Abimanyu

ABIMANYU dikenal pula dengan nama : Angkawijaya, Jaya Murcita, Jaka Pangalasan, Partasuta, Kirityatmaja, Sumbadraatmaja, Wanudara dan Wirabatana. Ia merupakan putra Arjuna, salah satu dari lima satria Pandawa dengan Dewi Sumbadra, putri Prabu Basudewa, raja Negara Mandura dengan Dewi Badrahini. Ia mempunyaai 13 orang saudara lain ibu, yaitu : Sumitra, Bratalaras, Bambang Irawan, Kumaladewa, Kumalasakti, Wisanggeni, Wilungangga, Endang Pregiwa, Endang Pregiwati, Prabakusuma, Wijanarka, Anantadewa dan Bambang Sumbada. Abimanyu merupakan makhluk kekasih Dewata. Sejak dalam kandungan ia telah mendapat “Wahyu Hidayat”, yang mempunyai daya : mengerti dalam segala hal. Setelah dewasa ia mendapat “wahyu Cakraningrat”, suatu wahyu yang dapat menurunkan raja-raja besar. Abimanyu mempunyai sifat dan perwatakan; halus, baik tingkah lakunya, ucapannya terang, hatinya keras, besar tanggung jawabnya dan pemberani. Dalam olah keprajuritan ia mendapat ajaran dari ayahnya, Arjuna. Sedang dalam olah ilmu kebathinan mendapat ajaran dari kakeknya, Bagawan Abiyasa. Abimanyu tinggal di kesatrian Palangkawati, setelah dapat mengalahkan Prabu Jayamurcita. Ia mempunyai dua orang isteri, yaitu : 1. Dewi Siti Sundari, putri Prabu Kresna , Raja Negara Dwarawati dengan Dewi Pratiwi, dan 2. Dewi Utari, putri Prabu Matswapati dengan Dewi Ni Yutisnawati, dari negara Wirata, dan berputra Parikesit. Abimanyu gugur dalam perang Bharatayuda oleh gada Kyai Glinggang milik Jayadrata, satria Banakeling.

Amba
DEWI AMBA adalah putri sulung dari tiga bersaudara, putri Prabu Darmahumbara, raja negara Giyantipura dengan peramisuri Dewi Swargandini. Kedua adik kandungnya bernama; Dewi Ambika/Ambalika dan Dewi Ambiki/Ambaliki. Dewi Amba dan kedua adiknya menjadi putri boyongan Resi Bisma/Dewabrata, putra Prabu Santanu dengan Dewi Jahnawi/Dewi Gangga dari negara Astina yang telah berhasil memenangkan sayembara tanding di negara Giyantipura dengan membunuh Wahmuka dan Arimuka. Karena merasa sebelumnya telah dipertunangkan dengan Prabu Citramuka, raja negara Swantipura, Dewi Amba memohon kepada Dewabrata agar dikembalikan kepada Prabu Citramuka. Persoalan mulai timbul. Dewi Amba yang ditolak oleh Prabu Citramuka karena telah menjadi putri boyongan, keinginannya ikut ke Astina juga ditolak Dewabarata. Karena Dewi Amba terus mendesak dan memaksanya, akhirnya tanpa sengaja ia tewas oleh panah Dewabrata yang semula hanya bermaksud untuk menakutnakutinya.Sebelum meninggal Dewi Amba mengeluarkan kutukan, akan menuntut balas kematiannya dengan perantaraan seorang prajurit wanita. Kutukan Dewi Amba terhadap Dewabrata menjadi kenyataan. Dalam perang Bharatayuda arwahnya menjelma dalam tubuh Dewi Srikandi yang berhasil menewaskan Resi Bisma/Dewabrata.

Anggraini
DEWI ANGGRINI adalah istri Prabu Ekalaya/Palgunadi, rajanegara Paranggelung. Ia berwajah cantik karena putri hapsari/bidadari Warsiki. Dewi Anggraini mempunyai sifat dan perwatakan; setia, murah hati, baik budi, sabar dan jatmika (selalu dengan sopan santun), menarik hati dan sangat berbakti terhadap suami. Ketika terjadi permusuhan antara Prabu Ekalaya dengan Arjuna akibat dari perbuatan Arjuna yang menggangu dirinya, dan suaminya, Prabu Ekalaya mati dibunuh Resi Drona dengan cara memotong ibu jari tangan kanannya yang memakai cincin sakti Mustika Ampal, Dewi Anggraini menunjukan kesetiaannya sebagai istri sejati. Ia melakukan bela pati, bunuh diri untuk kehormatan suami dan dirinya sendiri. Dewi Anggraini mati sebagai lambang kesetiaan seorang istri terhadap suaminya. Walaupun menghadapi godaan yang berwujud keindahan dan kelebihan orang lain, namun Dewi Anggraini tetap teguh cinta kesetianya ke

Namun Dewa Ular itu tidak menyangka Batara Guru akan menjatuhkan hukuman mati pada anaknya. karena ia memiliki air suci Tirta Amerta.Antaboga ANTABOGA. orang kedua dalam keluarga Pandawa. walau itu anaknya. ketika masih muda disebut Nagasesa. tetapi dalam keadaan triwikrama. keadaan di Saptapratala tidak jauh berbeda dengan di kahyangan lainnya. Sang Hyang Antaboga. Batara Guru menamakan makhluk ganas itu Candrabirawa. tubuhnya berubah menjadi ular naga besar. istri Batara Yamadipati. Sang Hyang Antaboga terpaksa menangkapnya. Cucunya yang lahir dari Dewi Nagagini bernama Antareja atau Anantaraja. Dewa itu beristana di Kahyangan Saptapratala. Waktu itu Nagatatmala kepergok sedang berkasihkasihan dengan Dewi Mumpuni. SANG HYANG. yaitu Dewi Nagagini dan Naga Tatmala. Putrinya. Sang Hyang Antaboga mempunyai kemampuan menghidupkan orang mati yang kematiannya belum digariskan. Ibu Nagasesa bernama Dewi Sayati. karena ayahnya yang ber-nama Antawisesa juga seekor naga. walaupun terletak di dasar bumi. Sang Hyang Antaboga berganti kulit (mlung-sungi). Walaupun ia cucu Sang Hyang Wenang. Dalam pewayangan. menikah dengan Bima. Dalam pewayangan disebutkan. setiap 1000 tahun sekali. Karena Nagatatmala memang bersalah. Air sakti itu kemudian diberikan kepada cucunya Antareja dan pernah dimanfaatkan untuk menghidupkan Dewi Wara Subadra yang mati karena dibunuh Burisrawa dalam lakon Subadra Larung. istrinya. Sang Hyang Antaboga pernah dimintai tolong Batara Guru menangkap Bambang Nagatatmala. Walaupun dalam keadaan biasa Sang Hyang Antaboga serupa dengan ujud manusia. dalang menceritakan bahwa Sang Hyang Antaboga memiliki Aji Kawastrawam. Selain itu. putri Sang . Antara lain ia pernah menjelma menjadi garangan putih (semacam musang hutan atau cerpelai) yang menyelamatkan Pandawa dan Kunti dari amukan api pada peristiwa Bale Sigalagala. atau Sang Hyang Nagasesa atau Sang Hyang Anantaboga atau Sang Hyang Basuki adalah dewa penguasa dasar bumi. Dari istrinya yang bernama Dewi Supreti. ia mempunyai dua anak. kemudian menghidupkan kembali Bambang Nagatatmala dengan Tirta Amerta. Namun para dewa gagal me-nangkapnya karena kalah sakti. Untunglah Dewi Supreti. Sang Hyang Antaboga adalah putra Anantanaga. dengan memasukkannya ke Kawah Candradimuka. putri Anantaswara. atau lapisan ke tujuh dasar bumi. Ibunya bernama Dewi Wasu. Batara Guru juga pernah mengambil kulit yang tersisa ketika Sang Hyang Antaboga mlungsungi dan menciptanya menjadi makhluk ganas yang menge-rikan. ujudnya tetap seekor naga. Dewi Nagagini. sesuai dengan yang dikehendakinya. anaknya sendiri. yang membuatnya dapat menjelma menjadi apa saja.

Pada saat para dewa sedang bingung itulah Nagasesa datang membantu. Karena jasa-jasanya itu para dewa lalu mengha-diahi Nagasesa kedudukan yang sederajat dengan para dewa. melainkan mengaduk-aduknya. bilamana pemuka dewa itu mau memeliharanya baik-baik. Nagasesa berhasil menjebol Gunung Mandira. . lalu memutarnya untuk melubangi dasar samudra itu. dan berhak atas gelar Batara atau Sang Hyang. Para dewa juga memberinya hak sebagai penguasa alam bawah tanah. ***) Jasa Nagasesa yang kedua adalah ketika ia menye-rahkan Cupu Linggamanik kepada Batara Guru. Cupu Linggamanik sangat penting bagi para dewa. dibawa ke samudra. dibalikkan sehingga puncaknya berada di bawah.Hyang Wenang. sehingga ia mendapatkan Cupu Linggamanik yang semula berujud cahaya itu. dan kemudian menempatkannya di tempat semula. para dewa juga menghadiahkan seorang bidadari bernama Dewi Supreti sebagai istrinya. membuat air samudra itu menjadi ‘kacau’. Tiba-tiba melesatlah seberkas CATATAN KAKI: ***) Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa untuk mendapatkan Tirta Amerta. Dengan cara melingkarkan badannya yang panjang ke gunung itu dan membetotnya ke atas. Para dewa memang sangat menginginkan cupu mustika itu. Padahal jika gunung itu tidak bisa dicabut. mustahil Tirta Amerta dapat diambil. cahaya terang memasuki mulutnya. Suatu ketika para dewa berusaha mendapatkan Tirta Amerta yang membuat mereka bisa menghi-dupkan orang mati. Dewa itu menanyakan kemana perginya cahaya berkilauan yang memasuki Guwaringrong. Guna memperoleh Tirta Amerta para dewa harus membor dasar samudra. Sejak itu ia bergelar Sang Hyang Antaboga. Nagasesa menjawab. Tidak hanya itu. mengacau. Itu pula sebabnya. Nagasesa lang-sung mengatupkan mulutnya. Namun setelah berhasil memutarnya. Mereka mencabut Gunung Mandira dari tempatnya. cahaya mustika itu ada pada dirinya dan akan diserahkan kepada Batara Guru. para dewa bukan membor samudra. Nagasesa yang kelak lebih dikenal dengan nama Sang Hyang Antaboga juga memiliki Tirta Amerta. Untuk membangun ikatan keluarga. oleh para dewa Na-gasesa juga diberi Aji Kawastram ***) yang mem-buatnya sanggup mengubah ujud dirinya menjadi manusia atau makhluk apa pun yang dikehendakinya. dan saat itulah muncul Batara Guru. Waktu itu Nagasesa sedang bertapa di Guwaringrong dengan mulut terbuka. yang artinya mengaduk-aduk. Batara Guru menyanggupinya. Itulah sebabnya semua dewa di kahyangan merasa berhutang budi pada ke-baikan hati Nagasesa. Dengan demikian para dewa dapat mengambil Tirta Amerta yang mereka inginkan. para dewa tidak sanggup mencabut kembali gunung itu. Ini didasarkan atas arti kata ngebur dalam bahasa Jawa. karena benda itu mempunyai khasiat dapat membawa ketentraman di kahyangan.

CATATAN KAKI = ***) Sebagian dalang menyebutnya Aji Kemayan. Wahyu Senapati tetap diperuntukkan bagi Gatotkaca. yakni Antareja. karena tokoh itu memang asli ciptaan nenek moyang orang Indonesia. Prabu Kresna. yang suami Dewi Pertiwi. tetapi akhirnya silang pendapat itu dapat diredakan oleh Batara Narada.Perlu diketahui. kata anta artinya batas. . Antareja tidak pernah ada. Selisih pendapat yang hampir memanas ini karena Sang Hyang Antaboga hendak bersikeras. Ternyata Batara Guru tidak bersedia memberikan wahyu itu pada Boma. Nama Antaboga atau Anantaboga artinya (naga yang) kelokannya tidak mengenal batas. Lihat Antareja. cucu Sang Hyang Antaboga. yang benar adalah Aji Kawastram. Jadi. tak terlihat. karena menurut pendapatnya Gatotkaca lebih pantas dan lebih berhak. Sang Hyang Antaboga pernah berbuat khilaf ketika dalam sebuah lakon carangan terbujuk hasutan Prabu Boma Narakasura. Antaboga berangkat ke kahyangan. Yang kelokannya tidak mengenal batas. Bersama dengan menantunya. Dalam Kitab Mahabarata. untuk meminta Wahyu Senapati pada Batara Guru. Kata an atau artinya tidak. karena Kemayan yang berasal dari kata ‘maya’ adalah aji untuk membuat pemilik ilmu itu menjadi tidak terlihat oleh mata biasa. sedangkan kata boga atau bhoga atinya kelokan. cucunya. Kata ‘maya’. artinya. dan Candrabirawa. hanya terdapat dalam pewayangan di Indonesia. Sebenarnya sebutan itu keliru. maksudnya adalah ular naga yang besarnya luar biasa.

Anantareja memiliki sifat dan perwatakan : jujur. . Ia mempunyai 2 (dua) orang saudara lelaki lain ibu. Ia menikah dengan Dewi Ganggi. salah satu dari lima satria Pandawa. Ia memiliki ajian Upasanta pemberian Hyang Anantaboga. yang mempunyai kesaktian. Kesaktian lain Anantareja dapat hidup dan berjalan didalam bumi. sehingga kebal terhadap senjata. Anatareja berkulit napakawaca. dan berputra Arya Danurwenda. bernama: Raden Gatotkaca. Lidahnya sangat sakti. dengan Dewi Nagagini. pemberian ibunya. mahluk apapun yang dijilat telapak kakinya akan menemui kematian. dan Arya Anantasena. Ia juga memiliki cincin mustikabumi.Antarja ANANTAREJA adalah putera Bima/Werkundara. Sejak kecil Anatareja tinggal bersama ibu dan kakeknya di Saptapratala (dasar bumi). putri Hyang Anantaboga dengan Dewi Supreti dari Kahyangan Saptapratala. raja ular/taksaka di Tawingnarmada. putra Bima dengan Dewi Arimbi. rela berkorban dan besar kepercayaanya kepada Sang Maha Pencipta. sangat berbakti pada yang lebih tua dan sayang kepada yang muda. putri Prabu Ganggapranawa. pendiam. Setelah dewasa Anantareja menjadi raja di negara Jangkarbumi bergelar Prabu Nagabaginda. putra Bima dengan Dewi Urangayu. Ia meninggal menjelang perang Bharatayuda atas kemauannya sendiri dengan cara menjilat telapak kakinya sebagai tawur (korban untuk kemenangan) keluarga Pandawa dalam perang Bharatayuda. dan dapat digunakan untuk menghidupkan kembali kematian di luar takdir. menjauhkan dari kematian selama masih menyentuh bumi/tanah.

putra Dewi Nagagini. Ia mempunyai 2 (dua) orang saudara seayah lain ibu. putri Hyang Mintuna (Dewa ikan air tawar) di Kisiknarmada. dan Gatotkaca. dengan Dewi Urangayu. Anantasena juga memiliki pusaka Cupu Madusena. Anantasena dapat hidup di darat dan di dalam air. salah satu dari lima satria Pandawa.Antasena ANANTASENA adalah Putra Bima/Werkundara. yang dapat . putra Dewi Arimbi. Ia mempunyai kesaktian berupa sungut sakti. yaitu : Anantareja. mahluk apapun yang tersentuh dan terkena bisa-nya akan menemui kematian. Sejak kecil Anantasena tinggal bersama ibu dan kakeknya di Kisiknarmada. Seluruh badannya berkulit sisik ikan/udang hingga kebal terhadap senjata.

putra Prabu Pandu. terus terang. Anantasena menjadi raja di negara Dasarsamodra. Brajamusti.mengembalikan kematian di luar takdir. Anantasena berwatak jujur. Namun karena ia lebih sering tinggal di Kesatrian Jodipati mengikuti suaminya. Dari perkawinan itu ia mempumyai seorang putra yang diberi nama Gatotkaca. Setelah dewasa. Dewi Arimbi menikah dengan Bima/Werkudara. Prabu Arimba. dengan Dewi Hadimba. Brajadenta. Arimba/Hidimba. bernama. raja negara Astina dari permaisuri Dewi Kunti. Brajawikalpa dan Kalabendana. Ia juga tidak dapat mati selama masih bersinggungan dengan air atau uap air. Anatasena meninggal sebelum perang Bharatayuda. kekuasaan . tidak pernah berdusta. Brajalamatan. Ia mati moksa (lenyap dengan seluruh raganya) atas kehendak/kekuasaan Sang Hyang Wenang Arimbi DEWI ARIMBI atau Hidimbi (Mahabharata) adalah putri kedua Prabu Arimbaka. raja raksasa negara Pringgandani. Dewi Arimbi menjadi raja negara Pringgandani. bekas negaranya Prabu Ganggatrimuka yang mati terbunuh dalam peperangan. salah seorang dari lima satria Pandawa. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung. berani kerena membela kebenaran. yang tewas dalam peperangan melawan Bima. menggantikan kedudukan kakaknya. Arya Prabakesa. bersahaja.

negara Pringgandani diwakilkan kepada adiknya, Brajadenta sampai Gatotokaca dewasa dan diangkat menjadai raja negara Pringgandani bergelar Prabu Kacanegara. Dewi Arimbi mempunyai kesaktian; dapat beralih rupa dari wujudnya raksasa menjadi putri cantik jelita. Ia mempunyai sifat dan perwatakan; jujur, setia, berbakti dan sangat sayang terhadap putranya. Akhir kehidupannya diceritakan, gugur di medan Perang Bharatayuda membela putranya, Gatotokaca yang gugur karena panah Kunta milik Adipati Karna, raja negara Awangga.

Arjuna
ARJUNA adalah putra Prabu Pandudewanata, raja negara Astinapura dengan Dewi Kunti/Dewi Prita --- putri Prabu Basukunti, raja negara Mandura. Ia merupakan anak ke-tiga dari lima bersaudara satu ayah, yang dikenal dengan nama Pandawa. Dua saudara satu ibu adalah Puntadewa dan Bima/Werkudara. Sedangkan dua saudara lain ibu, putra Pandu dengan Dewi Madrim adalah Nakula dan Sadewa. Arjuna seorang satria yang gemar berkelana, bertapa dan berguru menuntut ilmu. Selain menjadi murid Resi Drona di Padepokan Sukalima, ia juga menjadi murid Resi Padmanaba dari Pertapaan Untarayana. Arjuna pernah menjadi Pandita di Goa Mintaraga, bergelar Bagawan Ciptaning. Ia dijadikan jago kadewatan membinasakan Prabu Niwatakawaca, raja raksasa dari negara Manimantaka. Atas jasanya itu, Arjuna dinobatkan sebagai raja di Kahyangan Kaindran bergelar Prabu Karitin. dan mendapat anugrah pusaka-pusaka sakti dari para dewa, antara lain ;

Gendewa ( dari Bathara Indra ), Panah Ardadadali ( dari Bathara Kuwera ), Panah Cundamanik ( dari Bathara Narada ). Arjuna juga memiliki pusaka-pusaka sakti lainnya, atara lain ; Keris Kiai Kalanadah, Panah Sangkali ( dari Resi Durna ), Panah Candranila, Panah Sirsha, Keris Kiai Sarotama, Keris Kiai Baruna, Keris Pulanggeni ( diberikan pada Abimanyu ), Terompet Dewanata, Cupu berisi minyak Jayengkaton ( pemberian Bagawan Wilawuk dari pertapaan Pringcendani ) dan Kuda Ciptawilaha dengan Cambuk Kiai Pamuk. Sedangkan ajian yang dimiliki Arjuna antara lain ; Panglimunan, Tunggengmaya, Sepiangin, Mayabumi, Pengasih dan Asmaragama Arjuna mempunyai 15 orang istri dan 14 orang anak. Adapun istri dan anakanaknya adalah : 1. Dewi Sumbadra , berputra Raden Abimanyu. 2. Dewi Larasati , berputra Raden Sumitra dan Bratalaras. 3. Dewi Srikandi 4. Dewi Ulupi/Palupi , berputra Bambang Irawan 5. Dewi Jimambang , berputra Kumaladewa dan Kumalasakti 6. Dewi Ratri , berputra Bambang Wijanarka 7. Dewi Dresanala , berputra Raden Wisanggeni 8. Dewi Wilutama , berputra Bambang Wilugangga 9. Dewi Manuhara , berputra Endang Pregiwa dan Endang Pregiwati 10. Dewi Supraba , berputra Raden Prabakusuma 11. Dewi Antakawulan , berputra Bambang Antakadewa 12. Dewi Maeswara 13. Dewi Retno Kasimpar 14. Dewi Juwitaningrat , berputra Bambang Sumbada 15. Dewi Dyah Sarimaya. Arjuna juga memiliki pakaian yang melambangkan kebesaran, yaitu ; Kampuh/Kain Limarsawo, Ikat Pinggang Limarkatanggi, Gelung Minangkara, Kalung Candrakanta dan Cincin Mustika Ampal (dahulunya milik Prabu Ekalaya, raja

negara Paranggelung). Ia juga banyak memiliki nama dan nama julukan, antara lain ; Parta (pahlawan perang), Janaka (memiliki banyak istri), Pemadi (tampan), Dananjaya, Kumbaljali, Ciptaning Mintaraga (pendeta suci), Pandusiwi, Indratanaya (putra Bathara Indra), Jahnawi (gesit trengginas), Palguna, Danasmara ( perayu ulung ) dan Margana ( suka menolong ). Arjuna memiliki sifat perwatakan ; Cerdik pandai, pendiam, teliti, sopan-santun, berani dan suka melindungi yang lemah. Ia memimpin Kadipaten Madukara, dalam wilayah negara Amarta. Setelah perang Bhatarayuda, Arjuna menjadi raja di Negara Banakeling, bekas kerajaan Jayadrata. Akhir riwayat Arjuna diceritakan, ia muksa ( mati sempurna ) bersama ke-empat saudaranya yang lain.

Dewi Kunti/Dewi Prita dan Arya Ugrasena. putra Prabu Rumbaka. Prabu Rumbaka. Ia berambut dan . dan bergelar Prabu Bismaka. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama . Dewi Rukmini dan Arya Rukmana. raja Boja. Prabu Wasukunti atau Prabu Hirayana. Secara tidak resmi Arya Prabu Rukma juga mengawini Ken Sagupi. Arya Basudewa. swaraswati keraton Mandura. raja Negara Kumbina. Arya Prabu Rukma menikah dengan Dewi Rumbini. cerdik pandai. Ia mempunyai tiga orang saudara kandung bernama. Prabu Bismaka/Arya Prabu Rukma gugur di medan perang melawan Prabu Bomanarakasura. mahir mempergunakan senjata panah dan ahli strategi perang. trengginas. raja negara Surateleng atau Trajutisna. putri Prabu Purungaji dari negara Tempuru. dengan Dewi Krepi. Akhir riwayatnya diceritakan. Aswatama BAMBANG ASWATAMA adalah putra Resi Drona dari padepokan Sokalima.Arya Prabu Rukma ARYA PRABU RUKMA adalah putra Prabu Basukunti. Arya Prabu Rukma mempunyai sifat dan perwatakan berani. dan mempunyai seorang putri bernama Ken Rarasati/Dewi Larasati. putri Prabu Kunti. raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Dayita. Ia menjadi raja negara Kumbina menggantikan mertuanya.

Bagaspati BAGAWAN BAGASPATI yang sewaktu mudanya bernama Bambang Anggana Putra. badannya hancur dipukul gada Rujakpala. dalam upaya menolong Bambang Kumbayana/Resi Drona terbang menyeberangi lautan. tetapi kerena terkena kutukan Sanghyang Manikmaya tatkala akan memperistri Dewi Darmastuti wujudnya berubah menjadi raksasa. Ia memiliki sifat dan perwatakan . Ia berhasil membunuh Drestadyumna (pembunuh ayahnya. Aswatama mendapat pusaka yang sangat sakti berupa panah bernama Cundamanik. Dari ayahnya. Resi Drona).bertelapak kaki kuda karena ketika awal mengandung dirinya. Aswatama memutuskan mundur dari kegiatan perang Bharatayuda. pemberani. dengan Dewi Anggini. raja negara Magada. sebelum akhirnya ia mati oleh Bima. Pada mulanya Bambang Anggana Putra berwujud satria tampan. secara bersembunyi Aswatama masuk menyelundup ke dalam istana Astina. Dewi Banowati (Janda Prabu Duryudana) dan Dewi Srikandi. Ia kemudian menjadi brahmana di pertapaan Argabelah dan bergelar . Setelah Perang Bharatayuda berakhir dan keluarga Pandawa pindah dari Amarta ke Astina. keturunan Prabu Citragada. Karena kecewa dengan sikap Prabu Duryudana yang terlalu membela Prabu Salya yang dituduhnya sebagai penyebab gugurnya Adipati Karna. adalah putra Resi Jaladara dari Pertapaan Dewasana. Dewi Krepi sedang beralih rupa menjadi kuda Sembrani. Aswatama ikut serta dalam mengikuti pendidikan ilmu olah keprajuritan. cerdik dan pandai mempergunakan segala macam senjata. Pancawala (putra Prabu Puntadewa). Resi Drona menjadi guru Keluarga Pandawa dan Kurawa di negara Astina. Ketika ayahnya.

ikhlas. rela berkorban dan sangat sayang pada putrinya. raja negara Mandara yang merupakan saudara seperguruan. Ia mempunyai tabiat . Dewi Pujawati. Ia memiliki Ajian Candrabirawa. Bagong BAGONG terjadi dari bayangan Sanghyang Ismaya atas sabda Sanghyang Tunggal. lagak lagu katanya kekanak-kanakan. Bagaspati mempunyai watak. ia menyerahkan Aji Candrabirawa kepada Narasoma. Carub atau Astrajingga. percaya akan kekuasaan Tuhan. Ketika Sanghyang Ismaya akan turun ke Arcapada. menantunya sendiri. Di dalam cerita pedalangan Jawa. Jawa). lucu. tahu-tahu telah ada seseorang yang bentuk tubuhnya hampir menyerupai dirinya. dan berputra Dewi Pujawati. sehingga tidak bisa mati kecuali atas kemauannya sendiri. suara besar agak serak (agor . Akhir riwayatnya diceritakan. tindakannya seperti .Bagawan Bagaspati. ayahnya. Ia bersahabat karib dengan Prabu Mandrapati. Sebelum tewas. ia mohon kepada ayahnya seorang kawan yang akan menemaninya. Bagong dikenal pula dengan nama Bawor. Ia menikah dengan Dewi Dharmastuti. seorang hapsari/bidadari. Sanghyang Tunggal kemudian menyuruh Sanghyang Ismaya menoleh ke belakang . karena rasa cintanya dan demi kebahagiaan putrinya.. karena Ismaya yang ditugaskan mengawasi trah keturunan Witaradya merasa tidak sah apabila sesuatu persaksian hanya dilakukan oleh seseorang. sabar. Bagaspati sangat sakti. Bagaspati rela mati dibunuh Narasoma.

tetapi selalu tepat. anak Prabu Balya raja Gandarwa di Pucangsewu. Seperti halnya dengan Semar. Bagong berumur sangat panjang. Perkawinannya itu bersamaan dengan perkawinan Semar dengan Dewi Kanistri dan perkawinan Resi Manumayasa dengan Dewi Kaniraras. Bagong menikah dengan Endang Bagnyawati. kata-katanya menjengkelkan. putri Bathara Hira. kakak Dewi Kanistri.orang bodoh. ia hidup sampai jaman Madya .

Baladewa
PRABU BALADEWA yang waktu mudanya bernama Kakrasana, adalah putra Prabu Basudewa, raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Mahendra/Maekah (Jawa). Ia lahir kembar bersama adiknya, Narayana dan mempunyai adik lain ibu bernama; Dewi Sumbadra/Dewi Lara Ireng, putri Prabu Basudewa dengan permaisuri Dewi Badrahini. Baladewa juga mempunyai saudara lain ibu bernama Arya Udawa, putra Prabu Basudewa dengan Ken Sagupi, seorang swarawati keraton Mandura. Baladewa berwatak keras hati, mudah naik darah tapi pemaaf dan arif bijaksana. Ia sangat mahir dalam olah ketrampilan mempergunakan gada, hingga Bima dan Duryudana berguru kepadanya. Baladewa mempunyai dua pusaka sakti; Nangggala dan Alugara, keduanya pemberian Bathara Brahma. Ia juga mempunyai kendaraan gajah bernama Kyai Puspadenta. Prabu Baladewa yang mudanya pernah menjadi pendeta di pertapaan Argasonya bergelar Wasi Jaladara, menikah dengan Dewi Erawati, putri Prabu Salya dengan Dewi Setyawati/Pujawati dari negara Mandaraka. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama : Wisata dan Wimuka. Prabu Baladewa diyakini sebagi titisan Sanghyang Basuki , Dewa keselamatan. Ia berumur sangat panjang. Setelah selesai perang Bharatayuda, Prabu Baladewa menjadi pamong dan penasehat Prabu Parikesit, raja negara Astina setelah Prabu Kalimataya/Prabu Puntadewa, dengan gelar Resi Balarama. Ia mati moksa setelah punahnya seluruh Wangsa Yadawa.

Baladewa

PRABU BALADEWA yang waktu mudanya bernama Kakrasana, adalah putra Prabu Basudewa, raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Mahendra/Maekah (Jawa). Ia lahir kembar bersama adiknya, Narayana dan mempunyai adik lain ibu bernama; Dewi Sumbadra/Dewi Lara Ireng, putri Prabu Basudewa dengan permaisuri Dewi Badrahini. Baladewa juga mempunyai saudara lain ibu bernama Arya Udawa, putra Prabu Basudewa dengan Ken Sagupi, seorang swarawati keraton Mandura. Baladewa berwatak keras hati, mudah naik darah tapi pemaaf dan arif bijaksana. Ia sangat mahir dalam olah ketrampilan mempergunakan gada, hingga Bima dan Duryudana berguru kepadanya. Baladewa mempunyai dua pusaka sakti; Nangggala dan Alugara, keduanya pemberian Bathara Brahma. Ia juga mempunyai kendaraan gajah bernama Kyai Puspadenta. Prabu Baladewa yang mudanya pernah menjadi pendeta di pertapaan Argasonya bergelar Wasi Jaladara, menikah dengan Dewi Erawati, putri Prabu Salya dengan Dewi Setyawati/Pujawati dari negara Mandaraka. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama : Wisata dan Wimuka. Prabu Baladewa diyakini sebagi titisan Sanghyang Basuki , Dewa keselamatan. Ia berumur sangat panjang. Setelah selesai perang Bharatayuda, Prabu Baladewa menjadi pamong dan penasehat Prabu Parikesit, raja negara Astina setelah Prabu Kalimataya/Prabu Puntadewa, dengan gelar Resi Balarama. Ia mati moksa setelah punahnya seluruh Wangsa Yadawa.

Banuwati
DEWI BANOWATI adalah putri Prabu Salya, raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Pujawati/Setyawati putri tunggal Bagawan Bagaspati dari pertapaan Argabelah. Ia mempunyai empat saudara kandung masing-masing bernama; Dewi Erawati, Dewi Surtikanti, Arya Burisrawa dan Bambang Rukmarata. Dewi Banowati menikah dengan Prabu Suyudana/Duryadana, raja negara Astina, putra Prabu Drestarasta dengan Dewi Gandari. Dari perkawinan tersebut ia meperoleh dua orang putra bernama; Leksmanamandrakumara dan Dewi Laksmanawati. Dewi Banowati berwatak; jujur, penuh belas kasih, jatmika (selalu dengan sopan santun) dan agak sedikit genit. Akhir riwayatnya diceritakan, ia mati dibunuh oleh Aswatama putra Resi Durna, setelah berakhirnya perang Bharatayuda, saat menunggu boyongan/pindahan keluarga Pandawa dari Negara Amarta ke negara Astina.

Prabu Basudewa juga mengawini Ken Sagupi. Secara tidak resmi. Dengan permaisuri Dewi Mahindra/Maerah (Jawa). putri Prabu Kunti. Sedangkan dengan permaisuri Dewi Badrahini ia berputra Dewi Wara Sumbadra/Dewi Lara Ireng. Prabu Basudewa meninggal saat negara Mandura digempur Prabu Sitija/ Bomanarakasura raja Negara Surateleng . Dewi Prita/Dewi Kunti. Prabu Basudewa sangat sayang kepada keluarganya. raja raksasa negara Gowabarong yang dengan beralih rupa menjadi Prabu Basudewa palsu dan berhasil mengadakan hubungan asmara dengan Dewi Mahira. dan memperoleh seorang putra bernama Arya Udawa. Arya Prabu Rukma dan Arya Ugrasena. Ia pandai olah keprajuritan dan mahir memainkan senjata panah dan lembing. swaraswati Keraton Mandura. Kakrasana. Kakrasana dan Narayana. ia menyerahkan Kerajaan Mandura kepada putranya. dan hidup sebagai pendeta di Pertapaan Randugumbala. Ia mempunyai tiga orang saudara kandung masing-masing bernama. Setelah usia lanjut. Prabu Basudewa mempunyai tiga orang isteri/permaisuri dan 4 (empat) orang putra.Basudewa PRABU BASUDEWA adalah putra sulung Prabu Basukunti raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Dayita. raja Boja. Kangsa sebenaranya putra Prabu Gorawangsa. Prabu Basudewa memperoleh dua orang putra bernama. Dengan permaisuri Dewi Mahira/Maerah (Jawa) ia berputra Kangsa.

Sebagai penggantinya. putri Bagawan Kolagiri dengan Dewi Suktimati. Atas kemurahan hatinya. Untuk sementara tahta kerajaan diserahkan kepada Arya Basumurti. Beberapa tahun kemudian. raja negara Wirata dengan permaisuri Dewi Anganti/Dewi Girika. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh tiga orang putra masing-masing bernama . Arya Basukesti menjadi raja negara Wirata menggantikan kedudukan kakaknya. membagun sebuah padepokan/pertapaan. Arya Basunanda dan Arya Basumurti. Basukiswara . Prabu Basunanda yang mengundurkan diri hidup sebagai brahmana. Arya Basukiswara diangkat menjadi raja negara Wirata. Ia mempunyai dua orang saudara kandung bernama. karena setiap memiliki permaisuri selalu saja meninggal. putra Bathara Parikenan dengan Dewi Brahmananeki. Prabu Basukesti pernah meninggalkan tahta kerajaan Wirata dan pergi bertapa sebagai ruwat atas nasibnya. Dewi Basuwati. Prabu Basukesti kembali ke istana dan mendapat permaisuri bernama Dewi Adrika/Dewi Pancawati. Prabu Basukesti mengijinkan dan menyerahkan puncak gunung Retawu di kawasan gunung Saptaarga kepada Manumayasa.Basukesti ARYA BASUKESTI adalah putra Prabu Basupati/Basuparicara. Prabu Basukesti meninggal dalam usia lanjut. Dewi Basutari dan Arya Basukiswara.

ARYA BASUKISWARA adalah putra Bungsu prabu Basukesti. Prabu Basukiswara juga menjalin hubungan yang sangat erat dengan Resi Manumayasa dari padepokan Retawu di gunung Saptaarga. Prabu Basukunti mempunyai sifat dan perwatakan. raja Boja. Setelah usianya lanjut. . dan mempunyai dua orang putra masing-masing bernama . raja negara Wirata dengan permaisuri Dewi Adrika/Dewi Pancawati. adil dan sangat memperhatikan kehidupan rakyatnya. Prabu Basukesti. Prabu Basukunti menikah dengan Dewi Dayita. Basukiswara menjadi raja negara Wirata menggantikan kedudukan ayahnya. Arya Basuketi dan Arya Kistawan. ia menyerahkan tahta kerajaan Mandura kepada putra sulungnya. Arya Basudewa dan hidup sebagai brahmana sampai meninggal. Arya Prabu Rukma dan Arya Ugrasena. berani. Dewi Pasuwati dan Dewi Basutari. Prabu Basukiswara menikah dengan Dewi Kiswati. Arya Basuketi. Basukunti PRABU BASUKUNTI atau WASUKUNTI yang waktu mudanya bernama Suradewa. adalah putera sulung Prabu Wasukunteya. Merasa usianya sudah lanjut dan tak mampu lagi memerintah. raja Negara Mandura dengan permaisuri Dewi Sungganawati. ia memutuskan untuk hidup sebagai brahmana. Ia mempunyai adik kandung bernama Kuntadewa. Tahta dan negara Wirata diserahkan kepada putra sulungnya. Ia mempunyai dua orang kakak kandung masing-masing bernama . Dari perkawinan tersebut ia memperoleh 4 ( empat ) orang putra masing-masing bernama: Arya Basudewa. Ia memerintah dengan arif dan bijaksana. Dewi Prita/Dewi Kunti. putri Prabu Kunti. cerdik pandai. arif bijaksana dan suka menolong. yang setelah menjadi raja negara Boja bergelar Prabu Kuntiboja.

Prabu Basupati menaklukkan tujuh negara. Ia Putra Bathara Srinada/Prabu Basurata. Basupati PRABU BASUPATI dikenal pula dengan nama Prabu Basuparicara (Mahabharata). Dengan kereta sakti Amarajaya.Basunanda Arya Basunanda menjadi raja negara Wirata menggantikan kedudukan ayahnya. dan mempunyai dua orang putra masing-masing bernama . Karena waktu itu putra-putranya masih kecil. juga tahu segala bahasa binatang. Dewi Basundari dan Arya Basundara. putri . mengundurkan diri dari tahta kerajaan untuk selanjutnya hidup sebagai brahmana. Prabu Basupati menjadi sangat sakti . Prabu Basunanda tidak terlalu lama memerintah negara Wirata. Ia mengikuti jejak Prabu Basupati. tahta kerajaan Wirata diserahkan kepada adiknya. Prabu Basupati mempunyai adik kandung bernama Bramananeki yang menikah dengan Bambang Parikenan. Prabu Basupati yang mengundurkan diri. raja negara Wirata yang pertama dengan permaisuri Dewi Bramaniyuta. Arya Basukesti. masuk ke dalam wilayah kekuasaan negara Wirata. Prabu Basupati menikah dengan Dewi Angati atau Dewi Girika (Mahabharata). putra Bathara Bremani/Brahmanaresi dengan Dewi Srihuna/Srihunon. Putri Bathara Brahma. Prabu Basunanda menikah dengan Dewi Swakawati. Ia mendapat anugerah Bathara Indra berwujud sebuah kereta sakti bernama Amarajaya lengkap dengan bendera perangnya yang membuatnya kebal terhadap segala macam senjata. Karena ketekunannya bertapa.

Arya Basupati/Basuparicara dan Dewi Bramananeki. Prabu Basurata berkeinginan moksa. Putri Bathara Brahma dengan Dewi Sarasyati dari Kahyangan Daksinageni. Arya Basukesti dan Arya Bamurti. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama .Bagawan Kolagiri dengan Dewi Suktimati. kemudian hidup sebagai brahmana sampai meninggal dalam keadaan bermudra. Basurata PRABU BASURATA adalah raja negara Wirata yang pertama. Setelah menikahkan putrinya. Dewi Brahmananeki dengan Bambang Parikenan. ia memperoleh tiga orang putra masing-masing bernama . Bathara Srigati dan Bathara Srinadi. . Prabu Basurata menikah dengan Dewi Bramaniyuta. Ia menyerahkan tahta Kerajaan Wirata kepada Arya Basunada. Prabu Basupati memerintah negara Wirata sampai berusia lanjut. Ia kemudian menyerahkan tahta dan negara Wirata kepada putranya. Ia mempunyai dua orang saudara kandungmasing-masing bernama . dengan permaisuri Dewi Srisekar. putra Bathara Bremani/Brahmanaresi (Putra Bathara Brahma dengan Dewi Raraswati) dengan Dewi Srihuna (Putri Bathara Wisnu dengan Dewi Sripujayanti). Prabu Basurata adalah Putra Bathara Wisnu yang bertahta di Kahyangan Untarasegara. Pada waktu mudanya ia bernama Bathara Srinada. Arya Basupati. Dari perkawinan tersebut. Arya Basunada.

yaitu : 1. yaitu . Dewi Arimbi. Kusumayuda. Kampuh/kain Poleng Bintuluaji. Kusumadilaga. tabah. gagah berani. raja Negara Astina dengan Dewi Kunti. Gelung Pudaksategal. Ia putra kedua Prabu Pandu. Kowara. Kuku Pancanaka. berputra Arya Anantasena Akhir riwayat Bima diceritakan. Sedangkan beberapa anugerah Dewata yang diterimanya antara lain. Sumping Surengpati. Birawa.Bima BIMA atau WERKUDARA dikenal pula dengan nama. . Aji Bandungbandawasa. Bima juga memiliki pakaian yang melambangkan kebesaran yaitu. Kelatbahu Candrakirana. serta 2 orang saudara lain ibu. Nakula dan Sadewa. Aji Ketuklindu dan Aji Blabakpangantol-antol. Bima tinggal di kadipaten Jodipati. Gada Rujakpala. Sena. Ia mempunyai tiga orang isteri dan 3 orang anak. ikat pinggang Nagabanda dan Celana Cinde Udaraga. Bayusuta. Bima mempunyai dua orang saudara kandung bernama: Puntadewa dan Arjuna. Alugara. atau Wijasena. Bima memililki sifat dan perwatakan. mati sempurna (moksa) bersama ke empat saudaranya setelah akhir perang Bharatayuda. Pupuk Jarot Asem. teguh. Kalung Nagasasra. Bratasena. patuh dan jujur. Dewi Urangayu. Dewi Nagagini. Balawa. wilayah negara Amarta. Dandunwacana. sedangkan ajian yang dimiliki adalah . 2. Pandusiwi. Ia memiliki keistimewaan ahli bermain ganda dan memiliki berbagai senjata antara lain. berputra Arya Anantareja. putri Prabu Basukunti dengan Dewi Dayita dari negara Mandura. Sumping Surengpati dan pupuk Pudak Jarot Asem. berputra Raden Gatotkaca dan 3. Bargawa (kapak besar) dan Bargawasta. kuat. Nagata. Gelang Candrakirana.

putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. Diantaranya yang dikenal dalam pedalangan adalah Duryudana (raja Negara Astina). Kartadenta. Durgempo. Durmuka. Ia bersaudara 100 orang --{ 99 orang pria dan 1 orang wanita} yang disebut Sata Kurawa. Surtayu. Gardapura . (raja negara Banyutinalang). Bomawikata. Durmagati. Dursasana (Adipati Banjarjungut).Bogadatta BOGADATTA atau Bogadenta adalah putra Prabu Drestarasta. Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. . Wikataboma. Surtayuda. Citraksi. Citraboma. Citrayuda. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari. Carucitra. Citraksa. Kartamarma. Gardapati (raja Negara Bukasapta).

menewaskan Prabu Arimbaji untuk menguasai wilayah hutan Tunggarana. Dalam perang Bharatayuda. dan diloncati salah satu diantara yang hidup. Bogadatta maju kemedan peperangan bersama gajah Murdiningkung dan srati Murdiningsih. Ia pandai bermain gada. Di medan peperangan. raja negara Surateleng. Karena ketekunanya bertapa. maka yang mati akan hidup kembali. Selain sakti. Belum puas dengan kekuasaan yang dimiliki. putra Prabu Kresna dengan Dewi Pretiwi. Prabu Sitija kemudian bergelar Prabu Bomanarakasura . Bila salah satu diantara mereka mati. Ia masih keturunan Bathara Kalayuwana. putra Bathara Kala dengan Bathari Durga/Dewi Pramuni dari kahyangan Setragandamayit. Bogadatta juga memiliki kendaraan gajah bernama Murdiningkung dengan srati/pawang seorang prajurit wanita bernama Murdiningsih. bengis dan selalu menurutkan kata hatinya. Akhirnya Prabu Bomantara tewas dalam pertempuran melawan Prabu Narakasura yang waktu mudanya bernama Bambang Sitija. Negara Surateleng dan Prajatisa oleh Prabu Sitija/Narakasura dijadikan satu. ia menjadi sangat sakti.Bogadatta menjadi raja di negara Turilaya. Mereka semua mati dalam peperangan oleh panah Trisula milik Arjuna. ketiganya merupakan pasangan yang menakutkan lawan dan tak terkalahkan. Ia kemudian menyerang negara Gowasiluman. Prabu Bomantara pernah menyerang Suralaya dan mengalahkan para Dewa. Bomantara RABU BOMANTARA adalah raja negara Trajutisna/Prajatisa. Arwahnya manunggal dalam tubuh Prabu Sitija. Prabu Bomantara kemudian menyerang negara Surateleng. Berwatak angkara murka. kejam.

. putra Dewi Arimbi dengan Bima sebagai raja Pringgandani. Brajamusti. Sejak itu Gatotkaca memiliki kesaktian. Arwahnya menjelma menjadi ajian/keaktian dan merasuk/menunggal dalam gigi Gatotkaca. karena tidak setuju dengan pengangkatan Gatotkaca. Brajadenta dan Brajamusti berhasil melarikan diri dan berlindung pada kemenakannya. Dewi Arimbi. Akhir riwayatnya diceritakan. ingin menangnya sendiri. Brajadenta ditunjuk sebagai wakil raja memegang tampuk pemerintahan negara Pringgandani selama Dewi Arimbi ikut suaminya. Brajalamatan. melakukan pemberontakan karena ingin secara mutlak menguasai negara Pringgandani. Bima tinggal di Jadipati. Brajawikalpa dan Kalabendana. putra mendiang Prabu Arimba yang telah menjadi raja di negara Gowasiluman di hutan Tunggarana. Oleh kakaknya. Dengan bantuan Bathari Durga. Brajadenta kembali memasuki negara Pringgandini untuk membunuh Gatotkaca. Pemberontakannya dapat ditumpas oleh Gatotkaca dengan tewasnya Brajalamatan dan Brajawikalpa. Prabu Arimbaji. Brajamusti. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung bernama. Brajadenta akhirnya tewas dalam peperangan melawan Gatotkaca. Brajalamatan dan Brajawikalpa. Arya Prabakesana. Dewi Arimbi. Arimba / Hidimba. berani serta ingin selalu menurutkan kata hatinya. Brajadenta dengan dibantu oleh ketiga adiknya. Usahanya kembali menghalami kekagalan. Brajadenta sangat sakti.Brajadenta BRAJADENTA adalah putra ketiga Prabu Arimbaka. barang siapa kena gigitannya pasti binasa. raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. Brajadenta berwatak keras hati.

putranya dengan Bima. Brajalamatan akhirnya mati di tangan Gatotkaca. Brajadenta. Brajalamatan berwatak keras hati dan agak berangasan. mudah marah. Arimba/Hidimba. masing-masing bernama .Brajalamatan BRAJALAMATAN adalah putra keenam Prabu Arimbaka. Karena itu Brajalamatan ikut mendukung dan terlibat langsung gerakan pemberontakan yang dilakukan Brajadenta dan Brajamusti dalam upaya merebut tahta kerajaan Pringgandani dari tangan Gatotkaca. raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung. Brajamusti. . Brajalamatan sangat menentang keputusan Dewi Arimbi yang akan menyerahkan tahta kerajaan Pringgandani kepada Gatotkaca. Brajawikalpa dan Kalabendana. pemberani dan sangat sakti. Arwahnya kemudian menjelma menjadi ajian/kesaktian manunggal di tangan kiri Gatotkaca. Arya Prabakesa. Dalam peperangan perebutan kekuasaan itu. Dewi Arimbi.

Dengan bantuan Bathari Durga. Akhirnya Brajamusti tewas dalam petempuran melawan Gatotkaca. Brajamusti dan Brajadenta melarikan diri. agak bengis. Namun perbuatanya terseburt dapat dibongkar oleh Gatotkaca. Brajalamatan. raja negara Astina. Prabu Arimbaji. Brajalamantan dan Brajawikalpa. berlindung pada kemenakannya. Arimba/Hidimba. Bersama kakaknya. Brajadenta. Brajamusti kembali beraniat membunuh Gatotkaca melalui tangan ketiga. Dewi Arimbi. Brajawikalpa dan Kalabendana.Brajamusti BRAJAMUSTI adalah putra ke-lima Prabu Arimbaka. Brajadenta dan kedua adiknya. raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. istri Prabu Duryudana. Ketika pemberontakan gagal dengan tewasnya Brajalamatan dan Brajawikalpa oleh Gatotkaca. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung bernama. Ia sangat sakti. Ia menjelma menjadi Gatotkaca palsu dan menganggu Dewi Banowati. dan arwahnya menjadi ajian/kesaktian merasuk/menunggal dalam tangan kanan Gatotkaca. . putra mendiang Prabu Arimba yang telah menjadi raja negara Guwasiluman di hutan Tunggarana. Arya Prabakesa. ia melakukan pemberontakan merebut tahta negara Pringgandani dari kekuasaan Dewi Arimbi. Brajamusti mempunyai sifat mudah naik darah. keras hati dan ingin menang sendiri.

Arwahnya menjelma menjadi ajian/kesaktian berujud perisai yang manunggal dalam punggung Gatotkaca. Ia berwatak sombong. Brajadenta. Brajalamatan dan Kalabendana. pemberani. gagah perkasa dan sangat sakti.peristiwa . Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung masing-masing bernama. senang menurutkan kata hatinya. walau sebelumnya telah diperingatkan oleh Kalabendana. raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Pujawati/Setyawati. Brahjawikalpa tewas dalam pertempuan melawan Gatotkaca. Dewi Arimbi. Dewi Erawati. Arya Prabakesa. Brajamusti. pendendam. ingin selalu menang sendiri.Brajawikalpa BRAJAWIKALPA adalah putra ketujuh Prabu Arimbaka. Burisrawa ARYA BURISRAWA adalah putra ke-empat Prabu Salya. Brajawikalpa mempunyai sifat perwatakan . Brajawikalpa juga ikut terlibat langsung pemberontakan yang dipimpin oleh Brajadenta dan Brajamusti. raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. tangguh. Ia juga ikut mendungkung Brajadenta dan saudara-saudaranya yang lain ketika menentang Dewi Arimbi yang akan mengangkat Gatotkaca sebagai raja Pringgandani. putri tunggal Bagawan Bagaspati dari pertapaan Argabelah. setia. sedikit serakah dan tidak mempunyai pendirian yang tetap. Arimba/Hidimba. Dewi Surtikanti. Dewi Banowati dan Bambang Rukmarata. Ia mempunyai empat orang saudara kandung masingmasing bernama . Dalam peperangan pemberontakan tersebut. senang membuat keonaran dan membuat peristiwa . Burisrawa berwujud setengah raksasa.

yang penuh dengan kekerasan. Burisrawa menikah dengan Dewi Kiswari. raja negara Lesanpura. Ia sangat akrab hubungannya dengan Prabu Baladewa. putri Prabu Kiswaka. Burisrawa berada di pihak keluarga Kurawa. putra Prabu Setyajid/Ugrasena. raja negara Cedisekar/Cindekembang dan berputra Arya Kiswara. Dalam perang Bhratayuda. raja Mandura. raja Astina dan Adipati Karna. Prabu Duryudana. Ia gugur dalam peperangan melawan Arya Setyaki. raja Awangga karena hubungan saudara ipar. .

perang antara satria melawan raksasa yang merupakan lambang nafsu angkara murka. Kerbau Andanu berjumlah 40 ekor. semuanya berwarna hitam. banyak tingkah dan pandai bicara. Ia merupakan raksasa hutan (selalu tinggal di hutan) dengan tugas merampok para satria atau merusak dan mengganggu ketenteraman kehidupan para brahmana di pertapaan.Cakil CAKIL atau Gendirpenjalin. karena ia dan anak buahnya merupakan lambang nafsu angkara murka manusia yang memang harus dilenyapkan Dadungawuk DADUNGAWUK adalah raksasa kerdil anak buah Bathari Durga. serakah. Cakil memiliki sifat. tangkas. pemberani. raja makhluk siluman yang bertahta di Kahyangan Setragandamayit. Dalam setiap peperangan Cakil mesti menemui ajalnya. Ia berwatak kejam. selalu menurutkan kata hati dan mau menangnya sendiri. bertugas menggembalakan kerbau/Andanu (Jawa) milik Bathari Durga. trengginas. Tokoh Cakil hanya dikenal dalam ceruita pedalangan Jawa dan selalu dimunculkan dalam perang kembang. Dadungawuk tinggal di hutan Krendayana. Cakil selalu ada dan hidup di setiap negara raksasa. berwujud raksasa dengan gigi tonggos berpangkat tumenggung. berkaki putih .

Bersama kakaknya. Ia memiliki pusaka berupa jala sutra yang berwujud emas. Arya Dananjaya menjadi benteng dan senapati perang negara Mertani. Dananjaya ARYA DANANJAYA menurut cerita pedalangan Jawa adalah raja Jin negara Madukara. dan Ditya Sapulebu di kesatrian Baweratalun. . Dadungawuk bersedia menyerahkan Andanu. ketika dipinang oleh Arjuna. Ia mempunyai dua kakak kandung. Arya Dananjaya sangat sakti.(=pancal panggung/Jawa). yaitu : Prabu Yudhistira. yang akan digunakan untuk memeriahkan pawai perkawinan Dewi Subadra dengan Arjuna yang pestanya diselenggarkan di negara Dwarawati. Arya Danduwacana. raja Jin negara Mertani dan Arya Dandunwacana yang bersemayam di kesatrian Jodipati. Arya Dananjaya juga mempunyai dua saudara seayah lain ibu masing-masing bernama . Karena indahnya pernah dipinjam keluarga Pandawa untuk memenuhi persyaratan permintaan Dewi Sumbadra. Ditya Sapujagad yang bertempat tinggal di kesatrian Sawojajar. di kawasan hutan Mertani. sebuah kerajaan siluman yang dalam penglihatan mata biasa merupakan hutan belantara yang sangat angker. Tetapi setelah dikalahkan oleh Bima. Atas seijin Bathari Durga. Dadungawuk dan Andanu kembali kehutan Kerndayana. putri Prabu Basudewa dengan permaisuri Dewi Badrahini dari negara Mandura. Pada mulanya Dadungawuk menolak. Setelah pesta perkawinan selesai. Dadungawuk sendiri bertindak sebagai pawangnya.

bertempat tinggal di kesatiran Sawojajar dan Ditya Sapulebu yang bertempat tinggal di kesatiran Baweratalun. Menjanganketawang dan Cecakandon. berkat daya kesaktian Minyak Jayengkaton milik Arjuna pemberian dari Bagawan Wilawuk.Ketika hutan Mertani berhasil ditaklukan keluarga Pandawa. naga bersayap dari pertapaan Pringcendani. pusaka Jala Sutra Emas. setia dan memiliki rasa tanggung jawab yang besar. Jangettinelon. negara Madukara beserta seluruh balatentaranya. berkat daya kesaktian minyak Jayengkaton yang diperoleh Arjuna dari Bagawan Wilawuk. putra Prabu Pandu raja negara Astina. Arya Dandunwacana bertubuh tinggi besar. akhirnya menjelma/sejiwa dengan Arjuna. Arya Dananjaya yang kalah dalam peperangan melawan Arjuna. gada pusaka bernama Rujakpala dan seluruh balatentaranya antara lain Patih Gagakbaka dan para putra Slagahima antara lain . Arya Dandunwacana menyerahkan. Dandangminangsi. Celengdemalung. Ia bersama adik-adiknya menjadi senapati perang negara Mertani. Nama Dananjaya menjadi nama sebutan Arjuna. Podangbinurehan. . Ditya Sapujagad. Arya Dandunwacana mempunyai adik kandung bernama . Ia bersemayam di kesatrian Jodipati. Arya Dananjaya yang bersemayam di kesatiran Madukara. Arya Dandunwacana juga mempumyai dua saudara seayah lain ibu masing-masing bernama . dan memberi saran kepada Arjuna untuk mengawini Dewi Ratri. negara Jodipati. sebuah kerajaan siluman yang dalam penglihatan mata biasa merupakan sebuah hutan belantara yang angker. jujur. Arya Dandunwacana yang kalah dalam peperangan melawan Bima/Werkudara akhirnya menjelma/sejiwa dengan diri Bima. Kepada Arjuna ia menyerahkan . Berwatak pemberani. putra Prabu Pandu raja negara Astina. Dandunwacana ARYA DANDUNWACANA adalah adik Prabu Yudhistira. hak memakai nama Arya Dandunwacana. naga bersayap dari pertapaan Pringcendani. gagah perkasa. yang menurut cerita pedalangan Jawa adalah raja Jin negara Mertani. Ketika hutan Mertani berhasil ditaklukan keluarga Pandawa. Kepada Bima. putri Prabu Yudhistira dengan Dewi Rahina yang sesungguhnya pewaris tunggal negara Madukara.

Danurwenda memiliki sifat dan perwatakan. Danurwenda tidak bersedia menjadi raja negara Jangkarbumi. dan dapat digunakan untuk menghidupkan kembali kematian di luar takdir. raja negara Jangkarbumi dengan permaisuri Dewi Ganggi.Danurwenda ARYA DANURWENDA adalah putra Arya Anantareja. Hyang Anantaboga. sangat berbakti pada yang lebih tua dan sayang kepada yang muda. Ia berkulit Napakawaca. sehingga kebal terhadap segala macam senjata. tetapi ia memilih menjadi patih negara Astina di bawah pemerintahan Prabu Parikesit. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra bernama Nagapratala. putri Prabu Ganggapranawa dari negara Tasikraja. yang mempunyai kesaktian. pendiam. Negara Jangkarbumi diserahkan kepada putranya. Ia tetap tinggal di kahyangan Saptapratala bersama kakeknya. cucu Prabu Kurandageni dari negara Tirtakandasan. . Arya Danurwenda menikah dengan Dewi Kadriti. Anantareja. menjauhkan dari kematian selama masih menyentuh bumi/tanah. Danurwenda juga mewarisi cincin Mustikabumi dari ayahnya. Nagapratala. Arya Danurwenda masih kecil. Ketika berlangsungnya perang Bharatayuda. jujur. rela berkorban dan besar kepercayaannya kepada Sang Maha Pencipta.

Darmahambara PRABU DARMAHAMBARA adalah raja negara Giyantipura. Prabu Darmahambara pernah menyelenggarakan sayembara tanding pilih menantu untuk dua orang putrinya. Wahmuka dan Arimuka yang menjadin jago negara Giyantipura. Dewi Amba. Putri sulungnya. Permaisurinya bernama Dewi Swargandini. Dewi Amba secara tidak sengaja tewas oleh Dewabrata. dan mempunyai tiga orang putri masing-masing bernama. Ketiga putri Prabu Darmahambara mengalami nasib yang berbeda. Dewi Ambika menikah dengan Arya Drestarasta dan Dewi Ambiki dengan Pandu. Sayembara tanding dimenangkan oleh Dewabrata/Bisma dari negara Astina setelah mengalahkan dua raksasa kembar. Dewi Ambika dan Dewi Ambiki. raja negara Srawantipura. Setelah Prabu Citragada dan Prabu Wicitrawirya meninggal. Dewi Ambika dan Dewi Ambalika/Ambiki. keduanya putra Dewi Durgandini dengan Bagawan Abiyasa. Dewi Ambika menurunkan keluarga Kurawa sedangkan Dewi Ambiki menurunkan keluarga Pandawa Dewayani DEWI DEWAYANI adalah nenek-moyang keluarga wangsa Yadawa. Dewi Amba tidak ikut dipertaruhkan karena sebelunya telah bertunangan dengan Prabu Citramuka. keduanya putra Prabu Santanu dengan Dewi Durgandini dari negara Astina. Wresni dan . dari pertapaan Retawu. Dewi Ambika menikah dengan Prabu Citragada dan Dewi Ambiki dengan Prabu Wicitrawirya.

Druhyu.Andaka. putri Sanghyang Indra. Resi Sukra bertapa memuja Bathara Prameswara selama l. Dewi Drupadi. Dewayani kemudian menikah dengan Prabu Yayati. Ia merupakan putri tunggal Resi Sukra dengan Dewi Jayanti. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra lelaki. Resi Sukra adalah brahmana mahasakti yang menjadi guru para daitya/raksasa di negara Sakiya. masing-masing bernama . raja negara Astina. Ia mempunyai kakak kandung dua orang masingmasing bernama. Drestadyumna ARYA DRESTADYUMNA atau Trustajumena adalah putra bungsu Prabu Drupada. dan Dewi . istri Prabu Yudhistira. Dewayani akhirnya dimadu dengan Dewi Sarmista yang diambil istri Prabu Yayati. Kedua putranya tersebut kelak menurunkan golongan wangsa Yadawa. dan dipenuhi dengan senang hati oleh Sarmista. Prabu Wrisaparwa dan Dewi Sarmista memohon ampun dan bersedia memenuhi serta melaksanakan apa yang diminta/dikehendaki Dewayani. putri tunggal Prabu Wrisaparwa. dan berputra tiga orang lelaki. Yadu dan Turwasu. Kumbina dan Dwarawti). Karena berselisih dengan Dewi Sarmista. Lesanpura. raja negara Pancala dengan permaisuri Dewi Gandawati. mantra sakti yang dapat menghidupkan orang mati. masing-masing bernama .000 tahun dan mendapat ilmu Sanjiwani. ayahnya agar menghukum Prabu Wrisaparma dan Dewi Sarmista yang telah menghina dan mendorongnya ke dalam lumpur. Anu dan Puru (menurunkan wangsa Kuru/Pandawa-Kurawa). Dewayani meminta agar Sarmista menjadi budaknya. putri Prabu Gandabayu dengan Dewi Gandini. raja daitya negara Parwata. raja Amarta. Karena menghendaki kemenangan para daitya. Dewayani meminta Resi Sukra. Wresni dan Andaka (keluarga Mandura. Karena takut terhadap kutuk pastu Resi Sukra.

Srikandi. Drona RESI DRONA atau Durna yang waktu mudanya bernama Bambang Kumbayana adalah putra Resi Baratmadya dari Hargajembangan dengan Dewi Kumbini. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra lelaki bernama. Drestadyumna ikut terjun dalam kancah perang Bharatayuda. . congkak. Ia tampil sebagai senapati perang Pandawa. Ia tewas dibunuh Aswatama. putra Resi Drona. Drestadyumna berwajah tampan. tangkas dan trenginas. istri Arjuna. bengis. Resi Drona berwatak. Drestaka dan Drestara. tinggi hati. banyak bicaranya. yaitu Resi Drona. Drestadyumna mati setelah berakhirnya perang Bharatayuda. yang berhasil menyusup masuk istana Astina dalam usahanya membunuh bayi Parikesit. cerdik. raja negara Dasarna. Ia mempunyai saudara seayah seibu bernama . sombong. Setelah melalui pertempuran sengit. Pada saat itu roh Ekalaya. putri Prabu Hiranyawarma. akhirnya Resi Drona dapat dibinasakan oleh Drestadyumna dengan dipenggal lehernya. Konon Arya Drestadyumna lahir dari tungku pedupaan hasil pemujaan Prabu Drupada kepada Dewata yang menginginkan seorang putra lelaki yang dapat membinasakan Resi Drona yang telah mengalahkan dan menghinanya. Arya Kumbayaka dan Dewi Kumbayani. memiliki sifat pemberani. menghadapi senapati perang Kurawa. Ia menikah dengan Dewi Suwarni. raja negara Parangggelung yang ingin menuntut balas pada Resi Drona menyusup dalam diri Drestadyumna.

dan merupakan turunan ke tujuh dari Bathara Brahma. Arya Sucitra pergi meninggalkan . kepandaian dan kesaktiannnya luar baisa serta sangat mahir dalam siasat perang. Resi Drona gugur di medan pertempuran oleh tebasan pedang Drestadyumna. Dalam peran Bharatayuda Resi Drona diangkat menjadi Senapati Agung Kurawa. raja negara Tempuru. Resi Drona menikah dengan Dewi Krepi. Arya Sucitra bersaudara sepupu dengan Bambang Kumbayana/Resi Drona dan menjadi saudara seperguruan sama-sama berguru pada Resi Baratmadya. yang memenggal putus kepalanya. dan memperoleh seorang putra bernama Bambang Aswatama. Ia sangat mahir dalam siasat perang dan selalu tepat menentukan gelar perang. Ia mempunyai pusaka sakti berwujud keris bernama Cundamanik dan panah Sangkali (diberikan kepada Arjuna). Ia berhasil mendirikan padepokan Sokalima setelah berhasil merebut hampir setengah wilayah negara Pancala dari kekuasaan Prabu Drupada.tetapi kecakapan. kecerdikan. Karena kesaktian dan kemahirannya dalam olah keprajuritan. Drupada PRABU DRUPADA yang waktu mudanya bernama Arya Sucitra. putra Prabu Drupada. setelah gugurnya Resi Bisma. putri Prabu Purungaji. adalah putra Arya Dupara dari Hargajambangan. Untuk mencari pengalaman hidup. Drona dipercaya menjadi guru anak-anak Pandawa dan Kurawa. Konon kematian Resi Drona akibat dendam Prabu Ekalaya raja negara Parangggelung yang arwahnya menyatu dalam tubuh Drestadyumna.

Dalam masa kekuasaanya. putri sulung Prabu Gandabayu dengan Dewi Gandarini dari negara Pancala. mengabdikan diri ke negara Astina kehadapan Prabu Pandudewanata. Dewi Drupadi. teliti dan . Dewi Srikandi dan Arya Drestadyumna.sabar. Di dalam perang besar Bharatayuda. Dewi Srikandi dan Arya Drestadyumna. dan berputra mahkota Arya Gandamana menolak menjadi raja. Prabu Drupada berselisih dengan Resi Drona. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh tiga orang putra masing-masing bernama. luhur budinya. Karena kepatuhan dan kebaktiannya kepada negara. Prabu Drupada tampil sebagai senapati perang Pandawa. oleh Prabu Pandu ia di jodohkan/dikawinkan dengan Dewi Gandawati. Drupadi DEWI DRUPADI atau Dewi Kresna dan dikenal pula dengan nama Pancali (Mahabharata) adalah putri sulung Prabu Drupada.Hargajembangan. Ia mempunyai dua orang adik kandung bernama . bijaksana. Ketika Prabu Gandabayu mangkat. Arya Sucitra dinobatkan menjadi raja Pancala dengan gelar Prabu Drupada. Ia gugur melawan Resi Drona terkena panah Cundamanik. Ia menekuni seluk beluk tata kenegaraan dan tata pemerintahan. raja negara Pancala dengan permaisuri Dewi Gandawati. Dewi Drupadi berwajah sangat cantik. dan separo dari wilayah negara Pancala direbut secara paksa melalui peperangan oleh Resi Drona dengan bantuan anak-anak Pandawa dan Kurawa. Putri Prabu Gandabayu dengan Dewi Gandini.

Srutanika dari Nakula 5. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra yang diberi nama Arya Susena. yaitu. Akhir riwayatnya diceritakan. 2. Srutasoma dari Bima. Dewi Drupadi mati moksa bersama-sama dengan kelima satria Pandawa setelah berakhirnya perang Bharatayuda. 3. besar kepala dan senang meremehkan orang lain. Bima. Dewi Drupadi menikah dengan Prabu Yudhistira/Puntadewa. Dursala tewas dalam pertempuran . gagah dan bermulut lemar. Adipati Banjarjumut yang merupakan salah satu dari seratus orang keluarga Kurawa dengan Dewi Saltani. ia sangat sakti.Partawindya dari Yudhistira. seorang pendeta raksasa dari pertapaan Carangwulung di hutan Wanayasa. Ia selalu berbakti terhadap suaminya. raja negara Amarta dan berputra Pancawala. Srutawarman dari Sahadewa. Dursala DURSALA adalah putra Arya Dursasana. Dursala mempunyai watak dan sifat. Dewi Drupadi menikah dengan lima orang satria Pandawa. Sedangkan menurut Mahabharata. 1. Selain pernah berguru pada Resi Drona. Srutakirti dari Arjuna 4. Dursala juga menjadi murid kesayangan Bagawan Pisaca. Dursala menikah dengan Dewi Sumini. Ia berbadan besar. Arjuna. Yudhistira.setia. Menurut pedalangan Jawa. Ia diberi Aji Gineng oleh Bagawan Pisaca yang berkhasiat kesaktian siapa saja yang digertaknya badannya akan hancur lebur. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh lima orang putra. takabur. Nakula dan Sahadewa.

melawan Gatotkaca tatkala ia bermaksud menguasai negara Amarta. Kartadenta. Wikataboma. Dadanya dibelah dengan kuku Pancanaka. Gardapati (raja Negara Bukasapta). Durmuka. Citraksi. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari. yang akan dibuat kramas dan mencuci rambutnya. Bomawikata. Surtayu. Durgempo. Diantaranya yang dikenal dalam pedalangan adalah Duryudana (raja Negara Astina). Durmagati. Anggota tubuh dan kepala Dursasana . Carucitra. gagah dan bermulut lebar. Citraboma. Bogadatta (raja negara Turilaya). Dursasana berbadan besar. Dursasana mati di medan perang Bharatayuda oleh Bima/Werkudara dalam keadaan sangat menyedihkan. Dari perkawinan ini ia berputra seorang lelaki bernama Dursala. besar kepala. Citrayuda. Dursasana menikah dengan Dewi Saltani. senang meremehkan dan menghina orang lain. putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. Citraksa. Badannya hancur terkena hantaman Aji Narantaka Dursasana DURSASANA adalah putra Prabu Drestarasta. Surtayuda. Kartamarma. Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. mempunyai watak dan sifat. Gardapura . Darah yang menyembur ditampung Bima untuk memenuhi sumpah Dewi Drupadi.gemar bertindak sewenang-wenang. putri Adipati Banjarjungut. (raja negara Banyutinalang). Ia bersaudara 100 orang --{99 orang pria dan 1 orang wanita} yang disebut Sata Kurawa. Ia mempunyai pusaka sebuah keris yang luar biasa besarnya bernama Kyai Barla. takabur.

Diantara 100 orang. Dursasana (Adipati Banjar Jumut). Citrayuda. Dursilawati DEWI DURSILAWATI adalah satu-satunya wanita dari 100 (seratus) orang putra Prabu Drestarasta. keluarga Kurawa yang dikenal dalam pedalangan adalah. Carucitra. Duryudana (raja Negara Astina). Citraksa. Bomawikata. dan Widandini (raja negara Purantara) . dihantam gada Rujakpala. Bogadatta (raja negara Turilaya). Gardapura. Surtayuda. . Kartamarma (raja negara Banyutinalang). Dewi Dursilawati sangat dimanja oleh orang tuanya dan saudara-saudaranya. Kartadenta. Durmuka. Wikataboma. putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. Durmagati. Gardapati (raja negara Bukasapta). Surtayu.hancur berkeping-keping. Citraksi. Citraboma. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari. Durgempo.

Menjelang . setia. dengan penuh keikhlasan Ekalaya merelakan ibu jari tangan kanannya dipotong oleh Resi Drona. Dewi Dursilawati tinggal dinegara Sindu bersama putranya. gaya dan kata-katanya serba menarik. jujur. Dalam perselisihannya dengan Arjuna. Ia sangat sakti dan sangat mahir mampergunakan senjata panah. Ekalaya seorang raja kesatria. Setelah berakhirnya perang Bharatayuda dengan tewasnya suaminya. raja negara Sindu. yang mengakibatkan kematiaannya karena cincin Mustika Ampal lepas dari tubuhnya. Ekalaya mempunyai isteri yang sangat cantik dan sangat setia bernama Dewi Anggraini. Arya Surata yang bertahta menjadi raja negara Sindu menggantikan ayahnya. yang selalu mendalami olah keprajuritan dan menekuni ilmu perang. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama Arya Wiruta dan Arya Surata. Ekalaya EKALAYA atau Ekalya (Mahabharata) dalam cerita pedalangan dikenal pula dengan nama Palgunadi.Dewi Dursilawati menikah dengan Arya Sinduraja/Arya Tirtanata atau lebih dikenal dengan nama Arya Jayadrata. Ia juga mempunyai cincin pusaka bernama Mustika Ampal yang menyatu dengan ibu jari tangan kanannya. Ia adalah raja negara Paranggelung. Ia jarang sekali keluar dari lingkungan istana. menarik hati. Arya Jayadrata dan seluruh saudaranya dimedan perang Kurusetra. putri hapsari/bidadari Warsiki. Sesekali ia datang kenegara Astina untuk membangun dan melanggengkan keakraban hubungan kekeluarga dengan keluarga Pandawa dan keturunannya. tekun dan tabah. Wataknya bersahaja.Hidupnya serba mewah. sangat mencintai istrinya. Ekalaya berwatak. keinginanya selalu terlaksana.

sabar dan wingit. Ekalaya berjanji akan membalas kematiannya pada Resi Drona. Dewi Surtikanti. Dalam perang Bharatayuda kutuk dendam Ekalaya menjadi kenyataan. Ia mempunyai empat saudara kandung masing-masing bernama. Arya Burisrawa dan Bambang Rukmarata. Winata dan Wimuka/Wilmuka. Arwahnya menyatu dalam tubuh Arya Drestadyumna satria Pancala. Dewi Banowati. Erawati DEWI ERAWATI adalah putri sulung Prabu Salya raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Pujawati/Setyawati putri tunggal Bagawan Bagaspati dari pertapaan Argabelah. Dewi Erawati berwatak. putra Prabu Basudewa dari permaisuri Dewi Mahindra/Maerah (Ped.kematiaanya. Ia dan suaminya hidup tenang dan bahagia sampai masa sesudah perang Bharatayuda. penuh belas kasih. setia. . Jawa). raja negara Mandura. Hal ini karena mereka sekeluarga berada di luar pertikaian keluarga Kurawa dan keluarga Pandawa yang meletus dalam perang Bharatayuda. Dewi Erawati menikah dengan Prabu Baladewa/Kakrasana. yang memenggal putus kepala Resi Drona hingga menemui ajalnya. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama.

Ia sangat setia dan taat dalam pengabdiannya terhadap negara dan junjungannya.Gagakbaka GAGAKBAKA adalah patih negara Jodipati. Tapi setelah kalah berperang melawan Gagakbaka akhirnya bersedia pula datang dan menari di alun-alun Dwarawati. sampai kemudian diserahkan kepada Bima/Werkudara setelah keluarga Pandawa berhasil membangun negara Amarta di bekas hutan Mertani. raja negara Mandaraka. Gagakbaka ikut terjun ke medan perang Bharatayuda memimpin pasukan balatentara Jodipati. Gagakbaka pernah disuruh oleh Bima pergi kepertapaan Pandansurat untuk meminta kesediaan Resi Prancandaseta (Kera putih) menari di alun-alun negara Dwarawati memeriahkan upacara perkawinan Arjuna dengan Dewi Sumbadra. Ia tewas dalam pertempuran melawan Prabu Salya. semenjak jaman Arya Dandunwacana. Gagakbaka berperawakan tinggi besar dan gagah perkasa. . Pada mulanya Resi Pancandaseta menolak.

Prabu Gandabayu memerintah negara Pancala sampai mangkatnya. tahta kerajaan kemudian diserahkan kepada Arya Sucitra. bersahaja. putra mahkota Arya Gandamana tidak bersedia memegang kedudukan raja dan lebih senang menjabat Patih di negara Astina. Prabu Gandabayu menurut wujudnya telah mencerminkan wataknya. menantunya yang setelah menjadi . gagah berani. dan berputra dua orang bernama. Konon ia masih keturunan Resi Suksrana. murid Resi Boma. Dewi Gandawati dan Arya Gandamana. Ia mempunyai hubungan yang sangat karib dengan Prabu Pandudewanata. teguh sentosa. raja negara Astina. Karena penggantinya. Prabu Gandabayu menikah dengan Dewi Gandarini. sehingga Dewi Gandawati dikawinkan dengan Arya Sucitra. punggawa dan murid kesayangan Prabu Pandudewanata.Gandabayu PRABU GANDABAYU adalah raja negara Pancala. nama samaran Bathara Bayu ketika menjadi raja di negara Medanggora. pendiam dan sakti.

Arya Sucitra yang menjadi raja Pancala bergelar Prabu Drupada. Akhir riwayat Gandamana diceritakan. Gandamana tewas dalam peperangan melawan Bima saat terjadi penyerbuan anak-anak Kurawa dan Pandawa ke negara Pancala atas perintah Resi Drona. menurut Mahabharata. tegap. gagah. Gandamana tewas dalam peperangan melawan Bima saat ia melakukan pasanggiri/sayembara tanding dalam upaya mencarikan jodoh untuk Dewi Drupadi. Ia berwajah tampan. dan diangkat menjadi patih negara Astina. . Gandamana tetap teguh dengan sumpahnya. Penyakit itu baru sembuh setelah ia berikrar.Gandamana ARYA GANDAMANA adalah putra mahkota negara Pancala. pendiam. Ketika ayahnya. Ia relakan haknya menjadi raja kepada kakak iparnya. Ia mempunyai kakak kandung bernama Dewi Gandawati. Arya Gandamana pernah menderita penyakit yang tak tersembuhkan. Prabu Gandabayu meninggal. kuat dan sakti serta memiliki ilmu andalan Aji Bandungbandawasa dan Glagah Pangantol-atol. Jabatan itu dipegangnya sampai ia harus meninggalkan negara Astina karena penghianatan Sakuni. Putra Prabu Gandabayu dengan permaisuri Dewi Gandarini. mengucapkan sumpah tidak akan menjadi raja sesuai wangsit Dewata. Gandamana kemudian pergi mengabdikan ke negara Astina kehadapan Prabu Pandu. pemberani. Sedangkan menurut pedalangan. Arya Gandamana adalah kesatria yang tiada tandingannya.

Durmuka. masingmasing bernama . Dendam dan kebenciannya terhadap Pandu. Ia selalu mementingkan diri sendiri dan tidak segan-segan berkhianat serta pendendam. dan atas kehendak Dewata menjelma menjadi bayi Manusia. Dewi Gandari menikah dengan Prabu Drestarasta. menjadi penyebab utama kebencian anak-anaknya. Arya Sakuni. Surtayu. Kurawa terhadap Pandawa.Gandari DEWI GANDARI adalah putra Prabu Gandara. Kartamarma (raja negara Banyutinalang). Carucitra. raja negara Gandaradesa dengan permaisuri Dewi Gandini. Bogadatta. Keseratus putra Dewi Gandari tersebut dikenal dengan nama Sata Kurawa. Citraboma. . Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. Gardapura. Arya Surabasata dan Arya Gajaksa. Wikataboma. Dursasana (Adipati Banjarjungut). (raja negara Turilaya). Ia mempunyai tiga orang saudara kandung. tetapi pada waktu lahirnya berwujud gumpalan darah kental. Durmagati. Kartadenta. Durgempo. Surtayuda. Citrayuda. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh 100 (seratus) orang anak. Dewi Gandari mempunyai sifat kejam dan bengis. Gardapati (raja negara Bukasapta). Diantara mereka yang terkenal dalam pedalangan adalah: Duryudana (raja negara Astina). Ia mati terjun ke dalam Pancaka/api pembakaran jenazah bersama Dewi Kunti dan Prabu Drestarasta setelah berakhirnya perang Bharatayuda. yang oleh Dewi Gandari dicerai beraikan menjadi seratus potongan. putra Prabu Kresnadwipayana/Bagawan Abiyasa dengan permaisuri Dewi Ambika. raja negara Astina.

sabar dan teliti serta setia. bijaksana. Arya Sucitra. 3. raja negara Pancala atau Pancalaradya (pedalangan Jawa) dengan permaisuri Dewi Gandarini. Dewi Gandawati menikah dengan Arya Sucitra. suaminya naik tahta kerajaan Pancala. bergelar Prabu Drupada. Dretadyumna/ Trustajumena. Dewi Drupadi atau Pancali (Mahabharata) yang kemudian menjadi istri Prabu Yudhistira. yang kemudian menjadi istri Arjuna.Gandawati DEWI GANDAWATI adalah putri sulung Prabu Gandabayu. terjun ke dalam pancaka (api pembakaran jenasah) Prabu Drupada. Hal ini karena Gandamana menolak untuk dinobatkan menjadi raja. 1. yang dalam perang Bharatayuda berhasil membunuh Resi Drona. Ia mempunyai seorang adik kandung bernama Arya Gandamana yang menjadi patih negara Astina pada jaman pemerintahan Prabu Pandu. Dewi Srikandi. masing-masing bernama . raja negara Amarta. luhur budinya. putra Arya Sangara dari Hargajambangan yang telah lama mengabdi dan berguru pada Prabu Pandu di negara Astina. Akhir riwayatnya diceritakan. suaminya yang gugur di medan perang Bharatayuda melawan Resi Drona. Ia sangat berbakti terhadap suaminya. . Sepeninggal Prabu Gandabayu. Dewi Gandawati ikut belapati. Dari perkawinan tersebut Dewi Gandawati memperoleh tiga orang putra. 2. Dewi Gandawati seorang putri cantik jelita.

Untuk mengukuhkan tali persaudraan. Prabu Garbanata ingin merebut kembali negara Karanggubarja yang kini telah dikuasai oleh Prabu Setyajid/Arya Ugrasena dan berganti nama menjadi negara Lesanpura. yang tewas dalam peperangan melawan Prabu Pandu saat menyerang Suralaya. Penyerangan besar-besaran pun dilakukan terhadap negara Lesanpura. raja negara Garbasumanda. Perdamaian pun akhirnya dilakukan antara negara Garbaruci dengan Lesanpura. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari. Ia bersaudara 100 orang --{99 orang pria dan 1 orang wanita} yang disebut Sata . Ia masih keturunan Prabu Kalaruci.Garbanata PRABU GARBANATA adalah raja negara Garbaruci. putra Prabu Setyajid dengan Dewi Wersini. Dewi Garbarini. putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putri yang bernama Dewi Garbarini. yang memilki senjata gada Wesikuning peninggalan Arya Singamulangjaya. senapati perang negara Dwarawati. putri Prabu Kalayaksa. karena ingin memperistri bidadari. Prabu Garbanata menikah dengan Dewi Danawati. Gardapati GARDAPATI adalah putra Prabu Drestarasta. Dalam penyerangan tersebut Prabu Garbanata kalah dalam peperangan melawan Arya Setyaki. putri Prabu Garbasumanda kemudian dijodohkan dengan Arya Setyaki. Terdorong oleh rasa dendam terhadap keluarga Mandura. Dewi Wersini. raja negara Karanggubarja.

Gardapati (raja negara Bukasapta). Widandini (raja negara Purantura) dan Dewi Dursilawati. Bomawikata. Surtayu. Tubuhnya hancur dihantam gada Rujakpala. Diantaranya yang dikenal dalam pedalangan adalah Duryudana (raja Negara Astina). raja negara Glagahtinalang. congkak. Gardapati diangkat menjadi senapati perang Kurawa dengan senapati pendamping Prabu Wresaya. Adik kesayangannya Gardapura di angkat menjadi raja muda bergelar Prabu Anom Gardapura. Citraksa. Gardapati tewas dalam peperangan melawan Bima. Carucitra. dan mengangkat dirinya menjadi raja bergelar Prabu Gardapati. Surtayuda. Dursasana (Adipati Banjarjungut). Diantaranya yang dikenal dalam pedalangan adalah Duryudana (raja Negara Astina). . raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari. Dursasana (Adipati Banjarjungut). Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. Citraboma. Surtayu. Ia bersaudara 100 orang -{99 orang pria dan 1 orang wanita} yang disebut Sata Kurawa. Bogadatta (raja negara Turilaya). ia berhasil merebut negara Bukasapta. Surtayuda. Kartamarma (raja negara Banyutinalang). Bomawikata. Citraksa. Durgempo. Citrayuda. Durgempo. Gardapura GARDAPURA adalah putra Prabu Drestarasta. putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. Kartadenta. Carucitra. Kartadenta. Durmuka. Citraksi. Citraksi. Saat berlangsungnya perang Bharatayuda.Kurawa. Citrayuda. Wikataboma. Durmagati. Gardapati berwatak keras hati. cerdik dan licik. Bogadatta (raja negara Turilaya). Citraboma. Wikataboma. Dengan kesaktiannya. Ia pandai dalam olah ketrampilan mempergunakan senjata gada dan lembing. Durmagati. Durmuka. Kartamarma (raja negara Banyutinalang). Gardapura .

Aslinya. dan masuk dalam golongan panakawan. Matanya juling. . Bertahun-tahun Bambang Sukskati bertapa di bukit Candala untuk mendapatkan kesaktian. cerdik dan licik. putri Prabu Sarawasesa dengan permaisuri Dewi Saradewati dari negara Salarengka. Gareng GARENG lazim disebut sebagai anaknya Semar. Gareng bernama Bambang Sukskati. Di tengah perjalanan Bambang Sukskati bertemu dengan Bambang Panyukilan. mendampingi Resi Drona yang berkedudukan sebagai Senapati utama. Kepalanya hancur dihantam gada Rujakpala. Oleh Sanghyang Ismaya namanya diganti menjadi Nala Gareng. Karena sama-sama congkaknya dan sama-sama mempertahankan pendiriannya. yang diperolehnya atas bantuan Resi Tritusta dari negara Purwaduksina. kakaknya. Saat berlangsungnya perang Bharatayuda. Tubuh Bambang Sukskati menjadi cacad. kaki pincang. ia diangkat sebagai raja pendamping dengan gelar Prabu Anom Gardapura. Ia tewas dalam peperangan melawan Bima. Gardapura diangkat sebagai Senapati pendamping. Gardapura sangat dekat hubungannya dengan Gardapati. Karena sabda Sanghyang Ismaya. sehingga tiada yang kalah dan menang. Perkelahian baru berakhir setelah dilerai oleh Semar/Sanghyang Ismaya. keras kepala. Ia pandai dalam olah ketrampilan mempergunakan senjata gada dan panah. terjadilah peperangan antara keduanya. tangannya bengkok/tekle/ceko (Jawa). berubahlah wujud keduanya menjadi sangat jelek. hidung bulat bundar. putra Bagawan Salantara dari padepokan Kembangsore. ia kemudian minta ijin pada ayahnya untuk pergi menaklukan raja-raja. tak berleher. putra Resi Sukskadi dari padepokan Bluluktiba. sedangkan Bambang Panyukilan menjadi Ptruk. Nala Gareng menikah dengan Dewi Sariwati.Gardapura bersifat sombong. Setelah selesai tapanya. perut gendut. Ketika Gardapati menjadi raja di negara Bukasapta. Mereka juga tak mau berhenti berkelahi walau tubuh mereka telah saling cacad tak karuan. Nala Gareng berumur sangat panjang. Mereka mempunyai kesaktian yang seimbang. ia hidup sampai jaman Madya.

Gatotkaca adalah seorang raja muda di Pringgadani.Gatotkaca GATOTKACA. Negeri ini diwarisinya dari ibunya. Dalam pewayangan. Sebelum itu. Berbagai macam pisau dan senjata tak mampu memotong tali pusar itu. kakak ibunya yang bernama Arimba. Brajamusti. ibunya bernama Dewi Arimbi. Begitu lahir di dunia. yang rakyatnya hampir seluruhnya terdiri atas bangsa raksasa. terkenal sebagai ksatria perkasa berotot kawat bertulang besi. adik Arimbi. Akhirnya keluarga Pandawa sepakat menugasi Arjuna mencari senjata ampuh . Gatotkaca banyak dibantu oleh patihnya. Ia adalah anak Bima. Tali pusarnya tidak dapat diputus. Sebagai raja muda di Pringgadani. Gatotkaca telah membuat huru-hara. menjadi raja di negeri itu.

Di sini Gatotkaca digembleng oleh Empu Batara Anggajali. Sementara itu para dewa pun tahu peristiwa itu. atas izin Bima dan keluarga Pandawa lainnya. bayi itu dibantingnya sekuat tenaga ke tanah. me-lainkan pada Karna yang wajah dan penampilannya mirip Arjuna. bayi itu sudah berubah ujud menjadi ksatria muda yang perkasa. Bima dan Arimbi mengizinkan. putri Batara Surya. Bayi Tutuka diambil olah Batara Narada. yang bernama Kunta Wijayandanu. Istrinya yang kedua Dewi Sumpani. Ia mengenakan Caping Basunanda. yang menyebabkannya tidak akan kehujanan dan tidak pula kepanasan. setelah dewa itu menjelaskan bahwa me-nurut ramalan para dewa. Tubuhnya tetap utuh. Kala Sakipu dan Kala Pracona memang hanya dikalahkan oleh bayi yang di-namakan Tutuka itu. Setelah ditinggal pergi kedua raksasa itu. Setelah tali pusarnya putus. begitu tali pusar itu putus. Namun. dan yang ketiga Dewi Suryawati. Bayi Tutuka langsung ditaruh dihadapan kedua raksasa sakti itu. walaupun raksasa itu mengunyah kuat-kuat. Ia juga mengenakan terompah Padakacarma yang jika digunakan menendang. anak Arjuna. begitu muncul kembali dari Kawah Candradimuka. Dengan Dewi Sumpani ia mempunyai anak bernama Arya Jayasumpena. Di kahyangan. Namun. Sedangkan Suryakaca adalah anaknya dari Dewi Suryawati. Istri pertamanya Dewi Pregiwa. Tutuka pingsan. Gatotkaca ternyata sanggup menunaikan tugas itu dengan baik. Kala Sakipu langsung memungut bayi itu dan mengunyahnya. Usahanya ini tak berhasil. warangka Kunta langsung melesat masuk ke dalam pusar bayi itu. Kala Pracona dan Kala Sakipu dapat dibunuhnya. Dari perkawinan dengan Pergiwa. penutup kepala gaib. Senjata. musuhnya akan mati. Namun Batara Narada membuat kekeliruan. Karena kesal. . Sedangkan bilah senjata Kunta tetap dilarikan Karna. Dalam pewayangan Gatotkaca mempunyai tiga orang istri. dan dimasukkan ke Kawah Candradimuka. Untunglah ternyata sarung Kunta itu pun dapat digu-nakan memotong tali pusar Gatotkaca. Gatotkaca dibawa Batara Narada ke Kahyangan untuk meng-hadapi Kala Sakipu dan Kala Pracona yang mengamuk. Para dewa lalu menyuruhnya berkelahi melawan bala tentara raksasa pimpinan Prabu Kala Pracona dan Patih Kala Sakipu lagi. Untuk menolongnya Batara Guru mengutus Batara Narada turun ke bumi membawa senjata pemotong tali pusar Gatotkaca. itu bukan diserahkan pada Arjuna.untuk keperluan itu. Mula-mula Bima dan Dewi Arimbi tidak merelakan anaknya yang baru lahir itu dibawa Narada. Untuk memperoleh senjata pemberian dewa itu Arjuna terpaksa mencoba merebutnya dari tangan Karna. Setelah penggemblengan selesai. Gatotkaca mendapat seorang anak bernama Sasikirana. tetapi ternyata Tutuka bukan bayi biasa. Arjuna hanya dapat merebut sarung (warangka) senjata sakti itu.

ada lagi nama alias Gatotkaca. Untuk berhasilnya pemberontakan yang dilakukannya Brajadenta minta dukungan Batari Durga dan Kurawa. Menjelang ajalnya. ia mendesak agar Karna menggunakan senjata pamungkas itu. Padahal Kalabendana adalah pengasuhnya sejak bayi. Gatotkaca berusaha agar jatuh tepat pada tubuh Adipati Karna. Karena itu. Guritna. Gatotkaca banyak memberikan bantuannya. Kalabendana mengatakan bahwa ia tidak mau masuk ke sorga bilamana tidak bersama-sama dengan Gatotkaca. Pengangkatan Gatotkaca sebagai penguasa Pringgadani sebenarnya tidak disetujui pamannya. Abimanyu. dan anak kandung Prabu Trembaka — raja Pring-gadani terdahulu. Gatotkaca bergelar Prabu Anom Kacanagara. Brajadenta akhirnya mati bersama-sama dengan Brajamusti. ketika mereka berperang tanding. . Ketika jatuh ke bumi. dan Mladangtengah. Adipati Karna enggan menggunakan senjata Kunta. Arwah Brajadenta akhirnya menyusup ke telapak tangan kanan Gatotkaca. Bra-jadenta. Pada Wayang Golek Purwa Sunda. Trincingwesi. Gurubaya. sesudah Gatotkaca gugur. Gatotkaca amat sayang pada sepupunya. Kancingjaya. Karena itu ketika Karna melemparkan senjata Kunta. ia terbang amat tinggi. Senjata Kunta Wijayandanu itu melesat menembus perut Gatotkaca melalui pusarnya dan masuk ke dalam warangkanya. Ia merencanakan hanya akan menggunakan senjata sakti itu bila nanti berhadapan dengan Arjuna. Ia sampai hati membunuh Kalabendana. Namun. Saat berhadapan dengan Adipati Karna sebenarnya Gatotkaca sudah tahu akan bahaya yang mengancam jiwanya. gelar ini hampir tidak pernah disebut dalam pergelaran wayang. terutama Brajamusti. Purbaya. dan amat menyayangi Gatotkaca. sedang arwah Brajamusti di tangan kirinya. Bimasiwi. Sebenarnya. Sebagai raja muda Pringgadani. Sewaktu Abimanyu hendak menikah dengan Dewi Siti Sundari. Arimbiatmaja. hanya karena pamannya itu mengatakan pada Dewi Utari bahwa Abimanyu akan menikah lagi dengan Dewi Utari. ketika Gatotkaca menghindari senjata Kunta Wijayanda-nu dengan cara terbang setinggi-tingginya. Nama lain Gatotkaca yang lebih terkenal adalah Tutuka.Dalam Baratayuda Gatotkaca diangkat menjadi senapati dan gugur pada hari ke-15 oleh senjata Kunta yang dilemparkan Karna. sewaktu berhadapan dengan Gatotkaca. Krincingwesi. dan Bimaputra. Namun ketika Prabu Anom Duryudana menyaksikan betapa Gatotkaca telah menimbulkan banyak korban dan kerusakan di pihak Kurawa. Adik Dewi Arimbi ini menganggap dirinya lebih pantas menduduki jabatan itu. sebenarnya Karna sudah tidak lagi memiliki senjata sakti yang benar-benar dapat diandalkan. sehingga akhirnya Gatotkaca gugur. karena ia le-laki. Namun pemberontakan ini gagal karena Brajadenta ditentang adik-adiknya. Gatotkaca pernah melakukan kesalahan fatal dalam hidupnya. Namun senjata sakti itu terus saja memburunya. Dengan demikian kesaktian Gatotkaca makin bertambah. tetapi senapati Kurawa itu waspada dan cepat melompat menghindar sehingga yang hancur hanyalah kereta perangnya. Akibatnya. yakni Kalananata.

sehingga pingsan. Dari perkawinan itu mereka kelak mendapat anak yang diberi nama Jayasumpena. para putra Pandawa. Dalam perjalanan ia berjumpa dengan Dewi Sumpani. Gatotkaca dan saudara-saudaranya menolak tuntutan itu. Setelah menguasai ilmu sakti itu Gatotkaca segera pergi mencari Dursala. dengan Aji Narantaka itu .arwah Kalabendana mendorong senjata sakti itu sehingga dapat mencapai pusar putra kesayangan Bima itu. Wahyu Senapati 7. jika mampu menerima hantaman Aji Na rantaka. untuk mengadakan latihan perang di Tegal Kurusetra. Di tempat yang aman Antareja menyembuhkannya dengan Tirta Amerta yang dimilikinya. Pregiwa .Pregiwati 3. Selain malu. Ia lalu berguru pada Resi Seta. Berbagai Lakon yang Melibatkan Gatotkaca 1. Gantotkaca Rante 10. putra Dursasana. Gatotkaca Lair (Lahirnya Gatotkaca) 2. Gatotkaca pernah bertindak kurang bijaksana. Dalam pertem-puran yang kedua kalinya ini. Dari Resi Seta putra Bima itu mendapatkan Aji Narantaka. Gatotkaca lalu memperistri Dewi Sumpani. para putra Pandawa. bahwa kesaktiannya belum bisa mengimbangi Dursala. Ia segera diamankan oleh saudara-saudaranya. Gatotkaca Rebutan Kikis 6. ia sadar. Namun. Sesuai janjinya. Gatotkaca langsung pulih seperti sedia kala. Ia mengum-pulkan saudara-saudaranya. Gatotkaca saat itu juga tergugah untuk menambah ilmu dan kesaktiannya. Keinginan Gatotkaca untuk bertemu kembali dengan Dursala akhirnya terlaksana. Pada perang tanding itu Gatotkaca terkena pukulan Aji Gineng yang dimilliki oleh Dursala. datanglah utusan dari Kerajaan Astina yang dipimpin oleh Dursala. putra Prabu Matswapati dari Wirata. Subadra Larung 11. Gatotkaca Sewu 5.Brajamusti 8. yang menyatakan keinginannya untuk diperistri. Maka terjadilah perang tanding antara Gatotkaca dengan Dursala. Gatotkaca Gugur Dewi Sumpani ternyata mampu menahan Aji Narantaka. Kalabendana Lena 9. Gatotkaca Sungging 4. yang menuntut agar latihan perang itu segera dihentikan. Tindakannya ini dilakukan tanpa izin dan pemberita-huan dari para Pandawa. Beberapa tahun menjelang Baratayuda. maka ia bersedia memperistri wanita cantik itu. Baru saja latihan perang itu dimulai. Gatotkaca menjawab. Brajadenta . Aji Narantaka 12.

Gelap. sedangkan mukanya lebih tunduk ke bawah dibandingkan dengan wanda Tatit. Patih Kala Sakipu. anak Bima itu telah bergelung rambut bundar di atas kepalanya. Gatotkaca menyambar dari udara. bahu belakang lebih tinggi dibandingkan dengan bahu depan. Dalam pewayangan. Boma Narakasura. yakni wanda Kilat. tokoh Gatotkaca ditampilkan dalam enam wanda. yakni Butaprepat. sehingga menampilkan kesan gagah. Presiden RI. Wanda Gelap mempunyai kesan bentuk badan yang lebih kekar dan tegap. dengan muka agak . mukanya agak tunduk tetapi tidak setunduk pada wanda Tatit. Mengenai soal wanda ini. sedangkan kata kaca artinya rambut.1820) di Surakarta. Panglawung. Nama itu diberikan karena waktu lahir. hanyalah Prabu Kala Pracona. Guntur. Di Surakarta. Namun sejak Susuhunan Paku Buwana II memerintah Kartasura. Meskipun Gatotkaca selalu dilukiskan gagah perkasa. yakni Gatotkaca wanda Guntur Geni. dengan wajah mirip Bima. lengkap dengan taringnya. mukanya tidak terlalu tunduk. Kapan dan oleh siapa wanda ini diciptakan. Wanda Kilat diciptakan pada zaman pe-merintahan Paku Buwana I. yakni pada tahun 1627 Saka atau 1705 Masehi. Dalam perang melawan raksasa. ada sedikit perbedaan antara seni kriya Wayang Kulit Purwa gagrak Surakarta dengan gagrak Yogyakarta. Paku Buwana II (1655 Saka atau 1733 Masehi). Guntur Prahara. Kedudukan bahu depan dan bahu belakang rata. Gatotkaca selalu bahu membahu dengan Abimanyu. Dalam seni kriya Wayang Kulit Purwa gagrak Surakarta. Karena Dewi Arimbi sesungguhnya seorang raseksi (raksasa perempuan). tetapi pecinta wayang pada umumnya tidak menganggapnya memiliki kesaktian yang hebat. yang seringkali dibunuhnya dengan cara memuntir kepalanya. Gatot artinya se-suatu yang berbentuk bundar. bahu belakang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan kedudukan bahu depan. Pada tahun 1960-an Ir. yakni pada zaman pemerintahan Paku Buwana IV (1788 . maka dulu Gatotkaca dalam Wayang Kulit Purwa digambarkan berujud raksasa. Bentuk badannya tegap. dan Abimanyu di darat. Pelaksanaan pembuatan wayang Gatotkaca untuk ketiga wanda itu dilakukan oleh Ki Cerma Saweda dari Surakarta. menambah lagi dengan tiga wanda ciptaannya. tidak diketahui dengan jelas. Sukarno. Nama Gatotkaca yang diberikan pada anak Bima ini berarti ‘rambut gelung bundar’. wanda-wanda Gatotkaca adalah wanda Tatit yang diciptakan oleh raja Kartasura. Badannya kekar dan kokoh. penampilan peraga wayang Gatotkaca dalam seni kriya Wayang Kulit Purwa diubah menjadi ksatria tampan dan gagah. Tatit. pinggangnya lebih ram-ping dan posisinya agak maju. Gatotkaca wanda Gelap merupakan ciptaan keraton terakhir. bahu belakang lebih tinggi dibandingkan bahu depan. dan Dursala.Gatotkaca mengalahkan Dursala. Yang diambil sebagai pola adalah bentuk seni rupa wayang peraga Antareja tetapi diberi praba. dan Guntur Samodra. lawan-lawan Gatotkaca biasanya hanyalah raksasa-raksasa biasa. dan Dukun. Lawan-lawan Gatotkaca yang cukup sakti.

membagi Gatotkaca atas empat wanda. dengan tubuh besar. wajah raksasa. Tubuh dan wajahnya dipantaskan sebagai anak Bima. wanda Prabu yang menampilkan kesan berwibawa. yang diciptakan pada tahun 1578 Saka atau 1656 Masehi. yakni wanda Kutis yang biasanya dimainkan untuk adegan perang ampyak. Dulu. Wayang Kulit Purwa menggambarkan ben-tuk Gatotkaca sebagai raksasa. Secara keseluruhan bentuk tubuh wanda Guntur seolah condong ke depan. Wajahnya juga memandang ke bawah. Dengan pertimbangan bahwa wajah seorang anak tentu tidak jauh beda dengan orang tuanya. dengan bahu depan lebih rendah daripada bagu belakang. Bentuk badan Gatotkaca wanda Guntur menampilkan kesan kokoh. merupakan wanda Gatotkaca yang tertua dalam bentuknya yang kita kenal sekarang ini. dan Sukarno. . kuat. Baca Bima. Dewi. Wanda Guntur. seolah mencerminkan sifat andap asor. raja Mataram. agak gendut dibandingkan ukuran perut Gatotkaca pada wanda lainnya. Maka terciptalah bentuk baru Gatotkaca yang disebut wanda Guntur itu. sebelum diciptakan peraga Gatotkaca wan-da Guntur. wanda Paseban dipakai kalau Gatotkaca sedang menghadap para Pandawa. khusus ditampilkan pada kedudukan Gatotkaca sebagai raja di Pringgadani. memerintahkan para penatah dan penyungging keraton untuk menciptakan bentuk baru peraga Gatotkaca dengan meninggalkan bentuk raksasa sama sekali. seni kriya Wayang Kulit Purwa gagrak Yogyakarta. Bentuk bagian perut Gatotkaca wanda Dukun ini. lengkap dengan taringnya. Pinggangnya tidak seramping pinggang Gatotkaca wanda Kilat. Pinggangnya langsing seperti pada wanda Kilat. sedangkan wanda Dukun dipakai jika Ki Dalang menampilkan adegan Gatotkaca sedang bertapa. Sunan Amangkurat Seda Tegal Arum. Pergiwati. Sementara itu. tunduk.datar.

Arya Sakuni. Wikataboma. yang oleh Dewi Gandari dicerai beraikan menjadi seratus potongan. Sesuai dengan ketentuan Dewata. Ia mati terjun ke dalam Pancaka/api pembakaran jenazah bersama Dewi Kunti dan Prabu Drestarasta setelah berakhirnya perang Bharatayuda. penuh belas kasih dan teguh dalam pendirian. Ia selalu mementingkan diri sendiri dan tidak segan-segan berkhianat serta pendendam. Arya Watubaji.Gendari DEWI GANDARI adalah putra Prabu Gandara. Kartamarma (raja negara Banyutinalang). Keseratus putra Dewi Gandari tersebut dikenal dengan nama Sata Kurawa. Carucitra. putra Prabu Kresnadwipayana/Bagawan Abiyasa dengan permaisuri Dewi Ambika. Surtayu. putra Prabu Krtesna dengan permaisuri Dewi Jembawati. lembut. Kurawa terhadap Pandawa. yang menitis pada Raden Samba/Wisnubrata. Citraboma. baik budi. dan atas kehendak Dewata menjelma menjadi bayi Manusia. (raja negara Turilaya). Gardapati (raja negara Bukasapta). raja negara Gandaradesa dengan permaisuri Dewi Gandini. Arya Surabasata dan Arya Gajaksa. Dewi Gandari mempunyai sifat kejam dan bengis. tetapi pada waktu lahirnya berwujud gumpalan darah kental. Gardapura. Dewi Hagnyanawati adalah titisan Bathari Dermi. suaminya. Dewi Hagnyanawati diperistri oleh Bambang Sitija yang setelah menjadi raja negara Surateleng dan Prajatisa bergelar Prabu Bomanarakasuira. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh 100 (seratus) orang anak. karena tiba saatnya titis Bathari Dermi harus bersatu kembali dengan titis Bathara Derma. Putra Prasbu Kresna dengan Dewi Pertiwi dan negara Surateleng dikuasai Bambang Sitija. Dendam dan kebenciannya terhadap Pandu. Kartadenta. Citrayuda. Bogadatta. Durmagati. menjadi penyebab utama kebencian anak-anaknya. Dewi Gandari menikah dengan Prabu Drestarasta. sederhana. raja negara Surateleng dengan permaisuri Dewi Yadnyagini. Setelah Prabu Narakasura tewas dalam peperangan di negara Dwarawati melawan Bambang Sitija. Ia mempunyai tiga orang saudara kandung. Hangyanawati DEWI HANGYANAWATI atau Yadnyanawati adalah putri Prabu Narakasura. Dursasana (Adipati Banjarjungut). dengan bantuan Dewi . Surtayuda. raja negara Astina. Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. istri Bathara Derma. Durmuka. Durgempo. Diantara mereka yang terkenal dalam pedalangan adalah: Duryudana (raja negara Astina). masingmasing bernama . Dari perkawinan ini ia memperoleh seorang putra yang diberi nama . Ia berwajah sangat cantik dan memiliki sifat perwatakan .

Antakadena dan Bambang Sumbada. dengan Dewi Ulupi. Abimanyu. Kumalasakti.Wilutama. sesuai dengan takdir dewata. dari pertapaan Yasarata. Wisanggeni. bernama. Dewi Hagnyanawati mati bunuh diri terjun ke dalam pancaka (api pembakaran jenasah) bela mati atas kematian Raden Samba yang tewas dalam peristiwa perang gada sesama wangsa Yadawa Irawan BAMBANG IRAWAN adalah putra Arjuna. Bratalaras. mereka kemudian meninggalkan keputrian Surateleng pergi ke negara Dwarawati. Irawan gugur dalam awal perang Bharatayuda melawan Ditya Kalaseringgi. Ia berwatak tenang. Setelah ada kesepakatan. Dewi Hagnyanawati kemudian menjadi istri Raden Samba. Wijanarka. Kumaladewa. salah satu dari lima satria Pandawa. menjelang pecah perang Bharatayuda. ayahnya sendiri. Sedangkan menurut Mahabharata. Prabukusuma. raja negara Gowabarong yang berperang di pihak keluarga Kurawa/Astina. Dewi Hagnyanawati dipertemukan dengan Raden Samba. putri Bagawan Kanwa (Bagawan Jayawilapa-pedalangan Jawa). Prabu Bomanarakasura tewas dalam peperangan melawan Prabu Kresna. . tekun dan wingit. Irawan lahir di pertapaan Yasarata dan sejak kecil tinggal di pertapaan bersama ibu dan kakeknya. yang segera menyerang negara Dwarawati untuk merebut kembali Dewi Hagnyanawati istrinya. jatmika. Akhir riwayatnya diceritakan. Wilungangga. Perbuatan Dewi Hagnyawati dan Raden Samba ini membangkitkan kemarahan Prabu Bomanarakasura. Menurut kisah pedalangan Irawan tewas dalam peperangan melawan Ditya Kalasrenggi putra Prabu Jatagempol dengan Dewi Jatagini dari negara Gowabarong. Endang Pregiwati. di keputrian negera Surateleng. Ia mempunyai 13 orang saudara lain ibu. Sumitra. Endang Pregiwa.

. Dewi Jahnawi menikah dengan Prabu Santanu. tetapi hanya seorang yang ia kehendaki hidup dan diberi nama Dewabrata. Sesuai perjanjiannya dengan Prabu Santanu. Sedangkan tujuh putranya yang lain begitu lahir ia buang kesungai Gangga. Dewi Jahnawi kembali ke kahyangan hidup sebagai hapsari/bidadari. Ia ditetapkan akan bersuamikan Bathara Mahabhima yang karena kutukan Bathara Brahma akan menjelma menjadi putra Prabu Pratipa. Bayi Dewabrata ia serahkan pada asuhan Prabu Santanu. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh delapan orang putra. putra Prabu Pratipa dari negara Astina dengan permaisuri Dewi Sumanda. begitu kelahiran Dewabrata. raja negara Astina.Jahnawi DEWI JAHNAWI atau Dewi Gangga (Mahabharata) adalah seorang hapsari/bidadari yang turun ke Arcapada karena kutukan Bhatara Brahma.

. raja raksasa dari negara Widarba. Ia masih keturunan Prabu Darmawisesa. Prabu Jarasanda berkeinginan menjadi raja besar yang menguasai jagad raya. Karena niat jahatnya itu bertentangan dengan kodrat hidup dan dapat merusak ketentraman jagad raya.Jarasanda PRABU JARASANDA adalah raja negara Magada. Prabu Jarasanda akhirnya tewas dalam pertempuran melawan Bima/Werkudara. maka ia harus berhadapan dengan Bathara Wisnu. Untuk memenuhi ambisinya. Ia sangat sakti. perkasa dan berwajah setengah raksasa. penganiaya. Prabu Jarasanda bermaksud menyelenggarakan persembahan darah seratus orang raja kepada Bathari Durga. keras hati. gagah. Prabu Jarasanda berwatak angkara murka. dengan dukungan sahabat karibnya yang juga sekutunya. ingin menangnya sendiri. Prabu Supala raja negara Kadi. Tubuhnya hancur terkena hantaman gada Rujakpala. bengis. berani serta selalu menurutkan kata hatinya. Karenanya berbadan tinggi besar.

raja raksasa di negara Guwamiring yang tewas dalam pertempuran melawan Prabu Pandu. ayahnya. Prabu Jatagempol tewas dalam pertempuran melawan Arjuna. raja raksasa di negara Guwamiring yang tewas dalam pertempuran melawan Prabu Pandu.Jatagempol PRABU JATAGEMPOL adalah raja raksasa di negara Guwabarong. Jatagempol PRABU JATAGEMPOL adalah raja raksasa di negara Guwabarong. Prabu Jatagempol menyerang negara Amarta. Tubuhnya hancur terkena panah Kyai Sarotama. dan mempunyai seorang anak bernama Kalasrenggi. bengis dan selalu ingin menangnya sendiri. istri Arya Prabu Rukma. . Karena ketekunannya bertapa. Ia ingin membinasakan keluarga Pandawa yang merupakan keturunan Prabu Pandu. Karena ketekunannya bertapa. istri Arya Prabu Rukma. Prabu Jatagempol menjadi sangat sakti. Untuk membalas dendam kematian Prabu Kalasasradewa. berwatak angkara murka. berwatak angkara murka. bengis dan selalu ingin menangnya sendiri. Ia masih keturunan Prabu Kalasasradewa. Prabu Jatagenpol menikah dengan Dewi Jatagini. dan mempunyai seorang anak bernama Kalasrenggi. Prabu Jatagenpol menikah dengan Dewi Jatagini. Karena ia dan prajuritnya menyerang negara Mandura untuk merebut Dewi Arumbini. Ia masih keturunan Prabu Kalasasradewa. Prabu Jatagempol menjadi sangat sakti. Karena ia dan prajuritnya menyerang negara Mandura untuk merebut Dewi Arumbini.

Ia putra angkat Resi Sapwani/Sempani dari padepokan Kalingga. Jayadrata. . Arya Tirtanata kemudian dinobatkan sebagai raja negara Sindu. ia menukar namanya dengan nama patihnya. Arya Wirata dan Arya Surata. Jayadrata tewas oleh Arjuna di medan perang Bharatayuda sebagai senapati perang Kurawa. ayahnya. dan akhirnya diambil menantu Prabu Drestarasta. Karena ingin memperdalam pengetahuannya dalam bidang tata pemerintahan dan tata kenegaraan. penuh kesungguhan dan setia. Prabu Jatagempol tewas dalam pertempuran melawan Arjuna. yang tercipta dari bungkus Bima/Werkudara. Untuk menjaga kehormatan dan harga diri. Oleh Resi Sapwani ia diberi pusaka gada bernama Kyai Glinggang. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama. Prabu Jatagempol menyerang negara Amarta. berani. dan bergelar Prabu Sinduraja. dikawinkan dengan Dewi Dursilawati dan diangkat sebagai Adipati Buanakeling. Jayadrata ARYA JAYADRATA nama sesungguhnya adalah Arya Tirtanata atau Bambang Sagara. Ia ingin membinasakan keluarga Pandawa yang merupakan keturunan Prabu Pandu. Kepalanya terpangkas lepas dari badannya oleh panah sakti Pasopati. Di negara Astina Jayadrata bertemu dengan Keluarga Kurawa. Jayadrata mempunyai sifat perwatakan. Ia mahir mempergunakan panah dan sangat ahli bermain gada. Prabu Sinduraja pergi ke negara Astina untuk berguru pada Prabu Pandu Dewanata.Untuk membalas dendam kematian Prabu Kalasasradewa. Tubuhnya hancur terkena panah Kyai Sarotama.

putri Prabu Sarawisesa dari negara Selarengka.Jayamurcita PRABU JAYAMURCITA adalah raja negara Plangkawati. karena ketika . putra Dewi Suryawati. Perbuatannya yang lancang tersebut menimbulkan kemarahan Abimanyu. Mereka masih keturunan Prabu Kumbala. istri Arjuna. raja negara Madukara (lama). Sebelum menemui ajalnya. raja negara Pringgandani. raja negara Pringgandani dengan Dewi Sumpani. sedangkan Prabu Jayamurcita tewas oleh Abimanyu oleh tusukan keris Pulanggeni. bernama. Abimanyu menyerang negara Plangklawati. Ia mempunyai adik kandung benrama Jayasemadi yang menjabat patih nagera Plangkawati. Arya Jayasupena tidak ikut terjun kekancah perang Bharatayuda. dan Arya Suryakaca. sukmanya manunggal dalam tubuh Abimanyu. mengutus adiknya. Patih Jayasemedi tewas dalam peperangan melawan Gatotkaca. Merasa sangat sakti. Prabu Jayamurcita menyerahkan kekuasaan negara Plangkawati beserta gelar keprabuannya dan seluruh balatentaranya kepada Abimanyu. putra Dewi Pregiwa. Ia mempunyai dua orang saudara seayah lain ibu. Raden Gatotkaca. putri Bathara Surya dengan permaisuri Dewi Ngruni. Prabu Jayamurcita kemudian mati moksa. Jayasupena ARYA JAYASUPENA atau Jayasumpena adalah putra Gatotkaca. Prabu Jayamurcita. putra tunggal Dewi Sumbadra dengan Arjuna Dengan bantuan saudara sepupunya. patih Jayasemedi pergi ke negara Madukara untuk melamar Dewi Sumbadra. Bambang Sasikirana.

Dewi Jembawati berwatak jujur. setia. ia berhasil memasuki keputrian Pancala dan menculik Dewi Srikandi. Prabu Drupada kemudian meminta bantuan keluarga Pandawa. Samba. Untuk membebaskan Dewi Srikandi. Karena mati sebelum takdir. tabah dan mempunyai rasa tanggung jawab yang besar. Demikian pula dengan tabiat. sangat berbakti dan penuh belas kasih. berwujud sebagai wanara / kera. karena garis keturunan dari Resi Jembawan. Drestadyumna yang mengetahui perbuatannya. selain memiliki aji sirep juga dapat beralih rupa. daripada tinggal di istana Dwarawati. Tokoh Jungkungmardeya hanya dikenal dalam cerita pedalangan Jawa dan dimunculkan dalam lakon "Cocogan". berani tak mengenal takut. dan Gunadewa. yang berwajah sangat tampan. Ia berperawakan mirip dengan ayahnya. yang merupakan raja titisan Sanghyang Wisnu yang terakhir. Jayasupena tidak bisa terbang. Arya Jayasupena diangkat menjadi panglima perang negara Astina dalam masa pemerintahan Prabu Parikesit. putri Gunawan Wibisana dengan Dewi Triwati (seorang hapsari/bidadari) dari negara Alengka/Singgela. dengan beralih rupa menjadi Arya Drestadyumna (adik Dewi Srikandi) palsu. teguh. tangguh. keberanian dan kegagahannya tak berbeda dengan Gatotkaca. putri kedua Prabu Drupada dengan Dewi Gandawati dari negara Pancala. gesit. raja negara Dwarawati. tangkas dan terampil. Ia meninggal dalam usia lanjut dan dimakamkan di pertapaan Gadamadana.perang berlangsung ia masih kecil. Gatotkaca. sabar. Jembawati DEWI JEMBAWATI adalah Putri tunggal Resi Jembawan (berwujud kera/Wanara) dari pertapaan Gadamadana. ia memperoleh dua orang putra bernama . tapi aklhirnya tewas terbunuh dalam peperangan. waspada. Sesuai janji Dewata kepada Dewi Trijata. Prabu Jungkungmardeya bercita-cita ingin memperistri Dewi Srikandi. Dewi Jembawati dapat bersuamikan Prabu Kresna. berusaha merebut Dewi Srikandi dari tangan Prabu Jungkungmardeya. Setelah berakhiornya perang Bharatayuda dan negara Astina kembali ke dalam kekuasaan negara Pandawa. Jungkungmadeya PRABU JUNGKUNGMADEYA adalah raja negara Awu-awulangit. Ketika lamarannya ditolak. Drestadyumna dapat dihidupkan . kesetiaan. Prabu Jungkungmardeya sangat sakti. Selama menjadi permaisuri Prabu Kresna. cerdik pandai. dengan Dewi Trijata. ibunya. Perbedaannya. ia lebih sering tinggal di pertapaan Gadamadana mengasuh Gunadewa. Dari perkawinan tersebut.

Prabu Jungkungmardeya akhirnya tewas dalam peperangan melawan Arjuna dengan panah Pasopati. berkat kesaktian Bunga Wjayakusuma. . Tamparan Gatotkaca ke kepala Kalabendana hanya bermaksud menghentikan teriakan Kalabendana yang membuka rahasia perkawinan Abimanyu (putra Arjuna dengan Dewi Sumbandra) dengan Siti Sundari (putri Prabu Kresna dengan Dewi Pratiwi) tatkala Abimanyu akan menikah dengan Dewi Utari. Arjuna yang mengejar ke negara Awu-awulangit berhasil menemukan Dewi Srikandi. Arwahnya mengantar/menuntun senjata Kunta yang dilepas Adipati Karna. raja negara Dwarawati. Brajamusti. setia. Kalabendana mempunyai sifat dan perwatakan. Kalabendana ARYA KALABENDANA adalah putra bungsu Prabu Arimbaka raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. tepat menghujam masuk ke dalam pusar Gatotkaca yang mengakibatkan kematiannya. sangat jujur. putri bungsu Prabu Matswapati dengan Dewi Ni Yutisnawati.kembali oleh Prabu Kresna. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung. Dewi Arimbi. suka berterus terang dan tidak bisa menyimpan rahasia. raja Awangga. Brajadenta. Prabkesa. Brajalamatan dan Brajawikalpa. Arimba/Hidimba. bernama. Dendam Kalabendana terhadap Gatotkaca terlampiaskan saat berlangsung perang Bharatayuda. dari negara Wirata. Kalabendana meninggal karena pukulan/tamparan Gatotkaca yang tidak sengaja membunuhnya.

namun memiliki gerakan yang cekatan. Daya berpkirnya lambat. Bertubuh gemuk pendek. Karena pembawaannya yang agak tolol ini. Dalam peperangan. maka ia selalu menjadi bahan ejekan para panakawan. putra Bathara Kala dengan Dewi Pramuni dari kahyangan Setragandamayit. yang waktu itu telah diperjodohkan dengan Arya Ugrasena. ternyata tak mampu mengalahkan Prabu Kalaruci. Ia masih keturnan Bathara Kalagotama. Kalakatung biasanya berpenampilan lucu karerna suaranya yang bindeng (memiliki suara hidung yang setengah tersendat). Dalam cerita pedalangan. Kalakatung biasa ditampilkan sebagai anak buah Cakil atau Yayahgriwa. Merasa sangat sakti. putra ke-empat Prabu Basukunti. Kalaruci PRABU KALARUCI adalah raja raksasa negara Karanggubarja. seorang bidadari keturunan Sanghyang Pancaresi. dari negara Mandura. kepala gundul dan berhidung besar bulat seperti terong. Prabu Kalaruci mempunyai saudara kandung bernama Kalayaksadewa yang menjadi raja di negara Gowamiring. Arya Ugrasena yang didatangan ke Suralaya. Kalakatung biasanya mati oleh Gareng atau Petruk. . Pabu Kalaruci datang ke Suralaya untuk meminang Dewi Wersini.Kalakatung KALAKATUNG atau sering pula disebut dengan nama Butaterong adalah raksasa hutan.

Ia pernah menyerang negara Kumbina. Kalayasa PRABU KALAYAKSA adalah raja raksasa negara Garbasumanda. seperti Arya Prabu Rukma. Arya Ugrasena. Prabu Kalarodra raja nergara Girikadasar dan Prabu Kalasasradewa yang menjadi raja di negara Guwamiring. Prabu Kalarodra raja di negara Girikadasar. suka menurutkan kata hati. Prabu . Pandu kemudian pergi ke Suralaya dengan mengerahkan pasukan Astina dibawah pimpian patih Gandamana dan Arya Sucitra. juga Prabu Basudewa tidak dapat mengalahkan Prabu Kalasasradewa. Prabu Kalasasradewa akhirnya tewas dalam peperangan melawan Prabu Pandu. kakak Arya Ugrasena). mau menangnya sendiri. Dalam peperangan tersebut semua putra-putra Mandura. Prabu Kalayaksa memiliki sfat dan perwatakan . Prabu Kalayaksa menyerang negara Mandura. sejak jaman pemerintahan Prabu Baskunti. untuk dapat memperistri Dewi Rumbini. Ia mampunyai dua saudara kandung masing-masing bernama. Kalasasradewa PRABU KALASASRADEWA adalah raja raksasa negara Guwamiring. bengis. yang juga kakak ipar Ugrasena (Pandu menikah dengan Dewi Kunti. Peperangan pun tidak dapat dihindarkan antara Mandura melawan Gowamiring. serakah. juga untuk membalas dendam atas kematian saudaranya. raja negara Astina. Berwatak angkara murka. putra Bathara Kala dengan Dewi Pramuni/Bathari Durga dari Kahyangan Setragandamayit. Prabu Kalayaksa nenjadi seteru negara Mandura. serakah. istri Prabu Basudewa. Selain ingin merebut Dewi Badrahini. kejam. suami dari Dewi Kunti (adik Prabu Basudewa). Mareka masih keturunan Bathara Kalagotama. putra ketiga Prabu Basukunti dengan Dewi Dayita dari negara Mandura. Dalam peperangan tersebut. pemberani dan sangat sakti. Sebagai keturnan Dewi Pramuni/Bathari Durga. putra Bathara Kala dengan Dewi Pramuni dari Kahyangan Setragandamayit.Bathara Guru kemudian mengutus Bathara Narada turun ke Arcapada untuk meminta bantuan Prabu Pandu. Prabu Kalasasradewa sangat sakti. Ia mempunyai dua saudara kandung masing-masing bernama. Dengan mengerahkan seluruh kekuatan angkatan perannya. Dewi Wersini dan negara Karanggubarja kemudiasn disertahkan kepada Arya Ugrasena. Prabu Basudewa kemudian meminta bantuan Prabu Pandu. Prabu Kalaruci dapat dibinasakan oleh Pandu. yang sudah dipertunangkan dengan Arya Prabu Rukma. putri Prabu Rumbaka. raka negara Astina. dan Prabu Kalayaksa yang menjadi di negara Garbasumanda. tinggi hati dan mau menangnya sendiri. Mereka masih keturunan Bathara Kalagotama.

Tapi akhirnya Prabu Kalayaksa mengalami nasib yang sama seperti Prabu Kalasasradewa. raja negara Astina. sering pula disebut Kangsadewa sesungguhnya putra Gorawangsa. penghianat. adik Prabu Gorawangsa. oleh Suratrimantra. Kangsa berniat merebut tahta kekuasaan negara Mandura dari tangan Prabu Basudewa. ingin menangnya sendiri. Kematian Prabu Kalayaksa bertepatan dengan kelahiran Raden Arjuna/Peermadi putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunti Kangsa KANGSA. Setelah remaja. putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunti . putra Prabu Basudewa dari permaisuri Dewi Mahendra/Maekah (Jawa).Kalasasradewa yang tewas dalam peperangan melawan Prabu Pandu di negara Mandura. Sedangkan Suratimatra tewas melawan Bima/Werkudara. Pemberontakan Kangsa gagal. permaisuri Prabu Basudewa. bahkan nyaris menguasai kerajaan Mandura. keras hati. Ia lahir di negara Bombawirayang. Ia mati terbunuh dalam peperangan melawan Kakrasana dan Narayana. Prabu Basudewa akkhirnya bersedia mengakui Kangsa sebagi putranya dan diberi kedudukan Adipati di Kesatrian Sengkapura Kangsa berwatak angkara murka. karena tidak satupun putra-putra Mandura yang berthasil menandingi kesaktiannya. Prabu Kalayaksa berhasil menguasai sebagian wilayah negara Mandura. Kangsa dibawa ke negara Mandura untuk menuntut haknya sebagai putra Prabu Basudewa. pamannya yang sakti. Dengan dukungan Suratimantra. berani dan selalu menurutkan kata hatinya. raja Mandura. dan sejak kecil hidup dalam asuhan ditya Suratrimantra. Ia tewas dalam pertempuran melawan Prabu Pandu. Karena sangat sakti. raja raksasa negara Gowabarong yang beralih rupa menjadi Prabu Basudewa dan berhasil bermain asmara dengan Dewi Mahira/Maerah (Jawa).

Ilmu dipelajarinya dari gurunya. Dalam dunia pewayangan Basukarna merupakan profil tokoh wayang yang otodidak. . Dewi Prita alias Kunti berhasil mendatangkan Batara Surya. padahal ia masih gadis. berjuang sendiri tanpa mengandalkan bantuan keluarga. Padahal kedua ksatria itu sama-sama putra Dewi Kunti. putri bungsu raja Mandura. Resi Druwasa. bahwa kelak Dewi Kunti akan memerlukan ilmu itu. Basukarna adalah anak buangan. Prabu Basukunti. Dewi Kunti mencoba-coba mengguna-kan Aji Adityarhedaya. Ia juga menjadi perlambang bagi karakter manusia yang tahu membalas budi. Ternyata ilmu ajaran Resi Druwasa itu benar-benar ampuh. Ibunya adalah Dewi Kunti alias Dewi Prita. ***) Setelah Prabu Kuntiboja mengetahui perihal musibah yang menimpa putrinya. Basukarna adalah putra sulung.Karna KARNA. sedangkan Arjuna anak yang ketiga. Dengan mem-baca mantra Aji Adityarhedaya. ia amat marah dan segera memanggil Resi Druwasa. Tetapi pertapa itu juga menjelaskan. yang se-ngaja didatangkan Prabu Basukunti ke Keraton Mandura untuk mendidik Dewi Kunti. yakni ilmu un-tuk mendatangkan seorang dewa yang dikehendakinya. Waktu masih berusia remaja. sekaligus rela berkorban bagi menangnya kebenaran. Guru Besar itu dipersalahkan telah mengajarkan ilmu tingkat tinggi pada gadis yang belum dewasa. walaupun untuk itu ia harus mengorbankan jiwa dan bahkan juga nama baiknya. yang lebih terkenal dengan sebutan Adipati Karna adalah lawan utama Arjuna dalam Baratayuda. Tetapi kedatangan Batara Surya yang tampan itu membuat Dewi Kunti mengandung. Resi Druwasa mengaku bersalah dan bersedia menjamin keperawanan Dewi Kunti.

Manakala hari telah terang.CATATAN KAKI =***) Dewi Prita mempunyai kebiasaan buruk. ilmu itu masuk dan diresapi oleh Kunti melalui telinganya. dan Yama Widura. sering bangun siang. karena Drona terikat aturan istana: hanya boleh mengajar para pangeran. Basukarna juga disebut Radhea atau Ara-dea). Prabu Basukunti segera memerintahkan agar bayi itu dibuang. . Maka. Resi Krepa. Nama lain baginya adalah Talingasmara. Dengan penolakan itu Basukarna tetap hanya bisa belajar dengan cara meng-intip dan mencuri dengar. seorang sais kereta kerajaan di Keraton Astina. Tanpa sadar ia mengamalkan Aji Adityarhedaya sambil membayangkan ketampanan Batara Surya. Kebetulan mereka memang tidak punya anak. sebagai wali para Pandawa yang saat itu masih kecil-kecil. Bayi yang malang itu kemudian ditemukan dan dirawat dengan baik oleh Adirata. guru besar lainnya juga bersikap sama dengan Begawan Drona. ia masih tergolek di tempat tidurnya. Setelah lahir. Basukarna sering ikut ayah angkatnya ke Keraton Astina. sesudah masa kehamilannya cukup. atau Suryatmaja. Menjelang masa remaja. Sinar terang matahari yang masuk ke kamarnya membuatnya kagum. Dengan demikian segala sesuatu yang diajarkan oleh kedua mahaguru itu diketahui dan dipahami dengan baik oleh Karna. Suatu hari ia memberanikan diri men-jumpai Begawan Drona dan minta agar guru besar itu mau menerima dirinya sebagai murid. ia diberi nama Karna . Itulah sebabnya. dan matahari sudah naik. Alasannya. Ketika Prabu Pandu me-ninggal dalam usia muda. Di sana ia selalu mengintip dan mencuri dengar dengan penuh perha-tian segala yang diajarkan oleh Resi Krepa dan Begawan Drona kepada murid-muridnya. bayi Karna pun ditaruh dalam sebuah peti dan dihanyutkan di Sungai Gangga. Dengan ilmunya yang tinggi. karena anak Kunti itu memang benar hasil pertemuan ibunya dengan Batara Surya. menggantikan Prabu Krisna Dwipayana yang mengundurkan diri karena hendak menjadi pertapa. Minat dan semangat Basukarna untuk belajar amat tinggi. Pandu. Itulah sebabnya. Namun permohonan itu ditolak. Drestarastra menggantikannya untuk sementara waktu. Tahun berganti tahun. Sebelum bayinya dibuang Dewi Prita alias Kunti sempat memperhatikan. Bayi itu lalu diaku anak dan dipelihara dengan penuh kasih sayang oleh Adirata dan istrinya yang bernama Nyai Nanda (Dalam Mahabarata Nyai Nanda disebut Radha. Dua nama yang terakhir ini digunakan oleh sebagian besar dalang untuk menyebut Karna sewaktu masih muda. yaitu para Kurawa dan para Pandawa. yakni putra-putra Drestarastra. di telinga bayi itu terdapat Anting Mustika yang memancarkan sinar kemilau. dan takhta Astina diduduki oleh Prabu Pandu Dewanata.yang artinya telinga. Dalam pewayangan ia juga disebut Suryaputra. Druwasa mengeluarkan jabang bayi yang dikandung melalui telinga Dewi Kunti. Yang memerintah Astina saat itu adalah Prabu Krisna Dwipayana.

Selain berguru secara tidak langsung pada Begawan Drona dan Resi Krepa yakni hanya dengan mendengar dan melihat dari kejauhan. Duryudana. ditolak. Namun Kunti juga ragu. karena sebagai seorang putra raja Arjuna merasa dirinya tidak pantas melayani tantangan Karna yang hanya anak seorang sais kereta. tidak ada lagi alasan bagi Arjuna untuk menolak tantangan itu. Namun untuk segera mengakuinya sebagai anak. Adu tanding pun dimulai.Untuk mengetahui sampai di mana tingkat kemajuan ilmu dan keterampilan para Pandawa dan Kurawa. Dan ternyata keduanya sama kuat dan sama mahirnya. Yakin. Walaupun ayah angkatnya telah berusaha mencegah. Dengan pengaruh yang dimilikinya selaku putra Prabu Drestarastra. dan Anting Mustika itu pernah dilihatnya belasan tahun yang lalu. dengan nekad Karna lalu me-nantang Arjuna untuk adu tanding dalam ketrampilan keprajuritan dengan dirinya. gerak-gerik Karna boleh dibilang sama dengan Ksatria Panengah Pandawa itu. ataukah sebaliknya. Pada acara ujian seperti itu ternyata Pandawa selalu unggul. secara berkala Begawan Drona dan Resi Krepa mengadakan uji keterampilan bagi mereka. Pada setiap pertandingan ksatria remaja yang tampan ini selalu mendapat angka tertinggi. Keunggulan ini membuat Arjuna lalu bersikap sombong. Tantangan Karna ini ditolak Arjuna. Karna sempat pula berguru pada seorang brahmana sakti bernama Rama Parasu alias Rama Bargawa. Dewi Kunti tercekam oleh perasaan antara yakin dan ragu. Resi Krepa dan Begawan Drona akhirnya memberikan penilaian tidak ada yang kalah dan tak ada yang menang. dari telinga Karna memancar sinar kemilau Anting Mustika yang telah menempel sejak dilahirkan. ***) Dengan kedudukan Karna sebagai seorang adipati. saat itu juga Duryudana mengangkat Basukarna sebagai adipati di Kadipaten Awangga. si Sulung dalam keluarga Kurawa segera memanfaatkan peristiwa itu. apakah jika ia tiba-tiba mengakui Karna sebagai anak akan membuat situasi menjadi baik. yang belasan tahun sebelumnya dihanyutkan di sungai. Ini dilakukan setelah permohonan Karna untuk diterima menjadi murid resmi Begawan Drona dan Resi Krepa. CATATAN KAKI = ***) Menurut pewayangan. Tantangan Karna itu memang mengejutkan semua orang. Lebih-lebih Arjuna. Keduanya seimbang sama kuat. Dewi Kunti yang menyaksikan acara pertandingan itu. merasa panas hati melihat kesombongan dan keangkuhan Arjuna. Lagi pula. termasuk para Kurawa. Karna menjadi Adipati di Awangga . Basukarna yang sejak semula menyaksikan acara itu. Selain wajahnya yang amat mirip dengan Arjuna. karena baik raut wajah maupun bentuk tubuh Karna seolah bayangan Arjuna. Dewi Kunti merasa tidak menemukan alasan yang tepat. saat itu sudah yakin benar bahwa Karna sesungguhnya adalah anak sulungnya.

Sewaktu tahu apa yang terjadi. Dan. yaitu raja penguasa di Awangga. Saat itu seekor ketonggeng. . kutukan itu akan terbukti. Sejak itu timbullah kebencian Prabu Salya terhadap Karna. Karna akan lupa bunyi mantera ilmu Bramastra. yakni ilmu ketrampilan memanah. sehingga keringatnya bercucuran. Saat itu Duryudana sudah berkedudukan sebagai Prabu Anom. kelak ternyata. dengan sekuat tenaga Karna menahan rasa sakit yang alang kepalang itu. terutama pada saat menghadapi Baratayuda kelak. raja Mandraka. dengan marah Rama Bar-gawa mengucapkan kutukannya: Kelak dalam Baratayuda. sejenis kalajengking berbisa. Oleh sebab itu Karna diam-diam lalu sering masuk ke Istana Mandraka dan secara sembunyi-sembunyi memadu kasih dengan sang Dewi.bukan karena hadiah atau diangkat oleh Duryudana. ***) Sesudah mewariskan berbagai ilmunya. Prabu Anom Duryudana sendiri sebenarnya amat sakit hati pada tindakan Karna melarikan Dewi Surtikanti. barulah Rama Bargawa sadar bahwa Karna sebenarnya bukan dari golongan brahmana. atau raja muda. melainkan seorang ksatria. Pernikahan ini sebenarnya tidak disetujui oleh Prabu Salya. Namun karena keluarga Kurawa sangat memerlukan tenaga CATATAN KAKI = ***) Sebagian dalang menyebut ilmu itu Aji Kunta Bramasta. Dari gurunya yang ini Basukarna antara lain mendapat ilmu Bramastra. Rama Bargawa justru terbangun ketika peluh Karna menetes ke wajahnya. putri Prabu Salya. yang telah merencanakan akan menikahkan Surtikanti dengan Duryudana. sadarlah Sang Guru bahwa muridnya itu tentu berasal dari golongan ksatria. Basukarna menikah dengan Dewi Surtikanti. Untuk dapat berguru pada brahmana yang kesaktiannya tidak tertandingi siapa pun di dunia ini. walaupun telah menjadi menantunya. adik Surtikanti. justru pada saat raja muda Astina itu sedang menyiapkan lamarannya pada Prabu Salya. Karna harus menyamar sebagai brahmana. Penyamaran itu terpaksa dilakukan karena Rama Bargawa amat membenci golongan ksatria. Basukarna. masalah Dewi Surtikanti itu tidak diperpanjang lagi.yang menentukan hidup atau mati. bahkan kemudian melarikan Dewi Surtikanti. tetapi karena hasil usahanya sendiri. Apalagi kemudian Prabu Salya menjanjikan akan menikahkan Duryudana dengan Dewi Banowati. Karena merasa ditipu. sehingga mereka terpaksa dinikahkan. pada saat yang genting . Karna memperoleh negeri itu setelah me-ngalahkan Prabu Karnamandra. Namun untuk menjaga jangan sampai gurunya terbangun. Hanya seorang ksatria yang tangguh sanggup menahan rasa sakit yang demikian hebat. menyengat paha Basukarna. Penyamaran Basukarna ini terbongkar manakala Rama Bargawa tidur berbantal paha muridnya.

mengira bertemu Arjuna dan memberikan senjata Kunta Wijayandanu pada Karna.Karena perkawinannya dengan Dewi Surtikanti itu. sedangkan dengan Kotang Kerei Kaswargan engkau akan kebal terhadap senjata apa pun. Senjata pusaka pemberian dewa itu seharusnya diberikan kepada Arjuna untuk memotong tali pusar Gatotkaca yang baru lahir. Meskipun sebelumnya telah tahu. "Ingatlah Karna. penampilan dan wajah Basukarna amat mirip dengan Arjuna. CATATAN KAKI = ***)Dalang ternama. Ki Nartasabda. putri sulung Prabu Salya. dan Arjuna. dan membenci orang yang terlalu mengagungagungkan kebangsawanannya. Selain seimbang kesaktiannya. Yang berhasil direbut hanyalah wa-rangkanya (sarung) saja. Waktu itu Batara Surya datang menjumpainya dan menceritakan siapa sebe-narnya Basukarna sesungguhnya. sebab Batara Endra. teguh dalam pendirian. Jangan sampai kedua pusaka itu lepas dari tanganmu. Batara Surya juga memperingatkan agar Karna waspada. perjumpaan Karna dengan Narada bukan suatu kebetulan. Itu pula yang me-nyebabkan ada sebagian pecinta wayang menggolongkan Basukarna sebagai tokoh yang berpihak pada kejahatan dan mabuk akan derajat serta kedudukan. Dalam pewayangan. tetapi gagal. Basukarna yakin benar bahwa ia sesungguhnya adalah putra sulung Dewi Kunti. siapa pun yang memintanya. Jadi. Dalam perja-lanannya mencari Arjuna. tahu membalas budi. Bima. Anting Mustika berkhasiat akan mengingatkan engkau bilamana ada bahaya mengan-cam. yaitu Batara Surya. dan mengaku sebagai Arjuna. kisah mengenai senjata Kun-ta ini diceritakan dalam lakon Lahirnya Gatotkaca. dan Prabu Ba-ladewa yang sebelumnya telah menikahi Dewi Erawati. Karna mempunyai dua orang raja besar sebagai ipar. Batara Narada yang secara kebetulan berjumpa dengan Basukarna. Yang meya-kinkan adalah penjelasan yang diberikan oleh ayahnya sendiri. ayah Arjuna akan datang menemuinya dan membujuknya dengan berbagai cara guna mele-mahkan Karna. Berarti ia adalah saudara tua yang seibu dengan Yudistira. percaya diri. tetapi baru tiga hari sebelum pecah Baratayuda. Adipati Karna merasa berhutang budi pada Duryudana dan adik-adiknya. Itulah sebabnya Batara Narada pernah keliru menganggap Arjuna tatkala akan memberikan senjata Kunta Wijayandanu." . yakni Prabu Anom Duryudana. Karena selalu diperlakukan dengan baik dan dihargai oleh Kurawa. dari aku sejak lahir engkau telah kuwarisi Anting Mustika dan Kotang Kerei Kaswargan. Adipati Awangga itu memiliki sifat pantang berkhianat. salah lihat. ***) Arjuna kemudian berusaha merebut kembali senjata pusaka itu. dalam lakon Banjaran Karna menceritakan bahwa Batara Surya yang tahu rencana perjalanan Batara Narada memberitahu Karna agar mencegat dewa itu.

. Karenanya. Kini.. terjadi peristiwa sebagai berikut: Sebelum pulang ke Kerajaan Wirata untuk me-laporkan hasil perundingannya pada pihak Pandawa. apa alasan brahmana itu memintanya.. Rasa simpati itu menyebabkan Batara Endra . itu tergantung pada siapa yang memintanya. hari itu Karna kehilangan dua pusaka yang merupakan perisai dirinya.Ketika itu Basukarna menjawab: "Ayahanda." Apa yang diperingatkan oleh Batara Surya memang terjadi. . Karna menolak bujukan itu dengan alasan. terimalah pemberian hamba berupa anak panah Wijayacapa.. raja Dwarawati itu berusaha membujuk Karna agar bersedia menyeberang ke pihak Pandawa." Basukarna: "Hamba telah menyerahkan dengan ikhlas kedua barang yang Bapa Brahmana minta. Kurawa telah memberikan kemuliaan duniawi dan derajat kepangkatan kepadanya. Kresna secara khusus datang menemui Karna." Demikianlah. ksatria mulia. Pada pertemuan empat mata. saat itu brahmana tua yang sebenarnya penjelmaan Batara Endra meminta Anting Mustika dan Kotang Kerei Kaswargan. ambillah. dua hari menjelang Baratayuda berlangsung Batara Endra datang menjumpainya dalam ujud seorang brahmana tua.. tetapi mendapat pusaka pengganti sebuah senjata pamungkas. Seperti yang diduga oleh Batara Surya. Saat itulah terjadi perdebatan dan adu pendapat di antara mereka. tibalah saatnya bagi Karna untuk membalas budi baik para Kurawa." Brahmana tua itu menjawab: "Jangan khawatir. beberapa saat setelah Prabu Kresna sebagai duta yang gagal kemu-dian dikroyok para Kurawa sehingga terpaksa me-lakukan triwikrama. sebagai seorang ksatria tentu pantang bagi hamba untuk menolaknya.. Hanya seorang dewa saja yang akan sanggup melepaskannya . Bilamana Bapa Brahmana juga memberikan senjata pamungkas itu dengan ikhlas. Namun hamba tidak memiliki kemampuan melepaskan kedua pusaka pemberian Ayahanda Batara Surya ini dari tubuh hamba. dengan hati teguh dan ikhlas Karna menjawab: "Bilamana Bapa Brahmana memang menginginkan." Karena brahmana itu memang penjelmaan dewa. Hamba sendiri yang akan melepaskannya. walaupun yang diminta itu langsung menyangkut keamanan jiwa hamba . dengan mudah ia melepaskan kedua pusaka andalan Basukarna. berkata: "Karna. bahwa sebagai ksatria sudah selayaknya ia harus tahu membalas budi. pada saat itu sebenarnya hati kecil Endra terharu dan heran menyaksikan ketulusan hati Karna. Esok harinya. sebagai ganti barang yang hamba ambil. Jika seorang brahmana datang meminta. Tanpa menanyakan. Sudah sepantasnya jika ksatria agung seperti Tuanku memiliki senjata pamungkas yang ampuh. Sehari menjelang Baratayuda.yang masih dalam ujud brahmana. engkau sungguh seorang ksatria sejati yang berbudi luhur.. dengan senang hati hamba akan menerimanya. Namun.

mengapa itu tidak Adinda lakukan? Apa alasannya?" Karna: "Kakanda Kresna yang bijaksana. . Namun.. Barata-yuda harus segera terjadi. bagaimana pun. Itu adalah kewajiban Adinda. pendirian mereka." Kresna: "Tetapi. dalam hal ini soal balas budi bukanlah hal yang mutlak harus dilakukan. Adinda tahu benar akan keserakahan mereka. saya bujuk mereka agar jangan takut berperang. bukan berarti Adinda berpihak pada keangkaramurkaan. Begawan Drona.. sebagai seorang titisan Wisnu mestinya kakanda maklum. sifat iri. jika Adinda berpihak pada para Kurawa dan berperang melawan adik-adikku para Pandawa. mereka memang dilahirkan sebagai manusia-manusia pembawa sifat buruk yang tidak lagi dapat diperbaiki. Kakanda Kresna. Soal kalah atau menang bagi Adinda bukan lagi merupakan hal yang penting. melainkan juga hanya karena menjalani darma ksatria. Mereka hanya mengikuti hasutan jahat dari Paman Sengkuni dan Ibunda Dewi Gendari. sebagai ksatria Adinda harus menjalankan kewajiban sebagai prajurit menghadapi lawannya. jika Adinda Karna mau menyeberang ke pihak Pandawa. sejak masih remaja. Adinda telah mengenal para Kurawa.. Baratayuda yang akan dimulai esok hari. Rasanya. ." Karna: "Kakanda Kresna. Bahkan Maharesi Bisma. tentu akan menyulitkan para Pandawa untuk memenangkan Baratayuda. Jika Adinda harus berperang melawan adik-adik para Pandawa." Kresna: "Saya memahami hal itu. Antara kebaikan dan keadilan me-lawan keserakahan kebatilan. Adinda berperang di pihak mereka semata-mata hanya menjalani darma ksatria. bukan berarti Adinda berperang melawan kebaikan dan kebenaran. Dinda Karna." Karna: "Kakanda Kresna. karena membela kebenaran bagi seorang ksatria lebih mutlak harus dilaksanakan. Adinda berpendapat tidak ada cara lain untuk memberantas keangkaramurkaan dan kebatilan yang telah belasan tahun terjadi di Astina." Kresna: "Mengapa? Peperangan akan selalu membawa penderitaan bagi banyak orang. Itulah sebabnya. membalas kebaikan dengan kebaikan pula. Kakek Abiyasa. Saya berketetapan hati untuk memihak Kurawa. Perang itu me-rupakan pertarungan antara pihak yang benar dengan pihak yang salah." Karna: "Justru Adinda yang sebenarnya sangat menginginkan Baratayuda segera terjadi. Jadi. Resi Krepa. Adinda tahu benar.. adik-adikku para Pandawa bukan ksatria yang takut dan enggan menghadapi kesulitan.Kresna: "Dinda Karna. Bilamana Adinda Karna dapat mencegahnya. Adinda mengenal benar tabiat dan watak mereka. tentu Kurawa tidak akan meneruskan niatnya me-nempuh jalan perang. bukan perang kecil. sehingga Baratayuda dapat dicegah. satu persatu secara pribadi sejak mereka masih kecil. Yang penting. dan dengki mereka. itu semua agar Baratayuda dapat segera . kecuali dengan meniadakan keberadaan mereka di dunia ini. yang tinggi wibawanya pun tidak sanggup memperbaiki sifat-sifat buruk mereka. Tidak satu pun saran dan nasihat baik dari para pini sepuh Astina yang mereka dengar. saya sengaja membakar-bakar semangat Adinda Duryudana. culas. Dengan adanya Adinda di pihak Kurawa.

bu-kankah jer basuki mawa beya? Kakanda Prabu Kresna tentu sudah faham benar. Sekali lagi. Jika Adinda Basukarna gugur dalam Baratayuda nanti. sejarah akan mencatat Adinda Karna gugur karena berperang di pihak yang salah. Adinda Basukarna tewas karena membela pihak angkara. Di tepi sungai yang dianggap suci itu. Itu sudah merupakan hukum alam yang berlaku pada zaman apa pun. Baratayuda tentu akan berlangsung lebih lama dan korban di kedua pihak akan lebih banyak. Hamba tidak peduli lagi tentang bagaimana sejarah akan mencatat nama Adinda. maka Adinda ikhlas sebab pe-ngorbanan Adinda adalah untuk kemenangan adik-adik para Pandawa dan itu berarti pengorbanan Adinda adalah untuk tegaknya kebenaran dan keadilan." Kresna: "Adinda Karna. selalu harus ada yang menjadi korban. Coba renungkan hal itu. Kakanda benar-benar menaruh hormat akan pendirian Adinda yang teguh itu. Demikian pula. Arjuna pun sebagai ksatria harus ikhlas karena pengorbanannya tentu tidak sia-sia. Seandainya Adinda yang gugur. bahwa menurut takdir pada Baratayuda nanti Adinda harus berhadapan dengan Arjuna. Pengorbanan Adinda Karna dengan pengorbanan Adinda Arjuna." Kresna: "Adinda Karna. bukankah sebagai ksatria kita tidak boleh memperhitungkan untung rugi dalam menjalankan darmanya? Adinda berperang di pihak Kurawa karena menjalankan darma Adinda sebagai ksatria. "Semoga Yang Maha Mengetahui selalu memberikan berkah kepadamu. maka ia akan dianggap sebagai pahlawan pembela keberaran. Tidakkah hal ini Dinda pertimbangkan?" Karna: "Adinda memahami hal itu." kata titisan Wisnu itu. seandainya Adinda yang menang. . dan siapa yang akan unggul. Hati kecilnya merasa. sebelum menghadap pada Sang Pencipta." Karna: "Itu pun Adinda pahami. kita semua belum tahu. Karenanya. anak pungut Sais Adirata itu ingin lebih dahulu mensucikan tubuhnya. sebagaimana perjumpaanya dengan Prabu Kresna. Namun dengan adanya Dinda Basukarna di pihak Kurawa. Baratayuda adalah peristiwa yang menjadi sarana untuk memusnahkan segala yang jahat dan yang angkara." Prabu Kresna tidak bisa berkata-kata lagi. Dengan penuh haru dipeluknya putra sulung Kunti itu erat-erat. Dinda Basukarna .. Setelah pertemuannya dengan Prabu Kresna. Biarlah nama baik Adinda hancur karena sikap Adinda dalam menjalankan darma. Entah siapa yang akan kalah. Adinda tahu. ia akan gugur dalam perang besar antarke-luarga Barata itu. Karena nama baik itu pun telah Dinda ikhlaskan sebagai pengorbanan demi tegaknya kebenaran dan keadilan .. secara kebetulan Karna bertemu dengan Dewi Kunti yang juga baru saja selesai mensucikan tubuhnya. dan selalu harus ada yang dikor-bankan.. kali ini Dewi Kunti juga berusaha membujuk Adipati Karna agar mau menyeberang ke pihak Pandawa. Namun. lewat tengah hari. Biarlah sejarah mencatat Adinda sebagai pembela nafsu angkara pihak Kurawa. jelas berbeda. Namun. Adipati Karna pergi ke Sungai Gangga hendak mensucikan dirinya. Sedangkan jika Dinda Arjuna yang gugur. Untuk mencapai masyarakat dunia yang tenteram dan damai. cobalah Adinda renungkan sekali lagi.terjadi sebagaimana seharusnya. bagaimana pun.

Karna Anakku. junjungan hamba.. anggaplah kepedihan itu sebagai pengorbanan Ibunda untuk ketentraman dan kedamaian masyarakat banyak.. Hamba juga mengerti bahwa karena keadaan pula hamba sekarang berdiri di pihak Kurawa yang merupakan lawan para Pandawa. Anakku. perang besar akan terjadi esok hari. Hanya karena keadaan. maka itu berarti hamba menyalahi darma hamba sebagai seorang ksatria. Engkau seorang ksatria utama. ada yang . Hamba ingin agar Ibunda Kunti dapat merasakan kebahagiaan serta bangga. anakku?" Kunti tidak lagi dapat menahan air matanya. bukankah kita tidak dapat hanya menyalahkan keadaan? Bilamana Ibunda Dewi Kunti mengharapkan agar hamba menyeberang ke pihak Pandawa dan meninggalkan Kurawa. Ada yang ditakdirkan harus mengorbankan jiwanya. Namun hamba mohon. sebenar-benarnyalah bahwa engkau itu anak sulungku. Ibunda mengerti.. Selain harus menjalani darmamu sebagai seorang ksatria. Arjuna. sangat berharap engkau tidak berdiri di pihak yang berlawanan dengan adik-adikmu. Namun." Kunti: "Tetapi . Hamba yang hina ini memahami benar kepedihan hati Ibunda Dewi.. Basukarna pun terharu mendengar kata-kata yang diucapkan oleh wanita yang dulu melahirkannya itu. Dapatkah engkau membayangkan. dalam Baratayuda nanti besar kemungkinan engkau akan berhadapan dengan adikmu. cobalah engkau renungkan barang sejenak. engkau pun mempunyai kewajiban menjalankan darmamu sebagai seorang putra terhadap ibumu." Dengan penuh hormat Karna menjawab: "Ibunda Dewi Kunti yang amat hamba hormati. Hamba akan menjadi pengkhianat bagi Kurawa yang selama ini telah memberikan derajat dan kemuliaan pada hamba. Tidak bisa tidak. adik-adik hamba... Namun. Ibunda tentu juga tahu. engkau adalah prajurit sejati.. bukan alasan bagi hamba untuk mengecewakan harapan para Kurawa yang mengandalkan kekuatan hamba . berarti engkau membahagiakan wanita yang pernah melahirkanmu. dengan menguatkan hati.. Jika harapanku ini engkau kabulkan. keadaan telah membuat hamba terpaksa berpisah dengan adik-adik hamba. engkau terpaksa berpisah dengan adik-adikmu para Pandawa. Para dewa dapat menjadi saksi. Tentu saja hamba ingin membahagiakan Ibunda Dewi.. betapa remuknya hati seorang ibu. Baratayuda yang akan dimulai esok hari. salah satu dari kalian berdua akan menjadi korban kekejaman perang besar itu. Aku. Namun. Hanya karena keadaan yang membuatmu terpaksa bergabung dengan pihak Kurawa. Hamba mengerti.. . . Hamba akan menjadi manusia yang tidak tahu membalas budi. manakala ia tahu dua orang putranya saling ber-hadapan di medan perang dengan tekad akan saling membunuh? Dapatkah kau bayangkan itu. Tidak adakah keinginanmu untuk membahagiakan wanita yang telah melahirkanmu?" Karna: "Ibunda Dewi Kunti. yang membalas kebaikan orang dengan pengkhianatan. ibumu ini. Bergabunglah engkau bersama kelima adikmu." Kunti: "Karna. Namun. bahwa Baratayuda adalah salah satu sarana dan jalan untuk membebaskan dunia dari keangkaramurkaan yang selama ini dilakukan oleh para Kurawa. Engkau tentu juga tahu."Basukarna anakku. bilamana hamba dapat menjalankan darma hamba sebagai seorang ksatria. Basukarna berkata dengan lembut: "Ibunda Dewi Kunti yang hamba hormati. Semua orang yang melangkah pada jalan darmanya harus ikut berkorban demi ketentraman dunia.

dan . Penggunaan senjata pamungkas ini se-benarnya sama sekali di luar rencananya. derajat dan pangkat. mengorbankan orang yang disayanginya. Basukarna sebagai panglima perang di pihak Kurawa. mungkin Baratayuda akan gagal. karena bisa jadi Duryudana akan memilih jalan damai. buah hatiku . Namun sewaktu Gatotkaca memporakpo-randakan barisan prajurit Kurawa dan membunuh beberapa adik Duryudana. sebagai ksatria. membuat tenggorokanku serasa tersumbuat. sambil berkata terisak di sela tangisnya: "Restuku untukmu. Doaku untukmu. Hati kecil Basukarna memang menaruh dendam pada Arjuna sejak ksatria Pandawa itu menghinanya di hadapan umum dengan menolak mengadu ketrampilan dengannya. Bilamana ternyata dalam Baratayuda nanti Adinda Arjuna yang terpaksa menjadi korban.. tidak terlaksana. Kesedihanku sebagai seorang ibu. Dan. maafkanlah Ibumu ini.. Biarlah aku memelukmu barang sejenak. Demikian pula. Jika hamba gugur. izinkan aku memelukmu. sejak engkau masih berujud bayi merah. Karna. Semula Adipati Karna menolak karena ia sedang mencari- . tidak akan ada manfaatnya ia membujuk Karna lebih lanjut. Di tengah pertempuran Duryudana mencari Basukarna dan memintanya untuk menghadapi Gatotkaca. memelihara dan mengasihimu. penguasa Astina itu mulai khawatir. anakku. maka ia akan gugur sebagai pahlawan. Puluhan tahun. Ibunda Dewi dapat membanggakannya. walaupun tentu dalam kesedihan se-orang ibu yang kehilangan putra. Aku tidak berkesempatan merawat. Dalam Baratayuda. kumohon kepadamu. Tetapi. jika ia tidak ikut beperang. tentunya tidak terkecuali Ibunda Dewi. Untuk itu. . Kunti lalu berkata: "Anakku. Ibunda Dewi pun boleh merasa bangga karena hamba tewas dalam menjalankan darma hamba sebagai seorang prajurit.. Ardawalika atas inisiatifnya sendiri langsung menyerang Arjuna. jika ini terjadi berarti kesewenangan di dunia akan tetap berjalan terus. kemuliaan. ketika tahu bahwa Adipati Karna gugur. pada hari ke-15 berhasil membunuh Gatotkaca dengan senjata Kunta Wijayandanu... Walaupun tawaran bantuannya ditolak. Sikap Basukarna yang siap untuk mati dalam pe-rang juga dibuktikan ketika ia menolak tawaran bantuan Naga Ardawalika yang diam-diam akan ikut menyerang Arjuna.. batal. anakku. ia merencanakan penggunaan senjata sakti yang hanya dapat sekali digunakan itu untuk menghadapi Arjuna. Pertimbangan yang lain adalah. anakku .. bilamana hamba yang tewas dalam perang tanding itu. karena sebagai ksatria ia harus tahu membalas budi kepada Kurawa yang sudah memberinya kedudukan. maka hamba bukan mati sebagai pengkhianat" Kunti merasa. Sejak ia menerima Kunta dari tangan Batara Narada." Pertimbangan Karna dalam mengambil keputusan itu adalah. Sekarang ibu para Pandawa itu tahu benar keteguhan hati anak sulungnya itu. menciumi ubunubunnya.. aku telah kehilangan engkau.. ia akan tetap dikenal sebagai anak sais kereta Adirata. Tanpa bantuan Suyudana dan keluarga Kurawa lainnya. Karena itu.. tetapi ksatria Pandawa itu pun berhasil membunuhnya.harus mengorbankan suaminya." Dengan air mata bercucuran Dewi Kunti memeluk anak sulungnya. Aku tidak lagi dapat merangkai kata-kata.

Panah Wijayacapa meluncur deras. seorang anak pungut sais kereta bernama Adirata. Ia juga telah merelakan jiwanya untuk membahagiakan Dewi Kunti. Alasannya. sedangkan kereta perang Arjuna bernama Jatisura. pada saat yang tepat Prabu Salya menarik tali kekang kuda. Pada suatu kesempatan Basukarna melepaskan panah pusakanya Wijayacapa. ia minta agar mertuanya Prabu Salya bersedia menjadi saisnya. kemudian membujuk Prabu Salya. Putra Bima itu memang berhasil dikalahkannya. Di medan perang Karna menggunakan kereta perang bernama Jaladra. ibu kandung yang tidak pernah menyusui. Karena desakan Duryudana ini. yang paling tepat adalah Prabu Salya. Peristiwa itu menambah kebencian raja Mandraka itu pada menantunya itu. bahwa perang ini bukan perang pribadi. Namun. ketika tubuh Karna roboh ke bumi. dan mengatakannya sebagai menantu yang tidak tahu diri. seorang anak yang terbuang sejak bayi. Basukarna sudah tidak lagi memiliki senjata andalan. dan mengasihinya. keris Kyai Jalak Kaladite yang disandangnya lepas dari warangkanya (sarung keris) dan melayang. sebagaimana dikehendakinya. Karena jika bukan dia yang gugur. Permintaan ini amat menyakitkan hati Prabu Salya dan serta merta raja Mandraka itu mendampratnya. Ia telah mendarmabaktikan jiwanya pada Kerajaan Astina yang telah mengangkat derajatnya dari kedudukan anak sais menjadi seorang adipati. CATATAN KAKI = ***) Menurut salah satu versi Ma-habarata di India. ***) Karna yang berperang dengan sepenuh hati akhirnya gugur sebagai ksatria utama dalam Bara-tayuda. Ia minta agar Basukarna melupakan dulu dendam pribadinya. kereta perang Arjuna dikemudikan Sri Kresna. Dan. Duryudana dengan cepat melerai. Kedua kereta perang yang berisi dua ksatria utama itu seolah menjadi primadona pertempuran. raja Dwarawati. mengasuh. melesat ke arah dada Arjuna. akhirnya Salya mau menuruti permintaan Basukarna. Basukarna terpaksa menghadapi Gatotkaca. Waktu berperang tanding melawan Arjuna. bila ini terjadi tentu akan membuat ibunya lebih berduka. kereta perangnya juga harus dikendalikan seorang raja. dan menurut anggapannya. Tetapi Arjuna yang selalu waspada segera menangkis serangan keris itu dengan gendewa pusakanya. dibidikkan tepat ke leher Arjuna. Panah sakti itu hanya menyambar mahkota gelung rambut Arjuna. Sesaat berikutnya Arjuna me-lepaskan anak panah pusaka Pasopati dan tepat menebas leher Basukarna. Duryudana lalu meng-ingatkan. Hanya karena bujukan Duryudana. Supaya dirinya sederajat dengan Arjuna.cari Arjuna. tetapi bidikannya tidak tepat lagi. dan lebih memikirkan kemenangan bagi seluruh Kurawa. gugur dalam keyakinan untuk menjalankan darmanya sebagai ksatria utama. maka Arjunalah yang harus tewas dalam perang tanding itu. Basukarna . Agar seimbang dan tampak sederajat. Basukarna. namun dengan demikian ia kehilangan Kunta Wijayandanu. Sementara itu. sehingga kereta perang yang dikendarainya tergoncang.

Basukarna mendapat dua orang putra. agar Arjuna melepaskan anak panahnya. . karena sebenarnya Dewi Surtikanti akan dikawinkan dengan raja muda Astina itu. kemudian mencoba mendorong kereta itu untuk membebaskan roda kereta yang terbenam di lumpur. Ia mempersalahkan Adimanggala. Permadi mencoba membantah. Tanpa banyak bicara Karna segera membunuh Patih Adimanggala.Bhs. Patih Adimanggala gugur bersama (sampyuh . yaitu Warsasena dan Warsakusuma. Bila dalam waktu itu Permadi tidak berhasil. Karna terpanah dalam keadaan tidak bersenjata. Jadi. maka ia akan dijatuhi hukuman sebagai si Penculik. yakni patih Kadipaten Awangga. abang satu ibu lain ayah. Dari keterangan para dayang. Dengan demikian. patih Kadipaten Awangga itu menyampaikan be-rita yang tidak jelas. sesuatu yang sebenarnya terlarang dalam Baratayuda. Dari perkawinannya dengan Dewi Surtikanti. Suatu hari. Mulanya ksatria itu memasuki keputren dan berasyikmasyuk dengan Dewi Surikanti. putri Prabu Anom Duryudana. Pada saat Baratayuda berlangsung. Kisahnya begini: Suatu ketika Keraton Mandraka geger karena Dewi Surtikanti dilarikan oleh seorang ksatria muda yang tampan. Tetapi versi lain menyebutkan. namun tidak seorang pun yang percaya. yang menyebut bahwa pria yang melarikan sang Putri itu sangat tampan. tidak sanggup menghadapi kesaktian ksatria tampan itu. Waktu itu salah satu roda kereta perang Karna terperosok ke dalam lumpur. Kematian Dewi Surtikanti membuat Adipati Karna amat marah. Perkawinan Basukarna alias Basusena dengan Dewi Surtikanti sebenarnya dapat berlangsung dengan bantuan Arjuna. ia selalu mengikuti berita dari medan perang yang disampaikan oleh Patih Adimanggala. selain sebagai ipar. hu-bungan Basukarna dengan Duryudana. Pada saat itu Kresna memberi isyarat. Kejadian ini membuat marah Prabu Salya dan Prabu Anom Duryudana. Tanpa pikir panjang Surtikanti bunuh diri dengan mencabut patrem (keris kecil) lalu menusukkannya ke dadanya sendiri. Prabu Salya dan Duryudana langsung menu-duh Permadi (nama panggilan Arjuna selagi muda) sebagai pelakunya. Kelak Warsakusuma kawin dengan Dewi Lesmanawati. Jawa) ketika ia bertempur melawan Patih Udawa. Ketika mereka dipergoki para dayang istana dan terjadi ke-ributan. Resi Bisma lalu mengambil kebijaksanaan: Permadi harus mencari pelaku penculikan atas Dewi Surtikanti dalam waktu tiga hari. sehingga Dewi Surtikanti salah mengerti. Karna lalu melepaskan seluruh senjatanya. Ia mengira suaminya gugur di palagan Ba-ratayuda. putri Prabu Salya. Permadi sanggup. Dewi Surtikanti meninggal karena bunuh diri. ia juga merupakan besan. ksatria itu segera lari membawa sang Dewi. Para prajurit yang berusaha menghalanginya. turun dari kereta.gugur karena siasat licik Kresna.

Adu ketrampilan dan kesaktian di antara keduanya begitu seru sehingga kahyangan goncang karenanya. Karna sebenarnya adalah putra sulung Dewi Kunti yang ketika masih bayi dibuang ke Sungai Gangga dan ditemukan oleh Adirata. terpaksa menerima kenyataan itu. yang diharapkan bantuannya pada saat pecah Baratayuda kelak. dan terjadilah perang tanding. ksatria Pandawa itu minta agar Basukarna menurut dibawa ke Mandraka sebagai tertuduh. Sebagian dalang menceritakan bahwa Basukarna sengaja menyulut api perang dengan maksud agar angkara murka keluarga Kurawa cepat hancur punah dengan terjadinya perang besar itu. Basukarna bersedia membawa kembali Dewi Surti-kanti ke Mandraka. Setelah tahu apa yang terjadi. Dengan penjelasan itu mereka pun berdamai. . Lagi pula. Narada menjelaskan bahwa sebenarnya keduanya bersaudara. Sedangkan Permadi adalah anak Kunti yang keempat. Guna me-nyirnakan angkara murka. yang dianggapnya telah memberikan malu kepadanya. dan bahkan juga nama baiknya. sehingga penguasa Astina itu memilih jalan peperangan daripada perdamaian. dewa itu segera melerainya. Karenanya. walaupun hati kecilnya masih tetap tak menyukai Karna. Diterangkan. Batara Narada lalu Lakon-lakon Yang Melibatkan Basukarna Pandadaran Siswa Sokalima Bale Sigala-gala Suryatmaja . sekaligus membujuknya agar Karna diterima sebagai menantu. namun ia membesar-besarkan hati dan membakar semangat Prabu Anom Duryudana. Duryudana juga berusaha tetap memelihara persahabatannya dengan Karna. karena Permadi menyanggupi akan memintakan maaf pada Prabu Salya. Usaha Permadi ini berhasil. Dalam pewayangan di Indonesia. mengenai peran Basukarna dalam memantik api perang Baratayuda ada dua versi. Karna menolak. Ia tahu benar kekuatan Kurawa dan sekutunya tidak akan sanggup menandingi para Pandawa. ia sanggup mengorbankan jiwanya.Surtikanti Brantalaras Rabi Banjaran Karna Salya Gugur Bisma Gugur Karna Tanding turun ke dunia untuk melihat apa yang menjadi penyebabnya. Basukarna diakui oleh Prabu Salya sebagai menantu. Sedangkan Duryudana yang amat kecewa karena gagal kawin.Dalam waktu singkat. Permadi menemukan Dewi Surtikanti di Istana Awangga.

Adipati Awangga itu juga sangat membenci Dewi Drupadi. Dalam seni kriya Wayang Kulit Purwa tokoh Basukarna dirupakan dalam dua wanda. sikap Basukarna menyulut api peperangan disebabkan karena dendamnya pada para Pandawa.Sebagian dalang yang lain menyebutkan.1881) dipilih sebagai salah satu tokoh dari tiga orang ksatria teladan dalam Serat Tripama. terutama pada Arjuna yang dinilainya angkuh. yakni wanda Badru (Bedru) dan wanda Lontang. ketika Pandawa kalah main dadu dan Drupadi sebagai barang taruhan dipanggil untuk diper-malukan oleh para Kurawa. selain dendam pada Arjuna." Kata-kata Dewi Drupadi ini amat menyakitkan hati Basukarna. dan Arjuna. . Lihat juga Kunti. atau Basusena. Karna ternyata sanggup. bukan bangsawan). tidak akan mungkin saya menikah dengan pria berdarah sudra (orang biasa. Basukarna. Basukarna berkesempatan membalas sakit hatinya. oleh Sri Mangkunegara IV (1853 . Namun pada saat itu Dewi Drupadi berseru dengan nyaring: "Saya adalah putri raja besar. Setelah para peserta lain gagal mengangkat gendewa pusaka. yang dalam pewayangan lebih sering disebut Adipati Karna. raja Pancala (di pewayangan Pancala disebut Cempalaradya) hendak men-carikan jodoh bagi Dewi Drupadi. Basukarna adalah salah seorang pesertanya. Ksatria teladan lainnya adalah Kumbakarna dan Bambang Sumantri. Kelak. Kebencian Basukarna pada Dewi Drupadi disebabkan karena peristiwa berikut ini: Ketika Prabu Drupada. Dalam Mahabarata. Tanpa bicara apa pun ia lalu berjalan keluar istana. Gambaran tentang pribadi Basukarna dalam pewayangan pada umumnya memang sedikit lebih baik dibandingkan dengan yang tergambar dalam Kitab Mahabarata. Waktu itu Adipati Karna sengaja memanas-manasi Dursasana agar mene-lanjangi Dewi Drupadi di hadapan umum. Dewi.

Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. Diantara saudaranya yang dikenal dalam pedalangan adalah. Dursasana (Adipati Banjarjungut). Bomawikata. Kartadenta. Carucitra. Ia mati dibunuh oleh Bima setelah berakhirnya perang Bharatayuda. Citraboma. Kartamarma memliki perwatakan. Durmagati. putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. Citrayuda. Durmuka. putra Abimanyu dengan Dewi Utari.Kartamarma KARTAMARMA adalah salah seorang diantara 100 orang keluarga Kurawa (Sata Kurawa) yang terkemuka. Ia berbadan besar. Surtayuda. . Bogadatta (raja negara Turilaya). Durgempo. Kartapiyoga KARTAPIYOGA atau Kartawiyoga adalah putra Prabu Kurandageni dari negara Tirtakandasan. Gardapura. putri raja Banyutinalang. Setelah mertuanya meninggal. Ia menikah dengan Dewi Karastri. Kartamarma tidak mati di medan perang Bharatayuda. Ia putra Prabu Drestarasta raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari. lincah. Surtayu. pandai bicara. Wikataboma. Citraksi. berani dan selalu menuruti kata hati. gagah dan berwajah setengah raksasa. Citraksa. Gardapati (raja negara Bukasapta). keras hati. Kartamarma dinobatkan menjadi raja di Banyutinalang. agak pengecut dan selalu ingin enaknya sendiri. Duryudana (raja Negara Astina). cerdik. Kartawiyoga berwatak keras hati. tatkala bersama Aswatama menyeludup masuk ke dalam istana negara Astina dengna niat menculik dan membunuh bayi Parikesit.

putri Prabu Basukesti raja negara Wirata. Citragada dan Wicitrawirya. Dewi Erawati ia larikan ke negara Tirtakandasan dengan maksud akan diperistri. Akhirnya Kartawiyoga tewas dalam peperangan melawan Kakrasana. raja negara Astina. yang digunakan Resi Palasara dan Dewi Durgandini menyeberangi sungai Gangga. yaitu.Nama Kartawiyoga mulai dikenal karena dengan kesaktiannya ia nekad memasuki keputrian negara Mandaraka dan menculik Dewi Erawati. penghianat. Namun sebelum maksud Kartawiyoga terlaksana. Tubuhnya hancur terkena hantaman Alugara. dengan Dewi Durgandini. Bagawan Abiyasa. Kancakapura terjadi berbarengan dengan saudaranya yang lain. Rajamala. putra Resi Palasara dengan Dewi Durgandini. Kencakarupa KENCAKARUPA atau Kecaka (Mahabharata) adalah putra angkat Resi Palasara. dari padepokan Retawu. Gendawana dan Dewi Ni Yutisnawati / Rekatawati. berani dan . putra Prabu Baladewa dengan Dewi Mahindra dari negara Mandura yang datang bersama Arjuna. yaitu. putri sulung Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati. Upakeca / Rupakeca. Kencakarupa berwatak keras hati. Kencakarupa juga mempunyai tiga saudara angkat lainnya. telah datang menyusul Kakrasana. satu dari lima satria Pandawa untuk membebaskan Dewi Erawati. ingin menangnya sendiri. Setatama. keduanya putra Dewi Durgandini dengan Prabu Santanu. Ia tercipta dari kemudi perahu yang pecah terbentur batu besar.

Prabu Matswapati. dan diangkat menjadi Parampara/Ahli nujum kerajaan. raja negara Tempuru dengan permaisuri Dewi Uruwaci. Ia hidup sebagai pendeta wadat (tidak bersentuhan dengan wanita). setia dan penuh pengabdian. Ada beberapa versi tentang akhir hidup Resi Krepa. Kisah lain menyebutkan. Akhir riwayatnya diceritakan. Dalam Mahabharata diceritakan. Kencakarupa tewas dalam peperangan melawan Bilawa/Bima karena bersama saudaranya Rupakenca. Krepa RESI KREPA atau Kirpa (Mahabharata) adalah putra kedua Prabu Purungaji. Krepa mati oleh panah Arjuna setelah berakhirnya perang Bharatayuda.selalu menurutkan kata hati. . Cerita Pedalangan menyebutkan. karena ia menentang pengangkatan Adipati Karna menjadi Senapati Agung Kurawa. Setatama dan Gandawana melakukan pemberontakan untuk mengulingkan kekuasaan raja Wirata. Ia mempunyai kakak kandung bernama Dewi Krepi yang kemudian menjadi istri Resi Drona. Krepa mati oleh tangan Adipati Karna. Sangat sakti dan mahir dalam olah keprajuritan mempergunakan senjata gada dan lembing/tombak. tatkala ia bersama Aswatama menyenludup masuk ke dalam istana Astina untuk membunuh Parikesit. Dari padepokan Sokalima Sejak muda Krepa mengabdi di negara Astina sejak masa pemerintahan Prabu Pandu. Karena mahir dalam ilmu falsafah ia diangkat menjadi penasehat kerajaan. Resi Krepa hidup sampai jaman Prabu Parikesit. Krepa berwatak jujur.

sampai akhir hayatnya. raja negara Tempuru dengan Permaisuri Dewi Uruwaci. Dewi Krepi tetap menetap di negara Tumpuru. Dewi Krepi kemudian menjadi isteri Bambang Kumbayana. Ia pernah beralih rupa menjadi Kuda Sembrani betina untuk menolong Bambang Kumbayana/Resi Drona terbang menyeberangi lautan. Ketika Resi Drona dan Aswatama tinggal di negara Astina dan berhasil membangun padepokan Sokalima. dan berputra seorang lelaki bernama Bambang Aswatama. . Dewi Krepi mempunyai kesaktian dapat beralih rupa menjadi apa saja yang ia kehendaki. Ia mempunyai adik kandung bernama Krepa/Kirpa yang menjadi pendeta Istana Negara Astina.Krepi DEWI KREPI atau Kirpi (Mahabharata) adalah putri sulung Prabu Purungaji.

dari negara Lesanpura. Bambang Sitija dan Dewi Siti Sundari. putri Prabu Setyajid/Arya Ugrasena dengan Dewi Wersini. Samba dan Gunadewa (berwujud kera). Prabu Kresna juga mempunyai saudara lain ibu bernama Arya Udawa. 2. Partadewa dan Dewi Titisari/Sitisari.Kresna PRABU KRESNA yang waktu mudanya bernama Narayana.Dewi Setyaboma. Senjata Cakra. Ia lahir kembar bersama kakaknya. putri Prabu Basudewa dengan permaisuri Dewi Badrahini. . Aji Pameling dan Aji Kawrastawan. 4. istri turunan sebagai titisan Sanghyang Wisnu. Arya Setyaka. seorang swarawati keraton Mandura. putri Prabu Bismaka/Arya Prabu Rukma dengan Dewi Rumbini dari negara Kumbina. adalah putra Prabu Basudewa. Kaca paesan. putri Resi Jembawan dengan Dewi Trijata dari pertapaan Gadamadana.Dewi Pratiwi. dan mempunyai adik lain ibu bernama Dewi Sumbadra/Dewi Lara Ireng. ia juga mempunyai pusaka-pusaka sakti. Kembang Wijayakusuma. Selain sangat sakti dan dapat bertiwikrama. Ia mendapat negara Dwarawati setelah mengalahkan Prabu Narasinga. Terompet/Sangkala Pancajahnya. Kakrasana. berputra . 3. Prabu Kresna mempunyai 4 (empat) orang permaisuri : 1. berputra . berputra: Saradewa (berwujud raksasa). putra Prabu Basudewa dengan Ken Sagupi.Dewi Rukmini. putri Nagaraja dari Sumur Jalatunda.Dewi Jembawati. berputra . raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Mahendra/Maekah (Jawa). kemudian naik tahta bergelar Prabu Sri Bathara Kresna. Prabu Kresna adalah titisan Sanghyang Wisnu yang terakhir. antara lain.

satria Pandawa putra Prabu Pandu. Kunti DEWI KUNTI atau Dewi Prita (Mahabrata) adalah putri kedua Prabu Basukunti. putri Bagawan Wilwuk/Wilawuk dari pertapaan Pringcendani. putra Prabu . Endang Pregiwati. Selain memiliki berbagai ilmu kesaktian. putri Prabu Kunti.Setelah meninggalnya Prabu Baladewa/Resi Balarama. Antakawulan dan Bambang Sumbada. Arya Prabu Rukma dan Arya Ugrasena. raja negara Astina. bernama. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh tiga orang putra bernama. raja negara Astina dari permaisuri Dewi Kunti. Ia mempunyai tiga orang saudara kandung bernama. Sejak kecil. baik tingkah lakunya dan sangat berbakti. Arya Basudewa. Daya khasiat minyak Jayengkaton. ia juga memiliki cupu berisi minyak Jayengkaton pemberian kakeknya. Sumitra. Endang Pregiwa. pemberani. Bima/Werkundara dan Arjuna. Dengan penuh kecintaan ia mengasuh dan mendidik dua orang anak tirinya. Dewi Kunti menikah dengan Prabu Pandu. Wijanarka. Kumaladewa tinggal bersama ibu dan kakeknya di pertapaan Pringcendani. Ia wafat dalam keadaan bertapa dengan perantaraan panah seorang pemburu bernama Ki Jara yang mengenai kakinya. Bagawan Wilawuk. Wisanggeni. raja Boja. tenang. Puntadewa. Kumaladewa mempunyai sifat dan perwatakan. Dewi Kunti sangat menyenangi dan mempelajari ilmu-ilmu kejiwaan/kebatinan. Kumaladewa juga mempunyai 12 orang saudara lain ibu. kakaknya. Kumaladewa BAMBANG KUMALADEWA adalah putra Arjuna. Nakula dan Sadewa. dan musnahnya seluruh Wangsa Yadawa. Ia mempunyai adik kandung bernama Bambang Kumalasakti. Putranya tersebut bernama Basukarna/Aradea atau Suryatmaja yang setelah menjadi raja di negara Awangga dikenal dengan nama Adipati Karna. dengan Dewi Jimambang. putra Bagawan Abiyasa dengan Dewi Ambiki. Sebelum menikah dengan Prabu Pandu. apabila dioleskan pada pelupuk mata. Wilugangga. Bambang Irawan. Abimanyu. Bratalaras. Prabu Kresna menginginkan moksa. Ia berwatak penuh belas kasih. maka ia akan dapat melihat semua mahluk halus/ mahluk siluman. Dewi Kunti telah mempunyai seorang putra dari Bathara Surya sebagai akibat kesalahannya merapal/membaca mantera Aji Pepanggil/Aji Gineng ajaran Resi Druwasa. Akhir riwayatnya diceritakan gugur pada awal pecah perang Bharatayuda melawan Prabu Salya raja negara Mandaraka. setia dan wingit. raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Dayita.

Leksmanamandrakumara BAMBANG LESMANAMANDRAKUMARA dikenal pula dengan nama Bambang Sarajakusuma (pedalangan Jawa). Ia mempunyai daya pikir yang lambat dan agak pengecut. Dewi Leksmanawati menikah dengan Arya Warsakusuma. Akhir riwayatnya diceritakan. putri Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati dari negara Mandaraka. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Banowati. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Banowati putri Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati dari negara Mandaraka. Leksmanawati DEWI LEKSMANAWATI adalah putri Prabu Suryudana/Duryudana. Madrim DEWI MADRIM atau Dewi Madri adalah putri Prabu Mandrapati. putra kedua Adipati Karna. putra kedua Adipati Karna dengan Dewi Surtikanti dari negara Awangga. Lesmanamandrakumara sangat dimanja oleh orang tuanya. yang setelah perang Bharatayuda diangkat menjadi punggawa istana negara Astina dibawah pemerintahan Prabu Parikesit. menarik hati. Dewi Laksmanawati sangat dimanja oleh orang tuanya. Ia jarang sekali keluar dari lingkungan istana. Lesmanamandrakumara ikut terjun di medan pertempuran perang Bharatayuda. Ia mempunyai kakak kandung . Ia adalah putra sulung Prabu Suyudana/Duryudana. raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Tejawati. Hidupnya serba mewah. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra bernama Warsaka. keinginanya selalu terlaksana. raja negara Awangga dengan permaisuri Dewi Surtikanti. Lesmanamandrakumara mempunyai seorang adik perempuan bernama Dewi Lesmanawati. Ia yang bermaksud membunuh Abimanyu. yang menjadi istri Arya Warsakapura. Wataknya bersahaja. Ia mempunyai kakak kandung bernama Leksmanamdrakumara/Bambang Sarajakusuma. Dewi Kunti mati moksa bersama-sama dengan Dewi Gandari dan Prabu Drestarasta setelah selesainya perang Bharatayuda. akhirnya tewas oleh Abimanyu karena lebih dahulu tertusuk keris Pulanggeni.Pandu dengan Dewi Madrim. gaya dan kata-katanya serba menarik. putra Arjuna dengan Dewi Sumbadra yang sudah dalam keadaan tak berdaya. melebihi kecintaannya pada putra-putranya sendiri.

digauli oleh Prabu Gorawangsa. ia berputra dua orang kembar yang diberi nama Nakula dan Sadewa. adik Prabu Gorawangsa. raja negara Mandura. setia. Prabu Mandrapati menjadi raja negara Mandaraka menggantikan ayahnya. Dengan tidak disengaja dan disadarinya. diusir keluar dari negara Mandura. Dewi Madrim menikah dengan Prabu Pandu. Ia termasuk keturunan Wangsa Yadawa. raja negara Mandura. Dewi Maerah dan Dewi Maekah keduanya menjadi permaisuri Prabu Basudewa. . yang berdasarkan garis keturunan masih memiliki hubungan dengan keluarga Mandura dan Dwarawati (Wangsa Yadawa) Wangsa Boja dan Wangsa Kuru (Kurawa dan Pandawa). Dewi Maerah yang dalam keadaan hamil ditempatkan di negara Bombawirayang. Dewi Madrim berwatak penuh belas kasih. Oleh Kangsa. Kangsa pergi kenegara Mandura. Akhir riwayat Dewi Madrim diceritakan. Dewi Maerah diboyong ke Sengkapura. diserahkan kepada ditya Suratrmantra. sabar dan Wingit. raja raksasa negara Gowabarong yang beralih rupa menjadi Prabu Basudewa palsu. Dengan dukungan Suratrimantra. Dewi Maerah menceritakan keadaan sebenarnya. Ketika Kangsa tewas dalam peperangan melawan Kakrasana dan Narayana. Prabu Pandu. tetapi juga putra Prabu Basudewa. Di tempat pengasingannya itu Dewi Maerah melahirkan seorang putra lelaki yang berwujud setenah raksasa yang diberi nama Kangsa atau Kangsadewa. Setelah Kangsa dewasa dengan terus terang. Atas perbuatannya itu ia mendapat hukuman. Ia mempunyai adik kandung bernama Dewi Mahindra atau Dewi Maekah (pedalangan Jawa). Dewi Maerah ikut Mandrapati PRABU MANDRAPATI adalah putra Prabu Mandradipa raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Ayutamayi. Kedua putra kembarnya. raja negara Astina dan menjadi permaisuri ke dua mendampingi Dewi Kunti.bernama Narasoma. Prabu Mandradipa yang mengundurkan diri hidup sebagai brahmana. sehingga berhak mendapat pengakuan sebagai putra Prabu Basudewa. raja negara Widarba. bahwa ia sesungguhnya permaisuri Prabu Basudewa. Ia akhirnya diakui sebagai putra Prabu Basudewa dan diangkat menjadi Adipati di Sengkapura. yang setelah menjadi raja Mandaraka bergelar Prabu Salya. Dewi Maerah telah mengalami malapetaka. Nakula dan Sadewa yang masih bayi kemudian diasuh oleh Dewi Maerah DEWI MAERAH atau Dewi Mahira (Mahabharata) adalah putra Prabu Kurandapati. Kangsa tidak sepenuhnya putra Gorawangsa. ia terjun kedalam Pancaka (api pembakaran jenazah) ikut bela pati atas kematian suaminya. Dari perkawinan tersebut.

Akhir riwayatnya diceritakan. sabar. di daerah kerajaan Jodipati. Prabu Mandrapati meninggal karena bunuh diri akibat tidak tahan menanggung malu atas perbuatan putranya. Resi Mayanggaseta pernah diminta bantuannya oleh keluarga Pandawa agar . tahu membalas guna dan selalu bertindak adil. ikhlas. Prabu Mandrapati menjadi raja negara Mandaraka menggantikan ayahnya. Resi Mayanggaseta masih keturunan Resi Supalawa. Pendeta raksasa di pertapaan Argabelah. Narasoma dan Dewi Madrim. Narasoma dan Dewi Madrim. padepokan Pandansurat dimerdekakan. dan kerajaan Jodipati berada dalam kekuasaan Bima/Werkudara. seorang hapsari/bidadari. salah satu dari tujuh puncak Gunung Saptaarga. dan dikarunia 2 (dua) orang putra. yang berdasarkan garis keturunan masih memiliki hubungan dengan keluarga Mandura dan Dwarawati (Wangsa Yadawa) Wangsa Boja dan Wangsa Kuru (Kurawa dan Pandawa). Narasoma yang sangat tercela membunuh Bagawan Bagasapati. sabar. kera putih andel kepercayaan Resi Manumayasa/Kanumayasa di pertapaan Paremana. yaitu. tahu membalas guna dan selalu bertindak adil. dan dikarunia 2 (dua) orang putra. menjadi tanah perdikan yang bebas darti pembayaran pajak atau upeti. ikhlas. Prabu Mandrapati menikah dengan Dewi Tejawati. Mandrapati PRABU MANDRAPATI adalah putra Prabu Mandradipa raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Ayutamayi. percaya akan kekuasaan Tuhan. Narasoma yang sangat tercela membunuh Bagawan Bagasapati. Ia termasuk keturunan Wangsa Yadawa. percaya akan kekuasaan Tuhan. yaitu. wilayah negara Mertani. Ia bersahabat karib dengan Bagawan Bagaspati. Ia bersahabat karib dengan Bagawan Bagaspati. Mandrapati mempunyai watak. Prabu Mandrapati meninggal karena bunuh diri akibat tidak tahan menanggung malu atas perbuatan putranya. Mandrapati mempunyai watak. Ketika negara Mertani berhasil ditahklukkan dan dikuasi oleh keluarga Pandawa menjadi negara Amarta. Prabu Mandradipa yang mengundurkan diri hidup sebagai brahmana. Mayanggaseta RESI MAYANGGASETA atau Resi Pracandaseta (cerita pedalangan) berwujud kera/wanara putih dan bertempat tinggal di pertapaan Pandansurat. Pendeta raksasa di pertapaan Argabelah. Menurut purwacarita. seorang hapsari/bidadari. Akhir riwayatnya diceritakan.Prabu Mandrapati menikah dengan Dewi Tejawati.

Selain itu ia juga masih keturunan Resi Supalawa. dari negara Mandura bernama. Ia lahir kembar bersama adiknya. putra Prabu Pandu raja negara Astina. dengan permaisuri Dewi Kunti. salah satu dari lima satria Pandawa. Bima mengutus patih Gagakbaka ke pertapaan Pandansurat. sangat berbakti. Dewi Nagagini menikah dengan Bima/Werkundara. Resi Mayanggaseta akhirnya bersedia memenuhi permintaan Bima dan keluarga Pandawa untuk pergi ke negara Dwarawati. Bima/Werkundara dan Arjuna Nakula adalah titisan Bathara Aswi. Dewi Nagagini mempunyai sifat dan perwatakan. Ia mahir menunggang kuda dan pandai mempergunakan senjata panah dan lembing. Untuk meminta kesediaan Resi Mayanggaseta. Nakula juga menpunyai tiga saudara satu ayah. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Madrim. Konon ia mati moksa karena usia lanjut. dari negara Mandaraka. karena ia merasa dihinakan/direndahkan martabatnya. Dewa Tabib. Ia mempunyai adik kandung bernama Bambang Nagatatmala. Pada mulanya Resi Mayanggaseta menolak. Puntadewa. Mereka bertemu. putri Prabu Mandrapati dengan Dewi Tejawati. putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunti. sebab walau berwujud kera ia seorang brahmana yang juga bisa berbicara dan beradat istiadat sebagaimana manusia.ah damar di hutan Wanayasa (peristiwa "Bale Sigala-gala") sampai di Kahyangan Saptapratala. Nakula tidak akan dapat lupa .bersedia menari di alun-alun negara Dwarawati sebagai persyaratan memeriahkan upacara perkawinan antara Arjuna dengan Dewi Wara Sumbadra. Namun setelah ia kalah berperang melawan Gagakbaka. tatkala keluarga Pandawa dan Dewi Kunti dalam upaya menyelamatkan diri dari rencana pembunuhan oleh keluarga Kurawa dalam peristiwa ru. Nakula NAKULA yang dalam pedalangan Jawa disebut pula dengan nama Pinten (nama tumbuh-tumbuhan yang daunnya dapat dipergunakan sebagai obat) adalah putra ke-empat Prabu Pandudewanata. manusia kera kekasih dewata. Nagagini DEWI NAGAGINI adalah putri Hyang Anantaboga dengan Dewi Supreti dari Kahyangan Saptapratala. Dari perkawinan tersebut. setia. lahir seorang putra yang diberi nama Arya Anantareja. adik Prabu Kresna raja negara Dwarawati. Sahadewa atau Sadewa (pedalangan Jawa). Akhir riwayatnya tidak banyak diceritakan. memperrtunjukkan kemahirannya menari. cinta terhadap sesama makhluk dan suka menolong.

tentang segala hal yang diketahui karena ia mepunyai Aji Pranawajati pemberian Ditya Sapujagad. tahu membalas guna dan dapat menyimpan rahasia. Badawanangala dikenal sebagai raja negara Gisiksamodra/Ekapratala) dan memperoleh seorang putri bernama Dewi Sritanjung. Nakula mempunyai watak jujur. Nakula mati moksa bersama keempat saudaranya. Setelah selesai perang Bharatyuda. Nakula mempunyai dua orang isteri yaitu . 1. wilayah negara Amarta. setia. 2. belas kasih. Dewi Srengganawati. taat. dan memperoleh dua orang putra masingmasing bernama. raja negara Awuawulangit. . "Banyu Panguripan/Air kehidupan" pemberian Bhatara Indra. Nakula diangkat menjadi raja negara Mandaraka sesuai amanat Prabu Salya kakak ibunya. Dewi Madrim. putri Resi Badawanganala. kura-kura raksasa yang tinggal di sungai/narmada Wailu (menurut Purwacarita. Ia tinggal di kesatrian Sawojajar. Bambang Pramusinta dan Dewi Pramuwati. Senapati negara Mretani. Dari perkawinan itu Nakula mendapat anugrah cupu pusaka berisi air kehidupan bernama Tirtamanik. Akhir riwayatnya diceritakan. Ia juga mempunyai cupu berisi. Dewi Sayati putri Prabu Kridakirata.

adik mendiang Prabu Yudakalakresna diangkatnya menajadi Senapati perangnya. yang berarti masih keturunan Bathara Kalayuwana.Narasinga PRABU NARASINGA adalah raja negara Dwaraka/Dwarawati. putra Bathara Kala dengan Bathari Durga/Dewi Pramuni dari kahyangan Sentragandamayit/Ganda Umayi. raja negara Surateleng. Prabu Narasinga tidak terlalu lama memerintah negara Dwarawati. Narasinga menjadi sangat sakti. Setelah mengangkat dirinya menjadi raja negara Dwarawati bergelar Prabu Narasingamurti. Ia tewas dalam . Ia masih bersaudara dengan Prabu Narakasura. Ia merebut negara Dwarawati setelah menewaskan Prabu Yudakalakresna dalam satu peperangan. Arya Singamulangjaya. Karena ketekunannya bertapa.

raja negara Mandaraka. ia juga berguru pada Rajamala pamannya. Senapati perang Dwarawati. Ketika Prabu Narakasura tewas dalam peperangan melawan Bambang Sitija. oleh Prabu Matswapati ia diangkat menjadi patih negara Wirata menggantikasn ayahnya. putra Prabu Kresna. jujur. putra Prabu Basudewa. Pancatnyana pula yang mengatur strategi perang dan menghancurkan angkatan . Arya Nirbita menikah dengan Dewi Kuwari. dan Bambang Sitija menjadi raja Surateleng. Nirbita ARYA NIRBITA adalah putra Arya Setatama. enam keturunan dari Bathara Brahmanakanda. patuh pada perintah dan sangat berbakti kepada negara dan rajanya. raja negara Mandura dari permaisuri Dewi Mahendra/Maerah (Jawa). setia. Ia gugur dalam pertempuran melawan Prabu Salya. putra Sanghyang Brahma. Arya Setatama tewas dalam pertempuran melawan Jagalabilawa/Bima karena terlibat dalam tindakan makar menggulingkan Prabu Durgandana/Matswapati yang dilakukan Rupakenca dan Kencakarupa. dari negara Lesanpura. ia juga cerdik dan mahir dalam tata gelar perang. Arya Nirbita memangku jabatan pimpinan pasukan negara Wirata terjun ke medan perang membela keluarga Pandawa. Pada saat berkobarnya perang Bharatayuda. Arya Nirbita memiliki sifat dan perwatakan . manusia yang tercipta dari seekor menjangan/kidang sewaktu Resi Palasara menjadi raja di kerajaan Gajahoya. raja negara Dwarawati dengan Dewi Pretiwi. Sedangkan dalam olah keprajuritan.peperangan melawan Narayana. Setelah ayahnya. andel Resi Palasara. Pancatnyana DITYA PANCATNYANA adalah patih negara Surateleng pada masa pemerintahan Prabu Narakasura. Ibunya bernama Dewi Kandini. Arya Nirbita sangat pandai bermain gada dan senjata trisula.Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra yang diberi nama Arya Kawakwa. Arya Singamulajaya tewas dalam peperangan melawan Arya Setyaki putra Arya Ugarsena/Prabu Setyajid dengan Dewi Wersini. yang merebut negara Dwarawati dengan bantuan keluarga Pandawa. Pancatnyana tetap menduduki jabatan patih.. putri Arya Kidangtalun. putri Prabu Basukesti dari negara Wirata. Karena itu selain sakti. Arya Nirbita pernah berguru pada Resi Parasara di padepokan Paremana. Selain sakti. salah satu puncak gunung Saptaarga dalam hal ilmu kasidan/kesaktian. putra angkat Resi Palasara dengan Dewi Durgandini/Dewi Setyawati. selain berguru pada ayahnya.

Wilugangga. Wijarnaka. Ramaprawa dan Basanta. raja negara Praiggandani dalam peristiwa persengketaan hutan Tunggarana. Parikesit PARIKESIT adalah putra Abimanyu/Angkawijaya satria Plangkawati dengan permaisuri Dewi Utari. berputra . putri Bagawan Sidik Wacana dari pertapaan Andong Sumiwi.perang negara Prajatisa di bawah pimpinan Prabu Bomantara yang menyerang negara Surateleng. Abimanyu. Ramayana dan Pramasata 2. ia masih dalam kandungan ibunya. 1. Yudayana dan Dewi Pramasti 4. Pregiwa juga mempunyai 12 orang saudara lain ibu bernama. berputra . dengan Dewi Manuhara. Dewi Tamioyi 3. jujur dan adil. Parikesit naik tahta negara Astina menggantikan kakeknya Prabu Karimataya. Dewi Dangan. Akhir riwayatnya diceritakan. Pergiwa ENDANG PREGIWA adalah putra Arjuna. Ketika negara Prajatisa disatukan dengan Surateleng. karena ketika ayahnya gugur di medan perang Bharatayuda. kekuasaan Pancatnyana semakin besar. nama gelar Prabu Yudhistira setelah menjadi raja negara Astina. Prabu Parikesit mempunyai 5 (lima) orang permasuri dan 8 (delapan) orang putra. Bagawan Sarmiti. Ia seorang anak yatim. Ia mempunyai saudara kandung yang merupakan adik kembarnya bernama Endang Pregiwati. Dewi Gentang. Parikesit lahir di istana Astina setelah keluarga Pandawa boyong dari Amarta ke Astina. Dewi Niyedi 5. Dewi Puyangan. berputra . Kumalasakti. Kumaladewa. Bambang Irawan. Pancatnyana tewas dalam peperangan melawan Prabu Gatotkaca. ia menjadi patih Surateleng/Prajatisa dan orang kepercayaan Prabu Bomanarakasura (nama gelar Bambang Sitija setelah menjadi raja Surateleng dan Prajatisa). Dewi Satapi/Dewi Tapen. Antakadewa dan Bambang . akhir riwayatnya diceritakan : Prabu Parikesit meninggal karena digigit Naga Taksaka sesuai dengan kutukan Brahmana Granggi yang merasa sakit hati karena Prabu Parikesit telah mengkalungkan bangkai ular hitam di leher ayahnya. berputra . Dewi Impun. berputra . putri Prabu Matswapti dengan Dewi Ni Yustinawati dari negara Wirata. Dalam kitab Adiparwa. Prabu Bomantara tewas dalam peperangan melawan Prabu Sitija/Narakasura. Ia berwatak bijaksana. Bratalaras. Sumitra. yaitu . salah satu dari lima satria Pandawa. Prabakusuma.

raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. Pergiwati ENDANG PREGIWATI adalah putri Arjuna. Wilugangga. putra Prabu Puntadewa.Sumbada. Dari perkawinan tersebut. Dewi . Bambang Irawan. raja negara Pringgondani. bernama. ia dan Pregiwati meninggalkan pertapaan pergi ke Mandukara untuk mencari ayahnya. Ia mempunyai saudara kandung yang merupakan kakak kembarnya bernama Endang Pregiwa. Arimba/Hidimba. Dewi Arimbi. Brajamusti. Ia dan adik bungsunya. berbakti dan teguh dalam pendirian. Prabakesa mempunyai sifat dan perwatakan. Pregiwati memiliki sifat dan perwatakan. Baru setelah remaja ia dan Pregiwa pergi ke Madukara untuk menemui ayahnya. Arjuna. setia. Bratalaras. Brajawikalpa dan Kalabendana. Prabakusuma. Kumaladewa. putri Bagawan Sidik Wacana dari pertapaan Andong Sumiwi. Brajalamatan. Kumalasakti. ia mempunyai seorang putra yang diberi nama Arya Sasikirana. setia. Sejak kecil Endang Pregiwati dan kakaknya. Pregiwati menikah dengan Raden Pancawala. bernama. Antakadewa dan Bambang Sumbada. sabar dan jatmika (selalu dengan sopan santun). putra Prabu Pandu raja negara Astina dari permaisuri Dewi Kunti. Pregiwa menikah dengan Raden Gatotkaca. baik budi. yang berarti masih saudara sepupunya sendiri. Ia mempunyai tujuh saudara kandung. Wijanarka. jujur. Brajadenta. Arya Kalabendana menentang rencana pemberontakan Brajadenta dan tiga saudaranya yang akan merebut kekuasaan dan tahta kerajaan Pringgandani dari tangan Dewi Arimbi. jujur. Pregiwa tinggal di pertapaan Andong Sumiwi bersama ibu dan kakeknya. Pregiwati juga mempunyai 12 orang saudara lain ibu. setia. Prabakesa ARYA PRABAKESA atau Prabakeswa (Mahabharata) adalah putra ke-empat Prabu Arimbaka. sabar dan jatmika (selalu dengan sopan santun). Pregiwati tinggal di pertapaan Andong Sumiwi bersama ibu dan kakeknya. Abimanyu. Ketika Gatotkaca naik tahta menjadi raja Pringgandani mengantikan ibunya. dengan Dewi Manuhara. Pregiwa memiliki sifat dan perwatakan. Sejak kecil Pregiwa dan adik kandungnya. raja negara Amarta dengan Dewi Drupadi yang berarti masih saudara sepupu sendiri. putra Bima dengan Dewi Arimbi. Sumitra. Arjuna. menarik hati/merakati dan mudah tersinggung. Baru setelah remaja.

Atas keputusan Bathara Guru. besar tanggung jawabnya. Ia adalah putra Arjuna. Bambang Irawan. Akhir riwayatnya diceritakan. Antakawulan dan Bambang Sumbada. dipinjam ke Suralaya sebagai jago kadewatan melawan Prabu Pracona . Prabakusuma BAMBANG PRABAKUSUMA di dalam pedalangan Jawa disebut dengan nama Bambang Priyambada. tenang. Ia kemudian mengutus patihnya. Prabu Pracona ingin mempunyai isteri seorang bidadari. halus. Kumaladewa. Wisanggeni. Wijarnaka. baik tingkah lakunya. jatmika. Dewi Mustakaweni. Ia sangat sakti. Endang Pregiwati. Prabakusuma pernah menjadi penyelamat keluarga Pandawa. mengalahkan semua para Dewa. gugur dalam perang Bharatayuda bersama-sama Gatotkaca melawan Adipati Karna. Akhir riwayatnya diceritakan. Ia berhasil merebut kembali pusaka Jamus Kalimasada dari tangan si pencuri. Ia mempunyai 13 orang saudara lain ibu. Kumalasakti.Arimbi. Prabu Pracona dan Sakipu mengamuk di Suralaya. Prabakesa diangkat menjadi patih negara Pringgandani. raja negara Awangga. yaitu. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Kunti. putra Dewi Arimbi dari negara Pringgandani dengan Bima/Werkudara yang waktu itu belum berumur sepekan. putri Bathara Indra. Dewi Mustakaweni kemudian menjadi istri Prabakusuma. satria Pandawa putra Prabu Pandu. Abimanyu. Bambang Tetuka/Gatotkaca. juga ahli dalam ilmu pengobatan. berwatak angkara murka. Sumitra. Pracona PRABU PRACONA adalah raja raksasa dari negara Tasikwaja. dengan Dewi Supraba. Endang Pregiwa. atau sering pula disebut negara Gilingwesi. Prabakusuma lahir di Kahyangan Kainderan saat Arjuna menjadi raja di Suralaya bergelar Prabu Kariti sebagai anugerah Sanghyang Jagadnata/Sanghyang Manikmaya atas jasanya membunuh Prabu Niwatakawaca. raja raksasa dari negara Manikmantaka. Wijanarka dan Antakadewa saat melawan Resi Bisma. Detya Sakipu pergi ke Suralaya meminang/melamar Dewi Gagarmayang. Bratalaras. Wilugangga. bengis dan selalu ingin benarnya sendiri. Prabakusuma gugur pada awal perang Bharatayuda bersama-sama dengan Sumitra. Prabakusuma mempunyai sifat dan perwatakan. Karena lamarannya ditolak Bathara Guru. Wilugangga. putri Prabu Niwatakawaca dari negara Manikmantaka. Konon ia masih keturunan Prabu Jonggirupaksa raja negara Jonggarba.

ia mempunyai dua orang saudara bernama. dan Dewi Rarasati/Larasati. Arya Pragota tewas dalam peristiwa perang gada antara keluarga sendiri Trah Yadawa. Sedangkan dari garis keturunan ibunya. Arya Pragota dianggap sebagai putra Ken Sagupi dengan Antagopa. seorang swarawati Keraton Mandura. setelah selesainya perang Bharatayuda. dengan Ken Sagupi. . Wresni dan Andaka. Bambang Sitija menjadi raja di negara Surateleng dan bergelar Prabu Bomanarakasura. Prabu Pracona dan Patih Sakipu akhirnya tewas dalam peperangan melawan Bambang Tetuka yang sebelunya telah dimasukan kedalam kawah Candradimuka. Pragota ARYA PRAGOTA konon adalah putra Arya Ugrasena yang setelah naik tahta negara Lesanpura bergelar Prabu Setyajid. Sedangkan Dewi Siti Sundari menjadi isteri Abimanyu atau Angkawijaya. Dewa keadilan dan kesejahteraan. yaitu : Bambang Sitija dan Dewi Siti Sundari. Ia mempunyai adik kandung bernama Bambang Pratiwanggana. juga ikut turun sebagai putra Prabu Kresna. Akhir riwayatnya diceritakan. putri Ken Sagupi dengan Arya Prabu Rukma. seorang gembala dan tinggal di kabuyutan Widarakanda/Widarakandang. raja di kerajaan Sumur Jalatunda. Arya Udawa. Kedua putranya. selain Arya Adimanggala ia mempunyai dua orang saudara. Ia menjadi patih negara Mandura mendampingi Prabu Baladewa. Arya Pragota mempunyai adik kandung bernama Arya Adimanggala yang menjadi patih Adipati Karna di negara Awangga. Ken Sagupi. Dewi Setyaboma (istri Prabu Kresna) dan Arya Setyaki. Arya Pragota mempunyai perawakan tinggi besar dan gagah. Dewi Pratiwi ikut menjadi isteri Prabu Kresna. Selain itu dari garis keturunan Arya Ugrasena. diaduk dengan segala macam senjata milik para Dewa.dan Kasipu. putra Ken Sagupi dengan Prabu Basudewa. Ketika Bathara Wisnu turun ke Mancapda dan menitis pada Narayana/Prabu Kresna. Dewi Pratiwi sesungguhnya istri Bathara Wisnu. senang bergurau. putra Arjuna dengan Dewi Sumbadra. Pratiwi DEWI PRATIWI adalah putri Prabu Nagaraja. Suaranya lantang. kalau bicara disudahi dengan gelak tawa yang berderai. yaitu. Setelah Ken Sagupi dikawinkan dengan Antagopa.

Ia juga terkenal pandai bermain catur. Arya Burisrawa dan Bambang Rukmarata. seorang hapsari/bidadari. Prabu Puntadewa menikah dengan Dewi Drupadi. Sitija. putri Prabu Drupada dengan Dewi Gandawati dari negara Pancala. putri Prabu Basukunti dengan Dewi Dayita dari negara Mandura. jujur. sabar. Puntadewa dinobatkan sebagai raja negara Amarta bergelar Prabu Darmakusuma. tahu membalas guna dan selalu bertindak adil dan jujur. tekun dalam agamanya. Dewi Banowati. sabar. Prabu Puntadewa mempunyai pusaka kerajaan berwujud payung bernama Kyai Tunggulnaga dan sebuah tombak bernama Kyai Karawelang. Karena kesetiaanya terhadap suaminya itulah maka oleh Prabu Salya namanya diganti menjadi Dewi Setyawati. raja jin negara Mertani. setia. Pujawati DEWI PUJAWATI adalah putri tunggal Bagawan Bagaspati brahmana raksasa dari pertapaan Argabelah. dengan Dewi Darmastuti. bernama Nakula/Pinten dan Sahadewa/Tansen. ikhlas. dan dua orang adik kembar lain ibu. Akhir riwayatnya diceritakan. Dewi Erawati. Perkawinan Dewi Pujawati dengan Narasoma/Prabu Salya dikarunia lima orang putra. putra sulung Prabu Mandrapati dengan Dewi Tejawati dari negara Mandaraka. Puntadewa PUNTADEWA adalah putra sulung Prabu Pandudewanata. Dewi Pujawati berwatak. yang kemudian diberikan kepada putranya. . Puntadewa adalah titisan Bathara Darma. penuh belas kasih. Bima/Werkudara dan Arjuna. Prabu Salya yang gugur di medan perang Bharatayuda. ikut bela pati sebagai rasa cinta dan baktinya terhadap suamiya. dan sangat berbakti. percaya atas kekuasaan Tuhan. Ia menikah dengan Narasoma/Prabu Salya.Dewi Pratiwi berwatak setia. Ia mempunyai watak. masing-masing bernama. Ia mempunyai dua orang adik kandung masing-masing bernama . Setelah Pandawa berhasil membangun negara Amarta di hutan Mertani. jujur. putri Prabu Mandrapati dari negara Mandaraka. penuh belas kasih dan sangat berbakti terhadap suami. Ia sangat sakti dan memiliki pusaka Cangkok Wijayamulya. Dewi Pujawati/Setyawati mati bunuh diri. Ia juga bergelar Prabu Yudhistira karena dalam tubuhnya menunggal arwah Prabu Yudhistira. Dewi Surtikanti. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Kunti. dan mempunyai seorang putra bernama Pancawala. putra Prabu Pandu dengan Dewi Madrim.

Prabu Puntadewa memimpin perjalanan moksa para Pandawa yang diikuti Dewi Drupadi menuju ke Nirwana. Akhirnya Purocana ikut mati terbakar dalam peristiwa kebakaran "Rumah Damar" yang dibuatnya sendiri. Sesudah berakhirnya perang Bharatayuda. Arya Gamdamana. Purocana PUROCANA adalah patih Mangkubumi negara Astina di bawah pemerintahan prabu Pandudewanata. Setelah menobatkan Parikesit. Prabu Puntadewa tampil sebagai senapati perang Pandawa. Purocana tetap menjabat sebagai patih Manmgkubumi dan menjadi orang keprcayaan Patih Sakuni. raja negara Mandaraka. Purocana ikut membantu Arya Sakuni merebut kedudukan patih negara Astina dengan mencelakakan Arya Gandamana. Setelah Drestarasta menjadi raja negara Astina menggantikan Prabu Pandu. Ia seorang arsitek ulung. Prabu Puntadewa menjadi raja negara Astina bergelar Prabu Karimataya / Kalimataya. Atas perintah Arya Sakuni. . Sayangnya ia berwatak lilck dan culas. serta berjiwa penjilat. Selain ahli dalam tata pemerintahan dan kenegaraan. putra Abimanyu dengan Dewi Utari sebagai raja negara Astina. putra Prabu Gandabayu dengan Dewi Gandarini dari negara Pancala. dan berhasil menewaskan Prabu Salya. Sedangkan keluarga Pandawa selamat berkat terowongan yang dibuat Yamawidura. Purocana menjadi perencana dan palaksana pembangunan "Rumah Damar" di hutan Wanayasa untuk membiunasakan keluarga Pandawa. Dengan demikian kekuasaannya di bawah patih utama. Purocana juga ahli dalam tata bangunan.Dalam perang Bharatayuda.

Ia tercipta dari mala penyakit Dewi Durgandini/Dewi Lara Amis yang tertelan seekor ikan betina. Resi Balarama/Baladewa. kisah perkawinan Basukarna/Suryaputra dengan Dewi Surtikanti. Basukarna diambil sebagai anak ketika Prabu Radeya masih menjalani bulan madu dengan istrinya. berani. Tokoh Prabu Radeya hanya ditampilkan dalam lakon "Alap-alapan Surtikanti".Sedangkan menurut Mahabharata yang mengambil Basukarna sebagai anak adalah suami-istri Adirata dan Ni Rada. Prabu Radeya tewas dalam pertempuran melawan Arjuna. Citragada dan Wicitrawiya. dari padepokan Retawu dengan Dewi Durgandini. putra Resi Palasara dengan Dewi Durgandini. Menurut ketentuan dewata. Kecaka/Kencakarupa. Rajamala juga mempunyai tiga orang saudara angkat lainnya yaitu : Bagawan Abiyasa. Rajamala RAJAMALA adalah putra angkat Resi Palasara. sebagai tindakan Rajamala yang ingin menjamah Salidri nama samaran Dewi Drupadi. keduanya putra Dewi Duragandini dengan Prabu Santanu. ingin selalu menangnya sendiri dan selalu menurutkan kata hati. Prabu Radeya mempunyai anak angkat bernama Basukarna atau Aradeya yang sesungguhnya putra Bathara Surya dengan Dewi Kunti. bernama. Dalam peristiwa perang besar Bharatayudha antara keluarga Pandawa dan Kurawa di Tegal Kurusetra. tidak bisa mati selama masih terkena air. putri Prabu Basukesti raja negara Wirata. Ia sangat sakti. masing-masing bernama .Radeya PRABU RADEYA adalah raja negara Petapralaya. putri Prabu Basukunti raja negara Mandura. sebagai persyaratan agar segera mempunyai anak sendiri. Duryudana dan Bima. Ia maju ke medan pertempuran memimpin sendiri prajurit negara Petapralaya. . Dewi Nirada. Prabu Radeya berpihak pada keluarga Kurawa. Setatama. Upakeca/Rupakenca. Bambang Suryanirada dan Dewi Suryawati. Gandawana dan Dewi Ni Yutisnawati/Rekatawati. raja negara Astina. Dari perkawinannya dengan Dewi Nirada. Prabu Radeya memperoleh dua orang putra-putri. Rajamala berwatak keras hati. Ia terjadi berbarengan dengan saudaranya yang lain. sais kereta kerajaan Astina. Rajamala akhirnya tewas dalam peperangan melawan Bima. Adipati Karna. yang waktu itu hidup menyamar dinegara Wirata dengan nama Balawa. Di dalam cerita pedalangan Jawa. hanya ada lima orang satria yang dapat mengalahkan dan membunuh Rajamala. putri kedua Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati dari negara Mandaraka. yaitu: Resi Bisma.

. Dewi Rarasati berwatak setia. setelah lebih dulu mengalahkan Prabu Kurandageni. ia mempunyai tiga orang saudara. Dewi Rarasati mempunyai seorang saudara bernama Dewi Rukmini (istri Prabu Kresna). putra Ken Sagupi dengan Arya Basudewa. Selain pandai dalam mengurus rumah tangga. Dewi Rarasati dianggap sebagai putri Ken Sagupi dengan Antagopa. karena semasa kecil hidup bersama di Widarakandang. Setelah Ken Sagupi dikawinkan dengan Antagopa. mengerti dan menguasai dirinya. putri prabu Jayaindra dengan Dewi Ceklatoma. Ia mahir menggunakan senjata panah dan keris. konon adalah putri Arya Prabu Rukma yang setelah naik tahta negara Kumbina bergelar Prabu Bismaka. untuk dapat menerima pinangan Prabu Duryudana. seorang swarawati keraton Mandura. raja negara Astina. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama. Ia mempunyai saudara lain ibu bernama Dewi Retnajuwita.dengan permaisuri Dewi Rumbini. raja negara Tasikmadu dengan permaisuri Dewi Retnawati. Dewi Retna Kasimpar merupakan satu-satunya wanita di dunia yang memiliki gajah putih dan sekaligus menjadi pawangnya. Dari perkawinan tersebut ia tidak mempunyai putra. Dewi Retna Kasimpar kemudian menjadi isteri Arjuna. Ken Sagupi. Sedangkan dari garis keturunan ibuny. Dari garis keturunan ayahnya. putri Arya Prabu Rukma. putri ketiga Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati dari negara Mandaraka.Rarasati DEWI RARASATI atau Dewi Larasati. Arjuna yang dimintai bantuan oleh keluarga kurawa. Ia memiliki tabiat senang menyenangkan hati orang lain. istri pertama Arjuna. keduanya putra Ken Sagupi dengan Arya Ugrasena. patuh dan berbakti. Ia sangat dekat hubungannya dengan Dewi Sumbadra. Arya Prabu Rukma. dengan Ken Sagupi. Dewi Rarasati juga pandai berolah keparajuritan. dan Arya Pragota serta Arya Adimanggala. berhasil mendapatkan Dewi Retna Kasimpar dan gajah putihnya. seorang gembala dan tinggal di Kebuyutan Widarakanda/Widarakandang. sangat menginsyafi. sabar. Retna Kasimpar DEWI RETNA KASIMPAR adalah putri Prabu Jayaindra. raja negara Tirtakandasan yang ingin memperistri Dewi Retna Kasimpar. Bambang Sumitra dan Bratalaras. Dewi Rarasati menikah dengan Arjuna dan menjadi isterinya yang pertama. yaitu : Arya Udawa. Gajah putih berpawang wanita/putri ini pernah menjadi persyaratan Dewi Banowati.

Ia mempunyai empat orang saudara kandung. Dewi Erawati. cerdik pandai. Rajamala. Rupakenca terjadi berbarengan dengan saudaranya yang lain. Rupakenca juga mempunyai tiga orang saudara angkat lainnya. Narayana. putra Arjuna dengan Dewi Ulupi/Palupi. raja negara Astina. bela pati menyusul suaminya kembali ke Nirwana. Ia meningal dalam usia lanjut. Partadewa dan Dewi Titisari/Sitisari. Setelah Narayana berhasil merebut negara Dwarawati dari kekuasaan Prabu Narasinga. Ia tewas di hantam gada Kyai Pecatnyawa oleh Resi Seta. putri tunggal Bagawan Bagaspati dari pertapaan Argabelah. hatinya keras dan sedikit suka usil. Setelah Prabu Kresna mati moksa. Dewi Rukmini berwatak : penuh belas kasih. keduanya putra Dewi Durgandini dengan Prabu Santanu. putri Prabu Basukesti raja negara Wirata. Kencaka/Kencakarupa. Setatama. Ia tercipta dari kemudi perahu yang pecah terbentur batu besar. Dewi Rukmini diangkat menjadi permaisuri. dengan Dewi Durgandini. yang digunakan Resi Palasara dan Dewi Durgandini menyeberangi sungai Gangga. bernama. bernama. Rukmini DEWI RUKMINI adalah putri sulung Prabu Bismaka / Arya Prabu Rukma. . terjun ke dalam Pancaka (api pembakaran jenazah). Dari perkawinan tersebut ia memperoleh 3 (tiga) orang putra masing-masing bernama: Saranadewa (berwujud raksasa). Bagawan Abiyasa. Rupakenca RUPAKENCA atau Upakenca (Mahabharta) adalah putra angkat Resi Palasara. Dewi Surtikanti.Rukmarata BAMBANG RUKMARATA adalah putra bungsu Prabu Salya. Dewi Banowati dan Arya Burisrawa. setia dan jatmika (selalu dengan sopan santun). sabar. Citragada dan Wicitrawirya. yaitu. putra Prabu Basudewa raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Mahendra/Maerah (Jawa). pada awal perang Bharatayuda akibat dari keusilannya. putra Resi Palasara dengan Dewi Durgandini. raja negara Mandaraka dengan Permaisuri Dewi Pujawati/Setyawati. Dewi Rukmini menikah dengan saudara sepupunya. Ia mempunyai adik kandung bernama Arya Rukmana dan saudara lain ibu bernama Dewi Rarasati/Dewi Larasati putri Arya Prabu Rukma dengan Ken Sagupi seorang swarawati keraton Mandura. dari padepokan Retawu. raja negara Kumbina dengan permaisuri Dewi Rumbini. putra Prabu Matswapati dari negara Wirata. halus. Gandawanadan Dewi Ni Yutisnawati/Rekatawati. yang setelah dewasa menjadi isteri Bambang Irawan. ia bersama isteri Prabu Kresna yang lain. tenang. memanah Resi Seta dari luar garis pertempuran. Rukmarata mempunyai sifat dan perwatakan. dan menobatkan diri sebagai raja Dwarawati bergelar Prabu Sri Bathara Kresna.

putri Prabu Mandrapati dengan Dewi Tejawati dari negara Mandaraka. wilayah negara Amarta. Puntadewa. sombong. Senapati negara Mretani yang berkhasiat. Setatama dan Gandawana melakukan pemberontakan untuk mengulingkan kekuasaan raja Wirata. Nakula. Setelah selesai perang Bharatayuda. Prabu Matswapati.Rupakenca berwatak tinggi hati. Rupakenca tewas dalam peperangan melawan Bilawa/Bima karena bersama saudaranya Kencakarupa. Sadewa mempunyai watak jujur. putri Resi Badawanganala. bernama. Ia lahir kembar bersama kakanya. Mahir menunggang kuda dan mahir menggunakan senjata panah dan lembing. tahu membalas guna dan dapat menyimpan rahasia. kura-kura raksasa yang tinggal di sungai/narmada Wailu (menurut Purwacarita. Sahadewa menikah dengan Dewi Srengginiwati. Bima/Werkundara dan Arjuna. Sadewa adalah titisan Bathara Aswin. taat. Ia tinggal di kesatrian Bawenatalun/Bumiretawu. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Madrim. Sangat sakti dan mahir dalam olah keprajuritan mempergunakan senjata gada dan lembing. Sadewa SAHADEWA atau Sadewa yang dalam pedalangan Jawa disebut pula dengan nama Tangsen (=buah dari tumbuh-tumbuhan yang daunnya dapat dipergunakan dan dipakai untuk obat) adalah putra ke-lima/bungsu Prabu Pandudewanata. Akhir riwayatnya di ceritakan. setia. Sahadewa mati moksa bersama ke empat saudaranya . Sadewa juga memiliki Aji Purnamajati pemberian Ditya Sapulebu. keras kepala dan mau menangnya sendiri. Sadewa juga mempunyai tiga orang saudara satu ayah. Selain sangat sakti. Akhir riwayatnya diceritakan. Dewa Tabib. dapat mengerti dan mengingat dengan jelas pada semua peristiwa. belas kasih. Sedewa menjadi patih negara Astina mendampingi Prabu Kalimataya/Prabu Yudhistrira. Ia sangat mahir dalam ilmu kasidan (Jawa)/seorang mistikus. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra bernama Bambang Widapaksa/ Sidapaksa). adik Dewi Srengganawati (Isteri Nakula). dari negara Mandura. Badawanangala dikenal sebagai raja negara Gisiksamodra/Ekapratala). putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunti.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful