Anda di halaman 1dari 12

PERSIAPAN-PERSIAPAN UNTUK MENIKAH

By Diding Ardiantoro

Menikah adalah penyatuan hati 2 anak manusia yang saling mencintai, dalam ikatan suci atas nama Ilahi. Sungguh berbahagia jika kita semua bisa menjalaninya dengan penuh tanggung jawab serta saling setia
Diding Ardiantoro

Jadi, mengapa kita menikah ?


Mencari ridho Alloh Sunnah Rasulullah Memelihara kesucian diri Mengembangkan ummat Memperkuat persaudaraan Menyalurkan kebutuhan biologis

Hal-hal yang perlu disiapkan


1. Ilmu 2. Iman 3. Keluarga/Calon Keluarga 4. Fisik 5. Material 6. Mental 7. Administrasi

Ilmu
Siapa yang ingin bahagia di dunia, harus tahu ilmunya Siapa yang ingin bahagia di akhirat, harus tahu ilmunya Siapa yang ingin bahagia di dunia juga di akhirat, harus tahu ilmunya

Persiapkan ilmu-ilmu yang diperlukan dalam berumah tangga. Banyak-banyak membaca dan bertanya. Yang wanita bisa belajar bagaimana mengurus rumah tangga, anak, suami, keluarga suami dan pengeluaran contohnya. Yang cowok belajar bagaimana mencari nafkah, mendidik dan memimpin istri & anak dan lain-lain sebagainya..

Iman
Persiapan iman adalah masalah prinsip, yang kita pegang tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat. Dalam agama kita memilih pasangan dengan 4 kriteria yaitu Baik Rupa, Harta, Keturunan dan Agama. Tapi utamakanlah karena agamanya. Lebih aman mencari pasangan se-iman dengan kesholehan yang baik. Sebab jika dia bergaul dengan kita, maka dia bergaul dengan cara yang baik. Jika dia marah, maka dia marah dengan cara yang baik. Kita bisa saling mengisi dan lebih mudah dalam pendidikan anak-anak. Agama yang berbeda antara calon suami-istri hanya akan mendatangkan masalah. Sebab masalah yang prinsipil saja sudah berbeda bagaimana dengan yang lainnya. Jika yang satu mengalah (hanya mengalah saja) akan menimbulkan luka di keluarga. Kecuali memang dia yakin sepenuh hati dengan agama barunya. Masalah beda agama dalam pernikahan juga menimbulkan akibat yang buruk bagi anak-anak. Apalagi jika bapak ibunya saling memberikan pengaruh kepada anak-anak. So...

Keluarga/Calon Keluarga
Kenalilah calon keluarga kita dan juga persiapkan keluarga kita untuk menerima anggota baru. Minimal kita tahu bahwa mereka adalah keturunan baik-baik, kalau bisa sekufu serta tidak memiliki riwayat penyakit menurun yang berbahaya bagi keturunan kita selanjutnya. Yang lebih penting lagi adalah agar kita tidak menikah dengan orang-orang yang haram untuk dinikahi (baik karena pertalian darah, keturunan dan yang lainnya yang diatur oleh agama).

Fisik
menikah ternyata membutuhkan juga persiapan fisik yang prima

Banyak-banyaklah berolahraga agar fisik tetap terjaga ketika menikah dan untuk malam pertama Luluran ternyata bagus untuk kulit dan menambah daya tarik untuk pria dan wanita Periksakan diri masing-masing, barangkali mengidap penyakit menular/turunan Untuk wanita diwajibkan untuk disuntik TT seminggu sebelum dan sesudah menikah.

Material
Kita tak bisa memungkiri bahwa harta juga merupakan hal yang penting dalam berumahtangga, walau bukan segalanya. Contohnya banyak yang miskin tapi bahagia, yang kaya malah tak pernah menikmati kekayaannya. Tapi ingatlah : Barangsiapa menikah untuk tujuan harta, Alloh akan menyengsarakan hidupnya. Barangsiapa menikah untuk menjaga kesucian dirinya, Alloh akan menyukupkan rezeki untuknya. So siapkan diri untuk pintar bekerja mencukupi kebutuhan keluarga. Bukan banyaknya yang kita cari, tapi berkahnya.

Mental
Siap-siap saja bahwa istri/suami kita ternyata tidak seperti yang kita duga. Apalagi yang waktu saat sebelum menikah bersikap tidak apa adanya, menutup-nutupi jatidiri sebenarnya. Komunikasi adalah kuncinya. Bicarakan dengan baik segala masalah, dengan cara yang baik dan demi penyelesaian yang baik. Pernikahan bukan: 1 + 1 = 2, tapi : (1-1/2) + (1-1/2) = 1. Kita mengurangi sebagian ego kita, demikian juga dengan pasangan kita. Manusia tidak ada yang sempurna demikian juga kita. Mengharapkan semua berubah sesuai dengan keinginan kita hanya akan membuat sakit di hati. Insya Alloh, di balik kekurangan pasangan kita ada ladang pahala sabar di dalamnya. Dan daripada mempersoalkan kelemahannya mengapa tidak kita pikirkan kebaikan yang dimiliki pasangan kita?

Administrasi
Yang ini kita laksanakan karena kita menghargai diri kita sendiri dan juga pemerintah, agar perkawinan dan anak-anak kita anakmempunyai kekuatan dalam hukum negara Urus surat pengantar dari RT/RW (jangan lupa bawa KTP dan KK). Buat surat keterangan untuk ke KUA dari kelurahan Administrasi di KUA Jika calon suami-istri di tempat yang berbeda, suamipengurusan surat nikah/numpang nikah dilakukan di masing-masing KUA calon suami-istri berada. masingsuami-

Akhirnya.
Diding mengucapkan:

(bukan selamat menikah lagi lho.)