Anda di halaman 1dari 12

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT DINAS KESEHATAN

Jl. D.Abdul Hadi No. 7 Telp. (0561) 734458-746856 Fax. (0561) 739097
PONTIANAK

DOKUMEN PENUNJUKAN LANGSUNG


( RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT ) BAB I SYARAT-SYARAT UMUM

Pasal 1 PEKERJAAN YANG AKAN DILAKSANAKAN 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Unit Kerja Tahun Anggaran Kegiatan Pekerjaan Lokasi Pekerjaan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Sumber Dana : : : : Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat 2010 Pemeliharaan Rutin / Berkala PENGAWASAN PEMELIHARAAN RUTIN Pontianak : Nomor : 007/DPA-SKPD/KEU-A. : Tanggal : 20 April 2007 : APBD Propinsi Kalimantan Barat ( DPA ).

Pasal 2 PIHAK-PIHAK YANG BERSANGKUTAN Dalam hal ini yang dimaksud dengan : 1. Pengguna : Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Tahun Anggaran 2. Barang/Jasa : 2010. Panitia Panitia Pengadaan Barang/Jasa Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Tahun Anggaran 2010, yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Pengguna Barang/Jasa untuk 3. : melaksanakan pemilihan penyedia barang/jasa. Pejabat penggadaan Personil yang diangkat oleh Pengguna Barang/jasa, untuk melaksanakan pemilihan penyedia barang/jasa dengan nilai 4. : sampai dengan Rp. 50.000.000,00 (lima Pengawas/Pemeriksa puluh juta rupiah. Staf Teknis Unit Kerja Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Tahun Anggaran 2010, yang dibentuk berdasarkan 5. : Surat Keputusan Pengguna Barang/Jasa untuk melaksanakan Penyedia pengawasan pada pekerjaan pengadaan jasa konsultansi. 6. Barang/Jasa : Penyedia Barang/Jasa yang memenuhi syarat sebagai penunjukan langsung. Penawar/Penunjukan Badan Usaha atau orang perseorangan yang kegiatan Langsung usahanya menyedikan barang/layanan jasa.

Pasal 3 KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) Kerangka Acuan Kerja untuk pekerjaan Konsultan ini terdiri : a. Syarat-syarat Umum. b. Syarat-syarat Administrasi. c. Syarat-syarat Teknis/Kerangka Acua Kerja (KAK).

Pasal 4 PENGAMBILAN DOKUMEN PENUNJUKAN LANGSUNG Kerangka Acuan Kerja (KAK) disampaikan kepada rekanan bersamaan dengan undangan penawaran yang dilakukan pada : Hari : Tangga : l : Jam : Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Tempat Jalan D. Abdul Hadi No. 7, Pontianak Pasal 5 PEMBERIAN PENJELASAN PEKERJAAN 1. Penjelasan Pekerjaan akan dilaksanakan pada : Hari : Tanggal : Jam : Tempat : Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Jalan D. Abdul Hadi No. 7, Pontianak

Pertanyaan dari penawar, baik lisan maupun tulisan dapat diajukan dalam rapat Penjelasan. 3. Hasil-hasil rapat penjelasan akan dimuat dalam Berita Acara Penjelasan Pekerjaan yang sifatnya mengikat. 2. 4. Berita Acara Rapat penjelasan dapat diambil pada : Hari : Tangga : l : Jam : Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Tempat Jalan D. Abdul Hadi No. 7, Pontianak

Pasal 6 TATA CARA PENAWARAN 1. Para Penawar membuat penawaran berdasarkan pada : a. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. b. Persyaratan Administrasi dan Teknis c. Peraturan yang berkaitan dengan pelaksanaan Jasa Kontruksi d. Berita Acara Penjelasan Pekerjaan. Berkas-berkas Penawaran. Berkas-berkas penawaran disampaikan kepada Panitia/Pejabat Pengadaan dalam 1 (satu) sampul yang dimasukkan dalam 1 (satu) amplop tertutup. Sampul tersebut berisi : Dokumen Administrasi : 1. Foto Copy Akte Pendirian Perusahaan beserta perubahannya bila ada. 2. Foto Copy SIUJK. 3. Tanda Anggota INKINDO. 4. Foto Copy Sertifikat, penyedia Barang/Jasa. 5. Foto Copy Tanda Daftar Perusahaan (TDP). 6. Foto Copy SITU. 7. Foto Copy Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). 8. Referensi Bank Khusus untuk pekerjaan ini. Dokumen Teknis terdiri : 1. Daftar Personalia dan Kualifikasi Tenaga Ahli yang digunakan. 2. Daftar Pengalaman Perusahaan terhadap pekerjaan sejenis atau sedang dilaksanakan oleh Konsultan yang bersangkutan selama 3 tahun terakhir. 3. Daftar Peralatan yang digunakan. 4. Pendekatan dan Methodologi Pelaksanaan Pekerjaan (Metode Kerja). 5. Time Schedule berupa jadwal kegiatan yang akan dilaksanakan sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang telah ditetapkan. Surat Penawaran dan lampiran harga :

1. Surat Penawar dibuat seperti contoh (terlampir) dan dibuat diatas ber Kop Perusahaan, diberi materai Rp. 6.000,00 ( enam ribu rupiah ), dibubuhi Cap Perusahaan serta ditanda tangani Kepala atau Penerima Kuasa yang dibuat di Notaris yang dibuat atau disahkan oleh Notaris. 2. Surat Kuasa diatas Kop Perusahaan diberi materai Rp. 6.000,00 (enam ribu rupiah ) diberi tanggal dan cap Perusahaan serta ditanda tangani Kepala atau Penerima Kuasa yang dibuat di Notaris atau disahkan oleh Notaris. 3. Surat Penawaran dilampiri Perincian Biaya Penawaran yang memuat secara detail unsur-unsur biaya Pengawasan, dibuat Rekapitulasinya dan ditanda tangani oleh Kepala/yang dikuasakan dan di Cap Perusahaan. 4. Time Schedule (jadwal) kegiatan yang akan dilaksanakan dan ditanda tangani oleh Kepala/yang di Kuasakan.

Pasal 7 PEMASUKAN DAN PEMBUKAAN SURAT PENAWARAN 1. Dokumen Penawaran harus dibawa sendiri oleh penawar dan dimasukkan kedalam kotak penawaran yang telah disediakan pada : Hari : Tangga : l : Jam : Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Tempat Jalan D. Abdul Hadi No. 7, Pontianak Setelah saat penyampaian Surat Penawaran ditutup, tidak dapat lagi diterima Surat Penawaran, keterangan dan sebagainya dari para peserta. Perubahan atau susulan memberi tambahan, demikian pula penjelasan secara lisan atau tertulis tidak dapat diterima kecuali untuk memenuhi kekurangan pada materai, tanggal dan tanda tangan. 2. Pembukaan Dokumen Penawaran akan diadakan pada : Hari : Tangga : l : Jam : Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Tempat Jalan D. Abdul Hadi No. 7, Pontianak 3. Panitia menyatakan dari semua dokumen penawaran yang masuk, mana yang sah dan mana yang tidak sah berikut alasannya yang akan dicantumkan dalam Berita Acara Pembukaan Penawaran. 4. Surat Penawaran tidak sah bila : a. Tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 a (sampul satu). b. Disampaikan diluar batas waktu yang ditentukan. 5. Untuk penawaran yang sah akan diumumkan nama perusahaannya saja, sedangkan harga penawarannya tidak diumumkan. Pasal 8 EVALUASI PENAWARAN 1. Metode yang digunakan dalam Evaluasi Penawaran ini adalah sistem gugur yaitu dengan pelaksanaan penilaian antara lain : a. Pemeriksaan terhadap kelengkapan dokumen. b. Penilaian terhadap kebenaran substansi ini dokumen penawaran. c. Kesimpulan dokumen penawaran yang diajukan, apabila telah memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK). 2. Tahapan Proses Evaluasi a. Evaluasi Administrasi: dilakukan pada saat pembukaan Surat penawaran. b. Evaluasi Teknis: yang lulus pada evaluasi administrasi dilakukan evaluasi teknis. c. Evaluasi Harga: yang lulus pada evaluasi teknis dilanjutkan dengan evaluasi harga.

Pasal 9 USULAN CALON PENYEDIA JASA Apabila harga dalam penawaran telah dianggap wajar dan dalam batas ketentuan mengenai harga satuan (harga standar) yang telah ditetapkan serta telah sesuai dengan ketentuan maka Panitia akan mengadakan negosiasi dan mengusulkan calon penyedia jasa yang menguntungkan bagi Negara dalam arti : a. Penawaran secara teknis dapat dipertanggung jawabkan. b. Perhitungan harga yang ditawarkan dapat dipertangggung jawabkan. c. Telah memperhatikan penggunaan semaksimal hasilhasil produksi Dalam Negeri. Pasal 10 PENETAPAN DAN PENUNJUKAN PENYEDIA JASA Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat menetapkan penyedia jasa pekerjaan Konsultan Pengawas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Penetapan akan segera disampaikan kepada Panitia selambat-lambatnya dalam waktu 2 (dua) hari kerja setelah diterimanya laporan dari panitia dan diumumkan oleh panitia kepada peserta selambat-lambatnya 2 (dua) hari kerja setelah diterimanya keputusan tersebut. 2. Surat Keputusan Penunjukan Penyedia Jasa akan diterbitkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, dan akan segera disampaikan kepada perusahaan penyedia pekerjaan Jasa Konsultan/Pengawas. 3. Segera setelah Surat Keputusan Penyedia Jasa dibuat, maka Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat akan menerbitkan Surat Perintah Kerja (SPK). 1.

BAB II SYARAT-SYARAT ADMINISTRASI

Pasal 1 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN Pekerjaan Jasa Konsultan Pengawas dilaksanakan dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari kalender terhitung sejak ditanda tanganinya Surat Perintah Kerja (SPK) sampai dengan Serah Terima Dokumen. 2. Apabila terjadi perubahan waktu pelaksanaan, sehubungan dengan saat Serah Terima Pertama Pekerjaan Konstruksi, maka akan diadakan addendum sebagaimana mestinya. 1. Pasal 2 SURAT PERJANJIAN KERJA/KONTRAK Surat Perintah Kerja (SPK) adalah Surat Perjanjian yang dibuat antara Pemberi Tugas dengan Pelaksana yang ditunjuk/Konsultan tentang pekerjaan yang akan dilaksanakan dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan yang berlaku. 2. Segala pengeluaran sehubungan dengan pembuatan Surat Perintah Kerja (SPK) ini menjadi tanggungan Pelaksana/Konsultan. 3. Dasar-dasar Surat Perintah Kerja (SPK) adalah : Berita Pemberian Penjelasan Pekerjaan. Surat Penawaran. Berita Acara Pembukaan Surat Penawaran. Berita Acara Hasil Pelaksanaan Penunjukan Langsung. Surat Keputusan Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SK.PPB/J). 4. Bea materai harus dipenuhi oleh Konsultan Pengawas sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. 1. Pasal 3 RENCANA KERJA Sebelum Pelaksanaan Pekerjaan dimulai, Konsultan harus menyusun rencana kerja sebagaimana yang tertuang pada Kerangka Acua Kerja (KAK) yang telah ditetapkan.

Pasal 4 PEMERIKSAAN/SERAH TERIMA PEKERJAAN Dokumen hasil pekerjaan Pengawasan yang ada kaitannya dengan pelaksanaan pelelangan konstruksi harus dapat diserahkan kepada pengguna barang/jasa sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan dalam jadwal pekerjaan dan sebelumnya telah diteliti oleh Staf Teknis, Administrasi dan Keuangan serta Instansi terkait/Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah Provinsi Kalimantan Barat. Pasal 5 ANGSURAN PEMBAYARAN Pembayaran dilakukan sesuai dengan kemajuan pekerjaan dan akan diatur kemudian dalam Surat Perintah Kerja (SPK). Pasal 6 KEADAAN MEMAKSA ( FORCE MAJURE )

1. Yang dianggap keadaan memaksa adalah keadaan yang nyata-nyata diluar


kekuasaan dan kemampuan kedua pihak untuk mengatasinya ( Perang, Gempa Bumi dan Sabotase ). 2. Atas kejadian/akibat tersebut pada poin 1 yang timbul selama berlangsungnya pekerjaan maka diwajibkan melaporkan kepada Pemberi Tugas dalam jangka waktu 3 x 24 jam dari saat kejadian.

3. Bila batas waktu yang telah ditentukan pada poin 2 tersebut dilampaui, maka Konsultan kehilangan haknya untuk menuntut ganti kerugian sebagaimana yang berhubungan dengan hal tersebut.

Pasal 7 KELALAIAN DAN DENDA Untuk setiap hari keterlambatan dari waktu penyelesaian pekerjaan yang telah ditentukan tanpa alasan yang dapat diterima, maka Konsultan wajib membayar denda sebesar 10/00 (satu permil) dari harga borongan untuk setiap hari keterlambatan.

Pasal 8 RESIKO 1. Apabila hasil pekerjaan pengadaan barang/jasa yang dilaksanakan oleh penyedia barang/jasa hilang, musnah karena kelalaian penyedia barang/jasa sebelum diserahkan kepada pengguna barang/jasa, maka penyedia barang/jasa bertanggung jawab atas segala kerugian yang timbul. 2. Apabila pada waktu pelaksanaan pekerjaan pengadaan barang terjadi kemacetan-kemacetann akibat tidak tersedianya barang/bahan dan sebab-sebab lain karena kesalahan penyedia barang/jasa, maka segala resiko akibat kemacetan-kemacetan tersebut menjadi tanggung jawab penyedia barang/jasa. 3. Apabila selama penyedia barang/jasa melaksanakan pekerjaan jasa konsultansi ini menimbulkan kerugian PIHAK KETIGA (orang-orang yang tidak ada sangkut pautnya dengan pekerjaan ini) akibat kelalaian penyedia barang/jasa, maka segala kerugian ditanggung oleh penyedia barang/jasa. 4. Kenaikan harga barang dan biaya-biaya lainnya selama masa pelaksanaan pekerjaan pengadaan jasa konsultansi ini, ditanggung sepenuhnya oleh penyedia barang/jasa. 5. Penyedia barang/jasa tidak dapat mengajukan klaim/kenaikan harga dan biayabiaya lainnya, kecuali apabila Pemerintah Republik Indonesia dalam bidang moneter secara resmi menyatakan tentang kenaikan tersebut yang diatur dalam peraturan perundang-undangan atau pemberitahuan resmi secara tertulis.

Pasal 9 PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA 1. Pengguna barang/jasa dapat memutuskan hubungan kerja secara sepihak, setelah pengguna barang/jasa memberikan peringatan/teguran tertulis sebanyak 3 (tiga) kali berturut-turut, tetapi penyedia barang/jasa tetap tidak memperhatikannya dalam hal ini : a. Dalam waktu 14 (empat belas) hari kerja terhituung sejak tanggal surat keputusan penetapan/penunjukan penyedia barang/jasa diterbitkan oleh pengguna barang/jasa, pihak penyedia barang/jasa tidak memulai melaksanakan pekerjaan pengadaan barang/jasa. b. Dalam waktu 7 (tujuh) hari kerja berturut-turut tidak melanjutkan pekerjaan pengadaan barang/jasa ini yang telah dimulainya. c. Secara langsung atau tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian pekerjaan pengadaan barang/jasa ini. d. Memberikan keterangan tidak benar yang dapat merugikan pengguna barang/jasa sehubungan dengan pekerjaan pengadaan barang/jasa. e. Jika penyedia barang/jasa melaksanakan pekerjaan pengadaan barang/jasa ini tidak sesuai dengan jadwal waktu yang telah disetujui oleh pengguna barang/jasa. f. Penyedia barang/jasa nyata-nyata tidak dapat melaksanakan atau melanjutkan pekerjaan pengadaan barang/jasa ini. g. Penyedia barang/jasa telah memborongkan sebagian atau seluruhnya pekerjaan pengadaan barang/jasa ini kepada PIHAK KETIGA (Sub Kontrktor). 2. Apabila terjadi pemutusan kerja secara sepihak oleh pengguna barang/jasa sebagaimana dimaksud ayat 1 pasal ini, maka pengguna barang/jasa dapat menunjuk penyedia barang/jasa lain untuk melaksanakan pekerjaan pengadaan barang/jasa ini. Penyedia barang/jasa segera menyerahkan kepada pengguna

barang/jasa dokumen kontrak lengkap dengan lampiran-lampirannya dan seluruh keterangan lain yang berkaitan dengan pekerjaan pengadaan barang/jasa, ini yang telah dilakukan pihak penyedia barang/jasa. 3. Apabila terjadi pemutusan hubungan kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 pasal ini, maka pengguna barang/jasa akan memperhitungkan dan menetapkan pembayaran berdasarkan penilaian prestasi pelaksanaan pekerjaan yang telah diselesaikan oleh penyedia barang/jasa. Pasal 10 PENYELESAIAN PERSELISIHAN 1. Apabila terjadi perselisihan antara pengguna barang/jasa dan penyedia barang/jasa akan diselesaikan secara musyawarah dan mufakat. 2. Apabila perselisihan tidak dapat diselesaikan secara musyawarah dan mufakat, maka akan diselesaikan melalui Panitia Pendamai, terdiri dari 3 (tiga) orang yang bertugas sebagai juri yang dibentuk oleh pengguna barang/jasa dan penyedia barang/jasa, yaitu : a. Seorang wakil dari pihak pengguna barang/jasa sebagai anggota. b. Seorang wakil dari pihak penyedia barang/jasa sebagai anggota. c. Seorang PIHAK KETIGA yang ahli, sebagai ketua yang disetujui oleh pihak pengguna barang/jasa dan penyedia barang/jasa. 3. Keputusan Panitia Pendamai ini mengikat pihak pengguna barang/jasa dan penyedia barang/jasa dan biaya penyelesaian perselisihan ditanggung bersama oleh pihak penggguna barang/jasa dan penyedia barang/jasa. 4. Apabila keputusan sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 pasal ini tidak dapat diterima oleh salah satu pihak, maka perselisihan akan diselesaikan melalui Pengadilan Negeri.

BAB III KERANGKA ACUAN KERJA PENGAWASAN ( KAK ) PEKERJAAN PENGAWASAN PEMELIHARAAN RUTIN TAHUN ANGGARAN 2010

PENDAHULUAN A. Umum.
1. Setiap pelaksanaan prasarana fisik yang dilakukan oleh Kontraktor Pelaksana harus mendapat pengawasan secara teknis di lapangan, agar rencana teknis yang telah disiapkan dan digunakan sebagai dasar pelaksanaan konstruksi dapat berlangsung operasional efektif. Pelaksanaan pengawasan lapangan harus dilakukan oleh Pemberi Jasa Pengawasan yang kompeten, dan dilakukan secara penuh dengan menempatkan tenaga-tenaga ahli pengawasan dilapangan sesuai kebutuhan dan kompleksitas pekerjaan. Konsultan Pengawas bertujuan secara umum mengawasi pekerjaan konstruksi, dari segi biaya, mutu dan waktu kegiatan pelaksanaan. Kinerja pengawasan lapangan sangat ditentukan oleh kualitas dan intensitas pengawasan, serta secara menyeluruh dapat melakukan kegiatannya berdasarkan Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang telah disepakati.

2.

3. 4.

B. Maksud dan Tujuan.


1. Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk bagi Konsultan Pengawas yang memuat masukan azas, kriteria, keluaran dan proses yang harus dipenuhi dan diperhatikan serta diinterprestasikan ke dalam pelaksanaan tugas pengawasan. Dengan penugasan ini diharapkan Konsultan Pengawas dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik untuk menghasilkan keluaran yang memadai sesuai KAK ini.

2.

C. Latar Belakang. 1. Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah merupakan bagian lingkup 2.
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Pemegang Mata Anggaran adalah Pemerintah RI yang dalam hal ini adalah Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat

KEGIATAN PENGAWASAN. A. Lingkup tugas harus dilaksanakan oleh Konsultan Pengawas adalah berpedoman kepada ketentuan yang berlaku, khususnya Pedoman Teknis Bangunan Gedung Negara, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 45/PRT/M/2007 Tanggal 27 Desember 2007 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Gedung Negara. B. Lingkup kegiatan tersebut antara lain adalah : 1. Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan di lapangan. 2. Mengawasi pelaksanaan bahan, peralatan dan metode pelaksanaan, serta mengawasi ketepatan waktu, dan biaya pekerjaan kostruksi fisik. 3. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas, kuantitas, dan laju pencapaian volume / realisasi fisik. 4. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk memecahkan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi. 5. Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala, membuat laporan mingguan, dan bulanan pekerjaan pangawasan, dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan, laporan harian, mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh Pemborong.

Menyusun Berita Acara kemajuan pekerjaan, pemeliharaan pekerjaan, serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi. 7. Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (shop drawings) yang diajukan oleh Pemborong. 8. Meneliti gambar-gambar yang telah sesuai dengan pelaksanaan (ASBuild drawing) sebelum Serah Terima Pertama. 9. Menyusun daftar cacat/kerusakan sebelum serah terima pertama, mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan, dan laporan akhir pekerjaan pengawasan. TANGGUNG JAWAB PENGAWASAN. A. Konsultan Pengawas bartanggung jawab secara profesional atas jasa pengawasan yang dilakukan sesuai ketentuan dan kode tata laku profesi yang berlaku. B. Secara umum tanggung jawab Konsultan adalah minimal sebagai berikut : 1. Kesesuaian pelaksanaan konstruksi dengan dokumen pelelangan / pelaksanaan yang dijadikan pedoman, serta peraturan standar dan pedoman teknis yang berlaku. 2. Kinerja pengawasan telah memenuhi standar hasil kerja pengawasan yang berlaku. 3. Hasil evaluasi pengawasan dan dampak yang ditimbulkan. C. Penanggung jawab profesional pengawasan adalah tidak hanya Konsultan Pengawas sebagai suatu perusahaan, tetapi juga bagi para tenaga ahli profesional pengawasan yang terlibat. I. B I A Y A. A. Biaya Pengawasan. Besarnya biaya pekerjaan pengawasan untuk Kegiatan Pemeliharaan Rutin / Berkala Gedung Kantor, Pekerjaan Pengawasan Pemeliharaan Rutin adalah sebesar Rp.38.470.000,- (Tiga Puluh Delapan Juta Empat Ratus Tujuh Puluh Ribu Rupiah)

6.

B.

Sumber Dana. Sumber dana dari keseluruhan pekerjaan Pengawasan dibebankan pada : Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Pontianak.

II.

K E L U A R A N. Keluaran yang dihasilkan oleh Konsultan Pengawas berdasarkan Kerangka Acuan Kerja ini adalah lebih lanjut akan diatur dalam Surat Perjanjian, yang minimal meliputi : A. B. Buku harian, yang memuat semua kejadian, perintah/petunjuk yang penting dari Pengguna Anggaran, Kontraktor Pelaksana, dan Konsultan Pengawas. Laporan harian, berisikan keterangan tentang : 1. Tenaga kerja. 2. Bahan-bahan yang datang, diterima atau ditolak. 3. Alat-alat. 4. Pekerjaan-pekerjaan yang diselenggarakan. 5. Waktu pelaksanaan pekerjaan. Laporan mingguan dan bulanan sebagai resume laporan harian. Berita Acara Kemajuan Pekerjaan untuk pembayaran angsuran. Surat Perintah Perubahan Pekerjaan dan Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan Tambah Kurang. Gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (shop drawings) dan manual peralatan-peralatan yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksanaan. Laporan rapat dilapangan (site meeting). Gambar rincian pelaksanaan (shop drawings) dan Time Schedulle yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana.

C. D. E. F. G. H.

III. K R I T E R I A. Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh Konsultan Pengawas seperti yang dimaksud pada KAK harus memperlihatkan persyaratan-persyaratan sebagai berikut : A. Persyaratan Umum Pekerjaan. Setiap bagian dari pekerjaan pengawasan harus dilaksanakan secara benar dan tuntas sampai dengan memberi hasil yang telah ditetapkan dan diterima dengan baik oleh Pengguna Anggaran.

B. Persyaratan Obyektif. Pelaksanaan pekerjaan pengawasan teknis prasarana gedung yang obyektif untuk kelancaran pelaksanaan, baik yang menyangkut macam, kualitas, dan kuantitas dari setiap bagian pekerjaan sesuai standar hasil kerja pengawasan yang berlaku. C. Persyaratan Fungsional. Pekerjaan pengawasan gedung harus dilaksanakan dengan profesionalisme yang tinggi sebagai konsultan Pengawas yang secara fungsional dapat mendorong peningkatan kinerja . D. Persyaratan Prosedural Penyelesaian administratif sehubungan dengan pekerjaan di lapangan harus dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku. E. Persyaratan Teknis Lainnya. Selain kriteria umum diatas, untuk pekerjaan pengawasan berlaku pula ketentuan-ketentuan seperti standar, pedoman, dan peraturan yang berlaku antara lain : 1. Ketentuan yang diberlakukan untuk pekerjaan yang bersangkutan, yaitu Surat Perjanjian Pelaksanaan beserta kelengkapannya, dan ketentuanketentuan sebagai dasar perjanjiannya. 2. Yang termuat dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 45/PRT/M/2007 Tanggal 27 Desember 2007 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Gedung Negara. 3. Peraturan pembangunan Pemerintah Daerah Setempat. 4. Standar dan Pedoman Teknis yang berlaku di bidang penyelenggaraan bangunan gedung. PROSES PEKERJAAN PENGAWASAN. 1. Umum Konsultan Pengawas dalam menjalankan tugasnya diperlukan pula oleh Pengguna Anggaran agar fungsi dan tanggung jawab Konsultan Pengawas dapat terlaksana dengan baik, dan menghasilkan keluaran sebagaimana yang diharapkan. Uraian Tugas Operasional Konsultan Pengawasan. Konsultan Pengawas harus membuat uraian kegiatan secara terperinci yang sesuai dengan setiap bagian pekerjaan pengawasan yang dihadapi di lapangan yang secara garis besar adalah sebagai berikut : a. Pekerjaan Persiapan. Menyusun laporan kerja, alokasi tenaga dan konsepsi pekerjaan pengawasan. Memeriksa Time schedulle / Bar chart, S-Curve, dan Net Work Planning yang diajukan oleh Kontraktor Pelaksana untuk selanjutnya diteruskan kepada Pengguna Anggaran untuk mendapatkan persetujuan. b. Pekerjaan Teknis Pengawasan Lapangan. Melaksanakan pekerjaan pengawasan secara umum, pengawasan lapangan, koordinasi dan inspeksi kegiatan-kegiatan pembangunan agar pelaksanaan teknis maupun administrasi teknis yang dilakukan dapat secara terus menerus sampai dengan pekerjaan diserahkan untuk kedua kalinya. Mengawasi kebenaran ukuran, kualitas dan kuantitas dari bahan atau komponen bangunan, peralatan dan perlengkapan selama pekerjaan pelaksanaan di lapangan atau di tempat kerja lainnya. Mengawasi kemajuan pelaksanaan dan mengambil tindakan yang tepat dan cepat, agar batas waktu pelaksanaan minimal sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Memberikan masukan pendapat teknis tentang penambahan atau pengurangan pekerjaan yang dapat mempengaruhi biaya dan waktu pekerjaan serta berpengaruh pada ketentuan kontrak, untuk mendapatkan persetujuan dari Pengguna Anggaran. Memberi petunjuk, perintah sejauh tidak mengenai pengurangan dan penambahan biaya dan waktu pekerjaan serta tidak menyimpang dari kontrak, dapat langsung disampaikan kepada Pemborong, dengan pemberitahuan tertulis kepada Pengguna Anggaran. c. Konsultasi. Melakukan konsultasi kepada Pengguna Anggaran untuk membahas segala masalah dan persoalan yang timbul selama masa pelaksanaan konstruksi gedung. Mengadakan rapat lapangan secara berkala, sedikitnya dua kali dalam sebulan, dengan Pengguna Anggaran, Pengawas dan Pemborong dengan tujuan untuk

membicarakan masalah dan persoalan yang timbul dalam pelaksanaan, untuk kemudian membuat risalah rapat dan mengirimkan kepada semua pihak yang bersangkutan, serta sesudah diterima paling lambat 1 minggu kemudian. Mengadakan rapat diluar jadwal rutin tersebut apabila dianggap mendesak. d. Laporan. Memberikan laporan dan pendapat teknis administrasi dan teknis teknologi kepada Pengguna Anggaran mengenai volume, prosentase dan nilai bobot bagianbagian pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh pemborong. Melaporkan kemajuan pekerjaan yang nyata dilaksanakan dan dibandingkan dengan jadwal yang telah disetujui. Melaporkan bahan-bahan bangunan yang dipakai, jumlah tenaga kerja dan alat yang digunakan. Memeriksa gambar-gambar kerja tambahan yang dibuat oleh Pemborong terutama yang mengakibatkan tambah atau berkurangnya pekerjaan, dan juga perhitungan serta gambar konstruksi yang dibuat oleh Pemborong (Shop Drawings).

e. Dokumen. Menerima dan menyiapkan Berita Acara sehubungan dengan penyelesaian pekerjaan dilapangan serta untuk keperluan pembayaran angsuran. Memeriksa dan menyiapkan daftar volume dan nilai pekerjaan, serta penambahan atau pengurangan pekerjaan guna keperluan pembayaran. Mempersiapkan formulir, laporan harian, mingguan dan bulanan, Berita Acara Kemajuan Pekerjaan, Penyerahan Pertama dan Kedua serta formulir-formulir lainnya yang diperlukan untuk kebutuhan dokumen pembangunan, serta keperluan pendaftaran sebagai bangunan gedung negara. 2. M A S U K A N. Informasi. Untuk melaksanakan tugasnya Konsultan Pengawas harus mencari informasi yang dibutuhkan selain dari informasi yang diberikan oleh Pengelola Kegitan termasuk melalui Kerangka Acuan Kerja ini. Konsultan Pengawas harus memeriksa kebenaran informasi yang digunakan dalam pelaksanaan tugasnya, baik yang berasal dari Pengguna Anggaran, maupun yang dicari sendiri. Kesalahan / kelalaian pekerjaan pengawasan sebagai akibat dari kesalahan informasi menjadi tanggung jawab Konsultan Pengawas. Informasi pengawasan antara lain : Dokumen pelaksanaan yaitu : - Gambar-gambar pelaksanaan. - Rencana kerja dan syarat-syarat - Berita acara aanwijzing sampai dengan penunjukan Pemborong. - Dokumen kontrak Pelaksanaan / Pemborong. Bar Chart dan S-Curve serta Net Work Planning dari pekerjaan yang dibuat oleh Pemborong (setelah disetujui). Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pengawasan. Peraturan-peraturan, standar dan pedoman yang berlaku untuk pekerjaan pengawasan teknis konstruksi, termasuk petunjuk teknis simak pengawasan mutu pekerjaan, dll. Informasi lainnya. Tenaga. Untuk melaksanakan tujuannya, Konsultan Pengawas harus menyediakan tenaga yang memenuhi ketentuan, baik ditinjau dari segi lingkup (besar) Kegiatan maupun tingkat kompleksitas pekerjaan. PROGRAM KERJA. Sebelum melaksanakan tugasnya Konsultan Pengawas harus segera menyusun : Program kerja, termasuk Jadwal kegiatan rencana detail. Alokasi tenaga ahli yang lengkap (disiplin dan keahliannya). Tenaga-tenaga yang diusulkan oleh Konsultan Pengawas harus mendapatkan persetujuan dari Pengguna Anggaran. Konsep penanganan pekerjaan pengawasan .

Program kerja secara keseluruhan harus mendapatkan persetujuan dari Pengguna Anggaran. Setelah sebelumnya dipresentasikan oleh Konsultan Pengawas dan mendapatkan pendapat teknis dari Pengelola Teknis Proyek.

P E N U T U P. Setelah Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini diterima, maka Konsultan Pengawas hendaknya memeriksa semua bahan masukan yang diterima dan mencari bahan masukan lain yang dibutuhkan. Berdasarkan bahan-bahan tesebut Konsultan agar segera menyusun program kerja untuk dibahas dengan Pengguna Anggaran.

Dibuat di : Pontianak Tanggal : .....,..........2010 Panitia Pengadaan Barang/Jasa Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Ketua

MULYANTO, SH NIP. 19621003 198712 1 001