Anda di halaman 1dari 4

TUGAS MANDIRI RADIOKIMIA PENDETEKSIAN KEBOCORAN BENDUNGAN DENGAN PERUNUT RADIOISOTOP

Disusun Oleh : Nama NIM Jurusan : Panji Brawijaya : 010900255 : Tekno Kimia Nuklir

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL YOGYAKARTA 2011

PENDETEKSIAN KEBOCORAN BENDUNGAN DENGAN RADIOISOTOP SEBAGAI PERUNUT

PENDAHULUAN
Isotop adalah bentuk dari unsur yang nukleusnya memiliki nomor atom yang sama - jumlah proton di nukleus, tetapi dengan massa atom yang berbeda karena mereka memiliki jumlah neutron yang berbeda.sedangkan radioisotop adalah suatu isotop yang bersifat radioaktif.Radioisotop mempunyai banyak maanfaat dalam berbagai bidang. Rumusan masalah secara spesifik yang akan dibahas kali ini adalah penggunaan isotop sebagai perunut dalam bidang hidrologi.Lebih khususnya pada analisis kebocoran suaatu rangkaian pemipaan. Pengunaan radioisotop sebagai perunut didasarkan pada ikatan bahwa isotop radioaktif mempunyai sifat kimia yang sama dengan isotop stabil. Jadi suatu isotop radioaktif melangsungkan reaksi kimia, yang sama seperti isotop stabilnya. Sebagai perunut, radoisotop ditambahkan ke dalam suatu sistem untuk mempelajari sistem itu, baik sistem fisika, kimia maupun sistem biologi. Oleh karena radioisotop mempunyai sifat kimia yang sama seperti isotop stabilnya, maka radioisotop dapat digunakan untuk menandai suatu senyawa sehingga perpindahan perubahan senyawa itu dapat dipantau. Teknik perunut ini dapat diaplikasikan apabila dalam kondisi dimana ada suatu aliran populasi masa. Selain itu agar teknik perunut ini dapat secara sempurna diaplikasikan maka perlu dipenuhi beberapa persyaratan lain, misalnya bahwa bahan perunut yang digunakan harus mempunyai sifat-sifat dan berkelakuan sama dengan bahan dari populasi masa yang diselidiki namun mempunyai identitas khusus dimana bahan perunut tersebut harus dapat dideteksi dengan suatu alat deteksi.

Perunutan merupakan suatu proses pemanfaatan senyawa yang telah ditandai dengan

isotop atau radioisotop untuk menjadi bagian dari sistem biologi/mekanik sehingga diketahui mekanisme yang terjadi atau diperoleh suatu hasil pengukuran. Teknik perunut dapat menggunakan isotop atau radioisotop.

Dasar aplikasi dari teknik perunut dengan isotop stabil adalah sifat kimia spesifik dari unsur yang digunakan dengan berat molekul yang berbeda. Contoh isotop stabil adalah N-15, Cr-52, C-13, dan lainnya. Alat yang digunakan untuk mengukur isotop stabil seperti mass atomic spektrofotometer , X-ray flourescene (XRF), dan Neutron Atomic Absorbtion (NAA). Sedangkan dasar aplikasi dari teknik perunut dengan radioisotop adalah paparan aktivitas dari masing-masing unsur yang digunakan. Contoh radioisotop adalah C-14, Ca-45, P-32, H-3, dan lainnya. Alat yang dapat digunakan untuk mengukur aktivitas paparannya adalah Liquid Scintilation Counter (LSC), Gamma Counter , HPGe, dan lainnya.

PEMBAHASAN
Seperti yang kita tahu bahwa ada banyak tenik penyimpanan air di sekitar kita.Waduk atau bendungan adalah teknik yang dapat digunakan untuk menyimpan aair dalam volume yang besar.Volume dari bendungan atau waduk tersebut tentu saja dibutuhkan dalam jumlah tertentu untuk memenuhi suatu kebutuhan.
Masalah yang sering timbul pada suatu bendungan, adalah adanya kekhawatiran kebocoran yang melebihi toleransi yang keluar dari suatu reservoir. Untuk mengetahui apakah bocoran itu berasal dari air waduk ataukah sumber lain (misalnya dari air tanah), teknik perunut radioisotop dapat membantu memberikan jawaban yang pasti dan lebih lanjut dapat memberikan informasi dimana lokasi daerah bocorannya. Radioisotop yang digunakan sebagai perunut harus memiliki persyaratan tertentu, antara lain : tidak berbahaya bagi manusia atau makhluk hidup disekelilingnya, aktivitasnya rendah, waktu paruhnya pendek, larut dalam air, tidak diserap oleh tanah dan oleh tumbuhan. Radioisotop yang biasa digunakan adalah Br80 atau I131. Keunggulan dari metode perunut radioisotope ini adalah memiliki sensitivitas yang lebih peka dibandingkan dengan metode lain.Dengan sensitivitas yang sangat tinggi maka akurasi

dan

presisinya

juga

akan

semakin

baik.

Cara penentuannya adalah dengan melepaskan radioisotop pada tempat tertentu di reservoir yang diperkirakan sebagai tempat terjadinya rembesan/bocoran pada dam/bendungan. Apabila terjadi kebocoran pada bendungan tersebut maka radioisotope akan masuk mengikuti arah bocoran. Dengan mengikuti air yang keluar dari mata air, sumur-sumur pengamat yang terdapat di daerah downstream, maka akan dapat diketahui adanya bocoran/rembesan dan arah dari rembesan dam tersebut dengan cara menganalisis air rembesan tersebut.Jika air tersebut mengandung radioisotope yang sama dengan radioisotope yang dimasukkan pada bendungan berarti air tersebut merupakan bocoran dari bendungan. Metoda yang dapat dapat digunakan untuk analisis pengenceran isotop ini diantaranya adalah metode Titrimetri, Spektrofotometri UV-VIS, Fluorimetri, HPLC, polarografi, Spektrografi Emisi, XRF, AAS, Spektrometri Alfa, dan Spektrometri Massa. Metode-metode ini digunakan untuk mengetahui kereaktifan suatu senyawa analisis yang telah mengalami pengenceran isotop. Kelemahan yang mungkin terjadi pada teknik ini adalah efek isotop.Efek isotop itu sendiri disebabkan oleh perbedaan massa antara isotop radioaktif dengan isotop

nonradioaktif.Perbedaan massa ini akan menyebabkan perbedaan pada : 1.Kecepatan difusi 2.Kecepatan reaksi kimia 3.Konstanta kesetimbangan

PENUTUP
Analisis pengenceran isotop merupakan suatu metode analisis yang memanfaatkan isotop suatu unsur. Metode analisis ini sangat baik digunakan karena memiliki banyak keuntungan diantaranya dapat meningkatkan presisi dan akurasi karena menghasilkan kepekaan yang tinggi dibandingkan dengan metode lain.