Anda di halaman 1dari 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Laporan Menurut Moekijat Pengertian Laporan adalah alat komunikasi di mana penulis menarik beberapa kesimpulan atau memberikan saran dari fakta-fakta atau keadaan-keadaan yang telah diselidiki (Moekijat, 1997:147). Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ke tiga pusat bahasa departemen pendidikan nasional menjelaskan tentang laporan bahwa: Pemberian bahan atau keterangan secara objektiv dan berdasarkan pernyataan di bidang personil, material keuangan badan tatakan (Kamus Besar Bahasa

Indonesia Departemen Pendidikan Nasional Balai Pustaka Jakarta, 2001:1042) Menurut Liang Gie Laporan adalah suatu dokumen sebagai hasil serangkaian kegiatan mencari dan menyajikan informasi mengenai suatu hal tertentu (The Liang Gie, 2000:100). 2.1.1 Macam-macam Laporan Menurut Moekijat ada banyak macam laporan. Di antaranya yang penting adalah : a. Laporan informal yang ditulis oleh individu dalam suatu perusahaan mengenai peristiwa tertentu. b. Laporan Formal yang disusun oleh panitia untuk keperluan badan

mereka. c. Laporan berdasarkan undang-undang d. Laporan rutin, mungkin dengan masalah-masalah penting yang sudah tercetak, yang member laporan tentang sejumlah data pada waktuwaktu tertentu. 2.1.2 Pentingnya Laporan Menurut Moekijat Laporan merupakan alat komunikasi ke atas dalam perusahaan dan dengan alat ini diberikan feedback kepada manajemen yang memungkinkan mereka menguji atau mengubah kebijaksanaan mereka. Laporan yang baik merupakan pendorong atau perangsang untuk melaksanakan tindakan dan laporan yang jelek sering tidak dapat dimengerti (Moekijat, 197:147).

2.2

Pengertian Formulir Formulir merupakan dokumen yang digunakan untuk merekam terjadinya

transaksi. Formulir sering disebut dengan istilah dokumen, karena dengan formulir ini peristiwa yang terjadi dalam organisasi direkam (didokumentasikan) diatas secarik kertas. Dengan formulir ini, data yang bersangkutan dengan transaksi direkam pertama kalinya sebagai dasar pencatatan dalam catatan. Formulir dibagi menjadi dua, yaitu dalam arti sempit dan dalam arti luas : a) Dalam arti sempit, formulir dapat diartikan sebagai bukti transaksi. Atau sering juga disebut dokumen. b) Dalam arti luas, formulir adalah secarik yang telah diatur formatnya

sedemikian rupa untuk diisi sesuai dengan kebutuhan tertentu. Disamping itu formulir juga memiliki informasi yang tercetak, misalnya nomor urut dan nama formulir tsb. Sedangkan Prinsip-prinsip Perancangan Formulir antara lain : 1. Identitas perusahaan, ada nama dan alamat perusahaan untuk formulir ke pihak luar perusahaan. 2. Identitas formulir, ada nama dan id formulir. 3. Memiliki tembusan/copy. 4. Hindari duplikasi dalam menghimpun data. 5. Diotorisasi oleh pejabat yang berwenang. 6. Memiliki nomor urut tercetak.