Anda di halaman 1dari 2

Copyrlght vr-cu SMAMYSml 2

SMA MARDI YUANA


JALAN R.E. MARTADINATA 76/ 54 SUKABUMI

Stoikiometri Larutan
Waktu: 45 menit

Jawablah soal-soal berikut dengan jelas!

01. Diketahui: A
r
(Pb) = 207, A
r
(S) = 32, A
r
(O) = 16
Suatu bijih mengandung timbal dalam bentuk timbal (II) karbonat. Untuk
melarutkan semua timbal, sebanyak 1,526 g bijih direaksikan dengan asam
nitrat pekat. Kemudian ke dalamnya ditambahkan larutan natrium sulfat
berlebih. Endapan yang diperoleh kemudian dicuci, dan setelah ditimbang
massanya 1,081 g. Jika dianggap tidak ada timbal yang tersisa dalam bijih,
hitung persentase timbal dalam bijih tersebut!

02. Diketahui: A
r
(Mg) = 24, A
r
(O) = 16
Magnesium oksida sedikit larut dalam air sehingga agak sulit dianalisis dengan
titrasi secara langsung. Kemurniannya hanya dapat dititrasi dengan metode
titrasi balik. Sebanyak 4,06 g sampel magnesium oksida yang tidak murni
dilarutkan dalam 100 mL larutan asam klorida berlebih yang konsentrasinya 2
mol/L. Kelebihan asam kemudian dititrasi oleh larutan natrium hidroksida 0,2
mol/L, dan dibutuhkan 19,7 mL larutan basa untuk mengubah warna indikator
phenolftalein menjadi merah muda. Hitung kemurnian magnesium oksida!

03. Diketahui: A
r
(Na) = 23, A
r
(O) = 16, A
r
(C) = 12
Suatu sampel larutan asam klorida yang tidak diketahui kadarnya hendak
distandarisasi oleh natrium karbonat. Untuk keperluan tersebut, ke dalam
sebuah gelas kimia berukuran 250 mL, dimasukkan 13,25 g natrium karbonat. Ke
dalamnya lalu ditambahkan 150 mL air. Larutan diaduk dan dipindahkan ke
dalam labu volumetri. Volume air lalu digenapkan sampai 250 mL. Dengan
menggunakan pipet seukuran, sebanyak 25 mL larutan tersebut diambil,
dituangkan ke dalam labu erlenmeyer, dan ditambahkan 3 tetes indikator metil
jingga. Dibutuhkan tepat 24,65 mL larutan asam untuk mengubah warna
indikator metil jingga menjadi merah. Hitung konsentrasi larutan asam klorida!
Copyrlght vr-cu SMAMYSml 2

Dominus Vobiscum

04. A. Diketahui: A
r
(N) = 14; A
r
(O) = 16
Untuk menentukan kadar asam sulfat dalam larutan, 200 mL larutan asam
tersebut direaksikan dengan larutan natrium karbonat berlebih. Gas yang
terbentuk ditampung dalam suatu bejana tertutup. Jika volume gas yang
dihasilkan sebanyak 500 mL, diukur pada suhu dan tekanan yang sama saat
2L gas nitrogen monoksida massanya 3 gram, hitung:
i) jumlah mol asam sulfat dalam larutan.
ii) konsentrasi larutan asam sulfat yang direaksikan.
iii) pH larutan asam sulfat

B. Larutan asam sulfat yang sama kemudian digunakan untuk menentukan
kadar natrium hidroksida yang telah tercemar oleh CO
2
di udara. Maka 0,08
gram padatan natrium hidroksida dilarutkan dalam air sampai volumenya
100 mL. Jika untuk 20 mL larutan natrium hidroksida dibutuhkan tepat 12,8
mL larutan asam sulfat, hitung kemurnian natrium hidroksida. (skor = 10)
( Catatan: jika anda tidak bisa menjawab soal bagian A-ii, anggap molaritas
larutan asam sulfat 0,1 mol/L )

C. Gas yang dihasilkan dari reaksi natrium karbonat dengan asam sulfat juga
bisa digunakan untuk menentukan kadar kalsium hidroksida dalam larutan.
Jika untuk keperluan itu, gas dalam jumlah berlebih dialirkan ke dalam 1 L
larutan kalsium hidroksida, maka akan terbentuk 10 gram endapan. Jika M
r

endapan = 100, hitung:
i) molaritas larutan kalsium hidroksida.
ii) pH larutan kalsium hidroksida.