Anda di halaman 1dari 9

Unsur-unsur Seni Rupa

Added: Friday, September 7th 2007 at 10:12pm by artbloggue Related Tags: art
2.5 / 0 ratings

Bagi sekelompok orang yang memandang sesuatu secara holistik mungkintidak akan tertarik pada pembahasan tentang unsur, oleh karena unsur merupakan bagian terkecil dari sesuatu yang membentuk kesatuan sistem. Bagi kelompok ini akan lebih tertarik pada prinsip -prinsipnya, apakah karya seni rupa itu secara keseluruhan enak di lihat atau tidak. Namun bagi kelompok atau orang yang berfikiran prakmatis, formal, atau struktural akan mengatakan enak tidaknya suatu karya Seni Rupa itu dinikmati adalah adanya unsur -unsur yang membentuknya. Untuk kepentingan analisis atau kritik sen pembahasan unsur Seni Rupa atau lebih lazim disebut i sebagai Unsur Rupa atau Unsur Desain memang perlu dilakukan beberapa sumber, terkadang menyebut unsur rupa berbeda, akan tetapi dapat ditarik kesimpulan pada dasarnya unsur rupa adalah Garis, Raut, Warna, Tekstur, Ruang dan Gelap Terang. A. GARIS Garis merupakan unsur yang paling elementer di bidang Seni Rupa. Dengan hanya meletakkan posisi mata pensil di atas kertas dan selanjutnya digerakkan, maka jejak mata pensil itu akan menghasilkan garis. Oleh karenanya ada yang menyatakan bahwa garis adalah hubungan dua buah titik atau jejak titik-titik yang bersambungan atau berdempetan. Oleh karena itu garis dapat muncul secara rapi atau dapat juga muncul bergigi, bintik-bintik dan sebagainya, arah garis dapat menimbulkan garis lurus, garis lengkung, garis zig-zag. dan garis dapat berposisi tegak, datar, dan melintang. B. RAUT Raut adalah tampang, potongan, bentuk suatu objek. Raut dapat terbentuk dari unsur garis yang melingkup dengan keluasan tertentu sehingga membentuk bidang. Raut juga berarti perwujudan atau perawakan dari suatu objek, dalam hal ini raut berarti bangun, atau dalam pengertian lain raut sering dipahami atau dikenal sebagai bentuk atau bidang. Penampilan raut dapat berujud sebagai (1) Raut Geometris, seperti segi tiga, segi empat, lingkaran. (2) Raut Organik atau Biomorfis seperti raut yang terbentuk dari lengkungan-lengkungan bebas. (3) Raut Bersudut berarti raut yang terbentuk dengan banyak sudut atau berkontur garis zig-zag. (4) Raut Tak Beraturan, adalah jenis raut yang terbentuk secara kebetulan seperti tumpahan cat atau semburan cat dan sebagainya. C. WARNA Warna merupakan unsur rupa yang memberikan nusansa bagi terciptanya karya seni, dengan warna dapat ditampilkan karya seni rupa yang menarik dan menyenangkan. Melalui berbagai kajian dan eksperimen, jenis warna diklasifikasi ke dalam jenis Warna Primer, Warna Sekunder, Warna Tersier. Warna Primer adalah warna yang tidak diperoleh dari pencampuran warna lain, warna pokok atau dengan kata lain warna yang terbebas dari unsur warna-warna lain. seperti ( merah, kuning, biru ). Warna Sekunder adalah merupakan pencampuran dari dua warna Primer. misalnya warna biru campur warna kuning jadi warna hijau, warna biru campur warna merah jadi war a ungu atau violet, n warna merah campur warna kuning jadi warna orange.

RbUX R Qd UR X eQ SR QV U XReQd URdQX URX dR VUQe URXR RSRT U XReQd X gR R d TRV W a Y g Rgd UR RSRTQX RXVU gR R XRTR Tg RVUQe X UXQ g Rb T dTR X UXQ g R Qe RSR` RSR TR eRV eR R VURTQ SR QP VURTQ Q RdQX TQ eQe URXR URVU TfURVU T VURb dUQS URdYTcV RYR UW eQd Q T Q aW U W SR Y V Q URdQX TQ eQe URXR R Q UR dRTQX VURb dUQS URdQTcP RbR R` RUQX VURb R R R VURTQ a VURb UR RbRW R` RUQX XR W TRTQY SR QV VUR RbU TR RbR R` URVUQ UR RXTQ aVURYQ SR QP T a a Y Y W YW Y W EI H E F G F
EL P E i li t il t t i ji i t i j i li it j i . l i t t t t i titi , l it i i il l l it t . i i , i i ti it t il i il i l i t j i t ti ti l l l i t t ti i i . t l i li t t . l t l

DA0 9208 920A6 20741 645343 2010 1060 645 6A 0 01 C0 4 2010 014 20741 645343 @ @ 20 10 C 3 645 A 2060192 0A@ 41 01 C347 20741 645343 2010 B41 2060192 201920@47 70A 20741 645343 2010 60745 2060192 0 45645 A 2060192 0A 41 206A1A 01 0 45645 9208 20741 @ @ @ 20 1 645343 2010 '()( ' !  !  !  "       !       "      &%  $
t , it .S l t . t l l i ,j i ji , t. i li l j it i j i l . Li it. Ji li gk , l , l i i it ,

  !     !     !                      !      !    !           !    #   " !                                   


, l E t if t t t, t t i j lit i il i . t l l t i t t t i lit it l li l , l j i . Kit t t t ti it t t t it , t i , i l l , l ,

      
l i

1. Surrealisme
ALIRAN SENI LUKIS

t l

F. E.

t li i , t it

D. EKS Warna

rsi r A

Lukisan dengan aliran ini kebanyakan menyerupai bentuk-bentuk yang sering ditemui di dalam mimpi. Pelukis berusaha untuk mengabaikan bentuk secara keseluruhan kemudian mengolah setiap bagian tertentu dari objek untuk menghasilkan sensasi tertentu yang bisa dirasakan manusia tanpa harus mengerti bentuk aslinya.

2. Kubisme

Adalah aliran yang cenderung melakukan usaha abstraksi terhadap objek ke dalam bentuk-bentuk geometri untuk mendapatkan sensasi tertentu. Salah satu tokoh terkenal dari aliran ini adalah Pablo Picasso .

3. Romantisme

Merupakan aliran tertua di dalam sejarah seni lukis modern Indonesia. Lukisan dengan aliran ini berusaha membangkitkan kenangan romantis dan keindahan di setiap objeknya. Pemandangan alam adalah objek yang sering diambil sebagai latar belakang lukisan. Romantisme dirintis oleh pelukis-pelukis pada zaman penjajahan Belanda dan ditularkan kepada pelukis pribumi untuk tujuan koleksi dan galeri di zaman kolonial. Salah satu tokoh terkenal dari aliran ini adalah Raden Saleh

4. Ekspresionisme

Ekspressionisme adalah kecenderungan seorang seniman untuk mendistorsi kenyataan dengan efek-efek emosional . Ekspresionisme bisa ditemukan di dalam karya lukisan , sastra , film , arsitetur , dan musik . Istilah emosi ini biasanya lebih menuju kepada jenis emosi kemarahan dan depresi daripada emosi bahagia. Pelukis Matthias Grnewald dan El Greco bisa disebut ekspresionis.

5. Impresionisme
Impresionisme adalah suatu gerakan seni dari abad 19 yang dimulai dari Paris pada tahun 1860an . Nama ini awalnya dikutip dari lukisan Claude Monet , " Impression,Sunrise " ("Impression, soleil levant") . Kritikus Louis Leroy menggunakan kata ini sebagai sindiran dalam artikelnya di Le Charivari . Karakteristik utama lukisan impresionisme adalah kuatnya goresan kuas, warna-warna cerah (bahkan banyak sekali pelukis impresionis yang mengharamkan warna hitam karena dianggap bukan bagian dari cahaya), komposisi terbuka, penekanan pada kualitas pencahayaan, subjek-subjek lukisan yang tidak terlalu menonjol, dan sudut pandang yang tidak biasa. Impresionisme menjadi pelopor berkembangnya aliran-aliran seni modern lain seperti Post-Impresionisme , Fauvisme , and Kubisme . Ia memiliki ciri khas: Goresan kuas pendek dan tebal dengan gaya mirip sketsa, untuk memberikan kemudahan pelukis menangkap esensi subjek daripada detailnya. Warna didapat dengan sesedikit mungkin pencampuran pigmen cat yang digunakan. Diharapkan warna tercampur secara optis oleh retina . Bayangan dibuat dengan mencampurkan warna komplementer (Hitam tidak digunakan sebagai bayangan). Cat tidak ditunggu kering untuk ditimpa dengan warna berikutnya. Pengolahan sifat transparansi cat dihindari. Meneliti sedetail mungkin sifat pantulan cahaya dari suatu objek untuk kemudian diterapkan di dalam lukisan.

Dikerjakan di luar ruangan ( en plein air )

6. Post-Impresionisme
Post-Impresionisme adalah suatu masa yang masih dipengaruhi sisa-sisa impresionisme. Pada awal 1880 pelukis mulai mengeksplorasi sisi lain dari penggunaan warna, pola, bentuk, dan garis yang sedikit berlawanan dari pencapaian impresionisme. Pelukis pada era ini contohnya adalah Vincent Van Gogh , Paul Gauguin , Georges Seurat dan Henri de Toulouse-Lautrec . Camille Pissarro , yang sebelumnya adalah seniman impresionis kemudian mengembangkan gaya pointilisme . Monet meninggalkan kewajiban melukis di luar ruangan. Paul Czanne , meskipun telah tiga kali terlibat dalam pameran impresionis, kemudian mengembangkan gayanya tersendiri. Karya seluruh seniman ini meskipun tidak lagi menganut aliran impresionisme namun masih mengandung unsur-unsur dasarnya.

7. Fauvisme

Fauvisme adalah suatu aliran dalam seni lukis yang berumur cukup pendek menjelang dimulainya era seni rupa modern. Nama fauvisme berasal dari kata sindiran "fauve" (binatang liar) oleh Louis Vauxcelles saat mengomentari pameran Salon d'Automne dalam artikelnya untuk suplemen Gil Blas edisi 17 Oktober 1905, halaman 2. Kepopuleran aliran ini dimulai dari Le Havre , Paris , hingga Bordeaux. Kematangan konsepnya dicapai pada tahun 1906. Fauvisme adalah aliran yang menghargai ekspresi dalam menangkap suasana yang hendak dilukis. Tidak seperti karya impresionisme , pelukis fauvis berpendapat bahwa harmoni warna yang tidak terpaut dengan kenyataan di alam justru akan lebih memperlihatkan hubungan pribadi seniman dengan alam tersebut. Konsep dasar fauvisme bisa terlacak pertama kali pada 1888 dari komentar Paul Gauguin kepada Paul Srusier : "Bagaimana kau menginterpretasikan pepohonan itu? Kuning, karena itu tambahkan kuning . Lalu bayangannya terlihat agak biru, karena itu tambahkan ultramarine . Daun yang kemerahan? Tambahkan saja vermillion ." Segala hal yang berhubungan dengan pengamatan secara objektif dan realistis, seperti yang terjadi dalam lukisan naturalis , digantikan oleh pemahaman secara emosional dan imajinatif. Sebagai hasilnya warna dan konsep ruang akan terasa bernuansa puitis. Warna-warna yang dipakai jelas tidak lagi disesuaikan dengan warna di lapangan, tetapi mengikuti keinginan pribadi pelukis. Penggunaan garis dalam fauvisme disederhanakan sehingga pemirsa lukisan bisa mendeteksi keberadaan garis yang jelas dan kuat. Akibatnya bentuk benda mudah dikenali tanpa harus mempertimbangkan banyak detail .

hvut s p qp htuxh i
e e e i i e e R e i e e i ei e e i i e i i e e e e e I i e e eR e i i e i e o e oo e o i e i e e i e i e o Re i e e e i e i i i e e e e e i e e 4 e

qp h t vh h t x ps xs i ry y w i sh shxh rs v hrhv h hwq q sh ruq sh i hy vh xu s v qp ih r hi s q r yt yx t x i hyvh t vq i p ts qp s p tvq hs shwq t w hw shih h uwq q sh ruq h qhih hrhv xh r y w i shxhqhs v sh xhpuq q i y s wth hqhs shs r ihs r sh p sht r vq i yhuw p rhwh hrh v sh ruq hwt x p ih t hvut v uxhp yhihp h hw p ihs r sh xrshtwq hth hth thr hiuv xhy it x w i hx r vh x p shi vqhs q qhihr shtuu
Ke e e D i e e izo ei e i o e e i e i e i Ke i oo e e e i i e io i e Di I i eo o e i e w e e e i i e e i e e i e i i e i e i o e i e eo i e i e

x shqh h p sh h hpu h x sh h hv th h y y ry i r r w y w i hrs w qui shr p shi vqhs v ut s q hw y w i sh s r yhi x hshth hs th p ih t hth sh s r hvut v hhw p sh t xh r hp w xx pshp hs t shqh r x p ui v y xs hhw xhtuh hth p qhih r uxs w uxs w ut s q shr xhqhs q hyhput w h vut v ih vh x p rht x uihi p sh h qp ih t hyhpu phui y w i sh xt s v qhih
e e i e i e i e e i i e o i e i e fi i o e e e i i e e e e i i e e i e i i e e i e e e o e i e e i e e i e e e i e i ei i e e e i fo o i z e e e e i i e z o i e i i io o i e i i M

h s hqhs shs hs r r i r y w i shth p sh ihyx hx r shuq x r sh hrhv hrh yhrup hsths w p qp ih t r shs r hth suqh rhwh shyhs xt v hrhv p sht r hiuqt w sh shhhruw sh ht h rhv uhs q hiuv hp w hvut s p qhihr qp ih t shphyhwq
i e e e i e e e i o Lo e M i e

suv h p utu sh h sh su q s q hvshx sh h shths i w i y w y w w sh xhy it vq q utsu hvut s p qhihr hyhpu hrhv uhs q hiu v hp w hshs h uxs xt x phx tvt xs uhxh i wq i wq shyhwqhx hvshx thy thy p shvur y qhihr i vqhx hshq hh w p hth uxhup qhihr wup shi vqhs q hyhpu xtht w hvut s p qhihr r qp ih
Re i e i e i e e

8. e

s e (sen

up )

Naturalisme di dalam seni rupa adalah usaha menampilkan objek realistis dengan penekanan seting alam. Hal ini merupakan pendalaman labih lanjut dari gerakan realisme pada abad19 sebagai reaksi atas kemapanan romantisme . Salah satu perupa naturalisme di Amerika adalah William Bliss Baker , yang lukisan pemandangannya dianggap lukisan realis terbaik dari gerakan ini. Salahs atu bagian penting dari gerakan naturalis adalah pandangan Darwinisme mengenai hidup dan kerusakan yang telah ditimbulkan manusia terhadap alam.