Anda di halaman 1dari 2

ISDN Sebagai tambahan jika ada keluhan angina atau sesak.

Dengan pemakaian dosis yang sering, dapat terjadi toleran (takipilaksis), oleh karena itu dianjurkan interval 8 atau 12 jam, atau kombinasi dengan ACEI Pemberian nitrat (sublingual, buccal dan intravenus) mengurangi preload serta tekanan pengisian ventrikel dan berguna untuk pasien dengan angina serta gagal jantung. Pada dosis rendah bertindak sebagai vasodilator vena dan pada dosis yang lebih tinggi menyebabkan vasodilatasi arteri termasuk arteri koroner. Sehingga dosis pemberian harus adekuat sehingga terjadi keseimbangan antara dilatasi vena dan arteri tanpa mengganggu perfusi jaringan. Kekurangannya adalah teleransi terutama pada pemberian intravena dosis tinggi, sehingga pemberiannya hanya 16 24 jam. Keuntungan pemberian nitrat terletak pada efek dilatasi vena yang mengakibatkan berkurangnya preload dan volume akhir diastolik ventrikel kiri sehingga konsumsi oksigen miokardium berkurang. Efek lain dari nitrat adalah dilatasi pembuluh darah koroner baik yang normal maupun yang mengalami aterosklerosis 1. Nitral oral atau intravena efektif menghilangkan keluhan dalam fase akut dari episode angina 2. Pasien dgn UAP/STEMI yang mengalami nyeri dada berlanjut sebaiknya mendapat nitrat sublingual setiap 5 menit sampai maksimal 3 kali pemberian, setelah itu harus dipertimbangkan penggunaan nitrat iv jika tidak ada KI 3. Nitrat iv diindikasikan pada iskemia yang persisten, gagal jantung, atau hipertensi dalam 48 jam pertama UAP/NSTEMI. Keputusan menggunakan nitrat iv tidak boleh menghalangi pengobatan yang terbukti menurunkan mortalitas seperti penyekat beta atau ACE-I 4. Nitrat tidak diberikan pada pasien dengan TDS <90 mmHg atau >30 mmHg dibawah nilai awal, bradikardia berat (<50 kali permenit), takikardia tanpa simtom gagal jantung, atau infark ventrikel kanan. 5. Nitrat tidak boleh diberikan pada pasien yang telah mengkonsumsi inhibitor fosfodiesterase: slidenafil dalam 24 jam, tadafil dalam 48 jam. Waktu yang tepat untuk terapi nitrat setelah pemberian vardenafil belum dapat ditentukan. Nitroprusit bekerja menyebabkan relaksasi otot polos secara langsung dan kemudian mengurangi afterload dan preload. Pengurangan dalam afterload menimbulkan peningkatan curah jantung. Keterbatasan penggunaan nitroprusid yang utama adalah adanya kondisi hipotensi. Karena itu pengunaannya dikontraindikasikan pada pasien dengan IMA Kombinasi hidralazin-ISDN bermanfaat dlm menurunkan mortalitas. Namun, banyak pasien tidak dapat mentoleransi kombinasi ini. Kombinasi ini diindikasikan pda pasien dengan: curah jantung rendah secara persisten, kelebihan vol, gangguan fungsi ginjal yg tidak dapat mentoleransi penghambat ACE atau ARB

Antitrombotik Pasien gagal jantung memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami kejadian tromboembolik akibat kondisi hiperkoagulasi, aktivasi platelet, disfungsi endotelial dan faktor risiko yang telah diketahui pasti seperti hipertensi dan fibrilasi atrial. Senyawa antitrombotik dapat bermanfaat pada kondisi gagal jantung yang sudah lanjut Penggunaan antiplatelet pada gagal jantung masih diperdebatkan. Aspirin memperburuk gagal jantung berdasarkan pada proses penghambatan prostaglandin. Efikasi ACEI dapat menurun jika diberikan bersamaan dengan aspirin Antikoagulan sperti warfarin diindikasikan pada pasien gagal jantung dengan fibrilasi atrial, riwayat tromboembolik, trombus pada ventrikel kiri  Pada kasus gagal jantung kronik yang disertai fibrilasi atrium, riwayat fenomena tromboemboli, bukti adanya trombus yang mobil, pemakaian antikoagulan sangat dianjurkan  Pada gagal jantung kronik dengan penyakit jantung koroner, dianjurkan pemakaian anti platelet  Aspririn harus dihindari pada gagal jantung yang memburuk