Identifikasi Ikan Karang Dan Invertebrata laut

Dilengkapi dengan Metode Monitoringnya

Panduan Lapangan

Oleh: Fakhrizal Setiawan

Panduan Lapangan Identifikasi Ikan Karang Dan Invertebrata Laut
Dilengkapi dengan Metode Monitoringnya

Oleh: Fakhrizal Setiawan

UCAPAN TERIMAKASIH
Ucapan terimakasih sebesar-besarnya kepada ALLAH SWT atas berkat dan izinNyalah buku Panduan Lapangan Identifikasi Ikan Karang Dan Invertebrata Laut dapat diselesaikan. Penulis juga berterimakasih terhadap Fisheries Diving Club (FDC-IPB) karena di FDC lah penulis mengenyam ilmu selam dan belajar identifikasi ikan karang untuk pertama kalinya serta Ilmu Dan Teknologi Kelautan –IPB dimana penulis menyelesaikan jenjang strata satu dan banyak memahami tentang dunia kelautan. Penulis juga sangat berterimakasih terhadap Wildlife Conservation Society (WCSIP) karena foto-foto yang diambil menggunakan kamera dari Marine Program. Buku ini masih sangat jauh dari kesempurnaan karena kualitas dan jumlah stok foto yang sangat minim dan keterbatasan lainnya. Penulis juga berterimakasih kepada Mas Rizya Legawa Ardiwijaya selaku program manager WCS-IP Marine Program yang mensuport serta contributor foto,begitu juga Bang Tasrif Kartawijaya, Rian Prasetia dan Bang Yudi Herdiana, Mba Shinta T. Pardede dan Efin Muttaqien. Ucapan terimakasih juga kepada Mba Shinta T. Pardede yang mau menjadi editor serta ………..yang bersedia menjadi sponsor untuk mencetak buku ini. Ucapan terimakasih juga kepada teman-teman di Lapangan baik di Pulau Weh (ODC, Rubiah tirta Divers,WCS sabang), Karimunjawa (staf TNKJ, MDC, WCS Karimunjawa), Labuan Bajo (Staf PNK dan kru Kapal) dan lainnya yang belum disebutkan untuk menemani hari-hari selama penyelaman. Penulis sengaja menggunakan bahasa Indonesia untuk mempermudah pembelajaran serta mengharapkan kedepannya banyak putra/putri Indonesia yang belajar dan meneliti sumberdaya hayati laut bumi pertiwi yang sangat kaya dan beranekaragam ini. Buku ini sengaja didesin sesederhana mungkin sehingga orang awam sekalipun dapat memahami isi dari buku ini. Keritik, saran dan koreksi sangat diharapkan untuk revisi dan kesempurnaan buku ini. Keritik, saran dan koreksi yang membangun dapat di alamatkan ke: setiawan.rizal@gmail.com atau ubun_ahead@yahoo.com.

Fakhrizal Setiawan Manado, Indonesia

Panduan Lapangan Identifikasi Ikan Karang Dan Invertebrata Laut
Dilengkapi dengan Metode Monitoringnya

TENTANG PENULIS
Penulis menamatkan jenjang S1 nya di Jurusan Ilmu dan Teknologi Kelautan IPB tahun 2006. Penulis memulai karirnya di bidang ikan karang sejak di bangku kuliah dan bergabung Fisheries Diving Club (FDC-IPB). Setelah lulus kuliah, penulis bergabung dengan WCS Marine program hingga sekarang. Selama di WCS lah penulis banyak belajar dunia bawah air khususnya ikan karang. Penulis sekarang berdomisili di Manado dan tetap bekerja di WCS Indonesia Marine program, site Sulawesi Utara.

Editor: Shinta Trilestari Pardede Ilustrator: Fakhrizal Setiawan Foto credit: Fakhrizal Setiawan Rizya L. Ardiwijaya Tasrif Kartawijaya Rian Prasetia Yudi Herdiana Efin Muttaqien Shinta Trilestari Pardede

DAFTAR ISI
Bagaimana menggunakan buku ini …………………………………….…………. Pendahuluan ….……………………………………………………………….…. Monitoring ikan karang ………………………………………………… …………..... Monitoring Invertebrata bentik non karang ……...……………………….…… Acanthuridae 40 Pomacentridae Apogonidae 46 Priacanthidae Aulostomidae 56 Pseudochromidae Balistidae 58 Scaridae Blenidae 62 Scorpaenidae Caesionidae 64 Serranidae Carangidae 68 Siganidae Carchanidae 71 Sphyraenidae Centriscidae 75 Syngnathidae Chaetodontidae 77 Synodonthidae Cirrhitidae 94 Tetraodonthidae Dasyatidae 97 Zanclidae Ephippidae 99 Diademidae Fistularidae 102 Bintang laut Gobidae 104 Teripang Haemulidae 107 Nudibranchia Holocentridae 111 Spons Kyphosidae 115 Clams/kerang Labridae 117 Gorgonian Lethrinidae 132 Crustacea Lutjanidae 136 Ascidian Monacanthidae 139 Anemone Moorynidae 143 Sephia/sotong Mullidae 147 Octopus/gurita Nemipteridae 152 Ostracidae 156 Pempheridae 158 Pinguipedidae 160 Plesiopidae 165 Plotosidae 167 Pomacanthidae 169 iii iv 11 266 176 212 214 218 224 229 243 249 251 254 257 264 277 284 290 294 296 301 305 308 309 311 313 314

BAGAIMANA MENGGUNAKAN BUKU INI
Sewaktu kecil kita sering didengungkan akan lokasi Indonesia yang sangat stratergis yaitu diapit oleh 2 samudra yaitu Hindia dan Pasifik. Hal ini sangatlah masuk akal dikarenakan di Indonesialah terdapat percampuran biota laut dari kedua samudra tersebut. Dalam buku ini anda dapat melihat ikan – ikan dari samudra Hindia dan Pasifik bertemu di Indonesia serta batas jenisnya yang tergantikan oleh saudaranya di Samudra lainnya. Buku ini merupakan panduan prkatis di lapangan bagi yang ingin belajar survey serta identifikasi ikan karang dan invertebrata bentik selain karang. Buku ini didesian sesederhana mungkin dan seinteraktif mungkin sehingga mengurangi kebosanan dalam mempelajarinya. Dibagian awalnya juga diterangkan mengenai metode-metode monitoring ikan karang dari seluruh dunia untuk memudahkan monitoring. Penggolongan ikan kedalam family di buku ini ditandai dengan warna sehingga memudahkan dalam pencariannya. Urutan family ikan juga berdasarkan alphabet meski kadang bentuk yang mirip namun nama familynya berbeda menyebabkan gambar menjadi sulit dibandingkan. Identifikasi dibuku ini menggunakan nama latin, nama inggris/ common name dan nama Indonesia. Selanjutanya ciri-ciri fisik, habitatnya, distribusinya dan terakhir makannnya. Salah satu kesulitannya yitu dalam pengumpulan materi adalah kurangnya informasi nama-nama lokal ikan di Indonesia dan perbedaan nama lokal untuk satu jenis ikan di beberapa lokasi namanya berbeda dan banyak. Umumnya nama lokal diberikan untuk level family dan bukan level species. Pewarnaan dalam tiap halaman yang berbeda untuk setiap family akan membantu menemukan species yang dicari dengan lebih mudah. Identifikasi ikan bersumber dari www.fishbase.org dan Allen, 2003. Identifikasi kelompok Buku ini terbagi kedalam dua kelompok yaitu Identifikasi ikan karang dang identifikasi invertebrata. Identifikasi ikan paling mudah dimulai dari bentuk tubuh dari sini dapat dikatehui identifikasi level Family. Penandaan Anatomi Identifikasi level ini sudah masuk kebagian species, namun sebelum masuk lebih jauh akan sedikit diulas bagaimana cara mengidentifikasi ikan karang secara lebih mudah. Kunci identifikasi ikan karang terdiri dari: Cara berenang Waktu aktifnya Bentuk sirip, baik sirip pectoral (dada), sirip anal(dekat dubur), dorsal (punggung) maupun ventral(Perut) Pola warna Ciri-ciri khusus lainnya, seperti organ tambahan, dll.

1

2

Anantomi ikan dan bagian-bagiannya. Panjang ikan berguna dalam mengkonversi dari panjang menjadi berat dimana nilai TL (total length), FL (fork length) dan SL (standar length) untuk nilai a dan b masing-masing berbeda. Rumus pengkonversi dari panjang menjadi berat adalah W= a x Lb Dimana: W = berat ikan dalam gram a dan b = konstanta laju pertumbuhan L (TL/SL/FL) = Panjang ikan

bentuk serta warna merupakan salah satu kunci identifikasi hingga tingkat species untuk ikan karang.3 Pola. Organ Tambahan pada ikan sebagai salah satu kunci identifikasi .

Penulis mengutip banyak dari Hill dan Wilkinson. daripada mencoba untuk meningkatkan ketepatan suatu jumlah yang besar (Bohnsack dan Bannerot 1986). Pengamat yang kurang berpengalaman sebaiknya menghitung target ikan lebih sedikit dari pengamat yang lebih berpengalaman. 4 .PENDAHULUAN Ikan karang dan biota pengisinya merupakan jantung dan hatinya terumbu karang. Dibagian kedua buku ini dibahas mengenai Invertebrata non karang dan dikupas sedikit mengenai metode dan identifikasinya meski bukan bidang yang dikuasaai oleh penulis. Sehingga menjaga jantungnya terumbu karang sudah sewajarnya kita sebagai manusia untuk melakukannya. Cara terbaik untuk mengurangi variasi di daerah yang kompleks adalah melakukan perhitungan lebih terperinci. pola yang mirip dengan keragamannya yang melimpah. 2004 tentang metode monitoring ekosistem terumbu kiarang. Berlatih dan terus berlatih menemukan ikan baru merupakan salah satu cara untuk terus mengingat dan belajar identifikasi ikan meski itu merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Semoga dengan buku ini memudahkan kita semua untuk belajar mengidentifikasi ikan karang dan biota invertebarta unik lainnya. data kehadiran juga dapat bermanfaat untuk menentukan apakah ikan dapat bergerak jauh dari daerah asal ke tempat yang lebih baik. Diharapkan dengan membaca buku ini. misalnya banyak mengambil sampel yang sedikit. Monitoring juga dapat dilakukan dengan menggunakan snorkeling meski scuba memungkinkan survei dilakukan pada kisaran lebih dalam dan banyak dari spesies lebih berlimpah pada perairan yang lebih dalam. Buku ini akan mengupas mengenai monitoring ikan karang dimana merupakan bidang keahlian khusus dikarenakan ikan umumnya bergerak cepat. Hal yang paling bisa kita lakukan adalah melakukan monitoring ikan karang untuk melihat perubahannya tiap tahun. Kehidupan di laut tidak akan berwarna-warni tanpa kehadiran biota-biota pengisinya yang beranekaragam serta umumnya memiliki warna-warna yang cerah. akan menumbuhkan kesadaran akan ekosistem terumbu karang di Indonesia yang belum tentu banyak orang mengetahuinya. Ikan karang merupakan salah satu komoditi unggulan perikanan serta akuarium laut maka dari itu pengawasan perlu dilakukan agar stok di alam masih dapat terjaga dengan lestari. Meskipun sulit untuk memperoleh informasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara tepat dari kelimpahan dan struktur ukuran populasi ikan.

Kita mungkin menginginkan survei keanekaragaman jenis sebagai bagian dari studi baseline ketika memulai suatu program monitoring. visibility air dan kondisi mata Skala spasial dari metode sampling terhadap tingkat gerakan ikan. Metode standar untuk keanekaragaman jenis telah dikembangkan dan digunakan oleh sejumlah organisasi non-pemerintah internasional (NGO) di dunia. Pertanyaannya yang sering timbul: . Jika Anda tidak memiliki keahlian teknis. Jenis metode sensus ikan yang ada saat ini: 1. Sehingga metode yang paling tepat dapat di gunakan untuk mencapai tingkat efisiensi di air dan data yang memadai. Namun baik tidaknya suatu metode monitoring secara visual tergantung kepada: Kemampuan penyelam dalam identifikasi ikan Kemampuan penglihatan penyelam ex. mungkin perlu untuk mendatangkan seorang ahli. atau ukuran area yang sedang dicatat dibandingkan dengan rentang pergerakan ikan Kisaran ecology species ikan yang berbeda yang sedang dicatat Ikan yang berenang cepat akan lebih mudah terlihat oleh seorang penyelam yang berenang perlahan Metode yang baik juga tergantung arah penelitian. Stationery visual census terfokus pada kelimpahan relatif dan frekuensi kehadiran semua spesies di site (banyak digunakan pada terumbu karang yang mengelompok) 3. 2004) 5 . Belt transek memberikan perkiraan keragaman dan mencakup wilayah besar per sensus (banyak digunakan untuk estimasi kelimpahan dan ukuran) 2. Plotless methods (sensus visual cepat) dilakukan dengan cara penyelam berenang secara acak dan menghitung ikan untuk memberikan informasi yang lebih lengkap tentang total kekayaan spesies. sebagai contoh yaitu dibutuhkan seorang ahli setiap taksonomi. Metode ini merupakan metode paling ramah lingkungan karena menimbulkan efek merusak paling kecil dibandingkan metode lain. Survei keanekaragaman jenis juga dapat membantu memutuskan spesies apa yang dapat dimasukkan ke dalam program monitoring.Monitoring Ikan Karang Monitoring ikan karang di buku ini terfokus pada metode visual sensus dimana observer mencatat langsung ikan yang dia lihat.Kelimpahan spesies target kunci apakah dari site tersebut? Monitoring keanekaragaman ikan karang membutuhkan tingkat keahlian teknis yang tinggi. akan seperti apa dan apa yang ingin kita ketahui dari masalah yang sedang kita teliti.(Hill dan Wilkinson.Spesies ikan apa saja yang terdapat di site tersebut? .

1. 6 . Personel Lapangan: semakin baik jika ada dua tim sehingga tim permukaan dan tim menyelam dapat berganti personel pada akhir masingmasing survey.Ikan dengan panjang total lebih dari 20 cm selama analisis video digital .klasifikasi habitat Ikan (zona fisiografi. Kami merekomendasikan bahwa komponen video dalam metode ini hanya akan digunakan untuk penelitian dengan dana cukup untuk membeli dan memelihara peralatan.Depth gauge (e.5 knot).Echosounder di perahu untuk mempertahankan kedalaman towing konstan.Ikan dengan panjang total lebih dari 50 cm selama in situ survey . . yang telah membatasi cakupan luasan. Manta Tow Ikan Instansi yang menggunakan metode ini: NOAA Fisheries Pacific Islands Fisheries Science Center Coral Reef Ecosystem Division (CRED) Deskripsi Metode: Survei dimana penyelam ditarik melibatkan dua penyelam di belakang perahu pada kecepatan konstan (~ 1. -Perekam temperature dan kedalaman(SBE39 misalnya). . Personel di Kantor: Analis berpengalaman dalam identifikasi terumbu karang dan tingkat spesies ikan.10 mm tambang towing dengan panjang 60 m.Video player dan kabel s-video.jam waterproof sebagai cadangan dan untuk memonitor waktu menyelam. . Survei manta tow ikan dapat digunakan untuk melakukan penilaian cepat dalam area terumbu karang yg luas dalam waktu singkat.Magnetic switch telegraph system untuk komunikasi antara penyelam dan orang dikapal . . survei manta-tow lebih efektif dalam memperkirakan kelimpahan dan kepadatan ikan besar yang mobile. . Dibandingkan dengan survei penyelaman umumnya.g UWATEC).GPS dalam perahu (misalnya Garmin 76). tipe habitat dan sifat sugositasnya) .jam waterproof yang memiliki stopwatch. . yang dapat berguna ketika bekerja di lokasi terpencil. Kami merekomendasikan bahwa tipe habitat juga dicatat selama survei visual dimana video tidak digunakan. serta memperkirakan ukuran kelas dan kelimpahan.Monitor resolusi tinggi. . Pengelolaan dan pemantauan ditingkat masyarakat dapat menggunakan bagian dari metode visual ini untuk rapid survei atau ikan besar. Peralatan di kantor: . Setiap penyelam yang melakukan manuver terhubung ke perahu dengan tali dan ditarik dan dilengkapi dengan peralatan survei seperti digital kamera video. . Informasi yang diperoleh: .Towboard dengan dipasang alat untuk meletak kan kamera dan lembar data dan pensil -kamera video digital.Keanekaragaman ikan (untuk ikan lebih besar dan mobile saja peralatan lapangan: .ArcView GIS.

Saat mulai survey langsung mengaktifkan stopwatch dan kamera.Prosedur Umum di Lapangan: Saat penyelam turun. penyelam melihat ikan di dalam sabuk 5 m dan 10 m di depan. Selama towsurvey. Ikan diidentifikasi hingga tingkat spesies. yang termasuk 1 menit lingkaran survey dan 4 menit transek. Keterbatasan: Memerlukan penyelam berpengalaman dan terlatih dalam bahaya yang spesifik dari manuver towboards. Mengurangi bias Taksonomi dengan menganalisis gambar dibandingkan metode survey ikan biasanyai. dan dicatat ukuran kategorinya. Para pengemudi perahu mempertahankan kecepatan ~ 1. catat waktu di datasheet dan dihitung sejak survei berlangsung (jika kamera digunakan). Setelah penyelam mencapai dasar. m Ikan yg samar / cryptic dapat dengan mudah diabaikan. Klasifikasi Habitat dan rugosity (sifat berkerut)diklasifikasi dari setiap segmen 1 menit. arus dan kondisi laut mungkin memerlukan perubahan dalam kecepatan kapal. mahal dan memakan waktu untuk menganalisis citra. yang ' 2km). m . Penyelam dapat bermanuver di papan diatas 1 meter dari karang. GPS langsung mencatat koordinat di permukaan. Selama survei lingkaran.5 knot. sehingga metode ini hanya cocok untuk penelitian proyek dengan anggaran besar. m peralatan Field ini mahal dan membutuhkan pemeliharaan rutin. mereka mulai berkoordinasi satu sama lain untuk memulai survey menggunakan sinyal tangan dan dengan tim di kapal menggunakan telegraf. semua ikan-ikan yang lebih besar dari 50 cm panjang totalnya dicatat dalam pengamatan 360 °. para penyelam diberi tanda dari tim di permukaan untuk naik dan memulai safety stop 7 Prosedur umum di kantor: 40% dari tape untuk ikan dengan panjang total 20-50 dan melihat 100% dari tape untuk ikan > 50 cm. Survei ini dibagi dalam 5 segmen menit. Tape dilihat di 10 x 5 menit segmen dan ikan dicatat dalam sabuk lebar 10 m. Pada akhir survey ini (50 menit.

Zgliczynski @ noaa. Dibandingkan dengan survei menyelam biasanya.199 200 . Stephani. atau kondisi yang buruk Penggunaan alternating permukaan dan tim menyelam meningkatkan survei per hari.Holzwarth @ noaa. Stephani Holzwarth.nmfs. Brian.Penyelam terlatih dalam menggunakan towboards .149 code 6 7 8 9 Panjang kelas (cm) 150 .Software ArcView GIS Informasi lebih lanjuti: Ed Demartini.gov Referensi: www. video digital .34 35 . atau Brian Zgliczynski. survei mana-tow lebih efektif dalam memperkirakan kelimpahan dan kepadatan ikan besar yang mobile Ikan yang jarang atau tidak biasa dijumpai selama survei konvensional lebih cenderung ditemukan selama survei manta-tow karena wilayah yang lebih luas. Edward. Joseph. Video ini juga berguna untuk menggambarkan karakteristik bentik yaitu zona fisiografi.74 75 .299 > 300 8 . daerah rubble dan transisi di antara mereka dapat diamati dalam satu tarikan. pasir. Bidang pelatihan yang dibutuhkan: .gov. yang telah membatasi cakupan spasial. m Sebuah rekaman visual dapat diarsipkan(di re-sampel atau di re-analisis).249 250 . Joseph Laughlin.Mengoperasikan kapal kecil.gelombang.html code 1 2 3 4 5 Panjang kelas (cm) 20 . tipe habitat dan sifat rugosity Sebuah penerima GPS pada kapal penarik memungkinkan geo-referensi track survey .gov. GPS.gov.edu / eko / tow_board.crei.99 100 . menghubungkan image di lokasi.DeMartini @ noaa.hawaii.49 50 .Ukuran estimasi ikan dan buku identifikai spesies ikan . Analisis video manta-tow menghasilkan penilaian yang lebih rinci dari ikan besar.Laughlin @ noaa. termasuk kemampuan untuk menghitung jumlah individu lebih baik dalam schooling besar selama survei insitu Survey manta tow cocok untuk lokasi terpencil yang jarang dikunjungi Penyelam towed bisa mensurvey area yang tidak cocok bagi penyelam karena arus kuat. misalnya karang patchy.Keuntungan: Sebuah wilayah besar dicover dalam waktu singkat Ikan yg menempati habitat yang berbeda.

00 . Pelatihan yang dibutuhkan: Berenang acak diperlukan untuk memastikan pengamat terbiasa dengan segala jenis ikan di daerah tersebut Pengamat yang menjadi bagian dari program REEF harus melakukan tes yang mengkategorikan mereka ke tingkat level keterampilan yang sesuai Pengamat harus memiliki pengetahuan yang terperinci dari kebiasaan dan habitat ikan yang berbeda. Fish Roving Diver Technique Instansi yang menggunakan metode ini: Reef Education and Environmental Foundation (REEF). Setidaknya 1 penyelam harus mampu mengidentifikasi spesies semua ikan di daerah tersebut. Informasi yang diperoleh: Informasi tentang kelimpahan dari semua spesies ikan dan disajikan sebagai indeks kelimpahan log10 Jenis kehadiran / ketidakhadiran (presence/absence) dan frekuensi kejadian) Kelimpahan relatif per site dapat diperoleh dengan mengalikan nilai indeks berdasarkan frekuensi kelimpahan. Caribbean Coastal Marine Productivity Program (CARICOMP). Personil lapangan: 1 pengemudi perahu dan pengamat di permukaan Minimum 2 pengamat (penyelam).00 Satu survei yang dilakukan per site Berenang di sekitar lokasi (kira-kira 200 m dari awal) selama 30 menit dan mencatat semua jenis ikan yang diamati Perkiraan kepadatan setiap spesies dengan menggunakan logarithmic kategori: Single (1 ikan).14. Sedikit (2-10). Banyak (11-100). Mesoamerican Barrier Reef System Synoptic Monitoring Program (MBRS SMP). . atau melimpah (> 100 ikan). 9 Prosedur Umum: Biasanya dilakukan antara jam 10. Atlantic and Gulf Rapid Reef Assessment (AGRRA).2.

AGRRA: www. Oleh karena itu. Relawan berkonsentrasi pada tempat menyelam populer dan tidak secara acak terdistribusi di antara habitat. MBRS SMP: www.Keuntungan: cepat Peralatan yang dibutuhkan sangat minim Memungkinkan cakupan spasial area yang luas Data frekuensi kumulatif secara statistik berguna Plotless metode yang baik untuk list spesies Terutama berguna untuk ikan besar yang waspada terhadap penyelam. 4 laser pointer diposisikan 10 cm terpisah dan proyek titik keluar laser merah( Colin et al. tidak ada kontrol sebagai berikut: Meliputi wilayah Spasial per sampel (susah untuk membandingkan kelimpahan diantara survei) Jumlah mikro-habitat tertutup per sampel Site seleksi Waktu sampling Pelatihan dan keterampilan penyelam sangat bervariasi antara pemula dan ahli.jm / caricomp_main. Referensi: REEF: www.gov/agra/ CARICOMP: www.mbrs. 10 .html Juga lihat Jones dan Thompson (1978). Almada-Villela et al. (2003).aoml.ccdc. (1994). Kimmel (1985). cryptic species/samar dan ikan pelagis yang memerlukan pencarian yang intensif di terumbu karang Panjang estimasi dapat dibantu dengan menggunakan (two laser beams) dua sinar laser (bila ada dalam anggaran Anda).reef. Keterbatasan: Dibatasi oleh usaha dan kemampuan identifikasi penyelam Menyelam disetiap titik sampling dan dapat mencakup berbagai kedalaman dan habitat tergantung pada topgrafi area.bz.coral. Rogers et al.noaa.org.org/. meskipun tes penyelam oleh REEF dan mengkategorikan mereka kedalam level kemampuan sehingga data diurutkan berdasarkan tingkat keterampilan Estimasi Kelimpahan merupakan sebuah indeks yang membutuhkan sejumlah besar sampel untuk studi perbandingan dan tidak dapat dikonversi ke dalam perkiraan kelimpahan mutlak. 2003).org.

11 Contoh 1: AIMS LTMP metode (Monitoring penelitian) Deskripsi Metode: Tujuannya adalah untuk segera memperkirakan kelimpahan ikan di daerah tertentu (transek sabuk). .3. Ukuran estimasi dapat ditambahkan ke metode ini jika diinginkan.Visibility bawah air Peralatan yang diperlukan: .. Reef Check program’s MAQTRAC method. IUCN CCCR Resilience Fish Survey Method WCS Indonesian Marine Program Deskripsi Metode: Metode ini bertujuan untuk menghitung (mengukur) kelimpahan dan komposisi komunitas ikan di transek. Pengamat harus berenang dengan kecepatan konstan dan berhati-hati untuk tidak menghitung ikan yang sama atau kelompok ikan dua kali karena mereka dapat pindah di sepanjang transek tersebut. Personil lapangan untuk semua survei sabuk/belt transect: . Large fish belt transect method. Informasi yang diperoleh: Kelimpahan populasi ikan target Parameter Fisik: . Global Coral Reef Monitoring Network.1 timer / pengemudi perahu. analisis. English et al. Personel di kantor: entri data. sangat sulit untuk mendapatkan sebuah metode sampling yang seragam di sepanjang transek. Saat ikan bergerak. Fish Belt Transect Instansi yang menggunakan metode ini: Australian Institute of Marine Science Long-term Monitoring Program of the Great Barrier Reef. Reef Check.Status lautnya . Kehati-hatian juga harus dilakukan untuk menghabiskan waktu yang sama setiap mengamati bagian dari transek tersebut. interpretasi dan pelaporan. English et al.1 pengamat dan 1 pemasang roll meter.Roll meter ukurun (5 x 50 m) .kekuatan angin .Tutupan awan diukur dengan menggunakan skala Beaufort . fish recruitment method.

Prosedur Umum: Survei ini dilakukan antara jam 09. kelimpahan. misalnya beberapa mikrohabitat karang dan kawasan yang rusak atau karang dengan tipe habitat yang berbeda dan heterogenitas habitat (patchiness). Ikan mobile harus dihitung terlebih dulu. Beberapa ikan tertarik terhadap penyelam. Bohnsack dan Bohnsack (1986) merancang 'metode visual diam/Fish Stationery Plot Survey' untuk memecahkan masalah dalam metode transek sabuk.00 di musim panas Pertama awan. diikuti oleh lebih kecil / spesies lebih cryptic /samar Hanya ikan dalam kelas umur + 1 tahun dihitung karena variabilitas temporal dalam kelas umur +0 m Keuntungan: Meletakkan roll meter ikan di belakang untuk mengurangi gangguan ikan.. karakteristik karang Karibia.30 di musim dingin dan antara 08. pelatihan ukuran estimasi jika diperlukan. tim kembali berenang sepanjang transek menghitung ikan yg seddikit bergerak (misalnya famili Pomacentridae) dalam luasan sapuan sabuk 1 Pengamat harus melihat ke depan untuk stekes permanent berikutnya dan menghitung ikan dengan menghabiskan jumlah waktu yang sama pada setiap bagian transek untuk setiap kelompok ikan target. ikan yang lebih besar pada sabuk 5 m. Hal ini dapat membiaskan hasil. regulasi pemerintah atau campur tangan sengaja dari penyelam lainnya.00 dan 16. 12 . daerah terlarang. ada juga yang menolaknya. Survei dilakukan sepanjang 5 transek permanen x 50 m digunakan untuk LTMP AIMS. Transek tidak cocok untuk sampling kecil. terlebih dulu mencatat ikan yg lebih mobile. angin dan status laut dicatat (lihat informasi yang diperoleh di atas).Meteran untuk mengkalibrasi perkiraan lebar sabuk. Keterbatasan: Pengamat tidak dapat mengumpulkan data yang memadai pada komposisi jenis. Transek mustahil untuk digunakan pada beberapa terumbu karang karena bentuk dan kondisi habitat yang kompleks. Pelatihan yang dibutuhkan: -Identifikasi ikan dan estimasi kelimpahan serta pengetahuan yang terperinci dari kebiasaan dan habitat ikan yang berbeda.30 dan 17. Berenang ditransek dua kali. Transek ini ditetapkan antara 6 dan 9 m di lereng terumbu Visibilitas horizontal air dicatat dalam data entry Pengamat berenang di atas roll meter dan menggunakan stakes permanen yang diposisikan setiap 10m untuk memandu arah mereka. frekuensi kejadian dan biomassa pada saat yang sama.

Inggris et al. Ini mengurangi waktu yang diperlukan untuk menulis nama-nama spesies pada lembar data. Ini memberikan data dasar untuk zonasi. Meteran untuk mengkalibrasi perkiraan lebar sabuk.16384 Peralatan yang diperlukan: Roll meter ukuran (5 x 50 m). Informasi yang diperoleh: Meyelam dengan hati-hati dilakukan untuk mendeteksi perbedaan kumpulan ikan karang di lokasi yang berbeda menggunakan kategori kelimpahan. Pengamat berpengalaman dapat mengestimasi jumlah yang sebenarnya. Model Ikan untuk berlatih estimasi panjang ikan ( Inggris et al 1997).4096 4097 .64 65 .256 257 . List spesies yang dominan untuk disertai dalam pencatatan transek sabuk.1024 1025 .16 17 . pengelolaan dan monitoring. Sensus visual ikan pada transek sabuk menyediakan estimasi jumlah kelimpahan dan ukuran individu ikan untuk menentukan stok dan struktur ukuran populasi spesies spesifik.Contoh 2: Global Coral Reef Monitoring Network. Log 4 Kelimpahan Kategori Jumlah ikan 13 Log4 Kategori Kelimpahan 1 2 3 4 5 6 7 8 Jumlah Ikan 1 2-4 5 . kategori kelimpahan harus digunakan. Kategori Kelimpahan yang digunakan untuk menghitung ikan. sehingga meningkatkan kemampuan pengamat untuk mencatat ikan terus-menerus. Prosedur Umum: Menyelam dengan hati-hati Dilakukan selama siang hari. method (Management and research monitoring) Deskripsi Metode: Tujuannya adalah mengestimasi kelimpahan dan ukuran ikan secara bersamaan di daerah tertentu. . tetapi untuk pengamat yg kurang berpengalaman atau untuk kepastian jumlah ikan yang melimpah.

berasosiasi dengan terumbu karang. mencatat ikan yang dijumpai dalam transek sabuk lebar 5 m dan 5 m di atas terowongan transek tersebut Hitung jumlah spesies target yang sebenarnya terlihat dalam transek dan estimasi ukuran (dalam cm) dari masing-masing ikan tersebut Jangan kompromi untuk mendapatkan gambaran yang baik dari masyarakat dengan berusaha menghitung semua individu dari taksa tertentu.Estimasi Semi-kuantitatif kelimpahan relatif dari spesies lain yang termasuk kategori mayor trofik (planktivores. non-destruktif dan murah Minim personel dan peralatan khusus yang diperlukan Informasi yang diperoleh berguna bagi manajemen dan stok assessment 14 . Satu penyelam melakukan sensus dalam area transek sedangkan penyelam satunya lagi menyelam di belakang pengamat dan membuat observasi umum lingkungan karang dan kumpulan ikan Di daerah dimana keanekaragaman dan kelimpahan ikan yang tinggi.Spesies yang dimasukkan harus dipilih dengan menggunakan kriteria sebagai berikut: . misalnya Serranidae.Mudah diidentifikasi di bawah air. . misalnya Pomacentridae. grazers ganggang. dengan mengorbankan estimasi yang hilang dari kelimpahan ikan lainnya. Keuntungan: Visual sensus ikan adalah salah satu metode sampling yang paling umum digunakan kuantitatif dan kualitatif Cepat. Acanthuridae. Labridae. Belt transek Dilakukan selama siang hari di sepanjang 3 transek sama dengan LIT tetapi transek sensus ikan harus 50 m panjangnya dan di 2 kedalaman (3-5 m dan 8-10 m) Tunggu selama 5 sampai 15 menit setelah meletakkan roll meter sebelum menghitung untuk memungkinkan ikan untuk melanjutkan perilaku normalnya Berenang perlahan-lahan di sepanjang transek. Haemulidae Balistidae . Acanthuridae.Perkiraan kuantitatif struktur kelimpahan dan ukuran spesies yang menjadi 'target' nelayan. Caesionidae.Perkiraan kuantitatif kelimpahan ikan sepanjang garis 50 m yang sama diguna kan untuk intercept transek garis / LIT .Nampak secara visual dan dominan. Lethrinidae. Kelompok dari spesies yang sesuai untuk penilaian terumbu karang harus digunakan untuk: . mobilitas kelompok ikan yang lebih besar dilakukan pada sapuan pertama dan ikan teritorial yang lebih kecil dilakukan pada sapuan kedua atau tugas tersebut dapat dibagi diantara penyelam. Scaridae. Siganidae. dan feeders karang). Lutjanidae. Mullidae dan spesies lain yang 'visualnya jelas'. Siganidae. misalnya Chaetodontidae. tanpa perilaku samar/cryptic. kami merekomendasikan tugas dipisahkan. . Hal ini dapat dilakukan dalam 2 atau lebih sapuan.

Ini harus diulang setiap 6 bulan. (1997) untuk rincian tentang pelatihan untuk memperkirakan panjang ikan. (1997) 15 .Keterbatasan: Pengamat harus sangat terlatih Ada 2 kemungkinan ikan mungkin tertarik terhadap penyelam.au Referensi: Inggris et al. Penggunaan kategori kelimpahan mengurangi kekuatan untuk mendeteksi perubahan kecil dari ukuran ikan. Pelatihan yang dibutuhkan: -Identifikasi ikan. atau menjauh dari penyelam Kesalahan Observer dan bias terjadi dalam memperkirakan jumlah dan ukuran.gov.english @ aims. CP: Sue Inggris. penghitungan dan estimasi panjang. Lihat Inggris et al. s. Ada kekuatan statistik yang rendah untuk mendeteksi perubahan spesies langka.

Prosedur Umum: Bentangkan rollmeter transek 100 m di masing-masing 2 kedalaman. Survei ditingkatkan dalam ruang dan waktu yang diperlukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih tepat tentang kelimpahan dan perubahan dari waktu ke waktu pada skala site.Roll meter (100 m) .Replikasi lebih banyak dan survei lebih sering diperlukan untuk memperoleh indikasi yang lebih baik terhadap kelimpahan local ikan serta perubahannya. Keuntungan: . Keterbatasan: .Satu survei penuh.reefcheck. Metode Reef Check (Community Monitoring) Deskripsi Metode: Metode ini dirancang untuk digunakan oleh penyelam relawan atau snorkellers. 2-6 m dan 612 m Tunggu selama 15 menit Transek panjang 20 m dengan lebar 5 m dan 5 m tinggi.org Reference: www.Pipa PVC untuk memperkirakan lebar sabuk (opsional). CP: rcheck@ucla. Pengamat berenang perlahan di sepanjang garis transek dan berhenti setiap 5 m untuk menghitung spesies target. Pelatihan dapat dilakukan dalam satu hari. Proses ini diulang 3 kali sampai 20 meter transek telah selesai disurvei. Peningkatan replikasi menyebabkan kenaikan biaya. Satu transek lengkap terdiri dari 4 segmen replikasi 20 m untuk panjang total survei 80 m. Pengamat kemudian menunggu selama 1-3 menit sebelum melanjutkan ke titik perhentian berikutnya.org 16 . Pelatihan yang dibutuhkan: . sehingga biaya lebih murah . Data yang diperoleh: Kelimpahan ikan target utama. Peralatan yang diperlukan: .Identifikasi spesies target (untuk tingkat family dan spesies bagi spesies yang paling umum).Contoh 3.dapat digunakan oleh pekerja non-profesional. cukup untuk mendapatkan gambaran tentang kelimpahan ikan target bila dibandingkan pada skala regional atau global.

Contoh 4. Peralatan yang diperlukan: Roll meter (100 m).Untuk mencatat kelimpahan. tetapi panjang transek diukur dengan waktu berenang bukan roll meter transek 17 . Time Swim Time swim dapat dilakukan di luar transek 100m (yang juga digunakan untuk Reef Check PIT dan transek sabuk MAQTRAC invertebrata) daripada meletakkan roll meter ulang . sangat penting untuk memperkirakan jarak dan mencatat waktu secara akurat. Tujuannya adalah untuk mendapatkan ukuran sampel yang cukup spesies ikan indikator yang dapat dibandingkan secara statistik dan membedakan antara pengumpulan ikan dan site kontrol. ukuran area sampling dan heterogenitas spasial area sampling. Prosedur Umum: Jumlah transek yang diperlukan tergantung pada kepadatan ikan di daerah tersebut. Apabila time swim adalah satu-satunya cara mendapatkan data kelimpahan. Time swim harus dilakukan sebagai teknik survei utama ketika spesies ikan tidak cukup melimpah di survei transek sabuk atau di habitat yang tidak memungkinkan untuk transek sabuk. Ketika ada schooling besar ikan. Data yang diperoleh: Tingkat kelimpahan jenis dan ukuran informasi. Program Reef Check metode MAQTRAC (Research Monitoring) Deskripsi Metode: Metode ini dirancang untuk menentukan dampak perdagangan akuarium terhadap populasi ikan. perkiraan kelimpahan harus dibuat dengan membuat kuadrat imajiner ke schooling dengan membagi sepertiga atau seperempat dari ukuran schooling dan memperkirakan kelimpahan ikan di dalam sepertiga atau seperempat bagian tersebut. jika individu-individu dari kelas ukuran dalam kelompok ikan antara 1-50 individu. Kedalaman survey bervariasi tergantung di mana ikan target yang dicatat . Hal ini biasanya berarti bahwa minimal 5 dan terbanyak 15 transek akan dibutuhkan untuk mencapai ukuran sampel yang cukup untuk sebagian besar spesies. hitung setiap ikan dalam ukuran kelas. Masukan perkiraan panjang kedalam selang kelas . -Lihat Reef Check metode transek sabuk di samping. Survei ini sepanjang jalan 5 m sabuk yang sama.

reefcheck. Keterbatasan: Sulit untuk menentukan apakah dampak yang cukup signifikan secara statistik juga signifikan secara ekologis. 18 .org Referensi: www.org Metode ikan lainnya dengan mudah dapat diubah untuk ikan akuarium. waktu harus dihentikan dan kemudian dijalankan lagi ketika berenang dilanjutkan kembali. Ini merupakan langkah penting karena pengukuran densitas/kepadatan dapat diperoleh dari waktu sampel dan kecepatan berenang. Lihat Russ dan Choat (1988) untuk rincian tentang rancangan percobaan dan analisis data perikanan. Oleh karena itu dapat digunakan untuk mendeteksi dampak perdagangan akuarium pada populasi ikan Metode ini dirancang sebagai versi yang lebih rinci dari reef chek monitoring dilakukan masyarakat. oleh karena itu data dapat dibandingkan dengan data masyarakat.Catatan awal dan waktu berhenti (ini sangat penting) Pertahankan kecepatan berenang secara konstan Ketika berhenti digunakan untuk menghitung sebuah schooling besar atau untuk melihat ke dalam celah-celah karang. Perhitungan semua individu dari spesies ikan target dan ukuran dengan cara yang sama seperti pada survei transek. Pelatihan yang dibutuhkan: Penyelam yang sudah terlatih untuk tingkat identifikasi spesies dan estimasi ukuran ikan. CP: rcheck@ucla. namun banyak spesies sangat kecil dimana kebutuhan untuk menentukan metode ukuran sampel optimum. Memakan banyak waktu dan mahal jika banyak ulangan diperlukan. Keuntungan: Metode yang secara statistik cukup kuat jika ada ulangan yang cukup. m Harus memiliki pengetahuan yang terperinci dari habitat ikan untuk melakukan pencarian tepat.

Contoh 5. lebar transek diperkecil menjadi 5 m di kedua sisii. Untuk ikan yang lebih kecil. Metode transek sabuk ikan besar Deskripsi Metode: Observer memperkirakan kelimpahan ikan besar sepanjang transek sabuk. kecepatan berenang yang konsatan diperlukan untuk sensus visual. Untuk memastikan ini tidak terlewat. dimensi transek yang tepat adalah 400 x 20 m. 19 Yang termasuk kedalam metode ini antara lain: Teknik Long-swim untuk ikan besar dan ikan karang yang mobile Berenang selama 20 menit dengan kecepatan standar pada kedalaman 5 m konstan di sepanjang terumbu karang (reef crest). Salah satu contoh Metode ini adalah: Long Swim Method (IUCN CCCR Resilience Fish Survey Method) Deskripsi Metode: Metode ini digunakan untuk ikan-ikan ukuran besar (> 35 cm TL) dimana untuk mengetahui functional grup ikan. Kerapu cenderung memiliki perilaku cryptic/samar dan tinggal dekat dengan bagian dasar. Untuk jenis ikan besar yang bergera. Data yang diperoleh: Kelimpahan spesies target perkiraan. Prosedur Umum: Kedua survei ini termasuk time swim. Informasi yang didapat: Kelimpahan ikan target ukuran besar Kelimpahan functional group ikan ukuran besar Peralatan yang dibutuhkan: alat Scuba . Catat jumlah dan ukuran dari semua individu spesies target besar yang diamati dalam area 10 m di kedua sisi pengamat. Peralatan yang diperlukan: Tidak ada peralatan khusus. atau bersembunyi di gua-gua atau di bawah karang. Akan sangat membantu untuk memperkirakan jarak pengamat mengcover area pada saat survei sehingga perkiraan densitas dapat dihitung dan dibandingkan dari waktu ke waktu dan antara site. misalnya ikan kerapu dan napoleon.

hitung dan estimasi ukuran semua individu dalam sabuk 5 m. Cek substrat secara seksama. .org CORDIO East Africa (Coastal Oceans Research and Development – Indian Ocean Web: www. ggrimsditch@iucnus. marine@iucn.Alat tulis bawah air Jam anti air Prosedur umum: Menyelam hingga kedalaman 10 m Berenang sejajar kedalaman selama 20 menit atau sekitar 400 m Catat ikan dengan lebar 20 m (10 meter tiap sisi dikiri dan kanan) Catat ikan ukuran besar (>35 cm) Jika menemukan ikan schooling kategorikan kedalam ukuran kelas Keuntungan: Cepat dan mudah karena list ikan sudah dibuat dari darat Keterbatasan: Jika arus kuat.org 20 Survey kerapu Berenang dengan kecepatan 6 meter per menit selama 30 menit. Seorang pengamat kedua harus mengikuti di belakang dan mencatat jumlah dan ukuran ikan kerapu yang lebih besar yang bergerak dalam jarak 10 m kedua sisi. Keterbatasan: Pengamat dapat dilatih untuk berenang dengan kecepatan konstan tetapi sulit dalam keadaan berarus .iucn.cordioea.org Gabriel Grimsditch.org/marine. sapuan berenang yang didapat menjadi pendek Dalam kondisi tertentu (Kontur karang) menyebabkan disorientasi arah Pelatihan yang dibutuhkan: Identifikasi ikan besar beserta estimasi panjangnya Referensi: IUCN – The International Union for the Conservation of Nature – Global Marine Program. David Obura. dobura@cordioea. Web: www.org .

au Referensi: Samoilys (1997). Contoh 6.au atau Howard Choat.edu. Hill and Wilkinson (2004). dan distribusi serta kelimpahan stok ikan karang (spesies dengan juvenile yang mencolok). Long-swim metode memerlukan peralatan yang sederhana dan menyediakan data yang berguna berguna di samping metode survei visual yang lebih baik.pears @ jcu. Personil Lapangan: 1 pengemudi perahu / pengamat permukaan. Peralatan yang diperlukan: 50 m panjang roll meter. Fish recruitment method (management and research monitoring) Deskripsi Metode: berenang sepanjang transek sabuk yang sempit dan menghitung rekrut ikan yang baru datang menetap.Keuntungan: Long-swim memungkinkan tutupan daerah yang lebih luas dalam waktu terbatas dibandingkan dengan transek kecil. Wilkinson et al.choat @ jcu. . kecepatan berenang yang lambat dengan intensitas pencarianyang meningkat dalam sabuk 5 m menghasilkan jumlah yang lebih tinggi daripada metode lain untuk ikan kerapu yang criptic/lebih samar. howard. Ini digunakan untuk memprediksi masa depan kelimpahan populasi ikan dewasa serta memberikan gambaran temporal perubahan dalam rekrutmen. Pelatihan yang dibutuhkan: Identifikasi ikan kerapu. Gangguan ikan oleh penyelam diminimalkan karena tidak ada rollmeter yang digunakan sebelum menghitung. Transek yang lebih lebar untuk spesies mencolok berguna untuk menghitung ikan yang lebih besar yang tidak memungkinkan didekati menggunakan rollmeter. Teknik ini lebih cocok untuk ikan yang sensitif terhadap penyelam . 21 CP: Rachael Pir. (2003). Berenang dengan kecepatan konstan. Rachael. Ini memberikan informasi mengenai komposisi rekrut baru. 1 meter ukuran untuk panjang referensi.edu.

Visual sensus rekrut ikan terbatas pada spesies juvenile yang menetap Tidak berguna untuk spesies pelagis. Personel di kantor: Entri data. namun transek ikan harus diselesaikan terlebih dahulu. Tunggu 5-15 menit sebelum memulai penghitungan untuk memungkinkan ikan untuk perilaku normal kembali Berenang perlahan-lahan di sepanjang transek dan catat ikan dengan lebar 1 m kedua sisi dari garis transek Menghitung rekrutmen dengan pencarian habitat yang seksama sepanjang transek tersebut. analisis. Prosedur Umum: 3 x 50 m panjang transek harus diletakkan secara acak pada kedalaman antara 6-9 m di daerah lereng karang Transek tidak boleh tumpang tindih dan harus dipisahkan dengan jarak 10-20 m. CP: Sue Inggris. s. dianjurkan bahwa hal itu dilakukan sepanjang 50 m. Catat schooling species ikan di depan penyelam Transek tidak harus dipecah menjadi unit yang lebih kecil karena banyak spesies langka yang jarang Pelatihan yang dibutuhkan: Pelatihan dan pengalaman yang terperinci Keterbatasan: Membutuhkan pengamat yang terlatih dan berpengalaman.2 pengamat (penyelam). Letakkan transek dalam garis lurus Jika LIT digunakan di site-site rekrutmen.gov. interpretasi dan pelaporan. m Setidaknya 1 dari penyelam harus mampu mengidentifikasi ikan di daerah rekrut dan terbiasa dengan batas ukuran yang membedakan rekrut ikan dari ukuran kelas lain. 22 . Keuntungan: Cepat dan non-destruktif Sederhana dan murah Minim jumlah personel dan peralatan. (1997).english @ aims.au Referensi: Inggris et al.

IUCN CCCR Resilience Fish Survey Method Deskripsi Metode: Ikan berada dalam sebuah tabung imajiner yang dihitung oleh penyelam yang mengamati dari luar daerah. Fish Stationery Plot Survey / Survey Ikan secara Diam Instansi yang menggunakan metode ini: Atlantic and Gulf Reef Rapid Assessment (AGRRA). Metode ini dirancang untuk memperkirakan struktur komunitas ikan dan digunakan untuk melakukan penilaian stok ikan di Amerika Serikat bersama dengan data perikanan tradisional. Prosedur Umum: Satu pengamat menghitung jumlah ikan secara visual dalam sebuah tabung imajiner dengan radius/jari-jari 7. Personel di Kantor: entri data. interpretasi dan pelaporan. 23 Personil Lapangan: 2 pengamat (1 harus sudah terlatih dengan metode . Informasi yang diperoleh: Keanekaragaman jenis dan ukuran struktur komunitas.4. analisis. yang lain adalah buddy 1 pengemudi perahu / pengamat permukaan. Peralatan yang diperlukan: Tidak ada peralatan khusus. Florida Keys National Marine Sanctuary Coral Reef Monitoring Program (FKNMS CRMP).5 m selama 5 menit Estimasi dan catat panjang untuk setiap ikan yang dihitung Keuntungan: Kunci kelebihan dibandingkan dengan metode transek meliputi: Sangat mudah digunakan dan dapat mencatat ukuran sampel yang besar Minim peralatan yang dibutuhkan Minimum '' kesalahan’ atau eror Tidak ada waktu yang terbuang dalam memasang rollmeter Efesiensi waktu dibawah air (karena konsumsi udara minimum) Menyediakan penggabungan spasial jika terdapat beberapa tipe habitat yang di cover .

namun ketepatan dari metode ini adalah kemampuan pengamat untuk memperkirakan diameter tabung. Ini bukan masalah bagi kebanyakan studi yang hanya perlu untuk menunjukkan perubahan relatifatau perbedaan. arus kuat. Metode pengumpulan data ini telah diuji secara luas dan tidak berubah selama 25 tahun terakhir. frekuensi kejadian dan panjang individu untuk semua jenis ikan yang terdeteksi secara visual. Namun. secara empiris diperoleh faktor koreksi habitat khusus yang perlu ditentukan dan diterapkan.5 m. Bias melalui metode matrac dapat tereliminasi Ukuran data maksimum lebih sensitif untuk perikanan dan efek mortalitas ikan dewasa sedangkan ukuran minimum lebih sensitif terhadap efek rekrutmen Data dikumpulkan secara bersamaan dengan komposisi jenis. metode ini memberikan data yang konsisten dan dapat diandalkan dalam berbagai kondisi visibilitas yang biasanya ditemukan pada terumbu karang. Indeks kelimpahan (kerapatan per sampel) dapat diperoleh dari data dan cocok untuk perbandingan yang relatif. Data-data ini pada semua komunitas parameter utama dapat dikumpulkan dengan praktis melalui metode ini.Masalah tingkah laku dan ketertarikan ikan terhadap penyelam dapat diminimalkan dibandingkan dengan dengan berenang karena cenderung untuk membiasakan penyelam diam dan bertindak lebih normal. dan di bawah visibilitas rendah meskipun faktor-faktor koreksi dapat diterapkan untuk mengoreksi visibilitas rendah. Keterbatasan: Metode ini tidak cocok untuk celah karang dimana ikan tinggal. Jika kelimpahan mutlak diperlukan. Teknik ini sangat berguna untuk terumbu karang yang patch/mengelompok dan terumbu buatan. 24 . kelimpahan. ikan yang tersembunyi dan sangat rahasia ikan dan tidak efisien untuk studi tentang beberapa spesies atau genus Tidak bekerja dengan baik dalam kondisi gelombang tinggi.presisi yang dicapai sangat tergantung pada keterampilan penyelam untuk memperkirakan jari-jari 7.

Statistik perbaikan ini dijelaskan secara rinci di Ault et al. Keutamaan dari presisi perbaikan dicapai dengan tidak lebih dari sampling site individu tetapi upaya mendistribusikan sampel atas site lebih. (1999). Pelatihan yang dibutuhkan: Identifikasi Ikan.edu Referensi: AGRRA www.sefsc. rginsburg@rsmas.aoml.noaa. estimasi ukuran dan estimasi panjang tabung imajiner. Replikasi disediakan oleh buddy penyelam yang memiliki metode sampling yang sama.Perbaikan metode sensus visual diam/Plot Statinery Perbaikan signifikan dalam perkiraan dari koefisien variasi (perkiraan presisi) telah dicapai dengan menggunakan dua tahap stratifikasi acak untuk memilih 200 x 200 m sampling site. Distribusi ukuran populasi dapat dihasilkan dengan menggunakan mean. (2001).gov / articlesandpublications.gov/agra/ FKNMS CRMP: http://www.coral.noaa. penghitungan.fknms. CP: Robert Ginsburg.edu atau Phil Kramer. agrra@rsmas.miami.noaa. Bohnsack dan Bannerot (1986). Ault et al. dan minimum ukuran seperti yang dijelaskan oleh Meester et al.jsp. (2002). maksimum.gov/research_monitoring/ Publikasi dikutip di atas dapat dilihat dan download di: www. Juga lihat Kimmel (1985). Auto korelasi pasangan buddy (yang sering melihat ikan yang sama) bisa dikurangi dan perbedaan individu dapat dikurangi dengan mengkombinasikan data dari buddy selam.nos. Obura dan Grimsdtich (2008) dan Hill dan Wilkinson (2008) 25 Skema metode Fish Sationery Plot Survey .miami.

Oleh karena itu. Informasi yang diperoleh: Keanekaragaman jenis dan kelimpahan relatif disajikan dalam frekuensi kejadian. analisis. spesies yang lebih umum kemungkinan dapat semakin cepat pengamat menghadapi itu. Asumsinya adalah bahwa spesies terjadi dalam interval waktu awal yang paling melimpah di komunitas Ikan tyang ditemukan diinterval 10 menit pertama menerima nilai 5. dan seterusnya sehingga interval kelima skor ikan 1. Deskripsi Metode: Pengamat melakukan survei ini pada kecepatan konstan untuk waktu yang tetap. Personil Lapangan: 1 pengamat dan 1 buddy 1 pengemudi perahu / pengamat permukaan Personel di Kantor: Entri data. Prosedur Umum: Pengamat berenang di sekitar terumbu secara acak untuk menemukan dan mencatat sebanyak mungkin spesies ikan Penyelam harus terbatas pada habitat yang spesifik (kedalaman. Fish Rapid Visual Census Digunakan untuk menentukan keragaman spesies. interpretasi dan pelaporan. dengan total 10 menit interval 5 menit. Skor Spesies yang dijumlahkan untuk menunjukkan frekuensi kejadian Ulangi jumlah tersebut 8 kali per site 26 .5. List Spesies yang didapat memberikan estimasi keragaman spesies di suatu daerah. Metode ini berguna untuk memperkirakan kelimpahan relatif dan didasarkan pada asumsi bahwa kemungkinan menghadapi suatu spesies meningkat kelimpahannya.dan bukan mengukur daerah dengan rollmeter transek. Berguna untuk menentukan spesies yang akan disertakan dalam monitoring jangka panjang. 10 menit interval pencarian memungkinkan penyelam untuk memperoleh perkiraan kelimpahan relatif dari masing-masing spesies selain ada atau tidak adanya data yang berasal dari daftar spesies. zona terumbu) untuk menentukan jenis kekayaan Spesies hanya dicatat satu kali ketika saat pertama terlihat pada Interval 10 menit waktu. pada interval kedua 4. Bagaimana Anda menganalisis dan menginterpretasikan data? Nilai Spesies menunjukkan kelimpahan relatif dari spesies yang berbeda dari satu sama lain.

27 Metode yang ini menekankan pentingnya luas yang discover meskipun kadang sepeciesnya jarang (umumnya untuk ikan di terumbu karang). . keanekaragaman jenis yang diperkirakan sebagai spesies samar/cryptic mungkin banyak yang diabaikan. Referensi: Jones dan Thompson (1978). Pelatihan yang dibutuhkan: Identifikasi level Spesies dan pengetahuan yang terperinci dari kebiasaan dan habitat ikan yang berbeda.Keuntungan: Sederhana dengan peralatan yang minim Menghindari metode transek yang memakan waktu Berguna untuk survei awal keanekaragaman jenis. dan untuk memilih spesies yang akan diikutsertakan dalam monitoring jangka panjang sesuai dengan kelimpahan mereka. Kimmel (1985). sementara banyak di daerah patchreef kita sudah underestimate /di bawah perkiraan tapi ikannya berlimpah. Keterbatasan: Data tidak dapat secara langsung dibandingkan dengan tutupan karang atau data makro-invertebrata sebagai daerah berbeda yang diteliti. hal ini akan mempengaruhi kualitas data dari panjang transek yang dipilih dapat diimplementasikan pada daerah patch reef dimana interval waktu berhenti penyelam berenang di antara area terumbu karang. Seperti semua metode sensus ikan.

Amati perilaku ikan selama 10 menit. level lanjutan untuk mengukur tingkah laku ikan dan ukuran area teritorialnya(tergantung sumber daya). Batas wilayah mereka ditandai (ujung terjauh di mana mereka bergerak).6. Prosedur Umum: Wajib dilaksanakan minimal pada 2 studi site di mana satu site adalah kontrol (tanpa gangguan antropogenik ) Level dasar estimasi kelimpahan ikan. Berenang perlahan dengan kecepatan 6 m per menit sepanjang transek dan targetnya kelimpahan ikan kepe-kepe sepanjang transek sabuk selebar 10 meter. Ulangi untuk pasangan yang sama selama 50 menit dari pengamatan. Survei ini dilakukan selama 5 x 10 menit periode observasi. 28 . Peralatan yang diperlukan: Rollmeter panjang 30 m Alat tulis bawah air dengan penggaris dengan panjang 20 cm. Persentase tutupan komunitas bentik juga harus ditentukan. Persentase tutupan komunitas bentik Kami merekomendasikan menggunakan metode transek titik (Point Intersept Transect) sebagai cara termudah ). Perilaku berpindah (diharapkan meningkat karena makanan menjadi terbatas) Diimplementasikan setelah survei kelimpahan. Estimasi Kelimpahan Tempatkan sampai 4 x 30 m transek pada wilayah tutupan karang yang tinggi (tidak sembarangan). Butterfly Fish Method (Metode Survey Ikan Kepe-kepe) Instansi yang menggunakan metode ini: Metode ini digunakan oleh peneliti di Hawaii. penyelam berenang sepanjang transek untuk mencatat sepasang ikan kupu-kupu. Catat setiap kali mengejar sepasang ikan targetdi wilayah yang berdekatan. Tidak ada instansi yang menggunakan metode sebagai metode utama. Konsep ini didasarkan pada asumsi bahwa ikan kepe2 yang memakan karang akan bergerak jauh dari daerah terumbu karang ketika kesehatan/kondisi karang memburuk. Deskripsi Metode: Metode ini dilakukan dengan cara mengobservasi ikan kepe-kepe dan perilaku makannya untuk menentukan kelimpahan makanan dan habitat ikan butterfl y per pasangan.

Satu penyelam memegang di ujung dari pita. eyespot (tanda) di belakang atau ekor di karang saat mereka makan. interpretasi dan pelaporan. 1 perahu orang / pengamat permukaan. Personil Lapangan: 2 pengamat. ketika mereka pindah. sehingga ukuran pengamatan wilayah territorial ikan kepe-kepe dapat menunjukkan penurunan kondisi karang secara bertahap namun yang mungkin tidak secara signifikan dibandingkan survey langsung tutupan karang modifikasi desain di mana informasi lebih lanjut dapat ditambahkan jika sumber daya dan kapasitas penyelam memungkinkan.Observasi ini tidak perlu diimplementasikan selama satu kali penyelaman. Perilaku makan (untuk menentukan Makanan yang disukai) Amati perilaku makan selama periode 3 x 10 menit. Ukuran wilayah territorial dihitung dengan menjumlahkan semua nilai pada lembar data. ukur panjangnya dengan penggaris. Personel di Kantor: Kalkulasi perilaku makan dan pengukuran luas wilayah teritorialnya Analisis data. Catat jumlah gigitan pada spesies tertentu karang. Mengukur daerah territorial ikan kepe2 (diharapkan meningkat karena keterbatasan makanan) Tandai batas wilayah territorial (lingkaran atau oval) dengan penanda(bisa dengan patahan karang mati). Ukur panjang wilayah territorial di diameter terpanjangnya (cross section). Hitung jumlah gigitan per 10 menit untuk setiap jenis karang. 29 . Keuntungan: Sederhana dan murah Dapat dilaksanakan oleh pemula yang tidak mendapat pelatihan teknis sebelumnya Sangat peka untuk mengetahui perubahan kondisi terumbu karang secara perlahan -lahan. ikan kepe2 pemakan polip karang akan memperbesar wilayah makannya jika kepadatan karang menurun untuk mencukupi kebutuhan makannya. Perkiraan ukuran ikan yang menjadi target dengan mencatat posisi mulut mereka. tetapi berturut-turut penyelaman yang terus dilaksanakan sebatas persyaratan keselamatan penyelaman yang memungkinkan. penyelam kedua mengukur jarak wilayah teritorialnya terus dilakukan berulang untuk daerah lainnya.

Pelatihan yang dibutuhkan: Tidak pelatihan ilmiah formal yang diperlukan tetapi 1 atau 2 ikan coralivores kunci harus diketahui per lokasi geografis. 30 . Referensi: Crosby dan Reese (1996).Keterbatasan: Lebih mudah untuk mengukur tutupan karang secara langsung yaitu dengan melakukan intercept transek titik(Point Intersept Transect/PIT).

interpretasi dan pelaporan. ii. 31 Personil Lapangan: 2 pengamat (penyelam). Perlu tidaknya pengamatan pemijahan. Betina dengan telur terhidrasi.7. analisis. perut bengkak dan lainnya yang terbukti ada in- . dan iii. Data yang diperoleh: kepadatan pemijahan Size populasi pemijahan dan struktur komposisi jenis kelamin Pola Temporal saat aktivitas pemijahan dan daerahnya Jumlah ikan di lokasi pemijahan. dan ii. Fish Spawning Aggregations Method (Metode Agregasi Pemijahan Ikan) Instansi yang menggunakan metode ini: Society for Conservation of Reef Fish Aggregations (SCRFA) Deskripsi Metode: Metode ini melibatkan penentuan lokasi. musim pemijahan dan ukuran site pemijahan dan melakukan sensus visual bawah air untuk memperkirakan kelimpahan pemijahan ikan dewasa. Prosedur Umum: Ada kebutuhan untuk mendefinisikannya sebagai berikut: 1. Di mana agregasi? Sebuah agregasi/berkumpul diakui jika meningkat 3 kali lipat dari kepadatan pemijahan ikan. 1 pengemudi perahu / pengamat permukaan . Kehadiran folikel pasca-ovulasi pada ovarium dari sekumpulan betina. Data Gonad somatik indeks (GSI). termasuk: i. Personel di kantor: Entri data. Perilaku atau perubahan pola warna yang diketahui hanya berhubungan dengan pemijahan. tanda-tanda tidak langsung mencakup: i. tanda-tanda langsung 'pemijahan' juga harus diidentifikasi. Peralatan yang diperlukan: Meteran/penggaris untuk memperkirakan ukuran. Untuk informasi pemijahan.

Jika memungkinkan. Mengukur daerah agregasi . Domeier et al. citra satelit. jumlah stasiun direkomendasikan. Apa yang dikatahui dari waktu atau musim agregasi itu? Informasi ini diperoleh dari nelayan. Stationery plots mungkin lebih tepat di sini untuk menghemat energi). dan dari histologi gonad. video jarak jauh juga berguna untuk ikan yang takut terhadap manusia. Tanda disini bisa berupa batu dicat atau pemasangan buoy (hati-hati hal ini bisa memancing nelayan untuk menangkap didaerah SPAGs) . Colin et al. Remoute surfeilance teqhnique/ teknik pengawasan jarak jauh. foto udara dan pengintaian udara yang berguna untuk menilai site potensial agregasi dan diketahui dari profil batimetri dan oseanografi untuk spesies. Ada 3 metode monitoring yang dapat digunakan: Underwater Sensus Visual atau Stationery Plot Survey Kumpulan data-data perikanan. video transek dapat digunakan untuk memperkirakan kelimpahan secara akurat. Kriteria berikut ini akan menentukan metode berlakut: kedalaman site Kepadatan ikan Arus (ketika arus kuat atau bila ikan waspada terhadap penyelam di dekatnya).Tandai daerah batasnya saat melakukan survei dan kembali ke pengukuran ini nanti. dan wawancara dengan nelayan sangat membantu. pengamatan ikan bunting/bengkak di pasar. Underwater Visual Sensus untuk agregasi pemijahan Survei visual dengan cara melintasi site agregasi banyak direkomendasikan. Untuk spesies yang sulit dijumpai/mudah kabur . Time swim tidak dianjurkan karena mereka tidak menyediakan data kuantitatif. Parameter yang diukur: Jumlah ikan per satuan luas Ukura Sex rasio Tingkah Laku Lokasi di peta (pemetaan). Kumpulan perahu nelayan lokal disinkronkan dengan fase bulan adalah indikasi yang bermanfaat untuk mengetahui agregasi pemijahan.2. (2003). 3. 32 . survei skala luas dengan snorkeling atau manta-tow juga dapat berguna. Dimana agregasi berada? Nautical chart. m (2002).

Karena setiap site pemijahan yang berbeda. karena estimasi ukuran panjang minimum dan maksimum adalah relatif. identifikasi spesies dan tingkah laku pemijahan. nelayan dan stakeholders lainnya harus terlibat dalam program pelatihan Spags ini.org/ The Nature Conservancy juga mengembangkan metode inil untuk pemantauan agregasi pemijahan kerapu di Indo Pasifik (Lihat www. Bias dari Observer untuk itu perlu pelatihan estimasi panjang ikan.nature. seringkali dengan berlimpahnya tempat persembunyian. www. tetapi tidak selalu cocok untuk semua jenis ikan. Referensi: Lihat Domeier et al. dimana pemihjahan sering berlangsung secara bersamaan. hubungi the Society for Conservation of Reef Fish Aggregations (SCRFA). Umumnya agregasi terjadi didaerah yang tutupan karang nya signifikan. (2003) for fisheries dependent data and remoute surveillance techniques. Pengulangan analisis video adalah salah satu pilihan. Karena variasi lokasi pemijahan dan waktunya yang musiman selama agregasi itu. Data ukuran harus ditafsirkan secara hati-hati. ikan yang tersembunyi di celah-celah atau di bawah karang akan menyebabkan nilainya lebih kcil dari angka yang sebenarnya. Aceh. gangguan perilaku ikan oleh penyelam merupakan faktor yang perlu dipertimbangkan. metode survei yang disarankan di sini harus diambil sebagai panduan. Sangat sulit untuk mendapatkan data ikan akurat dan valid setiap sehingga setiap interpretasi harus dilakukan dengan hati-hati. Menentukan seks hanya mungkin untuk spesies yang memiliki ukuran jelas atau perbedaan warna.org). (2002). Keterbatasan: Site Monitoring lebih dari satu merlukan beberapa tim pengamat kalau agregasi terjadi pada waktu yang sama.Keuntungan: Metode Non-destruktif. 33 . begitu juga Wildlife Conservation Society (WCS) di Pulau Weh. Jika memungkinkan.scrfa. tidak mungkin untuk mengunjungi site pemijahan hanya sekali dan mengharapkan data survei yang baik. perencanaan hati-hati sangat penting. Pelatihan yang dibutuhkan: Training untuk pemantauan agregasi. Colin et al.

34 .

ekor kuning dengan strip hitam. Soliter atau kelompok kecil. dorsal kuning. Benthopelagic. Ciri-ciri: Panjang max 38 cm (TL). Distribusi: Perairan terumbu karang tersebar dari Afrika hingga Papua New Guinea Tipe pemakan: Pemakan Alga 35 Lokasi foto: Pulau Weh. Ikan butana Acanthurus leucosternon Powderblue surgeonfish Nama Umum: Ikan butana biru. Jepang-GBR Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: Pulau Weh. kuli pasir (sulawesi). Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Paracanthurus hepatus Palette surgeonfish Nama Umum: ikan dori. Warna biru cerah dengan pola hitem seperti angka enam. sekitar muka berwarna hitam dan sangat mudah dibedakan dengan jenis Paracanthus hepatus Habitat: Perairan terumbu karang dari kedalaman 45 m hingga dangkal 2-3 m. leter six Ciri-ciri: Panjang max 31 cm (TL). juv sering terlihat sembunyi di celah karang Pocillopora.ACANTHURIDAE Surgeon fish.Badan berwarna biru. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Distribusi: Indo-Pasifik:Afrika timur– Samoa. Sirip dada biru dengan ujungnya hitam dilingkari kuning. Habitat: Daerah karang yang jernih dan berarus.

Juv soliter dan di habitat rubble. sirip pectoral berwarna kuning diujungnya Habitat: Biasanya hidup soliter/ sendiri. Karimunjawa.Tuamoto. Membentuk kelompok pemijahan.Acanthurus lineatus Lined surgeonfish Nama Umum: Butana kasur Ciri-ciri: Panjang max 38 cm (TL). benthopelagic. Tipe pemakan: Bentik alga/ herbivorus kadang krustacea Lokasi foto: Pulau Weh. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika timur-Hawai. Sirip perut oranye Habitat: Pejantan mengontrol daerah teritorial makan dan haremnya. hidup di area laguna hingga terumbu karang dari 2 . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 36 Acanthurus pyropherus Mimic surgeonfish Nama Umum: Ciri-ciri: Berwarna kecoklatan. Digantikan Acanthurus sohal di Laut merah. kuat dan beracun.40 m Distribusi: berada di seluruh perairan terumbu karang di Indonesia Tipe pemakan: Pemakan alga Lokasi foto: : Kep. Jepang –GBR dan New Caledonia. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . 3/4 badan atas terdiri dari garis kuning dan garis biru strip hitam. Kill dipangkal ekor tajam. Marquesan dan Kep. garis hitam dari atas sampai bawah katup insang. 1/4 badan bawahnya berwarna abu-abu. Dewasa umumnya schooling di daerah dangkal.

kadang mencari makan di daerah masukan air tawar dimana banyak alga.Tuamoto. Perubahan metamorphosis dari post larva–juv pada ukuran 3.Acanthurus triostegus Convict surgeonfish Nama Umum: Butana lorek Ciri-ciri: Panjang max 27 cm (TL). fitoplankton Lokasi foto: Pulau Weh. Habitat: Daerah karang dan rubble di laguna dan pantai habits coral and rubble areas of deep lagoon and seaward reefs. juv berada di daerah pasang surut. Dorsal dan anal coklat gelap. Pasifik timur : Teluk California-Panama Tipe pemakan: Zoobenthos. sirip ekor coklat dewasa dan juv berwarna kuning. Distribusi: Indo-Pasifik:Arabian peninsula. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 37 Ctenochaetus binotatus Twospot surgeonfish Nama Umum: Ciri-ciri: Panjang max 22 cm (TL). spot hitam di belakang sirip dorsal dan anal. dewasa terdapat lingkaran biru di mata. benthopelagic. bentik alga. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika timur Kep. badan kuning krem dengan 6 garis vertikal dibadan. Jepang –NSW dan New Caledonia) Tipe pemakan: fitoplankton dan detritus (dinoflagelata / Gambierdiscus toxicus ) Lokasi foto: Pulau Weh.2 cm Habitat: Daerah laguna dan karang . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan .

ditemukan soliter hingga schooling dengan species lain. Terdapat lingkaran kuning di mata dan bibir berwarna biru. Range kedalaman 2-30 m.Ctenochaetus striatus Striated surgeonfish Nama Umum: Ciri-ciri: Panjang max 26 cm (TL). berbatu yang flat di laguna dan karang hingga kedalaman 30 m. Ogaswara. Marshal. Habitat: Dareah kaya karang mulai dari laguna hingga lereng karang. Samoa-Kep. Filipina. Distribusi: Pasifik barat: Kep. Biasa ditemukan di kedalaman 7-15 m. Sirip pectoral kekuningan. Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Fitoplankton (diatom) dan Bentik alga (lapisan luar blue green alga yang membuat species ini kunci rantai makanan ciguatera) Lokasi foto: Pulau Weh. Pangkal ekor terdapat kill tajam. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . sirip ekor dan perut coklat. rubble. Habitat: Daerah karang . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 38 Ctenochaetus cyanocheilus Bluelipped bristletooth Nama Umum: Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL) badan coklat kekunngan dengan garis kebiruan di badan. Indonesia-GBR dan New Caledonia.spot oranye di kepala. badan berwarna coklat kehitaman . Tipe pemakan: Bentik alga / herbivora Lokasi foto: Pulau Weh.

kuning dan hitam dari mulut hingga kepala. panjang max 50 cm.Naso lituratus Orangespine unicornfish Nama Umum: Naso Ciri-ciri: Panjang max 46 cm (TL). sirip ekor berbentuk sabit dengan batas hitam. rubble dan berbatu di laguna dan pantai . Sirip perut oranye. Tipe pemakan: Alga (Sargassum dan Dictyota) dan zooplankton Lokasi foto: Pulau Weh. Distribusi: tersebar di perairan area terumbu karang di Indonesia Tipe pemakan: Omnivore Lokasi foto: : TN Komodo. Juv di daerah berbatu dangkal. badan berwarna biru kecoklatan. Habitat: Daerah karang. Dewasa dalam soliter/kelompok kecil. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Distribusi: Samudra Pasifik untuk Samudra Hindia sekarang diketahui sebagai species yang terpisah dengan nama Naso elegans. dorsal oranye dengan batas garis biru. Habitat: Umumnya dijumpai di kolom perairan atau di perairan agak dalam mulai dari 4-50 m dan biasanya ditemukan sendiri. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 39 Naso vlamingii Bignose unicornfish Nama Umum: Naso Ciri-ciri: Bagian muka berwaran kecoklatan. memiliki garis biru di dekat mata. Range kedalaman 0-90 m. pangkal ekor oranye dengan strip putih. badan coklat keabuan. serta bagian ekor yang menjuntai.

40 .

Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . merupakan ikan nocturnal.APOGONIDAE Cardinal fish. Karimunjawa. 41 Habitat: Ditemukan berkelompok di dekat karang bercabang. Ikan capungan Apogon compressus Split-banded cardinalfish Nama Umum: Ikan capungan Ciri-ciri: Berwarana putih atau pink dengan 6 garisdi sisinya.lingkar mata berwarna biru.nigrescens Lokasi foto: : Kep. panjang max 12 cm. sewaktu juvenile memilki warna kuning didekat ekor dengan spot hitam ditengahnya. ditemukan di area karang mulai dari kedalaman 2-20 m. Distribusi: Indo pasifik: GBR hingga jepang Tipe pemakan: carnivora Kesukaan habitat: karang bercabang seperti Porites cylindrical atau P.

di bagian sirip perut terdapat warna biru.Apogon aureus Ring-tailed cardinalfish Nama Umum: Beseng Ciri-ciri: Panjang max 14. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 42 Apogon bandanensis Bigaye cardinalfish Nama Umum: Beseng Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL). Habitat: Biasanya ditemukan diperairan karang agak dalam. Karimunjawa. warna badan kecoklatan dengan strip halus vertical.sinonim Nectamia bandanensis. bersembunyi di celah atau dibawah karang dijumpai mulai dari kedalaman 1. rang kedalaman 10-34 m. Tipe pemakan: Carnivore Lokasi foto: : Kep.5 cm (TL). Habitat: Biasa dijumpai di perairan dangkal. dipangkal ekor terdapat bagian putih dengan lingkaran hitam. merupakan ikan nocturnal. strip biru dimata. warna coklat krem.40 m. Distribusi: Hampir ditemukan diseluruh perairan Indonesia Tipe pemakan: Carnivore Lokasi foto: : Kep. garis hitam melingkar dipangkal ekor. Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .

dengan 3 garis coklat memanjang serta spot hitam kecil dekat pangkal ekor. Indonesia Tipe pemakan: Carnivora Lokasi foto: : TN Komodo. Karimunjawa. dewasa memiliki spot kuning dikatup insang. Distribusi: Indo-pacifik.Apogon chrysopomus Spotted-gill cardinalfish Nama Umum: Serinding Ciri-ciri: Panjang max 10 cm(TL). Habitat: Perairan karang dan berasosiasi dengan karang branching. Habitat: Biasa dijumpai berkelompok di atas karang branching. berwarna coklat krem. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 43 Apogon seleii Nama Umum: Serinding Ciri-ciri: Panjang max 10 cm(TL). Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Distribusi: Tersebar di hamper seluruh perairan Indonesia Tipe pemakan: Carnivora Lokasi foto: : Kep. pola bdan .garis kuning/coklat dekat katup insang.corak serta warna mirip dengan Apogon chrysopomus.

Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Range kedalamannya 2-60 m. Karimunjawa. Habitat: Umumnya berkelompok di gua-gua kecil disekitar laguna atau disela-sela karang branching. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Pantai timur benua Afrika hingga Samoa. begariskuning dengan strip biru di dekat mata. baratdaya Jepang hingga New Caledonia 44 Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: :Kep. Karimunjawa.Apogon fucata Nerrowlined cardinalfish Nama Umum: Beseng Ciri-ciri: Panjang max 9 cm (TL). memiliki spot hitam dipangkal ekor. Distribusi: Lokasi foto: :Kep.

berwarna coklat kekuningan. dipangkal ekor berwarna hitam samar dan dipangkal berwarna putih. Distribusi: Diketahui hanya di perairan TN Komodo. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Tipe pemakan: Zooplankton 45 Apogon hoevenii Frostfin cardinalfish Nama Umum: Serinding layar Ciri-ciri: Panjang max 6cm (TL). Distribusi:Indo-West Pacific: India. Habitat: Biasanya dijumpai didaerah estuaria atau telukserta dihabitat yang dasarnya pasir/ pasir berlumpur. terdapat garis warna coklat strip putih memanjang dari mulut hingga mata. Range kedalaman 20-30 m. sertadari utara Australia .Apogon komodoensis Nama Umum: Serinding Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL). siripdorsal pertama berwanna coklat gelap dengan bagian berwarna putih yang lebar. dengan range kedalaman 10-12 m.Japang Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: TN Komodo. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . tempatpavoritnya berada disekitar spong. Indochina n Malay . NTT Lokasi foto: TN Komodo. Habitat: Berkelompok di sela-sela karang branching. crinoids dan bulubabi.

Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . memiliki dua garis berwarna orange dekat katup insang.5 cm (TL). memiliki garis hitam dibawah sirip dorsal kedua. Habitat: Biasanya dijumpai di laguna dan teluk. Karimunjawa. Habitat: Biasa hidup di perairan dangkal di area terumbu karang atau sekitar laguna / sela-sela karang dengan range kedalaman 2-15 m. Distribusi: Indo-pasifik. memiliki spot hitam dipangkal ekor dan cirri utamanya adalah spot hitam dikedua ujung cagak sirip ekornya. Timur Afrika—Samoa. Karimunjawa.Apogon fragilis Fragile cardinalfish Nama Umum: Beseng Ciri-ciri: Panjang max 5. diatsa karang branching. berwarna putih perak transparan. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Apogon zosterophera Blackbelted cardinalfish Nama Umum: Beseng Ciri-ciri: Panjang max 8 cm (TL). Distribusi: Laut jawa dan Kalimantan di Indonesia Tipe pemakan: Zoobenthos Lokasi foto: :Kep. berkumpul dalam jumlah besar kadang-kadang dengan jenis yang lain. dan di Great Barier Reef Australia Tipe pemakan: Belum diketahui 46 Lokasi foto: :Kep. Range 1 -15 m. serta memiliki spot hitam kecil dipangkal ekor.

Memiliki 8 strip garis kecoklatan.garis hitam disirip prtama dorsal. spot coklat yang banyak di badan belakang. saat juvenile memiliki spot hitam kecil yang dikelil- ingi warna kuning dipangkal ekornya. selatan GBR Australia Tipe pemakan: Ikan kecil / Carnivora . Habitat: Berkumpul bisasanya diatas karang branching. Karimunjawa.5 cm (TL). Range 1– 14m. kadang juga berada diatas karang bercabang. Habitat: Biasanya bersembunyi di celah/goa kecil di karang. Jawa Tengah Cheilodipterus artus Foto by Fakhrizal Setiawan Wolf cardinalfish Nama Umum: Serinding Ciri-ciri: Panjang max 18. laguna. menyebar di malam hari untuk mencari makan karena ikan nocturnal. kepala yang berwarna kuning. Distribusi: Laut jawa– Fiji Tipe pemakan: Zoobenthos Lokasi foto: : Kep. timur afrika-Kep. bentuknya sangat mudah dikenali dengan mata merah besar. Tuamoto. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 47 Lokasi foto: : Kep.Sphaeramia nematoptera Pajama cardinalfish Nama Umum: Capungan Ciri-ciri: Panjang max 8.7 cm (TL). Karimunjawa. lebih sering terlihat soliter Distribusi:Indo pasifik.

Cheilodipterus isostigmus Dog-toothed cardinalfish Nama Umum: Serinding Ciri-ciri: Panjang max 11 cm (TL). qunquilineatus garis strip dibadan hingga mengenai spot hitam di pangkal ekor sedangkan C. C. sangat mirip dengan C.qunquilineatus dimana perbedaanya hanya pada spot hitam dikelilingi warna kuning. Tipe pemakan: Ikan kecil / Carnivora Lokasi foto: : Kep. 48 Distribusi: Perairan laut jawa. Karimunjawa. Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . bisanya berkelompok dalam jumlah kecil dikarang bercabang. Range 4 . kalimantan di Indonesia.40 m. Habitat: Lokasi foto: : Kep. isostigmus tidak. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Hidup didarah karang laguna.

Jawa Tengah 49 Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Indo pasifik. Perairan karang di Indonesia Tipe pemakan: Ikan kecil / Carnivora Lokasi foto: : TN Komodo.Cheilodipterus macrodon Large toothed cardinalfish Nama Umum: Serinding besar Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL). lebih sering ditemukan soliter/sendiri atau berpasangan. Karimunjawa. Habitat: Umumnya ditemukan didaerah reef slope 4-30 m.NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . suka bersembunya di gua-gua kecil / celah karang . laut merah. Dewasa sangat mirip dengan C. saat juvenile mamiliki spot hitam yang berangsur-angsur hilang saat dewasa. Juv lebih terlihat dalam kelompok kecil. Kadang juga ditemukan didaerah laguna dari kedalaman 0-40 m. Lokasi foto: : Kep. timur Afrika. Pulau Ryukyu.artus hanya saja strip garis dibadan lebih tebal dan lebih gelap.

Juvenil biasa tinggal di dekat anemone sebagai perlindungan. Pola garis hitam yang memanjang dari sirip pertama dorsal hingga sirip perut dan sirip kedua sampai sirip anal dengan spot putih. Tipe pemakan: Bentik krustacea dan zooplankton Lokasi foto: : Lembeh. Lokasi foto: : Lembeh. didasar pasir di padang lamun serta di selasela bulu babi sebagai tempat perlindungan. larva yang menetas tidak memiliki periode plankton. Indonesia namun setelah ditangkarkan banyak di daerah lain. Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya . Sirip ekor cagak panjang dengan garis hitam dan spot putih disisinya. Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya Habitat: Biasa dijumpai di daerah darmaga. Jantan mengerami telur. Banggai. 50 Distribusi: Alami endemic di Kep. mudah dikenali dari warna yang mencolok dengan empat garis vertikal di badan.Pterapogon kauderni Banggai cardinal fish Nama Umum: Kardinal banggai Ciri-ciri: Panjang max 8 cm (TL).

51 .

Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Udang dan ikan kecil / Carnivora . kadang diarea habitat berbatu . bagian sirip ekor berwarna kuning dengan spot hitam diujung-ujungnya 52 Lokasi foto: : Pulau Weh. memiliki 2 warna dasar yaitu coklat ke hijauan serta kuning (Jenis variannya). Dekat pangkal ekor warna hitam gelap. sirip dorsal kedua tipis sama seperti sirip analnya. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Habitat: Ditemukan soliter di perairan dangkal dan jernih. Kebisaanya yang suka berkamuflase untuk menangkap mangsa dan bersembunyi di atas ikan yang lebih besar Distribusi: Hampir ditemukan di seluruh perairan karang di Indonesia Tipe pemakan: Lokasi foto: : Pulau Weh. sirip pertama dorsal tegak karena terdapat duri.AULOSTOMIDAE Aulostomus chinensis Chinese trumpetfish Nama Umum: lkan trompet Ciri-ciri: Panjang max 80 cm (TL).

53 .

tunicate Lokasi foto: : Pulau Weh. Balistoides conspicillum Clown triggerfish Nama Umum: Triger biji nangka Ciri-ciri: Panjang max 50 cm (TL). separuh badan bagian bawah spot putih besar dan separuh atasanya hitam dengan bercak kuning. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Habitat: Spesies soliter. saat juvenile hidup di gua-gua karang. krustasea. Distribusi: Indo-pasifik. Indonesa hingga Samoa. selatan New Caledonia Tipe pemakan: Bulubabi. mulut berwarna kuning. pangkal ekor putih dengan bintik hitam serta sirip ekor terdapat bagian putih lebar. memiliki pola warna yang unik.BALISTIDAE Triger fish. Ikan Tato (Sulawesi utara). 54 Lokasi foto: TN Komodo. garis putih dimata. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . hidup diperairan jernih didaerah reef slope dan drop-off. sebagian timur dan selkatan Afrika. Merupakan target perdagangan ikan hias yang mahal.

Afrika Selatan. tunikata. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . sponge dan hydrozoa). Lokasi foto: : Pulau Weh.Balistapus undulatus Orange-lined triggerfish Nama Umum: Triget ijo Ciri-ciri: Panjang max 30 cm (TL). Jenis yang territorial. 55 Lokasi foto: : Pulau Weh. Jepang-GBR dan New Caledonia. ikan kecil dan alga bentik. moluska. Range kedalaman 1-50 m. Memiliki spot hitam dipangkal ekor. Sirip berwarna oranye. biasa meletakkan telur dalam lubang di daerah pasir atau rubble di daerah karang. Habitat: Didaerah kaya karang di laguna dan terumbu karang. Marquesan dan Tuamoto. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Indo-Pasifik : Laut merah. badan hijau gelap ke coklatan dengan garis oranye diagonal di badan dan muka. Kep. Tipe pemakan: Zoobenthos (Echinodermata. Line.

Habitat: Daerah kaya karang . Tipe pemakan: Zoobenthos (sponge.tunikata. ) dan bentik alga 56 Lokasi foto: : Pulau Weh. Samoa. JepangPulau Lord Howe. Soliter. Batas luar sirip caudal berwarna putih. Habitat: Daerah pantai berkarang mulai dari laguna hingga lereng karang. Tipe pemakan: Zoobenthos dan zooplankton Lokasi foto: : Pulau Weh. badan coklat kehitaman dengan strip putih di dasar sirip dorsal dan Anal. Distribusi: Indo-Pasifik barat: Afrika timur. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Sufflamen chrysopterus Halfmoon triggerfish Nama Umum: Triger bulan Ciri-ciri: Panjang max 30 cm (TL). Laut Merah dan Timur Afrika– Thailand dan Sumatra di Indonesia. Afsel. Digantikan Sufflamen albicaudatus di Laut Merah.bentik invertebrate. ovipar dan monogami. Soliter dan territorial.Melichthys indicus Indian triggerfish Nama Umum: Triger item Ciri-ciri: panjang max 25 cm (TL). bentik krustacea. badan coklat gelap dibawahnya dengan sirip ekor dibatasi putih dan membentuk segitiga coklat ditengahnya. biasa menggali lobang di dasar untuk tempat tinggal Distribusi: Samudra Hindia. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan .

57 .

Ikan Blenie Escenious sp. bagian kepala kehijauan.terdapat sepasang mirip sungut di depan mata. Distribusi: Baru diketahui dari laut jawa Tipe pemakan: Belum diketahui Lokasi foto: TN Karimunjawa.BLEINIDAE Blennies fish. badan coklat dengan garis terang sepanjang dorsal. strip hijau dari mata hingga katup insang. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Nama Umum: Bleni Ciri-ciri: Panjang max 5. bias dijumpai berda di atas karang.5 cm (TL). soliter namun kadang dalam kelompok kecil. 58 Habitat: Daerah kaya karang.

59 .

CAESIONIDAE Fusilier fish. serta strip hitam di kedua ujung cagak sirip ekornya. Ikan ekor kuning Caesio caerulaureus Blue and gold fusilier Nama Umum: Ekor kuning Ciri-ciri: Panjang max 35 cm (TL). Karimunjawa. Range 5-50 m. warna kuning mulai dari ekor hingga ke badan atas dekat sirip dorsal. Distribusi: Hampir diseluruh perairan di Indonesia Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: : Kep. Distribusi: Hampir seluruh perairan Indonesia Lokasi foto: : Kep. sering ditemukan schooling dalam jumlah besar bersama jenis caesionidae lainnya. berwarna 2/3 biru keperakan. Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 60 Caesio teres Yellow and blueback fusilier Nama Umum: Ekor kuning Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). memiliki garis kuning emas memanjang dari pangkal ekor hingga diatas mata. bermigrasi saat purnama mencari daerah di karang yang memiliki celah sempit serta arus yang kuat untuk menyebarkan telurnya. Habitat: Di kolom perairan karang yang jernih kedalaman 5-50 m. Habitat: Area terumbu karang yang jernih. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .

Habitat: Daerah karang namun umumnya berada di kolom perairan.Sirip ekor berwarna kuning. Aceh 61 Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Timur Afrika hingga Indonesia (tidak di laut merah and Persia) Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: : Pulau Weh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan .Caesio xanthonota Yellowback fusilier Nama Umum: lkan ekor kuning Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). Aktif schooling dengan caesionid lain di kolom perairan karang. Lokasi foto: : Pulau Weh. berwarna biru keperakan dengan warna kuning hampir 1/2 badan hingga bagian kepala. Range kedalaman 0-50 m.

Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . cirri khasnya adalah strip biru yang menyala terutama saat malam hari. memiliki strip garis dari pangkal ekor hingga dekat mata.Pterocaesio tile Dark banded fusilier Nama Umum: lkan ekor kuning Ciri-ciri: Panjang max 30 cm (TL). 62 Lokasi foto: : Pulau Weh. berwarna biru keperakan (foto fase merahnya). dan kep. beberapa literature menerangkan ikan ini memiliki kemampuan untuk mengganti warna yang biru menjadi kemerahan di bagian bawah untuk dibersihkan atau untuk tidur.60 m Distribusi: Indo-pasifik. Range kedalaman 0 . Indonesia. Jepang. Di t imur PNG Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: : Pulau Weh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Habitat: Berkelompok di kolom perairan terumbu karang yang jernih atau slope karang bersama jenis caesionid lainnya.

63 .

(chiguatera)Dagingnya menjadi beracun jika sudah melebihi panjang (TL) 50 cm. berpasangan atau schooling di spot site tertentu. Ikan Kwe. Sirip pectoral berbentuk sabit. sirip berwarna biru. teluk Oman. Distribusi: Hampir di seluruh peraian karang di dunia Tipe pemakan: ikan kecil dan Lokasi foto: Kep. Kayoa.CARANGIDAE Jacks fish. jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Caranx melampygus Bluefin trefally Nama Umum: Kwe biru / bobara Ciri-ciri: Panjang max 117 cm (TL). Bobara (Sulut) Carangoides bajad Orangespotted trevally Nama Umum: Kwe macan Ciri-ciri: Panjang max 55 cm (TL).Thailand dan Indonesia serta Okinawa. Tipe pemakan: Carnivora 64 Lokasi foto: TN Karimunjawa.Persia. Habitat: Kolom perairan yang agak dalam di area karang. Ardiwijaya . Habitat: Species perairan pelagis dan pantai serta di karang. badan berwaran perak biru kehijauan. Maluku Utara Foto by Rizya L. Range kedalamannya 2-50 m Distribusi: Laut merah. biasanya soliter atau berpasangan. badan agak kekuningan dengan banyak spot oranye tersebar di badan. kadang soliter.

memiliki 28-36 scutes keras. berwarna keperakan. saat juvenile biasa ditemukan di estuaria dan dewasa umumnya soliter atau berpasangan. Ukuran dewasa biasanya ciguatoxic. Distribusi: Perairan karang di dunia Tipe pemakan: krustacea dan ikan (malam) / carnivora . bobara Ciri-ciri: Panjang max 170 cm (TL). batu dan di terumbu karang. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Caranx ignobilis Giant trefally Nama Umum: Ikan kwe. Habitat: Jenis ikan pelagis biasa ditemukan di pasir.65 Lokasi foto: TN Komodo. ukuran dewasa dari corak badannya dapat mudah dikenali. warna sirip biasanya abu-abu gelap.

66 .

Distribusi: Tersebar hampir di seluruh perairan karang di dunia Tipe pemakan: Memakan ikan kecil. Jarang dilaporkan menyerang manusia. tanda putih berada di sirip dorsal pertama dan ujung sirip ekor.330 m. Habitat: Biasa dijumpai di la67 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Ikan hiu Carcharhinus obsesus Whitetip reef shark lokal: ikan hiu sirip putih Ciri-ciri: Panjang max 213 cm (TL). lobster kecil dan kepiting / Carnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. Lebih aktif saat malam dan daerah pasut yang memiliki arus kuat. gurita. mata oval. Jarak ruaya 0. ramping dengan moncong pendek. jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan guna. Range kedalaman 1 . jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .3-3 km satu periodenya /tahun.CARCHARHINIDAE Shark fish. karang dan digoa-goa beristirahat di siang hari.

Sirip dadabesar dan bult melebar. Warna kuning kecoklatan dengan bintik coklat gelap.68 Lokasi foto: Pulau Weh. utara Jepang– New South Wales. Aceh Foto by Rizya L. siang hari beristirahat di celah-celah atau di bawah karang. pasir. krustasea. memiliki 5 celah insang dan 3 terahir dibelakang sisirp dada. patahan karang. Aktif dimalam hari (nocturnal). ikan kecil. Distribusi: Indo-west pasifik barat (Laut merah dan sisi timur Afrika hingga New Caledonia. dan di dasar karang. dan ular laut / Carnivora . Habitat: Perairan lepas pantai. Australia) Tipe pemakan: moluska. Ardiwijaya Stegostoma fasciatum (juv) Zebra shark Lokal: Ikan hiu totol Ciri-ciri: Panjang max 235 cm (TL). Berenang lambat di celah-celah karang saat berburu makanan. sirip ekor panjang dengan lekukan subterminal dalam dimana lobus hamper tidak ada. lubang hidung dekat dengan moncong.

hidup soliter. atol dan di mangrove) dan dewasa di lepas pantai. Distribusi: Indo-pasifik barat (Thailand . pantai berlumpur/pasir. Habitat: Saat juvenile hidup di perairan intertidal (pantai berpasir.PNG.69 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Range kedalaman 0-100 m. ) Tipe pemakan: moluska / Zoobenthos . ciri utamanya adalah warna gelap di ujung mon- congnya. jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Rhinobatus typus Giant shovelnose ray Lokal: Ikan cucut Ciri-ciri: Panjang max 270 cm (TL). badan berwarna coklat dengan kepala yang triangular serta sirip dorsal yang pendek.

70 .

mudah dikenali dari bentuk badan dan cara berenangnya.CENTRISCIDAE Shrimp fishes. Habitat: Biasanya berkelompok. nama lokal: Ikan piso-piso Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL). sembunyi di sela-sela duri bulubabi atau cabang karang. warna bervariasi tergantung daerahnya. Ikan piso-piso 71 Lokasi foto: TN Karimunjawa (kiri) dan TN Komodo (kanan) Aeoliscus strigatus Common name:Razorfish. range kedalaman 1-20 m. bentuk duri sirip dorsalnya yang memanjang ke ekor. dari selatan jepang hingga New south Wales. Distribusi:Indo-west pasifik. Australia Tipe pemakan: Zooplankton .

72 .

Ikan kepe-kepe 73 Chaetodon octofasciatus Foto by Fakhrizal Setiawan Eightband butterfly fish Nama Umum: kepe-kepe strip 8 Ciri-ciri: Panjang max 12 cm (TL). warna krem kekuningan dengan 7 strip vertikal Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah dikedua sisi badan.CHAETODONTIDAE Buterfly fish. Distribusi: Hampir di seluruh perairan terumbu karang Tipe pemakan: Coralivore . juvenile sering terlihat berkelompok di karang Acropora bercabang. sirip ventral berwarna kuning Habitat: biasanya berpasangan dan ditemukan didaerah karang yang masih baik.

Lokasi foto: Pulau Weh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 74 Chaetodon collare Redtail butterfly fish Nama Umum: Kepe-kepe belanda Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). Distribusi: Laut Persia. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan karang / Coralivore . Maldives . Habitat: Biasa ditemukan berpasangan atau berkelompok di daerah karang / bersembunyi di bawah karang yang lebar. dikenali dengan warna merah di sirip ekor dan garis putih vertikal belakang mata. Indonesia dan Filipina Tipe pemakan: Pemakan polip Lokasi foto: Pulau Weh.Jepang.

Juv soliter di dekat karang. Ini yang membedakan dengan C. Habitat: Daerah kaya karang di laguna hingga lereng karang. Society. sirip dorsal dan anal oranye. berpasangan saat memijah. Baronessa di timur Indonesia. berasosiasi dengan acropora meja dan menjari. badan hamper triangular. soliter atau berpasangan(saat memijah) Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Timur Afrika-Hawai dan Kep. Baronessa. Laut AndamanLaut Jawa. territorial. sirip ekor hitam segitiga dengan garis luar kuning. abu-abu gelap dengan garis bersudut . territorial dan berpasangan.Chaetodon triangulum Triangle butterflyfish lokal: Ikan kepe-kepe Ciri-ciri: Panjang max 16 cm (TL). badan memanjang putih dengan garis hitam bersudut. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Habitat: Daerah laguna dan karang semi terlindung. Distribusi: Samudra Hindia: Afrika Timur-Teluk Bengal. Posisinya digantikan C. ekor hitam dengan batas kuning. muka garis hitam memanjang. Tipe pemakan: Pemakan mucus dan polip karang / Coralivore Lokasi foto: Pulau Weh. Tipe pemakan: Pemakan polip karang / Coralivore 75 Lokasi foto: Pulau Weh. Ovipar. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Chaetodon trifascialis Chevron butterflyfish lokal: Ikan kepe-kepe Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). monogami.

Distribusi: Samudra Hindia: Timur Afrika – Sumatra. Territorial dan agresif terhadap chaetodon lain. Hawai . sangat mirip dengan C.Chaetodon lunulatus Oval butterfly fish lokal: Ikan kepe-kepe Ciri-ciri: Panjang max 14 cm (TL). Tergantikan oleh C. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Juv sembunyi di karang.trifasciatus dimana perbedaannya terletak di pangkal ekor yang berwarna biru abuabu. Habitat: Daerah kaya karang di laguna dan karang semi terlindung. Tergantikan oleh C. pangkal sirip ekor kuning serta sirip anal. Juvenile bersembunyi di celah karang bercabang.Australia.trifasciatus di samudra hindia Tipe pemakan: Pemakan polip karang / Coralivore 76 Lokasi foto: TN Komodo. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Chaetodon trifasciatus Melon butterflyfish lokal: Ikan kepe roti Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL). Range kedalaman 3-20m. Distribusi: Tersebar dari jepang. lunulatus di Indonesia tengah-timur Tipe pemakan: Pemakan polip karang / Coralivore Lokasi foto: Pulau Weh. Habitat: Selalu berpasangan di area terumbu karang. Badan atas kebiruan dan bawahnya kekuningan..

Chaetodon kleinii Sunburst butterfly fish lokal: lkan kepe coklat Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL).Kep. laguna. badan kuning dengan pola garis menyilang. garis hitam memanjang melewati mata.pertama di pangkal ekor dan kedua di badan depan. dan caudal memiliki strip hitam yang berubah sesuai usia. octocoralia dan scleratinia polip) dan cacing polychaeta Lokasi foto: Pulau Weh. Biasa soliter atau berpasangan Distribusi: Indo pasifik Tipe pemakan:Pemakan polip Lokasi foto: Pulau Weh. dengan 2 garis putih vertikal. Palau-Micronesia Tipe pemakan: Pemakan polip karang / Coralivore (anemone. anal. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 77 karang / Coralivore Chaetodon rafflesi Latticed butterflyfish lokal: lkan kepe nanas Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). Tuamoto . Ovipar dan berpasangan saat memijah Distribusi: Indo-Pasifik: Sri Lanka . rubble. alur dan area rumput laut/alga. Habitat: Area terumbu karang. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . garis hitam vertikal memanjang melewati mata. Habitat: Daerah kaya karang. karang berbatu di laguna hingga lereng. tubuh berwarna kuning. JepangGBR. sirip dorsal.

badan krem dengan spot hitam di badan. Habitat: Daerah laguna dan lereng karang .Tuamoto. berpasangan atau kelompok kecil. Strip hitam diujung sirip anal. Durban. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika TimurHawai. cacing polychaeta. ujung sirip dorsal kuning dan bawahnya oranye. garis hitam memanjang melewati mata. Berpasangan saat memijah. bentik invertebrate. Thaliand dan barat Indonesia. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Jepang– Australia) dan P. Tipe pemakan: Pemakan polip karang / Coralivore. Krem kekuningan dengan spot hitam menyebar di badan.Chaetodon citrinellus Speckled butterflyfish lokal: lkan kepe pasangan / biasa Ciri-ciri: Panjang max 13 cm (TL).kleinii. lereng karang. laguna. Habitat: Didaerah reef flat yang dangkal. kuning muda di ekor dan anal. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Chaetodon guttatissimus Peppered butterflyfish lokal: lkan kepe-kepe Ciri-ciri: Panjang max 12 cm (TL). Marquesan dan Kep. Juv dalam kelompok kecil dan kadang bercampur dengan C. sirip ekor transparan dan kuning muda dibatasi hitam. cacaing polychaeta. Afsel. Lord Howe. garis memanjang melewati mata. dan alga bentik Lokasi foto: Pulau Weh. Distribusi: Samudra Hindia: laut merah. Tipe pemakan: Pemakan polip karang / Coralivore. dan alga berfilamen 78 Lokasi foto: Pulau Weh. Christmas Island.

Tipe pemakan: Pemakan polip karang / Coralivore Lokasi foto: Pulau Weh. Micronesia dan Kep. Badan krem kebiruuan garis hitam melengkung di badan. Ini yang membedakan dengan C. Habitat: Didaerah kaya karang di laguan yang jernih dan lereng karang. Jepang-Australia. Juv soliter di karang branching.Chaetodon meyeri Scrawled butterflyfish lokal: lkan kepe mayeri Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL).Line dan Tuamoto. badan putih krem dengan garis diagonal berlawanan diatas dan dibawah badan. Kep. bentik alga dan bentik invertebrata Lokasi foto: Pulau Weh. Berpasangan monogami. garis hitam memanjang dari belakang badan dari dorsal hingga anal. Strip hitam melewati mata.line. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur-Kep. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Distribusi: Indo-Pasifik: laut Merah dan Timur Afrika . laguna dan lereng karang. muka hingga sirip. GBR.Kep. Galapagos. dewasa berpasangan saat memijah. aggressive tritorial dengan Chaetodon lain.decussatus Habitat: Didaerah reef flat. Tipe pemakan: Coralivore. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 79 Chaetodon vagabundus Vagabond butterflyfish lokal: lkan kepe tiker Ciri-ciri: Panjang max 23 cm (TL).Ryukyu.

Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Chaetodon melannotus Blackback butterflyfish lokal: lkan kepe-kepe Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). laguna dan lereng karang. Distribusi: Samudra Hindia: Timur Afrika . Tipe pemakan: Coralivore Lokasi foto: Pulau Weh. Habitat: Didaerah kaya karang di reef flat. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Timur Afrika-Samoa.Indonesia. badan putih dengan garis hitam vertikal. bagian atas kuning. Range kedalaman 1-20 m. spot hitam kecil di pangkal ekor Habitat: Didaerah Terumbu karang dan lereng karang berarus.Chaetodon falcula Blackwedged butterflyfish lokal: lkan kepe biji 2 Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL). Tipe pemakan: Bentik invertebrates/zoobenthos dan alga bentik 80 Lokasi foto: Pulau Weh. spot hitam di pangkal ekor dan sirip anal. berpasangan (saat memijah) atau kelompok kecil.Lord Howe dan Micronesia. Badan putih dengan banyak garis hitam diagonal. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan .warna berubah saat ketakutan dan pengamatan malam. Jepang. Berpasangan atau kelompok kecil. ovipar. gitam bagian punggung atas. Spot hitam besar 2 di punggung. dorsal belakang dan ekor oranye. P.

Malaysia Tipe pemakan: Benthic algae / Zoobenthos Lokasi foto: TN Komodo. Juv hidup diarea dangkal laguna Distribusi: Indo Pasifik:NTT.Range kedalaman 3-60m Distribusi: Indo fasifik Tipe pemakan: Sponge Lokasi foto: TN Karimunjawa. berwarna putih mutiara dengan garis oranye. jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 81 Parachaetodon ocellatus Foto by Fakhrizal Setiawan Sixspine butterfly fish Lokal: lkan kepe-kepe Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). NTT . Memiliki sirip dorsal dan anal yang halus yang memberikan tampilan lebar Habitat: Area terumbu drop-off dimana kaya akan invertebrate juga di area karang yang sedikit. Australia. Coradion dapat dibedakan dengan Chaetodon karena memiliki duri dorsal (8-10 vs 1116). dewasa berkelompok didaerah dasar belumpur yang agak dalam. memiliki spot hitam di garis oranye ke 3 Habitat: Berpasangan di dasar dan di area karang yang keruh.Coradion chrysozonus Goldengirdled coral fish Nama Umum: Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL). Indonesia.

82 Chelmon rostratus Foto by Fakhrizal Setiawan Copperband butterflyfish Nama Umum: Kepe monyong Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL).ditemukan di pantai bebatu.estuaria. Indonesia dan Australia Tipe pemakan: Bentik invertebrate/zoobenthos . mudah dikenali dengan moncongnya serta garis Lokasi foto: TN Karimunjawa. terumbu karang. jawa Tengah oranye dan spot hitam di dorsal belakang Habitat: Range kedlaman 1-25m. Termasuk ikan territorial dan monogami Distribusi: Pasifik barat (laut Andaman-Jepang).

bagian bawah kepala perak dengan mulut panjang. warna kuning dengan hitam dibagian atas kepala.Lokasi foto: Pulau weh. Varian ada yang berwarna gelap Habitat: Berpasangan monogami. jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Spot hitam di sirip anal. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 83 Forcipiger longirostris Big longnose butterflyfish lokal: monyong asli Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL). biasa berada di area karang dangkal hingga dalam. Range kedalaman 3-70m Distribusi: Indopasifik Tipe pemakan: memakan apa saja seperti krustacea kecil / Omnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa.

warna badan kuning terang deangan spot hitam besar di badan serta garis vertikal memanjang melalui mata Habitat: Soliter atau berpasangan (selama memijah). Tipe pemakan: Pemakan polip karang dan invertebrate. Lokasi foto: Pulau Weh. spot hitam besar dengan batas putih di punggung belakang. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . berada diarea karang yang kaya hydroid dan anemone. bentik krustacea.Range kedalaman 1-30 m. yang jernih. Jepang-Australia. Habitat: Didaerah Laguna dan lereng karang.alga bentik. Oranye dari mulut-sirip perut. soliter. Range kedalaman 3-30m Distribusi: Indopasifik(IndonesiaJepang.Chaetodon speculum Mirror butterflyfish Nama Umum: Kepe Bulan Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). kep. Selatan GBR-PNG) Tipe pemakan: Pemakan polip karang dan invertebrata Lokasi foto: TN Karimunjawa. badan bbiru hijau keabuan.Hawai. cacing polychaeta. berpasangan (saat memijah) dan grup kecil. Distribusi: Indo-Pasifik: Sri Lanka dan Kep. jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 84 Chaetodon ephippium Saddle butterflyfish Nama Umum: Kepe monalisa Ciri-ciri: Panjang max 30 cm (TL). Marquesan and Tuamoto. Cocos-Keeling .

Schooling dalam jumlah besar . Range kedalaman 1-40m. Distribusi: Samudra Hindia : Timur Afrika . dengan warna dasar badan kuning Habitat: Biasa schooling dalam jumlah besar di kolom perairan karang.Hemitaurichthys polylepis Pyramid butterflyfish Lokal: kepe-kepe piramid Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). Habitat: Didaerah batas terumbu karang. samudra hindia diganti kan dengan H. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . zoster Tipe pemakan: Planktivora Lokasi foto: TN Bunaken. Berpasangan saat memijah. ovipar.Guam. zooplankton dan bentik alga Lokasi foto: Pulau Weh. Mauritius hingga Sumatra (Indonesia) Tipe pemakan: Pemakan polip karang dan invertebrate. kepala coklat. ciri utamanya bentuk pyramid putih besar dibadan hingga ekor. Sulawesi Utara Foto by Fakhrizal Setiawan 85 Hemitaurichthys zoster Brown-and-white butterflyfish Nama Umum: Piramid coklat Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). indosesia timur hingga pulau Christmas). India. Range kedalaman 3-60 m Distribusi: Samudra pasifik (hawai. Badan tengah putih berbentuk piramid yang dibatasi coklat gelap di bagian depan dan belakang badan.

yang membedakan dari H. badan putih dengan 2 garis hitam besar memanjang dari dorsal ke perut dan sirip anal. Habitat: Schooling dalam jumlah besar di daerah reef slope agak dalam. Range kedalaman 15-210 m. Distribusi: Indo-pasifik Tipe pemakan: Planktivora Lokasi foto: TN Komodo. jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Tipe pemakan: Planktivore . Sebagian sirip dorsal dan ekor kuning.Heniochus diphreutes False morish idol / Schooling bannerfish Nama Umum: Ciri-ciri: Panjang max 21 cm (TL). bentuk badan yang lebih bulat dan memanjang Habitat: Perairan karang yang agak dalam. soliter (juv) dan berpasangan (dewasa) Distribusi: Indopasifik (Afrika timur dan teluk Persia hingga Micronesia dan Jepang) Lokasi foto: TN Karimunjawa. Strip hitam dari kepala sampai mata.diphreutes adalah moncong yang lebih panjang. laguna atau alur karang. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 86 Heniochus acuminatus Pennant coralfish / Longfin banner fish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL).

Yang membedakan dengan H. Range kedalaman 1-25 m. Biasa juga diarea campuran laga dan karang. berpasangan atau kelompok. berwarna coklat gelap dengan 2 garis putih di dekat kepala dan di dorsal memanjang hingga pangkal ekor. Laut Andaman Sumatra dan Jawa Barat.varius adala garis putih ini. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Heniochus pleurotaenia Phantom bannerfish lokal: Keling tanduk Ciri-ciri: Panjang max 17 cm (TL). Distribusi: Samudra Hindia: Maldives. Sri Lanka—Indian Ocean: Maldives and Sri Lanka.Heniochus varius Horned bannerfish / Humphead bannerfish Lokal: Keling tanduk Ciri-ciri: Panjang max 19 cm(TL). Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Habitat: Area terumbu karang yang baik dan laguna. mirip tanduk di atas mata. pleurotaenia Tipe pemakan: Polip karang dan invertebrata kecil 87 Lokasi foto: TN Karimunjawa. soliter. 2 garis putih dibatasi garis coklat gelap gingga sirip perut dan anal. Tipe pemakan: Zoobenthos / bentik invertebrata Lokasi foto: Pulau Weh. Habitat: Daerah kaya karang di laguna dan lereng karang . Rang kedalaman 2-20 m Distribusi: Samudra pasifik (Indonesia-Micronesia dan jepang). Samudra hindia digantikan dengan H.

strip hitam besar diagonal. jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Warna hitam juga dipangkal ekor Habitat: Soliter. Rang kedalaman 0-30m Distribusi: Indo-pasifik. berwarna putih dengan garis diagonal coklat. alga dan polip karang Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Rian Prasetia Taiwan .Chaetodon adiergsatos Philipinne butterflyfish / panda butterflyfish Lokal: Kepe-kepe panda Ciri-ciri: Panjang max 20 cm(TL). Habitat: Berpasangan atau kelompok di area terumbu karang yang sehat.Indonesia dan baratlaut Australia) Tipe pemakan: Zoobenthos 88 Chaetodon lunula Raccoon butterfly fish Nama Umum: Kepe gajah Ciri-ciri: Warna kuning-oranye dengan hitam abu-abu di badan. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Range kedalaman 3-25 m Distribusi: Pasifik barat (Jepang. berpasangan dan juga berkelompok di laguna dan perairan karang agak dalam. anal dan dada berwaran kuning dan spot hitam besar di sekitar mata serta spt hitam di atas kepala. Sirip dorsal. strip hitam dimata dan strip putih disampingnya. Atlantik tenggara Tipe pemakan: Bentik invertebrata .

89 .

91m Distribusi: 90 Indo-Pasifik (Afrika timur – Hawai.CIRRHITIDAE Hawkfishes Paracirrhites arcatus Arc-eye hawkfish Nama Umum: Mata nyender Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL). Sulawesi Utara Foto by Fakhrizal Setiawan Soliter di daerah karang. tapi selalu memiliki cincing kuning dibelakang matanya. Habitat: Lokasi foto: TN Bunaken . Range kedalaman 1 . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . biasa ditemukan berada diatas karang bercabang seperti: Stylophora. Acropora. biasanya bervariasi warnanya.Utara Jepang-Australia) Tipe pemakan: Ikan kecil dan krustacea kecil / Carnivora Lokasi foto: Pulau Weh. Pocillopora. Porites.

35m. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 91 Di daerah dasar karang yang jernih serta laguna. Badan kekuningan dengan muka abu-abu kehitaman dengan banyak titik hitam. Range kedalaman 1 . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Warna berubah seiring pertumbuhan. garis merah berlanjut hitam disisi badan. Acropora. Jenis territorial. Suka berdiam iatas karang bercabangseperti Stylophora. soliter dan berpasangan.Paracirhites forsteri Blackside hawkfish Nama Umum: Nyender asli Ciri-ciri: Panjang max 22 cm (TL). Distribusi: Indo-Pasifik (Timur Afrika dan Laut merah-Hawai. jepangAustralia) Tipe pemakan: Ikan kecil dan krustacea kecil / Carnivora Lokasi foto: Pulau Weh. Habitat: Lokasi foto: Pulau Weh.

92 .

Jarang ditemukan di pasir. Ikan pari 93 Taeniura lymma Foto by Fakhrizal Setiawan Ribbontail stingray Lokal: Pari totol biru Ciri-ciri: Diameter cakram max 90 cm. cacing. Aceh . udang dan kepiting / Carnivora Lokasi foto: Pulau Weh. garis biru di bagian ekor Habitat: Berada di area terumbu karang bersembunyi di bawah karang atau celah batu. Distribusi: Indo-west pasifik( Laut merah dan timur Afrika hingga Kep. Migrasi berkelompok di area pasir dangkal selama air pasang untuk mencari makan. badan berwarna kuning kecoklatan dengan spot biru yang mencolok.DASYATIDAE Sting fish. Range kedalaman 0-20 m.Solomon dan Australia) Tipe pemakan: Moluska.

94 .

Dewasa sering terlihat schooling. Memiliki mulut yang lebih moncong Habitat: Juv umumnya soliter sembunyi dibawah / goa karang dan di mangrove . ubur-ubur dan Zooplankton . Range kedalaman 15-30 m. Ikan platax 95 Platax pinnatus Foto by Fakhrizal Setiawan Dusky batfish / long-fined batfish Nama Umum: Platax asli Ciri-ciri: Panjang max 45 cm (TL). Distribusi: Pasifik barat( Jepang-Australia) Tipe pemakan: Alga.EPHIPPIDAE Batfish. dewasa berwarna perak dengan sirip pendek pipih dan bulat. juvenil coklat gelap dengan batas oranye merah Lokasi foto: TN Karimunjawa dan TN Komodo terang dengan sisip dorsal dan anal panjang. 2 garis hitam memanjang dari kepal hingga bawah mata dan kedua badan hingga sirip perut.

karang dangkal. Juvenile suka berada dilaguna. Memiliki 2 garis hitam satu melewati mata dan kedua melewati sisip dada yang semakin tua semakin pudar. Habitat: Dewasa lebih suka berada perairan lepas pantai agak dalam berkelompok.Australia) Tipe pemakan: Zoobenthos dan nekton (finfish) .96 Platax teira Foto by Fakhrizal Setiawan Longfin batfish Nama Umum: Platax kertas Ciri-ciri: Panjang max 70 cm (TL). Jepang . sirip perut berwarna kuning dengan spot hitam di Lokasi foto: TN Karimunjawa .PNG. Range kedalaman 0-20 m. Jawa Tengah atas sirip perut. Distribusi: Indo-west pasifik (Laut merah dan timur Afrika .

97 .

JepangAustralia dan Selandia baru. bentik krustacea Lokasi foto: Pulau Weh. Sirip dorsal dan anal transparan. Tipe pemakan: Ikan kecil. Soliter atau dalam kelompok kecil.130 m. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Timur Afrika.. 98 Lokasi foto: Pulau Weh. zooplankton. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Habitat: Didaerah terumbu karang dan dasra berpasir. Panama. bentuk runcing memanjang. warna hijau di dorsal . Pasifik timur: Mexico. ekor meruncing panjang. Range kedlaman 2 . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan .FISTULARIDAE Cornetfishes / Ikan Fistularia commersonii Bluespotted cornetfish Nama Umum: Julung alus Ciri-ciri: Panjang max 160 cm (TL). keperakan di perut. 2 spot biru di punggung.

99 .

Gobidae Gobies fish. Afrika Timur. Distribusi: Indo-Pasifik barat: Laut Merah. Indonesia. cacing. membuat lobang dengan memindahkan pasir menggunakan mulutnya. Durban. detritus dan bentik alga . NTT dorsal. monogami. Spot hitam di sirip ekor. Memiliki 4-5 garis vertikal coklat dibadan. Betina dengan garis coklat dari atas mulut hingga atas operculum. Habitat: Didaerah muara dan laguna. biasanya berpasangan didasar substrat berpasir dan pasir berlumpur. jantan dengan 3 spot dekat dasar dari sirip kedua Lokasi foto: TN Komodo. Australia Jepang dan Filipina Tipe pemakan: Zoobenthos/bentik invertebrate. Ikan gobi 100 Amblygobius albimaculatus Foto by Fakhrizal Setiawan Butterfly goby Nama Umum: lkan gobi Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL).

101 Lokasi foto: Pulau Weh. 2 baris coklat hampir vertikal di operkulum. Tidak ada perbedaan yang jelas antara jenis kelamin dalam pigmentasi dan sudut sirip kediua dorsal. dihubungkan oleh satu baris.Kiribati dan Fiji. Aceh Istigobius rigilius Foto by Fakhrizal Setiawan Rigilius goby Nama Umum: lkan gobi Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL). sirip perut dan dubur. Duri keempat dari dorsal pertama terpanjang. 2 garis diagonal cokelat dari preoperculum di rahang atas. Habitat: Didaerah berpasir yang jernih disela-sela terumbu karang dan rubble Distribusi: Pasifik barat: Filipina dan Indonesia . Rowley Shoals di timur Samudra Hindia dan GBR serta Kep.Ryukyu Tipe pemakan: Belum diketahui . Jantan kadang-kadang dengan 3-4 garis vertikal kehitaman pada perut.

102 .

PNG dan New Caledonia. dan ikan kecil / Carnivora . Habitat: Didaerah Terumbu karang dan pantai karang berbatu. sirip kuning dengan spot hitam. Dewasa bias soliter atau berkelompok. Tipe pemakan: Krustasea. Perubahan ciri dari juvenile ke dewasa saat panjang sekitar 15 cm. moluska.HAEMULIDAE Sweetlips fish. Distribusi: Indo-Pasifik barat: Afrika Timur-samudra Hindia bagian barat. Aceh Plectorhinchus vittatus Foto by Fakhrizal Setiawan Indian Ocean oriental sweetlips Nama Umum: lkan lilis Ciri-ciri: Panjang max 72 cm (TL). Juvenil soliter di daerah laguna dangkal yang terlindung. Ikan bibir tebal 103 Lokasi foto: Pulau Weh. dewasa putih dengan garis horizontal hitam.

Terjadi perubahan warna dari juvenile hingga dewasa Habitat: Biasa ditemukan didaerah karang dalam. Soliter atau dalam kelompok kecil sembunyi di karang saat siang hari. Dewasa dengan warna garis tebal kuning dan biru keputihan silih berganti dari depan hingga pangkal ekor. Lokasi foto: TN Komodo .Plectorhinchus polytaenia Ribboned sweetlips Nama Umum: lilis asli Ciri-ciri: Panjang max 50 cm (TL). NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Aktif malam hari mencari makan. reef slope dengan banyak kelimpahan invertebrata. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 104 Distribusi: Indonesia. Filipina-PNG dan barat laut Australia Tipe pemakan: Bentik invertebrata / Carnivore Lokasi foto: TN Komodo .

abubabu kekuningan dengan spot abu-abu teresbar di tubuh dimana semakin besar ukuran spotnya di sirip dorsal belakang dan ekor. Sirip bagian bawah dari ekor. Juvenil berwarna coklat dengan banyak spot putih besar. moluska. pantai berkarang dan laguna. anal dan perut berwarna gelap. Samudra Pasifik (Kep. Indonesian sweetlips Nama Umum: Macanan Ciri-ciri: Panjang max 50 cm (TL). dan ikan kecil / Carnivora Lokasi foto: TN Komodo . Range kedalaman 3-40 m. Habitat: Daerah terumbu karang yang sehat. juvenile suka bersembunyi disela-sela karang. filipina Tipe pemakan: Bentik invertebrata Lokasi foto: TN Komodo .Diagramma sp. dewasa warna dasarnya putih kekuningan atau kehijauan. Dewasa soliter sembunyi didasar karang dan aktif saat malam mencari makan. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 105 Plectorhinchus chaetodontoides Harlequin sweetlips / Many-spotted sweetlips Nama Umum: onde / bronkeli Ciri-ciri: Panjang max 72 cm (TL). Habitat: Soliter kadang juga berkelompok di daerah berpasir. Range kedalaman 1-30 m.cocos). Indonesia.spot berubah dari putih menjadi hitam saat dewasa. laguna. Distribusi: Samudra Hindia (Maldives -Kep. Distribusi: Malaysia. Fiji -Sumatra) Tipe pemakan: Krustasea.

106 .

warna pink kekuninga dan keperakan. Umumnya didaerah dangkal.dorsal dan sirip anal Habitat: Soliter atau berkelompol bersembunyi dibawah karang didaerah tak berarus Distribusi: Indo-west pasifik Tipe pemakan: Bentik Invertebrata / Zoobenthos 107 Lokasi foto: Pulau Weh. waran merah kecoklatan dengan garis putih. Ikan mata belo Sargocentron rubrum Redcoat Squarelfish Nama Umum: Menyeng belo Ciri-ciri: Panjang max 32 cm (TL). strip merah di cagak sirip ekornya. nokturnal. Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Zoobenthos. ikan dan zooplankton dan alga Lokasi foto: Pulau Weh. Habitat: Didaerah lamun dan didasar karang bersembunyi. Range 1-50 m. Sirip ujung kemerahan kecuali dada dan perut.HOLOCENTRIDAE Squarel fish.Garis merah disirip dorsal. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Neoniphon sammara Sammara squirrelfish Nama Umum: menyeng Ciri-ciri: Panjang max 32 cm (TL).

badan violet keperakan. laguna dan tebing karang. sirip berwarna oranye diujungnya. Habitat: Biasanya di laguna. Distribusi: Indo-pasifik Tipe pemakan: Zooplankton/ larva krustacea Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 108 Sargocentron caudimaculatum Silverspot squirrelfish Nama Umum: belo buntut putih Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL). perairan karang semi tertutup.Kep. kepala dan badan merah bagian belakang hingga pankal ekor dan sirip ekor putih keperakan. Marshal dan French Polynesia Jepang dan Australia Tipe pemakan: Bentik krustacea dan ikan Lokasi foto: Pulau Weh. Range 4-25 m. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Timur Afrika . Soliter atau berkelompok.Myripristis violacea Lattice soldierfish / violet soldierfish Nama Umum: Mata belo Ciri-ciri: Panjang max 35 cm (TL). Habitat: Didaerah terumbu karang luar. Range kedalaman 240 m. alur karang. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . tutup insang berwarna merah gelap.

Jepang-Australia) Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 109 Myripristis hexagona Doubletooth souldierfish Nama Umum: Mata belo Ciri-ciri: Panjang max 30 cm (TL).Myripristis murdjan Pinecone souldierfish / Blotcheye souldierfish Nama Umum: Mata belo Ciri-ciri: Panjang max 60 cm (TL). bdan berwarna merah terang ke kuningan. Habitat: Daerah pantai berkarang. sirip merah. Ikan nocturnal Distribusi: Indo-pasifik Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: TN Karimunjawa. hidup sembunyi di karang di siang hari. anal dan ekor). sembunyi dibawah / goa karang dan kadang bersama jenis lainnya juga ditemukan didaerah keruh. warna badan merah keperakan. semua sirip merah. Dan aktif malam hari (nocturnal) mencari makan Distribusi: Indo-pasifik (Laut merah n Timur Afrika-Samoa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . sirup yang terbuka merupakan bagian sirip yg lembut (dorsal. tutup insang berwarna coklat Habitat: Soliter.

110 .

Timur Afrika. Lord Howe dan Rapa dan Jepang. timur dan barat Australia.KYPHOSIDAE Chubs fish 111 Lokasi foto: Pulau Weh. (Sargassum dan Turbinaria) bentik krustacea. Kep. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah. Range kedalaman 1-25 m. Tipe pemakan: Bentik alga.vaigiensis. bdan abu-abu keperakan kadang ada juga yang kuning dan putih albino. cacing . Garis yang terbentuk antara sirip ekor dan sirip anal lebih tegak dibandingkan K. Habitat: Didaerah terbuka di lereng karango dan kadang didaerah dangkal dan karang berbatu. Aceh Kyphosus bigibbus Foto by Fakhrizal Setiawan Brown chub Nama Umum: Tampalbor (sulut) Ciri-ciri: Panjang max 75 cm (TL).

112 .

bulubabi. ikan. Dewasa biasa menjelajah dan istirahat di celah / gua karang malam harinya. Terdapat 2 garis hitam memanjang dibelakang mata.Range 1-100m Distribusi: Indo-pasifik Status: Masuk daftar merah IUCN dan terddaftar Appendix 2 CITES Tipe pemakan: Moluska. 113 Habitat: Hidup di area reef slope. Ikan Cheilinus undulatus Humphead wrasse / Napoleon wrasse Lokal: lkan Napoleon Ciri-ciri: Panjang max 229 cm (TL). Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .LABRIDAE Wrasse fish. Soliter terkadang berpasangan. laguna dan di alur karang. krustacea / Carnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. juvenile berwarna hijau pucat dengan spot hitam memanjang. Juvenile biasa ditemukan di area terumbu karang yang sehat. dewasa memiliki benjolan di depan kepala.

Habitat: Di area karang sehat. krustacea dan bulubabi / Zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa. Badan hijau dengan sedikit merah. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Indo pasifik ILaut merah dan Timur Afrika . sering terlihat sembunyi di karang lunak dan hydroid. Interval kedalaman 3-50 m. garis diagonal di bawah insang ciri utamanya.Oxycheilinus digrammus Cheeklined wrasse Nama Umum: Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). Marshal dan Samoa) 114 Tipe pemakan: Moluska.Kep. Terdapat beberapa varian (merah. Variannya berwarna merah. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .

krustaLokasi foto: TN Karimunjawa. karang beralga dan diarea campuran antara karang. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Bentuknya sangat mudah dikenali dengan warna merah terang mulai dr depan dorsal sampai sirip perut dan belakang mata serta garis vertikal dibadan belakangnya Habitat: Di area laguna. warna saat juv hingga dewasa serta sebaran distribusinya dengan kembarannya G.Range kedalaman 1-30 m.Marquesan dan Kep. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 115 Gomphosus varius Bird wrasse Nama Umum: Pinguin ijo Ciri-ciri: Panjang max 30 cm (TL) dicirikan dengan mulut panjang. Habitat: Didaerah karang yang sehat di laguna dan lereng karang. caeruleus ). moluska) dan ikan kecil Lokasi foto: Pulau Weh. pasir dan rubble. Tipe pemakan: Zoobenthos (krustacea. Range kedalaman 4-40 m Distribusi: Indo-pasifik Tipe pemakan: Moluska.Tuamoto digantikan oleh Gomphosus caeruleus di Samudra Hindia. bintang ular. Distribusi: Indo-Pasifik: CocosKeeling-Hawai.Cheilinus fasciatus Redbreasted wrasse Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL).

Tuamoto dan Australia. Umumnya soliter. bentik krustacea. d2 garis putih di pangkal ekor. Range kedalaman 1-30m Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Moluska dan crustacea / Zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa. hanya genus Cheilinus yang memiliki 10 duri dorsal. Habitat: Laguna dan pantai berkarang yang bercampur pasir dan rubble.Cheilinus chlorurus Floral wrasse Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 45 cm (TL).juv daerah karang beralga dan di hydrozoa. hijau kemerahan tipis vertikal di badan. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 116 Cheilinus trilobatus Tripletail wrasse Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 45 cm (TL). Distribusi: Indo-Pasifik: Timur Afrika-Kep. garis tidak beraturan di kepala dan dada. Dewasa sirip ekor trilobe. ikan kecil. trilobatus namun badan berwarna coklat dan memiliki spot hitam di bagian sirip ekor.Ryukyu dan New Caledonia. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Moluska. Kep. Tipe pemakan: Lokasi foto: Pulau Weh.echinodermata . Habitat: Dewasa didaerah laguna dan lereng karang.miripdengan C.

Lokasi foto: TN Karimunjawa. Range kedalaman 1-42 m Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Krustacea kecil dan ikan kecil / karnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. cirinya mulut dapat dipanjangkan dan berguna menangkap mangsa. Warna berubah sesuai dengan umur dan variasi ada yang coklat(betina) dan kuning. kenari / trompet kuning (jawa) Ciri-ciri: Panjang max 54 cm(TL).Epibulus insidiator Sling-jaw wrasse Nama Umum: Kukuniran (sulut). umumnya soliter. Dewasa didaerah lereng karang atau karang terjal. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 117 Habitat: Daerah karang yang sehat. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .

Jawa Tengah Halichoeres hotulanus Foto by Fakhrizal Setiawan Checkerboard wrasse Nama Umum: Keling perak Ciri-ciri: Panjang max 27 cm (TL). Habitat: Area terumbu karang dari dangkal hingga dalam dan laguna. Juvenile bercorak hitam putih dan berubah saat dewasa. Range kedalaman 1-30 m Distribusi: Indo-pasifik Tipe pemakan: Moluska. krustacea dan bulubabi / zoobenthos . badan biru kehi- jauan dan sirip ekor dan dorsal kuning.118 Lokasi foto: TN Karimunjawa. bagian muka dengan corak merah.

Kepala coklat dengan garis biru. badan hijau terang dengan 3-4 garis vertikal di punggung serta garis pingk di kepala Habitat: Area terumbu karang dengan Range Kedlaman 2-20m Distribusi: Indo-west pasifik: (Maldives-maluku(Indonesia) dan Laut Andaman Tipe pemakan: Belum diketahui 119 Lokasi foto: TN Karimunjawa.richmondi) Habitat: Didaerah laguna dan karang yang sehat juga ditemukan dihabitat campuran karang beralga. Filipina . Range kedalaman 2-15m Distribusi: Pasifik barat( Indonesia. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Halichoeres leucurus Greyhead wrasse Nama Umum: Keling tua Ciri-ciri: Panjang max 13 cm (TL). Palau) Tipe pemakan: Belum diketahui Lokasi foto: TN Karimunjawa.PNG. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . dipangkal sirip pectoral terdapat spot merah.Halichoeres vroliki Indian ocean pinstriped wrasse Nama Umum: keling strip Ciri-ciri: Panjang max 13 cm (TL). Ekor segitiga dengan garis biru serta dasarnya kuning (mirip H.

badan berwarna ungu. TaiwanAustralia) Tipe pemakan: Zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa.Halichoeres chloropterus Foto by Fakhrizal Setiawan Pastel-green wrasse Nama Umum: Keling ijo Ciri-ciri: Panjang max 19 cm (TL). krustacea dan bulubabi / zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa dan Malaysia Tipe pemakan: moluska. Habitat: Habitat di area karang laguna. bagian kepala dan badan depan terdapat garis pink menyebar. Habitat: Biasa dijumpai soliter. Distribusi: Pasifik barat (Filipina-Indonesia. Range kedalaman 0-10m. pangkal sirip dada terdapat spot hitam. berpasangan atau kelompok kecil. Sumatra. pantai karang dengan pasir dan rubble substratnya. Distribusi: Filipina-GBR. ekor berwarna kuning. Jawa Tengah 120 Halichoeres melanochir Orangfin wrasse Nama Umum: keling biru Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). Hidup di daerah terumbu karang berpasir dan banyak rubble. Soliter dan memiliki daerah territorial. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . berwarna hijau cerah. pantai berbatu.

palau ) Lokasi foto: TN Karimunjawa. melanurus dan H. Range kedalaman 0-12 m. Distribusi: Pasifik barat (jawaIndonesia timur. jepang.Halichoeres richmondi (Inisial Fase) Tailspot wrasse / Richmond’s wrasse Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 19 cm(TL). Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 121 Halichoeres marginatus Dusky wrasse Nama Umum: Keling coklat Ciri-ciri: Panjang max 18 cm(TL).leucurus yang dibedakan dari spot hitam dan warna ekor. Juv dan betina memiliki sirip ekor oranye atau kuning. Range kedalaman 0 30m Distribusi: Indo-pasifik (laut merah dan timur Afrika-Micronesia. Saat Inisial fase sangat mirip dengan H. Habitat: Dari laguna hingga daerah karang yang sehat. ekor hijau dipangkalnya lalu biru dengangaris kuning diujungnya Habitat: Biasa soliter atau kelompok kecil. Muka lebih bersudut. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . daerah laguna dan karang yang sehat. jantan dikenali dari kepala coklatoranye dan garis biru berantai. Filipina. Badan hijau tua kecoklatan. JepangAustralia) Tipe pemakan: Zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa.

Maldives. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Stethojulis trilineata Three-lined rainbowfish Nama Umum: Es lilin Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL). 4 garis biru horizontal dan daerah kuning sekitar sirip dada. Range 0-8 m. Habitat: Soliter di habitat pasirdan rubble disekitar karang dan laguna Distribusi: Indo-pasifik (Afrika timur-Kep. Distribusi: Indo-{asifik barat: Laut merah. JepangAustralia. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Australia) Tipe pemakan: Krustacea kecil dan moluska/ zoobenthos 122 Lokasi foto: TN Karimunjawa. badan kehijauan dengan dorsal merah. Marshal. Jepang-GBR. putih kehijauan dengan bagian bawah sedikit pink. beberapa garis vertical dibadan dan spot hitam di tengah sirip dorsalnya.Coris batuensis Batu coris Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 17 cm (TL). Samua dan palau. Tipe pemakan: Zoobnethos Lokasi foto: Pulau Weh. di reef crest dan lereng karang. Habitat: Didaerah dangkal yang jernih.

Labroides bicolor Bicolor cleaner wrasse Nama Umum: Dokter asli Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL). Range kedalaman 1 . Juv soliter . Tipe pemakan: Ectoparasit krustacea dan mucus ikan Lokasi foto: Pulau Weh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 123 Labroides dimidiatus Bluestreak cleaner wrasse Nama Umum: Dokter Ciri-ciri: Panjang max 14 cm (TL). di goa-goa karang. Society. dewasa didaerah terbuka Distribusi: Indo-Pasifik: Timur Afrika –Line. Jepang dan P. berpasangan dan berkelompok didaerah karang. Putih kekuningan di kepala dan kebiruan di belakangnya. Habitat: Soliter. Habitat: Didaerah laguna dan lereng karang. Garis hitam dari mulut dan melenar ke ekor. territorial karena memiliki stasiun pembersih. Tinggal di stasiun pembersihan dimana ikan dating untuk dibersihkan. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .Marquesan dan Kep.40m Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Ectoparasit krustacea dan mucus ikan Lokasi foto: TN Karimunjawa. Lord.

warna bervariasi dan dapat berubah warna saat proses perkawinan.Labrichthys unilineatus Tubelip wrasse Nama Umum: Keling item Ciri-ciri: Panjang max 17. badan bawah biru muda terang. saat juvenile terdapat 2 garis putih horizontal di badan. Biasa ditemukan dekat karang bercabang.5 cm(TL). Range kedalaman 0-20m Distribusi: Indo-Pasifik (Afrika timur Samoa dan Micronesia) Tipe pemakan: Cnidaria / Zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa. Habitat: Didaerah rubble didasar disekitar karang. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 124 Cirrhilabrus solorensis (Inisial fase) Solor wrasse Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 11 cm (TL). NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Distribusi: Indonesia Tipe pemakan: Belum diketahui Lokasi foto: TN Komodo. laguna dan kadang daerah karang berpasir. Habitat: Daerah laguna dan lereng karang dengan tutupan karang yang bagus. Mata merah cerah Badan atas oranye. Mulut menyerupai tabung. Dewasa badan hitam keabuan dengan spot putih memanjang di belakang insang. Range kedalaman 5 35m. kepala violet.

Timur Afrika . Bibir semakin tebal sesuai usia. S. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Jepang . Juv dan betina dikenali dari badan hitam dengan spot putih. Juv soliter di celah karang dan membersihkan tubuh ikan lain. Juv bersembunyi di karang pantai dangkal. Habitat: Didaerah laguna dan terumbu karang yang jernih. S. Habitat: Didaerah terumbu karang dan reef flats. Jantan dewasa memiliki spot hitam di sirip dorsal dan anal. dewasa di karang yang terbuka.Jepang-Austalia. echinodermata). Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah . zooplankton dan ikan kecil Lokasi foto: Pulau Weh.Hemigymnus fasciatus (juv) Barred thicklip Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 80 cm (TL). Kepala hijau dengan bercak pink.French Polynesia. Tipe pemakan: Zoobenthos Lokasi foto: Pulau Weh. bentik krustacea. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Timur Afrika— Micronesia.Tenggara Australia. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 125 Bodianus axillaris (Juv) Axilspot hogfish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL). soliter atau kelompok kecil. moluska. Tipe pemakan: Zoobenthos (cacing. Badan gelap dengan 5 garis putih vertikal.

Pseudocheilinus hexataenia Sixline wrasse Nama Umum: l Ciri-ciri:
Panjang max 10 cm (TL), Badan violet merah dengan 6 garis merah, spot hitam kecil di atas pangkal ekor. Pangkal ekor kehijauan.

Habitat:
Didaerah terumbu karang dan pantai, biasa bersembunyi di sela karang dalam kelompok kecil.

Distribusi:
Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan

Indo-Pasifik: Laut Merah, Afrika Timur - Kep. Tuamoto di French Polynesia, Jepang - Australia.

126

Tipe pemakan: Zooplankton

Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan

127

LETHRINIDAE
Emperor fish, Ikan lencam

Lethrinus erythropterus Longfin emperor Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 50 cm (TL),
Kepala dan tubuh atas berwarna merah kecoklatan, dekat pangkal ekor terdapat 2 garis putih vertical, sirip berwarna kemerahan. Habitat: Didaerah berkarang atau pasir berkarang. Range 2 - 25m. Distribusi: Indo-Pasifik barat (Tanzania n MozambikPNG,Palau) Tipe pemakan: Echinodermata, krustacea, moluska, ikan kecil / Carnivora

128

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan

Lethrinus harak Thumbprint Emperor Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 50 cm
(TL), punggung berwarna hijau muda, bercak hitam besar dibadan yang dikelilingi warna kuning, ada titik biru di depan mata, sirip berwarna merah muda. Habitat: Soliter atau kelompok kecil di perairan dangkal, mangrove, laguna, lamun dan karang. Range 0-20m Distribusi: Indo-west Pasifik Tipe pemakan: Ikan kecil, krustacea, moluska / Carnivora

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan

Gnathodentex aureolineatus Striped large-eye bream Nama Umum: l Ciri-ciri:
Panjang max 30 cm (TL), berwarna perak abu-abu, 4-5 garis coklat dibadan dengan spot kuning dibelakang sirip dorsal. Pangkal sirip dada kuning.

Habitat:
Terumbu karang yang dangkal dan laguna, sering terlihat schooling bergabung dengan ikan lain. Nokturnal, Range kedalaman 3-30m.
Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 129

Distribusi:
Indo-pasifik (Afrika Timur - Kep. Tuamoto di French Polynesia, Jepang-Australia)

Tipe pemakan:
Krustacea kecil, Gastropoda / Zoobenthos

Lokasi foto: Kep. Banyak, Aceh Foto by Tasrif kartawijaya

Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan

Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan

Monotaxis grandoculis Humpnose big-eye bream Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 60 cm
(TL), hitam keabu-abuan, garis vertical putih yang semakin dewasa pudar, daerah sekitar mata kekuningan, Habitat: Didaerah pasir dan rubble dekat karang, soliter atau berkelompok. Aktif malam hari, ukuran dewasa berpotensi ciguatera.Range kedalaman 1-100m Distribusi: Indo-Pasifik (Laut merah dan Timur Afrika-Hawai, Jepang-Australia) Tipe pemakan: Moluska, krustacea, Teripang, Tunikata, Polychaeta/ Zoobenthos

130

Lokasi foto: TN Komodo, NTT Foto by Fakhrizal Setiawan

131

LUTJANIDAE
Snapper fish, Ikan kakap

Lutjanus biguttatus Two-spoted banden snapper Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 25
cm (TL), garis coklat memanjang dari mulut hingga pangkal ekor diselingi garis putih, 2 spot putih dibawah sirip dorsalny, sirip kuning. Habitat: Area terumbu karang, biasanya schooling namun kadang ada juga soliter. Range 3-36m Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan:Carnivora

132

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan

Lutjanus decussatus Checkered snapper Nama Umum: Kakap bata Ciri-ciri: Panjang max 35
cm (TL), wrna dasar putih dengan badan atas tersusun kotak coklat dan bawahnya garis, dengan spot hitam dipangkal ekor. Habitat: Daerah dangakl dan lereng karang, soliter kadang kelompok,range kedalaman 2-30m Distribusi: Indo west Pasifik (selatan India-PNG) Tipe pemakan: Carnivora

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan

Lutjanus monostigma One-spot snapper Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 60 cm
(TL), badan perak kekuningan dengan sirip kuning. Kadang terdapat spot hitam di badan. Badan kadang ciguatoxic. Habitat: Di daerah terumbu karang berada di goa, sela-sela karang besar dan bangkai kapal. Soliter atau berkelompok. Range kedalaman 1-60m. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur - Marqueses dan Kep. Line, utara Kep. Ryukyu , selatan Australia. Tipe pemakan: Carnivora (Ikan dan bentik krustacea)

Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 133

Lutjanus kasmira
Common bluestrip snapper

Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 40 cm
(TL), berwarna kuning2/3 badan, bawah putih dengan 4 strip biru,ekor kuning. Habitat: Schooling di terumbu karang, laguna dangkal, dan lereng karangyang terlindung. Range 3-265m. Distribusi: Indo-Pasifik (Laut merah dan timur Afrika—Kep Marquises dan line, JepangAustralia) Tipe pemakan: Carnivora (ikan, krustacea, cephalopoda,stomatopoda)
Lokasi foto: TN Komodo, NTT Foto by Fakhrizal Setiawan

134

Lokasi foto: Lembeh, Sulut

Lutjanus sebae Foto by Tasrif Kartawijaya Emperor red snapper Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 116 cm (TL), bagian kepala agak melengkung kedalam. Saat
juvenile dan semidewasa warna dasar putih keperakan dengan garis merah dimuka, dorsal depan hingga sirip perut dan ujung sisip anal, di sirip halus dorsal hingga melengkung ke ujung bawah sirip ekor dan di ujung atas sirip ekor. Saat dewasa warna merah seluruhnya. Habitat: Biasa dijumpai didaerah terumbu karang dan berbatu. Juvenile di daerah pantai, air keruh, mangrove, kdang juga disela-sela bulu babi di pantai dangkal. Saat dewasa bergerak ke daerah lebih dalam, berkelompok dalam ukuran yang sama dan kadang juga soliter. Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Selatan Laut Merah dan Afrika Timur - New Caledonia, Jepang dan Australia. Tipe pemakan: Carnivora (ikan, bentik krustacea, cephalopoda,stomatopoda)

135

biasa didaerah kaya karang dan rubble. jantan memiliki duri panjang di dekat pangkal ekor. Mozambiqu– Kep. Ikan 136 Amanses scopas Foto by Fakhrizal Setiawan Broom filefish Nama Umum: Ciri-ciri: . Habitat: Didaerah pantai hingga lereng karang yang jernih. Range kedalaman 318m. Tipe pemakan: Belum diketahui Lokasi foto: Pulau Weh. Jepang– GBR di Australia.Panjang max 20 cm (TL). jmulut coklat gelap. Aceh . bersembunyi di celah rubble saat didekati. badan coklat dengan 12 garis gelap. Sirip ekor coklat gelap. Distribusi: Indo-Pacsifik: Laut merah. Tuamoto dan Society di French Polynesia.MONACANTHIDAE Filefishes.

Aceh Cantherhines pardalis Foto by Fakhrizal Setiawan Honeycomb filefish Nama Umum: Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL). atau abu-abu dengan bentuk poligonal yang berdekatan. Hawai. Tipe pemakan: Zoobenthos (bentik invertebrata) . Terdapat spot putih diatas pangkal ekor. Habitat: Didaerah Terumbu karang hingga lereng karang. memiliki tiga pola warna dasar: abu-abu belangbelang dan coklat. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Afrika Timur. Atlantik timur: Teluk guinea. kadang di daerah keruh. Jepang. Kep. soliter. coklat gelap. Annobon. Digantikan Cantherhines sandwichiensis di Kep. Tenggara Oceania.137 Lokasi foto: Pulau Weh.

Kaledonia Baru dan Easter Island. dari Teluk California ke Kolombia Tipe pemakan: Alga. Bentopelagis. Aceh Foto by Efin Muttaqien Aluterus scriptus Scribbled leatherjacket filefish Nama Umum: Ikan Ayam-ayam Ciri-ciri: Panjang max 110 cm (TL).Atlantic Timur: St Paul's Rocks. Sesekali terlihat di bawah objek mengambang. hydrozoans. Di Pasifik timur. rumput laut. sangat pipih. kecoklatan dan abu-abu. Juvenile mengikuti dibawah objek mengapung di laut terbuka untuk waktu yang lama dan mencapai ukuran besar. dewasa cokelat dengan garis-garis biru dan titik-titik. mulut cekung. Afrika Selatan. gorgonian. Samudera Pasifik: selatan Jepang ke Great Barrier Reef selatan. sirip ekor bulat dan panjang. . Distribusi: Circumtropical. Kanada dan utara Teluk Meksiko ke Brazil. Rentang kedalaman 3-120 m. insang membuka miring dan kepala dengan bintik-bintik hitam kecil tersebar . dan tunicate. Memanjang. Tanjung Verde dan Pulau Ascension. Pulau São Tomé. Atlantic Barat: Nova Scotia. remaja coklat kekuningan dengan bintik-bintik gelap.138 Lokasi foto: Pulau Weh. colonial anemones. Dewasa biasanya terlihat di sepanjang lereng pantai dalam atau luar terumbu karang drop-off pada sekitar 20 meter kedalaman. Habitat: Hidup laguna dan terumbu ke arah laut.

Spot hitam di sirip ekor dengan mulut yang panjang dan kecil. badan hijau kebiruan dengan spot oranye tersebar.Porites cylindrical.139 Lokasi foto: Pulau Weh. New Caledonia dan Tonga.Heliopora coerulea. . Habitat: Didaerah laguna dan terumbu karang yang jernih. Bersarang di dasar karang yang mati kadang di alga.Acropora nasuta. Jepang GBRAustralia. biasa soliter atau berpasangan. Range kedalaman 030 m. Mozambique .Acropora valida.French Polynesia. Digantikan Oxymonacanthus halli di lLaut Merah. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur. Tipe pemakan: Cnidarians (polyp karang) karang jenis:Acropora acuminate. Aceh Oxymonacanthus longirostris Foto by Fakhrizal Setiawan Harlequin filefish Nama Umum: Ciri-ciri: Panjang max 12 cm (TL).

140 .

dewasa coklat dengan bintik hitam mirip leopard dan area hitam disekitar insang Habitat: Daerah karang dan karang berbatu dengan banyak celah persembunyian.Sangat sensitive terhadap ikan luka atau stress. mata kemerahan. Juv coklat dengan banyak bintik hitam besar. Bukaan insang hitam . Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Habitat: Dasar goa/celah batu dikarang. badan kekuningan dengan bintik hitam dan coklat tua padat. Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Cephalopoda. Range 0-50m. ikan dan krustacea / Carnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. 141 Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Carnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Gymnothorax flavimarginatus Yellow-edged moray Nama Umum: Belut laut Ciri-ciri: Panjang max 240 cm (TL). Range kedlamana 1-150m. Ikan butana Gymnothorax javanicus Giant moray Lokal:Lindong laut/belut laut Ciri-ciri: Panjang max 300cm (TL). Menyerang jika diganggu.MOORAYNIDAE Surgeon fish.

142 Distribusi: Indo-Pasifik (Timur AfrikaKep. Kep.selatan New Caledonia. Hanya moray yang mengalami perubahan warna dan kelamin mendadak (protandeus hermaprodit) dimana belut jantan berubah kelamin menjadi betina.Tuamoto. Badan biru cerah dengan dorsal kuning. bersembunyi di lubang dan hanya mengeluarkan kepalanya. NTT (dewasa) Foto by Fakhrizal Setiawan Hidup dilaguna dan daerah karang berpasir. Habitat: Lokasi foto: TN Komodo.Rhinomuraenia quaesita Ribbon eel Nama Umum: Belut pelangi Ciri-ciri: Panjang max 130 cm (TL).French Polynesia. Jepang. memiliki 3 tentakel berdaging diujung moncong.Juvenil berwarna hitam dengan dorsal kuning. Marianas dan Marshal) Tipe pemakan: Ikan kecil / Carnivora Lokasi foto: TN Komodo. NTT (Juvenil) Foto by Fakhrizal Setiawan . Tentakel tersebut berada dibawah rahang memanjang kedepan.

Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Indo west Pasifik (Mauritius dan Comoro . Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Rang kedalaman 3 30m. Habitat: Daerah pantai dengan terumbu karang dan lereng karang.Gymnothorax isingteena Spotted moray Nama Umum: Belut sapi Ciri-ciri: Panjang max 180 cm (TL). Warna dasar badan putih dengan bentuk tidak beraturanspot hitam besar dan kadang hempir melingkar.Pasifik barat) Tipe pemakan: Carnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. 143 Lokasi foto: TN Karimunjawa.

144 .

Habitat: Daerah berpasir dan rubble dekat karang. perut berwarna merah muda. Ikan jenggot Parupeneus barberinus Dash and dot goatfish Lokal: Ikan jenggot Ciri-ciri: Panjang max 60 cm (TL). dibagian atasnya berwarna kuning dengan spot hitam dipangkal ekor. Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Zoobenthos (cacing.krustacea) 145 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Strip hitam sepanjang sirip kedua dorsal. spot hitam dekat pangkal ekor. Tubuh merah abu-abu bagian punggung keabu-abuan. Distribusi: Indo-west Pasifik Tipe pemakan: Zoobenthos / cacing plychaeta dan krustacea Lokasi foto: TN Karimunjawa. Range kedalaman 0-100 m. dengan garis hitam dari mata ke bagian ekor.MULLIDAE Goat fish. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Parupeneus macronemus Long-barbel goatfish Nama Umum: Ikan jenggot Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). Habitat: Daerah berpasir dan rubble dekat karang dan laguna. warna dasar putih dengan garis hitam dari mulut hingga belakang dorsal. moluska. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Range kedalaman 3-25m.

Range 0-80 m. Putih krem dengan spot merah di perut bawah. French Plynesia. badan putih kehijauan. Habitat: Didarah laguna dan terumbu karang: juv didaerah reef flats. Habitat: Biasanya soliter atau berpasangan didaerah pantai. Filipina-Hawai. laguna dan terumbu karang. bercak hitam di sekitar mata dan 2 spot hitam samar di badan. dewasa disekitar daerah berbatu atau karang. JepangAustralia) Tipe pemakan: Zoobenthos Lokasi foto: TN Komodo. Laut Andaman– timur Indonesia. Tipe pemakan: Zoobenthos (bentik krustacea dan cacing) dan ikan kecil Lokasi foto: Pulau Weh.Parupeneus bifasciatus Doublebar goatfish Nama Umum: Jenggot totol 2 Ciri-ciri: Panjang max 35 cm (TL). NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 146 Parupeneus trifasciatus Doublebar goatfish Nama Umum: Jenggot garis Ciri-ciri: Panjang max 35 cm (TL). Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Distribusi: Indo-Pasifik (Indonesia. 2 garis di bawah dorsal dan garis pertama memanjang hingga sirip perut. Distribusi: Laut Merah.

Maluku Utara Foto by Tasrif Kartawijaya 147 Parupeneus cyclostomus Gold-saddle goatfish Nama Umum: Jenggot totol kuning Ciri-ciri: Panjang max 50 cm (TL). berbatu dan rubbleo di reef flat. Kep.French Polynesia. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah. laguna dan lereng karang. Badan kombinasi abu keunguankehijauan dan kekuningan. Tipe pemakan: Ikan kecil dan bentik krustacea Lokasi foto: Pulau Weh. Ryukyu.Mulloidichthys vanicolensis Yellowfin goatfish Nama Umum: Jenggot kuning Ciri-ciri: Panjang max 38 cm (TL). Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Semua sirip kuning Habitat: Biasanya schooling didaerah karang dangkal. Afsel. schooling saat siang hari dan malam menyebar untuk mencari makan. garis memanjang kuning .garis biru di sekitar mata Habitat: Didaerah Terumbu karang. Kayoa. Range 5-113 m. perut berwarna putih. New Caledonia dan Rapa. Juv umumnya schooling kecil dan dewasa soliter. Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Zoobenthos/ cacing plychaeta dan krustacea Lokasi foto: Kep. Hawai . Spot kuning di atas pangkal ekor dan dibawah dorsal.

50 m. sungut kuning. Jepang) Tipe pemakan: Zoobenthos . Habitat: Biasa di daerah rubble dan pasir di dekat karang.148 Lokasi foto: Pulau Weh dan TN Komodo Upeneus tragula Foto by Fakhrizal Setiawan Freckled goatfish Nama Umum: Jenggot samar Ciri-ciri: Panjang max 33 cm (TL). ujung dorsal berwarna gelap. badan banyak spot dan bercak hitam. garis coklat memanjang dari mulit hingga ekor. umumnya soliter damun kadang juga berkelompok. sirip ekor coklat bergaris-garis. Distribusi: Indo-west Pasifik (timur Afrika-New Caledonia. Range kedalaman 2 .

149 .

NEMIPTERIDAE Surgeon fish. biru keabu-abuan samar. Habitat: Daerah karang yang jernih dan daerah dangkal banyak rubble. Warna: badan atasabuabu gelap atau coklat zaitun. dua garis kuning satu memanjang dari mulut ke belakang dorsal dan dari belakang mata hingga dekat sirip ekor Habitat: Dikolom perairan daerah berpasir dekat terumbu karang. Distribusi: Western Pasifik Tipe pemakan: ikan kecil dan zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . putih keperakan di bawah. Range 1-15 m. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Tipe pemakan: Pentapodus trivittatus Three-striped whiptail Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL). Ikan butana Pentapodus aureofasciatus Yellowstripe threadfin bream Common name: Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL). Range 5-20m Distribusi: Indonesia-Samoa dan Tonga 150 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Garis putih kekuningan memanjang menyempit dari badan ke ekor.

Juv. putih-keperakan di bawah ini. soliter atau berpasangan. Distribusi: Timur samudara Hindia dan Pasifik barat Tipe pemakan: Zoobenthos dan ikan kecil Lokasi foto: TN Karimunjawa. Range 1-25 m.Scolopsis binileata Two-lined monocle bream Common name: Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 23 cm (TL). ada 3 garis hitam pada badan atas dengan sela -sela kuning Habitat: Daerah berpasir karang. juv sendiri daerah perairan dangkal. 2 garis melengkung dari dekat mata ke dorsal. abu-abu gelap ke kuningan dibagian atas da putih dibawah badan. 3 garis-garis putih kekuningan dari kepala kebadan. Juv daerah dangkal. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Habitat: Daerah terumbu karang. 3 garis diatas kepala. Distribusi: Indo-west Pasifik Tipe pemakan: Zoobenthos dan ikan kecil 151 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Range 4-20 m. laguna atau rubble. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Scolopsis lineata Striped monocle bream Nama Umum: l Ciri-ciri: badan atas coklat zaitun. biasanya schooling.

Scolopsis margaritifera Pearly monocle bream Common name: Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 28 cm (TL). moluska. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 152 Habitat: Daerah dasar berpasir di area terumbu karang. variasi warna antara populasi di Hindia dan Pasifik: juvenile kurang warna garis kuning di Samudra Hindia dan dewasa menunjukkan bagian belakang yang gelap dibandingkan dengan bentuk Pasifik. Beberapa dengan perut kekuningan. Range kedalaman 1-20 m.) Tipe pemakan: Krustacea kecil. cacing polychaeta dan ikan kecil / Carnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Distribusi: Pasifik barat:(Laut cina selatan-Vanuatu and timur laut Australia. Juv garishitam sempit sepanjang punggung (hanya pada beberapa spesimen) dan hitam. Lokasi foto: TN Karimunjawa. abu-abu gelap dari kepala hingga bawah dorsal.

153 .

Tipe pemakan: Zoobenthos. Species digantikan Ostracion cyanurus di Laut Merah dan Teluk Aden. Jepang– New Zealand.Tuamoto. Juv kuning cerah dengan spot hitam. soliter.Ryukyu. Hawai dan Kep. Distribusi: Indo-Pasifik dan Pasifik timur: Subspecies Ostracion meleagris camurum ditemukan di Hawai dan Ostracion meleagris clippertonense Di Pasifik Timur. Badan hitam kecoklatan dengan spot putih dipunggung dan kuning di sisi badan. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 154 Ostracion meleagris Whitespotted boxfish Nama Umum: Buntel item Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL). Juv biasa dijumpai dekat Acropora. Habitat: Didaerah laguna dan karang semi tertutup. Range kedlaman 1-35m. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Afrika Timur. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Habitat: Dihabitat laguna dan lereng karang yang jernih. ikan kecil dan alga bentik Lokasi foto: Pulau Weh. Kep.OSTRACIIDAE Boxfishes. Tipe pemakan: Zoobenthos (sponge dan tunikata) dan bentik alga Lokasi foto: Pulau Weh. Kedalaman 0-30m. Ikan kotak Ostracion cubicus (Juv) Yellow boxfish Nama Umum: Buntel kuning Ciri-ciri: Panjang max 45 cm (TL). Spot berkurang dan warna menjadi kusam menjadi kebiruan seiring pertumbuhan.

155 .

sirip anal terlihat jelas garis hitam di ujungnya. Dewasa biasa schooling di goa-goa atau daerah terlinding di karang saing hari. bdan berwarna coklat. biasanya warna agak kehijaun terlihat dibagian tasa. Ardiwijaya Vanikoro sweeper Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL).Samoa. Malam mencari makan dan kembali kegua sebelum terbit fajar. ujung sired dorsal berwarna hitam Habitat: Biasa ditemukan daerah pantai berbatu dan terumbu karang. Filipina. dan laut mediterania) Tipe pemakan: Zoobenthos dan zooplankton Lokasi foto: Pulau Weh. Aceh .PEMPHERIDAE 156 Pempheris vanicolensis Foto by Rizya L. Distribusi: Indo-west Pasifik (laut merah .

157 .

spot hitam dengan ujung putih di ekor Habitat: Didaerah pasir dan rubble didasar area laguna dangkal dan lereng karang yang terlindung. Distribusi: Samudra Hindia: Laut Merah. Jepang . dan Afrika Timur . Ikan Cicak 158 Lokasi foto: Pulau Weh.PINGUIPEDIDAE Sandperches fish. Badan putih dengan keabuan di punggung dan bercak hitam kecoklatan merata di badan.GBR Australia. Aceh Parapercis hexophtalma Foto by Fakhrizal Setiawan Speckled sandperch Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 29 cm (TL).Micronesia dan Samoa. Tipe pemakan: Zoobenthos .

Range kedalaman 6 .25m.159 Lokasi foto: Pulau Weh. Distribusi: Indo-Pasifik barat : teluk Bengal . Habitat: Didaerah berbatu dan karang mulai dari dangkal hingga dalam dengan dasar yang berpasir.Jepang dan Indonesia dan Papua New Guinea. Aceh Parapercis tetracantha Foto by Fakhrizal Setiawan Reticulated sandperch Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 26 cm (TL). Tipe pemakan: Belum diketahui . badan keputihan dengan 7-8 persegi coklat yang terhubung garis di sisi bawah badan.bercak hitam di bawah mata serta garis hitam tak beraturan memanjang melewati katup insang. Dorsal transparan dengan serentetan spot hitam diujung dan tengah.

tanda gelap yang tidak beraturan di punggung. 9 garis hitam di kedua sisi badan dengan spot hitam ditiap garisnya. Range kedalaman 3-20 m Distribusi: Indonesia Tipe pemakan: Zoobenthos . Jawa Tengah Parapercis sp. warna dasar putih. Soliter atau kelompok kecil.160 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Foto by Fakhrizal Setiawan Yellowtail sandperch Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 14 cm (TL). Sirip ekor kuning Habitat: Daerah karang dan pantai yang dasarnya pasir atau rubble.

pasir disela karang dan karang berbatu. rubble.161 Lokasi foto: Pulau Weh. Spt putih pada sirip ekor. Habitat: Didaerah terumbu karang mengelompok. Ryukyu Jepang . Tipe pemakan: Zoobenthos . Badan krem dengan pola coklat b di punggung.GBR Australia. Kep. Range kedalaman 3-30 m. dua spot coklat tak beraturan di badan bagian atas dan bawah serta dihubungkan dengan spot kuning memanjang di sisi badan.French Polynesia. Distribusi: Indo-Pasifik: Mauritius dan Maldives . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Parapercis millipunctata Black dotted sand perch Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL).

162 .

Ikan cupang laut Calloplesiops altivelis Comet Nama Umum: cupang laut Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL). Lokasi foto: Pulau Weh. Range kedalaman 3-50 m. Apabila terancam dapat menirukan/ mimikri seperti mouray. Nocturnal. Distribusi: Indo-pasifik (Laut merah dan Afrika timur-Pulau Line. Pangkal sirip dorsal terdapat spot hitam dilingkari putih dan spot kuning di bagian atas pangkal ekor. warna badan hitam kecoklatan dengan spot putih menyebar diseluruh badan dan sirip kecuali sirip dada. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan .PLESIOPIDAE Devilfishes. Jepang-Australia) Tipe pemakan: Bentik crustacean dan ikan kecil / karnivora Lokasi foto: Pulau Weh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 163 Habitat: Didaerah karang. goa atau celah karang.

164 .

Sulut Foto by Shinta T. moluska.PLOTOSIDAE Plotosus lineatus Striped eel catfish Nama Umum: Lele laut Ciri-ciri: Panjang max 32 cm (TL). sirip dorsal dan anal bersambung dengan sirip caudal/ekor. Jawa Tengah Juvenil schooling dalam jumlah banyak. sebuah tulang bergigi tunggal sangat berbisa di awal punggung pertama dan setiap sirip dada. 4 pasang sungut. Pardede . Dewasa dalam kelompok yang lebih kecil di area terumbu karang. 165 Habitat: Lokasi foto: TN Karimunjawa. Range kedalaman 1-60 m. Distribusi: Indo Pasifik Tipe pemakan: Krustacea. cacing dan ikan kecil Lokasi foto: Lembeh.

166 .

Jepang-GBR.Tuomoto. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . dari sirip punggung hitam kebiruan. berpasangan atau berkelompok. Distribusi: Indo-Pasifik (Laut merah dan Timur Afrika– Kep. 167 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Bagian belakang sirip anal garis lengkung kuning dan biru berjalan sejajar dengan kontur tubuh. Badan kuning dengan garus lengkung putih dibatasi hitam dari dekat insang hingga pangkal ekor. New Caledonia) Tipe pemakan: Tunikata dan spong / zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa. juvenil dengan bintik hitam besar pada bagian basal lunak sirip dorsal. sirip ekor kuning. Soliter . Ikan enjel Pygoplites diacanthus Regal angelfish Nama Umum: Enjel doreng asli Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL). Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Habitat: Biasa terdapat didaerah karang yang sehat di laguna atau lereng karang.POMACANTHIDAE Angel fish. bagian mata gelap dengan garis kebiruan dekat mata.

168 Distribusi: Indo-west Pasifik (laut merah dan timur Afrika-Samoa. banyak bintik biru disisinya. tinikata dan alga / Zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa. Juvenil species ini berwarna biru kehitaman dengan garis setengah lingkaran. bagian tengah kekuningan. perubahan warna dari jvenil ke dewasa dalam rentang ukuran 8-16 cm.Pomacanthus semicirculatus Semicircle angelfish Nama Umum: Brustun roti Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). Soliter dan berpasangan. Range kedalaman 1-30 m. Dewasa di daerah karang yang sehat yang menyediakan banyak tempat bersembunyi. JepangAustralia) Tipe pemakan: Sponge. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Dewasa bagian depan berwarna coklat kehijauan. Habitat: Juvenile menyukai perairan dangkal yang terlindung.

Kepala kehitaman dengan garis vertikal putih. sirip ekor. Distribusi: Indo-Pasifik (Kep.Kep. selatan Australia. anal memiliki bintik biru. Tipe pemakan: Sponge.Pomacanthus sexfasciatus Sixbar angelfish Nama Umum: Kambingan biru Ciri-ciri: Panjang max 46 cm (TL). Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Juvenil lebih suka didaerah karang yang dangkal. Dewasa coklat kekuningan dengan 6 garis hiteam vertikal. Range kedalaman 3-50 m. Juvenil berwarna kehitaman dengan 15 garis biru putih melengkung di sisi badan. Soliter kadang berpasangan. Mengeluarkan suara apabila diganggu. Solomon.Malaysia dan Indonesia . Badan banyak binti-bintik biru. Ryukyu . tunikata dan alga / zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa. Habitat: 169 Lokasi foto: TN Karimunjawa. dewasa menyukai daerah karang yang sehat.

Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Pomacanthus navarchus Bluegirdled angelfish Lokal: Bidadari bercadar Ciri-ciri: Panjang max 28 cm (TL). Sirip biru muda. mata tertupup garis hitam. Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Zoobenthos 170 Lokasi foto: Pulau Weh. sirip dada dan perut biru tua dengan banyak bintik-bintik biru muda. Maluku Utara Foto by Tasrif Kartawijaya . Juvenil berwrna hitam kebiruan dengan garis putih melingkar konsentris. juv hitam dengan garis biru muda melingkar. Habitat: Daerah karang sehat dari laguna hingga lereng karang. sekitar insang hingga bawah berwarna hitam dengan tepi biru. dewasa garis kuning diagonal. range 1-100 m.Pomacanthus imperator Emperor angelfish Lokal: Enjel betmen Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). dan pada daerah yang tepat di belakang kepala. Kayoa. Perubahan warna terjadi dari ukuran 8-12 cm. mulut putih. dewasa daerah goa/celah di daerah karang yang sehat. Habitat: Juv daerah dangkal. Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Sponge dan tunikata / zoobenthos Lokasi foto: Kep. Garis biru muda sejajar di wajah dari bawah mata. Range 3-40m. Dewasa kuning cerah badan dan ekor.

Range kedalaman 1035 m. dorsal atas hotam. garsi hitam disirip anal.Vanuatu. Betina dengan garis hitam yang luas pada punggung dan tepi bagian perut. Range Kedalaman 3-40 m. spot hitam di atas kepala dan belakang kepala.Genicanthus Lamarck Blackstriped angelfish Nama Umum: Enjel putih Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL). buntut cagak memanjang. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Habitat: Di daerah laguna dan karang dangkal. GBR Australia. Distribusi: Indo-West Pacific: Indo-Malayan region. Habitat: Biasa di daerah dangkal dan lereng karang. badan putih dengan 4 garis memanjang. Memiliki harem 3-7 betina. tubuh pendek kuning. Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: TN. Japan. Distribusi: Indo-west Pasifik (Jepang-Australia. mulut biru. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 171 Apolemichthys trimaculatus Threespot angelfish Nama Umum: Enjel kuning Ciri-ciri: Panjang max 26 cm (TL). Samoa) Tipe pemakan: Sponge dan tunikata / zoobenthos Lokasi foto: Pulau Weh. Depan dorsal spot kuning. timur Afrika. Komodo.

sebagian muka depan kuning dengan mulut biru. belakang dorsal hinga sirip ekor hitam. Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Sri Lanka .Chaetodontoplus mesoleucus Vermiculated angelfish Nama Umum: Kepe palsu Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). Badan abu-abu gelap dengan garis coklat keemasan di sisi badan. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Badan 2/3 hitam abu-abu dan sisnya putih. Pangkal ekor. sekilas mirip Chaetodontidae namun dibedakan dari opercula tulang belakangnya yang kuat. Distribusi: Indo-west pasifik (Indonesia-Jepang. tunikata dan alga berfilamen / zoobenthos 172 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Tipe pemakan: Bentik alga dan cnidarians (hard coral). Daerah sekitar sirip perut oranye. Range kedalaman 0-30 m. Bentuk sangat mirip dengan juvenile Acanthurus tristis. Garis hitam memanjang dari kepala hingga bawah. Lokasi foto: Pulau Weh. Range kedalaman 1-20m. Membentuk harem 3-7 individu. Habitat: Daerah terumbu karang dan jarang di laut terbuka. Ekor kuning. Habitat: Didaerah karang berbatu dan lereng karang yang sehat.Indo-Malay timur. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Centropyge eibli Blacktail angelfish Nama Umum: Enjel abu doreng Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL). SriLanka-timur PNG) Tipe pemakan: Sponge.

173

POMACENTRIDAE
Damsel fish, Ikan betok laut

174

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jawa Tengah

Amphiprion clarkii Foto by Fakhrizal Setiawan Yellowtail clownfish Nama Umum: Giru pasir Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL), Sangat bervariasi secara geografis dalam bentuk
dan warna. Dua garis putih, satu vertikal di belakang mata dan satunya memanjang dari dorsal hingga di adepan anal. Pangkal sirip ekor putih, dengan bagian berwarna kekuningan. Ovipar dan monogamy. Habitat: Daerah laguna karang dangkal dan lereng karang. Berasosiasi dengan anemon jenis: Cryptodendrum adhaesivum, Entacmaea quadricolor, Heteractis aurora, Heteractis crispa, Heteractis magnifica, Heteractis malu, Macrodactyla doreensis, Stichodactyla gigantea, Stichodactyla haddoni, Stichodactyla mertensii . Range 1- 60m. Distribusi: Indo-west Pasifik (Teluk Persia-barat Australia, Kep. Indo-Australia, Melanesia, Micronesia, Taiwan dan Jepang) Tipe pemakan: Omnivora

175

Amphiprion ocellaris Foto by Fakhrizal Setiawan Clown anemonefish Nama Umum: Ikan badut, nemo, kelonpis Ciri-ciri: Panjang max 11 cm (TL), warna badan oranye dengan tiga garis putih lebar,
bagian yang tengah berbentuk segitiga maju ke dekat sirip dada. Sirip ekor bulat. Habitat: Daerah karang yang dangkal dan tenang. Diurnal, protandrous hermaprodit. Berpasangan monogamy. Berasosiasi dengan anemone jenis: Heteractis magnifica, Stichodactyla gigantea, dan Stichodactyla mertensii . Range kedalaman 1-15 m. Distribusi: Indo-west Pasifik Tipe pemakan: Omnivora

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jawa Tengah

176

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jawa Tengah

Amphiprion perideraion Foto by Fakhrizal Setiawan Pink anemonefish Nama Umum: Pelet tambah Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL), Warna dasar oranye. Sirip transparan. Satu garisputih mengikuti kontur punggung dari atas mulut hingga batang ekor. Garis vertikal putih di antara kepala dan katup insang. Habitat: Daerah karang dangkal yang tenang, diurnal, monogami, protandrous hermaphrodit. Berasosiasi dengan anemone jenis: Heteractis magnifica (umumnya), Heteractis crispa, Macrodactyla doreensis, and Stichodactyla gigantea . Dibeberapa tempat malah berbagi tempat di anemone dengan A. akallopison. Range 1-38 m. Distribusi: Western Pasifik Tipe pemakan: Omnivora

Amphiprion sandaracinos Yellow clownfish Nama Umum: Pelet Ciri-ciri: Panjang max 14 cm
(TL), badan oranye dengan garis putih memanjang dari mulut hingga dekat ekor

Habitat: Biasa dijumpai didaerah
laguna dan lereng karang. Biasa berpasangan atau kelompok kecil. Monogami. Protandrous hermaprodit. Biasa berasosiasi dengan anemone jenis: Heteractis crispa dan Stichodactyla mertensii. Range 3-20 m.
177

Distribusi: Western pasifik
(Pulau cristmas, dan Australia barat-Kep. Ryukyu, Taiwan, Filipina, PNG, Kep. D’Entrecasteux, New Britain dan Kep. Solomon)

Tipe pemakan: Omnivora

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan

178 Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan

Amphiprion akallopisos Skunk clownfish Nama Umum: Pelet Ciri-ciri: Panjang max 11 cm (TL), Badan berwarna oranye dengan garis putih memanjang dari atas mulut hingga ekor. Inilah yang membedakan dengan A. sandaracinos. Habitat: Biasa ditemukan didaerah karang dangkal dekat pantai namun ada juga di
daerah lereng karang dengan arus cukup kuat. Protandeus hermaprodit. Berpasangan dan monogami. Setipa anemone dengan satu betina lebih besar dan pejantan fungsional yang lebih kecil. Jantan mengalami perubahan jenis kelamin juvenile berkembang menjadi jantan fungsional. Biasa berasosiasi dengan jenis anemone: Heteractis magnifica dan Stichodactyla mertensii. Range kedalaman 3-25 m. Distribusi: Indo-west pasifik (Afrika timur, Madagaskar, Kep.Comoro, Seychelles, Laut Andaman, Sumatra, Jawa) Tipe pemakan: Bentik alga dan zooplankton (omnivora)

Amphiprion ephippium Saddle anemonefish Nama Umum: Giro tompel (aceh), tompel Jakarta (Jakarta) Ciri-ciri:
Panjang max 14 cm (TL), badan oranye kemerahan dengan spot hitam besar di badan bagian belakang. Juvenil tidak memiliki spot hitam tapi memiliki garis putih memanjang hanya di belakang kepala.

Habitat:
179 Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan

Didaerah karang dangkal dengan perairan agak keruh dan teluk yang tertutup dimana kecerahan berkurang. Biasa ditemukan sepasang. Berasosiasi dengan anemon: Entacmaea quadricolor and Heteractis crispa .Range kedalaman 1-15 m.

Distribusi:
Samudra Hindia timur: Laut Andaman, Kep. Nicobar, Thailand, Malaysia, Sumatra dan Jawa di Indonesia.

Tipe pemakan:
Zooplankton dan bentik alga

Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan

Biasa ditemukan berpasangan .Solomon. juvenile dan jantan merah cerah sedang betina merah hati. Range kedalaman 1-16 m. Jawa Tengah kepala. Berasosiasi dengan anemone Entacmaea quadricolor. memiliki tulang belakang yang menonjol di bagian Lokasi foto: TN Karimunjawa.Vanwatu. Distribusi: Indo-west Pasifik (Asia tenggara. Australia) Tipe pemakan: Zooplankton dan alga bentik / Omnivora . Kep. Jantan ukurannya lebih kecil dari betina Habitat: Daerah laguna dan karang yang terlindung.180 Premnas biaculeatus Foto by Fakhrizal Setiawan Spinecheek anemonfish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 17 cm (TL).

Fiji. Range kedalaman 3 . Juvenile biasa ditemukan dalam kelompok kecil di dekat gorgonian atau karang hitam. New Caledonia) Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: TN Karimunjawa. Habitat: Hidup didaerah lereng karang. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Pasifik barat(Laut Andaman dan Pulau Christmas . Biasa berada dekat dengan Gorgonian /kipas laut dimana mereka meletakan telurnya.Amblyglyphidodon aureus Golden damselfish Nama Umum: Betok kuning Ciri-ciri: Panjang max 13 cm (TL). Ryukyu.45 m. laguna dan karang terjal berarus. 181 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Badan kuning oval. Kep. dewasa bagian kepala agak keunguan sedikit. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .

Badan perak kehijauan. Distribusi: Lokasi foto: TN Karimunjawa.Amblyglyphidodon batunai Batuna damselfish Nama Umum: Betok perak Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL). Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Biasa berada dekat koloni karang besar. Range kedalaman 0 . Biasa ditemukan soliter atau berpasangan di atas karang. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Indo-west Pasifik (Maldives dan Indonesia) 182 Tipe pemakan: Belum diketahui Lokasi foto: TN Karimunjawa.12 m. Habitat: Daerah laguna dan karang dangkal.

larva Crustacea. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . telur ikan. sirip duri Anal: 2. mysids. dan sebagian kecil dari alga /Omnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa.Amblyglyphidodon leucogaster Yellowbelly damselfish Nama Umum: Betok perut kuning Ciri-ciri: Panjang max 13 cm (TL). Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 183 Mendiami lagunakarang dan lereng karang. sirip lunak dorsal (total): 12-13. Sirip lunak anal: 12-14. Distribusi: Indo-west Pasifik Tipe pemakan: Copepoda. Populasi di Indonesia umumnya dengan perut kuningoranye . Variasi warna tergantung geofrafis. Soliter atau dalam kelompok kecil. amphipods. Range kedalaman 2-45 m. duri dorsal (total): 13. Habitat: Lokasi foto: TN Karimunjawa.

Samoa dan Tonga.40 m. 184 Distribusi: Pasifik barat ( Rowley shoals.Amblyglyphidodon curacao Staghorn damselfish Nama Umum: Betok strip ijo Ciri-ciri: Panjang max 13 cm (TL).Ryukyu . Makan sering berkelompok didaerah karang. Malaysia . Habitat: Lokasi foto: TN Karimunjawa. Papua berwarna lebih keperakan dengan garis kehijaun dengan range dari jepangAustralia timur. Range kedalaman 1 .selatan GBR) Tipe pemakan: Zooplankton dan filamentous alga Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Daerah laguna dan lereng karang bagian luar. Utara kep. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Juvenil sering terlihat dekat karang lunak jenis Sarcophyton dan Sinularia. memiliki beberpa variasi geografis. Populasi di Indonesia berwarna hijau dengan garis kehitaman saat dewasanya.

Range kedalaman 1 . gastropoda dan krustacea kecil / Omnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa.6 m.Abudefduf bengalensis Bengal sergeant Nama Umum: Ciri-ciri: Panjang max 17 cm (TL). 185 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Habitat: Biasa ditemukan sendiri atau kelompok kecil di daerah laguna dan karang dangkal. ciri khasnya bentuk ekor cagak yang membulat dan berwarna redup. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . oval dengan 6-7 garis hitam. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Pasifik barat (Timur Samudra Hindia-Jepang dan Australia) Tipe pemakan: Alga. Badan putih keabu-abuan. Sangat territorial.

Biasa ditemukan dalam schooling namun kadang soliter. Habitat: Didaerah karang berbatu serta lereng curam dengan arus dan gelombang sedang. Range kedalaman 1-12 m. Afrika selatan. New Britain. Sumatra di Indonesia. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Indo-Pasifik barat: Afrika timur. badan abu-abu dengan 5 garis putih vertikal. 186 Tipe pemakan: Bentik alga dan zooplankton Lokasi foto: Pulau Weh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Lokasi foto: Pulau Weh. timur Papua New Guenia dan Jepang. sirip ekor berwarna kuning.Abudefduf notatus Yellowtail sergeant Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 17 cm (TL).

Line dan French Polynesia. Jepang . Lokasi foto: Pulau Weh. dan zooplankton. Range kedalaman 0 . zoobnethos(bentik copepod).GBR Australia. badan putih krem dengan 6-7 garis abu gelap. Sangat territorial. Lokasi foto: Pulau Weh.Abudefduf septemfasciatus Banded sergeant Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 23 cm (TL). Habitat: Habitat didaerah laguna dan terumbu karang berbatu dangkal dengan gelombang sedang.Kep. Tipe pemakan: Bentik alga. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 187 Distribusi: Indo-Pasifikc: Afrika timur .3 m.

Range kedalaman 1 . Jawa Tengah Distribusi: Indo-Pasifik (laut merah. Mozambique hingga Jepang. Habitat: Daerah pantai. karang berbatu dan trumbu karang yang baik. Biasa berada di karang lunak dan koloni hydroid.20 m. 188 Tipe pemakan: Zooplankton dan alga / omnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. Tuomoto.Abudefduf sexfasciatus Scissortail sergeant Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 16 cm (TL). Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Lokasi foto: TN Karimunjawa. Kep. ciri khasnya adalah memiliki garis hitam di bagian cagak ekornya. Lord Howe dan Kep. Rapa). Badan putih dan agak kehijaun saat dewasa dengan 5 garis hitam.

hingga daerah pecah gelombang.French Polynesia.Abudefduf sordidus Blackspot sergeant Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 23 cm (TL). Juvenil biasa di daerah pasut. Jepang . Pitcairn. Habitat: Didaerah laguna berbatu. moluska. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . zooplankton. Tipe pemakan: Zoobenthos (bentik krustacea. zooplankton dan detritus 189 Lokasi foto: Pulau Weh. Habitat: Di daerah rataan trumbu hingga lereng karang serta daerah berbatu. badan abu-abu dengan 5-6 garis gelap. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah an Afrika Timur . Jepang . cacing). Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Abudefduf vaigiensis Indo-Pacific sergeant Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL). Berkelompok. Tipe pemakan: Omnivora (zoobenthos. sangat territorial.Australia. Abu-abu dengan 5 garis hitam atau biru tua vertikal. Range kedalaman 0-3 m.Australia. memijah dalam jumlah besar.hawaidan Kep. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah an Afrika Timur . daerah kuning di badan atas. terdapat spot hitam di pangkal ekor atas dan dibagian bawah sirip dorsal halus. Kadangkadang schooling. rataan terumbu. Jantan menjaga telurnya. alga bentik dan ikan kecil) Lokasi foto: Pulau Weh.

Habitat: Memilih di daerah pasir dan rubble di area laguna dan terumbu karang. Soliter dan teritorial. Habitat: Mendiami daerah berpasir di laguna dan terumbu karang.12 m. badan hijau kecoklatan dengan garis putih besar. Range kedalaman 1 . Distribusi: Indo-west Pasifik (varian normal tersebar dari Singapura .12 m. varian yang bagian dada agak kuning dari Papua . bagian badan atas dari kepala hingga tengah dorsal hijau kehitaman dengan batas kuning dan sebagian perut bawah dekat anal. Distribusi: Pasifik barat Tipe pemakan: Alga bentik Lokasi foto: TN Karimunjawa.timur Australia dan Vanuatu) Tipe pemakan: Omnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa.Sulawesi. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 190 Dischistodus melanotus Black-vent damsel Nama Umum: Betok susu Ciri-ciri: Panjang max 16 cm (TL). Badan putih dengan bercak pink disekitar insang.Dischistodus prosopotaenia Honey-head damsel Nama Umum: Betok susu Ciri-ciri: Panjang max 17 cm (TL). Range kedalaman 1 . Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .

PNG. Putih krem dengan 2-3 spot hitam agak memanjang. Habitat: Daerah patch reef. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 191 Chrysiptera oxycephala Blue-spot demoiselle Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 9 cm (TL). Range kedalaman 1 . Didaerah laguna dan karang dangkal. Bagian depan kepala kehijaun. Juv biru cerah yang hilang saat dewasa. garis bpingk dengan batas biru di antara mata dan mulut. Distribusi: Indo-west Pasifik Tipe pemakan: Alga bentik dan detritus Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . pasir di daerah karang. laguna dangkal.abu-abu kekuningan dengan banyak bintik biru di badan. dan padang lamun.range 1-16 m. Palau) Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: TN Karimunjawa. Filipina. Distribusi: Western central Pasifik (Indonesia.Dischistodus perspicillatus White damsel Nama Umum: Betok susu Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL).10 m. Garis abu-abu samar dari atas mulut ke mata. Habitat: Biasa berkelompok dalam jumlah besar.

30 m. bagian kepala hingga tengah dorsal kuning sisa badan lainnya coklat keunguan. Tipe pemakan: Bentik Alga dan zooplankton Lokasi foto: Pulau Weh.Fiji. Distribusi: Pasifik Barat: Laut Andaman . Jepang .GBR Australia. badan abu gelap. range kedalaman 3-35 m. Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Laut Merah dan Afrika Timur . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 192 Chrysiptera talboti Talbot's demoiselle Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 6 cm (TL). sekitar sirip dada berwarna kuning dan spot hitam dikelilingi biru di bagian belakang sirip dorsal. Tonga dan GBR Australia. rubble atau daerah karang berbatu dangkal. Habitat: Didaerah kaya karang di laguna dalam dan lereng karang serta rubble.Fiji. Soliter. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Soliter atau kelompok kecil. Palau.. Habitat: Di Daerah pantai karang beralga. Range kedalaman 0 . Spot hitam d belakang sirip dorsal. Tipe pemakan: Bentik Alga Lokasi foto: Pulau Weh.Chrysiptera unimaculata Onespot demoiselle Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL).

Maldives. Kep. badan kuning dengan bercak hitam dibagian pangkal belakang sirip dorsal. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Chromis dimidiata Chocolatedip chromis Nama Umum: Betok 1/2 Ciri-ciri: Panjang max 9 cm (TL). Range kedalaman 1-36 m. Thailand. Distribusi: Samudra Hindia (diketahui hanya di Pulau Weh) Tipe pemakan: Alga 193 Lokasi foto: Pulau Weh. Kenya. Distribusi: Samudra Hindia: Laut Merah. Afsel. coklat gelap 1/2 dari kepala hingga badan depan. Chagos. Sisanya berwarna putih mulai dari sirip anal. kepala kuning dan warnanya memanjang hingga sirip dorsal belakang. Reunion. Sumatra dan P. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Habitat: Di daerah laguna dan terumbu karang . bagian atas badan terdapat garis biru yang memangjang dari depan mata hingga pangkal sirip ekor. 1/2 sirip dorsal dan sirik caudal. Laut Andaman. Tinggal dekat dengan substrat.Chrysiptera sp. Mauritius. Christmas serta Guam. Tanzania. Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 7 cm (TL. Habitat: karang dan batu berkarang di daerah dangkal hingga lereng karang. Tipe pemakan: Bentik alga dan zooplankton Lokasi foto: Pulau Weh. berkelompok di atas karang dan dilereng karang.

Jantan yang bersarang berwarna kuning. fitoplankton. Distribusi: Indo Pasifik Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jepang. daerah laguna dan karang dangkal. Jawa Tengah 194 Chromis viridis Blue green damselfish Nama Umum: Betok ijo / jae-jae Ciri-ciri: Panjang max 8 cm (TL). Lokasi foto: Pulau Weh. Range kedalaman 1-29 m. laguna dan lereng karang. dan bentik alga. Biasa dijumpai kelompok besar di koloni karang bercabang. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah . Habitat: Berkelompok di Acropora bercabang. Tipe pemakan: Zooplankton. Habitat: Dearah karang dangkal.French Polynesia. viridis hanya dibedakan dengan spot hitam dipangkal sirip dadanya. Range 0-12 m. warna Hijau pucat hingga biru terang. New Caledonia. ekor cagak dan sangat mirip dengan C. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Badan hijau kebiruan.Chromis atripectoralis Foto by Fakhrizal Setiawan Black-axil chromis Nama Umum: Betok ijo / jae-jae Ciri-ciri: Panjang max 12 cm (TL).

anal dan cagak caudal hitam. Garis hitam di bagian cagak ekor merupakan ciri khasnya.Samoa dan Tonga. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Range kedlaman 3 36 m. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 195 Chromis ternatensis Ternate chromis Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL). coklat cerah dengan ujung sirip dorsal. Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: Pulau Weh. Distribusi: Indo-Pasifik: laut Merah dan Afrika timur . Kep. Habitat: Daerah karang yang sehat dan lereng karang. Distribusi: Pasifik barat Tipe pemakan: Zooplankton dan alga bentik Lokasi foto: TN Karimunjawa. New Caledonia.Chromis atripes Dark-fin chromis Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 9 cm (TL).Ryukyu. Range kedalaman 2-40 m. Habitat: Schooling di atas karang bercabang di daerah laguna hingga lereng karang yang jernih. coklat dengan warna pudar dibagian bawah perut.

cymatilis. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Tipe pemakan: belum diketahui . dengan bercak hitam dibagian atas kepala. kepala biru neon dan badan atas juga. Pulau Christmas) Lokasi foto: TN Karimunjawa. pasir dengan alga.Indonesia. Biasa kelompok kecil didasar. sirip ekor dan anal.Chrysiptera springeri Springer's demoiselle Nama Umum: Betok neon Ciri-ciri: Panjang max 6 cm (TL). Habitat: Habitat karang yang sehat dan laguna. Range kedalaman 2-15 m. mirip dengan C. Kuning badan bawah. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 196 Pomacentrus auriventris Goldbelly damsel Nama Umum: blu kuning Ciri-ciri: Panjang max 7 cm (TL). biasa berada dikoloni Acropora bercabang. Range kedlaman 2-30 m. Habitat: Daerah karang. Distribusi: Pasifik barat (Indonesia-Filipina) Tipe pemakan: Zooplankton dan alga bentik Lokasi foto: TN Karimunjawa. Distribusi: Western Central Pacific (Micronesia .

Distribusi: Samudra Hinia timur dan Pasifik barat Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . karang dengan rubble. kepala abu-abu. Distribusi: Indo-west Pasifik Tipe pemakan: Alga Lokasi foto: TN Karimunjawa. umumnya badan bagian kepala kebawah hingga belakang dorsal gelap dan bagian bawahnya putih krem. Bagian atas badan krem kecoklatan. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 197 Chrysiptera rex King demoiselle Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 7 cm (TL). Range kedalaman 1-20 m. Habitat: karang dari dangkal hingga lereng karang. warna bervariasi. Habitat: Biasa ditemukan didaerah karang.5 cm (TL). Juv pink cerah.Chrysiptera rolandi Rolland's demoiselle Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 7. laguna. Badan bawah putih krem.Range kedalaman 2-35 m.

Distribusi: Samudra Pasifik. bentik invertebrate dan alga 198 Lokasi foto: Pulau Weh. badan krem kecoklatan. garis hitam di belakang vertikal dari dorsal ke anal. Distribusi: Indo-west Pasifik (Laut merah. zoobenthos dan alga bentik Lokasi foto: TN Karimunjawa. Samudra Hindia diganti oleh D. Bagian kepala coklat dengan garis hitam dibelakangnya. territorial (terutama saat memijah).Dascyllus aruanus Whitetail dascyllus Nama Umum: Dakocan belang Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL). depan mata putih. Afrika timurline. Berkeloompok di karang bercabang dan menjari. Habitat: Biasa dilaguna dangkal dan karang dangkal. dasar putih denga 3 garis hitam. Tipe pemakan: Zooplankton. sisip perut hitam.marquesan dan Kep. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Dascyllus reticulatus Reticulate dascyllus Nama Umum: Dakocan putih Ciri-ciri: Panjang max 9 cm (TL). Tuamoto. bagian atas dorsal hitam. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Jepang-Australia) Tipe pemakan: Zooplankton. ekor transparan. carneus. berkelompok diatas karang bercabang. Range 1-50 m. Habitat: Biasa didaerah laguna dan karang. Range 0-20 m.

sela-sela bulubabi dan karang bercabang. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 199 Dascyllus trimaculatus Threespot dascyllus Nama Umum: Dakocan item Ciri-ciri: Panjang max 14 cm (TL). biasa juga di anemone. badan hitam. Not found in the Hawaiian and Marquesan islands. dewasa spot dorsal putih samar dan yang di kepala hilang. Lokasi foto: TN Karimunjawa.Lokasi foto: TN Karimunjawa. Tipe pemakan: Zooplankton. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . juv ada spot putih dai kepala dan di badan atas. sirip hitamkecuali transparan sirip dada dan belakang dorsal. south to Sydney. Australia. Habitat: Daerah karang dan karang berbatu. Range kedalaman 1-55 m. north to southern Japan. Distribusi: Indo-Pacific: Red Sea and East Africa to the Line and Pitcairn islands.

krustacea kecil. Dewasa warna kuning diganti hitam dengan 2 garis vertikal di katup insang. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Ada 2 bentuk (yang hitam ekor cagak dari Laut Andaman-Bali – Jepang) dan (Pasifik barat). Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Lokasi foto: TN Karimunjawa. tunikata pelagis / Omnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. Juvenil berwarna kuning dengan 2 garis hitam memanjang. 200 Tipe pemakan: Alga. Habitat: Daerah karang yang sehat di laguna dan lereng karang. Soliter.Neoglyphidodon nigroris Black-and-gold chromis Nama Umum: Manukan Ciri-ciri: Panjang max 13 cm (TL). Range 2-23 m. Yuang keduanya bercampur di Bali.

Juvenile memiliki spot hitam di dorsalnya dibelakang garis putih di tengah badan. Habitat: Lokasi foto: Pulau Weh. Range kedalaman 0-6 m. dewasa biasa di area agak dalam. Dewasa cokalt gelap dengan garis putih lebar di tenagah badannya. Juvenile juga biasa ditemukan di teluk yang terlindung. Jepang . Tipe pemakan: Alga bentik Lokasi foto: Pulau Weh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan .Australia. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 201 Mendiami daerah reef crest dan daerah karang dangkal.Marshall dan Kep. Juvenil suka berada di zona intertidal di reef crest. batu dan pasir.Plectroglyphidodon leucozonus Singlebar devil Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 12 cm (TL). Pitcairn. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Afrika Temur .

Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Habitat: Di daerah lereng karang dan alur karang yang lebih dalam. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 202 Neopomacentrus azysron Yellowtail demoiselle Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 8 cm (TL). Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: Pulau Weh. Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Afrika Timur .Kep.5 cm (TL). Range kedalaman 1 . Kep. Dalam kelompok kecil di daerah sub-tidal. Spot hitam dipangkal sirip dada serta di operculum atas. PNG dan Kep. Taiwan. Indo-Malay dan Vanuatu. Range 2-15 m. karang dangkal.abu-abu hijau kebiruan dengan sirip belakang dorsal. Solomon. anal dan sirip ekor kuning. warna hijau metalik dengan spot biru kecil dekat katup insang atas.Neopomacentrus anabatoides Silver demoiselle Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 10. Solomon-New Caledonia) Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: TN Karimunjawa. Australia. schooling dalam jumlah besar di ddekat koloni besar karang bercabang. Distribusi: Western central Pasifik ( Filipina selatan-Indonesia.12 m. Garis hitam di cagak ekor. Habitat: Daerah laguna.

Indonesia.Hemiglyphidodon plagiometopon Lagoon damselfish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Range kedalaman 1-20 m. pantai berkarang di daerah banyak alga dengan substrat karang becabang. Badan coklat gelap. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 203 Biasa dijumpai di daerah laguna yang terlindung. Australia barat. New Guinea. Solomon) Tipe pemakan: Alga Lokasi foto: TN Karimunjawa. Juvenil berwarna kuning oranye di bagian perut dan coklat di punggungnya dengan banyak garis biru dan spot di muka dan bagian belakang. bagian kepala coklat terang dengan gradasi coklat gelap di belakangnya. Laut Timor (Ashmore Reef). China. Habitat: Lokasi foto: TN Karimunjawa. Distribusi: Pasifik barat( Thailand (Phuket). Philippines. Great Barrier Reef. New Britain dan Kep.

Tipe pemakan: Bentik alga. Jepang .Australia. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur French Polynesia. fitoplankton dan bentik invertebrata.Marshal dan Kep. Society. Putih krem dari sirip ekor hingga pangkal ekor. Tipe pemakan: Detritus. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . di laguan jernih. . Lokasi foto: Pulau Weh. Range kedalaman 115 m. ikan kecil Lokasi foto: Pulau Weh. jepang .Australia. dan lereng karang. Badan coklat dengan pangkal sirip ekor dan ekor putih yang dibatasi dengan garis hitam didepannya. Range kedalaman 1-40 m. Umumnya berasosiasi dengan Acropora dan Pocillopora. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Afrika Timur . alga bentik. Badan coklat dengan banyak bintik biru terang. serta daerah campuran dengan rubble dan karang mati. zoobenthos.Plectroglyphidodon dicki Blackbar devil Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 11 cm (TL). Habitat: IDi daerah Karang yang sehat. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 204 Plectroglyphidodon lacrymatus Whitespotted devil Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL). Habitat: Didaerah laguna dan terumbu karang jernih.

Solomon. Juvenile berwarna abu kebiruan dengan spot hitam di dorsal.Pomacentrus burroughi Burrough's damsel Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 8. utara Kep. Indonesia. badan berwarna coklat gelap dengan ciri khasnya spot kuning di bagian sirip lembut dorsal belakangnya. Punggung berwarna kuning dari mulut hinnga dorsal belakang. Habitat: Daerah laguna dan terumbu karang dengan banyak rubble.5 cm (TL). Distribusi: Western Central Pacific (Filipina. Kep.. Range kedalaman 0-3 m. Badan coklat abu-abu dengan sirip ekor putih. dan Palau) Tipe pemakan: Alga bentik / herbivora 205 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Distribusi: Pasifik barat (Pulau Christmas.Kep. Habitat: Mendiami daerah berpasir di laguna dan pantai berkarang. selatan New Caledonia) Tipe pemakan: Alga/ herbivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Ryukyu. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Pomacentrus chrysurus Whitetail damsel Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 9 cm (TL). Range kedalaman 1-16 m. Spot berangsur menghilang saat dewasa. PNG.Solomon.

Garis tipis dibagian dorsal atas. Juvenile bagian atas badan agak kebiruan dengan spot hitam di dorsal belakang.Pomacentrus cuneatus Wedgespot damsel Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 9 cm (TL). umumnya kuning cerah . Distribusi: Pasifik barat( Indonesia-Vanuatu. Tonga) Tipe pemakan: Alga dan zooplankton . warna badan bervariasi. abu-abu kecoklatan dengan spot biru di katup insang atas. karang. Habitat: Daerah laguna. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 206 Lokasi foto: TN Karimunjawa dan TN Komodo Pomacentrus amboinensis Foto by Fakhrizal Setiawan Ambon damsel Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL). Malaysia. Range kedalam 2-40 m. Range 1-15 m. Distribusi: Pasifik barat (Indonesia. Habitat: Daerah terumbu karang dan biasa bersama jenis lain sehingga sulit teridentifikasi. New Caledonia. Juv berwarna kuning dan biru diatasnya dengan spot hitam di belakang dorsal yang menghilang saat dewasa. Thailand) Lokasi foto: TN Karimunjawa. daerah pasir/batu di karang.

Tipe pemakan: Alga dan krustacea planktonic 207 Pomacentrus alexanderae Foto by Fakhrizal Setiawan Alexander's damsel Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 9 cm (TL). copepoda. Range 1-14 m. Kep.Pomacentrus moluccensis Lemon damsel Lokasi foto: TN Karimunjawa. remis/bernacle. P.Lord Howe. Tipe pemakan: Alga. Range 1-60 m. karang dangkal hingga dalam.Tonga. badan kuning dengan batas sirip anal berwarna hitam.Ryukyu. Jawa Tengah dada/pectoral Habitat: Daerah laguna. Habitat: Laguna. terumbu karang dengan banyak karang bercabang. gastropoda kecil / omnivora . Abu-abu merata dengan spot hitam dipangkal sirip Lokasi foto: TN Karimunjawa. telur ikan.Fiji. Kep. Ryukyu). Distribusi: Pasifik barat (Laut Andaman .Soluter/kelompok. Distribusi: Pasifik barat (Indonesia-Taiwan. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 9 cm (TL).

Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .Fiji. Distribusi: Indo-West Pacific (Maldives . Distribusi: Indo-west Pasifik Tipe pemakan: Bentik alga. utara Kep. dewasa laguna– lereng karang. karang drop-off. Habitat: Daerah laguna. zooplankton Lokasi foto: TN Karimunjawa. zoobenthos. ujung dorsal dan anal kuning tua. Perubahan warna terjadi pada ukuran 5-6 cm.range kedalaman 1-12 m. Soliter/berpasangan. Dewasa hitam kebiruan.Pomacentrus philippinus Philippine damsel Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (FL).Rowley Shoals. Spot hitam di pangkal sirip dada/ pectoral. Tonga. lereng karang. Ryukyu) Tipe pemakan: Bentik alga dan zooplankton 208 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Range 1-12 m. Habitat: Juv di karang bercabang. New Caledonia.badan biru ungu kehitaman dengan warna ekor. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Neoglyphidodon melas (Juvenil) Bowtie damselfish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). juvenil badan biru terang dengan garis kuning besar dari mulut hingggasirip dorsal serta sirip perut dan anal ujungnya biru kehitaman. Biasa sendiri/berkelompok kecil.

209 .

Kadang ditemukan di lautan samudra. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Jarang ditemukan didaerah dangakal di karang. 210 Habitat: Lokasi foto: TN Pulau Weh. Mata merah besar yang menjadi ciri khasnya serta ekor cagak yang membentuk seperti bulan sabit. Range kedalaman 5250 m.French Polynesia. Distribusi: Indo-Pasifik (Laut merah dan selatan Afrika . Jepang. Namun di aceh ditemukan dikedalaman dangakal. warna merah namun kadang ada juga yang perak kemerahan dengan 15 spot hitam sepanjang gurat sisi. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan .PRIACANTHIDAE Priacanthus hamrur Moontail bullseye Nama Umum: lkan Mata belo Ciri-ciri: Panjang max 45 cm (TL). Australia) Tipe pemakan: Ikan dan zoobenthos / carnivora Lokasi foto: TN Pulau Weh.

211 .

terdapat 2 variasi satu coklat merah dan satunya putih. Varian yang merah memiliki pola titik putih kuning memanjang mengikuti pola lengkungan garis hitam.27 m. hidup soliter. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Ikan baracuda Pseudochromis perspicillatus Southeast Asian blackstripe dottyback Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang total 12 cm (TL). Filipina dan PNG Tipe pemakan: Belum diketahui Lokasi foto: TN Komodo. Keduanya punya pola garis hitam yang melengkung dari mulut hingga punggung. Range kedalaman 3 . Distribusi: Indonesia.PSEUDOCHROMIDAE Baracuda fish. 212 Habitat: Biasa ditemukan berada dipasir atau rubble di daerah karang.

Ditemukan di daerah laguna dan karang yang mengarah ke laut dan daerah curam di terumbu karang.213 Lokasi foto: Kep. Ekor kuning. Distribusi: Eastern Indo-West Pasifik (timur Indonesia) Tipe pemakan: Belum diketahui . Habitat: Umumnya soliter namun kadang berpasangan. warna dasar badan abu-abu dengan spot kuning yang berantai membentuk strip dibadan. Suka dijumpai dekat dengan spong dan karang. terdapat garis hitam melewati mata. Range kedalaman 5-40 m. Mulut kuning muda. Maluku Utara Pseudochromis splendens Foto by Tasrif Kartawijaya Splendid dottyback Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 13 cm (TL). Ujung sirip dorsal dan ventral biru terang.Kayoa.

Sabah dan Filipina 214 Tipe pemakan: Ikan kecil / Carnivora Lokasi foto: TN Komodo.Labricanus cyclophthalmus Fire-tail devil Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 22 cm (TL). Range kedalaman 2 . memiliki 3 varian warna. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Indonesia. Habitat: Biasa terlihat berlindung dicelah batu/ karang. varian ini memiliki ciri badan hijau kekuningan dengan 10 garis hijau tipis. sirip dorsal. Soliter tau berpasangan. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Sudah dapat ditangkarkan. anal dan caudal merah. Lokasi foto: TN Komodo.20m. garis kuning vertikal .

215 .

Tidur di gua-gua dan sering ditemukan di bangkai kapal di malam hari Distribusi: Indo-Pasifik (Laut merah dan Afrika timur .Line. Biasanya dalam kelompok kecil. memiliki profil kepala menonjol yang berubah hijau menjadi merah muda. tidak seperti ikan kakatua umumnya. GBR dan New Caledonia) Tipe pemakan: Memakan alga bentik dan alga di karang dan juga kerang-kerangan Lokasi foto: Kep. Yaeyama dan Wake. 216 Lokasi foto: TN Karimunjawa.Kayoa. jenis terbesar dari varies kakaktua.SCARIDAE Parot fish. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Habitat: Juvenil ditemukan di laguna. Kep.Samoa dan kep. Maluku Utara Foto by Tasrif Katriwijaya . Fase utama adalah kusam abu-abu dengan bintik-bintik putih tersebar. secara bertahap menjadi seragam hijau gelap saat dewasa. dewasa di luar laguna dan terumbu ke arah laut hingga kedalaman minimal 30 m. dan memiliki permukaan luar nodular untuk paruhnya yang besar . Ikan Kakatua Bolbometopon muricatum Green humphead parrotfish Nama Umum: Kakatua besar Ciri-ciri: Panjang max 130 cm (TL).

Rottnest. Ryukyu. Kep. Distribusi: Samudra Pasifik (Indonesia. juvenile umumnya soliter. Ekor berbentuk sabit. coklat kehijauan. Jenis yang jarang berwarnacokelat kekuningan seragam. Filipina. Garis biru memanjang di belakang mulut jantan dewasa dibawahnya putih kebiruan. Line dan Pitcairn. Lokasi foto: TN Karimunjawa.Kep. dewasa biasa berkelompok. Jantan menonjol dibagian dahinya. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Lord howe dan P.Chlorurus microrhinos Steephead parrots Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 70 cm (TL). Ukuran lebih besar sampai sekitar 20 cm seragam gelap. Rapa) Tipe pemakan: Herbivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. P. Range kedalaman 1-35 m. juvenil sekitar 8 cm hitam putih dengan beberapa garis-garis horizontal. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 217 Habitat: Biasa ditemukan didaerah laguna dan terumbu karang. perlahanlahan menjadi biru sesuai usia. P.

Range kedalaman 3-36 m. P. dewasa membentuk harem.Scarus ghoban (Inisial fase) Blue-barred parrotfish Common name: Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 90 cm (TL). mengalami perubahan warna selama pertumbuhannya. range 1-30 m. Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Alga di karang / herbivora 218 Lokasi foto: TN Karimunjawa. cagak ekor dan disekitar wajah (IP). dorsal terdapat spot hitam dikelilingi merah. atol dan daerah curam di lereng karang. Izu. Dewasa bdan hikau dengan banyak spot pink di wajah. juv badan putih dengan bagian kepala antara mata dan insang merah juga di ujung ekor. GBR) Tipe pemakan: Alga bentik Lokasi foto: TN Komodo. Dewasa dasar kuning dengan bagian atasnya biru kehijauan dan sekitar mulutnya. Dewasa. Kuning-kuning oranye dengan garis biru dibadan (4-5 garis). Distribusi: Indo-Pasifik (Laut merah-Tuamoto. Territorial. Habitat: Laguna dan karang. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Juv soliter. laguna. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Cetoscarus bicolor (Juvenil fase) Bicolour parrotfish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 90 cm (TL). karang. Habitat: Juvenil di daerah laguna.

Pasifik lebih monokromatik. rubble hinga karang yang sehat. Umumnya soliter. Range kedalaman 0-15 m.Chlorurus sordidus Daisy parrotfish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). juvenile dikenali dari binti-bintik hitam kembar pada ekornya. Hindia cenderung fase kemerahan. Habitat: Daerah kaya karang di laguna. Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Alga bentik Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . ada perbedaan warna antara Pasifik dan Hindia. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 219 Scarus niger Dusky parrotfish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Alga bentik Lokasi foto: TN Karimunjawa. Habitat: Daerah laguna. mengalami perubahan warna saat pertumbuhan. Range kedalaman 050 m. juvenile berkelompok. Dewasa ciri khasnya di pangkal ekor yang berwarna lebih terang. pantai dan lereng karang luar.

Distribusi: Indo-West Pasifik (IndiaVanuatu. utara Kep. badan berwarna pingk di bagian perut dan dibagian atas kehijauan. Soliter atau berkelompok kecil.Ryukyu. Habitat: Daerah kaya karang di pantai hingga lereng.Scarus quoyi Quoy's parrotfish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). Range kedalaman 2-18 m. ciri utamanya adalah hijau stabilo pada bagian atas pangkal ekornya. Palau di Micronesia) 220 Tipe pemakan: Alga bentik Lokasi foto: TN Karimunjawa. selatan New Caledonia. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .

221 .

Habitat: Daerah laguna dan terumbu karang. 1/2 biting (perdagangan) Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL). Queensland) Tipe pemakan: Krustacea / zoobenthos . scorpion fish / Ikan lepu 222 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Sembunyi sepanjang siang dan aktif malam hari.SCORPAENIDAE Lion fish. Sepasang tentakel diatas mata memanjang. Distribusi: Indo-Pasifik (Afrika timur-Kep Marquesan. Jepang-Australia. Sirip dada termodifikasi dengan tulang sirip memanjang seperti tali dengan spot biru di tiap ruasnya. Jawa Tengah Pterois antennata Foto by Fakhrizal Setiawan Broadbarred firefish Nama Umum: Lepu ayam. Range kedalaman 2-50 m. badan kemerahan dengan garis lebih gelap.

Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 223 Pterois muricata Indian lionfish Nama Umum: Lepu ayam Ciri-ciri: Panjang max 35 cm (TL). laut Andaman . Umumnya ditemukan sembunyi dengan posisi menempel terbalik . Range kedalaman 2-50 m. kadang hampir hitam di daerah estuaria. Species pantai umumnya lebih gelap. Distribusi: Samudra Pasifik Tipe pemakan: Ikan kecil dan zoobenthos / carnivora Lokasi foto: Pulau Weh. Distribusi: Samudra Hindia ( Laut merah. pantai keruh dan karang.Pterois volitans Red lionfish Nama Umum: Lepu ayam politan Ciri-ciri: Panjang max 38 cm (TL). bervariasi dalam warna umumnya disesuaikan dengan habitat. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . cokelat kemerahan dengan banyak garis gelap tipis pada tubuh dan kepala.Range kedalaman 2-55 m. Siang hari bersembunyi dari matahari dan aktif malam hari (nokturnal).Sumatra) Tipe pemakan: Carnivora Lokasi foto: Pulau Weh. Duri dorsal sangat berbisa Habitat: Daerah laguna. pantai dan karang. Dewasa memiliki sebuah duri kecil di sepanjang pipi dan bintik-bintik kecil di sirip median Habitat: Daerah laguna.

Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . utara Taiwan. Memiliki banyak variasi warna dan pola. Duri dorsal beracun.Kep.Scorpaenopsis oxycephala Tassled scorpionfish Nama Umum: Lepu Batu Ciri-ciri: Panjang max 36 cm (TL). Afrika selatan .Mariana. Habitat: Habitat daerah karang yang jernih serta habitat campuran karang dan batu. Bentuk serta warnanya sangat mendukung dalam penyamaran untuk menyergap mangsanya. Palau dan Guam (Micronesia)) Tipe pemakan: Ikan kecil dan invertebrate bentik / Carnivora Lokasi foto: Pulau Weh. 224 Distribusi: Lokasi foto: Pulau Weh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Indo-west Pasifik (laut merah. Terdapat kulit dibawah mulutnya seperti jenggot berwarna oranye kemerahan. Mulut yang agak panjang berwarna lebih cerah dari badannya.

Tongan dan Micronesia) Tipe pemakan: Carnivora Lokasi foto: Pulau Weh. Tanda segitiga hitam sempit di dalam mulut di depan rahang atas gigi belakang.Scorpaenopsis macrochir Flasher scorpionfish Nama Umum: lepu tembaga Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL). moncong yang relatif pendek. punuk di punggung kurang jelas terlihat. garis lebih coklat di permukaan sirip dada bagian dalam. Duri dorsal dapat menyuntikkan bias/racun yang bersumber dari kelenjar di bawah duri dorsalnya. selatan Rowley shoals. Filipina . Lokasi foto: Pulau Weh. Range kedalaman 1-75 m.Kep. mata relatif besar. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Samudra Pasifik (Australia.Tidak ada bercak hitam hampir sama besar dengan mata di permukaan bagian dalam sirip dada. 225 Habitat: Biasa dijumpai di daerah campuran pasir dan rubble di rataan terumbu dan laguna dangkal. Aceh Foto by Yudi Herdiana . Marquesan dan Society. Tulang hidung tunggal. Biasanya mengubur diri dalam substrat pasir atau berkamuflase di rubble untuk menjebak mangsa. Indonesia.

226 .

protogynous hermaprodit. Afrika selatan . Berkelompok dalam jumlah yang banyak. utara Jepang. Jantan merah kekuningan dan hijau dengan sirip merah dengan spot ungu. Selatan Australia) Tipe pemakan: Zooplankton . Range kedalaman 2-20 m. Distribusi: Indo-West Pasifik ( Laut merah dan natal. terdapat beberapa variasi warna baik jantan maupun betina. betinaoranye dengan garis kuning dan ungu memanjang dari belakang mata hingga katup insang dekat sirip. Habitat: Biasa ditemukan diatas koloni karang di daerah laguna dan lereng karang.SERRANIDAE Anthias. Grouper fish.Niue. Pejantan sangat territorial dan memiliki harem. Ikan kerapu 227 Lokasi foto: Pulau Weh dan Komodo Pseudanthias squamipinnis (Sub family Foto by Fakhrizal Setiawan Anthiniae) Scalefin Anthias Nama Umum: lkan Antias Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL).

Dewasa badan abu kehijaun denngan spot merah tersebar di badan. Habitat: Daerah kaya karang dan jernih di laguna dan terumbu karang. juvenile memiliki warna biru dengan garis oranye kemerahan dan 10-12 spot hitam di ekornya. Range kedalaman 1-60 m. Sirip ekor dabelakang dorsal kuning. selatan Australia. Kemungkinan pulau-pulau di Samudra Hindia) Tipe pemakan: Ikan dan krustacea / carnivora .228 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Distribusi: Indo-Pasifik ( Laut merah-Mozambik. timur Kep. Jawa Tengah Anyperodon leucogramicus Foto by Fakhrizal Setiawan Slender grouper Nama Umum: Kerapu sunu Ciri-ciri: Panjang max 65 cm (TL). Phoenix. Utara Jepang.

cacing).Pitcairn. udang. Juvenile lebih menyukai perairan dangkal dan terlindung dengan bersembunyi di karang. Habitat: Biasa dijumpai di berbagai variasi habitat terumbu karang.Ryukyu dan Kep . Aceh Cephalopholis argus Foto by Fakhrizal Setiawan Peacock hind Nama Umum: kerapu Ciri-ciri: Panjang max 60 cm (TL). dada perut dan ujung anal dan dorsal biru gelap dengan spot biru terang. Spot biru terang di seluruh badan. Durban.French Polynesia dan Kep. Kep. . kepiting. Range kedalaman 1-40 m. sirip ekor. badan coklat dengan 5-6 garis coklat redup. Tipe pemakan: Carnivore ( ikan. Australia dan P.Ogasawara.229 Lokasi foto: Pulau Weh.Lord Howe. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah. Afsel .

Diandric protogenynous hermaphrodite. Palau. Madagascar. Tipe pemakan: Carnivora (ikan . Range kedalaman 1 . Sering terlihat soliter dan berpasangan saat memijah. karang yang agak keruh. Laut Andaman. Habitat: Umumnya di daerah pesisir.selatan Mozambique Aldabra. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 230 Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Kenya . coklat kehijauan dengan 7-8 garis vertikal samar-samar di badan. anal dan pojok caudal hitam dengan ujung kebiruan.64 m. Di habitat rubble. Sirip coklat dengan ujung di sirip dorsal. Jawa Tengah Foto by Rian Prasetia . Indonesia. Lokasi foto: TN Karimunjawa. dan bentik krustacea) Lokasi foto: TN Karimunjawa.Cephalopholis boenak Chocolate hind Nama Umum: Kerapu karet Ciri-ciri: Panjang max 30 cm (TL). Comoro.

Australia. mulai muncul spot biru di badan dan kuning berkurang. Dewasa coklat kemerahan ditutupi spot biru. Tipe pemakan: Carnivora (bentik krustacea dan ikan) Lokasi foto: TN Karimunjawa. padang lamun. Juvenil coklat gelap dengan sirip dorsal. Palau. dan karah yang sehat. Habitat: daerah karang dangkal yang terlindung. Solomon. Range kedalaman 1-50 m. Jawa Tengah . Ukuran 9 cm . dada dan ekor kuning terang. badan terdapat garis coklat samar 4-5 baris. Distribusi: Pasifik Barat: Filipina . New Britain dan Kep. anal.231 Cephalopholis cyanostigma Foto by Fakhrizal Setiawan Bluespotted hind Nama Umum: l Ciri-ciri: panjang max 40 cm (TL).

Guam. Timur Samudra Hindia: Kep. Habitat: Umumnya mendiami laguna dan karangterumbu ke arah laut serta daerah keruh.Broome di barat Australia. Nicobar .Cromileptes altivelis Humpback grouper Nama Umum: Kerapu bebek Ciri-ciri: Panjang max 70 cm (TL). Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya . Juga ditemukan di sekitar terumbu karang dan di kolam pasang surut. Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya 232 Distribusi: Pasifik Barat: Selatan Jepang Palau. Pertumbuhan sangat lambat. Lokasi foto: Lembeh. New Caledonia dan selatan Queensland di Australia. badan putih krem kehijaun dengan spot hitam kecoklatan menyebar di seluruh badan hingga ke siripsiripnya. mudah dikenali dari bentuk kepala yang kecil mengkerucut. Tipe pemakan: Ikan kecil (Carnivora) dan krustacea Lokasi foto: Lembeh.

badan oranye kemerahan . dinding karang yang banyak terdapat goa. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan .150 m. Habitat: Lokasi foto: Pulau Weh. sexmaculata dan dibedakan dari spot dimulutnya yang beralur biru.Durban dan Kep. Range kedalaman 6 . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 233 Biasa di temukan di daerah karang pesisir. Juvenil kuning dengan spot biru samar. dan daerah jernih di karang.merah gelap dengan bintik biru terang di badan serta sirip kecuali sisip dada. Line.Cephalopholis miniata Coral hind Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 45 cm (TL). termasuk pulau-pulau di Samudra Hindia dan barat-timur Pasifik Tipe pemakan: Carnivora (bentik krustacea dan ikan) Lokasi foto: Pulau Weh. Membentuk harem dengan 2-12 betina. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah . Saat remaja memiliki garis yang mirip dengan C.

Tipe pemakan: Carnivora Lokasi foto: TN. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Habitat: Biasa dijumpai di perairan karang agak dalam. Komodo. (atau sebagai Cephalopholis analis. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Pitcairn. kadang terlihat banyak bercak kemerahan dibadan.French Polynesia dan Kep. soliter. badan oranye kemerahan. 234 Distribusi: Indo-Pasifik: Pinda.Cephalopholis spiloparaea Strawberry hind Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 30 cm (TL). Range kedalaman 6 . Kadang salah identifikasi dengan Cephalopholis aurantia. Ciri khasnya terdapat garis biru melingkar mengikuti kontur ekor diujung sirip ekor. Kep.Ryukyu GBR Australia. a junior synonym of Cephalopholis aurantia) Lokasi foto: Pulau Weh.108 m. Mozambique (15°S) .

Epinephelus summana. Kadang sangat mirip dengan 3 spot putih lainnya: Epinephelus ongus. Range kedalaman 2– 65 m.Timur London.235 Lokasi foto: Pulau Weh. Sirip ekor dipangkal berwarna putih dan bagian belakangnya hitam gelap. Biasa juga dijumpai di celah dan goa karang.Fiji Tipe pemakan: Carnivora (ikan dan bentik krustacea) . dan Epinephelus corallicola. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur . Aceh Epinephelus coeruleopunctatus Foto by Fakhrizal Setiawan Whitespotted grouper Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 76 cm (TL). Afrika Selatan . Badan coklat gelap dengan spot dan bercak putih yang banyak di badan. Habitat: Habitat di daerah berbatu atau karang yang subur di laguna atau di lereng karang. Juvenil di daerah pasang surut.

Lord Howe. Jepang. umumnya memiliki 5-6 garis agak gelap vertikal di badan. Range kedalaman 4-160 m. echinodermata. Terdapat spot hitam di sirip dorsal. Korea. Habitat: Umumnya didaerah lereng karang dengan kedalaman lebih dari 15 m. juga didaerah teluk yang tertutup dan laguna yang dangkal. warna bervariasi dali putih krem hingga kecoklatan. bentik krustacea) dan ikan. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Epinephelus fasciatus Blacktip grouper Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). Tipe pemakan: Zoobenthos(moluska.Afrika Selatan hingga laut Arafura.236 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Distribusi:Indo-Pasifik: Laut Merah . Selatan Queensland (Australia) dan P. . Warna lebih gelap di bagian kepala namun kadang bergaris-garis.

Juvenil umumnya terlihat di selasela acropora bercabang.French Polynesia Tipe pemakan: Carnivora (ikan dan bentik krustacea) . Jawa Tengah Epinephelus mera Foto by Fakhrizal Setiawan Honeycomb grouper Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 32 cm (TL) warna dasar kuning dengan spot polygonal warna coklat. Habitat: Biasa ditemukan di daerah laguna dangkal dan karang yang semi tertutup.237 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Distribusi:Indo-Pasifik: Afrika Selatan . mon in shallow lagoon and semi-protected seaward reefs.50 m. Bentuk kepala yang agak meruncing dengan spot lebih kecil di banding badan. Range kedlaman 1 .

dan bentik krustacea ) Lokasi foto: TN Karimunjawa.Epinephelus ongus White-streaked grouper Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). Kep.Ryukyu. Range kedlaman 5 25 m.Kep. Juvenil spot putih lebih besar mrip polkadot dengan badan lebih gelap. Lokasi foto: TN Karimunjawa. badan coklat dengan banyak spot putih halus dikepala. sirip dan badan. New Caledonia. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 238 Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Afrika Timur . Marshal. Bercak putih besar muncul saat dewasa. Tipe pemakan: Carnivora ( ikan. Habitat: Di daerah pantai dan laguna juga lereng karang deimana banyak celah dan goa karang. Fiji. dan utara Australia. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .

Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Pasifik Barat: Jepang . cacing dan bentik krustacea) Lokasi foto: TN Karimunjawa. Habitat: Didaerah karang yang agak keruh. badan putih dengan polygon coklat yang lebih rapat. Laut Andaman. Range kedalaman 1– 50 m. Kadang salah identifikasi dengan Epinephelus macrospilos atau Epinephelus hexagonatus. mulai dari laguna hingga lereng karang.Epinephelus quoyanus Longfin grouper Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). 239 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Tipe pemakan: Carnivora (ikan .Australia.

240 .

Distribusi: Samudra Hindia Timur dan Pasifik Barat: Laut Andaman. Habitat: Di habitat pantai yang agak keruh didekat mangrove. lamun dan karang dangkal. China. Ikan beronang.Viet Nam. Thailand. Malaysia. Tipe pemakan: Zooplankton dan bentik alga . Singapura. Berpasangan maupun dalam kelompok kecil. Toleran terhadap salinitas rendah. Kepala dengan garis dan spot oranye. Ryukyus. duri dorsal beracun. spot kuning besar di bawah pangkal sirip halus dorsal. 241 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Siganus guttatus Foto by Fakhrizal Setiawan Goldlined spinefoot Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 42 cm (TL). semadar. Range kedalaman 1– 25 m. Jenis ini dilaporkan aktif di malam hari. badan abu-abu kusam dengan spot oranye keemasan menyebar di badan. Laut China Selatan. Indonesia. Taiwan.SIGANIDAE Rabit fish. Filipina dan Palau.

Filipina. Thailand.242 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Sri Lanka. Ryukyu. Juvenil bisanya di daerah mangrove dan pindah ke daerah karang saat dewasa. Bias dalam kelompok kecil. dan sisa lainnya keabuan. Andaman. Pantai selatan dan timur China. Habitat: Di daerah perairan dangkal. dua garis coklat diagonal di bagian depan. Range kedalaman 1 . Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Selatan India. Jawa Tengah Siganus virgatus Foto by Fakhrizal Setiawan Barhead spinefoot Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 30 cm (TL). kuning di bagian tubuh atas hingga ekor. Indonesia dan daerah utara Australia. Singapore. Taiwan. Duri dorsal beracun. Badan atas dengan spot biru dan garis biru di bagian kepala atas. mulai dari daerah berpasir dengan spot-spot karang maupun yang tutupannya rapat. Toleran terhadap kekeruhan. Malaysia. Kep.12 m. Tipe pemakan:Zooplankton dan alga bentik .

243 Lokasi foto: TN Karimunjawa. GBR Australia dan New Caledonia. karang dangkal hingga lereng karang. Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Kep. Duri dorsal tajam dan beracun. Utara Kep. badan kuning keoranyean dan sedikit keperakan di bagian perut. tunikata dan spong) . Cocos-Keling dan Laut China Selatan hingga Kep. Sering terlihat berpasangan dan schooling. Gilbert. Terdapat alur garis keperakan di badan. Duri dorsal tajam dan beracun. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Siganus puellus Masked spinefoot Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 38 cm (TL). Terdapat garis kehitaman diagonal melewati mata.12 m. Range kedalaman 3 . Habitat: Didaerah kaya karang di laguna. Terdapat bagian kehitaman di katup insang. Tipe pemakan: Juvenil (alga berfilamen) dan dewasa (alga. Ryukyu Jepang. sirip berwarna kuning.

Duri dorsal beracun. unimaculatus yang membedakannya spot hitam dibadannya. Juvenile dan semi dewasa biasa dijumpai dalam schooling di karang Acropora dimana memakan alga yang tumbuh didasar karang yang mati. Kep.244 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Soliter atau berpasangan. Tipe pemakan: Zooplankton dan alga bentik . Badan. Caroline. Kepala putih dengan garis coklat gelap tebal dari mulut hingga ujung dorsal. Papua New Guinea. sirip dorsal. Range kedalaman 0-30 m. New Caledonia. Jawa Tengah Siganus vulpinus Foto by Fakhrizal Setiawan Foxface Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL). Mirip dengan S. duri dorsal beracun. Kep. bagian bawah insang hingga perut depan terdapat tanda coklat gelap. Marshall dan Tonga. Distribusi: Pasifik Barat: Barat Filipina. Indonesia. Vanuatu. anal dan caudal kuning. Habitat: Biasa ditemukan di daerah kaya karang di laguna dan lereng karang. Great Barrier Reef.

Aceh Siganus magnificus Foto by Tasrif Kartawijaya Magnificent rabbitfish Nama Umum: l Ciri-ciri: panjang max 24 cm (TL). ujung anal dan pectoral kuning.30 m. Sirip ekor. Badan atas gelap dan tergradasi keabu-abuan dibagian bawahnya.245 Lokasi foto: Kep. Range kedalaman 3 . Dewasa bias ditemukan berpasangan. Kepala putih dengan garis hitam tebal dari mulut hingga ujung sirip dorsal. Similian hingga Jawa di Indonesia. Banyak. ujung sirip dorsal kemerahanHabitat: Didaerah terumbu karang. Distribusi: Timur Samudra Hindia: Thailand termasuk Kep. Tipe pemakan:Zooplankton dan alga bentik . juvenile biasa bersembunyi di sela karang.

246 .

Sirip ekor kuning. . Tipe pemakan: Zooplankton. Ikan baracuda 247 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Kep. kadang juga ditemukan di teluk dalam schooling . Ryukyu. Habitat: Habita di daerah laguna dan lereng karang terbuka. zoobenthos(bentik krustacea) dan ikan kecil.SPHYRAENIDAE Baracuda fish. badan silinder panjang dengan mulut runcing. Jawa Tengah Sphyraena flavicauda Foto by Fakhrizal Setiawan Yellowtail barracuda Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 60 cm (TL).Samoa.25 m. GBR Australia. Distribusi: Indo-Pasifik Barat: laut Merah . Range kedalaman 2 . Dua garis coklat atau coklat kekuningan memanjang.

248 .

SOLENOSTOMIDAE Ghost pipe fish 249 Lokasi foto: Lembeh. Post-pelagis hampir sepenuhnya transparan dan lebih langsing dibandingkan dengan mereka yang berada pada fase bentik. New Caledonia dan Tonga. Sirip ekor bulat atau berbentuk pisau bedah. Kadang ditemukan spesoliter atau berpasangan. Jepang. Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Laut Merah dan Timur Afrika . biasanya dalam suatu campuran garis dan bintik-bintik. Australia. di antara cabang gorgonian atau crinoids. Habitat: Biasanya berada di sepanjang tepi terumbu karang.Fiji. Tipe pemakan: Zoobenthos (bentik krustacea) . Sulut Solenostomus paradoxus Foto by Tasrif Kartawijaya Ornate Ghost Pipefish/Harlequin ghost pipefish Nama Umum: Tangkur kuda palsu Ciri-ciri: Panjang max 12 cm (TL). Betina membawa telur di sirip perut mereka yang dimodifikasi membentuk kantong. Bervariasi dalam warna dari hitam menjadi merah dan kuning.

250 .

Ekor merah dengan batas luar putih serta spot putih ditengahnya. Biasa dijumpai di goa dan celah karang. Range kedalaman 5 . Habitat: Di daerah pasang surut. Australia.SYNGNATHIDAE Pipefishes. laguna. dan lereng karang. NTT . Badan putih belang-belang dengan coklat kemerahan hingga mulut. zoobenthos (bentik krustacea) Lokasi foto: TN Komodo. Jantan membawa telur dalam kantung di bawah ekornya. Ikan Tangkur Kuda 251 Dunckerocampus dactyliophorus Foto by Fakhrizal Setiawan Ringed pipefish Nama Umum: Tangkur kuda buntut merah Ciri-ciri: Panjang max 19 cm (TL). Ovovivipar.56 m. Tipe pemakan: Zooplankton (telur/larva). jepang. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Afrika Timur hingga Samoa.

Tipe pemakan: Zoobenthos (bentik krustacea) dan zooplankton (larva dan telur ikan) . ciri utamanya adalah sirip ekor umumnya berwarna pink kemerahan.252 Corythoichthys haematopterus Messmate pipefish Nama Umum: Tangkur kuda asli Ciri-ciri: Lokasi foto: Pulau Weh. pejantan membawa telur yang disimpan dalam kantung di dekat ekor. Habitat: Didaerah dangkal yang terlindung dengan substrat pasir dan rubble.Vanuatu dan Jepang. badan putih krem dengan serentetan pola di badan. biasa juga di daerah agak keruh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Panjang max 19. Range kedalaman 0-21 cm. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur .8 cm (SL). ovovipipar. Dewasa umumnya sendiri atau berpasangan.

253 .

Soliter atau berpasangan. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Ducie. dewasa bervariasi dari abu-abu hingga kecoklatan.121 cm. Ikan Tokek 254 Synodus variegatus Foto by Fakhrizal Setiawan Variegated lizardfish Nama Umum: lkan tokek Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). Range kedalaman 3 .SYNODONTHIDAE Lizardfishes. . Kep. Tipe pemakan: Carnivora (ikan kecil). biasa dijumpai bertengger diatas karang dan di atas pasir. Kermadec dan P. Marquesan dan Kep. Jawa Tengah pola dengan sekitar 6 spot kecoklatan di sisi badan. Lord Howe. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Afrika Timur . Rapa serta New Zealand. Habitat: Didaerah laguna dan lereng karang.Ryukyu..Hawai. Kadang di temukan di daerah brpasir. Line.

Kep. lumpur. Habitat: Mendiami dasar pasir. Aceh Saurida nebulosa Foto by Fakhrizal Setiawan Clouded lizardfish Nama Umum: lkan tokek Ciri-ciri: Panjang max 16.6 m Distribusi: Indo-Pasifik: Mauritius . Piscivorus.255 Lokasi foto: Pulau Weh. Sydney. Tipe pemakan: Carnivora (ikan kecil). range kedalaman 0 . Hawai. New South Wales Australia. batu dan habitat garden eel. lamun an kadang di muara sungai.5 cm (TL). . Species ini dicirikan dari bercak hitam besar di bawah sirip punggung. Saurida berbeda dengan lizardfishes lainnya dari baris gigi yang keluar bibir. Ditemukan di perairan pantai seperti di mangrove. Society.

256 .

TETRAODONTIDAE Puffers Fish.Micronesia dan Samoa. Dewasa sendiri atau berpasangan. cnidarians/ karang keras) dan bentik alga Lokasi foto: TN Komodo dan TN Bunaken Foto by Fakhrizal Setiawan . sponge. Habitat: Di daerah terumbu karang. Ikan buntal 257 Arothron nigropunctatus Blackspotted puffer Nama Umum: Buntal monyet Ciri-ciri: Panjang max 33 cm (TL). Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur . diadematus di Laut Merah.Australia. warna bervariasi namun ciri utamanya mulut berwarna hitam. Jepang . Digantikan A. moluska. tunikata. Tipe pemakan: Zoobenthos (bentik krustacea. Kedalaman 3-25 m.

Afrika Selatan. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 258 Arothron mappa Map puffer Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 65 cm (TL).Lokasi foto: TN Komodo. . selatan New Caledonia dan Queensland.bentik invertebrata). Tipe pemakan: Bentik alga dan zoobenthos (sponge. saat blom sampai usia dewasa badan di penuhi dengan spot putih yang menyebar merata di badan dengan perut berwarna putih.30 m. soliter.tunikata. Habitat: Biasa dijumpai di daerah laguna dan terumbu karang tepi hingga lereng karang. Kep. ciri khasnya adalah alur garis hitam radial melingkari mata. Range kedalaman 4 . Distribusi: Indo . Australia. Dewasa bisanya di daerah drop off. Ryukyu dan Laut barat Jepang.Pasifik: Afrika Timur . Samoa. Saat dewasa spot itu memanjang membentuk alur tak beraturan dengan perut kekuningan.

Jepang. badan abu-abu kusam dengan diselimuti spot hitam kecil merata di badan.Arothron stellatus Stellate puffer Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 120 cm (TL). selatan P. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Juvenil memiliki garis-garis gelap di perut yang menjadi spot saat dewasa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 259 Didaerah laguna dan lereng karang yang jernih.Kep. Atlantik tenggara: pantai selatan Afrika Selatan. Tuamoto. Juvenile biasa di daerah pantai berpasir dan karang dangkal di daerah agak keruh dan estuaria. Terdapat pola hitam di sekitar sirip pectoral. Range kedalaman 3 58 m. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Habitat: Lokasi foto: TN Karimunjawa. Lord Howe.. Kadang bersembunyi di goa-goa karang. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Afrika Timur . Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Tipe pemakan: Zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa.

Juvenile bias di daerah laguna dan estuaria. badan coklat dengan duri siseluruh badan. punggung / badan dengan batas putih menjadi ciri khasnya D. Bersembunyi di bawah dan goa karang siang hari. liturosus dibedakan dari D. Atlantik tenggara: Pantai tenggara Afrika Selatan. Range kedalaman 1 .90 m. NSW Australia. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur . Jepang. pola coklat kehitaman di mata.Society Islands.260 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Habitat: Di daerah batas karang dan lereng karang. Jawa Tengah Diodon liturosus Foto by Fakhrizal Setiawan Black-blotched porcupinefish Nama Umum: Buntal Durian Ciri-ciri: PAnjang max 65 cm (TL). hystrix dari duri pendek dan warna. Tipe pemakan: Zoobenthos (bentik invertebrata) .

50 m. badan kuning kecoklatan hingga coklat. . Jawa Tengah Diodon hystrix Foto by Fakhrizal Setiawan Spot-fin porcupinefish Nama Umum: Buntal Durian Ciri-ciri: Panjang max 91 cm (TL). Umumnya ditemukan di celah dan goa karang.range kedalaman 1 . Juvenil hingga ukuran 20 cm pelagis. dan utara teluk Meksiko Brazil. spot hitam kecil menyebar di badan. Tipe pemakan: Zoobenthos (bentik krustacea. California.Chili dan Kep. bentik invertebrata. Dewasa tinggal di dasar . Atlantik Timu: 30°N to 23°S . Badan ditutupi duri yang tersebar merata. soliter dan aktif di malam hari. Massachusetts (USA). Gigi menyatu di tiap rahang. Samudra Hindia Barat: Laut Merah . moluska) dan ikan.261 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Atlantik Barat: Bermuda.Madagaskar. USA . Distribusi: Lautan tropis: Pasifik Timur: San Diego. Galapagos. Habitat: Di daerah laguna dan terumbu karang terbuka. kepala dan sirip. Reunion dan Mauritius.

Jantan kawin dengan beberapa betina.55 m.50 m Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Maldives-PNG. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Jepang. P. spot menyebar dibadan dan spot hitam disirip dorsal. Range kedalaman 1 . Distribusi: Indo-Pasifik: laut Merah Afrika Selatan. (ini yg membedakan dengan C. Habitat: Ditemukan di puncak karang dan batu di daerah laguna dan karang pantai. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Canthigaster papua Papuan toby Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL). Tipe pemakan: Alga bentik dan zoo262 Lokasi foto: TN Karimunjawa.Lord Howe. Filipina-Palau.Chantigaster valentini Valentin's sharpnose puffer Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 11 cm (TL).compressa) Habitat: Di daerah pantai . GBR dan New Caledonia. 2 pola tersebut ditengah memanjang hingga perut bawah. Jantan territorial. Range kedalaman 1 . Mimic dengan filefish Paraluteres prionurus. juvenile bioasa di daerah dangkal. Badan putih dengan spot abu-abu terang.Tuamoto. Dewasa biasa berpasangan di daerah lereng karang. Kep. Terdapat 4 pola hitam di punggung hingga badan. memiliki harem.batas karang luar mulai yang keruh hingga jernih. Tipe pemakan: Belum diketahui Lokasi foto: TN Komodo. coklat kemerahan.

263 .

Selatan P. Habitat: Di daerah keruh dekat laguna. Pasifik Timur: selatan Teluk California – Peru. Range kedalaman 3 . 264 Lokasi foto: TN Bunaken. reef flats. Moncong mulut terdapat segitiga kuning debngan batas hitam. Lord Howe. Hawai. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur –Rapa dan Kep. Bisanya dewasa berpasangan atau kelompok kecil. Jepang. Sulawesi Utara Zanclus cornutus Foto by Fakhrizal Setiawan Moorish idol Nama Umum: lkan moris Ciri-ciri: Panjang max 23 cm (TL). badan pipih dengan 3 garis hitam di ekor. Kep. Sirip dorsal memanjang seperti antenna. Dan bagian kuning lebar di diantara garis hitam tengah.5 cm.182 m. metamorphosis dari post larva ke juvenil saat ukuran 7. Tipe pemakan: Zoobenthos (sponge dan tunikata) dan bentik alga. dorsal belakang hingga anal dan dorsal depan hingga sirip ventral. lereng karang. .ZANCLIDAE Morish idol fish.Ducie.

265 .

Invertebrata Bentik Non karang Selain ikan terdapat penghuni terumbu karang yang jumlahnya sangat melimpah meliputi 9 phylum. seperti kesehatan karang atau kerusakan fisik. Dialah invertebrata yang memberikan sumbangsih secara ekologi serta ekonomi di terumbu karang. Informasi yang diperoleh: Kelimpahan relatif makro-invertebrata serta ukuran kerusakan fisik dan kesehatan karang. Reef Check MAQTRAC Program. 1. 266 . Various Pacific monitoring programs (Lincoln-Smith transect). WCS Indonesian Marine program Deskripsi metode: Melibatkan 2 pengamat berenang di sepanjang sabuk transek dan menghitung target spesies invertebrate serta informasi khusus pada terumbu karang. Australian Institute of Marine Science Long-term Monitoring Program (AIMS LTMP). 1 pengemudi perahu / pengamat permukaan. Peralatan yang diperlukan: Roll meter (100 m). Metode Belt Transect Instansi yang menggunakan metode ini: Reef Check. Sebuah survei tunggal menyediakan informasi awal tentang status invertebrata makro dan dampak pada skala regional/ global. Tali 5 m atau pipa PVC untuk membantu memperkirakan lebar sabuk lebar. Namun karena keterbatasan stok foto tidak semua jenis dapat dimasukkan kedalam buku ini. Untuk mencapai presisi yang lebih baik untuk mendeteksi perubahan lokal. Personel lapangan: 2 pengamat (penyelam scuba atau snorkel. Penulis juga akan memasukkan metode monitoring khusus biota bentik namun hanya beberapa jenis invertebrata yang di survey karena apabila jumlahnya melimpah dapat mempengaruhi dan menimbulkan masalah keseimbangan ekologi di kawasan terumbu karang tempat biota tersebut tinggal. peneliti dapat membuat ulangan lebih banyak dan meningkatkan frekuensi monitoring (misalnya 4 x per tahun).

5 m kiri dan kanan).asp 267 .5 m untuk memperkirakan lebar sabuk. Berbaring trus ukur mulai dr ujung kepala hingga ujung fin sekitar 2 . Masingmasing pengamat survei setengah dari sabuk (2.2. terutama bila menggunakan penyelam volunteer. Hasil juga harus pengolahan diinterpretsikan dan dibuat laporannya.edu Referensi: www. Prosedur Umum: Bentangkan roll meter sejajar kontur karang/ garis pantai sepanjang 100 m Biasanya monitoring invertebrate berbarengan dengan monitoring karang Setelah selesai memasang rollmeter. CP: rcheck@ucla.reefcheck. Hal ini akan menambah biaya. 2. Pelatihan identifikasi dan meningkatkan kesadaran terhadap terumbu karang pada saat yang sama. Keuntungan: Biaya lebih minim. 2 pilihan untuk ketepatan lebar sabuk : 1. Pengamat membawa pipa panjang PVC 2. Pelatihan yang dibutuhkan: Penyelam rekreasi bisa belajar metode ini dalam satu hari.org / metode / instructions. Keterbatasan: Survei idealnya melakukan pengulangan sampai 3 kali per site dan sampai 4 kali per tahun untuk data yang bkomprehensifuntuk melihat perbandingan lokal. Pengulangan monitoring dapat dilakukan sebagai program monitoring oleh masyarakat. Menyediakan informasi global secara cepat tentang kesehatan terumbu karang.5 m lebar).5 m .Personel di kantor: Pengamat harus memasukkan data ke dalam spreadsheet Excel segera setelah menyelam . langsung mencatat invertebrate kunci sepanjang 4 x 20 m transek dengan jeda 5 m tiap transek (Jumlah dan jenisnya) Informasi tambahan catat pula kesehatan karang dan adanya kerusakan karang akibat invertebrate sepanjang 5 m transek sabuk (2.

Personel di kantor: Mengentri data. interpretasi dan pelaporan. Estimasi persentase tutupan karang yang mengalami bleaching/pemutihan pada transek tersebut. Informasi yang diperoleh: Informasi yangjumlah terbuat dari sebagai berikut: COT (bintang laut berduri) (jumlah total COT dalam 3 ukuran kelas ) dan luasan bekas makannya Drupella dan luasan bekas makannya Bekas luasan terkena White syndrome desease Bekas luasan terkena Black band desease Insiden bekas penyakit lain dan bekas luka/penyakit yang tidak diketahui. COTs dan Drupella. bekas pemangsaan. kamera digital dalam air jika memungkinkan Personel lapangan: 1 Observer berpengalaman dengan metode ini ditambah seorang buddy (penyelam). Foto-foto diambil untuk identifikasi penyakit lebih jelasnya. Prosedur Umum: Transek tetap Survei ini mengikuti sensus ikan sepanjang transek 5 x 50 m (AIMS fish LTMP sensus visual). Peralatan: Rollmeter transek 50 m. AIMS LTMP method Deskripsi metode: Ini adalah metode transek sabuk selebar 2 m dimana penyelam meneliti penyakit karang . penyakit. analisis. Sepasang pengamat video menyelam di transek dan berenang sepanjang transek masing-masing mengcover sebuah sabuk 2 m untuk mortalitas karang. 268 . 1 pengemudi perahu / pengamat menonton.2. predator dan pemutihan karang.

sweatman @ aims. drupela. COTs.gov. Pelatihan yang dibutuhkan: Identifi kation spesies target dan indikator kesehatan karang CP: Hugh Sweatman.aims. h. Dapat dilakukan pada waktu yang sama dengan transek garis (LIT) sehingga buddy tidak banyak Keterbatasan: Pengamat harus mampu mencari dengan cepat penyakit.html 269 .au Referensi: Bass dan Miller (1998). dan mortalitas karang karena akan terganggu dengan penyelam lain yang mengambil data lain secara besrsama-sama (AIMS LTMP video transek ).Keuntungan: Cepat dan mudah melakukan penilaian makro-invertebrata dan indikator kesehatan karang.gov.au/pages/research/reef-monitoring/ltm/monsop1/mon-sop1-11. www.

6. dangkal di area reef flat sekitar 0. Kima diukur panjang cangkangnya 4. analisis. Informasi yang diperoleh: Estimasi Kelimpahan spesies invertebrata misalnya kima raksasa.5—3. Trochus/kerang diukur di titik terlebar dari dasar kerang 5. interpretasi dan pelaporan. kerang-kerangan untuk memberikan perbandingan terhadap kelimpahan spesies yang dipanen. Teripang laut diukur dari mulut ke anus. kerang mutiara. teripang. Hitung dan estimasi panjang invertebrata sepanjang sabuk 2 m. Merekam lebih baik sejajar arus sehingga survei lebih mudah untuk dilakukan.5 m dan dalam di daerah reef slope sekitar 15-22 m. 2. Kerang mutiara dari ujung hingga bagian engselnyal. Peralatan yang diperlukan: Rollmeter 50 m Tali penanda lebar 2 m Personel di lapangan: 2 pengamat terlatih (1 untuk meletakkan transek dan 1 untuk menghitung).3. 1 pengemudi perahu / pengamat permukaan menonton. rubble dan area pasir. Prosedur Umum: Bentangkantransek sepanjang 6 x 50 m di dua kedalaman. yang diukur dengan menggunakan tali 2m. Personel di kantor: Entri data. 3. Teripang laut dan jenis kerang-kerangan dihitung dan diukur sepanjang 50 m dan lebar 5 m transek sabuk. 270 . 2. Ulangan ditempatkan terpisah 10-15 m Untuk habitat dalam 1. Untuk habitat dangkal 1. Lincoln-Smith transect Deskripsi metode: Metode ini banyak digunakan di daerah pasifik untuk menentukan kelimpahan makroinvertebrata yang dipanen untuk makanan. Transek diletakkan di sepanjang hamparan karang.

www.gbrmpa. (2001). Referensi: Lincoln-Smith et al. Kedalaman dan lebar transek memeperlihatkan kesukaan habitat dari invertebrate yang berbeda termasuk ukuran dan kelimpahannya. Keterbatasan: Penyelam yang berpengalaman harus dilibatkan karena pemasangan transek dalam. Pelatihan yang dibutuhkan: Identifikasi invertebrata target dan cara pengukurannya.gov.au/corp_site/info_services/publications/research_publications/ rp69/ 271 .Keuntungan: Mudah dilakukan.

sementara yang lainnya melakukan survei invertebrata. Hitung semua spesies invertebrate target dan spesies karang. ini mencakup pengukuran bagian panjang terpanjang. interpretasi dan pelaporan. Hitung estimasi panjang untuk semua jenis individu. penggaris dan papan mika Personel di lapangan: 2 pengamat terlatih dalam metode ini. Informasi yang diperoleh: jumlah dan ukuran invertebrate target Peralatan yang diperlukan: Kertas bawah air. MAQTRAC method Program yang menggunakan metode ini: Reef Check’s MAQTRAC program Deskripsi metode: Metode ini melibatkan dua orang pengamat berenang sepanjang transek sabuk dan menghitung dan mengukur target spesies invertebrata serta mencatat dampaknya terhadap terumbu karang. 2. Pengukuran tambahan harus dibuat untuk pengukuran koloni karang. '3 'untuk kategori bekas scars/luka sebelumnya diketahui sebagai bekas luka yang hampir tertutup dan sulit untuk membedakan bekasnya dari sekitar.4. biota yang memiliki bentuk simetris radial diukur tegak lurus. 272 . Catat estimasi secara kualitatif persentase koloni karang yang mati. seorang pengamat dapat melakukan survei karang (Reef Check PIT). 3. Beri kategori bekas luka dikarang dengan kriteria sebagai berikut: 1. 1 pengemudi perahu / pengamat permukaan Personel di kantor: Mengentri data. '2 'untuk kategori bekas scars/luka yang telah ditutupi oleh alga dan / atau invertebrata Sessile. analisis. seperti kesehatan karang atau kerusakan fisik. Prosedur Umum: Sebuah studi pendahuluan harus dilakukan untuk menentukan jumlah ulangan diperlukan untuk presisi/ketepatan yang mencukupi Survei yang dilakukan di sepanjang transek sabuk sama dengan transek MAQTRAC ikan (5 m lebar). Identifikasi dan ukur bekas luka diagonal panjang terpanjang dari karang tersebut. '1 'untuk kategori bekas scars/luka baru di karang tanpa ada tanda pertumbuhan baru.

Deskripsi metode: Metode ini melibatkan dipakai awalnya untuk menghitung kelimpahan dan mengukur panjang Diadema antillarum sepanjang transek sabuk namun metode ini dapat digunakan untuk biota lainnya.dll).Keuntungan: Penilaian hasil yang didapat lebih detail dan terperinci untuk mengetahui dampak perdagangan ikan hias jika ulangan untuk monitoring cukup.edu 5. Disarankan untuk survei ini dilakukan di lokasi yang sama dengan survei komunitas bentik (karang. Keterbatasan: Banyak memakan waktu Mungkin membutuhkan banyak replikasi bagi spesies langka atau komunitas yang kompleks Membutuhkan tingkat keahlian identifikasi yang mencukupi Pelatihan yang dibutuhkan: Pelatihan identifikasi tingkat lanjut CP: rcheck@ucla. DIADEMA BELT TRANSECT/ Transek Sabuk untuk Bulu Babi 273 Instansi yang menggunakan metode ini: Atlantic and Gulf Rapid Reef Assessment (AGRRA). Informasi yang diperoleh: Kelimpahan Bulu babi Kepadatan biota Struktur ukuran panjang Peralatan yang diperlukan: 1 m pipa PVC atau transek/rollmeter yang ditandai tiap 10 cm Personel di lapangan: 2 pengamat (penyelam) 1 pengemudi perahu / pengamat permukaan . Caribbean Coastal Marine Productivity Program (CARICOMP).

Beberapa metode yang termasuk jenis ini antara lain: Contoh 1. CARICOMP Diadema status method (lebih detail daripada basic CARICOMP method) Metode ini terdiri dari sebuah survei snorkeling diikuti dengan survei scuba. Survey Scuba.Pilih 3 site Bagi terumbu karang kedalam kelompok reef front dan reef slope. basic CARICOMP method Prosedur Umum: Transek sabuk ini dilakukan bersama dengan metode CARICOMP coral community Tandai the rod transek sehingga Anda dapat mengukur 50 cm kedua sisi dari garis transek Berenang kembali di sepanjang transek dan mencatat jumlah bulu babi Diadema dan lainnya yang ditemui 274 Contoh 3. Contoh 2. Metode snorkel Hitung jumlah bulu babi selama 2 x 15 menit survey snorkeling per luasan karang Pisahkan bulu babi ke dalam 2 kelas ukuran: diameter <5 cm diameter (juvenil) dan diameter > 5 cm (dewasa) Catat mengenai kondisi spasial keheterogenan yang didapat dari habitat yang diobservasi. bagi menjadi 3 interval kedalaman (05 m. a. b. dan jika ada back reef yang tumbuh berkembang dengan baik. 50-10 m dan> 10 m) .5 m di kedua sisi sapuan. Catat bulu babi dalam 0. AGRRA method Prosedur Umum: Transek sabuk ini dilakukan bersamaan dengan survey AGRRA karang. berenang dengan sapuan 1 m disepanjang transek sabuk masing-masing 6 x 10 m . analisis.Personel di kantor: Entri data. interpretasi dan pelaporan. alga dan survei Diadema Gunakan alat pengukur 1 m untuk skala.

edu CARICOMP: Dulcie Linton.jm / caricomp_main. COLLECTION OF DIADEMA Instansi yang menggunakan metode ini: Caribbean Coastal Marine Productivity Program (CARICOMP).edu Referensi: AGRRA: http://www.jm dan John Ogden. Hitung jumlah bulu babi di setiap size kategori di sepanjang transek sabuk. Keuntungan: Mudah untuk melaksanakannya Keterbatasan: tabel nomor acak dapat menyulitkan untuk digunakan karena terumbu karang memiliki bentuk tidak teratur (pelajari metode sampling fix 'permanen versus metode sampel acak).org. Informasi yang diperoleh: Struktur ukuran populasi bulu babi yang berbeda Hubungan kompleksitas habitat dengan struktur ukuran populasi bulu babi Peralatan yang diperlukan: Keranjang plastik yang besar Penjepit dan garpu besar 2 kompas Penggaris atau meteran jahit. Hubungi: AGRRA: Robert Ginsburg.ccdc.coral.html 275 6.usf. papan meja dan kertas anti air Tali / rollmeter yang dipakai hanya sepanjang 2-3 meter .gov/agra/ CARICOMP: www.miami.Pada setiap kedalaman. jogden@marine.edu. agrra@rsmas.noaa.aoml. tempatkan sedikitnya lima 10 x 2 m transek sabuk. Gunakan tabel nomor acak untuk memilih penempatan transek yang tepat. dmlinton@uwimona. Deskripsi metode: Metode ini dilakukan setelah snorkeling Diadema dan Scuba belt transect / transek sabuk dimana melakukan pengumpulan dan pengukuran bulu babi di site yang sama di mana rantai intercept transek selesai dilakukan.

tebalikkan bulu babi tersebut sehingga bagian mulutnya terlihat kemudian ukur diameternya menggunakan penggaris/ jangka sorong Keuntungan: Estimasi yang tepat untuk kelimpahan dan ukuran bulu babi (mengukur panjang bulubabi hasilnya lebih akurat dibandingakan dengan estimasi) Keterbatasan: Memakan waktu Dampak ekologis yang ditimbulkan dari mengumpulkan bulu babi Beberapa kerusakan karang terjadi tidak dapat terhindarkan apalagi di cabang karang. pilih individu bulu babi dari keranjang.usf.org.jm/caricomp_main. Dampak ekologis mengumpulkan bulu babi tidak dapat dihindari Pelatihan yang dibutuhkan: Rantai transek membutuhkan pelatihan khusus CP: Dulcie Linton.edu.Personel di lapangan: 2 pengamat (penyelam) 1 pengemudi perahu / pengamat permukaan Personel di kantor: Mengentri data.html 276 . jogden@marine. dmlinton@uwimona.ccdc. analisis.jm dan John C.edu Referensi: http://www. Ogden. interpretasi dan pelaporan Prosedur Umum: Mengikuti survei belt transect CARICOMP bulu babi Kumpulkan minimum 200 bulu babi dari semua ukuran ditiap interval kedalaman Gunakan penjepit.

Jawa Tengah yang tersusun rata vertikal dan tentakel keluar dari sela-sela duri tersebut. Indonesia.ECHINOIDEA 277 Mespilia globules Foto by Fakhrizal Setiawan (Temnopleuridae) Globular sea urchin Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang badan max 5 cm. Palau. range kedalaman 0 . the loyality islands dan Australia . PNG. badan biru dengan duri oranye merah belang putih Lokasi foto: TN Karimunjawa. Distribusi: Filipina. Habitat: Daerah fringing reef (terumbu karang tepi) dan padang lamun.60 m.

Habitat: Di daerah terdapat banyak karang mati dan rubble Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Laut Merah . Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Diadema setosum (Diadematidae) Long spined Urchin Nama Umum: Bulu babi Ciri-ciri: Badan hitam dengan duri panjang di bagian atas serta duri halus dan pendek di bagian bawah tubuh. Pemakan: Alga bentik yang terdapat di karang mati dan rubble .278 Lokasi foto: TN Karimunjawa.Pulau-pulau di Pasifik Selatan dan Jepang.

Echinothrix calamaris (Diadematidae) Banded sea urchin Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 15 cm. Kebanyakan warna di IndoPasifik adalah putih(duri) dan coklat. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Pemakan: Alga Bentik Lokasi foto: TN Karimunjawa. merupakan jenids yang memiliki rentang warna terbanyak dalam family Diadematidae. Habitat: Di dearah perairan karang dangkal dan Karang dengan banyak rubble. range kedalaman 1– 40 m.Pulau-pulau di Selatan Pasifik. Jepang . 279 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Samudra Hindia. Dimana duri ada yang polos dan belang. Tahiti.

45 m. Rumah bagi udang comensal Allopontonia iaini. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 280 Distribusi: Indo-Pasifik barat: Laut Merah . Lokasi foto: TN Komodo. Habitat: Di daerah berpasir dan rubble. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Lokasi foto: TN Komodo.New Caledonia dan Jepang. memiliki duri dengan bagian menggelembung yang beracun dan sangat menyakitkan. Pemakan: Zoobenthos (bentik invertebrata) dan Alga bentik. badan dapat fleksibel apabila melewati celah sempit. range kedalaman 0 . Periclimenes colemani and Leutzenia asthenosomae (commensal).Asthenosoma varium (Echinothuridae) Fire urchin Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 25 cm.

sehingga kita sering bisa menyentuhnya tanpa takut tertusuk. Suka menutup duri dengan pecahan karang dan detritus. Jawa Tengah Foto by Rizya L Ardiwijaya Toxopneustes pileolus (Toxopneustidae) Flower urchin Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 15 cm. Distribusi: Atlantik Tenggara dan Indo .Lokal biasa.281 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Sengatan dari pedicellaria yang menyuntikkan racun sangat menyakitkan dan kadang-kadang juga mematikan bagi manusia. di dasar berpasir atau puingpuing. Tapi bagaimanapun.Pasifik Barat. tinggal di teluk dan laguna. tidak selalu dapat menembus kulit keras di telapak tangan kita. karang berbatu. sengatan pada bagian tubuh lainnya bisa sangat berbahaya. .duri penyengat sangat kecil. menghilang. Ini benar-benar suka menutup diri dengan puing-puing dan detritus. duri pendek dan sangat mudah dikenali dari pedicel- laria yang berbentuk bunga yang menutupi badan dan berwarna krem-pink. Habitat: Di daerah karang berubble. padang lamun dan terumbu karang juga di teluk dan laguna. Mudah untuk mengidentifikasi oleh bunga seperti pedicellaria.

Jawa Tengah Foto by Rizya L Ardiwijaya Echinometra mathaei (Echinometridae) Nama Umum: Bulu babi Ciri-ciri: Badan berwarna hitam dengan duri pendek di sekujur badan berwarna coklat dan kadang di ujungnya berwarna putih.282 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Distribusi: Daerah tropis dan subtropis di Indo-Pasifik Barat. Habitat: Biasa ditemukan di sela daerah berbatu di area terumbu karang. membuat lobang dan tinggal disana. .

283 Habitat: Lokasi foto: TN Komodo. hitam atau berwarna gelap. hijau.Australia dan Jepang. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Biasa berada di daerah padang lamun dan daerah rumput laut. tinggi dan memiliki 5 lengan pendek. Perubahan warna dasar antara krem dan oranye.30 m. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Distribusi: Indo-Pasifik Barat: dari Seychelles . bintang laut besar. biru. Range kdalaman 1 . dengan tuberkulum/ tanduk menonjol besar.ASTEROIDEA Bintang Laut Protoreaster nodosus (Oreasteridae) Horned sea star Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 30 cm. Kadang menjadi rumah gastropopda parasit Thyca astericola dan juga udang comensal Periclimenes soror. Tipe pemakan: Detritus Lokasi foto: TN Komodo.

Tipe pemakan: Detritus.Fromia monilis (Ophidiasteridae) Peppermint sea star / Necklace sea star Nama Umum: l Ciri-ciri: Diameter max 10 cm. Bintang laut kecil dengan 5 lengan.Australia dan Jepang. sponge dan invertebrata kecil. ditutupi warna merah. Daerah terumbu karang . Badan krem kekuningan dengan banyak pola di lengan dengan margin merah. cakram tengah oranye juga di ujung-ujung lengan. Habitat: Di daerah laguna dan karang dangkal hingga lereng karang. range kedalaman 0-44m. Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Kep. dengan pola garis hitam diantara spot-spotnya. Habitat:. 284 Lokasi foto: TN Komodo. Tipe pemakan: Belum diketahui Lokasi foto: TN Komodo. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Andaman . Distribusi: Atlantik teenggara dan Indo-Pasifik Barat: Afrika selatan Australia dan Jepang. Range kedalaman 1-51 m. Jenis Formia dibedakan dari bentuk spot di bagian atasnya. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Fromia indica (Ophidiasteridae) Indian sea star Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang diameter max 8 cm dan tangan max 3 cm .

rocky areas. Distribusi: Lokasi foto: TN Karimunjawa. Range kedalaman 1-20m. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Tipe Pemakan: Alga bentik . Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 285 Nardoa pauciforis (Ophidiasteridae) Pauciform Seastar Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 28 cm. Habitat: Di daerah perairan karang dangkal dan karang berbatu. Found in shallow reef.Nardoa rosea (Ophidiasteridae ) Rose sea star Nama Umum: l Ciri-ciri: Large tubercles on nonmarginal parts of arms. species ini sangat mirip dengan the New Caledonian Seastar (Nardoa novaecaledonia) dan the Tuber Seastar (Nardoa tuberculata). Distribusi: Indo-Pasifik Lokasi foto: TN Komodo. Habitat: Daerah perairan hangat di daerah karang pasang surut dan laguna.

0 cm dengan 9-23 lengan. ikan Lokasi foto: TN Karimunjawa.65 m Distribusi: Samudra Hindia umumnya berwarna keungaun hingga Sumatra dan Pasifik barat abu-abu merah oranye mulai dari indonesia tengah kearah timur. lipan laut (sulawesi tengah) Ciri-ciri: Max length : 80. Warna bervariasi untuk Samudra hindia umumnya merah keunguan dan untuk Pasifik Barat abu-abu merah dan agak oranye. Lokasi foto: Pulau Weh. 286 Habitat: Daerah terumbu karang. brittle star/ echinoderms) dan tanaman ( bentik alga dan fitoplankton (diatom dan dinoflagelata)).Acanthaster planci (Acanthasteridae) Crown of Thorn Nama Umum: Bintang laut berduri. mulai dari laguna dangkal hingga lereng karang. Range kedalaman 0 . 1 ekor COT dapat mematikan karang 1 meter persegi karang/hari. Predatornya: kerang triton (Charonia tritonis). ikan trigger (Balistoides viridescens). Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan napoleon (Cheilinus undulatus). Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Badan atas ditutupi duri tajam yang beracun. Tipe pemakan: Zoobenthos(cnidarians/polyp karang keras. bulu seribu( jawa).

Dibedakan dari Linkia purpurea dan Linkia guildingi dari warna dan bentuk lebih pendek (lengan pendek dan ujung membulat tumpul) Habitat: Di daerah karang dangkal. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan . berbatu. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Warna bervariasi: merah muda-kuning. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 287 Linckia laevigata (Ophidiasteridae) Blue linckia / blue star Nama Umum: Ciri-ciri: Diameter 30 cm.73 m. umumnya 5 lengan. Distribusi: Indo-West Pacific. Tipe pemakan: Detritus. kuning. Tipe Pemakan: Mikroinvertebrata dan material organik Lokasi foto: TN Komodo. Habitat: Di daerah terumbu karang muali dari daerah intertidal hingga lereng karang. mengkerucut dengan ujung tumpul. merah muda. oranye.60 m. karang mati dan rubble. Range kedalaman 0 . merah dan coklat.Echinaster luzonicus (Echinasteridae) Orange sea star Nama Umum: l Ciri-ciri:S Diameter max 15 cm. bentik invertebrata dan orgnaisme mati. umumnya 5 lengan yang membulat. Range kedalaman 0 . Umumnya biru namun ada. Kadang berasosiasi dengan udang Periclimenes soror (simbion) dan Thyca crystallina (parasitic). Distribusi: Indo-Pacific.

Range kedalaman 0-40 m. Tipe Pemakan: polyp karang.30 m Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Afrika Timur . NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Timur-Fiji. Tipe Pemakan: Zoobenthos (bentik invertebrata) . Warna dasar pink. Habitat: Di daerah terumbu karang dari dangkal hingga lereng.Choriaster granulates (Oreasteridae) Cushion star/granular sea star Nama Umum: Bintang laut bantal Ciri-ciri: Diameter 25 cm. Maluku Utara Foto by Tasrif Kartawijaya besar dalam baris transversal.Jepang dan New Caledonia. Warna dasar coklat denagn tuberkulum merah muda atau putih. dan menyatu bersama-sama di ujung lengan untuk membuat sebuah garis.dan ikan dari genus Carapus dapat hidup dalam system pencernan dan dapat keluar masuk dari mulut. rubble dan karang. 288 Echinaster callosus (Echinasteridae) warty starfish Nama Umum: Bintang laut benjol Ciri-ciri: Diameter 25 cm.. Habitat: Di daerah berpasir. Kayoa. daerah rubble. Distribusi: Indo-Psifik Barat: Afrika Lokasi foto: TN Komodo. Berasosiasi dengan udang simbion Periclimenes soror . detritus invertebrata kecil dan bangkai. dengan kelompok papilla ditengahnya. dengan 5 lengan ujung membulat. dengan 5 lenganpendek tebal mengerucut bulat. Dikenali dari tuberkulum Lokasi foto: Kep.Range kedalaman 0 .

Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan Lokasi foto: Pulau Weh. merah. bentuk pentagonal dengan lengan pendek. dengan piring dan tuberkulum kontras dibandingkan dasarnya. Warna sangat variasi:cokelat.Lokasi foto: TN Karimunjawa. Berasosiasi dengan udang komensal Periclimenes soror dan ikan komensal genus Carapus yang hidup di system pencernaan dan dapat keluar masuk melalui mulut Culcita. Tipe Pemakan: Zoobnethos (cnidarians / polyp karang dan Bentik invertebrata) Lokasi foto: Pulau Weh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 289 Culcita novaeguineae (Oreasteridae) Cushion star Nama Umum: Bintang laut bantal Ciri-ciri: Diameter max 40 cm. kuning. Habitat: Didaerah laguna. hijau. Range kedalaman 0-90 m. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . karang dangkal hingga lereng. . Distribusi: Indo-Psifik Barat.

kaku. Kulit tebal 0. berat 200-300 g. Habitat: Daerah berpasir dan rubble di ekosistem terumbu karang. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . bagian perut rata. Warna pink dan coklat kehitaman (atas) dan Pink (bawah). Badan tegas. memanjang.5 . Lokasi foto: TN Komodo. berat 2. Habitat: Daerah bersubstrat pasir atau rubble di daerah terumbu karang.TERIPANG Sea cucumber/ Mentimun Laut Holothuria edulis (Holothuridae) Pinkfish Ciri-ciri: Panjang max 35 cm (TL).7 Kg. Spikula pada kulit berbentuk salib. Distribusi: Indo-Pasifik kecuali Hawai. Kulit tebal 3mm.15 cm. Range kedalaman 0 . Badan silindris. range kedalaman 0-30 m Distribusi: Indo-Pasifikc ex- Lokasi foto: TN Komodo. berduri bercabang. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 290 Thelenota ananas (Stichopodidae) Prickly redfish Nama Umum: Teripang durian Ciri-ciri: Panjang max 80 cm (TL). dengan ujung membulat.45 m.

4 cm.25 m Distribusi: Indo-Pasifik kecuali Teluk Persia dan Hawai. berbentuk agak bulat mengkotak. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 291 Pearsonothuria graffei (Holothuridae) Blackspotted sea cucumber Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 45 cm (TL).saat di temukan pada kedalaman 5 m. badan coklat kekuningan. Badan krem coklat dan terdapat spot coklat gelap dan titik kecil hitam dibadan merata. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Dinding badan tebal 0. Habitat: Daerah terumbu karang. Distribusi: Indo-Pasifik Lokasi foto: Pulau Weh. spikul coklat gelap. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan . punggung melengkung dan perut rata. berbatu.berat 7001300g. Habitat: Di daerah karang dan berbatu di daerah rataan terumbu dan daerah subtidal yang terkena gelombang. Range kedalaman 0 .Bohadschia sp. Tubuh silindris. (Holothuridae) Nama Umum: Teripang Ciri-ciri: Panjang sekitar 30 cm.

Habitat: Daerah terumbu karang yang datar dengan substrat keras. bobot hidup: 100-400 g.30 m Distribusi: Indo-Pasifik barat. Tipe pemakan: Lokasi foto: Pulau Weh. berat 200-1000g. Range kedalaman 0 . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Tanaman (fotoplankton dan Halimeda sp. Tipe pemakan: Umumnya tanaman dan detritus Lokasi foto: Pulau Weh. Badan hitam silindris.2 cm.Stichopus chloronotus (Stichopodidae) Greenfish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 35 cm (TL). Distribusi: Indo-Pasifik kecuali Teluk Persia dan Hawai. Dinding badan tebal 0. memanjang dan kulit ditutupi pasir. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 292 Holothuria atra (Holothuridae) lollyfish Nama Umum: Teripang pasir Ciri-ciri: Panjang max 60 cm (TL). range 0 .) . Badan hitam kehijauan.4 cm. kaku dengan bagian persegi empat. Habitat: Daerah dasar berpasir di padang lamun dan terumbu karang. rata bagian perut (trivium).15 m. Terdapat banyak kulit menonjol mirip duri namun lembut dengan ujung oranye. dinding badan 0. dinding tubuh mudah hancur air laut di luar.

Pseudocholchirus violaceus (Cucumaridae) Sea apple cucumber Nama Umum: Apel laut Ciri-ciri: Badan bersegi namunmembulat oval. Warna bervariasi merah . Mulut bertentakel yang berfungsi menangkap makanan. Habitat: Lokasi foto: TN Komodo. Distribusi: Indonesia. Australia. biru. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan .dll Tipe pemakan: Filter feeder (fitoplankton) Lokasi foto: TN Komodo. kuning serta percampuran ketiganya. Dapat mengeluarkan racun dalam keadaan stres dan mati. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 293 Daerah terumbu karang yang kaya plankton. Filipina.

Badan kuning dan kuning kecoklatan. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 294 Pentacta quadrangularis (Cucumaridae) Pink sea cucumber Nama Umum: Teripang merah Ciri-ciri: Panjang 17 cm. Badan pink kemerahan dengan mulut bertentakel panjang yang berfungsi menangkap makanan. berbentuk persegi dengan tentakel di mulutnya untuk menangkap makanan. Habitat: Daerah yang kaya plankton dan semi terlindung dari arus dan gelombang. Habitat: Daerah karang berbatu agak keruh dan terlindung dari gelombang.Pentacta lutea (Cucumaridae) Nama Umum: Teripang kuning Ciri-ciri: Panjang max 12 cm. Saat ditemukan kedlaman max 15 m. Distribusi: Indo-Pasifik barat Tipe pemakan: Filter feeder Lokasi foto: TN Komodo. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Distribusi: Indo-pasifik Tipe pemakan: Filter feeder Lokasi foto: TN Komodo. Range kedalaman 1-15 m.

Range 0-25 m.5 Kg. Habitat: Didaerah berpasir dan rubble Distribusi: Indonesia (Sulawesi.Stichopus variegatus (Stichopodidae) Curryfish Nama Umum: Teripang gama Ciri-ciri: Panjang max 90 cm (TL). Tipe pemakan: Plankton (filter feeder) Lokasi foto: TN Komodo. dinding badan tebal 0. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Distribusi: Indo-Pacific kecuali Hawai Tipe pemakan: Detritus /Grazes partikel organik Lokasi foto: TN Komodo. berat 1-2.Terdapat bintik hitam terdapat simbion ikan yang hidup di dalam rongga pencernaan. Badan berwarna kuning kecoklatan dengan banyak lekuk tubuh. Habitat: Di daerah berpasir dan rubble berpasir. NTT) daerah lain belum ada informasi.8 cm. Warna hitam teransparan dan badan sebagian terpendam di substrat. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 295 Neothyonidium magnum (Phyllophoridae ) Large Burrowing Sea Cucumber Ciri-ciri: Tentakel panjang bercabang seperti ranting pohon yang berfungsi menangkap makanan.

quadricolor. Panjang 6 cm. insang oranye. Tipe Pemakan: Zoobenthos (spons). dengan garis hitam dan putih serta di kelilingi mantel oranye. Merupakan hewan yang menjadi favorit fotografer. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Lokasi foto: TN Komodo.NUDIBRANCHIA Kelinci laut Chromodoris magnifica (Chromodorididae) Nama Umum: Kelinci laut Ciri-ciri: Bentuk dan warna yang sangat cerah di daerah karang. keduanya dari Samudra Hindia. Lokasi foto: TN Komodo. Sangat miip dengan Chromodoris africana dan C. Distribusi: Western Central Pacific. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 296 Habitat: Daerah terumbu karang hingga lereng karang.

magnifica hanya perbedaannya warna biru di punggung atasnya. Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya Hypselodoris whitei (Chromodorididae ) Ciri-ciri: Panjang max 11 cm (TL). Warna tubuh oranye sampai coklat. 297 Lokasi foto: Lembeh. Habitat: Daerah terumbu karang di laguna hingga lereng karang. Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya . range kedalaman 15 . Marshall.Chromodoris annae (Chromodorididae ) Nama Umum: Kelinci laut Ciri-ciri: Panjang max 2 cm (TL).30 m Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Malaysia Kep. mirip dengan C. memiliki karakteristik garis ungu tipis sepanjang tepi.Memiliki mantel berwarna yang memproduksi sekresi kelenjar berbisa menyengat digunakan dalam pertahanan melawan predator Habitat: Daerah terumbu karang berpasir Distribusi: Tropical Western Pacific : Laut Merah-Australia dan Indonesia Lokasi foto: Lembeh. dengan beberapa spesimen variasi di bantalan cincin merah-oranye tersebar di permukaannya.

Habitat: Daerah karang berpasir Distribusi: Lokasi foto: Lembeh. Lokasi foto: Lembeh. Indonesia . Warna tubuh oranye sampai coklat. Distribusi: Indo-Pasifik: Timur Afrika. Habitat: Habitat terumbu karang dan substrat pasir.Ceratosoma trilobatum (Chromodorididae ) Sea Slug Ciri-ciri: Panjang max 11 cm (TL). Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya Indo-Pasifik Barat: Laut Merah . Antena dan insang putih. dengan beberapa spesimen bervariasi bantalan cincin merah-oranye tersebar di permukaannya dengan garis batas ungu. warna dasar putih dengan garis biru tua di mantel dan di dasar badan.Fiji dan Tonga. Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya Tipe pemakan: Zoobenthos (Spons dan tunikata) .Australia. Badan keras hampir kaku dengan kaki panjang dan insang bercabang. 298 Chromodoris lochi (Chromodorididae ) Loch's magnificent slug Ciri-ciri: Panjang max 3 cm (TL).

Hypselodoris kanga (Chromodorididae ) Ciri-ciri:
Panjang max 4 cm (TL), warna kebiru-biruan, pendek garis biru gelap dengan spot kuning atau oranye. Salah satu karakter eksternal yang paling menonjol adalah insang segitiga, bermata biru dengan serangkaian titik kuning sampai wajah luar.

Habitat:
Daerah terumbu karang berpasir.

Distribusi:
Indo-Pasifik Barat: afrika Selatan –Oman, India-hongkong dan Indonesia.
Lokasi foto: Lembeh, Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya 299

Tipe pemakan:
Zoobenthos(spons dari genus

Tambja morosa (Polyceridae) Gloomy nudibranch Ciri-ciri:
Panjang max 7 cm (TL), warna hijau gelap dengan batas mantel biru. Ujung insang juga berwarna biru.

Habitat:
Subtidal, biasa di daerah dekat dasar di lereng karang. Range kedalaman 1-4 m.

Distribusi:
Indo-Pasifik: Timur Afrika, Indonesia, Filipina - Hawaii.

Lokasi foto: Lembeh, Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya

Phyllidia pustulosa (Phyllidiidae) Nama Umum: Kelinci laut Ciri-ciri:
Panjang max 9 cm, Badan hitam dengan pola menonjol berbentuk segitiga tak beraturan,

Habitat:
Daerah terumbu karang dangkal dan rubble. Range kedalaman 115m.

Distribusi:
Indo-Pasifik Barat

Tipe pemakan:
Zoobenthos (spons)

Lokasi foto: TN Komodo, NTT Foto by Fakhrizal Setiawan

300

Phyllidia varicosa (Phyllidiidae) Nama Umum: Kelinci laut Ciri-ciri:
Panjang max 7 cm (TL), warna dasar hitam, dengan pola kasar seperti bagian menonjol berwarna abuabu dengan ujung kuning membentuk pola alur.

Habitat:
Daerah terumbu karang dangkal. Pergerakan sangat lambat. Range kedalaman 10-20 m.

Distribusi:
Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan

Indo-Pasifik

Gymnodoris aurata (Gymnodorididae) Ciri-ciri:
Panjang max 10 cm (TL), badan merah oranye menyala dengan spot kuning di badan. Insang berwarna kuning namun ada juga yang merah.

Habitat:
Di daerah karang dangkal dan aktif dimalam hari.

Distribusi:
Indo-Pasifik Barat: Filipina, Indonesia dan Fiji

Tipe pemakan:
Lokasi foto: TN Komodo, NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 301

Predator nudibranchia lain (tritonid nudibranchia)

Pteraeolidia ianthina (Facelinidae ) Blue Dragon nudibranch Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL),
jenis ini telah mengembangkan simbion mutualistik zooxanthellae dalam badannya. Zooxanthellae berkembang terlindung dan ketika mereka mengkonversi energi matahari menjadi gula dapat digunakan oleh nudibranchia tersebut. Juvenile berwarna putih dan zooxanthellae blom dimanfaatkan sebagai penghasil energy sendiri. Habitat: Terumbu karang kaya hydroid. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika timur, Laut arab - Australia, Jepang, Hawaii, New South Wales dan Indonesia. Tipe pemakan: Zoobenthos (hydroid) dan gula dari Zooxanthellae.

Lokasi foto: TN Komodo, NTT Foto by Fakhrizal Setiawan

SPONS
Sponge/Porifera

Xestospongia testudinaria (Petrosiidae) Barrel sponge Nama Umum: Spons gentong Ciri-ciri: Sangat mirip dengan X. muta dari
Karibia baik morfologi, spikula, dll yang dibedakan dari zat kimia yang terkandung didalamnya. Habitat: Umumnya di daerah terumbu karang yang agak dalam. Distribusi: Indo-Pasifik Barat. Tipe pemakan: Filter feeder
Lokasi foto: TN Komodo, NTT Foto by Fakhrizal Setiawan

302

Aaptos sp. (Suberitidae) Nama Umum: Spons kunyit Ciri-ciri: Warna untuk di daerah terpapar
matahari coklat gelap sedangkan di daerah goa berwarna kuning cerah. Makanan penyu Eretmochelys imbricata. Habitat: Di daerah perairan karang dangkal dan laguna. Distribusi: Perairan trumbu karang Tipe pemakan: Filter feeder
Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan

Callyspongia sp. (Callyspongiidae) Nama Umum: Spons trompet Ciri-ciri:
Bentuk memanjang mirip trompet, berwarna abu-abu, spikul agak keras, permukaan kasar seperti berduri, koloni membentuk tabung memanjang berkelompok.

Habitat:
Perairan karang dan umumnya di jumpai di lereng karang yang tenang dan agak keruh.

Distribusi:
Western Central Pasifik: Perairan Indonesia Tipe pemakan: Filter feeder

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 303

Cribrochalina olemda (Niphatidae) Ciri-ciri:
Bentuk memanjang membentuk koloni, warna abu-abu, spikul tidak menonjol sehingga permukaan luar lebih halus.

Habitat:
Perairan karang dan biasanya dijumpai di lereng karang dan

Distribusi:
Western Central Pacific: Indonesia. Tipe pemakan: Filter feeder

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan

Iricinia sp. (Astrophorida, Coppatiidae) Ciri-ciri: Warna coklat kekuningan
dengan bentuk bulat dengan tengah berlubang sebagai tempat pengeluaran. Badan kasar dengan banyak benjolan. Habitat: Daerah terumbu karang Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Perairan Indonesia Tipe pemakan: Filter feeder
Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan

304

Cinachyra sp. (Spirophorida, Tetillidae) Nama Umum: Spons golf Ciri-ciri:

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan

Diameter max 12 cm. Bentuk seperti bola golf, berwarna kuning dan kuning kecoklatan dengan banyak lobang di sekitarnya dan di tengah atas lubang lebih besar, spikul tajam. Habitat: Daerah terumbu karang yang agak tenang dan terlindung. Distribusi: Indo-Pasifik barat Tipe pemakan: Filter feeder

Haliclona sp. (Haplosclerida, Chalinidae) Ciri-ciri:
Berkoloni dengan tiap individu bentuknya seperti kapsul dengan badan berpori halus dan lembut. Berwarna ungu.

Habitat:
Daerah terumbu karang

Distribusi:
Perairan Indonesia

Tipe pemakan:
Filter feeder
Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 305

Theonella sp. (Theonellidae) Ciri-ciri:
Badan membentuk kapsul, berwarna coklat kekuningan. Dilaporkan mengandung senyawa bioaktif.

Habitat:
Perairan trumbu karang dimana banyak partikel yang terbawa arus.

Distribusi:
Indo-Pasifik Barat

Tipe pemakan:
Filter feeder

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan

Permukaan berpori mudah terlihat dan membentuk pola di permukaannya. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan . Distribusi: Indo-Pasifik Barat Tipe pemakan: Filter feeder Lokasi foto: TN Karimunjawa. Distribusi: Western Central Pacific: Indonesia. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 306 Astroclera sp. menempel di substrat keras. Habitat: Perairan terumbu karang. pori-pori sedikit namun cukup besar. Habitat: Perairan terumbu karang dengan kondisi yang jernih. Tipe pemakan: Filter feeder Lokasi foto: TN Karimunjawa.mengkerak menempel pada substrat. kadang di dalam goa-goa karang. (Astroscleridae ) Ciri-ciri: Warna ungu kecoklatan.Plakortis lita (Plakinidae ) Nama Umum: Spons hati ayam Ciri-ciri: Warana coklat kemerahan dan sedikit keunguan.

Habitat: Daerah Terumbu karang yang jernih denagn banyak intensitas matahari.Aplysina sp. dengan pori-pori kecil diseluruh permukaan. menempel pada substrat keras. (Aplysinidae) Ciri-ciri: Warna krem kecoklatan. Corong besar ditengahnya. Habitat: Perairan terumbu karang. dengan permukaan kasar banyak benjolan dengan poripori menyebar di permukaan. NTT Lokasi foto: TN Komodo. Distribusi: Perairan Indonesia Tipe pemakan: Filter feeder Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan . Distribusi: Perairan Komodo. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Tipe pemakan: Filter feeder 307 Clathria sp. (Myxillidae) Ciri-ciri: Warna merah bata.

Pori-pori tersebar di ujung permukaan. Habitat: Perairan terumbu karang. Tipe pemakan: Filter feeder Lokasi foto: Pulau Weh. Distribusi: Western Central Pacific: Indonesia. (Aplysinellidae) Ciri-ciri: Warna krem dengan permukaan kasar menonjol karena spikulnya. Habitat: Perairan terumbu karang dangkal. Distribusi: Western Central Pacific: Indonesia.Aplysinella sp. umumnya agak dalam. bias berdekatan dengan karang jenis tabulate. memanjang membentuk rangkaian tersambung. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Range kedalaman 8-60 m. Tipe pemakan: Filter feeder Lokasi foto: Pulau weh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 308 Dysidea granulose (Dysideidae ) Ciri-ciri: Warna keabu-abuan.

range kedalaman 3 –35 m. Lokasi foto: TN Karimunjawa.0 cm (diameter cangkang). Distribusi: Indo-Pasifik. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 309 Tridacna maxima (Tridacnaeidae) Elongate giant clam Nama Umum: Kima Ciri-ciri: Panjang saat ditemukan 35 cm (diameter cangkang) Habitat: Menetap di substrat dasar dan biasa di temukan di daerah intertidal di area terumbu karang. Range kedalaman 0-35 m. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Distribusi: Indo-Pasifik. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan . tinggal di dasar menetap.CLAMS/KERANG Tridacna squamosa (Tridacnaeidae) Fluted giant clam Nama Umum: Kima Ciri-ciri: Panjang max: 40. Habitat: Perairan terumbu karang.

Tipe pemakan: Penyaring plankton Lokasi foto: TN Karimunjawa. pasir.Polynesia. Habitat: Daerah terumbu karang dengan substrat keras untuk menempel. dengan warna yang lebih gelap dan warna merah dan hijau di perbatasan.range kedalaman 0 . Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan . kisaran kedalaman 0-40 m Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Afrika Timur .Polynesia. Luar permukaan katup terdapat duri-sisi sejajar dan diratakan dengan ujung runcing atau membulat. daerah garden eel dan tanaman laut.50 m Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur . Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 310 Pinctada margaritifera Pacific pearl-oyster Nama Umum: Kerang mutiara Ciri-ciri: Cangkang agak tebal dan besar (mencapai 25 cm). aperture berbentik zigzag. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jepang . Warna: luar cangkang cokelat keabu -abuan atau hijau untuk hampir hitam. Sessile. Dalam wilayah nacreous keperakan. Habitat: Didaerah rubble. duri relatif datar pada permukaan katup.Australia.Hyotissa hyotis (Gryphaeidae ) Honeycomb oyster Ciri-ciri: Panjang max aperture 30 cm.

Habitat: Berasosiasi di daerah terumbu karang. Habitat: Rubble di daerah terumbu karang. Distribusi: Indo-Pasifik. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Distribusi: Indo-PAsifik Barat: Indonesia. bnayak terdapat spot hitam di cangkang dan sangat mudah dikenali dari ciri fisiknya. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 311 Cypraea tigris (Cypraeidae) Tiger cowrie Nama Umum: Kerang bintik Ciri-ciri: Panjang max : 16.30 m.0 cm (diameter bukaan cangkang). Lokasi foto: TN Komodo. umumnya terlihat diperairan dangkal. range kedalaman 0 . Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan .Coriocella nigra (Lamellariidae) Ciri-ciri: Gastropoda yang tidak biasa. lebih terlihat seperti nudibranchia dan memiliki cangkang internal. Mauritius dan Reunion.

Lokasi foto: TN Karimunjawa.5 m. Ujung cangkang berduri tumpul dan panajng. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 312 Lambis scorpius (Strombidae) Scorpio spider conch Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL).Chicoreus microphyllus (Muricidae) Nama Umum: Keong Ciri-ciri: Badan banyak terdapat tonjolan dengan warna oranye. Lokasi foto: Pulau Weh. Distribusi: Indo-Pasifik: Barat Indonesia hingga baratPolynesia. panjang sekitar 8-10 cm.utara Queensland dan New Caledonia. Range kedalaman 0 . utara-selatan Jepang. biasa di temukan di bawah / disekitar karang mati dan di daerah subtidal. Distribusi: Indo-Pasifik Barat. Habitat: Di daerah terumbu karang. Habitat: Perairan terumbu karang dan di dasar karang. selatan .

Operculum (tutup cangkang) tebal mirip dengan mata kucing. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Habitat: Perairan terumbu karang dan di dasar karang.Turbo petholatus (Turbinidae) Nama Umum: Keong Ciri-ciri: Badan mengkilat dengan pola warna yang indah hijau berulrir berselang coklat kemerahan. Operculum (tutup cangkang) tebal mirip dengan mata kucing. . Habitat: Perairan terumbu karang dan biasanya berada di sela-sela karang mengebor. Sulut Foto by Tasrif kartawijaya Indo-Pasifik Barat. Distribusi: Indo-Pasifik Barat. Jateng Foto by Tasrif kartawijaya 313 Pedum spondyloidum (Pectinidae) Coral clam Ciri-ciri: Badan mengkilat dengan pola warna yang indah hijau berulrir berselang coklat kemerahan. Distribusi: Lokasi foto: Lembeh.

8 m. range kedalaman 3 . Tulang yang menyerupai daun tebal ditengahnya. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan . Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 314 Astrogorgia sp. Distribusi: Western Central Pacific Lokasi foto: TN Karimunjawa. Habitat: Berasosiasi diperairan terumbu karang agak dalam.GORGONIAN Kipas Laut / Sea fan Subergorgia mollis (Subergorgiidae) Gorgonian fan Nama Umum: Akar bahar Ciri-ciri: Warna umumnya krem dengan bentuk kipas lebar sekitar 250 cm. Distribusi: Indo-Pasifik Barat Lokasi foto: TN Karimunjawa. (Plexauridae) Ciri-ciri: Warna umumnya merah dengan pola yang rapat namun tersusun rapi. Habitat: Perairan terumbu karang di daerah lereng karang yang agak dalam.

dangan bentuk yang lebih tak beraturan. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan . Habitat: Berasosiasi dengan terumbu karang dalam. Sering di jadikan souvenir dan cendramata serta perdagangan akuarium. (Melithaeidae) Nama Umum: Kipas Laut Ciri-ciri: Bentuk seperti tulang daun. Biasa di daerah dorp off dengan substrat berbatu. Habitat: Di daerah turumbu karang di tubir dan lereng karang serta di karang terjal.8 m. umumnya berwarna oranye kemerahan. Distribusi: Indo-Pasifik barat Lokasi foto: TN Komodo. Kadang berada di daerah substrat berbatu. Range kedalaman 3 . Distribusi: Western Central Pacific. Memiliki bagian yang keras. Lokasi foto: TN Karimunjawa.Muricella sp. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 315 Melithaea sp. (Acanthogorgiidae) Ciri-ciri: Warna umumnya krem kekuningan.

Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan .Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 316 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan Lokasi foto: TN Karimunjawa.

Distribusi: Indo-Pasifik. Lokasi foto: TN Karimunjawa. jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 317 Odontodactylus scyllarus Reef odontodactylid mantis shrimp Nama Umum: Udang pletek / udang mantis Ciri-ciri: Panjang max 17 cm (TL). NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . range kedalaman 1-15 m. Kepala berduri hitam. jenis stomatopoda yang paling cemerlang dengan uropods biru dan setae merah. range kedalaman 2-36 m. Nocturnal. Distribusi: Indo-Pasifik Barat. pangkal antenna pink dengan bdan hijau gelap dengan strip putih. daerah pecah gelombang) bersembunyi di celah dan goa karang dan batu. Habitat: Di daerah sublitoral (karang. Habitat: Hidup di celah dan lubang di dekat terumbu karang dangkal dan rubble area.CRUSTACEA Panulirus versicolor (Palinuridae) Painted spiny lobster Nama Umum: Lobster mutiara Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). Aktif siang. Tipe pemakan: Zoobenthos (bentik krustacea) Lokasi foto: TN Komodo.

badan merah dengan pola putih di kepala.Periclimenes holthuisi (Palaemonidae) Anemone shrimp Ciri-ciri: Badan transparan dengan spot biru putih di ujung capit. Panjang rata-rata sekitar 3 cm (TL). Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya 318 Periclimenes imperator (Palaemonidae) Emperor shrimp Ciri-ciri: Panjang rata-rata 3 cm (TL). Distribusi: Perairan Indonesia Lokasi foto: Lembeh. Habitat: Bersimbion dengan teripang. Habitat: Bersimbiosis dengan anemone dan tinggal di Anemone. Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya . badan dan ekor. badan dan ekor. Distribusi: Indo-Pasifik Lokasi foto: Lembeh.

Distribusi: Samudra Hindia dan Indo-Pasifik Barat. Habitat: Tinggal menetap di tentakel anemone.. pangkal kaki dan capit serta ujung capit besarnya. Jateng Foto by Tasrif Kartawijaya Badan putih dengan bintik hitam halus menyebar merata di punggung. .319 Neopetrolisthes maculatus (Porcellanidae) Anemone crab Ciri-ciri: Lokasi foto: TN Karimunjawa.

20 m. Lokasi foto: TN Karimunjawa.20 m. Habitat: Tinggal menetap di substrat dasar. Sulut Foto by Fakhrizal Setiawan . range kedalaman 3 .ASCIDIAN Atriolum robustum (Didemnidae) Ascidians Ciri-ciri: Badan putih dengan bintik hitam halus menyebar merata di badan. Distribusi: Indo-Pasifik Barat. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 320 Polycarpa aurata (Styelidae) Ciri-ciri: Warna dasar putih dengan perpaduan kuning dengan bercak ungu. Mengeras apabila tersentuh. range kedalaman 7 . Lubang atas berwarna hijau. Lokasi foto: TN Bunaken. Habitat: Tinggal menetap di substrat dasa. Distribusi: Indo-Pasifik Barat.

NTT Foto by Fakhrizal Setiawan .13 m. range kedalaman 7 .30 m. range kedalaman 3 . Distribusi: Indo-Pasifik.coklat kehijauan dengan ujung kuning. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 321 Clavelina robusta (Clavelinidae) Ciri-ciri: Koloni tidak besar dengan warna dasar hitam transparan dengan ujung kuning. Lokasi foto: TN Komodo. Habitat: Tinggal menetap di substrat dasar. Habitat: Tinggal menetap di substrat dasar. Lokasi foto: TN Komodo.Oxycorynia fascicularis (Polycitoridae) Ciri-ciri: Bentuk koloni seperti kantung bulat dengan warna hitam . Distribusi: Indo-Pasifik Barat.

Distribusi: Indo-West Pasifik Lokasi foto: TN Komodo. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . badan memiliki bentuk seperti tabung silinder yang terkubur dalam substrat. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Dearah berpasir.Anemone dan Black Coral Cerianthus filiformis (Cerianthidae) Tube anemone Nama umum: Anemon tabung Ciri-ciri: Soliter. 322 Habitat: Lokasi foto: TN Komodo. jenis ini berwarna oranye dan ada pula yang putih transparan. rubble dengan banyak sedimentasi.

Actinodendron plumosum (Actinodendriidae) Branching anemone Ciri-ciri: Warna dasar abu-abu denagn tentakel tebal yang berpola sehingga seperti bercabang. Habitat: Tinggal menetap di substrat dasar berpasir atau rubble. Lokasi foto: TN Komodo. Umumnya didaerah drop off serta di lereng karang dalam. (Antipathidae) Spiral coral Ciri-ciri: Perbedaan warna polyp merepresentasikan perbedaan species serta ukuran diameter. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 323 Cirrhipathes sp. Distribusi: Western Central Pacific: Great Barrier Reef dan Indonesia Lokasi foto: TN Komodo. Habitat: Perairan terumbu karang agak dalam. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Distribusi: Indo-Pasifik. kedalaman saat di foto 8 m.

Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 324 Sephia apama (Sepiidae) Australian Giant cuttlefish Nama Umum: Sotong Ciri-ciri: Dapat melakukan perubahan warna seperti substrat dalam keadaan terancam serta dapat mengeluarkan tinta.152°W . Hawaii. Habitat: Indo-Pasifik Barat: Afrika Timur . dapat berubah wrna dalam keadaan terancam serta dapat mengeluarkan tinta.Kep. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan . Distribusi: Tropical. Lokasi foto: TN Karimunjawa. 33°N 31°S. 31°E .SEPHIA/SOTONG Sephia latimanus (Sepiidae) Broadclub cuttlefish Nama Umum: Sotong Gajah Ciri-ciri: Panjang max: 120 cm. Habitat: Indo-Pasifik Distribusi: Western Central Pacific: Australia dan Indonesia Lokasi foto: TN Karimunjawa.

tentakel panjang. Memiliki paruh yang kuat untuk menghancurkan mangsa. Habitat: Tropical.OCTOPUS/GURITA 325 Octopus cyanea Foto by Fakhrizal Setiawan (Octopodidae) Nama Umum: Gurita Ciri-ciri: Panjang max: 120 cm. 31°E . Tipe pemakan: Bentik krustacea (kepiting) Lokasi foto: Pulau Weh. dapat mimikri sesuai habitat dan substartnya. Aceh .152°W Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Afrika timur .Kep.31°S. Hawaii. 33°N .

saat larva hidup sebagai plankton selama 9-12 hari. . warna sangat bervariasi. Foto by Fakhrizal Setiawan Lokasi foto: TN Komodo. Aceh. Distribusi: Atlantic.0 cm DL. Indo-Pasifik. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Spirobranchus giganteus (Serpulidae) Nama Umum: Cacing tabung Ciri-ciri: Panjang max: 20. Habitat: Biasanya tinggal mengebor di karang massive. apabila tersentuh akan sangat responsive menutup diri. Mediterannean dan Karibia.POLYCHAETA Christmas worms 326 Lokasi foto: Pulau Weh.

Lokasi foto: TN Karimunjawa. Afrika Timur-Jepang. Tipe pemakan: Tidak mengandung alga zooxanthellae simbiotik. Distribusi: Indo-Pasifik barat. Tidak mengandung alga simbion zooxanthellae. Filipina. Laut Merah. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan Beberapa jenis tumbuh terekspos bebas dan banyak juga yang di dalam gua dan daerah terlindung. Habitat: 327 Lokasi foto: TN Karimunjawa. makanan berasal dari mikro-plankton dan bahan organic terlarut. Oleh karena itu. (Nephtheidae) Nama Umum: Karang Lunak Ciri-ciri: Polip dalam kelompokkelompok dari berbagai cabang distal koloni yang lebat. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan . Indonesia.KARANG LUNAK Soft corals Dendronephthya sp. Polynesia.

Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan Dendronephthya sp. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 328 Dendronephthya sp. TN Karimunjawa. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan Dendronephthya sp. TN Karimunjawa.Dendronephthya sp. TN Karimunjawa. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan . TN Karimunjawa.

Australia dan Filipina. Marshall. Sri Lanka. Memiliki beberapa variasi warna. Habitat: Biasa ditemukan di tubir karang baik disiang maupun malam hari. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan Himerometra robustipinna (Himerometridae) Nama Umum: Lily laut Ciri-ciri: Warna merah menyala dengan bagian lebih tengah lebih putih. 329 Distribusi: Timur Samudra Hindia– Kep. batu atau gorgonian.Crinoidea Feather Star Oxycomanthus bennetti (Comasteridae) Nama Umum: Lily laut Ciri-ciri: Ini merupakan jenis crinoids yang paling umum. Kep. Marshall. Lokasi foto: TN Komodo. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Menyukai daerah terumbu karang yang berarus. Distribusi: Perairan Indonesia. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Habitat: Biasa bergantung pada karang.

(Plumaridae) Nama Umum: Jelatang laut Ciri-ciri: Umumnya berwarna putih atau abu-abu namun ini oranye yang cerah. Memiliki cabang yang lebih banyak. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Sertularia sp. Distribusi: Indo-Pasifik 330 Lokasi foto: TN Komodo. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan .Hydrozoa Jelatang Laut Plumularia sp. Habitat: Perairan terumbu karang yang tenang dan kadang tersembunyi di bawah karang. Mengandung sel penyengat. Distribusi: Indo-Pasifik Lokasi foto: TN Komodo. Memiliki sel penyengat apabila tersentuh. (Sertulariidae) Nama Umum: Jelatang Laut Ciri-ciri: Warna umumnya abu-abu dan putih. Habitat: Biasa ditemukan di aderah etrumbu karang yang jernih an terlindung.

331 .

VE (1954). C. Singapore. and R. 1999. G. Interactions Amongst Herbivorous Fishes on a Coral Reef: Influence of Spatial Variation.._methods.hawaii. K Rodgers. JH and DR Bellwood (1985).R.wcc. JA and SP Bannerot (1986).0). E Cox. NOAA Technical Report NMFS 41: 1-15. PL. Carleton. A Field Guide to Marine Invertebrates Occurring on Tropical Pacific Coral Reefs.gov.Daftar Pustaka Allen. Indo Pacific Coral Reef Field Guide. 35-46. YJ Sadovy and ML Domeier (2003). BN Tissot. DK and IR Miller (1998). Seagrass Beds and Mangroves. P Jokiel and S Coles (2000). http://cramp. CoralnReefs 14.html. Manual for the Study and Conservation of Reef Fish Spawning Aggregations. Brock. Quantitative Video Sampling of Coal Reef Benthos: Large Scale Application. RE (1982). USA Colin. Bass. Brock. JH and TJ Done (1995). . Journal of Wildlife Management 18: 297-308. and C. Long-term Monitoring of the Great Barrier Reef. 1995. E. Brown. W Smith. Steene. P. Beverly Hills. A Stationary Visual Census Technique for Quantitatively Assessing Community Structure of Coral Reef Fishes. Society for the Conservation of Reef Fish Aggregations Special Publication No. Coral Reef Press. Arneson.au/pages/research/reefmonitoring/methods. A Preliminary Report on a Method of Estimating Reef Fish Populations. A Critique of the Visual Census Method for Assessing Coral Reef Fish Populations. Standard Operations Procedure Number 1. Bohnsack. Choat. Marine Biology 89: 221-234. Colin.L. Evaluation of Benthic SamplingMethods Considered for the Coral Reef Assessment and Monitoring Program (CRAMP) in Hawai’i. Crown-of-Thorns Starfish and Coral Surveys Using the Manta Tow and Scuba SearchTechniques..A.edu/overview/3. Bulletin of Marine Science 18: 297-276. 1 (Version 1.aims.www. Tropical Pacific Invertebrate. Tropical Reef Research.

Domeier. 63-94 Hodgson. MD. AR and AA Thompson (1994). Townsville Australia: pp 22. Comparison of Florida Reef Fish Assemblages Using a Rapid Visual Technique. held October 30 . Reef Check Instruction Manual. MP and ES Reese (1996). Transforming Coral Reef Conservation: Reef Fish Spawning AggregationsComponent. 249. TJ Donaldson. Estimating the Standing Biomass of Aquatic Macrophytes. S. A Smith.au/pages/research/reef-monitoring/ltm/mon-sop3/fishsop. Townsville. BM Yeeting and S Smith (2002). 2002. 85. Sanur. Townsville Australia: pp. AL (1996a).Bulletin of Marine Science 28: 159-172. Townsville. A Manual for Monitoring Coral Reefs with Indicator Species: Butterflyfishes as Indicators of Change on Indo-Pacific Reefs. http:// www. Halford. R. Eastern Indonesia.org/infocenter/publications. Canadian Journal of Fisheries and Aquatic Science 42: 1860-1869. Australian Institute of Marine Science. Survey Manual for Tropical Marine Resources. RS and MJ Thompson (1978).aims. Spatial. Silver Spring.reefcheck.komodonationalpark. Methods for Ecological Monitoring of Coral Reef. Temporal and Ontogenetic Patterns of Habitat Use by Coral Reef Fishes (Family Labridae). G (2003). Report on a Rapid Ecological Assessment of the Raja Ampat Islands. Townsville. JA and MR Anderson (1985). www. Bali Indonesia: pp. National Oceanic and Atmospheric Administration: pp.Crosby. Long-term Monitoring of the Great Barrier Reef. Y Sadavoy. 378 Green. C Wilkinson and V Baker (1997). . Townsville Australia: pp. Reef Check Foundation. JS Pet.asp Jones. Australia. MA Samoilys. English. Office of Ocean and Coastal ResourceManagement. (2003). WD Heyman. Australian Institute of Marine Science. 45. PL Colin. Working Group Report: pp. M Russell.pdf Hill and Wilkinson (2004).org Downing. Papua. Visual Census Surveys of Reef Fish. Standard Operational Procedure Number 3. Donnelly. Australian Institute of Marine Science. D Neville and PJ Mous. Australia. Marine Ecology Progress Series 133: 1-11.gov.November 22. http:// www. ML. The Nature Conservancy Southeast Asia Center for Marine Protected Areas. Eds.

Russ. Hurricane Damage. www.S. J and D Gulko (2002).pdf Meester. Maragos. A New Species-Time Method for Visual Assessment of Fishes and Its Comparison withEstablished Methods. GR (1996).S. ACIAR Project No.hawaii. Russ. Environmental Biology of Fishes 12: pp.edu/ssri/hcri/files/nwhi_report_1of4. Sampling Design and Monitoring. Rogers.Marine Ecology Progress Series 132: 1-9. GR and AC Alcala (1996). Proceedingsof the International Conference on Scientific Aspects of Coral Reef Assessment. MP.Kimmel. Pp. Visual Censusing and the Extraction of Average Length as a Biological Indicator of Stock Health. 1609: pp. JJ (1985). Lincoln-Smith. 21-25 Oxley. Obura and Grimsditch (2008). Survey Manual for Tropical Marine Resources. Australian Institute of Marine Science: pp. GA. 23-32. Marine Reserves as Reef Fisheries Management Tools: Yet Another Review. Virgin Islands: A Comparison of Surveys with the Chain Transect Method and Videography. Solomon Islands: Termination Report. Switzerland. U. Fish and Wildlife Service and the Hawai’i Department of Land andNatural Resources. WG (1997). U. Naturalista sicil XX111 (Suppl. pp. Great Barrier Reef Marine Park Authority Research Publication No. Monitoring and Restoration. Marine Reserves: Rates and Patterns of Recover and Decline in Abundance of Large Predatory Fish. Central Philippines. 307-326. 1196 Gland. JS Ault and JA Bohnsack (1999). FIS/1994/117.Rue Mauverney 28. Ecological Applications 6: 947-961.Townsville. Honolulu. 421-443. Ressilience Assessment of Coral Reef. and Benthic Cover on Coral Reefs in St John. ICLARMN Contribution No. 69. J Bell. CS and J Miller (1999). Hawai’i. IUCN CCCR Resilience Assessment Protocol. Testing the Use of Marine Protected Areas to Restore and Manage Tropical Multispecies Invertebrate Fisheries at the Arnavon Islands. Russ. GR (2002). Coral Bleaching. In: English et al.)(205222). IUCN – The International Union for the Conservation of Nature – Global Marine Program. . Do Marine Reserves Export Adult Fish Biomass? Evidence from Apo Island. Coral Reef Ecosystems of the Northwestern Hawaiian Islands: Interim ResultsEmphasizing the 2000 Surveys. Bulletin of Marine Science 69: 459-470. P Ramohia and KA Pitt (2001). San Diego. AcademicPress. 72.

J Almany and S Dionne (2003).Panama: 2.net .Queensland. PF and BJ Sharp (1983). A Practical Guide on How Monitoring Can Support Effective Management of MPAs. pp. Coral Reefs 2:37-42. Tomkins.sealifebase. H. 8th Inte4444ernational Coral Reef Symposium. C. DK Bass. PA. Correction for Bias in Visual Transect Censuses of Coral Reef Fishes. Townsville. Australian Institute of Marine Science and the IUCN Marine Program: pp. Vogt. Samoilys. April 14-16. Monitoring Coral Reef Marine Protected Areas. Department of Primary Industries. MA (1997). Manual for Assessing Fish Stocks on Pacific Coral Reefs. Ft Lauderdale. Reef Resources: Survey Techniques and Methods of Study.10.seadb. Video Identification of Benthic Organisms: How AccurateIs It? Proceedings of the International Conference on Science. 1999. Aspects of coral reef assessment and monitoring.. Australia. Smithsonian Tropical Research Institute.org Www. South PacificCommission/Inshore Fishery Research/WP. ARF Montebon and MLR Alcala (1997). Underwater Video Sampling: An Effective Method for Coral Reef Surveys? Proceedings. DA Ryan and H Sweatman (1999). FL. Sale. 1447-1452 Wilkinson.org Www.fishbase.Russ. GR and JH Choat (1988). and rest. A Green. 68 Www.

Filum yang termasuk teripang.DAFTAR ISTILAH Antopogenik Bentik invertebrata Dampak dari kegiatan manusia terhadap lingkungan Mahluk invrtebrata (tanpa tulang punggung) yang hidup di dasar perairan Teman/mitra selam Bangsa hewan yang memiliki kaki di kepala seperti: cumi-cumi. Bintang laut. dll Jenis moluska yang berjalan dengan kaki perut (Contohnya siput) Fase biota saat masih muda dan belom dewasa Filum untuk biota sebangsa udang. kepiting Daerah agak dalam sebelum batas karang Filum untuk biota yang berbadan lunak biasanya dilindungi oleh cangkang keras Biota yang aktif di malam hari Sebutan untuk area terumbu karang yang mengelompok-mengelompok yang dipisahkan dengan dasar pasir atau batu Buddy Cephalophoda Cnidaria Copepoda Detritus Echinodermata Gastropoda Juvenil Krustacea Laguna Moluska Nokturnal Patch reef . gurita dan sotong Filum yang memiliki cirri sel penyengat Subkelas dari filum crustacean yang merupakan sumber protein karena umumnya plankton dan benthos Partikel organic yang tidak hidup berasal dari mahluk hidup yang terurai.

Polychaeta adalah kelas cacing annelida yang umumnya hidup di air. Istilah untuk oragn tubunh yang menonjol dalam kasus ini adalah duri tumpul dari genus Protoreaster Area yang berada di lereng terumbu karang Patahan-patahan karang yang sudah mati Kumpulan ikan dalam jumlah besar Menyendiri (ada sebagian ikan yang lebih menyukai hidup sendiri dan hanya berpasangan saat mau memijah) Struktur rangka spons yang tersusun dari kalsium Hewan yang hidup di dasar perairan Hewan yang berukuran kecil yang hidupnya terbawa arus di kolom perairan Tuberkulum Reef slope Rubble Schooling Soliter Spikul Zoobenthos Zooplankton .

Index Nama Species Ikan karang Abudefduf sordidus Abudefduf vaigiensis Abudefduf bengalensis Abudefduf notatus Abudefduf septemfasciatus Abudefduf sexfasciatus Acanthurus leucosternon Acanthurus lineatus Acanthurus pyroferus Acanthurus triostegus Aeoliscus strigatus Aluterus scriptus Amanses scopas Amblyglyphidodon aureus Amblyglyphidodon batunai Amblyglyphidodon curacao Amblyglyphidodon leucogaster Amblygobius albimaculatus Amphiprion akallopisos Amphiprion clarkii Amphiprion ephippium Amphiprion ocellaris Amphiprion perideraion Amphiprion sandaracinos Anyperodon leucogramicus Apogon aureus Apogon bandanensis Apogon chrysopomus Apogon compressus Apogon fragilis Apogon fucata Apogon hoevenii Apogon komodoensis 189 189 185 186 187 188 35 36 36 37 71 138 136 181 182 184 183 100 178 174 179 175 176 177 228 42 42 43 41 46 44 45 45 Apogon seleii Apogon zosterophera Apolemichthys trimaculatus Arothron mappa Arothron nigropunctatus Arothron stellatus Aulostomus chinensis Balistapus undulatus Balistoides conspicillum Bodianus axillaris (Juv) Bolbometopon muricatum Caesio caerulaureus Caesio teres Caesio xanthonota Calloplesiops altivelis Cantherhines pardalis Canthigaster papua Carangoides bajad Caranx ignobilis Caranx melampygus Carcharhinus obsesus Centropyge eibli Cephalopholis argus Cephalopholis boenak Cephalopholis cyanostigma Cephalopholis miniata Cephalopholis spiloparaea Cetoscarus bicolor (Juvenil fase) Chaetodon adiergsatos Chaetodon citrinellus Chaetodon collare Chaetodon ephippium Chaetodon falcula 43 46 171 258 257 259 52 55 54 125 216 60 60 61 163 137 262 64 65 64 67 172 229 230 231 233 234 218 88 78 74 84 80 .

Fistularia commersonii Forcipiger longirostris Genicanthus Lamarck Gnathodentex aureolineatus 193 196 192 192 124 81 122 252 232 37 38 38 198 198 199 105 261 260 190 191 190 251 117 235 236 237 238 239 58 98 83 171 129 . Chrysiptera springeri Chrysiptera talboti Chrysiptera unimaculata Cirrhilabrus solorensis (Inisial fase) Coradion chrysozonus Coris batuensis Corythoichthys haematopterus Cromileptes altivelis Ctenochaetus binotatus Ctenochaetus cyanocheilus Ctenochaetus striatus Dascyllus aruanus Dascyllus reticulatus Dascyllus trimaculatus Diagramma sp. Diodon hystrix Diodon liturosus Dischistodus melanotus Dischistodus perspicillatus Dischistodus prosopotaenia Dunckerocampus dactyliophorus Epibulus insidiator Epinephelus coeruleopunctatus Epinephelus fasciatus Epinephelus mera Epinephelus ongus Epinephelus quoyanus Escenious sp.Chaetodon guttatissimus Chaetodon kleinii Chaetodon lunula Chaetodon lunulatus Chaetodon melannotus Chaetodon meyeri Chaetodon octofasciatus Chaetodon rafflesi Chaetodon speculum Chaetodon triangulum Chaetodon trifascialis Chaetodon trifasciatus Chaetodon vagabundus Chaetodontoplus mesoleucus Chantigaster valentini Cheilinus chlorurus Cheilinus fasciatus Cheilinus trilobatus Cheilinus undulatus Cheilodipterus artus Cheilodipterus isostigmus Cheilodipterus macrodon Chelmon rostratus Chlorurus microrhinos Chlorurus sordidus Chromis atripectoralis Chromis atripes Chromis dimidiata Chromis ternatensis Chromis viridis Chrysiptera oxycephala Chrysiptera rex Chrysiptera rolandi 78 77 88 76 80 79 73 77 84 75 75 76 79 172 262 116 115 116 113 47 48 49 82 217 219 194 195 193 195 194 191 197 197 Chrysiptera sp.

Parapercis tetracantha Parupeneus barberinus Parupeneus bifasciatus Parupeneus cyclostomus Parupeneus macronemus Parupeneus trifasciatus Pempheris vanicolensis Pentapodus aureofasciatus Pentapodus trivittatus Platax pinnatus 130 147 109 109 108 39 39 208 200 107 202 202 154 154 114 139 35 81 91 90 158 161 160 159 145 146 147 145 146 156 150 150 95 .Gomphosus varius Gymnothorax flavimarginatus Gymnothorax isingteena Gymnothorax javanicus Halichoeres chloropterus Halichoeres hotulanus Halichoeres leucurus Halichoeres marginatus Halichoeres melanochir Halichoeres richmondi (Inisial Fase) Halichoeres vroliki Hemiglyphidodon plagiometopon Hemigymnus fasciatus (juv) Hemitaurichthys polylepis Hemitaurichthys zoster Heniochus acuminatus Heniochus diphreutes Heniochus pleurotaenia Heniochus varius Istigobius rigilius Kyphosus bigibbus Labricanus cyclophthalmus Labrichthys unilineatus Labroides bicolor Labroides dimidiatus Lethrinus erythropterus Lethrinus harak Lutjanus biguttatus Lutjanus decussatus Lutjanus kasmira Lutjanus monostigma Lutjanus sebae Melichthys indicus 115 141 143 141 120 118 119 121 120 121 119 203 125 85 85 86 86 87 87 101 111 214 124 123 123 128 128 132 132 133 133 134 56 Monotaxis grandoculis Mulloidichthys vanicolensis Myripristis hexagona Myripristis murdjan Myripristis violacea Naso lituratus Naso vlamingii Neoglyphidodon melas (Juvenil) Neoglyphidodon nigroris Neoniphon sammara Neopomacentrus anabatoides Neopomacentrus azysron Ostracion cubicus (Juv) Ostracion meleagris Oxycheilinus digrammus Oxymonacanthus longirostris Paracanthurus hepatus Parachaetodon ocellatus Paracirhites forsteri Paracirrhites arcatus Parapercis hexophtalma Parapercis millipunctata Parapercis sp.

Platax teira Plectorhinchus chaetodontoides Plectorhinchus polytaenia Plectorhinchus vittatus Plectroglyphidodon dicki Plectroglyphidodon lacrymatus Plectroglyphidodon leucozonus Plotosus lineatus Pomacanthus imperator Pomacanthus navarchus Pomacanthus semicirculatus Pomacanthus sexfasciatus Pomacentrus alexanderae Pomacentrus amboinensis Pomacentrus auriventris Pomacentrus burroughi Pomacentrus chrysurus Pomacentrus cuneatus Pomacentrus moluccensis Pomacentrus philippinus Premnas biaculeatus Priacanthus hamrur Pseudanthias squamipinnis Pseudocheilinus hexataenia Pseudochromis perspicillatus Pseudochromis splendens Pterapogon kauderni Pterocaesio tile Pterois antennata Pterois muricata Pterois volitans Pygoplites diacanthus Rhinobatus typus 96 105 104 103 204 204 201 165 170 170 168 169 207 206 196 205 205 206 207 208 180 210 227 126 212 213 50 62 222 223 223 167 69 Rhinomuraenia quaesita Sargocentron caudimaculatum Sargocentron rubrum Saurida nebulosa Scarus ghoban (Inisial fase) Scarus niger Scarus quoyi Scolopsis binileata Scolopsis lineata Scolopsis margaritifera Scorpaenopsis macrochir Scorpaenopsis oxycephala Siganus guttatus Siganus magnificus Siganus puellus Siganus virgatus Siganus vulpinus Solenostomus paradoxus Sphaeramia nematoptera Sphyraena flavicauda Stegostoma fasciatum (juv) Stethojulis trilineata Sufflamen chrysopterus Synodus variegatus Taeniura lymma Upeneus tragula Zanclus cornutus 142 108 107 255 218 219 220 151 151 152 225 224 241 245 243 242 244 249 47 247 68 122 56 254 93 148 264 .

Ceratosoma trilobatum Cerianthus filiformis Chicoreus microphyllus Choriaster granulates Chromodoris annae Chromodoris lochi Chromodoris magnifica Cinachyra sp. Ceratosoma trilobatum Cerianthus filiformis Chicoreus microphyllus Choriaster granulates Chromodoris annae Chromodoris lochi Chromodoris magnifica Cinachyra sp. Diadema setosum Dysidea granulose Echinaster callosus Echinaster luzonicus Echinometra mathaei Echinothrix calamaris 302 286 323 307 308 280 306 314 320 291 303 298 322 312 288 297 298 296 304 323 307 321 311 303 289 311 327 278 308 288 287 282 279 Aaptos sp. Clavelina robusta Coriocella nigra Cribrochalina olemda Culcita novaeguineae Cypraea tigris Dendronephthya sp. Clathria sp. Astrogorgia sp. Cirrhipathes sp. Atriolum robustum Bohadschia sp. Atriolum robustum Bohadschia sp. Clavelina robusta Coriocella nigra Cribrochalina olemda Culcita novaeguineae Cypraea tigris Dendronephthya sp. Aplysinella sp. Acanthaster planci Actinodendron plumosum Aplysina sp. Asthenosoma varium Astroclera sp.Index Nama Species Invertebrata Laut Aaptos sp. Astrogorgia sp. Clathria sp. Aplysinella sp. Acanthaster planci Actinodendron plumosum Aplysina sp. Asthenosoma varium Astroclera sp. Callyspongia sp. Diadema setosum Dysidea granulose Echinaster callosus Echinaster luzonicus Echinometra mathaei Echinothrix calamaris 302 286 323 307 308 280 306 314 320 291 303 298 322 312 288 297 298 296 304 323 307 321 311 303 289 311 327 278 308 288 287 282 279 . Cirrhipathes sp. Callyspongia sp.

Toxopneustes pileolus Tridacna maxima Tridacna squamosa Turbo petholatus Xestospongia testudinaria 310 306 330 320 283 293 301 324 324 330 326 292 295 314 299 290 305 281 309 309 313 302 . Polycarpa aurata Protoreaster nodosus Pseudocholchirus violaceus Pteraeolidia ianthina Sephia apama Sephia latimanus Sertularia sp.Pinctada margaritifera Plakortis lita Plumularia sp. Spirobranchus giganteus Stichopus chloronotus Stichopus variegatus Subergorgia mollis Tambja morosa Thelenota ananas Theonella sp.

.

TN. Banyak di Provinsi Aceh. . TN. TN. Bunaken dan Selat lembeh di Sulawesi Utara dan Kep. Foto-foto yang diambil semuanya di Indonesia mulai dari Pulau Weh dan Kep. Komodo di NTT. Karimunjawa di Jawa Tengah. Kayoa di Maluku Utara.Semoga dengan buku ini menambah kecintaan kita akan dunia kelautan khususnya ekosistem terumbu karang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful