Anda di halaman 1dari 41

PETUNJUK PRAKTIKUM

MELAKSANAKAN PERCOBAAN DI LABORATORIUM

Oleh: Tim Pengajar


1

LABORATORIUM KIMIA ANALISA KATA PENGANTAR


Puji syukur kehadirat Allah SWT atas karunia dan rahmat yang telah dilimpahkanNya, sehingga penyusunan buku petunjuk praktikum Melaksanakan Percobaan di Laboratorium ini dapat diselesaikan. Materi yang tersedia telah disesuaikan pemahaman siswa dan selaras dengan materi dasar kimia yang diberikan dikelas. Dengan melaksanakan berbagai percobaan dilaboratorium diharapkan siswa akan lebih menguasai konsep-konsep kimia secara mendalam. Pada kesempatan ini, kami ingin mengucapkan terimakasih dan penghargaan kepada Tim Pengajar Melaksanakan Percobaaan dan semua pihak yang telah membantu. Kami berharap semoga buku ini dapat member arti yang positif dalam mematapkan pengetahuan mata pelajaran Kimia Dasar di Kimia Analis SMK Negeri 1 Tuban. Selanjutnya kami menerima saran dan kritik guna kesempurnaan buku petunjuk ini.

Tuban, 10 Oktober 2009 Tim Penyusun

DAFTAR ISI
Halaman judul Kata pengantar Daftar isi Tata tertib Percobaan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Materi dan perubahannya 5 1 2 3 4

Perbedaan Unsur,senyawa & Campuran7 Filtrasi dan Kristalisasi Destilasi Kromatografi Kertas Reaksi Kimia Hukum Kekekalan Massa Daya Hantar Larutan Pengenceran Larutan 17 19 21 23 25 26 27 28 9 11 13 15

10 Pembuatan Larutan NaCl 11 Pembuatan Oksigen 12 Pembuatan Hidrogen 13 Pemurnian Gula Kotor Daftar Pustaka

TATA TERTIB
1. Presensi a. Siswa wajib hadir sebelum praktikum dimulai
b.

Bila tidak masuk harus memberi surat keterangan

c. Terlambat 15 menit tanpa alasan yang sah, dianggap absen dan tidak boleh mengikuti praktikum kecuali setelah ada kesepakatan tersendiri dengan tim pengajar 2. Pelaksanaan Praktikum a. Siswa wajib memakai jas praktikum selama praktikum berlangsung b. Siswa bertanggung jawab atas semua peralatan yang dipinjam untuk praktikum
c.

Selama praktikum siswa tidak diperkenankan makan, minum atau bersenda gurau Siswa wajib membersihkan area praktikum sebelum meninggalkan laboratorium

d.

3. Pengamatan Praktikum a. Semua pengamatan ditulis di buku petunjuk praktikum b. Semua data pengamatan disahkan oleh tim pengajar 4. Laporan praktikum
a.

Setiap percobaan yang dilakukan harus dibuat laporan pada kertas folio dengan halaman depan menggunakan kertas berlogo Susunan laporan meliputi ; Judul percobaan, Tujuan, latar belakang, Alat bahan, Data Pengamatan, Analisa percobaan dan kesimpulan.

b.

c. Laporan harus berikutnya

diserahkan

sebelum

praktikum

d. Bila belum menyerahkan laporan dianggap tidak mengikuti praktikum

PERCOBAAN 1 MATERI DAN PERUBAHANNYA


I. Tujuan Percobaan - Siswa dapat menjelaskan pengertian perubahan materi - Siswa dapat menjelaskan pengertian perubahan fisika - Siswa dapat menjelaskan pengertian perubahan kimia - Siswa dapat memilih dan menggunakan alat dengan benar

II. Teori Dasar Materi adalah segala sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruangan. Wujud materi digolongkan menjadi wujud padat, cair dan gas. Perubahan materi dapat mengalami perubahan dari wujud yang satu menjadi wujud yang lain. Perubahan yang terjadi pada materi bisa dibedakan menjadi perubahan fisika dan perubahan kimia

III.

Alat dan Bahan

Bahan Serbuk belerang Gula pasir Pita magnesium Lilin panjang Iodine HCl 1M

Jumla h 2 sendo k 2 sendo k 1 buah 1 batan g 5 gram 10 ml

Alat Tabung reaksi Penjepit tabung Kawat Ni-krom Spatula baja Pembakar spiritus Gelas kimia Tang besi Kaca arloji Cawan penguap Ampelas IV. Cara kerja

Jumla h 4 1 1 2 1 1 1 1 1 1

1. Nyalakan lilin dan amati perubahan yang terjadi. Menurut pendapat anda apakah lilin yang menyala tersebut menyerap kalor atau melepas kalor?
2.

Masukkan spatula baja ke dalam nyala lilin selama beberapa detik. Amatilah spatula tersebut. Catat perubahan yang terjadi Masukkan + 4 gram lilin yang telah dipotong-potong kedalam tabung reaksi, jepit dan panaskan tabung reaksi hingga seluruh lilin meleleh. Diamkan tabung beserta isinya sampai dingin. Apakah lilin yang meleleh dapat menghasilkan zat baru?
6

3.

4. Lakukan hal yang sama seperti percobaan 3 untuk sampel berikut : a. Serbuk belerang b. Gula pasir(dipanaskan sampai gosong) Amati apakah pada kedua proses di atas terbentuk zat baru? 5. Ambillah sedikit serbukbelerang dengan spatula baja, kemudian bakar. Cium bau gas yang terbentuk akibat pembakaran belerang. Apakah belerang yang terbakar menghasilkan zat baru?
6.

Ambil pita magnesium sepanjang 10 cm. Ampelas pita tersebut, dan amati perubahannya. Apakah pada proses tersebut terbentuk zat baru?

7. Bakarlah pita magnesium diatas nyala spiritus (dengan dijepit). Jangan menatap langsung pijaran pita magnesium, amatilah abu yang terbentuk setelah pijarnya padam. Apakah abu yang terbentuk sama dengan warna pita magnesium semula?
8.

Potonglah pita magnesium lainnya 2 cm, kemudian masukkan kedalam tabung reaksi dan tambahkan 10ml HCl 1 M kedalamnya. Amatilah peristiwa yang terjadi. Tuang larutan ke dalam cawan porselen, lalu uapkan hingga kering. Apakah anda menemukan logam magnesium kembali? Masukkan 2-3 kristal kecil iodine ke dalam gelas kimia 100 ml. Tutup bagian atasnya dengan kaca arloji. Panaskan gelas kimia selama dua menit lalu diamkan sampai dingin. Amati Kristal yang terbentuk pada bagian bawah kaca arloji.

9.

V. Data Pengamatan 1. Lilin : (menyerap/melepas kalor? 2. Zat baru : (terbentuk/tidak) . 3. Zat baru : (terbentuk/tidak) . 4. Zat baru : a. Serbuk belerang (terbentuk/tidak) b. Gula pasir (terbentuk /tidak).
7

5. Zat baru : (terbentuk/tidak) . 6. Zat baru : (terbentuk/tidak) . 7. Abu hasil pembakaran( menjadi.) 8. Pita magnesium (ada/tidak) 9. Kristal yang terbentuk (warna . Bentuk .) sama/tidak,

VI.

Pertanyaan

Kelompokkan proses-proses yang terjadi pada kegiatan diatas ke dalam perubahan fisika atau perubahan kimia. Jelaskan alas an anda untuk pengelompokan yang anda lakukan.

PERCOBAAN 2 PERBEDAAN UNSUR, SENYAWA DAN CAMPURAN


I. Tujuan Percobaan Siswa mengetahui campuran II. Teori Dasar perbedaan antara unsur, senyawa dan

Unsur adalah zat tunggal yang secara kimia tidak dapat diuraikan menjadi zat-zat lainnya. Unsur dapat dibedakan menjadi logam dan non logam. Terdapat pula unsur yang memiliki sifat logam dan non logam yang disebut sebagai unsur metalloid. Senyawa adalah zat tunggal yang dapat diuraikan secara kimia menjadi dua atau lebih. Ikatan kimia dari dua jenis unsur atau lebih merupakan pondasi terbentuknya senyawa. Campuran adalah gabungan dua zat atau lebih yang masih mempunyai sifat asal penyusunnya. Jenis campuran ada dua yaitu homogen dan heterogen.
8

III.

Alat dan Bahan Bahan Logam Aluminium(Al) Logam besi (Fe) Logam Timbal (Pb) Logam timah (Sn) Logam seng (Zn) Lempeng Tembaga (Cu) Serbuk besi (Fe) Serbuk belerang (S)
Alat Jumlah

Jumla h 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1send ok 1 sendo k

Tabel SPU Magnet Spatula Tabung reaksi Penjepit Cawan penguap Pembakar spiritus

1 1 2 5 1 1 1

IV.

Cara kerja

1. Ambil logam Al, Fe, Pb, Sn, Zn dan Cu. Amati bentuk dan warnanya. Perhatikan table SPU, dimanakah letak logamlogam tersebut?
2.

Letakkan serbuk besi diatas selembar kertas. Dekatkan magnet dibagian bawah kertas. Amati apa yang terjadi. Lakukan hal yang sama pada serbuk belerang.

3.

Campurkan kedua macam serbuk tadi pada selembar kertas yang lain. Dekatkan magnet seperti pada percobaan 2. Amati yang terjadi. tembaga kedalam cawan penguap,

4. Letakkan lempeng panaskan dan amati

5. Masukkan sejumlah serbuk belerang kedalam tabung reaksi, panaskan dan amati V. Data Pengamatan

1. Unsur Logam Aluminium Besi Timbal Timah Seng Tembaga Pengamatan

2. Campuran Logam Besi Belerang Besi belerang + Pengaruh magnet

3. Senyawa Pemanasan zat Tembaga Belerang Pengamatan

10

VI.

Pertanyaan mana yang

Dari percobaan tersebut kelompokkan termasuk unsure, senyawa dan campuran

PERCOBAAN 3 MELARUTKAN ZAT TUNGGAL MENJADI SENYAWA


I. Tujuan Percobaan
-

Siswa dapat mengetahui perbedaan antara zat tunggal dan senyawa

- Siswa dapat menyelidiki sifat beberapa jenis unsur II. Teori Dasar

Campuran dapat tersusun atas dua atau lebih zat tunggal. Pemisahan campuran dilakukan dengan cara-cara fisika. Langkah ini didasarkan pada perbedaan sifat komponen campuran seperti perbedaan ukuran partikel, titik didih dan kelarutan. Teknik pemisahan sederhana yang dapat digunakan untuk pemisahan campuran adalah filtrasi dan kristalisasi.

III.

Alat dan Bahan Bahan Serbuk belerang Serbuk besi Serbuk seng PP Lakmus (merah+biru) Larutan HCl Aquades
11

Jumla h 1/2 sdk 1/2 sdk 1/2 sdk 5 ml 1 lbr 5 ml 150 ml

Alat

Jumlah

Gelas piala Spatula Tabung reaksi Penjepit tabung reaksi Kertas saring Bunsen IV.
1.

1 1 1 1 1 1 1

Cara kerja Ambil 4 tabung reaksi, masukkan masing-masing spatula serbuk belerang, serbuk besi, serbuk seng, tuangi + 5 ml air suling. Amati apa yang terjadi, apakah ada zat terlarut? Ulangi percobaan tersebut dengan mengganti air suling dengan larutan HCl. Amati apa yang terjadi! Zat mana yang larut? Ambil gelas piala 200ml masukkan air + 100ml. apungkan kertas saring diatasnya. Iris sepotong logam Natrium, letakkan diatasnya. Amati yang terjadi? Celupkan kertas lakmus merah dan biru kedalam larutan. Amati apa yang terjadi. Tambahkan 2 tetes PP, amati yang terjadi.

2.

3.

4.

V.

Data Pengamatan Zat 1.Serbuk belerang 2.Serbuk besi 3.Serbuk seng Perlakuan Pengamatan

VI.

Pertanyaan

1. Sebutkan perbedaan pengamatan pada saat penambahan air suling dan HCl? Apa yang menyebabkan perbedaan tersebut? 2. beri 5 contoh zat tunggal, campuran dan senyawa beserta kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari!
12

PERCOBAAN 4 FILTRASI DAN KRISTALISASI


I. Tujuan Percobaan
-

Siswa dapat melakukan pemisahan campuran dengan cara filtrasi Teori Dasar

II.

Campuran dapat tersusun atas dua atau lebih zat tunggal. Pemisahan campuran dilakukan dengan cara-cara fisika. Langkah ini didasarkan pada perbedaan sifat komponen campuran seperti perbedaan ukuran partikel, titik didih dan kelarutan. Teknik pemisahan sederhana yang dapat digunakan untuk pemisahan campuran adalah filtrasi dan kristalisasi.

III.

Alat dan Bahan

13

Jumla h Garam dapur 4 kotor gram Pasir 2 Aquades gram 40ml


Alat Jumlah

Bahan

Gelas kimia 100ml Erlenmeyer Cawan penguap Corong Kaki tiga Pembakar spiritus Kawat kasa Batang pengaduk Kertas saring IV.
1.

1 1 1 1 1 1 1 1 1

Cara kerja

Campurkan garam dapur kotor sebanyak 4 gram dengan pasir 2 gram kedalam gelas kimia 100ml. tambahkan air + 40 ml, lalu aduk hingga semua garam larut sempurna. Saring larutan garam dan pasir menggunakan kertas saring (lihat petunjuk melipat kertas saring), tamping filtratnya pada labu Erlenmeyer. Amati filtrat yang diperoleh. Amati juga residu yang terdapat pada kertas saring, zat apakah itu?

2.

3. Tuangkan filtrat kedalam cawan penguapan, panaskan sampai semua air menguap, matikan api dan amati hasilnya.

V. Data Pengamatan 1. Warna garam dapur kotor 2. Warna filtrat 3. Warna residu 4. Warna garam dapur bersih VI. Pertanyaan
14

Mengapa garam dapur tidak dapat dipisahkan dari air (pelarut) dengan cara disaring?

PERCOBAAN 5 DESTILASI

I. Tujuan Percobaan - Siswa dapat melakukan pemisahan campuran dengan cara destilasi
15

II.

Teori Dasar

Destilasi adalah pemisahan suatu campuran berdasarkan perbedaan titik didih masing-masing senyawanya. Prinsip destilasi adalah penguapan dan pengembunan kembali uapnya pada tekanan dan temperatur tertentu. Tujuan destilasi adalah memurnikan zat cair pada titik didihnya atau memisahkan zat cair dari campuran zat lainnya yang mempunyai titik didih yang berbeda.

p III. Alat dan Bahan Bahan Gula pasir Air teh Jumla h 1 sendo k 200 ml

Alat

Jumlah

Labu destilasi Kondensor Prop gabus Selang karet/plastic Erlenmeyer Gelas kima Bunsen burner Batu didih Thermometer Statif Klem

1 1 1 2 1 1 1 3 1 2 3

16

IV.

Cara kerja

1. Buatlah larutan gula dan air the dengan cara melarutkan 1 sendok gula kedalam 200 ml air the. Aduk hingga larut, masukkan kedalam labu destilasi, tambahkan batu didih. 2. Susun alat destilasi seperti gambar.
3.

Buka kran saluran air pendingin hingga air mengalir dengan baik kedalam kondensor kemudian panaskan labu dengan burner thermometer. Catat

4. Amati kenaikan temperature pada nilainya saat destilat keluar pertama.

5. Teruskan penyulingan hingga didapat destilat sebanyak 50 ml 6. Amati warna destilat dan cicipi rasanya (jangan lupa cuci tangan lebih dulu) V. Data Pengamatan

1. Temperature destilat pertama 2. Warna dan rasa destilat VI. Pertanyaan

1. Jelaskan alas an system aliran air pendingin dibuat berlawanan arah dengan aliran destilat?
2.

Bagaimana warna dan rasa destilat yang anda peroleh? Mengapa demikian?

17

PERCOBAAN 6 KROMATOGRAFI KERTAS

I. Tujuan Percobaan - Siswa dapat melakukan pemisahan campuran dengan cara kromatografi

II.

Teori Dasar

Proses kromatografi pertama kali ditemukan oleh Michael Tswett pada tahun 1906. Ia berhasil melakukan pemisahan zat hijau daun dari ekstrak tumbuh-tumbuhan didalan kolom CaCO3 menggunakan petroleum eter. Kromatografi merupakan metode pemisahan komponenkomponen campuran berdasarkan perbedaan laju adsorpsi pada fasa diam oleh fasa gerak (fasa mobil) yang berbeda-beda.

18

III.

Alat dan Bahan Bahan Etanol


Alat Jumlah

Jumla h 25 ml

Kertas saring Gelas kimia Spidol berwarna Pensil IV. Cara kerja

20 cm 1 4 1

1. Siapkan beberapa kertas saring dengan ukuran 1 x 20 cm


2.

Buatlah garis dengan pensil pada kertas yang sudah disiapkan + 1 cm dari salah satu ujungnya.

3. Totolkan spidol berwarna yang berbeda untuk tiap kertas pada garis yang telah dibuat 4. Gantungkan kertas itu dengan pensil pada gelas kimia 600 ml yang berisi etanol. Atur ketinggian kertas agar tidak menyentuh dasar gelas dan noda spidol tidak teremdam etanol. 5. Amati yang terjadi. Catat jumlah dan warna noda yang terdapat pada masing-masing kertas

V.

Data Pengamatan Warna spidol Jumlah noda


19

Spidol ke

Warna noda

VI.

Pertanyaan

Jelaskan mengapa warna dalam tinta spidol dapat terpisah dengan kromatografi kertas?

PERCOBAAN 7 REAKSI KIMIA

I.

Tujuan Percobaan - Siswa dapat mengamati perubahan kimia yang terjadi dalam reaksi kimia

II.

Teori Dasar
20

Berlangsungnya reaksi kimia ditandai oleh suatu perubahan yang dapat diamati. Perubahan tersebut meliputi perubahan warna, terbentuknya gas, terbentuknya endapan dan perubahan suhu dalam suatu reaksi. Indikasi reaksi perubahan kimia dapat diketahui dari adanya hasil zat yang berbeda dari kondisi awal. III. Alat dan Bahan Jumla h HCl 3M 10 ml H2SO4 2M 10 ml K2Cr2O7 0,1M 5 ml KMnO4 0,05M 5 ml CuSO4 0,1M 5 ml H2C2O4 0,2M 5 ml NaOH 2M 10 ml Pb(NO3)2 0,1M 5 ml Pita 5 cm Magnesium 1 CaCO3 sendo Kapur Tohor k (CaO) 2 butir Aqua DM 100 ml
Alat Jumlah

Bahan

Tabung reaksi Penjepit tabung Pembakar spiritus Pipet tetes

4 1 1 2

IV.

Cara kerja
21

1.

Masukkan 2ml larutan HCl 3M kedalam tabung reaksi, tambahkan 1 sendok CaCO3. Amati apa yang terjadi

2. Masukkan 3ml larutan HCl 3M kedalam tabung reaksi, masukkan pita magnesium sepanjang 5cm. sentuh dasar tabung untuk mengetahui perubahan suhu.
3.

Masukkan 5 tetes Pb(NO3)2 0,1M kedalam tabung reaksi, tambahkan 3 tetes K2Cr2O7 0,1M. Amati yang terjadi Masukkan 5 tetes CuSO4 kedalam tabung reaksi, tambahkan 3 tetes NaOH. Amati yang terjadi Masukkan 5 tetes K2Cr2O7 0,1M kedalam tabung reaksi, tambahkan 3 tetes H2SO4. Amati yang terjadi Masukkan 2ml H2C2O4 dan 2ml H2SO4 kedalam tabung reaksi, tambahkan 5 tetes KMnO4. Amati yang terjadi, jika perlu dipanaskan

4.

5.

6.

7. Masukkan 4ml air kedalam tabung reaksi, tambahkan sebutir kapur tohor. Amati yang terjadi, sentuh dasar tabung reaksi
8.

Masukkan 2ml H2SO4 kedalam tabung reaksi, tambahakan 2ml NaOH. Sentuh dasar tabung reaksi

V.

Data Pengamatan
1.

HCl +CaCO3 ; .

2. HCl + pita magnesium ; ..


3. 4. 5. 6. 7. 8.

Pb(NO3)2 + K2Cr2O7 : .. NaOH + CuSO4 : K2Cr2O7 + H2SO4 : . H2C2O4 + H2SO4 + KMnO4 : .. H2O + Kapur tohor : .. H2SO4+ NaOH : ..

VI.

Pertanyaan 1. Kelompokkan proses-proses yang terjadi pada kegiatan diatas ke dalam perubahan kimia atau bukan. 2. Dari reaksi diatas, manakah reaksi yang tergolong : a. Reaksi yang menghasilkan gas
22

b. Reaksi yang menghasilkan endapan c. Reaksi yang menghasilkan perubahan warna d. Reakai yang menyebabkan perubahan suhu

PERCOBAAN 8 HUKUM KEKEKALAN MASSA

I. Tujuan Percobaan
-

Siswa dapat mempelajari hubungan massa sebelum dan sesudah reaksi

II.

Teori Dasar

Antoine Lavoisier telah menyelidiki hubungan massa zat sebelum dan sesudah reaksi terjadi. Kimiawan ini berupaya menimbang zat-zat sebelum dan sesudah reaksi, ternyata massanya selalu sama. Meskipun demikian, perubahan materi umumnya berlangsung dalam system terbuka, sehingga bila hasil reaksi
23

ada yang meninggalkan system, maka seolah-olah massa zat sebelum dan sesudah reaksi menjadi tidak sama.

III.

Alat dan Bahan Bahan BaCl2 0,1 M Na2SO4 0,1 M CuSO4 0,1 M KI 0,5 M HCl 2 M Batu pualam
Alat Jumlah

Jumla h 2 ml 2 ml 2 ml 2 ml 5 ml 1 buah

Tabung reaksi berbentuk huruf Y Gelas kimia 500 ml Neraca analitis Gelas ukur 10 ml Balon

1 1 1 1 1 1

IV.
1.

Cara kerja Reaksi antara larutan CuSO4 dengan larutan KI


a.

Masukkan 2 ml larutan CuSO4 kedalam salah satu kaki tabung bentuk Y, dan masukkan 2 ml KI kedalam kaki lainnya Masukkan tabung Y kedalam gelas kimia 500 ml dengan hati-hati, lalu timbang. Catat massanya Miringkan tabung Y sehingga larutan pada kedua kaki tabung bercampur. Perhatikan reaksi yang terjadi dan timbang kembali.

b.

c.

d. Bandingkan massa tabung besrta isinya sebelum dan sesudah reaksi.

24

2.

Lakukan percobaan yang sama untuk larutan BaCl2 dan Na2SO4

3. Lakukan hal yang sama untuk HCl dan batu pualam


4.

Ulangi percobaan 3, namun ujung tabung Y ditutup dengan balon. Bandingkan massa sebelum dan sesudah reaksi. Data Pengamatan

V.

1. Massa sebelum reaksi : g Massa sesudah reaksi : g 2. Massa sebelum reaksi : g Massa sesudah reaksi : g 3. Massa sebelum reaksi : g Massa sesudah reaksi : g 4. Massa sebelum reaksi : g Massa sesudah reaksi : g

VI.

Pertanyaan

1. Kesimpulan apa yang dapat diperoleh dari percobaan 1 dan 2? 2. Jika massa sebelum dan sesudah reaksi pada percobaan 3 berbeda, begaimana penjelasan Anda mengenai hal ini? 3. Bagaimana pula dengan percobaan 4?

25

PERCOBAAN 9 DAYA HANTAR LARUTAN


I. Tujuan Percobaan - Siswa dapat menguji daya hantar listrik berbagai larutan

II.

Teori Dasar

Larutan adalah satu campuran homogen (satu fasa) yang terdiri atas zat terlarut dalam pelarut. Zat terlarut adalah zat yang tersebar secara merata didalam zat pelarut yang memiliki jumlah relatif lebih kecil disbanding pelarutnya. Larutan berdasarkan sifat listriknya dibagi dua yaitu larutan elektrolit dan non elektrolit. Contohnya larutan seperti NaCl dan asam sulfat encer merupakan larutan elektrolit. Larutan ini memiliki kemampuan
26

menghantarkan listrik. Larutan nonelektrolit adalah larutan yang tidak menghantarkan listrik. Contohnya adalah larutan gula dan alcohol, sukrosa (C12H22O11), atau urea (CO(NH2)2). Selain itu juga terdapat golongan elektrolit lemah yang menghantarkan listrik tidak sekuat NaCl dan asam sulfat, yaitu asam asetat (CH3COOH), asam hipoklorit (HClO).

III.

Alat dan Bahan Jumla h Aqua dm 50 ml Larutan HCl 1 50 ml M 50 ml Larutan 50 ml CH3COOH 1 M 50 ml Larutan NaOH 1 50 ml M 50 ml Larutan 50 ml ammonia 50 ml Larutan gula 50 ml Larutan NaCl 1 M Etanol Larutan asam sulfat Air ledeng
Alat Jumlah

Bahan

Gelas kimia 250 ml Alat penguji elektrolit Botol semprot Batang pengaduk Neraca analitis Pipet tetes

1 1 1 1 1 1

27

IV.

Cara kerja

1. Rangkailah alat penguji elektrolit hingga dapat digunakan 2. Masukkan 50 ml aqua dm kedalam gelas kimia dan uji daya hantarnya. Catat apakah lampu menyala dan timbul gelembung pada elektroda 3. Uji dengan cara yang sama untuk daya hantar larutan-larutan lain. Elektroda harus dibersihkan dan dikeringkan sebelum uji hantaran untuk sampel berikutnya 4. V. Data Pengamatan Bahan Aqua dm Larutan HCl 1 M Larutan CH3COOH 1M Larutan NaOH 1 M Larutan ammonia Larutan gula Larutan NaCl 1 M Etanol Larutan sulfat Air ledeng asam Menyala/tidak Gelembung/tidak

VI.

Pertanyaan

1. Gejala apa yang menandai hantaran lustrik melalui larutan? 2. Diantara bahan yang diuji, manakah yang tergolong elektrolit?
28

3. Diantara larutan elektrolit itu, larutan manakah yang zat terlarutnya tergolong : a. Senyawa ion? b. Senyawa kovalen? 4. Apakah sebabnya larutan elektrolit dapat menghantar listrik? 5. Bagaimana senyawa kovalen dapat menghasilkan ion dalam larutan?

PERCOBAAN 10 PENGENCERAN LARUTAN

I. Tujuan Percobaan
-

Siswa dapat membuat larutan

- Siswa dapat mengencerkan larutan

II.

Teori Dasar

Pembuatan larutan merupakan tehnik yang sangat diperlukan dalam praktikum kimia. Konsentrasi larutan yang dibuat disesuaikan dengan kebutuhan percobaan, sehingga jika perlu dapat dilakukan pengenceran dari larutan yang telah terseedia. Pengenceran dilakukan dengan menambahkan air pada larutan yang telah tersedia. Prinsip perhitungan pada pembuatan larutan atau pengenceran larutan adalah : V1 . M1 = V2 . M2

III.

Alat dan Bahan


29

Bahan HCl Aquades


Alat Jumlah

Jumla h 26ml

Gelas kimia 100ml Labu ukur Pipet volume Karet penghisap Corong

1 1 1 1 1

IV.

Cara kerja

a. Pembuatan larutan HCl 3M 100ml


1.

Mengambil HCl pekat(11,6M) sebanyak 26ml menggunakan pipet volume dan karet penghisap kedalam gelas kimia. Ukur aquades 74 ml Masukkan aquades + 50 ml kedalam gelas kimia 100ml. Alirkan asam secara perlahan lewat batang pengaduk kedalam gelas kimia 100ml berisi 74ml aquades sambil sesekali diaduk perlahan. Masukkan aquades sisa kedalamnya. Lakukan penghitungan balik untuk memperkirakan penambahan aquades selanjutnya agar diperoleh larutan yang konsentrasinya mendekati 3M.

2. 3. 4.

5.

b.

Pengenceran larutan HCl menjadi larutan HCl 1M 100ml


1.

Hitunglah volume larutan HCl hasil percobaan a dan volume aquades yang diperlukan dengan menggunakan rumus pengenceran.

2. Lakukan pengenceran seperti pada percobaan a.

V.

Data Pengamatan a. Pembuatan larutan HCl 3M 100ml


30

No 1.

Perlakuan Membuat larutan 3M 100ml HCl

Pengamatan

2.

Mengencerkan larutan HCl 3M menjadi 1M

VI.

Pertanyaan

1. Pada percobaan a berapakah molaritas HCl yang diperoleh? 2. Pada percobaan b berapakah volume larutan HCl dan aquades yang diperlukan? 3. Mengapa HCl pekat tidak dimasukan pertama kedalam gelas kimia? 4. Mengapa pembuatan larutan menggunakan gelas kimia dan bukan menggunakan labu ukur 100ml? 5. Mengapa perlu dilakukan larutan yang diperoleh? perhitungan kembali terhadap

PERCOBAAN 11 PEMBUATAN LARUTAN STANDAR NaCl


31

I.

Tujuan Percobaan

- Siswa dapat membuat larutan NaCl dengan teliti II. Teori Dasar

Pembuatan larutan adalah suatu hal yang biasa dalam pekerjaan kimia terutama kimia analisa. Khusus untuk kimia analisa kuantitatif, pembuatan larutan memerlukan ketelitian yang lebih karena kesalahan konsentrasi larutan akan berpengaruh terhadap ketepatan hasil percobaan. Larutan yang digunakan biasanya memiliki konsentrasi tertentu dengan satuan molar(M) ataupun normal(N). Rumus konsentrasi dalam satuan molar larutan adalah sebagai berikut: M zat A = m . 1000 MR . V I. Alat dan Bahan Bahan NaCl Aquades Jumla h 1,465 g 250 ml

Alat

Jumlah

Gelas kimia 100ml Labu ukur250ml Pipet Corong IV. Cara kerja

1 1 1 1

1.Menimbang NaCl kering sebanyak 1,465g secara teliti.


2.

Larutkan NaCl dengan aquades + 50 ml dalam gelas kimia 100ml.

3.Masukkan larutan NaCl kedalam labu ukur 250 ml dengan menggunakan corong. Bilas gelas kimia dengansedikit aquades dan masukkan kedalam labu ukur.
32

4.Tambahkan aquades hingga mendekati garis batas. Keringkan bagian atas labu ukur, baru lanjutkan penambahan aquades dengan pipet sampai garis batas, tutup rapat dan selanjutnya dihomogenkan.

V.

Data Pengamatan No 1. Perlakuan Menimbang melarutkan NaCl dan Pengamatan

2.

Mengencerkan larutan sampai tanda batas labu ukur

VI.

Pertanyaan

1. Berapa molar larutan NaCl yang anda buat? 2. Mengapa pembuatan larutan pada percobaan menggunakan labu ukur dan bukan dengan gelas kimia? 3. Mengapa NaCl yang dilarutkan dalam kondisi kering? 4. Mengapa bagian atas labu perlu dikeringkan terlebih dahulu sebelum penambahan aquades dengan pipet? ini

33

PERCOBAAN 12 PEMBUATAN OKSIGEN

I. Tujuan Percobaan - Siswa dapat membuat gas oksigen dari peroksida II. Teori Dasar

Seorang ilmuwan bernama Joseph priestly membuat gas oksigen yang pertama kali pada tahun 1774. Beliau menggunakan sinar matahari untuk menyinari merkuri (II) oksida untuk menghasilkan cairan merkuri dan gas. Priestly menemukan bahwa gas itu dapat membakar lilin menjadi lebih terang. Pada percobaan ini oksigen diproduksi dari penguraian hydrogen peroksida menjadi oksigen dan air. III. Alat dan Bahan Bahan MnO2 Larutan H2O2 3% Batang besi
Alat Jumlah

Jumla h 2 sndok 25 ml 1

Labu

Erlenmeyer

1
34

125 ml Penjepit Pembakar spiritus Pipet tetes Gelas ukur 25 ml Penutup gabus IV.
1. 2.

1 1 1 1 1

Cara kerja Masukkan Larutan H2O2 3% 25ml kedalam labu Erlenmeyer Tambahkan 2 sendok serbuk MnO2 kedalam labu dan tutup dengan penutup gabus. Amati perubahannya

3. Panaskan batang besi hingga membara kemudian masukkan kedalam leher labu Erlenmeyer. Amati yang terjadi V. Data Pengamatan

Yang terjadi dengan batang besi :

VI.

Pertanyaan

1. Tuliskan persamaan reaksi yag terjadi pada pembuatan gas oksigen!


2.

Apa yang terjadi ketika besi yang membara diletakkan dileher Erlenmeyer? Jelaskan! Tindakan pencegahan Labu Erlenmeyer mungkin menjadi panas akibat reaksi eksotermis penguraian peroksida ini. Maka berhati-hatilah! Gas oksigen adalah salah satu gas yang mudah terbakar. Jauhkan peralatan percobaan dari nyala api dan kilatan yang ada disekitarnya!

PERCOBAAN 13 PEMBUATAN GAS HIDROGEN


I. Tujuan Percobaan

- Siswa dapat membuat gas hydrogen dan mengamati sifatnya II. Teori Dasar
35

Sepanjang abad ke-16 Paracelsus, seorang fisikawan SwissJerman, mencatat bahwa suatu gas yang mudah terbakar terbentuk ketika besi direaksikan dengan asam sulfat. Akan tetapi ia tidak menyadari bahwa gas yang terbentuk tersebut adalah suatu unsure murni. Lavoiser menamakan gas tersebut Hidrogen yang artinya menghasilkan air. Produksi komersial gas hydrogen dibuat dengan proses elektrolisis air. Hydrogen dihasilkan dari katoda ketika arus listrik mengalir melalui air yang mengandung elektrolit. III. Alat dan Bahan Bahan HCl 3M Logam seng lilin
Alat Jumlah

Jumla h 5 ml 5 ml 1

Labu erlenmeyer Batang kayu Korek api Pipet tetes Penyumbat IV.

1 1 1 1 1

Cara kerja

1. Tempatkan kira-kira 5 gram logam seng kedalam labu Erlenmeyer. 2. Tambahkan 5 ml larutan HCl ke dalam labu Erlenmeyer diatas, sehingga terbentuk gelembung gas. Tutup labu dengan penyumbat. 3. Setelah 20 detik, nyalakan batang kayu dengan lilin dan siapkan untuk menguji gas yang terbentuk 4. dengan hati-hati, tempatkan batang kayu kedalam mulut labu, kemudian pindahkan batang tersebut dan tunggu lebih lama untuk mengumpulkan gas yang terbentuk. V. Data Pengamatan

Batang kayu : (terbakar/tidak) VI. Pertanyaan


36

1. Tuliskan persamaan hydrogen!

reaksi

dalam

pembuatan

gas

2. jelaskan reaksi antara gas dan batang kayu yang terbakar


3.

mengapa tempat penampung harus ditutup ketika gas hydrogen dikumpulkan?

PERCOBAAN 14 PEMURNIAN GULA KOTOR

I. -

Tujuan Percobaan Siswa dapat memurnikan gula kotor dengan karbon aktif Teori Dasar

II.

Karbon aktif memiliki kegunaan dalam memurnikan gula kotor menjadi gula putih. Absorpsi partikel kotor dapat berlangsung karena karbon aktif memiliki pori-pori yang sesuai sehingga dapat ditempati oleh partikel pengotor tersebut. Tahap penyaringan, pemekatan serta pendinginan merupakan upaya untuk memurnikan gula kotor menjadi Kristal gula putih. III. Alat dan Bahan Bahan Gula kotor Karbon aktif Kalsium hidroksida
Alat Jumlah

Jumla h 120g 2030g 5-10g

Gelas kimia 100 ml Gelas kimia 250ml Gelas ukur 25ml Pembakar Bunsen Kaki tiga Kawat kasa Thermometer Spatula

1 1 1 1 1 1 1 1 1

37

Kertas lakmus merah IV. Cara kerja

Cara A : 1. Ambil 5-10g gula kotor dengan spatula dan masukkan kedalam gelas kimia 100ml
2.

Tambahkan 40ml air ke dalam gelas tersebut lalu larutkan gula dengan cara pemaasan. Tambahkan 0,5-1g karbon aktif ketika mengaduk gula tersebut.

3. Saring larutan suspense yang terbentuk ketika masih panas untuk mendapatkan larutan takberwarna. Apabila larutan berwarna kuning, tambahkan sedikit karbo aktif, lalu panaskan dan saring kembali suspense tersebut hingga didapatlarutan takberwarna
4.

Masukkan larutan bening kedalam gelas kimia 100ml, kemudian masukkan gelas tersebut kedalam penangas air yang telah dipanaskan terlebih dahulu. Diamkan larutan hingga tinggal seperempatnya.

5. Ketika pemanasan selesai, pindahkan gelas kimia tersebut dan dinginkan pada suhu ruang hingga terbentuk Kristal putih. Lalu timbang padatan yang terbentuk. Cara B : 1. Timbang gula kotor sebanyak 100g lalu larutkan dengan air sebanyak 90ml dalam gelas kimia 250ml. 2. Tambahkan padatan kalsium hidroksida sedikit demi sedikit, kemudian teteskan larutan sampai dapat merubah kertas lakmus merah menjadi biru, maka hentikan penambahan padatan tersebut.
3.

Pisahkan larutan kedalam gelas kimia 100ml lalu campurkan filtrate yang terbentuk dengan karbon aktif secukupnya ketika larutan masih panas. Panaskan campuran tersebut pada suhu 50-65oC.

4.

6. Simpan hasil pemanasan dilemari es selama beberapa hari hingga terbentuk Kristal putih.
38

V.

Data Pengamatan Percobaan Jumlah (gram) Kristal

Cara A Cara B

VI.

Pertanyaan Cara yang manakah yang menghasilkan gula lebih putih?

PERCOBAAN 15 ASAM DAN BASA


I. Tujuan Percobaan
-

Siswa dapat menjelaskan pengertian asam Siswa dapat menjelaskan pengertian basa Siswa dapat menjelaskan perubahan warna pada asam dan basa setelah penambahan indikator

- Siswa dapat menggunakan alat yang tepat pada percobaan ini II. Teori Dasar Sepanjang abad ke-16 Paracelsus, seorang fisikawan SwissJerman, mencatat bahwa suatu gas yang mudah terbakar terbentuk ketika besi direaksikan dengan asam sulfat. Akan tetapi ia tidak menyadari bahwa gas yang terbentuk tersebut adalah suatu unsure murni. Lavoiser menamakan gas tersebut Hidrogen yang artinya menghasilkan air.
39

Produksi komersial gas hydrogen dibuat dengan proses elektrolisis air. Hydrogen dihasilkan dari katoda ketika arus listrik mengalir melalui air yang mengandung elektrolit. III. Alat dan Bahan Bahan HCl 3M Logam seng lilin
Alat Jumlah

Jumla h 5 ml 5 ml 1

Labu erlenmeyer Batang kayu Korek api Pipet tetes Penyumbat IV. Cara kerja 1.Tempatkan Erlenmeyer.

1 1 1 1 1

kira-kira

gram

logam seng

kedalam

labu

5. Tambahkan 5 ml larutan HCl ke dalam labu Erlenmeyer diatas, sehingga terbentuk gelembung gas. Tutup labu dengan penyumbat. 6. Setelah 20 detik, nyalakan batang kayu dengan lilin dan siapkan untuk menguji gas yang terbentuk 7. dengan hati-hati, tempatkan batang kayu kedalam mulut labu, kemudian pindahkan batang tersebut dan tunggu lebih lama untuk mengumpulkan gas yang terbentuk. V. Data Pengamatan Batang kayu : (terbakar/tidak) VI. Pertanyaan 2. Tuliskan persamaan hydrogen! reaksi dalam pembuatan gas

3. jelaskan reaksi antara gas dan batang kayu yang terbakar


4.

mengapa tempat penampung harus ditutup ketika gas hydrogen dikumpulkan?


40

DAFTAR PUSTAKA

Arramel, Henny, Praktikum Kimia, Bandung, Mastara, 2004. Agustin, Nuri, Laporan Praktikum Kimia Dasar dan Penanganan Laboratorium, Surabaya, SMK Negeri V, 2003-2004

41

Anda mungkin juga menyukai