SIROSIS HEPATITIS SRI MARYANI SUTADI Fakultas Kedokteran Bagian Ilmu Penyakit Dalam Universitas Sumatera Utara PENDAHULUAN

Di negara maju, sirosis hati merupakan penyebab kematian terbesar ketifa pada pasien yang berusia 45 – 46 tahun (setelah penyakit kardiovaskuler dan kanker). Diseluruh dunia sirosis menempati urutan ke tujuh penyebab kematian. Sekitar 25.000 orang meninggal setiap tahun akibat penyakit ini. Sirosis hati merupakan penyakit hati yang sering ditemukan dalam ruang perawatan Bagian Penyakit Dalam. Perawatan di Rumah Sakit sebagian besar kasus terutama ditujukan untuk mengatasi berbagai penyakit yang ditimbulkan seperti perdarahan saluran cerna bagian atas, koma peptikum, hepatorenal sindrom, dan asites, Spontaneous bacterial peritonitis serta Hepatosellular carsinoma. Gejala klinis dari sirosis hati sangat bervariasi, mulai dari tanpa gejala sampai dengan gejala yang sangat jelas. Apabila diperhatikan, laporan di negara maju, maka kasus Sirosis hati yang datang berobat ke dokter hanya kira-kira 30% dari seluruh populasi penyakit in, dan lebih kurang 30% lainnya ditemukan secara kebetulan ketika berobat untuk penyakit lain, sisanya ditemukan saat atopsi. DEFENISI Istilah Sirosis hati diberikan oleh Laence tahun 1819, yang berasal dari kata Khirros yang berarti kuning orange (orange yellow), karena perubahan warna pada nodulnodul yang terbentuk. Pengertian sirosis hati dapat dikatakan sebagai berikut yaitu suatu keadaan disorganisassi yang difuse dari struktur hati yang normal akibat nodul regeneratif yang dikelilingi jaringan mengalami fibrosis. Secara lengkap Sirosis hati adalah suatu penyakit dimana sirkulasi mikro, anatomi pembuluh darah besar dan seluruh sitem arsitektur hati mengalami perubahan menjadi tidak teratur dan terjadi penambahan jaringan ikat (fibrosis) disekitar parenkim hati yang mengalami regenerasi. Insidens Penderita sirosis hati lebih banyak dijumpai pada kaum laki-laki jika dibandingkan dengan kaum wanita sekita 1,6 : 1 dengan umur rata-rata terbanyak antara golongan umur 30 – 59 tahun dengan puncaknya sekitar 40 – 449 tahun. KLASIFIKASI Berdasarkan morfologi Sherlock membagi Sirosis hati atas 3 jenis, yaitu : 1. Mikronodular 2. Makronodular 3. Campuran (yang memperlihatkan gambaran mikro-dan makronodular) Secara Fungsional Sirosis terbagi atas : 1. Sirosis hati kompensata

©2003 Digitized by USU digital library

1

Kriptogenik 10. Biasanya stadium ini ditemukan pada saat pemeriksaan screening. ETIOLOGI 1. amiodaron. Secondary Biliary Cirrosis dapat terjadi sebagai komplikasi dari pembedahan saluran empedu. Asites 4. Glikonosis type-IV 5. 2. Kelainan metabolic : 1. saluran empedu dapat mengalami peradangan. Pada bayi penyebab sirosis terbanyak adalah akibat tersumbatnya saluran empedu yang disebut Biliary atresia. Pada penyakit ini empedumemenuhi hati karena saluran empedu tidak berfungsi atau rusak. tetapi transplantasi diindikasikan untuk anak-anak yang menderita penyakit hati stadium akhir. Indian Childhood Cirrhosis GEJALA KLINIS Manifestasi klinis dari Sirosis hati disebabkan oleh satu atau lebih hal-hal yang tersebut di bawah ini : 1. tersumbat. Virus hepatitis (B. dan terluka akibat Primary Biliary Sirosis atau Primary Sclerosing Cholangitis. Hipertensi portal 3. Malnutrisi 11.Sering disebut dengan Laten Sirosis hati. Gangguan Imunitas (Hepatitis Lupoid) 7. Bayi yang menderita Biliary berwarna kuning (kulit kuning) setelah berusia satu bulan. Defisiensi Alphal-antitripsin 4. Pada orang dewasa. Toksin dan obat-obatan (misalnya : metotetrexat. Kadang bisa diatasi dengan pembedahan untuk membentuk saluran baru agar empedu meninggalkan hati. Operasi pintas usus pada obesitas 9. dimana empedu membantu mencerna lemak.Payah jantung 6. dan stadium ini biasanya gejala-gejala sudah jelas. Penyakit Wilson (kelebihan beban tembaga) 3. dan lainlain) 8. ascites.INH. misalnya .Sindroma Budd-Chiari . Pada atadiu kompensata ini belum terlihat gejala-gejala yang nyata.dan D) 2. Galaktosemia 6. Tirosinemia 4. edema dan ikterus. Ensefalophati hepatitis ©2003 Digitized by USU digital library 2 . Sirosis hati Dekompensata Dikenal dengan Active Sirosis hati. 5. Hemakhomatosis (kelebihan beban besi) 2. Sumbatan saluran vena hepatica . Kegagalan Prekim hati 2. Alkohol 3.C. Kolestasis Saluran empedu membawa empedu yang dihasilkan oleh hati ke usus.

Ulkus Peptikum 5. asites f. 5 2.< 70 Asites 0 Minimal – sedang (+) – (++) Hepatic enchepha Lopathy Tidak ada Std 1 dan II 3 > 3. Perdarahan gastrointestinal Hipertensi portal menimbulkan varises oesopagus. Pembesaran perut dan kaki bengkak e. koma d. Hipertensi portal a.0 2-<3 Albumin (gr%) >3.Keluhan dari sirosis hati dapat berupa : a. kerusakan hati h. spleenomegali c. 4. asites i.5 Prothrombin time (Quick%) > 70 40 . rambut pubis rontok j. perubahan sum-sum tulang d. Pada keadaan lanjut dapat dijumpai pasien tidak sadarkan diri (Hepatic Enchephalopathy g. Perdarahan saluran cerna bagian atas f. varises oesophagus b. spider nevi e. eritema palmaris k.hematon/mudah terjadi perdaarahan) 2. Kegagalan sirosis hati a. dimana suatu saat akan pecah sehingga timbul perdarahan yang masih. caput meduse e. Koma Hepatikum. Mata berwarna kuning dan buang air kecil berwarna gelap d. ginekomastia g. kelainan sel darah tepi (anemia. edema b.0 <2. nafsu makan menurun dan diikuti dengan penurunan berat badan c. collateral veinhemorrhoid g. ikterus c. Perasaan gatal yang hebat Seperti telah disebutkan diatas bahwa pada hati terjadi gangguan arsitektur hati yang mengakibatkan kegagalan sirkulasi dan kegagalan perenkym hati yang masingmasing memperlihatkan gejala klinis berupa : 1. leukopeni dan trombositopeni) Klasifikasi Sirosis hati menurut criteria Child-pugh : Skor / parameter 1 2 Bilirubin (mg%) <2. Merasa kemampuan jasmani menurun b.8 < 40 Banyak +++) Std III dan IV KOMPLIKASI 1. Karsinoma hepatosellural ©2003 Digitized by USU digital library 3 . alopesia pectoralis f. Nausea. atropi testis l. 2. kelainan darah (anemia.8 .< 3.

Astises 2. Asites Dalat dikendalikan dengan terapi konservatif yang terdiri atas : . b) terapi induksi IFN. ©2003 Digitized by USU digital library 4 . srisipelas. 6. Istirahat yang cukup b. Mengingat salah satu komplikasi akibat pemberian diuretic adalah hipokalemia dan hal ini dapat mencetuskan encepalophaty hepatic. .diet rendah garam : untuk asites ringan dicoba dulu dengan istirahat dan diet rendah garam dan penderita dapat berobat jalan dan apabila gagal maka penderita harus dirawat. Pengaturan makanan yang cukup dan seimbang. yaitu : a. Penyebab kematian PENATALAKSANAAN Pengobatan sirosis hati pada prinsipnya berupa : 1. Pengobatan yang spesifik dari sirosishati akan diberikan jika telah terjadi komplikasi seperti 1. dan dimulai dengan dosis rendah. Sekarang telah dikembangkan perubahan strategi terapi bagian pasien dengan hepatitis C kronik yang belum pernah mendapatkan pengobatan IFN seperti a) kombinasi IFN dengan ribavirin. Supportif. C) Terapi dosis interferon setiap hari. Dasar pemberian IFN dengan dosis 3 juta atau 5 juta unit tiap hari sampai HCV-RNA negatif di serum dan jaringan hati. Hepatorenal syndrome 4. peritonitis. Infeksi Misalnya : peritonisis.Diuretik Pemberian diuretic hanya bagi penderita yang telah menjalani diet rendah garam dan pembatasan cairan namun penurunan berat badannya kurang dari 1 kg setelah 4 hari. Simtomatis 2. B) Terapi induksi Interferon yaitu interferon diberikan dengan dosis yang lebih tinggi dari 3 juta unit setiap hari untuk 2-4 minggu yang dilanjutkan dengan 3 juta unit 3 x seminggu selama 48 minggu dengan atau tanpa kombinasi dengan RIB. Spontaneous bacterial peritonitis 3. maka pilihan utama diuretic adalah spironolacton. endokarditis. misalnya : cukup kalori. 3.Kemungkinan timbul karena adanya hiperflasia noduler yang akan berubah menjadi adenomata multiple dan akhirnya menjadi karsinoma yang multiple. tbc paru. sistitis. pielonephritis. protein 1gr/kgBB/hari dan vitamin c. septikema 6. glomerulonephritis kronis.istirahat . c) terapi dosis IFN tiap hari A) Terapi kombinasi IFN dan Ribavirin terdiri dari IFN 3 juta unit 3 x seminggu dan RIB 1000-2000 mg perhari tergantung berat badan (1000mg untuk berat badan kurang dari 75kg) yang diberikan untukjangka waktu 24-48 minggu. bronchopneumonia. serta dapat dinaikkan dosisnya bertahap tiap 3-4 hari. Pengobatan berdasarkan etiologi Misalnya pada sirosis hati akibat infeksi virus C dapat dicoba dengan interferon. Ensefalophaty hepatic Ad. pnemonia. apabila dengan dosis maksimal diuresinya belum tercapai maka dapat kita kombinasikan dengan furosemid.

Pada keadaan demikian pilihan kita adalah parasintesis. serum bilirubin > dari 10 mg/dl. Adanya kecurigaan akan SBP bila dijumpai keadaan sebagai berikut : Spontaneous bacterial peritonitis Sucpect grade B dan C cirrhosis with ascites Clinical feature my be absent and WBC normal Ascites protein usually <1 g/dl Usually monomicrobial and Gram-Negative Start antibiotic if ascites > 250 mm polymorphs 50% die 69 % recur in 1 year Pengobatan SBP dengan memberikan Cephalosporins Generasi III (Cefotaxime). Ad. dengan catatan harus dilakukan infus albumin sebanyak 6 – 8 gr/l cairan asites yang dikeluarkan. Mengingat akan rekurennya tinggi maka untuk Profilaxis dapat diberikan Norfloxacin (400mg/hari) selama 2-3 minggu. Keadaan ini lebih sering terjadi pada sirosis hati stadium kompesata yang berat.0 ml/minute Absence of shock. Ad.000/mm3. Spontaneus Bacterial Peritonitis (SBP) Infeksi cairan dapat terjadi secara spontan.fluid losses and Nephrotoxic drugs Proteinuria < 500 mg/day No improvement following plasma volume expansion Minor Urine volume < 1 liter / day Urine Sodium < 10 mmol/litre Urine osmolarity > plasma osmolarity Serum Sodium concentration < 13 mmol / litre Sindroma ini dicegah dengan menghindari pemberian Diuretik yang berlebihan. atau Qinolon secara oral. Mengenai parasintesis cairan asites dapat dilakukan 5 10 liter / hari. Penanganan secara konservatif dapat dilakukan berupa : Ritriksi ©2003 Digitized by USU digital library 5 . severe infection. Pada kebanyakan kasus penyakit ini timbul selama masa rawatan. Infeksi umumnya terjadi secara Blood Borne dan 90% Monomicroba. Tipe yang spontan terjadi 80% pada penderita sirosis hati dengan asites. sekitar 20% kasus.Terapi lain : Sebagian kecil penderita asites tidak berhasil dengan pengobatan konservatif. Pada sirosis hati terjadi permiabilitas usus menurun dan mikroba ini beraasal dari usus. secara parental selama lima hari. pengenalan secara dini setiap penyakit seperti gangguan elekterolit. perdarahan dan infeksi. Prosedur ini tidak dianjurkan pada Child’s C. Hepatorenal Sindrome Adapun criteria diagnostik dapat kita lihat sebagai berikut : Criteria for diagnosis of hepato-renal syndrome Major Chronic liver disease with ascietes Low glomerular fitration rate Serum creatin > 1. trombosit < 40. creatinin > 3 mg/dl dan natrium urin < 10 mmol/24 jam. atau setelah tindakan parasintese.5 mg/dl Creatine clearance (24 hour) < 4. Protrombin < 40%. Ternyata parasintesa dapat menurunkan masa opname pasien.

Pemberian lactulose/ lactikol 3. intervensi untuk menurunkan produksi dan absorpsi amoniak serta toxin-toxin yang berasal dari usus dengan jalan : .ARH2. pemberian obat-obatan. Pilihan terbaik adalah transplantasi hati yang diikuti dengan perbaikan dan fungsi ginjal.Tak langsung (Pemberian AARS) KESIMPULAN: Mengingat pengobatan sirosis hati hanya merupakan simptomatik dan mengobati penyulit.Pemberian antibiotik (neomisin) . obat-obat yang Hepatotoxic.Pasien diistirahatkan daan dpuasakan .Pemasangan IVFD berupa garam fisiologis dan kalau perlu transfusi . mulai dari gangguan ritme tidur.Antifibrinolitik. Pada umumnya enselopati Hepatik pada sirosis hati disebabkan adanya factor pencetus. potassium dan protein. Diuretik dengan dosis yang tinggi juga tidak bermanfaat. Obat-obat yang memodifikasi Balance Neutronsmiter .Dier rendah protein . dapat mencetuskan perdarahan dan shock. Octriotide dan Somatostatin .Perdarahan karena pecahnya Varises Esofagus Kasus ini merupakan kasus emergensi sehingga penentuan etiologi sering dinorduakan. evaluasi darah .Pemasangan Naso Gastric Tube.Secara langsung (Bromocriptin. dan dapat dipertimbangkan pada pasien yang akan dilakukan transplantasi. namun yang paling penting adalah penanganannya lebih dulu. maka prognosa SH bisa jelek.cairan.Pemberian obat-obatan berupa antasida.Flumazemil) . Ad. Prinsip penggunaan ada 3 sasaran : 1. hal ini mempunyai banyak sekali kegunaannya yaitu : untuk mengetahui perdarahan. antara lain : infeksi. Prrinsip penanganan yang utama adalah tindakan Resusitasi sampai keadaan pasien stabil. Ad.garam. cooling dengan es. Oleh karena itu ketepatan diagnosa dan penanganan yang tepat sangat dibutuhkan dalam penatalaksanaan sirosis hati ©2003 Digitized by USU digital library 6 . gelisah sampai ke pre koma dan koma. perdarahan gastro intestinal. mengenali dan mengobati factor pencetua 2. perubahan kepribadian.Vitamin K. dalam keadaan ini maka dilakukan : . TIPS hasil jelek pada Child’s C. Serta menghentikan obat-obatan yang Nefrotoxic. Vasopressin. Namun penemuan sirosis hati yang masih terkompensasi mempunyai prognosa yang baik.Disamping itu diperlukan tindakan-tindakan lain dalam rangka menghentikan perdarahan misalnya Pemasangan Ballon Tamponade dan Tindakan Skleroterapi / Ligasi aatau Oesophageal Transection. Ensefalopati Hepatik Suati syndrome Neuropsikiatri yang didapatkan pada penderita penyakit hati menahun. Manitol tidak bermanfaat bahkan dapat menyebabkan Asifosis intra seluler.

L. Edisi II. Diagnosis and Therapy of Chronic Liver and Biliarry Diseases 2.L.about.Sujono. Hakim Zain.S.KEPUSTAKAAN : 1. Gastroenterology. Penyakit Hati dan Sitim Saluran Empedu. Jakarta 1987 6. Sherlock.Penerbit Alumni / 1995 / Bandung 3.J.A. Penatalaksanaan Penderita Sirosis Hepatitis 5. Penerbit Balai FK UI. Bagian Ilmu Penyakit Dalam FK UI. Pembaharuan Strategi Terapai Hepatitis Kronik C. Soeparman.England Blackwell 1997 4.com/library/blcirrosis. Ilmu Penyakit Dalam jilid I. RSUPN Cipto Mangunkusumo ©2003 Digitized by USU digital library 7 . Oxford. Rosenack.htm 7. Lesmana. Hadi. Anonymous http://alcoholism.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful