Anda di halaman 1dari 19

ASUHAN KEPERAWATAN PYELONEPHRITIS

OLEH

PENGERTIAN
Pyelonephritis adalah peradangan pada pelvis dan parenchim ginjal yang di sebabkan oleh infeksi bakteri (Black dan Hwaks,2005). Pyelonephritis adalah infeksi pada ginjal dan perfusi ginjal (Brundage,1992). Pyelonephritis marupakan infeksi yang tergolong dalam kelompok infeksi saluran kencing.

2 JENIS PYELONEPHRITIS
1. Pyelonephritis Akut sering terjadi setelah kontaminasi bakteria pada uretrha atau setelah di lakukan tindakan memasukan instrumen seperti, chateter atau cystocope dan penyebanya karena abses renal abses perinephric, emphysematous, pylonephritis,dan kronik pylonephritis yang dapat mengakibatkan gagal gijal. Akut pyelonephritis biasanya cepat dan sering kambu, tetapi baik sebagai serangan infeksi ulang yang tidak di lenyapkan atau sebagai infeksi baru; 20% dari penyakit ini kambu dalam jangka 2 minggu setalah 1 cure teraphy selesai.Infeksi bisa juga berkembang ke bacteriemia.

Lanjutan...
2. Pyelonephritis kronik sering terjadi setelah obstruksi kronik dengan refluks atau gangguan kronik. Perkembangannya perlahan-lahan dan biasanya di kaitkan dengan serangan ulang yang akut, walupun klien mungkin tidak punya riwayat atau pyelonephritis; di tandai dengan kombinasi bentuk abnormal dari calyx dan scharring corteks yang tebal. Ginjal menjadi kontraktur, dan jumlah nephron yang berfungsi berkurang karena di gantikan oleh jaringan schar.selanjutnya akan terjadi gagal ginjal.

ETIOLOGI DAN FAKTOR PENYEBAB


Infeksi bisa merupakan penyebab utama, yang terjadi dengan menurunya pertahanan host ( seperti, calculi, malignanjy, hydronephrosis, atau trauma). Kebanyakan infeksi ginjal merupakan perluasan dari proses infeksi yang berlokasi di suatu tempat, khususny dikandung kemih.Bakteri menyebar ke ginjal terutama dengan naik dari ureter ke ginjal. Sirkulasi darahdan limfatik juga merupakan saluran untuk masuknya organisme. Refluks uretra,yang mengijinkan urine terinfeksi balik ke ureter, dan obstruksi yang juga menyebabkan urine balik kedalam ureter dan membiarkan organisme berkembang biak, merupakan penybab paling banyak dari ascending UTI. Echerchia Coli merupakan penyebab paling lazim dari phyelonephritis.

PROMOSI KESEHATAN
Promosi kesehatan merupakan kunci untuk pencegahan terhadap kambunya infeksi dan kerusakan ginjal lebih lanjut. Tindakan2 gaya hidup untuk mencegah infeksi saluran kencing yang meliputi :  Tindakan menjaga kebersihan parineal seperti, bersihkan dari depan kebelakang  Mengasamkan urine dengan minum juice cranberry atau minuman asam ascorbid  Pastikan bahwa minum airnya cukup  Mengajarkan tentang pentingnya minum anti biotik sampai tuntas satu seri pengobatan

PATHOFISIOLOGY
Pyelonephritis terjadi ketika bakteri memasuki pelvis ginjal, menimbulkan reaksi peradangan, dan sel darah putih meningkat. Peradangan menyababkan odem dan bengkak pada jaringan yang terkena, mulai pada papillae dan kadang2 menyebar ke corteks. Infeksi dapat naik atau ascending begitu terjadi cystitis atau postatitis, atau descendis, bila ada infeksi streptococcal dalam aliran darah. Begitu infeksi diobati dan peradangan sembu, bisa meninggalkan jaringan fibrosa dan scar. Calyx ginjal menjadi kasar karena scar di jaringan intestinal. Jika infeksi kambu, akan terjadi lebih banyak scar, fibrosis, dan gangguan penyerapan tubulus dan sekresi yang mengakibatkan fungsi renal menurun.

MANIFESTASI KLINIK
Pyelonephritis Akut; Ginjal akan membesar, terjadi abces parenchym fokal, dan penumpukan polymorphonuclear limfosit sekitar dan di dalam tubulus.Tanda khususnya pasien akan tampak distres akut walaupun pada beberapa kasus ini minimal atau tidak ada manifestasi. Suhu tubuh tinggi, mennggigil, mual,flank pain pada daerah yang terkena (Costovertebra Angel(CVA) lunak ), sakit kepala,nyeri otot dan sangat lemah. Nyeri biasanya menyebar turun keureter atau ke depan epigastric dan bisa colik jika infeksi merupakan komplikasi dari batu. Pada perkusi atau palpasi dalam di atas CVA terasa lunak.

Cont...
Umumnya, pasien mengalami disurya, frekuency, urgency, dan tanda cystitis lain dalam beberapa hari. Urine berasap atau berdarah, bau busuk, dan WBC dan silinder meningkat. Kultur urine dan sensitivity dilakukan untuk menegakkan diagnosa.Pada urinalysis akan di temukan antibodycuated bakteria; bakteriuria;silinder WBC;pyuria. Pada pemeriksaan darah lengkap WBC meningkat dan intrafenous urogram ginjal mengecil dengan saluran sistem calyceal menjadi tidak beraturan.

Cont...
Pyelonephritis Kronik; manifestasi spesifik tidak ada. Biasa di temukan ketika di evaluasi hipertensinya atau komplikasi hipertensi karena penyakit ini merupakan manifestasi yang paling sering. Pada pemeriksaan laboratorium di temukan azotemia,pyuria,anemia,acidosis dan protein urea . Juga di temukan hilangnya kemampuan ginjal untuk memekatkan urine.

MEDICAL MANAJEMENT
Pyelonephritis Akut Manajemen medik pada akut pyelonephritis mempunyai sasaran berikut :  mengeliminasi organisme pathogen dengan antibiotik yang tepat untuk membunuh kuman yang telah di temukan pada kultur urine dan sensitivity Mengeluarkan semua faktor atau penyakit yang menyebabkan pertahanan host menurun.Jika ditemukan batu atau obstruksi lainnya yang menyebabkan infeksi sering kambu maka pengobatan yang tepat harus di lakukan kalu perlu di operasi.

Cont...
oleh karena itu, pertumbuhan bakteri dihambat dengan antibiotik spektrum luas yaitu sulfonamides atau kombinasi sulfamethoxazole dan trimethoprim biasa digunakan pada pengobatan kecuali, pasien alergi terhadap salah satu dari obat tersebut.Terapi antibiotik ini di teruskan untuk 10 hari sampai 2 minggu. Antibiotik di berikan peroral atau dengan metode dosis tunggal yang tinggi.Pada kasus akut pyelonephritis berat antibiotik diberikan intravena. jelaskan kepada pesien bahwa obat oral harus diminum sampai habis 1 resep untuk mencegah kambunya infeksi. Pengobatan terhadap infeksi yang kambu adalah prophylaksis antibiotik (penicilin).

Pyelonephritis kronik Sasaran utama dari manajemen medik adalah mencegah kerusakan ginjal lebih lanjut. Jika bakteria di temukan beri antibiotik yang tepat. pyelonephritis kronik cenderung kurang nyeri. Kontrol hipertensi sangat perlu. Terapi lainnya tergantung derajat kerusakan ginjal yang sudah terjadi. Walupun intake caran di anjurkan pada akut pyelonephritis, pada kasus kronik merupakan kontra indikasi jika derajat disfungsi ginjal signifikan. Pertumbuhan bakteri di hambat dengan antibiotik yang spesifik sama dengan pada pyelonephritis akut.Kontrol hipertensi penting karena kerusakan ginjal dapat menyebabkan hipertensi yang lebih lanjutnya menambah kerusakan ginjal.Diit rendah sodium dan terapi obat2an harus di lakukan.

ASUHAN KEPERAWATAN
Pengkajian KU : tiba2 demam dan menggigil. Pada sistem genitoury ditemukan hematuria; bakteriuria,pyuria;kultur urine ditemukan pertumbuhan kuman yang bermakna;dysuria; nocturia dan frequensi. Pada pemeriksaan fisik ditemukan area CVA lunak. Hasil lab ditemukan WBC silinder meningkat.

Diagnosa
1. Resiko tinggi kurang cairan tubuh b/d demam,mual,muntah 2. Nyeri akut (flank) b/d proses infeksi di ginjal 3. Kurang pengetahuan tentang PLN b/d kurang terpapar terhadap informasi

Perencanaan
Goal :  Pasien akan mempertahankan keseimbangan cairan  Pasien akan mempertahan kenyamanan atau pasien akan bebas dari nyeri  Pasien akan meningkatkan pengetahuan Objektif :  Intake dan output seimbang, tidak ada manifestasi kurang cairan  Pasien melaporkan nyeri berkurang atau tidak ada nyeri  Pasien dapat menyebutkan penyebab PLN, tanda dan gejala, pengobatan, dan perlunya follow up ke dokter

intervensi
Tindakan untuk mempertahankan hidrasi cairan : 1. Atur pemberian cairan intravena bagi pasien dengan mual muntah berat R/ untuk menggantikan cairan yang hilang 2. Beri minum banyak 10-15 gelas perhari R/ untuk mengencerkan antimicrobial sehingga efektifnya berkurang 3. Ukur intake dan output per 24 jam R/ untuk mengkaji keefektifan penggantian cairan 4. Monitor TTV R/ karena penurunan tensi, percepatan nadi, dan peningkatan suhu tubuh menandakan kurang cairan

Cont...
Tindakan untuk mempertahankan kenyamanan : 1. Kaji kebutuhan akan analgesik dan atur pemberian analgesik sesuai pesanan dokter R/ untuk meningkatkan kenyamanan karena nyeri berkurang 2. Kompres panas pada daerah yang nyeri yaitu, flank R/ untuk mengurangi nyeri 3. Atur pemberian antibiotik seperti, sulfonamides sesuai resep R/ untuk membunuh kuman atau menghambat pertumbuhan bakteria

Pendidikan kesehatan 1. Jelaskan tentang PLN, penyebabnya, tanda dan gejala, dan perlu melakukan intravenous urogram untuk mengidentifikasi adanya kerusakan struktur 2. Jelaskan tentang antimikrobial terapi: obatnya, dosis, intarval,