Anda di halaman 1dari 21

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Banyak orang merasa takut atau enggan berkunjung ke dokter gigi karena dalam benak mereka perawatan gigi sangat menyakitkan. Namun anggapan ini akan hilang apabila semua dokter gigi menggunakan hypnosis dalam prakteknya. Penggunaan hypnosis oleh dokter gigi sudah dikenal luas di Amerika dan Inggris, sedangkan di Indonesia masih dalam tahap pengenalan. Hypnosis yang dipakai dalam kedokteran gigi dikenal dengan istilah hypnodontics atau hypnodontia. (http://www.masterhipnotis.com/) Hypnodontics dalam penggunaannya termasuk dalam jenis medical hypnosis. Medical Hypnosis adalah penggunaan hypnosis untuk dunia medis, terutama oleh dokter ahli bedah dan dokter gigi dalam menciptakan efek anesthesia tanpa menggunakan obat bius. Teknik hypnosis yang digunakan untuk anesthesia sudah digunakan oleh John Elliotson (1791 1868). Elliotson adalah dokter yang pertama kali menggunakan mesmerisme (nama kuno dari hypnotism) untuk melakukan pembedahan tanpa rasa sakit. Pada masa Elliotson hidup, belum ditemukan anesthesia (obat bius) sehingga sebagian dokter menggunakan hypnosis. (http://www.hypnosis45.com/jenis_hypnosis.htm) Tehnik ini juga bisa diterapkan pada berbagai tindakan medis seperti menyuntik, cabut gigi, khitan, menjahit luka, operasi besar atau kecil, meringankan atau bahkan menghilangkan berbagai macam rasa nyeri atau sakit dengan hypnosis untuk jangka waktu yang lama atau selamanya. Teknik hypnosis untuk menghilangkan rasa sakit bisa diterapkan pada pasien yang mengalami nyeri misalnya karena asam urat, radang sendi, luka bakar, pasca operasi, masa penyembuhan luka, nyeri ambeien, sakit

kepala, rasa sakit akibat kanker dan segala jenis rasa sakit bisa diringankan atau dihilangkan sepenuhnya. (http://www.hypnosis45.com/medical_and_dental_hypnosis.htm)

B. DEFENISI
Hypnodontics atau hypnodontia adalah penerapan sugesti dan hypnosis terkendali dalam praktik kedokteran gigi.(Saunders) Hypnotic adalah cabang ilmu psikologi yang mempelajari pengaruh sugesti terhadap pikiran manusia. Dalam literatur barat, hypnotic disebut "hypnosis" atau "hypnotism" yang berasal kata "hypnos", nama dewa tidur dalam mitologi Yunani Kuno. (http://hipno71.faa.im/) Kata "hypnosis" adalah kependekan dari istilah James Braid's (1843) "neuro-hypnotism", yang berarti "tidurnya sistem syaraf". Orang yang terhypnosis menunjukan karakteristik tertentu yang berbeda dengan yang tidak, yang paling jelas adalah mudah disugesti. (www.dr-rocky.com/) Hypnosis didefinisikan sebagai suatu kondisi pikiran dimana fungsi analitis logis pikiran direduksi sehingga memungkinkan individu masuk ke dalam kondisi bawah sadar (sub-conscious/unconcious), di mana tersimpan beragam potensi internal yang dapat dimanfaatkan untuk lebih meningkatkan kualitas hidup.(http://id.wikipedia.org)

C. SEJARAH

Gambar 1 : Pictograph

Melalui pictograph dan tulisan-tulisan kuno lainnya dapat disimpulkan bahwa hypnosis telah digunakan sejak zaman pra sejarah. Papirus Ebers di Mesir, dokumen yang berusia 3000 tahun, mencatat bagaimana para pendeta Mesir melakukan pengobatan. Dijelaskan dalam dokumen tersebut berbagai teknik yang digunakan ternyata merupakan gambaran atas mekanisme kerja hypnosis. (www.dr-rocky.com) Franz Anton Mesmer (1734 1815) seorang berkebangsaan Vienna, menjelaskan mengenai fenomena penyembuhan menggunakan magnet. Dalam penjelasannya, Mesmer banyak mengkutip ide dari para ahli pendahulunya, antara lain; Paracelsus dengan idenya mengenai magnet, Richard Mead yang menyatakan bahwa seluruh kehidupan dijalankan oleh hukum alam, dan Father Hell, pendeta Jesuit yang mencoba menemukan cara menyembuhkan orang dengan menggunakan lempengan logam. Lempengan ini kemudian di lewatkan melalui tubuh orang. Ia berkeyakinan bahwa proses penyembuhan dari tubuh surgawi mampu menyembuhkan orang. (www.dr-rocky.com)

Gambar 2 : Mesmer sedang meng-hypnosis pasiennya.

Ia kemudian meminta French Academy of Medicine untuk mempelajari metodenya. Komisi yang diketuai oleh Ben Franklin kemudian ditunjuk untuk melakukan penyelidikan berkenaan dengan metode penyembuhan Mesmer. Komisi tersebut menemukan bahwa

magnet tidak memberikan efek Mesmer kemudian didiskreditkan pada tahun 1784. Hasil temuan dari komisi menyatakan bahwa magnet tidak menghasilkan efek apapun. (www.dr-rocky.com) Marquis de Puysegur (1781 1825), salah seorang pengikut Mesmer, ketika menerapkan metode yang digunakan Mesmer pada seorang pengembala berusia 24 tahun, menemukan suatu fenomena yang tidak diketahui sebelumnya oleh Mesmer. Ia mendapati bahwa subjek yang dipengaruhi magnet, bukan hanya mengalami fenomena yang tidak awam tetapi juga tertidur lelap. Pada kondisi ini, subjek tidak dapat membuka matanya, berbicara secara kurang jelas namun bertingkah seolah-olah sadar. Puysegur menyebut kondisi ini sebagai artificial somnambulism. (www.dr-rocky.com) Esdaile (1845) seorang dokter Inggris menulis buku, Mesmerism in India. Ia bekerja di sebuah penjara di India dan melakukan lebih dari 3000 operasi tanpa menggunakan obat bius. Umumnya pada kondisi ini, 50% dari pasien akan meninggal. Ia melatih para asistennya serangkaian metode tertentu. Dengan metode tersebut, laju kematian dapat ditekan hingga hanya 5%. (kini diketahui penjelasan di balik fenomena ini, pada hypnosis, pendarahan dapat diminimalkan. Selain itu tubuh juga mengembangkan resistensi terhadap infeksi dan tidak mengalami dehidrasi). (www.dr-rocky.com) Kasus pencabutan gigi pertama menggunakan hypnosis dilakukan pertama kali pada tahun 1823. Diikuti dengan proses melahirkan menggunakan hypnosis pada tahun 1826. (www.dr-rocky.com) Pada tahun 1880, dua sekolah hypnosis mulai didirikan. Charcot, seorang neurologist di Perancis memberikan hypnosis pada dua belas wanita yang mengalami hysteria. Charcot memberikan demonstrasi pada saat hypnosis, para pasien dapat berjalan dan melakukan banyak hal lainnya, namun mereka kembali kehilangan kemampuan tersebut ketika mereka berada pada kondisi normal. (www.dr-rocky.com)

Gambar 3 : Jean Charcot sedang mendemonstrasikan ajaran hypnosis-nya.

Bernheim, seorang neurologist Perancis yang sangat terkenal, dan Liebeault, seorang dokter, membuat klinik di Nancy, Perancis. Mereka mengobati lebih dari 12.000 pasien menggunakan hypnosis, dan memperkenalkan konsep suggestibility dan sexuality. (www.dr-rocky.com) Selama Perang Dunia I dan Perang Dunia II, hypnosis digunakan untuk memberikan pengobatan pada para prajurit yang mengalami trauma. Pada tahun 1955, British Medical Association menyatakan bahwa hypnosis layak digunakan untuk mengobati hysteria dan digunakan sebagai anesthesia. (www.dr-rocky.com) Tahun 1958, American Medical Association membuat pernyataan yang sama sekaligus mengkritik keras hypnosis yang ditujukan sebagai hiburan atau pertunjukan (stage performance). Tahun 1960, American Psychology Association membentuk dewan penilai kelayakan seorang hypnotis. Kini beberapa Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi telah memberikan mata kuliah hypnosis. Adapun universitas yang memiliki jurusan khusus hypnosis adalah Universitas Pepperdine di California. (www.dr-rocky.com)

D. PERMASALAHAN
Selama ini, kebanyakan orang mengira bahwa hypnosis hanya bisa dimanfaatkan secara positif untuk keperluan pertunjukan. Kenyataannya tidak demikian, karena ditilik dari sejarahnya, hypnosis mulanya digunakan untuk keperluan medis dan terapi. Permasalahan yang akan dibahas dalam referat ini adalah bagaimana mekanisme terjadinya hypnosis, apa saja tahap-tahap hypnosis, apa saja aplikasi hypnosis pada praktek kedokteran gigi (hypnodontics), serta keuntungan dan kerugian hypnodontics.

BAB II PEMBAHASAN

A. MEKANISME TERJADINYA HYPNOSIS


Dalam ilmu hypnosis, pikiran manusia diibaratkan seperti bawang yang berlapis-lapis. Manusia mempunyai dua jenis pikiran yang bekerja secara simultan dan saling mempengaruhi, yaitu pikiran sadar (conscious) dan pikiran bawah sadar (sub-conscious atau unconcious ). (http://www.hypnosis45.com/pikiran_bawah_sadar.htm)

Gambar 4: model pikiran manusia (http://www.hypnosis45.com)

Pikiran sadar atau conscious mind adalah proses mental yang anda sadari dan bisa anda kendalikan. Pikiran bawah sadar atau subconscious mind adalah proses mental yang berfungsi secara otomatis sehingga Anda tidak menyadarinya. (http://www.hypnosis45.com/pikiran_bawah_sadar.htm) Besarnya pengaruh pikiran sadar terhadap seluruh aspek kehidupan seseorang, misalnya sikap, kepribadian, perilaku, kebiasaan, cara pikir, dan kondisi mental seseorang hanya 12%. Sedangkan besarnya pengaruh

pikiran bawah sadar adalah 88%. Untuk mudahnya kita bulatkan menjadi 10% dan 90%. Dari sini dapat kita ketahui bahwa pikiran bawah sadar mengendalikan diri kita 9 kali lebih kuat dibandingkan pikiran sadar. (http://www.hypnosis45.com/pikiran_bawah_sadar.htm) Pikiran sadar mempunyai fungsi mengidentifikasi informasi yang masuk, membandingkan dengan data yang sudah ada dalam memori kita, menganalisa data yang baru masuk tersebut dan memutuskan data baru akan disimpan, dibuang atau diabaikan sementara. Sementara itu, pikiran bawah sadar yang kapasitasnya jauh lebih besar dari pikiran sadar mempunyai fungsi yang jauh lebih kompleks. Semua fungsi organ tubuh kita yang berlangsung otomatis, diatur cara kerjanya dari pikiran bawah sadar. Selain itu nilai-nilai yang kita pegang, sistem kepercayaan, dan keyakinan terhadap segala sesuatu serta memori jangka panjang kita juga terdapat dalam pikiran bawah sadar. (http://www.hypnosis45.com/pikiran_bawah_sadar.htm) Garis putus-putus (pada gambar 4) mengilustrasikan Critical Factor. Critical Factor adalah bagian dari pikiran yang selalu menganalisis segala informasi yang masuk dan menentukan tindakan rasional seseorang. Critical Factor ini melindungi pikiran bawah sadar dari ide, informasi, sugesti atau bentuk pikiran lain yang bisa mengubah program pikiran yang sudah tertanam di bawah sadar. Ketika kita da lam kondisi sadar seperti sekarang ini, Critical Factor akan menghalangi afirmasi atau sugesti yang ingin kita tanamkan ke pikiran bawah sadar. Sugesti yang diucapkan dalam kondisi sadar terhalang oleh Critical Factor, sehingga efeknya sangat kecil atau bahkan tidak ada sama sekali. (http://www.hypnosis45.com/pikiran_bawah_sadar.htm) Saat hypnotist melakukan hypnosis, yang terjadi adalah hypnotist mem-by-pass Critical Factor subjek (orang yang di-hypnotis) dan langsung berkomunikasi dengan pikiran bawah sadar subjek. Menembus Critical Factor ini dilakukan dengan suatu teknik yang dinamakan "induksi".(http://www.hypnosis45.com/pikiran_bawah_sadar.htm)

Induksi bisa dilakukan dengan cara membuat pikiran sadar subjek sibuk, lengah, bosan, bingung (tidak memahami) atau lelah sehingga pintu gerbang menuju pikiran bawah sadar, yaitu Critical Factor terbuka atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Karena Critical Factor terbuka atau pengawasannya lemah maka sugesti akan langsung menjangkau pikiran bawah sadar. (http://www.hypnosis45.com/pikiran_bawah_sadar.htm) Critical Factor menjadi tidak aktif ketika seseorang dalam kondisi hypnotic trance. Maka dari itu, semua sugesti selama tidak bertentangan dengan sistem kepercayaan dan nilai-nilai dasar yang dianut seseorang, akan diterima oleh pikiran bawah sadar sebagai kebenaran, kemudian disimpan sebagai program pikiran. Program pikiran yang sudah ditanamkan melalui sugesti dalam kondisi hypnosis, akan menjadi pemicu perubahan yang seketika dan permanen. (http://www.hypnosis45.com/pikiran_bawah_sadar.htm) Havens dan Walter dalam bukunya Hypnotherapy Scripts: A NeoEricksonian Approach, menyebutkan antara pikiran bawah sadar dan pikiran sadar dapat diibaratkan seorang Kapten dengan Anak Buah Kapal (ABK). Sedangkan diri kita adalah kapal itu sendiri. Kapten sebagai pikiran sadar menentukan arah dan tujuan kapal, sedangkan ABK sebagai pikiran bawah sadar yang menjalankan kapal. Kapal akan selamat sampai di tujuan jika ada kerja sama yang baik antara kapten dengan ABK dan masalah akan timbul bila terjadi perbedaan tujuan antara Kapten dengan ABK. Masalahnya, Kapten (pikiran sadar) kadang tidak tahu apa yang diinginkan ABK (pikiran bawah sadar), sehingga kehidupan seolah tidak seperti yang kita inginkan. Padahal itu adalah keinginan ABK yang seharusnya kita pimpin. (http://www.hypnosis45.com/pikiran_bawah_sadar.htm) Sebagai contoh kasus, seorang perokok yang kesulitan berhenti merokok. Kebiasaan merokok adalah hasil kerja dari pikiran bawah sadar. Sedangkan keinginan untuk berhenti merokok adalah hasil logika pikiran sadar. Perokok ingin berhenti merokok karena jelas rokok merugikan

secara kesehatan maupun ekonomi. Namun logika bahwa rokok itu merugikan kesehatan dan menguras kantong terkalahkan oleh kebiasaan yang sudah tertanam kuat di pikiran bawah sadar. (http://www.hypnosis45.com/pikiran_bawah_sadar.htm) Hypnosis memungkinkan kita untuk meningkatkan kendali terhadap pikiran bawah sadar kita. Sehingga kita bisa menggunakan daya yang sangat besar itu untuk kesembuhan, kesuksesan dan pengendalian diri. Dengan hypnosis, kita pun bisa menghilangkan kebiasaan-kebiasaan negatif, misalnya kebiasaan merokok dan menunda pekerjaan. (http://www.hypnosis45.com/pikiran_bawah_sadar.htm) Secara umum, mekanisme kerja hypnosis sangat terkait dengan aktivitas otak manusia. Aktivitas ini sangat beragam pada setiap kondisi yang diindikasikan melalui gelombang otak yang dapat diukur

menggunakan alat bantu EEG (Electro Enchepalograph). EEG ditemukan pada tahun 1929 oleh psikiater Jerman, Hans Berger. (http://id.wikipedia.org)

Gambar 5 : pengaplikasian EEG

Gambar 6 : layar monitor EEG

Berikut diuraikan berbagai gelombang otak disertai dengan aktivitas yang terkait:
y

Beta, frekuensi 12 - 25 Hz. Dominan pada saat kita dalam kondisi terjaga, menjalani aktifitas sehari-hari yang menuntut logika atau analisa tinggi, misalnya mengerjakan soal matematika, berdebat, olah raga, dan memikirkan

10

hal-hal yang rumit. Gelombang beta memungkinkan seseorang memikirkan sampai 9 obyek secara bersamaan.
y

Alpha, frekuensi 8 - 12 Hz. Dominan pada saat tubuh dan pikiran rileks dan tetap waspada. Misalnya ketika kita sedang membaca, menulis, berdoa dan ketika kita fokus pada suatu obyek. Gelombang alpha berfungsi sebagai penghubung pikiran sadar dan bawah sadar. Alpha juga menandakan bahwa seseorang dalam kondisi light trance atau kondisi hypnosis yang ringan.

Theta, frekuensi 4 - 8 Hz. Dominan saat kita dalam kondisi hypnosis, meditasi dalam, hampir tidur, atau tidur disertai mimpi. Frekuensi ini menandakan aktivitas pikiran bawah sadar.

Delta, frekuensi 0,1 - 4 Hz. Dominan saat tidur lelap tanpa mimpi. (http://www.hypnosis45.com/gelombang_otak.htm)

B. TAHAP-TAHAP HYPNOSIS
Dibagi dalam 7 tahapan, yaitu : 1. Mind-set (Pre-induction) Ini merupakan tahapan untuk mengenal pasien secara personal, membuka percakapan mengenai masalah-masalah yang dihadapi, menghilangkan miskonsepsi dan rasa takut pasien terhadap hypnosis, serta menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pasien. (http://www.hypnosis45.com/proses_hypnosis.htm)

2. Suggestibility Test atau Uji sugestibilitas Uji sugestibilitas digunakan untuk mengetahui apakah seseorang memiliki tipe physical suggestibility (sugestibilitas fisik) atau emotional suggestibility (sugestibilitas perasaan). Mengetahui tipe sugestibilitas seseorang sangat penting untuk menentukan tipe induksi yang digunakan dan teknik terapi yang cocok.

11

(http://www.hypnosis45.com/proses_hypnosis.htm)

3. Induction Induksi (dalam bahasa hypnosis) adalah cara yang digunakan oleh hypnotist untuk membimbing pasien mengalami trance hypnosis. Trance hypnosis adalah suatu kondisi kesadaran dimana bagian kritis pikiran sadar tidak aktif, sehingga klien sangat reseptif terhadap sugesti yang diberikan oleh hypnotist. (http://www.hypnosis45.com/proses_hypnosis.htm) Syarat utama agar proses induksi berjalan lancar adalah pasien harus bersedia di-hypnosis. Bila pasien menolak di-hypnosis maka siapapun tidak akan mampu meng-hypnosisnya. Hypnosis tidak bisa diterapkan secara paksa.
(http://www.hypnosis45.com/proses_hypnosis.htm)

Induksi ada 2 cara, direct dan indirect. Direct yaitu pasien menyadari bahwa dirinya sedang di-hypnosis sedangkan indirect yaitu mengalihkan perhatian si pasien sehingga pasien tidak sadar bahwa itu merupakan cara dirinya di-hypnosis. (Kroger William S, M.D) Induksi dapat dilakukan hanya dengan memberikan sugesti berupa kata-kata atau dapat dibantu dengan alat-alat medis, seperti pada dokter gigi menggunakan pen light dan brain wave synchronizer (EEG). (Kroger William S, M.D)

4. Deepening Deepening merupakan kelanjutan dari induksi. Tujuannya dari penggunaan teknik deepening adalah untuk membuat pasien semakin suggestible (meningkatkan kemampuan untuk menerima sugesti). Periode ini disebut trance hypnosis. Ada beberapa tingkatan trance hypnosis. Secara sederhana, tingkatan trance hypnosis bisa dibagi menjadi light trance, medium trance, deep trance atau somnambulism. Somnambulism adalah kondisi mental dimana pikiran subjek menjadi

12

sangat sugestif. Level trance hypnosis yang paling tepat untuk terapi ataupun untuk stage hypnosis adalah somnambulism.

(http://www.hypnosis45.com/proses_hypnosis.htm) Oleh karena itu, apabila setelah induksi seorang pasien belum mencapai kondisi somnambulism, hypnotist perlu melakukan

deepening dengan tehnik tertentu yang bisa membuat pasien mengalami somnambulism. Untuk mengetahui tingkat trance hypnosis yang dialami pasien, hypnotist bisa melakukan trance level test, atau bagi hypnotist yang berpengalaman cukup melihat dari tanda-tanda yang ditunjukkan pasien. (http://www.hypnosis45.com/proses_hypnosis.htm) Beberapa cara yang dilakukan terapis dalam uji trance level test antara lain:
i Dengan mengangkat tangan klien dan menjatuhkannya kembali.

Jika tangan sudah dapat jatuh terkulai lemas dan tidak tertahan maka klient sudah relaks dan sudah memasuki tahap trance.
i Menempelkan kedua jari pada mata klient, apabila bola mata sudah

tenang dan tidak bergerak-gerak serta bola mata terlihat cekung kedalam maka klient dipastikan sudah memasuki tahap trance.
i Memastikan denyut nadi klient, apabila denyut nadi klient

berdenyut pelan dan teratur maka bisa dipastikan klient memasuki tahap trance.
i Memastikan bahwa ketika terapis memasukkan sugesti maka dahi

klient tidak mengkerut yang berarti berpikir ulang terhadap sugesti yang kita masukkan. (http://ra91l.wordpress.com)

5. Utilization (operation) Pada tahap ini, terapi pikiran dimulai. Disini hypnotist berusaha menggali lebih dalam masalah apa yang dihadapi oleh pasien tersebut. (http://www.hypnosis45.com/proses_hypnosis.htm)

13

6. Posthypnotic suggestions Hypnotist menanamkan sugesti-sugesti ke dalam pikiran si pasien sebagai terapi atas masalah-masalah yang dihadapi pasien tersebut. (http://www.hypnosis45.com/proses_hypnosis.htm)

7. Dehypnotization (termination) Membuat pasien sadar kembali. (http://www.hypnosis45.com/proses_hypnosis.htm)

8. APLIKASI HYPNOSIS DI BIDANG KEDOKTERAN GIGI (HYPNODONTICS)


1. Sebagai anesthesia anesthesia. Mental Anesthesia yaitu sebuah kondisi dimana seseorang tidak merasakan sensasi tertentu - seperti sakit, nyeri, gatal, tekanan, panas dan semacamnya, hanya karena pikirannya mengabaikan perasaan tersebut. Tanpa sengaja kita sering mengalami mental anesthesia walaupun dalam kadar yang ringan. Misalnya ketika kita senang asyik konsentrasi menonton film atau membaca buku, kita tidak menyadari adanya nyamuk yang mulai menggigit. Tahutahu nyamuk sudah banyak menyedot darah kita. Dalam kondisi hypnosis, hal semacam ini bisa disengaja, diperpanjang dan diperkuat kadarnya. Mental anesthesia biasanya digunakan pada pasien yang alergi terhadap semua jenis obat bius local, seperti novocaine. (http://www.hypnosis45.com/medical_and_dental_hypnosis.htm) yang dikenal dengan sebutan mental

14

Perbedaan chemical anesthesia dan menthal anesthesia : Chemical Anesthesia Mental Anesthesia

Ada efek samping (alergi, pusing, Tanpa efek samping sama sekali. kejang, nyeri otot, kelumpuhan, kematian, dsb). Bisa menyebabkan ketagihan Mati rasa sekaligus tidak bisa bergerak. Membuat pasien tidak sadar (anesthesia total). Tidak menyebabkan ketagihan. Mati rasa dan masih bisa bergerak normal. Pasien tetap sadar sepenuhnya, tetapi tidak merasakan sakit sedikitpun. Kemungkinan overdosis. Butuh waktu cukup lama untuk menghilangkan efek anesthesia. Tidak ada dosis. Anesthesia bisa dilenyapkan seketika ataupun bisa diperpanjang tanpa resiko. Diperlukan injeksi, absorsi, inhalasi atau cara lain untuk memasukkan materi kimia ke dalam tubuh pasien. Melalui sugesti (kata-kata) yang disampaikan dengan tehnik tertentu sehingga bisa diterima oleh pikiran bawah sadar pasien.

(http://www.hypnosis45.com/medical_and_dental_hypnosis.htm)

Dalam kondisi normal kita bisa membuat seluruh mulut, gusi dan gigi mati rasa hanya dalam waktu 30 detik atau paling lama sekitar 2 menit. Sedangkan apabila pasien terlalu tegang karena takut, membutuhkan waktu sekitar 5 menit untuk mengajarkannya cara menenangkan pikiran.(http://www.masterhipnotis.com)

2. Pasien yang phobia ke dokter gigi (dental phobia) Phobia adalah rasa takut yang intens dan terus-menerus pada situasi tertentu, kegiatan, benda, binatang, atau orang. Gejala utama dari gangguan ini adalah keinginan yang berlebihan dan tidak

15

masuk akal untuk menghindari subjek ditakuti. Dental phobia atau phobia gigi dapat digambarkan sebagai ketakutan yang berlebihan dan tidak masuk akal dari perawatan gigi. (http://rudysutrisno.blogspot.com) Sebagai contoh kasus, Helen S. adalah seorang ibu rumah tangga dengan gigi patah dan gusi buruk terinfeksi. Dia telah lama menolak semua perawatan gigi. Karena sakit gigi akhirnya mendorong dia mengunjungi dr. George V.Roston, direktur kedokteran gigi di Institut Penelitian Hypnosis. Sepuluh menit setelah duduk di kursi, ia berada pada kondisi hypnosis yang ringan (light trance). Roston menyuruhnya membayangkan dirinya sedang berjemur di pantai. Setelah itu, Roston mulai mengobati sakit giginya. (http://www.wholemind.com)

3. Bruxism Bruxism adalah kebiasaan buruk berupa menggertakkan gigi, menggeser-geserkan gigi atau mengatupkan gigi geligi atas dan bawah dengan tekanan yang besar. Kebiasaan ini biasanya dilakukan saat tidur, namun ada juga yang mengalaminya pada siang hari. Kapan pun munculnya, kebiasaan itu merupakan kebiasaan yang tidak disadari. (http://dokterandhesti.wordpress.com) Gerakan grinding (menggeser-geser gigi) dapat menyebabkan gigi sakit atau goyang, bahkan lepas. Gerakan ini sedikit demi sedikit mengikis gigi, menyebabkan permukaan gigi menjadi aus dan merusak lapisan email. (http://dokterandhesti.wordpress.com) Penyebab bruxism belum diketahui secara pasti. Namun penyebab yang paling sering ditemukan adalah faktor emosional, seperti stres di siang hari, kecemasan, kemarahan, rasa sakit dan frustrasi. Selain itu, faktor keturunan, oklusi (cara gigi geligi rahang atas dan bawah mengatup) yang tidak normal dan gigi yang

16

telah dicabut (gigi ompong) juga diduga menyebabkan bruxism. (http://dokterandhesti.wordpress.com). Pengobatan bruxism dengan hypnosis dilakukan dengan cara menemukan penyebab dasar terjadinya bruxism tersebut. Sebagai contoh, seorang pasien selalu melakukan kebiasaan ini secara reflex ketika dia sedang marah, kesal, atau jengkel sebagai bentuk apresiasi dari kemarahannya tersebut. Maka diberikan sugesti ke pikiran bawah sadar pasien tersebut untuk mengekspresikan kemarahan, kekesalan, dan kejengkelannya dengan hal lain yang lebih baik dan dapat diterima.(http://www.wholemind.com)

4. Mengatasi pasien yang selalu ingin muntah atau batuk karena rongga mulutnya terlalu sensitif ketika tersentuh saat memeriksa gigi(gag reflex). (http://www.masterhipnotis.com/hipnotis_untuk_dokter_gigi.htm)

5. Menyuntik tanpa rasa sakit. (http://www.masterhipnotis.com)

6. Production and Extention period of Analgesia Hypnosis dapat memberi efek seperti analgetik dengan durasi atau masa kerja yang lebih lama. (http://www.entrancinglife.com)

7. Production of Amnesia Meng-hypnosis pasien sehingga pasien sama sekali tidak ingat apa yang dilakukan pada giginya. (http://www.entrancinglife.com)

8. Mengendalikan perdarahan Memberikan sugesti gambaran tentang penyembuhan jaringan sehingga pasien merasa relax dan tidak tegang sehingga pembuluh

17

darah mengecil dan laju deras darah minimal. Sering dipakai pada orang-orang dengan kelainan faktor pembekuan darah

(hemophilia). (Kroger William S, M.D)

9. Mengendalikan produksi air liur Dengan sugesti membayangkan mulutnya dalam keadaan kering, sekering yang pasien tersebut inginkan selama giginya dikerjakan.(http://www.hypnosis45.com/proses_hypnosis.htm)

10. Mengendalikan kekakuan otot rahang dan leher (http://www.mind-talks.com)

11. Pediadontics Pediadontics adalah penggunaan hypnosis pada anak-anak. Dengan hypnosis, penggunaan obat-obatan seperti local dan general anesthesia, sedatives, tranquilizers, analgesia yang mempunyai efek samping bagi perkembangan anak-anak dapat dihindarkan. (Kroger William S, M.D)

9. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN HYPNODONTICS


1. Keuntungan hypnodontics a. Memiliki kelebihan dibandingkan rekan seprofesi lainnya sehingga memiliki daya tarik khusus bagi pasien. b. Membiasakan pasien dengan alat-alat kedokteran gigi sehingga pasien merasa nyaman dan tidak tegang. c. Membuat pasien merasa lebih nyaman dan relax selama giginya dikerjakan. (Kroger William S, M.D)

2.

Kerugian hypnodontics a. Memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkan tidak menggunakan hypnosis , sehingga pada dokter gigi yang sibuk

18

atau tidak mempunyai waktu yang banyak untuk menangani pasiennya, tak jarang mereka menyewa jasa hypnotist khusus untuk meng-hypnosis pasiennya. b. Memerlukan keahlian khusus. c. Biaya yang mahal. (Kroger William S, M.D)

19

BAB III KESIMPULAN


Hypnosis didefinisikan sebagai suatu kondisi pikiran dimana fungsi analitis logis pikiran direduksi sehingga memungkinkan individu masuk ke dalam kondisi bawah sadar (sub-conscious/unconcious), di mana tersimpan beragam potensi internal yang dapat dimanfaatkan untuk lebih meningkatkan kualitas hidup. Saat hypnotist melakukan hypnosis, yang terjadi adalah hypnotist mem-by-pass Critical Factor subjek (orang yang di-hypnotis) dan langsung berkomunikasi dengan pikiran bawah sadar subjek. Critical Factor itu sendiri adalah bagian dari pikiran yang selalu menganalisis segala informasi yang masuk dan menentukan tindakan rasional seseorang. Critical Factor ini melindungi pikiran bawah sadar dari ide, informasi, sugesti atau bentuk pikiran lain yang bisa mengubah program pikiran yang sudah tertanam di bawah sadar. Menembus Critical Factor ini dilakukan dengan suatu teknik yang dinamakan "induksi". Untuk meng-hypnosis seseorang, ada 7 tahapan yang harus dilalui : 1. Mind-set (Pre-induction) 2. Suggestibility Test atau Uji sugestibilitas 3. Induction 4. Deepening 5. Utilization (operation) 6. Posthypnotic suggestions 7. Dehypnotization (termination) Pemakaian hypnosis di bidang kedokteran gigi dikenal dengan istilah hypnodontics. Hypnodontics adalah seni dan ilmu pengetahuan yang menggunakan hypnosis untuk meningkatkan kenyamanan dan bebas dari rasa sakit jika berobat ke dokter gigi. Aplikasi hypnosis di bidang kedokteran gigi (hypnodontics) yaitu: 1. Sebagai anesthesia yang dikenal dengan sebutan mental anesthesia.

20

2. Pasien yang phobia ke dokter gigi (dental phobia). 3. Bruxism. 4. Gag reflex. 5. Menggunakan tehnik sugesti untuk menyuntik tanpa rasa sakit. 6. Production and Extention period of Analgesia. 7. Production of Amnesia. 8. Mengendalikan perdarahan. 9. Mengendalikan produksi air liur. 10. Mengendalikan kekakuan otot rahang dan leher 11. Pediadontics. Hypnodontics itu sendiri memiliki keuntungan dan kerugian dalam praktiknya, yaitu : 1. Keuntungan hypnodontics : a. Memiliki daya tarik khusus bagi pasien. b. Membiasakan pasien dengan alat-alat kedokteran gigi sehingga pasien merasa nyaman dan tidak tegang. c. Membuat pasien merasa lebih nyaman dan relax selama giginya dikerjakan. 2. Kerugian hypnodontics: a. Memerlukan waktu yang lebih lama. b. Memerlukan keahlian khusus. c. Biaya yang mahal.

21