Anda di halaman 1dari 43

Patient Safety pada Plebotomi

Presentan: M. Endang Frida S Pembimbing: dr. Tahono, SpPK (K) PPDS I PK FK UNS/RSDM Surakarta

Patient Safety
y Topik penting dalam pelayanan kesehatan saat ini y Awal: 1999

Institute of Medicine (IOM) Human: Building a Safer Health System

To Err is

IOM

Patient Safety
Joint Commission on Accreditation of Healthcare Organizations (JCHAO) Hospital Patient Safety Standards y 2007 WHO Patient Safety Solutions
y 2002 y Indonesia KKP-RS No.001-VIII-2005

Panduan Nasional Keselamatan Pasien Rumah Sakit: Tujuh Langkah Menuju Keselamatan Pasien Rumah Sakit

y Setiap aspek pelayanan rumah sakit

mengutamakan keselamatan pasien

y Keselamatan pasien

di laboratorium?

Kesalahan di laboratorium

Pra Analitik

Analitik

Pasca Analitik

Kaira; types and rates of error in the three stages of the laboratory testing process; 1997

Kesalahan Pra-analitik

Pra-analytical variables; www.practical-haemostasis.com; 2011

Asal kata: bahasa Yunani: Phlebo vena Tomy insisi

y Plebotomi: (Lavery;2005) y Tindakan invasif y Paling sering dilakukan pada pelayanan kesehatan y Tujuan: diagnostik dan terapi y Plebotomi

membahayakan pasien kematian secara langsung maupun tidak langsung y Penting untuk menerapkan plebotomi secara benar dan berkualitas y Prinsip safety freedom from harm

Plebotomi

y Prosedur dan pelaksanaan plebotomi yang tepat

kunci penting untuk menciptakan dan meningkatkan keselamatan pasien y Plebotomi dilakukan sesuai standar prosedur :
y Clinical and Laboratory Standard Institute (CLSI)

2003 Procedures for the Collection of Diagnostic Blood Specimens by Venipuncture y World Health Organization (WHO) 2010 WHO Guidelines on Drawing Blood: Best Practices in Phlebotomy

Prosedur Plebotomi
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

Persiapan alat Identifikasi dan persiapan pasien Memilih vena Mencuci tangan dan menggunakan sarung tangan Desinfeksi Pengambilan darah Pengisian tabung sampel Pemilihan wadah tabung yang sesuai Prosedur pasien tahap akhir Membersihkan ceceran darah di area kerja

Prosedur Plebotomi vs Patient Safety

siapkan peralatan yang dibutuhkan letakkan di tempat yang aman dan mudah dijangkau pastikan bahwa semua alat yang dibutuhkan dapat terlihat jelas siapkan wadah khusus untuk pembuangan sampah dan jarum bekas
Ridley; Essentials of Clinical Laboratory Science

gunakan torniquet bebas latex menghindari reaksi alergi dan anafilaktik pada pasien alergi latex gunakan tabung plastik menghindari pasien terkena pecahan tabung gunakan jarum dengan pengaman menghindari pasien terkena luka tusukan Occupational Safety and Health Administration (OSHA):

Beberapa contoh jarum dengan pengaman:

Sumber: ONA; Needle/Sharp Safety, 2011

gunakan tabung dengan antikoagulan yang sesuai untuk pemeriksaan menghindari kesalahan hasil pemeriksaan pasien gunakan jarum dengan ukuran sesuai usia pasien menghindari komplikasi hematom, vena kolaps, dll

memperkenalkan nama dan menanyakan nama pasien konfirmasi nama yang disebut pasien dengan lembar pemeriksaan dan label tabung tanyakan riwayat alergi (latex, alkohol, plester, dll), fobia atau pingsan saat pengambilan darah jika pasien takut, pastikan pasien untuk bersedia dilakukan plebotomi buatlah posisi pasien senyaman mungkin (posisi lengan supinasi jika memungkinkan) minta persetujuan pasien secara verbal untuk melakukan tindakan plebotomi

identitas pasien
y Sebuah artikel menuliskan 17 tipe kesalahan yang berkaitan

dengan prosedur/tindakan invasif 10 diantaranya berkaitan dengan kesalahan verifikasi identitas pasien (Chassin;2002) y 11% kematian pada transfusi akibat plebotomis salah mengidentifikasi pasien atau salah memberi label pada sampel (Ernst;2005) y Joint Commission for the Accreditation of Healthcare Organization (JCAHO) mengeluarkan standar untuk meningkatkan akurasi identifikasi pasien

Standar dan panduan identifikasi pasien dan pemberian label yang akurat menurut JCHAO:
y Menggunakan 2 sistem identitas y Menanyakan secara verbal nama pasien dan

tanggal lahir serta minta pasien untuk mengeja namanya y Bandingkan selalu identitas pasien di label sampel dan lembar permintaan pemeriksaan y Pemberian label sebaiknya dilakukan saat pengambilan sampel tepat di sisi pasien (untuk rawat inap bedside)

riwayat alergi menghindari terjadinya alergi atau reaksi anafilaktik pada pasien, mis: alergi latex, alkohol, iodin, dll riwayat pingsan menghindari pasien pingsan lagi pasien jatuh trauma, fraktur, dll pastikan ketersediaan pasien untuk dilakukan plebotomi menghindari pasien tiba-tiba menarik jarum saat dilakukan plebotomi melukai vena atau saraf pasien

ekstensikan lengan pasien dan inspeksi vena di daerah fossa antecubitus atau lengan atas pilih vena yang dapat terlihat dengan jelas dan tidak bercabang pasang torniquet dengan jarak 4-5 jari di atas vena yang akan dilakukan vena pungsi dan pastikan ulang venanya

vena yang dapat dilihat jelas membantu menentukan ukuran jarum yang tepat bagi pasien eksplorasi vena saat jarum di dalam merusakan jaringan di sekitar hematom, kerusakan saraf, sampel terkontaminasi jaringan memilih vena yang tidak bercabang mengurangi komplikasi terjadinya hematom hindari vena pada jalur infus cairan (pasien rawat inap) menghindari kesalahan hasil pemeriksaan bagi pasien

lakukan cuci tangan sesuai prosedur basuh tangan dengan alkohol gunakan selalu sarung tangan

cuci tangan dan ganti sarung tangan setiap kali prosedur untuk menghindari kontaminasi silang antar pasien

desinfeksi dengan alkohol 70% biarkan mengering (30 detik)

desinfeksi dilakukan untuk mengurangi kontaminasi sampel khususnya untuk pemeriksaan kultur darah alkohol lebih disukai daripada povidone iodine darah yang terkontaminasi iodin kadar kalium, fosfor dan as. Urat meningkat kesalahan hasil terapi tidak perlu bagi pasien

biarkan alkohol mengering sampel hemolisis

alkohol basah menyebabkan

jangan menyentuh bagian yang sudah dibersihkan menghindari kontaminasi

fiksasi vena dengan memegang lengan pasien dan letakkan jempol di bawah sisi venapungsi minta pasien untuk menggepalkan tangan masukkan jarum pada sudut 15-30 dari permukaan kulit lepaskan torniquet setelah darah diambil cabut jarum dan tekan bekas tusukan dengan kapas atau verban kering dan bersih minta pasien untuk menekan bekas tusukan dan mengekstensikan serta mengangkat lengannya

vena yang tidak difiksasi bergeser (khususnya pada orang tua) eksplorasi berlebihan kerusakan jaringan dan saraf Saat mengenai saraf pasien mengeluh sakit dan terasa sensasi seperti terbakar lepaskan torniquet cabut jarum

posisi jarum yang tidak tepat hematom lengan yang ditekuk meningkatkan resiko hematom

Complication of blood collection; Kathryn; 2003

Posisi jarum saat vena pungsi

Complication of blood collection; Kathryn; 2003

biarkan tabung tetap berada dalam rak tabung untuk tabung vakum, tusuk jarum ke rubber stopper tabung, kemudian biarkan sampel mengalir sendiri untuk tabung yang tidak vakum, alirkan secara perlahan darah ke dalam tabung

tabung vakum jangan menekan plunger jarum, biarkan darah mengalir sendiri menghindari hemolisis tabung biasa alirkan perlahan agar darah tidak hemolisis

Mengisikan sampel ke wadah tabung dengan antikoagulan yang sesuai pemeriksaan

Pengisian sampel ke dalam tabung yang salah akan menyebabkan kontaminasi silang dengan zat aditif pada tabung

Warna tutup tabung dan antikoagulan yang dianjurkan sesuai pemeriksaan

BLOOD COLLECTION: ROUTINE VENIPUNCTURE AND SPECIMEN HANDLING; http://library.med.utah.edu

buang jarum bekas ke dalam wadah khusus cek ulang label sampel cuci tangan informasikan kepada pasien bahwa prosedur telah selesai tanyakan kepada pasien apa yang pasien rasakan periksa kembali luka bekas tusukan ucapkan terima kasih kepada pasien

jarum yang tidak langsung dibuang bisa mengenai pasien bahaya penyebaran kuman

cuci tangan setiap kali akan memulai prosedur baru menghindari kontaminasi silang antar pasien periksa ulang bekas tusukan menghindari resiko pendarahan pada pasien, khususnya pasien dengan gangguan pembekuan darah (pasien hemofili atau mendapat terapi antikoagulan)

jika terjadi tumpahan atau tetesan darah akibat botol sampel pecah, perdarahan saat plebotomi, atau saat menuangkan sampel, segera bersihkan

Menghindari kontaminasi silang antar pasien yang dapat menyebabkan penyebaran kuman menular melalui darah

Catatan
y WHO

tiga kesalahan paling sering dilakukan pada saat plebotomi yang dapat membahayakan pasien: y Hemolisis y Kontaminasi y Identifikasi/pemberian label yang tidak akurat

Hemolisis (-)

Kontaminasi (-)

Plebotomi sesuai prosedur standar

Identifikasi dan Label akurat

Daftar Pustaka
1. WHO Guidelines on Drawing Blood: Best

Practices in Phlebotomy. 2010. Switzerland: WHO Document Production Services. 2. Ridley, John. 2010. Essentials of Clinical Laboratory Science . New York: Delmar Cengage Learning. 89-257. 3. Ernst, Dennis J. 2005. Applied Phlebotomy. Philadelphia: A Walters Kluewer Co. 39-125.

Daftar Pustaka
4. Kalanick, Kathryn A. 2004. Phlebotomy

Technician Specialist: A Practical Guide To Phlebotomy. Canada: Delmar Learning Co. 5. Acello, Barbara. 2002. The OSHA Handbook 3rd edition. New York: Delmar Learning Co. 6. Blood Collection: Routine Venipuncture and Specimen Handling, (http://library.med.utah.edu/WebPath/TUTORI AL/PHLEB/PHLEB.html, diakses 20 Juli 2011)