Anda di halaman 1dari 26
PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA LAMPU PENERANGAN PINTAR HEMAT ENERGI BIDANG KEGIATAN PKMT Diusulkan Oleh : Sudirman

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA LAMPU PENERANGAN PINTAR HEMAT ENERGI

BIDANG KEGIATAN PKMT

Diusulkan Oleh :

Sudirman H Sihombing

L2F007075

2007

Paul Henry Ginting

L2F009006

2009

Irfan Logitra Purba

L2F009009

2009

UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG

2010

HALAMAN PENGESAHAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

1. Judul Kegiatan

: LAMPU PENERANGAN PINTAR HEMAT ENERGI

2. Bidang

3. Bidang Ilmu

4. Ketua Pelaksana kegiatan :

Kegiatan : PKM-T

: Teknologi dan Rekayasa

a.

b.

c. Jurusan

d. Universitas

e. Alamat rumah dan No HP

Nama

NIM

: Sudirman Hamonangan Sihombing : L2F 007 075

: Teknik Elektro

: Universitas Diponegoro

: Jl. Berkah Blok A 91 no 6, Tangerang 15145

- 085695848423

f. Alamat email

: s_iman_garcon@yahoo.com

5. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis

6. Dosen Pendamping

: 2 orang

a. Nama Lengkap dan Gelar

b. NIP

c. Alamat Rumah

d. No. Telp/ HP

7. Biaya Kegiatan Total

a. Dikti

8. Jangka Waktu Pelaksanaan

: Iwan Setiawan, ST, MT

: 19730926 200012 1 001

: Perum Bukit Kencana Jaya DG 24

: 081325762587 :

: Rp. 6.910.000,00 : 6 bulan

Semarang, 18 Oktober 2010

Menyetujui :

Ketua Jurusan Teknik Elektro Universitas Diponegoro, Ir. Sudjadi, MT. NIP. 19590619 198511 1 001 Pembantu
Ketua Jurusan Teknik Elektro
Universitas Diponegoro,
Ir. Sudjadi, MT.
NIP. 19590619 198511 1 001
Pembantu Rektor III
Universitas Diponegoro,
Sukinta, SH. MHum.
NIP. 19600528 198803 1 001
Ketua Pelaksana Kegiatan, Sudirman H Sihombing NIM. L2F 007 075
Ketua Pelaksana Kegiatan,
Sudirman H Sihombing
NIM. L2F 007 075
Dosen Pendamping, Iwan Setiawan, ST, MT NIP. 19730926 200012 1 001
Dosen Pendamping,
Iwan Setiawan, ST, MT
NIP. 19730926 200012 1 001

A. JUDUL LAMPU PENERANGAN PINTAR HEMAT ENERGI

B. LATAR BELAKANG MASALAH Di abad ke 21 ini persoalan energi listrik menjadi suatu hal penting yang banyak dibicarakan. Ketergantungan pada Sumber Daya Alam yang tidak dapat diperbaharui seperti minyak bumi dan batu bara yang semakin tipis membuat krisis energi listrik semakin membayangi kita. Untuk itu mulai banyak dikembangkan pembangkitan energi listrik dari sumber lain yang dapat tersedia selalu dan juga lebih ramah lingkungan. Seperti energi matahari, angin, air atau yang lainnya. Hal ini jelas sangat membantu dari segi produksi energi listrik. Tapi dengan jumlah manusia yang semakin banyak jelas dibutuhkan sumber energi yang banyak pula untuk menghasilkan energi listrik. Untuk itu juga perlu dipikirkan penghematan sebagai pengguna energi listrik dalam memanfaatkan energi listrik yang ada sekarang ini, bukan hanya sekedar penambahan jumlah energi listrik yang dihasilkan. Lampu yang adalah penerangan manusia pada malam atau pada saat keadaan gelap juga adalah salah satu alat listrik yang banyak digunakan manusia di kehidupannya sehari-hari. Hampir semua tempat menggunakan lampu sebagai penerangannya. Ada beberapa jenis lampu saat ini yang digunakan seperti lampu pijar, lampu TL, lampu neon, dan lampu LED. Dari masing-masing lampu ini mengkonsumsi jumlah energi listrik yang berbeda- beda. Lampu pijar adalah lampu yang paling banyak mengkonsumsi energi listrik, sehingga boros dalam pemakaiannya. Untuk lampu TL dan lampu neon lebih irit dalam pemakaian listrik sehingga lebih banyak digunakan sekarang ini. Tetapi dengan berkembangnya teknologi lampu LED sudah mulai banyak dipakai juga untuk lampu penerangan dan lampu LED sangat irit dalam pemakaian energi listrik dan cahaya yang dihasilkan juga cukup terang. Penggunaan lampu di rumah atau kantor sering kali terjadi pemborosan. Kadang ketika sudah siang dan keadaan sudah terang lampu tetap saja masih menyala, sehingga menyia-nyiakan cahaya lampu yang dihasilkan dan pemborosan energi listrik. Atau juga ketika keadaan sedikit gelap, tetapi kita tetap saja menyalakan lampu dengan terang yang maksimal, seharusnya hal ini bisa dihemat dengan hanya menyalakan lampu dengan terang yang secukupnya saja. Juga ketika tidak ada orang yang menggunakannya, kadang lampu lupa untuk dimatikan sehingga terjadi pemborosan. Oleh sebab itu, kami membuat lampu penerangan yang dapat menyala dan mati secara otomatis sesuai dengan keadaan ruangan yang gelap atau terang. Ketika keadaan gelap karena malam maka lampu akan secara otomatis menyala namun ketika keadaan sudah pagi dan terang karena adanya sinar matahari yang masuk ke ruangan, maka lampu akan otomatis padam. Tetapi juga ketika keadaan setengah gelap karena cuaca mendung atau sudah sore lampu juga tidak langsung menyala semua, melainkan hanya cahaya lampu akan menyesuaikan dengan keadaan di ruangan. Sehingga dengan hal ini kita

dapat lebih menghemat energi listrik yang digunakan, karena lampu hanya menyala sebagian dan energi listrik yang digunakan juga lebih kecil daripada menyalakan keseluruhan lampu. Lampu penerangan ini juga dapat mendeteksi adanya manusia, sehingga lampu dapat mati secara otomatis ketika tidak ada orang. Lampu yang digunakan juga adalah lampu LED yang mengkonsumsi energi listrik yang sedikit. Sehingga kita dapat menghemat energi listrik lebih banyak lagi.

C. PERUMUSAN MASALAH Untuk dapat mengukur intensitas cahaya yang ada di ruangan itu digunakan sensor cahaya LDR. Pada saat gelap resistansi pada LDR akan besar sedangkan pada saat terang resistansi pada LDR akan mengecil. Untuk mendeteksi keberadaan manusia di sekitarnya digunakan sensor PIR yang dapat mendeteksi panas tubuh manusia dari lingkungan sekitarnya. Sedangkan untuk lampunya digunakan lampu LED sebanyak sepuluh buah yang dirangkaikan menjadi satu. Lampu-lampu LED ini dapat menyala semuanya atau hanya sebagian, menyesuaikan dengan keadaan ruangan. Karena sumber listrik yang digunakan untuk LED dan rangkaian adalah arus DC dan juga kecil maka dibutuhkan juga adaptor yang digunakan untuk mengubah listrik dari PLN yang adalah arus AC menjadi arus DC, sehingga bisa dapat langsung dihubungkan ke sumber arus dari PLN. Sensor LDR akan memberitahukan kondisi ruangan pada keadaan gelap, setengah gelap atau terang. Informasi dari kondisi ruangan ini yang akan membuat lampu menyala sesuai kondisi yang diinginkan yaitu: lampu akan menyala terang pada saat ruangan gelap, lampu akan menyala redup pada saat ruangan setengah gelap dan lampu akan mati pada saat ruangan dalam keadaan gelap. Sedangkan sensor PIR akan mendeteksi keberadaan manusia yang akan membuat lampu mati pada saat tidak ada manusia dan menyala pada saat ada manusia.

D. TUJUAN

Tujuan yang diharapkan setelah kegiatan PKM-T ini adalah dapat membuat lampu penerangan pintar yang hemat energi untuk membantu dalam penghematan energi listrik dan juga memberi penjelasan kepada masyarakat untuk dapat menghemat energi listrik dan membangun generasi yang hemat energi. Dapat juga mensukseskan program pemerintah untuk dapat menghemat listrik dan program listrik untuk rakyat, sehingga semua lapisan masyarakat dapat memanfaatkan energi listrik dengan lebih bijaksana.

E. LUARAN YANG DIHARAPKAN

Luaran yang diharapkan dari program ini adalah :

1. Lampu yang dapat menyala otomatis dan menyesuaikan dengan keadaan di lingkungannya.

F. KEGUNAAN Kegunaan Perancangan Lampu Penerangan Pintar Hemat Energi ini adalah untuk dapat menyalakan lampu dan menyesuaikan terang lampu secara otomatis. Sehingga alat ini dapat menghemat energi listrik yang dibutuhkan untuk menerangi suatu ruangan.

G. TINJAUAN PUSTAKA 1) LDR (Light Dependent Resistor) LDR singkatan dari Light Dependent Resistor adalah resistor yang nilai resistansinya berubah-ubah karena adanya intensitas cahaya yang diserap. LDR juga merupakan resistor yang mempunyai koefisien temperature negative, dimana resistansinya dipengaruhi oleh intrensitas cahaya. LDR dibentuk dari cadium Sulfied (CDS) yang mana CDS dihasilkan dari serbuk keramik. Secara umum, CDS disebut juga peralatan photo conductive, selama konduktivitas atau resistansi dari CDS bervariasi terhadap intensitas cahaya. Jika intensitas cahaya yang diterima tinggi maka hambatan juga akan tinggi yang mengakibatkan tegangan yang keluar juga akan tinggi begitu juga sebaliknya disinilah mekanisme proses perubahan cahaya menjadi listrik terjadi. CDS tidak mempunyai sensitivitas yang sama pada tiap panjang gelombang dari ultraviolet sampai dengan infra merah. Hal tersebut dinamakan karakteristik respon spectrum dan diberikan oleh pabrik. CDS banyak digunakan dalam perencanaan rangkaian bolak-balik (AC) dibandingkan denagn photo transistor dan photo dioda.

(AC) dibandingkan denagn photo transistor dan photo dioda. Gambar 1. LDR 2) Sensor PIR (Passive Infrared

Gambar 1. LDR

2) Sensor PIR (Passive Infrared Receiver) PIR (Passive Infrared Receiver) merupakan sebuah sensor berbasiskan infrared. Sesuai dengan namanya ‘Passive’, sensor ini hanya merespon energi dari pancaran sinar inframerah pasif yang dimiliki oleh setiap benda yang terdeteksi olehnya. Sensor PIR ini bekerja dengan menangkap energi panas yang dihasilkan dari pancaran sinar inframerah pasif yang dimiliki setiap benda dengan suhu benda diatas nol mutlak. Seperti tubuh manusia yang memiliki suhu tubuh kira-kira 32 derajat celcius, yang merupakan suhu panas yang khas yang terdapat pada lingkungan. Pancaran sinar inframerah inilah yang kemudian ditangkap oleh Pyroelectric sensor yang merupakan inti dari sensor PIR ini sehingga menyebabkan Pyroelectic sensor yang terdiri dari galium nitrida, caesium nitrat dan litium tantalate menghasilkan arus listrik.

Sensor PIR hanya bereaksi pada tubuh manusia saja karena adanya IR Filter yang menyaring panjang gelombang sinar inframerah pasif. IR Filter dimodul sensor PIR ini mampu menyaring panjang gelombang sinar inframerah pasif antara 8 sampai 14 mikrometer, sehingga panjang gelombang yang dihasilkan dari tubuh manusia yang berkisar antara 9 sampai 10 mikrometer ini saja yang dapat dideteksi oleh sensor. Ketika seseorang berjalan melewati sensor, sensor akan menangkap pancaran sinar inframerah pasif yang dipancarkan oleh tubuh manusia yang memiliki suhu yang berbeda dari lingkungan sehingga menyebabkan material pyroelectric bereaksi menghasilkan arus listrik karena adanya energi panas yang dibawa oleh sinar inframerah pasif tersebut. Kemudian sebuah sirkuit amplifier yang ada menguatkan arus tersebut yang kemudian dibandingkan oleh comparator sehingga menghasilkan output.

dibandingkan oleh comparator sehingga menghasilkan output. Gambar 2. Sensor PIR Rangkaian sensor PIR sudah merupakan

Gambar 2. Sensor PIR

Rangkaian sensor PIR sudah merupakan suatu kesatuan dari hasil pabrifikasi. Konfigurasi pin sensor PIR seperti terlihat pada Gambar 5 Sensor ini memiliki 3 pin, yang masing-masingnya dihubungkan ke Ground, Vcc (5V) dan pin ketiga merupakan pin I/O.

ke Ground, Vcc (5V) dan pin ketiga merupakan pin I/O. Gambar 3. Konfigurasi Pin Sensor PIR

Gambar 3. Konfigurasi Pin Sensor PIR [3]

Selain itu sensor tersebut juga sangat mudah digunakan, karena hanya menggunakan 1 pin I/O sebagai penerima informasi sinyal gelombang infra merah yang dapat dihubungkan ke mikrokontroler.

2) Op-Amp (Operational Amplifier) Penguat operasional (bahasa Inggris: operational amplifier) atau yang biasa disebut op-amp merupakan suatu jenis penguat elektronika dengan sambatan arus searah yang memiliki bati (faktor penguatan atau dalam bahasa Inggris: gain) sangat besar dengan dua masukan

dan satu keluaran. Penguat operasional pada umumnya tersedia dalam bentuk sirkuit terpadu dan yang paling banyak digunakan adalah seri 741.

terpadu dan yang paling banyak digunakan adalah seri 741. Gambar 4. Operational Amplifier Penguat operasional dalam

Gambar 4. Operational Amplifier

Penguat operasional dalam bentuk rangkaian terpadu memiliki

karakteristik yang mendekati karakteristik penguat operasional ideal tanpa perlu memperhatikan apa yang terdapat di dalamnya. Karakteristik penguat operasional ideal adalah:

1. Bati tegangan tidak terbatas.

2. Impedansi masukan tidak terbatas.

3. Impedansi keluaran nol.

4. Lebar pita tidak terbatas.

5. Tegangan ofset nol (keluaran akan nol jika masukan nol).

Pada dasarnya Op-amp adalah sebuah differential amplifier (penguat diferensial), yang mana memiliki 2 input masukan yaitu input inverting (V-) dan input non-inverting(V+), Rangkaian dasar dari penguat diferensial dapat dilihat pada gambar 1 dibawah ini:

penguat diferensial dapat dilihat pada gambar 1 dibawah ini: Gambar 5. Penguat Diferensial Pada rangkaian diatas,

Gambar 5. Penguat Diferensial

Pada rangkaian diatas, dapat diketahui tegangan output (Vout) adalah Vout = A(v1-v2) dengan A adalah penguatan dari penguat diferensial ini. Titik input v1 dikatakan sebagai input non-iverting, sebab tegangan vout satu phase dengan v1. Sedangkan sebaliknya titik v2 dikatakan input inverting sebab berlawanan phasa dengan tengangan vout. Diagram Blok Op-amp Op-amp di dalamnya terdiri dari beberapa bagian, yang pertama adalah penguat diferensial, lalu ada tahap penguatan (gain), selanjutnya ada rangkaian penggeser level (level shifter) dan kemudian penguat akhir yang biasanya dibuat dengan penguat push-pull kelas B. Gambar 6

berikut menunjukkan diagram dari op-amp yang terdiri dari beberapa bagian tersebut.

dari op-amp yang terdiri dari beberapa bagian tersebut. Gambar 6. Diagram Blok Op-Amp 3) Transistor Transistor

Gambar 6. Diagram Blok Op-Amp

3) Transistor Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya. Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET), memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya.

Pada umumnya, transistor memiliki 3 terminal. Tegangan atau arus yang dipasang di satu terminalnya mengatur arus yang lebih besar yang melalui 2 terminal lainnya. Transistor adalah komponen yang sangat penting dalam dunia elektronik modern. Dalam rangkaian analog, transistor digunakan dalam amplifier (penguat). Rangkaian analog melingkupi pengeras suara, sumber listrik stabil, dan penguat sinyal radio. Dalam rangkaian-rangkaian digital, transistor digunakan sebagai saklar berkecepatan tinggi. Beberapa transistor juga dapat dirangkai sedemikian rupa sehingga berfungsi sebagai logic gate, memori, dan komponen-komponen lainnya. Dari banyak tipe-tipe transistor modern, pada awalnya ada dua tipe dasar transistor, bipolar junction transistor (BJT atau transistor bipolar) dan field-effect transistor (FET), yang masing-masing bekerja secara berbeda. Transistor bipolar dinamakan demikian karena kanal konduksi utamanya menggunakan dua polaritas pembawa muatan: elektron dan lubang, untuk membawa arus listrik. Dalam BJT, arus listrik utama harus melewati satu daerah/lapisan pembatas dinamakan depletion zone, dan ketebalan lapisan ini dapat diatur dengan kecepatan tinggi dengan tujuan untuk mengatur aliran arus utama tersebut. FET (juga dinamakan transistor unipolar) hanya menggunakan satu jenis pembawa muatan (elektron atau hole, tergantung dari tipe FET). Dalam FET, arus listrik utama mengalir dalam satu kanal konduksi sempit dengan depletion zone di kedua sisinya (dibandingkan dengan transistor bipolar dimana daerah Basis memotong arah arus listrik utama). Dan ketebalan dari daerah perbatasan ini dapat dirubah dengan perubahan tegangan yang diberikan, untuk

mengubah ketebalan kanal konduksi tersebut. Lihat artikel untuk masing-masing tipe untuk penjelasan yang lebih lanjut.

untuk masing-masing tipe untuk penjelasan yang lebih lanjut. Gambar 7. Transistor Salah satu aplikasi transistor adalah

Gambar 7. Transistor

Salah satu aplikasi transistor adalah sebagai sebuah saklar (switch) pada komputer atau peralatan kontrol lainnya. Saat transistor berada dalam kondisi saturasi, berarti transistor tersebut merupakan saklar tertutup dari kolektor ke emitor. Jika transistor tersumbat (cut off) berarti transistor seperti sebuah saklar yang terbuka.

4) LED (Light-Emitting Diode) Dioda cahaya atau lebih dikenal dengan sebutan LED (light-emitting diode) adalah suatu semikonduktor yang memancarkan cahaya monokromatik yang tidak koheren ketika diberi tegangan maju. Gejala ini termasuk bentuk elektroluminesensi. Warna yang dihasilkan bergantung pada bahan semikonduktor yang dipakai, dan bisa juga ultraviolet dekat atau inframerah dekat.

Sebuah LED adalah sejenis dioda semikonduktor istimewa. Seperti sebuah dioda normal, LED terdiri dari sebuah chip bahan semikonduktor yang diisi penuh, atau di-dop, dengan ketidakmurnian untuk menciptakan sebuah struktur yang disebut p-n junction. Pembawa-muatan - elektron dan lubang mengalir ke junction dari elektroda dengan voltase berbeda. Ketika elektron bertemu dengan lubang, dia jatuh ke tingkat energi yang lebih rendah, dan melepas energi dalam bentuk photon. Panjang gelombang dari cahaya yang dipancarkan, dan oleh karena itu warnanya, tergantung dari selisih pita energi dari bahan yang membentuk p-n junction. Sebuah dioda normal, biasanya terbuat dari silikon atau germanium, memancarkan cahaya tampak inframerah dekat, tetapi bahan yang digunakan untuk sebuah LED memiliki selisih pita energi antara cahaya inframerah dekat, tampak, dan ultraungu dekat. Tak seperti lampu pijar dan neon, LED mempunyai kecenderungan polarisasi. Chip LED mempunyai kutub positif dan negatif (p-n) dan hanya akan menyala bila diberikan arus maju. Ini dikarenakan LED terbuat dari bahan semikonduktor yang hanya akan mengizinkan arus listrik mengalir ke satu arah dan tidak ke arah sebaliknya. Bila LED diberikan arus terbalik, hanya akan ada sedikit arus yang melewati chip LED. Ini menyebabkan chip LED tidak akan mengeluarkan emisi cahaya. Chip LED pada umumnya mempunyai tegangan rusak yang relatif rendah. Bila diberikan tegangan beberapa volt ke arah terbalik,

biasanya sifat isolator searah LED akan jebol menyebabkan arus dapat mengalir ke arah sebaliknya. Karakteristik chip LED pada umumnya adalah sama dengan karakteristik dioda yang hanya memerlukan tegangan tertentu untuk dapat beroperasi. Namun bila diberikan tegangan yang terlalu besar, LED akan rusak walaupun tegangan yang diberikan adalah tegangan maju. Tegangan yang diperlukan sebuah dioda untuk dapat beroperasi adalah tegangan maju (Vf). Sirkuit LED dapat didesain dengan cara menyusun LED dalam posisi seri maupun paralel. Bila disusun secara seri, maka yang perlu diperhatikan adalah jumlah tegangan yang diperlukan seluruh LED dalam rangkaian tadi. Namun bila LED diletakkan dalam keadaan paralel, maka yang perlu diperhatikan menjadi jumlah arus yang diperlukan seluruh LED dalam rangkaian ini.

Menyusun LED dalam rangkaian seri akan lebih sulit karena tiap LED mempunyai tegangan maju (Vf) yang berbeda. Perbedaan ini akan menyebabkan bila jumlah tegangan yang diberikan oleh sumber daya listrik tidak cukup untuk membangkitkan chip LED, maka beberapa LED akan tidak menyala. Sebaliknya, bila tegangan yang diberikan terlalu besar akan berakibat kerusakan pada LED yang mempunyai tegangan maju relatif rendah.

pada LED yang mempunyai tegangan maju relatif rendah. Gambar 8. LED (Light-Emitting Diode) 5) ADAPTOR Pengubah

Gambar 8. LED (Light-Emitting Diode)

5) ADAPTOR Pengubah tegangan (adaptor) adalah suatu rangkaian yang mengubah jenis atau nilai tegangan. Rangkaian ini menggunakan komponen utama yaitu transformator. Salah satu sifat transformator adalah mengubah nilai suatu tegangan. Pengubah tegangan yang banyak terdapat di pasaran adalah pengubah tegangan AC ke DC. Sedangkan untuk jenis yang lain jarang dijumpai dalam di pasaran. Seperti pengubah DC ke DC, dalam penggunaannya untuk mengubah tegangan DC ke DC dengan nilai tegangan yang berbeda. Misalnya, jika mempunyai rangkaian dengan tegangan sumber +5V, dapat dikembangkan dengan menggunakan pengubah DC ke DC untuk menghasilkan tegangan sumber + 15 V. Sehingga mempunyai tegangan sumber untuk sistem tersebut +5 V dan +15 V. Untuk adaptor AC ke DC ada 5 bagian, yaitu:

1. Bagian input: berfungsi sebagai masukan tegangan jalajala atau tegangan PLN.

2. Bagian penurun tegangan: berfungsi mengubah tegangan jala-jala PLN 220 VAC menjadi tegangan konsumen 3 s/d 12 VAC.

4.

Bagian penstabil tegangan: berfungsi menstabilkan tegangan yang dihasilkan sehingga benar-benar mendekati tegangan/ arus yang dihasilkan baterai atau aki.

5. Bagian output: berfungsi mengeluarkan teganganyang dihasilkan adaptor ke pesawat pemakai.

teganganyang dihasilkan adaptor ke pesawat pemakai. Gambar 9. Rangkaian adaptor AC ke DC C 78xx merupakan

Gambar 9. Rangkaian adaptor AC ke DC

C 78xx merupakan IC yang berfungsi sebagai stabilisator tegangan, huruf xx menunjukkan tegangan keluaran yang konstan dari IC tersebut. Pada

gambar diatas kita menggunakan IC 7809, jadi tegangan keluaran dari IC1 jika dilakukan pengukurang dengan Volt meter DC (Vdc) adalah 9Vdc. Tegangan input IC1 harus lebih besar dari tegangan output yang di inginkan, dari gambar diatas kita memberi tegangan input IC1 ±12Vdc. Untuk adaptor DC ke DC seperti, jika kita ingin mendapatkan 5 Volt

DC.

Biasanya adaptor dipasaran itu bisa mengkasilkan 3,6,7.5,9,dan 12 Volt

saja.

Ada 2 cara untuk mendapatkannya, yaitu:

1. -memakai dioda zener, tetapi menghasilkan arus yang kecil.

2. -memakai rangkaian converter. Jika kita mempunyai sumber (power supply DC) 9 Volt sampai dengan 24 Volt, maka kita bisa manfaatkan untuk menghasilkan 5 Volt DC dengan sedikit komponen, dimana komponen tersebut murah dan bisa mudah didapatkan ditoko elektronik terdekat.

murah dan bisa mudah didapatkan ditoko elektronik terdekat. Gambar 10. Rangkaian adaptor DC ke DC untuk

Gambar 10. Rangkaian adaptor DC ke DC untuk 5 Volt

6) MIKROKONTROLLER Mikrokontroller merupakan pengendali atau dapat dikatakan otak di dalam alat pengatur warna dan volume cat otomatis ini. Mikrokontroller yang digunakan adalah ATMEGA8535 dari ATMEL. Mikrokontroller AVR ini memiliki arsitektur RISC 8 Bit, sehingga semua instruksi dikemas dalam kode 16-bit (16-bits word) dan sebagian besar instruksi dieksekusi dalam satu siklus

instruksi clock. Dan ini sangat membedakan sekali dengan instruksi MCS-51 (Berarsitektur CISC) yang membutuhkan siklus 12 clock. RISC adalah Reduced Instruction Set Computing sedangkan CISC adalah Complex Instruction Set Computing. Arsitektur ATMega8535 :

* Saluran IO sebanyak 32 buah, yaitu Port A, Port B, Port C dan Port D

* ADC 10 bit sebanyak 8 Channel

* Tiga buah timer / counter

* 32 register

* Watchdog Timer dengan oscilator internal

* SRAM sebanyak 512 byte

* Memori Flash sebesar 8 kb

* Sumber Interrupt internal dan eksternal

* Port SPI (Serial Pheriperal Interface)

* EEPROM on board sebanyak 512 byte

* Komparator analog

* Port USART (Universal Shynchronous Ashynchronous Receiver Transmitter)

(Universal Shynchronous Ashynchronous Receiver Transmitter) Gambar 11. Mikrokontroler AT MEGA 8535 Konfigurasi Pin

Gambar 11. Mikrokontroler AT MEGA 8535

Konfigurasi Pin ATMega8535

* VCC merupakan Pin yang berfungsi sebagai pin masukan catudaya

* GND merupakan Pin Ground

* Port A (PA0

PA7)

merupakan pin I/O dan pin masukan ADC.

* Port B (PB0

PB7)

merupakan pin I/O dan pin yang mempunyai fungsi

khususyaitu Timer/Counter, komparator Analog dan SPI.

* Port C (PC0

PC7)

merupakan port I/O dan pin yang mempunyai fungsi

khusus, yaitu komparator analog dan Timer Oscillator.

* Port D (PD0

PD1)

merupakan port I/O dan pin fungsi khusus yaitu

komparator analog dan interrupt eksternal serta komunikasi serial.

* RESET merupakan pin yang digunakan untuk mereset mikrokontroler.

* XTAL1 dan XTAL2 merupakan pin masukan clock eksternal.

* AVCC merupakan pin masukan untuk tegangan ADC.

* AREF merupakan pin masukan tegangan referensi untuk ADC.

Gambar 12. Konfigurasi pin dari mikrokontroller ATMEGA8535 H. METODE PELAKSANAAN Perancangan sistem dilaksanakan dalam

Gambar 12. Konfigurasi pin dari mikrokontroller ATMEGA8535

H. METODE PELAKSANAAN Perancangan sistem dilaksanakan dalam skala laboratorium di Laboratorium Teknik Kontrol Otomatis Teknik Elerktro UNDIP dan pengujian sistem dilakukan di ruangan kampus Teknik Elektro. Waktu yang diperlukan untuk melaksanakan program ini 6 bulan meliputi studi literatur, penyiapan bahan dan perancangan alat, pengujian alat dan pengambilan data, evaluasi alat, serta penyusunan laporan. Variabel yang diamati pada program ini bersifat kualitatif. Variable yang diamati adalah lampu dapat menyala dan mati secara otomatis menyesuaikan dengan keadaan ruangan berdasarkan sinar matahari yang masuk ke ruangan. Lampu juga dapat menyala setengah ketika ruangan berada pada kondisi yang setengah gelap. Lampu juga dapat mendeteksi keberadaan manusia, sehingga lampu dapat mati ketika tidak ada manusia dan menyala ketika ada manusia di sekitarnya. Bahan habis pakai yang digunakan dalam membuat lampu penerangan otomatis ini akan dibeli pada bulan kedua yang terdiri dari LDR, sensor PIR, Operational Amplifier, Transistor, LED, adaptor, mikrokontroller, beberapa jenis kabel, tenol, PCB serta sekrup. Alat-alat yang dapat menunjang program antara lain solder, solder attracktor, obeng, gunting, tang, multimeter, bor, modul mikrokontroller. Alat penunjang lain berupa komputer dipinjam dari Lab. Teknik Kontrol Otomatis Teknik Elerktro UNDIP Tahapan yang dibuat dalam perancangan Robot Pembersih Lantai Otomatis meliputi :

Studi literatur Tahap studi literatur merupakan tahap untuk mempelajari kembali literatur yang digunakan untuk merancang program. Tahap ini terdiri dari studi referensi dan diskusi kelompok. Studi literatur dilakukan pada bulan pertama salama sebulan penuh

Studi referensi dilakukan dengan mempelajari beberapa buku referensi dan jurnal penelitian pada minggu pertama dan kedua bulan pertama. Buku yang dipelajari berkaitan dengan prinsip-prinsip sensor LDR, sensor PIR, mikrokontroller, dan rangkaian elektronika. Jurnal penelitian yang dipelajari berkaitan teknologi lampu LED, sensor cahaya LDR dan sensor PIR. Diskusi kelompok dilakukan dengan cara diskusi materi yang telah dipelajari pada studi referensi. Diskusi kelompok dilakukan pada minggu ketiga dan keempat bulan pertama. Beberapa pertemuan dalam diskusi kelompok akan menghadirkan dosen pembimbing. Penyiapan bahan dan alat Tahap penyiapan alat digunakan untuk membeli bahan dan alat yang digunakan untuk membuat lampu penerangan otomatis. Penyiapan alat dilaksanakan pada bulan ketiga. Perancangan Sistem Perancangan sistem merupakan tahap dibuatnya lampu penerangan otomatis. Tahap ini terdiri dari perancangan hardware dan perancangan software. Perancangan sistem dilakukan selama 7 minggu mulai minggu ke dua bulan kedua sampai akhir bulan ketiga. Perancangan hardware meliputi perancangan alat, pembuatan alat dan pemrograman alat. Pembuatan lampu penerangan otomatis dilakukan dengan membuat rangkaian elektronik untuk lampu penerangan otomatis. Pembuatan lampu penerangan otomatis menggunakan papan PCB. Untuk sensornya juga dibuat rangkaian elektronik di papan PCB dan disambungkan dengan lampu penerangan otomatisnya dengan menggunakan kabel. Untuk sumber listriknya bisa langsung melalui sumber arus AC dari PLN yang terlebih dulu diubah menjadi arus DC dengan menggunakan adaptor. Peracangan software mengacu pada flowchart gambar 13

Flowchart Software

Mulai Aktifasi Lampu Penerangan Keadaan lingkungan setengah gelap Ya Tidak Lampu Padam Ya Keadaan lingkungan
Mulai
Aktifasi Lampu
Penerangan
Keadaan lingkungan
setengah gelap
Ya
Tidak
Lampu Padam
Ya
Keadaan
lingkungan terang
Tidak
Deteksi adanya
Tidak
manusia?
Ya
Tidak
Keadaan lingkungan
setengah gelap
Ya
manusia? Ya Tidak Keadaan lingkungan setengah gelap Ya Tidak Lampu menyala sebagian Ya Keadaan lingkungan
Tidak
Tidak

Lampu menyala

sebagian

setengah gelap Ya Tidak Lampu menyala sebagian Ya Keadaan lingkungan terang Tidak Keadaan lingkungan
Ya Keadaan lingkungan terang Tidak Keadaan lingkungan gelap Ya
Ya
Keadaan
lingkungan terang
Tidak
Keadaan lingkungan
gelap
Ya

Lampu menyala

terang

Gambar 13. Alur kerja lampu penerangan otomatis

Analisis dan Evaluasi Evaluasi dilakukan dengan menggunakan simulasi langsung, lampu penerangan otomatis akan dicoba di sebuah ruangan. Kemudian dilakukan analisis error dari alat yang dibuat. Akan dilihat respon dari lampu otomatis terhadap perubahan keadaan lingkungan sekitar, pada saat lampu akan menyala sebagian, menyala terang dan juga padam.

I. JADWAL KEGIATAN Program perancangan lampu penerangan pintar hemat energi dilaksanakan selama 6 bulan dengan rincian kegiatan seperti tertera dalam tabel 1 berikut.

Tabel 1 Jadwal Kegiatan Penelitian Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3 Bulan 4 Bulan 5
Tabel 1 Jadwal Kegiatan Penelitian
Bulan 1
Bulan 2
Bulan 3
Bulan 4
Bulan 5
Bulan 6
Kegiatan
1
2 3
4 1
2 3
4
1
2 3
4
1
2 3
4 1
2 3
4
1
2 3
4
Studi
Literatur
Penyiapan
Alat Bahan
Perancangan
Sistem
Analisis dan
Evaluasi
Penulisan
Laporan
Seminar

J. RANCANGAN BIAYA

Tabel 2 Anggaran Biaya

NO

URAIAN

BIAYA (Rp)

1.

Bahan Habis Pakai PCB Timah Kabel Akrilik Kantong kain Pilok Mur dan Baut Komponen elektronik (resistor, kapasitor, dioda, dll) LED (100 buah x @ Rp 2.000,00) LDR (20 buah x @ Rp 2.000,00) PIR (4 buah x @ Rp 100.000,00) Transistor (20 buah x @ Rp 2.000,00) Transformator Tegangan (2 buah x @ Rp 50.000,00) Modul Mikrokontroler AVR (2 x @ Rp 300.000,00)

200.000,00

50.000,00

200.000,00

300.000,00

10.000,00

50.000,00

30.000,00

500.000,00

200.000,00

40.000,00

400.000,00

40.000,00

100.000,00

600.000,00

 

Casing untuk alat lampu penerangan

 

500.000,00

2.

Peralatan penunjang

 

Bor

Listrik

200.000,00

Solder Lem Tembak Multimeter digital (presisi)

 

100.000,00

50.000,00

350.000,00

Ohmmeter Fluxmeter Adaptor 1 Set obeng & kunci baut

200.000,00

300.000,00

100.000,00

180.000,00

3. Biaya Perjalanan :

 
 

Transportasi lokal Biaya pengiriman barang

 

500.000,00

100.000,00

4. Lain-Lain

 
 

Penggandaan

Laporan

(6

eksemplar

x

@

Rp

150.000,00

25.000,00)

 

Kertas A4 (2 rim x @ Rp 30.000,00) Catridge Printer 2 buah

 

60.000,00

400.000,00

Dokumentasi

 

200.000,00

Flashdisk (3 x @ Rp 150.000,00)

 

450.000,00

CD

(10 x @ Rp 5.000,00)

 

50.000,00

Biaya seminar nasional 3 orang @ Rp. 100.000,00

 

300.000,00

Jumlah

 

6.910.000,00

K. Daftar Pustaka

-------.2008. http://adibakri.wordpress.com/2008/05/25/light-dependent-resistor

-------.2008.http://bagusrifqyalistia.wordpress.com/2008/09/12/cara-kerja-sensor-pir

-------.2008. http://elektrokita.blogspot.com/2008/11/ldr-sebagai-sensor.html

-------.2008. http://elektrokita.blogspot.com/2008/10/op-amp-operational- amplifier.html

Bishop, Owen. 2002. Dasar-dasar Elektronika. Erlangga :Jakarta

Heryanto,

M

Ary

dan

Wisnu

Adi.

2008.

Pemrograman

Bahasa

C

untuk

Mikrokontroler ATMEGA 8535. ANDI : Yogyakarta

Santoso, Rudy. 2005. Bahasa Pemrograman C pada Mikrokontroler ATMega8535. Erlangga: Jakarta

Santoso, Rudy. 2007. 12 Proyek Dasar Mikrokontroler. Erlangga: Jakarta

Wardhana,

Lingga.

2006.

Belajar

Sendiri

Mikrokontroler

AVR

Seri

ATMega8535:Simulasi, Hardwarwe, dan Aplikasinya. ANDI : Yogyakarta

L. LAMPIRAN Nama dan Biodata Ketua dan Anggota Daftar Biodata Ketua

Nama dan Biodata Ketua dan Anggota Daftar Biodata Ketua 1. Nama 2. Tempat/Tanggal Lahir 3. NIM

1. Nama

2. Tempat/Tanggal Lahir

3. NIM

4. Fakultas/Universitas

5. Alamat Kantor

6. Agama

7. Email

8. Pengalaman Organisasi

: Sudirman Hamonangan Sihombing : Tangerang / 28 Mei 1989 : L2F007075 : Teknik / Diponegoro : Kampus Undip Tembalang Semarang : Kristen Protestan : s_iman_garcon@student.undip.ac.id :

- Anggota Himpunan Mahasiswa Elektro bagian Departemen Penelitian

- Anggota Electrical Workshop (EWS) Teknik Elektro

- Anggota Persekutuan Mahasiswa Kristen Fakultas Teknik seksi Buletin

- Anggota Organisasi Pecinta Alam Philar Teknik Elektro

9. Pengalaman Kompetisi

:

- Pernah mengikuti Kontes Robot Cerdas Indonesia 2009 divisi Senior berkaki sebagai anggota tim.

- Pernah mengikuti Ganesha Line Follower Robot (Galelobot) 2009 sebagai anggota tim.

- Pernah mengikuti Kontes Robot Cerdas Indonesia 2010 divisi Expert Battle sebagai anggota tim.

10. Pendidikan

Sekolah dan Lokasi

Tahun Masuk

Tahun Selesai

SDN 3 Ciledug SMPN 3 Tangerang SMAN 3 Tangerang S1 Teknik Elektro Undip Semarang

1995

2001

2001

2004

2004

2007

2007

Semarang, 18 Oktober 2010

Sudirman H Sihombing NIM. L2F 007 075

Daftar Biodata Anggota Pelaksana 1

1. Nama

2. Tempat/Tanggal Lahir

3. NIM

4. Fakultas/Universitas

5. Alamat Kantor

6. Agama

7. Email

8. Pengalaman Organisasi

5. Alamat Kantor 6. Agama 7. Email 8. Pengalaman Organisasi : Paul Henry Ginting : Kabanjahe

: Paul Henry Ginting : Kabanjahe / 19 april 1990 : L2F009006 : Teknik / Diponegoro : Kampus Undip Tembalang Semarang : Kristen Protestan : Paulhg90@gmail.com :

- Pengurus PERMATA GBKP Rg.semarang bagian pembinaan

9. Pendidikan

Sekolah dan Lokasi

Tahun Masuk

Tahun Selesai

SDN 1 Kabanjahe SMPN 1 Kabanjahe SMAN 1 Kabanjahe S1 Teknik Elektro Undip Semarang

1996

2002

2002

2005

2005

2008

2009

Semarang, 18 Oktober 2010

Paul Henry Ginting NIM. L2F 009 006

Daftar Biodata Anggota Pelaksana 2

1. Nama

2. Tempat/Tanggal Lahir

3. NIM

4. Fakultas/Universitas

5. Alamat Kantor

6. Agama

7. Email

8. Pengalaman Organisasi

5. Alamat Kantor 6. Agama 7. Email 8. Pengalaman Organisasi : Irpan Logitra Purba : Kabanjahe

: Irpan Logitra Purba : Kabanjahe / 12 Desember 1991 : L2F009009 : Teknik / Diponegoro : Kampus Undip Tembalang Semarang : Kristen Protestan : Irfanlogitra@yahoo.co.id

:

- Ketua Osis SMP 2005-2007

- Pramuka SMP 2005-2007

- Ketua Bidang perpustakaan 2008-2009

- Staff HME Teknik Elektro UNDIP

9. Pendidikan

Sekolah dan Lokasi

Tahun Masuk

Tahun Selesai

SDN Inpres Simp. Empat SMPN 3 Simp.empat SMAN 4 Padangsidimpuan S1 Teknik Elektro Undip Semarang

1997

2003

2003

2006

2006

2009

2009

Semarang, 18 Oktober 2010

Irpan Logitra Purba NIM. L2F 009 009

Nama dan Biodata Dosen Pembimbing

N a m a Jenis Kelamin Tempat, Tanggal Lahir Pekerjaan Bidang Keahlian e-mail Pendidikan:

: Iwan Setiawan, ST, MT : Laki-laki : Serang, 26 September 1973 : Dosen Jurusan Teknik Elektro FT-UNDIP : Robotika dan Kontrol : setiaone.iwan@gmail.com

Tingkat Pendidikan

Universitas

Tahun Selesai

Bidang Studi

Sarjana

UGM-Yogyakarta

1998

Instrumentasi dan Kontrol

Pascasarjana

UGM- Yogyakarta

2003

Instrumentasi dan Kontrol

Pengalaman Pekerjaan :

1.

Sebagai

tenaga

pengajar

pada

Jurusan

Teknik

Elektro

Fakultas

Teknik

Universitas Diponegoro (UNDIP), mulai tahun 2001 sampai sekarang.

2.

Sebagai tenaga pengajar tidak tetap pada Fakultas Teknik Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS), mulai tahun 2004 sampai sekarang.

Penelitian:

No

Judul Penelitian

Jumlah

Posisi

Dana (Rp)

1

Perancangan sistem suspensi aktif pada kendaraan seperempat dengan menggunakan metoda LQR (Program Peneliti Dosen Muda dibiayai oleh Dikti -2005)

5.000.000,-

Ketua Peneliti

2

Rancang Bangun Sistem Kontrol Robot Mobile Untuk Keperluan Navigasi Darat Berbasis Trayektori Bezier (Program Peneliti Pemula dibiayai oleh DIKNAS JATENG -2006)

6.000.000,-

Ketua Peneliti

3

Pengembangan Sistem Kontrol Robot Mobile Berbasis Trayektori Bezier dengan kemampuan deteksi halangan (Program Hibah Jurusan dibiayai oleh Jurusan Teknik elektro -2007)

10.000.000,-

Ketua Peneliti

4

Pengembangan dan implementasi Driving Simulator untuk Fasilitas Training (Program Penelitian Cluster Fakultas Teknik Undip -

2008)

20.000.000,-

Anggota

Peneliti

5

Rancang Bangun Sistem Kursi Roda Cerdas Berbasis Kontrol Navigasi Reaktif Tahun I (Program Penelitian Hibah Bersaing dibiayai oleh DIKTI -2008)

30.000.000,-

Ketua Peneliti

6

Rancang Bangun Sistem Kursi Roda Cerdas Berbasis Kontrol Navigasi Reaktif Tahun II (Program Penelitian Hibah Bersaing dibiayai oleh DIKTI -2008)

40.000.000,-

Ketua Peneliti

Buku

No

Judul Buku

Tahun

Penerbit

1

Programmable Logic Controller (PLC) dan Teknik Perancangan Sistem Kontrol

2006

Andi Offset, Yogyakarta

2

Kontrol PID untuk Proses Industri

2008

Elex Media Computindo, Jakarta

Publikasi Ilmiah terakhir (yang berhubungan dengan sistem kontrol navigasi dan robotika):

1. Iwan Setiawan, “Simulasi Model Sensor Sonar Untuk Keperluan Sistem Navigasi Robot Mobile”, Transmisi, Vol. 11, No. 1 Juni 2006 : 11 – 14

2. Iwan Setiawan, Darjat, Trias Andromeda,” Sistem Kontrol Navigasi Robot Mobile Berpenggerak Diferensial Penjejak Trayektori Bezier”, Proceedings Seminar TEKNOIN 2006”, Yogyakarta, 22 Juli 2006

3. Iwan Setiawan, “Sistem Kontrol Navigasi Robot Mobile dalam Ruang dengan Menggunakan Metode Wall Following”, Teknik, Vol. 27, No. 2 Juni 2006 : 161 166

4. Iwan Setiawan, Darjat, David, “ Sistem Kontrol Mobile Robot Penjejak Objek Berbasis Logika Fuzzy ” Transmisi, No. 1 Juni 2007 : 87 92

5. Iwan Setiawan, Trias Andromeda, Anis Z. Abidin, “Implementasi Sistem Kontrol Navigasi Reaktif pada Mobile Robot (Studi kasus penggabungan dua buah tingkah laku: Go to Goal dan Obstacle Avoidance), Proceedings Seminar Nasional Rekaya Teknologi Industri dan Informasi”, Yogyakarta, 19 Juli 2008

6. Iwan Setiawan, Wahyudi, Darjat, Rudy Prasetyo, Perancangan Dan Implementasi Sistem Kontrol Navigasi Reaktif Subsumption Pada Kursi Roda Cerdas”, Seminar SNAST, Yogyakarta – 13 Desember 2008

Semarang, 18 Oktober 2010

Iwan Setiawan, ST, MT NIP. 132 283 183

Gambaran Teknologi Yang Akan Diterapkan

Gambaran Teknologi Yang Akan Diterapkan Lampu LED Sensor LDR Sensor PIR Sistem Minimum Mikrokontroler Adaptor Pada

Lampu LED

Sensor LDR
Sensor LDR
Gambaran Teknologi Yang Akan Diterapkan Lampu LED Sensor LDR Sensor PIR Sistem Minimum Mikrokontroler Adaptor Pada

Sensor PIR

Sistem Minimum Mikrokontroler
Sistem Minimum
Mikrokontroler
Adaptor
Adaptor

Pada dasarnya lampu penerangan ini menggunakan 2 sensor untuk mendeteksi keadaan lingkungan sekitar, yaitu sensor LDR untuk mendeteksi intensitas cahaya di sekitar dan sensor PIR untuk mendeteksi keberadaan manusia di sekitarnya. Lalu data yang didapatkan diolah dengan menggunakan mikrokontroler ATMega 8535 untuk menetukan keluaran yang dihasilkan, yaitu berupa nyala lampu. Sedangkan lampu yang digunakan adalah lampu LED yang hemat energi. Untuk sumber energinya digunakan sumber dari PLN langsung yang terlebih dulu diubah kedalam bentuk DC dengan menggunakan adaptor.

SURAT PERNYATAAN KESEDIAAN BEKERJASAMA ANTARA PENGUSAHA/INDUSTRI DENGAN PELAKSANA PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA PENERAPAN TEKNOLOGI DI PERGURUAN TINGGI

Yang bertanda tangan di bawah ini,

1.

a Jabatan di perusahaan/industri Bidang Usaha Alamat

N

a

m

: Supriyono : Pemilik dan pimpinan : Kos-kosan : Jl. Banjarsari Gg. Tunjungsari no.27, Semarang

Selanjutnya disebut pihak pertama

2.

N a m a N I M Jurusan/Fakultas Pergururan Tinggi Alamat

: Sudirman Hamonangan Sihombing : L2F 007 075 : Teknik Elektro/TEKNIK : Universitas Diponegoro Semarang Jl. Prof. H. Soedarto, SH Tembalang Semarang

:

Selanjutnya disebut pihak kedua

Pihak pertama dan pihak kedua dengan ini menyatakan kesediaan untuk bekerjasama dalam pelaksanaan Kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan Teknologi yang diadakan oleh Departemen Pendidikan Nasional.

Melalui kerjasama ini, pihak pertama akan menjadikan alat yang telah dibuat oleh pihak kedua tersebut sebagai salah satu fasilitas penerangan di dalam kamar kos. Sehingga diharapkan dari penggunaan alat ini dapat menghemat penggunaan energi listrik yang secara otomatis menghemat pengeluaran pihak pertama.

Bersama ini dinyatakan pula dengan sebenarnya bahwa di antara kedua pihak tidak mempunyai ikatan keluarga dalam bentuk apapun. Surat Peryataan Kesediaan Bekerjasama ini dibuat tanpa adanya unsur pemaksaan dan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab saling membantu dalam upaya meningkatkan kreativitas dalam bidang teknologi.

Pihak kedua

Sudirman H Sihombing NIM. L2F 007 075

Semarang, 18 Oktober 2010 Yang membuat pernyataan

Pihak pertama

Supriyono

Denah Lokasi Mitra Kerja

Lokasi mitra usaha
Lokasi
mitra
usaha