Anda di halaman 1dari 8

BASIC ENGINE

LAPORAN PRAKTIKUM MESIN THERMAL


dibuat untuk memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah Mesin Thermal pada Semester II

Oleh Dwi Sunu Mukharrom 1A - 091711012

PROGRAM STUDI TEKNIK KONVERSI ENERGI JURUSAN TEKNIK KONVERSI ENERGI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG 2010

LAPORAN PRAKTIKUM MESIN THERMAL

BASIC ENGINE
A. Tujuan Praktikum Setelah melakukan praktikum, diharapkan saya dapat : Mengenal bagian bagian mesin dari motor bensin diesel serta memahami fungsinya. Dapat mengetahui dan memahami perbedaan motor motor disel. Dapat memehami prinsip kerja dari motor bensin diesel. Dapat memahami proses kerja dari motor bensin diesel. A. Dasar Teori Motor bensin merupakan pembangkit tenaga (gerak), pada motor (mesin) inilah dibangkitkan tenaga yang kemudian menlmbulkan gerak putar. Bagian-bagian motor dapat dipisahkan menjadi dua yakni bagian yang bergerak dan bagian yang tak bergerak. Sistim yang ada pada sebuah motor terdiri atas sistem bahan bakar, sistim pelumasan, dan sistim pendingin Motor dibedakan dari proses kerjanya yaitu motor empat (4) takt dan motor 2 tak. Sedangkan berdasarkan penyalaan bahan bakarnya motor juga dibedakan menjadi 2 yaitu motor bensin dan motor diesel. Dalam proses pembakaran tenaga panas bahan bakar diubah ketenaga mekanik melalui pembakaran bahan bakar didalam motor. Pembakaran adalah proses kimia dimana Karbondioksida dan zat air bergabung dengan oksigen dalam udara. Jika pembakaran berlangsung maka diperlukan : a. Bahan bakar dan udara dimasukkan kedalam motor. b. Bahan bakar dipanaskan hingga suhu tinggi Pembakaran menimbulkan panas dan menghasilkan tekanan, kemudian menghasilkan tenaga mekanik. Campuran masuk kedalam motor mengandung udara dan bahan bakar. Perbandingan campuran kira kira 12-15 berbanding 1 setara 12-15 kg udara dalam 1 kg bahan bakar. Yaitu karbon dioksida 85% dan zat asam (Oksigen) 15 % atau 1/5 bagian dengan karbon dioksida dan zat air.

dan motor bensin dan dan motor dan motor

(a) Langkah Motor Bensin diesel

(b) piston motor

Motor Diesel merupakan sebuah mesin pembangkit tenaga, yaitu dengan memberikan input tertentu, maka mesin tersebut menhasilkan sejumlah tenaga yang diharapkan. Untuk menghasilkan tenaga tersebut mesin/motor Diesel menganut sebuah siklus. Siklus merupakan suatu proses yang terulang-ulang. Siklus motor terdiri dari 4 proses yaitu isap, kompresi, usaha, dan buang. Proses isap pada motor Diesel, terjadi aliran udara masuk kedalam silinder. Masuknya udara kedalam silinder karena perbedaan tekanan antara di luar dan di dalam silinder. Perbedaan tersebut karena gerakan piston dari TMA ke TMB, dan untuk menambah jumlah udara ditambah dengan peralatan yang dikenal dengan blower, turbo-charger, atau turbocharger intercooler. Peralatan tersebut untuk memaksa udara luar masuk kedalam silinder, sehingga jumlahnya men-jadi lebih banyak. Besarnya jumlah udara yang masuk kedalam dibaandingkan dengan besarnya ruangan silinder disebut dengan efisiensi/rendamen volumetric (v). Pada proses isap ruang di dalam silinder terhubungan dengan udara luar, melalui saluran atau katup masuk yang terbuka. A. Hasil Praktikum Pertemuan Pertama Pada pertemuan pertama, yang dipelajari adalah bagian bagian dari motor bensin maupun diesel. Bagian bagian motor tersebut, diantaranya : a. Piston
Piston (torak) terbuat dari paduan aluminium, sedangkan pada mesin-mesin besar berkecepatan rendah biasanya terbuat dari besi cor. Piston berfungsi sebagai penyekat silinder sekaligus mentransmisikan tekanan gas hasil pembakaran ke crank throw dengan perantaraan connecting rod. Piston biasanya dilengkapi dengan ring piston yang berfungsi sebagai penyekat gas hasil pembakaran agar tidak bocor ke dalam crankcase sekaligus juga berfungsi sebagai pengatur aliran oli untuk melumasi dinding silinder.

b. Silinder

Silinder terdapat pada blok mesin. Blok mesin biasanya terbuat dari besi cor kelabu. Beberapa jenis mesin menggunakan silinder liner yang di masukkan (pressed) ke dalam blok mesin, sehingga apabila aus dapat diganti. Sistem ini biasa disebut sistem wet liners (apabila dinding luar silinder liner bersentuhan langsung dengan air pendingin) dan dry liners (apabila dinding luar silinder liners tidak bersentuhan langsung dengan air pendingin).

c. Crankcase (Poros Engkol) Crankcase merupakan bagian yang memutarkan roda gil (Fly Wheel), tertutup rapat pada bagian bawahnya oleh oil pan (karter) yang biasa terbuat dari aluminum cor atau plat baja yang dipress. Oil pan berfungsi sebagai penampung oli untuk sistem pelumasan.

d. Crankshaft
Crankshaft (kruk as/poros engkol) biasanya terbuat dari steel forging (baja yang ditempa). Besi cor nodular juga dapat dipakai sebagai bahan crankshaft pada mesin-mesin tugas ringan. Crankshaft dipasang pada blok mesin dan disangga oleh main bearing. Jumlah main bearing maksimum adalah jumlah silinder + 1. Crankshaft memiliki poros-poros eksentrik, yang biasa disebut crank throw.

e. Camshaft
Camshaft (noken as/poros bubungan) terbuat dari besi cor atau baja tempa dan setiap cam berfungsi untuk membuka atau menutup katup. Permukaan cam biasanya dikeraskan agar ketahanan aus-nya meningkat. Untuk motor 4 langkah, kecepatan putar camshaft adalah setengah dari kecepatan putar crankshaft.

f. Katup
Katup (valve) biasanya terbuat dari baja paduan yang ditempa (forged alloy steel) atau keramik (hasil pengembangan/penelitian insinyur-insinyur di mercedes benz). Pendinginan katup buang yang beroperasi pada temperatur sekitar 700 C dapat dicapai dengan mengisikan sodium pada lubang stem katup. Dengan proses evaporasi dan kondensasi sodium dapat menghantarkan panas dari kepala katup yang panas ke daerah stem katup yang lebih dingin. g. Fly Wheel (Roda Gila)

Roda gila adalah sebuah roda yang dipergunakan untuk meredam perubahan kecepatan putaran dengan cara memanfaatkan kelembaman putaran (moment inersia). Karena sifat kelembamannya ini roda gila dapat menyimpan energi mekanik untuk waktu singkat. Roda gila dipergunakan untuk membuat torsi yang dihasilkan oleh motor bakar lebih stabil. Dan bagian bagian lainnya seperti Block Engine (Bak Mesin), Exhaust Manifold, Inlet Manifold.

Pertemuan KeDua Pertemuan kedua membahas tentang Langkah Kerja dari Motor 4 tak (4 langkah). Langkah pada Motor 4 langkah diantaranya adalah Langkah Hisap, Kompresi, Expansi (Kerja), dan Buang. Langkah langkah tersebut dianataranya. a. Langkah Hisap Dalam langkah ini, campuran bahan bakar dan bensin di hisap ke dalam silinder.Katup hisap membuka sedangkan katup buang tertutup. Waktu torak bergerak dari titik mati atas ( TMA ) ke titik mati bawah (TMB), menyebabkan ruang silinder menjadi vakum dan menyebabkan masuknya campuran udara dan bahan bakar ke dalam silinder yang disebabkan adanya tekanan udara luar. b. Langkah Kompresi Dalam langkah ini, campuran udara dan bahan bakar dikompresikan. Katup hisap dan katup buang tertutup. Waktu torak naik dari titik mati bawah (TMB) ke titik mati atas (TMA), campuran yang dihisap tadi dikompresikan. Akibatnya tekanan dan temperaturnya akan naik, sehingga akan mudah terbakar. Saat inilah percikan api dari busi terjadi. Poros engkol berputar satu kali ketika torak mencapai titk mati atas (TMA). c. Langkah Usaha Dalam langkah ini, mesin menghasilkan tenaga untuk menggerakkan kendaraan. Saat torak mencapai titik mati atas ( TMA ) pada saat langkah kompresi, busi memberikan loncatan bunga api pada campuran yang telah dikompresikan. Dengan adanya pembakaran, kekuatan dari tekanan gas pembakaran yang tinggi mendorong torak ke bawah. Usaha ini yang menjadi tenaga mesin. d. Langkah Buang Dalam langkah ini, gas yang sudah terbakar, akan dibuang ke luar silinder. Katup buang membuka sedangkan katup hisap tertutup.Waktu torak bergarak dari titik mati bawah ( TMB ) ke

titik mati atas ( TMA ), mendorong gas bekas keluar dari silinder. Pada saat akhir langkah buang dan awal langkah hisap kedua katup akan membuka sedikit ( valve overlap ) yang berfungsi sebagai langkah pembilasan ( campuran udara dan bahan bakar baru mendorong gas sisa hasil pembakaran ). Ketika torak mencapai TMA, akan mulai bergerak lagi untuk persiapan langkah berikutnya, yaitu langkah hisap. Poros engkol telah melakukan 2 putaran penuh dalam satu siklus yang terdiri dari empat langkah yaitu, 1 langkah hisap, 1 langkah kompresi, 1 langkah usaha, 1 langkah buang yang merupakan dasar kerja dari pada mesin empat langkah. Proses Kerja adalah keseluruhan langkah yang berurutan untuk terjadinya satu siklus kerja dari motor. Proses kerja ini terjadi berurutan dan berulang-ulang. Piston motor bergerak bolak balik dari titik mati atas (TMA) ke titik mati bawah (TMB) dan dari titik mati bawah (TMB) ke titik mati atas (TMA) pada langkah selanjutnya Pada motor empat langkah, proses kerja motor diselesaikan dalam empat langkah piston. Langkah pertama yaitu piston bergerak dari TMA ke TMB, disebut langkah pengisian. Langkah kedua yaitu piston bergerak dari TMB ke TMA disebut langkah kompresi. Langkah ketiga piston bergerak dari TMA ke TMB disebut langkah usaha. Pada langkah usaha in terjadilah proses pembakaran bahan bakar (campuran udara dan bahan bakar) didalam silinder motor / ruang pembakaran yang menghasilkan tenaga yang mendorong piston dari TMA ke TMB. Langkah keempat yaitu piston bergerak dari TMB ke TMA disebut langkah pembuangan. Gas hasil pembakaran didorong oleh piston keluar silinder motor. Jadi pada motor empat langkah proses kerja motor untuk menghasilkan satu langkah usaha (yang menghasilkan tenaga) diperlukan empat langkah piston. Empat langkah piston berarti sama dengan dua kali putaran poros engkol. Pertemuan KeTiga Pada pertemuan ketiga adalah pembahasan mengenai memahami sistem kerja kelistrikan pada motor bensin maupun motor diesel. Kelistrikan pada motor diesel maupun bensin disupply dari aki, yang biasanya bertegangan 15 volt. Listrik tersebut lebih digunakan untuk proses penyalaan motor. Dengan tegangan tersebut, tegangan akan dikuatkan oleh koil. Kekuatan tegangan tersebut akan menghasilkan puturan yang membuat percikan api yang kecil pada Distributor. Distributor trsbut akan memutarkan fly whel (roda gila) sehingga memicunya piston bergerak bergerak sesuai langkahnya. Begitulah singkatnya klistrikan pada motor diesel yang digunakan sebagai starternya.

Pertemuan KeEmpat dan keLima Pada kedua pertemuan ini, waktu praktikum digunakan untuk untuk mengoprasi -kan kerja dari mesin bensin. Namun pengoprasian tersebut terkendala oleh kelistrikkan yang tidak berjalan dengan baik. AKI yang digunakan tidak dapat menyupply daya, sehingga terhabat pada proses starter. Perlu waktu, untuk melakukan pengisian pada AKI sehingga dapat digunakan. Walaupun pada akhirnya mesin tidak dapat dijalankan, tapi saya dapat mengerti bagaimana proses kerja dari motor bensin dan diesel. A. Kesimpulan Secara prinsip proses pembangkitan tenaga pada mesin diesel sama dengan proses pembangkitan tenaga pada mesin bensin. Yang berbeda adalah bahan bakar yang digunakan, mekanisme yang berbeda, tekanan pembakaran yang lebih tinggi, namun menghasilkan efisiensi bahan bakar yang lebih baik dari pada efisiensi bahan bakar mesin bensin. Perbedaan motor diesel dan bensin: 1. Gas yang diisap pada langkah motor bensin adalah campuran antara bahan bakar dan udara sedangkan pada motor diesel adalah udara murni. 2. Bahan bakar pada motor bensin terbakar oleh loncatan bunga api busi, sedangkan pada motor diesel oleh suhu kompresi tinggi. 3. Motor bensin menggunakan busi sedangkan motor diesel menggunakan injector (nozzel). Kelebihan dan kekurangan antara motor bensin dan motor diesel kelebihan

Getaran motor bensin lebih halus dan pada ukuran dan kapasitas yang sama mesin motor bensin lebih ringan.

kekurangan Motor bensin tidak tahan bekerja terus-menerus dalam waktun yang lama sedangkan diesel sebaliknya dengan medan yang berat. Motor bensin peka pada suhu yang tinggi terutama komponen sistem pengapiannya. Sedangkan motor diesel tahan bekerja pada suhu yang tinggi Bahan bakar motor bensin harus bermutu baik karena peka terhadap bahan bakar, beda dengan dengan motor diesel hampir dapat menggunakan bahan bakar dari berbagai jenis dan mutu. Keduanya baik motor bensin dan diesel keduanya bekerja dengan proses 4 tak dan 2 tak, dimana motor 4 tak adalah motor yang bekerja setiap satu kali pembakaran bahan bakamya memerlukan 4 kali langkah piston atau 2 kali putaran poros engkol. A. Daftar Pustaka 1. BPM. Arends dan H. Berenshot, Motor Bensin, 2008, Erlangga. 2. Moran, Michael. Sapiro, howard pundamentals of engineering thermodynamic. 2008 3. Maridjo, Drs. petunjuk Praktikum mesin konversi.1995.Pusat pengembangan pendidikan politeknik.Bandung. 4. G. Cusson, Diesel engine test bed instruction manual.