Anda di halaman 1dari 8

PROPOSAL

Kiai Kanjeng EMHA Ainun Nadjib road to campuss

Brought 2 u by: Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNIVERSITAS MURIA KUDUS Didukung oleh: PT DJARUM (DJARUM 76) GEMINTANG MEDIAPROM 2009

I.

LATAR BELAKANG Dari berbagai grup musik di Indonesia, nama Kiai Kanjeng tidaklah asing. Kiai Kanjeng dianggap grup musik yang berbeda dari musik Indonesia pada umumnya. Kegiatan keliling Kiai Kanjeng merupakan bagian dari pekerjaan sosial Emha Ainun Nadjib la ngsung di masyarakat, terutama grassroot dan menengah bawah. Kegiatan itu multikonteks meliputi budaya, keagamaan, spiritual, social problem solving, pendidikan dan politik. Tetapi, Kiai Kanjeng bukanlah kelompok musik sebagaimana biasanya kelompok musik. Terutama karena fokus utama kegiatannya bukanlah musik atau kesenian, melainkan proses dan komunikasi sosial yang komprehensif serta pengembangan pendidikan pada masyarakat. Fenomena seperti itu tidak lazim sehingga Kiai Kanjeng hanya dikenal dari mulut ke mulut namun relatif tidak dikenal di dalam konstelasi musik Indonesia, terutama konstelasi musik industri Indonesia. Kiai Kanjeng hadir sebagai salah satu strategi perjuangan Cak Nun dalam mendakwahkan nilai- nilai Islam dan nilai kemanusiaan. Kiai Kanjenglah yang menemani Cak Nun dalam berbagai forum, khususnya menemani acara maiyah setiap tanggal 17 setiap bulan di Kasihan. Juga, dalam acara Padhang Bulan di Jombang, Kenduri Cinta di Jakarta, dan berbagai wilayah lainnya. Musik dan kesenian, lirik dan lagu, nada dan irama yang dihasilkan KiaiKanjeng lebih banyak mengabdi untuk usaha memanusiakan kembali manusia. Gamelan Kiai Kanjeng adalah nama sekumpulan alat musik, tetapi lebih dikenal sebagai grup atau kelompok pemusik. Sederhananya, kegiatan keliling KiaiKanjeng merupakan bagian dari pekerjaan sosial Emha Ainun Nadjib langsung di lapangan masyarakat, terutama grassroot dan menengah bawah. Kegiatan itu multi-konteks: meliputi budaya, keagamaan, spiritual, social problem solving, pendidikan, politik dan sebagainya, di mana Emha dan Kiai Kanjeng hadir sebagai sahabat masyarakat yang berposisi independen penuh. Posisinya sebagai sebuah musik budaya dan dakwah, kiai kanjeng memliki pengaruh yang kuat dalam mengembangkan pendidikan. Di Indonesia kita dapat melihat tumbuhnya beberapa model pendidikan kritis di akar rumput (grassroot). Pendidikan alternatif seperti yang didirikan Bahruddin di Kalibening Salatiga dengan SLTP Qaryah Tayyibah-nya terbukti mampu menyadarkan masyarakat dan siswa bahwa mereka ternyata mampu mandiri dan akhirnya tidak minder ketika menghadapi mereka yang berasal dari sekolah formal. Hal yang sama juga dilakukan oleh budayawan Cak Nun dengan Kiai Kanjengnya yang setiap turun ke akar rumput berupaya menggugah kesadaran masyarakat akan realitas dan problem sosial yang mereka hadapi. Cak Nun selalu membakar semangat masyarakat bahwa ketidakadilan akibat sistem liberal harus dilawan dan masyarakat sebenarnya mampu, hanya saja selama ini dibodohi terus.

Kita sering mengotak-atik metode pembelajaran, fasilitas pembelajaran, dan kurikulumnya, tapi tidak pernah mengkaji secara serius determinan pendidikan utama, yaitu filosofi dan ideologinya. Akhirnya yang terjadi adalah mismatch antara realitas empiris, ideologi yang diambil, kebijakan yang dirumuskan serta penerapannya. Hubungan Budaya yang mendasari Kiai Kanjeng serta cak Nun dalam berkarya, dengan Pendidikan yang ada, seperti di FKIP UMK sesuai dengan beberapa pendapat oleh para ahli, berikut: Theodore Brameld dalam karyanya Cultural Foundation of Education (1957) menyatakan adanya keterkaitan yang erat antara pendidikan dengan kebudayaan berkenaan dengan satu urusan yang sama, dalam hal ini ialah pengembangan nilai. Sementara itu Edward B. Tylor dalam karyanya "Primitive Culture" (1929) menulis apabila kebudayaan mempunyai tiga komponen strategis, yaitu sebagai tata kehidupan (order), suatu proses (process) , serta bervisi tertentu (goals), maka pendidikan merupakan proses pembudayaan. Masih menurut Tylor, tidak ada proses pendidikan tanpa kebudayaan dan tanpa adanya masyarakat; sebaliknya tidak ada kebudayaan dalam pengertian proses tanpa adanya pendidikan. Berdasarkan pengertian tersebut di atas kita bisa memposisi pendidikan dengan kebudayaan di dalam tata hubungan yang saling mempengaruhi (reciprocal relationship); atau pendidikan merupakan variabel yang mendorong terjadinya perubahan kebudayaan di dalam tata hubungan asimetris di mana suatu variabel mempengaruhi variabel yang lainnya ( causal asymetrical relationship) . Terhadap pembangunan nasional, hubungan pendidikan nasional dan kebudayaan nasional dapat dijelaskan sbb: paradigma yang pertama pembangunan nasional adalah variabel bebas (independent variable) sedangkan pendidikan nasional serta kebudayaan nasional merupakan variabel tergantung (dependent variable); sementara itu paradigma kedua, pembangunan nasional merupakan variabel bebas (independent variable), kebudayaan nasional adalah variabel antara (intervening variable); Sedangkan pendidikan nasional merupakan variabel tergantung (dependent variable). Baik kita mengaplikasi paradigma pertama maupun paradigma kedua, keberhasilan pembangunan nasional yang berkelanjutan amat ditentukan oleh sejauh mana kita dapat mengembangkan pendidikan nasional dan kebudayaan nasional. Kalau kita dapat mengembangkan pendidikan nasional serta kebudayaan nasional secara memadai maka keberhasilan pembangunan nasional yang berkelanjutan akan dapat dicapai lebih baik lagi . II. NAMA KEGIATAN Adapun kegiatan yang akan kami laksanakan ini diberi nama: Kiai Kanjeng EMHA Ainun Nadjib road to campus

III.

TUJUAN KEGIATAN Adapun tujuan kegiatan yang akan kami laksanakan adalah : 1. Memberi hiburan yang sehat bagi hati dan jiwa manusia, yang secara rasional diperhitungkan untuk tidak memilih jenis hiburan yang menghancurkan kehidupan. 2. Membangun dan mentradisikan pencerdasan pikiran masyarakat dan mahasiswa serta menyebarkan pendidikan politik murni, kesadaran hak-hak dan kewajiban sebagai manusia dan warganegara. 3. Mencari dalam dialog bersama nilai- nilai dan alasan untuk tetap bergembira dalam keadaan apapun saja. 4. Menumbuhkan kepekaan mahasiswa dalam mengembangkan wacananya saat mensikapi peran serta budaya dalam mengembangkan pendidikan di Indonesia.

IV. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN Kegiatan Kiai Kanje ng EMHA Ainun Nadjib road to campus akan dilaksanakan pada: Hari Tanggal Waktu Tempat : : : : Rabu 11 Oktober 2009 09.00 WIB. - Selesai Lap. Basket Universitas Muria Kudus

V. RUNDOWN ACARA Susunan acara dalam kegiatan tersebut adalah sbb: 09.00 09.30 Pembukaan - Sambutan sambutan 09.30 10.30 Pentas pembuka (band band dari UMK) 10.30 11.00 Pentas Kiai Kanjeng 11.00 13.00 musik dakwah EMHA AINUN NADJIB 13.00 13.30 Penutup - doa VI. SUSUNAN PANITIA Terlampir VII. ESTIMASI DANA Terlampir VIII. PENUTUP Demikian proposal kegiatan Kiai Kanje ng EMHA Ainun Nadjib road to campus ini kami sampaikan. Besar harapan kami atas bantuan dan kerjasamanya guna kelancaran kegiatan tersebut. Atas perhatian dan partisipasinya kami sampaikan terima kasih.

Kudus, 1 Oktober 2009 PANITIA PELAKSANA Kiai Kanjeng EMHA Ainun Nadjib road to campus BEM FKIP-UMK Presiden BEM FKIP UMK Sekretaris BEM FKIP UMK

PANJI SUBRATA NIM.200632233 Mengetahui, a.n. Dekan FKIP Pembantu Dekan III

M AINUR ROFIQ NIM.200632215

FAJAR KARTIKA, SS. M. Hum. NIS. 061070100001191

Lampiran I SUSUNAN PANITIA Kiai Kanjeng EMHA Ainun Nadjib road to campus BEM FKIP-UMK

Penanggung Jawab

: Dekan FKIP-UMK (Drs. Susilo Rahardjo, M.Pd) : Pembantu Dekan III FKIP UMK (Fajar Kartika, S.S, M.Hum)

Penasehat

PELAKSANA Ketua Sekretaris Bendahara Seksi-Seksi 1. Seksi Acara : Panji Subrata : M. Ainur Rofiq : Eva Riska Asriani

: 1. Sofiana 2. Puput Pujianto 3. R. Beni D. B. : 1. Faishol Hadi 2. Hasyim Asyari : 1. Aan Nurul Amanah 2. Supriyadi 3. Richma Hidayati : 1. 2. 3. 4. 5. : 1. 2. 3. 4. 5. Lia Rahamawati Leni Fitriyana Siti Sri Wahyuni Dahlia Nurul Hidayati Raditya Agusta Nurrofik MENWA Satpam UMK POLRES

2. Seksi Perlengkapan

3. Seksi Humas

4. Seksi Konsumsi

6. Seksi Keamanan

7. Seksi Dek. Dok

: 1. Ahmad Ashari 2. Yulian Atmadja

LAMPIRAN 2 ESTIMASI DANA Kiai Kanjeng EMHA Ainun Nadjib road to campus BEM FKIP-UMK PEMASUKAN - Sponsors hip (PT. Djarum 76) : Rp 9.687.500,-

PENGELUARAN NO KETERANGAN
1 KESEKRETARIATAN Kertas HVS Tinta Warna Tinta Hitam Lem Kertas Staples Isi Staples Amplop besar

JUMLAH

SATUAN HARGA (Rp)


40.000,30.000,30.000,500,5.000,1.000,10.000,-

TOTAL HARGA (Rp)

1 Rem 1 Buah 1 Buah 5 Buah 2 Buah 5 Buah 2 pack

40.000,30.000,30.000,2.500,10.000,5.000,20.000,137.500,-

2.

KONSUMSI Snack Makan Aqua Kardus Teh dan kopi latihan grup perform Snack panitia(seting /malam) 70 orang 70 orang 4 kardus 70 gelas 2 grup 10 orang 5.000,8.000,15.000,1.500,40.000,5.000,350.000560.000,60.000,105.000,80.000,50.000,1.205.000,-

4.

PERLENGKAPAN Sewa peralatan perform Sewa gelas 1 set alat musik akustik 70 buah 150.000,35.000,185.000,-

5.

TRANSPORTASI Transport humas Trasnport sie. Konsumsi Transport sie. Acara Transport sie. Perlengkapan Transport sie. Keamanan 2 hari 1 hari 1 hari 1hari 1 hari 60.000,60.000,40.000,60.000,40.000,-

260.000,LAIN - LAIN Ijin ke POLRES Keamanan Menwa Keamanan Satpam UMK Kebersihan Honor Pawang Hujan Sewa mobil 1.500.000,100.000,100.000,100.000,100.000,100.000,-

1.500.000,3.787.500,-