P. 1
14961398 Pengaruh Terapi Musik Terhadap as Nyeri Akibat Perawatan Luka Bedah AbdomenDi Badan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit Umum Ngudi Waluyo Wling

14961398 Pengaruh Terapi Musik Terhadap as Nyeri Akibat Perawatan Luka Bedah AbdomenDi Badan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit Umum Ngudi Waluyo Wling

|Views: 375|Likes:
Dipublikasikan oleh Ita Karnita

More info:

Published by: Ita Karnita on Jul 26, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/09/2013

pdf

text

original

PENGARUH TERAPI MUSIK TERHADAP INTENSITAS NYERI AKIBAT PERAWATAN LUKA BEDAH ABDOMEN DI BADAN PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT

RUMAH SAKIT UMUM NGUDI WALUYO WLINGI KABUPATEN BLITAR

TUGAS AKHIR Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Keperawatan

Oleh : Medical Shocker NIM. 0610722001

JURUSAN KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG

2007

Pembimbing: 1) dr. dan oleh siapa saja. Di bidang kesehatan terapi musik dikenal sebagai complementary medicine yang dapat diterapkan setiap saat. berjumlah 18 orang yang terdiri dari 9 orang kelompok kontrol dan 9 orang kelompok perlakuan. juga merupakan salah satu kebutuhan dasar yang menjadi hak pasien dan harus dipenuhi oleh perawat. Sampel diambil dari pasien yang menjalani perawatan luka bedah abdomen dengan metode non probability sampling teknik purposive sampling. nyeri kanker.Kep Terapi musik merupakan intervensi non invasif yang dapat digunakan untuk mempertahankan dan memulihkan kesehatan baik kesehatan fisik maupun kesehatan mental.039. Beberapa peneliti membuktikan bahwa terapi musik dapat digunakan untuk manajemen nyeri seperti nyeri akut. Perawatan luka merupakan bantuan atau intervensi dari luar yang bertujuan untuk mendukung penyembuhan luka. Tony Suharsono. dan beberapa prosedur medis lainnya. S. Hasil uji statistik Mann Whitney Test menggunakan tingkat kemaknaan p ≤ 0. Berdasarkan hasil penelitian maka terapi musik dapat dimanfaatkan sebagai intervensi penanganan nyeri pada pasien yang menjalani perawatan luka bedah abdomen. Salah satu permasalahan yang sering terjadi saat perawatan luka adalah nyeri. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi pengkajian nyeri dengan skala perilaku dari Margaret Campbell. nyeri akibat prosedur invasif. intensitas nyeri. sedangkan yang terbanyak pada kelompok perlakuan adalah intensitas nyeri ringan (67%).05 menunjukkan hasil signifikan dengan nilai p = 0. agar perawatan luka dapat dilakukan secara optimal.ABSTRAK Abu Hanifah. Tugas Akhir. hal ini berarti bahwa ada pengaruh terapi musik terhadap penurunan intensitas nyeri akibat perawatan luka bedah abdomen. Rancangan penelitian menggunakan Pre Eksperimental After Only Design dengan metode Static Group Comparism. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh terapi musik terhadap intensitas nyeri akibat perawatan luka bedah abdomen di Badan Pelaksanan Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit Umum Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar. Akan tetapi penggunaan musik untuk penanganan nyeri seperti nyeri akibat perawatan luka belum diterapkan atau direkomendasikan secara nyata. Soemardini. MPd. dimana saja. Pengaruh Terapi Musik Terhadap Intensitas Nyeri akibat Perawatan Luka Bedah Abdomen Di Badan Pelaksana Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit Umum Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar. Sebagian besar (56%) intensitas nyeri pada kelompok kontrol adalah nyeri sedang. Untuk itu perlu dicari atau diupayakan alternatif penanganan terhadap nyeri yang terjadi. luka bedah abdomen 2 . 2007. serta tidak menimbulkan efek samping. Kata kunci : Terapi musik. Fakultas Kedokteran Unversitas Brawijaya Malang. Kenyamanan dan penanganan nyeri merupakan prinsip dalam perawatan luka. dan 2) Ns.

MPd. But. Advisor: 1) dr.05 shows significantly result with value p = 0. 3 . The Effect of Music Therapy for Pain Caused Abdomen Surgical Wound Nursing in Executing Commmitte of Comunnity Health Ngudi Waluyo Wlingi of Blitar District. Research design uses Pre Experimental after Only Design by utilizing Static Group Comparism method. So. In health field. in order that wound nursing can be done optimally. Comfort and overcoming painful is principle in nursing. Some researchers proved that music therapy can be used for pain management such as acute pain. using music to overcoming painful such as pain caused wound nursing has not been applied recommended in real. This means that there is effect of music therapy for reducing pain intensity caused abdomen surgical wound nursing. anywhere. It is also one basic requirement that become patient right and must be met by the nurse. Keyword: Music therapy. music therapy can be used as intervention of overcoming pain to patient who undergoes abdomen surgical wound nursing. account for 18 people consisting of 9 people of control group and 9 people of experimental group. music therapy is known as complementary medicine that can be applied anytime. and several other medical procedural. 2007. This research has purpose to know an effect of music therapy for pain caused abdomen surgical wound nursing in Executing Commmitte of Comunnity Health Ngudi Waluyo Wlingi of Blitar District. and 2) Ns. Music therapy is noninvasive intervention that can be used to maintain and recover health. Medical Faculty of Brawijaya University of Malang. Final Assignment. Soemardini. Statistic test result of Mann Whitney Test that uses meaning level of p < 0.039.ABSTRACT Abu Hanifah. Sample obtained from patient that undergoes abdomen surgical wound nursing by using non probability sampling method with purposive sampling technique. cancer pain. Most (56%) pain intensity for control group is moderate painful. Wound nursing is assistance or intervention from outside that has purpose to support wound recovery. abdomen surgical wound. Based on the result of research. and by whomever. Data collection uses observation sheet of assessing pain with behavioral scale from Margaret Campbell. alternative of overcoming painful occurred needs to be found or sought. painful due to invasive procedure. S. either physical or mental health. pain intensity. One problem that often occurs when wound nursing is pain. And it does not result in side effect. Kep. Tony Suharsono. where as most experimental group is light pain intensity (67%).

mental. Penggunaan musik sebagai terapi sebenarnya telah dikenal manusia sejak jaman Yunani kuno dan mulai diterapkan pada masa perang dunia I dan II (Samuel. Dewasa ini penggunaan musik sudah tidak dibatasi oleh dimensi ruang dan waktu lagi. Perawatan luka pada hakekatnya merupakan bantuan atau intervensi dari luar yang ditujukan dalam rangka mendukung penyembuhan luka. Beberapa peneliti telah membuktikan bahwa musik dapat menurunkan keluhan baik fisik maupun mental. Hal ini disebabkan karena luka yang terjadi sebagai akibat dari kecelakaan atau pembedahan angka kejadiannya masih cukup tinggi. kanker. dan mengembalikan kesehatan fisik. Studi tentang terapi musik semakin banyak dikembangkan. dan tidak menimbulkan efek samping. emosional. lebih-lebih setelah diketahuinya pengaruh Mozart pada tahun 1993. Terapi musik merupakan intervensi alami non invasif yang dapat diterapkan secara sederhana. stroke. Di Badan Pelaksana Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit Umum (BPKM RSU) Ngudi Waluyo Wlingi. mempertahankan. 2006). maupun spritual dengan menggunakan bunyi atau irama tertentu (Samuel. harga terjangkau. Namun sampai saat ini penggunaan musik untuk penanganan nyeri terutama pada pasien-pasien di rumah sakit belum secara nyata direkomendasikan atau diterapkan. 2007).PENDAHULUAN Musik merupakan bunyi yang dianggap enak oleh pendengarnya yang dihasilkan secara sengaja oleh seseorang atau sekumpulan orang. seperti pada pasien luka bakar. perawatan luka merupakan salah satu intervensi keperawatan yang tersering dan hampir setiap hari dilakukan oleh perawat. diabetes. termasuk dalam menangani nyeri akibat prosedur invasif atau perawatan luka. termasuk untuk penanganan nyeri (Pandoe. seseorang dapat dengan bebas mengakses musik kapan serta dimana saja tanpa harus mengganggu orang lain. 2007). pasien gangguan jiwa. Kondisi tersebut tentu saja berdampak pada tingginya intervensi perawatan luka di rumah sakit ini. tidak selalu membutuhkan kehadiran ahli terapi. Dalam bidang kedokteran. terapi musik dikenal sebagai Complementary Medicine yang dapat digunakan untuk meningkatkan. 4 . melengkapi perawatan AIDS.

dan biaya yang tidak sedikit.Nyeri merupakan permasalahan yang sering terjadi dalam perawatan luka. bahkan untuk luka yang ditutup secara bedah sekalipun. selain itu kenyamanan juga merupakan salah satu kebutuhan dasar yang menjadi hak klien dan harus dipenuhi oleh perawat. sehingga menyebabkan perlekatan sedangkan area luka masih dalam fase inflamasi. Untuk itu perawat perlu menerapkan teknik penanganan nyeri untuk mengantisipasi atau meminimalkan nyeri dan ketidaknyamanan yang terjadi agar perawatan luka dapat dilakukan secara optimal. Penggantian balutan pascaoperatif merupakan salah satu tindakan yang menyebabkan rasa sakit saat perawatan luka. Tidak optimalnya perawatan luka akan berdampak pada terjadinya komplikasi luka seperti infeksi dan penundaan penyembuhan luka. 5 . Peneliti mengambil sampel berjumlah 18 orang sesuai dengan kriteria sampel menggunakan metode non probability sampling. 2003:33). METODE PENELITIAN Rancangan Penelitian Jenis penelitian adalah eksperimental dengan rancangan Pre Experimental After Only Design dengan metode Static Group Comparism. Selain itu penggunaan larutan pencuci luka atau agen yang digunakan untuk antiseptik juga berdampak pada timbulnya nyeri (Morison. sehingga penyembuhan luka menjadi lebih lambat yang pada akhirnya berdampak pada perawatan. hal ini karena eksudat dapat merembes ke dalam balutan dan mengering. Penanganan nyeri merupakan salah satu prinsip dalam perawatan luka. Populasi dan Sampel Populasi penelitian adalah semua pasien yang menjalani perawatan luka bedah abdomen di BPKM RSU Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar selama periode waktu pengumpulan data. waktu. teknik purposive sampling.

Sedangkan instrumen pengumpul data intensitas nyeri menggunakan alat pengkaji nyeri dengan skala perilaku dari Margaret Campbell meliputi observasi wajah. Data kedua diambil dari kelompok perlakuan saat perawatan luka bedah dilaksanakan dengan intervensi terapi musik. dan selanjutnya dibuat tabulasi data serta diinterpretasikan. Setelah data terkumpul kemudian diolah dan dianalisis secara deskriptif dan analitik sebagai berikut: memberi skor pada lembar observasi sesuai dengan pengisian cheklist. yang selanjutnya akan dijadikan sebagai nilai Intensitas nyeri akibat perawatan luka bedah abdomen yang dialami responden. kegelisahan. dan nyeri berat jika total skor ≥ 7. gerakan otot. dan saat penutupan luka. saat pembersihan luka. berupa lembar observasi. nyeri ringan jika total skor 1-3. Prosedur Pengumpulan dan Analisis Data Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan dengan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan. 6 . dan ketenangan. menjumlahkan skor dari item pengamatan sesuai dengan tahap pengamatan. Pengamatan dan pengisian lembar observasi dilakukan pada tiga tahap perawatan luka yakni pengukuran intensitas nyeri pada saat melepas balutan. menentukan total skor tertinggi pada salah satu tahap pengamatan. nyeri sedang jika total skor 4-6. mengklasifikasikan total skor yang diperoleh sesuai dengan kriteria penilaian intensitas nyeri yaitu tidak nyeri jika total skor 0. vokalisasi.Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan untuk intervensi penelitian adalah alat pemutar musik dari perangkat MP3 player yang dihubungkan dengan headphone/earphone. Pengambilan data dilakukan di dua kelompok yaitu data pertama diambil dari kelompok kontrol saat perawatan luka bedah dilaksanakan tanpa terapi musik. Untuk mengetahui tahapan dan respons perilaku terhadap nyeri yang memberikan kontribusi paling besar terhadap intensitas nyeri digunakan metode perbandingan yang mengacu pada total skor dan rata-rata skor yang diperoleh oleh semua responden kelompok kontrol.

November 2007 No 1 2 3 Tahap Pengamatan Tahap Pelepasan Balut Tahap Pembersihan Luka Tahap Penutupan Luka Skor Rata-rata 3.8 4. Tabel Jumlah Skor Nyeri Berdasarkan Tahap Pengamatan Pada Kelompok Kontrol di BPKM RSU Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar.9 Intensitas Nyeri akibat Perawatan Luka Bedah Abdomen pada Kelompok Perlakuan Tabel 3 Intensitas Nyeri akibat Perawatan Luka Bedah Abdomen pada Kelompok Perlakuan di BPKM RSU Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar.Hasil identifikasi instensitas nyeri pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol selanjutnya dibandingkan secara langsung dan dianalisis dengan menggunakan uji statistik Mann Whitney Test dengan tingkat kepercayaan 95% atau p ≤ 0.05. sedangkan yang paling sedikit adalah intensitas nyeri berat yakni 1 orang (11%). Intensitas nyeri terbanyak pada kelompok kontrol adalah intensitas nyeri sedang yakni 5 orang (56%).1 1. HASIL PENELITIAN Intensitas Nyeri akibat Perawatan Luka Bedah Abdomen pada Kelompok Kontrol Tabel 1 Intensitas Nyeri akibat Perawatan Luka Bedah Abdomen pada Kelompok Kontrol di BPKM RSU Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar. November 2007 No 1 2 3 4 Intensitas Nyeri Tidak Nyeri Nyeri Ringan Nyeri Sedang Nyeri Berat Total Jumlah 0 3 5 1 9 Prosentase (%) 0 33 56 11 100 Dari di atas menunjukkan bahwa pada dasarnya semua responden mengalami nyeri. November 2007 No 1 Intensitas Nyeri Tidak Nyeri Jumlah 0 Prosentase (%) 0 7 . tetapi pada intensitas yang bervariasi.

rata 0. November 2007 No 1 2 3 4 Intensitas Nyeri Tidak Nyeri Ringan Sedang Berat Total Kelompok Kontrol Perlakuan 0 0 3 6 5 3 1 0 9 9 Keterangan Test Statistik Mann Whitney Test.6. Tabel 4 Jumlah Skor Nyeri Berdasarkan Respons Perilaku Pada Kelompok Perlakuan di BPKM RSU Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar.6 0.05 8 .7 0.2. sedangkan yang mengalami nyeri dengan intensitas nyeri sedang sebanyak 3 orang (33%). Data di atas juga menunjukkan bahwa tidak ada responden yang tidak mengalami nyeri atau mengalami nyeri berat. sedangkan yang terendah pada respons ketenangan dengan skor rata-rata 0. Analisis Pengaruh Terapi Musik terhadap Intensitas Nyeri akibat Perawatan Luka Bedah Abdomen Di BPKM RSU Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar Tabel 5 Pengaruh Terapi Musik terhadap Intensitas Nyeri Akibat Perawatan Luka Bedah Abdomen di BPKM RSU Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar.6 1.039 pada tingkat p ≤ 0.9 0.6.2 3 4 Nyeri Ringan Nyeri Sedang Nyeri Berat Total 6 3 0 9 67 33 0 100 Intensitas nyeri terbanyak dialami responden pada kelompok perlakukan adalah intensitas nyeri ringan yakni 6 orang (67%). nilai signifikan p = 0.2 Tabel di atas menunjukkan bahwa jumlah skor tertinggi terdapat pada respons wajah dengan skor rata-rata 2. kemudian pada respons tonus otot dengan skor rata. November 2007 No 1 2 3 4 5 Respons Perilaku Wajah Kegelisahan Tonus Otot Vokalisasi Ketenangan Skor Rata-rata 2.

Dari hasil uji Mann Whitney Test ternyata didapatkan nilai p = 0.05.039 < 0.05). Secara statistik berarti bahwa ada pengaruh yang signifikan dari intervensi terapi musik yang dilakukan terhadap penurunan intensitas nyeri akibat perawatan luka bedah abdomen. Kondisi ini sesuai dengan pendapat Indonesia Enterostomal Therapy Nurse Association (InETNA) dan Tim Perawatan Luka dan Stoma Rumah Sakit Dharmais (2004). dimana waktu ini luka masih dalam fase inflamasi. Adapun plaster dan kasa yang digunakan adalah plaster adhesif serta kasa absorben sesuai dengan yang telah disediakan oleh pihak rumah sakit.039 pada tingkat kemaknaan p ≤ 0. hal ini karena sifat antiseptik povidone-iodine yang kuat sebagai penghambat dan pembunuh mikroba. Penggunaan agens pencuci dan antiseptik luka relevan dengan pendapat Morison (2004) yang menyatakan bahwa larutan garam fisiologis (NaCl 0. Selain itu nyeri dapat juga disebabkan karena luka masih dalam fase inflamasi. tindakan ini berdampak pada timbulnya rangsangan nyeri pada area luka. ternyata povidone-iodine juga bersifat toksik pada jaringan luka. sedangkan povidone-iodine merupakan salah satu agens antimikroba paten yang masih digunakan secara luas dan efektif untuk desinfeksi dan pembersihan luka baik prabedah maupun pascabedah. dengan menggunakan agen pencuci luka berupa NaCl 0. Di BPKM RSU Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar perawatan luka bedah pertama kali dilaksanakan mulai dari hari ke-5 pascabedah.9%. Bila dibandingkan dengan tingkat kemaknaan yaitu 0. berarti Ho ditolak. ternyata juga berdampak pada sifat iritasinya pada jaringan luka. rangsangan mekanik akibat pembersihan luka. Selain itu penggunaan povidone-iodine sebagai antiseptik luka juga berdampak pada timbulnya rangsangan nyeri saat dioleskan.9%) merupakan salah satu agens pembersih luka yang efektif dan masih menjadi satu pilihan sampai sekarang. yang menyatakan bahwa selain efektif untuk agens antimikroba. Pada tahap pembersihan dilakukan tindakan pencucian atau pembersihan luka menggunakan kasa yang dibasahi NaCL 0. PEMBAHASAN Terjadinya nyeri pada saat perawatan luka bedah dapat disebabkan oleh karena prosedur pelepasan balutan atau verban.05 (α ≤ 0. dan larutan pencuci luka atau agen yang digunakan untuk antiseptik luka.9% dan antiseptik berupa povidone-iodine. sehingga terjadi respon iritasi 9 .

dan mempengaruhi sikap respons terhadap nyeri. kecemasan. Pada tahap pembukaan balut dilakukan tindakan pelepasan plaster dan kasa yang digunakan untuk melekatkan kasa dan menutupi luka. dan lain-lain. perhatian. Variasi intensitas nyeri yang dirasakan responden dapat terjadi. Menurut Potter dan Perry (2005) kemampuan seseorang dalam mempersepsikan nyeri dipengaruhi oleh sejumlah faktor seperi usia. Akibat adanya stimulasi nyeri pada area luka bedah menyebabkan keluarnya mediator nyeri yang akan menstimulasi transmisi impuls disepanjang serabut saraf aferen nosiseptor ke substansia gelatinosa di medula spinalis untuk selajutnya disampaikan ke kortek serebri dan diinterpretasikan sebagai nyeri. Mekanisme perbedaan intensitas nyeri akibat perawatan luka bedah pada kelompok kontrol dan perlakuan dapat dijelaskan dengan teori gate control.pada jaringan luka yang menyebabkan pengeluaran mediator nyeri dan akhirnya berdampak pada timbulnya nyeri. meningkatkan atau menurunkan toleransi terhadap nyeri. hal ini dimungkinkan karena kemampuan setiap individu berbeda dalam merespon dan mempersepsikan nyeri yang dialami. Pada tahap ini. sehingga saat pelepasan menyebabkan stimulasi dan trauma pada jaringan luka. Hal ini sesuai dengan Morison (2004) yang menyatakan bahwa penyebab nyeri pada saat perawatan luka dapat terjadi akibat pelepasan balutan karena perlengketan plaster yang digunakan untuk menahan balutan dan teknik pelepasannya. Selain itu larutan yang digunakan untuk pencuci luka atau antiseptik luka. nyeri dapat dicetuskan oleh adanya perlengketan balutan yang digunakan untuk menutup luka. sedangkan luka masih dalam fase inflamasi. keadaan ini dapat dihubungkan dengan karakteristik yang dimiliki oleh responden. ternyata dapat juga menimbulkan iritasi serta rasa nyeri pada saat digunakan. Pada kelompok perlakuan. Dimana faktor-faktor itu dapat meningkatkan atau menurunkan persepsi nyeri. Serabut saraf non-nosiseptor mengakibatkan “gerbang” tertutup sehingga stimulus pada kortek serebri dihambat atau dikurangi akibat counter stimulasi dengan suara musik. stimulus suara musik yang diberikan lebih awal menghasilkan impuls yang dikirim melalui serabut saraf aferen non-nosiseptor. Sehingga intensitas nyeri yang distimulasi oleh 10 .

sehingga sesorang menjadi lebih rileks. Pengaruh terapi musik terhadap penurunan intensitas nyeri akibat perawatan luka bedah dapat dibahas berdasarkan efek musik terhadap persepsi nyeri. Hasil uji statistik Mann Whitney Test menunjukan nilai signifikan p = 0. memberikan perasaan nyaman dan terkontrol pada pasien. seseorang menjadi lebih nyaman dan rileks.05. Hal ini berarti bahwa penggunaan terapi musik pada pasien yang mengalami nyeri akibat perawatan luka bedah abdomen di BPKM RSU Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar mempunyai pengaruh menurunkan intensitas nyeri secara bermakna. Musik instrumentalia merupakan musik yang berirama lembut. dan harmonis. Terapi musik merupakan penggunaan musik dalam penanganan masalah fisik.perawatan luka berubah atau mengalami modulasi akibat stimulasi suara musik lebih dahulu dan lebih banyak mencapai otak. Jika vibrasi dan harmoni musik yang digunakan sesuai maka pendengar akan merasa nyaman. Dimana terapi musik berefek positif melalui mekanisme pengalihan perhatian terhadap nyeri (distraction). kenyamanan akan membuat seseorang menjadi tenang. merangsang atau menyebabkan pengeluaran endorfin. Respons ini dimungkinkan karena pada saat mendengarkan musik. sedangkan irama yang teratur mempengaruhi seseorang secara psikis yang membuatnya menjadi nyaman dan tenang. psikologis serta keterbatasan (disability). Vibrasi dan harmonisasi irama musik yang yang dihasilkan musik akan mempengaruhi seseorang secara fisik yang menyebabkan seseorang menjadi relaks atau santai. Hasil pengamatan respons perilaku terhadap nyeri menunjukkan perbedaan penurunan nyeri tertinggi terjadi pada respons ketenangan dan tonus otot. Padahal kondisi fisik dan psikis memiliki hubungan yang timbal balik. maka organ vestibula (alat keseimbangan) juga memperoleh dampak dari musik. Selain itu karena vibrasi musik menghasilkan getaran atau hantaran udara pada organ pendengaran.039 pada tingkat kemaknaan p ≤ 0. teratur. dan menyebabkan perasaan tenang (relaxation). Hal ini didukung oleh pendapat Setiadarma (2004) yang menyatakan bahwa musik yang berirama lembut dan teratur mempengaruhi keadaan fisik dan mental seseorang. 11 .

Seseorang yang mendengarkan musik akan memfokuskan pikiran dan perhatiannya (konsentrasi pikiran) pada suara atau irama musik yang diterimanya. Hal ini sesuai dengan penelitian Bahr (1994) yang membuktikan bahwa terdapat peningkatan kadar endorfin pada pasien yang mendengarkan musik. Pada mekanisme distraksi terjadi penurunan perhatian atau persepsi terhadap nyeri dengan memfokuskan perhatian pasien pada stimulasi lain atau menjauhkan pikiran terhadap nyeri. Endorfin dianggap dapat menimbulkan hambatan presinaptik dan hambatan postsinaptik pada serabut nyeri (nosiseptor) yang bersinaps di kornu dorsalis. dan lain-lain. Seseorang yang kurang menyadari adanya nyeri atau memberikan sedikit perhatian pada nyeri. terutama substansi P. dengan demikian menurunkan kewaspadaan pada nyeri. prostaglandin. ini dimungkinkan karena musik yang 12 . akibatnya persepsi terhadap nyeri menurun. hanya akan sedikit terganggu dan lebih toleransi terhadap nyeri. banyak ditemukan di hipotalamus dan area sistem analgesia (sistem limbik dan medula spinalis). Serabut ini diduga mencapai inhibisi melalui penghambatan neurotransmiter nyeri seperti kalsium. Selain itu terapi musik juga merupakan proses kognitif yang diduga dapat menstimulasi sistem kontrol desenden melalui mekanisme produksi dan kerja endorfin. sehingga fokus perhatiannya terhadap nyeri atau stimulus nyeri teralihkan atau berkurang. Sifat analgesia ini menjadikan endorfin sebagai opioid endogen. Endorfin merupakan bahan neuroregulator jenis neuromodulator yang terlibat dalam sistem analgesia. Hasilnya transmisi impuls suara musik yang lebih banyak dan lebih dahulu mencapai otak akan menghambat (mengurangi) transmisi impuls nyeri menuju otak. sehingga dengan adanya stimulasi kontrol desenden maka area ”gerbang” akan menutup transmisi nyeri menuju otak. yang menyatakan bahwa distraksi merupakan mekanisme teknik kognitif yang menjadi strategi efektif untuk mengalihkan fokus perhatian seseorang pada sesuatu selain nyeri. Smeltzer dan Bare (2002). Penurunan intensitas nyeri pada responden yang mendengarkan terapi musik dimungkinkan juga oleh adanya peningkatan pengeluaran endorfin. Jika sistem aktivasi retikular akan menghambat stimulus nyeri atau stimulus yang menyakitkan. Lebih lanjut Potter dan Perry (2005) menyatakan bahwa distraksi menyebabkan terstimulasinya sistem aktivasi retikular.

dan terdapat 1 (11%) orang yang mengalami nyeri pada intensitas berat. Saran 1. 2. 13 . Untuk itu kepada profesi keperawatan disarankan agar mengaplikasikan terapi musik dalam pelaksanaan intervensi proses keperawatan pada pasien yang memerlukan. terapi musik juga berdampak pada sistem hormonal lain yaitu menurunkan sekresi katekolamin seperti epinephrine dan norepinephrine di medula adrenal. Terapi musik merupakan salah satu alternatif terapi yang telah banyak diketahui manfaatnya dalam dunia kesehatan. terkontrol.diperdengarkan dapat merangsang pengeluaran endorfin yang berdampak menurunkan nyeri dan menimbulkan rasa nyaman pada pasien. 3. Selain mempengaruhi pelepasan endorfin.039. Hasil uji statistik menggunakan Mann Whitney Test dengan tingkat kemaknaan nilai p ≤ 0. PENUTUP Simpulan 1. khususnya tenaga keperawatan disarankan untuk merekomendasikan sekaligus menggunakan terapi musik sebagai alternatif penanganan nyeri non farmakologis. Penurunan katekolamin berdampak pada kondisi fisik seperti menurunkan denyut jantung. 2. dan rileks (American Music Therapy Association. kecepatan pernafasan. yang berarti bahwa ada pengaruh terapi musik terhadap penurunan intensitas nyeri akibat perawatan luka bedah abdomen. Kepada pihak rumah sakit.05 menunjukkan nilai signifikan p = 0. Sebagian besar responden kelompok kontrol mengalami nyeri pada intensitas sedang yaitu sebanyak 5 orang (56%). 2006). ketegangan otot yang akan menyebabkan perasaan nyaman. Sebagaian besar responden kelompok perlakuan mengalami nyeri pada intensitas nyeri ringan yaitu sebanyak 6 orang (67%) dan tidak ada yang mengalami nyeri pada intensitas berat. khususnya pada pasien yang mengalami nyeri akibat perawatan luka bedah.

Kes. Subandi. Ketua Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya yang telah memberikan saya kesempatan menuntut ilmu di Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang serta Segenap Anggota Tim Pengelola Tugas Akhir Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya tahun 2007/2008. S. DHAK. 5. selaku pembimbing sekaligus penguji yang telah memberi pemikiran. dan Bapak Ns.Kes. tingkat kecemasan.. Bapak DR. Ibu dr. SKp. Budi Winarno. M. M. Ibu Yulian Wiji Utami. Sp MK.3. bantuan dan arahan dari berbagai pihak. MPd..Kes. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pengaruh terapi musik terhadap nyeri akibat prosedur invasif lainnya. Bapak dr. Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang dan Bapak dr. 3. 2. Samsul Islam.. atau mengembangkan penelitian dengan jumlah sampel yang lebih besar serta metode yang lain.Kep. 4. dr. M.. untuk itu perkenankan penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Tony Suharsono. MM. bimbingan dan arahan dengan sabar serta senantiasa memberikan semangat kepada penulis untuk menyelesaikan Tugas Akhir ini. Para responden yang terhormat atas kesediaan dan partisipasinya dalam kegiatan penelitian ini 14 . Soemardini. UCAPAN TERIMA KASIH Dalam penyusunan tugas akhir ini penulis banyak mendapatkan bimbingan. selaku ketua dewan penguji Tugas Akhir. selaku Kepala BPKM RSU Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar beserta seluruh Staf yang telah memberikan kesempatan serta ijin tempat kepada penulis untuk melakukan penelitian..

pdf. Diakses 5 September 2007. Jakarta.co. Musik sebagai Terapi. Irawati Setiawan (Ed). 2004. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. http/www. The Effect of Music on Pain Perception. Semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan Tugas Akhir yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Jakarta. Jakarta. 1997. 2007. Irawati Setiawan. S. Nyeri. 2006. Greer.orgfactsheets. Cetakan I. Dan semoga Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan bagi ilmu pengetahuan khususnya Ilmu Keperawatan. Arthur C dan Hall. Brahm U.com. Diakses 7 September 2007.. 2006. M. Cetakan 1. saran. Dalam : Price. Efek Mozart dan Terapi Musik Dalam Dunia Kesehatan..educourseinfo. Ed. Hawthorn. Semoga Allah SWT memberikan imbalan atas segala amal serta kebaikan yang 7. Hhtp//www. sfasu. dkk (penterjemah). First published. Kathy. DAFTAR PUSTAKA American Music Therapy Association.tempo. http//hkbp. Huriawati Hartanto. 9. Lorraine M. 8.id/medika. Jan dan Redmond. Rumah Sakit Dharmais. Mary S dan Wilson. Guyton. 6. telah diberikan. Perawatan Luka. EGC. Blackwell Science Ltd. Istri dan anakku tercinta yang dengan ikhlas berpisah demi cita-cita dan senantiasa menyertaiku dengan harap dan do’a. John E. Hartwig. masukan serta bantuan baik moril maupun materiil. 2007. Makalah Mandiri. Indonesia Enterostomal Therapy Nurse Association (InETNA) dan Tim Perawatan Luka dan Stoma Rumah Sakit Dharmais.musictherapy. 2002. Rekan-rekan Jurusan Keperawatan angkatan 2006.6. L. Samuel. Pendit. http/www.word press.pain.hubel. Halim. Ed. 15 . 1996. dkk (Eds). 2007. Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-proses Penyakit. atas kebersamaan. A dan Wilson. USA. EGC. 2004. Pain: Causes and Management. Music Therapy in The Treatment and Management of Pain. Diakses 24 November 2007. Diakses 24 November 2007 Anonymous. 2006. Sarah. dkk (penterjemah).

dan Perry.. Jakarta. Suzana Murni dan Lusiana Aprilawati (Eds). Morison. Konsep dan Penulisan Riset Keperawatan. Brenda G. Ed. Laporan Tahunan Penyelenggaraan Rumah Sakit. Florinda. 2007. Jakarta Sub Bidang Rekam Medik dan Pelaporan. Teknik Sampling dan Perhitungan Besar Sampel. et al. Oman. Vol. 2005.com/wanita. Mansjoer.Kompas. 2003. Anne Griffin. Jakarta. I. 2000. Salemba Medika. 2004. Manajemen Luka. 2004.com/... dan Bare.com/1907 07. Yayasan Spiritia. (penterjemah). Materi Pelatihan. Yasmin Asih.my. Agung Waluyo. Edisi 4. (Eds). Patricia A. Edisi Revisi. EGC. Lembaga Penelitian Universitas Airlangga. Emergency Nursing Secrets. Fundamental Keperawatan: Konsep. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan: Pedoman Skripsi. Monica Ester (Ed). 2006. 2004. dkk (penterjemah). Proses dan Praktik. Rineke Cipta. Kapita Selekta Kedokteran. 8. Soekidjo. USA. Moya J. 2007. dkk. Edisi I. 2007.. Diakses 7 Smeltzer. Tidak dipublikasikan Setiadi. I. Irman. EGC. EGC. Monty P. Jakarta. Suzanne C. Potter. Cetakan I. 1. Anthony. Pandoe. Nursalam. Katheleen S. Cetakan I. Mosby Elsevier. Terapi Alternatif. and McLain. Ed. hhtp/www. Graha Ilmu. Musik sebagai Obat. Surabaya.com/paw.kompas. 2003. dkk (penterjemah). Jane Kaziol. 2007. 2002. Setiadarma. Jakarta. 2007.news. Musik Terapi. A F. Tyasmono. Jakarta Notoatmodjo. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth. Tesis dan Instrumen Penelitian Keperawatan.blogspot.partikelwebgaul. 2005. 2002. Dalam Spiritia. 2002. Universitas Airlangga. September 2007. Jakarta Spawnthe. (Eds).opera. Diakses 5 September 2007. Soemantri. http//irmanthea.. BPKM RSU Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar. Edisi 3.Arif. hhtp//www. 2004. 2003. Ed. hhtp//www. Media Aesculapius FKUI. Metodologi Penelitian Kesehatan. Manfaat Musik. Wing. Perawatan Luka. 16 . Diakses 6 September 2007. Diakses 6 September 2007. Yogyakarta.

Esty Wahyuningsih.http/www. 1999.wikipedia/orgwiki.id. Wikepedia Indonesia. 17 . 2006. Konsep dan Penatalaksanaan Nyeri.comintisari. Ampuhnya Musik Sebagai Terapi. Von Frank. Anas.musik. hhtp//www.htm. Cetakan I.. Malang. 2007. Pedoman Penulisan Tugas Akhir Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Tim Penyusun Pedoman Penulisan Tugas Akhir. Ochmann. . Jakarta. Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Diakses 5 September 2007. (Ed). 2006.Tamsuri. EGC. Indo media. 2007. Musik Diakses 4 September 2007.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->