P. 1
Laporan Praktikum I - Tegangan, Arus Dan Hambatan

Laporan Praktikum I - Tegangan, Arus Dan Hambatan

|Views: 3,744|Likes:
Dipublikasikan oleh Richars McObol

More info:

Published by: Richars McObol on Jul 26, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/06/2014

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM

RANGKAIAN LISTRIK





TEGANGAN, ARUS DAN HAMBATAN


Nama : Angga Reza Fardana
N I M : 03061004056
Group : I
Anggota : 1. Desi Puspika [03061004119]
2. Eko Muharto [03061004007]
3. Nurdonas [03061004031]
4. Reza Rhendika [03061004073]
5. Walas Marari [03061004074]

Nama Asisten : Syarifudin
Tanggal Praktikum : Selasa, 18 Desember 2007



LABORATORIUM DASAR ELEKTRONIKA
DAN RANGKAIAN LISTRIK
FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2007/2008
PERCOBAAN I


1. Judul Percobaan: Tegangan, Arus dan Hambatan

2. Tujuan
y Mengukur tegangan dan arus dari suatu rangkaian tertutup.
y Menganalisa rangkaian berdasarkan hukum Kirchoff Arus dan Kirchoff
Tegangan.

3. Daftar Alat
y Modul EEC470
y Multimeter
y Power Supply DC
y Kabel penghubung (jumper)

4. Pendahuluan
Tegangan adalah beda potensial di antara dua titik yang dihasilkan oleh 1
joule perpindahan 1 coulomb muatan dari satu titik ke titik lainnya (1 volt = 1
joule/coulomb). Antara titik A dan B yang memiliki perbedaan tegangan
dibedakan dengan mengatakan bahwa titik yang memiliki potensial lebih tinggi
mempunyi polaritas positif (+) dibandingkan titik lain, sedangkan titik berikutnya
dikatakan mempunyai polaritas negatif (-). [Modul Praktikum RL, hal. 1]
Beda potensial adalah kerja yang diperlukan (dengan sumber dari luar)
untuk membawa satu satuan muatan positif dari suatu titik ke titik yang lain di
dalam medan listrik. Secara matematis dirumuskan:
ܸ ൌ െන ܧ ݀ܮ
௔௞௛௜௥
௔௪௔௟

Bila V
AB
menyatakan beda potensial antara titik A dan B merupakan kerja
yang diperlukan untuk membawa satu satuan muatan dari titik B ke A, maka
untuk menentukan V
AB
, B merupakan titik awal dan A merupakan titik akhir.
Jadi, beda potensial antara titik A dan B adalah:
ܸ
஺஻
ൌ െන ܧ ݀ܮ



Jika V
AB
positif, kerja harus dilakukan untuk membawa satu satuan
muatan positif dari B ke A, maka A disebut berada pada potensial yang lebih
tinggi dari B. Bila potensial pada titik A adalah V
A
dan di titik B adalah V
B
,
maka:
ܸ
஺஻
ൌ ܸ

െܸ


Misalkan, sebuah muatan Q
1
kita letakkan pada suatu titik dalam sebuah
ruangan yang hanya berisikan muatan Q
1
. Maka, pada setiap muatan selanjutnya,
sesuai dengan Hukum Coulomb, akan selalu ada gaya bekerja di manapun muatan
ini kita letakkan dalam ruangan ini.
Jadi pada setiap titik dalam ruang, ada gaya yang bekerja pada suatu
muatan listrik. Oleh karena itu dalam ruangan tadi dapat disebut terdapat medan
listrik, dan medan ini dicirikan oleh adanya gaya yang bekerja pada setiap muatan
listrik yang diletakkan di dalamnya. Dan sebagai ukuran untuk medan, digunakan
besaran kuat medan yang didefinisikan sebagai:
ܧ



ܨ

ܳ

Jadi, kuat medan adalah gaya per satuan muatan positif. Dan karena Q
merupakan besaran skalar, arah E akan sama dengan arah F.

a. Arus
Dalam suatu bahan, jika ada pengaruh dari luar sehingga menyebabkan
elektron-elektron bergerak ke satu arah, maka dikatakan terjadi arus listrik
yang arahnya berlawanan dengan arah gerakan elektron-elektron tadi. Arus
listrik didefinisikan sebagai kecepatan aliran muatan listrik. Arus sebesar 1
ampere adalah aliran muatan listrik sebanyak 1 coulomb/detik. [Prinsip Dasar
Elektroteknik, hal. 5]. Dalam pernyataan matematis ditulis sebagai:
ܫ ൌ
ܳ
ݐ

ܽ݉݌݁ݎ݁ ൌ
ܿ݋ݑ݈݋ܾ݉
ݏ݁ܿ݋݊݀

Unit satuan dari arus adalah ampere yang direpresentasikan dari rata-rata
aliran elektron. Untuk menghasilkan arus 1 ampere dibutuhkan 628 x 10
16

elektron yang mengalir melewati satu titik dari suatu rangkaian.[Modul
Praktikum Rangkaian Listrik, hal. 2]

Pada gambar di bawah ini, diilustrasikan grafik hubungan perubahan tegangan
terhadap waktu untuk arus searah. Untuk ujung A tidak ada perubahan
tegangan terhadap waktu, demikian pula untuk ujung B.


Jika kedua kutub baterai diubah terhadap waktu, akan didapatkan arus yang
mengalir secara bergantian antara kutub negatif dan positifnya. Arus yang
demikian biasa disebut sebagai arus bolak-balik atau alternating current
(AC). Hal ini diilustrasikan pada gambar berikut.


b. Tegangan
Tegangan adalah beda potensial antara dua titik yang mempunyai perbedaan
jumlah muatan. Tegangan didefinisikan sebagai energi per satuan muatan
listrik. Muatan 1 coulomb akan memerlukan atau melepaskan energi sebesar 1
joule dalam perjalanannya melalui tegangan 1 volt. [Prinsip Dasar
Elektroteknik, hal. 5]. Dalam pernyataan matematis ditulis sebagai:
ܸ ൌ
ܹ
ܳ

ݒ݋݈ݐ ൌ
݆݋ݑ݈݁
ܿ݋ݑ݈݋ܾ݉


Hukum Kirchoff adalah salah satu hukum yang sangat berhubungan dengan
rangkaian listrik. Ada dua hukum Kirchoff, yaitu tentang arus (Kirchoff
Current Law) dan tentang tegangan (Kirchoff Voltage Law).
‡ HUKUM KIRCHOFF I : jumlah arus menuju suatu titik cabang sama
dengan jumlah arus yang meninggalkannya.
෍ܫ
௠௔௦௨௞
ൌ ෍ܫ
௞௘௟௨௔௥

‡ HUKUM KIRCHOFF II : dalam rangkaian tertutup, jumlah aljabar
GGL (e) dan jumlah penurunan potensial sama dengan nol.
෍ܧ ൌ ෍ܫܴ ൌ Ͳ

c. Hambatan
Jika luas penampang A yang diperhatikan cukup kecil dan tegak lurus ke arah
J (misalnya panjang konduktor besar sekali dibanding dengan luas
penampangnya), maka J dapat dianggap sama pada seluruh bagian penampang.
Sehingga:
ܫ ൌ ܬ
ҧ
ȉ ܣ
ҧ
ൌ ܬ ȉ ܣ
Maka untuk beda potensial berlaku:
οܸ ൌ නܧ

ȉ ݀ܮ
തതതത

Dan jika integrasi diambil sepanjang suatu garis gaya:
οܸ ൌ නܧ

ȉ ݀ܮ
തതതത
ൌ න
ܬ
ҧ
ߪ
ȉ ݀ܮ
തതതത

ൌ ܫ න
ͳ
ߪ ȉ ܣ
݀ܮ
Karena untuk arus yang konstan, I sama pada seluruh penampang. Jadi dapat
dituliskan:
ܸ
஻஺
ൌ െܸ
஺஻
ൌ ܫ න
ͳ
ߪ ȉ ܣ
݀ܮ



Terlihat bahwa faktor yang berupa integrasi hanya tergantung dari
konduktornya dan merupakan sifat khusus konduktornya, dan biasa disebut
sebagai tahanan (R) atau resistansinya. Jadi dapat dituliskan:
ܸ ൌ ܫ ȉ ܴ ሺܪݑ݇ݑ݉ ܱ݄݉ሻ
Jadi, beda potensial antara dua titik dalam konduktor yang dialiri arus adalah
sebanding dengan besarnya arus dikalikan dengan tahanan konduktornya.
Dengan membalik rumus di atas didapat juga bahwa:
ܴ ൌ
ܸ
ܫ

ሾܴሿ ൌ
ݒ݋݈ݐ
ܽ݉݌݁ݎ݁
ൌ ݋݄݉ ሺπሻ
atau:
ܫ ൌ
ܸ
ܴ
ൌ ܩ ȉ ܸ
dimana:
ܩ ൌ
ͳ
ܴ
ൌ ݇݋݊݀ݑ݇ݐܽ݊ݏ݅
ሾܩሿ ൌ

௢௛௠
ൌ ݄݉݋ atau ݏ݅݁݉݁݊ݏሺܵሻ
Semua jenis alat atau piranti yang memiliki sifat ini disebut resistor. Resistansi
sebanding dengan panjang kawat logam (L) dan berbanding terbalik dengan
luas penampang melintang A, dengan kata lain:
ܴ ൌ
ߩܮ
ܣ

Dimana ȡ dikenal sebagai resistivitas dari logam itu. [Modul Praktikum
Rangkaian Listrik, hal. 2]

Prinsip resistansi pada resistor ditemukan oleh George Ohm (1787-1854),
seorang ahli fisika bangsa Jerman. Tahanan bagian dalam ini dinamai
konduktansi. Satuan konduktansi ditulis dengan kebalikan dari ohm yaitu mho.
Berdasarkan penggunaannya, resistor dapat dibagi:
y Resistor biasa (fixed value), ialah sebuah resistor yang nilainya tidak dapat
diubah, jadi selalu tetap (konstan). Resistor ini biasanya dibuat dari nikel
atau karbon.
y Resistor berubah (variable), ialah sebuah resistor yang nilainya dapat
berubah-ubah dengan jalan menggeser atau memutar toggle pada alat
tersebut. Sehingga nilai resistor dapat kita tetapkan sesuai dengan
kebutuhan. Berdasarkan jenis ini kita bagi menjadi dua, potensiometer,
rheostat dan trimpot (trimmer potentiometer) yang biasanya menempel
pada papan rangkaian (Printed Circuit Board, PCB).
y Resistor NTC dan PTC. NTC (Negative Temperature Coefficient), ialah
resistor yang nilainya akan bertambah kecil bila terkena suhu panas.
Sedangkan PTC (Positive Temperature Coefficient), ialah resistor yang
nilainya akan bertambah besar bila temperaturnya mengecil.
y LDR (Light Dependent Resistor), ialah jenis resistor yang berubah
hambatannya karena pengaruh cahaya. Bila cahaya gelap nilai tahanannya
semakin besar, sedangkan cahayanya terang nilainya menjadi semakin
kecil.

5. Prosedur Percobaan
Buatlah rangkaian berikut ini pada modul EEC470.






Catatlah hasil pengukuran dengan mengunakan multimeter dan isilah tabel berikut
ini:
Resistor (ȍ) Tegangan (volt) Arus (mA)
1K
2K2
470
332
680


6. Data Hasil Percobaan
a. Rangkaian I
R (ȍ) V (V) I (mA)
Rab = 1 k -1,27 -1,29
Rbc = 800 -4,33 -5,49
Rbe = 2k2 9,11 4,19
Rde = 10 k 12,82 1,29
Ref = 320 1,73 5,49

b. Rangkaian II
R (ȍ) V (V) I (mA)
Rab = 1 k 15,52 15,7
Rbc = 330 1,6 4,93
Rbe = 680 7,32 10,88
Rde = 470 -7,32 -15,84
Ref = 2k2 -10,71 -4,94

7. Pengolahan Data
a. Rangkaian I

1) Perhitungan tegangan (V) dan arus (I) masing-masing hambatan
Rab = 1000 ȍ; Rbc = 800 ȍ; Rbe = 2200 ȍ; Rde = 10000 ȍ; Ref = 320 ȍ

Persamaan arus loop 1:
ͳͲͲͲI

൅ʹʹͲͲሺI

െ I

ሻ ൅ ͳͲͲͲͲI

ൌ െͷ
ͳ͵ʹͲͲI

െʹʹͲͲI

ൌ െͷ

Persamaan arus loop 2:
ͺͲͲI

൅͵ʹͲI

൅ ʹʹͲͲሺI

െ I

ሻ ൌ െͳͷ
͵͵ʹͲI

െ ʹʹͲͲI

ൌ െͳͷ
͵͵ʹͲI

ൌ ʹʹͲͲI

െͳͷ
I


ʹʹͲͲI

െͳͷ
͵͵ʹͲ


Dengan mensubstitusi persamaan 2 ke 1, didapat:
I

ൌ െͳǡʹ͹ ൈ ͳͲ
ିଷ
A
ൌ െͳǡʹ͹ mA
I

ൌ െͷǡ͵͸ ൈ ͳͲ
ିଷ
A
ൌ െͷǡ͵͸ mA

Tegangan:
v
ୖୟୠ
ൌ I

ൈ Rab
ൌ െͳǡʹ͹ ൈ ͳͲ
ିଷ
ൈͳͲͲͲ ൌ െͳǡʹ͹ v
v
ୖୠୡ
ൌ I

ൈ Rbc
ൌ െͷǡ͵͸ ൈ ͳͲ
ିଷ
ൈͺͲͲ ൌ െͶǡʹͻ v
v
ୖୠୣ
ൌ ሺI

െI

ሻ ൈ Rbe
ൌ ሺെͳǡʹ͹ ൈͳͲ
ିଷ
൅ ͷǡ͵͸ ൈ ͳͲ
ିଷ
ሻ ൈʹʹͲͲ ൌ ͻǡͲ v
v
ୖୢୣ
ൌ െI

ൈ Rue
ൌ ͳǡʹ͹ ൈͳͲ
ିଷ
ൈ ͳͲͲͲͲ ൌ ͳʹǡ͹ v
v
ୖୣ୤
ൌ െI

ൈ Ref
ൌ ͷǡ͵͸ ൈͳͲ
ିଷ
ൈ ͵ʹͲ ൌ ͳǡ͹ʹ v

Arus:
Iab ൌ I

ൌ െͳǡʹ͹ mA
Ibc ൌ I

ൌ െͷǡ͵͸ mA
Ibe ൌ I

െ I

ൌ െͳǡʹ͹ mA ൅ ͷǡ͵͸ mA ൌ ͶǡͲͻ mA
Iue ൌ െI

ൌ ͳǡʹ͹ mA
Ief ൌ െI

ൌ ͷǡ͵͸ mA

2) Perhitungan kesalahan relatif untuk V dan I pada masing-masing
hambatan
Tegangan:
ܭܴሺܸܾܽሻ ൌ ฬ
ܸ
௧௘௢௥௜
െ ܸ
௣௥௔௞௧௘௞
ܸ
௧௘௢௥௜
ฬ ൈ ͳͲͲΨ
ൌ ฬ
െͳǡʹ͹ ൅ͳǡʹ͹
െͳǡʹ͹
ฬ ൈ ͳͲͲΨ
ൌ Ͳ Ψ
ܭܴሺܸܾܿሻ ൌ ฬ
ܸ
௧௘௢௥௜
െܸ
௣௥௔௞௧௘௞
ܸ
௧௘௢௥௜
ฬ ൈ ͳͲͲΨ
ൌ ฬ
െͶǡʹͻ ൅Ͷǡ͵͵
െͶǡʹͻ
ฬ ൈͳͲͲΨ
ൌ Ͳǡͻ͵ Ψ
ܭܴሺܸܾ݁ሻ ൌ ฬ
ܸ
௧௘௢௥௜
െܸ
௣௥௔௞௧௘௞
ܸ
௧௘௢௥௜
ฬ ൈ ͳͲͲΨ
ൌ ฬ
ͻǡͲ െͻǡͳͳ
ͻǡͲ
ฬ ൈ ͳͲͲΨ
ൌ ͳǡʹʹ Ψ
ܭܴሺܸ݀݁ሻ ൌ ฬ
ܸ
௧௘௢௥௜
െܸ
௣௥௔௞௧௘௞
ܸ
௧௘௢௥௜
ฬ ൈ ͳͲͲΨ
ൌ ฬ
ͳʹǡ͹ െͳʹǡͺʹ
ͳʹǡ͹
ฬ ൈ ͳͲͲΨ
ൌ ͲǡͻͶ Ψ
ܭܴሺܸ݂݁ሻ ൌ ฬ
ܸ
௧௘௢௥௜
െܸ
௣௥௔௞௧௘௞
ܸ
௧௘௢௥௜
ฬ ൈ ͳͲͲΨ
ൌ ฬ
ͳǡ͹ʹ െ ͳǡ͹͵
ͳǡ͹ʹ
ฬ ൈ ͳͲͲΨ
ൌ Ͳǡͷͺ Ψ

Arus:
ܭܴሺܫܾܽሻ ൌ ฬ
ܫ
௧௘௢௥௜
െ ܫ
௣௥௔௞௧௘௞
ܫ
௧௘௢௥௜
ฬ ൈ ͳͲͲΨ
ൌ ฬ
െͳǡʹ͹ ൅ͳǡʹͻ
െͳǡʹ͹
ฬ ൈͳͲͲΨ
ൌ ͳǡͷ͹ Ψ
ܭܴሺܫܾܿሻ ൌ ฬ
ܫ
௧௘௢௥௜
െܫ
௣௥௔௞௧௘௞
ܫ
௧௘௢௥௜
ฬ ൈ ͳͲͲΨ
ൌ ฬ
െͷǡ͵͸ ൅ ͷǡͶͻ
െͷǡ͵͸
ฬ ൈ ͳͲͲΨ
ൌ ʹǡͶ͵ Ψ
ܭܴሺܫܾ݁ሻ ൌ ฬ
ܫ
௧௘௢௥௜
െ ܫ
௣௥௔௞௧௘௞
ܫ
௧௘௢௥௜
ฬ ൈ ͳͲͲΨ
ൌ ฬ
ͶǡͲͻ െ Ͷǡͳͻ
ͶǡͲͻ
ฬ ൈ ͳͲͲΨ
ൌ ʹǡͶͶ Ψ
ܭܴሺܫ݀݁ሻ ൌ ฬ
ܫ
௧௘௢௥௜
െ ܫ
௣௥௔௞௧௘௞
ܫ
௧௘௢௥௜
ฬ ൈ ͳͲͲΨ
ൌ ฬ
ͳǡʹ͹ െ ͳǡʹͻ
ͳǡʹ͹
ฬ ൈ ͳͲͲΨ
ൌ ͳǡͷ͹ Ψ
ܭܴሺܫ݂݁ሻ ൌ ฬ
ܫ
௧௘௢௥௜
െܫ
௣௥௔௞௧௘௞
ܫ
௧௘௢௥௜
ฬ ൈͳͲͲΨ
ൌ ฬ
ͷǡ͵͸ െ ͷǡͶͻ
ͷǡ͵͸
ฬ ൈ ͳͲͲΨ
ൌ ʹǡͶ͵ Ψ


b. Rangkaian II

1) Perhitungan tegangan (V) dan arus (I) masing-masing hambatan
Rab = 1000 ȍ; Rbc = 330 ȍ; Rbe = 680 ȍ; Rde = 470 ȍ; Ref = 2200 ȍ
Persamaan arus loop 1:
ͳͲͲͲI

൅͸ͺͲሺI

െI

ሻ ൅Ͷ͹ͲI

ൌ ͵Ͳ
ʹͳͷͲI

െ͸ͺͲI

ൌ ͵Ͳ

Persamaan arus loop 2:
͵͵ͲI

൅ʹʹͲͲI

൅ ͸ͺͲሺI

െ I

ሻ ൌ ͷ
͵ʹͳͲI

െ͸ͺͲI

ൌ ͷ
͵ʹͳͲI

ൌ ͸ͺͲI

൅ͷ
I


͸ͺͲI

൅ͷ
͵ʹͳͲ


Dengan mensubstitusi persamaan 2 ke 1, didapat:
I

ൌ ͳͷǡͶͺ ൈ ͳͲ
ିଷ
A
ൌ ͳͷǡͶͺ mA
I

ൌ ͶǡͺͶ ൈ ͳͲ
ିଷ
A
ൌ ͶǡͺͶ mA

Tegangan:
v
ୖୟୠ
ൌ I

ൈ Rab
ൌ ͳͷǡͶͺ ൈ ͳͲ
ିଷ
ൈ ͳͲͲͲ ൌ ͳͷǡͶͺ v
v
ୖୠୡ
ൌ I

ൈ Rbc
ൌ ͶǡͺͶ ൈͳͲ
ିଷ
ൈ ͵͵Ͳ ൌ ͳǡ͸Ͳ v
v
ୖୠୣ
ൌ ሺI

െI

ሻ ൈ Rbe
ൌ ሺͳͷǡͶͺ ൈ ͳͲ
ିଷ
െͶǡͺͶ ൈ ͳͲ
ିଷ
ሻ ൈ ͸ͺͲ ൌ ͹ǡʹͶ v
v
ୖୢୣ
ൌ െI

ൈ Rue
ൌ െͳͷǡͶͺ ൈͳͲ
ିଷ
ൈ Ͷ͹Ͳ ൌ െ͹ǡʹͺ v
v
ୖୣ୤
ൌ െI

ൈ Ref
ൌ െͶǡͺͶ ൈ ͳͲ
ିଷ
ൈʹʹͲͲ ൌ െͳͲǡ͸ͷ v

Arus:
Iab ൌ I

ൌ ͳͷǡͶͺ mA
Ibc ൌ I

ൌ ͶǡͺͶ mA
Ibe ൌ I

െ I

ൌ ͳͷǡͶͺ mA െ ͶǡͺͶ mA ൌ ͳͲǡ͸Ͷ mA
Iue ൌ െI

ൌ െͳͷǡͶͺ mA
Ief ൌ െI

ൌ െͶǡͺͶ mA

2) Perhitungan kesalahan relatif untuk V dan I pada masing-masing
hambatan
Tegangan:
ܭܴሺܸܾܽሻ ൌ ฬ
ܸ
௧௘௢௥௜
െ ܸ
௣௥௔௞௧௘௞
ܸ
௧௘௢௥௜
ฬ ൈ ͳͲͲΨ
ൌ ฬ
ͳͷǡͶͺ െ ͳͷǡͷʹ
ͳͷǡͶͺ
ฬ ൈ ͳͲͲΨ
ൌ Ͳǡʹ͸ Ψ
ܭܴሺܸܾܿሻ ൌ ฬ
ܸ
௧௘௢௥௜
െܸ
௣௥௔௞௧௘௞
ܸ
௧௘௢௥௜
ฬ ൈ ͳͲͲΨ
ൌ ฬ
ͳǡ͸Ͳ ൅ ͳǡ͸Ͳ
ͳǡ͸Ͳ
ฬ ൈ ͳͲͲΨ
ൌ Ͳ Ψ
ܭܴሺܸܾ݁ሻ ൌ ฬ
ܸ
௧௘௢௥௜
െܸ
௣௥௔௞௧௘௞
ܸ
௧௘௢௥௜
ฬ ൈ ͳͲͲΨ
ൌ ฬ
͹ǡʹͶ െ͹ǡ͵ʹ
͹ǡʹͶ
ฬ ൈͳͲͲΨ
ൌ ͳǡͳͲ Ψ
ܭܴሺܸ݀݁ሻ ൌ ฬ
ܸ
௧௘௢௥௜
െܸ
௣௥௔௞௧௘௞
ܸ
௧௘௢௥௜
ฬ ൈ ͳͲͲΨ
ൌ ฬ
െ͹ǡʹͺ ൅͹ǡ͵ʹ
െ͹ǡʹͺ
ฬ ൈ ͳͲͲΨ
ൌ Ͳǡͷͷ Ψ
ܭܴሺܸ݂݁ሻ ൌ ฬ
ܸ
௧௘௢௥௜
െܸ
௣௥௔௞௧௘௞
ܸ
௧௘௢௥௜
ฬ ൈ ͳͲͲΨ
ൌ ฬ
െͳͲǡ͸ͷ ൅ͳͲǡ͹ͳ
െͳͲǡ͸ͷ
ฬ ൈ ͳͲͲΨ
ൌ Ͳǡͷ͸ Ψ

Arus:
ܭܴሺܫܾܽሻ ൌ ฬ
ܫ
௧௘௢௥௜
െ ܫ
௣௥௔௞௧௘௞
ܫ
௧௘௢௥௜
ฬ ൈ ͳͲͲΨ
ൌ ฬ
ͳͷǡͶͺ െͳͷǡ͹
ͳͷǡͶͺ
ฬ ൈ ͳͲͲΨ
ൌ ͳǡͶʹ Ψ
ܭܴሺܫܾܿሻ ൌ ฬ
ܫ
௧௘௢௥௜
െܫ
௣௥௔௞௧௘௞
ܫ
௧௘௢௥௜
ฬ ൈ ͳͲͲΨ
ൌ ฬ
ͶǡͺͶ െͶǡͻ͵
ͶǡͺͶ
ฬ ൈ ͳͲͲΨ
ൌ ͳǡͺ͸ Ψ
ܭܴሺܫܾ݁ሻ ൌ ฬ
ܫ
௧௘௢௥௜
െ ܫ
௣௥௔௞௧௘௞
ܫ
௧௘௢௥௜
ฬ ൈ ͳͲͲΨ
ൌ ฬ
ͳͲǡ͸Ͷ െͳͲǡͺͺ
ͳͲǡ͸Ͷ
ฬ ൈͳͲͲΨ
ൌ ʹǡʹ͸ Ψ
ܭܴሺܫ݀݁ሻ ൌ ฬ
ܫ
௧௘௢௥௜
െ ܫ
௣௥௔௞௧௘௞
ܫ
௧௘௢௥௜
ฬ ൈ ͳͲͲΨ
ൌ ฬ
െͳͷǡͶͺ ൅ ͳͷǡͺͶ
െͳͷǡͶͺ
ฬ ൈ ͳͲͲΨ
ൌ ʹǡ͵͵ Ψ
ܭܴሺܫ݂݁ሻ ൌ ฬ
ܫ
௧௘௢௥௜
െܫ
௣௥௔௞௧௘௞
ܫ
௧௘௢௥௜
ฬ ൈͳͲͲΨ
ൌ ฬ
െͶǡͺͶ ൅ ͶǡͻͶ
െͶǡͺͶ
ฬ ൈͳͲͲΨ
ൌ ʹǡͲ͹ Ψ



8. Tugas dan Jawaban Percobaan
Tugas: Hitung V & I dengan menggunakan Livewire!
a. Rangkaian I


R (ȍ) V (V) I (mA)
Rab = 1 k -1,27 -1,27
Rbc = 800 -4,29 -5,36
Rbe = 2k2 8,99 4,09
Rde = 10 k 12,72 1,27
Ref = 320 1,72 5,36
Tabel Data Percobaan Livewire ± Rangkaian I

b. Rangkaian II


R (ȍ) V (V) I (mA)
Rab = 1 k 15,48 15,48
Rbc = 330 1,60 4,84
Rbe = 680 7,24 10,64
Rde = 470 -7,28 -15,48
Ref = 2k2 -10,64 -4,84
Tabel Data Percobaan Livewire ± Rangkaian II


9. Analisa Hasil Percobaan
Pada percobaan ini, praktikan menguji keabsahan Hukum Kirchoff
tentang arus (Kirchoff Current Law) dan tegangan (Kirchoff Voltage Law) dengan
jalan mengukur tegangan dan arus pada masing-masing hambatan pada dua buah
rangkaian yang telah ditentukan.
Perbandingan nilai tegangan dan arus antara hasil perhitungan dengan
yang didapat melalui percobaan menghasilkan kesalahan relatif yang cukup kecil,
dan dapat dikatakan hampir sama. Menurut praktikan, perbedaan-perbedaan yang
tampak disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk toleransi komponen (resistor)
yang digunakan, fluktuasi tegangan pada sumber (power supply), hambatan
parasit pada kawat penghantar, pengaruh suhu sekitar, serta keakuratan alat ukur
yang dipakai (multimeter). Kesemua faktor ini secara langsung mempengaruhi
ketelitian dan keakuratan pengukuran, sehingga hasil yang didapat tidak akan
sama persis dengan hasil perhitungan teoritis.
Dalam percobaan ini, terbukti bahwa jumlah tegangan jatuh pada tiap-tiap
hambatan akan sama dengan tegangan sumber sesuai dengan bunyi Hukum
Kirchoff tentang tegangan. Pernyataan bahwa arus yang mengalir ke suatu cabang
akan sama dengan arus yang keluar dari cabang ternyata juga tidak bertentangan
dengan Hukum Kirchoff tentang arus. Dengan demikian, dapat disimpulkan
bahwa kedua hukum terbukti benar.
Selain melakukan percobaan secara langsung dengan menggunakan
modul EEC470, praktikan juga melakukan dua buah simulasi rangkaian yang
sama dengan menggunakan software Livewire. Hasil yang didapat dari simulasi
ternyata sama persis dengan yang didapat melalui perhitungan menggunakan
Hukum Kirchoff I & II. Hal ini membuktikan bahwa dengan menggunakan
Hukum Kirchoff I & II, kita dapat menentukan besarnya parameter-parameter
listrik dengan tepat. Hasil perhitungan ini kemudian dapat digunakan sebagai
referensi untuk menganalisis rangkaian yang sebenarnya.

10. Kesimpulan
1. Hukum Ohm digunakan sebagai basis dalam perumusan Hukum Kirchoff I &
II, dengan memanfaatkan kenyataan bahwa:
ܸ ൌ ܫܴ
2. Pada sebuah rangkaian listrik, jumlah tegangan jatuh tiap-tiap beban akan
sama dengan tegangan sumber, atau secara matematis:
෍ܫܴ ൌ ෍ܸ
3. Pada sebuah rangkaian listrik, jumlah aljabar arus yang masuk pada suatu titik
(cabang) sama dengan jumlah aljabar arus yang keluar dari titik tersebut.
Secara matematis dirumuskan:
෍ܫ
௠௔௦௨௞
ൌ ෍ܫ
௞௘௟௨௔௥

4. Analisis rangkaian akan lebih mudah jika menggunakan metode arus loop
(mesh current analysis) dan kemudian menentuan arah arus loopnya masing-
masing.
5. Tegangan jatuh pada tiap-tiap hambatan sama dengan perkalian antara arus
yang melewatinya dengan besar resistansi hambatan itu (sesuai bunyi Hukum
Ohm pada kesimpulan pertama).


Daftar Pustaka

Febdian.net. 2007. Arus Listrik. http://www.febdian.net. Disunting tanggal 15
Desember 2007.
Tim Laboratorium Dasar Elektronika dan Rangkaian Listrik. 2007. Modul Prakti-
kum Rangkaian Listrik. Palembang: Universitas Sriwijaya.
Zhanggischan, Zuhal M.Sc. EE. 2004. Prinsip Dasar Elektroteknik. Jakarta:
Gramedia Pustaka Utama.

PERCOBAAN I

1. Judul Percobaan: Tegangan, Arus dan Hambatan

2. Tujuan y y Mengukur tegangan dan arus dari suatu rangkaian tertutup. Menganalisa rangkaian berdasarkan hukum Kirchoff Arus dan Kirchoff Tegangan.

3. Daftar Alat y y y y Modul EEC470 Multimeter Power Supply DC Kabel penghubung (jumper)

4. Pendahuluan Tegangan adalah beda potensial di antara dua titik yang dihasilkan oleh 1 joule perpindahan 1 coulomb muatan dari satu titik ke titik lainnya (1 volt = 1 joule/coulomb). Antara titik A dan B yang memiliki perbedaan tegangan dibedakan dengan mengatakan bahwa titik yang memiliki potensial lebih tinggi mempunyi polaritas positif (+) dibandingkan titik lain, sedangkan titik berikutnya dikatakan mempunyai polaritas negatif (-). [Modul Praktikum RL, hal. 1] Beda potensial adalah kerja yang diperlukan (dengan sumber dari luar) untuk membawa satu satuan muatan positif dari suatu titik ke titik yang lain di dalam medan listrik. Secara matematis dirumuskan: 

ada gaya yang bekerja pada suatu muatan listrik. arah E akan sama dengan arah F.Bila VAB menyatakan beda potensial antara titik A dan B merupakan kerja yang diperlukan untuk membawa satu satuan muatan dari titik B ke A. akan selalu ada gaya bekerja di manapun muatan ini kita letakkan dalam ruangan ini. sesuai dengan Hukum Coulomb. dan medan ini dicirikan oleh adanya gaya yang bekerja pada setiap muatan listrik yang diletakkan di dalamnya. jika ada pengaruh dari luar sehingga menyebabkan elektron-elektron bergerak ke satu arah. Bila potensial pada titik A adalah VA dan di titik B adalah VB. Oleh karena itu dalam ruangan tadi dapat disebut terdapat medan listrik. Dan karena Q merupakan besaran skalar. maka A disebut berada pada potensial yang lebih tinggi dari B. a. kerja harus dilakukan untuk membawa satu satuan muatan positif dari B ke A. B merupakan titik awal dan A merupakan titik akhir. Jadi pada setiap titik dalam ruang. Jadi. sebuah muatan Q1 kita letakkan pada suatu titik dalam sebuah ruangan yang hanya berisikan muatan Q1. beda potensial antara titik A dan B adalah:  Jika VAB positif. maka dikatakan terjadi arus listrik yang arahnya berlawanan dengan arah gerakan elektron-elektron tadi. pada setiap muatan selanjutnya. digunakan besaran kuat medan yang didefinisikan sebagai: Jadi. Maka. kuat medan adalah gaya per satuan muatan positif. Dan sebagai ukuran untuk medan. Arus Dalam suatu bahan. maka: Misalkan. maka untuk menentukan VAB. Arus .

demikian pula untuk ujung B. Untuk ujung A tidak ada perubahan tegangan terhadap waktu. Jika kedua kutub baterai diubah terhadap waktu. Hal ini diilustrasikan pada gambar berikut. akan didapatkan arus yang mengalir secara bergantian antara kutub negatif dan positifnya. Dalam pernyataan matematis ditulis sebagai: Unit satuan dari arus adalah ampere yang direpresentasikan dari rata-rata aliran elektron.[Modul Praktikum Rangkaian Listrik. Arus sebesar 1 ampere adalah aliran muatan listrik sebanyak 1 coulomb/detik. . hal. 5]. [Prinsip Dasar Elektroteknik. Untuk menghasilkan arus 1 ampere dibutuhkan 628 x 1016 elektron yang mengalir melewati satu titik dari suatu rangkaian. hal.listrik didefinisikan sebagai kecepatan aliran muatan listrik. 2] Pada gambar di bawah ini. Arus yang demikian biasa disebut sebagai arus bolak-balik atau alternating current (AC). diilustrasikan grafik hubungan perubahan tegangan terhadap waktu untuk arus searah.

Muatan 1 coulomb akan memerlukan atau melepaskan energi sebesar 1 joule dalam perjalanannya melalui tegangan 1 volt. yaitu tentang arus (Kirchoff Current Law) dan tentang tegangan (Kirchoff Voltage Law).b. Tegangan Tegangan adalah beda potensial antara dua titik yang mempunyai perbedaan jumlah muatan. ‡ HUKUM KIRCHOFF I : jumlah arus menuju suatu titik cabang sama dengan jumlah arus yang meninggalkannya. [Prinsip Dasar Elektroteknik. ‡ HUKUM KIRCHOFF II : dalam rangkaian tertutup. 5]. Ada dua hukum Kirchoff. . Dalam pernyataan matematis ditulis sebagai: Hukum Kirchoff adalah salah satu hukum yang sangat berhubungan dengan rangkaian listrik. Tegangan didefinisikan sebagai energi per satuan muatan listrik. hal. jumlah aljabar GGL (e) dan jumlah penurunan potensial sama dengan nol.

Sehingga: Maka untuk beda potensial berlaku: Dan jika integrasi diambil sepanjang suatu garis gaya: Karena untuk arus yang konstan. Hambatan Jika luas penampang A yang diperhatikan cukup kecil dan tegak lurus ke arah J (misalnya panjang konduktor besar sekali dibanding dengan luas penampangnya). I sama pada seluruh penampang. Jadi dapat dituliskan:   Jadi. Jadi dapat dituliskan: Terlihat bahwa faktor yang berupa integrasi hanya tergantung dari konduktornya dan merupakan sifat khusus konduktornya. Dengan membalik rumus di atas didapat juga bahwa: . maka J dapat dianggap sama pada seluruh bagian penampang.c. beda potensial antara dua titik dalam konduktor yang dialiri arus adalah sebanding dengan besarnya arus dikalikan dengan tahanan konduktornya. dan biasa disebut sebagai tahanan (R) atau resistansinya.

ialah sebuah resistor yang nilainya tidak dapat diubah. Resistansi sebanding dengan panjang kawat logam (L) dan berbanding terbalik dengan luas penampang melintang A. ialah sebuah resistor yang nilainya dapat berubah-ubah dengan jalan menggeser atau memutar toggle pada alat tersebut. resistor dapat dibagi: y Resistor biasa (fixed value). Berdasarkan penggunaannya. Satuan konduktansi ditulis dengan kebalikan dari ohm yaitu mho. potensiometer. hal. [Modul Praktikum Rangkaian Listrik. Tahanan bagian dalam ini dinamai konduktansi. jadi selalu tetap (konstan). 2] Prinsip resistansi pada resistor ditemukan oleh George Ohm (1787-1854). y Resistor berubah (variable). seorang ahli fisika bangsa Jerman. dengan kata lain: Dimana dikenal sebagai resistivitas dari logam itu. . Berdasarkan jenis ini kita bagi menjadi dua. Sehingga nilai resistor dapat kita tetapkan sesuai dengan kebutuhan. Resistor ini biasanya dibuat dari nikel atau karbon. atau: dimana: atau Semua jenis alat atau piranti yang memiliki sifat ini disebut resistor.

rheostat dan trimpot (trimmer potentiometer) yang biasanya menempel pada papan rangkaian (Printed Circuit Board. PCB). y LDR (Light Dependent Resistor). ialah jenis resistor yang berubah hambatannya karena pengaruh cahaya. NTC (Negative Temperature Coefficient). sedangkan cahayanya terang nilainya menjadi semakin kecil. Bila cahaya gelap nilai tahanannya semakin besar. ialah resistor yang nilainya akan bertambah besar bila temperaturnya mengecil. . ialah resistor yang nilainya akan bertambah kecil bila terkena suhu panas. Sedangkan PTC (Positive Temperature Coefficient). y Resistor NTC dan PTC.

5. . Prosedur Percobaan Buatlah rangkaian berikut ini pada modul EEC470.

Catatlah hasil pengukuran dengan mengunakan multimeter dan isilah tabel berikut ini: Resistor ( ) 1K 2K2 470 332 680 Tegangan (volt) Arus (mA) .

29 -5.19 1.84 -4.6.93 10.49 4. Rangkaian II R( ) Rab = 1 k Rbc = 330 Rbe = 680 Rde = 470 Ref = 2k2 V (V) 15. Data Hasil Percobaan a.94 7. Rangkaian I R( ) Rab = 1 k Rbc = 800 Rbe = 2k2 Rde = 10 k Ref = 320 V (V) -1.6 7.32 -7. Pengolahan Data a.52 1.71 I (mA) 15.32 -10.33 9.88 -15. Rangkaian I .82 1.11 12.29 5.7 4.27 -4.49 b.73 I (mA) -1.

Rbe = 2200 .1) Perhitungan tegangan (V) dan arus (I) masing-masing hambatan Rab = 1000 . Rbc = 800 . Ref = 320 Persamaan arus loop 1: . Rde = 10000 .

 Persamaan arus loop 2: .

.

.

.

.

.

  .

.

.

.

.

 .

.

.

.

didapat: .    Dengan mensubstitusi persamaan 2 ke 1.

.

 Tegangan:     .

.

.

.

ƒ„ „… .

†‡ „‡        .

  Arus: .

ƒ„ .

„… .

.

.

‡ˆ    .

.

„‡ .

†‡ .

‡ˆ .

 .

.

     2) Perhitungan kesalahan relatif untuk V dan I pada masing-masing hambatan Tegangan:    .

  Arus:    .

  b. Ref = 2200 Persamaan arus loop 1: . Rbc = 330 . Rde = 470 . Rangkaian II 1) Perhitungan tegangan (V) dan arus (I) masing-masing hambatan Rab = 1000 . Rbe = 680 .

 .

.

.

.

.

.

.

 Persamaan arus loop 2: .

.

.

.

  .

  .

.

.

.

didapat: . Dengan mensubstitusi persamaan 2 ke 1.

.

       Arus: .

ƒ„ .

„… .

.

     .

.

.

.

.

    Tegangan: ƒ„ „… .

†‡ ‡ˆ „‡      .

†‡ .

‡ˆ .

„‡ .

.

.

.

  2) Perhitungan kesalahan relatif untuk V dan I pada masing-masing hambatan .

Tegangan:      Arus: .

     .

36 Tabel Data Percobaan Livewire ± Rangkaian I .29 8. Rangkaian I R( ) Rab = 1 k Rbc = 800 Rbe = 2k2 Rde = 10 k Ref = 320 V (V) -1.36 4.09 1. Tugas dan Jawaban Percobaan Tugas: Hitung V & I dengan menggunakan Livewire! a.72 1.72 I (mA) -1.99 12.27 -5.27 -4.8.27 5.

28 -10.24 -7.64 I (mA) 15.48 1.60 7.84 Tabel Data Percobaan Livewire ± Rangkaian II .64 -15.48 -4.84 10.48 4.b. Rangkaian II R( ) Rab = 1 k Rbc = 330 Rbe = 680 Rde = 470 Ref = 2k2 V (V) 15.

terbukti bahwa jumlah tegangan jatuh pada tiap-tiap hambatan akan sama dengan tegangan sumber sesuai dengan bunyi Hukum Kirchoff tentang tegangan. Pernyataan bahwa arus yang mengalir ke suatu cabang akan sama dengan arus yang keluar dari cabang ternyata juga tidak bertentangan dengan Hukum Kirchoff tentang arus. termasuk toleransi komponen (resistor) yang digunakan. pengaruh suhu sekitar. serta keakuratan alat ukur yang dipakai (multimeter). Selain melakukan percobaan secara langsung dengan menggunakan modul EEC470. dan dapat dikatakan hampir sama. Kesemua faktor ini secara langsung mempengaruhi ketelitian dan keakuratan pengukuran. praktikan juga melakukan dua buah simulasi rangkaian yang sama dengan menggunakan software Livewire. Hal ini membuktikan bahwa dengan menggunakan Hukum Kirchoff I & II. Dalam percobaan ini. . praktikan menguji keabsahan Hukum Kirchoff tentang arus (Kirchoff Current Law) dan tegangan (Kirchoff Voltage Law) dengan jalan mengukur tegangan dan arus pada masing-masing hambatan pada dua buah rangkaian yang telah ditentukan. perbedaan-perbedaan yang tampak disebabkan oleh beberapa faktor. Hasil yang didapat dari simulasi ternyata sama persis dengan yang didapat melalui perhitungan menggunakan Hukum Kirchoff I & II. kita dapat menentukan besarnya parameter-parameter listrik dengan tepat. Analisa Hasil Percobaan Pada percobaan ini. fluktuasi tegangan pada sumber (power supply). hambatan parasit pada kawat penghantar. Hasil perhitungan ini kemudian dapat digunakan sebagai referensi untuk menganalisis rangkaian yang sebenarnya. dapat disimpulkan bahwa kedua hukum terbukti benar.9. Menurut praktikan. sehingga hasil yang didapat tidak akan sama persis dengan hasil perhitungan teoritis. Dengan demikian. Perbandingan nilai tegangan dan arus antara hasil perhitungan dengan yang didapat melalui percobaan menghasilkan kesalahan relatif yang cukup kecil.

Hukum Ohm digunakan sebagai basis dalam perumusan Hukum Kirchoff I & II. 5. atau secara matematis: 3.10. . jumlah tegangan jatuh tiap-tiap beban akan sama dengan tegangan sumber. Secara matematis dirumuskan: 4. Analisis rangkaian akan lebih mudah jika menggunakan metode arus loop (mesh current analysis) dan kemudian menentuan arah arus loopnya masingmasing. Kesimpulan 1. dengan memanfaatkan kenyataan bahwa: 2. jumlah aljabar arus yang masuk pada suatu titik (cabang) sama dengan jumlah aljabar arus yang keluar dari titik tersebut. Pada sebuah rangkaian listrik. Tegangan jatuh pada tiap-tiap hambatan sama dengan perkalian antara arus yang melewatinya dengan besar resistansi hambatan itu (sesuai bunyi Hukum Ohm pada kesimpulan pertama). Pada sebuah rangkaian listrik.

2007.febdian. http://www. Zhanggischan. Prinsip Dasar Elektroteknik. Zuhal M. Disunting tanggal 15 Desember 2007.Sc. EE. Modul Praktikum Rangkaian Listrik. Palembang: Universitas Sriwijaya. Arus Listrik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.net. 2004. .net. 2007.Daftar Pustaka Febdian. Tim Laboratorium Dasar Elektronika dan Rangkaian Listrik.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->