STRUKTUR DATA

Pengajar Jaidan Jauhari, MT
Alamat Email jaidan_j@ilkom.unsri.ac.id jaidan_j@yahoo.com

Disarikan Dari Berbagai Sumber, Terutama Dari Diktat Struktur Data Informatika ITB Karangan Dr. Inggriani Liem
Halaman 1

SILABUS MATERI KULIAH
Pengantar Struktur Data Review Record dan Array Stack (Tumpukan) Queue (Antrian) Linked List dan Variasi List MultiList Pohon Biner Graph

Halaman

2

BUKU SUMBER
1. 2. 3. 4. 5. 6.

Inggriani Liem. 1997. Diktat Kuliah Algoritma dan Pemrograman Prosedural. Bandung : ITB Inggriani Liem. 2003. Diktat Kuliah Struktur Data. Bandung : ITB Rinaldi Munir. 2003. Algoritma dan Pemrograman II. Bandung : Penerbit Informatika Bambang Wahyudi. 2004. Struktur Data dan Algoritma. Yogyakarta : Andi Offset Dwi Sanjaya. 2001. Bertualang dengan Struktur Data di Planet Pascal. Yogyakarta : JJ Learning P. Insap Santoso.1997. Struktur Data dengan Turbo Pascal. Yogyakarta : Andi Offset

Halaman

3

Komponen Penilaian Tugas 20% Ujian 1 20 % (Pertemuan ke-4) Ujian 2 20% (Pertemuan ke-8) Ujian 3 20% (Pertemuan ke-12) Ujian Akhir Semester 20% Halaman 4 .

kurang dari 80% tidak lulus (mendapat nilai E) Keterlambatan maksimal 10 menit (Lebih dari 10 menit tidak diijinkan memasuki ruangan) Pengumpulan Tugas yang melebihi waktu yang telah ditentukan akan diberikan nilai nol Kecurangan dalam bentuk apapun akan mendapatkan nilai E Mahasiswa berpakaian rapi dan sopan. Memakai baju berkerah 3. Tidak memakai pakaian yang kurang dasar atau lebih dasar 5.Aturan dan Sanksi-sanksi Kehadiran minimal 80%. dan lain-lain Selama perkuliahan berlangsung mahasiswa tidak diijinkan meninggalkan ruang kuliah kecuali sangat terpaksa dan itupun harus membuat surat ijin dan hanya boleh satu kali Halaman 5 . Tidak memakai aksesoris yang tidak diijinkan 4. yang ditunjukkan antara lain 1. Memakai sepatu tertutup 2.

suara. direkam atau direpresentasikan dalam bentuk tulisan. sinyal atau simbol Halaman 6 . gambar.PENGERTIAN STRUKTUR DATA Struktur data adalah cara menyimpan atau merepresentasikan data di dalam komputer agar bisa dipakai secara efisien Sedangkan data adalah representasi dari nyata. fakta dunia Fakta atau keterangan tentang kenyataan yang disimpan.

Struktur data sederhana. misalnya array dan record Halaman 7 .Secara garis besar type data dapat dikategorikan menjadi : 1. misalnya Integer. Type data sederhana majemuk. misalnya String 2. real. Type data sederhana tunggal. Struktur Data. Type data sederhana a. meliputi a. boolean dan karakter b.

serta List dan Multilist Non Linier : Pohon Biner dan Graph Pemakaian struktur data yang tepat di dalam proses pemrograman akan menghasilkan algoritma yang lebih jelas dan tepat. Queue. sehingga menjadikan program secara keseluruhan lebih efisien dan sederhana.b. Struktur data majemuk. Halaman 8 . yang terdiri dari Linier : Stack.

Struktur data yang ″standar″ yang biasanya digunakan dibidang informatika adalah : List linier (Linked List) dan variasinya Multilist Stack (Tumpukan) Queue (Antrian) Tree ( Pohon ) Graph ( Graf ) Halaman 9 .

Tiap field menyimpan data dari tipe dasar tertentu atau dari tipe bentukan lain yang sudah didefinisikan sebelumnya. y : real> jika P dideklarasikan sebagai Titik maka mengacu field pada P adalah P. Nama rekaman ditentukan oleh pemrogram. type Titik : record <x : real. Contoh : 1.y. Rekaman disebut juga tipe terstruktur. Halaman 10 .REVIEW RECORD (REKAMAN) Disusun oleh satu atau lebih field.x dan P.

{0…23} mm : integer.2.ss Halaman 11 . Didefinisikan tipe terstruktur yang mewakili Jam yang dinyatakan sebagai jam (hh). J.hh. menit (mm) dan detik (ss). maka cara menulis type Jam adalah : type JAM : record <hh : integer. {0…59} ss : integer {0…59} > Jika J adalah peubah (variabel) bertipe Jam maka cara mengacu tiap field adalah J.mm dan J.

{0…23} mm : integer. Halaman 12 . } Titik. 2. float y. type Titik : record <x : real.Terjemahan dalam bahasa C : 1. type JAM : record <hh : integer. y : real> diterjemahkan menjadi : typedef struct { float x. /*0…59*/ int ss. /*0…23*/ int mm. {0…59} ss : integer {0…59} > Diterjemahkan menjadi : typedef struct { int hh. /*0…59*/ } Jam.

Setiap elemen diakses langsung melalui indeksnya. Halaman 13 . Indeks larik harus tipe data yang menyatakan keterurutan misalnya integer atau karakter.REVIEW ARRAY (LARIK) 1. Pendahuluan Larik adalah struktur data statik yang menyimpan sekumpulan elemen yang bertipe sama.

Tipe elemen larik dapat berupa tipe sederhana.Banyaknya elemen larik harus sudah diketahui sebelum program dieksekusi. tabel atau vektor Halaman 14 . tipe terstruktur atau tipe larik lain. Nama lain array adalah Larik.

.Cara Pendefinisian Array 1. Sebagai Peubah Contoh : L : array[1.100] of integer P : LarikInt Halaman 15 ..’j’] of string 2.50] of integer NamaMhs : array[‘a’. Sebagai tipe baru Contoh : type LarikInt : array[1..

Larikint P. Halaman 16 .3. Mendefinisikan ukuran maksimum elemen larik sebagai konstanta Contoh : Const Nmaks = 100 type Larikint : array[1..Nmaks] of integer P : LarikInt Cara menterjemahkan ke bahasa C : #define Nmaks 100 typedef int Larikint[Nmaks+1].

Nilai indek harus terdefinisi. Contoh cara mengacu elemen larik adalah : L[4] {mengacu elemen keempat dari larik L } NamaMhs[‘b’] {mengacu elemen kedua dari larik NamaMhs} P[k] {mengacu elemen ke-k dari larik P. asalkan nilai k sudah terdefinisi } Halaman 17 .Cara Mengacu Elemen Larik Elemen larik diacu melalui indeksnya.

Awal : N adalah banyak elemen efektif larik. Akhir : seluruh elemen larik A bernilai nol} Deklarasi : K : integer Deskripsi : for k 1 to N do A[k] 0 endfor Halaman 18 . input N:integer) {menginisialisasi setiap elemen larik A[1. nilainya terdefinisi} {K.N] dengan nol} {K.Menginisialisasi Larik menginisialisasi elemen larik adalah memberikan harga awal untuk seluruh elemen larik. misalnya menginisialisasi dengan nilai 0 seperti di bawah ini : Procedure InisDgn0(output A:larik..

input N:integer) {mengisi elemen larik A[1. Akhir : seluruh elemen larik A berisi nilai-nilai yang dibaca dari piranti masukan} Deklarasi : K : integer Deskripsi : for k 1 to N do read (A[k]) endfor Halaman 19 . nilainya terdefinisi} {K.Mengisi elemen larik dari piranti masukan Elemen larik dapat diisi dengan nilai yang dibaca dari piranti masukan seperti contoh di bawah ini : Procedure BacaLarik(output A:larik.N] dengan nilai yang dibaca dari piranti masukan} {K.. Awal : N adalah jumlah elemen efektif larik.

. tapi dapat juga berisi data yang bertipe terstruktur Contoh : const Nmaks = 100 type Mahasiswa : record <nim : integer.Nmaks] of Mahasiswa Halaman 20 . nama_mhs : string. KodeMK : string. Nilai : char > TabMhs : array[1.Larik Bertype Terstruktur Larik tidak hanya dapat berisi data bertype tunggal.

TabMhs[2].Contoh Cara mengacu elemen TabMhs : 1.KodeMK) menuliskan field KodeMK dari elemen ke k dari larik Halaman 21 . Write(TabMhs[k].Nim mengacu field Nim dari elemen kedua larik 2.

Nama Nasabah. Untuk setiap field definisikan type data yang cocok Halaman 22 . dan Nomor Telpon Nasabah.Tugas 1 Buatlah dalam notasi algoritma atau bahasa C : 1. Alamat Nasabah. Kota Nasabah.Definisikan sebuah type terstruktur untuk menyatakan data nasabah disebuah bank. Data nasabah terdiri atas field Nomor Account.

untuk memasukkan data nasabah sebanyak N. dengan N diinputkan dari papan ketik. Petunjuk : Gunakan notasi pengulangan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut Tugas dikumpulkan pada pertemuan berikutnya disertai listing program dan contoh keluarannya Halaman 23 .2.Dari soal nomor 1 buatlah program dalam bahasa pemrograman berbasis bahasa C. kemudian menuliskan kembali semua data nasabah dalam bentuk matrik.

ADT (Abstract Data Type) ADT adalah definisi type dan sekumpulan primitif (operasi dasar) terhadap type tersebut. Type diterjemahkan menjadi type terdefinisi dalam bahasa pemrograman yang bersangkutan. misalnya menjadi record dalam Pascal/Ada dan Struct dalam bahasa C Halaman 24 .

diterjemahkan menjadi fungsi dan prosedur. Biasanya namanya diawali dengan Make. Konstruktor/Kreator. Primitif dikelompokkan menjadi : 1. Halaman 25 . untuk mengakses komponen type. pembentuk nilai type. Biasanya namanya diawali dengan Get.Primitif dalam konteks pemrograman prosedural. 2. Selektor.

Destruktor/Dealokator. Baca/tulis. untuk interface dengan input/output device Halaman 26 . sekaligus memori penyimpannya 6.3. Prosedur Pengubah nilai komponen 4. yaitu untuk menghancurkan nilai objek. yang dipakai untuk mengetes apakah dapat membentuk type sesuai batasan. 5. Validator komponen type.

8. 9. sama dengan dan sebagainya. Aritmatika terhadap type tersebut. lebih kecil. Operator Relasional terhadap type tersebut untuk mendefinisikan lebih besar. Konversi dari type tersebut ke type dasar dan sebaliknya Halaman 27 . dalam pemrograman biasanya hanya terdefinisi untuk bilangan numerik.7.

Realisasi fungsi dan prosedur harus sedapat mungkin memanfaatkan Selektor dan Konstruktor Halaman 28 . yaitu : a. Body/realisasi dari primitif. Keadaan Akhir dan proses yang dilakukan 2. yaitu : 1.Spesifikasi type sesuai dengan bahasa yang dipakai . range. dan pre kondisi jika ada b. Fungsi : nama. Definisi/spesifikasi type dan primitif . berupa kode program dalam bahasa yang bersangkutan. Prosedur : Keadaan Awal.Spesifikasi dari primitif sesuai dengan kaidah dalam konteks prosedural. domain.ADT biasanya diimplementasi menjadi dua buah modul.

Halaman 29 .

yang setiap elemennya terdiri dari 2 bagian : Type Elmtlist = record < Info : InfoType.4. Linked List (List Linier) 4. Definisi List linier adalah sekumpulan elemen bertype sama. yang mempunyai keterurutan tertentu.1. Next : address > Halaman 30 .

jika didefinisikan First adalah alamt elemen pertama list. Dengan demikian. maka elemen berikutnya dapat diakses secara suksesif dari elemen pertama tersebut Halaman 31 . Next adalah address dari elemen berikutnya ( suksesor ).Dengan Info Type adalah sebuah type terdefenisi yang menyimpan informasi sebuah elemen list .

Untuk mengacu sebuah elemen . sebuah list linier dikenali : elemen pertamanya. elemen terakhirnya. alamat harus terdefenisi . yaitu tempat elemen disimpan dapat diacu. yang dapat diakses melalui field NEXT setiap elemen mempunyai alamat.Jadi. Dengan alamat tersebut Informasi yang tersimpan pada elemen list dapat diakses . Ada berbagai cara untuk mengenali elemen akhir Halaman 32 . biasanya melalui alamat elemen pertama yang disebut : First alamat elemen berikutnya ( suksesor ). jika kita mengetahui alamat sebuah elemen .

Jika L adalah list . dan P adalah address : Alamat elemen pertama list L dapat diacu dengan notasi : First (L) Elemen yang diacu oleh P dapat dikonsultasi informasinya dengan notasi : Info(P) Next(P) Halaman 33 .

jika First (L) = Nil 2. List L adalah List kosong .Beberapa defenisi : 1. dengan salah satu cara adalah karena Next(Last) =Nil Halaman 34 . Elemen terakhir dikenali.

yaitu “mengunjungi” setiap elemen list untuk diproses. Halaman 35 .II. Karena itu salah primitif operasi konsultasi dasar pada struktur list adalah traversal. Skema traversal untuk list linier List terdiri dari sekumpulan elemen. Seringkali diperlukan untuk memproses setiap elemen list dengan cara yang sama.

dan seterusnya sampai dengan elemen terakhir. Halaman 36 .Karena Urutan akses adalah dari elemen pertama sampai dengan elemen terakhir. suksesornya. maka traversal list secara natural dilakukan dari elemen pertama.

mungkin kosong } {K. tanpa pemrosesan khusus pada list kosong} Deklarasi Halaman 37 .Skema traversal yang dipakai adalah Sbb : Procedure SKEMAListTransversal1( Input L : List ) {K. Akhir : semua elemen list L dikunjungi dan telah diproses } {Proses : Traversal sebuah list linier. Awal : List L terdefinisi . Dengan MARK.

type terdefenisi } Deskripsi : Inisialisasi P ← First ( L ) While ( P ≠Nil ) do Proses ( P ) P ← Next ( P ) endwhile Terminasi Halaman { First Element } { Next element } 38 .Deklarasi : P : address { address untuk traversal .

Awal : List L terdefenisi . Akhir : semua elemen list L “dikunjungan “ dan telah diproses } { Proses : Transversal sebuah list linier yang diidentifikasi oleh elemen pertama L . Dengan MARK dan pemrosesan khusus pada list kosong } Deklarasi : Halaman 39 .Procedure SKEMAListTransversal 2( Input L : List ) { K. mungkin kosong } { K.

type terdefenisi } Deskripsi If (First ( L ) = Nil) then Write ( ‘List kosong ‘ ) else Halaman 40 .Deklarasi P : address { address untuk traversal .

Insialisasi P ← First ( L ) Repeat Proses ( P ) P ← Next ( P ) until P=Nil Terminasi { First Element } { Next element } Halaman 41 .

output adalah address Search ini sering dipakai untuk mengenali suatu elemen list berdasarkan nilai informasi yang disimpan pada elemen yang dicari. .1. proses pencarian suatu elemen list adalah primitif yang sering kali didefinisikan pada struktur list. Skema Sequential Search untuk list linier Selain traversal.III. akan dilakukan suatu proses terhadap elemen Halaman 42 list tersebut. atau berdasarkan alamat. III. Pencarian dapat berdasarkan nilai. Biasanya dengan alamat yang ditemukan. Search suatu Nilai.

Procedure SKEMAListSearch1 ( Input L : List.Akhir : P : address pada pencarian beurutan. Found: Boolean ) { K. Found berharga true jika harga X yang dicari ketemu. X terdefenisi } { K. Awal : List linier L sudah terdefinisi dan siap dikonsultasi. dimana X diketemukan. X : InfoType. false jika tidak } Halaman 43 . P = Nil jika tidak ketemu. Output P : address.

{Proses : Sequential Search harga X pada sebuah list linier L. Semua elemen diperiksa dengan intruksi yang sama. versi dengan Boolean} Deklarasi Deskripsi Halaman 44 .

P ← First ( L ) Found ← false While ( P ≠ Nil ) and ( not found ) do if X = Info (P) then Found ←True else P ← Next (P) endif endwhile { P = Nil or Found} {Jika Found maka P adalah address dimana harga yang dicari diketemukan} Halaman 45 .

Search suatu Elemen yang beralamat tertentu Procedure SKEMAList Search@( Input L : List. Found: Boolean ) {K.Akhir : Jika ada elemen list beralamat P. Jika tidak ada elemen list beralamat P.III. X terdefenisi } {K. Awal : List linier L sudah terdefinisi dan siap dikonsultasi. P : address. Found berharga false } {Proses : Sequential Search @ P pada sebuah list linier L. Semua elemen diperiksa dengan intruksi yang sama } Halaman 46 . Found berharga true. 2.

Deklarasi Pt : address Deskripsi Pt ← First ( L ) Found ← false While ( Pt ≠ Nil ) and ( not found ) do if Pt = P then Found ← true else Pt ← Next (Pt) endif endwhile { Pt = Nil or Found} { Jika Found maka P adalah elemen list} Halaman 47 .

Definisi fungsional list linier dan algoritmanya Secara fungsional. maka operasi yang dapat dilakukan : ListEmpty. penambahan atau penghapusan elemen yang dapat ditulis sebagai berkut : Jika diberikan L. Concat dan UpdateList Halaman 48 . Insert. CreateList. Delete. L1 dan L2 adalah list linier dengan elemen ElmtList.IV. pada sebuah list linier biasanya dilakukan pembuatan.

Operasi pada list kosong sering kali membutuhkan penanganan khusus Realisasi algoritmik dari definisi fungsional ini adalah sebuah fungsi sebagai berikut. Halaman 49 . 1. Pengetesan List Kosong Pemeriksaan apakah sebuah list kosong sangat penting.IV. karena Keadaan Awal dan Keadaan Akhir beberapa prosedur harus didefinisikan berdasarkan keadaan list.

Function IsEmptyList (L : List ) → boolean { Test apakah sebuah list L kosong. false jika tidak kosong} Deklarasi Deskripsi return(First (L) = Nil) Halaman 50 . Mengirimkan true jika list kosong.

Halaman 51 .2 Pembuatan sebuah elemen pada list linier Pembuatan sebuah list berarti membuat sebuat list KOSONG.IV. Realisasi algoritmik dari defenisi funfsional ini adalah sebuah prosedur sebagai berikut. dsb). yang selanjutnya siap diproses (ditambah elemennya.

Awal : Sembarang } K.Procedure CreateList( Output L : List ) {K. Akhir : terbentuk list L yang kosong : First (L) diinisialisasi dengan NIL ) Proses : Membuat list kosong} Deklarasi Deskripsi First (L) ← Nil Halaman 52 .

IV. karena dapat menjadi penyisipan sebagai elemen pertama. atau sebuah elemen yang hanya diketahui nilai Info-nya (berarti belum dialokasi). 3 Penyisipan sebuah elemen pada list linier Fungsi insert (penyisipan) harus dijabarkan lebih rinci. Halaman 53 . setelah sebuah address P atau penyisipan menjadi elemen terakhir atau bahkan menjadi elemen ditengah Penyisipan sebuah elemen dapat dilakukan terhadap sebuah elemen yang sudah dialokasi (diketahui address-nya ).

INSERT-First (Address) Menambahkan sebuah elemen yang diketahui alamatnya sebagai elemen pertama list.1. 2. Input P: address) {K.IV. Procedure InsertFirst (Input/Output L:List. Awal : List L mungkin kosong {K. Akhir : P adalah elemen pertama list L} {Proses : Insert sebuah elemen beralamat P sebagai elemen pertama list linier L yang mungkin kosong} Deklarasi Deskripsi Next (P) ← First (L) First (L) ← P Halaman 54 .

2 INSERT-First (Nilai) Menambahkan sebuah elemen yang diketahui nilainya sebagai elemen pertama list.2. Procedure InsFirst (Input/output L :List. Input E : infotype ) { K.IV. Jika alokasi gagal list tetap seperti semula } { Proses : Insert sebuah elemen sebagai elemen pertama list} Deklarasi P : address Deskripsi Alokasi (P) If P ≠ Nil then Info (P) ← E Next (P) ← First (L) First (L) ← P Halaman 55 . jika alokasi berhasil. Awal : List L mungkin kosong } { K. Akhir : Sebuah elemen dialokasikan dan menjadi elemen pertama list L.

Akhir : P menjadi suksesor Prec Proses : Insert sebuah elemen beralamat P pada List linier L} Deklarasi Deskripsi Next (P) ← Next (Prec) Next (Prec) ← P Halaman 56 .2. Prec: address ) {K. P sudah dialokasikan.IV. Awal : Prec adalah elemen list. INSERT-AFTER Menyisipkan sebuah elemen beralamat P sebagai suksesor dari sebuah elemen list linier yang beralamat Prec Procedure InsertAfter ( Input P. P ≠ Nil. prec ≠ Nil. Next (P) = Nil K.2.

Ada dua kemungkinan list kosong atau tidak kosong Procedur InsertLast@(Input/Output L: List.IV. P sudah dialokasi. Awal : List L mungkin kosong. Next (P) = Nil K. 2. Input P : address) {K.3. P ≠ Nil. Akhir : P adalah elemen terakhir list L Proses : Insert sebuah elemen beralamat P sbg elemen terakhir dari list linier L yg mungkin kosong } Halaman 57 . INSERT – Last Menyisipkan sebuah elemen beralamat P sebagai elemen terakhir sebuah list linier.

Deklarasi
Last : address { address untuk traversal} { insert sebagai elemen pertama}

Deskripsi
If Fisrt (L) = Nil then InsertFirst(L, P) Else { Traversal list sampai address terakhir} Last ← First (L) While (Next (Last ) ≠ Nil ) do Last ← Next (Last ) endwhile {Next ( Last) = Nil, Last adalah elemen terakhir; insert P after last } InsertAfter (P, Last) endif
Halaman 58

Procedure InsertLast(Input/output L :List, Input E : Infotype) { K. Awal : List L mungkin kosong, P sudah dialokasi, P ≠ Nil, Next(P)=Nil K. Akhir : P adalah elemen terakhir list L Proses : Insert sebuah elemen beralamat P sebagai elemen terakhir dari list linier L yang mungkin kosong }

Deklarasi
Last : address { address untuk traversal }

Deskripsi
Alokasi (P) If (P ≠ Nil) then Info(P) ←E InsertLast@(L,P)
Halaman 59

IV.3. Penghapusan sebuah elemen pada list linier
Penghapusan harus dijabarkan lebih rinci, Karena penghapusan elemen dapat merupakan pertama, setelah sebuah address P atau penghapusan elemen terakhir. Perbedaan ini melehirkan 3 operasi dasar penghapusan elemen list yang diturunkan dari definisi fungsional inimenjadi realisasi algoritma. Operasi penghapusan dapat mengakibatkan list kosong, jika list semula hanya terdiri dari satu elemen.
Halaman 60

IV. minimal 1 elemen pertama pasti ada } {K. Elemen yang dihapus dicatat alamatnya Procedure DeleteFirst@ (Input/Output L : List.1. Output P : address) {K. Awal : List L tidak kosong. DELETFirst : menghapus elemen pertama list linier a. Akhir : menghapus elemen pertama L P adalah @ elemen pertama L sebelum penghapusan. L yang baru adalah Next (L) Deklarasi Deskripsi P ← First (L) First (L) ← Next ( First (L) ) Halaman 61 .3.

minimal 1 elemen pertama pasti ada } {K. Akhir : menghapus elemen pertama L E adalah Nilai elemen pertama L sebelum penghapusan. Awal : List L tidak kosong. L yang baru adalah Next (L) Deklarasi Deskripsi P ← First (L) E ← Info (P) First (L) ← Next ( First (L) ) Dealokasi (P) Halaman 62 .Procedure DeleteFirst (Input/Output L : List. Output E : InfoType) {K.

2. Output P : address ) { K. Delete After : Penghapusan suksesor sebuah elemen : Procedure DeleteAfter ( Input Prec : adrress.IV. P adalah @ suksesor Prec sebelum penghapusan. Prec adalah elemen list . Next (Prec) ≠ Nil } Prec ≠elemen terakhir K. Akhir : Menghapus suksesor Prec. Next (Prec) yang baru adalah suksesor dari suksesor Prec sebelum penghapusan } Deklarasi Deskripsi P ← Next (Prec) Next (Prec) ← Next (Next (Prec)) Halaman 63 . 3. Awal : List tidak kosong.

Awal : List L tidak kosong . List. P mungkin elemen pertama. yaitu alamat Prec memakai DeleteAfter (Prec) Procedure DeleteP ( Input/Output L . Output P : address ) { K. Akhir : Menghapus P dari list. maka penghapusan sebuah beralamat P dapat dilakukan dengan : mencari predesesor dari P. “tengah” atau terakhir } Deklarasi Prec : address { alamat predesesor } Deskripsi Halaman 64 . P adalah elemen list L K.Dengan primitip ini.

{ Cari predesesor P } if (P = First (L) then {Delete list dengan satu elemen } DeleteFirst (L. P) endif Halaman 65 .P) else Prec ← First (L) While (Next(Prec) ≠ P ) do Prec ← Next (Prec) endwhile { Next (Prec) = P . hapus P } DeleteAfter (Prec .

list mungkin menjadi kosong Proses : P adalah alamat elemen terakhir list sebelum penghapusan } Halaman 66 . Ada dua kasus.IV. Awal : List L tidak kosong. yaitu list menjadi kosong atau tidak.3.satunya elemen list linier. Persoalan selanjutnya menjadi persoalan DeleteAfter. minimal mengandung 1 elemen K. Akhir : menghapus elemen terakhir dari list. DELETELast : Menghapus elemen terakhir list dapat dilakukan jika alamat dari elemen sebelum elemen terakhir diketahui. kalau last bukan satu. Procedure DeleteLast (Input L : List. 3. Output P : address) {K.

Deklarasi Last . jadi kosong } First(L) ← Nil Else Next ( preclast )← Nil endif Halaman 67 . preclast :address { address untuk traversal } Deskripsi { Find last dan address sebelum last } Last ← First (L) Preclast ← Nil { predesesor dari L tak terdefenisi } While ( Next ( Last ) ≠ Nil do { Traversal list sampai @ terakhir } Preclast ← Last . Last ← Next ( last ) endwhile { Next ( Last ) = Nil. Last adalah elemen terakhir. preclast = sebelum last } P ← Last If Preclast = Nil then { list dg 1 elemen.

Dalam contoh berikut list kedua disambungkan ke list pertama.IV. 5. Konkatenasi dua buah list linier Concat adalah menggabungkan dua list. awal : L1 ≠ L2. Realisasi algoritma adalah sebuah prosedur sebagai berikut : Procedure CONCAT (Input L1. L2 mungkin kosong K.dan L3 ≠ L2. L1 ≠ L3. Akhir : L3 adalah hasil konkatenasi (menyambung) dua buah list linier. L1. L2 ditaruh dibelakang L1 } Halaman 68 . Output : L3 : List ) {K. Jadi Last (L1) menjadi predesesor First (L2). L2 : List.

Deklarasi Last1 : address { alamat elemen terakhir list pertama } Deskripsi Cratelist (L3) {inisialisasi list hasil } If Fist (L1) = Nil then First (L3) ← First (L2) Else { Traversal list 1 sampai address terakhir. Hubungkan last dengan Fisrt 2} First (L3) ← First (L1) Last1 ← First (L1) While ( Next (Last 1 ) ≠ Nil ) do Last1 ← Next (Last 1) endwhile {Next ( Last 1) ← First (L2)} Next(Last1) ← First (L2)} endif Halaman 69 .

Next : Address > type List = record <First : Address > {Deklarasi Nama Peubah} L : List P : Address Halaman 70 .Bagian Deklarasi dari algoritma pada List Linier : Deklarasi type InfoType = … {Sebuah type terdefinisi} type Address pointer to ElmtL type ElmtL = record <Info : InfoType.

jika dibandingkan dengan struktur data stack dan queue? II. Diketahui sebuah list linier dengan elemen bertipe integer. Untuk data yang bagaimanakah yang dapat direpresentasikan dengan menggunakan struktur data list linier? III. Sebuah prosedur untuk menghitung jumlah elemen list yang genap 2. buatlah : 1. Apakah perbedaan struktur data list linier ditinjau dari sudut pandang operasinya. Prosedur untuk menghitung rata-rata elemen list yang ganjil Halaman 71 .Soal-Soal Latihan I.

Prosedur untuk mencetak elemen list yang genap IV. Fungsi untuk menghitung banyaknya elemen yang lebih besar dari 100 Halaman 72 . Fungsi untuk mencari elemen list yang minimum 3. Fungsi untuk mengirimkan elemen pertama list 2. Prosedur untuk menghitung banyaknya elemen list yang positif (lebih besar dari nol) 4.3. Diketahui sebuah list dengan elemen bertype integer terurut membesar. buatlah : 1.

Halaman 73 .

1. Aturan penyisipan dan penghapusan elemennya tertentu : -Penyisipan selalu dilakukan “di atas “ TOP -Penghapusan selalu dilakukan pada TOP Halaman 74 . Stack (Tumpukan) 5. Definisi STACK (Tumpukan) adalah list linier yang : 1. Dikenali elemen puncaknya (TOP) 2.5.

Elemen yang ditambahkan paling akhir akan menjadi elemen yang akan dihapus. sebuah STACK dapat digambarkan sebagai list linier yang setiap elemennya adalah Type ElmtS = record <Info : InfoType. TOP adalah satu-satunya alamat tempat terjadi operasi.Dikatakan bahwa elemen Stack akan tersusun secara LIFO (Last In First Out). Next : address > Halaman 75 . Maka secara lojik.Karena aturan penyisipan dan penghapusan semacam itu.

TOP adalah elemen pertama list. Halaman 76 . supaya penambahan dan penghapusan dengan mudah dan efisien dapat dilakukan. sedangkan alamat elemen yang paling “bawah”.dengan InfoType terdefinisi yang menentukan informasi yang disimpan pada setiap elemen stack. dan address adalah “alamat” dari elemen Selain itu alamat elemen terbaru (TOP) dicatat. yaitu yang paling lama biasanya diebut BOTTOM.

Sehingga jika S adalah sebuah Stack, dan P adalah address maka Top (S) adalah alamat elemen TOP, dimana operasi penyisipan/penghapusan dilakukan. Info (P) adalah informasi yang disimpan pada alamat P Next (P) adalah alamat suksesor P ElmtS (P) adalah sebuah elemen stack yang beralamat P Stack kosong adalah Stack dengan Top (S) = Nil ( tidak terdefinisi )
Halaman 77

Bagian Deklarasi dari algoritma pada Stack : Deklarasi type InfoType = … {Sebuah type terdefinisi} type Address pointer to ElmtS type ElmtS = record <Info : InfoType, Next : Address > type Stack = record <TOP : Address> {Deklarasi Nama Peubah} S : Stack P : Address
Halaman 78

5.2. Traversal pada Stack
Pada stack, jarang sekali dilakukan traversal, karena keunikan Stack justru pada operasi yang hanya menyangkut elemen TOP. Namun dibutuhkan traversal misalnya untuk mencetak isi Stack.

5.3. Search pada Stack
Pada stack, elemen yang diproses hanyalah elemen pada TOP. Maka hampir tidak pernah dilakukan search.
Halaman 79

a.4.5. Realisasi algoritma dari definisi fungsional ini adalah sebuah fungsi yang melakukan test terhadap Stack sebagai berikut : Halaman 80 . sebab semua operasi akan dilakukan berdasarkan kosong atau tidaknya suatu Stack. Operasi dan fungsi dasar pada STACK. Test STACK kosong Mengetahui bahwa stack kosong atau tidak sangat penting.

false jika tumpukan tidak kosong} Deklarasi Deskripsi return (Top (S) = Nil) Halaman 81 .function StackEmpty (S : STACK) → Boolean { TEST stack kosong : Mengirim true. jika tumpukan kosong.

b. Realisasi algoritma dari definisi fungsional ini adalah sebuah prosedur yang melakukan inisialisasi stack sebagai berikut Procedure CreateEmptyS (Output S : STACK) {K. K. Pembuatan STACK kosong Membuat Stack kosong diperlukan untuk memulai memakai stack. Akhir : sebuah stack S yang kosong siap dipakai terdefinisi Proses : Membuat stack kosong } Deklarasi Deskripsi Top (S) ← Nil Halaman 82 . Awal : sembarang.

Realisasi algoritma dari definisi fungsional ini adalah salah satu dari dua buah prosedur yang melakukan penambahan elemen stack sebagai berikut.Penambahan sebuah elemen pada STACK (Push) Penambahan selalu dilakukan pada TOP. Prosedur pertama menambahkan suatu ElmtS yang diketahui alamatnya dan yang kedua menambahkan suatu nilai ElmtS yang diberikan. Halaman 83 . Berikut ini akan diberikan skema prosedur penyisipan tersebut. dan karena alamat TOP diketahui maka prosesnya sederhana.c.

procedure Push@ (Input/Output S : STACK Input P : address) {Menambahkan sebuah elemen baru pada TOP sebuah stack. dengan elemen yang diketahui alamatnya} {K.Akhir : Top (S) adalah P} Deklarasi Deskripsi { insert sebagai elemen pertama } Next (P) ← TOP (S) TOP (S) ← P Halaman 84 .Awal : Stack mungkin kosong. Next (P) = Nil} {K. P terdefinisi (berarti terdefinisi informasinya.

Awal : Stack mungkin kosong . E terdefenisi .procedure Push( Input / Output S:STACK Input E: InfoType ) { Menambahkan sebuah elemen baru pada TOP sebuah stack. alokasi alamat selalu berhasil } { K. dengan elemen yang diketahui informasinya } { K. Akhir : TOP (S) berisi E ) Deklarasi P : address Deskripsi Alokasi ( P ) { alokasi selau berhasil } Info(P) ← E { insert sebagai elemen pertama } Next(P) ← TOP(S) TOP(S) ← P Halaman 85 .

maka harga TOP harus diganti . dan membebaskan alamat ( dealokasi ) yang tadinya dipakai Halaman 86 . Jika Stack menjadi kosong . Realisasi algoritma dari definisi funsional ini adalah salah satu dari dua buah prosedur yang melakukan pengambilan elemen stack sebagai berikut . hanya saja harus diperhitungkan bahwa mugkin Stack akan menjadi kosong akibat terjadinya penghapusan. Penghapusan sebuah elemen pada STACK (Pop) Penghapusan elemen Stack selalu dilakukan pada TOP . Prosedur pertama mengambil suatu Elmts dengan menyimpan alamatnya dan yang kedua mengambil nilai .d.

stack tidak boleh kosong dan mungkin menjadi kosong } Deklarasi Deskripsi P ← TOP (S) TOP (S) ← Next(TOP(S)) Halaman 87 .Awal : Stack tidak kosong K.procedure PopStack@(Input/Output S : STACK Output P : address) {K. sehingga informasinya dapat diakses melalui P Proses : Menghapus elemen stack.Akhir : Alamat elemen Top (S) disimpan pada P.

Akhir : Alamat elemen Top (S) disimpan pada E.Awal : Stack tidak kosong K. stack tidak boleh kosong dan mungkin menjadi kosong } Deklarasi P : address Deskripsi P ← TOP (S) E ← Info(P) TOP (S) ← Next(TOP(S)) Dealokasi (P) Halaman 88 . alamat TOP yang lama didealokasi Proses : Menghapus elemen stack.procedure PopStack(Input/Output S : STACK Output E : InfoType) {K.

bagaimana jika terpaksa harus menghapus elemen yang paling bawah? Halaman 89 . Penghapusan elemen pada Stack selalu dilakukan pada elemen yang paling atas.Soal-Soal Latihan 1. Mengapa cara penyusunan elemen pada Stack sering disebut tersusun secara LIFO? 2. Mengapa pada Stack Traversal dan Search jarang dilakukan? 3.

Buatlah fungsi/prosedur untuk mencetak elemen stack yang ganjil 6. Buatlah sebuah fungsi untuk menghitung jumlah elemen stack yang genap. Buatlah sebuah fungsi untuk mengirimkan elemen Stack yang maksimum jika diketahui elemen Stack terurut mengecil bertype integer Halaman 90 .4. jika diketahui sebuah stack dengan elemen bertype integer. 5. Buatlah sebuah fungsi untuk mengirimkan elemen pertama Stack 8. Buatlah juga fungsi untuk menghitung rata-rata elemen Stack yang genap 7.

Halaman 91 .

Aturan penyisipan dan penghapusan elemennya disefinisikan sebagai berikut : . Definisi Queue (Antrian) adalah list linier yang : 1. Satu elemen dengan elemen lain dapat diakses melalui informasi Next Halaman 92 . Queue (Antrian) 6.Penghapusan selalu dilakukan pada elemen pertama 3.Penyisipan selalu dilakukan setelah elemen terakhir .1. Dikenali elemen pertama (Head) dan elemen terakhirnya (Tail) 2.6.

Struktur data ini banyak dipakai dalam informatika misalnya untuk merepresentasi : 1. Antrian job dalam sistem operasi 2. sebuah Queue dapat digambarkan sebagai list linier yang setiap elemennya adalah : Type ElmtQ = record <Info : InfoType. Next : address > Halaman 93 . Antrian dalam dunia nyata Maka secara lojik.

penulisan untuk Queue adalah : Head(Q) Tail(Q) Next(P) Info(P) Halaman 94 . dan address adalah “alamat” dari elemen Selain itu alamat elemen Pertama (Head) dan elemen terakhir (Tail) dicatat.dengan InfoType terdefinisi yang menentukan informasi yang disimpan pada setiap elemen queue. Maka jika Q adalah Queue dan P adalah Address.

Tail : Address> {Deklarasi Nama Peubah} Q : Queue P : Address Halaman 95 . Next : Address > type Queue = record <Head : Address.Bagian Deklarasi dari algoritma pada Queue : Deklarasi type InfoType = … {Sebuah type terdefinisi} type Address pointer to ElmtQ type ElmtQ = record <Info : InfoType.

jarang sekali dilakukan traversal. Search pada Queue Pada Queue. elemen yang diproses hanyalah elemen pada pertama dan terakhir.3. karena keunikan Queue justru pada operasi yang hanya menyangkut elemen pertama dan terakhir.2.6. Namun dibutuhkan traversal misalnya untuk mencetak isi Antrian. Maka hampir tidak pernah dilakukan search. 6. Halaman 96 . Traversal pada Queue Pada queue.

4. Operasi dan fungsi dasar pada Queue. sebab semua operasi akan dilakukan berdasarkan kosong atau tidaknya suatu Queue. a. Test Queue kosong Mengetahui bahwa Queue kosong atau tidak sangat penting.6. Realisasi algoritma dari definisi fungsional ini adalah sebuah fungsi yang melakukan test terhadap Queue sebagai berikut : Halaman 97 .

jika antrian kosong. false jika antrian tidak kosong} Deklarasi Deskripsi return ((Head(Q) = Nil) and (Tail(Q) = Nil)) Halaman 98 .function IsQEmpty (Q : Queue) → Boolean { TEST Queue kosong : Mengirim true.

K. Akhir : sebuah queue Q yang kosong terbentuk Proses : Membuat queue kosong } Deklarasi Deskripsi Head(Q) ← Nil Tail(Q) ← Nil Halaman 99 .b. Realisasi algoritma dari definisi fungsional ini adalah sebuah prosedur yang melakukan inisialisasi Queue sebagai berikut : Procedure CreateEmptyQ (Output Q : Queue) {K. Awal : sembarang. Pembuatan Queue kosong Membuat Queue kosong diperlukan untuk memulai memakai Queue.

Halaman 100 . Berikut ini akan diberikan skema prosedur penyisipan tersebut.Penambahan sebuah elemen pada Queue Penambahan selalu dilakukan pada ekor. yaitu hanya InsertLast. dan karena alamat ekor diketahui maka prosesnya sederhana.c.

Realisasi algoritma dari definisi fungsional ini adalah salah satu dari dua buah prosedur yang melakukan penambahan elemen Queue sebagai berikut : Prosedur pertama menambahkan suatu Elemen Queue yang diketahui alamatnya dan yang kedua menambahkan suatu nilai Elemen queue yang diberikan. Halaman 101 .

procedure InsertQ@ (Input/Output Q : Queue Input P : address) {K.Akhir : P menjadi elemen Tail dari Q dan Tail yang baru adalah P Proses : Insert sebuah elemen beralamat P pada Tail dari antrian Q } Deklarasi Halaman 102 .Awal : Queue mungkin kosong. Next (P) = Nil K. P terdefinisi (berarti terdefinisi informasinya.

Deskripsi If IsQEmpty(Q) then Head(Q) ← P Tail(Q) ← P else Next(Tail(Q)) ← P Tail(Q) ← P endif Halaman 103 .

Akhir : Elemen Tail dari Q yang baru bernilai E Proses : Insert sebuah elemen nilai pada Tail dari antrian Q } Deklarasi Halaman 104 .Awal : Queue mungkin kosong.procedure InsertQ(Input/Output Q : Queue Input E : InfoType) {K. E terdefinisi K.

Deskripsi Alokasi (P) Info (P) ← E If IsQEmpty(Q) then Head(Q) ← P Tail(Q) ← P else Next(Tail(Q)) ← P Tail(Q) ← P endif Halaman 105 .

maka harga Tail harus diganti. Halaman 106 . hanya saja perlu diperhitungkan bahwa mungkin queue menjadi kosong akibat terjadinya penghapusan. Penghapusan Elemen Pada QueuE Penghapusan elemen pada queue selalu dilakukan pada elemen pertama.d. maka elemen terakhir tidak berubah. Jika queue menjadi kosong. Jika akibat penghapusan queue tidak kosong.

Berikut adalah skema penghapusan tersebut. Prosedur yang kedua menghapus elemen Head dari queue dan menyimpannya pada suatu elmtQ serta membebaskan alamat yang tadinya dipakai oleh elemen Head tersebut. Prosedur pertama melakukan penghapusan ElmtQ yang berada di Head danyang dicatat adalah alamatnya. yaitu P. Halaman 107 .

Awal : Queue tidak kosong K.Akhir : P bukan lagi elemen dari Q. P ≠ Nil. Next(P) = Nil Proses : Menghapus elemen Head dari antrian.procedure DeleteQ@(Input/Output Q : Queue Output P : address) {K. antrian tidak boleh kosong dan mungkin menjadi kosong } Deklarasi Deskripsi Halaman 108 .

P ← Head(Q) Head(Q) ← Next(Head(Q)) if (Head(Q) = Nil) then Tail(Q) ← Nil endif Next(P) ← Nil Halaman 109 .

procedure DeleteQ(Input/Output Q : Queue Output E : InfoType) {K. antrian tidak boleh kosong dan mungkin menjadi kosong } Deklarasi Deskripsi Halaman 110 .Awal : Queue tidak kosong K. P ≠ Nil.Akhir : Jika P adalah Head(Q). P bukan lagi elemen dari Q. Next(P) = Nil Proses : Menghapus elemen Head dari antrian.

P ← Head(Q) E ← Info(Head(Q)) Head(Q) ← Next(Head(Q)) if (Head(Q) = Nil) then Tail(Q) ← Nil endif Next(P) ← Nil Dealokasi(P) Halaman 111 .

Penghapusan elemen pada Queue selalu dilakukan pada elemen yang paling depan. bagaimana jika terpaksa harus menghapus elemen yang paling belakang? Halaman 112 . Mengapa cara penyusunan elemen pada Queue Sering disebut tersusun secara FIFO? 2. Mengapa pada Queue Traversal dan Search jarang dilakukan? 3.Soal-Soal 1.

Buatlah sebuah fungsi untuk mengirimkan elemen pertama queue 8. Buatlah sebuah fungsi untuk mengirimkan elemen queue yang maksimum jika diketahui elemen queue terurut membesar dan bertype integer Halaman 113 . Buatlah sebuah fungsi untuk menghitung jumlah elemen queue yang ganjil. 5. jika diketahui sebuah queue dengan elemen bertype integer. Buatlah juga fungsi untuk menghitung rata-rata elemen queue yang ganjil 7. Buatlah fungsi/prosedur untuk mencetak elemen queue yang genep 6.4.

Halaman 114 .

Halaman 115 .7. Elemen yang lain (jika masih ada) dibagibagi menjadi beberapa sub himpunan yang disjoint dan masing-masing sub himpunan tersebut adalah pohon yang disebut sebagai sub pohon dari pohon tersebut. dengan elemen yang dibedakan sebagai berikut : 1. Sebuah elemen yang dibedakan dari yang lain yang disebut sebagai AKAR (root) dari pohon 2. Pohon (Tree) 7.1. Definisi Rekurens Dari Pohon Sebuah pohon adalah himpunan terbatas tidak kosong.

Hutan Hutan adalah sequence (list) dari pohon 2. Simpul (Node) Simpul adalah elemen dari pohon yang memungkinkan akses pada sub pohon dimana simpul tersebut berfungsi sebagai Akar 3.Beberapa Istilah 1. Cabang Cabang adalah hubungan antara Akar dengan sub pohon Halaman 116 .

Saudara Saudara adalah simpul-simpul yang mempunyai Ayah yang sama 7.4. Ayah Akar dari sebuah pohon adalah Ayah dari sub pohon 5. Semua simpul selain Daun adalah simpul bukan terminal Halaman 117 . Anak Anak dari sebuah pohon adalah Sub pohon 6. Daun Daun adalah simpul terminal dari pohon.

Jalan (Path) Jalan adalah suatu urutan tertentu dari Cabang 9.8. Jika sebuah simpul berderajat N disebut pohon N-aire 1 disebut pohon 1-aire/uner 2 disebut pohon 2-aire/biner Halaman 118 . Derajat Derajat sebuah pohon adalah banyaknya anak dari dari pohon tersebut.

Halaman 119 . Tingkat (Level) Level pohon adalah panjangnya jalan dari Akar sampai dengan simpul yang bersangkutan. Panjang dari jalan adalah banyaknya simpul yang dikandung pada jalan tersebut. Akar mempunyai tingkat sama dengan 1.10. Dua buah simpul disebut sebagai Sepupu jika mempunyai tingkat yang sama dalam sebuah pohon.

Kedalaman (Tinggi) Kedalaman (Tinggi) dari pohon adalah nilai maksimum dari tingkat simpul yang ada pada pohon tersebut. Lebar Lebar sebuah Pohon adalah maksimum banyaknya simpul yang ada pada suatu Tingkat (Level) Halaman 120 .11. Kedalaman adalah panjang maksimum jalan dari Akar menuju ke sebuah daun 12.

7.2. Halaman 121 . Struktur Pohon Biner Definisi Sebuah pohon biner (Binary Tree) adalah himpunan terbatas yang : Mungkin kosong atau Terdiri dari sebuah simpul yang disebut sebagai Akar dan dua buah himpunan lain yang disjoint yang merupakan pohon biner yang disebut sebagai Sub Pohon Kiri (Left) dan Sub Pohon Kanan (Right) dari pohon biner tersebut.

Karakteristik yang dimiliki oleh pohon biner adalah bahwa setiap simpul paling banyak hanya memiliki dua buah anak. Halaman 122 .Pohon biner merupakan tipe yang sangat penting dari struktur data dan banyak dijumpai dalam berbagai terapan. Istilah-istilah yang digunakan sama dengan istilah pada pohon secara umum. dan mungkin tidak punya anak.

Notasi Prefiks, Infiks dan Postfiks 1. Notasi Prefiks Notasi Prefiks ditulis dengan cara mengikuti alur sebagai berikut :

Halaman

123

2. Notasi Infiks Notasi ini ditulis dengan cara mengikuti alur sebagai berikut :

Halaman

124

3. Notasi Posfiks Notasi ini ditulis dengan cara mengikuti alur sebagai berikut :

Halaman

125

Rekonstruksi Algoritma {Deklarasi Type} Type Infotype = … {terdefinisi} Type node = record <Info : infotype. Left : address. Right: address > Type BinTree : address {Primitif} Halaman 126 .

function Akar (P : BinTree)→ infotype {Mengirimkan nilai Akar pohon biner P} function Left (P : BinTree)→ infotype {Mengirimkan anak kiri pohon biner P} function Right (P : BinTree)→ infotype {Mengirimkan anak kanan pohon biner P} Halaman 127 .

Awal : sembarang K.function IsEmpty(P : BinTree)→boolean { Test apakah sebuah pohon kosong. mengirimkan True jika kosong dan False jika tidak} procedure MakeTree(input Akar : infotype. R : BinTree. L : BinTree. L dan R} Halaman 128 . output P : BinTree) { K. Akhir : Terbentuk sebuah pohon biner Proses : Menghasilkan sebuah pohon biner dari Akar.

AWAL : P terdefinisi K. AKHIR : Semua simpul P sudah diproses secara preorder} Procedure InOrder(input P : BinTree) {K.{Traversal} Procedur PreOrder(input P : BinTree) {K. AWAL : P terdefinisi K. AKHIR : Semua simpul P sudah diproses secara inorder} Halaman 129 .

AKHIR : Semua simpul P sudah ditulis dengan indentasi} Halaman 130 . AWAL : P terdefinisi K. h : integer) {K.Procedure PostOrder(input P : BinTree) {K. h adalah jarak indentasi K. AKHIR : Semua simpul P sudah diproses secara postorder} Procedure PrintTree(input P : BinTree. AWAL : P terdefinisi.

false jika tidak} {fungsi lain} function NbElmt(P : BinTree)→integer {Mengirimkan banyaknya elemen (node) pohon biner P} Halaman 131 . X : infotype)→boolean {Mengirimkan True jika ada node P bernilai X.{Search} function Search(P : BinTree.

function NbDaun(P : BinTree) →integer { Mengirimkan banyaknya daun pohon biner P} function IsUnerLeft(P : BinTree) →boolean { Mengirimkan True jika pohon biner tidak kosong P adalah pohon unerleft yaitu hanya mempunyai sub pohon kiri} function IsUnerRight(P : BinTree) →boolean { Mengirimkan True jika pohon biner tidak kosong P adalah pohon unerright yaitu hanya mempunyai sub pohon kanan} Halaman 132 .

function IsBin(P : BinTree)→boolean { Mengirimkan True jika pohon biner tidak kosong P adalah pohon biner yaitu mempunyai sub pohon kanan dan sub pohon kiri} function IsSkewLeft(P : BinTree)→boolean { Mengirimkan True jika pohon biner P adalah pohon condong kiri} function IsSkewRight(P : BinTree)→boolean { Mengirimkan True jika pohon biner P adalah pohon condong kanan} Halaman 133 .

function Tinggi(P : BinTree)→integer { Mengirimkan tinggi dari pohon biner P} function Level(P : BinTree. X : infotype)→integer { Mengirimkan level dari node X yang merupakan salah satu simpul dari pohon biner P} {Operasi Lain} Halaman 134 .

AWAL : P tidak boleh kosong.Procedure AddDaunTerkiri(input/output P:BinTree. dengan Y adalah anak kiri X (jika kiri) atau sebagai anak kanan X (jika not kiri)} Halaman 135 . X adalah salah satu daun pohon Biner P K. input X. Y : infotype. AKHIR : P bertambah simpulnya. AKHIR : P bertambah simpulnya. input X: infotype) {K. dengan X adalah simpul daun terkiri} Procedure AddDaun(input/output P:BinTree. input Kiri : boolean) {K. AWAL : P boleh kosong K.

dengan X adalah info yang semula disimpan pada daun terkiri yang dihapus} Procedure DelDaun(input/output P:BinTree. AWAL : P tidak kosong K. AKHIR : X dihapus dari P} Halaman 136 . output X: infotype) {K. AWAL : P tidak kosong. output X: infotype) {K.Procedure DelDaunTerkiri(input/output P:BinTree. AKHIR: P dihapus daun terkirinya dan didealokasi. X adalah salah satu daun K.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful