Anda di halaman 1dari 41

KELOMPOK II Apriani Susilowati Bakhtiar Hidayat Harahap Gita Rima Widyamartha Sisca Valinata

B94104201 B94104206 B94104214 B94104243

*
* Inseminasi buatan (IB)
salah satu bentuk bioteknologi dalam bidang reproduksi yang memungkinkan manusia mengawinkan hewan betina tanpa perlu seekor pejantan utuh

* Prinsip IB
pencurahan semen ke dalam saluran reproduksi hewan betina pada saat estrus dengan maksud agar sel telur yang diovulasikan hewan betina dapat dibuahi oleh sperma sehingga hewan betina menjadi bunting dan melahirkan anak

*
IB tidak hanya mencakup pemasukan semen ke dalam saluran reproduksi betina, tetapi juga

* menyangkut seleksi dan pemeliharaan pejantan, * penampungan, penilaian, pengenceran, * inseminasi, * pencatatan dan penentuan hasil inseminasi
hewan betina

penyimpanan atau pengawetan (pendinginan dan pembekuan) dan pengangkutan semen, pada

*
* Deteksi estrus * Sinkronisasi estrus * Penampungan Semen * Teknik inseminasi * Diagnosa Kebuntingan setelah Inseminasi
Buatan (IB)

*
Lama siklus estrus

* Rusa Timor * Rusa Sambar dan Rusa Axis * Rusa merah dan Rusa Eld * Rusa Fallow * Rusa Blacktailed dan rusa besar

:171 hari :17 hari :18-20 hari :21-23 hari :24-27 hari.

Durasi estrus : 24 jam Ciri-ciri rusa estrus :

* mengeluarkan suara lebih sering * nafsu makan turun * diam dan menurut saat dipegang punggungnya * vulva berwarna merah dan mengeluarkan lendir

*
* Prinsip
memperpendek fase luteal menggunakan induksi dengan PGF2E dan memperpanjang fase luteal dengan induksi preparat progesteron

* Cara

implantasi CIDR-G intravaginal (0,3 gram progestron) pada hari ke 14 implan CIDR dicabut

pengamatan respon estrus selama 5 hari.

*
* Elektroejakulator (5 v, 7 v, 15 v) * Anestesi dengan menggunakan 1 mg
xylazine/kg BB dan 2mg ketamin /kg BB secara intramuscular

* Evaluasi makroskopis dan mikroskopis * Kualitas baik yaitu motilitas lebih dari 70%,
konsentrasi lebih dari 500 x 106/ml

* Kandungan bahan pengencer


tris 3,63 gram glukosa 0.5 gram asam sitrat 1.99 gram kuning telur 20 ml streptomisin 1000 Qg/ml penisilin 1x106 IU/ml aquades 100 ml

* Pengencer kriopreservasi semen


70% tris 20% kuning telur 10% gliserol

*
* Dilakukan 48-55 jam setelah sinkronisasi
buatan

* Semen beku dengan dosis 0,25 ml pada masingmasing rusa dengan thawing pada suhu 37C dalam waktu 45 detik transcervical dan intrauterin

* Rectal-transervical, deposisi semen

*
* Tingkah laku hewan * Analisa hormon progesteron pada trisemester
pertama dan kedua rusa tidak bunting (< 1 ng/ml dengan satu corpus luteum, 8-32 ng/ml yang mempunyai lebih dari satu corpus luteum)

* USG
44 hari atau 120 hari setelah IB

IB pada Koala
Inseminasi Buatan (IB) pada kelompok marsupilami

Koala dan Wallabi telah diketahui siklus reproduksinya

Keberhasilan IB dapat diprediksi dibandingkan dengan kelompok marsupilami lannya (Rodger et al 2008)

Sinkronisasi estrus

Pemindahan kantung muda yang kemudian dapat diprediksikan waktu ovulasi

Tanda estrus:  Kantung anakan berubah warna dari merah menajdi merah muda  Tujuh hari setelah perubahan ini dapat dilakukan inseminasi buatan (Paris et al 2005).

* Metode penampungan dengan ejakulator dan postmortem

pada kloaka Volume ejakulat sedikit, kontaminasi urin, motilitas sperma rendah (Rodger et al 2008).

* Sperma wombat, sperma koala dari cauda epididimis pada

suhu 3-40C dapat digunakan untuk inseminasi buatan dengan motilitas 65% sedangkan dengan cryopreservasi sebesar 50% (Allen et al 2008).

*
CR ( Conseption Rate)

Jumlah hewan bunting (IB pertama) x 100% Jumlah total hewan yang di IB
Bobot lahir (kg) Tinggi badan (cm) Lingkar dada (cm) Panjang badan, telinga, kepala (cm) Lebar kepala (cm)

*
* Tingkah laku hewan * Analisa hormon progesteron pada trisemester pertama dan
kedua rusa tidak bunting (< 1 ng/ml dengan satu corpus luteum, 832 ng/ml yang mempunyai lebih dari satu corpus luteum)

* USG
44 hari atau 120 hari setelah IB

*
* Kendala
IB sedikitnya pengetahuan tentang anatomi reproduksi, hormon reproduksi, transport sperma dan ovulasi. pada kerabat terdekat koala

* Teknik inseminasi buatan pada koala belum tentu berhasil

*
* Estrus
adalah Masa atau waktu dimana betina memperlihatkan hasrat atau keinginan pada jantan dan merupakan waktu saat estrogen yang berasal dari folikel de graf beredar dalam sirkulasi darah(Boden 2005).

* Deteksi estrus dilakukan dengan cara melakukan pengujian


hormonal pada darah. darah yang diambil sebanyak 10 ml setiap harinya untuk dianalisis kadar progesterone dalam darah.

* rata-rata siklus estrus adalah 4 bulan yaitu 3 bulan

merupakan fase luteal dan 1 bulan merupakan fase folikuler (Thongtip et al. 2009).

*
*Koleksi semen
Anaesthesi elektro ejakulator + USG Vagina buatan (Behr 2009)

*Evaluasi semen Motilitas Daya tahan hidup Morfologi Volume Konsentrasi pH (Behr 2009 dan Thongtip et al. 2009)

*
1. 2. 3.
Betina yang akan dilakukan inseminasi dianaesthesi menggunakan xylazine HCl 0.04 mg/kg BB secara intavena. Menggunakan tekhnik endoskopi setelah ujung endoskopi masuk serviks selang udara diganti dengan kateter inseminasi dan dimasukkan sampai ke korpus uteri Semen di depositkan sampai ke korpus uteri.

Untuk panduan digunakan video optic endoscop dan USG (Thongtip et al. 2009).

*
* Kadar progesteron (2-8 ng/ml) * USG tranrectal 2 bulan : pembesaran dinding uterus  3-4 bulan:Peningkatan ukuran lumen uterus yang berisi
cairan 2- 4 bulan fetus belum dapat ditemukan <6 bulan : Perubahan anatomi tubuh tidak terlihat . Satu bulan sebelum partus, mamae mengalami pembesaran dan mengeluarkan cairan ketika distimulasi. Menurut Feldhamer et al. (2007) lamanya waktu kebuntingan pada gajah yaitu 650 hari.

*
* Altrenogest 0,044 mg/kg BB * Medroxyprogesteron 0,05 mg/kg BB * PO dalam bentuk kapsul
dimasukkan ke dalam ikan hering yang digunakan sebagai pakan selama 30 hari

*
* USG pada hari ke-0 dan ke-10 setelah pemberian altrenogest * Hari ke-11 dilakukan deteksi tiga kali sehari * Parameter :  Diameter folikel  Permukaan folikel  Perkiraan waktu ovulasi

* Metode operasi * Stimulasi secara manual glove dan lubricant * Evaluasi : konsentrasi, volume, pH, osmolalitas, status
akrosom, dan morfologi sperma

*
Betina dikeluarkan dari air dan diletakkan dengan posisi lateral recumbency Deposisi semen dengan long flexible endoscope (d 9 mm , p 200cm)

Working channel p 350 cm, d 2,7mm via intaruterin

*
* Progesteron yang terkandung dalam air * USG transabdominal 21 hari setelah IB

Deteksi estrus

* menganalisis profil metabolit hormon * Pengukuran folikel menggunkan USG

progesteron dan estrogen pada feses, urin, dan serum

* Pada pagi dan sore hari * Koleksi semen


Vagina buatan

elektroejakulator Mengambil langsung dari vagina/penis dari hasil kopulasi alami

Menggunakan spesifik AI catheter

Semen beku yang masih segar dicurahkan pada bagian cornua uteri setelah melewati membran hymen dan cerviks

Menggunakan bantuan fleksibel endoscope atau USG yang dimasukkan ke dalam saluran urogenital dan vestibula untuk mengeksplorasi bagian vagina dan serviks, kemudian fleksibel AI catheter dimasukkan untuk mencurahkan semen pada bagian uterus

Deteksi endokrin dan gambaran USG

Embrio pada uterus badak 27 hari setelah IB menggunakan semen beku

* Ketepatan pengetahuan mengenai genetik dan


biologi reproduksi spesies atau cidera

* Kemampuan untuk melakukan IB tanpa stress * Kemampuan untuk menjaga kesehatan hewan
dan kualitas kebuntingan

* Tingginya kematian neonatal

*
* Inseminasi * Namun
buatan pada memungkinkan untuk dilakukan satwa liar

perlu memperhatikan ketersediaan peralatan, kemampuan inseminator, dan handling hewan agar tingkat keberhasilan IB dapat optimal