Anda di halaman 1dari 5

A. PENGERTIAN Katarak merupakan penyakit mata yang dicirikan dengan adanya kabut pada lensa mata.

Disusun Oleh: Christianto setiawan

Poltekes Kemenkes Palangka Raya Tahun 2011

B. PENYEBAB KATARAK 1. Karena proses degeneratif atau bertambahnya usia seseorang. 2. Katarak dapat pula terjadi pada bayi karena sang ibu terinfeksi virus pada saat hamil muda. 3. Faktor keturunan. 4. Cacat bawaan sejak lahir. 5. Masalah kesehatan, misalnya diabetes. 6. Penggunaan obat tertentu, khususnya steroid. 7. Mata tanpa pelindung terkena sinar matahari dalam waktu yang cukup lama. 8. Operasi mata sebelumnya. 9. Trauma (kecelakaan) pada mata. 10. Faktor-faktor lainya yang belum diketahui.

C. GEJALA UMUM GANGGUAN KATARAK 1. Penglihatan tidak jelas, seperti terdapat kabut menghalangi objek. 2. Peka terhadap sinar atau cahaya. 3. Dapat melihat dobel pada satu mata. 4. Memerlukan pencahayaan yang terang untuk dapat membaca. 5. Lensa mata berubah menjadi buram seperti kaca susu. 6. Pada awal serangan, penderita katarak merasa gatal -gatal pada mata. 7. Air matanya mudah keluar 8. Pada malam hari penglihatan terganggu 9. Awan yang menutupi lensa matat akhirnya semakin merapat dan menutup seluruh bagian mata. Bila sudah sampai tahap ini, penderita akan kehilangan penglihatannya.

JENIS-JENIS KATARAK 1. Congenital: merupakan katarak yang terjadi sejak bayi lahir dan berkembang pada tahun pertama dalam hidupnya. 2. Traumatik: katarak yang terjadi karena kecelakaan pada mata. 3. Sekunder: katarak yang disebabkan oleh konsumsi obat seperti prednisone dan kortikosteroid, serta penderita diabetes. 4. Katarak yang berkaitan dengan usia.

Sebelah kiri menunjukkan pandangan pada mata normal sedangkan sebelah kanan menunjukkan pandangan mata yang sakit D. PENGOBATAN SECARA MEDIS Solusi untuk menyembuhkan penyakit katarak secara medis umumnya dengan jalan operasi

E. PERAWATAN PASIEN KATARAK PASCA OPERASI 1. Penderita tidak boleh batuk, mengedan, merokok, mengangkat beban lebih dari 5 KG, membungkuk, sujud (ibadah shalat dilakukan berdiri atau tidur), berhubungan suami istri selama 1 minggu. 2. Mata yang usai dibedah tidak boleh terkena air, digosok gosok, serta harus memakai pelindung plastik / dop terutama jika ingin tidur. 3. Obat tetes mata digunakan setelah operasi pada pukul: 15.00, 18.00, 21.00. Hari hari selanjutnya diteteskan 6 kali sehari yaitu pada pukul: 06.00, 09.00, 12.00, 15.00, 18.00, dan terakhir pada pukul 21.00. 4. Untuk obat minum diminum sesuai resep dokter