Anda di halaman 1dari 14

Upaya membahas fenomena informasi secara ilmiah sudah mulai dipikirkan oleh para ilmuwan sejak tahun 1920an.

Namun upaya tersebut baru benar-benar menarik perhatian kalangan akademisi dan industri ketika Claude Shannon menulis A Mathematical Theory of Communication tahun 1948 di jurnal Bell System Technical Journal. Shannon adalah seorang ilmuwan matematik yang memang bekerja untuk laboratorium Bell, membantu perusahaan ini mengembangkan teknologi telekomunikasi. Sebagai peneliti untuk perusahaan telekomunikasi, Shannon tentu saja terutama tertarik terhadap efisiensi mengirim infomasi melalui saluran telegram dan telepon yang waktu itu belum berkembang seperti saat ini. Untuk itu, Shannon perlu memandang informasi sebagai simbol-simbol yang dipertukarkan dalam komunikasi antar manusia. Secara khusus, dia harus menjelaskan bagaimana alat dan saluran komunikasi mengirim simbol-simbol itu dari satu titik di suatu tempat ke titik lain di tempat lainnya. Ini dikenal sebagai transmisi informasi. Setahun setelah Shannon mengajukan pemikiran matematisnya di jurnal perusahaan Bell, teori ini dikembangkan lebih jauh bersama seorang rekannya, Warren Weaver, untuk menjadi buku. Di dalam buku inilah mereka menegaskan bahwa untuk memahami informasi, kita perlu berasumsi bahwa semua tujuan komunikasi adalah mengatasi ketidakpastian (uncertainty). Teori yang dikembangkan Shannon dan Weaver menyederhanakan persoalan komunikasi ini dengan memakai pemikiran-pemikiran probabilitas (kemungkinan). Teori informasi Shannon juga menganggap bahwa informasi dapat dihitung jumlahnya, dan bahwa informasi bersumber atau bermula dari suatu kejadian. Jumlah informasi yang dapat dikaitkan, atau dihasilkan oleh, sebuah keadaan atau kejadian merupakan tingkat pengurangan (reduksi) ketidakpastian, atau pilihan kemungkinan, yang dapat muncul dari keadaan atau kejadian tersebut. Dengan kata yang lebih sederhana, teori ini berasumsi bahwa kita memperoleh informasi jika kita memperoleh kepastian tentang suatu kejadian atau suatu hal tertentu.

Pengertian
Uncertainty reduction theory atau teori pengurangan ketidakpastian, terkadang juga disebut Initial interction theory. Teori ini diciptakan oleh Charles Berger dan Richard Calabrese pada tahun 1975. Tujuan mereka dalam mengkonstruksikan teori ini adalah untuk menjelaskan bagaimana komunikasi digunakan untuk mengurangi ketidakpastianantara orang asing yang terikat dalam percakapan mereka bersama. Berger dan Calabrese yakin bahwa ketika orang -orang asing pertama kali bertemu, mereka mula-mula meningkatkan kemampuan untuk bisa memprediksi dalam usaha untuk mengeluarkan perasaan dari pengalaman komunikasi mereka. Prediksi dapat diartikan sebagai kemampuan untuk forecast pilihan perilaku yang mungkin bisa dipilih dari kemungkinan pilihan yang tersedia bagi diri sendiri atau bagi partner relasi. Explanation (keterangan) digunakan untuk menafsirkan makna dari perbuatan masa lalu dari sebuah hubungan. Prediksi dan explanation merupakan dua konsep awal dari dua subproses utama pengurangan ketidakpastian (uncertainty reduction). Versi umum dari teori ini menyatakan bahwa ada dua tipe dari ketidakpastian dalam perjumpaan pertama yaitu: Cognitive dan behavioral.

Cognitive uncertainty merupakan tingkatan ketidakpastian yang diasosiasikan dengan keyakinan dan sikap. Behavioral uncertainty, dilain pihak berkenaan dengan luasnya perilaku yang dapat diprediksikan dalam situasi yang diberikan. Selanjutnya Berger dan Calabrese (1975) berpendapat bahwa uncertainty reduction

memiliki proses yang proaktif dan retroaktif. Uncertainty reduction yang proaktif yaitu ketiaka seseorang berpikir tentang pilihan komunikasi sebelum benar-benar terikat dengan orang lain. Uncertainty reduction yang retroaktif terdiri dari usaha-usaha untuk menerangkan perilaku setelah pertemuan itu sendiri.

Berger dan Calabrese menyatakan bahwa ketidakpastian dihubungkan dengan tujuh konsep lainnya yang berakar pada komunikasi dan perkembangan hubungan. Tujuh konsep itu adalah: verbal output, nonverbal warmth (seperti misalnya nada bicara yang menyenangkan), pencarian informasi (menanyakan pertanyaan), self-disclosure (menyampaikan bagian dari informasi tentang diri sendiri pada orang lain), reciprocity (pertukaran) disclosure, persamaan, dan kegemaran. Dari aksioma dan teorema URT ditempatkan sebagai pergerakan dinamis dari hubungan antar pribadi dalam initial stage nya.

Assumption of Uncertainty Reduction Theory


Seperti yang sudah disebutkan di bagian sebelumnya, Uncertainty Reduction Theory tidak ada pengecualian. Teori ini meliputi 7 asumsi: 1. orang orang tidak berpengalamn dalam mengatur interpersonal 2. ketidak pastian adalah keengganan, dari pengamatan menghasilkan stress 3. ketika bertemu orang asing, pertama mengenai pengurangan ketidakpastian atau menambah kemampuan memprediksikan 4. komunikasi interpersonal adalah proses perkembangan yang terus terjadi 5. komunikasi interpersonal, pertama bermakna pengurangan ketidakpastian 6. tabiat dan banyaknya informasi yang orang-orang bagi berubah sepanjang waktu 7. memprediksikan tingkah laku dalam bentuk undang-undang Asumsi pertama menjelaskan, dalam mengatur interpersonal orang merasakan ketidakpastian karena adanya perbedaan harapan,memunculkan interpersonal,itu alasan untuk mengakhiri ketidakpastian atau setiap kegelisahan bertemu dengan orang lain. Asumsi yang kedua mengusulkan bahwa ketidakpastian adalh sebuah tingkatan keengganan. Dengan kata lain, itu membawa persetujuan yang baik dari emosi dan energi psikologi untuk ketidakpastian. Orang-orang yang dalam kerja barunya mengalami stress dengan sekitarnya. Asumsi ketiga ini menjelaskan kemajuan usul ketika bertemu dengan orang lain. Ini dibagi menjadi 2 hal yaitu: 1. pengurangan ketidakpastian

2. penambahan prediksi Asumsi yang keempat mengusulkan bahwa komunikasi interpersonal adalah proses keterlibatan tingkat perkembangan sesuai dengan Berger dan Calabrese lazimnya percakapan, dimulai dari interaksi orang-orang dalam sebuah tingkat pemasukan, pembatasan dimulai dari tingkat interaksi diantara orang asing. Asumsi ke-5 dari komunikasi interpersonal yang pertama adalah makana dari pengurangan ketidakpastian, karena di sini komunikasi interpersonal diidentifikasikan fokus pada URT. Asumsi ini datang dari kejutan. URT digambarkan datang dari konteks interpersonal didiskusukan,disini kita mencatat komunikasi interpersonal sebelum terkondisi-mendengarkan,memahami-respon no verbal dan mengungkapkan kedalam bahasa. Asumsi keenam ini fokus pada fakta komunikasi interpersonal yang berkembang. URT mempercayai interaksi bermula dari kunci elemen di proses pengembangan. Asumsi terakhir ini menunjukan tinhgkah laku orang-orang dapat mempridiksi sebuah penampilan. Melihat perbedaan dari prompt theory digunakan untuk ontologies yang berbeda,epistomologi dan axiologies.Untuk menjelaskan tingkah laku komunikasi. Sebaliknya law theories disusun untuk memindahkan dari statements yang berupa prasangka untuk dibenarkan ke statements yang berasal dari kebenaran yang berlaku umum.

Axioms of Reduction Theory


Uncertainty Reduction Theory adalah teori yang dianggap paling benar. Berger dan Calabrese memulai pengertian dengan pengambilan dari suatu kebenaran (axiom) atau kebenaran mutlak menarik dari penelitian masa lalu dan pengertian yang biasa. Axiom ini atau beberapa peneliti membuat pernyataan, bahwa tidak memerlukan lebih lanjut buktibukti daripada pernyataan itu sendiri. Berger dan Calabrese memperhitungkan pemikiran axiomatic ini dari peneliti yang pertama (Blalock,1969) yang diakhiri dengan sebabmusabab hubungan persahabatan pada keadaan seharusnya dibentuk dari Axiom. Axiom merupakan jantung dari sebuah teori. Mereka diterima benar karena mereka membangun blok atau penghalang untuk segala sesuatu yang lainnya dalam teori. Tiap Axiom atau

kebenaran menunjukan hubungan persahabatan diantaara keraguan (pusat dari konsep teori) dan satu konsep lainnya. URT bermula pada tujuh kedudukan axiom. Axiom 1 Menyampaikan tingkat tinggi dari memberikan keraguan/Uncertainty pada serangan fase awal sebagai jumlah dari komunikasi verbal diantara pertambahan orang baru level dari Uncertainty untuk setiap interaksi yang ada dalam pengurangan hubungan persahabatan. Lebih lanjtu akan dikurangi jumlah dari kenaikan komunikasi verbal. Ini menyatakan kebalikan atau hubungan negative diantara uncertainty dengan komunikasi verbal. Keadaan Malcolm dan Edies dengan adanya referensi untuk axiom itu, Teori itu memeliharanya jika mereka berbicara banyak ke yang lainnya, mereka akan lebih pasti kepada yang lainnya.. Lebih lanjut mereka menjadi tahu kebaikan lainnya , mereka akan bicara banyak kepada yang lainnya. Axiom 2 Seperti pertambahan nonverbal affiliative expressiveness, pengurangan tingkat keraguan merupakan awal pada keadaan interaksi. Penambahan, pengurangan dalam tingkat keraguan akan menyebabkan pertambahan dalam nonverbal affiliative expressiveness. Itu merupakan hubungan negative lainnya. Axiom 3 Tingkat axiom dari keraguan menyebabkan pertambahan dalam mencari informasi tingkah laku. Tingkat Uncertaity menurun, Mengurangi informasi tingkah laku. Axiom ini meletakkan 4 positive hubungan diantara dua konsep. Yang mana Axiom ini akaan kita bicarakan belakangan, satu dari banyak kesimpulan dihubungkan dengan URT. Itu memberi kesan Edie akan bertanya dan mencari cara lain menggunakan information-seking seperti dia merasa keraguan tentang Malcolm. Lebih yakin lagi dia merasa kekurangan information-seeking maka dia akan melakukannya. Hal yang sama akan dilakukan kepada malcolm

Axiom 4 Tingkat level dari uncertainty di dalam hubungan menyebabkan pengurangan dalam tingkat keakraban dari communication content. Tingkat rendah dari Uncertainty menghasilkan tingkat kekaraban yang tinggi. Axiom ini mengambil sikap hubungan negative diantara keraguan dan level dari keakraban. Karena uncertainty relatif tinggi diantara Edie dan Malcolm, mereka menjanjikan dalam pembicaraan kecil dengan tidak penyingkapan sendiri. Keakraban dari komunikasi mereka itu rendah dan tingkat keraguannya tinggi. Axiom keempat ini menyatakan bahwa jika mereka melanjutkan untuk mengurangi keraguan dalam hubungan persahabatan mereka.lalu komunikasi mereka akan terdiri dari tingkat keraban yang tinggi. Catatan Berger, bagaimanapun selama proses self-discloser, interaksi harus membebani kejujuran dari penyingkapan. Apa memungkinkan bahwa individu menurunkan dugaan informasi, Berakhir positif atau berakir negatif? Sungguh tambahan beban mungkin menjadi permasalahan untuk kedua orang dalam sebuah pertemuan. Axiom 5 Tingkat Uncertainty menghasilkan laju tinggi dari hubungan timbal balik. Tingkat rendah dari uncertainty menghasilkan tingkat rendah dari hubungan timbal balik. Hubungan persahabatan positie diutamakan disini. Sesuai URT, seperti Edie dan Mlacolm tetap tidak yakin tentang yang lainnya, mereka akan cenderung bercermin kepada tingkah laku yang lainnya. Reciprocity/hubungan timbal balik memberi kesan bahwa jika satu memberikan rincian kecil perorangan, yang lainnya mungkin baik. Sesudah Edie membagi bahwa dia menghilangkan di dalam kelasnya dan dia adalah seorang insinyur dewasa, Malcolm mengungkapkan itu kedewasaan baginya dan bahwa dia mungkin akan memiliki kendala dalam kelas insinyur. Langsung membalas budi orang adalah tanda awal dari pertemuan. Banyak orang berbicara kepada yang lainnya dan membangun hubungan mereka, Banyak dari mereka percaya bahwa hubungan timbal balik akan membentuk beberapa poin. Jika saya tidak memberitahukan suatu benda dari cerminan komunikasimu hari ini. Saya mungkin akan melakukannya lain waktu. Bagian itu dalam pikiran, Pertukaran sempurna menggantikan keseluruhan dari hubungan timbal balik dari suatu hubungan persahabatan.

Axiom 6 Persamaan diantara orang yang mengurangi uncertainty, dengan perbedaan

menambahkan uncertainty. Axiom ini menyatakan hubungan persahabatan negative. Karena Edie dan Malcolm, keduanya merupakan murid di Urban University, mereka mungkin mempunyai persamaan untuk mengurangi beberapa uncertainty mereka tentang yang lainnya. Meraka punya perbedaan ji\enis kelamin dan punya perbedaaan kedewasan yang mungkin menyebabkan tingkat uncertainty mereka. Axiom 7 Kenaikan dalam tingkat Uncertainty menghasilkan pengurangan dalam kegemaran mengurangi uncertainty menghasilkan kegemaran. Hubungan negative lainnya diletakkan dalam axiom ini. Seperti Adie dan Malcolm yang mengurangi uncertaity mereka, tipe mereka akan menaikkan kegemaran mereka kepada yang lainnya. Jika mereka melanjutkan rasa uncertainty yang tinggi kepada yang lain, permasalahan mereka tidak akan seperti yang lainnya. Axiom ini didapat dari beberapa indirect empirical support. Dalam pembelajaran menguji hubungan persahabatan di antara communication satisfaction dan uncertainty production, James Neulip dan Erika Grohskop menemukan bahwa partisipan pewawancara dalam peran permainan organisasi pekerjaan peminta. Seperti pada ke tujuh axiom, kamu dapat merasakan sifat dari URT. Berdasarkan axiom ini, Berger dan Calabrese memberikan nomor dari Theorems (generalisasi yang dibuktikan untuk memperoleh pembenaran), atau pernyataan teoritikal. Teori Axiom menggabungkan sepasang Axiom untuk mengahsilkan theorem. Mengikuti proses logika deduktif: Jika A diceritakan pada B dan B diceritakan pada C, kemudian A diceritakan oleh C Berger dan Calabrese menggabungkan tujuh axiom dalam setiap kemungkinan pasangan untuk mendapat 21 theorems. Pada tingkat pertama, jika jumlah dari komunikasi verbal mengurangi uncertainty dan dikuranginya Uncertainty menambah

tingkat keakraban dari self-disclosure, kemudian ditambah komunikasi verbal dan menambah tingkat keakraban hubungan positif. Kamu dapat menghasilkan 20 teorema lainnya dengan menggabungkan axiom-axiom menggunakan formula deduktif. Dalam menambahkan, kamu membutuhkan untuk memakai prinsip dari multiplication dengan memperbanyak positif dan negatif. Sebagai contoh, jika dua variabel mempunyai hubungan positif dengan ketiganya, mereka diharapkan memiliki hubungan yang positiv juga dengan yang lainnya. Jika satu variabel mempunyai hubungan positif dengan ketiga padahal yang lainnya memiliki hubungan yang negatif dengan ketiganya, mereka akan memiliki hubungan negative kepada yang lainnya. Akhirnya, jika dua variabel masingmasingnya memilki hubungan negative dengan ketigannya, mereka akan memiliki hubungan positiv dengan yang lain. Proses ini memperbolehkan URT untuk menjadi Comprehensive Theory.

Expansions of Uncertainty Reduction Theory


Berger dan beberapa kerabatnya, melanjutkan untuk menyaring dan memperluaskan teori tersebut. URT telah diperluas dan dimodifikasi dalam area yang terbatas. Area-area tersebut meliputi penambahan axioms (sesuatu yang dapat dibuktikan kebenarannya tanpa pembuktian), kondisi yang sebenarnya, strategi-strategi, hubungan yang dibangun, dan konteks.
Additional Axioms

Berdasarkan pada penelitian yang lebih jauh lagi, Berger dan Gudykunst (1991) menambahkan axiom yang kedelapan, yang nantinya mendukung 7 teorema yang baru. Axiom ke-8: Uncertainty is negatively realated to interaction with social networks. The more people interact with the friends and family members of their relational partner, the less uncertainty they experienced. Penelitian menunjukkan bahwa axiom tersebut berdasarkan pada hubungan yang melebihi pada saat kita memasuki sebuah panggung; Berger dan Gudykunst kadang mempertimbangkan hubungan yang romantis.

James Neuliep dan Erica Grohskop (2000) mengusulkan axiom yang ke-9 berdasarkan pada pekerjaan mereka dalam mengkorelasikan uncertainty/ketidakpastian dan kepuasan dalam berkomunikasi. Axiom ke-9: There is an inverse, or negative, relationship between uncertainty and communication satisfaction. James Neuliep dan Erica mendefinisikan kepuasan dalam berkomunikasi sama seperti apa yang dikatakan oleh Hecht yaitu bahwa suatu respon yang dapat mempengaruhi prestasi komunikasi, adalah goals dan expectations (harapan). Setelah menggabungkan dua studi tersebut, Neuliep dan Grohskopf menemukan bahwa selama awal interaksi mempengaruhi, sebagai individu-individu yang mengurangi uncertainty (ketidakpastian), mereka mengalami kepuasan berkomunikasi yang lebih banyak daripada dalam situasi di mana ketidakpastian tetap tinggi. Neuliep dan Groshskopf mengamati ketidakpastian dengan suatu komunikasi outcome variable yang spesifik.
Antecedent Condition

Berger (1979) telah mengusulkan bahwa 3 antecedent (prior) conditions atau kondisi yang sebelumnya terjadi ketika adanya pengurangan uncertainty. Kondisi yang pertama terjadi ketika oranglain mempunyai potensial untuk memberi reward atau punishment. Antecedent condition yang kedua terjadi ketika orang lain berperilaku contrary (berlawanan) terhadap harapan. Sedangkan kondisi yang ketiga terjadi ketika seseorang mengharapkan untuk berinteraksi dengan orang lain di masa yang akan datang.
Stategies

Berger (1995) mengatakan bahwa orang-orang menggunakan 3 kategori strategis dalam mencoba mengurangi ketidakpastian, yaitu pasif, aktif, dan interaktif. Passive strategies yaitu mengurangi ketidakpastian dengan pengamatan yang rendah hati. Sedangkan active strategies terjadiketika seorang pengamat terikat dalam beberapa tipe dari usaha oranglain daripada berhubungan langsung dalam mencari informasi tentang orang lain. Yang terakhir, interactive strategies, terjadi ketika si pengamat dan orang lain terikat dalam hubungan langsung atau berinteraksi secara face-to-face. Percakapan tersebut ada kemungkinan mencakup self-disclosures, direct questioning, dan informasi yang lain.

Developed Realtionship: Beyond the Initial Encounter

Ketika Berger dan Calabrese meyakinkan teorimereka, mereka tertarik dalam mendeskripsikan awal perjumpaan seseorang dengan orang asing. Mereka telah membagi pandangan teori mereka dengan jelas dan sempit. Ketidakpastian dalam membangun relationship mungkin berbeda dengan

ketidakpastian dalam initial ecounters. Hal tersebut dapat berfungsi secara dialectical dalam suatu relationship, yaitu bahwa terdapat kemungkjinan menjadi suatu ketegangan dalammengurangi dan meningkatkan ketidakpastian dalam membangun relationship (Baxter dan Wilmot, 1985). Sementara pengurangan uncertainty dapat menjadi reward, kemampuan untuk memprediksi perilaku orang secara lengkap dapat emmbawa kebosanan (boredom). Boredom dalam suatu hubungan interpersonal mungkin lebih termasuk cost daripada reward. Gerald R. Miller dan Mark Steinberg (1975) nencatat bahwa orang mempunyai keinginan besar terhadap ketidakpastian ketika mereka merasa aman daripada apa yang mereka lakukan ketika mereka merasa tidak aman. Beberapa peneliti yang tertarik mengenai bagaimana URT digunakan untuk membangun relationship, mengusulkan bahwa adanya realitional uncertainty, yaitu hilangnya kepastian mengenai masa yang akan dating dan status suatu relationship. Relational uncertainty ditemukan untuk dibedakan dari individual uncertainty karena Realtional Uncertainty terjadi pada level yang lebih tinggi dari abstraction. Marianne Dainton dan Brooks Aylor (2001) menjelaskan bagaimana relational uncertainty digunakan dalam tiga tipe relationship yang berbeda-beda, yaitu long-distance relationship tanpa interaksi face-to-face, long distance relationship dengan beberapa interaksi face-to-face, dan geographically close relationships. Para peneliti tertarik untuk melihat bagaimana relational uncertainty, jealousy, maintenance, dan trust interested berada dalam tiga tipe dari suatu hubungan. Para peneliti tersebut juga melakukan suatu investigasi bahwa 25-40% para mahasiswa menjalani romantic relationship dalam jarak jauh.

Context

URT lebih mengalami penambahan ke konteks yang lain. Sebagian besar dari hasil kerja telah diselesaikan dalam intercultural konteks. Berger (1987) menunjukkan bahwa uncertainty varies menyebrangi budaya, dan beberapa penelitian memberi gambaran cultural applicability dari URT. Gudykunst dan Tsukasa Nishida (1986a) menemukan perbedaan dalam low-context cultures dan high-context cultures. Berdasarkan Edward T. Hall (1977), low-context merupakan budaya, seperti yang terdapat di US, Jerman, dan Swiss, di mana sebagian besar pemaknaan berada dalam kode atau pesan. Sedangkan high-context cultures merupakan budaya-budaya, seperti yang terdapat di Jepang, Korea, dan China, di mana pemaknaan berasal dari suatu pesan yang berada dalam konteks atau internalized dalam listeners. Dengan memperhatikan penelitian low- dan high-context cultures, Gudykunst dan Nishida menemukan frekuensi komunikasi dapat memprediksikan pengurangan uncertainty dalam low-context cultures tetapi tidak dalam high-context cultures. Para peneliti juga menemukan bahwa orang menggunakan komunikasi langsung (dengan bertanya) untuk mengurangi ketidakpastian dalam individualistic cultures. Dalam collectivistic cultures, komunikasi tidak langsung lebih banyak digunakan dengan individu yang tidak diidentifikasikan sebagai anggota dari cultural in group. Bedasarkan teori, kemudian orang yang berasal dari budaya yang berbeda tersebut terikat dalam jenis komunikasi yang berbeda pula guna mengurangi ketidakpastian mereka. Suatu konsep yang sama seperti pengurangan ketidakpastian yaitu uncertainty avoidance, yang mana merupakan suatu usaha untuk menghindari/mencegah situasi yang ambigu. Dengan kata lain, uncertainty avoidance digunakan untuk toleransi seseorang demi ketidakpastian. Geert Hofstede percaya bahwa ap ayang menjadi prespektif dari orang-orang yang baerada dalam high uncertainty cultures adalah, perbedaan merupakan suatu bahaya, jadi perbedaan itu dianggap sebagai sesuatau yang membahayakan dan perlu dihindari., sedangkan orang-orang yang berada dalam low-uncertainty avoidance cultures mengatakan bahwa perbedaan itu justru menambah rasa keingintahuan kita; perbedaan dijadikan untuk menambah ilmu pengetahuan. Gudykunst dan Yuko

Matsumoto menunjuk bahwa perbedaan-perbedaan yang ada dalam setiap budaya dapat membantu kita untuk memahami perilaku negara-negara lain dalam berkomunikasi.

Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari


Contoh URT. Ani dan Dewi bersahabat. Pada suatu malam, Dewi mengirimkan sms kepada Ani. Setelah membalas sms tersebut, Ani tidak mendapat balesan balik padahal pesannya mengandung pertanyaan. Ani berpikir kalau Dewi marah kepadanya karena Ani sempat menceritakan bahwa dia kemarin bertemu dengan mantan kekasihnya Dewi yang sempat bermasalah dengan Dewi. Malam itu, Ani benar-benar takut kalau Dewi marah dengannya. Besoknya, Ani bertemu dengan Dewi. Namun, Dewi malah tersenyum kepadanya dan tidak ada tanda-tanda bahwa Dewi marah kepadanya. Ani sedikit optimis kalu Dewi tidak marah kepadanya. Di akhir kelas, Dewi mengahmpiri Ani dan berkata: Hai, maaf kemarin aku tidak sadar kalau pulsaku ternyata sudah habis. Pati kamu menyangka kalau aku marah sama kamu, ya? Ani tertawa lalu mengiyakan perkataan Dewi. Mereka berdua pun tertawa. Adanya ketidakpastian apakah Dewi marah terhadap Ani atau tidak. Namun, dari senyuman Dewi, Ani mempunyai petunjuk kalau Dewi tidak marah kepadanya. Selain itu, sebelum Ani memastikan dengan bertanya langsung kepada Dewi, sahabatnya itu sudah memberitahu duluan bahwa dia memang tidak marah kepadanya. Contoh salah satu aspek (strategi) dalam expansion of URT. Ria bersahabat dengan Amel dan mereka berdua berada dalam satu kelas, secara nampak mereka berdua saling mengamati satu sama lain dan hal tersebut masuk dalam passive strategies. Ketika Ria mengamati bagaimana Amel bereaksi terhadap lelucon yang diberikan oleh dosennya saat mengajar, dia (Ria) menggunakan passive strategies yang disebut reactivity searching atau mengamati Amel yang melakukan sesuatu. Selain itu, adanya disinhibition searching, yaitu suatu passive strategi yang dilakukan denganmengamati perilaku natural seseorang atau perilaku uninhibited dalam lingkungan yang nonformal. Misalnya, Ria ingin mengamati Amel dalam setting yang lebih nonformal, yaitu di luar kelas. Ria ingin melihat bagaiman Amel bersikap ketika inhibition-nya menurun. Jika tidak ada satu pun yang mengikat teman untuk mencari tahu informasi tentang orang lain, orang tersebut akan menggunakan active strategy. Ketika mereka mengobrol

setelah kelas berakhir, mereka menggunakan interactive strategy untuk saling mencari tahu dan untuk mengurangi ketidakpastian.

Evaluasi Teori
Setelah menyelesaikan teori dari publikasi, Berger (1987) menjelaskan bahwa Uncertainty Reduction, yang berisi beberapa usul dan saran daei kebenaran yang meragukan. Para penulis yang lain juga berpedapat yang sama. Walaupun URT telah mendorongperjainjian yang besar dari diskusi dan penyelidikan, ini juga telah dikupas tuntas. Pada dasarnya, kritik ini mencari kekurangan sekaligus pengaruhnya dari kegunaan teori tersebut. Utility Beberapa sumber percaya bahwa asumsi teori dari mata kuliah ini ada yang salah. Michael Sunnafrank (1986) berpendapat bahwa terjadi ketidaktentuan yang menurun terhadap diri seseorang dan juga orang lain pada saat pertama kali bertemu, akan tetapi hal tersebut tidak terlalu menjadi hal yang pokok bagi seseorang. Namun Sunnafrank berpendapat bahwa banyak terdapat tujuan yang yang maksimal justru dari orang yang diusir dari masyarakat ataupun dari keluarga sendiri. Sunnafrank menyebut pada reformulation dari URT tersebut mengambil info yang menganggap berbagai sesuatau yang penting sudah diramalkan pada waktu pertama kali berinteraksi. Dari hal tersebut kita menjadi tahu teori tersebut sebagai Predicted Outcome Value (POV). Untuk menggambarkan pada awal di bab ini, Sunnafrank berpendapat bahwa Malcolm akan menjadi lebih khawatir dengan memberi reward yang lebih di dalam kesanggupan dalam hubungan bersama Edi dibanding memikirkan apa yang sedang dilakukan oleh perempuan tersebut dan mengapa perempuan itu melakukan hal tersebut. Sebenarnya, Sunnafrank menebak bahwa URT mungkin akan terjadi sesudah Malcolm memutuskan dari hasil apa yang telah diprediksikan dari pembicaraan dengan Edi. Berge (1986) menanggapi Sunnafrank bahwa sebuah hasil tidak dapat diprediksikan

tanpa adanya pengetahuan dan ketidaktentuan yang diturunkan pada diri seseorang, satu pasangan, dan dalam sebuah hubungan. Ini adalah anggapan dari Berger bahwa pengurangan yang tidak tentu tersebut dari kemandirian yang seperlunya untuk diprediksikan. Nyatanya dia percaya bahwa jika tetap memiliki rasa ragu- ragu yang tinggi, itu akan tidak ada prediksi untuk hasil terakhir. Jadi Berger menyimpulkan bahwa Sunnafrank memiliki jangkauan yang luas dari ORT daripada sumbangan yang alternative. Bidang yang kedua dari kritik URT yang telah dilakukan dngan kebenaran. Penarikan kembali bahwa terdapat beberapa masalah kebenaran, namun dia belum mau untuk menyerah pada teori tersebut. Kathy kellermann dan Rodney Reynolds (1990) point pada axiom ke tiga, yang menyarankan bahwa penyebab ketidaktentuan informasi pada tingkat yang tinggi tersebut, yang melihat tingkah laku sebagai masalah. Kellerman dan Reynolds menjelaskan bahwa banyak waktu yang mungkin kita menjadi ragu- ragu tentang hal lain tetapi karena kita tidak tertarik pada hal yang lain, kita tidak memotivasi untuk mengurangi informasi dari segi penglihatan. Heorism, Parsimony, Logika, Cosistency and Test of Time Di samping kelemahannya, Uncertainty reduction theory tetap hanya sebagai teori komunikasi yang khususnya menguji interaksi awal. Selanjutnya, refleksi di dalam criteria, kita mengevaluasi teori dari bab tiga. Pertama : Teori ini sangat bermaksud menyelidiki sendiri. Contoh URT ini telah mengintregasi pencarian ke dalam penyelidikan di dalam kelompok kecil. ( Booth, butterfield dan Koester, 1988 ) seperti yang diselidiki di dalam komunikasi massa ( Dimmick, Sikand dan Pattersun,1994) dan komunikasi media computer (Walther dan Burgoon 1992). Akhirnya, URT seperti teori pemikiran, dapat dipertimbangkan menjadi sementara di dalam teori yang asli, dan disana menjadi gagasan relevant yang lain.