai sepanjang 100 m Biasanya monitoring invertebrate berbarengan dengan monitoring karang Setelah selesai memasang rollmeter. Keuntungan: Biaya lebih minim. CP: rcheck@ucla. terutama bila menggunakan penyelam volunteer.5 m kiri dan kanan).Personel di kantor: Pengamat harus memasukkan data ke dalam spreadsheet Excel segera setelah menyelam . langsung mencatat invertebrate kunci sepanjang 4 x 20 m transek dengan jeda 5 m tiap transek (Jumlah dan jenisnya) Informasi tambahan catat pula kesehatan karang dan adanya kerusakan karang akibat invertebrate sepanjang 5 m transek sabuk (2.5 m . Keterbatasan: Survei idealnya melakukan pengulangan sampai 3 kali per site dan sampai 4 kali per tahun untuk data yang bkomprehensifuntuk melihat perbandingan lokal. Hal ini akan menambah biaya.5 m lebar). Pelatihan identifikasi dan meningkatkan kesadaran terhadap terumbu karang pada saat yang sama. Menyediakan informasi global secara cepat tentang kesehatan terumbu karang.asp 267 . Hasil juga harus pengolahan diinterpretsikan dan dibuat laporannya.5 m untuk memperkirakan lebar sabuk. Masingmasing pengamat survei setengah dari sabuk (2. 2.reefcheck.org / metode / instructions. 2 pilihan untuk ketepatan lebar sabuk : 1. Berbaring trus ukur mulai dr ujung kepala hingga ujung fin sekitar 2 .edu Referensi: www. Pengamat membawa pipa panjang PVC 2.

penyakit. AIMS LTMP method Deskripsi metode: Ini adalah metode transek sabuk selebar 2 m dimana penyelam meneliti penyakit karang . Foto-foto diambil untuk identifikasi penyakit lebih jelasnya. Personel di kantor: Mengentri data. COTs dan Drupella. Estimasi persentase tutupan karang yang mengalami bleaching/pemutihan pada transek tersebut.2. predator dan pemutihan karang. kamera digital dalam air jika memungkinkan Personel lapangan: 1 Observer berpengalaman dengan metode ini ditambah seorang buddy (penyelam). Peralatan: Rollmeter transek 50 m. 268 . analisis. Sepasang pengamat video menyelam di transek dan berenang sepanjang transek masing-masing mengcover sebuah sabuk 2 m untuk mortalitas karang. bekas pemangsaan. Informasi yang diperoleh: Informasi yangjumlah terbuat dari sebagai berikut: COT (bintang laut berduri) (jumlah total COT dalam 3 ukuran kelas ) dan luasan bekas makannya Drupella dan luasan bekas makannya Bekas luasan terkena White syndrome desease Bekas luasan terkena Black band desease Insiden bekas penyakit lain dan bekas luka/penyakit yang tidak diketahui. interpretasi dan pelaporan. 1 pengemudi perahu / pengamat menonton. Prosedur Umum: Transek tetap Survei ini mengikuti sensus ikan sepanjang transek 5 x 50 m (AIMS fish LTMP sensus visual).

dan mortalitas karang karena akan terganggu dengan penyelam lain yang mengambil data lain secara besrsama-sama (AIMS LTMP video transek ). www. Pelatihan yang dibutuhkan: Identifi kation spesies target dan indikator kesehatan karang CP: Hugh Sweatman. COTs.sweatman @ aims.aims. drupela.au Referensi: Bass dan Miller (1998). h.au/pages/research/reef-monitoring/ltm/monsop1/mon-sop1-11.gov.html 269 .Keuntungan: Cepat dan mudah melakukan penilaian makro-invertebrata dan indikator kesehatan karang. Dapat dilakukan pada waktu yang sama dengan transek garis (LIT) sehingga buddy tidak banyak Keterbatasan: Pengamat harus mampu mencari dengan cepat penyakit.gov.

Kima diukur panjang cangkangnya 4. Peralatan yang diperlukan: Rollmeter 50 m Tali penanda lebar 2 m Personel di lapangan: 2 pengamat terlatih (1 untuk meletakkan transek dan 1 untuk menghitung). Hitung dan estimasi panjang invertebrata sepanjang sabuk 2 m. Teripang laut dan jenis kerang-kerangan dihitung dan diukur sepanjang 50 m dan lebar 5 m transek sabuk. yang diukur dengan menggunakan tali 2m. teripang. Kerang mutiara dari ujung hingga bagian engselnyal. interpretasi dan pelaporan. Trochus/kerang diukur di titik terlebar dari dasar kerang 5. 270 . Teripang laut diukur dari mulut ke anus. 2. Merekam lebih baik sejajar arus sehingga survei lebih mudah untuk dilakukan. dangkal di area reef flat sekitar 0.3. Lincoln-Smith transect Deskripsi metode: Metode ini banyak digunakan di daerah pasifik untuk menentukan kelimpahan makroinvertebrata yang dipanen untuk makanan.5 m dan dalam di daerah reef slope sekitar 15-22 m. 1 pengemudi perahu / pengamat permukaan menonton. Informasi yang diperoleh: Estimasi Kelimpahan spesies invertebrata misalnya kima raksasa. Transek diletakkan di sepanjang hamparan karang. 2. Untuk habitat dangkal 1. kerang mutiara. Ulangan ditempatkan terpisah 10-15 m Untuk habitat dalam 1. Personel di kantor: Entri data. 3. Prosedur Umum: Bentangkantransek sepanjang 6 x 50 m di dua kedalaman. analisis. rubble dan area pasir. 6. kerang-kerangan untuk memberikan perbandingan terhadap kelimpahan spesies yang dipanen.5—3.

au/corp_site/info_services/publications/research_publications/ rp69/ 271 .gbrmpa. www.Keuntungan: Mudah dilakukan.gov. Pelatihan yang dibutuhkan: Identifikasi invertebrata target dan cara pengukurannya. Keterbatasan: Penyelam yang berpengalaman harus dilibatkan karena pemasangan transek dalam. Referensi: Lincoln-Smith et al. Kedalaman dan lebar transek memeperlihatkan kesukaan habitat dari invertebrate yang berbeda termasuk ukuran dan kelimpahannya. (2001).

Prosedur Umum: Sebuah studi pendahuluan harus dilakukan untuk menentukan jumlah ulangan diperlukan untuk presisi/ketepatan yang mencukupi Survei yang dilakukan di sepanjang transek sabuk sama dengan transek MAQTRAC ikan (5 m lebar). Catat estimasi secara kualitatif persentase koloni karang yang mati. 2. biota yang memiliki bentuk simetris radial diukur tegak lurus. Pengukuran tambahan harus dibuat untuk pengukuran koloni karang. 1 pengemudi perahu / pengamat permukaan Personel di kantor: Mengentri data. Beri kategori bekas luka dikarang dengan kriteria sebagai berikut: 1. Hitung semua spesies invertebrate target dan spesies karang. seperti kesehatan karang atau kerusakan fisik. MAQTRAC method Program yang menggunakan metode ini: Reef Check’s MAQTRAC program Deskripsi metode: Metode ini melibatkan dua orang pengamat berenang sepanjang transek sabuk dan menghitung dan mengukur target spesies invertebrata serta mencatat dampaknya terhadap terumbu karang. penggaris dan papan mika Personel di lapangan: 2 pengamat terlatih dalam metode ini. analisis. sementara yang lainnya melakukan survei invertebrata. 3. Identifikasi dan ukur bekas luka diagonal panjang terpanjang dari karang tersebut. '1 'untuk kategori bekas scars/luka baru di karang tanpa ada tanda pertumbuhan baru. Informasi yang diperoleh: jumlah dan ukuran invertebrate target Peralatan yang diperlukan: Kertas bawah air.4. '2 'untuk kategori bekas scars/luka yang telah ditutupi oleh alga dan / atau invertebrata Sessile. ini mencakup pengukuran bagian panjang terpanjang. interpretasi dan pelaporan. Hitung estimasi panjang untuk semua jenis individu. 272 . '3 'untuk kategori bekas scars/luka sebelumnya diketahui sebagai bekas luka yang hampir tertutup dan sulit untuk membedakan bekasnya dari sekitar. seorang pengamat dapat melakukan survei karang (Reef Check PIT).

Deskripsi metode: Metode ini melibatkan dipakai awalnya untuk menghitung kelimpahan dan mengukur panjang Diadema antillarum sepanjang transek sabuk namun metode ini dapat digunakan untuk biota lainnya. DIADEMA BELT TRANSECT/ Transek Sabuk untuk Bulu Babi 273 Instansi yang menggunakan metode ini: Atlantic and Gulf Rapid Reef Assessment (AGRRA).dll).edu 5. Keterbatasan: Banyak memakan waktu Mungkin membutuhkan banyak replikasi bagi spesies langka atau komunitas yang kompleks Membutuhkan tingkat keahlian identifikasi yang mencukupi Pelatihan yang dibutuhkan: Pelatihan identifikasi tingkat lanjut CP: rcheck@ucla.Keuntungan: Penilaian hasil yang didapat lebih detail dan terperinci untuk mengetahui dampak perdagangan ikan hias jika ulangan untuk monitoring cukup. Caribbean Coastal Marine Productivity Program (CARICOMP). Informasi yang diperoleh: Kelimpahan Bulu babi Kepadatan biota Struktur ukuran panjang Peralatan yang diperlukan: 1 m pipa PVC atau transek/rollmeter yang ditandai tiap 10 cm Personel di lapangan: 2 pengamat (penyelam) 1 pengemudi perahu / pengamat permukaan . Disarankan untuk survei ini dilakukan di lokasi yang sama dengan survei komunitas bentik (karang.

b. basic CARICOMP method Prosedur Umum: Transek sabuk ini dilakukan bersama dengan metode CARICOMP coral community Tandai the rod transek sehingga Anda dapat mengukur 50 cm kedua sisi dari garis transek Berenang kembali di sepanjang transek dan mencatat jumlah bulu babi Diadema dan lainnya yang ditemui 274 Contoh 3.Personel di kantor: Entri data. Survey Scuba. Metode snorkel Hitung jumlah bulu babi selama 2 x 15 menit survey snorkeling per luasan karang Pisahkan bulu babi ke dalam 2 kelas ukuran: diameter <5 cm diameter (juvenil) dan diameter > 5 cm (dewasa) Catat mengenai kondisi spasial keheterogenan yang didapat dari habitat yang diobservasi. CARICOMP Diadema status method (lebih detail daripada basic CARICOMP method) Metode ini terdiri dari sebuah survei snorkeling diikuti dengan survei scuba. alga dan survei Diadema Gunakan alat pengukur 1 m untuk skala. dan jika ada back reef yang tumbuh berkembang dengan baik.Pilih 3 site Bagi terumbu karang kedalam kelompok reef front dan reef slope. analisis. Contoh 2. 50-10 m dan> 10 m) . interpretasi dan pelaporan. Beberapa metode yang termasuk jenis ini antara lain: Contoh 1. Catat bulu babi dalam 0.5 m di kedua sisi sapuan. a. berenang dengan sapuan 1 m disepanjang transek sabuk masing-masing 6 x 10 m . AGRRA method Prosedur Umum: Transek sabuk ini dilakukan bersamaan dengan survey AGRRA karang. bagi menjadi 3 interval kedalaman (05 m.

edu Referensi: AGRRA: http://www. COLLECTION OF DIADEMA Instansi yang menggunakan metode ini: Caribbean Coastal Marine Productivity Program (CARICOMP). papan meja dan kertas anti air Tali / rollmeter yang dipakai hanya sepanjang 2-3 meter . agrra@rsmas. Informasi yang diperoleh: Struktur ukuran populasi bulu babi yang berbeda Hubungan kompleksitas habitat dengan struktur ukuran populasi bulu babi Peralatan yang diperlukan: Keranjang plastik yang besar Penjepit dan garpu besar 2 kompas Penggaris atau meteran jahit.coral.html 275 6.usf.miami. Keuntungan: Mudah untuk melaksanakannya Keterbatasan: tabel nomor acak dapat menyulitkan untuk digunakan karena terumbu karang memiliki bentuk tidak teratur (pelajari metode sampling fix 'permanen versus metode sampel acak).ccdc.edu.jm / caricomp_main. dmlinton@uwimona.jm dan John Ogden.Pada setiap kedalaman. jogden@marine.gov/agra/ CARICOMP: www. Gunakan tabel nomor acak untuk memilih penempatan transek yang tepat.noaa.aoml.org.edu CARICOMP: Dulcie Linton. Hitung jumlah bulu babi di setiap size kategori di sepanjang transek sabuk. tempatkan sedikitnya lima 10 x 2 m transek sabuk. Hubungi: AGRRA: Robert Ginsburg. Deskripsi metode: Metode ini dilakukan setelah snorkeling Diadema dan Scuba belt transect / transek sabuk dimana melakukan pengumpulan dan pengukuran bulu babi di site yang sama di mana rantai intercept transek selesai dilakukan.

Personel di lapangan: 2 pengamat (penyelam) 1 pengemudi perahu / pengamat permukaan Personel di kantor: Mengentri data.ccdc.jm/caricomp_main.jm dan John C.edu.usf. Dampak ekologis mengumpulkan bulu babi tidak dapat dihindari Pelatihan yang dibutuhkan: Rantai transek membutuhkan pelatihan khusus CP: Dulcie Linton. Ogden.html 276 . pilih individu bulu babi dari keranjang. analisis. jogden@marine. dmlinton@uwimona. tebalikkan bulu babi tersebut sehingga bagian mulutnya terlihat kemudian ukur diameternya menggunakan penggaris/ jangka sorong Keuntungan: Estimasi yang tepat untuk kelimpahan dan ukuran bulu babi (mengukur panjang bulubabi hasilnya lebih akurat dibandingakan dengan estimasi) Keterbatasan: Memakan waktu Dampak ekologis yang ditimbulkan dari mengumpulkan bulu babi Beberapa kerusakan karang terjadi tidak dapat terhindarkan apalagi di cabang karang.edu Referensi: http://www.org. interpretasi dan pelaporan Prosedur Umum: Mengikuti survei belt transect CARICOMP bulu babi Kumpulkan minimum 200 bulu babi dari semua ukuran ditiap interval kedalaman Gunakan penjepit.

Indonesia.60 m. Habitat: Daerah fringing reef (terumbu karang tepi) dan padang lamun. Jawa Tengah yang tersusun rata vertikal dan tentakel keluar dari sela-sela duri tersebut.ECHINOIDEA 277 Mespilia globules Foto by Fakhrizal Setiawan (Temnopleuridae) Globular sea urchin Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang badan max 5 cm. the loyality islands dan Australia . Palau. range kedalaman 0 . Distribusi: Filipina. PNG. badan biru dengan duri oranye merah belang putih Lokasi foto: TN Karimunjawa.

Habitat: Di daerah terdapat banyak karang mati dan rubble Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Laut Merah . Pemakan: Alga bentik yang terdapat di karang mati dan rubble . Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Diadema setosum (Diadematidae) Long spined Urchin Nama Umum: Bulu babi Ciri-ciri: Badan hitam dengan duri panjang di bagian atas serta duri halus dan pendek di bagian bawah tubuh.278 Lokasi foto: TN Karimunjawa.Pulau-pulau di Pasifik Selatan dan Jepang.

merupakan jenids yang memiliki rentang warna terbanyak dalam family Diadematidae. Kebanyakan warna di IndoPasifik adalah putih(duri) dan coklat. Pemakan: Alga Bentik Lokasi foto: TN Karimunjawa. range kedalaman 1– 40 m. Dimana duri ada yang polos dan belang. Jepang . Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Samudra Hindia. Tahiti. 279 Lokasi foto: TN Karimunjawa.Echinothrix calamaris (Diadematidae) Banded sea urchin Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 15 cm. Habitat: Di dearah perairan karang dangkal dan Karang dengan banyak rubble.Pulau-pulau di Selatan Pasifik.

Lokasi foto: TN Komodo. Lokasi foto: TN Komodo. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 280 Distribusi: Indo-Pasifik barat: Laut Merah . Periclimenes colemani and Leutzenia asthenosomae (commensal). NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . badan dapat fleksibel apabila melewati celah sempit.Asthenosoma varium (Echinothuridae) Fire urchin Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 25 cm. range kedalaman 0 . Pemakan: Zoobenthos (bentik invertebrata) dan Alga bentik. Rumah bagi udang comensal Allopontonia iaini. Habitat: Di daerah berpasir dan rubble. memiliki duri dengan bagian menggelembung yang beracun dan sangat menyakitkan.New Caledonia dan Jepang.45 m.

281 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Ini benar-benar suka menutup diri dengan puing-puing dan detritus. Mudah untuk mengidentifikasi oleh bunga seperti pedicellaria. Tapi bagaimanapun.Pasifik Barat. sengatan pada bagian tubuh lainnya bisa sangat berbahaya. menghilang. sehingga kita sering bisa menyentuhnya tanpa takut tertusuk. Habitat: Di daerah karang berubble. Distribusi: Atlantik Tenggara dan Indo . karang berbatu. tidak selalu dapat menembus kulit keras di telapak tangan kita. Suka menutup duri dengan pecahan karang dan detritus. tinggal di teluk dan laguna. Sengatan dari pedicellaria yang menyuntikkan racun sangat menyakitkan dan kadang-kadang juga mematikan bagi manusia.Lokal biasa. Jawa Tengah Foto by Rizya L Ardiwijaya Toxopneustes pileolus (Toxopneustidae) Flower urchin Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 15 cm. di dasar berpasir atau puingpuing.duri penyengat sangat kecil. padang lamun dan terumbu karang juga di teluk dan laguna. duri pendek dan sangat mudah dikenali dari pedicel- laria yang berbentuk bunga yang menutupi badan dan berwarna krem-pink. .

Jawa Tengah Foto by Rizya L Ardiwijaya Echinometra mathaei (Echinometridae) Nama Umum: Bulu babi Ciri-ciri: Badan berwarna hitam dengan duri pendek di sekujur badan berwarna coklat dan kadang di ujungnya berwarna putih. Distribusi: Daerah tropis dan subtropis di Indo-Pasifik Barat. Habitat: Biasa ditemukan di sela daerah berbatu di area terumbu karang.282 Lokasi foto: TN Karimunjawa. membuat lobang dan tinggal disana. .

NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Biasa berada di daerah padang lamun dan daerah rumput laut. Tipe pemakan: Detritus Lokasi foto: TN Komodo. biru. bintang laut besar. Kadang menjadi rumah gastropopda parasit Thyca astericola dan juga udang comensal Periclimenes soror.ASTEROIDEA Bintang Laut Protoreaster nodosus (Oreasteridae) Horned sea star Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 30 cm. tinggi dan memiliki 5 lengan pendek. Distribusi: Indo-Pasifik Barat: dari Seychelles . dengan tuberkulum/ tanduk menonjol besar. Perubahan warna dasar antara krem dan oranye. hitam atau berwarna gelap. 283 Habitat: Lokasi foto: TN Komodo.30 m. Range kdalaman 1 .Australia dan Jepang. hijau. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan .

NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Badan krem kekuningan dengan banyak pola di lengan dengan margin merah. Tipe pemakan: Belum diketahui Lokasi foto: TN Komodo. dengan pola garis hitam diantara spot-spotnya. Bintang laut kecil dengan 5 lengan. Habitat:. Tipe pemakan: Detritus. Andaman . Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Kep. Distribusi: Atlantik teenggara dan Indo-Pasifik Barat: Afrika selatan Australia dan Jepang. range kedalaman 0-44m. Daerah terumbu karang . sponge dan invertebrata kecil. cakram tengah oranye juga di ujung-ujung lengan. Habitat: Di daerah laguna dan karang dangkal hingga lereng karang. Range kedalaman 1-51 m. Jenis Formia dibedakan dari bentuk spot di bagian atasnya. 284 Lokasi foto: TN Komodo.Australia dan Jepang.Fromia monilis (Ophidiasteridae) Peppermint sea star / Necklace sea star Nama Umum: l Ciri-ciri: Diameter max 10 cm. ditutupi warna merah. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Fromia indica (Ophidiasteridae) Indian sea star Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang diameter max 8 cm dan tangan max 3 cm .

Habitat: Di daerah perairan karang dangkal dan karang berbatu. Range kedalaman 1-20m. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 285 Nardoa pauciforis (Ophidiasteridae) Pauciform Seastar Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 28 cm. species ini sangat mirip dengan the New Caledonian Seastar (Nardoa novaecaledonia) dan the Tuber Seastar (Nardoa tuberculata). Distribusi: Lokasi foto: TN Karimunjawa. rocky areas. Found in shallow reef. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Tipe Pemakan: Alga bentik . Distribusi: Indo-Pasifik Lokasi foto: TN Komodo. Habitat: Daerah perairan hangat di daerah karang pasang surut dan laguna.Nardoa rosea (Ophidiasteridae ) Rose sea star Nama Umum: l Ciri-ciri: Large tubercles on nonmarginal parts of arms.

Badan atas ditutupi duri tajam yang beracun.65 m Distribusi: Samudra Hindia umumnya berwarna keungaun hingga Sumatra dan Pasifik barat abu-abu merah oranye mulai dari indonesia tengah kearah timur. Lokasi foto: Pulau Weh. mulai dari laguna dangkal hingga lereng karang. 286 Habitat: Daerah terumbu karang. ikan Lokasi foto: TN Karimunjawa. Warna bervariasi untuk Samudra hindia umumnya merah keunguan dan untuk Pasifik Barat abu-abu merah dan agak oranye.Acanthaster planci (Acanthasteridae) Crown of Thorn Nama Umum: Bintang laut berduri. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan napoleon (Cheilinus undulatus). 1 ekor COT dapat mematikan karang 1 meter persegi karang/hari.0 cm dengan 9-23 lengan. ikan trigger (Balistoides viridescens). Tipe pemakan: Zoobenthos(cnidarians/polyp karang keras. Range kedalaman 0 . bulu seribu( jawa). Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Predatornya: kerang triton (Charonia tritonis). brittle star/ echinoderms) dan tanaman ( bentik alga dan fitoplankton (diatom dan dinoflagelata)). lipan laut (sulawesi tengah) Ciri-ciri: Max length : 80.

kuning. Habitat: Di daerah terumbu karang muali dari daerah intertidal hingga lereng karang. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 287 Linckia laevigata (Ophidiasteridae) Blue linckia / blue star Nama Umum: Ciri-ciri: Diameter 30 cm. berbatu. Tipe pemakan: Detritus. Tipe Pemakan: Mikroinvertebrata dan material organik Lokasi foto: TN Komodo.Echinaster luzonicus (Echinasteridae) Orange sea star Nama Umum: l Ciri-ciri:S Diameter max 15 cm.60 m. umumnya 5 lengan yang membulat. Distribusi: Indo-Pacific. Distribusi: Indo-West Pacific. Kadang berasosiasi dengan udang Periclimenes soror (simbion) dan Thyca crystallina (parasitic). bentik invertebrata dan orgnaisme mati. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan . umumnya 5 lengan. Dibedakan dari Linkia purpurea dan Linkia guildingi dari warna dan bentuk lebih pendek (lengan pendek dan ujung membulat tumpul) Habitat: Di daerah karang dangkal.73 m. karang mati dan rubble. merah muda. Umumnya biru namun ada. oranye. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Range kedalaman 0 . mengkerucut dengan ujung tumpul. Warna bervariasi: merah muda-kuning. Range kedalaman 0 . merah dan coklat.

Choriaster granulates (Oreasteridae) Cushion star/granular sea star Nama Umum: Bintang laut bantal Ciri-ciri: Diameter 25 cm.dan ikan dari genus Carapus dapat hidup dalam system pencernan dan dapat keluar masuk dari mulut.30 m Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Afrika Timur . Warna dasar coklat denagn tuberkulum merah muda atau putih. Habitat: Di daerah berpasir. Tipe Pemakan: Zoobenthos (bentik invertebrata) . rubble dan karang. dengan kelompok papilla ditengahnya. Distribusi: Indo-Psifik Barat: Afrika Lokasi foto: TN Komodo. Tipe Pemakan: polyp karang. daerah rubble.Jepang dan New Caledonia. Range kedalaman 0-40 m. Dikenali dari tuberkulum Lokasi foto: Kep..Range kedalaman 0 . Maluku Utara Foto by Tasrif Kartawijaya besar dalam baris transversal. dan menyatu bersama-sama di ujung lengan untuk membuat sebuah garis. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Timur-Fiji. Habitat: Di daerah terumbu karang dari dangkal hingga lereng. dengan 5 lenganpendek tebal mengerucut bulat. Kayoa. 288 Echinaster callosus (Echinasteridae) warty starfish Nama Umum: Bintang laut benjol Ciri-ciri: Diameter 25 cm. Berasosiasi dengan udang simbion Periclimenes soror . detritus invertebrata kecil dan bangkai. Warna dasar pink. dengan 5 lengan ujung membulat.

Habitat: Didaerah laguna. Tipe Pemakan: Zoobnethos (cnidarians / polyp karang dan Bentik invertebrata) Lokasi foto: Pulau Weh. Berasosiasi dengan udang komensal Periclimenes soror dan ikan komensal genus Carapus yang hidup di system pencernaan dan dapat keluar masuk melalui mulut Culcita. bentuk pentagonal dengan lengan pendek. Distribusi: Indo-Psifik Barat. merah. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan Lokasi foto: Pulau Weh. Warna sangat variasi:cokelat. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 289 Culcita novaeguineae (Oreasteridae) Cushion star Nama Umum: Bintang laut bantal Ciri-ciri: Diameter max 40 cm. hijau.Lokasi foto: TN Karimunjawa. kuning. Range kedalaman 0-90 m. . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . dengan piring dan tuberkulum kontras dibandingkan dasarnya. karang dangkal hingga lereng.

15 cm. kaku. Kulit tebal 3mm.5 . bagian perut rata. memanjang. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 290 Thelenota ananas (Stichopodidae) Prickly redfish Nama Umum: Teripang durian Ciri-ciri: Panjang max 80 cm (TL).45 m. berat 2. Spikula pada kulit berbentuk salib. range kedalaman 0-30 m Distribusi: Indo-Pasifikc ex- Lokasi foto: TN Komodo. berduri bercabang. Kulit tebal 0. Badan silindris. Lokasi foto: TN Komodo. dengan ujung membulat.TERIPANG Sea cucumber/ Mentimun Laut Holothuria edulis (Holothuridae) Pinkfish Ciri-ciri: Panjang max 35 cm (TL). Habitat: Daerah bersubstrat pasir atau rubble di daerah terumbu karang. Distribusi: Indo-Pasifik kecuali Hawai. berat 200-300 g. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan .7 Kg. Badan tegas. Warna pink dan coklat kehitaman (atas) dan Pink (bawah). Habitat: Daerah berpasir dan rubble di ekosistem terumbu karang. Range kedalaman 0 .

Badan krem coklat dan terdapat spot coklat gelap dan titik kecil hitam dibadan merata. Distribusi: Indo-Pasifik Lokasi foto: Pulau Weh. Tubuh silindris.Bohadschia sp.4 cm. Habitat: Di daerah karang dan berbatu di daerah rataan terumbu dan daerah subtidal yang terkena gelombang. Range kedalaman 0 . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 291 Pearsonothuria graffei (Holothuridae) Blackspotted sea cucumber Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 45 cm (TL). berbentuk agak bulat mengkotak. spikul coklat gelap. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan . (Holothuridae) Nama Umum: Teripang Ciri-ciri: Panjang sekitar 30 cm.25 m Distribusi: Indo-Pasifik kecuali Teluk Persia dan Hawai. Habitat: Daerah terumbu karang. badan coklat kekuningan. punggung melengkung dan perut rata.saat di temukan pada kedalaman 5 m.berat 7001300g. berbatu. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Dinding badan tebal 0.

Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Tanaman (fotoplankton dan Halimeda sp. Tipe pemakan: Lokasi foto: Pulau Weh. dinding tubuh mudah hancur air laut di luar. Habitat: Daerah terumbu karang yang datar dengan substrat keras. Badan hitam kehijauan.15 m. Badan hitam silindris. memanjang dan kulit ditutupi pasir. range 0 . Habitat: Daerah dasar berpasir di padang lamun dan terumbu karang. Dinding badan tebal 0. Distribusi: Indo-Pasifik kecuali Teluk Persia dan Hawai.4 cm. bobot hidup: 100-400 g. rata bagian perut (trivium). kaku dengan bagian persegi empat. Terdapat banyak kulit menonjol mirip duri namun lembut dengan ujung oranye.Stichopus chloronotus (Stichopodidae) Greenfish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 35 cm (TL). dinding badan 0.) . berat 200-1000g. Tipe pemakan: Umumnya tanaman dan detritus Lokasi foto: Pulau Weh.2 cm. Range kedalaman 0 .30 m Distribusi: Indo-Pasifik barat. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 292 Holothuria atra (Holothuridae) lollyfish Nama Umum: Teripang pasir Ciri-ciri: Panjang max 60 cm (TL).

kuning serta percampuran ketiganya. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Australia. biru. Warna bervariasi merah .dll Tipe pemakan: Filter feeder (fitoplankton) Lokasi foto: TN Komodo. Habitat: Lokasi foto: TN Komodo. Distribusi: Indonesia. Mulut bertentakel yang berfungsi menangkap makanan. Filipina. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 293 Daerah terumbu karang yang kaya plankton.Pseudocholchirus violaceus (Cucumaridae) Sea apple cucumber Nama Umum: Apel laut Ciri-ciri: Badan bersegi namunmembulat oval. Dapat mengeluarkan racun dalam keadaan stres dan mati.

Range kedalaman 1-15 m. Saat ditemukan kedlaman max 15 m. Distribusi: Indo-pasifik Tipe pemakan: Filter feeder Lokasi foto: TN Komodo. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Habitat: Daerah karang berbatu agak keruh dan terlindung dari gelombang. Badan pink kemerahan dengan mulut bertentakel panjang yang berfungsi menangkap makanan. berbentuk persegi dengan tentakel di mulutnya untuk menangkap makanan.Pentacta lutea (Cucumaridae) Nama Umum: Teripang kuning Ciri-ciri: Panjang max 12 cm.Badan kuning dan kuning kecoklatan. Distribusi: Indo-Pasifik barat Tipe pemakan: Filter feeder Lokasi foto: TN Komodo. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 294 Pentacta quadrangularis (Cucumaridae) Pink sea cucumber Nama Umum: Teripang merah Ciri-ciri: Panjang 17 cm. Habitat: Daerah yang kaya plankton dan semi terlindung dari arus dan gelombang.

Range 0-25 m. Warna hitam teransparan dan badan sebagian terpendam di substrat. berat 1-2. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 295 Neothyonidium magnum (Phyllophoridae ) Large Burrowing Sea Cucumber Ciri-ciri: Tentakel panjang bercabang seperti ranting pohon yang berfungsi menangkap makanan. Habitat: Didaerah berpasir dan rubble Distribusi: Indonesia (Sulawesi.Terdapat bintik hitam terdapat simbion ikan yang hidup di dalam rongga pencernaan. NTT) daerah lain belum ada informasi. Badan berwarna kuning kecoklatan dengan banyak lekuk tubuh. dinding badan tebal 0. Distribusi: Indo-Pacific kecuali Hawai Tipe pemakan: Detritus /Grazes partikel organik Lokasi foto: TN Komodo. Habitat: Di daerah berpasir dan rubble berpasir.8 cm.5 Kg. Tipe pemakan: Plankton (filter feeder) Lokasi foto: TN Komodo. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan .Stichopus variegatus (Stichopodidae) Curryfish Nama Umum: Teripang gama Ciri-ciri: Panjang max 90 cm (TL).

insang oranye. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 296 Habitat: Daerah terumbu karang hingga lereng karang. keduanya dari Samudra Hindia. Lokasi foto: TN Komodo. Sangat miip dengan Chromodoris africana dan C. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan .NUDIBRANCHIA Kelinci laut Chromodoris magnifica (Chromodorididae) Nama Umum: Kelinci laut Ciri-ciri: Bentuk dan warna yang sangat cerah di daerah karang. Panjang 6 cm. dengan garis hitam dan putih serta di kelilingi mantel oranye. Merupakan hewan yang menjadi favorit fotografer. Tipe Pemakan: Zoobenthos (spons). quadricolor. Distribusi: Western Central Pacific. Lokasi foto: TN Komodo.

Memiliki mantel berwarna yang memproduksi sekresi kelenjar berbisa menyengat digunakan dalam pertahanan melawan predator Habitat: Daerah terumbu karang berpasir Distribusi: Tropical Western Pacific : Laut Merah-Australia dan Indonesia Lokasi foto: Lembeh. range kedalaman 15 .30 m Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Malaysia Kep. Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya . Marshall. mirip dengan C. Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya Hypselodoris whitei (Chromodorididae ) Ciri-ciri: Panjang max 11 cm (TL).magnifica hanya perbedaannya warna biru di punggung atasnya. 297 Lokasi foto: Lembeh. memiliki karakteristik garis ungu tipis sepanjang tepi. Warna tubuh oranye sampai coklat. dengan beberapa spesimen variasi di bantalan cincin merah-oranye tersebar di permukaannya. Habitat: Daerah terumbu karang di laguna hingga lereng karang.Chromodoris annae (Chromodorididae ) Nama Umum: Kelinci laut Ciri-ciri: Panjang max 2 cm (TL).

Habitat: Daerah karang berpasir Distribusi: Lokasi foto: Lembeh. Distribusi: Indo-Pasifik: Timur Afrika.Fiji dan Tonga. Lokasi foto: Lembeh. Badan keras hampir kaku dengan kaki panjang dan insang bercabang. Antena dan insang putih.Ceratosoma trilobatum (Chromodorididae ) Sea Slug Ciri-ciri: Panjang max 11 cm (TL). 298 Chromodoris lochi (Chromodorididae ) Loch's magnificent slug Ciri-ciri: Panjang max 3 cm (TL). Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya Tipe pemakan: Zoobenthos (Spons dan tunikata) . Habitat: Habitat terumbu karang dan substrat pasir. Warna tubuh oranye sampai coklat.Australia. Indonesia . warna dasar putih dengan garis biru tua di mantel dan di dasar badan. dengan beberapa spesimen bervariasi bantalan cincin merah-oranye tersebar di permukaannya dengan garis batas ungu. Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya Indo-Pasifik Barat: Laut Merah .

Hypselodoris kanga (Chromodorididae ) Ciri-ciri:
Panjang max 4 cm (TL), warna kebiru-biruan, pendek garis biru gelap dengan spot kuning atau oranye. Salah satu karakter eksternal yang paling menonjol adalah insang segitiga, bermata biru dengan serangkaian titik kuning sampai wajah luar.

Habitat:
Daerah terumbu karang berpasir.

Distribusi:
Indo-Pasifik Barat: afrika Selatan –Oman, India-hongkong dan Indonesia.
Lokasi foto: Lembeh, Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya 299

Tipe pemakan:
Zoobenthos(spons dari genus

Tambja morosa (Polyceridae) Gloomy nudibranch Ciri-ciri:
Panjang max 7 cm (TL), warna hijau gelap dengan batas mantel biru. Ujung insang juga berwarna biru.

Habitat:
Subtidal, biasa di daerah dekat dasar di lereng karang. Range kedalaman 1-4 m.

Distribusi:
Indo-Pasifik: Timur Afrika, Indonesia, Filipina - Hawaii.

Lokasi foto: Lembeh, Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya

Phyllidia pustulosa (Phyllidiidae) Nama Umum: Kelinci laut Ciri-ciri:
Panjang max 9 cm, Badan hitam dengan pola menonjol berbentuk segitiga tak beraturan,

Habitat:
Daerah terumbu karang dangkal dan rubble. Range kedalaman 115m.

Distribusi:
Indo-Pasifik Barat

Tipe pemakan:
Zoobenthos (spons)

Lokasi foto: TN Komodo, NTT Foto by Fakhrizal Setiawan

300

Phyllidia varicosa (Phyllidiidae) Nama Umum: Kelinci laut Ciri-ciri:
Panjang max 7 cm (TL), warna dasar hitam, dengan pola kasar seperti bagian menonjol berwarna abuabu dengan ujung kuning membentuk pola alur.

Habitat:
Daerah terumbu karang dangkal. Pergerakan sangat lambat. Range kedalaman 10-20 m.

Distribusi:
Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan

Indo-Pasifik

Gymnodoris aurata (Gymnodorididae) Ciri-ciri:
Panjang max 10 cm (TL), badan merah oranye menyala dengan spot kuning di badan. Insang berwarna kuning namun ada juga yang merah.

Habitat:
Di daerah karang dangkal dan aktif dimalam hari.

Distribusi:
Indo-Pasifik Barat: Filipina, Indonesia dan Fiji

Tipe pemakan:
Lokasi foto: TN Komodo, NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 301

Predator nudibranchia lain (tritonid nudibranchia)

Pteraeolidia ianthina (Facelinidae ) Blue Dragon nudibranch Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL),
jenis ini telah mengembangkan simbion mutualistik zooxanthellae dalam badannya. Zooxanthellae berkembang terlindung dan ketika mereka mengkonversi energi matahari menjadi gula dapat digunakan oleh nudibranchia tersebut. Juvenile berwarna putih dan zooxanthellae blom dimanfaatkan sebagai penghasil energy sendiri. Habitat: Terumbu karang kaya hydroid. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika timur, Laut arab - Australia, Jepang, Hawaii, New South Wales dan Indonesia. Tipe pemakan: Zoobenthos (hydroid) dan gula dari Zooxanthellae.

Lokasi foto: TN Komodo, NTT Foto by Fakhrizal Setiawan

SPONS
Sponge/Porifera

Xestospongia testudinaria (Petrosiidae) Barrel sponge Nama Umum: Spons gentong Ciri-ciri: Sangat mirip dengan X. muta dari
Karibia baik morfologi, spikula, dll yang dibedakan dari zat kimia yang terkandung didalamnya. Habitat: Umumnya di daerah terumbu karang yang agak dalam. Distribusi: Indo-Pasifik Barat. Tipe pemakan: Filter feeder
Lokasi foto: TN Komodo, NTT Foto by Fakhrizal Setiawan

302

Aaptos sp. (Suberitidae) Nama Umum: Spons kunyit Ciri-ciri: Warna untuk di daerah terpapar
matahari coklat gelap sedangkan di daerah goa berwarna kuning cerah. Makanan penyu Eretmochelys imbricata. Habitat: Di daerah perairan karang dangkal dan laguna. Distribusi: Perairan trumbu karang Tipe pemakan: Filter feeder
Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan

Callyspongia sp. (Callyspongiidae) Nama Umum: Spons trompet Ciri-ciri:
Bentuk memanjang mirip trompet, berwarna abu-abu, spikul agak keras, permukaan kasar seperti berduri, koloni membentuk tabung memanjang berkelompok.

Habitat:
Perairan karang dan umumnya di jumpai di lereng karang yang tenang dan agak keruh.

Distribusi:
Western Central Pasifik: Perairan Indonesia Tipe pemakan: Filter feeder

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 303

Cribrochalina olemda (Niphatidae) Ciri-ciri:
Bentuk memanjang membentuk koloni, warna abu-abu, spikul tidak menonjol sehingga permukaan luar lebih halus.

Habitat:
Perairan karang dan biasanya dijumpai di lereng karang dan

Distribusi:
Western Central Pacific: Indonesia. Tipe pemakan: Filter feeder

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan

Iricinia sp. (Astrophorida, Coppatiidae) Ciri-ciri: Warna coklat kekuningan
dengan bentuk bulat dengan tengah berlubang sebagai tempat pengeluaran. Badan kasar dengan banyak benjolan. Habitat: Daerah terumbu karang Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Perairan Indonesia Tipe pemakan: Filter feeder
Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan

304

Cinachyra sp. (Spirophorida, Tetillidae) Nama Umum: Spons golf Ciri-ciri:

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan

Diameter max 12 cm. Bentuk seperti bola golf, berwarna kuning dan kuning kecoklatan dengan banyak lobang di sekitarnya dan di tengah atas lubang lebih besar, spikul tajam. Habitat: Daerah terumbu karang yang agak tenang dan terlindung. Distribusi: Indo-Pasifik barat Tipe pemakan: Filter feeder

Haliclona sp. (Haplosclerida, Chalinidae) Ciri-ciri:
Berkoloni dengan tiap individu bentuknya seperti kapsul dengan badan berpori halus dan lembut. Berwarna ungu.

Habitat:
Daerah terumbu karang

Distribusi:
Perairan Indonesia

Tipe pemakan:
Filter feeder
Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 305

Theonella sp. (Theonellidae) Ciri-ciri:
Badan membentuk kapsul, berwarna coklat kekuningan. Dilaporkan mengandung senyawa bioaktif.

Habitat:
Perairan trumbu karang dimana banyak partikel yang terbawa arus.

Distribusi:
Indo-Pasifik Barat

Tipe pemakan:
Filter feeder

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan

Permukaan berpori mudah terlihat dan membentuk pola di permukaannya. pori-pori sedikit namun cukup besar. Habitat: Perairan terumbu karang. Distribusi: Indo-Pasifik Barat Tipe pemakan: Filter feeder Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan .Plakortis lita (Plakinidae ) Nama Umum: Spons hati ayam Ciri-ciri: Warana coklat kemerahan dan sedikit keunguan.mengkerak menempel pada substrat. Distribusi: Western Central Pacific: Indonesia. menempel di substrat keras. (Astroscleridae ) Ciri-ciri: Warna ungu kecoklatan. Tipe pemakan: Filter feeder Lokasi foto: TN Karimunjawa. Habitat: Perairan terumbu karang dengan kondisi yang jernih. kadang di dalam goa-goa karang. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 306 Astroclera sp.

dengan pori-pori kecil diseluruh permukaan. (Aplysinidae) Ciri-ciri: Warna krem kecoklatan. Distribusi: Perairan Komodo. Habitat: Perairan terumbu karang. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Tipe pemakan: Filter feeder 307 Clathria sp. menempel pada substrat keras. (Myxillidae) Ciri-ciri: Warna merah bata.Aplysina sp. Habitat: Daerah Terumbu karang yang jernih denagn banyak intensitas matahari. Distribusi: Perairan Indonesia Tipe pemakan: Filter feeder Lokasi foto: TN Karimunjawa. Corong besar ditengahnya. NTT Lokasi foto: TN Komodo. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan . dengan permukaan kasar banyak benjolan dengan poripori menyebar di permukaan.

Tipe pemakan: Filter feeder Lokasi foto: Pulau Weh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . bias berdekatan dengan karang jenis tabulate. Habitat: Perairan terumbu karang dangkal.Aplysinella sp. Tipe pemakan: Filter feeder Lokasi foto: Pulau weh. Habitat: Perairan terumbu karang. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 308 Dysidea granulose (Dysideidae ) Ciri-ciri: Warna keabu-abuan. (Aplysinellidae) Ciri-ciri: Warna krem dengan permukaan kasar menonjol karena spikulnya. Distribusi: Western Central Pacific: Indonesia. Range kedalaman 8-60 m. Pori-pori tersebar di ujung permukaan. memanjang membentuk rangkaian tersambung. umumnya agak dalam. Distribusi: Western Central Pacific: Indonesia.

Lokasi foto: TN Karimunjawa. tinggal di dasar menetap.CLAMS/KERANG Tridacna squamosa (Tridacnaeidae) Fluted giant clam Nama Umum: Kima Ciri-ciri: Panjang max: 40. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan . Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 309 Tridacna maxima (Tridacnaeidae) Elongate giant clam Nama Umum: Kima Ciri-ciri: Panjang saat ditemukan 35 cm (diameter cangkang) Habitat: Menetap di substrat dasar dan biasa di temukan di daerah intertidal di area terumbu karang.0 cm (diameter cangkang). Lokasi foto: TN Karimunjawa. Distribusi: Indo-Pasifik. range kedalaman 3 –35 m. Range kedalaman 0-35 m. Habitat: Perairan terumbu karang. Distribusi: Indo-Pasifik.

Luar permukaan katup terdapat duri-sisi sejajar dan diratakan dengan ujung runcing atau membulat. Habitat: Daerah terumbu karang dengan substrat keras untuk menempel. kisaran kedalaman 0-40 m Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Afrika Timur . duri relatif datar pada permukaan katup. Lokasi foto: TN Karimunjawa. pasir. aperture berbentik zigzag. Warna: luar cangkang cokelat keabu -abuan atau hijau untuk hampir hitam. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan . Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 310 Pinctada margaritifera Pacific pearl-oyster Nama Umum: Kerang mutiara Ciri-ciri: Cangkang agak tebal dan besar (mencapai 25 cm).range kedalaman 0 . Jepang . Tipe pemakan: Penyaring plankton Lokasi foto: TN Karimunjawa.Hyotissa hyotis (Gryphaeidae ) Honeycomb oyster Ciri-ciri: Panjang max aperture 30 cm. Dalam wilayah nacreous keperakan. Habitat: Didaerah rubble.50 m Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur . Sessile.Australia.Polynesia.Polynesia. dengan warna yang lebih gelap dan warna merah dan hijau di perbatasan. daerah garden eel dan tanaman laut.

Habitat: Berasosiasi di daerah terumbu karang. Lokasi foto: TN Komodo. Mauritius dan Reunion. Distribusi: Indo-Pasifik. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan . NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 311 Cypraea tigris (Cypraeidae) Tiger cowrie Nama Umum: Kerang bintik Ciri-ciri: Panjang max : 16. umumnya terlihat diperairan dangkal. Lokasi foto: TN Karimunjawa.0 cm (diameter bukaan cangkang). bnayak terdapat spot hitam di cangkang dan sangat mudah dikenali dari ciri fisiknya. Habitat: Rubble di daerah terumbu karang. Distribusi: Indo-PAsifik Barat: Indonesia. lebih terlihat seperti nudibranchia dan memiliki cangkang internal.Coriocella nigra (Lamellariidae) Ciri-ciri: Gastropoda yang tidak biasa.30 m. range kedalaman 0 .

5 m.Chicoreus microphyllus (Muricidae) Nama Umum: Keong Ciri-ciri: Badan banyak terdapat tonjolan dengan warna oranye. panjang sekitar 8-10 cm. Distribusi: Indo-Pasifik Barat. Lokasi foto: TN Karimunjawa. selatan .utara Queensland dan New Caledonia. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 312 Lambis scorpius (Strombidae) Scorpio spider conch Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL). utara-selatan Jepang. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . biasa di temukan di bawah / disekitar karang mati dan di daerah subtidal. Lokasi foto: Pulau Weh. Distribusi: Indo-Pasifik: Barat Indonesia hingga baratPolynesia. Habitat: Perairan terumbu karang dan di dasar karang. Habitat: Di daerah terumbu karang. Ujung cangkang berduri tumpul dan panajng. Range kedalaman 0 .

Habitat: Perairan terumbu karang dan biasanya berada di sela-sela karang mengebor. Distribusi: Indo-Pasifik Barat. Habitat: Perairan terumbu karang dan di dasar karang.Turbo petholatus (Turbinidae) Nama Umum: Keong Ciri-ciri: Badan mengkilat dengan pola warna yang indah hijau berulrir berselang coklat kemerahan. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Sulut Foto by Tasrif kartawijaya Indo-Pasifik Barat. Jateng Foto by Tasrif kartawijaya 313 Pedum spondyloidum (Pectinidae) Coral clam Ciri-ciri: Badan mengkilat dengan pola warna yang indah hijau berulrir berselang coklat kemerahan. Operculum (tutup cangkang) tebal mirip dengan mata kucing. Distribusi: Lokasi foto: Lembeh. Operculum (tutup cangkang) tebal mirip dengan mata kucing. .

(Plexauridae) Ciri-ciri: Warna umumnya merah dengan pola yang rapat namun tersusun rapi.8 m. Distribusi: Indo-Pasifik Barat Lokasi foto: TN Karimunjawa.GORGONIAN Kipas Laut / Sea fan Subergorgia mollis (Subergorgiidae) Gorgonian fan Nama Umum: Akar bahar Ciri-ciri: Warna umumnya krem dengan bentuk kipas lebar sekitar 250 cm. Tulang yang menyerupai daun tebal ditengahnya. Habitat: Berasosiasi diperairan terumbu karang agak dalam. Habitat: Perairan terumbu karang di daerah lereng karang yang agak dalam. range kedalaman 3 . Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 314 Astrogorgia sp. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan . Distribusi: Western Central Pacific Lokasi foto: TN Karimunjawa.

umumnya berwarna oranye kemerahan. Distribusi: Western Central Pacific. Distribusi: Indo-Pasifik barat Lokasi foto: TN Komodo. Habitat: Di daerah turumbu karang di tubir dan lereng karang serta di karang terjal.8 m. Sering di jadikan souvenir dan cendramata serta perdagangan akuarium. dangan bentuk yang lebih tak beraturan.Muricella sp. (Melithaeidae) Nama Umum: Kipas Laut Ciri-ciri: Bentuk seperti tulang daun. Biasa di daerah dorp off dengan substrat berbatu. Memiliki bagian yang keras. Habitat: Berasosiasi dengan terumbu karang dalam. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan . Range kedalaman 3 . Kadang berada di daerah substrat berbatu. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 315 Melithaea sp. (Acanthogorgiidae) Ciri-ciri: Warna umumnya krem kekuningan. Lokasi foto: TN Karimunjawa.

Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan . Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 316 Lokasi foto: TN Karimunjawa.Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan Lokasi foto: TN Karimunjawa.

NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . pangkal antenna pink dengan bdan hijau gelap dengan strip putih. Tipe pemakan: Zoobenthos (bentik krustacea) Lokasi foto: TN Komodo. Distribusi: Indo-Pasifik. Habitat: Hidup di celah dan lubang di dekat terumbu karang dangkal dan rubble area. Nocturnal. Distribusi: Indo-Pasifik Barat. Habitat: Di daerah sublitoral (karang. Lokasi foto: TN Karimunjawa. jenis stomatopoda yang paling cemerlang dengan uropods biru dan setae merah. Kepala berduri hitam.CRUSTACEA Panulirus versicolor (Palinuridae) Painted spiny lobster Nama Umum: Lobster mutiara Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). daerah pecah gelombang) bersembunyi di celah dan goa karang dan batu. range kedalaman 2-36 m. range kedalaman 1-15 m. jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 317 Odontodactylus scyllarus Reef odontodactylid mantis shrimp Nama Umum: Udang pletek / udang mantis Ciri-ciri: Panjang max 17 cm (TL). Aktif siang.

Periclimenes holthuisi (Palaemonidae) Anemone shrimp Ciri-ciri: Badan transparan dengan spot biru putih di ujung capit. Distribusi: Indo-Pasifik Lokasi foto: Lembeh. badan dan ekor. Panjang rata-rata sekitar 3 cm (TL). badan merah dengan pola putih di kepala. Distribusi: Perairan Indonesia Lokasi foto: Lembeh. Habitat: Bersimbion dengan teripang. badan dan ekor. Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya . Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya 318 Periclimenes imperator (Palaemonidae) Emperor shrimp Ciri-ciri: Panjang rata-rata 3 cm (TL). Habitat: Bersimbiosis dengan anemone dan tinggal di Anemone.

319 Neopetrolisthes maculatus (Porcellanidae) Anemone crab Ciri-ciri: Lokasi foto: TN Karimunjawa.. Distribusi: Samudra Hindia dan Indo-Pasifik Barat. Habitat: Tinggal menetap di tentakel anemone. pangkal kaki dan capit serta ujung capit besarnya. Jateng Foto by Tasrif Kartawijaya Badan putih dengan bintik hitam halus menyebar merata di punggung. .

Lokasi foto: TN Bunaken. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 320 Polycarpa aurata (Styelidae) Ciri-ciri: Warna dasar putih dengan perpaduan kuning dengan bercak ungu. Sulut Foto by Fakhrizal Setiawan . range kedalaman 3 . Lokasi foto: TN Karimunjawa. Distribusi: Indo-Pasifik Barat. range kedalaman 7 .20 m. Distribusi: Indo-Pasifik Barat. Mengeras apabila tersentuh.ASCIDIAN Atriolum robustum (Didemnidae) Ascidians Ciri-ciri: Badan putih dengan bintik hitam halus menyebar merata di badan. Lubang atas berwarna hijau. Habitat: Tinggal menetap di substrat dasa.20 m. Habitat: Tinggal menetap di substrat dasar.

NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . range kedalaman 3 .13 m.coklat kehijauan dengan ujung kuning. Distribusi: Indo-Pasifik Barat. range kedalaman 7 .30 m. Distribusi: Indo-Pasifik. Lokasi foto: TN Komodo. Habitat: Tinggal menetap di substrat dasar. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 321 Clavelina robusta (Clavelinidae) Ciri-ciri: Koloni tidak besar dengan warna dasar hitam transparan dengan ujung kuning. Lokasi foto: TN Komodo. Habitat: Tinggal menetap di substrat dasar.Oxycorynia fascicularis (Polycitoridae) Ciri-ciri: Bentuk koloni seperti kantung bulat dengan warna hitam .

Distribusi: Indo-West Pasifik Lokasi foto: TN Komodo. 322 Habitat: Lokasi foto: TN Komodo. jenis ini berwarna oranye dan ada pula yang putih transparan. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . rubble dengan banyak sedimentasi. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Dearah berpasir.Anemone dan Black Coral Cerianthus filiformis (Cerianthidae) Tube anemone Nama umum: Anemon tabung Ciri-ciri: Soliter. badan memiliki bentuk seperti tabung silinder yang terkubur dalam substrat.

Distribusi: Western Central Pacific: Great Barrier Reef dan Indonesia Lokasi foto: TN Komodo. Umumnya didaerah drop off serta di lereng karang dalam. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 323 Cirrhipathes sp. Habitat: Perairan terumbu karang agak dalam. Distribusi: Indo-Pasifik.Actinodendron plumosum (Actinodendriidae) Branching anemone Ciri-ciri: Warna dasar abu-abu denagn tentakel tebal yang berpola sehingga seperti bercabang. (Antipathidae) Spiral coral Ciri-ciri: Perbedaan warna polyp merepresentasikan perbedaan species serta ukuran diameter. Habitat: Tinggal menetap di substrat dasar berpasir atau rubble. kedalaman saat di foto 8 m. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Lokasi foto: TN Komodo.

31°E .152°W . Habitat: Indo-Pasifik Barat: Afrika Timur . Distribusi: Tropical. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 324 Sephia apama (Sepiidae) Australian Giant cuttlefish Nama Umum: Sotong Ciri-ciri: Dapat melakukan perubahan warna seperti substrat dalam keadaan terancam serta dapat mengeluarkan tinta.SEPHIA/SOTONG Sephia latimanus (Sepiidae) Broadclub cuttlefish Nama Umum: Sotong Gajah Ciri-ciri: Panjang max: 120 cm.Kep. 33°N 31°S. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan . Lokasi foto: TN Karimunjawa. dapat berubah wrna dalam keadaan terancam serta dapat mengeluarkan tinta. Habitat: Indo-Pasifik Distribusi: Western Central Pacific: Australia dan Indonesia Lokasi foto: TN Karimunjawa. Hawaii.

Tipe pemakan: Bentik krustacea (kepiting) Lokasi foto: Pulau Weh. 33°N . tentakel panjang. dapat mimikri sesuai habitat dan substartnya.152°W Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Afrika timur . Aceh . Memiliki paruh yang kuat untuk menghancurkan mangsa. Habitat: Tropical.Kep.OCTOPUS/GURITA 325 Octopus cyanea Foto by Fakhrizal Setiawan (Octopodidae) Nama Umum: Gurita Ciri-ciri: Panjang max: 120 cm. 31°E . Hawaii.31°S.

apabila tersentuh akan sangat responsive menutup diri.POLYCHAETA Christmas worms 326 Lokasi foto: Pulau Weh. .0 cm DL. warna sangat bervariasi. Distribusi: Atlantic. Habitat: Biasanya tinggal mengebor di karang massive. saat larva hidup sebagai plankton selama 9-12 hari. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Spirobranchus giganteus (Serpulidae) Nama Umum: Cacing tabung Ciri-ciri: Panjang max: 20. Aceh. Mediterannean dan Karibia. Indo-Pasifik. Foto by Fakhrizal Setiawan Lokasi foto: TN Komodo.

KARANG LUNAK Soft corals Dendronephthya sp. Distribusi: Indo-Pasifik barat. Tidak mengandung alga simbion zooxanthellae. Oleh karena itu. Laut Merah. Afrika Timur-Jepang. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan . Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan Beberapa jenis tumbuh terekspos bebas dan banyak juga yang di dalam gua dan daerah terlindung. makanan berasal dari mikro-plankton dan bahan organic terlarut. (Nephtheidae) Nama Umum: Karang Lunak Ciri-ciri: Polip dalam kelompokkelompok dari berbagai cabang distal koloni yang lebat. Tipe pemakan: Tidak mengandung alga zooxanthellae simbiotik. Habitat: 327 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Filipina. Indonesia. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Polynesia.

TN Karimunjawa. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 328 Dendronephthya sp. TN Karimunjawa. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan .Dendronephthya sp. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan Dendronephthya sp. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan Dendronephthya sp. TN Karimunjawa. TN Karimunjawa.

Habitat: Biasa bergantung pada karang. Marshall. Distribusi: Perairan Indonesia. 329 Distribusi: Timur Samudra Hindia– Kep.Crinoidea Feather Star Oxycomanthus bennetti (Comasteridae) Nama Umum: Lily laut Ciri-ciri: Ini merupakan jenis crinoids yang paling umum. Lokasi foto: TN Komodo. batu atau gorgonian. Marshall. Habitat: Biasa ditemukan di tubir karang baik disiang maupun malam hari. Sri Lanka. Lokasi foto: TN Karimunjawa. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan Himerometra robustipinna (Himerometridae) Nama Umum: Lily laut Ciri-ciri: Warna merah menyala dengan bagian lebih tengah lebih putih. Australia dan Filipina. Memiliki beberapa variasi warna. Menyukai daerah terumbu karang yang berarus. Kep.

(Plumaridae) Nama Umum: Jelatang laut Ciri-ciri: Umumnya berwarna putih atau abu-abu namun ini oranye yang cerah. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Sertularia sp. Habitat: Perairan terumbu karang yang tenang dan kadang tersembunyi di bawah karang. (Sertulariidae) Nama Umum: Jelatang Laut Ciri-ciri: Warna umumnya abu-abu dan putih. Distribusi: Indo-Pasifik 330 Lokasi foto: TN Komodo. Memiliki sel penyengat apabila tersentuh. Memiliki cabang yang lebih banyak. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan .Hydrozoa Jelatang Laut Plumularia sp. Distribusi: Indo-Pasifik Lokasi foto: TN Komodo. Habitat: Biasa ditemukan di aderah etrumbu karang yang jernih an terlindung. Mengandung sel penyengat.

331 .

Coral Reef Press. Society for the Conservation of Reef Fish Aggregations Special Publication No.aims.www. Indo Pacific Coral Reef Field Guide. Arneson. Colin. Crown-of-Thorns Starfish and Coral Surveys Using the Manta Tow and Scuba SearchTechniques. W Smith.edu/overview/3. USA Colin.. Long-term Monitoring of the Great Barrier Reef.R. A Preliminary Report on a Method of Estimating Reef Fish Populations. Brown. Tropical Reef Research. 1995. E. .L. A Stationary Visual Census Technique for Quantitatively Assessing Community Structure of Coral Reef Fishes.html.A._methods. 1 (Version 1. BN Tissot. Choat. Brock. JH and DR Bellwood (1985). Beverly Hills. C. Evaluation of Benthic SamplingMethods Considered for the Coral Reef Assessment and Monitoring Program (CRAMP) in Hawai’i. and R. G.wcc. Singapore.hawaii. Carleton. A Critique of the Visual Census Method for Assessing Coral Reef Fish Populations. Marine Biology 89: 221-234. 35-46. RE (1982). 1999. Manual for the Study and Conservation of Reef Fish Spawning Aggregations. P. Bulletin of Marine Science 18: 297-276. Quantitative Video Sampling of Coal Reef Benthos: Large Scale Application. A Field Guide to Marine Invertebrates Occurring on Tropical Pacific Coral Reefs.Daftar Pustaka Allen. Interactions Amongst Herbivorous Fishes on a Coral Reef: Influence of Spatial Variation. Standard Operations Procedure Number 1. Journal of Wildlife Management 18: 297-308. Seagrass Beds and Mangroves.gov. YJ Sadovy and ML Domeier (2003). DK and IR Miller (1998). and C. Bass. Tropical Pacific Invertebrate. P Jokiel and S Coles (2000). NOAA Technical Report NMFS 41: 1-15.au/pages/research/reefmonitoring/methods. JH and TJ Done (1995). Bohnsack. CoralnReefs 14. VE (1954).. K Rodgers.0). http://cramp. PL. JA and SP Bannerot (1986). Steene. E Cox. Brock.

R. 85. Temporal and Ontogenetic Patterns of Habitat Use by Coral Reef Fishes (Family Labridae). Townsville. Methods for Ecological Monitoring of Coral Reef. G (2003).asp Jones.pdf Hill and Wilkinson (2004). S. WD Heyman.org/infocenter/publications. Australia.reefcheck. Standard Operational Procedure Number 3. . A Smith. Eds. Report on a Rapid Ecological Assessment of the Raja Ampat Islands. MP and ES Reese (1996). held October 30 . D Neville and PJ Mous. National Oceanic and Atmospheric Administration: pp. Working Group Report: pp. 63-94 Hodgson. AR and AA Thompson (1994). Survey Manual for Tropical Marine Resources. http:// www. Australian Institute of Marine Science. Australian Institute of Marine Science. JA and MR Anderson (1985).gov. Townsville Australia: pp. The Nature Conservancy Southeast Asia Center for Marine Protected Areas. BM Yeeting and S Smith (2002). MD. Australia. 378 Green. A Manual for Monitoring Coral Reefs with Indicator Species: Butterflyfishes as Indicators of Change on Indo-Pacific Reefs. PL Colin. 249. RS and MJ Thompson (1978). (2003). English. 2002. Marine Ecology Progress Series 133: 1-11. JS Pet. TJ Donaldson. Bali Indonesia: pp. Reef Check Instruction Manual. C Wilkinson and V Baker (1997). Silver Spring. Townsville. http:// www. Estimating the Standing Biomass of Aquatic Macrophytes. Townsville.Bulletin of Marine Science 28: 159-172. Spatial.aims. www. Sanur. MA Samoilys. ML. Halford. Domeier. Transforming Coral Reef Conservation: Reef Fish Spawning AggregationsComponent.org Downing. 45. Visual Census Surveys of Reef Fish. Eastern Indonesia.komodonationalpark. M Russell. Donnelly. Papua. Townsville Australia: pp. Townsville Australia: pp 22. Y Sadavoy. Office of Ocean and Coastal ResourceManagement.Crosby. Australian Institute of Marine Science. Long-term Monitoring of the Great Barrier Reef. AL (1996a).November 22. Canadian Journal of Fisheries and Aquatic Science 42: 1860-1869. Comparison of Florida Reef Fish Assemblages Using a Rapid Visual Technique. Reef Check Foundation.au/pages/research/reef-monitoring/ltm/mon-sop3/fishsop.

Fish and Wildlife Service and the Hawai’i Department of Land andNatural Resources. 421-443. 69.hawaii. MP. GR and AC Alcala (1996). and Benthic Cover on Coral Reefs in St John. Russ. Monitoring and Restoration. Testing the Use of Marine Protected Areas to Restore and Manage Tropical Multispecies Invertebrate Fisheries at the Arnavon Islands. Survey Manual for Tropical Marine Resources. JJ (1985). Great Barrier Reef Marine Park Authority Research Publication No. 1609: pp. Bulletin of Marine Science 69: 459-470.edu/ssri/hcri/files/nwhi_report_1of4. GR (2002). ICLARMN Contribution No. IUCN – The International Union for the Conservation of Nature – Global Marine Program. Visual Censusing and the Extraction of Average Length as a Biological Indicator of Stock Health. Australian Institute of Marine Science: pp.Townsville. 72. In: English et al.Kimmel. JS Ault and JA Bohnsack (1999). . 23-32. Lincoln-Smith.Rue Mauverney 28.pdf Meester. FIS/1994/117. Maragos. Coral Reef Ecosystems of the Northwestern Hawaiian Islands: Interim ResultsEmphasizing the 2000 Surveys.S. Hawai’i.S. Ressilience Assessment of Coral Reef. AcademicPress. Naturalista sicil XX111 (Suppl. Proceedingsof the International Conference on Scientific Aspects of Coral Reef Assessment. P Ramohia and KA Pitt (2001). Russ. IUCN CCCR Resilience Assessment Protocol. GR (1996). CS and J Miller (1999). Virgin Islands: A Comparison of Surveys with the Chain Transect Method and Videography. Rogers. U. Ecological Applications 6: 947-961. Sampling Design and Monitoring. J Bell. GA. www. ACIAR Project No. San Diego. Switzerland. Central Philippines. 307-326.Marine Ecology Progress Series 132: 1-9. 21-25 Oxley.)(205222). Obura and Grimsditch (2008). A New Species-Time Method for Visual Assessment of Fishes and Its Comparison withEstablished Methods. Solomon Islands: Termination Report. pp. U. Marine Reserves: Rates and Patterns of Recover and Decline in Abundance of Large Predatory Fish. Coral Bleaching. Hurricane Damage. Honolulu. Do Marine Reserves Export Adult Fish Biomass? Evidence from Apo Island. WG (1997). Pp. J and D Gulko (2002). 1196 Gland. Environmental Biology of Fishes 12: pp. Marine Reserves as Reef Fisheries Management Tools: Yet Another Review. Russ.

J Almany and S Dionne (2003). DK Bass. Townsville. 1447-1452 Wilkinson. MA (1997). Coral Reefs 2:37-42. South PacificCommission/Inshore Fishery Research/WP. Aspects of coral reef assessment and monitoring. PA. Monitoring Coral Reef Marine Protected Areas. Correction for Bias in Visual Transect Censuses of Coral Reef Fishes.seadb.org Www. Manual for Assessing Fish Stocks on Pacific Coral Reefs. Underwater Video Sampling: An Effective Method for Coral Reef Surveys? Proceedings.fishbase. Reef Resources: Survey Techniques and Methods of Study. A Green. H. Department of Primary Industries. DA Ryan and H Sweatman (1999).net . Vogt. Sale. Samoilys. pp. C. ARF Montebon and MLR Alcala (1997).Panama: 2. Australian Institute of Marine Science and the IUCN Marine Program: pp.org Www. 68 Www.Queensland. A Practical Guide on How Monitoring Can Support Effective Management of MPAs.10. Tomkins. GR and JH Choat (1988). and rest. FL.. 8th Inte4444ernational Coral Reef Symposium. 1999. Video Identification of Benthic Organisms: How AccurateIs It? Proceedings of the International Conference on Science.Russ. April 14-16. Ft Lauderdale. Australia. PF and BJ Sharp (1983). Smithsonian Tropical Research Institute.sealifebase.

DAFTAR ISTILAH Antopogenik Bentik invertebrata Dampak dari kegiatan manusia terhadap lingkungan Mahluk invrtebrata (tanpa tulang punggung) yang hidup di dasar perairan Teman/mitra selam Bangsa hewan yang memiliki kaki di kepala seperti: cumi-cumi. Filum yang termasuk teripang. gurita dan sotong Filum yang memiliki cirri sel penyengat Subkelas dari filum crustacean yang merupakan sumber protein karena umumnya plankton dan benthos Partikel organic yang tidak hidup berasal dari mahluk hidup yang terurai. dll Jenis moluska yang berjalan dengan kaki perut (Contohnya siput) Fase biota saat masih muda dan belom dewasa Filum untuk biota sebangsa udang. kepiting Daerah agak dalam sebelum batas karang Filum untuk biota yang berbadan lunak biasanya dilindungi oleh cangkang keras Biota yang aktif di malam hari Sebutan untuk area terumbu karang yang mengelompok-mengelompok yang dipisahkan dengan dasar pasir atau batu Buddy Cephalophoda Cnidaria Copepoda Detritus Echinodermata Gastropoda Juvenil Krustacea Laguna Moluska Nokturnal Patch reef . Bintang laut.

Polychaeta adalah kelas cacing annelida yang umumnya hidup di air. Istilah untuk oragn tubunh yang menonjol dalam kasus ini adalah duri tumpul dari genus Protoreaster Area yang berada di lereng terumbu karang Patahan-patahan karang yang sudah mati Kumpulan ikan dalam jumlah besar Menyendiri (ada sebagian ikan yang lebih menyukai hidup sendiri dan hanya berpasangan saat mau memijah) Struktur rangka spons yang tersusun dari kalsium Hewan yang hidup di dasar perairan Hewan yang berukuran kecil yang hidupnya terbawa arus di kolom perairan Tuberkulum Reef slope Rubble Schooling Soliter Spikul Zoobenthos Zooplankton .

Index Nama Species Ikan karang Abudefduf sordidus Abudefduf vaigiensis Abudefduf bengalensis Abudefduf notatus Abudefduf septemfasciatus Abudefduf sexfasciatus Acanthurus leucosternon Acanthurus lineatus Acanthurus pyroferus Acanthurus triostegus Aeoliscus strigatus Aluterus scriptus Amanses scopas Amblyglyphidodon aureus Amblyglyphidodon batunai Amblyglyphidodon curacao Amblyglyphidodon leucogaster Amblygobius albimaculatus Amphiprion akallopisos Amphiprion clarkii Amphiprion ephippium Amphiprion ocellaris Amphiprion perideraion Amphiprion sandaracinos Anyperodon leucogramicus Apogon aureus Apogon bandanensis Apogon chrysopomus Apogon compressus Apogon fragilis Apogon fucata Apogon hoevenii Apogon komodoensis 189 189 185 186 187 188 35 36 36 37 71 138 136 181 182 184 183 100 178 174 179 175 176 177 228 42 42 43 41 46 44 45 45 Apogon seleii Apogon zosterophera Apolemichthys trimaculatus Arothron mappa Arothron nigropunctatus Arothron stellatus Aulostomus chinensis Balistapus undulatus Balistoides conspicillum Bodianus axillaris (Juv) Bolbometopon muricatum Caesio caerulaureus Caesio teres Caesio xanthonota Calloplesiops altivelis Cantherhines pardalis Canthigaster papua Carangoides bajad Caranx ignobilis Caranx melampygus Carcharhinus obsesus Centropyge eibli Cephalopholis argus Cephalopholis boenak Cephalopholis cyanostigma Cephalopholis miniata Cephalopholis spiloparaea Cetoscarus bicolor (Juvenil fase) Chaetodon adiergsatos Chaetodon citrinellus Chaetodon collare Chaetodon ephippium Chaetodon falcula 43 46 171 258 257 259 52 55 54 125 216 60 60 61 163 137 262 64 65 64 67 172 229 230 231 233 234 218 88 78 74 84 80 .

Chaetodon guttatissimus Chaetodon kleinii Chaetodon lunula Chaetodon lunulatus Chaetodon melannotus Chaetodon meyeri Chaetodon octofasciatus Chaetodon rafflesi Chaetodon speculum Chaetodon triangulum Chaetodon trifascialis Chaetodon trifasciatus Chaetodon vagabundus Chaetodontoplus mesoleucus Chantigaster valentini Cheilinus chlorurus Cheilinus fasciatus Cheilinus trilobatus Cheilinus undulatus Cheilodipterus artus Cheilodipterus isostigmus Cheilodipterus macrodon Chelmon rostratus Chlorurus microrhinos Chlorurus sordidus Chromis atripectoralis Chromis atripes Chromis dimidiata Chromis ternatensis Chromis viridis Chrysiptera oxycephala Chrysiptera rex Chrysiptera rolandi 78 77 88 76 80 79 73 77 84 75 75 76 79 172 262 116 115 116 113 47 48 49 82 217 219 194 195 193 195 194 191 197 197 Chrysiptera sp. Fistularia commersonii Forcipiger longirostris Genicanthus Lamarck Gnathodentex aureolineatus 193 196 192 192 124 81 122 252 232 37 38 38 198 198 199 105 261 260 190 191 190 251 117 235 236 237 238 239 58 98 83 171 129 . Diodon hystrix Diodon liturosus Dischistodus melanotus Dischistodus perspicillatus Dischistodus prosopotaenia Dunckerocampus dactyliophorus Epibulus insidiator Epinephelus coeruleopunctatus Epinephelus fasciatus Epinephelus mera Epinephelus ongus Epinephelus quoyanus Escenious sp. Chrysiptera springeri Chrysiptera talboti Chrysiptera unimaculata Cirrhilabrus solorensis (Inisial fase) Coradion chrysozonus Coris batuensis Corythoichthys haematopterus Cromileptes altivelis Ctenochaetus binotatus Ctenochaetus cyanocheilus Ctenochaetus striatus Dascyllus aruanus Dascyllus reticulatus Dascyllus trimaculatus Diagramma sp.

Gomphosus varius Gymnothorax flavimarginatus Gymnothorax isingteena Gymnothorax javanicus Halichoeres chloropterus Halichoeres hotulanus Halichoeres leucurus Halichoeres marginatus Halichoeres melanochir Halichoeres richmondi (Inisial Fase) Halichoeres vroliki Hemiglyphidodon plagiometopon Hemigymnus fasciatus (juv) Hemitaurichthys polylepis Hemitaurichthys zoster Heniochus acuminatus Heniochus diphreutes Heniochus pleurotaenia Heniochus varius Istigobius rigilius Kyphosus bigibbus Labricanus cyclophthalmus Labrichthys unilineatus Labroides bicolor Labroides dimidiatus Lethrinus erythropterus Lethrinus harak Lutjanus biguttatus Lutjanus decussatus Lutjanus kasmira Lutjanus monostigma Lutjanus sebae Melichthys indicus 115 141 143 141 120 118 119 121 120 121 119 203 125 85 85 86 86 87 87 101 111 214 124 123 123 128 128 132 132 133 133 134 56 Monotaxis grandoculis Mulloidichthys vanicolensis Myripristis hexagona Myripristis murdjan Myripristis violacea Naso lituratus Naso vlamingii Neoglyphidodon melas (Juvenil) Neoglyphidodon nigroris Neoniphon sammara Neopomacentrus anabatoides Neopomacentrus azysron Ostracion cubicus (Juv) Ostracion meleagris Oxycheilinus digrammus Oxymonacanthus longirostris Paracanthurus hepatus Parachaetodon ocellatus Paracirhites forsteri Paracirrhites arcatus Parapercis hexophtalma Parapercis millipunctata Parapercis sp. Parapercis tetracantha Parupeneus barberinus Parupeneus bifasciatus Parupeneus cyclostomus Parupeneus macronemus Parupeneus trifasciatus Pempheris vanicolensis Pentapodus aureofasciatus Pentapodus trivittatus Platax pinnatus 130 147 109 109 108 39 39 208 200 107 202 202 154 154 114 139 35 81 91 90 158 161 160 159 145 146 147 145 146 156 150 150 95 .

Platax teira Plectorhinchus chaetodontoides Plectorhinchus polytaenia Plectorhinchus vittatus Plectroglyphidodon dicki Plectroglyphidodon lacrymatus Plectroglyphidodon leucozonus Plotosus lineatus Pomacanthus imperator Pomacanthus navarchus Pomacanthus semicirculatus Pomacanthus sexfasciatus Pomacentrus alexanderae Pomacentrus amboinensis Pomacentrus auriventris Pomacentrus burroughi Pomacentrus chrysurus Pomacentrus cuneatus Pomacentrus moluccensis Pomacentrus philippinus Premnas biaculeatus Priacanthus hamrur Pseudanthias squamipinnis Pseudocheilinus hexataenia Pseudochromis perspicillatus Pseudochromis splendens Pterapogon kauderni Pterocaesio tile Pterois antennata Pterois muricata Pterois volitans Pygoplites diacanthus Rhinobatus typus 96 105 104 103 204 204 201 165 170 170 168 169 207 206 196 205 205 206 207 208 180 210 227 126 212 213 50 62 222 223 223 167 69 Rhinomuraenia quaesita Sargocentron caudimaculatum Sargocentron rubrum Saurida nebulosa Scarus ghoban (Inisial fase) Scarus niger Scarus quoyi Scolopsis binileata Scolopsis lineata Scolopsis margaritifera Scorpaenopsis macrochir Scorpaenopsis oxycephala Siganus guttatus Siganus magnificus Siganus puellus Siganus virgatus Siganus vulpinus Solenostomus paradoxus Sphaeramia nematoptera Sphyraena flavicauda Stegostoma fasciatum (juv) Stethojulis trilineata Sufflamen chrysopterus Synodus variegatus Taeniura lymma Upeneus tragula Zanclus cornutus 142 108 107 255 218 219 220 151 151 152 225 224 241 245 243 242 244 249 47 247 68 122 56 254 93 148 264 .

Clathria sp. Aplysinella sp.Index Nama Species Invertebrata Laut Aaptos sp. Atriolum robustum Bohadschia sp. Acanthaster planci Actinodendron plumosum Aplysina sp. Callyspongia sp. Cirrhipathes sp. Clathria sp. Acanthaster planci Actinodendron plumosum Aplysina sp. Atriolum robustum Bohadschia sp. Aplysinella sp. Cirrhipathes sp. Ceratosoma trilobatum Cerianthus filiformis Chicoreus microphyllus Choriaster granulates Chromodoris annae Chromodoris lochi Chromodoris magnifica Cinachyra sp. Clavelina robusta Coriocella nigra Cribrochalina olemda Culcita novaeguineae Cypraea tigris Dendronephthya sp. Callyspongia sp. Asthenosoma varium Astroclera sp. Ceratosoma trilobatum Cerianthus filiformis Chicoreus microphyllus Choriaster granulates Chromodoris annae Chromodoris lochi Chromodoris magnifica Cinachyra sp. Diadema setosum Dysidea granulose Echinaster callosus Echinaster luzonicus Echinometra mathaei Echinothrix calamaris 302 286 323 307 308 280 306 314 320 291 303 298 322 312 288 297 298 296 304 323 307 321 311 303 289 311 327 278 308 288 287 282 279 . Clavelina robusta Coriocella nigra Cribrochalina olemda Culcita novaeguineae Cypraea tigris Dendronephthya sp. Astrogorgia sp. Diadema setosum Dysidea granulose Echinaster callosus Echinaster luzonicus Echinometra mathaei Echinothrix calamaris 302 286 323 307 308 280 306 314 320 291 303 298 322 312 288 297 298 296 304 323 307 321 311 303 289 311 327 278 308 288 287 282 279 Aaptos sp. Asthenosoma varium Astroclera sp. Astrogorgia sp.

Spirobranchus giganteus Stichopus chloronotus Stichopus variegatus Subergorgia mollis Tambja morosa Thelenota ananas Theonella sp.Pinctada margaritifera Plakortis lita Plumularia sp. Toxopneustes pileolus Tridacna maxima Tridacna squamosa Turbo petholatus Xestospongia testudinaria 310 306 330 320 283 293 301 324 324 330 326 292 295 314 299 290 305 281 309 309 313 302 . Polycarpa aurata Protoreaster nodosus Pseudocholchirus violaceus Pteraeolidia ianthina Sephia apama Sephia latimanus Sertularia sp.

.

Komodo di NTT. Foto-foto yang diambil semuanya di Indonesia mulai dari Pulau Weh dan Kep. Bunaken dan Selat lembeh di Sulawesi Utara dan Kep. Kayoa di Maluku Utara. Karimunjawa di Jawa Tengah. Banyak di Provinsi Aceh. TN. TN.Semoga dengan buku ini menambah kecintaan kita akan dunia kelautan khususnya ekosistem terumbu karang. TN. .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->