Anda di halaman 1dari 5

Hari Bakti Dokter Indonesia

Written by Pusdalin-IDI Wednesday, 28 May 2008 00:00 -

Puncak

Acara Hari Bakti Dokter Indonesia, 28 Mei 2008

Oleh : Pusdalin-IDI
Siaran Pers Ikatan Dokter Indonesia

Pada Puncak Acara Hari Bakti Dokter Indonesia

Jakarta, 28 Mei 2008

Puncak Acara Hari Bakti Dokter Indonesia dalam rangka Seabad Kebangkitan Nasional dan Seabad Kiprah Dokter Indonesia merupakan rangkaian acara yang berawal dari hasil audiensi PB IDI kepada Bapak Presiden tanggal 20 Juni 2007, yang salah satu hasilnya adalah rencana kami memperingati secara khusus seabad kebangkitan nasional yang sekaligus melekat erat di dalamnya seabad kiprah dokter Indonesia; melalui kerangka pikir untuk memanfaatkan momentum tersebut sebagai upaya merevitalisasi peran dokter Indonesia agar kembali berperan, tidak hanya sebagai agent of treatment, namun juga sebagai agent of social change dan agent of development. Karena pada hakekatnya, ketiga peran atau TRIAS PERAN tersebut merupakan warisan luhur para dokter pendahulu di era Budi Utomo yang telah menempatkan peran strategis dokter Indonesia dalam konteks kebangsaan.

Program ini dimulai pada Bulan Juni 2007. Kegiatan yang dilaksanakan dibagi dalam 2 kelompok kegiatan: 1) Kelompok Kegiatan Internal: Pengkajian Wawasan Profesional-Cendekia; dan 2) Kelompok Kegiatan Eksternal, bersifat Konkrit Operasional.

1/5

Hari Bakti Dokter Indonesia


Written by Pusdalin-IDI Wednesday, 28 May 2008 00:00 -

Kelompok kegiatan pengkajian wawasan profesional-cendikia bertujuan untuk membaca permasalahan yang berkembang di masyarakat sebagai penguatan atas keberadaan perlunya revitalisasi TRIAS-PERAN dokter Indonesia. Terdapat sembilan topik utama yang didiskusikan, a.l, tentang: sehat sakitnya sebuah bangsa, trend biaya pendidikan kedokteran yang relatif mahal dewasa ini, konsep sehat yang murah dengan prinsip kendali biaya dan kendali mutu, dan perlunya membangun kesetiakawanan kesehatan.

Untuk Kelompok Kegiatan-Eksternal-Konkrit-Operasional meliputi sembilan kegiatan utama, a.l.: Penerbitan Film Dokumenter dan Pencanangan Gerakan Dokter Untuk Bangsa; KAWAN IDI; Dokter Kecil Award ; Mobile Clinic IDI untuk Kaum Papa dan kegiatan Bakti IDI yang direncanakan sepanjang tahun 2008; Expo atas Achievement 100 Tahun Dunia Kedokteran Indonesia (berlangsung besok, 29 Mei Sampai 1 Juni di Jakarta Convention Centre); Penerbitan Buku Indonesian Caring Physician; dan Hari Bakti Dokter Indonesia 21 Mei 2008.

Semua rangkaian kegiatan di atas terbingkai dalam kerangka pikir Gerakan Dokter Untuk Bangsa, yaitu gerakan yang menghimpun dan mengerahkan segenap potensi dokter dan potensi masyarakat untuk menyehatkan bangsa. Gerakan ini sudah dideklarasikan pada saat HUT IDI ke 59, 24 Oktober 2007 di tempat lahirnya Budi Utomo di eks-Gedung STOVIA.

Beberapa kegiatan yang sudah dijalankan terkait dengan gerakan yang menghimpun potensi masyarakat, yaitu KAWAN IDI dan Dokter Kecil Award. Gerakan ini

KAWAN IDI merupakan akronim dari Kemah Relawan IDI, adalah program pembekalan kerelawanan yang melibatkan masyarakat non-kesehatan agar memiliki ketanggapan medis

2/5

Hari Bakti Dokter Indonesia


Written by Pusdalin-IDI Wednesday, 28 May 2008 00:00 -

yang dibutuhkan bila terjadi bencana. Kegiatan ini diselenggarakan di Bontang tanggal 18-20 Januari 2008. Program ini merupakan upaya untuk memantapkan jaring relawan di bawah koordinasi IDI, mulai dari NAD sampai ke Papua.

Dokter Kecil Award merupakan program pengenalan sejak dini kepada anak-anak agar mengenal jatidiri dokter Indonesia yang sesungguhnya. Tujuan program ini agar dokter-dokter kecil dapat menjadi contoh berperilaku hidup sehat dan peduli lingkungan. Rangkaian program ini berlangsung dari Februari sampai Mei 2008 diakhiri dengan grand final yang berhasil memilih finalis Dokter Kecil Award. Para finalis tersebut hadir di sini. Pemenang award-1, Karisa dari SDN Pondok Labu 11 dan pemenang award-2 Annisa dari SD Global.

Program nyata, terkait dengan gerakan menghimpun potensi dokter untuk menyehatkan bangsa difokuskan pada upaya, mengingatkan kembali dokter-dokter Indonesia bahwa sehatnya sebuah bangsa bukan hanya sekadar sehat fisik namun juga harus meliputi sehat mental dan sosial. Fokus ini sesuai dengan definisi sehat dari WHO.

Gerakan untuk menghimpun potensi dokter berpijak pada konsep revitalisasi TRIAS-PERAN dokter Indonesia. Kaitannya dengan hal tersebut IDI meluncurkan buku Indonesian Caring Physician yang pada hakekatnya merekam aktivitas dokter-dokter Indonesia yang mendekati TRIAS-PERAN tersebut.

Buku Indonesian Caring Physician ini memuat 112 figur dokter peduli, diseleksi dari seluruh

3/5

Hari Bakti Dokter Indonesia


Written by Pusdalin-IDI Wednesday, 28 May 2008 00:00 -

anggota IDI melalui mekanisme pengusulan yang dilakukan 31 IDI-Provinsi, 343 IDI Kabupaten-Kota, 70 Pengurus Pusat Perhimpunan dokter Spesialis dan Seminat di bawah lingkungan IDI. Diharapkan dengan adanya buku ini, proses untuk merevitalisasi peran dokter dapat semakin diperkuat, hal ini mengingat dari dokter-dokter peduli tersebut, telah diseleksi lebih lanjut oleh Majelis Kehormatan Etika Kedokteran, dan terpilih 3 figur dokter yang diharapkan dapat menjadi role model dalam menjalankan Trias Peran dokter Indonesia.

Gerakan dokter untuk bangsa dalam kaitannya dengan upaya merevitalisasi peran dokter membutuhkan upaya jangka panjang dan hanya akan terjadi di dalam sistem yang memungkinkan untuk itu. Para professional di dalam lingkungan IDI berupaya secara terus menerus untuk mengusulkan sistem yang sesuai untuk itu.

Sistem itu adalah sistem pelayanan kesehatan dan kedokteran terpadu, yang berbasis sistem pembiayaan asuransi kesehatan sosial yang bersifat wajib bagi seluruh warga negara. Yang mampu diwajibkan membayar sendiri dan yang tidak mampu premi asuransinya disubsidi oleh negara. Melalui keterpaduan dengan sistem pelayanan kedokteran berbasis pendekatan keluarga yang ditunjang sistem peningkatan kompetensi dokter, kami yakin profesi kedokteran saat ini dan mendatang akan mampu memberikan kontribusi lebih besar dalam mewujudkan bangsa Indonesia yang lebih sehat, bangsa yang lebih kuat dan bangsa yang lebih terhormat.

Aktivitas di dalam Hari Bakti Dokter Indonesia yang untuk pertama kalinya dilaksanakan pada tahun 2008 ini adalah menghimbau dokter-dokter seluruh Indonesia pada hari tersebut untuk membebaskan atau mengumpulkan jasa konsultasi mediknya untuk disumbangkan kepada masyarakat yang tidak mampu. Aktivitas ini dilatarbelakangi oleh situasi aktual masyarakat saat ini yang membutuhkan solidaritas, empati dan rasa kesetiakawanan dari setiap elemen bangsa.

4/5

Hari Bakti Dokter Indonesia


Written by Pusdalin-IDI Wednesday, 28 May 2008 00:00 -

Dengan asumsi kejadian penyakit yang selalu ada sekitar 10-15% per bulan dari total penduduk Indonesia, artinya setiap bulan ada 22 juta sampai 33 juta rakyat sakit. Atau perharinya sekitar 750 ribu sampai 1,1 juta rakyat sakit. Dengan asumsi 30% membutuhkan pelayanan kedokteran, yaitu sekitar 250 ribu sampai 360 ribu pasien, dengan biaya konsultasi rata-rata 25 ribu rupiah, maka kontribusi dokter untuk dapat mengurangi beban atau membantu masyarakat pada hari itu setara dengan 6,25 M sampai 9 M .

Mudah-mudahan dengan penetapan Hari Bakti ini, secara bertahap dari tahun ke tahun semua dokter akan lebih terlibat di dalamnya sehingga menjadi tradisi yang baik dan budaya yang mulia.

Ketua Umum PB IDI DR. Dr. Fachmi Idris, M.Kes

Redaksi Idionline

5/5