Anda di halaman 1dari 11

Analisis Laporan Kinerja Keuangan

Analisis terhadap laporan keuangan suatu perusahaan pada dasarnya karena ingin mengetahui tingkat profitabilitas (keuntungan) dan tingkat risiko atau tingkat kesehatan suatu perusahaan. Analisis keuangan yang mencakup analisis rasio keuangan, analisis kelemahan dan kekuatan di bidang finansial akan sangat membantu dalam menilai prestasi manajemen masa lalu dan prospeknya di masa datang. Laporan keuangan yang disusun secara baik dan akurat dapat memberikan gambaran keadaan yang nyata mengenai hasil atau prestasi yang telah dicapai oleh suatu perusahaan selama kurun waktu tertentu, keadaan inilah yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan. Apalagi informasi mengenai kinerja keuangan suatu perusahaan sangat bermanfaat untuk berbagai pihak, seperti investor, kreditur, pemerintah, bankers, pihak manajemen sendiri dan pihak-pihak lain yang berkepentingan. Pada pembahasan ini memfokuskan pada analisis atas ukuran ukuran kinerja keuangan. Bagian pertama menjelaskan bagaimana varians antara data aktual dan data anggaran dihitung untuk unit bisnis, bagian kedua menjelaskan bagaimana laporan dari varians-varians ini digunakan oleh manajemen senior untuk mengevaluasi kinerja unit bisnis, dan bagian selanjutnya menjelaskan mengenai ukuran-ukuran kinerja nonkeuangan yang dapat diggunakan dalam proses pengendalian manajemen.

I. MENGHITUNG VARIANS
Kinerja yang optimal adalah yang sesuai dengan anggaran. Hampir semua perusahaan membuat analisis bulanan atas perbedaan antara pendapatan dan beban aktual dengan yang dianggarkan untuk setiap unit bisnis dan untuk organisasi keseluruhan (beberapa perusahaan melakukannya per kuartal). Beberapa perusahaan hanya melaporkan jumlah dari varians-varians tersebut, seperti pada tampilan 1.1 dibawah. Sistem yang efektif mengidentifikasikan varians yang terjadi ke tingkat manajemen terendah. Dikarenakan Varians itu bersifat hierarkis. Terlihat pada tampilan 1.2 tentang pemilahan analisis varians.Varians dimulai dengan kinerja unit bisnis keseluruhan, yang dibagi menjadi varians pendapatan dan varians beban. Varians pendapatan dibagi lebih lanjut menjadi varians volume dan varians harga untuk unit bisnis keseluruhan dan untuk setiap pusat tanggung jawab pemasaran dalam unit tersebut. Varians tersebut dapat dibagi lebih lanjut berdasarkan area dan distrik penjualan. Varians beban dapat dibagi menjadi beban produksi dan beban lainnya. Beban produksi dapat dibagi lebih lanjut berdasarkan pabrik dan departemen

Page | 1

dalam suatu pabrik. Oleh karena itu, perusahaan bisa mengidentifikasikan setiap varians dengan manajer individual yang bertanggung jawab untuk itu. TAMPILAN 1.1 LAPORAN KINERJA JANUARI($OOO)

TAMPILAN 1.2 PEMILAHAN ANALISIS VARIANS

Pn a n e ju la

H rg a a Pk k oo Pn a n e ju la Vr a
Karakteristik analisis yang digunakan dalam analisis varians meliputi ide ide berikut ini :

Kn ui o trib s Lb aa

Mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kunci yang mempengaruhi laba. Merinci varians laba keseluruhan berdasarkan faktor-faktor penyebab kunci tersebut. Fokus pada dampak laba dari variansi dalam setiap faktor penyebab.

Oe e d v rh a

T ta e

K to o r

Page | 2

Mencoba untuk menghitung dampak yang spesifik dan dapat dipisahkan dari setiap faktor penyebab dengan cara menvariasikan satu faktor saja sementara faktor-faktor yang lainnya dianggap konstan. Menambah kompleksitas secara bertahap,lapis per lapis, mulai dari tingkat akal sehat yang paling mendasar (mengupas bawang). Menghentikan proses tersebut ketika kompleksitas yang ditambahkan ditingkat yang baru dibuat tidak dijusifikasi dengan tambahan wawasan mengenai faktor-faktor penyebab yang mendasari varians laba keseluruhan.

1.A.VARIANS PENDAPATAN (REVENUE VARIANCES)


Pada bagian ini kita akan menguraikan bagaimana menghitung varians harga, volume dan bauran penjualan. Perhitungan dibuat untuk masing-masing lini produk secara terpisah, dan hasilnya kemudian dijumlahkan secara aljabar untuk mendapatkan varians total. Hasil positif (artinya laba actual lebih besar dari laba yang dianggarkan) dianggap baik, sedangkan hasil yang negatif yang buruk/tidak menguntungkan.
Varians harga (price variance). Varians harga dihitung dengan mengalikan selisih

antara harga actual dengan harga standar dengan volume actual. Perhitungan ditampilkan pada tampilan berikut: TAMPILAN 1.3
VARIANS HARGA PENJUALAN ,JANUARI ($000) PRODUK A 100 $ 0,90 1,00 (0,10) TOTAL B 200 $ 2,05 2,00 0,05 C 150 $2,50 3,00 (0,50)

Volume actual (dalam unit) Harga actual per unit Harga anggaran per unit Kelebihan/kekurangan aktual terhadap anggaran per unit Varians harga yang menguntungkan/ tidak menguntungkan

(10)

10

(75)

(75)

Page | 3

Varians volume dan bauran (mix and volume variance). Seringkali varians volume

dan bauran tidak dipisahkan, rumusnya adalah sebagai berikut: Varians bauran dan volume = (Volume actual Volume yang dianggarkan) x (Kontribusi unit yang dianggarkan). Varians volume timbul karena unit yang dijual lebih banyak daripada yang dianggarkan. Varians bauran diakibatkan oleh proporsi produk yang dijual berbeda dengan yang tercantum dalam anggaran. Berikut perhitungan varians volume dan bauran: TAMPILAN 1.4 VARIANS VOLUME DAN BAURAN PENJUALAN, JANUARI ($000) (1) PRODUK A B C TOTAL (2)
VOLUME AKTUAL 100 200 150 450

(3)
VOLUME ANGGARAN 100 100 100 300

(4)
SELISIH (2) (3) _ 100 50

(5) KONTRIBUSI PER UNIT _ $ 0,90 1,20

(6) VARIANS (4) X (5) _ $ 90 60 $150

Varians bauran (mix variance). Varians bauran untuk masing-masing produk dihitung

dari persamaan berikut:


Page | 4

Varians bauran

= [(Total volume penjualan aktual x Persentase/Proporsi yang

dianggarkan) (Volume penjualan aktual)] x Kontribusi per unit yang dianggarkan. Berikut perhitungan varians bauran pada tampilan gambar berikut: TAMPILAN 1.5 VARIANS BAURAN JANUARI ($000)
(1) Produk (2) Propors i Anggar an (3) Anggaran Bauran pada Volume Aktual 150 150 450 (4) Penjual an Aktual 100 200 150 450 (5) Selisih (3) (4) (50) 50 _ (6) Kontribusi per unit $ 0,20 $ 0,90 _ (7) Varians (5) x (6) $ (10) 45 _ $35

A B C Total * x 450 = 150

Varians volume. Varians volume dapat dihitung dengan mengurangkan varians bauran

dari kombinasi varians bauran dan volume dapat juga dihitung untuk masing-masing produk sebagai berikut: Varians volume = [(Total volume penjualan aktual) x (Persentase yang dianggarkan)] [(Penjualan yang dianggarkan) x (Kontribusi per unit yang dianggarkan)]. Perhitungan varians volume penjualan dapat dilihat pada gambar dibawah ini : TAMPILAN 1.6 VARIANS VOLUME PENJUALAN JANUARI ($000)
(1) Produk A B C Total (2) Anggaran Bauran pada Volume Aktual 150 150 450 (3) Volume Anggara n 100 100 100 300 (5) Selisih (2) (3) 50 50 50 150 (6) Kontribusi per unit $ 0,20 $ 0,90 1,20 (7) Varians volume $ 10 40 60 $115

Page | 5

Analisis pendapatan lainnya. Jika informasi tersedia varians pendapatan dapat

diperinci lagi sebagai contoh, varians pendapatan dapat dihitung menurut daerah pasar, menurut lini produk, atau menurut kedua-duanya.Dalam kasus ini,tampilan 1.4, 1.5, dan 1.6 menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk mengklasifikasikannya per produk. Berikut tampilannya :
TAMPILAN 10.7 VARIANS PENDAPATAN BERDASARKAN PRODUK, JANUARI ($000) PRODUK A VARIANS HARGA VARIANS BAURAN VARIANS VOLUME TOTAL $(10) (10) 10 $(10) B $10 45 45 100 C $(75) 60 $(15) $(75) 35 115 $75 TOTAL

Penetrasi pasar dan volume industri. Salah satu variasi yang biasa dilakukan dalam

analisis pendapatan adalah memisahkan varians bauran dan volume menjadi jumlah yang disebabkan oleh perbedaan bagian pasar dan yang disebabkan oleh perbedaan volume industri. Persamaan berikut digunakan untuk memisahkan pengaruh penetrasi pasar dengan volume industri terhadap varians bauran dan volume.

Page | 6

Varians pangsa pasar = [(Penjualan aktual) (Volume industri) x (Penetrasi pasar yang dianggarkan)] x [ Kontribusi unit yang dianggarkan] Varians volume industry = [(Volume industri aktual Volume industry yang dianggarkan) x (Penetrasi pasar anggaran)] x [Kontribusi dianggarkan] per unit yang

1.B.VARIANS BEBAN
Biaya tetap ( Fixed Cost ). Varians antara biaya tetap actual dengan yang dianggarkan

dapat diperoleh dengan cara pengurangan, karena biaya ini tidak dipengaruhi baik volume penjualan maupun oleh volume produksi. Hal ini ditunjukkan pada tampilan 1.8 dibawah.
Biaya variabel ( Variable Cost ). Biaya variable adalah biaya-biaya yang berubah

secara proposional dengan perubahan volume. Karena itu biaya pabrik variable yang dianggarkan harus disesuaikan dengan volume produksi aktual. Perhitungan ini diperlihatkan pada tampilan 1.9.

1.C. ANALISIS VARIANS SISTEM BIAYA TOTAL


Dalam system biaya total, baik biaya variable maupun tetap dibebankan kepada produk yang dihasilkan varians biaya. Pengeluaran penjualan dan pengeluaran administrasi tidak dipengaruhi oleh macam system yang digunakan. Karenanya, varians untuk kedua golongan pengeluaran ini akan sama dengan yang telah dihitung dengan menggunakan system biaya langsung.

Biaya yang diserap ( Absorbed Cost ). Biaya yang diserap adalah jumlah biaya bahan, tenaga kerja dan umum yang terserap (tercakup) dalam biaya produk yang dihasilkan. Biaya yang dianggarkan. Untuk bahan dan tenaga kerja, biaya yang dianggarkan adalah biaya unit yang dianggarkan dikalikan dengan jumlah unit yang dihasilkan. TAMPILAN 1.8 VARIANS BIAYA TETAP, JANUARI ($000)

Page | 7

TAMPILAN 1.9 VARIANS BEBAN MANUFAKTUR VARIABEL, JANUARI ($000) PRODUK AKTUAL A
OVERHEAD TETAP BEBAN PENJUALAN BEBAN ADMINISTRASI BAHAN BAKU $ 75 TOTAL

TOTAL ANGGARAN C
$ 75 50 25 $ 300 459 $ 150

B
$ 75 55 30 $ 84 $ 160

AKTUA VARIANSVARIANS YANG L MENGUNTUNGKA MENGUNTUNGKAN / TIDAK N/ TIDAK MENGUNTUNGKAN MENGUNTUNGKA $ N (5) $ 470 65 90 $ 625
(5) $ (10)

$ (11) (12 10 $ (13)

TENAGA KERJA OVERHEAD (VARIABEL) TOTAL

15 30 $ 120

18 30 $ 132

20 40 $ 360

53 100 $ 612

II VARIASI DALAM PRAKTIK


Beberapa hal yang menyebabkan perbedaan dalam praktik : a. Perbandingan periode waktu Perusahaan perusahaan lain membandingkan anggaran untuk satu tahun penuh dengan estimasi sekarang atas kinerja aktual untuk tahun yang bersangkutan. Jumlah aktual untuk laporan yang disiapkan per tanggal 30 Juni akan terdiri dari angka aktual untuk enam bulan pertama ditambah estimasi terbaik saat ini atas pendapatan dan beban untuk enam bulan berikutnya. Perbandingan antara anggaran tahunan dengan perkiraan saat ini akan kinerja aktual untuk satu tahun penuh menunjukkan seberapa dekat manajer unit bisnis memperkirakan akan memenuhi target laba tahunan. b. Fokus pada margin kotor Margin kotor per unit adalah selisih antara harga jual dengan biaya produksi. Analisis varians dilakukan dengan mensubtitusikan margin kotor untuk harga harga jual dalam persamaan pendapatan. Margin kotor adalah selisih antara harga jual aktual dengan biaya produksi standar. c. Standar evaluasi Standar formal digunakan dalam evaluasi laporan atas aktivitas aktual dan terdiri dari tiga jenis : Standar atau anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya

Page | 8

Standar historis Standar eksternal

1. Standar atau Anggaran yang Telah Ditetapkan Sebelumnya.

Standar ini merupakan dasar terhadap mana kinerja aktual dibandingkan dibanyak perusahaan. Seandainya angka-angka anggaran didapatkan secara acak, maka tentu saja angka-angka tersebut tidak akan menghasilkan dasar yang andal untuk diperbandingkan. 2. Standar Historis Ini merupakan catatan dari kinerja aktual yang telah lewat. Hasil dari bulan berjalan dapat dibandingkan dengan hasil bulan sebelumnya. Standar jenis ini memiliki dua kelemahan yang serius: a.Kondisi mungkin saja berubah antara kedua periode tersebut sedemikian rupa sehingga perbandingan menjadi tidak valid lagi,dan b.Kinerja periode sebelumnya mungkin saja tidak dapat diterima.Meskipun dengan adanya kelemahan kelemahan ini,standar historis digunakan oleh beberapa perusahaan,seringkali karena standar valid yang telah ditentukan sebelumnya tidak tersedia.

3. Standar Eksternal.

Standar yang diturunkan dari kinerja pusat tanggung jawab lain atau perusahaan perusahaan lain dalam industry yang sama. Keterbatasan Standar Standar adalah ukuran yang andal mengenai bagaimana kinerja yang seharusnya. Bahkan biaya standar mungkin bukan merupakan estimasi yang akurat mengenai berapa biaya yang seharusnya dalam situasi tersebut.Situasi ini dapat muncul karena : a. standar tersebut tidak dapat ditetapkan dengan selayaknya b. walaupun standar tersebut ditetapkan secara layak dalam kondisi yang ada pada waktu itu, kondisi yang berubah membuat standar tersebut menjadi usang. Langkah pertama yang penting dalam analisis varians adalah pengujian terhadap validitas dari standar tersebut. d. Sistem biaya penuh Jika perusahaan memiliki system biaya penuh (full cost system), baik biaya overhead variabel maupun tetap dimasukkan dalam persediaan pada biaya standar per unit. Jika persediaan akhir lebih tinggi dibandingkan dengan persediaan awal,sebagian dari biaya
Page | 9

overhead tetap yang terjadi di periode tersebut tetap akan tinggal dipersediaan dan bukannya mengalir ke harga pokok penjualan. Sebaliknya,jika saldo persediaan turun selama periode tersebut,lebih banyak biaya overhead tetap yang dilepaskan ke harga pokok penjualan dibandingkan dengan jumlah aktual yang terjadi dalam periode tersebut. Jika tingkat persediaan berubah, dan jika volume produksi aktual berbeda dengan volume penjualan yang dianggarkan,maka sebagian dari varians volume produksi dimasukkan ke dalam persedian. Akan tetapi, jumlah penuh dari varians volume produksi harus dihitung dan dilaporkan. Varians ini adalah selisih antara biaya produksi tetap yang dianggarkan pada volume actual (seperti yang dinyatakan dalam anggaran fleksibel) dan biaya produksi tetap standar pada volume tersebut. Jika perusahaan memiliki sistem biaya variabel, biaya produksi tetap tidak dimasukkan dalam persediaan, sehingga tidak ada varians volume produksi. Hal yang terpenting adalah bahwa varians produksi seharusnya dikaitkan dengan volume produksi bukan dengan volume penjualan. e. Jumlah rincian Varians pendapatan dianalisis pada beberapa tingkatan :pertama, secara total; kemudian berdasarkan volume,bauran dan harga; lalu menganalisis varians volume dan bauran berdasarkan volume industry dan pangsa pasar. Pada setiap tingkatan ini, varians tersebut dianalisis berdasarkan produk individual. Proses dari satu tingkat ke tingkat lainnya ini sering disebut dengan mengupas bawang, yaitu lapisan demi lapisan dikupas, dan proses tersebut akan terus berlanjut selama rincian tambahan masih dianggap berharga. Lapisan-lapisan ini berkaitan dengan hierarki dari pusat tanggung jawab. Dengan teknologi informasi modern hampir semua tingkat rincian dapat disediakan dengan cepat dan biaya yang wajar. Masalahnya adalah memutuskan beberapa banyak yang diperlukan. Jawabannya bergantung pada informasi yang diminta oleh setiap manajer , yaitu ; beberapa berorientasi pada angka,sementara yang lain tidak. f. Biaya Teknik dan Biaya Diskresioner Varians dalam biaya teknik dipandang dengan cara yang berbeda secara mendasar dari varians dalam biaya kebijakan. Varians yang menguntungkan dalam biaya teknik biasanya merupakan indikasi dari kinerja yang baik; yaitu,semakin rendah biayanya maka semakin baik kinerjanya. Sebaliknya, kinerja dari pusat beban kebijakan biasanya dinilai memuaskan apabila beban actual hampir setara dengan jumlah yang dianggarkan , tidak lebih tnggi maupun lebih rendah. Hal ini dapat mengindikasikan bahwa pusat tanggung jawab tersebut tidak melaksanakan dengan mencukupi fungsi-fungsi yang disetujui akan dilaksanakan olehnya.

III. KETERBATASAN ANALISIS VARIANS


Walaupun analisis varians adalah alat yang ampuh, namun alat tersebut memiliki beberapa keterbatasan.Adapun keterbatasannya,yaitu: 1. Tidak menjelaskan alasan terjadinya selisih & tidak menjelaskan tindakan yang perlu dilakukan sebagai tindak lanjutnya.
Page | 10

2. Tidak memberikan penjelasan apakah selisih yang terjadi tersebut penting atau tidak. 3. Penyeimbang selisih akan membingungkan pembaca laporan 4. Manajer menjadi lebih tergantung pada keterangan & ramalan 5. Hanya menunjukkan apa yang telah terjadi, tidak menunjukkan apa pengaruh dimasa mendatang terhadap tindakan yang telah dilakukan manajer
TINDAKAN MANAJEMEN

Ada satu prinsip utama dalam menganalisis laporan keuangan formal: Laporan laba bulanan sebaiknya tidak berisi hal-hal yang tidak teduga.Informasi yang signifikan harus dikomunikasikan secepatnya melalui telepon ,faks,email atau pertemuan pribadi segera setelah hal itu diketahui. Laporan formal menginformasikan kesan umum bahwa manajer senior telah mengetahui dari sumber sumber tersebut. Berdasarkan informasi ini, ia dapat bertindak sebelum merima laporan formal. Salah satu manfaat utama dari laporan formal adalah bahwa laporan tersebut memberikan tekanan yang diinginkan pada manajer ditingkat yang lebih rendah untuk mengambil tindakan perbaikan atas inisiatif diri mereka sendiri. Lebih lanjut lagi, informasi dari sumber-sumber tidak resmi mungkin tidak lengkap atau disalah pahami.

Page | 11