Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH SISTEM PENGAPIAN KONVENSIONAL

Dibuat: Nama: M. Amif Bachtiar Kelas: XI Otomotif 3 No: 14

Makalah ini dibuat guna menyelesaikan tugas dari Bapak Ludi guru yang baik hati dan tidak sombong

SMK DINAMIKA KOTA TEGAL TAHUN PELAJARAN 2010/2011


Sistem Pengapian Busi
Arus listrik tegangan tinggi dari distributor menimbulkan bunga api dengan tempeatur tinggi di antara elektroda tengah dan masa dari busi untuk menyalakan campuran udara bahan bakar yang telah di kompresikan . meskipun kontruksi dari busi sederhana ,tetapi busi tersebut beroprasi pada kondisi yang sangat berat. Temperature elektroda busi dapat mencapai kira-kira 2000C ( 3632F ) selama langkah pembakaran/ kerja.tetapi kemudian akan turun drastic pada langkah hisap karena didinginkan oleh campuran udara dan bahan bakar . perubahan yang sangat cepat dari panas ke dingin tersebut berulang ulangkali pada setiap dua putaran poros engkol. Lebih jauh lagi tekanan di dalam silinder juga bervariasi antara 1 atm (760mm Hg atau 29,92 in Hg atau 101.33 kPa )pada saat langkah hisap,tetapi kemudian naik mencapai 45 atm pada langkah pembakaran Busi harus bisa menjaga kemampuan penyalaan untuk jangka waktu yang lama. Meskipun mengalami tempeatur tinggi dan perubahan tekanan,dan menjaga tahanan insulator dari tegangan tinggi antara 10 sampai 30 KV. 01. Konstruksi

Komponen utama busi yaitu insulator ,casing dan elektroda tengah ;

a. Insulator keramik Insulator keramik berfungsi untuk memegang elektroda tengah dan berguna sebagai insulator antara elektroda tengah dan casing.gelombang yang di buat pada permukaan inulator keramik berguna untuk memperpanjang jarak permukaan terminal dan casing untuk mencegah terjadinya loncatan bunga api tegangan tinggi. Insulator terbuat dari porselen aluminium murni yang mempunyai daya tahan panas yang sangat baik,kekuatan mekanikal,kekuatan dielektrik pada temperatur tinggi dan penghantar panas.

b. Casing Casing berfungsi untuk menyangga insulator keramik dan juga sebagai mounting busi terhadap mesin. c. Elektroda tengah Elektroda tengah terdiri dari komponen komponen ; Sumbu pusat ( center shaft ) mengalirkan arus dan meradiasikan panas yang di timbulkan oleh elektroda. Seal glas / kaca Membuat kerapatan (merapatkan ) ( untuk menghindari kebocoran udara ),antara center shaft dan insulator keramik dan mengikat antara center shaft dan elektroda tengah. Resistor ; mengurangi suara pengapian untuk mengurangigangguan frekwensi radio. Coppercore ( inti tembaga ) Merambatkan panas dari elektroda dan ujung insulator agar cepat radiasi/dingin Elektroda tengah Membangkitkan loncatan bunga api ke masa (elektroda masa)

d. Elektroda masa Elektroda masa di buat sama dengan elektroda tengah . Alur U (U- groove), alur V ( V- groove ) dan bentuk khusus dari elektroda yang lain di buat dengan tujuan agar memudahkan loncatan api agar menaikkan kemampuan pengapian

ELEKTRODA BUSI 2. Nilai panas Yang di maksud dengan nilai panas busi adalah kemampuan meradiasikan sejumlah panas oleh busi . Busi yang meradiasikan panas lebih banyak di sebut busi DINGIN sebab busi tersebut akan tetap dingin.Sedangkan busi yang meradiasikan panas yang sedikit di sebut busi PANAS karena busi tersebut menahan panas. Batas operasional terendah dari busi adalah self-cleaning temperature ( pada kondisi ini busi akan bersih dengan sendirinya ). Sedangkan batas tertinggi adalah pre-ignition temperature ( pada kondisi ini dapat terjadi pre-ignition ). Busi akan mempunyai kemampuan maksimum bila elektroda tengahnya mempunyai temperature antara 450C dan 950C (842F dan 172F)

Self-cleaning temperature Bila temperature elektroda tengah kurang dari 950C , carbon akan terbentuk di sebabkan adanya pembakaran yang tidak sempurnayang menempel pada permukaan penyekat ( insulation) porselen , yang akhirnya akan mengurangi tahanan penyekat (insulation) antara insulator dan casing (rumah busi),akibatnya tegangan tinggi yang di berikan ke elektroda akan langsung ke casing (masa) tanpa terjadinya loncatan api pada celah busi dan di sebut misfiring. Temperature 450C atau lebih di perlukan untuk menyempurnakan pembakaran terhadap sisa ( endapan ) carbon pada insulator nose.temperatur ini di sebut Self-cleaning temperature Pre-ignition temperature Bila temperature elektroda tengah lebih dari 950C ( 1742F ) maka elektroda sendiri akan merupakan sumber panas yang dapat menimbulkan terjadinya penyalaan sebelum busi bekerja. Ini di sebut Pre-ignition Bila pre-ignition terjadi maka output mesin akan menurun di sebabkan oleh saat penyalaan yang tidak tepat.dan elektroda / torak mungkin akan berlubang atau meleleh sebagian. Oleh sebab itu temperature elktroda harus di usahakan di bawah 950C. Panjang ujung insulator dan nilai panas (head range) Panjang ujung insulator (T ) dari busi dingin dan busi panas dapat di bedakan sebagai berikut : -Busi dingin mempunyai ujung insulator yang lebih pendek seperti tampak pada gambar di bawah. Karena permukaan yang bersinggungan dengan api kecil dan jalur radiasi ( perambatan ) panasnya pendek, maka perambatan panas sangat baik dan temperatur elektroda tengah tidak akan naik terlalu tinggi. -Busi panas mempunyai ujung insulator yang panjang dan permukaan singgung dengan api yang luas . sehingga jalur perambatan panas menjadi panjang dan radiasi panas menjadi kecil. Akibatnya temperatur elektroda tengah menjadi naik dan temperature self cleaning dapat di capai dengan lebih cepat dari pada busi tipe dingin meskipun pada putaran lambat.

3. Busi Tipe Resistor


Gelombang electromagnet frequensi yang tinggi yang di timbulkan oleh loncatan pengapian menyebabkan terjadinya interferensi radio yang di pasang pada mobil tersebut . maupun radio-2 yang di pasangkan pada mobil lain dan peralatan telekomunikasi yang lain . untuk mencegah hal tsb. Sebuah resistor ( kira-kira 5 kilo ohm) di pasangkan /di sisipkan pada elektroda tengah dekat dengan daerah loncatan bunga api untuk memperlemah gelombang gelombang electromagnet yang terjadi. Bila di perlukan untuk menggunakan busi tipe resistor,pergunakanlah selalu tipe yang telah di tentukan pada saat melakukan penggantian.

Busi dengan elektroda yg. Menonjol Busi dengan ujung insulator yang menonjol keluar dari casing di sebut dengan elektroda yang menonjol (projecting electrode spark plug) karena busi tipe ini menonjol ke dalam ruang bakar ,maka kemungkinan pencahayaan terhadap molekul -2 bensin dalam campuran udara bahan bakar akan bertambah ,sehingga menyempurnakan kemampuan pengapian . 5. Busi dengan ujung platina Ujung elektroda tengah dan elektroda masa yang berhadapan di tutup ( di lapisi ) dengan lapisan tipis platina untuk memperpanjang umur busi. Busi type ini di pasangkan pada mesin-mesin yang di lengkapi dengan peralatan peralatan emission control.untuk mempermudah membedakan busi type ini dengan busi biasa . busi dengan ujung platina mempunyai 5 buah garis warna biru tua pada insulatornya.

Penting _Beberapa catatan untuk busi dengan lapisan ujung platina ;

Busi dengan lapisan ujung platina adalah busi yang bebas perawatan sampai dengan 100.000 km( 60.000 mile ) pada kondisi operasi normal. Bila terjadi gangguan yang memerlukan pemeriksaan busi ,ikutilah langkah-langkah ebagai berikut ; Untuk menjaga agar lapisan platina tidak rusak ,jangan membersihkan busi ini dengan sikat kawat . Bila mempergunakan pembersih busi pertahankan tekanan udara pada 6kg atau lebih rendah ,dan lamanya agar tidak leih dari 20 detik.label peringatan seperti di bawah ini di tempelkan pada cylinder head cover pada mesin yang di lengkapi dengan busi yang di lapisi platina. Bebas perawatan 100.000 km (60.000mile) tidak berlaku bila mesin menggunakan bahan bakar dengan additive timah hitam (Leaded fuel). Pada kenyataannya elektroda busi akan lebih cepat aus ,karena lapisan platina akan rusak oleh zat kimia yang di kandung timah hitam (lead) 6. Sistem Code Busi Busi di beri kode dengan huruf dan angka .Sistem kode yang di gunakan berbeda beda bergantung pabrik pembuatnya Sistem kode busi yang di buat oleh ND dan NGK yang di gunakan pada mesin mesin TOYOTA seperti di uraikan di bawah ini ;

Kabel tegangan tinggi


Kebel kabel tegangan tinggi ( high-tension cord ) harus mampu mengalirkan arus listrik tegangan tinggi yang menghasilkan di dalam ignition coil ke busi busi melalui distributor tanpa adanya kebocoran . oleh sebab itu penghantar ( core ) di bungkus dengan insulator karet yang tebal seperti tampak pada gambar untuk mencegah terjadinya kebocoran arus listrik tegangan tinggi. Insulator karet ( rubber insulator ) kemudian di lapisi oleh pembungkus ( seath ) .Kabel resistive terbuat dari fiberglass yang di padu /di campur dengan carbon dan karet sintetis yang di gunakan sebagai core untuk memberikan peregangan yang cukup kuat untuk meredam bunyi pengapian ( ignition noise ) .tanda tahanan di cetak pada permukaan pembungkus ( sheath) sebagai pertanda bahwa inti dari kabel tegangan tinggi adalah kabel bertahanan (resistive wire ) PENTING Untuk melepaskan kabel tegangan tinggi ,pegang dantariklah pada bagian pangkalnya ( tutupnya ). Jangan sekali kali memegang dan menarik pada pembungkusnya . sebab dapat mengakibatkan kabel terlepas dari tutupnya ( pangkalnya )dan dapat merusak kabel, Sirkuit terbuka atau hubungkan yang kurang baik dari kabel tegangan tinggi dapat di ketahui dengan mengukur tahanan inti ( core )

Distributor
Fungsi distributor dapat di bagi dalam 4 bagian ; 1. Bagian pemutus / arus . Pada bagian ini terdiri dari a. breaker point (contact point / point ) Fungsinya adalah untuk memutuskan arus listrik dan menghubungkannya dari kumparan primer coil ke massa agar terjadi induksi pada kumparan sekunder coil .induksiterjadi pada saat breaker point I putus atau terbuka

b. camlobe ( nok ) Fungsinya adalah untuk mengungkit breaker point agar dapat memutus dan menghubungkan arus listrik pada kumparan primer coil ;

C kondensor Fungsinya adalah untuk menghilangkan /mencegah terjadinya loncatan api atau bunga api listrik pada breaker point. Kemampuan dari suatu kondensor dapat di tunjukkan dengan berapa besar kapasitasnya.kapasitas kondenser di ukur dalam (uf ) mikro farad.pada kendaraan Toyota ,condenser yang di pergunakan ada 3 macam ; Condenser kabel warna hijau kapasitasnya 0,15 uf Condenser kabel warna kuning kapasitasnya 0,22 uf Condenser kabel warna biru kapasitasnya 0,25 uf

Terbakarnya breaker point sering juga di akibatkan oleh condenser yang tidak sesuai dengan kapasitasnya atau kapasitasnya tidak normal. 2. Bagian Distributor Bagian ini berfungsi membagi bagikan ( mendistribusikan )arus tegangan tinggi yang di hasilkan / di bangkitkan oleh kumparan sekunder pada ignition coil ke busi pada tiap tiap silinder sesuai dengan urutan pengapian .bagian ini terdiri dari tutup distributor dan rotor

3. Bagian Governor Advancer Bagian ini berfungsi untuk memajukan saat pengapian sesuai dengan pertambahan mesin .bagian ini terdiri dari Governor weight dan governor spring ( pegas governor ) Gambar di bawah ini menunjukkan kontruksi dari Governor Advancer 4. Bagian Vakum Advancer Bagian ini berfungsi untuk memundurkan atau memajukan saat pengapian pada saat beban mesin bertanmbah atau berkurang. Bagian ini terdiri dari breaker plate vakum advancer ,yang akan bekerja atas dasar kevakuman yang terjadi di dalam intake manifold.

Ignition Coil
Uraian ; Motor pembakaran dalam ( internal combustion engine )menghasilkan tenaga dg jalan membakar campuran

udara dan bahan bakar di dalam silinder .pada motor bensin loncatan bunga api pada busi di perlukan untuk menyalakan campuran udara bahan -bakar yang telah di kompresikan oleh torak di dalam silinder.sedangkan pada motor diesel udara di kompresikan dengan tekanan yang tinggi sehingga menjadi sangat panas.dan bila bahan bakar di semprotkan ke dalam silinder ,akan terbakar secara serentak.karena pada motor bensin proses pembakaran di mulai oleh loncatan api tegangan tinggi yang di hasilkan oleh busi.beberapa metode di perlukan untuk menghasilkan arus tegangan tinggi yang di perlukan. Sistem pengapian ( ignition system )pada automobile berfungsi untuk menaikkan tegangan baterai menjadi 10 KW atau lebih dengan mempergunakan ignition coil dan kemudian membagi -bagikan tegangan tinggi tersebut ke masing masing busi melalui distributor dan kabel tegangan tinggi. - Sistem pengapian Konvensional - Sistem pengapian Transistor *Tipe semi transistor *Tipe full transistor Pada pasal ini hanya akan di terangkan mengenai system pengapian Konvensional

1. BATERAI Menyediakan arus listrik tegangan rendah (biasanya 12 vol ) untuk ignition coil

2. DISTRIBUTOR a. Cam/Nok - membuka breaker point ( platina ) pada sudut crankshaft ( poros engkol ) yang tepat untuk masing masing silinder . b. Breaker point ( platina ) memutuskan arus listrik yang mengalir melalui kumparan primer dari ignition coil untuk menghasilkan arus listrik tegangan tinggi pada kumparan sekunder dengan jalan (cara) induksi magnet listrik c. Capasitor / kondensor - Menyerap loncatan bunga api yang terjadi antara breaker point /platina pada saat membuka dengan tujuan untuk menaikkan tegangan coil sekunder. d. Centrifugal Governor Advancer - memajukan saat pengapian sesuai dengan putaran e. Vaqum Advancer memajukan saat pengapian sesuai dengan beban mesin ( vaqum intake manifold) f. Rotor membagikan arus listrik tegangan tinggi yang di hasilkan oleh ignition coil ke tiap tiap busi. g. Distributor cup Membagikan arus listrik tegangan tinggi dari rotor ke kabel tegangan tinggi untuk masing masing silinder. 3. KABEL TEGANGAN TINGGI ( KABEL BUSI ) Mengalirkan arus listrik tegangan tinggi dari ignition coil ke busi

4.BUSI Mengeluarkan arus listrik tegangan tinggi menjadi loncatan bunga api melalui electrodanya Fungsi bagian komponen ; Lihat gambar ;

5.IGNITION COIL Fungsi dari ignition coil adalah merubah arus listrik 12v yang di terima dari baterei , menjadi tegangan tinggi (10 KW atau lebih ) untuk menghasilkan loncatan bunga api yang kuat pada clah busi.pada ignition coil ,kumparan dan sekunder di gulung pada inti besi. Kumparan-kumparan ini akan menaikkan tegangan yang di terima dari baterai menjadi tegangan yang sangat tinggi melalui (dengan cara) induksi electromagnet/induksi magnet listrik ( induksi sendiri dan induksi bersama). Kita akan mempelajari lebih lanjut di dalam Step 2 tentang induksi magnet dan aspek tekhnik yang lain tentang kelistrikan dan kemagnetan.

Kontruksi Inti besi (core), yang di kelilingi oleh kumparan, terbuat dari baja silicon tipis yang di gulung ketat. Kumparan sekunder terbuat dari kawat tembaga tipis ( 0,05 0,1 mm) yang di gulung 15000 sampai 30000 kali lilitan pada inti besi, sedangkan kumparan primer terbuat dari kawat tembaga yang relative tebal (0,5 1,0 mm) yang di gulung 150 300 kali lilitan mengelilingi kumparan sekunder. Untuk mencegah terjadinya hubungan singkat (short circuit) antara lapisan kumparan yang berdekatan , antara lapisan satu dengan lapis yang lain disekat dengan kertas yang mempunyai tahanan sekat yang tingggi. Seluruh ruangan kosong di dalam tabung kumparan di isi dengan minyak atau campuran penyekat untuk menambah daya tahan terhadap panas. Salah satu ujung dari kumparan primer di hubungkan dengan terminal negative primer, sedangkan ujung yang lain di hubungkan dengan terminal positive primer. Kumparan sekunder di huungkan dengan cara serupa, dimana salah satu ujungnya dihubungkan dengan kumparan primer lewat (pada) terminal positif primer .sedangkan ujung lain di hubungkan dengan terminl tegangan tinggi melalui sebuah pegas.kedua kumparan di gulung dengan arah yang sama,dengan kumparan primer berada pada bagian luar. Gambar penampang ignition coil

TIPE FULLY _ TRANSSISTOR. Sistem pengapian konvensional menghasilkan tegangan tinggi pada kumparan sekunder dengan jalan memutuskan arus listrik primer pada ignition coil .oleh karena itu system pengapian konvensional terdiri dari breaker point ,cam ( nok ) dan kondensor . Pada system pengapian fully tranristor ,(pada sisi yang lain ) signal generator di pasangkan sebagai pengganti cam ( nok) dan breaker point pada distributor. Signal generator akan menghasilkan tegangan yang berguna untuk menyalakan transistor _2 di dalam igniter untuk memutuskan arus primer pada ignition coil.karena transistor_2 yang di pergunakan untuk memutuskan primer tidak melibatkan bagian _2 yang bergerak yang saling bersinggungan,maka tidak terjai keausandan tidak terjadi penurunan tegangan sekunder yang di hasilkan. Distributor pada system pengapian tipe fully-transistor ada kalanya ignition coil dan igniter di pasangkan di dalamnya.