Anda di halaman 1dari 37

ASURANSI

Prepared by: Lutfiddin Fakultas Ekonomi Universitas Mataram

Pendahuluan
Tragedi kemanusiaan akibat aksi terorisme yang meruntuhkan gedung kembar pencakar langit, World Trade Center (WTC), New York, pada 11 September 2001, tidak hanya membuka mata dunia internasional terhadap ancaman bahaya terorisme yang dapat menimpa negara manapun di dunia, namun juga memporak-porandakan industri asuransi dunia, khususnya asuransi kerugian, meski tidak langsung, dampaknya juga terasa di Indonesia.
(Kompas, Selasa, 23 April 2002).
Lutfiddin

WTC 11/9/2001

Pendahuluan


Menurut catatan lembaga analisis keuangan internasional Morgan Stanley, per 29 Oktober 2001, kerugian yang disebabkan oleh tragedi tersebut berkisar antara 30 milyar sampai 35 milyar dollar Amerika Serikat. Nilai ini jauh di atas nilai kerugian yang pernah ada selama ini.
Lutfiddin

Pendahuluan


Sebagai gambaran, bencana alam topan Andrew yang melanda wilayah Florida Selatan pada tahun 1992, menimbulkan kerugian sebesar 20 milyar dollar AS. Bencana alam gempa bumi di Los Angeles, California AS pada tahun 1994 menimbulkan kerugian 16,3 milyar dollar AS
Lutfiddin

ASURANSI


Richard Zeckhauser, dalam The Fortune, Encyclopedia of Economics, Warner Books, New York, 1993, hal. 22 mengemukakan bahwa :

Insurance plays central role in the functioning of

modern economies. Life insurance offers protection against the economic impact of an untimely death; health insurance covers the sometimes extraordinary costs of medical care; and bank deposits are insured by the federal government. In each case a small premium is paid by the insured to receive benefits should an unlikely but high-cost event occur.
Lutfiddin

ASURANSI
 

Asuransi atau pertanggungan (KUHD pasal 246), adalah : Suatu persetujuan, di dalam mana pihak penanggung (the insurer) berjanji akan mengganti kerugian berhubung dengan kerusakan, kerugian ataupun kehilangan laba yang diharapkan (laba khayal) yang dialami oleh pihak tertanggung (the insured) dan disebabkan oleh suatu kejadian tidak tersangka, mengenai perjanjian mana pihak tertanggung harus membayar uang premi kepada penanggung. Persetujuan asuransi ini dicantumkan secara terperinci di dalam apa yang lazimnya disebut dengan polis asuransi yang ditanda tangani oleh pihak penanggung.

Lutfiddin

ASURANSI


Pembahasan asuransi yang ada kaitannya dengan dunia perbankan, lebih dititik beratkan pada pembahasan asuransi jaminan kredit yang merupakan bidang asuransi kerugian, yang meliputi : Asuransi kebakaran (fire insurance), Asuransi pengangkutan laut (marine insurance), dan Asuransi kendaraan bermotor (motor vehicle insurance).

Lutfiddin

ASURANSI
 

Tujuan Asuransi (KUHD pasal 246) Untuk mencegah, setidak-tidaknya mengurangi risiko kerugian yang mungkin timbul karena hilang, rusak, atau musnahnya barang-barang yang dipertanggungkan dari suatu kejadian yang tidak pasti.

Suatu perjanjian dalam hal penanggung membebankan premi dan mengikat diri terhadap tertanggung untuk membebaskannya dari kerugian.

Lutfiddin

ASURANSI


Asuransi merupakan hubungan hukum antara dua pihak yang saling terikat dalam suatu perjanjian yang mengakibatkan hak dan kewajiban antara

Tertanggung (insured/assured), yaitu pihak yang mempercayakan (mengasuransikan) miliknya terhadap suatu risiko yang mungkin terjadi, dan

Penanggung (insurer/under writer s), yaitu pihak yang menerima pertanggungan. Pihak ini lazim disebut perusahaan asuransi.
Lutfiddin

ASURANSI
 

Asuransi barang jaminan kredit Menurut sifatnya dapat dibagi atas dua jenis, yaitu : barang bergerak dan barang tidak bergerak. Jenis asuransi yang umumnya digunakan dalam dunia perbankan terhadap barang-barang jaminan kredit antara lain berupa : 1. Asuransi kebakaran (fire insurance) 2. Asuransi yang berhubungan dengan maskapai pelayaran atau angkutan laut (marine insurance), meliputi :   Muatan kapal laut (marine cargo) Kapalnya (marine hull)

3. Asuransi kendaraan bermotor (motor vehicle insurance)


Lutfiddin

ASURANSI
Asuransi barang jaminan kredit


Selain dari berbagai jenis asuransi di atas kadangkadang diperluas (extended coverage), meliputi : Asuransi untuk risiko banjir (flood), Asuransi gempa bumi (earthquake), Asuransi huru-hara (strike), Asuransi demonstrasi (riots civill) , dan lain-lain.

Lutfiddin

ASURANSI
Asuransi kebakaran

Asuransi jenis ini biasanya dipakai untuk mengasuransikan barang-barang jaminan berupa gedung dan perlengkapan. Cole dalam bukunya Law of Fire Insurance mendefinisikan kebakaran sebagai sesuatu yang terbakar, yang seharusnya tidak terbakar, sifatnya sekonyong-konyong atau merupakan sesuatu kecelakaan atau tidak dapat diduga sebelumnya.

Lutfiddin

ASURANSI



Asuransi kebakaran
T.T. Smith CHR dan Francis dalam bukunya Fire Insurance Theory and Practice, mengemukakan tiga patokan tentang asuransi kebakaran sebagai berikut : Harus ada nyala api secara nyata Kebakaran yang dapat dipertanggungkan harus bersifat mendadak. Harus ada sesuatu yang terbakar yang seharusnya tidak terbakar.

Lutfiddin

ASURANSI


Asuransi yang berhubungan dengan Maskapai Pelayaran 1. Menyelenggarakan pengangkutan barang (to perform the function of carriage) 2. Menyelamatkan barang-barang selama dalam perjalanan (to safeguard the goods while in transit) 3. Memelihara barang-barang yang diangkut (to take reasonable care of the goods entrusted to him) 4. Bertanggung jawab atas kerusakan dan kerugian atas barang-barang selama dalam tangannya, kecuali bila kerugian dan kerusakan itu disebabkan oleh :

Lutfiddin

ASURANSI


Asuransi yang berhubungan dengan Maskapai Pelayaran a) Bencana alam (Act of God) b) Serangan musuh (Act of the King s Enemies) c) Kerusakan oleh sifat barang-barang itu sendiri (inherent vice) seperti buah-buahan yang membusuk, binatang ternak yang berpenyakit, zat cair yang meragi (fermented), barang besi yang berkarat (oksidasi) dan lain-lain. d) Kelalaian dari pemilik barang sendiri, misalnya pengepakan barang yang tidak sempurna, penggunaan karung yang relatif tua, kaleng yang bocor dan lain-lain.

Lutfiddin

ASURANSI


American Carriage of Goods by Sea Act, 1936 yang berasal dari Carriage of Goods by Sea Act, 1924, menyebutkan kewajibankewajiban maskapai pelayaran samudera antara lain sbb: 1. Pengangkut berkewajiban, melakukan penelitian yang cermat sebelum dan pada permulaan pelayaran untuk menjamin supaya :
Kapal dalam keadaan layak layar (seaworthy), Mempunyai persediaan, peralatan dan awak kapal secukupnya, Mempersiapkan palka, ruang pendinginan serta bagian-bagian kapal lainnya yang akan dimuat dengan barang-barang sedemikian rupa sehingga cocok dan aman untuk dimuati selama dalam perjalanan serta untuk pemeliharaan muatan.

Lutfiddin

ASURANSI
2. Pengangkut haruslah berhati-hati memuat, merawat, menyusun dalam palka, memindahkan, menyimpan, memelihara serta di dalam membongkar barang-barang yang diangkut itu. 3. Setelah menerima barang-barang (muatan) dalam tanggung jawabnya, maka pengangkut (nakoda ataupun agen pelayaran) atas permintaan pemuat barang (shipper) haruslah mengeluarkan konosemen kepada pemuat barang, dstnya.

Lutfiddin

ASURANSI
Risiko yang dapat ditanggung oleh perusahaan asuransi, dapat dilihat dari kutipan naskah polis asuransi dari Lloyd tertanggal 12 Januari 1779, serta juga yang terdapat dalam Marine Insurance Act 1906 , sebagai berikut :

Lutfiddin

Sehubungan dengan segala bahaya dan bencana di dalam mana kami, para penanggung, bersedia menanggungnya selama pelayaran ini adalah bencana yang disebabkan oleh : bencana laut, kapal perang, kebakaran, musuh, penyamun, perampas, pencuri, pembuangan muatan, bencana berhubungan dengan suratsuratsurat pengesahan perampasan,

Lutfiddin

penahanan di laut, tawanan, pembalasan dan pensitaan oleh raja-raja, pangeran, rajarakyat dari negara mana saja, bersifat dan berkelakuan apa saja, pemberontakan oleh para nakhoda dan para pelaut, serta bencanabencana-bencana lainnya. Kerugian dan kemalangan-kemalangan kemalanganyang akan menimbulkan kerusakan hal-hal halyang merugikan serta akan merusakkan barangbarang-barang dan muatan serta kapal seluruhnya maupun sebagian.
Lutfiddin

Khusus untuk asuransi muatan (cargo), pihak(cargo), pihakpihak yang bersangkutan dengan perjanjian asuransi, terdiri dari :


 

Perusahaan asuransi sebagai penanggung (the (the insurer) insurer) Pengirim/pemilik barang sebagai tertanggung (the (the insured) insured) BarangBarang-barang/muatan sebagai yang dipertanggungkan (subject matter) (subject matter) Akhli penaksir kerusakan (average adjuster) (average adjuster) Bukti perjanjian asuransi (Polis Asuransi), yang memuat hal-hal sebagai berikut : halLutfiddin

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Nomor polis Nama dan alamat tertanggung Uraian risiko Jumlah pertanggungan Jangka waktu pertanggungan Besarnya premi, bea materai dan lain-lain lainBahayaBahaya-bahaya yang dijaminkan Khusus untuk polis pertanggungan kendaraan bermotor ditambah dengan nomor polisi, nomor rangka (chasis) dan nomor mesin (chasis) kendaraan.
Lutfiddin

Asuransi Kendaraan Bermotor




Menurut Undang-Undang lalu lintas No.2 pasal 1 Undangayat 1, kendaraan bermotor adalah setiap kendaraan yang digerakkan, tidak berjalan di atas rel, seluruh atau sebahagian oleh tenaga mekanis yang berada di atas atau pada kendaraan itu. Menurut Dewan Asuransi Indonesia (DAI), kendaraan bermotor adalah kendaraan yang digerakkan oleh motor letup atau mekanik lainnya, tetapi tidak termasuk yang berjalan di atas rel.
Lutfiddin

Prinsip Dasar Asuransi Klasik




Insurable Interest, bahwa seseorang boleh mengasuransikan Interest, barang apabila yang bersangkutan mempunyai kepentingan atas barang yang dipertanggungkan (pasal 250 KUHD). Utmost Good Faith, penutupan asuransi baru sah apabila Faith, penutupannya didasari itikad baik (pasal 25 KUHD). Indemnity, Indemnity, dasar penggantian dari penanggung kepada tertanggung dalam hal kerugian setinggi-tingginya adalah setinggisebesar kerugian yang sesungguhnya diderita tertanggung dalam arti tidak dibenarkan mencari keuntungan dari ganti rugi asuransi. Subrogation, apabila tertanggung sudah dapat ganti rugi atas Subrogation, dasar indemnity, ia tidak berhak lagi memperoleh penggantian indemnity, dari pihak lain, walaupun jelas ada pihak lain yang bertanggung jawab pula atas kerugian yang dideritanya. (pasal 284 KUHD).
Lutfiddin

 

Usaha Asuransi


Asuransi Kerugian (Non-Life Insurance) adalah usaha yang NonInsurance) memberikan jasa-jasa penanggulangan risiko atas kerugian, jasakehilangan manfaat dan tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang timbul dari peristiwa yang tidak pasti. Asuransi Jiwa (Life Insurance), adalah suatu jasa yang Insurance), diberikan oleh perusahaan asuransi dalam penanggulangan risiko yang dikaitkan dengan jiwa atau meninggalnya seseorang yang dipertanggungkan. Reasuransi (Reinsurance), adalah pertanggungan ulang Reinsurance), atau pertanggungan yang dipertanggungkan atau asuransi dari perusahaan asuransi. Reasuransi dapat pula diartikan sebagai suatu sistem penyebaran risiko yang penanggungannya menyebarkan seluruh atau sebagian dari pertanggungan kepada penanggung lain.

Lutfiddin

Usaha Penunjang
1.

2.

Pialang Asuransi, adalah usaha yang memberikan jasa kepada perantara dalam penutupan asuransi dan penanganan penyelesaian ganti rugi asuransi dengan bertindak untuk kepentingan tertanggung. Pialang Reasuransi, adalah usaha yang memberikan jasa kepada perantara dalam penempatan reasuransi dan penanganan penyelesaian ganti rugi reasuransi dengan bertindak untuk kepentingan perusahaan asuransi.
Lutfiddin

Usaha Penunjang
3.

4. 5.

Penilai Kerugian Asuransi, adalah usaha yang memberikan jasa penilaian terhadap kerugian pada objek asuransi yang dipertanggungkan. Konsultan Aktuaria, adalah usaha yang memberikan jasa konsultansi aktuaria. Agen asuransi, adalah pihak yang memberikan jasa kepada perantara dalam rangka pemasaran jasa asuransi untuk dan atas nama penanggung.
Lutfiddin

Menurut The Chartered Insurance Institute, di Institute, London, jenis-jenis asuransi adalah sbb : jenis1.

Asuransi Harta (Property Insurance), merupakan (Property Insurance), pertanggungan untuk semua milik yang merupakan harta benda yang memiliki risiko atau bahaya kebakaran, pencurian, tenggelam di laut.
   

Asuransi kebakaran (fire insurance) (fire insurance) Asuransi pengangkutan (marine insurance) (marine insurance) Asuransi penerbangan Asuransi kecelakaan (accident insurance) (accident insurance)

2.

Asuransi Tanggung Gugat (Liability Insurance) adalah (Liability Insurance) asuransi untuk melindungi tertanggung terhadap kerugian yang timbul dari gugatan pihak ketiga karena kelalaian tertanggung.
Lutfiddin

3.

Asuransi Jiwa (Life Insurance), meliputi : (Life Insurance),


 

 

Asuransi kecelakaan (accident insurance) (accident insurance) Asuransi jiwa, meliputi asuransi berjangka atau term insurance, asuransi seumur hidup (whole life insurance, (whole insurance, endowment insurance, annuity) annuity) Anuitas (annuity) (annuity) Asuransi industri (industrial insurance) (industrial insurance) Asuransi kebakaran, adalah asuransi yang menutup risiko kebakaran, petir, ledakan dan kejatuhan pesawat. Asuransi pengangkutan Asuransi aneka, adalah jenis asuransi kerugian yang tidak dapat digolongkan ke dalam asuransi kebakaran dan asuransi pengangkutan.
Lutfiddin

4.

Asuransi Kerugian (General Insurance) (General Insurance)




 

REASURANSI (Reinsurance) (Reinsurance)


 1.

2. 3.

4.

Berbagai istilah yang berkenaan dengan reasuransi ini adalah sebagai berikut : Loss unexpected, harus berkaitan dengan kemungkinan unexpected, terjadi kerugian (loss) dan tidak dapat diperkirakan (loss) (unexpected). unexpected). Reasonable, Reasonable, merupakan benda yang memiliki nilai, baik dari pihak penanggung maupun dari pihak tertanggung. Catastrophic, risiko tersebut haruslah tidak akan Catastrophic, menimbulkan suatu kemungkinan rugi yang sangat besar. Homogenous, berarti sama atau serupa dalam bentuk Homogenous, atau sifat. Barang atau benda yang akan dipertanggungkan haruslah homogen, yaitu banyak barang yang serupa dan sejenis.
Lutfiddin

Masalah Manajemen Bisnis Asuransi Di Indonesia




1.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh manajer risiko yang ada dalam suatu perusahaan, yaitu : Menentukan serta menganalisis risiko yang dihadapi oleh perusahaan (to determine and analyse the risk). Untuk menentukan besarnya risk). risiko ditentukan pula tindakan-tindakan yang tindakanharus dijalankan, misalnya dengan prevention of loss, misalnya dengan membuat sebuah gedung loss, yang tahan akan api (fire insurance). (fire insurance).

Lutfiddin

Masalah Manajemen
2. a) b)

c)

Mempertimbangkan apakah risiko itu akan ditanggulangi dengan : Mengasuransikan (risiko dibebankan kepada perusahaan asuransi) Self-insurance, Self-insurance, risiko ditanggung sendiri, tidak dipindahkan kepada perusahaan asuransi lainnya. Hanya perusahaan besar yang biasanya menjalankan self insurance karena pada perusahaanperusahaan-perusahaan besar berlaku the law of large number. number. Assume of risk yang mungkin timbul tidak dipertanggungkan, yaitu dilaksanakan secara untunguntung-untungan saja (spekulasi).

Lutfiddin

Ketiga faktor tersebut (mengasuransikan, selfselfinsurance dan assume of risk) adalah fungsi pokok risk) yang harus diketahui dan dimengerti oleh manajer risiko, oleh karena dalam hal ini seorang manajer risiko harus melihat :  Kerugian-kerugian yang mungkin timbul Kerugian Menilai kerugian yang sesungguhnya (actual losses) losses)  Berusaha untuk mengadakan prevention of loss  Mengestimasi real loss dengan expected loss.

Lutfiddin

Masalah Internal
Lack of managerial skill, lack of modern administration Kurang latihan, pengalaman, skill dan technical knowknowhow Kurang tenaga kerja berkualitas, acceptable dan capable Kurang kesenangan bekerja disebabkan oleh rendahnya tingkat upah serta biaya-biaya biayapenghidupan yang meningkat setiap harinya. Persoalan tingkat tarif yang konstan (fixed), (fixed), sedangkan biaya-biaya asuransi meningkat terus. biaya-

Lutfiddin

Masalah Eksternal
Keadaan ekonomi yang tidak stabil, terutama membawa pengaruh pada hasrat menabung serta melaksanakan investment (fixed investment). investment). Karena pengaruh keadaan moneter dan kebijakan keuangan pemerintah (perpajakan). Aspek undang-undang serta bertambah besarnya undangpengawasan negara untuk campur tangan dalam perusahaanperusahaan-perusahaan asuransi (perusahaan(perusahaanperusahaan negara).

Lutfiddin

Referensi
  

      

Amir M.S, Cetakan Kedelapan, 1996, SelukBeluk dan Teknik Perdagangan Luar Negeri, Seluk PT.Pustaka Binaman Pressindo, Jakarta. (Bagian 4, Asuransi Pengangkutan Laut). David R.Francis, Unemployment Insurance, 1993, The Fortune, Encyclopedia of Economics, Edited By David R.Henderson, Warner Books, New York, hal. 302-305. 302David R.Kamerschen, 9th Edition, 1988, Money and Banking, South Western Publishing Co, Cincinnati, Ohio. (Chapter 3, The Structure and Dynamism of The American Financial Services Industry). Dudley G.Luckett, third edition, 1984, Money and Banking, McGraw-Hill International Editions, McGrawSingapore. (Chapter 7, Nonbank Financial Institutions). George G.Kaufman, Deposit Insurance, 1993, The Fortune, Encyclopedia of Economics, Edited By David R.Henderson, Warner Books, New York, hal. 352-355. 352John C.Goodman, Health Insurance, 1993, The Fortune, Encyclopedia of Economics, Edited By David R.Henderson, Warner Books, New York, hal. 684-689. 684Kompas, Selasa 23 April 2002, Liputan Khusus Asuransi, hal. 29 36. O.P. Simorangkir,2000, Pengantar Lembaga Keuangan Bank dan Non Bank, Bab 20, Ghalia Indonesia, Jakarta. Richard Zeckhauser, Insurance, 1993, The Fortune, Encyclopedia of Economics, Edited By David R.Henderson, Warner Books, New York, hal. 22-26. 22Thomas Suyatno, dkk, 2001, Kelembagaan Perbankan, Bab VI, PT.Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Lutfiddin