BPK - RI

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

LAPORAN KEUANGAN

PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I
Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004
Nomor : 13.A / Auditama V / GA / 3 / 2005 Tanggal : 31 Maret 2005
Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 31 Jakarta 10210 Telp. (021) 5700380, 5738740, 5720957, 5738727, 5704395 s.d. 9 pesawat 511 Fax. (021) 5700380, 5723995

DAFTAR ISI

Halaman

Laporan Auditor Independen….. …………………………………………. Dasar Penugasan dan Ruang Lingkup Audit 1. 2. Dasar Penugasan ……………………………………………………… Ruang Lingkup ………………………………………………………..

i

iii iii

Laporan Keuangan Pokok I. II. Neraca per 31 Desember 2004 dan 2003 …………………………... Laporan Laba Rugi untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 …………………………………………… III. Laporan Perubahan Ekuitas untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 ……………………………... IV. Laporan Arus Kas untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 …………………………………………… V. Catatan atas Laporan Keuangan ……………………………………. 5 6 4 3 1

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

Nomor : 13.A/Auditama V/GA/03/2005 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit neraca PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I tanggal

31 Desember 2004 serta laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Kami juga melakukan pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern. Laporan keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern adalah tanggung jawab manajemen perusahaan. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundangundangan dan pengendalian intern berdasarkan audit kami. Laporan Keuangan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 telah diaudit oleh auditor independen lain yang laporannya bertanggal 15 Maret 2004, berisi pendapat wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan tersebut. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara i BPK-RI AUDITAMA V

Ak. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat. 31 Maret 2005 ii BPK-RI AUDITAMA V . dalam semua hal yang material.MA Register Negara No.B/AUDITAMA V/GA/03/2005 tanggal 31 Maret 2005. Sebagaimana diuraikan dalam catatan 33 atas laporan keuangan. persyaratan bantuan dan pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan serta kepatuhan terhadap pengendalian intern. Drs. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. Selain itu audit mencakup pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap kontrak. PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I masih menunggu keputusan Pengadilan tingkat kasasi atas gugatan terhadap aktiva-aktiva perusahaan. laporan keuangan yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar. kewajiban yang mungkin timbul yang berkaitan dengan keputusan Pengadilan atas gugatan tersebut tidak tampak dalam laporan keuangan. jika ada. Oleh karena itu. 13. Menurut pendapat kami. Misnoto. dan hasil usaha. serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut.D-1416 Jakarta. Besarnya kerugian yang mungkin timbul. posisi keuangan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I tanggal 31 Desember 2004. akibat keputusan Pengadilan tersebut belum dapat ditentukan pada saat ini.keseluruhan. sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Kepatuhan kami terhadap peraturan perundang-undangan kepada dan pengendalian dengan surat intern kami sampaikan secara terpisah manajemen No.

Pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan yang kami uji mencakup: a.21 tahun 1992 tentang Pelayaran. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen. Keputusan Menteri Perhubungan No. b. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Undang-undang No. perihal penugasan untuk melakukan audit atas laporan keuangan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I dan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan tahun buku 2004 di Kantor Pusat di Medan dan Kantor Cabang. Perubahan ketiga Undang Undang Dasar Tahun 1945 pasal 23 E dan pasal 23 E. 2.2/9/2004 tanggal 30 September 2004. Surat Tugas Badan Pemeriksa Keungan No.5 tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan dan peraturan perundangan lainnya yang berlaku.1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas.KM 66 tahun 1994 tanggal 19 Oktober 1994 tentang Tarif Jasa Kepelabuhanan Untuk Kapal Angkutan Luar Negeri di Pelabuhan Laut Yang Diusahakan. iii . Audit dilaksanakan berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan Badan Pemeriksa Keuangan. Selain itu audit mencakup pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap kontrak dan pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan serta kepatuhan terhadap pengendalian intern. dan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia.64/ST/VII-XV. Undang-undang No. serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Ruang Lingkup Audit Audit ini bersifat general audit atas laporan keuangan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004. d.DASAR PENUGASAN DAN RUANG LINGKUP AUDIT 1. Undang-undang No. Dasar Penugasan a. c. Suatu audit meliputi pemeriksaan atas dasar pengujian bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan.11 tahun 1992 tentang Dana Pensiun. c. b. Undang Undang Republik Indonesia No.

g. j. Peraturan Pemerintah No. h. Risalah Rapat Umum Pemegang Saham. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat.KU. Keputusan Direksi No. sebagaimana telah dirubah dengan Peraturan Pemerintah No.54 tahun 2002 tentang Penyelenggaraan Angkutan Laut. l. Peraturan Pemerintah No. Keputusan Menteri Negara BUMN No.KEP-100/M-MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan BUMN. f. Undang-undang No. Keputusan Menteri Perhubungan No. Keputusan Menteri Perhubungan No.60/6/9/PI-03 tanggal 1 September 2003 tentang Kebijakan Akuntansi PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I.e. Keputusan Menteri Perhubungan No.12 tahun 1998 tentang Perusahaan Perseroan.55 tahun 2002 tentang Penyelenggaraan Pelabuhan Khusus. p.KEP-101/M-MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan BUMN. m.12 tahun 1998 tentang Perusahaan Perseroan (Persero).82 tahun 1999 tentang angkutan di perairan. k. Keputusan Menteri Negara BUMN No. q.KEP-102/M-MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penyusunan Rencana Jangka Panjang BUMN. Anggaran Dasar dan Akte Pendirian PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I. KM 33 tahun 2001 tentang Pengusahaan Angkutan Laut. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA iv . o. i.69 tahun 2001 tentang Kepelabuhanan. Peraturan Perpajakan. n.45 tahun 2001 tentang perubahan Peraturan Pemerintah No. Keputusan Menteri Negara BUMN No. Pelaksanaan audit di lapangan mulai tanggal 11 Oktober 2004 sampai dengan 31 Maret 2005.

412.436.588.181.036.164 4.453 27.198.002.507.691.209 pada tahun 2004 dan Rp224.845.688.212 2i.915 30.000 9. 14 567.269.959 1.998 2g.765 8.928 39.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I NERACA 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah. 11 2j.826.793 53.552.307.139.725.192. 6 2k.732. 8 9 20.194.723.732.154.321. 18a 7 2h.691. setelah dikurangi Penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp4.159 61.049 714.124 2.407.577.336 723.475.559.766 63.601 610.170. 5 2c.060 46.807.296.356 321.402.715 317. 3 2e.304.570.403.975. 2i.927.079.055.521.019 23.990 pada tahun 2003 Pendapatan masih akan diterima Pajak dibayar dimuka Piutang lain-lain Persediaan Aktiva lancar lain-lain Jumlah Aktiva Lancar AKTIVA TIDAK LANCAR Aktiva Tetap – setelah dikurangi Akumulasi penyusutan sebesar Rp268.585.984.609. 2l.933.845 567.401.745.002. 4 165.244.925 pada tahun 2003 Aktiva Tetap belum dimanfaatkan Biaya ditangguhkan – bersih Deposito yang dijaminkan Aktiva Lain-Lain – bersih Jumlah Aktiva Tidak Lancar JUMLAH AKTIVA 2004 2003 2d.752.404. kecuali dinyatakan lain) AKTIVA Catatan AKTIVA LANCAR Kas dan Setara Kas Investasi Jangka Pendek Piutang Usaha.840 379.401. 10 2i.700.745.031.045.723.381.284.631.540 Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan 1 .051 85.328 1.747.407. 12 13 2g.480.614 19.231 1.561 1.684 pada tahun 2004 dan Rp3.352.714.365 198.111.243 11.652.241.573 62.891.418.592 3.072.493.

597.714.984. 23 24 2k.845 312.000. 23 24 42.655.237.058.202.000.636.771.259 71.058.723.756.428.586.259 79.432.358 1.551.933.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I NERACA 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.421 848.927 15.884.000 143.718.497.181.518 41.655.763 5.951 3.987. kecuali dinyatakan lain) KEWAJIBAN DAN EKUITAS Catatan KEWAJIBAN LANCAR Hutang Usaha Hutang Lain-lain Biaya masih harus dibayar Hutang Pajak Hutang Kemitraan dan Bina Lingkungan Pendapatan Sewa diterima di muka yang jatuh tempo dalam satu tahun Hutang jk panjang yg jatuh tempo dalam satu tahun: Hutang pembelian aktiva tetap Hutang Sewa Guna Usaha Hutang Pemegang Saham Jumlah Kewajiban Jangka Pendek KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Pendapatan Sewa diterima di muka Hutang Sewa Guna Usaha Hutang Pemegang Saham Kewajiban Pajak Tangguhan Jumlah Kewajiban Jangka Panjang Jumlah Kewajiban BANTUAN PEMERINTAH DITENTUKAN STATUSNYA YANG BELUM 25 1.646.072.856 9.137.947.000.469 1.137 99.232.945.346 1.000 Modal ditempatkan dan disetor penuh 312.248.045.278.600 2004 2003 15 16 17 2k.899 35.399.933 500. 18b 19 21 22 22.008.200.126.027.857 4.087 1.146 180.159.665.428.471 EKUITAS Modal saham Modal dasar 1.000 saham dengan nilai nominal Rp1.410.000.552.211.956.502 91.802.328.804.076 4.258 21.000 5.886 101.930 1.158.755.624.227.806.911 294.311.267.863 20.008.915.084 1.580.325 21 22.105.126.764.797 8.326 3.088 9.933 895.540 Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan 2 .573 147.696.101.987.215.000 143.294.948.000 saham Modal disetor lainnya Cadangan umum Saldo laba Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 26 26 27 312.948 6.437 2.532.879 3.962.031.655.393.427.911 349.600 1.983.241.789.139.894. 18d 36.714.030 75.453.817.530.326 40.714.595.000.314.764.000.460.568.

143.926.734.639) 143.292.902 146.613. kecuali dinyatakan lain) Uraian Catatan 2004 2003 Penghasilan Bersih Beban Usaha Laba Usaha Penghasilan (Beban) Lain-Lain.662 2k.821) 161.968 (326.812.200) (384.344) (48. Bersih Laba Sebelum Pajak Penghasilan dan Pos Pos Luar Biasa Pos Luar Biasa Laba Sebelum Pajak Penghasilan Penghasilan (Beban) Pajak Pajak Kini Pajak Tangguhan 28 29 455.901.653.991.761.231.971.606.037.893.472 9.606.683.388.412.120) 121.190 30 17.096.388.696.200) 19.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I LAPORAN LABA RUGI Untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.054 Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan 3 .680.872.910.521.135 423.090.920) (48.930.708.293 (262.606.506.299.856 (29.703.743.398 170.371.542 Laba (Rugi) Bersih 113.007.893.316. 18f (49.724.662 170.833) 129.037 36 (3.808. 18f 2k.905.

926.747.756.915 (98.764.137 99.927 121.028.854.000.227.346 Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan 4 .000.000) (5.657.Dividen dan lainnya .000.000) (52.112.500.933.390.823 312.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.806.500.Cadangan umum .764.427.000 - 143.683.502 (65.058.823 - 312.000.000) 91.817.250.Dana kemitraan dan bina lingkungan Saldo per 31 Desember 2003 Laba bersih Tambahan cadangan umum Pembagian laba tahun 2003: .911 52.328.542 831.854.058.012.000 143.542 - - 71.915) (5. kecuali dinyatakan lain) Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Modal Disetor Lainnya Catatan Cadangan Umum Akumulasi Laba JUMLAH Saldo per 31 Desember 2002 Laba bersih Pembagian laba tahun 2002: .Dana kemitraan dan bina lingkungan Saldo per 31 Desember 2004 27 27 27 312.926.Dividen dan lainnya .000.646.854.000 143.911 - 223.069.390.069.000.683.000) (71.926.Cadangan umum .933 (65.112.037.000.037.000.346.278.901.250.851.657.000) 848.222 - 152.469 113.428.915.115.747.901.000.054 2.911 294.542 349.696.339.000) (98.000.054 - - 2.000.058.012.421 113.926.346.764.000) (3.000) 895.000.747.794 121.542) (3.

000 8.249.258) (72.600 (56.987.173.150) 32.880) (2. kecuali dinyatakan lain) 2004 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan Kas yang dihasilkan operasi Pembayaran pajak Pembayaran bunga Jumlah kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Pencairan deposito Penerimaan bunga Penjualan surat berharga Penambahan deposito dijaminkan Pelunasan hutang non eksploitasi Pembayaran biaya yang ditangguhkan Jumlah kas bersih digunakan untuk aktivitas investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Pembayaran atas pembagian saldo laba: Dividen dan lainnya Dana kemitraan dan bina lingkungan Pembayaran hutang jangka panjang Jumlah kas bersih digunakan untuk aktivitas pendanaan Kenaikan (penurunan) bersih kas dan setara kas Kas dan setara kas awal tahun Kas dan setara kas akhir tahun Catatan tambahan atas transaksi bukan kas: Penambahan aktiva tetap dari bantuan pemerintah yang belum ditetapkan statusnya 2003 572.849.058 595.807.000) (9.934.842 337.064.751.799.446.900.752.981 (358.874) (90.487.573.640.088.774.803) (3.205.924.260.495.714.465.143.201.599.357.051) (8.000.207) (112.428 15.808.752.716) (41.464.194.364.841) 119.120.434 (6.761) (40.398.027) (33.183 (91.989.593.351.984.892.694) (98.264 (405.008.157.164 (106.965.208.288.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I LAPORAN ARUS KAS Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.600 Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan 5 .479.256.732.393.428) 198.505.604.545.592 - 1.000.238.146.381.995.135.255.048.486 198.736.732.000) (7.959.894) 271.831.994 (90.088.000.552.768.724.073.410) 44.270) 139.262.462 544.863) (10.531.526) (3.431) (1.374.153) (4.484.418.313.592 165.798) 213.

HT. jumlah karyawan tetap Perusahaan masing-masing adalah 1. 100 Medan dan kegiatan operasionalnya berada di berbagai lokasi yang tersebar di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam. 10 pelabuhan perwakilan.TH.432 orang. S. usaha galangan kapal dan jasa lainnya. pelayanan terminal peti kemas. Perusahaan memulai operasi komersialnya sejak didirikan.01.C28519.01.98 tanggal 29 September 1998.396 orang dan 1. 8612 tanggal 1 November 1994. kecuali dinyatakan lain) 1. 1 (satu) unit terminal peti kemas dan 1 unit galangan kapal. 94 oleh Notaris Robert Purba. Perubahan anggaran dasar tersebut telah mendapat persetujuan Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. S.04.01. Perusahaan bergerak dalam bidang jasa kepelabuhan. terakhir dengan akte No. UMUM PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I (Perusahaan) didirikan tanggal 1 Desember 1992 berdasarkan akte No. Akte pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat keputusan No.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah. 2 (dua) rumah sakit.TH. Sumatera Utara dan Riau (kecuali Batam) yang meliputi 15 pelabuhan cabang. maksud dan tujuan serta kegiatan usaha dan perubahan modal Perusahaan.H.94 tanggal 1 Juni 1994 dan diumumkan dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 1 oleh Notaris Imas Fatimah. Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.HT. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. 87 Tambahan No. tanggal 17 Juli 1998 tentang perubahan jangka waktu berdirinya Perusahaan. Perusahaan berkedudukan di Jalan Krakatau Ujung No.C215946.H. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris: Komisaris Utama Komisaris 2004 Zulkarnain Oeyoeb Suyitno Affandi Mulabasa Hutabarat Barzuweh 2003 Zulkarnain Oeyoeb Suyitno Affandi Mulabasa Hutabarat Barzuweh 6 .

Pos aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dilaporkan ke dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs tengah yang dikeluarkan oleh 7 . Transaksi dalam mata uang asing dibukukan dengan menggunakan kurs pada saat terjadinya transaksi. KEBIJAKAN AKUNTANSI Suatu ikhtisar kebijakan akuntansi yang diterapkan oleh Prayitno I Wayan Bajera Hari Sutanto Ferdinand Purba P. investasi jangka pendek yang dinyatakan sebesar nilai aktiva bersih dan aktiva tetap tertentu yang telah dinilai kembali berdasarkan Peraturan Pemerintah. b. menyajikan informasi penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang diklasifikasikan menurut aktivitas operasi. Penyajian laporan keuangan Kebijakan akuntansi dan pelaporan yang digunakan oleh perusahaan adalah sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Puji Hartoyo - 2003 Prayitno I Wayan Bajera Ferdinand Purba Djohar Hajat Eko Wardaya Perusahaan yang mempengaruhi penentuan posisi keuangan dan hasil usahanya dijelaskan di bawah ini. kecuali dinyatakan lain) 2004 Dewan Direksi: Direktur Utama Direktur Keuangan Direktur Operasi Direktur Pemasaran dan Pengembangan Usaha Direktur Personalia dan Umum Direktur Teknik Direktur Usaha 2. a. investasi dan pendanaan. Laporan keuangan disusun dengan dasar pengukuran biaya historis. kecuali untuk persediaan yang dinyatakan berdasarkan nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih. Transaksi dan saldo dalam mata uang asing Pembukuan perusahaan diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Laporan arus kas yang disusun dengan metode langsung.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.

Berdasarkan PSAK No. 7. Transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa Dalam usahanya. Kegiatan jasa pelayanan yang telah selesai dilakukan sampai dengan akhir periode yang belum diterbitkan nota tagihnya dicatat sebagai pendapatan masih akan diterima. saldo kas di bank dan deposito berjangka dengan jangka waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak dipergunakan sebagai jaminan hutang. Kas dan setara kas Kas dan setara kas terdiri atas saldo kas yang ada di Perusahaan. Beban diakui pada saat terjadinya.465 pada tanggal 31 Desember 2003) c. Pengakuan pendapatan dan beban Pendapatan usaha jasa kepelabuhan diakui pada saat kegiatan pelayanan jasa telah selesai dilakukan. d. Investasi jangka pendek Investasi jangka pendek dalam reksadana (kelompok diperdagangkan) dinyatakan sebesar nilai aktiva bersih (net assets value) pada tanggal neraca. Pendapatan sewa aktiva tetap diakui pada saat timbulnya hak sewa bagi penyewa sesuai masa kontrak sewa yang telah berlalu.290 pada tanggal 31 Desember 2004 dan Rp8. 7. “Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa”. Pendapatan usaha galangan kapal dan pelayanan rumah sakit diakui pada saat jasa telah selesai diberikan.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah. kecuali dinyatakan lain) Bank Indonesia pada tanggal neraca ( 1 dollar AS = Rp9. Laba atau rugi yang belum direalisasi akibat perubahan nilai aktiva bersih pada tanggal neraca dikreditkan atau dibebankan pada usaha tahun berjalan. 8 . Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagaimana dimaksud dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. transaksi antar Badan Usaha Milik Negara tidak perlu diungkapkan sebagai transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. f. e.

suku cadang. Biaya persediaan meliputi semua biaya pembelian dan biaya lain yang timbul sampai persediaan berada dalam kondisi dan tempat yang siap untuk dipakai. Aktiva tetap Aktiva tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan. kecuali yang dinilai kembali berdasarkan peraturan pemerintah. i. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aktiva tetap sebagai berikut: 9 . h. obat-obatan. Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang. bahan bakar yang peruntukannya adalah untk kegiatan operasional perusahaan. Persediaan Persediaan adalah perlengkapan kantor.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah. Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih. Penyisihan piutang ragu-ragu Penyisihan piutang ragu-ragu ditentukan berdasarkan evaluasi umur piutang masingmasing pelanggan pada akhir tahun. kecuali dinyatakan lain) g. dikurangi akumulasi penyusutan. Nilai realisasi bersih adalah taksiran harga penjualan dalam kegiatan usaha normal dikurangi taksiran biaya penyelesaian dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan. mana yang lebih rendah. Berikut ini persentase penyisihan yang diterapkan berdasarkan umur piutang yang telah jatuh tempo: Umur piutang 0 s/d 6 bulan 6 s/d 12 bulan 12 s/d 18 bulan 18 s/d 24 bulan > 24 bulan % Penyisihan 25 50 75 100 Persentase penyisihan dievaluasi secara berkesinambungan untuk menentukan kecukupan penyisihan piutang.

2% – 50% 5% – 10% 5% – 25% 20% 10 . Aktiva tetap yang belum digunakan dicatat sebesar biaya perolehan pada akun Aktiva tetap belum dimanfaatkan dalam kelompok Aktiva Tidak Lancar. Pada penjualan aktiva tetap. Aktiva dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aktiva tetap. biaya perolehan dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari akun tersebut dan laba atau rugi yang terjadi dibukukan dalam laba rugi tahun berjalan. Aktiva tetap yang tidak dipergunakan lagi. Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya. Penurunan nilai aktiva diakui sebagai kerugian periode berjalan jika nilai tercatat aktiva melebihi nilai yang dapat diperoleh kembali. Akumulasi biaya perolehan (biaya bahan dan biaya lainnya untuk memperoleh aktiva tersebut) akan direklasifikasi ke aktiva tetap yang bersangkutan pada saat pembangunan dan/atau instalasi selesai dan siap untuk digunakan. kecuali dinyatakan lain) % Penyusutan per tahun Bangunan dan prasarana Kapal Peralatan Kendaraan Tanah dicatat berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan. Pemugaran dan penambahan yang menambah umur aktiva atau kapasitas dalam jumlah material dikapitalisasi. Perusahaan mengevaluasi nilai aktiva pada setiap tanggal pelaporan jika terdapat keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat aktiva tersebut tidak dapat sepenuhnya diperoleh kembali. biaya perolehan serta akumulasi penyusutannya dipindahkan ke akun Aktiva tetap tidak berfungsi dalam akun – Aktiva lain-lain pada kelompok Aktiva Tidak Lancar dan dicatat dengan nilai Rp 1.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.

kecuali dinyatakan lain) j. Manfaat pajak di masa depan. maka transaksi sewa guna usaha dikelompokkan sebagai transaksi sewa menyewa biasa (operating lease). Biaya ditangguhkan Biaya-biaya yang memberikan manfaat pada masa yang akan datang ditangguhkan dan diamortisasi sesuai masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis lurus (straight line method). Penambahan atas kewajiban pajak diakui pada saat keputusan pemeriksaan pajak diterima atau. kewajiban pajak diakui pada saat hasil banding tersebut telah diputuskan. l. Penyusutan 11 . Pajak penghasilan Pajak penghasilan Perusahaan dihitung berdasarkan taksiran penghasilan kena pajak dalam tahun yang bersangkutan. 30. seperti akumulasi rugi fiskal diakui apabila besar kemungkinan manfaat tersebut dapat direalisasikan. “Akuntansi Sewa Guna Usaha”. Jika salah satu kriteria tidak dipenuhi. k. Aktiva dan kewajiban pajak diakui atas dasar beda temporer antara pelaporan komersial dan fiskal atas pengakuan pendapatan dan beban pada tiap tanggal pelaporan. jika terdapat pengajuan banding. dinyatakan sebesar nilai tunai dari seluruh pembayaran sewa guna usaha selama masa sewa guna usaha ditambah nilai sisa yang harus dibayar pada akhir masa sewa guna usaha. Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan dihitung menggunakan tarif pajak yang diperkirakan akan digunakan pada saat nilai tercatat aktiva tersebut dipulihkan atau nilai tercatat kewajiban tersebut diselesaikan berdasarkan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang berlaku atau secara substansi telah berlaku pada tanggal neraca. Sewa guna usaha Transaksi sewa guna usaha digolongkan sebagai sewa guna usaha yang dikapitalisasi (capital lease) apabila memenuhi semua kriteria yang disyaratkan dalam PSAK No.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah. Aktiva sewa guna usaha yang dikapitalisasi (disajikan di neraca sebagai bagian dari aktiva tetap).

dan oleh karena itu. m. Segmen geografis Perusahaan terdiri 12 . 13/2003 pada tanggal neraca. Pendanaan program ini terdiri dari iuran yang dihitung secara aktuaria termasuk biaya jasa lalu yang diamortisasi sesuai dengan perkiraan sisa masa kerja rata-rata karyawan.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah. Pelaporan segmen Segmen usaha menyajikan produk atau jasa yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan segmen lainnya. tidak diperlukan lagi penyisihan tambahan berdasarkan UU No. usaha galangan kapal dan pelayanan rumah sakit. kecuali dinyatakan lain) dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aktiva tersebut. Perusahaan juga memberikan kesejahteraan kepada karyawan berupa bantuan pengobatan masa pensiun untuk para pensiunan termasuk keluarganya yang berhak. Beban kesejahteraan karyawan ini diakui pada saat dibayar. Kesejahteraan karyawan Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti bagi seluruh karyawan yang memenuhi syarat. Manajemen Perusahaan berkeyakinan program pensiun manfaat pasti di atas telah memenuhi ketentuan UU No. pelayanan terminal peti kemas. 13 tahun 2003 (UU No. Perusahaan dan karyawan menanggung iuran kepada dana pensiun sebesar persentase tertentu dari penghasilan karyawan. Hutang sewa guna usaha disajikan sebesar nilai tunai dari pembayaran sewa guna usaha. Perusahaan tidak membuat penyisihan atas beban kesejahteraan karyawan ini pada tanggal neraca karena estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut tidak dapat dibuat. Segmen geografis menyajikan produk atau jasa pada lingkungan ekonomi tertentu yang berbeda dengan komponen yang beroperasi di lingkungan ekonomi lainnya. n. 13/2003) telah disahkan oleh Presiden Republik Indonesia. Segmen usaha Perusahaan terdiri dari jasa kepelabuhan. 13/2003. Pada tanggal 25 Maret 2003. Undang-Undang No.

Kewajiban diestimasi Kewajiban diestimasi harus diakui apabila Perusahaan memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu. Penurunan nilai aktiva Perusahaan mengakui rugi penurunan nilai aktiva apabila taksiran yang dapat diperoleh kembali dari suatu aktiva lebih rendah dari nilai tercatatnya. o. p. 13 . Nanggroe Aceh Darussalam dan Riau.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah. kecuali dinyatakan lain) dari propinsi Sumatera Utara. besar kemungkinan penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya dan estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat. Perusahaan melakukan penelaahan untuk menentukan apakah terdapat indikasi penerimaan nilai atau pemulihan nilai setiap rugi penurunan atau pemulihan nilai diakui pada laporan laba rugi periode berjalan.

591.499 71.118 3.530.740.989 647.751.544.657 154.467 627.954.864 25.517.062.505 Bank Dalam Dolar AS (USD 1.129.011.196 393.836.134 13.365.212.697.376.591. kecuali dinyatakan lain) 3.239 317.769 4.530.728.811 66.791.981.389.838.928 14 .585 2.509 2.043.303 2003 1.671 49.144.007 582.159 3.212 4.626.209.357.633.346 dan USD 909.472.161 2.609.648.626.649.974 8.204. KAS DAN SETARA KAS 2004 Kas 1.126 614.887 Dalam Rupiah: PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Bukopin PT Bank Niaga Tbk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Permata Tbk PT Bank Danamon Indonesia Bank BPD Sabang PT Bank Syariah Mandiri 8.514 12.533.196.017.174 1.104 7.705 pada tahun 2004 dan 2003) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Niaga Tbk 6.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.783.101.801.142 51.150.700.090.

000 1.950.260.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.700.000 pada tahun 2004 dan 2003): PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 22.50% .500.000 20.000.832.13.000 1.200. kecuali dinyatakan lain) Setara kas: Deposito berjangka: Dalam Dolar AS (USD 2. INVESTASI JANGKA PENDEK Akun ini merupakan investasi pada reksadana PT Bahana TCW Investment Management dengan nilai aktiva bersih per tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 15 .840.000 12.000.000 102.000 10.000 28.000 14.984.164 198.000 20.000 5.000 70.000.325.454.50% pada tahun 2003.000 24.000. 4. sedangkan tingkat bunga per tahun deposito berjangka dalam Rupiah berkisar antara 5.000 139.000.25% pada tahun 2003 .000.000 dan USD 5.592 Tingkat bunga per tahun untuk deposito berjangka dalam Dolar AS berkisar antara 0.000.000 23.700.418.000 Dalam Rupiah: PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Niaga Tbk PT Bank Danamon Indonesia PT Bank Permata Tbk PT Bank Syariah Mandiri 44.400.600.702.200.031.000 18.000.2.858.600.958.000 51.881.752.000 42.296.000 20.000 165.000 20.440.463.000.100.623.000.00% .000.730.154.000.90% pada tahun 2004 dan antara 1.899.000.75% – 6.95% pada tahun 2004 dan antara 6.65% – 0.000.

PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

masing-masing sebesar Rp4.747.807.365 dan Rp3.588.570.998. Kenaikan nilai aktiva bersih pada tahun 2004 dan 2003 masing-masing sebesar Rp1.159.236.367 dan Rp632.504.827 dicatat pada pendapatan lain-lain. 5. PIUTANG USAHA 2004 PT Pertamina (Persero) PT Mitra Yasa Utamindo PT Samudera Indonesia PT Garuda Mahakam Pratama PT Aneka Tambang (Persero) PT Cuaca Marina Service Utama PT Wahana Multi Karsa PT Indah Bahari PT Bahtera Adiguna PT Delitama Indonesia PT Pelayanan Megah Suksses PT Meroke Tetap Jaya Lain-lain Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu 5.003.528.488 1.083.308.386 732.539.029 716.269.728 642.743.780 608.960.300 534.335.688 497.271.089 348.983.892 15.092.445.547 25.260.385.927 (4.284.826.684) 20.975.559.243 2003 6.348.879.173 96.550.605 748.688.961 604.389.908 563.123.022 436.898.048 134.142.485 720.120.840 783.760.933 506.989.220 25.785.649 11.663.818.165 22.633.147.009 (3.521.745.990) 19.111.401.019

16

PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Rincian piutang usaha berdasarkan umur piutang adalah sebagai berikut: Umur Piutang 2004 2003

0 s/d 6 bulan > 6 s/d 12 bulan > 12 s/d 18 bulan > 18 s/d 24 bulan > 24 bulan

18.518.896.872 2.137.317.487 851.559.175 1.711.578.675 2.041.033.718 25.260.385.927

15.790.248.275 3.410.696.021 1.017.349.415 1.017.824.099 1.397.029.199 22.633.147.009

Manajemen Perusahaan berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu-ragu yang dibentuk cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas piutang usaha yang tidak tertagih. 6. PENDAPATAN MASIH AKAN DITERIMA 2004 Pelayanan kapal dan barang Pelayanan terminal peti kemas Lain-lain 8.096.766.144 2.615.190.697 557.197.210 11.269.154.051 2003 15.492.890.439 6.845.443.299 1.065.391.421 23.403.725.159

7.

PIUTANG LAIN-LAIN Berdasarkan hasil penelaahan keadaan akun piutang tersebut pada akhir tahun, manajemen Perusahaan berpendapat bahwa seluruh piutang lain-lain dapat tertagih, dan oleh karena itu, tidak perlu dibentuk penyisihan piutang ragu-ragu. Adapun jumlah piutang lain-lain untuk tahun 2004 dan 2003 adalah masing-masing sebesar Rp1.381.352.561dan Rp379.652.124.

17

PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

8.

PERSEDIAAN 2004 Perlengkapan kantor Suku cadang Obat-obatan Bahan bakar minyak dan pelumas Lain-lain 338.274.323 512.942.406 433.531.572 360.146.113 46.715.501 1.691.609.915 2003 719.286.035 908.806.508 416.611.337 501.143.322 199.397.563 2.745.244.765

9.

AKTIVA LANCAR LAINNYA 2004 Uang muka Biaya dibayar di muka Dividen dibayar dimuka Lain-lain 615.261.546 5.037.008.292 25.000.000.000 192.922.518 30.845.192.356 2003 5.752.325.916 1.496.961.433 806.120.366 8.055.407.715

Pembayaran dividen interim untuk tahun buku 2004 sebesar Rp25.000.000.000 sesuai dengan Surat Menteri BUMN No. S-659/MBU/2004 tentang setoran tambahan dividen. tanggal 21 Desember 2004

18

820.947.694.580.530.873.519.308.754 96.158.054.156.000 931.943.894.805.612.519.331.575.267 20.445.356.094. kecuali dinyatakan lain) 10.000 (3.545 105.000 1.115 4.515.422) 931.355 136.820 46.850.516.898.091 179.759.965.379 4.639.000 7.150.496.558.814.140.373 113.593.296.787 11.120.534.894 500.011.615 24.461 19 .762.855 836.892.000 22.850.046 862.531.097.101 661.786.129 209. AKTIVA TETAP 2004 2003 Biaya perolehan: Pemilikan langsung Aktiva sewa guna usaha 796.379.455 1.659.084 (69.351.328.773 224.460.947.151.549.455 1.434.380 24.724.227.961.263.304.143.000 70.472 339.743 16.235.455 45.625.751.818.723.515.281 39.993.741 24.765.628 55.416 2.653.397.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.575.091 178.925 567.289.332 30.615 22.095.111.747.894 549.402.411.660.172.089.697 141.941 268.498.684 578.841 65.384.841 64.459.659.356.820 966.965.036.909.149.419 115.803.855 791.305.639 98.106.346 7.611.646 758.334.172.568 189.754 96.143.152 16.475.224.178.427.987 379.000 803.333 340.226 47.482.378 207.198.209.100.658.054) 24.155.334.126.425.954.307.817 54.000 1.000 96.631.135.682.550.164.598.014.176.496.591 16.054) (2.448.530.628 9.382.970.786.292. Pemilikan langsung 2004 Saldo awal Biaya perolehan Kantor Pusat dan Jasa Kepelabuhan Tanah Bangunan dan prasarana Kapal Peralatan Kendaraan Aktiva Dalam Penyelesaian: Pelayanan Terminal Peti Kemas Tanah Bangunan dan prasarana Peralatan Kendaraan Aktiva Dalam Penyelesaian Penambahan Pengurangan Transfer Saldo akhir 752.294.694.928 24.759.094.043.250.963 555.208 Nilai buku Rincian aktiva tetap adalah sebagai berikut: a.741.523 39.748.136 Akumulasi penyusutan: Pemilikan langsung Aktiva sewa guna usaha 248.059 29.506) (14.832.453 567.368.241.714.456.056 10.000 855.

083.747.904 193.860.502 207.224.349 20.244 3.778.661 11.115.083 2.650 752.877.799.692.803 14.890.453.343.738 137.995 3.448 2.060.955.455 34.730 45.602.540 67.287.843 40.575.577.332.025 611.178.934 1.217.203.327.995.646.274 113.066.156 30.699.272.386.608.650.900.211.936.196.982 39.110.060.484 498.590.996.200.405.516.943.341 127.244 4.685 232.727 929.195.178.805.591 20 .844 106.079.643.932 62.450.210 22.530.904 193.611.272.095 700.152 544.575.435.055.178.531.007.197.524 300.341.947.669 438.023.448.560.230 434.303.197.386.982 232.190.580.349 11.467.167.898.775 2.080 - 95.997.963 555.639.930.672.980.434.020.122.390.501.600.279.260 602.450 50.513.727 929.091 400.720 534.014 2003 Saldo awal Biaya perolehan Kantor Pusat dan Jasa Kepelabuhan Tanah Bangunan dan prasarana Kapal Peralatan Kendaraan Aktiva Dalam Penyelesaian Penambahan Pengurangan Transfer Saldo akhir 25.182.952.195.080.211.268.436 1.249.617 262.892.094.613.980.014.628 55.111.515 548.190. kecuali dinyatakan lain) Usaha Galangan Kapal Tanah Bangunan dan prasarana Peralatan Kendaraan Pelayanan Rumah Sakit Tanah Bangunan dan prasarana Peralatan Kendaraan 98.500 1.150 796.190.100.927 3.448 940.757 337.180.060.886.761.149.519.503.073 16.326 1.371 15.348.000 21.877.899 164.007.328.737 4.899.057.341.056.515 548.577.024.455 6.202.772.433.478 3.556 2.741 24.259.513.976) 98.741.892.007.201.316 3.911.502.561.685 2.047 3.523 Akumulasi penyusutan: Kantor Pusat dan Jasa Kepelabuhan Bangunan dan prasarana Kapal Peralatan Kendaraan Pelayanan Terminal Peti Kemas Bangunan dan prasarana Peralatan Kendaraan Usaha Galangan Kapal Bangunan dan prasarana Peralatan Kendaraan Pelayanan Rumah Sakit Bangunan dan prasarana Peralatan Kendaraan 71.282.547 3.873.412 90.198.873.258.625.983 69.267 548.889.195 2.249.367.519.343 136.754.894 500.727.608.558.577 2.178.281 83.220.427.000 148.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.244.361.230 57.469.164.912 (36.261.601.074 130.239.496.650.500 (16.657.059.758 19.728 193.862.884.000.333 340.933.939.489.707.754.000 148.249.486.208.453) (2.737.482.455 7.927 3.518.859 2.500.137.211.512.024 3.522 46.141 81.541) 24.545 105.140.577 20.780.289 803.338 67.927 1.598.351 45.503.849 193.448 2.997 11.455.115 4.405.467.211.682.325.153 444.782 232.894 447.853 248.752.865 23.198.121 562.684 484.883.380.800 1 29.927.755.000 14.817 11.513.097.000 91.683.577 2.772.000 33.076.649.685 232.910 305.263.644 38.925.

289.318 2.467.186.994.682 54.500.577.802 91.328.743.195.755 13.270.198.862.423 700.398.060.515 548.455 3.591.577 (2.334 35.438 180.211.334.772.211.390.672.272.024.149.835.224.752 83.287.364 10.050 114.318.455 6.608.122.155 678.482.685 232.356.315.927 3.602.051.225.445.530.047 3.308.749.902.152 544.810 113.093.057.101 661.119.202.343.106.933.927.737/982 232.000 172.405.991.374.400 175.176 23.197.915 358.683.126.002 71.999 173.882 37.634.732.503.732 13.939.841 64.904 193.390 95.169.371 (74.254.646 39.649.494 165.685 232.561.455 34.301.839 Akumulasi penyusutan: Kantor Pusat dan Jasa Kepelabuhan Bangunan dan prasarana Kapal Peralatan Kendaraan Pelayanan Terminal Peti Kemas Bangunan dan prasarana Peralatan Kendaraan Usaha Galangan Kapal Bangunan dan prasarana Peralatan Kendaraan Pelayanan Rumah Sakit Bangunan dan prasarana Peralatan Kendaraan 2.000 91.636.757 337.620 170.172.433.241.412 27.244 1.564.500 1.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.294.533 1.649 1.927 3.634.405.137.727 929.325.975.639.349 20.682.883.449 173.013.787 11.110.754 96.580.515 548.277.216.691.599.368.906.515.995 2.897.982 39.000 148.343.841 62.355 98.356.968.101 580.615.164.364 1.522.540 82.091 174.502 207.211.126.386.772.890.500.778.092.271.754.007.977 301.662 29.343.967.350.752) (74.449 74.227.952.532 1.327.755.563.434.326 1.448 2.523 70.000 3.597.105 2.236.595.408 13.056.5059.918.727 929.515.402.306.502.564.617 262.609.823 98.541) 16.684 484.097.445.738 137.244 3.331.723 223.180 452.612.909 193.338 67.328.352.424.593.054.115.907.965.341.682 413.964 2.522 46.503.084.107 507.677 274.752 74.765.341.752) - 21 .377.761.472.800 13.261.676.006.198.439.073 16.568 189.320 9.832.357.189.120.005.643.707 297.728 193.102.164.290 12.450 7.608.343.182 218.547 1.874. kecuali dinyatakan lain) Pelayanan Terminal Peti Kemas Tanah Bangunan dan prasarana Peralatan Kendaraan Aktiva Dalam Penyelesaian Usaha Galangan Kapal Tanah Bangunan dan prasarana Peralatan Kendaraan Pelayanan Rumah Sakit Tanah Bangunan dan prasarana Peralatan Kendaraan 16.000 2.474.493 7.751.272.083 2.000 91.495 79.168 14.082 18.925.720 534.381.315.341.745.188 10.091 178.650 752.561.000 148.500.083.

773 22.146.569.773 22.855 13. Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.511.234 3.640.855 - - - 39.550.363 dan Rp40.419.460.351.786.082 3.530.621 26.719.351.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.910.910.000.325.000 dan Rp24.771.164. kecuali dinyatakan lain) b.786.123.500. Perusahaan mengasuransikan aktiva tetap terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar Rp44.236.786.550.646.771. manajemen Perusahaan berpendapat bahwa tidak terdapat dampak material dari kemungkinan penurunan nilai aktiva tetap dalam laporan keuangan.530.855 - - - 39.855 16.759.530.111. 22 .530.066 Penyusutan yang dibebankan pada laporan laba rugi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 masing-masing adalah sebesar Rp48.759.886. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas risiko yang dipertanggungkan.914 2003 Saldo awal Biaya perolehan Pelayanan Terminal Peti Kemas Peralatan Akumulasi penyusutan Pelayanan Terminal Peti Kemas Peralatan Nilai Buku Penambahan Pengurangan Transfer Saldo akhir 39.168 - - 20.786.000 pada tahun 2004 dan 2003. Aktiva sewa guna usaha 2004 Saldo awal Biaya perolehan Pelayanan Terminal Peti Kemas Peralatan Akumulasi penyusutan Pelayanan Terminal Peti Kemas Peralatan Nilai Buku Penambahan Pengurangan Transfer Saldo akhir 39.168 - - 16.000.407.941 19.236.

194.842 50.868 65.238.573 2003 20.307.015.165.130 13. 23 .884.622. BIAYA DITANGGUHKAN 2004 Pendidikan dan pelatihan Sofware Prasarana Pelabuhan – Pengerukan Sertifikasi Hak atas tanah Lain-lain 6.948.517.118 1.577.507.060 Amortisasi yang dibebankan pada laporan laba rugi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 masing-masing adalah sebesar Rp19.995.705.691.925.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.002.671 3.051.739 (2.568) 62.274 5.599.374 27.139.322.766 12.502.353.623.472.374 39.128 386.404.274 5. kecuali dinyatakan lain) 11.200.925 1.335.170.233.529.706.846 1.793 2003 4.941.412. AKTIVA TETAP BELUM DIMANFAATKAN 2004 Bangunan dan prasarana Kapal Hak atas tanah 33.361 Akumulasi amortisasi Nilai buku (17.902.809 79.869.419.517.051.356.290.940 386.335.161 3.989.968.679) 63.794 47.623.227.629.884.277.448.748.130 7.978.003.905.781 4.006.087 dan Rp845.

14.526.631.601) 58.003.026 610.222 9. Jaminan lainnya merupakan jaminan berupa sertifikat deposito berjangka di PT Bank BNI kepada PT Dok Kodja Bahari sehubungan dengan pembuatan kapal tunda.585.079.950.486.002. AKTIVA LAIN-LAIN – BERSIH 2004 Piutang lain-lain Penyisihan piutang lain-lain Jaminan lainnya 6.436.049 24 .911 (6.927.165.000 Jaminan hutang sewa guna usaha pada tahun 2004 dan 2003 merupakan jaminan berupa sertifikat deposito berjangka kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. DEPOSITO YANG DIJAMINKAN 2004 Jaminan hutang sewa guna usaha Jaminan lainnya 46.600 53.000 46.315 (930. kecuali dinyatakan lain) 13.700.888. sehubungan dengan jaminan bank yang diterbitkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk kepada The Islamic Development Bank atas hutang sewa guna usaha Perusahaan (Catatan 22 dan 32b).927.859.488) 73.079.336 2003 9.001 6.293.601 2003 46.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.161.352.247.700.891.

900.010 1.000 809.000 607.880 4.000 2.019.355.601.990.945.727 1.401.950.554 1.560.136 13.363.200 1.004.500 1.000 797.521.746.000 1.129.200 2.134 12.554.063.101.350 422.530.000.894.503.129.792.600 1.098.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.149.415.911.000 5.928. kecuali dinyatakan lain) 15.000.000.267.347.272.093.877.545 6.150.401 2. HUTANG USAHA Rincian akun menurut pemasok ini adalah sebagai berikut: 2004 PT Adhikarya PT Prima Marindo Nusantara CV Fahrian CV Citra Saudara PT Transindo Interperdawa PT Harapan Riau Bedelau CV Aryani CV Posisr Utama CV Linggar Jati CV Dirgatama Bahari PT Noell Siemens Joint Operation CV Vini Ventura Consultan PT Batang Anai Raya PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero) PT Bumi Panggita Handitama PT SAC Nusantara PT (Persero) Pengerukan Indonesia PT Marina Jaya CV Usaha Kita Abadi PT Logikreasi Utama CV Inter Marine CV Sangsaka CV Sumber Karya Lestari Lain-lain 8.790.441 42.363.109.181 1.232.000 4.763 2003 4.198.481.964.559.091 1.682 1.649.207.300 65.488 1.126.088 25 .132.735.122.725.095.956 562.000 880.160.812 556.663 40.998.384.

688 52.851 9.493.040.983.664.507.440.393 1.009 2.196.247 443. kecuali dinyatakan lain) 16.159 1.336.309 1.322.570. HUTANG LAIN-LAIN 2004 2003 Uang muka pelanggan Alokasi dana pensiun (Catatan 20 dan 27) Lain-lain 2.706 540.914.829.248 1.147.601 5.905 786.417.789 4.789.399.771.743.889.300 113.880.395.006.326.856 26 .020 199.836 2.832 2.949.666.908.437 5.241.510.706 498.781.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.105.393.076 17.567 101. BIAYA MASIH HARUS DIBAYAR 2004 Biaya umum Biaya sewa Biaya bahan Biaya pegawai Biaya pemeliharaan Dana pensiun (Catatan 20a) Lain-lain 332.925.428.797 2003 277.956.

747 7.607.568. b.304.963 85.844.860.200 9.959 17.326.317.152.643.669.477.158.490 42.200 8.986 706.255 7.483.350.800 169.338.584. c.840 *) Kelebihan uang muka pajak terhadap taksiran pajak PPh pasal 25 yang belum ada ketetapannya dari KPPND. Pajak dibayar di muka 2004 2003 Pajak penghasilan pasal 25 tahun 2002 Pajak penghasilan pasal 25 tahun 2003 *) Pajak penghasilan pasal 25 tahun 2004 Pajak Pertambahan Nilai 42.262.402.321. Rekonsiliasi antara laba sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi.580.460.996 61. kecuali dinyatakan lain) 18.126.000 169.354 1.948 2003 865.642 1.000 2.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah. PERPAJAKAN a.586.933 *) Setoran masa PPh pasal 25 untuk bulan Desember yang belum disetor. Hutang pajak 2004 Pajak penghasilan pasal 21 Pajak penghasilan pasal 23 Pajak penghasilan pasal 25 *) Pajak pertambahan nilai keluaran Pajak bumi dan bangunan 348.933.477.193.412.483.935.354 41. dengan taksiran penghasilan kena pajak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 adalah sebagai berikut: 27 .693 608.

500.421.584.000 49.596 (2.080.007.606.000 X 10% 50.200 48.492) (3.000 165.543) 25.816) 165.609.000 X 30% 49.807 170.226.577.000.606.683.769.609.594.188.000 48.686) 162.743.234.272.173.698 2003 143.231.264.613.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.651.000.200 161.238.662 4.208.000 X 15% 5.000 7.000 50.831 1.755.329.912.980.000.708.080. kecuali dinyatakan lain) 2004 Laba sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan menurut laporan laba rugi Beda temporer: Penyusutan aktiva tetap Rugi pelepasan aktiva tetap Sewa guna usaha Amortisasi biaya ditangguhkan Penyisihan piutang ragu-ragu Beda tetap: Penyusutan aktiva tetap Biaya yang tidak dapat dikurangkan Penghasilan yang telah dikenakan pajak final Taksiran penghasilan kena pajak 9.869.733 (33.104.893.312.951.293) (213.694.524 (20.200 28 .977 Perhitungan taksiran beban dan tagihan pajak penghasilan tahun berjalan adalah sebagai berikut: 2004 2003 2004 2003 50.196) 2.000 165.284.141 (1.000 50.566.694.694.000 5.731.944.000.034.738 24.761.000 7.500.949.271 5.104.851.000.000.730.869.398 10.104.200 162.

334.000) (91.128.611.506.798 1.548) 1.760 2.554) (42.580.410.203.843) (41.308 3.886) 31 Desember 2004 14.523.109.222.971.548) 1.101.999.000) (91.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.073.282) 27.185.659 324.650.584.144.521.597.700.203.064.051.900).410.293.354) d.263) (384.537.025.106 (41.139) (1.166.894) (91.773.726.812.688) (64.856 2003 Penghasilan (beban) pajak tangguhan pada laporan laba rugi (25.107.076.030) 31 Desember 2002 Aktiva /(kewajiban) pajak tangguhan: Aktiva tetap Aktiva sewa guna usaha Biaya ditangguhkan Cadangan piutang ragu-ragu Jumlah (40.815.707.685.843 (41.375.999.442 19.595.856 1.129.399.610.490.058.090.193.587.356.642) 2003 (27.285 (21.842) (91.323.477.886) 29 .382.320.042) (2.611.064.695.312) (1. kecuali dinyatakan lain) Dikurangi: 2004 Pajak penghasilan pasal 22 Pajak penghasilan pasal 23 Pajak penghasilan pasal 25 (29.335.294.101.966) 31 Desember 2003 1.042) (2. Pajak tangguhan 2004 Penghasilan (beban) pajak tangguhan pada laporan laba rugi 31 Desember 2003 Aktiva /(kewajiban) pajak tangguhan: Aktiva tetap Aktiva sewa guna usaha Biaya ditangguhkan Cadangan piutang ragu-ragu Jumlah (39.375. (396.483.705.842) Kelebihan setoran PPh pasal 25 tahun 2004 (41.812.335.650.920) (39.239) (979.860) 1.813.270 (676.660) (11.166.139) (1.495.

991.743.581.606.110.457 (6.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.991.893.726.628.985.921 7.724.483.406) (293) 48.250.120 143.505.882.724.685. dengan taksiran penghasilan kena pajak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 adalah sebagai berikut: 2004 Laba sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan Tarif pajak yang berlaku Penghasilan (beban) yang tidak dapat dikurangkan: Penyusutan aktiva tetap Beban yang tidak dapat dikurangkan Penghasilan yang telah dikenakan pajak final Pembulatan 2.120) 30 .856 (29.284.920) (48.066.200) (384.930.761.256.706 2003 f.200) 19. kecuali dinyatakan lain) e.662 51.644 Koreksi (14.506.300) 29.613.812.971.581.991.344) (48.708.229.120 48. Rekonsiliasi antara laba sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi.798. Penghasilan / (beban) pajak 2004 2003 Pajak kini Pajak tangguhan (49.231.344 7.041.944) (209) 44.680.930.820 (9.419 170.606.680.398 43.680.

kecuali dinyatakan lain) 19.00% dari PhDP 7.79% dari PhDP 5. PT (Persero) Pelabuhan Indonesia III.17/1997 tanggal 30 Desember 1997. KESEJAHTERAAN KARYAWAN a. PT (Persero) Pelabuhan Indonesia IV dan PT (Persero) Pengerukan Indonesia.000 20. Dana pensiun Perusahaan mengikutsertakan karyawan tetap dalam program pensiun manfaat pasti di Dana Pensiun Perusahaan Pelabuhan dan Pengerukan (DP4). iuran dana pensiun per bulan adalah sebagai berikut: 2004 2003 Beban Perusahaan – peserta lama Beban Perusahaan – peserta baru Beban Karyawan * PhDP = Penghasilan Dasar Pensiun 7.79% dari PhDP 5.71% dari PhDP 3. Pada tahun 2004 dan 2003. KEP-743/KM. HUTANG KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (KBL) Akun ini merupakan penyisihan laba untuk dana Kemitraan dan Bina Lingkungan yang belum dibayar pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (catatan 27): 2004 Penyisihan laba tahun 2002 2003 500.00% dari PhDP 31 .000. DP4 merupakan dana pensiun yang didirikan oleh PT (Persero) Pelabuhan Indonesia II dengan mitra pendiri dari PT (persero) Pelabuhan Indonesia I.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.71% dari PhDP 3.000.000 500. yang telah disahkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia melalui Surat Keputusan Menteri Keuangan No.

539. PT (Persero) Pelindo III sebesar Rp17.889 588.606.770.436.640 dan PT (Persero) Rukindo sebesar Rp10.dengan maksimal manfaat sebesar 75% dari PhDP : 56 tahun : 1% dari Manfaat pesiun peserta : 5 tahun lebih tua dari istri Kenaikan penghasilan dasar pensiun : 7% per tahun Status pendanaan dana pensiun pada 30 Juni 2004 adalah: Nilai wajar dari aktiva dana pensiun Kewajiban aktuaria Defisit atau kekurangan kekayaan terhadap kewajiban aktuaria 63.717.459 524.515. dengan menggunakan metode “Attained Age Normal Actuarial Cost Method” dengan asumsi-asumsi sebagai berikut: Tingkat kematian Tingkat cacat Tingkat bunga Biaya pengelolaan Manfaat pensiun Usia pensiun normal Cadangan pensiun anak Asumsi beda usia suami istri : Tabel Mortalita The 1949 Annuity Mortality Table (Modified) : 1% dari angka kematian : 12% per tahun : Tingkat Hasil Investasi Bersih : 2.032.059. PT (Persero) Pelindo IV sebesar Rp10. 32 .971.885. kecuali dinyatakan lain) Biaya jasa kini dan biaya jasa lalu dihitung berdasarkan hasil penilaian aktuaria per 31 Desember 2002 yang dilakukan oleh PT Sienco Aktuarindo Utama sebagai aktuaris independent yang ditunjuk DP4.348 Defisit atau kekurangan kekayaan kewajiban aktuaria sebesar Rp63.671.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.459 merupakan kewajiban PT (Persero) Pelindo I sebesar Rp9.055.022.479.932. PT (Persero) Pelindo II sebesar Rp16.311.515.50% x Masa Kerja x PhDP.603.476.717.742.539.

KP.022. Manfaat program asuransi ini akan dibayarkan pada saat karyawan pensiun atau berhenti kerja sesuai dengan ketentuan dalam perjanjian.781.11/33/1/PP. Program tabungan hari tua Berdasarkan Perjanjian Kerjasama antara Perusahaan dengan PT Taspen (Persero) tanggal 10 November 1999 tentang Kepesertaan Pegawai Perusahaan dalam Program Asuransi Multiguna Sejahtera.I-92 tanggal 29 Juni 1992 tentang Pemeliharaan Kesehatan Bagi Pensiunan/Pensiun Janda/Duda dan Keluarga Pegawai yang pensiun di lingkungan Perusahaan. 33 .507. Perusahaan memberikan bantuan pemeliharaan kesehatan kepada para pensiunan beserta keluarganya. Perusahaan mengikuti program asuransi Tabungan Hari Tua bagi direksi yang akan dibayarkan pada saat berakhirnya masa pertanggungan atau peserta meninggal dunia dalam masa pertanggungan atau peserta berhenti sebelum akhir masa pertanggungan. c.393 dicatat pada akun hutang lain-lain (Catatan 16).905 (Catatan 17). Berdasarkan Perjanjian Kerjasama antara Perusahaan dengan PT Taspen (Persero) tanggal 30 Juni 1999 dan Addendum tanggal 15 Januari 2002 tentang kepesertaan Direksi Perusahaan dalam Program Tabungan Hari Tua. Perusahaan mengikuti program asuransi dengan manfaat berkala.932. b.395. sekaligus atau nilai tunai untuk karyawan yang besarnya ditentukan oleh pendapatan dan masa kerja karyawan. Pada tahun 2003 Perusahaan membayar kewajiban dana pensiun kepada DP4 dari dana yang diperoleh dari pembagian laba sesuai dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (Catatan 27). Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 dana pensiun yang masih harus dibayar kepada DP4 masing-masing adalah sebesar nihil dan Rp113. Bantuan pemeliharaan kesehatan kepada para pensiunan Berdasarkan keputusan Direksi Perusahaan No.479 telah dilunasi sampai dengan tanggal 30 Desember 2004.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah. kecuali dinyatakan lain) Kewajiban PT (Persero) Pelindo I sebesar Rp9. Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 jumlah dana yang diperoleh dari pembagian laba masing-masing sebesar nihil dan Rp2.

Adapun total pendapatan diterima dimuka untuk tahun 2004 dan 2003 masing-masing sebesar Rp36. Program Pemutusan Kontrak Kerja Berkaitan dengan penerapan UU No. HUTANG PEMBELIAN AKTIVA TETAP Perusahaan menandatangani perjanjian No.551.294.926 dan Rp35.262 pada saat penandatanganan surat perjanjian dan angsuran selanjutnya sebesar USD 73.470 (termasuk pajak dan pengerjaan pemeliharaan 3 unit Used Rubber Tyred Gantry Crane). perairan dan bangunan yang diterima di muka. 21.012.010 6. kecuali dinyatakan lain) d.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah. Perusahaan tidak berkomitmen untuk melakukan pemutusan kontrak kerja dalam tahun 2005 dan tidak berkomitmen untuk menyediakan pesangon bagi pekerja yang menerima penawaran mengundurkan diri secara sukarela. Pembayaran angsuran pertama sebesar USD 581. tentang ketenagakerjaan.453.720 5. Dengan demikian sesuai dengan PSAK 24 (revisi tahun 2004) perusahaan tidak mencadangkan biaya pesangon untuk keperluan dimaksud pada akhir tahun 2004.927 2003 41.984.294.027.57/6/4/TPK.947.78 (termasuk angsuran biaya pemeliharaan sebesar USD 16. Saldo akun ini pada tanggal-tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 adalah sebagai berikut: 2004 Saldo Pendapatan diterima dimuka Dikurangi bagian jatuh tempo dalam satu tahun Bagian jangka panjang 42.863 22.500.863.948.027.453.794.401.551.13/2003 tanggal 25 Maret 2003. PENDAPATAN SEWA DITERIMA DI MUKA Akun ini terutama merupakan pendapatan sewa tanah.01 tanggal 10 April 2001 dengan PT Transindo Interdwipantara untuk pengadaan 3 unit Used Rubber Tyred Gantry Crane dan 8 unit Head Truck termasuk Chasis sebesar USD 3.085.506.211.084 36.170) selama 36 kali yang dibayarkan secara bulanan 34 .UM.857 35.

159.073.358 3.326 - 23.915.200.884.072.632.236) 19. Pembayaran angsuran sewa guna usaha berdasarkan jatuh temponya pada tanggal 31 Desember adalah sebagai berikut: Tahun 2004 2003 2004 2005 2006 2007 Jumlah Dikurangi bunga yang belum jatuh tempo Hutang sewa guna usaha Bagian jatuh tempo dalam satu tahun Bagian jangka panjang 4.755.007. kecuali dinyatakan lain) sejak penyerahan barang.659.464 8.532.668.343. 13 dan 32b).464 21.159.581.087) 15.962. Saldo akun ini pada tanggal-tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 adalah sebagai berikut: 2004 Hutang pokok Dikurangi bagian jatuh tempo dalam satu tahun Bagian jangka panjang 1.654.686.809 (3.239.644) 24.239.945.915.200.311 7.520 7.636.753 8.681 (2.915.703.207. HUTANG SEWA GUNA USAHA Perusahaan memiliki perjanjian sewa guna usaha dengan beberapa perusahaan sewa guna usaha untuk pengadaan peralatan dengan masa sewa guna usaha 3 tahun sampai dengan 8 tahun (Catatan 10.659.624.879 35 .951 1.035.532.586.509.445 (3.716.326 4.686.202.930) 20.311 7.350.335.453 (3.342.951 2003 4.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.957.239.202.311 27.

berdasarkan Berita Acara Serah Terima No. SLA-1086/DP3/1998 tanggal 2 Juni 1998. 25. BANTUAN PEMERINTAH YANG BELUM DITETAPKAN STATUSNYA Akun ini merupakan bantuan Pemerintah untuk perbaikan dermaga pelabuhan Meulaboh yang dibiayai dari sumber dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2002. 26.655. merupakan pinjaman tanpa jaminan dari Pemerintah Republik Indonesia dalam rangka penggunaan dana dari The Asian Development Bank dan The Overseas Economic Cooperation Fund untuk membiaya proyek APBN 1992/1993.714.714.259 3. 1993/1994 dan 1994/1995 dengan batas maksimum pinjaman sebesar Rp16.428.518 3.142.258 1. HUTANG KEPADA PEMEGANG SAHAM 2004 Perjanjian No.714. kecuali dinyatakan lain) 24.557. Tingkat bunga pinjaman adalah sebesar 15% per tahun dan denda atas keterlambatan pembayaran pokok pinjaman dan bunga adalah sebesar 2% per tahun.428. Angsuran pinjaman sebesar Rp1.967.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah. MODAL SAHAM Pemilikan saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 adalah sebagai berikut: 36 .655. KU.777 Perjanjian No.655.714.311.259 dilakukan secara tahunan yang dimulai pada tanggal 31 Desember 1997 sampai dengan 31 Desember 2006.142. SLA-1086/DP3/1998 Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun 1.655.517 2003 4.311.259 1.589 dan jangka waktu pelunasan selama 10 (sepuluh) tahun.103/13/III/Rebla/Phb-03 tanggal 20 Maret 2003.

000.174 4.000. Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia sebesar Rp143.000.573.500 12. PP No. PP No.566 37 .835. adalah merupakan modal dasar yang disetor setelah nilai revaluasi tanah ditiadakan sesuai hasil RUPS luar biasa pada tanggal 14 Januari 1998.000.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp1.488. terdiri dari : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Bangunan fasilitas pelabuhan Kapal Instalasi fasilitas pelabuhan Tanah Jalan dan bangunan Peralatan Emplasemen Jumlah b.000.019. Dari modal dasar tersebut telah ditetapkan dan disetor oleh Negara Republik Indonesia sebesar Rp312.000.000.000 terbagi atas 1.248.507.000. dengan rincian sebagai berikut: a. Saldo modal per 31 Desember 2004 sebesar Rp312.401.000 Persentase Kepemilikan 100% Jumlah 312. kecuali dinyatakan lain) Pemegang saham Negara Republik Indonesia Lembar saham 312.757 21.437.55 tahun 2000 tanggal 17 Juli 2000.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.000.764.939.000 1.705. dengan rincian sebagai berikut: a.276.500 2.248.000.289.332 2.714.799.526. Modal dasar perseroan ditetapkan sebesar Rp1.911 yang telah melebihi modal ditempatkan dicatat pada akun Modal Disetor Lainnya.399.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp1.342.734 17.762.058.058.607 1.911 dicatat pada akun modal disetor lainnya.356.764.000 58.000 terbagi atas 312.000 Peningkatan modal Negara Republik Indonesia sebesar Rp143. b.000.414.500 327.780. terdiri dari: 1) 2) 3) Bangunan fasilitas pelabuhan Kapal Peralatan fasilitas pelabuhan 61. 93 tahun 2000 tanggal 19 Oktober 2000.000.000.103.

069.345.250.773.990.000 3. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.854.238.569. PEMBAGIAN LABA DAN CADANGAN UMUM Rapat Umum berikut: 2004 Pembagian dividen Penyisihan untuk cadangan umum Penyisihan untuk pembayaran kepada dana pensiun Penyisihan untuk dana kemitraan dan bina Lingkungan Pembagian tantiem 2.058.000.941.345 2.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.000 5.764.048.926. terdiri dari : 1) 2) 3) 4) Fasilitas pelabuhan Belawan – Medan Fasitas pelabuhan Dumai – Pekanbaru Fasilitas pelabuhan Tembilahan .000 Pemegang Saham tanggal 12 Juli 2004 dan 20 Juni 2003 telah menetapkan penggunaan laba bersih masing-masing tahun 2003 dan 2002 sebagai 121.657.109.Pekanbaru Jumlah Jumlah Penyertaan Modal Pemerintah 27.000 72.000.000 52.982.911 c.481.901.Kuala Enok Fasilitas Pelabuhan Perawang .000 2.542 175.700.000.609. Perusahaan diwajibkan melaksanakan program pembinaan untuk 38 .807 1.500. kecuali dinyatakan lain) 4) 5) Tanah Emplasemen Jumlah 3.269.000.000 71.926. PP No.127.847.000 63.542 3.000.000 143.390.000 2003 87.000 12.000.555.000 3.057.000.508.112.035.065.915 Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia No.818.000 2.915 8. 16 tahun 2002 tanggal 23 April 2002.

322 131.484.012.428.448.926.984 423.227.401 1.344. Pada tahun 2004 dan 2003.735.779 25.222.169. Sasaran program KBL adalah terciptanya pertumbuhan ekonomi rakyat dan pemerataan pembangunan melalui perluasan kesempatan berusaha bagi usaha kecil.964.716.893.968 41.973 9.820. masyarakat dan lingkungan sekitarnya.055 2003 39 .182.371.854.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.823 349.577.293 181.402 15.107.199.502 294.542 28.411.692.817.137 52. air dan listrik Pelayanan usaha bongkar muat Pelayanan rumah sakit Pelayanan usaha galangan kapal Lain-lain 41. PENGHASILAN BERSIH 2004 PENGHASILAN Pelayanan terminal peti kemas Pelayanan kapal Pelayanan pelabuhan khusus/Dermaga Untuk Kepentingan Sendiri (DUKS) Pelayanan barang Pendapatan sewa.652.496.910.290 20.615.611 455.412.864 9.088. kecuali dinyatakan lain) pemberdayaan dan pengembangan kondisi sosial ekonomi masyarakat sebagai wujud kepedulian BUMN.388.330 152.299.756.964 25. Saldo cadangan umum per 31 Desember 2004 adalah sebagai berikut: Saldo awal Distribusi laba tahun 2003 Reklasifikasi hutang dana pensiun ke cadangan umum sesuai dengan Risalah RUPS tanggal 12 Juli 2004 Cadangan umum 2.262.528. penyisihan untuk pembayaran kepada dana pensiun dan pembagian tantiem diambil dari saldo laba sesuai dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham.090.346.705.045.032 28.584.172 129.565.586.299.049 24.098 13.377 22.668.606.558 4.877.880.701.413.

564.021.562.355. biaya imbalan jasa bongkar muat dan pajak bumi dan bangunan.476 68.896) 16.822.087 6.332.441 3. BEBAN USAHA 2004 2003 Pegawai Penyusutan dan amortisasi Umum Bahan dan perlengkapan Pemeliharaaan Sewa Administrasi Asuransi 76.316. 30.991. Peningkatan atas biaya pemeliharaan pada tahun disebabkan antara lain adanya pengerukan alur pelayaran di Pelabuhan Belawan.833 74.427.923.064.292.472 3.653.863 262.324.312 22.843.674.132. PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN 2004 2003 Laba (Rugi) selisih kurs – bersih Bunga deposito dan jasa giro Laba penjualan tanah Sibolga 13.000 (881.104.393.752.056.224 11. konsultan litbang dan pendidikan.602. kecuali dinyatakan lain) 29.057.147.450 55.730.098.821 Peningkatan beban usaha pada tahun 2004 untuk penyusutan dan amortisasi dikarenakan adanya peningkatan biaya amortisasi atas biaya ditangguhkan dari pengerukan alur dan kolam.963.817.439 41.835.799.196.169.228.066 - 40 .475.388.085.574.282.293 11.556.304.044 42.415.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.587 39.492.680.811 26.267 41.191.912 42. Sedangkan peningkatan atas beban umum pada tahun 2004 dikarenakan adanya peningkatan antara lain pada biaya keamanan kepelabuhanan.986.719 9.382 27.681 326.

842.412.750 123.621 2003 41 .120.589.718 3.547.755.995.874.095 3.481.264) (9.274.246.799.925.bersih 1.641 6.371.586.579.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.500.637.968 119.088.841) (570.808.383 16.504.940.059.107. INFORMASI SEGMEN Informasi Segmen usaha Perusahaan berdasarkan geografis adalah sebagai berikut (Catatan 2n): a.117. kecuali dinyatakan lain) Laba investasi surat berharga Bunga pinjaman Administrasi bank Lain-lain .074 122.811 6.869.436.845 443.323.768.562.327.501.111 455.990.696.917 167.017.318.221.456.367 (2.513 118. Penghasilan bersih berdasarkan kegiatan utama 2004 Sumatera Utara Pelayanan terminal peti kemas Jasa kepelabuhanan dan kantor pusat Pelayanan rumah sakit Usaha galangan kapal 199.159.893.236.801.834.808 4.572.900.098 301.326) (2.872.288.129 325.379.108 1.940.799.410) (549.190 31.306.166) 17.299.299.296 19.561 Nanggroe Aceh Darussalam Jasa kepelabuhanan Riau Jasa kepelabuhanan Pelayanan rumah sakit 109.251.969.902 632.467.827 (3.393 112.125.071) 9.

875 207.788.966) (504.458 45.256 156.061.568.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.474.270 2003 42 .339.715 (1.966.521.874.889.601.293.997 161.007.468.559 2003 c.472 9.796.792. Laba rugi usaha berdasarkan kegiatan utama 2004 Sumatera Utara Pelayanan terminal peti kemas Jasa kepelabuhanan Usaha galangan kapal Kantor pusat Pelayanan rumah sakit 141.801 18.677.350.248) 105.593.149 703.541) (204.833 (623.568.308.713.506.627 Nanggroe Aceh Darussalam Jasa kepelabuhanan Riau Jasa kepelabuhanan Pelayanan rumah sakit 36.120.809.369) 83.916 119.168.979) (74.641.082.171.055 (465.103.166 (59.432.156.363.134. Jumlah aktiva berdasarkan kegiatan utama 2004 Sumatera Utara Kantor pusat Jasa kepelabuhanan Pelayanan terminal peti kemas 762.734.358.769 722.968.410) 35.135 44.784.030.058) 43.258.738.423 Jumlah laba usaha 129.367.881.993. kecuali dinyatakan lain) b.305.091.900.097.863.096.809.145 215.062 158.085 12.126.

perusahaan diwajibkan mendepositokan dana kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar saldo hutang perusahaan kepada IDB (Catatan 13 dan 22). Jangka waktu pelunasan dilakukan dalam 17 (tujuh belas) kali angsuran semesteran yang dimulai pada 1 Juli 1999 sampai dengan 1 Juli 2007 (Catatan 22).5% per tahun.772 1.690 1. Perusahaan mengadakan perjanjian dengan koperasi karyawan untuk menyewa kendaraan.931.662 272.135.311 1.537.849.139.918.206 44.650.222.194 1.181.797.051.102.851.587.060.337.965.443.390. 43 .884. kecuali dinyatakan lain) Usaha galangan kapal Pelayanan rumah sakit 2.528.000.846 (398.132 274.558 1.939.000 dan dikenakan tingkat bunga sebesar 7.735.519.815.845 40.940 267.540 32.223.141.804.976.031.776 Nanggroe Aceh Darussalam Jasa kepelabuhanan Riau Jasa kepelabuhanan Pelayanan rumah sakit 266.006.709.552.723.404.623.620.877. Realisasi pinjaman adalah sebesar USD5.319. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk bertindak sebagai penjamin hutang sewa guna usaha tersebut kepada IDB.628.001) 1.312.911 4.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.045. jasa administrasi.421.536.712 Jumlah sebelum eliminasi Eleminasi Jumlah aktiva 1.587. Perusahaan menandatangani perjanjian sewa guna usaha dengan The Islamic Development Bank (IDB) pada tanggal 21 Februari 1995 untuk pembelian 4 (empat) unit Transtainer dan 2 (dua) unit Head Truck dengan nilai maksimum USD6.128 (389. b.588) 1.911 4. keamanan dan lain-lain dengan berbagai masa kontrak.418.928 3.247. PERIKATAN a. Atas jaminan hutang tersebut.418.

Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan tersebut adalah selama 36 (tiga puluh enam) bulan terhitung sejak serah terima aktiva tersebut diatas.A/BLW-US. f.VIII-5653/BLW-US. B.13 tanggal 2 September 2004 dengan PT Musim Mas untuk penyewaan dan pengoperasian gudang 109 dan 111 serta lapangan penumpukan di Pelabuhan Belawan untuk terminal curah kering khusus bungkil dengan jangka waktu 10 (sepuluh) tahun terhitung dari tanggal 5 April 2001 s/d 4 April 2011 yang hanya dapat diperpanjang sekali tanpa melalui prosedur lelang. kecuali dinyatakan lain) c. 043/TUK/III/2003 tanggal 14 Maret 2003 yang kemudian diubah dengan perjanjian No.760 dan USD 1.VIII-413/BLW-US.81. Perusahaan menandatangani perjanjian No. 039/TUK/VIII/2004 tanggal 16 Agustus 2004 dengan PT Trans Utama Kargo untuk kerjasama operasi 1 (satu) unit container crane dengan kapasitas 35.645.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah. d.13 tanggal 12 September 2004 dengan PT Musim Mas untuk pekerjaan bongkar muat bungkil sawit/kelapa di terminal curah kering di Pelabuhan Belawan dengan produktivitas minimal 5.5 ton. Perusahaan menandatangani perjanjian dengan Noell Siemens Joint Operation pada tanggal 11 April 2002 untuk pemeliharaan 2 (dua) unit Container Crane dan 4 (empat) Rubber Tyred Gantry Crane senilai Rp4. 1 (satu) unit spreader dengan 1 (satu) unit spreader cadangan. B.000 ton per hari untuk jangka waktu 2 (dua) tahun terhitung sejak 1 Agustus 2004 sampai dengan 31 Juli 2006. Perusahaan menandatangani perjanjian No. Pembangunan fasilitas tersebut telah selesai pada September 2002. B. Perusahaan menandatangani perjanjian No.VIII412. maka seluruh bangunan dan fasilitas yang terpasang yang disediakan oleh PT Musim Mas akan menjadi milik perusahaan.13 tanggal 5 April 2001 yang kemudian diubah terakhir dengan perjanjian No. operator. e.538.459. asisten operator dan mekanik di unit terminal peti 44 .144. Sesuai dengan pejanjian tersebut PT Musim Mas harus menyelesaikan pembangunan dan peralatan fasilitas terminal curah kering selambat-lambatnya pada bulan September 2002 dan jika setelah masa perpanjangan 10 (sepuluh) tahun terakhir.

seluruh fasilitas dan peralatan PT Metito Indonesia 45 .12 tanggal 14 April 2004 dengan PT Pelayaran Putra Samudera untuk kerjasama operasi 1 (satu) kapal tunda dan anak buah kapalnya dengan kesepakatan 26% dari penghasilan yang berasal dari kapal tunda tersebut untuk perusahaan dan 74% untuk PT Pelayaran Putra Samudera dari tanggal 1 April 2004 sampai dengan 31 Maret 2005. Perusahaan menandatangani perjanjian No. h. Perusahaan menandatangani perjanjian No. B.001/AGR/PI-MI/04 tanggal 26 November 2004 dengan PT Metito Indonesia untuk kerjasama operasi pengusahaan air minum di Pelabuhan Belawan. Perusahaan menandatangani perjanjian No. masing-masing dari tanggal 1 Juni 2004 sampai dengan 31 Mei 2005 dan dari tanggal 18 September 2004 sampai dengan 17 September 2005.12 tanggal 31 Maret 2003 yang kemudian diperpanjang dengan Perjanjian No. Dumai dan Tanjung Balai Karimun dengan kesepakatan 70% pendapatan dari total penjualan air minum ke kapal. kecuali dinyatakan lain) kemas perusahaan dengan tarif tertentu per peti kemas untuk 6 (enam) tahun mulai hari container crane tersebut beroperasi. Perusahaan harus memberikan garansi peti kemas yang menjadi bagian dari PT Trans Utama Kargo minimal 42. mana yang lebih besar.XV-277/BLWUS. Setelah berakhirnya masa kerjasama. B. B.VIII-436/BLW-US.000 peti kemas per tahun atau perusahaan harus membayar sanksi sebesar USD 42 per peti kemas untuk kekurangan dari garansi tersebut. umum dan industri untuk PT Metito Indonesia dan 30% atau jumlah minimal yang telah ditentukan. B.12 tanggal 24 Juni 2004 serta perjanjian No.VIII-183/BLW-US. g. B.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah. untuk perusahaan untuk masa waktu 14 tahun terhitung sejak dimulainya masa persiapan pembangunan/renovasi.VIII156/BLW-US.12 tanggal 24 September 2004 dengan PT Waruna Nusa Sentana masing-masing untuk kerjasama operasi 1 (satu) kapal tunda dan anak buah kapalnya dengan kesepakatan 26% dari penghasilan yang berasal dari kapal tunda tersebut untuk perusahaan dan 74% untuk PT Waruna Nusa Sentana.VIII-108/BLW-US.12 tanggal 5 Juni 2003 yang kemudian diperpanjang dengan Perjanjian No. i.

Pada tanggal 11 Desember 2000. Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung telah memenangkan perusahaan atas gugatan tersebut dan para penggugat mengajukan Peninjauan Kembali atas hasil putusan Mahkamah Agung. kecuali dinyatakan lain) akan diserahkan dalam kondisi siap operasi dengan kondisi fisik peralatan 70% dan menjadi milik perusahaan tanpa ganti rugi atau kompensasi. Putusan Pengadilan Negeri. Sampai dengan tanggal laporan auditor independen. Pada tanggal 8 Maret 2001. Berdasarkan surat pendaftaran pada Pengadilan Negeri Medan No. hasil Kasasi tersebut belum diputuskan.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah. 46 .800.000. Putusan Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi menetapkan perusahaan membayar ganti rugi kepada masyarakat tersebut sebesar Rp2.000. Sampai dengan tanggal laporan auditor independen. 33.07/Pdt.800.420/Pdt. Berdasarkan surat pendaftaran pada Pengadilan Negeri Dumai No. Putusan Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi telah memenangkan perusahaan atas gugatan tersebut dan para penggugat mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.683.151. b.214/Pdt. perusahaan mengajukan Kasasi ke Mahkamah Agung.G/1994/PN-Mdn tanggal 13 Juni 1994.000. TUNTUTAN HUKUM a. Pada tanggal 12 Desember 2000. hasil kasasi tersebut belum diputuskan. perusahaan telah menyampaikan Kontra Peninjauan Kembali. perusahaan digugat oleh masyarakat atas tuntutan ganti rugi tanah di Belawan dengan nilai tuntutan sebesar Rp2.002. perusahaan digugat oleh masyarakat atas tuntutan ganti rugi tanah di Dumai dengan nilai tuntutan sebesar Rp841.002. Berdasarkan surat pendaftaran pada Pengadilan Negeri Medan No. perusahaan telah menyampaikan kontra kasasi. Sampai dengan tanggal laporan auditor independen.G/2000/PN-Dum tanggal 17 Februari 2000.000. hasil Peninjauan Kembali tersebut belum diputuskan. c.G/1998/PN-Mdn tanggal 30 Agustus 1998. perusahaan digugat oleh masyarakat atas tuntutan ganti rugi tanah di Belawan dengan nilai tuntutan sebesar Rp200.

PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah. kecuali dinyatakan lain) d.845. perusahaan telah mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.074.29/Pdt/6/2002/PN. Berdasarkan surat pendaftaran pada Pengadilan Negeri Sibolga No. f.000. Pada tanggal 27 Januari 2005. penggugat mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Medan yang kemudian memenangkannya dan menetapkan perusahaan membayar ganti rugi sebesar Rp1. e.Mdn tanggal 14 November 2003.SBG tanggal 29 November 2002. Putusan Pengadilan Negeri Medan memenangkan perusahaan atas gugatan tersebut. perusahaan digugat oleh Paulus Ronald atas tuntutan ganti rugi kerugian sebesar Rp10. perusahaan digugat oleh Zulfaini atas tuntutan ganti rugi kerugian pembatalan kelulusannya dalam penerimaan calon pegawai di PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Cabang Dumai sebesar Rp710. Atas putusan tersebut.175 serta bunga 2% per bulan dari Rp54. Perusahaan mengajukan gugatan balasan 47 .Mdn tanggal 3 Agustus 2004.845.G/2004/PN. Pada tanggal 10 Agustus 2004.175 dihitung sejak 23 Januari 2004 sampai putusan dalam perkara ini berkekuatan hukum atas tidak dilakukannya pembayaran tahap kedua pekerjaan pengadaan infrastruktur untuk pengembangan jaringan LAN Cabang Pelabuhan Dumai dan Pekan Baru.G/6/2003/PN.000 per bulan sejak bulan Januari sampai putusan dalam perkara ini berkekuatan hukum. perusahaan digugat oleh Seng Tjin alias Acin atas tuntutan ganti rugi kerugian sebesar Rp9.800. hasil kasasi tersebut belum diputuskan. Berdasarkan surat pendaftaran pada Pengadilan Negeri Medan No.000.000 per bulan sejak bulan Januari 1999 sampai putusan dalam perkara ini berkekuatan hukum atas penggunaan tanah perairan milik penggugat. Pengadilan Negeri memenangkan perusahaan atas gugatan tersebut. pengugat mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Sumatera Utara atas putusan tersebut.312/Pdt.427/Pdt. Sampai dengan tanggal laporan auditor independen.000. Pengadilan Tinggi Sumatera Utara memutuskan untuk memenangkan perusahaan atas gugatan tersebut. Pada tanggal 28 Juli 2004. Berdasarkan surat pendaftaran pada Pengadilan Negeri Medan No.

perusahaan mengajukan gugatan balasan atas tuduhan pemberitaan yang merugikan. Perusahaan telah mengusulkan kepada Menteri Keuangan Republik Indonesia untuk mengalihkan 12.000. Pengadilan Negeri Medan memutuskan untuk memenangkan perusahaan atas perkara tersebut. Pelaksanaan pengalihan tanah tersebut agar dilaporkan kepada Kementerian BUMN.G/6/2004/PN-Dum tanggal 13 Juli 2004. 83 tahun 1940 dengan harga perolehan sebesar nihil.26/Pdt. Pemda dan badan usaha lainnya dan sisanya untuk perumahan karyawan.925 m2 tanah tersebut di atas kepada Pemda tingkat II Sibolga. c. pekara tersebut masih dalam proses di Pengadilan Negeri Dumai dan belum ada putusan atas perkara tersebut. d. sebagian besar disewakan kepada penduduk. S-574/M-MBU/2002 tanggal 28 Agustus 2002. 34.US. kecuali dinyatakan lain) atas tuduhan fitnah dan pencemaran nama baik. Pembongkaran bangunan dan gudang serta pembebasan kepada masyarakat penghuni. Sesuai dengan Surat Direktur Usaha Perusahaan No. diselesaikan oleh Pemerintah Daerah. 48 .PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah. Pengalihan tanah tersebut dilakukan dengan Berita Acara.V-40/PPI. A. Berdasarkan surat pendaftaran pada Pengadilan Negeri Dumai No. b.000. Pada tanggal 15 Maret 2005. Tanah yang dialihkan tersebut dipergunakan untuk kepentingan sarana umum/sarana wisata bahari. Sesuai dengan surat Menteri Negara BUMN No.13 tanggal 20 Februari 2002. Menteri Negara BUMN telah menyetujui pengalihan sebagian tanah pelabuhan Sibolga tersebut kepada Pemda setempat dengan syarat sebagai berikut: a. Atas gugatan tersebut. HAK ATAS TANAH YANG BELUM MEMPUNYAI SERTIFIKAT Hak atas tanah Perusahaan seluas 95. Sampai saat ini.435 m2 di Sibolga yang berdasarkan bukti kepemilikan Staatblads No. perusahaan digugat oleh pasien atas tuntutan ganti rugi sebesar Rp300. g.

999.75 M2 Untuk tanah yang disewa oleh badan hukum telah dijual kepada badan hukum yang bersangkutan yaitu sebanyak 15 (lima belas) badan hukum dengan luas 14.957. Masyarakat : 8.805 M2 : 6.565/MBU/2004 tanggal 18 Oktober 2004 perihal persetujuan penghapusbukuan aktiva tetap di PT Pelindo I berupa tanah dan bangunan di Sibolga.S.163.346 1.960.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.361 M2. kecuali dinyatakan lain) Sesuai dengan surat Menteri BUMN No. Pengalihan tanah tersebut telah dihibahkan seluas 23.763. AKTIVA DAN KEWAJIBAN DALAM MATA UANG ASING Aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing pada tanggal 31 Desember 2004 terdiri dari: Mata uang asing Setara dengan Rupiah Aktiva: Lancar: Kas dan setara kas Piutang usaha Pendapatan masih akan diterima 3. dengan harga penjualan Rp6.652 968.25 M2 : 8.159.259 11.351. Instansi Pemerintah c.201.539 8.205 M2 dengan rincian sebagai berikut: a.749 36.006 49 .673. 35. Pemda Sibolga b.505.741.000.S-288/MBU/2003 tanggal 9 September 2003 tentang persertujuan penghapusan aktiva milik PT Pelindo I dan kemudian diperpanjang lagi dengan surat Menteri BUMN No.818.

559.989) (96.229) (3. POS LUAR BIASA Pada tanggal 26 Desember 2004.405 terhadap US$1.995) 3.972 32.002) (2.624.493) (17. 36.143.087) (1. aktiva bersih dalam mata uang asing akan bertambah sebesar.636. kecuali dinyatakan lain) Kewajiban: Jangka pendek: Hutang usaha Hutang lain-lain Biaya yang masih harus dibayar Hutang jangka panjang jatuh tempo dalam satu tahun: Hutang sewa guna usaha Hutang pembelian aktiva tetap Jangka panjang: Hutang jangka panjang. Bencana alam tersebut menimbulkan kerusakan pada berbagai fasilitas pelabuhan perusahaan.863) (15. terutama pelabuhan Malahayati di Nanggroe Aceh Darussalam dengan total taksiran kerugian sejumlah Rp3.532.00 digunakan untuk menyajikan kembali aktiva dan kewajiban mata uang asing perusahaan.945.721. terjadi bencana alam gempa bumi dan gelombang tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara.200.199) (129.526.950.639. jika nilai tukar mata uang asing pada tanggal laporan auditor independen. setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam satu tahun: Hutang sewa guna usaha (1.356 Sebagaimana disajikan diatas.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah. yaitu Rp9.951) (257. 50 .765.419.134) (157.923) (896.396.709.358) (390.884.090.

765 20. REKLASIFIKASI AKUN Beberapa angka-angka perbandingan tahun 2003 telah direklasifikasi untuk menyesuaikan dengan penyajian laporan keuangan tahun 2004. kecuali dinyatakan lain) 37.093.152.669.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan Dalam Rupiah.012.991.004.kapal 44. Reklasifikasi tersebut adalah sebagai berikut: Hutang pajak – PPN menjadi aktiva lancar lain-lain – pajak dibayar dimuka Aktiva lancar lainnya – Tagihan pajak penghasilan menjadi pajak dibayar dimuka – Pajak penghasilan pasal 25 tahun 2002 Aktiva tidak lancar – Tagihan pajak penghasilan menjadi – Pajak dibayar dimuka – Pajak penghasilan pasal 25 tahun 2003 Aktiva lancar lainnya – Pajak dibayar dimuka menjadi – Pajak dibayar dimuka – PPN Aktiva dalam konstruksi menjadi biaya ditangguhkan – Pengerukan alur Biaya sewa – kapal menjadi Reduksi pendapatan .490 1.262.059.483.477.193.090 1.125 51 .354 17.543.996 42.

(021) 5700380. (021) 5700380. 5738740.31 Jakarta Pusat 10210 Telp.C /Auditama V/GA/04/2005 : 31 Maret 2005 Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jl. 5738727. 5723995.d 9 Pesawat 511 Fax. Gatot Subroto No. . 5720957.BPK-RI LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN EVALUASI KINERJA PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004 Nomor Tanggal : 13. 5704395 s.

2..……………. 13.............. ...……… HASIL EVALUASI ………….. Beban Usaha dan Produksi Tahun 2004 dengan Anggaran Tahun 2004 dan Realisasi Tahun 2003 1.. BAB I BAB II Pendahuluan Perbandingan Realisasi Pendapatan..... Sistem dan Organisasi …………........ BAB IV Aspek Strategis Perusahaan 1....….. 2. Satuan Pengawas Intern ……………………....………………………………………………. 10.. 2. 1 3 3 5 5 10 13 22 22 22 23 23 23 24 26 26 28 29 30 32 38 38 39 45 46 47 Hal-Hal Yang Berkaitan dengan Perusahaan 1........ 6..… Perhitungan Indikator dan Nilai Kinerja Keuangan………….......……………………………………... Investasi …………………………………………………….. 12.... Kerjasama …………………………………………………......... .. Pemasaran dan Penjualan…………………………………… Produksi dan Kualitas Produksi…………………………… Logistik ………………………….………………………….......DAFTAR ISI SIMPULAN EVALUASI .... 4.... 2... Dana Pensiun ……………………………………………… Kemitraan dan Bina Lingkungan …………………………...... 9. Penelitian dan Pengembangan……………………………….... Perpajakan ………………………………………………….... 3.........……………………….............. 3... 40 BAB V Penilaian Kinerja Perusahaan 1. Tindak Lanjut Keputusan RUPS …………………………. Sumber Daya Manusia……………... BAB III Pendapatan Usaha …. 3.. Restrukturisasi dan Privatisasi…………………………...... Bobot Tingkat Kesehatan..... 5.......……………..... . Beban Usaha ……………………………………………… Produksi ………………………………………………….. Keuangan dan Akuntansi ………………………………….... 8.. 11.

674. BA-67/D2-MBU/2003 tanggal 29 Desember 2003.04%.14 juta. PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I telah menyampaikan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan kepada Menteri Negara BUMN sesuai dengan surat Direksi No. KU.090.SIMPULAN EVALUASI Kami telah melakukan audit atas Laporan Evaluasi Kinerja PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004 dengan kesimpulan sebagai berikut : 1.69 juta.26 juta atau 21. Hal tersebut disebabkan meningkatnya beban usaha sebesar Rp57.547.65 juta atau 24.10% lebih rendah dibanding anggaran sebesar Rp325.76 juta atau 44.60/8/8/PI-03 tanggal 28 Oktober 2003 yang telah disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dengan Berita Acara RUPS No.696.84 juta.35% dari 1 BPK-RI / AUDITAMA V .613. Perbandingan realisasi pendapatan dan beban tahun 2004 dengan anggaran tahun 2004 dan realisasi tahun 2003 Realisasi laba sebelum pajak tahun 2004 mencapai sebesar Rp143. Rencana kerja dan anggaran perusahaan Penyusunan anggaran PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I telah mengacu kepada Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. 2.95% dibandingkan anggaran sebesar Rp29.81 juta yang hanya mencapai 59. Dibandingkan dengan realisasi laba sebelum pajak tahun 2003 sebesar Rp170. realisasi laba tahun 2004 adalah sebesar 84.893.58 juta. dan realisasi pendapatan di luar usaha (bersih) sebesar Rp17. Biaya luar biasa tersebut berupa biaya yang dialami dari adanya gempa bumi dan gelombang tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara yang menimbulkan kerusakan pada berbagai fasilitas pelabuhan perusahaan.903.519. serta timbulnya biaya pada pos luar biasa sebesar Rp3. KEP-101/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002. Penurunan laba tersebut disebabkan peningkatan beban usaha yang jauh lebih besar yaitu sebesar Rp63.27% dari anggaran sebesar Rp268.127.61 juta.

3. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. Sedangkan peningkatan pendapatan usaha hanya mencapai sebesar Rp31. Ak.40% dari realisasi tahun 2003 sebesar Rp423. Misnoto.910.00" yang berarti tingkat kesehatannya dikategorikan menjadi "SEHAT" dengan tingkat penggolongan "AA" Demikian simpulan hasil audit atas Evaluasi Kinerja PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004.65 juta.388. Tingkat Kesehatan Perusahaan Sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara. Drs.090. untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Hasil Evaluasi. MA Register Negara No. D-1416 Jakarta.389.02 juta atau 7. 31 Maret 2005 2 BPK-RI / AUDITAMA V . nilai skor kinerja PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I untuk tahun 2004 adalah "92. Selain itu adanya beban luar biasa tahun 2004 akibat bencana alam sebesar Rp3.38 juta.realisasi beban usaha tahun 2003 sebesar Rp262.14 juta yang tidak terjadi pada tahun 2003.

HASIL EVALUASI
BAB I PENDAHULUAN Evaluasi Kinerja adalah salah satu perangkat analisis yang digunakan untuk melakukan evaluasi terhadap hasil kerja manajemen dalam rangka mengetahui apakah langkah yang telah dijalankan dalam mengelola perusahaan telah dilaksanakan untuk mencapai efektifitas dan efisiensi. Evaluasi kinerja dimaksudkan untuk melakukan pengujian terhadap kebenaran faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kinerja keuangan sehingga dapat diketahui penyebab terjadinya penyimpangan, diantaranya dengan membandingkan realisasi tahun berjalan dengan anggarannya dan realisasi tahun lalu. Hasil analisis tersebut kemudian diambil kesimpulan sehingga apabila terjadi penyimpangan yang merugikan akan dieliminasi atau akan dilakukan perbaikan pada periode mendatang. Demikian pula terhadap penyimpangan yang menguntungkan agar lebih ditingkatkan sehingga efektifitas dan efisiensi dapat dicapai seperti yang diharapkan. Selain hal tersebut di atas deteksi dapat dilakukan terhadap sektor-sektor produksi mana yang masih dapat dikembangkan sesuai dengan kapasitas produksi yang telah dimiliki atau melakukan investasi baru secara selektif sehingga dapat menghasilkan nilai tambah yang maksimal. Penyusunan anggaran PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I mengacu kepada surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.KEP-101/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002. PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I telah menyampaikan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan kepada Menteri Negara BUMN sesuai dengan Surat Direksi No. KU.60/8/8/PI-03 tanggal 28 Oktober 2003 yang telah disahkan dalam RUPS dengan Berita Acara RUPS No.BA-67/D2-MBU/2003 tanggal 29 Desember 2003. Proses evaluasi kinerja dimulai dengan melakukan analisis terhadap komponen-komponen dalam laporan laba rugi yang mempunyai aspek dan berhubungan dengan keuangan, diantaranya penjualan, beban produksi dan volume produksi dengan cara membandingkan realisasi tahun berjalan dengan anggaran yang telah disusun dan realisasi tahun lalu. Hal tersebut dimaksudkan untuk melakukan pengujian terhadap kebenaran faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kinerja keuangan, sehingga dapat diketahui faktor-faktor penyebab terjadinya penyimpangan.

3

Review terhadap hal-hal penting yang berkaitan dengan perusahaan dilakukan terhadap beberapa komponen diantaranya perkembangan teknologi yang digunakan serta pemeliharaan fasilitas yang telah dilaksanakan oleh perusahaan. Demikian pula terhadap penelitian dan pengembangan yang telah dilaksanakan dalam rangka melakukan inovasi baru terhadap perkembangan usaha, manajemen dan sistem organisasi serta sumber daya manusia yang dimiliki saat ini, dengan harapan agar semua unsur yang menggerakkan organisasi dan operasional perusahaan dapat berjalan dengan baik. Selain itu juga dilakukan review terhadap aspek strategis perusahaan dalam menghadapi pasar diantaranya yang berkaitan dengan investasi untuk pengembangan perusahaan dan juga kepedulian terhadap lingkungan, sehingga perusahaan bukan saja sebagai salah satu katalisator penggerak perekonomian yang memiliki orientasi komersial, tetapi juga melaksanakan program sosial yang bermanfaat bagi masyarakat dalam rangka program bersih lingkungan untuk menjaga ekologi alam sekitarnya melalui analisa dampak lingkungan. Dalam rangka melaksanakan kebijakan pemerintah untuk turut mengentaskan kemiskinan, PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I telah berperan serta dalam Program Kemitraan dan Bina Lingkungan sesuai misi pemerintah seperti yang telah dituangkan dalam Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Badan Usaha Milik Negara. Evaluasi kinerja PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I dilakukan mengacu pada Surat Keputusan Menteri BUMN No. KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002, tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara. Hasil evaluasi terhadap kinerja perusahaan diharapkan dapat menjadi suatu kajian bagi manajemen dalam menentukan kebijakan yang akan diterapkan dalam melaksanakan operasional perusahaan pada periode yang akan datang, sehingga kekurangan masa lalu dapat dieliminasi pada periode mendatang dan keberhasilan yang sudah dicapai dapat semakin ditingkatkan. Dengan demikian diharapkan kinerja perusahaan akan semakin optimal.

4

BAB II PERBANDINGAN REALISASI PENDAPATAN, BEBAN USAHA DAN PRODUKSI TAHUN 2004 DENGAN ANGGARAN TAHUN 2004 DAN REALISASI TAHUN 2003 Perbandingan realisasi pendapatan dan beban usaha tahun 2004 dengan anggaran dimaksudkan untuk mengetahui apakah anggaran pendapatan dan beban usaha telah dipakai sebagai arahan kegiatan untuk menghasilkan pendapatan dan mengendalikan beban usaha, sehingga pada akhir periode dapat diambil kesimpulan apakah efektifitas usaha dapat dicapai sesuai dengan yang diharapkan dan efisiensi telah dapat dilaksanakan dengan baik. Penyimpangan-penyimpangan yang diketahui, akan dilakukan analisis lebih lanjut untuk mengetahui faktor-faktor penyebabnya, dan setelah faktor penyebab terjadinya penyimpangan tersebut dapat diketahui, maka faktor-faktor yang merugikan perusahaan akan semaksimal mungkin dieliminasi pada periode mendatang, sedangkan faktor yang menguntungkan perusahaan akan diusahakan untuk semakin ditingkatkan. Adapun realisasi pendapatan dan beban usaha tahun 2004 dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 dimaksudkan untuk mengetahui perkembangan usaha yang telah dilakukan, apakah usaha tahun berjalan mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode sebelumnya dan efisiensi telah dapat dilaksanakan pada tahun berjalan. Dengan membandingkan kinerja tahun berjalan terhadap tahun lalu dan melakukan analisis atas penyimpangan yang terjadi, akan diperoleh kesimpulan apakah penyimpangan tersebut lebih menguntungkan perusahaan atau telah merugikan perusahaan. Apabila penyimpangan yang terjadi menguntungkan perusahaan, maka akan dijadikan sebagai pedoman dalam menjalankan usaha periode mendatang, namun apabila terjadi penyimpangan yang merugikan perusahaan akan dievaluasi untuk mengetahui sebabsebab terjadinya penyimpangan tersebut sebagai langkah untuk melakukan efisiensi pada sektor tertentu dan memperbaikinya pada periode mendatang. Sehingga pada akhirnya akan diperoleh suatu kinerja perusahaan yang efektif dan efisien serta mendapatkan hasil yang berarti sesuai dengan yang diharapkan. 1. PENDAPATAN USAHA Evaluasi kinerja terhadap kegiatan pemasaran dilakukan dengan membandingkan realisasi pendapatan usaha tahun 2004 dengan anggaran tahun 2004

5

40 Keterangan PENDAPATAN USAHA Pelyn Term Peti Kemas Pely Kapal Plyn Pelabuhan Khusus (DUKS) Pelyn Barang Pelyn Usaha Bongkar Muat Pelyn Rumah Sakit Pelyn Usaha Galangan Kapal Pend Sewa Bng.496.62 9.344.00 25.565.58 1.89 423.299.088.05 111.910.41 Anggaran Tahun 2004 (Rp) 189. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengetahui apakah kinerja terhadap pemasaran yang dicapai telah dilaksanakan secara optimal.689.484.38 (dalam juta rupiah) % Realisasi Tahun 2004 thd Angg 2004 Reals 2003 95.List.05 131.193.652. karena kinerja pemasaran merupakan kegiatan yang membawa konsekuensi atas kinerja keuangan perusahaan secara keseluruhan. Hasil analisis tersebut akan dijadikan sebagai bahan evaluasi manajemen.41 juta.670.244.74 28.262.72 119.40 86.23 37.805.584.84 58.20 455.93 72.67 79.105.371.69 129. pada sektor mana kegiatan perusahaan harus disempurnakan dan dilakukan perbaikan bila terjadi penyimpangan yang tidak diharapkan.30 24.20 25.25 101.586.182.19 98.20 106.389.18 26.705.21 100.Air Lain-lain Jumlah Pend Usaha (bersih) 6 .82 22.39 juta.371.57 84.95 48.910.67 41. Dibandingkan dengan realisasi pendapatan usaha tahun 2003 sebesar Rp423. namun apabila penyimpangan tersebut bersifat menguntungkan dan sudah baik akan dapat dijadikan pedoman pada sektor lain untuk ditingkatkan pada periode mendatang. Oleh karenanya setiap penyimpangan yang terjadi pada kinerja pemasaran akan dianalisis sampai seberapa jauh pengaruhnya terhadap kinerja keuangan perusahaan karena dari kinerja pemasaran akan dapat diketahui apakah seluruh kapasitas produksi yang dimiliki telah dioperasikan secara optimal sesuai dengan anggaran.23 10.72 20.593.448.53 4.13 3.43 91.47 178. Hal tersebut tampak dalam tabel berikut : Realisasi Tahun 2004 (Rp) 181.64 107.41 41.640.09 9.70 25.84 31.964.577.02 juta atau mencapai 107.98 juta dibandingkan dengan anggarannya sebesar Rp571.76 116.72% atau lebih rendah sebesar Rp115.877.72 571. Realisasi pendapatan usaha tahun 2004 mencapai sebesar Rp455.64 29. yaitu 79.299.606.38 Realisasi Tahun 2003 (Rp) 152.124.105.17 15.39 juta.38 101.880.91 104. terjadi peningkatan sebesar Rp31.40% dari realisasi tahun 2003.41 13.72 25.dan realisasi pendapatan usaha tahun 2003.107.51 94.

pelayanan shifting peti kemas dan peti kemas overheight di Unit Terminal Peti Kemas Belawan. Pendapatan Pelayanan Pelabuhan Khusus Realisasi pendapatan dari pelayanan pelabuhan khusus tahun 2004 mencapai sebesar Rp41. serta meningkatnya kegiatan bongkar muat peti kemas di dermaga akibat adanya pengalihan kegiatan handling peti kemas dari dermaga konvensional ke dermaga internasional.70 juta mencapai sebesar 100.78 juta dibandingkan dengan anggarannya sebesar Rp189.41 juta. Pencapaian realisasi pendapatan pelayanan kapal dibawah anggarannya disebabkan menurunnya kunjungan kapal serta adanya perubahan ukuran kapal-kapal yang berkunjung ke dermaga terutama di Cabang Pelabuhan Dumai dan Pekanbaru dengan ukuran yang lebih kecil.358.088.21%.593. Pendapatan Pelayanan Kapal Realisasi pendapatan dari pelayanan kapal tahun 2004 mencapai sebesar Rp129. yaitu 95.689. Dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 sebesar Rp152.582. operasi CFS.04 juta. Pencapaian realisasi pendapatan pelayanan kapal dibawah anggarannya disebabkan menurunnya kunjungan kapal terutama di pelabuhan khusus Cabang Dumai dan Lhokseumawe.67 juta terjadi penurunan sebesar Rp2.05 juta terjadi peningkatan sebesar Rp29.10 juta dibandingkan dengan anggarannya sebesar Rp48.43% atau lebih rendah sebesar Rp7.64 juta atau mencapai sebesar 119. yaitu 84. b.222.26 juta atau mencapai sebesar 98.964. Dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 sebesar Rp131.05% atau terjadi peningkatan sebesar Rp19.Penjelasan: a. Hal ini disebabkan 7 . Pelampauan realisasi pendapatan tersebut disebabkan meningkatnya kegiatan operasi lapangan.95 juta.74 juta.484.84 juta. yaitu 72.987.54 juta dibandingkan dengan anggarannya sebesar Rp178.606.193.107. Pendapatan Pelayanan Terminal Peti Kemas Realisasi pendapatan dari pelayanan terminal peti kemas tahun 2004 mencapai sebesar Rp181.57% atau lebih rendah sebesar Rp48.19%.262. Realisasi pendapatan dari pelayanan pelabuhan khusus tahun 2004 dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 sebesar Rp41.47 juta.708.69 juta. c.93% atau lebih rendah sebesar Rp7.

yaitu 91. mencapai sebesar 111. Realisasi pendapatan pelayanan barang tahun 2004 dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 sebesar Rp25. Pendapatan Pelayanan Usaha Bongkar Muat Realisasi pendapatan dari pelayanan usaha bongkar muat tahun 2004 mencapai sebesar Rp22. yaitu 94. dibandingkan dengan anggarannya sebesar Rp10.10 juta. Pencapaian realisasi pendapatan pelayanan bongkar muat dibawah anggaran disebabkan menurunnya produksi penumpukan depo peti kemas dan kegiatan bongkar muat barang utamanya di Cabang Pelabuhan Belawan.47 juta. mencapai sebesar 106. utamanya di Cabang Pelabuhan Dumai.23% atau lebih rendah sebesar Rp591.584. e. f.82 juta. tambat dan pelayanan penundaan dari hasil sharing.20% atau terjadi peningkatan sebesar Rp2.864. d.25% atau terjadi peningkatan sebesar Rp1.adanya peningkatan pada pelayanan labuh.62 juta.22 juta.13 juta.38 juta dibandingkan dengan anggarannya sebesar Rp31. Hal ini disebabkan antara lain meningkatnya kegiatan bongkar muat paket peti kemas dan bongkar muat di depo.877.09 juta.652. serta adanya kecenderungan penanganan barang melalui truk losing langsung ke gudang pemilik barang.20 juta.124. Hal ini disebabkan adanya peningkatan produksi jasa layanan dermaga dan lapangan penumpukan. Pencapaian realisasi pendapatan pelayanan rumah sakit dibawah anggarannya disebabkan 8 .55 juta. Pendapatan Pelayanan Rumah Sakit Realisasi pendapatan dari pelayanan rumah sakit tahun 2004 mencapai sebesar Rp9.14 juta dibandingkan dengan anggarannya sebesar Rp25.40% atau lebih rendah sebesar Rp2. Realisasi pendapatan dari pelayanan usaha bongkar muat tahun 2004 dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 sebesar Rp20.458.58 juta.640.448.244.182.51% atau lebih rendah sebesar Rp3.23 juta.304. yaitu 86.675. Pencapaian realisasi pendapatan pelayanan kapal dibawah anggarannya disebabkan tidak tercapainya produksi jasa gudang dan lapangan penumpukan di beberapa cabang pelabuhan. Pendapatan Pelayanan Barang Realisasi pendapatan dari pelayanan barang tahun 2004 mencapai sebesar Rp28.

mencapai 101. Arun Lhokseumawe.18% atau lebih tinggi sebesar Rp302.rendahnya kunjungan pasien pada klinik umum. Pendapatan Sewa Tanah. kapal Mega Sukses dan kapal Anoman milik PT Pelindo 1.174. Pencapaian realisasi pendapatan sewa TBAL diatas anggaran disebabkan meningkatnya persewaan bangunan di Cabang Pelabuhan Belawan.17 juta. Bangunan. Hal ini disebabkan adanya peningkatan pada pendapatan sewa tanah dan penyediaan air minum 9 . Pekanbaru dan Tanjung Balai Karimun. Realisasi pendapatan dari sewa TBAL tahun 2004 dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 sebesar Rp24. Realisasi pendapatan dari pelayanan rumah sakit tahun 2004 dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 sebesar Rp9. Pencapaian realisasi pendapatan pelayanan usaha galangan kapal dibawah anggaran disebabkan tidak terealisasinya pekerjaan doking kapal-kapal milik PT.05 juta.28 juta dibandingkan dengan anggarannya sebesar Rp3.41 juta mencapai 104. Realisasi pendapatan dari usaha galangan kapal tahun 2004 dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 sebesar Rp4.91% atau terjadi penurunan sebesar Rp3.15% atau lebih rendah sebesar Rp2. g.72 juta. h. listrik dan air (TBAL) tahun 2004 sebesar Rp25.880.214. yaitu 39. Selain itu juga meningkatnya penyediaan air minum di cabang pelabuhan Belawan. Pendapatan Pelayanan Usaha Galangan Kapal Realisasi pendapatan dari usaha galangan kapal tahun 2004 sebesar Rp1. Listrik (TBAL) Realisasi pendapatan dari sewa tanah.53 juta.298. farmasi dan rawat inap di Rumah Sakit Pelabuhan Medan dan Rumah Sakit Pelabuhan Dumai.33 juta dibandingkan dengan anggarannya sebesar Rp25. bangunan.64% atau terjadi peningkatan sebesar Rp156.496.586.705.58 juta.76% atau terjadi peningkatan sebesar Rp1.30 juta mencapai 29. Air. farmasi maupun rawat inap.371.577.670.76 juta.00 juta. yaitu 101. Hal ini disebabkan terjadi penurunan yang sangat signifikan pada pekerjaan doking kapal. Unit Usaha Terminal Peti Kemas (UUTPK) dan Lhokseumawe.84 juta. Hal ini disebabkan adanya peningkatan kunjungan pasien antara lain pada klinik umum.

i.

Pendapatan lain-lain Realisasi pendapatan lain-lain tahun 2004 sebesar Rp15.565,20 juta, yaitu 26,77% atau lebih rendah sebesar Rp42.806,52 juta dibandingkan dengan anggarannya sebesar Rp58.371,72 juta. Dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 sebesar Rp13.344,89 juta, mencapai 116,64% atau terjadi peningkatan sebesar Rp2.220,31 juta. Realisasi pendapatan lain-lain dibawah anggaran disebabkan tidak terealisasinya kerjasama Transit Anchorage Area (TAA) di Tanjung Balai Karimun dan adanya pergeseran perilaku pelanggan yang lebih cenderung menggunakan jasa angkutan udara.

2. BEBAN USAHA Evaluasi kinerja terhadap Beban Usaha dilakukan dengan membandingkan realisasi beban usaha tahun 2004 dengan anggarannya dan realisasi beban usaha tahun 2003. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengetahui apakah perhitungan beban usaha yang direalisasikan telah dilakukan dengan benar, karena kinerja terhadap perhitungan beban usaha merupakan kegiatan yang membawa konsekuensi atas kinerja keuangan perusahaan secara keseluruhan. Oleh karenanya setiap penyimpangan yang terjadi pada perhitungan beban usaha akan dianalisis sampai seberapa jauh pengaruhnya terhadap kinerja keuangan perusahaan. Hasil evaluasi tersebut akan dijadikan sebagai bahan evaluasi manajemen, pada sektor mana kegiatan perusahaan harus disempurnakan dan dilakukan perbaikan bila terjadi penyimpangan yang tidak diharapkan, namun apabila penyimpangan tersebut bersifat menguntungkan dan sudah baik akan dapat dijadikan pedoman pada sektor lain untuk ditingkatkan pada periode mendatang. Kesalahan pembebanan akan berakibat pada laba rugi perusahaan dan berdampak kepada kesalahan dalam pengambilan keputusan manajemen. Realisasi beban usaha tahun 2004 sebesar Rp326.292,32 juta, yaitu 121,50% dibandingkan anggaran sebesar Rp268.547,58 juta atau lebih tinggi sebesar Rp57.744,74 juta. Dibandingkan dengan realisasi beban usaha tahun 2003 sebesar Rp262.388,65 juta, mencapai 124,35% atau terjadi peningkatan sebesar Rp63.903,65 juta atau 24,35% di atas realisasi tahun 2003. Hal ini tampak dalam tabel berikut :

10

(dalam juta rupiah)
Keterangan BEBAN USAHA Pegawai Penyusutan dan Amortisasi Umum Bahan dan perlengkapan Pemeliharaan Sewa Administrasi Asuransi Jumlah Beban Usaha Anggaran Realisasi Tahun 2004 Tahun 2004 (Rp) (Rp) 76.355,84 68.098,92 55.556,80 42.475,33 41.057,57 27.752,15 11.393,02 3.602,67 326.292,30 81.858,81 41.098,45 38.833,31 36.725,73 30.585,26 24.188,93 9.911,38 5.345,71 268.547,58 Realisasi Tahun 2003 (Rp) 74.835,96 41.564,30 39.986,28 42.104,49 22.991,82 26.680,43 11.169,23 3.056,13 262.388,65 % Realisasi Tahun 2004 thd Angg 2004 Reals 2003 93,28 165,70 143,06 115,66 134,24 114,73 114,95 67,39 121,50 102,03 163,84 138,94 100,88 178,57 104,02 102,00 117,88 124,35

Penjelasan : a. Beban Pegawai 1) Realisasi Beban Pegawai tahun 2004 sebesar Rp76.355,84 juta, mencapai 93,28% dibandingkan dengan anggarannya sebesar Rp81.858,81 juta atau lebih rendah sebesar Rp5.502,97 juta. 2) Realisasi Beban Pegawai tahun 2004 dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 sebesar Rp74.835,96 juta mencapai 102,16% atau terjadi peningkatan sebesar Rp1.519,88 juta. b. Beban Penyusutan dan Amortisasi 1) Realisasi Beban Penyusutan dan Amortisasi tahun 2004 sebesar Rp68.098,92 juta, mencapai 165,70% dibandingkan dengan anggarannya sebesar Rp41.098,45 juta atau lebih besar Rp27.000,47 juta. 2) Realisasi Beban Penyusutan dan amortisasi tahun 2004 dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 sebesar Rp41.564,30 juta mencapai 163,84% atau terjadi peningkatan sebesar Rp26.534,62 juta. Hal ini disebabkan perusahaan kurang melakukan pembebanan penyusutan dan amortisasi pada aktiva tetap dan biaya yang ditangguhkan pada tahun 2003 sehingga pembebanan atas kekurangan tersebut dilakukan pada tahun 2004. c. Beban Umum 1) Realisasi Beban Umum tahun 2004 sebesar Rp55.556,80 juta, mencapai 143,06% dibandingkan dengan anggarannya sebesar Rp38.833,31 juta atau lebih tinggi sebesar Rp16.723,49 juta. Hal ini disebabkan meningkatnya beberapa biaya dari yang dianggarkan sebelumnya antara lain biaya

11

keamanan pelabuhan, pajak bumi dan bangunan, biaya pesangon/ganti rugi, perawatan kesehatan dan dana pensiun. 2) Realisasi Beban Umum tahun 2004 dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 sebesar Rp39.986,28 juta, mencapai 138,94% atau terjadi peningkatan sebesar Rp15.570,52 juta. Hal ini disebabkan adanya peningkatan yang cukup signifikan antara lain pada biaya keamanan pelabuhan, biaya imbalan jasa upah bongkar muat, pajak bumi dan bangunan, pesangon/ganti rugi, dan dana pensiun. d. Beban Bahan dan Perlengkapan 1) Realisasi Beban Bahan dan Perlengkapan tahun 2004 sebesar Rp42.475,33 juta, yaitu115,66% atau lebih tinggi sebesar Rp5.749,60 juta dibandingkan dengan anggarannya sebesar Rp36.725,73 juta. Hal ini terjadi antara lain disebabkan meningkatnya biaya bahan bakar terutama untuk kebutuhan kapal pandu dan kapal tunda, meningkatnya biaya listrik dan biaya bahan obat-obatan. 2) Realisasi Beban Bahan dan Perlengkapan tahun 2004, yaitu 100,88% atau terjadi peningkatan sebesar Rp370,84 juta dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 sebesar Rp42.104,49 juta. Hal ini disebabkan meningkatnya biaya bahan bakar dan biaya listrik. Beban Pemeliharaan 1) Realisasi Beban Pemeliharaan tahun 2004 sebesar Rp41.057,57 juta, yaitu 134,24% atau lebih tinggi Rp10.472,31 juta dibandingkan dengan anggarannya sebesar Rp30.585,26 juta. 2) Realisasi Beban Pemeliharaan tahun 2004 dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 sebesar Rp22.991,82 juta mencapai 178,57% atau terjadi peningkatan sebesar Rp18.065,75 juta. f. Beban Sewa 1) Realisasi Beban Sewa tahun 2004 sebesar Rp27.752,15 juta, yaitu 114,73% atau lebih tinggi sebesar Rp3.563,22 juta dibandingkan dengan anggarannya sebesar Rp24.188,93 juta. Hal disebabkan adanya peningkatan yang cukup signifikan pada biaya sewa tenaga kerja dari anggaran yang ditetapkan.

e.

12

34% atau terjadi peningkatan sebesar Rp223.72 juta.79 juta.54 juta. yaitu 67.75%.481.602. karena kinerja produksi akan membawa konsekuensi terhadap kinerja keuangan perusahaan secara keseluruhan.13 juta mencapai 117.39% atau lebih rendah sebesar Rp1. pada sektor mana produksi harus disempurnakan dan dioptimalkan kapasitasnya.04 juta dibandingkan dengan anggarannya sebesar Rp5.345. namun apabila penyimpangan tersebut 13 .88% atau terjadi peningkatan sebesar Rp546. PRODUKSI Evaluasi kinerja terhadap produksi dilakukan dengan membandingkan realisasi produksi tahun 2004 dengan anggarannya dan realisasi Produksi tahun 2003.056.64 juta dibandingkan dengan anggarannya sebesar Rp9.38 juta. 3. Beban Asuransi 1) Realisasi Beban Asuransi tahun 2004 sebesar Rp3.37 juta atau 117.071.95% atau lebih tinggi sebesar Rp1.169. g.393. Oleh karenanya setiap penyimpangan yang terjadi pada kinerja produksi akan dianalisis sampai seberapa jauh pengaruhnya terhadap kinerja keuangan perusahaan. Hal ini disebabkan meningkatnya beberapa biaya dibandingkan anggaran yang ditetapkan. h.680.743.911.71 juta. 2) Realisasi Beban Asuransi tahun 2004 dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 sebesar Rp3.02 juta. terutama biaya rumah tangga yang meningkat sebesar Rp1. Hasil evaluasi tersebut akan dijadikan sebagai bahan evaluasi manajemen.43 juta mencapai 104. hal tersebut dimaksudkan untuk mengetahui apakah kinerja operasional yang dicapai telah dilaksanakan secara optimal. karena apabila peralatan produksi yang dimiliki tidak di optimalkan akan terjadi iddle dan menimbulkan inefisiensi.23 juta mencapai 102. 2) Realisasi Beban Administrasi tahun 2004 dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 sebesar Rp11. yaitu 114.2) Realisasi Beban Sewa tahun 2004 dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 sebesar Rp26.02% atau terjadi peningkatan sebesar Rp1. Oleh karena itu apabila terjadi penyimpangan yang tidak diharapkan dapat segera dilakukan perbaikan.031. Beban Administrasi 1) Realisasi Beban Administrasi tahun 2004 sebesar Rp11.67 juta.

512 2.236.542.922 36.478 3.52 93.665 35.822.22 90.112. 1) Keterangan Realisasi Th 2004 RKAP Th 2004 Realisasi Th 2003 TRAFIK Arus Kunj Kapal Pelayaran Luar Negeri Kapal Asing Liner (call) (grt) 2) a) Tramper Reguler (call) (grt) b) Tramper non Reg (call) (grt) b.123 24.57 114.285 5.08 75.91 100.530 3.948.A.873 9.356 103.091 104.95 83.545.87 78.05 102.42 81.470 46.54 56.419 52.36 253.49 135.33 104.47 96.732.83 73. (call) (grt) 3.41 33.163 113.507 7.11 96.493 16. A.157.20 92.337 9.469.409 120.786 606 210. I.00 96.733 2.729 3.867.05 88.310 7.000.955 78 103 9.33 68.956 4.93 95. Kapal Nasional 1) Antar Pelabuhan (call) (grt) 2) Perintis (call) (grt) 3) Rakyat a) Perahu Layar (call) (grt) b) Prh Lyr Motor (call) (grt) c) Kapal Motor (call) (grt) 4) Kapal Negara (call) (grt) b.183.16 94.840 69.569 29.47 108.15 89.74 81.083 34.104 21.114 26.521 146.06 75.65 159.33 80.269 119.010 8.08 96.08 99.92 59.773 16.996 36.109 14 .730 20.524 26.71 103.187.65 90.555 10.442.579.01 106.313 52.72 23.314 2.12 81. Pelayaran Dalam Negeri a.660 43 22 83.422 17.132.bersifat menguntungkan dan sudah baik akan dapat dijadikan pedoman pada sektor lain untuk ditingkatkan pada periode mendatang.98 42.90 986.372 71.241 8.967 57.904 51.516 75.72 100.96 81.693 66.71 56.631 13.62 98.752 68.851.402 562 226.026 66.517 10.58 146.329 29.910.930 15. Perbandingan antara realisasi produksi tahun 2004 dengan anggaran dan realisasi tahun 2003 seperti tampak dalam tabel berikut : % Realisasi Th 2004 thd RKA Real 2004 2003 No.324 32.376 52.274.434 72.650. Kapal Nasional (call) (grt) Jumlah 1 (call) (grt) 2.180.211.62 108. 1.663 37.027 27.419 17.326 5.245 159.398 11.482 458 308.58 91.24 99.955 9.552 106. a.357 108.120 217 133.16 95.710.34 108 182 13.603.80 85.346.136.30 504.757.993 132.13 85.550 0 0 44 3. Kapal Asing (call) (grt) Jumlah 2 (call) (grt) TOTAL I.956 10.

020.730 863.09 113. Bongk.34 75.387.52 149.825 2.36 Pelayanan Barang B. 1.40 144.460.44 175.950 64. A.359 7.065 303. Peti Kemas (box) 17.84 110.582.90 81.77 76.09 116.997.03 102.313.101 1.944 12.429 36.087. C. 4.99 109.745.118 263.81 105.685.219 1. a.078. 2.115.15 136.256 649.78 87.C.75 83.554 65.71 84.71 92.621 8.D.67 72.569 710.620.09 96.393 86. b.495 558.869.019 274.25 107.55 120.42 86.512 2.96 128.182 7.81 86. b.498 2.673 2.81 83.Muat (B/M) Barang Dermaga Umum Ekspor (ton) Impor (ton) AP Muat (ton) AP Bongkar (ton) Jumlah B.16 76.664.744.843 37.144 3.86 115.907 1.155.044.865.065 64.068.395 1.76 106.280 323.04 133.526 182.05 122.09 99.724 1.89 401.343 51.426 357.345 845.906.537.290 1.143 2.669 98. b.45 101.176 102. Dermaga a.201. (ton) Peti Kemas Ekspor Impor Jumlah B.85 118.140 5.168.318 105.104 23.718.667. 2.254 2.461 213.462 369.031 388.11 127.830 291.170 41.900.183 49. D.91 88.85 70.645 303. (ton) Dermaga Khusus Ekspor (ton) Impor (ton) AP Muat (ton) AP Bongkar (ton) Jumlah B.79 89.2.937.567 98.092. Hewan (ekor) c. 3.91 116. (box) (TEU’S) Arus Penumpang Luar Negeri Dalam Negeri Jumlah I. 5.319 2. Barang (ton) Barang (m3) b. (orang) JASA PELABUHAN Pelayanan Jasa Kapal Labuh (grt) Tambat (grt/etm) Pemanduan (gerakan) Penundaan (jam) Air Kapal (ton) 9.234.732.467 601.38 77.70 II.630 19.67 107. a.92 98.467.339.79 96.028 86.102 6.B. d.956.966.51 127. 1.017 213.814 8.466 2.029.728 2.979 16. (ton) Bongkar Muat Peti Kemas TPK (box) (TEU’S) Non TPK (box) (teus) Jumlah I.22 137.070 70. d.861 16.36 117.62 93.835.00 82.488.518 1.492.403.309 5.410 8.130 10.385 76.768 16.95 119.30 109.742 564.109 21.743.866.491 101.947.480. (ton) TOTAL I.207.33 174. 1. 3.935. 2.934 3.024 231.020 464. c.66 167.617.235 52.791. c.123 53.206 5.120.298 17.50 99.498 517.76 83.B.812 2.425.932 19.12 129.65 135.40 82.403.333.08 116.137.173 151.31 122. a.369 88.251.204 7.265.987 21.284 8.14 102.356 21.611 8.882 1. 2.516 2.430 429. 1. 45.913 990.246.48 15 .59 170.938.3.451.205.550 436. 1.1.215 235.939 1.592 6.792 282.136 32.905.

952 197.67 74.821 100.777 3. Lapangan Penumpukan a. 2.95 218.216.466.185 2.997 253.237.606.74 71.503 1.888 2.Listr Tanah Daratan (m2) Tanah Perairan (m2) Bangunan (m2) Air (ton) Listrik (kwh) Rupa-rupa Usaha Pas pelabuhan (lembar) 915.72 116.50 166.23 116.432 2.868.312 53.91 126. Gudang Penumpukan a. a. m3/hari 3.363 6.163 call dan berat kotor kapal yang berkunjung sebesar 113. b.18 49.09 107.14 101.90 237. E.541.090 76.801.133.05 27.283 343.390. a.682 335. Ton/hari b. b.48 93.647 4.81 284. Air.710 467. 1.060 1.94 183.702 1.835 441.15 Penjelasan : a.2.240 3.821 1.598 7. 1.711 502. Barang (ton/hari) (m3/hari) b.675 1.062 2.10 52.53 239.10 5. 3.420 180.498.09 65.702.347 10.40 101.673.782 7.72 95.580. 2.416 1.50 117.380 3.961 10.664.82 153.063 449.207 216.19 127.32 414.87 79.545 8.139 221. b.292 458.22 105.186 127.76 144.62% dibandingkan dengan 16 .662 565.13% dan 85.104.262.972 621 212.513 94.21 99. 2.147 1.954 13.821 1. 5.957 1.16 29.79 87.830 5.93 168.203 288. 3.Bangunan. Pelayanan Terminal Permata Rantai (ton/m3) Per Paket Barang (ton/m3) B/M Peti kemas (box) B/M lainnya (ton/m3) Pelayn Term Peti Kemas Operasi Kapal B/M Peti Kemas (box) Buka Tutup Palka (kali) Operasi lapangan Lift on/off (box) Penumpukan (box/hari) Operasi CFS Rubah Status (box) Operasi Lainnya Pas Pelabuhan (lembar) Tanah.473 302.63 86.486. 4.462 307.734 460.467 377.53 183.14 118.468 1. F.905 218 219. 1. a.912 654.123 4.43 99.376 grt atau 96.589 264 181. Trafik 1) Arus Kunjungan Kapal a) Realisasi Produksi Trafik untuk frekuensi kunjungan kapal tahun 2004 sebesar 104.53 235.498 3.683.996 776.345.006.233.23 206.954 3.769. 4.579.87 68.322 184.66 124. 3. D.232 1.86 96.032 391.806 693. Peti Kemas (box) C.33 114.559 4. Hewan (ekor) c.18 67.195 57.243.

Peningkatan pada jumlah frekuensi kunjungan kapal disebabkan adanya kenaikan yang cukup signifikan pada frekuensi kunjungan kapal dalam negeri.802. 3) Bongkar Muat Peti Kemas a) Realisasi kuantitas produksi bongkar muat peti kemas tahun 2004 adalah sebanyak 601.017 ton.08% atau terjadi peningkatan sebesar 1.650.313 box dibandingkan dengan anggarannya sebesar 517.34%. 2) Bongkar Muat Barang a) Realisasi produksi bongkar muat barang tahun 2004 sebesar 88. yaitu 89. Hal ini terjadi karena kecilnya kunjungan kapal dan kegiatan bongkar muat barang pada dermaga khusus terutama di cabang-cabang pelabuhan Belawan.993 call mencapai 100. dan peti kemas. Kenaikan tersebut disebabkan meningkatnya pelayanan bongkar muat barang pada dermaga umum untuk pelayanan antar pulau muat dan bongkar.569 box. Pekanbaru.444 ton dibandingkan dengan anggarannya sebesar 98. Lhokseumawe dan Tanjung Pinang.356 call dan 132.269 grt.136. Sedangkan 17 . b) Realisasi produksi bongkar muat barang tahun 2004 dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 sebesar 86.05%. yaitu 116.16%.869. sedangkan total berat kotor kapal yang berkunjung mengalami penurunan yang disebabkan kapal-kapal yang berkunjung berukuran lebih kecil dibanding tahun sebelumnya terutama untuk kapal pelayaran dalam negeri. Tidak tercapainya anggaran disebabkan terjadi penurunan kunjungan kapal ke pelabuhan baik frekuensi maupun total berat kotor kapal untuk pelayaran luar negeri maupun dalam negeri.30% atau lebih besar 84. sedangkan total berat kotor kapal yang berkunjung dibandingkan tahun 2003 sebesar 119.381.50% atau lebih rendah 10.685.anggarannya sebesar 108.109 grt atau mencapai 95.526 ton mencapai 102.461 ton.491 ton. Penurunan ini diantaranya akibat tidak beroperasinya lagi atau berkurangnya kapasitas produksi beberapa industri di beberapa area cabang pelabuhan. Hal ini terjadi karena realisasi kegiatan bongkar muat peti kemas konvensional yang cukup signifikan melampaui anggaran yaitu sebesar28.256 box. Dumai. b) Realisasi Produksi Trafik tahun 2004 untuk frekuensi kunjungan kapal dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 sebesar 103.488.

51% atau terjadi peningkatan sebesar 137.155. yaitu 83. Hal ini disebabkan adanya kecenderungan penggunaan peti kemas ukuran 20’ dibanding ukuran 40’ yang menimbulkan peningkatan jumlah ukuran TEU’S di lapangan penumpukan pelabuhan dibandingkan perencanaan.81% atau lebih rendah 1.14%.158.207.126 orang dibandingkan dengan anggarannya sebesar 7.251. pemanduan dan air kapal tidak mencapai anggaran dan berada dibawah realisasi tahun 18 .498 TEU’S atau 109. b) Realisasi kuantitas produksi bongkar muat peti kemas tahun 2004 dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 sebesar 464. 4) Arus Penumpang a) Realisasi arus penumpang tahun 2004 sebanyak 5.284 orang. Penurunan tersebut disebabkan karena masyarakat pengguna angkutan laut tujuan dalam negeri mengalami penurunan yang cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya. yaitu 27.realisasi tahun 2004 untuk lapangan penumpukan peti kemas adalah sebesar 710.495 box mencapai 129. b.997.45% dibandingkan anggarannya. Sedangkan realisasi tahun 2004 untuk lapangan penumpukan peti kemas dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 mencapai 127. b) Realisasi arus penumpang tahun 2004 dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 sebesar 7. Peningkataan tersebut disebabkan adanya peningkatan kegiatan bongkar muat baik di terminal peti kemas maupun di pelabuhan konvensional. dimana saat ini terjadi pergeseran perilaku masyarakat yang cenderung menggunakan jasa angkutan udara.074 box.410 orang. Peningkatan tersebut disebabkan kecenderungan penggunaan peti kemas ukuran 20’ dibanding ukuran 40’ yang menimbulkan peningkatan ukuran TEU’S di lapangan penumpukan yang cukup besar.491 orang mencapai 82.14% dari tahun 2003. tambat.254.70% atau terjadi penurunan sebanyak 1. Tidak tercapainya anggaran disebabkan menurunnya arus penumpang di pelabuhan dalam negeri yang cukup signifikan. Jasa Pelabuhan 1) Pelayanan Jasa Kapal a) Realisasi pelayanan jasa kapal tahun 2004 untuk labuh.

82% atau terjadi penurunan sebesar 475.947 ton/hari dibandingkan dengan anggarannya sebesar 1. Selain itu realisasi tahun 2004 melampaui realisasi tahun 2003 sebesar 10. antar pulau muat dan antar pulau bongkar di Cabang Pelabuhan Belawan dan Dumai. Dumai.060 m3/hari.580.390.952 ton/hari.479 ton/hari. b) Realisasi pelayanan jasa kapal tahun 2004 untuk penundaan kapal melampaui anggaran sebesar 8.420 ton/hari. Pekanbaru. Sedangkan realisasi tahun 2004 untuk barang dengan satuan m3/hari adalah sebesar 302. 2) Pelayanan Barang a) Realisasi pelayanan barang pada dermaga tahun 2004 secara keseluruhan melampaui anggaran terutama pada pengangkutan hewan yang realisasinya jauh melampaui anggaran sebesar 6.603 jam atau 49.821 m3/hari.40%. utamanya di Cabang Pelabuhan Dumai. b) Realisasi pelayanan barang pada gudang penumpukan tahun 2004 sebesar 915. yaitu 57. mencapai 65. Peningkatan tersebut disebabkan meningkatnya produksi gudang di cabang pelabuhan Belawan.85%. realisasi tahun 2004 mencapai 153.635 jam atau 36. Hal ini terjadi karena meningkatnya kegiatan ekspor. 19 . Dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 sebesar 197. yaitu 168.062 m3/hari.094 ekor atau 301.473 ton/hari. Tanjung Pinang dan Lhokseumawe.2003. serta kegiatan antar pulau bongkar di Cabang Pelabuhan Tanjung Pinang. Hal ini disebabkan penggunaan jasa penundaan yang lebih besar di beberapa cabang pelabuhan utama antara lain Pelabuhan Belawan.93% atau lebih rendah sebesar 664. Dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 sebesar 1.761 m3/hari.67% atau terjadi peningkatan sebesar 105. Sibolga dan Gunung Sitoli untuk komoditi kayu lapis. Hal ini terjadi karena menurunnya kunjungan kapal baik pelayaran dalam negeri maupun luar negeri.18% atau lebih tinggi sebesar 122.09%.759 m3/hari dibandingkan dengan anggarannya sebesar 180. Rendahnya realisasi tahun 2004 dibandingkan dengan anggaran maupun dengan realisasi tahun 2003 disebabkan adanya peningkatan barang melalui truk losing ke gudang pemilik barang yang tidak melalui gudang penumpukan. Jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 maka secara rata-rata terjadi peningkatan sebesar 10%.

255 m3/hari dibandingkan dengan realisasi tahun 2003. b) Realisasi produksi pelayanan terminal tahun 2004 secara keseluruhan meningkat dibanding realisasi tahun 2003. utamanya pada kegiatan bongkar muat peti kemas. disamping juga karena adanya perubahan sistem pengoperasian gudang di pelabuhan dari persewaan menjadi pengusahaan. utamanya juga pada kegiatan ubah status yang mencapai 235. Hal ini disebabkan meningkatnya permintaan bongkar muat peti kemas di CFS dari status FCL (Full Container Loading) ke status LCL (Left then Container Loading).23% dibanding tahun 2003.kayu olahan dan hasil hutan. 3) Pelayanan Terminal a) Realisasi produksi pelayanan terminal tahun 2004 secara rata-rata mengalami peningkatan dibanding anggarannya terutama untuk kegiatan per mata rantai yang meningkat secara signifikan sebesar 106. Hal ini disebabkan terjadi peningkatan kegiatan stevedoring dan receiving/delivery di Pelabuhan Dumai dan Belawan.91% dari perencanaan. c) Realisasi pelayanan barang untuk lapangan penumpukan tahun 2004 untuk hewan dan peti kemas lebih rendah dibandingkan dengan anggarannya dan mengalami penurunan dibandingkan dengan realisasi tahun 2003. 4) Pelayanan Terminal Peti Kemas a) Realisasi produksi pelayanan terminal peti kemas tahun 2004 secara ratarata melampaui anggaran. Sedangkan realisasi tahun 2004 untuk barang dengan satuan m3/hari lebih tinggi sebesar 1. 20 .440. terutama untuk kegiatan ubah status yang mencapai 621 box atau 284.86% dibanding anggaran.834 m3/hari dibandingkan dengan anggarannya dan mengalami peningkatan sebesar 2. b) Realisasi produksi pelayanan terminal peti kemas tahun 2004 secara keseluruhan meningkat dibanding tahun 2003. Hal ini disebabkan meningkatnya produksi lapangan penumpukan di UTPK Belawan serta cabang pelabuhan Dumai dan Pekanbaru.871.

6) Pelayanan rupa-rupa usaha a) Realisasi produksi pelayanan rupa-rupa usaha dari pas pelabuhan pada tahun 2004 sebanyak 5. b) Realisasi produksi pengusahaan tahun 2004 secara rata-rata menurun dibanding tahun 2003.801.850 lembar.5) Pengusahaan tanah. Peningkatan tersebut disebabkan pengguna angkutan laut tujuan luar negeri mengalami sedikit peningkatan dibanding tahun sebelumnya.21% dibanding tahun 2003. Sedangkan untuk pengusahaan listrik tidak mencapai anggaran disebabkan berkurangnya penggunaan listrik oleh PT Semen Andalas di Cabang Pelabuhan Belawan. bangunan.233.467 lembar dibandingkan dengan anggaran sebesar 6. disebabkan tidak terealisasinya persewaan tanah di Cabang Pelabuhan Belawan dan UTPK. serta beberapa cabang pelabuhan lainnya.15% atau terjadi peningkatan sebesar 66. yaitu 94. air dan listrik a) Realisasi produksi pengusahaan untuk tanah daratan.513 lembar mencapai 101.830 lembar. b) Realisasi produksi pelayanan dari pas pelabuhan tahun 2004 dibandingkan realisasi tahun 2003 sebesar 5.229 m2 atau 7. Tidak tercapainya anggaran disebabkan adanya pergeseran perilaku masyarakat yang cenderung menggunakan jasa angkutan udara.363 lembar.868. kecuali untuk pengusahaan bangunan yang meningkat sebesar 1. 21 . perairan dan listrik tahun 2004 berada dibawah anggaran.14% atau lebih rendah sebesar 365.

Tanjung Pinang dan Pekanbaru. pelayanan kapal di Pelabuhan Dumai. Melakukan proses penyiapan konsep kerjasama pemanduan dan penundaan dengan PT (Persero) Batam. Telah dilaksanakan pekerjaan perkuatan dermaga dan pembuatan jalur transtainer antar pulau UTPK Belawan sebagai bagian dari pengelolaan kegiatan bongkar muat peti kemas antar pulau yang mandiri oleh PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I.BAB III HAL-HAL YANG BERKAITAN DENGAN PERUSAHAAN 1. 2. PRODUKSI DAN KUALITAS PRODUKSI Agar dapat memberikan pelayanan yang layak dan profesional kepada para pengguna jasa pelayanan kepelabuhan. Telah dilakukan kerja sama perawatan kesehatan bagi karyawan PT Semen Andalas Indonesia serta 2 (dua) perusahaan lainnya. Oleh karenanya saat ini PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I telah menindaklanjuti rencana kerjasama sinergi BUMN untuk optimalisasi alat produksi dalam rangka menunjang kegiatan pemasaran dan penjualan melalui beberapa hal. Kerja sama bunkering BBM di Pelabuhan Belawan dengan PT (Persero) Pertamina yaitu dengan membentuk Unit Pelayanan Bunker Terpadu. Melanjutkan program peningkatan mutu pelayanan kapal dan barang di Pelabuhan Belawan. diantaranya : a.2000 dan telah diterbitkan sertifikasinya. Disamping itu juga telah 22 . b. c. b. Melakukan proses penetapan bentuk kerja sama dengan PT (Persero) Banda Ghara Reksa untuk penyediaan gudang di pelabuhan Dumai. maka sangatlah perlu meningkatkan sarana yang memadai untuk suatu perusahaan pemberi jasa kepelabuhanan sesuai dengan perkembangan teknologi. antara lain: a. PEMASARAN DAN PENJUALAN Dalam rangka meningkatkan pendapatan. serta pelayanan peti kemas internasional pada Unit Terminal Peti Kemas (UTPK) Belawan melalui penerapan manajemen mutu ISO 9001. c. maka pemasaran dan penjualan adalah lini pertama yang harus mendapatkan perhatian yang cukup memadai.

98 juta Rp 290.13 juta. b.03 juta Rp 2. SISTEM DAN ORGANISASI Manajemen adalah faktor kunci dalam mengoperasikan jalannya perusahaan. diantaranya : a. d. Penyusunan rolling plan pelabuhan 2004 – 2008. Biaya bahan bakar dan pelumas Biaya pas pelabuhan Biaya bahan PMK Biaya perlengkapan/suku cadang Rp11. LOGISTIK Dalam rangka memenuhi kebutuhan operasional guna menunjang kegiatan perusahaan pada tahun 2004.126. 3.71 juta 4. b.dilakukan peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan bagi karyawan medis pada bagian UGD bekerja sama dengan Rumah Sakit Pirngadi. PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN Rencana program kegiatan bidang penelitian dan pengembangan yang direncanakan akan dilaksanakan tahun 2004 adalah sebagai berikut: a. telah diselesaikan RJPP 2004 – 2008 mengacu kepada Keputusan Menteri BUMN No. Untuk hal tersebut telah direalisasikan beberapa program yang memiliki dampak strategis bagi perusahaan. Pembuatan model dan simulasi untuk keperluan penyusunan anggaran pada Kantor Pusat dan Cabang. Kep 102/MBU/2002 dan telah mendapat persetujuan Dewan Komisaris dan saat ini menunggu pengesahan dari Menteri BUMN. Telah disusun kajian penataan rumah dinas dan tanah diluar DLKR yang belum dimanfaatkan sebagai acuan dalam pengusulan penghapusan aktiva tetap rumah dinas dan tanah. c.025.41 juta Rp 125.684.KU 61/2/14/PI-04 tanggal 23 . dan dengan memperhatikan kondisi kerja karyawan maka keberhasilan dalam mengendalikan jalannya operasional di seluruh bidang akan lebih mudah dicapai dan akan memberikan dampak kepada keberhasilan kinerja perusahaan yang sehat. dan telah dilaporkan penghapusan asset rumah dinas dan tanah kepada Pemegang Saham sesuai Surat Direksi No. pengadaan kebutuhan logistik yang direalisasikan adalah sebesar Rp14. 5. yang terdiri dari : a.

Penambahan pegawai pada tahun 2004 terdiri dari: Penerimaan pegawai : 10 orang Pegawai dari instansi lain : 1 orang Jumlah 11 orang 24 . Selain itu telah dilaksanakan assesment penerapan GCG oleh BPKP Perwakilan Sumatera Utara. Jumlah pegawai tahun 2004 tersebut mengalami penurunan sebanyak 36 orang dibanding tahun 2003 yang disebabkan sebagai berikut: a.13 Agustus 2004 sebagai pelaksanaan program penataan rumah dinas dan tanah untuk kepentingan pegawai. Pengurangan pegawai pada tahun 2004 terdiri dari: Pegawai pensiun : 39 orang Pegawai meninggal : 3 orang Pegawai berhenti : 2 orang Pegawai pindah ke instansi lain : 3 orang Jumlah 47 orang b.432 orang.396 orang. e. 6. Telah diselesaikan Keputusan Direksi tentang Struktur Organisasi Kantor Pusat dan Nomenklatur Jabatan Struktural dan Non Struktural Kantor Pusat. Telah diselesaikan buku panduan pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG). Telah diselesaikan perjanjian kerjasama antara PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I dengan Serikat Pekerja Pelabuhan Indonesia. SUMBER DAYA MANUSIA Jumlah pegawai PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I per 31 Desember 2004 adalah sebanyak 1. sedangkan per 31 Desember 2003 adalah sebanyak 1. yang diatur dalam keputusan Direksi. d. b. c. pada bulan Nopember 2004. Melakukan revisi sistem perawatan kesehatan pegawai. yang selanjutnya akan didaftarkan ke Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi. dan telah disosialisasikan ke seluruh pegawai di lingkungan perusahaan.

1) Komposisi SDM menurut pusat pelayanan disajikan pada tabel berikut: Sumber Daya Manusia Menurut Pusat Pelayanan No. A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 B 1 2 3 4 C 1 2 3 4 5 6 D Pusat Pelayanan 2004 Operasi Langsung Labuh Tambat Pemanduan Penundaan Air Kapal Telepon Kapal Dermaga Gudang Lapangan penumpukan Pengusahaan Alat Persewaan Alat Usaha Bongkar Muat UTPK (Operasi Kapal) UTPK (Operasi Lapangan) UTPK (Operasi CFS) UTPK (Operasi Lainnya) Tanah Bangunan Air Minum Listrik Pelsus/Dermaga KSO Pas Pelabuhan Rupa-rupa Usaha Rumah Sakit JUMLAH A Operasi Tidak Langsung Divisi komersial Divisi PKB UBM Unit UTPK JUMLAH B Penunjang Operasi GM/MJR/Urusan Umum Div Keuangan Div Teknik Urusan Data & Informasi Unit UTPK Rumah Sakit JUMLAH C Kantor Pusat TOTAL PEGAWAI 0 16 143 130 5 0 16 12 8 38 0 33 21 70 5 0 0 0 0 8 0 0 29 3 32 569 24 75 78 18 195 71 103 115 44 9 15 357 275 1396 0 11 150 133 0 0 12 14 8 30 0 25 21 68 5 0 0 0 3 4 0 0 36 7 33 560 85 67 29 21 202 121 106 89 23 46 12 397 273 1432 0 11 174 125 0 0 13 20 13 29 0 25 31 76 5 0 3 0 3 6 0 0 33 4 32 603 80 101 29 21 231 115 103 86 18 43 12 377 245 1456 Realisasi 2003 RKAP 2004 25 .

26 . 2. 3. menerbitkan 18 LHP dengan 83 temuan. KU 61/045/DK/PP. Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) tahun 2004 telah dilaksanakan sesuai target. 6. Selain itu dilaksanakan pemeriksaan khusus pada Unit Keuangan Kantor Cabang Pelabuhan Malahayati dan menerbitkan 1 (satu) LHP dengan 1 (satu) temuan. SATUAN PENGAWAS INTERN Dalam rangka melaksanakan tugas pengawasan intern di lingkungan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I.I-04 tanggal 13 Agustus 2004. 5. KEUANGAN DAN AKUNTANSI Keuangan adalah sebagai penggerak jalannya operasional perusahaan.I/IX/2004 tanggal 22 September 2004 dan telah diusulkan penghapusbukuannya kepada Pemegang Saham sesuai surat Direksi No.2) Komposisi pegawai menurut pendidikan: No. guna kepentingan manajemen dengan menekankan pada pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan. 8. Satuan Pengawas Intern telah melaksanakan beberapa kegiatan diantaranya sebagai berikut : a. Meningkatkan sistem pengawasan dan pemanfaatan hasil pemeriksaan baik pemeriksaan intern maupun ekstern. Untuk itu telah dilakukan beberapa hal berikut : a. 4. 1. Penghapusan aktiva tidak produktif untuk aktiva tetap yang telah berumur 5 tahun telah mendapat persetujuan dari Dewan Komisaris sesuai surat No. Pusat Pelayanan Pasca Sarjana Sarjana Sarjana Muda SLTA SLTP SD TOTAL Realisasi 2004 95 440 209 562 66 24 1396 2003 88 425 214 611 69 25 1432 RKAP 2004 89 386 232 651 73 25 1456 7. oleh karenanya haruslah dilakukan perencanaan sebaik-baiknya dan dikendalikan dengan baik pula dengan melakukan monitoring lewat pencatatan akuntansi yang baik dan lazim diterima oleh umum. b. Diantara temuan tersebut sebagian besar sudah ditindaklanjuti dan sebagian dalam proses tindak lanjut. KU 61/2/14/P.

dan hasilnya adalah sampai dengan saat ini penempatan dana masih lebih aman dalam bentuk deposito. f.58 juta.43% dari anggaran sebesar Rp409.996.382. h.65% dari target sebesar Rp268.613. 2) Biaya tahun 2004 sebesar Rp326. Melanjutkan program peningkatan pencairan piutang melalui penagihan secara banking system di cabang pelabuhan Belawan. serta RKAP Tahun Buku 2005 telah mendapat persetujuan dan pengesahan RUPS pada tanggal 23 Desember 2004. g.22 juta atau 79.44 juta atau 122. 3) Laba Sebelum Pajak sebesar Rp143.b.01 juta. Investasi Realisasi investasi tahun 2004 sebesar Rp95.212.090. Laporan Tahunan dan Perhitungan Tahunan & Penggunaan Laba Bersih Tahun Buku 2003 telah mendapat persetujuan dan pengesahan RUPS pada tanggal 12 Juli 2004 dengan Berita Acara No.42 juta.222. d. c. Pemenuhan kewajiban perpajakan dengan cara penghitungan.292.547.76 juta atau 44. e. pengenaan uang panjar pekerjaan jasa tambahan sesuai ketentuan dan intensifikasi penagihan baik secara langsung maupun kerja sama dengan KP2LN. dari target sebesar Rp325. i. BA-44/D2-MBU/2004. Melanjutkan evaluasi penempatan dana perusahaan.84 juta.60% dari target sebesar Rp594. Neraca Neraca perusahaan per 31 Desember 2004 digambarkan sebagai berikut : 27 . RKAP Tahun Buku 2004 mendapat persetujuan dan pengesahan RUPS pada tanggal 29 Desember 2003. Perhitungan Laba-Rugi 1) Total pendapatan perusahaan (pendapatan operasi dan pendapatan lain-lain bersih) tahun 2004 sebesar Rp472.30 juta dan terdapat biaya luar biasa sebesar Rp3.14 juta sehingga jumlah seluruh biaya sebesar Rp329. Dalam rangka peningkatan pendapatan diluar usaha dilakukan reposisi deposito valuta asing menjadi deposito rupiah dan reposisi rekening giro valuta asing menjadi deposito rupiah.674.10%. penyetoran dan penyampaian SPT Tahunan Badan dan PPh Pasal 21 secara tepat waktu.21 juta atau 23.897.

Walaupun bukan lagi sebagai wajib pungut dalam hal perpajakan. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). PPh pasal 21.475.45 juta 91. Periode tahun 2004 PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I telah menyelesaikan kewajiban membayar pajak kepada negara sebesar Rp115.23% dibandingkan dengan anggaran sebesar Rp235.876.537.436.856.432. dan PPh Badan pasal 25.98 juta atau 70.418.25 juta 115.847.804. PERPAJAKAN PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I adalah merupakan Badan Usaha Milik Negara yang seluruh sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia dan diharapkan akan menjadi salah satu katalisator dalam menggerakkan perekonomian negara.915.33 Jumlah Pasiva 1. PPh pasal 22.294. 9.33 juta 28 .00 895.72 75.999.07 567.139.08 1.74 juta.139.045.33 juta dengan rincian sebagai berikut : PPN PPB PPh Badan PPh ps 21 PPh ps 22 PPh ps 23 Jumlah Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 2.096.999.55 PASIVA Kewajiban Jk Pendek Kewajiban Jk Panjang BPYDBS Ekuitas JUMLAH 71.89 610.31 62.97 juta 8. Tetap blm dimanfaatkan Biaya yang ditangguhkan Deposito yang dijaminkan Aktiva Lain-lain bersih Jumlah Aktiva JUMLAH 321.20 39.691.045.00 53.32 juta 7.50 1. PPh pasal 23. Saldo Kas Saldo Kas dan setara kas per 31 Desember 2004 sebesar Rp165.732.194.79 juta 5. PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I tetap wajib untuk menyetorkan kepada negara berupa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang dipungut.(dalam juta rupiah) AKTIVA Aktiva Lancar Aktiva Tetap Akt.55 j.55 juta 27.987.

Eddy Hidayat Nurjaman BY Loekito Suparyo Sukasno Hadipurnomo Irwan H Siboro Harmani Nursal 29 .II-93 tanggal 19 Maret 1993 tentang Peraturan Dana Pensiun Perusahaan Pelabuhan dan Pengerukan. berdasarkan UndangUndang Nomor 11 tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah Nomor 76 tahun 1992 serta Keputusan Menteri Keuangan Nomor 227/KMK.017/1993 tanggal 26 Pebruari 1993. telah diadakan kesepakatan sebagaimana dituangkan dalam SK Direksi PT (Persero) Pelabuhan Indonesia II Nomor HK. telah dibentuk suatu lembaga yang mengelola Dana Pensiun yaitu Yayasan bersama Dana Pensiun PERUM Pelabuhan I sd IV dan PERUM Pengerukan (YP4) dengan maksud untuk mengelola dan mengembangkan dana guna menjamin dan memelihara kesinambungan penghasilan bagi peserta dan keluarga dalam menyelenggarakan dana pensiun manfaat pasti. Pudji Hartoyo JD Dunda A. Dalam perkembangannya YP4 disesuaikan menjadi Dana Pensiun Perusahaan Pelabuhan dan Pengerukan (DP4). III (Persero) (Persero) Dewan Pengawas : Ketua (Wakil Pemberi Kerja) Anggota (Wakil Pemberi Kerja) Anggota (Wakil Pemberi Kerja) Anggota (Wakil Pemberi Kerja) Anggota (Wakil Pemberi Kerja) Anggota (Wakil Peserta) Anggota (Wakil Peserta) Anggota (Wakil Peserta) Anggota (Wakil Pensiunan) Anggota (Wakil Pensiunan) : : : : : : : : : : Dr. DANA PENSIUN Dalam rangka memperhatikan kesejahteraan karyawan setelah masa purna bhakti di lingkungan perusahaan pelabuhan dan pengerukan. Susunan dari Dewan Pendiri. Pengawas dan Pengurus Dana Pensiun Perusahaan Pelabuhan dan Pengerukan (DP4) adalah sebagai berikut : Pendiri Mitra Pendiri : : Seluruh Direksi PT Pelabuhan Indonesia II. Seluruh Direksi PT Pelabuhan Indonesia I. Wahyu Setiakusumah P.56/3/2A/PI.10.

00 Rp 5.219. Tujuan program ini untuk membantu percepatan pertumbuhan perekonomian nasional dengan cara mendorong pelaku ekonomi tingkat menengah dan kecil agar tidak terjadi kesenjangan.95 Rp 0. sehingga diharapkan akan dapat tercipta kemitraan antara Badan Usaha milik Negara (BUMN) dengan Pengusaha Kecil dan Koperasi. SE. Handojo Soewodo.22 30 .Pengurus : Ketua Anggota Anggota : Drs. KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I adalah merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara yang diharapkan dapat menjadi katalisator pengerak roda perekonomian negara diantaranya dengan cara melakukan pembinaan usaha kecil dan koperasi. MPM : dr.01/1/10/PI-04 tanggal 8 April 2004 tentang Organisasi dan Tata Kerja Pada Kantor Pusat yang didalamnya juga diatur mengenai PKBL. a.91 Rp 1.83 70.89 Rp 32.00 Rp Rp 1.35 Rp Rp 8.22 juta dengan rincian dalam tabel berikut : (dalam juta rupiah) KETERANGAN Saldo dana awal tahun 2004 Sisa Penyisihan Laba tahun 2002 Alokasi Penyisihan Laba yang Diterima Penerimaan Pengembalian Pokok Pinjaman Penerimaan Pokok Pinjaman dari Piutang bermasalah Penerimaan dari Mitra Binaan yang belum diketahui Penerimaan uang dari BUMN Penerimaan dari kas perusahaan Penerimaan bunga pinjaman Penerimaan jasa giro Lain-lain Jumlah Dana Kemitraan Tersedia JUMLAH 769.MBA : Ir.95 Rp 587.813.00 Rp 2.813. Ahmad Khamim.MM.580. Djoko Sumartono 11.KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan dan Bina Lingkungan melalui pemanfaatan dana dari pembagian laba Badan Usaha Milik Negara.72 Rp 47. Direksi PT Pelabuhan Indonesia I telah mengeluarkan Surat Keputusan Direksi No. Hal ini dilakukan sesuai Surat Keputusan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara No. Dana Kemitraan yang tersedia Tahun 2004 Realisasi dana kemitraan yang tersedia untuk tahun 2004 sebesar Rp8.62 Rp 500. PR.

50 43.736.00juta.00 juta dan telah terealisasi sebesar Rp2.S/2004 tanggal 31 Maret 2004 tentang penetapan alokasi dana Program Kemitraan di setiap propinsi tahun 2004 untuk Pelindo ditetapkan sebesar Rp9.285.931.Pengusaha Kecil .860.00 6.591.64 2.10 848.040.b.00 (dalam juta rupiah) REALISASI % 534.79 juta atau 70.69 281.46 c.00 18.00 9.745.Koperasi Dana Penjaminan KUM-LTA Uang Muka Bina Lingkungan Hibah Biaya Operasi (Pembelian Aktiva Tetap) Jumlah Penggunaan Dana JUMLAH Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 6.10 juta dan hibah sebesar Rp269.860.00 4.34 269.90 146.39 92.736. Bina Lingkungan Pihak manajemen perusahaan berupaya untuk memperhatikan masyarakat di sekitar lingkungan kerja PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I dengan menganggarkan dana untuk program Bina lingkungan sebesar Rp1.101.47% dari rencana dengan rincian sebagai berikut : WILAYAH Nanggroe Aceh Darusalam Sumatera Utara Riau JUMLAH RENCANA 365. Penggunaan Dana Kemitraan Penggunaan dana program kemitraan periode Januari sampai dengan Desember 2004 dapat digambarkan sebagai berikut : (dalam juta rupiah) KETERANGAN Pinjaman pada Mitra Binaan . S-88/MBU. Realisasi penyaluran dan penyebaran dana program kemitraan pada tahun 2004 telah disalurkan bantuan pinjaman kepada Mitra Binaan dalam bentuk bantuan modal kerja sebesar Rp6.008.33 8.626.591.55 4.37 juta antara lain dengan memberikan 31 .00 4.47 d.69 juta atau total penyaluran dana sebesar Rp6.79 70. Realisasi Penyaluran dan Penyebaran Dana Kemitraan Rencana penyaluran yang dianggarkan sesuai dengan surat Menteri BUMN No.

telah disetujui penghapusan aktiva tetap umur 5 tahun sesuai surat Dewan Komisaris No.Dalam rangka perampingan asset tidak produktif. tahun 2004 merupakan tahun kedua tahap revitalisasi bisnis dengan fokus kepada: 1) Peningkatan shareholder value dengan sasaran peningkatan ROCE. dan saat ini dalam persiapan proses penjualan.I/IX/2004 tanggal 22 September 2004. bantuan pendidikan dan pelatihan. Sesuai Master Plan BUMN tahun 2002-2006. Tindak Lanjut: . peningkatan pangsa pasar UBM (Unit Bongkar Muat) cabang Belawan serta efektifitas pungutan dan penyesuaian tariff pas terminal penumpang di cabang Pelabuhan Tanjung Balai Karimun dan Tanjung Pinang. EBITDA dan Deviden.bantuan dalam bentuk bantuan korban bencana alam.Telah dilakukan upaya peningkatan pendapatan melalui penataan pengusahaan tanah di pelabuhan. Tindak Lanjut: Telah dilaksanakan pemberian wewenang kepada General Manager (Manager Cabang) untuk melaksanakan kegiatan pelayanan operasional dengan berpedoman kepada: 32 . 2) Efektif manajemen dengan pemberian kewenangan yang lebih luas dan bertanggung jawab kepada manajemen.Telah dilakukan reprogram RKAP dan investasi tahun 2004 dalam rangka melakukan efisiensi dan pengendalian biaya. bantuan sarana ibadah. 12. pengembangan prasarana dan sarana umum. . bantuan peningkatan kesehatan. . KU 61/045/DK/PP. TINDAK LANJUT KEPUTUSAN RUPS Dalam pengarahan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tanggal 29 Desember 2003 tentang Pengesahan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Tahun 2004 disampaikan beberapa arahan yang telah ditindaklanjuti antara lain : a. penataan dan perkuatan dermaga antar pulau dan penyesuaian tariff handling peti kemas (UPTK Belawan).

5) Lanjutan restrukturisasi dan privatisasi Tindak Lanjut: . sedangkan penyerahan dan pengoperasian sarana dan prasarana pelabuhan tersebut ke cabang Pelabuhan Lhoksumawe dalam proses administrasi.Telah selesai dilaksanakan kajian penataan dan pengembangan pelabuhan Belawan dan penelitian optimalisasi UTPK Belawan. 4) Penyempurnaan sistem transparansi procurement. . Saat ini Surat Keputusan Menteri Perhubungan sedang ditangani oleh Biro Hukum Departemen Perhubungan.Telah dilaksanakan kajian ulang alih status Unit Pelaksana Teknis (UPT) pelabuhan Sei Guntung dan UPT pelabuhan Tanjung Batu selanjutnya diusulkan agar statusnya tetap sebagai UPT Departemen Perhubungan. Tindak Lanjut: Telah dilaksanakan penyempurnaan penyampaian informasi lelang secara lengkap dan detail melalui website PT Pelindo I yang dihubungkan dengan kepada website Kementerian BUMN dan Departemen Perhubungan. 33 .Telah dilaksanakan kajian peningkatan status perairan pandu luar biasa menjadi perairan wajib pandu pada pelabuhan Tanjung Balai Karimun.Telah selesai dilaksanakan kajian pengoperasian dan pemilikan dermaga PT Asean Aceh Fertilizer Lhokseumawe.Melaksanakan kerjasama pengelolaan gudang di Dumai dan optimalisasi penggunaannya serta merubah lokasi gudang menjadi Container Yard (CY) di UTPK Belawan.Memberi jaminan kedalaman alur pelabuhan Belawan melalui kontrak kerjasama dengan PT Rukindo. .- Kegiatan pelayanan kapal Kegiatan pelayanan barang Kegiatan pelayanan penumpang dan hewan 3) Peningkatan operasional excellence Tindak Lanjut: . . . .Membuat kajian penataan kapal tunda di lingkungan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I.

maka Direksi dan Komisaris dalam tahun 2004 agar lebih memperhatikan target-target kinerja yang telah ditetapkan dalam RUPS dan mengupayakan pencapaiannya lebih optimal. dimana hal ini merupakan salah satu tolok ukur kinerja manajemen dalam menjalankan usahanya.b. Mengingat kecenderungan biaya perusahaan yang meningkat setiap tahunnya akibat inflasi dan peningkatan volume produksi. Tindak Lanjut: Telah dilakukan pembahasan kinerja cabang pelabuhan andalan dan pelabuhan lainnya sebagai langkah monitoring dan evaluasi pelaksanaan RKAP 2004.Telah dilakukan pengawasan intensif terhadap pendapatan dan biaya dengan mengadakan evaluasi bulanan pada segmen usaha. Dalam rangka mengoptimalkan pendapatan perusahaan. Tindak Lanjut: 34 . c. maka perlu ditingkatkan kesadaran untuk pengendalian biaya dari seluruh jajaran perusahaan. Investasi yang dilakukan perusahaan agar mengacu pada master plan masingmasing cabang dan pelaksanaannya agar memperhatikan skala prioritas dan kesinambungan dari investasi tersebut. . terutama terhadap biaya dominan melalui cost reduction program dan cost cutting program. Tindak Lanjut: . serta menunda kegiatan dan pengeluaran biaya yang tidak mengganggu kegiatan operasional pelabuhan melalui selektifitas kegiatan. maka Direksi beserta jajarannya agar menerapkan prinsip ‘taat azaz’ dalam pencatatan pendapatan perusahaan. Tindak Lanjut: Telah dilaksanakan rapat kerja tahun 2004 yang bertema peningkatan produktivitas melalui optimalisasi pendapatan dan pelaksanaan GCG dan taat pada azas. Mengingat taksasi realisasi pencapaian target RKAP tahun 2003 yang cukup rendah.Telah dilakukan reprogram RKAP dan investasi tahun 2004 dalam rangka melakukan efisiensi dan pengendalian biaya. d. e.

Tindak Lanjut: Dalam proses inventarisasi. f. Sedangkan revisi terhadap daerah binaan perlu mendapat persetujuan dari Menteri BUMN. Sehubungan dengan rencana pembentukan anak perusahaan ‘National Logistic System’. Tindak Lanjut: Saldo pinjaman macet yang berumur 5 tahun per 31 Desember 2003 telah dipindahkan kedalam pos pinjaman bermasalah dan tetap menjadi perhatian untuk penagihannya ke mitra binaan yang bersangkutan disamping melakukan inventarisasi pinjaman macet yang dapat dikategorikan bermasalah dan penagihannya bekerja sama dengan KP2LN. g. Berkenaan dengan Program Kemitraan dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. Perubahan pada penyaluran dana Bina Lingkungan disesuaikan dengan kebutuhan.- Telah dilaksanakan seleksi investasi dan pengendalian anggaran untuk efisiensi dan efektivitas pelaksanaan investasi. 2) Pinjaman yang dikategorikan macet dan akan dipindahkan pencatatannya ke dalam pos pinjaman bermasalah agar diinvestarisasi terlebih dahulu melalui survei lapangan dan mengumpulkan data pendukungnya agar dapat memenuhi kondisi dan kriteria yang dipersyaratkan dalam ketentuan yang berlaku. penyiapan pengkajian dilaksanakan dengan BUMN terkait dan akan disampaikan kepada Kementeri BUMN. 35 . Direksi agar mengkaji rencana tersebut dengan komprehensif dan berkoordinasi dengan BUMN terkait. Direksi diminta memperhatikan hal-hal berikut: 1) Revisi Program Kemitraan yang dapat dilakukan perusahaan terbatas pada penambahan/pengurangan besarnya dana yang disalurkan yang berkaitan dengan perubahan realisasi penerimaan/sumber dana. Tindak Lanjut: Penyaluran dana kemitraan ke masing-masing wilayah binaan disesuaikan dengan dana yang tersedia dan terkait dengan tingkat kolektibilitas dan distribusi laba yang disesuaikan dengan alokasi dana yang ditetapkan Kementerian BUMN.

36 . II dan IV dalam rangka pembentukan Balai Latihan Kerja Bersama. 4) Dalam rangka evaluasi dan monitoring pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan. maka program e-procuremet dalam proses pengadaan barang dan jasa di perusahaan sudah harus diimplementasikan di tahun 2004.Telah diselesaikan buku panduan dalam penerapan GCG. Tindak Lanjut: Pelaksanaan atas Program Kemitraan dan Bina Lingkungan secara periodik dilaporkan sesuai jadwal dan ketentuan yang berlaku. sarana ibadah serta bantuan pendidikan untuk mempererat hubungan masyarakat di lingkungan kerja perusahaan. . II. bersamaan dengan penyampaian Laporan Manajemen Perusahaan triwulanan.3) Program Bina Lingkungan bagi masyarakat disekitar perusahaan agar dapat diselaraskan dengan kebutuhan perusahaan dalam rangka menciptakan iklim usaha yang kondusif. Tindak Lanjut: Telah diadakan koordinasi Pelabuhan I. . i.Telah dilaksanakan assessment penerapan good corporate governance oleh BPKP Sumatera Utara. maka Direksi diminta menyampaikan secara rutin dan tepat waktu laporan triwulanan atas pelaksanaan RKA Program Kemitraan dan Bina Lingkungan. II. h. III dan IV. pada bulan Nopember 2004. Tindak Lanjut: Program Bina Lingkungan dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat umum di lingkungan perusahaan seperti rehabilitasi jalan.Telah dilakukan penyempurnaan penyampaian informasi lelang secara lengkap dan detail melalui website PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I. perlu dikaji pembentukan Balai Latihan Kerja Bersama antara PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I. Tindak Lanjut: . Dalam rangka mendukung penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan menindaklanjuti kebijakan yang telah ditetapkan oleh Kementerian BUMN. Dalam rangka pelaksanaan efisiensi biaya dan mendukung sinergi antar BUMN Kepelabuhanan.

37 . agar menjadi perhatian manajemen dan diupayakan dapat terealisasi di tahun 2004. Kerja sama usaha ship transit anchorage area di perairan Nipah Selat Singapura yang belum terealisasi di tahun 2003. Sebaiknya perlu ditunjuk salah seorang Direksi sebagai penanggung jawab penuh atas pelaksanaan program dimaksud.j. Tindak Lanjut: Telah dilakukan renegosiasi dengan PT Maxsteer Dyrynusa Perdana untuk kelanjutan pelaksanaan kerja sama.

Pengembangan organisasi & SDM 3.00 115.97 81.72 3. INVESTASI NON FISIK 1.518.096.62 84.109.16 137. 8. Dalam rangka menghadapi pasar global yang tidak dapat dihindari oleh negara manapun.897.16 3.00 3.94 86. A.BAB IV ASPEK STRATEGIS PERUSAHAAN 1.54 87.01 5.150. maka PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I juga tidak terlepas dari kondisi yang semakin maju sesuai dengan kemajuan teknologi yang begitu cepat. 6. I. 1.585.71 560. 5.72 963.98 66.56 89.324. Oleh karena itu pihak manajemen dalam rangka memberikan layanan jasa terbaiknya untuk mengantisipasi perubahan tersebut telah merealisasikan anggaran investasinya untuk kegiatan program sebagai berikut : ANGGARAN (Rp) (dalam juta rupiah) REALISASI % (Rp) No.51 1. INVESTASI PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I merupakan salah satu pintu gerbang lalu lintas para pengguna jasa laut.28 14.660.06 9.678. Pengembangan Usaha 2. PROGRAM INVESTASI DANA INTERNAL INVESTASI FISIK Bangunan Fasilitas Pelabuhan AMDAL dan lain-lain Alat-alat fasilitas Instalasi Fasilitas Pelabuhan Tanah Jalan dan Bangunan Peralatan Kendaraan JUMLAH INVESTASI FISIK B.278.586.57 64.34 19. Pelestarian Lingkungan JUMLAH INVESTASI NON FISIK JUMLAH INVESTASI DANA INTERN 40.45 30.366.60 1.18 1.091.079. 2.58 99.44 766. oleh karenanya akan selalu dituntut memberikan rasa aman dan nyaman kepada para pengguna jasa.26 27.191.34 5.65 74. 4.49 124.19 125.68 44.77 76.787.19 864.50 944.85 775.092.77 95.21 110.17 228.076. 3.723.25 17. 7.24 38 .943.54 632.311.00 10. Pengembangan sistem 4.49 1. di mana pola kehidupan dan bisnis akan selalu menuju ke arah modernisasi.

23 juta yang mencapai 80.504.212.897. 2.00 283.251.897.424.825.21 23. 3.00 73.43 Total realisasi kegiatan investasi tahun 2004 sebesar Rp95. 2) PT (Persero) Batam untuk kerja sama pemanduan dan penundaan.095.332.32 54.79 juta dari anggaran sebesar Rp409. KERJA SAMA Dalam rangka menghadapi bisnis global yang sedang terjadi saat ini. Kerjasama Sesama BUMN Kerjasama sesama Badan Usaha Milik Negara antara lain : 1) PT Pertamina untuk kerja sama bunkering BBM. Dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 sebesar Rp113.25% dari tahun 2003. 1. maka realisasi investasi 2004 mengalami penurunan sebesar Rp17. INVESTASI DANA EKSTERNAL Bangunan Fasilitas Pelabuhan Alat Fasilitas Pelabuhan Instalasi Fasilitas Pelabuhan JUMLAH INVEST DANA EKST JUMLAH INVESTASI 155. b. pihak manajemen PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I dituntut untuk melaksanakan efisiensi dengan harapan perusahaan dapat bersaing dalam kancah bisnis yang sangat ketat. sehingga harus memperluas jaringan bisnisnya dengan semua pihak baik dengan partner bisnis yang ada di dalam maupun luar negeri dengan prinsip saling menguntungkan. 39 .02 juta atau 15.212. Tidak tercapainya anggaran disebabkan tidak diperolehnya pendanaan dari pihak eksternal untuk melakukan investasi. di antaranya : a. 2.75% dari anggarannya. yaitu 23.148.00 juta. Oleh karena itu manajemen telah melakukan kerjasama dengan beberapa pihak.21 juta. Kerjasama Dengan Mitra Usaha Lain Kerja sama dengan PT Banda Ghara Reksa dalam penyediaan gudang di pelabuhan Dumai.II.32 409.00 95.43% atau lebih rendah sebesar Rp313.

Selanjutnya status UPT Pelabuhan Sei Guntung dan UPT Pelabuhan Tanjung Batu diusulkan tetap sebagai UPT Departemen Perhubungan sebagaimana kondisi eksisting saat ini. a) Usaha Bisnis (1) Telah dilaksanakan kajian penataan dan pengembangan cabang pelabuhan Belawan dan penelitian optimalisasi Unit Terminal Peti Kemas Belawan. (4) Telah dilaksanakan kajian ulang mengenai alih status Unit Pelaksana Teknis (UPT) pelabuhan Sei Guntung dan UPT pelabuhan Tanjung Batu. (3) Telah dilaksanakan kajian peningkatan status perairan pandu luar biasa menjadi perairan wajib pandu pada Cabang Pelabuhan Tanjung Balai Karimun dan saat ini konsep Surat Keputusan Menteri Perhubungan sedang dalam penanganan Biro Hukum Departemen Perhubungan. (2) Telah dilaksanakan kajian pengoperasian serta pemilikan dermaga PT Asean Aceh Fertilizer oleh PT (Perser) Pelabuhan Indonesia I. b) Keuangan (1) Dalam rangka perampingan asset perusahaan.3. Koordinasi dan Monitoring Koordinasi secara periodik telah dilaksanakan antara Direksi. telah dilaksanakan usaha penghapusan aktiva tetap tidak produktif. strategi utama pengembangan BUMN dilakukan dalam 3 (tiga) tahap. b. Dewan Komisaris dan Pemegang Saham mengacu pada agenda kegiatan tahun 2004 yang sebelumnya telah disusun dan ditetapkan bersama dengan Dewan Komisaris. REKSTRUKTURISASI DAN PRIVATISASI Berdasarkan Master Plan BUMN tahun 2002 – 2006. Program-program yang telah dilaksanakan pada tahun 2004 dapat dijelaskan sebagai berikut: a. 40 . untuk aktiva yang berumur 5 (lima) tahun keatas. tahap revitalisasi bisnis (tahun 2003-2004) dan tahap pertumbuhan (tahun 2005-2006). yaitu tahap konsolidasi (tahun 2002). Akselerasi dan Penyehatan 1) Rekstrukturisasi.

KP 31/9/19/PI-04 tanggal 14 April 2004 tentang Nama. c) Manajemen (1) Telah disusun kajian penataan rumah dinas dan tanah di luar DLKR yang belum dimanfaatkan untuk kepentingan pegawai. (3) Telah diterbitkan Keputusan Direksi No. Kelas.01/1/10/PI-04 tanggal 8 April 2004 tentang Organisasi dan Tata Kerja pada Kantor Pusat PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I. Uraian Tugas dan Persyaratan Jabatan untuk Jabatan Non Struktural pada Kantor Pusat PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I. Uraian Tugas dan Persyaratan Jabatan untuk Jabatan Sturktural pada Kantor Pusat PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I.(2) Guna meningkatkan pendapatan di luar usaha. (2) Sehubungan dengan rencana revisi system perawatan kesehatan pegawai. pengenaan uang panjar tambahan sesuai ketentuan dan intensifikasi penagihan baik langsung maupun kerja sama dengan KP2LN. Kelas. (2) Telah diterbitkan Keputusan Direksi No. (3) Telah dilaksanakan upaya peningkatan pencairan piutang melalui penagihan secara banking system di Cabang Pelabuhan Belawan. 41 . (4) Telah dilaksanakan up dating ijasah pandu berjumlah 40 orang di Departemen Perhubungan. (3) Telah diselesaikan perjanjian kerja bersama antara PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I dengan Serikat Pekerja Pelabuhan Indonesia.PR. d) Organisasi (1) Telah diterbitkan Keputusan Direksi No. telah dilaksanakan evaluasi penempatan dana perusahaan dan telah dilaksanakan reposisi deposito valuta asing dan giro valuta asing. KP 31/9/13/PI-04 tanggal 8 April 2004 tentang Nama. yang selanjutnya akan didaftarkan ke Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi. telah disusun analisis alternative system perawatan kesehatan pegawai.

(6) Telah dilaksanakan pendidikan ANT/ATT V di BP3IP Jakarta. Pelaksanaan Good Corporate Governance Program kegiatan yang telah dilaksanakan tahun 2004 sehubungan dengan pelaksanaan good corporate governance (GCG) antara lain: a) Telah diselesaikan buku panduan pelaksanaan GCG yang diatur dalam Keputusan Direksi. b) Telah dilaksanakan sosialisasi GCG pada seluruh pegawai di lingkungan perusahaan. 2) Merger dan Akuisisi Telah dilaksanakan kajian awal dan pembahasan.(5) Telah dilaksanakan up dating ijasah pelaut sejumlah 13 orang di P3IP Jakarta dan pelaksanaan ANT/ATT Dasar sejumlah 37 orang ABK di Belawan. 42 . sedangkan untuk kajian lebih lanjut yang bersifat komprehensif menunggu arahan dari Direksi dan Pemegang Saham. b) Telah disiapkan konsep kerja sama pemanduan dan penundaan dengan PT (Persero) Batam. proses selanjutnya dilaksanakan tahun 2005. Proses selanjutnya masih menunggu hasil evaluasi dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis. c. (7) Telah dilaksanakan ujian pandu Bandar oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut di Cabang Pelabuhan Dumai yang diikuti sebanyak 9 orang. yang diikuti oleh ABK dari cabang Belawan dan Dumai sejumlah 3 orang. 3) Kerjasama antar Badan Usaha a) Telah dilakukan proses pembentukan Unit Pelayanan Bunkering Terpadu sebagai mitra kerja sama bunkering di cabang pelabuhan Belawan dengan PT Pertamina dan akan dilanjutkan pada tahun 2005. c) Telah dilaksanakan penilaian penerapan GCG oleh BPKP. c) Telah disiapkan konsep MOU kerja sama pengelolaan terminal penumpang dan telah disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Bengkalis.

Reformasi pengelolaan Badan Usaha a) Reformasi budaya. b) Reformasi manajemen. e. f.inaport1. telah dilakukan penataan terminal peti kemas dengan melakukan perkerasan dermaga antar pulau di Gabion Belawan. Transparansi dalam pembinaan dan pengelolaan Badan Usaha melalui program BUMN On Line. telah dilaksanakan penyempurnaan dan pengembangan beberapa SIM perusahaan.BUMN/02 tanggal 19 Nopember 2002. 3) Telah dilaksanakan implementasi program aplikasi general ledger dalam pengelolaan transaksi keuangan pada Kantor Pusat. 5) Telah dilaksanakan sosialisasi program aplikasi SIM tanah dan perairan dalam rangka pengelolaan asset tanah dan bangunan. 2) Telah dilaksanakan uji coba dan sosialisasi implementasi intranet PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I terhitung mulai tanggal 1 Juni 2004. Kebijakan Otonomi Daerah yang dilaksanakan perusahaan kepada Pemerintah Daerah/Kota tetap mengacu kepada kebijakan/arahan pemegang saham sesuai Surat Menteri BUMN No. Cabang Pelabuhan Belawan dan UTPK.id yang terkoneksi dengan jaringan internet dan telah dilakukan link dengan website Kementerian BUMN dan website Departemen Perhubungan. SIMPERS.co. telah dilakukan sosialisasi. S-756/M. implementasi dan penilaian pelaksanaan prinsip-prinsip GCG di dalam pengelolaan perusahaan. serta telah diselesaikan draft perjanjian kerja bersama dengan Serikat Pekerja Pelabuhan Indonesia I. diantaranya SIMOK. SIMKEU dan SIMUTPK. 4) Sedang dilaksanakan uji coba aplikasi SIMPERS yang dapat diakses lewat internet. c) Reformasi strategi. 43 . Kebijakan Otonomi Daerah. yaitu : 1) Telah disediakan website PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I dengan nama http://www. Selanjutnya akan diintegrasikan dengan aplikasi front office SIMOK di Cabang Pelabuhan Belawan dan SIM UTPK. perihal Kebijakan Pemegang Saham tentang Kontribusi Pendapatan BUMN kepada Pemerintah Daerah/Kota.d.

d) Reformasi pengelolaan usaha. 44 . telah dilaksanakan penyederhanaan melalui restrukturisasi organisasi kantor pusat.

Tidak sehat Perusahaan yang memiliki Total Skor (TS) Kinerja tahun terakhir antara 10 sampai dengan 30 dengan kriteria golongan sebagai berikut : CCC apabila 20 < TS < = 30 CC apabila 10 < TS < = 20 C apabila 0 < TS < = 10 Tingkat Kesehatan BUMN ditetapkan berdasarkan penilaian terhadap kinerja perusahaan untuk tahun buku yang bersangkutan yang meliputi penilaian : a.BAB V PENILAIAN KINERJA PERUSAHAAN Tingkat kesehatan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I dinilai dengan mengacu pada Surat Keputusan Menteri BUMN No. Tingkat kesehatan BUMN digolongkan menjadi : 1. Kurang sehat Perusahaan yang memiliki Total Skor (TS) Kinerja tahun terakhir antara 40 sampai dengan 65 dengan kriteria golongan sebagai berikut : BBB apabila 50 < TS < = 65 BB apabila 40 < TS < = 50 B apabila 30 < TS < = 40 3. Aspek Operasional c. Aspek Administrasi 45 . KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan BUMN. Sehat Perusahaan yang memiliki Total Skor (TS) Kinerja tahun terakhir antara 80 sampai lebih besar dari 95 dengan kriteria golongan sebagai berikut : AAA apabila TS lebih besar dari 95 AA apabila 80 < TS < = 95 A apabila 65 < TS < = 80 2. Aspek Keuangan b.

KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 yang dinilai meliputi unsur-unsur kegiatan yang dianggap paling dominan dalam rangka menunjang keberhasilan operasi sesuai dengan visi dan misi perusahaan adalah sebagai berikut : Indikator yang digunakan Bobot Pelayanan Kepada Pelanggan 15 Peningkatan Kualitas SDM 10 Kesiapan Sarana/Prasarana Produksi 10 Jumlah Skor Aspek Operasional 35 Bobot 15 10 3 4 4 4 4 6 50 46 . Aspek Keuangan Indikator aspek keuangan berdasarkan Keputusan Menteri BUMN No. Aspek Operasional Indikator aspek operasional berdasarkan Keputusan Menteri BUMN No. Total Aset Jumlah Skor Aspek Keuangan b. BOBOT TINGKAT KESEHATAN Bobot Tingkat kesehatan Badan Usaha Milik Negara yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN No. KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 yang dinilai meliputi unsur-unsur kegiatan yang dianggap paling dominan dalam rangka menunjang keberhasilan operasi sesuai dengan visi dan misi perusahaan adalah sebagai berikut : Indikator yang digunakan Return on Equity (ROE) Return on Investment (ROI) Rasio Kas Rasio Lancar Collection periods Perputaran persediaan Perputaran Total Aset Rasio Modal Sendiri Thd.1. KEP-100/ MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 adalah sebagai berikut : a.

KEP-100/ MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan BUMN. KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 yang dinilai meliputi unsur-unsur kegiatan yang dianggap paling dominan dalam rangka menunjang kelancaran administrasi perusahaan adalah sebagai berikut : Indikator yang Digunakan Laporan Perhitungan Tahunan Rencana RKAP Laporan Periodik Kinerja PKBL Jumlah Skor Aspek Administrasi Bobot 3 3 3 6 15 Dalam aspek administrasi. 2) Penilaian Rancangan Rencana Kerja dan Anggaran perusahaan (RKAP) berkaitan dengan ketepatan waktu penyampaian Rancangan RKAP.c. Aspek Keuangan 1) Perhitungan Kinerja Keuangan a) Imbalan kepada Pemegang Saham (ROE) 47 . Aspek Administrasi Indikator aspek administrasi berdasarkan Keputusan Menteri BUMN No. PERHITUNGAN INDIKATOR DAN NILAI KINERJA KEUANGAN Perhitungan tingkat kesehatan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I mengacu pada Surat Keputusan Menteri BUMN No. 2. 4) Penilaian Kinerja Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) berkaitan dengan efektifitas penyaluran dana dan tingkat kolektibilitas penyaluran pinjaman. 3) Penilaian Laporan Periodik berkaitan dengan ketepatan waktu penyampaian Laporan periodik Triwulanan. merupakan acuan yang dijadikan tolok ukur untuk menilai tingkat kesehatan dengan komponen sebagai berikut : a. indikator yang dinilai meliputi : 1) Penilaian Laporan Perhitungan Tahunan berkaitan dengan ketepatan waktu penyampaian Laporan Audit.

552.008.813 – 39.098.054 x 100% = 108.049.573 .346 + 1.045.442 946.845 – 59. Blm Dimanfaatkan .433 x 100% 22.942.84% Skor : 15 b) Imbalan Investasi / Return on Investment (ROI) Adalah ukuran yang digunakan untuk menghitung tingkat kemampuan perusahaan dalam rangka mengembalikan investasi yang telah ditanamkan dengan perhitungan sebagai berikut : = EBIT + Penyusutan Capital Employed x 100% = (Laba Sbl Bunga&Pjk – Laba Penj AT) + Penyusutan Total Aktiva – AT dlm pelaksanaan-Akt blm dimanfaatkan (146.994.683.307.139.Laba Th Bjln x 100% = 113.47 x 100% = x 100% = = Skor : 10 48 .037.246.915.037.195.202.644.153.573 – 26 .450 1.26 212.813 – 39.886 895.886) + 68.403.995.691.168 685.113.529.633.841 – 5.049.281.307.987.905.328.799.Adalah ukuran yang digunakan untuk mengetahui tingkat kemampuan perusahaan dalam rangka memenuhi kewajiban kepada pemegang saham dengan perhitungan sebagai berikut : = Laba Stl Pajak – Laba Penj Akt Tetap Mod Sendiri + BPYDBS – Akt Tetap Dlm Penyelesaian Akt.037 + 2.683.691.246.600 – 59.703.054 – 5.153.480 x 100% = 15.923.633.

718.418.804.326 = x 100% = x 100% = 236.072.326 170.807.164 + 4.07% Skor : 4 e) Collection Periods Adalah ukuran yang digunakan untuk menghitung waktu rata-rata pengumpulan piutang perusahaan dalam menagih piutang usahanya kepada pihak pengguna jasa dengan perhitungan sebagai berikut : Collection Period (2003) = Total Piutang Usaha Total Pendapatan Usaha x 365 hari 49 .365 71.c) Rasio Kas / Cash Ratio (Immediate Solvency) Adalah ukuran yang digunakan untuk menghitung tingkat kemampuan perusahaan atas dana liquid yang dimiliki dalam rangka memenuhi kewajiban jangka pendek tepat pada waktunya dengan perhitungan sebagai berikut : = Kas + Bank + Surat Berharga Jk Pendek x 100% Kewajiban Lancar 165.804.166.984.718.718.747.99% Skor : 3 d) Current Ratio Adalah ukuran yang digunakan untuk menghitung tingkat kemampuan perusahaan menggunakan aktiva lancar untuk memenuhi kewajiban jangka pendek tepat pada waktunya dengan perhitungan sebagai berikut: = Aktiva Lancar Kewajiban Lancar 321.804.614 71.326 x 100% = x 100% = 448.791.732.529 71.

412.46 hr Collection Period (2004) = 20.910.609.244.388.299.293 x 365 hr = 16.401.559.293 x 365 hr = 2.915 455.82 hr Skor collection period 2004 = 4 Perbaikan Collection Period = (0.243 455.36 hr Perputaran Persediaan (2004) = 1.019 423.412.968 x 365 hr = 1.111.968 x 365 hr = 16.299.745.36 hr Skor Perputaran Persediaan 2004 = 4 Perbaikan Perputaran Persediaan = 1 hari -Skor yang dipilih : 4 g) Perputaran Total Asset (Total Asset Turn Over) Skor : 0 Adalah ukuran yang digunakan untuk menghitung tingkat perputaran asset yang digunakan dalam rangka memperoleh pendapatan perusahaan dengan perhitungan sebagai berikut : 50 .975.765 423.910.691.388.= 19.36) hari -Skor yang dipilih : 4 Skor : 0 f) Perputaran Persediaan (Inventory Turn Over) Adalah ukuran yang digunakan untuk menghitung tingkat perputaran persediaan yang digunakan untuk operasional perusahaan dengan perhitungan sebagai berikut : Total Persediaan Total Pendapatan Usaha Perputaran Persediaan (2003) = x 365 hari = 2.

KU.886 946.346 1.195.552.94% Skor TATO 2004 = 1.245 x 100% TMS thd Aset = x 100% TMS thd Aset = Skor : 4 b.60/8/8/PI-03 tanggal 28 Oktober 2003 yang pengesahannya telah dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham pada tanggal 51 .412.202.633.544.433 x 100% TATO (2004) = x 100% = 50.152.043.328.139.328.915.153.968 + 31.845 – 1.346 1.008.915. non Usaha – Laba Penj AT Capital Employed 455.TATO (2003) = Total Pendapatan Capital Employed x 365 hari = Pend Usaha + Pend.987. Aspek Operasional x 100% = 85.299.407 – 5.482.045.89% 1) Perhitungan Kinerja Operasional Rencana Kerja dan Anggaran PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I tahun 2004 disampaikan oleh Direksi kepada Menteri Negara BUMN dengan surat No.5 h) Rasio Total modal Sendiri Terhadap Total Assets Adalah ukuran yang digunakan untuk menghitung tingkat solvabilitas perusahaan likuiditas jangka panjang terhadap total aktiva dengan perhitungan sebagai berikut : TMS thd Aset = Total Modal Sendiri Total Aset – Dana yg Blm ditetapkan statusnya 895.824.600 895.

3.29 Desember 2003.6 3. a b c Peningkatan kualitas SDM: Produktivitas Jml barang per orang Jml grt kapal per orang Jml pendpt usaha per orang Sub Jumlah produktivitas Diklat (peserta/jml SDM tot) Kesejahteraan (Jml THP peg terendah/UMR KP) Sub Jumlah kualitas SDM III. KEP.598.50 406. Productivity general cargo 4. 4 6 2. I.154. Indikator Bobot Anggaran 2004 Realisasi 2004 Nilai % Kualifikasi Skor Pelayanan Kpd pelanggan/masyarakat: 1. 3.00 t/g/h 1.57 jam/kpl 54.20 ton/org 109. 1. Alat apung (kapal tunda dan kapal pandu) Sub Jml Sarana/prasarana Tot Skor Aspek Operasional 2.5 3 1 2 2 2 10 35 85.27 116.44 jam/kpl 28.695 86.76 19.77 109.462.5 2. Waiting Time (WT) 2.100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002.88 93.71t/g/h 23.35 98.93% 1.40 jam/kpl 24.88 ton/org 115.12 Rp/org Baik Baik Baik 1 0.5 15 1. dan skor atas kinerja aspek operasional tampak sebagai berikut : No.5 15 1 1 2 4 3 3 10 16. 4.63% 1.70 t/g/h 22.035. Productivity c/h container Sub Jumlah pelayanan II.37 Baik Sekali Baik Sekali 3 3 9. 2. Kesiapan Sarana/Prasarana Dermaga penumpukan Gudang Lapangan Penumpukan Alat B/M.50 52 .5 17. Untuk merealisasikan RKAP tersebut Direksi PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I telah melaksanakan Kontrak Kerja Manajemen dengan Kepala Cabang di lingkungan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I yang berisi penetapan dan pelaksanaan Aspek Operasional PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I. 1.9 1.49 100.63 101.57 Baik Sekali Baik Sekali Baik Sekali Baik Sekali Baik 3 1 2 2 2 10 34.174 Rp/org 19.53 t/g/h 92. Tolok ukur yang yang digunakan dalam menentukan kinerja operasional perusahaan adalah mengacu kepada Surat Keputusan Menteri BUMN No.79 grt/org 471.51 86.319.23 106. CC dan TT/Peti kemas 5.70 jam/kpl 55.5 2.95 Baik Sekali Baik Sekali Baik Sekali Baik Sekali 4 6 2.537. Berthing Time (BT) 3.69 grt/org 92.00 86.57 77.

c.S/d akhir bulan kelima sejak tahun buku perhitungan tahunan ditutup .kurang dari 2 bulan 3 0 Skor Rancangan RKAP PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I tahun 2004 diserahkan kepada Pemegang Saham pada tanggal 28 Oktober 2003. yaitu 53 . dengan daftar penilaian waktu penyampaian Laporan Audit sebagai berikut : Jangka Waktu Laporan Audit Diterima .2 bulan atau lebih . dengan daftar penilaian waktu penyampaian Rancangan RKAP sebagai berikut : Jangka Waktu Surat Diterima s/d memasuki tahun anggaran yang bersangkutan . Aspek Administrasi Adalah ukuran yang dipakai untuk menghitung tingkat kinerja Administrasi perusahaan sehingga memberikan gambaran bahwa Administrasi PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I telah dilaksanakan seperti di bawah ini : 1) Laporan Keuangan Tahunan (Audited) Penentuan nilai adalah berdasarkan ketepatan penyampaian Laporan Keuangan.Lebih dari akhir bulan kelima sejak tahun buku perhitungan tahunan ditutup Laporan Keuangan Audited PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I tahun 2003 diselesaikan tepat waktu dengan skor : 3 2) Rancangan RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan) Penentuan nilai adalah berdasarkan ketepatan penyampaian Rancangan RKAP.S/d akhir bulan keempat perhitungan tahunan ditutup sejak tahun buku Skor 3 2 0 .

0 < x < = 30 hari .lebih dari 2 (dua) bulan sebelum memasuki tahun anggaran yang bersangkutan dengan skor : 3 3) Laporan Periodik Laporan Periodik Triwulanan harus diterima oleh Komisaris dan Pemegang Saham paling lambat 1 (satu) bulan setelah berakhirnya periode laporan. dengan daftar penilaian waktu penyampaian Laporan Periodik Triwulanan sebagai berikut : Jumlah Keterlambatan dalam satu Tahun .< 60 hari Tanggal penerimaan Laporan Periodik oleh Pemegang Saham Triwulanan I II III IV Berakhir Periode 31/3/2003 30/6/2003 30/9/2003 31/12/2003 Tanggal Diterima 29/4/2003 29/7/2003 29/10/2003 23/3/2004 Jml hari keterlambatan 23 Skor 3 2 1 0 Penyampaian Laporan periodik terlambat 23 hari dengan skor : 2 4) Kinerja Program Kemitraan Indikator yang dinilai atas kinerja Program Kemitraan berserta bobotnya adalah sebagai berikut : 54 .30 < x < = 60 hari .Lebih kecil atau sama dengan 0 hari . Penentuan nilai adalah berdasarkan ketepatan penyampaian Laporan Periodik Triwulanan.

Indikator .Tingkat kolektibilitas pengembalian pinjaman Total (a) Bobot 3 3 6 Daftar penilaian tingkat penyerapan dana program kemitraan (efektifitas penyaluran dana) : Penyerapan (%) > 90 85 s/d 90 80 s/d 85 < 80 Skor 3 2 1 0 (b) Daftar penilaian tingkat pengembalian dana program kemitraan : Tingkat Pengembalian (%) > 70 40 s/d 70 10 s/d 40 < 10 Skor 3 2 1 0 Perhitungan kinerja program kemitraan adalah sebagai berikut : a.Efektifitas penyaluran .Jumlah Dana yang Tersedia Tahun 2004 Rp 7.492 Skor : 2 55 .708.967.760.340 Rp 8.99 % Rp 8.794.492 Efektifitas Penyaluran Dana = Jumlah Dana yang Disalurkan x 100% Jumlah Dana yang Tersedia = Rp 7.708.967.Jumlah Dana yang Disalurkan Tahun 2004 .340 x 100% = 87.760. Efektivitas Penyaluran Dana .794.

028.002.638.372. 2.714.714 = 55.177.69 % Skor : 2 56 .00 3.00 473.00 0% Jumlah Pinjaman 22.002.791 x 100 % 22.638.253.246.00 25 % Macet 7.751. = Kolektibilitas Pinjaman x 100% Jumlah Dana yang disalurkan = 12. 4.028.710.791.937.606.141.00 55.032. Tingkat Kolektibilitas Penyaluran Pinjaman Kriteria Pinjaman Bobot Lancar 8.643.b.d 360 hari setelah jatuh tempo Keterlambatan pembayaran 360 hari keatas setelah jatuh tempo Tingkat Kolektibilitas Penyaluran Pinj.855.246.253.69 % Kriteria kualitas piutang pada Mitra Binaan untuk tahun 2004 disusun berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor : KEP-236 /MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 pasal 24 tentang penggolongan kualitas pinjaman yang ditetapkan sebagai berikut : 1.00 100 % Kurang Lancar 5.00 Tingkat Kolektibilitas Penyaluran Pinjaman (%) Nilai 8.855.00 75 % Diragukan 1.00 12.516. Lancar Kurang Lancar Diragukan Macet : : : : Pembayaran tepat atau sebelum jatuh tempo Keterlambatan pembayaran 1 s.643.078.00 0.002. 3.892.064.d 180 hari setelah jatuh tempo Keterlambatan pembayaran 180 s.606.

00 3.00 4.50 15.00 92. KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara.00 SKOR 15. maka perhitungan nilai bobot dan skor kinerja PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I tahun buku 2004 adalah sebagai berikut : PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I KESIMPULAN TERHADAP EVALUASI KINERJA PERUSAHAAN KETERANGAN ASPEK KEUANGAN Imbalan kepada Pemegang Saham / Return On Equity (ROE) Imbalan Investasi / Return On Investmen (ROI) Rasio Kas / Cash Ratio (Immediate Solvency) Rasio Lancar (Current Ratio) Collection Periods Perputaran Persediaan (Inventory Turn Over) Perputaran Total Aset (Total Assets Turn Over) Rasio Modal Sendiri thd Total Aktiva Total Aspek Keuangan ASPEK OPERASIONAL Pelayanan Kepada Pelanggan Peningkatan Kualiatas SDM Kesiapan Sarana / Prasarana Total Aspek Operasional ASPEK ADMINISTRASI Laporan Keuangan Tahunan Rencana RKAP Laporan Periodik Kinerja Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK): .00 3.00 12.00 50.00 10.00 3.00 1.50 4.00" yang berarti tingkat kesehatannya dikategorikan menjadi "SEHAT" dengan tingkat penggolongan "AA".00 4.Efektivitas Penyaluran .Tingkat Kolektibilitas Pengembalian Pinjaman Total Aspek Administrasi JUMLAH BOBOT 15.00 3.00 10.00 10.00 10.00 4.50 3.00 4.00 6.00 9.00 3.00 Sesuai dengan Surat Keputusan Menteri BUMN No.00 34.00 35.Dari hasil evaluasi yang dilakukan.00 15.50 10. nilai skor kinerja PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I untuk tahun 2004 adalah "92.00 3.00 2.00 3.00 15.00 4.00 45.00 4. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 57 .00 2.00 4.00 100.00 3.00 2.

5720957.BPK . (021) 5700380. 5723995 . (021) 5700380. 9 pesawat 511 Fax. 5704395 s.RI LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DAN PENGENDALIAN INTERN PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004 Nomor : 13.B / Auditama V / GA / 03 /2005 Tanggal : 31 Maret 2005 Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 31 Jakarta 10210 Telp. 5738740.d. 5738727.

Kebijakan PT Pelindo I memberikan penjaminan deposito sebesar Rp19. 17 tahun 2003 ………………………………………………….082..00 yang belum diambil tindakan oleh pihak Direksi ………………………………………… 2.818. Perusahaan belum melakukan penyisihan piutang secara tepat sebagaimana ditetapkan dalam kebijakan akuntansi perusahaan ..00 yang pada saat itu atas kebijakan Direksi tidak dibebankan pada Tahun Buku yang bersangkutan . LAPORAN A.000..DAFTAR ISI Halaman I. Pekerjaan perkuatan dermaga konvensional di Unit Usaha Terminal Petikemas (UUTPK) sejak 24 Desember 2004 dihentikan sepihak oleh PT Adhi Karya tanpa ada kejelasan penyelesaian lebih lanjut… II.505.000.000.739..00 tidak sesuai dengan ketentuan Undang Undang No. AUDITOR INDEPENDEN ATAS KEPATUHAN 1 TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Laporan Auditor Independen Lampiran A 1.153.. B..820. Laporan Auditor Independen B.00 kepada PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari dalam rangka pelaksanaan penyelesaian pekerjaan pembangunan kapal tidak lazim dilakukan ………………………………………… 2.. ATAS KEPATUHAN 12 3 6 8 15 16 17 .. Biaya Penyusutan dan Amortisasi Tahun Buku 2002 dan 2003 sebesar Rp16. 3.727.000.. 3. Prosedur penjualan tanah dan bangunan di Sibolga senilai Rp6. LAPORAN AUDITOR INDPENDEN TERHADAP PENGENDALIAN INTERN A.. Lampiran B 1.... Terdapat penyalahgunaan uang perusahaan oleh mantan Kepala Unit dan mantan Kepala Bagian Administrasi dan Keuangan Unit Galangan Kapal sebesar Rp65.

Sebagai bagian dari pemerolehan keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. Kepatuhan terhadap hukum. dan persyaratan bantuan. dan persyaratan bantuan yang berlaku bagi PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I merupakan tanggung jawab manajemen.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Nomor: 13. peraturan. B/Auditama V/GA/03/2005 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit laporan keuangan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I tanggal 31 Desember 2004 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. kami tidak menyatakan suatu pendapat seperti itu. 1 BPK-RI / AUDITAMA V . kontrak. tujuan audit kami atas laporan keuangan adalah tidak untuk menyatakan pendapat atas keseluruhan kepatuhan terhadap pasal-pasal tersebut. Namun. Oleh karena itu. peraturan. dan telah menerbitkan laporan kami pada tanggal 31 Maret 2005. kontrak. kami melaksanakan pengujian terhadap kepatuhan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I terhadap pasal-pasal tertentu hukum.

kontrak. dalam semua hal yang material. dan persyaratan bantuan disertai saran perbaikannya yang kami kemukakan pada lampiran A. PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I mematuhi. Ak. tidak ada satu pun yang kami ketahui yang menyebabkan kami percaya bahwa PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I tidak mematuhi. Drs. pasal-pasal tersebut. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung jawab Audit.Hasil pengujian kami menunjukkan bahwa. dalam semua hal yang material. berkaitan dengan unsur yang kami uji. MA Register Negara No D-1416 Jakarta. peraturan. Berkaitan dengan unsur yang tidak kami uji. Misnoto. 31 Maret 2005 2 BPK-RI / AUDITAMA V . pasal-pasal yang kami sebut dalam paragraf di atas. Namun kami mencatat masalah-masalah tertentu berkaitan dengan kepatuhan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I terhadap pasal-pasal tertentu hukum.

Sebagai bagian dari pemerolehan keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. Oleh karena itu. peraturan. B/Auditama V/GA/03/2005 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit laporan keuangan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I tanggal 31 Desember 2004 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. dan persyaratan bantuan. kami melaksanakan pengujian terhadap kepatuhan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I terhadap pasal-pasal tertentu hukum. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. tujuan audit kami atas laporan keuangan adalah tidak untuk menyatakan pendapat atas keseluruhan kepatuhan terhadap pasal-pasal tersebut. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Nomor: 13. dan persyaratan bantuan yang berlaku bagi PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I merupakan tanggung jawab manajemen. dan telah menerbitkan laporan kami pada tanggal 31 Maret 2005. kontrak. 1 BPK-RI / AUDITAMA V . kontrak. Namun. peraturan. Kepatuhan terhadap hukum. kami tidak menyatakan suatu pendapat seperti itu.

dan persyaratan bantuan disertai saran perbaikannya yang kami kemukakan pada lampiran A. pasal-pasal yang kami sebut dalam paragraf di atas. MA Register Negara No D-1416 Jakarta. Berkaitan dengan unsur yang tidak kami uji. peraturan. Misnoto. pasal-pasal tersebut. Ak. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung jawab Audit. tidak ada satu pun yang kami ketahui yang menyebabkan kami percaya bahwa PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I tidak mematuhi. berkaitan dengan unsur yang kami uji. Namun kami mencatat masalah-masalah tertentu berkaitan dengan kepatuhan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I terhadap pasal-pasal tertentu hukum. 31 Maret 2005 2 BPK-RI / AUDITAMA V . dalam semua hal yang material.Hasil pengujian kami menunjukkan bahwa. Drs. kontrak. PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I mematuhi. dalam semua hal yang material.

Lampiran A

1. KEBIJAKAN PT PELINDO I MEMBERIKAN PENJAMINAN DEPOSITO SEBESAR Rp19.000.000.000,00 KEPADA PT DOK KODJA BAHARI DALAM RANGKA PELAKSANAAN PENYELESAIAN PEKERJAAN PEMBANGUNAN KAPAL TIDAK LAZIM DILAKUKAN Guna mendukung kelancaran pelayanan kegiatan operasional, PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I (selanjutnya disebut PT Pelindo I) menambah 1 (satu) unit Kapal Tunda yang pembangunannya dilaksanakan oleh PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (PT DKB). Anggaran biaya untuk pembangunan kapal tersebut telah ditetapkan dalam RKAP tahun 2003 sebesar Rp10.000.000.000,00 dan RKAP tahun 2004 sebesar Rp20.800.000.000,00. Pembangunan kapal Tunda tersebut diikat dengan Surat Perjanjian , tanggal 29 Juli 2003 tentang Pekerjaan No. UM.58/18/7/PI-03 No.028/1/Kontr/DKB 2003 Pembangunan 1 (satu) unit Kapal Tunda Type SRP 2 x 1600 HP. Nilai kontrak ditetapkan sebesar US$3,200,000.00 yang merupakan harga tetap, belum termasuk PPN. Sedangkan pajak-pajak lainnya menjadi tanggungan dan beban kontraktor. Jangka waktu penyelesaian pekerjaan ditetapkan selama 14 bulan kalender, terhitung mulai tanggal 29 Juli 2003 sampai dengan 29 September 2004. Masa pemeliharaan ditetapkan selama 12 bulan kalender terhitung sejak diterbitkannya Berita Acara Serah Terima Pertama Kapal. Penunjukan PT DKB sebagai pelaksana pembangunan 1 (satu) unit Kapal Tunda Type SRP 2 x 1600 HP tanpa melalui proses tender, dan berdasarkan penjelasan dari Direksi PT Pelindo I diketahui bahwa penunjukan PT DKB tersebut dilakukan sebagai perwujudan pengembangan sinergi antar BUMN sebagaimana Instruksi Menteri BUMN No. KEP-109/MBU/2002, tanggal 4 Juni 2002 kepada Para Direksi Persero, Perum dan Perjan tentang Sinergi Antar BUMN yang antara lain diinstruksikan untuk melaksanakan kerjasama antar BUMN guna optimalisasi sumber daya produksi yang dimiliki, antara lain berupa kerjasama keuangan, pemasaran, produksi, distribusi serta penelitian dan pelatihan. Selain itu penunjukan PT DKB juga didasarkan atas Kesepakatan Bersama Nomor: HK.566/5/6/PI.II-02 tanggal 5 Juni 2002 tentang Kerjasama Pengadaan, Nomor: SPER/25/AA/VI/2002 antara PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I, II, III dan IV dengan PT PAL Indonesia, PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari dan PT Dok & Perkapalan Surabaya tentang Pembangunan dan Pemeliharaan Kapal Tunda di lingkungan PT Pelabuhan Indonesia I, II, III, dan IV.

3

Dari hasil pemeriksaan atas pelaksanaan pembangunan kapal tersebut diketahui hal-hal sebagai berikut : a. PT Pelindo I telah melakukan pembayaran uang muka sebesar Rp3.936.000.000,00, angsuran I sebesar Rp4.032.000.000,00, dan angsuran II sebesar Rp5.632.000.000,00 atau seluruhnya sebesar Rp13.600.000.000,00. b. Pada tanggal 4 Februari 2004 PT DKB mengirimkan surat No.022/I/DKB/2004 kepada PT Pelindo I perihal Usulan Addendum Kontrak yang mengajukan permohonan untuk dilakukan addendum kontrak khususnya yang terkait dengan cara pembayaran dan bantuan fasilitas back up letter of credit (L/C) untuk pembelian material impor dan local sebesar EURO1,055,700.00. c. Direksi PT Pelindo I dengan persetujuan Komisaris Utama memberikan penjaminan L/C di Bank BNI 46 untuk pembelian peralatan mesin-mesin utama kapal Tunda senilai Rp12.700.000.000,00 yang selanjutnya diikat dengan perjanjian antara PT Pelindo I dengan PT DKB No.UM.58/18/15/PI-04 tanggal 21 Mei 2004 No.012/I/Kontr/DKB/2004 tentang jaminan penerbitan L/C Bank BNI. Dalam perjanjian tersebut dinyatakan dalam pasal 2 bahwa jaminan PT Pelindo I dilakukan atas penerbitan L/C untuk pengadaan 2 (dua) unit Mesin Engine, 2 (dua) unit Steering Propulsion, 2 (dua) unit Auxiliary Engine-Generator, dan 1 (satu) unit Harbour Generator. Penjaminan L/C tersebut ternyata belum mencukupi pendanaan yang dibutuhkan oleh PT DKB dan masih memerlukan tambahan penjaminan L/C dari semula sebesar Rp12.700.000.000,00 menjadi sebesar Rp19.000.000.000,00. Tambahan penjaminan tersebut diikat dengan perjanjian antara PT Pelindo I dengan PT DKB No. UM.58/6/2/PI-05 tanggal 1 Maret 2005 tentang jaminan penerbitan No. 011/Add.Kontr/I/DKB/2005 L/C Bank BNI. d. Perjanjian addendum penjaminan L/C yang dilakukan oleh PT Pelindo I kepada PT DKB pada tanggal 1 Maret 2005 untuk pengadaan material impor dan lokal sebagaimana tersebut di atas ternyata dilaksanakan setelah berakhirnya jangka waktu dari kontrak pembangunan kapal Tunda yaitu tanggal 29 September 2004. Addendum perjanjian mengenai jangka waktu pelaksanaan kontrak, cara pembayaran, pengaturan hak dan kewajiban kedua belah pihak sehubungan adanya penjaminan L/C tidak dibuat. Sampai dengan saat pemeriksaan BPK-RI berakhir (Maret 2005) pembangunan kapal Tunda oleh PT DKB belum selesai dan atau terlambat + 5 bulan. Atas keterlambatan tersebut PT Pelindo I belum mengenakan sanksi denda. Di dalam suatu ikatan kerjasama pengadaan pekerjaan, lazimnya pembayaran dilakukan oleh pihak pemberi kerja kepada pihak pelaksana pekerjaan secara bertahap

4

atau angsuran, dan pihak pelaksana pekerjaan diwajibkan menyerahkan surat jaminan pelaksanaan yang diterbitkan oleh bank sebesar 5% dari harga pekerjaan dengan masa berlaku sampai dengan selesainya seluruh pekerjaan dan diserahkan kepada pihak pemberi kerja selambat-lambatnya pada saat penandatanganan perjanjian. Kondisi tersebut di atas mengakibatkan deposito PT Pelindo I senilai Rp19.000.000.000,00 tidak dapat dimanfaatkan oleh PT Pelindo I untuk kepentingan perusahaan. Hal tersebut disebabkan : a. Adanya arahan/instruksi Menteri BUMN agar pekerjaan dilaksanakan melalui kerjasama dengan perusahaan BUMN (d.h.i PT DKB) yang tidak dapat dihindari oleh PT Pelindo I. b. Direksi PT Pelindo I kurang tegas dalam menolak permintaan PT DKB untuk memberikan penjaminan deposito. Terhadap permasalahan tersebut Direksi PT Pelindo I memberikan penjelasan bahwa : a. Direksi PT Pelindo I tidak memberikan persetujuan atas usulan addendum dan penambahan waktu penyelesaian disebabkan apabila addendum disetujui, tidak menjamin bahwa PT DKB dapat menyelesaikan pekerjaan sehubungan PT DKB mengalami kesulitan likuiditas keuangan. Sehubungan dengan hal tersebut Direksi PT Pelindo I menitikberatkan pada dukungan keuangan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan sistem pembayaran tetap mengacu pada perjanjian yang ada. b. Dalam pertemuan antara Direksi PT Pelindo I dengan Direksi PT DKB, Direksi PT Pelindo I pernah memberikan teguran secara lisan, akan tetapi secara tertulis tidak dilakukan karena tidak berpengaruh dalam penyelesaian pekerjaan mengingat kondisi perusahaan PT DKB masih mengalami kesulitan likuiditas, sehingga PT Pelindo I meminta jaminan penyelesaian pekerjaan yang jelas dan tepat waktu dari PT DKB yang selanjutnya akan diadakan komitmen baru. BPK-RI menyarankan agar : a. Direksi PT Pelindo I mempertimbangkan kembali pemberian penjaminan deposito kepada PT DKB walaupun PT DKB mengajukan kembali permintaan penjaminan L/C. b. Direksi PT Pelindo I terus memantau pelaksanaan penyelesaian pekerjaan pembangunan kapal.

5

c. 2.83 tahun 1940 seluas 95. namun ditolak oleh Gubernur Sumatera Utara dengan surat Nomor 593/30156 tanggal 5 Desember 1991 karena tanah tersebut diperuntukkan sebagai pemukiman penduduk dan kegiatan operasional pelabuhan telah ditetapkan di Pelabuhan Aek Habil Sibolga sesuai Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) Kotamadya Sibolga. dan tanah yang dikuasai berdasarkan staatsblad No.21/62/DK/PP.818. Direksi melalui surat Nomor B.AV 184/PI.358 M2 yang digunakan sebagai tempat kegiatan operasional pelabuhan.46 tanggal 16 April 2000 meminta persetujuan kepada pemegang saham (Menteri Keuangan) untuk penghapusan aset dan gudang dengan hak Staatsblad Nomor 83 Tahun 1940 di Pelabuhan Sibolga.505. Aktiva tanah dan bangunan tersebut tidak tercatat sebagai aktiva dalam laporan keuangan PT (Persero) Pelindo I cabang Pelabuhan Sibolga.72/3/25/PI-99 tanggal 25 Mei 1999 dan kemudian disetujui oleh Dewan Komisaris dengan surat Nomor KU. PT Pelindo I telah mengupayakan pembuatan sertifikat atas tanah dimaksud dengan mengajukan permohonan pemberian sertifikat oleh PT (Persero) Pelindo I Cabang Pelabuhan Sibolga. Direksi kemudian memohon persetujuan Dewan Komisaris melalui surat Nomor PP. Menindaklanjuti hal tersebut.15 tanggal 11 Oktober 2001 pada prinsipnya menyetujui usulan 6 .XII-53/PI. PROSEDUR PENJUALAN TANAH DAN BANGUNAN DI SIBOLGA SENILAI Rp6.V-PP. Dengan adanya penolakan tersebut maka proses pendaftaran tanah Pelabuhan Lama dan Sambas menjadi tertunda.HK. 17 TAHUN 2003 Aktiva pada PT Pelindo I Cabang Pelabuhan Sibolga meliputi tanah pelabuhan Aek Habil seluas 68.72 yang menyatakan adanya keinginan masyarakat penghuni tanah tersebut untuk mensertifikatkan hak tanah kepada BPN Kodya Sibolga dan untuk penyelesaiannya diusulkan agar tanah tersebut dijual kepada penghuninya.00 TIDAK SESUAI DENGAN KETENTUAN UNDANG UNDANG NO. Selanjutnya Direksi PT Pelindo I melalui Surat No.000. Menteri BUMN dalam membuat kebijakan sinergi BUMN hendaknya mempertimbangkan kondisi riil kemampuan perusahaan BUMN bersangkutan.US. Permohonan Direksi kepada Menteri Keuangan untuk penghapusan aktiva tersebut tidak mendapat jawaban. melainkan tercatat sebagai aktiva ekstra comptabel.I/7-99 tanggal 5 Juli 1999. Pada tanggal 19 Nopember 1998 General Manajer PT Pelindo I Cabang Pelabuhan Sibolga melaporkan kepada Direksi melalui surat Nomor PI-688/A.435 M2 yang terdiri dari tanah pelabuhan lama dan tanah pelabuhan Sambas.21/51/DK/PP-I/6-99 tanggal 18 Juni 1999 dan Nomor KU.

818.505.00. Hasil pemeriksaan Tim BPK-RI atas prosedur penjualan tanah dan bangunan di Subolga tersebut diketahui bahwa permohonan Direksi PT Pelindo I kepada Menteri BUMN dan persetujuan Menteri BUMN atas penghapusan aktiva berupa tanah dan bangunan di Sibolga tidak tepat. Atas dasar persetujuan Menteri BUMN tersebut sampai dengan tanggal 31 Desember 2004 PT Pelindo I telah melakukan pengalihan sebagian aktiva tetap berupa tanah dan bangunan dengan menjual kepada pihak ketiga baik secara tunai maupun angsuran dengan nilai sebesar Rp6. karena pada saat itu telah ditetapkan ketentuan Undang Undang No.818.000. S-288/MBU/2003 tanggal 9 September 2003 perihal persetujuan Penghapusan Aktiva Tetap milik PT Pelindo I selaku kuasa pemegang 7 . Direksi PT Pelindo I segera meminta penghapusan aktiva kepada Menteri BUMN dan disetujui oleh Menteri BUMN melalui Surat No.00 belum memiliki dasar hukum yang kuat. Perusahaan Umum (Perum) dan Perusahaan Jawatan (Perjan) kepada Menteri Negara BUMN.505. Terhadap permasalahan tersebut Direksi PT Pelindo I menjelaskan bahwa dasar hukum PT Pelindo I melakukan penjualan tanah dan bangunan di Sibolga adalah persetujuan Menteri BUMN sesuai surat No. 17 tahun 2003.S-288/MBU/2003 tanggal 9 September 2003 dan dilanjutkan dengan Surat Menteri BUMN No.PT Pelindo I Cabang Sibolga untuk menjual tanah yang digunakan oleh badan hukum yang secara operasional tidak produktif. Dana hasil penjualan tersebut digunakan sebagai modal kerja atau tambahan dana investasi PT Pelindo I. 17 tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang keuangan negara menyebutkan bahwa pengelolaan keuangan negara dikuasakan kepada Menteri Keuangan. Bab II Pasal 6 ayat (2 a) Undang-Undang Republik Indonesia No. selaku pengelola fiskal dan wakil pemerintah dalam kepemilikan kekayaan negara yang dipisahkan. Atas dasar persetujuan Dewan Komisaris PT Pelindo I tentang penghapusbukuan dan dengan berpedoman pada Peraturan Pemerintah No. 17 tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara yang menyatakan bahwa pengelolaan Keuangan Negara dikuasakan kepada Menteri Keuangan. tanggal 18 Oktober 2004 perihal Persetujuan Perpanjangan Penghapusbukuan Aktiva Tetap PT Pelindo I berupa tanah dan bangunan di Sibolga.64 tahun 2001 tentang Pengalihan kedudukan.000. S-565/MBU/2004. Hal tersebut di atas mengakibatkan pelepasan terhadap aktiva berupa tanah dan bangunan di Sibolga senilai Rp6. tugas dan kewenangan Menteri Keuangan kepada perusahaan perseroan (Persero). Hal tersebut disebabkan Menteri BUMN dalam memberikan persetujuan penghapusan aktiva tidak memperhatikan ketentuan Undang Undang No.

saham yang mewakili Pemerintah RI sebagaimana dituangkan dalam PP No. BPK-RI menyarankan agar Menteri BUMN melaporkan pelaksanaan penjualan tanah dan bangunan di Sibolga kepada Menteri Keuangan untuk mendapatkan pengesahan dari Menteri Keuangan dan untuk yang akan datang hendaknya prosedur penghapusan aktiva memperhatikan ketentuan yang berlaku.57/17/6/UTPK-03 tanggal 17 November 2003 tentang Pekerjaan Supervisi Perkuatan Dermaga Konvensional Unit Usaha Terminal Peti Kemas Belawan. Hasil dari Puslitbang Kimpraswil Bandung tersebut digunakan Bidang Perencanaan dan Konstruksi Kantor Pusat sebagai acuan dalam melakukan perencanaan perkuatan dermaga konvensional.UM. dengan melakukan perjanjian antara PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Unit Usaha Terminal Peti Kemas Belawan (PT Pelindo I UUTPK) dengan PT Adhi Karya sesuai Surat Perjanjian No.57. Untuk dapat melakukan pengawasan atas perkerjaan perkuatan dermaga tersebut maka telah dilakukan perjanjian antara PT Pelindo I UUTPK dengan PT Vini Ventura Consultan sesuai Surat Perjanjian No.000.000.280. Nilai pekerjaan perkuatan dermaga tersebut sebesar Rp23. 3. UM.00 (termasuk 8 . Jangka waktu dari perkerjaan tersebut adalah 300 hari kalender terhitung mulai tanggal 20 Oktober 2003 sampai dengan tanggal 15 Agustus 2004 dan masa pemeliharaan pekerjaan ditetapkan selama 60 hari kalender terhitung sejak serah terima hasil pekerjaan. Perusahaan Umum (Perum) dan Perusahaan Jawatan (Perjan) kepada Menteri Negara BUMN. Nilai pekerjaan supervisi tersebut sebesar Rp791. PEKERJAAN PERKUATAN DERMAGA KONVENSIONAL DI UNIT USAHA TERMINAL PETIKEMAS (UUTPK) SEJAK TANGGAL 24 DESEMBER 2004 DIHENTIKAN SECARA SEPIHAK OLEH PT ADHI KARYA TANPA ADA KEJELASAN PENYELESAIAN LEBIH LANJUT Untuk meningkatkan pelayanan bongkar muat di dermaga konvensional di lingkungan Unit Usaha Terminal Petikemas (UUTPK). 64 tahun 2001 tanggal 13 September 2001 tentang Pengalihan kedudukan. tugas dan kewenangan Menteri Keuangan kepada perusahaan perseroan (Persero). dilakukan perkuatan dermaga yang pembangunannya dilakukan berdasarkan Hasil Penelitian Kerusakan Beton Dermaga Konvensional UUTPK oleh Puslitbang Kimpraswil Bandung.725.000. Hasil penelitian tersebut kemudian ditindaklanjuti.00 (termasuk PPN) dan merupakan harga yang tetap.57/16/2/UTPK-03 tanggal 28 Oktober 2003 tentang Pekerjaan Perkuatan Dermaga Konvensional Unit Usaha Terminal Peti Kemas Belawan.

43 atau 16.412.412. Progres pekerjaan sampai dengan tanggal 24 Desember 2004 telah mencapai 109. Jangka waktu pekerjaan selama 360 hari kalender. General Manajer UUTPK sesuai surat No. Kepala Cabang PT Adhi Karya mengajukan proposal pekerjaan tambah kurang kepada General Manajer UUTPK sehingga nilai keseluruhan pekerjaan perkuatan dermaga konvensional di UUTPK menjadi sebesar Rp28.000.UM. UM.392.000.412.768. 57/7/11/UTPK-04 tanggal 4 Juni 2004 mengajukan permohonan persetujuan pekerjaan tambah kurang yang meliputi penambahan poer beton type 3 arah darat.58/9/21/UTPK-04 tanggal 2 Juni 2004 kepada Kepala Cabang I Wil.08% dengan nilai pekerjaan sebesar Rp25. pemindahan pipa air dibawah dermaga dan pembongkaran plat lantai dan pekerjaan kecil lainnya dengan biaya sebesar Rp3.77 (Rp25. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa dalam pelaksanaan pekerjaan. Namun menurut konsultan supervisi PT Vini Ventura Consultan.000.737. PT Adhi Karya telah menerima pembayaran dari PT Pelindo I UUTPK sebesar Rp18.624.000.000. belum termasuk biaya tambahan untuk injeksi epoxy pada retakan plat lantai dermaga. namun pelaksanaan perubahan desain dan pekerjaan tambah kurang tetap dilaksanakan oleh PT Adhi Karya.PPN) dan merupakan harga tetap.77. Menindaklanjuti surat tersebut.00). Sumut & NAD PT Adhi Karya memberikan persetujuan untuk pekerjaan tambah kurang. Nilai tagihan tersebut sudah termasuk pembayaran untuk pekerjaan tambah kurang yang telah dilaksanakan sampai dengan tanggal 24 Desember 9 . melalui surat No.392.272% dan pekerjaan telah terlambat + 127 hari dari batas waktu pelaksanaan pekerjaan sesuai kontrak yaitu tanggal 15 Agustus 2004. General Manajer UUTPK melalui surat No.852.852. Direksi PT Pelindo I belum memberikan persetujuan addendum atas pekerjaan tambah kurang. Sehubungan tidak adanya kejelasan mengenai penyelesaian pekerjaan.00.000. progres pekerjaan yang dicapai oleh PT Adhi Karya pada saat menghentikan pekerjaan hanya mencapai 93. pihak PT Pelindo I melakukan perubahan desain karena adanya pentahapan pekerjaan yang tidak dapat dikerjakan.254. maka pada tanggal 24 Desember 2004 PT Adhi Karya menghentikan pekerjaan di lapangan.624.00 dan selanjutnya PT Adhi Karya meminta pembayaran atas pekerjaan yang telah dilaksanakan sampai dengan tanggal 24 Desember 2004 sebesar Rp6. Dari nilai pekerjaan sebesar Rp25.852. terhitung mulai tanggal 6 Nopember 2003 sampai dengan 31 Oktober 2004.392. Agar dapat segera dilaksanakannya addendum atas pekerjaan tambah kurang tersebut. pembuatan dual expantion joint.767.852.05% dari nilai kontrak. Sehubungan dengan hal tersebut.898. 114-0/42 tanggal 27 Februari 2004. Atas permohonan General Manajer UUTPK tersebut.77.77 – Rp18.412.

Hal tersebut disebabkan : a. b. Apabila PT Adhi Karya hanya berpedoman kepada kontrak dan tidak mau melaksanakan pekerjaan tambah kurang tanpa adanya legalitas addendum. Pekerjaan supervisi tetap berlangsung dan yang menjadi dasar atau pedoman dalam pelaksanaan pekerjaan supervisi adalah hasil keputusan dalam Berita Acara Rapat Pembahasan Pekerjaan Tambah Kurang.57/16/2/UTPK-03 tanggal 28 Oktober 2003 tentang Pekerjaan Perkuatan Dermaga Konvensional UUTPK : a. 10 . b. maka pekerjaan tahap berikutnya tidak dapat dilaksanakan. Hal tersebut mengakibatkan hasil pekerjaan perkuatan dermaga konvensional di UUTPK tidak dapat segera dimanfaatkan oleh perusahaan. Terhadap tagihan yang telah diajukan oleh PT Adhi Karya tersebut belum dibayar oleh PT Pelindo I UUTPK. Surat Perjanjian Nomor UM. Perubahan desain khususnya pada pemancangan tiang terjadi pada awal pekerjaan. Pasal 16 ayat (1) menyatakan bahwa segala sesuatu yang belum diatur.2004. Terhadap permasalahan tersebut Direksi PT Pelindo I menjelaskan bahwa : a. Ayat (2) menyatakan bahwa perhitungan penambahan/pengurangan pekerjaan jika tidak tercantum dalam harga satuan pekerjaan dilakukan atas dasar harga yang disetujui oleh kedua belah pihak. PT Adhi Karya melaksanakan pekerjaan tambah kurang dengan pertimbangan untuk mengejar waktu pelaksanaan sambil menunggu proses legalitas addendum. Pelaksanaan perubahan desain dan pekerjaan tambah kurang dilaksanakan oleh PT Adhi Karya mengingat adanya pentahapan pekerjaan yang tidak dapat dikerjakan tanpa melaksanakan pekerjaan sebelumnya yang masuk dalam lingkup pekerjaan tambah kurang. serta perubahan-perubahan atau penambahannya akan dibuat dalam perjanjian tambahan (Addendum) yang merupakan bagian yang mengikat dan tidak terpisahkan dari perjanjian ini. Pihak Direksi PT Pelindo I tidak tegas dalam memberi keputusan atas penyelesaian pekerjaan tambah kurang yang telah dilaksanakan oleh PT Adhi Karya. Pasal 10 ayat (1) menyatakan bahwa penyimpangan dan perubahan-perubahan yang merupakan penambahan atau pengurangan pekerjaan dapat dilakukan setelah mendapat perintah/ijin tertulis dari pihak pertama yang dengan jelas menyebutkan jenis dan perincian pekerjaan. Pihak General Manajer UUTPK mengambil keputusan yang melampaui kewenangannya yaitu memberikan persetujuan pekerjaan tambah kurang tanpa persetujuan Direksi PT Pelindo I.

11 .b. b. BPK-RI menyarankan kepada Direksi PT Pelindo I agar : a. Bersama-sama dengan pihak PT Adhi Karya segera menetapkan kesepakatan mengenai pekerjaan tambah kurang yang harus dikerjakan. General Manajer UUTPK yang melampaui kewenagannya diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. Legalitas pelaksanaan pekerjaan tambah kurang (addendum) saat ini masih dalam proses penyelesaian.

12 .

Dalam perencanaan dan pelaksanaan audit kami atas laporan keuangan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia.B/AUDITAMA V/GA/ 03/2005 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit laporan keuangan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I tanggal 31 Desember 2004 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut. kami mempertimbangkan pengendalian intern PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I untuk menentukan prosedur audit yang kami laksanakan untuk menyatakan pendapat kami atas laporan keuangan dan tidak dimaksudkan untuk memberikan keyakinan atas pengendalian intern tersebut. diperlukan estimasi dan pertimbangan dari pihak manajemen tentang taksiran manfaat dan 12 BPK-RI / AUDITAMA V . Manajemen PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I bertanggung jawab untuk menyusun dan memelihara suatu pengendalian intern. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Nomor: 13. Dalam memenuhi tanggung jawabnya tersebut. dan telah menerbitkan laporan pada tanggal 31 Maret 2005.

Pertimbangan kami atas pengendalian intern tidak perlu mengungkapkan semua masalah dalam pengendalian intern yang mungkin merupakan kelemahan material menurut Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. bukan keyakinan absolut.biaya yang berkaitan dengan pengendalian intern. Suatu kelemahan material adalah kondisi yang dapat dilaporkan yang didalamnya desain dan operasi satu atau lebih komponen pengendalian intern tidak mengurangi resiko ke tingkat yang relatif rendah tentang terjadinya kekeliruan dan ketidakberesan dalam jumlah yang akan material dalam hubungannya dengan laporan keuangan auditan dan tidak terdeteksi dalam waktu semestinya oleh karyawan dalam melaksanakan normal fungsi yang ditugaskan kepadanya. Tujuan suatu pengendalian intern adalah untuk memberikan keyakinan memadai. kekeliruan atau ketidakberesan dapat saja terjadi dan tidak terdeteksi. kami memperoleh pemahaman tentang desain pengendalian intern yang relevan dan apakah pengendalian intern tersebut dioperasikan. serta kami menentukan resiko pengendalian. Untuk tujuan laporan ini. Untuk semua golongan pengendalian intern tersebut di atas. Karena adanya keterbatasan bawaan dalam setiap pengendalian intern. Kami 13 BPK-RI / AUDITAMA V . kami menggolongkan pengendalian intern signifikan ke dalam kelompok berikut ini: Keuangan Pemasaran dan Pengembangan Usaha Operasi Personalia dan Umum. Begitu juga. kepada manajemen bahwa aktiva terjamin keamanannya dari kerugian sebagai akibat pemakaian atau pengeluaran yang tidak diotorisasi dan bahwa transaksi dilaksanakan dengan otorisasi manajemen dan dicatat semestinya untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. proyeksi setiap evaluasi atas pengendalian intern ke periode yang akan datang mengandung resiko bahwa suatu prosedur menjadi tidak memadai lagi karena perubahan kondisi yang terjadi atau efektivitas desain dan operasi pengendalian intern tersebut telah berkurang.

Misnoto. Namun. Auditama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit.mencatat bahwa tidak ada masalah berkaitan dengan pengendalian intern dan operasinya yang kami pandang memiliki kelemahan material sebagaimana kami definisikan diatas. Drs. Ak. 31 Maret 2005 14 BPK-RI / AUDITAMA V . MA Register Negara No D-1416 Jakarta. kami mencatat masalah-masalah tertentu yang tidak material berkaitan dengan pengendalian intern dan operasinya disertai saran perbaikannya yang kami kemukakan pada lampiran B.

00 diketahui bahwa piutang tersebut terdiri dari piutang PT Pelindo I Cabang Pelabuhan Dumai sebesar Rp171. dan piutang usaha yang berumur lebih dari 24 bulan sebesar Rp236.000.000.082. tanggal 10 Desember 2001 dengan nilai kontrak sebesar Rp198.401. sebesar kepada kepada sebesar Penelusuran atas piutang tersebut diketahui sebagai berikut : a. baik kapal milik maupun kapal pihak ketiga.56/22/01/Dum-2001.00 tanggal 9 Juli 2002 untuk pembayaran 95% dari nilai kontrak.00. TERDAPAT PENYALAHGUNAAN UANG PERUSAHAAN OLEH MANTAN KEPALA UNIT DAN MANTAN KEPALA BAGIAN ADMINISTRASI DAN KEUANGAN UNIT GALANGAN KAPAL SEBESAR Rp65.00 yang terdiri dari piutang usaha yang berumur 0 s. Terhadap permasalahan tersebut Tim BPK-RI telah melakukan koreksi pembukuan dan atas koreksi tersebut pelunasan piutang sebesar Rp171.082.00.000.00. Pada tahun 2001 UGK menerima pekerjaan perbaikan kapal Pandu AP-033 dari PT Pelindo I Cabang Pelabuhan Dumai sesuai Surat Perjanjian Pemborongan No.d 12 bulan sebesar Rp634. Dari Laporan Keuangan UGK per 31 Desember 2004 diketahui terdapat piutang usaha sebesar Rp1.424.00 telah dicatat sebagai biaya dalam Laporan Keuangan tahun buku 2004.00 YANG BELUM DIAMBIL TINDAKAN OLEH PIHAK DIREKSI Unit Galangan Kapal (UGK) di Belawan adalah unit usaha milik PT Pelindo I yang berusaha dalam bidang kperbaikan kapal.727. UM.000.000.000.000.000.727.082.000. piutang kusaha yang berumur 6 s.727.343. 15 .082.507. piutang usaha yang berumur 18 s.727.00.538.Lampiran B 1.000.d 18 bulan sebesar Rp5. Pekerjaan perbaikan kapal Pandu tersebut telah selesai dan telah dibayar oleh PT Pelindo I Cabang Pelabuhan Dumai sesuai dengan bukti pengeluaran kas-bank sebesar Rp171.d 24 bulan sebesar Rp190.00.000.000.000. Pembayaran sebesar Rp171.00 dan piutang kepada Suar Disnav Rp28. piutang CV Roda Kencana sebesar Rp37.352.00.00. Hasil pemeriksaan atas piutang usaha yang berumur lebih dari 24 bulan Rp236.00.727.000.992.000. Jangka waktu pekerjaan ditetapkan selama 30 hari hari kalender dan masa pemeliharaan selama 15 hari kalender setelah pekerjaan selesai 100%. piutang usaha yang berumur 12 s.00 tersebut ternyata tidak dicatat oleh Kepala Unit UGK ke dalam Laporan Keuangan UGK melainkan digunakan oleh yang bersangkutan untuk modal kerja proyek berikutnya.d 6 bulan sebesar Rp358.

00 yang digunakan untuk kepentingan pribadi oleh mantan Kepala Unit dan mantan Kepala Bagian Administrasi & Keuangan UGK dicatat sebagai piutang pegawai atas nama yang bersangkutan. dan harus ditagih oleh perusahaan. namun oleh perusahaan pada saat itu tidak dicatat 16 .082. pihak Direksi PT Pelindo I belum mengambil tindakan kepada yang bersangkutan. TERDAPAT BIAYA PENYUSUTAN DAN AMORTISASI TAHUN BUKU 2002 DAN 2003 SEBESAR Rp16.00.098.727.00 tidak dapat dimanfaatkan oleh perusahaan untuk membiayai operasional perusahaan.00 atau seluruhnya sebesar Rp65. Oleh karenanya harus dicatat sebagai Piutang Karyawan.727.739. Pada tahun 2002 sampai dengan 2003 piutang kepada CV Roda Kencana sebesar Rp37. 2.b.00 untuk kepentingan pribadi.082.450. Terhadap permasalahan tersebut Direksi PT Pelindo I menjelaskan bahwa pelunasan piutang sebesar Rp65.00 dan piutang kepada Suar Disnav sebesar Rp28.820. sampai dengan saat pemeriksaan Tim BPK-RI berakhir (Maret 2005).00 YANG PADA SAAT ITU ATAS KEBIJAKAN DIREKSI TIDAK DIBEBANKAN PADA TAHUN BUKU YANG BERSANGKUTAN Pada tahun 2004 biaya penyusutan dan amortisasi (audited) adalah sebesar Rp68.000. Kondisi tersebut di atas mengakibatkan dana sebesar Rp65.000.082. Penyalahgunaan uang perusahaan yang dilakukan oleh pegawai perusahaan seharusnya menjadi tanggung jawab bagi pegawai yang bersangkutan.923. Dari nilai tersebut terdapat beban tahun 2002 dan 2003 sebesar Rp16.00 yang merupakan beban amortisasi atas pekerjaan alur pelabuhan Belawan yang telah dimanfaatkan.727. Hal tersebut disebabkan lemahnya pengendalian atas penerimaan pelunasan piutang dan kurangnya perhatian dari Direksi PT Pelindo I terhadap penyelesaian penyalahgunaan uang yang dilakukan oleh pegawai perusahaan. BPK-RI menyarankan kepada Direksi PT Pelindo I agar meningkatkan pengendalian atas penerimaan piutang dan terhadap pegawai yang telah menyalahgunakan uang perusahaan dikenakan sanksi administrasi dan keharusan melunasi uang yang telah disalahgunakan.153.739.727.082.153.082.820. Terhadap penyalahgunaan uang tersebut.000.000.00 telah diterima pelunasannya oleh Kepala Unit UGK namun penerimaan tersebut tidak dicatat ke dalam Laporan Keuangan UGK melainkan digunakan oleh Kepala Unit UGK sebesar Rp51.00 dan Kepala Bagian Administrasi dan Keuangan UGK sebesar Rp14.727.

00 Hasil penelitian diketahui bahwa terhadap piutang tersebut perusahaan belum melakukan aging piutang atau pengklasifikasian piutang sesuai dengan umurnya. Di masa yang akan datang akan lebih memperhatikan ketentuan mengenai kebijakan akuntansi.720.00 Rp 3. Direksi PT Pelindo I sependapat dengan temuan BPK-RI dan atas hasil perhitungan BPK-RI setuju untuk dilakukan koreksi.159.00 (Rp68. Terhadap permasalahan tersebut.sebagai biaya. Piutang pas pelabuhan 2. Piutang kepada PT Mitrayasa Utamindo 3. Nilai biaya penyusutan dan amortisasi yang sebenarnya merupakan beban tahun buku 2004 adalah sebesar Rp51.982. Hal tersebut mengakibatkan pendapatan yang diterima perusahaan tahun buku 2004 tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan pada tahun buku 2004.536.630.00 – Rp16.769.899.820. dengan rincian sebagai berikut: No.038. Piutang terhadap PT Antam Total Jumlah Rp 3. koreksi dengan Sesuai dengan kebijakan akuntansi perusahaan dinyatakan bahwa piutang usaha yang umurnya sudah melewati satu periode akuntansi wajib dibentuk penyisihan 17 . Terhadap hal tersebut tim BPK-RI telah melakukan membebankannya sebagai biaya penyisihan piutang tahun buku 2004.00 Rp11.646.700.923.153.361.659.600.00 Rp 4. Hal tersebut disebabkan pada tahun 2002 dan 2003 Direksi menganggap bahwa pekerjaan pengerukan alur merupakan investasi yang dilaksanakan secara bertahap sehingga dicatat sebagai Aktiva Tetap Dalam Konstruksi. 3. Jenis Piutang 1.739.359.748. PERUSAHAAN BELUM MELAKUKAN PENYISIHAN PIUTANG SECARA TEPAT SEBAGAIMANA DITETAPKAN DALAM KEBIJAKAN AKUNTANSI PERUSAHAAN Berdasarkan hasil pemeriksaan atas pos piutang usaha diketahui bahwa terdapat piutang perusahaan yang umur piutangnya sudah melebihi waktu 2 (dua) tahun.450.00).098. BPK-RI menyarankan kepada Direksi PT Pelindo I agar dalam menetapkan kebijakan hendaknya memperhatikan prinsip akuntansi yang berlaku.

Terhadap permasalahan tersebut.659. Direksi PT Pelindo I sependapat dengan BPK-RI bahwa atas piutang usaha sebesar Rp11.piutangnya dan jika telah melewati 2 (dua) tahun maka piutang tersebut harus disisihkan 100% dari nilai piutangnya.646.659. BPK-RI menyarankan kepada Direksi PT Pelindo I agar lebih memperhatikan kebijakan akuntansi terutama yang menyangkut perlakuan terhadap piutang usaha.00 dilakukan penyisihannya pada tahun buku 2004. 18 .00 pada neraca perusahaan.646. piutang dicatat lebih saji sebesar Hal ini disebabkan Direksi PT Pelindo I tidak mematuhi kebijakan akuntansi khususnya mengenai piutang usaha. Hal tersebut mengakibatkan nilai Rp11.720.720.

BPK-RI LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 Nomor Tanggal : 13. 5723995 . 5720957. (021) 5700380.d 9 Pesawat 511 Fax. 5704395 s. 5738727.D/Auditama V/GA/03/2005 : 31 Maret 2005 Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 31 Jakarta 10210 Telp. (021) 5700380. 5738740.

b. 1... Catatan atas Laporan Keuangan Program Kemitraan ……………………………….. Neraca Program Kemitraan ……………………………………………………………… Laporan Aktivitas Program Kemitraan ………………………………………………. 5. d..... Penjelasan atas Laporan Akumulasi Dana Program Kemitraan ………………… e...... Penjelasan atas Pos-Pos Neraca Program Kemitraan …………………………… c.… Laporan Akumulasi Dana Program Kemitraan …………………………………………. a.... Penjelasan Penggunaan Dana Program Bina Lingkungan ………………………..... Penjelasan atas Pos-pos Laporan Aktivitas Program Kemitraan ………………. Uraian Hasil Audit ………………………………………………………………………. Dasar Pengelolaan Dana PKBL ………………………………………. Penilaian Kinerja Pembinaan …………………………………………………… 6....DAFTAR ISI Hal.. Organisasi ……………………………………………………………………………. a.. 2. Saldo Akhir Dana ………………………………………………………………......... Penjelasan Sumber Dana Program Bina Lingkungan …………………………… b.. Perbandingan Realisasi dan Anggaran Program Bina Lingkungan ……………. c.. Metode Pembukuan ……………………………………………….. Simpulan Hasil Audit ……………………………………………………………………. d. Hal-hal yang perlu diperhatikan …………………………………………………….. Catatan atas Laporan Arus Dana Program Bina Lingkungan ……………………….. 3. 7. 4.. 1 7 8 9 10 11 11 11 11 12 12 12 13 18 22 24 26 26 27 29 30 31 ..... Laporan Arus Dana Program Bina Lingkungan …………………………………………..... Dasar Audit …………………………………………………………………………. Sasaran dan Ruang Lingkup Audit …………………………………………………........

SIMPULAN HASIL AUDIT .

review dan analisis terhadap kebijakan. perencanaan.D/Auditama V/GA/03/2005 SIMPULAN HASIL AUDIT Kami telah mengaudit pengelolaan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (PKBL) PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I (Pelindo I) untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 periode 1 Januari 2004 sampai dengan 31 Desember 2004. Hasil audit dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Pendapatan dicatat pada saat diterima pembayaran dan biaya dicatat pada saat pengeluaran dana. Suatu audit meliputi evaluasi terhadap bukti. Standar tersebut mengharuskan kami memberikan penilaian atas efektivitas. 1 . Audit dilaksanakan dari tanggal 14 Pebruari 2005 sampai dengan 30 Maret 2005.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : 13. Pembukuan atas transaksi pendapatan dan biaya dilakukan berdasarkan basis kas (cash basis). efisiensi dan keekonomisan serta kepatuhan pada aturan yang berlaku. Sementara untuk piutang pinjaman kepada mitra binaan dicatat sebesar pokok pinjaman dan diakui setelah mendapat otorisasi dari Direksi. Tanggung jawab kami terletak pada hasil penilaian atas pengelolaan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan berdasarkan audit kami. sedangkan bunga pinjaman diakui pada saat pembayaran angsuran oleh Mitra Binaan. sistem pengendalian manajemen dan pelaksanaan operasi program. Laporan mengenai pengelolaan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan merupakan tanggung jawab manajemen. Hasil Audit Pengelolaan Program Kemitraan Dari audit atas pengelolaan Program Kemitraan PT Pelindo I untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 dapat dikemukakan hal-hal sebagai berikut : a. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemeriksaan (SAP) yang diterbitkan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) serta aturan lainnya yang diberlakukan Pemerintah terhadap pengelolaan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan.

pengembalian pokok pinjaman sebesar Rp5.00.00.542. biaya operasional termasuk di dalamnya pembelian barang aktiva tetap sebesar Rp281.424. hibah sebesar Rp269. f.00 dan ekuitas sebesar Rp24.500. pendapatan bunga pinjaman sebesar Rp587.000. Total aktiva dan pasiva per 31 Desember 2004 adalah sebesar Rp24.766.S-88/MBU.129.643.909.002.860.753.00.960.000.950. penerimaan dari kas perusahaan sebesar Rp2.569.753.00. aktiva lancar lainnya sebesar Rp18. alokasi laba tahun 2003 sebesar Rp1.000. Berdasarkan Keputusan Menteri BUMN No.00.00 sebagai akibat dari pengeluaran biaya operasional Program Kemitraan yang tidak melampaui pendapatan bunga pinjaman dan jasa giro bank.00. Dengan demikian saldo akhir dana adalah sebesar Rp804. pendapatan jasa giro Rp 47. Pasiva terdiri atas kewajiban lancar sebesar Rp36. pengembalian pokok pinjaman dari piutang yang bermasalah Rp70.00 untuk pembelian barang inventaris dan kendaraan roda dua yang kemudian dicatat sebagai aktiva tetap. Dari surplus itu telah digunakan sebesar Rp77.00 terdiri dari pinjaman kepada mitra binaan sebesar Rp6. c.463.000.000.331.00. penerimaan uang dari BUMN sebesar Rp1.000. Selama tahun 2004 terdapat surplus sebesar Rp432.714.424.00.018.00.000.436.00. sebesar Rp848.666.891. Untuk tahun 2004 realisasi penyaluran pinjaman dana Program Kemitraan dan hibah adalah sebesar Rp6.00.951. Aktiva terdiri dari kas dan setara kas sebesar Rp804.00.960.647.00. Sumatera Utara dan Riau. aktiva tetap sebesar Rp77. dana penjaminan KUM-LTA pada PT (Persero) Bank Mandiri Tbk.00.00 dan pendapatan lain-lain sebesar Rp347. Sementara itu penggunaan dana tahun 2004 adalah sebesar Rp8. d. Total biaya operasional setelah ditambah dengan pembelian aktiva tetap adalah sebesar Rp281.599.b.769. penilaian kinerja Program Kemitraan mengacu pada SK Menteri BUMN Nomor: KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat 2 .473. piutang pinjaman Mitra Binaan sebesar Rp22.522.337.813.591.694.719.00. sisa penyisihan laba tahun 2002 sebesar Rp500.395.340.371.00.264.278.00 e.00.000.00 dan Rp636.000.000.00.861.000.424. uang muka Bina Lingkungan sebesar Rp18.47% dari yang dialokasikan sesuai dengan surat Menteri BUMN No.340.000.354.100. Dana tersedia untuk program kemitraan tahun 2004 sebesar Rp8. yang jumlahnya masing-masing sebesar Rp203.637.278.580.00 atau 70.463.826.00.00.00.911.000.00 dan aktiva lain-lain sebesar Rp1.219.500.00 terdiri dari saldo awal dana sebesar Rp769.00.216.819.181.008.337.618.461. penerimaan dari mitra binaan yang belum diketahui identitasnya sebesar Rp32.00.000.331.141.794.666. Pinjaman dan hibah seluruhnya disalurkan di wilayah Nanggroe Aceh Darussalam. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003.S/2004 tanggal 31 Maret 2004 sebesar Rp9.00.736.

538.17% dari total piutang pinjaman merupakan piutang pinjaman macet.00 tidak sejalan dengan ketentuan yang berlaku.232. Penggunaan dana Program Bina Lingkungan untuk tahun 2004 adalah sebesar Rp2.130. Unit PKBL PT Pelindo I kurang intensif dalam melakukan pemantauan.00 3.000. biaya sehubungan dengan penyerahan dana bina lingkungan dan pengelolaan rekening di bank sebesar Rp51.99% dari dana yang tersedia. dan pendapatan lain-lain sebesar Rp35. 3.438.00 terdiri dari sisa dana tahun sebelumnya sebesar Rp1.00.217. Selain itu Meneg BUMN telah melakukan tindakan perintah penyetoran dana milik BUMN ke PT Bank Mandiri dalam rangka penjaminan KUM-LTA yang tidak sesuai dengan Keputusan Menteri BUMN yang berlaku.00.400. 2.500.859. Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan a. Hal tersebut disebabkan: 1.940.472. b. Kinerja Program Kemitraan PT Pelindo I adalah sebagai berikut: Tingkat efektivitas penyaluran dana mempunyai skor 2 dengan tingkat penyaluran dana 87. Piutang pinjaman sebesar Rp7.000.691..070.078. Sebesar Rp848. Tidak diaturnya sanksi yang tegas dalam surat perjanjian terhadap Mitra Binaan yang kreditnya menunggak.000. pembinaan dan penagihan. Hal ini disebabkan Direksi Direksi PT Pelindo I tidak memperhatikan ketentuanketentuan yang berlaku sebelum menyetor dana penjaminan KUM-LTA kepada PT Bank Mandiri. 2. Dengan demikian saldo akhir dana adalah sebesar Rp1. Penempatan dana penjaminan dalam rangka Kredit Usaha Mikro Layak Tanpa Agunan (KUM-LTA) oleh PT Pelindo I pada PT (Persero) Bank Mandiri Tbk.727. Dana sejumlah tersebut dialokasikan untuk bantuan Bina Lingkungan sebesar Rp2.372. sehingga Mitra Binaan terkesan menyepelekan.101.032. Tingkat kolektitibilitas pengembalian pinjaman mempunyai skor 2 dengan tingkat kolektibilitas pinjaman 55.00 atau 32.000. Kesalahan persepsi Mitra Binaan tentang dana pinjaman yang menganggap dana bantuan tidak perlu dikembalikan.00.540.099.69% dari pinjaman.937. dan tidak adanya itikad baik walaupun usahanya berkembang.332. 3 .153.00.570. penyisihan laba tahun 2003 sebesar Rp2.00.00.Kesehatan Badan Usaha Milik Negara. Hasil Audit Atas Pengelolaan Program Bina Lingkungan Jumlah sumber dana Program Bina Lingkungan tahun 2004 adalah sebesar Rp3.

Kurangnya kesadaran dari Mitra Binaan dalam melaksanakan kewajiban untuk melaporkan perkembangan usahanya.4. e. Struktur organisasi Unit PKBL di cabang-cabang belum sepenuhnya mandiri dan didukung dengan jumlah personil yang memadai. 4. 2. Kondisi tersebut disebabkan: 1. BPK-RI menyarankan kepada Direksi PT Pelindo I agar dana yang telah disetorkan sebesar Rp848. 3. 2. d.000. khususnya untuk Mitra Binaan yang berlokasi jauh dari bank. f. Kondisi tersebut disebabkan Direksi kurang tanggap untuk segera memperbarui SK Direksi tentang Pedoman Pembukuan PKBL dengan mengacu kepada ketentuan terbaru.00 tersebut diubah statusnya menjadi deposito atau giro 4 . Hal tersebut disebabkan manajemen kurang mempertimbangkan unsur efektivitas dalam pembagian tugas rutin divisi/bagian keuangan pada masing-masing cabang dan kurang perhatian atas pengelolaan dana PKBL. Penyajian laporan PKBL PT Pelindo I belum sepenuhnya sesuai dengan format penyajian laporan sebagaimana yang ditetapkan dalam Surat Keputusan dan Surat Edaran Menteri BUMN. BPK-RI merekomendasikan kepada Direksi PT Pelindo I sebagai berikut : a.000. Bagian PKBL kurang intensif dalam melakukan kegiatan monitoring dan pembinaan sehubungan dengan pembayaran-pembayaran yang dilakukan mitra. Rekomendasi Terhadap permasalahan di atas. Kegiatan monitoring terhadap pembayaran-pembayaran yang dilakukan oleh mitra binaan belum sepenuhnya dilakukan sebagaimana mestinya. Hal tersebut disebabkan: 1. Mitra Binaan kurang memiliki kemampuan manajerial untuk membuat laporan triwulanan/tahunan walaupun sudah mendapat pengarahan mengenai bentuk laporan dari pengurus PKBL pada saat pencairan dana. Terdapat kendala teknis bagi Mitra Binaan dalam melakukan pembayaran melalui mekanisme perbankan. Mitra binaan tidak menyelenggarakan pencatatan/pembukuan dengan tertib dan seluruhnya tidak pernah menyampaikan laporan keuangan periodik kepada Bagian PKBL PT Pelindo I. c. Tidak adanya sanksi yang tegas bagi Mitra Binaan yang tidak mengirimkan laporan keuangan periodik. Kurangnya pengetahuan/kesadaran Mitra Binaan untuk mengirimkan bukti setoran ke Bagian PKBL yang dapat digunakan sebagai dasar monitoring pembayaran angsuran pinjaman.

f. (4) Melanjutkan usaha melalui kerjasama dengan pihak KP2LN. Register Negara No. Misnoto. MA. c. (2) Untuk selanjutnya dalam penyaluran pinjaman dibuat kartu angsuran yang dapat diisi oleh petugas bank penerima tentang jumlah setoran yang dilakukan sebagai sarana monitoring terhadap pembayaran yang dilakukan oleh Mitra Binaan. Direksi PT Pelindo I segera membentuk unit KBL di cabang-cabang khususnya yang masih dirangkap oleh Dinas Keuangan. BPK-RI menyarankan kepada Direksi PT Pelindo I agar segera menetapkan Keputusan Direksi mengenai Pedoman Pembukuan dana PKBL dengan mengacu kepada ketentuan terbaru dari Kementerian BUMN. Untuk mengatasi piutang macet disarankan agar Direksi PT Pelindo I : (1) (2) (3) Melakukan pembinaan. dan penagihan secara lebih intensif kepada Mitra Binaan yang menunggak. monitoring.290/MBU/2004 tanggal 4 Juni 2004 tentang Penjaminan Dana Program Kemitraan Untuk Kredit Usaha Mikro. D-1416 Jakarta. dan dibukukan sebagai deposito atau giro milik PT Pelindo I. Untuk mengatasi laporan periodik yang tidak dibuat disarankan kepada Direksi PT Pelindo I agar bagian PKBL memberikan pengarahan dan bimbingan kepada Mitra Binaan baik dalam pembuatan laporan maupun kemampuan manajerial. b.jaminan kredit sesuai dengan Surat Meneg BUMN No. Memberikan pengarahan yang tepat kepada Mitra Binaan tentang status dana pinjaman dan penggunaannya yang tepat.. Untuk menyelesaikan masalah pembayaran yang tidak diketahui identitas Mitra Binaannya disarankan agar Direksi PT Pelindo I: (1) Memberikan perhatian lebih terhadap masalah ini diantaranya dengan memberikan tambahan biaya operasional guna membiayai kegiatan konfirmasi kepada Mitra Binaan dan koordinasi dengan bank penerima. Ak. Menetapkan persyaratan jaminan yang sifatnya dapat mengikat Mitra Binaan agar bersedia menyelesaikan pinjamannya serta memberikan sanksi yang lebih tegas. e. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit Drs. 31 Maret 2005 5 . d.

LAPORAN KEUANGAN PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN .

b.129 792.720.750.569.4 5.766.436.b.646.b.408 1.861.000.279.646.b.6 848.3 5.514 1.522 20.000 33.994 23.760 22.980.766.261.408 23.757.395 24.647.000 77.000 (337.5 15.734.461.100) 362.000.1 15.000 61.666 36.500 22.694.129 21.657.911.618.461.714 18.054.b.646.473.643.991 792.646.2 5.8 23.002.b.950.991 23.408 769.b.000.518 789.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I NERACA PROGRAM KEMITRAAN Per 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan dalam Rupiah Penuh Kecuali Dinyatakan Lain) Catatan AKTIVA Aktiva Lancar Kas dan Setara Kas Kas Giro Piutang Pinjaman Mitra Binaan Piutang Alokasi Laba Aktiva Lancar Lainnya Jumlah Aktiva Lancar Aktiva Tetap Kendaraan Inventaris Kantor Nilai Buku Aktiva Tetap Aktiva Lain-lain Dana Penjaminan KUM-LTA Piutang Bermasalah Jumlah Aktiva Lain-lain Jumlah Aktiva KEWAJIBAN DAN EKUITAS Kewajiban Lancar Hutang pada Kas Perusahaan Uang Titipan Jumlah Kewajiban Lancar Ekuitas Saldo Awal Ekuitas Alokasi Laba Tahun Berjalan Hibah Tahun Berjalan Surplus (Defisit) Tahun Berjalan Jumlah Ekuitas Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 31 Desember 2004 31 Desember 2003 5.340) 432.492 5.637 24.7 2.682.054.323.666 5.988.337.992.054.637 1.417 5.000 721.599.000 (269.408 - Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan 7 .054.895 500.463 24.219.b.000.960.473.000 22.369.000 5.429.980.657.825.

800.c.000 340.904.647.826.1) 5.951.11) 5.690 24. Surplus (Defisit) ( D – E ) G.395 77.c.c.3) 5.410.171.371.018.c.000.648. Beban Operasional Beban Survei.000.9) 5.897.572.000 1.823.14) 31 Desember 2003 916.900.c.131. Pembelian Aktiva Tetap H.753.064.000 5.666 3.000.100 406.065.628 5.8) 5.c.840 450.591.177.694.120. Pendapatan Bunga Pinjaman Jasa Giro Pendapatan Lain-lain Jumlah Pendapatan E.c.6) 5.141 636.c.063.000.c.800.000 9.890 103.757.000 121.500.769 47.423. Sisa Dana yang Tersedia ( A – B ) D.000 269.400.900.273 10.911.000.000 2.354 453.197.409.13) Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan 8 .000 337.500 7.100 10.639 26.355 3.000. Saldo Akhir Dana ( C + F – G ) 5.726. Penggunaan Dana Pinjaman Sektor Industri Sektor Perdagangan Sektor Pertanian Sektor Peternakan Sektor Perkebunan Sektor Perikanan Sektor Jasa Jumlah Pinjaman Hibah Dana Penjaminan KUM-LTA Uang Muka Bina Lingkungan Jumlah Penggunaan Dana C.528 323.618.891.100.000 1.340 848.c.117.100.883 5.500.720.657 203.678.727. Monitoring dan Penagihan Beban Administrasi Jumlah Beban Operasional F. Dana yang Tersedia Saldo Awal Dana Sisa Penyisihan Laba Tahun 2001 Sisa Penyisihan Laba Tahun 2002 Alokasi Penyisihan Laba yang Diterima Pengembalian Dana dari Program Bina Lingkungan Penerimaan Pengembalian Pokok Pinjaman Penerimaan Pengembalian Pinjaman Bermasalah Penerimaan dari Mitra Binaan belum Teridentifikasi Penerimaan Lainnya Jumlah Dana yang Tersedia B.000.c.352.000 1.354.689.000 18.889 362.000 804.c.181 70.719.354 32.16) 5.199 90.000 8.883 587.541.000 3.5) 5.337.723 Catatan A.522 500.700.909 347.250.000 30.800.549.c.2) 5.466.457.12) 5.c.377.819 5.15) 189.000 114.c.370.000 1.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I LAPORAN AKTIVITAS PROGRAM KEMITRAAN Untuk Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan dalam Rupiah Penuh Kecuali Dinyatakan Lain) 31 Desember 2004 769.000 178.016.7) 5.000 5.219.000 3.960.000 151.767 13.c.618.950.000.4) 5.100.994 769.424 432.10) 841.278 66.000 6.000 437.580.522 859.

Akumulasi Penyaluran Dana : Akumulasi Penyaluran Pinjaman s.000 35.000 13.000 907.010 43.785.625.000 17.668.d 31 Desember 2004 Catatan: 1.7) 1.361.997.545.000 2.d Tahun 2002 Akumulasi Penerimaan Pendapatan Tahun 2003 s.194.555.750. Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan 5.250.733 9 .d Tahun 2004: Pengusaha Kecil Nanggroe Aceh Darussalam Sumatera Utara Riau Jumlah penyaluran ke Pengusaha Kecil Koperasi Nanggroe Aceh Darussalam Sumatera Utara Riau Jumlah penyaluran ke Koperasi Akumulasi Penyaluran Pinjaman s.368.495 1.d.654. Akumulasi Sumber Dana: Akumulasi Alokasi Penyisihan Laba s.720.d.d Tahun 2004: Nanggroe Aceh Darussalam Sumatera Utara Riau Jumlah penyaluran hibah Jumlah Akumulasi Penyaluran Dana s.248 1.3) 5. 2.d.910.722.2) 5.370.000 39.700 2.010 5.1) 5.489.429.247.869.925.089.702 28.000 210.896. karena selama ini pencatatan hanya berdasarkan jenis Mitra Binaan yang dikelompokkan dalam pengusaha kecil dan koperasi serta per wilayah Mitra Binaan.000 3.460 574.6) 4.d Tahun 2003 Akumulasi Penerimaan Pendapatan s.4) 5.627.659 151.699.d.d.073.548 26.113.5) 911.120.633. Penyaluran pinjaman merupakan seluruh pemberian pinjaman kepada Mitra Binaan yang telah diberikan.d 31/12/2004 II. baik yang telah lunas.466.d Tahun 2004: Bunga Pinjaman Jasa Giro Pendapatan Lain-lain Jumlah akumulasi penerimaan pendapatan Akumulasi Sumber Dana s.000 5.695. Rincian akumulasi penyaluran dana berdasarkan sektor usaha belum dapat disajikan.683 25.400.090. menunggak maupun yang masih berjalan.743.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I LAPORAN AKUMULASI DANA PROGRAM KEMITRAAN Untuk Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 (Dinyatakan dalam Rupiah Penuh Kecuali Dinyatakan Lain) Catatan I.362.679.850 3.d.d 31/12/2004 Akumulasi Penyaluran Hibah s.d.

000.232.b.920.274. Eks Laba Tahun 2003 Keputusan RUPS Sisa Dana Belum Diterima Dana yang Diterima Tahun Berjalan 3.570 31 Desember 2003 Catatan A. Bantuan Seni Budaya Jumlah Bantuan Bina Lingkungan 2.226.000 36. 1.a.438.3) 6.571.989.400 724.b. Alokasi Penyisihan Laba yang Diterima a.775.b. Bantuan Pendidikan dan atau Pelatihan c.b.2) 2.337.000 48.b. Bantuan Sarana Ibadah f.c.000 2.000 1.570 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan 10 .000 915.000.859. Program Bina Lingkungan a.b.500 437.101.232.217.1) 6. Penerimaan Lain-lain Jumlah Dana yang Tersedia B.000.940 6.000.980 3.332.6) 6.000 112.000 35.500.800 3.500 3.4) 6.299.000 269. Bantuan Peningkatan Kesehatan d.650. Bantuan Korban Bencana Alam b.PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I LAPORAN ARUS DANA PROGRAM BINA LINGKUNGAN (PBL) Untuk Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan dalam Rupiah Penuh Kecuali Dinyatakan Lain) 31 Desember 2004 1.620.373.538. Saldo Akhir Dana ( A .000 63. Beban Operasional dan Lain-lain a.517.a.7) 24. Eks Laba Tahun 2002 Keputusan RUPS Sisa Dana Belum Diterima Dana yang Diterima Tahun Berjalan b.2) 6.850 2.000.438.232.b. Beban Administrasi Jumlah Beban Operasional 3.a.000 20.171.000 17.5) 6.000 3.217.b.3) 6.320.410 1.472.050 29.111. Dana yang Tersedia 1. Beban survey/penelitian.920.372. Pengembangan Prasarana & Sarana Umum e.356.500.B ) 6.610 8.1) 6.691.070 3.980 6.130 5.410 1. Saldo Awal Tahun 2.085.099.064.040 51. monitoring/ evaluasi dan penyerahan bantuan b.846.540 2.000 693. Penggunaan Dana 1. Pengembalian Dana ke Kas Kemitraan Jumlah Penggunaan Dana ( 1 + 2 +3) C.727.500 3.000.859.153. 6.000 2.727.

URAIAN HASIL AUDIT .

c. Laporan mengenai pengelolaan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan merupakan tanggung jawab manajemen. Surat Tugas Badan Pemeriksa Keuangan No. Surat Menteri BUMN No. Ruang lingkup audit mencakup ketaatan pengelolaan dana PKBL terhadap ketentuan dan peraturan yang berlaku. b. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan dan peraturan perundangan lainnya yang berlaku. 11 . Dasar Pengelolaan Dana PKBL a. Sasaran dan Ruang Lingkup Audit Sasaran audit adalah pertanggungjawaban pengelolaan dana Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (PKBL) yang dikelola oleh Bidang PKBL PT Pelindo I. Tanggung jawab kami terletak pada hasil penilaian atas pengelolaan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan berdasarkan audit kami. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia/ Kepala Badan Pembina Badan Usaha Milik Negara Nomor: KEP–216/M–PBUMN/1999 tanggal 28 September 1999 tentang Program Kemitraan dan Bina Lingkungan. Dasar Audit Audit dilaksanakan berdasarkan: a. Laporan Hasil Audit ini dihasilkan dari kegiatan audit yang dilaksanakan berdasarkan Standar Audit Pemeriksaan (SAP) yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) serta aturan lainnya yang diberlakukan pemerintah terhadap pengelolaan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (PKBL).URAIAN HASIL AUDIT 1. 2.2/1/2005 tanggal 26 Januari 2005 untuk melakukan audit atas Laporan Keuangan serta Program Kemitraan dan Bina Lingkungan PT Pelindo I Tahun Buku 2004. tanggal 25 Mei 2000 tentang Pedoman Pelaksanaan Program PUKK. S-336/M-MBU/2002 tentang Program Bina Lingkungan. d. Perubahan Ketiga Undang-undang Dasar Tahun 1945 pasal 23 E dan pasal 23 G. c. b. Audit atas pengelolaan dana Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan yang meliputi Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Program Kemitraan dan Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Bina Lingkungan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2004 dilakukan oleh BPK-RI.64/ST/VII-XV. 21 /ST/VII-XV. untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004.2/9/2004 tanggal 30 September 2004 dan No.016/1994 tanggal 27 Juni 1994 tentang Pedoman Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi melalui Pemanfaatan Dana dari Bagian Laba Badan Usaha Milik Negara. Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 316/KMK. 3. Surat Edaran Menteri Keuangan Nomor SE-31/MK/2000.

SE Staf Adm. SE Untuk pengelolaan dana KBL di tingkat Cabang Utama dan beberapa cabang telah dibentuk Bagian KBL di bawah Manajer Keuangan sementara di cabang yang belum ada Bagian KBL tersendiri dirangkap oleh Manajer Keuangan. Organisasi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan di PT Pelindo I dikelola oleh Bidang KBL di Kantor Pusat yang merupakan suatu unit tersendiri di bawah Direktorat Keuangan. 12 . sedangkan ASM Administrasi dan Pelaporan dibantu oleh seorang staf. Bidang KBL dipimpin oleh seorang Senior Manajer (SM). h.01/1/10/PI-04 tanggal 8 April 2004 dan bertanggung jawab atas pengelolaan Dana KBL. Surat Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Nomor: S-88/MBU.e. g. dan Pelaporan : Amin Rahmansyah. dan Pelaporan : Asnul Arifin. SE. Metode Pembukuan Pembukuan atas transaksi pendapatan dan biaya dilakukan berdasarkan basis kas (cash basis). 5. ASM Adm. Pendapatan dicatat pada saat diterima pembayaran dan biaya dicatat pada saat pengeluaran dana. Untuk piutang pinjaman kepada Mitra Binaan dicatat sebesar pokok pinjaman dan diakui setelah mendapat otorisasi dari Direksi. Surat Edaran Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. MM ASM Pembinaan Kemitraan dan BL : Kamron Pasaribu. Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: KEP–100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 Tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara. ASM Pembinaan dibantu oleh dua orang staf. Bidang KBL dibentuk terakhir berdasarkan Surat Keputusan Direksi Nomor: PR. Apul Sinaga. AMKK Staf Pembinaan Kemitraan dan BL Mangara Lumbantobing.S/2004 tanggal 31 Maret 2004 tentang penetapan alokasi dana Program Kemitraan di setiap propinsi tahun 2004. 4. SE. sedangkan bunga pinjaman diakui pada saat pembayaran angsuran oleh Mitra Binaan. Dalam melaksanakan tugasnya SM dibantu oleh dua orang Asisten Manajer (ASM) yaitu: ASM Pembinaan Kemitraan dan Bina Lingkungan serta ASM Administrasi dan Pelaporan. Catatan atas Laporan Keuangan Program Kemitraan a. SE. f. Susunan personil Bidang KBL di Kantor Pusat sebagai berikut: SMB Kemitraan dan BL : Daud Tarigan. Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.

413.675 1.092 769.840 41.965.403 16.190.905 17.386 5.920 6.266.057.907.794.182 23.753.706.645.838.052 677.710 4.223 33.332.357.484 13.855 15.300 31.002 6.894 1.805 75.509.760 804.510 789.015.002 27.872.441.803.267 13.764.690 102.655.023.618.b.478 1.555 10.137 55.910.220 11.175.125 1.035 20.541 132.509.560.275 42.136.713 29.693 15.319 256.955 1.522 6.429.503 16.034.428.765.825 13.045.318.997 15.482.109.297.278 8.127.656.323.661 134.590 118.522 769.518 31-12-2003 Rp - 13 .430 66.364 15.152 7.503 32.832 59.618.875.928. Penjelasan Pos-Pos Neraca Program Kemitraan per tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 1) Kas dan Setara Kas Saldo Kas dan Setara Kas yang dimiliki Program Kemitraan adalah sebagai berikut: 31-12-2004 Rp Kas : Kas Meulaboh Cabang Malahayati Kas Cabang Tanjung Pinang Jumlah Kas Giro : Bank BNI Cabang Malahayati Cabang Lhokseumawe Cabang Kuala Langsa Cabang Kawasan Industri Medan (KIM) Cabang Balige Cabang KIM / Rekening Cabang Belawan Cabang Sibolga Cabang Gunung Sitoli Cabang Dumai Cabang Pekanbaru Cabang Tanjung Pinang Cabang Bengkalis Cabang Tembilahan Cabang Selat Panjang Cabang Tanjung Balai Karimun Bank BRI Cabang Balige Cabang Rengat Bank Sumut Cabang Belawan Cabang Tanjung Balai Asahan Bank Bukopin Medan Bank Syariah Mandiri Medan Kantor Pos Pekanbaru Jumlah Giro Jumlah Kas dan Setara Kas 491.029.369.700 78.185.302.391.

000 50.000 11.200.995.000 30.900.900.246 5.181) 22.700.900.643.120.416 4.000 332.356.300.769.000 33.980.000 437.823.2) Piutang Pinjaman Mitra Binaan Saldo piutang pinjaman Mitra Binaan per 31 Desember 2004 dan 2003 masing-masing sebesar Rp22.714.032 22.303.377.000.028.000 (3.100.168 9.100.591.790.714 31-12-2003 Rp 11.000 (5.000 3.000 5.714 31-12-2003 Rp 15.756. 445.00 dan Rp20.710.363 1.100.000.100.000 Sesuai dengan tingkat kelancaran pembayarannya saldo piutang Mitra Binaan per 31 Desember 2004 dan 2003 dapat diklasifikasikan sebagai berikut : 31-12-2004 Rp Lancar Kurang lancar Diragukan Macet Saldo piutang pinjaman Mitra Binaan 8. belum termasuk saldo piutang bunga dengan rincian sebagai berikut : 31-12-2004 Saldo piutang awal tahun Penyaluran pinjaman tahun berjalan Angsuran pinjaman Saldo piutang pinjaman Mitra Binaan Rp 20.100.002.826.992.800.000.113. Aceh D.00 dan rincian penyaluran per jenis usaha dan per wilayah Mitra Binaan dengan rincian sebagai berikut: Sektor Industri Perdagangan Pertanian Peternakan Perikanan Jasa Jumlah N.980 3.000 10.484.000 Total 841.369.000.369.061.200.135.000 1.591.141.000 Sumut 694.136.000 1.892.580.895 Kriteria kualitas piutang pada Mitra Binaan untuk tahun 2003 disusun berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor: KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 Pasal 24 tentang penggolongan kualitas pinjaman yang ditetapkan sebagai berikut: Lancar Kurang lancar Diragukan Macet : Pembayaran tepat atau sebelum jatuh tempo : Keterlambatan pembayaran 1 s/d 180 hari setelah jatuh tempo : Keterlambatan pembayaran 180 s/d 360 hari setelah jatuh tempo : Keterlambatan pembayaran 360 hari ke atas setelah jatuh tempo 14 .615.011.400.002.002.372 1.000 1.937.700.678.972.00 adalah saldo piutang pokok.643.992.273) 20.800.400.000 1.136 20.992.992.900.000 118.064 7.000 178.369.895.000 6.400.000 30.895 6.900.895 Penyaluran pinjaman tahun 2004 sebesar Rp6.924.369.000 Riau 146.500.002.000 534.000 1.855.000.000 420.900.000.000 4.078.643.591.

Nilai buku aktiva tetap per 31 Desember 2003 sebesar Rp77.500. 4) Aktiva Lancar Lainnya Saldo aktiva lancar lainnya per 31 Desember 2004 sebesar Rp18.000.00 dan telah dilunasi oleh perusahaan pada tahun 2004.000 77.960.960. Hal ini karena belum adanya pemisahan antara Rekening Bank Kemitraan dan Bina Lingkungan. untuk kegiatan Program Bina Lingkungan di cabang Dumai yang diambil dari Dana Program Kemitraan. 31-12-2004 Rp Kendaraan Inventaris Kantor Nilai Buku Aktiva Tetap 15.337. Pembelian barang inventaris dan kendaraan merupakan komponen biaya operasi dan pembelian aktiva tetap tersebut harus dicatat dalam Neraca Program Kemitraan.569. Cabang Tanjung Pinang dan Cabang Lhokseumawe.637 1.980.000 31-12-2003 Rp - 6) Aktiva Lain-lain 31-12-2004 Rp Dana Penjaminan Kredit Usaha Mikro Layak Tanpa Agunan (KUM-LTA) PT (Persero) Bank Mandiri Tbk.991 792.000 61.00 merupakan saldo uang muka. Saldo piutang alokasi laba per 31 Desember 2003 sebesar Rp500.637 Piutang Bermasalah Nilai Buku Aktiva Tetap 15 .3) Piutang Alokasi Laba Merupakan saldo alokasi dari laba yang telah disisihkan namun belum diterima oleh Bidang KBL PT Pelindo I.000.766. yang dananya diambil dari surplus sisa hasil usaha. Penyusutan atas aktiva tetap tersebut belum dilakukan mengingat pembukuan Program Kemitraan menggunakan sistem pencatatan cash basis.000 721. sesuai dengan Surat Edaran Menteri BUMN Nomor: SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003. Untuk tahun buku 2004 seluruh penyisihan laba dari alokasi laba tahun 2003 telah semuanya diterima. walaupun kegiatan ini telah dilaporkan dan dipertanggungjawabkan pada Laporan Bina Lingkungan.00 berupa inventaris kantor dan kendaraan roda dua yang dibeli tahun 2004 di Kantor Pusat. sehingga per 31 Desember 2004 tidak terdapat lagi piutang alokasi laba.657.766.991 848. Cabang Belawan. 5) Aktiva Tetap Akun ini untuk mencatat jumlah pembelian aktiva tetap.980.000. 31-12-2003 Rp 792.000.657.

00 di Cabang Dumai merupakan titipan dana untuk sharing kegiatan dari PT Pos Indonesia (Persero).374 45.000.000.00 di Cabang Malahayati merupakan dana talangan sementara dari kas perusahaan untuk biaya monitoring Mitra Binaan.930.666 31-12-2003 Rp - Hutang pada kas perusahaan sebesar Rp2. Sumut Riau Jumlah Mitra Binaan 33 14 2 49 Pokok 322.639.355.998 357. Aceh D.911.666 36.569.978 7) Kewajiban Lancar 31-12-2004 Rp Hutang pada kas perusahaan Uang Titipan BUMN Uang Titipan Mitra Binaan Jumlah Kewajiban Lancar 2.000 721. Rincian piutang bermasalah tersebut sebagai berikut: Wilayah N.911.400 768.637. 8) Ekuitas Akun ini merupakan akumulasi dana yang berasal dari penyisihan laba perusahaan sejak tahun 1989 setelah adanya penerimaan dan pengeluaran untuk kepentingan operasional dengan perhitungan sebagai berikut: 16 .000 1.380.00 merupakan pelunasan atas pokok pinjaman dan bunga dari Mitra Binaan yang sampai dengan posisi tangga 31 Desember 2004 belum teridentifikasi Mitra Binaannya.899. Uang titipan BUMN sebesar Rp1.000.661.204 386. Piutang bermasalah sebesar Rp721.861.000 32.354.950.637 Bunga 14.00.Dana Penjaminan Kredit Usaha Mikro Layak Tanpa Agunan (KUM-LTA) pada PT (Persero) Bank Mandiri Tbk.610. sebesar Rp848. Saldo piutang bermasalah ini per 31 Desember 2004 mengalami penurunan dari saldo piutang bermasalah per 31 Desember 2003 yang mencapai sebesar Rp792.400 46.766.891.657.666.00 merupakan dana yang ditempatkan sebagai pelaksanaan dari arahan Menteri BUMN agar BUMN menyimpan sejumlah dana dari Program Kemitraan sesuai dengan jumlah yang ditetapkan Kementerian BUMN sebagai jaminan untuk pemberian kredit kepada pengusaha kecil dari Bank Mandiri.000.735 3.341 Jumlah 336. Uang titipan Mitra Binaan sebesar Rp32.480.305.950.639 41.206 28.844.00 karena adanya pelunasan sebesar Rp70.991.00 merupakan piutang pinjaman pokok Mitra Binaan yang bermasalah (piutang macet) yang berasal dari penyaluran dana sampai dengan tahun 1996.000.000.766.

646.953.994 432.689.100 3.410.720.279.010 24.989 1.514 23.395 28.332.072.000 1.000.436.599.340 3.408 22.646.682.425.963.219.900.31-12-2004 Rp Perubahan ekuitas Penerimaan: Penyisihan laba perusahaan Bunga pinjaman.646.855.819 1.424 473.668.750.599.570 337.248 1.446.100 269.861.647.248 1.463 1.219.750.764 1.120.436.668.489.000.883 2.408 Perubahan ekuitas secara kumulatif adalah sebagai berikut: 31-12-2004 Rp Perubahan ekuitas Penerimaan: Penyisihan laba perusahaan tahun s/d 2002 Penyisihan laba perusahaan tahun 2003 Penyisihan laba perusahaan tahun 2004 Surplus s/d tahun 2002 Surplus tahun 2003 Surplus tahun 2004 Jumlah Penerimaan Pengeluaran: Hibah pada Mitra Binaan s/d tahun 2002 Hibah pada Mitra Binaan tahun 2003 Hibah pada Mitra Binaan tahun 2004 Jumlah Pengeluaran Saldo ekuitas 3.288.681.774.000 453.381.054.489.667.054.750.757.883 337.861.410.757.836 362.894 21.473 22.000.000 1.670 23.570 337.889 428.000 1.836 362.055 23.694.054.371. jasa giro dan lain-lain Jumlah Penerimaan Pengeluaran: Hibah pada Mitra Binaan Beban operasional dan lain-lain Jumlah Pengeluaran Kenaikan (penurunan) ekuitas Ekuitas awal tahun Ekuitas akhir tahun 269.100 90.340 203.757.994 26.408 24.694.463 3.626.018.720.896.288.819 31-12-2003 Rp 1.000.000 636.000.719.018.065.078 31-12-2003 Rp 17 .900.667.203.

00.000.00 yang merupakan dana talangan untuk Program Bina Lingkungan yang diambil dari Dana Program Kemitraan untuk penyaluran di Cabang Pekanbaru.1 2) Sisa Penyisihan Laba Tahun 2001 Sisa penyisihan laba tahun 2001 sebesar Rp 3. Berdasarkan Berita Acara RUPS persetujuan laporan tahunan.000. Alokasi dana tersebut sampai dengan 31 Desember 2003 telah dicairkan sebesar Rp1.00 atau sebesar 1 % dari laba perusahaan tahun buku 2003.00.219.750.000.00 yang baru diterima oleh Bidang PKBL PT Pelindo I pada tahun 2003 sebagaimana dalam penjelasan pos-pos Neraca nomor 5.3 4) Alokasi Penyisihan Laba yang Diterima Akun ini merupakan saldo penyisihan laba tahun lalu dari PT Pelindo I pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 masing-masing sebesar Rp1.000. pengesahan perhitungan tahunan dan penggunaan laba bersih tahun buku 2003 No.BA-44/D2-MBU/2003 tanggal 12 Juli 2004 alokasi dana untuk PKBL sebesar Rp1.370.00 merupakan sisa dari total alokasi laba tahun 2002 sebesar Rp1.00 yang merupakan saldo rekening koran bank dana Program Kemitraan dengan rincian sebagaimana dalam penjelasan pos-pos Neraca nomor 5.219.b.b.000.750.219.000.522.000.000.000.000.000.000.000.000. sedangkan untuk tahun 2003 terdapat Dana Pengembalian dari Program Bina Lingkungan sebesar Rp1.064.000. 3) Sisa Penyisihan Laba Tahun 2002 Sisa penyisihan laba tahun 2002 sebesar Rp500.00 atau sebesar 1% dari laba Perusahaan tahun buku 2001. sehingga pada tahun 2004 bersaldo nihil. Berdasarkan Berita Acara RUPS persetujuan laporan tahunan. Alokasi dana tersebut per 31 Desember 2004 telah dicairkan seluruhnya sebesar Rp 1.000.250.750.000.000.171.00 dan Rp1. pengesahan perhitungan tahunan dan penggunaan laba bersih tahun buku 2002 No.00 dari yang ditetapkan.BA -32/D2-MBU/2003 tanggal 20 Juni 2003 alokasi dana untuk PKBL sebesar Rp1.00 atau lebih kecil sebesar Rp500.00 telah dilunasi semuanya oleh perusahaan pada tahun 2003. Penjelasan atas Pos-pos Laporan Aktivitas Program Kemitraan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 1) Saldo Awal tahun Saldo awal dana Program Kemitraan merupakan saldo akhir dana per 31 Desember 2003 sebesar Rp769.000.c.000. 5) Pengembalian Dana dari Program Bina Lingkungan Tahun 2004 tidak ada Dana Pengembalian dari Program Bina Lingkungan.618.000. 18 .

000.6) Penerimaan Pengembalian Pokok Pinjaman Jumlah pengembalian pokok pinjaman dari Mitra Binaan pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 masing-masing sebesar Rp5. Jumlah pengembalian pokok pinjaman tahun 2004 mencapai sebesar 81.741.000.100.000 31-12-2003 Rp 9. Realisasi pemberian pinjaman tahun 2004 dan 2003 masing-masing sebesar Rp6. Dan penerimaan sebesar Rp2.00.950.700.00.911.000.000.700. Akumulasi pengembalian pokok pinjaman dari Mitra Binaan sejak tahun 1991 sampai dengan tahun 2004 termasuk pengembalian pokok pinjaman dari Mitra Binaan yang telah dikelompokkan ke dalam Piutang Pinjaman Bermasalah sebesar Rp16.700.354.248.10% dari yang dianggarkan sebesar Rp6.181.100.00 di Cabang Malahayati merupakan dana talangan sementara dari kas perusahaan untuk biaya monitoring Mitra Binaan.000 511. 9) Penerimaan Lainnya Jumlah penerimaan sebesar Rp3. 7) Penerimaan Pokok Pinjaman dari Piutang Bermasalah Jumlah pengembalian pokok pinjaman bermasalah sebesar Rp70.839.823.167. yang berupa modal kerja dengan tingkat bunga berkisar antara 6%-12% per tahun.591.678. 10) Pinjaman pada Mitra Binaan Jumlah pemberian pinjaman kepada Mitra Binaan. Pengakuan pendapatan dan pencatatan penerimaan pokok pinjaman dari Mitra Binaan berdasarkan metode kas (cash method).000.00 dengan rincian sebagai berikut : 31-12-2004 Rp Pengusaha kecil Koperasi Jumlah Penerimaan 19 6.591.950.666.00 merupakan pelunasan dari pinjaman Mitra Binaan yang telah direklasifikasi ke dalam Aktiva Lain-lain.00.120.000.891.00 untuk sharing kegiatan dari PT Pos Indonesia (Persero) di Cabang Dumai berkaitan PT Pelindo sebagai Koordinator Pembina di Propinsi Riau untuk tahun 2003 yang sampai dengan awal tahun 2004 belum ditunjuk Koordinator Baru.649. 8) Penerimaan dari Mitra Binaan yang Belum teridentifikasi Jumlah penerimaan sebesar Rp32.000.000 6.00 dari Mitra Binaan yang belum diketahui identitasnya akibat belum diterimanya bukti pembayaran dari Mitra Binaan atau identitas penyetor tidak dicantumkan dalam rekening koran.000.100.000 9.000 .678.580.00 dan Rp3.00 dan Rp9.00 terdiri dari dana bantuan sebesar Rp1.826.591.881.273.

308.273.121.00.000.653. - Sumut 176.000 224.s/d 50.386.00 dan Rp337.000.386.340 Riau 19.6).00.000..000.0000.000 7.000 26.757.340 40.- Tingkat Bunga 6% 8% 10% 12% 11) Hibah Jumlah bantuan hibah yang diberikan per tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 masingmasing sebesar Rp269.308.000.340 66. Aceh D.s/d Rp 30.000.000.340 12) Dana Penjaminan KUM-LTA Jumlah sebesar Rp848. dengan batasan sebagai berikut : No.000 269.012.00 dengan rincian sebagai berikut : 31-12-2004 Rp Nanggroe Aceh Darussalam Sumatera Utara Riau Jumlah Penerimaan 224.00 merupakan dana yang ditempatkan di bank Mandiri.308.694.000 269.17% dari yang dianggarkan sebesar Rp8.300.000.90% dari yang dianggarkan sebesar Rp1.000.000.340.340 31-12-2003 Rp 200.000.000.Diatas Rp 50.000.000 45.000.694.300.b.000 337.Jumlah pemberian pinjaman tahun 2004 mencapai sebesar 76.100.000.000. a) b) c) d) Jumlah Pinjaman yang Disalurkan s/d Rp 10.Lebih besar dari Rp 10.694. yang dikelompokkan berdasarkan sektor usaha sebagai berikut: Sektor Industri Jasa Lainnya Jumlah N. Bantuan hibah yang diberikan kepada Mitra Binaan berupa pendidikan manajerial secara masal dan bantuan pemasaran dalam bentuk mengikutsertakan Mitra Binaan pada pameran-pameran produksi dalam negeri.745.000 Total 196.000.757.100 137. 20 .340 45.000.813..Lebih besar dari Rp 30. sebagaimana dalam catatan nomor 5.083.100 Jumlah hibah yang disalurkan pada tahun 2004 mencapai 24. Pada tahun 2004 Bidang PKBL menerapkan Surat Edaran Menteri BUMN Nomor: SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 yaitu untuk tingkat bunga bersifat regresif proporsional.

017.719.125.904.424 31-12-2003 Rp 66.00 dan pendapatan dari jasa giro hanya mencapai 46.410.141.466. 15) Beban Operasional Beban Operasional tahun 2004 dan 2003 masing-masing sebesar Rp203.129.769 47.657 203.000.00 dan Rp453.018.409.352.819 31-12-2003 Rp 323.883 Realisasi pendapatan bunga pinjaman mencapai mencapai sebesar 111.47% dari yang dianggarkan sebesar Rp49.639 26.018.199 90.500. Monitoring dan Penagihan Beban Administrasi Jumlah Beban Operasional 189.410.424.689. 21 .00 dengan rincian sebagai berikut : 31-12-2004 Rp Bunga pinjaman Jasa giro Lain-lain Jumlah Penerimaan 587.889.09% dari yang dianggarkan sebesar Rp529.00.042. 14) Pendapatan Jumlah pendapatan dari aktivitas Program Kemitraan tahun 2004 dan 2003 masingmasing sebesar Rp636.00 dan realisasi beban suvei. Sementara pendapatan lainlain tidak dianggarkan sedangkan realisasinya sebesar Rp347.00.90% dari yang dianggarkan sebesar Rp102.371.819.690 24.890 103.00.00 dan Rp90.909 347.889 Beban administrasi berupa administrasi bank dan PPh jasa giro tahun 2004 mencapai sebesar 27.141 636.337.58% dari yang dianggarkan sebesar Rp519.767 13.689.13) Uang Muka Bina Lingkungan Uang muka Bina Lingkungan sebesar Rp18.00 dengan rincian sebagai berikut: 31-12-2004 Rp Beban Suvei.354 453.000.951.648.000.117.00 merupakan uang untuk kegiatan Program Bina Lingkungan yang terlebih dulu diambil dari Dana Program Kemitraan.572. monitoring dan penagihan mencapai sebesar 36.000.883.371.

Canon Camera PS A85 .14.000 d.330.000 77.000 33.000.980.Sepeda motor RX King Jumlah Pembelian Aktiva Tetap 6. maka penyajiannya dalam Laporan Aktivitas dipisahkan dari beban operasional.000 25. tetapi karena harus dicatat di Neraca Program Kemitraan sebagai aktiva tetap.00.UPS merk ICA Jumlah b) Cabang Belawan . Besarnya beban operasional untuk pengelolaan Program Kemitraan sesuai dengan Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor 236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 maksimal 70% dari pendapatan yang diterima.350.26% dari pendapatan tahun berjalan.371. Total beban operasional Bidang PKBL PT Pelindo I tahun 2004 sebesar Rp281. pembelian barang inventaris dan kendaraan untuk operasional merupakan salah satu komponen beban operasional.00 + Rp77.000 15. namun dalam penghitungan total beban operasional dimasukan sebagai salah satu komponen beban operasional. Sesuai dengan Surat Edaran Menteri BUMN No.Komputer d) Cabang Tanjung Pinang . SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003.320.300. Barang inventaris dan kendaraan yang dibeli oleh Bidang PKBL Pelindo I sebagai berikut : a) Kantor Pusat .960.Epson Printer Stylus RX310 .331.424.d Tanggal 31 Desember 2004 1) Akumulasi Alokasi Penyisihan Laba s.424.200.00 (Rp203.00) atau sebesar 44.d Tahun 2004 Penyisihan laba PT Pelindo I yang digunakan untuk pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi dari alokasi laba tahun 1989 sampai dengan alokasi laba tahun 2003 adalah sebagai berikut: 22 .Note Book Acer Ex2902 FLCI 2 unit .c.16) Pembelian Aktiva Tetap Selain beban operasional sebagaimana dalam catatan 5.850. Jumlah beban operasional masih jauh dibawah jumlah maksimal yang diperkenankan.000 2. Penjelasan atas Pos-pos Laporan Akumulasi Dana Program Kemitraan untuk Tahun yang Berakhir s.000 22.Komputer c) Cabang Lhokseumawe .960.000 1.960.000 3.960. Bidang PKBL juga telah membeli barang inventaris dan kendaraan sebesar Rp77. sedangkan dananya diambilkan dari Sisa Hasil Usaha (Surplus).

000.000 1.409.733.00 3) Akumulasi Penerimaan Bunga Pinjaman Tahun 2003 s.719.368.194.000 25.000.815.006 986.d Tahun 2004 Penerimaan jasa giro tahun 2003 sampai dengan tahun 2004 adalah sebagai berikut: Penerimaan jasa giro tahun 2003 103.000.d Tahun 2004 Penerimaan pendapatan lain-lain tahun 2003 sampai dengan tahun 2004 adalah sebagai berikut: 23 .000 1.171.d Tahun 2002 453.000 1.687.000.000.000. Total pendapatan sampai dengan tahun 2002 sebesar Rp1.799.748 1.000 500.685.361.722 1.862.639 Penerimaan jasa giro tahun 2004 Jumlah penerimaan bunga pinjaman 5) 47.400.270 404.000 1.380.556.771.219.d Tahun 2004 Penerimaan bunga pinjaman tahun 2003 sampai dengan tahun 2004 adalah sebagai berikut: Penerimaan bunga pinjaman tahun 2003 323.668.000.769 911.890 Penerimaan bunga pinjaman tahun 2004 Jumlah penerimaan bunga pinjaman 4) Akumulasi Penerimaan Jasa Giro s.659 Akumulasi Penerimaan Pendapatan Lain-lain s.000 5.248 Sampai dengan tahun 2002 pendapatan yang berasal dari bunga pinjaman.548 587.Pembagian laba tahun 1989 Pembagian laba tahun 1990 Pembagian laba tahun 1991 Pembagian laba tahun 1992 Pembagian laba tahun 1993 Pembagian laba tahun 1994 Pembagian laba tahun 1995 Pembagian laba tahun 1996 Pembagian laba tahun 1997 Pembagian laba tahun 1998 Pembagian laba tahun 1999 Pembagian laba tahun 2000 Pembagian laba tahun 2001 Pembagian laba tahun 2002 Pembagian laba tahun 2003 Jumlah pembagian laba 2) Akumulasi Penerimaan Pendapatan s.750.264.000 2.909 151.323.142.000 1.489.502 637.377.951.172.000 4.869. jasa giro dan lain-lain tidak teridentifikasi porsi masing-masingnya.648.000.

466.722.700 Sumut 2.400.785.896.743.000 20.000 2.010.000 269.785.654.925.654.354 347.000 907.000 7.694.000.247.675.896.679.141 26.00 dengan perincian sebagai berikut: Wilayah Nanggroe Aceh D. Sumatera Utara Riau Jumlah Pengusaha Kecil 4.997.000 13.545.794.998.000 3.850 Total 3.340 848.850 574.720.000 Koperasi 210.750.466.844.d Tahun 2004 Akumulasi bantuan berupa hibah sejak tahun 1992 sampai dengan tahun 2004 mencapai sebesar Rp3.073. 1.120.100.073.120.633.591.010 3. Penilaian Kinerja Pembinaan Efektivitas pembinaan dapat dilihat dari kinerja pembinaan usaha kecil dan koperasi selama tahun 2004.247.d Tahun 2004 26.708.Penerimaan lain-lain tahun 2003 Penerimaan lain-lain tahun 2004 Jumlah penerimaan pendapatan lain-lain 6) Akumulasi Penyaluran Pinjaman s.000 13.000 35.625.00 dengan rincian sebagai berikut: N.000 Perusahaan belum dapat menyajikan data akumulasi penyaluran pinjaman per sektor sebagaimana dalam SK Menteri BUMN Nomor KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003. Aceh D.352.340 24 .910.265.000 Total 4.699.250. 7) Akumulasi Penyaluran Hibah s.120.000 39.000 17.460 Riau 574.090.250.700 1.679.555.000.010 Hibah Jumlah e.896.623.310. efektivitas tersebut dapat diukur dalam dua cara sebagai berikut : 1) Efektivitas penyaluran dana tahun 2004 Rumus : Jumlah dana yang disalurkan Jumlah dana yang tersedia Dana yang disalurkan : Penyaluran dana pinjaman Penyaluran hibah Penjaminan Dana KUM-LTA Bank Mandiri Jumlah dana yang disalurkan x 100% = Efektivitas penyaluran dana 6.695.495 Jumlah akumulasi pemberian pinjaman dari tahun 1991 sampai dengan tahun 2004 sebesar Rp39.460 2.

354 32.372 1. maka efektivitas penyaluran dana tahun 2004 sebesar 87.794.492 Efektivitas penyaluran dana = x 100% = 87.69% Berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor: KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tingkat kolektibilitas pinjaman penyaluran dana sebesar 55.028.064 7.99% dikategorikan dengan skor 2.643.177.002.99% Berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor: KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002.246 3.855.643.719.516 12.708.760.826.643.967.719.580.967.340 8.855.751.892.002.791 22.000 5.032 22.618.029 473.638.710.714 Tingkat kolektibilitas pinjaman = x 100% = 55.769 8. Rata-rata tertimbang kolektibilitas pokok pinjaman Mitra Binaan adalah sebagai berikut: Rumus : Rata-rata tertimbang kolektibilitas pinjaman Mitra Binaan Jumlah pinjaman yang disalurkan Kualitas Pinjaman Lancar Kurang lancar Diragukan Macet Jumlah x 100% = Tingkat kolektibilitas pinjaman Saldo 8.760.69% dapat dikategorikan dengan skor 2.714 X X X X Prosentase 100% 75% 25% 0% 8.078.911.891.246 5.141.253.606.002.00.937.791 Jmlh rata-rata tertimbang 12.181 70.522 1. 2) Tingkat kolektibilitas pinjaman Posisi saldo pinjaman pokok usaha kecil dan koperasi per 31 Desember 2004 adalah sebesar Rp22.002.000.Jumlah dana yang tersedia : Saldo awal tahun Setoran laba tahun berjalan Pengembalian pokok pinjaman Pengembalian pokok pinjaman dari piutang bermasalah Pengembalian pinjaman yang belum diketahui identitasnya Pendapatan bunga pinjaman Jumlah dana yang tersedia 7.666 587.638.028.253.492 769. 25 .714.

900.859.00 atau sebesar 2% dari laba perusahaan tahun buku 2003.00 atau 70. Jumlah hibah yang dikeluarkan ini jauh lebih kecil dari batasan yang boleh dikeluarkan yaitu maksimal sebesar 20% dari penyaluran tahun berjalan. Saldo dana sejumlah tersebut merupakan saldo rekening koran dana Program Bina Lingkungan pada PT Bank BNI Cabang Kawasan Industri Medan (KIM) No.000.340 Prosentase 146. Sumber Dana Program Bina Lingkungan 1) Saldo Awal Saldo awal Dana Program Bina Lingkungan merupakan saldo akhir dana per 31 Desember 2003 sebesar Rp1.860. begitupun untuk tahun 2003 semua alokasi laba dari penyisihan laba tahun 2002 sebesar Rp3.040. 6.694. Realisasi Penyaluran dan Penyebaran Dana Program Kemitraan Rencana penyaluran yang dianggarkan sesuai surat Menteri BUMN No.S/2004 tanggal 31 Maret 2004 tentang penetapan alokasi dana Program Kemitraan di setiap propinsi tahun 2004 untuk PT Pelindo I ditetapkan sebesar Rp9.00.64% 43.000 4. Rekening 053.000.794.438.508.736.55% 92.340.00% 70.736.386. Realisasi penyaluran dan penyebaran dana Program Kemitraan tahun 2004 yang telah disalurkan kepada Mitra Binaan dalam bentuk bantuan modal kerja sebesar Rp6.00 atau total penyaluran dana sebesar Rp6.00 x 100%).011.000.340.500.000.694.000.340.93% (Rp269.000 6.570.000 4.285.794.000 9.000.00 dan hibah sebesar Rp269.00 telah diterima.000.BA-44/D2-MBU/2004 tanggal 12 Juli 2004 tentang persetujuan laporan tahunan.000. Catatan atas Laporan Arus Dana Program Bina Lingkungan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 a.000 Realisasi 534.340.S-88/MBU.794.00.000.591.860.47 % dari rencana dengan rincian sebagai berikut : Wilayah Nanggroe Aceh D.f.000. Sumatera Utara Riau Jumlah Rencana 365.100. 26 .626.217.745.47% Prosentase jumlah hibah terhadap dana yang disalurkan pada tahun berjalan sebesar 3.340 2. pengesahan perhitungan tahunan dan penggunaan laba bersih tahun buku 2003 alokasi dana untuk PBL sebesar Rp2.860.00 : Rp6. Alokasi dana tersebut per 31 Desember 2004 telah diterima oleh unit PKBL. 2) Alokasi Penyisihan Laba yang Ditrerima Berdasarkan Berita Acara RUPS No.000.000 4.000401955.

000 27 . lihat catatan Program Kemitraan No.700 18.000 75.000 31-12-2003 Rp 250.000 4. Medan Cabang Malahayati Cabang Lhokseumawe Cabang Kuala Langsa Cabang Belawan Cabang Tanjung Balai Asahan Cabang Sibolga Cabang Gunung Sitoli Cabang Pekanbaru 31-12-2004 Rp 593.952.920.775.000 31-12-2004 Rp 24.400 21.000. Medan Cabang Lhokseumawe Cabang Belawan Cabang Rengat Jumlah 2) Bantuan Pendidikan dan atau Pelatihan Kantor Pusat/Kantor Cabang Kantor Pusat.950 9.000 22. berupa dana talangan untuk kegiatan Bina Lingkungan di Dumai.232.500.00.620.625.000 3.000 400.000.000 70. 5.000 18.731.980 17.443.000 7.232.000 7.337.200.19% dari yang dianggarkan sebesar Rp18.356.000 24.725.000.c.300.000 31-12-2003 Rp 250.800.472.000.000.500 31-12-2003 Rp 17.00 merupakan hutang kas Bina Lingkungan kepada kas Program Kemitraan.135. Penerimaan lainnya sebesar Rp18. Penggunaan Dana Program Bina Lingkungan 1) Bantuan Korban Bencana Alam Kantor Pusat/Kantor Cabang Kantor Pusat. b.775.780.13).600.4) dan 5.000 724.b.337.000 147.980 Penerimaan jasa giro berupa penerimaan dari rekening giro Bina Lingkungan yang berada di Kantor Pusat yang pada tahun 2004 mencapai sebesar 95.3) Penerimaan Lain-lain 31-12-2004 Rp Penerimaan jasa giro Penerimaan lainnya Jumlah penerimaan jasa giro dan lain-lain 17.500 35.

000 5) Bantuan Sarana Ibadah Kantor Pusat/Kantor Cabang Kantor Pusat.000 36.835.000 50.000 8.000.515.000.085.000 8.760.520.029.000 10.500 31-12-2003 Rp 63.989.000 22.337.650.Cabang Tanjung Pinang Cabang Selat Panjang Jumlah 3) Bantuan Peningkatan Kesehatan Kantor Pusat/Kantor Cabang Cabang Tanjung Balai Asahan Cabang Dumai Cabang Pekanbaru Jumlah 4) 15.575.620.337.100 50.000 437.000 63.160.111.000.000 Bantuan Pengembangan Sarana dan Prasarana Umum Kantor Pusat/Kantor Cabang Cabang Tanjung Balai Asahan Cabang Dumai Cabang Pekanbaru Cabang Tanjung Pinang Jumlah 31-12-2004 Rp 44.500 12.000 31-12-2003 Rp 36.000.000 29.850 31-12-2003 Rp 35.715.000 693.920.500 12. Medan Cabang Kuala Langsa Cabang Belawan Cabang Tanjung Balai Asahan Cabang Sibolga Cabang Gunung Sitoli Cabang Pekanbaru Cabang Tanjung Pinang Cabang Tembilahan Cabang Selat Panjang Cabang Tanjung Balai Karimun Cabang Rengat Jumlah 31-12-2004 Rp 31.000 375.000 28 .755.000 269.972.000 9.000 18.000.276.000 915.650.000 112.000 82.000.000.085.500 88.320.750 362.550.000 31-12-2004 Rp 9.000 16.920.050 11.403.760.000 16.000 8.

000 Jumlah Penggunaan Dana Program Bina Lingkungan Untuk tahun 2004 penyaluran Bina Lingkungan mengacu kepada Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003.041.846.274.727.00.523.000.000 1.800 3. penelitian.101.859.570 31-12-2003 Rp 29 .400 31-12-2003 Rp 20.540.00 atau 120.101.538.356.000 1.000 1.570 225.727.040 51.000 20. sehingga bantuan untuk seni budaya tidak ada lagi.00) c.30% dari yang dianggarkan sebesar Rp43.217.000.000.130 1.217.500 3.571.00 (3% x Rp2.172. Jumlah ini masih lebih kecil dari maksimal beban operasional yang diperkenankan sesuai dengan Keputusan Menteri BUMN yaitu sebesar Rp63.727. Saldo Akhir Dana Saldo Akhir Dana yang dimiliki Program Bina Lingkungan adalah sebagai berikut: 31-12-2004 Rp Kantor Pusat Bank BNI Cabang Kawasan Industri Medan (KIM) Cabang Tanjung Balai Asahan Bank Sumut Cabang Pekanbaru Bank BNI Jumlah 15.000.859. evaluasi dan perjalanan dinas dalam rangka penyerahan bantuan Dana Program Bina Lingkungan.000. Realisasi beban operasional sebesar Rp51.400.540 31-12-2003 Rp 5.130 1.410 Beban lain-lain merupakan beban atas biaya survei. 7) Beban Operasional dan Lain-lain Kantor Pusat/Kantor Cabang Beban survey / penelitian.000.372. monitoring / evaluasi dan penyerahan bantuan Beban Administrasi Jumlah 31-12-2004 Rp 48.610 8.007.232.372.226.6) Bantuan Seni Budaya Kantor Pusat/Kantor Cabang Cabang Tanjung Balai Karimun Jumlah 31-12-2004 Rp 2.

000.114.931. Perbandingan Realisasi Penyaluran dan Penyebaran Dana Bina Lingkungan dengan Anggarannya Alokasi penggunaan dana Program Bina Lingkungan tahun 2004 ditetapkan dalam Rencana Kerja Anggaran Bina Lingkungan yang disahkan bersamaan dengan RKAP perusahaan dengan jumlah anggaran yang ditetapkan sebesar Rp1.000.Dana Bina Lingkungan sebesar Rp225.23% 17.000.100 74.700 18.000 915.74% 58.337.12% 487.00.000 534.000 165.04% 7.000 125.000 Prosentase 665.931.29% 197.78% 39. d.000 89.75% 44.500 550. hal ini karena belum ada pemisahan antara rekening Dana Kemitraan dan Dana Bina Lingkungan.000.00 lebih besar 8.775.000.000 352.000 130.82% dari yang dianggarkan sebesar Rp1.952.000.000 22.000.000 125.900 87.400.000.69% 157. 2) Perbandingan Penggunaan Dana Berdasarkan Realisasi per Cabang Kantor Cabang/Kantor Pusat Kantor Pusat.24% 69.175.101.000.704.000. prasarana & sarana umum Sarana Ibadah Jumlah Anggaran 112.00 di Cabang Tanjung Balai Asahan dan sebesar Rp15.000 1.000 1.000 20.400 Prosentase 22.000 80.500 437.360.621.74% 68.101.000. Berdasarkan anggaran penggunaan dana tersebut kemudian dijabarkan lebih lanjut oleh Bidang PKBL PT Pelindo I ke berbagai Cabang dan Kantor Pusat mengacu kepada usulan RKAP sesuai anggaran yang tersedia.050 29.356.000 35.985.620.000.00.809.315.64% 7.000 Realisasi 24.11% 30 .19% 314.850 2.000 693.000.000.500 18. Perbandingan antara realisasi penggunaan dana dan anggarannya tahun 2004 sebagai berikut : 1) Perbandingan Penggunaan Dana Berdasarkan Bidang Alokasi Penggunaan Dana Korban Bencana Alam Pendidikan dan Pelatihan Peningkatan Kesehatan Pengemb.650.000 340.372.372.974.000.00 di Unit PKBL Cabang Pekanbaru merupakan saldo dana Bina Lingkungan yang terdapat pada rekening Bank Kemitraan.000 Realisasi 625.337.000.000.000.700 9.000.05% 108.89% 23.725.000 130.989.000 188.000.000 170.000.48% 17.000.000.000 255.000.000 175. Medan Cabang Malahayati Cabang Lhokseumawe Cabang Kuala Langsa Cabang Belawan Cabang Tanjung Balai Asahan Cabang Sibolga Cabang Gunung Sitoli Cabang Dumai Cabang Pekanbaru Cabang Tanjung Pinang Anggaran 94.82% Realisasi penggunaan Dana Bina Lingkungan tahun 2004 sebesar Rp2.

000.372.000 2.000 1.000. 31 .755.760.000.000 50.000 145.00% 106. Hal-hal yang perlu diperhatikan a. Surat Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) kepada Menteri BUMN Nomor: B-86/Menko/Kesra/V/2004 tanggal 26 Mei 2004 perihal Penjaminan Dana Program Kemitraan Untuk Kredit Usaha Mikro. PT Pelindo I telah menyetorkan sejumlah uang dari dana Program Kemitraan yang ditujukan sebagai penempatan dana penjaminan dalam rangka Program Kredit Usaha Mikro Layak Tanpa Agunan (KUM-LTA) di PT (Persero) Bank Mandiri Tbk. Penempatan dana penjaminan dalam rangka Kredit Usaha Mikro Layak Tanpa Agunan (KUM-LTA) oleh PT Pelindo I pada PT (Persero) Bank Mandiri Tbk.73% 33. Dasar penyetoran dana tersebut adalah: 1.000 35.51% 64.00 sehingga lebih besar dibandingkan dengan anggaran penyaluran dana bina lingkungan per Alokasi Penggunaan Dana.000.400 0. sebesar Rp848. sebesar Rp848.974.000 16.515.000.000. 7.33% 0.000. Surat Menteri BUMN kepada Menko Kesra Ad-Interim Selaku Ketua Komite Penanggulangan Kemiskinan Nomor: S-279/MBU/2004 tanggal 2 Juni 2004 antara lain berisi tentang persetujuan Menteri BUMN atas usulan Menko Kesra mengenai penempatan sebagian dana kas Program Kemitraan BUMN Pembina pada bank-bank sebagai jaminan atas penyaluran kredit perbankan kepada usaha mikro.000 9.000 45.000.000 22. Hal tersebut karena adanya himbauan dari Pemerintah Pusat untuk memberikan dana bantuan bina lingkungan pada beberapa kegiatan kepedulian dan bantuan kepada masyarakat di lingkungan BUMN serta tersedianya dana program Bina Lingkungan yang disisihkan dari laba setelah pajak tahun 2003 guna kegiatan tahun 2004.00 tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku Pada tahun 2004.000.00% 6.000.000.Cabang Bengkalis Cabang Tembilahan Cabang Selat Panjang Cabang Tanjung Balai Karimun Cabang Rengat Jumlah 40.45% Anggaran penyaluran Program Bina Lingkungan Tahun 2004 per Cabang termasuk didalamnya anggaran Beban Operasional yang dianggarkan sebesar Rp43. Penggunaan dana untuk Program Bina Lingkungan tahun 2004 melebihi dari yang dianggarkan.000. 2.00.101.

Surat Menteri BUMN Nomor: S-290/MBU/2004 tanggal 4 Juni 2004 yang antara lain menyatakan bahwa dana program kemitraan yang ditempatkan sebagai dana jaminan tersebut tidak diperhitungkan dalam kinerja Program Kemitraan dan dana yang masih ada agar tetap disalurkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 2. setinggi-tingginya Rp848. Penyetoran dana penjaminan tersebut diikat dengan Perjanjian Penempatan Dana dan Penjaminan Dalam Rangka Kredit Usaha Mikro Layak Tanpa Agunan Nomor: DIR. dan untuk pertama kali dilakukan laporan posisi pada bulan September 2004. 4. Dari bukti-bukti yang diperoleh diketahui bahwa: Dana yang terkumpul pada PT (Persero) Bank Mandiri Tbk. 1. .00 ke rekening Giro Nomor: 070-00-0423544-1. PT Pelindo I menyetorkan dana penempatan untuk KUM-LTA kepada PT (Persero) Bank Mandiri Tbk.3. 3. 6. Dana penjaminan tidak dapat ditarik kembali selain untuk klaim dari PT (Persero) Bank Mandiri Tbk. Surat Menteri BUMN Nomor: S-307/MBU/2004 tanggal 15 Juni 2004 kepada para Direksi BUMN Pembina Program Kemitraan tentang Penetapan Jumlah Dana Program Kemitraan yang ditempatkan untuk Jaminan Kredit Usaha Mikro dimana PT Pelindo I diharuskan menyetor sebesar Rp848. dari seluruh BUMN per tanggal 31 32 Desember 2004 adalah sebesar 5. Atas penempatan dana tersebut PT Pelindo I akan diberikan jasa giro dan atau bunga deposito oleh PT (Persero) Bank Mandiri Tbk. PT (Persero) Bank Mandiri Tbk.00 dalam bentuk giro atau deposito. diberi kuasa untuk mendebet dana yang ditempatkan apabila ada debitur PT (Persero) Bank Mandiri Tbk. penerima KUM-LTA tidak melaksanakan kewajiban (wanprestasi) kepada PT (Persero) Bank Mandiri Tbk. lain dari Pemerintah atas dana penjaminan tersebut. dan dapat ditarik apabila ada kebijakan 4. sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada PT (Persero) Bank Mandiri Tbk.000.PKS/039/2004 tanggal 18 Juni 2004 antara PT Pelindo I yang diwakili oleh Direktur Utama dengan PT (Persero) Bank Mandiri Tbk. PT Pelindo I berhak mendapatkan laporan realisasi penyaluran Kredit Mikro dari PT (Persero) Bank Mandiri Tbk. yang diwakili oleh Direktur Commercial Banking dengan ketentuan sebagai berikut: 1.000. selama-lamanya 90 (sembilan puluh) hari sejak terjadinya wanprestasi dengan terlebih dahulu mengajukan klaim tertulis kepada PT Pelindo I melalui Kementerian BUMN.000. tiap 3 (tiga) bulan.000. Seleksi terhadap debitur kredit mikro dan penilaian atas kelayakan kredit mikro dilakukan oleh PT (Persero) Bank Mandiri Tbk.

00 sesuai Surat Menteri BUMN Nomor: S-290/MBU/2004 tanggal 4 Juni 2004 dan Surat Menteri BUMN Nomor: S-307/MBU/2004 tanggal 15 Juni 2004 tidak sejalan dengan Keputusan Menteri BUMN Nomor: 236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 yang mengatur tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan yang menyebutkan antara lain: 1.000. karena semua dilakukan oleh PT (Persero) Bank Mandiri Tbk.000. 33 . PT Pelindo I menyetor dana sebesar Rp848. 4. 2.000.000.00 bukan sebagai dana penjaminan dalam bentuk penyetoran yang sifatnya terputus dan tidak dapat ditarik kembali kecuali ada kebijakan lain dari pemerintah sesuai dengan perjanjian PT Pelindo I dengan PT (Persero) Bank Mandiri Tbk. 5. Pasal 5 huruf (d) menyatakan bahwa BUMN Pembina mempunyai kewajiban untuk melakukan evaluasi dan seleksi atas kelayakan usaha dan menetapkan calon Mitra Binaan secara langsung. PT Pelindo I tidak dilibatkan dalam menyeleksi debitur kredit mikro secara langsung. hanya memuat jumlah penempatan dana penjaminan dan jasa giro KUM-LTA serta sejumlah penyaluran KUM-LTA yang penyajiannya secara global tidak dirinci per BUMN kecuali untuk penyetoran penempatan dana dirinci per BUMN.786.000. 2.000. Dalam laporan realisasi dari PT (Persero) Bank Mandiri Tbk.00 termasuk di dalamnya dana dari PT Pelindo I sebesar Rp848. PT Pelindo I tidak pernah menerima jasa giro seperti yang dituliskan dalam perjanjian pasal 2 ayat (3) yang menyatakan bahwa penempatan dana Pihak Pertama (PT Pelindo I) pada rekening Giro dan atau deposito di pihak kedua (PT Bank Mandiri) akan diberikan jasa giro dan atau bunga oleh PT Bank Mandiri. bunga deposito dan atau jasa giro dan dana Program Kemitraan setelah dikurangi dengan beban operasional.000. serta tidak menampilkan rincian penyalurannya ke pihak mana saja. Dasar penyetoran dana sebesar Rp848. Pasal 8 ayat (1) butir b menyatakan bahwa dana program Kemitraan bersumber dari hasil bunga pinjaman.00. sehingga PT Pelindo I tidak bisa meyakini debitur kredit mikro yang dijaminnya.000. 3.Rp184.

namun dalam hal ini PT Pelindo I hanyalah melaksanakan instruksi sebagaimana isi surat Menteri BUMN Nomor: S-307/MBU/2004 ditempatkan untuk Jaminan Kredit Usaha Mikro. Direksi PT Pelindo I menyatakan sependapat dengan BPK-RI bahwa kebijakan tersebut tidak sejalan dengan Keputusan Menteri BUMN yang berlaku saat itu.KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003. Disamping itu surat-surat Meneg BUMN tersebut bertentangan dengan Keputusan Menteri BUMN No.000.000. Hal tersebut mengakibatkan PT Pelindo I kekurangan dana untuk penyaluran kepada Mitra Binaan di wilayah binaan perusahaan dan berpotensi mengalami kerugian sebesar Rp848.3.000. Pasal 16 menyatakan bahwa BUMN Pembina dilarang menggunakan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan untuk hal-hal di luar ketentuan yang diatur dalam keputusan ini (Keputusan Menteri BUMN Nomor: 236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan).00 tersebut diubah statusnya menjadi deposito atau giro jaminan kredit sesuai dengan Surat Meneg BUMN No.290/MBU/2004 tanggal 4 Juni 2004 tentang Penjaminan Dana Program Kemitraan Untuk Kredit Usaha Mikro.000. 4.000. Pasal 11 huruf (b) BUMN Pembina melaksanakan evaluasi dan seleksi secara langsung atas permohonan yang diajukan oleh calon Mitra Binaan setelah berkoordinasi dengan Koordinator Pembina.00. dan dibukukan sebagai deposito atau giro milik PT Pelindo I. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa dasar penyetoran dana sebesar Rp848. BPK-RI menyarankan kepada Direksi PT Pelindo I agar dana yang telah disetorkan sebesar Rp848.000.S-290/MBU/2004 tanggal 4 Juni 2004 dan S-307/MBU/2004 tanggal 15 Juni 2004 tidak ada dasar hukum yang kuat. Selain itu Meneg BUMN telah melakukan tindakan perintah penyetoran dana milik BUMN ke PT Bank Mandiri dalam rangka penjaminan KUM-LTA yang tidak sesuai dengan Keputusan Menteri BUMN yang berlaku.00 yaitu Surat Meneg No. Hal ini disebabkan Direksi PT Pelindo I tidak memperhatikan ketentuan-ketentuan yang berlaku sebelum menyetor dana penjaminan KUMLTA kepada PT Bank Mandiri. tanggal 15 Juni 2004 tentang Penempatan Jumlah Dana Program Kemitraan yang 34 .

000 16.820 260.119 997.948.926.093.164.434 723.950.592 87.743.482.285 497.714.780.833 456.909 152.133 5.643.825.00% 22.397.710 729.754.937.327 418.937.925.350.276.00 dari jumlah keseluruhan piutang pinjaman sebesar Rp22.856 754.736 157.60% 440.17% dari total piutang pinjaman merupakan piutang pinjaman macet Berdasarkan data rekapitulasi penyaluran pinjaman.788 1.618.384 1.000 92.716 216.174 201. Berdasarkan klasifikasi tersebut kualitas pinjaman Mitra Binaan PT Pelindo I dapat dikelompokkan sebagai berikut: Tabel Daftar Kualitas Pinjaman Mitra Binaan per 31 Desember 2004 No. kurang lancar.991.129.829. Jumlah kemacetan 35 .136 140.347 3.095.390.002.17% atau sebesar Rp7.714.036 2.00% Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa 32.996 1.404.505 282.795 21.479 2.639.943 1.17% 549.002.809.906.614 1.370.83% 0.50% 32. Cabang Lancar Kurang Lancar 98.002.000 219.633.34% 41.444 565.396.032 32.059.b.769.372 22.064 8.10% 18.942 1.218 8.825 497.000 159.720.246 36.714 100.759 692.515 656.800 56.16% 73.403.400 88.346.820.938 151.095 248.967 95.169.594 136.799.84% 0.932 3.19% 80.769 513.49% 7.438 294.032 294.356.878.73% Diragukan Macet Jumlah % yg Macet 80.00.17% 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Malahayati Lhokseumawe Kuala Langsa Kantor Pusat / Medan Belawan Tanjung Balai Asahan Sibolga Gunung Sitoli Dumai Pekanbaru Tanjung Pinang Bengkalis Tembilahan Selat Panjang Tanjung Balai Karimun Rengat Jumlah Persentase thd Total 2.669.235.33% 20.90% 14.341 98.000 61.480.00% 47.078.604.006.000 716.500 380.271 533.942 1.643.396.759.545.297.032.736 403.189.908.256 199.900.500 188.17% 22.855.179 1.855.096.202.909.180.00 merupakan piutang pinjaman macet.823.749.500 306.228 497.063.000 274.858.92% 33. penerimaan angsuran pokok dan bunga dari pinjaman Mitra Binaan diketahui bahwa pada tahun 2004 jumlah saldo pinjaman yang telah disalurkan oleh Bidang PKBL PT Pelindo I baik yang melalui Kantor Pusat maupun Cabang-cabang sebesar Rp22.45% 23.953.912.937. Piutang pinjaman sebesar Rp7.854.277.256 16.152.420.00 atau 32.786 1.252.170 769.920.400.294.710.75% 30. Sesuai dengan Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 pasal 24.455.895.032.553.000 20.139.000 7.752 22.31% 21.028.002. diragukan dan macet.892.805.352.000 16.749.534 5.746 5.873.078.141.462 807.355.469. kualitas pinjaman kepada Mitra Binaan dikelompokkan menjadi empat golongan yaitu lancar.643.526.078.224.409 12.525 838.117.163.000 238.912.

400.788.953.90% dari total kredit macet Kantor Pusat. atas surat-surat yang dikirimkan tersebut.169. Tidak diaturnya sanksi yang tegas dalam surat perjanjian terhadap Mitra Binaan yang kreditnya menunggak. 3.476.00 dari total piutang pinjaman sebesar Rp1. Hasil pemeriksaan secara uji petik pada Cabang Belawan yang mempunyai piutang macet sebesar Rp1.059.675.133.piutang terbesar adalah pinjaman yang disalurkan melalui Kantor Pusat yaitu 80. Hal ini mengakibatkan perputaran piutang diantara Mitra Binaan rendah dan program dana bergulir tidak mencapai sasarannya serta bantuan pinjaman untuk calon Mitra Binaan baru tidak dapat direalisasikan karena dana masih tertahan pada Mitra Binaan lama. 2. pihak Unit PKBL Cabang Belawan tidak membuat monitoring dan evaluasi terhadap tanggapan dari Mitra Binaan yang dikirimi surat. dan untuk piutang yang telah lama macet diserahkan pengurusannya ke Kantor Pelayanan Piutang dan Lelang Negara (KP2LN).00 atau 20.327. Atas upaya-upaya yang telah dilakukan tersebut belum menunjukkan hasil yang maksimal. Kesalahan persepsi Mitra Binaan tentang dana pinjaman yang menganggap dana bantuan tidak perlu dikembalikan. Selain itu.33% atau sebesar Rp1. Selain itu.00.31% dari total piutang pinjaman sebesar Rp5. Unit PKBL PT Pelindo I kurang intensif dalam melakukan pemantauan. dilakukan upaya dengan mengirimkan surat panggilan untuk membahas masalah tunggakan Mitra Binaan. sehingga tidak dapat diketahui sejauh mana efektivitas dari surat tersebut. dan tidak adanya itikad baik walaupun usahanya berkembang.759. pembinaan dan penagihan.00 diketahui bahwa terhadap piutang pinjaman macet telah dilakukan upaya penagihan yaitu antara lain dengan menelepon dan mengirimkan Surat Pemberitahuan Tunggakan Pembayaran Angsuran (SPTPA) agar Mitra Binaan yang bersangkutan segera melunasi kewajibannya. Menurut penjelasan Senior Manajer PKBL PT Pelindo I besarnya piutang pinjaman macet di Kantor Pusat karena pada tahun 1999 ada himbauan dari Pemerintah untuk menyalurkan dana ke koperasi terutama koperasi-koperasi pondok pesantren yang ternyata jumlah kredit macetnya mencapai sebesar Rp950.480.189. 36 . Hal tersebut disebabkan: 1.633.00 atau sebesar 79.943.

Struktur organisasi Unit PKBL di Cabang-cabang belum sepenuhnya mandiri dan didukung dengan jumlah personil yang memadai Dalam mengelola dan melaksanakan kepedulian BUMN terhadap pengusaha kecil dan koperasi. Melanjutkan usaha melalui kerjasama dengan pihak KP2LN. Membuat surat penagihan dan menyampaikan langsung kepada Mitra Binaan dengan tahapan sebagai peringatan I s. Menyerahkan kepengurusan pinjaman macet kepada KP2LN.01/1/10/PI-04 tanggal 8 April 2004 tentang Organisasi dan Tata Kerja pada Kantor Pusat dengan komposisi dan personil pelaksana langsung untuk Program telah dan akan dilaksanakan 37 . 2. monitoring. III (tembusan KP2LN). Struktur organisasi Bidang Kemitraan dan Bina Lingkungan di Kantor Pusat terakhir ditetapkan dalam Surat Keputusan Direksi Nomor: PR. BPK-RI menyarankan kepada Direksi PT Pelindo I agar: 1.d.4.937. khususnya untuk Mitra Binaan yang berlokasi jauh dari bank. 3. c. Melakukan pembinaan.00 benar adanya yang disebabkan antara lain adanya perlakuan khusus yang diberikan sesuai rekomendasi dari Menteri Pendayagunaan BUMN No. Terdapat kendala teknis bagi Mitra Binaan dalam melakukan pembayaran melalui mekanisme perbankan.032. Direksi PT Pelindo I menyatakan bahwa piutang pinjaman macet sebesar Rp7. 4. 2.078. dan penagihan secara lebih intensif kepada Mitra Binaan yang menunggak. PT Pelindo I selalu berusaha mengacu kepada ketentuan yang berlaku dan kemudian dijabarkan dalam berbagai kebijakan Direksi. Memberikan pengarahan yang tepat kepada Mitra Binaan tentang status dana pinjaman dan penggunaannya yang tepat. Menetapkan persyaratan jaminan yang sifatnya dapat mengikat Mitra Binaan agar bersedia menyelesaikan pinjamannya serta memberikan sanksi yang lebih tegas. S-03/M2-PBUMN/1999 tanggal 5 Januari 1999 terutama yang berkaitan dengan penyaluran kepada koperasi-koperasi pondok pesantren dan tidak adanya persyaratan jaminan terhadap pinjaman yang disalurkan sebelum tahun 1996. Kerja sama dengan KP2LN untuk membuat surat somasi apabila tidak ada pelunasan hutang. 3. Usaha yang untuk mengurangi pinjaman macet yaitu: 1.

Dengan kondisi tersebut maka Program Kemitraan dan Bina Lingkungan pada PT Pelindo I menjadi sangat tidak efektif karena terbatasnya sumber daya manusia yang tersedia untuk melakukan pembinaan. SE Amin Rahmansyah. SE Mangara Lumbantobing. dan Pelaporan Staf Pembinaan Kemitraan dan BL : : : : Daud Tarigan. Cabang Pelabuhan Dumai. dan Pelaporan Staf Adm. Berdasarkan hasil uji petik atas aktivitas pengelolaan dan pembinaan PKBL di Cabang Belawan diketahui bahwa dengan jumlah personil sebanyak 3 (tiga) orang sebagai pelaksana langsung untuk menangani dan mengelola serta membina para Mitra Binaan sangat kurang memadai. MM. Masing-masing Manajer mempunyai 1 (satu) orang staf dan 1 (satu) orang Asisten Manajer (ASM) sebagai pelaksana Bidang Kemitraan dan Bina Lingkungan. Sisanya adalah cabang-cabang yang memiliki fungsi pembina Kemitraan yang dirangkap oleh dinas/divisi keuangan. Sampai sekarang baru ada 5 (lima) cabang yang memiliki Unit PKBL yaitu Cabang Pelabuhan Belawan dengan 3 (tiga) orang personil..Kemitraan dan Program Bina Lingkungan di Kantor Pusat sebanyak 6 (enam) orang yang terdiri dari Senior Manajer (SM) Bidang Kemitraan dan Bina Lingkungan sebagai pimpinan yang membawahi 2 (dua) orang staf setingkat Manajer. 38 . AMKK Asnul Arifin. Namun belum semua Cabang merupakan unit organisasi yang terpisah. PT Pelindo I berusaha untuk mengikuti ketentuan tersebut dengan membentuk unit PKBL di beberapa Cabang yang besar. Sesuai ketentuan dalam Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. Susunan organisasi PKBL adalah sebagai berikut: SM Bidang Kemitraan dan BL ASM Pembinaan Kemitraan dan BL ASM Adm. dinyatakan bahwa Unit Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan adalah unit organisasi khusus yang mengelola Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan yang merupakan bagian dari organisasi BUMN Pembina serta bertanggung jawab secara langsung kepada Direksi BUMN Pembina. Apul Sinaga. Kamron Pasaribu. SE. SE. Cabang Pelabuhan Pekanbaru dan Cabang Pelabuhan Lhokseumawe masing-masing 2 (dua) orang personil serta Cabang Pelabuhan Tanjungpinang dengan 1 (satu) orang personil. SE.

Hal ini mengakibatkan proses evaluasi. Mitra Binaan tidak menyelenggarakan pencatatan/pembukuan dengan tertib dan seluruhnya tidak pernah menyampaikan laporan keuangan periodik kepada Bagian PKBL PT Pelindo I Dalam rangka mendorong kegiatan dan pertumbuhan ekonomi serta terciptanya pemerataan pembangunan melalui perluasan lapangan kerja dan kesempatan berusaha. d. Hal tersebut disebabkan manajemen kurang mempertimbangkan unsur efektivitas dalam pembagian tugas rutin dinas/divisi keuangan pada masingmasing cabang dan kurang perhatian atas pengelolaan dana PKBL. BPK-RI menyarankan agar Direksi PT Pelindo I segera membentuk unit KBL di Cabang-cabang khususnya yang masih dirangkap oleh Dinas Keuangan. serta pengadministrasian dan pelaporan pelaksanaan kegiatan baik laporan berkala triwulanan maupun tahunan menjadi tidak dapat terlaksana dengan baik. Direksi PT Pelindo I menyatakan sependapat dengan BPK-RI dan untuk masa mendatang hal ini akan menjadi perhatian perusahaan guna melengkapi personil sesuai beban tugas di cabang tersebut. Kondisi ini tentu akan semakin tidak efektif bila hanya dirangkap tugasnya oleh Dinas Keuangan. terlebih lagi fungsi paling sulit yaitu pemantauan dan pembinaan terhadap Mitra Binaan yang lokasi usaha dan domisilinya rata-rata tersebar jauh dan sulit dijangkau. apalagi ditugaskan sebagai fungsi pengelolaan dan pembinaan Mitra Binaan. perlu dikembangkan potensi usaha kecil dan koperasi agar menjadi tangguh dan mandiri sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui program kemitraan antara BUMN dengan usaha kecil serta 39 . karena untuk melaksanakan tugas pokok perusahaan saja sudah padat. seleksi atas kelayakan usaha dan penetapan calon Mitra Binaan. unit pelaksana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan di Cabang Belawan tidak dapat bertugas dengan optimal.Menurut penjelasan Asisten Manajer Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Cabang Pelabuhan Belawan diketahui bahwa dengan terbatasnya personil yang tersedia.

559 Mitra Binaan. untuk kemudian 40 . Melalui Program Kemitraan tersebut pihak pengusaha kecil dan koperasi dapat memperoleh bantuan pinjaman dana untuk menunjang kegiatan usaha-usaha yang dilakukannya dan sekaligus memperoleh pembinaan dari BUMN yang memberikan bantuan dana tersebut. Hal tersebut mengakibatkan: 1. Dari hasil pemeriksaan di Cabang Belawan dan konfirmasi pada Bidang KBL Kantor Pusat diketahui bahwa Mitra Binaan yang mendapat bantuan pinjaman sampai dengan penyaluran tahun 2004 tidak menyelenggarakan pencatatan/pembukuan dengan tertib dan tidak pernah menyampaikan laporan kegiatan usahanya termasuk laporan keuangan periodik (triwulan/tahunan) kepada Bidang KBL Cabang/Kantor Pusat sebagaimana yang telah ditetapkan dalam perjanjian kerjasama dan keputusan Menteri BUMN.koperasi. Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan Pasal 4 butir b dan c bahwa setiap Mitra Binaan diwajibkan menyelenggarakan pencatatan/ pembukuan dengan tertib dan menyampaikan laporan perkembangan usaha setiap triwulan kepada BUMN Pembina. yang antara lain ditetapkan bahwa Mitra Binaan berkewajiban melaporkan segala kegiatan usahanya termasuk laporan keuangan kepada PT Pelindo I secara berkala yaitu triwulanan dan tahunan. Pada tahun 2004 jumlah Mitra Binaan pengusaha kecil dan koperasi PT Pelindo I telah mencapai sebanyak 1. Surat Perjanjian Kerjasama Program Kemitraan antara PT Pelindo I dengan Mitra Binaan. 2. Bidang KBL tidak dapat mengetahui perkembangan usaha dan masalahmasalah yang dihadapi Mitra Binaan lebih awal. Usaha tersebut antara lain dapat dilakukan melalui Pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Untuk Mitra Binaan yang telah mendapatkan bantuan dana Program Kemitraan harus memenuhi kewajibannya sebagaimana ditetapkan dalam: 1.

2. 41 . Tidak adanya sanksi yang tegas bagi Mitra Binaan yang tidak mengirimkan laporan keuangan periodik. Kegiatan monitoring terhadap pembayaran-pembayaran yang dilakukan oleh Mitra Binaan belum sepenuhnya dilakukan sebagaimana mestinya Sesuai dengan ketentuan dalam perjanjian kredit Mitra Binaan berkewajiban membayar angsuran pinjaman sejak masa tenggang (grace period) berakhir yaitu 3 (tiga) bulan setelah penandatanganan perjanjian.mengambil langkah-langkah serta tindakan pembinaan yang diperlukan dalam rangka mengantisipasi penurunan usaha atau mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi. Hal tersebut disebabkan: 1. 3. 2. Kurangnya kesadaran dari Mitra Binaan dalam melaksanakan kewajiban untuk melaporkan perkembangan usahanya. membuat laporan hasil kunjungan lapangan dan menyampaikannya ke Kantor Pusat. Direksi mengakui bahwa Mitra Binaan tidak menyelenggarakan pencatatan dan tidak menyampaikan laporan keuangan sesuai dengan temuan BPK-RI dan untuk mengantisipasi hal tersebut unit PKBL Cabang diminta mengadakan kunjungan ke tempat usaha Mitra Binaan setiap triwulanan untuk melakukan evaluasi/penilaian perkembangan usahanya. Bidang KBL terhambat dalam mengusahakan pengembalian kembali pinjaman dari Mitra Binaan yang mengalami kerugian usaha atau penurunan omzet penjualan. baik melalui penjadwalan kembali pinjaman maupun penyesuaian persyaratan pinjaman. Mitra Binaan kurang memiliki kemampuan manajerial untuk membuat laporan triwulanan/tahunan walaupun sudah mendapat pengarahan mengenai bentuk laporan dari pengurus PKBL pada saat pencairan dana. e. BPK-RI menyarankan kepada Direksi PT Pelindo I agar bagian PKBL memberikan pengarahan dan bimbingan kepada Mitra Binaan baik dalam pembuatan laporan maupun kemampuan manajerial. Besarnya angsuran tiap bulan untuk masing-masing mitra telah ditetapkan dalam tabel angsuran.

Pembayaran angsuran dapat dilakukan melalui dua cara: 1.181.00 merupakan pembayaran-pembayaran yang belum dapat diidentifikasikan Mitra Binaannya.00.580. 2. Kemungkinan juga Mitra Binaan yang bersangkutan tidak mengisi secara lengkap pada bukti setornya. Atas setoran tersebut Bagian PKBL tidak dapat membukukan sebagai mutasi angsuran piutang pinjaman Mitra Binaan yang bersangkutan. 2. Saldo pinjaman Mitra Binaan dalam catatan Bagian PKBL diragukan keakurasiannya.00 dan sebesar Rp32.00 sisanya dan bunga pinjaman sebesar Rp587. Jumlah tersebut terdiri dari pengembalian pokok pinjaman sebesar Rp5.769. pengembalian pokok pinjaman dari pinjaman yang bermasalah sebesar Rp32.666. Saldo pinjaman sejumlah Mitra Binaan tidak dapat diketahui secara pasti dan tidak diketahui pula apakah yang bersangkutan lancar atau menunggak pembayaran angsurannya.666.826.00. Hal tersebut mengakibatkan: 1. Bagian PKBL telah menghimbau kepada semua Mitra Binaan yang akan melakukan pembayaran angsuran pinjaman melalui bank agar mengisi secara lengkap data Mitra Binaan pada bukti setornya dan mengirimkan salinannya ke Bagian PKBL.348. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebagian besar Mitra Binaan melakukan pembayaran melalui bank. 42 . Hal tersebut disebabkan cara ini lebih praktis terutama bagi Mitra Binaan yang berada jauh dari Kantor PT Pelindo I. Jumlah pengembalian pinjaman dari Mitra Binaan pada tahun 2004 berupa pokok dan bunganya sampai dengan 31 Desember 2004 sebesar Rp6. Kondisi tersebut disebabkan: 1.719.272. Pembayaran dengan transfer atau penyetoran ke rekening Program Kemitraan pada bank-bank yang telah ditunjuk (Bank BNI). Kurangnya pengetahuan/kesadaran Mitra Binaan untuk mengirimkan bukti setoran ke Bagian PKBL yang dapat digunakan sebagai dasar monitoring pembayaran angsuran pinjaman.911.970. Pembayaran langsung ke Bagian PKBL.911. Adanya setoran tanpa identitas tersebut disebabkan tidak lengkapnya nota kredit dari bank penerima atau tidak jelas tertulis identitas Mitra Binaan pada rekening koran bank.

pembinaan/pengawasan kepada Mitra terutama disamping Binaan dirasakan personil PKBL di Kantor kurangnya pengetahuan para Mitra Binaan tentang administrasi yang berhubungan dengan usahanya. arus bank dan kode-kode akunnya serta format-format tabel pendukung laporan penyelenggaraan kegiatan PKBL. Cabang. Untuk selanjutnya dalam penyaluran pinjaman dibuat kartu angsuran yang dapat diisi oleh petugas bank penerima tentang jumlah setoran yang dilakukan sebagai sarana monitoring terhadap pembayaran yang dilakukan oleh Mitra Binaan. Dalam SK tersebut ditetapkan format laporan keuangan berupa neraca. Penyajian laporan PKBL PT Pelindo I belum sepenuhnya sesuai dengan format penyajian laporan sebagaimana yang ditetapkan dalam Surat Keputusan dan Surat Edaran Menteri BUMN Untuk meningkatkan tata tertib administrasi dan laporan keuangan seiring dengan semakin meningkatnya jumlah dana dan berkembangnya transaksi Kemitraan dan Bina Lingkungan PT Pelindo I telah dikeluarkan Surat Keputusan Direksi Nomor KU. Direksi PT Pelindo I menyatakan sependapat dengan temuan BPK-RI.I-03 tanggal 13 Pebruari 2003 tentang Pedoman Pembukuan dan Pelaporan Keuangan Kegiatan Kemitraan dan Bina Lingkungan PT Pelindo I. f. Hal ini terjadi disebabkan karena terbatasnya petugas PKBL yang memberikan masih kurang. 2. Pada tahun 2003 pada tanggal 17 Juni 2003 telah dikeluarkan Surat Keputusan (SK) Menteri BUMN Nomor: KEP-236/MBU/2003 yang mengatur tentang Pengelolaan Dana Kemitraan dan Bina Lingkungan yang diselenggarakan oleh BUMN. Bagian PKBL kurang intensif dalam melakukan kegiatan monitoring dan pembinaan sehubungan dengan pembayaran-pembayaran yang dilakukan mitra.65/1/23/P.2. Kemudian untuk pelaksanaan lebih lanjut telah dikeluarkan Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha 43 . Memberikan perhatian lebih terhadap masalah ini diantaranya dengan melakukan konfirmasi secara intensif kepada Mitra Binaan dan koordinasi dengan bank penerima. BPK-RI menyarankan kepada Direksi PT Pelindo I agar: 1.

Neraca Program Kemitraan belum mencantumkan Aktiva tetap padahal ada pembelian aktiva tetap yang oleh perusahaan dicatat sebagai aktiva lainlain. Dalam SK dan SE tersebut dijelaskan lebih tegas dan rinci tentang mekanisme dan pengelolaan dana Kemitraan dan Bina Lingkungan oleh BUMN termasuk isi dan format laporan serta dokumen-dokumen pendukungnya. Laporan Aktivitas Program Kemitraan belum mencantumkan laporan penyaluran kredit per sektor baik pada tahun berjalan maupun secara kumulatif dari tahun-tahun sebelumnya juga adanya akun Aktiva dan Pasiva Lain-lain. 3. sedangkan format laporan Arus Dana Program Bina Lingkungan tercantum dalam lampiran SE tersebut. 5. antara lain: 1. 4.Kecil dan Program Bina Lingkungan dalam bentuk Surat Edaran (SE) Nomor: SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003. 44 .I-04 tanggal 3 Desember 2004 tentang pedoman penyusunan laporan keuangan PKBL tahun buku 2004 kepada unit KBL Cabang-cabang dengan mengadopsi fomat-format tabel penyajian data sebagaimana yang tercantum dalam ketentuan baru tersebut. Upaya yang dilakukan oleh Bidang KBL PT Pelindo I pada tahun 2004 dalam rangka penyusunan laporan keuangan agar sesuai dengan ketentuan baru tersebut yaitu dengan menerbitkan surat Nomor: KU.66/9/14/P. Neraca Program Kemitraan belum mencantumkan akun Kas tetapi hanya akun Bank. Neraca Program Kemitraan belum mencantumkan saldo ekuitas tetapi berupa distribusi laba dan sisa hasil kegiatan secara kumulatif. Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap laporan keuangan PKBL yang disusun oleh Bidang PKBL PT Pelindo I diketahui bahwa penyajian laporan tersebut belum sepenuhnya mengacu kepada format laporan sebagaimana yang tercantum dalam lampiran SK dan SE tersebut. Neraca Program Kemitraan belum mencantumkan Aktiva lancar lainnya berupa antara lain uang muka yang masih dikelompokkan sebagai aktiva lain-lain. padahal berdasarkan rincian Bank dana-dana tersebut tidak semuanya dalam bentuk rekening koran tetapi ada juga yang berbentuk kas. Format laporan Program Kemitraan sebagaimana yang tercantum dalam SK menteri yang terdiri antara lain Neraca dan Arus Aktivitas serta tabel-tabel pendukungnya. 2.

45 . Direksi PT Pelindo I menyatakan sependapat dengan temuan BPK-RI. BPK-RI menyarankan kepada Direksi PT Pelindo I agar segera menetapkan Keputusan Direksi mengenai Pedoman Pembukuan dana PKBL dengan mengacu kepada ketentuan terbaru dari Kementerian BUMN. Hal ini karena adanya rencana Kementerian BUMN untuk menerapkan BUMN On Line PKBL. Laporan Arus Dana Bina Lingkungan masih mengacu kepada arus dana Program Kemitraan dan masih adanya akun Aktiva dan Pasiva Lain-lain. Hal tersebut mengakibatkan: 1. Kondisi tersebut disebabkan Direksi kurang tanggap untuk segera memperbarui SK Direksi tentang Pedoman Pembukuan PKBL dengan mengacu kepada ketentuan terbaru. dan mengingat ketentuan BUMN On Line belum terlaksana sampai saat ini.6. maka penyesuaian SK Direksi tentang Pedoman Pembukuan dan pelaporan Keuangan Kegiatan Kemitraan dan Bina Lingkungan PT Pelindo I akan segera dilakukan. Proses konversi dari format laporan yang dibuat oleh perusahaan dengan berpedoman kepada SK lama Direksi ke format laporan sesuai dengan ketentuan baru baik dalam SK maupun dalam SE membutuhkan waktu yang cukup lama dan rumit. Klasifikasi akun-akun dalam laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan belum tepat sesuai dengan pedoman yang berlaku. 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful