Anda di halaman 1dari 53

. . .

ASSALAMU ALAIKUM WR WB
. . . ASSALAMU ALAIKUM WR WB
Oleh : Nur Kholifah
Kelas: X.5
Pendahuluan

Makhluk hidup yang dikelompokkan ke


dalam tumbuhan adalah makhluk hidup yang
umumnya mampu menghasilkan makanan
. . sendiri sehingga bersifat autrotof
Tumbuhan memebentuk makanan dari molekul
sederhana senyawa anorganik melalui
proses fotosintesis dengan menggunakan
. cahaya sebagai sumber energinya Cahaya
matahari diserap oleh klorofil pigmen
. hijau daun yang dapat menyerap cahaya

Pada umumnya tubuh tumbuhan tersusun


atas banyak sel multiseluler dan
. memiliki dinding sel dari selulosa
. . . . Memiliki organ akar batang daun bunga
. dan buah

Makanan yang dibuat oleh tumbuhan


digunakan oleh tumbuhan itu sendiri untuk
- . melakukan kegiatannya sehari hari tumbuh
. dan berkembang Adapun kelebihan
makanannya disimpan sebagai cadangan
. makanan Cadangan makanan inilah yang
digunakan oleh manusia dan hewan sebagai
. sumber makanan




Klasifikasi Tumbuhan

Untuk memudahkan mempelajarinya, maka


tumbuhan dikelompokkan menjadi dua
kelompok berdasarkan ada tidaknya pembuluh
angkut, yaitu:
1.Tumbuhan tak berpembuluh
2.Tumbuhan berpembuluh
3.

Tumbuhan
Tumbuhan
Tak
Tak
Berpembuluh
Berpembuluh
Tumbuhan Tak Berpembuluh
Tumbuhan Tak Berpembuluh
Kelompok tumbuhan yang termasuk ke dalam
tumbuhan tak berpembuluh adalah tumbuhan
lumut(Bryophyta).

Bryophyta berasal dari kata bryo dan phyton.

Bryo artinya lumut, sedangkan phyton artinya


tumbuhan lumut yang sering dijumpai di tempat-
tempat lembab atau basah.
Ciri-ciri Lumut
Ciri-ciri Lumut
1. Daun lumut belum mempunyai pertulangan atau urat-
urat daun.
2. Belum memiliki akar-akar sejati, hanya rizoid sebagai
alat penghisap zat makanannya. Rizoid tersusun
dari satu lapis jaringan tidak sempurna.
3. Batangnya belum memiliki berkas pembuluh angkut;
tidak terdapat pembuluh xilem atau floem.
4. Berkembang biak dengan spora. Spora dibentuk di
dalam sporogonium(kotak spora) yang ditutup oleh
operkulum.
5. Berjenis kelamin satu. Mengalami pergiliran turunan
(fase gametofit dan sporofit). Yang dikenal sebagai
lumut adalah fase gametofitnya (tumbuhan
penghasil gamet/alat kelamin) sedangkan
sporofitnya (tumbuhan penghasil spora) tidak
terlihat jelas.
6. Gametofit lumut bersifat haploid (n) sedangkan
sporofitnya bersifat diploid (2n).
Klasifikasi Bryophyta(Lumut)
1.
2. Lumut Hati (Hepaticae)
Talus berbentuk lembaran, talus yaitu struktur tumbuhan yang tidak
memiliki akar, batang dan daun sejati.

Tumbuh dikotom (bercabang dua).

Reproduksi secara:
a)aseksual, melalui pembentukkan gemma,fragmentasi dan
spora
b)seksual, melalui peleburan sel spermatozoid dengan sel ovum

Anggota lumut hati meliputi genus Monoclea,Metzgeria, dan


Marchantia

Lumut Hati Kelas Hepatycopsida Lumut Hati Kelas Hepatycopsida


Arkegonium pada Arkegonium pada
gametofit gametofit
Marchantia polymorpha Marchantia polymorpha. .
Dengan talusnya Dengan talusnya
Dasar Dasar
Kapsul Kapsul
Seta Seta

5
0
0

m
Sporofit Marchantia Sporofit Marchantia LM LM
a) Metzgeria

Ciri-ciri Metzgeria adalah:


1. Talus dengan percabangan dikotom yang tidak jelas bahkan
ada yang menyerupai daun.
2. Sporofit dibentuk di bagian ujung tulang daun atau ujung
cabang talus.
3. Di bagian dorsal (permukaan atas) terdapat alat reproduksi
(antheridium dan arkegonium) dan kadang-kadang terdapat
deretan daun mirip rambut pada bagian tulang daun.
e) Marchantia

Ciri- ciri Marchantia adalah:


1. Lumut berbentuk talus
2. Sporofit tersembunyi, terletak di bagian permukaan bawah
reseptakel betina.
3. Reseptakel jantan dan reseptakel betina terlihat jelas. Yang
jantan berbentuk seperti cawan dan betina berbentuk
seperti payung
Q
Lumut Hati (Hepaticae)
2
2. .
Lumut Sejati (Musci)
Lumut Sejati (Musci)

Talus berbentuk mirip dengan rumput berkuran pendek.

Tubuhnya mempunyai batang yang tegak, bercabang-


cabang dan berdaun kecil-kecil.

Anggota lumut sejati antara lain genus Sphagnum,


Archidium, dan Andreaea.
a)Sphagnum

Ciri-ciri Sphagnum adalah:


o
Lumut berbentuk kormus, memiliki batang,
daun dan rizoid yang multiseluler.
o
Arah tumbuhnya tegak, daunnya tak mempunyai
tulang daun.
o
Sporofit jumlahnya lebih dari satu, tumbuh di
ujung batang dengan sporogonium berbentuk
bulat.

3. Lumut Tanduk (Anthocerotae)

Habitat lumut ini berada di tepi sungai, danau, atau saluran air.

Anggota lumut meliputi genus Anthoceros, dan Notothylas.


a) Anthoceros

Ciri-ciri Anthoceros adalah:

Lumut berbentuk talus

Sporofit berbentuk seperti tanduk dan setelah masak,


pada bagian ujungnya membelah menjadi dua bagian.

Setiap sel mengandung satu butir kloroplas.

Pada kapsul sporogonium terdapat stomata.

Antheridium maupun arkegonium terletak di dalam cawan


yang berbeda talus, sehingga disebut berumah dua.

Dapat ditemukan pada permukaan tanah atau batuan yang


lembab.
Anthoceros
Pergiliran Keturunan (Metagenesis) Tumbuhan Lumut
-Meliputi 1) fase gametofit : fase tumbuhan lumut yang
menghasilkan gamet (sel kelamin).
-Sel kelamin dihasilkan di bagian atas tumbuhan lumut pada
struktur bernama gametangium.
-Bila gametangium menghasilkan sel spermatozoid maka
gametangium di sebut anteridium
-Dan bila gametangiun menghasilkan sel ovum, maka
gametangium di sebut arkegonium
-2) Fase sporofit : fase tumbuhan lumut yang menghasilkan
spora
-
-
Sperm (n) (dikeluarkan
dari Anteredium)
Arkegonium
dengan ovum (n)
Ovum
Fertilisasi
Zygot
(2n)
Mitosis dan
pertumbuhan
Sporofit (tumbuh berasal dari gametofit)
HAPLOID
DIPLOID
Gametofit
(n)
Kapsul
Seta
Meiosis
Spora
(n)
Mitosis dan
pertumbuhan
Gametofit
(n)
1
2
3
4
5
Pergiliran Keturunan (Metagenesis) Tumbuhan Lumut
Manfaat Lumut
Manfaat Lumut
1. Lumut sebagai tumbuhan pionir
(tumbuhan perintis)
2. Lumut yang tumbuh pada permukaan
tanah dapat mencegah erosi.
3. Lumut yang mati akan diuraikan oleh
jamur dan bakteri pengurai menjadi zat
organik sehingga tanah tersebut akan
subur dan cocok untuk pertumbuhan
tumbuhan yang lebih besar.
4. Sphagnum sp. (lumut yang tumbuh di
daerah tundra) digunakan sebagai
makanan kutub rusa.
Tumbuhan Paku
Tumbuhan Paku
Tumbuhan Berpembuluh

Tumbuhan berpembuluh susunan


tubuhnya lebih kompleks
dibandingkan tumbuhan tak
berpembuluh.

Disebut tumbuhan berkormus karena


akar, batang dan daun dapat
dibedakan dengan jelas.

Memiliki berkas pembuluh angkut


(xilem dan floem)

Tumbuhan berpembuluh terdiri atas:


1.Tumbuhan paku (Pteridophyta)
2.Tumbuhan biji (Spermatophyta)
Tumbuhan Paku
Tumbuhan Paku
(Pteridophyta)
(Pteridophyta)
Pteridophyta berasal dari bahasa
Yunani, yaitu pteron.

Pteron artinya sayap bulu. Disebut


demikian karena tumbuhan paku
memiliki susunan daun yang
umumnya membentuk bangun sayap
(menyirip) dan pada bagian pucuknya
terdapat bulu-bulu.
-
Tumbuhan paku tergolong kormofita sejati karena
sudah menyerupai tumbuhan tinggi.
-
Pada waktu muda daunnya menggulung, setelah
dewasa dapat dibedakan menjadi tropofil dan
sporofil.
1.Tropofil : daun khusus yang berfungsi untuk
fotosintesis, tidak mengandung
spora.
2.Sporofil : daun penghasil spora.
-
Spora dihasilkan di dalam kotak spora
(sporangium). Sejumlah sporangium
mengelompok membentuk sorus.
-
Sporanya berbeda-beda baik bentuk, ukuran
maupun sifatnya.
Ciri ciri Tumbuhan Paku
Ciri ciri Tumbuhan Paku

-
Tumbuhan paku mengalami pergiliran keturunan
(metagenesis) seperti pada tumbuhan lumut.
Hanya pada tumbuhan paku yang dikenal
sebagai tumbuhan pakunya adalah fase
sporofitnya, sedangkan fase gametofitnya masih
berbentuk talus dan sangat kecil sehingga tidak
terlihat jelas.

-
Tumbuhan paku tersebar luas di daerah tropis
hingga daerah sub tropis, menyukai tempat-
tempat yang lembab (higrofit), sebagai
tumbuhan lapis bawah (undergrowth) di hutan-
hutan yang lembat, menempel pada tumbuhan
lain (epifit) dan ada yang hidup di perairan air
tawar (hidrofit)
Lanjutannya.
Lanjutannya.
Klasifikasi Tumbuhan Paku
O
Klasifikasi tumbuhan paku harus memperhatikan hal hal
sebagai berikut:
a)Ada tidaknya daun, bentuk-bentuk daun, serta
susunan daunnya.
b)Susunan sporangium dan bentuk sporanya.
c)Bentuk dan susunan batangnya.
d)Susunan anatomi tubuhnya.

O
Tumbuhan paku (Divisio Pteridophyta) dibagi menjadi
empat kelas, yaitu:
1. Kelas Psilotinae (psilos= telanjang)
2. Kelas Lycopodiinae (paku kawat rambut)
3. Kelas Equisetiinae ( equus = kuda, seta = tangkai)
4. Kelas Filicinae (filix= tumbuhan paku sejati)

A.Kelas Psilotinae

Ciri-ciri tumbuhan pakunya adalah:


1.Merupakan tumbuhan paku primitif.
2.Belum memiliki daun.
3.Sporangium dibentuk di ketiak buku.
4.Sebagian anggotanya sudah punah.
5.Contoh: Psilotum.

B.Kelas Lycopodiinae

Ciri-ciri tumbuhan pakunya adalah:


1.Daunnya berbentuk seperti rambut atau sisik.
Duduk daun tersebar.
2.Batangnya seperti kawat.
3.Sporangium tersusun dalam strobilus, dibentuk di
ujung cabang.
4.Contoh : Lycopodium, Selaginella.
C.Kelas Equisetiinae

Ciri-ciri tumbuhan pakunya adalah:


1.Daunnya berbentuk seperti sisik dan transparan.
Duduk daun berkarang.
2.Batang berongga dan berbuku-buku atau beruas-ruas.
3.Sporangium tersusun dalam strobilus, membentuk
seperti ekor kuda.
4.Sporanya memiliki elater sebanyak 4 buah.
5.Contoh: Equisetum debile .
6.
J. Kelas Filicinae

Ciri-ciri tumbuhan pakunya adalah:


1.Daun berukuran besar, tulang daun menyirip.
2.Daun mudanya menggulung.
3.Sorus dibentuk di bawah permukaan daun.
4.Yang hidup di darat membentuk sporangium dalam
sorus, sedangkan yang hidup di air membentuk
sporangium dalam sporokarpium.
5.Contoh : Dryopteris filix-mas

Gambar tumbuhan Paku


A.KelasPsilotinae
B.KelasLycopodiinae
C.KelasEquisetiinae
D.KelasFilicinae
Tumbuhan Paku
Tumbuhan Paku

Berdasarkan jenis sporanya, tumbuhan


paku dikelompokkan menjadi tiga
kelompok, yaitu:
a)Homosporous ferns /tumbuhan paku
homospor.
b)Heterosporus ferns /tumbuhan paku
heterospor.
c)Transitional ferns /tumbuhan paku
peralihan.

a)
a)
Tumbuhan Paku Homospor
Tumbuhan Paku Homospor

Menghasilkan spora yang sama ukuran dan


jenisnya.

Protalium menghasilkan anteridium dan


arkegonium.

Contoh :suplir (Adiantum ceneatum), Lycopodium,


Nephrolepis, dan Drymoglossum.
b)
b)
Tumbuhan Paku Heterospor
Tumbuhan Paku Heterospor

Menghasilkan spora yang berbeda ukuran, dimana masing-


masing ukuran berbeda jenisnya.

Spora yang berukuran besar disebut makrospora, spora


yang berukuran kecil disebut mikrospora.

Makrospora tumbuh menjadi makroprotalium yang


menghasilkan arkegonium.

Mikrospora tumbuh menjadi mikroprotalium yang


menghasilkan anteridium.

Contoh : Selaginella, Salvinia dan Marsilea.


c)
c)
Tumbuhan Paku Peralihan
Tumbuhan Paku Peralihan

Menghasilkan spora yang ukuran dan


bentuknya, sama akan tetapi jenisnya
berbeda.

Protalium hanya menghasilkan anteridium saja


atau arkegonium saja.

Contoh : Equisetum
Peranan Tumbuhan Paku
Tumbuhan paku dapat digunakan sebagai tanaman
. hias Misalnya . . Adinatum Platycerum Asplenium.
Nephrolepis. dan Selaginella.
Beberapa tumbuhan paku dapat digunakan sebagai
. : obat Misalnya Dryopteris digunakan untuk obat
. cacing pita
Beberapa tumbuhan paku dapat dijadikan sayuran
. makanan Misalnya semanggi Marsile dan paku
garuda Pteridium aquilinum.
Azolla pinata yang bersimbiosis dengan Anabaena
alga biru dapat mengikat unsur nitrogen bebas
. dari udara sehingga dapat menyuburkan tanah
Paku tiang Alsophyla glauca batangnya dapat
. digunakan untuk tiang bangunan
Tepung spora Lycopodium dapat digunkan untuk
. bahan kembang api
Batang paku ekor kuda Equisetum yang
dikeringkan dapat dipakai untuk alat pembersih
. penggosok
Tumbuhan paku ada yang merugikan karena
. beberapa ada yang menjadi gulma Misalnya
Salvina natans keyambang merupakan tumbuhan
. pengganggu pada pada tumbuhan padi

Tumbuhan biji (Spermatophyta)


Tumbuhan biji (Spermatophyta)

Tumbuhan biji sering disebut juga tumbuhan


berbunga (anthophyta) dan phanerogamae.

Disebut phanerogamae karena alat-alat


perkembangbiakannya dapat dilihat jelas atau
tidak tersembunyi.

Ciri ciri tumbuhan biji antara lain:


Mempunyai ciri khas yaitu berupa organ biji.
Biji digunakan sebagai alat
perkembangbiakan.
Merupakan tumbuhan kormus sejati karena
tubuhnya sudah dapat dibedakan antara
bagian akar, batang dan daun. Selain itu
memiliki organ pelengkap lainnya berupa,
buah, dan biji.
Memiliki berkas pembuluh angkut (xilem dan
floem). Pembuluh angkutnya berupa
pembuluh-pembuluh halus yang
memanjang melalui akar, melalui batang,
dan menuju daun.
Semua anggotanya berkembang biak secara
vegetatif(aseksual) dan secara generatif
(seksual)

Tumbuhan biji dibedakan menjadi 2


golongan, yaitu tumbuhan biji
terbuka (Gymnospermae) dan
tumbuhan biji tertutup
( Angiospermae).

Gynospermae adalah kelompomk


tumbuhanyang bijinya tidak
terbungkus atau tidak dilindungi
oleh daun buah.

Angiospermae adalah kelompok


tumbuhan yang bijinya terbungkus
atau dilindungi oleh daun buah
Tumbuhan Biji
Tumbuhan Biji
Terbuka
Terbuka
Ciri ciri tumbuhan biji terbuka
-
Sistem perakarannya yaitu akar tunggang. Batas antara
ujung akar dan kaliptra tidak jelas.
-
Batangnya bercabang-cabang. Umumnya batang
memiliki saluran resin.
-
Akar dan batang mempunyai kambium sehingga dapat
tumbuh membesar.
-
Bentuk daun bermacam-macam, kaku dan mengandung
berkas pengangkut.
-
Bunga sesungguhnya tidak ada.
-
Bakal biji terdapat pada daun buah.
-
Pada tumbuhan ini, daun-daun buah dan daun-daun
penghasil serbuk sari terpisah-pisah, masing-masing
berkumpul pada badan berbentuk kerucut yang disebut
strobilus.
-
Strobilus yang tersusun dari daun-daun buah disebut
strobilus betina, sedangkan strobilus yang tersusun dari
serbuk sari disebut strobilus jantan.
1.Kelas Cycadinae
Merupakan tumbuhan biji yang
primitif.

Habitatnya di daerah tropis dan


subtropis.

Ciri khas bangsa atau ordo ini


adalah batang tidak bercabang,
daunnya majemuk, tersusun
sebagai tajuk di puncak pohon.

Merupakan tumbuhan berumah


dua, artinya memiliki strobilus
jantan saja atau strobilus betina
saja.

Contoh: Zamia furfuracea, Cycas


revoluta dan Cycas
rumphii (pakis haji)

Klasifikasi Gymnospermae
Klasifikasi Gymnospermae
2.Kelas Gingkgoinae
Q
Anggota kelompok ini hanya ada satu species yaitu Ginkgo
biloba. Tumbuhan ini merupakan tumbuhan asli dari daratan
Cina.
Q
Merupakan tumbuhan yang tinggi.
QDaun mempunyai tangkai yang panjang, berbentuk kipas dengan
tulang daun yang bercabang-cabang.
Q
Pada musim gugur, daun akan meranggas.
Q
Biji mempunyai kulit luar yang berdaging dan kulit dalam yang
keras.
QMempunyai beberapa manfaat:
1. daunnya dapat digunakan untuk
obat asma dan mengatur
tekanan darah.
2.Buahnya dapat digunakan
suplemen (bahan tambahan
makanan yang berfungsi untuk menjernihkan otak.
3.Kelas Coniferae
Coniferae berarti tumbuhan pembawa kerucut, karena alat
perkembangbiakan jantan dan betina berupa strobilus
berbentuk kerucut. Strobilus jantan menghasilkan serbuk
sari yang mengandung sperma, sedangkan strobilus
betina terdiri dari banyak sisik yang tersusun dalam spiral.
Tumbuhan yang termasuk kelompok ini memiliki ciri selalu
hijau sepanjang tahun (evergreen). Coniferae mempunyai
beberapa peranan, yaitu: sebagai sumber bahan kertas,
sebagai sumber kayu lunak, sebagai bahan bangunan,
sebagai bahan plastik, pernis, terpentin dan tinta cetak.
4. Kelas Gnetinae
Contoh tumbuhan yang termasuk
dalam kelas ini adalah Gnetum
gnemon (melinjo).
Ciri-ciri tumbuhan mlinjo:

Daunnya tunggal dengan duduk


daun berhadapan.

Batangnya berkayu tanpa


saluran resin.

Bunganya merupakan bunga


majemuk berbentuk bulir.

Beberapa peranannya adalah:

Buah dan daun muda digunakan


sebagai sayuran.

Bijinya dapat dibuat emping.

Serabut kulitnya dapat digunakan


untuk membuat jala.

Sebagai tanaman hias, misalnya pakis haji

Sebagai bahan makanan, misalnya melinjo

Penghasil minyak cat (terpentin), misalnya


pinus/tusam

Bahan baku damar, yaitu damar

Sebagai bahan industri kertas dan korek


api, misalnya pohon pinus , pohon damar
dan kayu tumbuhan melinjo

Sebagai bahan untuk obat dan kosmetik,


yaitu Ginkgo biloba

TUMBUHAN BIJI TERTUTUP


TUMBUHAN BIJI TERTUTUP

Ciri ciri tumbuhan yang termasuk ke dalam


tumbuhan biji tertutup (Angiospermae)
=
Merupakan kelompok tumbuhan dengan tingkat
perkembangan yang tinggi.
=
Sudah memiliki bunga yang sesungguhnya.
=
Bentuk dan susunan bunga bermacam-macam
tetapi memiliki bagian-bagian dasar yang sama.
=
Putik terdiri dari tangkai putik, kepala putik, dan
bakal buah yang berisi bakal biji.
=Benang sari terdiri dari tangkai sari dan kepala
sari yang berisi serbuk sari.
=
Mempunyai daun yang pipih, lebar dan tulang
daun dengan susunan yang bervariasi.
=
Bakal biji atau biji tidak tampak karena tertutup
oleh daun buah.
=
Terjadi pembuahan ganda.
=
Waktu yang digunakan antara penyerbukan dan
pembuahan (fertilisasi) relatif singkat.
=
Tumbuhan Angiospermae mempunyai banyak
manfaat.
=
=
=
. 1 Penyerbukan Polinasi . 1 Penyerbukan Polinasi
. Peristiwa menempelnya jatuhnya serbuk sari ke kepala putik
+ Penyerbukan sendiri
autogamy
+ Penyerbukan tetangga
geitonogamy
+ Penyerbukan silang allogamy
+ Penyerbukan bastar
hibridogamy
+ Penyerbukan oleh hewan
zoogami
+ Penyerbukan oleh angin
anemogami
+ Penyerbukan oleh air
hidrogami
+ Penyerbukan oleh manusia
antropogami
Berdasarkan asal serbuk
sari
Berdasarkan faktor yang membantu
penyerbukan
. a
. a
Penyerbukan Berdasarkan Asal Serbuk
Penyerbukan Berdasarkan Asal Serbuk
Sari
Sari
O Penyerbukan sendiri (Autogami),yaitu
terjadi apabila serbuk sari jatuh ke
kepala putik yang berasal dari bunga itu
sendiri.
C Penyerbukan tetangga (Geitonogami),
yaitu terjadi apabila serbuk sari jatuh
ke kepala putik yang berasal dari
bungalain, tetapi masih dalam satu
tumbuhan.
O Penyerbukan silang (Allogami), yaitu
terjadi apabila serbuk sari jatuh ke
kepala putik yang berasal dari bunga
lain pada tumbuhan lain yang masih
satu jenis.
C Penyerbukan bastar (Hibridogami), yaitu
apabila serbuk sari jatuh ke kepala
putik yang berasal dari bunga lain
pada tumbuhan lain yang berbeda
varietasnya.
. b
. b
Penyerbukan Berdasarkan Faktor
Penyerbukan Berdasarkan Faktor
yang Membantu Penyerbukan
yang Membantu Penyerbukan
1.Penyerbukan oleh Hewan (Zoogami)

contoh hewan yang membantu


penyerbukan seperti serangga, burung,
kelelawar, dan siput.
a.Penyerbukan yang dibantu oleh
serangga disebut entogami.
b.Penyerbukan yang dibantu oleh burung
disebut ornitogami.
c.Penyerbukan yang dibantu oleh
kelelawar disebut kiroptogami.
d.Penyerbukan yang dibantu oleh siput
disebut malakogami.
Lanjutan.
Lanjutan.

Ciri-ciri tumbuhan yang


penyerbukannya dinbantu oleh
hewan:

Mempunyai mahkota bunga yang


berwarna cerah

Bunganya berbau harum.

Bunganya mempunyai kelenjar


madu.

Contoh : Bunga mawar.

Lanjutannya ^_^
2.Penyerbukan oleh Angin (Anemogami)

Ciri-ciri tumbuhan yang penyerbukannya


dibntu angin:
-
Kepala sarinya besar, tangkai sari panjang
terjulur ke luar sehingga jika tertiup angin
akan mudah bergoyang.
-
Serbuk sarinya kecil, ringan, kering dan
jumlahnya banyak sehingga mudah
diterbangkan angin.
-
Tidak mempunyai kelenjar madu
-
Umumnya kuncup bunga mekar lebih dahulu
daripada kuncup daun.
-
Tangkai bunga panjang sehingga bunga berada
lebih jauh dari batang jika dibandingkan
dengan daunnya.
-
Umumnya tidak mempunyai mahkota bunga
dan jika ada, mahkota bunganya tidak
berwarna mencolok.

Contoh tanaman: padi, rumput dan jagung.


-
3. Penyerbukan oleh Air (Hidrogami)

Umunya terjadi pada tumbuhan berbunga yang


hidup di air dan bunganya terendam di
dalam air.

Contoh : Hydrilla

Tumbuhan lain yang penyerbukannya dibantu


oleh angin adalah tumbuhan yang tumbuh di
dekat air, misalnya kelapa yang ditanam di
sekitar pantai.

4.Penyerbukan oleh Manusia (Antropogami)


+
Penyerbukan yang dibantu oleh manusia
sengaja dilakukan karena tidak ada
perantara lain yang bisa membantu
proses penyerbukannya.
+Contoh tumbuhannya adalah vanili. Karena
vanili bukan tumbuhan endemik
Indonesia. Pada habitat aslinya,
penyerbukan vanili dibantu oleh
serangga tertentu. Di Indonesia jenis
serangga tersebut tidak ada, oleh
karena itu penyerbukannya dibantu
oleh manusia
Terusan
2. Pembuahan (Fertilisasi)
2. Pembuahan (Fertilisasi)

Pembuahan atau fertilisasi adalah


proses peleburan (bersatunya)
sel spermatozoid dengan sel
telur (ovum) yang menghasilkan
zygot.

Pembuahan pada Angiospermae


disebut pembuahan ganda.
Proses Pembuahan Ganda pada
Proses Pembuahan Ganda pada
Angiospermae
Angiospermae
LanjuTan

Jadi, pembuahan pada Angiospermae disebut


pembuahan ganda karena terjadi dua kali
pembuahan, yaitu:
1. Peleburan inti sel spermatozoid dengan inti
sel telur menghasilkan zigot.
2. Peleburan inti sel spermatozoid dengan inti
kandung lembaga sekunder
menghasilkan zigot.

-
Berdasarkan jumlah daun lembaganya
(kotiledon) Angiospermae dikelompokkan
menjadii 2 kelas, yaitu:
1.Tumbuhan biji berkeping satu (monokotil)
2.Tumbuhan biji berkeping dua (dikotil)
Monokotil memiliki kotiledon (daun lembaga) tunggal pada
bagian biji.
Ciri-ciri tumbuhan yang termasuk dalam kelas monokotil:
1.Susunan akarnya adalah serabut. Ujung akarnya terlindung
oleh kaliptra(tudung akar).
2.Buku-buku batang dan ruas-ruas batang tampak jelas .
Umumnya, batang monokotil tidak bercabang, kecuali dari
suku Gramineae.
3.Bentuk daunnya beraneka ragam dengan urat daun sejajar
atau melengkung.
4.Bagian-bagian bunganya, seperti kelopak bungan dan
mahkota bunga berjumlah tiga atau kelipatan tiga.
5.

Tumbuhan Biji Berkeping Satu (Monokotil)
Lanjutannya MonokotiL..
5.Letak berkas pembuluh membesar.
6.Pada umumnya, akar maupun batang
monokotil tidak mempunya kambium.
Oleh sebab itu pada umumnya
tumbuhan monokotil tidak dapat
tumbuh besar, kecuali pohon suci, dan
nanas seberang.
7.Pada stele batang terdapat ikatan
pembuluh atau fasis bertipe kolateral
tertutup. Letak fasis ini tidak teratur.

Beberapa familia (suku) monokotil


antara lain Liliaceae, Orchidaceae,
Poaceae, (Gramineae), Musaceae,
Palmae (Arecaceae), dan Zingiberaceae.
Tumbuhan Biji Berkeping Dua
Tumbuhan Biji Berkeping Dua
(Dikotil)
(Dikotil)

Dikotil memiliki kotiledon (daun


lembaga) dua pada bagian biji.

Ciri-ciri tumbuhan yang


termasuk kelas dikotil, yaitu:

Biji mempunyai lembaga dengan


dua daun lembaga. Pada waktu
berkecambah biji terbelah.

Sistem perakaran tunggal. Pada


sistem akar tunggang, akar
primer berkembang lebih cepat
daripada cabang-cabang yang
tumbuh dari akar primer, oleh
karena itu, akar primer tumbuh
menjadi akar utama.

Bagian-bagian bunga berjumlah


dua, empat atau lima.

Lanjutannya

Letak berkas pembuluh melingkar.

Batang dan akar mempunyai kambium sehingga


terjadi pertumbuhan sekunder (dapat tumbuh
membesar).

Batang bercabang-cabang. Buku-buku batang, ruas-


ruas batang tidak jelas. Batang dari pangkal ke
ujung seperti kerucut,

Daun tunggal dan majemuk umumnya disertai daun


penumpu, dan jarang mempunyai upih. Duduk
daun tersebar stau berkarang dan tulang daunnya
menyirip atau menjari.

Beberapa familia (suku) dikotil antara lain


Papilionaceae, Mimosaceae, Malvaceae, Myrtaceae,
Solanaceae, Causarinaceae, Moraceae, Piperaciae,
dan Cectaceae.
Faktor Pembeda Tumbuhan Dikotil Tumbuhan Monokotil
Biji 1. Memiliki lembaga dengan dua daun lembaga
2. Ketika berkecambah, biji membelah menjadi dua
1. Memiliki dengan satu daun lembaga
2. Ketika berkecambah, biji tidak membelah
Lembaga Akar lembaga tumbuh menjadi akar tunggang yag
bercabang
Akar lembaga mati disusul dengan
pembentukan sistem akar serabit
Batang Dari pangkal ke ujung berbentuk kerucut panjang,
bercabang-cabang, dan berbuku-buku dengan ruas
tidak jelas
Dari pangkal ke ujung hampir sama besar, tidak
bercabang, dan berbuku-buku dengan ruas
tampak jelas
Daun 1. Tunggal atau majemuk,sering disertai daun
penumpu
2. duduk daun tersebar
3. Tulang daun menyirip atau menjari
1. Tunggal berupih
2. Berseling atau roset
3. sejajar atau melengkung
Bunga Bunga berkelipatan 2,4, atau 5 Bunga berkelipatan 3
Anatomi 1. Akar dan batang memiliki cambium
2. Berkas pembuluh angkut bersifat kolateral terbuka
1. tidak memiliki cambium
2. berkas pembuluh angkut bersifat kolateral
tertutup
Ujung akar lembaga Tidak mempunyai sarung pelindung Mempunyai sarung pelindung yaitu koleoriza
Ujung pucuk lembaga Tidak mempunyai sarung pelindung Mempunyai sarung pelindung yaitu koleoptil
Manfaat Tumbuhan Bagi Manusia

a. Sebagai sumber bahan makanan

1) Sumber karbohidrat

Seperti tanaman padi (Oryza sativa), jagung (Zea mays),


gandum (Tritichum sativum), ketela pohon (Manihot utilisima), dan
tebu (Saccharum officinarum).

2) Sumber protein

Kedelai (Glycine max) dan kacang hijau (Phaseolus radiatus).

3) Sumber lemak

Kelapa (Cocos nucofera), kelapa sawit (Elaeis guineensis), wijen


(Sesamum indicum), dan kacang tanah (Arachis hypogaea).

4) Sumber vitamin dan mineral

Kubis (Brassica oleracea), tomat (Solanum lycopersicum),


buncis (Phaseolus vulgaris), kapri (Pisum sativum), jeruk (Citrus sp.).

b. Sebagai sumber bahan sandang, misalnya kapas (Gossypium sp.),


rami (Boehmeria sp.), dan rosela (Hibiscus sabdariffa).

c. Bahan obat-obatan, misalnya kina (Cinchona ledgeriana), kayu putih


(Eucaliptus alba), dan kencur (Kaemferia galanga).

d. Sumber bahan sedap-sedapan atau bahan penyegar, misalnya


kopi (Coffea sp.), cengkih (Eugenia aromatica), the (Camellia sinensis)

e. Penghasil bahan bangunan, kerajinan, dan bahan industri yang


lain, misalnya jati (Tectona grandis), sengon (Albizia sp.), bambu,
rotan,