Anda di halaman 1dari 1

Attitude yang Terlupakan Banyak orang menilai keberhasilan studi seseorang dari pekerjaan yang ia tekuni dengan gaji

yang besar, ada pula yang menilai dari barang-barang mewah yang ia miliki, juga panjang title yang ia sandang. Memang tidak salah menilai kesuksesan seseorang berdasarkan hal-hal di atas. Tapi alangkah lebih bijak lagi menilai keberhasilan studi seseorang berdasarkan attitude (sikap) yang ia miliki. Banyak orang yang katanya berpendidikan, tapi mereka justru tidak mempunyai attitude. Salah satunya si mafia pajak yang tak asing lagi di telinga kita, karena santer diberitakan media massa beberapa waktu silam. Jika dinilai dari segi materi yang ia punyai, dapat dikatakan dengan pasti bahwa ia adalah orang yang sukses studinya. Tapi tengok saja attitude yang ia miliki, jauh dari kata sukses. Materi yang ia miliki justru menjadikannya lupa diri dan terperangkap oleh ketamakannya. Attitude dapat dilihat dari cara seseorang memanusiakan manusia. Misalnya saja ketika berinteraksi dengan tukang parkir, penjaga toilet, serta penjual kaki lima. Seseorang yang memiliki attitude tak segan mengucapkan terimakasih sambil tersenyum ramah setelah mendapat pelayanan jasa dari mereka. Begitu pula sebaliknya, orang yang tidak memilikinya, ia akan pergi begitu saja tanpa menghiraukan mereka. Sebenarnya mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan dan Pancasila merupakan salah satu sarana pembentukan attitude. Berhubung diberikan pada dua mata kuliah saja, pembentukan attitude dirasa masih kurang dalam kurikulum kampus. Tapi secara tersirat pembentukan attitude terdapat pada setiap mata kuliah. Menghargai pendapat orang yang berbeda ketika berdiskusi misalnya, bergaul tanpa membeda-bedakan golongan dan agama, dan lain sebagainya. Kita harus bisa bersosialisasi, berinteraksi dengan sesama dengan baik dan santun. Jika attitude digabungkan dengan materi yang seseorang miliki, terciptalah kesuksesan studi yang benar-benar sukses. Oleh karena itu, marilah kita semua sebagai orang yang berpendidikan, belajar menghargai orang lain, memuliakan orang lain, menggunakan cara yang mudah,yaitu ucapkanlah tolong sebelum meminta bantuan, terima kasih setelah mendapatkan bantuan, dan maaf jika kita melakukan kesalahan pada siapapun dimulai saat ini juga.