Anda di halaman 1dari 13

1

MUKADDIMAH

Semangat ibadah seorang Muslim akan


tumbuh bila janji pahala dan indahnya
balasan bertabur dihatinya. Sebaliknya
rasa takut kepada Allah akan semakin kuat
jika dia mengetahui ancaman dan dosa
melakukan perbuatan yang dilarang Allah
dan RasulNya.

Inilah tujuan dari rangkaian hadits-hadits


yang dicantumkan Imam al- Hafizh al-
Mundziri, seorang ulama besar ahli hadits,
dalam at-Targhib Wa at-Tarhib, yang
merupakan kumpulan hadits-hadits
Rasulullah tentang Targhib (anjuran,
dorongan, motivasi, janji pahala, balasan,
surga) dan Tarhib (ancaman, peringatan,
pantangan, akibat buruk, dosa dan neraka);
dalam masalah akidah , ibadah, akhlaq dan
mu’amalah. Beliau al-Mundziri menulis
kitab ini at-Targhib Wa at-Tarhib dengan
hanya bersandarkan pada hafalan beliau
semata, sebagaimana yang beliau katakan.

Hanya saja tidak semua hadits yang


dicantumkan oleh al-Mundziri dalam buku
tersebut berderajat shahih dan dapat di
jadikan landasan. Oleh karena itu, Imam
ahli hadits abad ini, Syaikh Muhammad
Nashiruddin al-Albani, tampil
memberikan solusi. Beliau memilah dan
memilih hadits-hadits yang shahih dan
hasan serta meletakkanya menjadi kitab
tersendiri; Shahih at-Targhib Wa at-
Tarhib. Sedangkan hadits-hadits yang
dha’if dan lebih parah dari itu beliau
letakkan dalam kitab tersendiri, Dha’if at-
Targhib Wa at-Tarhib.

Adapun risalah ini diringkas dari Kitab


Hadits di atas.

* Tanda [] adalah nomor kitab asli, -1-


adalah nomor Bab pada kitabnya .

2
SHAHIH AT-TARGHIB WA AT-TARHIB oleh Syaikh Nashiruddin Al-Albani

KITAB IKHLAS1 j1N/hi < F j)?k +- b% +@ - * 1K)


1. [1]: [Shahih]
7 8E) !>?. C,% : @2 lm %
Dari Ibnu Umar beliau berkata,”Aku
mendengar Rasulullah bersabda,
ol 8-) "b, 4A B n,P S +N %
= K]/ C, 2 H
G K9 Ò @) p
q 2 @F O) + 1K) = #0B- p
!" # $% '& ( )* +, )- . /0
2 1Ic'R% O)* r @) T J +
1, 2 3$4 5-) 76 89 3'$: %
1F + )J Om@ +b@ % 14-
!>?. 5@A B C * = ") ;% ' <-)
1 , 2 R% O@Ihi 5% ,@m4) 6 @]
D) EF H G "2 $I - J BK * 7 89
Os8I - J 2 '& @Ac X / A g2
L ) 2J
k* + b % 14- ,F / O@,F
"FJ O) 1K) = 1@ M6 N ) ;%
- J j) Mt J B =+) 1, 2 3'$
1 (- J B +@ / , 8,P
+N : % Cs;:F BK * I 8-) a I
V "A & 5P T U OF QR@% BS B/ S .J
O./ 1@2 +-% E % 1, 2 u" "-)
1, 2 W'J %
Z>K) T.K>) +- I / O)* r @) T ` J
$N"% 1 " ( 1) + :%
j) ?k +- b% +@ - * 1K) 1 , 2J
1 (- J - J +. / , X 1I
C,% : @2 l %- % j1N/ ih < F
Z$A 2 W$;-) / +Y- %SB /J S .J
B 1 J ,( 7 8E) +N %
5 )- [ F 1\ ;, ] ^ J
Ò @) p v 1@ l/ 8-) "b, 4A
"( e A , E) / =7 /` ) abFc d_ :
1 " ( F g% ^;, ] % fO $ $@2 3 N R- ] Om* 1K) =w) YK) p /
M& N' ,( . NJ 1 , 2 R% ih NJ
1
Judul ini tambahan dari ringkasan at-Targhib 3 Y% T.k/ C) Z>K) x I $& /
karya al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani.

3
SHAHIH AT-TARGHIB WA AT-TARHIB oleh Syaikh Nashiruddin Al-Albani

p " yh - C@ 3Y ! NJ susu tersebut, tidak keluargaku atau


hartaku. Aku terdiam sementara bejana

H $ 2 A =p ;% z & $bF O ih 5%
susu ada di tanganku sambil menunggu
keduanya bangun, sehingga fajar pun
menyingsing-sebagian rawi menambahkan
Q I Mt =C) +- ;% Z NJ O)*mcJ sementara anak-anakku menangis di
kakiku-keduanya bangun dan minum
, ) / @<)-/ ; )-/ MF {- x NJ susunya. Ya Allah, jika aku melakukan itu
demi mencari wajahMu maka bukalah
OF | }1 4I B H $ 2 A =p ;% kesulitan kami akibat batu besar ini’.
Maka batu besar itu ber-geser sedikit tapi
!>#R% jF | }1 ]J B Om* =+- ;% mereka belum bisa keluar.”
Nabi melanjutkan,”Yang lain berkata,’Ya
1K) n,P S C@ x A % C ] % CK Allah, aku mempunyai sepupu perempuan.
Dia adalah orang yang paling aku cintai.

j1N/ ih < F j)?k +- b% +@ - *


Aku berhasrat melakukan (apa yang
dilakukan oleh suami kepada istrinya)
kepadanya, tetapi dia menolakku. Sampai
+N % C,% : @2 l %- % ketika dia tertimpa paceklik, dia datang
kepadaku. Aku memberinya seratus dua
L g A "N 8% 7 8E) puluhh dinar emas dengan syarat dia
menerima ajakanku, maka dia pun
“Ada tiga orang dari umat sebelum kalian menerima. Tetapi ketika aku telah
yang sedang bepergian sehingga mereka menguasainya dia berkata,’aku tidak
harus bermalam di sebuah goa, mereka mengizinkanmu membuka cincinku kecuali
masuk ke dalamnya. Lalu sebuah batu dengan haknya’. Maka aku merasa
besar menggelinding dari gunung dan berdosa melakukan itu padanya. Aku
menutup pintu goa. Mereka berkata, ‘Yang meninggalkannya sementara dia tetap
bisa menyelamatkan kalian dari batu orang yang paling aku cintai. Aku
besar ini hanyalah doa kalian kepada membiarkan dinar emas yang telah aku
Allah (sambil bertawassul) dengan amal berikan padanya. Ya Allah, jika memang
shalih kalian’ aku melakukan itu demi mencari wajahMu
Salah seorang dari mereka berkata, ‘Ya maka bukalah kesulitan kami.’ Maka batu
Allah, aku mempunyai bapak-ibu yang itu bergeser, hanya saja mereka belum
sudah tua. Aku tidak pernah bisa keluar.”
mendahulukan siapa pun atas mereka Nabi melanjutkan, “Yang ketiga berkata.
dalam minum susu di petang hari, “Ya Allah, aku menyewa beberapa
keluarga maupun harta (ku). Suatu hari pekerja. Dan aku telah membayar gaji
aku pergi ke tempat yang jauh untuk mereka. Hanya seorang yang belum, dia
mencari padang rumput. Aku tidak dapat pergi meninggalkan haknya. Lalu aku
kembali (menggiring unta-untaku pulang mengembangkan haknya itu sampai ia
ke kandangnya) hingga keduanya telah menjadi harta yang melimpah. Beberapa
tidur. Maka aku memerah susu untuk waktu kemudian dia datang kepadaku. Dia
mereka (minum di malam hari) tapi aku berkata kepadaku, ‘Wahai hamba Allah,
mendapatkan keduanya sedang tidur, berikan hakku’. Aku menjawab,’Apa yang
maka aku tidak ingin mendahulukan orang kamu lihat ini adalah gajimu: unta, sapi,
lain dari mereka berdua dalam minum

4
SHAHIH AT-TARGHIB WA AT-TARHIB oleh Syaikh Nashiruddin Al-Albani

domba dan hamba sahaya’. Dia Diriwayatkan oleh Baihaqi dan hadits
berkata,’Wahai hamba Allah, jangan mursal2.
mengejekku’. Aku berkata,’Aku tidak
mengejekmu’. Lalu dia mengambil 3. [4]: [Shahih Lighairihi]
semuanya. Dan dia menggiringnya tanpa Dari Abu Said al-Khudri dari Nabi ,
menyisakan apapun. Ya Allah, jika aku beliau bersabda pada Haji Wada’,
melakukan itu demi mencari wajahMu,

„ % . 2 "% O ) ; … ] ihS GH †
maka angkatlah kesulitan kami.’ Lalu batu
itu bergeser dan mereka keluar dan
(meneruskan) berjalan."
Mt <A B ‡6 C,;
& F ˆ,) C-& ;% M
2. [3]: [Shahih]
Dari Abu Firas –seorang laki-laki dari M b-) • #* =& ‰ | & T- 1, 2
, 4 )- X yh :9 @ )- / CK)
Aslam- berkata,

€ A{- •H p"]' A =M;% M6 N~ 'c ‹:A . ih 2$ Š% 1: 2 5 /})/


• #{ =p L 1X'/
“Seorang laki-laki berseru sambil
bertanya,’Ya Rasulullah, apa itu “Semoga Allah mengangakat derajat
iman?’Nabi menjawab,’Ikhlas’.” seseorang yang mendengar ucapanku, lalu
dia memahaminya. Berapa banyak
Dalam lafazh lain dia berkata, Rasulullah pembawa fikih yang tidak fakih (tidak
bersabda,

A =M6 N ‚c @% n-P 2 " ]


2
Begitulah dia berkata, “Ini berarti Abu Firas al-
Aslami bukanlah seorang sahabat. Ini tidak ada
yang mengatakannya. Yang benar dia termasuk
ƒ * =p € ƒ ]{- •H p"]' sahabat tanpa ada perselisihan sejauh yang aku
(Syaikh Al-Albani) ketahui, perselisihannya hanya

€ A{- % =p L7 }) iG A*/ 7 E)
pada; apakah dia itu Rabi’ah bin Ka’ab al-Aslami
atau lainnya? Pendapat kedua dikuatkan oleh Ibnu
Abdil Bar dan Ibnu Hajar. Berdasarkan ini maka
=p € ,;,)- % =p L• #{J =p hadits ini sanadnya bersambung, rawi-rawi
terpercaya (tsiqah). Sanadnya shahih. Dan

L A$E )
termasuk kebodohan tiga orang pemberi komentar
(yakni ; Syaikh Habiburrahman al-A’zhami, Abdul
Hamid an-Nu’mani dan Muhammad Utsman al-
Malikanawi, mereka adalah pentahqiq kitab
“Bertanyalah kepadaku apa yang kalian ringkasan at-Targhib karya al-Hafizh Ibnu Hajar
mau. Lalu seorang laki-laki berseru,’Ya al-Asqalani yang dengannya dikritik Syaikh al-
Albani karena banyak terjadi kesalahan -lihat
Rasulullah, apa itu Islam?’Nabi Mukaddimah dalam kitabnya) adalah pernyataan
menjawab,’Mendirikan shalat dan mereka yang mendhoifkan hadits ini secara terang-
membayar zakat.’ Dia bertanya,’Apa itu terangan. Mereka menyatakan illatnya (cacat)
iman?’ Nabi menjawab, ‘Ikhlas.’Dia dengan, “Padanya terdapat rawi yang tidak jelas.”
bertanya,’Apa itu yakin?’ Nabi Ini termasuk musibah mereka, sebab rawi tidak
dikatakan “tidak jelas” kecuali jika dia disebut
menjawab,’Membenarkan.” nama atau kunyahnya (nama julukan).

5
SHAHIH AT-TARGHIB WA AT-TARHIB oleh Syaikh Nashiruddin Al-Albani

mengerti fikih). Tiga perkara yang Diriwayatkan oleh ath-Thabrani dengan


(karenanya) hati seorang Mukmin tidak sanad yang tidak mengapa (la ba’ sa
akan ditimpa dengki: Mengikhlaskan amal bihi)4.
karena Allah, memberi nasehat kepada
pemimpin kaum Muslimin dan berpegang
kepada jamaah mereka, karena mereka ( PASAL )
mengelilingi mereka dari belakang
mereka.”
6. [10]: [Shahih]
Diriwayatkan oleh al-Bazzar dengan sanad Dari Umar bin al-Kaththab , berkata,
hasan.
“Aku mendengar Rasulullah bersabda,
4. [6]: [Shahih]
= A /' O%/ o ,m@) F p 2hy-
Dari Mush’ab bin Said dari bapaknya , *
Bahwa dia mengira memiliki kelebihan
% Q" |
dari orang yang di bawahnya3 dari sahabat & Ms ) */o3 ,m@) F
Rasulullah . Maka Nabi bersabda,
CI 51% C)"]'/ H )* CI 5. +
1 ,beF yG !>?. H G E@A *
)* CI 5. + / C)"]'/ H )*
L 19 #*/ 1I 9/ 1I"2$F )* CI 51% 1: @A7J& /J 1 ,EA , c
“Sesungguhnya Allah hanya menolong
umat ini karena orang-orang lemah
LC,)* N .
mereka; karena doa mereka, shalat
mereka dan keikhlasan mereka.” “Sesungguhnya amal-amal itu dengan niat
–dalam riwayat lain dengan niat-niat-,
Diriwayatkan oleh an-Nasa’i dan lain- dan sesungguhnya masing-masing orang
lainnya. Ia di al-Bukhari tanpa menyebut mendapatkan apa yang diniatkannya.
keikhlasan. Maka barangsiapa hijrahnya kepada
Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya
5. [9]: [Hasan Lighairihi] kepada Allah dan RasulNya. Barangsiapa
Dari Abu Darda’ dari Nabi hijrahnya kepada dunia yang ingin dia
bersabda, dapatkan atau kepada wanita yang hendak
dia nikahi, maka hijrahnya kepada apa
yang dia niatkan dalam hijrahnya.”
O< F BK * 1,% 6 "b- 6 "b- , $̀)
Diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, Abu
LH DN/ CF Dawud, at-Tirmidzi dan an-Nasa’i.

“Dunia itu dilaknat, dan apa yang di


dalamnya dilaknat, kecuali apa yang 4
Begitulah yang dia katakan, padahal terdapat rawi
dicari dengannya wajah Allah.” yang tidak diketahui, akan tetapi ia memiliki
beberapa syahid yang dengannya ia menjadi kuat.
3
Yakni dalam harta rampasan perang. Ia tercantum di ash-Shahihah (2797).

6
SHAHIH AT-TARGHIB WA AT-TARHIB oleh Syaikh Nashiruddin Al-Albani

7. [12]: [Shahih]
Dari Anas bin Malik berkata, “Kami
YAS $ $m J/ 1, 2 4- J6
pulang dari perang Tabuk bersama Nabi
. Beliau bersabda, $~ 2 p Œ; =p L!"^ %
9 & ^- $~ 2 \ B/ & $9
VbP @- ] @A$ )- F @ - # V "- J K *
„ F $~ 2 D %B/ }2 H G !c dKB* 1, 2
L'->b-) 14 @b ./KB* AVc / B/
‘Sesungguhnya ada sekelompok orang di & /J & ;- % „ F C, 2 H G D % BK * )R4
belakang kita di Madinah, di mana kita
tidak melewati celah-celah di gunung dan YA$
S $m J/ .":
tidak pula lembah kecuali mereka bersama
kita, mereka terhalangi oleh udzur’.” C d' $~ 2=& bF'hy , $̀) *=!"^ %
8. [15]: [Shahih] MEA/ CF' C,% O; A "1% V - 2/ SB H G
Dari Abu Hurairah berkata,”Rasulullah
bersabda, >?1% S;• C,% CK) bA/ C ' C,%
)*B/ 4NJ )* ^@AB H h K* )/ - 2 H G C d'$ 2/Lpd @ )- Me-%RF
' PJ/o F" )* ^@A ?)/ '"9 K J ")=p";A ,m@) [c 9"1%SBŽ C- d A
Lf ) 2J/_ o!'$9 )* Cb 9RF R% C ,@F"1% & % M bF +- b) BŽ O)
“Sesungguhnya Allah tidak melihat
)/ BS H G C d' $~ 2/ i• "] . N
kepada jasmani kalian, tidak pula kepada
bentuk rupa kalian, akan tetapi melihat
& - 2 ,<F C) O% ‹ 8A V - 2 C- d A
hati kalian,-dan beliau sambil menunjuk
ke dadanya-, (dan amal-amal kalian)”5. C ' C,% MEAB/ CF' C,% O; AB/
Diriwayatkan oleh Muslim. @ )- w #RF >?1% ;K C,% CK) bAB/
9. [16]: [Shahih Lighairihi] "1% V - 2B/SBŽ H G C- d A )~$ 2/ pd
Dari Abu Kabsyah al-Anmari , bahwa
dia mendengar Rasulullah bersabda, M bF C,% +- b)SBŽ O) K J ") p";A
5
Saya (Syaikh Al-Albani) berkata, “Dua tambahan
.i• "] .'d"% C ,@F "1% & %
dari Shahih Muslim 8/11, yang lain dalam riwayat “Tiga perkara aku bersumpah atasnya
lain miliknya, dan tiga orang pemberi komentar dan aku menyampaikan hadits kepada
tidak memperhatikannya. Yang kedua adalah
sangat penting, ia dapat terbalik atas sebagian kalian, maka hafalkanlah. “Beliau
orang, akibatnya menjadi rusak. Lihat komentar bersabda, “Harta seorang hamba tidak
saya atas Riyadh ash-Shalihin hal.41 cetakan al- berkurang karena sedekah, dan tidaklah
Maktab al-Islami.

7
SHAHIH AT-TARGHIB WA AT-TARHIB oleh Syaikh Nashiruddin Al-Albani

seorang hamba yang didzalimi dengan 10. [17]: [Shahih]


suatu kedzaliman, lalu dia bersabar Dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah
atasnya kecuali Allah menambahkan bersabda seperti yang diriwayatkan dari
kemuliaan kepadanya. Tidaklah seorang Rabbnya,
hamba yang membuka pintu meminta-

3 nm,4) / 3 @4:-) T H G K*
minta kecuali Allah membuka pintu
kemiskinan untuknya, atau kalimat yang
senada dengannya. Dan aku
menyampaikan sebuah hadits kepada % & @4:F . % CF O% j)?k ,F
kalian maka hafalkanlah:
Dunia ini hanyauntuk orang:Seorang S S @4 !$@2 H G 1 1- bA
hamba yang dikaruniai harta dan ilmu,
dia bertakwa kepada Tuhannya padanya, !$@2 H G 1 1 b% 1F . - Š%
menjalain hubungan rahimnya padanya,
dan mengetahui hak Allah padanya. Ini
adalah hamba dengan kedudukan terbaik.
)* •b†
& X … ] )* 3 & @4 g2
Seorang hamba yang dikaruniai ilmu oleh
Allah dan tidak dikaruniai harta, dia % & nm,4F . / 7& ,Y ‘ & b†J
S S @4 !$@2 H G 1 1- bA
memiliki niat yang benar, dia berkata,
‘Seandainya aku mempunyai harta
niscaya aku akan melakukan apa yang
dilakukan oleh fulan’. Dia (mendapat C) H G 1 1 b% 1F . ". - Š%
pahala) dengan niatnya maka pahala
keduanya sama. Seorang hamba yang . : /J =& A /“% c d’ 7$ S / S nm,]
dikaruniai Allah harta dan tidak
dikaruniai ilmu, dia bertindak ngawur Lj) . BK * H 2 j 1A B/
(pada kebatilan) dalam hartanya tanpa
ilmu, dia tidak bertakwa kepada Tuhannya “Sesungguhnya Allah telah menetapkan
padanya, tidak menjalin rahimnya kebaikan-kebaikan dan keburukan-
padanya, dan tidak mengetahui hak Allah keburukan, kemudian Dia menjelaskan hal
padanya. Ini adalah hamba dengan itu di dalam Kitab-Nya. Maka
kedudukan terburuk. Dan seorang hamba barangsiapa yang ingin berbuat kebaikan
yang tidak dikaruniai harta dan ilmu oleh dan tidak melaksanakannya, maka Allah
Allah, dia berkata, ‘Seandainya aku menulisnya di sisiNya sebagai kebaikan
mempunyai harta maka aku melakukan yang sempurna. Jika dia ingin
padanya apa yang dilakukan oleh fulan,’ melakukannya maka Allah menulisnya di
maka dosa keduanya sama.” sisiNyasepuluh kebaikan sampai tujuh
ratus kali lipat sampai berlipat-lipat
Diriwayatkan oleh Ahmad dan at- banyaknya. Dan (sebaliknya) barangsiapa
Tirmidzi. Lafazhnya adalah lafazh at- yang ingin berbuat buruk dan dia tidak
Tirmidzi, dan dia berkata, “Hadits hasan melaksanakannya, maka Allah menulisnya
shahih.” di sisiNya sebagai kebaikan yang
sempurna. Jika dia ingin, lalu
melakukannya maka Allah menulisnya
satu keburukan,” –Dia menambahkan

8
SHAHIH AT-TARGHIB WA AT-TARHIB oleh Syaikh Nashiruddin Al-Albani

dalam suatu riwayat6-, “Atau dia DAFTAR ISTILAH ILMIAH


menghapusnya,” dan tidaklah binasa atas
(ketetapan) Allah kecuali orang yang Al-Adalah: Potensi (baik) yang dapat
binasa.” membawa pemiliknya kepada takwa, dan
(menyebabkannya mampu) menghindari
Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim. hal-hal tercela dan segala hal yang dapat
merusak nama baik dalam pandangan
11. [21]: [Hasan Shahih] orang banyak. Predikat ini dapat diraih
Dari Abu Darda’ yang sampai kepada seseorang dengan syarat-syarat: Islam,
Nabi di mana beliau bersabda, baligh, berakal sehat, takwa, dan
meninggalkan hal-hal yang merusak nama
baik.
ƒ";A - J Z"@A "./ CP % IJ
Al-Jarh (at-Tajrih): Celaan yang
! @,2 C <% M,K) OsEA dialamatkan pada rawi hadits yang dapat
mengganggu (atau bahkan
C" / Q" C) T D 9J menghilangkan) bobot predikat “al-
Adalah” dan “hafalan yang bagus”, dari
LCmF' C, 2S $9 dirinya.

Al-Jarh wa at-Ta’dil: Pernyataan adanya


“Barangsiapa yang mendatangi tempat cela dan cacat, dan pernyataan adanya “al-
tidurnya sedangkan dia berniat bangun Adalah” dan “hafalan yang bagus” pada
untuk shalat malam, lalu dia tertidur seorang rawi hadits.
sampai pagi niscaya ditulis untuknya apa
yang dia niatkan dan tidurnya itu adalah An’anah: Menyampaikan hadits kepada
sedekah dari Rabbnya kepadanya.”
rawi lain dengan lafazh 2 (dari) yang
Diriwayatkan oleh an-Nasa’i, Ibnu Majah mengisyaratkan bahwa dia tidak
dengan sanad baik. Diriwayatkan oleh mendengar langsung dari syaikhnya. Ini
Ibnu Hibban di Shahihnya dari hadits Abu menjadi illat suatu sanad hadits apabila
Dzar atau Abu Darda’ dengan ‘atau’ yang digunakan oleh seorang rawi yang
menunjukkan keraguan. mudallis.

Ashhab As-Sunan: Para ulama penyusun


kitab-kitab “Sunan” yaitu: Abu Dawud, at-
Tirmidzi, an-Nasa’i, dan Ibnu Majah.

Ash-Shahihain: Dua kitab shahih yaitu:


Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim.

Asy-Syaikhain: Imam al-Bukhari dan


6
Imam Muslim.
Riwayat ini termasuk riwayat Muslim sendiri
tanpa al-bukhari, berbeda dengan apa yang bisa
dipahami (secara salah) dari apa yang dilakukan
At-Ta’dil: Pernyataan adanya “al-Adalah”
oleh penulis sebagaimana hal ini dijelaskan oleh pada diri seorang rawi hadits.
an-Naji (9/1).

9
SHAHIH AT-TARGHIB WA AT-TARHIB oleh Syaikh Nashiruddin Al-Albani

At-Tashhif: Perubahan yang terjadi pada dan tidak mungkin dipertemukan antara
lafazh hadits yang dapat menyebabkan satu dengan lainnya.
maknanya berubah. Mudhtharib (goncang).

Berdasarkan syarat mereka berdua: Hadits Mudraj: Hadits yang di dalamnya


Maksudnya berdasarkan syarat al-Bukhari terdapat tambahan yang bukan darinya,
dan Muslim. baik dalam matan atau sanadnya.

Hadits Ahad: Hadits yang sanadnya tidak Hadits Munkar: Hadits yang diriwayatkan
mencapai derajat mutawatir. oleh seorang rawi yang dha’if dan
riwayatnya bertentangan dengan riwayat
Hadits Dha’if: Hadits yang tidak para rawi tsiqah.
memenuhi syarat hadits maqbul (yang
diterima dan dapat dijadikan hujjah), Hadits Mutawatir: Hadits yang
dengan hilangnya salah satu syarat- diriwayatkan oleh banyak orang rawi
syaratnya. dalam setiap tabaqah, sehingga mustahil
mereka semua sepakat untuk berdusta.
Hadits Gharib: Hadits yang diriwayatkan
sendirian oleh seorang rawi dalam salah Hadits Shahih: Hadits yang sanadnya
satu periode rangkaian sanadnya. bersambung, yang diriwayatkan oleh rawi
yang adil dan memiliki tamam adh-Dhabt
Hadits Hasan: Hadits yang sanadnya (hafalan yang hebat) dari rawi yang
bersambung, yang diriwayatkan oleh rawi semisalnya sampai akhir sanadnya,
yang adil dan memiliki hafalan yang sehingga tidak syadz dan tidak pula
sedang-sedang saja (khafif adh-Dhabt) memiliki illat.
dari rawi yang semisalnya sampai akhir
sanadnya, serta tidak syadz dan tidak pula I’dhal: Terputusnya rangkaian sanad
memiliki illat. hadits, dua orang atau lebih secara
berurutan.
Hadits Masyhur: Hadits yang memiliki
jalan-jalan riwayat yang terbatas, lebih Idraj: Tambahan (sisipan) pada matan
dari dua jalan, dan belum mencapai atau sanad hadits, yang bukan darinya.
derajad mutawatir.
Ihalah: Isyarat yang diberikan seorang
Hadits Matruk: Hadits yang di dalam mu’allif, berupa tempat yang perlu dirujuk
sanadnya terdapat rawi yang tertuduh berkaitan dengan hadits atau masalah
sebagai pendusta. bersangkutan.

Hadits Maudhu’: Hadits dusta, palsu dan Illat: Sebab yang samara yang terdapat di
dibuat-buat yang dinisbatkan kepada dalam hadits yang dapat merusak
Rasulullah . keshahihannya.

Hadits Mudhtharib: Hadits yang Inqitha’: Terputusnya rangkaian sanad.


diriwayatkan dari seorang rawi atau lebih Dalam sanadnya terdapat inqitha’, artinya:
dalam berbagai versi riwayat yang dalam sanad itu ada ranglaian yang
berbeda-beda, yang tidak dapat ditarjihkan terputus.

10
SHAHIH AT-TARGHIB WA AT-TARHIB oleh Syaikh Nashiruddin Al-Albani

Jahalah: Tidak diketahui secara pasti, (taqrir), atau sifat; baik sanadnya
yang berkaitan dengan identitas dan jati bersambung atau terputus.
diri seorang rawi.
Mauquf: (Riwayat) yang disandarkan
Jayyid: Baik kepada sahabat, baik perbuatan, ucapan
atau taqrir. Atau, riwayat yang sanadnya
Layyin: Lemah hanya sampai kepada sahabat, dan tidak
sampai kepada Nabi , baik sanadnya
Lidzatihi: Pada dirinya (karena faktor bersambung ataupun terputus.
internal). Misalnya: Shahih Lidzatihi, ialah
hadits yang shahih berdasarkan Mu’allaq: (Hadits) yang sanadnya
persyaratan shahih yang ada di dalamnya, terbuang dari awal satu orang rawi atau
tanpa membutuhkan penguat atau factor lebih secara berturut-turut, bahkan
eksternal. sekalipun terbuang semuanya.

Lighairihi: Karena didukung yang lain Mubham: Rawi yang tidak diketahui
(karena faktor eksternal). Misalnya: nama (identitas)nya.
Shahih Lighairihi, ialah, hadits yang
hakikatnya adalah hasan, dank arena Mudallis: Rawi yang melakukan tadlis.
didukung oleh hadits hasan yang lain,
maka dia menjadi Shahih Lighairihi. Mu’dhal: Hadits yang di tengah sanadnya
ada dua orang rawi atau lebih yang
Majhul: Rawi yang tidak diriwayatkan terbuang secara berturut-turut.
darinya kecuali oleh seorang saja.
Munqathi’: Hadits yang di tengah
Majhul al-‘Adalah: Tidak diketahui sanadnya ada rawi yang terbuang, satu
kredibilitasnya. orang atau lebih, secara tidak berurutan.

Majhul al-‘Ain: Tidak diketahui Mursal: (Hadits) yang sanadnya terbuang


identitasnya. Yaitu rawi yang tidak dikenal dari akhir sanadnya, sebelum tabi’in.
menuntut ilmu dan tidak dikenal oleh para Gambarannya, adalah apabila seorang
ulama, bahkan termasuk di dalamnya tabi’in mengatakan,”Rasulullah
adalah rawi yang tidak dikenal memiliki bersabda,…” atau “Adalah Rasulullah
hadits kecuali dari seorang rawi. melakukan ini dan itu…”.
Majhul al-Hal: Tidak diketahui jati Musnad: Hadits yang sanadnya
dirinya. bersambung dari awal sampai akhir.
Maqthu’: Riwayat yang disandarkan Mutaba’ah: Hadits yang para perawinya
kepada tabi’in atau setelahnya, berupa ikut serta meriwayatkannya bersama para
ucapan, atau perbuatan, baik sanadnya rawi suatu hadits gharib, dari segi lafazh
bersambung atau tidak bersambung. dan makna, atau makna saja; dari seorang
sahabat yang sama.
Marfu’: Yang disandarkan kepada Nabi
, baik ucapan, perbuatan, persetujuan Nakarah: Makna hadits yang
bertentangan dengan makna riwayat yang

11
SHAHIH AT-TARGHIB WA AT-TARHIB oleh Syaikh Nashiruddin Al-Albani

lebih kuat. Bila dikatakan,”Dalam hadits Syadz: Apa yang diriwayatkan oleh
tersebut terdapat “nakarah” artinya, di seorang rawi yang pada hakikatnya
dalamnya terdapat penggalan kalimat atau kredibel, tetapi riwayatnya tersebut
kata yang maknanya bertentangan dengan bertentangan dengan riwayat rawi yang
riwayat yang shahih. lebih utama dan lebih kredibel dari
dirinya. Lawan dari syadz adalah rajih
Rawi La Ba’sa Bihi (tidak mengapa): (yang lebih kuat) dan sering diistilahkan
Rawi yang masuk dalam kategori tsiqah. dengan mahfuzh (terjaga).

Rawi Matsur: Sama dengan Majhul al- Syahid: Hadits yang para rawinya ikut
Hal (Rawi yang tidak diketahui jati serta meriwayatkannya bersama para rawi
dirinya). suatu hadits, dari segi lafazh dan makna,
atau makna saja; dari sahabat yang
Rawi Matruk: Rawi yang dituduh berbeda.
berdusta, atau rawi yang banyak
melakukan kekeliruan (sehingga riwayat- Syawahid: Hadits-hadits pendukung,
riwayatnya bertentangan dengan riwayat- jamak dari kata syahid.
riwayat rawi yang tsiqah, atau rawi yang Haditsnya layak dalam kapasitas
seringkali meriwayatkan hadits-hadits syawahid, artinya, dapat diterima apabila
yang tidak dikenal dari rawi-rawi yang ada hadits lain yang memperkuatnya, atau
terkenal tsiqah. Kadang-kadang sebagai yang menguatkan hadits lain yang
diungkapkan dengan, haditsnya matruk. sederajat dengannya.

Rawi Mudhtharib: Rawi yang Tadh’if: Pernyataan bahwa hadits atau


menyampaikan riwayat secara tidak rawi bersangkutan dha’if (lemah).
akurat, di mana riwayat yang
disampaikannya kepada rawi-rawi di Tadlis: Menyembunyikan cela (cacat)
bawahnya berbeda antara yang satu yang terdapat di dalam sanad hadits, dan
dengan lainnya, yang menyebabkan tidak membaguskannya secara zahir.
dapat ditarjih; riwayat siapa yang mahfuzh Tadlis at-Taswiyah ialah, seorang rawi
(terjaga). meriwayatkan suatu hadits dari seorang
rawi yang dha’if, yang menjadi perantara
Rawi Mukhtalith: Rawi yang akalnya antara dua orang rawi tsiqah, di mana
terganggu, yang menyebabkan hafalannya kedua orang yang tsiqah tersebut pernah
menjadi campur aduk dan ucapannya bertemu (karena sempat hidup semasa),
menjadi tidak teratur. kemudian rawi (yang melakukan tadlis
disebut mudallis) membuang atau
Rawi yang tidak dijadukan sebagai menggugurkan rawi yang dha’if tersebut,
hujjah: Rawi yang haditsnya diriwayatkan dan menjadikan sanad hadits tersebut
dan ditulis tapi haditsnya tersebut tidak seakan antara dua orang yang tsiqah dan
bisa dijadikan sebagai dalil hujjah. bersambung. Ini adalah jenis tadlis yang
paling buruk. Dalam kitab ini seringkali
Saqith: Tidak berharga karena terlalu muncul, fulan”melakukan tadlis bahkan
lemah (parahnya illat yang ada di tadlis taswiyah’, artinya rawi bersangkutan
dalamnya). adalah seorang yang mudallis bahkan
melakukan tadlis taswiyah.

12
SHAHIH AT-TARGHIB WA AT-TARHIB oleh Syaikh Nashiruddin Al-Albani

Tahqiq: Penelitian secara seksama tentang


suatu hadits, sehingga mencapai kebenaran
yang paling tepat.

Tahsin: Pernyataan bahwa hadits


bersangkutan adalah hasan.

Takhrij: Mengeluarkan suatu hadits dari


sumber-sumbernya, berikut memberikan
hokum atasnya; shahih atau dha’if.

Ta’liq: Komentar, atau penjelasan


terhadap suatu potongan kalimat, atau
derajat hadits dan sebagainya yang
biasanya berbentuk catatan kaki.

Targhib: Anjuran, atau dorongan, atau


balasan baik.

Tarhib: Ancaman, atau balasan buruk.

Tashhih: Pernyataan shahih.

Tsiqah: Kredibel, di mana pada diri


seorang rawi terkumpil sifat al-Adalah dan
adh-Dhabt (hafalan yang bagus).

Referensi Daftar Istilah:

1. Taisir Mushthalah al-Hadits,


Dr.Mahmud ath-Thahhan.
2. Manhaj an-Naqd Fi Ulum al-Hadits,
Dr.Nuruddin Ithir.
3. Taujih al-Qari’ Ila al-Qawa’id Wa al-
Fawa’id al-Ushuliyah Wa al-
Haditsiyah Wa al-Isnadiyah Fi Fath
al-Bari, al-Hafizh Tsanallah az-Zahidi.
4. Ar-Ra’fu Wa at-Takmil Fi al-Jarhi Wa
at-Ta’dil, Abul Hasanat Muhammad
bin Abdul Hayyi al-Kanawi al-hindi.
5. Ushul al-Hadits, Dr.Muhammad Ajjaj
al-Khathib.
6. Program CD Harf-Musu’ah al-Hadits
asy-Syarif.(Ar-Rajihi).

13