Anda di halaman 1dari 3

Ratusan Paket Dilelang Bersamaan

Gambar: jalan menuju kantor Bupati kab Natuna Provinsi Kepri

NATUNA Ratusan paket proyek di lingkungan Pemkab Natuna dilelang secara bersamaan. Dalam proses lelang ini, ada kesan seolah-olah, pelelangan dilakukan secara terburu-buru, sebelum ada pergantian pejabat di lingkungan Pemkab Natuna.

Menurut informasi yang didapat detikkepri.com, sejumlah SKPD di Pemkab Natuna melakukan lelang, karena takut tidak pada posisi semula atau berpindah ke bagian lain. Karena itu, memanfaatkan waktu yang ada sebelum dilakukan mutasi, untuk melelang proyek yang ada pada masing-masing lingkungan kerjanya. Diantara SKPD yang telah melakukan lelang proyek, adalah Dinas Pekerjaan Umun. Di Dinas ini, untuk bidang Bina Marga saja, sedikitnya ada 300 paket pekerjaan yang telah dilelang. Hal ini tentu mencurigakan bagi masyarakat umum. Apalagi, dengan pelelangan sebanyak 300 paket pekerjaan, tentunya bukan gampang untuk melaksanakannya. Belum lagi dalam hal pengawasan terhadap realisasi pekerjaan yang nantinya akan dikerjakan rekanan pelaksana.

Ya semoga saja pelaksanaan pelelangannya terlaksana secara baik dan benar serta tidak menimbulkan permasalahan hukum. Termasuk dalm hal hasil pekerjaan proyek tersebut, ujar Rahmad, tokoh Pemuda Natuna kepada detikkepri.com, Rabu (20/7). Sementara itu, salah seorang kontraktor lokal asal Natuna yang tidak ingin disebutkan namanya mengkritik kebijakan yang dilakukan panitia dan oknum Dinas PU yang dinilai telah bermain mata dalam pengondisian tender proyek. Caranya, proyekproyek yang bakal digelar itu sebelumnya sudah di job kepada rekanan tertentu. Dan hal tersebut jelas-jelas berbau KKN. Kita kecewa karena ternyata sebelum tender dibuka, semua proyek diduga sudah ada merk-nya alias sudah ada yang punya. Kita akan beberkan nanti, khususnya yang mencolok pengkondisian tender di Dinas PU Bina Marga, ungkapnya. Ia mengaku para kontroktor yang kecewa tidak akan tinggal diam. Terhadap permainan tersebut, akan dilaporkan kepada pihak penegak hukum untuk agar ditindaklanjuti. Terpisah, Kepala Dinas PU Natuna, Minwardi menjawab detikkepri.com, menjelaskan bahwa terhadap lelang proyek yang telah dilakukan demi perhitungan waktu agar dapat selesai dengan tepat waktu, pada akhit tahun anggaran. Ya kita untuk mengantisipasi kendala perhitunggan waktu agar proyek dapat selesai tepat waktu di akhir tahun anggaran, ujarnya di sela-sela pelantikan pejabat Eselon III dan IV di lingkungan Pemkab Natuna yang berlangsung di aula Masjid Agung Natuna, Rabu (20/7). Disinggung mengenai penyelenggaraan lelang melalui LPSE, ia menjawab bahwa hal tersebut masih dikoordinasikan dengan Badan Perencana Pembangunan (Bappeda) Natuna, untuk segera dirampungkan. Dengan demikian, pada tahun anggaran 2012 mendatang, penerapan lelang melalui LPSE, dapat dilaksanakan. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan tetap melakukan kontrol baik dalam proses pelelangan maupun pada saat pelaksanaan pekerjaan. Hal tersebut dilakukan sematamata demi membangun Natuna kearah yang lebih baik. Dengan demikian, tidak ada satu pihakpun termasuk kalangan kontraktor yang akan menyimpang dari ketentuan yang ada sebagaimana yang diamanatkan dalam Kepres 54. Sedangkan Ketua DPK LPPNRI Natuna, Aspar Usul, mengaku ragu akan seluruh kegiatan proyek yang dilaksanakan Pemkab Natuna dapat rampung di akhir tahun anggaran. Hal ini mengingat ketersediaan alat pendukung di Natuna yang sanggat minim. Belum lagi ketersediaan tenaga kerja yang kurang serta ditambah dengan

cuaca ekstrim yang biasa datang pada awal Oktober sehingga menjadi kendala bagi pengusaha dalam menjalankan proyek. Selain itu, lanjutnya, untuk keterbatasan tenaga ahli dan konsultan, juga akan sulit melakukan pengawasan terhadap seluruh paket proyek yang telah dilelang. Riky R