Anda di halaman 1dari 2

HARUS TURUNKAH NURDIN HALID? Oleh : Dede Gunawan (2500006) LPI dengan LSI masih saja terus berperang.

LPI yang katanya ada di bawah naungan BOPI terus bermanuver dengan mendatangkan pemain pemain impor. LSI pun tidak mau tinggal diam, mereka melayangkan surat teguran kepada pemain dan wasit yang ikut hijrah ke LPI. Belum lagi hasil investigasi ICW tentang kekorupan PSSI. Tapi, biarlah itu semua kita tinggalkan dulu. Sekarang kita lihat saja kongres PSSI yang diadakan di Bali. Seperti yang diberitakan di koran baru baru ini, beredar kabar bahwa Nurdin Halid sebagai ketua Incumbent ingin maju kembali sebagai ketua PSSI dengan cara mencari simpati kepada klub yang mengikuti kongres. Pertanyaannya pantaskah Nurdin Halid maju kembali sebagai ketua PSSI? Disini saya tidak akan menjawab, tapi hanya akan memberikan bukti, yang menjawabnya anda sendiri setelah membaca artikel ini. Nurdin Halid dilahirkan menjadi di Watampone, Sulawesi Selatan pada tanggal 17

November 1958. Ia adalah seorang pengusaha dan politikus Indonesia. Ia juga ketua umum PSSI sejak 2003 sampai sekarang. Dan ia juga pernah menjadi anggota DPR-RI dari partai Golkar pada tahun 1999-2004. Dalam riwayat hidupnya, ia pernah dijadikan tersangka tepatnya pada tahun 2004 karena kasus penyelundupan gula impor illegal dan karena kasus dugaan korupsi dalam distribusi minyak goreng. Sebenarnya pada tahun 2004 juga beredar isu untuk melengserkan Nurdin. Tapi isu itu seperti hilang tidak lama setelah itu, dan bahkan pada tahun 2005 isu itu menguap karena pengadilan negeri Jakarta Selatan menyatakan Nurdin tidak bersalah. Dan isu menurunkan Nurdin pun kembali kencang setelah Mahkamah Agung membatalkan vonis tidak bersalah pada Nurdin dan memvonis penjara terhadap Nurdin selama 2 tahun. Sebuah keadaan yang sangat aneh mengingat Nurdin menjalankan PSSI di balik terali besi. PSSI didirikan pada tahun 1930, yang diprakarsai oleh wakil dari VIJ (Sjamsoedin, mahasiswa RHS), BIVB - Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond (Gatot), PSM - Persatuan sepak bola Mataram Yogyakarta (Daslam Hadiwasito, A. Hamid, dan M. Amir Notopratomo), VVB - Vortenlandsche Voetbal Bond Solo

(Soekarno),

MVB

Madioensche

Voetbal

Bond

(Kartodarmoedjo),

IVBM

Indonesische Voetbal Bond Magelang (E.A. Mangindaan), dan SIVB - Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond (Pamoedji). Dan pada waktu itu bernama Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia. Orang yang pertama kali memimpin PSSI adalah Soeratin Sosrosoegondo. Tidak lama kemudian, PSSI yang asalnya bernama Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia, berubah nama menjadi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia. Dalam sejarahnya, PSSI pernah membawa nama Indonesia masuk Piala Dunia pada tahun 1938 yang waktu itu masih bernama Hindia Belanda. Nudin sendiri memimpin PSSI dimulai sejak tahun 2003. Ia memimpin PSSI menggantikan Agum Gumelar yang maju sebagai calon wakil presiden. Dan ia dikenal sebagai pemimpin PSSI yang sangat kontroversial. Diantara keputusan yang cukup kontroversial itu, diantaranya : ide naturalisasi pemain asing, menjalankan roda PSSI di balik jeruji besi, menambah jumlah peserta Liga Indonesia tiap tahun sehingga tidak ada klub yang terdegradasi, menantang penghentian dana APBD, mengurangi sanksi Persebaya secara besar besaran (larangan main yang asalnya 2 tahun, menjadi 3 kali saja). Tapi, tidak semua keputusan kontroversial yang ia buat itu negatif, tapi masih ada juga yang positif. Hanya ini saja yang dapat kami sajikan, tentang pantas atu tidaknya Nurdin Halid turun, itu terserah anda. Wasalam.