Anda di halaman 1dari 4

OPERASI SISTEM TENAGA LISTRIK

Kuliah


Outline
    

Pendahuluan Karakteristik Pembangkit Pemeliharaan dan Keandalan Pembebanan Unit Pembangkit Kendala Operasi

Ref : Allen Wood, Operation and Control Power System, Stevenson Analisa Sistem Tenaga Listrik Penilaian :


Oleh : Unit Three Kartini ST., MT Fakultas Teknik Jur. Pend. Tek. Elektro Universitas Negeri Surabaya

PR : 35%, UTS : 25%, UAS : 40%

PROSES PENYAMPAIAN TENAGA LISTRIK KE PELANGGAN

Bagan Penyampaian Tenaga Listrik Kepada Pelanggan

  

Tenaga listrik hanya dibangkitkan pada tempat-tempat tertentu saja Tenaga listrik dibangkitkan dalam Pusat-pusat listrik termal dan hidro Kemudian saluran transmisi yang terlebih dahulu dinaikkan oleh transformator penaik tegangan yang ada di Pusat Listrik Saluran transmisi tegangan tinggi di PLN mempunyai tegangan 66 KV, 150 KV dan 500 KV Saluran transmisi berupa saluran udara dan ada pula yang berupa kabel tanah Setelah tenaga listrik disalurkan melalui saluran transmisi maka tenaga listrik di Gardu Induk (GI) diturunkan tegangannya melalui transformator penurun tegangan menjadi tegangan menengah atau yang disebut sebagai tegangan distribusi primer Tegangan distribusi primer 20KV, 12 KV, dan 6 KV Jaringan setelah keluar dari GI biasa disebut jaringan distribusi, sedangkan jaringan antara Pusat Listrik dengan GI disebut Jaringan transmisi Setelah tenaga listrik disalurkan disalurkan melalui jaringan distribusi primer kemudian diturunkan tegangannya dalam gardu distribusi menjadi tegangan rendah 380/220 Volt atau 220/127 Volt, kemudian disalurkan melalui Jar. Teg. Rendah yang selanjutnya disalurkan kerumah-rumah

  

 

Bagan Sistem Tenaga Listrik Yang Terdiri Dari Pembangkit Termal dan Pembangkit Hidro


Pusat beban untuk suatu daerah pelanggan tertentu bebannya berubah-ubah sepanjang waktu sehingga juga daya yang dibangkitkan dalam pusat-pusat listrik harus selalu berubah Perubahan beban dan perubahan pembangkitan daya juga menyebabkan aliran daya dalam saluran-saluran transmisi berubahubah sepanjang waktu Proses pembangkitan tenaga listrik dalam pusat-pusat pembangkit termis memerlukan biaya bahan bakar yang tidak sedikit. Biaya bahan bakar serta rugi-rugi dalam jaringan merupakan faktorfaktor yang harus ditekan agar menjadi sekecil mungkin dengan tetap memperhatikan mutu dan keandalan sistem

Sistem Tenaga Listrik

Perkembangan Sistem Tenaga Listrik

Pengertian : Sekumpulan Pusat Listrik dan Gardu Induk (Pusat Beban) yang satu sama lain dihubungkan oleh Jaringan Transmisi sehingga merupakan sebuah satu kesatuan yang terinterkoneksi Biaya operasi dari suatu sistem tenaga listrik yang terdiri dari : Biaya pembelian tenaga listrik, biaya pegawai, biaya bahan bakar dan material operasi dan biaya lain-lain Manajemen Operasi Sistem Tenaga Listrik harus memperhatikan halhal sebagai berikut: Perkiraan beban (load forecasting),syarat-syarat pemeliharaan peralatan, keandalan yang diinginkan dan alokasi beban dan produksi pembangkit yang ekonomis

Era Perubahan" atau "era of change" merupakan suatu ucapan yang dengan tepat menggambarkan suasana di mana perusahan-perusahaan penyedia tenaga listrik saat ini berada. Pada saat ini terdapat lima jenis bahan bakar untuk pembangkitan tenaga listrik, yaitu batubara, gas, hidro, nuklir dan minyak. Kemudian berkembang tuntutan-tuntutan lain, yaitu keperluan peningkatan efisiensi pembangkitan dan perlunya teknologi yang lebih bersahabat lingkungan. Aplikasi biomasa juga menjadi suatu sasaran yang penting.

Lanjutan ..


Lanjutan


Pembangkitan siklus kombinasi dengan bahan bakar gas, sering disebut pusat listrik tenaga gas uap, atau PLTGU, adalah relatif lebih murah dari PLTUbataubara. Lebih baik lagi bilamana dapat diperoleh pemasokan gas bumi dengan harga rendah. Selanjutnya juga dapat disebut bahwa gas bumi sering disebut sebagai bahan bakar yang "bersih" sehingga sebuah PLTGU mengakibatkan pencemaran lingkungan minimal. Indonesia, dalam hal ini PT PLN (Persero), kini telah banyak mengoperasikan PLTGU

Penggunaan gas bumi sebagai bahan bakar pembangkitan energi listrik akan meningkat dengan pesat di mana-mana. Pemanfaatan batubara juga akan meningkat, sekalipun tidak setajam gas. Posisi batubara sebagai bahan bakar utama akan dapat dipertahankan. Pemanfaatan minyak akan banyak menurun. Minat akan energi terbarukan akan meningkat juga, sekalipun secara relatif memiliki peran yang masih kecil. Sedangkan permintaan akan energi nuklir secara global tidak akan seberapa meningkat.

Efisiensi pembangkitan tenaga listrik akan meningkat, bukan saja karena teknologi pembangkitannya menjadi lebih baik, akan tetapi juga karena pengusahaan tenaga listrik makin lama makin banyak mempergunakan otomatisasi. Layanan pelanggan juga akan meningkat disebabkan faktor otomatisasi. Dan juga perlu disebut masalah lingkungan akan menjadi lebih kecil karena perkembangan teknologi yang lebih bersahabat lingkungan.

Persoalan Operasi Sistem Tenaga Listrik


Operasi Sistem Tenaga Listrik ditemui berbagai persoalan disebabkan karena adanya pemakaian tenaga listrik yang selalu berubah dari waktu ke waktu, dengan biaya bahan bahan bakar yang relatif tinggi serta kondisi alam dan lingkungan yang sering mengganggu jalannya operasi : 1. Pengaturan Frekwensi 2. Pemeliharaan peralatan 3. Biaya Operasi 4. Perkembangan Sistem 5. Gangguan Dalam Sistem 6. Tegangan dalam Sistem

Manajemen Operasi Sistem Tenaga Listrik


Operasi sistem tenaga listrik menyangkut berbagai aspek yang luas, khususnya karena menyangkut biaya yang tidak sedikit serta menyangkut penyediaan tenaga listrik bagi masyarakat sehingga menyangkut hajat hidup orang banyak, maka untuk dapat mengoperasikan sistem tenaga listrik dengan baik perlu ada halhal sebagai berikut:
Perencanaan Operasi Pelaksanaan dan Pengendalian Operasi Analisa Operasi

Karakteristik Beban

Penggunaan Komputer Dalam Sistem Tenaga

Komputer banyak digunakan untuk keperluan operasi sistem tenaga listrik, dan digunakan secara on line dan juga secara off line Penggunaan komputer secara on line, data diambil dari berbagai bagian sistem kemudian dikirim kekomputer melalui saluran transmisi data. Dengan demikian melalui komputer bisa didapat data dari waktu yang sedang berlangsung (real time) mengenai keadaan sistem tenaga listrik yang beroperasi Komputer off line untuk keperluan perencanaan operasi dan juga untuk analisa hasil-hasil operasi