Anda di halaman 1dari 45

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Terwujudnya keadaan sehat adalah kehendak semua pihak, baik individu maupun kelompok. Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat, dibawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan ( Depkes RI,1998) Pembangunan keluarga dan masyakat merupakan bagian dari pembangunan nasional. Dimana keluarga sebagai unit terkecil dari masyarakat, maka untuk membina masyarakat serta dalam pembinaan yang dimulai dan ditujukan kepada keluarga-keluarga yangmerupakan unsur dari masyarakat, karena di dalam keluarga terdapat prilaku yang mendukung kesehatan maupun yang bertolak belakang dari kesehatan. Jika prilaku kesehatan tersebut mendukung kesehatan maka akan tercipta suatu masyarakat yang sehat, tetapi sebaliknya jika tidak ditanamkan pendidikan tentang kesehatan maka potensial pada keadaan tidak sehat pada masyarakat akan tinggi. Usaha untuk meningkatkan suatau kesehatan pada keluarga di perlukan suatu bentuk manajemen yang ditunjukkan khusus pada keluarga, agar keluarga bisa meningkatkan mutu pelayanan dan mendekati pelayanan kepada masyarakat. Selain lebih bisa menekankan upaya promotif dan preventif, manajemen kebidanan keluarga juga lebih cepat dan mudah dalam melakukan deteksi dini hal-hal yang mengarah pada patologi. Pembangunan kesehatan di Indonesia dewasa ini masih diwarnai oleh rawannya derajat kesehatan ibu dan anak, terutama pada kelompok yang paling rentan yaitu ibu hamil, ibu bersalin dan nifas, serta bayi pada masa perinatal, yang ditandai dengan masih tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Perinatal (AKP). Indikator utama derajat kesehatan masyarakat adalah angka kematian bayi (AKB) atau Infant Mortality Rate (IMR). Dari hasil penelitian yang ada, angka kematian bayi ini tidak berdiri sendiri, melainkan terkait dengan faktor-faktor lain, terutama gizi. Status gizi ibu pada waktu melahirkan, dan gizi bayi itu sendiri sebagai faktor tidak langsung maupun langsung sebagai penyebab

kematian bayi. Oleh karena itu, pemenuhan kebutuhan gizi bayi sangat perlu mendapat perhatian yang serius. Gizi untuk bayi yang paling sempurna dan paling murah adalah ASI atau Air Susu Ibu (Notoatmodjo S, 2007) Lain halnya dengan Imunisasi dasar pada bayi, saat ini jika ibu/keluarga menolak mengimunisasi anaknya, 3 dari 100 kelahiran anak akan meninggal karena Campak, 2 dari 100 kelahiran anak akan meninggal karena Pertusis, 1 dari 100 kelahiran anak akan meninggal karena Tetanus, 1 dari 200.000 anak akan menderita penyakit Polio, Memberikan suntikan imunisasi pada bayi tepat pada waktunya adalah faktor yang sangat penting untuk kesehatan bayi. Yakinlah bahwa dengan membawa bayi untuk melakukan imunisasi adalah salah satu yang terpenting dari bagian tanggung jawab sebagai orang tua. Salah satu upaya yang mempunyai dampak relatif cepat terhadap penurunan AKI dan AKP adalah dengan penyediaan pelayanan kebidanan berkualitas yang dekat dengan masyarakat dan didukung dengan peningkatan jangkauan dan kualitas pelayanan rujukan. Sebanyak 30% bidan memberikan pelayanan praktek perorangan (IBI, 2002), dengan berbagai jenis pelayanan yang diberikan yaitu pelayanan kontrasepsi suntik 58%, kontrasepsi pil, IUD dan implant 25%, dan pelayanan pada ibu hamil dan bersalin masing-masing 93% dan 66%. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa bidan mempunyai peran besar dalam memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak di masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan keluarga binaan diselenggarakan dalam bentuk kemitraan antara keluarga ( orang tua, pengasuh anak, dan anggota keluarga lainnya), masyarakat (kader, tokoh masyarakat, organisasi profesi, lembaga swadaya masyarakat dsb.) dengan tenaga profesional (kesehatan, pendidikan dan social), akan meningkatkan pengetahuan, kesehatan, dan kesejahteraan wanita, bayi, anak usia sekolah, pasangan usia subur sepanjang daur kehidupannya.

1.2 Tujuan 1.2.1 Tujuan Umum

Setelah diberikan asuhan kebidanan komunitas diharapkan keluarga bayi dan Ny.T dapat berperan aktif dalam menjaga kesehatan ibu dan bayinya. 1.2.2 Tujuan Khusus Setelah diberikan asuhan kebidanan komunitas pada kelurga bayi dan Ny.T langsung, diharapkan : Keluarga, terutama ibu dapat menjaga kesehatan diri, khususnya gizi seimbang pada ibu nifas dan bayinya Ibu dapat berperan aktif terhadap perkembangan dan kesehatan bayinya setiap saat Ibu dapat mendukung program pemerintah dalam program Keluarga Berencana Keluarga bayi dan Ny.T dapat lebih memperhatikan tentang pentingnya kesehatan 1.1 Manfaat
Meningkatkan pengetahuan keluarga tentang pentingnya pola hidup sehat dan

meningkatkan taraf kesehatan.


Meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dalam melakukan asuhan

kebidanan terhadap keluarga serta menambah wawasan dalam pembuatan laporan praktik.
Adanya pelayanan komunitas pada masyarakat secara langsung melalui

kunjungan rumah pada kelurga binaan khusus dapat membawa wawasan dan lebih memahami permasalahan dan kebutuhan masyarakat Lebih mengenal kultur dan kebudayaan masyarakat setempat yang berhubungan erat dengan kesehatan 1.1 Metode Metode yang digunakan dalam praktik kebidanan komunitas ini adalah metode praktik dan kunjungan rumah (Home Visit). Yang didalamnya terdiri dari Ceramah tanya jawab (CTJ) dan Demonstrasi.

BAB II TINJAUAN TEORI

2.1 Gizi Seimbang Pada Ibu Nifas


2.1.1 Kebutuhan Zat Gizi Ibu Nifas Terdapat larangan pada ibu nifas untuk tidak mengkonsumsi ikan, telur dan buah-buahan selama masa nifas karena dikhawatirkan akan mengganggu kesehatan ibu dan bayi, sesungguhnya hal ini adalah salah satu bentuk dari praktik tradisional yang merugikan. Karena gizi pada ibu menyusui sangat erat kaitannya dengan produksi air susu yang sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang bayi. Bila pemberian ASI berhasill dengan baik, maka berat badan bayi akan meningkat, integritas kulit baik, tonus otot serta kebiasaan makan yang memuaskan. Kebutuhan kalori selama menyusui proporsional dengan jumlah air susu ibu yang dihasilkan dan lebih tinggi selama menyusui dibanding selama hamil. Rata-rata kandungan kalori ASI yang dihasilkan ibu dengan nutrisi baik adalah 70 kalori/100 ml, dan kira-kira 85 kalori diperlukan oleh ibu untuk tiap 100 ml yang dihasilkan. Rata-rata ibu menggunakan 640 kal/hari untuk 6 bulan pertama dan 510 kal/hari selama 6 bulan kedua untuk menghasilkan jumlah susu normal. Rata-rata ibu harus mengkonsumsi 2.300-2.700 kal ketika menyusui (Dudek, 2001). Ibu membutuhkan tambahan protein sebanyak 20 gr di atas kebutuhan normal ketika menyusui. Jumlah ini hanya 16 % dari tambahan 500 kal yang dianjurkan. Nutrisi lain yang diperlukan selama laktasi adalah asupan cairan. Ibu menyusui dianjurkan untuk minum 2-3 liter per hari dalam bentuk air putih, susu dan buah. Kebutuhan vitamin dan mineral selama menyusui lebih tinggi daripada selama hamil.

2.1.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi gizi ibu nifas Faktor-faktor yang mempengaruhi gizi ibu menyusui adalah sebagai berikut : 1. Pengaruh makanan erat kaitannya dengan volume ASI yang diproduksi per hari.

2. Protein, dengan adanya variasi individu maka dianjurkan penambahan 1520 gr protein sehari 3. Suplementasi, 4. Aktivitas jika makan sehari seimbang, suplementasi tidak diperlukan, kecuali jika kekurangan satu atau lebih zat gizi.

2.1.2 Dampak Kekurangan Gizi pada Ibu Nifas Kekurangan gizi pada ibu menyusui menimbulkan gangguan kesehatan pada ibu dan bayinya. Gangguan pada bayi meliputi proses tumbang anak, bayi mudah sakit, mudah terkena infeksi. Kekurangan zat-zat esensial menimbulkan gangguan pada mata ataupun tulang. 2.1.3 Kandungan Gizi pada Telur dan Buah-buahan

a. Telur
Telur merupakan bahan makanan yang sangat akrab dengan kehidupan kita sehari-hari. Telur sebagai sumber protein mempunyai banyak keunggulan antara lain, kandungan asam amino paling lengkap dibandingkan bahan makanan lain seperti ikan, daging, ayam, tahu, tempe, dll. Telur mempunyai citarasa yang enak sehingga digemari oleh banyak orang. Telur juga berfungsi dalam aneka ragam pengolahan bahan makanan. Selain itu, telur termasuk bahan makanan sumber protein yang relatif murah dan mudah ditemukan. Hampir semua orang membutuhkan telur. Nilai gizi telur Sebenarnya apa saja kandungan dalam sebutir telur? Berikut adalah tabel nilai gizi telur dalam 100 gram bahan makanan. (100 garam itu, kira-kira 2 butir telur ayam kampung).
Zat gizi Kalori (kcal) Protein (gr) Lemak (gr) Karbohidrat (gr) Vitamin A (SI) Telur ayam 162 12,8 11,5 0,7 900 Telur bebek 189 13,1 14,3 0,8 1230 Telur penyu 144 12 10 0 600

Thiamin (mg) Vitamin C

0,10 0

0,18 0

0,11 0

Namun, hati-hati dalam mengkonsumsi telur. Karena selain kandung lemak yang cukup tinggi, telur juga mengandung kolesterol dalam jumlah yang lumayan banyak dibandingkan bahan makanan lain. Kandungan kolesterol di dalam 100 gram telur adalah sekitar 424 mg. Wow, cukup banyak ya. Padahal kita dianjurkan untuk mengkonsumsi kolesterol kurang dari 300 mg perhari. Jadi, mengkonsumsi telur sebaiknya cukup sekitar 2 butir per minggu. Selang-selingi lauk hewani dengan bahan makanan lain untuk meningkatkan variasi makanan. Sesuai dengan pesan dari pedoman umum gizi seimbang (PUGS) yaitu makanlah bervariasi makanan, karena tidak ada satu jenis makanan yang mempunyai kandungan gizi lengkap.

b. Buah
Buah merupakan salah satu menu makanan yang menunjang kesehatan kita. Konsumsi buah sudah diketahui banyak orang sebagai pelengkap agar memenuhi menu makanan sehat karena buah memiliki nutrisi dan gizi yang diperlukan tubuh. Buah sangat bermanfaat bagi tubuh dan merupakan bagian yang tak terpisahkan agar kita dapat selalu sehat dan bugar. Buah juga dijadikan menu wajib untuk makanan Anda sehari-hari. Air Jadi jika kita kurang mengkonsumsi air 2 liter dalam 1 hari, kebutuhan air ini masih dapat terpenuhi dengan mengkonsumsi buah. Vitamin dan mineral Sebagian besar buah mengandung vitamin yang bermanfaat seperti vitamin C dan E. Sedangkan mineral yang ada dalam buah misalnya kalsium, zink maupun mangaan. Vitamin dan mineral adalah zat yang membantu metabolisme kerja sel dalam tubuh. Kekurangan vitamin dan minerla menyebabkan metabolisme tidak berjalan dengan baik sehingga dapat mengganggu kesehatan atau kesegaran tubuh. Serat

Tubuh membutuhkan serat karena serat berguna dalam proses pencernaan. Dengan adanya serat maka proses penyerapan gula dan lemak yang buruk dalam saluran cerna dapat dihambat. Antioksidan Merupakan zat yang menangkal radikal bebas yang masuk dalam tubuh. Radikal bebas adalah zat yang terdapat dalam polusi, aktivitas yang berlebihan, asap rokok dan kendaraan. Bila radikal bebas bertemu dengan kolesterol yang ada dalam tubuh makan akan membentuk bisul dalam tubuh sehingga dapat merusak sel endotel dalam pembuluh darah. Akibatnya, kolesterol akan mudah melekat dalam pembuluh darah. Karbohidrat Karbohidrat digunakan sebagai sumber tenaga agar tubuh dapat melakukan aktivitas. Walaupun tidak banyak, tetapi buah memiliki karbohidrat kompleks yang terdiri dari glukosa dan fruktosa, dimana fruktosa yang masuk tidak membutuhkan hormon insulin untuk mengolahnya sehingga tidak membebani kerja pankreas, yang bila rusak dapat menyebabkan penyakit diabetes. Hal yang sangat berbeda bila kita mengkonsumsi gula. Agar mendapatkan hasil yang maksimal, maka dianjurkan agar mengkonsumsi 10 porsi buah dengan 10 warna yang berbeda setiap hari. Jenis buah dengan warna berbeda misalnya: pisang, nanas, mangga, apel, jeruk, sawo, duku. Satu porsi satu buah utuh, bukan hanya potongan seperti rujak. Umumnya warna buah yang berbeda mengandung zat yang berbeda sehingga dapat saling melengkapi untuk memenuhi zat yang diperlukan oleh tubuh. Pisang Selain memberikan kontribusi gizi lebih tinggi daripada apel, pisang juga dapat menyediakan cadangan energi dengan cepat bila dibutuhkan. Termasuk ketika otak mengalami keletihan. Makanan ringan dari pisang sangat populer bagi masyarakat di perkotaan maupun pedesaan. Beragam jenis makanan ringan dari pisang yang cukup populer antara lain kripik asal Lampung, sale (Bandung), molen (Bogor), dan epe (Makassar). Berdasarkan cara konsumsi, pisang dikelompokkan dalam dua golongan, yaitu banana dan plantain. Banana adalah pisang yang lebih sering dikonsumsi dalam bentuk segar setelah buah matang, contohnya

pisang ambon, susu, raja, seribu, dan sunprise. Plantain adalah pisang yang dikonsumsi setelah digoreng, direbus, dibakar, atau dikolak, seperti pisang kepok, siam, kapas, tanduk, dan uli. Pisang mempunyai kandungan gizi sangat baik, antara lain menyediakan energi cukup tinggi dibandingkan dengan buah-buahan lain. Pisang kaya mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, besi, dan kalsium. Pisang juga mengandung vitamin, yaitu C, B kompleks, B6, dan serotonin yang aktif sebagai neurotransmitter dalam kelancaran fungsi otak. Energi Instan Nilai energi pisang sekitar 136 kalori untuk setiap 100 gram, yang secara keseluruhan berasal dari karbohidrat. Nilai energi pisang dua kali lipat lebih tinggi daripada apel. Apel dengan berat sama (100 gram) hanya mengandung 54 kalori. Karbohidrat pisang menyediakan energi sedikit lebih lambat dibandingkan dengan gula pasir dan sirup, tetapi lebih cepat dari nasi, biskuit, dan sejenis roti. Oleh sebab itu, banyak atlet saat jeda atau istirahat mengonsumsi pisang sebagai cadangan energi. Kandungan energi pisang merupakan energi instan, yang mudah tersedia dalam waktu singkat, sehingga bermanfaat dalam menyediakan kebutuhan kalori sesaat. Karbohidrat pisang merupakan karbohidrat kompleks tingkat sedang dan tersedia secara bertahap, sehingga dapat menyediakan energi dalam waktu tidak terlalu cepat. Karbohidrat pisang merupakan cadangan energi yang sangat baik digunakan dan dapat secara cepat tersedia bagi tubuh. Gula pisang merupakan gula buah, yaitu terdiri dari fruktosa yang mempunyai indek glikemik lebih rendah dibandingkan dengan glukosa, sehingga cukup baik sebagai penyimpan energi karena sedikit lebih lambat dimetabolisme. Sehabis bekerja keras atau berpikir, selalu timbul rasa kantuk. Keadaan ini merupakan tanda-tanda otak kekurangan energi, sehingga aktivitas secara biologis juga menurun.

Untuk melakukan aktivitasnya, otak memerlukan energi berupa glukosa. Glukosa darah sangat vital bagi otak untuk dapat berfungsi dengan baik, antara lain diekspresikan dalam kemampuan daya ingat. Glukosa tersebut terutama diperoleh dari sirkulasi darah otak karena glikogen sebagai cadangan glukosa sangat terbatas keberadaannya. Glukosa darah terutama didapat dari asupan makanan sumber karbohidrat. Pisang adalah alternatif terbaik untuk menyediakan energi di saat-saat istirahat atau jeda, pada waktu otak sangat membutuhkan energi yang cepat tersedia untuk aktivitas biologis. Namun, kandungan protein dan lemak pisang ternyata kurang bagus dan sangat rendah, yaitu hanya 2,3 persen dan 0,13 persen. Meski demikian, kandungan lemak dan protein pisang masih lebih tinggi dari apel, yang hanya 0,3 persen. Karena itu, tidak perlu takut kegemukan walau mengonsumsi pisang dalam jumlah banyak. Kaya Mineral Pisang kaya mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, kalsium, dan besi. Bila dibandingkan dengan jenis makanan nabati lain, mineral pisang, khususnya besi, hampir seluruhnya (100 persen) dapat diserap tubuh. Berdasarkan berat kering, kadar besi pisang mencapai 2 miligram per 100 gram dan seng 0,8 mg. Bandingkan dengan apel, yang hanya mengandung 0,2 mg besi dan 0,1 mg seng untuk berat 100 gram. Kandungan vitaminnya sangat tinggi, terutama provitamin A, yaitu betakaroten, sebesar 45 mg per 100 gram berat kering, sedangkan pada apel hanya 15 mg. Pisang juga mengandung vitamin B, yaitu tiamin, riboflavin, niasin, dan vitamin B6 (piridoxin). Kandungan vitamin B6 pisang cukup tinggi, yaitu sebesar 0,5 mg per 100 gram. Selain berfungsi sebagai koenzim untuk beberapa reaksi dalam metabolisme, vitamin B6 berperan dalam sintetis dan metabolisme protein, khususnya serotonin. Serotonin diyakini berperan aktif sebagai neurotransmitter dalam kelancaran fungsi otak.

Vitamin B6 juga berperan dalam metabolisme energi yang berasal dari karbohidrat. Peran vitamin B6 ini jelas mendukung ketersediaan energi bagi otak untuk aktivitas sehari-hari. Di bawah ini kita dapat melihat kandungan, khasiat dan manfaat sehat dari beberapa jenis buah yang ada di bumi :
1. BUAH TOMAT (TOMATO)

- tomat mengandung vitamin A, B1 dan C. - tomat dapat membantu membersihkan hati hati dan darah kita. - tomat dapat mencegah beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti : a. gusi berdarah. b. rabun senja / kotok ayam. c. penggumpalan darah. d. usus buntu. e. kanker prostat dan kanker payudara. 2. BUAH PEPAYA (PAPAYA) - pepaya mengandung vitamin C dan provitamin A. - pepaya dapat membantu memecah serat makanan dalam sistem pencernaan. - pepaya dapat mebuat lancar saluran pencernaan makanan. - pepaya dapat menanggulangi atau mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti : a. menyembuhkan luka. b. menghilangkan infeksi. c. menghilangkan alergi 3. BUAH PISANG (BANANA) - pisang mengandung vitamin A, B1, B2 dan C. - pisang dapat membantu mengurangi asam lambung. - pisang bisa membantu menjaga keseimbangan air dalam tubuh. - pisang dapat menanggulangi atau mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti : a. gangguan pada lambung. b. penyakit jantung dan stroke

c. stress d. menurunkan kadar koleterol dalam darah. 4. BUAH MANGGA (MANGO) - mangga mengandung vitamin A, E dan C. - mangga dapat bertindak sebagai disinfektan. - mangga dapat membersihkan darah. - mangga dapat menanggulangi atau mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti : a. bau badan / bb / bau tubuh yang tidak enak. b. menurunkan panas tubuh saat demam. 5. BUAH STRAWBERRY (STRAWBERRY) - stoberi mengandung provitamin A, vitamin B1, B dan C. - stobery mengandung antioksidan untuk melawan zat radikal bebas. - strawbery memiliki kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti : a. mengobati gangguan kesehatan pada kandung kemih. b. menjadi anti virus c. menjadi anti kanker 6. BUAH APEL (APPLE) - apel mengandung vitamin A, B dan C. - aple dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. - apel mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti : a. menjadi zat anti kanker. b. mengurangi nafsu makan yang terlalu besar. 7. BUAH JERUK (ORANGE) - jeruk mengandung vitamin A, B1, B2 dan C. - jeruk mengandung antikanker bagi tubuh. - jeruk dapat mencegah dan mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti : a. mengobati sariawan. b. menurunkan resiko terkena kardiovaskuler, kanker, dan katarak. 8. BUAH PEAR / PIR (PEAR) - pear mengandung vitamin C dan provitamin A. - pear mengandung anti oksidan yang baik untuk menjaga kesehatan. - pear dapat mencegah beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain

seperti : a. menurunkan demam / panas tubuh. b. mengencerkan dan menhilangkan dahak pada batuk berdahak. 9. BUAH JAMBU BIJI MERAH / JAMBU MERAH (GUAVA) - jambu merah mengandung vitamin C yang sangat banyak. - jambu merah mengandung zat antioxidan dan antikanker. - jambu merah mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti : a. menurunkan kadar kolesterol darah b. mengobati infeksi. c. menjaga mengobati sariawan. d. memperlancar peredaran darah. e. melancarkan saluran pencernaan. f. mencegah konstipasi. 10. BUAH SEMANGKA (WATERMELON) - semangka mengandung vitamin C dan provitamin A. - semangka dapat menjadi antialergi. - semangka mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti : seperti : a. menurunkan kadar kolesterol. b. mencegah dan menahan serangan jantung. 11. BUAH MELON (HONEYDEW) - melon mengandung vitamin C dan provitamin A. - melon mengandung zat anti kanker dan anti oksidan. - melon mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti : a. mencegah darah menggumpal. b. membersihkan kulit. c. menlancarkan saluran pencernaan. d. menurunkan kadar kolestrerol. 12. BUAH BELIMBING (STAR FRUIT) - belimbing mengandung vitamin C dan provitamin A. - belimbing dapat membantu memperlancar pencernaan makanan. - belimbing mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti : a. menurunkan tekanan darah. b. menurunkan kadar / tingkat kolesterol dalam tubuh.

13. BUAH NANAS (PINEAPPLE) - nanas mengandung vitamin B dan C. - nanas dapat mencegah terkena serangan jantung dan stroke / struk. - nenas dapat mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti : a. menyembuhkan luka. b. menyembuhkan infeksi pada saluran pencernaan. 14. ALPUKAT Kandungan kalori, lemak dan minyak yang tinggi di dalamnya tidak saja menjadi sumber enerji yang melimpah yang dibutuhkan pada saat puasa, tapi juga mengurangi kadar kolesterol dan menjaga kelenturan otot-otot sendi. Fungsi utamanya: - Melembabkan dan mengencangkan kulit - Membantu pembentukan sel darah merah - Mencegah Anemia 15. KURMA Kandungan gula kurma yang tinggi membuat kurma menjadi buah yang menghasilkan energi tinggi. Bahkan ada legenda bahwa Nabi Muhammad SAW berbuka puasa hanya dengan 3 butir kurma, tentunya yang berkualitas tinggi. Kandungan gula kurma sangat membantu menyembuhkan luka. Hatihati bagi mereka yang memiliki penyakit diabetes, jangan terlalu banyak mengkonsumsi buah ini. 2.1.2 Manfaat Konsumsi Telur dan Buah-buahan Manfaat mengkonsumsi telur 1. 2. Memenuhi kebutuhan nutrient, dari sebutir telur kita akan mendapat 10-20 persen folat dan 20-30 persen vitamin A, E, dan B12 Membantu mengurangi beratbadan, melakukan diet dengan kombinasi telur, akan memberikan efek lebih kenyang , sehingga bagi penderita kegemukan akan sangat membantu proses diet yang dilakukan 3. Membantu mengatasi kekurangan zat besi, zat besi yang terdapat dalam kuning telur lebih mudah diserap dan digunakan dari pada zat besi yang ada dalam suplemen

4.

Tidak meningkatkan kolesterol, berbagai penelitian membuktikan jika telur tidak memicu meningkatkannya kolesterol, melainkan makanan yang tinggi lemak, seperti lemak jenuh dan trans fat

5.

Membantu meningkatkan performa, kombinasi telur dan makanan lain untuk sarapan merupakan makanan yang tepat untuk menunda lapr dan efek kenyang lebih lama, sebuah telur ukuran besar mengandung 6 gram protein dan berbagai nutrient

Manfaat mengkonsumsi buah-buahan 1. 2. 3. Berkat serat yang terkandung pada buah-buahan, dapat membantu memperlancar buang air besar Kandungan vitamin yang ada dalam buah-buahan meningkatkan daya tahan tubuh dan meningkatkan nafsu makan Kandungan mineral mampu mencukupi kebutuhan cairan pada tubuh.

2.2 Asi Eksklusif


2.2.1 Definisi ASI Eksklusif Yang dimaksud dengan ASI eksklusif atau lebih tepat pemberian ASI secara eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja, tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, air putih, dan tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi, dan tim (Roesli U, 2005). 2.2.2 Pengelompokan (Stadium) ASI Menurut Purwanti HS (2004), ada tiga stadium ASI: ASI Stadium I ASI Stadium I adalah kolostrum. Kolostrum merupakan cairan yang pertama disekresi oleh kelenjar payudara dari hari pertama sampai hari keempat. Warna kuning keemasan kolostrum disebabkan oleh tingginya komposisi lemak dan sel-sel hidup. ASI Stadium II ASI Stadium II adalah ASI peralihan, yang diproduksi pada hari ke-4 sampai hari ke-10.

ASI Stadium III

ASI Stadium III adalah ASI matur, yang diproduksi dari hari ke-10 sampai seterusnya. 2.2.3 Waktu Pemberian ASI Eksklusif Pemberian ASI secara eksklusif ini dianjurkan untuk jangka waktu setidaknya selama 4 bulan, tetapi bila mungkin sampai 6 bulan. Setelah bayi berumur 6 bulan, ia harus mulai diperkenalkan dengan makanan padat, sedangkan ASI dapat diberikan sampai bayi berusia 2 tahun atau bahkan lebih dari 2 tahun (Roesli U, 2005). 2.2.4 Komponen-komponen ASI Menurut Alkatiri S (1996) dan Suradi R, Tobing HKR (2004), komponen-komponen di dalam ASI antara lain: protein, laktosa, lemak. Kadar protein ASI sebesar 0,9%, sebesar 60% diantaranya berupa whey, yang lebih mudah dicerna dibandingkan kasein (protein utama susu sapi). Lemak di dalam ASI merupakan campuran dari fosfolipid, kolesterol, vitamin A, dan karotinoid. Di dalam ASI juga terdapat asam amino (sistin dan taurin) yang tidak terdapat di dalam susu sapi. Sistin untuk pertumbuhan somatik (tubuh), sedangkan taurin untuk pertumbuhan otak. Kadar elektrolit dalam ASI lebih rendah daripada yang terkandung di dalam susu formula, ini menguntungkan mengingat kondisi ginjal bayi yang belum sempurna. Kadar vitamin A, C, D, E dan niasin di dalam ASI lebih tinggi dibandingkan dengan susu sapi atau susu formula. Sedangkan kadar vitamin neurotopik, seperti: thiamin, riboflavin, dan sianokobalamin di dalam ASI lebih rendah dibandingkan dengan susu sapi atau susu formula. ASI juga mengandung zat untuk melawan/memberantas jasad renik, seperti sel T dan imunoglobulin, yang merupakan pertahanan tubuh spesifik. Juga mengandung sel fagosit, komplemen C2 dan C4, lisosim, laktoperoksidase, laktoferin, transferin, yang merupakan pertahanan tubuh non-spesifik. Dengan mengikat zat besi, laktoferin telah berperan menghambat pertumbuhan Stafilokokus dan E.coli yang juga memerlukan zat besi untuk pertumbuhannya. Laktoferin juga dapat menghambat pertumbuhan jamur kandida.

Selain itu, Lactobacillus bifidus di dalam ASI berfungsi mengubah laktosa menjadi asam laktat dan asam asetat. Kedua asam ini menjadikan saluran pencernaan bersifat asam sehingga menghambat pertumbuhan mikroorganisme, seperti E.coli (yang sering menyebabkan bayi menderita diare), shigella, dan jamur. 2.2.5 Manfaat ASI Eksklusif untuk Bayi Menurut Roesli U (2005) dan Alkatiri S (1996), manfaat pemberian ASI yang diperoleh bayi adalah: 1. ASI sebagai nutrisi. 2. ASI meningkatkan daya tahan tubuh. ASI yang keluar saat kelahiran bayi sampai hari ke-4 atau ke-7 (kolostrum) mengandung zat kekebalan 10-17 kali lebih banyak dari susu matang (mature). Zat ini akan melindungi bayi dari penyakit diare (mencret). 3. ASI meningkatkan kecerdasan. Nutrien pada ASI yang diperlukan untuk pertumbuhan otak bayi adalah taurin, laktosa, dan asam lemak ikatan panjang (DHA, AA, omega-3, omega-6). 4. ASI eksklusif meningkatkan jalinan kasih sayang. Dengan menyusui, maka akan terjalin kasih sayang antara ibu dan bayinya. Si bayi juga merasa aman, tenteram, dan terjaga. 5. ASI eksklusif sebagai makanan tunggal untuk memenuhi semua kebutuhan pertumbuhan bayi sampai usia 6 bulan. 6. Suhu ASI sama dengan suhu tubuh. Kesesuaian suhu inilah yang menyebabkan kenyamanan tersendiri bagi bayi. 7. ASI eksklusif dapat mengurangi terjadinya sakit telinga dan infeksi saluran pernafasan pada bayi. 8. ASI eksklusif melindungi bayi dari serangan alergi. 9. ASI eksklusif meningkatkan daya penglihatan dan kepandaian bicara bayi. 10.ASI eksklusif membantu pembentukan rahang yang bagus.

11.ASI eksklusif mengurangi risiko terkena penyakit kencing manis, kanker pada anak, dan diduga mengurangi kemungkinan menderita penyakit jantung. 12.ASI eksklusif menunjang perkembangan motorik sehingga bayi ASI eksklusif akan lebih cepat bisa berjalan. 13.ASI eksklusif menunjang perkembangan kepribadian, kecerdasan emosional, kematangan spiritual, dan hubungan sosial yang baik. 2.2.6 Manfaat ASI Eksklusif untuk Ibu Menurut Roesli U (2005) dan Alkatiri S (1996), manfaat ASI eksklusif untuk ibu adalah: 1. Mengurangi perdarahan setelah melahirkan. 2. Mengurangi terjadinya anemia. 3. Menjarangkan kehamilan. 4. Mengecilkan rahim. 5. Lebih cepat langsing kembali.
6. Mengurangi kemungkinan menderita kanker payudara dan kanker rahim.

7. Kebersihannya terjamin, karena ASI sangat higienis. 8. Lebih ekonomis (murah), bahkan gratis. 9. Hemat waktu dan tidak merepotkan. 10.Mudah pemberiannya karena tidak perlu diolah. 11.Segar, siap pakai, sewaktu-waktu dapat diberikan. 12.Portabel (mudah dibawa kemana-mana) dan praktis. 13.Memberi kepuasan psikologis dan kebahagiaan bagi ibu. 2.2.7 Manfaat ASI Eksklusif untuk Negara Menurut Roesli U (2005), pemberian ASI eksklusif akan menghemat pengeluaran negara karena hal-hal berikut: 1. Penghematan devisa untuk pembelian susu formula, perlengkapan menyusui, serta biaya menyiapkan susu. 2. Penghematan untuk biaya sakit terutama sakit muntah-mencret dan sakit saluran nafas. 3. Penghematan obat-obatan, tenaga, dan sarana kesehatan.

4. Menciptakan generasi penerus bangsa yang tangguh dan berkualitas untuk membangun negara.
5. Langkah awal untuk mengurangi dan menghindari terjadinya lost

generation di Indonesia. 2.2.8 Urutan Tindakan Menyusui Menurut Purwanti HS (2004), ada sepuluh urutan tindakan menyusui:
1. Pilih posisi yang paling nyaman untuk menyusui. Siapkan peralatan

seperti: kapas, air hangat, handuk kecil yang bersih atau tisu, bantal untuk penopang bayi, selimut kecil, dan penopang kaki ibu. Siapkan sesuai kebutuhan. 2. Baringkan bayi di atas bantal dengan baik sehingga posisi bayi saling berhadapan dengan ibu. Perut ibu berhadapan dan bersentuhan dengan perut bayi. Perhatikanlah kepala agar tidak terjadi pemuntiran leher dan punggung bayi harus lurus (tidak membungkuk).
3. Mula-mula

pijatlah payudara dan keluarkan sedikit ASI untuk

membasahi puting susu untuk menjaga kelembaban puting. Lalu oleskan puting susu ibu ke bibir bayi untuk merangsang refleks isap bayi (rooting reflex). 4. Topang payudara dengan tangan kiri atau tangan kanan dan empat jari menahan bagian bawah areola mammae hingga bayi membuka mulutnya.
5. Setelah bayi siap menyusu, masukkan puting susu sampai daerah

areola mammaemasuk ke mulut bayi. Pastikan bayi mengisap dengan benar dan biarkan bayi bersandar ke arah ibu. Jaga agar posisi kepala tidak menggantung, karena kondisi ini akan menyebabkan bayi sulit menyusu dengan benar. Saat mengisap akan sering terlepas karena tidak ada tahanan pada kepala. Mulut bayi tidak tertekan payudara ibu. 6. Pertahankan posisi bayi yang tepat dan nyaman sehingga memungkinkan bayi dapat mengisap dengan benar. ASI keluar dengan lancar dan puting susu ibu tidak lecet. Bila posisi tidak benar dan puting susu ibu lecet akan menjadi pintu masuk kuman. 7. Susui bayi selama ia mau dan berikan ASI secara bergantian pada kedua payudara untuk mempertahankan produksi ASI tetap seimbang pada kedua payudara.

8. Setelah bayi selesai menyusu, sebaiknya puting susu dan sekitarnya dibasahi oleh ASI dan biarkan kering sendiri. 9. Setelah menyusui, bila bayi tidak tidur, sendawakan bayi dengan dengan meletakkan bayi telungkup lalu punggungnya ditepuk-tepuk secara perlahan atau bayi ditidurkan telungkup di pangkuan dan tepuklah punggung bayi. 10.Bila menghadapi masalah, segeralah hubungi petugas kesehatan yang memahami tata laksana ASI. 2.2.9 Teknik Menyusui Secara ringkas, teknik menyusui adalah seperti berikut ini (Suradi R, Tobing HKR, 2004): 1. Memegang payudara ibu jari di atas, empat jari di bawah. 2. Tubuh bayi menghadap ibu. 3. Telinga dan lengan segaris. 4. Dagu bayi menempel payudara. 5. Areola masuk mulut bayi. 6. Melepas isapan dengan menekan dagu atau menggunakan jari kelingking ibu. 7. Menyendawakan bayi di pundak atau paha ibu. 8. Menggunakan dua payudara bergantian. 9. Menyusui tanpa jadwal. 2.2.10 Tips Agar ASI Lancar Berikut ini sembilan tips dari Tabloid Mingguan Nakita (15-21 Juni 2009) yang perlu dilakukan ibu demi mendukung produksi ASI: 1. Carilah informasi tentang keunggulan ASI eksklusif saat ibu sedang hamil untuk menimbulkan motivasi menyusui.
2. Saat persalinan tiba, pilihlah rumah sakit yang melaksanakan kebijakan

rawat gabung sehingga ibu dapat memberi ASI on demand (saat dibutuhkan). 3. Siapkanlah diri secara fisik dan mental untuk menyusui. Hal ini akan membuat hormon oksitosin bekerja memproduksi ASI.

4. Dukungan suami sangat diperlukan. Jangan takut ditinggal suami karena payudara menjadi jelek. Menyusui tidak mengubah bentuk payudara Anda. 5. Belajarlah cara dan posisi menyusui yang benar. 6. Janganlah memberi makanan/minuman apapun selain ASI pada bayi yang baru lahir. 7. Carilah suasana yang tenang dan bersikaplah rileks saat menyusui. 8. Hindarilah stres. 9. Konsumsilah makanan bergizi, buah-buahan, dan rajinlah minum air putih setidaknya 8-10 gelas per hari. 2.2.11 Mengapa Susu Formula ? Beberapa alasan yang mendasari pemberian susu formula kepada bayi menurut Dini Dachlia (1996) adalah sebagai berikut: 1. ASI belum keluar, sebagai sambilan ketika ASI belum banyak atau karena merasa ASI kurang. 2. Puting payudara masuk sehingga ASI sulit keluar. 3. Mencoba-coba agar terbiasa ketika anak ditinggal kerja. 4. ASI terasa kurang akibat mengonsumsi obat perangsang haid. 2.2.12 Fakta Seputar ASI, Prolaktin, dan Oksitosin Menurut Nelson (1996) dan Mexitalia M (2004), ada beberapa fakta seputar ASI, prolaktin, dan oksitosin yang perlu diketahui: 1. Mulainya lagi menstruasi seharusnya tidak menghalangi kelanjutan menyusui. 2. Tinja bayi yang minum ASI memiliki pH yang lebih rendah daripada tinja bayi peminum susu sapi. 3. Kadar vitamin K yang rendah pada ASI dapat menyebabkan penyakit perdarahan pada neonatus (bayi baru lahir), sehingga pemberian 1 mg vitamin K1 secara parenteral pada saat lahir dianjurkan untuk semua bayi, terutama bayi yang akan diberi ASI.
4. Penyakit hemolitik bayi baru lahir (erythroblastosis fetalis) bukan

kontraindikasi pemberian ASI.

5. Jika ibu yang sedang menyusui menderita hepatitis B, bayi harus mendapat protokol imunisasi yang dipercepat dengajn dosis pada saat lahir, 1 bulan, dan 2 bulan. 6. Ada dua hormon yang bekerja pada proses menyusui, yaitu: prolaktin dan oksitosin. 7. Beberapa hal yang perlu diketahui tentang prolaktin: 1. Prolaktin lebih banyak diproduksi pada malam hari, sehingga menyusui pada malam hari sangatlah penting untuk mempertahankan laktasi. 2. Prolaktin membuat ibu rileks bahkan terkadang mengantuk, sehingga ibu tetap dapat beristirahat meskipun menyusui malam hari. 3. Hormon yang berkaitan dengan prolaktin dapat menekan pematangan sel telur, maka menyusui dapat membantu menunda kehamilan. 8. Beberapa tanda dan perasaan bahwa refleks oksitosin berjalan adalah: 1. Ibu merasa ada perasaan memeras dan menggelitik di dalam payudara sesaat, sebelum, dan sesudah menyusui. 2. ASI mengalir dari payudara saat ibu memikirkan bayinya atau mendengar tangisan bayi. 3. ASI menetes pada payudara sebelahnya saat bayinya mengisap/menetek. 4. ASI memancar halus saat bayi menghentikan menetek di tengah menyusui. 5. Nyeri karena kontraksi rahim, terkadang dengan aliran darah saat menyusui dalam minggu pertama. 6. Isapan serta menelan yang pelan dan dalam oleh bayi, menunjukkan bahwa ASI mengalir ke dalam mulutnya. 2.2.13 Mitos Seputar ASI Inilah beberapa mitos seputar ASI dan ibu menyusui yang sangat menyesatkan dan merugikan masyarakat (Rosita S, 2008 dan Suradi R, Tobing HKR, 2004): 1. Selama menyusui harus keramas tiap pagi biar darah putih tidak naik ke kepala dan menyebabkan kebutaan. 2. Menyusui membuat payudara kendur dan tidak bagus lagi.

3. ASI bisa basi dan harus dibuang.


4. Setelah keluar rumah, ASI harus dibuang dulu agar bayi tidak gumoh.

5. Ibu menyusui tidak boleh makan makanan yang pedas dan amis. 6. Setelah ke kamar mandi harus membuang ASI pertama dan minum air hangat. 7. Ibu menyusui tidak boleh minum es dan air panas. 8. ASI yang putih kental, seperti santan, lebih bagus dari ASI yang encer. 9. ASI bisa merusak kulit bayi. 10.Tidak boleh menyusui saat Maghrib. 11.ASI tidak boleh mengenai alat kelamin bayi pria. 12.ASI yang tidak terminum menyebabkan kanker. 13.ASI membuat anak obesitas. 14.Makan ayam arak akan membuat ASI lancar dan bayi cepat gemuk. 15.ASI hari pertama harus dibuang. 16.Bayi yang hanya minum ASI butuh asupan vitamin D. 17.Sebelum menyusui puting harus dibersihkan terlebih dahulu. 18.Dengan memompa atau memerah ASI seorang ibu bisa tahu seberapa banyak produksi ASI-nya. 19.ASI tidak cukup mengandung zat besi untuk kebutuhan bayi. 20.Menyusui membuat ibu repot dan tidak bisa beraktivitas. 21.Tidak ada cara untuk mengetahui seberapa banyak bayi menyusu pada ibunya. 22.Kecanggihan teknologi memungkinkan kandungan susu formula hampir sama dengan kandungan ASI. 23.Seorang ibu perokok sebaiknya tidak menyusui bayinya. 24.Ukuran payudara yang kecil sehingga tidak mungkin menyusui. 25.Menyusui membuat ibu menjadi gemuk. 26.Menyusui menyebabkan diare. 27.Pada masyarakat To Bunggu, Sulawesi Selatan, makanan tambahan (selain ASI) diberikan sebagai penenang agar bayi tidak selalu menangis.
28.Di pulau Lombok, penduduknya percaya bahwa ASI tidak cukup

membuat bayi cepat besar dan kuat, sehingga diberi makanan tambahan pada usia bayi sangat dini. Di usia tiga hari kelahirannya, si Bayi sudah

diberi nasi pakpak, yaitu nasi yang sudah dikunyah sang Ibu hingga lembut, lalu isuapkan pada bayi. 2.2.14 Sepuluh Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui Pentingnya pemberian ASI eksklusif telah dituangkan di dalam Instruksi Presiden No. 14 tahun 1974 tentang perbaikan menu makanan rakyat dan Kepmenkes No. 450/MENKES/SK/IV/2004 tentang pemberian air susu ibu (ASI) secara eksklusif pada bayi di Indonesia. Peraturan terbaru ini disertai dengan Sepuluh Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (LMKM) yang meliputi: 1. Sarana Pelayanan Kesehatan (SPK) mempunyai kebijakan peningkatan pemberian air susu ibu (PP-ASI) tertulis yang secara rutin dikomunikasikan kepada semua petugas. 2. Melakukan pelatihan bagi petugas dalam hal pengetahuan dalam hal keterampilan untuk menerapkan kebijakan tersebut. 3. Menjelaskan kepada semua ibu hamil tentang manfaat menyusui dan penatalaksanaannya dimulai sejak masa kehamilan, masa bayi lahir sampai umur 2 tahun, termasuk cara mengatasi kesulitan menyusui.
4. Membantu ibu mulai menyusui bayinya dalam 30 menit setelah

melahirkan, yang dilakukan di ruang bersalin. Apabila ibu mendapat operasi Caesar, bayi disusui setelah 30 menit ibu sadar. 5. Membantu ibu bagaimana cara menyusui yang benar dan cara mempertahankan menyusui meski ibu dipisah dari bayi atas indikasi medis. 6. Tidak memberikan makanan atau minuman apapun selain ASI kepada bayi baru lahir. 7. Melaksanakan rawat gabung dengan mengupayakan ibu bersama bayi 24 jam sehari. 8. Membantu ibu menyusui semau bayi semau ibu tanpa pembatasan terhadap lama dan frekuensi menyusui. 9. Tidak memberikan dot atau kempeng kepada bayi yang diberi ASI. 10.Mengupayakan terbentuknya Kelompok Pendukung ASI (KP-ASI) dan rujuk ibu kepada kelompok tersebut ketika pulang dari Rumah Sakit/Rumah Bersalin/Sarana Pelayanan Kesehatan.

2.2.15 Panduan Menyusui untuk Ibu Bekerja Menurut Mexitalia M (2004), ibu yang bekerja dan tetap menyusui anaknya setelah bekerja memiliki beberapa keuntungan, yaitu: meningkatkan produktivitas kerja, menurunkan angka absensi antara lain karena anak sakit, dan menurunkan ketegangan ibu. Untuk mengatasi masalah yang mungkin timbul saat ibu bekerja, pedoman berikut ini dapat dipakai. * Sebelum melahirkan Komunikasikan rencana untuk menyusui setelah melahirkan dengan atasan atau pemilik perusahaan tentang: 1. Lama cuti melahirkan. 2. Diskusikan saat istirahat makan siang atau waktu lain untuk memeras ASI, tempat meyimpannya. 3. Kemungkinan untuk bekerja sebagai tenaga penuh, paruh waktu, atau dimungkinkan tetap bekerja di rumah. 4. Pelajarilah aturan tentang menyusui pada ibu bekerja. * Saat cuti melahirkan 1. Pertahankan kelangsungan menyusui dengan menyusui eksklusif selama mungkin. 2. Hindari menggunakan dot atau botol samapai menyusui menjadi mantap, umumnya 3-4 minggu pertama. 3. Mempelajari cara pemberian ASI yang diperas dengan gelas/sendok (lebih dianjurkan) atau dengan botol saat bayi berusia 4 minggu. 4. Pastikan ada tempat penitipan bayi di (dekat/sekitar) tempat bekerja atau ada pengasuh untuk bayi apabila bayi ditinggal di rumah. 5. Melatih cara mengeluarkan ASI dengan diperas atau dipompa. 6. Memilih baju kerja yang memungkinkan memeras ASI dengan nyaman. * Saat kembali bekerja 1. Kurangi kecemasan dan hindari kelelahan bekerja dengan istirahat yang cukup. 2. Pastikan perlengkapan untuk memeras/memompa ASI serta almari es dan kotak pendingin ada di tempat kerja. yang memadai untuk memeras ASI sekaligus

3. Bawalah foto bayi Anda ke tempat kerja. 4. Susuilah bayi sesaat sebelum berangkat bekerja dan sesegera mungkin setelah pulang dari tempat kerja. 5. Ingatkan pengasuh bayi untuk tidak memberikan susu dengan botol mendekati ibu pulang dari kerja.
6. Keluarkanlah

ASI yang

setidaknya nyaman

setiap sehingga

jam mudah

untuk untuk

menghindari engorgement(pembengkakan/mbangkaki Jw.). 7. Pakailah baju menyusui/memeras ASI. 8. Susuilah bayi lebih sering pada malam hari dan pada akhir minggu. 9. Berkonsultasilah segera pada dokter/petugas kesehatan jika timbul masalah 2.2.16 Cara Memeras ASI dengan Tangan dan Tempat Penyimpanan ASI * Cara Memeras ASI dengan Tangan Berikut ini cara memeras ASI sesuai standar WHO/UNICEF (1993): 1. Cucilah tangan sampai bersih, duduk/berdiri dengan nyaman dan pegang cangkir/mangkuk bersih dekat ke payudara. Letakkan ibu jari di atas puting dan areola dan jari telunjuk di bagian bawah puting dan areola berlawanan dengan ibu jari dan jari lain menopang payudara. 2. Tekanlah ibu jari dan jari telunjuk sedikit ke arah dada, jangan terlalu kuat agar tidak menyumbat aliran susu, lalu tekanlah sampai teraba sinus laktiferus, yakni tempat penampungan ASI di bawah areola. 3. Tekan dan lepas, tekan dan lepas. Kalau terasa sakit berarti tehniknya salah. ASI akan mengalir terutama bila refleks oksitosinnya aktif. 4. Tekanlah dengan cara yang sama disisi sampingnya untuk memastikan memerasnya dari semua segmen payudara. 5. Hindarilah mengelus jari pada kulit payudara, namun sebaiknya seperti menggelinding. 6. Hindari memencet puting karena hal ini sama dengan jika bayi mengisap pada puting. 7. Peraslah ASI selama 3-5 menit sampai ASI berkurang pada satu payudara, lalu berpindahlah ke payudara sisi satunya, demikian terus sampai kosong.

8. Memeras ASI memerlukan waktu 20-30 menit. Usahakan tidak terlalu cepat dari waktu yang ditentukan itu. Tempat Penyimpanan ASI Temperatur ruangan Almari es Freezer Kolostrum (17-32 C) ASI (19-25 C) ASI (0-4 C) Freezer bagian dari lemari es (beku) Freezer terpisah, tertutup (beku) Peti khusus freezer (-19 C) (Sumber: Mexitalia M, 2004) 2.2.17 Tanda Bayi Siap Mendapatkan Makanan Padat Berikut ini tanda bayi siap mendapatkan makanan padat (Mexitalia M, 2004) : 1. Saat didudukkan mampu menyangga kepala. 2. Gerakan ekstrusi hilang (saat bayi diberi makanan di lidahnya, bayi tidak akan menjulurkan lidahnya untuk mengeluarkan lidahnya itu). 3. Bayi mampu mengunyah. 4. Mampu untuk mengambil makanan dengan tangan dan memasukkan ke dalam mulut. 5. Keinginan untuk menyusu lebih lama atau sering yang tidak diakibatkan karena bayi sakit atau ada perubahan kebiasaan bayi. : 12 jam : 4-8 jam : 1-8 hari : 2 minggu : 3-4 bulan : 6 bulan

2.1 Imunisasi Dasar


2.3.1 Pengertian Imunisasi Dasar Imunisasi adalah membuat tubuh kebal terhadap penyakit tertentu. Imunisasi dasar adalah imunisasi yang diberikan pada bayi umur 0 1 tahun. Harus Fit Sebelum anak diimunisasi, ada beberapa kondisi yang membuat imunisasi sebaiknya ditunda, yakni saat anak sedang panas tinggi, sedang minum prednison dosis tinggi, sedang mendapat obat steroid, dalam jangka waktu 3 bulan terakhir baru mendapat transfusi darah atau suntikan imunoglobulin.

Intinya si kecil harus dalam kondisi sehat sebelum diimunisasi agar antibodinya bekerja. Imunisasi adalah pemberian virus, bakteri, atau bagian dari bakteri ke dalam tubuh untuk membentuk antibodi (kekebalan). Jika anak sakit dimasuki kuman atau virus lain dalam vaksin, maka kerja tubuh menjadi berat dan kekebalannya tidak tinggi.
2.3.2 Macam-macam dan jadwal pemberian imunisasi dasar Imunisasi polio

Bibit penyakit yang menyebabkan polio adalah virus.

Pemberian

imunisasi polio melalui mulut sebanyak 2 tetes langsung dari botol ke mulut bayi tanpa menyentuh mulut bayi. Imunisasi polio diberikan 4 kali.
Imunisasi Campak

Bibit penyakit yang menyebabkan campak adalah virus. Vaksin yang digunakan adalah vaksin hidup. Kemasan dalam flacon berbentuk gumpalan yang beku dan kering untuk dilarutkan dalam 5 cc pelarut. Sebelum menyuntikkan vaksin ini, harus terlebih dahulu dilarutkan dengan pelarut vaksin (aqua bidest). Disebut beku kering oleh karena pabrik pembuatan vaksin ini pertama kali membekukan vaksin tersebut kemudian mengeringkannya. Vaksin yang telah dilarutkan potensinya cepat menurun dan hanya bertahan selama 8 jam.

Imunisasi BCG

BCG melindungi anak terhadap penyakit tuberculosis. Diberikan secara suntikan. Vaksin BCG adalah vaksin hidup yang berasal dari bakteri. Vaksin BCG adalah vaksin beku kering seperti campak berbentuk bubuk. Vaksin BCG melindungi anak terhadap penyakit tuberculosis (TBC). Tempat penyuntikan adalah sepertinya bagian lengan kanan atas.
Imunisasi DPT

DPT terdiri dari Difteri , Pertusis (Batuk rejan ), dan tetanus.


Imunisasi hepatitis B

DPT

diberikan 3 kali yaitu DPT I, DPT 2 , DPT 3 . Diberikan secara suntikan.

Bibit penyakit yang menyebabkan hepatitis B adalah virus. Vaksin hepatitis B dibuat dari bagian virus yaitu lapisan paling luar (mantel virus) yang telah mengalami proses pemurnian. Vaksin hepatitis B akan rusak karena pembekuan dan pemanasan. Vaksin hepatitis B paling baik disimpan pada temperatur 2,8C. Hepatitis B1, Hepatitis B2, Hepatitis B3. diberikan secara suntikan
Jadwal Pemberian Imunisasi dan selang waktu pemberian Imunisasi HBo BCG Pemberian Imunisasi 1x 1x 3x (DPT 1,2,3) 4x ( Polio 1,2,3,4 ) 3 x ( HB1, HB2, HB3) 1x Selang waktu pemberian Umur 0 bulan 0 1 bulan

DPT POLIO HEPATITIS B CAMPAK

4 minggu 4 minggu 4 MINGGU -

2 bulan 2 bulan 3 bulan 9 bulan

Jadwal Pemberian Imunisasi dan jenis lokasi


Umur 0 Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3 Bulan 4 Bulan 9 Bulan Jenis Imunisasi HB BCG, Polio 1 DPT/HB 1, Polio 2 DPT/HB 2, Polio 3 DPT/HB 3, Polio 4 Campak Jenis / lokasi Suntikan (di paha kiri) Suntikan (lengan kiri) Tetes (mulut) Suntikan (paha kanan), Tetes (mulut) Suntikan (paha kanan), Tetes (mulut) Suntikan (paha kanan), Tetes (mulut) Suntikan (lengan kanan)

2.3.2 Efek Samping Imunisasi

BCG Setelah 4-6 minggu di tempat bekas suntikan akan timbul bisul kecil yang akan mengempis sendiri dan terkadang seperti koreng. Reaksi ini merupakan normal. Namun jika koreng membesar dan timbul kelenjar pada ketiak atau lipatan paha, sebaiknya anak segera dibawa kembali ke dokter), Ini dapat merupakan pertanda si anak pernah terinfeksi TB sehingga menimbulkan reaksi berlebih setelah divaksin. Untuk mengatasi pembengkakan, kompres bekas suntikan dengan cairan antiseptik. DPT Reaksi lokal yang mungkin timbul adalah rasa nyeri, merah dan bengkak selama satu-dua hari di bekas suntikan. Untuk mengatasinya beri kompres hangat. Sedangkan reaksi umumnya antara lain demam dan agak rewel. Berikan si kecil obat penurun panas dan banyak minum ASI. Kini sudah ada vaksin DPT yang tidak menimbulkan reaksi apapun, baik lokal maupun umum, yakni vaksin DtaP (diphtheria, tetanus, acellullar pertussis), sayangnya hariga vaksin ini jauh lebih mahal dari vaksin DPT. Polio Bila anak sedang diare ada kemungkinan vaksin tidak bekerja dengan baik karena ada gangguan penyerapan vaksin oleh usus akibat diare berat. Hepatitis B Efek samping: tidak ada Campak 5-12 hari setelah anak mendapat imunisasi campak, biasanya anak akan demam dan timbul bintik merah halus di kulit. Para ibu tidak perlu mengkhawatirkan reaksi ini karena ini sangat normal dan akan hilang dengan sendirinya.

2.3.2 Manfaat imunisasi dasar


a.

Manfaat untuk anak Menghindari terjadinya penyakit TBC Mencegah terjadinya penyakit difteri , pertusis ( batuk rejan ) tetanus , campak dan poliomyelitis. Mencegah kecacatan dan kematian

a.

Manfaat untuk keluarga


Menghilangkan kecemasan dan biaya pengobatan bila anak sakit. Mendorong keluarga kecil apabila si orang tua yakin bahwa anak-anak

akan menjalani masa anak-anak dengan aman.


a.

Manfaat untuk negara


Memperbaiki tingkat kesehatan menciptakan bangsa yang kuat dan berakal sehat untuk melanjutkan

pembangunan negara
memperbaiki citra bangsa Indonesia diantara segenap bangsa di dunia.

2.3 Alat Kontrasepsi


2.4.1 Pengertian Keluarga Berencana (KB) adalah istilah yang mungkin sudah lama dikenal. KB artinya mengatur jumlah anak sesuai kehendak dan menentukan sendiri kapan ingin hamil. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997), KB adalah gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran. Maksud daripada ini adalah: "Gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran." Dengan kata lain KB adalah perencanaan jumlah keluarga. Pembatasan bisa dilakukan dengan penggunaan alat-alat kontrasepsi atau penanggulangan kelahiran seperti kondom, spiral, IUD dan sebagainya. Kontrasepsi adalah alat, obat, efek atau tindakan yang dimaksudkan untuk mencegah kehamilan. 2.3.2 Manfaat KB Setiap tahun ada 500.000 perempuan meninggal akibat berbagai masalah yang melingkupi kehamilan, persalinan, dan pengguguran kandungan (aborsi) yang tidak aman. KB bisa mencegah sebagian besar kematian itu. Di masa kehamilan, umpamanya, KB dapat mencegah munculnya bahayabahaya akibat: Kehamilan terlalu dini

Perempuan yang sudah hamil tatkala umurnya belum mencapai 17 tahun sangat terancam oleh kematian sewaktu persalinan. Karena tubuhnya belum sepenuhnya tumbuh, belum cukup matang dan siap untuk dilewati oleh bayi. Lagipula bayinya pun dihadang risiko kematian sebelum usianya mencapai 1 tahun.
Kehamilan terlalu telat

Perempuan yang usianya sudah terlalu tua untuk mengandung dan melahirkan terancam banyak bahaya. Khususnya bila ia punya problemaproblema kesehatan lain, atau sudah terlalu sering hamil dan melahirkan. Kehamilan-kehamilan terlalu berdesakan jaraknya Kehamilan dan persalinan menuntut banyak energi dan kekuatan tubuh perempuan. Kalau ia belum pulih dari satu persalinan tapi sudah hamil lagi, tubuhnya tak sempat memulihkan kebugaran, dan berbagai masalah, bahkan juga bahaya kematian, menghadang. Terlalu sering hamil dan melahirkan Perempuan yang sudah punya lebih dari 4 anak dihadang bahaya kematian akibat pendarahan hebat dan macam-macam kelainan lagi, bila ia terus saja hamil dan bersalin lagi. 2.3.2 Macam-macam metode KB Jika anda hendak melakukan KB sebaiknya dipertimbangkan terlebih dahulu segala aspek yang menyangkut tentang KB misalnya: - alat kontrasepsi, apakah aman untuk digunakan atau tidak - keuangan keluarga, bila memiliki keuangan yang cukup mengapa anda harus KB. - kesehatan ibu - landasan hukum agama Kalau sudah mengambil keputusan akan ber-KB, kini tiba saatnya memilih metode yang paling cocok. Ada 7 corak metode KB: 1. Metode perintang, yang bekerja dengan cara menghalangi sperma dari pertemuan dengan sel telur (merintangi pembuahan).

Metode ini tidak mengubah cara kerja tubuh perempuan maupun pasangannya. Efek sampingnya sangat sedikit serta aman untuk ibu yang sedang menyusui. Sebagian besar juga melindungi dari penularan berbagai penyakit melalui hubungan seksual, termasuk HIV/AIDS. Contoh alat yang digunakan pada metode ini adalah kondom (untuk lelaki), kondom perempuan, diafragma, serta spermisida. 2. Metode hormonal, yang mencegah indung telur mengeluarkan sel-sel telur, mempersulit pembuahan, dan menjaga agar dinding-dinding rahim tak menyokong terjadinya kehamilan yang tak dikehendaki. Metode KB hormonal memakai obat-obatan yang mengandung 2 hormon yaitu estrogen dan progestin. Keduanya serupa dengan hormon-hormon alamiah yang dihasilkan tubuh Anda, yakni estrogen dan progesteron. Dalam metode hormonal terdapat 3 jenis alat KB : 1. Pil pengendali kehamilan, yang harus diminum setiap hari.

2.

Suntikan yang diberikan setiap beberapa bulan sekali.

3. Susuk yang biasanya dimasukkan ke dalam lengan Anda, dan tahan sampai beberapa tahun.

Perbedaan antara metode hormonal dan metode perintang adalah metode hormonal mengubah proses kerja tubuh, sedangkan metode

perintang tidak. Dengan metode hormonal, indung telur (ovarium) dihalangi sehingga tidak melepas sel telur ke dalam rahim. Selain itu metode ini juga menyebabkan lendir mulut rahim menjadi kental, sehingga menghalangi sperma bila hendak masuk. Kebanyakan pil KB dan beberapa suntikan mengandung hormon progestin dan estrogen sekaligus. Ini disebut pil atau suntikan terpadu. Kedua hormon itu bersama-sama bekerja memberi perlindungan yang bagus agar tidak hamil. Namun bila ada masalah-masalah kesehatan tertentu, sebaiknya jangan memakai metode terpadu. Bila sedang menyusui, sebaiknya juga jangan menggunakan pil atau suntikan terpadu. Pil progestin, susuk, dan beberapa suntikan lain, tidak mengandung estrogen. Progestin saja (tanpa estrogen) lebih aman ketimbang pil atau suntikan terpadu, bila sedang mengalami problema kesehatan yang berhubungan dengan estrogen, atau sedang dalam masa menyusui bayi.
3. Metode yang melibatkan alat-alat yang dimasukkan ke dalam rahim

(IUD), gunanya untuk mencegah pembuahan sel telur oleh sperma. Ada beberapa jenis alat KB yang bekerja dari dalam rahim untuk mencegah pembuahan sel telur oleh sperma. Biasanya alat ini disebut spiral, atau dalam bahasa Inggrisnya Intra Uterine Devices, disingkat IUD. Tergantung jenis spiral apa yang dipakai, spiral bisa bertahan dalam rahim dan terus menghambat pembuahan sampai 10 tahun lamanya. Setelah itu harus dikeluarkan dan diganti.

4. Metode alamiah, yang membantu mengetahui kapan masa subur,

sehingga dapat menghindari hubungan seks pada masa itu. Yang dimaksudkan dengan istilah alamiah di sini adalah metode-metode yang tidak membutuhkan alat ataupun bahan kimia (yang menjadi ciri khas

metode perintang), juga tidak memerlukan obat-obatan (sebagaimana ciri metode hormonal). Ada 3 metode KB alami: 1. memberi ASI selama 6 bulan pertama 2. metode pengecekan lendir 3. metode pengamatan irama
5. Metode permanen, atau metode yang menjadikan seseorang tak bisa lagi

memiliki anak untuk selamanya lewat suatu operasi. Contohnya melalui proses sterilisasi, yaitu operasi pada tubuh perempuan atau laki-laki agar steril atau tak mampu tak lagi mempunyai anak. Kemungkinan terjadi kehamilan setelah sterilisasi hampir nol. Karena itu perlu pemikiran yang matang sebelum memilih metode ini dan harus yakin betul apabila sudah tidak ingin punya anak lagi di masa mendatang. Contoh lain dari metode permanen meliputi tindakan : a. b. c. Vasektomi atau vas Ligation Tubektomi atau Tubal Ligation (operasi ikat saluran telur) Histerektomi (operasi pengangkatan rahim)

6. Metode Tradisional Tiap masyarakat punya metode-metode pencegahan kehamilan khasnya sendiri yang diturunkan dari nenek moyang. Meski jarang seefektif metode KB modern, banyak juga yang berhasil. Yang harus diingat adalah ada metode-metode tradisional yang tidak membawa hasil sama sekali dan ada yang malah membahayakan. Ada dua metode yang umumnya manjur untuk mencegah kehamilan: 1. Menarik keluar penis sebelum ejakulasi Dalam bahasa ilmiah ini dinamakan coitus interruptus atau senggama terputus. Caranya, lelaki segera menarik keluar penisnya menjauhi vagina ketika ia merasa sudah akan mengeluarkan air mani. Namun metode ini tidak selalu berhasil dengan baik. 2. Memisahkan suami dengan istri sesudah kelahiran bayi Adat beberapa masyarakat menentukan bahwa sesudah bayi lahir, suami istri dilarang berhubungan seks sampai beberapa bulan, bahkan

beberapa tahun lamanya. Metode bisa berhasil baik. Lagipula sang ibu punya waktu untuk memulihkan kondisi kesehatannya sendiri serta merawat bayi tanpa gangguan. 3. Metode Darurat Metode-metode darurat adalah cara-cara menghindari kehamilan setelah terlanjur berhubungan seks tanpa pelindung. Metode-metode ini mengupayakan agar sel telur yang telah dibuahi oleh sperma jangan menempel ke dinding rahim dan berkembang menjadi janin. Jadi, metode-metode darurat tidak dianjurkan untuk dipilih dalam keadaan apapun. Metode-metode ini hanya untuk keperluan mendesak dan jangan dijadikan acuan kebiasaan. Lagi pula, metode-metode ini hanya berhasil bila dilakukan seketika atau secepat mungkin setelah selesai berhubungan seks. 1.4.4 Pandangan Agama Tentang KB KB termasuk masalah yang kontroversional sehingga tidak ditemukan bahasannya oleh imam-imam madzhab. Secara umum, hingga kini di kalangan umat islam masih ada dua kubu antara yang membolehkan KB dan yang menolak KB. Ada beberapa alasan dari para ulama yang memperbolehkan KB, diantaranya dari segi kesehatan ibu dan ekonomi keluarga. Selain itu, program KB juga didukung oleh pemerintah. Sebagaimana diketahui, sejak 1970, program Keluarga Berencana (KB) Nasional telah meletakkan dasardasar mengenai pentingnya perencanaan dalam keluarga. Intinya, tentu saja untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang berkaitan dengan masalah dan beban keluarga jika kelak memiliki anak. Di lain pihak, beberapa ulama berpendapat bahwa KB itu haram. Hal ini didasarkan pada firman Allah Qs. Al-Isra: 31 yang berbunyi: Dan janganlah kalian membunuh anak-anak kalian karena takut miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepaad mereka dan kepada kalian. Oleh karena itu, mereka tidak memperbolehkan KB.

Maka dari itu, kita harus mempelajari pengetahuan tentang KB dari beberapa sudut pandang sehingga bisa memberi manfaat bagi masyarakat luas serta meyakinkan masyarakat tentang hukum KB. Rasulullah saw sangat menganjurkan umatnya untuk memiliki keturunan yang sangat banyak. Namun tentunya bukan asal banyak, tetapi berkualitas sehingga perlu dididik dengan baik supaya dapat mengisi alam semesta ini dengan manusia yang shalih dan beriman. Contoh metode pencegah kehamilan yang pernah dilakukan di zaman Rasulullah SAW adalah azl yakni mengeluarkan air mani di luar vagina istri atau yang lazim disebut senggama terputus, namun tidak dilarang oleh Rasul. Dari Jabir berkata: 'Kami melakukan azl di masa Rasulullah SAW, dan Rasul mendengarnya tetapi tidak melarangnya (HR Muslim). Sedangkan metode di zaman ini yang tentunya belum pernah dilakukan di zaman Rasulullah SAW membutuhkan kajian yang mendalam dan melibatkan ahli medis dalam menentukan kebolehan atau keharamannya. Kita mengenal KB sebagai metode yang dipakai untuk mencegah kehamilan. Hal tersebut yang paling sering diperdebatkan dalam Islam. Hukum KB dalam Islam dilihat dari 2 pengertian 1. Tahdid an-nasl (pembatasan kelahiran) Jika program KB dimaksudkan untuk membatasi kelahiran, maka hukumnya haram. Islam tidak mengenal pembatasan kelahiran. Bahkan terdapat banyak hadits yang mendorong umat Islam untuk memperbanyak anak. Misalnya, tidak bolehnya membunuh anak apalagi karena takut miskin atau tidak mampu memberikan nafkah. Allah berfirman: Dan janganlah kalian membunuh anak-anak kalian karena takut miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepaad mereka dan kepada kalian. (Qs. Al-Isra: 31) 2. Tanzhim an-nasl (pengaturan kelahiran) Jika program KB dimaksudkan untuk mencegah kelahiran dengan berbagai cara dan sarana, maka hukumnya mubah, bagaimanapun motifnya. Berdasarkan keputusan yang telah ada sebagian ulama menyimpulkan bahwa pil-pil untuk mencegah kehamilan tidak boleh dikonsumsi.

Karena Allah Subhanahu wa Taala mensyariatkan untuk hamba-Nya sebab-sebab untuk mendapatkan keuturunan dan memperbanyak jumlah umat. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda. Artinya : Nikahilah wanita yang banyak anak lagi penyayang, karena
sesungguhnya aku berlomba-lomba dalam banyak umat dengan umat-umat lain di hari kiamat (dalam riwayat yang lain: dengan para nabi di hari kiamat)

Karena umat itu membutuhkan jumlah yang banyak, sehingga mereka beribadah kepada Allah, berjihad di jalan-Nya, melindungi kaum muslimin dengan ijin Allah-, dan Allah akan menjaga mereka dan tipu daya musuhmusuh mereka. Maka wajib untuk meninggalkan perkara ini (membatasi kelahiran), tidak membolehkannya dan tidak menggunakannya kecuali darurat. Jika dalam keadaan darurat maka tidak mengapa, seperti :
Sang istri tertimpa penyakit di dalam rahimnya, atau anggota badan yang lain, sehingga berbahaya jika hamil, maka tidak mengapa (menggunakan pil-pil tersebut) untuk keperluan ini. Demikian juga, jika sudah memiliki anak banyak, sedangkan isteri keberatan jika hamil lagi, maka tidak terlarang mengkonsumsi pil-pil tersebut dalam waktu tertentu, seperti setahun atau dua tahun dalam masa menyusui, sehingga ia merasa ringan untuk kembali hamil, sehingga ia bisa mendidik dengan selayaknya.

Adapun jika penggunaannya dengan maksud berkonsentrasi dalam berkarier atau supaya hidup senang atau hal-hal lain yang serupa dengan itu, sebagaimana yang dilakukan kebanyakan wanita zaman sekarang, maka hal itu tidak boleh. Berdasarkan penjelasan yang telah dipaparkan, maka dapat disimpulkan bahwa KB diperbolehkan dengan alasan alasan tertentu misalnya untuk menjaga kesehatan ibu, mengatur jarak diantara dua kelahiran, untuk menjaga keselamatan jiwa, kesehatan atau pendidikan anak-anak. Namun KB bisa menjadi tidak diperbolehkan apabila dilandasi dengan niat dan alasan yang salah, seperti takut miskin, takut tidak bisa mendidik anak, dan takut mengganggu pekerjaan orang tua. Dengan kata lain, penilaian tentang KB tergantung pada individu masing-masing.

BAB III TINJAUAN KASUS


1.1 Identitas Ny.T umur 37 tahun, jenis kelamin perempuan, agama islam, suku sunda, kebangsaan Indonesia. Ia tinggal bersama suami dan keenam anaknya di Kp.Babakan Ciparai Rt.01 Rw.03 Desa Panancangan Kec. Cibadak Kab. Lebak. Ny T adalah seorang ibu dari keenam anaknya yang terdiri dari 5 anak laki-laki dan satu anak perempuan. Bayi Ny.T adalah putra kesembilan dari pasangan Tn.S dan Ny.T. ia memiliki 4 orang kakak laki-laki dan 1 kakak perempuan. Mereka tinggal dalam satu atap. Keadaan kesehatan keluarga ini cukup baik, hanya saja lingkungannya yang kurang mendukung. Sang ibu bekerja sebagai ibu rumah tangga dan bapaknya sebagai buruh pabrik di Tanggerang. 1.2 Keadaan Sosial Ekonomi Bayi dan Ny.T tinggal di Kp.Babakan Ciparai Rt.01 Rw.03 Desa Panancangan Kec. Cibadak Kab. Lebak bersama keluarganya didalam sebuah rumah sangat sederhana dengan luas tanah 100 m2. Disebuah rumah yang permanen dengan ukuran persegi panjang memanjang ke belakang, dimana rumah tersebut dindingnya berdindingkan tembok bata dan lantainya berlantaikan keramik. Rumah ini memiliki pekarangan depan yang lumayan sempit. rumah tersebut dibagian depan dan samping kanannya dikelilingi rumah warga lainnya, tetapi bagian samping kiri dan belakang dikelilingi oleh kebun dan tanaman liar yang tidak terurus. rumah Tn.S ini didalamnya terdapat, bagian depan ruang tamu yang digabungkan dengan ruang TV, dengan kondisi penahayaan yang cukup. Disamping kanan ruang

tv dan ruang tamu terdapat dua kamar tidur yang masing-masing berukuran 2x3 m2, dikamar depan(kamar tidur anak) terdapat pencahayaan yang cukup bagus, tetapi lain halnya dengan kamar tidur utama yang terlihat cukup padat dengan benda dan barang-barang tetapi pencahayaannya kurang karena terhalang dengan barang dan benda-benda tersebut. Dilanjutkan kebelakang, terdapat ruangan yang cukup luas yang berfungsi sebagai ruang makan dan diruangan tersebut terdapat satu kamar kecil yang berfungsi sebagai gudang. kemudian, jika diteruskan, langsung mengarah ke kamar mandi yang fungsinya sebagai tempat mandi, mencucui piring, mencucui baju, mencuci sayuran dan sebagainya dengan pengairan menggunakan sanyo. Hanya saja disamping kiri kamar mandi terdapat kandang bebek yang hanya dibatasi dengan pagar bambu, dan disebelah kanan kamar mandi dibatasi dengan tembok yang berfungsi sebagai dapur. Ny.T memasak dengan menggunakan tungku. Keadaan ekonomi keluarga ini ditanggung oleh suami yang bekerja sebagai buruh pabrik yang berpenghasilan tetap setiap bulan, penghasilannya cukup lumayan, tatapi karena dirumahnya terdapat 8 orang yang terdiri dari suami istri dan 6 orang anaknya sehingga terkadang keluarga ini makan dengan makanan yang tidak seimbang. 1.3 Keadaan Sosial Budaya Keluarga masih menganut adat istiadat setempat dan kurang mengerti tentang pentingnya menjaga kesehatan, terutama kesehatan ibu nifas dan bayi. Contonhnya ibu nifas masih percaya tentang larangan makan-makan yang bergizi berupa buah-buahan dan telur dengan alasan akan cepat hamil, sedangkan bayinya tidak pernah di imunisasi dengan alasan tempatnya jauh dari rumah dan tidak diberikannya ASI eksklusif karena beralasan ankanya akan rewel terus jika tidak diberikan makanan tambahan. 1.4 Hasil Pengkajian dan Anamnesa 1.Kunjungan Pertama Pada kunjungan pertama dari hasil pengkajian dan anamnesa didapat bahwa Ny.T umur 37 tahun dan bayinya umur 12 hari, dasarnya ibu melahirkan bayinya dengan dibantu paraji terlatih pada hari sabtu, tanggal 12 juni 2010. Dari hasil pemeriksaan Ny.T keadaan umumnya

baik, kesadarannya composmentis, dan keadaan emosionalnya stabil, berat bayi 3100 gram dan panjang bayi 48 cm. Ibu mengaku pola makannya normal, sehari 3 kali, terkadanga 4 kali, tetapi ibu tidak mengkonsumsi buah-buahan dan telur, dan bayinya baru berumur 2 hari sudah diberikan pisang. Dari data diatas dapat dianalisa Ny.T usia 37 tahun nifas 12 hari dan bayi umur 12 tahun. Dengan masalah gizi tiadk seimbang pada ibu nifas dan tidak diberikannya ASI eksklusif. Implementasi yang diberikan pada kunjungan pertama pada tanggal 24 juni 2010 pukul 11.00 WIB yaitu memberikan penyuluhan tentang gizi seimbang pada ibu nifas dan ASI eksklusif. Namun sebelum itu, petugas melakukan informed consent terlebih dahulu sebagai persetujuan pasien. Petugas memberikan penyuluhan tentang gizi seimbang pada ibu nifas dan ASI eksklusif dengan menggunakan metode tanya jawab meliputi pengertian gizi seimbang, macam-macam menu seimbang, dan manfaat gizi seimbang. Selain itu petugas juga membawa lembar balik dan membawakan contoh makanan dengan gizi seimbang. Materi yang kedua, petugas melakukan penyuluhan tentang ASI eksklusif yang meliputi pengertian ASI eksklusif, manfaat ASI eksklusif serta tekhnik menyusui yang benar. Ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan dan mau melaksanakan anjuran yang diberikan. 2.Kunjungan Kedua Pada kunjungan kedua, dari hasil anamnesa, ibu mengaku sekarang sudah mau memakan buah-buahan dan telur walaupun hanya sedikit, dan ibu sudah mulai melatih anaknya untuk tidak memberikan makanan tambahan, melainkan hanya ASI eksklusif saja. Dari hasil anamnesa Ny.T keadaan umumnya baik, kesadarannya composmentis, dan keadaan emosionalnya stabil. Ibu mengaku sampai saat ini masih belum mengetahui KB apa yang akan digunakan, karena belum mengetahu apa saja alat kontrasepsi itu. Dari data diatas dapat dianalisa Ny.T Umur 37 tahun. Dengan masalah Kurangnya pengetahuan tentang alat kontrasepsi.

Implementasi yang diberikan pada kunjungan kedua tanggal 25 Juni 2010 pukul 13.00 WIB adalah memberikan penyuluhan tentang keluarga berencana. Namun sebelum itu, petugas melakukan informed consent terlebih dahulu sebagai persetujuan pasien. Petugas memberikan penyuluhan tentang keluarga berencana dengan metode ceramah tanya jawab dan demonstrasi. Demonstrasi menggunakan contoh alat kontrasepsi serta menggunakan lembar balik. Ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan dan mau melaksanakan anjuran yang diberikan. 3.Kunjungan Ketiga Pada kunjungan ketiga dari hasil anamnesa ibu mengaku sudah memikirkan alkon apa yang akan digunakan yang telah diinformasikan kemarin, tetapi masih menunggu persetujuan dari pihak suaminya karena suaminya baru bisa datang 2 minggu kemudian. Dari hasil pemeriksaan bayi Ny.T keadaan umumnya baik, kesadarannya composmentis, dan keadaan emosionalnya stabil. Ibu mengaku 5 hari yang lalu mengalami sakit panas, kuning dan campak. Ibu langsung membawanya ke dokter dan ternyata si bayi tidak pernah dijemur oleh sang ibu. Dan ibu mengaku tidak pernah membawa anaknya ke posyandu untuk diimunisasi. Dari data diatas dapat dianalisa bayi Ny.T usia 20 hari. Dengan masalah belum diimunisasi dasar. Implementasi yang diberikanpada kunjungan ketiga pada tanggal 29 Juni 2010 pukul 14.00 WIB adalah memberikan penyuluhan tentang imunisasi dasar. Namun sebelum itu, petugas melakukan informed consent terlebih dahulu sebagai persetujuan pasien. Dalam memberikan penyuluhan ini petugas menggunakan metode ceramah tanya jawab. Petugas menggunakan lembar balik dan contoh-contoh alat peraga vaksin. Informasi yang diberikan yaitu pengertian imunisasi dasar, macam-macam imunisasi dasar, efek samping imunisasi dan hal-hal yang mengakibatkan tidak diimunisasi. Ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan dan mau melaksanakan anjuran yang diberikan.

BAB IV PEMBAHASAN
Dari hasil pengkajian yang dilakukan terhadap keluarga Tn.S melalui kunjungan didapatkan masalah pada ibu nifas dan bayi dalam keluarga yaitu Ny.T usia 37 tahun dan bayi Ny.T usia 20 hari. Dari Hasil pengkajian didapatkan bahwa Ny.T usia 37 tahun adalah ibu yang nifas yang baru melahirkan anaknya yang kesembilan 20 hari yang lalu dan Bayi Ny.T usia 20 hari adalah anak ke sembilan dari sembilan bersaudara. Kunjugan pertama dilakukan pada tanggal 24 Juni 2010 pukul 11.00 WIB yaitu memberikan penyuluhan tentang gizi seimbang pada ibu nifas dan ASI eksklusif. Ini sesuai dengan teori dari buku Asuhan Kebidanan pada Masa Nifas bahwa Gizi pada ibu menyusui sangat erat kaitannya dengan produksi air susu yang sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang bayi. Bila pemberian ASI berhasill dengan baik, maka berat badan bayi akan meningkat, integritas kulit baik, tonus otot serta kebiasaan makan yang memuaskan, Oleh karena itu, pemenuhan kebutuhan gizi bayi sangat perlu mendapat perhatian yang serius. Gizi untuk bayi yang paling sempurna dan paling murah adalah ASI atau Air Susu Ibu (Notoatmodjo S, 2007). Kunjungan kedua dilakukan pada atanggal 25 juni 2010 pukul 11.00 WIB. Dari hasil anamnesa diperoleh data bahwa ibu sudah mau makan buah-buahan dan telur, disamping itu ibu sudah mulai menyusui bayinya secara eksklusif tanpa tambahan makanan pendamping ASI selama 6 bulan, dan akan menyusui sampai 2 tahun. Dari hasil anamnesa Ny.T keadaan umumnya baik, kesadarannya composmentis, dan keadaan emosionalnya stabil. Ibu mengaku sampai saat ini masih belum mengetahui KB apa yang akan digunakan, karena belum mengetahu apa saja alat kontrasepsi itu. Implementasi yang diberikan adalah memberikan penyuluhan tentang keluarga berencana. Hal ini sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997), KB adalah gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran. Kunjungan ketiga pada tanggal 29 Juni 2010 pukul 14.00 WIB adalah memberikan penyuluhan tentang imunisasi dasar dari hasil anamnesa ibu mengaku sudah memikirkan alkon apa yang akan digunakan yang telah diinformasikan

kemarin, tetapi masih menunggu persetujuan dari pihak suaminya karena suaminya baru bisa datang 2 minggu kemudian. Dari hasil pemeriksaan bayi Ny.T keadaan umumnya baik, kesadarannya composmentis, dan keadaan emosionalnya stabil. Ibu mengaku 5 hari yang lalu mengalami sakit panas, kuning dan campak. Ibu langsung membawanya ke dokter dan ternyata si bayi tidak pernah dijemur oleh sang ibu. Dan ibu mengaku tidak pernah membawa anaknya ke posyandu untuk diimunisasi. Implementasi yang diberikan adalah memberikan penyuluhan tentang imunisasi dasar, sesuai dengan teori Imunisasi adalah membuat tubuh kebal terhadap penyakit tertentu. Imunisasi dasar adalah imunisasi yang diberikan pada bayi umur 0 1 tahun.( (http://rumahkusorgaku.wordpress.com)

BAB V

PENUTUP

1.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa penulis dapat melakukan manajemen asuhan kebidanan pada bayi usia 20 hari dan ibu nifas Ny.T usia 37 tahun sebanyak tiga kali. Dari hasil kunjungan I, II, III didapatkan masalah mengenai gizi seimbang pada ibu nifas, ASI eksklusif, Keluarga Berencana dan Imunisasi dasar pada bayi. Dengan menerapkan asuhan kebidanan komunitas yang disesuaikan dengan masalah serta kebutuhan bayi dan Ny.T. Maka penatalaksanaan yang diberikan yaitu : 1. Penyuluhan tentang Gizi seimbang pada ibu nifas 2. Penyuluhan tentang ASI eksklusif 3. Penyuluhan tentang Keluarga Berencana 4. Penyuluhan tentang Imunisasi dasar pada bayi Setelah seluruh penyuluhan yang telah diberikan, ibu mengerti dan memahami serta mengikuti anjuran yang diberikan oleh petugas. 1.1 Saran 1. Bagi ibu Perlu memperhatikan gizi seimbang pada ibu nifas, ASI eksklusif yang harus diberikan kepada bayinya hingga 2 tahun, Keluarga berencana karena mengingat ibu sudah melahirkan 9 kali, dan imunisasi dasar pada bayi hingga lengkap. Membawa bayi ke posyandu setiap bulan untuk dilakukan imunisasi dan memantau pertumbuhan dan perkembangan bayi serta supaya mengetahui kecukupan gizi balitanya.

1. Bagi Mahasiswa Perlu lebih memperluas wawasan/pengetahuan tentang ilmu kebidanan khusunya tentang Nifas dan bayi.

Diperlukan persiapan yang matang sebelum terjun kelapangan


1. Bagi Pendidikan

Diharapkan praktek Asuhan Kebidanan Komunitas akan terus berlangsung demi menambah wawasan dan pengalaman mahasiswa dialapangan.