Anda di halaman 1dari 5

PENDAHULUAN

Latar Belakang: Produk Singkat: Semen adalah bahan batu- batuan yang bila bila ditambah air akan mengeras dengan sendirinya.

Semen terdiri dari 80 % Batu Kapur, 15 % Tanah Liat, 4 % Pasir Silika dan 1 % Pasir Besi dimana semua campuran tersebut dibakar untuk mendapatkan terak

Terak merupakan bongkahan dari hasil pembakaran bahan-bahan tersebut, dimana terak memiliki warna hijau-abu-abu ataupun coklat-abu-abu.

Dari terak tersebut digiling dan ditambahkan dengan gips untuk mendapatkan hasil semen typeI,sedangkan untuk mendapatkan semen PPC ( semen yang tahan terhadap hidrasi sedang )

Terak dihasilkan dari pembakaran bahan baku semen yang terjadi kalsinasi,sehingga membentuk suatu krikil-krikil terak.

Tujuan: Pembuatan makalah ini bertujuan untuk menjelaskan proses pembuatan semen dan memperkenalkan proses preheating maupun proses burning pada proses pembuatan semen.

Tujuan pembakaran bahan pada proses pembuatan semen adalah agar bahan dapat terkalsinasi dan tercampur antara semua bahan mejadi terak,untuk siap digiling menjadi semen

PROSES PEMBAKARAN LULUHAN

Bahan- bahan pembuat semen setelah dicampur disebut dengan luluhan, setelah mengalami penyaringan dibakar dalam rotary kiln, agar bisa melebur dan terjadi proses kalsinasi sehingga terbentuk terak yang siap untuk digiling, dalam proses tersebut tanur dibagi menjadi 3 daerah ( 3 zone ). 1. Drying Zone Dalam zona ini luluhan mengalami proses pengeringan sehingga air yang ada di dalam luluhan habis menguap. Suhu dalam drying zone berkisar antara 100 C - 200C. 1. Heating Zone Dalam zona ini terjadi kalsinasi dari senyawa-senyawa karbonat yang akan terurai. CaCO3 CaO + CO2

Suhu dalam Heating zone ini berkisar antara 400C 900 C 1. Burning Zone Dalam zona ini terjadi proses peleburan sehingga luluhan umpan menjadi terak/ klinker dan pada zona inilah reaksi pembentukan semen terjadi.
y y y y

2CaO + 2SiO2 2CaO.SiO2 ( C2S ) 2CaO + Al2O3 3CaO.Al2O3 ( C3A ) 4CaO + Al2O3+ Fe2O3 4CaO.Al2O3.Fe2O3 (C4AF ) 2CaO.SiO2 + CaO 3CaO.SiO2 ( C3S )

Suhu pada Burning Zone berkisar antara 1200C - 1400C

ROTARY KILN

Rotary Kiln merupakan peralatan paling utama pada proses pembuatan semen. Fungsi utamanya adalah sebagai tempat terjadinya kontak antara gas panas dan material umpan kiln sehingga terbentuk senyawa-senyawa penyusun semen yaitu C3S, C2S, C3A dan C4AF. Kiln putar ini berbentuk silinder yang terbuat dari baja yang dipasang secara horisontal dengan kemiringan 4, berdiameter 5,6 m; panjang 84 m dan kecepatan putar 2,8 rpm. Kiln tanur mampu membakar umpan dengan kapasitas 7800 ton/jam hingga menjadi terak klinker

Alat ini dilengkapi dengan preheater sebagai pemanas awal dan prekalsiner. Gerakan antara material dan gas panas hasil pembakaran batubara berlangsung secara counter current. Karena panas yang ditimbulkan batubara tinggi maka rotary kiln perlu dilapisi batu tahan api pada bagian dalamnya untuk mencegah agar baja tidak meleleh.

PRINSIP KERJA: Perputaran kiln yang berlawanan arah dengan arah jarum jam dan dengan posisi kiln yang miring menyebabkan terjadinya gaya dorong umpan sehingga material bisa bergerak keluar kearah clinker cooler setelah mengalami kontak dengan gas panas. CARA KERJA: Umpan kiln dari preheater akan masuk melalui inlet chamber. Tenaga gerak dari motor dan main gear menyebabkan kiln berputar. Perputaran pada kiln diatur oleh girth gear yang berfungsi sebagai pengaman dan mengurangi beban main gear. Karena pengaruh kemiringan dan gaya putar kiln, maka umpan kiln akan bergerak perlahan disepanjang kiln. Dari arah yang berlawan gas panas hasil pembakaran batu bara dihembuskan oleh burner, sehingga terjadi kontak panas dan perpindahan panas antara umpan kiln dengan gas panas. Kontak panas tersebut akan mengakibatkan terjadinya reaksi kimia untuk membentuk komponen semen. Pembakaran akan terus berlangsung sampai terbentuk klinker dan akan keluar menuju clinker cooler. Selama proses pembakaran, material akan melewati 4 zone dalam kiln dengan

range suhu yang berbeda-beda sehingga dalam kiln akan terjadi reaksi kimia pembentukan senyawa penyusun semen.

CARA KERJA PEMBAKARAN PADA ROTARY KILN


A l a t u t a m a y a n g d i g u n a k a n a d a l a h t a n u r p u t a r a t a u r o t a r y kiln. Rotary kiln adalah alat berbentuk silinder memanjang horizontal yang

diletakkan dengan kemiringan tertentu. Kemiringan rotary kilnyang digunakan di unit NG-IV adalah sekitar 4 o dengan arahme n u r u n (d e c l i n a s i ). D a r i u j u n g t e mp a t ma t e r i a l ma s u k ( i n = le t ), s e d a n g k a n d i u j u n g l a i n a d a l a h t e m p a t t e r j a d i n y a p e m b a k a r a n bahan bakar (burning zone). Jadi material akan mengalamipembakaran dari temperatur yang rendah menuju temperatur yanglebih tinggi.D i a m e t e r t e n u r p u t a r a d a l a h 5 , 6 m e t e r d a n p a n j a n g n y a adalah 84 meter, sedangkan kapasitas desainnya adalah 7800 ton/h a r i . Ba ha n b a k a r y a n g d i g u n a k a n a d a la h b a t u b a ra , s e d a n g k a n untuk pemanasan awal digunakan Industrial Diesel Oil (IDO).Untuk mengetahui sistem kerja tanur putar, prosesp e mb a k a r a n b a h a n b a k a r n y a , t a n u r p u t a r d i l e n g k a p i d e n ga n g a s analyzer. Gas analyzer ini berfungsi untuk mengendalikan kadar O 2 ,CO, dan NO x pada gas buang jika terjadi kelebihan atau kekurangan,maka jumlah bahan bakar dan udara akan disesuaikan.Daerah proses yang terjadi didalam tanur putar dapat dibagimenjadi empat bagian yaitu:1. Daerah transisi (Transision zone)2. Daerah pembakaran (Burning zone)3. Daerah pelelehan (Sintering zone)4. Daerah pendinginan (Cooling zone)D i d a la m t a n u r p u t a r t e r j a d i p r o s e s k a l s i n a s i ( h i n g g a 1 0 0 %), sintering dan clinkering. Temperatur material yang masuk kedalamtanur putar adalah 800-900 o C sedangkan temperatur clinker yangkeluar dari tanur putar adalah 1300-1450 o C.ProsesyangterjadiK i l n a d a l a h a l a t b e r b e n t u k t a b u n g y a n g d i d a l a m n y a t e r d a p a t s e mb u r a n a p i. K i l n d i d e s i g n u n t u k me ma k s i ma l k a n e f i s ie ns i d a r i perpindahan panas yang berasal dari pembakaran bahan bakar.

KESIMPULAN

1. Dengan adanya pembelajaran mengenai teknologi pembuatan semen ini akan menjadikan kita lebih siap untuk tejun dalam dunia industri. 2. Dengan adanya pembelajaran mengenai teknologi pembuatan semen ini akan jadi lebih memahami proses apa sajakah yang terdapat dalam proses pembuatan semen. 3. Dengan adanya pembelajaran ini kita jadi lebih tau mengenai proses pembakaran pada proses pembuatan semen. 4. Dengan pembelajaran ini dapat mengetahui penerapan ilmu yang telah didapat.