J. Sains & Teknologi, April 2007, Vol. 7 No.

1 : 37-44

ISSN 1411-4674

HUBUNGAN PERUBAHAN SUHU DAN SALINITAS DENGAN FLUKTUASI HASIL TANGKAPAN PURSE SEINE DI PERAIRAN KABUPATEN JENEPONTO Safruddin
Staf Pengajar Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin

ABSTRACT
The reaction of fish to various environmental stimuli is most useful to detect the fishable concentrations of fish and makes possible certain improvements in fishing gear and fishing methods. The purpose of this research is to find out the relationship between environmental change (temperature and salinity) with fish catch fluctuation of purse seine. Utilization this research beside as science information, hoped also could be applicated to predict fishing ground of pelagic fish.This research was conducted from July to September 2005 in Jeneponto regency water, by using purse seine to cacth the small pelagic fish and measurement temperature and salinity parameters as well as. The result of this research showed that temperature had a significant correlation with total cacth fish of purse seine but not for salinity parameter. Key words : Temperatur and salinity, fish catch, and significant correlation

PENDAHULUAN Fluktuasi hasil tangkapan ikan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor dan yang paling utama adalah ketersediaan sumberdaya ikan tersebut yang menjadi tujuan penangkapan dan perubahan perubahan lingkungan perairan. Ikan pelagis merupakan target tangkapan purse seine adalah golongan ikan yang hidup di perairan tengah sampai kelapisan permukaan dari lautan, kebanyakan memangsa plankton atau anggota nekton yang berukuran kecil. Bergerak cepat dalam menangkap mangsa dan menghindari pemangsa (King, 1995), sebagian besar dicirikan oleh kebiasaan membentuk kelompok (Bailey, 1992). Sumberdaya perikanan pelagis kecil diduga merupakan salah satu sumberdaya perikanan yang paling melimpah di perairan Indonesia. Sumberdaya ini adalah merupakan sumberdaya neritik, 37

karena penyebarannya terutama di wilayah dekat pantai. Suhu dan salinitas berpengaruh terhadap keberadaan ikan di perairan, banyak ikan melakukan migrasi karena faktor suhu dan salinitas (Laevastu and Hayes, 1981; Laevastu and Favorite,1988). Suhu, salinitas dan perubahannya merupakan faktor penting untuk menentukan dan menilai kualitas areal penangkapan ikan (Gunarso, 1985). Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian ini dengan tujuan untuk menjelaskan perubahan suhu dan salinitas perairan hubungannya dengan fluktuasi hasil tangkapan. Manfaat penelitian ini adalah di samping sebagai informasi ilmiah, diharapkan juga dapat digunakan dalam memprediksikan kandidat fishing ground, melalui pendekatan suhu dan salinitas yang optimum untuk ikan pelagis kecil.

Safruddin ISSN 1411-4674 METODOLOGI Penelitian ini bersifat studi kasus dan dilakukan pada bulan Juli September 2005 dengan menggunakan alat tangkap purse seine. Pengambilan data penelitian meliputi jenis dan jumlah hasil tangkapan dan pengukuran suhu dan salinitas perairan. 38 . yang pada penelitian ini diasumsikan sebagai variabel konstan. seperti yang tertera pada Gambar 1. Lokasi Penelitian (fishing base dan fishing ground). Gambar 1. Fishing base di Kecamatan Batang Kabupaten Jeneponto. dan kombinasi rumpon dan cahaya lampu petromaks sebagai alat bantu penangkapan ikan. yang dilakukan dengan mengikuti operasi penangkapan ikan pada alat tangkap purse seine (Gambar 2).

X1 = Suhu (°C). Fish Catch ISSN 1411-4674 Gambar 2. β2 = koefisien regresi.Temperatur And Salinity. Purse Seine yang Digunakan dalam Penelitian. 1992) yang dikembangkan sebagai berikut: ˆ Y = β0 + β1 X1 + β2 X2 + εi dimana: ˆ Y = berat total hasil tangkapan. 2004). engan menggunakan analisis regresi berganda. dilakukan untuk melihat perubahan suhu dan salinitas selama penelitian kaitannya dengan jenis dan jumlah hasil tangkapan selama 31 trip. dengan menggunakan model formula (Draper dan Smith. X2 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Tangkapan Purse seine merupakan salah satu jenis alat tangkap yang produktif utuk pemanfaatan sumberdaya ikan pelagis (Sudirman dan Mallawa. β0 = konstanta. 39 . Jenis dan berat hasil tangkapan ikan selama penelitian dapat dilihat pada Tabel 1 dan Lampiran 2. dan = Salinitas (o/oo). Analisis ini mencakup korelasi (R2) untuk melihat kekuatan hubungan. β1. Analisis data dengan perangkat SPSS versi 12. ANOVA digunakan untuk mengetahui perubahan suhu dan salinitas yang mempengaruhi fluktuasi hasil tangkapan dan dan uji signifikansi parameter yang diamati untuk menentukan pengaruh nyata atau tidak nyata pada tingkat kepercayaan 95%.

1995 menyatakan bahwa salinitas air laut bebas (jauh dari pantai) bervariasi antara 30 . 1.3 100 Berdasarkan Tabel 1 didapatkan bahwa hasil tangkapan utama adalah ikan layang (Decapterus sp) sebesar 25.2 6.3 699. 1993). 3. seperti yang terlihat pada Gambar 1.8 15.000.0 3.71 oC 32.5% atau 1.000. 8. 5.3 15.1 3. Variasi salinitas air yang jauh dari pantai (off shore) relatif kecil.3 15. Suhu dan salinitas ratarata di perairan lokasi penelitian pada pengukuran setelah hauling I sekitar pukul 21. .1 600. 6. Parameter Oseanografi Suhu Salinitas Nilai kisaran 29 -30 C 31-34 o/oo o Rata-rata 29. 2. Menurut Widodo dkk (1988) ikan pelagis merupakan kelompok ikan yang paling melimpah di Indonesia dan merupakan sumberdaya neritik karena daerah penyebarannya di daerah pantai.00 o/oo Berdasarkan Tabel 2 tersebut di atas diketahui bahwa kondisi oseanografi (suhu dan salinitas) daerah penangkapan ikan cenderung stabil. hal ini disebabkan karena fishing ground jauh dari daerah pantai. Hasil Tangkapan Selama Penelitian di Perairan Kabupaten Jeneponto. 1.5 1.Safruddin ISSN 1411-4674 Tabel 1. No. Kondisi Oseanografi Penentuan posisi fishing ground dilakukan dengan menggunakan Global Positioning System (GPS) dan ada dua lokasi fishing ground (posisi rumpon).5 17. Tabel 2 Kondisi Oseanografi Daerah Penangkapan di Lokasi Penelitian No.00 WITA dapat dilihat pada Tabel 2.3 kg.928.1 237. 4.4 606. Nama Jenis Ikan Indonesia Latin Layang Decapterus sp Tembang Sardinella fimbriata Kembung Restrilliger sp Sardin Sardinella sirm Selar Selar sp Kuwe Carax sp Alu-alu Sphyraena sp Cumi-cumi Loligo vulgaris Jumlah Berat (kg) 1.1 138.6 596. 7. 2.36% sedangkan suhu permukaan laut di perairan nusantara pada umumnya berkisar antara 28 – 31oC (Nontji. sebaliknya di daerah pantai variasi salinitas relatif besar karena percampuran dengan penambahan air 40 tawar dari sungai.5 50.2 Presentase (%) 25. Brotowidjoyo.

Fishing News Books.251. The Global Pelagis Resource and Its Biological Potensial. Fishing News Books. Fisheries Oceanography and Ecology. Teknik penangkapan Ikan. Fish Catch ISSN 1411-4674 Hubungan Suhu dan Salinitas Terhadap Hasil Tangkapan Hasil analisis regresi berganda hubungan parameter yang diamati menunjukkan korelasi R2 = 0. Analisis Regresi Terapan. Laut Nusantara .821 X2 Berdasarkan persamaan di atas.246 X1 . Tingkah Laku Ikan dalam Hubungannya dengan Metode dan Teknik Penangkapan. Bogor.285 . 1% terhadap fluktuasi hasi tangkapan seperti yang ditunjukkan pada Lampiran 2. Farnham. 1992. M. atau ikan peagis kecil yang tertangkap cenderung berada pada suhu dan salinitas yang lebih rendah pada batas tertentu. Signifikasi parameter yang diamati diketahui hanya suhu perairan yang berpengaruh sangat nyata negatif (Sig. tetapi parameter salinitas tidak menunjukkan pengaruh yang nyata. 1995. Jakarta. 149 hal King. and F. 341 hal. Laevastu. Farnham. atau perubahan suhu dan salinitas perairan memberikan sumbangsih sekitar 25. Gramedia Pustaka Utama. Selanjutnya uji signifikansi menunjukkan bahwa suhu perairan berpengaruh sangat nyata negatif terhadap hasil tangkapan purse seine pada lokasi penelitian. 1981. 367 hal. Australia.010) terhadap fluktuasi hasil tangkapan purse seine. dimana setiap kelompok organisme mempunyai toleransi yang bebeda-beda. PT Rineka Cipta Jakarta. T. Selanjutnya pada analisis of varians menunjukkan pengaruh yang nyata antara parameter yang diteliti (Sig. Sudirman dan A. Mallawa. Fishing and Stock Fluctuation. R. Jurusan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Fakultas Perikanan IPB. Edisi Kedua. and M. diketahui bahwa apa bila suhu dan salinitas meningkat maka hasil tangkapan ikan cenderung mengalami penurunan. 1992. 1993. Australia.L. Secara umum model yang didapatkan untuk hubungan parameter yang diamati seperti pada formula berikut ini ˆ Y = 999.S. Pelagis Fish The Resource and Its Exploitation (Review). 239 hal.017).27. DAFTAR PUSTAKA Bailey. 1988.. . 0.251) terhadap fluktuasi 41 hasil tangkapan pada alat tangkap purse seine. Djambatan . 2004. 168 Hal. maka dapat disimpulkan bahwa secara bersamaan perubahan suhu dan salinitas memiliki hubungan yang kuat (R2 = 0. 1985. Jakarta. Hayes. Gunarso (1985) menyatakan bahwa keadaan lingkungan perairan akan menentukan keberadaan suatu organisme di dalam lingkungan tersebut. Assessment and Management. Smith. Fishing News Books. 671 hal Gunarso. Fishing News Books. 0. selebihnya disebabkan karena faktor lain yang tidak teramati. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian.1. W. T. Nontji.Temperatur And Salinity. dan H. Favorite. Fisheries Biology. 199 hal Laevastu. 352 hal Draper N.

Komisi Nasional Pengkajian Stok Sumberdaya Ikan Laut LIPI. J. 1988. Jakarta. dan Subhat N. Sumberdaya Perikanan Pelagis Kecil.. Dalam: Potensi dan Penyebaran Sumberdaya Ikan Laut di Perairan Indonesia. 42 .Safruddin ISSN 1411-4674 Widodo.M. I Gede S.. 249 hal.

0 0.0 2.4 34.5 26.2 29.6 21.4 0.5 22.0 12.0 0.0 0.0 2.2 34.6 22.5 3. Layang 1.0 0.3 0.4 18.0 21.2 0.0 21.0 0.0 20.0 5.0 2. 30 .9 94.3 138.2 136. 19 .0 1.0 0.8 30.6 0.3 24.0 5.0 2.0 26.6 22.6 45. 3.6 21.0 20.1 Berat total 131.5 57.0 2. 16 . 9.2 15.7 10.7 101. 7.3 117.2 12.7 0. 20 .8 59.0 23.0 23. Fish Catch ISSN 1411-4674 Lampiran 1.1 Kuweh 2.0 1. 2.0 0.0 0.6 0.3 29.8 166.2 26.7 19.1 39. 11 .3 118.0 3. 14 .1 25.2 606.2 23.0 11.8 40. 4.0 23.4 39.7 63.0 8.8 6.0 0.5 Cumicumi 2.0 5.1 75. 31 .7 36.0 0.0 1.0 48.4 0.3 27.5 5.0 2.9 22.0 0.1 14.7 17.0 8. 21 .0 23.6 30.0 3.2 223..0 19.8 187.0 2.0 25.3 93.6 44.4 0.9 20.0 27.0 1.0 13.4 17.0 3.1 Rata-rata Selar 20.0 0.0 3.5 190.2 18.3 Tembang 12.0 18.6 19.8 25.0 0. 17 .5 25.0 25.0 3.0 20. 15.8 0.9 63.2 40. 29 . 22 .2 144. Hasil Tangkapan No.7 17.3 127.7 0.0 34.8 19.5 0.4 0.0 34.3 2.8 0.0 12.0 2.5 36.0 10.0 16.0 22.0 20.1 12.5 40.6 15.0 8.3 148.2 32.0 14.0 20.0 19.4 7.0 37.4 25. 6.2 129.5 2.0 53.8 2.3 0.8 9.0 9.0 7.1 Alualu 19.7 0.5 104.6 3.0 4.3 4. 10.8 596.3 37.3 37.5 12. 18 . 23 .2 17.4 159.0 0.0 16.5 30.5 6.0 0.5 0.6 Kembung 15.2 126.4 16.5 22.0 49. Jml 40.0 12.0 2.0 0.0 1.4 16.5 0.0 42.8 33.7 Kondisi Oseanografi Suhu 29 31 30 30 29 30 30 30 29 29 29 29 30 30 29 31 31 30 29 29 30 30 31 29 29 30 29 29 30 30 30 Salinitas 33 32 34 33 31 32 31 32 31 32 32 33 34 32 31 33 33 32 32 31 31 32 32 32 31 32 32 31 31 32 32 43 .0 35.8 21. 25 .5 33.7 10.3 0.0 15.0 21.4 12.0 0.9 21.4 16. 12 .1 85.4 46.7 2.0 21.0 0.2 146.4 Sardin 19.0 0.000.5 17.0 10.4 0.0 23.0 13. 26 . 27.0 36.0 0.0 0.4 131.0 0.7 11.8 27.0 16.5 0.0 3.0 4.Temperatur And Salinity. 5.1 101.4 237. 13 .4 101.0 1.2 15.0 0.5 57.2 8. 28 . 24 .3 8.3 28.1 96.8 99.5 0.2 7.6 0.5 8.0 19.9 13.0 0.5 136.8 35.5 148.6 16.0 17.0 0.8 22.0 18.7 0.8 100.0 16.3 60.2 0.4 1.6 24. 8.8 21.7 16.0 15.3 17.0 102.928.4 0.4 50.3 14.0 5.5 0.0 4.6 600.2 64.5 25.2 13.0 4.0 18.6 35.0 37.1 32.7 161.8 112. Komposisi Jenis dan Hasil Tangkap Purse Seine Kombinasi Rumpon dan Lampu yang di Operasikan di Kecamatan Batang Kabupaten Jeneponto.6 25.3 699.4 2.

SALINITAS. SUHU b.820 -1.039 Model 1 (Constant) SUHU SALINITAS t 3.22607 a.876 F 4.285 315.246 9.289 -27. Model Summary Model 1 R .160 -2.251 Adjusted R Square .700 Sig.520 46409. Hasil Analisis Regresi Hubungan Suhu dan Salinitas Terhadap Hasil Tangkapan (HT) Purse Seine. .004 .017a Regression Residual Total a. SUHU ANOVAb Model 1 Sum of Squares 11664. Dependent Variable: HT 44 . SALINITAS. Predictors: (Constant).010 .037 df 2 28 30 Mean Square 5832.516 34744. Error of the Estimate 35.501a R Square .221 Sig. Predictors: (Constant).775 -. .821 8.258 1240.827 a. Dependent Variable: HT Coefficientsa Unstandardized Coefficients B Std.486 -.Safruddin ISSN 1411-4674 Lampiran 2.198 Std.243 Standardized Coefficients Beta -. Error 996.