Anda di halaman 1dari 5

Generator Generator berfungsi sebagai pembangkit daya yang secara yaitu merubah daya mekanik menjadi daya listrik.

Besarnya daya listrik yang akan dibangkitkan disesuaikan dengan jenis pembangkit yang ada dan jenis generator. Prinsip Kerja Generator Tegangan yang dibangkitkan pada generator berdasarkan prinsip kerja induksi elektromagnetik. Putaran rotor generator dalam medan magnet listrik akan menimbulkan fluks magnet yang berputar. Putaran motor akan menimbulkan tegangan imbas pada kawat gulungan stator. Pada generator sistem daya lebih dari 80 MW terjadi sebaliknya yaitu kumparan medannya berada pada lilitan jangkar, pada pembangkit berdaya besar tidak memerluan peralatan komutator, akan tetapi langsung pada bagian yang diam. Bagian dan Konstruksi Generator Pada generator terdapat bagian-bagian yang penting, diantara lain : 1. Rangka Stator, dibuat dari elemen-elemen pada baja yang menempel kuat pada pondasi rumah pembangkit. Pemasangan tersebut bertujuan untuk menjaga kondisi agar tetap dan tidak bergeser bila terjadi getaran/ gangguan. 2. Inti Stator, terbuat dari pelat-pelat baja yang disusun secara berlapis-lapis dengan ketebalan 0.35 mm s/d 0.5 mm. Kedua sisi pelat tersebut diiisolasi dengan vermis tahan panas dan diikat kuat pada rangka stator pengungsi sambungan. Tujuan dari penyusunan pelat baja secara belapislapis adalah untuk mengurangi rugi - rugi histeritis akibat panas dan arus eddy. Pada sekeliling inti stator bagian dalam dilengkapi dengan alur sebagai tempat kedudukan hantaran/ belitan stator. 3. Kumparan Stator, dipasang dalam gabungan bintang dan disusun pada slot terbuka dengan dua sisi kumparan terletak pada alur stator. Kumparan dibuat dari bahan tembaga dengan kualitas serta konduktifitas yang tinggi. Setiap untai dari kawat konduktor diisolasi dengan benang dan diperkuat memakai thermosetting dammar epaxy. Selanjutnya dilakukan pengikatan untuk lebih memperkokoh kedudukan posisi kumparan. Kumparan dimasukan ke setiap alur dengan pemanasan dan kompresi sehingga dama epoxy mengisi seluruh celah-celah dua alur 4. Rotor, tersusun dari lempengan pelat baja pejal dengan ketebalan 3.2 s/d 6 mm. Penyusunan dilakukan secara berlapis-lapis seperti halnya pada lempengan stator bertujuan untuk memperkecil rugi-rugi inti yang diakibatkan karena adanya arus eddy. Lingkaran rotor merupakan bentuk yang diatur sedemikian rupa sehingga setiap sambungan dari setiap lapisan satu per satu membentuk sebuah jaringn yang berkeliling. Inti rotor dilengkapi dengan sebuah katup yang masing-masing dililitkan kumparan medan. 5. Kumparan Medan dan Kumparan Peredam, fungsi kumparan medan adalah untuk mmperkuat medan magnet pada kutup-kutup magnet. Sehingga pada rotor terjadi pemotongan fluks listrik yang akan mampu menginduksikan tegangan pada tegangan stator. Kumparan peredam terletak pada ujung-ujung sepatu kutup, serta diletakan pada alur-alur yang telah disediakan. Dibuat dari bahan tembaga yang ujung-ujungnya dihubung singkat dengan sebuah ring tembaga. Adapun fungsi kumparan peredam adalah sebagai berikut :

a. mencegah ayunan goncangan putaran seketika, b. memperbaiki stabilitas system, c. meredam frekuensi harmonis yang lebih tinggi dari tegangan waktu hubung singkat, d. menambah kecepatan karena terjadi hubungan antara fluksi listrik yang dibangkitkan dengan torque putaran. Dengan demikian dapat mengurangi gangguan sistem. 6. Rumah Generator, rumah generator terbuat dari lembaran bahan yang ditopang dengan rujiruji yang berbentuk tabung. Rumah generator berfungsi untuk meliundungi generator dari lingkungan yang kurang menguntungkan, seperti debu, air maupun dari gangguan yang bersifat mekanis lainnya. Oleh karena itu dibuat sekuat dan serapat mungkin disamping sebagai pendingin.

Generator DC
Generator DC merupakan sebuah perangkat mesin listrik dinamis yang mengubah energi mekanis menjadi energi listrik. Generator DC menghasilkan arus DC / arus searah. Generator DC dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan dari rangkaian belitan magnet atau penguat eksitasinya terhadap jangkar (anker), jenis generator DC yaitu: 1. Generator penguat terpisah 2. Generator shunt 3. Generator kompon Konstruksi Generator DC Pada umumnya generator DC dibuat dengan menggunakan magnet permanent dengan 4-kutub rotor, regulator tegangan digital, proteksi terhadap beban lebih, starter eksitasi, penyearah, bearing dan rumah generator atau casis, serta bagian rotor. Gambar 1 menunjukkan gambar potongan melintang konstruksi generator DC.

Gambar Konstruksi Generator DC Generator DC terdiri dua bagian, yaitu stator, yaitu bagian mesin DC yang diam, dan bagian rotor, yaitu bagian mesin DC yang berputar. Bagian stator terdiri dari: rangka motor, belitan stator, sikat arang, bearing dan terminal box. Sedangkan bagian rotor terdiri dari: komutator, belitan rotor, kipas rotor dan poros rotor. Bagian yang harus menjadi perhatian untuk perawatan secara rutin adalah sikat arang yang akan memendek dan harus diganti secara periodic / berkala. Komutator harus dibersihkan dari kotoran sisa sikat arang yang menempel dan serbuk arang yang mengisi celah-celah komutator, gunakan amplas halus untuk membersihkan noda bekas sikat arang. Prinsip kerja Generator DC Pembangkitan tegangan induksi oleh sebuah generator diperoleh melalui dua cara: dengan menggunakan cincin-seret, menghasilkan tegangan induksi bolak-balik. dengan menggunakan komutator, menghasilkan tegangan DC.

Jika rotor diputar dalam pengaruh medan magnet, maka akan terjadi perpotongan medan magnet oleh lilitan kawat pada rotor. Hal ini akan menimbulkan tegangan induksi. Tegangan induksi terbesar terjadi saat rotor menempati posisi. Pada posisi ini terjadi perpotongan medan magnet secara maksimum oleh penghantar. Sedangkan posisi jangkar akan menghasilkan tegangan induksi nol. Hal ini karena tidak adanya perpotongan medan magnet dengan penghantar pada jangkar atau rotor. Daerah medan ini disebut daerah netral. Jika ujung belitan rotor dihubungkan dengan slip-ring berupa dua cincin (disebut juga dengan cincin seret), maka dihasilkan listrik AC (arus bolak-balik) berbentuk sinusoidal. Bila ujung belitan rotor dihubungkan dengan komutator satu cincin dengan dua belahan, maka dihasilkan listrik DC dengan dua gelombang positip. Rotor dari generator DC akan menghasilkan tegangan induksi bolak-balik. Sebuah komutator berfungsi sebagai penyearah tegangan AC. Besarnya tegangan yang dihasilkan oleh sebuah generator DC, sebanding dengan banyaknya putaran dan besarnya arus eksitasi (arus penguat medan). Jangkar Generator DC Jangkar adalah tempat lilitan pada rotor yang berbentuk silinder beralur. Belitan tersebut merupakan tempat terbentuknya tegangan induksi. Pada umumnya jangkar terbuat dari bahan yang kuat mempunyai sifat feromagnetik dengan permiabilitas yang cukup besar. Permiabilitas yang besar diperlukan agar lilitan jangkar terletak pada derah yang induksi magnetnya besar, sehingga tegangan induksi yang ditimbulkan juga besar. Belitan jangkar terdiri dari beberapa kumparan yang dipasang di dalam alur jangkar. Tiap-tiap kumparan terdiri dari lilitan kawat atau lilitan batang. Reaksi Jangkar Fluks magnet yang ditimbulkan oleh kutub-kutub utama dari sebuah generator saat tanpa beban disebut Fluks Medan Utama. Fluks ini memotong lilitan jangkar sehingga timbul tegangan induksi. Bila generator dibebani maka pada penghantar jangkar timbul arus jangkar. Arus jangkar ini menyebabkan timbulnya fluks pada penghantar jangkar tersebut dan biasa disebut FIuks Medan Jangkar. Munculnya medan jangkar akan memperlemah medan utama yang terletak disebelah kiri kutub utara, dan akan memperkuat medan utama yang terletak di sebelah kanan kutub utara. Pengaruh adanya interaksi antara medan utama dan medan jangkar ini disebut reaksi jangkar. Reaksi jangkar ini mengakibatkan medan utama tidak tegak lurus pada garis netral n, tetapi bergeser sebesar sudut . Dengan kata lain, garis netral akan bergeser. Pergeseran garis netral akan melemahkan tegangan nominal generator. Untuk mengembalikan garis netral ke posisi awal, dipasangkan medan magnet bantu (interpole atau kutub bantu), seperti ditunjukkan pada Gambar dibawah ini.

Gambar Generator dengan Kutub Bantu (a) dan Generator Kutub Utama, Kutub Bantu, Belitan Kompensasi (b). Lilitan magnet bantu berupa kutub magnet yang ukuran fisiknya lebih kecil dari kutub utama. Dengan bergesernya garis netral, maka sikat yang diletakkan pada permukaan komutator dan

tepat terletak pada garis netral n juga akan bergeser. Jika sikat dipertahankan pada posisi semula (garis netral), maka akan timbul percikan bunga api, dan ini sangat berpotensi menimbulkan kebakaran atau bahaya lainnya. Oleh karena itu, sikat juga harus digeser sesuai dengan pergeseran garis netral. Bila sikat tidak digeser maka komutasi akan jelek, sebab sikat terhubung dengan penghantar yang mengandung tegangan. Reaksi jangkar ini dapat juga diatasi dengan kompensasi yang dipasangkan pada kaki kutub utama baik pada lilitan kutub utara maupun kutub selatan, seperti ditunjukkan pada gambar (a) dan (b), generator dengan komutator dan lilitan kompensasinya. Kini dalam rangkaian generator DC memiliki tiga lilitan magnet, yaitu: lilitan magnet utama lilitan magnet bantu (interpole) lilitan magnet kompensasi Bagian bagian Alternator ROTOR Rotor berfungsi untuk MEMBANGKITKAN MEDAN MAGNET . Rotor berputar bersama poros . karena gerakannya ,maka di sebut alternator dengan medan magnet berputar . Rotor terdiri dari ; inti kutup ( pole core ) ,kumparan medan ,slip ring ,poros dan lain lainnya. Inti kutup berbentuk seperti cakar dan di dalamnya terdapat kumparan medan. Pada saat arus mengalir melalui kumparan medan, satu sisi dari inti kutup akan menjadi kutup U dan yang lain menjadi kutup S. jadi pada sistem kutup cakar ini , kedua kutup dimagnetisasi oleh satu kumparan medan. Cover alternator di buat dari bahan bahan non magnetis seperti alumunium. Bila cover di buat dari material yang mengandung besi ( ferrous ) , maka pada saat flux magnet bergerak secara radial melalui sisi kutup, sebagian dari flux ini akan mengalir ke cover dan mengurangi flux yang melalui cakar. Dua buah slip ring di pasang pada salah satu sisi dari rotor untuk mensuplay arus eksitasi ke rotor . slip ring ini di buat dari material seperti ; tembaga , perunggu stainless steel, dan lain lain, serta di lapisi dengan bahan insulator. Arus eksitasi mengalir ke slip ring melalui brush ( sikat arang ). STATOR Stator terdiri dari stator core ( inti) dan kumparan stator dan di letakkan pada frame depan dan belakang . Stator core di buat dari beberapa lapis plat besi tipis dan mempunyai alur pada bagian dalamnya untuk menempatkan kumparan stator. Stator core ini akan mengalirkan flux magnet ynag di suplay oleh inti rotor sedemikian rupa sehingga flux magnet akan menghasilkan efek yang maksimum pada saat melalui kumparan stator. Jumlah alur ini berbeda beda menurut jumlah kutup magnet dan kumparan . ada 3 kumparan stator yang terpisah pada stator core. Hubungan pada kumparan stator bisa Y atau . tapi hubungan Y adalah yang paling popular saat ini. Auxiliary coil ( kumparan tambahan ) Untuk meningkatkan output ,beberapa alternator di lengkapi kumparan tambahan pada stator . ada juga beberapa alternator yang mempunyai 7 atau 8 terminal

PULI Puli yang di gunakan adalah puli V atau V ribbetd. Ratio puli ( perbandingan antara diameter puli mesin dan alternator ) biasanya berkisar antara 1,8 ;2,2. Kelebihan puli V ribbed adalah dapat di gunakan untuk ratio puli yang lebih besar.

END FRAME Pada end frame terdapat stator dan rotor , Pada end frame terdapat lubang lubang untuk mengalirkan udara pendingin . pada rear end frame terdapat diode, brush ( sikat arang ) dan terminal output. Aliran udaranya dapat di lihat pada gambar dibawah

RECTIFIER Rectifier terdiri dari 6 atau 8 dioda . diode hanya dapat di aliri arus listrik secara satu arah saja. Prinsip inilah yang di gunakan untuk merubah arus AC yang di bangkitkan di kumparan stator menjadi arus DC. Rectifier mempunyai sisi (+) dan (-). Selain itu ,ada rectifier dengan 6 dioda yang di pasang pada piringan secara kompak yang mudah melepas.

Panas ( Head radiating plate ) Dioda di pasang pada holder fins.sisi-sisi plus dan minus diode di hubungkan seperti pada gbr 2-10. Rectifier pada gbr 2-10 ini mempunyai 8 dioda dan di gunakan untuk alternator dengan diode titik netral.