Identifikasi Ikan Karang Dan Invertebrata laut

Dilengkapi dengan Metode Monitoringnya

Panduan Lapangan

Oleh: Fakhrizal Setiawan

Panduan Lapangan Identifikasi Ikan Karang Dan Invertebrata Laut
Dilengkapi dengan Metode Monitoringnya

Oleh: Fakhrizal Setiawan

UCAPAN TERIMAKASIH
Ucapan terimakasih sebesar-besarnya kepada ALLAH SWT atas berkat dan izinNyalah buku Panduan Lapangan Identifikasi Ikan Karang Dan Invertebrata Laut dapat diselesaikan. Penulis juga berterimakasih terhadap Fisheries Diving Club (FDC-IPB) karena di FDC lah penulis mengenyam ilmu selam dan belajar identifikasi ikan karang untuk pertama kalinya serta Ilmu Dan Teknologi Kelautan –IPB dimana penulis menyelesaikan jenjang strata satu dan banyak memahami tentang dunia kelautan. Penulis juga sangat berterimakasih terhadap Wildlife Conservation Society (WCSIP) karena foto-foto yang diambil menggunakan kamera dari Marine Program. Buku ini masih sangat jauh dari kesempurnaan karena kualitas dan jumlah stok foto yang sangat minim dan keterbatasan lainnya. Penulis juga berterimakasih kepada Mas Rizya Legawa Ardiwijaya selaku program manager WCS-IP Marine Program yang mensuport serta contributor foto,begitu juga Bang Tasrif Kartawijaya, Rian Prasetia dan Bang Yudi Herdiana, Mba Shinta T. Pardede dan Efin Muttaqien. Ucapan terimakasih juga kepada Mba Shinta T. Pardede yang mau menjadi editor serta ………..yang bersedia menjadi sponsor untuk mencetak buku ini. Ucapan terimakasih juga kepada teman-teman di Lapangan baik di Pulau Weh (ODC, Rubiah tirta Divers,WCS sabang), Karimunjawa (staf TNKJ, MDC, WCS Karimunjawa), Labuan Bajo (Staf PNK dan kru Kapal) dan lainnya yang belum disebutkan untuk menemani hari-hari selama penyelaman. Penulis sengaja menggunakan bahasa Indonesia untuk mempermudah pembelajaran serta mengharapkan kedepannya banyak putra/putri Indonesia yang belajar dan meneliti sumberdaya hayati laut bumi pertiwi yang sangat kaya dan beranekaragam ini. Buku ini sengaja didesin sesederhana mungkin sehingga orang awam sekalipun dapat memahami isi dari buku ini. Keritik, saran dan koreksi sangat diharapkan untuk revisi dan kesempurnaan buku ini. Keritik, saran dan koreksi yang membangun dapat di alamatkan ke: setiawan.rizal@gmail.com atau ubun_ahead@yahoo.com.

Fakhrizal Setiawan Manado, Indonesia

Panduan Lapangan Identifikasi Ikan Karang Dan Invertebrata Laut
Dilengkapi dengan Metode Monitoringnya

TENTANG PENULIS
Penulis menamatkan jenjang S1 nya di Jurusan Ilmu dan Teknologi Kelautan IPB tahun 2006. Penulis memulai karirnya di bidang ikan karang sejak di bangku kuliah dan bergabung Fisheries Diving Club (FDC-IPB). Setelah lulus kuliah, penulis bergabung dengan WCS Marine program hingga sekarang. Selama di WCS lah penulis banyak belajar dunia bawah air khususnya ikan karang. Penulis sekarang berdomisili di Manado dan tetap bekerja di WCS Indonesia Marine program, site Sulawesi Utara.

Editor: Shinta Trilestari Pardede Ilustrator: Fakhrizal Setiawan Foto credit: Fakhrizal Setiawan Rizya L. Ardiwijaya Tasrif Kartawijaya Rian Prasetia Yudi Herdiana Efin Muttaqien Shinta Trilestari Pardede

DAFTAR ISI
Bagaimana menggunakan buku ini …………………………………….…………. Pendahuluan ….……………………………………………………………….…. Monitoring ikan karang ………………………………………………… …………..... Monitoring Invertebrata bentik non karang ……...……………………….…… Acanthuridae 40 Pomacentridae Apogonidae 46 Priacanthidae Aulostomidae 56 Pseudochromidae Balistidae 58 Scaridae Blenidae 62 Scorpaenidae Caesionidae 64 Serranidae Carangidae 68 Siganidae Carchanidae 71 Sphyraenidae Centriscidae 75 Syngnathidae Chaetodontidae 77 Synodonthidae Cirrhitidae 94 Tetraodonthidae Dasyatidae 97 Zanclidae Ephippidae 99 Diademidae Fistularidae 102 Bintang laut Gobidae 104 Teripang Haemulidae 107 Nudibranchia Holocentridae 111 Spons Kyphosidae 115 Clams/kerang Labridae 117 Gorgonian Lethrinidae 132 Crustacea Lutjanidae 136 Ascidian Monacanthidae 139 Anemone Moorynidae 143 Sephia/sotong Mullidae 147 Octopus/gurita Nemipteridae 152 Ostracidae 156 Pempheridae 158 Pinguipedidae 160 Plesiopidae 165 Plotosidae 167 Pomacanthidae 169 iii iv 11 266 176 212 214 218 224 229 243 249 251 254 257 264 277 284 290 294 296 301 305 308 309 311 313 314

BAGAIMANA MENGGUNAKAN BUKU INI
Sewaktu kecil kita sering didengungkan akan lokasi Indonesia yang sangat stratergis yaitu diapit oleh 2 samudra yaitu Hindia dan Pasifik. Hal ini sangatlah masuk akal dikarenakan di Indonesialah terdapat percampuran biota laut dari kedua samudra tersebut. Dalam buku ini anda dapat melihat ikan – ikan dari samudra Hindia dan Pasifik bertemu di Indonesia serta batas jenisnya yang tergantikan oleh saudaranya di Samudra lainnya. Buku ini merupakan panduan prkatis di lapangan bagi yang ingin belajar survey serta identifikasi ikan karang dan invertebrata bentik selain karang. Buku ini didesian sesederhana mungkin dan seinteraktif mungkin sehingga mengurangi kebosanan dalam mempelajarinya. Dibagian awalnya juga diterangkan mengenai metode-metode monitoring ikan karang dari seluruh dunia untuk memudahkan monitoring. Penggolongan ikan kedalam family di buku ini ditandai dengan warna sehingga memudahkan dalam pencariannya. Urutan family ikan juga berdasarkan alphabet meski kadang bentuk yang mirip namun nama familynya berbeda menyebabkan gambar menjadi sulit dibandingkan. Identifikasi dibuku ini menggunakan nama latin, nama inggris/ common name dan nama Indonesia. Selanjutanya ciri-ciri fisik, habitatnya, distribusinya dan terakhir makannnya. Salah satu kesulitannya yitu dalam pengumpulan materi adalah kurangnya informasi nama-nama lokal ikan di Indonesia dan perbedaan nama lokal untuk satu jenis ikan di beberapa lokasi namanya berbeda dan banyak. Umumnya nama lokal diberikan untuk level family dan bukan level species. Pewarnaan dalam tiap halaman yang berbeda untuk setiap family akan membantu menemukan species yang dicari dengan lebih mudah. Identifikasi ikan bersumber dari www.fishbase.org dan Allen, 2003. Identifikasi kelompok Buku ini terbagi kedalam dua kelompok yaitu Identifikasi ikan karang dang identifikasi invertebrata. Identifikasi ikan paling mudah dimulai dari bentuk tubuh dari sini dapat dikatehui identifikasi level Family. Penandaan Anatomi Identifikasi level ini sudah masuk kebagian species, namun sebelum masuk lebih jauh akan sedikit diulas bagaimana cara mengidentifikasi ikan karang secara lebih mudah. Kunci identifikasi ikan karang terdiri dari: Cara berenang Waktu aktifnya Bentuk sirip, baik sirip pectoral (dada), sirip anal(dekat dubur), dorsal (punggung) maupun ventral(Perut) Pola warna Ciri-ciri khusus lainnya, seperti organ tambahan, dll.

1

2

Anantomi ikan dan bagian-bagiannya. Panjang ikan berguna dalam mengkonversi dari panjang menjadi berat dimana nilai TL (total length), FL (fork length) dan SL (standar length) untuk nilai a dan b masing-masing berbeda. Rumus pengkonversi dari panjang menjadi berat adalah W= a x Lb Dimana: W = berat ikan dalam gram a dan b = konstanta laju pertumbuhan L (TL/SL/FL) = Panjang ikan

bentuk serta warna merupakan salah satu kunci identifikasi hingga tingkat species untuk ikan karang.3 Pola. Organ Tambahan pada ikan sebagai salah satu kunci identifikasi .

daripada mencoba untuk meningkatkan ketepatan suatu jumlah yang besar (Bohnsack dan Bannerot 1986). Hal yang paling bisa kita lakukan adalah melakukan monitoring ikan karang untuk melihat perubahannya tiap tahun. 2004 tentang metode monitoring ekosistem terumbu kiarang. akan menumbuhkan kesadaran akan ekosistem terumbu karang di Indonesia yang belum tentu banyak orang mengetahuinya. misalnya banyak mengambil sampel yang sedikit. Cara terbaik untuk mengurangi variasi di daerah yang kompleks adalah melakukan perhitungan lebih terperinci. Penulis mengutip banyak dari Hill dan Wilkinson. Sehingga menjaga jantungnya terumbu karang sudah sewajarnya kita sebagai manusia untuk melakukannya. 4 . Semoga dengan buku ini memudahkan kita semua untuk belajar mengidentifikasi ikan karang dan biota invertebarta unik lainnya. Ikan karang merupakan salah satu komoditi unggulan perikanan serta akuarium laut maka dari itu pengawasan perlu dilakukan agar stok di alam masih dapat terjaga dengan lestari. Monitoring juga dapat dilakukan dengan menggunakan snorkeling meski scuba memungkinkan survei dilakukan pada kisaran lebih dalam dan banyak dari spesies lebih berlimpah pada perairan yang lebih dalam. Pengamat yang kurang berpengalaman sebaiknya menghitung target ikan lebih sedikit dari pengamat yang lebih berpengalaman. pola yang mirip dengan keragamannya yang melimpah. Buku ini akan mengupas mengenai monitoring ikan karang dimana merupakan bidang keahlian khusus dikarenakan ikan umumnya bergerak cepat. Meskipun sulit untuk memperoleh informasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara tepat dari kelimpahan dan struktur ukuran populasi ikan. Berlatih dan terus berlatih menemukan ikan baru merupakan salah satu cara untuk terus mengingat dan belajar identifikasi ikan meski itu merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Kehidupan di laut tidak akan berwarna-warni tanpa kehadiran biota-biota pengisinya yang beranekaragam serta umumnya memiliki warna-warna yang cerah. Dibagian kedua buku ini dibahas mengenai Invertebrata non karang dan dikupas sedikit mengenai metode dan identifikasinya meski bukan bidang yang dikuasaai oleh penulis. data kehadiran juga dapat bermanfaat untuk menentukan apakah ikan dapat bergerak jauh dari daerah asal ke tempat yang lebih baik. Diharapkan dengan membaca buku ini.PENDAHULUAN Ikan karang dan biota pengisinya merupakan jantung dan hatinya terumbu karang.

akan seperti apa dan apa yang ingin kita ketahui dari masalah yang sedang kita teliti. Pertanyaannya yang sering timbul: . Jenis metode sensus ikan yang ada saat ini: 1.Monitoring Ikan Karang Monitoring ikan karang di buku ini terfokus pada metode visual sensus dimana observer mencatat langsung ikan yang dia lihat. sebagai contoh yaitu dibutuhkan seorang ahli setiap taksonomi. Metode standar untuk keanekaragaman jenis telah dikembangkan dan digunakan oleh sejumlah organisasi non-pemerintah internasional (NGO) di dunia. Namun baik tidaknya suatu metode monitoring secara visual tergantung kepada: Kemampuan penyelam dalam identifikasi ikan Kemampuan penglihatan penyelam ex. visibility air dan kondisi mata Skala spasial dari metode sampling terhadap tingkat gerakan ikan. 2004) 5 . Kita mungkin menginginkan survei keanekaragaman jenis sebagai bagian dari studi baseline ketika memulai suatu program monitoring. Metode ini merupakan metode paling ramah lingkungan karena menimbulkan efek merusak paling kecil dibandingkan metode lain. Belt transek memberikan perkiraan keragaman dan mencakup wilayah besar per sensus (banyak digunakan untuk estimasi kelimpahan dan ukuran) 2. Stationery visual census terfokus pada kelimpahan relatif dan frekuensi kehadiran semua spesies di site (banyak digunakan pada terumbu karang yang mengelompok) 3. mungkin perlu untuk mendatangkan seorang ahli.Kelimpahan spesies target kunci apakah dari site tersebut? Monitoring keanekaragaman ikan karang membutuhkan tingkat keahlian teknis yang tinggi. Plotless methods (sensus visual cepat) dilakukan dengan cara penyelam berenang secara acak dan menghitung ikan untuk memberikan informasi yang lebih lengkap tentang total kekayaan spesies.Spesies ikan apa saja yang terdapat di site tersebut? . Survei keanekaragaman jenis juga dapat membantu memutuskan spesies apa yang dapat dimasukkan ke dalam program monitoring. Sehingga metode yang paling tepat dapat di gunakan untuk mencapai tingkat efisiensi di air dan data yang memadai.(Hill dan Wilkinson. atau ukuran area yang sedang dicatat dibandingkan dengan rentang pergerakan ikan Kisaran ecology species ikan yang berbeda yang sedang dicatat Ikan yang berenang cepat akan lebih mudah terlihat oleh seorang penyelam yang berenang perlahan Metode yang baik juga tergantung arah penelitian. Jika Anda tidak memiliki keahlian teknis.

.Monitor resolusi tinggi.Keanekaragaman ikan (untuk ikan lebih besar dan mobile saja peralatan lapangan: .GPS dalam perahu (misalnya Garmin 76).Depth gauge (e. Dibandingkan dengan survei penyelaman umumnya. . yang telah membatasi cakupan luasan.5 knot).jam waterproof sebagai cadangan dan untuk memonitor waktu menyelam. 6 .Ikan dengan panjang total lebih dari 50 cm selama in situ survey . Setiap penyelam yang melakukan manuver terhubung ke perahu dengan tali dan ditarik dan dilengkapi dengan peralatan survei seperti digital kamera video.klasifikasi habitat Ikan (zona fisiografi.Video player dan kabel s-video.Towboard dengan dipasang alat untuk meletak kan kamera dan lembar data dan pensil -kamera video digital.g UWATEC). -Perekam temperature dan kedalaman(SBE39 misalnya). . Informasi yang diperoleh: . Kami merekomendasikan bahwa tipe habitat juga dicatat selama survei visual dimana video tidak digunakan. serta memperkirakan ukuran kelas dan kelimpahan.jam waterproof yang memiliki stopwatch.Ikan dengan panjang total lebih dari 20 cm selama analisis video digital . tipe habitat dan sifat sugositasnya) . . yang dapat berguna ketika bekerja di lokasi terpencil. Kami merekomendasikan bahwa komponen video dalam metode ini hanya akan digunakan untuk penelitian dengan dana cukup untuk membeli dan memelihara peralatan. . survei manta-tow lebih efektif dalam memperkirakan kelimpahan dan kepadatan ikan besar yang mobile. .ArcView GIS. Survei manta tow ikan dapat digunakan untuk melakukan penilaian cepat dalam area terumbu karang yg luas dalam waktu singkat.Magnetic switch telegraph system untuk komunikasi antara penyelam dan orang dikapal . Manta Tow Ikan Instansi yang menggunakan metode ini: NOAA Fisheries Pacific Islands Fisheries Science Center Coral Reef Ecosystem Division (CRED) Deskripsi Metode: Survei dimana penyelam ditarik melibatkan dua penyelam di belakang perahu pada kecepatan konstan (~ 1. . Personel Lapangan: semakin baik jika ada dua tim sehingga tim permukaan dan tim menyelam dapat berganti personel pada akhir masingmasing survey. . Peralatan di kantor: .1.Echosounder di perahu untuk mempertahankan kedalaman towing konstan. Personel di Kantor: Analis berpengalaman dalam identifikasi terumbu karang dan tingkat spesies ikan.10 mm tambang towing dengan panjang 60 m. Pengelolaan dan pemantauan ditingkat masyarakat dapat menggunakan bagian dari metode visual ini untuk rapid survei atau ikan besar.

catat waktu di datasheet dan dihitung sejak survei berlangsung (jika kamera digunakan). Setelah penyelam mencapai dasar. GPS langsung mencatat koordinat di permukaan. yang termasuk 1 menit lingkaran survey dan 4 menit transek. Ikan diidentifikasi hingga tingkat spesies. Tape dilihat di 10 x 5 menit segmen dan ikan dicatat dalam sabuk lebar 10 m. Klasifikasi Habitat dan rugosity (sifat berkerut)diklasifikasi dari setiap segmen 1 menit. Mengurangi bias Taksonomi dengan menganalisis gambar dibandingkan metode survey ikan biasanyai. Penyelam dapat bermanuver di papan diatas 1 meter dari karang. m . Selama survei lingkaran. Saat mulai survey langsung mengaktifkan stopwatch dan kamera. m Ikan yg samar / cryptic dapat dengan mudah diabaikan. arus dan kondisi laut mungkin memerlukan perubahan dalam kecepatan kapal. Pada akhir survey ini (50 menit. Survei ini dibagi dalam 5 segmen menit. dan dicatat ukuran kategorinya. m peralatan Field ini mahal dan membutuhkan pemeliharaan rutin. yang ' 2km). mereka mulai berkoordinasi satu sama lain untuk memulai survey menggunakan sinyal tangan dan dengan tim di kapal menggunakan telegraf. semua ikan-ikan yang lebih besar dari 50 cm panjang totalnya dicatat dalam pengamatan 360 °. Keterbatasan: Memerlukan penyelam berpengalaman dan terlatih dalam bahaya yang spesifik dari manuver towboards. Para pengemudi perahu mempertahankan kecepatan ~ 1.Prosedur Umum di Lapangan: Saat penyelam turun. Selama towsurvey. para penyelam diberi tanda dari tim di permukaan untuk naik dan memulai safety stop 7 Prosedur umum di kantor: 40% dari tape untuk ikan dengan panjang total 20-50 dan melihat 100% dari tape untuk ikan > 50 cm. penyelam melihat ikan di dalam sabuk 5 m dan 10 m di depan.5 knot. sehingga metode ini hanya cocok untuk penelitian proyek dengan anggaran besar. mahal dan memakan waktu untuk menganalisis citra.

74 75 . Stephani Holzwarth. survei mana-tow lebih efektif dalam memperkirakan kelimpahan dan kepadatan ikan besar yang mobile Ikan yang jarang atau tidak biasa dijumpai selama survei konvensional lebih cenderung ditemukan selama survei manta-tow karena wilayah yang lebih luas. Joseph.gelombang. video digital .crei.gov Referensi: www. tipe habitat dan sifat rugosity Sebuah penerima GPS pada kapal penarik memungkinkan geo-referensi track survey .Keuntungan: Sebuah wilayah besar dicover dalam waktu singkat Ikan yg menempati habitat yang berbeda.Holzwarth @ noaa.Ukuran estimasi ikan dan buku identifikai spesies ikan . misalnya karang patchy. atau Brian Zgliczynski.nmfs. Dibandingkan dengan survei menyelam biasanya.Zgliczynski @ noaa. Bidang pelatihan yang dibutuhkan: . atau kondisi yang buruk Penggunaan alternating permukaan dan tim menyelam meningkatkan survei per hari. pasir.99 100 .Software ArcView GIS Informasi lebih lanjuti: Ed Demartini. Joseph Laughlin.Laughlin @ noaa.html code 1 2 3 4 5 Panjang kelas (cm) 20 .gov.edu / eko / tow_board.49 50 . Video ini juga berguna untuk menggambarkan karakteristik bentik yaitu zona fisiografi.Penyelam terlatih dalam menggunakan towboards .249 250 .149 code 6 7 8 9 Panjang kelas (cm) 150 . yang telah membatasi cakupan spasial. GPS. daerah rubble dan transisi di antara mereka dapat diamati dalam satu tarikan. Brian. m Sebuah rekaman visual dapat diarsipkan(di re-sampel atau di re-analisis).DeMartini @ noaa. termasuk kemampuan untuk menghitung jumlah individu lebih baik dalam schooling besar selama survei insitu Survey manta tow cocok untuk lokasi terpencil yang jarang dikunjungi Penyelam towed bisa mensurvey area yang tidak cocok bagi penyelam karena arus kuat. menghubungkan image di lokasi.gov.gov. Analisis video manta-tow menghasilkan penilaian yang lebih rinci dari ikan besar.hawaii. Stephani.Mengoperasikan kapal kecil.299 > 300 8 .34 35 . Edward.199 200 .

Personil lapangan: 1 pengemudi perahu dan pengamat di permukaan Minimum 2 pengamat (penyelam). Caribbean Coastal Marine Productivity Program (CARICOMP).14. Sedikit (2-10). Setidaknya 1 penyelam harus mampu mengidentifikasi spesies semua ikan di daerah tersebut. Banyak (11-100). Atlantic and Gulf Rapid Reef Assessment (AGRRA). Mesoamerican Barrier Reef System Synoptic Monitoring Program (MBRS SMP). atau melimpah (> 100 ikan). Fish Roving Diver Technique Instansi yang menggunakan metode ini: Reef Education and Environmental Foundation (REEF).00 . Pelatihan yang dibutuhkan: Berenang acak diperlukan untuk memastikan pengamat terbiasa dengan segala jenis ikan di daerah tersebut Pengamat yang menjadi bagian dari program REEF harus melakukan tes yang mengkategorikan mereka ke tingkat level keterampilan yang sesuai Pengamat harus memiliki pengetahuan yang terperinci dari kebiasaan dan habitat ikan yang berbeda. 9 Prosedur Umum: Biasanya dilakukan antara jam 10. Informasi yang diperoleh: Informasi tentang kelimpahan dari semua spesies ikan dan disajikan sebagai indeks kelimpahan log10 Jenis kehadiran / ketidakhadiran (presence/absence) dan frekuensi kejadian) Kelimpahan relatif per site dapat diperoleh dengan mengalikan nilai indeks berdasarkan frekuensi kelimpahan.2.00 Satu survei yang dilakukan per site Berenang di sekitar lokasi (kira-kira 200 m dari awal) selama 30 menit dan mencatat semua jenis ikan yang diamati Perkiraan kepadatan setiap spesies dengan menggunakan logarithmic kategori: Single (1 ikan). .

aoml. meskipun tes penyelam oleh REEF dan mengkategorikan mereka kedalam level kemampuan sehingga data diurutkan berdasarkan tingkat keterampilan Estimasi Kelimpahan merupakan sebuah indeks yang membutuhkan sejumlah besar sampel untuk studi perbandingan dan tidak dapat dikonversi ke dalam perkiraan kelimpahan mutlak.mbrs. 4 laser pointer diposisikan 10 cm terpisah dan proyek titik keluar laser merah( Colin et al. (2003).noaa. MBRS SMP: www. Kimmel (1985). 2003). Keterbatasan: Dibatasi oleh usaha dan kemampuan identifikasi penyelam Menyelam disetiap titik sampling dan dapat mencakup berbagai kedalaman dan habitat tergantung pada topgrafi area. Rogers et al.org/.gov/agra/ CARICOMP: www.org.coral.org.html Juga lihat Jones dan Thompson (1978).ccdc.bz.jm / caricomp_main. Referensi: REEF: www. Almada-Villela et al. (1994).reef. 10 . Oleh karena itu. Relawan berkonsentrasi pada tempat menyelam populer dan tidak secara acak terdistribusi di antara habitat. tidak ada kontrol sebagai berikut: Meliputi wilayah Spasial per sampel (susah untuk membandingkan kelimpahan diantara survei) Jumlah mikro-habitat tertutup per sampel Site seleksi Waktu sampling Pelatihan dan keterampilan penyelam sangat bervariasi antara pemula dan ahli.Keuntungan: cepat Peralatan yang dibutuhkan sangat minim Memungkinkan cakupan spasial area yang luas Data frekuensi kumulatif secara statistik berguna Plotless metode yang baik untuk list spesies Terutama berguna untuk ikan besar yang waspada terhadap penyelam. cryptic species/samar dan ikan pelagis yang memerlukan pencarian yang intensif di terumbu karang Panjang estimasi dapat dibantu dengan menggunakan (two laser beams) dua sinar laser (bila ada dalam anggaran Anda). AGRRA: www.

Reef Check. . Informasi yang diperoleh: Kelimpahan populasi ikan target Parameter Fisik: .1 pengamat dan 1 pemasang roll meter. Reef Check program’s MAQTRAC method. Fish Belt Transect Instansi yang menggunakan metode ini: Australian Institute of Marine Science Long-term Monitoring Program of the Great Barrier Reef. Large fish belt transect method. Kehati-hatian juga harus dilakukan untuk menghabiskan waktu yang sama setiap mengamati bagian dari transek tersebut.Visibility bawah air Peralatan yang diperlukan: . English et al.Tutupan awan diukur dengan menggunakan skala Beaufort .Roll meter ukurun (5 x 50 m) . Pengamat harus berenang dengan kecepatan konstan dan berhati-hati untuk tidak menghitung ikan yang sama atau kelompok ikan dua kali karena mereka dapat pindah di sepanjang transek tersebut. IUCN CCCR Resilience Fish Survey Method WCS Indonesian Marine Program Deskripsi Metode: Metode ini bertujuan untuk menghitung (mengukur) kelimpahan dan komposisi komunitas ikan di transek. Global Coral Reef Monitoring Network.1 timer / pengemudi perahu.kekuatan angin . fish recruitment method. Personel di kantor: entri data.. 11 Contoh 1: AIMS LTMP metode (Monitoring penelitian) Deskripsi Metode: Tujuannya adalah untuk segera memperkirakan kelimpahan ikan di daerah tertentu (transek sabuk).Status lautnya . interpretasi dan pelaporan. Personil lapangan untuk semua survei sabuk/belt transect: . sangat sulit untuk mendapatkan sebuah metode sampling yang seragam di sepanjang transek. analisis. Ukuran estimasi dapat ditambahkan ke metode ini jika diinginkan. English et al. Saat ikan bergerak.3.

Survei dilakukan sepanjang 5 transek permanen x 50 m digunakan untuk LTMP AIMS. ada juga yang menolaknya. Keterbatasan: Pengamat tidak dapat mengumpulkan data yang memadai pada komposisi jenis. misalnya beberapa mikrohabitat karang dan kawasan yang rusak atau karang dengan tipe habitat yang berbeda dan heterogenitas habitat (patchiness). Transek tidak cocok untuk sampling kecil. daerah terlarang. kelimpahan. Ikan mobile harus dihitung terlebih dulu. Bohnsack dan Bohnsack (1986) merancang 'metode visual diam/Fish Stationery Plot Survey' untuk memecahkan masalah dalam metode transek sabuk. terlebih dulu mencatat ikan yg lebih mobile.30 dan 17. Pelatihan yang dibutuhkan: -Identifikasi ikan dan estimasi kelimpahan serta pengetahuan yang terperinci dari kebiasaan dan habitat ikan yang berbeda.30 di musim dingin dan antara 08. Beberapa ikan tertarik terhadap penyelam. Hal ini dapat membiaskan hasil. Berenang ditransek dua kali. 12 .00 dan 16. Transek mustahil untuk digunakan pada beberapa terumbu karang karena bentuk dan kondisi habitat yang kompleks. angin dan status laut dicatat (lihat informasi yang diperoleh di atas). karakteristik karang Karibia. Prosedur Umum: Survei ini dilakukan antara jam 09. regulasi pemerintah atau campur tangan sengaja dari penyelam lainnya. tim kembali berenang sepanjang transek menghitung ikan yg seddikit bergerak (misalnya famili Pomacentridae) dalam luasan sapuan sabuk 1 Pengamat harus melihat ke depan untuk stekes permanent berikutnya dan menghitung ikan dengan menghabiskan jumlah waktu yang sama pada setiap bagian transek untuk setiap kelompok ikan target.Meteran untuk mengkalibrasi perkiraan lebar sabuk. diikuti oleh lebih kecil / spesies lebih cryptic /samar Hanya ikan dalam kelas umur + 1 tahun dihitung karena variabilitas temporal dalam kelas umur +0 m Keuntungan: Meletakkan roll meter ikan di belakang untuk mengurangi gangguan ikan. frekuensi kejadian dan biomassa pada saat yang sama. Transek ini ditetapkan antara 6 dan 9 m di lereng terumbu Visibilitas horizontal air dicatat dalam data entry Pengamat berenang di atas roll meter dan menggunakan stakes permanen yang diposisikan setiap 10m untuk memandu arah mereka. ikan yang lebih besar pada sabuk 5 m.00 di musim panas Pertama awan.. pelatihan ukuran estimasi jika diperlukan.

sehingga meningkatkan kemampuan pengamat untuk mencatat ikan terus-menerus. Model Ikan untuk berlatih estimasi panjang ikan ( Inggris et al 1997).256 257 . kategori kelimpahan harus digunakan. method (Management and research monitoring) Deskripsi Metode: Tujuannya adalah mengestimasi kelimpahan dan ukuran ikan secara bersamaan di daerah tertentu. Inggris et al. tetapi untuk pengamat yg kurang berpengalaman atau untuk kepastian jumlah ikan yang melimpah. Prosedur Umum: Menyelam dengan hati-hati Dilakukan selama siang hari.1024 1025 .16384 Peralatan yang diperlukan: Roll meter ukuran (5 x 50 m). .Contoh 2: Global Coral Reef Monitoring Network. Pengamat berpengalaman dapat mengestimasi jumlah yang sebenarnya.16 17 . Meteran untuk mengkalibrasi perkiraan lebar sabuk. Ini memberikan data dasar untuk zonasi. Ini mengurangi waktu yang diperlukan untuk menulis nama-nama spesies pada lembar data.4096 4097 .64 65 . List spesies yang dominan untuk disertai dalam pencatatan transek sabuk. pengelolaan dan monitoring. Informasi yang diperoleh: Meyelam dengan hati-hati dilakukan untuk mendeteksi perbedaan kumpulan ikan karang di lokasi yang berbeda menggunakan kategori kelimpahan. Log 4 Kelimpahan Kategori Jumlah ikan 13 Log4 Kategori Kelimpahan 1 2 3 4 5 6 7 8 Jumlah Ikan 1 2-4 5 . Kategori Kelimpahan yang digunakan untuk menghitung ikan. Sensus visual ikan pada transek sabuk menyediakan estimasi jumlah kelimpahan dan ukuran individu ikan untuk menentukan stok dan struktur ukuran populasi spesies spesifik.

Nampak secara visual dan dominan.Spesies yang dimasukkan harus dipilih dengan menggunakan kriteria sebagai berikut: . misalnya Chaetodontidae.Mudah diidentifikasi di bawah air. Scaridae. Hal ini dapat dilakukan dalam 2 atau lebih sapuan. misalnya Pomacentridae. . Siganidae. tanpa perilaku samar/cryptic. mobilitas kelompok ikan yang lebih besar dilakukan pada sapuan pertama dan ikan teritorial yang lebih kecil dilakukan pada sapuan kedua atau tugas tersebut dapat dibagi diantara penyelam. . Lethrinidae. Acanthuridae. Kelompok dari spesies yang sesuai untuk penilaian terumbu karang harus digunakan untuk: . Haemulidae Balistidae . Acanthuridae. kami merekomendasikan tugas dipisahkan. Keuntungan: Visual sensus ikan adalah salah satu metode sampling yang paling umum digunakan kuantitatif dan kualitatif Cepat. Satu penyelam melakukan sensus dalam area transek sedangkan penyelam satunya lagi menyelam di belakang pengamat dan membuat observasi umum lingkungan karang dan kumpulan ikan Di daerah dimana keanekaragaman dan kelimpahan ikan yang tinggi. non-destruktif dan murah Minim personel dan peralatan khusus yang diperlukan Informasi yang diperoleh berguna bagi manajemen dan stok assessment 14 . Labridae. misalnya Serranidae. dan feeders karang).Perkiraan kuantitatif struktur kelimpahan dan ukuran spesies yang menjadi 'target' nelayan. grazers ganggang.Estimasi Semi-kuantitatif kelimpahan relatif dari spesies lain yang termasuk kategori mayor trofik (planktivores. Lutjanidae. Siganidae.Perkiraan kuantitatif kelimpahan ikan sepanjang garis 50 m yang sama diguna kan untuk intercept transek garis / LIT .berasosiasi dengan terumbu karang. Caesionidae. Belt transek Dilakukan selama siang hari di sepanjang 3 transek sama dengan LIT tetapi transek sensus ikan harus 50 m panjangnya dan di 2 kedalaman (3-5 m dan 8-10 m) Tunggu selama 5 sampai 15 menit setelah meletakkan roll meter sebelum menghitung untuk memungkinkan ikan untuk melanjutkan perilaku normalnya Berenang perlahan-lahan di sepanjang transek. mencatat ikan yang dijumpai dalam transek sabuk lebar 5 m dan 5 m di atas terowongan transek tersebut Hitung jumlah spesies target yang sebenarnya terlihat dalam transek dan estimasi ukuran (dalam cm) dari masing-masing ikan tersebut Jangan kompromi untuk mendapatkan gambaran yang baik dari masyarakat dengan berusaha menghitung semua individu dari taksa tertentu. Mullidae dan spesies lain yang 'visualnya jelas'. dengan mengorbankan estimasi yang hilang dari kelimpahan ikan lainnya.

atau menjauh dari penyelam Kesalahan Observer dan bias terjadi dalam memperkirakan jumlah dan ukuran.au Referensi: Inggris et al. penghitungan dan estimasi panjang. (1997) untuk rincian tentang pelatihan untuk memperkirakan panjang ikan. Ini harus diulang setiap 6 bulan. s.english @ aims. Ada kekuatan statistik yang rendah untuk mendeteksi perubahan spesies langka.gov. Penggunaan kategori kelimpahan mengurangi kekuatan untuk mendeteksi perubahan kecil dari ukuran ikan. Pelatihan yang dibutuhkan: -Identifikasi ikan. CP: Sue Inggris.Keterbatasan: Pengamat harus sangat terlatih Ada 2 kemungkinan ikan mungkin tertarik terhadap penyelam. (1997) 15 . Lihat Inggris et al.

Proses ini diulang 3 kali sampai 20 meter transek telah selesai disurvei. sehingga biaya lebih murah . CP: rcheck@ucla. Pengamat kemudian menunggu selama 1-3 menit sebelum melanjutkan ke titik perhentian berikutnya. Pengamat berenang perlahan di sepanjang garis transek dan berhenti setiap 5 m untuk menghitung spesies target. Metode Reef Check (Community Monitoring) Deskripsi Metode: Metode ini dirancang untuk digunakan oleh penyelam relawan atau snorkellers. Keuntungan: .Contoh 3. 2-6 m dan 612 m Tunggu selama 15 menit Transek panjang 20 m dengan lebar 5 m dan 5 m tinggi. Peralatan yang diperlukan: .dapat digunakan oleh pekerja non-profesional. Data yang diperoleh: Kelimpahan ikan target utama. Pelatihan dapat dilakukan dalam satu hari.Satu survei penuh.Identifikasi spesies target (untuk tingkat family dan spesies bagi spesies yang paling umum). Pelatihan yang dibutuhkan: . Prosedur Umum: Bentangkan rollmeter transek 100 m di masing-masing 2 kedalaman. cukup untuk mendapatkan gambaran tentang kelimpahan ikan target bila dibandingkan pada skala regional atau global.Replikasi lebih banyak dan survei lebih sering diperlukan untuk memperoleh indikasi yang lebih baik terhadap kelimpahan local ikan serta perubahannya. Survei ditingkatkan dalam ruang dan waktu yang diperlukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih tepat tentang kelimpahan dan perubahan dari waktu ke waktu pada skala site.org 16 .Roll meter (100 m) .org Reference: www.Pipa PVC untuk memperkirakan lebar sabuk (opsional).reefcheck. Keterbatasan: . Peningkatan replikasi menyebabkan kenaikan biaya. Satu transek lengkap terdiri dari 4 segmen replikasi 20 m untuk panjang total survei 80 m.

perkiraan kelimpahan harus dibuat dengan membuat kuadrat imajiner ke schooling dengan membagi sepertiga atau seperempat dari ukuran schooling dan memperkirakan kelimpahan ikan di dalam sepertiga atau seperempat bagian tersebut. Time Swim Time swim dapat dilakukan di luar transek 100m (yang juga digunakan untuk Reef Check PIT dan transek sabuk MAQTRAC invertebrata) daripada meletakkan roll meter ulang . tetapi panjang transek diukur dengan waktu berenang bukan roll meter transek 17 . sangat penting untuk memperkirakan jarak dan mencatat waktu secara akurat. Masukan perkiraan panjang kedalam selang kelas . Time swim harus dilakukan sebagai teknik survei utama ketika spesies ikan tidak cukup melimpah di survei transek sabuk atau di habitat yang tidak memungkinkan untuk transek sabuk. Apabila time swim adalah satu-satunya cara mendapatkan data kelimpahan.Contoh 4. Peralatan yang diperlukan: Roll meter (100 m).Untuk mencatat kelimpahan. Ketika ada schooling besar ikan. hitung setiap ikan dalam ukuran kelas. Survei ini sepanjang jalan 5 m sabuk yang sama. Program Reef Check metode MAQTRAC (Research Monitoring) Deskripsi Metode: Metode ini dirancang untuk menentukan dampak perdagangan akuarium terhadap populasi ikan. Kedalaman survey bervariasi tergantung di mana ikan target yang dicatat . Data yang diperoleh: Tingkat kelimpahan jenis dan ukuran informasi. Hal ini biasanya berarti bahwa minimal 5 dan terbanyak 15 transek akan dibutuhkan untuk mencapai ukuran sampel yang cukup untuk sebagian besar spesies. Tujuannya adalah untuk mendapatkan ukuran sampel yang cukup spesies ikan indikator yang dapat dibandingkan secara statistik dan membedakan antara pengumpulan ikan dan site kontrol. ukuran area sampling dan heterogenitas spasial area sampling. jika individu-individu dari kelas ukuran dalam kelompok ikan antara 1-50 individu. Prosedur Umum: Jumlah transek yang diperlukan tergantung pada kepadatan ikan di daerah tersebut. -Lihat Reef Check metode transek sabuk di samping.

Keuntungan: Metode yang secara statistik cukup kuat jika ada ulangan yang cukup.reefcheck. Ini merupakan langkah penting karena pengukuran densitas/kepadatan dapat diperoleh dari waktu sampel dan kecepatan berenang. waktu harus dihentikan dan kemudian dijalankan lagi ketika berenang dilanjutkan kembali. namun banyak spesies sangat kecil dimana kebutuhan untuk menentukan metode ukuran sampel optimum. oleh karena itu data dapat dibandingkan dengan data masyarakat. CP: rcheck@ucla.Catatan awal dan waktu berhenti (ini sangat penting) Pertahankan kecepatan berenang secara konstan Ketika berhenti digunakan untuk menghitung sebuah schooling besar atau untuk melihat ke dalam celah-celah karang. Oleh karena itu dapat digunakan untuk mendeteksi dampak perdagangan akuarium pada populasi ikan Metode ini dirancang sebagai versi yang lebih rinci dari reef chek monitoring dilakukan masyarakat. Keterbatasan: Sulit untuk menentukan apakah dampak yang cukup signifikan secara statistik juga signifikan secara ekologis.org Metode ikan lainnya dengan mudah dapat diubah untuk ikan akuarium. Perhitungan semua individu dari spesies ikan target dan ukuran dengan cara yang sama seperti pada survei transek. Memakan banyak waktu dan mahal jika banyak ulangan diperlukan. Pelatihan yang dibutuhkan: Penyelam yang sudah terlatih untuk tingkat identifikasi spesies dan estimasi ukuran ikan. Lihat Russ dan Choat (1988) untuk rincian tentang rancangan percobaan dan analisis data perikanan.org Referensi: www. 18 . m Harus memiliki pengetahuan yang terperinci dari habitat ikan untuk melakukan pencarian tepat.

atau bersembunyi di gua-gua atau di bawah karang. Untuk memastikan ini tidak terlewat. lebar transek diperkecil menjadi 5 m di kedua sisii. Informasi yang didapat: Kelimpahan ikan target ukuran besar Kelimpahan functional group ikan ukuran besar Peralatan yang dibutuhkan: alat Scuba . misalnya ikan kerapu dan napoleon. Akan sangat membantu untuk memperkirakan jarak pengamat mengcover area pada saat survei sehingga perkiraan densitas dapat dihitung dan dibandingkan dari waktu ke waktu dan antara site. Untuk jenis ikan besar yang bergera. Prosedur Umum: Kedua survei ini termasuk time swim. Data yang diperoleh: Kelimpahan spesies target perkiraan. Salah satu contoh Metode ini adalah: Long Swim Method (IUCN CCCR Resilience Fish Survey Method) Deskripsi Metode: Metode ini digunakan untuk ikan-ikan ukuran besar (> 35 cm TL) dimana untuk mengetahui functional grup ikan. kecepatan berenang yang konsatan diperlukan untuk sensus visual. Catat jumlah dan ukuran dari semua individu spesies target besar yang diamati dalam area 10 m di kedua sisi pengamat. Peralatan yang diperlukan: Tidak ada peralatan khusus. Untuk ikan yang lebih kecil. Metode transek sabuk ikan besar Deskripsi Metode: Observer memperkirakan kelimpahan ikan besar sepanjang transek sabuk.Contoh 5. 19 Yang termasuk kedalam metode ini antara lain: Teknik Long-swim untuk ikan besar dan ikan karang yang mobile Berenang selama 20 menit dengan kecepatan standar pada kedalaman 5 m konstan di sepanjang terumbu karang (reef crest). dimensi transek yang tepat adalah 400 x 20 m. Kerapu cenderung memiliki perilaku cryptic/samar dan tinggal dekat dengan bagian dasar.

Keterbatasan: Pengamat dapat dilatih untuk berenang dengan kecepatan konstan tetapi sulit dalam keadaan berarus . David Obura.Alat tulis bawah air Jam anti air Prosedur umum: Menyelam hingga kedalaman 10 m Berenang sejajar kedalaman selama 20 menit atau sekitar 400 m Catat ikan dengan lebar 20 m (10 meter tiap sisi dikiri dan kanan) Catat ikan ukuran besar (>35 cm) Jika menemukan ikan schooling kategorikan kedalam ukuran kelas Keuntungan: Cepat dan mudah karena list ikan sudah dibuat dari darat Keterbatasan: Jika arus kuat.org 20 Survey kerapu Berenang dengan kecepatan 6 meter per menit selama 30 menit. ggrimsditch@iucnus. .org CORDIO East Africa (Coastal Oceans Research and Development – Indian Ocean Web: www.org . hitung dan estimasi ukuran semua individu dalam sabuk 5 m.org Gabriel Grimsditch.iucn. dobura@cordioea.cordioea.org/marine. sapuan berenang yang didapat menjadi pendek Dalam kondisi tertentu (Kontur karang) menyebabkan disorientasi arah Pelatihan yang dibutuhkan: Identifikasi ikan besar beserta estimasi panjangnya Referensi: IUCN – The International Union for the Conservation of Nature – Global Marine Program. marine@iucn. Cek substrat secara seksama. Seorang pengamat kedua harus mengikuti di belakang dan mencatat jumlah dan ukuran ikan kerapu yang lebih besar yang bergerak dalam jarak 10 m kedua sisi. Web: www.

kecepatan berenang yang lambat dengan intensitas pencarianyang meningkat dalam sabuk 5 m menghasilkan jumlah yang lebih tinggi daripada metode lain untuk ikan kerapu yang criptic/lebih samar. Teknik ini lebih cocok untuk ikan yang sensitif terhadap penyelam . Berenang dengan kecepatan konstan. Ini memberikan informasi mengenai komposisi rekrut baru.edu. (2003). . Peralatan yang diperlukan: 50 m panjang roll meter. Transek yang lebih lebar untuk spesies mencolok berguna untuk menghitung ikan yang lebih besar yang tidak memungkinkan didekati menggunakan rollmeter. Wilkinson et al. howard.au Referensi: Samoilys (1997). 21 CP: Rachael Pir.Keuntungan: Long-swim memungkinkan tutupan daerah yang lebih luas dalam waktu terbatas dibandingkan dengan transek kecil. Gangguan ikan oleh penyelam diminimalkan karena tidak ada rollmeter yang digunakan sebelum menghitung. Ini digunakan untuk memprediksi masa depan kelimpahan populasi ikan dewasa serta memberikan gambaran temporal perubahan dalam rekrutmen.au atau Howard Choat. Rachael. 1 meter ukuran untuk panjang referensi. Long-swim metode memerlukan peralatan yang sederhana dan menyediakan data yang berguna berguna di samping metode survei visual yang lebih baik.edu. Pelatihan yang dibutuhkan: Identifikasi ikan kerapu. dan distribusi serta kelimpahan stok ikan karang (spesies dengan juvenile yang mencolok). Fish recruitment method (management and research monitoring) Deskripsi Metode: berenang sepanjang transek sabuk yang sempit dan menghitung rekrut ikan yang baru datang menetap. Personil Lapangan: 1 pengemudi perahu / pengamat permukaan. Contoh 6.pears @ jcu.choat @ jcu. Hill and Wilkinson (2004).

Catat schooling species ikan di depan penyelam Transek tidak harus dipecah menjadi unit yang lebih kecil karena banyak spesies langka yang jarang Pelatihan yang dibutuhkan: Pelatihan dan pengalaman yang terperinci Keterbatasan: Membutuhkan pengamat yang terlatih dan berpengalaman. Keuntungan: Cepat dan non-destruktif Sederhana dan murah Minim jumlah personel dan peralatan. dianjurkan bahwa hal itu dilakukan sepanjang 50 m. Letakkan transek dalam garis lurus Jika LIT digunakan di site-site rekrutmen. CP: Sue Inggris. m Setidaknya 1 dari penyelam harus mampu mengidentifikasi ikan di daerah rekrut dan terbiasa dengan batas ukuran yang membedakan rekrut ikan dari ukuran kelas lain. Tunggu 5-15 menit sebelum memulai penghitungan untuk memungkinkan ikan untuk perilaku normal kembali Berenang perlahan-lahan di sepanjang transek dan catat ikan dengan lebar 1 m kedua sisi dari garis transek Menghitung rekrutmen dengan pencarian habitat yang seksama sepanjang transek tersebut.english @ aims. interpretasi dan pelaporan. s.gov. namun transek ikan harus diselesaikan terlebih dahulu. 22 . Prosedur Umum: 3 x 50 m panjang transek harus diletakkan secara acak pada kedalaman antara 6-9 m di daerah lereng karang Transek tidak boleh tumpang tindih dan harus dipisahkan dengan jarak 10-20 m. Personel di kantor: Entri data. Visual sensus rekrut ikan terbatas pada spesies juvenile yang menetap Tidak berguna untuk spesies pelagis. (1997).2 pengamat (penyelam). analisis.au Referensi: Inggris et al.

Informasi yang diperoleh: Keanekaragaman jenis dan ukuran struktur komunitas. analisis. interpretasi dan pelaporan.4. Florida Keys National Marine Sanctuary Coral Reef Monitoring Program (FKNMS CRMP). Metode ini dirancang untuk memperkirakan struktur komunitas ikan dan digunakan untuk melakukan penilaian stok ikan di Amerika Serikat bersama dengan data perikanan tradisional. Prosedur Umum: Satu pengamat menghitung jumlah ikan secara visual dalam sebuah tabung imajiner dengan radius/jari-jari 7. Peralatan yang diperlukan: Tidak ada peralatan khusus. IUCN CCCR Resilience Fish Survey Method Deskripsi Metode: Ikan berada dalam sebuah tabung imajiner yang dihitung oleh penyelam yang mengamati dari luar daerah. Personel di Kantor: entri data. Fish Stationery Plot Survey / Survey Ikan secara Diam Instansi yang menggunakan metode ini: Atlantic and Gulf Reef Rapid Assessment (AGRRA).5 m selama 5 menit Estimasi dan catat panjang untuk setiap ikan yang dihitung Keuntungan: Kunci kelebihan dibandingkan dengan metode transek meliputi: Sangat mudah digunakan dan dapat mencatat ukuran sampel yang besar Minim peralatan yang dibutuhkan Minimum '' kesalahan’ atau eror Tidak ada waktu yang terbuang dalam memasang rollmeter Efesiensi waktu dibawah air (karena konsumsi udara minimum) Menyediakan penggabungan spasial jika terdapat beberapa tipe habitat yang di cover . yang lain adalah buddy 1 pengemudi perahu / pengamat permukaan. 23 Personil Lapangan: 2 pengamat (1 harus sudah terlatih dengan metode .

kelimpahan. dan di bawah visibilitas rendah meskipun faktor-faktor koreksi dapat diterapkan untuk mengoreksi visibilitas rendah. namun ketepatan dari metode ini adalah kemampuan pengamat untuk memperkirakan diameter tabung. 24 . Metode pengumpulan data ini telah diuji secara luas dan tidak berubah selama 25 tahun terakhir.presisi yang dicapai sangat tergantung pada keterampilan penyelam untuk memperkirakan jari-jari 7. ikan yang tersembunyi dan sangat rahasia ikan dan tidak efisien untuk studi tentang beberapa spesies atau genus Tidak bekerja dengan baik dalam kondisi gelombang tinggi. arus kuat. secara empiris diperoleh faktor koreksi habitat khusus yang perlu ditentukan dan diterapkan. Bias melalui metode matrac dapat tereliminasi Ukuran data maksimum lebih sensitif untuk perikanan dan efek mortalitas ikan dewasa sedangkan ukuran minimum lebih sensitif terhadap efek rekrutmen Data dikumpulkan secara bersamaan dengan komposisi jenis. Keterbatasan: Metode ini tidak cocok untuk celah karang dimana ikan tinggal.Masalah tingkah laku dan ketertarikan ikan terhadap penyelam dapat diminimalkan dibandingkan dengan dengan berenang karena cenderung untuk membiasakan penyelam diam dan bertindak lebih normal. frekuensi kejadian dan panjang individu untuk semua jenis ikan yang terdeteksi secara visual. Jika kelimpahan mutlak diperlukan. metode ini memberikan data yang konsisten dan dapat diandalkan dalam berbagai kondisi visibilitas yang biasanya ditemukan pada terumbu karang. Ini bukan masalah bagi kebanyakan studi yang hanya perlu untuk menunjukkan perubahan relatifatau perbedaan. Teknik ini sangat berguna untuk terumbu karang yang patch/mengelompok dan terumbu buatan. Indeks kelimpahan (kerapatan per sampel) dapat diperoleh dari data dan cocok untuk perbandingan yang relatif. Namun. Data-data ini pada semua komunitas parameter utama dapat dikumpulkan dengan praktis melalui metode ini.5 m.

fknms. Bohnsack dan Bannerot (1986). dan minimum ukuran seperti yang dijelaskan oleh Meester et al.edu Referensi: AGRRA www. Pelatihan yang dibutuhkan: Identifikasi Ikan.miami.coral.nos. Keutamaan dari presisi perbaikan dicapai dengan tidak lebih dari sampling site individu tetapi upaya mendistribusikan sampel atas site lebih. Statistik perbaikan ini dijelaskan secara rinci di Ault et al.gov/research_monitoring/ Publikasi dikutip di atas dapat dilihat dan download di: www. (1999). rginsburg@rsmas. agrra@rsmas. Replikasi disediakan oleh buddy penyelam yang memiliki metode sampling yang sama. Ault et al. Distribusi ukuran populasi dapat dihasilkan dengan menggunakan mean. maksimum.noaa.jsp.noaa. (2001).Perbaikan metode sensus visual diam/Plot Statinery Perbaikan signifikan dalam perkiraan dari koefisien variasi (perkiraan presisi) telah dicapai dengan menggunakan dua tahap stratifikasi acak untuk memilih 200 x 200 m sampling site.miami.gov/agra/ FKNMS CRMP: http://www. Auto korelasi pasangan buddy (yang sering melihat ikan yang sama) bisa dikurangi dan perbedaan individu dapat dikurangi dengan mengkombinasikan data dari buddy selam.aoml. (2002). Obura dan Grimsdtich (2008) dan Hill dan Wilkinson (2008) 25 Skema metode Fish Sationery Plot Survey .noaa. CP: Robert Ginsburg. penghitungan.sefsc. Juga lihat Kimmel (1985). estimasi ukuran dan estimasi panjang tabung imajiner.gov / articlesandpublications.edu atau Phil Kramer.

dan bukan mengukur daerah dengan rollmeter transek. Berguna untuk menentukan spesies yang akan disertakan dalam monitoring jangka panjang. dengan total 10 menit interval 5 menit. Deskripsi Metode: Pengamat melakukan survei ini pada kecepatan konstan untuk waktu yang tetap. Metode ini berguna untuk memperkirakan kelimpahan relatif dan didasarkan pada asumsi bahwa kemungkinan menghadapi suatu spesies meningkat kelimpahannya. Fish Rapid Visual Census Digunakan untuk menentukan keragaman spesies. dan seterusnya sehingga interval kelima skor ikan 1. Oleh karena itu. Personil Lapangan: 1 pengamat dan 1 buddy 1 pengemudi perahu / pengamat permukaan Personel di Kantor: Entri data. Informasi yang diperoleh: Keanekaragaman jenis dan kelimpahan relatif disajikan dalam frekuensi kejadian. 10 menit interval pencarian memungkinkan penyelam untuk memperoleh perkiraan kelimpahan relatif dari masing-masing spesies selain ada atau tidak adanya data yang berasal dari daftar spesies. interpretasi dan pelaporan. Skor Spesies yang dijumlahkan untuk menunjukkan frekuensi kejadian Ulangi jumlah tersebut 8 kali per site 26 .5. List Spesies yang didapat memberikan estimasi keragaman spesies di suatu daerah. zona terumbu) untuk menentukan jenis kekayaan Spesies hanya dicatat satu kali ketika saat pertama terlihat pada Interval 10 menit waktu. Asumsinya adalah bahwa spesies terjadi dalam interval waktu awal yang paling melimpah di komunitas Ikan tyang ditemukan diinterval 10 menit pertama menerima nilai 5. pada interval kedua 4. spesies yang lebih umum kemungkinan dapat semakin cepat pengamat menghadapi itu. Prosedur Umum: Pengamat berenang di sekitar terumbu secara acak untuk menemukan dan mencatat sebanyak mungkin spesies ikan Penyelam harus terbatas pada habitat yang spesifik (kedalaman. Bagaimana Anda menganalisis dan menginterpretasikan data? Nilai Spesies menunjukkan kelimpahan relatif dari spesies yang berbeda dari satu sama lain. analisis.

Referensi: Jones dan Thompson (1978). Seperti semua metode sensus ikan. sementara banyak di daerah patchreef kita sudah underestimate /di bawah perkiraan tapi ikannya berlimpah. Kimmel (1985). dan untuk memilih spesies yang akan diikutsertakan dalam monitoring jangka panjang sesuai dengan kelimpahan mereka.Keuntungan: Sederhana dengan peralatan yang minim Menghindari metode transek yang memakan waktu Berguna untuk survei awal keanekaragaman jenis. hal ini akan mempengaruhi kualitas data dari panjang transek yang dipilih dapat diimplementasikan pada daerah patch reef dimana interval waktu berhenti penyelam berenang di antara area terumbu karang. 27 Metode yang ini menekankan pentingnya luas yang discover meskipun kadang sepeciesnya jarang (umumnya untuk ikan di terumbu karang). Keterbatasan: Data tidak dapat secara langsung dibandingkan dengan tutupan karang atau data makro-invertebrata sebagai daerah berbeda yang diteliti. keanekaragaman jenis yang diperkirakan sebagai spesies samar/cryptic mungkin banyak yang diabaikan. . Pelatihan yang dibutuhkan: Identifikasi level Spesies dan pengetahuan yang terperinci dari kebiasaan dan habitat ikan yang berbeda.

Persentase tutupan komunitas bentik Kami merekomendasikan menggunakan metode transek titik (Point Intersept Transect) sebagai cara termudah ). Berenang perlahan dengan kecepatan 6 m per menit sepanjang transek dan targetnya kelimpahan ikan kepe-kepe sepanjang transek sabuk selebar 10 meter. Estimasi Kelimpahan Tempatkan sampai 4 x 30 m transek pada wilayah tutupan karang yang tinggi (tidak sembarangan). Prosedur Umum: Wajib dilaksanakan minimal pada 2 studi site di mana satu site adalah kontrol (tanpa gangguan antropogenik ) Level dasar estimasi kelimpahan ikan. Tidak ada instansi yang menggunakan metode sebagai metode utama. penyelam berenang sepanjang transek untuk mencatat sepasang ikan kupu-kupu. Amati perilaku ikan selama 10 menit. level lanjutan untuk mengukur tingkah laku ikan dan ukuran area teritorialnya(tergantung sumber daya). Ulangi untuk pasangan yang sama selama 50 menit dari pengamatan. Butterfly Fish Method (Metode Survey Ikan Kepe-kepe) Instansi yang menggunakan metode ini: Metode ini digunakan oleh peneliti di Hawaii. Batas wilayah mereka ditandai (ujung terjauh di mana mereka bergerak). Survei ini dilakukan selama 5 x 10 menit periode observasi. Perilaku berpindah (diharapkan meningkat karena makanan menjadi terbatas) Diimplementasikan setelah survei kelimpahan.6. Deskripsi Metode: Metode ini dilakukan dengan cara mengobservasi ikan kepe-kepe dan perilaku makannya untuk menentukan kelimpahan makanan dan habitat ikan butterfl y per pasangan. Catat setiap kali mengejar sepasang ikan targetdi wilayah yang berdekatan. Peralatan yang diperlukan: Rollmeter panjang 30 m Alat tulis bawah air dengan penggaris dengan panjang 20 cm. Konsep ini didasarkan pada asumsi bahwa ikan kepe2 yang memakan karang akan bergerak jauh dari daerah terumbu karang ketika kesehatan/kondisi karang memburuk. Persentase tutupan komunitas bentik juga harus ditentukan. 28 .

Mengukur daerah territorial ikan kepe2 (diharapkan meningkat karena keterbatasan makanan) Tandai batas wilayah territorial (lingkaran atau oval) dengan penanda(bisa dengan patahan karang mati). Personel di Kantor: Kalkulasi perilaku makan dan pengukuran luas wilayah teritorialnya Analisis data. 1 perahu orang / pengamat permukaan. Perkiraan ukuran ikan yang menjadi target dengan mencatat posisi mulut mereka. ketika mereka pindah. Ukuran wilayah territorial dihitung dengan menjumlahkan semua nilai pada lembar data. penyelam kedua mengukur jarak wilayah teritorialnya terus dilakukan berulang untuk daerah lainnya. Catat jumlah gigitan pada spesies tertentu karang. Personil Lapangan: 2 pengamat. 29 . Keuntungan: Sederhana dan murah Dapat dilaksanakan oleh pemula yang tidak mendapat pelatihan teknis sebelumnya Sangat peka untuk mengetahui perubahan kondisi terumbu karang secara perlahan -lahan. tetapi berturut-turut penyelaman yang terus dilaksanakan sebatas persyaratan keselamatan penyelaman yang memungkinkan. interpretasi dan pelaporan. eyespot (tanda) di belakang atau ekor di karang saat mereka makan. sehingga ukuran pengamatan wilayah territorial ikan kepe-kepe dapat menunjukkan penurunan kondisi karang secara bertahap namun yang mungkin tidak secara signifikan dibandingkan survey langsung tutupan karang modifikasi desain di mana informasi lebih lanjut dapat ditambahkan jika sumber daya dan kapasitas penyelam memungkinkan. ikan kepe2 pemakan polip karang akan memperbesar wilayah makannya jika kepadatan karang menurun untuk mencukupi kebutuhan makannya. Satu penyelam memegang di ujung dari pita. Perilaku makan (untuk menentukan Makanan yang disukai) Amati perilaku makan selama periode 3 x 10 menit. ukur panjangnya dengan penggaris.Observasi ini tidak perlu diimplementasikan selama satu kali penyelaman. Ukur panjang wilayah territorial di diameter terpanjangnya (cross section). Hitung jumlah gigitan per 10 menit untuk setiap jenis karang.

Keterbatasan: Lebih mudah untuk mengukur tutupan karang secara langsung yaitu dengan melakukan intercept transek titik(Point Intersept Transect/PIT). Referensi: Crosby dan Reese (1996). Pelatihan yang dibutuhkan: Tidak pelatihan ilmiah formal yang diperlukan tetapi 1 atau 2 ikan coralivores kunci harus diketahui per lokasi geografis. 30 .

tanda-tanda tidak langsung mencakup: i. Untuk informasi pemijahan. Data yang diperoleh: kepadatan pemijahan Size populasi pemijahan dan struktur komposisi jenis kelamin Pola Temporal saat aktivitas pemijahan dan daerahnya Jumlah ikan di lokasi pemijahan. analisis. Fish Spawning Aggregations Method (Metode Agregasi Pemijahan Ikan) Instansi yang menggunakan metode ini: Society for Conservation of Reef Fish Aggregations (SCRFA) Deskripsi Metode: Metode ini melibatkan penentuan lokasi. dan iii. Peralatan yang diperlukan: Meteran/penggaris untuk memperkirakan ukuran. 1 pengemudi perahu / pengamat permukaan . Perlu tidaknya pengamatan pemijahan. Prosedur Umum: Ada kebutuhan untuk mendefinisikannya sebagai berikut: 1. Personel di kantor: Entri data. Betina dengan telur terhidrasi. perut bengkak dan lainnya yang terbukti ada in- . dan ii.7. Data Gonad somatik indeks (GSI). tanda-tanda langsung 'pemijahan' juga harus diidentifikasi. Di mana agregasi? Sebuah agregasi/berkumpul diakui jika meningkat 3 kali lipat dari kepadatan pemijahan ikan. interpretasi dan pelaporan. Perilaku atau perubahan pola warna yang diketahui hanya berhubungan dengan pemijahan. termasuk: i. musim pemijahan dan ukuran site pemijahan dan melakukan sensus visual bawah air untuk memperkirakan kelimpahan pemijahan ikan dewasa. Kehadiran folikel pasca-ovulasi pada ovarium dari sekumpulan betina. ii. 31 Personil Lapangan: 2 pengamat (penyelam).

Stationery plots mungkin lebih tepat di sini untuk menghemat energi). Colin et al. Ada 3 metode monitoring yang dapat digunakan: Underwater Sensus Visual atau Stationery Plot Survey Kumpulan data-data perikanan.2. Remoute surfeilance teqhnique/ teknik pengawasan jarak jauh. video transek dapat digunakan untuk memperkirakan kelimpahan secara akurat. m (2002). dan wawancara dengan nelayan sangat membantu. Kriteria berikut ini akan menentukan metode berlakut: kedalaman site Kepadatan ikan Arus (ketika arus kuat atau bila ikan waspada terhadap penyelam di dekatnya). jumlah stasiun direkomendasikan. Time swim tidak dianjurkan karena mereka tidak menyediakan data kuantitatif. Tanda disini bisa berupa batu dicat atau pemasangan buoy (hati-hati hal ini bisa memancing nelayan untuk menangkap didaerah SPAGs) . 3. dan dari histologi gonad. Parameter yang diukur: Jumlah ikan per satuan luas Ukura Sex rasio Tingkah Laku Lokasi di peta (pemetaan). Untuk spesies yang sulit dijumpai/mudah kabur . pengamatan ikan bunting/bengkak di pasar. video jarak jauh juga berguna untuk ikan yang takut terhadap manusia. Kumpulan perahu nelayan lokal disinkronkan dengan fase bulan adalah indikasi yang bermanfaat untuk mengetahui agregasi pemijahan. Dimana agregasi berada? Nautical chart. Mengukur daerah agregasi . 32 . Jika memungkinkan. foto udara dan pengintaian udara yang berguna untuk menilai site potensial agregasi dan diketahui dari profil batimetri dan oseanografi untuk spesies. Domeier et al.Tandai daerah batasnya saat melakukan survei dan kembali ke pengukuran ini nanti. survei skala luas dengan snorkeling atau manta-tow juga dapat berguna. citra satelit. (2003). Underwater Visual Sensus untuk agregasi pemijahan Survei visual dengan cara melintasi site agregasi banyak direkomendasikan. Apa yang dikatahui dari waktu atau musim agregasi itu? Informasi ini diperoleh dari nelayan.

seringkali dengan berlimpahnya tempat persembunyian. tetapi tidak selalu cocok untuk semua jenis ikan. (2003) for fisheries dependent data and remoute surveillance techniques. identifikasi spesies dan tingkah laku pemijahan. Jika memungkinkan. Karena variasi lokasi pemijahan dan waktunya yang musiman selama agregasi itu.org/ The Nature Conservancy juga mengembangkan metode inil untuk pemantauan agregasi pemijahan kerapu di Indo Pasifik (Lihat www. tidak mungkin untuk mengunjungi site pemijahan hanya sekali dan mengharapkan data survei yang baik. hubungi the Society for Conservation of Reef Fish Aggregations (SCRFA).nature. metode survei yang disarankan di sini harus diambil sebagai panduan. begitu juga Wildlife Conservation Society (WCS) di Pulau Weh. Pengulangan analisis video adalah salah satu pilihan. Karena setiap site pemijahan yang berbeda. Referensi: Lihat Domeier et al. karena estimasi ukuran panjang minimum dan maksimum adalah relatif. www. Bias dari Observer untuk itu perlu pelatihan estimasi panjang ikan. 33 . nelayan dan stakeholders lainnya harus terlibat dalam program pelatihan Spags ini. Sangat sulit untuk mendapatkan data ikan akurat dan valid setiap sehingga setiap interpretasi harus dilakukan dengan hati-hati.Keuntungan: Metode Non-destruktif. perencanaan hati-hati sangat penting. gangguan perilaku ikan oleh penyelam merupakan faktor yang perlu dipertimbangkan.org). dimana pemihjahan sering berlangsung secara bersamaan. ikan yang tersembunyi di celah-celah atau di bawah karang akan menyebabkan nilainya lebih kcil dari angka yang sebenarnya. Keterbatasan: Site Monitoring lebih dari satu merlukan beberapa tim pengamat kalau agregasi terjadi pada waktu yang sama. Data ukuran harus ditafsirkan secara hati-hati.scrfa. Menentukan seks hanya mungkin untuk spesies yang memiliki ukuran jelas atau perbedaan warna. (2002). Umumnya agregasi terjadi didaerah yang tutupan karang nya signifikan. Colin et al. Pelatihan yang dibutuhkan: Training untuk pemantauan agregasi. Aceh.

34 .

sekitar muka berwarna hitam dan sangat mudah dibedakan dengan jenis Paracanthus hepatus Habitat: Perairan terumbu karang dari kedalaman 45 m hingga dangkal 2-3 m. Soliter atau kelompok kecil. Distribusi: Indo-Pasifik:Afrika timur– Samoa.Badan berwarna biru. juv sering terlihat sembunyi di celah karang Pocillopora. Distribusi: Perairan terumbu karang tersebar dari Afrika hingga Papua New Guinea Tipe pemakan: Pemakan Alga 35 Lokasi foto: Pulau Weh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Paracanthurus hepatus Palette surgeonfish Nama Umum: ikan dori. dorsal kuning. leter six Ciri-ciri: Panjang max 31 cm (TL). Jepang-GBR Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: Pulau Weh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan .ACANTHURIDAE Surgeon fish. Ikan butana Acanthurus leucosternon Powderblue surgeonfish Nama Umum: Ikan butana biru. Benthopelagic. Habitat: Daerah karang yang jernih dan berarus. Ciri-ciri: Panjang max 38 cm (TL). Warna biru cerah dengan pola hitem seperti angka enam. Sirip dada biru dengan ujungnya hitam dilingkari kuning. ekor kuning dengan strip hitam. kuli pasir (sulawesi).

Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 36 Acanthurus pyropherus Mimic surgeonfish Nama Umum: Ciri-ciri: Berwarna kecoklatan. Karimunjawa. Sirip perut oranye Habitat: Pejantan mengontrol daerah teritorial makan dan haremnya. Juv soliter dan di habitat rubble. hidup di area laguna hingga terumbu karang dari 2 . Digantikan Acanthurus sohal di Laut merah. benthopelagic. sirip pectoral berwarna kuning diujungnya Habitat: Biasanya hidup soliter/ sendiri. Dewasa umumnya schooling di daerah dangkal. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika timur-Hawai. Marquesan dan Kep. 1/4 badan bawahnya berwarna abu-abu.Tuamoto. Kill dipangkal ekor tajam. 3/4 badan atas terdiri dari garis kuning dan garis biru strip hitam. kuat dan beracun. Jepang –GBR dan New Caledonia. Membentuk kelompok pemijahan.40 m Distribusi: berada di seluruh perairan terumbu karang di Indonesia Tipe pemakan: Pemakan alga Lokasi foto: : Kep. garis hitam dari atas sampai bawah katup insang.Acanthurus lineatus Lined surgeonfish Nama Umum: Butana kasur Ciri-ciri: Panjang max 38 cm (TL). Tipe pemakan: Bentik alga/ herbivorus kadang krustacea Lokasi foto: Pulau Weh. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .

Acanthurus triostegus Convict surgeonfish Nama Umum: Butana lorek Ciri-ciri: Panjang max 27 cm (TL). badan kuning krem dengan 6 garis vertikal dibadan.2 cm Habitat: Daerah laguna dan karang . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . spot hitam di belakang sirip dorsal dan anal. juv berada di daerah pasang surut. bentik alga. Perubahan metamorphosis dari post larva–juv pada ukuran 3. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika timur Kep. sirip ekor coklat dewasa dan juv berwarna kuning. Jepang –NSW dan New Caledonia) Tipe pemakan: fitoplankton dan detritus (dinoflagelata / Gambierdiscus toxicus ) Lokasi foto: Pulau Weh. Dorsal dan anal coklat gelap. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 37 Ctenochaetus binotatus Twospot surgeonfish Nama Umum: Ciri-ciri: Panjang max 22 cm (TL).Tuamoto. kadang mencari makan di daerah masukan air tawar dimana banyak alga. Pasifik timur : Teluk California-Panama Tipe pemakan: Zoobenthos. Habitat: Daerah karang dan rubble di laguna dan pantai habits coral and rubble areas of deep lagoon and seaward reefs. benthopelagic. dewasa terdapat lingkaran biru di mata. fitoplankton Lokasi foto: Pulau Weh. Distribusi: Indo-Pasifik:Arabian peninsula.

Ctenochaetus striatus Striated surgeonfish Nama Umum: Ciri-ciri: Panjang max 26 cm (TL).spot oranye di kepala. Terdapat lingkaran kuning di mata dan bibir berwarna biru. Samoa-Kep. Filipina. Pangkal ekor terdapat kill tajam. sirip ekor dan perut coklat. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Habitat: Daerah karang . Indonesia-GBR dan New Caledonia. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 38 Ctenochaetus cyanocheilus Bluelipped bristletooth Nama Umum: Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL) badan coklat kekunngan dengan garis kebiruan di badan. Marshal. rubble. badan berwarna coklat kehitaman . Habitat: Dareah kaya karang mulai dari laguna hingga lereng karang. Sirip pectoral kekuningan. Distribusi: Pasifik barat: Kep. Tipe pemakan: Bentik alga / herbivora Lokasi foto: Pulau Weh. Range kedalaman 2-30 m. ditemukan soliter hingga schooling dengan species lain. Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Fitoplankton (diatom) dan Bentik alga (lapisan luar blue green alga yang membuat species ini kunci rantai makanan ciguatera) Lokasi foto: Pulau Weh. Ogaswara. Biasa ditemukan di kedalaman 7-15 m. berbatu yang flat di laguna dan karang hingga kedalaman 30 m.

Juv di daerah berbatu dangkal. badan berwarna biru kecoklatan. badan coklat keabuan. panjang max 50 cm. Range kedalaman 0-90 m. Distribusi: tersebar di perairan area terumbu karang di Indonesia Tipe pemakan: Omnivore Lokasi foto: : TN Komodo. pangkal ekor oranye dengan strip putih. memiliki garis biru di dekat mata. Dewasa dalam soliter/kelompok kecil. dorsal oranye dengan batas garis biru. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 39 Naso vlamingii Bignose unicornfish Nama Umum: Naso Ciri-ciri: Bagian muka berwaran kecoklatan. serta bagian ekor yang menjuntai. kuning dan hitam dari mulut hingga kepala. Habitat: Daerah karang.Naso lituratus Orangespine unicornfish Nama Umum: Naso Ciri-ciri: Panjang max 46 cm (TL). Tipe pemakan: Alga (Sargassum dan Dictyota) dan zooplankton Lokasi foto: Pulau Weh. rubble dan berbatu di laguna dan pantai . Sirip perut oranye. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . sirip ekor berbentuk sabit dengan batas hitam. Distribusi: Samudra Pasifik untuk Samudra Hindia sekarang diketahui sebagai species yang terpisah dengan nama Naso elegans. Habitat: Umumnya dijumpai di kolom perairan atau di perairan agak dalam mulai dari 4-50 m dan biasanya ditemukan sendiri.

40 .

Distribusi: Indo pasifik: GBR hingga jepang Tipe pemakan: carnivora Kesukaan habitat: karang bercabang seperti Porites cylindrical atau P. merupakan ikan nocturnal. sewaktu juvenile memilki warna kuning didekat ekor dengan spot hitam ditengahnya. Ikan capungan Apogon compressus Split-banded cardinalfish Nama Umum: Ikan capungan Ciri-ciri: Berwarana putih atau pink dengan 6 garisdi sisinya.lingkar mata berwarna biru. panjang max 12 cm. ditemukan di area karang mulai dari kedalaman 2-20 m. 41 Habitat: Ditemukan berkelompok di dekat karang bercabang. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .APOGONIDAE Cardinal fish. Karimunjawa.nigrescens Lokasi foto: : Kep.

Habitat: Biasa dijumpai di perairan dangkal. dipangkal ekor terdapat bagian putih dengan lingkaran hitam. strip biru dimata. warna badan kecoklatan dengan strip halus vertical. warna coklat krem. Habitat: Biasanya ditemukan diperairan karang agak dalam. Karimunjawa.40 m.5 cm (TL). Distribusi: Hampir ditemukan diseluruh perairan Indonesia Tipe pemakan: Carnivore Lokasi foto: : Kep. di bagian sirip perut terdapat warna biru. garis hitam melingkar dipangkal ekor. Karimunjawa. bersembunyi di celah atau dibawah karang dijumpai mulai dari kedalaman 1. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 42 Apogon bandanensis Bigaye cardinalfish Nama Umum: Beseng Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL). Tipe pemakan: Carnivore Lokasi foto: : Kep. merupakan ikan nocturnal. rang kedalaman 10-34 m. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .Apogon aureus Ring-tailed cardinalfish Nama Umum: Beseng Ciri-ciri: Panjang max 14.sinonim Nectamia bandanensis.

Indonesia Tipe pemakan: Carnivora Lokasi foto: : TN Komodo. dengan 3 garis coklat memanjang serta spot hitam kecil dekat pangkal ekor.Apogon chrysopomus Spotted-gill cardinalfish Nama Umum: Serinding Ciri-ciri: Panjang max 10 cm(TL). Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Distribusi: Tersebar di hamper seluruh perairan Indonesia Tipe pemakan: Carnivora Lokasi foto: : Kep. pola bdan . Karimunjawa.corak serta warna mirip dengan Apogon chrysopomus.garis kuning/coklat dekat katup insang. Habitat: Perairan karang dan berasosiasi dengan karang branching. Distribusi: Indo-pacifik. Habitat: Biasa dijumpai berkelompok di atas karang branching. berwarna coklat krem. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 43 Apogon seleii Nama Umum: Serinding Ciri-ciri: Panjang max 10 cm(TL). dewasa memiliki spot kuning dikatup insang.

Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Pantai timur benua Afrika hingga Samoa.Apogon fucata Nerrowlined cardinalfish Nama Umum: Beseng Ciri-ciri: Panjang max 9 cm (TL). Distribusi: Lokasi foto: :Kep. baratdaya Jepang hingga New Caledonia 44 Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: :Kep. Habitat: Umumnya berkelompok di gua-gua kecil disekitar laguna atau disela-sela karang branching. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Range kedalamannya 2-60 m. memiliki spot hitam dipangkal ekor. Karimunjawa. begariskuning dengan strip biru di dekat mata. Karimunjawa.

berwarna coklat kekuningan. dipangkal ekor berwarna hitam samar dan dipangkal berwarna putih.Japang Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: TN Komodo. Distribusi: Diketahui hanya di perairan TN Komodo. sertadari utara Australia . Indochina n Malay . terdapat garis warna coklat strip putih memanjang dari mulut hingga mata. Range kedalaman 20-30 m.Apogon komodoensis Nama Umum: Serinding Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL). crinoids dan bulubabi. Habitat: Biasanya dijumpai didaerah estuaria atau telukserta dihabitat yang dasarnya pasir/ pasir berlumpur. tempatpavoritnya berada disekitar spong. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Tipe pemakan: Zooplankton 45 Apogon hoevenii Frostfin cardinalfish Nama Umum: Serinding layar Ciri-ciri: Panjang max 6cm (TL). NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . NTT Lokasi foto: TN Komodo. dengan range kedalaman 10-12 m. Distribusi:Indo-West Pacific: India. Habitat: Berkelompok di sela-sela karang branching. siripdorsal pertama berwanna coklat gelap dengan bagian berwarna putih yang lebar.

memiliki garis hitam dibawah sirip dorsal kedua. Distribusi: Laut jawa dan Kalimantan di Indonesia Tipe pemakan: Zoobenthos Lokasi foto: :Kep. diatsa karang branching. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Habitat: Biasa hidup di perairan dangkal di area terumbu karang atau sekitar laguna / sela-sela karang dengan range kedalaman 2-15 m. Timur Afrika—Samoa. dan di Great Barier Reef Australia Tipe pemakan: Belum diketahui 46 Lokasi foto: :Kep. Habitat: Biasanya dijumpai di laguna dan teluk.5 cm (TL). berkumpul dalam jumlah besar kadang-kadang dengan jenis yang lain. serta memiliki spot hitam kecil dipangkal ekor. memiliki dua garis berwarna orange dekat katup insang. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Apogon zosterophera Blackbelted cardinalfish Nama Umum: Beseng Ciri-ciri: Panjang max 8 cm (TL). memiliki spot hitam dipangkal ekor dan cirri utamanya adalah spot hitam dikedua ujung cagak sirip ekornya. berwarna putih perak transparan. Range 1 -15 m.Apogon fragilis Fragile cardinalfish Nama Umum: Beseng Ciri-ciri: Panjang max 5. Karimunjawa. Karimunjawa. Distribusi: Indo-pasifik.

Range 1– 14m. Memiliki 8 strip garis kecoklatan. bentuknya sangat mudah dikenali dengan mata merah besar. Tuamoto.7 cm (TL).Sphaeramia nematoptera Pajama cardinalfish Nama Umum: Capungan Ciri-ciri: Panjang max 8. Habitat: Berkumpul bisasanya diatas karang branching. spot coklat yang banyak di badan belakang. Distribusi: Laut jawa– Fiji Tipe pemakan: Zoobenthos Lokasi foto: : Kep. laguna. Jawa Tengah Cheilodipterus artus Foto by Fakhrizal Setiawan Wolf cardinalfish Nama Umum: Serinding Ciri-ciri: Panjang max 18. Karimunjawa. Habitat: Biasanya bersembunyi di celah/goa kecil di karang. kadang juga berada diatas karang bercabang. saat juvenile memiliki spot hitam kecil yang dikelil- ingi warna kuning dipangkal ekornya. lebih sering terlihat soliter Distribusi:Indo pasifik. timur afrika-Kep.5 cm (TL).garis hitam disirip prtama dorsal. Karimunjawa. selatan GBR Australia Tipe pemakan: Ikan kecil / Carnivora . kepala yang berwarna kuning. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 47 Lokasi foto: : Kep. menyebar di malam hari untuk mencari makan karena ikan nocturnal.

qunquilineatus dimana perbedaanya hanya pada spot hitam dikelilingi warna kuning. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Hidup didarah karang laguna. Karimunjawa. isostigmus tidak. sangat mirip dengan C.40 m. Habitat: Lokasi foto: : Kep. bisanya berkelompok dalam jumlah kecil dikarang bercabang. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Tipe pemakan: Ikan kecil / Carnivora Lokasi foto: : Kep. kalimantan di Indonesia. 48 Distribusi: Perairan laut jawa. qunquilineatus garis strip dibadan hingga mengenai spot hitam di pangkal ekor sedangkan C. Range 4 .Cheilodipterus isostigmus Dog-toothed cardinalfish Nama Umum: Serinding Ciri-ciri: Panjang max 11 cm (TL). Karimunjawa. C.

Juv lebih terlihat dalam kelompok kecil. Dewasa sangat mirip dengan C.NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . lebih sering ditemukan soliter/sendiri atau berpasangan. Karimunjawa. timur Afrika. Perairan karang di Indonesia Tipe pemakan: Ikan kecil / Carnivora Lokasi foto: : TN Komodo. saat juvenile mamiliki spot hitam yang berangsur-angsur hilang saat dewasa. Habitat: Umumnya ditemukan didaerah reef slope 4-30 m.artus hanya saja strip garis dibadan lebih tebal dan lebih gelap. Kadang juga ditemukan didaerah laguna dari kedalaman 0-40 m. Jawa Tengah 49 Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Indo pasifik. Lokasi foto: : Kep. suka bersembunya di gua-gua kecil / celah karang .Cheilodipterus macrodon Large toothed cardinalfish Nama Umum: Serinding besar Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL). Pulau Ryukyu. laut merah.

Banggai. Sirip ekor cagak panjang dengan garis hitam dan spot putih disisinya. Jantan mengerami telur.Pterapogon kauderni Banggai cardinal fish Nama Umum: Kardinal banggai Ciri-ciri: Panjang max 8 cm (TL). mudah dikenali dari warna yang mencolok dengan empat garis vertikal di badan. Juvenil biasa tinggal di dekat anemone sebagai perlindungan. Lokasi foto: : Lembeh. Pola garis hitam yang memanjang dari sirip pertama dorsal hingga sirip perut dan sirip kedua sampai sirip anal dengan spot putih. Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya Habitat: Biasa dijumpai di daerah darmaga. 50 Distribusi: Alami endemic di Kep. didasar pasir di padang lamun serta di selasela bulu babi sebagai tempat perlindungan. larva yang menetas tidak memiliki periode plankton. Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya . Indonesia namun setelah ditangkarkan banyak di daerah lain. Tipe pemakan: Bentik krustacea dan zooplankton Lokasi foto: : Lembeh.

51 .

AULOSTOMIDAE Aulostomus chinensis Chinese trumpetfish Nama Umum: lkan trompet Ciri-ciri: Panjang max 80 cm (TL). bagian sirip ekor berwarna kuning dengan spot hitam diujung-ujungnya 52 Lokasi foto: : Pulau Weh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Udang dan ikan kecil / Carnivora . sirip dorsal kedua tipis sama seperti sirip analnya. Kebisaanya yang suka berkamuflase untuk menangkap mangsa dan bersembunyi di atas ikan yang lebih besar Distribusi: Hampir ditemukan di seluruh perairan karang di Indonesia Tipe pemakan: Lokasi foto: : Pulau Weh. sirip pertama dorsal tegak karena terdapat duri. memiliki 2 warna dasar yaitu coklat ke hijauan serta kuning (Jenis variannya). Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Habitat: Ditemukan soliter di perairan dangkal dan jernih. Dekat pangkal ekor warna hitam gelap. kadang diarea habitat berbatu .

53 .

Balistoides conspicillum Clown triggerfish Nama Umum: Triger biji nangka Ciri-ciri: Panjang max 50 cm (TL). saat juvenile hidup di gua-gua karang. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . mulut berwarna kuning. Merupakan target perdagangan ikan hias yang mahal. 54 Lokasi foto: TN Komodo.BALISTIDAE Triger fish. Indonesa hingga Samoa. Ikan Tato (Sulawesi utara). NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Habitat: Spesies soliter. tunicate Lokasi foto: : Pulau Weh. garis putih dimata. hidup diperairan jernih didaerah reef slope dan drop-off. selatan New Caledonia Tipe pemakan: Bulubabi. krustasea. pangkal ekor putih dengan bintik hitam serta sirip ekor terdapat bagian putih lebar. memiliki pola warna yang unik. Distribusi: Indo-pasifik. sebagian timur dan selkatan Afrika. separuh badan bagian bawah spot putih besar dan separuh atasanya hitam dengan bercak kuning.

Memiliki spot hitam dipangkal ekor. Line. ikan kecil dan alga bentik. Sirip berwarna oranye. badan hijau gelap ke coklatan dengan garis oranye diagonal di badan dan muka. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Jenis yang territorial. Jepang-GBR dan New Caledonia. Tipe pemakan: Zoobenthos (Echinodermata. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Indo-Pasifik : Laut merah. Afrika Selatan. tunikata. Habitat: Didaerah kaya karang di laguna dan terumbu karang.Balistapus undulatus Orange-lined triggerfish Nama Umum: Triget ijo Ciri-ciri: Panjang max 30 cm (TL). biasa meletakkan telur dalam lubang di daerah pasir atau rubble di daerah karang. Kep. Lokasi foto: : Pulau Weh. Range kedalaman 1-50 m. moluska. sponge dan hydrozoa). 55 Lokasi foto: : Pulau Weh. Marquesan dan Tuamoto.

Tipe pemakan: Zoobenthos (sponge. Samoa. badan coklat gelap dibawahnya dengan sirip ekor dibatasi putih dan membentuk segitiga coklat ditengahnya. Habitat: Daerah kaya karang .Melichthys indicus Indian triggerfish Nama Umum: Triger item Ciri-ciri: panjang max 25 cm (TL). ovipar dan monogami. Afsel.bentik invertebrate. bentik krustacea. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Sufflamen chrysopterus Halfmoon triggerfish Nama Umum: Triger bulan Ciri-ciri: Panjang max 30 cm (TL). ) dan bentik alga 56 Lokasi foto: : Pulau Weh. Soliter. Tipe pemakan: Zoobenthos dan zooplankton Lokasi foto: : Pulau Weh. Digantikan Sufflamen albicaudatus di Laut Merah. Distribusi: Indo-Pasifik barat: Afrika timur. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Habitat: Daerah pantai berkarang mulai dari laguna hingga lereng karang. Batas luar sirip caudal berwarna putih. Soliter dan territorial. biasa menggali lobang di dasar untuk tempat tinggal Distribusi: Samudra Hindia. badan coklat kehitaman dengan strip putih di dasar sirip dorsal dan Anal. JepangPulau Lord Howe.tunikata. Laut Merah dan Timur Afrika– Thailand dan Sumatra di Indonesia.

57 .

Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . soliter namun kadang dalam kelompok kecil. 58 Habitat: Daerah kaya karang.terdapat sepasang mirip sungut di depan mata. badan coklat dengan garis terang sepanjang dorsal. Ikan Blenie Escenious sp. Distribusi: Baru diketahui dari laut jawa Tipe pemakan: Belum diketahui Lokasi foto: TN Karimunjawa. Nama Umum: Bleni Ciri-ciri: Panjang max 5.BLEINIDAE Blennies fish.5 cm (TL). bagian kepala kehijauan. bias dijumpai berda di atas karang. strip hijau dari mata hingga katup insang.

59 .

bermigrasi saat purnama mencari daerah di karang yang memiliki celah sempit serta arus yang kuat untuk menyebarkan telurnya. sering ditemukan schooling dalam jumlah besar bersama jenis caesionidae lainnya. Karimunjawa. Range 5-50 m. Ikan ekor kuning Caesio caerulaureus Blue and gold fusilier Nama Umum: Ekor kuning Ciri-ciri: Panjang max 35 cm (TL). berwarna 2/3 biru keperakan. memiliki garis kuning emas memanjang dari pangkal ekor hingga diatas mata. warna kuning mulai dari ekor hingga ke badan atas dekat sirip dorsal. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Habitat: Area terumbu karang yang jernih.CAESIONIDAE Fusilier fish. Habitat: Di kolom perairan karang yang jernih kedalaman 5-50 m. Distribusi: Hampir seluruh perairan Indonesia Lokasi foto: : Kep. Distribusi: Hampir diseluruh perairan di Indonesia Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: : Kep. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 60 Caesio teres Yellow and blueback fusilier Nama Umum: Ekor kuning Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). Karimunjawa. serta strip hitam di kedua ujung cagak sirip ekornya.

Habitat: Daerah karang namun umumnya berada di kolom perairan. Aceh 61 Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Timur Afrika hingga Indonesia (tidak di laut merah and Persia) Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: : Pulau Weh.Sirip ekor berwarna kuning.Caesio xanthonota Yellowback fusilier Nama Umum: lkan ekor kuning Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). berwarna biru keperakan dengan warna kuning hampir 1/2 badan hingga bagian kepala. Range kedalaman 0-50 m. Aktif schooling dengan caesionid lain di kolom perairan karang. Lokasi foto: : Pulau Weh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan .

dan kep. Di t imur PNG Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: : Pulau Weh. Indonesia. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Range kedalaman 0 . cirri khasnya adalah strip biru yang menyala terutama saat malam hari. 62 Lokasi foto: : Pulau Weh.Pterocaesio tile Dark banded fusilier Nama Umum: lkan ekor kuning Ciri-ciri: Panjang max 30 cm (TL). memiliki strip garis dari pangkal ekor hingga dekat mata. Jepang. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Habitat: Berkelompok di kolom perairan terumbu karang yang jernih atau slope karang bersama jenis caesionid lainnya. berwarna biru keperakan (foto fase merahnya). beberapa literature menerangkan ikan ini memiliki kemampuan untuk mengganti warna yang biru menjadi kemerahan di bagian bawah untuk dibersihkan atau untuk tidur.60 m Distribusi: Indo-pasifik.

63 .

jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Caranx melampygus Bluefin trefally Nama Umum: Kwe biru / bobara Ciri-ciri: Panjang max 117 cm (TL). Ikan Kwe. badan berwaran perak biru kehijauan. Distribusi: Hampir di seluruh peraian karang di dunia Tipe pemakan: ikan kecil dan Lokasi foto: Kep.CARANGIDAE Jacks fish.Persia. kadang soliter. Tipe pemakan: Carnivora 64 Lokasi foto: TN Karimunjawa. teluk Oman. Range kedalamannya 2-50 m Distribusi: Laut merah. badan agak kekuningan dengan banyak spot oranye tersebar di badan. (chiguatera)Dagingnya menjadi beracun jika sudah melebihi panjang (TL) 50 cm. sirip berwarna biru. biasanya soliter atau berpasangan. Kayoa. Sirip pectoral berbentuk sabit. Maluku Utara Foto by Rizya L. berpasangan atau schooling di spot site tertentu. Habitat: Species perairan pelagis dan pantai serta di karang.Thailand dan Indonesia serta Okinawa. Bobara (Sulut) Carangoides bajad Orangespotted trevally Nama Umum: Kwe macan Ciri-ciri: Panjang max 55 cm (TL). Habitat: Kolom perairan yang agak dalam di area karang. Ardiwijaya .

berwarna keperakan. ukuran dewasa dari corak badannya dapat mudah dikenali. saat juvenile biasa ditemukan di estuaria dan dewasa umumnya soliter atau berpasangan. warna sirip biasanya abu-abu gelap. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Caranx ignobilis Giant trefally Nama Umum: Ikan kwe. memiliki 28-36 scutes keras. Ukuran dewasa biasanya ciguatoxic. bobara Ciri-ciri: Panjang max 170 cm (TL). Habitat: Jenis ikan pelagis biasa ditemukan di pasir. Distribusi: Perairan karang di dunia Tipe pemakan: krustacea dan ikan (malam) / carnivora . batu dan di terumbu karang.65 Lokasi foto: TN Komodo.

66 .

Habitat: Biasa dijumpai di la67 Lokasi foto: TN Karimunjawa. mata oval.330 m. ramping dengan moncong pendek. Ikan hiu Carcharhinus obsesus Whitetip reef shark lokal: ikan hiu sirip putih Ciri-ciri: Panjang max 213 cm (TL). Lebih aktif saat malam dan daerah pasut yang memiliki arus kuat. Jarak ruaya 0. tanda putih berada di sirip dorsal pertama dan ujung sirip ekor. gurita. karang dan digoa-goa beristirahat di siang hari. Jarang dilaporkan menyerang manusia. jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . lobster kecil dan kepiting / Carnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan guna. Distribusi: Tersebar hampir di seluruh perairan karang di dunia Tipe pemakan: Memakan ikan kecil.3-3 km satu periodenya /tahun. Range kedalaman 1 .CARCHARHINIDAE Shark fish.

Sirip dadabesar dan bult melebar. dan di dasar karang. memiliki 5 celah insang dan 3 terahir dibelakang sisirp dada. patahan karang. Berenang lambat di celah-celah karang saat berburu makanan. Aceh Foto by Rizya L. pasir. Australia) Tipe pemakan: moluska. dan ular laut / Carnivora . utara Jepang– New South Wales. lubang hidung dekat dengan moncong.68 Lokasi foto: Pulau Weh. sirip ekor panjang dengan lekukan subterminal dalam dimana lobus hamper tidak ada. krustasea. Habitat: Perairan lepas pantai. Ardiwijaya Stegostoma fasciatum (juv) Zebra shark Lokal: Ikan hiu totol Ciri-ciri: Panjang max 235 cm (TL). Aktif dimalam hari (nocturnal). ikan kecil. siang hari beristirahat di celah-celah atau di bawah karang. Distribusi: Indo-west pasifik barat (Laut merah dan sisi timur Afrika hingga New Caledonia. Warna kuning kecoklatan dengan bintik coklat gelap.

PNG. badan berwarna coklat dengan kepala yang triangular serta sirip dorsal yang pendek. ) Tipe pemakan: moluska / Zoobenthos . hidup soliter.69 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Range kedalaman 0-100 m. Distribusi: Indo-pasifik barat (Thailand . jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Rhinobatus typus Giant shovelnose ray Lokal: Ikan cucut Ciri-ciri: Panjang max 270 cm (TL). atol dan di mangrove) dan dewasa di lepas pantai. Habitat: Saat juvenile hidup di perairan intertidal (pantai berpasir. ciri utamanya adalah warna gelap di ujung mon- congnya. pantai berlumpur/pasir.

70 .

Distribusi:Indo-west pasifik. dari selatan jepang hingga New south Wales. Ikan piso-piso 71 Lokasi foto: TN Karimunjawa (kiri) dan TN Komodo (kanan) Aeoliscus strigatus Common name:Razorfish. bentuk duri sirip dorsalnya yang memanjang ke ekor. mudah dikenali dari bentuk badan dan cara berenangnya. sembunyi di sela-sela duri bulubabi atau cabang karang. Australia Tipe pemakan: Zooplankton . nama lokal: Ikan piso-piso Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL). warna bervariasi tergantung daerahnya. Habitat: Biasanya berkelompok. range kedalaman 1-20 m.CENTRISCIDAE Shrimp fishes.

72 .

Jawa Tengah dikedua sisi badan. sirip ventral berwarna kuning Habitat: biasanya berpasangan dan ditemukan didaerah karang yang masih baik. Ikan kepe-kepe 73 Chaetodon octofasciatus Foto by Fakhrizal Setiawan Eightband butterfly fish Nama Umum: kepe-kepe strip 8 Ciri-ciri: Panjang max 12 cm (TL). juvenile sering terlihat berkelompok di karang Acropora bercabang. warna krem kekuningan dengan 7 strip vertikal Lokasi foto: TN Karimunjawa.CHAETODONTIDAE Buterfly fish. Distribusi: Hampir di seluruh perairan terumbu karang Tipe pemakan: Coralivore .

Habitat: Biasa ditemukan berpasangan atau berkelompok di daerah karang / bersembunyi di bawah karang yang lebar. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 74 Chaetodon collare Redtail butterfly fish Nama Umum: Kepe-kepe belanda Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). Distribusi: Laut Persia. Maldives . Indonesia dan Filipina Tipe pemakan: Pemakan polip Lokasi foto: Pulau Weh.Lokasi foto: Pulau Weh. dikenali dengan warna merah di sirip ekor dan garis putih vertikal belakang mata.Jepang. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan karang / Coralivore .

ekor hitam dengan batas kuning. monogami. berasosiasi dengan acropora meja dan menjari. Society. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Ini yang membedakan dengan C. Tipe pemakan: Pemakan polip karang / Coralivore 75 Lokasi foto: Pulau Weh. territorial dan berpasangan. Posisinya digantikan C. sirip ekor hitam segitiga dengan garis luar kuning.Chaetodon triangulum Triangle butterflyfish lokal: Ikan kepe-kepe Ciri-ciri: Panjang max 16 cm (TL). Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Chaetodon trifascialis Chevron butterflyfish lokal: Ikan kepe-kepe Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). Juv soliter di dekat karang. Ovipar. sirip dorsal dan anal oranye. Tipe pemakan: Pemakan mucus dan polip karang / Coralivore Lokasi foto: Pulau Weh. muka garis hitam memanjang. berpasangan saat memijah. Baronessa. Laut AndamanLaut Jawa. Distribusi: Samudra Hindia: Afrika Timur-Teluk Bengal. badan hamper triangular. territorial. badan memanjang putih dengan garis hitam bersudut. Habitat: Daerah kaya karang di laguna hingga lereng karang. Baronessa di timur Indonesia. soliter atau berpasangan(saat memijah) Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Timur Afrika-Hawai dan Kep. abu-abu gelap dengan garis bersudut . Habitat: Daerah laguna dan karang semi terlindung.

Habitat: Daerah kaya karang di laguna dan karang semi terlindung. Juvenile bersembunyi di celah karang bercabang. Range kedalaman 3-20m. Distribusi: Samudra Hindia: Timur Afrika – Sumatra. sangat mirip dengan C.. Distribusi: Tersebar dari jepang. Territorial dan agresif terhadap chaetodon lain. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Chaetodon trifasciatus Melon butterflyfish lokal: Ikan kepe roti Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL). lunulatus di Indonesia tengah-timur Tipe pemakan: Pemakan polip karang / Coralivore Lokasi foto: Pulau Weh.Chaetodon lunulatus Oval butterfly fish lokal: Ikan kepe-kepe Ciri-ciri: Panjang max 14 cm (TL). pangkal sirip ekor kuning serta sirip anal.Australia. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Tergantikan oleh C. Badan atas kebiruan dan bawahnya kekuningan. Tergantikan oleh C.trifasciatus dimana perbedaannya terletak di pangkal ekor yang berwarna biru abuabu. Hawai .trifasciatus di samudra hindia Tipe pemakan: Pemakan polip karang / Coralivore 76 Lokasi foto: TN Komodo. Juv sembunyi di karang. Habitat: Selalu berpasangan di area terumbu karang.

tubuh berwarna kuning.pertama di pangkal ekor dan kedua di badan depan.Kep. Tuamoto . anal. garis hitam vertikal memanjang melewati mata. octocoralia dan scleratinia polip) dan cacing polychaeta Lokasi foto: Pulau Weh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 77 karang / Coralivore Chaetodon rafflesi Latticed butterflyfish lokal: lkan kepe nanas Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). dan caudal memiliki strip hitam yang berubah sesuai usia. laguna. rubble. JepangGBR. dengan 2 garis putih vertikal. badan kuning dengan pola garis menyilang. Palau-Micronesia Tipe pemakan: Pemakan polip karang / Coralivore (anemone. Biasa soliter atau berpasangan Distribusi: Indo pasifik Tipe pemakan:Pemakan polip Lokasi foto: Pulau Weh. alur dan area rumput laut/alga. karang berbatu di laguna hingga lereng. garis hitam memanjang melewati mata. Habitat: Daerah kaya karang. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Ovipar dan berpasangan saat memijah Distribusi: Indo-Pasifik: Sri Lanka . sirip dorsal. Habitat: Area terumbu karang.Chaetodon kleinii Sunburst butterfly fish lokal: lkan kepe coklat Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL).

berpasangan atau kelompok kecil. Habitat: Daerah laguna dan lereng karang . Habitat: Didaerah reef flat yang dangkal. kuning muda di ekor dan anal. Afsel.Tuamoto. Christmas Island. Juv dalam kelompok kecil dan kadang bercampur dengan C. garis memanjang melewati mata. cacing polychaeta. ujung sirip dorsal kuning dan bawahnya oranye. Thaliand dan barat Indonesia.kleinii. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika TimurHawai.Chaetodon citrinellus Speckled butterflyfish lokal: lkan kepe pasangan / biasa Ciri-ciri: Panjang max 13 cm (TL). Marquesan dan Kep. Strip hitam diujung sirip anal. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Chaetodon guttatissimus Peppered butterflyfish lokal: lkan kepe-kepe Ciri-ciri: Panjang max 12 cm (TL). bentik invertebrate. dan alga berfilamen 78 Lokasi foto: Pulau Weh. laguna. Jepang– Australia) dan P. lereng karang. sirip ekor transparan dan kuning muda dibatasi hitam. badan krem dengan spot hitam di badan. Tipe pemakan: Pemakan polip karang / Coralivore. Durban. dan alga bentik Lokasi foto: Pulau Weh. Krem kekuningan dengan spot hitam menyebar di badan. Tipe pemakan: Pemakan polip karang / Coralivore. cacaing polychaeta. garis hitam memanjang melewati mata. Berpasangan saat memijah. Distribusi: Samudra Hindia: laut merah. Lord Howe.

Kep.Line dan Tuamoto. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur-Kep. garis hitam memanjang dari belakang badan dari dorsal hingga anal. Juv soliter di karang branching. Tipe pemakan: Pemakan polip karang / Coralivore Lokasi foto: Pulau Weh. Distribusi: Indo-Pasifik: laut Merah dan Timur Afrika .decussatus Habitat: Didaerah reef flat. Strip hitam melewati mata.line.Ryukyu. Galapagos. Jepang-Australia. Tipe pemakan: Coralivore. Badan krem kebiruuan garis hitam melengkung di badan. muka hingga sirip.Chaetodon meyeri Scrawled butterflyfish lokal: lkan kepe mayeri Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL). bentik alga dan bentik invertebrata Lokasi foto: Pulau Weh. laguna dan lereng karang. Ini yang membedakan dengan C. Berpasangan monogami. aggressive tritorial dengan Chaetodon lain. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 79 Chaetodon vagabundus Vagabond butterflyfish lokal: lkan kepe tiker Ciri-ciri: Panjang max 23 cm (TL).Kep. Habitat: Didaerah kaya karang di laguan yang jernih dan lereng karang. Micronesia dan Kep. GBR. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . badan putih krem dengan garis diagonal berlawanan diatas dan dibawah badan. dewasa berpasangan saat memijah.

spot hitam kecil di pangkal ekor Habitat: Didaerah Terumbu karang dan lereng karang berarus. gitam bagian punggung atas. Spot hitam besar 2 di punggung. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . badan putih dengan garis hitam vertikal. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Chaetodon melannotus Blackback butterflyfish lokal: lkan kepe-kepe Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL).warna berubah saat ketakutan dan pengamatan malam.Lord Howe dan Micronesia. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Timur Afrika-Samoa. Jepang. laguna dan lereng karang. Berpasangan atau kelompok kecil. berpasangan (saat memijah) atau kelompok kecil.Chaetodon falcula Blackwedged butterflyfish lokal: lkan kepe biji 2 Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL).Indonesia. Distribusi: Samudra Hindia: Timur Afrika . Badan putih dengan banyak garis hitam diagonal. ovipar. bagian atas kuning. Tipe pemakan: Bentik invertebrates/zoobenthos dan alga bentik 80 Lokasi foto: Pulau Weh. Range kedalaman 1-20 m. dorsal belakang dan ekor oranye. spot hitam di pangkal ekor dan sirip anal. Habitat: Didaerah kaya karang di reef flat. Tipe pemakan: Coralivore Lokasi foto: Pulau Weh. P.

Range kedalaman 3-60m Distribusi: Indo fasifik Tipe pemakan: Sponge Lokasi foto: TN Karimunjawa. berwarna putih mutiara dengan garis oranye. Memiliki sirip dorsal dan anal yang halus yang memberikan tampilan lebar Habitat: Area terumbu drop-off dimana kaya akan invertebrate juga di area karang yang sedikit. Coradion dapat dibedakan dengan Chaetodon karena memiliki duri dorsal (8-10 vs 1116).Coradion chrysozonus Goldengirdled coral fish Nama Umum: Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL). Australia. jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 81 Parachaetodon ocellatus Foto by Fakhrizal Setiawan Sixspine butterfly fish Lokal: lkan kepe-kepe Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). Malaysia Tipe pemakan: Benthic algae / Zoobenthos Lokasi foto: TN Komodo. NTT . dewasa berkelompok didaerah dasar belumpur yang agak dalam. Juv hidup diarea dangkal laguna Distribusi: Indo Pasifik:NTT. Indonesia. memiliki spot hitam di garis oranye ke 3 Habitat: Berpasangan di dasar dan di area karang yang keruh.

Indonesia dan Australia Tipe pemakan: Bentik invertebrate/zoobenthos . terumbu karang. Termasuk ikan territorial dan monogami Distribusi: Pasifik barat (laut Andaman-Jepang).82 Chelmon rostratus Foto by Fakhrizal Setiawan Copperband butterflyfish Nama Umum: Kepe monyong Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL). jawa Tengah oranye dan spot hitam di dorsal belakang Habitat: Range kedlaman 1-25m.ditemukan di pantai bebatu. mudah dikenali dengan moncongnya serta garis Lokasi foto: TN Karimunjawa.estuaria.

Lokasi foto: Pulau weh. Range kedalaman 3-70m Distribusi: Indopasifik Tipe pemakan: memakan apa saja seperti krustacea kecil / Omnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. Spot hitam di sirip anal. warna kuning dengan hitam dibagian atas kepala. bagian bawah kepala perak dengan mulut panjang. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 83 Forcipiger longirostris Big longnose butterflyfish lokal: monyong asli Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL). jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Varian ada yang berwarna gelap Habitat: Berpasangan monogami. biasa berada di area karang dangkal hingga dalam.

alga bentik. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . spot hitam besar dengan batas putih di punggung belakang. Selatan GBR-PNG) Tipe pemakan: Pemakan polip karang dan invertebrata Lokasi foto: TN Karimunjawa. berada diarea karang yang kaya hydroid dan anemone. Habitat: Didaerah Laguna dan lereng karang. Range kedalaman 3-30m Distribusi: Indopasifik(IndonesiaJepang. warna badan kuning terang deangan spot hitam besar di badan serta garis vertikal memanjang melalui mata Habitat: Soliter atau berpasangan (selama memijah). Oranye dari mulut-sirip perut. badan bbiru hijau keabuan. cacing polychaeta. Distribusi: Indo-Pasifik: Sri Lanka dan Kep. bentik krustacea. Jepang-Australia. Marquesan and Tuamoto.Chaetodon speculum Mirror butterflyfish Nama Umum: Kepe Bulan Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). Lokasi foto: Pulau Weh.Hawai. kep. Tipe pemakan: Pemakan polip karang dan invertebrate. yang jernih. soliter.Range kedalaman 1-30 m. berpasangan (saat memijah) dan grup kecil. jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 84 Chaetodon ephippium Saddle butterflyfish Nama Umum: Kepe monalisa Ciri-ciri: Panjang max 30 cm (TL). Cocos-Keeling .

Badan tengah putih berbentuk piramid yang dibatasi coklat gelap di bagian depan dan belakang badan. Range kedalaman 3-60 m Distribusi: Samudra pasifik (hawai. Schooling dalam jumlah besar . dengan warna dasar badan kuning Habitat: Biasa schooling dalam jumlah besar di kolom perairan karang. ovipar. Distribusi: Samudra Hindia : Timur Afrika . Range kedalaman 1-40m.Guam. Habitat: Didaerah batas terumbu karang.Hemitaurichthys polylepis Pyramid butterflyfish Lokal: kepe-kepe piramid Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). kepala coklat. Sulawesi Utara Foto by Fakhrizal Setiawan 85 Hemitaurichthys zoster Brown-and-white butterflyfish Nama Umum: Piramid coklat Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). Berpasangan saat memijah. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . zooplankton dan bentik alga Lokasi foto: Pulau Weh. samudra hindia diganti kan dengan H. indosesia timur hingga pulau Christmas). India. Mauritius hingga Sumatra (Indonesia) Tipe pemakan: Pemakan polip karang dan invertebrate. ciri utamanya bentuk pyramid putih besar dibadan hingga ekor. zoster Tipe pemakan: Planktivora Lokasi foto: TN Bunaken.

Strip hitam dari kepala sampai mata. Habitat: Schooling dalam jumlah besar di daerah reef slope agak dalam.Heniochus diphreutes False morish idol / Schooling bannerfish Nama Umum: Ciri-ciri: Panjang max 21 cm (TL). bentuk badan yang lebih bulat dan memanjang Habitat: Perairan karang yang agak dalam. Distribusi: Indo-pasifik Tipe pemakan: Planktivora Lokasi foto: TN Komodo. badan putih dengan 2 garis hitam besar memanjang dari dorsal ke perut dan sirip anal. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 86 Heniochus acuminatus Pennant coralfish / Longfin banner fish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL). soliter (juv) dan berpasangan (dewasa) Distribusi: Indopasifik (Afrika timur dan teluk Persia hingga Micronesia dan Jepang) Lokasi foto: TN Karimunjawa. yang membedakan dari H. Range kedalaman 15-210 m. Sebagian sirip dorsal dan ekor kuning. laguna atau alur karang.diphreutes adalah moncong yang lebih panjang. jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Tipe pemakan: Planktivore .

Sri Lanka—Indian Ocean: Maldives and Sri Lanka. Distribusi: Samudra Hindia: Maldives. berpasangan atau kelompok. Rang kedalaman 2-20 m Distribusi: Samudra pasifik (Indonesia-Micronesia dan jepang).varius adala garis putih ini. berwarna coklat gelap dengan 2 garis putih di dekat kepala dan di dorsal memanjang hingga pangkal ekor. Habitat: Daerah kaya karang di laguna dan lereng karang .Heniochus varius Horned bannerfish / Humphead bannerfish Lokal: Keling tanduk Ciri-ciri: Panjang max 19 cm(TL). soliter. mirip tanduk di atas mata. Biasa juga diarea campuran laga dan karang. Samudra hindia digantikan dengan H. Habitat: Area terumbu karang yang baik dan laguna. 2 garis putih dibatasi garis coklat gelap gingga sirip perut dan anal. Laut Andaman Sumatra dan Jawa Barat. pleurotaenia Tipe pemakan: Polip karang dan invertebrata kecil 87 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Yang membedakan dengan H. Range kedalaman 1-25 m. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Heniochus pleurotaenia Phantom bannerfish lokal: Keling tanduk Ciri-ciri: Panjang max 17 cm (TL). Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Tipe pemakan: Zoobenthos / bentik invertebrata Lokasi foto: Pulau Weh.

Warna hitam juga dipangkal ekor Habitat: Soliter.Indonesia dan baratlaut Australia) Tipe pemakan: Zoobenthos 88 Chaetodon lunula Raccoon butterfly fish Nama Umum: Kepe gajah Ciri-ciri: Warna kuning-oranye dengan hitam abu-abu di badan. Rang kedalaman 0-30m Distribusi: Indo-pasifik. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Rian Prasetia Taiwan . anal dan dada berwaran kuning dan spot hitam besar di sekitar mata serta spt hitam di atas kepala. berwarna putih dengan garis diagonal coklat. jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Sirip dorsal. strip hitam dimata dan strip putih disampingnya. Range kedalaman 3-25 m Distribusi: Pasifik barat (Jepang. Habitat: Berpasangan atau kelompok di area terumbu karang yang sehat.Chaetodon adiergsatos Philipinne butterflyfish / panda butterflyfish Lokal: Kepe-kepe panda Ciri-ciri: Panjang max 20 cm(TL). berpasangan dan juga berkelompok di laguna dan perairan karang agak dalam. Atlantik tenggara Tipe pemakan: Bentik invertebrata . strip hitam besar diagonal. alga dan polip karang Lokasi foto: TN Karimunjawa.

89 .

Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Pocillopora. biasanya bervariasi warnanya. Range kedalaman 1 .Utara Jepang-Australia) Tipe pemakan: Ikan kecil dan krustacea kecil / Carnivora Lokasi foto: Pulau Weh. biasa ditemukan berada diatas karang bercabang seperti: Stylophora. Sulawesi Utara Foto by Fakhrizal Setiawan Soliter di daerah karang.CIRRHITIDAE Hawkfishes Paracirrhites arcatus Arc-eye hawkfish Nama Umum: Mata nyender Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL).91m Distribusi: 90 Indo-Pasifik (Afrika timur – Hawai. Habitat: Lokasi foto: TN Bunaken . tapi selalu memiliki cincing kuning dibelakang matanya. Acropora. Porites.

jepangAustralia) Tipe pemakan: Ikan kecil dan krustacea kecil / Carnivora Lokasi foto: Pulau Weh. Warna berubah seiring pertumbuhan. soliter dan berpasangan.Paracirhites forsteri Blackside hawkfish Nama Umum: Nyender asli Ciri-ciri: Panjang max 22 cm (TL). Distribusi: Indo-Pasifik (Timur Afrika dan Laut merah-Hawai. Habitat: Lokasi foto: Pulau Weh.35m. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 91 Di daerah dasar karang yang jernih serta laguna. Jenis territorial. garis merah berlanjut hitam disisi badan. Badan kekuningan dengan muka abu-abu kehitaman dengan banyak titik hitam. Acropora. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Range kedalaman 1 . Suka berdiam iatas karang bercabangseperti Stylophora.

92 .

Solomon dan Australia) Tipe pemakan: Moluska.DASYATIDAE Sting fish. Migrasi berkelompok di area pasir dangkal selama air pasang untuk mencari makan. Range kedalaman 0-20 m. Jarang ditemukan di pasir. cacing. Aceh . udang dan kepiting / Carnivora Lokasi foto: Pulau Weh. Ikan pari 93 Taeniura lymma Foto by Fakhrizal Setiawan Ribbontail stingray Lokal: Pari totol biru Ciri-ciri: Diameter cakram max 90 cm. garis biru di bagian ekor Habitat: Berada di area terumbu karang bersembunyi di bawah karang atau celah batu. badan berwarna kuning kecoklatan dengan spot biru yang mencolok. Distribusi: Indo-west pasifik( Laut merah dan timur Afrika hingga Kep.

94 .

Range kedalaman 15-30 m. Distribusi: Pasifik barat( Jepang-Australia) Tipe pemakan: Alga. Dewasa sering terlihat schooling. Memiliki mulut yang lebih moncong Habitat: Juv umumnya soliter sembunyi dibawah / goa karang dan di mangrove . ubur-ubur dan Zooplankton . juvenil coklat gelap dengan batas oranye merah Lokasi foto: TN Karimunjawa dan TN Komodo terang dengan sisip dorsal dan anal panjang.EPHIPPIDAE Batfish. dewasa berwarna perak dengan sirip pendek pipih dan bulat. Ikan platax 95 Platax pinnatus Foto by Fakhrizal Setiawan Dusky batfish / long-fined batfish Nama Umum: Platax asli Ciri-ciri: Panjang max 45 cm (TL). 2 garis hitam memanjang dari kepal hingga bawah mata dan kedua badan hingga sirip perut.

Jawa Tengah atas sirip perut. Jepang . sirip perut berwarna kuning dengan spot hitam di Lokasi foto: TN Karimunjawa . Range kedalaman 0-20 m.Australia) Tipe pemakan: Zoobenthos dan nekton (finfish) .96 Platax teira Foto by Fakhrizal Setiawan Longfin batfish Nama Umum: Platax kertas Ciri-ciri: Panjang max 70 cm (TL). Juvenile suka berada dilaguna. Distribusi: Indo-west pasifik (Laut merah dan timur Afrika .PNG. karang dangkal. Habitat: Dewasa lebih suka berada perairan lepas pantai agak dalam berkelompok. Memiliki 2 garis hitam satu melewati mata dan kedua melewati sisip dada yang semakin tua semakin pudar.

97 .

Soliter atau dalam kelompok kecil.FISTULARIDAE Cornetfishes / Ikan Fistularia commersonii Bluespotted cornetfish Nama Umum: Julung alus Ciri-ciri: Panjang max 160 cm (TL). Sirip dorsal dan anal transparan. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Timur Afrika. Pasifik timur: Mexico.130 m. zooplankton.. warna hijau di dorsal . Tipe pemakan: Ikan kecil. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . bentuk runcing memanjang. ekor meruncing panjang. 98 Lokasi foto: Pulau Weh. JepangAustralia dan Selandia baru. keperakan di perut. Panama. Range kedlaman 2 . bentik krustacea Lokasi foto: Pulau Weh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Habitat: Didaerah terumbu karang dan dasra berpasir. 2 spot biru di punggung.

99 .

Betina dengan garis coklat dari atas mulut hingga atas operculum. NTT dorsal. monogami. cacing. jantan dengan 3 spot dekat dasar dari sirip kedua Lokasi foto: TN Komodo. biasanya berpasangan didasar substrat berpasir dan pasir berlumpur. Ikan gobi 100 Amblygobius albimaculatus Foto by Fakhrizal Setiawan Butterfly goby Nama Umum: lkan gobi Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). Memiliki 4-5 garis vertikal coklat dibadan. Australia Jepang dan Filipina Tipe pemakan: Zoobenthos/bentik invertebrate. Indonesia. membuat lobang dengan memindahkan pasir menggunakan mulutnya. Spot hitam di sirip ekor. Distribusi: Indo-Pasifik barat: Laut Merah. detritus dan bentik alga . Habitat: Didaerah muara dan laguna.Gobidae Gobies fish. Afrika Timur. Durban.

Rowley Shoals di timur Samudra Hindia dan GBR serta Kep.101 Lokasi foto: Pulau Weh.Ryukyu Tipe pemakan: Belum diketahui . Jantan kadang-kadang dengan 3-4 garis vertikal kehitaman pada perut. Habitat: Didaerah berpasir yang jernih disela-sela terumbu karang dan rubble Distribusi: Pasifik barat: Filipina dan Indonesia . Tidak ada perbedaan yang jelas antara jenis kelamin dalam pigmentasi dan sudut sirip kediua dorsal. sirip perut dan dubur. dihubungkan oleh satu baris. Aceh Istigobius rigilius Foto by Fakhrizal Setiawan Rigilius goby Nama Umum: lkan gobi Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL). 2 baris coklat hampir vertikal di operkulum. Duri keempat dari dorsal pertama terpanjang. 2 garis diagonal cokelat dari preoperculum di rahang atas.Kiribati dan Fiji.

102 .

dewasa putih dengan garis horizontal hitam.HAEMULIDAE Sweetlips fish. Ikan bibir tebal 103 Lokasi foto: Pulau Weh. Distribusi: Indo-Pasifik barat: Afrika Timur-samudra Hindia bagian barat. sirip kuning dengan spot hitam. Tipe pemakan: Krustasea. Perubahan ciri dari juvenile ke dewasa saat panjang sekitar 15 cm. Dewasa bias soliter atau berkelompok. moluska. PNG dan New Caledonia. Aceh Plectorhinchus vittatus Foto by Fakhrizal Setiawan Indian Ocean oriental sweetlips Nama Umum: lkan lilis Ciri-ciri: Panjang max 72 cm (TL). Juvenil soliter di daerah laguna dangkal yang terlindung. dan ikan kecil / Carnivora . Habitat: Didaerah Terumbu karang dan pantai karang berbatu.

Terjadi perubahan warna dari juvenile hingga dewasa Habitat: Biasa ditemukan didaerah karang dalam. Dewasa dengan warna garis tebal kuning dan biru keputihan silih berganti dari depan hingga pangkal ekor. reef slope dengan banyak kelimpahan invertebrata. Soliter atau dalam kelompok kecil sembunyi di karang saat siang hari. Filipina-PNG dan barat laut Australia Tipe pemakan: Bentik invertebrata / Carnivore Lokasi foto: TN Komodo . Aktif malam hari mencari makan. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 104 Distribusi: Indonesia.Plectorhinchus polytaenia Ribboned sweetlips Nama Umum: lilis asli Ciri-ciri: Panjang max 50 cm (TL). Lokasi foto: TN Komodo .

Range kedalaman 1-30 m.cocos). Sirip bagian bawah dari ekor. anal dan perut berwarna gelap.Diagramma sp. Dewasa soliter sembunyi didasar karang dan aktif saat malam mencari makan. Range kedalaman 3-40 m. filipina Tipe pemakan: Bentik invertebrata Lokasi foto: TN Komodo . abubabu kekuningan dengan spot abu-abu teresbar di tubuh dimana semakin besar ukuran spotnya di sirip dorsal belakang dan ekor. Distribusi: Samudra Hindia (Maldives -Kep. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . dan ikan kecil / Carnivora Lokasi foto: TN Komodo . Distribusi: Malaysia. Samudra Pasifik (Kep. Indonesian sweetlips Nama Umum: Macanan Ciri-ciri: Panjang max 50 cm (TL).spot berubah dari putih menjadi hitam saat dewasa. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 105 Plectorhinchus chaetodontoides Harlequin sweetlips / Many-spotted sweetlips Nama Umum: onde / bronkeli Ciri-ciri: Panjang max 72 cm (TL). Indonesia. Habitat: Soliter kadang juga berkelompok di daerah berpasir. Fiji -Sumatra) Tipe pemakan: Krustasea. juvenile suka bersembunyi disela-sela karang. dewasa warna dasarnya putih kekuningan atau kehijauan. laguna. Habitat: Daerah terumbu karang yang sehat. Juvenil berwarna coklat dengan banyak spot putih besar. pantai berkarang dan laguna. moluska.

106 .

Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Zoobenthos. Umumnya didaerah dangkal. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Habitat: Didaerah lamun dan didasar karang bersembunyi.dorsal dan sirip anal Habitat: Soliter atau berkelompol bersembunyi dibawah karang didaerah tak berarus Distribusi: Indo-west pasifik Tipe pemakan: Bentik Invertebrata / Zoobenthos 107 Lokasi foto: Pulau Weh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Neoniphon sammara Sammara squirrelfish Nama Umum: menyeng Ciri-ciri: Panjang max 32 cm (TL).Garis merah disirip dorsal. nokturnal. ikan dan zooplankton dan alga Lokasi foto: Pulau Weh. warna pink kekuninga dan keperakan. Range 1-50 m.HOLOCENTRIDAE Squarel fish. waran merah kecoklatan dengan garis putih. Sirip ujung kemerahan kecuali dada dan perut. Ikan mata belo Sargocentron rubrum Redcoat Squarelfish Nama Umum: Menyeng belo Ciri-ciri: Panjang max 32 cm (TL). strip merah di cagak sirip ekornya.

sirip berwarna oranye diujungnya. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 108 Sargocentron caudimaculatum Silverspot squirrelfish Nama Umum: belo buntut putih Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL).Myripristis violacea Lattice soldierfish / violet soldierfish Nama Umum: Mata belo Ciri-ciri: Panjang max 35 cm (TL). Range 4-25 m. Habitat: Biasanya di laguna. tutup insang berwarna merah gelap. Marshal dan French Polynesia Jepang dan Australia Tipe pemakan: Bentik krustacea dan ikan Lokasi foto: Pulau Weh. alur karang. perairan karang semi tertutup. Soliter atau berkelompok. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Timur Afrika . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Distribusi: Indo-pasifik Tipe pemakan: Zooplankton/ larva krustacea Lokasi foto: TN Karimunjawa. kepala dan badan merah bagian belakang hingga pankal ekor dan sirip ekor putih keperakan. laguna dan tebing karang. Habitat: Didaerah terumbu karang luar. badan violet keperakan. Range kedalaman 240 m.Kep.

semua sirip merah. Dan aktif malam hari (nocturnal) mencari makan Distribusi: Indo-pasifik (Laut merah n Timur Afrika-Samoa. Habitat: Daerah pantai berkarang. sirip merah. tutup insang berwarna coklat Habitat: Soliter. hidup sembunyi di karang di siang hari. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Ikan nocturnal Distribusi: Indo-pasifik Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: TN Karimunjawa. warna badan merah keperakan. sirup yang terbuka merupakan bagian sirip yg lembut (dorsal.Myripristis murdjan Pinecone souldierfish / Blotcheye souldierfish Nama Umum: Mata belo Ciri-ciri: Panjang max 60 cm (TL). sembunyi dibawah / goa karang dan kadang bersama jenis lainnya juga ditemukan didaerah keruh. bdan berwarna merah terang ke kuningan. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 109 Myripristis hexagona Doubletooth souldierfish Nama Umum: Mata belo Ciri-ciri: Panjang max 30 cm (TL). Jepang-Australia) Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: TN Karimunjawa. anal dan ekor).

110 .

Timur Afrika. Kep.vaigiensis. Lord Howe dan Rapa dan Jepang. Habitat: Didaerah terbuka di lereng karango dan kadang didaerah dangkal dan karang berbatu.KYPHOSIDAE Chubs fish 111 Lokasi foto: Pulau Weh. cacing . Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah. (Sargassum dan Turbinaria) bentik krustacea. Garis yang terbentuk antara sirip ekor dan sirip anal lebih tegak dibandingkan K. Tipe pemakan: Bentik alga. bdan abu-abu keperakan kadang ada juga yang kuning dan putih albino. Aceh Kyphosus bigibbus Foto by Fakhrizal Setiawan Brown chub Nama Umum: Tampalbor (sulut) Ciri-ciri: Panjang max 75 cm (TL). Range kedalaman 1-25 m. timur dan barat Australia.

112 .

Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Juvenile biasa ditemukan di area terumbu karang yang sehat. ikan. juvenile berwarna hijau pucat dengan spot hitam memanjang. Terdapat 2 garis hitam memanjang dibelakang mata. Dewasa biasa menjelajah dan istirahat di celah / gua karang malam harinya. dewasa memiliki benjolan di depan kepala.Range 1-100m Distribusi: Indo-pasifik Status: Masuk daftar merah IUCN dan terddaftar Appendix 2 CITES Tipe pemakan: Moluska. Soliter terkadang berpasangan.LABRIDAE Wrasse fish. 113 Habitat: Hidup di area reef slope. bulubabi. laguna dan di alur karang. Ikan Cheilinus undulatus Humphead wrasse / Napoleon wrasse Lokal: lkan Napoleon Ciri-ciri: Panjang max 229 cm (TL). krustacea / Carnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa.

Interval kedalaman 3-50 m. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Indo pasifik ILaut merah dan Timur Afrika . Badan hijau dengan sedikit merah. krustacea dan bulubabi / Zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa. garis diagonal di bawah insang ciri utamanya. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Terdapat beberapa varian (merah. Variannya berwarna merah. Habitat: Di area karang sehat.Kep. sering terlihat sembunyi di karang lunak dan hydroid. Lokasi foto: TN Karimunjawa.Oxycheilinus digrammus Cheeklined wrasse Nama Umum: Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). Marshal dan Samoa) 114 Tipe pemakan: Moluska.

Bentuknya sangat mudah dikenali dengan warna merah terang mulai dr depan dorsal sampai sirip perut dan belakang mata serta garis vertikal dibadan belakangnya Habitat: Di area laguna. Habitat: Didaerah karang yang sehat di laguna dan lereng karang. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 115 Gomphosus varius Bird wrasse Nama Umum: Pinguin ijo Ciri-ciri: Panjang max 30 cm (TL) dicirikan dengan mulut panjang. Tipe pemakan: Zoobenthos (krustacea. pasir dan rubble.Marquesan dan Kep. caeruleus ).Cheilinus fasciatus Redbreasted wrasse Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL).Tuamoto digantikan oleh Gomphosus caeruleus di Samudra Hindia. bintang ular. krustaLokasi foto: TN Karimunjawa. karang beralga dan diarea campuran antara karang. Range kedalaman 4-40 m Distribusi: Indo-pasifik Tipe pemakan: Moluska.Range kedalaman 1-30 m. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . moluska) dan ikan kecil Lokasi foto: Pulau Weh. warna saat juv hingga dewasa serta sebaran distribusinya dengan kembarannya G. Distribusi: Indo-Pasifik: CocosKeeling-Hawai.

ikan kecil. Distribusi: Indo-Pasifik: Timur Afrika-Kep. Tuamoto dan Australia.juv daerah karang beralga dan di hydrozoa. Dewasa sirip ekor trilobe. hanya genus Cheilinus yang memiliki 10 duri dorsal. Kep. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Moluska.Ryukyu dan New Caledonia.echinodermata . Umumnya soliter. hijau kemerahan tipis vertikal di badan. d2 garis putih di pangkal ekor. Habitat: Laguna dan pantai berkarang yang bercampur pasir dan rubble.miripdengan C. trilobatus namun badan berwarna coklat dan memiliki spot hitam di bagian sirip ekor. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 116 Cheilinus trilobatus Tripletail wrasse Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 45 cm (TL). bentik krustacea. Habitat: Dewasa didaerah laguna dan lereng karang. Tipe pemakan: Lokasi foto: Pulau Weh.Cheilinus chlorurus Floral wrasse Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 45 cm (TL). Range kedalaman 1-30m Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Moluska dan crustacea / Zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa. garis tidak beraturan di kepala dan dada.

kenari / trompet kuning (jawa) Ciri-ciri: Panjang max 54 cm(TL). umumnya soliter.Epibulus insidiator Sling-jaw wrasse Nama Umum: Kukuniran (sulut). Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 117 Habitat: Daerah karang yang sehat. Dewasa didaerah lereng karang atau karang terjal. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . cirinya mulut dapat dipanjangkan dan berguna menangkap mangsa. Range kedalaman 1-42 m Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Krustacea kecil dan ikan kecil / karnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. Warna berubah sesuai dengan umur dan variasi ada yang coklat(betina) dan kuning.

krustacea dan bulubabi / zoobenthos . Habitat: Area terumbu karang dari dangkal hingga dalam dan laguna. Juvenile bercorak hitam putih dan berubah saat dewasa. badan biru kehi- jauan dan sirip ekor dan dorsal kuning.118 Lokasi foto: TN Karimunjawa. bagian muka dengan corak merah. Range kedalaman 1-30 m Distribusi: Indo-pasifik Tipe pemakan: Moluska. Jawa Tengah Halichoeres hotulanus Foto by Fakhrizal Setiawan Checkerboard wrasse Nama Umum: Keling perak Ciri-ciri: Panjang max 27 cm (TL).

richmondi) Habitat: Didaerah laguna dan karang yang sehat juga ditemukan dihabitat campuran karang beralga.Halichoeres vroliki Indian ocean pinstriped wrasse Nama Umum: keling strip Ciri-ciri: Panjang max 13 cm (TL). Ekor segitiga dengan garis biru serta dasarnya kuning (mirip H. badan hijau terang dengan 3-4 garis vertikal di punggung serta garis pingk di kepala Habitat: Area terumbu karang dengan Range Kedlaman 2-20m Distribusi: Indo-west pasifik: (Maldives-maluku(Indonesia) dan Laut Andaman Tipe pemakan: Belum diketahui 119 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Range kedalaman 2-15m Distribusi: Pasifik barat( Indonesia. Kepala coklat dengan garis biru. Filipina .PNG. dipangkal sirip pectoral terdapat spot merah. Palau) Tipe pemakan: Belum diketahui Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Halichoeres leucurus Greyhead wrasse Nama Umum: Keling tua Ciri-ciri: Panjang max 13 cm (TL). Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .

Sumatra. Jawa Tengah 120 Halichoeres melanochir Orangfin wrasse Nama Umum: keling biru Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). TaiwanAustralia) Tipe pemakan: Zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa. krustacea dan bulubabi / zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa. berpasangan atau kelompok kecil. Jawa dan Malaysia Tipe pemakan: moluska.Halichoeres chloropterus Foto by Fakhrizal Setiawan Pastel-green wrasse Nama Umum: Keling ijo Ciri-ciri: Panjang max 19 cm (TL). Distribusi: Filipina-GBR. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Distribusi: Pasifik barat (Filipina-Indonesia. Hidup di daerah terumbu karang berpasir dan banyak rubble. pangkal sirip dada terdapat spot hitam. bagian kepala dan badan depan terdapat garis pink menyebar. Range kedalaman 0-10m. Habitat: Habitat di area karang laguna. berwarna hijau cerah. ekor berwarna kuning. badan berwarna ungu. pantai karang dengan pasir dan rubble substratnya. Habitat: Biasa dijumpai soliter. pantai berbatu. Soliter dan memiliki daerah territorial.

JepangAustralia) Tipe pemakan: Zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 121 Halichoeres marginatus Dusky wrasse Nama Umum: Keling coklat Ciri-ciri: Panjang max 18 cm(TL).Halichoeres richmondi (Inisial Fase) Tailspot wrasse / Richmond’s wrasse Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 19 cm(TL). Juv dan betina memiliki sirip ekor oranye atau kuning. palau ) Lokasi foto: TN Karimunjawa. Distribusi: Pasifik barat (jawaIndonesia timur. Range kedalaman 0 30m Distribusi: Indo-pasifik (laut merah dan timur Afrika-Micronesia. Saat Inisial fase sangat mirip dengan H. daerah laguna dan karang yang sehat. ekor hijau dipangkalnya lalu biru dengangaris kuning diujungnya Habitat: Biasa soliter atau kelompok kecil. jantan dikenali dari kepala coklatoranye dan garis biru berantai. melanurus dan H. Muka lebih bersudut. jepang. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Range kedalaman 0-12 m. Badan hijau tua kecoklatan.leucurus yang dibedakan dari spot hitam dan warna ekor. Habitat: Dari laguna hingga daerah karang yang sehat. Filipina.

di reef crest dan lereng karang. 4 garis biru horizontal dan daerah kuning sekitar sirip dada. Tipe pemakan: Zoobnethos Lokasi foto: Pulau Weh. Marshal. Jepang-GBR. Maldives. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Range 0-8 m. Samua dan palau. beberapa garis vertical dibadan dan spot hitam di tengah sirip dorsalnya. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Stethojulis trilineata Three-lined rainbowfish Nama Umum: Es lilin Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL). Australia) Tipe pemakan: Krustacea kecil dan moluska/ zoobenthos 122 Lokasi foto: TN Karimunjawa.Coris batuensis Batu coris Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 17 cm (TL). Habitat: Soliter di habitat pasirdan rubble disekitar karang dan laguna Distribusi: Indo-pasifik (Afrika timur-Kep. Distribusi: Indo-{asifik barat: Laut merah. JepangAustralia. Habitat: Didaerah dangkal yang jernih. badan kehijauan dengan dorsal merah. putih kehijauan dengan bagian bawah sedikit pink.

dewasa didaerah terbuka Distribusi: Indo-Pasifik: Timur Afrika –Line. Range kedalaman 1 . Habitat: Didaerah laguna dan lereng karang. Society.Labroides bicolor Bicolor cleaner wrasse Nama Umum: Dokter asli Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL). berpasangan dan berkelompok didaerah karang. Tipe pemakan: Ectoparasit krustacea dan mucus ikan Lokasi foto: Pulau Weh. Habitat: Soliter. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .Marquesan dan Kep. Jepang dan P. Tinggal di stasiun pembersihan dimana ikan dating untuk dibersihkan. Putih kekuningan di kepala dan kebiruan di belakangnya. Juv soliter . Lord. territorial karena memiliki stasiun pembersih. di goa-goa karang.40m Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Ectoparasit krustacea dan mucus ikan Lokasi foto: TN Karimunjawa. Garis hitam dari mulut dan melenar ke ekor. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 123 Labroides dimidiatus Bluestreak cleaner wrasse Nama Umum: Dokter Ciri-ciri: Panjang max 14 cm (TL).

laguna dan kadang daerah karang berpasir. saat juvenile terdapat 2 garis putih horizontal di badan. Distribusi: Indonesia Tipe pemakan: Belum diketahui Lokasi foto: TN Komodo. badan bawah biru muda terang. Biasa ditemukan dekat karang bercabang. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Habitat: Daerah laguna dan lereng karang dengan tutupan karang yang bagus.5 cm(TL). Habitat: Didaerah rubble didasar disekitar karang. warna bervariasi dan dapat berubah warna saat proses perkawinan. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 124 Cirrhilabrus solorensis (Inisial fase) Solor wrasse Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 11 cm (TL). Range kedalaman 5 35m. Mulut menyerupai tabung. Mata merah cerah Badan atas oranye. kepala violet. Dewasa badan hitam keabuan dengan spot putih memanjang di belakang insang.Labrichthys unilineatus Tubelip wrasse Nama Umum: Keling item Ciri-ciri: Panjang max 17. Range kedalaman 0-20m Distribusi: Indo-Pasifik (Afrika timur Samoa dan Micronesia) Tipe pemakan: Cnidaria / Zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa.

Hemigymnus fasciatus (juv) Barred thicklip Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 80 cm (TL). S. soliter atau kelompok kecil. Habitat: Didaerah laguna dan terumbu karang yang jernih. Badan gelap dengan 5 garis putih vertikal. moluska. zooplankton dan ikan kecil Lokasi foto: Pulau Weh. Bibir semakin tebal sesuai usia.Timur Afrika .French Polynesia.Jepang-Austalia.Tenggara Australia. Jantan dewasa memiliki spot hitam di sirip dorsal dan anal. Tipe pemakan: Zoobenthos Lokasi foto: Pulau Weh. S. Habitat: Didaerah terumbu karang dan reef flats. Juv dan betina dikenali dari badan hitam dengan spot putih. Tipe pemakan: Zoobenthos (cacing. echinodermata). Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Timur Afrika— Micronesia. Juv soliter di celah karang dan membersihkan tubuh ikan lain. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 125 Bodianus axillaris (Juv) Axilspot hogfish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL). dewasa di karang yang terbuka. Juv bersembunyi di karang pantai dangkal. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Kepala hijau dengan bercak pink. bentik krustacea. Jepang .

Pseudocheilinus hexataenia Sixline wrasse Nama Umum: l Ciri-ciri:
Panjang max 10 cm (TL), Badan violet merah dengan 6 garis merah, spot hitam kecil di atas pangkal ekor. Pangkal ekor kehijauan.

Habitat:
Didaerah terumbu karang dan pantai, biasa bersembunyi di sela karang dalam kelompok kecil.

Distribusi:
Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan

Indo-Pasifik: Laut Merah, Afrika Timur - Kep. Tuamoto di French Polynesia, Jepang - Australia.

126

Tipe pemakan: Zooplankton

Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan

127

LETHRINIDAE
Emperor fish, Ikan lencam

Lethrinus erythropterus Longfin emperor Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 50 cm (TL),
Kepala dan tubuh atas berwarna merah kecoklatan, dekat pangkal ekor terdapat 2 garis putih vertical, sirip berwarna kemerahan. Habitat: Didaerah berkarang atau pasir berkarang. Range 2 - 25m. Distribusi: Indo-Pasifik barat (Tanzania n MozambikPNG,Palau) Tipe pemakan: Echinodermata, krustacea, moluska, ikan kecil / Carnivora

128

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan

Lethrinus harak Thumbprint Emperor Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 50 cm
(TL), punggung berwarna hijau muda, bercak hitam besar dibadan yang dikelilingi warna kuning, ada titik biru di depan mata, sirip berwarna merah muda. Habitat: Soliter atau kelompok kecil di perairan dangkal, mangrove, laguna, lamun dan karang. Range 0-20m Distribusi: Indo-west Pasifik Tipe pemakan: Ikan kecil, krustacea, moluska / Carnivora

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan

Gnathodentex aureolineatus Striped large-eye bream Nama Umum: l Ciri-ciri:
Panjang max 30 cm (TL), berwarna perak abu-abu, 4-5 garis coklat dibadan dengan spot kuning dibelakang sirip dorsal. Pangkal sirip dada kuning.

Habitat:
Terumbu karang yang dangkal dan laguna, sering terlihat schooling bergabung dengan ikan lain. Nokturnal, Range kedalaman 3-30m.
Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 129

Distribusi:
Indo-pasifik (Afrika Timur - Kep. Tuamoto di French Polynesia, Jepang-Australia)

Tipe pemakan:
Krustacea kecil, Gastropoda / Zoobenthos

Lokasi foto: Kep. Banyak, Aceh Foto by Tasrif kartawijaya

Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan

Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan

Monotaxis grandoculis Humpnose big-eye bream Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 60 cm
(TL), hitam keabu-abuan, garis vertical putih yang semakin dewasa pudar, daerah sekitar mata kekuningan, Habitat: Didaerah pasir dan rubble dekat karang, soliter atau berkelompok. Aktif malam hari, ukuran dewasa berpotensi ciguatera.Range kedalaman 1-100m Distribusi: Indo-Pasifik (Laut merah dan Timur Afrika-Hawai, Jepang-Australia) Tipe pemakan: Moluska, krustacea, Teripang, Tunikata, Polychaeta/ Zoobenthos

130

Lokasi foto: TN Komodo, NTT Foto by Fakhrizal Setiawan

131

LUTJANIDAE
Snapper fish, Ikan kakap

Lutjanus biguttatus Two-spoted banden snapper Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 25
cm (TL), garis coklat memanjang dari mulut hingga pangkal ekor diselingi garis putih, 2 spot putih dibawah sirip dorsalny, sirip kuning. Habitat: Area terumbu karang, biasanya schooling namun kadang ada juga soliter. Range 3-36m Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan:Carnivora

132

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan

Lutjanus decussatus Checkered snapper Nama Umum: Kakap bata Ciri-ciri: Panjang max 35
cm (TL), wrna dasar putih dengan badan atas tersusun kotak coklat dan bawahnya garis, dengan spot hitam dipangkal ekor. Habitat: Daerah dangakl dan lereng karang, soliter kadang kelompok,range kedalaman 2-30m Distribusi: Indo west Pasifik (selatan India-PNG) Tipe pemakan: Carnivora

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan

Lutjanus monostigma One-spot snapper Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 60 cm
(TL), badan perak kekuningan dengan sirip kuning. Kadang terdapat spot hitam di badan. Badan kadang ciguatoxic. Habitat: Di daerah terumbu karang berada di goa, sela-sela karang besar dan bangkai kapal. Soliter atau berkelompok. Range kedalaman 1-60m. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur - Marqueses dan Kep. Line, utara Kep. Ryukyu , selatan Australia. Tipe pemakan: Carnivora (Ikan dan bentik krustacea)

Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 133

Lutjanus kasmira
Common bluestrip snapper

Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 40 cm
(TL), berwarna kuning2/3 badan, bawah putih dengan 4 strip biru,ekor kuning. Habitat: Schooling di terumbu karang, laguna dangkal, dan lereng karangyang terlindung. Range 3-265m. Distribusi: Indo-Pasifik (Laut merah dan timur Afrika—Kep Marquises dan line, JepangAustralia) Tipe pemakan: Carnivora (ikan, krustacea, cephalopoda,stomatopoda)
Lokasi foto: TN Komodo, NTT Foto by Fakhrizal Setiawan

134

Lokasi foto: Lembeh, Sulut

Lutjanus sebae Foto by Tasrif Kartawijaya Emperor red snapper Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 116 cm (TL), bagian kepala agak melengkung kedalam. Saat
juvenile dan semidewasa warna dasar putih keperakan dengan garis merah dimuka, dorsal depan hingga sirip perut dan ujung sisip anal, di sirip halus dorsal hingga melengkung ke ujung bawah sirip ekor dan di ujung atas sirip ekor. Saat dewasa warna merah seluruhnya. Habitat: Biasa dijumpai didaerah terumbu karang dan berbatu. Juvenile di daerah pantai, air keruh, mangrove, kdang juga disela-sela bulu babi di pantai dangkal. Saat dewasa bergerak ke daerah lebih dalam, berkelompok dalam ukuran yang sama dan kadang juga soliter. Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Selatan Laut Merah dan Afrika Timur - New Caledonia, Jepang dan Australia. Tipe pemakan: Carnivora (ikan, bentik krustacea, cephalopoda,stomatopoda)

135

jmulut coklat gelap. Ikan 136 Amanses scopas Foto by Fakhrizal Setiawan Broom filefish Nama Umum: Ciri-ciri: . Tipe pemakan: Belum diketahui Lokasi foto: Pulau Weh. Distribusi: Indo-Pacsifik: Laut merah. Aceh . Sirip ekor coklat gelap. badan coklat dengan 12 garis gelap.Panjang max 20 cm (TL). Habitat: Didaerah pantai hingga lereng karang yang jernih. biasa didaerah kaya karang dan rubble.MONACANTHIDAE Filefishes. Mozambiqu– Kep. Jepang– GBR di Australia. Range kedalaman 318m. bersembunyi di celah rubble saat didekati. Tuamoto dan Society di French Polynesia. jantan memiliki duri panjang di dekat pangkal ekor.

Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Afrika Timur. Jepang. Tenggara Oceania. memiliki tiga pola warna dasar: abu-abu belangbelang dan coklat. Digantikan Cantherhines sandwichiensis di Kep. atau abu-abu dengan bentuk poligonal yang berdekatan. kadang di daerah keruh. Atlantik timur: Teluk guinea. Tipe pemakan: Zoobenthos (bentik invertebrata) . coklat gelap. Annobon. Terdapat spot putih diatas pangkal ekor. Kep. soliter. Hawai.137 Lokasi foto: Pulau Weh. Aceh Cantherhines pardalis Foto by Fakhrizal Setiawan Honeycomb filefish Nama Umum: Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL). Habitat: Didaerah Terumbu karang hingga lereng karang.

kecoklatan dan abu-abu. Tanjung Verde dan Pulau Ascension. Distribusi: Circumtropical. Atlantic Barat: Nova Scotia. dewasa cokelat dengan garis-garis biru dan titik-titik. . rumput laut. Aceh Foto by Efin Muttaqien Aluterus scriptus Scribbled leatherjacket filefish Nama Umum: Ikan Ayam-ayam Ciri-ciri: Panjang max 110 cm (TL). gorgonian. Memanjang.Atlantic Timur: St Paul's Rocks. mulut cekung.138 Lokasi foto: Pulau Weh. Afrika Selatan. Habitat: Hidup laguna dan terumbu ke arah laut. Bentopelagis. Juvenile mengikuti dibawah objek mengapung di laut terbuka untuk waktu yang lama dan mencapai ukuran besar. sangat pipih. dari Teluk California ke Kolombia Tipe pemakan: Alga. Kaledonia Baru dan Easter Island. sirip ekor bulat dan panjang. Samudera Pasifik: selatan Jepang ke Great Barrier Reef selatan. insang membuka miring dan kepala dengan bintik-bintik hitam kecil tersebar . dan tunicate. remaja coklat kekuningan dengan bintik-bintik gelap. Sesekali terlihat di bawah objek mengambang. Rentang kedalaman 3-120 m. Kanada dan utara Teluk Meksiko ke Brazil. Di Pasifik timur. Pulau São Tomé. hydrozoans. colonial anemones. Dewasa biasanya terlihat di sepanjang lereng pantai dalam atau luar terumbu karang drop-off pada sekitar 20 meter kedalaman.

Acropora nasuta. Aceh Oxymonacanthus longirostris Foto by Fakhrizal Setiawan Harlequin filefish Nama Umum: Ciri-ciri: Panjang max 12 cm (TL). Spot hitam di sirip ekor dengan mulut yang panjang dan kecil. biasa soliter atau berpasangan.139 Lokasi foto: Pulau Weh. badan hijau kebiruan dengan spot oranye tersebar. Habitat: Didaerah laguna dan terumbu karang yang jernih. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur.Heliopora coerulea. Bersarang di dasar karang yang mati kadang di alga. Tipe pemakan: Cnidarians (polyp karang) karang jenis:Acropora acuminate.Porites cylindrical. .French Polynesia. Digantikan Oxymonacanthus halli di lLaut Merah. New Caledonia dan Tonga. Range kedalaman 030 m.Acropora valida. Jepang GBRAustralia. Mozambique .

140 .

Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Gymnothorax flavimarginatus Yellow-edged moray Nama Umum: Belut laut Ciri-ciri: Panjang max 240 cm (TL). dewasa coklat dengan bintik hitam mirip leopard dan area hitam disekitar insang Habitat: Daerah karang dan karang berbatu dengan banyak celah persembunyian.Sangat sensitive terhadap ikan luka atau stress. Habitat: Dasar goa/celah batu dikarang. Range 0-50m.MOORAYNIDAE Surgeon fish. Ikan butana Gymnothorax javanicus Giant moray Lokal:Lindong laut/belut laut Ciri-ciri: Panjang max 300cm (TL). Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Cephalopoda. Range kedlamana 1-150m. badan kekuningan dengan bintik hitam dan coklat tua padat. Bukaan insang hitam . Juv coklat dengan banyak bintik hitam besar. 141 Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Carnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. mata kemerahan. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . ikan dan krustacea / Carnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. Menyerang jika diganggu.

memiliki 3 tentakel berdaging diujung moncong.Rhinomuraenia quaesita Ribbon eel Nama Umum: Belut pelangi Ciri-ciri: Panjang max 130 cm (TL). Marianas dan Marshal) Tipe pemakan: Ikan kecil / Carnivora Lokasi foto: TN Komodo.Juvenil berwarna hitam dengan dorsal kuning. Tentakel tersebut berada dibawah rahang memanjang kedepan. Hanya moray yang mengalami perubahan warna dan kelamin mendadak (protandeus hermaprodit) dimana belut jantan berubah kelamin menjadi betina. 142 Distribusi: Indo-Pasifik (Timur AfrikaKep. NTT (dewasa) Foto by Fakhrizal Setiawan Hidup dilaguna dan daerah karang berpasir.selatan New Caledonia.Tuamoto. Jepang. bersembunyi di lubang dan hanya mengeluarkan kepalanya. Badan biru cerah dengan dorsal kuning.French Polynesia. Habitat: Lokasi foto: TN Komodo. NTT (Juvenil) Foto by Fakhrizal Setiawan . Kep.

Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Rang kedalaman 3 30m. 143 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Indo west Pasifik (Mauritius dan Comoro .Gymnothorax isingteena Spotted moray Nama Umum: Belut sapi Ciri-ciri: Panjang max 180 cm (TL). Habitat: Daerah pantai dengan terumbu karang dan lereng karang. Warna dasar badan putih dengan bentuk tidak beraturanspot hitam besar dan kadang hempir melingkar.Pasifik barat) Tipe pemakan: Carnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa.

144 .

warna dasar putih dengan garis hitam dari mulut hingga belakang dorsal. Habitat: Daerah berpasir dan rubble dekat karang dan laguna. Habitat: Daerah berpasir dan rubble dekat karang. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . moluska.krustacea) 145 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Tubuh merah abu-abu bagian punggung keabu-abuan. Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Zoobenthos (cacing. Range kedalaman 3-25m. spot hitam dekat pangkal ekor. Strip hitam sepanjang sirip kedua dorsal. Ikan jenggot Parupeneus barberinus Dash and dot goatfish Lokal: Ikan jenggot Ciri-ciri: Panjang max 60 cm (TL). dibagian atasnya berwarna kuning dengan spot hitam dipangkal ekor.MULLIDAE Goat fish. Distribusi: Indo-west Pasifik Tipe pemakan: Zoobenthos / cacing plychaeta dan krustacea Lokasi foto: TN Karimunjawa. perut berwarna merah muda. Range kedalaman 0-100 m. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Parupeneus macronemus Long-barbel goatfish Nama Umum: Ikan jenggot Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). dengan garis hitam dari mata ke bagian ekor.

Filipina-Hawai. Laut Andaman– timur Indonesia. badan putih kehijauan. Distribusi: Laut Merah.Parupeneus bifasciatus Doublebar goatfish Nama Umum: Jenggot totol 2 Ciri-ciri: Panjang max 35 cm (TL). Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Range 0-80 m. Distribusi: Indo-Pasifik (Indonesia. Tipe pemakan: Zoobenthos (bentik krustacea dan cacing) dan ikan kecil Lokasi foto: Pulau Weh. JepangAustralia) Tipe pemakan: Zoobenthos Lokasi foto: TN Komodo. Habitat: Didarah laguna dan terumbu karang: juv didaerah reef flats. laguna dan terumbu karang. dewasa disekitar daerah berbatu atau karang. 2 garis di bawah dorsal dan garis pertama memanjang hingga sirip perut. bercak hitam di sekitar mata dan 2 spot hitam samar di badan. French Plynesia. Putih krem dengan spot merah di perut bawah. Habitat: Biasanya soliter atau berpasangan didaerah pantai. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 146 Parupeneus trifasciatus Doublebar goatfish Nama Umum: Jenggot garis Ciri-ciri: Panjang max 35 cm (TL).

Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Zoobenthos/ cacing plychaeta dan krustacea Lokasi foto: Kep. Juv umumnya schooling kecil dan dewasa soliter. New Caledonia dan Rapa. schooling saat siang hari dan malam menyebar untuk mencari makan. perut berwarna putih. Afsel. Tipe pemakan: Ikan kecil dan bentik krustacea Lokasi foto: Pulau Weh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Ryukyu. Semua sirip kuning Habitat: Biasanya schooling didaerah karang dangkal. Kayoa. Hawai . Spot kuning di atas pangkal ekor dan dibawah dorsal. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah. garis memanjang kuning . berbatu dan rubbleo di reef flat.French Polynesia. Badan kombinasi abu keunguankehijauan dan kekuningan.garis biru di sekitar mata Habitat: Didaerah Terumbu karang. Range 5-113 m. Kep.Mulloidichthys vanicolensis Yellowfin goatfish Nama Umum: Jenggot kuning Ciri-ciri: Panjang max 38 cm (TL). laguna dan lereng karang. Maluku Utara Foto by Tasrif Kartawijaya 147 Parupeneus cyclostomus Gold-saddle goatfish Nama Umum: Jenggot totol kuning Ciri-ciri: Panjang max 50 cm (TL).

ujung dorsal berwarna gelap. Jepang) Tipe pemakan: Zoobenthos . badan banyak spot dan bercak hitam. umumnya soliter damun kadang juga berkelompok. garis coklat memanjang dari mulit hingga ekor. sungut kuning.148 Lokasi foto: Pulau Weh dan TN Komodo Upeneus tragula Foto by Fakhrizal Setiawan Freckled goatfish Nama Umum: Jenggot samar Ciri-ciri: Panjang max 33 cm (TL). Distribusi: Indo-west Pasifik (timur Afrika-New Caledonia. Habitat: Biasa di daerah rubble dan pasir di dekat karang.50 m. Range kedalaman 2 . sirip ekor coklat bergaris-garis.

149 .

biru keabu-abuan samar. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Range 1-15 m. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Tipe pemakan: Pentapodus trivittatus Three-striped whiptail Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL). putih keperakan di bawah. Distribusi: Western Pasifik Tipe pemakan: ikan kecil dan zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa. Warna: badan atasabuabu gelap atau coklat zaitun. dua garis kuning satu memanjang dari mulut ke belakang dorsal dan dari belakang mata hingga dekat sirip ekor Habitat: Dikolom perairan daerah berpasir dekat terumbu karang. Habitat: Daerah karang yang jernih dan daerah dangkal banyak rubble.NEMIPTERIDAE Surgeon fish. Garis putih kekuningan memanjang menyempit dari badan ke ekor. Ikan butana Pentapodus aureofasciatus Yellowstripe threadfin bream Common name: Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL). Range 5-20m Distribusi: Indonesia-Samoa dan Tonga 150 Lokasi foto: TN Karimunjawa.

Juv daerah dangkal. ada 3 garis hitam pada badan atas dengan sela -sela kuning Habitat: Daerah berpasir karang. Habitat: Daerah terumbu karang. biasanya schooling. 3 garis diatas kepala. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . abu-abu gelap ke kuningan dibagian atas da putih dibawah badan. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Scolopsis lineata Striped monocle bream Nama Umum: l Ciri-ciri: badan atas coklat zaitun. putih-keperakan di bawah ini.Scolopsis binileata Two-lined monocle bream Common name: Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 23 cm (TL). Range 1-25 m. Juv. Range 4-20 m. soliter atau berpasangan. 3 garis-garis putih kekuningan dari kepala kebadan. 2 garis melengkung dari dekat mata ke dorsal. Distribusi: Timur samudara Hindia dan Pasifik barat Tipe pemakan: Zoobenthos dan ikan kecil Lokasi foto: TN Karimunjawa. Distribusi: Indo-west Pasifik Tipe pemakan: Zoobenthos dan ikan kecil 151 Lokasi foto: TN Karimunjawa. juv sendiri daerah perairan dangkal. laguna atau rubble.

cacing polychaeta dan ikan kecil / Carnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 152 Habitat: Daerah dasar berpasir di area terumbu karang. Juv garishitam sempit sepanjang punggung (hanya pada beberapa spesimen) dan hitam. Distribusi: Pasifik barat:(Laut cina selatan-Vanuatu and timur laut Australia. Beberapa dengan perut kekuningan. abu-abu gelap dari kepala hingga bawah dorsal. moluska.) Tipe pemakan: Krustacea kecil. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Range kedalaman 1-20 m.Scolopsis margaritifera Pearly monocle bream Common name: Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 28 cm (TL). variasi warna antara populasi di Hindia dan Pasifik: juvenile kurang warna garis kuning di Samudra Hindia dan dewasa menunjukkan bagian belakang yang gelap dibandingkan dengan bentuk Pasifik.

153 .

Species digantikan Ostracion cyanurus di Laut Merah dan Teluk Aden. Badan hitam kecoklatan dengan spot putih dipunggung dan kuning di sisi badan. Tipe pemakan: Zoobenthos (sponge dan tunikata) dan bentik alga Lokasi foto: Pulau Weh. Juv biasa dijumpai dekat Acropora. Distribusi: Indo-Pasifik dan Pasifik timur: Subspecies Ostracion meleagris camurum ditemukan di Hawai dan Ostracion meleagris clippertonense Di Pasifik Timur. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Range kedlaman 1-35m. soliter. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Afrika Timur. Kedalaman 0-30m. Tipe pemakan: Zoobenthos. Hawai dan Kep. Spot berkurang dan warna menjadi kusam menjadi kebiruan seiring pertumbuhan. Kep. ikan kecil dan alga bentik Lokasi foto: Pulau Weh. Habitat: Dihabitat laguna dan lereng karang yang jernih. Ikan kotak Ostracion cubicus (Juv) Yellow boxfish Nama Umum: Buntel kuning Ciri-ciri: Panjang max 45 cm (TL). Habitat: Didaerah laguna dan karang semi tertutup.OSTRACIIDAE Boxfishes. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 154 Ostracion meleagris Whitespotted boxfish Nama Umum: Buntel item Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL). Jepang– New Zealand.Tuamoto.Ryukyu. Juv kuning cerah dengan spot hitam.

155 .

PEMPHERIDAE 156 Pempheris vanicolensis Foto by Rizya L. ujung sired dorsal berwarna hitam Habitat: Biasa ditemukan daerah pantai berbatu dan terumbu karang. Filipina. Distribusi: Indo-west Pasifik (laut merah . sirip anal terlihat jelas garis hitam di ujungnya. Aceh . Ardiwijaya Vanikoro sweeper Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL). dan laut mediterania) Tipe pemakan: Zoobenthos dan zooplankton Lokasi foto: Pulau Weh. bdan berwarna coklat. biasanya warna agak kehijaun terlihat dibagian tasa.Samoa. Malam mencari makan dan kembali kegua sebelum terbit fajar. Dewasa biasa schooling di goa-goa atau daerah terlinding di karang saing hari.

157 .

Ikan Cicak 158 Lokasi foto: Pulau Weh. Aceh Parapercis hexophtalma Foto by Fakhrizal Setiawan Speckled sandperch Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 29 cm (TL). Tipe pemakan: Zoobenthos . dan Afrika Timur .PINGUIPEDIDAE Sandperches fish. Jepang .Micronesia dan Samoa. Badan putih dengan keabuan di punggung dan bercak hitam kecoklatan merata di badan.GBR Australia. Distribusi: Samudra Hindia: Laut Merah. spot hitam dengan ujung putih di ekor Habitat: Didaerah pasir dan rubble didasar area laguna dangkal dan lereng karang yang terlindung.

25m.Jepang dan Indonesia dan Papua New Guinea. Dorsal transparan dengan serentetan spot hitam diujung dan tengah. Distribusi: Indo-Pasifik barat : teluk Bengal .159 Lokasi foto: Pulau Weh. Habitat: Didaerah berbatu dan karang mulai dari dangkal hingga dalam dengan dasar yang berpasir. Tipe pemakan: Belum diketahui . Range kedalaman 6 . badan keputihan dengan 7-8 persegi coklat yang terhubung garis di sisi bawah badan. Aceh Parapercis tetracantha Foto by Fakhrizal Setiawan Reticulated sandperch Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 26 cm (TL).bercak hitam di bawah mata serta garis hitam tak beraturan memanjang melewati katup insang.

160 Lokasi foto: TN Karimunjawa. warna dasar putih. tanda gelap yang tidak beraturan di punggung. Jawa Tengah Parapercis sp. Sirip ekor kuning Habitat: Daerah karang dan pantai yang dasarnya pasir atau rubble. 9 garis hitam di kedua sisi badan dengan spot hitam ditiap garisnya. Soliter atau kelompok kecil. Foto by Fakhrizal Setiawan Yellowtail sandperch Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 14 cm (TL). Range kedalaman 3-20 m Distribusi: Indonesia Tipe pemakan: Zoobenthos .

Spt putih pada sirip ekor. Kep. Tipe pemakan: Zoobenthos . Badan krem dengan pola coklat b di punggung. Habitat: Didaerah terumbu karang mengelompok. Distribusi: Indo-Pasifik: Mauritius dan Maldives . pasir disela karang dan karang berbatu. dua spot coklat tak beraturan di badan bagian atas dan bawah serta dihubungkan dengan spot kuning memanjang di sisi badan. Range kedalaman 3-30 m. Ryukyu Jepang . rubble.GBR Australia.French Polynesia.161 Lokasi foto: Pulau Weh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Parapercis millipunctata Black dotted sand perch Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL).

162 .

Lokasi foto: Pulau Weh.PLESIOPIDAE Devilfishes. goa atau celah karang. warna badan hitam kecoklatan dengan spot putih menyebar diseluruh badan dan sirip kecuali sirip dada. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Distribusi: Indo-pasifik (Laut merah dan Afrika timur-Pulau Line. Range kedalaman 3-50 m. Ikan cupang laut Calloplesiops altivelis Comet Nama Umum: cupang laut Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL). Pangkal sirip dorsal terdapat spot hitam dilingkari putih dan spot kuning di bagian atas pangkal ekor. Jepang-Australia) Tipe pemakan: Bentik crustacean dan ikan kecil / karnivora Lokasi foto: Pulau Weh. Apabila terancam dapat menirukan/ mimikri seperti mouray. Nocturnal. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 163 Habitat: Didaerah karang.

164 .

Sulut Foto by Shinta T. cacing dan ikan kecil Lokasi foto: Lembeh. Jawa Tengah Juvenil schooling dalam jumlah banyak. Distribusi: Indo Pasifik Tipe pemakan: Krustacea. Pardede . sirip dorsal dan anal bersambung dengan sirip caudal/ekor. sebuah tulang bergigi tunggal sangat berbisa di awal punggung pertama dan setiap sirip dada. moluska. Range kedalaman 1-60 m. 4 pasang sungut. Dewasa dalam kelompok yang lebih kecil di area terumbu karang.PLOTOSIDAE Plotosus lineatus Striped eel catfish Nama Umum: Lele laut Ciri-ciri: Panjang max 32 cm (TL). 165 Habitat: Lokasi foto: TN Karimunjawa.

166 .

bagian mata gelap dengan garis kebiruan dekat mata. berpasangan atau berkelompok.Tuomoto. juvenil dengan bintik hitam besar pada bagian basal lunak sirip dorsal. Badan kuning dengan garus lengkung putih dibatasi hitam dari dekat insang hingga pangkal ekor. Bagian belakang sirip anal garis lengkung kuning dan biru berjalan sejajar dengan kontur tubuh. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Habitat: Biasa terdapat didaerah karang yang sehat di laguna atau lereng karang. dari sirip punggung hitam kebiruan. New Caledonia) Tipe pemakan: Tunikata dan spong / zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa. sirip ekor kuning. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Soliter . Distribusi: Indo-Pasifik (Laut merah dan Timur Afrika– Kep. Jepang-GBR.POMACANTHIDAE Angel fish. 167 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Ikan enjel Pygoplites diacanthus Regal angelfish Nama Umum: Enjel doreng asli Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL).

Habitat: Juvenile menyukai perairan dangkal yang terlindung.Pomacanthus semicirculatus Semicircle angelfish Nama Umum: Brustun roti Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). Dewasa bagian depan berwarna coklat kehijauan. Juvenil species ini berwarna biru kehitaman dengan garis setengah lingkaran. bagian tengah kekuningan. Dewasa di daerah karang yang sehat yang menyediakan banyak tempat bersembunyi. 168 Distribusi: Indo-west Pasifik (laut merah dan timur Afrika-Samoa. perubahan warna dari jvenil ke dewasa dalam rentang ukuran 8-16 cm. Soliter dan berpasangan. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . banyak bintik biru disisinya. Range kedalaman 1-30 m. JepangAustralia) Tipe pemakan: Sponge. tinikata dan alga / Zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa.

Solomon. selatan Australia. Habitat: 169 Lokasi foto: TN Karimunjawa.Malaysia dan Indonesia . Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . dewasa menyukai daerah karang yang sehat. anal memiliki bintik biru. Juvenil berwarna kehitaman dengan 15 garis biru putih melengkung di sisi badan. Tipe pemakan: Sponge. sirip ekor. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Juvenil lebih suka didaerah karang yang dangkal. Distribusi: Indo-Pasifik (Kep. Badan banyak binti-bintik biru. Ryukyu .Kep. Mengeluarkan suara apabila diganggu.Pomacanthus sexfasciatus Sixbar angelfish Nama Umum: Kambingan biru Ciri-ciri: Panjang max 46 cm (TL). Dewasa coklat kekuningan dengan 6 garis hiteam vertikal. Kepala kehitaman dengan garis vertikal putih. Soliter kadang berpasangan. tunikata dan alga / zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa. Range kedalaman 3-50 m.

Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Pomacanthus navarchus Bluegirdled angelfish Lokal: Bidadari bercadar Ciri-ciri: Panjang max 28 cm (TL). Maluku Utara Foto by Tasrif Kartawijaya . Garis biru muda sejajar di wajah dari bawah mata. sekitar insang hingga bawah berwarna hitam dengan tepi biru. Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Zoobenthos 170 Lokasi foto: Pulau Weh. Habitat: Daerah karang sehat dari laguna hingga lereng karang. mata tertupup garis hitam. Sirip biru muda. Habitat: Juv daerah dangkal. sirip dada dan perut biru tua dengan banyak bintik-bintik biru muda. Dewasa kuning cerah badan dan ekor. Perubahan warna terjadi dari ukuran 8-12 cm. Juvenil berwrna hitam kebiruan dengan garis putih melingkar konsentris. dewasa garis kuning diagonal. Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Sponge dan tunikata / zoobenthos Lokasi foto: Kep.Pomacanthus imperator Emperor angelfish Lokal: Enjel betmen Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). Kayoa. dewasa daerah goa/celah di daerah karang yang sehat. range 1-100 m. Range 3-40m. dan pada daerah yang tepat di belakang kepala. juv hitam dengan garis biru muda melingkar. mulut putih.

Vanuatu. Komodo. Habitat: Biasa di daerah dangkal dan lereng karang. Depan dorsal spot kuning. spot hitam di atas kepala dan belakang kepala. garsi hitam disirip anal. badan putih dengan 4 garis memanjang. tubuh pendek kuning. Distribusi: Indo-west Pasifik (Jepang-Australia. dorsal atas hotam. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Range Kedalaman 3-40 m. buntut cagak memanjang. Samoa) Tipe pemakan: Sponge dan tunikata / zoobenthos Lokasi foto: Pulau Weh. mulut biru. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 171 Apolemichthys trimaculatus Threespot angelfish Nama Umum: Enjel kuning Ciri-ciri: Panjang max 26 cm (TL). Japan. timur Afrika. Memiliki harem 3-7 betina. Range kedalaman 1035 m. Distribusi: Indo-West Pacific: Indo-Malayan region. Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: TN. GBR Australia.Genicanthus Lamarck Blackstriped angelfish Nama Umum: Enjel putih Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL). Habitat: Di daerah laguna dan karang dangkal. Betina dengan garis hitam yang luas pada punggung dan tepi bagian perut.

Pangkal ekor. Garis hitam memanjang dari kepala hingga bawah. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Centropyge eibli Blacktail angelfish Nama Umum: Enjel abu doreng Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL). Daerah sekitar sirip perut oranye.sebagian muka depan kuning dengan mulut biru. SriLanka-timur PNG) Tipe pemakan: Sponge. Badan 2/3 hitam abu-abu dan sisnya putih. Habitat: Daerah terumbu karang dan jarang di laut terbuka. Range kedalaman 0-30 m. Bentuk sangat mirip dengan juvenile Acanthurus tristis. tunikata dan alga berfilamen / zoobenthos 172 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Sri Lanka .Chaetodontoplus mesoleucus Vermiculated angelfish Nama Umum: Kepe palsu Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). Ekor kuning. Distribusi: Indo-west pasifik (Indonesia-Jepang. sekilas mirip Chaetodontidae namun dibedakan dari opercula tulang belakangnya yang kuat.Indo-Malay timur. Range kedalaman 1-20m. Lokasi foto: Pulau Weh. Habitat: Didaerah karang berbatu dan lereng karang yang sehat. Badan abu-abu gelap dengan garis coklat keemasan di sisi badan. Membentuk harem 3-7 individu. belakang dorsal hinga sirip ekor hitam. Tipe pemakan: Bentik alga dan cnidarians (hard coral).

173

POMACENTRIDAE
Damsel fish, Ikan betok laut

174

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jawa Tengah

Amphiprion clarkii Foto by Fakhrizal Setiawan Yellowtail clownfish Nama Umum: Giru pasir Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL), Sangat bervariasi secara geografis dalam bentuk
dan warna. Dua garis putih, satu vertikal di belakang mata dan satunya memanjang dari dorsal hingga di adepan anal. Pangkal sirip ekor putih, dengan bagian berwarna kekuningan. Ovipar dan monogamy. Habitat: Daerah laguna karang dangkal dan lereng karang. Berasosiasi dengan anemon jenis: Cryptodendrum adhaesivum, Entacmaea quadricolor, Heteractis aurora, Heteractis crispa, Heteractis magnifica, Heteractis malu, Macrodactyla doreensis, Stichodactyla gigantea, Stichodactyla haddoni, Stichodactyla mertensii . Range 1- 60m. Distribusi: Indo-west Pasifik (Teluk Persia-barat Australia, Kep. Indo-Australia, Melanesia, Micronesia, Taiwan dan Jepang) Tipe pemakan: Omnivora

175

Amphiprion ocellaris Foto by Fakhrizal Setiawan Clown anemonefish Nama Umum: Ikan badut, nemo, kelonpis Ciri-ciri: Panjang max 11 cm (TL), warna badan oranye dengan tiga garis putih lebar,
bagian yang tengah berbentuk segitiga maju ke dekat sirip dada. Sirip ekor bulat. Habitat: Daerah karang yang dangkal dan tenang. Diurnal, protandrous hermaprodit. Berpasangan monogamy. Berasosiasi dengan anemone jenis: Heteractis magnifica, Stichodactyla gigantea, dan Stichodactyla mertensii . Range kedalaman 1-15 m. Distribusi: Indo-west Pasifik Tipe pemakan: Omnivora

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jawa Tengah

176

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jawa Tengah

Amphiprion perideraion Foto by Fakhrizal Setiawan Pink anemonefish Nama Umum: Pelet tambah Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL), Warna dasar oranye. Sirip transparan. Satu garisputih mengikuti kontur punggung dari atas mulut hingga batang ekor. Garis vertikal putih di antara kepala dan katup insang. Habitat: Daerah karang dangkal yang tenang, diurnal, monogami, protandrous hermaphrodit. Berasosiasi dengan anemone jenis: Heteractis magnifica (umumnya), Heteractis crispa, Macrodactyla doreensis, and Stichodactyla gigantea . Dibeberapa tempat malah berbagi tempat di anemone dengan A. akallopison. Range 1-38 m. Distribusi: Western Pasifik Tipe pemakan: Omnivora

Amphiprion sandaracinos Yellow clownfish Nama Umum: Pelet Ciri-ciri: Panjang max 14 cm
(TL), badan oranye dengan garis putih memanjang dari mulut hingga dekat ekor

Habitat: Biasa dijumpai didaerah
laguna dan lereng karang. Biasa berpasangan atau kelompok kecil. Monogami. Protandrous hermaprodit. Biasa berasosiasi dengan anemone jenis: Heteractis crispa dan Stichodactyla mertensii. Range 3-20 m.
177

Distribusi: Western pasifik
(Pulau cristmas, dan Australia barat-Kep. Ryukyu, Taiwan, Filipina, PNG, Kep. D’Entrecasteux, New Britain dan Kep. Solomon)

Tipe pemakan: Omnivora

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan

178 Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan

Amphiprion akallopisos Skunk clownfish Nama Umum: Pelet Ciri-ciri: Panjang max 11 cm (TL), Badan berwarna oranye dengan garis putih memanjang dari atas mulut hingga ekor. Inilah yang membedakan dengan A. sandaracinos. Habitat: Biasa ditemukan didaerah karang dangkal dekat pantai namun ada juga di
daerah lereng karang dengan arus cukup kuat. Protandeus hermaprodit. Berpasangan dan monogami. Setipa anemone dengan satu betina lebih besar dan pejantan fungsional yang lebih kecil. Jantan mengalami perubahan jenis kelamin juvenile berkembang menjadi jantan fungsional. Biasa berasosiasi dengan jenis anemone: Heteractis magnifica dan Stichodactyla mertensii. Range kedalaman 3-25 m. Distribusi: Indo-west pasifik (Afrika timur, Madagaskar, Kep.Comoro, Seychelles, Laut Andaman, Sumatra, Jawa) Tipe pemakan: Bentik alga dan zooplankton (omnivora)

Amphiprion ephippium Saddle anemonefish Nama Umum: Giro tompel (aceh), tompel Jakarta (Jakarta) Ciri-ciri:
Panjang max 14 cm (TL), badan oranye kemerahan dengan spot hitam besar di badan bagian belakang. Juvenil tidak memiliki spot hitam tapi memiliki garis putih memanjang hanya di belakang kepala.

Habitat:
179 Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan

Didaerah karang dangkal dengan perairan agak keruh dan teluk yang tertutup dimana kecerahan berkurang. Biasa ditemukan sepasang. Berasosiasi dengan anemon: Entacmaea quadricolor and Heteractis crispa .Range kedalaman 1-15 m.

Distribusi:
Samudra Hindia timur: Laut Andaman, Kep. Nicobar, Thailand, Malaysia, Sumatra dan Jawa di Indonesia.

Tipe pemakan:
Zooplankton dan bentik alga

Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan

Solomon. Jawa Tengah kepala. Berasosiasi dengan anemone Entacmaea quadricolor. Range kedalaman 1-16 m. juvenile dan jantan merah cerah sedang betina merah hati. Kep. Distribusi: Indo-west Pasifik (Asia tenggara. memiliki tulang belakang yang menonjol di bagian Lokasi foto: TN Karimunjawa.Vanwatu. Jantan ukurannya lebih kecil dari betina Habitat: Daerah laguna dan karang yang terlindung. Australia) Tipe pemakan: Zooplankton dan alga bentik / Omnivora . Biasa ditemukan berpasangan .180 Premnas biaculeatus Foto by Fakhrizal Setiawan Spinecheek anemonfish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 17 cm (TL).

Amblyglyphidodon aureus Golden damselfish Nama Umum: Betok kuning Ciri-ciri: Panjang max 13 cm (TL). Juvenile biasa ditemukan dalam kelompok kecil di dekat gorgonian atau karang hitam. Ryukyu. 181 Lokasi foto: TN Karimunjawa.45 m. Kep. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . laguna dan karang terjal berarus.Fiji. New Caledonia) Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: TN Karimunjawa. Badan kuning oval. dewasa bagian kepala agak keunguan sedikit. Range kedalaman 3 . Biasa berada dekat dengan Gorgonian /kipas laut dimana mereka meletakan telurnya. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Pasifik barat(Laut Andaman dan Pulau Christmas . Habitat: Hidup didaerah lereng karang.

Amblyglyphidodon batunai Batuna damselfish Nama Umum: Betok perak Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL).12 m. Biasa ditemukan soliter atau berpasangan di atas karang. Habitat: Daerah laguna dan karang dangkal. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Indo-west Pasifik (Maldives dan Indonesia) 182 Tipe pemakan: Belum diketahui Lokasi foto: TN Karimunjawa. Badan perak kehijauan. Distribusi: Lokasi foto: TN Karimunjawa. Biasa berada dekat koloni karang besar. Range kedalaman 0 . Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .

Range kedalaman 2-45 m.Amblyglyphidodon leucogaster Yellowbelly damselfish Nama Umum: Betok perut kuning Ciri-ciri: Panjang max 13 cm (TL). Populasi di Indonesia umumnya dengan perut kuningoranye . sirip lunak dorsal (total): 12-13. duri dorsal (total): 13. Distribusi: Indo-west Pasifik Tipe pemakan: Copepoda. dan sebagian kecil dari alga /Omnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. mysids. Variasi warna tergantung geofrafis. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . larva Crustacea. telur ikan. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 183 Mendiami lagunakarang dan lereng karang. Habitat: Lokasi foto: TN Karimunjawa. amphipods. Sirip lunak anal: 12-14. Soliter atau dalam kelompok kecil. sirip duri Anal: 2.

Juvenil sering terlihat dekat karang lunak jenis Sarcophyton dan Sinularia.Ryukyu . Populasi di Indonesia berwarna hijau dengan garis kehitaman saat dewasanya.Samoa dan Tonga. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . memiliki beberpa variasi geografis. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Daerah laguna dan lereng karang bagian luar.selatan GBR) Tipe pemakan: Zooplankton dan filamentous alga Lokasi foto: TN Karimunjawa. Utara kep.40 m. Range kedalaman 1 . Habitat: Lokasi foto: TN Karimunjawa. Malaysia . Papua berwarna lebih keperakan dengan garis kehijaun dengan range dari jepangAustralia timur. Makan sering berkelompok didaerah karang.Amblyglyphidodon curacao Staghorn damselfish Nama Umum: Betok strip ijo Ciri-ciri: Panjang max 13 cm (TL). 184 Distribusi: Pasifik barat ( Rowley shoals.

Badan putih keabu-abuan. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Pasifik barat (Timur Samudra Hindia-Jepang dan Australia) Tipe pemakan: Alga.Abudefduf bengalensis Bengal sergeant Nama Umum: Ciri-ciri: Panjang max 17 cm (TL). oval dengan 6-7 garis hitam. 185 Lokasi foto: TN Karimunjawa.6 m. ciri khasnya bentuk ekor cagak yang membulat dan berwarna redup. gastropoda dan krustacea kecil / Omnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. Sangat territorial. Habitat: Biasa ditemukan sendiri atau kelompok kecil di daerah laguna dan karang dangkal. Range kedalaman 1 .

New Britain. badan abu-abu dengan 5 garis putih vertikal. Habitat: Didaerah karang berbatu serta lereng curam dengan arus dan gelombang sedang. Range kedalaman 1-12 m. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . sirip ekor berwarna kuning. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Indo-Pasifik barat: Afrika timur. Afrika selatan. Lokasi foto: Pulau Weh. Sumatra di Indonesia.Abudefduf notatus Yellowtail sergeant Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 17 cm (TL). 186 Tipe pemakan: Bentik alga dan zooplankton Lokasi foto: Pulau Weh. Biasa ditemukan dalam schooling namun kadang soliter. timur Papua New Guenia dan Jepang.

zoobnethos(bentik copepod). Range kedalaman 0 . badan putih krem dengan 6-7 garis abu gelap. Lokasi foto: Pulau Weh.Abudefduf septemfasciatus Banded sergeant Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 23 cm (TL). Lokasi foto: Pulau Weh.Kep. Jepang . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan .3 m. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 187 Distribusi: Indo-Pasifikc: Afrika timur . Tipe pemakan: Bentik alga. Sangat territorial. Line dan French Polynesia. Habitat: Habitat didaerah laguna dan terumbu karang berbatu dangkal dengan gelombang sedang.GBR Australia. dan zooplankton.

188 Tipe pemakan: Zooplankton dan alga / omnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Distribusi: Indo-Pasifik (laut merah. Rapa).Abudefduf sexfasciatus Scissortail sergeant Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 16 cm (TL). Biasa berada di karang lunak dan koloni hydroid. Habitat: Daerah pantai. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Range kedalaman 1 . ciri khasnya adalah memiliki garis hitam di bagian cagak ekornya. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Tuomoto. karang berbatu dan trumbu karang yang baik. Badan putih dan agak kehijaun saat dewasa dengan 5 garis hitam. Kep. Lord Howe dan Kep. Mozambique hingga Jepang.20 m.

moluska.Australia.Australia. cacing). hingga daerah pecah gelombang. daerah kuning di badan atas.Abudefduf sordidus Blackspot sergeant Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 23 cm (TL). Habitat: Didaerah laguna berbatu. Habitat: Di daerah rataan trumbu hingga lereng karang serta daerah berbatu. Juvenil biasa di daerah pasut. sangat territorial. Jepang . Pitcairn. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Abudefduf vaigiensis Indo-Pacific sergeant Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL). Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Jantan menjaga telurnya. Range kedalaman 0-3 m. terdapat spot hitam di pangkal ekor atas dan dibagian bawah sirip dorsal halus. rataan terumbu.French Polynesia. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah an Afrika Timur . Abu-abu dengan 5 garis hitam atau biru tua vertikal. memijah dalam jumlah besar. alga bentik dan ikan kecil) Lokasi foto: Pulau Weh. Tipe pemakan: Omnivora (zoobenthos. Berkelompok. zooplankton. Kadangkadang schooling. zooplankton dan detritus 189 Lokasi foto: Pulau Weh. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah an Afrika Timur .hawaidan Kep. badan abu-abu dengan 5-6 garis gelap. Tipe pemakan: Zoobenthos (bentik krustacea. Jepang .

Distribusi: Pasifik barat Tipe pemakan: Alga bentik Lokasi foto: TN Karimunjawa. Range kedalaman 1 .timur Australia dan Vanuatu) Tipe pemakan: Omnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa.Sulawesi. varian yang bagian dada agak kuning dari Papua . Soliter dan teritorial.12 m.12 m. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 190 Dischistodus melanotus Black-vent damsel Nama Umum: Betok susu Ciri-ciri: Panjang max 16 cm (TL). badan hijau kecoklatan dengan garis putih besar. Badan putih dengan bercak pink disekitar insang. bagian badan atas dari kepala hingga tengah dorsal hijau kehitaman dengan batas kuning dan sebagian perut bawah dekat anal. Range kedalaman 1 .Dischistodus prosopotaenia Honey-head damsel Nama Umum: Betok susu Ciri-ciri: Panjang max 17 cm (TL). Distribusi: Indo-west Pasifik (varian normal tersebar dari Singapura . Habitat: Mendiami daerah berpasir di laguna dan terumbu karang. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Habitat: Memilih di daerah pasir dan rubble di area laguna dan terumbu karang.

Range kedalaman 1 . Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 191 Chrysiptera oxycephala Blue-spot demoiselle Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 9 cm (TL). dan padang lamun. garis bpingk dengan batas biru di antara mata dan mulut. Bagian depan kepala kehijaun. Palau) Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: TN Karimunjawa. PNG. Putih krem dengan 2-3 spot hitam agak memanjang. pasir di daerah karang. Garis abu-abu samar dari atas mulut ke mata.range 1-16 m.abu-abu kekuningan dengan banyak bintik biru di badan. Filipina.Dischistodus perspicillatus White damsel Nama Umum: Betok susu Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). Habitat: Daerah patch reef.10 m. Distribusi: Indo-west Pasifik Tipe pemakan: Alga bentik dan detritus Lokasi foto: TN Karimunjawa. laguna dangkal. Didaerah laguna dan karang dangkal. Habitat: Biasa berkelompok dalam jumlah besar. Juv biru cerah yang hilang saat dewasa. Distribusi: Western central Pasifik (Indonesia.

Jepang . Spot hitam d belakang sirip dorsal.30 m. range kedalaman 3-35 m. Soliter atau kelompok kecil. rubble atau daerah karang berbatu dangkal. Tonga dan GBR Australia. Habitat: Di Daerah pantai karang beralga. bagian kepala hingga tengah dorsal kuning sisa badan lainnya coklat keunguan. Distribusi: Pasifik Barat: Laut Andaman .Fiji. Palau. Tipe pemakan: Bentik Alga Lokasi foto: Pulau Weh. Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Laut Merah dan Afrika Timur .Fiji.Chrysiptera unimaculata Onespot demoiselle Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL). Soliter. Habitat: Didaerah kaya karang di laguna dalam dan lereng karang serta rubble.GBR Australia. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Tipe pemakan: Bentik Alga dan zooplankton Lokasi foto: Pulau Weh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 192 Chrysiptera talboti Talbot's demoiselle Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 6 cm (TL). Range kedalaman 0 . badan abu gelap. sekitar sirip dada berwarna kuning dan spot hitam dikelilingi biru di bagian belakang sirip dorsal..

Habitat: Di daerah laguna dan terumbu karang . Christmas serta Guam. Tipe pemakan: Bentik alga dan zooplankton Lokasi foto: Pulau Weh. Kenya. badan kuning dengan bercak hitam dibagian pangkal belakang sirip dorsal. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Reunion. Distribusi: Samudra Hindia (diketahui hanya di Pulau Weh) Tipe pemakan: Alga 193 Lokasi foto: Pulau Weh. Thailand.Chrysiptera sp. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Chromis dimidiata Chocolatedip chromis Nama Umum: Betok 1/2 Ciri-ciri: Panjang max 9 cm (TL). Sisanya berwarna putih mulai dari sirip anal. Laut Andaman. Distribusi: Samudra Hindia: Laut Merah. Maldives. kepala kuning dan warnanya memanjang hingga sirip dorsal belakang. bagian atas badan terdapat garis biru yang memangjang dari depan mata hingga pangkal sirip ekor. Chagos. Tinggal dekat dengan substrat. Range kedalaman 1-36 m. Sumatra dan P. Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 7 cm (TL. Kep. Habitat: karang dan batu berkarang di daerah dangkal hingga lereng karang. coklat gelap 1/2 dari kepala hingga badan depan. Afsel. 1/2 sirip dorsal dan sirik caudal. Mauritius. Tanzania. berkelompok di atas karang dan dilereng karang.

Jantan yang bersarang berwarna kuning. New Caledonia. fitoplankton. Habitat: Berkelompok di Acropora bercabang. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . laguna dan lereng karang. Biasa dijumpai kelompok besar di koloni karang bercabang. Habitat: Dearah karang dangkal.French Polynesia. Badan hijau kebiruan. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah . Lokasi foto: Pulau Weh. warna Hijau pucat hingga biru terang. Range 0-12 m. ekor cagak dan sangat mirip dengan C. Jawa Tengah 194 Chromis viridis Blue green damselfish Nama Umum: Betok ijo / jae-jae Ciri-ciri: Panjang max 8 cm (TL). Jepang.Chromis atripectoralis Foto by Fakhrizal Setiawan Black-axil chromis Nama Umum: Betok ijo / jae-jae Ciri-ciri: Panjang max 12 cm (TL). Distribusi: Indo Pasifik Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: TN Karimunjawa. daerah laguna dan karang dangkal. Range kedalaman 1-29 m. viridis hanya dibedakan dengan spot hitam dipangkal sirip dadanya. dan bentik alga. Tipe pemakan: Zooplankton.

Kep. Distribusi: Indo-Pasifik: laut Merah dan Afrika timur . Distribusi: Pasifik barat Tipe pemakan: Zooplankton dan alga bentik Lokasi foto: TN Karimunjawa. Habitat: Schooling di atas karang bercabang di daerah laguna hingga lereng karang yang jernih. coklat cerah dengan ujung sirip dorsal. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan .Ryukyu. Garis hitam di bagian cagak ekor merupakan ciri khasnya. anal dan cagak caudal hitam. coklat dengan warna pudar dibagian bawah perut.Samoa dan Tonga. Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: Pulau Weh. Range kedalaman 2-40 m. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 195 Chromis ternatensis Ternate chromis Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL). New Caledonia.Chromis atripes Dark-fin chromis Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 9 cm (TL). Range kedlaman 3 36 m. Habitat: Daerah karang yang sehat dan lereng karang.

Indonesia.Chrysiptera springeri Springer's demoiselle Nama Umum: Betok neon Ciri-ciri: Panjang max 6 cm (TL). dengan bercak hitam dibagian atas kepala. Distribusi: Pasifik barat (Indonesia-Filipina) Tipe pemakan: Zooplankton dan alga bentik Lokasi foto: TN Karimunjawa. Habitat: Daerah karang. Range kedlaman 2-30 m. sirip ekor dan anal. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Tipe pemakan: belum diketahui . Range kedalaman 2-15 m. mirip dengan C. kepala biru neon dan badan atas juga. pasir dengan alga. biasa berada dikoloni Acropora bercabang. Distribusi: Western Central Pacific (Micronesia . Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 196 Pomacentrus auriventris Goldbelly damsel Nama Umum: blu kuning Ciri-ciri: Panjang max 7 cm (TL). Kuning badan bawah. Habitat: Habitat karang yang sehat dan laguna. Biasa kelompok kecil didasar. Pulau Christmas) Lokasi foto: TN Karimunjawa.cymatilis.

Distribusi: Samudra Hinia timur dan Pasifik barat Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: TN Karimunjawa.Range kedalaman 2-35 m. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 197 Chrysiptera rex King demoiselle Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 7 cm (TL). Badan bawah putih krem. Distribusi: Indo-west Pasifik Tipe pemakan: Alga Lokasi foto: TN Karimunjawa. Juv pink cerah. Range kedalaman 1-20 m. Habitat: Biasa ditemukan didaerah karang. Bagian atas badan krem kecoklatan. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .Chrysiptera rolandi Rolland's demoiselle Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 7. warna bervariasi. laguna. kepala abu-abu. Habitat: karang dari dangkal hingga lereng karang. karang dengan rubble.5 cm (TL). umumnya badan bagian kepala kebawah hingga belakang dorsal gelap dan bagian bawahnya putih krem.

territorial (terutama saat memijah). bagian atas dorsal hitam. Tuamoto. Bagian kepala coklat dengan garis hitam dibelakangnya. Range 1-50 m. carneus. sisip perut hitam. badan krem kecoklatan. berkelompok diatas karang bercabang. Samudra Hindia diganti oleh D. Distribusi: Indo-west Pasifik (Laut merah. Berkeloompok di karang bercabang dan menjari. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . bentik invertebrate dan alga 198 Lokasi foto: Pulau Weh. Tipe pemakan: Zooplankton. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Dascyllus reticulatus Reticulate dascyllus Nama Umum: Dakocan putih Ciri-ciri: Panjang max 9 cm (TL). Afrika timurline. ekor transparan. Jepang-Australia) Tipe pemakan: Zooplankton. Distribusi: Samudra Pasifik.marquesan dan Kep. Habitat: Biasa didaerah laguna dan karang. zoobenthos dan alga bentik Lokasi foto: TN Karimunjawa. dasar putih denga 3 garis hitam. Range 0-20 m.Dascyllus aruanus Whitetail dascyllus Nama Umum: Dakocan belang Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL). Habitat: Biasa dilaguna dangkal dan karang dangkal. depan mata putih. garis hitam di belakang vertikal dari dorsal ke anal.

Australia. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . juv ada spot putih dai kepala dan di badan atas. Distribusi: Indo-Pacific: Red Sea and East Africa to the Line and Pitcairn islands. Not found in the Hawaiian and Marquesan islands. sela-sela bulubabi dan karang bercabang. north to southern Japan. Habitat: Daerah karang dan karang berbatu. dewasa spot dorsal putih samar dan yang di kepala hilang. badan hitam. Tipe pemakan: Zooplankton. Range kedalaman 1-55 m.Lokasi foto: TN Karimunjawa. south to Sydney. biasa juga di anemone. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 199 Dascyllus trimaculatus Threespot dascyllus Nama Umum: Dakocan item Ciri-ciri: Panjang max 14 cm (TL). sirip hitamkecuali transparan sirip dada dan belakang dorsal.

Neoglyphidodon nigroris Black-and-gold chromis Nama Umum: Manukan Ciri-ciri: Panjang max 13 cm (TL). krustacea kecil. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Range 2-23 m. Soliter. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Ada 2 bentuk (yang hitam ekor cagak dari Laut Andaman-Bali – Jepang) dan (Pasifik barat). tunikata pelagis / Omnivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. 200 Tipe pemakan: Alga. Yuang keduanya bercampur di Bali. Habitat: Daerah karang yang sehat di laguna dan lereng karang. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Juvenil berwarna kuning dengan 2 garis hitam memanjang. Dewasa warna kuning diganti hitam dengan 2 garis vertikal di katup insang.

Range kedalaman 0-6 m. batu dan pasir.Australia. Tipe pemakan: Alga bentik Lokasi foto: Pulau Weh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 201 Mendiami daerah reef crest dan daerah karang dangkal. Pitcairn. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Afrika Temur .Marshall dan Kep. Juvenile memiliki spot hitam di dorsalnya dibelakang garis putih di tengah badan. Juvenil suka berada di zona intertidal di reef crest. Jepang . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Habitat: Lokasi foto: Pulau Weh. Juvenile juga biasa ditemukan di teluk yang terlindung.Plectroglyphidodon leucozonus Singlebar devil Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 12 cm (TL). Dewasa cokalt gelap dengan garis putih lebar di tenagah badannya. dewasa biasa di area agak dalam.

Solomon. schooling dalam jumlah besar di ddekat koloni besar karang bercabang. Australia. Habitat: Daerah laguna. anal dan sirip ekor kuning. Indo-Malay dan Vanuatu.abu-abu hijau kebiruan dengan sirip belakang dorsal. Dalam kelompok kecil di daerah sub-tidal. Distribusi: Western central Pasifik ( Filipina selatan-Indonesia.Kep.5 cm (TL). karang dangkal. Range kedalaman 1 . Habitat: Di daerah lereng karang dan alur karang yang lebih dalam. Kep. Solomon-New Caledonia) Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: TN Karimunjawa. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Garis hitam di cagak ekor. Tipe pemakan: Zooplankton Lokasi foto: Pulau Weh. PNG dan Kep. Range 2-15 m.12 m. Spot hitam dipangkal sirip dada serta di operculum atas. Taiwan. warna hijau metalik dengan spot biru kecil dekat katup insang atas. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 202 Neopomacentrus azysron Yellowtail demoiselle Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 8 cm (TL). Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Afrika Timur .Neopomacentrus anabatoides Silver demoiselle Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 10.

pantai berkarang di daerah banyak alga dengan substrat karang becabang. Habitat: Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . China. Juvenil berwarna kuning oranye di bagian perut dan coklat di punggungnya dengan banyak garis biru dan spot di muka dan bagian belakang. Philippines. New Britain dan Kep. Indonesia.Hemiglyphidodon plagiometopon Lagoon damselfish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). Laut Timor (Ashmore Reef). New Guinea. Distribusi: Pasifik barat( Thailand (Phuket). Badan coklat gelap. Solomon) Tipe pemakan: Alga Lokasi foto: TN Karimunjawa. Great Barrier Reef. Australia barat. bagian kepala coklat terang dengan gradasi coklat gelap di belakangnya. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 203 Biasa dijumpai di daerah laguna yang terlindung. Range kedalaman 1-20 m.

Badan coklat dengan banyak bintik biru terang. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Afrika Timur . ikan kecil Lokasi foto: Pulau Weh. zoobenthos. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 204 Plectroglyphidodon lacrymatus Whitespotted devil Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL). Tipe pemakan: Bentik alga.Australia. dan lereng karang. . Umumnya berasosiasi dengan Acropora dan Pocillopora. Habitat: IDi daerah Karang yang sehat. Badan coklat dengan pangkal sirip ekor dan ekor putih yang dibatasi dengan garis hitam didepannya. Jepang . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan .Australia. Tipe pemakan: Detritus.Marshal dan Kep.Plectroglyphidodon dicki Blackbar devil Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 11 cm (TL). Habitat: Didaerah laguna dan terumbu karang jernih. Putih krem dari sirip ekor hingga pangkal ekor. Range kedalaman 115 m. fitoplankton dan bentik invertebrata. jepang . Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur French Polynesia. Lokasi foto: Pulau Weh. alga bentik. Society. Range kedalaman 1-40 m. di laguan jernih. serta daerah campuran dengan rubble dan karang mati.

Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Pomacentrus chrysurus Whitetail damsel Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 9 cm (TL).. badan berwarna coklat gelap dengan ciri khasnya spot kuning di bagian sirip lembut dorsal belakangnya. Punggung berwarna kuning dari mulut hinnga dorsal belakang. dan Palau) Tipe pemakan: Alga bentik / herbivora 205 Lokasi foto: TN Karimunjawa. PNG. Ryukyu.Solomon. Habitat: Daerah laguna dan terumbu karang dengan banyak rubble. Range kedalaman 1-16 m. Range kedalaman 0-3 m. Indonesia. Badan coklat abu-abu dengan sirip ekor putih. Juvenile berwarna abu kebiruan dengan spot hitam di dorsal. utara Kep. Spot berangsur menghilang saat dewasa.Kep.5 cm (TL). Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Distribusi: Western Central Pacific (Filipina. Solomon. Kep.Pomacentrus burroughi Burrough's damsel Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 8. Habitat: Mendiami daerah berpasir di laguna dan pantai berkarang. selatan New Caledonia) Tipe pemakan: Alga/ herbivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. Distribusi: Pasifik barat (Pulau Christmas.

Garis tipis dibagian dorsal atas. daerah pasir/batu di karang. Tonga) Tipe pemakan: Alga dan zooplankton . Juvenile bagian atas badan agak kebiruan dengan spot hitam di dorsal belakang. Distribusi: Pasifik barat (Indonesia. Thailand) Lokasi foto: TN Karimunjawa. Habitat: Daerah terumbu karang dan biasa bersama jenis lain sehingga sulit teridentifikasi.Pomacentrus cuneatus Wedgespot damsel Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 9 cm (TL). Range kedalam 2-40 m. umumnya kuning cerah . abu-abu kecoklatan dengan spot biru di katup insang atas. New Caledonia. Malaysia. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 206 Lokasi foto: TN Karimunjawa dan TN Komodo Pomacentrus amboinensis Foto by Fakhrizal Setiawan Ambon damsel Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL). karang. Distribusi: Pasifik barat( Indonesia-Vanuatu. warna badan bervariasi. Habitat: Daerah laguna. Range 1-15 m. Juv berwarna kuning dan biru diatasnya dengan spot hitam di belakang dorsal yang menghilang saat dewasa.

Distribusi: Pasifik barat (Indonesia-Taiwan. Abu-abu merata dengan spot hitam dipangkal sirip Lokasi foto: TN Karimunjawa.Ryukyu. Range 1-14 m.Tonga. Ryukyu).Soluter/kelompok. P. Tipe pemakan: Alga dan krustacea planktonic 207 Pomacentrus alexanderae Foto by Fakhrizal Setiawan Alexander's damsel Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 9 cm (TL). Distribusi: Pasifik barat (Laut Andaman . Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 9 cm (TL). Kep. Habitat: Laguna. Range 1-60 m. badan kuning dengan batas sirip anal berwarna hitam. karang dangkal hingga dalam. Jawa Tengah dada/pectoral Habitat: Daerah laguna. remis/bernacle. copepoda. gastropoda kecil / omnivora .Pomacentrus moluccensis Lemon damsel Lokasi foto: TN Karimunjawa.Lord Howe. terumbu karang dengan banyak karang bercabang. telur ikan. Tipe pemakan: Alga.Fiji. Kep.

New Caledonia. dewasa laguna– lereng karang.Rowley Shoals. Range 1-12 m. Ryukyu) Tipe pemakan: Bentik alga dan zooplankton 208 Lokasi foto: TN Karimunjawa.Pomacentrus philippinus Philippine damsel Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (FL). zooplankton Lokasi foto: TN Karimunjawa. Dewasa hitam kebiruan. utara Kep. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Neoglyphidodon melas (Juvenil) Bowtie damselfish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 18 cm (TL). Habitat: Daerah laguna. Biasa sendiri/berkelompok kecil. Spot hitam di pangkal sirip dada/ pectoral. Habitat: Juv di karang bercabang. Distribusi: Indo-West Pacific (Maldives . lereng karang. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Perubahan warna terjadi pada ukuran 5-6 cm. Distribusi: Indo-west Pasifik Tipe pemakan: Bentik alga. ujung dorsal dan anal kuning tua. Tonga.badan biru ungu kehitaman dengan warna ekor.Fiji.range kedalaman 1-12 m. zoobenthos. juvenil badan biru terang dengan garis kuning besar dari mulut hingggasirip dorsal serta sirip perut dan anal ujungnya biru kehitaman. Soliter/berpasangan. karang drop-off.

209 .

210 Habitat: Lokasi foto: TN Pulau Weh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan .PRIACANTHIDAE Priacanthus hamrur Moontail bullseye Nama Umum: lkan Mata belo Ciri-ciri: Panjang max 45 cm (TL). Jepang. Mata merah besar yang menjadi ciri khasnya serta ekor cagak yang membentuk seperti bulan sabit. Kadang ditemukan di lautan samudra. Namun di aceh ditemukan dikedalaman dangakal. Range kedalaman 5250 m. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Jarang ditemukan didaerah dangakal di karang. Australia) Tipe pemakan: Ikan dan zoobenthos / carnivora Lokasi foto: TN Pulau Weh. warna merah namun kadang ada juga yang perak kemerahan dengan 15 spot hitam sepanjang gurat sisi. Distribusi: Indo-Pasifik (Laut merah dan selatan Afrika .French Polynesia.

211 .

Keduanya punya pola garis hitam yang melengkung dari mulut hingga punggung. Distribusi: Indonesia. Varian yang merah memiliki pola titik putih kuning memanjang mengikuti pola lengkungan garis hitam. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Range kedalaman 3 . 212 Habitat: Biasa ditemukan berada dipasir atau rubble di daerah karang. terdapat 2 variasi satu coklat merah dan satunya putih. Ikan baracuda Pseudochromis perspicillatus Southeast Asian blackstripe dottyback Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang total 12 cm (TL).27 m. Filipina dan PNG Tipe pemakan: Belum diketahui Lokasi foto: TN Komodo. hidup soliter.PSEUDOCHROMIDAE Baracuda fish.

terdapat garis hitam melewati mata. warna dasar badan abu-abu dengan spot kuning yang berantai membentuk strip dibadan. Range kedalaman 5-40 m. Habitat: Umumnya soliter namun kadang berpasangan. Ditemukan di daerah laguna dan karang yang mengarah ke laut dan daerah curam di terumbu karang.Kayoa. Ekor kuning. Maluku Utara Pseudochromis splendens Foto by Tasrif Kartawijaya Splendid dottyback Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 13 cm (TL). Distribusi: Eastern Indo-West Pasifik (timur Indonesia) Tipe pemakan: Belum diketahui . Suka dijumpai dekat dengan spong dan karang. Ujung sirip dorsal dan ventral biru terang. Mulut kuning muda.213 Lokasi foto: Kep.

NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Indonesia. Sabah dan Filipina 214 Tipe pemakan: Ikan kecil / Carnivora Lokasi foto: TN Komodo. Range kedalaman 2 .20m. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Lokasi foto: TN Komodo. Habitat: Biasa terlihat berlindung dicelah batu/ karang. anal dan caudal merah. garis kuning vertikal . memiliki 3 varian warna.Labricanus cyclophthalmus Fire-tail devil Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 22 cm (TL). sirip dorsal. Sudah dapat ditangkarkan. Soliter tau berpasangan. varian ini memiliki ciri badan hijau kekuningan dengan 10 garis hijau tipis.

215 .

Maluku Utara Foto by Tasrif Katriwijaya . secara bertahap menjadi seragam hijau gelap saat dewasa. Ikan Kakatua Bolbometopon muricatum Green humphead parrotfish Nama Umum: Kakatua besar Ciri-ciri: Panjang max 130 cm (TL).Line. Fase utama adalah kusam abu-abu dengan bintik-bintik putih tersebar. dewasa di luar laguna dan terumbu ke arah laut hingga kedalaman minimal 30 m. Kep. tidak seperti ikan kakatua umumnya. Yaeyama dan Wake. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Habitat: Juvenil ditemukan di laguna. dan memiliki permukaan luar nodular untuk paruhnya yang besar . 216 Lokasi foto: TN Karimunjawa.Kayoa.SCARIDAE Parot fish. memiliki profil kepala menonjol yang berubah hijau menjadi merah muda. jenis terbesar dari varies kakaktua.Samoa dan kep. Biasanya dalam kelompok kecil. Tidur di gua-gua dan sering ditemukan di bangkai kapal di malam hari Distribusi: Indo-Pasifik (Laut merah dan Afrika timur . GBR dan New Caledonia) Tipe pemakan: Memakan alga bentik dan alga di karang dan juga kerang-kerangan Lokasi foto: Kep.

perlahanlahan menjadi biru sesuai usia. P. Rapa) Tipe pemakan: Herbivora Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jantan menonjol dibagian dahinya.Chlorurus microrhinos Steephead parrots Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 70 cm (TL). Rottnest. Ekor berbentuk sabit. dewasa biasa berkelompok. juvenil sekitar 8 cm hitam putih dengan beberapa garis-garis horizontal. P.Kep. Ukuran lebih besar sampai sekitar 20 cm seragam gelap. Lokasi foto: TN Karimunjawa. coklat kehijauan. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Line dan Pitcairn. Garis biru memanjang di belakang mulut jantan dewasa dibawahnya putih kebiruan. Kep. juvenile umumnya soliter. Distribusi: Samudra Pasifik (Indonesia. Lord howe dan P. Filipina. Ryukyu. Jenis yang jarang berwarnacokelat kekuningan seragam. Range kedalaman 1-35 m. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 217 Habitat: Biasa ditemukan didaerah laguna dan terumbu karang.

dewasa membentuk harem. mengalami perubahan warna selama pertumbuhannya. juv badan putih dengan bagian kepala antara mata dan insang merah juga di ujung ekor. Habitat: Juvenil di daerah laguna. Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Alga di karang / herbivora 218 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Territorial. Range kedalaman 3-36 m. GBR) Tipe pemakan: Alga bentik Lokasi foto: TN Komodo. atol dan daerah curam di lereng karang. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Cetoscarus bicolor (Juvenil fase) Bicolour parrotfish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 90 cm (TL). Distribusi: Indo-Pasifik (Laut merah-Tuamoto. Dewasa bdan hikau dengan banyak spot pink di wajah. Dewasa. Dewasa dasar kuning dengan bagian atasnya biru kehijauan dan sekitar mulutnya. Habitat: Laguna dan karang. Kuning-kuning oranye dengan garis biru dibadan (4-5 garis). cagak ekor dan disekitar wajah (IP). P. Izu. Juv soliter.Scarus ghoban (Inisial fase) Blue-barred parrotfish Common name: Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 90 cm (TL). NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . range 1-30 m. dorsal terdapat spot hitam dikelilingi merah. karang. laguna.

Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Alga bentik Lokasi foto: TN Karimunjawa. pantai dan lereng karang luar. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . rubble hinga karang yang sehat.Pasifik lebih monokromatik. Habitat: Daerah laguna. Distribusi: Indo-Pasifik Tipe pemakan: Alga bentik Lokasi foto: TN Karimunjawa. Hindia cenderung fase kemerahan. ada perbedaan warna antara Pasifik dan Hindia. Umumnya soliter. Habitat: Daerah kaya karang di laguna. Range kedalaman 050 m. Range kedalaman 0-15 m. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 219 Scarus niger Dusky parrotfish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). Dewasa ciri khasnya di pangkal ekor yang berwarna lebih terang.Chlorurus sordidus Daisy parrotfish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). juvenile berkelompok. juvenile dikenali dari binti-bintik hitam kembar pada ekornya. mengalami perubahan warna saat pertumbuhan.

Soliter atau berkelompok kecil. Distribusi: Indo-West Pasifik (IndiaVanuatu.Scarus quoyi Quoy's parrotfish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). utara Kep. ciri utamanya adalah hijau stabilo pada bagian atas pangkal ekornya. Range kedalaman 2-18 m. badan berwarna pingk di bagian perut dan dibagian atas kehijauan. Palau di Micronesia) 220 Tipe pemakan: Alga bentik Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan .Ryukyu. Habitat: Daerah kaya karang di pantai hingga lereng. selatan New Caledonia.

221 .

Queensland) Tipe pemakan: Krustacea / zoobenthos . badan kemerahan dengan garis lebih gelap. Sembunyi sepanjang siang dan aktif malam hari. Jepang-Australia. Habitat: Daerah laguna dan terumbu karang. scorpion fish / Ikan lepu 222 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Sepasang tentakel diatas mata memanjang. Sirip dada termodifikasi dengan tulang sirip memanjang seperti tali dengan spot biru di tiap ruasnya. Jawa Tengah Pterois antennata Foto by Fakhrizal Setiawan Broadbarred firefish Nama Umum: Lepu ayam. 1/2 biting (perdagangan) Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL). Range kedalaman 2-50 m. Distribusi: Indo-Pasifik (Afrika timur-Kep Marquesan.SCORPAENIDAE Lion fish.

Range kedalaman 2-55 m.Sumatra) Tipe pemakan: Carnivora Lokasi foto: Pulau Weh. pantai keruh dan karang. cokelat kemerahan dengan banyak garis gelap tipis pada tubuh dan kepala. Species pantai umumnya lebih gelap. Duri dorsal sangat berbisa Habitat: Daerah laguna. laut Andaman .Pterois volitans Red lionfish Nama Umum: Lepu ayam politan Ciri-ciri: Panjang max 38 cm (TL). Distribusi: Samudra Hindia ( Laut merah. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 223 Pterois muricata Indian lionfish Nama Umum: Lepu ayam Ciri-ciri: Panjang max 35 cm (TL). Range kedalaman 2-50 m. Umumnya ditemukan sembunyi dengan posisi menempel terbalik . kadang hampir hitam di daerah estuaria. bervariasi dalam warna umumnya disesuaikan dengan habitat. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . pantai dan karang. Distribusi: Samudra Pasifik Tipe pemakan: Ikan kecil dan zoobenthos / carnivora Lokasi foto: Pulau Weh. Siang hari bersembunyi dari matahari dan aktif malam hari (nokturnal). Dewasa memiliki sebuah duri kecil di sepanjang pipi dan bintik-bintik kecil di sirip median Habitat: Daerah laguna.

224 Distribusi: Lokasi foto: Pulau Weh.Scorpaenopsis oxycephala Tassled scorpionfish Nama Umum: Lepu Batu Ciri-ciri: Panjang max 36 cm (TL). Terdapat kulit dibawah mulutnya seperti jenggot berwarna oranye kemerahan. Duri dorsal beracun. utara Taiwan. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan .Mariana. Memiliki banyak variasi warna dan pola. Afrika selatan . Habitat: Habitat daerah karang yang jernih serta habitat campuran karang dan batu. Bentuk serta warnanya sangat mendukung dalam penyamaran untuk menyergap mangsanya. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Indo-west Pasifik (laut merah.Kep. Palau dan Guam (Micronesia)) Tipe pemakan: Ikan kecil dan invertebrate bentik / Carnivora Lokasi foto: Pulau Weh. Mulut yang agak panjang berwarna lebih cerah dari badannya.

moncong yang relatif pendek. Duri dorsal dapat menyuntikkan bias/racun yang bersumber dari kelenjar di bawah duri dorsalnya. Marquesan dan Society. garis lebih coklat di permukaan sirip dada bagian dalam. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Samudra Pasifik (Australia. Indonesia. Range kedalaman 1-75 m. Biasanya mengubur diri dalam substrat pasir atau berkamuflase di rubble untuk menjebak mangsa. Tanda segitiga hitam sempit di dalam mulut di depan rahang atas gigi belakang. Aceh Foto by Yudi Herdiana .Scorpaenopsis macrochir Flasher scorpionfish Nama Umum: lepu tembaga Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL).Tidak ada bercak hitam hampir sama besar dengan mata di permukaan bagian dalam sirip dada. mata relatif besar. Tulang hidung tunggal. Lokasi foto: Pulau Weh. punuk di punggung kurang jelas terlihat. Tongan dan Micronesia) Tipe pemakan: Carnivora Lokasi foto: Pulau Weh.Kep. selatan Rowley shoals. 225 Habitat: Biasa dijumpai di daerah campuran pasir dan rubble di rataan terumbu dan laguna dangkal. Filipina .

226 .

Distribusi: Indo-West Pasifik ( Laut merah dan natal.Niue. Jantan merah kekuningan dan hijau dengan sirip merah dengan spot ungu. Pejantan sangat territorial dan memiliki harem. utara Jepang. Ikan kerapu 227 Lokasi foto: Pulau Weh dan Komodo Pseudanthias squamipinnis (Sub family Foto by Fakhrizal Setiawan Anthiniae) Scalefin Anthias Nama Umum: lkan Antias Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL). Range kedalaman 2-20 m. Afrika selatan . terdapat beberapa variasi warna baik jantan maupun betina. betinaoranye dengan garis kuning dan ungu memanjang dari belakang mata hingga katup insang dekat sirip. Berkelompok dalam jumlah yang banyak. Selatan Australia) Tipe pemakan: Zooplankton .SERRANIDAE Anthias. Habitat: Biasa ditemukan diatas koloni karang di daerah laguna dan lereng karang. Grouper fish. protogynous hermaprodit.

Distribusi: Indo-Pasifik ( Laut merah-Mozambik. Habitat: Daerah kaya karang dan jernih di laguna dan terumbu karang. Range kedalaman 1-60 m. Sirip ekor dabelakang dorsal kuning.228 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Utara Jepang. Phoenix. Kemungkinan pulau-pulau di Samudra Hindia) Tipe pemakan: Ikan dan krustacea / carnivora . timur Kep. Dewasa badan abu kehijaun denngan spot merah tersebar di badan. selatan Australia. Jawa Tengah Anyperodon leucogramicus Foto by Fakhrizal Setiawan Slender grouper Nama Umum: Kerapu sunu Ciri-ciri: Panjang max 65 cm (TL). juvenile memiliki warna biru dengan garis oranye kemerahan dan 10-12 spot hitam di ekornya.

French Polynesia dan Kep. . Durban. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah.Lord Howe. Range kedalaman 1-40 m.229 Lokasi foto: Pulau Weh.Pitcairn. kepiting. Juvenile lebih menyukai perairan dangkal dan terlindung dengan bersembunyi di karang. sirip ekor. badan coklat dengan 5-6 garis coklat redup. dada perut dan ujung anal dan dorsal biru gelap dengan spot biru terang. udang.Ogasawara. Afsel . Tipe pemakan: Carnivore ( ikan. Kep.Ryukyu dan Kep . Spot biru terang di seluruh badan. Aceh Cephalopholis argus Foto by Fakhrizal Setiawan Peacock hind Nama Umum: kerapu Ciri-ciri: Panjang max 60 cm (TL). Habitat: Biasa dijumpai di berbagai variasi habitat terumbu karang. Australia dan P. cacing).

Di habitat rubble. Habitat: Umumnya di daerah pesisir. coklat kehijauan dengan 7-8 garis vertikal samar-samar di badan. Diandric protogenynous hermaphrodite. Palau. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Tipe pemakan: Carnivora (ikan . Comoro. Madagascar. anal dan pojok caudal hitam dengan ujung kebiruan. Range kedalaman 1 . Laut Andaman. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 230 Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Kenya . Indonesia. Jawa Tengah Foto by Rian Prasetia . Sirip coklat dengan ujung di sirip dorsal. karang yang agak keruh.64 m.selatan Mozambique Aldabra. Sering terlihat soliter dan berpasangan saat memijah.Cephalopholis boenak Chocolate hind Nama Umum: Kerapu karet Ciri-ciri: Panjang max 30 cm (TL). dan bentik krustacea) Lokasi foto: TN Karimunjawa.

mulai muncul spot biru di badan dan kuning berkurang. Range kedalaman 1-50 m. Habitat: daerah karang dangkal yang terlindung. Solomon. Tipe pemakan: Carnivora (bentik krustacea dan ikan) Lokasi foto: TN Karimunjawa. Juvenil coklat gelap dengan sirip dorsal. Jawa Tengah . Ukuran 9 cm . New Britain dan Kep. Palau. anal. dada dan ekor kuning terang. badan terdapat garis coklat samar 4-5 baris. padang lamun. dan karah yang sehat. Dewasa coklat kemerahan ditutupi spot biru. Distribusi: Pasifik Barat: Filipina .Australia.231 Cephalopholis cyanostigma Foto by Fakhrizal Setiawan Bluespotted hind Nama Umum: l Ciri-ciri: panjang max 40 cm (TL).

Lokasi foto: Lembeh. New Caledonia dan selatan Queensland di Australia. Nicobar .Cromileptes altivelis Humpback grouper Nama Umum: Kerapu bebek Ciri-ciri: Panjang max 70 cm (TL). Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya .Broome di barat Australia. Tipe pemakan: Ikan kecil (Carnivora) dan krustacea Lokasi foto: Lembeh. badan putih krem kehijaun dengan spot hitam kecoklatan menyebar di seluruh badan hingga ke siripsiripnya. mudah dikenali dari bentuk kepala yang kecil mengkerucut. Juga ditemukan di sekitar terumbu karang dan di kolam pasang surut. Timur Samudra Hindia: Kep. Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya 232 Distribusi: Pasifik Barat: Selatan Jepang Palau. Habitat: Umumnya mendiami laguna dan karangterumbu ke arah laut serta daerah keruh. Guam. Pertumbuhan sangat lambat.

Saat remaja memiliki garis yang mirip dengan C. dan daerah jernih di karang.Durban dan Kep. Line. sexmaculata dan dibedakan dari spot dimulutnya yang beralur biru. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah .150 m. Membentuk harem dengan 2-12 betina.Cephalopholis miniata Coral hind Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 45 cm (TL).merah gelap dengan bintik biru terang di badan serta sirip kecuali sisip dada. badan oranye kemerahan . termasuk pulau-pulau di Samudra Hindia dan barat-timur Pasifik Tipe pemakan: Carnivora (bentik krustacea dan ikan) Lokasi foto: Pulau Weh. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 233 Biasa di temukan di daerah karang pesisir. Habitat: Lokasi foto: Pulau Weh. dinding karang yang banyak terdapat goa. Juvenil kuning dengan spot biru samar. Range kedalaman 6 .

NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . a junior synonym of Cephalopholis aurantia) Lokasi foto: Pulau Weh.French Polynesia dan Kep. Tipe pemakan: Carnivora Lokasi foto: TN. Kadang salah identifikasi dengan Cephalopholis aurantia. Ciri khasnya terdapat garis biru melingkar mengikuti kontur ekor diujung sirip ekor. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Habitat: Biasa dijumpai di perairan karang agak dalam.Ryukyu GBR Australia. Komodo. kadang terlihat banyak bercak kemerahan dibadan. Range kedalaman 6 .Cephalopholis spiloparaea Strawberry hind Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 30 cm (TL). Kep. soliter. Mozambique (15°S) . Pitcairn. badan oranye kemerahan.108 m. (atau sebagai Cephalopholis analis. 234 Distribusi: Indo-Pasifik: Pinda.

Afrika Selatan . Badan coklat gelap dengan spot dan bercak putih yang banyak di badan. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur . Epinephelus summana.235 Lokasi foto: Pulau Weh. Aceh Epinephelus coeruleopunctatus Foto by Fakhrizal Setiawan Whitespotted grouper Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 76 cm (TL). Range kedalaman 2– 65 m. Biasa juga dijumpai di celah dan goa karang. Habitat: Habitat di daerah berbatu atau karang yang subur di laguna atau di lereng karang.Fiji Tipe pemakan: Carnivora (ikan dan bentik krustacea) . Kadang sangat mirip dengan 3 spot putih lainnya: Epinephelus ongus. dan Epinephelus corallicola. Sirip ekor dipangkal berwarna putih dan bagian belakangnya hitam gelap.Timur London. Juvenil di daerah pasang surut.

umumnya memiliki 5-6 garis agak gelap vertikal di badan. . echinodermata. Warna lebih gelap di bagian kepala namun kadang bergaris-garis. Selatan Queensland (Australia) dan P. Habitat: Umumnya didaerah lereng karang dengan kedalaman lebih dari 15 m.Afrika Selatan hingga laut Arafura. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Epinephelus fasciatus Blacktip grouper Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). Jepang. juga didaerah teluk yang tertutup dan laguna yang dangkal. bentik krustacea) dan ikan. Korea. Tipe pemakan: Zoobenthos(moluska. Terdapat spot hitam di sirip dorsal.Lord Howe. Range kedalaman 4-160 m. Distribusi:Indo-Pasifik: Laut Merah . warna bervariasi dali putih krem hingga kecoklatan.236 Lokasi foto: TN Karimunjawa.

Distribusi:Indo-Pasifik: Afrika Selatan . Jawa Tengah Epinephelus mera Foto by Fakhrizal Setiawan Honeycomb grouper Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 32 cm (TL) warna dasar kuning dengan spot polygonal warna coklat. mon in shallow lagoon and semi-protected seaward reefs.50 m. Range kedlaman 1 .French Polynesia Tipe pemakan: Carnivora (ikan dan bentik krustacea) . Bentuk kepala yang agak meruncing dengan spot lebih kecil di banding badan. Habitat: Biasa ditemukan di daerah laguna dangkal dan karang yang semi tertutup.237 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Juvenil umumnya terlihat di selasela acropora bercabang.

badan coklat dengan banyak spot putih halus dikepala. Bercak putih besar muncul saat dewasa.Kep.Epinephelus ongus White-streaked grouper Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). New Caledonia. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Marshal. Tipe pemakan: Carnivora ( ikan. Fiji. dan bentik krustacea ) Lokasi foto: TN Karimunjawa. Habitat: Di daerah pantai dan laguna juga lereng karang deimana banyak celah dan goa karang. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 238 Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Afrika Timur . Juvenil spot putih lebih besar mrip polkadot dengan badan lebih gelap. sirip dan badan. Kep. Lokasi foto: TN Karimunjawa. dan utara Australia.Ryukyu. Range kedlaman 5 25 m.

Australia. Kadang salah identifikasi dengan Epinephelus macrospilos atau Epinephelus hexagonatus. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Pasifik Barat: Jepang . Tipe pemakan: Carnivora (ikan . 239 Lokasi foto: TN Karimunjawa. mulai dari laguna hingga lereng karang. Habitat: Didaerah karang yang agak keruh. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . cacing dan bentik krustacea) Lokasi foto: TN Karimunjawa. Range kedalaman 1– 50 m. badan putih dengan polygon coklat yang lebih rapat. Laut Andaman.Epinephelus quoyanus Longfin grouper Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL).

240 .

Indonesia. Ikan beronang. Range kedalaman 1– 25 m. spot kuning besar di bawah pangkal sirip halus dorsal. Malaysia. lamun dan karang dangkal. Taiwan. Ryukyus. badan abu-abu kusam dengan spot oranye keemasan menyebar di badan. 241 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Toleran terhadap salinitas rendah. Habitat: Di habitat pantai yang agak keruh didekat mangrove. Jawa Tengah Siganus guttatus Foto by Fakhrizal Setiawan Goldlined spinefoot Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 42 cm (TL). Thailand. semadar. duri dorsal beracun. Filipina dan Palau. Kepala dengan garis dan spot oranye. Distribusi: Samudra Hindia Timur dan Pasifik Barat: Laut Andaman. Jenis ini dilaporkan aktif di malam hari.Viet Nam. Tipe pemakan: Zooplankton dan bentik alga . Singapura. Laut China Selatan.SIGANIDAE Rabit fish. China. Berpasangan maupun dalam kelompok kecil.

Duri dorsal beracun. Toleran terhadap kekeruhan. mulai dari daerah berpasir dengan spot-spot karang maupun yang tutupannya rapat. Sri Lanka. Malaysia. kuning di bagian tubuh atas hingga ekor. Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Selatan India. Juvenil bisanya di daerah mangrove dan pindah ke daerah karang saat dewasa.12 m. Ryukyu. Range kedalaman 1 . Indonesia dan daerah utara Australia. Jawa Tengah Siganus virgatus Foto by Fakhrizal Setiawan Barhead spinefoot Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 30 cm (TL). dan sisa lainnya keabuan. Filipina. dua garis coklat diagonal di bagian depan. Singapore. Taiwan. Badan atas dengan spot biru dan garis biru di bagian kepala atas. Tipe pemakan:Zooplankton dan alga bentik . Kep. Habitat: Di daerah perairan dangkal. Pantai selatan dan timur China. Thailand. Bias dalam kelompok kecil. Andaman.242 Lokasi foto: TN Karimunjawa.

Cocos-Keling dan Laut China Selatan hingga Kep. karang dangkal hingga lereng karang. Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Kep. Utara Kep. Terdapat alur garis keperakan di badan. Duri dorsal tajam dan beracun. GBR Australia dan New Caledonia. Terdapat bagian kehitaman di katup insang. Terdapat garis kehitaman diagonal melewati mata. Habitat: Didaerah kaya karang di laguna. sirip berwarna kuning. tunikata dan spong) . Range kedalaman 3 . Ryukyu Jepang. badan kuning keoranyean dan sedikit keperakan di bagian perut. Gilbert. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Siganus puellus Masked spinefoot Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 38 cm (TL).243 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Sering terlihat berpasangan dan schooling. Duri dorsal tajam dan beracun.12 m. Tipe pemakan: Juvenil (alga berfilamen) dan dewasa (alga.

Tipe pemakan: Zooplankton dan alga bentik . duri dorsal beracun. Kep. Caroline. Great Barrier Reef. New Caledonia. anal dan caudal kuning. Duri dorsal beracun. unimaculatus yang membedakannya spot hitam dibadannya. Indonesia. Mirip dengan S. Jawa Tengah Siganus vulpinus Foto by Fakhrizal Setiawan Foxface Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 25 cm (TL). Marshall dan Tonga. Habitat: Biasa ditemukan di daerah kaya karang di laguna dan lereng karang. Soliter atau berpasangan. Vanuatu. Kepala putih dengan garis coklat gelap tebal dari mulut hingga ujung dorsal.244 Lokasi foto: TN Karimunjawa. bagian bawah insang hingga perut depan terdapat tanda coklat gelap. Kep. Badan. Range kedalaman 0-30 m. Papua New Guinea. sirip dorsal. Distribusi: Pasifik Barat: Barat Filipina. Juvenile dan semi dewasa biasa dijumpai dalam schooling di karang Acropora dimana memakan alga yang tumbuh didasar karang yang mati.

Tipe pemakan:Zooplankton dan alga bentik . Range kedalaman 3 . Sirip ekor. Dewasa bias ditemukan berpasangan. ujung anal dan pectoral kuning. Banyak. juvenile biasa bersembunyi di sela karang.30 m. Similian hingga Jawa di Indonesia. ujung sirip dorsal kemerahanHabitat: Didaerah terumbu karang. Kepala putih dengan garis hitam tebal dari mulut hingga ujung sirip dorsal. Distribusi: Timur Samudra Hindia: Thailand termasuk Kep. Aceh Siganus magnificus Foto by Tasrif Kartawijaya Magnificent rabbitfish Nama Umum: l Ciri-ciri: panjang max 24 cm (TL).245 Lokasi foto: Kep. Badan atas gelap dan tergradasi keabu-abuan dibagian bawahnya.

246 .

Sirip ekor kuning. Dua garis coklat atau coklat kekuningan memanjang.SPHYRAENIDAE Baracuda fish. Ryukyu.25 m. Range kedalaman 2 . .Samoa. Distribusi: Indo-Pasifik Barat: laut Merah . badan silinder panjang dengan mulut runcing. kadang juga ditemukan di teluk dalam schooling . zoobenthos(bentik krustacea) dan ikan kecil. Ikan baracuda 247 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Tipe pemakan: Zooplankton. Kep. GBR Australia. Habitat: Habita di daerah laguna dan lereng karang terbuka. Jawa Tengah Sphyraena flavicauda Foto by Fakhrizal Setiawan Yellowtail barracuda Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 60 cm (TL).

248 .

SOLENOSTOMIDAE Ghost pipe fish 249 Lokasi foto: Lembeh. Sulut Solenostomus paradoxus Foto by Tasrif Kartawijaya Ornate Ghost Pipefish/Harlequin ghost pipefish Nama Umum: Tangkur kuda palsu Ciri-ciri: Panjang max 12 cm (TL).Fiji. Bervariasi dalam warna dari hitam menjadi merah dan kuning. Jepang. Post-pelagis hampir sepenuhnya transparan dan lebih langsing dibandingkan dengan mereka yang berada pada fase bentik. Kadang ditemukan spesoliter atau berpasangan. Habitat: Biasanya berada di sepanjang tepi terumbu karang. Australia. New Caledonia dan Tonga. biasanya dalam suatu campuran garis dan bintik-bintik. di antara cabang gorgonian atau crinoids. Sirip ekor bulat atau berbentuk pisau bedah. Tipe pemakan: Zoobenthos (bentik krustacea) . Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Laut Merah dan Timur Afrika . Betina membawa telur di sirip perut mereka yang dimodifikasi membentuk kantong.

250 .

SYNGNATHIDAE Pipefishes.56 m. Badan putih belang-belang dengan coklat kemerahan hingga mulut. Ovovivipar. Ekor merah dengan batas luar putih serta spot putih ditengahnya. Ikan Tangkur Kuda 251 Dunckerocampus dactyliophorus Foto by Fakhrizal Setiawan Ringed pipefish Nama Umum: Tangkur kuda buntut merah Ciri-ciri: Panjang max 19 cm (TL). NTT . Australia. dan lereng karang. laguna. jepang. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Afrika Timur hingga Samoa. Biasa dijumpai di goa dan celah karang. Tipe pemakan: Zooplankton (telur/larva). Jantan membawa telur dalam kantung di bawah ekornya. Range kedalaman 5 . zoobenthos (bentik krustacea) Lokasi foto: TN Komodo. Habitat: Di daerah pasang surut.

Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Panjang max 19. badan putih krem dengan serentetan pola di badan. Dewasa umumnya sendiri atau berpasangan.252 Corythoichthys haematopterus Messmate pipefish Nama Umum: Tangkur kuda asli Ciri-ciri: Lokasi foto: Pulau Weh.Vanuatu dan Jepang. ciri utamanya adalah sirip ekor umumnya berwarna pink kemerahan. Range kedalaman 0-21 cm. Tipe pemakan: Zoobenthos (bentik krustacea) dan zooplankton (larva dan telur ikan) . ovovipipar.8 cm (SL). biasa juga di daerah agak keruh. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur . Habitat: Didaerah dangkal yang terlindung dengan substrat pasir dan rubble. pejantan membawa telur yang disimpan dalam kantung di dekat ekor.

253 .

Ryukyu. Ikan Tokek 254 Synodus variegatus Foto by Fakhrizal Setiawan Variegated lizardfish Nama Umum: lkan tokek Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). Kep.SYNODONTHIDAE Lizardfishes. biasa dijumpai bertengger diatas karang dan di atas pasir. Jawa Tengah pola dengan sekitar 6 spot kecoklatan di sisi badan.Hawai. dewasa bervariasi dari abu-abu hingga kecoklatan. Soliter atau berpasangan. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Afrika Timur . Tipe pemakan: Carnivora (ikan kecil).121 cm. . Kermadec dan P. Line. Marquesan dan Kep. Habitat: Didaerah laguna dan lereng karang. Ducie. Kadang di temukan di daerah brpasir. Rapa serta New Zealand. Range kedalaman 3 .. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Lord Howe.

range kedalaman 0 . Saurida berbeda dengan lizardfishes lainnya dari baris gigi yang keluar bibir. Hawai. . Aceh Saurida nebulosa Foto by Fakhrizal Setiawan Clouded lizardfish Nama Umum: lkan tokek Ciri-ciri: Panjang max 16. Tipe pemakan: Carnivora (ikan kecil). Ditemukan di perairan pantai seperti di mangrove. Society. lumpur.255 Lokasi foto: Pulau Weh. batu dan habitat garden eel. New South Wales Australia. lamun an kadang di muara sungai. Species ini dicirikan dari bercak hitam besar di bawah sirip punggung.5 cm (TL).Kep. Habitat: Mendiami dasar pasir.6 m Distribusi: Indo-Pasifik: Mauritius . Piscivorus. Sydney.

256 .

Micronesia dan Samoa. tunikata.Australia. Dewasa sendiri atau berpasangan. Ikan buntal 257 Arothron nigropunctatus Blackspotted puffer Nama Umum: Buntal monyet Ciri-ciri: Panjang max 33 cm (TL). Digantikan A. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur . Habitat: Di daerah terumbu karang. Jepang . cnidarians/ karang keras) dan bentik alga Lokasi foto: TN Komodo dan TN Bunaken Foto by Fakhrizal Setiawan .TETRAODONTIDAE Puffers Fish. sponge. moluska. Kedalaman 3-25 m. Tipe pemakan: Zoobenthos (bentik krustacea. warna bervariasi namun ciri utamanya mulut berwarna hitam. diadematus di Laut Merah.

.bentik invertebrata).30 m.tunikata.Afrika Selatan. Distribusi: Indo . Samoa. Dewasa bisanya di daerah drop off. selatan New Caledonia dan Queensland. ciri khasnya adalah alur garis hitam radial melingkari mata. Range kedalaman 4 .Lokasi foto: TN Komodo. Kep.Pasifik: Afrika Timur . soliter. Tipe pemakan: Bentik alga dan zoobenthos (sponge. saat blom sampai usia dewasa badan di penuhi dengan spot putih yang menyebar merata di badan dengan perut berwarna putih. Australia. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 258 Arothron mappa Map puffer Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 65 cm (TL). Ryukyu dan Laut barat Jepang. Saat dewasa spot itu memanjang membentuk alur tak beraturan dengan perut kekuningan. Habitat: Biasa dijumpai di daerah laguna dan terumbu karang tepi hingga lereng karang.

Jepang. Juvenil memiliki garis-garis gelap di perut yang menjadi spot saat dewasa. Atlantik tenggara: pantai selatan Afrika Selatan. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Tipe pemakan: Zoobenthos Lokasi foto: TN Karimunjawa. Lord Howe.. Range kedalaman 3 58 m. Terdapat pola hitam di sekitar sirip pectoral. Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Afrika Timur .Arothron stellatus Stellate puffer Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 120 cm (TL). Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Tuamoto. Juvenile biasa di daerah pantai berpasir dan karang dangkal di daerah agak keruh dan estuaria. Lokasi foto: TN Karimunjawa. selatan P.Kep. Kadang bersembunyi di goa-goa karang. badan abu-abu kusam dengan diselimuti spot hitam kecil merata di badan. Habitat: Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan 259 Didaerah laguna dan lereng karang yang jernih.

Juvenile bias di daerah laguna dan estuaria. NSW Australia. Atlantik tenggara: Pantai tenggara Afrika Selatan. badan coklat dengan duri siseluruh badan.260 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur . liturosus dibedakan dari D. Jepang. hystrix dari duri pendek dan warna.90 m. Bersembunyi di bawah dan goa karang siang hari. Habitat: Di daerah batas karang dan lereng karang. Jawa Tengah Diodon liturosus Foto by Fakhrizal Setiawan Black-blotched porcupinefish Nama Umum: Buntal Durian Ciri-ciri: PAnjang max 65 cm (TL). punggung / badan dengan batas putih menjadi ciri khasnya D. Tipe pemakan: Zoobenthos (bentik invertebrata) . Range kedalaman 1 . pola coklat kehitaman di mata.Society Islands.

kepala dan sirip. spot hitam kecil menyebar di badan. moluska) dan ikan. Dewasa tinggal di dasar .range kedalaman 1 . dan utara teluk Meksiko Brazil. Galapagos. Samudra Hindia Barat: Laut Merah . USA .Chili dan Kep. . Umumnya ditemukan di celah dan goa karang.261 Lokasi foto: TN Karimunjawa.50 m. California. badan kuning kecoklatan hingga coklat. Habitat: Di daerah laguna dan terumbu karang terbuka. Juvenil hingga ukuran 20 cm pelagis. Tipe pemakan: Zoobenthos (bentik krustacea.Madagaskar. Atlantik Barat: Bermuda. Atlantik Timu: 30°N to 23°S . Jawa Tengah Diodon hystrix Foto by Fakhrizal Setiawan Spot-fin porcupinefish Nama Umum: Buntal Durian Ciri-ciri: Panjang max 91 cm (TL). Distribusi: Lautan tropis: Pasifik Timur: San Diego. Badan ditutupi duri yang tersebar merata. soliter dan aktif di malam hari. bentik invertebrata. Reunion dan Mauritius. Gigi menyatu di tiap rahang. Massachusetts (USA).

Dewasa biasa berpasangan di daerah lereng karang. GBR dan New Caledonia. Jantan territorial. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . spot menyebar dibadan dan spot hitam disirip dorsal. Jepang. Jantan kawin dengan beberapa betina. Range kedalaman 1 . Mimic dengan filefish Paraluteres prionurus.Lord Howe. Kep. Tipe pemakan: Belum diketahui Lokasi foto: TN Komodo.compressa) Habitat: Di daerah pantai . 2 pola tersebut ditengah memanjang hingga perut bawah.55 m. Distribusi: Indo-Pasifik: laut Merah Afrika Selatan.Chantigaster valentini Valentin's sharpnose puffer Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 11 cm (TL). Tipe pemakan: Alga bentik dan zoo262 Lokasi foto: TN Karimunjawa.Tuamoto. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Canthigaster papua Papuan toby Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 10 cm (TL).50 m Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Maldives-PNG. coklat kemerahan. Range kedalaman 1 . Habitat: Ditemukan di puncak karang dan batu di daerah laguna dan karang pantai. Terdapat 4 pola hitam di punggung hingga badan. Filipina-Palau.batas karang luar mulai yang keruh hingga jernih. P. memiliki harem. (ini yg membedakan dengan C. juvenile bioasa di daerah dangkal. Badan putih dengan spot abu-abu terang.

263 .

Kep. Tipe pemakan: Zoobenthos (sponge dan tunikata) dan bentik alga.ZANCLIDAE Morish idol fish. Dan bagian kuning lebar di diantara garis hitam tengah. metamorphosis dari post larva ke juvenil saat ukuran 7. Selatan P.Ducie. Moncong mulut terdapat segitiga kuning debngan batas hitam. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur –Rapa dan Kep. . dorsal belakang hingga anal dan dorsal depan hingga sirip ventral. Sirip dorsal memanjang seperti antenna. Jepang. Bisanya dewasa berpasangan atau kelompok kecil. reef flats. Habitat: Di daerah keruh dekat laguna. Pasifik Timur: selatan Teluk California – Peru. Hawai. lereng karang. badan pipih dengan 3 garis hitam di ekor. Lord Howe.182 m.5 cm. 264 Lokasi foto: TN Bunaken. Range kedalaman 3 . Sulawesi Utara Zanclus cornutus Foto by Fakhrizal Setiawan Moorish idol Nama Umum: lkan moris Ciri-ciri: Panjang max 23 cm (TL).

265 .

Tali 5 m atau pipa PVC untuk membantu memperkirakan lebar sabuk lebar. Personel lapangan: 2 pengamat (penyelam scuba atau snorkel. Untuk mencapai presisi yang lebih baik untuk mendeteksi perubahan lokal. 266 . Informasi yang diperoleh: Kelimpahan relatif makro-invertebrata serta ukuran kerusakan fisik dan kesehatan karang. 1 pengemudi perahu / pengamat permukaan. peneliti dapat membuat ulangan lebih banyak dan meningkatkan frekuensi monitoring (misalnya 4 x per tahun). Dialah invertebrata yang memberikan sumbangsih secara ekologi serta ekonomi di terumbu karang. WCS Indonesian Marine program Deskripsi metode: Melibatkan 2 pengamat berenang di sepanjang sabuk transek dan menghitung target spesies invertebrate serta informasi khusus pada terumbu karang. Sebuah survei tunggal menyediakan informasi awal tentang status invertebrata makro dan dampak pada skala regional/ global.Invertebrata Bentik Non karang Selain ikan terdapat penghuni terumbu karang yang jumlahnya sangat melimpah meliputi 9 phylum. Peralatan yang diperlukan: Roll meter (100 m). seperti kesehatan karang atau kerusakan fisik. Namun karena keterbatasan stok foto tidak semua jenis dapat dimasukkan kedalam buku ini. Australian Institute of Marine Science Long-term Monitoring Program (AIMS LTMP). Reef Check MAQTRAC Program. Various Pacific monitoring programs (Lincoln-Smith transect). 1. Metode Belt Transect Instansi yang menggunakan metode ini: Reef Check. Penulis juga akan memasukkan metode monitoring khusus biota bentik namun hanya beberapa jenis invertebrata yang di survey karena apabila jumlahnya melimpah dapat mempengaruhi dan menimbulkan masalah keseimbangan ekologi di kawasan terumbu karang tempat biota tersebut tinggal.

2 pilihan untuk ketepatan lebar sabuk : 1. CP: rcheck@ucla. Masingmasing pengamat survei setengah dari sabuk (2. Keuntungan: Biaya lebih minim. Pelatihan identifikasi dan meningkatkan kesadaran terhadap terumbu karang pada saat yang sama.5 m kiri dan kanan).org / metode / instructions. Keterbatasan: Survei idealnya melakukan pengulangan sampai 3 kali per site dan sampai 4 kali per tahun untuk data yang bkomprehensifuntuk melihat perbandingan lokal.5 m lebar).Personel di kantor: Pengamat harus memasukkan data ke dalam spreadsheet Excel segera setelah menyelam .asp 267 .5 m . Menyediakan informasi global secara cepat tentang kesehatan terumbu karang.2.reefcheck. langsung mencatat invertebrate kunci sepanjang 4 x 20 m transek dengan jeda 5 m tiap transek (Jumlah dan jenisnya) Informasi tambahan catat pula kesehatan karang dan adanya kerusakan karang akibat invertebrate sepanjang 5 m transek sabuk (2. Hal ini akan menambah biaya. Prosedur Umum: Bentangkan roll meter sejajar kontur karang/ garis pantai sepanjang 100 m Biasanya monitoring invertebrate berbarengan dengan monitoring karang Setelah selesai memasang rollmeter. Hasil juga harus pengolahan diinterpretsikan dan dibuat laporannya. Pelatihan yang dibutuhkan: Penyelam rekreasi bisa belajar metode ini dalam satu hari.5 m untuk memperkirakan lebar sabuk. Berbaring trus ukur mulai dr ujung kepala hingga ujung fin sekitar 2 . Pengulangan monitoring dapat dilakukan sebagai program monitoring oleh masyarakat. 2.edu Referensi: www. terutama bila menggunakan penyelam volunteer. Pengamat membawa pipa panjang PVC 2.

predator dan pemutihan karang. bekas pemangsaan. 268 . Informasi yang diperoleh: Informasi yangjumlah terbuat dari sebagai berikut: COT (bintang laut berduri) (jumlah total COT dalam 3 ukuran kelas ) dan luasan bekas makannya Drupella dan luasan bekas makannya Bekas luasan terkena White syndrome desease Bekas luasan terkena Black band desease Insiden bekas penyakit lain dan bekas luka/penyakit yang tidak diketahui. Peralatan: Rollmeter transek 50 m. Prosedur Umum: Transek tetap Survei ini mengikuti sensus ikan sepanjang transek 5 x 50 m (AIMS fish LTMP sensus visual). analisis. Sepasang pengamat video menyelam di transek dan berenang sepanjang transek masing-masing mengcover sebuah sabuk 2 m untuk mortalitas karang. Foto-foto diambil untuk identifikasi penyakit lebih jelasnya. 1 pengemudi perahu / pengamat menonton. Estimasi persentase tutupan karang yang mengalami bleaching/pemutihan pada transek tersebut. AIMS LTMP method Deskripsi metode: Ini adalah metode transek sabuk selebar 2 m dimana penyelam meneliti penyakit karang . penyakit. kamera digital dalam air jika memungkinkan Personel lapangan: 1 Observer berpengalaman dengan metode ini ditambah seorang buddy (penyelam). Personel di kantor: Mengentri data. COTs dan Drupella.2. interpretasi dan pelaporan.

h.html 269 . COTs.au Referensi: Bass dan Miller (1998).gov.aims. dan mortalitas karang karena akan terganggu dengan penyelam lain yang mengambil data lain secara besrsama-sama (AIMS LTMP video transek ). Pelatihan yang dibutuhkan: Identifi kation spesies target dan indikator kesehatan karang CP: Hugh Sweatman.Keuntungan: Cepat dan mudah melakukan penilaian makro-invertebrata dan indikator kesehatan karang.sweatman @ aims.au/pages/research/reef-monitoring/ltm/monsop1/mon-sop1-11. www. drupela. Dapat dilakukan pada waktu yang sama dengan transek garis (LIT) sehingga buddy tidak banyak Keterbatasan: Pengamat harus mampu mencari dengan cepat penyakit.gov.

Ulangan ditempatkan terpisah 10-15 m Untuk habitat dalam 1. interpretasi dan pelaporan. Teripang laut dan jenis kerang-kerangan dihitung dan diukur sepanjang 50 m dan lebar 5 m transek sabuk. Merekam lebih baik sejajar arus sehingga survei lebih mudah untuk dilakukan. kerang mutiara. Prosedur Umum: Bentangkantransek sepanjang 6 x 50 m di dua kedalaman.3. Transek diletakkan di sepanjang hamparan karang. Peralatan yang diperlukan: Rollmeter 50 m Tali penanda lebar 2 m Personel di lapangan: 2 pengamat terlatih (1 untuk meletakkan transek dan 1 untuk menghitung). Trochus/kerang diukur di titik terlebar dari dasar kerang 5. 2. kerang-kerangan untuk memberikan perbandingan terhadap kelimpahan spesies yang dipanen. teripang. 1 pengemudi perahu / pengamat permukaan menonton.5—3. 270 . 6. Hitung dan estimasi panjang invertebrata sepanjang sabuk 2 m.5 m dan dalam di daerah reef slope sekitar 15-22 m. Personel di kantor: Entri data. yang diukur dengan menggunakan tali 2m. dangkal di area reef flat sekitar 0. Untuk habitat dangkal 1. analisis. Informasi yang diperoleh: Estimasi Kelimpahan spesies invertebrata misalnya kima raksasa. Teripang laut diukur dari mulut ke anus. Kima diukur panjang cangkangnya 4. Kerang mutiara dari ujung hingga bagian engselnyal. 3. rubble dan area pasir. 2. Lincoln-Smith transect Deskripsi metode: Metode ini banyak digunakan di daerah pasifik untuk menentukan kelimpahan makroinvertebrata yang dipanen untuk makanan.

Kedalaman dan lebar transek memeperlihatkan kesukaan habitat dari invertebrate yang berbeda termasuk ukuran dan kelimpahannya. Referensi: Lincoln-Smith et al.au/corp_site/info_services/publications/research_publications/ rp69/ 271 .gov. Pelatihan yang dibutuhkan: Identifikasi invertebrata target dan cara pengukurannya. (2001). Keterbatasan: Penyelam yang berpengalaman harus dilibatkan karena pemasangan transek dalam. www.gbrmpa.Keuntungan: Mudah dilakukan.

Informasi yang diperoleh: jumlah dan ukuran invertebrate target Peralatan yang diperlukan: Kertas bawah air. 272 . 1 pengemudi perahu / pengamat permukaan Personel di kantor: Mengentri data. interpretasi dan pelaporan. Hitung estimasi panjang untuk semua jenis individu. Beri kategori bekas luka dikarang dengan kriteria sebagai berikut: 1. Pengukuran tambahan harus dibuat untuk pengukuran koloni karang.4. Hitung semua spesies invertebrate target dan spesies karang. Prosedur Umum: Sebuah studi pendahuluan harus dilakukan untuk menentukan jumlah ulangan diperlukan untuk presisi/ketepatan yang mencukupi Survei yang dilakukan di sepanjang transek sabuk sama dengan transek MAQTRAC ikan (5 m lebar). ini mencakup pengukuran bagian panjang terpanjang. penggaris dan papan mika Personel di lapangan: 2 pengamat terlatih dalam metode ini. '3 'untuk kategori bekas scars/luka sebelumnya diketahui sebagai bekas luka yang hampir tertutup dan sulit untuk membedakan bekasnya dari sekitar. Catat estimasi secara kualitatif persentase koloni karang yang mati. 3. sementara yang lainnya melakukan survei invertebrata. seorang pengamat dapat melakukan survei karang (Reef Check PIT). '2 'untuk kategori bekas scars/luka yang telah ditutupi oleh alga dan / atau invertebrata Sessile. analisis. '1 'untuk kategori bekas scars/luka baru di karang tanpa ada tanda pertumbuhan baru. MAQTRAC method Program yang menggunakan metode ini: Reef Check’s MAQTRAC program Deskripsi metode: Metode ini melibatkan dua orang pengamat berenang sepanjang transek sabuk dan menghitung dan mengukur target spesies invertebrata serta mencatat dampaknya terhadap terumbu karang. Identifikasi dan ukur bekas luka diagonal panjang terpanjang dari karang tersebut. 2. biota yang memiliki bentuk simetris radial diukur tegak lurus. seperti kesehatan karang atau kerusakan fisik.

dll). Deskripsi metode: Metode ini melibatkan dipakai awalnya untuk menghitung kelimpahan dan mengukur panjang Diadema antillarum sepanjang transek sabuk namun metode ini dapat digunakan untuk biota lainnya.edu 5. Caribbean Coastal Marine Productivity Program (CARICOMP). Keterbatasan: Banyak memakan waktu Mungkin membutuhkan banyak replikasi bagi spesies langka atau komunitas yang kompleks Membutuhkan tingkat keahlian identifikasi yang mencukupi Pelatihan yang dibutuhkan: Pelatihan identifikasi tingkat lanjut CP: rcheck@ucla. Disarankan untuk survei ini dilakukan di lokasi yang sama dengan survei komunitas bentik (karang. Informasi yang diperoleh: Kelimpahan Bulu babi Kepadatan biota Struktur ukuran panjang Peralatan yang diperlukan: 1 m pipa PVC atau transek/rollmeter yang ditandai tiap 10 cm Personel di lapangan: 2 pengamat (penyelam) 1 pengemudi perahu / pengamat permukaan . DIADEMA BELT TRANSECT/ Transek Sabuk untuk Bulu Babi 273 Instansi yang menggunakan metode ini: Atlantic and Gulf Rapid Reef Assessment (AGRRA).Keuntungan: Penilaian hasil yang didapat lebih detail dan terperinci untuk mengetahui dampak perdagangan ikan hias jika ulangan untuk monitoring cukup.

5 m di kedua sisi sapuan.Personel di kantor: Entri data. analisis.Pilih 3 site Bagi terumbu karang kedalam kelompok reef front dan reef slope. berenang dengan sapuan 1 m disepanjang transek sabuk masing-masing 6 x 10 m . Contoh 2. Metode snorkel Hitung jumlah bulu babi selama 2 x 15 menit survey snorkeling per luasan karang Pisahkan bulu babi ke dalam 2 kelas ukuran: diameter <5 cm diameter (juvenil) dan diameter > 5 cm (dewasa) Catat mengenai kondisi spasial keheterogenan yang didapat dari habitat yang diobservasi. Survey Scuba. dan jika ada back reef yang tumbuh berkembang dengan baik. b. basic CARICOMP method Prosedur Umum: Transek sabuk ini dilakukan bersama dengan metode CARICOMP coral community Tandai the rod transek sehingga Anda dapat mengukur 50 cm kedua sisi dari garis transek Berenang kembali di sepanjang transek dan mencatat jumlah bulu babi Diadema dan lainnya yang ditemui 274 Contoh 3. a. AGRRA method Prosedur Umum: Transek sabuk ini dilakukan bersamaan dengan survey AGRRA karang. interpretasi dan pelaporan. Beberapa metode yang termasuk jenis ini antara lain: Contoh 1. bagi menjadi 3 interval kedalaman (05 m. CARICOMP Diadema status method (lebih detail daripada basic CARICOMP method) Metode ini terdiri dari sebuah survei snorkeling diikuti dengan survei scuba. alga dan survei Diadema Gunakan alat pengukur 1 m untuk skala. 50-10 m dan> 10 m) . Catat bulu babi dalam 0.

Keuntungan: Mudah untuk melaksanakannya Keterbatasan: tabel nomor acak dapat menyulitkan untuk digunakan karena terumbu karang memiliki bentuk tidak teratur (pelajari metode sampling fix 'permanen versus metode sampel acak). Gunakan tabel nomor acak untuk memilih penempatan transek yang tepat.edu Referensi: AGRRA: http://www.noaa.html 275 6. COLLECTION OF DIADEMA Instansi yang menggunakan metode ini: Caribbean Coastal Marine Productivity Program (CARICOMP). Informasi yang diperoleh: Struktur ukuran populasi bulu babi yang berbeda Hubungan kompleksitas habitat dengan struktur ukuran populasi bulu babi Peralatan yang diperlukan: Keranjang plastik yang besar Penjepit dan garpu besar 2 kompas Penggaris atau meteran jahit.aoml.coral. Deskripsi metode: Metode ini dilakukan setelah snorkeling Diadema dan Scuba belt transect / transek sabuk dimana melakukan pengumpulan dan pengukuran bulu babi di site yang sama di mana rantai intercept transek selesai dilakukan.jm dan John Ogden. agrra@rsmas.edu CARICOMP: Dulcie Linton. dmlinton@uwimona. jogden@marine.org.gov/agra/ CARICOMP: www.usf. tempatkan sedikitnya lima 10 x 2 m transek sabuk. papan meja dan kertas anti air Tali / rollmeter yang dipakai hanya sepanjang 2-3 meter .Pada setiap kedalaman.edu.miami. Hitung jumlah bulu babi di setiap size kategori di sepanjang transek sabuk.ccdc.jm / caricomp_main. Hubungi: AGRRA: Robert Ginsburg.

jm dan John C. tebalikkan bulu babi tersebut sehingga bagian mulutnya terlihat kemudian ukur diameternya menggunakan penggaris/ jangka sorong Keuntungan: Estimasi yang tepat untuk kelimpahan dan ukuran bulu babi (mengukur panjang bulubabi hasilnya lebih akurat dibandingakan dengan estimasi) Keterbatasan: Memakan waktu Dampak ekologis yang ditimbulkan dari mengumpulkan bulu babi Beberapa kerusakan karang terjadi tidak dapat terhindarkan apalagi di cabang karang. jogden@marine. dmlinton@uwimona. Ogden. pilih individu bulu babi dari keranjang.edu.Personel di lapangan: 2 pengamat (penyelam) 1 pengemudi perahu / pengamat permukaan Personel di kantor: Mengentri data.edu Referensi: http://www. Dampak ekologis mengumpulkan bulu babi tidak dapat dihindari Pelatihan yang dibutuhkan: Rantai transek membutuhkan pelatihan khusus CP: Dulcie Linton.org. analisis.jm/caricomp_main.html 276 .usf.ccdc. interpretasi dan pelaporan Prosedur Umum: Mengikuti survei belt transect CARICOMP bulu babi Kumpulkan minimum 200 bulu babi dari semua ukuran ditiap interval kedalaman Gunakan penjepit.

Jawa Tengah yang tersusun rata vertikal dan tentakel keluar dari sela-sela duri tersebut. the loyality islands dan Australia . badan biru dengan duri oranye merah belang putih Lokasi foto: TN Karimunjawa. PNG. Distribusi: Filipina. Indonesia.60 m. Habitat: Daerah fringing reef (terumbu karang tepi) dan padang lamun. range kedalaman 0 . Palau.ECHINOIDEA 277 Mespilia globules Foto by Fakhrizal Setiawan (Temnopleuridae) Globular sea urchin Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang badan max 5 cm.

Pemakan: Alga bentik yang terdapat di karang mati dan rubble .Pulau-pulau di Pasifik Selatan dan Jepang. Habitat: Di daerah terdapat banyak karang mati dan rubble Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Laut Merah . Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Diadema setosum (Diadematidae) Long spined Urchin Nama Umum: Bulu babi Ciri-ciri: Badan hitam dengan duri panjang di bagian atas serta duri halus dan pendek di bagian bawah tubuh.278 Lokasi foto: TN Karimunjawa.

merupakan jenids yang memiliki rentang warna terbanyak dalam family Diadematidae. 279 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Dimana duri ada yang polos dan belang.Pulau-pulau di Selatan Pasifik. Habitat: Di dearah perairan karang dangkal dan Karang dengan banyak rubble. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Samudra Hindia. Jepang .Echinothrix calamaris (Diadematidae) Banded sea urchin Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 15 cm. range kedalaman 1– 40 m. Jawa Tengah Foto by Fakhrizal Setiawan . Pemakan: Alga Bentik Lokasi foto: TN Karimunjawa. Kebanyakan warna di IndoPasifik adalah putih(duri) dan coklat. Tahiti.

Lokasi foto: TN Komodo. Habitat: Di daerah berpasir dan rubble. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan .Asthenosoma varium (Echinothuridae) Fire urchin Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 25 cm. badan dapat fleksibel apabila melewati celah sempit. Pemakan: Zoobenthos (bentik invertebrata) dan Alga bentik.45 m. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 280 Distribusi: Indo-Pasifik barat: Laut Merah . Lokasi foto: TN Komodo. memiliki duri dengan bagian menggelembung yang beracun dan sangat menyakitkan.New Caledonia dan Jepang. Periclimenes colemani and Leutzenia asthenosomae (commensal). Rumah bagi udang comensal Allopontonia iaini. range kedalaman 0 .

281 Lokasi foto: TN Karimunjawa. sehingga kita sering bisa menyentuhnya tanpa takut tertusuk. Tapi bagaimanapun. Habitat: Di daerah karang berubble.Pasifik Barat.duri penyengat sangat kecil. Mudah untuk mengidentifikasi oleh bunga seperti pedicellaria. karang berbatu. menghilang. Ini benar-benar suka menutup diri dengan puing-puing dan detritus. tidak selalu dapat menembus kulit keras di telapak tangan kita. di dasar berpasir atau puingpuing.Lokal biasa. . padang lamun dan terumbu karang juga di teluk dan laguna. Distribusi: Atlantik Tenggara dan Indo . Sengatan dari pedicellaria yang menyuntikkan racun sangat menyakitkan dan kadang-kadang juga mematikan bagi manusia. Suka menutup duri dengan pecahan karang dan detritus. sengatan pada bagian tubuh lainnya bisa sangat berbahaya. Jawa Tengah Foto by Rizya L Ardiwijaya Toxopneustes pileolus (Toxopneustidae) Flower urchin Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 15 cm. duri pendek dan sangat mudah dikenali dari pedicel- laria yang berbentuk bunga yang menutupi badan dan berwarna krem-pink. tinggal di teluk dan laguna.

Habitat: Biasa ditemukan di sela daerah berbatu di area terumbu karang. Jawa Tengah Foto by Rizya L Ardiwijaya Echinometra mathaei (Echinometridae) Nama Umum: Bulu babi Ciri-ciri: Badan berwarna hitam dengan duri pendek di sekujur badan berwarna coklat dan kadang di ujungnya berwarna putih. .282 Lokasi foto: TN Karimunjawa. membuat lobang dan tinggal disana. Distribusi: Daerah tropis dan subtropis di Indo-Pasifik Barat.

Tipe pemakan: Detritus Lokasi foto: TN Komodo. tinggi dan memiliki 5 lengan pendek. 283 Habitat: Lokasi foto: TN Komodo. biru. hijau. dengan tuberkulum/ tanduk menonjol besar. Perubahan warna dasar antara krem dan oranye. hitam atau berwarna gelap.30 m. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Distribusi: Indo-Pasifik Barat: dari Seychelles . NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Biasa berada di daerah padang lamun dan daerah rumput laut.Australia dan Jepang. Kadang menjadi rumah gastropopda parasit Thyca astericola dan juga udang comensal Periclimenes soror. Range kdalaman 1 . bintang laut besar.ASTEROIDEA Bintang Laut Protoreaster nodosus (Oreasteridae) Horned sea star Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 30 cm.

Bintang laut kecil dengan 5 lengan. Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Kep. Andaman . Jenis Formia dibedakan dari bentuk spot di bagian atasnya. dengan pola garis hitam diantara spot-spotnya. Range kedalaman 1-51 m. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Fromia indica (Ophidiasteridae) Indian sea star Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang diameter max 8 cm dan tangan max 3 cm . 284 Lokasi foto: TN Komodo. Daerah terumbu karang . cakram tengah oranye juga di ujung-ujung lengan. Distribusi: Atlantik teenggara dan Indo-Pasifik Barat: Afrika selatan Australia dan Jepang. Tipe pemakan: Detritus.Australia dan Jepang. sponge dan invertebrata kecil. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . ditutupi warna merah. Habitat: Di daerah laguna dan karang dangkal hingga lereng karang. Tipe pemakan: Belum diketahui Lokasi foto: TN Komodo. Habitat:.Fromia monilis (Ophidiasteridae) Peppermint sea star / Necklace sea star Nama Umum: l Ciri-ciri: Diameter max 10 cm. Badan krem kekuningan dengan banyak pola di lengan dengan margin merah. range kedalaman 0-44m.

Habitat: Daerah perairan hangat di daerah karang pasang surut dan laguna. Found in shallow reef. Habitat: Di daerah perairan karang dangkal dan karang berbatu. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Tipe Pemakan: Alga bentik . rocky areas. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 285 Nardoa pauciforis (Ophidiasteridae) Pauciform Seastar Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 28 cm. Distribusi: Indo-Pasifik Lokasi foto: TN Komodo. Range kedalaman 1-20m.Nardoa rosea (Ophidiasteridae ) Rose sea star Nama Umum: l Ciri-ciri: Large tubercles on nonmarginal parts of arms. species ini sangat mirip dengan the New Caledonian Seastar (Nardoa novaecaledonia) dan the Tuber Seastar (Nardoa tuberculata). Distribusi: Lokasi foto: TN Karimunjawa.

0 cm dengan 9-23 lengan. brittle star/ echinoderms) dan tanaman ( bentik alga dan fitoplankton (diatom dan dinoflagelata)). Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan napoleon (Cheilinus undulatus).65 m Distribusi: Samudra Hindia umumnya berwarna keungaun hingga Sumatra dan Pasifik barat abu-abu merah oranye mulai dari indonesia tengah kearah timur.Acanthaster planci (Acanthasteridae) Crown of Thorn Nama Umum: Bintang laut berduri. bulu seribu( jawa). Predatornya: kerang triton (Charonia tritonis). Warna bervariasi untuk Samudra hindia umumnya merah keunguan dan untuk Pasifik Barat abu-abu merah dan agak oranye. Lokasi foto: Pulau Weh. ikan Lokasi foto: TN Karimunjawa. Range kedalaman 0 . ikan trigger (Balistoides viridescens). 286 Habitat: Daerah terumbu karang. mulai dari laguna dangkal hingga lereng karang. 1 ekor COT dapat mematikan karang 1 meter persegi karang/hari. lipan laut (sulawesi tengah) Ciri-ciri: Max length : 80. Tipe pemakan: Zoobenthos(cnidarians/polyp karang keras. Badan atas ditutupi duri tajam yang beracun.

Range kedalaman 0 . Umumnya biru namun ada. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan . Kadang berasosiasi dengan udang Periclimenes soror (simbion) dan Thyca crystallina (parasitic). Distribusi: Indo-Pacific. Warna bervariasi: merah muda-kuning. kuning. berbatu. mengkerucut dengan ujung tumpul. umumnya 5 lengan yang membulat. umumnya 5 lengan. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Tipe Pemakan: Mikroinvertebrata dan material organik Lokasi foto: TN Komodo. merah dan coklat. Habitat: Di daerah terumbu karang muali dari daerah intertidal hingga lereng karang. Distribusi: Indo-West Pacific. merah muda. Tipe pemakan: Detritus. Dibedakan dari Linkia purpurea dan Linkia guildingi dari warna dan bentuk lebih pendek (lengan pendek dan ujung membulat tumpul) Habitat: Di daerah karang dangkal.Echinaster luzonicus (Echinasteridae) Orange sea star Nama Umum: l Ciri-ciri:S Diameter max 15 cm. oranye.60 m. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 287 Linckia laevigata (Ophidiasteridae) Blue linckia / blue star Nama Umum: Ciri-ciri: Diameter 30 cm. bentik invertebrata dan orgnaisme mati.73 m. Range kedalaman 0 . karang mati dan rubble.

NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Timur-Fiji.Choriaster granulates (Oreasteridae) Cushion star/granular sea star Nama Umum: Bintang laut bantal Ciri-ciri: Diameter 25 cm. daerah rubble.. dan menyatu bersama-sama di ujung lengan untuk membuat sebuah garis.Jepang dan New Caledonia. Habitat: Di daerah terumbu karang dari dangkal hingga lereng. Tipe Pemakan: Zoobenthos (bentik invertebrata) .30 m Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Afrika Timur .dan ikan dari genus Carapus dapat hidup dalam system pencernan dan dapat keluar masuk dari mulut. dengan 5 lenganpendek tebal mengerucut bulat. Habitat: Di daerah berpasir. Berasosiasi dengan udang simbion Periclimenes soror . Distribusi: Indo-Psifik Barat: Afrika Lokasi foto: TN Komodo. Warna dasar coklat denagn tuberkulum merah muda atau putih. Dikenali dari tuberkulum Lokasi foto: Kep.Range kedalaman 0 . Warna dasar pink. 288 Echinaster callosus (Echinasteridae) warty starfish Nama Umum: Bintang laut benjol Ciri-ciri: Diameter 25 cm. detritus invertebrata kecil dan bangkai. rubble dan karang. dengan kelompok papilla ditengahnya. Maluku Utara Foto by Tasrif Kartawijaya besar dalam baris transversal. Kayoa. Range kedalaman 0-40 m. Tipe Pemakan: polyp karang. dengan 5 lengan ujung membulat.

hijau. dengan piring dan tuberkulum kontras dibandingkan dasarnya. kuning. karang dangkal hingga lereng. Distribusi: Indo-Psifik Barat. . Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan Lokasi foto: Pulau Weh. Tipe Pemakan: Zoobnethos (cnidarians / polyp karang dan Bentik invertebrata) Lokasi foto: Pulau Weh. Berasosiasi dengan udang komensal Periclimenes soror dan ikan komensal genus Carapus yang hidup di system pencernaan dan dapat keluar masuk melalui mulut Culcita. Habitat: Didaerah laguna. merah. Warna sangat variasi:cokelat. bentuk pentagonal dengan lengan pendek. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 289 Culcita novaeguineae (Oreasteridae) Cushion star Nama Umum: Bintang laut bantal Ciri-ciri: Diameter max 40 cm.Lokasi foto: TN Karimunjawa. Range kedalaman 0-90 m.

NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 290 Thelenota ananas (Stichopodidae) Prickly redfish Nama Umum: Teripang durian Ciri-ciri: Panjang max 80 cm (TL). berat 2. Lokasi foto: TN Komodo. berduri bercabang. Badan tegas. Spikula pada kulit berbentuk salib. Distribusi: Indo-Pasifik kecuali Hawai. Kulit tebal 0. dengan ujung membulat. Warna pink dan coklat kehitaman (atas) dan Pink (bawah). Range kedalaman 0 . kaku. Kulit tebal 3mm. range kedalaman 0-30 m Distribusi: Indo-Pasifikc ex- Lokasi foto: TN Komodo. Habitat: Daerah berpasir dan rubble di ekosistem terumbu karang. bagian perut rata.7 Kg.5 . NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Habitat: Daerah bersubstrat pasir atau rubble di daerah terumbu karang. berat 200-300 g.45 m.TERIPANG Sea cucumber/ Mentimun Laut Holothuria edulis (Holothuridae) Pinkfish Ciri-ciri: Panjang max 35 cm (TL). memanjang.15 cm. Badan silindris.

saat di temukan pada kedalaman 5 m.Bohadschia sp. badan coklat kekuningan. Tubuh silindris. (Holothuridae) Nama Umum: Teripang Ciri-ciri: Panjang sekitar 30 cm. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Badan krem coklat dan terdapat spot coklat gelap dan titik kecil hitam dibadan merata. Dinding badan tebal 0. spikul coklat gelap.berat 7001300g. berbentuk agak bulat mengkotak. Range kedalaman 0 .4 cm. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 291 Pearsonothuria graffei (Holothuridae) Blackspotted sea cucumber Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 45 cm (TL). Habitat: Di daerah karang dan berbatu di daerah rataan terumbu dan daerah subtidal yang terkena gelombang.25 m Distribusi: Indo-Pasifik kecuali Teluk Persia dan Hawai. berbatu. punggung melengkung dan perut rata. Distribusi: Indo-Pasifik Lokasi foto: Pulau Weh. Habitat: Daerah terumbu karang. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan .

berat 200-1000g. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 292 Holothuria atra (Holothuridae) lollyfish Nama Umum: Teripang pasir Ciri-ciri: Panjang max 60 cm (TL). bobot hidup: 100-400 g. Range kedalaman 0 . dinding tubuh mudah hancur air laut di luar.Stichopus chloronotus (Stichopodidae) Greenfish Nama Umum: l Ciri-ciri: Panjang max 35 cm (TL). Tipe pemakan: Umumnya tanaman dan detritus Lokasi foto: Pulau Weh. rata bagian perut (trivium). dinding badan 0. memanjang dan kulit ditutupi pasir. Tipe pemakan: Lokasi foto: Pulau Weh. Badan hitam kehijauan. Terdapat banyak kulit menonjol mirip duri namun lembut dengan ujung oranye.) . Badan hitam silindris. kaku dengan bagian persegi empat.4 cm. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan Tanaman (fotoplankton dan Halimeda sp. Habitat: Daerah terumbu karang yang datar dengan substrat keras.15 m. Habitat: Daerah dasar berpasir di padang lamun dan terumbu karang.30 m Distribusi: Indo-Pasifik barat. Dinding badan tebal 0. Distribusi: Indo-Pasifik kecuali Teluk Persia dan Hawai.2 cm. range 0 .

NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 293 Daerah terumbu karang yang kaya plankton. Australia.Pseudocholchirus violaceus (Cucumaridae) Sea apple cucumber Nama Umum: Apel laut Ciri-ciri: Badan bersegi namunmembulat oval. Warna bervariasi merah . Distribusi: Indonesia.dll Tipe pemakan: Filter feeder (fitoplankton) Lokasi foto: TN Komodo. kuning serta percampuran ketiganya. biru. Filipina. Habitat: Lokasi foto: TN Komodo. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Mulut bertentakel yang berfungsi menangkap makanan. Dapat mengeluarkan racun dalam keadaan stres dan mati.

Badan kuning dan kuning kecoklatan. Badan pink kemerahan dengan mulut bertentakel panjang yang berfungsi menangkap makanan. Range kedalaman 1-15 m. Distribusi: Indo-Pasifik barat Tipe pemakan: Filter feeder Lokasi foto: TN Komodo. Habitat: Daerah yang kaya plankton dan semi terlindung dari arus dan gelombang. Saat ditemukan kedlaman max 15 m. Distribusi: Indo-pasifik Tipe pemakan: Filter feeder Lokasi foto: TN Komodo.Pentacta lutea (Cucumaridae) Nama Umum: Teripang kuning Ciri-ciri: Panjang max 12 cm. berbentuk persegi dengan tentakel di mulutnya untuk menangkap makanan. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 294 Pentacta quadrangularis (Cucumaridae) Pink sea cucumber Nama Umum: Teripang merah Ciri-ciri: Panjang 17 cm. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Habitat: Daerah karang berbatu agak keruh dan terlindung dari gelombang.

Terdapat bintik hitam terdapat simbion ikan yang hidup di dalam rongga pencernaan. Badan berwarna kuning kecoklatan dengan banyak lekuk tubuh. berat 1-2.5 Kg.Stichopus variegatus (Stichopodidae) Curryfish Nama Umum: Teripang gama Ciri-ciri: Panjang max 90 cm (TL). Warna hitam teransparan dan badan sebagian terpendam di substrat. Distribusi: Indo-Pacific kecuali Hawai Tipe pemakan: Detritus /Grazes partikel organik Lokasi foto: TN Komodo. Habitat: Di daerah berpasir dan rubble berpasir. dinding badan tebal 0. Range 0-25 m. NTT) daerah lain belum ada informasi. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 295 Neothyonidium magnum (Phyllophoridae ) Large Burrowing Sea Cucumber Ciri-ciri: Tentakel panjang bercabang seperti ranting pohon yang berfungsi menangkap makanan. Tipe pemakan: Plankton (filter feeder) Lokasi foto: TN Komodo.8 cm. Habitat: Didaerah berpasir dan rubble Distribusi: Indonesia (Sulawesi.

NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . insang oranye. Distribusi: Western Central Pacific. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 296 Habitat: Daerah terumbu karang hingga lereng karang. Panjang 6 cm. Lokasi foto: TN Komodo.NUDIBRANCHIA Kelinci laut Chromodoris magnifica (Chromodorididae) Nama Umum: Kelinci laut Ciri-ciri: Bentuk dan warna yang sangat cerah di daerah karang. keduanya dari Samudra Hindia. Sangat miip dengan Chromodoris africana dan C. dengan garis hitam dan putih serta di kelilingi mantel oranye. Merupakan hewan yang menjadi favorit fotografer. Lokasi foto: TN Komodo. quadricolor. Tipe Pemakan: Zoobenthos (spons).

dengan beberapa spesimen variasi di bantalan cincin merah-oranye tersebar di permukaannya. Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya .Chromodoris annae (Chromodorididae ) Nama Umum: Kelinci laut Ciri-ciri: Panjang max 2 cm (TL).30 m Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Malaysia Kep.magnifica hanya perbedaannya warna biru di punggung atasnya.Memiliki mantel berwarna yang memproduksi sekresi kelenjar berbisa menyengat digunakan dalam pertahanan melawan predator Habitat: Daerah terumbu karang berpasir Distribusi: Tropical Western Pacific : Laut Merah-Australia dan Indonesia Lokasi foto: Lembeh. range kedalaman 15 . 297 Lokasi foto: Lembeh. Warna tubuh oranye sampai coklat. Marshall. memiliki karakteristik garis ungu tipis sepanjang tepi. Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya Hypselodoris whitei (Chromodorididae ) Ciri-ciri: Panjang max 11 cm (TL). Habitat: Daerah terumbu karang di laguna hingga lereng karang. mirip dengan C.

dengan beberapa spesimen bervariasi bantalan cincin merah-oranye tersebar di permukaannya dengan garis batas ungu. Distribusi: Indo-Pasifik: Timur Afrika. 298 Chromodoris lochi (Chromodorididae ) Loch's magnificent slug Ciri-ciri: Panjang max 3 cm (TL).Ceratosoma trilobatum (Chromodorididae ) Sea Slug Ciri-ciri: Panjang max 11 cm (TL).Australia. Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya Indo-Pasifik Barat: Laut Merah . Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya Tipe pemakan: Zoobenthos (Spons dan tunikata) . Habitat: Habitat terumbu karang dan substrat pasir. Lokasi foto: Lembeh. Indonesia . Badan keras hampir kaku dengan kaki panjang dan insang bercabang. Warna tubuh oranye sampai coklat. Habitat: Daerah karang berpasir Distribusi: Lokasi foto: Lembeh. warna dasar putih dengan garis biru tua di mantel dan di dasar badan.Fiji dan Tonga. Antena dan insang putih.

Hypselodoris kanga (Chromodorididae ) Ciri-ciri:
Panjang max 4 cm (TL), warna kebiru-biruan, pendek garis biru gelap dengan spot kuning atau oranye. Salah satu karakter eksternal yang paling menonjol adalah insang segitiga, bermata biru dengan serangkaian titik kuning sampai wajah luar.

Habitat:
Daerah terumbu karang berpasir.

Distribusi:
Indo-Pasifik Barat: afrika Selatan –Oman, India-hongkong dan Indonesia.
Lokasi foto: Lembeh, Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya 299

Tipe pemakan:
Zoobenthos(spons dari genus

Tambja morosa (Polyceridae) Gloomy nudibranch Ciri-ciri:
Panjang max 7 cm (TL), warna hijau gelap dengan batas mantel biru. Ujung insang juga berwarna biru.

Habitat:
Subtidal, biasa di daerah dekat dasar di lereng karang. Range kedalaman 1-4 m.

Distribusi:
Indo-Pasifik: Timur Afrika, Indonesia, Filipina - Hawaii.

Lokasi foto: Lembeh, Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya

Phyllidia pustulosa (Phyllidiidae) Nama Umum: Kelinci laut Ciri-ciri:
Panjang max 9 cm, Badan hitam dengan pola menonjol berbentuk segitiga tak beraturan,

Habitat:
Daerah terumbu karang dangkal dan rubble. Range kedalaman 115m.

Distribusi:
Indo-Pasifik Barat

Tipe pemakan:
Zoobenthos (spons)

Lokasi foto: TN Komodo, NTT Foto by Fakhrizal Setiawan

300

Phyllidia varicosa (Phyllidiidae) Nama Umum: Kelinci laut Ciri-ciri:
Panjang max 7 cm (TL), warna dasar hitam, dengan pola kasar seperti bagian menonjol berwarna abuabu dengan ujung kuning membentuk pola alur.

Habitat:
Daerah terumbu karang dangkal. Pergerakan sangat lambat. Range kedalaman 10-20 m.

Distribusi:
Lokasi foto: Pulau Weh, Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan

Indo-Pasifik

Gymnodoris aurata (Gymnodorididae) Ciri-ciri:
Panjang max 10 cm (TL), badan merah oranye menyala dengan spot kuning di badan. Insang berwarna kuning namun ada juga yang merah.

Habitat:
Di daerah karang dangkal dan aktif dimalam hari.

Distribusi:
Indo-Pasifik Barat: Filipina, Indonesia dan Fiji

Tipe pemakan:
Lokasi foto: TN Komodo, NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 301

Predator nudibranchia lain (tritonid nudibranchia)

Pteraeolidia ianthina (Facelinidae ) Blue Dragon nudibranch Ciri-ciri: Panjang max 15 cm (TL),
jenis ini telah mengembangkan simbion mutualistik zooxanthellae dalam badannya. Zooxanthellae berkembang terlindung dan ketika mereka mengkonversi energi matahari menjadi gula dapat digunakan oleh nudibranchia tersebut. Juvenile berwarna putih dan zooxanthellae blom dimanfaatkan sebagai penghasil energy sendiri. Habitat: Terumbu karang kaya hydroid. Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika timur, Laut arab - Australia, Jepang, Hawaii, New South Wales dan Indonesia. Tipe pemakan: Zoobenthos (hydroid) dan gula dari Zooxanthellae.

Lokasi foto: TN Komodo, NTT Foto by Fakhrizal Setiawan

SPONS
Sponge/Porifera

Xestospongia testudinaria (Petrosiidae) Barrel sponge Nama Umum: Spons gentong Ciri-ciri: Sangat mirip dengan X. muta dari
Karibia baik morfologi, spikula, dll yang dibedakan dari zat kimia yang terkandung didalamnya. Habitat: Umumnya di daerah terumbu karang yang agak dalam. Distribusi: Indo-Pasifik Barat. Tipe pemakan: Filter feeder
Lokasi foto: TN Komodo, NTT Foto by Fakhrizal Setiawan

302

Aaptos sp. (Suberitidae) Nama Umum: Spons kunyit Ciri-ciri: Warna untuk di daerah terpapar
matahari coklat gelap sedangkan di daerah goa berwarna kuning cerah. Makanan penyu Eretmochelys imbricata. Habitat: Di daerah perairan karang dangkal dan laguna. Distribusi: Perairan trumbu karang Tipe pemakan: Filter feeder
Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan

Callyspongia sp. (Callyspongiidae) Nama Umum: Spons trompet Ciri-ciri:
Bentuk memanjang mirip trompet, berwarna abu-abu, spikul agak keras, permukaan kasar seperti berduri, koloni membentuk tabung memanjang berkelompok.

Habitat:
Perairan karang dan umumnya di jumpai di lereng karang yang tenang dan agak keruh.

Distribusi:
Western Central Pasifik: Perairan Indonesia Tipe pemakan: Filter feeder

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 303

Cribrochalina olemda (Niphatidae) Ciri-ciri:
Bentuk memanjang membentuk koloni, warna abu-abu, spikul tidak menonjol sehingga permukaan luar lebih halus.

Habitat:
Perairan karang dan biasanya dijumpai di lereng karang dan

Distribusi:
Western Central Pacific: Indonesia. Tipe pemakan: Filter feeder

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan

Iricinia sp. (Astrophorida, Coppatiidae) Ciri-ciri: Warna coklat kekuningan
dengan bentuk bulat dengan tengah berlubang sebagai tempat pengeluaran. Badan kasar dengan banyak benjolan. Habitat: Daerah terumbu karang Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Perairan Indonesia Tipe pemakan: Filter feeder
Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan

304

Cinachyra sp. (Spirophorida, Tetillidae) Nama Umum: Spons golf Ciri-ciri:

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan

Diameter max 12 cm. Bentuk seperti bola golf, berwarna kuning dan kuning kecoklatan dengan banyak lobang di sekitarnya dan di tengah atas lubang lebih besar, spikul tajam. Habitat: Daerah terumbu karang yang agak tenang dan terlindung. Distribusi: Indo-Pasifik barat Tipe pemakan: Filter feeder

Haliclona sp. (Haplosclerida, Chalinidae) Ciri-ciri:
Berkoloni dengan tiap individu bentuknya seperti kapsul dengan badan berpori halus dan lembut. Berwarna ungu.

Habitat:
Daerah terumbu karang

Distribusi:
Perairan Indonesia

Tipe pemakan:
Filter feeder
Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 305

Theonella sp. (Theonellidae) Ciri-ciri:
Badan membentuk kapsul, berwarna coklat kekuningan. Dilaporkan mengandung senyawa bioaktif.

Habitat:
Perairan trumbu karang dimana banyak partikel yang terbawa arus.

Distribusi:
Indo-Pasifik Barat

Tipe pemakan:
Filter feeder

Lokasi foto: TN Karimunjawa, Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan

Habitat: Perairan terumbu karang. Distribusi: Indo-Pasifik Barat Tipe pemakan: Filter feeder Lokasi foto: TN Karimunjawa. pori-pori sedikit namun cukup besar.Plakortis lita (Plakinidae ) Nama Umum: Spons hati ayam Ciri-ciri: Warana coklat kemerahan dan sedikit keunguan. Tipe pemakan: Filter feeder Lokasi foto: TN Karimunjawa. Distribusi: Western Central Pacific: Indonesia.mengkerak menempel pada substrat. (Astroscleridae ) Ciri-ciri: Warna ungu kecoklatan. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan . Permukaan berpori mudah terlihat dan membentuk pola di permukaannya. Habitat: Perairan terumbu karang dengan kondisi yang jernih. menempel di substrat keras. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 306 Astroclera sp. kadang di dalam goa-goa karang.

Aplysina sp. Habitat: Perairan terumbu karang. dengan permukaan kasar banyak benjolan dengan poripori menyebar di permukaan. menempel pada substrat keras. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Tipe pemakan: Filter feeder 307 Clathria sp. Distribusi: Perairan Komodo. (Myxillidae) Ciri-ciri: Warna merah bata. NTT Lokasi foto: TN Komodo. Habitat: Daerah Terumbu karang yang jernih denagn banyak intensitas matahari. (Aplysinidae) Ciri-ciri: Warna krem kecoklatan. dengan pori-pori kecil diseluruh permukaan. Distribusi: Perairan Indonesia Tipe pemakan: Filter feeder Lokasi foto: TN Karimunjawa. Corong besar ditengahnya. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan .

Aplysinella sp. Distribusi: Western Central Pacific: Indonesia. Habitat: Perairan terumbu karang dangkal. Tipe pemakan: Filter feeder Lokasi foto: Pulau Weh. Pori-pori tersebar di ujung permukaan. umumnya agak dalam. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan 308 Dysidea granulose (Dysideidae ) Ciri-ciri: Warna keabu-abuan. (Aplysinellidae) Ciri-ciri: Warna krem dengan permukaan kasar menonjol karena spikulnya. Habitat: Perairan terumbu karang. memanjang membentuk rangkaian tersambung. Range kedalaman 8-60 m. Tipe pemakan: Filter feeder Lokasi foto: Pulau weh. Distribusi: Western Central Pacific: Indonesia. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan . bias berdekatan dengan karang jenis tabulate.

0 cm (diameter cangkang). Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 309 Tridacna maxima (Tridacnaeidae) Elongate giant clam Nama Umum: Kima Ciri-ciri: Panjang saat ditemukan 35 cm (diameter cangkang) Habitat: Menetap di substrat dasar dan biasa di temukan di daerah intertidal di area terumbu karang. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan . range kedalaman 3 –35 m. Habitat: Perairan terumbu karang. Distribusi: Indo-Pasifik. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Distribusi: Indo-Pasifik. Range kedalaman 0-35 m. Lokasi foto: TN Karimunjawa.CLAMS/KERANG Tridacna squamosa (Tridacnaeidae) Fluted giant clam Nama Umum: Kima Ciri-ciri: Panjang max: 40. tinggal di dasar menetap.

daerah garden eel dan tanaman laut.50 m Distribusi: Indo-Pasifik: Afrika Timur . Habitat: Daerah terumbu karang dengan substrat keras untuk menempel. Dalam wilayah nacreous keperakan.Hyotissa hyotis (Gryphaeidae ) Honeycomb oyster Ciri-ciri: Panjang max aperture 30 cm. Habitat: Didaerah rubble. Warna: luar cangkang cokelat keabu -abuan atau hijau untuk hampir hitam.range kedalaman 0 .Polynesia.Polynesia. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 310 Pinctada margaritifera Pacific pearl-oyster Nama Umum: Kerang mutiara Ciri-ciri: Cangkang agak tebal dan besar (mencapai 25 cm). duri relatif datar pada permukaan katup. aperture berbentik zigzag. Sessile. Lokasi foto: TN Karimunjawa. pasir. Tipe pemakan: Penyaring plankton Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jepang . dengan warna yang lebih gelap dan warna merah dan hijau di perbatasan.Australia. Luar permukaan katup terdapat duri-sisi sejajar dan diratakan dengan ujung runcing atau membulat. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan . kisaran kedalaman 0-40 m Distribusi: Indo-Pasifik: Laut Merah dan Afrika Timur .

lebih terlihat seperti nudibranchia dan memiliki cangkang internal. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan . Lokasi foto: TN Komodo. bnayak terdapat spot hitam di cangkang dan sangat mudah dikenali dari ciri fisiknya.30 m. Distribusi: Indo-PAsifik Barat: Indonesia. range kedalaman 0 .Coriocella nigra (Lamellariidae) Ciri-ciri: Gastropoda yang tidak biasa. Habitat: Rubble di daerah terumbu karang. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 311 Cypraea tigris (Cypraeidae) Tiger cowrie Nama Umum: Kerang bintik Ciri-ciri: Panjang max : 16. umumnya terlihat diperairan dangkal. Distribusi: Indo-Pasifik. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Mauritius dan Reunion.0 cm (diameter bukaan cangkang). Habitat: Berasosiasi di daerah terumbu karang.

Habitat: Perairan terumbu karang dan di dasar karang.utara Queensland dan New Caledonia. Distribusi: Indo-Pasifik Barat. Ujung cangkang berduri tumpul dan panajng. biasa di temukan di bawah / disekitar karang mati dan di daerah subtidal. utara-selatan Jepang. Distribusi: Indo-Pasifik: Barat Indonesia hingga baratPolynesia. Aceh Foto by Fakhrizal Setiawan .5 m. Habitat: Di daerah terumbu karang. Lokasi foto: TN Karimunjawa. panjang sekitar 8-10 cm.Chicoreus microphyllus (Muricidae) Nama Umum: Keong Ciri-ciri: Badan banyak terdapat tonjolan dengan warna oranye. Lokasi foto: Pulau Weh. Range kedalaman 0 . selatan . Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 312 Lambis scorpius (Strombidae) Scorpio spider conch Ciri-ciri: Panjang max 20 cm (TL).

Distribusi: Lokasi foto: Lembeh. Sulut Foto by Tasrif kartawijaya Indo-Pasifik Barat. Operculum (tutup cangkang) tebal mirip dengan mata kucing. . Jateng Foto by Tasrif kartawijaya 313 Pedum spondyloidum (Pectinidae) Coral clam Ciri-ciri: Badan mengkilat dengan pola warna yang indah hijau berulrir berselang coklat kemerahan. Habitat: Perairan terumbu karang dan biasanya berada di sela-sela karang mengebor. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Habitat: Perairan terumbu karang dan di dasar karang. Distribusi: Indo-Pasifik Barat.Turbo petholatus (Turbinidae) Nama Umum: Keong Ciri-ciri: Badan mengkilat dengan pola warna yang indah hijau berulrir berselang coklat kemerahan. Operculum (tutup cangkang) tebal mirip dengan mata kucing.

range kedalaman 3 . (Plexauridae) Ciri-ciri: Warna umumnya merah dengan pola yang rapat namun tersusun rapi.GORGONIAN Kipas Laut / Sea fan Subergorgia mollis (Subergorgiidae) Gorgonian fan Nama Umum: Akar bahar Ciri-ciri: Warna umumnya krem dengan bentuk kipas lebar sekitar 250 cm. Distribusi: Western Central Pacific Lokasi foto: TN Karimunjawa. Habitat: Perairan terumbu karang di daerah lereng karang yang agak dalam. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 314 Astrogorgia sp. Distribusi: Indo-Pasifik Barat Lokasi foto: TN Karimunjawa.8 m. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan . Tulang yang menyerupai daun tebal ditengahnya. Habitat: Berasosiasi diperairan terumbu karang agak dalam.

Kadang berada di daerah substrat berbatu.8 m. Biasa di daerah dorp off dengan substrat berbatu. (Acanthogorgiidae) Ciri-ciri: Warna umumnya krem kekuningan.Muricella sp. umumnya berwarna oranye kemerahan. Sering di jadikan souvenir dan cendramata serta perdagangan akuarium. (Melithaeidae) Nama Umum: Kipas Laut Ciri-ciri: Bentuk seperti tulang daun. Distribusi: Indo-Pasifik barat Lokasi foto: TN Komodo. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan . Range kedalaman 3 . Memiliki bagian yang keras. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 315 Melithaea sp. Distribusi: Western Central Pacific. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Habitat: Di daerah turumbu karang di tubir dan lereng karang serta di karang terjal. dangan bentuk yang lebih tak beraturan. Habitat: Berasosiasi dengan terumbu karang dalam.

Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 316 Lokasi foto: TN Karimunjawa.Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan . Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan Lokasi foto: TN Karimunjawa.

Kepala berduri hitam. Tipe pemakan: Zoobenthos (bentik krustacea) Lokasi foto: TN Komodo. Distribusi: Indo-Pasifik Barat. range kedalaman 2-36 m. pangkal antenna pink dengan bdan hijau gelap dengan strip putih. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Habitat: Hidup di celah dan lubang di dekat terumbu karang dangkal dan rubble area. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . jenis stomatopoda yang paling cemerlang dengan uropods biru dan setae merah. Distribusi: Indo-Pasifik.CRUSTACEA Panulirus versicolor (Palinuridae) Painted spiny lobster Nama Umum: Lobster mutiara Ciri-ciri: Panjang max 40 cm (TL). Aktif siang. range kedalaman 1-15 m. Habitat: Di daerah sublitoral (karang. jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 317 Odontodactylus scyllarus Reef odontodactylid mantis shrimp Nama Umum: Udang pletek / udang mantis Ciri-ciri: Panjang max 17 cm (TL). Nocturnal. daerah pecah gelombang) bersembunyi di celah dan goa karang dan batu.

Panjang rata-rata sekitar 3 cm (TL). badan dan ekor. Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya 318 Periclimenes imperator (Palaemonidae) Emperor shrimp Ciri-ciri: Panjang rata-rata 3 cm (TL). badan merah dengan pola putih di kepala. Habitat: Bersimbion dengan teripang. Distribusi: Indo-Pasifik Lokasi foto: Lembeh. Habitat: Bersimbiosis dengan anemone dan tinggal di Anemone. badan dan ekor. Sulut Foto by Tasrif Kartawijaya .Periclimenes holthuisi (Palaemonidae) Anemone shrimp Ciri-ciri: Badan transparan dengan spot biru putih di ujung capit. Distribusi: Perairan Indonesia Lokasi foto: Lembeh.

. Habitat: Tinggal menetap di tentakel anemone. Distribusi: Samudra Hindia dan Indo-Pasifik Barat. . pangkal kaki dan capit serta ujung capit besarnya.319 Neopetrolisthes maculatus (Porcellanidae) Anemone crab Ciri-ciri: Lokasi foto: TN Karimunjawa. Jateng Foto by Tasrif Kartawijaya Badan putih dengan bintik hitam halus menyebar merata di punggung.

range kedalaman 3 . Habitat: Tinggal menetap di substrat dasa. Distribusi: Indo-Pasifik Barat. Lokasi foto: TN Karimunjawa.20 m. Lubang atas berwarna hijau. Lokasi foto: TN Bunaken. Sulut Foto by Fakhrizal Setiawan .20 m. Distribusi: Indo-Pasifik Barat. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 320 Polycarpa aurata (Styelidae) Ciri-ciri: Warna dasar putih dengan perpaduan kuning dengan bercak ungu. range kedalaman 7 .ASCIDIAN Atriolum robustum (Didemnidae) Ascidians Ciri-ciri: Badan putih dengan bintik hitam halus menyebar merata di badan. Habitat: Tinggal menetap di substrat dasar. Mengeras apabila tersentuh.

range kedalaman 3 . NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 321 Clavelina robusta (Clavelinidae) Ciri-ciri: Koloni tidak besar dengan warna dasar hitam transparan dengan ujung kuning. Habitat: Tinggal menetap di substrat dasar.13 m. Habitat: Tinggal menetap di substrat dasar. range kedalaman 7 . NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Lokasi foto: TN Komodo.Oxycorynia fascicularis (Polycitoridae) Ciri-ciri: Bentuk koloni seperti kantung bulat dengan warna hitam .30 m. Lokasi foto: TN Komodo.coklat kehijauan dengan ujung kuning. Distribusi: Indo-Pasifik Barat. Distribusi: Indo-Pasifik.

Distribusi: Indo-West Pasifik Lokasi foto: TN Komodo. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Dearah berpasir. jenis ini berwarna oranye dan ada pula yang putih transparan. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . rubble dengan banyak sedimentasi. 322 Habitat: Lokasi foto: TN Komodo.Anemone dan Black Coral Cerianthus filiformis (Cerianthidae) Tube anemone Nama umum: Anemon tabung Ciri-ciri: Soliter. badan memiliki bentuk seperti tabung silinder yang terkubur dalam substrat.

Actinodendron plumosum (Actinodendriidae) Branching anemone Ciri-ciri: Warna dasar abu-abu denagn tentakel tebal yang berpola sehingga seperti bercabang. Distribusi: Indo-Pasifik. kedalaman saat di foto 8 m. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan 323 Cirrhipathes sp. Habitat: Tinggal menetap di substrat dasar berpasir atau rubble. Distribusi: Western Central Pacific: Great Barrier Reef dan Indonesia Lokasi foto: TN Komodo. Habitat: Perairan terumbu karang agak dalam. Umumnya didaerah drop off serta di lereng karang dalam. (Antipathidae) Spiral coral Ciri-ciri: Perbedaan warna polyp merepresentasikan perbedaan species serta ukuran diameter. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Lokasi foto: TN Komodo.

Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 324 Sephia apama (Sepiidae) Australian Giant cuttlefish Nama Umum: Sotong Ciri-ciri: Dapat melakukan perubahan warna seperti substrat dalam keadaan terancam serta dapat mengeluarkan tinta. Lokasi foto: TN Karimunjawa.SEPHIA/SOTONG Sephia latimanus (Sepiidae) Broadclub cuttlefish Nama Umum: Sotong Gajah Ciri-ciri: Panjang max: 120 cm. 31°E . dapat berubah wrna dalam keadaan terancam serta dapat mengeluarkan tinta.152°W . Distribusi: Tropical. Habitat: Indo-Pasifik Barat: Afrika Timur . 33°N 31°S. Hawaii.Kep. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan . Habitat: Indo-Pasifik Distribusi: Western Central Pacific: Australia dan Indonesia Lokasi foto: TN Karimunjawa.

Kep. Hawaii. Aceh . 31°E . Memiliki paruh yang kuat untuk menghancurkan mangsa. Habitat: Tropical.OCTOPUS/GURITA 325 Octopus cyanea Foto by Fakhrizal Setiawan (Octopodidae) Nama Umum: Gurita Ciri-ciri: Panjang max: 120 cm. tentakel panjang. Tipe pemakan: Bentik krustacea (kepiting) Lokasi foto: Pulau Weh. 33°N . dapat mimikri sesuai habitat dan substartnya.152°W Distribusi: Indo-Pasifik Barat: Afrika timur .31°S.

saat larva hidup sebagai plankton selama 9-12 hari. . Foto by Fakhrizal Setiawan Lokasi foto: TN Komodo.0 cm DL. Indo-Pasifik. Habitat: Biasanya tinggal mengebor di karang massive.POLYCHAETA Christmas worms 326 Lokasi foto: Pulau Weh. Distribusi: Atlantic. Aceh. Mediterannean dan Karibia. warna sangat bervariasi. apabila tersentuh akan sangat responsive menutup diri. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Spirobranchus giganteus (Serpulidae) Nama Umum: Cacing tabung Ciri-ciri: Panjang max: 20.

Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan Beberapa jenis tumbuh terekspos bebas dan banyak juga yang di dalam gua dan daerah terlindung. makanan berasal dari mikro-plankton dan bahan organic terlarut. Laut Merah. Distribusi: Indo-Pasifik barat. Tidak mengandung alga simbion zooxanthellae. Tipe pemakan: Tidak mengandung alga zooxanthellae simbiotik. Afrika Timur-Jepang. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan . (Nephtheidae) Nama Umum: Karang Lunak Ciri-ciri: Polip dalam kelompokkelompok dari berbagai cabang distal koloni yang lebat.KARANG LUNAK Soft corals Dendronephthya sp. Habitat: 327 Lokasi foto: TN Karimunjawa. Oleh karena itu. Indonesia. Polynesia. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Filipina.

Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan Dendronephthya sp. TN Karimunjawa. TN Karimunjawa. TN Karimunjawa.Dendronephthya sp. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan 328 Dendronephthya sp. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan Dendronephthya sp. TN Karimunjawa. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan .

Australia dan Filipina. Kep. Lokasi foto: TN Komodo. Memiliki beberapa variasi warna. Lokasi foto: TN Karimunjawa. Marshall. Habitat: Biasa bergantung pada karang. Menyukai daerah terumbu karang yang berarus. Marshall. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Habitat: Biasa ditemukan di tubir karang baik disiang maupun malam hari. 329 Distribusi: Timur Samudra Hindia– Kep.Crinoidea Feather Star Oxycomanthus bennetti (Comasteridae) Nama Umum: Lily laut Ciri-ciri: Ini merupakan jenis crinoids yang paling umum. Distribusi: Perairan Indonesia. Jateng Foto by Fakhrizal Setiawan Himerometra robustipinna (Himerometridae) Nama Umum: Lily laut Ciri-ciri: Warna merah menyala dengan bagian lebih tengah lebih putih. Sri Lanka. batu atau gorgonian.

(Sertulariidae) Nama Umum: Jelatang Laut Ciri-ciri: Warna umumnya abu-abu dan putih. Habitat: Perairan terumbu karang yang tenang dan kadang tersembunyi di bawah karang. Distribusi: Indo-Pasifik 330 Lokasi foto: TN Komodo. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan . Memiliki cabang yang lebih banyak.Hydrozoa Jelatang Laut Plumularia sp. Distribusi: Indo-Pasifik Lokasi foto: TN Komodo. Memiliki sel penyengat apabila tersentuh. NTT Foto by Fakhrizal Setiawan Sertularia sp. (Plumaridae) Nama Umum: Jelatang laut Ciri-ciri: Umumnya berwarna putih atau abu-abu namun ini oranye yang cerah. Habitat: Biasa ditemukan di aderah etrumbu karang yang jernih an terlindung. Mengandung sel penyengat.

331 .

Brown. E. Choat.www. Bulletin of Marine Science 18: 297-276. Interactions Amongst Herbivorous Fishes on a Coral Reef: Influence of Spatial Variation. C.edu/overview/3.Daftar Pustaka Allen. Crown-of-Thorns Starfish and Coral Surveys Using the Manta Tow and Scuba SearchTechniques.html. Journal of Wildlife Management 18: 297-308. Tropical Pacific Invertebrate. Seagrass Beds and Mangroves. . 35-46. RE (1982). P. A Stationary Visual Census Technique for Quantitatively Assessing Community Structure of Coral Reef Fishes. K Rodgers. JH and TJ Done (1995). BN Tissot.au/pages/research/reefmonitoring/methods. Coral Reef Press. Marine Biology 89: 221-234. Beverly Hills. PL.L. Standard Operations Procedure Number 1. Indo Pacific Coral Reef Field Guide. P Jokiel and S Coles (2000). Colin. VE (1954). Carleton. Brock. A Field Guide to Marine Invertebrates Occurring on Tropical Pacific Coral Reefs. E Cox. 1995. W Smith. Quantitative Video Sampling of Coal Reef Benthos: Large Scale Application.wcc.hawaii.gov._methods. USA Colin. Evaluation of Benthic SamplingMethods Considered for the Coral Reef Assessment and Monitoring Program (CRAMP) in Hawai’i. Tropical Reef Research. Bohnsack. and C. Long-term Monitoring of the Great Barrier Reef. CoralnReefs 14.0). Manual for the Study and Conservation of Reef Fish Spawning Aggregations. Arneson. A Critique of the Visual Census Method for Assessing Coral Reef Fish Populations.R. 1 (Version 1. Brock. http://cramp. DK and IR Miller (1998). NOAA Technical Report NMFS 41: 1-15. Bass. Society for the Conservation of Reef Fish Aggregations Special Publication No. and R. Singapore. G.aims.. A Preliminary Report on a Method of Estimating Reef Fish Populations. 1999. JA and SP Bannerot (1986). JH and DR Bellwood (1985). Steene. YJ Sadovy and ML Domeier (2003).A..

Canadian Journal of Fisheries and Aquatic Science 42: 1860-1869. Bali Indonesia: pp. Australia. Domeier. S. Australian Institute of Marine Science. MD. Reef Check Foundation. ML. TJ Donaldson. BM Yeeting and S Smith (2002). The Nature Conservancy Southeast Asia Center for Marine Protected Areas. M Russell.Crosby. 85. Spatial. Australian Institute of Marine Science. C Wilkinson and V Baker (1997). Halford. National Oceanic and Atmospheric Administration: pp. R.Bulletin of Marine Science 28: 159-172. 45. Methods for Ecological Monitoring of Coral Reef. JA and MR Anderson (1985). http:// www. English. Australia.asp Jones. Townsville Australia: pp. Townsville. Long-term Monitoring of the Great Barrier Reef. Marine Ecology Progress Series 133: 1-11. Sanur. Transforming Coral Reef Conservation: Reef Fish Spawning AggregationsComponent. RS and MJ Thompson (1978).org Downing. Report on a Rapid Ecological Assessment of the Raja Ampat Islands. Reef Check Instruction Manual.org/infocenter/publications. Donnelly.gov. www. Townsville.pdf Hill and Wilkinson (2004).reefcheck. 63-94 Hodgson. Eastern Indonesia.komodonationalpark. Estimating the Standing Biomass of Aquatic Macrophytes. WD Heyman. AR and AA Thompson (1994). 2002. PL Colin. Townsville. A Manual for Monitoring Coral Reefs with Indicator Species: Butterflyfishes as Indicators of Change on Indo-Pacific Reefs. MP and ES Reese (1996). http:// www. Temporal and Ontogenetic Patterns of Habitat Use by Coral Reef Fishes (Family Labridae). G (2003). Survey Manual for Tropical Marine Resources. Townsville Australia: pp.November 22. Papua. A Smith. Office of Ocean and Coastal ResourceManagement. Standard Operational Procedure Number 3.au/pages/research/reef-monitoring/ltm/mon-sop3/fishsop. D Neville and PJ Mous. held October 30 . JS Pet. Y Sadavoy. 249. 378 Green. Working Group Report: pp. AL (1996a). Silver Spring. Eds. . MA Samoilys. Comparison of Florida Reef Fish Assemblages Using a Rapid Visual Technique. Visual Census Surveys of Reef Fish. (2003). Australian Institute of Marine Science. Townsville Australia: pp 22.aims.

Testing the Use of Marine Protected Areas to Restore and Manage Tropical Multispecies Invertebrate Fisheries at the Arnavon Islands. J Bell. U. GR and AC Alcala (1996). 72.S. Maragos. Obura and Grimsditch (2008).edu/ssri/hcri/files/nwhi_report_1of4. pp. AcademicPress. Environmental Biology of Fishes 12: pp. ACIAR Project No. JS Ault and JA Bohnsack (1999). Naturalista sicil XX111 (Suppl. MP. 421-443. Pp. ICLARMN Contribution No. Great Barrier Reef Marine Park Authority Research Publication No. Central Philippines. Marine Reserves: Rates and Patterns of Recover and Decline in Abundance of Large Predatory Fish. JJ (1985). Russ. Hurricane Damage. www. .Kimmel. J and D Gulko (2002). 1196 Gland. Bulletin of Marine Science 69: 459-470. Australian Institute of Marine Science: pp.S. 307-326.hawaii. In: English et al. 1609: pp. Do Marine Reserves Export Adult Fish Biomass? Evidence from Apo Island. Lincoln-Smith. Coral Reef Ecosystems of the Northwestern Hawaiian Islands: Interim ResultsEmphasizing the 2000 Surveys. Russ. Russ. 21-25 Oxley. FIS/1994/117. A New Species-Time Method for Visual Assessment of Fishes and Its Comparison withEstablished Methods. 23-32. U. Honolulu.pdf Meester. and Benthic Cover on Coral Reefs in St John. Virgin Islands: A Comparison of Surveys with the Chain Transect Method and Videography. 69. GA. Solomon Islands: Termination Report. Survey Manual for Tropical Marine Resources. Coral Bleaching.)(205222). GR (1996). Hawai’i. Marine Reserves as Reef Fisheries Management Tools: Yet Another Review. Sampling Design and Monitoring. WG (1997). Visual Censusing and the Extraction of Average Length as a Biological Indicator of Stock Health. Fish and Wildlife Service and the Hawai’i Department of Land andNatural Resources. Switzerland. Monitoring and Restoration. IUCN – The International Union for the Conservation of Nature – Global Marine Program. GR (2002). Proceedingsof the International Conference on Scientific Aspects of Coral Reef Assessment. P Ramohia and KA Pitt (2001). IUCN CCCR Resilience Assessment Protocol. Ressilience Assessment of Coral Reef. San Diego.Rue Mauverney 28.Marine Ecology Progress Series 132: 1-9. Ecological Applications 6: 947-961. Rogers. CS and J Miller (1999).Townsville.

sealifebase. 8th Inte4444ernational Coral Reef Symposium. Video Identification of Benthic Organisms: How AccurateIs It? Proceedings of the International Conference on Science.Panama: 2. DA Ryan and H Sweatman (1999).net . GR and JH Choat (1988). C. pp. Manual for Assessing Fish Stocks on Pacific Coral Reefs. and rest. 68 Www. MA (1997).. South PacificCommission/Inshore Fishery Research/WP. PF and BJ Sharp (1983). Sale.fishbase. Townsville. FL.Queensland. April 14-16. DK Bass. Samoilys.10.org Www.seadb.Russ. A Practical Guide on How Monitoring Can Support Effective Management of MPAs.org Www. PA. Department of Primary Industries. Underwater Video Sampling: An Effective Method for Coral Reef Surveys? Proceedings. A Green. Ft Lauderdale. Smithsonian Tropical Research Institute. Australian Institute of Marine Science and the IUCN Marine Program: pp. Aspects of coral reef assessment and monitoring. Coral Reefs 2:37-42. Vogt. ARF Montebon and MLR Alcala (1997). 1447-1452 Wilkinson. Reef Resources: Survey Techniques and Methods of Study. Tomkins. Australia. 1999. H. Monitoring Coral Reef Marine Protected Areas. Correction for Bias in Visual Transect Censuses of Coral Reef Fishes. J Almany and S Dionne (2003).

Filum yang termasuk teripang. dll Jenis moluska yang berjalan dengan kaki perut (Contohnya siput) Fase biota saat masih muda dan belom dewasa Filum untuk biota sebangsa udang.DAFTAR ISTILAH Antopogenik Bentik invertebrata Dampak dari kegiatan manusia terhadap lingkungan Mahluk invrtebrata (tanpa tulang punggung) yang hidup di dasar perairan Teman/mitra selam Bangsa hewan yang memiliki kaki di kepala seperti: cumi-cumi. gurita dan sotong Filum yang memiliki cirri sel penyengat Subkelas dari filum crustacean yang merupakan sumber protein karena umumnya plankton dan benthos Partikel organic yang tidak hidup berasal dari mahluk hidup yang terurai. kepiting Daerah agak dalam sebelum batas karang Filum untuk biota yang berbadan lunak biasanya dilindungi oleh cangkang keras Biota yang aktif di malam hari Sebutan untuk area terumbu karang yang mengelompok-mengelompok yang dipisahkan dengan dasar pasir atau batu Buddy Cephalophoda Cnidaria Copepoda Detritus Echinodermata Gastropoda Juvenil Krustacea Laguna Moluska Nokturnal Patch reef . Bintang laut.

Polychaeta adalah kelas cacing annelida yang umumnya hidup di air. Istilah untuk oragn tubunh yang menonjol dalam kasus ini adalah duri tumpul dari genus Protoreaster Area yang berada di lereng terumbu karang Patahan-patahan karang yang sudah mati Kumpulan ikan dalam jumlah besar Menyendiri (ada sebagian ikan yang lebih menyukai hidup sendiri dan hanya berpasangan saat mau memijah) Struktur rangka spons yang tersusun dari kalsium Hewan yang hidup di dasar perairan Hewan yang berukuran kecil yang hidupnya terbawa arus di kolom perairan Tuberkulum Reef slope Rubble Schooling Soliter Spikul Zoobenthos Zooplankton .

Index Nama Species Ikan karang Abudefduf sordidus Abudefduf vaigiensis Abudefduf bengalensis Abudefduf notatus Abudefduf septemfasciatus Abudefduf sexfasciatus Acanthurus leucosternon Acanthurus lineatus Acanthurus pyroferus Acanthurus triostegus Aeoliscus strigatus Aluterus scriptus Amanses scopas Amblyglyphidodon aureus Amblyglyphidodon batunai Amblyglyphidodon curacao Amblyglyphidodon leucogaster Amblygobius albimaculatus Amphiprion akallopisos Amphiprion clarkii Amphiprion ephippium Amphiprion ocellaris Amphiprion perideraion Amphiprion sandaracinos Anyperodon leucogramicus Apogon aureus Apogon bandanensis Apogon chrysopomus Apogon compressus Apogon fragilis Apogon fucata Apogon hoevenii Apogon komodoensis 189 189 185 186 187 188 35 36 36 37 71 138 136 181 182 184 183 100 178 174 179 175 176 177 228 42 42 43 41 46 44 45 45 Apogon seleii Apogon zosterophera Apolemichthys trimaculatus Arothron mappa Arothron nigropunctatus Arothron stellatus Aulostomus chinensis Balistapus undulatus Balistoides conspicillum Bodianus axillaris (Juv) Bolbometopon muricatum Caesio caerulaureus Caesio teres Caesio xanthonota Calloplesiops altivelis Cantherhines pardalis Canthigaster papua Carangoides bajad Caranx ignobilis Caranx melampygus Carcharhinus obsesus Centropyge eibli Cephalopholis argus Cephalopholis boenak Cephalopholis cyanostigma Cephalopholis miniata Cephalopholis spiloparaea Cetoscarus bicolor (Juvenil fase) Chaetodon adiergsatos Chaetodon citrinellus Chaetodon collare Chaetodon ephippium Chaetodon falcula 43 46 171 258 257 259 52 55 54 125 216 60 60 61 163 137 262 64 65 64 67 172 229 230 231 233 234 218 88 78 74 84 80 .

Fistularia commersonii Forcipiger longirostris Genicanthus Lamarck Gnathodentex aureolineatus 193 196 192 192 124 81 122 252 232 37 38 38 198 198 199 105 261 260 190 191 190 251 117 235 236 237 238 239 58 98 83 171 129 .Chaetodon guttatissimus Chaetodon kleinii Chaetodon lunula Chaetodon lunulatus Chaetodon melannotus Chaetodon meyeri Chaetodon octofasciatus Chaetodon rafflesi Chaetodon speculum Chaetodon triangulum Chaetodon trifascialis Chaetodon trifasciatus Chaetodon vagabundus Chaetodontoplus mesoleucus Chantigaster valentini Cheilinus chlorurus Cheilinus fasciatus Cheilinus trilobatus Cheilinus undulatus Cheilodipterus artus Cheilodipterus isostigmus Cheilodipterus macrodon Chelmon rostratus Chlorurus microrhinos Chlorurus sordidus Chromis atripectoralis Chromis atripes Chromis dimidiata Chromis ternatensis Chromis viridis Chrysiptera oxycephala Chrysiptera rex Chrysiptera rolandi 78 77 88 76 80 79 73 77 84 75 75 76 79 172 262 116 115 116 113 47 48 49 82 217 219 194 195 193 195 194 191 197 197 Chrysiptera sp. Diodon hystrix Diodon liturosus Dischistodus melanotus Dischistodus perspicillatus Dischistodus prosopotaenia Dunckerocampus dactyliophorus Epibulus insidiator Epinephelus coeruleopunctatus Epinephelus fasciatus Epinephelus mera Epinephelus ongus Epinephelus quoyanus Escenious sp. Chrysiptera springeri Chrysiptera talboti Chrysiptera unimaculata Cirrhilabrus solorensis (Inisial fase) Coradion chrysozonus Coris batuensis Corythoichthys haematopterus Cromileptes altivelis Ctenochaetus binotatus Ctenochaetus cyanocheilus Ctenochaetus striatus Dascyllus aruanus Dascyllus reticulatus Dascyllus trimaculatus Diagramma sp.

Parapercis tetracantha Parupeneus barberinus Parupeneus bifasciatus Parupeneus cyclostomus Parupeneus macronemus Parupeneus trifasciatus Pempheris vanicolensis Pentapodus aureofasciatus Pentapodus trivittatus Platax pinnatus 130 147 109 109 108 39 39 208 200 107 202 202 154 154 114 139 35 81 91 90 158 161 160 159 145 146 147 145 146 156 150 150 95 .Gomphosus varius Gymnothorax flavimarginatus Gymnothorax isingteena Gymnothorax javanicus Halichoeres chloropterus Halichoeres hotulanus Halichoeres leucurus Halichoeres marginatus Halichoeres melanochir Halichoeres richmondi (Inisial Fase) Halichoeres vroliki Hemiglyphidodon plagiometopon Hemigymnus fasciatus (juv) Hemitaurichthys polylepis Hemitaurichthys zoster Heniochus acuminatus Heniochus diphreutes Heniochus pleurotaenia Heniochus varius Istigobius rigilius Kyphosus bigibbus Labricanus cyclophthalmus Labrichthys unilineatus Labroides bicolor Labroides dimidiatus Lethrinus erythropterus Lethrinus harak Lutjanus biguttatus Lutjanus decussatus Lutjanus kasmira Lutjanus monostigma Lutjanus sebae Melichthys indicus 115 141 143 141 120 118 119 121 120 121 119 203 125 85 85 86 86 87 87 101 111 214 124 123 123 128 128 132 132 133 133 134 56 Monotaxis grandoculis Mulloidichthys vanicolensis Myripristis hexagona Myripristis murdjan Myripristis violacea Naso lituratus Naso vlamingii Neoglyphidodon melas (Juvenil) Neoglyphidodon nigroris Neoniphon sammara Neopomacentrus anabatoides Neopomacentrus azysron Ostracion cubicus (Juv) Ostracion meleagris Oxycheilinus digrammus Oxymonacanthus longirostris Paracanthurus hepatus Parachaetodon ocellatus Paracirhites forsteri Paracirrhites arcatus Parapercis hexophtalma Parapercis millipunctata Parapercis sp.

Platax teira Plectorhinchus chaetodontoides Plectorhinchus polytaenia Plectorhinchus vittatus Plectroglyphidodon dicki Plectroglyphidodon lacrymatus Plectroglyphidodon leucozonus Plotosus lineatus Pomacanthus imperator Pomacanthus navarchus Pomacanthus semicirculatus Pomacanthus sexfasciatus Pomacentrus alexanderae Pomacentrus amboinensis Pomacentrus auriventris Pomacentrus burroughi Pomacentrus chrysurus Pomacentrus cuneatus Pomacentrus moluccensis Pomacentrus philippinus Premnas biaculeatus Priacanthus hamrur Pseudanthias squamipinnis Pseudocheilinus hexataenia Pseudochromis perspicillatus Pseudochromis splendens Pterapogon kauderni Pterocaesio tile Pterois antennata Pterois muricata Pterois volitans Pygoplites diacanthus Rhinobatus typus 96 105 104 103 204 204 201 165 170 170 168 169 207 206 196 205 205 206 207 208 180 210 227 126 212 213 50 62 222 223 223 167 69 Rhinomuraenia quaesita Sargocentron caudimaculatum Sargocentron rubrum Saurida nebulosa Scarus ghoban (Inisial fase) Scarus niger Scarus quoyi Scolopsis binileata Scolopsis lineata Scolopsis margaritifera Scorpaenopsis macrochir Scorpaenopsis oxycephala Siganus guttatus Siganus magnificus Siganus puellus Siganus virgatus Siganus vulpinus Solenostomus paradoxus Sphaeramia nematoptera Sphyraena flavicauda Stegostoma fasciatum (juv) Stethojulis trilineata Sufflamen chrysopterus Synodus variegatus Taeniura lymma Upeneus tragula Zanclus cornutus 142 108 107 255 218 219 220 151 151 152 225 224 241 245 243 242 244 249 47 247 68 122 56 254 93 148 264 .

Diadema setosum Dysidea granulose Echinaster callosus Echinaster luzonicus Echinometra mathaei Echinothrix calamaris 302 286 323 307 308 280 306 314 320 291 303 298 322 312 288 297 298 296 304 323 307 321 311 303 289 311 327 278 308 288 287 282 279 Aaptos sp. Clathria sp. Atriolum robustum Bohadschia sp. Asthenosoma varium Astroclera sp. Ceratosoma trilobatum Cerianthus filiformis Chicoreus microphyllus Choriaster granulates Chromodoris annae Chromodoris lochi Chromodoris magnifica Cinachyra sp. Clavelina robusta Coriocella nigra Cribrochalina olemda Culcita novaeguineae Cypraea tigris Dendronephthya sp. Cirrhipathes sp. Callyspongia sp.Index Nama Species Invertebrata Laut Aaptos sp. Clavelina robusta Coriocella nigra Cribrochalina olemda Culcita novaeguineae Cypraea tigris Dendronephthya sp. Acanthaster planci Actinodendron plumosum Aplysina sp. Callyspongia sp. Aplysinella sp. Astrogorgia sp. Asthenosoma varium Astroclera sp. Acanthaster planci Actinodendron plumosum Aplysina sp. Ceratosoma trilobatum Cerianthus filiformis Chicoreus microphyllus Choriaster granulates Chromodoris annae Chromodoris lochi Chromodoris magnifica Cinachyra sp. Cirrhipathes sp. Atriolum robustum Bohadschia sp. Diadema setosum Dysidea granulose Echinaster callosus Echinaster luzonicus Echinometra mathaei Echinothrix calamaris 302 286 323 307 308 280 306 314 320 291 303 298 322 312 288 297 298 296 304 323 307 321 311 303 289 311 327 278 308 288 287 282 279 . Astrogorgia sp. Aplysinella sp. Clathria sp.

Polycarpa aurata Protoreaster nodosus Pseudocholchirus violaceus Pteraeolidia ianthina Sephia apama Sephia latimanus Sertularia sp.Pinctada margaritifera Plakortis lita Plumularia sp. Toxopneustes pileolus Tridacna maxima Tridacna squamosa Turbo petholatus Xestospongia testudinaria 310 306 330 320 283 293 301 324 324 330 326 292 295 314 299 290 305 281 309 309 313 302 . Spirobranchus giganteus Stichopus chloronotus Stichopus variegatus Subergorgia mollis Tambja morosa Thelenota ananas Theonella sp.

.

Banyak di Provinsi Aceh. TN.Semoga dengan buku ini menambah kecintaan kita akan dunia kelautan khususnya ekosistem terumbu karang. Komodo di NTT. Kayoa di Maluku Utara. Bunaken dan Selat lembeh di Sulawesi Utara dan Kep. . Karimunjawa di Jawa Tengah. TN. TN. Foto-foto yang diambil semuanya di Indonesia mulai dari Pulau Weh dan Kep.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful