Anda di halaman 1dari 48

AUDITING II (3 SKS) SAP PEMERIKSAAN AKUNTANSI II

OLEH : MASNO MARJOHAN, M. Si, MM PEMERIKSAAN UMUM 1. Penanaman dalam surat berharga (saham, efek dan lain-lain) 2. Biaya Dibayar Dimuka 3. Aktiva Tetap dan Aktiva Tak Berhujud 4. Hutang Jangka Pendek dan Hutang Jangka Janjang 5. Modal dan UTS 6. Pendapatan dan Biaya 7. Penyelesaan Pemeriksaan dan Jasa-jasa Akuntan 8. Pemeriksaan Pasar Modal dan Pemeriksaan untuk Perpajakan 9. UAS

Buku-buku peganggan Auditing II


1.

2.

3.

4.

Auditing,Petunjuk Pemeriksa Akuntan Publik, oleh Theodorus M.Tuanakotta Auditing, Suatu Pendekatan, oleh Ruckiyat Kosasih Auditing, Suatu Pendekatan Terpadu, oleh Amir Abadi Yusuf Praktek Auditing Laporan Akuntan

AUDITING II (3 SKS)
PEMERIKSAAN UMUM PERTEMUAN I Penanaman dalam surat berharga Tujuan pemeriksaan 1. Bahwa penanaman dalam kertas berharga benar-benar ada 2. Kertas berhaga benar-benar dibuat atas nama langganan 3. Penilaian kertas berharga sesuai dengan PAI 4. Semua penerimaan telah dibukukan 5. Bahwa semua catatan yang diperlukan telah dicantumkan dalam ikhtisar laporan keuangan.

Penanaman dalam kertas berharga


Pengelompokan penanaman : Penanaman dalam kertas berharga dapat berupa penanaman yang diklasifikasikan sebagai aktiva lancar dan digolongkan sebagai aktiva tidak lancar. Penanaman dalam kertas berharga yang digolongan sebagai aktiva lancar disebut penanaman dalam kertas berharga jangka pendek, sedangkan yang digolongkan dalam aktiva tidak lancar disebut juga penanaman dalam kertas berharga jangka panjang.

Penanaman dalam kertas berharga


Tujuan penanaman kertas berharga jangka panjang adalah : 1. Untuk menguasai anak perusahaan 2. Untuk mendapatkan pendapatan yang relatif permanen 3. Untuk mengadakan hubungan usaha permanen 4. Untuk menciptakan usaha-usaha khusus.

Penanaman dalam kertas berharga


Pengendalian intern atas penanaman Prinsip pengendalian intern untuk penanaman dalam kertas berharga meliputi pengamanan dalam penyimpanan dan pengeluaran kertas berharga, persetujuan atas pembelian dan penjualan kerta berharga. Prosedur pemeriksaan Prosedur penerimaan penanaman dalam kertas berharga tidak dibedakan antara prosedur pemeriksaan penanaman jangka pendek dan jangka panjang, yaitu : 1. Mintalah daftar kertas berharga 2. Periksa atas kesyahan surat berharga tersebut 3. Harus dicocokan kertas berharga dgn daftar 4. Periksa footing dan crossfooting

Penanaman dalam kertas berharga


5. Cocokan jumlah dari surat berharga 6. Kirim konfirmasi ke bank 7. Periksa perhitungan bunga dan dividen 8. Perhatikan perlakuan pembukuan dari surat berharga 9. Lakukan pemeriksaan setelah tanggal neraca untuk menentukan adanya transaksi atau kejadian setelah tanggal neraca

PERTEMUAN II

Biaya dibayar dimuka dan biaya yang ditangguhkan


Tujuan pemeriksaan 1. Untuk menentukan bahwa saldo pada tanggal neraca merupakan biaya yang mempunyai kegunaan atau menjadi beban untuk masa yg akan datang. 2. Menentukan penambahan selama masa yang diperiksa dan pembebanan yang wajar. 3. Amortisasi atau penghapusan biaya sudah dihitung dgn wajar 4. Perkiraan telah diungkapkan secara tepat dalam laporan keuangan.

Biaya dibayar dimuka dan biaya yang ditangguhkan


Arti dan pengelompokan Biaya yang dibayar dimuka dan biaya yang dtiangguhkan merupakan biaya-biaya yang telah dikeluarkan akan tetapi mempunyai kegunaan atau menjadi beban tahuntahun yang akan datang. Biaya yang dibayar dimuka merupakan aktiva lancar sedangkan biaya yang ditangguhkan merupakan aktiva lain. Didalam biaya dibayar dimuka lazim kita kenal biaya advertensi, biaya sewa ruangan, biaya asuransi dll.

Biaya dibayar dimuka dan biaya yang ditangguhkan


Sedangkan yang menjadi beban masa yang lebih dari 1 tahun biasanya termasuk biaya praoperasional. Biaya ini secara wajar dapat dianggap mempunyai keuntungan atau harus dibebankan untuk masa yang lebih dari satu tahun. Pengendalian intern 1. Apakah jumlah yang dikapitalisir 2. Apakah amortisasi atau pembebanan biaya untuk tahun berjalan mendapatkan persetujuan dari pejabat yang berwenang 3. Apabila ada pembayaran-pembayaran biaya dibayar dimuka, apakah pembukuan dilakukan menurut cara yang dianut secara konsisten 4. Adakah program asuransi dintunjau secara berkala 5. Apakah penerimaan potongan premi dan pengantian kerugian telah dipertanggung jawabkan dengan tepat.

Biaya dibayar dimuka dan biaya yang ditangguhkan


Program pemeriksaan 1. Minta pada langganan suatu daftar pembayaran asuransi dibayar dimuka. 2. Lakukan footing dan crossfoting pada ikhtisar laparan keuangan 3. Cocokkan informasi yang ada dalam daftar polis asuransi 4. Apakah polis telah dibuat dengan benar 5. Perhatikan kecukupan jumlah asuransi yang dibuat oleh langganan.

PEMERIKSAAN AKTIVA TETAP


PERTEMUAN III

1. 2. 3. 4. 5. 6.

DEFENISI AKTIVA TETAP TUJUAN PEMERIKSAAN AKTIVA TETAP PENGENDALIAN INTERN PROGRAM PEMERIKSAAN PENYAJIAN AKTIVA TETAP MASALAH-MASALAH KHUSUS

PEMERIKSAAN AKTIVA TETAP


AKTIVA TETAP

Definisi aktiva tetap


Adalah aktiva yang digunakan oleh perusahaan untuk kegiatan usaha, bukan untuk diperjual belikan dan digunakan lebih dari satu tahun serta pengeluaran yang besar.

Tujuan
1.

2.

3. 4.

Menyakinkan bahwa aktiva tetap tersebut memang ada, dengan cara meliat transaksi pembelian, faktur, bukti pembayaran, setelah itu baru lihat fisik dari aktiva tetap. Aktiva tetap apakah sudah di asuransikan, asuransi tersebut harus sesuai dengan nilai polis, jangka waktu dan jenis asuransi apa saja. Nilai aktiva tetap hasus sesuai dengan PAI Penyusutan aktiva tetap apakah sudah sesuai dengan PAI

PEMERIKSAAN AKTIVA TETAP


Pengendalian intern 1. Adanya budget untuk pembelian aktiva tetap yang disetujui oleh Pimpinan. 2. Penilaian aktiva tetap dan aktiva tidak tetap harus ada pedoman perusahaan yang mengatur pengeluaran sebagai aktiva tetap dan sebagai biaya. 3. Kebijakan penjualan aktiva tetap, apakah ada persetujuai oleh yang berwenang. 4. Apakah aktiva tetap mempunyai kartu-kartu mengenai inventarisasi setiap akhir tahun, dengan memberikan kode dan nomor terhadap masing-masing aktiva tetap tersebut 5. Apakah aktiva tetap sudah diasuransikan

PEMERIKSAAN AKTIVA TETAP


Program pemeriksaan aktiva tetap 1. Minta dari langganan suatu daftar aktiva tetap. 2. Periksa tambahan-tambahan aktiva tetap dalam tahun pembukuan 3. Periksa pengurangan dari aktiva tetap, misal penjualan aktiva dan penghapusan aktiva tetap 4. Periksa penambahan dari aktiva tetap akibat dari pembelian aktiva tetap baru. 5. Periksa asuransi dari aktiva tetap 6. Periksa aktiva tetap yang sebenarnya yang berhubungan dengan biaya penyusutan dan cadangannya.

PEMERIKSAAN AKTIVA TETAP


7. Bila aktiva tetap yang diperoleh dari penukaran dengan modal perusahaan, teliti kewajaran nilai tukar dengan membandingkan dengan harga pasar serta apakah pembukuannya sudah sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku. Apakah beban penyusutan aktiva tetap yang dibebankan pada beban produksi dibawah kapasitas normal perusahaan, beban tersebut tidak boleh dibebankan sepenuhnya kedalam beban produksi. Tujuan perpajakan, minta daftar perhitungan penyusutan fiskal untuk tahun yang bersangkutan, dan cocokan saldo awal untuk setiap golongan fiskal dengan SPT tahun lalu dan periksa kwalisifikasi penambahan menurut golongan fiskal

8.

9.

PEMERIKSAAN AKTIVA TETAP


Penyajian aktiva tetap
a pe ana an nan an p a a ana P e a a ta n k a n t en e aan e t k an i peny ta n an nan an p a a ana P e a a ta n k a n t en e aan e t i ai k ana an nan an p a a ana P e a a ta n k a n t en e aan e t a e te a n e an an Pe ie n 00 000 00 0 000 000 000 000 je ent Pe 00 000 00 0 it 000 000 000 000

0 000 0 000 0 000 00 0 0 0 0 000 000 000 000 000

0 000 0 000 0 000 00 0 0 0 0 000 000 000 000 000

PEMERIKSAAN AKTIVA TETAP


SOAL 1 Mana di antara penjelasan berikut ini yang mungkin paling memuaskan pemeriksa yang menemukan pendekatan yang cukup berarti pada perkiraan akumulasi depresiasi : a. Koreksi kesalahan pembebanan depre tahun lalu yang terlalu rendah? b. Perbaikan luar biasa yang telah memperpanjang umum suatu aktiva tetap c. Suatu cadangan untuk kemungkinan kerugian atas pengafkiran aktiva tetap yang telah dibukukan.

PEMERIKSAAN AKTIVA TETAP


SOAL 2 PT. ABC mengusahakan dua tempat pengalian batu-batu yang dihancurkan dengan mesin stone crusher, kemudian dijual sebagai bahan untuk pembuat jalan raya, bangunan dll. Depresiasi untuk batu-batu yang di kandung dalam tanah ditetapkan sebesar 5%. Tempat pertama disewa dari pihak ,- per ton. Tempat ketiga dengan membayar royality Rp. 15. kedua dimiliki sendiri, yang dibeli seharga Rp. 1 . . ,setelah produksi berhenti karena habis digali seluruhnya, ditaksir . ,tanahnya masih dapat di jualal Rp.1 . Diminta : a. hitung berapa depresiasi tahun 2 8 untuk tempat pertama. b. hitung berapa depresiasi tahun 2 8 untuk tempat kedua.

PEMERIKSAAN AKTIVA TETAP


SOAL 3 Pada tanggal 15 Juli 2 8 PT. ABC menjual pabrik (tanah, mesin, peralatan dan banguanan) secara tunai Rp. 1 juta, nilai buku Rp. 74 juta. Kemudian dibangun pabrik baru ditempat lain dengan biaya keseluruhan Rp.13 juta. Oleh karena kapasitas pabrik yang baru tidak lebih besar dari yang lama, maka direksi memerintahkan pemegang buku supaya laba penjualan pabrik yang lama dikurangkan dari harga perolehan pabrik yang baru, untuk menghindari pajak dan mengurangi beban depresiasi pabrik yang baru. Diminta : Bagaimana pendapat anda jika perintah ini dilaksanakan oleh objek yang saudara periksa.

PEMERIKSAAN AKTIVA TETAP


SOAL 4  Terangkan konsep akuntansi yang konvensional mengenai depresiasi aktiva tetap.  Bahas konsepsi tersebut yang berhubungan dengan : a. Penilaian aktiva tetap b. Pembebanan kepada biaya c. Penentuan pertimbangan apa yang baik bagi manajemen dalam memilih metode depresiasi 3. Metode depresiasi apa yang kira-kira dapat diterapkan atas komputer.

AKTIVA TIDAK BERWUJUD PERTEMUAN IV (Intangible Assets)


TUJUAN  Penilaian atas setiap aktiva tidak berujud didasarkan atas biaya-biaya yang sebenarnya timbul dan merupakan biayabiaya yang menjadi beban tahun yang akan datang.  Kelayakan penggunaan kebijakan amortisasi dan penerapan secara konsisten.  Adanya bukti-bukti yang cukup yang memadai  Untuk menentukan bahwa hasil yang timbul merupakan pengeluaran yang layak, misal royalty.  Semua pengungkapan yang diperlukan.

AKTIVA TIDAK BERWUJUT ((Intangible Assets)


PENGERTIAN Aktiva tidak berwujud adalah biaya-biaya yang dikeluarkan atau dibayar dimuka dan biaya-biaya yang ditangguhkan. Unsur-unsur aktiva tidak berwujud : 1. Hak mutlak 2. Adanya suatu keistimewaan tertentu 3. Adanya pengeluaran biaya yang sebenarnya.

AKTIVA TIDAK BERWUJUT


(Intangible Assets)
Hak mutlak Aktiva tidak berwujud tidak beliputi piutang serta biaya dibayar dimuka dan biaya yang ditangguhkan. Piutang merupakan hak pada debitur-debitur tertentu, jadi berupakan hak nisbi. Sebaliknya paten atak cipta merupakan hak mutlak yang tidak boleh dilanggar oleh siapapun dan tidak terbatas pada orang-orang tertentu. Hal-hal istimewa adalah penemuan yang dimiliki perusahaan dan sudah memperoleh paten atau keistimewaan dalam lokasi, pabrik, distribusi dan pengalaman suatu perusahaan yang membuat lebih unggul dari perusahaan lain.

AKTIVA TIDAK BERWUJUT


(Intangible Assets)
Pengeluaran biaya yang sebenarnya, suatu perusahaan bisa saja mempunyai lokasi, pengalaman, pimpinan usaha dan nama yang membuat ia menjadi unggul dari perusahaan lain, ini tidaklah secara otomatis berarti mendapat membukukan goodwill, goodwill hanya timbul pada suatu perusahaan yang membeli suatu perusahaan lain diatas harga yang berlaku untuk aktivaaktivanya setelah dikurangi biaya-biaya karena adanya keistimewaan yang terjadi.

AKTIVA TIDAK BERWUJUT


(Intangible Assets)
PENGENDALIAN INTERN 1. Semua pembelian aktiva tidak berwujud harus dicatat dengan dasar jumlah yang dikeluarkan. 2. Perolehan yang dilakukan melalui transaksi non kas maka nilai aktiva tidak berwujud itu harus sesuai dengan PAI 3. Kebijakan amortisasi hanya layak yaitu sesuai dengan taksiran keguanaan aktiva tidak berwujud 4. Kebijaksanaan amortisasi hasus konsisten 5. Segala penghapusan aktiva tidak berwujud harus mendapat persetujuan dari pejabat yang berwenang.

AKTIVA TIDAK BERWUJUT


(Intangible Assets)
PROSEDUR PEMERIKSAAN 1. Periksa risalah-risalah rapat direksi, kontrak pembelian dan bukti-bukti pengeluaran kas untuk pembayaran goodwill. 2. Dalam KKP harus ada dasar perhitungan goodwill 3. Harus diselidiki dasar penghapusan untuk goodwill 4. Apabila goodwill telah timbul ditahun-tahun sebelumnya, akuntan harus menilai konsisten perhitungan amortisasi.

AKTIVA TIDAK BERWUJUT


(Intangible Assets)
Soal-soal 1. Bila goodwill akan dilaporkan sebagai aktiva pada neraca seorang kilien, tentukan syarat apa yang harus dipenuhi. 2. PT. Teguh menyewa sebuah gedung baru dengan syaratsyarat tidak bisa dibatalkan. Gedung dibangun sesuai dengan spesifikasi yang telah disetujui, pembayaran sewa Rp. ,- per tahun untuk masa 1 tahun, biaya pajak 12.5 . harus menjadi tanggungan penyewa dan penyewa mempunyai hak opsi untuk membeli gedung tersebut pada masa kontrak sewa habis, bunga pinjaman 8% per tahun. Diminta : buatlah jurnal.

AKTIVA TIDAK BERWUJUT


(Intangible Assets)
3. Perusahaan membeli hak paten atas barang yang akan menjadi saingan hasil produksinya. Ia sendiri tidak bermaksud memproduksikan barang yang hak patennya dibeli. Bagaimana membukukan pengeluaran untuk membeli hak paten tersebut. 4. Suatu perusahaan mempunyai hak paten, mengajukan tuntutan ke pengadilan negeri karena hak patennya dilanggar oleh perusahaan saingannya. Jurnal apa yang perlu dibuat jika tuntutan itu berhasil dan jurnal apa seadainya tuntutan gagal.

KERTAS KERJA PEMERIKSAAN (KKP)

Kertas kerja pemeriksaan 1. Pengertian 2. Pembuatan kertas kerja 3. Daftar utama dan tambahan 4. Penelaah (review) kertas kerja

KERTAS KERJA PEMERIKSAAN (KKP)

Kertas kerja pemeriksaan KKP meliputi semua berkas yang dikumpulkan selama berlangsungnya pemeriksaan sebagai bukti telah dilakukan prosedurprosedur pemeriksaan dan telah diikutinya norma pemeriksaan akuntan Berkas-berkas KKP dapat dibagi dua 1. Berkas-berkas tahun berjalan 2. Berkas berkas permanen

KERTAS KERJA PEMERIKSAAN (KKP)

Berkas-berkas tahun berjalan antara lain : 1. Konsep-konsep laporan keuangan 2. Daftar pengujian pemeriksaan 3. Daftar utama dan tambahan 4. Laporan pemeriksaan kas 5. Hasil kofirmasi dan rekonsilasi bank 6. Program pemeriksaan

KERTAS KERJA PEMERIKSAAN (KKP)


Berkas-berkar permanen 1. Akte notaris 2. Struktur organisasi 3. Proposal proyek 4. Contoh tanda tangan pejabat 5. Program produksi 6. Kontrak-kontrak pembelian 7. Statistik keuangan

KERTAS KERJA PEMERIKSAAN (KKP)


Petunjuk yang harus diikuti oleh kantor akuntan yaitu : 1. Persetujuan dari langganan 2. Kalau kantor akuntan dulu mau melihat KKP harus diberikan apa yang diminta saja 3. Kalau wakil dan akuntan dari kantor akuntan mau meminjam KKP harus ada persetujuan oleh atasan 4. Kantor akuntan yang meminjam data KKP tidak boleh mengutif KKP yang lalu.

KERTAS KERJA PEMERIKSAAN (KKP)


Prinsip Pembuatan Kertas Kerja 1. Semua kertas kerja harus ada tujuan 2. Hindarkan pekerjaan salin menyalin 3. Hindakan menyalin kembali 4. Dukung dan jelaskan semua perkiraan 5. Tulis prosedur pemeriksaan yang dijalankan 6. Tulis untuk diingat 7. Buktikan keterangan secara lisan 8. Pertanyaan jangan ditinggalkan

KERTAS KERJA PEMERIKSAAN (KKP)


Daftar utama dan tambahan Daftar utama adalah memberikan angka-angka yang besar, sedangakan daftar tambahan adalah memberikan perincian dari angka-angka tersebut. Penelaan kertas kerja Kertas kerja yang dibuat oleh pembantu atau asisten akuntan harus ditelaah atau revieu oleh atasannya.i

Pemeriksaan Modal Pertemuan X


oleh : Masno Marjohan, SE., MSi, MM
1. 2. 3. 4.

Tujuan Pengelompokan Modal Program pemeriksaan Melakukan pemeriksaan modal

Tujuan pemeriksaan
Tujuan pemeriksaan adalah untuk menyakinkan bagi auditor bahwa saldo modal tsb memang benar dan memang terjadi. Tujuan antara lain : 1. perkiraan-perkiraan modal telah dikelompokan 2. Transaksi dalam perkiraan modal selama tahun berjalan telah disetujui oleh pejabat yang ditunjuk 3. Pengungkapan yang cukup telah dibuat dalam catatan mengenai ihtisar keuangan tentang jenis saham yang dikeluarkan oleh perusahaan.

 1.

2.

3.

Pengendalian intern modal Adanya pemisahan terhadap modal saham preferen dengan saham biasa Adanya pemisahan terhadap modal atau saham biasa yang dijual kepada umum Adanya pengendalian dan pengawasan terhadap laba ditahan dan laba tahun berjalan.

Program pemeriksaan 1. Periksa anggaran dasar dan risalah rapat. 2. Periksa perubahan yang terjadi pada perkiraan buku besar modal 3. Lihat kelengkapan surat-surat saham 4. Periksa transaksi pembelian kembali saham sendiri 5. Periksa perhitungan dividen yang dibayar 6. Periksa pembayaran bea meterai modal 7. Pertimbangkan untuk mengirim konfirmasi mengenai saham.

Pemeriksaan Pendapatan dan Biaya XI


1. 2. 3. 4. 5.

Tujuan pemeriksaa Sistem pengendalian intern Tehnik pemeriksaan Penetapan tehnik Masalah-masalah lain

Pemeriksaan Pendapatan dan Biaya


Tujuan pemeriksaan 1. Untuk menentukan bahwa semua pendapatan yang merupakan hak perusahaan telah dibukukan sesuai PAI dan secara konsisten dalam perhitungan rugi laba dan bahwa pendapatan merupakan tahun berjalan. 2. Untuk menentukan biaya yang menyangkut masa yang diperiksa telah dibukukan dan merupakan beban perusahaan 3. Untuk menentukan bahwa pendapatan dan biaya telah disajikan dan digolongkan dengan benar dalam perhitungan laba rugi.

Pemeriksaan Pendapatan dan Biaya


Segi pengendalian intern 1. Adanya cara memonitor semua pendapatan perusahaan dan biaya 2. Biaya-biaya yang dicatat harus didukung dengan buktibukti yang cukup 3. Pengeluaran biaya yang besar harus dapat dikendalikan

Pemeriksaan Pendapatan dan Biaya


Tehnik atau program pemeriksaan : 1. Pemeriksa perkiraan pendapatan dan biaya sewaktu melakukan pemeriksaan atas perkiraan biaya dan pendapatan 2. Melakukan pemeriksaan yang sifatnya menentukan volume usaha secara global 3. Memeriksa biaya-biaya tertentu juga secara global. 4. Melakukan pemeriksaan secara test transaksi.

Auditing operasional dan audit ketaatan XII


1. 2. 3. 4.

5. 6.

Tujuan Audit operasional dan beda dengan audit keuangan Efektivitas dan efisiensi Hubungan audit operasional dengan audit pengendalian intern Jenis-jenis audit operasional Siapa yang melakukan audit operasional

Audit operasional
Audit operasional diabagi 2 bagian 1. Audit yang mengunakan tipe prosedur laporan keuangan tujuan :

Penyelsaian pemeriksaan
1. 2. 3. 4.

Tahap akhir dalam pemeriksaan Penelaah kertas kerja Peristiwa setelah tanggal neraca Rumusan pendapat akuntani

JASA-JASA AKUNTAN PUBLIK


JASA-JASA LAIN JASA LAIN KEBEBASAN AKUNTAN PEMBERIAN NASEHAT PADA PIMPINAN