Anda di halaman 1dari 26

LAMPIRAN KEPUTUSAN SENAT AKADEMIK UNIVERSITAS GADJAH MADA NOMOR : 02/SK/SA/2005 TANGGAL : 8 JANUARI 2005 TENTANG : PETUNJUK TEKNIS

PENILAIAN KEGIATAN AKADEMIK DOSEN DAN ANGKA KREDITNYA


A. KETENTUAN UMUM

1. Usul kenaikan jabatan dosen setelah inpasing, masa kerja dalam jabatannya dihitung sejak menduduki jabatan terakhir apabila masih menggunakan nomenklatur lama. Berhubung dengan itu, apabila seorang dosen telah memiliki masa kerja dalam jabatan tersebut minimal 1 (satu) tahun, setelah inpasing dan angka kreditnya terpenuhi dapat diproses kenaikan jabatan berikutnya tanpa harus menunggu 1 (satu) tahun setelah inpasing. 2. Usul kenaikan jabatan/pangkat dosen setelah 1 April 2001, maka penghitungan angka kredit bagi karya/kegiatan yang dihasilkan sebelum 1 Januari 2001 menggunakan pola penghitungan lama dan karya/kegiatan yang dihasilkan setelah 1 Januari 2001 dihitung dengan menggunakan pola perhitungan baru tetapi keduanya tetap menggunakan formulir isian baru dengan modifikasi seperlunya. 3. Bagi usul dengan menggunakan pola perhitungan baru (peraturan baru) sehingga penilaian karya ilmiah dilakukan oleh peer review, sebagai bahan lanjutan oleh tim pusat, perlu surat keterangan dari pimpinan perguruan tinggi mengenai Biodata singkat Peer Review (nama, jabatan fungsional, pendidikan/bidang studi) minimal 2 (dua) orang yang ditunjuk perguruan tinggi ybs. dalam melakukan penilaian awal (bila angka kredit yang diusulkan mendekati maksimal). 4. Kegiatan-kegiatan/karya-karya yang sedang dilaksanakan pada semester berjalan, tidak dapat dihitung untuk kenaikan jabatan pada semester tersebut. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari dua kali perhitungan angka kredit terhadap satu kegiatan/karya pada semester yang sama. 5. Kegiatan-kegiatan/karya-karya yang belum dihitung angka kreditnya pada saat proses usul kenaikan jabatan dosen yang sedang berjalan, akan dihitung sebagai kelebihan angka kredit pada Penetapan Angka Kredit (PAK) jabatan baru tersebut dengan menyesuaikan diri pada tanggal berlakunya jabatan tersebut. 6. Untuk membuktikan kegiatan-kegiatan/karya-karya yang belum dihitung angka kreditnya, diperlukan arsip surat usul berikut surat pernyataan melaksanakan kegiatan pendidikan dan pengajaran, daftar kegiatan penelitian, surat pernyataan melaksanakan kegiatan pengabdian pada masyarakat dan surat pernyataan melaksanakan kegiatan penunjang tridharma perguruan tinggi serta surat pengantar penyampaian tambahan kelengkapan usul kenaikan pangkat umumnya. Selain itu, bukti berupa Karya Ilmiah dalam majalah (jurnal) ilmiah atau Prosiding Seminar atau sejenisnya, harus dilengkapi dengan copi sampul majalah atau prosiding aslinya. 7. Usul kenaikan jabatan dosen yang dilakukan sebelum 1 April 2001 dan setelah 1 Januari 2001, penetapannya/persetujuannya menggunakan nomenklatur baru namun kelebihan angka kreditnya tidak dihitung.

8. Bagi dosen yang diusulkan meloncat jabatan, jabatan terakhirnya masih dengan nomenklatur lama dan bila jabatan tersebut diinpasing dengan nomenklatur baru ternyata berada posisi 1 (satu) tingkat jabatan yang diusulkan, maka baik sesudah atau sebelum diinpasing usul kenaikan jabatan tersebut dipandang sebagai usul kenaikan jabatan secara reguler dan bukan loncat sehingga bebas dari persyaratan loncat. 9. Usul kenaikan jabatan dosen yang masih dengan nomenklatur lama dari Lektor ke Lektor Kepala Madya dan dari Lektor Kepala Madya ke Lektor Kepala, maka harus dianggap sebagai usul kenaikan pangkat dan bukan kenaikan jabatan karena jabatan-jabatan ini sedang dalam proses inpasing menjadi Lektor Kepala. Karena itu, usul tersebut tidak diperlukan syarat khusus sebagaimana dipersyaratkan bagi kenaikan jabatan dalam kurun waktu s.d 3 tahun. 10. Bagi usul kenaikan jabatan dosen yang masih dengan nomenklatur lama dari Lektor Madya ke Lektor, maka usul tsb. harus dianggap sebagai usul kenaikan jabatan ke Lektor Kepala karena jabatan lama ini sedang dalam proses inpasing menjadi jabatan Lektor sesuai dengan nomenklatur baru. Oleh karena itu, maka persetujuan penilaiannya adalah Lektor Kepala dan bukan Lektor. 11. Usul kenaikan jabatan dosen dalam kurun waktu 1 s.d 3 tahun diperlukan syarat khusus berupa publikasi ilmiah dalam jurnal ilmiah yang terakreditasi sebagai penulis utama yang jumlah angka kreditnya minimal 25% dari angka kredit minimum bidang penelitian, sedangkan untuk kenaikan pangkat persyaratan itu tidak diperlukan. 12. Disertasi, Thesis atau Skripsi, baik yang belum maupun yang telah dimodifikasi dari keaslian isinya dan tidak dipublikasikan, tidak dinilai/dihitung angka kreditnya sebagai karya bidang penelitian karena sudah menjadi satu paket dengan angka kredit ijazah. 13. Bagi dosen yang meloncat jabatan, diperlukan persyaratan khusus berupa 4 (empat) publikasi ilmiah dalam jurnal ilmiah nasional yang terakreditasi sebagai penulis utama, baik publikasi ilmiah berupa hasil pemikiran maupun hasil penelitian atau kombinasi keduanya. 14. Bagi yang berpendidikan bukan S3 yang diusulkan ke jabatan Guru Besar dari Lektor Kepala, harus memiliki 1 (satu) publikasi ilmiah dalam jurnal ilmiah internasional yang bereputasi, ditambah 2 (dua) publikasi ilmiah dalam jurnal ilmiah nasional terakreditasi sebagai penulis utama bidang ilmunya, baik berupa hasil pemikiran maupun hasil penelitian atau kombinasi keduanya; atau mempunyai 2 (dua) karya monumental yang mendapat pengakuan nasional maupun internasional. Keadaan ini hanya berlaku selama masa peralihan, dan setelah masa peralihan; yang masa berlakunya hanya 3 (tiga) tahun sejak ditetapkan, maka untuk dapat diusulkan ke Jabatan Guru Besar harus berderajat Doktor (S). 15. Usul penyesuaian jabatan dosen setinggi-tingginya ke Lektor Kepala dengan menggunakan angka kredit kumulatif bagi dosen yang sama sekali belum mempunyai jabatan dosen tetapi sudah lama bertugas sebagi dosen baik negeri maupun swasta, diatur sebagai berikut: a. bagi dosen yang berijazah S3 disyaratkan sudah 7 (tujuh) tahun bertugas sebagai dosen atau dapat menyimpang dari ketentuan tersebut yakni lebih dari 3 (tiga) tahun dan kurang dari 7 (tujuh) tahun apabila terdapat hal-hal yang luar biasa pada dosen ybs. yakni hal-hal yang berkenaan dengan karya penelitian maupun pengabdian ybs. yang setelah dinilai baik oleh tim penilai mempunyai kelebihan yang luar biasa. b. bagi dosen yang berijazah S1 atau S2, disyaratkan sudah bertugas sebagai dosen sebelum 1 April 1988.

16. Setiap usul kenaikan jabatan dosen, disyaratkan ada pertimbangan dan/atau persetujuan senat, yakni pertimbangan senat fakultas bagi usul ke Asisten Ahli dan Lektor, pertimbangan Senat Akademik perguruan tinggi bagi usul ke Lektor Kepala serta pertimbangan dan/atau persetujuan Majelis Guru Besar bagi usul ke Guru Besar, yang dibuktikan dengan Berita Acara. Pertimbangan itu meliputi penilaian terhadap kelayakan kinerja, integritas, tanggung jawab pelaksanaan tugas dan tata krama dalam kehidupan kampus dosen ybs. 17. Lama penilaian sampai pengambilan keputusan mengenai usul kenaikan jabatan fungsional dan pangkat pada setiap tahap penilaian dibatasi maksimum 3 (tiga) bulan. Tahap-tahap penilaian tersebut tercantum pada Lampiran 1a, 1b, dan 2 SK Senat Akademik UGM Nomor 02/SK/SA/2005 tentang Petunjuk Teknis Penilaian Kegiatan Akademik Dosen dan Angka Kreditnya.

B. BUTIR KEGIATAN DAN NILAI ANGKA KREDITNYA

No. I. A

UNSUR UNSUR UTAMA PENDIDIKAN

SUB UNSUR 1. Mengikuti pendidikan sekolah dan memperoleh gelar/ sebutan/ijazah/akta: Keterangan: Memperoleh ijazah lanjutan di dalam bidang, mencakup ijazah yang berdekatan dengan bidang tersebut sehingga perhitungan angka kreditnya sama dengan ijazah di dalam bidang 2. Mengikuti pendidikan sekolah dan memperoleh gelar/ sebutan/ijazah/akta tambahan yang setingkat atau lebih tinggi di luar bidang ilmunya Keterangan: Perhitungan angka kredit ijazah di luar bidang, dihitung sesuai dengan angka kredit per ijazah, sehingga untuk menghitung angka kredit ijazah yang lebih tinggi, bukan dihitung dari selisih angka kredit ijazah tersebut terhadap angka kredit ijazah terendah yang telah atau akan digunakan. 3. Memberikan pendidikan dan pelatihan fungsional Dosen dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) termasuk yang berbentuk kegiatan magang Dosen yunior a. b. c. d. e. f.

BUTIR KEGIATAN a. Doktor (S3) b. Magister (S2) c. Sarjana (S1)

ANGKA KREDIT 150 100 75

a. Doktor (S3) b. Magister (S2) c. Sarjana (S1)

15 10 5

Lamanya lebih dari 960 jam, Lamanya antara 641-960 jam, Lamanya antara 481-640 jam, Lamanya antara 161-480 jam, Lamanya antara 81-160 jam, Lamanya antara 30-80 jam

15 9 6 3 2 1

TRIDHARMA PERGURUAN TINGGI a. Melaksanakan pendidikan dan pengajaran

1. Melaksanakan perkuliahan/tutorial dan membimbing, menguji serta menyelenggarakan pendidikan di laboratorium, praktik keguruan, bengkel/studio/kebun percobaan/teknologi pengajaran, dan praktek lapangan.

Pada Fakultas sendiri, pada Fakultas lain dalam lingkungan Universitas sendiri, maupun di luar Perguruan Tinggi sendiri secara melembaga, tiap sks (maksimum 12 sks) per semester: a). Asisten Ahli keatas untuk : 1) 10 sks pertama 2) 2 sks berikutnya b). Lektor ke atas untuk : 1) 10 sks pertama 2) 2 sks berikutnya

0,5 0,25 1,0 0,5

Keterangan: Apabila 1 (satu) matakuliah diberikan oleh beberapa Dosen, maka setiap Dosen mendapat pembagian angka kredit sebanding dengan beban tugasnya. Apabila memberi kuliah dalam kelas paralel, maka angka kreditnya dibagi semua anggota secara proporsional. Angka kredit untuk kegiatan memberikan kuliah dan menguji serta menyelenggarakan pendidikan di laboratorium, praktik bengkel/studio dan praktik lapangan dihitung berdasarkan satuan kredit semester (SKS). 2. Membimbing seminar mahasiswa Keterangan: Yang dimaksud seminar mahasiswa adalah seminar dalam rangka penyelesaian studi Pemberian angka kreditnya bukan per kegiatan melainkan kegiatan selama satu semester 3. Membimbing kuliah kerja nyata (KKN), praktik kerja nyata (PKN), praktik kerja lapangan (PKL) tiap semester 1,0

tiap semester

1,0

Keterangan: Jumlah anggota pembimbing tidak dibatasi dan disesuaikan dengan kebutuhan pemberian angka kreditnya bukan per kegiatan akan tetapi kegiatan selama satu semester dan tiap pembimbing memperoleh 1 angka kredit

4. Membimbing tugas akhir penelitian mahasiswa termasuk membimbing pembuatan laporan hasil penelitian tugas akhir.

a). Pembimbing Utama 1). Disertasi setiap disertasi 2). Thesis setiap thesis 3). Skripsi setiap skripsi 4). Laporan Akhir Studi setiap laporan akhir studi b). Pembimbing Pendamping/ Pembantu 1). Disertasi setiap disertasi 2). Thesis setiap thesis 3). Skripsi setiap skripsi 4). Laporan Akhir Studi setiap laporan akhir studi

8 3 1 1

6 2 0,5 0,5

Keterangan: Yang dimaksud dengan disertasi adalah karya tulis ilmiah untuk memenuhi salah satu persyaratan mencapai pendidikan stratum 3 (S3) Yang dimaksud dengan thesis adalah karya tulis ilmiah untuk memenuhi salah satu persyaratan mencapai pendidikan stratum 2 (S2) Yang dimaksud dengan skripsi adalah karya tulis ilmiah untuk memenuhi salah satu persyaratan mencapai pendidikan stratum 1 (S1) Yang dimaksud dengan laporan akhir studi adalah karya tulis ilmiah untuk memenuhi salah satu persyaratan mencapai pendidikan nongelar (S0, D1, D2, D3, D4)

5. Bertugas sebagai penguji pada ujian akhir

a). Ketua penguji, per mahasiswa per semester b). Anggota penguji, per mahasiswa per semester

1,0 0,5

Keterangan: Ke dalam pengertian ujian akhir ini termasuk ujian skripsi/thesis/disertasi/laporan akhir studi 6. Membina kegiatan mahasiswa di bidang akademik dan kemahasiswaan Keterangan: Yang dimaksud dengan kegiatan mahasiswa di bidang akademik adalah kegiatan-kegiatan kemahasiswaan yang bersifat kurikuler dan kokurikuler termasuk Penasehat Akademik/dosen wali, sedangkan di bidang kemahasiswaan adalah kegiatan-kegiatan yang bersifat ekstra kurikuler seperti pembinaan minat, penalaran, dan kesejahteraan mahasiswa. Angka kredit dihitung untuk kegiatan satu semester dan bukan untuk perkegiatan. 7. Mengembangkan program perkuliahan Keterangan: Mengembangkan program kuliah adalah hasil pengembangan inovatif model metode pembelajaran, media pembelajaran dan evaluasi pembelajaran dalam bentuk suatu tulisan yang tersimpan dalam perpustakaan perguruan tinggi, termasuk dalam kegiatan ini adalah pengembangan dan penyusunan matakuliah baru serta pengembangan dan penyusunan metodologi penelitian di perguruan tinggi 8. Mengembangkan bahan pengajaran Tiap semester 2,0

Tiap mata kuliah

a) Buku ajar, tiap buku b) Diktat, modul, petunjuk praktikum, model, alat bantu, audio visual, naskah tutorial, diktat dll

20 5

Keterangan: Mengembangkan bahan pengajaran adalah hasil pengembangan inovatif materi substansial pengajaran dalam bentuk buku ajar, diktat, modul, petunjuk praktikum, model, alat bantu, audio visual, dan naskah tutorial Buku ajar adalah buku pegangan untuk suatu matakuliah yang ditulis dan disusun oleh pakar bidang terkait, memenuhi kaidah buku teks, serta diterbitkan secara resmi dan disebarluaskan secara umum Diktat adalah buku ajar untuk suatu mata kuliah yang ditulis dan disusun oleh pengajar matakuliah tersebut, mengikuti kaidah tulisan ilmiah dan disebarluaskan kepada peserta kuliah. Jumlah halaman diktat/modul/naskah tutorial adalah minimal 50 halaman dengan ukuran kertas kuarto dan dengan spasi 1,5 serta merupakan kesatuan yang utuh Modul adalah satuan pembelajaran yang mandiri dan merupakan bagian dari suatu kuliah secara keseluruhan . Petunjuk praktikum adalah pedoman pelaksanaan praktikum yang berisi tata cara persiapan, pelaksanaan, analisis data, dan pelaporan. Pedoman tersebut disusun dan ditulis oleh kelompok staf pengajar yang menangani praktikum tersebut serta mengikuti kaidah penulisan ilmiah. Model adalah alat peraga atau simulasi komputer yang digunakan untuk menjelaskan fenomena yang terkandung dalam penyajian suatu matakuliah untuk meningkatkan pemahaman peserta kuliah Alat bantu adalah perangkat keras ataupun perangkat lunak yang digunakan untuk membantu pelaksanaan perkuliahan dalam rangka meningkatkan pemahaman peserta kuliah tentang suatu fenomena. Audio visual adalah alat bantu perkuliahan berupa kombinasi gambar dan suara yang digunakan dalam kuliah untuk meningkatkan pemahaman peserta didik tentang suatu fenomena. Naskah tutorial adalah bahan rujukan untuk kegiatan tutorial suatu matakuliah disusun dan ditulis mengikuti kaidah ilmiah oleh pengajar atau oleh pelaksana kegiatan tutorial tersebut.

9. Menyampaikan orasi ilmiah

Pada tingkat perguruan tinggi, tiap tahun per perguruan tinggi

Keterangan: Menyampaikan orasi ilmiah adalah menyampaikan pidato ilmiah pada forum-forum kegiatan tradisi akademik seperti dies natalis, wisuda lulusan, dll. 10. Menduduki jabatan pimpinan perguruan tinggi

a) Rektor, tiap semester b) Pembantu Rektor/Dekan/ Direktur Program Pasca Sarjana, tiap semester c) Pembantu Dekan/Asisten Direktur Program Pasca Sarjana d) Ketua jurusan/Bagian pada Univ tiap semester e) Sekretaris Jurusan/Bagian pada Univ tiap semester

5 4 3 3

Keterangan: Termasuk ke dalam pengertian menduduki jabatan pimpinan perguruan tinggi adalah menduduki jabatan sebagai: Ketua Lembaga di lingkungan Universitas angka kreditnya sama dengan Pembantu Rektor Kepala Pusat Penelitian di lingkungan Universitas angka kreditnya sama dengan Pembantu Dekan Ketua dan Sekretaris Program Studi, angka kreditnya sama dengan Sekretaris Jurusan 11. Membimbing Dosen yang lebih rendah jabatan fungsionalnya

a) b)

Pembimbing pencangkokan, tiap semester Reguler, tiap semester

2 1

10

Keterangan: Yang berwenang membimbing dosen yang lebih rendah jabatan fungsionalnya, baik pembimbing pencangkokan maupun pembimbing reguler adalah mereka yang sudah menduduki jabatan Lektor bagi yang berpendidikan S3 atau yang sudah menduduki jabatan Lektor Kepala bagi yang berpendidikan S1 atau S2. Membimbing pencangkokan adalah kegiatan membimbing dosen yunior dari perguruan tinggi lain yang dicangkokkan pada perguruan tinggi asal oleh pembimbing dalam bidang ilmu yang sama. Sedangkan membimbing reguler adalah kegiatan membimbing dosen yunior oleh dosen senior dalam bidang ilmu yang sama pada perguruan tinggi sendiri. Yang dimaksud tenaga pengajar yang lebih muda adalah tenaga pengajar yang menduduki jabatan Lektor Muda ke bawah Dosen yang dibimbing minimal 2 orang dalam satu semester 11. Melaksanakan kegiatan detasering dan pencangkokan Dosen Keterangan: Yang dimaksud dengan pencangkokan dosen adalah suatu kegiatan pembinaan yang bertujuan untuk meningkatkan mutu seorang Tenaga Pengajar Muda (junior) dari suatu perguruan tinggi ke perguruan tinggi lain dalam jangka waktu tertentu untuk melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi a) Detasiring, tiap semester b) Pencangkokan, tiap semester 5 4

11

b. Melaksanakan penelitian

1. Menghasilkan karya penelitian, karya ilmiah Keterangan: Angka kredit untuk kegiatan melaksanakan penelitian dan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat adalah angka kredit maksimal dan bukan angka kredit absolut. Artinya dalam batas rambu-rambu ini masih diberikan angka kredit yang wajar bagi kasus masing-masing melalui penilaian sejawat (peer review) berdasarkan mutu, sofistikasi dan kemutahiran. Sedangkan angka kredit untuk kegiatan memperoleh dan melaksanakan pendidikan serta penunjang tridharma perguruan tinggi merupakan angka kredit absolut. Persyaratan penelitian mandiri bagi kenaikan jabatan ke Lektor Kepala ke atas tidak disyaratkan lagi (ditiadakan). Karya ilmiah yang tidak dipublikasikan harus mendapat legalisasi dari perguruan tinggi ybs. Karya ilmiah hasil penelitian maupun bukan hasil penelitian minimal 75 % dari total yang dibutuhkan untuk kenaikan pangkat baik meloncat maupun tidak, adalah dari bidang/cabang ilmu dari Dosen yang diusulkan.

a) Hasil penelitian atau hasil pemikiran yang dipublikasikan. Penelitian adalah kegiatan telaah taat kaidah dalam upaya untuk menemukan kebenaran dan atau menyelesaikan masalah dalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan atau kesenian. Yang dimaksud dengan pameran/pementasan adalah hasil karya seni atau desain yang diperkenalkan atau dipersembahkan kepada masyarakat, sama dengan karya ilmiah yang dipublikasikan 1) dalam bentuk (a) Monograf, tiap monograf monograf adalah suatu tulisan ilmiah dalam bentuk buku yang substansi pembahasannya hanya pada satu hal dalam suatu bidang ilmu.

20

12

Kenaikan pangkat/jabatan ke Lektor Kepala/Guru Besar harus dalam bidang/cabang ilmu yang diusulkan. Untuk kenaikan pangkat/jabatan ke Lektor Kepala/Guru Besar, nama bidang/cabang ilmunya sesuai dengan nama jurusan/bagian/departemen pada fakultas dimana Dosen yang dimaksud diusulkan.

Karya ilmiah dapat didrop apabila: a) Substansi sama dengan karya ilmiah yang sudah ada b) Secara normatif meragukan. Misalnya 2 publikasi isi sama, substansinya sama, yang satu ditulis 2 orang, yang lainnya 1 orang. Meskipun 1 penulis itu sama tetapi berarti menghilangkan penulis yang lain. c) Bobot ilmiahnya tidaks sesuai maka dipindah ke yang sesuai (pendidikan atau pengajaran) d) Tidak memenuhi kelengakapan kaidah-kaidah ilmiah (misalnya tidak ada daftar pustaka)

(b) Buku Referensi, tiap buku buku referensi adalah suatu tulisan ilmiah dalam bentuk buku yang substansi pembahsannya pada satu bidang ilmu (disiplin ilmu) Buku referensi adalah buku yang memenuhi syarat sebagai berikut. (1) Tebal paling sedikit 40 (empat puluh) halaman cetak (menurut format UNESCO) (2) Ukuran: 15,5 x 23 cm (3) Harus memiliki International Standard of Book Numbering System (ISBN) (4) Diterbitkan oleh Badan Ilmiah/Organisasi/Perguruan Tinggi

40

13

2) dalam majalah ilmiah (a) Internasional, tiap majalah Majalah ilmiah (jurnal) internasional adalah majalah yang ditulis dalam bahasa internasional didistribusi di berbagai negara, dikenal (well recognized), terbit secara berkala dan dewan redaksi/mitra bestarinya yang bertaraf internasional. Majalah ilmiah (jurnal ilmiah) bertaraf international atau jurnal internasional harus memperhatikan (juknis): (1) distribusinya (2) bahasa yang digunakan bahasa internasional (Inggris, Perancis, arab). (3) well recognized (4) para penulisnya (5) dewan redaksi/mitra bestari (b) Nasional terakreditasi, tiap majalah Majalah ilmiah (jurnal) nasional terakreditasi adalah majalah ilmiah yang di samping memenuhi kriteria sebagai majalah ilmiah nasional, juga mendapat akreditasi dari Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi yang daya lakunya 3 (tiga) tahun. Suatu majalah ilmiah yang terakreditasi pada suatu tahun tertentu dapat saja tidak terakreditasi pada tahun berikutnya.

40

25

14

(c). Nasional tidak terakreditasi, tiap majalah Majalah ilmiah (jurnal) nasional tidak terakreditasi adalah majalah ilmiah yang memenuhi kriteria sebagai majalah nasional tetapi belum terakreditasi Majalah ilmiah (jurnal) nasional tidak terakreditasi adalah majalah ilmiah yang memenuhi kriteria sebagai berikut: (1) bertujuan menampung/ mengkomunikasikan hasilhasil penelitian ilmiah dan atau konsep ilmiah dalam disiplin ilmu tertentu (2) ditujukan kepada masyarakat ilmiah/peneliti yang mempunyai disiplin disiplin keilmuan yang relevan (3) diterbitkan oleh badan ilmiah/organisasi/perguruan tinggi dengan unit-unitnya (4) mempunyai dewan redaksi yang terdiri atas para ahli dalam bidangnya (5) mempunyai International Standard of Serial Number (ISSN) (6) diedarkan secara nasional

10

15

3) melalui seminar (a) Disajikan Dipresentasikan dan disajikan dalam bentuk makalah (bukti sertifikat dan prosiding) (1) Internasional, tiap makalah Seminar internasional adalah seminar yang disampaikan dalam bahasa internasional yang peserta dan pembicaranya dari berbagai negara, minimal dari 2 negara. Kriteria Seminar bertaraf internasional harus memperhatikan: sebaran asal peserta sebaran asal pembicara menggunakan bahasa internasional (2) Nasional, tiap makalah Seminar nasional adalah seminar yang menggunakan bahasa nasional yaitu bahasa Indonesia, mempunyai tema yang jelas, peserta dan pembicaranya minimal berasal dari dua propinsi Lokakarya adalah pertemuan yang dihadiri sekelompok orang untuk membahas dan bertukar pikiran mengenai sesuatu bidang tertentu. Lokakarya mempunyai pengertian lebih sempit daripada seminar (angka kredit lebih kecil dari seminar)

15

10

16

(b) Poster Poster yakni rancangan atau desain yang difungsikan untuk mempublikasikan sebuah kegiatan tertentu dan atau mempromosikan suatu hasil karya dengan sentuhan audio visual yang menarik dan original (1) Internasional, tiap poster (2) Nasional, tiap poster 4) dalam koran/majalah populer/umum

10 6 1

17

Keterangan: Karya ilmiah ialah karya yang mengikuti kaidah, peraturan dan jalan pikiran yang berlaku dalam ilmu pengetahuan serta memberikan sumbangan kepada khasanah ilmu pengetahuan di bidang ilmu atau cabang ilmu, teknologi, dan seni masing-masing. Karya ilmiah dapat berupa Hasil Penelitian atau Sumbangan Pemikiran. Karya Ilmiah monumental adalah karya yang menimbulkan kesan pada sesuatu yang agung dan dimanfaatkan secara luas di kalangan masyarakat akademis dan digunakan sebagai referensi. Karya ilmiah monumental dapat berupa karya ilmiah, ataupun karya seni yang berkualitas tinggi. Penulis utama suatu karya ilmiah adalah penanggung jawab utama yang memprakarsai penulisan, pemilik ide tentang hal yang akan ditulis, pembuat kerangka, penyusun konsep, serta pembuat konsep akhir dari tulisan tersebut. Penulis pembantu adalah penulis lainnya di luar penulis utama yang memberikan masukan kepada penulis utama dalam hal pengumpulan data, pengolahan data, analisis data, penyempurnaan konsep dan tambahan bahan Penulis tunggal adalah penanggung jawab tunggal yang memprakarsai penulisan, pemilik ide tentang hal yang akan ditulis, pembuat kerangka, penyusun konsep, serta pembuat konsep akhir dari tulisan tersebut. Karya ilmiah dengan penulis tunggal disebut Karya ilmiah mandiri. Karya ilmiah dengan penulis tunggal, harus disertai ucapan terimakasih kepada mereka yang telah membantu baik berupa tenaga, pikiran, serta fasilitas Apabila beberapa orang dosen bersama-sama membuat suatu karya ilmiah/rancangan dan karya teknologi/rancangan dan karya seni monumental/seni pertunjukan/menyadur buku ilmiah/mengedit/menyunting/melakukan ulasan/kritik karya ilmiah, pembagian angka kreditnya ditetapkan sebagai berikut: 60% (enam puluh persen) bagi penulis utama 40% (empat puluh persen) bagi semua penulis pembantu, yang berarti apabila jumlah penulis pembantu lebih dari 1 maka nilai menjadi 40% dibagi jumlah penulis pembantu.

18

b) Hasil penelitian atau hasil pemikiran yang tidak dipublikasikan (tersimpan di perpustakaan perguruan tinggi). Dalam hal ini termasuk karya seni/desain. 1) Hasil penelitian atau hasil pemikiran yang tidak dipublikasikan dan tersimpan di perpustakaan perguruan tinggi harus mendapat rekomendasi dari seorang Guru Besar atau pakar di bidangnya (tidak untuk ke dan oleh guru besar) Keterangan: Yang dimaksud dengan karya seni/desain yang tidak dipamerkan/dipentaskan tetapi diakui institusional dan didokumentasikan oleh perguruan tinggi, adalah hasil karya yang karena sesuatu hal tidak diperkenalkan/dipersembahkan kepada masyarakat, akan tetapi karena memiliki nilai seni/desain yang berarti, oleh perguruan tinggi yang bersangkutan diakui sebagai hasil karya yang bermutu, dan dicatat/didokumentasikan 2. Menterjemahkan/menyadur buku ilmiah Keterangan: Menterjemahkan/menyadur buku ilmiah adalah mengalih bahasakan/menyadur buku ilmiah dari bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia atau sebaliknya yang diterbitkan dan diedarkan dalam bentuk buku Saduran adalah karya tulis atau terjemahan secara bebas dengan meringkaskan atau menyederhanakan atau mengembangkan tulisan tanpa mengubah intisari asal. 3. Mengedit/menyunting karya ilmiah, dalam hal ini termasuk interpretasi seni Diterbitkan dan diedarkan secara Nasional, tiap buku Diterbitkan dan diedarkan secara Nasional, tiap buku

15

10

19

Keterangan: Mengedit/menyunting buku ilmiah adalah melakukan suntingan/editing terhadap isi buku ilmiah orang lain untuk memudahkan pemahaman bagi pembaca dan diterbitkan serta diedarkan dalam bentuk buku Yang dimaksud dengan interpretasi seni adalah penafsiran karya seni yang khusus berlaku untuk seni musik, seni karawitan, seni vokal, seni tari, seni teater, dan seni pedalangan 4. Membuat rancangan dan karya teknologi yang dipatenkan a) Internasional, tiap rancangan b) Nasional, tiap rancangan Keterangan: Membuat rancangan dan karya teknologi yang dipatenkan adalah membuat rancangan yang sekaligus menghasilkan karya nyata di bidang teknologi yang dipatenkan yakni mendapat sertifikasi hak cipta/hak intelektual secara paten dari badan atau instansi yang berwenang pada tingkat: Internasional adalah mendapat sertifikasi hak cipta/hak intelektual dari badan atau instansi yang berwenang untuk tingkat internasional Nasional adalah mendapat sertifikasi hak cipta/hak intelektual dari badan atau instansi yang berwenang untuk tingkat nasional 5. Membuat rancangan dan karya teknologi, rancangan dan karya seni a) Tingkat Internasional, tiap rancangan b) Tingkat Nasional, tiap rancangan c) Tingkat Lokal, tiap rancangan

80 40

20 15 10

Keterangan: Membuat rancangan dan karya teknologi adalah membuat rancangan yang sekaligus menghasilkan karya nyata di bidang teknologi tanpa mendapat hak paten, tetapi mendapat penilaian sejawat yang mempunyai otoritas sebagai karya yang bermutu, canggih, dan mutakhir. Yang dimaksud membuat rancangan dan karya teknologi adalah membuat rancangan yang sekaligus menghasilkan karya nyata di bidang teknologi tanpa mendapat hak paten, tetapi mendapat penilaian sejawat yang mempunyai otoritas sebagai karya yang bermutu, canggih, dan mutakhir. Yang dimaksud membuat rancangan dan karya seni monumental/seni pertunjukan adalah rancangan yang

20

sekaligus menghasilkan karya nyata di bidang seni monumental/seni pertunjukan. Termasuk ke dalam pengertian ini adalah karya desain. Yang dimaksud karya seni monumental adalah rancangan dan karya seni yang mempunyai nilai abadi/berlaku sepanjang zaman yang penilaiannya tidak saja pada aspek monumentalnya tetapi juga pada elemen estetiknya, seperti patung, candi dll. Karya seni rupa, seni kriya, pertunjukan dan karya desain sepanjang monumental. Yang dimaksud dengan rancangan dan karya seni rupa adalah rancangan dan karya seni murni yang mempunyai nilai estetik tinggi, seperti seni patung, seni lukis, seni pahat, seni keramik, seni fotografi dll. Yang dimaksud dengan rancangan seni kriya adalah rancangan dan karya seni yang mempunyai nilai ketrampilan sebagaimana seni kerajinan tangan, seperti membuat keranjang, kukusan, mainan anak-anak dll. Yang dimaksud rancangan dan karya seni pertunjukan adalah rancangan dan karya seni yang dalam penikmatannya melalui pertunjukan, seperti seni karawitan, musik, tari, pedalangan, teater, dll. Yang dimaksud karya design adalah bagian dari karya seni rupa yang diaplikasikan kepada benda kebutuhan sehari-hari yang mempunyai nilai guna, seperti desain komunikasi visual/desain grafis, desain produk, desain interior, desain industri tekstil dll. Yang dimaksud karya sastra adalah karya ilmiah atau karya seni yang memenuhi kaidah pengembangan sastra dan mendapat pengakuan dan penilaian oleh para pakar sastra ataupun seniman serta mempunyai nilai originalitas yang tinggi

21

c. Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat

1. Menduduki jabatan pimpinan pada lembaga pemerintahan/pejabat negara sehingga harus dibebaskan dari jabatan organiknya Keterangan: Yang dimaksud dengan butir ini seperti Presiden, Wakil Presiden, Anggota DPR dan Anggota DPRD, Anggota BPK, Ketua/Wakil Ketua/Ketua Muda dan Hakim Mahkamah Agung, Anggota DPA, Menteri, Kepala Perwakilan RI di luar negeri yang berkedudukan sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh, Gubernur KDH Tk. I, Wakil Kepala Daerah TK. II, dan pejabat lain yang ditetapkan dengan peraturan perundang-undangan. 2. Melaksanakan pengembangan hasil pendidikan dan penelitian yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Keterangan: Yang dimaksud dengan butir ini adalah mengembangkan hasil pendidikan dan penelitian melalui praktek nyata di lapangan untuk dimanfaatkan oleh masyarakat. 3. Memberi latihan/penyuluhan/penataran/ceramah masyarakat pada

Tiap semester

5,5

Tiap program

a) Terjadwal/terprogram : 1) Dalam satu semester atau lebih : (a) Tingkat Internasional, tiap program (b) Tingkat Nasional, tiap program (c) Tingkat Lokal, tiap program 2) Kurang dari satu semester dan minimal satu bulan : (a) Tingkat Internasional, tiap program (b) Tingkat Nasional, tiap program (c) Tingkat Lokal, tiap program b) Insidental tiap kegiatan/program

4 3 2

3 2 1 1

22

Keterangan: yang dimaksud dengan butir ini adalah memberi latihan/ penyuluhan/ penataran/ceramah pada masyarakat baik sesuai dengan bidang ilmunya maupun di luar bidang ilmunya, baik kepada masyarakat umum, maupun masyarakat kampus (dosen, mahasiswa dan tenaga non dosen) Kegiatan memberi latihan/penyuluhan/penataran pada masyarakat dilaksanakan secara melembaga, yaitu dengan sepengetahuan dan seijin pimpinan perguruan tinggi. 4. Memberi pelayanan kepada masyarakat atau kegiatan lain yang menunjang pelaksanaan tugas umum pemerintahan dan pembangunan

a) Berdasarkan bidang keahlian, tiap program b) Berdasarkan penugasan lembaga Perguruan Tinggi, tiap program c) Berdasarkan fungsi/jabatan, tiap program

1,5 1,0 0,5

Keterangan : yang dimaksud dengan butir ini adalah memberi pelayanan kepada masyarakat atau kegiatan lain yang menunjang pelaksanaan tugas umum pemerintahan dan pembangunan adalah memberikan konsultasi untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, baik berdasarkan keahlian yang dimiliki, penugasan dari lembaga perguruan tinggi atau berdasarkan fungsi jabatan. 5. Membuat/menulis karya pengabdian pada masyarakat yang tidak dipublikasikan Keterangan : yang dimaksud dengan butir ini adalah membuat tulisan mengenai cara-cara melaksanakan atau mengembangkan sesuatu untuk dimanfaatkan oleh masyarakat, baik dalam bidang ilmunya maupun di luar bidang ilmunya yang tidak dipublikasikan. Tiap karya 3

23

II

UNSUR PENUNJANG PENUNJANG TUGAS POKOK DOSEN

1. Menjadi anggota dalam suatu panitia/badan pada perguruan tinggi

a) Sebagai Ketua/Wakil Ketua merangkap Anggota, tiap tahun b) Sebagai anggota, tiap tahun

2 1

Keterangan: Termasuk ke dalam pengertian menjadi anggota dalam suatu panitia/badan pada perguruan tinggi adalah ketua, sekretaris dan anggota senat fakultas/perguruan tinggi serta mitra bestari (reviewer) pada jurnal ilmiah yang terakreditasi oleh Ditjen Dikti atau majalah ilmiah yang memiliki ISSN Jabatan-jabatan dalam suatu panitia/badan perguruan tinggi adalah jabatan-jabatan: Ketua merangkap Anggota, Sekretaris merangkap Anggota dan Anggota 2. Menjadi anggota panitia/badan pada lembaga pemerintahan

a) Panitia Pusat, sebagai : 1) Ketua/Wakil Ketua, tiap kepanitiaan 2) Anggota, tiap kepanitiaan b) Panitia daerah, sebagai : 1) Ketua/Wakil Ketua, tiap kepanitiaan 2) Anggota, tiap kepanitiaan

3 2

2 1

Keterangan: Menjadi anggota dalam suatu panitia/badan pada perguruan tinggi tidak ditentukan batas minimal dan maksimal karena nilai butir kegiatan/angka kredit yang diberikan bukan per kegiatan melainkan kegiatan-kegiatan selama 1 (satu) tahun. 3. Menjadi anggota organisasi profesi, angka kreditnya dihitung per-periode jabatan a) Tingkat Internasional, sebagai : 1) Pengurus, tiap periode jabatan 2) Anggota atas permintaan, tiap periode jabatan 3) Anggota, tiap periode jabatan b) Tingkat Nasional 1) Pengurus, tiap periode jabatan 2) Anggota atas permintaan, tiap periode jabatan 3) Anggota, tiap periode jabatan

2 1 0,5 1,5 1 0,5

24

4. Mewakili perguruan tinggi/lembaga pemerintah duduk dalam panitia antar lembaga, angka kreditnya dihitung per-kepanitiaan dan bukan per-tahun 5. Menjadi anggota delegasi nasional ke pertemuan internasional

Tiap kepanitiaan

a) Sebagai Ketua delegasi, tiap kegiatan b) Sebagai Ketua delegasi, tiap kegiatan

3 2

Keterangan: Jabatan-jabatan dalam delegasi Nasional ke pertemuan Internasional adalah: Ketua merangkap Anggota, Wakil Ketua merangkap Anggota, Sekertaris merangkap Anggota, dan Anggota Nilai butir kegiatan/angka kredit untuk jabatan Ketua merangkap Anggota sama dengan Wakil Ketua merangkap Anggota, yaitu Nilai butir kegiatan/angka kredit Sekretaris merangkap Anggota sama dengan Anggota, yaitu 2 tiap kegiatan 6. Berperan serta aktif dalam pertemuan ilmiah a) Tingkat Internasional/ Nasional/Regional sebagai : 1) Ketua, tiap kegiatan 2) Anggota/peserta, tiap kegiatan b) Di lingkungan Perguruan Tinggi sebagai : 1) Ketua, 2) Anggota/peserta, tiap kegiatan

3 2

1 1

Keterangan: Peran serta aktif dalam pertemuan ilmiah tanpa menyajikan karya tulis. Ke dalam kegiatan ini termasuk lokakarya, temukarya, simposium sejauh menyangkut kegiatan ilmiah Nilai butir kegiatan/angka kredit diberikan per kegiatan Angka kredit untuk jabatan Ketua sama dengan Wakil Ketua yaitu 3 per kegiatan pada tingkat Internasional/Nasional/Regional dan 2 untuk lingkungan perguruan tinggi. Angka kredit untuk jabatan Sekretaris sama dengan Anggota, yaitu 2 per kegiatan pada tingkat Internasional/Nasional/Regional dan 1 untuk lingkungan perguruan tinggi

25

7. Mendapat tanda jasa/penghargaan

a) Tingkat Internasional, tiap tanda jasa/penghargaan b) Tingkat Nasional, tiap tanda jasa/penghargaan c) Tingkat Daerah/Lokal, tiap tanda jasa/penghargaan

5 3 1

Keterangan: Tanda jasa/Penghargaan Tingkat Internasional adalah tanda jasa/penghargaan dari negara-negara sahabat atau dari Organisasi-Organisasi Internasional, misalnya: Hadiah Nobel Tanda jasa/Penghargaan Tingkat Nasional adalah berupa: Satya Lencana Karya Satya, Satya Lencana Pembangunan, Hadiah Pendidikan, Hadiah Pengabdian, Hadiah Kesenian, Hadiah Olahraga dan lainnya. Penghargaan-penghargaan yang diberikan oleh pemerintah Daerah Tingkat I/setingkat. 8. Menulis buku pelajaran SLTA ke bawah yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional a) Buku SMTA atau setingkat Tiap buku b) Buku SMTP atau setingkat Tiap buku c) Buku SD atau setingkat Tiap buku

5 5 5

Keterangan: Menulis buku pelajaran SLTA kebawah yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional adalah menghasilkan buku pelajaran buku SLTA ke bawah yang memiliki International Standard of Books Numbering System (ISBN) 9. Mempunyai prestasi di bidang olah raga/kesenian/sosial a) Tingkat Internasional Tiap piagam/medali b) Tingkat Nasional Tiap piagam/medali c) Tingkat Daerah/Lokal Tiap piagam/medali

3 2 1

Keterangan: Mempunyai prestasi di bidang olahraga/humanoria adalah prestasi yang dibuktikan dengan adanya piagam penghargaan atau medali baik tingkat Internasional, Nasional maupun Daerah

26