Anda di halaman 1dari 21

Sistem Penganggaran (Budgeting System)

Daniel Mowan Gunawan Rizky Hary Perdana

Sistem Penganggaran (Budgeting System)


y Sistem pengangaran perusahaan terbagi 2 zaman yaitu:
y Sistem PenganggaranTradisional (Traditional Budgeting system) y Anggaran Publik dengan pendekatan NPM (New Public

Management)

Traditional Budgeting System


y Traditional Budgeting System adalah sistem anggaran yang

berdasarkan jenis-jenis pengeluaran dan penerimaan.


y Dasar pemikirannya adalah setiap pengeluaran harus didasarkan

pada perhitungan dan penelitian yang ketat agar tidak terjadi pemborosan dan penyimpangan atas dana yang terbatas.

Traditional Budgeting System


Proses implementasiTraditional Budgeting System:
y Anggaran diklasifikasikan menurut jenis pengeluaran dan penerimaan. y Berorientasi ke belakang (backward oriented), artinya anggaran tahun sebelumnya

dijadikan acuan untuk menyusun anggaran tahun berjalan.


y Bersifat incremental karena memasukkan unsur tambahan/marjinal terhadap

anggaran tahun yang lalu sebagai dasar penyusunan anggaran tahun berikutnya.
y Menitikberatkan pada input dari semua kegiatan daripada outputnya.

Traditional Budgeting System


KelebihanTraditional Budgeting System:
y Sederhana dan mudah dioperasikan karena tidak memerlukan

analisis yang rumit.


y Backward oriented dapat menjamin kepastian dibandingkan

dengan forward oriented karena keadaan di masa depan sulit untuk diprediksi.
y Lebih mudah dalam melakukan pengawasan.

Traditional Budgeting System


KelemahanTraditional Budgeting System:
y

Klasifikasi berdasarkan jenis penerimaan dan pengeluaran kurang dapat memberikan informasi yang berguna bagi kepentingan analisis ekonomi.

y y y

Hanya memberikan informasi tentang kegiatan yang dilakukan, bukan hasil dari kegiatan tersebut. Klasifikasi anggaran tidak menggambarkan adanya suatu program. Hanya mencakup satu tahun anggaran sehingga kurang dapat menjelaskan pengeluaran yang akibatnya lebih dari satu tahun anggaran.

Mengabaikan aspek analisis manfaat (cara menentukan bahwa suatu kegiatan mendapatkan alokasi yang lebih besar dibandingkan kegiatan yang lain).

New Public Management (NPM)


y Sejak pertengahan tahun 1980-an, telah terjadi perubahan manajemen sektor publik yang

cukup drastis dari sistem manajemen tradisional yang terkesan kaku, birokratis, dan hierarkis menjadi model manajemen sektor publik yang fleksibel dan lebih mengakomodasi pasar.
y Perubahan tersebut bukan sekedar perubahan kecil dan sederhana, tetapi perubahan

besar yang telah mengubah peran pemerintah terutama dalam hal hubungan antara pemerintah dan masyarakat (Djedje Abdul Aziz dkk, 2007). Paradigma baru yang muncul dalam manajemen sektor publik tersebut adalah pendekatan New Public Management (NPM).

New Public Management (NPM)


y Dalam New Public Management ada 3 metode:
y Planning Programming and and Budgeting System (PPBS). y Zero Based Budgeting (ZBB) y Performance Budgeting

Planning Programming and and Budgeting System (PPBS)


y Planning Programming and and Budgeting System

(PPBS) merupakan teknik penganggaran yang didasarkan pada teori sistem yang berorientasi pada output dan tujuan dengan penekanan utamanya adalah alokasi sumber daya berdasarkan analisis ekonomi.

Planning Programming and and Budgeting System (PPBS)


Proses implementasi PPBS meliputi:
y y y y y y

Menentukan tujuan umum organisasi dan tujuan unit organisasi dengan jelas. Mengidentifikasi program-program dan kegiatan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Mengevaluasi berbagai alternative program dengan menghitung cost-benefit dari masing-masing program. Pemilihan program yang memiliki manfaat besar dengan biaya yang kecil. Alokasi sumber daya ke masing-masing program yang disetujui. Program yg disusun hrs terkait dg tujuan organisasi & tersebar ke seluruh bagian organisasi.

PPBS mensyaratkan organisasi menyusun rencana jangka panjang untuk mewujudkan tujuan organisasi melalui programprogram.

Planning Programming and and Budgeting System (PPBS)


Keuntungan PPBS :
y Tujuan organisasi dapat digambarkan dengan lebih nyata. Hal ini akan

mempermudah pimpinan dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan usaha pencapaian tujuan program.
y Dapat mengurangi beban kerja. y Sistem penganggaran ini dapat dilakukan lintas departemen y Sumber daya dapat dialokasikan dengan lebih efisien.

Planning Programming and and Budgeting System (PPBS)


Kelemahan PPBS :
y

PPBS membutuhkan sistem informasi yang canggih, ketersediaan data, adanya sistem pengukuran, dan staf yang memiliki kapabilitas tinggi.

y y y y

Implementasi PPBS membutuhkan biaya yang besar karena PPBS membutuhkan teknologi yang canggih. PPBS bagus secara teori, namun sulit untuk diimplementasikan. PPBS mengabaikan realitas politik dan realitas politik dan realitas organisasi sebagai kumpulan manusia yang kompleks PPBS merupakan taknik anggaran yang statistically oriented. Penggunaan statistic terkadang kurang tajam untuk mengukur ektivitas program tertentu saja.

Pengaplikasian PPBS menghadapai masalah teknis. Hal ini terkait dengan sifat program atau kegiatan yang lintas departemen sehingga menyulitkan dalam menentukan alokasi biaya.

Zero Based Budgeting (ZBB)


y Zero base budgeting anggaran disusun dengan

menganalisis operasi yg sdg berlangsung, & kelangsungan kegiatan atau operasi dipertimbangkan dg dasar kebutuhan & kegunaannya bagi organisasi.

Zero Based Budgeting (ZBB)


Proses Implementasi ZBB ada tiga tahap:
y Identifikasi unit-unit keputusan y Penentuan paket-paket keputusan
y Paket keputusan mutually-exclusive adalah paket-paket keputusan yg

memiliki fungsi yg sama


y Paket keputusan incremental; merefleksikan tingkat usaha yg berbeda

y Meranking dan mengevaluasi keputusan

Zero Based Budgeting (ZBB)


Keunggulan ZBB :
y y y y y y

Jika ZBB dilaksanakan dg baik maka dpt menghasilkan alokasi sumber daya scr lebih efisien. ZBB berfokus pada value for money. Memudahkan identifikasi tjdnya inefisiensi & ketidakefektivan biaya. meningkatkan pengetahuan & motivasi staf & manajer. Meningkatkan partisipasi manajemen level bawah dlm proses penyusunan anggaran. Merupakann cara yg sistematik utk menggeser status quo & mendorong organisasi utk selalu menguji alternatif aktivitas & pola perilaku biaya serta tingkat pengeluaran.

Zero Based Budgeting (ZBB)


Kelemahan ZBB:
y

Time consuming, terlalu teoritis & tak praktis, membutuhkan biaya besar, & hasilkan kertas kerja yg menumpuk krn pembuatan paket keputusan.

y y y

ZBB cenderung menekankan manfaat jk pendek. Implementasi ZBB membutuhkan teknologi maju. Masalah terbesar ZBB adl proses meranking & mereview paket keputusan yg mrp pekerjaan melelahkan & membosankan shg dpt mempengaruhi keputusan.

Peranking paket keputusan membutuhkan staf yg mpy keahlian yg tak mungkin dimiliki organisasi. Dalam perankingan seringkali muncul pertimbangan subyektif dan tekanan politik.

y y

Memungkinkan munculnya kesan yg keliru bhw semua paket keputusan hrs masuk dlm anggaran. Implementasi ZBB menimbulkan masalah keperilakuan dlm organisasi.

Performance Budgeting
y Performance Based Budgeting (Penganggaran Berbasis Kinerja) adalah sistem

penganggaran yang berorientasi pada output organisasi dan berkaitan sangat erat denganVisi, Misi dan Rencana Strategis organisasi.
y Ciri utama Performance Based Budgeting adalah anggaran yang disusun dengan

memperhatikan keterkaitan antara pendanaan (input) dan hasil yang diharapkan (outcomes), sehingga dapat memberikan informasi tentang efektivitas dan efisiensi kegiatan.

Performance Budgeting
y Anggaran berbasis kinerja memusatkan perhatian pada pengukuran

efisiensi hasil kerja dengan tujuan memaksimumkan output yang dapat dihasilkan dari input tertentu.
y Tiga unsur pokok anggaran berbasis kinerja, yaitu:
y Pengeluaran pemerintah dikelompokkan menurut program dan kegiatan. y Performance measurement (pengukuran hasil kerja). y Program reporting (pelaporan program).

Performance Budgeting
Proses Implementasi Performance Budgeting:
y Klasifikasi anggaran didasarkan pada program dan kegiatan. y Penekanan pada pengukuran hasil kerja dan bukan pada aspek

pengawasan.
y Setiap kegiatan harus dilihat dari segi efisiensi dengan memaksimalkan

output.
y Memerlukan standar pengukuran hasil kinerja.

Performance Budgeting
Kelebihan Performance Budgeting:
y Memungkinkan pendelegasian wewenang dalam pengambilan keputusan. y Merangsang partisipasi motivasi aktif unit-unit operasional melalui proses usul dari

bawah dan penilaian anggaran yang bersifat aktual.


y Meningkatkan fungsi perencanaan dan mempertajam pembuatan keputusan pada setiap

tingkat eksekutif.
y Memungkinkan alokasi dana secara optimal karena setiap kegiatan selalu

dipertimbangkan dari segi efisiensi.


y Dapat menghindarakan pemborosan.

Performance Budgeting
Kelemahan Performance Budgeting:
y Cenderung menurunkan peran badan legislatif dalam proses perumusan

kebijaksanaan dan penentuan anggaran.


y Tidak terdapat kejelasan tentang penanggung jawab dan siapa yang

menanggung dampak dari setiap keputusan.


y Tidak semua kegiatan dapat distandarkan dan diukur secara kuantitatif.