Identifikasi Ikan Karang Dan Invertebrata laut

Dilengkapi dengan Metode Monitoringnya

Panduan Lapangan

Oleh: Fakhrizal Setiawan

Panduan Lapangan Identifikasi Ikan Karang Dan Invertebrata Laut
Dilengkapi dengan Metode Monitoringnya

Oleh: Fakhrizal Setiawan

UCAPAN TERIMAKASIH
Ucapan terimakasih sebesar-besarnya kepada ALLAH SWT atas berkat dan izinNyalah buku Panduan Lapangan Identifikasi Ikan Karang Dan Invertebrata Laut dapat diselesaikan. Penulis juga berterimakasih terhadap Fisheries Diving Club (FDC-IPB) karena di FDC lah penulis mengenyam ilmu selam dan belajar identifikasi ikan karang untuk pertama kalinya serta Ilmu Dan Teknologi Kelautan –IPB dimana penulis menyelesaikan jenjang strata satu dan banyak memahami tentang dunia kelautan. Penulis juga sangat berterimakasih terhadap Wildlife Conservation Society (WCSIP) karena foto-foto yang diambil menggunakan kamera dari Marine Program. Buku ini masih sangat jauh dari kesempurnaan karena kualitas dan jumlah stok foto yang sangat minim dan keterbatasan lainnya. Penulis juga berterimakasih kepada Mas Rizya Legawa Ardiwijaya selaku program manager WCS-IP Marine Program yang mensuport serta contributor foto,begitu juga Bang Tasrif Kartawijaya, Rian Prasetia dan Bang Yudi Herdiana, Mba Shinta T. Pardede dan Efin Muttaqien. Ucapan terimakasih juga kepada Mba Shinta T. Pardede yang mau menjadi editor serta ………..yang bersedia menjadi sponsor untuk mencetak buku ini. Ucapan terimakasih juga kepada teman-teman di Lapangan baik di Pulau Weh (ODC, Rubiah tirta Divers,WCS sabang), Karimunjawa (staf TNKJ, MDC, WCS Karimunjawa), Labuan Bajo (Staf PNK dan kru Kapal) dan lainnya yang belum disebutkan untuk menemani hari-hari selama penyelaman. Penulis sengaja menggunakan bahasa Indonesia untuk mempermudah pembelajaran serta mengharapkan kedepannya banyak putra/putri Indonesia yang belajar dan meneliti sumberdaya hayati laut bumi pertiwi yang sangat kaya dan beranekaragam ini. Buku ini sengaja didesin sesederhana mungkin sehingga orang awam sekalipun dapat memahami isi dari buku ini. Keritik, saran dan koreksi sangat diharapkan untuk revisi dan kesempurnaan buku ini. Keritik, saran dan koreksi yang membangun dapat di alamatkan ke: setiawan.rizal@gmail.com atau ubun_ahead@yahoo.com.

Fakhrizal Setiawan Manado, Indonesia

Panduan Lapangan Identifikasi Ikan Karang Dan Invertebrata Laut
Dilengkapi dengan Metode Monitoringnya

TENTANG PENULIS
Penulis menamatkan jenjang S1 nya di Jurusan Ilmu dan Teknologi Kelautan IPB tahun 2006. Penulis memulai karirnya di bidang ikan karang sejak di bangku kuliah dan bergabung Fisheries Diving Club (FDC-IPB). Setelah lulus kuliah, penulis bergabung dengan WCS Marine program hingga sekarang. Selama di WCS lah penulis banyak belajar dunia bawah air khususnya ikan karang. Penulis sekarang berdomisili di Manado dan tetap bekerja di WCS Indonesia Marine program, site Sulawesi Utara.

Editor: Shinta Trilestari Pardede Ilustrator: Fakhrizal Setiawan Foto credit: Fakhrizal Setiawan Rizya L. Ardiwijaya Tasrif Kartawijaya Rian Prasetia Yudi Herdiana Efin Muttaqien Shinta Trilestari Pardede

DAFTAR ISI
Bagaimana menggunakan buku ini …………………………………….…………. Pendahuluan ….……………………………………………………………….…. Monitoring ikan karang ………………………………………………… …………..... Monitoring Invertebrata bentik non karang ……...……………………….…… Acanthuridae 40 Pomacentridae Apogonidae 46 Priacanthidae Aulostomidae 56 Pseudochromidae Balistidae 58 Scaridae Blenidae 62 Scorpaenidae Caesionidae 64 Serranidae Carangidae 68 Siganidae Carchanidae 71 Sphyraenidae Centriscidae 75 Syngnathidae Chaetodontidae 77 Synodonthidae Cirrhitidae 94 Tetraodonthidae Dasyatidae 97 Zanclidae Ephippidae 99 Diademidae Fistularidae 102 Bintang laut Gobidae 104 Teripang Haemulidae 107 Nudibranchia Holocentridae 111 Spons Kyphosidae 115 Clams/kerang Labridae 117 Gorgonian Lethrinidae 132 Crustacea Lutjanidae 136 Ascidian Monacanthidae 139 Anemone Moorynidae 143 Sephia/sotong Mullidae 147 Octopus/gurita Nemipteridae 152 Ostracidae 156 Pempheridae 158 Pinguipedidae 160 Plesiopidae 165 Plotosidae 167 Pomacanthidae 169 iii iv 11 266 176 212 214 218 224 229 243 249 251 254 257 264 277 284 290 294 296 301 305 308 309 311 313 314

BAGAIMANA MENGGUNAKAN BUKU INI
Sewaktu kecil kita sering didengungkan akan lokasi Indonesia yang sangat stratergis yaitu diapit oleh 2 samudra yaitu Hindia dan Pasifik. Hal ini sangatlah masuk akal dikarenakan di Indonesialah terdapat percampuran biota laut dari kedua samudra tersebut. Dalam buku ini anda dapat melihat ikan – ikan dari samudra Hindia dan Pasifik bertemu di Indonesia serta batas jenisnya yang tergantikan oleh saudaranya di Samudra lainnya. Buku ini merupakan panduan prkatis di lapangan bagi yang ingin belajar survey serta identifikasi ikan karang dan invertebrata bentik selain karang. Buku ini didesian sesederhana mungkin dan seinteraktif mungkin sehingga mengurangi kebosanan dalam mempelajarinya. Dibagian awalnya juga diterangkan mengenai metode-metode monitoring ikan karang dari seluruh dunia untuk memudahkan monitoring. Penggolongan ikan kedalam family di buku ini ditandai dengan warna sehingga memudahkan dalam pencariannya. Urutan family ikan juga berdasarkan alphabet meski kadang bentuk yang mirip namun nama familynya berbeda menyebabkan gambar menjadi sulit dibandingkan. Identifikasi dibuku ini menggunakan nama latin, nama inggris/ common name dan nama Indonesia. Selanjutanya ciri-ciri fisik, habitatnya, distribusinya dan terakhir makannnya. Salah satu kesulitannya yitu dalam pengumpulan materi adalah kurangnya informasi nama-nama lokal ikan di Indonesia dan perbedaan nama lokal untuk satu jenis ikan di beberapa lokasi namanya berbeda dan banyak. Umumnya nama lokal diberikan untuk level family dan bukan level species. Pewarnaan dalam tiap halaman yang berbeda untuk setiap family akan membantu menemukan species yang dicari dengan lebih mudah. Identifikasi ikan bersumber dari www.fishbase.org dan Allen, 2003. Identifikasi kelompok Buku ini terbagi kedalam dua kelompok yaitu Identifikasi ikan karang dang identifikasi invertebrata. Identifikasi ikan paling mudah dimulai dari bentuk tubuh dari sini dapat dikatehui identifikasi level Family. Penandaan Anatomi Identifikasi level ini sudah masuk kebagian species, namun sebelum masuk lebih jauh akan sedikit diulas bagaimana cara mengidentifikasi ikan karang secara lebih mudah. Kunci identifikasi ikan karang terdiri dari: Cara berenang Waktu aktifnya Bentuk sirip, baik sirip pectoral (dada), sirip anal(dekat dubur), dorsal (punggung) maupun ventral(Perut) Pola warna Ciri-ciri khusus lainnya, seperti organ tambahan, dll.

1

2

Anantomi ikan dan bagian-bagiannya. Panjang ikan berguna dalam mengkonversi dari panjang menjadi berat dimana nilai TL (total length), FL (fork length) dan SL (standar length) untuk nilai a dan b masing-masing berbeda. Rumus pengkonversi dari panjang menjadi berat adalah W= a x Lb Dimana: W = berat ikan dalam gram a dan b = konstanta laju pertumbuhan L (TL/SL/FL) = Panjang ikan

bentuk serta warna merupakan salah satu kunci identifikasi hingga tingkat species untuk ikan karang. Organ Tambahan pada ikan sebagai salah satu kunci identifikasi .3 Pola.

data kehadiran juga dapat bermanfaat untuk menentukan apakah ikan dapat bergerak jauh dari daerah asal ke tempat yang lebih baik. misalnya banyak mengambil sampel yang sedikit. daripada mencoba untuk meningkatkan ketepatan suatu jumlah yang besar (Bohnsack dan Bannerot 1986). Berlatih dan terus berlatih menemukan ikan baru merupakan salah satu cara untuk terus mengingat dan belajar identifikasi ikan meski itu merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Ikan karang merupakan salah satu komoditi unggulan perikanan serta akuarium laut maka dari itu pengawasan perlu dilakukan agar stok di alam masih dapat terjaga dengan lestari. Diharapkan dengan membaca buku ini. Cara terbaik untuk mengurangi variasi di daerah yang kompleks adalah melakukan perhitungan lebih terperinci. Buku ini akan mengupas mengenai monitoring ikan karang dimana merupakan bidang keahlian khusus dikarenakan ikan umumnya bergerak cepat. Meskipun sulit untuk memperoleh informasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara tepat dari kelimpahan dan struktur ukuran populasi ikan. Sehingga menjaga jantungnya terumbu karang sudah sewajarnya kita sebagai manusia untuk melakukannya. akan menumbuhkan kesadaran akan ekosistem terumbu karang di Indonesia yang belum tentu banyak orang mengetahuinya. Semoga dengan buku ini memudahkan kita semua untuk belajar mengidentifikasi ikan karang dan biota invertebarta unik lainnya. Penulis mengutip banyak dari Hill dan Wilkinson. pola yang mirip dengan keragamannya yang melimpah. Dibagian kedua buku ini dibahas mengenai Invertebrata non karang dan dikupas sedikit mengenai metode dan identifikasinya meski bukan bidang yang dikuasaai oleh penulis.PENDAHULUAN Ikan karang dan biota pengisinya merupakan jantung dan hatinya terumbu karang. Monitoring juga dapat dilakukan dengan menggunakan snorkeling meski scuba memungkinkan survei dilakukan pada kisaran lebih dalam dan banyak dari spesies lebih berlimpah pada perairan yang lebih dalam. Hal yang paling bisa kita lakukan adalah melakukan monitoring ikan karang untuk melihat perubahannya tiap tahun. Pengamat yang kurang berpengalaman sebaiknya menghitung target ikan lebih sedikit dari pengamat yang lebih berpengalaman. 2004 tentang metode monitoring ekosistem terumbu kiarang. Kehidupan di laut tidak akan berwarna-warni tanpa kehadiran biota-biota pengisinya yang beranekaragam serta umumnya memiliki warna-warna yang cerah. 4 .

Monitoring Ikan Karang Monitoring ikan karang di buku ini terfokus pada metode visual sensus dimana observer mencatat langsung ikan yang dia lihat. Namun baik tidaknya suatu metode monitoring secara visual tergantung kepada: Kemampuan penyelam dalam identifikasi ikan Kemampuan penglihatan penyelam ex. Jika Anda tidak memiliki keahlian teknis. atau ukuran area yang sedang dicatat dibandingkan dengan rentang pergerakan ikan Kisaran ecology species ikan yang berbeda yang sedang dicatat Ikan yang berenang cepat akan lebih mudah terlihat oleh seorang penyelam yang berenang perlahan Metode yang baik juga tergantung arah penelitian. Survei keanekaragaman jenis juga dapat membantu memutuskan spesies apa yang dapat dimasukkan ke dalam program monitoring. Plotless methods (sensus visual cepat) dilakukan dengan cara penyelam berenang secara acak dan menghitung ikan untuk memberikan informasi yang lebih lengkap tentang total kekayaan spesies. Kita mungkin menginginkan survei keanekaragaman jenis sebagai bagian dari studi baseline ketika memulai suatu program monitoring. Stationery visual census terfokus pada kelimpahan relatif dan frekuensi kehadiran semua spesies di site (banyak digunakan pada terumbu karang yang mengelompok) 3.Kelimpahan spesies target kunci apakah dari site tersebut? Monitoring keanekaragaman ikan karang membutuhkan tingkat keahlian teknis yang tinggi.Spesies ikan apa saja yang terdapat di site tersebut? . Pertanyaannya yang sering timbul: . visibility air dan kondisi mata Skala spasial dari metode sampling terhadap tingkat gerakan ikan. sebagai contoh yaitu dibutuhkan seorang ahli setiap taksonomi. Metode standar untuk keanekaragaman jenis telah dikembangkan dan digunakan oleh sejumlah organisasi non-pemerintah internasional (NGO) di dunia. Sehingga metode yang paling tepat dapat di gunakan untuk mencapai tingkat efisiensi di air dan data yang memadai. Belt transek memberikan perkiraan keragaman dan mencakup wilayah besar per sensus (banyak digunakan untuk estimasi kelimpahan dan ukuran) 2. Metode ini merupakan metode paling ramah lingkungan karena menimbulkan efek merusak paling kecil dibandingkan metode lain. mungkin perlu untuk mendatangkan seorang ahli. akan seperti apa dan apa yang ingin kita ketahui dari masalah yang sedang kita teliti.(Hill dan Wilkinson. Jenis metode sensus ikan yang ada saat ini: 1. 2004) 5 .

Ikan dengan panjang total lebih dari 50 cm selama in situ survey . tipe habitat dan sifat sugositasnya) .Depth gauge (e. . serta memperkirakan ukuran kelas dan kelimpahan. . -Perekam temperature dan kedalaman(SBE39 misalnya). Personel di Kantor: Analis berpengalaman dalam identifikasi terumbu karang dan tingkat spesies ikan.jam waterproof yang memiliki stopwatch. Kami merekomendasikan bahwa tipe habitat juga dicatat selama survei visual dimana video tidak digunakan.10 mm tambang towing dengan panjang 60 m. yang dapat berguna ketika bekerja di lokasi terpencil. Manta Tow Ikan Instansi yang menggunakan metode ini: NOAA Fisheries Pacific Islands Fisheries Science Center Coral Reef Ecosystem Division (CRED) Deskripsi Metode: Survei dimana penyelam ditarik melibatkan dua penyelam di belakang perahu pada kecepatan konstan (~ 1.klasifikasi habitat Ikan (zona fisiografi.5 knot).Ikan dengan panjang total lebih dari 20 cm selama analisis video digital . .ArcView GIS. Informasi yang diperoleh: . Peralatan di kantor: .1. Dibandingkan dengan survei penyelaman umumnya.g UWATEC). Setiap penyelam yang melakukan manuver terhubung ke perahu dengan tali dan ditarik dan dilengkapi dengan peralatan survei seperti digital kamera video. Survei manta tow ikan dapat digunakan untuk melakukan penilaian cepat dalam area terumbu karang yg luas dalam waktu singkat.Monitor resolusi tinggi.Echosounder di perahu untuk mempertahankan kedalaman towing konstan. Pengelolaan dan pemantauan ditingkat masyarakat dapat menggunakan bagian dari metode visual ini untuk rapid survei atau ikan besar.GPS dalam perahu (misalnya Garmin 76). Kami merekomendasikan bahwa komponen video dalam metode ini hanya akan digunakan untuk penelitian dengan dana cukup untuk membeli dan memelihara peralatan. survei manta-tow lebih efektif dalam memperkirakan kelimpahan dan kepadatan ikan besar yang mobile. yang telah membatasi cakupan luasan.Towboard dengan dipasang alat untuk meletak kan kamera dan lembar data dan pensil -kamera video digital. .Keanekaragaman ikan (untuk ikan lebih besar dan mobile saja peralatan lapangan: .jam waterproof sebagai cadangan dan untuk memonitor waktu menyelam. . .Video player dan kabel s-video. . Personel Lapangan: semakin baik jika ada dua tim sehingga tim permukaan dan tim menyelam dapat berganti personel pada akhir masingmasing survey.Magnetic switch telegraph system untuk komunikasi antara penyelam dan orang dikapal . . 6 .

Selama towsurvey. arus dan kondisi laut mungkin memerlukan perubahan dalam kecepatan kapal.Prosedur Umum di Lapangan: Saat penyelam turun. para penyelam diberi tanda dari tim di permukaan untuk naik dan memulai safety stop 7 Prosedur umum di kantor: 40% dari tape untuk ikan dengan panjang total 20-50 dan melihat 100% dari tape untuk ikan > 50 cm. m Ikan yg samar / cryptic dapat dengan mudah diabaikan. Tape dilihat di 10 x 5 menit segmen dan ikan dicatat dalam sabuk lebar 10 m. Selama survei lingkaran. Setelah penyelam mencapai dasar. mereka mulai berkoordinasi satu sama lain untuk memulai survey menggunakan sinyal tangan dan dengan tim di kapal menggunakan telegraf. penyelam melihat ikan di dalam sabuk 5 m dan 10 m di depan. Keterbatasan: Memerlukan penyelam berpengalaman dan terlatih dalam bahaya yang spesifik dari manuver towboards. yang ' 2km). Saat mulai survey langsung mengaktifkan stopwatch dan kamera. Pada akhir survey ini (50 menit. semua ikan-ikan yang lebih besar dari 50 cm panjang totalnya dicatat dalam pengamatan 360 °. Penyelam dapat bermanuver di papan diatas 1 meter dari karang. Para pengemudi perahu mempertahankan kecepatan ~ 1. yang termasuk 1 menit lingkaran survey dan 4 menit transek. sehingga metode ini hanya cocok untuk penelitian proyek dengan anggaran besar.5 knot. mahal dan memakan waktu untuk menganalisis citra. Klasifikasi Habitat dan rugosity (sifat berkerut)diklasifikasi dari setiap segmen 1 menit. m . Ikan diidentifikasi hingga tingkat spesies. catat waktu di datasheet dan dihitung sejak survei berlangsung (jika kamera digunakan). Survei ini dibagi dalam 5 segmen menit. m peralatan Field ini mahal dan membutuhkan pemeliharaan rutin. GPS langsung mencatat koordinat di permukaan. Mengurangi bias Taksonomi dengan menganalisis gambar dibandingkan metode survey ikan biasanyai. dan dicatat ukuran kategorinya.

34 35 . Bidang pelatihan yang dibutuhkan: .gov.Laughlin @ noaa. survei mana-tow lebih efektif dalam memperkirakan kelimpahan dan kepadatan ikan besar yang mobile Ikan yang jarang atau tidak biasa dijumpai selama survei konvensional lebih cenderung ditemukan selama survei manta-tow karena wilayah yang lebih luas.DeMartini @ noaa. video digital .149 code 6 7 8 9 Panjang kelas (cm) 150 . atau Brian Zgliczynski. Analisis video manta-tow menghasilkan penilaian yang lebih rinci dari ikan besar. Joseph Laughlin.edu / eko / tow_board. Stephani.Software ArcView GIS Informasi lebih lanjuti: Ed Demartini. yang telah membatasi cakupan spasial.nmfs. Brian.99 100 . daerah rubble dan transisi di antara mereka dapat diamati dalam satu tarikan.gov Referensi: www.74 75 .249 250 . Edward.Holzwarth @ noaa.gov. tipe habitat dan sifat rugosity Sebuah penerima GPS pada kapal penarik memungkinkan geo-referensi track survey . m Sebuah rekaman visual dapat diarsipkan(di re-sampel atau di re-analisis). Video ini juga berguna untuk menggambarkan karakteristik bentik yaitu zona fisiografi.Ukuran estimasi ikan dan buku identifikai spesies ikan . misalnya karang patchy. termasuk kemampuan untuk menghitung jumlah individu lebih baik dalam schooling besar selama survei insitu Survey manta tow cocok untuk lokasi terpencil yang jarang dikunjungi Penyelam towed bisa mensurvey area yang tidak cocok bagi penyelam karena arus kuat.Mengoperasikan kapal kecil.Zgliczynski @ noaa. pasir. menghubungkan image di lokasi.html code 1 2 3 4 5 Panjang kelas (cm) 20 .Keuntungan: Sebuah wilayah besar dicover dalam waktu singkat Ikan yg menempati habitat yang berbeda. Dibandingkan dengan survei menyelam biasanya.gelombang.49 50 .gov.hawaii.Penyelam terlatih dalam menggunakan towboards .crei. Joseph. Stephani Holzwarth. atau kondisi yang buruk Penggunaan alternating permukaan dan tim menyelam meningkatkan survei per hari. GPS.299 > 300 8 .199 200 .

Informasi yang diperoleh: Informasi tentang kelimpahan dari semua spesies ikan dan disajikan sebagai indeks kelimpahan log10 Jenis kehadiran / ketidakhadiran (presence/absence) dan frekuensi kejadian) Kelimpahan relatif per site dapat diperoleh dengan mengalikan nilai indeks berdasarkan frekuensi kelimpahan. Personil lapangan: 1 pengemudi perahu dan pengamat di permukaan Minimum 2 pengamat (penyelam). Banyak (11-100). Atlantic and Gulf Rapid Reef Assessment (AGRRA).00 . Pelatihan yang dibutuhkan: Berenang acak diperlukan untuk memastikan pengamat terbiasa dengan segala jenis ikan di daerah tersebut Pengamat yang menjadi bagian dari program REEF harus melakukan tes yang mengkategorikan mereka ke tingkat level keterampilan yang sesuai Pengamat harus memiliki pengetahuan yang terperinci dari kebiasaan dan habitat ikan yang berbeda. Mesoamerican Barrier Reef System Synoptic Monitoring Program (MBRS SMP). Caribbean Coastal Marine Productivity Program (CARICOMP). Sedikit (2-10). Setidaknya 1 penyelam harus mampu mengidentifikasi spesies semua ikan di daerah tersebut.14.2.00 Satu survei yang dilakukan per site Berenang di sekitar lokasi (kira-kira 200 m dari awal) selama 30 menit dan mencatat semua jenis ikan yang diamati Perkiraan kepadatan setiap spesies dengan menggunakan logarithmic kategori: Single (1 ikan). 9 Prosedur Umum: Biasanya dilakukan antara jam 10. Fish Roving Diver Technique Instansi yang menggunakan metode ini: Reef Education and Environmental Foundation (REEF). . atau melimpah (> 100 ikan).

Oleh karena itu. 10 . AGRRA: www.coral.reef.bz. Relawan berkonsentrasi pada tempat menyelam populer dan tidak secara acak terdistribusi di antara habitat. cryptic species/samar dan ikan pelagis yang memerlukan pencarian yang intensif di terumbu karang Panjang estimasi dapat dibantu dengan menggunakan (two laser beams) dua sinar laser (bila ada dalam anggaran Anda). (1994). 2003).jm / caricomp_main. Keterbatasan: Dibatasi oleh usaha dan kemampuan identifikasi penyelam Menyelam disetiap titik sampling dan dapat mencakup berbagai kedalaman dan habitat tergantung pada topgrafi area.org.ccdc.mbrs. 4 laser pointer diposisikan 10 cm terpisah dan proyek titik keluar laser merah( Colin et al. meskipun tes penyelam oleh REEF dan mengkategorikan mereka kedalam level kemampuan sehingga data diurutkan berdasarkan tingkat keterampilan Estimasi Kelimpahan merupakan sebuah indeks yang membutuhkan sejumlah besar sampel untuk studi perbandingan dan tidak dapat dikonversi ke dalam perkiraan kelimpahan mutlak.aoml. MBRS SMP: www.Keuntungan: cepat Peralatan yang dibutuhkan sangat minim Memungkinkan cakupan spasial area yang luas Data frekuensi kumulatif secara statistik berguna Plotless metode yang baik untuk list spesies Terutama berguna untuk ikan besar yang waspada terhadap penyelam.org. Referensi: REEF: www. Kimmel (1985).gov/agra/ CARICOMP: www. tidak ada kontrol sebagai berikut: Meliputi wilayah Spasial per sampel (susah untuk membandingkan kelimpahan diantara survei) Jumlah mikro-habitat tertutup per sampel Site seleksi Waktu sampling Pelatihan dan keterampilan penyelam sangat bervariasi antara pemula dan ahli. (2003).org/. Almada-Villela et al.noaa. Rogers et al.html Juga lihat Jones dan Thompson (1978).

. . 11 Contoh 1: AIMS LTMP metode (Monitoring penelitian) Deskripsi Metode: Tujuannya adalah untuk segera memperkirakan kelimpahan ikan di daerah tertentu (transek sabuk). fish recruitment method.Visibility bawah air Peralatan yang diperlukan: . Global Coral Reef Monitoring Network. Kehati-hatian juga harus dilakukan untuk menghabiskan waktu yang sama setiap mengamati bagian dari transek tersebut. Informasi yang diperoleh: Kelimpahan populasi ikan target Parameter Fisik: . Fish Belt Transect Instansi yang menggunakan metode ini: Australian Institute of Marine Science Long-term Monitoring Program of the Great Barrier Reef. sangat sulit untuk mendapatkan sebuah metode sampling yang seragam di sepanjang transek. Large fish belt transect method. Reef Check program’s MAQTRAC method. Ukuran estimasi dapat ditambahkan ke metode ini jika diinginkan. Personel di kantor: entri data. interpretasi dan pelaporan.Roll meter ukurun (5 x 50 m) .3. English et al.Tutupan awan diukur dengan menggunakan skala Beaufort . Reef Check. Saat ikan bergerak.1 timer / pengemudi perahu. Personil lapangan untuk semua survei sabuk/belt transect: . Pengamat harus berenang dengan kecepatan konstan dan berhati-hati untuk tidak menghitung ikan yang sama atau kelompok ikan dua kali karena mereka dapat pindah di sepanjang transek tersebut.kekuatan angin . IUCN CCCR Resilience Fish Survey Method WCS Indonesian Marine Program Deskripsi Metode: Metode ini bertujuan untuk menghitung (mengukur) kelimpahan dan komposisi komunitas ikan di transek.Status lautnya . analisis.1 pengamat dan 1 pemasang roll meter. English et al.

30 dan 17. Pelatihan yang dibutuhkan: -Identifikasi ikan dan estimasi kelimpahan serta pengetahuan yang terperinci dari kebiasaan dan habitat ikan yang berbeda. pelatihan ukuran estimasi jika diperlukan. Transek mustahil untuk digunakan pada beberapa terumbu karang karena bentuk dan kondisi habitat yang kompleks. Transek ini ditetapkan antara 6 dan 9 m di lereng terumbu Visibilitas horizontal air dicatat dalam data entry Pengamat berenang di atas roll meter dan menggunakan stakes permanen yang diposisikan setiap 10m untuk memandu arah mereka. regulasi pemerintah atau campur tangan sengaja dari penyelam lainnya. angin dan status laut dicatat (lihat informasi yang diperoleh di atas).Meteran untuk mengkalibrasi perkiraan lebar sabuk. Transek tidak cocok untuk sampling kecil.00 dan 16. ada juga yang menolaknya. Berenang ditransek dua kali. ikan yang lebih besar pada sabuk 5 m. frekuensi kejadian dan biomassa pada saat yang sama. Prosedur Umum: Survei ini dilakukan antara jam 09. misalnya beberapa mikrohabitat karang dan kawasan yang rusak atau karang dengan tipe habitat yang berbeda dan heterogenitas habitat (patchiness). 12 . karakteristik karang Karibia. Bohnsack dan Bohnsack (1986) merancang 'metode visual diam/Fish Stationery Plot Survey' untuk memecahkan masalah dalam metode transek sabuk. Beberapa ikan tertarik terhadap penyelam. diikuti oleh lebih kecil / spesies lebih cryptic /samar Hanya ikan dalam kelas umur + 1 tahun dihitung karena variabilitas temporal dalam kelas umur +0 m Keuntungan: Meletakkan roll meter ikan di belakang untuk mengurangi gangguan ikan.00 di musim panas Pertama awan. tim kembali berenang sepanjang transek menghitung ikan yg seddikit bergerak (misalnya famili Pomacentridae) dalam luasan sapuan sabuk 1 Pengamat harus melihat ke depan untuk stekes permanent berikutnya dan menghitung ikan dengan menghabiskan jumlah waktu yang sama pada setiap bagian transek untuk setiap kelompok ikan target. Survei dilakukan sepanjang 5 transek permanen x 50 m digunakan untuk LTMP AIMS. daerah terlarang.30 di musim dingin dan antara 08. Keterbatasan: Pengamat tidak dapat mengumpulkan data yang memadai pada komposisi jenis. terlebih dulu mencatat ikan yg lebih mobile. Ikan mobile harus dihitung terlebih dulu.. Hal ini dapat membiaskan hasil. kelimpahan.

1024 1025 . Log 4 Kelimpahan Kategori Jumlah ikan 13 Log4 Kategori Kelimpahan 1 2 3 4 5 6 7 8 Jumlah Ikan 1 2-4 5 .16384 Peralatan yang diperlukan: Roll meter ukuran (5 x 50 m). kategori kelimpahan harus digunakan. Prosedur Umum: Menyelam dengan hati-hati Dilakukan selama siang hari.Contoh 2: Global Coral Reef Monitoring Network. tetapi untuk pengamat yg kurang berpengalaman atau untuk kepastian jumlah ikan yang melimpah.256 257 .16 17 . Sensus visual ikan pada transek sabuk menyediakan estimasi jumlah kelimpahan dan ukuran individu ikan untuk menentukan stok dan struktur ukuran populasi spesies spesifik. Ini mengurangi waktu yang diperlukan untuk menulis nama-nama spesies pada lembar data.64 65 .4096 4097 . sehingga meningkatkan kemampuan pengamat untuk mencatat ikan terus-menerus. pengelolaan dan monitoring. Inggris et al. Informasi yang diperoleh: Meyelam dengan hati-hati dilakukan untuk mendeteksi perbedaan kumpulan ikan karang di lokasi yang berbeda menggunakan kategori kelimpahan. Pengamat berpengalaman dapat mengestimasi jumlah yang sebenarnya. Kategori Kelimpahan yang digunakan untuk menghitung ikan. method (Management and research monitoring) Deskripsi Metode: Tujuannya adalah mengestimasi kelimpahan dan ukuran ikan secara bersamaan di daerah tertentu. . Ini memberikan data dasar untuk zonasi. Model Ikan untuk berlatih estimasi panjang ikan ( Inggris et al 1997). Meteran untuk mengkalibrasi perkiraan lebar sabuk. List spesies yang dominan untuk disertai dalam pencatatan transek sabuk.

dengan mengorbankan estimasi yang hilang dari kelimpahan ikan lainnya. Scaridae. Haemulidae Balistidae .Perkiraan kuantitatif kelimpahan ikan sepanjang garis 50 m yang sama diguna kan untuk intercept transek garis / LIT .Spesies yang dimasukkan harus dipilih dengan menggunakan kriteria sebagai berikut: . grazers ganggang. Belt transek Dilakukan selama siang hari di sepanjang 3 transek sama dengan LIT tetapi transek sensus ikan harus 50 m panjangnya dan di 2 kedalaman (3-5 m dan 8-10 m) Tunggu selama 5 sampai 15 menit setelah meletakkan roll meter sebelum menghitung untuk memungkinkan ikan untuk melanjutkan perilaku normalnya Berenang perlahan-lahan di sepanjang transek. . misalnya Chaetodontidae. Siganidae. kami merekomendasikan tugas dipisahkan. Caesionidae.Nampak secara visual dan dominan. Lethrinidae. . misalnya Pomacentridae. Kelompok dari spesies yang sesuai untuk penilaian terumbu karang harus digunakan untuk: . Hal ini dapat dilakukan dalam 2 atau lebih sapuan. mobilitas kelompok ikan yang lebih besar dilakukan pada sapuan pertama dan ikan teritorial yang lebih kecil dilakukan pada sapuan kedua atau tugas tersebut dapat dibagi diantara penyelam. Keuntungan: Visual sensus ikan adalah salah satu metode sampling yang paling umum digunakan kuantitatif dan kualitatif Cepat. tanpa perilaku samar/cryptic. mencatat ikan yang dijumpai dalam transek sabuk lebar 5 m dan 5 m di atas terowongan transek tersebut Hitung jumlah spesies target yang sebenarnya terlihat dalam transek dan estimasi ukuran (dalam cm) dari masing-masing ikan tersebut Jangan kompromi untuk mendapatkan gambaran yang baik dari masyarakat dengan berusaha menghitung semua individu dari taksa tertentu. Acanthuridae. Lutjanidae. Acanthuridae. Labridae. dan feeders karang).berasosiasi dengan terumbu karang. non-destruktif dan murah Minim personel dan peralatan khusus yang diperlukan Informasi yang diperoleh berguna bagi manajemen dan stok assessment 14 .Perkiraan kuantitatif struktur kelimpahan dan ukuran spesies yang menjadi 'target' nelayan. Satu penyelam melakukan sensus dalam area transek sedangkan penyelam satunya lagi menyelam di belakang pengamat dan membuat observasi umum lingkungan karang dan kumpulan ikan Di daerah dimana keanekaragaman dan kelimpahan ikan yang tinggi. misalnya Serranidae.Mudah diidentifikasi di bawah air. Mullidae dan spesies lain yang 'visualnya jelas'.Estimasi Semi-kuantitatif kelimpahan relatif dari spesies lain yang termasuk kategori mayor trofik (planktivores. Siganidae.

atau menjauh dari penyelam Kesalahan Observer dan bias terjadi dalam memperkirakan jumlah dan ukuran. Penggunaan kategori kelimpahan mengurangi kekuatan untuk mendeteksi perubahan kecil dari ukuran ikan. Pelatihan yang dibutuhkan: -Identifikasi ikan. CP: Sue Inggris. Lihat Inggris et al.Keterbatasan: Pengamat harus sangat terlatih Ada 2 kemungkinan ikan mungkin tertarik terhadap penyelam. Ada kekuatan statistik yang rendah untuk mendeteksi perubahan spesies langka. s.au Referensi: Inggris et al.english @ aims. (1997) 15 . (1997) untuk rincian tentang pelatihan untuk memperkirakan panjang ikan. penghitungan dan estimasi panjang.gov. Ini harus diulang setiap 6 bulan.

Pelatihan yang dibutuhkan: .Satu survei penuh.org Reference: www. Peningkatan replikasi menyebabkan kenaikan biaya.dapat digunakan oleh pekerja non-profesional. Prosedur Umum: Bentangkan rollmeter transek 100 m di masing-masing 2 kedalaman.Replikasi lebih banyak dan survei lebih sering diperlukan untuk memperoleh indikasi yang lebih baik terhadap kelimpahan local ikan serta perubahannya. Satu transek lengkap terdiri dari 4 segmen replikasi 20 m untuk panjang total survei 80 m. Metode Reef Check (Community Monitoring) Deskripsi Metode: Metode ini dirancang untuk digunakan oleh penyelam relawan atau snorkellers. Survei ditingkatkan dalam ruang dan waktu yang diperlukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih tepat tentang kelimpahan dan perubahan dari waktu ke waktu pada skala site. Peralatan yang diperlukan: . Pengamat berenang perlahan di sepanjang garis transek dan berhenti setiap 5 m untuk menghitung spesies target. Pelatihan dapat dilakukan dalam satu hari. Keuntungan: . sehingga biaya lebih murah .Pipa PVC untuk memperkirakan lebar sabuk (opsional).org 16 . 2-6 m dan 612 m Tunggu selama 15 menit Transek panjang 20 m dengan lebar 5 m dan 5 m tinggi.reefcheck. CP: rcheck@ucla.Identifikasi spesies target (untuk tingkat family dan spesies bagi spesies yang paling umum). Pengamat kemudian menunggu selama 1-3 menit sebelum melanjutkan ke titik perhentian berikutnya.Contoh 3. cukup untuk mendapatkan gambaran tentang kelimpahan ikan target bila dibandingkan pada skala regional atau global.Roll meter (100 m) . Data yang diperoleh: Kelimpahan ikan target utama. Keterbatasan: . Proses ini diulang 3 kali sampai 20 meter transek telah selesai disurvei.

Untuk mencatat kelimpahan. Apabila time swim adalah satu-satunya cara mendapatkan data kelimpahan. perkiraan kelimpahan harus dibuat dengan membuat kuadrat imajiner ke schooling dengan membagi sepertiga atau seperempat dari ukuran schooling dan memperkirakan kelimpahan ikan di dalam sepertiga atau seperempat bagian tersebut. jika individu-individu dari kelas ukuran dalam kelompok ikan antara 1-50 individu. Time swim harus dilakukan sebagai teknik survei utama ketika spesies ikan tidak cukup melimpah di survei transek sabuk atau di habitat yang tidak memungkinkan untuk transek sabuk. Program Reef Check metode MAQTRAC (Research Monitoring) Deskripsi Metode: Metode ini dirancang untuk menentukan dampak perdagangan akuarium terhadap populasi ikan. Data yang diperoleh: Tingkat kelimpahan jenis dan ukuran informasi.Contoh 4. -Lihat Reef Check metode transek sabuk di samping. Hal ini biasanya berarti bahwa minimal 5 dan terbanyak 15 transek akan dibutuhkan untuk mencapai ukuran sampel yang cukup untuk sebagian besar spesies. tetapi panjang transek diukur dengan waktu berenang bukan roll meter transek 17 . Masukan perkiraan panjang kedalam selang kelas . Survei ini sepanjang jalan 5 m sabuk yang sama. ukuran area sampling dan heterogenitas spasial area sampling. Ketika ada schooling besar ikan. Prosedur Umum: Jumlah transek yang diperlukan tergantung pada kepadatan ikan di daerah tersebut. Kedalaman survey bervariasi tergantung di mana ikan target yang dicatat . sangat penting untuk memperkirakan jarak dan mencatat waktu secara akurat. hitung setiap ikan dalam ukuran kelas. Tujuannya adalah untuk mendapatkan ukuran sampel yang cukup spesies ikan indikator yang dapat dibandingkan secara statistik dan membedakan antara pengumpulan ikan dan site kontrol. Peralatan yang diperlukan: Roll meter (100 m). Time Swim Time swim dapat dilakukan di luar transek 100m (yang juga digunakan untuk Reef Check PIT dan transek sabuk MAQTRAC invertebrata) daripada meletakkan roll meter ulang .

Memakan banyak waktu dan mahal jika banyak ulangan diperlukan. Keterbatasan: Sulit untuk menentukan apakah dampak yang cukup signifikan secara statistik juga signifikan secara ekologis. waktu harus dihentikan dan kemudian dijalankan lagi ketika berenang dilanjutkan kembali. CP: rcheck@ucla.Catatan awal dan waktu berhenti (ini sangat penting) Pertahankan kecepatan berenang secara konstan Ketika berhenti digunakan untuk menghitung sebuah schooling besar atau untuk melihat ke dalam celah-celah karang. Pelatihan yang dibutuhkan: Penyelam yang sudah terlatih untuk tingkat identifikasi spesies dan estimasi ukuran ikan. Oleh karena itu dapat digunakan untuk mendeteksi dampak perdagangan akuarium pada populasi ikan Metode ini dirancang sebagai versi yang lebih rinci dari reef chek monitoring dilakukan masyarakat. 18 . Perhitungan semua individu dari spesies ikan target dan ukuran dengan cara yang sama seperti pada survei transek.reefcheck. m Harus memiliki pengetahuan yang terperinci dari habitat ikan untuk melakukan pencarian tepat. oleh karena itu data dapat dibandingkan dengan data masyarakat. Ini merupakan langkah penting karena pengukuran densitas/kepadatan dapat diperoleh dari waktu sampel dan kecepatan berenang. Keuntungan: Metode yang secara statistik cukup kuat jika ada ulangan yang cukup.org Metode ikan lainnya dengan mudah dapat diubah untuk ikan akuarium. namun banyak spesies sangat kecil dimana kebutuhan untuk menentukan metode ukuran sampel optimum.org Referensi: www. Lihat Russ dan Choat (1988) untuk rincian tentang rancangan percobaan dan analisis data perikanan.

Untuk memastikan ini tidak terlewat. Untuk jenis ikan besar yang bergera. lebar transek diperkecil menjadi 5 m di kedua sisii. 19 Yang termasuk kedalam metode ini antara lain: Teknik Long-swim untuk ikan besar dan ikan karang yang mobile Berenang selama 20 menit dengan kecepatan standar pada kedalaman 5 m konstan di sepanjang terumbu karang (reef crest). kecepatan berenang yang konsatan diperlukan untuk sensus visual. Peralatan yang diperlukan: Tidak ada peralatan khusus. Akan sangat membantu untuk memperkirakan jarak pengamat mengcover area pada saat survei sehingga perkiraan densitas dapat dihitung dan dibandingkan dari waktu ke waktu dan antara site.Contoh 5. Informasi yang didapat: Kelimpahan ikan target ukuran besar Kelimpahan functional group ikan ukuran besar Peralatan yang dibutuhkan: alat Scuba . atau bersembunyi di gua-gua atau di bawah karang. Kerapu cenderung memiliki perilaku cryptic/samar dan tinggal dekat dengan bagian dasar. Catat jumlah dan ukuran dari semua individu spesies target besar yang diamati dalam area 10 m di kedua sisi pengamat. Salah satu contoh Metode ini adalah: Long Swim Method (IUCN CCCR Resilience Fish Survey Method) Deskripsi Metode: Metode ini digunakan untuk ikan-ikan ukuran besar (> 35 cm TL) dimana untuk mengetahui functional grup ikan. misalnya ikan kerapu dan napoleon. Metode transek sabuk ikan besar Deskripsi Metode: Observer memperkirakan kelimpahan ikan besar sepanjang transek sabuk. Prosedur Umum: Kedua survei ini termasuk time swim. dimensi transek yang tepat adalah 400 x 20 m. Data yang diperoleh: Kelimpahan spesies target perkiraan. Untuk ikan yang lebih kecil.

iucn.org Gabriel Grimsditch. sapuan berenang yang didapat menjadi pendek Dalam kondisi tertentu (Kontur karang) menyebabkan disorientasi arah Pelatihan yang dibutuhkan: Identifikasi ikan besar beserta estimasi panjangnya Referensi: IUCN – The International Union for the Conservation of Nature – Global Marine Program. Cek substrat secara seksama. marine@iucn.org 20 Survey kerapu Berenang dengan kecepatan 6 meter per menit selama 30 menit. hitung dan estimasi ukuran semua individu dalam sabuk 5 m. Keterbatasan: Pengamat dapat dilatih untuk berenang dengan kecepatan konstan tetapi sulit dalam keadaan berarus . David Obura.org CORDIO East Africa (Coastal Oceans Research and Development – Indian Ocean Web: www.org/marine.cordioea.org . dobura@cordioea. Web: www. Seorang pengamat kedua harus mengikuti di belakang dan mencatat jumlah dan ukuran ikan kerapu yang lebih besar yang bergerak dalam jarak 10 m kedua sisi. ggrimsditch@iucnus.Alat tulis bawah air Jam anti air Prosedur umum: Menyelam hingga kedalaman 10 m Berenang sejajar kedalaman selama 20 menit atau sekitar 400 m Catat ikan dengan lebar 20 m (10 meter tiap sisi dikiri dan kanan) Catat ikan ukuran besar (>35 cm) Jika menemukan ikan schooling kategorikan kedalam ukuran kelas Keuntungan: Cepat dan mudah karena list ikan sudah dibuat dari darat Keterbatasan: Jika arus kuat. .

Rachael. kecepatan berenang yang lambat dengan intensitas pencarianyang meningkat dalam sabuk 5 m menghasilkan jumlah yang lebih tinggi daripada metode lain untuk ikan kerapu yang criptic/lebih samar.Keuntungan: Long-swim memungkinkan tutupan daerah yang lebih luas dalam waktu terbatas dibandingkan dengan transek kecil.choat @ jcu.au atau Howard Choat. . 1 meter ukuran untuk panjang referensi.edu. Long-swim metode memerlukan peralatan yang sederhana dan menyediakan data yang berguna berguna di samping metode survei visual yang lebih baik. 21 CP: Rachael Pir. Gangguan ikan oleh penyelam diminimalkan karena tidak ada rollmeter yang digunakan sebelum menghitung. Ini memberikan informasi mengenai komposisi rekrut baru. (2003). Transek yang lebih lebar untuk spesies mencolok berguna untuk menghitung ikan yang lebih besar yang tidak memungkinkan didekati menggunakan rollmeter.edu. Fish recruitment method (management and research monitoring) Deskripsi Metode: berenang sepanjang transek sabuk yang sempit dan menghitung rekrut ikan yang baru datang menetap. Ini digunakan untuk memprediksi masa depan kelimpahan populasi ikan dewasa serta memberikan gambaran temporal perubahan dalam rekrutmen. Pelatihan yang dibutuhkan: Identifikasi ikan kerapu. howard. Wilkinson et al. Contoh 6.pears @ jcu. dan distribusi serta kelimpahan stok ikan karang (spesies dengan juvenile yang mencolok). Hill and Wilkinson (2004).au Referensi: Samoilys (1997). Personil Lapangan: 1 pengemudi perahu / pengamat permukaan. Teknik ini lebih cocok untuk ikan yang sensitif terhadap penyelam . Peralatan yang diperlukan: 50 m panjang roll meter. Berenang dengan kecepatan konstan.

Tunggu 5-15 menit sebelum memulai penghitungan untuk memungkinkan ikan untuk perilaku normal kembali Berenang perlahan-lahan di sepanjang transek dan catat ikan dengan lebar 1 m kedua sisi dari garis transek Menghitung rekrutmen dengan pencarian habitat yang seksama sepanjang transek tersebut. Keuntungan: Cepat dan non-destruktif Sederhana dan murah Minim jumlah personel dan peralatan. Prosedur Umum: 3 x 50 m panjang transek harus diletakkan secara acak pada kedalaman antara 6-9 m di daerah lereng karang Transek tidak boleh tumpang tindih dan harus dipisahkan dengan jarak 10-20 m. namun transek ikan harus diselesaikan terlebih dahulu. s. m Setidaknya 1 dari penyelam harus mampu mengidentifikasi ikan di daerah rekrut dan terbiasa dengan batas ukuran yang membedakan rekrut ikan dari ukuran kelas lain.2 pengamat (penyelam).au Referensi: Inggris et al. Personel di kantor: Entri data. dianjurkan bahwa hal itu dilakukan sepanjang 50 m. interpretasi dan pelaporan. 22 . (1997).gov. analisis.english @ aims. CP: Sue Inggris. Visual sensus rekrut ikan terbatas pada spesies juvenile yang menetap Tidak berguna untuk spesies pelagis. Letakkan transek dalam garis lurus Jika LIT digunakan di site-site rekrutmen. Catat schooling species ikan di depan penyelam Transek tidak harus dipecah menjadi unit yang lebih kecil karena banyak spesies langka yang jarang Pelatihan yang dibutuhkan: Pelatihan dan pengalaman yang terperinci Keterbatasan: Membutuhkan pengamat yang terlatih dan berpengalaman.

interpretasi dan pelaporan. IUCN CCCR Resilience Fish Survey Method Deskripsi Metode: Ikan berada dalam sebuah tabung imajiner yang dihitung oleh penyelam yang mengamati dari luar daerah. Fish Stationery Plot Survey / Survey Ikan secara Diam Instansi yang menggunakan metode ini: Atlantic and Gulf Reef Rapid Assessment (AGRRA). analisis. Peralatan yang diperlukan: Tidak ada peralatan khusus. Prosedur Umum: Satu pengamat menghitung jumlah ikan secara visual dalam sebuah tabung imajiner dengan radius/jari-jari 7. Metode ini dirancang untuk memperkirakan struktur komunitas ikan dan digunakan untuk melakukan penilaian stok ikan di Amerika Serikat bersama dengan data perikanan tradisional. Florida Keys National Marine Sanctuary Coral Reef Monitoring Program (FKNMS CRMP). yang lain adalah buddy 1 pengemudi perahu / pengamat permukaan. 23 Personil Lapangan: 2 pengamat (1 harus sudah terlatih dengan metode .4.5 m selama 5 menit Estimasi dan catat panjang untuk setiap ikan yang dihitung Keuntungan: Kunci kelebihan dibandingkan dengan metode transek meliputi: Sangat mudah digunakan dan dapat mencatat ukuran sampel yang besar Minim peralatan yang dibutuhkan Minimum '' kesalahan’ atau eror Tidak ada waktu yang terbuang dalam memasang rollmeter Efesiensi waktu dibawah air (karena konsumsi udara minimum) Menyediakan penggabungan spasial jika terdapat beberapa tipe habitat yang di cover . Informasi yang diperoleh: Keanekaragaman jenis dan ukuran struktur komunitas. Personel di Kantor: entri data.

dan di bawah visibilitas rendah meskipun faktor-faktor koreksi dapat diterapkan untuk mengoreksi visibilitas rendah. kelimpahan. frekuensi kejadian dan panjang individu untuk semua jenis ikan yang terdeteksi secara visual. secara empiris diperoleh faktor koreksi habitat khusus yang perlu ditentukan dan diterapkan.presisi yang dicapai sangat tergantung pada keterampilan penyelam untuk memperkirakan jari-jari 7. arus kuat. Metode pengumpulan data ini telah diuji secara luas dan tidak berubah selama 25 tahun terakhir.Masalah tingkah laku dan ketertarikan ikan terhadap penyelam dapat diminimalkan dibandingkan dengan dengan berenang karena cenderung untuk membiasakan penyelam diam dan bertindak lebih normal. 24 . metode ini memberikan data yang konsisten dan dapat diandalkan dalam berbagai kondisi visibilitas yang biasanya ditemukan pada terumbu karang. Ini bukan masalah bagi kebanyakan studi yang hanya perlu untuk menunjukkan perubahan relatifatau perbedaan. Keterbatasan: Metode ini tidak cocok untuk celah karang dimana ikan tinggal. Bias melalui metode matrac dapat tereliminasi Ukuran data maksimum lebih sensitif untuk perikanan dan efek mortalitas ikan dewasa sedangkan ukuran minimum lebih sensitif terhadap efek rekrutmen Data dikumpulkan secara bersamaan dengan komposisi jenis. Jika kelimpahan mutlak diperlukan. Indeks kelimpahan (kerapatan per sampel) dapat diperoleh dari data dan cocok untuk perbandingan yang relatif. namun ketepatan dari metode ini adalah kemampuan pengamat untuk memperkirakan diameter tabung. ikan yang tersembunyi dan sangat rahasia ikan dan tidak efisien untuk studi tentang beberapa spesies atau genus Tidak bekerja dengan baik dalam kondisi gelombang tinggi. Teknik ini sangat berguna untuk terumbu karang yang patch/mengelompok dan terumbu buatan.5 m. Namun. Data-data ini pada semua komunitas parameter utama dapat dikumpulkan dengan praktis melalui metode ini.

gov/research_monitoring/ Publikasi dikutip di atas dapat dilihat dan download di: www.noaa. penghitungan.edu atau Phil Kramer.Perbaikan metode sensus visual diam/Plot Statinery Perbaikan signifikan dalam perkiraan dari koefisien variasi (perkiraan presisi) telah dicapai dengan menggunakan dua tahap stratifikasi acak untuk memilih 200 x 200 m sampling site.fknms. rginsburg@rsmas. maksimum. agrra@rsmas.nos.miami. Ault et al. Pelatihan yang dibutuhkan: Identifikasi Ikan.coral.noaa. dan minimum ukuran seperti yang dijelaskan oleh Meester et al.miami. Keutamaan dari presisi perbaikan dicapai dengan tidak lebih dari sampling site individu tetapi upaya mendistribusikan sampel atas site lebih. Juga lihat Kimmel (1985). (1999).aoml. (2001). Distribusi ukuran populasi dapat dihasilkan dengan menggunakan mean. Statistik perbaikan ini dijelaskan secara rinci di Ault et al. Auto korelasi pasangan buddy (yang sering melihat ikan yang sama) bisa dikurangi dan perbedaan individu dapat dikurangi dengan mengkombinasikan data dari buddy selam. Replikasi disediakan oleh buddy penyelam yang memiliki metode sampling yang sama.sefsc. Bohnsack dan Bannerot (1986). CP: Robert Ginsburg.jsp.edu Referensi: AGRRA www.noaa. estimasi ukuran dan estimasi panjang tabung imajiner. (2002). Obura dan Grimsdtich (2008) dan Hill dan Wilkinson (2008) 25 Skema metode Fish Sationery Plot Survey .gov/agra/ FKNMS CRMP: http://www.gov / articlesandpublications.

Prosedur Umum: Pengamat berenang di sekitar terumbu secara acak untuk menemukan dan mencatat sebanyak mungkin spesies ikan Penyelam harus terbatas pada habitat yang spesifik (kedalaman. Skor Spesies yang dijumlahkan untuk menunjukkan frekuensi kejadian Ulangi jumlah tersebut 8 kali per site 26 . dengan total 10 menit interval 5 menit. zona terumbu) untuk menentukan jenis kekayaan Spesies hanya dicatat satu kali ketika saat pertama terlihat pada Interval 10 menit waktu. Personil Lapangan: 1 pengamat dan 1 buddy 1 pengemudi perahu / pengamat permukaan Personel di Kantor: Entri data. Informasi yang diperoleh: Keanekaragaman jenis dan kelimpahan relatif disajikan dalam frekuensi kejadian. Asumsinya adalah bahwa spesies terjadi dalam interval waktu awal yang paling melimpah di komunitas Ikan tyang ditemukan diinterval 10 menit pertama menerima nilai 5. interpretasi dan pelaporan. Fish Rapid Visual Census Digunakan untuk menentukan keragaman spesies.5. Deskripsi Metode: Pengamat melakukan survei ini pada kecepatan konstan untuk waktu yang tetap. Oleh karena itu. dan seterusnya sehingga interval kelima skor ikan 1. Berguna untuk menentukan spesies yang akan disertakan dalam monitoring jangka panjang. spesies yang lebih umum kemungkinan dapat semakin cepat pengamat menghadapi itu. analisis. 10 menit interval pencarian memungkinkan penyelam untuk memperoleh perkiraan kelimpahan relatif dari masing-masing spesies selain ada atau tidak adanya data yang berasal dari daftar spesies. Bagaimana Anda menganalisis dan menginterpretasikan data? Nilai Spesies menunjukkan kelimpahan relatif dari spesies yang berbeda dari satu sama lain. pada interval kedua 4. Metode ini berguna untuk memperkirakan kelimpahan relatif dan didasarkan pada asumsi bahwa kemungkinan menghadapi suatu spesies meningkat kelimpahannya.dan bukan mengukur daerah dengan rollmeter transek. List Spesies yang didapat memberikan estimasi keragaman spesies di suatu daerah.

dan untuk memilih spesies yang akan diikutsertakan dalam monitoring jangka panjang sesuai dengan kelimpahan mereka. Keterbatasan: Data tidak dapat secara langsung dibandingkan dengan tutupan karang atau data makro-invertebrata sebagai daerah berbeda yang diteliti.Keuntungan: Sederhana dengan peralatan yang minim Menghindari metode transek yang memakan waktu Berguna untuk survei awal keanekaragaman jenis. hal ini akan mempengaruhi kualitas data dari panjang transek yang dipilih dapat diimplementasikan pada daerah patch reef dimana interval waktu berhenti penyelam berenang di antara area terumbu karang. Referensi: Jones dan Thompson (1978). Seperti semua metode sensus ikan. Pelatihan yang dibutuhkan: Identifikasi level Spesies dan pengetahuan yang terperinci dari kebiasaan dan habitat ikan yang berbeda. Kimmel (1985). 27 Metode yang ini menekankan pentingnya luas yang discover meskipun kadang sepeciesnya jarang (umumnya untuk ikan di terumbu karang). keanekaragaman jenis yang diperkirakan sebagai spesies samar/cryptic mungkin banyak yang diabaikan. sementara banyak di daerah patchreef kita sudah underestimate /di bawah perkiraan tapi ikannya berlimpah. .

Survei ini dilakukan selama 5 x 10 menit periode observasi. penyelam berenang sepanjang transek untuk mencatat sepasang ikan kupu-kupu. Ulangi untuk pasangan yang sama selama 50 menit dari pengamatan. Catat setiap kali mengejar sepasang ikan targetdi wilayah yang berdekatan. Amati perilaku ikan selama 10 menit. Perilaku berpindah (diharapkan meningkat karena makanan menjadi terbatas) Diimplementasikan setelah survei kelimpahan. Persentase tutupan komunitas bentik juga harus ditentukan. Peralatan yang diperlukan: Rollmeter panjang 30 m Alat tulis bawah air dengan penggaris dengan panjang 20 cm.6. Persentase tutupan komunitas bentik Kami merekomendasikan menggunakan metode transek titik (Point Intersept Transect) sebagai cara termudah ). Butterfly Fish Method (Metode Survey Ikan Kepe-kepe) Instansi yang menggunakan metode ini: Metode ini digunakan oleh peneliti di Hawaii. Tidak ada instansi yang menggunakan metode sebagai metode utama. Berenang perlahan dengan kecepatan 6 m per menit sepanjang transek dan targetnya kelimpahan ikan kepe-kepe sepanjang transek sabuk selebar 10 meter. Konsep ini didasarkan pada asumsi bahwa ikan kepe2 yang memakan karang akan bergerak jauh dari daerah terumbu karang ketika kesehatan/kondisi karang memburuk. 28 . Estimasi Kelimpahan Tempatkan sampai 4 x 30 m transek pada wilayah tutupan karang yang tinggi (tidak sembarangan). level lanjutan untuk mengukur tingkah laku ikan dan ukuran area teritorialnya(tergantung sumber daya). Batas wilayah mereka ditandai (ujung terjauh di mana mereka bergerak). Prosedur Umum: Wajib dilaksanakan minimal pada 2 studi site di mana satu site adalah kontrol (tanpa gangguan antropogenik ) Level dasar estimasi kelimpahan ikan. Deskripsi Metode: Metode ini dilakukan dengan cara mengobservasi ikan kepe-kepe dan perilaku makannya untuk menentukan kelimpahan makanan dan habitat ikan butterfl y per pasangan.

Observasi ini tidak perlu diimplementasikan selama satu kali penyelaman. eyespot (tanda) di belakang atau ekor di karang saat mereka makan. Personil Lapangan: 2 pengamat. 1 perahu orang / pengamat permukaan. Hitung jumlah gigitan per 10 menit untuk setiap jenis karang. 29 . ketika mereka pindah. Perkiraan ukuran ikan yang menjadi target dengan mencatat posisi mulut mereka. Catat jumlah gigitan pada spesies tertentu karang. ukur panjangnya dengan penggaris. Ukuran wilayah territorial dihitung dengan menjumlahkan semua nilai pada lembar data. Perilaku makan (untuk menentukan Makanan yang disukai) Amati perilaku makan selama periode 3 x 10 menit. ikan kepe2 pemakan polip karang akan memperbesar wilayah makannya jika kepadatan karang menurun untuk mencukupi kebutuhan makannya. penyelam kedua mengukur jarak wilayah teritorialnya terus dilakukan berulang untuk daerah lainnya. Keuntungan: Sederhana dan murah Dapat dilaksanakan oleh pemula yang tidak mendapat pelatihan teknis sebelumnya Sangat peka untuk mengetahui perubahan kondisi terumbu karang secara perlahan -lahan. Mengukur daerah territorial ikan kepe2 (diharapkan meningkat karena keterbatasan makanan) Tandai batas wilayah territorial (lingkaran atau oval) dengan penanda(bisa dengan patahan karang mati). Personel di Kantor: Kalkulasi perilaku makan dan pengukuran luas wilayah teritorialnya Analisis data. Satu penyelam memegang di ujung dari pita. interpretasi dan pelaporan. tetapi berturut-turut penyelaman yang terus dilaksanakan sebatas persyaratan keselamatan penyelaman yang memungkinkan. Ukur panjang wilayah territorial di diameter terpanjangnya (cross section). sehingga ukuran pengamatan wilayah territorial ikan kepe-kepe dapat menunjukkan penurunan kondisi karang secara bertahap namun yang mungkin tidak secara signifikan dibandingkan survey langsung tutupan karang modifikasi desain di mana informasi lebih lanjut dapat ditambahkan jika sumber daya dan kapasitas penyelam memungkinkan.

Pelatihan yang dibutuhkan: Tidak pelatihan ilmiah formal yang diperlukan tetapi 1 atau 2 ikan coralivores kunci harus diketahui per lokasi geografis. 30 .Keterbatasan: Lebih mudah untuk mengukur tutupan karang secara langsung yaitu dengan melakukan intercept transek titik(Point Intersept Transect/PIT). Referensi: Crosby dan Reese (1996).

Peralatan yang diperlukan: Meteran/penggaris untuk memperkirakan ukuran. Perilaku atau perubahan pola warna yang diketahui hanya berhubungan dengan pemijahan. dan ii. dan iii. termasuk: i. Perlu tidaknya pengamatan pemijahan. perut bengkak dan lainnya yang terbukti ada in- . interpretasi dan pelaporan. Data Gonad somatik indeks (GSI). Di mana agregasi? Sebuah agregasi/berkumpul diakui jika meningkat 3 kali lipat dari kepadatan pemijahan ikan. analisis. Fish Spawning Aggregations Method (Metode Agregasi Pemijahan Ikan) Instansi yang menggunakan metode ini: Society for Conservation of Reef Fish Aggregations (SCRFA) Deskripsi Metode: Metode ini melibatkan penentuan lokasi. Prosedur Umum: Ada kebutuhan untuk mendefinisikannya sebagai berikut: 1. musim pemijahan dan ukuran site pemijahan dan melakukan sensus visual bawah air untuk memperkirakan kelimpahan pemijahan ikan dewasa. tanda-tanda tidak langsung mencakup: i. Betina dengan telur terhidrasi. Kehadiran folikel pasca-ovulasi pada ovarium dari sekumpulan betina.7. Personel di kantor: Entri data. tanda-tanda langsung 'pemijahan' juga harus diidentifikasi. Untuk informasi pemijahan. Data yang diperoleh: kepadatan pemijahan Size populasi pemijahan dan struktur komposisi jenis kelamin Pola Temporal saat aktivitas pemijahan dan daerahnya Jumlah ikan di lokasi pemijahan. ii. 31 Personil Lapangan: 2 pengamat (penyelam). 1 pengemudi perahu / pengamat permukaan .

32 . Ada 3 metode monitoring yang dapat digunakan: Underwater Sensus Visual atau Stationery Plot Survey Kumpulan data-data perikanan. Tanda disini bisa berupa batu dicat atau pemasangan buoy (hati-hati hal ini bisa memancing nelayan untuk menangkap didaerah SPAGs) . Stationery plots mungkin lebih tepat di sini untuk menghemat energi). Kumpulan perahu nelayan lokal disinkronkan dengan fase bulan adalah indikasi yang bermanfaat untuk mengetahui agregasi pemijahan. (2003). video jarak jauh juga berguna untuk ikan yang takut terhadap manusia. dan wawancara dengan nelayan sangat membantu.2. citra satelit. jumlah stasiun direkomendasikan. Kriteria berikut ini akan menentukan metode berlakut: kedalaman site Kepadatan ikan Arus (ketika arus kuat atau bila ikan waspada terhadap penyelam di dekatnya). Mengukur daerah agregasi . Apa yang dikatahui dari waktu atau musim agregasi itu? Informasi ini diperoleh dari nelayan. Parameter yang diukur: Jumlah ikan per satuan luas Ukura Sex rasio Tingkah Laku Lokasi di peta (pemetaan). survei skala luas dengan snorkeling atau manta-tow juga dapat berguna. Dimana agregasi berada? Nautical chart. 3. foto udara dan pengintaian udara yang berguna untuk menilai site potensial agregasi dan diketahui dari profil batimetri dan oseanografi untuk spesies. Remoute surfeilance teqhnique/ teknik pengawasan jarak jauh. m (2002).Tandai daerah batasnya saat melakukan survei dan kembali ke pengukuran ini nanti. Jika memungkinkan. Underwater Visual Sensus untuk agregasi pemijahan Survei visual dengan cara melintasi site agregasi banyak direkomendasikan. Time swim tidak dianjurkan karena mereka tidak menyediakan data kuantitatif. video transek dapat digunakan untuk memperkirakan kelimpahan secara akurat. pengamatan ikan bunting/bengkak di pasar. Untuk spesies yang sulit dijumpai/mudah kabur . Colin et al. Domeier et al. dan dari histologi gonad.

Referensi: Lihat Domeier et al. nelayan dan stakeholders lainnya harus terlibat dalam program pelatihan Spags ini. tetapi tidak selalu cocok untuk semua jenis ikan. identifikasi spesies dan tingkah laku pemijahan. (2003) for fisheries dependent data and remoute surveillance techniques. tidak mungkin untuk mengunjungi site pemijahan hanya sekali dan mengharapkan data survei yang baik.scrfa. Umumnya agregasi terjadi didaerah yang tutupan karang nya signifikan. Keterbatasan: Site Monitoring lebih dari satu merlukan beberapa tim pengamat kalau agregasi terjadi pada waktu yang sama. dimana pemihjahan sering berlangsung secara bersamaan. karena estimasi ukuran panjang minimum dan maksimum adalah relatif. perencanaan hati-hati sangat penting. Sangat sulit untuk mendapatkan data ikan akurat dan valid setiap sehingga setiap interpretasi harus dilakukan dengan hati-hati. Karena setiap site pemijahan yang berbeda. Colin et al. Pengulangan analisis video adalah salah satu pilihan. Karena variasi lokasi pemijahan dan waktunya yang musiman selama agregasi itu. Bias dari Observer untuk itu perlu pelatihan estimasi panjang ikan. Menentukan seks hanya mungkin untuk spesies yang memiliki ukuran jelas atau perbedaan warna. begitu juga Wildlife Conservation Society (WCS) di Pulau Weh. seringkali dengan berlimpahnya tempat persembunyian.org). www.Keuntungan: Metode Non-destruktif. gangguan perilaku ikan oleh penyelam merupakan faktor yang perlu dipertimbangkan. 33 . metode survei yang disarankan di sini harus diambil sebagai panduan. Data ukuran harus ditafsirkan secara hati-hati. Jika memungkinkan. (2002). ikan yang tersembunyi di celah-celah atau di bawah karang akan menyebabkan nilainya lebih kcil dari angka yang sebenarnya. hubungi the Society for Conservation of Reef Fish Aggregations (SCRFA).nature. Pelatihan yang dibutuhkan: Training untuk pemantauan agregasi.org/ The Nature Conservancy juga mengembangkan metode inil untuk pemantauan agregasi pemijahan kerapu di Indo Pasifik (Lihat www. Aceh.

34 .

kuli pasir (sulawesi). Soliter atau kelompok kecil. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan .ACANTHURIDAE Surgeon fish. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Paracanthurus hepatus Palette surgeonfish Nama Umum: ikan dori. juv sering terlihat sembunyi di celah karang Pocillopora. Ikan butana Acanthurus leucosternon Powderblue surgeonfish Nama Umum: Ikan butana biru. sekitar muka berwarna hitam dan sangat mudah dibedakan dengan jenis Paracanthus hepatus Habitat: Perairan terumbu karang dari kedalaman 45 m hingga dangkal 2-3 m. Jepang-GBR Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: Pulau Weh. Benthopelagic. Distribusi: Perairan terumbu karang tersebar dari Afrika hingga Papua New Guinea Tipe pemakan: Pemakan Alga 35 Lokasi foto: Pulau Weh. leter six Ciri-ciri: Panjang max 31 cm (TL).Badan berwarna biru. Warna biru cerah dengan pola hitem seperti angka enam. dorsal kuning. Habitat: Daerah karang yang jernih dan berarus. Ciri-ciri: Panjang max 38 cm (TL). Sirip dada biru dengan ujungnya hitam dilingkari kuning. Distribusi: Indo-Pasifik:Afrika timur– Samoa. ekor kuning dengan strip hitam.

Tuamoto. Kill dipangkal ekor tajam. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 36 Acanthurus pyropherus Mimic surgeonfish Nama Umum: Ciri-ciri: Berwarna kecoklatan.Acanthurus lineatus Lined surgeonfish Nama Umum: Butana kasur Ciri-ciri: Panjang max 38 cm (TL). Juv soliter dan di habitat rubble. hidup di area laguna hingga terumbu karang dari 2 . Dewasa umumnya schooling di daerah dangkal. Sirip perut oranye Habitat: Pejantan mengontrol daerah teritorial makan dan haremnya. Membentuk kelompok pemijahan.40 m Distribusi: berada di seluruh perairan terumbu karang di Indonesia Tipe pemakan: Pemakan alga Lokasi foto: : Kep. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika timur-Hawai. Digantikan Acanthurus sohal di Laut merah. 1/4 badan bawahnya berwarna abu-abu. 3/4 badan atas terdiri dari garis kuning dan garis biru strip hitam. Marquesan dan Kep. garis hitam dari atas sampai bawah katup insang. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . sirip pectoral berwarna kuning diujungnya Habitat: Biasanya hidup soliter/ sendiri. kuat dan beracun. Tipe pemakan: Bentik alga/ herbivorus kadang krustacea Lokasi foto: Pulau Weh. benthopelagic. Jepang –GBR dan New Caledonia. Karimunjawa.

kadang mencari makan di daerah masukan air tawar dimana banyak alga. spot hitam di belakang sirip dorsal dan anal. bentik alga. Distribusi: Indo-Pasifik:Arabian peninsula. Jepang –NSW dan New Caledonia) Tipe pemakan: fitoplankton dan detritus (dinoflagelata / Gambierdiscus toxicus ) Lokasi foto: Pulau Weh. Pasifik timur : Teluk California-Panama Tipe pemakan: Zoobenthos. dewasa terdapat lingkaran biru di mata.Acanthurus triostegus Convict surgeonfish Nama Umum: Butana lorek Ciri-ciri: Panjang max 27 cm (TL). benthopelagic. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika timur Kep. badan kuning krem dengan 6 garis vertikal dibadan. Habitat: Daerah karang dan rubble di laguna dan pantai habits coral and rubble areas of deep lagoon and seaward reefs. Perubahan metamorphosis dari post larva–juv pada ukuran 3. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 37 Ctenochaetus binotatus Twospot surgeonfish Nama Umum: Ciri-ciri: Panjang max 22 cm (TL). juv berada di daerah pasang surut. fitoplankton Lokasi foto: Pulau Weh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan .Tuamoto. Dorsal dan anal coklat gelap.2 cm Habitat: Daerah laguna dan karang . sirip ekor coklat dewasa dan juv berwarna kuning.

sirip ekor dan perut coklat. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 38 Ctenochaetus cyanocheilus Bluelipped bristletooth Nama Umum: Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL) badan coklat kekunngan dengan garis kebiruan di badan. Pangkal ekor terdapat kill tajam. Marshal. Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Fitoplankton (diatom) dan Bentik alga (lapisan luar blue green alga yang membuat species ini kunci rantai makanan ciguatera) Lokasi foto: Pulau Weh. Range kedalaman 2-30 m.Ctenochaetus striatus Striated surgeonfish Nama Umum: Ciri-ciri: Panjang max 26 cm (TL). Indonesia-GBR dan New Caledonia. berbatu yang flat di laguna dan karang hingga kedalaman 30 m. badan berwarna coklat kehitaman . rubble. Filipina. Habitat: Daerah karang . Terdapat lingkaran kuning di mata dan bibir berwarna biru. Samoa-Kep. Tipe pemakan: Bentik alga / herbivora Lokasi foto: Pulau Weh.spot oranye di kepala. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . ditemukan soliter hingga schooling dengan species lain. Distribusi: Pasifik barat: Kep. Ogaswara. Sirip pectoral kekuningan. Habitat: Dareah kaya karang mulai dari laguna hingga lereng karang. Biasa ditemukan di kedalaman 7-15 m.

sirip ekor berbentuk sabit dengan batas hitam. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . rubble dan berbatu di laguna dan pantai . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 39 Naso vlamingii Bignose unicornfish Nama Umum: Naso Ciri-ciri: Bagian muka berwaran kecoklatan. Juv di daerah berbatu dangkal. Distribusi: Samudra Pasifik untuk Samudra Hindia sekarang diketahui sebagai species yang terpisah dengan nama Naso elegans. Habitat: Daerah karang. Dewasa dalam soliter/kelompok kecil. panjang max 50 cm. serta bagian ekor yang menjuntai. Tipe pemakan: Alga (Sargassum dan Dictyota) dan zooplankton Lokasi foto: Pulau Weh. badan coklat keabuan. Habitat: Umumnya dijumpai di kolom perairan atau di perairan agak dalam mulai dari 4-50 m dan biasanya ditemukan sendiri. Sirip perut oranye. pangkal ekor oranye dengan strip putih.Naso lituratus Orangespine unicornfish Nama Umum: Naso Ciri-ciri: Panjang max 46 cm (TL). Distribusi: tersebar di perairan area terumbu karang di Indonesia Tipe pemakan: Omnivore Lokasi foto: : TN Komodo. Range kedalaman 0-90 m. memiliki garis biru di dekat mata. kuning dan hitam dari mulut hingga kepala. badan berwarna biru kecoklatan. dorsal oranye dengan batas garis biru.

40 .

panjang max 12 cm. 41 Habitat: Ditemukan berkelompok di dekat karang bercabang.APOGONIDAE Cardinal fish. Distribusi: Indo pasifik: GBR hingga jepang Tipe pemakan: carnivora Kesukaan habitat: karang bercabang seperti Porites cylindrical atau P. Ikan capungan Apogon compressus Split-banded cardinalfish Nama Umum: Ikan capungan Ciri-ciri: Berwarana putih atau pink dengan 6 garisdi sisinya. merupakan ikan nocturnal. sewaktu juvenile memilki warna kuning didekat ekor dengan spot hitam ditengahnya. ditemukan di area karang mulai dari kedalaman 2-20 m.lingkar mata berwarna biru. Karimunjawa.nigrescens Lokasi foto: : Kep. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .

Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 42 Apogon bandanensis Bigaye cardinalfish Nama Umum: Beseng Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL). Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . di bagian sirip perut terdapat warna biru. Habitat: Biasa dijumpai di perairan dangkal. Karimunjawa. warna coklat krem. bersembunyi di celah atau dibawah karang dijumpai mulai dari kedalaman 1. strip biru dimata. Habitat: Biasanya ditemukan diperairan karang agak dalam. warna badan kecoklatan dengan strip halus vertical. Distribusi: Hampir ditemukan diseluruh perairan Indonesia Tipe pemakan: Carnivore Lokasi foto: : Kep.40 m. Karimunjawa. garis hitam melingkar dipangkal ekor. merupakan ikan nocturnal.sinonim Nectamia bandanensis. Tipe pemakan: Carnivore Lokasi foto: : Kep.Apogon aureus Ring-tailed cardinalfish Nama Umum: Beseng Ciri-ciri: Panjang max 14. dipangkal ekor terdapat bagian putih dengan lingkaran hitam.5 cm (TL). rang kedalaman 10-34 m.

berwarna coklat krem. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Habitat: Biasa dijumpai berkelompok di atas karang branching. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 43 Apogon seleii Nama Umum: Serinding Ciri-ciri: Panjang max 10 cm(TL).corak serta warna mirip dengan Apogon chrysopomus. dewasa memiliki spot kuning dikatup insang. Habitat: Perairan karang dan berasosiasi dengan karang branching. dengan 3 garis coklat memanjang serta spot hitam kecil dekat pangkal ekor. Indonesia Tipe pemakan: Carnivora Lokasi foto: : TN Komodo. Karimunjawa. pola bdan . Distribusi: Indo-pacifik. Distribusi: Tersebar di hamper seluruh perairan Indonesia Tipe pemakan: Carnivora Lokasi foto: : Kep.Apogon chrysopomus Spotted-gill cardinalfish Nama Umum: Serinding Ciri-ciri: Panjang max 10 cm(TL).garis kuning/coklat dekat katup insang.

Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . memiliki spot hitam dipangkal ekor. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Pantai timur benua Afrika hingga Samoa. Karimunjawa. baratdaya Jepang hingga New Caledonia 44 Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: :Kep. Range kedalamannya 2-60 m. Habitat: Umumnya berkelompok di gua-gua kecil disekitar laguna atau disela-sela karang branching.Apogon fucata Nerrowlined cardinalfish Nama Umum: Beseng Ciri-ciri: Panjang max 9 cm (TL). begariskuning dengan strip biru di dekat mata. Distribusi: Lokasi foto: :Kep. Karimunjawa.

crinoids dan bulubabi. terdapat garis warna coklat strip putih memanjang dari mulut hingga mata. tempatpavoritnya berada disekitar spong. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Tipe pemakan: Zooplankton 45 Apogon hoevenii Frostfin cardinalfish Nama Umum: Serinding layar Ciri-ciri: Panjang max 6cm (TL). Habitat: Berkelompok di sela-sela karang branching. dengan range kedalaman 10-12 m. Range kedalaman 20-30 m. sertadari utara Australia . NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . NTT Lokasi foto: TN Komodo.berwarna coklat kekuningan. Indochina n Malay . dipangkal ekor berwarna hitam samar dan dipangkal berwarna putih.Japang Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: TN Komodo. Distribusi: Diketahui hanya di perairan TN Komodo. Habitat: Biasanya dijumpai didaerah estuaria atau telukserta dihabitat yang dasarnya pasir/ pasir berlumpur.Apogon komodoensis Nama Umum: Serinding Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL). siripdorsal pertama berwanna coklat gelap dengan bagian berwarna putih yang lebar. Distribusi:Indo-West Pacific: India.

diatsa karang branching. berkumpul dalam jumlah besar kadang-kadang dengan jenis yang lain. dan di Great Barier Reef Australia Tipe pemakan: Belum diketahui 46 Lokasi foto: :Kep. Timur Afrika—Samoa. Karimunjawa. memiliki garis hitam dibawah sirip dorsal kedua. berwarna putih perak transparan. Karimunjawa. memiliki spot hitam dipangkal ekor dan cirri utamanya adalah spot hitam dikedua ujung cagak sirip ekornya.Apogon fragilis Fragile cardinalfish Nama Umum: Beseng Ciri-ciri: Panjang max 5. Distribusi: Laut jawa dan Kalimantan di Indonesia Tipe pemakan: Zoobenthos Lokasi foto: :Kep. Distribusi: Indo-pasifik. Habitat: Biasanya dijumpai di laguna dan teluk. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Habitat: Biasa hidup di perairan dangkal di area terumbu karang atau sekitar laguna / sela-sela karang dengan range kedalaman 2-15 m. serta memiliki spot hitam kecil dipangkal ekor. Range 1 -15 m.5 cm (TL). memiliki dua garis berwarna orange dekat katup insang. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Apogon zosterophera Blackbelted cardinalfish Nama Umum: Beseng Ciri-ciri: Panjang max 8 cm (TL).

kepala yang berwarna kuning.7 cm (TL).garis hitam disirip prtama dorsal. Karimunjawa. selatan GBR Australia Tipe pemakan: Ikan kecil / Carnivora . menyebar di malam hari untuk mencari makan karena ikan nocturnal. Tuamoto. Karimunjawa. Distribusi: Laut jawa– Fiji Tipe pemakan: Zoobenthos Lokasi foto: : Kep. Jawa Tengah Cheilodipterus artus Foto by Fakhrizal Setiawan Wolf cardinalfish Nama Umum: Serinding Ciri-ciri: Panjang max 18. Habitat: Biasanya bersembunyi di celah/goa kecil di karang. Memiliki 8 strip garis kecoklatan. bentuknya sangat mudah dikenali dengan mata merah besar.Sphaeramia nematoptera Pajama cardinalfish Nama Umum: Capungan Ciri-ciri: Panjang max 8. laguna.5 cm (TL). Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 47 Lokasi foto: : Kep. timur afrika-Kep. Habitat: Berkumpul bisasanya diatas karang branching. Range 1– 14m. kadang juga berada diatas karang bercabang. saat juvenile memiliki spot hitam kecil yang dikelil- ingi warna kuning dipangkal ekornya. lebih sering terlihat soliter Distribusi:Indo pasifik. spot coklat yang banyak di badan belakang.

Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Hidup didarah karang laguna. isostigmus tidak. kalimantan di Indonesia.qunquilineatus dimana perbedaanya hanya pada spot hitam dikelilingi warna kuning. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Tipe pemakan: Ikan kecil / Carnivora Lokasi foto: : Kep. Habitat: Lokasi foto: : Kep. Karimunjawa. sangat mirip dengan C.40 m. bisanya berkelompok dalam jumlah kecil dikarang bercabang. C. 48 Distribusi: Perairan laut jawa. Range 4 .Cheilodipterus isostigmus Dog-toothed cardinalfish Nama Umum: Serinding Ciri-ciri: Panjang max 11 cm (TL). Karimunjawa. qunquilineatus garis strip dibadan hingga mengenai spot hitam di pangkal ekor sedangkan C.

saat juvenile mamiliki spot hitam yang berangsur-angsur hilang saat dewasa. Jawa Tengah 49 Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Indo pasifik. Perairan karang di Indonesia Tipe pemakan: Ikan kecil / Carnivora Lokasi foto: : TN Komodo. Habitat: Umumnya ditemukan didaerah reef slope 4-30 m. Lokasi foto: : Kep. Karimunjawa. lebih sering ditemukan soliter/sendiri atau berpasangan. Dewasa sangat mirip dengan C. Kadang juga ditemukan didaerah laguna dari kedalaman 0-40 m.Cheilodipterus macrodon Large toothed cardinalfish Nama Umum: Serinding besar Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL). laut merah. timur Afrika.NTT Foto by Fakhrizal Setiawan .artus hanya saja strip garis dibadan lebih tebal dan lebih gelap. Juv lebih terlihat dalam kelompok kecil. Pulau Ryukyu. suka bersembunya di gua-gua kecil / celah karang .

Sirip ekor cagak panjang dengan garis hitam dan spot putih disisinya. Tipe pemakan: Bentik krustacea dan zooplankton Lokasi foto: : Lembeh. Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya . 50 Distribusi: Alami endemic di Kep. Banggai. didasar pasir di padang lamun serta di selasela bulu babi sebagai tempat perlindungan. Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya Habitat: Biasa dijumpai di daerah darmaga. mudah dikenali dari warna yang mencolok dengan empat garis vertikal di badan. Indonesia namun setelah ditangkarkan banyak di daerah lain. Lokasi foto: : Lembeh.Pterapogon kauderni Banggai cardinal fish Nama Umum: Kardinal banggai Ciri-ciri: Panjang max 8 cm (TL). Jantan mengerami telur. larva yang menetas tidak memiliki periode plankton. Juvenil biasa tinggal di dekat anemone sebagai perlindungan. Pola garis hitam yang memanjang dari sirip pertama dorsal hingga sirip perut dan sirip kedua sampai sirip anal dengan spot putih.

51 .

Dekat pangkal ekor warna hitam gelap. sirip dorsal kedua tipis sama seperti sirip analnya.AULOSTOMIDAE Aulostomus chinensis Chinese trumpetfish Nama Umum: lkan trompet Ciri-ciri: Panjang max 80 cm (TL). kadang diarea habitat berbatu . Kebisaanya yang suka berkamuflase untuk menangkap mangsa dan bersembunyi di atas ikan yang lebih besar Distribusi: Hampir ditemukan di seluruh perairan karang di Indonesia Tipe pemakan: Lokasi foto: : Pulau Weh. sirip pertama dorsal tegak karena terdapat duri. bagian sirip ekor berwarna kuning dengan spot hitam diujung-ujungnya 52 Lokasi foto: : Pulau Weh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Udang dan ikan kecil / Carnivora . memiliki 2 warna dasar yaitu coklat ke hijauan serta kuning (Jenis variannya). Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Habitat: Ditemukan soliter di perairan dangkal dan jernih.

53 .

NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Habitat: Spesies soliter. saat juvenile hidup di gua-gua karang. pangkal ekor putih dengan bintik hitam serta sirip ekor terdapat bagian putih lebar. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . mulut berwarna kuning. sebagian timur dan selkatan Afrika. Distribusi: Indo-pasifik. Balistoides conspicillum Clown triggerfish Nama Umum: Triger biji nangka Ciri-ciri: Panjang max 50 cm (TL). 54 Lokasi foto: TN Komodo. selatan New Caledonia Tipe pemakan: Bulubabi. separuh badan bagian bawah spot putih besar dan separuh atasanya hitam dengan bercak kuning.BALISTIDAE Triger fish. tunicate Lokasi foto: : Pulau Weh. Ikan Tato (Sulawesi utara). krustasea. Merupakan target perdagangan ikan hias yang mahal. garis putih dimata. Indonesa hingga Samoa. hidup diperairan jernih didaerah reef slope dan drop-off. memiliki pola warna yang unik.

Sirip berwarna oranye. ikan kecil dan alga bentik. Range kedalaman 1-50 m.Balistapus undulatus Orange-lined triggerfish Nama Umum: Triget ijo Ciri-ciri: Panjang max 30 cm (TL). moluska. biasa meletakkan telur dalam lubang di daerah pasir atau rubble di daerah karang. Memiliki spot hitam dipangkal ekor. tunikata. Tipe pemakan: Zoobenthos (Echinodermata. sponge dan hydrozoa). Afrika Selatan. Habitat: Didaerah kaya karang di laguna dan terumbu karang. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . 55 Lokasi foto: : Pulau Weh. Line. Kep. Jepang-GBR dan New Caledonia. Lokasi foto: : Pulau Weh. badan hijau gelap ke coklatan dengan garis oranye diagonal di badan dan muka. Marquesan dan Tuamoto. Jenis yang territorial. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Indo-Pasifik : Laut merah.

Habitat: Daerah kaya karang . Habitat: Daerah pantai berkarang mulai dari laguna hingga lereng karang. badan coklat kehitaman dengan strip putih di dasar sirip dorsal dan Anal. badan coklat gelap dibawahnya dengan sirip ekor dibatasi putih dan membentuk segitiga coklat ditengahnya.tunikata. Soliter. Digantikan Sufflamen albicaudatus di Laut Merah. JepangPulau Lord Howe.Melichthys indicus Indian triggerfish Nama Umum: Triger item Ciri-ciri: panjang max 25 cm (TL). Tipe pemakan: Zoobenthos (sponge. Batas luar sirip caudal berwarna putih. bentik krustacea. Laut Merah dan Timur Afrika– Thailand dan Sumatra di Indonesia. Tipe pemakan: Zoobenthos dan zooplankton Lokasi foto: : Pulau Weh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Samoa. biasa menggali lobang di dasar untuk tempat tinggal Distribusi: Samudra Hindia. Afsel. ovipar dan monogami. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Sufflamen chrysopterus Halfmoon triggerfish Nama Umum: Triger bulan Ciri-ciri: Panjang max 30 cm (TL).bentik invertebrate. Distribusi: Indo-Pasifik barat: Afrika timur. ) dan bentik alga 56 Lokasi foto: : Pulau Weh. Soliter dan territorial.

57 .

Nama Umum: Bleni Ciri-ciri: Panjang max 5. 58 Habitat: Daerah kaya karang. Distribusi: Baru diketahui dari laut jawa Tipe pemakan: Belum diketahui Lokasi foto: TN Karimunjawa. soliter namun kadang dalam kelompok kecil.BLEINIDAE Blennies fish. bagian kepala kehijauan.5 cm (TL). bias dijumpai berda di atas karang. Ikan Blenie Escenious sp.terdapat sepasang mirip sungut di depan mata. badan coklat dengan garis terang sepanjang dorsal. strip hijau dari mata hingga katup insang. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .

59 .

Ikan ekor kuning Caesio caerulaureus Blue and gold fusilier Nama Umum: Ekor kuning Ciri-ciri: Panjang max 35 cm (TL).CAESIONIDAE Fusilier fish. bermigrasi saat purnama mencari daerah di karang yang memiliki celah sempit serta arus yang kuat untuk menyebarkan telurnya. Distribusi: Hampir seluruh perairan Indonesia Lokasi foto: : Kep. Range 5-50 m. berwarna 2/3 biru keperakan. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 60 Caesio teres Yellow and blueback fusilier Nama Umum: Ekor kuning Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). sering ditemukan schooling dalam jumlah besar bersama jenis caesionidae lainnya. warna kuning mulai dari ekor hingga ke badan atas dekat sirip dorsal. Habitat: Area terumbu karang yang jernih. Habitat: Di kolom perairan karang yang jernih kedalaman 5-50 m. Karimunjawa. Distribusi: Hampir diseluruh perairan di Indonesia Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: : Kep. memiliki garis kuning emas memanjang dari pangkal ekor hingga diatas mata. serta strip hitam di kedua ujung cagak sirip ekornya. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Karimunjawa.

Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan .Sirip ekor berwarna kuning. Habitat: Daerah karang namun umumnya berada di kolom perairan.Caesio xanthonota Yellowback fusilier Nama Umum: lkan ekor kuning Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). berwarna biru keperakan dengan warna kuning hampir 1/2 badan hingga bagian kepala. Range kedalaman 0-50 m. Aktif schooling dengan caesionid lain di kolom perairan karang. Lokasi foto: : Pulau Weh. Aceh 61 Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Timur Afrika hingga Indonesia (tidak di laut merah and Persia) Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: : Pulau Weh.

Di t imur PNG Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: : Pulau Weh. beberapa literature menerangkan ikan ini memiliki kemampuan untuk mengganti warna yang biru menjadi kemerahan di bagian bawah untuk dibersihkan atau untuk tidur.Pterocaesio tile Dark banded fusilier Nama Umum: lkan ekor kuning Ciri-ciri: Panjang max 30 cm (TL). Range kedalaman 0 . 62 Lokasi foto: : Pulau Weh. cirri khasnya adalah strip biru yang menyala terutama saat malam hari. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Indonesia.60 m Distribusi: Indo-pasifik. Jepang. dan kep. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Habitat: Berkelompok di kolom perairan terumbu karang yang jernih atau slope karang bersama jenis caesionid lainnya. berwarna biru keperakan (foto fase merahnya). memiliki strip garis dari pangkal ekor hingga dekat mata.

63 .

Tipe pemakan: Carnivora 64 Lokasi foto: TN Karimunjawa. badan agak kekuningan dengan banyak spot oranye tersebar di badan. Ikan Kwe. Range kedalamannya 2-50 m Distribusi: Laut merah.Persia. (chiguatera)Dagingnya menjadi beracun jika sudah melebihi panjang (TL) 50 cm. Kayoa. Sirip pectoral berbentuk sabit. berpasangan atau schooling di spot site tertentu. Ardiwijaya . badan berwaran perak biru kehijauan. teluk Oman. biasanya soliter atau berpasangan. Distribusi: Hampir di seluruh peraian karang di dunia Tipe pemakan: ikan kecil dan Lokasi foto: Kep. Bobara (Sulut) Carangoides bajad Orangespotted trevally Nama Umum: Kwe macan Ciri-ciri: Panjang max 55 cm (TL).CARANGIDAE Jacks fish. Habitat: Kolom perairan yang agak dalam di area karang. jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Caranx melampygus Bluefin trefally Nama Umum: Kwe biru / bobara Ciri-ciri: Panjang max 117 cm (TL). Habitat: Species perairan pelagis dan pantai serta di karang. Maluku Utara Foto by Rizya L. kadang soliter.Thailand dan Indonesia serta Okinawa. sirip berwarna biru.

memiliki 28-36 scutes keras. batu dan di terumbu karang. Habitat: Jenis ikan pelagis biasa ditemukan di pasir. saat juvenile biasa ditemukan di estuaria dan dewasa umumnya soliter atau berpasangan. ukuran dewasa dari corak badannya dapat mudah dikenali. Ukuran dewasa biasanya ciguatoxic. warna sirip biasanya abu-abu gelap. bobara Ciri-ciri: Panjang max 170 cm (TL). berwarna keperakan. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Caranx ignobilis Giant trefally Nama Umum: Ikan kwe. Distribusi: Perairan karang di dunia Tipe pemakan: krustacea dan ikan (malam) / carnivora .65 Lokasi foto: TN Komodo.

66 .

CARCHARHINIDAE Shark fish.3-3 km satu periodenya /tahun.330 m. Distribusi: Tersebar hampir di seluruh perairan karang di dunia Tipe pemakan: Memakan ikan kecil. gurita. Range kedalaman 1 . Ikan hiu Carcharhinus obsesus Whitetip reef shark lokal: ikan hiu sirip putih Ciri-ciri: Panjang max 213 cm (TL). jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan guna. karang dan digoa-goa beristirahat di siang hari. mata oval. lobster kecil dan kepiting / Carnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. Lebih aktif saat malam dan daerah pasut yang memiliki arus kuat. Jarak ruaya 0. Jarang dilaporkan menyerang manusia. ramping dengan moncong pendek. tanda putih berada di sirip dorsal pertama dan ujung sirip ekor. Habitat: Biasa dijumpai di la67 Lokasi foto: TN Karimunjawa. jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .

Australia) Tipe pemakan: moluska. Berenang lambat di celah-celah karang saat berburu makanan. Aktif dimalam hari (nocturnal). sirip ekor panjang dengan lekukan subterminal dalam dimana lobus hamper tidak ada. pasir. Distribusi: Indo-west pasifik barat (Laut merah dan sisi timur Afrika hingga New Caledonia. Habitat: Perairan lepas pantai. Aceh Foto by Rizya L. Warna kuning kecoklatan dengan bintik coklat gelap. lubang hidung dekat dengan moncong.68 Lokasi foto: Pulau Weh. utara Jepang– New South Wales. Ardiwijaya Stegostoma fasciatum (juv) Zebra shark Lokal: Ikan hiu totol Ciri-ciri: Panjang max 235 cm (TL). krustasea. siang hari beristirahat di celah-celah atau di bawah karang. dan di dasar karang. Sirip dadabesar dan bult melebar. ikan kecil. dan ular laut / Carnivora . patahan karang. memiliki 5 celah insang dan 3 terahir dibelakang sisirp dada.

pantai berlumpur/pasir. jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Rhinobatus typus Giant shovelnose ray Lokal: Ikan cucut Ciri-ciri: Panjang max 270 cm (TL). Distribusi: Indo-pasifik barat (Thailand . Range kedalaman 0-100 m. ciri utamanya adalah warna gelap di ujung mon- congnya. badan berwarna coklat dengan kepala yang triangular serta sirip dorsal yang pendek.PNG. atol dan di mangrove) dan dewasa di lepas pantai.69 Lokasi foto: TN Karimunjawa. hidup soliter. ) Tipe pemakan: moluska / Zoobenthos . Habitat: Saat juvenile hidup di perairan intertidal (pantai berpasir.

70 .

range kedalaman 1-20 m. warna bervariasi tergantung daerahnya. sembunyi di sela-sela duri bulubabi atau cabang karang. mudah dikenali dari bentuk badan dan cara berenangnya. Habitat: Biasanya berkelompok. nama lokal: Ikan piso-piso Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL).CENTRISCIDAE Shrimp fishes. Distribusi:Indo-west pasifik. dari selatan jepang hingga New south Wales. Australia Tipe pemakan: Zooplankton . bentuk duri sirip dorsalnya yang memanjang ke ekor. Ikan piso-piso 71 Lokasi foto: TN Karimunjawa (kiri) dan TN Komodo (kanan) Aeoliscus strigatus Common name:Razorfish.

72 .

CHAETODONTIDAE Buterfly fish. warna krem kekuningan dengan 7 strip vertikal Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah dikedua sisi badan. Ikan kepe-kepe 73 Chaetodon octofasciatus Foto by Fakhrizal Setiawan Eightband butterfly fish Nama Umum: kepe-kepe strip 8 Ciri-ciri: Panjang max 12 cm (TL). juvenile sering terlihat berkelompok di karang Acropora bercabang. sirip ventral berwarna kuning Habitat: biasanya berpasangan dan ditemukan didaerah karang yang masih baik. Distribusi: Hampir di seluruh perairan terumbu karang Tipe pemakan: Coralivore .

Indonesia dan Filipina Tipe pemakan: Pemakan polip Lokasi foto: Pulau Weh. dikenali dengan warna merah di sirip ekor dan garis putih vertikal belakang mata. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan karang / Coralivore . Maldives .Jepang.Lokasi foto: Pulau Weh. Habitat: Biasa ditemukan berpasangan atau berkelompok di daerah karang / bersembunyi di bawah karang yang lebar. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 74 Chaetodon collare Redtail butterfly fish Nama Umum: Kepe-kepe belanda Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). Distribusi: Laut Persia.

Baronessa di timur Indonesia. Juv soliter di dekat karang. Habitat: Daerah laguna dan karang semi terlindung. berpasangan saat memijah. Laut AndamanLaut Jawa. Baronessa. Distribusi: Samudra Hindia: Afrika Timur-Teluk Bengal. territorial. Habitat: Daerah kaya karang di laguna hingga lereng karang. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . soliter atau berpasangan(saat memijah) Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Timur Afrika-Hawai dan Kep. abu-abu gelap dengan garis bersudut . sirip dorsal dan anal oranye. badan memanjang putih dengan garis hitam bersudut. sirip ekor hitam segitiga dengan garis luar kuning. Tipe pemakan: Pemakan polip karang / Coralivore 75 Lokasi foto: Pulau Weh.Chaetodon triangulum Triangle butterflyfish lokal: Ikan kepe-kepe Ciri-ciri: Panjang max 16 cm (TL). Society. Tipe pemakan: Pemakan mucus dan polip karang / Coralivore Lokasi foto: Pulau Weh. Posisinya digantikan C. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Chaetodon trifascialis Chevron butterflyfish lokal: Ikan kepe-kepe Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). badan hamper triangular. monogami. territorial dan berpasangan. muka garis hitam memanjang. ekor hitam dengan batas kuning. Ini yang membedakan dengan C. berasosiasi dengan acropora meja dan menjari. Ovipar.

Habitat: Selalu berpasangan di area terumbu karang. Territorial dan agresif terhadap chaetodon lain. Juvenile bersembunyi di celah karang bercabang. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Chaetodon trifasciatus Melon butterflyfish lokal: Ikan kepe roti Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL). Tergantikan oleh C. Distribusi: Tersebar dari jepang. Badan atas kebiruan dan bawahnya kekuningan. Range kedalaman 3-20m. pangkal sirip ekor kuning serta sirip anal. Tergantikan oleh C.trifasciatus dimana perbedaannya terletak di pangkal ekor yang berwarna biru abuabu. sangat mirip dengan C. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan .Chaetodon lunulatus Oval butterfly fish lokal: Ikan kepe-kepe Ciri-ciri: Panjang max 14 cm (TL). Habitat: Daerah kaya karang di laguna dan karang semi terlindung. lunulatus di Indonesia tengah-timur Tipe pemakan: Pemakan polip karang / Coralivore Lokasi foto: Pulau Weh. Distribusi: Samudra Hindia: Timur Afrika – Sumatra. Juv sembunyi di karang.Australia.trifasciatus di samudra hindia Tipe pemakan: Pemakan polip karang / Coralivore 76 Lokasi foto: TN Komodo. Hawai ..

anal. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . octocoralia dan scleratinia polip) dan cacing polychaeta Lokasi foto: Pulau Weh. sirip dorsal.pertama di pangkal ekor dan kedua di badan depan. Ovipar dan berpasangan saat memijah Distribusi: Indo-Pasifik: Sri Lanka . tubuh berwarna kuning. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 77 karang / Coralivore Chaetodon rafflesi Latticed butterflyfish lokal: lkan kepe nanas Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). alur dan area rumput laut/alga. rubble. badan kuning dengan pola garis menyilang. laguna. dengan 2 garis putih vertikal. Tuamoto . JepangGBR. dan caudal memiliki strip hitam yang berubah sesuai usia.Kep. Palau-Micronesia Tipe pemakan: Pemakan polip karang / Coralivore (anemone. Habitat: Area terumbu karang. garis hitam vertikal memanjang melewati mata.Chaetodon kleinii Sunburst butterfly fish lokal: lkan kepe coklat Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL). Biasa soliter atau berpasangan Distribusi: Indo pasifik Tipe pemakan:Pemakan polip Lokasi foto: Pulau Weh. karang berbatu di laguna hingga lereng. garis hitam memanjang melewati mata. Habitat: Daerah kaya karang.

Thaliand dan barat Indonesia. Tipe pemakan: Pemakan polip karang / Coralivore. Tipe pemakan: Pemakan polip karang / Coralivore. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika TimurHawai. Durban. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Chaetodon guttatissimus Peppered butterflyfish lokal: lkan kepe-kepe Ciri-ciri: Panjang max 12 cm (TL).kleinii. cacing polychaeta. bentik invertebrate. berpasangan atau kelompok kecil. Habitat: Didaerah reef flat yang dangkal. Juv dalam kelompok kecil dan kadang bercampur dengan C. Distribusi: Samudra Hindia: laut merah. Lord Howe. Marquesan dan Kep. garis hitam memanjang melewati mata. garis memanjang melewati mata. Krem kekuningan dengan spot hitam menyebar di badan. Berpasangan saat memijah. kuning muda di ekor dan anal. ujung sirip dorsal kuning dan bawahnya oranye. sirip ekor transparan dan kuning muda dibatasi hitam.Tuamoto. Strip hitam diujung sirip anal. badan krem dengan spot hitam di badan. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Afsel. dan alga bentik Lokasi foto: Pulau Weh. cacaing polychaeta. lereng karang. laguna. Jepang– Australia) dan P. Habitat: Daerah laguna dan lereng karang .Chaetodon citrinellus Speckled butterflyfish lokal: lkan kepe pasangan / biasa Ciri-ciri: Panjang max 13 cm (TL). dan alga berfilamen 78 Lokasi foto: Pulau Weh. Christmas Island.

Kep.Line dan Tuamoto. garis hitam memanjang dari belakang badan dari dorsal hingga anal. Tipe pemakan: Coralivore. Habitat: Didaerah kaya karang di laguan yang jernih dan lereng karang.Chaetodon meyeri Scrawled butterflyfish lokal: lkan kepe mayeri Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL). Tipe pemakan: Pemakan polip karang / Coralivore Lokasi foto: Pulau Weh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Juv soliter di karang branching. Berpasangan monogami. bentik alga dan bentik invertebrata Lokasi foto: Pulau Weh. Ini yang membedakan dengan C. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur-Kep.decussatus Habitat: Didaerah reef flat. badan putih krem dengan garis diagonal berlawanan diatas dan dibawah badan. Distribusi: Indo-Pasifik: laut Merah dan Timur Afrika . Jepang-Australia.line. dewasa berpasangan saat memijah. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 79 Chaetodon vagabundus Vagabond butterflyfish lokal: lkan kepe tiker Ciri-ciri: Panjang max 23 cm (TL). laguna dan lereng karang. muka hingga sirip. Galapagos.Ryukyu.Kep. Strip hitam melewati mata. Micronesia dan Kep. aggressive tritorial dengan Chaetodon lain. GBR. Badan krem kebiruuan garis hitam melengkung di badan.

Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Spot hitam besar 2 di punggung. berpasangan (saat memijah) atau kelompok kecil. P. laguna dan lereng karang. Berpasangan atau kelompok kecil. Badan putih dengan banyak garis hitam diagonal. Distribusi: Samudra Hindia: Timur Afrika . Habitat: Didaerah kaya karang di reef flat. badan putih dengan garis hitam vertikal. Tipe pemakan: Bentik invertebrates/zoobenthos dan alga bentik 80 Lokasi foto: Pulau Weh. Tipe pemakan: Coralivore Lokasi foto: Pulau Weh. Jepang. spot hitam di pangkal ekor dan sirip anal. spot hitam kecil di pangkal ekor Habitat: Didaerah Terumbu karang dan lereng karang berarus. bagian atas kuning. gitam bagian punggung atas.Lord Howe dan Micronesia.Chaetodon falcula Blackwedged butterflyfish lokal: lkan kepe biji 2 Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL). Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Timur Afrika-Samoa. dorsal belakang dan ekor oranye. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Chaetodon melannotus Blackback butterflyfish lokal: lkan kepe-kepe Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL).warna berubah saat ketakutan dan pengamatan malam. ovipar.Indonesia. Range kedalaman 1-20 m.

Juv hidup diarea dangkal laguna Distribusi: Indo Pasifik:NTT.Range kedalaman 3-60m Distribusi: Indo fasifik Tipe pemakan: Sponge Lokasi foto: TN Karimunjawa. Indonesia.Coradion chrysozonus Goldengirdled coral fish Nama Umum: Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL). dewasa berkelompok didaerah dasar belumpur yang agak dalam. Australia. jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 81 Parachaetodon ocellatus Foto by Fakhrizal Setiawan Sixspine butterfly fish Lokal: lkan kepe-kepe Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). memiliki spot hitam di garis oranye ke 3 Habitat: Berpasangan di dasar dan di area karang yang keruh. Coradion dapat dibedakan dengan Chaetodon karena memiliki duri dorsal (8-10 vs 1116). Malaysia Tipe pemakan: Benthic algae / Zoobenthos Lokasi foto: TN Komodo. Memiliki sirip dorsal dan anal yang halus yang memberikan tampilan lebar Habitat: Area terumbu drop-off dimana kaya akan invertebrate juga di area karang yang sedikit. NTT . berwarna putih mutiara dengan garis oranye.

Indonesia dan Australia Tipe pemakan: Bentik invertebrate/zoobenthos . terumbu karang. jawa Tengah oranye dan spot hitam di dorsal belakang Habitat: Range kedlaman 1-25m.ditemukan di pantai bebatu. mudah dikenali dengan moncongnya serta garis Lokasi foto: TN Karimunjawa. Termasuk ikan territorial dan monogami Distribusi: Pasifik barat (laut Andaman-Jepang).82 Chelmon rostratus Foto by Fakhrizal Setiawan Copperband butterflyfish Nama Umum: Kepe monyong Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL).estuaria.

warna kuning dengan hitam dibagian atas kepala. Varian ada yang berwarna gelap Habitat: Berpasangan monogami. biasa berada di area karang dangkal hingga dalam. Range kedalaman 3-70m Distribusi: Indopasifik Tipe pemakan: memakan apa saja seperti krustacea kecil / Omnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. Spot hitam di sirip anal. bagian bawah kepala perak dengan mulut panjang.Lokasi foto: Pulau weh. jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 83 Forcipiger longirostris Big longnose butterflyfish lokal: monyong asli Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL).

Cocos-Keeling .Chaetodon speculum Mirror butterflyfish Nama Umum: Kepe Bulan Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). Habitat: Didaerah Laguna dan lereng karang. Tipe pemakan: Pemakan polip karang dan invertebrate. Range kedalaman 3-30m Distribusi: Indopasifik(IndonesiaJepang. berada diarea karang yang kaya hydroid dan anemone. Oranye dari mulut-sirip perut. berpasangan (saat memijah) dan grup kecil. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . kep. Lokasi foto: Pulau Weh. jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 84 Chaetodon ephippium Saddle butterflyfish Nama Umum: Kepe monalisa Ciri-ciri: Panjang max 30 cm (TL). Marquesan and Tuamoto. Selatan GBR-PNG) Tipe pemakan: Pemakan polip karang dan invertebrata Lokasi foto: TN Karimunjawa.alga bentik. badan bbiru hijau keabuan. yang jernih. warna badan kuning terang deangan spot hitam besar di badan serta garis vertikal memanjang melalui mata Habitat: Soliter atau berpasangan (selama memijah). soliter. cacing polychaeta.Range kedalaman 1-30 m. spot hitam besar dengan batas putih di punggung belakang. bentik krustacea.Hawai. Jepang-Australia. Distribusi: Indo-Pasifik: Sri Lanka dan Kep.

Berpasangan saat memijah. Sulawesi Utara Foto by Fakhrizal Setiawan 85 Hemitaurichthys zoster Brown-and-white butterflyfish Nama Umum: Piramid coklat Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). samudra hindia diganti kan dengan H. indosesia timur hingga pulau Christmas). zoster Tipe pemakan: Planktivora Lokasi foto: TN Bunaken.Hemitaurichthys polylepis Pyramid butterflyfish Lokal: kepe-kepe piramid Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). dengan warna dasar badan kuning Habitat: Biasa schooling dalam jumlah besar di kolom perairan karang. Distribusi: Samudra Hindia : Timur Afrika . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Range kedalaman 1-40m. Range kedalaman 3-60 m Distribusi: Samudra pasifik (hawai. India. Mauritius hingga Sumatra (Indonesia) Tipe pemakan: Pemakan polip karang dan invertebrate. zooplankton dan bentik alga Lokasi foto: Pulau Weh. kepala coklat. Badan tengah putih berbentuk piramid yang dibatasi coklat gelap di bagian depan dan belakang badan. ovipar. ciri utamanya bentuk pyramid putih besar dibadan hingga ekor.Guam. Schooling dalam jumlah besar . Habitat: Didaerah batas terumbu karang.

yang membedakan dari H.diphreutes adalah moncong yang lebih panjang. laguna atau alur karang. Sebagian sirip dorsal dan ekor kuning. bentuk badan yang lebih bulat dan memanjang Habitat: Perairan karang yang agak dalam. soliter (juv) dan berpasangan (dewasa) Distribusi: Indopasifik (Afrika timur dan teluk Persia hingga Micronesia dan Jepang) Lokasi foto: TN Karimunjawa. Strip hitam dari kepala sampai mata. badan putih dengan 2 garis hitam besar memanjang dari dorsal ke perut dan sirip anal. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 86 Heniochus acuminatus Pennant coralfish / Longfin banner fish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL). jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Tipe pemakan: Planktivore . Distribusi: Indo-pasifik Tipe pemakan: Planktivora Lokasi foto: TN Komodo. Range kedalaman 15-210 m. Habitat: Schooling dalam jumlah besar di daerah reef slope agak dalam.Heniochus diphreutes False morish idol / Schooling bannerfish Nama Umum: Ciri-ciri: Panjang max 21 cm (TL).

soliter. Habitat: Daerah kaya karang di laguna dan lereng karang . Rang kedalaman 2-20 m Distribusi: Samudra pasifik (Indonesia-Micronesia dan jepang). Distribusi: Samudra Hindia: Maldives. mirip tanduk di atas mata.varius adala garis putih ini. Samudra hindia digantikan dengan H. Habitat: Area terumbu karang yang baik dan laguna. berpasangan atau kelompok. Tipe pemakan: Zoobenthos / bentik invertebrata Lokasi foto: Pulau Weh. Yang membedakan dengan H. Range kedalaman 1-25 m. 2 garis putih dibatasi garis coklat gelap gingga sirip perut dan anal. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Heniochus pleurotaenia Phantom bannerfish lokal: Keling tanduk Ciri-ciri: Panjang max 17 cm (TL). Laut Andaman Sumatra dan Jawa Barat. berwarna coklat gelap dengan 2 garis putih di dekat kepala dan di dorsal memanjang hingga pangkal ekor.Heniochus varius Horned bannerfish / Humphead bannerfish Lokal: Keling tanduk Ciri-ciri: Panjang max 19 cm(TL). Sri Lanka—Indian Ocean: Maldives and Sri Lanka. Biasa juga diarea campuran laga dan karang. pleurotaenia Tipe pemakan: Polip karang dan invertebrata kecil 87 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan .

berwarna putih dengan garis diagonal coklat. Range kedalaman 3-25 m Distribusi: Pasifik barat (Jepang.Indonesia dan baratlaut Australia) Tipe pemakan: Zoobenthos 88 Chaetodon lunula Raccoon butterfly fish Nama Umum: Kepe gajah Ciri-ciri: Warna kuning-oranye dengan hitam abu-abu di badan. strip hitam besar diagonal.Chaetodon adiergsatos Philipinne butterflyfish / panda butterflyfish Lokal: Kepe-kepe panda Ciri-ciri: Panjang max 20 cm(TL). berpasangan dan juga berkelompok di laguna dan perairan karang agak dalam. Habitat: Berpasangan atau kelompok di area terumbu karang yang sehat. alga dan polip karang Lokasi foto: TN Karimunjawa. Rang kedalaman 0-30m Distribusi: Indo-pasifik. jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Warna hitam juga dipangkal ekor Habitat: Soliter. anal dan dada berwaran kuning dan spot hitam besar di sekitar mata serta spt hitam di atas kepala. strip hitam dimata dan strip putih disampingnya. Sirip dorsal. Atlantik tenggara Tipe pemakan: Bentik invertebrata . Jawa Tengah Foto by Rian Prasetia Taiwan . Lokasi foto: TN Karimunjawa.

89 .

Habitat: Lokasi foto: TN Bunaken . Porites. Pocillopora. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan .91m Distribusi: 90 Indo-Pasifik (Afrika timur – Hawai.Utara Jepang-Australia) Tipe pemakan: Ikan kecil dan krustacea kecil / Carnivora Lokasi foto: Pulau Weh. Range kedalaman 1 . tapi selalu memiliki cincing kuning dibelakang matanya. Acropora. Sulawesi Utara Foto by Fakhrizal Setiawan Soliter di daerah karang. biasanya bervariasi warnanya. biasa ditemukan berada diatas karang bercabang seperti: Stylophora.CIRRHITIDAE Hawkfishes Paracirrhites arcatus Arc-eye hawkfish Nama Umum: Mata nyender Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL).

Jenis territorial. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Suka berdiam iatas karang bercabangseperti Stylophora. garis merah berlanjut hitam disisi badan. Acropora. Habitat: Lokasi foto: Pulau Weh. Warna berubah seiring pertumbuhan. Badan kekuningan dengan muka abu-abu kehitaman dengan banyak titik hitam. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 91 Di daerah dasar karang yang jernih serta laguna. Range kedalaman 1 .Paracirhites forsteri Blackside hawkfish Nama Umum: Nyender asli Ciri-ciri: Panjang max 22 cm (TL). soliter dan berpasangan. Distribusi: Indo-Pasifik (Timur Afrika dan Laut merah-Hawai. jepangAustralia) Tipe pemakan: Ikan kecil dan krustacea kecil / Carnivora Lokasi foto: Pulau Weh.35m.

92 .

udang dan kepiting / Carnivora Lokasi foto: Pulau Weh. garis biru di bagian ekor Habitat: Berada di area terumbu karang bersembunyi di bawah karang atau celah batu. badan berwarna kuning kecoklatan dengan spot biru yang mencolok. Ikan pari 93 Taeniura lymma Foto by Fakhrizal Setiawan Ribbontail stingray Lokal: Pari totol biru Ciri-ciri: Diameter cakram max 90 cm.DASYATIDAE Sting fish. Migrasi berkelompok di area pasir dangkal selama air pasang untuk mencari makan. Distribusi: Indo-west pasifik( Laut merah dan timur Afrika hingga Kep. Aceh . cacing.Solomon dan Australia) Tipe pemakan: Moluska. Range kedalaman 0-20 m. Jarang ditemukan di pasir.

94 .

Range kedalaman 15-30 m. ubur-ubur dan Zooplankton . 2 garis hitam memanjang dari kepal hingga bawah mata dan kedua badan hingga sirip perut. Distribusi: Pasifik barat( Jepang-Australia) Tipe pemakan: Alga. Dewasa sering terlihat schooling. dewasa berwarna perak dengan sirip pendek pipih dan bulat. Memiliki mulut yang lebih moncong Habitat: Juv umumnya soliter sembunyi dibawah / goa karang dan di mangrove . Ikan platax 95 Platax pinnatus Foto by Fakhrizal Setiawan Dusky batfish / long-fined batfish Nama Umum: Platax asli Ciri-ciri: Panjang max 45 cm (TL). juvenil coklat gelap dengan batas oranye merah Lokasi foto: TN Karimunjawa dan TN Komodo terang dengan sisip dorsal dan anal panjang.EPHIPPIDAE Batfish.

PNG. Distribusi: Indo-west pasifik (Laut merah dan timur Afrika . Jawa Tengah atas sirip perut. karang dangkal. sirip perut berwarna kuning dengan spot hitam di Lokasi foto: TN Karimunjawa . Range kedalaman 0-20 m.Australia) Tipe pemakan: Zoobenthos dan nekton (finfish) . Memiliki 2 garis hitam satu melewati mata dan kedua melewati sisip dada yang semakin tua semakin pudar. Juvenile suka berada dilaguna. Jepang . Habitat: Dewasa lebih suka berada perairan lepas pantai agak dalam berkelompok.96 Platax teira Foto by Fakhrizal Setiawan Longfin batfish Nama Umum: Platax kertas Ciri-ciri: Panjang max 70 cm (TL).

97 .

Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan .. 2 spot biru di punggung. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Timur Afrika. Panama. Range kedlaman 2 . 98 Lokasi foto: Pulau Weh. warna hijau di dorsal . bentik krustacea Lokasi foto: Pulau Weh. Tipe pemakan: Ikan kecil. Sirip dorsal dan anal transparan.FISTULARIDAE Cornetfishes / Ikan Fistularia commersonii Bluespotted cornetfish Nama Umum: Julung alus Ciri-ciri: Panjang max 160 cm (TL). bentuk runcing memanjang. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Habitat: Didaerah terumbu karang dan dasra berpasir. keperakan di perut. ekor meruncing panjang. Pasifik timur: Mexico. Soliter atau dalam kelompok kecil. zooplankton.130 m. JepangAustralia dan Selandia baru.

99 .

Habitat: Didaerah muara dan laguna. membuat lobang dengan memindahkan pasir menggunakan mulutnya. Spot hitam di sirip ekor.Gobidae Gobies fish. Indonesia. Afrika Timur. jantan dengan 3 spot dekat dasar dari sirip kedua Lokasi foto: TN Komodo. NTT dorsal. Betina dengan garis coklat dari atas mulut hingga atas operculum. detritus dan bentik alga . Ikan gobi 100 Amblygobius albimaculatus Foto by Fakhrizal Setiawan Butterfly goby Nama Umum: lkan gobi Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). Memiliki 4-5 garis vertikal coklat dibadan. Australia Jepang dan Filipina Tipe pemakan: Zoobenthos/bentik invertebrate. cacing. Distribusi: Indo-Pasifik barat: Laut Merah. monogami. biasanya berpasangan didasar substrat berpasir dan pasir berlumpur. Durban.

2 baris coklat hampir vertikal di operkulum.101 Lokasi foto: Pulau Weh. sirip perut dan dubur. Rowley Shoals di timur Samudra Hindia dan GBR serta Kep. Aceh Istigobius rigilius Foto by Fakhrizal Setiawan Rigilius goby Nama Umum: lkan gobi Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL). Duri keempat dari dorsal pertama terpanjang. Tidak ada perbedaan yang jelas antara jenis kelamin dalam pigmentasi dan sudut sirip kediua dorsal.Kiribati dan Fiji. Habitat: Didaerah berpasir yang jernih disela-sela terumbu karang dan rubble Distribusi: Pasifik barat: Filipina dan Indonesia . dihubungkan oleh satu baris. 2 garis diagonal cokelat dari preoperculum di rahang atas. Jantan kadang-kadang dengan 3-4 garis vertikal kehitaman pada perut.Ryukyu Tipe pemakan: Belum diketahui .

102 .

Distribusi: Indo-Pasifik barat: Afrika Timur-samudra Hindia bagian barat. Habitat: Didaerah Terumbu karang dan pantai karang berbatu. Ikan bibir tebal 103 Lokasi foto: Pulau Weh.HAEMULIDAE Sweetlips fish. moluska. Dewasa bias soliter atau berkelompok. PNG dan New Caledonia. Perubahan ciri dari juvenile ke dewasa saat panjang sekitar 15 cm. sirip kuning dengan spot hitam. Tipe pemakan: Krustasea. Juvenil soliter di daerah laguna dangkal yang terlindung. Aceh Plectorhinchus vittatus Foto by Fakhrizal Setiawan Indian Ocean oriental sweetlips Nama Umum: lkan lilis Ciri-ciri: Panjang max 72 cm (TL). dan ikan kecil / Carnivora . dewasa putih dengan garis horizontal hitam.

Filipina-PNG dan barat laut Australia Tipe pemakan: Bentik invertebrata / Carnivore Lokasi foto: TN Komodo .Plectorhinchus polytaenia Ribboned sweetlips Nama Umum: lilis asli Ciri-ciri: Panjang max 50 cm (TL). Aktif malam hari mencari makan. Dewasa dengan warna garis tebal kuning dan biru keputihan silih berganti dari depan hingga pangkal ekor. reef slope dengan banyak kelimpahan invertebrata. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 104 Distribusi: Indonesia.Terjadi perubahan warna dari juvenile hingga dewasa Habitat: Biasa ditemukan didaerah karang dalam. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Soliter atau dalam kelompok kecil sembunyi di karang saat siang hari. Lokasi foto: TN Komodo .

dewasa warna dasarnya putih kekuningan atau kehijauan. Dewasa soliter sembunyi didasar karang dan aktif saat malam mencari makan. juvenile suka bersembunyi disela-sela karang.cocos). Distribusi: Malaysia. Habitat: Daerah terumbu karang yang sehat. abubabu kekuningan dengan spot abu-abu teresbar di tubuh dimana semakin besar ukuran spotnya di sirip dorsal belakang dan ekor. Samudra Pasifik (Kep. laguna. Juvenil berwarna coklat dengan banyak spot putih besar. Fiji -Sumatra) Tipe pemakan: Krustasea.spot berubah dari putih menjadi hitam saat dewasa. Sirip bagian bawah dari ekor. Distribusi: Samudra Hindia (Maldives -Kep. Indonesia. pantai berkarang dan laguna. moluska. Range kedalaman 1-30 m. Habitat: Soliter kadang juga berkelompok di daerah berpasir. dan ikan kecil / Carnivora Lokasi foto: TN Komodo . Indonesian sweetlips Nama Umum: Macanan Ciri-ciri: Panjang max 50 cm (TL). anal dan perut berwarna gelap. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 105 Plectorhinchus chaetodontoides Harlequin sweetlips / Many-spotted sweetlips Nama Umum: onde / bronkeli Ciri-ciri: Panjang max 72 cm (TL). Range kedalaman 3-40 m. filipina Tipe pemakan: Bentik invertebrata Lokasi foto: TN Komodo . NTT Foto by Fakhrizal Setiawan .Diagramma sp.

106 .

Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . warna pink kekuninga dan keperakan.dorsal dan sirip anal Habitat: Soliter atau berkelompol bersembunyi dibawah karang didaerah tak berarus Distribusi: Indo-west pasifik Tipe pemakan: Bentik Invertebrata / Zoobenthos 107 Lokasi foto: Pulau Weh. Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Zoobenthos. Habitat: Didaerah lamun dan didasar karang bersembunyi. Range 1-50 m. waran merah kecoklatan dengan garis putih.HOLOCENTRIDAE Squarel fish. Umumnya didaerah dangkal. ikan dan zooplankton dan alga Lokasi foto: Pulau Weh. Ikan mata belo Sargocentron rubrum Redcoat Squarelfish Nama Umum: Menyeng belo Ciri-ciri: Panjang max 32 cm (TL).Garis merah disirip dorsal. nokturnal. strip merah di cagak sirip ekornya. Sirip ujung kemerahan kecuali dada dan perut. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Neoniphon sammara Sammara squirrelfish Nama Umum: menyeng Ciri-ciri: Panjang max 32 cm (TL).

Myripristis violacea Lattice soldierfish / violet soldierfish Nama Umum: Mata belo Ciri-ciri: Panjang max 35 cm (TL). Range kedalaman 240 m. kepala dan badan merah bagian belakang hingga pankal ekor dan sirip ekor putih keperakan. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 108 Sargocentron caudimaculatum Silverspot squirrelfish Nama Umum: belo buntut putih Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL). Distribusi: Indo-pasifik Tipe pemakan: Zooplankton/ larva krustacea Lokasi foto: TN Karimunjawa. Habitat: Biasanya di laguna. Soliter atau berkelompok. badan violet keperakan. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Timur Afrika . Marshal dan French Polynesia Jepang dan Australia Tipe pemakan: Bentik krustacea dan ikan Lokasi foto: Pulau Weh.Kep. perairan karang semi tertutup. laguna dan tebing karang. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Range 4-25 m. tutup insang berwarna merah gelap. alur karang. Habitat: Didaerah terumbu karang luar. sirip berwarna oranye diujungnya.

Dan aktif malam hari (nocturnal) mencari makan Distribusi: Indo-pasifik (Laut merah n Timur Afrika-Samoa.Myripristis murdjan Pinecone souldierfish / Blotcheye souldierfish Nama Umum: Mata belo Ciri-ciri: Panjang max 60 cm (TL). sirup yang terbuka merupakan bagian sirip yg lembut (dorsal. Ikan nocturnal Distribusi: Indo-pasifik Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Habitat: Daerah pantai berkarang. tutup insang berwarna coklat Habitat: Soliter. Jepang-Australia) Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: TN Karimunjawa. hidup sembunyi di karang di siang hari. sirip merah. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 109 Myripristis hexagona Doubletooth souldierfish Nama Umum: Mata belo Ciri-ciri: Panjang max 30 cm (TL). semua sirip merah. sembunyi dibawah / goa karang dan kadang bersama jenis lainnya juga ditemukan didaerah keruh. anal dan ekor). warna badan merah keperakan. bdan berwarna merah terang ke kuningan.

110 .

vaigiensis. Habitat: Didaerah terbuka di lereng karango dan kadang didaerah dangkal dan karang berbatu.KYPHOSIDAE Chubs fish 111 Lokasi foto: Pulau Weh. Garis yang terbentuk antara sirip ekor dan sirip anal lebih tegak dibandingkan K. Lord Howe dan Rapa dan Jepang. Aceh Kyphosus bigibbus Foto by Fakhrizal Setiawan Brown chub Nama Umum: Tampalbor (sulut) Ciri-ciri: Panjang max 75 cm (TL). timur dan barat Australia. (Sargassum dan Turbinaria) bentik krustacea. bdan abu-abu keperakan kadang ada juga yang kuning dan putih albino. Kep. Tipe pemakan: Bentik alga. Range kedalaman 1-25 m. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah. cacing . Timur Afrika.

112 .

Dewasa biasa menjelajah dan istirahat di celah / gua karang malam harinya.LABRIDAE Wrasse fish. juvenile berwarna hijau pucat dengan spot hitam memanjang. Soliter terkadang berpasangan. 113 Habitat: Hidup di area reef slope. laguna dan di alur karang. Juvenile biasa ditemukan di area terumbu karang yang sehat. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . krustacea / Carnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa.Range 1-100m Distribusi: Indo-pasifik Status: Masuk daftar merah IUCN dan terddaftar Appendix 2 CITES Tipe pemakan: Moluska. bulubabi. Ikan Cheilinus undulatus Humphead wrasse / Napoleon wrasse Lokal: lkan Napoleon Ciri-ciri: Panjang max 229 cm (TL). Terdapat 2 garis hitam memanjang dibelakang mata. dewasa memiliki benjolan di depan kepala. ikan.

Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Terdapat beberapa varian (merah. Variannya berwarna merah.Oxycheilinus digrammus Cheeklined wrasse Nama Umum: Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). Badan hijau dengan sedikit merah. Lokasi foto: TN Karimunjawa. garis diagonal di bawah insang ciri utamanya. krustacea dan bulubabi / Zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa. sering terlihat sembunyi di karang lunak dan hydroid. Interval kedalaman 3-50 m. Marshal dan Samoa) 114 Tipe pemakan: Moluska. Habitat: Di area karang sehat.Kep. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Indo pasifik ILaut merah dan Timur Afrika .

moluska) dan ikan kecil Lokasi foto: Pulau Weh. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 115 Gomphosus varius Bird wrasse Nama Umum: Pinguin ijo Ciri-ciri: Panjang max 30 cm (TL) dicirikan dengan mulut panjang. Range kedalaman 4-40 m Distribusi: Indo-pasifik Tipe pemakan: Moluska.Range kedalaman 1-30 m. caeruleus ). pasir dan rubble. Distribusi: Indo-Pasifik: CocosKeeling-Hawai. Tipe pemakan: Zoobenthos (krustacea. bintang ular. krustaLokasi foto: TN Karimunjawa.Marquesan dan Kep. Habitat: Didaerah karang yang sehat di laguna dan lereng karang. karang beralga dan diarea campuran antara karang.Tuamoto digantikan oleh Gomphosus caeruleus di Samudra Hindia. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan .Cheilinus fasciatus Redbreasted wrasse Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). warna saat juv hingga dewasa serta sebaran distribusinya dengan kembarannya G. Bentuknya sangat mudah dikenali dengan warna merah terang mulai dr depan dorsal sampai sirip perut dan belakang mata serta garis vertikal dibadan belakangnya Habitat: Di area laguna.

Cheilinus chlorurus Floral wrasse Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 45 cm (TL). Kep.juv daerah karang beralga dan di hydrozoa. Distribusi: Indo-Pasifik: Timur Afrika-Kep. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 116 Cheilinus trilobatus Tripletail wrasse Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 45 cm (TL). Range kedalaman 1-30m Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Moluska dan crustacea / Zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa. Tipe pemakan: Lokasi foto: Pulau Weh. bentik krustacea. Umumnya soliter. hijau kemerahan tipis vertikal di badan. Dewasa sirip ekor trilobe.miripdengan C. Tuamoto dan Australia. trilobatus namun badan berwarna coklat dan memiliki spot hitam di bagian sirip ekor. Habitat: Laguna dan pantai berkarang yang bercampur pasir dan rubble. Habitat: Dewasa didaerah laguna dan lereng karang. d2 garis putih di pangkal ekor.Ryukyu dan New Caledonia. garis tidak beraturan di kepala dan dada. hanya genus Cheilinus yang memiliki 10 duri dorsal.echinodermata . ikan kecil. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Moluska.

umumnya soliter. cirinya mulut dapat dipanjangkan dan berguna menangkap mangsa. Lokasi foto: TN Karimunjawa.Epibulus insidiator Sling-jaw wrasse Nama Umum: Kukuniran (sulut). Dewasa didaerah lereng karang atau karang terjal. Warna berubah sesuai dengan umur dan variasi ada yang coklat(betina) dan kuning. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Range kedalaman 1-42 m Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Krustacea kecil dan ikan kecil / karnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. kenari / trompet kuning (jawa) Ciri-ciri: Panjang max 54 cm(TL). Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 117 Habitat: Daerah karang yang sehat.

Jawa Tengah Halichoeres hotulanus Foto by Fakhrizal Setiawan Checkerboard wrasse Nama Umum: Keling perak Ciri-ciri: Panjang max 27 cm (TL).118 Lokasi foto: TN Karimunjawa. bagian muka dengan corak merah. Range kedalaman 1-30 m Distribusi: Indo-pasifik Tipe pemakan: Moluska. Habitat: Area terumbu karang dari dangkal hingga dalam dan laguna. badan biru kehi- jauan dan sirip ekor dan dorsal kuning. Juvenile bercorak hitam putih dan berubah saat dewasa. krustacea dan bulubabi / zoobenthos .

Range kedalaman 2-15m Distribusi: Pasifik barat( Indonesia. Filipina . Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Halichoeres leucurus Greyhead wrasse Nama Umum: Keling tua Ciri-ciri: Panjang max 13 cm (TL). dipangkal sirip pectoral terdapat spot merah.PNG.richmondi) Habitat: Didaerah laguna dan karang yang sehat juga ditemukan dihabitat campuran karang beralga. Ekor segitiga dengan garis biru serta dasarnya kuning (mirip H. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .Halichoeres vroliki Indian ocean pinstriped wrasse Nama Umum: keling strip Ciri-ciri: Panjang max 13 cm (TL). badan hijau terang dengan 3-4 garis vertikal di punggung serta garis pingk di kepala Habitat: Area terumbu karang dengan Range Kedlaman 2-20m Distribusi: Indo-west pasifik: (Maldives-maluku(Indonesia) dan Laut Andaman Tipe pemakan: Belum diketahui 119 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Kepala coklat dengan garis biru. Palau) Tipe pemakan: Belum diketahui Lokasi foto: TN Karimunjawa.

Hidup di daerah terumbu karang berpasir dan banyak rubble. pangkal sirip dada terdapat spot hitam. badan berwarna ungu. Range kedalaman 0-10m. pantai berbatu. TaiwanAustralia) Tipe pemakan: Zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa. Habitat: Habitat di area karang laguna. Sumatra. Habitat: Biasa dijumpai soliter. Distribusi: Pasifik barat (Filipina-Indonesia. berpasangan atau kelompok kecil. ekor berwarna kuning. berwarna hijau cerah. pantai karang dengan pasir dan rubble substratnya. Jawa Tengah 120 Halichoeres melanochir Orangfin wrasse Nama Umum: keling biru Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). bagian kepala dan badan depan terdapat garis pink menyebar.Halichoeres chloropterus Foto by Fakhrizal Setiawan Pastel-green wrasse Nama Umum: Keling ijo Ciri-ciri: Panjang max 19 cm (TL). Jawa dan Malaysia Tipe pemakan: moluska. krustacea dan bulubabi / zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa. Soliter dan memiliki daerah territorial. Distribusi: Filipina-GBR. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .

Muka lebih bersudut. Distribusi: Pasifik barat (jawaIndonesia timur. Badan hijau tua kecoklatan. melanurus dan H. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 121 Halichoeres marginatus Dusky wrasse Nama Umum: Keling coklat Ciri-ciri: Panjang max 18 cm(TL). Filipina.leucurus yang dibedakan dari spot hitam dan warna ekor. ekor hijau dipangkalnya lalu biru dengangaris kuning diujungnya Habitat: Biasa soliter atau kelompok kecil. Habitat: Dari laguna hingga daerah karang yang sehat.Halichoeres richmondi (Inisial Fase) Tailspot wrasse / Richmond’s wrasse Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 19 cm(TL). JepangAustralia) Tipe pemakan: Zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa. Range kedalaman 0 30m Distribusi: Indo-pasifik (laut merah dan timur Afrika-Micronesia. Juv dan betina memiliki sirip ekor oranye atau kuning. palau ) Lokasi foto: TN Karimunjawa. Range kedalaman 0-12 m. Saat Inisial fase sangat mirip dengan H. jantan dikenali dari kepala coklatoranye dan garis biru berantai. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . jepang. daerah laguna dan karang yang sehat.

Australia) Tipe pemakan: Krustacea kecil dan moluska/ zoobenthos 122 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jepang-GBR. Marshal. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . JepangAustralia. putih kehijauan dengan bagian bawah sedikit pink. badan kehijauan dengan dorsal merah. Habitat: Soliter di habitat pasirdan rubble disekitar karang dan laguna Distribusi: Indo-pasifik (Afrika timur-Kep. Samua dan palau.Coris batuensis Batu coris Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 17 cm (TL). Habitat: Didaerah dangkal yang jernih. Maldives. Distribusi: Indo-{asifik barat: Laut merah. 4 garis biru horizontal dan daerah kuning sekitar sirip dada. di reef crest dan lereng karang. Range 0-8 m. Tipe pemakan: Zoobnethos Lokasi foto: Pulau Weh. beberapa garis vertical dibadan dan spot hitam di tengah sirip dorsalnya. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Stethojulis trilineata Three-lined rainbowfish Nama Umum: Es lilin Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL).

di goa-goa karang. Garis hitam dari mulut dan melenar ke ekor. Tinggal di stasiun pembersihan dimana ikan dating untuk dibersihkan. Lord. berpasangan dan berkelompok didaerah karang. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 123 Labroides dimidiatus Bluestreak cleaner wrasse Nama Umum: Dokter Ciri-ciri: Panjang max 14 cm (TL). Jepang dan P. dewasa didaerah terbuka Distribusi: Indo-Pasifik: Timur Afrika –Line.Marquesan dan Kep. territorial karena memiliki stasiun pembersih. Society. Range kedalaman 1 . Tipe pemakan: Ectoparasit krustacea dan mucus ikan Lokasi foto: Pulau Weh. Habitat: Soliter.40m Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Ectoparasit krustacea dan mucus ikan Lokasi foto: TN Karimunjawa. Putih kekuningan di kepala dan kebiruan di belakangnya. Juv soliter .Labroides bicolor Bicolor cleaner wrasse Nama Umum: Dokter asli Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL). Habitat: Didaerah laguna dan lereng karang. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .

saat juvenile terdapat 2 garis putih horizontal di badan. Habitat: Daerah laguna dan lereng karang dengan tutupan karang yang bagus. Mulut menyerupai tabung. kepala violet. Range kedalaman 0-20m Distribusi: Indo-Pasifik (Afrika timur Samoa dan Micronesia) Tipe pemakan: Cnidaria / Zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 124 Cirrhilabrus solorensis (Inisial fase) Solor wrasse Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 11 cm (TL).Labrichthys unilineatus Tubelip wrasse Nama Umum: Keling item Ciri-ciri: Panjang max 17. Habitat: Didaerah rubble didasar disekitar karang. warna bervariasi dan dapat berubah warna saat proses perkawinan. Range kedalaman 5 35m. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan .5 cm(TL). Distribusi: Indonesia Tipe pemakan: Belum diketahui Lokasi foto: TN Komodo. Biasa ditemukan dekat karang bercabang. Dewasa badan hitam keabuan dengan spot putih memanjang di belakang insang. Mata merah cerah Badan atas oranye. laguna dan kadang daerah karang berpasir. badan bawah biru muda terang.

Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan .Hemigymnus fasciatus (juv) Barred thicklip Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 80 cm (TL). Tipe pemakan: Zoobenthos Lokasi foto: Pulau Weh. dewasa di karang yang terbuka. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 125 Bodianus axillaris (Juv) Axilspot hogfish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL).French Polynesia. echinodermata). Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah .Timur Afrika . S. S. Bibir semakin tebal sesuai usia. Habitat: Didaerah terumbu karang dan reef flats. Jepang . Juv bersembunyi di karang pantai dangkal. bentik krustacea. soliter atau kelompok kecil. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Timur Afrika— Micronesia. Badan gelap dengan 5 garis putih vertikal.Tenggara Australia. Kepala hijau dengan bercak pink. Jantan dewasa memiliki spot hitam di sirip dorsal dan anal. Tipe pemakan: Zoobenthos (cacing.Jepang-Austalia. Juv dan betina dikenali dari badan hitam dengan spot putih. Juv soliter di celah karang dan membersihkan tubuh ikan lain. moluska. Habitat: Didaerah laguna dan terumbu karang yang jernih. zooplankton dan ikan kecil Lokasi foto: Pulau Weh.

Pseudocheilinus hexataenia Sixline wrasse Nama Umum: l Ciri-ciri:
Panjang max 10 cm (TL), Badan violet merah dengan 6 garis merah, spot hitam kecil di atas pangkal ekor. Pangkal ekor kehijauan.

Habitat:
Didaerah terumbu karang dan pantai, biasa bersembunyi di sela karang dalam kelompok kecil.

Distribusi:
Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan

Indo-Pasifik: Laut Merah, Afrika Timur - Kep. Tuamoto di French Polynesia, Jepang - Australia.

126

Tipe pemakan: Zooplankton

Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan

127

LETHRINIDAE
Emperor fish, Ikan lencam

Lethrinus erythropterus Longfin emperor Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 50 cm (TL),
Kepala dan tubuh atas berwarna merah kecoklatan, dekat pangkal ekor terdapat 2 garis putih vertical, sirip berwarna kemerahan. Habitat: Didaerah berkarang atau pasir berkarang. Range 2 - 25m. Distribusi: Indo-Pasifik barat (Tanzania n MozambikPNG,Palau) Tipe pemakan: Echinodermata, krustacea, moluska, ikan kecil / Carnivora

128

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan

Lethrinus harak Thumbprint Emperor Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 50 cm
(TL), punggung berwarna hijau muda, bercak hitam besar dibadan yang dikelilingi warna kuning, ada titik biru di depan mata, sirip berwarna merah muda. Habitat: Soliter atau kelompok kecil di perairan dangkal, mangrove, laguna, lamun dan karang. Range 0-20m Distribusi: Indo-west Pasifik Tipe pemakan: Ikan kecil, krustacea, moluska / Carnivora

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan

Gnathodentex aureolineatus Striped large-eye bream Nama Umum: l Ciri-ciri:
Panjang max 30 cm (TL), berwarna perak abu-abu, 4-5 garis coklat dibadan dengan spot kuning dibelakang sirip dorsal. Pangkal sirip dada kuning.

Habitat:
Terumbu karang yang dangkal dan laguna, sering terlihat schooling bergabung dengan ikan lain. Nokturnal, Range kedalaman 3-30m.
Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 129

Distribusi:
Indo-pasifik (Afrika Timur - Kep. Tuamoto di French Polynesia, Jepang-Australia)

Tipe pemakan:
Krustacea kecil, Gastropoda / Zoobenthos

Lokasi foto: Kep. Banyak, Aceh Foto by Tasrif kartawijaya

Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan

Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan

Monotaxis grandoculis Humpnose big-eye bream Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 60 cm
(TL), hitam keabu-abuan, garis vertical putih yang semakin dewasa pudar, daerah sekitar mata kekuningan, Habitat: Didaerah pasir dan rubble dekat karang, soliter atau berkelompok. Aktif malam hari, ukuran dewasa berpotensi ciguatera.Range kedalaman 1-100m Distribusi: Indo-Pasifik (Laut merah dan Timur Afrika-Hawai, Jepang-Australia) Tipe pemakan: Moluska, krustacea, Teripang, Tunikata, Polychaeta/ Zoobenthos

130

Lokasi foto: TN Komodo, NTT Foto by Fakhrizal Setiawan

131

LUTJANIDAE
Snapper fish, Ikan kakap

Lutjanus biguttatus Two-spoted banden snapper Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 25
cm (TL), garis coklat memanjang dari mulut hingga pangkal ekor diselingi garis putih, 2 spot putih dibawah sirip dorsalny, sirip kuning. Habitat: Area terumbu karang, biasanya schooling namun kadang ada juga soliter. Range 3-36m Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan:Carnivora

132

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan

Lutjanus decussatus Checkered snapper Nama Umum: Kakap bata Ciri-ciri: Panjang max 35
cm (TL), wrna dasar putih dengan badan atas tersusun kotak coklat dan bawahnya garis, dengan spot hitam dipangkal ekor. Habitat: Daerah dangakl dan lereng karang, soliter kadang kelompok,range kedalaman 2-30m Distribusi: Indo west Pasifik (selatan India-PNG) Tipe pemakan: Carnivora

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan

Lutjanus monostigma One-spot snapper Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 60 cm
(TL), badan perak kekuningan dengan sirip kuning. Kadang terdapat spot hitam di badan. Badan kadang ciguatoxic. Habitat: Di daerah terumbu karang berada di goa, sela-sela karang besar dan bangkai kapal. Soliter atau berkelompok. Range kedalaman 1-60m. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur - Marqueses dan Kep. Line, utara Kep. Ryukyu , selatan Australia. Tipe pemakan: Carnivora (Ikan dan bentik krustacea)

Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 133

Lutjanus kasmira
Common bluestrip snapper

Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 40 cm
(TL), berwarna kuning2/3 badan, bawah putih dengan 4 strip biru,ekor kuning. Habitat: Schooling di terumbu karang, laguna dangkal, dan lereng karangyang terlindung. Range 3-265m. Distribusi: Indo-Pasifik (Laut merah dan timur Afrika—Kep Marquises dan line, JepangAustralia) Tipe pemakan: Carnivora (ikan, krustacea, cephalopoda,stomatopoda)
Lokasi foto: TN Komodo, NTT Foto by Fakhrizal Setiawan

134

Lokasi foto: Lembeh, Sulut

Lutjanus sebae Foto by Tasrif Kartawijaya Emperor red snapper Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 116 cm (TL), bagian kepala agak melengkung kedalam. Saat
juvenile dan semidewasa warna dasar putih keperakan dengan garis merah dimuka, dorsal depan hingga sirip perut dan ujung sisip anal, di sirip halus dorsal hingga melengkung ke ujung bawah sirip ekor dan di ujung atas sirip ekor. Saat dewasa warna merah seluruhnya. Habitat: Biasa dijumpai didaerah terumbu karang dan berbatu. Juvenile di daerah pantai, air keruh, mangrove, kdang juga disela-sela bulu babi di pantai dangkal. Saat dewasa bergerak ke daerah lebih dalam, berkelompok dalam ukuran yang sama dan kadang juga soliter. Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Selatan Laut Merah dan Afrika Timur - New Caledonia, Jepang dan Australia. Tipe pemakan: Carnivora (ikan, bentik krustacea, cephalopoda,stomatopoda)

135

Panjang max 20 cm (TL). Range kedalaman 318m. Mozambiqu– Kep. Sirip ekor coklat gelap. Tipe pemakan: Belum diketahui Lokasi foto: Pulau Weh.MONACANTHIDAE Filefishes. Ikan 136 Amanses scopas Foto by Fakhrizal Setiawan Broom filefish Nama Umum: Ciri-ciri: . Jepang– GBR di Australia. jmulut coklat gelap. Aceh . Tuamoto dan Society di French Polynesia. badan coklat dengan 12 garis gelap. Distribusi: Indo-Pacsifik: Laut merah. Habitat: Didaerah pantai hingga lereng karang yang jernih. bersembunyi di celah rubble saat didekati. biasa didaerah kaya karang dan rubble. jantan memiliki duri panjang di dekat pangkal ekor.

Annobon. Digantikan Cantherhines sandwichiensis di Kep. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Afrika Timur. atau abu-abu dengan bentuk poligonal yang berdekatan. kadang di daerah keruh. memiliki tiga pola warna dasar: abu-abu belangbelang dan coklat. Habitat: Didaerah Terumbu karang hingga lereng karang. Terdapat spot putih diatas pangkal ekor. Aceh Cantherhines pardalis Foto by Fakhrizal Setiawan Honeycomb filefish Nama Umum: Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL). Tenggara Oceania. coklat gelap.137 Lokasi foto: Pulau Weh. soliter. Kep. Tipe pemakan: Zoobenthos (bentik invertebrata) . Jepang. Atlantik timur: Teluk guinea. Hawai.

Dewasa biasanya terlihat di sepanjang lereng pantai dalam atau luar terumbu karang drop-off pada sekitar 20 meter kedalaman. sangat pipih. Atlantic Barat: Nova Scotia. Samudera Pasifik: selatan Jepang ke Great Barrier Reef selatan. Juvenile mengikuti dibawah objek mengapung di laut terbuka untuk waktu yang lama dan mencapai ukuran besar.Atlantic Timur: St Paul's Rocks. dan tunicate. Afrika Selatan. Sesekali terlihat di bawah objek mengambang. sirip ekor bulat dan panjang. kecoklatan dan abu-abu. remaja coklat kekuningan dengan bintik-bintik gelap. . Habitat: Hidup laguna dan terumbu ke arah laut. rumput laut. dari Teluk California ke Kolombia Tipe pemakan: Alga. Pulau São Tomé. Memanjang. Tanjung Verde dan Pulau Ascension. dewasa cokelat dengan garis-garis biru dan titik-titik. gorgonian.138 Lokasi foto: Pulau Weh. Bentopelagis. hydrozoans. Distribusi: Circumtropical. Kaledonia Baru dan Easter Island. Di Pasifik timur. Kanada dan utara Teluk Meksiko ke Brazil. Aceh Foto by Efin Muttaqien Aluterus scriptus Scribbled leatherjacket filefish Nama Umum: Ikan Ayam-ayam Ciri-ciri: Panjang max 110 cm (TL). insang membuka miring dan kepala dengan bintik-bintik hitam kecil tersebar . Rentang kedalaman 3-120 m. colonial anemones. mulut cekung.

Habitat: Didaerah laguna dan terumbu karang yang jernih. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur. badan hijau kebiruan dengan spot oranye tersebar. Mozambique .Heliopora coerulea. Tipe pemakan: Cnidarians (polyp karang) karang jenis:Acropora acuminate. New Caledonia dan Tonga. Aceh Oxymonacanthus longirostris Foto by Fakhrizal Setiawan Harlequin filefish Nama Umum: Ciri-ciri: Panjang max 12 cm (TL). . Digantikan Oxymonacanthus halli di lLaut Merah.French Polynesia. Range kedalaman 030 m.Acropora valida. Bersarang di dasar karang yang mati kadang di alga. biasa soliter atau berpasangan. Jepang GBRAustralia.Porites cylindrical. Spot hitam di sirip ekor dengan mulut yang panjang dan kecil.139 Lokasi foto: Pulau Weh.Acropora nasuta.

140 .

dewasa coklat dengan bintik hitam mirip leopard dan area hitam disekitar insang Habitat: Daerah karang dan karang berbatu dengan banyak celah persembunyian.Sangat sensitive terhadap ikan luka atau stress.MOORAYNIDAE Surgeon fish. ikan dan krustacea / Carnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. Menyerang jika diganggu. Range kedlamana 1-150m. 141 Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Carnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . mata kemerahan. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Gymnothorax flavimarginatus Yellow-edged moray Nama Umum: Belut laut Ciri-ciri: Panjang max 240 cm (TL). Juv coklat dengan banyak bintik hitam besar. Habitat: Dasar goa/celah batu dikarang. Range 0-50m. Bukaan insang hitam . Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Cephalopoda. Ikan butana Gymnothorax javanicus Giant moray Lokal:Lindong laut/belut laut Ciri-ciri: Panjang max 300cm (TL). badan kekuningan dengan bintik hitam dan coklat tua padat.

Habitat: Lokasi foto: TN Komodo. Jepang. memiliki 3 tentakel berdaging diujung moncong. NTT (dewasa) Foto by Fakhrizal Setiawan Hidup dilaguna dan daerah karang berpasir.Tuamoto.French Polynesia. Kep. bersembunyi di lubang dan hanya mengeluarkan kepalanya. Tentakel tersebut berada dibawah rahang memanjang kedepan. 142 Distribusi: Indo-Pasifik (Timur AfrikaKep.Rhinomuraenia quaesita Ribbon eel Nama Umum: Belut pelangi Ciri-ciri: Panjang max 130 cm (TL).Juvenil berwarna hitam dengan dorsal kuning. Badan biru cerah dengan dorsal kuning.selatan New Caledonia. NTT (Juvenil) Foto by Fakhrizal Setiawan . Hanya moray yang mengalami perubahan warna dan kelamin mendadak (protandeus hermaprodit) dimana belut jantan berubah kelamin menjadi betina. Marianas dan Marshal) Tipe pemakan: Ikan kecil / Carnivora Lokasi foto: TN Komodo.

Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Habitat: Daerah pantai dengan terumbu karang dan lereng karang.Gymnothorax isingteena Spotted moray Nama Umum: Belut sapi Ciri-ciri: Panjang max 180 cm (TL).Pasifik barat) Tipe pemakan: Carnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. Warna dasar badan putih dengan bentuk tidak beraturanspot hitam besar dan kadang hempir melingkar. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Indo west Pasifik (Mauritius dan Comoro . Rang kedalaman 3 30m. 143 Lokasi foto: TN Karimunjawa.

144 .

perut berwarna merah muda. Tubuh merah abu-abu bagian punggung keabu-abuan.krustacea) 145 Lokasi foto: TN Karimunjawa. spot hitam dekat pangkal ekor. Habitat: Daerah berpasir dan rubble dekat karang. Range kedalaman 0-100 m. Ikan jenggot Parupeneus barberinus Dash and dot goatfish Lokal: Ikan jenggot Ciri-ciri: Panjang max 60 cm (TL). moluska. Habitat: Daerah berpasir dan rubble dekat karang dan laguna. dengan garis hitam dari mata ke bagian ekor. warna dasar putih dengan garis hitam dari mulut hingga belakang dorsal. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Parupeneus macronemus Long-barbel goatfish Nama Umum: Ikan jenggot Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL).MULLIDAE Goat fish. dibagian atasnya berwarna kuning dengan spot hitam dipangkal ekor. Range kedalaman 3-25m. Distribusi: Indo-west Pasifik Tipe pemakan: Zoobenthos / cacing plychaeta dan krustacea Lokasi foto: TN Karimunjawa. Strip hitam sepanjang sirip kedua dorsal. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Zoobenthos (cacing.

Filipina-Hawai. Laut Andaman– timur Indonesia. Range 0-80 m. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 146 Parupeneus trifasciatus Doublebar goatfish Nama Umum: Jenggot garis Ciri-ciri: Panjang max 35 cm (TL). Habitat: Didarah laguna dan terumbu karang: juv didaerah reef flats.Parupeneus bifasciatus Doublebar goatfish Nama Umum: Jenggot totol 2 Ciri-ciri: Panjang max 35 cm (TL). laguna dan terumbu karang. badan putih kehijauan. Distribusi: Laut Merah. 2 garis di bawah dorsal dan garis pertama memanjang hingga sirip perut. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . JepangAustralia) Tipe pemakan: Zoobenthos Lokasi foto: TN Komodo. Distribusi: Indo-Pasifik (Indonesia. Putih krem dengan spot merah di perut bawah. dewasa disekitar daerah berbatu atau karang. Habitat: Biasanya soliter atau berpasangan didaerah pantai. French Plynesia. Tipe pemakan: Zoobenthos (bentik krustacea dan cacing) dan ikan kecil Lokasi foto: Pulau Weh. bercak hitam di sekitar mata dan 2 spot hitam samar di badan.

Maluku Utara Foto by Tasrif Kartawijaya 147 Parupeneus cyclostomus Gold-saddle goatfish Nama Umum: Jenggot totol kuning Ciri-ciri: Panjang max 50 cm (TL).Mulloidichthys vanicolensis Yellowfin goatfish Nama Umum: Jenggot kuning Ciri-ciri: Panjang max 38 cm (TL). berbatu dan rubbleo di reef flat.garis biru di sekitar mata Habitat: Didaerah Terumbu karang. Tipe pemakan: Ikan kecil dan bentik krustacea Lokasi foto: Pulau Weh. Range 5-113 m. Badan kombinasi abu keunguankehijauan dan kekuningan. schooling saat siang hari dan malam menyebar untuk mencari makan. Juv umumnya schooling kecil dan dewasa soliter. Ryukyu.French Polynesia. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Afsel. Spot kuning di atas pangkal ekor dan dibawah dorsal. Kep. laguna dan lereng karang. Kayoa. Semua sirip kuning Habitat: Biasanya schooling didaerah karang dangkal. New Caledonia dan Rapa. Hawai . garis memanjang kuning . Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah. Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Zoobenthos/ cacing plychaeta dan krustacea Lokasi foto: Kep. perut berwarna putih.

umumnya soliter damun kadang juga berkelompok. garis coklat memanjang dari mulit hingga ekor. Jepang) Tipe pemakan: Zoobenthos . Range kedalaman 2 . Distribusi: Indo-west Pasifik (timur Afrika-New Caledonia. ujung dorsal berwarna gelap.148 Lokasi foto: Pulau Weh dan TN Komodo Upeneus tragula Foto by Fakhrizal Setiawan Freckled goatfish Nama Umum: Jenggot samar Ciri-ciri: Panjang max 33 cm (TL). sungut kuning. Habitat: Biasa di daerah rubble dan pasir di dekat karang.50 m. badan banyak spot dan bercak hitam. sirip ekor coklat bergaris-garis.

149 .

Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Tipe pemakan: Pentapodus trivittatus Three-striped whiptail Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL). Habitat: Daerah karang yang jernih dan daerah dangkal banyak rubble. Warna: badan atasabuabu gelap atau coklat zaitun. Range 1-15 m.NEMIPTERIDAE Surgeon fish. dua garis kuning satu memanjang dari mulut ke belakang dorsal dan dari belakang mata hingga dekat sirip ekor Habitat: Dikolom perairan daerah berpasir dekat terumbu karang. Range 5-20m Distribusi: Indonesia-Samoa dan Tonga 150 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Garis putih kekuningan memanjang menyempit dari badan ke ekor. putih keperakan di bawah. Distribusi: Western Pasifik Tipe pemakan: ikan kecil dan zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa. Ikan butana Pentapodus aureofasciatus Yellowstripe threadfin bream Common name: Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL). biru keabu-abuan samar.

abu-abu gelap ke kuningan dibagian atas da putih dibawah badan. laguna atau rubble. Distribusi: Timur samudara Hindia dan Pasifik barat Tipe pemakan: Zoobenthos dan ikan kecil Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Scolopsis lineata Striped monocle bream Nama Umum: l Ciri-ciri: badan atas coklat zaitun. ada 3 garis hitam pada badan atas dengan sela -sela kuning Habitat: Daerah berpasir karang. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Juv. 2 garis melengkung dari dekat mata ke dorsal. Juv daerah dangkal. Distribusi: Indo-west Pasifik Tipe pemakan: Zoobenthos dan ikan kecil 151 Lokasi foto: TN Karimunjawa. 3 garis-garis putih kekuningan dari kepala kebadan. soliter atau berpasangan. Habitat: Daerah terumbu karang. putih-keperakan di bawah ini. Range 4-20 m. Range 1-25 m. 3 garis diatas kepala.Scolopsis binileata Two-lined monocle bream Common name: Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 23 cm (TL). juv sendiri daerah perairan dangkal. biasanya schooling.

Beberapa dengan perut kekuningan. variasi warna antara populasi di Hindia dan Pasifik: juvenile kurang warna garis kuning di Samudra Hindia dan dewasa menunjukkan bagian belakang yang gelap dibandingkan dengan bentuk Pasifik.Scolopsis margaritifera Pearly monocle bream Common name: Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 28 cm (TL). cacing polychaeta dan ikan kecil / Carnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa.) Tipe pemakan: Krustacea kecil. Distribusi: Pasifik barat:(Laut cina selatan-Vanuatu and timur laut Australia. moluska. Range kedalaman 1-20 m. abu-abu gelap dari kepala hingga bawah dorsal. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 152 Habitat: Daerah dasar berpasir di area terumbu karang. Juv garishitam sempit sepanjang punggung (hanya pada beberapa spesimen) dan hitam.

153 .

OSTRACIIDAE Boxfishes. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Afrika Timur. Species digantikan Ostracion cyanurus di Laut Merah dan Teluk Aden. Hawai dan Kep. Tipe pemakan: Zoobenthos. Badan hitam kecoklatan dengan spot putih dipunggung dan kuning di sisi badan. soliter. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 154 Ostracion meleagris Whitespotted boxfish Nama Umum: Buntel item Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL). Kedalaman 0-30m. Tipe pemakan: Zoobenthos (sponge dan tunikata) dan bentik alga Lokasi foto: Pulau Weh. Ikan kotak Ostracion cubicus (Juv) Yellow boxfish Nama Umum: Buntel kuning Ciri-ciri: Panjang max 45 cm (TL). Range kedlaman 1-35m. Juv kuning cerah dengan spot hitam. Juv biasa dijumpai dekat Acropora. Habitat: Didaerah laguna dan karang semi tertutup.Ryukyu. Jepang– New Zealand. Distribusi: Indo-Pasifik dan Pasifik timur: Subspecies Ostracion meleagris camurum ditemukan di Hawai dan Ostracion meleagris clippertonense Di Pasifik Timur. Kep. Habitat: Dihabitat laguna dan lereng karang yang jernih. ikan kecil dan alga bentik Lokasi foto: Pulau Weh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan .Tuamoto. Spot berkurang dan warna menjadi kusam menjadi kebiruan seiring pertumbuhan.

155 .

PEMPHERIDAE 156 Pempheris vanicolensis Foto by Rizya L.Samoa. Distribusi: Indo-west Pasifik (laut merah . bdan berwarna coklat. sirip anal terlihat jelas garis hitam di ujungnya. ujung sired dorsal berwarna hitam Habitat: Biasa ditemukan daerah pantai berbatu dan terumbu karang. Ardiwijaya Vanikoro sweeper Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL). biasanya warna agak kehijaun terlihat dibagian tasa. Malam mencari makan dan kembali kegua sebelum terbit fajar. Dewasa biasa schooling di goa-goa atau daerah terlinding di karang saing hari. Filipina. Aceh . dan laut mediterania) Tipe pemakan: Zoobenthos dan zooplankton Lokasi foto: Pulau Weh.

157 .

Badan putih dengan keabuan di punggung dan bercak hitam kecoklatan merata di badan. Aceh Parapercis hexophtalma Foto by Fakhrizal Setiawan Speckled sandperch Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 29 cm (TL). spot hitam dengan ujung putih di ekor Habitat: Didaerah pasir dan rubble didasar area laguna dangkal dan lereng karang yang terlindung.GBR Australia. Tipe pemakan: Zoobenthos . dan Afrika Timur . Jepang . Distribusi: Samudra Hindia: Laut Merah. Ikan Cicak 158 Lokasi foto: Pulau Weh.Micronesia dan Samoa.PINGUIPEDIDAE Sandperches fish.

25m.159 Lokasi foto: Pulau Weh. badan keputihan dengan 7-8 persegi coklat yang terhubung garis di sisi bawah badan. Range kedalaman 6 .bercak hitam di bawah mata serta garis hitam tak beraturan memanjang melewati katup insang. Distribusi: Indo-Pasifik barat : teluk Bengal . Aceh Parapercis tetracantha Foto by Fakhrizal Setiawan Reticulated sandperch Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 26 cm (TL). Dorsal transparan dengan serentetan spot hitam diujung dan tengah. Habitat: Didaerah berbatu dan karang mulai dari dangkal hingga dalam dengan dasar yang berpasir. Tipe pemakan: Belum diketahui .Jepang dan Indonesia dan Papua New Guinea.

Foto by Fakhrizal Setiawan Yellowtail sandperch Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 14 cm (TL). 9 garis hitam di kedua sisi badan dengan spot hitam ditiap garisnya. tanda gelap yang tidak beraturan di punggung. Sirip ekor kuning Habitat: Daerah karang dan pantai yang dasarnya pasir atau rubble. Range kedalaman 3-20 m Distribusi: Indonesia Tipe pemakan: Zoobenthos . Soliter atau kelompok kecil. Jawa Tengah Parapercis sp.160 Lokasi foto: TN Karimunjawa. warna dasar putih.

dua spot coklat tak beraturan di badan bagian atas dan bawah serta dihubungkan dengan spot kuning memanjang di sisi badan. rubble. Distribusi: Indo-Pasifik: Mauritius dan Maldives . Spt putih pada sirip ekor. Tipe pemakan: Zoobenthos .GBR Australia. Badan krem dengan pola coklat b di punggung. pasir disela karang dan karang berbatu. Ryukyu Jepang . Habitat: Didaerah terumbu karang mengelompok.161 Lokasi foto: Pulau Weh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Parapercis millipunctata Black dotted sand perch Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL).French Polynesia. Range kedalaman 3-30 m. Kep.

162 .

Ikan cupang laut Calloplesiops altivelis Comet Nama Umum: cupang laut Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL). Range kedalaman 3-50 m. Nocturnal. warna badan hitam kecoklatan dengan spot putih menyebar diseluruh badan dan sirip kecuali sirip dada. Jepang-Australia) Tipe pemakan: Bentik crustacean dan ikan kecil / karnivora Lokasi foto: Pulau Weh. goa atau celah karang. Apabila terancam dapat menirukan/ mimikri seperti mouray.PLESIOPIDAE Devilfishes. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Lokasi foto: Pulau Weh. Pangkal sirip dorsal terdapat spot hitam dilingkari putih dan spot kuning di bagian atas pangkal ekor. Distribusi: Indo-pasifik (Laut merah dan Afrika timur-Pulau Line. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 163 Habitat: Didaerah karang.

164 .

Pardede . Range kedalaman 1-60 m.PLOTOSIDAE Plotosus lineatus Striped eel catfish Nama Umum: Lele laut Ciri-ciri: Panjang max 32 cm (TL). Sulut Foto by Shinta T. Distribusi: Indo Pasifik Tipe pemakan: Krustacea. Jawa Tengah Juvenil schooling dalam jumlah banyak. moluska. sebuah tulang bergigi tunggal sangat berbisa di awal punggung pertama dan setiap sirip dada. Dewasa dalam kelompok yang lebih kecil di area terumbu karang. sirip dorsal dan anal bersambung dengan sirip caudal/ekor. 4 pasang sungut. cacing dan ikan kecil Lokasi foto: Lembeh. 165 Habitat: Lokasi foto: TN Karimunjawa.

166 .

New Caledonia) Tipe pemakan: Tunikata dan spong / zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jepang-GBR. Badan kuning dengan garus lengkung putih dibatasi hitam dari dekat insang hingga pangkal ekor.POMACANTHIDAE Angel fish. Soliter . Ikan enjel Pygoplites diacanthus Regal angelfish Nama Umum: Enjel doreng asli Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL).Tuomoto. Distribusi: Indo-Pasifik (Laut merah dan Timur Afrika– Kep. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . berpasangan atau berkelompok. juvenil dengan bintik hitam besar pada bagian basal lunak sirip dorsal. 167 Lokasi foto: TN Karimunjawa. dari sirip punggung hitam kebiruan. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Habitat: Biasa terdapat didaerah karang yang sehat di laguna atau lereng karang. sirip ekor kuning. Bagian belakang sirip anal garis lengkung kuning dan biru berjalan sejajar dengan kontur tubuh. bagian mata gelap dengan garis kebiruan dekat mata.

perubahan warna dari jvenil ke dewasa dalam rentang ukuran 8-16 cm. 168 Distribusi: Indo-west Pasifik (laut merah dan timur Afrika-Samoa. Dewasa bagian depan berwarna coklat kehijauan. Dewasa di daerah karang yang sehat yang menyediakan banyak tempat bersembunyi. Juvenil species ini berwarna biru kehitaman dengan garis setengah lingkaran. Habitat: Juvenile menyukai perairan dangkal yang terlindung. bagian tengah kekuningan. Soliter dan berpasangan. Range kedalaman 1-30 m. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .Pomacanthus semicirculatus Semicircle angelfish Nama Umum: Brustun roti Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). tinikata dan alga / Zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa. banyak bintik biru disisinya. JepangAustralia) Tipe pemakan: Sponge.

Solomon. Juvenil berwarna kehitaman dengan 15 garis biru putih melengkung di sisi badan. Distribusi: Indo-Pasifik (Kep.Pomacanthus sexfasciatus Sixbar angelfish Nama Umum: Kambingan biru Ciri-ciri: Panjang max 46 cm (TL).Kep. Mengeluarkan suara apabila diganggu. Dewasa coklat kekuningan dengan 6 garis hiteam vertikal. Ryukyu . tunikata dan alga / zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa. Habitat: 169 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Kepala kehitaman dengan garis vertikal putih. sirip ekor. Soliter kadang berpasangan. dewasa menyukai daerah karang yang sehat. selatan Australia. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Tipe pemakan: Sponge. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Juvenil lebih suka didaerah karang yang dangkal. anal memiliki bintik biru. Range kedalaman 3-50 m.Malaysia dan Indonesia . Badan banyak binti-bintik biru.

juv hitam dengan garis biru muda melingkar. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Pomacanthus navarchus Bluegirdled angelfish Lokal: Bidadari bercadar Ciri-ciri: Panjang max 28 cm (TL). Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Sponge dan tunikata / zoobenthos Lokasi foto: Kep. Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Zoobenthos 170 Lokasi foto: Pulau Weh. Habitat: Juv daerah dangkal. Sirip biru muda.Pomacanthus imperator Emperor angelfish Lokal: Enjel betmen Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). Range 3-40m. dan pada daerah yang tepat di belakang kepala. Maluku Utara Foto by Tasrif Kartawijaya . mulut putih. range 1-100 m. sekitar insang hingga bawah berwarna hitam dengan tepi biru. Kayoa. Habitat: Daerah karang sehat dari laguna hingga lereng karang. sirip dada dan perut biru tua dengan banyak bintik-bintik biru muda. mata tertupup garis hitam. dewasa garis kuning diagonal. Juvenil berwrna hitam kebiruan dengan garis putih melingkar konsentris. dewasa daerah goa/celah di daerah karang yang sehat. Perubahan warna terjadi dari ukuran 8-12 cm. Garis biru muda sejajar di wajah dari bawah mata. Dewasa kuning cerah badan dan ekor.

Range Kedalaman 3-40 m. Habitat: Di daerah laguna dan karang dangkal. dorsal atas hotam. Betina dengan garis hitam yang luas pada punggung dan tepi bagian perut.Vanuatu. garsi hitam disirip anal. GBR Australia. Distribusi: Indo-West Pacific: Indo-Malayan region. Depan dorsal spot kuning. Komodo. Range kedalaman 1035 m. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 171 Apolemichthys trimaculatus Threespot angelfish Nama Umum: Enjel kuning Ciri-ciri: Panjang max 26 cm (TL). Memiliki harem 3-7 betina. Samoa) Tipe pemakan: Sponge dan tunikata / zoobenthos Lokasi foto: Pulau Weh.Genicanthus Lamarck Blackstriped angelfish Nama Umum: Enjel putih Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL). mulut biru. Habitat: Biasa di daerah dangkal dan lereng karang. buntut cagak memanjang. Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: TN. Distribusi: Indo-west Pasifik (Jepang-Australia. timur Afrika. spot hitam di atas kepala dan belakang kepala. Japan. tubuh pendek kuning. badan putih dengan 4 garis memanjang. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan .

Range kedalaman 0-30 m. Membentuk harem 3-7 individu. tunikata dan alga berfilamen / zoobenthos 172 Lokasi foto: TN Karimunjawa.sebagian muka depan kuning dengan mulut biru. Badan abu-abu gelap dengan garis coklat keemasan di sisi badan. Badan 2/3 hitam abu-abu dan sisnya putih. Lokasi foto: Pulau Weh.Indo-Malay timur.Chaetodontoplus mesoleucus Vermiculated angelfish Nama Umum: Kepe palsu Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). Distribusi: Indo-west pasifik (Indonesia-Jepang. Bentuk sangat mirip dengan juvenile Acanthurus tristis. Range kedalaman 1-20m. Ekor kuning. Habitat: Didaerah karang berbatu dan lereng karang yang sehat. Habitat: Daerah terumbu karang dan jarang di laut terbuka. sekilas mirip Chaetodontidae namun dibedakan dari opercula tulang belakangnya yang kuat. Pangkal ekor. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Centropyge eibli Blacktail angelfish Nama Umum: Enjel abu doreng Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL). Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . belakang dorsal hinga sirip ekor hitam. Tipe pemakan: Bentik alga dan cnidarians (hard coral). Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Sri Lanka . Garis hitam memanjang dari kepala hingga bawah. SriLanka-timur PNG) Tipe pemakan: Sponge. Daerah sekitar sirip perut oranye.

173

POMACENTRIDAE
Damsel fish, Ikan betok laut

174

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jawa Tengah

Amphiprion clarkii Foto by Fakhrizal Setiawan Yellowtail clownfish Nama Umum: Giru pasir Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL), Sangat bervariasi secara geografis dalam bentuk
dan warna. Dua garis putih, satu vertikal di belakang mata dan satunya memanjang dari dorsal hingga di adepan anal. Pangkal sirip ekor putih, dengan bagian berwarna kekuningan. Ovipar dan monogamy. Habitat: Daerah laguna karang dangkal dan lereng karang. Berasosiasi dengan anemon jenis: Cryptodendrum adhaesivum, Entacmaea quadricolor, Heteractis aurora, Heteractis crispa, Heteractis magnifica, Heteractis malu, Macrodactyla doreensis, Stichodactyla gigantea, Stichodactyla haddoni, Stichodactyla mertensii . Range 1- 60m. Distribusi: Indo-west Pasifik (Teluk Persia-barat Australia, Kep. Indo-Australia, Melanesia, Micronesia, Taiwan dan Jepang) Tipe pemakan: Omnivora

175

Amphiprion ocellaris Foto by Fakhrizal Setiawan Clown anemonefish Nama Umum: Ikan badut, nemo, kelonpis Ciri-ciri: Panjang max 11 cm (TL), warna badan oranye dengan tiga garis putih lebar,
bagian yang tengah berbentuk segitiga maju ke dekat sirip dada. Sirip ekor bulat. Habitat: Daerah karang yang dangkal dan tenang. Diurnal, protandrous hermaprodit. Berpasangan monogamy. Berasosiasi dengan anemone jenis: Heteractis magnifica, Stichodactyla gigantea, dan Stichodactyla mertensii . Range kedalaman 1-15 m. Distribusi: Indo-west Pasifik Tipe pemakan: Omnivora

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jawa Tengah

176

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jawa Tengah

Amphiprion perideraion Foto by Fakhrizal Setiawan Pink anemonefish Nama Umum: Pelet tambah Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL), Warna dasar oranye. Sirip transparan. Satu garisputih mengikuti kontur punggung dari atas mulut hingga batang ekor. Garis vertikal putih di antara kepala dan katup insang. Habitat: Daerah karang dangkal yang tenang, diurnal, monogami, protandrous hermaphrodit. Berasosiasi dengan anemone jenis: Heteractis magnifica (umumnya), Heteractis crispa, Macrodactyla doreensis, and Stichodactyla gigantea . Dibeberapa tempat malah berbagi tempat di anemone dengan A. akallopison. Range 1-38 m. Distribusi: Western Pasifik Tipe pemakan: Omnivora

Amphiprion sandaracinos Yellow clownfish Nama Umum: Pelet Ciri-ciri: Panjang max 14 cm
(TL), badan oranye dengan garis putih memanjang dari mulut hingga dekat ekor

Habitat: Biasa dijumpai didaerah
laguna dan lereng karang. Biasa berpasangan atau kelompok kecil. Monogami. Protandrous hermaprodit. Biasa berasosiasi dengan anemone jenis: Heteractis crispa dan Stichodactyla mertensii. Range 3-20 m.
177

Distribusi: Western pasifik
(Pulau cristmas, dan Australia barat-Kep. Ryukyu, Taiwan, Filipina, PNG, Kep. D’Entrecasteux, New Britain dan Kep. Solomon)

Tipe pemakan: Omnivora

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan

178 Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan

Amphiprion akallopisos Skunk clownfish Nama Umum: Pelet Ciri-ciri: Panjang max 11 cm (TL), Badan berwarna oranye dengan garis putih memanjang dari atas mulut hingga ekor. Inilah yang membedakan dengan A. sandaracinos. Habitat: Biasa ditemukan didaerah karang dangkal dekat pantai namun ada juga di
daerah lereng karang dengan arus cukup kuat. Protandeus hermaprodit. Berpasangan dan monogami. Setipa anemone dengan satu betina lebih besar dan pejantan fungsional yang lebih kecil. Jantan mengalami perubahan jenis kelamin juvenile berkembang menjadi jantan fungsional. Biasa berasosiasi dengan jenis anemone: Heteractis magnifica dan Stichodactyla mertensii. Range kedalaman 3-25 m. Distribusi: Indo-west pasifik (Afrika timur, Madagaskar, Kep.Comoro, Seychelles, Laut Andaman, Sumatra, Jawa) Tipe pemakan: Bentik alga dan zooplankton (omnivora)

Amphiprion ephippium Saddle anemonefish Nama Umum: Giro tompel (aceh), tompel Jakarta (Jakarta) Ciri-ciri:
Panjang max 14 cm (TL), badan oranye kemerahan dengan spot hitam besar di badan bagian belakang. Juvenil tidak memiliki spot hitam tapi memiliki garis putih memanjang hanya di belakang kepala.

Habitat:
179 Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan

Didaerah karang dangkal dengan perairan agak keruh dan teluk yang tertutup dimana kecerahan berkurang. Biasa ditemukan sepasang. Berasosiasi dengan anemon: Entacmaea quadricolor and Heteractis crispa .Range kedalaman 1-15 m.

Distribusi:
Samudra Hindia timur: Laut Andaman, Kep. Nicobar, Thailand, Malaysia, Sumatra dan Jawa di Indonesia.

Tipe pemakan:
Zooplankton dan bentik alga

Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan

Distribusi: Indo-west Pasifik (Asia tenggara.Solomon. memiliki tulang belakang yang menonjol di bagian Lokasi foto: TN Karimunjawa. Kep. Jawa Tengah kepala.180 Premnas biaculeatus Foto by Fakhrizal Setiawan Spinecheek anemonfish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 17 cm (TL). Range kedalaman 1-16 m.Vanwatu. Australia) Tipe pemakan: Zooplankton dan alga bentik / Omnivora . Berasosiasi dengan anemone Entacmaea quadricolor. Jantan ukurannya lebih kecil dari betina Habitat: Daerah laguna dan karang yang terlindung. Biasa ditemukan berpasangan . juvenile dan jantan merah cerah sedang betina merah hati.

laguna dan karang terjal berarus. dewasa bagian kepala agak keunguan sedikit. Habitat: Hidup didaerah lereng karang. Juvenile biasa ditemukan dalam kelompok kecil di dekat gorgonian atau karang hitam. Range kedalaman 3 .Amblyglyphidodon aureus Golden damselfish Nama Umum: Betok kuning Ciri-ciri: Panjang max 13 cm (TL). Biasa berada dekat dengan Gorgonian /kipas laut dimana mereka meletakan telurnya. New Caledonia) Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Pasifik barat(Laut Andaman dan Pulau Christmas .45 m. Ryukyu. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Badan kuning oval. 181 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Kep.Fiji.

Distribusi: Lokasi foto: TN Karimunjawa. Habitat: Daerah laguna dan karang dangkal. Range kedalaman 0 . Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Indo-west Pasifik (Maldives dan Indonesia) 182 Tipe pemakan: Belum diketahui Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .Amblyglyphidodon batunai Batuna damselfish Nama Umum: Betok perak Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL). Badan perak kehijauan. Biasa berada dekat koloni karang besar. Biasa ditemukan soliter atau berpasangan di atas karang.12 m.

Distribusi: Indo-west Pasifik Tipe pemakan: Copepoda.Amblyglyphidodon leucogaster Yellowbelly damselfish Nama Umum: Betok perut kuning Ciri-ciri: Panjang max 13 cm (TL). Range kedalaman 2-45 m. dan sebagian kecil dari alga /Omnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. mysids. amphipods. Habitat: Lokasi foto: TN Karimunjawa. Variasi warna tergantung geofrafis. duri dorsal (total): 13. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 183 Mendiami lagunakarang dan lereng karang. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Soliter atau dalam kelompok kecil. larva Crustacea. sirip duri Anal: 2. sirip lunak dorsal (total): 12-13. Populasi di Indonesia umumnya dengan perut kuningoranye . telur ikan. Sirip lunak anal: 12-14.

Utara kep.selatan GBR) Tipe pemakan: Zooplankton dan filamentous alga Lokasi foto: TN Karimunjawa.Ryukyu . Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .Amblyglyphidodon curacao Staghorn damselfish Nama Umum: Betok strip ijo Ciri-ciri: Panjang max 13 cm (TL). Habitat: Lokasi foto: TN Karimunjawa.40 m. Range kedalaman 1 . Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Daerah laguna dan lereng karang bagian luar. 184 Distribusi: Pasifik barat ( Rowley shoals. memiliki beberpa variasi geografis. Malaysia . Juvenil sering terlihat dekat karang lunak jenis Sarcophyton dan Sinularia. Populasi di Indonesia berwarna hijau dengan garis kehitaman saat dewasanya. Makan sering berkelompok didaerah karang.Samoa dan Tonga. Papua berwarna lebih keperakan dengan garis kehijaun dengan range dari jepangAustralia timur.

oval dengan 6-7 garis hitam.6 m. ciri khasnya bentuk ekor cagak yang membulat dan berwarna redup. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Pasifik barat (Timur Samudra Hindia-Jepang dan Australia) Tipe pemakan: Alga. gastropoda dan krustacea kecil / Omnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. Range kedalaman 1 . Habitat: Biasa ditemukan sendiri atau kelompok kecil di daerah laguna dan karang dangkal. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .Abudefduf bengalensis Bengal sergeant Nama Umum: Ciri-ciri: Panjang max 17 cm (TL). Badan putih keabu-abuan. Sangat territorial. 185 Lokasi foto: TN Karimunjawa.

Sumatra di Indonesia. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . timur Papua New Guenia dan Jepang. New Britain. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Indo-Pasifik barat: Afrika timur. Habitat: Didaerah karang berbatu serta lereng curam dengan arus dan gelombang sedang. Lokasi foto: Pulau Weh. sirip ekor berwarna kuning.Abudefduf notatus Yellowtail sergeant Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 17 cm (TL). 186 Tipe pemakan: Bentik alga dan zooplankton Lokasi foto: Pulau Weh. Biasa ditemukan dalam schooling namun kadang soliter. Range kedalaman 1-12 m. Afrika selatan. badan abu-abu dengan 5 garis putih vertikal.

Range kedalaman 0 .GBR Australia.3 m.Abudefduf septemfasciatus Banded sergeant Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 23 cm (TL). Tipe pemakan: Bentik alga. zoobnethos(bentik copepod).Kep. Lokasi foto: Pulau Weh. Sangat territorial. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Jepang . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 187 Distribusi: Indo-Pasifikc: Afrika timur . dan zooplankton. Line dan French Polynesia. badan putih krem dengan 6-7 garis abu gelap. Habitat: Habitat didaerah laguna dan terumbu karang berbatu dangkal dengan gelombang sedang. Lokasi foto: Pulau Weh.

Tuomoto. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . karang berbatu dan trumbu karang yang baik. Biasa berada di karang lunak dan koloni hydroid. ciri khasnya adalah memiliki garis hitam di bagian cagak ekornya. Range kedalaman 1 . Habitat: Daerah pantai. Kep. Mozambique hingga Jepang. 188 Tipe pemakan: Zooplankton dan alga / omnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa.Abudefduf sexfasciatus Scissortail sergeant Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 16 cm (TL). Jawa Tengah Distribusi: Indo-Pasifik (laut merah. Badan putih dan agak kehijaun saat dewasa dengan 5 garis hitam. Rapa).20 m. Lord Howe dan Kep. Lokasi foto: TN Karimunjawa.

Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan .Australia. Pitcairn.Australia.Abudefduf sordidus Blackspot sergeant Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 23 cm (TL). Tipe pemakan: Zoobenthos (bentik krustacea. terdapat spot hitam di pangkal ekor atas dan dibagian bawah sirip dorsal halus.hawaidan Kep. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah an Afrika Timur . rataan terumbu. Tipe pemakan: Omnivora (zoobenthos. Jantan menjaga telurnya. sangat territorial. cacing). Habitat: Di daerah rataan trumbu hingga lereng karang serta daerah berbatu. Jepang . Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah an Afrika Timur . Jepang . Range kedalaman 0-3 m. Habitat: Didaerah laguna berbatu. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Abudefduf vaigiensis Indo-Pacific sergeant Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL). memijah dalam jumlah besar. Juvenil biasa di daerah pasut. zooplankton.French Polynesia. alga bentik dan ikan kecil) Lokasi foto: Pulau Weh. Berkelompok. badan abu-abu dengan 5-6 garis gelap. moluska. zooplankton dan detritus 189 Lokasi foto: Pulau Weh. hingga daerah pecah gelombang. daerah kuning di badan atas. Kadangkadang schooling. Abu-abu dengan 5 garis hitam atau biru tua vertikal.

Habitat: Mendiami daerah berpasir di laguna dan terumbu karang. Range kedalaman 1 . Distribusi: Indo-west Pasifik (varian normal tersebar dari Singapura . Badan putih dengan bercak pink disekitar insang. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .timur Australia dan Vanuatu) Tipe pemakan: Omnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. badan hijau kecoklatan dengan garis putih besar. Range kedalaman 1 .12 m. bagian badan atas dari kepala hingga tengah dorsal hijau kehitaman dengan batas kuning dan sebagian perut bawah dekat anal.12 m.Sulawesi. Distribusi: Pasifik barat Tipe pemakan: Alga bentik Lokasi foto: TN Karimunjawa. Soliter dan teritorial. varian yang bagian dada agak kuning dari Papua . Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 190 Dischistodus melanotus Black-vent damsel Nama Umum: Betok susu Ciri-ciri: Panjang max 16 cm (TL).Dischistodus prosopotaenia Honey-head damsel Nama Umum: Betok susu Ciri-ciri: Panjang max 17 cm (TL). Habitat: Memilih di daerah pasir dan rubble di area laguna dan terumbu karang.

Range kedalaman 1 . Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Garis abu-abu samar dari atas mulut ke mata. Putih krem dengan 2-3 spot hitam agak memanjang. laguna dangkal. Bagian depan kepala kehijaun. Palau) Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: TN Karimunjawa.abu-abu kekuningan dengan banyak bintik biru di badan.10 m. Juv biru cerah yang hilang saat dewasa.Dischistodus perspicillatus White damsel Nama Umum: Betok susu Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). Distribusi: Indo-west Pasifik Tipe pemakan: Alga bentik dan detritus Lokasi foto: TN Karimunjawa. PNG. dan padang lamun. Filipina. Didaerah laguna dan karang dangkal. garis bpingk dengan batas biru di antara mata dan mulut.range 1-16 m. pasir di daerah karang. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 191 Chrysiptera oxycephala Blue-spot demoiselle Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 9 cm (TL). Habitat: Biasa berkelompok dalam jumlah besar. Habitat: Daerah patch reef. Distribusi: Western central Pasifik (Indonesia.

Distribusi: Pasifik Barat: Laut Andaman . Spot hitam d belakang sirip dorsal.GBR Australia. Palau. Habitat: Di Daerah pantai karang beralga.. sekitar sirip dada berwarna kuning dan spot hitam dikelilingi biru di bagian belakang sirip dorsal. Soliter.Fiji. Habitat: Didaerah kaya karang di laguna dalam dan lereng karang serta rubble. Soliter atau kelompok kecil. Jepang . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 192 Chrysiptera talboti Talbot's demoiselle Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 6 cm (TL). badan abu gelap.30 m.Chrysiptera unimaculata Onespot demoiselle Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL). Tonga dan GBR Australia. rubble atau daerah karang berbatu dangkal. range kedalaman 3-35 m. Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Laut Merah dan Afrika Timur . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . bagian kepala hingga tengah dorsal kuning sisa badan lainnya coklat keunguan. Tipe pemakan: Bentik Alga dan zooplankton Lokasi foto: Pulau Weh. Tipe pemakan: Bentik Alga Lokasi foto: Pulau Weh.Fiji. Range kedalaman 0 .

Tanzania. Chagos.Chrysiptera sp. berkelompok di atas karang dan dilereng karang. bagian atas badan terdapat garis biru yang memangjang dari depan mata hingga pangkal sirip ekor. Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 7 cm (TL. Range kedalaman 1-36 m. coklat gelap 1/2 dari kepala hingga badan depan. Sisanya berwarna putih mulai dari sirip anal. Tinggal dekat dengan substrat. Distribusi: Samudra Hindia: Laut Merah. Thailand. badan kuning dengan bercak hitam dibagian pangkal belakang sirip dorsal. Tipe pemakan: Bentik alga dan zooplankton Lokasi foto: Pulau Weh. Sumatra dan P. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Mauritius. Afsel. Laut Andaman. Distribusi: Samudra Hindia (diketahui hanya di Pulau Weh) Tipe pemakan: Alga 193 Lokasi foto: Pulau Weh. 1/2 sirip dorsal dan sirik caudal. Habitat: karang dan batu berkarang di daerah dangkal hingga lereng karang. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Chromis dimidiata Chocolatedip chromis Nama Umum: Betok 1/2 Ciri-ciri: Panjang max 9 cm (TL). Kep. Christmas serta Guam. Kenya. Maldives. kepala kuning dan warnanya memanjang hingga sirip dorsal belakang. Habitat: Di daerah laguna dan terumbu karang . Reunion.

Tipe pemakan: Zooplankton. Lokasi foto: Pulau Weh. dan bentik alga. Jawa Tengah 194 Chromis viridis Blue green damselfish Nama Umum: Betok ijo / jae-jae Ciri-ciri: Panjang max 8 cm (TL). Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Range kedalaman 1-29 m. Habitat: Berkelompok di Acropora bercabang. Biasa dijumpai kelompok besar di koloni karang bercabang.Chromis atripectoralis Foto by Fakhrizal Setiawan Black-axil chromis Nama Umum: Betok ijo / jae-jae Ciri-ciri: Panjang max 12 cm (TL). Range 0-12 m.French Polynesia. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah . Jepang. laguna dan lereng karang. Distribusi: Indo Pasifik Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: TN Karimunjawa. viridis hanya dibedakan dengan spot hitam dipangkal sirip dadanya. Jantan yang bersarang berwarna kuning. Habitat: Dearah karang dangkal. ekor cagak dan sangat mirip dengan C. warna Hijau pucat hingga biru terang. Badan hijau kebiruan. fitoplankton. New Caledonia. daerah laguna dan karang dangkal.

Habitat: Daerah karang yang sehat dan lereng karang. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Range kedalaman 2-40 m. Range kedlaman 3 36 m. coklat cerah dengan ujung sirip dorsal. Habitat: Schooling di atas karang bercabang di daerah laguna hingga lereng karang yang jernih. New Caledonia.Chromis atripes Dark-fin chromis Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 9 cm (TL).Ryukyu. Kep. Distribusi: Pasifik barat Tipe pemakan: Zooplankton dan alga bentik Lokasi foto: TN Karimunjawa. anal dan cagak caudal hitam. Garis hitam di bagian cagak ekor merupakan ciri khasnya. Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: Pulau Weh. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 195 Chromis ternatensis Ternate chromis Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL). coklat dengan warna pudar dibagian bawah perut.Samoa dan Tonga. Distribusi: Indo-Pasifik: laut Merah dan Afrika timur .

Habitat: Daerah karang.cymatilis. Range kedlaman 2-30 m. Distribusi: Western Central Pacific (Micronesia . sirip ekor dan anal. dengan bercak hitam dibagian atas kepala. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Tipe pemakan: belum diketahui . biasa berada dikoloni Acropora bercabang. Kuning badan bawah. mirip dengan C. Habitat: Habitat karang yang sehat dan laguna.Chrysiptera springeri Springer's demoiselle Nama Umum: Betok neon Ciri-ciri: Panjang max 6 cm (TL). Pulau Christmas) Lokasi foto: TN Karimunjawa. Distribusi: Pasifik barat (Indonesia-Filipina) Tipe pemakan: Zooplankton dan alga bentik Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 196 Pomacentrus auriventris Goldbelly damsel Nama Umum: blu kuning Ciri-ciri: Panjang max 7 cm (TL). Range kedalaman 2-15 m. Biasa kelompok kecil didasar. kepala biru neon dan badan atas juga.Indonesia. pasir dengan alga.

Range kedalaman 1-20 m.5 cm (TL). Badan bawah putih krem. karang dengan rubble. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 197 Chrysiptera rex King demoiselle Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 7 cm (TL). Distribusi: Indo-west Pasifik Tipe pemakan: Alga Lokasi foto: TN Karimunjawa. umumnya badan bagian kepala kebawah hingga belakang dorsal gelap dan bagian bawahnya putih krem. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .Range kedalaman 2-35 m. Bagian atas badan krem kecoklatan.Chrysiptera rolandi Rolland's demoiselle Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 7. Juv pink cerah. laguna. warna bervariasi. kepala abu-abu. Habitat: karang dari dangkal hingga lereng karang. Habitat: Biasa ditemukan didaerah karang. Distribusi: Samudra Hinia timur dan Pasifik barat Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: TN Karimunjawa.

Dascyllus aruanus Whitetail dascyllus Nama Umum: Dakocan belang Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL). bagian atas dorsal hitam. ekor transparan. Tipe pemakan: Zooplankton. carneus. Distribusi: Indo-west Pasifik (Laut merah. garis hitam di belakang vertikal dari dorsal ke anal. sisip perut hitam. Bagian kepala coklat dengan garis hitam dibelakangnya. Range 0-20 m. badan krem kecoklatan. territorial (terutama saat memijah). Afrika timurline. Habitat: Biasa didaerah laguna dan karang. Range 1-50 m. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Dascyllus reticulatus Reticulate dascyllus Nama Umum: Dakocan putih Ciri-ciri: Panjang max 9 cm (TL). bentik invertebrate dan alga 198 Lokasi foto: Pulau Weh. zoobenthos dan alga bentik Lokasi foto: TN Karimunjawa. Distribusi: Samudra Pasifik. Jepang-Australia) Tipe pemakan: Zooplankton. depan mata putih. Berkeloompok di karang bercabang dan menjari. Tuamoto. dasar putih denga 3 garis hitam. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .marquesan dan Kep. Habitat: Biasa dilaguna dangkal dan karang dangkal. Samudra Hindia diganti oleh D. berkelompok diatas karang bercabang.

juv ada spot putih dai kepala dan di badan atas. badan hitam. sela-sela bulubabi dan karang bercabang.Lokasi foto: TN Karimunjawa. Tipe pemakan: Zooplankton. north to southern Japan. dewasa spot dorsal putih samar dan yang di kepala hilang. biasa juga di anemone. south to Sydney. sirip hitamkecuali transparan sirip dada dan belakang dorsal. Habitat: Daerah karang dan karang berbatu. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Distribusi: Indo-Pacific: Red Sea and East Africa to the Line and Pitcairn islands. Australia. Not found in the Hawaiian and Marquesan islands. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 199 Dascyllus trimaculatus Threespot dascyllus Nama Umum: Dakocan item Ciri-ciri: Panjang max 14 cm (TL). Range kedalaman 1-55 m.

krustacea kecil. tunikata pelagis / Omnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Ada 2 bentuk (yang hitam ekor cagak dari Laut Andaman-Bali – Jepang) dan (Pasifik barat). Juvenil berwarna kuning dengan 2 garis hitam memanjang. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . 200 Tipe pemakan: Alga. Yuang keduanya bercampur di Bali. Habitat: Daerah karang yang sehat di laguna dan lereng karang. Soliter. Lokasi foto: TN Karimunjawa.Neoglyphidodon nigroris Black-and-gold chromis Nama Umum: Manukan Ciri-ciri: Panjang max 13 cm (TL). Range 2-23 m. Dewasa warna kuning diganti hitam dengan 2 garis vertikal di katup insang.

Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 201 Mendiami daerah reef crest dan daerah karang dangkal. Juvenile juga biasa ditemukan di teluk yang terlindung. batu dan pasir. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Juvenil suka berada di zona intertidal di reef crest. Pitcairn.Marshall dan Kep. Juvenile memiliki spot hitam di dorsalnya dibelakang garis putih di tengah badan. dewasa biasa di area agak dalam.Australia. Jepang . Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Afrika Temur . Dewasa cokalt gelap dengan garis putih lebar di tenagah badannya. Habitat: Lokasi foto: Pulau Weh.Plectroglyphidodon leucozonus Singlebar devil Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 12 cm (TL). Tipe pemakan: Alga bentik Lokasi foto: Pulau Weh. Range kedalaman 0-6 m.

Dalam kelompok kecil di daerah sub-tidal. karang dangkal. Indo-Malay dan Vanuatu. Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Afrika Timur . PNG dan Kep. Kep.5 cm (TL). Taiwan.12 m. Range kedalaman 1 . Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 202 Neopomacentrus azysron Yellowtail demoiselle Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 8 cm (TL).Neopomacentrus anabatoides Silver demoiselle Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 10. Garis hitam di cagak ekor. Solomon. Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: Pulau Weh. Range 2-15 m.Kep.abu-abu hijau kebiruan dengan sirip belakang dorsal. Distribusi: Western central Pasifik ( Filipina selatan-Indonesia. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Spot hitam dipangkal sirip dada serta di operculum atas. anal dan sirip ekor kuning. schooling dalam jumlah besar di ddekat koloni besar karang bercabang. Habitat: Daerah laguna. Habitat: Di daerah lereng karang dan alur karang yang lebih dalam. warna hijau metalik dengan spot biru kecil dekat katup insang atas. Australia. Solomon-New Caledonia) Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: TN Karimunjawa.

Indonesia. Great Barrier Reef. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 203 Biasa dijumpai di daerah laguna yang terlindung. pantai berkarang di daerah banyak alga dengan substrat karang becabang. bagian kepala coklat terang dengan gradasi coklat gelap di belakangnya. Badan coklat gelap. Range kedalaman 1-20 m. Philippines. Juvenil berwarna kuning oranye di bagian perut dan coklat di punggungnya dengan banyak garis biru dan spot di muka dan bagian belakang.Hemiglyphidodon plagiometopon Lagoon damselfish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). Solomon) Tipe pemakan: Alga Lokasi foto: TN Karimunjawa. Distribusi: Pasifik barat( Thailand (Phuket). China. Laut Timor (Ashmore Reef). Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . New Guinea. Australia barat. New Britain dan Kep. Habitat: Lokasi foto: TN Karimunjawa.

Range kedalaman 115 m.Australia.Plectroglyphidodon dicki Blackbar devil Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 11 cm (TL). . Habitat: Didaerah laguna dan terumbu karang jernih. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 204 Plectroglyphidodon lacrymatus Whitespotted devil Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL). Habitat: IDi daerah Karang yang sehat. serta daerah campuran dengan rubble dan karang mati. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Putih krem dari sirip ekor hingga pangkal ekor. jepang . Tipe pemakan: Bentik alga. Badan coklat dengan banyak bintik biru terang. Umumnya berasosiasi dengan Acropora dan Pocillopora. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Afrika Timur . Society. Range kedalaman 1-40 m.Australia. fitoplankton dan bentik invertebrata. alga bentik. Lokasi foto: Pulau Weh. Tipe pemakan: Detritus. ikan kecil Lokasi foto: Pulau Weh. dan lereng karang. zoobenthos. di laguan jernih. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur French Polynesia.Marshal dan Kep. Jepang . Badan coklat dengan pangkal sirip ekor dan ekor putih yang dibatasi dengan garis hitam didepannya.

Badan coklat abu-abu dengan sirip ekor putih. Habitat: Daerah laguna dan terumbu karang dengan banyak rubble. selatan New Caledonia) Tipe pemakan: Alga/ herbivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Pomacentrus chrysurus Whitetail damsel Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 9 cm (TL). Punggung berwarna kuning dari mulut hinnga dorsal belakang. Range kedalaman 0-3 m.5 cm (TL). Spot berangsur menghilang saat dewasa. Indonesia. Solomon. utara Kep. Distribusi: Pasifik barat (Pulau Christmas.Kep. badan berwarna coklat gelap dengan ciri khasnya spot kuning di bagian sirip lembut dorsal belakangnya. dan Palau) Tipe pemakan: Alga bentik / herbivora 205 Lokasi foto: TN Karimunjawa.. PNG. Range kedalaman 1-16 m. Habitat: Mendiami daerah berpasir di laguna dan pantai berkarang. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Ryukyu.Pomacentrus burroughi Burrough's damsel Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 8.Solomon. Juvenile berwarna abu kebiruan dengan spot hitam di dorsal. Distribusi: Western Central Pacific (Filipina. Kep.

Thailand) Lokasi foto: TN Karimunjawa. Habitat: Daerah laguna. Habitat: Daerah terumbu karang dan biasa bersama jenis lain sehingga sulit teridentifikasi. warna badan bervariasi. daerah pasir/batu di karang. Tonga) Tipe pemakan: Alga dan zooplankton . Distribusi: Pasifik barat( Indonesia-Vanuatu. Garis tipis dibagian dorsal atas. Juvenile bagian atas badan agak kebiruan dengan spot hitam di dorsal belakang. umumnya kuning cerah . abu-abu kecoklatan dengan spot biru di katup insang atas. Range 1-15 m. Distribusi: Pasifik barat (Indonesia. Malaysia. Juv berwarna kuning dan biru diatasnya dengan spot hitam di belakang dorsal yang menghilang saat dewasa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 206 Lokasi foto: TN Karimunjawa dan TN Komodo Pomacentrus amboinensis Foto by Fakhrizal Setiawan Ambon damsel Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL).Pomacentrus cuneatus Wedgespot damsel Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 9 cm (TL). Range kedalam 2-40 m. karang. New Caledonia.

Soluter/kelompok. gastropoda kecil / omnivora . remis/bernacle. Range 1-14 m. Jawa Tengah dada/pectoral Habitat: Daerah laguna. terumbu karang dengan banyak karang bercabang. P. Kep. Distribusi: Pasifik barat (Indonesia-Taiwan. Kep.Lord Howe.Ryukyu. Distribusi: Pasifik barat (Laut Andaman . karang dangkal hingga dalam. Tipe pemakan: Alga. Tipe pemakan: Alga dan krustacea planktonic 207 Pomacentrus alexanderae Foto by Fakhrizal Setiawan Alexander's damsel Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 9 cm (TL).Tonga. telur ikan. Habitat: Laguna. Range 1-60 m.Pomacentrus moluccensis Lemon damsel Lokasi foto: TN Karimunjawa. badan kuning dengan batas sirip anal berwarna hitam. Ryukyu). Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 9 cm (TL).Fiji. copepoda. Abu-abu merata dengan spot hitam dipangkal sirip Lokasi foto: TN Karimunjawa.

Distribusi: Indo-west Pasifik Tipe pemakan: Bentik alga. utara Kep.badan biru ungu kehitaman dengan warna ekor. ujung dorsal dan anal kuning tua. dewasa laguna– lereng karang. juvenil badan biru terang dengan garis kuning besar dari mulut hingggasirip dorsal serta sirip perut dan anal ujungnya biru kehitaman. Tonga.range kedalaman 1-12 m. Soliter/berpasangan. Range 1-12 m. Spot hitam di pangkal sirip dada/ pectoral. karang drop-off.Pomacentrus philippinus Philippine damsel Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (FL). Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Habitat: Daerah laguna.Rowley Shoals. Perubahan warna terjadi pada ukuran 5-6 cm. New Caledonia. zooplankton Lokasi foto: TN Karimunjawa. Habitat: Juv di karang bercabang. zoobenthos. Dewasa hitam kebiruan. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Neoglyphidodon melas (Juvenil) Bowtie damselfish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). Ryukyu) Tipe pemakan: Bentik alga dan zooplankton 208 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Biasa sendiri/berkelompok kecil. Distribusi: Indo-West Pacific (Maldives .Fiji. lereng karang.

209 .

Range kedalaman 5250 m. Namun di aceh ditemukan dikedalaman dangakal.PRIACANTHIDAE Priacanthus hamrur Moontail bullseye Nama Umum: lkan Mata belo Ciri-ciri: Panjang max 45 cm (TL). Mata merah besar yang menjadi ciri khasnya serta ekor cagak yang membentuk seperti bulan sabit.French Polynesia. Jepang. Kadang ditemukan di lautan samudra. 210 Habitat: Lokasi foto: TN Pulau Weh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Jarang ditemukan didaerah dangakal di karang. Australia) Tipe pemakan: Ikan dan zoobenthos / carnivora Lokasi foto: TN Pulau Weh. warna merah namun kadang ada juga yang perak kemerahan dengan 15 spot hitam sepanjang gurat sisi. Distribusi: Indo-Pasifik (Laut merah dan selatan Afrika .

211 .

Varian yang merah memiliki pola titik putih kuning memanjang mengikuti pola lengkungan garis hitam.PSEUDOCHROMIDAE Baracuda fish. terdapat 2 variasi satu coklat merah dan satunya putih. hidup soliter. Keduanya punya pola garis hitam yang melengkung dari mulut hingga punggung. Range kedalaman 3 . NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . 212 Habitat: Biasa ditemukan berada dipasir atau rubble di daerah karang. Distribusi: Indonesia.27 m. Filipina dan PNG Tipe pemakan: Belum diketahui Lokasi foto: TN Komodo. Ikan baracuda Pseudochromis perspicillatus Southeast Asian blackstripe dottyback Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang total 12 cm (TL).

Ujung sirip dorsal dan ventral biru terang. Ditemukan di daerah laguna dan karang yang mengarah ke laut dan daerah curam di terumbu karang.Kayoa. Ekor kuning. terdapat garis hitam melewati mata. Habitat: Umumnya soliter namun kadang berpasangan.213 Lokasi foto: Kep. Maluku Utara Pseudochromis splendens Foto by Tasrif Kartawijaya Splendid dottyback Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 13 cm (TL). Suka dijumpai dekat dengan spong dan karang. Mulut kuning muda. Range kedalaman 5-40 m. warna dasar badan abu-abu dengan spot kuning yang berantai membentuk strip dibadan. Distribusi: Eastern Indo-West Pasifik (timur Indonesia) Tipe pemakan: Belum diketahui .

memiliki 3 varian warna. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . garis kuning vertikal . Sudah dapat ditangkarkan.Labricanus cyclophthalmus Fire-tail devil Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 22 cm (TL). Sabah dan Filipina 214 Tipe pemakan: Ikan kecil / Carnivora Lokasi foto: TN Komodo. Habitat: Biasa terlihat berlindung dicelah batu/ karang. varian ini memiliki ciri badan hijau kekuningan dengan 10 garis hijau tipis. Range kedalaman 2 .20m. Soliter tau berpasangan. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Indonesia. anal dan caudal merah. sirip dorsal. Lokasi foto: TN Komodo.

215 .

jenis terbesar dari varies kakaktua. Yaeyama dan Wake.Samoa dan kep.SCARIDAE Parot fish. 216 Lokasi foto: TN Karimunjawa. dewasa di luar laguna dan terumbu ke arah laut hingga kedalaman minimal 30 m. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Habitat: Juvenil ditemukan di laguna. memiliki profil kepala menonjol yang berubah hijau menjadi merah muda. Ikan Kakatua Bolbometopon muricatum Green humphead parrotfish Nama Umum: Kakatua besar Ciri-ciri: Panjang max 130 cm (TL). Tidur di gua-gua dan sering ditemukan di bangkai kapal di malam hari Distribusi: Indo-Pasifik (Laut merah dan Afrika timur .Kayoa. secara bertahap menjadi seragam hijau gelap saat dewasa. GBR dan New Caledonia) Tipe pemakan: Memakan alga bentik dan alga di karang dan juga kerang-kerangan Lokasi foto: Kep. Kep. dan memiliki permukaan luar nodular untuk paruhnya yang besar . Biasanya dalam kelompok kecil. Fase utama adalah kusam abu-abu dengan bintik-bintik putih tersebar. Maluku Utara Foto by Tasrif Katriwijaya .Line. tidak seperti ikan kakatua umumnya.

Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 217 Habitat: Biasa ditemukan didaerah laguna dan terumbu karang. Rottnest. perlahanlahan menjadi biru sesuai usia. Rapa) Tipe pemakan: Herbivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. Lord howe dan P. Jantan menonjol dibagian dahinya. Distribusi: Samudra Pasifik (Indonesia. juvenil sekitar 8 cm hitam putih dengan beberapa garis-garis horizontal. Garis biru memanjang di belakang mulut jantan dewasa dibawahnya putih kebiruan. juvenile umumnya soliter. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . P. Jenis yang jarang berwarnacokelat kekuningan seragam. coklat kehijauan. Ukuran lebih besar sampai sekitar 20 cm seragam gelap. Ryukyu. Kep.Chlorurus microrhinos Steephead parrots Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 70 cm (TL). P. Line dan Pitcairn. Range kedalaman 1-35 m. Filipina. dewasa biasa berkelompok. Ekor berbentuk sabit.Kep. Lokasi foto: TN Karimunjawa.

GBR) Tipe pemakan: Alga bentik Lokasi foto: TN Komodo. laguna. Habitat: Laguna dan karang. karang. P. range 1-30 m. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Dewasa bdan hikau dengan banyak spot pink di wajah. Habitat: Juvenil di daerah laguna.Scarus ghoban (Inisial fase) Blue-barred parrotfish Common name: Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 90 cm (TL). Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Alga di karang / herbivora 218 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Territorial. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Cetoscarus bicolor (Juvenil fase) Bicolour parrotfish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 90 cm (TL). Izu. Juv soliter. Kuning-kuning oranye dengan garis biru dibadan (4-5 garis). Range kedalaman 3-36 m. Distribusi: Indo-Pasifik (Laut merah-Tuamoto. cagak ekor dan disekitar wajah (IP). Dewasa. atol dan daerah curam di lereng karang. Dewasa dasar kuning dengan bagian atasnya biru kehijauan dan sekitar mulutnya. juv badan putih dengan bagian kepala antara mata dan insang merah juga di ujung ekor. dewasa membentuk harem. mengalami perubahan warna selama pertumbuhannya. dorsal terdapat spot hitam dikelilingi merah.

juvenile berkelompok. Dewasa ciri khasnya di pangkal ekor yang berwarna lebih terang. Habitat: Daerah laguna. Umumnya soliter.Pasifik lebih monokromatik. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 219 Scarus niger Dusky parrotfish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). juvenile dikenali dari binti-bintik hitam kembar pada ekornya. rubble hinga karang yang sehat. mengalami perubahan warna saat pertumbuhan. Range kedalaman 0-15 m. pantai dan lereng karang luar. Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Alga bentik Lokasi foto: TN Karimunjawa. Range kedalaman 050 m. Hindia cenderung fase kemerahan. ada perbedaan warna antara Pasifik dan Hindia.Chlorurus sordidus Daisy parrotfish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Habitat: Daerah kaya karang di laguna. Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Alga bentik Lokasi foto: TN Karimunjawa.

ciri utamanya adalah hijau stabilo pada bagian atas pangkal ekornya. utara Kep. Distribusi: Indo-West Pasifik (IndiaVanuatu.Scarus quoyi Quoy's parrotfish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). Habitat: Daerah kaya karang di pantai hingga lereng. badan berwarna pingk di bagian perut dan dibagian atas kehijauan. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Soliter atau berkelompok kecil.Ryukyu. Palau di Micronesia) 220 Tipe pemakan: Alga bentik Lokasi foto: TN Karimunjawa. Range kedalaman 2-18 m. selatan New Caledonia.

221 .

Jawa Tengah Pterois antennata Foto by Fakhrizal Setiawan Broadbarred firefish Nama Umum: Lepu ayam. badan kemerahan dengan garis lebih gelap. Queensland) Tipe pemakan: Krustacea / zoobenthos . Sepasang tentakel diatas mata memanjang. Jepang-Australia.SCORPAENIDAE Lion fish. Sirip dada termodifikasi dengan tulang sirip memanjang seperti tali dengan spot biru di tiap ruasnya. Habitat: Daerah laguna dan terumbu karang. Sembunyi sepanjang siang dan aktif malam hari. Range kedalaman 2-50 m. Distribusi: Indo-Pasifik (Afrika timur-Kep Marquesan. scorpion fish / Ikan lepu 222 Lokasi foto: TN Karimunjawa. 1/2 biting (perdagangan) Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL).

Pterois volitans Red lionfish Nama Umum: Lepu ayam politan Ciri-ciri: Panjang max 38 cm (TL). Umumnya ditemukan sembunyi dengan posisi menempel terbalik .Range kedalaman 2-55 m. kadang hampir hitam di daerah estuaria. cokelat kemerahan dengan banyak garis gelap tipis pada tubuh dan kepala. Species pantai umumnya lebih gelap. Duri dorsal sangat berbisa Habitat: Daerah laguna.Sumatra) Tipe pemakan: Carnivora Lokasi foto: Pulau Weh. pantai dan karang. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 223 Pterois muricata Indian lionfish Nama Umum: Lepu ayam Ciri-ciri: Panjang max 35 cm (TL). Dewasa memiliki sebuah duri kecil di sepanjang pipi dan bintik-bintik kecil di sirip median Habitat: Daerah laguna. Range kedalaman 2-50 m. bervariasi dalam warna umumnya disesuaikan dengan habitat. Siang hari bersembunyi dari matahari dan aktif malam hari (nokturnal). pantai keruh dan karang. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Distribusi: Samudra Hindia ( Laut merah. laut Andaman . Distribusi: Samudra Pasifik Tipe pemakan: Ikan kecil dan zoobenthos / carnivora Lokasi foto: Pulau Weh.

Scorpaenopsis oxycephala Tassled scorpionfish Nama Umum: Lepu Batu Ciri-ciri: Panjang max 36 cm (TL).Mariana. Mulut yang agak panjang berwarna lebih cerah dari badannya. Afrika selatan . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . utara Taiwan.Kep. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Indo-west Pasifik (laut merah. Bentuk serta warnanya sangat mendukung dalam penyamaran untuk menyergap mangsanya. Memiliki banyak variasi warna dan pola. Palau dan Guam (Micronesia)) Tipe pemakan: Ikan kecil dan invertebrate bentik / Carnivora Lokasi foto: Pulau Weh. Terdapat kulit dibawah mulutnya seperti jenggot berwarna oranye kemerahan. Habitat: Habitat daerah karang yang jernih serta habitat campuran karang dan batu. Duri dorsal beracun. 224 Distribusi: Lokasi foto: Pulau Weh.

punuk di punggung kurang jelas terlihat. Marquesan dan Society. Tongan dan Micronesia) Tipe pemakan: Carnivora Lokasi foto: Pulau Weh. Biasanya mengubur diri dalam substrat pasir atau berkamuflase di rubble untuk menjebak mangsa. garis lebih coklat di permukaan sirip dada bagian dalam. Filipina .Scorpaenopsis macrochir Flasher scorpionfish Nama Umum: lepu tembaga Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL). Aceh Foto by Yudi Herdiana . 225 Habitat: Biasa dijumpai di daerah campuran pasir dan rubble di rataan terumbu dan laguna dangkal. Lokasi foto: Pulau Weh.Tidak ada bercak hitam hampir sama besar dengan mata di permukaan bagian dalam sirip dada. selatan Rowley shoals.Kep. Range kedalaman 1-75 m. Indonesia. Tanda segitiga hitam sempit di dalam mulut di depan rahang atas gigi belakang. mata relatif besar. moncong yang relatif pendek. Duri dorsal dapat menyuntikkan bias/racun yang bersumber dari kelenjar di bawah duri dorsalnya. Tulang hidung tunggal. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Samudra Pasifik (Australia.

226 .

Jantan merah kekuningan dan hijau dengan sirip merah dengan spot ungu. Ikan kerapu 227 Lokasi foto: Pulau Weh dan Komodo Pseudanthias squamipinnis (Sub family Foto by Fakhrizal Setiawan Anthiniae) Scalefin Anthias Nama Umum: lkan Antias Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL). Habitat: Biasa ditemukan diatas koloni karang di daerah laguna dan lereng karang. Afrika selatan . Pejantan sangat territorial dan memiliki harem.Niue. terdapat beberapa variasi warna baik jantan maupun betina. Range kedalaman 2-20 m. Selatan Australia) Tipe pemakan: Zooplankton . Distribusi: Indo-West Pasifik ( Laut merah dan natal. Berkelompok dalam jumlah yang banyak. utara Jepang.SERRANIDAE Anthias. betinaoranye dengan garis kuning dan ungu memanjang dari belakang mata hingga katup insang dekat sirip. Grouper fish. protogynous hermaprodit.

Distribusi: Indo-Pasifik ( Laut merah-Mozambik. Utara Jepang.228 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Anyperodon leucogramicus Foto by Fakhrizal Setiawan Slender grouper Nama Umum: Kerapu sunu Ciri-ciri: Panjang max 65 cm (TL). timur Kep. selatan Australia. Dewasa badan abu kehijaun denngan spot merah tersebar di badan. Phoenix. Range kedalaman 1-60 m. Sirip ekor dabelakang dorsal kuning. Kemungkinan pulau-pulau di Samudra Hindia) Tipe pemakan: Ikan dan krustacea / carnivora . Habitat: Daerah kaya karang dan jernih di laguna dan terumbu karang. juvenile memiliki warna biru dengan garis oranye kemerahan dan 10-12 spot hitam di ekornya.

. dada perut dan ujung anal dan dorsal biru gelap dengan spot biru terang. Afsel . Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah. Durban. Tipe pemakan: Carnivore ( ikan. Juvenile lebih menyukai perairan dangkal dan terlindung dengan bersembunyi di karang.Pitcairn. Kep.French Polynesia dan Kep.Ryukyu dan Kep . udang. cacing).Lord Howe. Habitat: Biasa dijumpai di berbagai variasi habitat terumbu karang. Spot biru terang di seluruh badan.Ogasawara. Aceh Cephalopholis argus Foto by Fakhrizal Setiawan Peacock hind Nama Umum: kerapu Ciri-ciri: Panjang max 60 cm (TL). badan coklat dengan 5-6 garis coklat redup. kepiting. sirip ekor. Australia dan P. Range kedalaman 1-40 m.229 Lokasi foto: Pulau Weh.

Range kedalaman 1 . Sering terlihat soliter dan berpasangan saat memijah. anal dan pojok caudal hitam dengan ujung kebiruan. Diandric protogenynous hermaphrodite. karang yang agak keruh. Indonesia. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 230 Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Kenya . Habitat: Umumnya di daerah pesisir. Tipe pemakan: Carnivora (ikan . Sirip coklat dengan ujung di sirip dorsal.selatan Mozambique Aldabra.64 m. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Comoro. Jawa Tengah Foto by Rian Prasetia . Laut Andaman. dan bentik krustacea) Lokasi foto: TN Karimunjawa.Cephalopholis boenak Chocolate hind Nama Umum: Kerapu karet Ciri-ciri: Panjang max 30 cm (TL). coklat kehijauan dengan 7-8 garis vertikal samar-samar di badan. Palau. Madagascar. Di habitat rubble.

badan terdapat garis coklat samar 4-5 baris.231 Cephalopholis cyanostigma Foto by Fakhrizal Setiawan Bluespotted hind Nama Umum: l Ciri-ciri: panjang max 40 cm (TL). New Britain dan Kep. Tipe pemakan: Carnivora (bentik krustacea dan ikan) Lokasi foto: TN Karimunjawa.Australia. padang lamun. Dewasa coklat kemerahan ditutupi spot biru. Jawa Tengah . Distribusi: Pasifik Barat: Filipina . dada dan ekor kuning terang. anal. Ukuran 9 cm . Solomon. dan karah yang sehat. Habitat: daerah karang dangkal yang terlindung. Palau. mulai muncul spot biru di badan dan kuning berkurang. Juvenil coklat gelap dengan sirip dorsal. Range kedalaman 1-50 m.

Juga ditemukan di sekitar terumbu karang dan di kolam pasang surut. badan putih krem kehijaun dengan spot hitam kecoklatan menyebar di seluruh badan hingga ke siripsiripnya. Guam. Nicobar .Cromileptes altivelis Humpback grouper Nama Umum: Kerapu bebek Ciri-ciri: Panjang max 70 cm (TL). Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya . mudah dikenali dari bentuk kepala yang kecil mengkerucut. Timur Samudra Hindia: Kep. New Caledonia dan selatan Queensland di Australia. Lokasi foto: Lembeh. Tipe pemakan: Ikan kecil (Carnivora) dan krustacea Lokasi foto: Lembeh. Habitat: Umumnya mendiami laguna dan karangterumbu ke arah laut serta daerah keruh.Broome di barat Australia. Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya 232 Distribusi: Pasifik Barat: Selatan Jepang Palau. Pertumbuhan sangat lambat.

merah gelap dengan bintik biru terang di badan serta sirip kecuali sisip dada. badan oranye kemerahan . Habitat: Lokasi foto: Pulau Weh. Membentuk harem dengan 2-12 betina. Juvenil kuning dengan spot biru samar.Durban dan Kep. Saat remaja memiliki garis yang mirip dengan C. Line. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 233 Biasa di temukan di daerah karang pesisir. sexmaculata dan dibedakan dari spot dimulutnya yang beralur biru. dan daerah jernih di karang. termasuk pulau-pulau di Samudra Hindia dan barat-timur Pasifik Tipe pemakan: Carnivora (bentik krustacea dan ikan) Lokasi foto: Pulau Weh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan .Cephalopholis miniata Coral hind Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 45 cm (TL). dinding karang yang banyak terdapat goa. Range kedalaman 6 .150 m.

Kadang salah identifikasi dengan Cephalopholis aurantia.French Polynesia dan Kep. Komodo. Pitcairn. Mozambique (15°S) . Tipe pemakan: Carnivora Lokasi foto: TN. Kep.Cephalopholis spiloparaea Strawberry hind Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 30 cm (TL). NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Range kedalaman 6 .108 m. 234 Distribusi: Indo-Pasifik: Pinda. Ciri khasnya terdapat garis biru melingkar mengikuti kontur ekor diujung sirip ekor. a junior synonym of Cephalopholis aurantia) Lokasi foto: Pulau Weh. kadang terlihat banyak bercak kemerahan dibadan. (atau sebagai Cephalopholis analis. badan oranye kemerahan.Ryukyu GBR Australia. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Habitat: Biasa dijumpai di perairan karang agak dalam. soliter.

dan Epinephelus corallicola.Timur London. Aceh Epinephelus coeruleopunctatus Foto by Fakhrizal Setiawan Whitespotted grouper Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 76 cm (TL). Biasa juga dijumpai di celah dan goa karang.Fiji Tipe pemakan: Carnivora (ikan dan bentik krustacea) . Kadang sangat mirip dengan 3 spot putih lainnya: Epinephelus ongus. Badan coklat gelap dengan spot dan bercak putih yang banyak di badan. Afrika Selatan . Juvenil di daerah pasang surut. Sirip ekor dipangkal berwarna putih dan bagian belakangnya hitam gelap. Habitat: Habitat di daerah berbatu atau karang yang subur di laguna atau di lereng karang. Range kedalaman 2– 65 m. Epinephelus summana.235 Lokasi foto: Pulau Weh. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur .

Selatan Queensland (Australia) dan P. juga didaerah teluk yang tertutup dan laguna yang dangkal. Habitat: Umumnya didaerah lereng karang dengan kedalaman lebih dari 15 m. Distribusi:Indo-Pasifik: Laut Merah .Afrika Selatan hingga laut Arafura. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Epinephelus fasciatus Blacktip grouper Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). Korea.Lord Howe. . warna bervariasi dali putih krem hingga kecoklatan.236 Lokasi foto: TN Karimunjawa. umumnya memiliki 5-6 garis agak gelap vertikal di badan. Jepang. Range kedalaman 4-160 m. echinodermata. Tipe pemakan: Zoobenthos(moluska. bentik krustacea) dan ikan. Terdapat spot hitam di sirip dorsal. Warna lebih gelap di bagian kepala namun kadang bergaris-garis.

237 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Bentuk kepala yang agak meruncing dengan spot lebih kecil di banding badan. Habitat: Biasa ditemukan di daerah laguna dangkal dan karang yang semi tertutup. mon in shallow lagoon and semi-protected seaward reefs. Jawa Tengah Epinephelus mera Foto by Fakhrizal Setiawan Honeycomb grouper Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 32 cm (TL) warna dasar kuning dengan spot polygonal warna coklat. Range kedlaman 1 .French Polynesia Tipe pemakan: Carnivora (ikan dan bentik krustacea) .50 m. Distribusi:Indo-Pasifik: Afrika Selatan . Juvenil umumnya terlihat di selasela acropora bercabang.

Habitat: Di daerah pantai dan laguna juga lereng karang deimana banyak celah dan goa karang. dan bentik krustacea ) Lokasi foto: TN Karimunjawa. Range kedlaman 5 25 m. Bercak putih besar muncul saat dewasa. New Caledonia.Kep. Fiji. Lokasi foto: TN Karimunjawa. dan utara Australia. sirip dan badan.Epinephelus ongus White-streaked grouper Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). Kep. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 238 Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Afrika Timur .Ryukyu. Marshal. Tipe pemakan: Carnivora ( ikan. badan coklat dengan banyak spot putih halus dikepala. Juvenil spot putih lebih besar mrip polkadot dengan badan lebih gelap. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .

239 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Laut Andaman. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Pasifik Barat: Jepang . Kadang salah identifikasi dengan Epinephelus macrospilos atau Epinephelus hexagonatus.Epinephelus quoyanus Longfin grouper Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). badan putih dengan polygon coklat yang lebih rapat. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Range kedalaman 1– 50 m.Australia. mulai dari laguna hingga lereng karang. Tipe pemakan: Carnivora (ikan . Habitat: Didaerah karang yang agak keruh. cacing dan bentik krustacea) Lokasi foto: TN Karimunjawa.

240 .

Thailand. spot kuning besar di bawah pangkal sirip halus dorsal. 241 Lokasi foto: TN Karimunjawa.Viet Nam. Filipina dan Palau. Indonesia. Ikan beronang. lamun dan karang dangkal. badan abu-abu kusam dengan spot oranye keemasan menyebar di badan. duri dorsal beracun. Distribusi: Samudra Hindia Timur dan Pasifik Barat: Laut Andaman. Malaysia.SIGANIDAE Rabit fish. Jenis ini dilaporkan aktif di malam hari. Jawa Tengah Siganus guttatus Foto by Fakhrizal Setiawan Goldlined spinefoot Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 42 cm (TL). Singapura. Taiwan. Kepala dengan garis dan spot oranye. Range kedalaman 1– 25 m. Habitat: Di habitat pantai yang agak keruh didekat mangrove. Tipe pemakan: Zooplankton dan bentik alga . Berpasangan maupun dalam kelompok kecil. Laut China Selatan. China. Toleran terhadap salinitas rendah. Ryukyus. semadar.

Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Selatan India. Indonesia dan daerah utara Australia. Ryukyu. dua garis coklat diagonal di bagian depan. Singapore. Malaysia. Bias dalam kelompok kecil. Thailand. dan sisa lainnya keabuan. kuning di bagian tubuh atas hingga ekor. Toleran terhadap kekeruhan. mulai dari daerah berpasir dengan spot-spot karang maupun yang tutupannya rapat. Duri dorsal beracun. Tipe pemakan:Zooplankton dan alga bentik . Jawa Tengah Siganus virgatus Foto by Fakhrizal Setiawan Barhead spinefoot Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 30 cm (TL). Kep. Juvenil bisanya di daerah mangrove dan pindah ke daerah karang saat dewasa. Habitat: Di daerah perairan dangkal.12 m. Andaman. Pantai selatan dan timur China.242 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Sri Lanka. Taiwan. Badan atas dengan spot biru dan garis biru di bagian kepala atas. Filipina. Range kedalaman 1 .

Habitat: Didaerah kaya karang di laguna. Range kedalaman 3 . sirip berwarna kuning. Ryukyu Jepang. Gilbert. Duri dorsal tajam dan beracun. GBR Australia dan New Caledonia. Tipe pemakan: Juvenil (alga berfilamen) dan dewasa (alga. Sering terlihat berpasangan dan schooling. Duri dorsal tajam dan beracun.12 m. Utara Kep.243 Lokasi foto: TN Karimunjawa. tunikata dan spong) . karang dangkal hingga lereng karang. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Siganus puellus Masked spinefoot Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 38 cm (TL). Terdapat bagian kehitaman di katup insang. Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Kep. Terdapat garis kehitaman diagonal melewati mata. Terdapat alur garis keperakan di badan. badan kuning keoranyean dan sedikit keperakan di bagian perut. Cocos-Keling dan Laut China Selatan hingga Kep.

anal dan caudal kuning. Badan. Tipe pemakan: Zooplankton dan alga bentik .244 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Range kedalaman 0-30 m. Soliter atau berpasangan. sirip dorsal. Marshall dan Tonga. Kepala putih dengan garis coklat gelap tebal dari mulut hingga ujung dorsal. New Caledonia. Indonesia. Habitat: Biasa ditemukan di daerah kaya karang di laguna dan lereng karang. Great Barrier Reef. Kep. Vanuatu. Kep. Duri dorsal beracun. Jawa Tengah Siganus vulpinus Foto by Fakhrizal Setiawan Foxface Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL). Caroline. Distribusi: Pasifik Barat: Barat Filipina. Mirip dengan S. Papua New Guinea. bagian bawah insang hingga perut depan terdapat tanda coklat gelap. duri dorsal beracun. unimaculatus yang membedakannya spot hitam dibadannya. Juvenile dan semi dewasa biasa dijumpai dalam schooling di karang Acropora dimana memakan alga yang tumbuh didasar karang yang mati.

ujung sirip dorsal kemerahanHabitat: Didaerah terumbu karang. Aceh Siganus magnificus Foto by Tasrif Kartawijaya Magnificent rabbitfish Nama Umum: l Ciri-ciri: panjang max 24 cm (TL). Tipe pemakan:Zooplankton dan alga bentik . Banyak. Range kedalaman 3 . Badan atas gelap dan tergradasi keabu-abuan dibagian bawahnya.30 m. ujung anal dan pectoral kuning. Dewasa bias ditemukan berpasangan. Similian hingga Jawa di Indonesia.245 Lokasi foto: Kep. Sirip ekor. juvenile biasa bersembunyi di sela karang. Kepala putih dengan garis hitam tebal dari mulut hingga ujung sirip dorsal. Distribusi: Timur Samudra Hindia: Thailand termasuk Kep.

246 .

Sirip ekor kuning. zoobenthos(bentik krustacea) dan ikan kecil. Tipe pemakan: Zooplankton. Jawa Tengah Sphyraena flavicauda Foto by Fakhrizal Setiawan Yellowtail barracuda Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 60 cm (TL).SPHYRAENIDAE Baracuda fish.Samoa. Ikan baracuda 247 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Distribusi: Indo-Pasifik Barat: laut Merah . GBR Australia. . Habitat: Habita di daerah laguna dan lereng karang terbuka. Dua garis coklat atau coklat kekuningan memanjang. kadang juga ditemukan di teluk dalam schooling . Ryukyu. Range kedalaman 2 . Kep.25 m. badan silinder panjang dengan mulut runcing.

248 .

Post-pelagis hampir sepenuhnya transparan dan lebih langsing dibandingkan dengan mereka yang berada pada fase bentik.Fiji. biasanya dalam suatu campuran garis dan bintik-bintik. Habitat: Biasanya berada di sepanjang tepi terumbu karang. Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Laut Merah dan Timur Afrika . di antara cabang gorgonian atau crinoids. Betina membawa telur di sirip perut mereka yang dimodifikasi membentuk kantong. Sirip ekor bulat atau berbentuk pisau bedah. Australia. Jepang. Sulut Solenostomus paradoxus Foto by Tasrif Kartawijaya Ornate Ghost Pipefish/Harlequin ghost pipefish Nama Umum: Tangkur kuda palsu Ciri-ciri: Panjang max 12 cm (TL). Tipe pemakan: Zoobenthos (bentik krustacea) . New Caledonia dan Tonga. Kadang ditemukan spesoliter atau berpasangan. Bervariasi dalam warna dari hitam menjadi merah dan kuning.SOLENOSTOMIDAE Ghost pipe fish 249 Lokasi foto: Lembeh.

250 .

Habitat: Di daerah pasang surut. NTT . laguna. Range kedalaman 5 . Biasa dijumpai di goa dan celah karang. Ovovivipar. Ekor merah dengan batas luar putih serta spot putih ditengahnya. Jantan membawa telur dalam kantung di bawah ekornya. dan lereng karang. Ikan Tangkur Kuda 251 Dunckerocampus dactyliophorus Foto by Fakhrizal Setiawan Ringed pipefish Nama Umum: Tangkur kuda buntut merah Ciri-ciri: Panjang max 19 cm (TL). Tipe pemakan: Zooplankton (telur/larva). zoobenthos (bentik krustacea) Lokasi foto: TN Komodo. Australia. Badan putih belang-belang dengan coklat kemerahan hingga mulut.56 m. jepang.SYNGNATHIDAE Pipefishes. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Afrika Timur hingga Samoa.

Range kedalaman 0-21 cm.Vanuatu dan Jepang. Habitat: Didaerah dangkal yang terlindung dengan substrat pasir dan rubble. badan putih krem dengan serentetan pola di badan. ovovipipar. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Panjang max 19. ciri utamanya adalah sirip ekor umumnya berwarna pink kemerahan. Tipe pemakan: Zoobenthos (bentik krustacea) dan zooplankton (larva dan telur ikan) .8 cm (SL). pejantan membawa telur yang disimpan dalam kantung di dekat ekor. Dewasa umumnya sendiri atau berpasangan. biasa juga di daerah agak keruh.252 Corythoichthys haematopterus Messmate pipefish Nama Umum: Tangkur kuda asli Ciri-ciri: Lokasi foto: Pulau Weh. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur .

253 .

Ryukyu. . Soliter atau berpasangan.SYNODONTHIDAE Lizardfishes. Lord Howe. Habitat: Didaerah laguna dan lereng karang. Range kedalaman 3 . Kep. dewasa bervariasi dari abu-abu hingga kecoklatan.Hawai. Marquesan dan Kep. Tipe pemakan: Carnivora (ikan kecil).. Kadang di temukan di daerah brpasir. Jawa Tengah pola dengan sekitar 6 spot kecoklatan di sisi badan. Line. Ducie. Rapa serta New Zealand. Ikan Tokek 254 Synodus variegatus Foto by Fakhrizal Setiawan Variegated lizardfish Nama Umum: lkan tokek Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL).121 cm. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Kermadec dan P. biasa dijumpai bertengger diatas karang dan di atas pasir. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Afrika Timur .

Aceh Saurida nebulosa Foto by Fakhrizal Setiawan Clouded lizardfish Nama Umum: lkan tokek Ciri-ciri: Panjang max 16. . lamun an kadang di muara sungai.Kep.5 cm (TL).255 Lokasi foto: Pulau Weh. lumpur. range kedalaman 0 . Habitat: Mendiami dasar pasir. Tipe pemakan: Carnivora (ikan kecil). Species ini dicirikan dari bercak hitam besar di bawah sirip punggung. Society. Hawai. Piscivorus. Saurida berbeda dengan lizardfishes lainnya dari baris gigi yang keluar bibir. Sydney. batu dan habitat garden eel. New South Wales Australia.6 m Distribusi: Indo-Pasifik: Mauritius . Ditemukan di perairan pantai seperti di mangrove.

256 .

moluska. cnidarians/ karang keras) dan bentik alga Lokasi foto: TN Komodo dan TN Bunaken Foto by Fakhrizal Setiawan . warna bervariasi namun ciri utamanya mulut berwarna hitam. tunikata.Australia. diadematus di Laut Merah. Digantikan A. sponge.Micronesia dan Samoa. Habitat: Di daerah terumbu karang. Dewasa sendiri atau berpasangan. Kedalaman 3-25 m. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur .TETRAODONTIDAE Puffers Fish. Tipe pemakan: Zoobenthos (bentik krustacea. Jepang . Ikan buntal 257 Arothron nigropunctatus Blackspotted puffer Nama Umum: Buntal monyet Ciri-ciri: Panjang max 33 cm (TL).

selatan New Caledonia dan Queensland.bentik invertebrata). . Australia. saat blom sampai usia dewasa badan di penuhi dengan spot putih yang menyebar merata di badan dengan perut berwarna putih. Ryukyu dan Laut barat Jepang. Dewasa bisanya di daerah drop off. Samoa. soliter.30 m.Afrika Selatan. Distribusi: Indo .Pasifik: Afrika Timur . Kep. Tipe pemakan: Bentik alga dan zoobenthos (sponge. Habitat: Biasa dijumpai di daerah laguna dan terumbu karang tepi hingga lereng karang.Lokasi foto: TN Komodo. Saat dewasa spot itu memanjang membentuk alur tak beraturan dengan perut kekuningan. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 258 Arothron mappa Map puffer Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 65 cm (TL). ciri khasnya adalah alur garis hitam radial melingkari mata. Range kedalaman 4 .tunikata.

Kep. Juvenil memiliki garis-garis gelap di perut yang menjadi spot saat dewasa. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Afrika Timur . Habitat: Lokasi foto: TN Karimunjawa.Arothron stellatus Stellate puffer Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 120 cm (TL). Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Tipe pemakan: Zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jepang. Terdapat pola hitam di sekitar sirip pectoral. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 259 Didaerah laguna dan lereng karang yang jernih. Lord Howe. Tuamoto. Kadang bersembunyi di goa-goa karang. selatan P.. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Juvenile biasa di daerah pantai berpasir dan karang dangkal di daerah agak keruh dan estuaria. Lokasi foto: TN Karimunjawa. badan abu-abu kusam dengan diselimuti spot hitam kecil merata di badan. Range kedalaman 3 58 m. Atlantik tenggara: pantai selatan Afrika Selatan.

Habitat: Di daerah batas karang dan lereng karang. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur . badan coklat dengan duri siseluruh badan. Range kedalaman 1 .90 m. Jawa Tengah Diodon liturosus Foto by Fakhrizal Setiawan Black-blotched porcupinefish Nama Umum: Buntal Durian Ciri-ciri: PAnjang max 65 cm (TL).260 Lokasi foto: TN Karimunjawa.Society Islands. Atlantik tenggara: Pantai tenggara Afrika Selatan. NSW Australia. Juvenile bias di daerah laguna dan estuaria. punggung / badan dengan batas putih menjadi ciri khasnya D. Tipe pemakan: Zoobenthos (bentik invertebrata) . liturosus dibedakan dari D. Jepang. hystrix dari duri pendek dan warna. pola coklat kehitaman di mata. Bersembunyi di bawah dan goa karang siang hari.

Galapagos. bentik invertebrata. kepala dan sirip.Madagaskar. soliter dan aktif di malam hari. Samudra Hindia Barat: Laut Merah . Juvenil hingga ukuran 20 cm pelagis. Atlantik Timu: 30°N to 23°S .range kedalaman 1 . Habitat: Di daerah laguna dan terumbu karang terbuka. Umumnya ditemukan di celah dan goa karang. dan utara teluk Meksiko Brazil. Tipe pemakan: Zoobenthos (bentik krustacea.Chili dan Kep. Badan ditutupi duri yang tersebar merata.261 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Massachusetts (USA). Gigi menyatu di tiap rahang. badan kuning kecoklatan hingga coklat. . Jawa Tengah Diodon hystrix Foto by Fakhrizal Setiawan Spot-fin porcupinefish Nama Umum: Buntal Durian Ciri-ciri: Panjang max 91 cm (TL). Reunion dan Mauritius. California.50 m. Dewasa tinggal di dasar . Atlantik Barat: Bermuda. Distribusi: Lautan tropis: Pasifik Timur: San Diego. USA . moluska) dan ikan. spot hitam kecil menyebar di badan.

juvenile bioasa di daerah dangkal.batas karang luar mulai yang keruh hingga jernih.Chantigaster valentini Valentin's sharpnose puffer Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 11 cm (TL).compressa) Habitat: Di daerah pantai . P. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Jepang. Tipe pemakan: Alga bentik dan zoo262 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Dewasa biasa berpasangan di daerah lereng karang. Terdapat 4 pola hitam di punggung hingga badan. Range kedalaman 1 . Jantan territorial. Filipina-Palau.50 m Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Maldives-PNG. Badan putih dengan spot abu-abu terang. 2 pola tersebut ditengah memanjang hingga perut bawah. Range kedalaman 1 .55 m. spot menyebar dibadan dan spot hitam disirip dorsal. Jantan kawin dengan beberapa betina. coklat kemerahan. GBR dan New Caledonia. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Canthigaster papua Papuan toby Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL). memiliki harem. Kep.Tuamoto. Distribusi: Indo-Pasifik: laut Merah Afrika Selatan. Mimic dengan filefish Paraluteres prionurus. (ini yg membedakan dengan C. Habitat: Ditemukan di puncak karang dan batu di daerah laguna dan karang pantai. Tipe pemakan: Belum diketahui Lokasi foto: TN Komodo.Lord Howe.

263 .

Jepang. 264 Lokasi foto: TN Bunaken. dorsal belakang hingga anal dan dorsal depan hingga sirip ventral. Habitat: Di daerah keruh dekat laguna. Lord Howe. Bisanya dewasa berpasangan atau kelompok kecil.ZANCLIDAE Morish idol fish.Ducie. Selatan P. Moncong mulut terdapat segitiga kuning debngan batas hitam.5 cm. Hawai. Sirip dorsal memanjang seperti antenna. badan pipih dengan 3 garis hitam di ekor. Range kedalaman 3 . Tipe pemakan: Zoobenthos (sponge dan tunikata) dan bentik alga. Dan bagian kuning lebar di diantara garis hitam tengah. metamorphosis dari post larva ke juvenil saat ukuran 7. Sulawesi Utara Zanclus cornutus Foto by Fakhrizal Setiawan Moorish idol Nama Umum: lkan moris Ciri-ciri: Panjang max 23 cm (TL). Pasifik Timur: selatan Teluk California – Peru. .182 m. reef flats. Kep. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur –Rapa dan Kep. lereng karang.

265 .

Peralatan yang diperlukan: Roll meter (100 m). seperti kesehatan karang atau kerusakan fisik. Various Pacific monitoring programs (Lincoln-Smith transect). Australian Institute of Marine Science Long-term Monitoring Program (AIMS LTMP).Invertebrata Bentik Non karang Selain ikan terdapat penghuni terumbu karang yang jumlahnya sangat melimpah meliputi 9 phylum. Reef Check MAQTRAC Program. 1 pengemudi perahu / pengamat permukaan. Namun karena keterbatasan stok foto tidak semua jenis dapat dimasukkan kedalam buku ini. 266 . Untuk mencapai presisi yang lebih baik untuk mendeteksi perubahan lokal. Informasi yang diperoleh: Kelimpahan relatif makro-invertebrata serta ukuran kerusakan fisik dan kesehatan karang. WCS Indonesian Marine program Deskripsi metode: Melibatkan 2 pengamat berenang di sepanjang sabuk transek dan menghitung target spesies invertebrate serta informasi khusus pada terumbu karang. Metode Belt Transect Instansi yang menggunakan metode ini: Reef Check. Penulis juga akan memasukkan metode monitoring khusus biota bentik namun hanya beberapa jenis invertebrata yang di survey karena apabila jumlahnya melimpah dapat mempengaruhi dan menimbulkan masalah keseimbangan ekologi di kawasan terumbu karang tempat biota tersebut tinggal. Tali 5 m atau pipa PVC untuk membantu memperkirakan lebar sabuk lebar. Dialah invertebrata yang memberikan sumbangsih secara ekologi serta ekonomi di terumbu karang. Sebuah survei tunggal menyediakan informasi awal tentang status invertebrata makro dan dampak pada skala regional/ global. 1. Personel lapangan: 2 pengamat (penyelam scuba atau snorkel. peneliti dapat membuat ulangan lebih banyak dan meningkatkan frekuensi monitoring (misalnya 4 x per tahun).

2.reefcheck. Hasil juga harus pengolahan diinterpretsikan dan dibuat laporannya.Personel di kantor: Pengamat harus memasukkan data ke dalam spreadsheet Excel segera setelah menyelam . Pengamat membawa pipa panjang PVC 2.5 m lebar).5 m . Masingmasing pengamat survei setengah dari sabuk (2.org / metode / instructions. Berbaring trus ukur mulai dr ujung kepala hingga ujung fin sekitar 2 . Pengulangan monitoring dapat dilakukan sebagai program monitoring oleh masyarakat. Hal ini akan menambah biaya. terutama bila menggunakan penyelam volunteer.2. langsung mencatat invertebrate kunci sepanjang 4 x 20 m transek dengan jeda 5 m tiap transek (Jumlah dan jenisnya) Informasi tambahan catat pula kesehatan karang dan adanya kerusakan karang akibat invertebrate sepanjang 5 m transek sabuk (2. Prosedur Umum: Bentangkan roll meter sejajar kontur karang/ garis pantai sepanjang 100 m Biasanya monitoring invertebrate berbarengan dengan monitoring karang Setelah selesai memasang rollmeter.asp 267 .5 m untuk memperkirakan lebar sabuk. 2 pilihan untuk ketepatan lebar sabuk : 1. Keterbatasan: Survei idealnya melakukan pengulangan sampai 3 kali per site dan sampai 4 kali per tahun untuk data yang bkomprehensifuntuk melihat perbandingan lokal. Menyediakan informasi global secara cepat tentang kesehatan terumbu karang. CP: rcheck@ucla. Keuntungan: Biaya lebih minim. Pelatihan yang dibutuhkan: Penyelam rekreasi bisa belajar metode ini dalam satu hari.edu Referensi: www. Pelatihan identifikasi dan meningkatkan kesadaran terhadap terumbu karang pada saat yang sama.5 m kiri dan kanan).

Peralatan: Rollmeter transek 50 m. bekas pemangsaan. analisis. 268 . 1 pengemudi perahu / pengamat menonton. kamera digital dalam air jika memungkinkan Personel lapangan: 1 Observer berpengalaman dengan metode ini ditambah seorang buddy (penyelam). Sepasang pengamat video menyelam di transek dan berenang sepanjang transek masing-masing mengcover sebuah sabuk 2 m untuk mortalitas karang. Personel di kantor: Mengentri data. penyakit. AIMS LTMP method Deskripsi metode: Ini adalah metode transek sabuk selebar 2 m dimana penyelam meneliti penyakit karang . Informasi yang diperoleh: Informasi yangjumlah terbuat dari sebagai berikut: COT (bintang laut berduri) (jumlah total COT dalam 3 ukuran kelas ) dan luasan bekas makannya Drupella dan luasan bekas makannya Bekas luasan terkena White syndrome desease Bekas luasan terkena Black band desease Insiden bekas penyakit lain dan bekas luka/penyakit yang tidak diketahui. predator dan pemutihan karang. interpretasi dan pelaporan. Prosedur Umum: Transek tetap Survei ini mengikuti sensus ikan sepanjang transek 5 x 50 m (AIMS fish LTMP sensus visual). Estimasi persentase tutupan karang yang mengalami bleaching/pemutihan pada transek tersebut. COTs dan Drupella. Foto-foto diambil untuk identifikasi penyakit lebih jelasnya.2.

Keuntungan: Cepat dan mudah melakukan penilaian makro-invertebrata dan indikator kesehatan karang.gov. drupela.aims.au/pages/research/reef-monitoring/ltm/monsop1/mon-sop1-11.sweatman @ aims.au Referensi: Bass dan Miller (1998). Dapat dilakukan pada waktu yang sama dengan transek garis (LIT) sehingga buddy tidak banyak Keterbatasan: Pengamat harus mampu mencari dengan cepat penyakit.html 269 . h. Pelatihan yang dibutuhkan: Identifi kation spesies target dan indikator kesehatan karang CP: Hugh Sweatman.gov. www. dan mortalitas karang karena akan terganggu dengan penyelam lain yang mengambil data lain secara besrsama-sama (AIMS LTMP video transek ). COTs.

Teripang laut dan jenis kerang-kerangan dihitung dan diukur sepanjang 50 m dan lebar 5 m transek sabuk. 3.5—3. Informasi yang diperoleh: Estimasi Kelimpahan spesies invertebrata misalnya kima raksasa. yang diukur dengan menggunakan tali 2m. rubble dan area pasir. Lincoln-Smith transect Deskripsi metode: Metode ini banyak digunakan di daerah pasifik untuk menentukan kelimpahan makroinvertebrata yang dipanen untuk makanan. Peralatan yang diperlukan: Rollmeter 50 m Tali penanda lebar 2 m Personel di lapangan: 2 pengamat terlatih (1 untuk meletakkan transek dan 1 untuk menghitung). Ulangan ditempatkan terpisah 10-15 m Untuk habitat dalam 1. kerang-kerangan untuk memberikan perbandingan terhadap kelimpahan spesies yang dipanen. kerang mutiara. dangkal di area reef flat sekitar 0. 2.5 m dan dalam di daerah reef slope sekitar 15-22 m. Personel di kantor: Entri data. Trochus/kerang diukur di titik terlebar dari dasar kerang 5. Kerang mutiara dari ujung hingga bagian engselnyal. Hitung dan estimasi panjang invertebrata sepanjang sabuk 2 m. Untuk habitat dangkal 1. teripang. 2. Merekam lebih baik sejajar arus sehingga survei lebih mudah untuk dilakukan. 270 . Teripang laut diukur dari mulut ke anus. Transek diletakkan di sepanjang hamparan karang. analisis. 6. Kima diukur panjang cangkangnya 4. 1 pengemudi perahu / pengamat permukaan menonton. interpretasi dan pelaporan. Prosedur Umum: Bentangkantransek sepanjang 6 x 50 m di dua kedalaman.3.

Keuntungan: Mudah dilakukan. www.au/corp_site/info_services/publications/research_publications/ rp69/ 271 . Pelatihan yang dibutuhkan: Identifikasi invertebrata target dan cara pengukurannya.gbrmpa. Kedalaman dan lebar transek memeperlihatkan kesukaan habitat dari invertebrate yang berbeda termasuk ukuran dan kelimpahannya. (2001). Referensi: Lincoln-Smith et al.gov. Keterbatasan: Penyelam yang berpengalaman harus dilibatkan karena pemasangan transek dalam.

4. seperti kesehatan karang atau kerusakan fisik. '2 'untuk kategori bekas scars/luka yang telah ditutupi oleh alga dan / atau invertebrata Sessile. ini mencakup pengukuran bagian panjang terpanjang. 3. 1 pengemudi perahu / pengamat permukaan Personel di kantor: Mengentri data. Informasi yang diperoleh: jumlah dan ukuran invertebrate target Peralatan yang diperlukan: Kertas bawah air. '3 'untuk kategori bekas scars/luka sebelumnya diketahui sebagai bekas luka yang hampir tertutup dan sulit untuk membedakan bekasnya dari sekitar. interpretasi dan pelaporan. 272 . Beri kategori bekas luka dikarang dengan kriteria sebagai berikut: 1. Catat estimasi secara kualitatif persentase koloni karang yang mati. Identifikasi dan ukur bekas luka diagonal panjang terpanjang dari karang tersebut. sementara yang lainnya melakukan survei invertebrata. MAQTRAC method Program yang menggunakan metode ini: Reef Check’s MAQTRAC program Deskripsi metode: Metode ini melibatkan dua orang pengamat berenang sepanjang transek sabuk dan menghitung dan mengukur target spesies invertebrata serta mencatat dampaknya terhadap terumbu karang. '1 'untuk kategori bekas scars/luka baru di karang tanpa ada tanda pertumbuhan baru. Hitung semua spesies invertebrate target dan spesies karang. Prosedur Umum: Sebuah studi pendahuluan harus dilakukan untuk menentukan jumlah ulangan diperlukan untuk presisi/ketepatan yang mencukupi Survei yang dilakukan di sepanjang transek sabuk sama dengan transek MAQTRAC ikan (5 m lebar). seorang pengamat dapat melakukan survei karang (Reef Check PIT). Pengukuran tambahan harus dibuat untuk pengukuran koloni karang. analisis. penggaris dan papan mika Personel di lapangan: 2 pengamat terlatih dalam metode ini. 2. biota yang memiliki bentuk simetris radial diukur tegak lurus. Hitung estimasi panjang untuk semua jenis individu.

edu 5. Keterbatasan: Banyak memakan waktu Mungkin membutuhkan banyak replikasi bagi spesies langka atau komunitas yang kompleks Membutuhkan tingkat keahlian identifikasi yang mencukupi Pelatihan yang dibutuhkan: Pelatihan identifikasi tingkat lanjut CP: rcheck@ucla. Disarankan untuk survei ini dilakukan di lokasi yang sama dengan survei komunitas bentik (karang.Keuntungan: Penilaian hasil yang didapat lebih detail dan terperinci untuk mengetahui dampak perdagangan ikan hias jika ulangan untuk monitoring cukup. Deskripsi metode: Metode ini melibatkan dipakai awalnya untuk menghitung kelimpahan dan mengukur panjang Diadema antillarum sepanjang transek sabuk namun metode ini dapat digunakan untuk biota lainnya. Caribbean Coastal Marine Productivity Program (CARICOMP). Informasi yang diperoleh: Kelimpahan Bulu babi Kepadatan biota Struktur ukuran panjang Peralatan yang diperlukan: 1 m pipa PVC atau transek/rollmeter yang ditandai tiap 10 cm Personel di lapangan: 2 pengamat (penyelam) 1 pengemudi perahu / pengamat permukaan .dll). DIADEMA BELT TRANSECT/ Transek Sabuk untuk Bulu Babi 273 Instansi yang menggunakan metode ini: Atlantic and Gulf Rapid Reef Assessment (AGRRA).

berenang dengan sapuan 1 m disepanjang transek sabuk masing-masing 6 x 10 m . interpretasi dan pelaporan.Pilih 3 site Bagi terumbu karang kedalam kelompok reef front dan reef slope. b.5 m di kedua sisi sapuan. Metode snorkel Hitung jumlah bulu babi selama 2 x 15 menit survey snorkeling per luasan karang Pisahkan bulu babi ke dalam 2 kelas ukuran: diameter <5 cm diameter (juvenil) dan diameter > 5 cm (dewasa) Catat mengenai kondisi spasial keheterogenan yang didapat dari habitat yang diobservasi. CARICOMP Diadema status method (lebih detail daripada basic CARICOMP method) Metode ini terdiri dari sebuah survei snorkeling diikuti dengan survei scuba. alga dan survei Diadema Gunakan alat pengukur 1 m untuk skala. Beberapa metode yang termasuk jenis ini antara lain: Contoh 1. Catat bulu babi dalam 0. dan jika ada back reef yang tumbuh berkembang dengan baik. 50-10 m dan> 10 m) . Contoh 2. bagi menjadi 3 interval kedalaman (05 m. basic CARICOMP method Prosedur Umum: Transek sabuk ini dilakukan bersama dengan metode CARICOMP coral community Tandai the rod transek sehingga Anda dapat mengukur 50 cm kedua sisi dari garis transek Berenang kembali di sepanjang transek dan mencatat jumlah bulu babi Diadema dan lainnya yang ditemui 274 Contoh 3. analisis. Survey Scuba. a. AGRRA method Prosedur Umum: Transek sabuk ini dilakukan bersamaan dengan survey AGRRA karang.Personel di kantor: Entri data.

tempatkan sedikitnya lima 10 x 2 m transek sabuk. Hitung jumlah bulu babi di setiap size kategori di sepanjang transek sabuk.edu Referensi: AGRRA: http://www.edu CARICOMP: Dulcie Linton.coral.gov/agra/ CARICOMP: www.jm dan John Ogden. Deskripsi metode: Metode ini dilakukan setelah snorkeling Diadema dan Scuba belt transect / transek sabuk dimana melakukan pengumpulan dan pengukuran bulu babi di site yang sama di mana rantai intercept transek selesai dilakukan.Pada setiap kedalaman.org. agrra@rsmas.edu.miami.ccdc. COLLECTION OF DIADEMA Instansi yang menggunakan metode ini: Caribbean Coastal Marine Productivity Program (CARICOMP). Gunakan tabel nomor acak untuk memilih penempatan transek yang tepat.noaa. Informasi yang diperoleh: Struktur ukuran populasi bulu babi yang berbeda Hubungan kompleksitas habitat dengan struktur ukuran populasi bulu babi Peralatan yang diperlukan: Keranjang plastik yang besar Penjepit dan garpu besar 2 kompas Penggaris atau meteran jahit. dmlinton@uwimona.html 275 6.jm / caricomp_main. Keuntungan: Mudah untuk melaksanakannya Keterbatasan: tabel nomor acak dapat menyulitkan untuk digunakan karena terumbu karang memiliki bentuk tidak teratur (pelajari metode sampling fix 'permanen versus metode sampel acak). Hubungi: AGRRA: Robert Ginsburg. jogden@marine.usf.aoml. papan meja dan kertas anti air Tali / rollmeter yang dipakai hanya sepanjang 2-3 meter .

edu.usf.ccdc. jogden@marine.Personel di lapangan: 2 pengamat (penyelam) 1 pengemudi perahu / pengamat permukaan Personel di kantor: Mengentri data.edu Referensi: http://www.jm dan John C.org. dmlinton@uwimona. interpretasi dan pelaporan Prosedur Umum: Mengikuti survei belt transect CARICOMP bulu babi Kumpulkan minimum 200 bulu babi dari semua ukuran ditiap interval kedalaman Gunakan penjepit. analisis. tebalikkan bulu babi tersebut sehingga bagian mulutnya terlihat kemudian ukur diameternya menggunakan penggaris/ jangka sorong Keuntungan: Estimasi yang tepat untuk kelimpahan dan ukuran bulu babi (mengukur panjang bulubabi hasilnya lebih akurat dibandingakan dengan estimasi) Keterbatasan: Memakan waktu Dampak ekologis yang ditimbulkan dari mengumpulkan bulu babi Beberapa kerusakan karang terjadi tidak dapat terhindarkan apalagi di cabang karang.html 276 .jm/caricomp_main. pilih individu bulu babi dari keranjang. Dampak ekologis mengumpulkan bulu babi tidak dapat dihindari Pelatihan yang dibutuhkan: Rantai transek membutuhkan pelatihan khusus CP: Dulcie Linton. Ogden.

the loyality islands dan Australia . range kedalaman 0 .ECHINOIDEA 277 Mespilia globules Foto by Fakhrizal Setiawan (Temnopleuridae) Globular sea urchin Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang badan max 5 cm. badan biru dengan duri oranye merah belang putih Lokasi foto: TN Karimunjawa. Palau. Jawa Tengah yang tersusun rata vertikal dan tentakel keluar dari sela-sela duri tersebut. Habitat: Daerah fringing reef (terumbu karang tepi) dan padang lamun. Indonesia.60 m. Distribusi: Filipina. PNG.

Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Diadema setosum (Diadematidae) Long spined Urchin Nama Umum: Bulu babi Ciri-ciri: Badan hitam dengan duri panjang di bagian atas serta duri halus dan pendek di bagian bawah tubuh. Pemakan: Alga bentik yang terdapat di karang mati dan rubble . Habitat: Di daerah terdapat banyak karang mati dan rubble Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Laut Merah .278 Lokasi foto: TN Karimunjawa.Pulau-pulau di Pasifik Selatan dan Jepang.

Kebanyakan warna di IndoPasifik adalah putih(duri) dan coklat. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Dimana duri ada yang polos dan belang.Echinothrix calamaris (Diadematidae) Banded sea urchin Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 15 cm. merupakan jenids yang memiliki rentang warna terbanyak dalam family Diadematidae.Pulau-pulau di Selatan Pasifik. Tahiti. Habitat: Di dearah perairan karang dangkal dan Karang dengan banyak rubble. Jepang . 279 Lokasi foto: TN Karimunjawa. range kedalaman 1– 40 m. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Samudra Hindia. Pemakan: Alga Bentik Lokasi foto: TN Karimunjawa.

badan dapat fleksibel apabila melewati celah sempit. Pemakan: Zoobenthos (bentik invertebrata) dan Alga bentik. Periclimenes colemani and Leutzenia asthenosomae (commensal). Rumah bagi udang comensal Allopontonia iaini. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 280 Distribusi: Indo-Pasifik barat: Laut Merah . range kedalaman 0 . Lokasi foto: TN Komodo.Asthenosoma varium (Echinothuridae) Fire urchin Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 25 cm. Lokasi foto: TN Komodo. Habitat: Di daerah berpasir dan rubble.New Caledonia dan Jepang. memiliki duri dengan bagian menggelembung yang beracun dan sangat menyakitkan. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan .45 m.

padang lamun dan terumbu karang juga di teluk dan laguna.Lokal biasa.281 Lokasi foto: TN Karimunjawa. duri pendek dan sangat mudah dikenali dari pedicel- laria yang berbentuk bunga yang menutupi badan dan berwarna krem-pink. Tapi bagaimanapun. menghilang. Sengatan dari pedicellaria yang menyuntikkan racun sangat menyakitkan dan kadang-kadang juga mematikan bagi manusia. . Jawa Tengah Foto by Rizya L Ardiwijaya Toxopneustes pileolus (Toxopneustidae) Flower urchin Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 15 cm. Suka menutup duri dengan pecahan karang dan detritus.duri penyengat sangat kecil. tinggal di teluk dan laguna. Mudah untuk mengidentifikasi oleh bunga seperti pedicellaria. Habitat: Di daerah karang berubble. Ini benar-benar suka menutup diri dengan puing-puing dan detritus. tidak selalu dapat menembus kulit keras di telapak tangan kita. karang berbatu. sengatan pada bagian tubuh lainnya bisa sangat berbahaya. sehingga kita sering bisa menyentuhnya tanpa takut tertusuk. di dasar berpasir atau puingpuing. Distribusi: Atlantik Tenggara dan Indo .Pasifik Barat.

. Jawa Tengah Foto by Rizya L Ardiwijaya Echinometra mathaei (Echinometridae) Nama Umum: Bulu babi Ciri-ciri: Badan berwarna hitam dengan duri pendek di sekujur badan berwarna coklat dan kadang di ujungnya berwarna putih.282 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Distribusi: Daerah tropis dan subtropis di Indo-Pasifik Barat. membuat lobang dan tinggal disana. Habitat: Biasa ditemukan di sela daerah berbatu di area terumbu karang.

tinggi dan memiliki 5 lengan pendek. bintang laut besar.ASTEROIDEA Bintang Laut Protoreaster nodosus (Oreasteridae) Horned sea star Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 30 cm.Australia dan Jepang. Tipe pemakan: Detritus Lokasi foto: TN Komodo. Range kdalaman 1 .30 m. 283 Habitat: Lokasi foto: TN Komodo. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Biasa berada di daerah padang lamun dan daerah rumput laut. Perubahan warna dasar antara krem dan oranye. biru. hijau. dengan tuberkulum/ tanduk menonjol besar. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . hitam atau berwarna gelap. Kadang menjadi rumah gastropopda parasit Thyca astericola dan juga udang comensal Periclimenes soror. Distribusi: Indo-Pasifik Barat: dari Seychelles .

Distribusi: Atlantik teenggara dan Indo-Pasifik Barat: Afrika selatan Australia dan Jepang. ditutupi warna merah. Tipe pemakan: Belum diketahui Lokasi foto: TN Komodo. Habitat: Di daerah laguna dan karang dangkal hingga lereng karang. Bintang laut kecil dengan 5 lengan. Jenis Formia dibedakan dari bentuk spot di bagian atasnya. dengan pola garis hitam diantara spot-spotnya.Australia dan Jepang. 284 Lokasi foto: TN Komodo. Badan krem kekuningan dengan banyak pola di lengan dengan margin merah. Tipe pemakan: Detritus. Daerah terumbu karang . Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Kep.Fromia monilis (Ophidiasteridae) Peppermint sea star / Necklace sea star Nama Umum: l Ciri-ciri: Diameter max 10 cm. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . sponge dan invertebrata kecil. Andaman . Habitat:. range kedalaman 0-44m. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Fromia indica (Ophidiasteridae) Indian sea star Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang diameter max 8 cm dan tangan max 3 cm . Range kedalaman 1-51 m. cakram tengah oranye juga di ujung-ujung lengan.

Nardoa rosea (Ophidiasteridae ) Rose sea star Nama Umum: l Ciri-ciri: Large tubercles on nonmarginal parts of arms. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Tipe Pemakan: Alga bentik . Found in shallow reef. species ini sangat mirip dengan the New Caledonian Seastar (Nardoa novaecaledonia) dan the Tuber Seastar (Nardoa tuberculata). Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 285 Nardoa pauciforis (Ophidiasteridae) Pauciform Seastar Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 28 cm. rocky areas. Distribusi: Indo-Pasifik Lokasi foto: TN Komodo. Habitat: Di daerah perairan karang dangkal dan karang berbatu. Habitat: Daerah perairan hangat di daerah karang pasang surut dan laguna. Range kedalaman 1-20m. Distribusi: Lokasi foto: TN Karimunjawa.

Range kedalaman 0 . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan napoleon (Cheilinus undulatus). Warna bervariasi untuk Samudra hindia umumnya merah keunguan dan untuk Pasifik Barat abu-abu merah dan agak oranye. Lokasi foto: Pulau Weh. mulai dari laguna dangkal hingga lereng karang.65 m Distribusi: Samudra Hindia umumnya berwarna keungaun hingga Sumatra dan Pasifik barat abu-abu merah oranye mulai dari indonesia tengah kearah timur. Tipe pemakan: Zoobenthos(cnidarians/polyp karang keras.0 cm dengan 9-23 lengan. 286 Habitat: Daerah terumbu karang. Badan atas ditutupi duri tajam yang beracun. ikan trigger (Balistoides viridescens). ikan Lokasi foto: TN Karimunjawa. brittle star/ echinoderms) dan tanaman ( bentik alga dan fitoplankton (diatom dan dinoflagelata)). Predatornya: kerang triton (Charonia tritonis). lipan laut (sulawesi tengah) Ciri-ciri: Max length : 80.Acanthaster planci (Acanthasteridae) Crown of Thorn Nama Umum: Bintang laut berduri. 1 ekor COT dapat mematikan karang 1 meter persegi karang/hari. bulu seribu( jawa).

karang mati dan rubble.60 m. Umumnya biru namun ada. Tipe Pemakan: Mikroinvertebrata dan material organik Lokasi foto: TN Komodo. umumnya 5 lengan. berbatu. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 287 Linckia laevigata (Ophidiasteridae) Blue linckia / blue star Nama Umum: Ciri-ciri: Diameter 30 cm. Tipe pemakan: Detritus. umumnya 5 lengan yang membulat. Range kedalaman 0 . Kadang berasosiasi dengan udang Periclimenes soror (simbion) dan Thyca crystallina (parasitic). bentik invertebrata dan orgnaisme mati. Lokasi foto: TN Karimunjawa.73 m. mengkerucut dengan ujung tumpul. oranye. merah dan coklat. Warna bervariasi: merah muda-kuning. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan . Dibedakan dari Linkia purpurea dan Linkia guildingi dari warna dan bentuk lebih pendek (lengan pendek dan ujung membulat tumpul) Habitat: Di daerah karang dangkal. Distribusi: Indo-West Pacific.Echinaster luzonicus (Echinasteridae) Orange sea star Nama Umum: l Ciri-ciri:S Diameter max 15 cm. merah muda. Distribusi: Indo-Pacific. Range kedalaman 0 . kuning. Habitat: Di daerah terumbu karang muali dari daerah intertidal hingga lereng karang.

NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Timur-Fiji.Choriaster granulates (Oreasteridae) Cushion star/granular sea star Nama Umum: Bintang laut bantal Ciri-ciri: Diameter 25 cm. Distribusi: Indo-Psifik Barat: Afrika Lokasi foto: TN Komodo. Habitat: Di daerah terumbu karang dari dangkal hingga lereng. daerah rubble. Tipe Pemakan: polyp karang. Warna dasar pink. Maluku Utara Foto by Tasrif Kartawijaya besar dalam baris transversal. Habitat: Di daerah berpasir.Range kedalaman 0 . Berasosiasi dengan udang simbion Periclimenes soror .Jepang dan New Caledonia. dengan 5 lenganpendek tebal mengerucut bulat. Warna dasar coklat denagn tuberkulum merah muda atau putih. detritus invertebrata kecil dan bangkai.dan ikan dari genus Carapus dapat hidup dalam system pencernan dan dapat keluar masuk dari mulut. 288 Echinaster callosus (Echinasteridae) warty starfish Nama Umum: Bintang laut benjol Ciri-ciri: Diameter 25 cm. Dikenali dari tuberkulum Lokasi foto: Kep. Tipe Pemakan: Zoobenthos (bentik invertebrata) . rubble dan karang.. dengan 5 lengan ujung membulat. dan menyatu bersama-sama di ujung lengan untuk membuat sebuah garis. dengan kelompok papilla ditengahnya.30 m Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Afrika Timur . Range kedalaman 0-40 m. Kayoa.

hijau. karang dangkal hingga lereng. Tipe Pemakan: Zoobnethos (cnidarians / polyp karang dan Bentik invertebrata) Lokasi foto: Pulau Weh.Lokasi foto: TN Karimunjawa. bentuk pentagonal dengan lengan pendek. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 289 Culcita novaeguineae (Oreasteridae) Cushion star Nama Umum: Bintang laut bantal Ciri-ciri: Diameter max 40 cm. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan Lokasi foto: Pulau Weh. Distribusi: Indo-Psifik Barat. Habitat: Didaerah laguna. Warna sangat variasi:cokelat. kuning. Range kedalaman 0-90 m. merah. Berasosiasi dengan udang komensal Periclimenes soror dan ikan komensal genus Carapus yang hidup di system pencernaan dan dapat keluar masuk melalui mulut Culcita. dengan piring dan tuberkulum kontras dibandingkan dasarnya. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . .

NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Kulit tebal 3mm. berat 200-300 g. range kedalaman 0-30 m Distribusi: Indo-Pasifikc ex- Lokasi foto: TN Komodo. bagian perut rata. kaku. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 290 Thelenota ananas (Stichopodidae) Prickly redfish Nama Umum: Teripang durian Ciri-ciri: Panjang max 80 cm (TL).5 . Badan tegas. dengan ujung membulat. berat 2.TERIPANG Sea cucumber/ Mentimun Laut Holothuria edulis (Holothuridae) Pinkfish Ciri-ciri: Panjang max 35 cm (TL).7 Kg. Warna pink dan coklat kehitaman (atas) dan Pink (bawah). Badan silindris. Range kedalaman 0 .45 m. Spikula pada kulit berbentuk salib. berduri bercabang. memanjang. Lokasi foto: TN Komodo. Distribusi: Indo-Pasifik kecuali Hawai. Kulit tebal 0. Habitat: Daerah berpasir dan rubble di ekosistem terumbu karang. Habitat: Daerah bersubstrat pasir atau rubble di daerah terumbu karang.15 cm.

saat di temukan pada kedalaman 5 m. (Holothuridae) Nama Umum: Teripang Ciri-ciri: Panjang sekitar 30 cm. Range kedalaman 0 .4 cm. spikul coklat gelap. Tubuh silindris.Bohadschia sp. Dinding badan tebal 0. Habitat: Daerah terumbu karang.25 m Distribusi: Indo-Pasifik kecuali Teluk Persia dan Hawai. Lokasi foto: TN Karimunjawa. berbentuk agak bulat mengkotak.berat 7001300g. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan . Habitat: Di daerah karang dan berbatu di daerah rataan terumbu dan daerah subtidal yang terkena gelombang. Distribusi: Indo-Pasifik Lokasi foto: Pulau Weh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 291 Pearsonothuria graffei (Holothuridae) Blackspotted sea cucumber Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 45 cm (TL). Badan krem coklat dan terdapat spot coklat gelap dan titik kecil hitam dibadan merata. punggung melengkung dan perut rata. berbatu. badan coklat kekuningan.

rata bagian perut (trivium). Tipe pemakan: Umumnya tanaman dan detritus Lokasi foto: Pulau Weh. range 0 . kaku dengan bagian persegi empat.30 m Distribusi: Indo-Pasifik barat. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Tanaman (fotoplankton dan Halimeda sp. Terdapat banyak kulit menonjol mirip duri namun lembut dengan ujung oranye. Tipe pemakan: Lokasi foto: Pulau Weh. Habitat: Daerah terumbu karang yang datar dengan substrat keras. Range kedalaman 0 . Habitat: Daerah dasar berpasir di padang lamun dan terumbu karang.2 cm. berat 200-1000g.4 cm.) . Distribusi: Indo-Pasifik kecuali Teluk Persia dan Hawai. Dinding badan tebal 0. Badan hitam kehijauan.15 m. Badan hitam silindris. dinding tubuh mudah hancur air laut di luar. bobot hidup: 100-400 g. memanjang dan kulit ditutupi pasir. dinding badan 0. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 292 Holothuria atra (Holothuridae) lollyfish Nama Umum: Teripang pasir Ciri-ciri: Panjang max 60 cm (TL).Stichopus chloronotus (Stichopodidae) Greenfish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 35 cm (TL).

Habitat: Lokasi foto: TN Komodo. Distribusi: Indonesia.Pseudocholchirus violaceus (Cucumaridae) Sea apple cucumber Nama Umum: Apel laut Ciri-ciri: Badan bersegi namunmembulat oval. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 293 Daerah terumbu karang yang kaya plankton. Filipina. Warna bervariasi merah . NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Dapat mengeluarkan racun dalam keadaan stres dan mati.dll Tipe pemakan: Filter feeder (fitoplankton) Lokasi foto: TN Komodo. Australia. biru. Mulut bertentakel yang berfungsi menangkap makanan. kuning serta percampuran ketiganya.

NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 294 Pentacta quadrangularis (Cucumaridae) Pink sea cucumber Nama Umum: Teripang merah Ciri-ciri: Panjang 17 cm. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . berbentuk persegi dengan tentakel di mulutnya untuk menangkap makanan. Habitat: Daerah yang kaya plankton dan semi terlindung dari arus dan gelombang. Saat ditemukan kedlaman max 15 m. Badan pink kemerahan dengan mulut bertentakel panjang yang berfungsi menangkap makanan.Badan kuning dan kuning kecoklatan. Distribusi: Indo-pasifik Tipe pemakan: Filter feeder Lokasi foto: TN Komodo. Habitat: Daerah karang berbatu agak keruh dan terlindung dari gelombang. Range kedalaman 1-15 m. Distribusi: Indo-Pasifik barat Tipe pemakan: Filter feeder Lokasi foto: TN Komodo.Pentacta lutea (Cucumaridae) Nama Umum: Teripang kuning Ciri-ciri: Panjang max 12 cm.

Badan berwarna kuning kecoklatan dengan banyak lekuk tubuh.Stichopus variegatus (Stichopodidae) Curryfish Nama Umum: Teripang gama Ciri-ciri: Panjang max 90 cm (TL).8 cm.5 Kg. Habitat: Di daerah berpasir dan rubble berpasir. dinding badan tebal 0.Terdapat bintik hitam terdapat simbion ikan yang hidup di dalam rongga pencernaan. Range 0-25 m. NTT) daerah lain belum ada informasi. Warna hitam teransparan dan badan sebagian terpendam di substrat. Habitat: Didaerah berpasir dan rubble Distribusi: Indonesia (Sulawesi. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Distribusi: Indo-Pacific kecuali Hawai Tipe pemakan: Detritus /Grazes partikel organik Lokasi foto: TN Komodo. Tipe pemakan: Plankton (filter feeder) Lokasi foto: TN Komodo. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 295 Neothyonidium magnum (Phyllophoridae ) Large Burrowing Sea Cucumber Ciri-ciri: Tentakel panjang bercabang seperti ranting pohon yang berfungsi menangkap makanan. berat 1-2.

Lokasi foto: TN Komodo. insang oranye. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 296 Habitat: Daerah terumbu karang hingga lereng karang. quadricolor. keduanya dari Samudra Hindia.NUDIBRANCHIA Kelinci laut Chromodoris magnifica (Chromodorididae) Nama Umum: Kelinci laut Ciri-ciri: Bentuk dan warna yang sangat cerah di daerah karang. dengan garis hitam dan putih serta di kelilingi mantel oranye. Sangat miip dengan Chromodoris africana dan C. Lokasi foto: TN Komodo. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Distribusi: Western Central Pacific. Tipe Pemakan: Zoobenthos (spons). Merupakan hewan yang menjadi favorit fotografer. Panjang 6 cm.

mirip dengan C. range kedalaman 15 . memiliki karakteristik garis ungu tipis sepanjang tepi.30 m Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Malaysia Kep.Memiliki mantel berwarna yang memproduksi sekresi kelenjar berbisa menyengat digunakan dalam pertahanan melawan predator Habitat: Daerah terumbu karang berpasir Distribusi: Tropical Western Pacific : Laut Merah-Australia dan Indonesia Lokasi foto: Lembeh. Marshall. 297 Lokasi foto: Lembeh. dengan beberapa spesimen variasi di bantalan cincin merah-oranye tersebar di permukaannya. Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya Hypselodoris whitei (Chromodorididae ) Ciri-ciri: Panjang max 11 cm (TL).Chromodoris annae (Chromodorididae ) Nama Umum: Kelinci laut Ciri-ciri: Panjang max 2 cm (TL).magnifica hanya perbedaannya warna biru di punggung atasnya. Habitat: Daerah terumbu karang di laguna hingga lereng karang. Warna tubuh oranye sampai coklat. Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya .

Badan keras hampir kaku dengan kaki panjang dan insang bercabang. Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya Indo-Pasifik Barat: Laut Merah .Ceratosoma trilobatum (Chromodorididae ) Sea Slug Ciri-ciri: Panjang max 11 cm (TL).Fiji dan Tonga. Distribusi: Indo-Pasifik: Timur Afrika. Lokasi foto: Lembeh. 298 Chromodoris lochi (Chromodorididae ) Loch's magnificent slug Ciri-ciri: Panjang max 3 cm (TL). dengan beberapa spesimen bervariasi bantalan cincin merah-oranye tersebar di permukaannya dengan garis batas ungu. Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya Tipe pemakan: Zoobenthos (Spons dan tunikata) . Habitat: Habitat terumbu karang dan substrat pasir.Australia. Warna tubuh oranye sampai coklat. Indonesia . warna dasar putih dengan garis biru tua di mantel dan di dasar badan. Antena dan insang putih. Habitat: Daerah karang berpasir Distribusi: Lokasi foto: Lembeh.

Hypselodoris kanga (Chromodorididae ) Ciri-ciri:
Panjang max 4 cm (TL), warna kebiru-biruan, pendek garis biru gelap dengan spot kuning atau oranye. Salah satu karakter eksternal yang paling menonjol adalah insang segitiga, bermata biru dengan serangkaian titik kuning sampai wajah luar.

Habitat:
Daerah terumbu karang berpasir.

Distribusi:
Indo-Pasifik Barat: afrika Selatan –Oman, India-hongkong dan Indonesia.
Lokasi foto: Lembeh, Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya 299

Tipe pemakan:
Zoobenthos(spons dari genus

Tambja morosa (Polyceridae) Gloomy nudibranch Ciri-ciri:
Panjang max 7 cm (TL), warna hijau gelap dengan batas mantel biru. Ujung insang juga berwarna biru.

Habitat:
Subtidal, biasa di daerah dekat dasar di lereng karang. Range kedalaman 1-4 m.

Distribusi:
Indo-Pasifik: Timur Afrika, Indonesia, Filipina - Hawaii.

Lokasi foto: Lembeh, Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya

Phyllidia pustulosa (Phyllidiidae) Nama Umum: Kelinci laut Ciri-ciri:
Panjang max 9 cm, Badan hitam dengan pola menonjol berbentuk segitiga tak beraturan,

Habitat:
Daerah terumbu karang dangkal dan rubble. Range kedalaman 115m.

Distribusi:
Indo-Pasifik Barat

Tipe pemakan:
Zoobenthos (spons)

Lokasi foto: TN Komodo, NTT Foto by Fakhrizal Setiawan

300

Phyllidia varicosa (Phyllidiidae) Nama Umum: Kelinci laut Ciri-ciri:
Panjang max 7 cm (TL), warna dasar hitam, dengan pola kasar seperti bagian menonjol berwarna abuabu dengan ujung kuning membentuk pola alur.

Habitat:
Daerah terumbu karang dangkal. Pergerakan sangat lambat. Range kedalaman 10-20 m.

Distribusi:
Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan

Indo-Pasifik

Gymnodoris aurata (Gymnodorididae) Ciri-ciri:
Panjang max 10 cm (TL), badan merah oranye menyala dengan spot kuning di badan. Insang berwarna kuning namun ada juga yang merah.

Habitat:
Di daerah karang dangkal dan aktif dimalam hari.

Distribusi:
Indo-Pasifik Barat: Filipina, Indonesia dan Fiji

Tipe pemakan:
Lokasi foto: TN Komodo, NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 301

Predator nudibranchia lain (tritonid nudibranchia)

Pteraeolidia ianthina (Facelinidae ) Blue Dragon nudibranch Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL),
jenis ini telah mengembangkan simbion mutualistik zooxanthellae dalam badannya. Zooxanthellae berkembang terlindung dan ketika mereka mengkonversi energi matahari menjadi gula dapat digunakan oleh nudibranchia tersebut. Juvenile berwarna putih dan zooxanthellae blom dimanfaatkan sebagai penghasil energy sendiri. Habitat: Terumbu karang kaya hydroid. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika timur, Laut arab - Australia, Jepang, Hawaii, New South Wales dan Indonesia. Tipe pemakan: Zoobenthos (hydroid) dan gula dari Zooxanthellae.

Lokasi foto: TN Komodo, NTT Foto by Fakhrizal Setiawan

SPONS
Sponge/Porifera

Xestospongia testudinaria (Petrosiidae) Barrel sponge Nama Umum: Spons gentong Ciri-ciri: Sangat mirip dengan X. muta dari
Karibia baik morfologi, spikula, dll yang dibedakan dari zat kimia yang terkandung didalamnya. Habitat: Umumnya di daerah terumbu karang yang agak dalam. Distribusi: Indo-Pasifik Barat. Tipe pemakan: Filter feeder
Lokasi foto: TN Komodo, NTT Foto by Fakhrizal Setiawan

302

Aaptos sp. (Suberitidae) Nama Umum: Spons kunyit Ciri-ciri: Warna untuk di daerah terpapar
matahari coklat gelap sedangkan di daerah goa berwarna kuning cerah. Makanan penyu Eretmochelys imbricata. Habitat: Di daerah perairan karang dangkal dan laguna. Distribusi: Perairan trumbu karang Tipe pemakan: Filter feeder
Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan

Callyspongia sp. (Callyspongiidae) Nama Umum: Spons trompet Ciri-ciri:
Bentuk memanjang mirip trompet, berwarna abu-abu, spikul agak keras, permukaan kasar seperti berduri, koloni membentuk tabung memanjang berkelompok.

Habitat:
Perairan karang dan umumnya di jumpai di lereng karang yang tenang dan agak keruh.

Distribusi:
Western Central Pasifik: Perairan Indonesia Tipe pemakan: Filter feeder

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 303

Cribrochalina olemda (Niphatidae) Ciri-ciri:
Bentuk memanjang membentuk koloni, warna abu-abu, spikul tidak menonjol sehingga permukaan luar lebih halus.

Habitat:
Perairan karang dan biasanya dijumpai di lereng karang dan

Distribusi:
Western Central Pacific: Indonesia. Tipe pemakan: Filter feeder

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan

Iricinia sp. (Astrophorida, Coppatiidae) Ciri-ciri: Warna coklat kekuningan
dengan bentuk bulat dengan tengah berlubang sebagai tempat pengeluaran. Badan kasar dengan banyak benjolan. Habitat: Daerah terumbu karang Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Perairan Indonesia Tipe pemakan: Filter feeder
Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan

304

Cinachyra sp. (Spirophorida, Tetillidae) Nama Umum: Spons golf Ciri-ciri:

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan

Diameter max 12 cm. Bentuk seperti bola golf, berwarna kuning dan kuning kecoklatan dengan banyak lobang di sekitarnya dan di tengah atas lubang lebih besar, spikul tajam. Habitat: Daerah terumbu karang yang agak tenang dan terlindung. Distribusi: Indo-Pasifik barat Tipe pemakan: Filter feeder

Haliclona sp. (Haplosclerida, Chalinidae) Ciri-ciri:
Berkoloni dengan tiap individu bentuknya seperti kapsul dengan badan berpori halus dan lembut. Berwarna ungu.

Habitat:
Daerah terumbu karang

Distribusi:
Perairan Indonesia

Tipe pemakan:
Filter feeder
Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 305

Theonella sp. (Theonellidae) Ciri-ciri:
Badan membentuk kapsul, berwarna coklat kekuningan. Dilaporkan mengandung senyawa bioaktif.

Habitat:
Perairan trumbu karang dimana banyak partikel yang terbawa arus.

Distribusi:
Indo-Pasifik Barat

Tipe pemakan:
Filter feeder

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan

Permukaan berpori mudah terlihat dan membentuk pola di permukaannya.mengkerak menempel pada substrat. Habitat: Perairan terumbu karang. kadang di dalam goa-goa karang. Habitat: Perairan terumbu karang dengan kondisi yang jernih. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 306 Astroclera sp. Tipe pemakan: Filter feeder Lokasi foto: TN Karimunjawa. (Astroscleridae ) Ciri-ciri: Warna ungu kecoklatan. Distribusi: Indo-Pasifik Barat Tipe pemakan: Filter feeder Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan . menempel di substrat keras.Plakortis lita (Plakinidae ) Nama Umum: Spons hati ayam Ciri-ciri: Warana coklat kemerahan dan sedikit keunguan. Distribusi: Western Central Pacific: Indonesia. pori-pori sedikit namun cukup besar.

menempel pada substrat keras. Distribusi: Perairan Komodo. dengan pori-pori kecil diseluruh permukaan. (Myxillidae) Ciri-ciri: Warna merah bata. Distribusi: Perairan Indonesia Tipe pemakan: Filter feeder Lokasi foto: TN Karimunjawa. Corong besar ditengahnya. (Aplysinidae) Ciri-ciri: Warna krem kecoklatan. NTT Lokasi foto: TN Komodo. Habitat: Daerah Terumbu karang yang jernih denagn banyak intensitas matahari.Aplysina sp. Habitat: Perairan terumbu karang. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Tipe pemakan: Filter feeder 307 Clathria sp. dengan permukaan kasar banyak benjolan dengan poripori menyebar di permukaan. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan .

Habitat: Perairan terumbu karang dangkal. Distribusi: Western Central Pacific: Indonesia. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 308 Dysidea granulose (Dysideidae ) Ciri-ciri: Warna keabu-abuan. bias berdekatan dengan karang jenis tabulate. Habitat: Perairan terumbu karang. Tipe pemakan: Filter feeder Lokasi foto: Pulau Weh. Range kedalaman 8-60 m. (Aplysinellidae) Ciri-ciri: Warna krem dengan permukaan kasar menonjol karena spikulnya. Distribusi: Western Central Pacific: Indonesia. umumnya agak dalam.Aplysinella sp. memanjang membentuk rangkaian tersambung. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Pori-pori tersebar di ujung permukaan. Tipe pemakan: Filter feeder Lokasi foto: Pulau weh.

Range kedalaman 0-35 m. Habitat: Perairan terumbu karang. Distribusi: Indo-Pasifik. Lokasi foto: TN Karimunjawa.CLAMS/KERANG Tridacna squamosa (Tridacnaeidae) Fluted giant clam Nama Umum: Kima Ciri-ciri: Panjang max: 40. range kedalaman 3 –35 m.0 cm (diameter cangkang). Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 309 Tridacna maxima (Tridacnaeidae) Elongate giant clam Nama Umum: Kima Ciri-ciri: Panjang saat ditemukan 35 cm (diameter cangkang) Habitat: Menetap di substrat dasar dan biasa di temukan di daerah intertidal di area terumbu karang. tinggal di dasar menetap. Distribusi: Indo-Pasifik. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan .

range kedalaman 0 . aperture berbentik zigzag.Hyotissa hyotis (Gryphaeidae ) Honeycomb oyster Ciri-ciri: Panjang max aperture 30 cm. Luar permukaan katup terdapat duri-sisi sejajar dan diratakan dengan ujung runcing atau membulat. dengan warna yang lebih gelap dan warna merah dan hijau di perbatasan. Dalam wilayah nacreous keperakan.Polynesia.Polynesia. kisaran kedalaman 0-40 m Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Afrika Timur .Australia. Sessile. Warna: luar cangkang cokelat keabu -abuan atau hijau untuk hampir hitam. Jepang . Habitat: Didaerah rubble. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 310 Pinctada margaritifera Pacific pearl-oyster Nama Umum: Kerang mutiara Ciri-ciri: Cangkang agak tebal dan besar (mencapai 25 cm). Tipe pemakan: Penyaring plankton Lokasi foto: TN Karimunjawa. duri relatif datar pada permukaan katup. daerah garden eel dan tanaman laut. Lokasi foto: TN Karimunjawa. pasir. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan .50 m Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur . Habitat: Daerah terumbu karang dengan substrat keras untuk menempel.

Lokasi foto: TN Karimunjawa. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 311 Cypraea tigris (Cypraeidae) Tiger cowrie Nama Umum: Kerang bintik Ciri-ciri: Panjang max : 16.0 cm (diameter bukaan cangkang). bnayak terdapat spot hitam di cangkang dan sangat mudah dikenali dari ciri fisiknya. Habitat: Rubble di daerah terumbu karang.30 m. Distribusi: Indo-Pasifik. umumnya terlihat diperairan dangkal. range kedalaman 0 . Habitat: Berasosiasi di daerah terumbu karang.Coriocella nigra (Lamellariidae) Ciri-ciri: Gastropoda yang tidak biasa. Mauritius dan Reunion. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan . lebih terlihat seperti nudibranchia dan memiliki cangkang internal. Distribusi: Indo-PAsifik Barat: Indonesia. Lokasi foto: TN Komodo.

Distribusi: Indo-Pasifik Barat. Distribusi: Indo-Pasifik: Barat Indonesia hingga baratPolynesia. selatan . Range kedalaman 0 . utara-selatan Jepang. panjang sekitar 8-10 cm. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan .Chicoreus microphyllus (Muricidae) Nama Umum: Keong Ciri-ciri: Badan banyak terdapat tonjolan dengan warna oranye.5 m. Habitat: Perairan terumbu karang dan di dasar karang.utara Queensland dan New Caledonia. biasa di temukan di bawah / disekitar karang mati dan di daerah subtidal. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Lokasi foto: Pulau Weh. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 312 Lambis scorpius (Strombidae) Scorpio spider conch Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL). Habitat: Di daerah terumbu karang. Ujung cangkang berduri tumpul dan panajng.

.Turbo petholatus (Turbinidae) Nama Umum: Keong Ciri-ciri: Badan mengkilat dengan pola warna yang indah hijau berulrir berselang coklat kemerahan. Sulut Foto by Tasrif kartawijaya Indo-Pasifik Barat. Operculum (tutup cangkang) tebal mirip dengan mata kucing. Habitat: Perairan terumbu karang dan biasanya berada di sela-sela karang mengebor. Operculum (tutup cangkang) tebal mirip dengan mata kucing. Habitat: Perairan terumbu karang dan di dasar karang. Jateng Foto by Tasrif kartawijaya 313 Pedum spondyloidum (Pectinidae) Coral clam Ciri-ciri: Badan mengkilat dengan pola warna yang indah hijau berulrir berselang coklat kemerahan. Distribusi: Indo-Pasifik Barat. Distribusi: Lokasi foto: Lembeh. Lokasi foto: TN Karimunjawa.

Distribusi: Western Central Pacific Lokasi foto: TN Karimunjawa. (Plexauridae) Ciri-ciri: Warna umumnya merah dengan pola yang rapat namun tersusun rapi.8 m. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan . Tulang yang menyerupai daun tebal ditengahnya. range kedalaman 3 . Habitat: Berasosiasi diperairan terumbu karang agak dalam.GORGONIAN Kipas Laut / Sea fan Subergorgia mollis (Subergorgiidae) Gorgonian fan Nama Umum: Akar bahar Ciri-ciri: Warna umumnya krem dengan bentuk kipas lebar sekitar 250 cm. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 314 Astrogorgia sp. Distribusi: Indo-Pasifik Barat Lokasi foto: TN Karimunjawa. Habitat: Perairan terumbu karang di daerah lereng karang yang agak dalam.

NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 315 Melithaea sp. Kadang berada di daerah substrat berbatu. (Acanthogorgiidae) Ciri-ciri: Warna umumnya krem kekuningan. (Melithaeidae) Nama Umum: Kipas Laut Ciri-ciri: Bentuk seperti tulang daun. Biasa di daerah dorp off dengan substrat berbatu. Memiliki bagian yang keras. Range kedalaman 3 . umumnya berwarna oranye kemerahan.8 m. Sering di jadikan souvenir dan cendramata serta perdagangan akuarium. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan . dangan bentuk yang lebih tak beraturan.Muricella sp. Distribusi: Indo-Pasifik barat Lokasi foto: TN Komodo. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Distribusi: Western Central Pacific. Habitat: Di daerah turumbu karang di tubir dan lereng karang serta di karang terjal. Habitat: Berasosiasi dengan terumbu karang dalam.

Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan . Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan Lokasi foto: TN Karimunjawa.Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 316 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan Lokasi foto: TN Karimunjawa.

pangkal antenna pink dengan bdan hijau gelap dengan strip putih. Kepala berduri hitam. range kedalaman 1-15 m. Distribusi: Indo-Pasifik Barat. Lokasi foto: TN Karimunjawa. jenis stomatopoda yang paling cemerlang dengan uropods biru dan setae merah. range kedalaman 2-36 m. jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 317 Odontodactylus scyllarus Reef odontodactylid mantis shrimp Nama Umum: Udang pletek / udang mantis Ciri-ciri: Panjang max 17 cm (TL). Nocturnal. Aktif siang. Distribusi: Indo-Pasifik.CRUSTACEA Panulirus versicolor (Palinuridae) Painted spiny lobster Nama Umum: Lobster mutiara Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . daerah pecah gelombang) bersembunyi di celah dan goa karang dan batu. Habitat: Hidup di celah dan lubang di dekat terumbu karang dangkal dan rubble area. Tipe pemakan: Zoobenthos (bentik krustacea) Lokasi foto: TN Komodo. Habitat: Di daerah sublitoral (karang.

badan dan ekor. Habitat: Bersimbion dengan teripang. Distribusi: Perairan Indonesia Lokasi foto: Lembeh. Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya . Distribusi: Indo-Pasifik Lokasi foto: Lembeh. Habitat: Bersimbiosis dengan anemone dan tinggal di Anemone.Periclimenes holthuisi (Palaemonidae) Anemone shrimp Ciri-ciri: Badan transparan dengan spot biru putih di ujung capit. Panjang rata-rata sekitar 3 cm (TL). badan dan ekor. badan merah dengan pola putih di kepala. Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya 318 Periclimenes imperator (Palaemonidae) Emperor shrimp Ciri-ciri: Panjang rata-rata 3 cm (TL).

Habitat: Tinggal menetap di tentakel anemone.319 Neopetrolisthes maculatus (Porcellanidae) Anemone crab Ciri-ciri: Lokasi foto: TN Karimunjawa. Distribusi: Samudra Hindia dan Indo-Pasifik Barat. Jateng Foto by Tasrif Kartawijaya Badan putih dengan bintik hitam halus menyebar merata di punggung. .. pangkal kaki dan capit serta ujung capit besarnya.

Distribusi: Indo-Pasifik Barat. Mengeras apabila tersentuh. Lokasi foto: TN Karimunjawa. range kedalaman 7 . Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 320 Polycarpa aurata (Styelidae) Ciri-ciri: Warna dasar putih dengan perpaduan kuning dengan bercak ungu. Sulut Foto by Fakhrizal Setiawan . Lokasi foto: TN Bunaken. Habitat: Tinggal menetap di substrat dasa.20 m. Lubang atas berwarna hijau. Distribusi: Indo-Pasifik Barat.20 m. Habitat: Tinggal menetap di substrat dasar.ASCIDIAN Atriolum robustum (Didemnidae) Ascidians Ciri-ciri: Badan putih dengan bintik hitam halus menyebar merata di badan. range kedalaman 3 .

Oxycorynia fascicularis (Polycitoridae) Ciri-ciri: Bentuk koloni seperti kantung bulat dengan warna hitam .13 m. Distribusi: Indo-Pasifik. range kedalaman 7 .coklat kehijauan dengan ujung kuning. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Lokasi foto: TN Komodo. Habitat: Tinggal menetap di substrat dasar. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 321 Clavelina robusta (Clavelinidae) Ciri-ciri: Koloni tidak besar dengan warna dasar hitam transparan dengan ujung kuning. range kedalaman 3 . Distribusi: Indo-Pasifik Barat.30 m. Habitat: Tinggal menetap di substrat dasar. Lokasi foto: TN Komodo.

Anemone dan Black Coral Cerianthus filiformis (Cerianthidae) Tube anemone Nama umum: Anemon tabung Ciri-ciri: Soliter. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Dearah berpasir. Distribusi: Indo-West Pasifik Lokasi foto: TN Komodo. jenis ini berwarna oranye dan ada pula yang putih transparan. 322 Habitat: Lokasi foto: TN Komodo. rubble dengan banyak sedimentasi. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . badan memiliki bentuk seperti tabung silinder yang terkubur dalam substrat.

(Antipathidae) Spiral coral Ciri-ciri: Perbedaan warna polyp merepresentasikan perbedaan species serta ukuran diameter. Habitat: Tinggal menetap di substrat dasar berpasir atau rubble.Actinodendron plumosum (Actinodendriidae) Branching anemone Ciri-ciri: Warna dasar abu-abu denagn tentakel tebal yang berpola sehingga seperti bercabang. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . kedalaman saat di foto 8 m. Lokasi foto: TN Komodo. Distribusi: Indo-Pasifik. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 323 Cirrhipathes sp. Distribusi: Western Central Pacific: Great Barrier Reef dan Indonesia Lokasi foto: TN Komodo. Umumnya didaerah drop off serta di lereng karang dalam. Habitat: Perairan terumbu karang agak dalam.

Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan . Lokasi foto: TN Karimunjawa. Distribusi: Tropical. Habitat: Indo-Pasifik Distribusi: Western Central Pacific: Australia dan Indonesia Lokasi foto: TN Karimunjawa.Kep. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 324 Sephia apama (Sepiidae) Australian Giant cuttlefish Nama Umum: Sotong Ciri-ciri: Dapat melakukan perubahan warna seperti substrat dalam keadaan terancam serta dapat mengeluarkan tinta. 33°N 31°S.152°W .SEPHIA/SOTONG Sephia latimanus (Sepiidae) Broadclub cuttlefish Nama Umum: Sotong Gajah Ciri-ciri: Panjang max: 120 cm. Habitat: Indo-Pasifik Barat: Afrika Timur . dapat berubah wrna dalam keadaan terancam serta dapat mengeluarkan tinta. Hawaii. 31°E .

152°W Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Afrika timur . 31°E .31°S. Aceh . Habitat: Tropical. 33°N . tentakel panjang. Memiliki paruh yang kuat untuk menghancurkan mangsa.OCTOPUS/GURITA 325 Octopus cyanea Foto by Fakhrizal Setiawan (Octopodidae) Nama Umum: Gurita Ciri-ciri: Panjang max: 120 cm. Tipe pemakan: Bentik krustacea (kepiting) Lokasi foto: Pulau Weh.Kep. dapat mimikri sesuai habitat dan substartnya. Hawaii.

Distribusi: Atlantic. Mediterannean dan Karibia. warna sangat bervariasi.POLYCHAETA Christmas worms 326 Lokasi foto: Pulau Weh. apabila tersentuh akan sangat responsive menutup diri. Aceh. saat larva hidup sebagai plankton selama 9-12 hari. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Spirobranchus giganteus (Serpulidae) Nama Umum: Cacing tabung Ciri-ciri: Panjang max: 20.0 cm DL. Habitat: Biasanya tinggal mengebor di karang massive. Indo-Pasifik. . Foto by Fakhrizal Setiawan Lokasi foto: TN Komodo.

makanan berasal dari mikro-plankton dan bahan organic terlarut. Habitat: 327 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Afrika Timur-Jepang. Polynesia.KARANG LUNAK Soft corals Dendronephthya sp. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan Beberapa jenis tumbuh terekspos bebas dan banyak juga yang di dalam gua dan daerah terlindung. Tipe pemakan: Tidak mengandung alga zooxanthellae simbiotik. Oleh karena itu. Indonesia. Filipina. Tidak mengandung alga simbion zooxanthellae. Lokasi foto: TN Karimunjawa. (Nephtheidae) Nama Umum: Karang Lunak Ciri-ciri: Polip dalam kelompokkelompok dari berbagai cabang distal koloni yang lebat. Distribusi: Indo-Pasifik barat. Laut Merah. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan .

Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 328 Dendronephthya sp. TN Karimunjawa. TN Karimunjawa. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan . TN Karimunjawa.Dendronephthya sp. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan Dendronephthya sp. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan Dendronephthya sp. TN Karimunjawa.

Lokasi foto: TN Komodo. Distribusi: Perairan Indonesia. Menyukai daerah terumbu karang yang berarus. 329 Distribusi: Timur Samudra Hindia– Kep. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Habitat: Biasa bergantung pada karang. Memiliki beberapa variasi warna.Crinoidea Feather Star Oxycomanthus bennetti (Comasteridae) Nama Umum: Lily laut Ciri-ciri: Ini merupakan jenis crinoids yang paling umum. Marshall. Sri Lanka. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan Himerometra robustipinna (Himerometridae) Nama Umum: Lily laut Ciri-ciri: Warna merah menyala dengan bagian lebih tengah lebih putih. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Kep. Habitat: Biasa ditemukan di tubir karang baik disiang maupun malam hari. Australia dan Filipina. Marshall. batu atau gorgonian.

Memiliki cabang yang lebih banyak. Distribusi: Indo-Pasifik Lokasi foto: TN Komodo. Memiliki sel penyengat apabila tersentuh. (Sertulariidae) Nama Umum: Jelatang Laut Ciri-ciri: Warna umumnya abu-abu dan putih. Habitat: Perairan terumbu karang yang tenang dan kadang tersembunyi di bawah karang. (Plumaridae) Nama Umum: Jelatang laut Ciri-ciri: Umumnya berwarna putih atau abu-abu namun ini oranye yang cerah. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Mengandung sel penyengat.Hydrozoa Jelatang Laut Plumularia sp. Distribusi: Indo-Pasifik 330 Lokasi foto: TN Komodo. Habitat: Biasa ditemukan di aderah etrumbu karang yang jernih an terlindung. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Sertularia sp.

331 .

R. W Smith.L. 1995. USA Colin. Long-term Monitoring of the Great Barrier Reef. and R. DK and IR Miller (1998). Seagrass Beds and Mangroves. Quantitative Video Sampling of Coal Reef Benthos: Large Scale Application. http://cramp.www. Tropical Pacific Invertebrate. Crown-of-Thorns Starfish and Coral Surveys Using the Manta Tow and Scuba SearchTechniques. Bohnsack.A.. Evaluation of Benthic SamplingMethods Considered for the Coral Reef Assessment and Monitoring Program (CRAMP) in Hawai’i. K Rodgers.0).aims. JH and DR Bellwood (1985). 1 (Version 1. YJ Sadovy and ML Domeier (2003).hawaii. Coral Reef Press. Manual for the Study and Conservation of Reef Fish Spawning Aggregations.gov. and C. P Jokiel and S Coles (2000). NOAA Technical Report NMFS 41: 1-15. Colin.au/pages/research/reefmonitoring/methods. Brock. Arneson. VE (1954). BN Tissot. JA and SP Bannerot (1986). A Stationary Visual Census Technique for Quantitatively Assessing Community Structure of Coral Reef Fishes. Choat.edu/overview/3._methods. Steene. Carleton. Bulletin of Marine Science 18: 297-276. PL. RE (1982). Interactions Amongst Herbivorous Fishes on a Coral Reef: Influence of Spatial Variation.Daftar Pustaka Allen. CoralnReefs 14. Standard Operations Procedure Number 1. 1999. 35-46. P. Marine Biology 89: 221-234. Singapore. Brock. A Field Guide to Marine Invertebrates Occurring on Tropical Pacific Coral Reefs. Indo Pacific Coral Reef Field Guide. JH and TJ Done (1995). G. Brown. C. E. A Preliminary Report on a Method of Estimating Reef Fish Populations. Bass. Beverly Hills. Tropical Reef Research. . Society for the Conservation of Reef Fish Aggregations Special Publication No. A Critique of the Visual Census Method for Assessing Coral Reef Fish Populations.html. E Cox.. Journal of Wildlife Management 18: 297-308.wcc.

Working Group Report: pp. A Manual for Monitoring Coral Reefs with Indicator Species: Butterflyfishes as Indicators of Change on Indo-Pacific Reefs. Townsville. Office of Ocean and Coastal ResourceManagement. www.reefcheck. Canadian Journal of Fisheries and Aquatic Science 42: 1860-1869. Methods for Ecological Monitoring of Coral Reef. JA and MR Anderson (1985). Townsville Australia: pp.komodonationalpark. Papua.au/pages/research/reef-monitoring/ltm/mon-sop3/fishsop. 85. Survey Manual for Tropical Marine Resources.pdf Hill and Wilkinson (2004). D Neville and PJ Mous. G (2003). RS and MJ Thompson (1978). Reef Check Instruction Manual. (2003). Australian Institute of Marine Science. AL (1996a). Townsville Australia: pp. held October 30 . ML. Spatial. National Oceanic and Atmospheric Administration: pp. Domeier. BM Yeeting and S Smith (2002).November 22.gov. Sanur. JS Pet. R. Australian Institute of Marine Science. Donnelly. Eastern Indonesia. Australia. 378 Green. MD. 45. A Smith. Townsville. Townsville. Reef Check Foundation. S. Bali Indonesia: pp. Halford. Marine Ecology Progress Series 133: 1-11. Y Sadavoy. PL Colin. 63-94 Hodgson. M Russell. Report on a Rapid Ecological Assessment of the Raja Ampat Islands. Visual Census Surveys of Reef Fish. C Wilkinson and V Baker (1997). . Australian Institute of Marine Science. MP and ES Reese (1996). Standard Operational Procedure Number 3.Crosby. English. Silver Spring. Temporal and Ontogenetic Patterns of Habitat Use by Coral Reef Fishes (Family Labridae).org/infocenter/publications.org Downing. 2002.Bulletin of Marine Science 28: 159-172. Long-term Monitoring of the Great Barrier Reef. WD Heyman. Eds. 249. Comparison of Florida Reef Fish Assemblages Using a Rapid Visual Technique. MA Samoilys. http:// www. Estimating the Standing Biomass of Aquatic Macrophytes. Townsville Australia: pp 22. http:// www.aims.asp Jones. Transforming Coral Reef Conservation: Reef Fish Spawning AggregationsComponent. Australia. TJ Donaldson. The Nature Conservancy Southeast Asia Center for Marine Protected Areas. AR and AA Thompson (1994).

IUCN CCCR Resilience Assessment Protocol. and Benthic Cover on Coral Reefs in St John. ICLARMN Contribution No. Great Barrier Reef Marine Park Authority Research Publication No. pp. ACIAR Project No. Hawai’i. U. Russ. U. Hurricane Damage.)(205222). Proceedingsof the International Conference on Scientific Aspects of Coral Reef Assessment.edu/ssri/hcri/files/nwhi_report_1of4. Solomon Islands: Termination Report. MP.hawaii. Central Philippines. Bulletin of Marine Science 69: 459-470. Survey Manual for Tropical Marine Resources. Switzerland. GA. Sampling Design and Monitoring. P Ramohia and KA Pitt (2001). WG (1997). Marine Reserves: Rates and Patterns of Recover and Decline in Abundance of Large Predatory Fish. Pp. Honolulu.Kimmel. Russ.Marine Ecology Progress Series 132: 1-9. 1196 Gland. 21-25 Oxley. Russ. Environmental Biology of Fishes 12: pp. Visual Censusing and the Extraction of Average Length as a Biological Indicator of Stock Health. 23-32. San Diego. 1609: pp. Obura and Grimsditch (2008). 69. Australian Institute of Marine Science: pp. Coral Bleaching.S. IUCN – The International Union for the Conservation of Nature – Global Marine Program. Testing the Use of Marine Protected Areas to Restore and Manage Tropical Multispecies Invertebrate Fisheries at the Arnavon Islands. Coral Reef Ecosystems of the Northwestern Hawaiian Islands: Interim ResultsEmphasizing the 2000 Surveys. J Bell. GR (1996). 72.Townsville. Ecological Applications 6: 947-961.Rue Mauverney 28. FIS/1994/117. A New Species-Time Method for Visual Assessment of Fishes and Its Comparison withEstablished Methods. Maragos. In: English et al. 307-326. Rogers. J and D Gulko (2002). JS Ault and JA Bohnsack (1999). Do Marine Reserves Export Adult Fish Biomass? Evidence from Apo Island. GR and AC Alcala (1996). Marine Reserves as Reef Fisheries Management Tools: Yet Another Review. 421-443. GR (2002). Lincoln-Smith. www.pdf Meester. CS and J Miller (1999). Virgin Islands: A Comparison of Surveys with the Chain Transect Method and Videography. Naturalista sicil XX111 (Suppl. AcademicPress. JJ (1985). Fish and Wildlife Service and the Hawai’i Department of Land andNatural Resources. Ressilience Assessment of Coral Reef. Monitoring and Restoration.S. .

Ft Lauderdale. Sale. Australian Institute of Marine Science and the IUCN Marine Program: pp. Australia. FL.fishbase. Reef Resources: Survey Techniques and Methods of Study. Smithsonian Tropical Research Institute. Townsville.sealifebase. Manual for Assessing Fish Stocks on Pacific Coral Reefs. J Almany and S Dionne (2003). Video Identification of Benthic Organisms: How AccurateIs It? Proceedings of the International Conference on Science. 1999. C. Coral Reefs 2:37-42.Panama: 2.org Www.10. Department of Primary Industries. Aspects of coral reef assessment and monitoring. MA (1997). Tomkins. DK Bass. and rest.. H. PA. Underwater Video Sampling: An Effective Method for Coral Reef Surveys? Proceedings. PF and BJ Sharp (1983).Queensland. pp. Samoilys. Vogt. A Practical Guide on How Monitoring Can Support Effective Management of MPAs. Correction for Bias in Visual Transect Censuses of Coral Reef Fishes. GR and JH Choat (1988). DA Ryan and H Sweatman (1999). South PacificCommission/Inshore Fishery Research/WP. April 14-16. A Green. ARF Montebon and MLR Alcala (1997). 8th Inte4444ernational Coral Reef Symposium.net . 68 Www. Monitoring Coral Reef Marine Protected Areas.org Www.Russ.seadb. 1447-1452 Wilkinson.

DAFTAR ISTILAH Antopogenik Bentik invertebrata Dampak dari kegiatan manusia terhadap lingkungan Mahluk invrtebrata (tanpa tulang punggung) yang hidup di dasar perairan Teman/mitra selam Bangsa hewan yang memiliki kaki di kepala seperti: cumi-cumi. gurita dan sotong Filum yang memiliki cirri sel penyengat Subkelas dari filum crustacean yang merupakan sumber protein karena umumnya plankton dan benthos Partikel organic yang tidak hidup berasal dari mahluk hidup yang terurai. dll Jenis moluska yang berjalan dengan kaki perut (Contohnya siput) Fase biota saat masih muda dan belom dewasa Filum untuk biota sebangsa udang. kepiting Daerah agak dalam sebelum batas karang Filum untuk biota yang berbadan lunak biasanya dilindungi oleh cangkang keras Biota yang aktif di malam hari Sebutan untuk area terumbu karang yang mengelompok-mengelompok yang dipisahkan dengan dasar pasir atau batu Buddy Cephalophoda Cnidaria Copepoda Detritus Echinodermata Gastropoda Juvenil Krustacea Laguna Moluska Nokturnal Patch reef . Bintang laut. Filum yang termasuk teripang.

Istilah untuk oragn tubunh yang menonjol dalam kasus ini adalah duri tumpul dari genus Protoreaster Area yang berada di lereng terumbu karang Patahan-patahan karang yang sudah mati Kumpulan ikan dalam jumlah besar Menyendiri (ada sebagian ikan yang lebih menyukai hidup sendiri dan hanya berpasangan saat mau memijah) Struktur rangka spons yang tersusun dari kalsium Hewan yang hidup di dasar perairan Hewan yang berukuran kecil yang hidupnya terbawa arus di kolom perairan Tuberkulum Reef slope Rubble Schooling Soliter Spikul Zoobenthos Zooplankton .Polychaeta adalah kelas cacing annelida yang umumnya hidup di air.

Index Nama Species Ikan karang Abudefduf sordidus Abudefduf vaigiensis Abudefduf bengalensis Abudefduf notatus Abudefduf septemfasciatus Abudefduf sexfasciatus Acanthurus leucosternon Acanthurus lineatus Acanthurus pyroferus Acanthurus triostegus Aeoliscus strigatus Aluterus scriptus Amanses scopas Amblyglyphidodon aureus Amblyglyphidodon batunai Amblyglyphidodon curacao Amblyglyphidodon leucogaster Amblygobius albimaculatus Amphiprion akallopisos Amphiprion clarkii Amphiprion ephippium Amphiprion ocellaris Amphiprion perideraion Amphiprion sandaracinos Anyperodon leucogramicus Apogon aureus Apogon bandanensis Apogon chrysopomus Apogon compressus Apogon fragilis Apogon fucata Apogon hoevenii Apogon komodoensis 189 189 185 186 187 188 35 36 36 37 71 138 136 181 182 184 183 100 178 174 179 175 176 177 228 42 42 43 41 46 44 45 45 Apogon seleii Apogon zosterophera Apolemichthys trimaculatus Arothron mappa Arothron nigropunctatus Arothron stellatus Aulostomus chinensis Balistapus undulatus Balistoides conspicillum Bodianus axillaris (Juv) Bolbometopon muricatum Caesio caerulaureus Caesio teres Caesio xanthonota Calloplesiops altivelis Cantherhines pardalis Canthigaster papua Carangoides bajad Caranx ignobilis Caranx melampygus Carcharhinus obsesus Centropyge eibli Cephalopholis argus Cephalopholis boenak Cephalopholis cyanostigma Cephalopholis miniata Cephalopholis spiloparaea Cetoscarus bicolor (Juvenil fase) Chaetodon adiergsatos Chaetodon citrinellus Chaetodon collare Chaetodon ephippium Chaetodon falcula 43 46 171 258 257 259 52 55 54 125 216 60 60 61 163 137 262 64 65 64 67 172 229 230 231 233 234 218 88 78 74 84 80 .

Chrysiptera springeri Chrysiptera talboti Chrysiptera unimaculata Cirrhilabrus solorensis (Inisial fase) Coradion chrysozonus Coris batuensis Corythoichthys haematopterus Cromileptes altivelis Ctenochaetus binotatus Ctenochaetus cyanocheilus Ctenochaetus striatus Dascyllus aruanus Dascyllus reticulatus Dascyllus trimaculatus Diagramma sp.Chaetodon guttatissimus Chaetodon kleinii Chaetodon lunula Chaetodon lunulatus Chaetodon melannotus Chaetodon meyeri Chaetodon octofasciatus Chaetodon rafflesi Chaetodon speculum Chaetodon triangulum Chaetodon trifascialis Chaetodon trifasciatus Chaetodon vagabundus Chaetodontoplus mesoleucus Chantigaster valentini Cheilinus chlorurus Cheilinus fasciatus Cheilinus trilobatus Cheilinus undulatus Cheilodipterus artus Cheilodipterus isostigmus Cheilodipterus macrodon Chelmon rostratus Chlorurus microrhinos Chlorurus sordidus Chromis atripectoralis Chromis atripes Chromis dimidiata Chromis ternatensis Chromis viridis Chrysiptera oxycephala Chrysiptera rex Chrysiptera rolandi 78 77 88 76 80 79 73 77 84 75 75 76 79 172 262 116 115 116 113 47 48 49 82 217 219 194 195 193 195 194 191 197 197 Chrysiptera sp. Diodon hystrix Diodon liturosus Dischistodus melanotus Dischistodus perspicillatus Dischistodus prosopotaenia Dunckerocampus dactyliophorus Epibulus insidiator Epinephelus coeruleopunctatus Epinephelus fasciatus Epinephelus mera Epinephelus ongus Epinephelus quoyanus Escenious sp. Fistularia commersonii Forcipiger longirostris Genicanthus Lamarck Gnathodentex aureolineatus 193 196 192 192 124 81 122 252 232 37 38 38 198 198 199 105 261 260 190 191 190 251 117 235 236 237 238 239 58 98 83 171 129 .

Parapercis tetracantha Parupeneus barberinus Parupeneus bifasciatus Parupeneus cyclostomus Parupeneus macronemus Parupeneus trifasciatus Pempheris vanicolensis Pentapodus aureofasciatus Pentapodus trivittatus Platax pinnatus 130 147 109 109 108 39 39 208 200 107 202 202 154 154 114 139 35 81 91 90 158 161 160 159 145 146 147 145 146 156 150 150 95 .Gomphosus varius Gymnothorax flavimarginatus Gymnothorax isingteena Gymnothorax javanicus Halichoeres chloropterus Halichoeres hotulanus Halichoeres leucurus Halichoeres marginatus Halichoeres melanochir Halichoeres richmondi (Inisial Fase) Halichoeres vroliki Hemiglyphidodon plagiometopon Hemigymnus fasciatus (juv) Hemitaurichthys polylepis Hemitaurichthys zoster Heniochus acuminatus Heniochus diphreutes Heniochus pleurotaenia Heniochus varius Istigobius rigilius Kyphosus bigibbus Labricanus cyclophthalmus Labrichthys unilineatus Labroides bicolor Labroides dimidiatus Lethrinus erythropterus Lethrinus harak Lutjanus biguttatus Lutjanus decussatus Lutjanus kasmira Lutjanus monostigma Lutjanus sebae Melichthys indicus 115 141 143 141 120 118 119 121 120 121 119 203 125 85 85 86 86 87 87 101 111 214 124 123 123 128 128 132 132 133 133 134 56 Monotaxis grandoculis Mulloidichthys vanicolensis Myripristis hexagona Myripristis murdjan Myripristis violacea Naso lituratus Naso vlamingii Neoglyphidodon melas (Juvenil) Neoglyphidodon nigroris Neoniphon sammara Neopomacentrus anabatoides Neopomacentrus azysron Ostracion cubicus (Juv) Ostracion meleagris Oxycheilinus digrammus Oxymonacanthus longirostris Paracanthurus hepatus Parachaetodon ocellatus Paracirhites forsteri Paracirrhites arcatus Parapercis hexophtalma Parapercis millipunctata Parapercis sp.

Platax teira Plectorhinchus chaetodontoides Plectorhinchus polytaenia Plectorhinchus vittatus Plectroglyphidodon dicki Plectroglyphidodon lacrymatus Plectroglyphidodon leucozonus Plotosus lineatus Pomacanthus imperator Pomacanthus navarchus Pomacanthus semicirculatus Pomacanthus sexfasciatus Pomacentrus alexanderae Pomacentrus amboinensis Pomacentrus auriventris Pomacentrus burroughi Pomacentrus chrysurus Pomacentrus cuneatus Pomacentrus moluccensis Pomacentrus philippinus Premnas biaculeatus Priacanthus hamrur Pseudanthias squamipinnis Pseudocheilinus hexataenia Pseudochromis perspicillatus Pseudochromis splendens Pterapogon kauderni Pterocaesio tile Pterois antennata Pterois muricata Pterois volitans Pygoplites diacanthus Rhinobatus typus 96 105 104 103 204 204 201 165 170 170 168 169 207 206 196 205 205 206 207 208 180 210 227 126 212 213 50 62 222 223 223 167 69 Rhinomuraenia quaesita Sargocentron caudimaculatum Sargocentron rubrum Saurida nebulosa Scarus ghoban (Inisial fase) Scarus niger Scarus quoyi Scolopsis binileata Scolopsis lineata Scolopsis margaritifera Scorpaenopsis macrochir Scorpaenopsis oxycephala Siganus guttatus Siganus magnificus Siganus puellus Siganus virgatus Siganus vulpinus Solenostomus paradoxus Sphaeramia nematoptera Sphyraena flavicauda Stegostoma fasciatum (juv) Stethojulis trilineata Sufflamen chrysopterus Synodus variegatus Taeniura lymma Upeneus tragula Zanclus cornutus 142 108 107 255 218 219 220 151 151 152 225 224 241 245 243 242 244 249 47 247 68 122 56 254 93 148 264 .

Diadema setosum Dysidea granulose Echinaster callosus Echinaster luzonicus Echinometra mathaei Echinothrix calamaris 302 286 323 307 308 280 306 314 320 291 303 298 322 312 288 297 298 296 304 323 307 321 311 303 289 311 327 278 308 288 287 282 279 . Cirrhipathes sp. Acanthaster planci Actinodendron plumosum Aplysina sp. Diadema setosum Dysidea granulose Echinaster callosus Echinaster luzonicus Echinometra mathaei Echinothrix calamaris 302 286 323 307 308 280 306 314 320 291 303 298 322 312 288 297 298 296 304 323 307 321 311 303 289 311 327 278 308 288 287 282 279 Aaptos sp. Astrogorgia sp. Cirrhipathes sp. Callyspongia sp. Clathria sp. Ceratosoma trilobatum Cerianthus filiformis Chicoreus microphyllus Choriaster granulates Chromodoris annae Chromodoris lochi Chromodoris magnifica Cinachyra sp. Clathria sp. Clavelina robusta Coriocella nigra Cribrochalina olemda Culcita novaeguineae Cypraea tigris Dendronephthya sp. Ceratosoma trilobatum Cerianthus filiformis Chicoreus microphyllus Choriaster granulates Chromodoris annae Chromodoris lochi Chromodoris magnifica Cinachyra sp. Asthenosoma varium Astroclera sp. Callyspongia sp. Clavelina robusta Coriocella nigra Cribrochalina olemda Culcita novaeguineae Cypraea tigris Dendronephthya sp. Astrogorgia sp. Aplysinella sp. Asthenosoma varium Astroclera sp. Atriolum robustum Bohadschia sp. Acanthaster planci Actinodendron plumosum Aplysina sp. Atriolum robustum Bohadschia sp.Index Nama Species Invertebrata Laut Aaptos sp. Aplysinella sp.

Toxopneustes pileolus Tridacna maxima Tridacna squamosa Turbo petholatus Xestospongia testudinaria 310 306 330 320 283 293 301 324 324 330 326 292 295 314 299 290 305 281 309 309 313 302 . Polycarpa aurata Protoreaster nodosus Pseudocholchirus violaceus Pteraeolidia ianthina Sephia apama Sephia latimanus Sertularia sp. Spirobranchus giganteus Stichopus chloronotus Stichopus variegatus Subergorgia mollis Tambja morosa Thelenota ananas Theonella sp.Pinctada margaritifera Plakortis lita Plumularia sp.

.

Semoga dengan buku ini menambah kecintaan kita akan dunia kelautan khususnya ekosistem terumbu karang. TN. TN. Karimunjawa di Jawa Tengah. Banyak di Provinsi Aceh. . Bunaken dan Selat lembeh di Sulawesi Utara dan Kep. Komodo di NTT. Foto-foto yang diambil semuanya di Indonesia mulai dari Pulau Weh dan Kep. TN. Kayoa di Maluku Utara.