Anda di halaman 1dari 13

GAS ELEKTRON FERMI

Beberapa teori tentang panas jenis zat padat yang telah dibahas dapat dengan baik
menjelaskan sifat-sfat panas jenis zat padat yang tergolong non logam, akan tetapi untuk
golongan logam teori tersebut terbatas karena teori yang telah dijelaskan tersebut tidak
mempertimbangkankeberadaan dari elektron bebas dalam logam. Dalam zat padat jenis
logam masing-masing atom menyumbangkan satu elektron bebas pada gaselektron.
Sehingga dalam 1 kilomole logam terdapat N
o
elektron bebas. Jika elektron-elektron
tersebut berkelakuan seperti molekul-molekul dalam gas ideal, maka masing-masing
elektron akan memiliki energi kinetik rata-rata kT
2
3
, dan dalam tiap kilomole logam
akan terdapat energi kinetik sebesar
RT kT N U
2
3
o
2
3
e
................................................................................ (1)
Oleh karena itu ada sumbangan panas jenis molar dari elektron bebas sebesar
R
T
U
c
2
3
v
e
ve

,
`

.
|

................................................................................... (2)
Dengan demikian panas jenis molar logam akan menjadi
R R 3R c
2
9
2
3
v
+ ...............................................................................(3)
Akan tetapi kenyataannya panas jenis zat padat baik logam dan non logam pada suhu
tinggi secara eksperimen diperoleh
3R c
v

, dari keadaan ini dapat disimpulkan bahwa
elektron bebas tidak memberikan kontribusi terhadap panas jenis padatan sebesar yang
dihasilkan persamaan (2).
Kita dapat memahami sifat-sifat dari logam secara sederhana melalui model
elektron bebas. Menurut model elektron bebas, elektron valensi dari ataom-atom penyusun
padatan ogam menjadi elektron konduksi dan bergerak bebas disekitar inti logam pada
keseluruhan volume logam. Elektron-elektron bebas dipantulkan oleh medan potensial
yang kuat dari ion inti logam.
1
5.1 Tataran Energi Elektron Fermi
Tinjaulah gas elektron bebas dalam satu dimensi, dengan menggunakan teori
kuantum dan prinsip Pauli. Sebuah elektron dengan massa m dibatasi geraknya sepanjang
L oleh sumur tak berhingga, seperti pada Gambar (1).
E = 2/3 L
n = 3

n = 2 = L
n = 1 = 2L
0 x L
Gambar 1. Tingkat Energi dan Keadaan Gelombang Stationer Elektron Bebas
Fungsi gelombang (x) dari elektron merupakan penyelesaian dari persamaan
Schrodinger H = E, dengan mengabaikan energi potensial diperoleh H = p
2
/2m, di
mana p adalah momentum elektron bebas. Dalam teori kuantum p dapat dinyatakan dengan
-i d/dx, sehingga
n n
n
E
dx
d
m
H


2
2 2
n
2
..................................................................... (4)
di mana E
n
adalah energi elektron dalam orbitel. Orbitel menyatakan penyelesaian dari
persamaan gelombang hanya untuk satu elektron. Sesuai dengan gambar (1) maka
persamaan (4) berlaku syarat batas yaitu
n
(0) =
n
(L) = 0. Penyelesaian yang cocok
dari persamaan (4) adalah sebuah gelombang sinusuida
; x
2
sin A

,
`

.
|

n
n

....................................................................................(5)
dengan L
2
1

n
n dan A tetap dan energi E
n
diperoleh
1
2 2
n
L
n
m 2
E
,
`

.
|


......................................................................................... (6)
Berdasrkan Prinsip Larangan Pauli tidak ada dua elektron yang dapat memeilki
semua bilangan kuantum yang sama, dengan demikian masing-masing orbitel paling
banyak hanya bisa ditempati oleh satu elektron. Dalam kisi linier bilangan kuantum dari
orbitel elektron konduksi adalah n dan m
s
, dengan n bilangan bulat positip dan m
s
= t
merupakan bilangan kuantum spin magnetik. Jika n
F
menyatakan tataran energi tertinggi
yang terisi dimana pengisian mulai dari n = 1 sampai semua N elektron terakomodasi,
maka diperoleh
2
2
2
F
2
F
2L
N
m 2 L
n
m 2
E
,
`

.
|

,
`

.
|


................................................................. (7)
yang menyatakan tataran energi elektron tertinggi dalam satu dimensi.
Dalam tiga dimensi maka persamaan Schrodinger menjadi;
) r ( E r) (
z y x
2m
k k k
2
2
2
2
2
2 2

,
`

.
|

.......................................... (8)
Anggaplah elektron terkurung dalam kotak dengan sisil L maka fungsi gelombang dalam
bentuk gelombang berdiri adalah;

,
`

.
|

,
`

.
|

,
`

.
|

L
z n
sin
L
y n
sin
L
x n
sin A ) r (
z
y
x

............................................(9)
dimana n
x
, n
y
, dan n
z
adalah bialngan-bilangan bulat positip. Dalam hal ini berlaku syarat
batas periodisits fungsi gelombang
(x + L,y,z) = (x,y,z)
(x ,y + L,z) = (x,y,z).......................................................................... (10)
(x ,y,z + L) = (x,y,z)
Penyelesaian dari persamaan Schrodinger untuk tiga dimensi sesuai dengan syarat batas
persamaan (10) adalah.

k
(r) = e
i(k.r)
............................................................................................ (11)
dengan
;...
L
4
;
L
2
0; k
x

t t
...........................................................................(12)
1
demikian juga untuk k
y
dan k
z
. Dengan memasukkan persamaan (11) ke persamaan (8)
persamaan energi orbiten dengan vektor gelombang k.
( )
2
z
2
y
2
x
2 2 2
k
k k k
m 2 2m
k
E + +

.................................................................. (13)
besaran dari vektor gelombang terkait dengan panjang gelombang yaitu k = 2 / .
Energi sebagai fungsi dari k dilukiskan pada Gambar 2.
E
-
a
2
-
a

0
a


a
2
Gambar 2. Energi elektron bebas sebagai fungsi k
Fungsi gelombang di atas memenuhi ||
2
= 1, yang berarti bahwa elektron
memiliki probabilitas yang sama untuk ditemukan pada setiap tempat dalam kisi. Dengan
menganggap elektron berada pada energi potensial yang tetap maka energi elektron yang
digambarkan dengan fungsi gelombang di atas dikaitkan dengan energi kinetik elektron
dengan momentum p = k . adalah;
e
2 2
e
2
2m
k
2m
p
E ...................................................................................... (14)
Model elektron bebas mengijinkan semua harga k, akibatnya juga berlaku untuk
semua harga enegi E
k
, yang berarti bahwa model elektron bebas tidak menyediakan
informasi tentang lebar sebuah pita energi, tetapi kita dapat menentukan lebar pita energi
dengan cara berikut; tinjaulah sebuah kisi linier dengan panjang L terdiri dari N ion yang
saling berjarak a, sehingga L = N.a. Untuk memperoleh gelombang tegak maka panjang-
gelombang-panjang gelombang elektron harus memenuhi prsyaratan n( /2) = L. Untuk
setiap harga n menyatakan sebuah hasil keadaan stationer, tapi telah diketahui bahwa pita
dalam kisi disusun oleh N ion yang hanya memiliki N keadaan. Oleh karena itu harga-
1
k
harga yang mungkin dari n adalah; 1, 2, 3, ..............., N. Karena k = 2 / , maka
selanjutnya dapat diperoleh
L
n
k

Momentum linier dalam mekanika kuantum dinyatakan dengan operator p = -i


, dengan demikian untuk persamaan (11) diperoleh hubungan,
p
k
(r) = -i
k
(r) = k
k
(r)........................................................ (15)
jadi
k
merupakan fungsi eigen dengan nilai eigen adalah k. Kecepatan elektron bebas
dalam orbitel ke k adalah v = k/m.
Dalam keadaan dasar sebuah sisten N elektron bebas, orbitel yang terisi dinyatakan
sebagai titik-titik di dalam ruang bola k. Energi pada permukaan bola merupakan energi
Fermi, dengan vektor gelombang pada permukaan bola adalah k
F.
F
2
F
k
2m
E ............................................................................................. (16)
Dari persamaan (12) dapat dipahami bahwa untuk volumen (2 /L)
3
terdapat satu
pasangan triplet harga k ( k
x
,k
y
dan k
z
) dari ruang k. Dengan demikian jumlah orbital
yang tersedia dalam bola dengan volume
3
F 3
4
k adalah.
( )
N k
3
V
/L 2
k
2
3
F
2 3
3
F
3
4

............................................................................ (17)
di mana faktor 2 pada persamaan sebelah kiri muncul dari karga spin magnetik yang
diijinlan. Dari persamaan (17) diperoleh.
3
1
2
F
V
N 3
k

,
`

.
|


.......................................................................................... (18)
yang hanya bergantung pada konsentrasi elektron bebas. Dengan demikian energi fermi
dari gas elektron dapat dinyatakan dengan.
2m
E
2
F

3
2
2
V
N 3

,
`

.
|
................................................................................ (19)
dengan harga energi pada persamaan (19) maka kecepatan elektron pada permukaan Fermi
adalah;
1
3
1
2
F
F
V
N 3
m m
k
v

,
`

.
|

,
`

.
|

,
`

.
|


..................................................................... (20)
Selanjutnya ditentukan jumlah orbitel-orbitel per satuan interval energi yang
disebut kerapatan keadaan D(E). Kerapatan keadaan menyatakan bagaimana elektron
bebas terdistribusi dalam sebuah pita energi dari nol sampai energi maksimum. Dari
persamaan (18) jumlah total orbitel dengan energi E adalah;
2
3
2 2
mE 2
3
V
N
,
`

.
|

..................................................................................... (21)
sehingga kerapatan keadaan dapat diperoleh
2
1
2
3
2 2
E .
m 2
2
V
dE
dN
D(E)
,
`

.
|

.................................................................. (22)
dapat juga ditunjukkan bahwa D(E) =
2E
N 3
, ini menyatakan jumlah total elektron bebas
dibagi energi Fermi. Jumlah tataran energi dalam interval energi dE yag disediakan untuk
partikel bebas dapat ditentukan yaitu.
dE . E .
m 2
2
V
dN
2
1
2
3
2 2

,
`

.
|

........................................................................ (23)
masing-masing tataran energi dapat menampung dua elektron bebas (satu dengan spin atas
dan satu dengan spin bawah). Oleh karena itu untuk satu satuan volume, maka jumlah total
elektron persatuan volume dengan energi antara E sampai (E + dE) dalam pita adalah.
dE g(E) dE . E .
m 2 1
dn
2
1
2
3
2 2

,
`

.
|

........................................................ (24)
Keadaan dari g(E) sebagai fungsi E ditunjukkan oleh gambar (3) di bawah. Jumlah
elektron persatuan volume yang dapat ditampung sampai energi E adalah.

E
0
dE g(E) n
........................................................................................
1
Gambar 3. Kerapatan keadaan energi elektron bebas
Oleh karena itu dapat diperoleh jumlah total elektron bebas persatuan volume yaitu;
. E .
m 2
3
2
n
2
3
2
3
2 2

,
`

.
|

............................................................................ (25)
Jika logam adalah dalam keadaan dasar (pada keadaan suhu absolut nol) semua
elektron akan mengisi tataran energi yang terendah yang tersedia dengan tetap mengikuti
prinsip larangan Pauli. Jika jumlah total elektron persatuan volume dalam keadaan dasar
adalah n
o
yang lebih kecil dari pada jumlah tataran energi yang tersedia dalam pita,maka
elektron akan mengisi semua keadaan energi sampai pada energi maksumum yang
dinyatakan dengan E
F
yang disebut dengan Energi Fermi yang harganya dapat ditentukan
yaitu;
2m
E
2
F

( )
3
2
o
2
n 3
.................................................................................. (26)
Energi Fermi memiliki harga positip dan memegang peranan penting di dalam
penerapan fisika logam.
5.2 Statistik Distribusi Elektron Bebas
Elektron bebas dalam logam merupakan partikel yang paling sesuai dengan
karakteristik dari sistem Fermion, karena elektron bebas merupakan sistem partikel yang
1
tak terbedakan saling berinteraksi satu dengan yang lainnya dengan mengikuti prinsip
larangan Pauli. Elektron bebas seperti yang telah dijelaskan di atas memiliki kelompok
tataran energi yang disebut pita energi. Pita energi paling rendah terisi penuh dengan
elektron pada semua suhu, elektron pada pita ini tidak menjadi bahan bahasan, tetapi pita
energi lebih atas hanya terisi sebagian elektron sampai pada batas energi tertentu.
Pengisian elektron pada tataran energi ini sesuai dengan yang telah dijelaskan pada bab
sebelumnya. Hanya elektron-elektron yang mengisi pita paling atas inilah yang
memberikan kontribusi terhadap sifat-sifat termal dari padatan jenis logam tersebut.
Untuk menentukan statistik distribusi elektron hanya akan ditinjau distribusi
elektron pada tataran energi pada pita energi yang tersisi sebagian dan tataran energi lebih
di atas yang tidak tersisi. Tataran energi dari pita kosong tersebut disebut pita konduksi.
Dalam hal ini diambil acuan energi nol pada batas bawah dari pita konduksi tersebut.
Karena spektrum energi pada pita dianggap kontinu maka jumlah elektron dengan energi
antara E sampai E +dE adalah
dn = g(E) f
FD
(E) dE.................................................................................. (28)
dengan g(E)dE sesuai persamaan (24) dan f
FD
(E) merupakan fungsi distribusi Fermi-
Dirak.
f
FD
(E) =
1 e
1
kT / ) E - (E
F
+
............................................................................ (29)
Fungsi distribusi ini mengikuti prinsip larangan Pauli. Pada T = 0 K maka f
FD
(E) =
1 untuk E < E
F
dan f
FD
(E) = 0 untuk E > E
F
. Untuk setiap keadaan temperatur f
FD
(E) =
untuk E = E
F
. Pada T = 0 K kemungkinan untuk menemukan elektron pada daerah E < E
F
adalah satu, artinya tidak ada kemungkinan untuk menemukan elektron pada daerah E >
E
F
, energi tertinggi yang dapat terisi elektron adalah E
F
. Pada T = 0 semua tataran energi
sampai E = E
F
terisi sampai penuh sedangkan tataran energi E > E
F
,tidak terisi. Pada T = 0
K semua elektron harus berada pada tataran keadaan dasar (ground state). Kemungkinan
untuk menemukan elektron dengan energi E = E
F
adalah . Keadaan dari fungsi distribusi
elektron digambarkan seperti gambar 5.4 berikut.
1
f
FD
(E) T = 0 K f
FD
(E) T > 0 K
1,0 1,0
0,5
0 E 0 E
Gambar 4. Keadaan fungsi didtribusi Fermi Dirac Pada T = 0 K dan T> 0 K
Gambar (4) dapat ditunjukkan bahwa pada temperatur lebih tinggi tataran energi E
> E
F
, mulai terisi elektron oleh adanya perpindahan elektron dari tataran energi yang lebih
rendah. Akan tetapi hanya elektron dengan energi yang mendekati E
F
yang dipengaruhi
oleh kenaikan temperatur kT << E
F
. Sehingga hanya elektron Fermi dengan energi E
F
dapat berpindah mengisi tataran energi yang lebih tinggi dengan menyerap energi sebesar
kT.
Dari persamaan (24), (28), dan (29) maka jumlah elektron dengan energi antar E
samapai E +dE adalah;
1 e
dE E ) / (2m 8
1 e
dE E .
m 2 1
dE n(E)
k.T / ) E - (E
6 3
k.T / ) E - (E
2 2
F
2
1
2
1
F
2
1
2
3
+

,
`

.
|

........................... (30)
Energi total untuk n elektron pada suhu yang sangat rendah dapat dihitung dengan
mempertimbankan bahwa suhu mendekati 0 K, sehingga fungsi distribusi mendekati 1.
U =
dE
dE
dN
E dN E

...................................................................... (31)
Dari persamaan (23) diperoleh
2
1
2
3
2 2
E .
m 2 V

dE
dN

,
`

.
|

................................................................................. (32)
dengan demikian diperoleh,
U =
5/2
F
2
3
2 2
E
0
2
3
2
3
2 2
E
m 2
5
2V
dE E .
m 2 V
F

,
`

.
|

,
`

.
|


.............................................. (33)
dengan memasukkan persamaan (27) maka persamaan (33) dapat dinyatakan menjadi,
1
E
F
E
F
U =
F
5
3
E N .............................................................................................. (34)
Yang menyatakan energi minimum dari sebuah sistem N fermion, dengan demikian
energi arat-rata untuk setiap fermion adalah
F
5
3
E U .................................................................................................. (35)
Berikut ini di tunjukkan beberapa besaran energi Fermi dari beberapa logam
Tabel 1. Energi Fermi beberapa logam
Jenis logam Energi Fermi (ev)
Litium (Li) 4,72
Sodium (Na) 3,12
Aluminium (Al) 11,8
Potasium (K) 2,14
Cesium (Cs) 1,53
Tembaga (Cu) 7,04
Seng (Zn) 11,0
Emas (Au) 5,54
Perak (Ag) 5,51
5.3 Panas Jenis Elektronik
Bila logam dipanaskan maka hanya elektron-elektron yang berada dekat dengan
puncak distribusi energi Fermi sajalah yang tereksitasi dengan energi bebarap kT menuju
ke keadaan energi yang lebih tinggi, sedangkan elektron elektron dengan keadaan energi
lebih rendah tidak dapat menyerap lebih banyak energi sebab elektron yang diatasnya akan
mengisinya.
Untuk menentukan panas jenis elektronik sebagai kontribusi dari panas jenis
elektron maka perlu dihitung terlebih dahulu jumlah energi yang diserap. Energi tersebut
diperoleh dengan menjumlahkan energi sampai batas tak hingga dari persamaan (31) untuk
setiap harha temperatur T.
U =
( )

,
`

.
|
0
kT / E - E

2
3
2
3
2 2
1 e
dE E
.
m 2 V
F

............................................................... (36)
1
Bentuk integral persamaan (36) tidak bisa dihitung dengan cara langsung, oleh
karena itu dapat dilakukan cara pendekatan yaitu dengan bentuk deret tak hingga. Hasil
pendekatan uraian derert tersebut adalah;
U =
]
]
]
]

,
`

.
|

,
`

.
|
+ ..........
E
kT
16 E
kT
12
5
1 N.E
4
F
4
2
F
2
F
5
3

............................... (37)
Untuk T = 0 diperoleh U =
F
5
3
E N seperti persamaan (34). Sumbangan panas
jenis pada volume tetap dari elektron Fermi dapat diperoleh dengan menurunkan
persamaan (37) terhadap T yaitu.
]
]
]
]

,
`

.
|

,
`

.
|

,
`

.
|

........
E
kT
10
3
- 1 Nk
E
kT
2 T
U
C
2
F
2
F
2
V
v

................................ (38)
Jika temperatur tidak terlalu linggi, maka suku kedua dari persamaan (38) dapat
diabaikan, dengan demikian persamaan (38) dapat disederhanakan menjadi;
Nk
E
kT
2
C
F
2
v

,
`

.
|


..................................................................................... (39)
dengan mengganti Nk dengan nR, di mana n menyatakan jumlah mol dari ges Fermi maka
panas jenis molal dari elektron bebas dalam logan adalah
R
E
kT
2
c
F
2
v

,
`

.
|


......................................................................................... (40)
Persamaan (40) menyatakan bahwa sumbangan panas jenis dari elektron bebas
adalah nol pada T = 0 K dan bertambah secara linier terhadap temperatur. Misalnya untuk
perak pada T = 300 K panas jenisnya adalah 2,25 x 10
-2
R.
Dari uraian di atas maka jelas tampak bahwa sumbangan panas jenis elektronik
muncul dari golongan logam. Panas jenis ini diakibatkan adalanya daya serap energi termal
oleh elektron-elektron yang berada pada keadaan energi sekitar energi Fermi. Karena
hanya elektron yang memeiliki keadaan energi sebesar kT dari sekitar energi Fermi saja
yang dapat tereksitasi maka jumlah tersebut adalah sangat kecil yaitu hanya sebesar kT/E
F
bagian saja yang mampu memberi kontribusi tersebut. Jadi jumlah elektron yang
tereksitasi per mole hanya sekitar N
o
(kT/E
F
).
1
Dari pembehasan panas jenis zat padat diketahui bahwa karena adanya serapan
energi termal zat padat dalam bentuk fonon maka zat pada dapat memeiliki panas jenis c
v
=
T
3
yang menyatakan bahwa panas jenis padatan yang disumbangkan oleh gelombang
fonon merupakan pangkat tiga dari temperatur padatan. Dengan demikian panas jenis
padatan jenis logam akan memiliki dua sumber yaitu dari gelombang fonon dan elektronik.
c
v
= T
3
+ T....................................................................................... (41)
Dari persamaan 5.41 menunjukkan bahwa panas jenis padatan logam akan menjadi ebih
besar dari panas jenis padatan non logam, sebagai hasil dari sumbangan panas jenis
elektronik dari elektron bebas yang ada pana logam.
DAFTAR PUSTAKA
Susanto. 2010. Dasar-Dasar Kristalografi Pada Logam. Tersedia pada (http://susantotekni
kmesin.blogspot.com/2010/05/dasar-dasar-kristalografi). Diakses pada tanggal 26
september 2010
Yasa, Putu. 2004. Pengantar Fisika Zat Padat. Bahan Ajar: Tidak diterbitkan
1
1