PENGARUH TINGKAT KONSUMSI JAMUR SAWIT TERHADAP ASUPAN GIZI MASYARAKAT

Disusun oleh : Dina Agustiani Nining PEMERINTAH KABUPATEN LEBAK DINAS PENDIDIKAN SMP NEGERI 3 RANGKASBITUNG

.Latar Belakang Penelitian ini di latar belakangi oleh. tidak terjangkaunya beberapa bahan pangan bergizi. sehingga membuat sebagian masyarakat tergerak untuk mencari bahan pangan dengan memanfaatkan sumber daya alam di sekitarnya berupa jamur.

Bagaimana tingkat konsumsi jamur sawit masyarakat sekitar perkebunan kelapa sawit ? 2. Apakah ada pengaruh tingkat konsumsi jamur sawit terhadap asupan gizi masyarakat ? .Rumusan Masalah 1.

.Hipotesis 1. Tingkat konsumsi jamur sawit masyarakat sekitar perkebunan kelapa sawit cukup tinggi. 2. Ada pengaruh tingkat konsumsi jamur sawit terhadap asupan gizi masyarakat.

Tujuan Penelitian 1. Untuk mengetahui pengaruh tingkat konsumsi jamur sawit terhadap asupan gizi masyarakat. . Untuk mengetahui tingkat konsumsi jamur sawit masyarakat sekitar perkebunan kelapa sawit. 2.

Narimbang Mulya. Desa.Curug Pasir. Kec.Rangkasbitung.Lebak-Banten. Sebagai informasi untuk mengetahui tingkat konsumsi jamur sawit masyarakat sekitar perkebunan kelapa sawit Kp. .Rangkasbitung. Kab.Curug Pasir. Desa. Sebagai informasi untuk mengetahui tingkat konsumsi jamur sawit terhadap asupan gizi masyarakat sekitar perkebunan kelapa sawit Kp.Lebak-Banten 3. Bagi peneliti berguna untuk melatih dan mengembangkan pola pikir dan sikap ilmiah serta menambah wawasan.Narimbang Mulya. Kab.Manfaat Penelitian 1. Kec. 2.

Sel-sel jamur bersifat eukarion. baik sebagai saprofit maupun parasit. yaitu mempunyai inti sel. 3. Struktur tubuh tersusun bersel tunggal.Tinjauan Pustaka Jamur Jamur atau fungi termasuk dunia tumbuhan meliputi seratus ribu spesies yang hidup di berbagai tempat. Struktur tubuh jamur bersel banyak tersusun atas benang-benang halus yang di sebut hifa. dan lain-lain. Ciri-ciri jamur 1. . 2.

seperti halnya semua jenis jamur. yang memerlukan kelembaban relatif cukup tinggi untuk pertumbuhannya yaitu 95-99% begitu juga dengan jamur sawit. Bentuk tubuh jamur sawit yang masih muda berbentuk bulat telur. berwana coklat gelap hingga abu-abu dan di lindungi selubung. .Jamur sawit Jamur sawit merupakan jamur merang yang tumbuh pada media batang/pelepah dan tandan kosong kelapa sawit.

(4) potongan melintang melalui bagian tepi.co. (2) dilihat dari bawah. .google. (3) jamur yang masih muda.id Gambar : Tubuh jamur merang (volvariella vollvacea) (1) Dilihat dari atas.Gambar jamur sawit Sumber : http//www.

Gambar jamur sawit Sumber : http//www.co.google.id .

B12. dan besi. karena kandungan protein dan gizinya cukup tinggi. Gizi lain yang terkandung dalam jamur antara lain karbohidrat. dan C. selain itu rasanya hampir menyamai kelezatan daging. kandungan lemak jamur lebih rendah sehingga lebih sehat untuk dikonsumsi.NILAI GIZI JAMUR Penggunaan jamur sebagai bahan makanan ternyata dapat meningkatkan gizi. . fosfor. serta vitamin B.berbagai mineral seperti kalsium. kalium.

7 20.1 1.5 lemak 0.4 21 2 1.6 0.2 .4 Karbohidrat 4 58 82.9 4.5 2.8 0.3 2.5 1.PERBANDINGAN KANDUNGAN GIZI JAMUR DENGAN MAKANAN LAIN (DALAM %) Bahan makanan Jamur merang Jamur tiram Jamur kuping Daging sapi Bayam Kentang Kubis Seledri Buncis protein 1.3 1.8 27 8.2 0.5 5.2 0.2 0.

Berbatasan dengan perkebunan kelapa sawit PTPN VIII CISALAK BARU di sebelah barat.Lebak-Banten.GAMBARAN Kp. Kab. Kec.Rangkasbitung.Curug Pasir Kampung curug pasir merupakan kampung yang terletak di Desa Narimbang Mulya. . Mayoritas penduduk berprofesi sebagai petani dan karyawan di perkebunan kelapa sawit.

Lokasi ini di pilih karena wilayahnya berbatasan dengan perkebunan kelapa sawit PTPN VIII Cisalak Baru. . Kec.Curug pasir.METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di areal perkebunan kelapa sawit dan permukiman kp. Kab. Desa Narimbang Mulya.Lebak-Banten. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan.Rangkasbitung. yaitu mulai maret-mei 2011.

. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan multiple stage sampling yaitu Proportional Probability dan di tentukan sebanyak 20 responden. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan teknik persentase.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan studi pustaka dan observasi langsung (direct observation).

masyarakat mengetahui keberadaan jamur sawit sebesar 50%. .Curug pasir yaitu. mereka sering mencari jamur sebanyak 2 kali dalam seminggu dengan setiap kali perolehan ratarata sebanyak ¼ kg. 60% dari responden mengatakan bahwa jamur sawit dapat menjadi alternatif pengganti lauk pauk.HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN Dari hasil penelitian diperoleh bahwa tingkat konsumsi jamur sawit masyarakat Kp.

PENUTUP Kesimpulan 75% dari responden mengatakan bahwa dengan mengkonsumsi jamur sawit berpengaruh terhadap asupan gizi masyarakat. . Ini mungkin di sebabkan pengetahuan masyarakat tentang nilai gizi jamur cukup baik.

Saran 1.curug pasir mengetahui keberadaan jamur sawit di sekitar lingkungan mereka dan mau memanfaatkan sumber daya alam dan lingkungan yang ada di sekitar mereka. Hendaknya ada kerjasama antara masyarakat sekitar dengan pihak perkebunan untuk membudidayakan jamur. Hendaknya masyarakat Kp. . 2.

TERIMA KASIH... .