BPK - RI

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

LAPORAN KEUANGAN

PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I
Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004
Nomor : 13.A / Auditama V / GA / 3 / 2005 Tanggal : 31 Maret 2005
Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 31 Jakarta 10210 Telp. (021) 5700380, 5738740, 5720957, 5738727, 5704395 s.d. 9 pesawat 511 Fax. (021) 5700380, 5723995

DAFTAR ISI

Halaman

Laporan Auditor Independen….. …………………………………………. Dasar Penugasan dan Ruang Lingkup Audit 1. 2. Dasar Penugasan ……………………………………………………… Ruang Lingkup ………………………………………………………..

i

iii iii

Laporan Keuangan Pokok I. II. Neraca per 31 Desember 2004 dan 2003 …………………………... Laporan Laba Rugi untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 …………………………………………… III. Laporan Perubahan Ekuitas untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 ……………………………... IV. Laporan Arus Kas untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 …………………………………………… V. Catatan atas Laporan Keuangan ……………………………………. 5 6 4 3 1

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

Nomor : 13.A/Auditama V/GA/03/2005 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit neraca PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I tanggal

31 Desember 2004 serta laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Kami juga melakukan pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern. Laporan keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern adalah tanggung jawab manajemen perusahaan. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundangundangan dan pengendalian intern berdasarkan audit kami. Laporan Keuangan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 telah diaudit oleh auditor independen lain yang laporannya bertanggal 15 Maret 2004, berisi pendapat wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan tersebut. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara i BPK-RI AUDITAMA V

Sebagaimana diuraikan dalam catatan 33 atas laporan keuangan. 31 Maret 2005 ii BPK-RI AUDITAMA V . Kepatuhan kami terhadap peraturan perundang-undangan kepada dan pengendalian dengan surat intern kami sampaikan secara terpisah manajemen No. laporan keuangan yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat. posisi keuangan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I tanggal 31 Desember 2004. jika ada. serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut.MA Register Negara No. akibat keputusan Pengadilan tersebut belum dapat ditentukan pada saat ini. Besarnya kerugian yang mungkin timbul.keseluruhan. PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I masih menunggu keputusan Pengadilan tingkat kasasi atas gugatan terhadap aktiva-aktiva perusahaan. Selain itu audit mencakup pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap kontrak. sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. dalam semua hal yang material. Misnoto. Oleh karena itu.D-1416 Jakarta. dan hasil usaha. kewajiban yang mungkin timbul yang berkaitan dengan keputusan Pengadilan atas gugatan tersebut tidak tampak dalam laporan keuangan. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. Drs. Ak. 13. persyaratan bantuan dan pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan serta kepatuhan terhadap pengendalian intern. Menurut pendapat kami.B/AUDITAMA V/GA/03/2005 tanggal 31 Maret 2005.

perihal penugasan untuk melakukan audit atas laporan keuangan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I dan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan tahun buku 2004 di Kantor Pusat di Medan dan Kantor Cabang. Selain itu audit mencakup pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap kontrak dan pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan serta kepatuhan terhadap pengendalian intern. Undang-undang No. Undang Undang Republik Indonesia No.2/9/2004 tanggal 30 September 2004.DASAR PENUGASAN DAN RUANG LINGKUP AUDIT 1.KM 66 tahun 1994 tanggal 19 Oktober 1994 tentang Tarif Jasa Kepelabuhanan Untuk Kapal Angkutan Luar Negeri di Pelabuhan Laut Yang Diusahakan. Surat Tugas Badan Pemeriksa Keungan No. dan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. iii .1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen. serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Undang-undang No. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. b. Undang-undang No. Ruang Lingkup Audit Audit ini bersifat general audit atas laporan keuangan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004. Keputusan Menteri Perhubungan No.11 tahun 1992 tentang Dana Pensiun.5 tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan dan peraturan perundangan lainnya yang berlaku. Pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan yang kami uji mencakup: a. b. c. Perubahan ketiga Undang Undang Dasar Tahun 1945 pasal 23 E dan pasal 23 E. c. Audit dilaksanakan berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan Badan Pemeriksa Keuangan.64/ST/VII-XV. Suatu audit meliputi pemeriksaan atas dasar pengujian bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Dasar Penugasan a.21 tahun 1992 tentang Pelayaran. 2. d.

e. Keputusan Menteri Perhubungan No. Risalah Rapat Umum Pemegang Saham. f. l. Keputusan Menteri Perhubungan No. Keputusan Menteri Negara BUMN No. Pelaksanaan audit di lapangan mulai tanggal 11 Oktober 2004 sampai dengan 31 Maret 2005. Undang-undang No. sebagaimana telah dirubah dengan Peraturan Pemerintah No.82 tahun 1999 tentang angkutan di perairan. m. Peraturan Pemerintah No. Peraturan Perpajakan.12 tahun 1998 tentang Perusahaan Perseroan (Persero).12 tahun 1998 tentang Perusahaan Perseroan. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA iv .KEP-100/M-MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan BUMN. o.60/6/9/PI-03 tanggal 1 September 2003 tentang Kebijakan Akuntansi PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I. Keputusan Menteri Perhubungan No. KM 33 tahun 2001 tentang Pengusahaan Angkutan Laut. k. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat.45 tahun 2001 tentang perubahan Peraturan Pemerintah No. Peraturan Pemerintah No. g. Keputusan Direksi No.69 tahun 2001 tentang Kepelabuhanan. q.KU. Keputusan Menteri Negara BUMN No. i. n.55 tahun 2002 tentang Penyelenggaraan Pelabuhan Khusus. p. Keputusan Menteri Negara BUMN No.KEP-102/M-MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penyusunan Rencana Jangka Panjang BUMN.54 tahun 2002 tentang Penyelenggaraan Angkutan Laut. h.KEP-101/M-MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan BUMN. j. Anggaran Dasar dan Akte Pendirian PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I.

11 2j.209 pada tahun 2004 dan Rp224.198.418.194. kecuali dinyatakan lain) AKTIVA Catatan AKTIVA LANCAR Kas dan Setara Kas Investasi Jangka Pendek Piutang Usaha.745.561 1.614 19.714.124 2. 18a 7 2h. setelah dikurangi Penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp4.766 63.284. 12 13 2g.732.998 2g.031.139.307. 14 567.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I NERACA 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.700.019 23.269.765 8.407. 4 165.540 Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan 1 .927.585.304.051 85. 10 2i.732.000 9.453 27. 5 2c. 2i.036.559.588.404.170.933.845.475.928 39.159 61.984.652.212 2i.352.807.241.079.891.243 11. 2l.715 317.609.845 567.192.577.436.601 610.684 pada tahun 2004 dan Rp3.154.164 4.480.723.592 3.055.747. 3 2e.723.521.990 pada tahun 2003 Pendapatan masih akan diterima Pajak dibayar dimuka Piutang lain-lain Persediaan Aktiva lancar lain-lain Jumlah Aktiva Lancar AKTIVA TIDAK LANCAR Aktiva Tetap – setelah dikurangi Akumulasi penyusutan sebesar Rp268.181.002.975.507.493.231 1.381.840 379.826.725.336 723.401.407.403. 8 9 20.060 46.111.002.925 pada tahun 2003 Aktiva Tetap belum dimanfaatkan Biaya ditangguhkan – bersih Deposito yang dijaminkan Aktiva Lain-Lain – bersih Jumlah Aktiva Tidak Lancar JUMLAH AKTIVA 2004 2003 2d.959 1.321.631.412.365 198. 6 2k.570.691.356 321.244.296.401.045.573 62.402.049 714.793 53.072.552.691.752.745.328 1.915 30.688.

933 500.948 6.951 3.000.665.797 8.518 41.806.346 1.502 91.358 1.857 4.427.933 895.326 3.393.580.437 2.573 147.158.325 21 22.947.278.137 99.030 75.058.764.714.927 15.597.000 143.410.789.469 1.294. kecuali dinyatakan lain) KEWAJIBAN DAN EKUITAS Catatan KEWAJIBAN LANCAR Hutang Usaha Hutang Lain-lain Biaya masih harus dibayar Hutang Pajak Hutang Kemitraan dan Bina Lingkungan Pendapatan Sewa diterima di muka yang jatuh tempo dalam satu tahun Hutang jk panjang yg jatuh tempo dalam satu tahun: Hutang pembelian aktiva tetap Hutang Sewa Guna Usaha Hutang Pemegang Saham Jumlah Kewajiban Jangka Pendek KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Pendapatan Sewa diterima di muka Hutang Sewa Guna Usaha Hutang Pemegang Saham Kewajiban Pajak Tangguhan Jumlah Kewajiban Jangka Panjang Jumlah Kewajiban BANTUAN PEMERINTAH DITENTUKAN STATUSNYA YANG BELUM 25 1.000 saham dengan nilai nominal Rp1. 18d 36.600 2004 2003 15 16 17 2k.105.200.258 21.845 312.421 848. 18b 19 21 22 22.551.000 143.802.933.714.237.856 9.215.314.259 71.886 101.000.899 35.723.181.241.000 Modal ditempatkan dan disetor penuh 312.248.930 1.624.764.000.087 1. 23 24 2k.863 20.027.399.945.267.911 349.532.137.530.756. 23 24 42.232.460.714.126.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I NERACA 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.755.045.326 40.000 5.894.568.084 1.000 saham Modal disetor lainnya Cadangan umum Saldo laba Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 26 26 27 312.646.636.655.008.076 4.879 3.088 9.718.072.987.008.000.983.202.227.031.911 294.000.146 180.956.948.058.428.771.540 Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan 2 .259 79.497.432.763 5.600 1.211.139.586.696.655.804.159.471 EKUITAS Modal saham Modal dasar 1.915.552.126.817.101.984.428.311.328.655.884.453.987.000.595.962.

991.893.135 423.653.606.054 Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan 3 .833) 129.388.905.472 9.371.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I LAPORAN LABA RUGI Untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.613.398 170.971.662 2k. 18f 2k.007.930.521.734.680.190 30 17.299.506.696.893.090. Bersih Laba Sebelum Pajak Penghasilan dan Pos Pos Luar Biasa Pos Luar Biasa Laba Sebelum Pajak Penghasilan Penghasilan (Beban) Pajak Pajak Kini Pajak Tangguhan 28 29 455.703.292.388.542 Laba (Rugi) Bersih 113.926.293 (262.901. 18f (49.231.037.606. kecuali dinyatakan lain) Uraian Catatan 2004 2003 Penghasilan Bersih Beban Usaha Laba Usaha Penghasilan (Beban) Lain-Lain.910.662 170.708.639) 143.200) (384.808.856 (29.743.344) (48.761.412.902 146.683.968 (326.872.120) 121.606.200) 19.920) (48.037 36 (3.096.724.143.316.812.821) 161.

328.747.Dividen dan lainnya .000.794 121.069.137 99.390.911 52.222 - 152.000 - 143.646.000) (5.000) (52.817.854.000.012.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.683.012.028.469 113.500.000.Dana kemitraan dan bina lingkungan Saldo per 31 Desember 2003 Laba bersih Tambahan cadangan umum Pembagian laba tahun 2003: .000.854.911 - 223.058.696.542 349.657.Dividen dan lainnya .500.901.747.000) 91.542 831.915.683.915 (98.339.000 143.502 (65.823 312.933.657.000.428.764.115.806.112.037.054 2.926.933 (65.000.000.926.000) 895.346 Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan 4 .927 121.278.747.542 - - 71.227.854.Cadangan umum .000.000.346.Cadangan umum .Dana kemitraan dan bina lingkungan Saldo per 31 Desember 2004 27 27 27 312.000.058.069.054 - - 2.542) (3.112.926.058.764.901.000.037.926.756.911 294.427.851.915) (5.250. kecuali dinyatakan lain) Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Modal Disetor Lainnya Catatan Cadangan Umum Akumulasi Laba JUMLAH Saldo per 31 Desember 2002 Laba bersih Pembagian laba tahun 2002: .390.823 - 312.000) (71.250.000) (98.000) (3.000.421 113.764.000) 848.000 143.346.

874) (90.732.143.434 (6.364.484.194.900.381.464.164 (106.255.398.863) (10.880) (2.256.545.153) (4.288.724.487.486 198.994 (90.157.803) (3.120.000) (7.150) 32.987.981 (358.593.965.428 15.531.058 595.959.842 337.264 (405.761) (40.462 544.989.249.732.694) (98.238.604.000) (9.207) (112.505.640.924.736.465.752.201.428) 198.600 (56.008.208.000 8.205.146.270) 139.431) (1.262.849.807.051) (8.027) (33.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I LAPORAN ARUS KAS Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.260.357.841) 119.479.934.410) 44.894) 271.258) (72.600 Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan 5 .831.751.592 165.351.374.799.716) (41.088.552.135.573.000.768.183 (91.808.526) (3.393.599.173.774.714.073.995.000.752.798) 213.495.088.592 - 1.446.048.000. kecuali dinyatakan lain) 2004 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan Kas yang dihasilkan operasi Pembayaran pajak Pembayaran bunga Jumlah kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Pencairan deposito Penerimaan bunga Penjualan surat berharga Penambahan deposito dijaminkan Pelunasan hutang non eksploitasi Pembayaran biaya yang ditangguhkan Jumlah kas bersih digunakan untuk aktivitas investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Pembayaran atas pembagian saldo laba: Dividen dan lainnya Dana kemitraan dan bina lingkungan Pembayaran hutang jangka panjang Jumlah kas bersih digunakan untuk aktivitas pendanaan Kenaikan (penurunan) bersih kas dan setara kas Kas dan setara kas awal tahun Kas dan setara kas akhir tahun Catatan tambahan atas transaksi bukan kas: Penambahan aktiva tetap dari bantuan pemerintah yang belum ditetapkan statusnya 2003 572.064.892.418.313.984.

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris: Komisaris Utama Komisaris 2004 Zulkarnain Oeyoeb Suyitno Affandi Mulabasa Hutabarat Barzuweh 2003 Zulkarnain Oeyoeb Suyitno Affandi Mulabasa Hutabarat Barzuweh 6 .01.94 tanggal 1 Juni 1994 dan diumumkan dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. S.TH. 100 Medan dan kegiatan operasionalnya berada di berbagai lokasi yang tersebar di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam. 8612 tanggal 1 November 1994. 94 oleh Notaris Robert Purba.98 tanggal 29 September 1998. S.HT. 1 oleh Notaris Imas Fatimah. Perusahaan berkedudukan di Jalan Krakatau Ujung No.432 orang. usaha galangan kapal dan jasa lainnya. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. 10 pelabuhan perwakilan.01.HT. Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003. 2 (dua) rumah sakit. maksud dan tujuan serta kegiatan usaha dan perubahan modal Perusahaan. pelayanan terminal peti kemas. UMUM PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I (Perusahaan) didirikan tanggal 1 Desember 1992 berdasarkan akte No. Sumatera Utara dan Riau (kecuali Batam) yang meliputi 15 pelabuhan cabang. Perusahaan bergerak dalam bidang jasa kepelabuhan.C28519.04. Perusahaan memulai operasi komersialnya sejak didirikan.396 orang dan 1. jumlah karyawan tetap Perusahaan masing-masing adalah 1.C215946. Akte pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat keputusan No. tanggal 17 Juli 1998 tentang perubahan jangka waktu berdirinya Perusahaan.TH. kecuali dinyatakan lain) 1.H. 87 Tambahan No.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.H. Perubahan anggaran dasar tersebut telah mendapat persetujuan Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No.01. terakhir dengan akte No. 1 (satu) unit terminal peti kemas dan 1 unit galangan kapal.

kecuali untuk persediaan yang dinyatakan berdasarkan nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih. Laporan keuangan disusun dengan dasar pengukuran biaya historis. kecuali dinyatakan lain) 2004 Dewan Direksi: Direktur Utama Direktur Keuangan Direktur Operasi Direktur Pemasaran dan Pengembangan Usaha Direktur Personalia dan Umum Direktur Teknik Direktur Usaha 2. a. Pos aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dilaporkan ke dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs tengah yang dikeluarkan oleh 7 . Penyajian laporan keuangan Kebijakan akuntansi dan pelaporan yang digunakan oleh perusahaan adalah sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Puji Hartoyo - 2003 Prayitno I Wayan Bajera Ferdinand Purba Djohar Hajat Eko Wardaya Perusahaan yang mempengaruhi penentuan posisi keuangan dan hasil usahanya dijelaskan di bawah ini. b. menyajikan informasi penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang diklasifikasikan menurut aktivitas operasi.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah. Transaksi dan saldo dalam mata uang asing Pembukuan perusahaan diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Transaksi dalam mata uang asing dibukukan dengan menggunakan kurs pada saat terjadinya transaksi. investasi dan pendanaan. Laporan arus kas yang disusun dengan metode langsung. KEBIJAKAN AKUNTANSI Suatu ikhtisar kebijakan akuntansi yang diterapkan oleh Prayitno I Wayan Bajera Hari Sutanto Ferdinand Purba P. investasi jangka pendek yang dinyatakan sebesar nilai aktiva bersih dan aktiva tetap tertentu yang telah dinilai kembali berdasarkan Peraturan Pemerintah.

PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah. d. saldo kas di bank dan deposito berjangka dengan jangka waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak dipergunakan sebagai jaminan hutang.465 pada tanggal 31 Desember 2003) c. Kegiatan jasa pelayanan yang telah selesai dilakukan sampai dengan akhir periode yang belum diterbitkan nota tagihnya dicatat sebagai pendapatan masih akan diterima. Pengakuan pendapatan dan beban Pendapatan usaha jasa kepelabuhan diakui pada saat kegiatan pelayanan jasa telah selesai dilakukan. e. Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagaimana dimaksud dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. kecuali dinyatakan lain) Bank Indonesia pada tanggal neraca ( 1 dollar AS = Rp9. Laba atau rugi yang belum direalisasi akibat perubahan nilai aktiva bersih pada tanggal neraca dikreditkan atau dibebankan pada usaha tahun berjalan. Transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa Dalam usahanya. 7. Pendapatan usaha galangan kapal dan pelayanan rumah sakit diakui pada saat jasa telah selesai diberikan. 8 . f. 7. Kas dan setara kas Kas dan setara kas terdiri atas saldo kas yang ada di Perusahaan. Investasi jangka pendek Investasi jangka pendek dalam reksadana (kelompok diperdagangkan) dinyatakan sebesar nilai aktiva bersih (net assets value) pada tanggal neraca. “Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa”. Beban diakui pada saat terjadinya. Pendapatan sewa aktiva tetap diakui pada saat timbulnya hak sewa bagi penyewa sesuai masa kontrak sewa yang telah berlalu.290 pada tanggal 31 Desember 2004 dan Rp8. transaksi antar Badan Usaha Milik Negara tidak perlu diungkapkan sebagai transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Berdasarkan PSAK No.

kecuali yang dinilai kembali berdasarkan peraturan pemerintah. i. Berikut ini persentase penyisihan yang diterapkan berdasarkan umur piutang yang telah jatuh tempo: Umur piutang 0 s/d 6 bulan 6 s/d 12 bulan 12 s/d 18 bulan 18 s/d 24 bulan > 24 bulan % Penyisihan 25 50 75 100 Persentase penyisihan dievaluasi secara berkesinambungan untuk menentukan kecukupan penyisihan piutang. dikurangi akumulasi penyusutan. Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aktiva tetap sebagai berikut: 9 . Aktiva tetap Aktiva tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan. kecuali dinyatakan lain) g. obat-obatan. mana yang lebih rendah.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah. Penyisihan piutang ragu-ragu Penyisihan piutang ragu-ragu ditentukan berdasarkan evaluasi umur piutang masingmasing pelanggan pada akhir tahun. Persediaan Persediaan adalah perlengkapan kantor. Biaya persediaan meliputi semua biaya pembelian dan biaya lain yang timbul sampai persediaan berada dalam kondisi dan tempat yang siap untuk dipakai. Nilai realisasi bersih adalah taksiran harga penjualan dalam kegiatan usaha normal dikurangi taksiran biaya penyelesaian dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan. suku cadang. Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih. bahan bakar yang peruntukannya adalah untk kegiatan operasional perusahaan. h.

Aktiva tetap yang belum digunakan dicatat sebesar biaya perolehan pada akun Aktiva tetap belum dimanfaatkan dalam kelompok Aktiva Tidak Lancar. Pada penjualan aktiva tetap. Penurunan nilai aktiva diakui sebagai kerugian periode berjalan jika nilai tercatat aktiva melebihi nilai yang dapat diperoleh kembali. Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya. Perusahaan mengevaluasi nilai aktiva pada setiap tanggal pelaporan jika terdapat keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat aktiva tersebut tidak dapat sepenuhnya diperoleh kembali.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah. Pemugaran dan penambahan yang menambah umur aktiva atau kapasitas dalam jumlah material dikapitalisasi. biaya perolehan serta akumulasi penyusutannya dipindahkan ke akun Aktiva tetap tidak berfungsi dalam akun – Aktiva lain-lain pada kelompok Aktiva Tidak Lancar dan dicatat dengan nilai Rp 1. Aktiva tetap yang tidak dipergunakan lagi. biaya perolehan dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari akun tersebut dan laba atau rugi yang terjadi dibukukan dalam laba rugi tahun berjalan. kecuali dinyatakan lain) % Penyusutan per tahun Bangunan dan prasarana Kapal Peralatan Kendaraan Tanah dicatat berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan. Akumulasi biaya perolehan (biaya bahan dan biaya lainnya untuk memperoleh aktiva tersebut) akan direklasifikasi ke aktiva tetap yang bersangkutan pada saat pembangunan dan/atau instalasi selesai dan siap untuk digunakan. Aktiva dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aktiva tetap. 2% – 50% 5% – 10% 5% – 25% 20% 10 .

seperti akumulasi rugi fiskal diakui apabila besar kemungkinan manfaat tersebut dapat direalisasikan. maka transaksi sewa guna usaha dikelompokkan sebagai transaksi sewa menyewa biasa (operating lease). kewajiban pajak diakui pada saat hasil banding tersebut telah diputuskan. Sewa guna usaha Transaksi sewa guna usaha digolongkan sebagai sewa guna usaha yang dikapitalisasi (capital lease) apabila memenuhi semua kriteria yang disyaratkan dalam PSAK No. l. kecuali dinyatakan lain) j. Biaya ditangguhkan Biaya-biaya yang memberikan manfaat pada masa yang akan datang ditangguhkan dan diamortisasi sesuai masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis lurus (straight line method). Pajak penghasilan Pajak penghasilan Perusahaan dihitung berdasarkan taksiran penghasilan kena pajak dalam tahun yang bersangkutan. Aktiva sewa guna usaha yang dikapitalisasi (disajikan di neraca sebagai bagian dari aktiva tetap). jika terdapat pengajuan banding. 30. k. Jika salah satu kriteria tidak dipenuhi. Penyusutan 11 . Manfaat pajak di masa depan. Penambahan atas kewajiban pajak diakui pada saat keputusan pemeriksaan pajak diterima atau. dinyatakan sebesar nilai tunai dari seluruh pembayaran sewa guna usaha selama masa sewa guna usaha ditambah nilai sisa yang harus dibayar pada akhir masa sewa guna usaha. Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan dihitung menggunakan tarif pajak yang diperkirakan akan digunakan pada saat nilai tercatat aktiva tersebut dipulihkan atau nilai tercatat kewajiban tersebut diselesaikan berdasarkan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang berlaku atau secara substansi telah berlaku pada tanggal neraca.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah. “Akuntansi Sewa Guna Usaha”. Aktiva dan kewajiban pajak diakui atas dasar beda temporer antara pelaporan komersial dan fiskal atas pengakuan pendapatan dan beban pada tiap tanggal pelaporan.

Hutang sewa guna usaha disajikan sebesar nilai tunai dari pembayaran sewa guna usaha. 13/2003. kecuali dinyatakan lain) dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aktiva tersebut. usaha galangan kapal dan pelayanan rumah sakit. Perusahaan juga memberikan kesejahteraan kepada karyawan berupa bantuan pengobatan masa pensiun untuk para pensiunan termasuk keluarganya yang berhak. Pendanaan program ini terdiri dari iuran yang dihitung secara aktuaria termasuk biaya jasa lalu yang diamortisasi sesuai dengan perkiraan sisa masa kerja rata-rata karyawan. tidak diperlukan lagi penyisihan tambahan berdasarkan UU No. Perusahaan dan karyawan menanggung iuran kepada dana pensiun sebesar persentase tertentu dari penghasilan karyawan. Beban kesejahteraan karyawan ini diakui pada saat dibayar.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah. Undang-Undang No. dan oleh karena itu. pelayanan terminal peti kemas. m. Perusahaan tidak membuat penyisihan atas beban kesejahteraan karyawan ini pada tanggal neraca karena estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut tidak dapat dibuat. Manajemen Perusahaan berkeyakinan program pensiun manfaat pasti di atas telah memenuhi ketentuan UU No. n. Pelaporan segmen Segmen usaha menyajikan produk atau jasa yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan segmen lainnya. Kesejahteraan karyawan Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti bagi seluruh karyawan yang memenuhi syarat. Segmen geografis menyajikan produk atau jasa pada lingkungan ekonomi tertentu yang berbeda dengan komponen yang beroperasi di lingkungan ekonomi lainnya. 13/2003 pada tanggal neraca. 13/2003) telah disahkan oleh Presiden Republik Indonesia. Segmen geografis Perusahaan terdiri 12 . Segmen usaha Perusahaan terdiri dari jasa kepelabuhan. 13 tahun 2003 (UU No. Pada tanggal 25 Maret 2003.

besar kemungkinan penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya dan estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat. Kewajiban diestimasi Kewajiban diestimasi harus diakui apabila Perusahaan memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah. kecuali dinyatakan lain) dari propinsi Sumatera Utara. 13 . p. Penurunan nilai aktiva Perusahaan mengakui rugi penurunan nilai aktiva apabila taksiran yang dapat diperoleh kembali dari suatu aktiva lebih rendah dari nilai tercatatnya. o. Nanggroe Aceh Darussalam dan Riau. Perusahaan melakukan penelaahan untuk menentukan apakah terdapat indikasi penerimaan nilai atau pemulihan nilai setiap rugi penurunan atau pemulihan nilai diakui pada laporan laba rugi periode berjalan.

981.697.467 627.150.144.134 13.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.174 1.062.499 71.043.517.011.769 4.626.017.783.346 dan USD 909.728.533.104 7.161 2.357.751.791.928 14 .591.700.609.196.209.648.989 647. KAS DAN SETARA KAS 2004 Kas 1.126 614.204.657 154.974 8.954.007 582.389.801.142 51. kecuali dinyatakan lain) 3.118 3.626.509 2.740.864 25.649.544.838.212.196 393.212 4.633.101.705 pada tahun 2004 dan 2003) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Niaga Tbk 6.472.836.365.591.585 2.505 Bank Dalam Dolar AS (USD 1.811 66.239 317.514 12.530.303 2003 1.376.129.530.159 3.671 49.090.887 Dalam Rupiah: PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Bukopin PT Bank Niaga Tbk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Permata Tbk PT Bank Danamon Indonesia Bank BPD Sabang PT Bank Syariah Mandiri 8.

000 23.000.000.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.000.000 42.000 12.881.25% pada tahun 2003 .752.00% .000.702.000.164 198.000 20.000 14.65% – 0.000 70.400.000 165.154.000.418.000 102.700.730.95% pada tahun 2004 dan antara 6.200.454.000 1.296.000 dan USD 5.325.000 51.000 24.000 1.858.958.840. sedangkan tingkat bunga per tahun deposito berjangka dalam Rupiah berkisar antara 5.600.000.000.13. INVESTASI JANGKA PENDEK Akun ini merupakan investasi pada reksadana PT Bahana TCW Investment Management dengan nilai aktiva bersih per tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 15 .000 28.000.031.000 pada tahun 2004 dan 2003): PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 22.592 Tingkat bunga per tahun untuk deposito berjangka dalam Dolar AS berkisar antara 0.600.984.000 139.75% – 6.000.440.000 18.200.000 10.700.000 20.000 20.000.463.2.100.000 Dalam Rupiah: PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Niaga Tbk PT Bank Danamon Indonesia PT Bank Permata Tbk PT Bank Syariah Mandiri 44.50% pada tahun 2003.899. 4.50% .000 20.260.000.000.90% pada tahun 2004 dan antara 1.950. kecuali dinyatakan lain) Setara kas: Deposito berjangka: Dalam Dolar AS (USD 2.000.623.832.500.000 5.

PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

masing-masing sebesar Rp4.747.807.365 dan Rp3.588.570.998. Kenaikan nilai aktiva bersih pada tahun 2004 dan 2003 masing-masing sebesar Rp1.159.236.367 dan Rp632.504.827 dicatat pada pendapatan lain-lain. 5. PIUTANG USAHA 2004 PT Pertamina (Persero) PT Mitra Yasa Utamindo PT Samudera Indonesia PT Garuda Mahakam Pratama PT Aneka Tambang (Persero) PT Cuaca Marina Service Utama PT Wahana Multi Karsa PT Indah Bahari PT Bahtera Adiguna PT Delitama Indonesia PT Pelayanan Megah Suksses PT Meroke Tetap Jaya Lain-lain Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu 5.003.528.488 1.083.308.386 732.539.029 716.269.728 642.743.780 608.960.300 534.335.688 497.271.089 348.983.892 15.092.445.547 25.260.385.927 (4.284.826.684) 20.975.559.243 2003 6.348.879.173 96.550.605 748.688.961 604.389.908 563.123.022 436.898.048 134.142.485 720.120.840 783.760.933 506.989.220 25.785.649 11.663.818.165 22.633.147.009 (3.521.745.990) 19.111.401.019

16

PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Rincian piutang usaha berdasarkan umur piutang adalah sebagai berikut: Umur Piutang 2004 2003

0 s/d 6 bulan > 6 s/d 12 bulan > 12 s/d 18 bulan > 18 s/d 24 bulan > 24 bulan

18.518.896.872 2.137.317.487 851.559.175 1.711.578.675 2.041.033.718 25.260.385.927

15.790.248.275 3.410.696.021 1.017.349.415 1.017.824.099 1.397.029.199 22.633.147.009

Manajemen Perusahaan berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu-ragu yang dibentuk cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas piutang usaha yang tidak tertagih. 6. PENDAPATAN MASIH AKAN DITERIMA 2004 Pelayanan kapal dan barang Pelayanan terminal peti kemas Lain-lain 8.096.766.144 2.615.190.697 557.197.210 11.269.154.051 2003 15.492.890.439 6.845.443.299 1.065.391.421 23.403.725.159

7.

PIUTANG LAIN-LAIN Berdasarkan hasil penelaahan keadaan akun piutang tersebut pada akhir tahun, manajemen Perusahaan berpendapat bahwa seluruh piutang lain-lain dapat tertagih, dan oleh karena itu, tidak perlu dibentuk penyisihan piutang ragu-ragu. Adapun jumlah piutang lain-lain untuk tahun 2004 dan 2003 adalah masing-masing sebesar Rp1.381.352.561dan Rp379.652.124.

17

PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

8.

PERSEDIAAN 2004 Perlengkapan kantor Suku cadang Obat-obatan Bahan bakar minyak dan pelumas Lain-lain 338.274.323 512.942.406 433.531.572 360.146.113 46.715.501 1.691.609.915 2003 719.286.035 908.806.508 416.611.337 501.143.322 199.397.563 2.745.244.765

9.

AKTIVA LANCAR LAINNYA 2004 Uang muka Biaya dibayar di muka Dividen dibayar dimuka Lain-lain 615.261.546 5.037.008.292 25.000.000.000 192.922.518 30.845.192.356 2003 5.752.325.916 1.496.961.433 806.120.366 8.055.407.715

Pembayaran dividen interim untuk tahun buku 2004 sebesar Rp25.000.000.000 sesuai dengan Surat Menteri BUMN No. S-659/MBU/2004 tentang setoran tambahan dividen. tanggal 21 Desember 2004

18

460.126.684 578.482.947.550.628 9.000 (3.224.612.368.198.054) 24.043.346 7.658.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.963 555.694.598.639 98.419 115.814.156.841 64.445.120.759.530.461 19 .084 (69.965.615 24.036.000 22.516.000 931.448.646 758.455 1.841 65.334.149.054.308.382.129 209.208 Nilai buku Rincian aktiva tetap adalah sebagai berikut: a.094.176.172.136 Akumulasi penyusutan: Pemilikan langsung Aktiva sewa guna usaha 248.941 268.267 20.250.773 224.014.741.894 549.743 16.235.786.000 96.305.894.523 39.091 179.961.855 836.355 136.054) (2.653.850.158.453 567.943.106.568 189.954.534.151.402.226 47.639.519.832.459.307.333 340.351.304.089.786.751.046 862.591 16.748.263.328.820 46.805.152 16.332 30.097.659.356.580.331. kecuali dinyatakan lain) 10.515.660.427.714.549.659.241.135.496.575.100.519.155.545 105.373 113.498.172.115 4.296.434.820.820 966.000 7.855 791.356.101 661.411.741 24.850.694.531.558.056 10.425.334.754 96.817 54.091 178.765.909.506) (14.456.140.294.380 24.000 855.379.000 70.993.281 39.965.472 339.515.628 55.593.000 1.723.787 11.894 500.475.724.615 22.947.378 207.422) 931.575.762.747.803.987 379.970.455 1.925 567.496.892.011.059 29.898.289.818.095.455 45.697 141.397.000 803.111.416 2.759.292.143.530.094.384.209.928 24.625.143. Pemilikan langsung 2004 Saldo awal Biaya perolehan Kantor Pusat dan Jasa Kepelabuhan Tanah Bangunan dan prasarana Kapal Peralatan Kendaraan Aktiva Dalam Penyelesaian: Pelayanan Terminal Peti Kemas Tanah Bangunan dan prasarana Peralatan Kendaraan Aktiva Dalam Penyelesaian Penambahan Pengurangan Transfer Saldo akhir 752.227.150.379 4. AKTIVA TETAP 2004 2003 Biaya perolehan: Pemilikan langsung Aktiva sewa guna usaha 796.631.611.873.000 1.164.754 96.682.178.

516.518.080.754.741.778.997 11.844 106.435.540 67.501.202.303. kecuali dinyatakan lain) Usaha Galangan Kapal Tanah Bangunan dan prasarana Peralatan Kendaraan Pelayanan Rumah Sakit Tanah Bangunan dan prasarana Peralatan Kendaraan 98.772.672.000 91.448 2.884.111.720 534.079.211.328.261.386.900.519.752.995 3.519.515 548.091 400.541) 24.455 6.259.282.153 444.669 438.076.137.094.996.930.860.190.057.728 193.341.524 300.737.190.020.865 23.877.433.371 15.611.503.274 113.244 3.523 Akumulasi penyusutan: Kantor Pusat dan Jasa Kepelabuhan Bangunan dan prasarana Kapal Peralatan Kendaraan Pelayanan Terminal Peti Kemas Bangunan dan prasarana Peralatan Kendaraan Usaha Galangan Kapal Bangunan dan prasarana Peralatan Kendaraan Pelayanan Rumah Sakit Bangunan dan prasarana Peralatan Kendaraan 71.590.178.448 940.249.230 57.249.380.341 127.500 1.980.580.272.496.803 14.014.289 803.141 81.513.367.244 4.486.412 90.800 1 29.434.976) 98.060.200.450.772.197.210 22.121 562.575.056.208.448 2.478 3.203.217.230 434.055.685 2.859 2.817 11.782 232.997.201.110.156 30.167.561.805.899 164.639.980.873.952.982 232.898.513.000 14.682.910 305.025 611.904 193.000 148.577.684 484.450 50.947.279.281 83.912 (36.754.707.195.892.484 498.600.198.343 136.613.515 548.060.547 3.873.608.727.489.883.799.843 40.927 1.747.326 1.007.195 2.263.761.152 544.577 20.083.341.100.150 796.014 2003 Saldo awal Biaya perolehan Kantor Pusat dan Jasa Kepelabuhan Tanah Bangunan dan prasarana Kapal Peralatan Kendaraan Aktiva Dalam Penyelesaian Penambahan Pengurangan Transfer Saldo akhir 25.249.683.198.577 2.024 3.178.727 929.934 1.927 3.332.122.190.933.939.685 232.545 105.140.115 4.577 2.894 447.943.211.083 2.224.327.267 548.932 62.390.000 33.268.500 (16.727 929.598.316 3.503.258.911.661 11.577.448.453.904 193.455 7.244.386.007.059.000.467.405.646.894 500.625.775 2.737 4.575.074 130.963 555.196.178.628 55.060.469.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.164.180.522 46.531.149.000 21.195.405.239.220.886.650.080 - 95.325.890.343.500.530.936.097.513.758 19.211.560.349 11.427.333 340.862.272.349 20.995.889.066.182.591 20 .502.738 137.927 3.482.095 700.348.000 148.608.877.211.643.453) (2.007.699.650 752.730 45.502 207.361.757 337.601.892.178.024.287.925.644 38.556 2.436 1.649.512.849 193.455 34.351 45.602.685 232.853 248.023.617 262.455.338 67.197.982 39.467.955.780.741 24.073 16.692.650.657.047 3.755.558.927.115.260 602.899.983 69.

802 91.000 172.620 170.244 3.448 2.727 929.343.968.105 2.778.084.662 29.091 174.732 13.515 548.883.195.083 2.186.271.472.755.649.732.343.002 71.000 2.691.110.754 96.334.327.412 27.082 18.400 175.341.318 2.890.522.761.568 189.083.368.503.277.904 193.580.841 62.541) 16.982 39.495 79.597.000 148.772.054.102.737/982 232.608.772.839 Akumulasi penyusutan: Kantor Pusat dan Jasa Kepelabuhan Bangunan dan prasarana Kapal Peralatan Kendaraan Pelayanan Terminal Peti Kemas Bangunan dan prasarana Peralatan Kendaraan Usaha Galangan Kapal Bangunan dan prasarana Peralatan Kendaraan Pelayanan Rumah Sakit Bangunan dan prasarana Peralatan Kendaraan 2.350.225.097.434.467.530.408 13.515 548.007.500.707 297.341.952.455 3.211.523 70.639.676.122.608.287.547 1.216.211.832.751.270.107 507.752) - 21 .765.328.874.352.500 1.445.749.683.965.595.561. kecuali dinyatakan lain) Pelayanan Terminal Peti Kemas Tanah Bangunan dan prasarana Peralatan Kendaraan Aktiva Dalam Penyelesaian Usaha Galangan Kapal Tanah Bangunan dan prasarana Peralatan Kendaraan Pelayanan Rumah Sakit Tanah Bangunan dan prasarana Peralatan Kendaraan 16.371 (74.424.176 23.918.515.800 13.682.189.126.493 7.643.334 35.073 16.533 1.168 14.328.374.377.405.835.991.091 178.787 11.615.522 46.906.841 64.254.318.024.164.591.343.005.677 274.450 7.500.494 165.752) (74.502 207.315.056.5059.752 74.224.306.197.315.364 10.720 534.119.502.755 13.612.540 82.449 173.356.013.685 232.000 91.743.745.684 484.482.405.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.000 148.617 262.357.503.975.474.182 218.563.532 1.294.672.172.152 544.106.198.060.636.449 74.994.198.349 20.754.261.241.149.909 193.933.602.308.355 98.577 (2.757 337.047 3.967.455 34.381.101 661.272.211.398.439.727 929.649 1.682 54.752 83.320 9.050 114.051.202.272.227.169.862.999 173.390.925.939.188 10.593.927.634.390 95.000 91.402.728 193.723 223.564.897.356.500.515.609.882 37.338 67.386.180 452.577.164.341.290 12.120.423 700.331.092.301.326 1.564.343.126.927 3.364 1.634.289.927 3.137.995 2.455 6.236.561.006.445.646 39.057.738 137.685 232.438 180.101 580.115.599.823 98.244 1.650 752.907.810 113.000 3.902.977 301.325.682 413.915 358.433.093.155 678.964 2.

773 22.569.640. Aktiva sewa guna usaha 2004 Saldo awal Biaya perolehan Pelayanan Terminal Peti Kemas Peralatan Akumulasi penyusutan Pelayanan Terminal Peti Kemas Peralatan Nilai Buku Penambahan Pengurangan Transfer Saldo akhir 39.000.236.511.000.530.530.771.773 22. 22 .759.123.719.786.855 - - - 39.786.325.500.910.550.460.168 - - 20.914 2003 Saldo awal Biaya perolehan Pelayanan Terminal Peti Kemas Peralatan Akumulasi penyusutan Pelayanan Terminal Peti Kemas Peralatan Nilai Buku Penambahan Pengurangan Transfer Saldo akhir 39.236.759.530.786.855 16. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas risiko yang dipertanggungkan.771.910.621 26.855 13.886.941 19.164.550.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.363 dan Rp40. kecuali dinyatakan lain) b.351.855 - - - 39.146.066 Penyusutan yang dibebankan pada laporan laba rugi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 masing-masing adalah sebesar Rp48.082 3.168 - - 16.786.234 3. manajemen Perusahaan berpendapat bahwa tidak terdapat dampak material dari kemungkinan penurunan nilai aktiva tetap dalam laporan keuangan.530.646.000 dan Rp24.351. Perusahaan mengasuransikan aktiva tetap terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar Rp44. Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.407.419.000 pada tahun 2004 dan 2003.111.

322.622. kecuali dinyatakan lain) 11.502.629.623.925.869.766 12.353.995.989.003.472.902.307.517.404.941.706. AKTIVA TETAP BELUM DIMANFAATKAN 2004 Bangunan dan prasarana Kapal Hak atas tanah 33.691.419.846 1.165.233.361 Akumulasi amortisasi Nilai buku (17.118 1.238.517.200.905.051.356.781 4.884.128 386.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.568) 62.002.671 3.335.274 5.940 386.884.374 39.739 (2.194.087 dan Rp845.274 5.793 2003 4.573 2003 20.290.968.060 Amortisasi yang dibebankan pada laporan laba rugi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 masing-masing adalah sebesar Rp19.277.925 1.868 65.809 79.623. BIAYA DITANGGUHKAN 2004 Pendidikan dan pelatihan Sofware Prasarana Pelabuhan – Pengerukan Sertifikasi Hak atas tanah Lain-lain 6.130 7.015.412.599.227.978.842 50.448.794 47.507.006. 23 .748.679) 63.051.130 13.335.374 27.139.161 3.577.529.948.170.705.

DEPOSITO YANG DIJAMINKAN 2004 Jaminan hutang sewa guna usaha Jaminan lainnya 46.927.336 2003 9.293.600 53.631.486.026 610.000 46.352. AKTIVA LAIN-LAIN – BERSIH 2004 Piutang lain-lain Penyisihan piutang lain-lain Jaminan lainnya 6.601) 58.079. Jaminan lainnya merupakan jaminan berupa sertifikat deposito berjangka di PT Bank BNI kepada PT Dok Kodja Bahari sehubungan dengan pembuatan kapal tunda.436.700.001 6.601 2003 46.161.891.700. kecuali dinyatakan lain) 13.222 9.888.488) 73. sehubungan dengan jaminan bank yang diterbitkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk kepada The Islamic Development Bank atas hutang sewa guna usaha Perusahaan (Catatan 22 dan 32b).950.247.859.165.911 (6.079.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.315 (930.002. 14.526.049 24 .003.585.000 Jaminan hutang sewa guna usaha pada tahun 2004 dan 2003 merupakan jaminan berupa sertifikat deposito berjangka kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.927.

928.481.441 42.267.355.663 40.000.000 607.091 1.132.000.101.503.560.554 1.559.088 25 .790.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah. kecuali dinyatakan lain) 15.000 880.350 422.990.095.384.129.063.347.010 1.763 2003 4.521.735.198.232.000 809.415.945.600 1.000 4.601.000 797.488 1.000 1.956 562.004.181 1.401.000 2.000 5.727 1.746.363.150.126.998.964.894.725.877.098.500 1.363.880 4.530.134 12.093.149.401 2.000.136 13.554.911.200 2.649. HUTANG USAHA Rincian akun menurut pemasok ini adalah sebagai berikut: 2004 PT Adhikarya PT Prima Marindo Nusantara CV Fahrian CV Citra Saudara PT Transindo Interperdawa PT Harapan Riau Bedelau CV Aryani CV Posisr Utama CV Linggar Jati CV Dirgatama Bahari PT Noell Siemens Joint Operation CV Vini Ventura Consultan PT Batang Anai Raya PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero) PT Bumi Panggita Handitama PT SAC Nusantara PT (Persero) Pengerukan Indonesia PT Marina Jaya CV Usaha Kita Abadi PT Logikreasi Utama CV Inter Marine CV Sangsaka CV Sumber Karya Lestari Lain-lain 8.122.682 1.792.019.207.812 556.160.545 6.109.300 65.272.200 1.950.129.900.

507.105.428.309 1.247 443.248 1.889.006.797 2003 277.832 2.956.196.417.322.789 4.009 2.601 5. BIAYA MASIH HARUS DIBAYAR 2004 Biaya umum Biaya sewa Biaya bahan Biaya pegawai Biaya pemeliharaan Dana pensiun (Catatan 20a) Lain-lain 332.399.664.688 52.326.908.706 498.510.983.570.241. HUTANG LAIN-LAIN 2004 2003 Uang muka pelanggan Alokasi dana pensiun (Catatan 20 dan 27) Lain-lain 2.925.743.300 113.336.159 1.771.147.789.880.781.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.829.706 540.914.040.836 2.395.437 5.567 101.493.393.020 199.666.393 1.856 26 .440.851 9.949.905 786. kecuali dinyatakan lain) 16.076 17.

580.350.996 61.158. c.963 85.948 2003 865.477.460.255 7.338.933 *) Setoran masa PPh pasal 25 untuk bulan Desember yang belum disetor.844.152.483.477.490 42.643.607.412.860.959 17. PERPAJAKAN a.200 8.304.000 169.354 41. Pajak dibayar di muka 2004 2003 Pajak penghasilan pasal 25 tahun 2002 Pajak penghasilan pasal 25 tahun 2003 *) Pajak penghasilan pasal 25 tahun 2004 Pajak Pertambahan Nilai 42.568.986 706.321.642 1.354 1.669.193. b.584. kecuali dinyatakan lain) 18.693 608.326.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.200 9. Hutang pajak 2004 Pajak penghasilan pasal 21 Pajak penghasilan pasal 23 Pajak penghasilan pasal 25 *) Pajak pertambahan nilai keluaran Pajak bumi dan bangunan 348.483.126.402.262.747 7.840 *) Kelebihan uang muka pajak terhadap taksiran pajak PPh pasal 25 yang belum ada ketetapannya dari KPPND.933.317. Rekonsiliasi antara laba sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi.800 169.935.000 2. dengan taksiran penghasilan kena pajak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 adalah sebagai berikut: 27 .586.

PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.196) 2.000 X 10% 50.000 165.686) 162.200 162.000 49.000.566.200 161.543) 25.007.231.421.000 7.594.000 X 15% 5.208.733 (33.951.173.141 (1.500.000.000 5.651.000 7.738 24.238.769.584.000.200 28 .761.731.034.000 50.104.755.980.293) (213.398 10.694.080.000 50.200 48.893.272.188.000 165.234.944.816) 165.698 2003 143.694.312.606.104.577.104.596 (2.708.977 Perhitungan taksiran beban dan tagihan pajak penghasilan tahun berjalan adalah sebagai berikut: 2004 2003 2004 2003 50.000 48.500.000.329.730.694.851.271 5.000.226.492) (3.524 (20.000.743.683.869.606.000 X 30% 49. kecuali dinyatakan lain) 2004 Laba sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan menurut laporan laba rugi Beda temporer: Penyusutan aktiva tetap Rugi pelepasan aktiva tetap Sewa guna usaha Amortisasi biaya ditangguhkan Penyisihan piutang ragu-ragu Beda tetap: Penyusutan aktiva tetap Biaya yang tidak dapat dikurangkan Penghasilan yang telah dikenakan pajak final Taksiran penghasilan kena pajak 9.949.609.662 4.613.264.912.831 1.869.609.080.284.807 170.

000) (91.323.042) (2.139) (1.860) 1.285 (21.335.410. (396.000) (91.760 2.222.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.166.030) 31 Desember 2002 Aktiva /(kewajiban) pajak tangguhan: Aktiva tetap Aktiva sewa guna usaha Biaya ditangguhkan Cadangan piutang ragu-ragu Jumlah (40.611.705.334.695.399.483.293.611.894) (91.842) Kelebihan setoran PPh pasal 25 tahun 2004 (41.101.051.335.554) (42.726.580.282) 27.812.999. kecuali dinyatakan lain) Dikurangi: 2004 Pajak penghasilan pasal 22 Pajak penghasilan pasal 23 Pajak penghasilan pasal 25 (29.375.025.798 1.966) 31 Desember 2003 1.185.410.076.477.203.506.382.610.203.139) (1.597.659 324.490.688) (64.101.642) 2003 (27.587.294.073.166.650.356.999.537.270 (676.660) (11.886) 29 .354) d.106 (41.856 1.058.773.064.843) (41.312) (1.595.109.042) (2.685.128.144. Pajak tangguhan 2004 Penghasilan (beban) pajak tangguhan pada laporan laba rugi 31 Desember 2003 Aktiva /(kewajiban) pajak tangguhan: Aktiva tetap Aktiva sewa guna usaha Biaya ditangguhkan Cadangan piutang ragu-ragu Jumlah (39.971.495.815.308 3.548) 1.886) 31 Desember 2004 14.193.843 (41.263) (384.320.900).521.107.064.812.920) (39.707.842) (91.813.700.090.239) (979.375.129.523.442 19.548) 1.856 2003 Penghasilan (beban) pajak tangguhan pada laporan laba rugi (25.584.650.

930. Penghasilan / (beban) pajak 2004 2003 Pajak kini Pajak tangguhan (49.743.200) 19.120 48.680.284.921 7.419 170.505.882.606.581.200) (384.856 (29.120) 30 . kecuali dinyatakan lain) e.985.066.344 7.812.041.820 (9.708.581.613.991.229.606.406) (293) 48.991.944) (209) 44.483.300) 29.706 2003 f.256. dengan taksiran penghasilan kena pajak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 adalah sebagai berikut: 2004 Laba sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan Tarif pajak yang berlaku Penghasilan (beban) yang tidak dapat dikurangkan: Penyusutan aktiva tetap Beban yang tidak dapat dikurangkan Penghasilan yang telah dikenakan pajak final Pembulatan 2.506.971.798.724.628.761.110.724.344) (48.457 (6.930.726.398 43.680.920) (48.662 51.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.231.644 Koreksi (14. Rekonsiliasi antara laba sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi.250.991.680.893.120 143.685.

yang telah disahkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia melalui Surat Keputusan Menteri Keuangan No. DP4 merupakan dana pensiun yang didirikan oleh PT (Persero) Pelabuhan Indonesia II dengan mitra pendiri dari PT (persero) Pelabuhan Indonesia I. PT (Persero) Pelabuhan Indonesia III. HUTANG KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (KBL) Akun ini merupakan penyisihan laba untuk dana Kemitraan dan Bina Lingkungan yang belum dibayar pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (catatan 27): 2004 Penyisihan laba tahun 2002 2003 500. KEP-743/KM. Dana pensiun Perusahaan mengikutsertakan karyawan tetap dalam program pensiun manfaat pasti di Dana Pensiun Perusahaan Pelabuhan dan Pengerukan (DP4). PT (Persero) Pelabuhan Indonesia IV dan PT (Persero) Pengerukan Indonesia.17/1997 tanggal 30 Desember 1997.000 20.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.00% dari PhDP 7. Pada tahun 2004 dan 2003.71% dari PhDP 3. iuran dana pensiun per bulan adalah sebagai berikut: 2004 2003 Beban Perusahaan – peserta lama Beban Perusahaan – peserta baru Beban Karyawan * PhDP = Penghasilan Dasar Pensiun 7.000.71% dari PhDP 3. kecuali dinyatakan lain) 19. KESEJAHTERAAN KARYAWAN a.79% dari PhDP 5.000.000 500.79% dari PhDP 5.00% dari PhDP 31 .

671.971.479.717. PT (Persero) Pelindo III sebesar Rp17.539.032.770.459 524.606.348 Defisit atau kekurangan kekayaan kewajiban aktuaria sebesar Rp63.889 588.885.515.539.436.50% x Masa Kerja x PhDP. PT (Persero) Pelindo II sebesar Rp16.717.742.dengan maksimal manfaat sebesar 75% dari PhDP : 56 tahun : 1% dari Manfaat pesiun peserta : 5 tahun lebih tua dari istri Kenaikan penghasilan dasar pensiun : 7% per tahun Status pendanaan dana pensiun pada 30 Juni 2004 adalah: Nilai wajar dari aktiva dana pensiun Kewajiban aktuaria Defisit atau kekurangan kekayaan terhadap kewajiban aktuaria 63.311. 32 .022.476.515.459 merupakan kewajiban PT (Persero) Pelindo I sebesar Rp9. dengan menggunakan metode “Attained Age Normal Actuarial Cost Method” dengan asumsi-asumsi sebagai berikut: Tingkat kematian Tingkat cacat Tingkat bunga Biaya pengelolaan Manfaat pensiun Usia pensiun normal Cadangan pensiun anak Asumsi beda usia suami istri : Tabel Mortalita The 1949 Annuity Mortality Table (Modified) : 1% dari angka kematian : 12% per tahun : Tingkat Hasil Investasi Bersih : 2.059.055. PT (Persero) Pelindo IV sebesar Rp10.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.640 dan PT (Persero) Rukindo sebesar Rp10.932.603. kecuali dinyatakan lain) Biaya jasa kini dan biaya jasa lalu dihitung berdasarkan hasil penilaian aktuaria per 31 Desember 2002 yang dilakukan oleh PT Sienco Aktuarindo Utama sebagai aktuaris independent yang ditunjuk DP4.

507. kecuali dinyatakan lain) Kewajiban PT (Persero) Pelindo I sebesar Rp9. Bantuan pemeliharaan kesehatan kepada para pensiunan Berdasarkan keputusan Direksi Perusahaan No.KP.393 dicatat pada akun hutang lain-lain (Catatan 16). Manfaat program asuransi ini akan dibayarkan pada saat karyawan pensiun atau berhenti kerja sesuai dengan ketentuan dalam perjanjian.I-92 tanggal 29 Juni 1992 tentang Pemeliharaan Kesehatan Bagi Pensiunan/Pensiun Janda/Duda dan Keluarga Pegawai yang pensiun di lingkungan Perusahaan.905 (Catatan 17).022. Berdasarkan Perjanjian Kerjasama antara Perusahaan dengan PT Taspen (Persero) tanggal 30 Juni 1999 dan Addendum tanggal 15 Januari 2002 tentang kepesertaan Direksi Perusahaan dalam Program Tabungan Hari Tua. Perusahaan mengikuti program asuransi dengan manfaat berkala. c.395. Program tabungan hari tua Berdasarkan Perjanjian Kerjasama antara Perusahaan dengan PT Taspen (Persero) tanggal 10 November 1999 tentang Kepesertaan Pegawai Perusahaan dalam Program Asuransi Multiguna Sejahtera. Perusahaan memberikan bantuan pemeliharaan kesehatan kepada para pensiunan beserta keluarganya.932. sekaligus atau nilai tunai untuk karyawan yang besarnya ditentukan oleh pendapatan dan masa kerja karyawan.781. Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 dana pensiun yang masih harus dibayar kepada DP4 masing-masing adalah sebesar nihil dan Rp113. Pada tahun 2003 Perusahaan membayar kewajiban dana pensiun kepada DP4 dari dana yang diperoleh dari pembagian laba sesuai dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (Catatan 27). Perusahaan mengikuti program asuransi Tabungan Hari Tua bagi direksi yang akan dibayarkan pada saat berakhirnya masa pertanggungan atau peserta meninggal dunia dalam masa pertanggungan atau peserta berhenti sebelum akhir masa pertanggungan. Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 jumlah dana yang diperoleh dari pembagian laba masing-masing sebesar nihil dan Rp2.479 telah dilunasi sampai dengan tanggal 30 Desember 2004. b.11/33/1/PP. 33 .PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.

PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.947. Adapun total pendapatan diterima dimuka untuk tahun 2004 dan 2003 masing-masing sebesar Rp36.084 36.948.551.926 dan Rp35. 21. Saldo akun ini pada tanggal-tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 adalah sebagai berikut: 2004 Saldo Pendapatan diterima dimuka Dikurangi bagian jatuh tempo dalam satu tahun Bagian jangka panjang 42.453.401.470 (termasuk pajak dan pengerjaan pemeliharaan 3 unit Used Rubber Tyred Gantry Crane).13/2003 tanggal 25 Maret 2003.294.211. PENDAPATAN SEWA DITERIMA DI MUKA Akun ini terutama merupakan pendapatan sewa tanah.57/6/4/TPK.027.085.012.01 tanggal 10 April 2001 dengan PT Transindo Interdwipantara untuk pengadaan 3 unit Used Rubber Tyred Gantry Crane dan 8 unit Head Truck termasuk Chasis sebesar USD 3.927 2003 41.78 (termasuk angsuran biaya pemeliharaan sebesar USD 16.794.863 22.UM.010 6. Pembayaran angsuran pertama sebesar USD 581.453.262 pada saat penandatanganan surat perjanjian dan angsuran selanjutnya sebesar USD 73. Program Pemutusan Kontrak Kerja Berkaitan dengan penerapan UU No.720 5.170) selama 36 kali yang dibayarkan secara bulanan 34 .857 35.984.863.500. tentang ketenagakerjaan.551. kecuali dinyatakan lain) d. Dengan demikian sesuai dengan PSAK 24 (revisi tahun 2004) perusahaan tidak mencadangkan biaya pesangon untuk keperluan dimaksud pada akhir tahun 2004. Perusahaan tidak berkomitmen untuk melakukan pemutusan kontrak kerja dalam tahun 2005 dan tidak berkomitmen untuk menyediakan pesangon bagi pekerja yang menerima penawaran mengundurkan diri secara sukarela. perairan dan bangunan yang diterima di muka.027.294.506. HUTANG PEMBELIAN AKTIVA TETAP Perusahaan menandatangani perjanjian No.

358 3. HUTANG SEWA GUNA USAHA Perusahaan memiliki perjanjian sewa guna usaha dengan beberapa perusahaan sewa guna usaha untuk pengadaan peralatan dengan masa sewa guna usaha 3 tahun sampai dengan 8 tahun (Catatan 10.200.668.350.962.311 7.945.509.520 7.342.686.343.335.915.464 21.703.654.879 35 .659.007.326 4.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.753 8.644) 24.624.087) 15. 13 dan 32b). Pembayaran angsuran sewa guna usaha berdasarkan jatuh temponya pada tanggal 31 Desember adalah sebagai berikut: Tahun 2004 2003 2004 2005 2006 2007 Jumlah Dikurangi bunga yang belum jatuh tempo Hutang sewa guna usaha Bagian jatuh tempo dalam satu tahun Bagian jangka panjang 4.915.202.311 27.236) 19.073.311 7.716.207. kecuali dinyatakan lain) sejak penyerahan barang.581.202. Saldo akun ini pada tanggal-tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 adalah sebagai berikut: 2004 Hutang pokok Dikurangi bagian jatuh tempo dalam satu tahun Bagian jangka panjang 1.239.957.035.072.951 2003 4.755.681 (2.464 8.200.659.159.809 (3.930) 20.453 (3.326 - 23.239.159.632.915.586.951 1.532.445 (3.884.636.239.686.532.

428. berdasarkan Berita Acara Serah Terima No.967. KU. BANTUAN PEMERINTAH YANG BELUM DITETAPKAN STATUSNYA Akun ini merupakan bantuan Pemerintah untuk perbaikan dermaga pelabuhan Meulaboh yang dibiayai dari sumber dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2002. 26.103/13/III/Rebla/Phb-03 tanggal 20 Maret 2003.714. 1993/1994 dan 1994/1995 dengan batas maksimum pinjaman sebesar Rp16. Angsuran pinjaman sebesar Rp1.777 Perjanjian No.714.311.142.517 2003 4.655. SLA-1086/DP3/1998 Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun 1.259 1.557.259 3.714. MODAL SAHAM Pemilikan saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 adalah sebagai berikut: 36 .518 3.655. kecuali dinyatakan lain) 24.655.428. Tingkat bunga pinjaman adalah sebesar 15% per tahun dan denda atas keterlambatan pembayaran pokok pinjaman dan bunga adalah sebesar 2% per tahun.258 1. 25.589 dan jangka waktu pelunasan selama 10 (sepuluh) tahun.259 dilakukan secara tahunan yang dimulai pada tanggal 31 Desember 1997 sampai dengan 31 Desember 2006. merupakan pinjaman tanpa jaminan dari Pemerintah Republik Indonesia dalam rangka penggunaan dana dari The Asian Development Bank dan The Overseas Economic Cooperation Fund untuk membiaya proyek APBN 1992/1993.311.142. HUTANG KEPADA PEMEGANG SAHAM 2004 Perjanjian No.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.714. SLA-1086/DP3/1998 tanggal 2 Juni 1998.655.

93 tahun 2000 tanggal 19 Oktober 2000.000.248.000.764.332 2.000. terdiri dari : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Bangunan fasilitas pelabuhan Kapal Instalasi fasilitas pelabuhan Tanah Jalan dan bangunan Peralatan Emplasemen Jumlah b.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.276.000.058.762.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp1. dengan rincian sebagai berikut: a.835.437.500 2.734 17.705. kecuali dinyatakan lain) Pemegang saham Negara Republik Indonesia Lembar saham 312.000 terbagi atas 1.757 21.000.000.799.607 1.714.174 4. terdiri dari: 1) 2) 3) Bangunan fasilitas pelabuhan Kapal Peralatan fasilitas pelabuhan 61.248. PP No.356.399.911 dicatat pada akun modal disetor lainnya. dengan rincian sebagai berikut: a.764.103.414.289.939.000.058.500 12.000. Saldo modal per 31 Desember 2004 sebesar Rp312.911 yang telah melebihi modal ditempatkan dicatat pada akun Modal Disetor Lainnya. PP No. Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia sebesar Rp143.000 1.401.488.780.000 terbagi atas 312.000 Persentase Kepemilikan 100% Jumlah 312.000.000 Peningkatan modal Negara Republik Indonesia sebesar Rp143. Dari modal dasar tersebut telah ditetapkan dan disetor oleh Negara Republik Indonesia sebesar Rp312.526.573.000.000.566 37 .500 327.507. Modal dasar perseroan ditetapkan sebesar Rp1. b.019.000.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp1.000.342.55 tahun 2000 tanggal 17 Juli 2000.000 58. adalah merupakan modal dasar yang disetor setelah nilai revaluasi tanah ditiadakan sesuai hasil RUPS luar biasa pada tanggal 14 Januari 1998.

KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.058.941.982. PP No.818.000. kecuali dinyatakan lain) 4) 5) Tanah Emplasemen Jumlah 3.269.000.915 8.000 3.901.000 3.000.000 52. PEMBAGIAN LABA DAN CADANGAN UMUM Rapat Umum berikut: 2004 Pembagian dividen Penyisihan untuk cadangan umum Penyisihan untuk pembayaran kepada dana pensiun Penyisihan untuk dana kemitraan dan bina Lingkungan Pembagian tantiem 2. Perusahaan diwajibkan melaksanakan program pembinaan untuk 38 .048.000.250.390.000 63.508.109.Pekanbaru Jumlah Jumlah Penyertaan Modal Pemerintah 27.057.000 2.345.000.500.700.569.657.990.807 1.000 71.542 3.926.345 2.911 c.000 2003 87.773.127.847.555.035.112. 16 tahun 2002 tanggal 23 April 2002.481.000.915 Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia No.000 Pemegang Saham tanggal 12 Juli 2004 dan 20 Juni 2003 telah menetapkan penggunaan laba bersih masing-masing tahun 2003 dan 2002 sebagai 121.000 12.238.000.065. terdiri dari : 1) 2) 3) 4) Fasilitas pelabuhan Belawan – Medan Fasitas pelabuhan Dumai – Pekanbaru Fasilitas pelabuhan Tembilahan .000 2.609.764.926.000 143.542 175.Kuala Enok Fasilitas Pelabuhan Perawang .069.000 72.000 5.854.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.

182. masyarakat dan lingkungan sekitarnya.262.716.586.496.542 28.090.402 15.055 2003 39 .584.705.820. kecuali dinyatakan lain) pemberdayaan dan pengembangan kondisi sosial ekonomi masyarakat sebagai wujud kepedulian BUMN.388.652.032 28.611 455.330 152.346.049 24.615.926.565.668.088.606. Saldo cadangan umum per 31 Desember 2004 adalah sebagai berikut: Saldo awal Distribusi laba tahun 2003 Reklasifikasi hutang dana pensiun ke cadangan umum sesuai dengan Risalah RUPS tanggal 12 Juli 2004 Cadangan umum 2.701.401 1.973 9.910. Pada tahun 2004 dan 2003.756.107.222.045.984 423.864 9.528.299. Sasaran program KBL adalah terciptanya pertumbuhan ekonomi rakyat dan pemerataan pembangunan melalui perluasan kesempatan berusaha bagi usaha kecil.199.854.098 13.964 25.428.968 41.322 131.964.448.577. PENGHASILAN BERSIH 2004 PENGHASILAN Pelayanan terminal peti kemas Pelayanan kapal Pelayanan pelabuhan khusus/Dermaga Untuk Kepentingan Sendiri (DUKS) Pelayanan barang Pendapatan sewa.137 52.817.779 25. penyisihan untuk pembayaran kepada dana pensiun dan pembagian tantiem diambil dari saldo laba sesuai dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham.412.377 22.735.880. air dan listrik Pelayanan usaha bongkar muat Pelayanan rumah sakit Pelayanan usaha galangan kapal Lain-lain 41.227.411.502 294.893.169.877.293 181.692.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.558 4.290 20.344.299.823 349.012.172 129.371.484.413.

316. Sedangkan peningkatan atas beban umum pada tahun 2004 dikarenakan adanya peningkatan antara lain pada biaya keamanan kepelabuhanan.000 (881.674.382 27.912 42.132.098.492.147.021.719 9.228.681 326.085.393.587 39.843.896) 16.427.324.104.476 68.475.056. biaya imbalan jasa bongkar muat dan pajak bumi dan bangunan.863 262.923.415.388.562.986.439 41.044 42.835.332. BEBAN USAHA 2004 2003 Pegawai Penyusutan dan amortisasi Umum Bahan dan perlengkapan Pemeliharaaan Sewa Administrasi Asuransi 76.087 6.680. 30.963.822.312 22.355.821 Peningkatan beban usaha pada tahun 2004 untuk penyusutan dan amortisasi dikarenakan adanya peningkatan biaya amortisasi atas biaya ditangguhkan dari pengerukan alur dan kolam. konsultan litbang dan pendidikan.293 11.991.833 74.304.653.057.282.811 26.267 41.064.602.564.799.472 3.196.066 - 40 .292. PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN 2004 2003 Laba (Rugi) selisih kurs – bersih Bunga deposito dan jasa giro Laba penjualan tanah Sibolga 13.556.817.224 11. kecuali dinyatakan lain) 29.730. Peningkatan atas biaya pemeliharaan pada tahun disebabkan antara lain adanya pengerukan alur pelayaran di Pelabuhan Belawan.574.752.450 55.191.441 3.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.169.

456.071) 9.990.221.940.074 122.383 16.808.917 167. INFORMASI SEGMEN Informasi Segmen usaha Perusahaan berdasarkan geografis adalah sebagai berikut (Catatan 2n): a.586.845 443.159.501.561 Nanggroe Aceh Darussalam Jasa kepelabuhanan Riau Jasa kepelabuhanan Pelayanan rumah sakit 109.755.481.641 6.393 112.371.111 455.995.902 632.264) (9.872. kecuali dinyatakan lain) Laba investasi surat berharga Bunga pinjaman Administrasi bank Lain-lain .811 6.841) (570.969.299.968 119.410) (549.107.098 301.299.379.500.893.296 19.799.367 (2.547.940.504.326) (2.246.095 3.589.718 3.513 118.799.059.327.572.467.236.750 123.637. Penghasilan bersih berdasarkan kegiatan utama 2004 Sumatera Utara Pelayanan terminal peti kemas Jasa kepelabuhanan dan kantor pusat Pelayanan rumah sakit Usaha galangan kapal 199.323.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.768.274.834.808 4.900.108 1.842.166) 17.017.562.827 (3.869.874.190 31.129 325.801.288.088.436.579.306.621 2003 41 .251.925.318.412.696.bersih 1.117.125.120.

410) 35.641.788.968.966.030.134.432.339.096.367.097.145 215.997 161.082.171.734.062 158.874.135 44.248) 105.541) (204.900.966) (504. kecuali dinyatakan lain) b.472 9.363.993.875 207.593.979) (74.126.293.506.792.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.738.085 12.863.468.889.358. Laba rugi usaha berdasarkan kegiatan utama 2004 Sumatera Utara Pelayanan terminal peti kemas Jasa kepelabuhanan Usaha galangan kapal Kantor pusat Pelayanan rumah sakit 141.568.423 Jumlah laba usaha 129.103.796.881.061.916 119.627 Nanggroe Aceh Darussalam Jasa kepelabuhanan Riau Jasa kepelabuhanan Pelayanan rumah sakit 36.156.305.769 722.784.166 (59.715 (1.055 (465.601.091.058) 43.256 156.007.120.149 703.258.270 2003 42 .713.559 2003 c.833 (623.521.350.474.168.369) 83.308.677.809.568.458 45.809. Jumlah aktiva berdasarkan kegiatan utama 2004 Sumatera Utara Kantor pusat Jasa kepelabuhanan Pelayanan terminal peti kemas 762.801 18.

712 Jumlah sebelum eliminasi Eleminasi Jumlah aktiva 1.940 267.849.877.102. PERIKATAN a.690 1.060.911 4.918. 43 .620.000. kecuali dinyatakan lain) Usaha galangan kapal Pelayanan rumah sakit 2.5% per tahun.443.006. Perusahaan menandatangani perjanjian sewa guna usaha dengan The Islamic Development Bank (IDB) pada tanggal 21 Februari 1995 untuk pembelian 4 (empat) unit Transtainer dan 2 (dua) unit Head Truck dengan nilai maksimum USD6.588) 1.128 (389.662 272.623.540 32.421.141.418.247. keamanan dan lain-lain dengan berbagai masa kontrak.772 1.965.222.976.928 3.528.587.390.312.181.815.135.194 1.587. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk bertindak sebagai penjamin hutang sewa guna usaha tersebut kepada IDB.536.650.851.001) 1.776 Nanggroe Aceh Darussalam Jasa kepelabuhanan Riau Jasa kepelabuhanan Pelayanan rumah sakit 266.223. Atas jaminan hutang tersebut.045.206 44.404.337.846 (398.558 1.628.519. Perusahaan mengadakan perjanjian dengan koperasi karyawan untuk menyewa kendaraan.845 40.884. b. Jangka waktu pelunasan dilakukan dalam 17 (tujuh belas) kali angsuran semesteran yang dimulai pada 1 Juli 1999 sampai dengan 1 Juli 2007 (Catatan 22).132 274.552. Realisasi pinjaman adalah sebesar USD5.709.031. jasa administrasi.723. perusahaan diwajibkan mendepositokan dana kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar saldo hutang perusahaan kepada IDB (Catatan 13 dan 22).139.735.804.939.311 1.051.418.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.537.931.319.911 4.797.000 dan dikenakan tingkat bunga sebesar 7.

13 tanggal 5 April 2001 yang kemudian diubah terakhir dengan perjanjian No. Perusahaan menandatangani perjanjian No.459. d. Perusahaan menandatangani perjanjian No.645.A/BLW-US.5 ton. Sesuai dengan pejanjian tersebut PT Musim Mas harus menyelesaikan pembangunan dan peralatan fasilitas terminal curah kering selambat-lambatnya pada bulan September 2002 dan jika setelah masa perpanjangan 10 (sepuluh) tahun terakhir.760 dan USD 1. B. asisten operator dan mekanik di unit terminal peti 44 . 039/TUK/VIII/2004 tanggal 16 Agustus 2004 dengan PT Trans Utama Kargo untuk kerjasama operasi 1 (satu) unit container crane dengan kapasitas 35. kecuali dinyatakan lain) c. B. B. maka seluruh bangunan dan fasilitas yang terpasang yang disediakan oleh PT Musim Mas akan menjadi milik perusahaan.144. operator.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah. e. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan tersebut adalah selama 36 (tiga puluh enam) bulan terhitung sejak serah terima aktiva tersebut diatas.538.13 tanggal 12 September 2004 dengan PT Musim Mas untuk pekerjaan bongkar muat bungkil sawit/kelapa di terminal curah kering di Pelabuhan Belawan dengan produktivitas minimal 5. Perusahaan menandatangani perjanjian No.VIII-5653/BLW-US. 043/TUK/III/2003 tanggal 14 Maret 2003 yang kemudian diubah dengan perjanjian No.81. Pembangunan fasilitas tersebut telah selesai pada September 2002.VIII412. Perusahaan menandatangani perjanjian dengan Noell Siemens Joint Operation pada tanggal 11 April 2002 untuk pemeliharaan 2 (dua) unit Container Crane dan 4 (empat) Rubber Tyred Gantry Crane senilai Rp4.000 ton per hari untuk jangka waktu 2 (dua) tahun terhitung sejak 1 Agustus 2004 sampai dengan 31 Juli 2006.VIII-413/BLW-US.13 tanggal 2 September 2004 dengan PT Musim Mas untuk penyewaan dan pengoperasian gudang 109 dan 111 serta lapangan penumpukan di Pelabuhan Belawan untuk terminal curah kering khusus bungkil dengan jangka waktu 10 (sepuluh) tahun terhitung dari tanggal 5 April 2001 s/d 4 April 2011 yang hanya dapat diperpanjang sekali tanpa melalui prosedur lelang. 1 (satu) unit spreader dengan 1 (satu) unit spreader cadangan. f.

VIII-436/BLW-US. mana yang lebih besar. B. umum dan industri untuk PT Metito Indonesia dan 30% atau jumlah minimal yang telah ditentukan. Perusahaan menandatangani perjanjian No.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah. Perusahaan menandatangani perjanjian No. B.000 peti kemas per tahun atau perusahaan harus membayar sanksi sebesar USD 42 per peti kemas untuk kekurangan dari garansi tersebut. g.12 tanggal 5 Juni 2003 yang kemudian diperpanjang dengan Perjanjian No.12 tanggal 24 Juni 2004 serta perjanjian No.VIII-183/BLW-US. h.VIII156/BLW-US. kecuali dinyatakan lain) kemas perusahaan dengan tarif tertentu per peti kemas untuk 6 (enam) tahun mulai hari container crane tersebut beroperasi.VIII-108/BLW-US. Dumai dan Tanjung Balai Karimun dengan kesepakatan 70% pendapatan dari total penjualan air minum ke kapal. Perusahaan menandatangani perjanjian No. Setelah berakhirnya masa kerjasama. untuk perusahaan untuk masa waktu 14 tahun terhitung sejak dimulainya masa persiapan pembangunan/renovasi. masing-masing dari tanggal 1 Juni 2004 sampai dengan 31 Mei 2005 dan dari tanggal 18 September 2004 sampai dengan 17 September 2005. B.12 tanggal 31 Maret 2003 yang kemudian diperpanjang dengan Perjanjian No. B. i.12 tanggal 24 September 2004 dengan PT Waruna Nusa Sentana masing-masing untuk kerjasama operasi 1 (satu) kapal tunda dan anak buah kapalnya dengan kesepakatan 26% dari penghasilan yang berasal dari kapal tunda tersebut untuk perusahaan dan 74% untuk PT Waruna Nusa Sentana.12 tanggal 14 April 2004 dengan PT Pelayaran Putra Samudera untuk kerjasama operasi 1 (satu) kapal tunda dan anak buah kapalnya dengan kesepakatan 26% dari penghasilan yang berasal dari kapal tunda tersebut untuk perusahaan dan 74% untuk PT Pelayaran Putra Samudera dari tanggal 1 April 2004 sampai dengan 31 Maret 2005. B. seluruh fasilitas dan peralatan PT Metito Indonesia 45 . Perusahaan harus memberikan garansi peti kemas yang menjadi bagian dari PT Trans Utama Kargo minimal 42.XV-277/BLWUS.001/AGR/PI-MI/04 tanggal 26 November 2004 dengan PT Metito Indonesia untuk kerjasama operasi pengusahaan air minum di Pelabuhan Belawan.

kecuali dinyatakan lain) akan diserahkan dalam kondisi siap operasi dengan kondisi fisik peralatan 70% dan menjadi milik perusahaan tanpa ganti rugi atau kompensasi.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah. hasil Kasasi tersebut belum diputuskan.07/Pdt. Pada tanggal 11 Desember 2000.214/Pdt. perusahaan digugat oleh masyarakat atas tuntutan ganti rugi tanah di Dumai dengan nilai tuntutan sebesar Rp841. Sampai dengan tanggal laporan auditor independen. TUNTUTAN HUKUM a. Pada tanggal 8 Maret 2001. hasil kasasi tersebut belum diputuskan. Berdasarkan surat pendaftaran pada Pengadilan Negeri Medan No.G/1998/PN-Mdn tanggal 30 Agustus 1998. b. Sampai dengan tanggal laporan auditor independen. perusahaan digugat oleh masyarakat atas tuntutan ganti rugi tanah di Belawan dengan nilai tuntutan sebesar Rp2. 33.151. perusahaan telah menyampaikan kontra kasasi. Pada tanggal 12 Desember 2000.800. Berdasarkan surat pendaftaran pada Pengadilan Negeri Medan No.000.002. perusahaan mengajukan Kasasi ke Mahkamah Agung.000. Berdasarkan surat pendaftaran pada Pengadilan Negeri Dumai No. hasil Peninjauan Kembali tersebut belum diputuskan.G/1994/PN-Mdn tanggal 13 Juni 1994.000. Putusan Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi menetapkan perusahaan membayar ganti rugi kepada masyarakat tersebut sebesar Rp2.683.420/Pdt.000. c. Sampai dengan tanggal laporan auditor independen. Putusan Pengadilan Negeri.G/2000/PN-Dum tanggal 17 Februari 2000. Putusan Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi telah memenangkan perusahaan atas gugatan tersebut dan para penggugat mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. perusahaan telah menyampaikan Kontra Peninjauan Kembali. Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung telah memenangkan perusahaan atas gugatan tersebut dan para penggugat mengajukan Peninjauan Kembali atas hasil putusan Mahkamah Agung.002.800. perusahaan digugat oleh masyarakat atas tuntutan ganti rugi tanah di Belawan dengan nilai tuntutan sebesar Rp200. 46 .

000 per bulan sejak bulan Januari 1999 sampai putusan dalam perkara ini berkekuatan hukum atas penggunaan tanah perairan milik penggugat.Mdn tanggal 14 November 2003. kecuali dinyatakan lain) d. hasil kasasi tersebut belum diputuskan.000 per bulan sejak bulan Januari sampai putusan dalam perkara ini berkekuatan hukum.29/Pdt/6/2002/PN. Perusahaan mengajukan gugatan balasan 47 . Pada tanggal 10 Agustus 2004.312/Pdt.Mdn tanggal 3 Agustus 2004.800. perusahaan digugat oleh Seng Tjin alias Acin atas tuntutan ganti rugi kerugian sebesar Rp9. penggugat mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Medan yang kemudian memenangkannya dan menetapkan perusahaan membayar ganti rugi sebesar Rp1.427/Pdt. e. pengugat mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Sumatera Utara atas putusan tersebut. Berdasarkan surat pendaftaran pada Pengadilan Negeri Medan No.074. Pengadilan Negeri memenangkan perusahaan atas gugatan tersebut. Berdasarkan surat pendaftaran pada Pengadilan Negeri Sibolga No.000. perusahaan digugat oleh Zulfaini atas tuntutan ganti rugi kerugian pembatalan kelulusannya dalam penerimaan calon pegawai di PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Cabang Dumai sebesar Rp710. Sampai dengan tanggal laporan auditor independen. Putusan Pengadilan Negeri Medan memenangkan perusahaan atas gugatan tersebut.G/2004/PN.G/6/2003/PN.845.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah. perusahaan digugat oleh Paulus Ronald atas tuntutan ganti rugi kerugian sebesar Rp10.175 dihitung sejak 23 Januari 2004 sampai putusan dalam perkara ini berkekuatan hukum atas tidak dilakukannya pembayaran tahap kedua pekerjaan pengadaan infrastruktur untuk pengembangan jaringan LAN Cabang Pelabuhan Dumai dan Pekan Baru. Pengadilan Tinggi Sumatera Utara memutuskan untuk memenangkan perusahaan atas gugatan tersebut.000. perusahaan telah mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Pada tanggal 28 Juli 2004.845.000. Atas putusan tersebut. f. Pada tanggal 27 Januari 2005. Berdasarkan surat pendaftaran pada Pengadilan Negeri Medan No.SBG tanggal 29 November 2002.175 serta bunga 2% per bulan dari Rp54.

S-574/M-MBU/2002 tanggal 28 Agustus 2002. Atas gugatan tersebut. b. diselesaikan oleh Pemerintah Daerah. 48 .G/6/2004/PN-Dum tanggal 13 Juli 2004. 83 tahun 1940 dengan harga perolehan sebesar nihil. g. kecuali dinyatakan lain) atas tuduhan fitnah dan pencemaran nama baik.925 m2 tanah tersebut di atas kepada Pemda tingkat II Sibolga. Sesuai dengan Surat Direktur Usaha Perusahaan No. perusahaan mengajukan gugatan balasan atas tuduhan pemberitaan yang merugikan. Sampai saat ini.000. Berdasarkan surat pendaftaran pada Pengadilan Negeri Dumai No. A. HAK ATAS TANAH YANG BELUM MEMPUNYAI SERTIFIKAT Hak atas tanah Perusahaan seluas 95. c.V-40/PPI.26/Pdt. Pembongkaran bangunan dan gudang serta pembebasan kepada masyarakat penghuni. Pengalihan tanah tersebut dilakukan dengan Berita Acara. sebagian besar disewakan kepada penduduk.US.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah. Menteri Negara BUMN telah menyetujui pengalihan sebagian tanah pelabuhan Sibolga tersebut kepada Pemda setempat dengan syarat sebagai berikut: a. Tanah yang dialihkan tersebut dipergunakan untuk kepentingan sarana umum/sarana wisata bahari.13 tanggal 20 Februari 2002. Pelaksanaan pengalihan tanah tersebut agar dilaporkan kepada Kementerian BUMN.435 m2 di Sibolga yang berdasarkan bukti kepemilikan Staatblads No.000. Sesuai dengan surat Menteri Negara BUMN No. Perusahaan telah mengusulkan kepada Menteri Keuangan Republik Indonesia untuk mengalihkan 12. 34. Pemda dan badan usaha lainnya dan sisanya untuk perumahan karyawan. Pengadilan Negeri Medan memutuskan untuk memenangkan perusahaan atas perkara tersebut. pekara tersebut masih dalam proses di Pengadilan Negeri Dumai dan belum ada putusan atas perkara tersebut. d. perusahaan digugat oleh pasien atas tuntutan ganti rugi sebesar Rp300. Pada tanggal 15 Maret 2005.

505.25 M2 : 8. Pemda Sibolga b.763.S-288/MBU/2003 tanggal 9 September 2003 tentang persertujuan penghapusan aktiva milik PT Pelindo I dan kemudian diperpanjang lagi dengan surat Menteri BUMN No. Pengalihan tanah tersebut telah dihibahkan seluas 23.163.749 36.673.259 11.346 1.999. 35.201.539 8. dengan harga penjualan Rp6.960.205 M2 dengan rincian sebagai berikut: a.652 968.000.351.957.S.805 M2 : 6. kecuali dinyatakan lain) Sesuai dengan surat Menteri BUMN No.006 49 .75 M2 Untuk tanah yang disewa oleh badan hukum telah dijual kepada badan hukum yang bersangkutan yaitu sebanyak 15 (lima belas) badan hukum dengan luas 14.818.159. Instansi Pemerintah c.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.565/MBU/2004 tanggal 18 Oktober 2004 perihal persetujuan penghapusbukuan aktiva tetap di PT Pelindo I berupa tanah dan bangunan di Sibolga. AKTIVA DAN KEWAJIBAN DALAM MATA UANG ASING Aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing pada tanggal 31 Desember 2004 terdiri dari: Mata uang asing Setara dengan Rupiah Aktiva: Lancar: Kas dan setara kas Piutang usaha Pendapatan masih akan diterima 3.741.361 M2. Masyarakat : 8.

721.709.624.559. 36. POS LUAR BIASA Pada tanggal 26 Desember 2004.356 Sebagaimana disajikan diatas.419.090.00 digunakan untuk menyajikan kembali aktiva dan kewajiban mata uang asing perusahaan.396. kecuali dinyatakan lain) Kewajiban: Jangka pendek: Hutang usaha Hutang lain-lain Biaya yang masih harus dibayar Hutang jangka panjang jatuh tempo dalam satu tahun: Hutang sewa guna usaha Hutang pembelian aktiva tetap Jangka panjang: Hutang jangka panjang.087) (1. yaitu Rp9. jika nilai tukar mata uang asing pada tanggal laporan auditor independen.200.884.639. aktiva bersih dalam mata uang asing akan bertambah sebesar.358) (390.636.989) (96. terjadi bencana alam gempa bumi dan gelombang tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara.972 32.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.493) (17.532.863) (15. setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam satu tahun: Hutang sewa guna usaha (1.134) (157.945.951) (257. 50 .765. terutama pelabuhan Malahayati di Nanggroe Aceh Darussalam dengan total taksiran kerugian sejumlah Rp3.229) (3.002) (2.199) (129.143.405 terhadap US$1.950.995) 3.923) (896.526. Bencana alam tersebut menimbulkan kerusakan pada berbagai fasilitas pelabuhan perusahaan.

996 42. Reklasifikasi tersebut adalah sebagai berikut: Hutang pajak – PPN menjadi aktiva lancar lain-lain – pajak dibayar dimuka Aktiva lancar lainnya – Tagihan pajak penghasilan menjadi pajak dibayar dimuka – Pajak penghasilan pasal 25 tahun 2002 Aktiva tidak lancar – Tagihan pajak penghasilan menjadi – Pajak dibayar dimuka – Pajak penghasilan pasal 25 tahun 2003 Aktiva lancar lainnya – Pajak dibayar dimuka menjadi – Pajak dibayar dimuka – PPN Aktiva dalam konstruksi menjadi biaya ditangguhkan – Pengerukan alur Biaya sewa – kapal menjadi Reduksi pendapatan .059.004.483.012.kapal 44.090 1.193.991.490 1.477. kecuali dinyatakan lain) 37.669.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.543.354 17.765 20.262.125 51 .152.093. REKLASIFIKASI AKUN Beberapa angka-angka perbandingan tahun 2003 telah direklasifikasi untuk menyesuaikan dengan penyajian laporan keuangan tahun 2004.

Gatot Subroto No. .BPK-RI LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN EVALUASI KINERJA PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004 Nomor Tanggal : 13. 5720957. 5723995.C /Auditama V/GA/04/2005 : 31 Maret 2005 Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jl.d 9 Pesawat 511 Fax. 5738727. 5738740. (021) 5700380. 5704395 s. (021) 5700380.31 Jakarta Pusat 10210 Telp.

... 2...... Keuangan dan Akuntansi ………………………………….……………………………………...……………... 3... 5...... 3........... .... 40 BAB V Penilaian Kinerja Perusahaan 1... .. 8................... Pemasaran dan Penjualan…………………………………… Produksi dan Kualitas Produksi…………………………… Logistik …………………………... . 11.. Dana Pensiun ……………………………………………… Kemitraan dan Bina Lingkungan …………………………. 2.. Bobot Tingkat Kesehatan.......… Perhitungan Indikator dan Nilai Kinerja Keuangan…………. Kerjasama ………………………………………………….... 13..... Sistem dan Organisasi …………. 12. Tindak Lanjut Keputusan RUPS …………………………... 9. Beban Usaha dan Produksi Tahun 2004 dengan Anggaran Tahun 2004 dan Realisasi Tahun 2003 1........ BAB III Pendapatan Usaha …. BAB IV Aspek Strategis Perusahaan 1.. 10.... 2..…………….. Perpajakan …………………………………………………. Restrukturisasi dan Privatisasi…………………………... 2..... 3.DAFTAR ISI SIMPULAN EVALUASI .......…... BAB I BAB II Pendahuluan Perbandingan Realisasi Pendapatan...……… HASIL EVALUASI ………….………………………………………………......…………………………........ 6...... Sumber Daya Manusia…………….......... 4.......………………………... Penelitian dan Pengembangan……………………………….. Investasi …………………………………………………….. Satuan Pengawas Intern ……………………. 1 3 3 5 5 10 13 22 22 22 23 23 23 24 26 26 28 29 30 32 38 38 39 45 46 47 Hal-Hal Yang Berkaitan dengan Perusahaan 1.... Beban Usaha ……………………………………………… Produksi …………………………………………………..

PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I telah menyampaikan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan kepada Menteri Negara BUMN sesuai dengan surat Direksi No.696.903.613. Perbandingan realisasi pendapatan dan beban tahun 2004 dengan anggaran tahun 2004 dan realisasi tahun 2003 Realisasi laba sebelum pajak tahun 2004 mencapai sebesar Rp143.547. realisasi laba tahun 2004 adalah sebesar 84.519.090. Penurunan laba tersebut disebabkan peningkatan beban usaha yang jauh lebih besar yaitu sebesar Rp63.84 juta. KEP-101/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002.35% dari 1 BPK-RI / AUDITAMA V .58 juta.893. Dibandingkan dengan realisasi laba sebelum pajak tahun 2003 sebesar Rp170.69 juta.26 juta atau 21.127. Biaya luar biasa tersebut berupa biaya yang dialami dari adanya gempa bumi dan gelombang tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara yang menimbulkan kerusakan pada berbagai fasilitas pelabuhan perusahaan. serta timbulnya biaya pada pos luar biasa sebesar Rp3. Hal tersebut disebabkan meningkatnya beban usaha sebesar Rp57. 2.60/8/8/PI-03 tanggal 28 Oktober 2003 yang telah disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dengan Berita Acara RUPS No. KU.674.14 juta.95% dibandingkan anggaran sebesar Rp29.61 juta.SIMPULAN EVALUASI Kami telah melakukan audit atas Laporan Evaluasi Kinerja PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004 dengan kesimpulan sebagai berikut : 1.65 juta atau 24.76 juta atau 44.10% lebih rendah dibanding anggaran sebesar Rp325.04%.81 juta yang hanya mencapai 59. Rencana kerja dan anggaran perusahaan Penyusunan anggaran PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I telah mengacu kepada Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. BA-67/D2-MBU/2003 tanggal 29 Desember 2003. dan realisasi pendapatan di luar usaha (bersih) sebesar Rp17.27% dari anggaran sebesar Rp268.

02 juta atau 7. MA Register Negara No. D-1416 Jakarta. 3. Selain itu adanya beban luar biasa tahun 2004 akibat bencana alam sebesar Rp3.910.65 juta.realisasi beban usaha tahun 2003 sebesar Rp262. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit.40% dari realisasi tahun 2003 sebesar Rp423.388. 31 Maret 2005 2 BPK-RI / AUDITAMA V .00" yang berarti tingkat kesehatannya dikategorikan menjadi "SEHAT" dengan tingkat penggolongan "AA" Demikian simpulan hasil audit atas Evaluasi Kinerja PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004.38 juta.14 juta yang tidak terjadi pada tahun 2003. Misnoto.090. Drs.389. Tingkat Kesehatan Perusahaan Sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara. nilai skor kinerja PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I untuk tahun 2004 adalah "92. Sedangkan peningkatan pendapatan usaha hanya mencapai sebesar Rp31. Ak. untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Hasil Evaluasi.

HASIL EVALUASI
BAB I PENDAHULUAN Evaluasi Kinerja adalah salah satu perangkat analisis yang digunakan untuk melakukan evaluasi terhadap hasil kerja manajemen dalam rangka mengetahui apakah langkah yang telah dijalankan dalam mengelola perusahaan telah dilaksanakan untuk mencapai efektifitas dan efisiensi. Evaluasi kinerja dimaksudkan untuk melakukan pengujian terhadap kebenaran faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kinerja keuangan sehingga dapat diketahui penyebab terjadinya penyimpangan, diantaranya dengan membandingkan realisasi tahun berjalan dengan anggarannya dan realisasi tahun lalu. Hasil analisis tersebut kemudian diambil kesimpulan sehingga apabila terjadi penyimpangan yang merugikan akan dieliminasi atau akan dilakukan perbaikan pada periode mendatang. Demikian pula terhadap penyimpangan yang menguntungkan agar lebih ditingkatkan sehingga efektifitas dan efisiensi dapat dicapai seperti yang diharapkan. Selain hal tersebut di atas deteksi dapat dilakukan terhadap sektor-sektor produksi mana yang masih dapat dikembangkan sesuai dengan kapasitas produksi yang telah dimiliki atau melakukan investasi baru secara selektif sehingga dapat menghasilkan nilai tambah yang maksimal. Penyusunan anggaran PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I mengacu kepada surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.KEP-101/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002. PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I telah menyampaikan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan kepada Menteri Negara BUMN sesuai dengan Surat Direksi No. KU.60/8/8/PI-03 tanggal 28 Oktober 2003 yang telah disahkan dalam RUPS dengan Berita Acara RUPS No.BA-67/D2-MBU/2003 tanggal 29 Desember 2003. Proses evaluasi kinerja dimulai dengan melakukan analisis terhadap komponen-komponen dalam laporan laba rugi yang mempunyai aspek dan berhubungan dengan keuangan, diantaranya penjualan, beban produksi dan volume produksi dengan cara membandingkan realisasi tahun berjalan dengan anggaran yang telah disusun dan realisasi tahun lalu. Hal tersebut dimaksudkan untuk melakukan pengujian terhadap kebenaran faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kinerja keuangan, sehingga dapat diketahui faktor-faktor penyebab terjadinya penyimpangan.

3

Review terhadap hal-hal penting yang berkaitan dengan perusahaan dilakukan terhadap beberapa komponen diantaranya perkembangan teknologi yang digunakan serta pemeliharaan fasilitas yang telah dilaksanakan oleh perusahaan. Demikian pula terhadap penelitian dan pengembangan yang telah dilaksanakan dalam rangka melakukan inovasi baru terhadap perkembangan usaha, manajemen dan sistem organisasi serta sumber daya manusia yang dimiliki saat ini, dengan harapan agar semua unsur yang menggerakkan organisasi dan operasional perusahaan dapat berjalan dengan baik. Selain itu juga dilakukan review terhadap aspek strategis perusahaan dalam menghadapi pasar diantaranya yang berkaitan dengan investasi untuk pengembangan perusahaan dan juga kepedulian terhadap lingkungan, sehingga perusahaan bukan saja sebagai salah satu katalisator penggerak perekonomian yang memiliki orientasi komersial, tetapi juga melaksanakan program sosial yang bermanfaat bagi masyarakat dalam rangka program bersih lingkungan untuk menjaga ekologi alam sekitarnya melalui analisa dampak lingkungan. Dalam rangka melaksanakan kebijakan pemerintah untuk turut mengentaskan kemiskinan, PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I telah berperan serta dalam Program Kemitraan dan Bina Lingkungan sesuai misi pemerintah seperti yang telah dituangkan dalam Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Badan Usaha Milik Negara. Evaluasi kinerja PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I dilakukan mengacu pada Surat Keputusan Menteri BUMN No. KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002, tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara. Hasil evaluasi terhadap kinerja perusahaan diharapkan dapat menjadi suatu kajian bagi manajemen dalam menentukan kebijakan yang akan diterapkan dalam melaksanakan operasional perusahaan pada periode yang akan datang, sehingga kekurangan masa lalu dapat dieliminasi pada periode mendatang dan keberhasilan yang sudah dicapai dapat semakin ditingkatkan. Dengan demikian diharapkan kinerja perusahaan akan semakin optimal.

4

BAB II PERBANDINGAN REALISASI PENDAPATAN, BEBAN USAHA DAN PRODUKSI TAHUN 2004 DENGAN ANGGARAN TAHUN 2004 DAN REALISASI TAHUN 2003 Perbandingan realisasi pendapatan dan beban usaha tahun 2004 dengan anggaran dimaksudkan untuk mengetahui apakah anggaran pendapatan dan beban usaha telah dipakai sebagai arahan kegiatan untuk menghasilkan pendapatan dan mengendalikan beban usaha, sehingga pada akhir periode dapat diambil kesimpulan apakah efektifitas usaha dapat dicapai sesuai dengan yang diharapkan dan efisiensi telah dapat dilaksanakan dengan baik. Penyimpangan-penyimpangan yang diketahui, akan dilakukan analisis lebih lanjut untuk mengetahui faktor-faktor penyebabnya, dan setelah faktor penyebab terjadinya penyimpangan tersebut dapat diketahui, maka faktor-faktor yang merugikan perusahaan akan semaksimal mungkin dieliminasi pada periode mendatang, sedangkan faktor yang menguntungkan perusahaan akan diusahakan untuk semakin ditingkatkan. Adapun realisasi pendapatan dan beban usaha tahun 2004 dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 dimaksudkan untuk mengetahui perkembangan usaha yang telah dilakukan, apakah usaha tahun berjalan mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode sebelumnya dan efisiensi telah dapat dilaksanakan pada tahun berjalan. Dengan membandingkan kinerja tahun berjalan terhadap tahun lalu dan melakukan analisis atas penyimpangan yang terjadi, akan diperoleh kesimpulan apakah penyimpangan tersebut lebih menguntungkan perusahaan atau telah merugikan perusahaan. Apabila penyimpangan yang terjadi menguntungkan perusahaan, maka akan dijadikan sebagai pedoman dalam menjalankan usaha periode mendatang, namun apabila terjadi penyimpangan yang merugikan perusahaan akan dievaluasi untuk mengetahui sebabsebab terjadinya penyimpangan tersebut sebagai langkah untuk melakukan efisiensi pada sektor tertentu dan memperbaikinya pada periode mendatang. Sehingga pada akhirnya akan diperoleh suatu kinerja perusahaan yang efektif dan efisien serta mendapatkan hasil yang berarti sesuai dengan yang diharapkan. 1. PENDAPATAN USAHA Evaluasi kinerja terhadap kegiatan pemasaran dilakukan dengan membandingkan realisasi pendapatan usaha tahun 2004 dengan anggaran tahun 2004

5

Dibandingkan dengan realisasi pendapatan usaha tahun 2003 sebesar Rp423.47 178. namun apabila penyimpangan tersebut bersifat menguntungkan dan sudah baik akan dapat dijadikan pedoman pada sektor lain untuk ditingkatkan pada periode mendatang.57 84.484.964. pada sektor mana kegiatan perusahaan harus disempurnakan dan dilakukan perbaikan bila terjadi penyimpangan yang tidak diharapkan.41 13. karena kinerja pemasaran merupakan kegiatan yang membawa konsekuensi atas kinerja keuangan perusahaan secara keseluruhan. Realisasi pendapatan usaha tahun 2004 mencapai sebesar Rp455.244.67 79.606.Air Lain-lain Jumlah Pend Usaha (bersih) 6 .496.670.58 1.64 29. terjadi peningkatan sebesar Rp31.00 25.62 9.70 25.640.371.72 20.18 26. Hasil analisis tersebut akan dijadikan sebagai bahan evaluasi manajemen.98 juta dibandingkan dengan anggarannya sebesar Rp571.72% atau lebih rendah sebesar Rp115.53 4.dan realisasi pendapatan usaha tahun 2003.76 116.84 31.38 (dalam juta rupiah) % Realisasi Tahun 2004 thd Angg 2004 Reals 2003 95.51 94.82 22.586.39 juta.20 25.40 Keterangan PENDAPATAN USAHA Pelyn Term Peti Kemas Pely Kapal Plyn Pelabuhan Khusus (DUKS) Pelyn Barang Pelyn Usaha Bongkar Muat Pelyn Rumah Sakit Pelyn Usaha Galangan Kapal Pend Sewa Bng.91 104.41 Anggaran Tahun 2004 (Rp) 189.05 131.23 10.09 9.805.577.43 91.193.List.910.20 106. Hal tersebut tampak dalam tabel berikut : Realisasi Tahun 2004 (Rp) 181.371.72 571.565.105.182.17 15.593.910.67 41.40% dari realisasi tahun 2003.705.299.41 41.344.74 28.299.72 119.262.652.30 24.088.23 37.21 100.95 48.38 101.19 98.13 3.64 107.69 129.877.39 juta.389.02 juta atau mencapai 107.89 423. Oleh karenanya setiap penyimpangan yang terjadi pada kinerja pemasaran akan dianalisis sampai seberapa jauh pengaruhnya terhadap kinerja keuangan perusahaan karena dari kinerja pemasaran akan dapat diketahui apakah seluruh kapasitas produksi yang dimiliki telah dioperasikan secara optimal sesuai dengan anggaran. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengetahui apakah kinerja terhadap pemasaran yang dicapai telah dilaksanakan secara optimal.20 455.124.689.40 86.05 111.41 juta. yaitu 79.448.880.84 58.107.584.93 72.72 25.25 101.38 Realisasi Tahun 2003 (Rp) 152.105.

Pendapatan Pelayanan Terminal Peti Kemas Realisasi pendapatan dari pelayanan terminal peti kemas tahun 2004 mencapai sebesar Rp181. operasi CFS.70 juta mencapai sebesar 100. Pendapatan Pelayanan Kapal Realisasi pendapatan dari pelayanan kapal tahun 2004 mencapai sebesar Rp129.193.43% atau lebih rendah sebesar Rp7.19%.107.222.358.708.21%. Dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 sebesar Rp131. Pencapaian realisasi pendapatan pelayanan kapal dibawah anggarannya disebabkan menurunnya kunjungan kapal terutama di pelabuhan khusus Cabang Dumai dan Lhokseumawe. pelayanan shifting peti kemas dan peti kemas overheight di Unit Terminal Peti Kemas Belawan.262.67 juta terjadi penurunan sebesar Rp2. Pencapaian realisasi pendapatan pelayanan kapal dibawah anggarannya disebabkan menurunnya kunjungan kapal serta adanya perubahan ukuran kapal-kapal yang berkunjung ke dermaga terutama di Cabang Pelabuhan Dumai dan Pekanbaru dengan ukuran yang lebih kecil.484. c. serta meningkatnya kegiatan bongkar muat peti kemas di dermaga akibat adanya pengalihan kegiatan handling peti kemas dari dermaga konvensional ke dermaga internasional. yaitu 84.78 juta dibandingkan dengan anggarannya sebesar Rp189.689.582.26 juta atau mencapai sebesar 98.93% atau lebih rendah sebesar Rp7. Dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 sebesar Rp152.74 juta. yaitu 72.64 juta atau mencapai sebesar 119. yaitu 95.04 juta. Realisasi pendapatan dari pelayanan pelabuhan khusus tahun 2004 dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 sebesar Rp41. b.606. Pelampauan realisasi pendapatan tersebut disebabkan meningkatnya kegiatan operasi lapangan.Penjelasan: a.57% atau lebih rendah sebesar Rp48.088.987.69 juta.95 juta. Hal ini disebabkan 7 .593.54 juta dibandingkan dengan anggarannya sebesar Rp178.05 juta terjadi peningkatan sebesar Rp29.84 juta.05% atau terjadi peningkatan sebesar Rp19.10 juta dibandingkan dengan anggarannya sebesar Rp48.47 juta.41 juta.964. Pendapatan Pelayanan Pelabuhan Khusus Realisasi pendapatan dari pelayanan pelabuhan khusus tahun 2004 mencapai sebesar Rp41.

f. utamanya di Cabang Pelabuhan Dumai.55 juta.47 juta.40% atau lebih rendah sebesar Rp2. yaitu 86.458.62 juta. e.38 juta dibandingkan dengan anggarannya sebesar Rp31.244.adanya peningkatan pada pelayanan labuh.652. Pendapatan Pelayanan Barang Realisasi pendapatan dari pelayanan barang tahun 2004 mencapai sebesar Rp28.877.304.584. Pencapaian realisasi pendapatan pelayanan bongkar muat dibawah anggaran disebabkan menurunnya produksi penumpukan depo peti kemas dan kegiatan bongkar muat barang utamanya di Cabang Pelabuhan Belawan.20 juta. tambat dan pelayanan penundaan dari hasil sharing.640.23 juta.864.22 juta. yaitu 91. mencapai sebesar 106.58 juta.675.182. serta adanya kecenderungan penanganan barang melalui truk losing langsung ke gudang pemilik barang. d. dibandingkan dengan anggarannya sebesar Rp10. yaitu 94.51% atau lebih rendah sebesar Rp3.09 juta.23% atau lebih rendah sebesar Rp591. Pendapatan Pelayanan Usaha Bongkar Muat Realisasi pendapatan dari pelayanan usaha bongkar muat tahun 2004 mencapai sebesar Rp22. Realisasi pendapatan dari pelayanan usaha bongkar muat tahun 2004 dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 sebesar Rp20.13 juta.448.124. Hal ini disebabkan adanya peningkatan produksi jasa layanan dermaga dan lapangan penumpukan. Pencapaian realisasi pendapatan pelayanan kapal dibawah anggarannya disebabkan tidak tercapainya produksi jasa gudang dan lapangan penumpukan di beberapa cabang pelabuhan. mencapai sebesar 111.82 juta. Realisasi pendapatan pelayanan barang tahun 2004 dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 sebesar Rp25. Pendapatan Pelayanan Rumah Sakit Realisasi pendapatan dari pelayanan rumah sakit tahun 2004 mencapai sebesar Rp9.25% atau terjadi peningkatan sebesar Rp1.14 juta dibandingkan dengan anggarannya sebesar Rp25.10 juta.20% atau terjadi peningkatan sebesar Rp2. Hal ini disebabkan antara lain meningkatnya kegiatan bongkar muat paket peti kemas dan bongkar muat di depo. Pencapaian realisasi pendapatan pelayanan rumah sakit dibawah anggarannya disebabkan 8 .

Arun Lhokseumawe. Listrik (TBAL) Realisasi pendapatan dari sewa tanah.28 juta dibandingkan dengan anggarannya sebesar Rp3.rendahnya kunjungan pasien pada klinik umum.72 juta. yaitu 39. Realisasi pendapatan dari sewa TBAL tahun 2004 dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 sebesar Rp24. Hal ini disebabkan terjadi penurunan yang sangat signifikan pada pekerjaan doking kapal.577.00 juta.41 juta mencapai 104.64% atau terjadi peningkatan sebesar Rp156. Hal ini disebabkan adanya peningkatan kunjungan pasien antara lain pada klinik umum.84 juta. kapal Mega Sukses dan kapal Anoman milik PT Pelindo 1. Selain itu juga meningkatnya penyediaan air minum di cabang pelabuhan Belawan. Pencapaian realisasi pendapatan sewa TBAL diatas anggaran disebabkan meningkatnya persewaan bangunan di Cabang Pelabuhan Belawan. Pekanbaru dan Tanjung Balai Karimun.496.05 juta.880. yaitu 101. Pencapaian realisasi pendapatan pelayanan usaha galangan kapal dibawah anggaran disebabkan tidak terealisasinya pekerjaan doking kapal-kapal milik PT.17 juta. g. Bangunan.670. mencapai 101. Air.15% atau lebih rendah sebesar Rp2. Pendapatan Pelayanan Usaha Galangan Kapal Realisasi pendapatan dari usaha galangan kapal tahun 2004 sebesar Rp1.58 juta. Realisasi pendapatan dari pelayanan rumah sakit tahun 2004 dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 sebesar Rp9. Hal ini disebabkan adanya peningkatan pada pendapatan sewa tanah dan penyediaan air minum 9 . farmasi maupun rawat inap.705.33 juta dibandingkan dengan anggarannya sebesar Rp25.76 juta. bangunan. listrik dan air (TBAL) tahun 2004 sebesar Rp25.174.18% atau lebih tinggi sebesar Rp302.371. Realisasi pendapatan dari usaha galangan kapal tahun 2004 dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 sebesar Rp4.91% atau terjadi penurunan sebesar Rp3. h.76% atau terjadi peningkatan sebesar Rp1.298.586. farmasi dan rawat inap di Rumah Sakit Pelabuhan Medan dan Rumah Sakit Pelabuhan Dumai. Pendapatan Sewa Tanah.53 juta.214. Unit Usaha Terminal Peti Kemas (UUTPK) dan Lhokseumawe.30 juta mencapai 29.

i.

Pendapatan lain-lain Realisasi pendapatan lain-lain tahun 2004 sebesar Rp15.565,20 juta, yaitu 26,77% atau lebih rendah sebesar Rp42.806,52 juta dibandingkan dengan anggarannya sebesar Rp58.371,72 juta. Dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 sebesar Rp13.344,89 juta, mencapai 116,64% atau terjadi peningkatan sebesar Rp2.220,31 juta. Realisasi pendapatan lain-lain dibawah anggaran disebabkan tidak terealisasinya kerjasama Transit Anchorage Area (TAA) di Tanjung Balai Karimun dan adanya pergeseran perilaku pelanggan yang lebih cenderung menggunakan jasa angkutan udara.

2. BEBAN USAHA Evaluasi kinerja terhadap Beban Usaha dilakukan dengan membandingkan realisasi beban usaha tahun 2004 dengan anggarannya dan realisasi beban usaha tahun 2003. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengetahui apakah perhitungan beban usaha yang direalisasikan telah dilakukan dengan benar, karena kinerja terhadap perhitungan beban usaha merupakan kegiatan yang membawa konsekuensi atas kinerja keuangan perusahaan secara keseluruhan. Oleh karenanya setiap penyimpangan yang terjadi pada perhitungan beban usaha akan dianalisis sampai seberapa jauh pengaruhnya terhadap kinerja keuangan perusahaan. Hasil evaluasi tersebut akan dijadikan sebagai bahan evaluasi manajemen, pada sektor mana kegiatan perusahaan harus disempurnakan dan dilakukan perbaikan bila terjadi penyimpangan yang tidak diharapkan, namun apabila penyimpangan tersebut bersifat menguntungkan dan sudah baik akan dapat dijadikan pedoman pada sektor lain untuk ditingkatkan pada periode mendatang. Kesalahan pembebanan akan berakibat pada laba rugi perusahaan dan berdampak kepada kesalahan dalam pengambilan keputusan manajemen. Realisasi beban usaha tahun 2004 sebesar Rp326.292,32 juta, yaitu 121,50% dibandingkan anggaran sebesar Rp268.547,58 juta atau lebih tinggi sebesar Rp57.744,74 juta. Dibandingkan dengan realisasi beban usaha tahun 2003 sebesar Rp262.388,65 juta, mencapai 124,35% atau terjadi peningkatan sebesar Rp63.903,65 juta atau 24,35% di atas realisasi tahun 2003. Hal ini tampak dalam tabel berikut :

10

(dalam juta rupiah)
Keterangan BEBAN USAHA Pegawai Penyusutan dan Amortisasi Umum Bahan dan perlengkapan Pemeliharaan Sewa Administrasi Asuransi Jumlah Beban Usaha Anggaran Realisasi Tahun 2004 Tahun 2004 (Rp) (Rp) 76.355,84 68.098,92 55.556,80 42.475,33 41.057,57 27.752,15 11.393,02 3.602,67 326.292,30 81.858,81 41.098,45 38.833,31 36.725,73 30.585,26 24.188,93 9.911,38 5.345,71 268.547,58 Realisasi Tahun 2003 (Rp) 74.835,96 41.564,30 39.986,28 42.104,49 22.991,82 26.680,43 11.169,23 3.056,13 262.388,65 % Realisasi Tahun 2004 thd Angg 2004 Reals 2003 93,28 165,70 143,06 115,66 134,24 114,73 114,95 67,39 121,50 102,03 163,84 138,94 100,88 178,57 104,02 102,00 117,88 124,35

Penjelasan : a. Beban Pegawai 1) Realisasi Beban Pegawai tahun 2004 sebesar Rp76.355,84 juta, mencapai 93,28% dibandingkan dengan anggarannya sebesar Rp81.858,81 juta atau lebih rendah sebesar Rp5.502,97 juta. 2) Realisasi Beban Pegawai tahun 2004 dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 sebesar Rp74.835,96 juta mencapai 102,16% atau terjadi peningkatan sebesar Rp1.519,88 juta. b. Beban Penyusutan dan Amortisasi 1) Realisasi Beban Penyusutan dan Amortisasi tahun 2004 sebesar Rp68.098,92 juta, mencapai 165,70% dibandingkan dengan anggarannya sebesar Rp41.098,45 juta atau lebih besar Rp27.000,47 juta. 2) Realisasi Beban Penyusutan dan amortisasi tahun 2004 dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 sebesar Rp41.564,30 juta mencapai 163,84% atau terjadi peningkatan sebesar Rp26.534,62 juta. Hal ini disebabkan perusahaan kurang melakukan pembebanan penyusutan dan amortisasi pada aktiva tetap dan biaya yang ditangguhkan pada tahun 2003 sehingga pembebanan atas kekurangan tersebut dilakukan pada tahun 2004. c. Beban Umum 1) Realisasi Beban Umum tahun 2004 sebesar Rp55.556,80 juta, mencapai 143,06% dibandingkan dengan anggarannya sebesar Rp38.833,31 juta atau lebih tinggi sebesar Rp16.723,49 juta. Hal ini disebabkan meningkatnya beberapa biaya dari yang dianggarkan sebelumnya antara lain biaya

11

keamanan pelabuhan, pajak bumi dan bangunan, biaya pesangon/ganti rugi, perawatan kesehatan dan dana pensiun. 2) Realisasi Beban Umum tahun 2004 dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 sebesar Rp39.986,28 juta, mencapai 138,94% atau terjadi peningkatan sebesar Rp15.570,52 juta. Hal ini disebabkan adanya peningkatan yang cukup signifikan antara lain pada biaya keamanan pelabuhan, biaya imbalan jasa upah bongkar muat, pajak bumi dan bangunan, pesangon/ganti rugi, dan dana pensiun. d. Beban Bahan dan Perlengkapan 1) Realisasi Beban Bahan dan Perlengkapan tahun 2004 sebesar Rp42.475,33 juta, yaitu115,66% atau lebih tinggi sebesar Rp5.749,60 juta dibandingkan dengan anggarannya sebesar Rp36.725,73 juta. Hal ini terjadi antara lain disebabkan meningkatnya biaya bahan bakar terutama untuk kebutuhan kapal pandu dan kapal tunda, meningkatnya biaya listrik dan biaya bahan obat-obatan. 2) Realisasi Beban Bahan dan Perlengkapan tahun 2004, yaitu 100,88% atau terjadi peningkatan sebesar Rp370,84 juta dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 sebesar Rp42.104,49 juta. Hal ini disebabkan meningkatnya biaya bahan bakar dan biaya listrik. Beban Pemeliharaan 1) Realisasi Beban Pemeliharaan tahun 2004 sebesar Rp41.057,57 juta, yaitu 134,24% atau lebih tinggi Rp10.472,31 juta dibandingkan dengan anggarannya sebesar Rp30.585,26 juta. 2) Realisasi Beban Pemeliharaan tahun 2004 dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 sebesar Rp22.991,82 juta mencapai 178,57% atau terjadi peningkatan sebesar Rp18.065,75 juta. f. Beban Sewa 1) Realisasi Beban Sewa tahun 2004 sebesar Rp27.752,15 juta, yaitu 114,73% atau lebih tinggi sebesar Rp3.563,22 juta dibandingkan dengan anggarannya sebesar Rp24.188,93 juta. Hal disebabkan adanya peningkatan yang cukup signifikan pada biaya sewa tenaga kerja dari anggaran yang ditetapkan.

e.

12

39% atau lebih rendah sebesar Rp1. terutama biaya rumah tangga yang meningkat sebesar Rp1.911.031.393.79 juta. Hal ini disebabkan meningkatnya beberapa biaya dibandingkan anggaran yang ditetapkan.95% atau lebih tinggi sebesar Rp1. yaitu 67.481. Oleh karenanya setiap penyimpangan yang terjadi pada kinerja produksi akan dianalisis sampai seberapa jauh pengaruhnya terhadap kinerja keuangan perusahaan. hal tersebut dimaksudkan untuk mengetahui apakah kinerja operasional yang dicapai telah dilaksanakan secara optimal.71 juta.680.02 juta. 3.37 juta atau 117.345.43 juta mencapai 104. namun apabila penyimpangan tersebut 13 .34% atau terjadi peningkatan sebesar Rp223.23 juta mencapai 102. 2) Realisasi Beban Administrasi tahun 2004 dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 sebesar Rp11.67 juta.056.75%.02% atau terjadi peningkatan sebesar Rp1. Beban Asuransi 1) Realisasi Beban Asuransi tahun 2004 sebesar Rp3.13 juta mencapai 117.743. Oleh karena itu apabila terjadi penyimpangan yang tidak diharapkan dapat segera dilakukan perbaikan. yaitu 114. 2) Realisasi Beban Asuransi tahun 2004 dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 sebesar Rp3.38 juta.04 juta dibandingkan dengan anggarannya sebesar Rp5. g.071.88% atau terjadi peningkatan sebesar Rp546.169.54 juta.72 juta. Beban Administrasi 1) Realisasi Beban Administrasi tahun 2004 sebesar Rp11.64 juta dibandingkan dengan anggarannya sebesar Rp9. Hasil evaluasi tersebut akan dijadikan sebagai bahan evaluasi manajemen. karena apabila peralatan produksi yang dimiliki tidak di optimalkan akan terjadi iddle dan menimbulkan inefisiensi.602. h. karena kinerja produksi akan membawa konsekuensi terhadap kinerja keuangan perusahaan secara keseluruhan. PRODUKSI Evaluasi kinerja terhadap produksi dilakukan dengan membandingkan realisasi produksi tahun 2004 dengan anggarannya dan realisasi Produksi tahun 2003. pada sektor mana produksi harus disempurnakan dan dioptimalkan kapasitasnya.2) Realisasi Beban Sewa tahun 2004 dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 sebesar Rp26.

34 108 182 13.96 81.650.729 3.104 21.663 37.603.33 80.910.530 3.469.545.285 5.372 71. A.211.326 5.65 159.187.41 33.241 8.730 20.33 68.245 159.733 2.579.422 17.083 34.183.851. I. Kapal Asing (call) (grt) Jumlah 2 (call) (grt) TOTAL I.710.11 96. Pelayaran Dalam Negeri a.05 88.42 81.660 43 22 83.22 90.434 72.955 78 103 9.62 108.36 253.516 75.996 36.132.58 146.87 78.786 606 210.752 68.442.06 75.05 102.956 4. (call) (grt) 3.71 56.72 100.555 10.80 85.324 32.180.329 29.157. Kapal Nasional 1) Antar Pelabuhan (call) (grt) 2) Perintis (call) (grt) 3) Rakyat a) Perahu Layar (call) (grt) b) Prh Lyr Motor (call) (grt) c) Kapal Motor (call) (grt) 4) Kapal Negara (call) (grt) b.15 89. 1.58 91.236.16 95.419 17.357 108.993 132.49 135.376 52. a.bersifat menguntungkan dan sudah baik akan dapat dijadikan pedoman pada sektor lain untuk ditingkatkan pada periode mendatang.948.482 458 308.569 29.65 90. Perbandingan antara realisasi produksi tahun 2004 dengan anggaran dan realisasi tahun 2003 seperti tampak dalam tabel berikut : % Realisasi Th 2004 thd RKA Real 2004 2003 No.356 103.16 94.478 3.524 26.000.24 99.47 108.112.72 23.732.01 106.92 59.822.136.62 98.74 81.08 96. Kapal Nasional (call) (grt) Jumlah 1 (call) (grt) 2. 1) Keterangan Realisasi Th 2004 RKAP Th 2004 Realisasi Th 2003 TRAFIK Arus Kunj Kapal Pelayaran Luar Negeri Kapal Asing Liner (call) (grt) 2) a) Tramper Reguler (call) (grt) b) Tramper non Reg (call) (grt) b.91 100.665 35.517 10.930 15.550 0 0 44 3.419 52.693 66.269 119.867.A.521 146.52 93.98 42.274.57 114.773 16.873 9.027 27.310 7.47 96.54 56.507 7.542.08 99.123 24.08 75.026 66.120 217 133.091 104.20 92.71 103.409 120.95 83.552 106.93 95.470 46.904 51.00 96.109 14 .337 9.967 57.30 504.163 113.83 73.840 69.114 26.313 52.955 9.493 16.90 986.631 13.402 562 226.314 2.010 8.13 85.346.398 11.12 81.956 10.33 104.512 2.922 36.757.

425.869.42 86.987 21.130 10.460.718.09 99.2.020.109 21.1.498 2. 2.15 136.814 8.79 96.620.33 174.78 87.03 102.136 32.235 52. (ton) Peti Kemas Ekspor Impor Jumlah B. (orang) JASA PELABUHAN Pelayanan Jasa Kapal Labuh (grt) Tambat (grt/etm) Pemanduan (gerakan) Penundaan (jam) Air Kapal (ton) 9.155.343 51.830 291. a.742 564.290 1.905.71 84.71 92.67 107.81 86. 1.065 303.451.979 16.09 113.617.932 19. d.461 213.176 102. 1.429 36.745. (ton) Dermaga Khusus Ekspor (ton) Impor (ton) AP Muat (ton) AP Bongkar (ton) Jumlah B.430 429.76 83.246.492.101 1. a.403.280 323.997.70 II.020 464.173 151. C.75 83. 2.403. b.070 70.206 5. 2.318 105.028 86.16 76.91 116.359 7.22 137.96 128. A.387.84 110. (ton) Bongkar Muat Peti Kemas TPK (box) (TEU’S) Non TPK (box) (teus) Jumlah I.284 8.251.76 106.944 12.467.143 2.744.956.62 93.939 1.34 75.426 357. Peti Kemas (box) 17.215 235. (ton) TOTAL I.3.102 6. D.019 274.81 83.812 2.08 116.768 16.79 89.467 601.55 120.825 2.00 82.38 77.115.12 129. (box) (TEU’S) Arus Penumpang Luar Negeri Dalam Negeri Jumlah I.044.900.078. 1.137.087.183 49.B.518 1.254 2.89 401.09 116.140 5.81 105. 1. 3.66 167.516 2.068.77 76.645 303.95 119.201.86 115.792 282. 3. a.298 17.59 170.333.906.537.182 7.170 41.861 16.234.319 2.966. c.25 107.937.256 649.567 98.36 117.144 3.498 517.123 53.369 88.309 5.393 86.Muat (B/M) Barang Dermaga Umum Ekspor (ton) Impor (ton) AP Muat (ton) AP Bongkar (ton) Jumlah B.526 182.85 118.743.491 101. 1.907 1.029.30 109.65 135.934 3.91 88.835.495 558.882 1.48 15 .207.40 144.938.385 76.45 101.592 6. c. b.11 127.395 1.512 2.732.44 175.843 37.14 102.730 863.05 122.205.345 845. 5.724 1.90 81.B.D. 2. d.99 109.865.611 8. Dermaga a.50 99.04 133.935.092.621 8.92 98. b. 45.582.104 23.065 64.791.85 70.51 127.313.40 82.664.488.024 231.667.466 2.685.204 7.219 1.52 149. Barang (ton) Barang (m3) b.09 96.017 213.265.462 369.120.031 388.673 2. Bongk.339.550 436. Hewan (ekor) c.630 19.950 64.168.947.31 122.913 990.67 72.356 21.569 710.554 65.728 2.118 263.866.669 98. 4.C.480.36 Pelayanan Barang B.410 8.

473 302.063 449.09 65. Peti Kemas (box) C.513 94.104.283 343.498.207 216.21 99. 3. Barang (ton/hari) (m3/hari) b.598 7.363 6. F.683.53 183.390. 2. E. Air.185 2.67 74.195 57.23 116.777 3.589 264 181. a.830 5.33 114.14 118.76 144.18 67.139 221. b.996 776.50 117.782 7.Listr Tanah Daratan (m2) Tanah Perairan (m2) Bangunan (m2) Air (ton) Listrik (kwh) Rupa-rupa Usaha Pas pelabuhan (lembar) 915.10 5.486.675 1.545 8.10 52.63 86.559 4.72 116.580.82 153.468 1. 3.462 307. Pelayanan Terminal Permata Rantai (ton/m3) Per Paket Barang (ton/m3) B/M Peti kemas (box) B/M lainnya (ton/m3) Pelayn Term Peti Kemas Operasi Kapal B/M Peti Kemas (box) Buka Tutup Palka (kali) Operasi lapangan Lift on/off (box) Penumpukan (box/hari) Operasi CFS Rubah Status (box) Operasi Lainnya Pas Pelabuhan (lembar) Tanah. 4.868.16 29.062 2.163 call dan berat kotor kapal yang berkunjung sebesar 113.380 3. a.05 27. 2.81 284.606.032 391. Lapangan Penumpukan a.Bangunan.203 288. Gudang Penumpukan a.801.79 87.86 96.673.23 206.888 2. 1.347 10.292 458.503 1.32 414.13% dan 85. 3. a.662 565.682 335.734 460.954 3.821 100.87 79. b.541.710 467. Trafik 1) Arus Kunjungan Kapal a) Realisasi Produksi Trafik untuk frekuensi kunjungan kapal tahun 2004 sebesar 104.997 253. 2.74 71.954 13.19 127.243.133.498 3.91 126.702 1.43 99.87 68.40 101.702.090 76.240 3.769.232 1.50 166.466.957 1.416 1.2.835 441.806 693.420 180. 1. Hewan (ekor) c.53 235.952 197.664.94 183.186 127.006.233. 1.376 grt atau 96.322 184.961 10.95 218.90 237.66 124.432 2. 5.216.22 105. 4.72 95.48 93.93 168. D.09 107. b.905 218 219.647 4.711 502.15 Penjelasan : a.62% dibandingkan dengan 16 . Ton/hari b.579.912 654. m3/hari 3.147 1.18 49.972 621 212.262.123 4.821 1.53 239.345.237.467 377.312 53.060 1.821 1.14 101.

2) Bongkar Muat Barang a) Realisasi produksi bongkar muat barang tahun 2004 sebesar 88.136.017 ton. Kenaikan tersebut disebabkan meningkatnya pelayanan bongkar muat barang pada dermaga umum untuk pelayanan antar pulau muat dan bongkar.444 ton dibandingkan dengan anggarannya sebesar 98. Hal ini terjadi karena kecilnya kunjungan kapal dan kegiatan bongkar muat barang pada dermaga khusus terutama di cabang-cabang pelabuhan Belawan.256 box.685.356 call dan 132. Tidak tercapainya anggaran disebabkan terjadi penurunan kunjungan kapal ke pelabuhan baik frekuensi maupun total berat kotor kapal untuk pelayaran luar negeri maupun dalam negeri.269 grt. sedangkan total berat kotor kapal yang berkunjung dibandingkan tahun 2003 sebesar 119. Peningkatan pada jumlah frekuensi kunjungan kapal disebabkan adanya kenaikan yang cukup signifikan pada frekuensi kunjungan kapal dalam negeri.869. Penurunan ini diantaranya akibat tidak beroperasinya lagi atau berkurangnya kapasitas produksi beberapa industri di beberapa area cabang pelabuhan. 3) Bongkar Muat Peti Kemas a) Realisasi kuantitas produksi bongkar muat peti kemas tahun 2004 adalah sebanyak 601.16%. yaitu 116.802.50% atau lebih rendah 10.650. b) Realisasi produksi bongkar muat barang tahun 2004 dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 sebesar 86.993 call mencapai 100.313 box dibandingkan dengan anggarannya sebesar 517. Sedangkan 17 . sedangkan total berat kotor kapal yang berkunjung mengalami penurunan yang disebabkan kapal-kapal yang berkunjung berukuran lebih kecil dibanding tahun sebelumnya terutama untuk kapal pelayaran dalam negeri.461 ton. Lhokseumawe dan Tanjung Pinang. dan peti kemas.381. Dumai.05%.34%. Hal ini terjadi karena realisasi kegiatan bongkar muat peti kemas konvensional yang cukup signifikan melampaui anggaran yaitu sebesar28.526 ton mencapai 102.488.anggarannya sebesar 108. b) Realisasi Produksi Trafik tahun 2004 untuk frekuensi kunjungan kapal dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 sebesar 103.491 ton.569 box.109 grt atau mencapai 95.08% atau terjadi peningkatan sebesar 1. Pekanbaru.30% atau lebih besar 84. yaitu 89.

155.491 orang mencapai 82. tambat. b) Realisasi arus penumpang tahun 2004 dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 sebesar 7.207.realisasi tahun 2004 untuk lapangan penumpukan peti kemas adalah sebesar 710.158.81% atau lebih rendah 1.254. Jasa Pelabuhan 1) Pelayanan Jasa Kapal a) Realisasi pelayanan jasa kapal tahun 2004 untuk labuh.126 orang dibandingkan dengan anggarannya sebesar 7.70% atau terjadi penurunan sebanyak 1.251.51% atau terjadi peningkatan sebesar 137. yaitu 27. 4) Arus Penumpang a) Realisasi arus penumpang tahun 2004 sebanyak 5. Penurunan tersebut disebabkan karena masyarakat pengguna angkutan laut tujuan dalam negeri mengalami penurunan yang cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya.410 orang.495 box mencapai 129. yaitu 83.284 orang. Tidak tercapainya anggaran disebabkan menurunnya arus penumpang di pelabuhan dalam negeri yang cukup signifikan. Sedangkan realisasi tahun 2004 untuk lapangan penumpukan peti kemas dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 mencapai 127. Peningkataan tersebut disebabkan adanya peningkatan kegiatan bongkar muat baik di terminal peti kemas maupun di pelabuhan konvensional. dimana saat ini terjadi pergeseran perilaku masyarakat yang cenderung menggunakan jasa angkutan udara.997.45% dibandingkan anggarannya. pemanduan dan air kapal tidak mencapai anggaran dan berada dibawah realisasi tahun 18 . Hal ini disebabkan adanya kecenderungan penggunaan peti kemas ukuran 20’ dibanding ukuran 40’ yang menimbulkan peningkatan jumlah ukuran TEU’S di lapangan penumpukan pelabuhan dibandingkan perencanaan. Peningkatan tersebut disebabkan kecenderungan penggunaan peti kemas ukuran 20’ dibanding ukuran 40’ yang menimbulkan peningkatan ukuran TEU’S di lapangan penumpukan yang cukup besar.14%.14% dari tahun 2003.498 TEU’S atau 109.074 box. b) Realisasi kuantitas produksi bongkar muat peti kemas tahun 2004 dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 sebesar 464. b.

390. realisasi tahun 2004 mencapai 153. 19 . Rendahnya realisasi tahun 2004 dibandingkan dengan anggaran maupun dengan realisasi tahun 2003 disebabkan adanya peningkatan barang melalui truk losing ke gudang pemilik barang yang tidak melalui gudang penumpukan.759 m3/hari dibandingkan dengan anggarannya sebesar 180. Hal ini terjadi karena meningkatnya kegiatan ekspor. Dumai.060 m3/hari. b) Realisasi pelayanan jasa kapal tahun 2004 untuk penundaan kapal melampaui anggaran sebesar 8.67% atau terjadi peningkatan sebesar 105. Peningkatan tersebut disebabkan meningkatnya produksi gudang di cabang pelabuhan Belawan.603 jam atau 49. b) Realisasi pelayanan barang pada gudang penumpukan tahun 2004 sebesar 915.094 ekor atau 301.580.420 ton/hari. Tanjung Pinang dan Lhokseumawe.821 m3/hari. Sibolga dan Gunung Sitoli untuk komoditi kayu lapis. Jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 maka secara rata-rata terjadi peningkatan sebesar 10%. Sedangkan realisasi tahun 2004 untuk barang dengan satuan m3/hari adalah sebesar 302.473 ton/hari.93% atau lebih rendah sebesar 664.82% atau terjadi penurunan sebesar 475.479 ton/hari.2003.947 ton/hari dibandingkan dengan anggarannya sebesar 1.635 jam atau 36. Selain itu realisasi tahun 2004 melampaui realisasi tahun 2003 sebesar 10. Hal ini disebabkan penggunaan jasa penundaan yang lebih besar di beberapa cabang pelabuhan utama antara lain Pelabuhan Belawan. Dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 sebesar 1. yaitu 168. antar pulau muat dan antar pulau bongkar di Cabang Pelabuhan Belawan dan Dumai. serta kegiatan antar pulau bongkar di Cabang Pelabuhan Tanjung Pinang. yaitu 57.952 ton/hari.40%.761 m3/hari. Hal ini terjadi karena menurunnya kunjungan kapal baik pelayaran dalam negeri maupun luar negeri. Dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 sebesar 197.09%. utamanya di Cabang Pelabuhan Dumai. 2) Pelayanan Barang a) Realisasi pelayanan barang pada dermaga tahun 2004 secara keseluruhan melampaui anggaran terutama pada pengangkutan hewan yang realisasinya jauh melampaui anggaran sebesar 6. mencapai 65.85%.18% atau lebih tinggi sebesar 122.062 m3/hari. Pekanbaru.

b) Realisasi produksi pelayanan terminal peti kemas tahun 2004 secara keseluruhan meningkat dibanding tahun 2003. Sedangkan realisasi tahun 2004 untuk barang dengan satuan m3/hari lebih tinggi sebesar 1. 4) Pelayanan Terminal Peti Kemas a) Realisasi produksi pelayanan terminal peti kemas tahun 2004 secara ratarata melampaui anggaran. utamanya pada kegiatan bongkar muat peti kemas. c) Realisasi pelayanan barang untuk lapangan penumpukan tahun 2004 untuk hewan dan peti kemas lebih rendah dibandingkan dengan anggarannya dan mengalami penurunan dibandingkan dengan realisasi tahun 2003.kayu olahan dan hasil hutan.871. b) Realisasi produksi pelayanan terminal tahun 2004 secara keseluruhan meningkat dibanding realisasi tahun 2003.440. Hal ini disebabkan meningkatnya permintaan bongkar muat peti kemas di CFS dari status FCL (Full Container Loading) ke status LCL (Left then Container Loading).86% dibanding anggaran. utamanya juga pada kegiatan ubah status yang mencapai 235. Hal ini disebabkan terjadi peningkatan kegiatan stevedoring dan receiving/delivery di Pelabuhan Dumai dan Belawan. terutama untuk kegiatan ubah status yang mencapai 621 box atau 284.23% dibanding tahun 2003. 20 . 3) Pelayanan Terminal a) Realisasi produksi pelayanan terminal tahun 2004 secara rata-rata mengalami peningkatan dibanding anggarannya terutama untuk kegiatan per mata rantai yang meningkat secara signifikan sebesar 106.834 m3/hari dibandingkan dengan anggarannya dan mengalami peningkatan sebesar 2.255 m3/hari dibandingkan dengan realisasi tahun 2003. disamping juga karena adanya perubahan sistem pengoperasian gudang di pelabuhan dari persewaan menjadi pengusahaan. Hal ini disebabkan meningkatnya produksi lapangan penumpukan di UTPK Belawan serta cabang pelabuhan Dumai dan Pekanbaru.91% dari perencanaan.

serta beberapa cabang pelabuhan lainnya.5) Pengusahaan tanah.363 lembar. bangunan. air dan listrik a) Realisasi produksi pengusahaan untuk tanah daratan.868. Tidak tercapainya anggaran disebabkan adanya pergeseran perilaku masyarakat yang cenderung menggunakan jasa angkutan udara. b) Realisasi produksi pelayanan dari pas pelabuhan tahun 2004 dibandingkan realisasi tahun 2003 sebesar 5.801.233.513 lembar mencapai 101.229 m2 atau 7. perairan dan listrik tahun 2004 berada dibawah anggaran.467 lembar dibandingkan dengan anggaran sebesar 6. yaitu 94.830 lembar.14% atau lebih rendah sebesar 365. b) Realisasi produksi pengusahaan tahun 2004 secara rata-rata menurun dibanding tahun 2003.21% dibanding tahun 2003. disebabkan tidak terealisasinya persewaan tanah di Cabang Pelabuhan Belawan dan UTPK. Sedangkan untuk pengusahaan listrik tidak mencapai anggaran disebabkan berkurangnya penggunaan listrik oleh PT Semen Andalas di Cabang Pelabuhan Belawan. 6) Pelayanan rupa-rupa usaha a) Realisasi produksi pelayanan rupa-rupa usaha dari pas pelabuhan pada tahun 2004 sebanyak 5. 21 .15% atau terjadi peningkatan sebesar 66. Peningkatan tersebut disebabkan pengguna angkutan laut tujuan luar negeri mengalami sedikit peningkatan dibanding tahun sebelumnya.850 lembar. kecuali untuk pengusahaan bangunan yang meningkat sebesar 1.

Telah dilakukan kerja sama perawatan kesehatan bagi karyawan PT Semen Andalas Indonesia serta 2 (dua) perusahaan lainnya. c. serta pelayanan peti kemas internasional pada Unit Terminal Peti Kemas (UTPK) Belawan melalui penerapan manajemen mutu ISO 9001. Melakukan proses penetapan bentuk kerja sama dengan PT (Persero) Banda Ghara Reksa untuk penyediaan gudang di pelabuhan Dumai. maka pemasaran dan penjualan adalah lini pertama yang harus mendapatkan perhatian yang cukup memadai. Oleh karenanya saat ini PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I telah menindaklanjuti rencana kerjasama sinergi BUMN untuk optimalisasi alat produksi dalam rangka menunjang kegiatan pemasaran dan penjualan melalui beberapa hal. b. Melakukan proses penyiapan konsep kerjasama pemanduan dan penundaan dengan PT (Persero) Batam. Kerja sama bunkering BBM di Pelabuhan Belawan dengan PT (Persero) Pertamina yaitu dengan membentuk Unit Pelayanan Bunker Terpadu.BAB III HAL-HAL YANG BERKAITAN DENGAN PERUSAHAAN 1. PEMASARAN DAN PENJUALAN Dalam rangka meningkatkan pendapatan. pelayanan kapal di Pelabuhan Dumai. b. antara lain: a. PRODUKSI DAN KUALITAS PRODUKSI Agar dapat memberikan pelayanan yang layak dan profesional kepada para pengguna jasa pelayanan kepelabuhan. Melanjutkan program peningkatan mutu pelayanan kapal dan barang di Pelabuhan Belawan.2000 dan telah diterbitkan sertifikasinya. Disamping itu juga telah 22 . 2. c. diantaranya : a. Telah dilaksanakan pekerjaan perkuatan dermaga dan pembuatan jalur transtainer antar pulau UTPK Belawan sebagai bagian dari pengelolaan kegiatan bongkar muat peti kemas antar pulau yang mandiri oleh PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I. Tanjung Pinang dan Pekanbaru. maka sangatlah perlu meningkatkan sarana yang memadai untuk suatu perusahaan pemberi jasa kepelabuhanan sesuai dengan perkembangan teknologi.

Pembuatan model dan simulasi untuk keperluan penyusunan anggaran pada Kantor Pusat dan Cabang.126. b. pengadaan kebutuhan logistik yang direalisasikan adalah sebesar Rp14.025. Penyusunan rolling plan pelabuhan 2004 – 2008.41 juta Rp 125. Telah disusun kajian penataan rumah dinas dan tanah diluar DLKR yang belum dimanfaatkan sebagai acuan dalam pengusulan penghapusan aktiva tetap rumah dinas dan tanah.dilakukan peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan bagi karyawan medis pada bagian UGD bekerja sama dengan Rumah Sakit Pirngadi. dan telah dilaporkan penghapusan asset rumah dinas dan tanah kepada Pemegang Saham sesuai Surat Direksi No. Biaya bahan bakar dan pelumas Biaya pas pelabuhan Biaya bahan PMK Biaya perlengkapan/suku cadang Rp11. c. PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN Rencana program kegiatan bidang penelitian dan pengembangan yang direncanakan akan dilaksanakan tahun 2004 adalah sebagai berikut: a.98 juta Rp 290. 5.13 juta. dan dengan memperhatikan kondisi kerja karyawan maka keberhasilan dalam mengendalikan jalannya operasional di seluruh bidang akan lebih mudah dicapai dan akan memberikan dampak kepada keberhasilan kinerja perusahaan yang sehat. telah diselesaikan RJPP 2004 – 2008 mengacu kepada Keputusan Menteri BUMN No. SISTEM DAN ORGANISASI Manajemen adalah faktor kunci dalam mengoperasikan jalannya perusahaan. 3. d.71 juta 4. b.684. yang terdiri dari : a.KU 61/2/14/PI-04 tanggal 23 .03 juta Rp 2. Kep 102/MBU/2002 dan telah mendapat persetujuan Dewan Komisaris dan saat ini menunggu pengesahan dari Menteri BUMN. LOGISTIK Dalam rangka memenuhi kebutuhan operasional guna menunjang kegiatan perusahaan pada tahun 2004. Untuk hal tersebut telah direalisasikan beberapa program yang memiliki dampak strategis bagi perusahaan. diantaranya : a.

Telah diselesaikan Keputusan Direksi tentang Struktur Organisasi Kantor Pusat dan Nomenklatur Jabatan Struktural dan Non Struktural Kantor Pusat. b. pada bulan Nopember 2004. sedangkan per 31 Desember 2003 adalah sebanyak 1. dan telah disosialisasikan ke seluruh pegawai di lingkungan perusahaan. e.396 orang. Telah diselesaikan buku panduan pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG). Jumlah pegawai tahun 2004 tersebut mengalami penurunan sebanyak 36 orang dibanding tahun 2003 yang disebabkan sebagai berikut: a. Selain itu telah dilaksanakan assesment penerapan GCG oleh BPKP Perwakilan Sumatera Utara. Penambahan pegawai pada tahun 2004 terdiri dari: Penerimaan pegawai : 10 orang Pegawai dari instansi lain : 1 orang Jumlah 11 orang 24 . yang diatur dalam keputusan Direksi. Melakukan revisi sistem perawatan kesehatan pegawai. yang selanjutnya akan didaftarkan ke Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi.13 Agustus 2004 sebagai pelaksanaan program penataan rumah dinas dan tanah untuk kepentingan pegawai. SUMBER DAYA MANUSIA Jumlah pegawai PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I per 31 Desember 2004 adalah sebanyak 1. Pengurangan pegawai pada tahun 2004 terdiri dari: Pegawai pensiun : 39 orang Pegawai meninggal : 3 orang Pegawai berhenti : 2 orang Pegawai pindah ke instansi lain : 3 orang Jumlah 47 orang b. c. d. Telah diselesaikan perjanjian kerjasama antara PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I dengan Serikat Pekerja Pelabuhan Indonesia.432 orang. 6.

A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 B 1 2 3 4 C 1 2 3 4 5 6 D Pusat Pelayanan 2004 Operasi Langsung Labuh Tambat Pemanduan Penundaan Air Kapal Telepon Kapal Dermaga Gudang Lapangan penumpukan Pengusahaan Alat Persewaan Alat Usaha Bongkar Muat UTPK (Operasi Kapal) UTPK (Operasi Lapangan) UTPK (Operasi CFS) UTPK (Operasi Lainnya) Tanah Bangunan Air Minum Listrik Pelsus/Dermaga KSO Pas Pelabuhan Rupa-rupa Usaha Rumah Sakit JUMLAH A Operasi Tidak Langsung Divisi komersial Divisi PKB UBM Unit UTPK JUMLAH B Penunjang Operasi GM/MJR/Urusan Umum Div Keuangan Div Teknik Urusan Data & Informasi Unit UTPK Rumah Sakit JUMLAH C Kantor Pusat TOTAL PEGAWAI 0 16 143 130 5 0 16 12 8 38 0 33 21 70 5 0 0 0 0 8 0 0 29 3 32 569 24 75 78 18 195 71 103 115 44 9 15 357 275 1396 0 11 150 133 0 0 12 14 8 30 0 25 21 68 5 0 0 0 3 4 0 0 36 7 33 560 85 67 29 21 202 121 106 89 23 46 12 397 273 1432 0 11 174 125 0 0 13 20 13 29 0 25 31 76 5 0 3 0 3 6 0 0 33 4 32 603 80 101 29 21 231 115 103 86 18 43 12 377 245 1456 Realisasi 2003 RKAP 2004 25 .1) Komposisi SDM menurut pusat pelayanan disajikan pada tabel berikut: Sumber Daya Manusia Menurut Pusat Pelayanan No.

26 . SATUAN PENGAWAS INTERN Dalam rangka melaksanakan tugas pengawasan intern di lingkungan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I. guna kepentingan manajemen dengan menekankan pada pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan. 4. Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) tahun 2004 telah dilaksanakan sesuai target. KU 61/2/14/P. Satuan Pengawas Intern telah melaksanakan beberapa kegiatan diantaranya sebagai berikut : a. 2. KU 61/045/DK/PP.I/IX/2004 tanggal 22 September 2004 dan telah diusulkan penghapusbukuannya kepada Pemegang Saham sesuai surat Direksi No. Penghapusan aktiva tidak produktif untuk aktiva tetap yang telah berumur 5 tahun telah mendapat persetujuan dari Dewan Komisaris sesuai surat No. KEUANGAN DAN AKUNTANSI Keuangan adalah sebagai penggerak jalannya operasional perusahaan. 8. Untuk itu telah dilakukan beberapa hal berikut : a.2) Komposisi pegawai menurut pendidikan: No. Pusat Pelayanan Pasca Sarjana Sarjana Sarjana Muda SLTA SLTP SD TOTAL Realisasi 2004 95 440 209 562 66 24 1396 2003 88 425 214 611 69 25 1432 RKAP 2004 89 386 232 651 73 25 1456 7. Meningkatkan sistem pengawasan dan pemanfaatan hasil pemeriksaan baik pemeriksaan intern maupun ekstern. oleh karenanya haruslah dilakukan perencanaan sebaik-baiknya dan dikendalikan dengan baik pula dengan melakukan monitoring lewat pencatatan akuntansi yang baik dan lazim diterima oleh umum. 3. Selain itu dilaksanakan pemeriksaan khusus pada Unit Keuangan Kantor Cabang Pelabuhan Malahayati dan menerbitkan 1 (satu) LHP dengan 1 (satu) temuan. b. Diantara temuan tersebut sebagian besar sudah ditindaklanjuti dan sebagian dalam proses tindak lanjut. 5. 6.I-04 tanggal 13 Agustus 2004. 1. menerbitkan 18 LHP dengan 83 temuan.

Neraca Neraca perusahaan per 31 Desember 2004 digambarkan sebagai berikut : 27 . e. Perhitungan Laba-Rugi 1) Total pendapatan perusahaan (pendapatan operasi dan pendapatan lain-lain bersih) tahun 2004 sebesar Rp472.b. d.58 juta.42 juta. Melanjutkan program peningkatan pencairan piutang melalui penagihan secara banking system di cabang pelabuhan Belawan.674.44 juta atau 122. h. pengenaan uang panjar pekerjaan jasa tambahan sesuai ketentuan dan intensifikasi penagihan baik secara langsung maupun kerja sama dengan KP2LN. Pemenuhan kewajiban perpajakan dengan cara penghitungan. f. Dalam rangka peningkatan pendapatan diluar usaha dilakukan reposisi deposito valuta asing menjadi deposito rupiah dan reposisi rekening giro valuta asing menjadi deposito rupiah.222. dari target sebesar Rp325. BA-44/D2-MBU/2004. 2) Biaya tahun 2004 sebesar Rp326.84 juta.43% dari anggaran sebesar Rp409. RKAP Tahun Buku 2004 mendapat persetujuan dan pengesahan RUPS pada tanggal 29 Desember 2003.090.76 juta atau 44. Melanjutkan evaluasi penempatan dana perusahaan.14 juta sehingga jumlah seluruh biaya sebesar Rp329.613. serta RKAP Tahun Buku 2005 telah mendapat persetujuan dan pengesahan RUPS pada tanggal 23 Desember 2004.547.65% dari target sebesar Rp268.897.21 juta atau 23. c.22 juta atau 79.01 juta. i.60% dari target sebesar Rp594. Investasi Realisasi investasi tahun 2004 sebesar Rp95. dan hasilnya adalah sampai dengan saat ini penempatan dana masih lebih aman dalam bentuk deposito.30 juta dan terdapat biaya luar biasa sebesar Rp3.996.292. 3) Laba Sebelum Pajak sebesar Rp143. penyetoran dan penyampaian SPT Tahunan Badan dan PPh Pasal 21 secara tepat waktu.212. Laporan Tahunan dan Perhitungan Tahunan & Penggunaan Laba Bersih Tahun Buku 2003 telah mendapat persetujuan dan pengesahan RUPS pada tanggal 12 Juli 2004 dengan Berita Acara No.10%.382. g.

55 j.08 1.045. PPh pasal 22.72 75.537.732. Walaupun bukan lagi sebagai wajib pungut dalam hal perpajakan.20 39. PPh pasal 21.436.987.691.475.915.856. 9. Periode tahun 2004 PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I telah menyelesaikan kewajiban membayar pajak kepada negara sebesar Rp115.74 juta.97 juta 8.999. PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I tetap wajib untuk menyetorkan kepada negara berupa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang dipungut.07 567.876. dan PPh Badan pasal 25.294.79 juta 5.45 juta 91.139.00 895.25 juta 115. PPh pasal 23.23% dibandingkan dengan anggaran sebesar Rp235.418.50 1.33 juta dengan rincian sebagai berikut : PPN PPB PPh Badan PPh ps 21 PPh ps 22 PPh ps 23 Jumlah Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 2.847.55 juta 27.999.32 juta 7. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).33 juta 28 .804.98 juta atau 70. Saldo Kas Saldo Kas dan setara kas per 31 Desember 2004 sebesar Rp165.194.432.139.89 610.045.55 PASIVA Kewajiban Jk Pendek Kewajiban Jk Panjang BPYDBS Ekuitas JUMLAH 71.31 62.096.(dalam juta rupiah) AKTIVA Aktiva Lancar Aktiva Tetap Akt.00 53. Tetap blm dimanfaatkan Biaya yang ditangguhkan Deposito yang dijaminkan Aktiva Lain-lain bersih Jumlah Aktiva JUMLAH 321. PERPAJAKAN PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I adalah merupakan Badan Usaha Milik Negara yang seluruh sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia dan diharapkan akan menjadi salah satu katalisator dalam menggerakkan perekonomian negara.33 Jumlah Pasiva 1.

017/1993 tanggal 26 Pebruari 1993.56/3/2A/PI.10. Pudji Hartoyo JD Dunda A.II-93 tanggal 19 Maret 1993 tentang Peraturan Dana Pensiun Perusahaan Pelabuhan dan Pengerukan. Eddy Hidayat Nurjaman BY Loekito Suparyo Sukasno Hadipurnomo Irwan H Siboro Harmani Nursal 29 . Susunan dari Dewan Pendiri. III (Persero) (Persero) Dewan Pengawas : Ketua (Wakil Pemberi Kerja) Anggota (Wakil Pemberi Kerja) Anggota (Wakil Pemberi Kerja) Anggota (Wakil Pemberi Kerja) Anggota (Wakil Pemberi Kerja) Anggota (Wakil Peserta) Anggota (Wakil Peserta) Anggota (Wakil Peserta) Anggota (Wakil Pensiunan) Anggota (Wakil Pensiunan) : : : : : : : : : : Dr. Seluruh Direksi PT Pelabuhan Indonesia I. telah diadakan kesepakatan sebagaimana dituangkan dalam SK Direksi PT (Persero) Pelabuhan Indonesia II Nomor HK. DANA PENSIUN Dalam rangka memperhatikan kesejahteraan karyawan setelah masa purna bhakti di lingkungan perusahaan pelabuhan dan pengerukan. berdasarkan UndangUndang Nomor 11 tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah Nomor 76 tahun 1992 serta Keputusan Menteri Keuangan Nomor 227/KMK. telah dibentuk suatu lembaga yang mengelola Dana Pensiun yaitu Yayasan bersama Dana Pensiun PERUM Pelabuhan I sd IV dan PERUM Pengerukan (YP4) dengan maksud untuk mengelola dan mengembangkan dana guna menjamin dan memelihara kesinambungan penghasilan bagi peserta dan keluarga dalam menyelenggarakan dana pensiun manfaat pasti. Pengawas dan Pengurus Dana Pensiun Perusahaan Pelabuhan dan Pengerukan (DP4) adalah sebagai berikut : Pendiri Mitra Pendiri : : Seluruh Direksi PT Pelabuhan Indonesia II. Wahyu Setiakusumah P. Dalam perkembangannya YP4 disesuaikan menjadi Dana Pensiun Perusahaan Pelabuhan dan Pengerukan (DP4).

22 juta dengan rincian dalam tabel berikut : (dalam juta rupiah) KETERANGAN Saldo dana awal tahun 2004 Sisa Penyisihan Laba tahun 2002 Alokasi Penyisihan Laba yang Diterima Penerimaan Pengembalian Pokok Pinjaman Penerimaan Pokok Pinjaman dari Piutang bermasalah Penerimaan dari Mitra Binaan yang belum diketahui Penerimaan uang dari BUMN Penerimaan dari kas perusahaan Penerimaan bunga pinjaman Penerimaan jasa giro Lain-lain Jumlah Dana Kemitraan Tersedia JUMLAH 769.MBA : Ir.00 Rp 2.580. Direksi PT Pelabuhan Indonesia I telah mengeluarkan Surat Keputusan Direksi No.813.00 Rp 5. Djoko Sumartono 11. Ahmad Khamim.22 30 .95 Rp 0.89 Rp 32. Hal ini dilakukan sesuai Surat Keputusan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara No. MPM : dr. PR.95 Rp 587. SE.KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan dan Bina Lingkungan melalui pemanfaatan dana dari pembagian laba Badan Usaha Milik Negara.91 Rp 1.01/1/10/PI-04 tanggal 8 April 2004 tentang Organisasi dan Tata Kerja Pada Kantor Pusat yang didalamnya juga diatur mengenai PKBL.62 Rp 500. KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I adalah merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara yang diharapkan dapat menjadi katalisator pengerak roda perekonomian negara diantaranya dengan cara melakukan pembinaan usaha kecil dan koperasi.MM. Handojo Soewodo.72 Rp 47.83 70.Pengurus : Ketua Anggota Anggota : Drs. Tujuan program ini untuk membantu percepatan pertumbuhan perekonomian nasional dengan cara mendorong pelaku ekonomi tingkat menengah dan kecil agar tidak terjadi kesenjangan.35 Rp Rp 8.00 Rp Rp 1. a. Dana Kemitraan yang tersedia Tahun 2004 Realisasi dana kemitraan yang tersedia untuk tahun 2004 sebesar Rp8.813. sehingga diharapkan akan dapat tercipta kemitraan antara Badan Usaha milik Negara (BUMN) dengan Pengusaha Kecil dan Koperasi.219.

33 8.69 juta atau total penyaluran dana sebesar Rp6.00juta.46 c. Realisasi Penyaluran dan Penyebaran Dana Kemitraan Rencana penyaluran yang dianggarkan sesuai dengan surat Menteri BUMN No. Realisasi penyaluran dan penyebaran dana program kemitraan pada tahun 2004 telah disalurkan bantuan pinjaman kepada Mitra Binaan dalam bentuk bantuan modal kerja sebesar Rp6.00 18.860.591. Penggunaan Dana Kemitraan Penggunaan dana program kemitraan periode Januari sampai dengan Desember 2004 dapat digambarkan sebagai berikut : (dalam juta rupiah) KETERANGAN Pinjaman pada Mitra Binaan .00 juta dan telah terealisasi sebesar Rp2.285.860.00 6.10 juta dan hibah sebesar Rp269.101.591.00 4.Pengusaha Kecil .040.626.S/2004 tanggal 31 Maret 2004 tentang penetapan alokasi dana Program Kemitraan di setiap propinsi tahun 2004 untuk Pelindo ditetapkan sebesar Rp9.50 43.00 9. S-88/MBU.79 70.37 juta antara lain dengan memberikan 31 .00 (dalam juta rupiah) REALISASI % 534.736.10 848.90 146.00 4. Bina Lingkungan Pihak manajemen perusahaan berupaya untuk memperhatikan masyarakat di sekitar lingkungan kerja PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I dengan menganggarkan dana untuk program Bina lingkungan sebesar Rp1.79 juta atau 70.64 2.47 d.008.745.39 92.Koperasi Dana Penjaminan KUM-LTA Uang Muka Bina Lingkungan Hibah Biaya Operasi (Pembelian Aktiva Tetap) Jumlah Penggunaan Dana JUMLAH Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 6.69 281.55 4.931.736.34 269.b.47% dari rencana dengan rincian sebagai berikut : WILAYAH Nanggroe Aceh Darusalam Sumatera Utara Riau JUMLAH RENCANA 365.

TINDAK LANJUT KEPUTUSAN RUPS Dalam pengarahan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tanggal 29 Desember 2003 tentang Pengesahan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Tahun 2004 disampaikan beberapa arahan yang telah ditindaklanjuti antara lain : a. Tindak Lanjut: . . 2) Efektif manajemen dengan pemberian kewenangan yang lebih luas dan bertanggung jawab kepada manajemen.bantuan dalam bentuk bantuan korban bencana alam. dan saat ini dalam persiapan proses penjualan.Telah dilakukan upaya peningkatan pendapatan melalui penataan pengusahaan tanah di pelabuhan. bantuan sarana ibadah. tahun 2004 merupakan tahun kedua tahap revitalisasi bisnis dengan fokus kepada: 1) Peningkatan shareholder value dengan sasaran peningkatan ROCE. penataan dan perkuatan dermaga antar pulau dan penyesuaian tariff handling peti kemas (UPTK Belawan).I/IX/2004 tanggal 22 September 2004. . 12.Dalam rangka perampingan asset tidak produktif. Tindak Lanjut: Telah dilaksanakan pemberian wewenang kepada General Manager (Manager Cabang) untuk melaksanakan kegiatan pelayanan operasional dengan berpedoman kepada: 32 . KU 61/045/DK/PP. EBITDA dan Deviden. peningkatan pangsa pasar UBM (Unit Bongkar Muat) cabang Belawan serta efektifitas pungutan dan penyesuaian tariff pas terminal penumpang di cabang Pelabuhan Tanjung Balai Karimun dan Tanjung Pinang.Telah dilakukan reprogram RKAP dan investasi tahun 2004 dalam rangka melakukan efisiensi dan pengendalian biaya. telah disetujui penghapusan aktiva tetap umur 5 tahun sesuai surat Dewan Komisaris No. bantuan pendidikan dan pelatihan. bantuan peningkatan kesehatan. Sesuai Master Plan BUMN tahun 2002-2006. pengembangan prasarana dan sarana umum.

Telah selesai dilaksanakan kajian penataan dan pengembangan pelabuhan Belawan dan penelitian optimalisasi UTPK Belawan.Membuat kajian penataan kapal tunda di lingkungan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I. . .Memberi jaminan kedalaman alur pelabuhan Belawan melalui kontrak kerjasama dengan PT Rukindo. 33 . Tindak Lanjut: Telah dilaksanakan penyempurnaan penyampaian informasi lelang secara lengkap dan detail melalui website PT Pelindo I yang dihubungkan dengan kepada website Kementerian BUMN dan Departemen Perhubungan. sedangkan penyerahan dan pengoperasian sarana dan prasarana pelabuhan tersebut ke cabang Pelabuhan Lhoksumawe dalam proses administrasi. 4) Penyempurnaan sistem transparansi procurement.Telah dilaksanakan kajian peningkatan status perairan pandu luar biasa menjadi perairan wajib pandu pada pelabuhan Tanjung Balai Karimun. .- Kegiatan pelayanan kapal Kegiatan pelayanan barang Kegiatan pelayanan penumpang dan hewan 3) Peningkatan operasional excellence Tindak Lanjut: .Telah selesai dilaksanakan kajian pengoperasian dan pemilikan dermaga PT Asean Aceh Fertilizer Lhokseumawe. . 5) Lanjutan restrukturisasi dan privatisasi Tindak Lanjut: . .Telah dilaksanakan kajian ulang alih status Unit Pelaksana Teknis (UPT) pelabuhan Sei Guntung dan UPT pelabuhan Tanjung Batu selanjutnya diusulkan agar statusnya tetap sebagai UPT Departemen Perhubungan.Melaksanakan kerjasama pengelolaan gudang di Dumai dan optimalisasi penggunaannya serta merubah lokasi gudang menjadi Container Yard (CY) di UTPK Belawan. Saat ini Surat Keputusan Menteri Perhubungan sedang ditangani oleh Biro Hukum Departemen Perhubungan.

Tindak Lanjut: .b. maka Direksi dan Komisaris dalam tahun 2004 agar lebih memperhatikan target-target kinerja yang telah ditetapkan dalam RUPS dan mengupayakan pencapaiannya lebih optimal. . terutama terhadap biaya dominan melalui cost reduction program dan cost cutting program. serta menunda kegiatan dan pengeluaran biaya yang tidak mengganggu kegiatan operasional pelabuhan melalui selektifitas kegiatan. Dalam rangka mengoptimalkan pendapatan perusahaan. maka Direksi beserta jajarannya agar menerapkan prinsip ‘taat azaz’ dalam pencatatan pendapatan perusahaan. Investasi yang dilakukan perusahaan agar mengacu pada master plan masingmasing cabang dan pelaksanaannya agar memperhatikan skala prioritas dan kesinambungan dari investasi tersebut. Tindak Lanjut: 34 . maka perlu ditingkatkan kesadaran untuk pengendalian biaya dari seluruh jajaran perusahaan. e. d. dimana hal ini merupakan salah satu tolok ukur kinerja manajemen dalam menjalankan usahanya. Tindak Lanjut: Telah dilaksanakan rapat kerja tahun 2004 yang bertema peningkatan produktivitas melalui optimalisasi pendapatan dan pelaksanaan GCG dan taat pada azas. c. Tindak Lanjut: Telah dilakukan pembahasan kinerja cabang pelabuhan andalan dan pelabuhan lainnya sebagai langkah monitoring dan evaluasi pelaksanaan RKAP 2004.Telah dilakukan reprogram RKAP dan investasi tahun 2004 dalam rangka melakukan efisiensi dan pengendalian biaya. Mengingat taksasi realisasi pencapaian target RKAP tahun 2003 yang cukup rendah. Mengingat kecenderungan biaya perusahaan yang meningkat setiap tahunnya akibat inflasi dan peningkatan volume produksi.Telah dilakukan pengawasan intensif terhadap pendapatan dan biaya dengan mengadakan evaluasi bulanan pada segmen usaha.

penyiapan pengkajian dilaksanakan dengan BUMN terkait dan akan disampaikan kepada Kementeri BUMN. Direksi agar mengkaji rencana tersebut dengan komprehensif dan berkoordinasi dengan BUMN terkait. Direksi diminta memperhatikan hal-hal berikut: 1) Revisi Program Kemitraan yang dapat dilakukan perusahaan terbatas pada penambahan/pengurangan besarnya dana yang disalurkan yang berkaitan dengan perubahan realisasi penerimaan/sumber dana. 35 . Sedangkan revisi terhadap daerah binaan perlu mendapat persetujuan dari Menteri BUMN. g. 2) Pinjaman yang dikategorikan macet dan akan dipindahkan pencatatannya ke dalam pos pinjaman bermasalah agar diinvestarisasi terlebih dahulu melalui survei lapangan dan mengumpulkan data pendukungnya agar dapat memenuhi kondisi dan kriteria yang dipersyaratkan dalam ketentuan yang berlaku. Perubahan pada penyaluran dana Bina Lingkungan disesuaikan dengan kebutuhan. Tindak Lanjut: Saldo pinjaman macet yang berumur 5 tahun per 31 Desember 2003 telah dipindahkan kedalam pos pinjaman bermasalah dan tetap menjadi perhatian untuk penagihannya ke mitra binaan yang bersangkutan disamping melakukan inventarisasi pinjaman macet yang dapat dikategorikan bermasalah dan penagihannya bekerja sama dengan KP2LN. Tindak Lanjut: Penyaluran dana kemitraan ke masing-masing wilayah binaan disesuaikan dengan dana yang tersedia dan terkait dengan tingkat kolektibilitas dan distribusi laba yang disesuaikan dengan alokasi dana yang ditetapkan Kementerian BUMN. f. Sehubungan dengan rencana pembentukan anak perusahaan ‘National Logistic System’. Berkenaan dengan Program Kemitraan dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.- Telah dilaksanakan seleksi investasi dan pengendalian anggaran untuk efisiensi dan efektivitas pelaksanaan investasi. Tindak Lanjut: Dalam proses inventarisasi.

. II dan IV dalam rangka pembentukan Balai Latihan Kerja Bersama. perlu dikaji pembentukan Balai Latihan Kerja Bersama antara PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I. Dalam rangka mendukung penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan menindaklanjuti kebijakan yang telah ditetapkan oleh Kementerian BUMN. bersamaan dengan penyampaian Laporan Manajemen Perusahaan triwulanan. Tindak Lanjut: . 36 . Tindak Lanjut: Program Bina Lingkungan dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat umum di lingkungan perusahaan seperti rehabilitasi jalan.Telah dilakukan penyempurnaan penyampaian informasi lelang secara lengkap dan detail melalui website PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I. II. Tindak Lanjut: Pelaksanaan atas Program Kemitraan dan Bina Lingkungan secara periodik dilaporkan sesuai jadwal dan ketentuan yang berlaku. Dalam rangka pelaksanaan efisiensi biaya dan mendukung sinergi antar BUMN Kepelabuhanan.Telah dilaksanakan assessment penerapan good corporate governance oleh BPKP Sumatera Utara. maka program e-procuremet dalam proses pengadaan barang dan jasa di perusahaan sudah harus diimplementasikan di tahun 2004. II. III dan IV.Telah diselesaikan buku panduan dalam penerapan GCG. Tindak Lanjut: Telah diadakan koordinasi Pelabuhan I. sarana ibadah serta bantuan pendidikan untuk mempererat hubungan masyarakat di lingkungan kerja perusahaan. i. h. maka Direksi diminta menyampaikan secara rutin dan tepat waktu laporan triwulanan atas pelaksanaan RKA Program Kemitraan dan Bina Lingkungan.3) Program Bina Lingkungan bagi masyarakat disekitar perusahaan agar dapat diselaraskan dengan kebutuhan perusahaan dalam rangka menciptakan iklim usaha yang kondusif. . 4) Dalam rangka evaluasi dan monitoring pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan. pada bulan Nopember 2004.

Kerja sama usaha ship transit anchorage area di perairan Nipah Selat Singapura yang belum terealisasi di tahun 2003. Tindak Lanjut: Telah dilakukan renegosiasi dengan PT Maxsteer Dyrynusa Perdana untuk kelanjutan pelaksanaan kerja sama.j. agar menjadi perhatian manajemen dan diupayakan dapat terealisasi di tahun 2004. Sebaiknya perlu ditunjuk salah seorang Direksi sebagai penanggung jawab penuh atas pelaksanaan program dimaksud. 37 .

897. PROGRAM INVESTASI DANA INTERNAL INVESTASI FISIK Bangunan Fasilitas Pelabuhan AMDAL dan lain-lain Alat-alat fasilitas Instalasi Fasilitas Pelabuhan Tanah Jalan dan Bangunan Peralatan Kendaraan JUMLAH INVESTASI FISIK B. 6.49 124.00 10. 8. Pengembangan organisasi & SDM 3. I.278. 4.60 1.50 944.678.26 27.72 963. Pengembangan Usaha 2. oleh karenanya akan selalu dituntut memberikan rasa aman dan nyaman kepada para pengguna jasa.00 115.586.34 19.19 864.77 76.98 66.65 74.97 81. Oleh karena itu pihak manajemen dalam rangka memberikan layanan jasa terbaiknya untuk mengantisipasi perubahan tersebut telah merealisasikan anggaran investasinya untuk kegiatan program sebagai berikut : ANGGARAN (Rp) (dalam juta rupiah) REALISASI % (Rp) No.51 1.366.56 89.109.311.19 125.096. maka PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I juga tidak terlepas dari kondisi yang semakin maju sesuai dengan kemajuan teknologi yang begitu cepat.57 64.25 17.01 5.34 5. INVESTASI NON FISIK 1.17 228.21 110.16 137.091. A. Pelestarian Lingkungan JUMLAH INVESTASI NON FISIK JUMLAH INVESTASI DANA INTERN 40.58 99.18 1. di mana pola kehidupan dan bisnis akan selalu menuju ke arah modernisasi.191.092. INVESTASI PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I merupakan salah satu pintu gerbang lalu lintas para pengguna jasa laut.49 1.85 775.150. 1. 2.62 84.28 14.00 3.77 95.787.44 766.06 9.076. 5.94 86.68 44.079.72 3.943.24 38 .518.660.16 3.BAB IV ASPEK STRATEGIS PERUSAHAAN 1.324. 7.723. Pengembangan sistem 4.54 87. Dalam rangka menghadapi pasar global yang tidak dapat dihindari oleh negara manapun.71 560.45 30. 3.54 632.585.

Kerjasama Sesama BUMN Kerjasama sesama Badan Usaha Milik Negara antara lain : 1) PT Pertamina untuk kerja sama bunkering BBM.504.32 54.332.79 juta dari anggaran sebesar Rp409. maka realisasi investasi 2004 mengalami penurunan sebesar Rp17.II.21 23. Kerjasama Dengan Mitra Usaha Lain Kerja sama dengan PT Banda Ghara Reksa dalam penyediaan gudang di pelabuhan Dumai. sehingga harus memperluas jaringan bisnisnya dengan semua pihak baik dengan partner bisnis yang ada di dalam maupun luar negeri dengan prinsip saling menguntungkan. 3. INVESTASI DANA EKSTERNAL Bangunan Fasilitas Pelabuhan Alat Fasilitas Pelabuhan Instalasi Fasilitas Pelabuhan JUMLAH INVEST DANA EKST JUMLAH INVESTASI 155.75% dari anggarannya.43% atau lebih rendah sebesar Rp313.00 95. b. Dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 sebesar Rp113.897.23 juta yang mencapai 80.00 juta.251. 2) PT (Persero) Batam untuk kerja sama pemanduan dan penundaan. yaitu 23. Oleh karena itu manajemen telah melakukan kerjasama dengan beberapa pihak.825.32 409. 2.00 283.212.212. KERJA SAMA Dalam rangka menghadapi bisnis global yang sedang terjadi saat ini.21 juta. 39 .02 juta atau 15. 1. di antaranya : a. 2.43 Total realisasi kegiatan investasi tahun 2004 sebesar Rp95.25% dari tahun 2003.00 73.095. pihak manajemen PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I dituntut untuk melaksanakan efisiensi dengan harapan perusahaan dapat bersaing dalam kancah bisnis yang sangat ketat.897.148. Tidak tercapainya anggaran disebabkan tidak diperolehnya pendanaan dari pihak eksternal untuk melakukan investasi.424.

(4) Telah dilaksanakan kajian ulang mengenai alih status Unit Pelaksana Teknis (UPT) pelabuhan Sei Guntung dan UPT pelabuhan Tanjung Batu. (3) Telah dilaksanakan kajian peningkatan status perairan pandu luar biasa menjadi perairan wajib pandu pada Cabang Pelabuhan Tanjung Balai Karimun dan saat ini konsep Surat Keputusan Menteri Perhubungan sedang dalam penanganan Biro Hukum Departemen Perhubungan. strategi utama pengembangan BUMN dilakukan dalam 3 (tiga) tahap. Dewan Komisaris dan Pemegang Saham mengacu pada agenda kegiatan tahun 2004 yang sebelumnya telah disusun dan ditetapkan bersama dengan Dewan Komisaris. Selanjutnya status UPT Pelabuhan Sei Guntung dan UPT Pelabuhan Tanjung Batu diusulkan tetap sebagai UPT Departemen Perhubungan sebagaimana kondisi eksisting saat ini. b. Program-program yang telah dilaksanakan pada tahun 2004 dapat dijelaskan sebagai berikut: a. b) Keuangan (1) Dalam rangka perampingan asset perusahaan. (2) Telah dilaksanakan kajian pengoperasian serta pemilikan dermaga PT Asean Aceh Fertilizer oleh PT (Perser) Pelabuhan Indonesia I.3. a) Usaha Bisnis (1) Telah dilaksanakan kajian penataan dan pengembangan cabang pelabuhan Belawan dan penelitian optimalisasi Unit Terminal Peti Kemas Belawan. 40 . tahap revitalisasi bisnis (tahun 2003-2004) dan tahap pertumbuhan (tahun 2005-2006). telah dilaksanakan usaha penghapusan aktiva tetap tidak produktif. Akselerasi dan Penyehatan 1) Rekstrukturisasi. Koordinasi dan Monitoring Koordinasi secara periodik telah dilaksanakan antara Direksi. yaitu tahap konsolidasi (tahun 2002). untuk aktiva yang berumur 5 (lima) tahun keatas. REKSTRUKTURISASI DAN PRIVATISASI Berdasarkan Master Plan BUMN tahun 2002 – 2006.

(4) Telah dilaksanakan up dating ijasah pandu berjumlah 40 orang di Departemen Perhubungan. (3) Telah diselesaikan perjanjian kerja bersama antara PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I dengan Serikat Pekerja Pelabuhan Indonesia. 41 . Kelas. KP 31/9/13/PI-04 tanggal 8 April 2004 tentang Nama. c) Manajemen (1) Telah disusun kajian penataan rumah dinas dan tanah di luar DLKR yang belum dimanfaatkan untuk kepentingan pegawai. pengenaan uang panjar tambahan sesuai ketentuan dan intensifikasi penagihan baik langsung maupun kerja sama dengan KP2LN. Uraian Tugas dan Persyaratan Jabatan untuk Jabatan Non Struktural pada Kantor Pusat PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I. Kelas.(2) Guna meningkatkan pendapatan di luar usaha.PR. KP 31/9/19/PI-04 tanggal 14 April 2004 tentang Nama. (3) Telah dilaksanakan upaya peningkatan pencairan piutang melalui penagihan secara banking system di Cabang Pelabuhan Belawan. d) Organisasi (1) Telah diterbitkan Keputusan Direksi No. telah dilaksanakan evaluasi penempatan dana perusahaan dan telah dilaksanakan reposisi deposito valuta asing dan giro valuta asing.01/1/10/PI-04 tanggal 8 April 2004 tentang Organisasi dan Tata Kerja pada Kantor Pusat PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I. Uraian Tugas dan Persyaratan Jabatan untuk Jabatan Sturktural pada Kantor Pusat PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I. (2) Sehubungan dengan rencana revisi system perawatan kesehatan pegawai. (3) Telah diterbitkan Keputusan Direksi No. (2) Telah diterbitkan Keputusan Direksi No. yang selanjutnya akan didaftarkan ke Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi. telah disusun analisis alternative system perawatan kesehatan pegawai.

b) Telah dilaksanakan sosialisasi GCG pada seluruh pegawai di lingkungan perusahaan. (7) Telah dilaksanakan ujian pandu Bandar oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut di Cabang Pelabuhan Dumai yang diikuti sebanyak 9 orang. c. 42 . c) Telah dilaksanakan penilaian penerapan GCG oleh BPKP. sedangkan untuk kajian lebih lanjut yang bersifat komprehensif menunggu arahan dari Direksi dan Pemegang Saham. b) Telah disiapkan konsep kerja sama pemanduan dan penundaan dengan PT (Persero) Batam. Proses selanjutnya masih menunggu hasil evaluasi dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis. (6) Telah dilaksanakan pendidikan ANT/ATT V di BP3IP Jakarta. 2) Merger dan Akuisisi Telah dilaksanakan kajian awal dan pembahasan. proses selanjutnya dilaksanakan tahun 2005. 3) Kerjasama antar Badan Usaha a) Telah dilakukan proses pembentukan Unit Pelayanan Bunkering Terpadu sebagai mitra kerja sama bunkering di cabang pelabuhan Belawan dengan PT Pertamina dan akan dilanjutkan pada tahun 2005. c) Telah disiapkan konsep MOU kerja sama pengelolaan terminal penumpang dan telah disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Bengkalis.(5) Telah dilaksanakan up dating ijasah pelaut sejumlah 13 orang di P3IP Jakarta dan pelaksanaan ANT/ATT Dasar sejumlah 37 orang ABK di Belawan. yang diikuti oleh ABK dari cabang Belawan dan Dumai sejumlah 3 orang. Pelaksanaan Good Corporate Governance Program kegiatan yang telah dilaksanakan tahun 2004 sehubungan dengan pelaksanaan good corporate governance (GCG) antara lain: a) Telah diselesaikan buku panduan pelaksanaan GCG yang diatur dalam Keputusan Direksi.

c) Reformasi strategi. yaitu : 1) Telah disediakan website PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I dengan nama http://www. 3) Telah dilaksanakan implementasi program aplikasi general ledger dalam pengelolaan transaksi keuangan pada Kantor Pusat.d. Reformasi pengelolaan Badan Usaha a) Reformasi budaya. 43 . serta telah diselesaikan draft perjanjian kerja bersama dengan Serikat Pekerja Pelabuhan Indonesia I. telah dilaksanakan penyempurnaan dan pengembangan beberapa SIM perusahaan. SIMKEU dan SIMUTPK.id yang terkoneksi dengan jaringan internet dan telah dilakukan link dengan website Kementerian BUMN dan website Departemen Perhubungan. implementasi dan penilaian pelaksanaan prinsip-prinsip GCG di dalam pengelolaan perusahaan. b) Reformasi manajemen. 4) Sedang dilaksanakan uji coba aplikasi SIMPERS yang dapat diakses lewat internet. Kebijakan Otonomi Daerah yang dilaksanakan perusahaan kepada Pemerintah Daerah/Kota tetap mengacu kepada kebijakan/arahan pemegang saham sesuai Surat Menteri BUMN No. telah dilakukan sosialisasi. Selanjutnya akan diintegrasikan dengan aplikasi front office SIMOK di Cabang Pelabuhan Belawan dan SIM UTPK.inaport1.BUMN/02 tanggal 19 Nopember 2002. diantaranya SIMOK. perihal Kebijakan Pemegang Saham tentang Kontribusi Pendapatan BUMN kepada Pemerintah Daerah/Kota. f. S-756/M. Cabang Pelabuhan Belawan dan UTPK. 5) Telah dilaksanakan sosialisasi program aplikasi SIM tanah dan perairan dalam rangka pengelolaan asset tanah dan bangunan. telah dilakukan penataan terminal peti kemas dengan melakukan perkerasan dermaga antar pulau di Gabion Belawan. 2) Telah dilaksanakan uji coba dan sosialisasi implementasi intranet PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I terhitung mulai tanggal 1 Juni 2004. e.co. Kebijakan Otonomi Daerah. SIMPERS. Transparansi dalam pembinaan dan pengelolaan Badan Usaha melalui program BUMN On Line.

d) Reformasi pengelolaan usaha. telah dilaksanakan penyederhanaan melalui restrukturisasi organisasi kantor pusat. 44 .

Aspek Administrasi 45 . Aspek Operasional c. Sehat Perusahaan yang memiliki Total Skor (TS) Kinerja tahun terakhir antara 80 sampai lebih besar dari 95 dengan kriteria golongan sebagai berikut : AAA apabila TS lebih besar dari 95 AA apabila 80 < TS < = 95 A apabila 65 < TS < = 80 2. Tingkat kesehatan BUMN digolongkan menjadi : 1. Kurang sehat Perusahaan yang memiliki Total Skor (TS) Kinerja tahun terakhir antara 40 sampai dengan 65 dengan kriteria golongan sebagai berikut : BBB apabila 50 < TS < = 65 BB apabila 40 < TS < = 50 B apabila 30 < TS < = 40 3.BAB V PENILAIAN KINERJA PERUSAHAAN Tingkat kesehatan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I dinilai dengan mengacu pada Surat Keputusan Menteri BUMN No. KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan BUMN. Aspek Keuangan b. Tidak sehat Perusahaan yang memiliki Total Skor (TS) Kinerja tahun terakhir antara 10 sampai dengan 30 dengan kriteria golongan sebagai berikut : CCC apabila 20 < TS < = 30 CC apabila 10 < TS < = 20 C apabila 0 < TS < = 10 Tingkat Kesehatan BUMN ditetapkan berdasarkan penilaian terhadap kinerja perusahaan untuk tahun buku yang bersangkutan yang meliputi penilaian : a.

KEP-100/ MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 adalah sebagai berikut : a.1. KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 yang dinilai meliputi unsur-unsur kegiatan yang dianggap paling dominan dalam rangka menunjang keberhasilan operasi sesuai dengan visi dan misi perusahaan adalah sebagai berikut : Indikator yang digunakan Bobot Pelayanan Kepada Pelanggan 15 Peningkatan Kualitas SDM 10 Kesiapan Sarana/Prasarana Produksi 10 Jumlah Skor Aspek Operasional 35 Bobot 15 10 3 4 4 4 4 6 50 46 . Total Aset Jumlah Skor Aspek Keuangan b. KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 yang dinilai meliputi unsur-unsur kegiatan yang dianggap paling dominan dalam rangka menunjang keberhasilan operasi sesuai dengan visi dan misi perusahaan adalah sebagai berikut : Indikator yang digunakan Return on Equity (ROE) Return on Investment (ROI) Rasio Kas Rasio Lancar Collection periods Perputaran persediaan Perputaran Total Aset Rasio Modal Sendiri Thd. Aspek Operasional Indikator aspek operasional berdasarkan Keputusan Menteri BUMN No. Aspek Keuangan Indikator aspek keuangan berdasarkan Keputusan Menteri BUMN No. BOBOT TINGKAT KESEHATAN Bobot Tingkat kesehatan Badan Usaha Milik Negara yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN No.

c. merupakan acuan yang dijadikan tolok ukur untuk menilai tingkat kesehatan dengan komponen sebagai berikut : a. Aspek Keuangan 1) Perhitungan Kinerja Keuangan a) Imbalan kepada Pemegang Saham (ROE) 47 . KEP-100/ MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan BUMN. 2. indikator yang dinilai meliputi : 1) Penilaian Laporan Perhitungan Tahunan berkaitan dengan ketepatan waktu penyampaian Laporan Audit. Aspek Administrasi Indikator aspek administrasi berdasarkan Keputusan Menteri BUMN No. PERHITUNGAN INDIKATOR DAN NILAI KINERJA KEUANGAN Perhitungan tingkat kesehatan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I mengacu pada Surat Keputusan Menteri BUMN No. 2) Penilaian Rancangan Rencana Kerja dan Anggaran perusahaan (RKAP) berkaitan dengan ketepatan waktu penyampaian Rancangan RKAP. KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 yang dinilai meliputi unsur-unsur kegiatan yang dianggap paling dominan dalam rangka menunjang kelancaran administrasi perusahaan adalah sebagai berikut : Indikator yang Digunakan Laporan Perhitungan Tahunan Rencana RKAP Laporan Periodik Kinerja PKBL Jumlah Skor Aspek Administrasi Bobot 3 3 3 6 15 Dalam aspek administrasi. 4) Penilaian Kinerja Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) berkaitan dengan efektifitas penyaluran dana dan tingkat kolektibilitas penyaluran pinjaman. 3) Penilaian Laporan Periodik berkaitan dengan ketepatan waktu penyampaian Laporan periodik Triwulanan.

552.600 – 59.168 685.633.450 1.049.Laba Th Bjln x 100% = 113.886 895.644.813 – 39.Adalah ukuran yang digunakan untuk mengetahui tingkat kemampuan perusahaan dalam rangka memenuhi kewajiban kepada pemegang saham dengan perhitungan sebagai berikut : = Laba Stl Pajak – Laba Penj Akt Tetap Mod Sendiri + BPYDBS – Akt Tetap Dlm Penyelesaian Akt.113.703.841 – 5.433 x 100% 22.139.683.246.529.633.573 .987.049.691.995.328.403.037.307.915.994.281.923.683.691.84% Skor : 15 b) Imbalan Investasi / Return on Investment (ROI) Adalah ukuran yang digunakan untuk menghitung tingkat kemampuan perusahaan dalam rangka mengembalikan investasi yang telah ditanamkan dengan perhitungan sebagai berikut : = EBIT + Penyusutan Capital Employed x 100% = (Laba Sbl Bunga&Pjk – Laba Penj AT) + Penyusutan Total Aktiva – AT dlm pelaksanaan-Akt blm dimanfaatkan (146. Blm Dimanfaatkan .246.845 – 59.008.346 + 1.195.480 x 100% = 15.054 – 5.799.905.47 x 100% = x 100% = = Skor : 10 48 .813 – 39.098.307.153.037 + 2.573 – 26 .045.054 x 100% = 108.26 212.442 946.037.153.942.202.886) + 68.

984.529 71.747.99% Skor : 3 d) Current Ratio Adalah ukuran yang digunakan untuk menghitung tingkat kemampuan perusahaan menggunakan aktiva lancar untuk memenuhi kewajiban jangka pendek tepat pada waktunya dengan perhitungan sebagai berikut: = Aktiva Lancar Kewajiban Lancar 321.07% Skor : 4 e) Collection Periods Adalah ukuran yang digunakan untuk menghitung waktu rata-rata pengumpulan piutang perusahaan dalam menagih piutang usahanya kepada pihak pengguna jasa dengan perhitungan sebagai berikut : Collection Period (2003) = Total Piutang Usaha Total Pendapatan Usaha x 365 hari 49 .166.072.732.804.804.c) Rasio Kas / Cash Ratio (Immediate Solvency) Adalah ukuran yang digunakan untuk menghitung tingkat kemampuan perusahaan atas dana liquid yang dimiliki dalam rangka memenuhi kewajiban jangka pendek tepat pada waktunya dengan perhitungan sebagai berikut : = Kas + Bank + Surat Berharga Jk Pendek x 100% Kewajiban Lancar 165.718.791.164 + 4.718.807.326 x 100% = x 100% = 448.326 170.718.365 71.418.804.614 71.326 = x 100% = x 100% = 236.

388.111.745.36) hari -Skor yang dipilih : 4 Skor : 0 f) Perputaran Persediaan (Inventory Turn Over) Adalah ukuran yang digunakan untuk menghitung tingkat perputaran persediaan yang digunakan untuk operasional perusahaan dengan perhitungan sebagai berikut : Total Persediaan Total Pendapatan Usaha Perputaran Persediaan (2003) = x 365 hari = 2.968 x 365 hr = 1.910.968 x 365 hr = 16.293 x 365 hr = 2.975.244.910.36 hr Perputaran Persediaan (2004) = 1.82 hr Skor collection period 2004 = 4 Perbaikan Collection Period = (0.299.= 19.412.609.019 423.299.915 455.243 455.412.691.36 hr Skor Perputaran Persediaan 2004 = 4 Perbaikan Perputaran Persediaan = 1 hari -Skor yang dipilih : 4 g) Perputaran Total Asset (Total Asset Turn Over) Skor : 0 Adalah ukuran yang digunakan untuk menghitung tingkat perputaran asset yang digunakan dalam rangka memperoleh pendapatan perusahaan dengan perhitungan sebagai berikut : 50 .388.401.46 hr Collection Period (2004) = 20.765 423.293 x 365 hr = 16.559.

KU.544.195.152.008.299.552.89% 1) Perhitungan Kinerja Operasional Rencana Kerja dan Anggaran PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I tahun 2004 disampaikan oleh Direksi kepada Menteri Negara BUMN dengan surat No.328.412.TATO (2003) = Total Pendapatan Capital Employed x 365 hari = Pend Usaha + Pend.245 x 100% TMS thd Aset = x 100% TMS thd Aset = Skor : 4 b.94% Skor TATO 2004 = 1.346 1.60/8/8/PI-03 tanggal 28 Oktober 2003 yang pengesahannya telah dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham pada tanggal 51 .346 1.328.824.633.043.482.433 x 100% TATO (2004) = x 100% = 50.600 895.202.845 – 1.139. non Usaha – Laba Penj AT Capital Employed 455. Aspek Operasional x 100% = 85.153.045.915.987.968 + 31.407 – 5.5 h) Rasio Total modal Sendiri Terhadap Total Assets Adalah ukuran yang digunakan untuk menghitung tingkat solvabilitas perusahaan likuiditas jangka panjang terhadap total aktiva dengan perhitungan sebagai berikut : TMS thd Aset = Total Modal Sendiri Total Aset – Dana yg Blm ditetapkan statusnya 895.886 946.915.

37 Baik Sekali Baik Sekali 3 3 9.71t/g/h 23.40 jam/kpl 24.44 jam/kpl 28.69 grt/org 92.5 15 1.93% 1. Productivity c/h container Sub Jumlah pelayanan II. 3.598. CC dan TT/Peti kemas 5.174 Rp/org 19.6 3. Untuk merealisasikan RKAP tersebut Direksi PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I telah melaksanakan Kontrak Kerja Manajemen dengan Kepala Cabang di lingkungan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I yang berisi penetapan dan pelaksanaan Aspek Operasional PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I. Berthing Time (BT) 3. Kesiapan Sarana/Prasarana Dermaga penumpukan Gudang Lapangan Penumpukan Alat B/M.5 15 1 1 2 4 3 3 10 16.70 jam/kpl 55.319.5 2.5 3 1 2 2 2 10 35 85. 1. 1.5 17.63 101. 2.88 ton/org 115.79 grt/org 471.50 406.00 86.57 Baik Sekali Baik Sekali Baik Sekali Baik Sekali Baik 3 1 2 2 2 10 34.70 t/g/h 22.23 106.88 93.27 116.49 100.20 ton/org 109.35 98.57 77.035.695 86. Waiting Time (WT) 2. Indikator Bobot Anggaran 2004 Realisasi 2004 Nilai % Kualifikasi Skor Pelayanan Kpd pelanggan/masyarakat: 1.12 Rp/org Baik Baik Baik 1 0. KEP.462.5 2. 4.537.9 1.154.95 Baik Sekali Baik Sekali Baik Sekali Baik Sekali 4 6 2.50 52 .29 Desember 2003. Alat apung (kapal tunda dan kapal pandu) Sub Jml Sarana/prasarana Tot Skor Aspek Operasional 2. 4 6 2. 3. dan skor atas kinerja aspek operasional tampak sebagai berikut : No. I.63% 1.77 109. a b c Peningkatan kualitas SDM: Produktivitas Jml barang per orang Jml grt kapal per orang Jml pendpt usaha per orang Sub Jumlah produktivitas Diklat (peserta/jml SDM tot) Kesejahteraan (Jml THP peg terendah/UMR KP) Sub Jumlah kualitas SDM III.57 jam/kpl 54.53 t/g/h 92.100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002.51 86. Productivity general cargo 4.00 t/g/h 1.76 19. Tolok ukur yang yang digunakan dalam menentukan kinerja operasional perusahaan adalah mengacu kepada Surat Keputusan Menteri BUMN No.

S/d akhir bulan kelima sejak tahun buku perhitungan tahunan ditutup .c.S/d akhir bulan keempat perhitungan tahunan ditutup sejak tahun buku Skor 3 2 0 .2 bulan atau lebih .kurang dari 2 bulan 3 0 Skor Rancangan RKAP PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I tahun 2004 diserahkan kepada Pemegang Saham pada tanggal 28 Oktober 2003. dengan daftar penilaian waktu penyampaian Rancangan RKAP sebagai berikut : Jangka Waktu Surat Diterima s/d memasuki tahun anggaran yang bersangkutan . dengan daftar penilaian waktu penyampaian Laporan Audit sebagai berikut : Jangka Waktu Laporan Audit Diterima . yaitu 53 . Aspek Administrasi Adalah ukuran yang dipakai untuk menghitung tingkat kinerja Administrasi perusahaan sehingga memberikan gambaran bahwa Administrasi PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I telah dilaksanakan seperti di bawah ini : 1) Laporan Keuangan Tahunan (Audited) Penentuan nilai adalah berdasarkan ketepatan penyampaian Laporan Keuangan.Lebih dari akhir bulan kelima sejak tahun buku perhitungan tahunan ditutup Laporan Keuangan Audited PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I tahun 2003 diselesaikan tepat waktu dengan skor : 3 2) Rancangan RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan) Penentuan nilai adalah berdasarkan ketepatan penyampaian Rancangan RKAP.

Lebih kecil atau sama dengan 0 hari . dengan daftar penilaian waktu penyampaian Laporan Periodik Triwulanan sebagai berikut : Jumlah Keterlambatan dalam satu Tahun .0 < x < = 30 hari .lebih dari 2 (dua) bulan sebelum memasuki tahun anggaran yang bersangkutan dengan skor : 3 3) Laporan Periodik Laporan Periodik Triwulanan harus diterima oleh Komisaris dan Pemegang Saham paling lambat 1 (satu) bulan setelah berakhirnya periode laporan. Penentuan nilai adalah berdasarkan ketepatan penyampaian Laporan Periodik Triwulanan.< 60 hari Tanggal penerimaan Laporan Periodik oleh Pemegang Saham Triwulanan I II III IV Berakhir Periode 31/3/2003 30/6/2003 30/9/2003 31/12/2003 Tanggal Diterima 29/4/2003 29/7/2003 29/10/2003 23/3/2004 Jml hari keterlambatan 23 Skor 3 2 1 0 Penyampaian Laporan periodik terlambat 23 hari dengan skor : 2 4) Kinerja Program Kemitraan Indikator yang dinilai atas kinerja Program Kemitraan berserta bobotnya adalah sebagai berikut : 54 .30 < x < = 60 hari .

492 Efektifitas Penyaluran Dana = Jumlah Dana yang Disalurkan x 100% Jumlah Dana yang Tersedia = Rp 7.340 x 100% = 87.Efektifitas penyaluran .760.708.794.492 Skor : 2 55 .967.Jumlah Dana yang Tersedia Tahun 2004 Rp 7.99 % Rp 8.Indikator .Jumlah Dana yang Disalurkan Tahun 2004 .340 Rp 8.760.967.794.Tingkat kolektibilitas pengembalian pinjaman Total (a) Bobot 3 3 6 Daftar penilaian tingkat penyerapan dana program kemitraan (efektifitas penyaluran dana) : Penyerapan (%) > 90 85 s/d 90 80 s/d 85 < 80 Skor 3 2 1 0 (b) Daftar penilaian tingkat pengembalian dana program kemitraan : Tingkat Pengembalian (%) > 70 40 s/d 70 10 s/d 40 < 10 Skor 3 2 1 0 Perhitungan kinerja program kemitraan adalah sebagai berikut : a.708. Efektivitas Penyaluran Dana .

00 3.002.69 % Kriteria kualitas piutang pada Mitra Binaan untuk tahun 2004 disusun berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor : KEP-236 /MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 pasal 24 tentang penggolongan kualitas pinjaman yang ditetapkan sebagai berikut : 1. Lancar Kurang Lancar Diragukan Macet : : : : Pembayaran tepat atau sebelum jatuh tempo Keterlambatan pembayaran 1 s.028.141.69 % Skor : 2 56 .002.855.643.078.606.00 75 % Diragukan 1.253.516.d 180 hari setelah jatuh tempo Keterlambatan pembayaran 180 s.855.00 12.177.00 Tingkat Kolektibilitas Penyaluran Pinjaman (%) Nilai 8.643.253.00 55.638.372.892.937.246.d 360 hari setelah jatuh tempo Keterlambatan pembayaran 360 hari keatas setelah jatuh tempo Tingkat Kolektibilitas Penyaluran Pinj.00 0.791 x 100 % 22.028.606.00 473.b. 3. 4. 2.710.00 25 % Macet 7.246.791.751.00 0% Jumlah Pinjaman 22.032.638.002. = Kolektibilitas Pinjaman x 100% Jumlah Dana yang disalurkan = 12.714 = 55. Tingkat Kolektibilitas Penyaluran Pinjaman Kriteria Pinjaman Bobot Lancar 8.064.714.00 100 % Kurang Lancar 5.

00 3.00 4.00 15.00 2.00 SKOR 15. KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara.00 3.00 Sesuai dengan Surat Keputusan Menteri BUMN No.50 4.00" yang berarti tingkat kesehatannya dikategorikan menjadi "SEHAT" dengan tingkat penggolongan "AA".00 10.50 3.00 12.00 10.00 92.00 4.Tingkat Kolektibilitas Pengembalian Pinjaman Total Aspek Administrasi JUMLAH BOBOT 15.00 100.50 15.00 4.Dari hasil evaluasi yang dilakukan.00 4.00 10.00 4.00 50.00 9.00 34.00 3.00 2.00 6.00 3.00 3.Efektivitas Penyaluran . maka perhitungan nilai bobot dan skor kinerja PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I tahun buku 2004 adalah sebagai berikut : PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I KESIMPULAN TERHADAP EVALUASI KINERJA PERUSAHAAN KETERANGAN ASPEK KEUANGAN Imbalan kepada Pemegang Saham / Return On Equity (ROE) Imbalan Investasi / Return On Investmen (ROI) Rasio Kas / Cash Ratio (Immediate Solvency) Rasio Lancar (Current Ratio) Collection Periods Perputaran Persediaan (Inventory Turn Over) Perputaran Total Aset (Total Assets Turn Over) Rasio Modal Sendiri thd Total Aktiva Total Aspek Keuangan ASPEK OPERASIONAL Pelayanan Kepada Pelanggan Peningkatan Kualiatas SDM Kesiapan Sarana / Prasarana Total Aspek Operasional ASPEK ADMINISTRASI Laporan Keuangan Tahunan Rencana RKAP Laporan Periodik Kinerja Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK): .00 3.00 45.00 3. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 57 .00 4.00 1.00 4.00 10.50 10.00 3.00 35.00 15. nilai skor kinerja PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I untuk tahun 2004 adalah "92.00 2.

d. 5723995 .RI LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DAN PENGENDALIAN INTERN PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004 Nomor : 13. 5738727. 5704395 s. (021) 5700380.B / Auditama V / GA / 03 /2005 Tanggal : 31 Maret 2005 Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 9 pesawat 511 Fax. 5738740. 5720957. (021) 5700380.BPK . 31 Jakarta 10210 Telp.

. Lampiran B 1. Laporan Auditor Independen B... LAPORAN A..00 tidak sesuai dengan ketentuan Undang Undang No.739.. Prosedur penjualan tanah dan bangunan di Sibolga senilai Rp6.. 3. B.505. 17 tahun 2003 ………………………………………………….818.153... Perusahaan belum melakukan penyisihan piutang secara tepat sebagaimana ditetapkan dalam kebijakan akuntansi perusahaan .00 kepada PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari dalam rangka pelaksanaan penyelesaian pekerjaan pembangunan kapal tidak lazim dilakukan ………………………………………… 2. Biaya Penyusutan dan Amortisasi Tahun Buku 2002 dan 2003 sebesar Rp16. AUDITOR INDEPENDEN ATAS KEPATUHAN 1 TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Laporan Auditor Independen Lampiran A 1..000.000.00 yang belum diambil tindakan oleh pihak Direksi ………………………………………… 2.DAFTAR ISI Halaman I...082. Terdapat penyalahgunaan uang perusahaan oleh mantan Kepala Unit dan mantan Kepala Bagian Administrasi dan Keuangan Unit Galangan Kapal sebesar Rp65.000.000. Pekerjaan perkuatan dermaga konvensional di Unit Usaha Terminal Petikemas (UUTPK) sejak 24 Desember 2004 dihentikan sepihak oleh PT Adhi Karya tanpa ada kejelasan penyelesaian lebih lanjut… II.. 3.727.00 yang pada saat itu atas kebijakan Direksi tidak dibebankan pada Tahun Buku yang bersangkutan .. ATAS KEPATUHAN 12 3 6 8 15 16 17 . LAPORAN AUDITOR INDPENDEN TERHADAP PENGENDALIAN INTERN A. Kebijakan PT Pelindo I memberikan penjaminan deposito sebesar Rp19.820.

peraturan. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. dan telah menerbitkan laporan kami pada tanggal 31 Maret 2005.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Nomor: 13. tujuan audit kami atas laporan keuangan adalah tidak untuk menyatakan pendapat atas keseluruhan kepatuhan terhadap pasal-pasal tersebut. Oleh karena itu. kami tidak menyatakan suatu pendapat seperti itu. kami melaksanakan pengujian terhadap kepatuhan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I terhadap pasal-pasal tertentu hukum. 1 BPK-RI / AUDITAMA V . peraturan. B/Auditama V/GA/03/2005 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit laporan keuangan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I tanggal 31 Desember 2004 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Kepatuhan terhadap hukum. kontrak. Sebagai bagian dari pemerolehan keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. dan persyaratan bantuan yang berlaku bagi PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I merupakan tanggung jawab manajemen. Namun. dan persyaratan bantuan. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. kontrak.

Hasil pengujian kami menunjukkan bahwa. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung jawab Audit. Berkaitan dengan unsur yang tidak kami uji. peraturan. pasal-pasal tersebut. tidak ada satu pun yang kami ketahui yang menyebabkan kami percaya bahwa PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I tidak mematuhi. Drs. kontrak. Namun kami mencatat masalah-masalah tertentu berkaitan dengan kepatuhan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I terhadap pasal-pasal tertentu hukum. dan persyaratan bantuan disertai saran perbaikannya yang kami kemukakan pada lampiran A. Misnoto. dalam semua hal yang material. pasal-pasal yang kami sebut dalam paragraf di atas. berkaitan dengan unsur yang kami uji. MA Register Negara No D-1416 Jakarta. PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I mematuhi. Ak. dalam semua hal yang material. 31 Maret 2005 2 BPK-RI / AUDITAMA V .

dan telah menerbitkan laporan kami pada tanggal 31 Maret 2005. peraturan. kontrak. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. kami tidak menyatakan suatu pendapat seperti itu. Oleh karena itu. peraturan. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Kepatuhan terhadap hukum. B/Auditama V/GA/03/2005 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit laporan keuangan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I tanggal 31 Desember 2004 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. kami melaksanakan pengujian terhadap kepatuhan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I terhadap pasal-pasal tertentu hukum. Sebagai bagian dari pemerolehan keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. Namun.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Nomor: 13. dan persyaratan bantuan yang berlaku bagi PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I merupakan tanggung jawab manajemen. dan persyaratan bantuan. tujuan audit kami atas laporan keuangan adalah tidak untuk menyatakan pendapat atas keseluruhan kepatuhan terhadap pasal-pasal tersebut. kontrak. 1 BPK-RI / AUDITAMA V .

Namun kami mencatat masalah-masalah tertentu berkaitan dengan kepatuhan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I terhadap pasal-pasal tertentu hukum. PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I mematuhi. kontrak. dalam semua hal yang material. MA Register Negara No D-1416 Jakarta. Berkaitan dengan unsur yang tidak kami uji. tidak ada satu pun yang kami ketahui yang menyebabkan kami percaya bahwa PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I tidak mematuhi. Misnoto. pasal-pasal tersebut. peraturan. dalam semua hal yang material.Hasil pengujian kami menunjukkan bahwa. berkaitan dengan unsur yang kami uji. 31 Maret 2005 2 BPK-RI / AUDITAMA V . pasal-pasal yang kami sebut dalam paragraf di atas. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung jawab Audit. dan persyaratan bantuan disertai saran perbaikannya yang kami kemukakan pada lampiran A. Drs. Ak.

Lampiran A

1. KEBIJAKAN PT PELINDO I MEMBERIKAN PENJAMINAN DEPOSITO SEBESAR Rp19.000.000.000,00 KEPADA PT DOK KODJA BAHARI DALAM RANGKA PELAKSANAAN PENYELESAIAN PEKERJAAN PEMBANGUNAN KAPAL TIDAK LAZIM DILAKUKAN Guna mendukung kelancaran pelayanan kegiatan operasional, PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I (selanjutnya disebut PT Pelindo I) menambah 1 (satu) unit Kapal Tunda yang pembangunannya dilaksanakan oleh PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (PT DKB). Anggaran biaya untuk pembangunan kapal tersebut telah ditetapkan dalam RKAP tahun 2003 sebesar Rp10.000.000.000,00 dan RKAP tahun 2004 sebesar Rp20.800.000.000,00. Pembangunan kapal Tunda tersebut diikat dengan Surat Perjanjian , tanggal 29 Juli 2003 tentang Pekerjaan No. UM.58/18/7/PI-03 No.028/1/Kontr/DKB 2003 Pembangunan 1 (satu) unit Kapal Tunda Type SRP 2 x 1600 HP. Nilai kontrak ditetapkan sebesar US$3,200,000.00 yang merupakan harga tetap, belum termasuk PPN. Sedangkan pajak-pajak lainnya menjadi tanggungan dan beban kontraktor. Jangka waktu penyelesaian pekerjaan ditetapkan selama 14 bulan kalender, terhitung mulai tanggal 29 Juli 2003 sampai dengan 29 September 2004. Masa pemeliharaan ditetapkan selama 12 bulan kalender terhitung sejak diterbitkannya Berita Acara Serah Terima Pertama Kapal. Penunjukan PT DKB sebagai pelaksana pembangunan 1 (satu) unit Kapal Tunda Type SRP 2 x 1600 HP tanpa melalui proses tender, dan berdasarkan penjelasan dari Direksi PT Pelindo I diketahui bahwa penunjukan PT DKB tersebut dilakukan sebagai perwujudan pengembangan sinergi antar BUMN sebagaimana Instruksi Menteri BUMN No. KEP-109/MBU/2002, tanggal 4 Juni 2002 kepada Para Direksi Persero, Perum dan Perjan tentang Sinergi Antar BUMN yang antara lain diinstruksikan untuk melaksanakan kerjasama antar BUMN guna optimalisasi sumber daya produksi yang dimiliki, antara lain berupa kerjasama keuangan, pemasaran, produksi, distribusi serta penelitian dan pelatihan. Selain itu penunjukan PT DKB juga didasarkan atas Kesepakatan Bersama Nomor: HK.566/5/6/PI.II-02 tanggal 5 Juni 2002 tentang Kerjasama Pengadaan, Nomor: SPER/25/AA/VI/2002 antara PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I, II, III dan IV dengan PT PAL Indonesia, PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari dan PT Dok & Perkapalan Surabaya tentang Pembangunan dan Pemeliharaan Kapal Tunda di lingkungan PT Pelabuhan Indonesia I, II, III, dan IV.

3

Dari hasil pemeriksaan atas pelaksanaan pembangunan kapal tersebut diketahui hal-hal sebagai berikut : a. PT Pelindo I telah melakukan pembayaran uang muka sebesar Rp3.936.000.000,00, angsuran I sebesar Rp4.032.000.000,00, dan angsuran II sebesar Rp5.632.000.000,00 atau seluruhnya sebesar Rp13.600.000.000,00. b. Pada tanggal 4 Februari 2004 PT DKB mengirimkan surat No.022/I/DKB/2004 kepada PT Pelindo I perihal Usulan Addendum Kontrak yang mengajukan permohonan untuk dilakukan addendum kontrak khususnya yang terkait dengan cara pembayaran dan bantuan fasilitas back up letter of credit (L/C) untuk pembelian material impor dan local sebesar EURO1,055,700.00. c. Direksi PT Pelindo I dengan persetujuan Komisaris Utama memberikan penjaminan L/C di Bank BNI 46 untuk pembelian peralatan mesin-mesin utama kapal Tunda senilai Rp12.700.000.000,00 yang selanjutnya diikat dengan perjanjian antara PT Pelindo I dengan PT DKB No.UM.58/18/15/PI-04 tanggal 21 Mei 2004 No.012/I/Kontr/DKB/2004 tentang jaminan penerbitan L/C Bank BNI. Dalam perjanjian tersebut dinyatakan dalam pasal 2 bahwa jaminan PT Pelindo I dilakukan atas penerbitan L/C untuk pengadaan 2 (dua) unit Mesin Engine, 2 (dua) unit Steering Propulsion, 2 (dua) unit Auxiliary Engine-Generator, dan 1 (satu) unit Harbour Generator. Penjaminan L/C tersebut ternyata belum mencukupi pendanaan yang dibutuhkan oleh PT DKB dan masih memerlukan tambahan penjaminan L/C dari semula sebesar Rp12.700.000.000,00 menjadi sebesar Rp19.000.000.000,00. Tambahan penjaminan tersebut diikat dengan perjanjian antara PT Pelindo I dengan PT DKB No. UM.58/6/2/PI-05 tanggal 1 Maret 2005 tentang jaminan penerbitan No. 011/Add.Kontr/I/DKB/2005 L/C Bank BNI. d. Perjanjian addendum penjaminan L/C yang dilakukan oleh PT Pelindo I kepada PT DKB pada tanggal 1 Maret 2005 untuk pengadaan material impor dan lokal sebagaimana tersebut di atas ternyata dilaksanakan setelah berakhirnya jangka waktu dari kontrak pembangunan kapal Tunda yaitu tanggal 29 September 2004. Addendum perjanjian mengenai jangka waktu pelaksanaan kontrak, cara pembayaran, pengaturan hak dan kewajiban kedua belah pihak sehubungan adanya penjaminan L/C tidak dibuat. Sampai dengan saat pemeriksaan BPK-RI berakhir (Maret 2005) pembangunan kapal Tunda oleh PT DKB belum selesai dan atau terlambat + 5 bulan. Atas keterlambatan tersebut PT Pelindo I belum mengenakan sanksi denda. Di dalam suatu ikatan kerjasama pengadaan pekerjaan, lazimnya pembayaran dilakukan oleh pihak pemberi kerja kepada pihak pelaksana pekerjaan secara bertahap

4

atau angsuran, dan pihak pelaksana pekerjaan diwajibkan menyerahkan surat jaminan pelaksanaan yang diterbitkan oleh bank sebesar 5% dari harga pekerjaan dengan masa berlaku sampai dengan selesainya seluruh pekerjaan dan diserahkan kepada pihak pemberi kerja selambat-lambatnya pada saat penandatanganan perjanjian. Kondisi tersebut di atas mengakibatkan deposito PT Pelindo I senilai Rp19.000.000.000,00 tidak dapat dimanfaatkan oleh PT Pelindo I untuk kepentingan perusahaan. Hal tersebut disebabkan : a. Adanya arahan/instruksi Menteri BUMN agar pekerjaan dilaksanakan melalui kerjasama dengan perusahaan BUMN (d.h.i PT DKB) yang tidak dapat dihindari oleh PT Pelindo I. b. Direksi PT Pelindo I kurang tegas dalam menolak permintaan PT DKB untuk memberikan penjaminan deposito. Terhadap permasalahan tersebut Direksi PT Pelindo I memberikan penjelasan bahwa : a. Direksi PT Pelindo I tidak memberikan persetujuan atas usulan addendum dan penambahan waktu penyelesaian disebabkan apabila addendum disetujui, tidak menjamin bahwa PT DKB dapat menyelesaikan pekerjaan sehubungan PT DKB mengalami kesulitan likuiditas keuangan. Sehubungan dengan hal tersebut Direksi PT Pelindo I menitikberatkan pada dukungan keuangan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan sistem pembayaran tetap mengacu pada perjanjian yang ada. b. Dalam pertemuan antara Direksi PT Pelindo I dengan Direksi PT DKB, Direksi PT Pelindo I pernah memberikan teguran secara lisan, akan tetapi secara tertulis tidak dilakukan karena tidak berpengaruh dalam penyelesaian pekerjaan mengingat kondisi perusahaan PT DKB masih mengalami kesulitan likuiditas, sehingga PT Pelindo I meminta jaminan penyelesaian pekerjaan yang jelas dan tepat waktu dari PT DKB yang selanjutnya akan diadakan komitmen baru. BPK-RI menyarankan agar : a. Direksi PT Pelindo I mempertimbangkan kembali pemberian penjaminan deposito kepada PT DKB walaupun PT DKB mengajukan kembali permintaan penjaminan L/C. b. Direksi PT Pelindo I terus memantau pelaksanaan penyelesaian pekerjaan pembangunan kapal.

5

V-PP. 17 TAHUN 2003 Aktiva pada PT Pelindo I Cabang Pelabuhan Sibolga meliputi tanah pelabuhan Aek Habil seluas 68.c. Permohonan Direksi kepada Menteri Keuangan untuk penghapusan aktiva tersebut tidak mendapat jawaban. Aktiva tanah dan bangunan tersebut tidak tercatat sebagai aktiva dalam laporan keuangan PT (Persero) Pelindo I cabang Pelabuhan Sibolga.AV 184/PI. Direksi melalui surat Nomor B. Menteri BUMN dalam membuat kebijakan sinergi BUMN hendaknya mempertimbangkan kondisi riil kemampuan perusahaan BUMN bersangkutan.818. Selanjutnya Direksi PT Pelindo I melalui Surat No.21/62/DK/PP.46 tanggal 16 April 2000 meminta persetujuan kepada pemegang saham (Menteri Keuangan) untuk penghapusan aset dan gudang dengan hak Staatsblad Nomor 83 Tahun 1940 di Pelabuhan Sibolga.I/7-99 tanggal 5 Juli 1999.72 yang menyatakan adanya keinginan masyarakat penghuni tanah tersebut untuk mensertifikatkan hak tanah kepada BPN Kodya Sibolga dan untuk penyelesaiannya diusulkan agar tanah tersebut dijual kepada penghuninya.435 M2 yang terdiri dari tanah pelabuhan lama dan tanah pelabuhan Sambas. PROSEDUR PENJUALAN TANAH DAN BANGUNAN DI SIBOLGA SENILAI Rp6. namun ditolak oleh Gubernur Sumatera Utara dengan surat Nomor 593/30156 tanggal 5 Desember 1991 karena tanah tersebut diperuntukkan sebagai pemukiman penduduk dan kegiatan operasional pelabuhan telah ditetapkan di Pelabuhan Aek Habil Sibolga sesuai Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) Kotamadya Sibolga.505.83 tahun 1940 seluas 95. 2.358 M2 yang digunakan sebagai tempat kegiatan operasional pelabuhan.15 tanggal 11 Oktober 2001 pada prinsipnya menyetujui usulan 6 .XII-53/PI. dan tanah yang dikuasai berdasarkan staatsblad No.HK.000.US. Menindaklanjuti hal tersebut. Pada tanggal 19 Nopember 1998 General Manajer PT Pelindo I Cabang Pelabuhan Sibolga melaporkan kepada Direksi melalui surat Nomor PI-688/A.72/3/25/PI-99 tanggal 25 Mei 1999 dan kemudian disetujui oleh Dewan Komisaris dengan surat Nomor KU. Direksi kemudian memohon persetujuan Dewan Komisaris melalui surat Nomor PP. PT Pelindo I telah mengupayakan pembuatan sertifikat atas tanah dimaksud dengan mengajukan permohonan pemberian sertifikat oleh PT (Persero) Pelindo I Cabang Pelabuhan Sibolga.00 TIDAK SESUAI DENGAN KETENTUAN UNDANG UNDANG NO. melainkan tercatat sebagai aktiva ekstra comptabel. Dengan adanya penolakan tersebut maka proses pendaftaran tanah Pelabuhan Lama dan Sambas menjadi tertunda.21/51/DK/PP-I/6-99 tanggal 18 Juni 1999 dan Nomor KU.

Dana hasil penjualan tersebut digunakan sebagai modal kerja atau tambahan dana investasi PT Pelindo I. karena pada saat itu telah ditetapkan ketentuan Undang Undang No. tanggal 18 Oktober 2004 perihal Persetujuan Perpanjangan Penghapusbukuan Aktiva Tetap PT Pelindo I berupa tanah dan bangunan di Sibolga.000. Hal tersebut disebabkan Menteri BUMN dalam memberikan persetujuan penghapusan aktiva tidak memperhatikan ketentuan Undang Undang No.64 tahun 2001 tentang Pengalihan kedudukan.505.00.505.00 belum memiliki dasar hukum yang kuat. Terhadap permasalahan tersebut Direksi PT Pelindo I menjelaskan bahwa dasar hukum PT Pelindo I melakukan penjualan tanah dan bangunan di Sibolga adalah persetujuan Menteri BUMN sesuai surat No. selaku pengelola fiskal dan wakil pemerintah dalam kepemilikan kekayaan negara yang dipisahkan. 17 tahun 2003.000. 17 tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang keuangan negara menyebutkan bahwa pengelolaan keuangan negara dikuasakan kepada Menteri Keuangan. Atas dasar persetujuan Menteri BUMN tersebut sampai dengan tanggal 31 Desember 2004 PT Pelindo I telah melakukan pengalihan sebagian aktiva tetap berupa tanah dan bangunan dengan menjual kepada pihak ketiga baik secara tunai maupun angsuran dengan nilai sebesar Rp6. Direksi PT Pelindo I segera meminta penghapusan aktiva kepada Menteri BUMN dan disetujui oleh Menteri BUMN melalui Surat No.818. Perusahaan Umum (Perum) dan Perusahaan Jawatan (Perjan) kepada Menteri Negara BUMN.818. 17 tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara yang menyatakan bahwa pengelolaan Keuangan Negara dikuasakan kepada Menteri Keuangan. Hasil pemeriksaan Tim BPK-RI atas prosedur penjualan tanah dan bangunan di Subolga tersebut diketahui bahwa permohonan Direksi PT Pelindo I kepada Menteri BUMN dan persetujuan Menteri BUMN atas penghapusan aktiva berupa tanah dan bangunan di Sibolga tidak tepat. S-565/MBU/2004. S-288/MBU/2003 tanggal 9 September 2003 perihal persetujuan Penghapusan Aktiva Tetap milik PT Pelindo I selaku kuasa pemegang 7 . Bab II Pasal 6 ayat (2 a) Undang-Undang Republik Indonesia No.PT Pelindo I Cabang Sibolga untuk menjual tanah yang digunakan oleh badan hukum yang secara operasional tidak produktif.S-288/MBU/2003 tanggal 9 September 2003 dan dilanjutkan dengan Surat Menteri BUMN No. tugas dan kewenangan Menteri Keuangan kepada perusahaan perseroan (Persero). Atas dasar persetujuan Dewan Komisaris PT Pelindo I tentang penghapusbukuan dan dengan berpedoman pada Peraturan Pemerintah No. Hal tersebut di atas mengakibatkan pelepasan terhadap aktiva berupa tanah dan bangunan di Sibolga senilai Rp6.

64 tahun 2001 tanggal 13 September 2001 tentang Pengalihan kedudukan. 3. dilakukan perkuatan dermaga yang pembangunannya dilakukan berdasarkan Hasil Penelitian Kerusakan Beton Dermaga Konvensional UUTPK oleh Puslitbang Kimpraswil Bandung.UM.280.000. Hasil dari Puslitbang Kimpraswil Bandung tersebut digunakan Bidang Perencanaan dan Konstruksi Kantor Pusat sebagai acuan dalam melakukan perencanaan perkuatan dermaga konvensional. PEKERJAAN PERKUATAN DERMAGA KONVENSIONAL DI UNIT USAHA TERMINAL PETIKEMAS (UUTPK) SEJAK TANGGAL 24 DESEMBER 2004 DIHENTIKAN SECARA SEPIHAK OLEH PT ADHI KARYA TANPA ADA KEJELASAN PENYELESAIAN LEBIH LANJUT Untuk meningkatkan pelayanan bongkar muat di dermaga konvensional di lingkungan Unit Usaha Terminal Petikemas (UUTPK). BPK-RI menyarankan agar Menteri BUMN melaporkan pelaksanaan penjualan tanah dan bangunan di Sibolga kepada Menteri Keuangan untuk mendapatkan pengesahan dari Menteri Keuangan dan untuk yang akan datang hendaknya prosedur penghapusan aktiva memperhatikan ketentuan yang berlaku.saham yang mewakili Pemerintah RI sebagaimana dituangkan dalam PP No.57/16/2/UTPK-03 tanggal 28 Oktober 2003 tentang Pekerjaan Perkuatan Dermaga Konvensional Unit Usaha Terminal Peti Kemas Belawan. tugas dan kewenangan Menteri Keuangan kepada perusahaan perseroan (Persero). UM.00 (termasuk PPN) dan merupakan harga yang tetap.000. Hasil penelitian tersebut kemudian ditindaklanjuti.000. Nilai pekerjaan perkuatan dermaga tersebut sebesar Rp23.725. Untuk dapat melakukan pengawasan atas perkerjaan perkuatan dermaga tersebut maka telah dilakukan perjanjian antara PT Pelindo I UUTPK dengan PT Vini Ventura Consultan sesuai Surat Perjanjian No.00 (termasuk 8 . Jangka waktu dari perkerjaan tersebut adalah 300 hari kalender terhitung mulai tanggal 20 Oktober 2003 sampai dengan tanggal 15 Agustus 2004 dan masa pemeliharaan pekerjaan ditetapkan selama 60 hari kalender terhitung sejak serah terima hasil pekerjaan. dengan melakukan perjanjian antara PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Unit Usaha Terminal Peti Kemas Belawan (PT Pelindo I UUTPK) dengan PT Adhi Karya sesuai Surat Perjanjian No.57.57/17/6/UTPK-03 tanggal 17 November 2003 tentang Pekerjaan Supervisi Perkuatan Dermaga Konvensional Unit Usaha Terminal Peti Kemas Belawan. Perusahaan Umum (Perum) dan Perusahaan Jawatan (Perjan) kepada Menteri Negara BUMN. Nilai pekerjaan supervisi tersebut sebesar Rp791.

pembuatan dual expantion joint.392.77 (Rp25.000. General Manajer UUTPK sesuai surat No.768. Sehubungan dengan hal tersebut.412.254.000.392.00 dan selanjutnya PT Adhi Karya meminta pembayaran atas pekerjaan yang telah dilaksanakan sampai dengan tanggal 24 Desember 2004 sebesar Rp6.000.624.77 – Rp18.00. Nilai tagihan tersebut sudah termasuk pembayaran untuk pekerjaan tambah kurang yang telah dilaksanakan sampai dengan tanggal 24 Desember 9 . melalui surat No.412. belum termasuk biaya tambahan untuk injeksi epoxy pada retakan plat lantai dermaga. Dari nilai pekerjaan sebesar Rp25. Sehubungan tidak adanya kejelasan mengenai penyelesaian pekerjaan. maka pada tanggal 24 Desember 2004 PT Adhi Karya menghentikan pekerjaan di lapangan. Progres pekerjaan sampai dengan tanggal 24 Desember 2004 telah mencapai 109. 114-0/42 tanggal 27 Februari 2004.43 atau 16.737.852.77. PT Adhi Karya telah menerima pembayaran dari PT Pelindo I UUTPK sebesar Rp18.000. pemindahan pipa air dibawah dermaga dan pembongkaran plat lantai dan pekerjaan kecil lainnya dengan biaya sebesar Rp3. Kepala Cabang PT Adhi Karya mengajukan proposal pekerjaan tambah kurang kepada General Manajer UUTPK sehingga nilai keseluruhan pekerjaan perkuatan dermaga konvensional di UUTPK menjadi sebesar Rp28.05% dari nilai kontrak. Namun menurut konsultan supervisi PT Vini Ventura Consultan.PPN) dan merupakan harga tetap.767. General Manajer UUTPK melalui surat No. pihak PT Pelindo I melakukan perubahan desain karena adanya pentahapan pekerjaan yang tidak dapat dikerjakan.000. Atas permohonan General Manajer UUTPK tersebut.852. 57/7/11/UTPK-04 tanggal 4 Juni 2004 mengajukan permohonan persetujuan pekerjaan tambah kurang yang meliputi penambahan poer beton type 3 arah darat. namun pelaksanaan perubahan desain dan pekerjaan tambah kurang tetap dilaksanakan oleh PT Adhi Karya.000.392. terhitung mulai tanggal 6 Nopember 2003 sampai dengan 31 Oktober 2004. Jangka waktu pekerjaan selama 360 hari kalender. progres pekerjaan yang dicapai oleh PT Adhi Karya pada saat menghentikan pekerjaan hanya mencapai 93. Menindaklanjuti surat tersebut.412. Sumut & NAD PT Adhi Karya memberikan persetujuan untuk pekerjaan tambah kurang.UM. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa dalam pelaksanaan pekerjaan.412.00).08% dengan nilai pekerjaan sebesar Rp25.58/9/21/UTPK-04 tanggal 2 Juni 2004 kepada Kepala Cabang I Wil.624.852. Direksi PT Pelindo I belum memberikan persetujuan addendum atas pekerjaan tambah kurang.898. Agar dapat segera dilaksanakannya addendum atas pekerjaan tambah kurang tersebut.77.852.272% dan pekerjaan telah terlambat + 127 hari dari batas waktu pelaksanaan pekerjaan sesuai kontrak yaitu tanggal 15 Agustus 2004. UM.

Pasal 16 ayat (1) menyatakan bahwa segala sesuatu yang belum diatur. maka pekerjaan tahap berikutnya tidak dapat dilaksanakan. Hal tersebut mengakibatkan hasil pekerjaan perkuatan dermaga konvensional di UUTPK tidak dapat segera dimanfaatkan oleh perusahaan. Surat Perjanjian Nomor UM. Pihak General Manajer UUTPK mengambil keputusan yang melampaui kewenangannya yaitu memberikan persetujuan pekerjaan tambah kurang tanpa persetujuan Direksi PT Pelindo I. Terhadap permasalahan tersebut Direksi PT Pelindo I menjelaskan bahwa : a. Pasal 10 ayat (1) menyatakan bahwa penyimpangan dan perubahan-perubahan yang merupakan penambahan atau pengurangan pekerjaan dapat dilakukan setelah mendapat perintah/ijin tertulis dari pihak pertama yang dengan jelas menyebutkan jenis dan perincian pekerjaan. Terhadap tagihan yang telah diajukan oleh PT Adhi Karya tersebut belum dibayar oleh PT Pelindo I UUTPK. serta perubahan-perubahan atau penambahannya akan dibuat dalam perjanjian tambahan (Addendum) yang merupakan bagian yang mengikat dan tidak terpisahkan dari perjanjian ini. b.57/16/2/UTPK-03 tanggal 28 Oktober 2003 tentang Pekerjaan Perkuatan Dermaga Konvensional UUTPK : a. Perubahan desain khususnya pada pemancangan tiang terjadi pada awal pekerjaan. PT Adhi Karya melaksanakan pekerjaan tambah kurang dengan pertimbangan untuk mengejar waktu pelaksanaan sambil menunggu proses legalitas addendum. 10 . Hal tersebut disebabkan : a. Pekerjaan supervisi tetap berlangsung dan yang menjadi dasar atau pedoman dalam pelaksanaan pekerjaan supervisi adalah hasil keputusan dalam Berita Acara Rapat Pembahasan Pekerjaan Tambah Kurang. Apabila PT Adhi Karya hanya berpedoman kepada kontrak dan tidak mau melaksanakan pekerjaan tambah kurang tanpa adanya legalitas addendum. Pelaksanaan perubahan desain dan pekerjaan tambah kurang dilaksanakan oleh PT Adhi Karya mengingat adanya pentahapan pekerjaan yang tidak dapat dikerjakan tanpa melaksanakan pekerjaan sebelumnya yang masuk dalam lingkup pekerjaan tambah kurang. b. Ayat (2) menyatakan bahwa perhitungan penambahan/pengurangan pekerjaan jika tidak tercantum dalam harga satuan pekerjaan dilakukan atas dasar harga yang disetujui oleh kedua belah pihak. Pihak Direksi PT Pelindo I tidak tegas dalam memberi keputusan atas penyelesaian pekerjaan tambah kurang yang telah dilaksanakan oleh PT Adhi Karya.2004.

Legalitas pelaksanaan pekerjaan tambah kurang (addendum) saat ini masih dalam proses penyelesaian. Bersama-sama dengan pihak PT Adhi Karya segera menetapkan kesepakatan mengenai pekerjaan tambah kurang yang harus dikerjakan. General Manajer UUTPK yang melampaui kewenagannya diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.b. BPK-RI menyarankan kepada Direksi PT Pelindo I agar : a. b. 11 .

12 .

Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. dan telah menerbitkan laporan pada tanggal 31 Maret 2005. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material.B/AUDITAMA V/GA/ 03/2005 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit laporan keuangan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I tanggal 31 Desember 2004 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut. diperlukan estimasi dan pertimbangan dari pihak manajemen tentang taksiran manfaat dan 12 BPK-RI / AUDITAMA V . Manajemen PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I bertanggung jawab untuk menyusun dan memelihara suatu pengendalian intern. Dalam perencanaan dan pelaksanaan audit kami atas laporan keuangan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Nomor: 13. Dalam memenuhi tanggung jawabnya tersebut. kami mempertimbangkan pengendalian intern PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I untuk menentukan prosedur audit yang kami laksanakan untuk menyatakan pendapat kami atas laporan keuangan dan tidak dimaksudkan untuk memberikan keyakinan atas pengendalian intern tersebut.

Karena adanya keterbatasan bawaan dalam setiap pengendalian intern. kepada manajemen bahwa aktiva terjamin keamanannya dari kerugian sebagai akibat pemakaian atau pengeluaran yang tidak diotorisasi dan bahwa transaksi dilaksanakan dengan otorisasi manajemen dan dicatat semestinya untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.biaya yang berkaitan dengan pengendalian intern. proyeksi setiap evaluasi atas pengendalian intern ke periode yang akan datang mengandung resiko bahwa suatu prosedur menjadi tidak memadai lagi karena perubahan kondisi yang terjadi atau efektivitas desain dan operasi pengendalian intern tersebut telah berkurang. Suatu kelemahan material adalah kondisi yang dapat dilaporkan yang didalamnya desain dan operasi satu atau lebih komponen pengendalian intern tidak mengurangi resiko ke tingkat yang relatif rendah tentang terjadinya kekeliruan dan ketidakberesan dalam jumlah yang akan material dalam hubungannya dengan laporan keuangan auditan dan tidak terdeteksi dalam waktu semestinya oleh karyawan dalam melaksanakan normal fungsi yang ditugaskan kepadanya. kami memperoleh pemahaman tentang desain pengendalian intern yang relevan dan apakah pengendalian intern tersebut dioperasikan. serta kami menentukan resiko pengendalian. Kami 13 BPK-RI / AUDITAMA V . Untuk tujuan laporan ini. Begitu juga. kekeliruan atau ketidakberesan dapat saja terjadi dan tidak terdeteksi. Pertimbangan kami atas pengendalian intern tidak perlu mengungkapkan semua masalah dalam pengendalian intern yang mungkin merupakan kelemahan material menurut Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. kami menggolongkan pengendalian intern signifikan ke dalam kelompok berikut ini: Keuangan Pemasaran dan Pengembangan Usaha Operasi Personalia dan Umum. Untuk semua golongan pengendalian intern tersebut di atas. Tujuan suatu pengendalian intern adalah untuk memberikan keyakinan memadai. bukan keyakinan absolut.

Auditama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit.mencatat bahwa tidak ada masalah berkaitan dengan pengendalian intern dan operasinya yang kami pandang memiliki kelemahan material sebagaimana kami definisikan diatas. kami mencatat masalah-masalah tertentu yang tidak material berkaitan dengan pengendalian intern dan operasinya disertai saran perbaikannya yang kami kemukakan pada lampiran B. Drs. Misnoto. Namun. 31 Maret 2005 14 BPK-RI / AUDITAMA V . Ak. MA Register Negara No D-1416 Jakarta.

000.424. Hasil pemeriksaan atas piutang usaha yang berumur lebih dari 24 bulan Rp236. Dari Laporan Keuangan UGK per 31 Desember 2004 diketahui terdapat piutang usaha sebesar Rp1.00.00. piutang CV Roda Kencana sebesar Rp37.00 dan piutang kepada Suar Disnav Rp28.00 telah dicatat sebagai biaya dalam Laporan Keuangan tahun buku 2004.000. baik kapal milik maupun kapal pihak ketiga.000.00.727.00.d 6 bulan sebesar Rp358. dan piutang usaha yang berumur lebih dari 24 bulan sebesar Rp236.992.727.000.00.082. tanggal 10 Desember 2001 dengan nilai kontrak sebesar Rp198.d 12 bulan sebesar Rp634. TERDAPAT PENYALAHGUNAAN UANG PERUSAHAAN OLEH MANTAN KEPALA UNIT DAN MANTAN KEPALA BAGIAN ADMINISTRASI DAN KEUANGAN UNIT GALANGAN KAPAL SEBESAR Rp65.000.538. Terhadap permasalahan tersebut Tim BPK-RI telah melakukan koreksi pembukuan dan atas koreksi tersebut pelunasan piutang sebesar Rp171.343.000.00 yang terdiri dari piutang usaha yang berumur 0 s. Jangka waktu pekerjaan ditetapkan selama 30 hari hari kalender dan masa pemeliharaan selama 15 hari kalender setelah pekerjaan selesai 100%.00 diketahui bahwa piutang tersebut terdiri dari piutang PT Pelindo I Cabang Pelabuhan Dumai sebesar Rp171.000.352.00.56/22/01/Dum-2001.000.727.000. sebesar kepada kepada sebesar Penelusuran atas piutang tersebut diketahui sebagai berikut : a. UM.00. Pekerjaan perbaikan kapal Pandu tersebut telah selesai dan telah dibayar oleh PT Pelindo I Cabang Pelabuhan Dumai sesuai dengan bukti pengeluaran kas-bank sebesar Rp171.082. 15 .000.000.000.00 tanggal 9 Juli 2002 untuk pembayaran 95% dari nilai kontrak.Lampiran B 1. piutang usaha yang berumur 18 s.507.000. piutang kusaha yang berumur 6 s.401.000.00 tersebut ternyata tidak dicatat oleh Kepala Unit UGK ke dalam Laporan Keuangan UGK melainkan digunakan oleh yang bersangkutan untuk modal kerja proyek berikutnya.d 24 bulan sebesar Rp190. piutang usaha yang berumur 12 s.000.082.00 YANG BELUM DIAMBIL TINDAKAN OLEH PIHAK DIREKSI Unit Galangan Kapal (UGK) di Belawan adalah unit usaha milik PT Pelindo I yang berusaha dalam bidang kperbaikan kapal.727.d 18 bulan sebesar Rp5.727. Pembayaran sebesar Rp171. Pada tahun 2001 UGK menerima pekerjaan perbaikan kapal Pandu AP-033 dari PT Pelindo I Cabang Pelabuhan Dumai sesuai Surat Perjanjian Pemborongan No.082.00.

098.00 tidak dapat dimanfaatkan oleh perusahaan untuk membiayai operasional perusahaan.820. dan harus ditagih oleh perusahaan.00 dan Kepala Bagian Administrasi dan Keuangan UGK sebesar Rp14.727.923.727.153.00 atau seluruhnya sebesar Rp65.739.000.082. BPK-RI menyarankan kepada Direksi PT Pelindo I agar meningkatkan pengendalian atas penerimaan piutang dan terhadap pegawai yang telah menyalahgunakan uang perusahaan dikenakan sanksi administrasi dan keharusan melunasi uang yang telah disalahgunakan.00 telah diterima pelunasannya oleh Kepala Unit UGK namun penerimaan tersebut tidak dicatat ke dalam Laporan Keuangan UGK melainkan digunakan oleh Kepala Unit UGK sebesar Rp51.000.820.082. namun oleh perusahaan pada saat itu tidak dicatat 16 .b. Terhadap penyalahgunaan uang tersebut.450.727. Hal tersebut disebabkan lemahnya pengendalian atas penerimaan pelunasan piutang dan kurangnya perhatian dari Direksi PT Pelindo I terhadap penyelesaian penyalahgunaan uang yang dilakukan oleh pegawai perusahaan.00.727. 2. Oleh karenanya harus dicatat sebagai Piutang Karyawan.727. Dari nilai tersebut terdapat beban tahun 2002 dan 2003 sebesar Rp16.153.082.00 yang merupakan beban amortisasi atas pekerjaan alur pelabuhan Belawan yang telah dimanfaatkan. Pada tahun 2002 sampai dengan 2003 piutang kepada CV Roda Kencana sebesar Rp37.000.082.000.00 dan piutang kepada Suar Disnav sebesar Rp28. TERDAPAT BIAYA PENYUSUTAN DAN AMORTISASI TAHUN BUKU 2002 DAN 2003 SEBESAR Rp16. sampai dengan saat pemeriksaan Tim BPK-RI berakhir (Maret 2005). Terhadap permasalahan tersebut Direksi PT Pelindo I menjelaskan bahwa pelunasan piutang sebesar Rp65.00 untuk kepentingan pribadi. pihak Direksi PT Pelindo I belum mengambil tindakan kepada yang bersangkutan. Penyalahgunaan uang perusahaan yang dilakukan oleh pegawai perusahaan seharusnya menjadi tanggung jawab bagi pegawai yang bersangkutan.00 YANG PADA SAAT ITU ATAS KEBIJAKAN DIREKSI TIDAK DIBEBANKAN PADA TAHUN BUKU YANG BERSANGKUTAN Pada tahun 2004 biaya penyusutan dan amortisasi (audited) adalah sebesar Rp68.739. Kondisi tersebut di atas mengakibatkan dana sebesar Rp65.082.00 yang digunakan untuk kepentingan pribadi oleh mantan Kepala Unit dan mantan Kepala Bagian Administrasi & Keuangan UGK dicatat sebagai piutang pegawai atas nama yang bersangkutan.

00 Rp 3.899.098.769.00 (Rp68. 3.00 Rp11. Terhadap hal tersebut tim BPK-RI telah melakukan membebankannya sebagai biaya penyisihan piutang tahun buku 2004.720.820.00 – Rp16.359.159.153.00 Hasil penelitian diketahui bahwa terhadap piutang tersebut perusahaan belum melakukan aging piutang atau pengklasifikasian piutang sesuai dengan umurnya.361.038. dengan rincian sebagai berikut: No.659.982. koreksi dengan Sesuai dengan kebijakan akuntansi perusahaan dinyatakan bahwa piutang usaha yang umurnya sudah melewati satu periode akuntansi wajib dibentuk penyisihan 17 . Di masa yang akan datang akan lebih memperhatikan ketentuan mengenai kebijakan akuntansi.450.923.536. Piutang kepada PT Mitrayasa Utamindo 3. Piutang pas pelabuhan 2. Hal tersebut mengakibatkan pendapatan yang diterima perusahaan tahun buku 2004 tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan pada tahun buku 2004.sebagai biaya.739. PERUSAHAAN BELUM MELAKUKAN PENYISIHAN PIUTANG SECARA TEPAT SEBAGAIMANA DITETAPKAN DALAM KEBIJAKAN AKUNTANSI PERUSAHAAN Berdasarkan hasil pemeriksaan atas pos piutang usaha diketahui bahwa terdapat piutang perusahaan yang umur piutangnya sudah melebihi waktu 2 (dua) tahun.646. Nilai biaya penyusutan dan amortisasi yang sebenarnya merupakan beban tahun buku 2004 adalah sebesar Rp51.00 Rp 4.700.748. Terhadap permasalahan tersebut.600.630. Piutang terhadap PT Antam Total Jumlah Rp 3. Direksi PT Pelindo I sependapat dengan temuan BPK-RI dan atas hasil perhitungan BPK-RI setuju untuk dilakukan koreksi.00). Hal tersebut disebabkan pada tahun 2002 dan 2003 Direksi menganggap bahwa pekerjaan pengerukan alur merupakan investasi yang dilaksanakan secara bertahap sehingga dicatat sebagai Aktiva Tetap Dalam Konstruksi. Jenis Piutang 1. BPK-RI menyarankan kepada Direksi PT Pelindo I agar dalam menetapkan kebijakan hendaknya memperhatikan prinsip akuntansi yang berlaku.

Direksi PT Pelindo I sependapat dengan BPK-RI bahwa atas piutang usaha sebesar Rp11.720. Hal tersebut mengakibatkan nilai Rp11.659.00 pada neraca perusahaan. 18 .00 dilakukan penyisihannya pada tahun buku 2004. Terhadap permasalahan tersebut. BPK-RI menyarankan kepada Direksi PT Pelindo I agar lebih memperhatikan kebijakan akuntansi terutama yang menyangkut perlakuan terhadap piutang usaha. piutang dicatat lebih saji sebesar Hal ini disebabkan Direksi PT Pelindo I tidak mematuhi kebijakan akuntansi khususnya mengenai piutang usaha.659.646.720.piutangnya dan jika telah melewati 2 (dua) tahun maka piutang tersebut harus disisihkan 100% dari nilai piutangnya.646.

31 Jakarta 10210 Telp.BPK-RI LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 Nomor Tanggal : 13.D/Auditama V/GA/03/2005 : 31 Maret 2005 Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 5720957. (021) 5700380.d 9 Pesawat 511 Fax. 5738740. 5704395 s. 5723995 . (021) 5700380. 5738727.

...… Laporan Akumulasi Dana Program Kemitraan …………………………………………... Penjelasan atas Pos-Pos Neraca Program Kemitraan …………………………… c...... Catatan atas Laporan Keuangan Program Kemitraan ……………………………….. c.. 3.. Dasar Audit …………………………………………………………………………... Organisasi ……………………………………………………………………………. 4..... Saldo Akhir Dana ……………………………………………………………….. Sasaran dan Ruang Lingkup Audit ………………………………………………….......... Neraca Program Kemitraan ……………………………………………………………… Laporan Aktivitas Program Kemitraan ……………………………………………….. Laporan Arus Dana Program Bina Lingkungan …………………………………………. Penjelasan Penggunaan Dana Program Bina Lingkungan ………………………. a.... d. a... 1.DAFTAR ISI Hal. d... Penilaian Kinerja Pembinaan …………………………………………………… 6.. 7.. Metode Pembukuan ……………………………………………….. Perbandingan Realisasi dan Anggaran Program Bina Lingkungan ……………. Penjelasan Sumber Dana Program Bina Lingkungan …………………………… b. Penjelasan atas Pos-pos Laporan Aktivitas Program Kemitraan ……………….. Uraian Hasil Audit ……………………………………………………………………….. Catatan atas Laporan Arus Dana Program Bina Lingkungan ………………………..... 2. b. 5. 1 7 8 9 10 11 11 11 11 12 12 12 13 18 22 24 26 26 27 29 30 31 . Penjelasan atas Laporan Akumulasi Dana Program Kemitraan ………………… e.... Simpulan Hasil Audit …………………………………………………………………….. Dasar Pengelolaan Dana PKBL ……………………………………….... Hal-hal yang perlu diperhatikan …………………………………………………….

SIMPULAN HASIL AUDIT .

Hasil Audit Pengelolaan Program Kemitraan Dari audit atas pengelolaan Program Kemitraan PT Pelindo I untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 dapat dikemukakan hal-hal sebagai berikut : a. Pendapatan dicatat pada saat diterima pembayaran dan biaya dicatat pada saat pengeluaran dana. Suatu audit meliputi evaluasi terhadap bukti. review dan analisis terhadap kebijakan. Hasil audit dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. sedangkan bunga pinjaman diakui pada saat pembayaran angsuran oleh Mitra Binaan. 1 . efisiensi dan keekonomisan serta kepatuhan pada aturan yang berlaku.D/Auditama V/GA/03/2005 SIMPULAN HASIL AUDIT Kami telah mengaudit pengelolaan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (PKBL) PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I (Pelindo I) untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 periode 1 Januari 2004 sampai dengan 31 Desember 2004. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemeriksaan (SAP) yang diterbitkan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) serta aturan lainnya yang diberlakukan Pemerintah terhadap pengelolaan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan. Sementara untuk piutang pinjaman kepada mitra binaan dicatat sebesar pokok pinjaman dan diakui setelah mendapat otorisasi dari Direksi. Tanggung jawab kami terletak pada hasil penilaian atas pengelolaan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan berdasarkan audit kami. perencanaan. Laporan mengenai pengelolaan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan merupakan tanggung jawab manajemen. Audit dilaksanakan dari tanggal 14 Pebruari 2005 sampai dengan 30 Maret 2005. sistem pengendalian manajemen dan pelaksanaan operasi program. Standar tersebut mengharuskan kami memberikan penilaian atas efektivitas.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : 13. Pembukuan atas transaksi pendapatan dan biaya dilakukan berdasarkan basis kas (cash basis).

d.861. f.569.00 dan pendapatan lain-lain sebesar Rp347.00 dan ekuitas sebesar Rp24.00. penilaian kinerja Program Kemitraan mengacu pada SK Menteri BUMN Nomor: KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat 2 . Aktiva terdiri dari kas dan setara kas sebesar Rp804. biaya operasional termasuk di dalamnya pembelian barang aktiva tetap sebesar Rp281.000. pendapatan bunga pinjaman sebesar Rp587.331.000.00. Total aktiva dan pasiva per 31 Desember 2004 adalah sebesar Rp24.00. pengembalian pokok pinjaman sebesar Rp5.794.960.000. c.002.278.00.00. Sementara itu penggunaan dana tahun 2004 adalah sebesar Rp8.00.000.580.331.542.000.00 terdiri dari saldo awal dana sebesar Rp769.424.371.000.000.00.666.00 terdiri dari pinjaman kepada mitra binaan sebesar Rp6.951.500.769. Dari surplus itu telah digunakan sebesar Rp77.960.714.000.008.618.424.00.000. penerimaan dari mitra binaan yang belum diketahui identitasnya sebesar Rp32.141.522. piutang pinjaman Mitra Binaan sebesar Rp22. aktiva lancar lainnya sebesar Rp18.909.395.00. Untuk tahun 2004 realisasi penyaluran pinjaman dana Program Kemitraan dan hibah adalah sebesar Rp6. Pasiva terdiri atas kewajiban lancar sebesar Rp36.S-88/MBU.354. Dengan demikian saldo akhir dana adalah sebesar Rp804.813.436.337.00.340.181.826.100.000.819.S/2004 tanggal 31 Maret 2004 sebesar Rp9. penerimaan uang dari BUMN sebesar Rp1.00.00.216. Pinjaman dan hibah seluruhnya disalurkan di wilayah Nanggroe Aceh Darussalam.00. aktiva tetap sebesar Rp77.340.00.000.00.911.860.000.018.00. alokasi laba tahun 2003 sebesar Rp1.00.00. yang jumlahnya masing-masing sebesar Rp203.950.264.00 untuk pembelian barang inventaris dan kendaraan roda dua yang kemudian dicatat sebagai aktiva tetap.219.591.463.00.00. Dana tersedia untuk program kemitraan tahun 2004 sebesar Rp8.47% dari yang dialokasikan sesuai dengan surat Menteri BUMN No. penerimaan dari kas perusahaan sebesar Rp2.891.500.463.599.647.766.00 dan aktiva lain-lain sebesar Rp1.00.00. sebesar Rp848.129. Berdasarkan Keputusan Menteri BUMN No.00 dan Rp636. Selama tahun 2004 terdapat surplus sebesar Rp432. dana penjaminan KUM-LTA pada PT (Persero) Bank Mandiri Tbk. Total biaya operasional setelah ditambah dengan pembelian aktiva tetap adalah sebesar Rp281.00.753.278.00 sebagai akibat dari pengeluaran biaya operasional Program Kemitraan yang tidak melampaui pendapatan bunga pinjaman dan jasa giro bank.694. sisa penyisihan laba tahun 2002 sebesar Rp500.337.000.00 e.424. hibah sebesar Rp269.643.461.666. uang muka Bina Lingkungan sebesar Rp18.473. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003. Sumatera Utara dan Riau. pengembalian pokok pinjaman dari piutang yang bermasalah Rp70.00.000.719.b. pendapatan jasa giro Rp 47.00 atau 70.736.753.637.

070.217. Tidak diaturnya sanksi yang tegas dalam surat perjanjian terhadap Mitra Binaan yang kreditnya menunggak. Hasil Audit Atas Pengelolaan Program Bina Lingkungan Jumlah sumber dana Program Bina Lingkungan tahun 2004 adalah sebesar Rp3. 2.570.Kesehatan Badan Usaha Milik Negara.99% dari dana yang tersedia. penyisihan laba tahun 2003 sebesar Rp2.00 tidak sejalan dengan ketentuan yang berlaku.101.538.727. Tingkat kolektitibilitas pengembalian pinjaman mempunyai skor 2 dengan tingkat kolektibilitas pinjaman 55.232. 3.032. b.00 atau 32. sehingga Mitra Binaan terkesan menyepelekan.691.153.332.540. dan tidak adanya itikad baik walaupun usahanya berkembang.000.69% dari pinjaman.500.130. Hal ini disebabkan Direksi Direksi PT Pelindo I tidak memperhatikan ketentuanketentuan yang berlaku sebelum menyetor dana penjaminan KUM-LTA kepada PT Bank Mandiri.00 3.472.00.372.099. Piutang pinjaman sebesar Rp7. Dana sejumlah tersebut dialokasikan untuk bantuan Bina Lingkungan sebesar Rp2.00 terdiri dari sisa dana tahun sebelumnya sebesar Rp1.00. Penempatan dana penjaminan dalam rangka Kredit Usaha Mikro Layak Tanpa Agunan (KUM-LTA) oleh PT Pelindo I pada PT (Persero) Bank Mandiri Tbk. Dengan demikian saldo akhir dana adalah sebesar Rp1. Kinerja Program Kemitraan PT Pelindo I adalah sebagai berikut: Tingkat efektivitas penyaluran dana mempunyai skor 2 dengan tingkat penyaluran dana 87. 3 .940.00.937.000. Hal tersebut disebabkan: 1.859. Unit PKBL PT Pelindo I kurang intensif dalam melakukan pemantauan.400.438.00. dan pendapatan lain-lain sebesar Rp35. Kesalahan persepsi Mitra Binaan tentang dana pinjaman yang menganggap dana bantuan tidak perlu dikembalikan.000. Penggunaan dana Program Bina Lingkungan untuk tahun 2004 adalah sebesar Rp2. Sebesar Rp848.00. 2.000.078. biaya sehubungan dengan penyerahan dana bina lingkungan dan pengelolaan rekening di bank sebesar Rp51. pembinaan dan penagihan. Selain itu Meneg BUMN telah melakukan tindakan perintah penyetoran dana milik BUMN ke PT Bank Mandiri dalam rangka penjaminan KUM-LTA yang tidak sesuai dengan Keputusan Menteri BUMN yang berlaku.. Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan a.00.17% dari total piutang pinjaman merupakan piutang pinjaman macet.

Terdapat kendala teknis bagi Mitra Binaan dalam melakukan pembayaran melalui mekanisme perbankan. Struktur organisasi Unit PKBL di cabang-cabang belum sepenuhnya mandiri dan didukung dengan jumlah personil yang memadai. Kurangnya kesadaran dari Mitra Binaan dalam melaksanakan kewajiban untuk melaporkan perkembangan usahanya. Mitra binaan tidak menyelenggarakan pencatatan/pembukuan dengan tertib dan seluruhnya tidak pernah menyampaikan laporan keuangan periodik kepada Bagian PKBL PT Pelindo I. 2. Mitra Binaan kurang memiliki kemampuan manajerial untuk membuat laporan triwulanan/tahunan walaupun sudah mendapat pengarahan mengenai bentuk laporan dari pengurus PKBL pada saat pencairan dana. khususnya untuk Mitra Binaan yang berlokasi jauh dari bank. Bagian PKBL kurang intensif dalam melakukan kegiatan monitoring dan pembinaan sehubungan dengan pembayaran-pembayaran yang dilakukan mitra. d. Kondisi tersebut disebabkan Direksi kurang tanggap untuk segera memperbarui SK Direksi tentang Pedoman Pembukuan PKBL dengan mengacu kepada ketentuan terbaru. Penyajian laporan PKBL PT Pelindo I belum sepenuhnya sesuai dengan format penyajian laporan sebagaimana yang ditetapkan dalam Surat Keputusan dan Surat Edaran Menteri BUMN.000. Kegiatan monitoring terhadap pembayaran-pembayaran yang dilakukan oleh mitra binaan belum sepenuhnya dilakukan sebagaimana mestinya. Hal tersebut disebabkan: 1.4. Tidak adanya sanksi yang tegas bagi Mitra Binaan yang tidak mengirimkan laporan keuangan periodik. BPK-RI menyarankan kepada Direksi PT Pelindo I agar dana yang telah disetorkan sebesar Rp848. 4. Hal tersebut disebabkan manajemen kurang mempertimbangkan unsur efektivitas dalam pembagian tugas rutin divisi/bagian keuangan pada masing-masing cabang dan kurang perhatian atas pengelolaan dana PKBL. c.00 tersebut diubah statusnya menjadi deposito atau giro 4 . Rekomendasi Terhadap permasalahan di atas. f. Kondisi tersebut disebabkan: 1. BPK-RI merekomendasikan kepada Direksi PT Pelindo I sebagai berikut : a.000. 3. 2. Kurangnya pengetahuan/kesadaran Mitra Binaan untuk mengirimkan bukti setoran ke Bagian PKBL yang dapat digunakan sebagai dasar monitoring pembayaran angsuran pinjaman. e.

Untuk menyelesaikan masalah pembayaran yang tidak diketahui identitas Mitra Binaannya disarankan agar Direksi PT Pelindo I: (1) Memberikan perhatian lebih terhadap masalah ini diantaranya dengan memberikan tambahan biaya operasional guna membiayai kegiatan konfirmasi kepada Mitra Binaan dan koordinasi dengan bank penerima. MA. BPK-RI menyarankan kepada Direksi PT Pelindo I agar segera menetapkan Keputusan Direksi mengenai Pedoman Pembukuan dana PKBL dengan mengacu kepada ketentuan terbaru dari Kementerian BUMN. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit Drs. Memberikan pengarahan yang tepat kepada Mitra Binaan tentang status dana pinjaman dan penggunaannya yang tepat. Direksi PT Pelindo I segera membentuk unit KBL di cabang-cabang khususnya yang masih dirangkap oleh Dinas Keuangan. 31 Maret 2005 5 . d. Register Negara No.. Menetapkan persyaratan jaminan yang sifatnya dapat mengikat Mitra Binaan agar bersedia menyelesaikan pinjamannya serta memberikan sanksi yang lebih tegas. monitoring. (2) Untuk selanjutnya dalam penyaluran pinjaman dibuat kartu angsuran yang dapat diisi oleh petugas bank penerima tentang jumlah setoran yang dilakukan sebagai sarana monitoring terhadap pembayaran yang dilakukan oleh Mitra Binaan. D-1416 Jakarta. dan penagihan secara lebih intensif kepada Mitra Binaan yang menunggak. f. Untuk mengatasi piutang macet disarankan agar Direksi PT Pelindo I : (1) (2) (3) Melakukan pembinaan. Ak. b. c. Misnoto. dan dibukukan sebagai deposito atau giro milik PT Pelindo I.jaminan kredit sesuai dengan Surat Meneg BUMN No. (4) Melanjutkan usaha melalui kerjasama dengan pihak KP2LN. Untuk mengatasi laporan periodik yang tidak dibuat disarankan kepada Direksi PT Pelindo I agar bagian PKBL memberikan pengarahan dan bimbingan kepada Mitra Binaan baik dalam pembuatan laporan maupun kemampuan manajerial. e.290/MBU/2004 tanggal 4 Juni 2004 tentang Penjaminan Dana Program Kemitraan Untuk Kredit Usaha Mikro.

LAPORAN KEUANGAN PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN .

279.980.000 33.646.1 15.054.000.7 2.417 5.980.369.473.000 (269.b.991 23.714 18.473.950.000 77.760 22.666 5.408 769.429.618.666 36.734.895 500.750.b.518 789.129 792.000 (337.861.408 1.657.408 - Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan 7 .492 5.461.436.000 5.994 23.500 22.463 24.646.129 21.4 5.000 61.000 22.5 15.054.720.522 20.b.b.911.766.657.100) 362.960.323.599.3 5.8 23.646.992.637 24.b.569.682.000 721.646.340) 432.637 1.000.991 792.766.000.988.408 23.825.395 24.514 1.337.219.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I NERACA PROGRAM KEMITRAAN Per 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan dalam Rupiah Penuh Kecuali Dinyatakan Lain) Catatan AKTIVA Aktiva Lancar Kas dan Setara Kas Kas Giro Piutang Pinjaman Mitra Binaan Piutang Alokasi Laba Aktiva Lancar Lainnya Jumlah Aktiva Lancar Aktiva Tetap Kendaraan Inventaris Kantor Nilai Buku Aktiva Tetap Aktiva Lain-lain Dana Penjaminan KUM-LTA Piutang Bermasalah Jumlah Aktiva Lain-lain Jumlah Aktiva KEWAJIBAN DAN EKUITAS Kewajiban Lancar Hutang pada Kas Perusahaan Uang Titipan Jumlah Kewajiban Lancar Ekuitas Saldo Awal Ekuitas Alokasi Laba Tahun Berjalan Hibah Tahun Berjalan Surplus (Defisit) Tahun Berjalan Jumlah Ekuitas Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 31 Desember 2004 31 Desember 2003 5.b.647.054.261.2 5.b.002.000.757.b.643.461.054.6 848.694.

c.628 5.000 1.522 859.639 26.100 406.273 10.000 337.000.000 178.000.000 5.250.000 5.371.950.377.000.618.400.000 1.354 32.219.689.000.100 10.000 2.c.100.897.690 24.678.063.000 151.171.500.8) 5.819 5.549.883 5.4) 5.c.000 3.000.c.100.666 3.424 432.890 103.000 340.000.354 453.960.395 77.354.694. Surplus (Defisit) ( D – E ) G.14) 31 Desember 2003 916.000 1.100.719.c. Penggunaan Dana Pinjaman Sektor Industri Sektor Perdagangan Sektor Pertanian Sektor Peternakan Sektor Perkebunan Sektor Perikanan Sektor Jasa Jumlah Pinjaman Hibah Dana Penjaminan KUM-LTA Uang Muka Bina Lingkungan Jumlah Penggunaan Dana C.883 587.000 18.064.000 1.000 8.000 30.9) 5.580.700.000.340 848.c.120.951.823.994 769.000 6. Dana yang Tersedia Saldo Awal Dana Sisa Penyisihan Laba Tahun 2001 Sisa Penyisihan Laba Tahun 2002 Alokasi Penyisihan Laba yang Diterima Pengembalian Dana dari Program Bina Lingkungan Penerimaan Pengembalian Pokok Pinjaman Penerimaan Pengembalian Pinjaman Bermasalah Penerimaan dari Mitra Binaan belum Teridentifikasi Penerimaan Lainnya Jumlah Dana yang Tersedia B.000 269.13) Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan 8 .018.727.769 47.889 362.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I LAPORAN AKTIVITAS PROGRAM KEMITRAAN Untuk Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan dalam Rupiah Penuh Kecuali Dinyatakan Lain) 31 Desember 2004 769.800.199 90.11) 5.000 3.370.466.c.000 804.911.141 636.000.10) 841.278 66. Pendapatan Bunga Pinjaman Jasa Giro Pendapatan Lain-lain Jumlah Pendapatan E.648.000 121.c.800.900. Sisa Dana yang Tersedia ( A – B ) D.c.647.131.909 347.5) 5.541.3) 5.177.7) 5.757.723 Catatan A.891.423.000 437.500 7.410.117.197.c.181 70.355 3.12) 5.826.657 203.1) 5.6) 5. Pembelian Aktiva Tetap H. Saldo Akhir Dana ( C + F – G ) 5.572.904. Monitoring dan Penagihan Beban Administrasi Jumlah Beban Operasional F.528 323.c.016.767 13.591.720.15) 189.16) 5.840 450.337.500.c.618.c.409.000 114.522 500.065. Beban Operasional Beban Survei.c.352.c.2) 5.c.900.753.726.457.000 9.800.

1) 5.361.925.743.d Tahun 2004: Bunga Pinjaman Jasa Giro Pendapatan Lain-lain Jumlah akumulasi penerimaan pendapatan Akumulasi Sumber Dana s.668.466.702 28.6) 4.733 9 . Akumulasi Sumber Dana: Akumulasi Alokasi Penyisihan Laba s.850 3.d 31 Desember 2004 Catatan: 1.548 26.700 2.683 25.785.370.625.073.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I LAPORAN AKUMULASI DANA PROGRAM KEMITRAAN Untuk Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 (Dinyatakan dalam Rupiah Penuh Kecuali Dinyatakan Lain) Catatan I.695.5) 911.d Tahun 2002 Akumulasi Penerimaan Pendapatan Tahun 2003 s.d.000 13.869.555.010 43.000 2.d Tahun 2004: Pengusaha Kecil Nanggroe Aceh Darussalam Sumatera Utara Riau Jumlah penyaluran ke Pengusaha Kecil Koperasi Nanggroe Aceh Darussalam Sumatera Utara Riau Jumlah penyaluran ke Koperasi Akumulasi Penyaluran Pinjaman s.400.4) 5.460 574.000 5.896. Akumulasi Penyaluran Dana : Akumulasi Penyaluran Pinjaman s.699. menunggak maupun yang masih berjalan.000 907.910.d Tahun 2004: Nanggroe Aceh Darussalam Sumatera Utara Riau Jumlah penyaluran hibah Jumlah Akumulasi Penyaluran Dana s.3) 5.d 31/12/2004 II.368.d 31/12/2004 Akumulasi Penyaluran Hibah s.248 1.d.659 151.194.d. karena selama ini pencatatan hanya berdasarkan jenis Mitra Binaan yang dikelompokkan dalam pengusaha kecil dan koperasi serta per wilayah Mitra Binaan. baik yang telah lunas.000 210.654.247.627.429.750.633.d. Rincian akumulasi penyaluran dana berdasarkan sektor usaha belum dapat disajikan.250.495 1.d.7) 1.000 39.d.722. 2.120.997.010 5.d. Penyaluran pinjaman merupakan seluruh pemberian pinjaman kepada Mitra Binaan yang telah diberikan.362.720.000 17. Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan 5.d Tahun 2003 Akumulasi Penerimaan Pendapatan s.113.679.000 35.090.089.489.2) 5.545.000 3.

2) 2.989.2) 6.438. Pengembangan Prasarana & Sarana Umum e.000 3.000 17.101.3) 6. Penggunaan Dana 1.000 112.217.332.000 269.153.000 48.b.540 2.b.517.500 3. Dana yang Tersedia 1.500 437.000 35.859.a. Beban Administrasi Jumlah Beban Operasional 3.000 63.571.500.472.610 8.b.000.000.b. 6. Eks Laba Tahun 2003 Keputusan RUPS Sisa Dana Belum Diterima Dana yang Diterima Tahun Berjalan 3.650.620.373.500 3.b.085.000 693.111.171.000.099. Alokasi Penyisihan Laba yang Diterima a.859.727. Saldo Akhir Dana ( A .691.775.980 6.920.356. Bantuan Korban Bencana Alam b.850 2. Program Bina Lingkungan a. Penerimaan Lain-lain Jumlah Dana yang Tersedia B.320.000 36. Eks Laba Tahun 2002 Keputusan RUPS Sisa Dana Belum Diterima Dana yang Diterima Tahun Berjalan b.040 51. monitoring/ evaluasi dan penyerahan bantuan b.130 5. Bantuan Pendidikan dan atau Pelatihan c.050 29.940 6.1) 6.000 915. Saldo Awal Tahun 2.000.400 724.000 2.000 20.372.500.232.920.b.a.a.6) 6.000 2.B ) 6. Bantuan Peningkatan Kesehatan d.846.274.3) 6.c.b. Pengembalian Dana ke Kas Kemitraan Jumlah Penggunaan Dana ( 1 + 2 +3) C.232.232.064.000.000 1.570 31 Desember 2003 Catatan A.800 3.570 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan 10 .299.410 1. Bantuan Seni Budaya Jumlah Bantuan Bina Lingkungan 2.4) 6.7) 24.727. Bantuan Sarana Ibadah f.337. 1.217.5) 6.226.000.070 3.980 3.438.1) 6.538.410 1. Beban survey/penelitian.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I LAPORAN ARUS DANA PROGRAM BINA LINGKUNGAN (PBL) Untuk Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan dalam Rupiah Penuh Kecuali Dinyatakan Lain) 31 Desember 2004 1. Beban Operasional dan Lain-lain a.b.

URAIAN HASIL AUDIT .

Audit atas pengelolaan dana Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan yang meliputi Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Program Kemitraan dan Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Bina Lingkungan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2004 dilakukan oleh BPK-RI.64/ST/VII-XV.URAIAN HASIL AUDIT 1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan dan peraturan perundangan lainnya yang berlaku. Dasar Audit Audit dilaksanakan berdasarkan: a. tanggal 25 Mei 2000 tentang Pedoman Pelaksanaan Program PUKK. 11 . Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 316/KMK. c. Tanggung jawab kami terletak pada hasil penilaian atas pengelolaan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan berdasarkan audit kami.2/1/2005 tanggal 26 Januari 2005 untuk melakukan audit atas Laporan Keuangan serta Program Kemitraan dan Bina Lingkungan PT Pelindo I Tahun Buku 2004. Perubahan Ketiga Undang-undang Dasar Tahun 1945 pasal 23 E dan pasal 23 G. 3. Dasar Pengelolaan Dana PKBL a. b. c. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia/ Kepala Badan Pembina Badan Usaha Milik Negara Nomor: KEP–216/M–PBUMN/1999 tanggal 28 September 1999 tentang Program Kemitraan dan Bina Lingkungan. 21 /ST/VII-XV. Laporan mengenai pengelolaan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan merupakan tanggung jawab manajemen. Ruang lingkup audit mencakup ketaatan pengelolaan dana PKBL terhadap ketentuan dan peraturan yang berlaku. d. Sasaran dan Ruang Lingkup Audit Sasaran audit adalah pertanggungjawaban pengelolaan dana Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (PKBL) yang dikelola oleh Bidang PKBL PT Pelindo I. b.016/1994 tanggal 27 Juni 1994 tentang Pedoman Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi melalui Pemanfaatan Dana dari Bagian Laba Badan Usaha Milik Negara. 2. Laporan Hasil Audit ini dihasilkan dari kegiatan audit yang dilaksanakan berdasarkan Standar Audit Pemeriksaan (SAP) yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) serta aturan lainnya yang diberlakukan pemerintah terhadap pengelolaan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (PKBL).2/9/2004 tanggal 30 September 2004 dan No. S-336/M-MBU/2002 tentang Program Bina Lingkungan. Surat Edaran Menteri Keuangan Nomor SE-31/MK/2000. Surat Menteri BUMN No. untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004. Surat Tugas Badan Pemeriksa Keuangan No.

Pendapatan dicatat pada saat diterima pembayaran dan biaya dicatat pada saat pengeluaran dana. ASM Pembinaan dibantu oleh dua orang staf. sedangkan bunga pinjaman diakui pada saat pembayaran angsuran oleh Mitra Binaan.S/2004 tanggal 31 Maret 2004 tentang penetapan alokasi dana Program Kemitraan di setiap propinsi tahun 2004. Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. Bidang KBL dibentuk terakhir berdasarkan Surat Keputusan Direksi Nomor: PR. 12 . SE. Surat Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Nomor: S-88/MBU. Dalam melaksanakan tugasnya SM dibantu oleh dua orang Asisten Manajer (ASM) yaitu: ASM Pembinaan Kemitraan dan Bina Lingkungan serta ASM Administrasi dan Pelaporan. 4. dan Pelaporan : Asnul Arifin. Organisasi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan di PT Pelindo I dikelola oleh Bidang KBL di Kantor Pusat yang merupakan suatu unit tersendiri di bawah Direktorat Keuangan.01/1/10/PI-04 tanggal 8 April 2004 dan bertanggung jawab atas pengelolaan Dana KBL. Metode Pembukuan Pembukuan atas transaksi pendapatan dan biaya dilakukan berdasarkan basis kas (cash basis). MM ASM Pembinaan Kemitraan dan BL : Kamron Pasaribu. AMKK Staf Pembinaan Kemitraan dan BL Mangara Lumbantobing. SE Staf Adm. sedangkan ASM Administrasi dan Pelaporan dibantu oleh seorang staf. SE. Susunan personil Bidang KBL di Kantor Pusat sebagai berikut: SMB Kemitraan dan BL : Daud Tarigan. Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: KEP–100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 Tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara. h. dan Pelaporan : Amin Rahmansyah. 5. Catatan atas Laporan Keuangan Program Kemitraan a. f. SE Untuk pengelolaan dana KBL di tingkat Cabang Utama dan beberapa cabang telah dibentuk Bagian KBL di bawah Manajer Keuangan sementara di cabang yang belum ada Bagian KBL tersendiri dirangkap oleh Manajer Keuangan. SE. Untuk piutang pinjaman kepada Mitra Binaan dicatat sebesar pokok pinjaman dan diakui setelah mendapat otorisasi dari Direksi. ASM Adm. Apul Sinaga.e. Bidang KBL dipimpin oleh seorang Senior Manajer (SM). g. Surat Edaran Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.

997 15.560.034.152 7.872.441.825 13.109.928.045.907.029.092 769.391.838.706.002 27.057.267 13.503 16.522 6.175.955 1.693 15.765.478 1.509.185.894 1.690 102.760 804.794.275 42.430 66.510 789.661 134.297.503 32.522 769.125 1.753.832 59.266.905 17.318.223 33.518 31-12-2003 Rp - 13 .369.710 4.364 15.357.b.182 23.403 16.618.429.386 5.137 55.052 677.319 256.590 118.700 78.482.875.190.023.803. Penjelasan Pos-Pos Neraca Program Kemitraan per tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 1) Kas dan Setara Kas Saldo Kas dan Setara Kas yang dimiliki Program Kemitraan adalah sebagai berikut: 31-12-2004 Rp Kas : Kas Meulaboh Cabang Malahayati Kas Cabang Tanjung Pinang Jumlah Kas Giro : Bank BNI Cabang Malahayati Cabang Lhokseumawe Cabang Kuala Langsa Cabang Kawasan Industri Medan (KIM) Cabang Balige Cabang KIM / Rekening Cabang Belawan Cabang Sibolga Cabang Gunung Sitoli Cabang Dumai Cabang Pekanbaru Cabang Tanjung Pinang Cabang Bengkalis Cabang Tembilahan Cabang Selat Panjang Cabang Tanjung Balai Karimun Bank BRI Cabang Balige Cabang Rengat Bank Sumut Cabang Belawan Cabang Tanjung Balai Asahan Bank Bukopin Medan Bank Syariah Mandiri Medan Kantor Pos Pekanbaru Jumlah Giro Jumlah Kas dan Setara Kas 491.015.541 132.035 20.555 10.656.645.965.509.428.764.300 31.002 6.855 15.484 13.713 29.323.413.278 8.920 6.910.805 75.332.136.302.127.675 1.220 11.655.618.840 41.

136 20.643.002.113. Aceh D.064 7.120.000 1.800.643.992.700.369.000 1.000 (5.141.924.000 (3.000 5.900.643.028.369.200.181) 22.100.826.710.000 3.000 10.100.100.2) Piutang Pinjaman Mitra Binaan Saldo piutang pinjaman Mitra Binaan per 31 Desember 2004 dan 2003 masing-masing sebesar Rp22.273) 20.400. belum termasuk saldo piutang bunga dengan rincian sebagai berikut : 31-12-2004 Saldo piutang awal tahun Penyaluran pinjaman tahun berjalan Angsuran pinjaman Saldo piutang pinjaman Mitra Binaan Rp 20.000 Riau 146.992.363 1.303.992.000 4.980 3.000 Total 841.000 178.980.00 adalah saldo piutang pokok.000 437.000 50.100.895 Penyaluran pinjaman tahun 2004 sebesar Rp6.895.700.00 dan rincian penyaluran per jenis usaha dan per wilayah Mitra Binaan dengan rincian sebagai berikut: Sektor Industri Perdagangan Pertanian Peternakan Perikanan Jasa Jumlah N.678.136.000 Sesuai dengan tingkat kelancaran pembayarannya saldo piutang Mitra Binaan per 31 Desember 2004 dan 2003 dapat diklasifikasikan sebagai berikut : 31-12-2004 Rp Lancar Kurang lancar Diragukan Macet Saldo piutang pinjaman Mitra Binaan 8.769.135.892.000 420.061.591.356.369.000 6.000 30.855.000 33.400.000 534.714.790.756.100.246 5.377.002.168 9.800.615.580.416 4.591.000 11.000.000 Sumut 694.000 1.032 22.937.000 332.900.972.000 118.400.002. 445.000 1.200.484.895 Kriteria kualitas piutang pada Mitra Binaan untuk tahun 2003 disusun berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor: KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 Pasal 24 tentang penggolongan kualitas pinjaman yang ditetapkan sebagai berikut: Lancar Kurang lancar Diragukan Macet : Pembayaran tepat atau sebelum jatuh tempo : Keterlambatan pembayaran 1 s/d 180 hari setelah jatuh tempo : Keterlambatan pembayaran 180 s/d 360 hari setelah jatuh tempo : Keterlambatan pembayaran 360 hari ke atas setelah jatuh tempo 14 .00 dan Rp20.372 1.591.995.000.823.002.714 31-12-2003 Rp 11.011.000 30.900.900.300.000.500.000.000.895 6.992.714 31-12-2003 Rp 15.000.900.900.369.000 1.078.

Hal ini karena belum adanya pemisahan antara Rekening Bank Kemitraan dan Bina Lingkungan. yang dananya diambil dari surplus sisa hasil usaha.637 1.766.000 31-12-2003 Rp - 6) Aktiva Lain-lain 31-12-2004 Rp Dana Penjaminan Kredit Usaha Mikro Layak Tanpa Agunan (KUM-LTA) PT (Persero) Bank Mandiri Tbk. Untuk tahun buku 2004 seluruh penyisihan laba dari alokasi laba tahun 2003 telah semuanya diterima. Cabang Tanjung Pinang dan Cabang Lhokseumawe.980. 31-12-2004 Rp Kendaraan Inventaris Kantor Nilai Buku Aktiva Tetap 15. sehingga per 31 Desember 2004 tidak terdapat lagi piutang alokasi laba.00 merupakan saldo uang muka.00 dan telah dilunasi oleh perusahaan pada tahun 2004. Pembelian barang inventaris dan kendaraan merupakan komponen biaya operasi dan pembelian aktiva tetap tersebut harus dicatat dalam Neraca Program Kemitraan.960.766.657.637 Piutang Bermasalah Nilai Buku Aktiva Tetap 15 . Nilai buku aktiva tetap per 31 Desember 2003 sebesar Rp77. untuk kegiatan Program Bina Lingkungan di cabang Dumai yang diambil dari Dana Program Kemitraan.3) Piutang Alokasi Laba Merupakan saldo alokasi dari laba yang telah disisihkan namun belum diterima oleh Bidang KBL PT Pelindo I.000.000.991 792. 5) Aktiva Tetap Akun ini untuk mencatat jumlah pembelian aktiva tetap.00 berupa inventaris kantor dan kendaraan roda dua yang dibeli tahun 2004 di Kantor Pusat. Penyusutan atas aktiva tetap tersebut belum dilakukan mengingat pembukuan Program Kemitraan menggunakan sistem pencatatan cash basis. walaupun kegiatan ini telah dilaporkan dan dipertanggungjawabkan pada Laporan Bina Lingkungan. 31-12-2003 Rp 792.000 77.657. 4) Aktiva Lancar Lainnya Saldo aktiva lancar lainnya per 31 Desember 2004 sebesar Rp18. sesuai dengan Surat Edaran Menteri BUMN Nomor: SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003.000.569.000 61.980.000 721.500.960.000. Saldo piutang alokasi laba per 31 Desember 2003 sebesar Rp500.991 848.337. Cabang Belawan.

661.639.766.00 merupakan piutang pinjaman pokok Mitra Binaan yang bermasalah (piutang macet) yang berasal dari penyaluran dana sampai dengan tahun 1996.341 Jumlah 336.374 45.978 7) Kewajiban Lancar 31-12-2004 Rp Hutang pada kas perusahaan Uang Titipan BUMN Uang Titipan Mitra Binaan Jumlah Kewajiban Lancar 2.00 karena adanya pelunasan sebesar Rp70.354.998 357.766.735 3.930. sebesar Rp848.637 Bunga 14.000 32.950.899.000 1.666 36. Saldo piutang bermasalah ini per 31 Desember 2004 mengalami penurunan dari saldo piutang bermasalah per 31 Desember 2003 yang mencapai sebesar Rp792.380. 8) Ekuitas Akun ini merupakan akumulasi dana yang berasal dari penyisihan laba perusahaan sejak tahun 1989 setelah adanya penerimaan dan pengeluaran untuk kepentingan operasional dengan perhitungan sebagai berikut: 16 .666 31-12-2003 Rp - Hutang pada kas perusahaan sebesar Rp2.305.000. Uang titipan BUMN sebesar Rp1.204 386.610. Sumut Riau Jumlah Mitra Binaan 33 14 2 49 Pokok 322.861.00 di Cabang Malahayati merupakan dana talangan sementara dari kas perusahaan untuk biaya monitoring Mitra Binaan.666.480. Piutang bermasalah sebesar Rp721.000. Uang titipan Mitra Binaan sebesar Rp32.355.Dana Penjaminan Kredit Usaha Mikro Layak Tanpa Agunan (KUM-LTA) pada PT (Persero) Bank Mandiri Tbk.891.991.000.911.000 721.569.950.00 merupakan dana yang ditempatkan sebagai pelaksanaan dari arahan Menteri BUMN agar BUMN menyimpan sejumlah dana dari Program Kemitraan sesuai dengan jumlah yang ditetapkan Kementerian BUMN sebagai jaminan untuk pemberian kredit kepada pengusaha kecil dari Bank Mandiri. Rincian piutang bermasalah tersebut sebagai berikut: Wilayah N.000.00. Aceh D.637.400 46.206 28.911.00 merupakan pelunasan atas pokok pinjaman dan bunga dari Mitra Binaan yang sampai dengan posisi tangga 31 Desember 2004 belum teridentifikasi Mitra Binaannya.400 768.00 di Cabang Dumai merupakan titipan dana untuk sharing kegiatan dari PT Pos Indonesia (Persero).639 41.000.844.657.000.

340 3.889 428.883 337.994 432.000.896.626.000.668.000.719.994 26.219.774.599.424 473.855.436.410.646.764 1.018.861.667.381.248 1.332.054.900.436.371.203.694.473 22.599.054.681.668.31-12-2004 Rp Perubahan ekuitas Penerimaan: Penyisihan laba perusahaan Bunga pinjaman.750.682. jasa giro dan lain-lain Jumlah Penerimaan Pengeluaran: Hibah pada Mitra Binaan Beban operasional dan lain-lain Jumlah Pengeluaran Kenaikan (penurunan) ekuitas Ekuitas awal tahun Ekuitas akhir tahun 269.072.894 21.100 3.279.819 31-12-2003 Rp 1.408 22.989 1.288.646.100 269.100 90.000 636.000 1.120.395 28.000 1.720.953.000 453.000.288.861.694.646.463 3.720.963.078 31-12-2003 Rp 17 .689.446.836 362.010 24.408 24.410.883 2.219.340 203.000 1.819 1.836 362.750.514 23.900.757.054.408 Perubahan ekuitas secara kumulatif adalah sebagai berikut: 31-12-2004 Rp Perubahan ekuitas Penerimaan: Penyisihan laba perusahaan tahun s/d 2002 Penyisihan laba perusahaan tahun 2003 Penyisihan laba perusahaan tahun 2004 Surplus s/d tahun 2002 Surplus tahun 2003 Surplus tahun 2004 Jumlah Penerimaan Pengeluaran: Hibah pada Mitra Binaan s/d tahun 2002 Hibah pada Mitra Binaan tahun 2003 Hibah pada Mitra Binaan tahun 2004 Jumlah Pengeluaran Saldo ekuitas 3.463 1.570 337.065.248 1.667.489.670 23.018.757.425.757.000.750.055 23.570 337.489.647.

sedangkan untuk tahun 2003 terdapat Dana Pengembalian dari Program Bina Lingkungan sebesar Rp1.000.b.000.000.000.000. 5) Pengembalian Dana dari Program Bina Lingkungan Tahun 2004 tidak ada Dana Pengembalian dari Program Bina Lingkungan.219.000.00 yang merupakan saldo rekening koran bank dana Program Kemitraan dengan rincian sebagaimana dalam penjelasan pos-pos Neraca nomor 5. Berdasarkan Berita Acara RUPS persetujuan laporan tahunan.522.219.00. 18 .750.000.00 dan Rp1.000.BA -32/D2-MBU/2003 tanggal 20 Juni 2003 alokasi dana untuk PKBL sebesar Rp1.370.00 yang baru diterima oleh Bidang PKBL PT Pelindo I pada tahun 2003 sebagaimana dalam penjelasan pos-pos Neraca nomor 5.750.00 atau lebih kecil sebesar Rp500.171. Berdasarkan Berita Acara RUPS persetujuan laporan tahunan.250. Alokasi dana tersebut sampai dengan 31 Desember 2003 telah dicairkan sebesar Rp1.000.BA-44/D2-MBU/2003 tanggal 12 Juli 2004 alokasi dana untuk PKBL sebesar Rp1. Alokasi dana tersebut per 31 Desember 2004 telah dicairkan seluruhnya sebesar Rp 1.000.1 2) Sisa Penyisihan Laba Tahun 2001 Sisa penyisihan laba tahun 2001 sebesar Rp 3. 3) Sisa Penyisihan Laba Tahun 2002 Sisa penyisihan laba tahun 2002 sebesar Rp500.000.000.000.00 atau sebesar 1% dari laba Perusahaan tahun buku 2001.00 merupakan sisa dari total alokasi laba tahun 2002 sebesar Rp1.000. sehingga pada tahun 2004 bersaldo nihil.b.064.c.000.00 yang merupakan dana talangan untuk Program Bina Lingkungan yang diambil dari Dana Program Kemitraan untuk penyaluran di Cabang Pekanbaru.000.3 4) Alokasi Penyisihan Laba yang Diterima Akun ini merupakan saldo penyisihan laba tahun lalu dari PT Pelindo I pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 masing-masing sebesar Rp1.00 telah dilunasi semuanya oleh perusahaan pada tahun 2003.00 atau sebesar 1 % dari laba perusahaan tahun buku 2003.219.000. pengesahan perhitungan tahunan dan penggunaan laba bersih tahun buku 2002 No.000.000.618.00.000.000. Penjelasan atas Pos-pos Laporan Aktivitas Program Kemitraan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 1) Saldo Awal tahun Saldo awal dana Program Kemitraan merupakan saldo akhir dana per 31 Desember 2003 sebesar Rp769. pengesahan perhitungan tahunan dan penggunaan laba bersih tahun buku 2003 No.00 dari yang ditetapkan.750.

000.700.000 6.000.00 dari Mitra Binaan yang belum diketahui identitasnya akibat belum diterimanya bukti pembayaran dari Mitra Binaan atau identitas penyetor tidak dicantumkan dalam rekening koran. 9) Penerimaan Lainnya Jumlah penerimaan sebesar Rp3.000.120.6) Penerimaan Pengembalian Pokok Pinjaman Jumlah pengembalian pokok pinjaman dari Mitra Binaan pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 masing-masing sebesar Rp5.678. 7) Penerimaan Pokok Pinjaman dari Piutang Bermasalah Jumlah pengembalian pokok pinjaman bermasalah sebesar Rp70.823. yang berupa modal kerja dengan tingkat bunga berkisar antara 6%-12% per tahun.00 dan Rp9.000.000.100.580.00 merupakan pelunasan dari pinjaman Mitra Binaan yang telah direklasifikasi ke dalam Aktiva Lain-lain.591.891. Jumlah pengembalian pokok pinjaman tahun 2004 mencapai sebesar 81.167.00 di Cabang Malahayati merupakan dana talangan sementara dari kas perusahaan untuk biaya monitoring Mitra Binaan.000.000 511.000.00 untuk sharing kegiatan dari PT Pos Indonesia (Persero) di Cabang Dumai berkaitan PT Pelindo sebagai Koordinator Pembina di Propinsi Riau untuk tahun 2003 yang sampai dengan awal tahun 2004 belum ditunjuk Koordinator Baru.00 dan Rp3. Pengakuan pendapatan dan pencatatan penerimaan pokok pinjaman dari Mitra Binaan berdasarkan metode kas (cash method).591.700.678.741. Akumulasi pengembalian pokok pinjaman dari Mitra Binaan sejak tahun 1991 sampai dengan tahun 2004 termasuk pengembalian pokok pinjaman dari Mitra Binaan yang telah dikelompokkan ke dalam Piutang Pinjaman Bermasalah sebesar Rp16.00 terdiri dari dana bantuan sebesar Rp1. 8) Penerimaan dari Mitra Binaan yang Belum teridentifikasi Jumlah penerimaan sebesar Rp32.273. Dan penerimaan sebesar Rp2.100.248.000 9.591.00.881.000.911.00.649.354. 10) Pinjaman pada Mitra Binaan Jumlah pemberian pinjaman kepada Mitra Binaan.00.10% dari yang dianggarkan sebesar Rp6.100. Realisasi pemberian pinjaman tahun 2004 dan 2003 masing-masing sebesar Rp6.000 31-12-2003 Rp 9.181.700.950.00 dengan rincian sebagai berikut : 31-12-2004 Rp Pengusaha kecil Koperasi Jumlah Penerimaan 19 6.950.839.826.666.000 .

308.121.s/d 50. a) b) c) d) Jumlah Pinjaman yang Disalurkan s/d Rp 10.100.012.000.000.Diatas Rp 50.000.340 12) Dana Penjaminan KUM-LTA Jumlah sebesar Rp848.340 31-12-2003 Rp 200.00.300.273.000.000.Jumlah pemberian pinjaman tahun 2004 mencapai sebesar 76.Lebih besar dari Rp 10.000 269.000..757.000.308.000.90% dari yang dianggarkan sebesar Rp1. 20 .340 66.000.000.745.000.6).000 45.000 Total 196.000 26.813.340 Riau 19. yang dikelompokkan berdasarkan sektor usaha sebagai berikut: Sektor Industri Jasa Lainnya Jumlah N. Pada tahun 2004 Bidang PKBL menerapkan Surat Edaran Menteri BUMN Nomor: SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 yaitu untuk tingkat bunga bersifat regresif proporsional.00 dan Rp337.00. sebagaimana dalam catatan nomor 5.653.00 dengan rincian sebagai berikut : 31-12-2004 Rp Nanggroe Aceh Darussalam Sumatera Utara Riau Jumlah Penerimaan 224.000.694.386.000.000 224. Bantuan hibah yang diberikan kepada Mitra Binaan berupa pendidikan manajerial secara masal dan bantuan pemasaran dalam bentuk mengikutsertakan Mitra Binaan pada pameran-pameran produksi dalam negeri.340.300.000.694.340 45.- Tingkat Bunga 6% 8% 10% 12% 11) Hibah Jumlah bantuan hibah yang diberikan per tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 masingmasing sebesar Rp269. Aceh D.000 269.100 Jumlah hibah yang disalurkan pada tahun 2004 mencapai 24.308.0000.s/d Rp 30.340 40.000.00 merupakan dana yang ditempatkan di bank Mandiri.17% dari yang dianggarkan sebesar Rp8.000.386.757.083.694.100 137.Lebih besar dari Rp 30. dengan batasan sebagai berikut : No.000.b..000. - Sumut 176.000 7.000 337.

47% dari yang dianggarkan sebesar Rp49.042.410.648. Monitoring dan Penagihan Beban Administrasi Jumlah Beban Operasional 189.58% dari yang dianggarkan sebesar Rp519. 21 .90% dari yang dianggarkan sebesar Rp102.951.017.00.883 Realisasi pendapatan bunga pinjaman mencapai mencapai sebesar 111.000.410.889.424.500.141.371.00.000.00 dengan rincian sebagai berikut: 31-12-2004 Rp Beban Suvei.719.354 453.904.018. 15) Beban Operasional Beban Operasional tahun 2004 dan 2003 masing-masing sebesar Rp203.889 Beban administrasi berupa administrasi bank dan PPh jasa giro tahun 2004 mencapai sebesar 27.767 13.125.639 26.572.409.819 31-12-2003 Rp 323.00 merupakan uang untuk kegiatan Program Bina Lingkungan yang terlebih dulu diambil dari Dana Program Kemitraan. monitoring dan penagihan mencapai sebesar 36.117.689.769 47.13) Uang Muka Bina Lingkungan Uang muka Bina Lingkungan sebesar Rp18.00 dan Rp90.657 203.00.000.141 636.000.018.129.199 90.883.424 31-12-2003 Rp 66.00 dan pendapatan dari jasa giro hanya mencapai 46.352.909 347.371.00 dan Rp453.337.09% dari yang dianggarkan sebesar Rp529. Sementara pendapatan lainlain tidak dianggarkan sedangkan realisasinya sebesar Rp347.466.00 dan realisasi beban suvei.00 dengan rincian sebagai berikut : 31-12-2004 Rp Bunga pinjaman Jasa giro Lain-lain Jumlah Penerimaan 587.689.890 103.819. 14) Pendapatan Jumlah pendapatan dari aktivitas Program Kemitraan tahun 2004 dan 2003 masingmasing sebesar Rp636.690 24.

maka penyajiannya dalam Laporan Aktivitas dipisahkan dari beban operasional.14. Jumlah beban operasional masih jauh dibawah jumlah maksimal yang diperkenankan. Total beban operasional Bidang PKBL PT Pelindo I tahun 2004 sebesar Rp281.UPS merk ICA Jumlah b) Cabang Belawan .d Tahun 2004 Penyisihan laba PT Pelindo I yang digunakan untuk pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi dari alokasi laba tahun 1989 sampai dengan alokasi laba tahun 2003 adalah sebagai berikut: 22 . tetapi karena harus dicatat di Neraca Program Kemitraan sebagai aktiva tetap.c.300.350.000 22.00.000 2.960.331.00 + Rp77. sedangkan dananya diambilkan dari Sisa Hasil Usaha (Surplus).00 (Rp203.320.Komputer d) Cabang Tanjung Pinang . Sesuai dengan Surat Edaran Menteri BUMN No.000 15.980.000 d.000 3.000 33.850.Canon Camera PS A85 .330.000 77. Besarnya beban operasional untuk pengelolaan Program Kemitraan sesuai dengan Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor 236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 maksimal 70% dari pendapatan yang diterima.16) Pembelian Aktiva Tetap Selain beban operasional sebagaimana dalam catatan 5. Bidang PKBL juga telah membeli barang inventaris dan kendaraan sebesar Rp77. namun dalam penghitungan total beban operasional dimasukan sebagai salah satu komponen beban operasional.200.Note Book Acer Ex2902 FLCI 2 unit .424.960. pembelian barang inventaris dan kendaraan untuk operasional merupakan salah satu komponen beban operasional.960.000 25.00) atau sebesar 44.424. SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003.371.26% dari pendapatan tahun berjalan.Sepeda motor RX King Jumlah Pembelian Aktiva Tetap 6.000 1.960. Barang inventaris dan kendaraan yang dibeli oleh Bidang PKBL Pelindo I sebagai berikut : a) Kantor Pusat . Penjelasan atas Pos-pos Laporan Akumulasi Dana Program Kemitraan untuk Tahun yang Berakhir s.000.Komputer c) Cabang Lhokseumawe .Epson Printer Stylus RX310 .d Tanggal 31 Desember 2004 1) Akumulasi Alokasi Penyisihan Laba s.

171.000 4.733.000 1.000.000.000 1. Total pendapatan sampai dengan tahun 2002 sebesar Rp1.248 Sampai dengan tahun 2002 pendapatan yang berasal dari bunga pinjaman.323.862.380.d Tahun 2004 Penerimaan pendapatan lain-lain tahun 2003 sampai dengan tahun 2004 adalah sebagai berikut: 23 .400.556.719.000.685.219.659 Akumulasi Penerimaan Pendapatan Lain-lain s.d Tahun 2004 Penerimaan bunga pinjaman tahun 2003 sampai dengan tahun 2004 adalah sebagai berikut: Penerimaan bunga pinjaman tahun 2003 323.000 2.815.502 637.006 986.000 25.000 1.377.951.000 1.869. jasa giro dan lain-lain tidak teridentifikasi porsi masing-masingnya.194.00 3) Akumulasi Penerimaan Bunga Pinjaman Tahun 2003 s.722 1.799.489.890 Penerimaan bunga pinjaman tahun 2004 Jumlah penerimaan bunga pinjaman 4) Akumulasi Penerimaan Jasa Giro s.639 Penerimaan jasa giro tahun 2004 Jumlah penerimaan bunga pinjaman 5) 47.748 1.000.909 151.687.270 404.000 500.000.000.361.368.750.d Tahun 2002 453.548 587.Pembagian laba tahun 1989 Pembagian laba tahun 1990 Pembagian laba tahun 1991 Pembagian laba tahun 1992 Pembagian laba tahun 1993 Pembagian laba tahun 1994 Pembagian laba tahun 1995 Pembagian laba tahun 1996 Pembagian laba tahun 1997 Pembagian laba tahun 1998 Pembagian laba tahun 1999 Pembagian laba tahun 2000 Pembagian laba tahun 2001 Pembagian laba tahun 2002 Pembagian laba tahun 2003 Jumlah pembagian laba 2) Akumulasi Penerimaan Pendapatan s.771.264.648.000.000 1.000.d Tahun 2004 Penerimaan jasa giro tahun 2003 sampai dengan tahun 2004 adalah sebagai berikut: Penerimaan jasa giro tahun 2003 103.172.769 911.409.000 5.142.668.

460 Riau 574.720.090.695.120. Aceh D.352.340 848.000 Koperasi 210.654.d Tahun 2004 Akumulasi bantuan berupa hibah sejak tahun 1992 sampai dengan tahun 2004 mencapai sebesar Rp3.Penerimaan lain-lain tahun 2003 Penerimaan lain-lain tahun 2004 Jumlah penerimaan pendapatan lain-lain 6) Akumulasi Penyaluran Pinjaman s.010 Hibah Jumlah e.785.722.000 13.850 574.633. Sumatera Utara Riau Jumlah Pengusaha Kecil 4.310.120.910.000 269.000 7.675.000 907.998.743. efektivitas tersebut dapat diukur dalam dua cara sebagai berikut : 1) Efektivitas penyaluran dana tahun 2004 Rumus : Jumlah dana yang disalurkan Jumlah dana yang tersedia Dana yang disalurkan : Penyaluran dana pinjaman Penyaluran hibah Penjaminan Dana KUM-LTA Bank Mandiri Jumlah dana yang disalurkan x 100% = Efektivitas penyaluran dana 6.073.00 dengan rincian sebagai berikut: N.699.896.679.000 Perusahaan belum dapat menyajikan data akumulasi penyaluran pinjaman per sektor sebagaimana dalam SK Menteri BUMN Nomor KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003.265.354 347.679.340 24 . 1.794.625.010 3.010.785. 7) Akumulasi Penyaluran Hibah s.400.545.750. Penilaian Kinerja Pembinaan Efektivitas pembinaan dapat dilihat dari kinerja pembinaan usaha kecil dan koperasi selama tahun 2004.000.850 Total 3.466.000 20.120.460 2.896.896.623.000 Total 4.141 26.555.000 13.700 Sumut 2.925.700 1.495 Jumlah akumulasi pemberian pinjaman dari tahun 1991 sampai dengan tahun 2004 sebesar Rp39.591.000 35.00 dengan perincian sebagai berikut: Wilayah Nanggroe Aceh D.000 2.708.247.247.844.997.250.100.694.d Tahun 2004 26.073.466.000 17.000 39.000 3.250.000.654.

911.522 1.99% Berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor: KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002.855.891.000 5.029 473.937.002.760.246 5.99% dikategorikan dengan skor 2.Jumlah dana yang tersedia : Saldo awal tahun Setoran laba tahun berjalan Pengembalian pokok pinjaman Pengembalian pokok pinjaman dari piutang bermasalah Pengembalian pinjaman yang belum diketahui identitasnya Pendapatan bunga pinjaman Jumlah dana yang tersedia 7. maka efektivitas penyaluran dana tahun 2004 sebesar 87.714 X X X X Prosentase 100% 75% 25% 0% 8.028.751.708.760.028.826.638.002.643. 2) Tingkat kolektibilitas pinjaman Posisi saldo pinjaman pokok usaha kecil dan koperasi per 31 Desember 2004 adalah sebesar Rp22.078.064 7.719.714.710.354 32.516 12.372 1.580.794.719. Rata-rata tertimbang kolektibilitas pokok pinjaman Mitra Binaan adalah sebagai berikut: Rumus : Rata-rata tertimbang kolektibilitas pinjaman Mitra Binaan Jumlah pinjaman yang disalurkan Kualitas Pinjaman Lancar Kurang lancar Diragukan Macet Jumlah x 100% = Tingkat kolektibilitas pinjaman Saldo 8.002.69% dapat dikategorikan dengan skor 2.714 Tingkat kolektibilitas pinjaman = x 100% = 55.666 587.791 22.769 8.492 769.791 Jmlh rata-rata tertimbang 12.606.00.000.492 Efektivitas penyaluran dana = x 100% = 87.253.246 3.340 8.967.855.643.002.892.032 22.181 70.253.967.643.69% Berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor: KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tingkat kolektibilitas pinjaman penyaluran dana sebesar 55.618.177. 25 .638.141.

794.55% 92.000 4.000.47% Prosentase jumlah hibah terhadap dana yang disalurkan pada tahun berjalan sebesar 3.000 4. Catatan atas Laporan Arus Dana Program Bina Lingkungan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 a.00 telah diterima. Jumlah hibah yang dikeluarkan ini jauh lebih kecil dari batasan yang boleh dikeluarkan yaitu maksimal sebesar 20% dari penyaluran tahun berjalan.011.000 Realisasi 534. 6.000. Saldo dana sejumlah tersebut merupakan saldo rekening koran dana Program Bina Lingkungan pada PT Bank BNI Cabang Kawasan Industri Medan (KIM) No.00 atau sebesar 2% dari laba perusahaan tahun buku 2003.860.000.000 9.794. Rekening 053.736.340 2.93% (Rp269.S/2004 tanggal 31 Maret 2004 tentang penetapan alokasi dana Program Kemitraan di setiap propinsi tahun 2004 untuk PT Pelindo I ditetapkan sebesar Rp9.000.217. Alokasi dana tersebut per 31 Desember 2004 telah diterima oleh unit PKBL.500.BA-44/D2-MBU/2004 tanggal 12 Juli 2004 tentang persetujuan laporan tahunan.S-88/MBU.000.694.626. Realisasi Penyaluran dan Penyebaran Dana Program Kemitraan Rencana penyaluran yang dianggarkan sesuai surat Menteri BUMN No.100.64% 43.000.591.860.900.570.386.860.00.00 : Rp6. Realisasi penyaluran dan penyebaran dana Program Kemitraan tahun 2004 yang telah disalurkan kepada Mitra Binaan dalam bentuk bantuan modal kerja sebesar Rp6. 26 .00 dan hibah sebesar Rp269. pengesahan perhitungan tahunan dan penggunaan laba bersih tahun buku 2003 alokasi dana untuk PBL sebesar Rp2. Sumber Dana Program Bina Lingkungan 1) Saldo Awal Saldo awal Dana Program Bina Lingkungan merupakan saldo akhir dana per 31 Desember 2003 sebesar Rp1.694.000.340.00% 70. 2) Alokasi Penyisihan Laba yang Ditrerima Berdasarkan Berita Acara RUPS No.000.508.340.00.340. Sumatera Utara Riau Jumlah Rencana 365.000 4.00 x 100%).794.340 Prosentase 146.438.f.859.00 atau 70.000401955.00 atau total penyaluran dana sebesar Rp6.000.040.47 % dari rencana dengan rincian sebagai berikut : Wilayah Nanggroe Aceh D.340.745. begitupun untuk tahun 2003 semua alokasi laba dari penyisihan laba tahun 2002 sebesar Rp3.000.736.000.285.000 6.

500 35.500 31-12-2003 Rp 17. Medan Cabang Lhokseumawe Cabang Belawan Cabang Rengat Jumlah 2) Bantuan Pendidikan dan atau Pelatihan Kantor Pusat/Kantor Cabang Kantor Pusat.000 22.000 70. Medan Cabang Malahayati Cabang Lhokseumawe Cabang Kuala Langsa Cabang Belawan Cabang Tanjung Balai Asahan Cabang Sibolga Cabang Gunung Sitoli Cabang Pekanbaru 31-12-2004 Rp 593.000 31-12-2004 Rp 24.135.000.000.00 merupakan hutang kas Bina Lingkungan kepada kas Program Kemitraan.950 9.400 21.000 724.000 147.000 31-12-2003 Rp 250.000.000 24.000 7. b.000 18.356.337.232.000 3.000.920.700 18.600. lihat catatan Program Kemitraan No. 5.472.000 75.000 7. Penerimaan lainnya sebesar Rp18.000 27 .980 17.19% dari yang dianggarkan sebesar Rp18.952.000 4.c.232.980 Penerimaan jasa giro berupa penerimaan dari rekening giro Bina Lingkungan yang berada di Kantor Pusat yang pada tahun 2004 mencapai sebesar 95.731.000 31-12-2003 Rp 250.000.500.443.775.775. Penggunaan Dana Program Bina Lingkungan 1) Bantuan Korban Bencana Alam Kantor Pusat/Kantor Cabang Kantor Pusat.3) Penerimaan Lain-lain 31-12-2004 Rp Penerimaan jasa giro Penerimaan lainnya Jumlah penerimaan jasa giro dan lain-lain 17.725.337.13).800.b.000 400.620. berupa dana talangan untuk kegiatan Bina Lingkungan di Dumai.4) dan 5.300.200.625.780.00.

000 16.760.337.920.000 10.160.000 28 .000 915.000 5) Bantuan Sarana Ibadah Kantor Pusat/Kantor Cabang Kantor Pusat.515.500 12.000.000 112.760.085.000 31-12-2004 Rp 9.337.520.000 9.000 36.715.000 8.000 8.000 82.111.000.000 437.000 29.000 63.085.276.500 12.500 88.000 269.000 18.650.835.000 8. Medan Cabang Kuala Langsa Cabang Belawan Cabang Tanjung Balai Asahan Cabang Sibolga Cabang Gunung Sitoli Cabang Pekanbaru Cabang Tanjung Pinang Cabang Tembilahan Cabang Selat Panjang Cabang Tanjung Balai Karimun Cabang Rengat Jumlah 31-12-2004 Rp 31.029.850 31-12-2003 Rp 35.Cabang Tanjung Pinang Cabang Selat Panjang Jumlah 3) Bantuan Peningkatan Kesehatan Kantor Pusat/Kantor Cabang Cabang Tanjung Balai Asahan Cabang Dumai Cabang Pekanbaru Jumlah 4) 15.000.000 Bantuan Pengembangan Sarana dan Prasarana Umum Kantor Pusat/Kantor Cabang Cabang Tanjung Balai Asahan Cabang Dumai Cabang Pekanbaru Cabang Tanjung Pinang Jumlah 31-12-2004 Rp 44.750 362.972.000.000.000 693.920.989.050 11.000 31-12-2003 Rp 36.000 50.000.755.000 375.403.500 31-12-2003 Rp 63.550.575.620.650.320.000 16.000 22.100 50.000.

101.000.727.540.727.523.540 31-12-2003 Rp 5. monitoring / evaluasi dan penyerahan bantuan Beban Administrasi Jumlah 31-12-2004 Rp 48.500 3.000.00 (3% x Rp2.217.610 8.356.217. penelitian.410 Beban lain-lain merupakan beban atas biaya survei.226.000.6) Bantuan Seni Budaya Kantor Pusat/Kantor Cabang Cabang Tanjung Balai Karimun Jumlah 31-12-2004 Rp 2.859.000.000 20. 7) Beban Operasional dan Lain-lain Kantor Pusat/Kantor Cabang Beban survey / penelitian.130 1.846.727.101.570 225.130 1.800 3.000 1.040 51.172.000 1.400 31-12-2003 Rp 20.000.000 1.30% dari yang dianggarkan sebesar Rp43.00 atau 120.000.274.372.571.041.538.400.570 31-12-2003 Rp 29 . Saldo Akhir Dana Saldo Akhir Dana yang dimiliki Program Bina Lingkungan adalah sebagai berikut: 31-12-2004 Rp Kantor Pusat Bank BNI Cabang Kawasan Industri Medan (KIM) Cabang Tanjung Balai Asahan Bank Sumut Cabang Pekanbaru Bank BNI Jumlah 15. evaluasi dan perjalanan dinas dalam rangka penyerahan bantuan Dana Program Bina Lingkungan. sehingga bantuan untuk seni budaya tidak ada lagi. Jumlah ini masih lebih kecil dari maksimal beban operasional yang diperkenankan sesuai dengan Keputusan Menteri BUMN yaitu sebesar Rp63.00.00) c.232. Realisasi beban operasional sebesar Rp51.859.007.372.000 Jumlah Penggunaan Dana Program Bina Lingkungan Untuk tahun 2004 penyaluran Bina Lingkungan mengacu kepada Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003.

000.000.931.621. Perbandingan Realisasi Penyaluran dan Penyebaran Dana Bina Lingkungan dengan Anggarannya Alokasi penggunaan dana Program Bina Lingkungan tahun 2004 ditetapkan dalam Rencana Kerja Anggaran Bina Lingkungan yang disahkan bersamaan dengan RKAP perusahaan dengan jumlah anggaran yang ditetapkan sebesar Rp1.64% 7.000.000.900 87.000.000.000.000 125.000 35.000 22.725.000 1.48% 17.000.82% dari yang dianggarkan sebesar Rp1.00 di Cabang Tanjung Balai Asahan dan sebesar Rp15.000.700 9.000.372.24% 69.050 29.985.000 80.05% 108.175.12% 487.372.704.69% 157.000 89.356. d.000.29% 197.000 165.101.000 175.101.00 di Unit PKBL Cabang Pekanbaru merupakan saldo dana Bina Lingkungan yang terdapat pada rekening Bank Kemitraan.000 170.850 2.974.19% 314.000.315.000 693.000.989.337.700 18.952.04% 7.000.000 130.000 20.00.500 550.000. Perbandingan antara realisasi penggunaan dana dan anggarannya tahun 2004 sebagai berikut : 1) Perbandingan Penggunaan Dana Berdasarkan Bidang Alokasi Penggunaan Dana Korban Bencana Alam Pendidikan dan Pelatihan Peningkatan Kesehatan Pengemb.74% 68.000 125.000 340.000 1.75% 44.11% 30 . prasarana & sarana umum Sarana Ibadah Jumlah Anggaran 112.400 Prosentase 22.000.000 188.000 130.000 Realisasi 24.650.620.Dana Bina Lingkungan sebesar Rp225.400.89% 23. Berdasarkan anggaran penggunaan dana tersebut kemudian dijabarkan lebih lanjut oleh Bidang PKBL PT Pelindo I ke berbagai Cabang dan Kantor Pusat mengacu kepada usulan RKAP sesuai anggaran yang tersedia.23% 17. 2) Perbandingan Penggunaan Dana Berdasarkan Realisasi per Cabang Kantor Cabang/Kantor Pusat Kantor Pusat.78% 39.000.000 352. Medan Cabang Malahayati Cabang Lhokseumawe Cabang Kuala Langsa Cabang Belawan Cabang Tanjung Balai Asahan Cabang Sibolga Cabang Gunung Sitoli Cabang Dumai Cabang Pekanbaru Cabang Tanjung Pinang Anggaran 94.000.100 74.775.000.114.000 534.82% Realisasi penggunaan Dana Bina Lingkungan tahun 2004 sebesar Rp2.000.500 18.000 915.000. hal ini karena belum ada pemisahan antara rekening Dana Kemitraan dan Dana Bina Lingkungan.360.74% 58.000.00 lebih besar 8.000.000.931.337.00.000 Prosentase 665.500 437.000 255.000 Realisasi 625.809.

000 50.760. Surat Menteri BUMN kepada Menko Kesra Ad-Interim Selaku Ketua Komite Penanggulangan Kemiskinan Nomor: S-279/MBU/2004 tanggal 2 Juni 2004 antara lain berisi tentang persetujuan Menteri BUMN atas usulan Menko Kesra mengenai penempatan sebagian dana kas Program Kemitraan BUMN Pembina pada bank-bank sebagai jaminan atas penyaluran kredit perbankan kepada usaha mikro.Cabang Bengkalis Cabang Tembilahan Cabang Selat Panjang Cabang Tanjung Balai Karimun Cabang Rengat Jumlah 40.000.45% Anggaran penyaluran Program Bina Lingkungan Tahun 2004 per Cabang termasuk didalamnya anggaran Beban Operasional yang dianggarkan sebesar Rp43.000. sebesar Rp848.000.101.51% 64. 31 .400 0.73% 33.000.00% 6.00% 106.515. Penggunaan dana untuk Program Bina Lingkungan tahun 2004 melebihi dari yang dianggarkan. Hal-hal yang perlu diperhatikan a.000 9. sebesar Rp848. PT Pelindo I telah menyetorkan sejumlah uang dari dana Program Kemitraan yang ditujukan sebagai penempatan dana penjaminan dalam rangka Program Kredit Usaha Mikro Layak Tanpa Agunan (KUM-LTA) di PT (Persero) Bank Mandiri Tbk.000.000 16.000.000 22.000.00 tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku Pada tahun 2004.000. Dasar penyetoran dana tersebut adalah: 1. Hal tersebut karena adanya himbauan dari Pemerintah Pusat untuk memberikan dana bantuan bina lingkungan pada beberapa kegiatan kepedulian dan bantuan kepada masyarakat di lingkungan BUMN serta tersedianya dana program Bina Lingkungan yang disisihkan dari laba setelah pajak tahun 2003 guna kegiatan tahun 2004.000. 7. 2.33% 0.000 2. Surat Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) kepada Menteri BUMN Nomor: B-86/Menko/Kesra/V/2004 tanggal 26 Mei 2004 perihal Penjaminan Dana Program Kemitraan Untuk Kredit Usaha Mikro.00.00 sehingga lebih besar dibandingkan dengan anggaran penyaluran dana bina lingkungan per Alokasi Penggunaan Dana.000.974.000.000.000 45.000 1.372.755.000 35. Penempatan dana penjaminan dalam rangka Kredit Usaha Mikro Layak Tanpa Agunan (KUM-LTA) oleh PT Pelindo I pada PT (Persero) Bank Mandiri Tbk.000 145.

PT Pelindo I berhak mendapatkan laporan realisasi penyaluran Kredit Mikro dari PT (Persero) Bank Mandiri Tbk. 6. sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada PT (Persero) Bank Mandiri Tbk. PT (Persero) Bank Mandiri Tbk. diberi kuasa untuk mendebet dana yang ditempatkan apabila ada debitur PT (Persero) Bank Mandiri Tbk. Surat Menteri BUMN Nomor: S-307/MBU/2004 tanggal 15 Juni 2004 kepada para Direksi BUMN Pembina Program Kemitraan tentang Penetapan Jumlah Dana Program Kemitraan yang ditempatkan untuk Jaminan Kredit Usaha Mikro dimana PT Pelindo I diharuskan menyetor sebesar Rp848. setinggi-tingginya Rp848.000. Atas penempatan dana tersebut PT Pelindo I akan diberikan jasa giro dan atau bunga deposito oleh PT (Persero) Bank Mandiri Tbk. penerima KUM-LTA tidak melaksanakan kewajiban (wanprestasi) kepada PT (Persero) Bank Mandiri Tbk. Seleksi terhadap debitur kredit mikro dan penilaian atas kelayakan kredit mikro dilakukan oleh PT (Persero) Bank Mandiri Tbk. dan untuk pertama kali dilakukan laporan posisi pada bulan September 2004.000. PT Pelindo I menyetorkan dana penempatan untuk KUM-LTA kepada PT (Persero) Bank Mandiri Tbk. Surat Menteri BUMN Nomor: S-290/MBU/2004 tanggal 4 Juni 2004 yang antara lain menyatakan bahwa dana program kemitraan yang ditempatkan sebagai dana jaminan tersebut tidak diperhitungkan dalam kinerja Program Kemitraan dan dana yang masih ada agar tetap disalurkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penyetoran dana penjaminan tersebut diikat dengan Perjanjian Penempatan Dana dan Penjaminan Dalam Rangka Kredit Usaha Mikro Layak Tanpa Agunan Nomor: DIR.PKS/039/2004 tanggal 18 Juni 2004 antara PT Pelindo I yang diwakili oleh Direktur Utama dengan PT (Persero) Bank Mandiri Tbk. Dari bukti-bukti yang diperoleh diketahui bahwa: Dana yang terkumpul pada PT (Persero) Bank Mandiri Tbk.00 dalam bentuk giro atau deposito. 1. 4. 2.3. tiap 3 (tiga) bulan.000. selama-lamanya 90 (sembilan puluh) hari sejak terjadinya wanprestasi dengan terlebih dahulu mengajukan klaim tertulis kepada PT Pelindo I melalui Kementerian BUMN. yang diwakili oleh Direktur Commercial Banking dengan ketentuan sebagai berikut: 1. 3. . Dana penjaminan tidak dapat ditarik kembali selain untuk klaim dari PT (Persero) Bank Mandiri Tbk. dan dapat ditarik apabila ada kebijakan 4.000. dari seluruh BUMN per tanggal 31 32 Desember 2004 adalah sebesar 5.00 ke rekening Giro Nomor: 070-00-0423544-1. lain dari Pemerintah atas dana penjaminan tersebut.

bunga deposito dan atau jasa giro dan dana Program Kemitraan setelah dikurangi dengan beban operasional. karena semua dilakukan oleh PT (Persero) Bank Mandiri Tbk.000. sehingga PT Pelindo I tidak bisa meyakini debitur kredit mikro yang dijaminnya.000. Pasal 5 huruf (d) menyatakan bahwa BUMN Pembina mempunyai kewajiban untuk melakukan evaluasi dan seleksi atas kelayakan usaha dan menetapkan calon Mitra Binaan secara langsung.00 bukan sebagai dana penjaminan dalam bentuk penyetoran yang sifatnya terputus dan tidak dapat ditarik kembali kecuali ada kebijakan lain dari pemerintah sesuai dengan perjanjian PT Pelindo I dengan PT (Persero) Bank Mandiri Tbk.00. PT Pelindo I tidak pernah menerima jasa giro seperti yang dituliskan dalam perjanjian pasal 2 ayat (3) yang menyatakan bahwa penempatan dana Pihak Pertama (PT Pelindo I) pada rekening Giro dan atau deposito di pihak kedua (PT Bank Mandiri) akan diberikan jasa giro dan atau bunga oleh PT Bank Mandiri.000.Rp184.000. 3. 2. hanya memuat jumlah penempatan dana penjaminan dan jasa giro KUM-LTA serta sejumlah penyaluran KUM-LTA yang penyajiannya secara global tidak dirinci per BUMN kecuali untuk penyetoran penempatan dana dirinci per BUMN.000. PT Pelindo I tidak dilibatkan dalam menyeleksi debitur kredit mikro secara langsung. Pasal 8 ayat (1) butir b menyatakan bahwa dana program Kemitraan bersumber dari hasil bunga pinjaman. 5. PT Pelindo I menyetor dana sebesar Rp848.786. serta tidak menampilkan rincian penyalurannya ke pihak mana saja.000. Dalam laporan realisasi dari PT (Persero) Bank Mandiri Tbk. 2. 4.000. Dasar penyetoran dana sebesar Rp848.000.00 termasuk di dalamnya dana dari PT Pelindo I sebesar Rp848.00 sesuai Surat Menteri BUMN Nomor: S-290/MBU/2004 tanggal 4 Juni 2004 dan Surat Menteri BUMN Nomor: S-307/MBU/2004 tanggal 15 Juni 2004 tidak sejalan dengan Keputusan Menteri BUMN Nomor: 236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 yang mengatur tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan yang menyebutkan antara lain: 1. 33 .

000. namun dalam hal ini PT Pelindo I hanyalah melaksanakan instruksi sebagaimana isi surat Menteri BUMN Nomor: S-307/MBU/2004 ditempatkan untuk Jaminan Kredit Usaha Mikro.S-290/MBU/2004 tanggal 4 Juni 2004 dan S-307/MBU/2004 tanggal 15 Juni 2004 tidak ada dasar hukum yang kuat.000. Selain itu Meneg BUMN telah melakukan tindakan perintah penyetoran dana milik BUMN ke PT Bank Mandiri dalam rangka penjaminan KUM-LTA yang tidak sesuai dengan Keputusan Menteri BUMN yang berlaku. 4.00 tersebut diubah statusnya menjadi deposito atau giro jaminan kredit sesuai dengan Surat Meneg BUMN No. BPK-RI menyarankan kepada Direksi PT Pelindo I agar dana yang telah disetorkan sebesar Rp848.KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003. Hal ini disebabkan Direksi PT Pelindo I tidak memperhatikan ketentuan-ketentuan yang berlaku sebelum menyetor dana penjaminan KUMLTA kepada PT Bank Mandiri.000. Disamping itu surat-surat Meneg BUMN tersebut bertentangan dengan Keputusan Menteri BUMN No.00 yaitu Surat Meneg No.000.000. tanggal 15 Juni 2004 tentang Penempatan Jumlah Dana Program Kemitraan yang 34 .000. Pasal 16 menyatakan bahwa BUMN Pembina dilarang menggunakan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan untuk hal-hal di luar ketentuan yang diatur dalam keputusan ini (Keputusan Menteri BUMN Nomor: 236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan).290/MBU/2004 tanggal 4 Juni 2004 tentang Penjaminan Dana Program Kemitraan Untuk Kredit Usaha Mikro.3. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa dasar penyetoran dana sebesar Rp848. dan dibukukan sebagai deposito atau giro milik PT Pelindo I. Pasal 11 huruf (b) BUMN Pembina melaksanakan evaluasi dan seleksi secara langsung atas permohonan yang diajukan oleh calon Mitra Binaan setelah berkoordinasi dengan Koordinator Pembina. Direksi PT Pelindo I menyatakan sependapat dengan BPK-RI bahwa kebijakan tersebut tidak sejalan dengan Keputusan Menteri BUMN yang berlaku saat itu.00. Hal tersebut mengakibatkan PT Pelindo I kekurangan dana untuk penyaluran kepada Mitra Binaan di wilayah binaan perusahaan dan berpotensi mengalami kerugian sebesar Rp848.

462 807.444 565.752 22.285 497.950.909 152.000 219.943 1.800 56.926.769.064 8.17% atau sebesar Rp7.17% 549.078.525 838.937.515 656.000 16.141.942 1.00% Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa 32.17% dari total piutang pinjaman merupakan piutang pinjaman macet Berdasarkan data rekapitulasi penyaluran pinjaman.000 238.855.480.000 61.534 5.996 1.000 16.545.277.000 274.780.455.84% 0.352.170 769.900.036 2.032.75% 30.164.002.00 atau 32.759.788 1. penerimaan angsuran pokok dan bunga dari pinjaman Mitra Binaan diketahui bahwa pada tahun 2004 jumlah saldo pinjaman yang telah disalurkan oleh Bidang PKBL PT Pelindo I baik yang melalui Kantor Pusat maupun Cabang-cabang sebesar Rp22.409 12.714.948.643.059.b.855.856 754.469.820.096.858.479 2.327 418.163.19% 80.224.33% 20.179 1.892.228 497.434 723.256 16.912.235.639.152.743.169.078. diragukan dan macet.73% Diragukan Macet Jumlah % yg Macet 80.404.189. Cabang Lancar Kurang Lancar 98.346.878.032 32.002.83% 0.093.526.17% 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Malahayati Lhokseumawe Kuala Langsa Kantor Pusat / Medan Belawan Tanjung Balai Asahan Sibolga Gunung Sitoli Dumai Pekanbaru Tanjung Pinang Bengkalis Tembilahan Selat Panjang Tanjung Balai Karimun Rengat Jumlah Persentase thd Total 2.769 513.829.032 294.60% 440.002.117.139.873.400.276.341 98.438 294.50% 32.00 merupakan piutang pinjaman macet.720.820 260.500 306.063.942 1.749.909.895.505 282.749.710.119 997.297.16% 73. Jumlah kemacetan 35 .500 188.795 21.202.991.746 5.002.174 201.736 403.129.252.271 533.710 729.403.925.000 716.716 216.294.618.00. kualitas pinjaman kepada Mitra Binaan dikelompokkan menjadi empat golongan yaitu lancar.967 95.180.372 22.553.825.594 136.614 1. Berdasarkan klasifikasi tersebut kualitas pinjaman Mitra Binaan PT Pelindo I dapat dikelompokkan sebagai berikut: Tabel Daftar Kualitas Pinjaman Mitra Binaan per 31 Desember 2004 No.370.908.400 88.350.384 1.00 dari jumlah keseluruhan piutang pinjaman sebesar Rp22.10% 18.355.17% 22.953.799.92% 33.095.805.45% 23.000 20.246 36.347 3. Piutang pinjaman sebesar Rp7. kurang lancar.643.932 3.136 140.000 7.669.356.396.823.218 8.754.920.000 92.000 159.906.006.095 248.786 1.759 692.31% 21.256 199.825 497.390.854.633.420.34% 41.00% 22.397.714 100.809.937.00% 47.032.133 5.643.736 157.028.49% 7.078.396.833 456.912. Sesuai dengan Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 pasal 24.604.482.90% 14.937.592 87.500 380.938 151.714.

pihak Unit PKBL Cabang Belawan tidak membuat monitoring dan evaluasi terhadap tanggapan dari Mitra Binaan yang dikirimi surat. Hal ini mengakibatkan perputaran piutang diantara Mitra Binaan rendah dan program dana bergulir tidak mencapai sasarannya serta bantuan pinjaman untuk calon Mitra Binaan baru tidak dapat direalisasikan karena dana masih tertahan pada Mitra Binaan lama.788. Hal tersebut disebabkan: 1. dan tidak adanya itikad baik walaupun usahanya berkembang. 3.00 atau sebesar 79. atas surat-surat yang dikirimkan tersebut.059.31% dari total piutang pinjaman sebesar Rp5.33% atau sebesar Rp1.169. 2. Tidak diaturnya sanksi yang tegas dalam surat perjanjian terhadap Mitra Binaan yang kreditnya menunggak.953.00 dari total piutang pinjaman sebesar Rp1.piutang terbesar adalah pinjaman yang disalurkan melalui Kantor Pusat yaitu 80. Selain itu.00 atau 20. Kesalahan persepsi Mitra Binaan tentang dana pinjaman yang menganggap dana bantuan tidak perlu dikembalikan. Unit PKBL PT Pelindo I kurang intensif dalam melakukan pemantauan. pembinaan dan penagihan. 36 .00. Hasil pemeriksaan secara uji petik pada Cabang Belawan yang mempunyai piutang macet sebesar Rp1. Menurut penjelasan Senior Manajer PKBL PT Pelindo I besarnya piutang pinjaman macet di Kantor Pusat karena pada tahun 1999 ada himbauan dari Pemerintah untuk menyalurkan dana ke koperasi terutama koperasi-koperasi pondok pesantren yang ternyata jumlah kredit macetnya mencapai sebesar Rp950.759. Atas upaya-upaya yang telah dilakukan tersebut belum menunjukkan hasil yang maksimal. Selain itu. dan untuk piutang yang telah lama macet diserahkan pengurusannya ke Kantor Pelayanan Piutang dan Lelang Negara (KP2LN).633.943.90% dari total kredit macet Kantor Pusat. sehingga tidak dapat diketahui sejauh mana efektivitas dari surat tersebut.133.00 diketahui bahwa terhadap piutang pinjaman macet telah dilakukan upaya penagihan yaitu antara lain dengan menelepon dan mengirimkan Surat Pemberitahuan Tunggakan Pembayaran Angsuran (SPTPA) agar Mitra Binaan yang bersangkutan segera melunasi kewajibannya.189.400.480.327. dilakukan upaya dengan mengirimkan surat panggilan untuk membahas masalah tunggakan Mitra Binaan.476.675.

3. 2. Terdapat kendala teknis bagi Mitra Binaan dalam melakukan pembayaran melalui mekanisme perbankan. dan penagihan secara lebih intensif kepada Mitra Binaan yang menunggak. monitoring.4. c.937.032. Membuat surat penagihan dan menyampaikan langsung kepada Mitra Binaan dengan tahapan sebagai peringatan I s.d. Struktur organisasi Unit PKBL di Cabang-cabang belum sepenuhnya mandiri dan didukung dengan jumlah personil yang memadai Dalam mengelola dan melaksanakan kepedulian BUMN terhadap pengusaha kecil dan koperasi. BPK-RI menyarankan kepada Direksi PT Pelindo I agar: 1. S-03/M2-PBUMN/1999 tanggal 5 Januari 1999 terutama yang berkaitan dengan penyaluran kepada koperasi-koperasi pondok pesantren dan tidak adanya persyaratan jaminan terhadap pinjaman yang disalurkan sebelum tahun 1996. Melanjutkan usaha melalui kerjasama dengan pihak KP2LN. khususnya untuk Mitra Binaan yang berlokasi jauh dari bank. Menetapkan persyaratan jaminan yang sifatnya dapat mengikat Mitra Binaan agar bersedia menyelesaikan pinjamannya serta memberikan sanksi yang lebih tegas. 2.078.01/1/10/PI-04 tanggal 8 April 2004 tentang Organisasi dan Tata Kerja pada Kantor Pusat dengan komposisi dan personil pelaksana langsung untuk Program telah dan akan dilaksanakan 37 . Struktur organisasi Bidang Kemitraan dan Bina Lingkungan di Kantor Pusat terakhir ditetapkan dalam Surat Keputusan Direksi Nomor: PR. Direksi PT Pelindo I menyatakan bahwa piutang pinjaman macet sebesar Rp7. 3. Menyerahkan kepengurusan pinjaman macet kepada KP2LN. Memberikan pengarahan yang tepat kepada Mitra Binaan tentang status dana pinjaman dan penggunaannya yang tepat.00 benar adanya yang disebabkan antara lain adanya perlakuan khusus yang diberikan sesuai rekomendasi dari Menteri Pendayagunaan BUMN No. Usaha yang untuk mengurangi pinjaman macet yaitu: 1. III (tembusan KP2LN). 4. Melakukan pembinaan. Kerja sama dengan KP2LN untuk membuat surat somasi apabila tidak ada pelunasan hutang. PT Pelindo I selalu berusaha mengacu kepada ketentuan yang berlaku dan kemudian dijabarkan dalam berbagai kebijakan Direksi.

SE Amin Rahmansyah. Sisanya adalah cabang-cabang yang memiliki fungsi pembina Kemitraan yang dirangkap oleh dinas/divisi keuangan.. SE. PT Pelindo I berusaha untuk mengikuti ketentuan tersebut dengan membentuk unit PKBL di beberapa Cabang yang besar.Kemitraan dan Program Bina Lingkungan di Kantor Pusat sebanyak 6 (enam) orang yang terdiri dari Senior Manajer (SM) Bidang Kemitraan dan Bina Lingkungan sebagai pimpinan yang membawahi 2 (dua) orang staf setingkat Manajer. Cabang Pelabuhan Pekanbaru dan Cabang Pelabuhan Lhokseumawe masing-masing 2 (dua) orang personil serta Cabang Pelabuhan Tanjungpinang dengan 1 (satu) orang personil. SE. AMKK Asnul Arifin. Berdasarkan hasil uji petik atas aktivitas pengelolaan dan pembinaan PKBL di Cabang Belawan diketahui bahwa dengan jumlah personil sebanyak 3 (tiga) orang sebagai pelaksana langsung untuk menangani dan mengelola serta membina para Mitra Binaan sangat kurang memadai. Cabang Pelabuhan Dumai. MM. Apul Sinaga. dinyatakan bahwa Unit Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan adalah unit organisasi khusus yang mengelola Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan yang merupakan bagian dari organisasi BUMN Pembina serta bertanggung jawab secara langsung kepada Direksi BUMN Pembina. SE. Sesuai ketentuan dalam Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. Sampai sekarang baru ada 5 (lima) cabang yang memiliki Unit PKBL yaitu Cabang Pelabuhan Belawan dengan 3 (tiga) orang personil. Masing-masing Manajer mempunyai 1 (satu) orang staf dan 1 (satu) orang Asisten Manajer (ASM) sebagai pelaksana Bidang Kemitraan dan Bina Lingkungan. dan Pelaporan Staf Adm. Dengan kondisi tersebut maka Program Kemitraan dan Bina Lingkungan pada PT Pelindo I menjadi sangat tidak efektif karena terbatasnya sumber daya manusia yang tersedia untuk melakukan pembinaan. 38 . dan Pelaporan Staf Pembinaan Kemitraan dan BL : : : : Daud Tarigan. SE Mangara Lumbantobing. Susunan organisasi PKBL adalah sebagai berikut: SM Bidang Kemitraan dan BL ASM Pembinaan Kemitraan dan BL ASM Adm. Namun belum semua Cabang merupakan unit organisasi yang terpisah. Kamron Pasaribu.

Hal tersebut disebabkan manajemen kurang mempertimbangkan unsur efektivitas dalam pembagian tugas rutin dinas/divisi keuangan pada masingmasing cabang dan kurang perhatian atas pengelolaan dana PKBL. unit pelaksana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan di Cabang Belawan tidak dapat bertugas dengan optimal. Kondisi ini tentu akan semakin tidak efektif bila hanya dirangkap tugasnya oleh Dinas Keuangan. BPK-RI menyarankan agar Direksi PT Pelindo I segera membentuk unit KBL di Cabang-cabang khususnya yang masih dirangkap oleh Dinas Keuangan. apalagi ditugaskan sebagai fungsi pengelolaan dan pembinaan Mitra Binaan. karena untuk melaksanakan tugas pokok perusahaan saja sudah padat. Direksi PT Pelindo I menyatakan sependapat dengan BPK-RI dan untuk masa mendatang hal ini akan menjadi perhatian perusahaan guna melengkapi personil sesuai beban tugas di cabang tersebut.Menurut penjelasan Asisten Manajer Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Cabang Pelabuhan Belawan diketahui bahwa dengan terbatasnya personil yang tersedia. seleksi atas kelayakan usaha dan penetapan calon Mitra Binaan. perlu dikembangkan potensi usaha kecil dan koperasi agar menjadi tangguh dan mandiri sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui program kemitraan antara BUMN dengan usaha kecil serta 39 . serta pengadministrasian dan pelaporan pelaksanaan kegiatan baik laporan berkala triwulanan maupun tahunan menjadi tidak dapat terlaksana dengan baik. d. terlebih lagi fungsi paling sulit yaitu pemantauan dan pembinaan terhadap Mitra Binaan yang lokasi usaha dan domisilinya rata-rata tersebar jauh dan sulit dijangkau. Hal ini mengakibatkan proses evaluasi. Mitra Binaan tidak menyelenggarakan pencatatan/pembukuan dengan tertib dan seluruhnya tidak pernah menyampaikan laporan keuangan periodik kepada Bagian PKBL PT Pelindo I Dalam rangka mendorong kegiatan dan pertumbuhan ekonomi serta terciptanya pemerataan pembangunan melalui perluasan lapangan kerja dan kesempatan berusaha.

Surat Perjanjian Kerjasama Program Kemitraan antara PT Pelindo I dengan Mitra Binaan. Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan Pasal 4 butir b dan c bahwa setiap Mitra Binaan diwajibkan menyelenggarakan pencatatan/ pembukuan dengan tertib dan menyampaikan laporan perkembangan usaha setiap triwulan kepada BUMN Pembina.koperasi. 2. Usaha tersebut antara lain dapat dilakukan melalui Pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Melalui Program Kemitraan tersebut pihak pengusaha kecil dan koperasi dapat memperoleh bantuan pinjaman dana untuk menunjang kegiatan usaha-usaha yang dilakukannya dan sekaligus memperoleh pembinaan dari BUMN yang memberikan bantuan dana tersebut. Untuk Mitra Binaan yang telah mendapatkan bantuan dana Program Kemitraan harus memenuhi kewajibannya sebagaimana ditetapkan dalam: 1. Hal tersebut mengakibatkan: 1. Pada tahun 2004 jumlah Mitra Binaan pengusaha kecil dan koperasi PT Pelindo I telah mencapai sebanyak 1.559 Mitra Binaan. Bidang KBL tidak dapat mengetahui perkembangan usaha dan masalahmasalah yang dihadapi Mitra Binaan lebih awal. Dari hasil pemeriksaan di Cabang Belawan dan konfirmasi pada Bidang KBL Kantor Pusat diketahui bahwa Mitra Binaan yang mendapat bantuan pinjaman sampai dengan penyaluran tahun 2004 tidak menyelenggarakan pencatatan/pembukuan dengan tertib dan tidak pernah menyampaikan laporan kegiatan usahanya termasuk laporan keuangan periodik (triwulan/tahunan) kepada Bidang KBL Cabang/Kantor Pusat sebagaimana yang telah ditetapkan dalam perjanjian kerjasama dan keputusan Menteri BUMN. yang antara lain ditetapkan bahwa Mitra Binaan berkewajiban melaporkan segala kegiatan usahanya termasuk laporan keuangan kepada PT Pelindo I secara berkala yaitu triwulanan dan tahunan. untuk kemudian 40 .

membuat laporan hasil kunjungan lapangan dan menyampaikannya ke Kantor Pusat. Kegiatan monitoring terhadap pembayaran-pembayaran yang dilakukan oleh Mitra Binaan belum sepenuhnya dilakukan sebagaimana mestinya Sesuai dengan ketentuan dalam perjanjian kredit Mitra Binaan berkewajiban membayar angsuran pinjaman sejak masa tenggang (grace period) berakhir yaitu 3 (tiga) bulan setelah penandatanganan perjanjian. e.mengambil langkah-langkah serta tindakan pembinaan yang diperlukan dalam rangka mengantisipasi penurunan usaha atau mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi. 41 . Besarnya angsuran tiap bulan untuk masing-masing mitra telah ditetapkan dalam tabel angsuran. Hal tersebut disebabkan: 1. Direksi mengakui bahwa Mitra Binaan tidak menyelenggarakan pencatatan dan tidak menyampaikan laporan keuangan sesuai dengan temuan BPK-RI dan untuk mengantisipasi hal tersebut unit PKBL Cabang diminta mengadakan kunjungan ke tempat usaha Mitra Binaan setiap triwulanan untuk melakukan evaluasi/penilaian perkembangan usahanya. 2. BPK-RI menyarankan kepada Direksi PT Pelindo I agar bagian PKBL memberikan pengarahan dan bimbingan kepada Mitra Binaan baik dalam pembuatan laporan maupun kemampuan manajerial. Bidang KBL terhambat dalam mengusahakan pengembalian kembali pinjaman dari Mitra Binaan yang mengalami kerugian usaha atau penurunan omzet penjualan. Mitra Binaan kurang memiliki kemampuan manajerial untuk membuat laporan triwulanan/tahunan walaupun sudah mendapat pengarahan mengenai bentuk laporan dari pengurus PKBL pada saat pencairan dana. baik melalui penjadwalan kembali pinjaman maupun penyesuaian persyaratan pinjaman. Tidak adanya sanksi yang tegas bagi Mitra Binaan yang tidak mengirimkan laporan keuangan periodik. 2. Kurangnya kesadaran dari Mitra Binaan dalam melaksanakan kewajiban untuk melaporkan perkembangan usahanya. 3.

2.348. Jumlah pengembalian pinjaman dari Mitra Binaan pada tahun 2004 berupa pokok dan bunganya sampai dengan 31 Desember 2004 sebesar Rp6. Pembayaran dengan transfer atau penyetoran ke rekening Program Kemitraan pada bank-bank yang telah ditunjuk (Bank BNI).00. Kondisi tersebut disebabkan: 1.272. Atas setoran tersebut Bagian PKBL tidak dapat membukukan sebagai mutasi angsuran piutang pinjaman Mitra Binaan yang bersangkutan.00. 2.911.826.719.580. Jumlah tersebut terdiri dari pengembalian pokok pinjaman sebesar Rp5. Kurangnya pengetahuan/kesadaran Mitra Binaan untuk mengirimkan bukti setoran ke Bagian PKBL yang dapat digunakan sebagai dasar monitoring pembayaran angsuran pinjaman.769. Adanya setoran tanpa identitas tersebut disebabkan tidak lengkapnya nota kredit dari bank penerima atau tidak jelas tertulis identitas Mitra Binaan pada rekening koran bank. Hal tersebut mengakibatkan: 1. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebagian besar Mitra Binaan melakukan pembayaran melalui bank. 42 . Saldo pinjaman Mitra Binaan dalam catatan Bagian PKBL diragukan keakurasiannya. Saldo pinjaman sejumlah Mitra Binaan tidak dapat diketahui secara pasti dan tidak diketahui pula apakah yang bersangkutan lancar atau menunggak pembayaran angsurannya. Pembayaran langsung ke Bagian PKBL.Pembayaran angsuran dapat dilakukan melalui dua cara: 1.970.00 sisanya dan bunga pinjaman sebesar Rp587. Hal tersebut disebabkan cara ini lebih praktis terutama bagi Mitra Binaan yang berada jauh dari Kantor PT Pelindo I.911.181. Kemungkinan juga Mitra Binaan yang bersangkutan tidak mengisi secara lengkap pada bukti setornya.00 merupakan pembayaran-pembayaran yang belum dapat diidentifikasikan Mitra Binaannya.666.666.00 dan sebesar Rp32. Bagian PKBL telah menghimbau kepada semua Mitra Binaan yang akan melakukan pembayaran angsuran pinjaman melalui bank agar mengisi secara lengkap data Mitra Binaan pada bukti setornya dan mengirimkan salinannya ke Bagian PKBL. pengembalian pokok pinjaman dari pinjaman yang bermasalah sebesar Rp32.

BPK-RI menyarankan kepada Direksi PT Pelindo I agar: 1. Penyajian laporan PKBL PT Pelindo I belum sepenuhnya sesuai dengan format penyajian laporan sebagaimana yang ditetapkan dalam Surat Keputusan dan Surat Edaran Menteri BUMN Untuk meningkatkan tata tertib administrasi dan laporan keuangan seiring dengan semakin meningkatnya jumlah dana dan berkembangnya transaksi Kemitraan dan Bina Lingkungan PT Pelindo I telah dikeluarkan Surat Keputusan Direksi Nomor KU. pembinaan/pengawasan kepada Mitra terutama disamping Binaan dirasakan personil PKBL di Kantor kurangnya pengetahuan para Mitra Binaan tentang administrasi yang berhubungan dengan usahanya. f. arus bank dan kode-kode akunnya serta format-format tabel pendukung laporan penyelenggaraan kegiatan PKBL. Untuk selanjutnya dalam penyaluran pinjaman dibuat kartu angsuran yang dapat diisi oleh petugas bank penerima tentang jumlah setoran yang dilakukan sebagai sarana monitoring terhadap pembayaran yang dilakukan oleh Mitra Binaan. Bagian PKBL kurang intensif dalam melakukan kegiatan monitoring dan pembinaan sehubungan dengan pembayaran-pembayaran yang dilakukan mitra.2.I-03 tanggal 13 Pebruari 2003 tentang Pedoman Pembukuan dan Pelaporan Keuangan Kegiatan Kemitraan dan Bina Lingkungan PT Pelindo I. Cabang. Hal ini terjadi disebabkan karena terbatasnya petugas PKBL yang memberikan masih kurang. Kemudian untuk pelaksanaan lebih lanjut telah dikeluarkan Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha 43 . 2. Pada tahun 2003 pada tanggal 17 Juni 2003 telah dikeluarkan Surat Keputusan (SK) Menteri BUMN Nomor: KEP-236/MBU/2003 yang mengatur tentang Pengelolaan Dana Kemitraan dan Bina Lingkungan yang diselenggarakan oleh BUMN. Direksi PT Pelindo I menyatakan sependapat dengan temuan BPK-RI. Dalam SK tersebut ditetapkan format laporan keuangan berupa neraca. Memberikan perhatian lebih terhadap masalah ini diantaranya dengan melakukan konfirmasi secara intensif kepada Mitra Binaan dan koordinasi dengan bank penerima.65/1/23/P.

66/9/14/P. sedangkan format laporan Arus Dana Program Bina Lingkungan tercantum dalam lampiran SE tersebut. Neraca Program Kemitraan belum mencantumkan Aktiva tetap padahal ada pembelian aktiva tetap yang oleh perusahaan dicatat sebagai aktiva lainlain. Neraca Program Kemitraan belum mencantumkan saldo ekuitas tetapi berupa distribusi laba dan sisa hasil kegiatan secara kumulatif.Kecil dan Program Bina Lingkungan dalam bentuk Surat Edaran (SE) Nomor: SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003. Format laporan Program Kemitraan sebagaimana yang tercantum dalam SK menteri yang terdiri antara lain Neraca dan Arus Aktivitas serta tabel-tabel pendukungnya. Dalam SK dan SE tersebut dijelaskan lebih tegas dan rinci tentang mekanisme dan pengelolaan dana Kemitraan dan Bina Lingkungan oleh BUMN termasuk isi dan format laporan serta dokumen-dokumen pendukungnya. Neraca Program Kemitraan belum mencantumkan akun Kas tetapi hanya akun Bank. Upaya yang dilakukan oleh Bidang KBL PT Pelindo I pada tahun 2004 dalam rangka penyusunan laporan keuangan agar sesuai dengan ketentuan baru tersebut yaitu dengan menerbitkan surat Nomor: KU. antara lain: 1. 5. Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap laporan keuangan PKBL yang disusun oleh Bidang PKBL PT Pelindo I diketahui bahwa penyajian laporan tersebut belum sepenuhnya mengacu kepada format laporan sebagaimana yang tercantum dalam lampiran SK dan SE tersebut. 44 . Laporan Aktivitas Program Kemitraan belum mencantumkan laporan penyaluran kredit per sektor baik pada tahun berjalan maupun secara kumulatif dari tahun-tahun sebelumnya juga adanya akun Aktiva dan Pasiva Lain-lain. 2. padahal berdasarkan rincian Bank dana-dana tersebut tidak semuanya dalam bentuk rekening koran tetapi ada juga yang berbentuk kas. 4. 3. Neraca Program Kemitraan belum mencantumkan Aktiva lancar lainnya berupa antara lain uang muka yang masih dikelompokkan sebagai aktiva lain-lain.I-04 tanggal 3 Desember 2004 tentang pedoman penyusunan laporan keuangan PKBL tahun buku 2004 kepada unit KBL Cabang-cabang dengan mengadopsi fomat-format tabel penyajian data sebagaimana yang tercantum dalam ketentuan baru tersebut.

Proses konversi dari format laporan yang dibuat oleh perusahaan dengan berpedoman kepada SK lama Direksi ke format laporan sesuai dengan ketentuan baru baik dalam SK maupun dalam SE membutuhkan waktu yang cukup lama dan rumit. BPK-RI menyarankan kepada Direksi PT Pelindo I agar segera menetapkan Keputusan Direksi mengenai Pedoman Pembukuan dana PKBL dengan mengacu kepada ketentuan terbaru dari Kementerian BUMN. Hal ini karena adanya rencana Kementerian BUMN untuk menerapkan BUMN On Line PKBL. Klasifikasi akun-akun dalam laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan belum tepat sesuai dengan pedoman yang berlaku.6. Direksi PT Pelindo I menyatakan sependapat dengan temuan BPK-RI. Kondisi tersebut disebabkan Direksi kurang tanggap untuk segera memperbarui SK Direksi tentang Pedoman Pembukuan PKBL dengan mengacu kepada ketentuan terbaru. Laporan Arus Dana Bina Lingkungan masih mengacu kepada arus dana Program Kemitraan dan masih adanya akun Aktiva dan Pasiva Lain-lain. 45 . 2. maka penyesuaian SK Direksi tentang Pedoman Pembukuan dan pelaporan Keuangan Kegiatan Kemitraan dan Bina Lingkungan PT Pelindo I akan segera dilakukan. dan mengingat ketentuan BUMN On Line belum terlaksana sampai saat ini. Hal tersebut mengakibatkan: 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful