BPK - RI LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

ATAS LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA BUKIT SULAP LUBUKLINGGAU
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004

Nomor Tanggal

: 255.a/S/XIV.2/10/2005 : 18 Oktober 2005

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Perwakilan II di Palembang Jalan Demang Lebar Daun No. 2 Palembang 30137 Telp. (0711) 410549 Fax. (0711) 358948

DAFTAR ISI

1. 2. 3. 4.

Laporan Auditor Independen ……………………………………………………… Neraca per 31 Desember 2004 ………...……………………………………………... Laporan Laba Rugi untuk Tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 ….. Laporan Perubahan Ekuitas untuk Tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 …………………………………………………………………………………...

1 3 4

5 6 7 7 9 17

5. 6.

Laporan Arus Kas untuk Tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 ….... Catatan atas Laporan Keuangan ……………………………………………………… A. Umum ...................................................................................................................... B. Kebijakan Akuntansi ............................................................................................... C. Penjelasan Pos-pos Neraca dan Laporan Laba Rugi ............................................... Lampiran-lampiran Lampiran I Daftar Perhitungan Penyisihan Piutang

7.

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN PERWAKILAN II DI PALEMBANG
Jalan Demang Lebar Daun No. 2 Palembang 30137 Telp. (0711) 410549, Faks. (0711) 358948

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
Nomor : 255.a/S/XIV.2/10/2005 Kepada Yth. 1. Direktur Utama PDAM Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau 2. Ketua Badan Pengawas PDAM Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau di LUBUKLINGGAU Kami telah mengaudit Neraca Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau tanggal 31 Desember 2004, serta Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Ekuitas dan Laporan Arus Kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Kami juga melakukan pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern. Laporan Keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern adalah tanggung jawab manajemen perusahaan. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern berdasarkan audit kami. Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia dan Standar Audit Pemerintah yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat. Menurut pendapat kami, laporan keuangan yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan PDAM Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau tanggal 31 Desember 2004, dan hasil usaha, serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.

1

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN PERWAKILAN II DI PALEMBANG Ronald Sinaga. 255.2/10/2005 dan No. Manajemen telah menyusun rencana perusahaan untuk mengatasi hal tersebut sesuai dengan Catatan 30 atas laporan keuangan dan kami berkeyakinan bahwa rencana tersebut dapat dilaksanakan secara efektif untuk mengatasi kondisi keuangan dimasa yang akan datang. Seperti yang diuraikan dalam Catatan 30 atas laporan keuangan.307. Oleh karena itu kami mempunyai keyakinan bahwa perusahaan masih dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya.359.24% dari jumlah modal sebesar Rp17.810. Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern kami sampaikan secara terpisah kepada manajemen dengan surat kami No.b/S/XIV. SE. Ak. sampai dengan tahun 2004 posisi akumulasi kerugian PDAM adalah sebesar Rp18. MIM. Register Negara No. D-16211 18 Oktober 2005 2 .462.386.936. 255.c/S/XIV.66 atau 106.2/10/2005.68.Laporan keuangan terlampir disusun dengan anggapan perusahaan akan melanjutkan usahanya secara berkelanjutan.

135.739. .360.660.00 242.924.965.267.727.472.323.150.500.00 842.463.752.00 118.00 127.00 0.612.120.671.000.00 541.00 7.600.467.286.00 1.619.90 3.255.668.471.67 (8.382.44 8.522.29 47.036.047.745.yg akan jth tempo Jumlah Kewajiban Jangka Pendek KEWAJIBAN JANGKA PANJANG Hutang pada Dep.500.43 0.536.619.216.000.45 5.701.239.084.398.434.631.400.000.496.45 5.794.714.00) 5.09 CAT REALISASI 31 Desember 2004 147.489.031.00 (802.00 52.216.00 KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN KEWAJIBAN JANGKA PENDEK Hutang Pajak Biaya Ymh dibayar Hutang Pajak air Hutang Direktorat Air Bersih Hutang pada PDAM OKU Uang Muka Sambungan Baru Hutang bunga Pinjaman Bagian Hutang Jkp.59 0.450.809.60 236.89 499.216.613.834.721.089.004.94 MODAL DAN CADANGAN Penyertaan Pemkab Mura Penyertaan Pemkot Lubuklinggau Hibah Pemkot Lubuklinggau Penyertaan RI Saldo Laba/Rugi tahun lalu Saldo Laba/Rugi tahun berjalan Jumlah Modal dan Cadangan 21 22 23 24 25 0 1.777 8 1.64 1.500.134.190.00 747.94 .382.108.531.794.789.00 3.475.412.050.00 279.60 205.05) 105.777 .00) 5. 9 1.50 0.041.323.410 .900.248.900.724.90 1.082.386.00 (97.00 5.49 0.50 1 Januari 2004 Unaudited 50.00 0.00 0.106.00 26.00 (54.713.00 653.809.400.536.687.747.PDAM TIRTA BUKIT SULAP KOTA LUBUKLINGGAU NERACA PER 31 DESEMBER 2004 AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas / Bank Piutang Pelanggan Air Penyisihan Piutang Langganan Air Piutang Langganan Non Air Penyisihan Piutang Langganan Non Air Piutang pegawai Piutang Lain-lain Persediaan Jumlah aktiva lancar AKTIVA TETAP Tanah Instalasi Sumber Air Instalasi Pompa Instalasi Pengolahan Air Insatalasi Transmisi dan Distribusi Bangunan Gedung Peralatan dan Perlengkapan Kendaraan/Alat Pengangkutan Akumulasi penyusutan Nilai buku AKTIVA TETAP LEASING Kendaraan/Alat Pengangkutan Akumulasi penyusutan Nilai buku AKTIVA LAIN-LAIN Persediaan Bahan Instalasi Jaminan PLN Aktiva Belum digunakan Aktiva rusak dan hilang (net) Jumlah aktiva lain-lain JUMLAH AKTIVA Lihat Catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.529.159.84 (7.944.799.25) 100.00 319.230.272.09 47.438.55 8.566.967.361.721.973.900.956.691.34 1.837.14 8.684.101.808.052.812.940.539.050.00 (712.325.48 0 JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 0 3 .301.72 350.471.00 12.00 256.00 (102.209.18) 559.10 0.46) 4.518.00 7.724.00 6.627.00 13.993 18 19 20 1.00 1 2 3 4 5 6 7 0.973.422.146.671.622.369.255.443.00 26.05 7.873.350.117.052.946.00 242.745.Keuangan RI Jaminan Langganan Hutang Leasing Jumlah Kewajiban Jangka Panjang CA T 10 11 12 13 14 15 16 17 REALISASI 1 Januari 31 Desember 2004 2004 Unaudited 13.00 331.833.719.44 1.00 36.00 9.34 1.00 61.075.50) 41.38 96.

00 (1.326.865.554.471.743.50 108.272.702.019.046.920.291.50 572.150.408.702.731.386.054.020.441.650.PDAM TIRTA BUKIT SULAP KOTA LUBUKLINGGAU LAPORAN LABA RUGI Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2004 NAMA PERKIRAAN PENDAPATAN USAHA Penjualan Air Penjualan Non Air Jumlah Pendapatan Usaha BIAYA LANGSUNG USAHA Biaya Sumber Air Biaya Pengolahan Biaya Transmisi dan Distribusi Jumlah Biaya Langsung Usaha LABA (RUGI) KOTOR USAHA BIAYA UMUM DAN ADMINISTRASI LABA (RUGI) USAHA PENDAPATAN (BIAYA) DILUAR USAHA Pendapatan Diluar Usaha Biaya Diluar Usaha Jumlah Pendapatan (Biaya) Diluar Usaha LABA (RUGI) sebelum PPh Taksiran Pajak Penghasilan LABA (RUGI) BERSIH 29 30.476.124.345.618.39 (1.55 2.57 282.84) (1.900.00 29.900.688.648.054.84) CATATAN 26 REALISASI 2.84) 28 27 795.95 676.045. 4 .50 Lihat Catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.821.218.430.330.88 1.00 2.149.00 689.752.

68 (1.012.410.834.054.425.230.PDAM TIRTA BUKIT SULAP KOTA LUBUKLINGGAU LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2004 Saldo Laba / (Rugi) Laba/(Rugi) Tahun Berjalan (714.905.07) JUMLAH EKUITAS (5.718.417.483.230.054.0 4) Saldo per 1 Januari 2004 Tambahan Modal Pemerintah Pusat Tambahan Modal Pemkot Lubuklinggau Pengurangan Modal Pemkab Musi Rawas Laba (Rugi) tahun 2004 Koreksi saldo rugi/laba tahun 2003 Saldo per 31 Desember 2004 6.544.544.7 8) (1.269.175.140.68 Lihat Catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.033 .55) (5.097.600.530.48) (1.756.702.00 10.30) 2.359.054.702.041.499.905.301.84) (2.8 4) (5.035.256.68 (1.130.702.127.570.684.410 . 5 .900.499.00 10.530.483.307.718.900 URAIAN CAT MODAL Laba/(Rugi) Tahun Lalu (10.686.290.600 .82) Jumlah (11.986.834.175 .900.191.04) (16.48) 17.462.301.840.48 2.23) (1.

Selanjutnya PDAM Tirta Bukit Sulap Kota Lubuklinggau dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kota Lubuklinggau No. Dasar Pendirian Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Silampari Kabupaten Musi Rawas merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang didirikan dengan Peraturan Daerah No. tanggal 23 Mei 2003 tentang Penghapusan Barang yang Diserahkan kepada Pemerintah Kota Lubuklinggau dimana yang dihapus dan diserahkan antara lain adalah PDAM Tirta Silampari Kabupaten Musi Rawas.904 jiwa atau sebesar 22. Dari jumlah penduduk Kota Lubuklinggau sebanyak 174. b. Penyerahan tersebut didahului oleh persetujuan DPRD Kabupaten Musi Rawas melalui suratnya No. tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).495 jiwa telah terlayani sebanyak 38. UMUM 1.165/KPTS/X/2003. Walaupun Perda pembentukan baru disahkan pada tanggal 17 Juni 2004. tanggal 17 Juni 2004. khususnya menyediakan air minum yang sehat serta memenuhi syarat kesehatan. Penyerahan secara resmi dilakukan pada tanggal 20 Agustus 2003 sesuai dengan Berita Acara Penyerahan yang ditandatangani antara lain oleh Wakil Bupati Musi Rawas yang mewakili Pemerintah Kabupaten Musi Rawas dan Walikota Lubuklinggau yang mewakili Pemerintah Kota Lubuk Linggau dan disaksikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Musi Rawas dan Ketua DPRD Kota Lubuklinggau serta diketahui oleh Gubernur Sumatera Selatan. 7 . Pendirian a. 7 tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Lubuklinggau. Bupati Musi Rawas mengeluarkan SK No.03 Tahun 1992 tanggal 31 Oktober 1992.PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM TIRTA BUKIT SULAP KOTA LUBUKLINGGAU CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2004 A.30%. namun secara operasional PDAM Tirta Bukit Sulap Kota Lubuklinggau telah terpisah dengan PDAM Tirta Silampari Kabupaten Musi Rawas per 1 Januari 2004.03 Tahun 1986 tanggal 14 Nopember 1986 dan Peraturan Daerah No. Sebagai tindak lanjut dari Undang-Undang No. 18/KPTS/DPRD/2003 tanggal 1 Mei 2003.05 tahun 2004. Tujuan Pendirian Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Bukit Sulap Kota Lubuklinggau didirikan dengan tujuan turut serta melaksanakan pembangunan daerah dan pembangunan ekonomi nasional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat.

. Kegiatan Tugas pokok PDAM Tirta Bukit Sulap Kota Lubuklinggau adalah pelayanan kepada masyarakat.Kegiatan penerbitan.Kegiatan pelayanan pemeliharaan/perbaikan sarana distribusi air di lokasi pelanggan. 2) Kegiatan administrasi dan keuangan.Kegiatan mengenai pengadaan. transmisi.Kegiatan administrasi yang menyangkut transaksi pembayaran dan penerimaan lainnya (utang – piutang perusahaan).Kegiatan mengenai pemeliharaan sarana perpompaan. b) Kegiatan teknik pemeliharaan. d.c. perlengkapan. mencakup: .Kegiatan mengenai komposisi dan mutasi pegawai. mencakup: . a) Kegiatan umum/personalia.Kegiatan mengenai pengoperasian sistem dan perlengkapan perpompaan dan pengolahan air. khususnya melaksanakan pelayanan air bersih di kota Palembang. b) Kegiatan administrasi hubungan langganan. mencakup: . c) Kegiatan administrasi keuangan. dan peralatan (aksesoris) yang ada dalam menunjang kelancaran pelayanan air bersih. pengolahan dan pendistribusian air serta pemanfaatan material. Dalam rangka kegiatan tersebut di atas PDAM Tirta Bukit Sulap Kota Lubuklinggau mempunyai kegiatan sebagai berikut: 1) Kegiatan teknik a) Kegiatan teknik operasi. .Kegiatan mengenai pengadaan aktiva dan pengadministrasiannya .Kegiatan mengenai sambungan langganan . penerimaan dan penagihan rekening air. dan pendistribusian air bersih. mencakup: . mencakup: . Modal Modal PDAM Tirta Bukit Sulap Kota Lubuklinggau terdiri dari: 8 . peningkatan kemampuan peralatan dan perlengkapan yang ada. sanksi dan administrasinya.Kegiatan mengenai perencanaan. .Kegiatan yang berkaitan dengan jenis pelayanan. .

040. Penyertaan modal Pemerintah Kota Lubuklinggau sebagai hasil penyerahan proyek yang dibiayai oleh pemerintah daerah. maupun pengalihan pinjaman jangka panjang menjadi penyertaan. SH : Ir.2/52/BKD/II/2004 tanggal 23 Agustus 2004. SPOG : Drs.2/131/BKD/2001 tanggal 24 Oktober 2001. H. MM : Dr. Bukhoni Ali. Sofian Zurkasi : Syamsu Rizal b. Zainuddin Anwar : Indra Sapri.167/KPTS/PDAM/2004 tanggal 21 September 2004. .2/166/BKD/2002 tanggal 25 Juni 2002.821. bantuan pendanaan. - - 2. Hendra Gunawan : Ir.821. Ubaidillah Idrus.- Penyertaan modal pemerintah pusat berupa hasil penyerahan proyek yang dibiayai oleh pemerintah pusat. No. Muda Azhar Lubis Dalam tahun 2004 terjadi penggantian Badan Pengawas berdasarkan SK Walikota Lubuklinggau No. peralatan dan perlengkapan serta sarana pengolahan dan pendistribusian air bersih yang berasal dari penyertaan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas yang diserahkan ke PDAM.821. bantuan pendanaan. terdiri dari: Ketua merangkap anggota Sekretaris merangkap anggota Anggota : H. terdiri dari: Direktur Utama Direktur Umum Direktur Teknik : Drs. H.A.A/2001 tanggal 2 April 2001. Ferry Yusrizal. SH : Drs. Badan Pengawas dan Direksi a. Susunan Badan Pengawas PDAM Tirta Silampari Kabupaten Musi Rawas berdasarkan SK Bupati Musi rawas No. Susunan Direksi PDAM Tirta Silampari Kabupaten Musi Rawas berdasarkan Keputusan Bupati Musi Rawas No. Iskandar Firdaus Dalam tahun 2004 terjadi penggantian Direksi berdasarkan SK Walikota Lubuklinggau No. Penyertaan tersebut juga termasuk proyek-proyek. terdiri dari: Ketua merangkap anggota Sekretaris merangkap anggota Anggota : H. Modal Hibah Hibah dari Pemerintah Kota Lubuklinggau. Suprijono Joesoef : Ir. maupun penyerahan peralatan dan perlengkapan serta sarana pengolahan dan pendistribusian air bersih.

terdiri dari: Direktur Utama Direktur Umum Direktur Teknik : Ir. Mahizul Harari 9 .821.Si : Ir.No.2/28/BKD/2004 tanggal 18 Mei 2004. Iskandar Firdaus : Ir. M. Sofyan Narta.

KEBIJAKAN AKUNTANSI Kebijakan Akuntansi berpedoman pada Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 16 Tahun 1991 tanggal 6 Pebruari 1991 tentang Pedoman Sistem Akuntansi PDAM yang berlaku mulai 1 Januari 1991 dan belum mengacu pada Keputusan Menteri Dalam Negeri Otonomi Daerah Nomor 8 Tahun 2000 tanggal 10 Agustus 2000 tentang Pedoman Akuntansi Perusahaan Daerah Air Minum. 2. Pendapatan penjualan air diakui. dicatat dan dilaporkan tiap-tiap bulan berdasarkan rekening tagihan air yang diterbitkan pada bulan yang bersangkutan. b. Oleh karenanya. 2) Jika menurut ketentuan yang berlaku pelanggan dapat membayar kewajibannya dengan cara mencicil maka pengakuan serta pencatatan pendapatan dan piutang dilakukan pada saat dokumen tagihan diterbitkan sesuai dengan jatuh temponya tiap-tiap cicilan. Pembukuan yang dilakukan tidak hanya sekedar pencatatan transaksi penerimaan dan pengeluaran uang. Pendapatan sambungan baru dan pendapatan penjualan non air lainnya diakui dan dicatat seluruhnya sebagai pendapatan tahun berjalan dengan memperhatikan ketentuan berikut: 1) Jika menurut prosedur yang berlaku pelanggan/calon pelanggan disyaratkan membayar kewajibannya secara tunai maka pendapatan dicatat dan diakui pada saat pembayarannya. d.B. demikian pula pendapatan dan biaya pada saat terjadinya atau diakuinya perubahan yang dimaksud. diakui pada saat timbulnya transaksi dan/atau pada masa prestasi dinikmati. c. pembagian pendapatan (revenue sharing) dan pembagian produksi (production sharing) diakui atas dasar akrual sesuai dengan substansi perjanjian yang relevan sedangkan pendapatan berupa pembagian 10 . Pendapatan yang berasal dari usaha kerjasama dengan pihak ketiga berupa royalty. transaksi seperti ini tidak perlu dilakukan pencatatan ke dalam rekening piutang. atau pada saat penerimaan uang untuk penjualan tunai. Dasar Akuntansi Dasar Akuntansi yang digunakan dalam perhitungan hasil usaha (Laba/Rugi) periodik dan penentuan posisi keuangan (Neraca) dilakukan dengan metode akrual. Pengakuan Pendapatan Seluruh pendapatan. baik pendapatan usaha maupun pendapatan non usaha. Namun tidak mempengaruhi secara signifikan terhadap penyajian laporan keuangan. Pendapatan denda atas keterlambatan pembayaran oleh pelanggan diakui pada saat terjadinya penerimaan kas. yaitu: a. akan tetapi pencatatan terhadap setiap perubahan aktiva dan kewajiban. Pokok-pokok kebijakan akuntansi penting yang dianut oleh perusahaan adalah sebagai berikut: 1. walaupun penerimaan uangnya baru terjadi kemudian.

agar piutang-piutang yang mempunyai kemungkinan tak tertagih hendaknya dibuatkan penyisihan dalam jumlah yang layak. biayabiaya yang telah terjadi sebelum tanggal neraca walaupun belum dapat diketahui secara pasti jumlahnya. Piutang usaha yang berumur diatas 1 tahun s. listrik. • Diatas 1 tahun s.d 2 tahun diklasifikasikan sebagai piutang ragu-ragu. Penilaian dan Pencatatan Persediaan Persediaan dinilai berdasarkan harga perolehan akan tetapi jika diantara persediaan bahan instalasi terdapat barang-barang yang rusak atau tidak dapat digunakan lagi dinilai dengan taksiran harga jual yang layak atas barang tersebut.d 12 bulan disisihkan 50%. Untuk keperluan pisah batas periode akuntansi. a. selisih penilaian antara harga perolehan dan taksiran harga jualnya . tetapi masih tercatat secara ekstra komptabel. asuransi dan sebagainya harus dikaitkan dengan periode dimana biaya tersebut menjadi beban. Penerimaan tagihan piutang yang telah dihapuskan. Piutang usaha yang berumur lebih dari 2 tahun diklasifikasikan sebagai piutang tak tertagih dan sudah dapat diusulkan kepada Badan Pengawas untuk dihapus serta dibukukan secara ekstra komptabel dan tetap diusahakan penagihannya. 5. e. 3.d 6 bulan disisihkan 30%. 4. • Diatas 6 bulan s. Penilaian Piutang Piutang disajikan dengan nilai tunai yang dapat direalisasi. d. Hal-hal yang tidak sesuai dengan ketentuan penghapusan piutang tersebut ditetapkan melalui keputusan Direksi dengan persetujuan Badan Pengawas. Pembebanan biaya-biaya yang bersifat periodik seperti gaji. Besarnya penyisihan piutang usaha pada tiap akhir tahun ditetapkan berdasarkan umurnya sebagai berikut : • Diatas 3 bulan s.d 2 tahun disisihkan 75% dan diajukan ke Badan Pengawas untuk dihapus. Dalam hal kejadian-kejadian khusus. • Diatas 2 tahun disisihkan 100% dan dikeluarkan dari pembukuan. c. dicatat dan dilaporkan sebagai beban pada saat terjadinya transaksi. Khusus untuk Piutang Usaha. b. sewa. tagihan-tagihan tersebut sudah dapat diusulkan penghapusannya walaupun belum memenuhi ketentuan diatas. Pengakuan Biaya Biaya diakui. misalnya ada pembongkaran daerah pemukiman tertentu untuk tujuan pembangunan. harus dicatat dan dilaporkan dengan cara estimasi yang wajar. walaupun pembayarannya belum dilakukan ataupun telah dibayar dimuka. dicatat sebagai pendapatan lain-lain pada bulan berjalan. Penyisihan tersebut diatas dikecualikan bagi tagihan kepada selurh instansi pemerintah.keuntungan dan dividen diakui pada saat hak untuk menerima pembayaran ditetapkan.

11 .

6. Persediaan bahan operasi berupa bahan kimia dicatat menggunakan Perpetual Inventory Method. maka transaksi pembelian tersebut dibukukan sebagai pengeluaran barang modal.00 dibukukan sebagai pengurang akumulasi penyusutan. b. suku cadang. Akan tetapi apabila perbaikan/penggantian komponen tersebut memberi tambahan masa manfaat dari aktiva tetap tersebut dan nilainya melebihi Rp200.00 dengan memperhatikan : • Batasan minimal • Ditetapkan dengan keputusan direksi • Dapat ditinjau kembali Namun demikian jika terdapat pembelian barang-barang tertentu yang harga satuannya dibawah Rp200.000.000. alat tulis kantor dan lain-lain dicatat dengan menggunakan Physical Inventory Method. pelumas.dibukukan sebagai kerugian penurunan nilai persediaan dengan perkiraan lawan penyisihan untuk penurunan nilai persediaan pos yang disebutkan terakhir ini disajikan sebagai pengurang terhadap harga perolehan.00. meter air dan aksesorisnya dicatat dengan menggunakan Perpetual Inventory Method.000. Pengeluaran Barang Modal dan Biaya Batasan pengeluaran biaya yang diklasifikasikan atau diperlakukan sebagai pengeluaran barang modal adalah sebagai berikut : a.000. Khusus pemindahan pipa-pipa distribusi yang harus dilakukan karena faktor- . Selanjutnya pembelianpembelian dikemudian hari untuk menggantikan satuan-satuan yang rusak dapat dibukukan sebagai pengeluaran biaya. Pengeluaran untuk penggantian komponen-komponen mesin/instalasi yang bersifat pemeliharaan rutin dan tidak menambah manfaat diperlakukan sebagai biaya. b. Pemakaian persediaan menggunakan metode masuk pertama keluar pertama atau First In First Out (FIFO). c. yaitu: a. Jika terdapat pengeluaran-pengeluaran untuk memindahkan instalasi dari satu tempat ke tempat lain dengan maksud agar instalasi tersebut dapat berfungsi sebagaimana mestinya maka biaya pemindahannya dibukukan sebagai beban tahun berjalan. c. Persediaan instalasi didalam neraca dikelompokkan sebagai aktiva lain-lain. Persediaan bahan operasi lainnya seperti bahan bakar.00 akan tetapi barang-barang tersebut lazimnya dibutuhkan dalam jumlah lebih dari 1 (satu) buah sehingga melampaui nilai Rp200. Persediaan dikelompokkan menjadi dua. Barang-barang modal tersebut tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan usaha normal perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun dengan batasan jumlah diatas Rp200. Persediaan bahan instalasi berupa pipa.

dsb) maka nilai buku dari instalasi yang digantikan 12 .faktor diluar kemampuan manajemen untuk mengendalikannya (misal karena pelebaran jalan.

04/1994. 10 tahun 1994 dan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 82/KMK.harus dikeluarkan dari harga perolehannya. Bangunan o Permanen o Tidak Permanen 5% 10% % PENYUSUTAN Garis lurus Saldo menurun 25% 12. dianut perlakuan akuntasi yang sama. Pengelompokan aktiva tetap PDAM untuk keperluan penyusutan ditentukan berdasarkan kebijakan Direksi PDAM masing-masing dengan berpedoman pada peraturan perpajakan yang berlaku. Pengadaan Aktiva Tetap selain dari pembelian tunai dan pekerjaan konstruksi • Leasing Aktiva tetap yang dibeli secara leasing harus dinyatakan dalam nilai tunainya dengan judul aktiva tetap leasing dan dari sisi kewajiban dinyatakan dengan judul utang leasing sebesar harga tunai aktiva dikurangi 13 . Aktiva tetap yang dibangun sendiri dicatat sebesar seluruh nilai bahan/peralatan yang digunakan.d.10 tahun 1994.5% 10% Aktiva tetap dalam penyelesaian harus dilaporkan terpisah dari aktiva tetap yang beroperasi dan belum dapat disusutkan sampai aktiva tetap tersebut dinyatakan beroperasi komersial. Aktiva tetap Aktiva tetap dicatat berdasarkan harga perolehan/harga belinya termasuk semua biaya yang dikeluarkan sampai aktiva tetap tersebut siap digunakan. Demikian untuk pengeluaranpengeluaran renovasi. Aktiva tetap berupa mesin. aktiva tetap lainnya disusutkan dengan prosentase tetap dari nilai buku. harta yang disusutkan dibagi menjadi kelompok-kelompok sebagai berikut: JENIS AKTIVA I. Bukan Bangunan o Kelompok 1 (masa manfaat < 4 tahun) o Kelompok 2 (masa manfaat 4 s.25% 5% 50% 25% 12. peralatan dan aktiva berwujud lainnya yang tidak berfungsi (tidak produktif) yaitu rusak. tidak rusak namun belum berfungsi atau aktiva tetap yang tidak dapat lagi ditelusuri fisiknya harus disajikan terpisah dalam kelompok aktiva lain-lain sebesar nilai bukunya.5% 6. tidak rusak namun tidak berfungsi. 8 tahun) o Kelompok 3 (masa manfaat 8 s. 16 tahun) o Kelompok 4 (masa manfaat >16 tahun) II.d. 8. Penyusutan aktiva tetap disesuaikan dengan Undang-undang Perpajakan No. biaya pekerjaan serta biaya-biaya umum lainnya yang terkait dengan pembangunan aktiva tersebut. Aktiva tetap yang berujud bangunan disusutkan berdasarkan prosentase tetap dari nilai perolehan. 7. Menurut pasal 11 ayat (6) Undang-undang No.

harus dipisahkan dari kelompok hutang jangka panjang dan disajikan sebagai kewajiban lancar kecuali jika : • • Bagian yang akan dan telah jatuh tempo termasuk akan menjadi hutang jangka panjang dengan suatu perjanjian baru. Penyajian Laba Rugi Tahun Berjalan Laba tahun berjalan disajikan sebesar saldo laba yang ditahan yaitu laba bersih setelah dikurangi dengan taksiran pajak atas laba kena pajak. • 11. Akuntansi Hutang Jangka Panjang Hutang jangka panjang dicatat berdasarkan realisasi penarikan dana ditambah dengan bunga masa tenggang yang tidak akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun mendatang. Pencatatan Hutang Hutang harus dinyatakan dengan lengkap agar tergambar seluruh kewajiban perusahaan yang terutang pada akhir tahun. • Trade-In Aktiva tetap yang dibeli dengan cara trade-in harus dinyatakan sebesar nilai tunainya dikurangi dengan keuntungan atau ditambah dengan kerugian yang timbul dalam transaksi tersebut. Dibayar dengan menggunakan dana yang telah disisihkan dari aktiva lancar.dengan uang muka yang dibayar pada saat penandatanganan kontrak perjanjian. biaya administrasi. 9. berserta denda-dendanya) yang telah jatuh tempo pada saat tanggal penutupan buku dan belum dilakukan pembayaran dibukukan sebagai hutang bunga dengan mendebet biaya bunga (administrasi). 12. Bagian dari hutang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun mendatang setelah tanggal neraca termasuk yang telah jatuh tempo tetapi belum dilunasi. Pada saat penyambungan telah direalisasikan dan diterbitkan dokumen tagihan rekening non air maka atas uang muka yang bersangkutan diakui sebagai pendapatan. 10. Uang muka sambungan baru Penerimaan sebagai hasil pembayaran dimuka atas biaya sambungan baru dari calon pelanggan dibukukan sebagai kelompok kewajiban lancar. Hibah Aktiva tetap yang diperoleh melalui hibah dan tidak mempunyai keterkaitan apapun karenanya. Cadangan- . Hutang bunga pinjaman Bunga dan biaya-biaya yang timbul yang berkaitan dengan pinjaman sesuai dengan perjanjian pinjamannya (kewajiban komitmen. 13. harus dinilai sebesar harga taksiran atau nilai pasar wajarnya dengan mengkredit modal hibah.

14 .

Peristiwa setelah tanggal neraca tidak berkaitan dengan kondisi yang berlaku pada tanggal neraca tidak perlu dilakukan penyesuaian. Realisasi DASK dan bantuan dana lainnya atau berdasarkan harga perolehan atas aktiva yang diserahkan ke PDAM sesuai Berita Acara Serah Terimanya. hanya perlu dilakukan pengungkapan. c. mengindikasikan kebutuhan untuk melakukan penyesuaian terhadap aktiva dan kewajiban atau mewajibkan melakukan pengungkapan. Penilaian Ekuitas (modal) Ekuitas PDAM Tirta Bukit Sulap Kota Lubuklinggau terdiri dari : a. 14. sebagai berikut: • Penyesuaian aktiva dan kewajiban diperlukan yang memberikan informasi tambahan untuk menentukan jumlah-jumlah yang berkaitan dengan kondisi yang berlaku pada tanggal neraca.cadangan yang dibentuk dari pembagian laba harus disajikan dalam kelompok cadangan atau kewajiban lain-lain meralisasikannya. Peristiwa Setelah Tanggal Neraca (Subsequent Event) Peristiwa antara tanggal neraca dan tanggal penerbitan laporan yang telah mendapat persetujuan formal. 15. Modal yang terdiri dari : 1) Penyertaan modal Pemerintah Pusat 2) Penyertaan modal Pemerintah Kota Lubuklinggau 3) Modal hibah Pemerintah Kota Lubuklinggau b. Pengungkapan peristiwa setelah tanggal neraca dalam laporan keuangan harus mencakup jenis peristiwa dan estimasi dampak keuangan atau pernyataan mengenai estimasi semacam itu tidak dapat dibuat. Saldo Laba (Rugi) tahun-tahun lalu c. 16. b. Perubahan Kebijakan Akuntansi dan Koreksi Tahun Lalu • Perubahan Kebijakan Akuntansi tergantung dari kewajiban untuk • . Penilaian penyertaan modal Pemerintah RI (pusat) berdasarkan realisasi keuangan DIP PPSAB Sumatera Selatan DIP bantuan pusat lainnya yang diserahkan kepada PDAM Tirta Bukit Sulap Kota Lubuklinggau sesuai dengan nilai yang tercantum pada Berita Acara serah terima. Saldo Laba (Rugi) tahun berjalan Penilaian penyertaan modal berdasarkan: a. Pengalihan penyertaan modal pemerintah pusat pada PDAM Tirta Bukit Sulap Kota Lubuklinggau kepada pemerintah daerah setempat sesuai nilai yang tertuang pada Berita Acara serah terima.

15 .

periode sebelumnya atau periode berikutnya terdapat dalam pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) nomor 25 paragraf 49. Yang dapat dibukukan sebagai koreksi tahun-tahun lalu adalah kesalahan-kesalahan pembukuan. kesalahan dalam menerapkan kebijakan akuntansi (termasuk accounting method dan accounting estimate). • Koreksi Tahun Lalu Koreksi yang dilakukan terhadap laporan keuangan periode yang lalu disajikan sebagai penyesuaian atas saldo awal laba tahun lalu atau cadangan dana dalam hal sudah dilakukan pembagian laba. 16 . Sehubungan dengan hal tersebut maka dalam laporan keuangan komparatif angka-angka laporan keuangan tahun lalu harus disajikan kembali (restated) dengan memperhatikan pengaruh dari koreksi-koreksi dimaksud. yang dipandang memberi pengaruh material terhadap penyajian laporan keuangan.Pengungkapan informasi yang perlu disajikan dalam catatan atas laporan keuangan akibat suatu perubahan kebijakan akuntansi yang mempunyai pengaruh material terhadap periode sekarang. dengan memberikan penjelasan yang secukupnya dalam laporan keuangan. kekurangan pembayaran pajak.

493.833.190.210.Lubuklinggau Jumlah 49.00 591.00 7.00 (779.129.00 5.784.833.d.619.980.434.00 14.34 19.00 168.46 Cab.00 346.512.00 91.449.126. 6 bulan Umur 6 bulan s.Penyisihan piutang Kantor Pusat .34 50.400.612.308.170. 3 bulan Umur 3 s.Penyisihan piutang Unit IKK Jumlah penyisihan piutang 473. dengan rincian : .443.835.775.612.176.034.Piutang tak tertagih Jumlah piutang Sedangkan berdasarkan umurnya piutang dapat dirinci sebagai berikut : .929.55) (23.865.313.516.806.00) (712.00 50.474.d.617.05) (712.892. PENJELASAN POS-POS NERACA DAN LAPORAN LABA RUGI 31 Desember 2004 (Rp.434.Kas Kecil .00 1.134.d.00 4.Piutang ragu-ragu .d.00 162.566.239.495.442.d.422.248.287.457.d.566.Lubuklinggau .Piutang di Unit IKK Umur s.240.060. 6 bulan Umur 6 bulan s.000.559. 2 tahun Umur di atas 2 tahun keatas Sub jumlah .016.472.612.856.633.183.34 26.Giro BNI.00 1.472.00) .826.302.C.784.530.144.956.956.00 549.443.703.00 1.684.00 201.442.422.Giro Bank Sumsel Cab.00 Jumlah tersebut merupakan saldo piutang langganan dari penjualan air per 31 Desember 2004 dan 1 Januari 2004.34 Jumlah tersebut merupakan saldo uang di bank per 31 Desember 2004 dan 1 Januari 2004 dengan rincian : .00 1.308.386.00 1.50) (802.00 440. 2 tahun Umur di atas 2 tahun keatas Sub jumlah Jumlah piutang Saldo penyisihan piutang per 31 Desember 2004 dan 1 Januari 2004 dapat dirinci sebagai berikut : .134.555.480.963.357.203.046.190.920.737.294.190.00 71.) 1 Januari 2004 (Rp.034.) 1.Simpeda Bank Sum Sel Cab. 1 tahun Umur di atas 1 tahun s.020.00 93.267.925.00 4.d.018.00 201.95 477.00 24.Piutang lancar .00 606.791.000.392.00 549.472.103.00 1. Kas dan Bank 147.34 2.d.00 37. Piutang langganan air ( net ) 445.218. 3 bulan Umur 3 s.823.00 68.00 6.Lubuklinggau .248.34 2. 1 tahun Umur di atas 1 tahun s.00 297.Piutang di Kantor Pusat Umur s.640.267.227.00 147.622.

17 .

00) (97.361. 5.536.Penyisihan piutang langganan non air di Unit IKK Jumlah penyisihan piutang langganan non air 105.Piutang pegawai eks piutang rekening Jumlah 600.000.PDAM Muara Enim .714.900.lain 26. tanggal 20 Mei 2003.627.00 600.108.724.00 Jumlah tersebut merupakan saldo piutang langganan non air per 31 Desember 2004 dan 1 Januari 2004 sehubungan dengan biaya sambungan baru kepada pelanggan.00 5.386.00 100.165/KPTS/X/2003.00 105.00 5.005.Penyisihan piutang langganan non air di Kantor Pusat .) Saldo piutang langganan air didasari atas opname fisik rekening air dan piutang rekening air unit IKK Kabupaten Musi rawas telah dikeluarkan dari daftar saldo piutang dikarenakan adanya pemisahan PDAM Kota dan Kabupaten sesuai dengan SK.531. Piutang pegawai 5.216.108.900.Pinjaman Pegawai .900. 4.Piutang di Unit Ibukota Kecamatan ( IKK ) Jumlah piutang rekening non air Saldo penyisihan piutang non air per 31 Desember 2004 dan 1 Januari 2004 dapat dirinci sebagai berikut : .536.627.900. dengan rincian : .400.No.531.036.00) (102.714. Rincian piutang dan penyisihan lihat Lampiran I 3.Piutang di Kantor Pusat .900.253.00 Saldo piutang pegawai ex Piutang rekening air merupakan piutang langganan air/non air pegawai didasari surat pernyataan pegawai.216.) (Rp.00 5.386.900.00) Saldo piutang langganan non air Kantor Pusat per 31 Desember 2004 didasari opname fisik rekening. Piutang langganan non air (net) 3.036.00 3.724.124.00 5.00 Jumlah tersebut merupakan saldo piutang antar PDAM dan piutang lainya per 31 Desember 2004 dan 1 Januari 2004 Piutang antar PDAM .PDAM Pagar Alam .00) (97.724.31 Desember 2004 1 Januari 2004 (Rp.350.000.00 26.400.00 100.124.00 5.087.00 (102. Piutang Lain .PDAM Belitung Sub Jumlah .361.724.00 Jumlah tersebut merupakan saldo piutang kepada karyawan per 31 Desember 2004 dan 1 Januari 2004 dengan rincian sebagai berikut : .

00 1.00 23.944.334.00 18 .00 23.00 18.000.00 1.700.334.437.700.716.00 18.400.700.400.437.700.00 3.716.000.3.944.

382.799.00 19.00 22.31 Desember 2004 (Rp.500.815.536.00 1.Persediaan Bahan Kimia 88.Piutang ex Direksi PDAM ( th.2000 ) Jumlah 1 Januari 2004 (Rp.691. serta koreksi nilai akumulasi penyusutan aktiva tetap yang dicatat lebih tinggi dari ketentuan dalam SK Menteri Keuangan No.793.859.360.688.960.00) (7.398.364.400.500.Persediaan Accesoriss .924.00 1.131.275.973.529. 82/KMK.728.00 156.000.00 79.15) (1.808. 7.727.713.061.630.438.366.360.613.704.050.721.747. Persediaan 118.471.539.471.Persediaan alat Tulis dan Barang Cetakan 30.63) (1.965.216.667.789. 8.00 2.18) Kenaikan nilai aktiva tetap (net) disebabkan adanya penambahan penyertaan Pemerintah Kota Lubuklinggau dan Pemerintah RI berupa instalasi pompa dan pengolahan.) Piutang Lain .019.00 9.00 331.809.671.745.809.687. Aktiva Tetap Leasing (net) 41.873.Instalasi Tranmisi/Distribusi .648.216.00 279.031.00 26.00) (307.721.940.286.172.37) (308.350.900.031.31) (161.84 47.Bangunan Gedung .04/1994.745.00 464.262.49 47.491.084.47) (189.400.46) (215.00 Jumlah tersebut merupakan nilai persediaan yang terdiri atas : .) 2.00 .00 Jumlah 118.862.500.37) (5.45) (5.00) (8.38 559.00 26.Persediaan Pipa .150.496.00 653.965. Aktiva Tetap ( Net ) Jumlah tesebut merupakan nilai buku Aktiva tetap per 31 Desember 2004 dan 1 Januari 2004 yang terdiri dari : .50 - .412.239.017.00 541.72 350.52) (242.00 279.00 242.00 12.047.075.082.000.946.63) (543.314.467.463.438.Kendaraan/Alat Pengangkutan Jumlah Akumulasi penyusutan aktiva tetap per 31 Desember 2004 dan 1 Januari 2004 terdiri dari: Tanah Hak Atas Tanah Instalasi sumber air Instalasi Pompa Instalasi Pengolahan Instalasi Tranmisi/Distribusi Bangunan Peralatan dan Perlengkapan Alat Angkutan Jumlah 4.227.412.00 .794.950.90 1.Instalasi sumber air .67 (226.24) (150.216.400.Persediaan Water Meter .909.369.255.00 242.323.accesoriss dan water meter dikarenakan reklasifikasi nilai tersebut ke perkiraan aktiva lainlain.965.lain .Persediaan Bahan Bakar 464.45 5.45 5.50) (640.90 3.Instalasi Pengolahan .60 236.985.500.00 Penurunan nilai persediaan pipa.89 499.050.134.470.600.255.Tanah Hak Atas Tanah .60 205.697.360.631.522.739.00 6.385.940.000.400.000.325.400.591.794.973.125.Peralatan dan Perlengkapan .603.544.159.Instalasi Pompa .219.459.

19 .

31 Desember 2004 (Rp.) Jumlah tersebut merupakan saldo aktiva tetap leasing per 31 Desember 2004 berupa mobil suzuki TS 150 sesuai perjanjian leasing No.01/PJ/PDAM/MURA/2003 tanggal 23 September 2003. - Kendaraan - Akumulasi penyusutan Jumlah 96,146,500.00 (54,272,812.50) 41,873,687.50

1 Januari 2004 (Rp.)

-

9.

Aktiva Lain - lain Jumlah tersebut merupakan saldo aktiva lain - lain per 31 Desember 2004 dan 1 Januari 2004 yang terdiri dari :

1,110,189,838.59

187,391,723.09

Persediaan Bahan Instalasi Jaminan P.L.N Aktiva belum digunakan Aktiva rusak dan hilang net Jumlah

1,041,518,622.00 7,052,000.00 61,619,216.59 1,110,189,838.59

7,052,000.00 127,668,719.00 52,671,004.09 187,391,723.09

Jumlah persediaan bahan instalasi merupakan bantuan pemerintah kota lubuklinggau sesuai dengan berita acara penyerahan No.1945/XI/DDL/2004, bill of quantity CV. Sriwijaya Prima dan bill of quantity CV. Jessica, dengan rincian sebagai berikut: - Pipa - Accessories - Water Meter 374,957,307.00 314,188,815.00 352,372,500.00 Jumlah 1,041,518,622.00 -

Jumlah aktiva tetap rusak berat dan hilang sesuai dengan Berita Acara Pemeriksaan Fisik No.09/BAP/PDAM/1998, tanggal 31/08/1998 dan SK Bupati No.17/SK/Perek/1998, tanggal 07/03/1998 serta laporan hasil inventarisasi aktiva tetap PDAM Tirta Silampari Kabupaten Mura tanggal 12 Agustus 2004 yang terdiri dari : Instalasi Pengolahan Instalasi Pompa Peralatan dan Perlengkapan Perabot Kantor Nilai Komputer yang rusak 17,078,443.64 43,030,099.80 98,906.25 1,210,595.03 201,171.87 Jumlah 10. Hutang Pajak Jumlah tersebut merupakan pajak yang masih harus dibayar per 31 Desember 2004 dan 1 Januari 2004 terdiri atas : - Pajak Pertambahan Nilai ( PPN ) - Pajak Penghasilan Psl.21 (PPh.21) - Pajak Penghasilan PPh.23 ( PPh.23) Jumlah 11. Biaya Yang Masih Harus dibayar Jumlah tersebut merupakan jumlah biaya yang masih harus dibayar per 31 Desember 2004 dan 1 Januari 2004 17,078,443.64 34,156,887.30 23,906.25 1,210,595.03 201,171.87 61,619,216.59 Rekenin g listrik 13,500,000.00 Rekenin g 13,500,000.00 telepon 13,500,000.00 319,701,057.00

52,671,004.09 50,895,015.00 318,621.00 256,135,558.00 13,500,000.00 94,581,265.00 766,345.00

13,500,000.00 13,500,000.00

20

31 Desember 2004 (Rp.) - Pengadaan bahan kimia tawas - Dana pensiun bersama perpamsi - Iuran jamsostek Jumlah 259,675,860.00 8,811,561.00 319,701,057.00

1 Januari 2004 (Rp.) 22,500,000.00 132,162,854.00 6,125,094.00 256,135,558.00

Jumlah Dana pensiun bersama merupakan tunggakan kepada Perpamsi atas penyelenggaraan dana pensiun sampai dengan 31 Desember 2004 sesuai dengan Daftar Tunggakan Iuran dan Bunga Dana Pensiun

12. Hutang Pajak Air Jumlah tersebut merupakan saldo hutang pajak air bawah tanah per 31 Desember 2004 dan 1 Januari 2004 13. Hutang kepada Direktorat Air bersih Jumlah tersebut merupakan nilai pinjaman PVC dia.8" sejumlah 1.200 meter per 31 Desember 2004 dan 1 Januari 2004 kepada Direktorat Air bersih Dirjen Cipta Karya Dep.Pekerjaan Umum sesuai Surat No.029/SPP/DAR-PDAM/1993, tanggal 29/09/1993 14. Hutang pada PDAM OKU Jumlah tersebut merupakan saldo hutang per 31 Desember 2004 dan 1 Januari 2004 kepada PDAM OKU yang timbul tahun 1982 sampai 1984 dengan rincian sebagai berikut : Pinjaman dana utk penyusunan neraca awal dan kekurangan gaji Pinjaman dana penyusunan neraca Pinjaman barang persediaan Pembayaran tanggal 5/10/1993 Jumlah 15. Uang Muka Sambungan Baru Jumlah tersebut merupakan uang muka sambungan baru dari calon pelanggan per 31 Desember 2004 dan 1 Januari 2004 16. Hutang Bunga Pinjaman Jumlah tersebut merupakan saldo utang bunga pinjaman jangka panjang kepada Dep.Keuangan Republik Indonesia per 31 Desember 2004 dan 1 Januari 2004 sesuai dengan perjanjian pinjaman No.RDA100/DP3/1992, tanggal 18 Desember 1992 dan RDA-244/DP3/1996, tanggal 7 Maret 1996 dengan rincian: Perjanjian pinjaman RDA-100/DP3/1992 - Biaya administrasi - Denda biaya administrasi - Denda angsuran pokok - Kewajiban komitmen - Denda kewajiban komitmen Sub Jumlah Perjanjian pinjaman RDA-244/DP3/1996 - Kewajiban komitmen

3,489,100.00

36,382,500.00

33,600,000.00

33,600,000.00

5,249,750.00

5,249,750.00

2,000,000.00 1,500,000.00 4,149,750.00 (2,400,000.00) 5,249,750.00 -

2,000,000.00 1,500,000.00 4,149,750.00 (2,400,000.00) 5,249,750.00 33,348,000.00

3,900,102,557.10

3,156,028,444.33

2,177,374,385.93 1,254,554,923.67 314,829,826.50 3,746,759,136.09

1,811,405,473.30 900,120,743.19 219,252,193.07 2,930,778,409.56

94,305,555.81

179,225,833.32

21 .

31 Desember 2004 (Rp.) - Denda kewajiban komitmen Sub Jumlah Jumlah 59,037,865.20 153,343,421.01 3,900,102,557.10

1 Januari 2004 (Rp.) 46,024,201.45 225,250,034.77 3,156,028,444.33

22

31 Desember 2004 (Rp.) 17. Bagian Hutang Jangka Panjang yg akan jatuh tempo Jumlah tersebut merupakan angsuran pokok hutang jangka panjang eks pinjaman kepada Departemen Keuangan RI No.RDA-100/DP3/1992, tanggal 18 Desember 1992 yang telah jatuh tempo serta akan jatuh tempo dalam tahun 2004 dengan rincian : - Jatuh tempo tahun 1988 - Jatuh tempo tahun 1999 - Jatuh tempo tahun 2000 - Jatuh tempo tahun 2001 - Jatuh tempo tahun 2002 - Jatuh tempo tahun 2003 - Jatuh tempo tahun 2004 - Jatuh tempo tahun 2005 Jumlah 18. Hutang pada Departemen Keuangan RI Jumlah tersebut merupakan saldo utang kepada Dep.Keuangan RI dengan rincian sebagai berikut : a. Hutang awal - Realisasi penarikan pinjaman - Dikapitalisir sebagai hutang pokok - Pembayaran bunga masa tenggang Jumlah hutang awal b. Hutang Jatuh Tempo - Angsuran telah jatuh tempo s.d tahun 2002 - Jatuh Tempo tahun 2003 - Akan Jatuh Tempo 2004 - Akan Jatuh Tempo 2005 Jumlah hutang jatuh tempo Jumlah 19. Jaminan Langganan Jumlah tersebut merupakan saldo uang pelanggan air sebagai jaminan meter air per 31 Desember 2004 dan 1 Januari 2004 20. Hutang Leasing Jumlah tersebut merupakan saldo hutang atas perjanjian leasing kendaraan sesuai surat perjanjian No.01/PJ/PDAM/MURA/2003, tanggal 23 september 2003 21. Penyertaan Pemda Kabupaten Musi Rawas Pelepasan penyertaan modal pemda kabupaten musi rawas sebagai akibat pemisahan PDAM kota dan kabupaten sesuai SK. Bupati No. 165.KPTS/X/2003, tanggal 20 Mei 2003 1,813,680,970.20

1 Januari 2004 (Rp.) 1,571,856,840.70

120,912,064.75 241,824,129.45 241,824,129.50 241,824,129.50 241,824,129.50 241,824,129.50 241,824,128.50 241,824,129.50 1,813,680,970.20 1,209,120,648.44

120,912,064.75 241,824,129.45 241,824,129.50 241,824,129.50 241,824,129.50 241,824,129.50 241,824,128.50 0 1,571,856,840.70 1,450,944,777.94

2,052,587,700.00 1,122,942,517.03 (31,816,533.64) 3,143,713,683.39

2,052,587,700.00 1,122,942,517.03 (31,816,533.64) 3,143,713,683.39

(1,209,120,647.45) (241,824,129.50) (241,824,128.50) (241,824,129.50) (1,934,593,034.95) 1,209,120,648.44 51,726,500.00

(1,209,120,647.45) (241,824,129.50) (241,824,128.50) (1,692,768,905.45) 1,450,944,777.94 45,531,000.00

40,813,000.00

-

-

1,834,230,410.48

23

31 Desember 2004 (Rp.) 22. Penyertaan Pemerintah Kota Lubuklinggau Jumlah tersebut merupakan saldo penyertaan modal pemerintah kota lubuklinggau atas penyerahan PDAM Tirta Silampari Kabupaten Musi Rawas kepada Kota Lubuklinggau berdasarkan SK. Bupati No. 165.KPTS/X/2003, tanggal 20 Mei 2003 serta laporan hasil inventarisasi aktiva tetap PDAM tanggal 12 April 2004 23. Modal Hibah Pemerintah Kota Lubuklinggau Jumlah tersebut merupakan saldo modal hibah pemerintah kota lubuklinggau atas penyerahan persediaan bahan instalasi berupa pipa, accessories dan water meter serta bantuan pembayaran rekening pemakaian listrik, pajak air selama tahun 2004 24. Penyertaan Pemerintah RI 6,777,058,287.00 Jumlah tersebut merupakan saldo penyertaan modal pemerintah RI pada PDAM per 31 Desember 2004 dan 1 Januari 2004, dengan rincian sebagai berikut: - Saldo awal - Mutasi tahun berjalan - Saldo akhir per 31 Desember 8,094,016,098.68

1 Januari 2004 (Rp.) -

2,436,285,077.00

-

4,293,339,687.00

4,293,339,687.00 2,483,718,600.00 6,777,058,287.00

1,769,009,087.00 2,524,330,600.00 4,293,339,687.00

Kenaikan tersebut merupakan penambahan penyertaan Pemerintah RI berupa penyerahan Instalasi Pengolahan Air (IPA) dalam rangka perluasan cakupan pelayanan PDAM

25. Laba (rugi) tahun lalu (16,684,756,035.82) Jumlah tersebut merupakan akumulasi saldo rugi tahun-tahun yang lalu sampai dengan 31 Desember 2004 dan 1 Januari 2004 - Saldo laba (rugi) tahun lalu - Koreksi saldo laba (rugi) tahun lalu - Laba (rugi) tahun berjalan - Saldo akhir per 31 Desember

(10,425,269,840.55)

(10,425,269,840.55) (5,544,499,905.04) (714,986,290.23) (16,684,756,035.82)

(14,683,471,732.38) (2,001,583,796.37) (16,685,055,528.75)

Koreksi saldo laba (rugi) tahun lalu disebabkan kurang catat akumulasi kerugian sebagai akibat koreksi aktiva tetap dan piutang yang diserahkan kepada PDAM Kabupaten Musi Rawas

26. Pendapatan Usaha Jumlah tersebut merupakan pendapatan operasional tahun buku 2004 dan 1 Januari 2004, yang terdiri dari: - Pendapatan air - Pendapatan non air Jumlah Pendapatan air dapat dirinci sebagai berikut :

2,326,743,441.50

2,218,471,291.50 108,272,150.00 2,326,743,441.50

Harga air Biaya administrasi/ denda Dana meter air Pergantian pipa persil Jasa administrasi Non air lainnya Mobil tangki (setoran air) Jumlah Pendapatan non air dapat dirinci sebagai berikut: Sambungan instalasi/ sambungan baru

00 82.00 24 .00 60.156.322.336.167.316.50 80.228.808.000.850.505.218.630.250.050.00 5.000.50 267.1.466.00 9.456.450.291.00 2.471.00 13.

00 13.Rupa-rupa biaya pengolahaan lainnya .000.) Jumlah 108.Pemeliharaan instalasi pengolahan .31 Desember 2004 (Rp.440. yang terdiri dari: .000.020.Biaya penyusutan sumber .00 102.848.00 450.345.00 1.000.00 572.57 550.50 4.Gaji pegawai instalasi sumber .Pemeliharaan bangunan .618.95 38.648.50 572.00 6.680.Pemakaian bahan bakar .314.Pemeliharaan danau .020.948.150.Pemeliharaan sumur-sumur .00 2. Biaya Langsung Usaha Jumlah tersebut merupakan biaya langsung usaha selama tahun 2004 dan 1 Januari 2004.386.149.672.Pemakaian bahan pembantu .Pemakaian bahan kimia .Pemakaian bahan pembantu .000.132.Pemeliharaan pipa induk .Biaya instalasi pengolahan air .500.88 1.031.Pemakaian Listrik PLN .038.618.Pemeliharaan bangunan & penyempurnaan tanah .Pemeliharaan instalasi pengolahan lainnya .035.Retribusi air bawah tanah .00 795.00 7.Rupa-rupa pemeliharaan lainnya Jumlah 1.834.Biaya sumber air .137.752.Pemeliharaan instalasi pompa Jumlah 73.00 183.900.Pemeliharaan pengumpulan dan reservoir .386.Biaya bahan bakar .00 541.Biaya penyusutan pengolahan .821.00 88.Pemeliharaa alat pompa .00 1 Januari 2004 (Rp.000.Pemeliharaan mata air dan saluran .Biaya Listrik PLN .149.Biaya instalasi transmisi/distrbusi Jumlah dengan rincian sebagai berikut: Biaya sumber air .650.895.855. balik nama dan pergantian biaya plat (tanda langganan air bersih) 27.000.012.000.Gaji pegawai pengolahaan .070.) Pendapatan non air lainnya merupakan pendapatan dari hasil sewa bak.860.57 282.Rupa-rupa biaya Operasi .95 795.000.650.57 Jumlah pemakaian bahan kimia merupakan pemakaian tawas dalam proses pengolahan air bersih pada IPA Biaya instalasi transmisi/distribusi .Pemeliharaan alat pembangkit .000.00 302.272.50 Jumlah pemakaian bahan bakar merupakan pemakaian BBM solar atas penggunaan genzet pompa Biaya instalasi pengolahan air .752.648.

00 25 .921.653..Gaji pegawai transmisi 142.

00 940.545.425.00 808.415.500.05 106.Biaya penyisihan piutang .18 808.019.Biaya pemeliharaan .142.500.500.09 116. biaya pajak dan retribusi dan representasi direksi selama tahun 2004 .746.88 2.483.) 940.00 232.31 Desember 2004 (Rp.00 49.083.450.00 62.838.889.690.812.00 25.750.00 55.045.953.00 91.Biaya hubungan langganan . jasa profesional.900.00 3.048.232.25 13. yang terdiri dari: .Biaya penyusutan dan amortisasi .455.Biaya kantor .00 6.013.852.39 1 Januari 2004 (Rp.00 11.345.00 Biaya umum lainnya merupakan biaya perjalanan dinas.048.294.821.500.00 282.036.Biaya umum lainnya Jumlah Jumlah biaya pegawai terdiri dari : Gaji dan honor pegawai Tunjangan Iuran Pensiun dan Astek.039.684. Biaya Administrasi dan Umum Jumlah tersebut merupakan biaya administrasi/umum selama tahun 2004.25 2.271.709.852.) Pemakaian bahan pelengkap Bahan bakar Biaya Listrik PLN Biaya pemakaian pipa persil Rupa-rupa biaya operasi Biaya penyusutan transmisi/distribusi Pemeliharaan bangunan Pemeliharaan reservoir dan tangki Pemeliharaan pipa trans/dist Pemeliharaan pipa dinas Pemeliharaan pompa Pemeliharaan water meter Pemeliharaan hydrant Pemeliharaan trans/dist lainnya Jumlah 28.00 129.510.890.201.Biaya pegawai .931.838.731.00 Jumlah biaya keuangan terdiri dari : Bunga pinjaman Denda kewajiban komitmen Biaya denda administrasi Denda angsuran pokok dan bunga 353.00 12.973.258.00 4.39 690.Askes Lembur dan Uang makan Incentive/kesejahteraan karyawan Pembinaan karyawan Bantuan dan sumbangan Pendidikan dan latihan Rupa-rupa biaya pegawai 1.00 1.610.000.75 349.027.491.000.00 195.801.217.650.100.00 135.Biaya penelitian dan pengembangan .019.706.00 16.181.424.124.217.408.408.Biaya keuangan .00 8.045.917.500.481.481.88 14.663.83 92.

26 .

430.451.00 27 .00 29.865.431.) 1 Januari 2004 (Rp.Bunga deposito dan jasa giro .00 1.103.865.31 Desember 2004 (Rp.Penerimaan denda keterlambatan . yang terdiri dari: .00) 29. Pendapatan / (Biaya) di Luar Usaha Jumlah tersebut merupakan pendapatan dan (biaya) di luar usaha selama tahun 2004 dan 1 Januari 2004.Penyambungan kembali .430.00 (689.Pendapatan lain-lain .Biaya administrasi bank Jumlah 29.045.046.) 29.

557.66 atau 106. Sejak tahun 1999.462.102.386.20 dan Rp3. Pemerintah Kota Lubuklinggau menganggarkan biaya pembangunan instalasi. Untuk memperbaiki kondisi keuangan perusahaan.359. manajemen telah menyusun corporate plan.307. Perusahaan mempunyai kewajiban jangka panjang yang telah jatuh tempo dan hutang bunga pinjaman atas kewajiban tersebut masing-masing sebesar Rp1. Akumulasi kerugian sampai dengan tahun 2004 adalah sebesar Rp18. perluasan jaringan dan perbaikan pipa dalam APBD Kota Lubuklinggau 27 .970.813. yang diantaranya adalah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas untuk menyelesaikan kewajiban tersebut. perusahaan selalu mengalami kerugian yang jumlahnya semakin meningkat setiap tahunnya.10.30.24% dari jumlah modal sebesar Rp17.680.68.900.810.936. Selain itu.

622.144.018.018.493 5. KANTOR PUSAT II.853 0% 3 s. 6 bulan 4 68.920 72.400.334.PDAM TIRTA BUKIT SULAP LUBUKLINGGAU POSISI PIUTANG USAHA DAN PENYISIHAN PER 31 DESEMBER 2004 Lampiran 1 NO 1 PIUTANG URAIAN 2 UMUR PIUTANG s.474.475.126 4.8 606.247 2.045 126. 2 tahun 6 162.294 7.046 30% 20.121 4.d. UNIT IKK JUMLAH TARIF PENYISIHAN I.9 81 23.724.d.555 75 % 121.386.617.d.847.495 6.7 802.449.559 304.843.838 1.016.633.480.6 84 445.166 42.443.483.6 40 > 2 Tahun 7 591. 3 bulan 3 297. UNIT IKK JUMLAH NILAI BUKU .248.668. KANTOR PUSAT II. 1 tahun 5 91.389 75 606.619.158.7 38 I.060 168.164 1 s.791.639.632.313.714 50.876 21.457.918 48.d.170.42 2 779.334.332 6 bulan s.176.7 75 14.617.404.218.835 96.328 50% 45.7 SALDO 8 1.609.18 3 1.210.6 40 1 0 591.164 48.823.

(0711) 410549 Fax. (0711) 358948 .d/S /XIV. 2 Palembang 30137 Telp.2/10/2005 : 18 Oktober 2005 Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Perwakilan II di Palembang Jalan Demang Lebar Daun No.BPK – RI LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN BPK RI ATAS LAPORAN HASIL KINERJA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA BUKIT SULAP LUBUKLINGGAU Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 Nomor Tanggal : 255.

............ Aspek Keuangan .......... Aspek Administrasi ....... 3.............DAFTAR ISI DAFTAR ISI ………………………………………………………………................................. i 1 4 4 4 4 6 8 9 14 14 . Aspek Strategis ............... C.................... B.............. Aspek Operasional ........................... Pemahaman Atas Struktur Pengendalian Intern .. URAIAN HASIL EVALUASI Penyusunan dan Pelaksanaan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan ………………………………………………. SIMPULAN ………………………………………………........ D..... Tingkat Keberhasilan Perusahaan 1........................................ 2.................. E...................................... Perkembangan Usaha PDAM .................................................. BAB I BAB II A.....................

Ketua Badan Pengawas PDAM Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau 2.d/XIV. Pemisahan ini efektif berlaku mulai 1 Januari 2004. Demang Lebar Daun No. 1. Dengan tidak dibuatnya RKAP dan mengingat PDAM Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau adalah Perusahaan baru yang berarti tidak ada data pembanding dari tahun sebelumnya. 18 Oktober 2005 Nomor Lampiran Perihal : 255.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN PERWAKILAN II DI PALEMBANG Jl. 1 . maka tingkat pencapaian perusahaan (posisi keuangan dan hasil usaha/operasi) diukur dengan menggunakan Sandar Perhitungan Nilai Kinerja PDAM sesuai Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 1999.2/10/2005 :: Laporan Hasil Evaluasi Kinerja PDAM Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau Tahun Buku 2004 Kepada Yth. Untuk Tahun Buku 2004. 2 Palembang-30137 Telepon (0711) 410549. PDAM Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau belum membuat Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Penyusunan dan Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan PDAM Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau adalah Perusahaan baru yang merupakan hasil dari pemisahan PDAM Tirta Silampari milik Kabupaten Musi Rawas. 316513 Fax. Direktur Utama PDAM Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau di LUBUKLINGGAU BAB I SIMPULAN A.(0711) 358948 Palembang.

dan (157.891.079. dan 10. ROA. Tingkat Keberhasilan Perusahaan Sesuai dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 tanggal 31 Mei 1999 tentang ” Pedoman Penilaian Kinerja Perusahaan Daerah Air Minum” kinerja PDAM Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau tahun buku 2004 ditinjau dari aspek Keuangan.41%. mengalami kenaikan sebesar 78.97% dari Rp1.311.46%. current ratio dan quick ratio.88%.15%). 3. 12.58 39. 4.98) jika dibandingkan tahun awal tahun 2004 sebesar (Rp5. aspek Operasional dan aspek Administrasi diperoleh nilai 39.737.30). (14.012. dan RONW menunjukkan hal yang negatif yaitu masing-masing sebesar (26. 2 .033.108. Ratio rentabilitas yang dihitung dengan ROI.31% . Total ekuitas akhir tahun 2004 sebesar (Rp1.686.26%. Aspek 1 Keuangan 2 Operasional 3 Administrasi Jumlah Nilai 16.67%).61 9. 2. yaitu masing-masing 2.451.B. Asset PDAM Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau mengalami kenaikan 296.67 menjadi Rp6.50 13. Rasio Likuiditas perusahaan menunjukkan hal yang positif. yaitu 484. 5.96%).69 C. Ratio solvabilitas juga menunjukkan hal yang positif. Perkembangan Usaha Perkembangan usaha Perusahaan dari awal tahun 2004 sampai dengan tahun akhir tahun 2004 adalah sebagai berikut: 1.589. Kenaikan tersebut terjadi karena adanya penambahan penyertaan dari Pemerintah Kota Lubuklinggau berupa hibah dan penyertaan Pemerintah RI.69 dan termasuk dalam kategori Kurang dengan rincian sebagai berikut: No.532.473.76. Kenaikan tersebut sebagian besar karena adanya penambahan aktiva tetap berupa Instalasi Pengolahan Air. Hal ini dapat dilihat dari perhitungan cash ratio.

D. Hal ini ditunjukkan dengan tidak adanya deskripsi kerja dan program kerja Satuan Pengawasan Intern (SPI) Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau. Pemahaman Atas Satuan Pengawas Intern Pengkajian terhadap pelaksanaan tugas Satuan Pengawas Intern PDAM Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau menunjukkan bahwa Satuan Pengawasan Intern (SPI) PDAM Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau belum dilaksanakan sebagaimana mestinya. belum diberdayakan sebagaimana mestinya. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN PERWAKILAN II DI PALEMBANG KEPALA PERWAKILAN DRS.240000922 . SUTRISNO NIP. Sehingga posisi Satuan Pengawasan Intern (SPI) yang sangat penting.

3 .

993.67 5.98 2.108.101.012.94% 78.900.117.743.218.94 6. Dengan tidak dibuatnya RKAP dan mengingat PDAM Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau adalah Perusahaan baru yang berarti tidak ada data pembanding dari tahun sebelumnya.80 1 Januari 2004 Unaudited (Rp) 4 480. Aspek Keuangan a. Data Aspek Keuangan Perusahaan No 1 A B C D E F G H I J K L M N O Aktiva Lancar Aktiva Produktif Total Aktiva Kewajiban Lancar Kewajiban Jangka Panjang Total Kewajiban Ekuitas Penjualan Air Pendapatan Operasi Beban Operasi Laba Sebelum Pajak Penyusutan Angsuran Hutang Pokok+Bunga JT Operasi Sebelum Penyusutan Laba Uraian 2 Piutang Usaha (net) 31 Desember 2004 (Rp) 3 449.577. Pemisahan ini efektif berlaku mulai 1 Januari 2004.983.451.058.311.270.342. Tingkat Keberhasilan Perusahaan Sesuai dengan keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 tanggal 31 Mei 1999 tentang ” Pedoman Penilaian Kinerja Perusahaan Daerah Air Minum” kinerja PDAM Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau tahun 2004 dihitung sebagai berikut: 1.97 -5.663.079.496.09 1.34 -1.BAB II.46% - 4 .50 2.117.089. URAIAN HASIL EVALUASI A.17 6.25% -13.582.390.326.301. PDAM Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau belum membuat Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).148.603.473. Penyusunan dan Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan PDAM Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau adalah Perusahaan baru yang merupakan hasil dari pemisahan PDAM Tirta Silampari milik Kabupaten Musi Rawas.74 -1.106.395.891.95 747.737.01% 11.402.44 7.323. Untuk Tahun Buku 2004.434.75 842.783.702.04 0 -1.532.03 1.076.441.660.201.014.602.837.883.752. B.218.742.291.471.772.171.475.770.86% 296.97% 19.55% -11.589.500.30 0 0 0 0 0 0 0 % Kenaikan/ Penurunan 5 -6.50 4. maka tingkat pencapaian perusahaan (posisi keuangan dan hasil usaha/operasi) diukur dengan menggunakan Sandar Perhitungan Nilai Kinerja PDAM sesuai Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 1999.58 1.777.686.054.84 483.30 1.34% 270.76 6.29 5.033.967.

30 >1.810.70 >1.904 175.00atau> 3.804.25atau>2.078.945 110 6.00 38.75-2.54 1. Penilaian Kinerja Perusahaan 1) Aspek Keuangan No Indikator Rumus L/C(%) 2004 Rasio (32.251. 00-2.00 >1.915 0 0 0 0 0 0 0 0 0 - b.72%) Nilai 1 Kriteria Rasio >10% >7%-10% >3%-7% >0%-3% <0% Nilai Bonus Peningkatan Rasio Laba Terhadap Aktiva Produktif (13.001.12 1 >1. 7-3.00 Nilai 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 1 Rasio Laba Terhadap Aktiva Produktif (%) 2 1 5 .997.192.383) 1 >12% >9%-12 >6%-9% >3%-6% <0%-3% 3 Rasio AL Terhadap Utang Lancar (kali) B/E(X) 0.911.4%) 1 >12% >9%-12% >6%-9% >3%-6% <0%-3% 2 Rasio Laba Terhadap Penjualan (%) peningkatan Rasio LP terhadap tahun sebelumnya L/J(%) (73.75atau>2.003.495 4.15%) 1 >20% >14%-20% >8%-14% >0%-8% <0% Nilai Bonus Peningkatan Rasio Laba Terhadap Penjualan (0.211. 3-2.P Q R S T U V W X Penjualan per hari Rekening tertagih Jumlah Penduduk yang terlayani Jumlah Penduduk (jiwa) Produksi Air (m3) Air Terjual (m3) Air yang hilang (m3) Jumlah Karyawan (Orang) Jumlah Pelanggan (SR) 6.318 1.00 ≤1.50atau>2.710 2.61.

85 >0.30-1.65-0.50 >0.70 >1.70-2.00-1.89 4 ≤60 >60-90 >90-150 >150-180 >180 10 Efektivitas Penagihan Q/I(%) 90.34 4 <2.00 >1.70 >1.00 7 Rasio Laba Operasi sebelum penyusutan terhadap angsuran pokok dan bunga jatuh tempo (kali) O/N(X) - - 8 Rasio Aktiva Produktif Terhadap Penjualan (kali) C/I(X) 2.50 >0.00 >2.4 Rasio Hutang Jangka Panjang Terhadap Ekuitas (kali) F/H(X) -1.80 >0.00 >4.50-0.00-1.00 >1.65 >0.00 >2.02% 5 >90% >85%-90% >80%-85% >75%-80% ≤75% Jumlah Nilai 22 2) Aspek Operasional No 1 Indikator Cakupan Pelayanan ∑ Jlh Jiwa Terlayani ∑ Penduduk Keterangan x100% Nilai 2 Kriteria Rasio >80% >60%-80% >40%-60% >20%-40% ≤20% Tahun 2004 = ∑ 38.70 >0.00 9 Jangka Waktu Penagihan (kali) A/P(X) 73.30-1.30 ≤1.00 >1.50-0.85 2 6 Rasio Beban Operasi Terhadap Pendapatan Operasi (kali) K/J(X) 1.30 ≤1.904 x100% = 22.00 >1.70-0.3% ∑ 174.00-8.00 >1.74 1 ≤0.21 1 ≤0.80-1.00 >8.85-1.7-2.00 >1.00-4.495 Nilai 5 4 3 2 1 6 .00 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 Rasio Aktiva Terhadap Total Hutang (kali) D/G(X) 0.00-6.00 >6.00 >2.

54% 52 Tersedianya service point diluar kantor pusat ∑Pegawai x 1000 ∑Pelanggan = 110 x 1000 6915 = 15.10% 3 Memenuhi syarat air minum Memenuhi syarat air bersih Tidak memenuhi syarat Seluruh pelanggan dapat aliran air 24 jam Belum seluruh pelanggan dapat aliran air >90% >80%-90% >70%-80% ≥70% 3 2 1 2 1 4 3 2 1 5 Tingkat Kehilangan Air (TKA) Tahun 2004= ∑air yg tdk dpt di prtgjwb ∑distribusi air = 2.265.00-7.645.97% ∑Pelanggan yang mtr air di tera x 100% ∑Pelanggan 207 = 2. penyambungan diperlukan lebih dari 6 hari ∑Pengaduan selesai ditangani x 100% ∑Seluruh Pengaduan = 6 = 11.00 = 85.80 4.00-10.d.376.804.00 >9.00 >7.832.2 Kualitas Air Distribusi Memenuhi syarat air bersih 2 3 Kontinuitas Air Distribusi Belum seluruh pelanggan dapat aliran air 1 4 Produktivitas Pemanfaatan Instalasi Produksi Kapasitas Produksi x 100% Kapasitas Terpasang = 4.00-9.10 x 100% 5.00 2 1 5 4 3 2 1 Jumlah Nilai 16 7 .91 1 ≤20% >20%-30% >30%-40% >40% >20%-25% >10-20% >0%-10% ≤6 hr kerja >6 hr kerja ≥80% <80% 4 3 2 1 3 2 1 2 1 2 1 6 Peneraan meter air 1 7 Kecepatan Penyambungan baru Kemampuan penanganan pengadaan rata-rata per bulan Kemudahan Pelayanan Rasio karyawan per 1000 pelanggan 2 8 1 9 10 2 1 Tersedia Tidak Tersedia ≤6.00 >6.686.318.723.99% 6915 Waktu yang dibutuhkan dari pembayaran s.80 =59.00 ≥10.

Pekerjaan dilakukan berdasarkan pengalaman Perusahaan telah memiliki gambar nyata laksana untuk manajemen produksi dan distribusi Perusahaan telah memiliki pedoman penilaian kerja karyawan Perusahaan belum memiliki RKAP tahun 2004 Perusahaan telah menyampaikan laporan internal yang meliputi laporan harian kas. perusahaan telah memberikan jawaban kepada BPK Perwakilan II Palembang. laporan keuangan tahunan dengan tidak tepat waktu. tetapi baru sebagian ditindaklanjuti Nilai 2 3 1 4 Gambar nyata laksana (As Built Drawing) Pedoman Penilaian Kerja Karyawan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tertib Laporan Internal 3 5 6 7 3 1 2 8 Tertib Laporan Eksternal 3 9 Opini Auditor Independen 3 10 Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan Tahun Terakhir 2 Jumlah Nilai Perhitungan nilai kinerja PDAM sesuai Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 tahun 1999 adalah sebagai berikut: ASPEK KEUANGAN PERHITUNGAN = ∑nilai yang diperoleh x 45 60 = 22 x 45 60 OPERASIONAL = ∑nilai yang diperoleh x 40 47 = 16 x 40 47 13. Perusahaan telah menyampaikan laporan eksternal kepada Badan Pengawas berupa laporan keuangan Laporan Keuangan Perusahaan Tahun 2004 telah diaudit BPK Perwakilan II Palembang dengan opini WDP Untuk tindak lanjut hasil pemeriksaan tahun 2004.61 NILAI KINERJA 16.3) Aspek Administrasi No 1 2 3 Indikator Rencana Jangka Panjang (Corporate Plan) Rencana Organisasi dan Uraian Tugas Prosedur Operasi Standar Keterangan Perusahaan telah memiliki rencana jangka panjang tetapi baru dipedomani sebagian Perusahaan telah memiliki rencana organisasi Perusahaan belum memiliki Prosedur Operasi Standar. Sedangkan laporan keuangan bulanan perusahaan belum melakukannya.50 23 8 .

94 (5.76 1 Januari 2004 Unaudited (Rp) 842.34% 688.473.00 187.58 39.532.033.67 Pertumbuhan (%) -11.777. Perbandingan Ekuitas Perbandingan ekuitas antara awal dengan akhir tahun 2004 adalah sebagai berikut: 9 .09 559.079.434.873.451.30 1.44% 296.09 1.67 5.589.687.747.69 Jumlah nilai kinerja PDAM tahun 2004 adalah 39.189.30) 1.ADMINISTRASI = ∑nilai yang diperoleh x 15 36 = 23x 15 36 Jumlah Kinerja 9.837.25% -13.01% 78.301.475.Hutang Jk Panjang .311.Ekuitas TOTAL PASSIVA 31 Desember 2004 (Rp) 747.03 1.967.891.993.745.49 0.Aktiva Tetap Leasing .891.Kewajiban Lancar .27% 492.108.50 1.589.012.69 = Kurang Klasifikasi Umum Angka penilaian dan klasifikasi umum pemantauan Kinerja Keuangan terhadap tingkat kesehatan PDAM sebagai berikut: JUMLAH > >60>45>30<= TINGKAT KESEHATAN Baik Sekali Baik Cukup Kurang Tidak Baik C.98) 6.723.350.047.110.660.101.59 6.686.106.737.532.838.752.117.Aktiva Tetap .83 41.29 4. Perkembangan Posisi Keuangan Perkembangan posisi keuangan (Neraca) per 31 Desember 2004 dibandingkan dengan 1 Januari 2004 adalah sebagai berikut: URAIAN AKTIVA .148.737. Perkembangan Usaha PDAM 1.Aktiva Lain-Lain TOTAL AKTIVA PASISIVA .323.108.496.76 6.391.412.44 (1.97% 2.97% 19.Aktiva Lancar .46% 296.089.311.

hibah Pemerintah Kota Lubuklinggau sebesar Rp2. berarti terdapat kenaikan sebesar Rp3.058 juta – Rp4.23 juta.483.933.02 juta. jika dibandingkan dengan Total Ekuitas awal tahun 2004 sebesar (5.69) juta.483.34 juta).293. 3.72 juta (Rp6. Hal tersebut disebabkan antara lain karena dalam tahun 2004.079.Total Ekuitas pada akhir tahun 2004 sebesar (Rp1.45) juta.012.777.72 juta dan tambahan penyertaan pemerintah RI sebesar Rp2. terdapat penyerahan asset PDAM Kota Lubuklinggau yang sebelumnya dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Mura senilai Rp8. Rasio Keuangan Rasio keuangan perusahaan Tahun 2004 adalah sebagai berikut: .094.

29 6.00 8.311.900.419.67% ) -14. Laba (Rugi) Tahun Lalu 6.016. Pemda Kota Lubuklinggau 3.00 0.079.686.323.311.76 1.756.117.290.152.30) No A LIKUIDITAS 1 Cash Ratio Uraian Formula Kas + Bank Hutang Lancar Perhitungan 147.323.108.089.434.76 (1.23) (5.687.84) (1.702.473.323.684.900.269.98) 157.434.532. Pemda Mura 2.900.410.777.84) 6.477.00 (10.285.532.00 6.079.29 6.532.837.840.311. Penyertaan RI 5.054.436.089.44 484.84) (1.054.301.48 0.012.473.032.148.339.054.31% B SOLVABILITAS 1 Ratio total aktiva terhadap kewajiban jangka panjang Total Aktiva Total Hutang JP 6.293.96% .00 (16. Laba (Rugi) Tahun Berjalan JUMLAH 31 Desember 2004 (Rp) 0.451.88% C RENTABILITAS Laba setelah Pajak 1 Rate of Return on Investment (ROI) 2 Rate of Return on Assets (ROA) Total Aktiva Laba sbl Bunga+Pajak Total Aktiva 3 Rate of Return on Net Worth (RONW) Laba bersih setelah pajak Jumlah modal sendiri (1.108..058.216.98) 1 Januari 2004 Unaudited (Rp) 1.26% 3 Quick Ratio Aktiva Lancar -Persediaan Hutang Lancar 10.660.55) (714.00 4.230.108.033.30 628.077.098.434.76 (893.451.094.986.10 URAIAN 1.82) (1. Hibah Pemkot Lubuklinggau 4.15% -26.425.702.30 747.702.68 2.41% 2 Current Ratio Aktiva Lancar Hutang Lancar 12.834.089.30 Nilai 2.134.434 6.287.84 6.

atau sebagai dasar untuk penentuan strategi-strategi atas produk/jasanya.Bidang Pemasaran/Pelayanan o Cakupan pelayanan kurang memadai. serta dibentuk berdasarkan PERDA. Kelemahan . Analisis SWOT Analisis SWOT (Strengths. manajemen.904 jiwa dari jumlah . a. and Threats) digunakan sebagai kerangka untuk membantu perusahaan dalam mengembangkan perusahaan secara keseluruhan. Opportunities. yaitu 38. staff dalam setiap lini perusahaan. PDAM Tirta Bukit Sulap merupakan perusahaan daerah Kota Lubuklinggau yang membawa nama daerah. organisasi. Strenghts dan Weaknesses merupakan kondisi-kondisi internal yang dapat dikendalikan oleh perusahaan. Weaknesses.4. Kondisi Internal PDAM Kondisi internal merupakan kondisi-kondisi yang terdapat didalam perusahaan meliputi kompetensi yang dimiliki perusahaan yang membedakannya atau memberikan keunggulan dari pesaingnya meliputi keuangan. reputasi dan sejarah perusahaan. Kekuatan Terdapat beberapa kekuatan yang dimiliki oleh PDAM Tirta Bukit Sulap: PDAM memiliki sumber daya air yang memadai. baik dari dalam Kota Lubuklinggau maupun dari Kabupaten disekitar Kota Lubuklinggau. Sedangkan Opportunities dan Threats merupakan kondisi-kondisi eksternal yang tidak dapat dikendalikan oleh perusahaan.

30%.495 atau 22. o Kontinuitas pemasokan air belum mencapai 24 jam per hari.penduduk Kota Lubuklinggau sebanyak 174. 11 .

penggunaan air secara illegal. Selain itu. hal ini juga menunjukkan lemahnya Pengendalian Intern perusahaan dimana pengambilan dan pencatatan. . yang tidak sebanding dengan kegiatan perusahaan yang cukup besar. .Organisasi dan Sumber Daya Manusia o Jumlah Sumber Daya Manusia yang tinggi yaitu sebanyak 110 orang. Sehingga cenderung membuka peluang untuk berlaku curang dan malas. ditunjukkan dengan banyaknya keluhankeluhan dari pegawai. o Penentuan insentif yang terlalu besar kepada beberapa pegawai atau bagian. seperti masalah kebocoran air.Manajemen o Kurangnya kerjasama antara manajemen. perusahaan hanya memiliki 1(satu) orang yang benar-benar mengurus kegiatan akuntansi dan keuangan. dan masuk kategori tidak efisien. sehingga menimbulkan kecemburuan dari pegawai atau bagian lainnya.. hal ini dilihat dengan tuntutan karyawan untuk melakukan pekerjaan berdasarkan insentif. . mencapai 59.Bidang Produksi dan Distribusi o Tingkat kehilangan air dalam proses distribusi yang tinggi. sebagai contoh bagian penagihan mendapatkan insentif hingga 20% dari jumlah piutang yang dapat ditagih tanpa memperhatikan umur piutang.97%. o Rata-rata gaji yang rendah. o Kurangnya Sumber Daya Manusia yang mampu dalam bidang akuntansi dan keuangan yang sangat rentan. masalah keuangan. serta penggunaan uang dilakukan oleh satu pihak. hal ini terlihat dengan banyaknya masalah-masalah yang terdapat dalam PDAM yang belum jelas mengenai arah penyelesaiannya. o Keinginan bekerja karyawan kurang. Saat ini.

12 .

cakupan pelanggan PDAM Tirta Bukit Sulap masih 22. . Peluang Pangsa pasar yang masih besar. sehingga meningkatkan kebutuhan akan Sambungan Air baru. utama dalam pelayanan :Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia Meningkatkan kualitas dan kuantitas produk Meningkatkan peran serta dalam pembangunan. Semakin meningkatnya pertumbuhan sarana dan prasarana di Kota Lubuklinggau. Dari data tersebut diatas disimpulkan bahwa kondisi internal PDAM Bukit Sulap Kota Lubuklinggau termasuk dalam kategori Kurang. yaitu: Visi Misi : Terdepan dalam mutu. Misi dan Strategi yang ditetapkan untuk mencapai tujuan. Strategi : Meningkatkan dan memberdayakan Sumber Daya Manusia Meningkatkan kuantitas. Kondisi Ekternal Kondisi eksternal merupakan kondisi yang terjadi diluar kemampuan PDAM Kota Lubuklinggau. kualitas. b.Bidang Keuangan o Kurang baiknya struktur keuangan perusahaan diperlihatkan dari rasio-rasio keuangan perusahaan yang kurang baik. Pengaruh eksternal berhubungan dengan perkembangan PDAM.3%.. Visi. Berkembangnya kawasan pemukiman di Kota Lubuklinggau. produktifitas serta pelayanan. Masih banyak masyarakat menggunakan DAS untuk kebutuhan Air Minum.

13 .

Hal ini ditunjukkan dengan dilakukannya fungsi-fungsi tersebut oleh satu orang saja yaitu Kepala Bagian Keuangan.Ancaman Harga BBM yang sangat tinggi. Memberdayakan dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia Dalam rangka meningkatkan Sumber Daya Manusia PDAM Tirta Bukit Sulap Kota Lubuklinggau melakukan pembuatan sistem jenjang karir. Aspek Strategis 1. E. Kurangnya pengendalian atas water meter yang diperbaiki dan diganti. khususnya akibat kenaikan BBM yang mengakibatkan semakin menurunnya daya beli masyarakat. kerjasama pelatihan teknik dan administrasi . sehingga mengakibatkan perusahaan harus mengeluarkan biaya produksi dalam bentuk BBM dalam nilai yang lebih besar. Kurangnya pengendalian atas produksi air. D. hal ini ditunjukkan dengan peningkatan produksi hingga 997. sehingga memungkinkan pemanfaatan water meter tersebut untuk sambungan ilegal. Semakin tingginya inflasi. sehingga mengakibatkan Bagian ini cenderung hanya sebagai simbol. Munculnya pesaing-pesaing. rencana umum diklat intern untuk pegawai. khususnya teknologi Air Siap Minum (AMDK).356m3 dan tidak diimbangi dengan penambahan jumlah pelanggan aktif yang hanya sebanyak 44 pelanggan. hal ini ditunjukkan dengan tidak adanya rencana kerja dan deskripsi kerja yang jelas. Tidak adanya pemisahan yang jelas antara pihak yang memiliki otorisasi dalam mengambil. menggunakan uang dan pihak yang mencatat penggunaan uang. hal ini ditunjukkan dengan tidak jelasnya administrasi atas water meter tersebut. Pemahaman Atas Struktural Pengendalian Intern Satuan Pengawas Intern belum berjalan sebagaimana mestinya.

14 .

f. e. dan produktifitas. Giralisasi pembayaran rekening air. c. penyesuaian dan penyempurnaan sistem penggajian. Melakukan studi potensial pasar untuk produk AMDK. Kuantitas.PERPAMSI. Melakukan Survei Kepuasan Pelanggan/Konsumen. PDAM Tirta Bukit Sulap berencana melakukan beberapa hal antara lain: a. Pelaksanaan modul-modul pemasaran. 15 . 2. dalam meningkatkan pelayanannya baik dari segi kualitas. b. dan penyusunan program mutasi jabatan. Meningkatkan Kualitas. Melakukan penyempurnaan modul-modul pemasaran dan pelayanan. Melakukan studi terhadap pemekaran cabang. kuantitas. d. Produktivitas Pelayanan Sebagai penyedia air bersih di Kota Lubuklinggau.

BPK – RI LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN BPK RI ATAS KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DAN PENGENDALIAN INTERN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA BUKIT SULAP LUBUKLINGGAU Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 Nomor Tanggal : 255.c/S/XIV. 2 Palembang 30137 Telp.2/10/2005 255.b/S/XIV.2/10/2005 : 18 Oktober 2005 Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Perwakilan II di Palembang Jalan Demang Lebar Daun No. (0711) 358948 . (0711) 410549 Fax.

Saldo Piutang yang Berumur Lebih Dua Tahun Sebesar Rp606.00 Belum Didukung Bukti Sertifikat Kepemilikan 5. Laporan Auditor Independen B.018.923.55 8 12 14 16 18 II. Pembayaran 1 Tunggakan Hutang Berikut Bunga dan Denda Sebesar 3 Rp6.365. PPh Pasal 21 atas Gaji Dan Penghasilan Lain Karyawan PDAM Tidak Dipungut sebesar Rp8.252.152.622.211.000.072 Pelanggan 3.000. Struktur dan Bentuk Organisasi PDAM Tidak Sesuai Ketentuan dan Menimbulkan Inefisiensi Sebesar Rp524.DAFTAR ISI I.561.00 6. LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN A.00 Belum Dihapusbukukan 4.86 Kepada Departemen Keuangan RI Berlarut-Larut Tidak Terselesaikan 2.640. Aktiva Tetap Tanah dan Kendaraan Senilai Rp469.35 dan Perhitungan Pemakaian Air Tidak Akurat sebanyak 1. Laporan Auditor Independen B. Lampiran B 21 .425. LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PENGENDALIAN INTERN A. Lampiran A 1.810.297. Tingkat Kehilangan Air dalam Proses Distribusi Melebihi Batas Toleransi sebesar Rp1.

500.973.00 26 32 3.00 23 2. Pengelolaan Dana Pensiun Karyawan PDAM Tidak Terjamin Dan Menunggak Sebesar Rp259. Pengelolaan Tunggakan Pelanggan Tidak Efektif Dan Denda Atas Keterlambatan Pembayaran Rekening Air Tidak Dipungut Minimal Sebesar Rp34.199.670. 36 39 42 .675. Pengelompokan aktiva tetap berdasarkan umur ekonomis belum dibuat ketetapannya. Terdapat Rekening Piutang Yang Tidak Jelas Keberadaannya Sebesar Rp91.786.435.1.860.00 Pembayaran Insentif Penagihan Langganan Melebihi Ketentuan Sebesar Rp7.26 Pemutusan Sambungan Air Atas Pelanggan Yang Menunggak Belum Dilaksanakan Sesuai Ketentuan 4 5 6.

1 . Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. kami tidak menyatakan suatu pendapat seperti itu. kontrak. Oleh karena itu.2/10/2005 Kepada Yth. dan bantuan yang berlaku bagi PDAM Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau merupakan tanggung jawab manajemen. dan persyaratan bantuan disertai saran perbaikannya yang kami kemukakan pada lampiran A. laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. 2 Palembang 30137 Telp. kontrak. pasal-pasal yang kami sebut dalam paragraf di atas.b/XIV. pasal-pasal tersebut. tidak ada satu pun yang kami ketahui yang menyebabkan kami percaya bahwa PDAM Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau tidak mematuhi.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN PERWAKILAN II DI PALEMBANG Jalan Demang Lebar Daun No. peraturan. dan persyaratan bantuan. (0711)410549. Faks: (0711)358948 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Nomor : 255. Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia dan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. kami melakukan pengujian terhadap kepatuhan PDAM Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau terhadap pasal-pasal tertentu hukum. Sebagai bagian dari pemerolehan keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. Kepatuhan perusahaan terhadap hukum. Direktur Utama PDAM Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau 2. serta laporan laba rugi. Berkaitan dengan unsur yang tidak kami uji. kontrak. dalam semua hal yang material. tujuan audit kami atas laporan keuangan adalah tidak untuk menyatakan pendapat atas keseluruhan kepatuhan terhadap pasal-pasal tersebut. Kami juga mencatat masalah-masalah tertentu berkaitan dengan kepatuhan PDAM Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau terhadap pasal-pasal tertentu hukum. Namun. berkaitan dengan unsur yang kami uji. dalam semua hal yang material. peraturan. dan telah menerbitkan kami tertanggal 18 Oktober 2005. Hasil pengujian kami menunjukkan bahwa. Ketua Badan Pengawas PDAM Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau di LUBUKLINGGAU Kami telah mengaudit neraca PDAM Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau tanggal 31 Desember 2004. peraturan. PDAM Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau mematuhi. 1.

Namun apabila laporan ini merupakan catatan publik distribusinya tidak dibatasi. AK. Register Negara No. SE.Laporan ini dimaksudkan untuk memberikan informasi bagi Badan Pengawas. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN PERWAKILAN II DI PALEMBANG RONALD SINAGA. D-16211 18 Oktober 2005 2 . MIM. manajemen dan Pemerintah Kota Lubuklinggau.

01 sehingga jumlah total yang terhutang adalah sebesar Rp6.425. Hasil pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan bahwa sebelum terjadinya penyerahan tersebut.000.052. PDAM Tirta Silampari masih mempunyai hutang kepada Departemen Keuangan RI dengan hutang pokok awal per 27 September 1993 sebesar Rp2.061.86 (Rp6.161. 165/KPTS/X/2003 tentang Penghapusan Barang Yang Diserahkan Kepada Pemerintah Kota Lubuk Linggau yaitu bahwa yang dihapus dan diserahkan antara lain adalah PDAM Kabupaten Musi Rawas (PDAM Tirta Silampari).587.481. Dengan demikian jumlah hutang telah bertambah sebesar Rp4.725.85.425.923.00) yang diakibatkan oleh ketidakmampuan PDAM membayar biaya administrasi (bunga) dan denda keterlambatan pembayaran cicilan dan bunga.000.587.85 sehingga total hutang (pokok dan bunga) per 31 Desember 2003 telah membengkak menjadi sebesar Rp6.01).700.412. Penyerahan secara resmi dilakukan pada tanggal 20 Agustus 2003 sesuai dengan Berita Acara Penyerahan yang ditandatangani antara lain oleh Wakil Bupati Musi Rawas yang mewakili Pemerintah Kabupaten Musi Rawas dan Walikota Lubuk Linggau yang mewakili Pemerintah Kota Lubuk Linggau.86 Terselesaikan Kepada Departemen Keuangan RI Berlarut-Larut Tidak Sebagai tindak lanjut dari Undang-Undang No. Pembayaran Tunggakan Hutang Berikut Bunga dan Denda Sebesar Rp6.944. Saldo hutang tersebut bahkan bertambah lagi di tahun 2004 karena ketidakmampuan PDAM membayar biaya administrasi (bunga) dan denda yang timbul di tahun 2004 sebesar Rp808.944. Hutang tersebut berasal dari dua (2) perjanjian pinjaman jangka panjang dalam rangka peningkatan fasilitas produksi PDAM Tirta Silampari dengan jumlah yang terhutang per 31 Desember 2003 (yaitu saat penyerahan PDAM Tirta Silampari dari Kabupaten Musi .700.86 . 7 tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Lubuk Linggau yang terpisah dari Kabupaten Musi Rawas.Rp2.000.052.870.838.00 ditambah hutang bunga dan denda sampai dengan tanggal 31 Desember 2003 sebesar Rp4.86 (Rp6.161.114.574.923.114.LAMPIRAN A 1.923.425. pada tanggal 23 Mei 2003 Bupati Musi Rawas mengeluarkan SK No.244.481.838.85 + Rp808.

3 .

Dengan demikian sampai dengan tanggal 31 Desember 2003 saldo Hutang Pokok dan Hutang Bunga (Biaya Administrasi dan Biaya Denda) adalah sebesar Rp5.94 5.58 dengan rincian sebagai berikut: Saldo Hutang Atas Pinjaman Nomor RDA-100/DP3/1992 per 31/12/ 2003 I II Hutang Pokok Awal Bunga Tak Terbayar Dikapitalisasi Pembayaran Cicilan Hutang Pokok Jumlah Hutang Pokok Biaya Administrasi (Bunga) Terhutang Denda Biaya Administrasi Terhutang Denda Angsuran Hutang Pokok Terhutang Jumlah Bunga dan Denda Terhutang Jumlah Total Terhutang (I + II) Rp 2.007.052.983.973.00 pada tanggal 18 Desember 2000 yang dipergunakan untuk membayar Cicilan Hutang Pokok sebesar Rp120.912.735.091.00.496.42 2.433.973.000.58 berasal dari Perjanjian Pinjaman Nomor RDA-100/DP3/1992 + hutang sebesar Rp140.39 (120.374.000.958.58 b.85 (hutang sebesar Rp5.594.052. Perjanjian Pinjaman Nomor RDA-100/DP3/1992 tgl 18 Desember 1992 dengan plafond sebesar Rp2.823. Proyek dimaksud telah direalisasikan dengan melaksanakan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) beserta pemasangan pipa dan kelengkapan lainnya pada tahun 2003. Dari jumlah yang ditarik tersebut.84 222.00.080.934. Perjanjian Pinjaman Nomor RDA-244/DP3/1996 tgl 7 Maret 1996 dengan plafond sebesar Rp3.700.000.75) 3.161.937.601.950.587.064.587.735.000.60 dan Hutang Denda Biaya Administrasi Rp12. Pinjaman ke II ini 4 .64 1.064.801. dengan realisasi penarikan sebesar Rp2.68 904.912. PDAM Tirta Silampari baru satu kali melakukan pembayaran yaitu sebesar Rp500.944.064.973.000.741.27 berasal dari Perjanjian Pinjaman Nomor RDA-244/DP3/1996) dengan rincian perhitungan sebagai berikut: a.318.31 dan Denda Angsuran Hutang Pokok sebesar Rp19.618.700.000.125.539.700. Pinjaman tersebut dimaksudkan untuk membiayai proyek rehabilitasi dan pengembangan sistem penyediaan air bersih di Kota Lubuk Linggau. jangka waktu selama 18 tahun. Hutang Biaya Administrasi Rp346. jangka waktu selama 18 tahun.022.35.426.00 1.114.75.735.937.00.849.953.652.Rawas ke Kota Lubuk Linggau berlaku efektif) sebesar Rp6.937.

direncanakan untuk membiayai pembangunan IPA Tahap ke II dalam rangka meningkatkan pelayanan air bersih di Kota Lubuk Linggau.161.426.27 dengan rincian sebagai berikut: Saldo Hutang Atas Pinjaman Nomor RDA-244/DP3/1996 per 31/12/ 2003 Biaya Komitmen Terhutang Denda Biaya Komitmen Terhutang Pembayaran Biaya Komitmen dan Denda Biaya Komitmen Terhutang Jumlah Hutang Rp 77.663.114.923.481. Tidak ada realisasi (penarikan) atas pinjaman ini karena pihak Departemen Keuangan Republik Indonesia menolak pencairan pinjaman tersebut mengingat PDAM Tirta Silampari belum melunasi pinjaman I sesuai dengan kesepakatan.67) 140.013.838.83 92.663.biaya yang timbul di tahun 2004 sebesar Rp808.944.090.455.75 808.01.86 yaitu saldo hutang per tgl 31 Desember 2003 sebesar Rp6.01 dengan rincian sebagai berikut: I II Pinjaman Nomor RDA-100/DP3/1992 Biaya Administrasi Denda Biaya Administrasi Denda Angsuran Hutang Pokok Jumlah Biaya dan Denda (I) Pinjaman Nomor RDA-244/DP3/1996 Denda Biaya Komitmen Jumlah Denda (II) Jumlah Total (I + II) 13.746.838.426.61 (6.313.838.824.333.416.013. Atas perjanjian pinjaman ini.85 ditambah biaya .01 Rp 353.817. denda atas biaya administrasi terhutang. saldo jumlah terhutang atas perjanjian-perjanjian pinjaman tersebut per tgl 31 Desember 2004 adalah sebesar Rp6.433.889. denda atas angsuran hutang pokok terhutang dan denda atas biaya komitmen terhutang yang timbul atas pinjaman-pinjaman tersebut di atas adalah sebesar Rp808.75 13.26 Dengan demikian.320.25 349.425.953.27 Selama tahun 2004 biaya administrasi (bunga).18 795. 5 .000.415.481.481.007.33 69. PDAM Tirta Silampari mempunyai saldo Biaya Komitmen Terhutang dan Denda Biaya Komitmen Terhutang sebesar Rp140.007.181.

Keadaan tersebut mengakibatkan: a.425. biaya administrasi dan biaya komitmen. Kondisi ini disebabkan: a. b.Hal tersebut tidak sesuai dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut: a. di masa yang akan datang akan semakin besar yang pada akhirnya akan semakin mempersulit pelunasannya. biaya bunga.923. Jumlah total hutang (pokok + bunga/denda) per 31 Desember 2004 sebesar Rp6. Inefisiensi keuangan yang sangat tinggi bagi PDAM karena harus menanggung beban denda yang tinggi yaitu sebesar 18% per tahun atas Biaya Administrasi (Bunga) Terhutang dan atas Angsuran Hutang Pokok Terhutang. Pemerintah Kota Lubuk Linggau sebagai pemilik baru PDAM (efektif mulai 31 Desember 2003) tidak mengambil inisiatif untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas selaku pemilik lama PDAM untuk bersama-sama segera menyelesaikan permasalahan tersebut. Perjanjian pinjaman Nomor RDA-100/DP3/1992 pasal 9 yang menyatakan bahwa dalam hal pihak kedua (PDAM) melakukan tunggakan pembayaran kembali pokok pinjaman. c. Pihak Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Musi Rawas mengambil alih tanggungjawab pembayaran-pembayaran yang tertunggak tersebut melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tingkat II Musi Rawas. Perjanjian Pinjaman Nomor RDA-100/DP3/1992 dan RDA-244/DP3/1996 yang mengharuskan pembayaran hutang pokok.86. PDAM Kota Lubuklinggau menjelaskan hutang tersebut merupakan hutang PDAM Kabupaten Musi Rawas yang dijamin oleh Pemerintah Kabupaten Musi Rawas sehingga akan diupayakan untuk melakukan koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Musi Rawas. Pemerintah Kabupaten Musi Rawas sebagai pemilik lama PDAM (efektif sampai dengan 31 Desember 2003) tidak konsisten dan lalai tidak memenuhi kewajibannya sebagaimana disyaratkan dalam kontrak perjanjian pinjaman. b. biaya komitmen dan denda atas keterlambatan pembayaran dilakukan setiap enam bulan sekali. b. Direksi PDAM tidak cermat memperhitungkan kemampuan perusahaan untuk mengembalikan pinjaman dan bunganya. untuk periode 6 (enam) bulan setelah terjadinya pelanggaran tersebut.000. 6 .

BPK RI merekomendasikan agar Walikota Lubuklinggau berkoordinasi dengan Bupati Musi Rawas.Pemerintah Kota Lubuklinggau dan Departemen Keuangan untuk restrukturisasi penyelesaian hutang dimaksud. untuk secara bersama-sama mencari jalan keluar menyelesaikan hutang PDAM. 7 .

808.80 .2.80 x 100% = 1.686.723.723.808.579. Tingkat Kehilangan Air dalam Proses Distribusi Melebihi Batas Toleransi sebesar Rp1.152.00 x 100% = 59.265.072 Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) merupakan unit usaha yang memberikan jasa dan menyelenggarakan kemanfaatan umum dengan mengolah air baku untuk menyediakan air bersih sesuai standar kesehatan yang berlaku.10 .890.723.265.265.265.77% 4. Berdasarkan Laporan Kondisi Aktual PDAM Kota Lubuklinggau tahun 2004 diketahui: No Uraian 1 Air yang diproduksi (m3) 2 Air yang didistribusikan (m3) 3 Air yang hilang dalam proses produksi (m3) 4 Air yang dipertanggungjawabkan (m3)* 5 Air yang hilang dalam proses distribusi (m3) 6 Rata-rata harga jual air per m3 (Rp) Jumlah 4.318.832.80 b) Data diatas menunjukkan bahwa tingkat kehilangan air dalam proses produksi masih dibawah batas toleransi 5%.97% 4.318. Sedangkan tingkat kehilangan air dalam proses distribusi telah melebihi batas toleransi yang ditetapkan sebesar 20%. Jika air yang hilang dinilai berdasarkan rata-rata harga jual per m3 maka PDAM kehilangan kesempatan untuk memperoleh pendapatan akibat kehilangan air tersebut adalah sebagai berikut : 8 .723.252.10 4.1.80 958.318.30 1.80 85.808.810.890.75 *)Terdiri dari pemakaian air dalam Daftar Rincian yang Ditagih dan Mobil Tanki Dari data di atas dapat diperoleh tingkat kebocoran air sebagai berikut : a) Kehilangan Air dalam Proses Produksi 4.00 2.4.10 Kehilangan Air dalam proses Distribusi 4.579.35 dan Perhitungan Pemakaian Air Tidak Akurat sebanyak 1.052.

.

80 m3 Jumlah kebocoran air diluar toleransi 2.: WM = Water Meter . penyambungan kembali ataupun pergantian water meter pelanggan pada bulan Nopember tersebut.723.033. Berdasarkan Bukti Permintaan dan Pengeluaran Barang-barang yang Diminta dan Daftar Mutasi Jumlah Sambungan Pelanggan dari Bagian Umum dan Langganan menunjukkan pengeluaran water meter dan jumlah sambungan baru selama Nopember 2004 adalah sebanyak 42 buah dengan rincian 21 sambungan baru.64 Jumlah kehilangan kesempatan memperoleh pendapatan selama tahun 2004 adalah sebagai berikut: 1. rekening) Ket.832.252.888. Selanjutnya berdasarkan data kondisi water meter dari Bagian Umum dan Langganan diketahui jumlah water meter rusak per 31 Desember 2004 adalah sebanyak 476 buah.653.152.80 944. Dengan demikian perhitungan pemakaian air tidak dihitung berdasarkan prosedur semestinya sebanyak 1.686.64 m3 x Rp958.114 rekening pemakaian air (m3) selama bulan Nopember 2004 dihitung dengan posisi awal water meter adalah nol. Kondisi demikian dimungkinkan apabila water meter dalam kondisi baru dengan adanya pemasangan baru.072 rekening dengan rincian sebagai berikut: (dalam jlh.033.265.16 1.888.75 Rp 1.Air bocor dalam proses distribusi Toleransi 20% x 4.810. Menurut keterangan dari petugas pencetak rekening diketahui bahwa data pemakaian air pelanggan diperoleh dari Kartu Perhitungan Rekening (KPR) yang dibuat oleh petugas pembaca water meter. 1 penyambungan kembali dan 20 pergantian water meter. Pemeriksaan lebih lanjut atas DRD per 31 Desember 2004 diketahui sebanyak 1.35 Tingkat kebocoran air dalam proses distribusi dihitung berdasarkan jumlah air (m3) yang didistribusikan dibandingkan dengan jumlah pemakaian air (m3) oleh pelanggan sesuai dengan Daftar Rincian yang Ditagih (DRD). Pemeriksaan atas Daftar Stand Meter Langganan (DSML) yang dibuat pembaca water meter diperoleh data yang menunjukkan bahwa beberapa water meter tidak berfungsi sehingga pembaca meter menghitung pemakaian air secara taksiran.

KEMBALI PERGANTIANTOTAL W M RUSAK TIDAK DIBACA TOTAL 2 1 2 42 476 59 107 . 111 WATER METER BARU PERHITUNGAN TIDAK SESUAI PROSEDUR SAMB.9 STAND AWAL W M 0 SAMB.

Kondisi tersebut tidak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam: a. dan pendapatan usaha dari penjualan air belum menggambarkan kondisi yang sebenarnya. c. Keadaan ini terjadi karena : a. PDAM Kota Lubuklinggau menjelaskan untuk terus meneliti dan memperbaiki penyebab kehilangan air tersebut. b. Prosedur Pembacaan Meter Air Pelanggan: 1) Poin 1 menyebutkan bahwa pembacaan dan pencatatan meter air pada setiap daerah atau wilayah pelanggan harus dilakukan tiap-tiap bulan dengan jadual yang teratur. Terhadap pembaca meter di pelanggan yang tidak melaksanakan tugasnya dengan baik telah dilakukan tindakan dengan memutasikan pegawai tersebut ke tempat lain.35. Keputusan Menteri Negara Otonomi Daerah No. Kurangnya pengendalian atas kebocoran air dalam proses distribusi oleh Bagian Transmisi dan Distribusi. 10 . b.252. sebanyak 1.915 pelanggan.Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa dari pemakaian air 6. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 1999 Tanggal 31 Mei 1999 tentang Pedoman Penilaian Kinerja PDAM yang menyatakan bahwa toleransi kebocoran air dalam distribusi sebesar 20%. Pengendalian dan atau pengawasan Direksi PDAM Kota Lubuklinggau masih lemah. 1. Petugas pembaca meter tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya. 2) Poin 3 menyebutkan pembaca meter berkewajiban menerima pengaduan pelanggan dan menginformasikan/melaporkan kejadian-kejadian atas kondisi instalasi saluran air minum pelanggan.152. antara lain dengan mengganti water meter yang rusak dan pelatihan-pelatihan staf. Bagian V Prosedur.1.50% dihitung berdasarkan taksiran yang tingkat keakuratannya tidak bisa diandalkan.810.072 atau 15. Hal tersebut mengakibatkan PDAM Kota Lubuklinggau kehilangan kesempatan untuk memperoleh pendapatan air selama tahun 2004 sebesar Rp1.8 Tahun 2000 tanggal 10 Agustus 2000 tentang Pedoman Akuntansi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Memerintahkan secara tertulis Direksi PDAM supaya menegur Kepala Bagian Transmisi dan Distribusi agar bekerja lebih cermat dalam meminimalisasi kebocoran air. Memerintahkan secara tertulis Direksi PDAM supaya menegur petugas pembaca meter yang tidak melaksanakan tugasnya dengan baik dan memutasikan pegawai tersebut ke tempat lain. b.BPK RI merekomendasikan agar Walikota Lubuklinggau: a. 11 . Menegur dan memperingatkan secara tertulis kepada Badan Pengawas dan Direksi untuk bekerja secara profesional dan cermat sesuai dengan prinsip-prinsip perusahaan yang baik serta lebih meningkatkan pengurusan dan pengendalian dalam proses distribusi air bersih serta mengambil langkah-langkah antara lain mengganti Badan Pengawas dan Direksi dengan tenaga (SDM) yang lebih profesional. jika kesalahan masih terjadi. c. jika tingkat kebocoran terus meningkat secara signifikan.

640.d.00.00 Rp 473.195.633.791.443.00 Rp 96. 3 bulan 3 s.95 Rp 304.05) Rp 445.684.422.d.00.d.00 Rp 606.640.248.443.00 Rp 72.652.8 Tahun 2000.018.046.018.640.483.619. dengan rincian sebagai berikut: Piutang Lancar: 0 s. Atas piutang yang harus dihapusbukukan tersebut. Saldo Piutang yang Berumur Lebih Dua Tahun sebesar Rp606. piutang sebesar Rp1.d.00 Rp 774. mengenai Bagian I Kebijakan Akuntansi Poin 4 tentang Penilaian Piutang seharusnya Piutang yang berumur diatas 2(dua) tahun diklasifikasikan sebagai piutang tak tertagih dan sudah dapat diusulkan kepada Badan Pengawas untuk dihapus serta dikeluarkan.853.018. Keadaan tersebut mengakibatkan saldo piutang ragu-ragu sebesar Rp606.640.248. Direksi PDAM telah mengusulkan penghapusan piutang kepada Badan Pengawas sesuai surat Direksi pada tanggal 14 Mei 2005. tanggal 10 Agustus 2000 tentang Pedoman Akuntansi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).00 Rp1. Sesuai Keputusan Menteri Negara Otonomi Daerah No.555.3.227.737.823.018.00 Belum Dihapusbukukan Neraca PDAM Kota Lubuklinggau per 31 Desember 2004 menyajikan perkiraan. 24 bulan Diatas 24 bulan Jumlah Piutang Ragu-Ragu Total Piutang Penyisihan Piutang Piutang Neto Rp 168.00 Berdasarkan data diatas menunjukkan bahwa piutang yang berumur diatas 2 tahun dan harus dihapusbukukan adalah sebesar Rp606. .422.00 akan terus membebani pekerjaan administrasi.668. 12 bulan Jumlah Piutang Lancar Piutang Ragu-Ragu 12 s.00 (Rp 802. 6 bulan 6 s.639.328.

12 .

b. namun belum ditindaklanjuti oleh Badan Pengawas. PDAM Kota Lubuklinggau menjelaskan saldo piutang tersebut telah diusulkan kepada Ketua Badan Pengawas PDAM melalui surat No. berkaitan dengan penghapusan rekening piutang tersebut. Direksi mengirim kembali surat kepada Ketua Badan Pengawas PDAM. BPK RI merekomendasikan agar: a. Ketua Badan Pengawas PDAM Tirta Bukit Sulap Kota Lubuklinggau memproses penghapusan piutang sesuai ketentuan yang diatur dalam SK Menteri Otonomi Daerah No.:690/85/PDAM/V/2005 tanggal 14 Mei 2005 perihal permohonan pemindahbukuan piutang rekening.Kondisi tersebut disebabkan Direksi PDAM tidak mengusulkan penghapusan piutang kepada Badan Pengawas sebagaimana diatur dalam SK Menteri Otonomi Daerah No 8 Tahun 2000 tentang Pedoman Akuntansi PDAM.8 Tahun 2000. 13 .

000.54% dan Kendaraan senilai Rp462.000.807. Berdasarkan pemeriksaan atas bukti-bukti kepemilikan aktiva tetap diketahui bahwa dari total Aktiva Tetap Tanah dan Kendaraan tersebut terdapat Aktiva Tetap Tanah senilai Rp6.750.00 5.00 dan Rp652.00 1.940.00 930.250. Aktiva Tetap Tanah dan Kendaraan Senilai Rp469.00 b.000.000.00 Belum Didukung Bukti Sertifikat Kepemilikan Dalam Neraca PDAM Kota Lubuklinggau per 31 Desember 2004 tercantum Aktiva Tetap Tanah dan Kendaraan masing-masing senilai Rp44.650.180.000.000.946.00 320.00 104.000.000.080.00 38.000.00 54.300.934.000.00 2.00 100.000.680.912.00 1.00 atau 70.000.630.750.000.00 42.00 1.00 134.00 2. Aktiva Tetap Kendaraan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Uraian Motor Honda BG6233/7290AZ Mobil Chevrolet BG9507/9503 Motor GL100 BG505/5672HD Motor BG5225HZ/5961HD Mobil Tangki BG4488 Mobil Tangki BG4820AZ Mobil Tangki Mobil Tangki Isuzu Panther Mobil Minibus Kuda Perolehan 1980 1983 1983 1990 1991 1996 1993 1993 2004 2004 Nilai 1.00.728m2 957m2 673m2 25m2 274m2 320m2 Nilai (Rp) 406.000.500.680.00 42.622.000.00 14 .444.000.750.710.89% yang belum didukung dengan bukti kepemilikan berupa sertifikat hak milik dengan rincian sebagai berikut: a.750.4.000.00 6.00 atau 15.471.912.000. Aktiva Tetap Tanah No 1 2 3 4 5 6 7 Nama Gedung Tanah BPTC Desa Air Apor Tanah Spring I dan II Tanah Blow Desa Watas Tanah CO2 Taba Padang Tanah BPTB Taba Padang Tanah Desa Apur Tanah Desa Apur Total Perolehan 1980 1980 1982 1981 1988 1985 1986 Luas (m2) 78m2 28.050.

Kondisi tersebut tidak sesuai dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri No.622. . Kepala Bagian Umum sebagai pengelola tanah dan kendaraan PDAM kurang aktif mengusahakan pensertifikatan kepemilikan tanah dan kendaraan sebagai bukti kepemilikan yang sah bagi perusahaan. Hal ini akan ditidaklanjuti dengan melakukan penelusuran dan pembuatan sertifikatnya. b. Keadaan ini mengakibatkan kepemilikan atas tanah dan kendaraan yang tidak bersertifikat sebesar Rp469. c. 153 Tahun 2004 tanggal 6 Mei 2004 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Daerah yang Dipisahkan Pasal 33 Ayat (1) yang menyatakan bahwa pengamanan barang daerah dalam pemanfaatannya terhindar dari penyerobotan. BPK RI merekomendasikan Walikota Lubuklinggau untuk memerintahkan Direktur Umum melengkapi bukti-bukti kepemilikan aktiva tetap. PDAM Kota Lubuklinggau menjelaskan bahwa aktiva tetap tersebut merupakan penyerahan dari BPAM ke PDAM Kabupaten Musi Rawas kemudian diserahkan ke PDAM Kota Lubuklinggau sehingga tidak disertai dengan penyerahan sertifikat dan surat-surat secara resmi. pengambilalihan atau klaim dari pihak lain dilakukan dengan cara sebagai berikut: a. Kurangnya pengawasan Direktur Umum terhadap Kepala Bagian Umum dalam melaksanakan tugasnya untuk melengkapi bukti kepemilikan atas tanah dan kendaraan. Mengenai aktiva tetap kendaraan yang sebagian besar merupakan bantuan pemerintah pusat akan diupayakan untuk melengkapi surat-suratnya. pemagaran dan pemasangan tanda kepemilikan barang. administratif yaitu meliputi dokumen kepemilikan. tindakan hukum. Kondisi ini disebabkan: a.00 tidak terjamin dan mengundang klaim dari pihakpihak yang tidak bertanggungjawab. b.000.

15 11 12 Motor Honda Win. 2 unit Motor BG4019 Total 2004 2004 25.000.000.00 .800.00 462.710.00 7.500.000.

561. Dengan demikian jumlah PPh yang belum dipungut dan disetor untuk Tahun Buku 2004 adalah sebesar Rp8./2000 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemotongan. Hal tersebut tidak sesuai dengan: a.980.57% dan Tim Penagih sebesar 42.57%. kecuali yang dibayarkan kepada Pegawai Negeri Sipil TNI/Polri berpangkat Pembantu Letnan Satu ke bawah atau Ajun Inspektur Tingkat I ke bawah.747. Pegawai Negeri Sipil. Jumlah insentif yang diterima karyawan di tahun 2004 adalah sebesar Rp39. Pengurus Penagihan (Ketua. Pasal 15 Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor : Kep-545/PJ. Direktur Umum dan Direktur Tehnik) sebesar 28. Anggota TNI/Polri yang sumber dananya berasal dari Keuangan Negara/Daerah.164.00 x 15%).561.00 (Rp39.686.874.00).747.5. Direksi PDAM Kota Lubuklinggau mengeluarkan SK No.874.000.211. . Pengelola Rekening dan Kas Penagihan) sebesar 28. Hasil pemeriksaan selanjutnya mengungkapkan bahwa atas pembayaran gaji dan tunjangan direksi yang jumlah setiap bulannya melebihi batas maksimum penghasilan yang PPhnya ditanggung Pemerintah yaitu sebesar Rp1.86%.464.00 (Rp5.00 + Rp2.00 sebulan belum dipungut PPh sebesar Rp2.000.00.980.686.00 Untuk meningkatkan motivasi karyawan dalam menagih tunggakan rekening air.00. Besarnya insentif tersebut adalah 7% dari jumlah yang berhasil ditagih yang dibagikan kepada Penanggungjawab Penagihan (Direktur Utama. Hasil pemeriksaan mengungkapkan bahwa atas pembayaran insentif tersebut belum dipotong PPh final 15% sebesar Rp5.464. Penyetoran dan Pelaporan Pajak Penghasilan Pasal 21 sehubungan dengan pekerjaan jasa dan kegiatan orang pribadi. PPh Pasal 21 atas Gaji Dan Penghasilan Lain Karyawan PDAM Tidak Dipungut sebesar Rp8.211. Bendahara. menyebutkan bahwa: Tarif sebesar 15% (lima belas persen) dan bersifat final diterapkan atas penghasilan bruto berupa honorarium dan imbalan lain dengan nama apapun yang diterima oleh Pejabat Negara.164. 33/SK/UM/2003 Tentang Pembentukan Satuan Tugas Penagihan dan Penertiban Pelanggan PDAM yang menyatakan antara lain bahwa PDAM memberikan insentif kepada karyawan yang berhasil menagih tunggakan rekening air.

16 .

00. bendaharawan dan badan-badan lain yang melakukan pembayaran atas beban APBN/APBD/Anggaran BUMN/BUMD ditetapkan sebagai wajib pungut Pajak Penghasilan (PPh). BUMN/BUMD.000. Keputusan Presiden RI No. Pasal 14 butir (2) yang menyatakan bahwa setiap Instansi Pemerintah.561. BPK RI merekomendasikan agar Direktur Utama menegur secara tertulis dan memerintahkan kepada Kepala Bagian Keuangan untuk memungut dan menyetor pajak terutang sebesar Rp8.03/2003 Tentang PPh Yang Ditanggung Oleh Pemerintah Dari Pekerjaan pasal 1 ayat (2) yang menyatakan bahwa PPh yang terutang atas gaji.211.00 sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 17 Tahun 2000 tentang Pelaksanaan APBN. c.561.b. 17 .00 sebulan ditanggung oleh Pemerintah.000. dan pajak lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal tersebut terjadi karena Bagian Keuangan PDAM Kota Lubuklinggau lalai tidak melaksanakan pemungutan dan penyetoran PPh Pasal 21 sesuai ketentuan yang berlaku. Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. Hal tersebut mengakibatkan penerimaan negara atas pungutan PPh Pasal 21 kurang diterima sebesar Rp8. PDAM Kota Lubuklinggau menjelaskan pajak terhutang atas gaji/tunjangan dan insentif akan ditagih kepada pegawai yang bersangkutan dan disetor ke Kas Negara dan untuk tahun-tahun selanjutnya PPh Pasal 21 atas penghasilan karyawan akan dikenakan sesuai dengan peraturan perpajakan. serta imbalan lainnya dari pekerjaan yang diterima oleh Pekerja sampai dengan Rp1. 486/KMK.211. upah.

jumlah pelanggan PDAM adalah berjumlah 6. Direktur Umum membawahi dua bagian yang masing-masing bagian tersebut membawahi tiga dan dua sub bagian.365. Struktur dan Bentuk Organisasi PDAM Tidak Sesuai Ketentuan dan Menimbulkan Inefisiensi Sebesar Rp524.55 PDAM merupakan unsur pelaksana tugas pemerintah daerah di bidang pelayanan air bersih dan selain sebagai perusahaan yang memiliki misi menyediakan pelayanan air minum kepada masyarakat juga sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Berdasarkan Laporan Kondisi Aktual PDAM Kota Lubuklinggau Tahun 2004 diketahui bahwa sampai dengan bulan Desember 2004.6. tanggal 17 Juni 2004. PDAM Kota Lubuklinggau digolongkan Tipe A dengan kategori jumlah pelanggan sampai dengan 10.000 sambungan pelanggan. Sedangkan Direktur Teknik membawahi dua bagian dan masing-masing bagian membawahi tiga sub bagian.: 8 Tahun 2000 tentang Pedoman Akuntansi PDAM. Berdasarkan penggolongan PDAM sesuai dengan Keputusan Menteri Negara Otonomi Daerah No. Untuk itu harus dikelola secara baik atas dasar prinsip-prinsip ekonomi perusahaan. PDAM dibentuk dengan maksud untuk memenuhi kebutuhan pelayanan air bersih kepada masyarakat Kota Lubuklinggau.297. tugas pokok dan fungsi serta struktur organisasi PDAM. Pengelolaan PDAM berupa kegiatan pengawasan dan manajemen dilakukan oleh pengurus yang terdiri dari Direksi dan badan Pengawas. Peraturan daerah (perda) dimaksud mengatur kedudukan. Berdasarkan pasal 3 ayat (2) perda diatas menyebutkan PDAM dipimpin oleh seorang Direktur Utama dan dibantu dua orang Direktur yaitu Direktur Umum dan Direktur Teknik.915.:05 tahun 2004. Berdasarkan Keputusan Menteri Negara Otonomi Daerah No. 18 . PDAM Kota Lubuklinggau dibentuk dengan Peraturan Daerah Kota Lubuklinggau No.: 8 Tahun 2000 menyebutkan antara lain penetapan bentuk organisasi PDAM dengan golongan Tipe A terdiri dari satu Direktur dan dua Kepala Bagian (Bagian Administrasi dan Keuangan dan Bagian Teknik) serta masing-masing dapat memiliki maksimal lima Sub Bagian. tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

049.000 = 15.683. Dengan demikian.Berdasarkan Daftar Pegawai dan Laporan Kondisi Aktual PDAM tahun 2004 diketahui jumlah pegawai adalah 110 dengan rincian sebagai berikut: Apabila dihitung rasio karyawan per 1000 pelanggan.47 Tahun 1999 tentang Pedoman Penilaian Kinerja PDAM.000 = Jumlah Pelanggan 110 X 1. jumlah rasio karyawan per 1.91. maka perusahaan menanggung beban tunjangan direksi sebesar Rp23. Berdasarkan rekapitulasi Tunjangan Direksi dan Gaji dan Tunjangan Karyawan selama tahun 2004 diketahui jumlah gaji dan tunjangan yang dibayarkan oleh perusahaan adalah masing-masing sebesar Rp69.915 Berdasarkan Surat Direktur Jenderal Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah No. maka diperoleh rasio 15.00 dan Rp956.91 6. Apabila diperhitungkan menurut ketentuan dimaksud. dengan perhitungan sebagai berikut: Jumlah Karyawan X 1.00 per orang dan gaji dan tunjangan karyawan sebesar Rp8.365.21 per orang.:690/1554/PUOD. apabila bentuk organisasi PDAM sesuai dengan ketentuanketentuan dimaksud maka PDAM akan dapat menghemat biaya sebesar Rp524. maka jumlah karyawan ideal PDAM Kota Lubuklinggau adalah 55 orang.000 pelanggan dikategorikan baik apabila rasio <=8. dengan perhitungan sebagai berikut: .344.965.863.182. tanggal 1 Juni 1999 perihal Pelaksanaan Kepmendagri No.487.297.060.55. Apabila diperhitungkan rata-rata gaji dan tunjangan untuk direksi dan karyawan selama setahun.00.

19 URAIAN Bagian Umum Bagian Keuangan Bagian Hubungan Langganan Bagian Transmisi / Distribusi Bagian Perlengkapan Bagian Perencanaan Bagian Produksi Bagian Penagihan UPK TOTAL JUMLAH 14 23 14 8 4 7 22 7 11 110 .

2) Pasal 6. .365. Hal tersebut mengakibatkan pemborosan keuangan perusahaan yang tidak tepat guna sebesar Rp524. Proses perampingan struktur dan jumlah pegawai akan diupayakan untuk menjadi perhatian dan akan dilaporkan kepada Pemerintah Kota Lubuklinggau untuk dicarikan alternatif penyelesaiannya.8 Tahun 2000 tanggal 10 Agustus 2000 tentang Pedoman Akuntansi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM): 1) Pasal 4. Surat Direktur Jenderal Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah No. Keputusan Menteri Negara Otonomi Daerah No.55. b. BPK RI merekomendasikan agar Walikota Kota Lubuklinggau merubah Struktur Organisasi dan mengurangi jumlah pegawai sesuai ketentuan yang berlaku.297. Masing-masing bagian dapat memiliki maksimal 5 (lima) Sub Bagian/seksi. Hal tersebut terjadi karena Pemerintah Kota Lubuklinggau sebagai pemilik PDAM tidak memahami ketentuan dimaksud.000 pelanggan adalah <=8. ayat (5) menyebutkan bahwa bentuk organisasi yang dibangun harus memperhatikan kesinambungan organisasi dan kesederhanaan serta efisien dari segi biaya.47 Tahun 1999 tentang Pedoman Penilaian Kinerja PDAM yang antara lain menyebutkan jumlah idela rasio karyawan per 1. ayat (1) a yang antara lain menyebutkan bahwa bentuk organisasi PDAM Tipe A terdiri dari 1 (satu) Direktur dan 2 (dua) Kepala Bagian yang membidangi Administrasi dan Keuangan dan Bagian Teknik.Hal tersebut tidak sesuai dengan: a. tanggal 1 Juni 1999 perihal Pelaksanaan Kepmendagri No.:690/1554/PUOD. PDAM Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau menjelaskan kelebihan pegawai diatas jumlah yang disyaratkan oleh ketentuan-ketentuan merupakan akumulasi dari kebijakankebijakan Direksi sebelumnya.

2 6 . D AN B E B A N G A J I & T U N J A N G A N B IA Y A Y A N G D A P A T D IH E M K AR YAW AN K A R Y A W A N Y A N G ID E A L PER O RA NG JLH .9 3 1 8 4 47 1 5 0 1 . D IR E K S I 3 1 1 5 2 3 . D IREKSI J KA RY.0 6 0 .5 5 .3 6 6 . K A R Y .0 . K A R Y . DIREK SI KA RY.0 0 8 .L H . J L H .2 4 3 . D IR E K SJI L H .1 2 1 .3 4 4 .20 BEN TU K O RG . N DA BENTU K O RG.6 9 5 .6 8 3 .

dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. 2 Palembang 30137 Telp.c/S//XIV. Ketua Badan Pengawas PDAM Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau di LUBUKLINGGAU Kami telah mengaudit laporan keuangan PDAM Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau tanggal 31 Desember 2004. bukan keyakinan absolut. (0711)410549. proyeksi setiap evaluasi atas pengendalian intern ke periode yang akan datang mengandung risiko bahwa suatu prosedur menjadi tidak memadai lagi karena perubahan kondisi yang terjadi atau efektifitas desain dan operasi pengendalian intern tersebut telah berkurang. kami mempertimbangkan pengendalian intern entitas tersebut untuk menentukan prosedur audit yang kami laksanakan untuk menyatakan pendapat kami atas laporan keuangan dan tidak dimaksudkan untuk memberikan keyakinan atas pengendalian intern tersebut. Karena adanya keterbatasan bawaan dalam setiap pengendalian intern. Faks: (0711)358948 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Nomor : 255. Manajemen PDAM Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau bertanggung jawab untuk menyusun dan memelihara suatu pengendalian intern. Dalam memenuhi tanggung jawabnya tersebut. Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia dan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. . Dalam perencanaan dan pelaksanaan audit kami atas laporan keuangan PDAM Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004. diperlukan estimasi dan pertimbangan dari pihak manajemen tentang taksiran manfaat dan biaya yang berkaitan dengan pengendalian intern. kekeliruan atau ketidakberesan dapat saja terjadi dan tidak terdeteksi. dan telah menerbitkan laporan kami tertanggal 18 Oktober 2005. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. Begitu juga. Direktur Utama PDAM Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau 2.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN PERWAKILAN II DI PALEMBANG Jalan Demang Lebar Daun No. Tujuan suatu pengendalian intern adalah untuk memberikan keyakinan memadai.2/10/2005 Kepada Yth. kepada manajemen bahwa aktiva terjamin keamanannya dari kerugian sebagai akibat pemakaian atau pengeluaran yang tidak diotorisasi dan bahwa transaksi dilaksanakan dengan otorisasi manajemen dan dicatat semestinya untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. 1.

21 .

Pertimbangan kami atas pengendalian intern tidak perlu mengungkapkan semua masalah dalam pengendalian intern yang mungkin merupakan kondisi yang dapat dilaporkan. kami yakin bahwa tidak ada satupun kondisi yang dapat dilaporkan di atas merupakan kelemahan material. kami memperoleh pemahaman tentang desain pengendalian intern yang relevan dan apakah pengendalian intern tersebut dioperasikan. manajemen dan Pemerintah Kota Lubuklinggau. Namun. oleh karena itu. Namun apabila laporan ini merupakan catatan publik distribusinya tidak dibatasi. Bagian Administrasi Keuangan Untuk semua golongan pengendalian intern tersebut di atas. Ak. MIM. D-16211 18 Oktober 2005 22 . BADAN PEMERIKSA KEUANGAN PERWAKILAN II DI PALEMBANG RONALD SINAGA. tidak perlu mengungkapkan semua kondisi yang dapat dilaporkan yang mungkin juga dianggap sebagai kelemahan material sebagaimana didefinisikan diatas. SE. Laporan ini dimaksudkan untuk memberikan informasi bagi badan pengawas. serta kami menentukan risiko pengendalian. kami menggolongkan pengendalian intern signifikan ke dalam kelompok berikut ini: a.Untuk tujuan laporan ini. Kami juga menemukan masalah-masalah tertentu tentang pengendalian intern dan operasinya disertai saran perbaikannya yang telah kami kemukakan dalam lampiran B. Direktorat Teknik b. Bagian Pelayanan Pelanggan d. Bagian Umum/Personalia c. Register Negara No.

dengan rincian sebagai berikut: Berdasarkan hasil pemeriksaan lebih lanjut atas Berita Acara Perubahan Rekening Air diketahui pengurangan nilai tunggakan atas rekening yang harus ditagih kepada pelanggan sebesar Rp12.00 karena adanya klaim pelanggan atas ketidaksesuaian jumlah air yang dipakai dengan rekening yang harus dibayar dan dispensasi tunggakan.973.643. Dengan demikian piutang yang menjadi hak perusahaan adalah sebesar Rp1. Terdapat Rekening Piutang Yang Tidak Jelas Keberadaannya Sebesar Rp91.351.919.00 sehingga terdapat selisih lebih angka piutang yang tercantum dalam laporan keuangan dengan jumlah fisik rekening tertunggak sebesar Rp103.443.065.00 dengan rincian Berdasarkan hasil opname atas rekening-rekening yang masih menunggak per 31 Desember 2004 diketahui bahwa nilai piutang sebelum penyisihan yang masih menjadi hak perusahaan adalah sebesar Rp1.199.00 Laporan Keuangan PDAM Kota Lubuklinggau per 31 Desember 2004 (unaudited) mencatat saldo perkiraan sebagai berikut: Piutang sebesar sebesar Rp1.LAMPIRAN B 1.339.00 dengan rincian sebagai berikut: .092.670.475.248.00.422.643.275.

01.919.01 Uraian Piutang di Kantor Pusat Piutang di unit Ibukota Jumlah piutang Fisik rekening 1.00 11.00 1.01.288.01.23 Kode Rek 11.210.480.00) (25.017.065.00 1.00 11.00) (103.00 (802.00 11.443.01.02.230.70 Kode Rek 11.834.00 Laporan Keuangan 1.351. 00) .02.010.239.428.010.048.288.00 63.00 37.046.30) Rp549.017.909.422.320.834.643.475.919.00 1.02 Uraian Piutang di Kantor Pusat Piutang di unit Ibukota Kecamatan (IKK) Jumlah Piutang Rekening Air Penyisihan Piutang Jumlah Piutang Neto Nilai(Rp) 1.809.351.598.00 Selisih(Rp) (78.048.183.065.01.909.00 63.963.01 11.00 11.248.

Kondisi tersebut diatas menunjukkan bahwa masih terdapat selisih piutang antara Laporan Keuangan dan Hasil Opname Rekening Air per 31 Desember 2004 sebesar Rp91. Hal tersebut mengakibatkan saldo Piutang yang tercantum dalam Laporan Keuangan tidak mencerminkan angka yang semestinya.643. serta pencatatan atas piutang yang menjadi hak perusahaan tidak berjalan sebagaimana mestinya. UU No 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negara Pasal 34 (1) Setiap pejabat yang diberi kuasa untuk mengelola pendapatan. (2) Piutang negara/daerah yang tidak dapat diselesaikan seluruhnya dan tepat waktu. .248. piutang. belanja. Pengendalian atas penjualan. Keputusan Menteri Negara Otonomi Daerah No. penerimaan kas dan kas yang disetor ke bank. Hal tersebut tidak sesuai dengan: a.8 Tahun 2000 tanggal 10 Agustus 2000 tentang Pedoman Akuntansi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM): Bagian I Kebijakan Akuntansi poin 4 Penilaian Piutang menyebutkan bahwa piutang harus disajikan dalam laporan keuangan dengan nilai tunai yang dapat direalisasi. Hal tersebut terjadi karena: a.339.00) yang tidak jelas keberadaannya.00 – 1.199.443.092.422. b. penagihan piutang. dan kekayaan negara/daerah wajib mengusahakan agar setiap piutang negara/daerah diselesaikan seluruhnya dan tepat waktu.670.00 (Rp1. diselesaikan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

00 3.472.065.192.00 1.612.973.275.00 1.00 .349.24 URAIAN Penjualan Air Piutang Des'03 (setelah pisah dg mura) Saldo Piutang Kas Diterima Dr Penjualan Air Saldo Piutang Akhir (Berdasarkan Neraca) Dispensasi pembayaran tunggakan piutang Saldo piutang setelah dispensasi piutang DES'04 2.00 1.190.638.00 1.276.339.092.00 12.919.211.111.643.351.997.664.158.

PDAM Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau menjelaskan bahwa piutang yang terjadi di tahun-tahun sebelum pemisahan dari Kabupaten Musi Rawas akan diupayakan untuk menelusuri kembali. pemasukan data tagihan. kepada pelanggan-pelanggan tersebut. b. Direktur Umum sebagai pimpinan tertinggi dalam kegiatan administrasi dan keuangan.b. antara lain: (1) Melakukan rekonsiliasi (pencocokan) secara rutin tiap bulan antara laporan hasil penjualan yang belum ditagih (piutang) dengan data fisik rekening air. penghapusan tunggakan piutang. (2) Pemeriksaan fisik terhadap pelanggan-pelanggan yang menunggak selama minimal 6 (enam) bulan berturut-turut untuk memastikan kebenaran data pelanggan. Memerintahkan Direktur Umum untuk lebih meningkatkan pengendalian atas penjualan. Memberikan teguran tertulis kepada pembaca water meter dan pencatat rekening tagihan yang tidak cermat dalam melaksanakan tugasnya masing-masing. kurang melakukan pengendalian atas kegiatan pembacaan water meter. BPK-RI merekomendasikan agar Direktur Utama: a. 25 . Apabila tidak diketemukan maka diusulkan penghapusan piutang kepada Badan Pengawas.

d. 24 bulan Diatas 24 bulan Jumlah Piutang Ragu-Ragu Total Piutang Rp 168.d.422.652.422. tersebar di Kota Lubuklinggau.d.668.349.443.791. jumlah pelanggan PDAM adalah berjumlah 6.00 Rp 304.00 Rp 774.248. 12 bulan Jumlah Piutang Lancar Piutang Ragu-Ragu 12 s.473. Berdasarkan Laporan Keuangan PDAM Kota Lubuklinggau per 31 Desember 2004 diketahui saldo Piutang Air sebesar Rp1.00 dengan rincian sebagai berikut: Piutang Lancar: 0 s.915.555.639. pihak manajemen PDAM telah melakukan upaya penagihan piutang (tunggakan) dengan pembentukan satuan tugas (satgas) penagihan dan penertiban langganan sesuai dengan SK Direksi Perusahaan Daerah Air Minum Musi Rawas No. 6 bulan 6 s.00 Rp 72.248. Pengelolaan Tunggakan Pelanggan Tidak Efektif dan Denda Atas Keterlambatan Pembayaran Rekening Air Tidak Dipungut Minimal Sebesar Rp34.00 PDAM Kota Lubuklinggau merupakan badan usaha milik pemerintah daerah yang berfungsi melayani kebutuhan hajat hidup orang banyak dan sekaligus menggali dana masyarakat melalui perolehan keuntungan usahanya dengan memberikan pemenuhan kebutuhan pelayanan air bersih. Selain itu perusahaan juga dihadapkan pada masalah hutang yang besarnya. tingkat kebocoran distribusi air yang tinggi.483.640.00 Rp 473.443.00 (unaudited).195.500. 3 bulan 3 s.786.00 Rp 606.227.00 Dalam tahun 2004.018. dan juga tingkat perputaran piutang yang rendah.00 Rp 96.d.00 Rp1.2. Berdasarkan Laporan Kondisi Aktual PDAM Kota Lubuklinggau Tahun 2004 yang dibuat oleh Bagian Perencanaan diketahui sampai dengan bulan Desember 2004.853.328.325.046.633. Kondisi keuangan PDAM sampai dengan 31 Desember 2004 menunjukkan akumulasi kerugian yang cukup besar yaitu Rp11.: 26 .

00 60.00 27 .500.500. Dalam pelaksanaan tugasnya. Berdasarkan Laporan Bulanan dari Satgas Penagihan.00 2.500.00 dengan rincian sebagai berikut: a.000.000.00 0.500.466.500.00 2. NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 TUNGGAKAN/ TAHUN 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 Subtotal JUMLAH REKENING TUNGGAKAN/LEMBAR 10 14 12 1 2 24 1 0 9 41 46 37 197 TARIF DENDA 2.500.500.500.500. Dari jumlah rekening air yang terealisir. maka PDAM akan menerima pendapatan atas denda keterlambatan minimal sebesar Rp48.000.00 2.500. tarif denda yang dikenakan adalah Rp2.500.00 2.500.00 22.00 2. II Musi rawas No.00 492.000.500. tanggal 6 September 2003.000. jumlah tunggakan yang dapat direalisasikan adalah sebesar Rp577. Denda yang timbul dalam periode di bawah bulan Juli 2004.000. ternyata denda yang dapat direalisasikan hanya sebesar Rp13.500.00 2.00 2.00 2.00.00 2.500.500.742.180.00 35.00 30.00 115.500.86.500.00 sesuai SK Bupati KDH Tk.252.00 2.33/SK/UM/2003.00 5.00 102.000.00 2.00 2.500. Pemeriksaan lanjutan atas LPP menunjukkan bahwa denda keterlambatan pembayaran rekening air tidak dikenakan secara tetap.00 92. Berdasarkan perhitungan dari setiap rekening tunggakan yang dapat direalisasikan selama tahun 2004.00 NILAI 25.: 528/SKPTS/Perek. satgas diberikan uang insentif yang akan diperhitungkan berdasarkan prosentase dari jumlah total akhir tagihan. Satgas tersebut dimaksudkan untuk melaksanakan tugas penagihan tunggakan pelanggan baik rekening air maupun non air ke rumah-rumah pelanggan.00 2.500. Laporan Penagihan Penagih (LPP) dan Laporan Tagihan Tunggakan Rekening Air diketahui selama tahun 2004. tanggal 10 September 1992.

786.000. Pemeriksaan lanjutan atas LPP tahun 2004 menunjukkan bahwa penerimaan tunggakan lebih cenderung pada piutang lancar dengan kategori berumur dibawah satu tahun. walaupun umur tunggakan telah mencapai lebih dari 3 bulan.00 8.Rp13. Denda yang timbul dalam periode setelah bulan Juli 2004.00).609 TARIF DENDA 2.500.346 8.00 2.000.000. tanggal 12 Juli 2004.500.00 NILAI 100.00 2.00 b.500.00 2.00 90.800.466.000.500.500.00 (Rp48.500.500.252.00 1.950.522.00 2. dengan rincian sebagai berikut: 28 .000.00 8.000.00 2.500.500.00 595.00 2.00 915. Menurut keterangan dari Satgas Penagihan.00 21. Dengan demikian PDAM kehilangan kesempatan untuk memperoleh pendapatan atas denda keterlambatan pembayaran rekening air minimal sebesar Rp34.500.00 2. tarif denda yang dikenakan adalah sesuai dengan Surat Keputusan Walikota Lubuk Linggau No.NO 13 14 15 16 17 18 19 20 TUNGGAKAN/ TAHUN 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 TOTAL JUMLAH REKENING TUNGGAKAN/LEMBAR 40 36 86 238 366 720 3.365.00 . Selain itu.00 215. 103/KPTS/PDAM/2004.580 3.000.000. PDAM tidak menerapkan sanksi pemutusan sambungan.000. kondisi ini dikarenakan beberapa pelanggan penunggak tidak mau membayar denda.500.

00 0.500.500.2 bulan 2 .000.00 7.000.00 NILAI 26.730.3 bulan TOTAL JUMLAH REKENING TUNGGAKAN/LEMBAR 10.00 5.00 0.000.00 .730.NO 1 2 3 4 URAIAN KETERLAMBATAN 1 .00 0.692 0 0 0 10.000.00 26.7 hari 8 hari .1 bulan 1 .00 10.692 TARIF DENDA 2.

047 16 38 MARET 900 57 101 APRIL 895 37 53 MEI 1.332 98 108 JULI 1. 2 TAHUN UMUR > 2 TAHUN JANUARI 0 176 56 PEBRUARI 1.218.86 termasuk didalamnya rekening bulan berjalan yang tidak dapat dikategorikan sebagai tunggakan sebesar Rp113. II Musi rawas No.D.828 11 14 DESEMBER 2. Kecenderungan ini terjadi karena satgas lebih mengutamakan untuk merealiasikan piutang yang masih lancar dengan pertimbangan uang insentif yang diperoleh akan lebih besar sejalan dengan besarnya jumlah tagihan. SK Direksi Perusahaan Daerah Air Minum Musi Rawas No.: 528/SKPTS/Perek.73% dari nilai realisasi tunggakan yang dilaporkan.00 atau 19.500.639 26 80 SEPTEMBER 2.: 33/SK/UM/2003.365 39 86 OKTOBER 1. tanggal 10 September 1992 yang antara lain menyebutkan bahwa tindakan administrasi berupa denda diberikan kepada pelanggan yang tidak membayar rekening air tepat waktu dengan besaran Rp2.078 73 184 AGUSTUS 1.940 70 116 NOPEMBER 2.00 untuk satu kali pembayaran dalam bulan yang bersangkutan.574 79 117 TOTAL 17.618 720 963 Selain itu.742.906.PERIODE JUMLAH REKENING TUNGGAKAN TEREALISIR PENAGIHAN UMUR < 1 TAHUN UMUR 1 S. Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa tunggakan-tunggakan yang berumur lama relatif tidak berkurang yang menunjukkan bahwa PDAM tidak melaksanakan sanksi penertiban terhadap pelanggan.180. Hal tersebut tidak sesuai dengan : a.020 38 10 JUNI 1. SK Bupati KDH Tk. tanggal 6 September 2003 tentang Pembentukan Satuan Tugas Penagihan dan Penertiban Pelanggan PDAM Musi Rawas yang antara lain menyatakan satgas diberikan tugas dan wewenang untuk melaksanakan penutupan/pemutusan sambungan rumah bagi pelanggan 29 . b. berdasarkan LPP tahun 2004 diketahui jumlah tunggakan yang dapat direalisasikan oleh satgas sebesar Rp577.

: Rp 7. mengakibatkan pelanggan banyak yang tidak mau membayar karena tidak pernah menerima air. c.00. Surat Keputusan Walikota Lubuk Linggau No.500. .00. PDAM Tirta Bukit Sulap menjelaskan bahwa tunggakan tersebut merupakan tunggakan-tunggakan bulan/tahun sebelumnya dimana kondisi pada saat itu pengaliran air ke pelanggan terhambat (kualitas.00.d. 4) Terlambat 2 s. b. Satgas dalam melakukan penagihan tidak mengenakan denda sesuai ketentuan. Terhadap hal ini pelanggan pernah meminta keringanan denda ataupun pemutihan. 7 hari 2) Terlambat 8 hari s. Perputaran piutang/tunggakan yang berumur lama rendah.786.d. Untuk tagihan dimasa datang diupayakan denda keterlambatan akan dikenakan terhadap pelanggan yang menunggak.00.d. PDAM kehilangan kesempatan memperoleh pendapatan atas denda selama tahun 2004 minimal sebesar Rp34. Direksi dalam menetapkan kebijakan pemberian insentif tidak mendasari pada tunggakan yang berumur lama.00. Hal ini mengakibatkan: a. Hal ini disebabkan : a.d. 3 bulan ke atas : Rp 10. : Rp 5. tanggal 12 Juli 2004 tentang Penetapan Tarif Air Minum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Lubuk Linggau.500.000.500. yang antara lain menyebutkan bahwa tindakan administrasi berupa denda dapat dilakukan PDAM apabila pelanggan tidak membayar rekening air tepat waktu dengan besaran sebagai berikut: 1) Terlambat 1 s. 2 bulan : Rp 2. dan kontinuitas) yang tidak dapat dipertanggungjawabkan sehingga pelanggan tidak menerima air tetapi secara administrasi tidak ada pemutusan sementara. 103/KPTS/PDAM/2004.yang menunggak dan tidak melunasi tunggakan baik air maupun non air sesuai dengan ketentuan yang berlaku. kuantitas. 1 bulan 3) Terlambat 1 s. b.500.

30 .

Di samping tetap memperhitungkan jumlah piutang yang berhasil ditagih. 31 . b.BPK-RI merekomendasikan agar Direktur Utama: a. Membuat ketentuan besaran insentif sesuai dengan kelompok umur piutang yaitu semakin lama umur piutang maka insentifnya semakin besar dan begitu juga sebaliknya. Memberikan teguran tertulis kepada satgas yang tidak melaksanakan penagihan sesuai dengan ketentuan.

226.553.500.378.50 228.00 7.50 32 .900.153. Dalam pelaksanaannya Direksi PDAM belum pernah mengeluarkan penetapan pengelompokan barang berdasarkan masa manfaat aktiva berdasarkan peraturan perundangundangan dan keputusan menteri keuangan yang berlaku.00 5.00 91.297.531. harus dilakukan koreksi-koreksi.552.237.00 675.66 5.140.00 8.266.13 177.906.43 19. biaya operasi dari aktiva tetap (selain tanah) harus dialokasikan pada umur ekonomis dari aktiva tersebut.343.38 28.791.187.171.264.836.590.780.008.13 310.50 446.906.088.660.968.00 160.343.464. 2004 Unaudited (Rp) 31.502. 2004 Audited (Rp) 33.00 17.293.900.187. Untuk itu diperlukan adanya pengelompokan aktiva berdasarkan umur ekonomis dalam rangka penyusutan aktiva tersebut.780.59 2.31) 133. Pengelompokan Ketetapannya Aktiva Tetap Berdasarkan Umur Ekonomis Belum Dibuat Ciri utama dari Aktiva Tetap adalah dapat digunakan untuk menghasilkan pendapatan lebih dari satu periode akuntansi dan memiliki umur ekonomis.250.258.38 9.329.903. sehingga kesalahan perhitungan dan penyajian angka-angka penyusutan dan akumulasi penyusutan.760.825.100.072.38 9.00 17.000.312.249.500.54 5.589.358.28 2.825.590.000.238. Untuk memadukan antara jumlah pendapatan dan biaya yang dikeluarkan (matching cost against revenues).38 50.100.13 7.12 BEBAN PENY.882.714.00 8. Berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui bahwa selama ini perusahaan tidak konsisten dalam menerapkan umur ekonomis terhadap Aktiva Tetap yang terdapat di Kantor Pusat sebagaimana yang diatur dalam perudang-undangan dan Keputusan Menteri Keuangan yang berlaku.167. Kesalahan perhitungan dan penyajian angka-angka dalam beban penyusutan.714. dengan rincian sebagai berikut URAIAN Kantor pusat Tanah Bangunan Instalasi sumber Instalasi pengolahan Instalasi tranmisi Perabot kantor Peralatan & perlengkapan Instalasi pompa Kendaraan Jumlah kantor pusat Unit perlayan kecil Tanah Bangunan Instalasi sumber Instalasi pengolahan Instalasi tranmisi BEBAN PENY.088.57 73.825.13 69.237.00 5.250.072.75 79.3.50 Koreksi (Rp) (1.00 73.390.937.

425.50 712.48) 479.528.00 463.94 604.25 Hal tersebut tidak sesuai dengan: a.566.00 34.787.432.117.973.907.836.425.468.350.712.799.112.582.00 40.144.437.94 Ak Peny per 2003 Audited (Rp) 189.000.780.502.697.15 308.125.553.00 107.596.360.72 166.375.014.773.39 (29.45 5.239.007.814.377.47 109.522.00 205.00 8.014.16 228.47 116.194.287.440.968.000.360.00 48.00 7.890.292.600.437.224.216.816.04 Tidak adanya keputusan Direksi yang mengatur atas pengelompokan aktiva tetap yang ada di PDAM Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau juga mengakibatkan nilai akumulasi penyusutan yang tercantum dalam laporan keuangan tahun buku 2003 tidak sesuai dengan seharusnya. Bukan Bangunan 33 .300.216.65 (6.973.552.19 15.254.131.347.780.50 483.968.789.650.12 36.552.612.00 205.287.80 5.478.24 166.280.257.00 7.50 800.596.478.454.964.76 338.317.031.582.00 640. dengan rincian sebagai berikut: URAIAN Kantor pusat Tanah Bangunan Instalasi sumber Instalasi pengolahan Instalasi tranmisi Perabot kantor Peralatan & perlengkapan Instalasi pompa Kendaraan Jumlah kantor pusat Unit perlayan kecil Tanah Bangunan Instalasi sumber Instalasi pengolahan Instalasi tranmisi Perabot kantor Peralatan & perlengkapan Instalasi pompa Kendaraan Jumlah unit pelayan kecil Jumlah seluruh Ak Peny per 2003 Unaudited (Rp) 174.320.275. Undang-Undang Perpajakan Nomor 17 Tahun 2000 Pasal 11 dinyatakan bahwa harta yang dapat disusutkan dibagi menjadi kelompok-kelompok sebagai berikut: I.528.00 107.300.754.670.00) 604.19 Koreksi (Rp) (14.000.50 1.171.000.917.00 48.468.125.25 15.38 40.705.Perabot kantor Peralatan & perlengkapan Instalasi pompa Kendaraan Jumlah unit pelayan kecil Jumlah seluruh 36.598.259.63) 176.600.00 34.667.787.090.00 8.

yang mempunyai masa manfaat 20 (dua puluh) tahun. mempunyai masa manfaat 10 (sepuluh) tahun.a. Kelompok 4 II. Kelompok 1 b. Tidak Permanen: Bangunan dan harta tak gerak lainnya. Bangunan a. Kelompok 3: Harta yang dapat disusutkan dan yang tidak termasuk Golongan Bangunan. Kelompok 4: Harta yang dapat disusutkan dan yang tidak termasuk Golongan Bangunan. Bangunan a. Permanen b.5% 10% Kelompok Tarif Penyusutan Berdasarkan Metode Bangunan. yang mempunyai masa manfaat lebih dari 16 (enam belas) tahun. Untuk keperluan tarif penyusutan Lurus dapat dikelompokkan sebagai berikut: Harta Berwujud Garis harta Saldo Menurun I. b.25% 5% 5% 10% 50% 25% 12. yang mempunyai masa manfaat lebih dari 8 (delapan) tahun dan tidak lebih dari 16 (enam belas) tahun d. Kelompok 1: Harta yang dapat disusutkan dan tidak termasuk Golongan mempunyai masa manfaat tidak lebih dari 4 (empat) tahun. yang mempunyai masa manfaat lebih dari 4 (empat) tahun dan tidak lebih dari 16 (enam belas) tahun c. b. perbaikan atau perubahan yang dilakukan. Tidak Permanen 25% 12. perbaikan atau perubahan yang dilakukan. Permanen: Bangunan dan harta tak bergerak lainnya. Kelompok 2: Harta yang dapat disusutkan dan tidak termasuk Golongan Bangunan. Kelompok 2 c. termasuk tambahan. yang 34 . termasuk tambahan. Kelompok 3 d.5% 6. II. Bukan Bangunan a.

.

Keputusan Menteri Keuangan Nomor 82/KMK. BPK-RI merekomendasikan agar Direksi segera membuat ketentuan tentang penentuan umur ekonomis atas aktiva yang dimiliki PDAM Tirta Bukit Sulap. Direksi kurang memahami pentingnya penentuan umur ekonomis suatu aktiva. Hal tersebut terjadi karena: a.04/1995 tanggal 7 Februari menjelaskan mengenai jenis barang-barang dalam pengelompokkan harta berdasarkan UndangUndang Nomor 17 Tahun 2000 Pasal 11 Hal tersebut mengakibatkan Penyusutan yang dilakukan tidak konsisten yaitu untuk jenis barang yang sama namun perkiraan umur ekonomisnya tidak sama sehingga tarif penyusutannya juga berbeda. Akan diupayakan mengirim personil bagian keuangan untuk mengikuti pelatihan-pelatihan bidang akuntansi. Bagian Keuangan kurang memahami pedoman akuntansi dimaksud. b.b. 35 . Dengan demikian prinsip penandingan biaya dengan pendapatan (matching cost againts revenue) tidak tercapai. yang dibuktikan belum adanya ketetapan yang dibuat direksi dalam hal penentuan umur ekonomis atas aktiva yang dimiliki oleh PDAM. PDAM Tirta Bukit Sulap akan membuat ketentuan-ketentuan yang mengatur umur ekonomis aktiva sesuai dengan pengelompokan dan ketentuan yang berlaku.

264.675.00). penyetoran iuran pensiun kontribusi karyawan dilakukan oleh Sub Bagian Umum dan Personalia setelah menerima potongan gaji peserta program dari Juru Bayar Gaji.00 PDAM Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti untuk seluruh karyawan tetap yang memenuhi syarat kepesertaan.263.00. Menurut keterangan dari Juru Bayar Gaji beberapa karyawan berpenghasilan minus sehingga penyetoran menjadi terlambat menunggu pelunasan atas iuran dana pensiun tersebut di bulan-bulan berikutnya.00 – Rp22.825.860. PDAM tidak pernah mengangsur iuran dana pensiun kontribusi perusahaan.264. Setiap bulannya. iuran tersebut disetor ke Rekening DAPENMA PERPAMSI.00.999.825. Selain itu Juru Bayar Gaji lebih mendahulukan pemotongan untuk pelunasan hutang karyawan pada bank.860. Pemeriksaan atas bukti transfer iuran tersebut diketahui selama tahun 2004. Tunggakan tersebut termasuk dana pensiun kontribusi karyawan sebesar .00 (Rp33.263.512. Pengelolaan Dana Pensiun Karyawan PDAM Tidak Terjamin dan Menunggak Sebesar Rp259. Berdasarkan Laporan Keuangan perusahaan per 31 Desember 2004 menunjukkan total tunggakan iuran dan bunga atas tunggakan dana pensiun adalah sebesar Rp259. Pemeriksaan atas Daftar Potongan Gaji Karyawan PDAM diketahui jumlah iuran dana pensiun kontribusi karyawan selama tahun 2004 adalah sebesar Rp33.312.4. Sementara untuk iuran pensiun kontribusi perusahaan dikelola oleh Bagian Keuangan dan selanjutnya apabila keuangan perusahaan memungkinkan.512. Dengan program tersebut diharapkan kontribusi peserta dapat terakumulasi dan dikelola secara bijak dan aman agar kesejahteraan pensiunan karyawan terjamin.00 sehingga kewajiban yang belum disetor adalah sebesar Rp11. Pengelolaan dana tersebut dilakukan oleh Dana Pensiun Bersama Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (DAPENMA PERPAMSI). Sumber pendanaannya berasal dari kontribusi perusahaan dan karyawan masing-masing sebesar 15% dan 5% dari gaji pokok karyawan.675. PDAM melakukan penyetoran iuran kontribusi karyawan tahun 2004 sebesar Rp22. Menurut keterangan dari Bagian Keuangan diketahui sejak tahun 2002.

36 .

Rp11.312.999,00 yang belum disetor. Kondisi ini menunjukkan ketidakseriusan perusahaan dalam mengelola pensiun karyawannya. Hal tersebut tidak sesuai dengan: a. Peraturan Menteri Dalam Negeri No.: 2 tahun 1995 tentang Perubahan Peraturan Menteri Dalam Negeri No.: 690 – 1572 tahun 1985 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Badan Pengawas, Direksi dan Kepegawaian Perusahaan Daerah Air Minum : 1) Pasal 108, yang menyebutkan bahwa pensiun pegawai dan pensiun janda/duda diberikan sebagai jaminan hari tua dan sebagai penghargaan atas jasa-jasa pegawai selama bertahun-tahun bekerja dalam Perusahaan Daerah Air Minum, 2) Pasal 134, yang menyebutkan sumber dana pensiun dapat dihimpun antara lain dari iuran pensiun, b. Seharusnya kewajiban penyetoran iuran dana pensiun dilakukan tepat waktu. Hal ini mengakibatkan akumulasi tunggakan iuran dan bunga setiap tahun semakin bertambah dan membebani keuangan PDAM serta kesejahteraan pensiunan karyawan tidak terjamin. Hal ini disebabkan: a. Direksi PDAM kurang memperhatikan kondisi karyawan dalam memperoleh pinjamanpinjaman sehingga berpenghasilan minus, b. Direksi PDAM lalai tidak segera melunasi tunggakan dan bunga tunggakan iuran dana pensiun kontribusi perusahaan. PDAM Tirta Bukit Sulap menjelaskan bahwa tunggakan dana pensiun karyawan tersebut wajar besar karena merupakan akumulasi tunggakan dari tahun-tahun sebelumnya dimana kondisi keuangan perusahaan saat itu sangat kritis, sehingga untuk menanggulangi biaya operasional tahun 2004 terutama biaya listrik PLN dan lain-lainnya, dibantu oleh Pemerintah Kota Lubuklinggau. Untuk masa yang akan datang diupayakan mengangsur

tunggakan tersebut sesuai dengan kondisi keuangan perusahaan sedangkan untuk dana angsuran yang bersumber dari karyawan sendiri saat ini berjalan lancar sedangkan mengenai besaran jumlah tunggakan akan dikonfirmasikan lagi dengan pihak Dapenma PAMSI Jakarta.

37

BPK-RI merekomendasikan agar Direktur Utama: a. Membuat aturan-aturan yang membatasi jumlah pinjaman karyawan kepada bank maupun pihak lain, khususnya yang pembayaran angsurannya melalui perusahaan. b. Memerintahkan Direktur Umum memenuhi kewajiban perusahaan atas dana pensiun yang terutang dan menyetorkan ke pengelola sesuai ketentuan yang berlaku.

38

dengan rincian sebagai berikut: Berdasarkan Laporan Bulanan dari Satgas Penagihan.594. satgas diberikan uang insentif yang akan diperhitungkan berdasarkan prosentase dari jumlah total akhir tagihan. Pengelola Rekening c. Pembagian uang insentif tersebut dilakukan sesuai ketentuan sebagai berikut: a. Laporan Keuangan PDAM per 31 Desember 2004 mencatat saldo biaya penagihan rekening air adalah sebesar Rp42. Dalam pelaksanaan tugasnya. Bendahara.652.26 Insentif Penagihan Langganan Melebihi Ketentuan Sebesar Salah satu upaya manajemen PDAM dalam melakukan penagihan piutang (tunggakan) adalah dengan pembentukan satuan tugas (satgas) penagihan dan penertiban langganan sesuai dengan SK Direksi Perusahaan Daerah Air Minum Musi Rawas No. : 3% dari jumlah seluruh tagihan. Saldo tersebut merupakan uang insentif yang diberikan kepada satgas untuk tahun 2004.00. Penanggung Jawab b. : 2% dari jumlah seluruh tagihan. Kas Penagihan.: 33/SK/UM/2003. Ketua. tanggal 6 September 2003.5.973.435. dengan rincian sebagai berikut: . Laporan Penagihan Penagih (LPP) dan Laporan Tagihan Tunggakan Rekening Air diketahui bahwa jumlah yang diperhitungkan sebagai insentif satgas tersebut termasuk didalamnya tagihan rekeningrekening bulan berjalan (dibawah tanggal 20) yang belum bisa dikategorikan sebagai tunggakan. Petugas Penagihan : 2% dari jumlah seluruh tagihan. Pembayaran Rp7.

86 .. Kas Penag.254. Pengel.652.900 .169.594.86 42..900 12.254.39 PROSENTASE KETERANGAN Penanggung Jawab Ket.86 12.900 .57 18.169.254. Petugas Penagih TOTAL 2% 2% 3% TOTAL 12. Bend.57 18.0 0 12.57 .57 12.57 .850 .57 12.900 .169..169.169.169.850 .900 18. Rek.850 .900 .

435.820.d. Kas 3 Penagihan.417. Bendahara.54 7.00 7.: 33/SK/UM/2003.435.00 5.973.273.00 113.505 .973.808.894 .685 .26 (7% x Rp113. Pengelola Petugas Penagih TOTAL JUMLAH KELEBIHAN 2.151.00 9. b.12 4.350 .420 .36 3. SK Direksi Perusahaan Daerah Air Minum Musi Rawas No.906.865 .278.36 2.305 .975 .00 5. tanggal 6 September 2003 tentang Pembentukan Satuan Tugas Penagihan dan Penerbitan Pelanggan PDAM Musi Rawas yang antara lain menyatakan pembayaran uang insentif dapat dilakukan setelah selesainya rekapitulasi hasil penagihan tunggakan rekening air. 40 .777. tanggal 28 Agustus 2004 tentang Penyesuaian Tarif yang antara lain menyebutkan keterlambatan membayar rekening ditentukan dari tanggal 20 s.00 9.765 .00 10. Pengumuman Direksi No.662.645.278.00) dengan rincian sebagai berikut: N KETERANGAN O 1 Penanggung Jawab 2Ketua.00 4.351.00 10.18 6.632.:690/140/PDAM/VIII/2004.00 8.859.180 .906.00 25.00 4. akhir bulan berjalan. Artinya insentif yang ditagihkan didasari oleh jumlah hasil penagihan tunggakan.12 4.218.881 .626.580 .197.218.REKENING PEMAKAIAN AIR Nopember/03 Desember/03 Januari/04 Pebruari/04 Maret/04 April/04 Mei/04 Juni/04 Juli/04 Agustus/04 September/04 Oktober/04 Nopember/04 TOTAL WAKTU PENAGIHAN Desember/03 Januari/04 Pebruari/04 Maret/04 April/04 Mei/04 Juni/04 Juli/04 Agustus/04 September/04 Oktober/04 Nopember/04 Desember/04 TOTAL TAGIHAN DIBAWAH TGL 3.00 8.097.00 Dengan demikian kelebihan pembayaran uang insentif selama tahun 2004 adalah sebesar Rp7.813 .2 6 Hal tersebut tidak sesuai dengan : a.

26. 41 . Memberikan teguran tertulis kepala bagian keuangan atas kelalaiannya dalam memverifikasi pembayaran insentif sesuai ketentuan.973. b. Hal tersebut terjadi karena: a. Satuan Tugas Penagihan dan Penertiban Langganan tidak cermat memperhitungkan Laporan Tagihan Tunggakan Rekening Air dengan memasukkan rekening-rekening yang tidak bisa dikategorikan sebagai tunggakan.435.26 ke perusahaan atau Kepala Bagian Keuangan melakukan pemotongan gaji atas kelebihan pembayaran insentif tersebut. Memerintahkan kepada satuan tugas penagihan dan penertiban langganan untuk menyetor kelebihan insentif sebesar Rp7.Hal tersebut mengakibatkan perusahaan dirugikan sebesar Rp7. b. Selanjutnya akan diberikan peringatan kepada tim penagihan dan bagian keuangan dalam pembuatan laporan hasil penagihan untuk disesuaikan dengan ketentuan yang telah ditetapkan dan atas kelebihan pembayaran insentif tersebut akan diupayakan untuk ditagih dan disetorkan ke kas PDAM. Kepala Bagian Keuangan tidak cermat dalam mengesahkan tagihan pembayaran dimaksud. BPK-RI merekomendasikan agar Direktur Utama: a. PDAM Tirta Bukit Sulap menjelaskan bahwa insentif penagihan langganan dibayar berdasarkan laporan penerimaan dari tim penagihan.435.973.

684.00 Rp 96.d.737.853.640.00 (Rp 802. Perkiraan piutang tersebut dapat dirinci sebagai berikut: Piutang Lancar: 0 s.443. Pemutusan Sambungan Air Atas Pelanggan Yang Menunggak Belum Dilaksanakan Sesuai Ketentuan Neraca PDAM Kota Lubuklinggau per 31 Desember 2004 menyajikan perkiraan Piutang sebesar Rp1.555.639.483.633.619.d.00 Rp 72. 12 bulan Jumlah Piutang Lancar Piutang Ragu-Ragu 12 s.d.248.00 Rp 774.d.018.05) Rp 445.823.195. 3 bulan 3 s.791.652.00 Dari hasil opname atas rekening yang telah diputus diketahui bahwa selama tahun 2004 PDAM telah melakukan pemutusan penyambungan air terhadap 1142 pelanggan yang telah menunggak antara 3 bulan hingga lebih dari 2 tahun.046.248. dengan rincian sebagai berikut: .6.328.00.95 Rp 304. 24 bulan Diatas 24 bulan Jumlah Piutang Ragu-Ragu Total Piutang Penyisihan Piutang Piutang Neto Rp 168. Dari hasil pemeriksaan diketahui pula terdapat langganan yang telah menunggak lebih dari 3(tiga) bulan dan bahkan menunggak lebih dari 2(dua) tahun masih belum diputus sambungan airnya.00 Rp 606.443.422.00 Rp 473.00 Rp1.422. 6 bulan 6 s.668.227.

42 .

17% Umur di atas 2 tahun keatas 28 Total Pelanggan Menunggak Total Pelanggan Aktif Pelanggan Menunggak Lebih dari 3 bulan(%) Pelanggan Menunggak Dari Total Pelanggan Aktif(%) Hal ini tidak sesuai dengan Keputusan Walikota Lubuk Linggau Nomor 103/KPTS/PDAM/2004 Lampiran 1 Tanggal 12 Juli 2004 tentang Penetapan Tarif Air Minum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Lubuk Linggau.2 272 46 35 34 80 2. 3 bulan Umur 3 s.2 24 5 8 7 65 TOTAL 833 155 128 144 504 1. 43 .2 92 21 28 17 102 3.103/KPTS/PDAM/2004 secara konsisten. Sub Judul Sanksi Poin 1 Sanksi keterlambatan membayar Rekening Air pada waktu yang ditetapkan yang menyebutkan bahwa bagi pelanggan yang menunggak diatas 3(tiga) bulan dilakukan pemutusan sambungan. PDAM Tirta Bukit Sulap menjelaskan bahwa pemutusan sambungan air atas pelanggan belum dilaksanakan sesuai ketentuan mengingat pertambangan baru belum sebanding sehingga akan semakin berkurang pelanggan yang ada karena kondisi air tanah dalam Kota Lubuklinggau saat ini masih cukup baik.d.d. Pelanggan yang menunggak tetap akan diupayakan untuk ditagih. Hal ini mengakibatkan nilai Piutang Tak Tertagih PDAM terus meningkat.1 15 7 8 15 133 3. 1 tahun Umur di atas 1 tahun s.764 6. BPK-RI merekomendasikan agar Direktur Utama menerapkan Keputusan Walikota No. 6 bulan Umur 6 bulan s. 2 tahun PELANGGAN MENUNGGAK PER WILAYAH DAN BLOK 1.d.78% 39. untuk penyambungan kembali dikenakan biaya pasang baru beserta seluruh tunggakan beserta denda harus dilunasi. Hal ini disebabkan Direksi tidak konsisten dalam menerapkan Keputusan Walikota Lubuk Linggau tersebut.UMUR PIUTANG Umur s.1 195 37 21 23 1.1 235 39 28 48 96 2.484 52.d.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful