ASPEK SPIONASE DALAM PERANG DIPONEGORO (1825 – 1830

)
Saleh A. Djamhari*, Tutie.Artica@yahoo.co.id,
Abstrak - Diponegoro bercita-cita membangun masyarakat baru berdasarkan Qur’an dalam wadah Balad Islam melalui Perang Sabil. Ia membangun kekuatan bersenjata dan moral pengikutnya melalui conspiracy of silence selama 12 tahun. Ia juga membangun aparat intelijen yang tangguh yang disebut Pacalang dan Kajineman. Jaringan mereka ada di semua jajaran pemerintah Kesultanan Yogyakarta. Pada saat Tentara Hindia Timur Belanda (NOIL) menyerbu Tegalrejo pada bulan Juli 1825, Diponegoro telah siap menghadapinya. Sebaliknya Tentara Hindia Timur dipimpin oleh Jenderal de Kock, karena kurang mengenal medan merekrut pribumi untuk diangkat sebagai spion. Melalui informasi para spion, NOIL melakukan operasi pengejaran untuk menangkap Diponegoro. Upaya ini gagal karena para Pecalang dan Kajineman memiliki kemampuan dan kualitas yang tinggi. Hanya dengan pendekatan budaya Diponegoro berhasil dibujuk untuk “berunding”. Abstract - Diponegoro aspire to build a new society based on the Qur'an in Islamic Balad container through Sabil War. He built the armed forces and the morale of his followers through a conspiracy of silence for 12 years. He also built a formidable intelligence apparatus called Pacalang and Kajineman. Their networks exist at all levels of government to the Sultan Yogyakarta.Pada when the Dutch East Indies Army (NOIL) Tegalrejo invaded in July 1825, Diponegoro was ready to face it. Instead East Indies Army led by General de Kock. Because the less familiar terrain to recruit native to be appointed as a mirror. Through the mirror information, perform NOIL pursuit operation to capture Diponegoro. This effort failed because the Pecalang and Kajineman have the ability and high quality. Only with a cultural approach Diponegoro was persuaded to "negotiate". Kata Kunci : Balad Islam, perang sabil, conspiracy of silence, morale

PENDAHULUAN Makalah yang disajikan dalam jurnal ini, mengangkat satu topik yang jarang dan luput dari perhatian peneliti, karena kelangkaan sumber sumbernya. Penulis mencoba melakukan identifikasi, rekonstruksi, mengeksplotasi, mengeksplorasi dan menginterpretasi aspek dan peranan kelompok yang tertutup ini berdasarkan sumber sumber yang ditemukan. Spioen (Jawa) didefinisikan sekelompok orang atau seseorang yang ditugasi melaksanakan operasi intelijen, guna mencari informasi tentang musuh (kedudukan, kekuatan dan
* Dr. Saleh A. Djamhari merupakan dosen di Prodi SSPS Unhan.

mobilitas), tentang medan (yang belum dikenal sebelumnya), mengenali para pemimpin musuh (wajah, karakter dll) juga melakukan disinformasi (penyesatan), sabotase obyek-obyek vital strategis. Intensitas peranan mereka, dapat mempengaruhi jalannya suatu peperangan. Pada kerajaan Jawa peranan spioen sudah amat dikenal sekalipun bukan melaksanakan kontra operasi intelijen namun untuk kepentingan kelompok (intrik). Peran spioen yang terkenal pada pertengahan abad 19 adalah berhasil dibunuhnya Sultan Hamangkubuwono IV

Universitas Pertahanan Indonesia

1

Bagaimana Diponegoro mendidik spioen. penulis ingin menyajikan kisah “pertempuran sunyi senyap” yang diperankan oleh para spion dan spioen dari kedua belah pihak. Setibanya di Surakarta de Kock menyusun rencana operasi. yang dibangun oleh Diponegoro. 215). semakin mempertajam konflik antar bangsawan kelompok Kasepuhan dan Karajaan. membentuk pribadinya menjadi manusia fanatik. berencana memanfaatkan orang-orang pribumi yang terseleksi dengan bayaran yang mahal sebagai spion. Ia bercita cita membangun suatu masyarakat baru yang terwadahi dalam balad (negara) Islam (Babad I. Kehidupannya di masa remaja. bahwa dirinya tertipu setelah pasukan Diponegoro yang berhasil memasuki Yogyakarta. melatih prajurit prajuritnya secara clandestine.(Desember 1822). Untuk merealisasi citacitanya. Perubahan masyarakat hanya bisa dilakukan dengan perang sabil. Conspiracy of silence yang berlangsung hampir 12 tahun. 1983. Peristiwa ini menggemparkan masyarakat. pacalang (Babad II. Ia mempunyai visi dan cita-cita sendiri tentang suatu negara dan masyarakat. namun tidak menentangnya secara terbuka. Pasukan Hindia Timur terkepung di dalam kota dan pemberontakan meletus di pelbagai tempat di wilayah Kesultanan. Mengapa? Sejak ayahnya naik tahta. 1983. Pemerintah Hindia Belanda menunjuk Letnan Jenderal de Kock sebagai panglima operasi untuk memadamkan pemberontakan. yang tercermin pada perilaku dan praktik kepemimpinannya. baru disadari oleh pejabat pemerintah Hindia Belanda pada bulan Juli 1825. sekalipun dalam tingkat rumor. 228). Para spioennya berhasil melakukan disinformasi dalam pelbagai hal. teguh dalam pendiriannya. Diponegoro dengan cermat membangun jaringan rahasia dengan merekrut spioen. sebagai Hamangkubuwono III. Peristiwa pembunuhan ini menjadi salah satu causal factor pecahnya Perang Diponegoro. ing Tangkilan pacalang atur uning iku dhumateng Sri Naranata yen Laknatullah nututi kedua. yang taat beragama. Tuduhan kuat dialamatkan kepada Diponegoro. tanpa diketahui dan bisa dibuktikan aktivitasnya oleh aparat keamanan Kesultanan dan Pemerintah Hindia Belanda. satu domein lain dari sejarah perang. Pemerintah Kesultanan Yogyakarta yang dipimpin ayahnya yang kemudian digantikan adiknya dianggapnya telah “menyimpang” dari nilainilai budaya Jawa dan melanggar hukum agama Islam serta menyerahkan kedaulatannya kepada Pemerintah Hindia Belanda. tanpa bantuan peta dan hanya informasi yang samar-samar tentang wilayah Kesultanan dan kekuatan lawan. yang dalam sejarah militer dikenal sebagai conspiracy of silence. menyusun strategi dan rencanarencana operasi perangnya. Dalam 2 Universitas Pertahanan Indonesia . juga ketika Diponegoro berada di Tangkilan Sang Nata nimbali age marang ingkang Kajineman sadika wastanira kinen lumebeta marang ing lanat pondhoke“ Dengan hanya berbekal dua kata kunci itu. teguh memendam rahasia. Dalam Babad ditemukan hanya dua nama sebagai pembukanya. sudah barang tentu sejarawan sulit merekonstruksi struktur institusi yang penuh kerahasiaan ini. pertama. Diponegoro mengisolasi diri. karena tidak setuju kebijakan ayahnya. juga tidak ada sumber yang ditemukan. kajineman (Babad II. Di samping kisah gegap gempitanya pertempuran di pelbagai medan yang telah banyak ditulis. 188). membangun kekuatan militer. karena Diponegoro sendiri sangat ketat memegang teguh rahasia dan menghukum berat pembocor rahasia. 1983. Dalam rencana operasinya Jenderal de Kock memprioritaskan merebut kembali Yogyakarta. karena aktivitas dan kemampuan mereka luar biasa. “Mangkana sampun prapta. bahkan memperkuat kesan negatif pihak kraton dan pemerintah Hindia Belanda terhadap Diponegoro untuk melindungi aktivitasnya. Operasi spioen Diponegoro Tidak ada sumber yang ditemukan mengenai organisasi aparat intelijen.

Jenderal de Kock mengkompensasikan dengan informasi tentang musuh dan medan berasal dari para spion yang direkrutnya. tidak ada sumber yang ditemukan. Diponegoro memerintahkan para pembantunya untuk mempersiapkan markas komando di desa Selarong (bukan Gua Selarong) dan cadangannya di Jekso. Dalam perang ini tidak mengenal kata “tawanan perang”. Bagi pembocor rahasia atau pendengar rahasia yang ketahuan. berarti nemu bilahi kang luwih abot. Sekalipun struktur organisasinya tidak pernah terungkap. Sebaliknya pihak Belanda yang berusaha memburu dan menangkapnya selalu gagal. namun aktivitasnya yang observable adalah peristiwa yang bisa diinterpretasi yang berbeda. Para pengikutnya dipanggil melalui para spioen agar berkumpul di Selarong sewaktu-waktu pecah perang. karena Diponegoro memperoleh informasi yang cepat dan akurat dari para spioennya. salah satu markas Diponegoro.” Universitas Pertahanan Indonesia 3 .M. Kegagalannya dalam melaksanakan operasi pengejaran terhadap Diponegoro (1825-1827). Ia dijatuhi hukuman mati karena mengetahui surat rahasia Residen Kedu Van Valck kepada Diponegoro. (Weitzel II. Serie 14) Nemu bilahi kang luwih abot. yen kuwawi kakersaaken narungi. Sejak awal perang. yen mboten kuwawi kakersaaken nilar lumajar. Jenderal De Kock berpendapat bahwa peranan spion amat berpengaruh terhadap pelaksanaan operasi militernya. Arsip Koleksi H. adalah kata peringatan dan ancaman terhadap pejabatnya yang mbalelo dan pembocor rahasia. penulis “menangkap” pendirian Diponegoro. Kemudian mereka berjalan keliling desa. mobilisasi massa dan membagi bagi mandala perang (16 mandala). “Lan maneh pepajalingsun marang sira aja angalaaken wong kang becik lan aja ambecikaken wong kang ala lan aja anganiaya wong akeh Tabayan (purapura) ora mitahu seunine nuwalaningsun ini amasthi nemu bilahi kang luwih abot. ditemukan laporan tertulis pada 1826 dari “koordinator” spion bernama Ngabehi Pancayatna bersama timnya yang ditugasi mengamati desa Jekso (Dekso). Salah satu kasus terjadi pada Pangeran Karim Ario Bintoro. 1853. tentang perang gerilya. datang ke rumah familinya bernama Amat Rupangi. de Kock. dengan dua kali kekalahan (Kejiwan dan Delanggu Agustus 1826) dan sekali memenangkan pertempuran di Gawok (Oktober 1826). untuk membuktikan kebenaran percakapan itu. Tawanan atau spion dianggap sumber pembocor rahasia. 230). Bahkan para spioen ditugasi melakukan pembelian senjata api (geweren) dan penimbunan mesiu.satu surat keputusan yang ditemukan dalam Arsip pada 1826. yakni langsung dipancung. Meningkatnya peran para spioen ini dimulai dari sesudah insiden penutupan jalan ke Tegalrejo (1825) oleh Patih Danurejo. Laporan ditujukan kepada Jenderal De Kock. Dari sumber Arsip. “Yen wonten mengsah medal. Persiapan Diponegoro untuk perang sabil melalui conspiracy of silence sangat matang baik di wilayah nagara maupun di mancanagara. apakah berasal dari pacalang atau kajineman. ia juga memperoleh informasi perintah Diponegoro. Organisasi dan Operasi Intelijen Tentara Hindia Timur (NOIL) Sekalipun tanpa mendapatkan peta yang lengkap mengenai medan di wilayah Kesultanan. Namun Karim berhasil melarikan diri.” (ARA. ia memperoleh informasi mengenai letak penginapan Diponegoro dan pengikutnya. hukuman langsung dijatuhkan. Selanjutnya memerintahkan melakukan pembelian padi dan beras secara besar besaran. Selain informasi tentang Diponegoro dan pejabatnya. Dalam percakapannya dengan Rupangi. sebagai berikut: “Kawulo abdi dalem pun Pancatnyana Kawula kakersaaken utusan anitik pasanggrahanipun Pangeran Diponegoro dhateng ing dusun Jeksa” Ia mengutus seorang bawahannya bernama Ki Sapengawat. para spion diperintahkan membuntuti “perjalanan” Diponegoro.

Hasil pertemuannya dengan Stavers dilaporkan oleh Kyai Mojo kepada Diponegoro. 1904. dengan sasaran para pimpinan tertinggi dan para komandan pasukan Diponegoro yang prominent. yang mengintroduksi sistem benteng (Benteng Stelsel). Mereka berangkat dari desa Joholanang. Tujuannya untuk mengurangi jumlah korban pasukannya. Pola operasinya berubah dari operasi penangkapan dan pengejaran ke operasi pembujukan dan operasi pengejaran sekaligus. wilayah pasisir harus diserahkan kembali kepada Kesultanan. satu bulan sesudah pertempuran Gawok (Oktober 1826). sebuah markas Diponegoro di Pajang dengan dikawal 1000 prajurit. saling tuduh menuduh. sebagai syarat untuk menghentikan peperangan. Sebelum itu. orang Belanda harus memeluk agama Islam. Stavers bertindak sebagai utusan resmi Jenderal de Kock. Kyai Mojo diperintahkan hanya sebagai utusan Diponegoro. MacGillavrij dan de Kock menyimpulkan telah terjadi konflik pendapat antara Kyai Mojo dengan Diponegoro. Kemudian ia menulis surat kepada Stavers. Ketika Jekso (Dekso) diserbu. De Kock menangkap nuansa morale disintegration pasukan Diponegoro. William Stavers bersama seorang Arab bernama Ali Chalif. “to capture of whatever they prize most”. yang disebar di pelbagai medan dan dikendalikan sendiri oleh de Kock. kecuali pimpinannya. di suatu desa di wilayah Pajang pada bulan Agustus 1827. bahwa tujuan perangnya hanyalah untuk memuliakan agama Islam. Dua orang Mataram Pangeran Ngabei (Bei) dan Pangeran Ngabdul Majid diperintahkan untuk mendampinginya. Karena Diponegoro mengenali watak Kyai Mojo yang lemah terhadap bujukan dan iming-iming. Jenderal de Kock memperkuat operasi tempur sekaligus operasi intelijen dengan melipat gandakan jumlah spion. Seorang Inggris. Diponegoro telah meninggalkan desa ini (Juli 1826). De Kock menyadari bahwa perang melawan pemberontak yang mobilitasnya tinggi dan tidak memiliki center of gravity. Dalam suasana demikian pada 1827 Diponegoro memutuskan untuk meninggalkan wilayah Pajang dan pasukannya dikonsentrasikan di Mataram. orang Belanda boleh tetap tinggal di Jawa tetapi dilarang berdagang. Beberapa kali utusan dikirim secara rahasia untuk membujuk sampai Kyai Mojo setuju bertemu dengan William Stavers yang telah mengenal Kyai Mojo sebelumnya. (Louw III. bahwa Diponegoro setuju penghentian permusuhan asalkan kedua belah pihak tetap tinggal (stand fast) di pos masing masing. direkrut secara diam diam ditugasi untuk menemui Kyai Mojo salah seorang center of gravity perang. Ketiga. Kedua. Diponegoro ingin membangun morale 4 Universitas Pertahanan Indonesia . untuk menyampaikan syaratsyarat penghentian perang. Rencana pertemuan direstui oleh Diponegoro. Stavers menangkap isyarat ini. Tentu saja nama kedua ulama itu tidak tercatat dalam sejarah. Antara pasukan yang berasal dari Mataram dan Pajang terjadi konflik. Pertama. Isi pesan tersebut terdiri atas tiga masalah. mengeksploitasi kondisi konflik ini dengan melakukan pendekatan terhadap Kyai Mojo. 1983. ia melakukan “pertempuran yang senyap”. pihak Diponegoro sebenarnya menolak menghentikan perang. Dalam pertemuan ini Kyai Mojo hanya menyampaikan pesan Diponegoro. Dari laporan kedua ulama spion itu. 11-12) Kemudian Kyai Mojo menyatakan kepada Stavers. Babad II. Sejak 1827 Strategi Stelsel Benteng diberlakukan. Dalam Rencana Operasi 1827. Pasukan dari Mataram dituduh tidak berani berperang sebaliknya pasukan Mataram menuduh pasukan Pajang berperang untuk mencari kekayaan. Mengapa Diponegoro tiba-tiba setuju penghentian sementara permusuhan? Sejak kekalahannya di Gawok (Oktober 1826) pasukan Diponegoro mengalami morale disintegration.Rupanya masuknya spion NOIL ini “tercium” oleh spioen Diponegoro. bekas pengusaha perkebunan di Pajang. terutama setelah ia mendapat kritik dari pejabat-pejabat sipil. ia mengubah strateginya. 258. Residen Surakarta MacGillavrij menyelundupkan dua orang spion berpredikat ulama terpercaya ke markas besar Diponegoro di Pajang.

Te Klepo en Tjebongang zijn Tomogong’s Tjago Pernolo 2/ Kogo Sonoen 3/ Kerto Patro met 100 man en in de Dessa Soempie.W. De Kock kemudian menawarkan sejumlah uang sekiranya Kyai Mojo mau berunding di suatu tempat. Penambahan jumlah spion menjadi pilihan utama de Kock. Dari arsip yang ditemukan. 20). Prakiraan strategi Diponegoro tidak keliru. 1855. terpengaruh saudaranya. Kyai Mojo mengirim utusan ke markas de Kock di Salatiga. tetapi terhadap pimpinan pasukan yang dinilai prominent.endurance bagi prajuritnya. De Kock dituduh mengorbankan nyawa prajurit dengan sia-sia. Seperti prajurit Diponegoro. Ia menyerah pada bulan Juli 1827. para prajurit Hindia Timur juga mengalami kelelahan yang luar biasa. karena karakter orang Jawa sulit diduga. Notoprojo menantu Ki Ageng Serang. Musuh yang berpangkalan jauh di pedalaman dapat dijangkau hanya dengan melewati gunung dan hutan sehingga energi terkuras. Sejumlah spion dihukum pancung oleh komandan pasukan yang menolak ajakannya. 7 Oktober 1828. II. 1983. Dat den Pangerang Pakoe di Ningrat zicht te Tjoengranang ophoud met 75 man. Sukses dengan “pertempuran senyap” tahun 1827 diintensifkan pada 1828. Sagung senopati ingkang agung ing santosa ing prangpan sinukan surat samin nanging mungel saking Residen sadaya (Babad I. Komandan Kolone 2 di Kalibawang. N. Seorang sahabat Kyai Mojo. Sulit membedakan lawan dan kawan. setelah Residen Lawick van Pabst mengirim sejumlah spion untuk membujuknya selama dua bulan. Satu kolone harus menyediakan logistik untuk 1000 orang setiap hari bagi hulptroepen bersama istri dan anak anaknya (Weitzel. De Kock memerintahkan para komandan kolone untuk langsung melaporkan kedudukan para pimpinan utama lewat laporan para spion. 1965. Operasi “pertempuran senyap” dilanjutkan tidak hanya terhadap center of gravity. 1983. Pada 22 September 1827. Hanya Tumenggung Mangkuwijoyo. Dalam Babad Diponegoro dikisahkan. Para prajurit ini berperang melawan pemberontak sekaligus melawan alam. 144). Di Klepo dan Tjebongang (Cebongan) Temenggungnya Tjago Pernolo (Gagah Universitas Pertahanan Indonesia 5 . darah yang tertumpah dalam perang untuk memperkuat keyakinan agama berdasarkan Qur’an (Babad II. Tampaknya seperti pemalas sebenarnya mereka adalah prajurit gerilyawan yang tangguh. Beban logistik menghantui staf logistik karena membengkaknya konsumsi. Di medan Mataram ternyata relasi antara prajurit dan masyarakat semakin kuat. Morale dan militansi prajurit asal Mataram bangkit kembali setelah memasuki wilayah Kesultanan. selain Sultan Hamid (Diponegoro)”. Penghematan anggaran belanja yang dicanangkan oleh Komisaris Jenderal Du Bus. Bahwa Pangeran Pakudiningrat sedang berhenti istirahat di desa Cungranang (Junggrangan) bersama 75 orang. 201). yaitu suatu elemen emosi untuk memperkuat solidaritas dan percaya diri (Andre Beaufre. ikut mempersulit posisi de Kock. Apa maksud Kyai Mojo mengirim utusan itu tidak ada sumber yang ditemukan. Dalam Babad disebutkan. saudara Mangkuwijoyo bupati Kutagede dan pimpinan pasukan Bulkiyo di wilayah Gunung Kidul ikut terbujuk. van Tjebongang zijn insgelijks 100 man den Pangerang Pakoe di Ningrat gevestigd. Sebaliknya banyak komandan pasukan yang menolak bujukan para spion dengan dalih sebagai kurir residen. 415) Dikembalikannya Sultan Sepuh (Hamangkubuwono II) ke tahtanya (1826) tidak banyak berpengaruh. berupa surat Spion Tijdingen atau Ingekomen Tijdingen. Kritik dari pejabat sipil tak kalah gencarnya. Jenderal de Kock tidak berputus asa. dengan sasaran para komandan pasukan Diponegoro yang prominent. sebagai contoh laporan Kapten Ten Have. anak Pangeran Mangkudiningrat yang terang-terangan mbalelo tatkala berada di Sambiroto. Para Residen ikut membantu. Pangeran Purboyo dari Surakarta ikut membujuk Kyai Mojo melalui surat. Kyai Mojo menjawab: “tidak ada raja yang berbaik budi yang mengangkat derajat ulama. Juga faktor logistik dan pelayanan kesehatan yang buruk.

1905. kemudian diserbu oleh hulptroepen Arafuru. karena Kolonel Cleerens telah membuat jalur keamanan. Imam Musbah. agar mempersiapkan pemberontakan. Diponegoro amat marah. Desa Junggrangan terletak di pegunungan Kelir di perbatasan wilayah Mataram dan Bagelen. Hubungan transportasi darat antara Semarang dan Surabaya terputus. Karena segan dikawal pasukan Mataram. Kyai Mojo menulis surat kepada Diponegoro yang berada di Pengasih. Bekel Kebak. Serbuan pasukan Diponegoro ke kedua medan tersebut tidak pernah diduga oleh Jenderal de Kock. Dengan bantuan para spioen. yang dinilai sebagai de bitterste vijand (pimpinan musuh yang ditakuti) karena dialah penerjemah keinginan Diponegoro. Tumenggung Kertowinangun (Mas Lurah). Kyai Mojo diperintahkan kembali ke Pajang. untuk menangkis serbuan infiltran dari medan Bagelen. De Kock tetap menginginkan Kyai Mojo untuk ditangkap. Kyai Mojo dibebaskan dari jabatannya sebagai guru utama tetapi anaknya Sis diangkat sebagai Tumenggung bersama Kyai Karang dan Kyai Baderan. dikawal dengan 300 Bulkiyo dan 500 prajurit biasa yang dipimpin oleh Alibasah Usman. Beberapa orang bekel yang pernah dihubungi oleh utusan/spioen Kyai Mojo ditangkap. 6 Universitas Pertahanan Indonesia . memerintahkan memanggil kembali Kyai Mojo. Atas kewaspadaan spioen para pimpinan pasukan Diponegoro meloloskan diri.S. Kyai Mojo di Pajang gagal. Aktivitas para spioen terbongkar karena “pengkhianatan” seorang bekel Karangmojo yang bernama Joleksono. yang melapor ke Pangeran Mangkunegoro. Mas Lurah berhasil menguasai wilayah lembah Gunung Prahu. Kyai Mojo meninggalkan Sambiroto menju ke Pajang dikawal pasukan Mataram di bawah Alibasah Ngusman. Sejak itu pengawasan spion terhadap aktivitas Kyai Mojo ditingkatkan. Sedangkan Kyai Barnawi pernah sakit hati kepada Diponegoro yang menurunkan pangkatnya dari Penghulu menjadi modin. Ia menyerah atas bujukan seorang ulama spion. barat laut Cebongan. Kyai Mojo meminta beberapa syarat untuk menghentikan perang. bertepatan pada bulan Puasa (Maret 1828). Kyai Amat Asman (E. Setiap demang atau bekel diajak mempersiapkan 60-200 orang. Conspiracy of silence. menghubunginya. Kyai Mojo setuju. namun pertemuan tidak menghasilkan kesepakatan. de Klerck. Perbuatan Kyai Mojo dinilai sebagai perbuatan orang yang takut mati. karena Mayor Wironegoro adalah teman seperguruannya di Pesantren Kalang. Mereka mengaku dihubungi oleh seseorang yang mengaku bernama Singojoyo. Singowongso diperintahkan melakukan serangan di Ledok (Wonosobo). dan menguasai wilayah pantai utara Jawa Tengah bagian timur pada awal 1828. 529). di tengah jalan ia berubah sikap. dengan tugas merebut Rajegwesi (Bojonegoro) dan menghancurkan angkutan logistik di Bengawan Solo yang diangkut ke medan Mataram. Pertemuan di Melati terjadi pada 31 Oktober 1828. Konflik Diponegoro – Kyai Mojo semakin tajam. Tumenggung Sosrodilogo diperintahkan untuk berangkat ke Jawa Timur. Para spion telah mencium rencana perjalanan Kyai Mojo.Pernolo) Kagosono dan Kertopatro bersama 100 pengawalnya dan di desa Sumpi. Sosrodilogo berhasil merebut dan menduduki Rajegwesi. Wironegoro menyanggupi. 100 orang bergerak menuju tempat Pangeran Pakudiningrat. serta meminimalisi kekuatan di Mandala Barat (Mataram). Sebelum berangkat Kyai Mojo mengirim beberapa spioen ke Pajang Selatan di wilayah yang dikuasai oleh Pangeran Mangkunegoro. Para spioen menyampaikan surat Kyai Mojo yang ditujukan kepada para demang dan bekel. semakin memuncak setelah Jenderal de Kock mendeklarasikan “actieve oorlog” yang dijawab oleh Diponegoro dengan “prang betoel”. Peran para spion dan spioen ikut menentukan kelanjutan “pertempuran senyap” ini. Eskalasi perang pada akhir 1827-1829. Sejumlah 33 orang demang dan bekel yang dihubungi. Seorang muridnya yang menjadi spion bernama Kyai Barnawi. membujuk agar ia menerima tawaran penghentian perang dari Mayor Wironegoro komandan pasukan Kraton di Melati (Sleman). Antara lain Demang Matesih. Kemudian ia mbalelo. Demang Renating.

6). secara diam-diam diikuti oleh pasukan Letnan Kolonel Le Bron de Vexela. Karena dalam suratnya. Ia tiba pada Januari 1829. yang kemudian disusul dengan Basah. Dari benteng Cengkawak. Penangkapan Kyai Mojo yang diperkirakan oleh de Kock mempunyai pengaruh terhadap jalannya perang. Diponegoro setelah mempelajari secara cermat surat de Kock. “Hanya Tuhan dan senjata kita yang akan menghukumnya” (Nahuijs. Sentot menuntut agar perundingan dilakukan dengan Nahuijs saja. Tanpa diduga. terutama Pangeran Kusumayuda. Nahuijs dilarang bertemu dengan Sentot. Sentot ingin bertemu dengan Nahuijs di Kalibondol pada pukul 10 pagi. (ARA. Komisaris Kraton Surakarta. Dari Melati rombongan Kyai Mojo menuju Pajang. 184). Hubungan dengan Sentot tidak diputuskan. De Kock marah besar atas gagalnya perundingan. spion ini mengirim surat kepada Sentot yang “memberitahukan” bahwa Kyai Mojo telah tertangkap. ikut berunding. Alibasah Sentot Prawirodirjo. Perundingan direncanakan di desa Turus. Setibanya di Gamplong. menawarkan janji damai di seluruh medan Pajang. Nahuijs tidak hadir tetapi Roeps dibebaskan. berunding atau melanjutkan perang. Arsip Koleksi H. punika paman menggah Kyai Guru ing Maja sampun boten kangge. 1847. yaitu. selama Roeps belum dibebaskan. Ternyata di tempat itu telah berkumpul para pimpinan pasukan Diponegoro. Ia menulis surat kepada Sentot lengkap dengan gelarnya. Kyai Hajali (Gozali) adik Kyai Mojo diperintahkan menemui Sentot.menghina para rekan-rekannya yang gugur dalam perang sabil. lajeng kabucal dhateng ing tanah Pajang. Serie 14 Volgnr. Rupanya Sentot memanggil para komandan pasukannya. Sentot lebih tahu: “Yen Kyai Guru ing Maja kacepeng ing Welandi wonten ing Sela. Dan menantang Pangeran Kusumayuda. Mataram dan Bagelen. Dullah dan Seh dan Sentot adalah Panglima Tentara (Senopati) ing Lapangan. Dalam pertemuan tersebut. bernama Seh (Amirul Arabi) Akhmad al-Ansori (tertulis dalam huruf Jawa Tuwan Seh Amirul Karbisakmadul Anjari). membakar desa-desa yang diperkirakan sebagai pangkalan pasukan Sentot. 1835. Jenderal de Kock tidak berputus asa. 271). Tinggal seorang lagi yang dianggap center of gravity peperangan. Kyai Mojo kemudian dibawa ke Salatiga. surat de Kock mendapat jawaban positif dari Sentot dan menawarkan jangka waktu perundingan selama tiga bulan. Seminggu kemudian de Kock sendiri memprakarsai perundingan. Sentot menulis surat kepada Nahuijs yang isinya sangat singkat. de Kock hanya ingin membicarakan tiga hal saja. Sentot sangat membenci orang-orang Solo. Kapten Roeps yang datang ke markas Sentot ditahan sebagai sandera. Nahuijs diperintah oleh de Kock menuju benteng Gamplong. pimpinan pasukan Kraton Solo. komadan pasukan Kraton Solo. tetapi yang berunding bukan Sentot tetapi Pangeran Pakuningrat. kang kautus bucal abdi dalem kanca Temenggung kalih”. Mengenai tertangkapnya Kyai Mojo. sering kali bertindak brutal. Kedatangan Nahuijs dipertanyakan oleh Sentot.M. tidak mengijinkan Sentot atau Pakuningrat datang berunding di Turus. Sentot meminta Nahuijs. apakah ia mengatas namakan orang-orang Solo atau pemerintah. de Kock. pasukan Le Bron menyergap dan menangkap Kyai Mojo. Pendekatan terhadap Alibasah Sentot melalui seorang seorang spion. Jawaban Sentot dengan keras menolak ajakan menghentikan perang. yang diberi wewenang untuk menentukan terus berperang atau berdamai. damai. Sudah lama Kyai Mojo. Kyai Hajali bersama Kapten Roeps berhasil menemui Alibasah Sentot di desa Kalibondol (Kulon Progo). yang berada di Bagelen. I. ditolak oleh de Kock. ditempatkan di luar jajaran kepemimpinan perang. Pihak Diponegoro Universitas Pertahanan Indonesia 7 . Pada dinihari tanggal 11 November 1828. (De Stuers. Alibasah adalah pangkat tertinggi (Jenderal ?) dalam jajaran Angkatan Perang Diponegoro. tidak menjadi kenyataan. Kapten Arab. dan meminta Ansori dan Pangeran Arya Blitar ke luar dari kekuasaan Belanda. Roeps menyarankan kepada de Kock agar perundingan dihentikan.

H.M. jilid IV (1905). A. Broese en Comp..S. [7] Louw. Buku [4] Beaufre. Serie 14. 1983. [8] Nahuijs. Batavia. jilid I dan II (salin aksara Ny. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah. 1894. di Yogyakarta diadakan upacara resmi penyerahan Alibasah Sentot. Landsdrukkerij. Kesempatan yang baik ini ditangkap oleh de Kock. An Introduction to Strategy. Arsip Koleksi H. KESIMPULAN Dalam perang peranan spion atau spioen sebagai aparat dari operasi intelijen dari kedua belah pihak sangat mempengaruhi jalannya perang. Akhirnya Diponegoro setuju mengakhiri perang dengan berunding.F. Kapten Bauer menerima laporan dari spionnya. De Java Oorlog van 182530. Praeger. 1855. Mangkubumi menolak melanjutkan perang. Pada spion terus membuntuti perjalanan Sentot atas perintah de Kock. demikian pula Jenderal de Kock. pasukan Diponegoro mulai terdesak di semua medan. Arsip Koleksi. Pada 17 September 1829.P. de Kock. Babad Dipanegara ing nagari Ngayogyakarta Adiningrat. 1904. Ambaristi dan Lasman Marduwiyota). baik melalui “pertempuran gegap gempita” maupun “pertempuran senyap”. jilid III. Jakarta. H. Frederick A. lawan (kontra intelijen) yang disebut di sini sebagai “pertempuran senyap”.. terjadi pertempuran yang menentukan (decisive battle) yang dipimpin oleh Diponegoro dan Sentot. Diponegoro dan para spioen anak buahnya tercatat dalam sejarah telah sukses menandingi operasi intelijen 8 Universitas Pertahanan Indonesia . Jenderal de Kock mengirim sejumlah spion. 45). De Java Oorlog van 1825-30. Akhirnya dengan perantara Pangeran Notoprojo. Volgnr 9. Dra. Sentot beserta pasukannya yang berkekuatan 600 orang menyatakan menyerah pada 17 Oktober 1829. 1908. Sentot menyatakan bersedia menghentikan permusuhan dengan tujuh syarat. (ARA. Diponegoro meloloskan diri ke arah barat dan Sentot ke arah selatan ke Imogiri. Serie 14 [2] ARA. jilid VI (1909). Diponegoro dan Sentot mengkonsentrasikan kekuatannya di bukit sekitar Selarong di desa Siluk (Selo). 1835. Sejak Agustus 1829. 1965. Pangeran Mangkubumi telah bertemu dengan Diponegoro di Kalibeko. [5] Diponegoro. Batavia. tidak mampu menangkap tokoh tokoh yang menjadi center of gravity perang. E. DAFTAR REFERENSI Arsip [1] ARA. Volgnr 9. Pada 24 Oktober 1829.. jilid II. jilid I. de Kock.M. Sasaran pada spion beralih ke Pangeran Mangkubumi. New York. Tiga minggu setelah pertempuran Siluk. Ballot. Desa ini dikepung dari segala penjuru dengan kekuatan tiga kolone. “Pertempuran senyap” antara kedua belah pihak berakhir seimbang. jilid I. Para spion NOIL yang telah bekerja keras. Semua syarat yang diajukan dipenuhi. [9] Weitzel. André‚ General d'Armée. jilid V (1908).W. untuk membujuk Diponegoro agar mengakhiri perang. Serie 14. E. [6] Klerck.melakukan redislokasi pasukan.M. Landsdrukkerij. 6 [3] ARA.M. Serie 14 Volgnr. de Kock. jilid I (1852) jilid II (1853). para spion melaporkan bahwa Diponegoro berada di desa Kemiri (Bagelen). de Kock. Deventer. “Pertempuran senyap” berakhir bersama dengan kedatangan Diponegoro di Remokawal pada 16 Februari 1830. Verzameling van Officielle Rapporten Betreffende den Oorlog op Java in de jaren 1825-1830. Arsip Koleksi H. De Oorlog op Java van 1825 tot 1830. de Klerck V. P. 1897. M. de. Breda.J. Arsip Koleksi.S.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful