P. 1
PUSAT LABA

PUSAT LABA

|Views: 113|Likes:
Dipublikasikan oleh Ankga Suhenda

More info:

Published by: Ankga Suhenda on Jul 26, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/26/2011

pdf

text

original

AFIT NUR FEPDIAWAN

-

ANKGA SUHENDA

-

DJOKO PRIYONO

-

IRAWATI

PUSAT LABA
NAMA KELOMPOK :

€ € € €

AFIT NUR FEBDIAWAN ANKGA SUHENDA DJOKO PRIYONO IRAWATI

AFIT NUR FEPDIAWAN

-

ANKGA SUHENDA

-

DJOKO PRIYONO

-

IRAWATI

PUSAT LABA
P E N G E R T I A N
AFIT NUR FEPDIAWAN -

Pusat laba adalah suatu unit organisasi yang didalamnya pendapatan dan beban diukur secara moneter. Dalam menetapkan suatu pusat laba , suatu perusahaan mendelegasikan kewenangannya dalam pengambilan keputusan ketingkat yang lebih rendah yang memiliki informasi yang relevan dalam membuat trade-off pengeluaran/ pendapatan.
ANKGA SUHENDA DJOKO PRIYONO IRAWATI

PUSAT LABA
€

Kondisikondisi dalam Mendelegasik an Tanggung Jawab Laba :

€

Manejer harus memiliki akses ke informasi relevan yang dibutuhkan dalam mengambil keputusan serupa. Harus ada semacam cara untuk mengukur efektivitasnya suatu tradeoff yang dibuat manajer.
DJOKO PRIYONO IRAWATI

AFIT NUR FEPDIAWAN

-

ANKGA SUHENDA

PUSAT LABA
€ € € €

€

€ €

€
AFIT NUR FEPDIAWAN -

Kualitas keputusan dapat meningkat Kecepatan dari pengambilan keputusan operasional dapat meningkat Manajemen kantor pusat bebas dari pengambilan keputusan harian Manajer karena tunduk pada hanya disedikit balasan dari korporat, lebih bebas untuk menggunakan imajinasi dan inisiatifnya Karena pusat-pusat laba serupa dengan perusahaan yang independen, maka pusat laba memberikan tempat pelatihan yang sempurna bagi manajemen umum. Kesadaran laba (profit consciousness) dapat ditingkatkan Pusat laba memberikan informasi yang siap pakai bagi manajemen puncak (top management) mengenai profitabilitas dari komponen-komponen induvidual perusahaan Karena keluaran(output) yang dihasilkan telah siap meningkatkan kinerja kompetitifnya.
ANKGA SUHENDA DJOKO PRIYONO IRAWATI

PUSAT LABA
€

€ € € € € € €

Pengambilan keputusan yang desentralisasi akan memaksa manajemen puncak untuk lebih mengandalkan laporan pengendalian manajemen dan bukan wawasan pribadinya atas suatu operasi , sehingga mengakibatkan hilangnya pengendalian. Kualitas keputusan yang diambil pada tingkat unit akan berkurang. Perselisihan dapat meningkat karena adanya argumenargumen. Unit-unit organisasi yang pernah bekerja sama sebagai unit fungsional akan saling berkompetisi satu sama lain. Dapat mengakibatkan biaya tambahan. Para manajer umum yang kompeten mungkin saja tidak ada Mungkin ada terlalu banyak tekanan atas profitabilitas jangka pendek. Tidak ada sistem yang sangat memuaskan untuk memastikan bahwa optimalisasi laba dari masing-masing pusat laba akan mengoptimalkan laba perusahaan secara keseluruhan.
ANKGA SUHENDA DJOKO PRIYONO IRAWATI

AFIT NUR FEPDIAWAN

PUSAT LABA
UNIT BISNIS
S E B A G A I

Hampir semua unit bisnis diciptakan sebagai pusat laba karena manajer yang bertanggung jawab atas unit tersebut memiliki kendali atas pengembangan produk, proses produksi, dan pemasaran. Para manajer tersebut berperan untuk mempengaruhi pendapatan dan beban sedemikian rupa sehingga dapat dianggap bertanggung jawab atas ³laba bersih´.
ANKGA SUHENDA DJOKO PRIYONO IRAWATI

PUSAT LABA
AFIT NUR FEPDIAWAN

PUSAT LABA

Batasan atas Wewenang Unit Bisnis

Dari konsep pusat laba, manajer unit bisnis akan memiliki otonomi seperti presiden dari suatu perusahan independen. Meskipun demikian, dalam praktek seharihari, otonomi semacam ini tidak pernah ada. Wewenang yang diberikan oleh dewan direksi kepada CEO didelegasikan ke manajer unit bisnis, maka berarti bahwa manajemen senior melepaskan tanggung jawab sendiri. Akibatnya, struktur unit bisnis mencerminkan trade-off antara otonomi unit bisnis dan batasan perusahaan.
DJOKO PRIYONO IRAWATI

AFIT NUR FEPDIAWAN

-

ANKGA SUHENDA

PUSAT LABA
Batasan dari Unit Bisnis Lain Batasan dari Manajemen Korporat

Keputusan produk(barang atau jasa apa saja yang harus dibuat dan dijual); € Keputusan pemasaran (bagaimana, dimana, dan berapa jumlah barang atau jasa yang akan dijual); dan € Keputusan perolehan(procurement) atau sourcing (bagaimana mendapatkan atau memproduksi barang atau jasa).
€
AFIT NUR FEPDIAWAN ANKGA SUHENDA -

€

Batasan yang timbul dari pertimbanganpertimbangan strategis Batasan yang timbul karena adanya keseragaman yang diperlukan Batasan yang timbul dari nilai ekonomi sentralisasi.
DJOKO PRIYONO IRAWATI

€

€

PUSAT LABA LAINYA
Unit-unit Fungsional

Pemasaran arga transfer ini memberikan informasi yang relavan bagi manajer pemasaran dalam membuat tr - ff pendapatan / pengeluaran yang optimal ,dan pratik standar untuk mengukur manajer pusat laba berdasarkan profitabilitasnya akan memberikan evaluasi tr - ff yang ter adap dibuat.
DJOKO PRIYONO IRAWATI IRAWATI

Misalnya aktivitas operasi pemasaran, manufaktur, dan jasa sebagai pusat laba.

AFIT NUR FEBDIAWAN AFIT NUR FEPDIAWAN

- ANKGA SU ENDA ANKGA SUHENDA

PUSAT LABA LAINYA
Manufaktur
€

Unit
€

ndukung dan

layanan

Aktivitas manufaktur biasanya merupakan pusat beban ,dimana manajemen dinilai berdasarkan kinerja versus biaya standar dan anggaran overhead. Kinerja proses manufaktur diukur terhadap biaya standar, pengendalian mutu, penjadwalan Produk dan keputusan buat atau beli (make-or-buy decision). Salah satu cara untuk mengukur aktivitas organisasi manufaktur secara keseluruhan adalah dengan menjadikannya pusat laba dan memberikan nilai berdasarkan untuk harga jual produk dikurangi dengan estimasi biaya pemasaran.
ANKGA SUHENDA

Unit bisnis tersebut membebankan biaya pelayanan yang diberikan dengan tujuan finansial untuk menghasilkan bisnis yang mencukupi sehingga pendapatan setara dengan pengeluaran. Ketika unit jasa dikelola sebagai pusat laba, para manajernya termotivasi untuk mengendalikan biaya supaya para konsumen tidak lari, sementara para manajer unit penerima termotivasi untuk membuat keputusan mengenai apakah jasa yang diterima sesuai dengan harganya.

€

€

AFIT NUR FE DIAWAN

-

DJOKO RIYONO

-

IRAWATI

PUSAT LABA LAINYA
Mengukur Profitabilitas

€

Pengukuran kinerja manajemen, yang memiliki fokus pada bagaimana hasil kerja para manajer. Pengukuran ini digunakan untuk perencanaan (planning), koordinasi (coordinating), dan pengendalian (controlling) kegiatan sehari-hari dari pusat laba dan sebagai alat untuk memberikan motivasi yang tepat bagi para manajer. Ukuran kinerja ekonomis, yang memiliki fokus pada bagimana kinerja pusat laba sebagai suatu entitas ekonomi.
ANKGA SUHENDA DJOKO PRIYONO IRAWATI

€

AFIT NUR FEPDIAWAN

PUSAT LABA LAINYA
Jenis-jenis Ukuran Kinerja

€
Kinerja ekonomi suatu pusat laba selalu diukur dari laba bersih ( yaitu, pendapatan yang tersisa setelah seluruh biaya, termasuk porsi yang pantas untuk overhead korporat, dialokasikan kepusat laba)

€ € € €

Margin Kontibusi Laba Langsung Laba yang Dapat Dikendalikan Laba sebelum pajak Laba Bersih ; a. Pendapatan b. Pertimbangan Manajemen
DJOKO PRIYONO IRAWATI

AFIT NUR FEPDIAWAN

-

ANKGA SUHENDA

-

KESIMPULAN
Pusat laba adalah suatu unit organisasi yang didalamnya pendapatan dan beban diukur secara moneter. Dalam menetapkan suatu pusat laba , suatu perusahaan mendelegasikan kewenangannya dalam pengambilan keputusan ketingkat yang lebih rendah yang memiliki informasi yang relevan dalam membuat trade-off pengeluaran/ pendapatan. Mengukur laba dalam suatu pusat laba melibatkan penilaian berkaitan dengan bagaimana pendapatan dan pengeluaran diukur, kuncinya adalah memasukan beban dan pendapatan dalam laporan manajer pusat laba yang dipengaruhi oleh tindakan manajer tersebut.
AFIT NUR FEPDIAWAN ANKGA SUHENDA DJOKO PRIYONO IRAWATI

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->