Adaptasi Perubahan Iklim Nike Trisna Wita NIM :PO 71334 09 025 Latar Belakang • Meningkatnya bukti-bukti ilmiah

akan adanya pengaruh aktifitas manusia dan meningkatnya kepedulian masyarakat internasional akan isu lingkungan global. • Konferensi internasional pertama yang membahas ancaman perubahan iklim, World Climate Conference, diadakan pada 1979. • Pada tahun 1988, UNEP dan WMO mendirikan sebuah panel ilmiah (IPCC) yang bertujuan memberikan informasi ilmiah kepada pembuat kebijakan. • Tahun 1990, hasil penelitian yang pertama (1st Assessment Report) IPCC menyebutkan climate change sebagai ancaman kehidupan umat manusia. 10/25/2009 2 • Negara-negara berkembang di Asia umumnya dan Asia Tenggara khususnya memiliki kerentanan yang sangat tinggi terhadap perubahan iklim. (3rd report, 2001). • Laporan Working Group 1 (Scientific & Technology) memperkirakan di akhir abad 21, suhu bumi akan naik sebesar 1,8° – 4° C, sedangkan permukaan air laut akan naik setinggi 28 – 43 cm, jika tidak ada upaya serius menurunkan konsentrasi GRK (4th report, 2007). • Kerugian global akibat perubahan iklim akan mencapai US$ 4,3 triliun. Kalaupun negara-negara maju memiliki komitmen dan itikad baik untuk memberikan pendanaan kepada negara-negara berkembang dan miskin tadi dalam rangka kegiatan adaptasinya, hanya akan terkumpul US$ 500 miliar (WB, 2007) . • Perubahan Iklim dapat menyebabkan kematian dan penyakit melalui berbagai bencana iklim, seperti banjir, kekeringan dan temperature yang cukup panas. • Banyak penyakit yang sangat sensitive dengan perubahan temperature dan musim hujan, seperti malaria dan demam berdarah (sebagai ancaman

seperti malaria dan demam berdarah (sebagai ancaman utama sebagaimana malnutrisi dan diare). • Banyak penyakit yang sangat sensitive dengan perubahan temperature dan musim hujan. cth: good practice guidance 10/25/2009 5 GEF • Membantu negara-negara berkembang dalam penyediaan kebutuhan sumber pendanaan untuk mengimplementasikan aktivitas guna mencapai tujuan dari konvensi ini Hubungan Kelembagaan di tingkat Nasional dan Internasional • Adanya kewajiban Nasional untuk memenuhi komitmen Konvensi. IPCC • Mempersiapkan laporan penilaian untuk membantu konvensi. cth: TAR.utama sebagaimana malnutrisi dan diare). 10/25/2009 3 • Perubahan Iklim dapat menyebabkan kematian dan penyakit melalui berbagai bencana iklim. dan menjamin produksi pangan serta mampu mengembangkan ketahanan ekonomi yang berkelanjutan. • Perubahan Iklim telah berkontribusi terhadap penyebaran penyakit secara global dan ini berpotensi naik dimasa yang akan datang Tujuan : Mencapai ekosistem yang mampu secara alamiah beradaptasi terhadap perubahan iklim. • Perubahan Iklim telah berkontribusi terhadap penyebaran penyakit secara global dan ini berpotensi naik dimasa yang akan datang (IPCC. kekeringan dan temperature yang cukup panas. • Proses negosiasi dapat . termasuk keputusan CoP . pedoman metodologi • Mengeluarkan laporan dan bahan/materi yang bersifat tehnis terkait dengan kebutuhan proses pengambilan keputusan di UNFCCC. seperti banjir. 2007).

National Internasional 10/25/2009 6 Adaptation dalam UNFCCC dan Protokol Kyoto UNFCCC Art. relating.1) Requires all parties to undertake action.Joint Implementation (JI) . 3) cooperate in preparing for adaptation Art.Least Developed Countries Fund (LDCF) .4) (4. national .9) Request developed country parties to assist developing country parties that are particularly vulnerable to the adverse effect of climate change in meeting the cost of adaptation Kyoto Protocol Art. (10) Where parties requested to formulate and to implement measures to facilitate adequate adaptation Sumber Pendanaan untuk Perubahan Iklim di tingkat Global • Berdasarkan Konvensi Perubahan Iklim (UNFCCC) : Harus berasal dari komitmen/kewajiban Negara2 Industri Maju (Annex 1) untuk : .8) (4.Special Climate Change Fund (SCCF) .Dana2 lain yg dikelola Global Environment Facility (GEF) • Berdasarkan Protokol Kyoto : .dipengaruhi oleh kondisi Nasional melalui penambahan elemen/isu baru terhadap agenda negosiasi. (4. (4. 1) adaptation. including those within which options concerning reducing emissions from deforestation and forest degradation in developing countries (REDD) are particularly relevant.Emission Trading (ET) _ Carbon Market . • National adaptation planning procedures should build on existing processes and methodologies where available and appropriate. such as national communication.Clean Development Mechanism (CDM) Adaptation Fund (AF) 10/25/2009 7 Highlight • Consider the synergy between and the multiple benefits of adaptation and mitigation measures. 2) facilitate adequate adaptation.

They emphasized integrating adaptation into sustainable development processes and identified the need to strengthen the information knowledge base for decision making. 10/25/2009 8 G-77 + China: called for equal treatment of adaptation and mitigation. highlight • Operational planning of adaptation. use traditional knowledge. inter alia the importance of adaptation for all parties and aggressive mitigation to avoid increasing the adaptation burden. implementation of adaptation actions and increasing adaptive capacity. scaling up of funding. including for detailed project design. including public and stakeholder education and continued outreach. climate information (including through research and systematic observation). • Coordinate adaptation and disaster risk reduction and integrate these into development and poverty reduction plans • Build resilience to climate variability and change into economic development activities and institutions. adequate and predictable financial resources AOSIS: supported of mechanism for facilitating and coordinating developing country to access funding UMBRELLA GROUP: notes areas of convergence. • Support the supply and availability of adaptation technologies. especially those that promote sustainable economic growth and eradication of poverty. • How economic diversification can be integrated into sustainable development plans. Adaptation should be based on sound science. stressing. methods and models. research and public awareness-raising. tools. • Implementation of adaptation actions as a means of building resilience to the impacts of climate change. costing of adaptation. • Indonesia supported an ecosystem based approach and community based activities and said the dynamic relationships between oceans and climate change should be reflected in the outcome . respond to local needs and include a range of stakeholder. including woman • EU stressed that the best adaptation strategy was a workable mitigation regime.adaptation plans of action. and technology need assessment. particularly in the most vulnerable countries. • Engage in enhance education and training programmes.

• Semakin terlihat adanya crosscutting issues • Transfer Teknologi : Perlu dibuat posisi dan statement Indonesia terkait trade related dan intellectual property right. dan pengurangan sumberdaya Perubahan iklim bukan hanya masalah lingkungan Cifor 10/25/2009 11 Konsep pendekatan Rencana Adaptasi 1. Potensi dampak bergantung Eksposure dan Sensitivitas . Kerentanan = Potensi dampak – Adaptasi – Kerentanan terhadap perubahan iklim berkurang apabila langkah adaptasi dilakukan.10/25/2009 9 Beberapa isu terkait Perkembangan Negosiasi • Perbedaan posisi yang semakin tajam dalam kelompok G-77 dan China. • Isu kelautan dan perubahan iklim sumber : Ari Muhammad. WWF Penilaian Kebutuhan Pendanaan Penilaian Kebutuhan Adaptasi Penilaian Kebutuhan Mitigasi Penilaian Kebutuhan Teknologi Pengarus-utamaan Perubahan Iklim 10/25/2009 10 Lingkungan dan Perubahan Iklim Tekanan dlm proses pembangunan berkelanjutan Waktu 2007 2050 2100 Kenaikan tekanan akibat perubahan iklim Tekanan akibat perubahan demografi.

“No-Regret Action / Investment” – Rencana aksi adaptasi perubahan iklim yg juga memberikan manfaat untuk pembangunan berkelanjutan meskipun perubahan iklim tidak seburuk prediksi (mengatasi uncertainty model) Kerentanan dan Adaptation Perubahan iklim 10/25/2009 12 Tingkatan Adaptasi (Nasional dan Daerah) Dampak perubahan iklim adalah spesifik lokal – Adaptasi pada tingkat pemerintah pusat bertujuan mengamankan tujuan pembangunan nasional Pemerintah pusat melakukan kajian kerentanan nasional. Kerangka waktu jangka pendek dan jangka panjang – Jangka pendek (sekarang sudah dirasakan): variabilitas iklim. mengambil kebijakan di tingkat nasional. melakukan adaptasi disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi daerah Pengarus-utamaan Adaptation . Potensi dampak bergantung Eksposure dan Sensitivitas 2. Dikaitkan dengan Sasaran RPJPN 3. dan melakukan negosiasi terkait di tingkat internasional – Pemerintah daerah melakukan kajian kerentanan daerah.2. “No-Regret Action / Investment” – Rencana aksi adaptasi perubahan iklim yg juga memberikan manfaat untuk pembangunan berkelanjutan meskipun perubahan iklim tidak seburuk prediksi (mengatasi uncertainty model) Kerentanan dan Adaptation Perubahan iklim Konsep pendekatan Rencana Adaptasi 1. memberikan arahan adaptasi kepada pemerintah daerah. Kerangka waktu jangka pendek dan jangka panjang – Jangka pendek (sekarang sudah dirasakan): variabilitas iklim. iklim ekstrim _ bencana akibat perilaku iklim – Jangka panjang (prediksi model): kecenderungan perubahan ratarata iklim dan variabilitas iklim _ degradasi sumberdaya alam 4. iklim ekstrim _ bencana akibat perilaku iklim – Jangka panjang (prediksi model): kecenderungan perubahan ratarata iklim dan variabilitas iklim _ degradasi sumberdaya alam 4. Kerentanan = Potensi dampak – Adaptasi – Kerentanan terhadap perubahan iklim berkurang apabila langkah adaptasi dilakukan. Dikaitkan dengan Sasaran RPJPN 3.

Bagaimana pola Pembangunan yang dilaksanakan ? 2. 5. 2001. prioritisation and costing of adaptation measures. ke dalam kebijakan dan strategi negara dan sektoral (serta ke dalam perancangan proyek)” 10/25/2009 13 adaptation. 3.Strategi pembangunan seperti apa yang dapat mengurangi tingkat kerentanan perubahan iklim? Perubahan Iklim dan . 4. 6. stakeholder involvement in dealing with extreme events. potential adaptation measures.Bagaimana kemampuan adaptasi (respon) untuk mengatasi perubahan iklim? 3. kebijakan dan peraturan – Penambahan modal dari luar / investasi asing Source : Working Group Adaptasi 10/25/2009 14 Perubahan Iklim dan Pembangunan yang Berkelanjutan 1.“memasukkan pertimbanganpertimbangan risiko dan dampak perubahan iklim ke dalam kerangka strategis jangka menengah dan strukturstruktur kelembagaan. and risk management 1. 2005): Kapasitas Adaptasi Nasional Adalah kemampuan pemerintah dalam memobilisasi seluruh sumberdaya yang dimiliki – Sumberdaya modal sendiri (anggaran pembangunan & sumberdaya manusia) – Pengembangan kelembagaan. 2.and vulnerability-based approaches. COP. (SBI. capacity-building needs for future vulnerability and adaptation assessments. national development priorities and actions to integrate adaptation options into existing or future sustainable development plans. Assessing current vulnerabilities and experience in adaptation. interrelationships between vulnerability and adaptation assessments. integrated assessment.

Sumber: Ari Muhamad. peningkatan kapasitas adaptasi dan ketahanan Perubahan iklim dapat memperlambat Pencapaian pembangunan berkelanjutan (pencapaian tujuan pembangunan) baik langsung maupun tidak langsung Untuk mendorong berkelanjutan. WWF “No-Regret Action / Investment” – Rencana aksi adaptasi perubahan iklim yg juga memberikan manfaat untuk pembangunan berkelanjutan meskipun perubahan iklim tidak seburuk prediksi (mengatasi uncertainty model) 10/25/2009 16 Pengarus-utamaan Perubahan Iklim “memasukkan pertimbanganpertimbangan risiko dan dampak perubahan iklim ke dalam kerangka strategis jangka menengah dan strukturstruktur kelembagaan. ke dalam kebijakan dan strategi negara dan sektoral (serta ke dalam perancangan proyek)” Rancangan Kebijakan Adaptasi Strategies Adaptasi Nasional yang komprehensif (Memperkuat Kapasitas Adaptasi) Mendorong secara aktif kegiatan .Pembangunan Berkelanjutan 10/25/2009 15 Hubungan Antara Perubahan Iklim dan Pembangunan Berkelanjutan SD dapat menurunkan kerentanan Akibat perubahan iklim melalui upaya adaptasi. maka pembangunan harus secara tegas memasukkan persoalan adaptasi serta mendorong kemampuan adaptasinya.

Water Borne 3. Kerentanan manusia scr gen 2.Banjir.Evaluasi Sumber Daya Kes 2.Peny tidak menular 5.Investigasi umum 2.biologi. mikroba/virus ROADMAP KESEHATAN 2010-2014 Bahaya&Kerentanan: 1. WWF 10/25/2009 17 Kesiapan Sektor dalam Merespon Dampak Perubahan Iklim Studi genetis: 1.Bencana&Kecelakaan Investigasi wabah: 1. Studi perubahan ling 2.sosial Non-Penyakit 1. Workshop & Seminar .Investigasi khusus 3. Studi perubahan perilaku Kesiapsiagaan pandemi: 1.Vector Borne 2.Investigasi lingkungan Pengembangan strategi adaptasi kesehatan: 1.adaptasi di wilayah rentan ancaman & dampak PI Assessment terhadap resiko perubahan iklim Sumber : Ari Muhammad.Lingkungan fisik.Air Borne 4.Iklim dan analisis insiden 2.Organisasi dan Koordinasi 3. Virulensi agen peny/parasit.Studi kerentanan thd penyakit Kesiapsiagaan bencana : 1.kebakaran 2.Penyusunan kebijakan Peringatan dini : 1.

Rumah Sehat 3. Industri Sehat. Pemberdayaan masy Tujuan: 1. Manaj kasus 3. Kota Sehat. Pemilihan calon vaksin Manaj&Studi kasus: 1. Uji adaptasi 2. Peningkatan Komitmen politik : kemampuan masy Advokasi Peningkatan keterlibatan masy: 1.Pemberdayaan masy 1. Kebijakan Kes Masy. Peningkatan SDM Kes Ling 2.2. Peningkatan surveilans • Penguatan surveilans penyakit • Emergensi kesehatan • Air minum yg memenuhi syarat kes • Manaj vektor terpadu Pilot Project : 1. Adaptasi kes dlm mencegah & mengontrol peny 2. Formulasi adaptasi 3. Sistem peringatan dini 3. Koordinasi lintas program dan lintas sektor 3. Studi kasus 2. Sosialisasi & advokasi 4. modul KIE 2. Organisasi/Instit usi .Bahan.Kampanye&promosi kesehatan 3.